<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Beni Setiawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/beni-setiawan</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Beni Setiawan</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Sejumlah SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang 2, Ada Sekolah yang Baru Terima Dua Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-smp-negeri-di-tulungagung-buka-spmb-gelombang-2-ada-sekolah-yang-baru-terima-dua-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-smp-negeri-di-tulungagung-buka-spmb-gelombang-2-ada-sekolah-yang-baru-terima-dua-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43a6592bb7c.webp" length="36002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 18:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, spmb smp, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Tulungagung terpaksa membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat sekolah yang belum memenuhi kuota atau pagu penerimaan siswa baru pada pelaksanaan SPMB 2026.</p>
<p>Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mencatat, seluruh SMP Negeri yang mengikuti seleksi gelombang pertama telah menuntaskan proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos. Meski demikian, masih ada sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat minim sehingga diperlukan pembukaan pendaftaran tahap lanjutan.</p>
<p>Kasi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan sebanyak 48 SMP Negeri telah melaksanakan daftar ulang setelah proses seleksi online selesai dilaksanakan.</p>
<p>“Untuk pelaksanaan daftar ulang di Kabupaten Tulungagung, seluruh 48 SMP Negeri sudah melaksanakan daftar ulang bagi siswa yang diterima melalui seleksi online. Persentase daftar ulang mencapai 100 persen karena seluruh satuan pendidikan telah menerima siswa pada seleksi sebelumnya,” kata Rifka, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Meski capaian daftar ulang mencapai 100 persen, jumlah siswa yang diterima di beberapa sekolah masih jauh dari kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data Disdik Tulungagung, terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar di bawah 10 siswa.</p>
<p>Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa.</p>
<p>Rifka menjelaskan, pembukaan SPMB gelombang kedua dilakukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tingkat SMP tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak ada siswa yang tertinggal karena belum lolos pada tahap sebelumnya.</p>
<p>“Pertimbangannya kami harus memastikan siswa usia sekolah jenjang SMP yang belum lolos pada gelombang pertama tetap mendapatkan hak pendidikannya. Sekolah yang pagunya masih kurang akan dibuka kembali agar bisa diisi siswa,” ujarnya.</p>
<p>Pendaftaran SPMB gelombang kedua dijadwalkan dibuka mulai 1 Juli 2026. Selanjutnya, proses seleksi dan verifikasi dilakukan pada 2 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli, dan daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.</p>
<p>Menurut Rifka, jumlah sekolah yang diperkirakan membuka gelombang kedua sekitar empat hingga lima sekolah, meski angka tersebut masih menunggu pembaruan data secara final.</p>
<p>Ia juga menepis anggapan bahwa sekolah yang membuka gelombang kedua merupakan sekolah pinggiran. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor sebaran geografis dan pilihan masyarakat.</p>
<p>“Kalau bagi kami tidak ada istilah sekolah pinggiran atau sekolah tengah. Mungkin lebih kepada letak geografis masing-masing sekolah,” jelasnya.</p>
<p>Rifka menambahkan, sejumlah SMP di wilayah perkotaan juga masih membuka pendaftaran gelombang kedua, di antaranya SMP Negeri 1 Kedungwaru, SMP Negeri 4 Tulungagung, SMP Negeri 5 Tulungagung, dan SMP Negeri 6 Tulungagung. Sementara beberapa sekolah lain telah memenuhi kuota, seperti SMP Negeri 1 Campurdarat, SMP Negeri 1 Gondang, dan SMP Negeri 1 Kauman.</p>
<p>Pada pelaksanaan gelombang kedua, mekanisme penerimaan juga mengalami penyesuaian. Jalur yang dibuka hanya menggunakan jalur domisili dan tidak lagi menerapkan jalur prestasi, afirmasi, maupun perpindahan tugas orang tua sebagaimana pada tahap pertama.</p>
<p>“Empat jalur tersebut sudah digunakan pada gelombang pertama. Untuk gelombang kedua fokusnya agar siswa tetap bisa mendapatkan sekolah dan memperoleh hak pendidikannya,” pungkas Rifka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Massa di Tulungagung Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-massa-di-tulungagung-gelar-aksi-damai-dukung-keberlanjutan-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-massa-di-tulungagung-gelar-aksi-damai-dukung-keberlanjutan-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a439c1702600.webp" length="101404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ribuan massa yang terdiri dari relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, pemasok bahan pangan, hingga mitra yayasan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (30/6/2026) siang. Mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan sekaligus meminta adanya perbaikan tata kelola pelaksanaan program.</p>
<p>Massa membawa berbagai poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Sejumlah tulisan yang dibawa peserta di antaranya bertuliskan “Kami banyak belajar dari MBG. Makanan sehat, kebersihan, kesehatan, kerja keras, empati dan kepedulian” serta “MBG Penggerak Ekonomi”.</p>
<p>Dalam orasinya, peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya.</p>
<p>Koordinator Forum Komunikasi Mitra SPPG, Rifqi Firmansyah, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program nasional sekaligus dorongan agar pemerintah melakukan penyempurnaan sistem pelaksanaan.</p>
<p>“Untuk kegiatan hari ini teman-teman baik mitra, relawan, supplier, petani, peternak itu mendukung program MBG tetap berjalan seperti sediakala. Untuk masalah perbaikan-perbaikan kami semua siap memperbaiki, baik dari tata kelolanya maupun secara administrasi,” ujar Rifqi.</p>
<p>Menurutnya, penghentian sementara operasional SPPG selama sekitar tiga minggu telah menimbulkan dampak ekonomi cukup besar, terutama bagi sektor peternakan dan pemasok bahan pangan.</p>
<p>Rifqi menjelaskan selama periode tersebut harga sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis akibat menurunnya serapan pasar. Salah satu yang paling terasa adalah harga ayam hidup yang turun signifikan.</p>
<p>“Biasanya harga ayam hidup sekitar Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogram. Sekarang bisa tembus sampai Rp15 ribu per kilogram karena terjadi <em>over supply</em>. Telur juga belum mendapatkan harga yang baik,” katanya.</p>
<p>Selain berdampak pada harga komoditas, penghentian sementara program juga disebut memengaruhi pendapatan para mitra pelaksana. Rifqi menyebut selama program berjalan, setiap mitra memperoleh insentif operasional harian yang menopang aktivitas usaha mereka.</p>
<p>“Kalau selama tutup, biasanya kami mendapat sekitar Rp6 juta per hari. Kalau dihitung selama tiga minggu, kurang lebih setiap mitra mengalami kerugian sampai Rp100 juta,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap mendukung pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program. Ia berharap kebijakan yang diterapkan ke depan dapat lebih terbuka dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.</p>
<p>“Kami tetap mendukung pemerintah pusat dan BGN memperbaiki tata kelolanya supaya semakin baik. Tapi kami juga berharap ketika ada kebijakan baru bisa lebih fair bagi semua pihak,” tambahnya.</p>
<p>Rifqi juga menilai keberadaan MBG telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar di Tulungagung. Menurut perhitungannya, perputaran ekonomi dari program tersebut mampu menciptakan aktivitas ekonomi hingga ratusan miliar rupiah setiap bulan.</p>
<p>“Bagi kami program MBG ini sangat luar biasa karena bisa memutarkan uang yang sebelumnya tidak ada. Contohnya di Kabupaten Tulungagung ada sekitar Rp120 miliar setiap bulan yang masuk dan berputar di desa-desa,” ujarnya.</p>
<p>Massa aksi kemudian ditemui langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program nasional tersebut dan berjanji menampung seluruh aspirasi yang disampaikan.</p>
<p>Ahmad Baharudin mengatakan program MBG merupakan agenda nasional yang perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan pemerintah.</p>
<p>“MBG adalah program nasional dan program Bapak Presiden Indonesia. Program ini harus kita kawal dan harus kita sukseskan,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui sebagai program baru, pelaksanaan MBG masih memerlukan penyesuaian dan evaluasi agar tata kelola serta pelaksanaannya semakin baik.</p>
<p>“Kalau masih ada permasalahan tentu itu ada karena ini program baru. Kita harus menyesuaikan dan terus melakukan perbaikan aturan-aturan pelaksanaan dengan tetap memperhatikan SOP dari BGN,” jelasnya.</p>
<p>Ahmad memastikan aspirasi yang diterima dari massa aksi akan diteruskan kepada pemerintah di tingkat berikutnya sebagai bahan evaluasi.</p>
<p>“Aspirasi yang disampaikan hari ini saya tampung dan nanti akan saya sampaikan ke tingkat berikutnya. Kita tetap mendukung program ini, tetapi pelaksanaannya harus maksimal dan sesuai aturan agar benar-benar mencapai tujuan yang diharapkan pemerintah pusat,” tandasnya.</p>
<p>Usai menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan Plt Bupati Tulungagung, ribuan peserta aksi membubarkan diri secara tertib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Tulungagung Geledah BPKAD dan Disbudpar, Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Griya Dalem Kanjengan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-geledah-bpkad-dan-disbudpar-dalami-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-griya-dalem-kanjengan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-geledah-bpkad-dan-disbudpar-dalami-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-griya-dalem-kanjengan</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan menyebut salah satu temuan awal dalam penyidikan adalah adanya indikasi harga pengadaan yang lebih tinggi dibandingkan harga tanah di wilayah sekitar lokasi. Selain itu, penyidik juga menyoroti belum terbitnya hak pakai atas tanah yang diadakan sejak tahun 2022. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a438d1a39db3.webp" length="34844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:05:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kejari tulungagung, griya dalem kanjengan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kejaksaan Negeri Tulungagung melakukan penggeledahan di dua kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung pada Selasa (30/6/2026) siang. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan tanah Griya Dalem Kanjengan tahun anggaran 2022.</p>
<p>Pengadaan tanah yang berada di wilayah Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung tersebut, sebelumnya direncanakan sebagai lokasi yang berkaitan dengan penyimpanan benda pusaka Tombak Kyai Upas.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Roni, mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan dan memperkuat alat bukti berupa dokumen yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan proses pengadaan tanah.</p>
<p>Poses penyidikan perkara tersebut sebenarnya telah berjalan cukup lama. Penyidikan dimulai sejak Mei 2026 dan hingga saat ini tim penyidik telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dari berbagai unsur yang berkaitan dengan proses pengadaan.</p>
<p>“Sebagaimana tadi kita sama-sama ikuti bahwa hari ini kita melakukan kegiatan penggeledahan. Ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Griya Dalem Kanjengan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Penyidikan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Mei 2026 dan sampai hari ini sekitar 30 saksi sudah kami periksa,” ujar Roni.</p>
<p>Menurut Roni, dalam penggeledahan tersebut penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang saat ini masih akan ditelaah lebih lanjut. Dokumen yang dikumpulkan mencakup tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan hingga pertanggungjawaban dan administrasi penatausahaan yang berkaitan dengan pengadaan tanah.</p>
<p>“Dari penggeledahan tadi kami mendapatkan beberapa dokumen yang mungkin berkaitan, mulai dari dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Intinya kami berharap perkara ini segera bisa terungkap dan teman-teman media bisa terus mengikuti perkembangannya,” katanya.</p>
<p>Kejaksaan menyebut salah satu temuan awal dalam penyidikan adalah adanya indikasi harga pengadaan yang lebih tinggi dibandingkan harga tanah di wilayah sekitar lokasi. Selain itu, penyidik juga menyoroti belum terbitnya hak pakai atas tanah yang diadakan sejak tahun 2022.</p>
<p>“Yang pertama kami temukan terkait adanya kelebihan harga atau harga yang dinilai lebih mahal dibanding harga tanah di wilayah tersebut. Kemudian sampai saat ini juga belum terbit hak pakainya. Itu menjadi pertanyaan bagi kami sehingga masih kami dalami,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Kejari Tulungagung belum menyampaikan nilai pasti kerugian negara dalam perkara tersebut. Penentuan besaran kerugian masih menunggu pendalaman lanjutan dan perhitungan oleh ahli yang berwenang.</p>
<p>Roni memaparkan bahwa dalam dokumen anggaran diketahui nilai DPA kegiatan mencapai Rp10,5 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi khusus pengadaan tanah sebesar Rp10 miliar. Sementara itu terdapat tambahan biaya untuk jasa notaris/PPAT sebesar Rp125 juta dan biaya appraisal sebesar Rp57 juta.</p>
<p>“Untuk kerugian negara tentu nanti harus melalui ahli terlebih dahulu. Yang pasti anggaran dalam DPA sebesar Rp10,5 miliar. Realisasi pengadaan tanah Rp10 miliar, kemudian biaya notaris PPAT Rp125 juta dan appraisal Rp57 juta,” terangnya.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, Kejaksaan memastikan akan memanggil seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan tersebut. Mulai dari unsur BPKAD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tim pengadaan, pihak penjual atau pemilik lama tanah, hingga pihak lain yang dinilai mengetahui proses pengadaan.</p>
<p>Saat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap mantan pejabat daerah, termasuk mantan Bupati Tulungagung yang menjabat saat itu, Roni menyatakan seluruh pihak yang relevan akan dimintai klarifikasi sesuai kebutuhan penyidikan.</p>
<p>“Yang pasti semua pihak akan kami klarifikasi. Saat ini penyidikannya masih bersifat umum, belum mengarah secara khusus kepada pihak tertentu,” ujarnya.</p>
<p>Ke depan, penyidik akan mendalami hasil penggeledahan dan melakukan pemanggilan tambahan terhadap pihak-pihak yang belum dimintai keterangan. Kejaksaan juga berencana menggandeng auditor untuk memperoleh dasar perhitungan dalam penanganan perkara tersebut.</p>
<p>“Harapan kami secepatnya perkara ini bisa terungkap sehingga kami dapat menjawab kebenaran dari persoalan yang sedang berkembang di masyarakat,” pungkas Roni. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Siapkan Bonus untuk Atlet Cilik, Target Juara Festival Piala Presiden Jatim 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-bonus-untuk-atlet-cilik-target-juara-festival-piala-presiden-jatim-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-bonus-untuk-atlet-cilik-target-juara-festival-piala-presiden-jatim-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dua tim yang akan mewakili Kabupaten Tulungagung dalam ajang tersebut adalah Garudanesia kategori U-12 dan Tulungagung Putra kategori U-10. Keduanya sebelumnya berhasil keluar sebagai juara pada Festival Piala Presiden tingkat Kabupaten Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4261cb68c11.webp" length="62678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 19:31:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, festival piala presiden 2026, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung menaruh harapan besar pada kiprah atlet sepak bola usia dini yang akan berlaga di Festival Piala Presiden tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Sebagai bentuk dukungan sekaligus motivasi, pemerintah daerah menyiapkan bonus uang pembinaan bagi para pemain apabila mampu membawa pulang gelar juara.</p>
<p>Dua tim yang akan mewakili Kabupaten Tulungagung dalam ajang tersebut adalah Garudanesia kategori U-12 dan Tulungagung Putra kategori U-10. Keduanya sebelumnya berhasil keluar sebagai juara pada Festival Piala Presiden tingkat Kabupaten Tulungagung dan berhak melaju ke tingkat provinsi.</p>
<p>Pelepasan kontingen dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (29/6/2026). Momen tersebut turut dihadiri para orang tua atlet yang datang memberikan dukungan dan semangat kepada putra-putri mereka sebelum bertanding membawa nama daerah.</p>
<p>Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, keikutsertaan dalam kompetisi tingkat provinsi merupakan hasil dari proses pembinaan dan seleksi yang telah dilakukan melalui Festival Piala Presiden tingkat kabupaten. Menurutnya, dua klub yang diberangkatkan merupakan tim terbaik hasil kompetisi tersebut.</p>
<p>“Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebelumnya telah menyelenggarakan Festival Piala Presiden tingkat kabupaten. Dari ajang tersebut terpilih dua klub terbaik yang kemudian mewakili Tulungagung pada Festival Piala Presiden tingkat Jawa Timur,” ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia menjelaskan, capaian tahun sebelumnya menjadi dorongan tersendiri bagi kontingen Tulungagung untuk meningkatkan prestasi. Pada edisi sebelumnya, perwakilan Tulungagung berhasil melaju hingga babak final dan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up.</p>
<p>Mengacu pada hasil tersebut, pemerintah daerah memasang target lebih tinggi pada tahun ini. Ahmad Baharudin berharap tim U-10 dan U-12 mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara dari tingkat provinsi.</p>
<p>“Tahun lalu kita berhasil sampai final dan menjadi runner-up. Tahun ini target kami lebih tinggi, yaitu harus bisa menjadi juara Festival Piala Presiden tingkat Provinsi Jawa Timur,” katanya.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet muda, Pemkab Tulungagung juga telah menyiapkan bonus berupa uang pembinaan apabila target tersebut berhasil dicapai. Meski demikian, nominal penghargaan itu belum diumumkan secara resmi.</p>
<p>“Tentu kami sudah menyiapkan bonus uang pembinaan apabila berhasil meraih juara. Ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus penyemangat bagi anak-anak,” ucapnya.</p>
<p>Di akhir kegiatan pelepasan, Ahmad Baharudin berpesan agar seluruh pemain tetap menjaga semangat bertanding, menjunjung tinggi sportivitas, serta menampilkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung. Ia berharap ajang ini dapat menjadi ruang lahirnya talenta-talenta sepak bola muda yang kelak mampu mengharumkan nama Tulungagung di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>“Semoga melalui ajang ini lahir atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama baik Tulungagung,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Tapan, Kedungwaru, Tulungagung Ludes Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-rumah-warga-di-tapan-kedungwaru-tulungagung-ludes-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-rumah-warga-di-tapan-kedungwaru-tulungagung-ludes-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi rumah beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40d447a2de2.webp" length="73430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 15:41:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>  - Sebuah rumah milik Suprapti, warga Dusun Donorejo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, mengalami kebakaran hebat pada Minggu (28/6/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi rumah beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu pemilik rumah sedang berjualan di warung miliknya yang berada di pinggir jalan masuk Jalan Pahlawan, Desa Tapan. Korban mendapat kabar dari tetangga bahwa rumahnya terbakar.</p>
<p>Setelah menerima informasi tersebut, korban langsung pulang dan mendapati bagian atap rumah telah dilalap api disertai kepulan asap tebal. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Kedungwaru dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menyatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 10.30 WIB, kemudian berangkat menuju lokasi pukul 10.38 WIB dan tiba di tempat kejadian pukul 10.45 WIB. Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dan dua kendaraan suplai air diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.</p>
<p>"Api berhasil dipadamkan, kemudian petugas melanjutkan proses pembasahan hingga selesai pada pukul 11.45 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu arus pendek atau korsleting listrik pada stop kontak yang digunakan untuk menyambungkan kulkas. Stop kontak tersebut diketahui terpasang pada penyekat ruangan berbahan triplek.</p>
<p>Api diduga pertama kali muncul dari ruang tengah sebelum dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah. Kondisi di dalam rumah yang dipenuhi barang bekas seperti plastik dan tumpukan buku turut mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.</p>
<p>Menurut Bambang Pidekso, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi.</p>
<p>"Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang digunakan untuk kulkas. Titik awal kebakaran berada di ruang tengah, kemudian api cepat membesar karena di dalam rumah terdapat banyak barang yang mudah terbakar," ungkapnya.</p>
<p>Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Meski demikian, seluruh isi rumah utama beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menghindari penggunaan stop kontak yang tidak sesuai standar demi mencegah kejadian serupa," pungkas Bambang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswi UIN SATU Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Usai Lembur Skripsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-uin-satu-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-kamar-kos-usai-lembur-skripsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-uin-satu-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-kamar-kos-usai-lembur-skripsi</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berinisial SY (25), warga Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh teman dekatnya yang hendak kembali ke kamar kos untuk melanjutkan pengerjaan skripsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3fad418fb2c.webp" length="32134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 18:45:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, uin satu tulungagung, skripsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP</b> - Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Korban diketahui berinisial SY (25), warga Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh teman dekatnya yang hendak kembali ke kamar kos untuk melanjutkan pengerjaan skripsi.</p>
<p>Berdasar keterangan Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, pada Jumat (26/6/2026), korban bersama dua rekannya mengerjakan skripsi di kamar kos sejak pagi hingga sore hari. Setelah sempat beristirahat, mereka kembali melanjutkan aktivitas tersebut hingga sekitar pukul 01.00 WIB.</p>
<p>Salah seorang teman korban kemudian menginap di kamar kos tersebut. Sekitar pukul 04.45 WIB, saksi terbangun untuk melaksanakan salat Subuh dan melihat korban masih tertidur. Selanjutnya sekitar pukul 06.00 WIB, saksi pulang ke kosnya untuk berganti pakaian dan makan.</p>
<p>Namun, saat kembali ke kamar kos korban sekitar pukul 10.00 WIB untuk melanjutkan pengerjaan skripsi, saksi mendapati korban masih dalam posisi terlentang dan tidak menunjukkan respons saat dibangunkan.</p>
<p>"Setelah berusaha membangunkan korban namun tidak berhasil, saksi memegang tangan korban dan mendapati tubuhnya sudah dalam keadaan dingin serta tidak bernapas," kata Iptu Nanang.</p>
<p>Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada teman korban yang kamar kosnya berada di sebelah, serta pemilik kos. Pihak keluarga korban juga dihubungi dan ibu korban datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Setelah memastikan kondisi korban, kejadian itu dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedungwaru.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tim forensik kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung guna dilakukan pemeriksaan.</p>
<p>Iptu Nanang Murdiyanto memastikan, berdasar hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung," ujar Iptu Nanang Murdiyanto.</p>
<p>Ia menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan proses autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.</p>
<p>"Kasus ini telah ditangani sesuai prosedur. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah telah diserahkan untuk dimakamkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tulungagung Distorsi Diklaim Jadi Festival Rock Metal Pertama, Hadirkan 21 Band hingga Power Metal dan Marjinal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tulungagung-distorsi-diklaim-jadi-festival-rock-metal-pertama-hadirkan-21-band-hingga-power-metal-dan-marjinal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tulungagung-distorsi-diklaim-jadi-festival-rock-metal-pertama-hadirkan-21-band-hingga-power-metal-dan-marjinal</guid>
<description><![CDATA[ Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e4f5f48b26.webp" length="44608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 17:45:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tulungagung distorsi, power metal, marjinal, gor lembupeteng, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Komunitas musik cadas di Kabupaten Tulungagung menggelar Tulungagung Distorsi, sebuah festival yang diklaim sebagai ajang band rock dan metal pertama di daerah tersebut.</p>
<p>Acara yang berlangsung di GOR Lembu Peteng, Sabtu (27/6/2026), sejak siang hingga malam itu menghadirkan 21 band dari berbagai subgenre rock dan metal, baik lokal maupun luar daerah.</p>
<p></p>
<p>Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek).</p>
<p></p>
<p>Ketua panitia penyelenggara Tulungagung Distorsi, Andi Mahifal, mengatakan festival tersebut lahir dari keresahan para pegiat musik metal di Tulungagung yang selama ini belum memiliki wadah untuk berkumpul dan menampilkan karya.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya Tulungagung Distorsi ini sebenarnya berangkat dari keisengan teman-teman pecinta musik metal dari berbagai genre. Tetapi kemudian muncul keresahan, kenapa di Tulungagung belum ada event yang bisa mewadahi musik rock dan metal," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Andi, selama ini festival musik rock dan metal berskala besar lebih banyak terpusat di Surabaya. Sementara di wilayah Karesidenan Kediri, termasuk Tulungagung, belum ada agenda rutin yang secara khusus mengangkat musik cadas.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa musik metal itu memiliki banyak genre dan komunitasnya juga hidup. Harapannya, acara ini bisa menjadi event tahunan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, pihaknya berharap Tulungagung Distorsi mampu berkembang menjadi agenda rutin yang dapat mengangkat nama Tulungagung sebagai salah satu barometer musik rock di wilayah selatan Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami ke depan festival ini terus berlanjut dan bisa menjadikan Tulungagung sebagai barometer musik rock Jawa Timur bagian selatan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 21 band dijadwalkan tampil sepanjang acara. Panitia menargetkan sedikitnya dua ribu penonton hadir meramaikan festival tersebut.</p>
<p></p>
<p>Andi menyadari bahwa pasar musik rock dan metal memang tidak sebesar genre musik populer lainnya. Meski demikian, panitia tetap optimistis antusiasme penikmat musik cadas akan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival perdana ini.</p>
<p></p>
<p>"Peminat musik rock dan metal memang relatif minoritas. Kami tidak berandai-andai akan seramai konser musik populer pada umumnya, tetapi kami tetap optimistis komunitas ini masih hidup dan akan mendukung acara ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, panitia telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres maupun Polsek Tulungagung Kota. Mereka juga telah menyiapkan pengamanan agar acara berjalan aman dan tertib," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, personel Power Metal, Ipunk, memastikan grupnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghibur penonton di Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Kami berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk semua yang datang menonton," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Power Metal menyiapkan sekitar 10 lagu untuk dibawakan. Namun, menyesuaikan durasi penampilan selama 45 menit, band tersebut memperkirakan hanya akan membawakan sekitar delapan lagu.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah menyiapkan 10 lagu, tetapi kemungkinan maksimal sekitar delapan lagu yang bisa dimainkan sesuai durasi," kata Ipunk.</p>
<p></p>
<p>Ia mengakui persiapan fisik juga menjadi perhatian mengingat usia para personel yang sudah tidak muda lagi.</p>
<p></p>
<p>"Persiapan khususnya lebih banyak istirahat. Mengingat usia juga, kami harus sadar diri supaya tetap tampil maksimal," ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ipunk mengajak masyarakat Tulungagung untuk mendukung penyelenggaraan festival tersebut sebagai momentum kebangkitan musik rock di daerah.</p>
<p></p>
<p>"Semoga masyarakat Tulungagung bisa mendukung Tulungagung Distorsi. Mari bersatu dalam musik rock dan semoga ini menjadi titik kebangkitan musik rock di Tulungagung," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Ipunk juga memberikan pesan kepada musisi-musisi muda agar terus berkarya dan terbuka terhadap kritik.</p>
<p></p>
<p>"Tetap berkarya, jangan pernah lelah belajar, dan selalu terbuka terhadap kritik. Kritik itu akan menjadi jalan untuk kemajuan kita. Yang penting selalu open minded," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Power Metal juga menyiapkan kejutan dalam penampilannya. Selain tampil bersama vokalis Faiz, grup tersebut akan menghadirkan mantan vokalis mereka, Arul, sebagai penampil tamu (featuring) di atas panggung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Skater dari Berbagai Kota Ramaikan Go Skateboarding Day di Tulungagung, Soroti Minimnya Fasilitas Latihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-skater-dari-berbagai-kota-ramaikan-go-skateboarding-day-di-tulungagung-soroti-minimnya-fasilitas-latihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-skater-dari-berbagai-kota-ramaikan-go-skateboarding-day-di-tulungagung-soroti-minimnya-fasilitas-latihan</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas skateboard berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas khusus yang lebih representatif dan aman untuk digunakan berlatih maupun menggelar kegiatan komunitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d0213c263b.webp" length="56168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:03:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, skateboard, skater park, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Puluhan penggemar skateboard dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Alun-Alun Tulungagung. Mereka datang untuk memperingati Go Skateboarding Day atau Hari Skateboard Sedunia yang secara internasional diperingati setiap 21 Juni.</p>
<p>Tak hanya dari Tulungagung, peserta yang hadir juga berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, Trenggalek, Kediri, hingga sejumlah kota lain di Jawa Timur. Suasana alun-alun pun tampak semarak dengan aksi-aksi para skater yang saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas papan luncur.</p>
<p>Salah satu panitia kegiatan, Irfan Abror Naim, mengatakan, peringatan Hari Skateboard Sedunia merupakan agenda tahunan yang selalu dirayakan oleh komunitas skateboard di berbagai negara. Namun untuk tahun ini, pelaksanaan di Tulungagung sengaja digelar pada 24 Juni agar lebih banyak skater dari luar daerah dapat ikut berpartisipasi.</p>
<p>“Ini sebenarnya perayaan ulang tahun skateboard yang diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 21 Juni. Tapi di Tulungagung kami mengadakan pada 24 Juni supaya teman-teman dari luar kota bisa datang dan ikut meramaikan,” ujar Irfan.</p>
<p>Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Sejumlah komunitas skateboard dari berbagai kota di Jawa Timur hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus merayakan momentum tahunan tersebut.</p>
<p>“Yang datang ada dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Trenggalek, Madiun, Kediri, dan banyak kota lainnya di Jawa Timur,” tambahnya.</p>
<p>Mengusung tema Go Skateboarding Day Tulungagung, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan menarik untuk para peserta. Di antaranya adalah game of skate, best trick, mural grafity dan finger board yang menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus sarana berbagi pengalaman antar skater.</p>
<p>Melalui berbagai perlombaan tersebut, para peserta tidak hanya bersaing menunjukkan trik terbaik, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar komunitas skateboard yang selama ini tersebar di berbagai daerah.</p>
<p>“Eventnya ada Game of Skate dan Best Trick. Tujuannya supaya teman-teman bisa berkumpul, saling berbagi pengalaman, dan semakin semangat untuk berkembang,” kata Irfan.</p>
<p>Ia menilai perkembangan komunitas skateboard di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Jumlah penggemar olahraga ekstrem ini terus bertambah, terutama dari kalangan remaja.</p>
<p>“Kalau perkembangan skater di Tulungagung alhamdulillah lumayan banyak. Setiap tahun ada saja teman-teman baru yang mulai belajar skateboard,” ungkapnya.</p>
<p>Momentum peringatan Hari Skateboard Sedunia ini juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para skater untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Selain itu, kegiatan semacam ini diyakini mampu melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah.</p>
<p>“Harapannya semoga skater-skater di berbagai daerah bisa semakin berkembang dan semuanya tetap semangat untuk bermain skateboard,” ujarnya.</p>
<p>Meski perkembangan komunitas cukup pesat, para skater mengaku masih menghadapi kendala terkait fasilitas latihan. Saat ini Tulungagung memiliki skate park di kawasan Taman Kali Ngrowo. Namun fasilitas tersebut dinilai kurang sesuai untuk digunakan berlatih karena desain rintangannya terlalu ekstrem, terutama bagi pemula.</p>
<p>“Skate park sebenarnya ada, tapi banyak yang rusak. Yang di kawasan Kali Ngrowo itu menurut kami kurang cocok untuk bermain karena obstacle atau rintangannya terlalu ekstrem,” jelas Irfan.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat sebagian besar skater lebih memilih berlatih di Alun-Alun Tulungagung. Area tersebut dinilai memiliki kontur dan rintangan yang lebih landai sehingga lebih aman digunakan oleh pemula maupun skater yang sedang berlatih dasar.</p>
<p>“Kalau di alun-alun ini rintangannya lebih rendah dan landai, jadi lebih enak untuk belajar. Teman-teman akhirnya banyak yang memilih main di sini,” katanya.</p>
<p>Namun penggunaan area alun-alun sebagai lokasi latihan juga memiliki tantangan tersendiri. Para skater kerap harus berbagi ruang dengan pengunjung lain yang sedang beraktivitas, termasuk anak-anak yang bermain di sekitar lintasan skateboard.</p>
<p>Karena itu, komunitas skateboard berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas khusus yang lebih representatif dan aman untuk digunakan berlatih maupun menggelar kegiatan komunitas.</p>
<p>“Kami berharap ada lokasi khusus untuk skateboard. Kalau di alun-alun sering bersinggungan dengan pengunjung lain, terutama anak-anak yang bermain di area lintasan. Jadi akan lebih aman kalau ada tempat khusus untuk teman-teman skater,” pungkas Irfan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cari Bibit Timnas, Plt Bupati Tulungagung Buka Festival Grassroots Piala Presiden 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cari-bibit-timnas-plt-bupati-tulungagung-buka-festival-grassroots-piala-presiden-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cari-bibit-timnas-plt-bupati-tulungagung-buka-festival-grassroots-piala-presiden-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ajang yang baru pertama kali digelar di Tulungagung ini menjadi momentum penting dalam mencetak bibit pesepak bola berbakat dari daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cdf74b78aa.webp" length="51566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 14:58:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sepak bola, plt bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Semangat pembinaan sepak bola usia dini menggema di Lapangan Ngujang, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, resmi membuka Festival Grassroots Piala Presiden Kabupaten Tulungagung 2026 pada Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Ajang yang baru pertama kali digelar di Tulungagung ini menjadi momentum penting dalam mencetak bibit pesepak bola berbakat dari daerah. Ahmad Baharudin menegaskan, festival ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan bagian dari proses jangka panjang untuk melahirkan pemain profesional hingga calon penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia.</p>
<p>"Harapan kami, melalui Festival Grassroots Piala Presiden ini akan lahir pemain-pemain dari Tulungagung yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menembus Timnas Indonesia," ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Festival yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini menerapkan sistem kompetisi berjenjang. Menurut Ahmad, tim-tim terbaik memiliki peluang besar untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.</p>
<p>"Tim yang berhasil menjadi juara akan mewakili Tulungagung di tingkat provinsi. Jika kembali meraih prestasi, mereka akan melanjutkan perjuangan di tingkat nasional," jelasnya.</p>
<p>Di hadapan peserta, pelatih, dan orang tua yang memadati lapangan, Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai dukungan panitia, sponsor, wali murid, dan suporter sangat krusial dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat.</p>
<p>"Terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, wali murid, dan supporter yang telah memberikan dukungan penuh sehingga anak-anak dapat mengikuti kompetisi ini dengan baik," katanya.</p>
<p>Ahmad mengungkapkan bahwa Festival Grassroots Piala Presiden ini merupakan bagian dari program nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk mempercepat peningkatan prestasi sepak bola Indonesia dari level paling dasar (grassroots).</p>
<p>Pembangunan prestasi olahraga tidak bisa instan. Oleh karena itu, pembinaan sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan atlet masa depan yang berdaya saing tinggi.</p>
<p>"Mudah-mudahan anak-anak yang kita bina mulai sekarang ini nantinya bisa tumbuh menjadi pemain profesional dan memperkuat Timnas Indonesia," harapnya.</p>
<p>Selain berburu bakat, festival ini fokus pada pembentukan karakter anak. Sebagai Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad berpesan agar seluruh pemain menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi arahan pelatih, serta menghormati keputusan wasit.</p>
<p>Bagi atlet muda, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Pengalaman bertanding, mental, disiplin, dan kerja sama tim justru menjadi fondasi utama.</p>
<p>"Junjung tinggi sportivitas, ikuti arahan pelatih, dan patuhi semua aturan pertandingan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan sukses," pesannya.</p>
<p>Festival Grassroots Piala Presiden Kabupaten Tulungagung 2026 ini disambut antusias. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan klub lokal yang terbagi dalam dua kategori usia, kategori U-10 diikuti oleh 14 klub sepak bola sementara kategori U-12 diikuti oleh 20 klub sepak bola dari berbagai kecamatan.</p>
<p>Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa sepak bola tetap menjadi olahraga favorit sekaligus wadah positif bagi generasi muda. Kehadiran Plt Bupati juga mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung perkembangan atlet sejak dini.</p>
<p>"Festival ini bukan hanya tempat menyalurkan bakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan mewujudkan Tulungagung yang ayem tentrem, guyub rukun, aman, nyaman, dan damai," pungkas Ahmad Baharudin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Desak Evaluasi PLN hingga Transparansi APBD dalam Aksi di DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uin-satu-tulungagung-desak-evaluasi-pln-hingga-transparansi-apbd-dalam-aksi-di-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uin-satu-tulungagung-desak-evaluasi-pln-hingga-transparansi-apbd-dalam-aksi-di-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Selain evaluasi layanan, mahasiswa juga meminta PLN melakukan pendataan secara rinci dan terbuka terkait dampak serta kerugian ekonomi yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bde31c6721.webp" length="92950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 22:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, unjuk rasa mahasiswa, dema uin satu tulungagung, pemadaman listrik, mbg, kdmp, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026) sore. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan daerah hingga isu nasional yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.</p>
<p>Dengan pengawalan aparat kepolisian, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan puluhan poster berisi tuntutan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan pelayanan publik, khususnya di sektor kelistrikan yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.</p>
<p>Koordinator lapangan aksi, Hendra Nurdiansyah, mengatakan bahwa mahasiswa membawa sedikitnya 13 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.</p>
<p>"Di sini ada beberapa tuntutan dari teman-teman mahasiswa yang kami sampaikan langsung kepada pemerintah daerah. Salah satunya mendesak PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan sistem pelayanan kelistrikan di seluruh wilayah Tulungagung," ujar Hendra.</p>
<p>Selain evaluasi layanan, mahasiswa juga meminta PLN melakukan pendataan secara rinci dan terbuka terkait dampak serta kerugian ekonomi yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Kami juga mendesak agar tersedia mekanisme kompensasi dan pertanggungjawaban yang adil sesuai ketentuan perundang-undangan bagi pelanggan yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik," katanya.</p>
<p>Menurut Hendra, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dan pertanian. Bahkan, berdasarkan temuan mahasiswa di lapangan, kerugian yang dialami kelompok masyarakat cukup besar.</p>
<p>"Kemarin salah satu sampel yang kami temukan, satu kelompok peternak ikan mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar dalam kurun waktu kurang lebih dua hari akibat pemadaman listrik saat masa panen," ungkapnya.</p>
<p>Selain persoalan kelistrikan, mahasiswa juga menuntut Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk lebih aktif mengawasi kualitas pelayanan publik serta menyediakan kanal transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang lengkap, rinci, dan mudah diakses masyarakat.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberadaan KDMP yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.</p>
<p>Hendra menilai, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG harus menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan maupun masalah serupa di masa mendatang.</p>
<p>"Pandangan kami soal MBG di Tulungagung perlu adanya evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait pelaksanaannya melalui SPPG. Tujuannya agar ke depan tidak terjadi penyelewengan anggaran dan pelaksana program dapat menjalankan amanah dengan baik," jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyinggung adanya sejumlah kasus keracunan yang menimpa penerima program tersebut di berbagai daerah yang menurutnya harus dijadikan bahan evaluasi.</p>
<p>"Saya rasa dari tahun ke tahun juga ada kasus keracunan yang dialami siswa maupun penerima program. Ini menjadi evaluasi besar agar pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik lagi," tambahnya.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, melakukan evaluasi terhadap struktur kabinet dan birokrasi, mempercepat pembahasan serta pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, mengembalikan supremasi sipil sesuai amanat Reformasi 1998, serta menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis maupun warga yang menyampaikan aspirasi secara damai.</p>
<p>Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat.</p>
<p>Aksi berlangsung tertib hingga sore hari dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Perwakilan mahasiswa juga diterima pihak DPRD Tulungagung, untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak-pihak terkait di kantor DPRD. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Binaan Lapas Tulungagung Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Sri Muzayanah Kini Punya Hunian yang Lebih Nyaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-binaan-lapas-tulungagung-renovasi-rumah-tak-layak-huni-sri-muzayanah-kini-punya-hunian-yang-lebih-nyaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-binaan-lapas-tulungagung-renovasi-rumah-tak-layak-huni-sri-muzayanah-kini-punya-hunian-yang-lebih-nyaman</guid>
<description><![CDATA[ Program sosial yang selesai dilaksanakan dan diserahkan pada Senin (22/6/2026) tersebut, merupakan hasil program renovasi rumah tidak layak huni yang digagas Lapas Kelas IIB Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393b1bd1664.webp" length="34404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:43:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, bedah rumah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebuah rumah sederhana di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, tampak lebih rapi dan nyaman dibanding sebelumnya. Lantai yang dulunya hanya berlapis semen kini telah dipasang keramik, dinding diperbaiki, dan bahkan tersedia ruang ibadah yang lebih layak untuk keluarga.</p>
<p>Perubahan itu merupakan hasil program renovasi rumah tidak layak huni yang digagas Lapas Kelas IIB Tulungagung. Menariknya, proses pengerjaan renovasi tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga melibatkan sejumlah warga binaan yang telah memiliki sertifikasi keterampilan pertukangan.</p>
<p>Program sosial yang selesai dilaksanakan dan diserahkan pada Senin (22/6/2026) tersebut menyasar rumah milik Sri Muzayanah (46), seorang warga yang selama ini tinggal bersama suami dan anak-anaknya di rumah dengan kondisi yang memerlukan perbaikan.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, menjelaskan bahwa program renovasi rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang bersumber dari dana sosial para pegawai Lapas. Program ini juga menjadi kegiatan perdana yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“Anggaran berasal dari dana sosial pegawai Lapas. Totalnya sekitar Rp10 juta yang digunakan untuk membeli berbagai macam material bangunan dan kebutuhan renovasi rumah,” jelas Kurnia.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam proses renovasi menjadi bagian dari upaya pembinaan yang selama ini dijalankan oleh Lapas. Para warga binaan yang diterjunkan telah memiliki sertifikasi keterampilan pertukangan sehingga dinilai mampu mengerjakan pekerjaan renovasi secara profesional.</p>
<p>“Proses renovasi melibatkan tujuh warga binaan yang sudah memiliki sertifikasi pertukangan. Mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu pekerjaan perbaikan rumah,” ungkapnya.</p>
<p>Kurnia menambahkan, selama berada di luar lingkungan Lapas, para warga binaan tetap berada dalam pengawasan ketat petugas. Sistem pengawalan khusus diterapkan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan sesuai prosedur.</p>
<p>“Selama proses pengerjaan, warga binaan mendapatkan pengawalan khusus dari petugas Lapas. Jadi seluruh aktivitas tetap terpantau dengan baik,” terangnya.</p>
<p>Renovasi rumah tersebut diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar lima hari kerja. Meski demikian, sejumlah bagian penting rumah berhasil diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.</p>
<p>“Ada beberapa bagian rumah yang direnovasi, mulai dari lantai, dinding hingga penambahan ruang ibadah. Kami berupaya agar rumah ini menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” imbuh Kurnia.</p>
<p>Lebih jauh, ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar dapat mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami, program renovasi rumah ini bisa membantu masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. Ke depan, rencananya program seperti ini akan kami lakukan secara berkala setiap tahun,” pungkasnya.</p>
<p>Sri mengaku tidak menyangka rumah yang selama ini ditempatinya akan mendapatkan bantuan renovasi. Baginya, perubahan yang terjadi membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya.</p>
<p>“Dulu lantai rumah hanya disemen saja. Sekarang sudah direnovasi menggunakan keramik,” ujar Sri.</p>
<p>Ia menuturkan, kondisi rumah yang lebih baik membuat aktivitas keluarga menjadi lebih nyaman. Terlebih, anak-anaknya kini dapat tinggal di lingkungan rumah yang lebih layak.</p>
<p>“Sangat senang, sekarang rumah lebih bagus dan ideal untuk ditinggali anak-anak. Kami sekeluarga sangat bersyukur atas bantuan ini,” katanya.</p>
<p>Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIB Tulungagung tidak hanya menghadirkan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pembinaan warga binaan dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi Sri Muzayanah dan keluarganya, bantuan itu menjadi awal baru untuk menjalani kehidupan di rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Mitra MBG Trenggalek Demo di DPRD, Minta Program Berlanjut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-mitra-mbg-trenggalek-demo-di-dprd-minta-program-berlanjut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-mitra-mbg-trenggalek-demo-di-dprd-minta-program-berlanjut</guid>
<description><![CDATA[ Massa yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek itu membawa poster berisi tuntutan dan menyerukan agar program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38e842d3285.webp" length="95294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:49:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, paguyuban mitra mbg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Usai mahasiswa melakukan audiensi meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi, sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Trenggalek, Senin (22/6/2026) siang. </p>
<p></p>
<p>Massa yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek itu membawa poster berisi tuntutan dan menyerukan agar program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta pemerintah melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis dengan tetap melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Kedua, mendesak pemerintah membersihkan program dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang serta menegakkan hukum secara transparan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Ketiga, meminta pelibatan UMKM dan produk lokal dalam pelaksanaan program untuk mendukung perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Koordinator aksi, Imam Waldy, mengatakan unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat agar program MBG tetap berlanjut. Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap hasil pertanian lokal.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kami melakukan aksi damai untuk menuntut program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. Massa yang hadir berasal dari 14 kecamatan di Trenggalek, jumlahnya sekitar 4.000 orang,” ujar Imam Waldy.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan program MBG telah memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Selain melibatkan berbagai unsur masyarakat, program tersebut juga membuka peluang kerja bagi ribuan warga.</p>
<p></p>
<p>“Alasan kami melakukan aksi ini adalah untuk mendukung pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, agar Program MBG terus dilanjutkan. Program ini sangat membantu masyarakat. Dari sisi tenaga kerja, yang terlibat di dapur-dapur MBG di seluruh Trenggalek sudah lebih dari 7.000 orang,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait berbagai masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program, Imam menegaskan pihaknya mendukung langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk perbaikan, tentunya kami setuju. Apa yang kurang akan diperbaiki demi keberlangsungan program yang lebih baik,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Aksi massa kemudian diterima oleh unsur pimpinan DPRD Trenggalek. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan demonstran menyerahkan surat tuntutan yang selanjutnya ditandatangani oleh pimpinan DPRD sebagai bentuk penerimaan aspirasi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan peserta aksi terdiri dari berbagai elemen yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari petani, pelaku UMKM, pengelola dapur, hingga relawan.</p>
<p></p>
<p>“Kami menerima aksi dari teman-teman mitra MBG. Mereka terdiri dari petani, UMKM, rekan-rekan yang melaksanakan kegiatan di dapur, relawan, dan sebagainya. Ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Doding, tuntutan pertama berkaitan dengan keberlanjutan program yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Namun demikian, para mitra juga menginginkan adanya evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik.</p>
<p></p>
<p>“Mereka berharap program ini tetap dilanjutkan dengan evaluasi. Teman-teman juga sepakat untuk melakukan evaluasi diri sehingga pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik lagi,” kata dia.</p>
<p></p>
<p>Tuntutan kedua menyangkut adanya dugaan praktik korupsi yang mencuat dan dinilai berdampak pada citra program. Para mitra berharap persoalan tersebut segera dituntaskan sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang selama ini menjalankan program di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Mereka resah dengan isu-isu korupsi yang muncul karena akhirnya berdampak pada citra program dan para pelaku di bawah. Harapannya praktik-praktik korupsi yang ada segera diselesaikan dan ditindak sesuai aturan,” tegas Doding.</p>
<p></p>
<p>Sementara tuntutan ketiga adalah mendorong penggunaan produk lokal dalam penyediaan menu MBG. Menurutnya, para petani berharap hasil pertanian daerah dapat terserap lebih banyak sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Para petani berharap produk lokal bisa terserap sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan menu dalam program MBG. Ini penting agar manfaat ekonomi program juga dirasakan langsung oleh masyarakat Trenggalek,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Doding menegaskan DPRD Trenggalek akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi dan meneruskannya kepada pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>“Karena ini aspirasi masyarakat Trenggalek, semua tuntutan kami tampung. Pada prinsipnya kami sepakat bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, praktik korupsi harus dihilangkan, dan produk lokal harus diutamakan. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah surat tuntutan ditandatangani oleh unsur pimpinan DPRD Trenggalek, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aksi berlangsung kondusif tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya kegiatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luruk Kantor DPRD, PMII Trenggalek Minta Program MBG Dievaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/luruk-kantor-dprd-pmii-trenggalek-minta-program-mbg-dievaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/luruk-kantor-dprd-pmii-trenggalek-minta-program-mbg-dievaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan tata kelola dapat membuat penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38e71524835.webp" length="54394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:44:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pmii trenggalek, tolak mbg, dprd trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Trenggalek mendatangi kantor DPRD setempat pada Senin (22/6/2026). Di hadapan para wakik rakyat, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program nasional tersebut.</p>
<p></p>
<p>Penyampaian aspirasi yang berlangsung di Gedung DPRD Trenggalek itu dihadiri oleh perwakilan PMII, unsur DPRD, Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p></p>
<p>Ketua PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani, menegaskan bahwa organisasinya menolak pelaksanaan MBG dalam bentuk yang saat ini berjalan. Menurutnya, berbagai persoalan dalam implementasi program menunjukkan perlunya evaluasi secara menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>“Kami sangat menolak MBG. Makanya kami menuntut evaluasi. Kalau sebenarnya MBG ini dievaluasi secara betul-betul, maka program ini bisa saja dihentikan apabila pemerintah memang mau melakukan evaluasi besar-besaran,” kata Beni.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai program tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, masih terdapat penerima manfaat yang berasal dari keluarga mampu, sementara di daerah-daerah tertentu justru terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses program tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Pada akhirnya masyarakat yang menjadi penerima juga tidak tepat sasaran. Misalnya siswa yang ada di kota dengan kondisi ekonomi keluarga mampu tetap mendapatkan bantuan. Sementara di tempat-tempat lain, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, akses untuk mendapatkan makan gratis justru masih mengalami kesulitan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Beni juga mendorong adanya reformasi kebijakan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai perbaikan tata kelola dapat membuat penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau kemudian ada reformasi pada program MBG ini, tentu pelaksanaannya tidak seperti sekarang. Dari segi anggaran bisa lebih minim, kemudian penyediaan gizi juga lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat akar rumput,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan audiensi digelar sebagai forum dengar pendapat untuk membahas tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kita melaksanakan rapat dengar pendapat umum dengan rekan-rekan mahasiswa terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Doding menjelaskan, DPRD sengaja mengundang berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program agar masukan yang muncul dapat ditindaklanjuti secara komprehensif.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengundang teman-teman PMII yang menginisiasi audiensi, kemudian Satgas MBG yang diwakili Asisten I, dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya. Kami juga mengundang koordinator wilayah BGN,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil audiensi tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program MBG. Salah satu poin utama adalah mendorong satuan tugas agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Ada beberapa hal yang direkomendasikan, terutama satgas MBG harus lebih aktif dan lebih dekat dalam melaksanakan tugasnya, termasuk mengeluarkan rapor penilaian kepada dapur-dapur penyedia makanan dan sebagainya,” jelas Doding.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dengan anggaran dan pelaksanaan yang berada di bawah kewenangan pusat, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaannya di daerah.</p>
<p></p>
<p>“Walaupun ini program dari pusat, dananya dari pusat, pelaksanaannya juga langsung dari pusat, tetapi DPRD memiliki hak pengawasan yang melekat. Karena itu kami siap melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Doding, seluruh komisi di DPRD Trenggalek turut dilibatkan dalam pengawasan program tersebut. Komisi I, II, III, dan IV disebut telah menyatakan kesiapan untuk mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, audiensi juga mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi petugas BGN di daerah. Salah satunya terkait belum tersedianya kantor operasional yang memadai bagi petugas lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Tami disampaikan bahwa ada sekitar 72 personel dari BGN yang hingga kini belum memiliki kantor. Akibatnya masyarakat yang ingin menemui atau mencari informasi sering kebingungan harus ke mana,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Doding mengatakan pihak BGN berkomitmen meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Mereka akan mengupayakan agar masyarakat bisa mengakses informasi mengenai MBG seluas-luasnya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Pencari Pakan Ternak  di Trenggalek Diduga Jatuh dari Pohon Nangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditemukan-tak-bernyawa-di-kebun-pencari-pakan-ternak-di-trenggalek-diduga-jatuh-dari-pohon-nangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditemukan-tak-bernyawa-di-kebun-pencari-pakan-ternak-di-trenggalek-diduga-jatuh-dari-pohon-nangka</guid>
<description><![CDATA[ Polsek Durenan melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37deeda5379.webp" length="56306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 21:37:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, desa pakis, kecamatan durenan, polsek durenan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> - Seorang warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Pucang, Desa Pakis pada Minggu (21/6/2026) sore. Korban diduga mengalami kecelakaan saat memanjat pohon nangka di kebun miliknya tersebut.</p>
<p>Korban diketahui bernama Sulaiman (55), warga Dusun Lotekol, Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang sejak pagi menunggu kepulangan korban dari aktivitas rutinnya mencari pakan ternak.</p>
<p>Kapolsek Durenan, AKP Muhammad Faiz Faisal, mengatakan pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari pakan ternak di kebun keluarga yang berada di Desa Pakis. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah.</p>
<p>"Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari korban ke lokasi yang biasa digunakan untuk mencari pakan ternak. Setibanya di kebun sekitar pukul 16.30 WIB, saksi menemukan korban sudah tergeletak di bawah pohon nangka," ujar AKP Muhammad Faiz Faisal.</p>
<p>Mengetahui kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Durenan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Namun ditemukan luka pada bagian belakang kepala yang diduga akibat benturan keras saat terjatuh. Selain itu, terdapat pendarahan dari kedua telinga yang juga mengindikasikan adanya benturan pada bagian kepala.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan terjatuh dari atas pohon nangka.</p>
<p>"Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga terjatuh dari pohon nangka yang dipanjatnya sehingga mengalami benturan pada bagian kepala yang menyebabkan meninggal dunia," terang AKP Muhammad Faiz Faisal.</p>
<p>Kapolsek menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.</p>
<p>"Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepesertaan JKN Tulungagung Terendah Ketiga di Jatim, BPJS Kesehatan Gencar Turun ke Desa dan Panggil Badan Usaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-jkn-tulungagung-terendah-ketiga-di-jatim-bpjs-kesehatan-gencar-turun-ke-desa-dan-panggil-badan-usaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-jkn-tulungagung-terendah-ketiga-di-jatim-bpjs-kesehatan-gencar-turun-ke-desa-dan-panggil-badan-usaha</guid>
<description><![CDATA[ Dari total penduduk sebanyak 1.142.607 jiwa, peserta JKN di Tulungagung tercatat sebanyak 965.760 jiwa atau setara 84,52 persen. Angka tersebut menempatkan Tulungagung di peringkat ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dari sisi cakupan kepesertaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3537d8f01a9.webp" length="34516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 20:01:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kepesertaan jkn tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kabupaten Tulungagung masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data per 1 Mei 2026, tingkat kepesertaan JKN di Tulungagung menjadi yang terendah ketiga di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Dari total penduduk sebanyak 1.142.607 jiwa, peserta JKN di Tulungagung tercatat sebanyak 965.760 jiwa atau setara 84,52 persen. Angka tersebut menempatkan Tulungagung di peringkat ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dari sisi cakupan kepesertaan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, dari sisi keaktifan peserta, Tulungagung juga berada di posisi ke-36 se-Jawa Timur. Dari total peserta yang terdaftar, hanya 689.150 peserta yang berstatus aktif, sementara 276.610 peserta lainnya tidak aktif. Tingkat keaktifan peserta saat ini berada di angka 60,31 persen.</p>
<p></p>
<p>Padahal, untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC), kepesertaan JKN minimal harus mencapai 98 persen dari jumlah penduduk. Artinya, Tulungagung masih membutuhkan tambahan sekitar 153.995 peserta untuk mencapai target UHC sebesar 1.119.755 jiwa.</p>
<p>Sementara untuk memenuhi target keaktifan peserta sebesar 80 persen, jumlah peserta aktif yang dibutuhkan mencapai 914.086 jiwa. Dengan kondisi saat ini, masih terdapat kekurangan sekitar 224.936 peserta aktif.</p>
<p><strong>Segmen Mandiri Masih Menjadi Tantangan</strong></p>
<p>Data BPJS Kesehatan menunjukkan, kelompok peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN masih mendominasi kepesertaan JKN di Tulungagung dengan total 394.747 peserta. Dari jumlah tersebut, 313.666 peserta aktif dan 81.081 peserta tidak aktif.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, peserta yang iurannya dibayarkan melalui APBD Kabupaten Tulungagung atau segmen PBPU BP Pemda tercatat sebanyak 172.617 peserta, terdiri atas 99.643 peserta aktif dan 72.974 peserta nonaktif.</p>
<p>Pada segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri, jumlah peserta mencapai 194.550 jiwa. Namun hampir separuhnya, yakni 92.285 peserta, tercatat tidak aktif.</p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, mengakui bahwa tingkat kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri masih menjadi tantangan utama.</p>
<p>"Kalau untuk yang mandiri memang masih rendah. Masyarakat kebanyakan membayar iuran ketika membutuhkan layanan kesehatan. Ketika tidak membutuhkan, semangat gotong royongnya masih perlu kita tingkatkan lagi," ujar Fitriyah, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Menurut Fitriyah, prinsip JKN adalah gotong royong, sehingga keberlangsungan program sangat bergantung pada kepatuhan peserta dalam membayar iuran secara rutin, bukan hanya saat membutuhkan pelayanan kesehatan.</p>
<p><strong>BPJS Keliling Hingga Pengawasan Perusahaan</strong></p>
<p>Untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui program BPJS Keliling yang menyasar desa-desa.</p>
<p>"Kami turun langsung ke desa-desa melalui JKN Keliling atau BPJS Keliling untuk menjangkau masyarakat yang belum terdaftar maupun yang membutuhkan informasi terkait JKN," kata Fitriyah.</p>
<p>Selain menyasar masyarakat umum, BPJS Kesehatan juga melakukan pengawasan terhadap badan usaha yang belum mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program JKN.</p>
<p>Menurut Fitriyah, setiap minggu pihaknya memanggil sekitar 120 badan usaha untuk dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan.</p>
<p>"Untuk segmen pekerja penerima upah badan usaha, kami melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan setiap minggu. Sebanyak 120 badan usaha kami panggil untuk memastikan seluruh karyawannya terdaftar dalam program JKN," jelasnya.</p>
<p>Data menunjukkan, segmen pekerja penerima upah badan usaha (PPU BU) memiliki total 109.996 peserta, dengan 85.087 peserta aktif dan 24.909 peserta tidak aktif.</p>
<p>Di tengah masih rendahnya capaian kepesertaan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung disebut mulai mengambil langkah percepatan. Berdasarkan informasi yang diterima BPJS Kesehatan, Pemkab menargetkan peningkatan kepesertaan JKN hingga mencapai 90 persen pada akhir tahun 2026.</p>
<p>"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Pak Sekda, Pemda menargetkan akhir tahun nanti kepesertaan JKN di Tulungagung meningkat dari sekitar 85 persen menjadi 90 persen," ungkap Fitriyah.</p>
<p>Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah daerah telah mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan membentuk Tim Percepatan Universal Health Coverage (UHC).</p>
<p>"Nanti seluruh OPD akan bergerak bersama. Tim percepatan UHC sudah dibentuk dan saat ini juga sedang dihitung kecukupan anggarannya," katanya.</p>
<p>Fitriyah menegaskan bahwa UHC tidak hanya berbicara mengenai jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>Karena itu, selain meningkatkan kepesertaan, BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan juga berupaya memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang masih kekurangan fasilitas.</p>
<p>"UHC itu tidak hanya terkait kepesertaan, tetapi juga pemerataan akses layanan. Karena itu kami menambah dua klinik lagi di wilayah yang masih membutuhkan fasilitas kesehatan," jelasnya.</p>
<p>Selain penambahan fasilitas kesehatan, evaluasi dan monitoring pelayanan juga terus dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), serta Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya.</p>
<p>"Kami memastikan seluruh pelayanan di fasilitas kesehatan memenuhi standar dan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Praperadilan Tersangka Kasus Pupuk Ilegal di Tulungagung Ditolak, Proses Hukum Berlanjut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/praperadilan-tersangka-kasus-pupuk-ilegal-di-tulungagung-ditolak-proses-hukum-berlanjut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/praperadilan-tersangka-kasus-pupuk-ilegal-di-tulungagung-ditolak-proses-hukum-berlanjut</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Kasatreskrim Polres Tulungagung, IPTU Andi Wiranata Tamba, putusan hakim menunjukkan bahwa seluruh proses penyidikan telah dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a351e1ab52ef.webp" length="43790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 18:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pra peradilan kasus pupuk ilegal, polres tulungagung, satreskrim polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pengadilan Negeri Tulungagung menolak permohonan praperadilan yang diajukan pihak tersangka kasus dugaan perdagangan pupuk ilegal tanpa izin edar, P (51) warga Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo. Dengan putusan tersebut, penetapan tersangka oleh penyidik Polres Tulungagung dinyatakan sah dan proses hukum perkara tetap berlanjut hingga tahap persidangan.</p>
<p>Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tulungagung, putusan praperadilan dibacakan pada Kamis (18/6/2026). Hakim memutuskan menolak seluruh permohonan pemohon serta menetapkan biaya perkara nihil.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan putusan tersebut menguatkan legalitas langkah penyidik dalam menetapkan P sebagai tersangka.</p>
<p>“Benar, permohonan praperadilan sudah diputus dan hasilnya ditolak. Artinya, penetapan tersangka yang dilakukan Polres Tulungagung dinyatakan sah. Saat ini perkara juga sudah berstatus P 21 atau lengkap dan telah memasuki tahap dua, yakni pelimpahan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan,” kata Iptu Andi Tamba, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Menurut Andi, putusan hakim menunjukkan bahwa seluruh proses penyidikan telah dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>“Kami bersyukur atas putusan tersebut. Penetapan tersangka telah dilakukan sesuai ketentuan KUHAP dan didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, kuasa hukum Purwanto, Burhanudin Jabar, menghormati putusan pengadilan meski permohonan yang diajukan kliennya tidak dikabulkan. Pihaknya kini akan memfokuskan langkah pembelaan pada sidang pokok perkara.</p>
<p>“Kami sudah maksimal dalam menyusun dan menyampaikan materi praperadilan. Karena permohonan ditolak, selanjutnya kami akan mempersiapkan materi pembelaan untuk Pak Purwanto dalam persidangan pokok perkara,” ujar Burhanudin.</p>
<p>Sebelumnya, pihak tersangka mengajukan praperadilan untuk menguji keabsahan tindakan penyidik dalam menetapkan dirinya sebagai tersangka. Dalam permohonannya, ia meminta hakim menyatakan penetapan tersangka tidak sah, menghentikan proses penyidikan, menghapus status tersangka, serta memulihkan nama baik dan hak-haknya.</p>
<p>Penetapan tersangka dalam perkara dugaan perdagangan pupuk tanpa izin edar tersebut dilakukan oleh polisi pada akhir Mei lalu. Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga membeli sekitar tujuh ton pupuk NPK Phoska dari sebuah pabrik di Gresik untuk kemudian dipasarkan di wilayah Tulungagung.</p>
<p>Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait peredaran pupuk yang diduga tidak sesuai ketentuan. Penyidik kemudian melakukan penyamaran atau <em>undercover buy</em> terhadap 40 sak pupuk yang dijual tersangka.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan dugaan ketidaksesuaian merek produk yang diperjualbelikan. Pupuk yang seharusnya menggunakan merek Green Mathoh diduga dipasarkan sebagai pupuk Phoska.</p>
<p>Atas dugaan perbuatannya, Purwanto dijerat Pasal 122 juncto Pasal 73 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Perkara tersebut kini menunggu proses persidangan di pengadilan setelah berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar Tunanetra di Tulungagung Belajar Gamelan dengan Metode Audio Kinestetik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-tunanetra-di-tulungagung-belajar-gamelan-dengan-metode-audio-kinestetik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-tunanetra-di-tulungagung-belajar-gamelan-dengan-metode-audio-kinestetik</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga dibantu dengan penanda huruf braille pada beberapa instrumen gamelan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3513fba3b8d.webp" length="28094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 17:31:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tunanetra belajar musik, gamelan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Suara gamelan mengalun harmonis dari Taman Budaya Tulungagung pada Kamis (19/2/2026) pagi. Menariknya, alunan musik tradisional Jawa tersebut dimainkan oleh sejumlah pelajar tunanetra yang mengikuti pelatihan gamelan dengan metode pembelajaran berbasis audio kinestetik.</p>
<p>Program pelatihan ini digagas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mengenalkan kekayaan seni budaya Jawa kepada pelajar penyandang disabilitas netra.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga dibantu dengan penanda huruf braille pada beberapa instrumen gamelan.</p>
<p>Pelatih gamelan, Aulia Renata, menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar pelajar tunanetra memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal dan memainkan alat musik tradisional.</p>
<p>“Ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada pelatihan gamelan berbasis audio kinestetik bagi pelajar tunanetra,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Renata, selama ini pelajar tunanetra lebih sering diperkenalkan pada alat musik modern karena kepekaan mereka terhadap bunyi. Melalui pelatihan ini, ia ingin membuka akses yang lebih luas terhadap kesenian tradisional Jawa.</p>
<p>Proses pembelajaran dimulai dengan mengenalkan bentuk setiap instrumen gamelan melalui sentuhan. Para peserta diajak meraba berbagai alat musik seperti kendang, saron, kenong, gong, demung, bonang, hingga kempul untuk memahami karakteristik masing-masing.</p>
<p>Setelah mengenal bentuk instrumen, peserta kemudian berlatih membedakan suara dan nada yang dihasilkan oleh setiap alat musik. Tahapan ini bertujuan membantu mereka menghafal karakter bunyi sebelum memainkan gamelan secara bersama-sama.</p>
<p>Untuk mempermudah proses belajar, tanda braille dipasang pada alat musik saron dan demung. Penanda tersebut membantu peserta mengenali posisi nada dengan lebih cepat dan akurat.</p>
<p>“Braille pada saron dan demung kami gunakan sebagai alat bantu agar peserta lebih mudah memahami dan mengingat susunan nada,” jelas Renata.</p>
<p>Hasilnya cukup mengesankan. Dalam waktu sekitar satu jam, para peserta sudah mampu memainkan gamelan secara berkelompok dan menghasilkan alunan musik yang selaras.</p>
<p>Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa seni gamelan dapat dipelajari oleh siapa saja, termasuk pelajar tunanetra, apabila didukung metode pembelajaran yang tepat dan akses yang inklusif.</p>
<p>“Dalam waktu satu jam pengenalan, mereka sudah bisa memainkan gamelan. Ini menjadi bukti bahwa teman-teman tunanetra memiliki potensi besar untuk belajar dan berkarya di bidang seni tradisional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Bulan Tak Bisa Jual Tiket, Pantai Gemah Kehilangan Pendapatan dan Desa Tak Lagi Terima Bagi Hasil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tak-bisa-jual-tiket-pantai-gemah-kehilangan-pendapatan-dan-desa-tak-lagi-terima-bagi-hasil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tak-bisa-jual-tiket-pantai-gemah-kehilangan-pendapatan-dan-desa-tak-lagi-terima-bagi-hasil</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan sejak kerja sama pengelolaan atau PKS berakhir dan belum diperpanjang, pihaknya tidak lagi menerima dana bagi hasil dari penjualan tiket masuk kepada wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33b956e4d5a.webp" length="17066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 18:20:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pantai gemah, desa keboireng, kecamatan besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Dampak kebijakan belum diperbolehkannya pengelola tempat wisata yang berada di lahan dibawah Kementerian Kehutanan, karena adanya perubahan aturan turut dirasakan oleh pengelola Pantai Gemah, di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung. </p>
<p>Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan sejak kerja sama pengelolaan atau PKS berakhir dan belum diperpanjang, pihaknya tidak lagi menerima dana bagi hasil dari penjualan tiket masuk kepada wisatawan. </p>
<p>“Kalau dampaknya belum terbitnya PKS yang baru, ya tidak bisa menjual tiket. Setelah legalitasnya tidak ada, orang-orang yang di karcis itu tidak bisa memaksa. Untuk menarik ya seikhlasnya, biasanya untuk operasional, kebersihan, lampu penerangan dan lainnya,” kata Supirin, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama lima hingga enam bulan terakhir. Selama periode itu, pengelola wisata hanya mengandalkan sumbangan sukarela pengunjung untuk membantu biaya operasional. </p>
<p>“Sudah berlangsung sekitar lima sampai enam bulan. Jadi kita mau memperpanjang PKS itu karena sekarang ada perubahan kaitan ke kementerian dan kita pun tidak punya jalur ke sana tanpa pemerintah daerah,” ujarnya. </p>
<p>Supirin menambahkan, tidak adanya penjualan tiket juga berdampak langsung terhadap pendapatan desa. Sebelumnya, Pemerintah Desa Keboireng memperoleh bagi hasil sebesar enam persen dari pendapatan wisata Pantai Gemah. </p>
<p>“Kalau dulu waktu Gemah sudah mulai sepi ini, per dua minggu itu antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta yang masuk dari sharing untuk desa,” ungkapnya. </p>
<p>Karena itu, pihak desa berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat membantu mempercepat proses perizinan dan kerja sama baru dengan Kementerian Kehutanan agar pengelolaan wisata kembali berjalan normal. </p>
<p>“Kita berharap pemerintah kabupaten bisa membantu mengurus izin terkait PKS yang sudah berhenti karena aturan baru," harap Supirin.</p>
<p>Selain itu, ditengah mulai sepinya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Gemah, Supirin berharap Pemerintah Daerah agar turun tangan. Menurutnya saat ini pengunjung Pantai Gemah menurun drastis jika dibandingkan dengan masa jayanya beberapa tahun lalu. Jika dulu setiap akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 10 ribu orang, saat ini hanya di kisaran seribu orang.</p>
<p>"Ke depannya setelah PKS turun, mungkin bisa ada kerja sama pembangunan wahana-wahana baru supaya wisatawan bisa ramai kembali,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Pantai di Tulungagung Belum Bisa Tarik Tiket Masuk, Pengelola Tunggu Kepastian Aturan dari Kementerian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-pantai-di-tulungagung-belum-bisa-tarik-tiket-masuk-pengelola-tunggu-kepastian-aturan-dari-kementerian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-pantai-di-tulungagung-belum-bisa-tarik-tiket-masuk-pengelola-tunggu-kepastian-aturan-dari-kementerian</guid>
<description><![CDATA[ Meski keputusan menteri telah diterbitkan, hingga kini petunjuk teknis pelaksanaannya belum ditetapkan. Akibatnya, pengelolaan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut masih menggantung dan belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan penarikan retribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32947ab013b.webp" length="56468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 21:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, retribusi wisata, pantai gemah, pantai molang, pantai lumbung, pantai pacar, pantai kedungtumpang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pengunjung yang berwisata ke sejumlah pantai di Kabupaten Tulungagung saat ini tidak lagi diwajibkan membayar tiket masuk. Kondisi tersebut terjadi setelah adanya perubahan regulasi pengelolaan kawasan hutan yang membuat pengelola destinasi wisata di lahan milik Kementerian Kehutanan belum memiliki dasar hukum untuk melakukan penarikan retribusi.</p>
<p>Setidaknya terdapat lima destinasi wisata pantai yang terdampak kebijakan tersebut, yakni Pantai Molang, Pantai Lumbung, Pantai Pacar, Pantai Kedungtumpang di Kecamatan Pucanglaban, serta Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Yuli Murniingsih, menjelaskan bahwa perubahan aturan tersebut berawal dari terbitnya SK Menteri Kehutanan No 149 Tahun 2025 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), yang mengatur perpindahan kewenangan pengelolaan sebagian kawasan hutan di Jawa dan Bali dari Perhutani kembali ke Kementerian Kehutanan.</p>
<p>“Untuk pengelolaan destinasi wisata itu ada regulasi yang baru. Regulasi baru itu tentang kewenangan pengelolaan hutan. Jadi yang dulu dikelola oleh Perhutani, ada sebagian di Jawa dan Bali yang dikembalikan kewenangannya ke Kementerian Kehutanan,” ujar Yuli, Rabu (17/6/2026).</p>
<p>Meski keputusan menteri telah diterbitkan, hingga kini petunjuk teknis pelaksanaannya belum ditetapkan. Akibatnya, pengelolaan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut masih menggantung dan belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan penarikan retribusi.</p>
<p>“SK-nya sudah ditetapkan, tapi untuk juknisnya masih belum ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Juknis itu yang disebut RPKHDPK, Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus,” katanya.</p>
<p>Menurut Yuli, persoalan ini tidak hanya dialami Tulungagung. Sejumlah kawasan hutan di Jawa dan Bali, khususnya wilayah pesisir selatan yang pengelolaannya dikembalikan ke kementerian, juga menghadapi kondisi serupa.</p>
<p>Menindaklanjuti perubahan regulasi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung telah mengirimkan surat kepada seluruh pengelola destinasi yang terdampak agar menghentikan sementara penarikan retribusi maupun pendapatan asli daerah (PAD).</p>
<p>“Kita sudah mengirim surat dan melakukan pembinaan kepada pengelola destinasi untuk menghentikan kegiatan penarikan retribusi dan penarikan PAD di semua destinasi itu,” jelasnya.</p>
<p>Surat tersebut dikirim setelah pihak Disbudpar melakukan koordinasi ke Kementerian Kehutanan menjelang Hari Raya Idulfitri lalu. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan petunjuk teknis maupun skema kerja sama baru akan diterbitkan.</p>
<p>“Sekitar dua minggu lalu kita juga sudah bertemu lagi dan belum ada kepastian,” tambah Yuli.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola wisata. Di satu sisi mereka tetap harus menanggung biaya operasional, mulai dari kebersihan, perawatan fasilitas, hingga jasa petugas di lapangan. Namun di sisi lain mereka tidak diperbolehkan memungut tiket masuk dari wisatawan.</p>
<p>“Memang kita tahu bagaimana susahnya mereka karena mengelola destinasi itu ada biayanya, biaya jasa mereka, biaya kebersihan dan lain-lain. Tapi kita menekankan untuk benar-benar tidak menarik retribusi,” tegas Yuli.</p>
<p>Sebagai solusi sementara, pengelola diperbolehkan mengelola tempat penitipan kendaraan, atau menerima sumbangan sukarela dari pengunjung tanpa unsur paksaan. Bahkan, pemberian uang tersebut tidak boleh disertai karcis resmi karena belum memiliki dasar hukum yang sah.</p>
<p>“Kalau bisa ya sukarela, seikhlasnya. Kalau bisa penitipan kendaraan pakai keplek, jangan karcis,” ujarnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merawat Tradisi di Tengah Lesunya Wisata, Grebeg Suro 2026 Semarakkan Pantai Gemah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merawat-tradisi-di-tengah-lesunya-wisata-grebeg-suro-2026-semarakkan-pantai-gemah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merawat-tradisi-di-tengah-lesunya-wisata-grebeg-suro-2026-semarakkan-pantai-gemah</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kelancaran aktivitas ekonomi yang selama ini menopang kehidupan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30fdb07c731.webp" length="101664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 17:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, grebeg suro, pantai gemah, desa keboireng kecamatan besuki, suarajatimposr</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi Grebeg Suro Sedekah Bumi di kawasan wisata Pantai Gemah, Selasa (16/6/2026) siang.</p>
<p>Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kelancaran aktivitas ekonomi yang selama ini menopang kehidupan warga.</p>
<p>Pada perayaan kali ini, warga membuat sebuah tumpeng agung atau gunungan raksasa yang berisi aneka hasil bumi, mulai dari buah-buahan hingga berbagai jenis sayuran hasil panen masyarakat setempat. Tumpeng tersebut menjadi simbol kemakmuran sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera di masa mendatang.</p>
<p>Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan Grebeg Suro merupakan tradisi yang rutin digelar setiap tahun bertepatan dengan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak kembali sektor pariwisata Pantai Gemah yang belakangan mengalami penurunan jumlah pengunjung.</p>
<p>“Grebeg Suro ini dalam rangka menyambut 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Tujuannya selain bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga untuk kemajuan wisata Pantai Gemah ke depan. Alhamdulillah masyarakat Keboireng yang bekerja di sektor pertanian, perdagangan, nelayan hingga jasa wisata selama ini masih bisa menjalankan aktivitasnya,” ujar Supirin.</p>
<p>Sebelum diperebutkan warga, gunungan hasil bumi terlebih dahulu didoakan oleh tokoh adat setempat. Setelah itu, tumpeng agung diarak mengelilingi kawasan Pantai Gemah dengan diiringi berbagai kesenian tradisional, seperti Reog Kendang dan barongan. Prosesi kirab tersebut berlangsung meriah dan menyedot perhatian ratusan warga maupun wisatawan yang hadir.</p>
<p>Suasana semakin semarak ketika rombongan kirab melintasi area pantai. Pengunjung tampak antusias mengikuti jalannya prosesi sedekah bumi yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir selatan Tulungagung tersebut.</p>
<p>Usai arak-arakan selesai, ratusan warga dan wisatawan langsung menyerbu gunungan hasil bumi. Mereka saling berdesakan untuk mendapatkan buah maupun sayuran yang menghiasi tumpeng raksasa. Masyarakat meyakini hasil bumi yang diperoleh dari gunungan tersebut membawa berkah dan keberuntungan.</p>
<p>Selain prosesi doa dan kirab tumpeng, rangkaian Grebeg Suro juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus menarik minat wisatawan berkunjung ke Pantai Gemah.</p>
<p>Namun demikian, Supirin mengakui jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Gemah saat ini jauh menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan wisata.</p>
<p>“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung sekarang memang jauh berkurang. Penurunannya bukan lagi 50 persen, tetapi sudah sekitar 75 persen. Dulu setiap akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 5.000 sampai 10.000 orang. Sekarang jumlahnya jauh lebih sedikit,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini pengelolaan kawasan wisata juga menghadapi sejumlah kendala, termasuk berakhirnya perjanjian kerja sama (PKS) yang sebelumnya menjadi dasar pengelolaan wisata.</p>
<p>Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi upaya pengembangan kawasan Pantai Gemah. Karena itu, Pemerintah Desa Keboireng berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan destinasi wisata tersebut. Dukungan yang dimaksud antara lain percepatan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan serta pembangunan wahana-wahana baru yang dapat meningkatkan daya tarik wisata.</p>
<p>“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa membantu menyelesaikan persoalan perizinan dan pembaruan kerja sama pengelolaan yang saat ini sudah habis. Ke depan kami juga berharap ada pembangunan wahana-wahana baru agar wisatawan kembali ramai berkunjung ke Pantai Gemah,” ungkap Supirin.</p>
<p>Melalui tradisi Grebeg Suro Sedekah Bumi, masyarakat Keboireng tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga di kawasan Pantai Gemah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Asal Kepatihan Tulungagung Meninggal Mendadak Saat Kegiatan Sosial di Candi Dadi Boyolangu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-asal-kepatihan-tulungagung-meninggal-mendadak-saat-kegiatan-sosial-di-candi-dadi-boyolangu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-asal-kepatihan-tulungagung-meninggal-mendadak-saat-kegiatan-sosial-di-candi-dadi-boyolangu</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berangkat menuju lokasi sejak pagi bersama sekitar 15 anggota komunitas SABDA yang merupakan alumni SMAN 1 Kedungwaru. Mereka memiliki agenda melakukan kegiatan pembuatan saluran air di kawasan wisata sejarah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7098906cb.webp" length="171414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 18:29:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, meninggal dincandi dadi, polsek boyolangu, akp retno pujiarsih, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Seorang pria bernama Amanul Huda (59), warga Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat mengikuti kegiatan sosial bersama komunitas Sahabat Bumi dan Budaya (SABDA) di kawasan Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih, menyatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Korban diketahui berangkat menuju lokasi sejak pag bersama sekitar 15 anggota komunitas SABDA yang merupakan alumni SMAN 1 Kedungwaru. Mereka memiliki agenda melakukan kegiatan pembuatan saluran air di kawasan wisata sejarah tersebut.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan saksi dan rekan korban, rombongan mulai naik menuju area Candi Dadi sekitar pukul 07.00 WIB. Selama perjalanan dan sebelum kegiatan berlangsung, korban tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun," ujar AKP Retno.</p>
<p>Lanjut AKP Retno, sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan berhenti untuk beristirahat. Saat itu para peserta makan, minum, dan bersantai setelah melakukan aktivitas fisik. Namun secara tiba-tiba korban terlihat lemas dan kemudian tidak sadarkan diri.</p>
<p>Rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan pertama. Mereka juga memanggil seorang dokter spesialis paru yang kebetulan berada di sekitar lokasi, untuk membantu memeriksa kondisi korban. Meski telah mendapat pertolongan, kondisi korban tidak kunjung membaik.</p>
<p>Saat proses evakuasi menuruni kawasan Candi Dadi menuju lokasi yang lebih mudah dijangkau kendaraan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Boyolangu dan petugas kesehatan dari Puskesmas Boyolangu sebelum korban dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p>“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami segera mendatangi tempat kejadian perkara bersama petugas Inafis Polres Tulungagung dan tim medis RSUD dr. Iskak. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban,” ujar AKP Retno Pujiarsih.</p>
<p>Menurutnya, informasi yang diperoleh dari keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi sekitar dua bulan terakhir.</p>
<p>“Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah mengalami sakit hipertensi. Pihak keluarga juga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” tambahnya.</p>
<p>Polisi memastikan telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan SPKT Polres Tulungagung, menghubungi petugas Inafis dan tim medis, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan saat melakukan aktivitas fisik, terutama di kawasan perbukitan dan lokasi yang membutuhkan tenaga ekstra.(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Spesialis Bobol Toko Lintas Provinsi Dibekuk, Resmob Macan Agung Polres Tulungagung Tembak Kaki Dua Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spesialis-bobol-toko-lintas-provinsi-dibekuk-resmob-macan-agung-polres-tulungagung-tembak-kaki-dua-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spesialis-bobol-toko-lintas-provinsi-dibekuk-resmob-macan-agung-polres-tulungagung-tembak-kaki-dua-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IJB (37), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan SB (39), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Untuk menangkap keduanya, Tim Resmob Macan Agung melakukan perburuan selama sekitar satu pekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bf5d31373a.webp" length="55626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 20:59:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, resmob macan agung, polres tulungagung, ungkap kasus, pencurian pemberatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membekuk dua terduga pelaku spesialis pembobolan toko lintas provinsi yang selama ini beraksi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua pelaku diduga telah melakukan aksi pencurian pemberatan di sedikitnya lima lokasi berbeda.</p>
<p>Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IJB (37), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan SB (39), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Untuk menangkap keduanya, Tim Resmob Macan Agung melakukan perburuan selama sekitar satu pekan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan pencurian pemberatan yang terjadi di sebuah toko bahan bangunan di wilayah Kecamatan Ngantru.</p>
<p>“Kami menginformasikan bahwasanya Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung, telah mengamankan dua terduga pelaku hasil pencurian pemberatan di salah satu toko usaha bahan bangunan di wilayah Ngantru,” ujar Ipru Andi, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Kasatreskrim menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah menerima laporan, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh petunjuk bahwa para pelaku berada di wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>Berbekal informasi tersebut, Satreskrim Polres Tulungagung kemudian berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Jawa Tengah, termasuk Polda Jawa Tengah, Polres Pekalongan dan Polres Batang untuk melakukan pengejaran.</p>
<p>“Setelah kami lakukan serangkaian penyelidikan, kami mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah Jawa Tengah. Sehingga kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah serta Polres jajaran sehingga kedua terduga pelaku berhasil kami amankan,” jelasnya.</p>
<p>Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda. Satu pelaku diamankan di wilayah Pekalongan, sedangkan pelaku lainnya ditangkap di Kabupaten Batang. Keduanya kemudian dibawa ke Tulungagung pada Jumat (12/6/2026) pagi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Dalam proses penangkapan dan pengembangan kasus, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan pada kaki masing-masing terduga pelaku karena diduga berupaya melawan dan membahayakan petugas.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini diketahui memiliki modus operandi dengan menyasar toko-toko yang dinilai memiliki peluang besar untuk dibobol. Mereka beraksi dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis sebelum menguras barang-barang di dalamnya.</p>
<p>“Modusnya melakukan pencurian dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis. Mereka menggunakan kendaraan seperti Toyota Innova, Hiace maupun Toyota Fortuner untuk mendukung aksinya,” ungkap Iptu Andi.</p>
<p>Menurutnya, sasaran para pelaku tergolong acak dan tidak terbatas pada satu jenis usaha tertentu. Mereka memilih lokasi berdasarkan situasi dan peluang yang dianggap aman untuk melakukan pencurian.</p>
<p>“Barang yang diambil bermacam-macam. Ada toko kosmetik, toko kecantikan, toko bangunan hingga tempat penyimpanan gabah atau padi. Jadi sasarannya acak,” katanya.</p>
<p>Polisi juga mengungkap bahwa kedua pelaku merupakan spesialis pencurian lintas daerah yang beroperasi dari luar kota hingga lintas provinsi. Berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, komplotan tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di berbagai wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.</p>
<p>“Yang kami amankan ini memang spesialis pencurian pemberatan lintas kota, lintas kabupaten bahkan lintas provinsi. Dari informasi beberapa polres jajaran, ada lebih dari lima tempat kejadian perkara yang diduga berkaitan dengan kelompok ini,” ujar Iptu Andi.</p>
<p>Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus pencurian lainnya, termasuk dugaan adanya anggota komplotan lain yang belum tertangkap.</p>
<p>“Kami masih melakukan pendalaman dan akan menggelar perkara untuk memastikan keterlibatan mereka di sejumlah TKP lainnya, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan ini,” pungkasnya.</p>
<p>Saat ini kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tulungagung. Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh jaringan dan rangkaian aksi pencurian yang diduga dilakukan komplotan tersebut di berbagai daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>3.750 Lowongan Kerja dari 47 Perusahaan di Tulungagung Resmi Dibuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/3750-lowongan-kerja-dari-47-perusahaan-di-tulungagung-resmi-dibuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/3750-lowongan-kerja-dari-47-perusahaan-di-tulungagung-resmi-dibuka</guid>
<description><![CDATA[ Job fair tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a291a1b64587.webp" length="45988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 17:40:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, job fair, pencari kerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Job Fair 2026 di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso selama dua hari, 10-11 Juni 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menghadirkan 47 perusahaan dengan total 3.750 peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.</p>
<p></p>
<p>Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan Job Fair menjadi wadah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Tujuan dilaksanakan Job Fair ini adalah mempertemukan rekan-rekan pengusaha dengan teman-teman yang ingin mencari pekerjaan. Ini merupakan momen pertemuan dua pihak yang saling membutuhkan,” ujar Tri Hariadi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang belum mendapatkan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kita didukung 47 perusahaan dan tersedia sekitar 3.750 peluang kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Tri berharap kegiatan tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami dengan kegiatan Job Fair ini nanti bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tulungagung yang saat ini sekitar 4,02 persen. Target kita paling tidak ada penurunan. Penurunan satu persen saja sangat berarti,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, tren TPT di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah masih terus mengevaluasi data dan kondisi riil di lapangan terkait pencari kerja yang belum terserap dunia kerja.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, ratusan pencari kerja dari kalangan Gen Z dan milenial memadati area Job Fair sejak pagi hari. Mereka mendatangi berbagai stan perusahaan untuk mencari informasi dan mengajukan lamaran kerja.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pencari kerja, Mohammad Fikri, datang bersama ibunya untuk mencari peluang kerja yang sesuai.</p>
<p></p>
<p>“Saya datang ke Job Fair bersama ibu. Ini sudah ambil empat brosur dan ada satu perusahaan yang membuat saya tertarik bekerja di sana,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Fikri mengaku sebelumnya pernah bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit. Namun ia memutuskan berhenti karena merasa tidak kuat dengan beban kerja yang dijalani.</p>
<p></p>
<p>“Saya sudah pernah kerja sebelumnya menjadi cleaning service, tapi fisik saya tidak kuat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fikri, mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Ia mengaku sudah beberapa kali melamar kerja namun belum berhasil diterima.</p>
<p></p>
<p>“Cari kerja sekarang susah. Saya sudah pernah coba daftar ke empat perusahaan dan semua gagal,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai salah satu kendala terbesar adalah tingginya kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan perusahaan.</p>
<p></p>
<p>“Kualifikasi yang diberikan perusahaan tinggi. Apalagi saya hanya lulusan SMA saja,” paparnya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kesulitan serupa juga dirasakan Claradea, lulusan baru Universitas Airlangga Surabaya. Meski berasal dari perguruan tinggi ternama, ia mengaku belum mudah mendapatkan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Saya datang ke Job Fair untuk berusaha mencari kerja. Karena mencari kerja lumayan sulit,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Clara mengaku telah berulang kali melamar pekerjaan melalui berbagai jalur, mulai dari Job Fair hingga situs resmi perusahaan dan LinkedIn.</p>
<p></p>
<p>“Selain mencari kerja di Job Fair, saya sudah berusaha cari kerja lewat LinkedIn dan web perusahaan. Sudah empat kali saya coba daftar pekerjaan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pencari kerja saat ini adalah tingginya kualifikasi yang diminta perusahaan, sementara kompensasi yang ditawarkan belum tentu sebanding.</p>
<p></p>
<p>“Sebenarnya sebagai Gen Z saya hanya mencari pekerjaan yang bisa memberikan fasilitas, gaji dan tempat kerja sesuai kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Damkarmat Tulungagung Siapkan Pos Bantuan di Ngunut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/damkarmat-tulungagung-siapkan-pos-bantuan-di-ngunut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/damkarmat-tulungagung-siapkan-pos-bantuan-di-ngunut</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29119bbfd03.webp" length="37436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 17:20:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pos bantu damkar ngunut, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung mulai merealisasikan pembentukan Pos Bantuan Pemadam Kebakaran di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut. </p>
<p>Sebagai penanda awal berdirinya pos tersebut, Damkarmat menggelar acara syukuran pada Rabu (10/6/2026). </p>
<p>Meski demikian, pos bantuan tersebut belum langsung beroperasi. Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan masih melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penataan sumber daya manusia (SDM) hingga armada yang akan ditempatkan di lokasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berupa syukuran sebagai tanda dimulainya pembentukan pos bantuan.</p>
<p>"Ini sementara masih syukuran saja. Pelaksanaan operasionalnya masih kami bahas lagi karena terkait SDM dan penataan kendaraan yang akan ditempatkan di sana," ujarnya.</p>
<p>Meski masih dalam tahap persiapan, pihaknya menargetkan Pos Bantuan Damkar Ngunut sudah mulai ditempati dan beroperasi dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.</p>
<p>"Secepatnya, kira-kira dua minggu lagi sudah mulai ditempati," katanya.</p>
<p>Lugu menjelaskan, nantinya Pos Bantuan Damkar Ngunut akan diperkuat dengan dua armada yang berasal dari unit yang telah dimiliki Damkarmat Tulungagung. Dua kendaraan tersebut terdiri dari satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai air.</p>
<p>"Rencananya ada dua armada. Satu mobil pemadam dan satu mobil suplai air," jelasnya.</p>
<p>Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya.</p>
<p>Menurut Lugu, pembentukan pos bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pemadam kebakaran yang menargetkan petugas dapat tiba di lokasi kejadian dalam waktu maksimal 15 menit.</p>
<p>"Tujuan adanya pos bantuan ini sesuai SOP kami, yaitu harus bisa sampai ke lokasi dalam waktu 15 menit ketika ada kejadian. Dengan adanya pos bantuan, pelayanan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih lancar," terangnya.</p>
<p>Ia menambahkan, layanan Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan dan evakuasi nonkebakaran.</p>
<p>"Kalau ada evakuasi ular, hewan liar, kendaraan yang terperosok di jalan atau kawasan hutan, termasuk kebakaran, semuanya bisa lebih cepat ditangani," imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung operasional pos bantuan tersebut, Damkarmat akan menempatkan enam personel yang dibagi dalam dua sif pelayanan selama 24 jam.</p>
<p>"Enam personel kita bagi dua sif. Sif pertama pukul 07.00 sampai 19.00, kemudian sif malam pukul 19.00 sampai 07.00 pagi," jelas Lugu.</p>
<p>Meski akan menempatkan armada di Pos Bantuan Ngunut, ia memastikan keberadaan pos baru tersebut tidak akan mengurangi kesiapsiagaan markas komando (Mako) Damkar Tulungagung. Jika penanganan dari pos bantuan belum mencukupi, maka personel dan armada dari Mako akan langsung diterjunkan untuk memberikan bantuan tambahan.</p>
<p>"Kalau dari pos bantuan masih kurang, langsung kita bantu dari Mako. Yang penting masyarakat mendapat pelayanan yang lebih dekat dan lebih cepat," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Lugu mengungkapkan bahwa Damkarmat Tulungagung masih menghadapi keterbatasan armada pemadam kebakaran. Saat ini pihaknya hanya memiliki tiga unit mobil pemadam utama dan dua unit kendaraan suplai air, dengan sebagian armada telah berusia cukup tua.</p>
<p>"Kendaraan kami ada yang tahun 1981, ada yang tahun 2014 dan tahun 2020. Karena itu, setiap tahun kami terus mengusulkan penambahan armada," ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kebutuhan armada baru semakin mendesak seiring perkembangan wilayah Kabupaten Tulungagung yang mulai banyak memiliki bangunan bertingkat. Namun, hingga saat ini Damkarmat belum memiliki mobil pemadam dengan tangga hidrolik yang dibutuhkan untuk penanganan kebakaran di gedung tinggi.</p>
<p>"Sekarang di Tulungagung sudah banyak gedung bertingkat. Kalau ada kejadian, idealnya kita punya mobil yang dilengkapi tangga. Sampai sekarang kami belum punya," katanya.</p>
<p>Karena itu, pihaknya berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak agar pengadaan armada pemadam kebakaran dapat menjadi perhatian pemerintah daerah demi meningkatkan keselamatan dan perlindungan masyarakat.</p>
<p>"Kami berharap ada dukungan dari semua pihak agar kebutuhan sarana pemadam kebakaran bisa terpenuhi, karena tugas kami berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bakar Sampah untuk Usir Nyamuk, Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Ikut Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bakar-sampah-untuk-usir-nyamuk-rumah-dan-kandang-ternak-di-tulungagung-ikut-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bakar-sampah-untuk-usir-nyamuk-rumah-dan-kandang-ternak-di-tulungagung-ikut-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28c62373a8f.webp" length="33256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 09:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran picisan, sendang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran melanda rumah dan kandang ternak milik Mukono (69), warga Dusun Pulo RT 03 RW 01, Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Rabu (10/6/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sebagian rumah beserta kandang sapi dan kambing hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp90 juta.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang ternak yang dilakukan untuk mengurangi gangguan nyamuk. Namun, api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan kandang hingga sebagian rumah korban.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Keselamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 03.55 WIB dan segera mengerahkan petugas ke lokasi.</p>
<p>"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 03.55 WIB. Tim kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 04.05 WIB dan tiba sekitar pukul 04.35 WIB. Sebanyak tiga armada kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan," ujar Iwan Supriyono.</p>
<p>Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui oleh Yateni sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kobaran api sudah membesar dan membakar kandang ternak kambing serta merembet ke bagian samping rumah yang dihuni Mukono. Warga setempat kemudian berupaya membantu sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.</p>
<p>Proses pemadaman melibatkan satu unit armada pemadam, dua unit kendaraan penyuplai air, serta satu kendaraan rescue. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 05.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.</p>
<p>"Api berhasil kami kuasai dan padamkan, kemudian dilakukan pembasahan menyeluruh pada area terdampak," kata Iwan.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan rumah, kandang ternak, serta sejumlah harta benda milik korban.</p>
<p>Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta.</p>
<p>Iwan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di area yang berdekatan dengan bangunan maupun bahan mudah terbakar.</p>
<p>"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan saat membakar sampah. Kondisi angin dan material kering di sekitar lokasi dapat menyebabkan api cepat membesar dan menjalar ke bangunan maupun lahan di sekitarnya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diresmikan Plt Bupati dan Dandim Tulungagung, Jembatan Garuda di Desa Kates Perkuat Akses Pendidikan dan Perekonomian Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diresmikan-plt-bupati-dan-dandim-tulungagung-jembatan-garuda-di-desa-kates-perkuat-akses-pendidikan-dan-perekonomian-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diresmikan-plt-bupati-dan-dandim-tulungagung-jembatan-garuda-di-desa-kates-perkuat-akses-pendidikan-dan-perekonomian-warga</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a281476eb780.webp" length="75628" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 21:55:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, desa kates kecamatan kauman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama jajaran TNI meresmikan Jembatan Garuda di Desa Kates, Kecamatan Kauman, Selasa (9/6/2026). Peresmian jembatan sepanjang 5 meter tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio.</p>
<p>Jembatan Garuda merupakan salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut menjadi bagian dari bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di berbagai daerah.</p>
<p>Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa jembatan yang berada di Desa Kates tersebut telah berdiri sejak tahun 1985. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia sehingga tidak lagi mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat.</p>
<p>"Sebelumnya, jembatan ini memiliki panjang 5 meter dengan lebar 2 meter. Karena kondisinya sudah mengalami kerusakan, akhirnya diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perbaikan," ujarnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi.</p>
<p>Sementara itu, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta TNI Angkatan Darat turut membantu percepatan pembangunan dan rehabilitasi jembatan di sejumlah wilayah.</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah proses renovasi selesai dilakukan, jembatan mengalami peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi. Jika sebelumnya hanya memiliki lebar 2 meter, kini Jembatan Garuda yang dibangun menggunakan struktur beton memiliki lebar 3,5 meter dengan panjang tetap 5 meter.</p>
<p>"Perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kualitas konstruksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat sehingga mobilitas menjadi lebih aman dan nyaman," katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Hanny menegaskan bahwa Jembatan Garuda memiliki fungsi vital bagi warga Desa Kates. Selain menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, jembatan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan peternakan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.</p>
<p>"Jembatan ini menghubungkan kawasan permukiman dengan fasilitas pendidikan. Selain itu, menjadi jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian maupun peternakan warga," jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya di Desa Kates, program bantuan pembangunan jembatan dari Presiden Prabowo juga direalisasikan di sejumlah titik lain di Kabupaten Tulungagung. Secara keseluruhan, terdapat enam unit jembatan yang dibangun melalui program tersebut, terdiri atas lima jembatan beton dan satu jembatan gantung.</p>
<p>Lima jembatan beton tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya dua unit di Kecamatan Kalidawir, satu unit di Desa Kates, satu unit di Desa Gondang Gunung, serta satu unit lainnya di Desa Samar. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.</p>
<p>Terkait pembiayaan, Hanny mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan jembatan didanai melalui APBN dengan besaran anggaran yang berbeda-beda, menyesuaikan ukuran dan kebutuhan konstruksi masing-masing jembatan.</p>
<p>"Nilai anggaran pembangunan setiap jembatan tidak sama. Besarannya berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta," pungkasnya.</p>
<p>Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Garuda, masyarakat Desa Kates kini memiliki akses yang lebih aman, luas, dan representatif. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pendidikan, mempercepat distribusi hasil produksi warga, serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di kawasan pedesaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perbaikan Jembatan Junjung Segera Dimulai, Dikerjakan Usai SPK Terbit Pekan Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jembatan-junjung-segera-dimulai-dikerjakan-usai-spk-terbit-pekan-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jembatan-junjung-segera-dimulai-dikerjakan-usai-spk-terbit-pekan-ini</guid>
<description><![CDATA[ Terkait target penyelesaian, Dinas PUPR memberikan waktu maksimal enam bulan kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan. Meski demikian, proses pembangunan berpeluang selesai lebih cepat apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan proyek mendukung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27f7733eb36.webp" length="39356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 19:17:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pembangunan jembatan junjung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung memastikan proyek perbaikan Jembatan Junjung yang putus akibat banjir pada Desember 2024 lalu akan segera memasuki tahap pelaksanaan fisik. Setelah sempat mengalami keterlambatan akibat proses perizinan, pekerjaan pembangunan ulang jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu maksimal enam bulan sejak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, Selasa (9/6/2026) mengatakan seluruh proses administrasi dan lelang proyek sebenarnya telah selesai sejak beberapa waktu lalu. Bahkan pemenang tender juga telah ditetapkan. Namun pelaksanaan pekerjaan belum dapat dimulai karena masih menunggu izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).</p>
<p></p>
<p>Menurut Erwin, izin dari BBWS diperlukan karena terdapat penyesuaian terkait akses jalan inspeksi dan sejumlah aspek teknis lainnya yang berada dalam kewenangan balai.</p>
<p></p>
<p>“Ini proses lainnya sudah selesai, sudah dua minggu yang lalu, sudah ada pemenangnya. Tinggal menunggu BBWS karena ada penyesuaian untuk jalan inspeksi dan lain-lain. Minggu ini jadwalnya sudah selesai,” ujar Erwin.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, surat dari BBWS telah diajukan sejak pekan lalu dan dijadwalkan terbit pada pekan ini. Dengan terbitnya izin tersebut, Dinas PUPR dapat segera menerbitkan SPK kepada pihak penyedia jasa konstruksi untuk memulai pekerjaan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Surat dari BBWS itu sudah minggu lalu kita sampaikan. Minggu ini nanti terbit suratnya. Izin mulai action minggu ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Setelah SPK diterbitkan, seluruh pelaksanaan pekerjaan fisik menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Tahapan awal yang akan dilakukan meliputi persiapan lapangan, mobilisasi alat dan material, hingga pengaturan distribusi kebutuhan konstruksi sebelum pekerjaan utama dimulai.</p>
<p></p>
<p>Erwin menegaskan tidak ada jeda waktu yang lama antara penerbitan SPK dan dimulainya pekerjaan di lapangan. Bahkan kontraktor dapat langsung bergerak melakukan persiapan pada hari yang sama setelah dokumen ditandatangani.</p>
<p></p>
<p>“Setelah SPK itu sudah menjadi tanggung jawab pihak penyedia untuk melaksanakan. Jadi ditandatangani hari ini misalkan, hari ini juga bisa langsung mulai persiapan lapangan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar dari APBD untuk pembangunan ulang Jembatan Junjung. Dana tersebut digunakan untuk membangun jembatan dengan konstruksi yang telah dirancang sebelumnya tanpa adanya perubahan spesifikasi teknis.</p>
<p></p>
<p>Erwin memastikan desain dan konstruksi jembatan tetap mengacu pada perencanaan awal. Struktur yang akan digunakan adalah konstruksi balok gerber yang dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik untuk mendukung aktivitas masyarakat serta lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Nominalnya Rp7 miliar. Spesifikasi konstruksi sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait target penyelesaian, Dinas PUPR memberikan waktu maksimal enam bulan kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan. Meski demikian, proses pembangunan berpeluang selesai lebih cepat apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan proyek mendukung.</p>
<p></p>
<p>Menurut Erwin, faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama dalam pekerjaan konstruksi jembatan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi, struktur, dan aktivitas di sekitar aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>“Paling lama itu enam bulan. Tapi kalau cuacanya menguntungkan, lima bulan sudah selesai,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan dimulainya pekerjaan dalam waktu dekat, masyarakat yang selama ini menunggu perbaikan Jembatan Junjung diharapkan dapat segera menikmati akses transportasi yang lebih aman dan layak. Pemerintah daerah juga berharap proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>18 SPPG di Tulungagung Disuspen, BGN Temukan Sarpras Tak Standar hingga Dugaan Monopoli Supplier</title>
<link>https://suarajatimpost.com/18-sppg-di-tulungagung-disuspen-bgn-temukan-sarpras-tak-standar-hingga-dugaan-monopoli-supplier</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/18-sppg-di-tulungagung-disuspen-bgn-temukan-sarpras-tak-standar-hingga-dugaan-monopoli-supplier</guid>
<description><![CDATA[ Masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27f08f64f8f.webp" length="21632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 18:15:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, sppg disuspen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung masuk dalam daftar suspen atau pemberhentian sementara operasional. Sebabnya, masih ditemukan sarpras SPPG yang tidak memenuhi standar dan melakukan monopoli supplier. </p>
<p>Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, jumlah SPPG sudah mencapai 129 dapur yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung. Namun ada sebanyak 18 SPPG yang kini berstatus suspen. </p>
<p>“Ada 18 SPPG di Tulungagung yang disuspen oleh BGN,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan 18 SPPG disuspen. Mulai dari sarpras tidak memenuhi standar, kejadian luar biasa (KLB) hingga dugaan monopoli supplier. </p>
<p>“SPPG yang disuspen ada yang baru dan lama. Setiap SPPG yang tidak memenuhi standar dan aturan akan disuspen,” terangnya.</p>
<p>Sebrina menjelaskan, dugaan monopoli supplier yang dilakukan SPPG juga menjadi penyebab suspen. Pasalnya, dalam ketentuan BGN, setiap SPPG minimal harus memiliki 15 supplier agar tidak menguntungkan pihak tertentu. </p>
<p>“Dari hasil evaluasi menunjukan SPPG hanya memiliki tiga sampai lima supplier,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Sebrina, masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN.</p>
<p>“Durasi suspen tergantung SPPG melakukan perbaikan. Semakin cepat maka status supsen dapat segera dicabut,” paparnya. </p>
<p>Jumlah SPPG yang disuspen di Tulungagung masih dapat berubah. Korwil BGN Tulungagung akan terus melakukan evaluasi dan monitoring secara rutin.</p>
<p>“Jika ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat,” ungkapnya.</p>
<p>Sebrina menambahkan, bagi penerima manfaat dari SPPG yang disuspen akan dialihkan ke dapur lain. Sehingga pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan. </p>
<p>“Untuk penerima manfaat dari SPPG yang disuspen tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-jaga-stabilitas-harga-beras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-jaga-stabilitas-harga-beras</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja Bulog Tulungagung hingga 8 Juni 2026 telah mencapai 55,72 persen dari total target penerima bantuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2671be8a326.webp" length="47374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bantuan pangan, beras sphp, bulog, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP </b>- Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung mempercepat penyaluran bantuan pangan beras sekaligus mengintensifkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Tulungagung, Blitar, Kota Blitar, dan Trenggalek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung program stabilisasi pangan nasional serta menjaga keterjangkauan harga beras di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP terus digencarkan melalui berbagai jalur distribusi, mulai pasar tradisional, gerai ritel modern, kios pangan, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan bersinergi dengan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Pemimpin Cabang Perum BULOG Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi gejolak harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap aman bagi masyarakat. Menurutnya, salah satu instrumen utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan beras kepada keluarga penerima manfaat serta optimalisasi penyaluran beras SPHP ke berbagai saluran penjualan resmi.</p>
<p></p>
<p>"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG secara nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara untuk wilayah kerja Cabang Tulungagung, kami menguasai stok sekitar 85 ribu ton. Jumlah tersebut sangat mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, maupun berbagai program pemerintah lainnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujar Yonas, Senin (8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja Bulog Tulungagung hingga 8 Juni 2026 telah mencapai 55,72 persen dari total target penerima bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Dari target sekitar 465 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP), saat ini hampir 260 ribu PBP telah menerima bantuan beras. Khusus di Kabupaten Tulungagung, bantuan sudah tersalurkan kepada sekitar 85 ribu PBP dari target kurang lebih 150 ribu PBP. Kami menargetkan seluruh penyaluran dapat tuntas 100 persen sebelum akhir Juni 2026," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Yonas menilai percepatan distribusi bantuan pangan memiliki dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. Selain itu, program tersebut juga berkontribusi dalam meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, BULOG juga terus memperluas distribusi beras SPHP sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga harga beras tetap terjangkau. Penyaluran dilakukan secara masif melalui pasar tradisional, kios pangan binaan, jaringan pengecer resmi, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Beras SPHP merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Karena itu, distribusinya akan terus kami tingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah memandang kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di pasar. Dengan dukungan stok beras yang kuat serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.</p>
<p></p>
<p>Selain menjamin kelancaran distribusi, BULOG Tulungagung juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan stok beras yang tersedia dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus bekerja menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," tegas Yonas.</p>
<p></p>
<p>Dengan percepatan penyaluran bantuan pangan dan penguatan distribusi beras SPHP tersebut, BULOG berharap stabilitas harga beras di wilayah Tulungagung Raya dan sekitarnya dapat terus terjaga, sekaligus memberikan perlindungan bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar pangan nasional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Umat Buddha Tulungagung Gelar Atthami Puja di Candi Sanggrahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/umat-buddha-tulungagung-gelar-atthami-puja-di-candi-sanggrahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/umat-buddha-tulungagung-gelar-atthami-puja-di-candi-sanggrahan</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Atthami Puja tahun ini diprakarsai oleh Vihara Buddha Loka Tulungagung dan menjadi kegiatan penutup dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2537d4cce64.webp" length="29686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 17:22:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, candi sanggrahan, waisak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Ratusan umat Buddha dari tiga vihara di Kabupaten Tulungagung menggelar ritual Atthami Puja di kompleks Candi Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Minggu (7/6/2026) siang. Ritual yang dilaksanakan pada hari ke delapan setelah perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE atau tahun 2026 Masehi tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Waisak di Tulungagung.</p>
<p>Dipimpin Pandita Vihara Buddha Loka Tulungagung, Romo Sugianto Gandikha, para umat Buddha mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat. Atthami Puja merupakan ritual penghormatan terhadap kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama, sekaligus mengingatkan umat pada ajaran dan jasa-jasa Sang Buddha.</p>
<p>Romo Sugianto Gandikha menjelaskan bahwa perayaan Atthami Puja tahun ini diprakarsai oleh Vihara Buddha Loka Tulungagung dan menjadi kegiatan penutup dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak.</p>
<p>"Di siang yang membahagiakan ini kami para umat Buddha Tulungagung, khususnya yang diprakarsai oleh Wihara Buddha Loka, melaksanakan rangkaian kegiatan yang bisa dikatakan sebagai kegiatan penutup dalam peringatan Tri Suci Waisak, yang mana peringatan ini bernama Atthami Puja," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Atthami Puja memiliki makna khusus karena berkaitan dengan peristiwa kremasi atau persembahan api terhadap jasad Sang Buddha setelah wafat. Oleh karena itu, ritual ini menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha untuk mengenang pengorbanan dan keteladanan Sang Buddha Gautama.</p>
<p>Pelaksanaan ritual juga dihadiri Pembina Buddha Sasana Jawa Timur, Dr. Panji Budiarso, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Tulungagung, mulai dari kawasan kota, Ngunut hingga Selorejo. Kehadiran umat dari tiga vihara tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperingati salah satu hari penting dalam kalender Buddhis.</p>
<p>Pemilihan Candi Sanggrahan sebagai lokasi pelaksanaan ritual bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis yang kuat, candi peninggalan masa Majapahit itu dinilai memiliki keterkaitan dengan makna Atthami Puja.</p>
<p>"Untuk memaknai Atthami Puja, kita menggunakan tempat yaitu Candi Sanggrahan ini karena mengingat Candi Sanggrahan mempunyai sejarah. Tempat ini juga menjadi tempat persemayaman jenazah Gayatri sebelum dikremasikan di Candi Dadi. Maka kita menggunakan tempat ini untuk memberikan makna yang seiring sejalan dengan peringatan Atthami Puja, yaitu peringatan persembahan api," kata Romo Sugianto.</p>
<p>Melalui pemilihan lokasi tersebut, umat Buddha diharapkan dapat lebih mendalami makna spiritual Atthami Puja sekaligus mengenang nilai-nilai sejarah yang dimiliki Candi Sanggrahan.</p>
<p>Sementara itu, Atthami Puja masih tergolong jarang dilaksanakan oleh umat Buddha di Indonesia. Sebagian besar umat Buddha di tanah air umumnya hanya mengenal rangkaian perayaan hingga Tri Suci Waisak. Berbeda dengan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, di mana Atthami Puja menjadi bagian dari rangkaian ritual keagamaan yang rutin diselenggarakan setiap tahun.</p>
<p>Meski demikian, pelaksanaan Atthami Puja di Tulungagung menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali tradisi Buddhis yang memiliki nilai sejarah dan spiritual mendalam, sekaligus memperkaya pemahaman umat terhadap rangkaian peringatan suci setelah Waisak. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu di Tulungagung Kecilkan Ukuran demi Pertahankan Harga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-kedelai-impor-naik-produsen-tahu-di-tulungagung-kecilkan-ukuran-demi-pertahankan-harga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-kedelai-impor-naik-produsen-tahu-di-tulungagung-kecilkan-ukuran-demi-pertahankan-harga</guid>
<description><![CDATA[ Harga kedelai impor masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Karena itu, para perajin tahu terus memantau perkembangan harga bahan baku agar dapat menentukan langkah yang tepat untuk mempertahankan usahanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a25284d99734.webp" length="46344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 16:48:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dolar, produsen tahu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, harga kedelai impor terus mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut diduga dipicu oleh pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang membuat harga komoditas impor semakin mahal.</p>
<p>Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada naiknya harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu. Kondisi ini dirasakan para perajin tahu di Kabupaten Tulungagung yang harus mencari cara agar usahanya tetap bertahan di tengah kenaikan biaya produksi.</p>
<p>Salah satu produsen tahu di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Kuswoyo, mengatakan saat ini harga kedelai impor mencapai Rp10.800 per kilogram. Angka tersebut naik dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp9.500 hingga Rp10.000 per kilogram.</p>
<p>"Harga kedelai sekarang Rp10.800 per kilogram. Sebelumnya hanya sekitar Rp9.500 sampai Rp10.000 per kilogram," ujar Kuswoyo saat ditemui di lokasi produksinya, Minggu (7/6/2026).</p>
<p>Menurut Kuswoyo, tren kenaikan harga kedelai sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, lonjakan yang paling terasa terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan beriringan dengan menguatnya dolar Amerika Serikat.</p>
<p>"Kalau naiknya yang dari Rp9.000 sampai di atas Rp10.000 itu sekitar empat bulanan. Ketika dolar naik juga ikut naik," katanya.</p>
<p>Kenaikan harga bahan baku tersebut memaksa para produsen tahu memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan. Alih-alih menaikkan harga jual, Kuswoyo memilih memperkecil ukuran tahu yang diproduksinya. Dengan cara itu, harga jual kepada konsumen tetap bisa dipertahankan di angka Rp1.000 per potong.</p>
<p>Perubahan ukuran dilakukan dengan menambah jumlah potongan tahu dalam setiap loyang produksi. Jika sebelumnya satu loyang diiris menjadi 150 potong, kini jumlahnya menjadi 160 potong.</p>
<p>"Ukuran tahu kami perkecil. Dulu satu kotak bisa jadi 150 biji, sekarang menjadi 160 biji. Jadi ada tambahan sekitar 10 biji," ungkapnya.</p>
<p>Selain harus menyesuaikan ukuran produk, Kuswoyo juga mengaku mengalami penurunan penjualan. Konsumen mulai mengeluhkan kondisi ekonomi yang membuat daya beli menurun, sehingga permintaan tidak setinggi sebelumnya.</p>
<p>"Penjualan agak menurun. Biasanya bisa jual empat jurigen, sekarang hanya tiga jurigen. Konsumen juga banyak yang mengeluh," tuturnya.</p>
<p>Meski demikian, aktivitas produksi masih berjalan normal. Dalam sehari, Kuswoyo menghabiskan sekitar 1,5 hingga 2 kuintal kedelai untuk memenuhi kebutuhan produksi tahu yang dipasarkan ke sejumlah wilayah di Tulungagung, seperti Campurdarat, Ngentrong, Besole, hingga beberapa pasar tradisional dan desa-desa sekitar.</p>
<p>"Kalau produksi sehari sekitar satu setengah sampai dua kuintal kedelai. Penjualannya masih relatif stabil dan dipasarkan ke Campurdarat, Ngentrong, Besole, serta beberapa pasar," jelasnya.</p>
<p>Kuswoyo menambahkan, berdasarkan informasi dari pemasok langganannya, harga kedelai impor masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Karena itu, para perajin tahu terus memantau perkembangan harga bahan baku agar dapat menentukan langkah yang tepat untuk mempertahankan usahanya.</p>
<p>Hingga kini, sebagian besar produsen tahu masih memilih menggunakan kedelai impor dibandingkan kedelai lokal. Selain ketersediaannya lebih terjamin, tahu yang dihasilkan dari kedelai impor dinilai memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan tahu yang dibuat dari kedelai lokal.</p>
<p>"Kalau kedelai lokal sebenarnya bisa digunakan, tetapi kebanyakan perajin memilih kedelai impor karena tahu yang dihasilkan lebih tahan lama," pungkas Kuswoyo. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasad Perempuan di Pantai Cemoro Sewu Tulungagung Gegerkan Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-perempuan-di-pantai-cemoro-sewu-tulungagung-gegerkan-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-perempuan-di-pantai-cemoro-sewu-tulungagung-gegerkan-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Usia korban diperkirakan antara 20 hingga 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana boxer warna abu-abu bertuliskan Manchester City 555 dan celana dalam warna abu-abu merek Davero. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a192d02c6a0d.webp" length="77114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 12:57:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jenazah terdampar, pantai cemoro sewu, sine, desa kalibatur kecamatan kalidawir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Sejumlah wisatawan dan warga Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di kawasan Pantai Cemoro Sewu, Jumat (29/5/2026) pagi.</p>
<p>Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami kerusakan sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.</p>
<p>Kapolsek Kalidawir Iptu Bambang Kurniawan, mengatakan jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB di tepi pantai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kelompok sadar wisata setempat dan diteruskan kepada aparat kepolisian serta instansi terkait lainnya.</p>
<p>“Awal kejadian yaitu saudara Suyono pada pukul lima menemukan mayat di pinggir pantai. Selanjutnya melaporkan kepada Pokdarwis dan diteruskan ke Forkopimcam,” ujar Iptu Bambang Kurniawan.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari Polsek Kalidawir, Tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, serta tim forensik RSUD dr. Iskak langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jenazah.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 20 hingga 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana boxer warna abu-abu bertuliskan Manchester City 555 dan celana dalam warna abu-abu merek Davero.</p>
<p>“Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban adalah perempuan kurang lebih umur 20 sampai 30 tahun,” kata Iptu Bambang.</p>
<p>Polisi menyebut kondisi jenazah sudah mengalami kerusakan akibat diduga terlalu lama berada di laut sebelum akhirnya terdampar di kawasan Pantai Cemoro Sewu. Kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor alam, termasuk ombak laut dan paparan lingkungan sekitar.</p>
<p>“Diperkirakan meninggal sudah lebih dari satu minggu,” lanjutnya.</p>
<p>Jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung guna menjalani proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan warga kehilangan anggota keluarga yang berkaitan dengan penemuan tersebut.</p>
<p>“Selanjutnya dibawa ke rumah sakit dokter Iskak untuk dilakukan penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut,” ujar dia.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke Polsek Kalidawir atau RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk membantu proses identifikasi korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung dan Dandim Serahkan 82 Roda Tiga untuk 41 KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-dan-dandim-serahkan-82-roda-tiga-untuk-41-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-dan-dandim-serahkan-82-roda-tiga-untuk-41-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin berharap keberadaan kendaraan operasional dapat memperlancar distribusi usaha koperasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a157b1e10493.webp" length="88924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 20:09:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kdkmp, koperasi desa merah putih, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, dandim 0807 tulungagung, letkol hanny galih satrio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebanyak 41 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulungagung menerima bantuan kendaraan roda tiga untuk menunjang operasional koperasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Selasa (26/5/2026) siang.</p>
<p>Pada penyaluran ini, total terdapat 82 unit kendaraan roda tiga yang dibagikan. Masing-masing KDKMP menerima dua unit kendaraan roda tiga. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan sarana dan prasarana bagi program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai desa di Tulungagung.</p>
<p>Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan, kendaraan operasional tersebut diberikan untuk mendukung kesiapan koperasi sebelum resmi beroperasi penuh.</p>
<p>“Kalau hari ini, kita terima ada 82. Jadi masing-masing operasi nanti dapat dua. Jadi, untuk 41 KDKMP hari ini,” ujar Letkol Hanny Galih.</p>
<p>Meski demikian, ia menyebut pembangunan koperasi di Tulungagung belum sepenuhnya rampung. Hingga saat ini, baru 37 koperasi yang selesai dibangun dari total 140 desa tahap pertama yang direncanakan.</p>
<p>“KDKMP kebetulan masih belum, untuk update terakhir hari ini kita sudah 37,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, koperasi yang sudah selesai dibangun pun belum sepenuhnya beroperasi karena masih menunggu kelengkapan fasilitas penunjang lainnya.</p>
<p>“Kalau untuk beroperasi belum, karena selain fisiknya 100 persen, nanti juga akan ada diisi oleh perlengkapan di sana. Nah ini salah satu perlengkapannya,” imbuhnya.</p>
<p>Hanny menambahkan, peresmian operasional koperasi desa tersebut direncanakan dilakukan secara serentak secara nasional pada Agustus mendatang.</p>
<p>“Kalau nanti akan diresmikan secara bersamaan oleh Presiden di bulan Agustus. Kemungkinan sebelum penyampaian pertanggungjawaban Presiden ke DPR,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pembangunan KDKMP, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa.</p>
<p>“Di Tulungagung ini baru 140 desa yang dibangun, dan sudah selesai 37. Kalau kita ada desa di sini kan 271, tetapi karena ada beberapa kendala salah satunya desa itu tidak punya lahan,” ungkapnya.</p>
<p>Selain kendaraan roda tiga, sebelumnya sejumlah koperasi juga telah menerima bantuan truk operasional. Namun hingga kini kendaraan jenis pikap masih belum diterima oleh pihak daerah.</p>
<p>“Jadi satu KDKMP ini dapat satu truk, satu pikap, dan dua kendaraan roda tiga. Pikap kebetulan kita belum dapat sama sekali,” katanya.</p>
<p>Dalam arahannya kepada para pengelola koperasi dan kepala desa, Hanny meminta kendaraan operasional dirawat dengan baik serta digunakan sesuai peruntukannya. Ia juga mengingatkan pentingnya faktor keamanan saat kendaraan dibawa menuju desa masing-masing.</p>
<p>Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bantuan kendaraan tersebut bukan sekadar pembagian fasilitas, melainkan bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.</p>
<p>“Ini bukan barang yang dibagi-bagikan. Barang ini untuk menunjang kesuksesan berjalannya Koperasi Merah Putih yang ada di desa panjenengan semuanya demi meningkatkan perekonomian di desanya masing-masing,” kata Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia meminta seluruh pengurus koperasi memanfaatkan kendaraan operasional secara maksimal dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>“Gunakanlah kendaraan ini semaksimal mungkin untuk kepentingan kegiatan di Koperasi Desa Merah Putih masing-masing. Jangan sampai disalahgunakan,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, koperasi desa nantinya juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani, peternak, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa masing-masing.</p>
<p>“Koperasi Desa Merah Putih agar bekerja sama dengan MBG yang ada di desanya masing-masing. Itu agar nanti ada kesinambungan antara petani, koperasi, dan MBG yang ada di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya perawatan kendaraan operasional agar bantuan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.</p>
<p>“Panjenengan dikasih barang ini, tidak ada alasan lagi Koperasi Desa Merah Putih kurang sarprasnya, kurang kendaraan. Yang ada kita harus semangat untuk mensukseskan Koperasi Merah Putih,” katanya.</p>
<p>Ahmad Baharudin berharap keberadaan kendaraan operasional dapat memperlancar distribusi usaha koperasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>“Dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak agar program Koperasi Desa Merah Putih ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,05 Ton untuk Masjid Boyolangu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-serahkan-sapi-kurban-presiden-prabowo-berbobot-105-ton-untuk-masjid-boyolangu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-serahkan-sapi-kurban-presiden-prabowo-berbobot-105-ton-untuk-masjid-boyolangu</guid>
<description><![CDATA[ Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15682cc2376.webp" length="81154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 19:10:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, sapi kurban presiden, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seekor sapi jenis limosin dengan bobot fantastis 1 ton 50 kilogram dipilih pemerintah sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Kabupaten Tulungagung. Sapi jumbo tersebut diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden RI itu dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta.</p>
<p>Ahmad Baharudin mengatakan, bantuan sapi kurban dari Presiden diberikan secara rutin setiap tahun dan lokasi penyalurannya dilakukan secara bergantian di sejumlah wilayah di Tulungagung.</p>
<p>“Hari ini saya mewakili Pak Presiden Republik Indonesia untuk menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa daging sapi, yaitu berupa sapi kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia menjelaskan, sapi bantuan Presiden tersebut memiliki bobot 1 ton 50 kilogram dan merupakan sapi jenis limosin. </p>
<p>“Berat sapinya 1 ton 50 kilo. Harganya Rp132 juta. Jenis sapi limosin,” katanya.</p>
<p>Menurut Bahrudin, pemilihan lokasi penyerahan bantuan tidak dipusatkan di wilayah kota, melainkan bergantian agar pemerataan distribusi hewan kurban bisa dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.</p>
<p>“Di kota kan sudah mendapatkan banyak daging kurban dari Pemerintah Kabupaten. Jadi kita bagi bergantian setiap tahun,” imbuhnya.</p>
<p>Sapi jumbo yang diberi nama “Fajar” itu merupakan milik peternak bernama Syaiful Anam. Ia mengaku sapi tersebut menjadi ternak terbaik yang pernah dipeliharanya selama hampir dua tahun terakhir.</p>
<p>“Saya rawat ini hampir dua tahun di rumah, Mas. Dari kecil, terus saya pelihara sampai sekarang ini,” kata Syaiful.</p>
<p>Menurutnya, sapi tersebut mulai dipelihara sejak berusia sekitar satu setengah tahun hingga kini berumur sekitar tiga setengah tahun. Sapi itu akhirnya terpilih setelah melalui proses survei dan seleksi bersama sejumlah sapi lain dari peternak di Tulungagung.</p>
<p>“Di Kabupaten Tulungagung dulu kalau enggak salah ada empat ekor, itu sapinya bagus semua. Alhamdulillah direkomendasikan ke pusat, alhamdulillah yang terpilih punya saya ini,” ujarnya.</p>
<p>Syaiful mengungkapkan awalnya ia menawarkan sapi tersebut dengan harga Rp150 juta. Namun setelah proses negosiasi, sapi limosin miliknya dilepas dengan harga Rp132 juta.</p>
<p>“Kemarin saya buka harga itu di Rp150 juta, alhamdulillah dealnya harga di Rp132 juta,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyebut sapi bernama Fajar itu merupakan sapi terbaik yang dimilikinya saat ini. Nama Fajar dipilih karena sapi tersebut lahir pada pagi hari.</p>
<p>“Ini sapi terbaik saya. Dulu lahirnya itu pagi, saya kasih nama Fajar,” tuturnya.</p>
<p>Usai diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, sapi bantuan Presiden tersebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung. Hasil pemeriksaan menyatakan sapi dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruang Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Ambruk, Puluhan Siswa Belajar di Perpustakaan dan Musala</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-1-babadan-tulungagung-ambruk-puluhan-siswa-belajar-di-perpustakaan-dan-musala</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-1-babadan-tulungagung-ambruk-puluhan-siswa-belajar-di-perpustakaan-dan-musala</guid>
<description><![CDATA[ Meski menggunakan fasilitas darurat, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15630628891.webp" length="53042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 18:11:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekolah ambruk, sdn 1 babadan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP</b> - Dua ruang kelas di SD Negeri 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami kerusakan parah. Satu ruang kelas bahkan roboh total akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh sejak pertama kali dibangun.</p>
<p>Kepala SDN 1 Babadan, Endang Sri Wahyuni mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari salah satu guru yang dihubungi warga sekitar pada Selasa (26/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.</p>
<p>Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena ruang kelas sudah dikosongkan sejak beberapa waktu terakhir setelah pihak sekolah melihat adanya tanda-tanda kerusakan pada bagian penyangga atap.</p>
<p>“Sekitar jam 1 malam saya mendapat WA dari salah satu teman guru. Teman guru itu mendapat WA dari salah satu masyarakat,” ujar Endang.</p>
<p>Menurutnya, satu ruang kelas yakni kelas 6 roboh total, sedangkan satu ruang lainnya yakni kelas 5 mengalami kerusakan cukup parah dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>“Yang roboh satu ruangan, yang satu rusak,” katanya.</p>
<p>Endang menjelaskan kondisi bangunan sekolah memang sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan pihak sekolah telah berulang kali mengajukan perbaikan karena bangunan tersebut belum pernah direnovasi sejak awal dibangun.</p>
<p>“Rusaknya sudah lama, pengajuannya juga sudah lama, karena ini merupakan pembangunan lama yang belum pernah direnovasi,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menyebut renovasi terakhir hanya dilakukan pada bagian emper sekolah pada akhir tahun 2025. Saat itu, kerusakan yang terlihat hanya terjadi di bagian teras bangunan.</p>
<p>“Renovasi pertama adalah tahun 2025 akhir. Itu pun renovasi bagian teras. Karena pada saat itu yang kelihatan rusak itu teras,” jelasnya.</p>
<p>Sementara untuk ruang kelas yang kini roboh, Endang memastikan belum pernah mendapatkan renovasi sama sekali sejak berdiri sekitar tahun 2008.</p>
<p>“Belum sama sekali,” ucapnya.</p>
<p>Akibat kerusakan dua ruang kelas tersebut, siswa kelas 6 dan 5 kini harus menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan dan musala sekolah. Meski menggunakan fasilitas darurat, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal.</p>
<p>“Kalau pembelajarannya tidak berdampak karena kami mempunyai ruangan tersendiri untuk anak-anak. Ada di perpustakaan, ada di mushola, kemudian saya geser ke sana. Jadi untuk KBM tidak bermasalah,” tutur Endang.</p>
<p>Ia menambahkan, siswa yang dipindahkan berasal dari kelas lima dan kelas enam. Ruangan yang rusak sendiri sebenarnya sudah dikosongkan sejak dua bulan terakhir demi alasan keselamatan.</p>
<p>“Anak-anak tetap nyaman. Anak-anak dipindah ruangan saja,” imbuhnya.</p>
<p>Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Dinas Pendidikan segera melakukan perbaikan agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.</p>
<p>Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung, Tri Hariadi mengaku telah menerima laporan terkait ambruknya ruang kelas di SDN 1 Babadan. Pemerintah daerah juga sudah melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah anggota dewan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.</p>
<p>“Kami sudah dapat informasi soal SDN 1 Babadan. Kami langsung bahas dengan TAPD dengan beberapa anggota dewan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Tri, proses pembangunan nantinya tetap harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Pemkab menargetkan pembangunan ruang kelas baru dapat direalisasikan pada tahun 2026 karena dinilai mendesak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.</p>
<p>“Target pembangunan tahun 2026, karena ini sangat dibutuhkan siswa untuk kegiatan belajar mengajar,” terangnya.</p>
<p>Namun demikian, hingga kini pemerintah daerah masih belum menentukan besaran anggaran pembangunan karena masih menunggu proses penghitungan kebutuhan.</p>
<p>“Untuk nominal belum ada, karena harus dibahas dulu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Terbakar, 2 Ton Gula Siap Jual Hangus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pabrik-gula-tradisional-di-tulungagung-terbakar-2-ton-gula-siap-jual-hangus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pabrik-gula-tradisional-di-tulungagung-terbakar-2-ton-gula-siap-jual-hangus</guid>
<description><![CDATA[ Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Nilai kerugian itu berasal dari kerusakan bangunan, alat produksi, hingga stok gula siap jual yang tersimpan di dalam gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a143243e3654.webp" length="51980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 19:02:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran, desa sambijajar kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik gula tebu tradisional di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Senin (25/5/2026) siang.</p>
<p>Kobaran api menghanguskan area penggilingan tebu beserta sejumlah peralatan produksi dan sekitar dua ton gula siap jual. Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.</p>
<p>Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui warga sekitar saat asap tebal muncul dari area belakang pabrik milik Muhajir yang saat itu dalam kondisi tidak beroperasi. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi, terutama sepah tebu kering sisa produksi.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh. Anshori mengatakan, laporan kebakaran diterima polisi sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung untuk melakukan penanganan.</p>
<p>“Siang hari ini sekitar pukul 14.30 ada warga masyarakat yang melaporkan ke Polsek Sumbergempol bahwa telah terjadi kebakaran penggilingan tebu milik Saudara Muhajir di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol,” ujar AKP Moh. Anshori.</p>
<p>Menurut Anshori, berdasarkan keterangan saksi, kepulan asap pertama kali terlihat dari bagian belakang area penggilingan. Warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sebelum akhirnya mengetahui api sudah membakar tumpukan sepah tebu.</p>
<p>“Menurut keterangan dari saksi yang kebetulan ada di belakang tempat penggilingan agak jauh, melihat ada kepulan asap di belakang. Kemudian didatangi sama saksi dan warga masyarakat sekitar untuk melakukan pengecekan, dan ternyata di situ sudah terjadi kebakaran sepah tebu atau sisa tebu yang habis digiling itu,” jelasnya.</p>
<p>Petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam dan dua truk penyuplai air. Namun proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api terus membesar akibat banyaknya bahan mudah terbakar di area pabrik.</p>
<p>Selain membakar tumpukan sepah tebu, api juga merusak sejumlah fasilitas produksi. Beberapa bagian alat penggilingan dan panel listrik dilaporkan ikut terbakar. Polisi juga mencatat adanya stok gula hasil produksi yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.</p>
<p>“Yang terbakar adalah panel listrik, kemudian sebagian alat untuk menggiling, yang sebagian besar adalah sepah tebu. Termasuk di dalamnya masih ada gula hasil produksi sekitar dua ton,” kata Anshori.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Nilai kerugian itu berasal dari kerusakan bangunan, alat produksi, hingga stok gula siap jual yang tersimpan di dalam gudang.</p>
<p>“Total kerugian dari alat dan termasuk gula sekitar dua ton kurang lebih Rp200 juta,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut setelah proses pemadaman selesai dilakukan.</p>
<p>“Kemungkinan dari korsleting listrik, tapi kita akan melihat setelah memang benar-benar api nanti padam, baru kita lakukan pengecekan ulang,” ungkap Anshori.</p>
<p>Saat kebakaran terjadi, kondisi pabrik diketahui sedang kosong dan tidak ada aktivitas produksi. Aktivitas terakhir di lokasi disebut berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB.</p>
<p>“Tidak ada. Jadi aktivitas terakhir kemarin sampai malam sekitar pukul 22.00 itu sudah terakhir, enggak ada kegiatan. Jadi hari ini tidak ada kegiatan sama sekali,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga Senin petang, atau sekitar empat jam setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tulungagung Bongkar Praktik Dugaan Perdagangan Pupuk Ilegal, Kandungan Tak Sesuai Standar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tulungagung-bongkar-praktik-dugaan-perdagangan-pupuk-ilegal-kandungan-tak-sesuai-standar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tulungagung-bongkar-praktik-dugaan-perdagangan-pupuk-ilegal-kandungan-tak-sesuai-standar</guid>
<description><![CDATA[ Kasatreskrim Polres Tulungagung IPTU Andi Wiranata Tamba menjelaskan, kasus tersebut ditangani berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 122 juncto Pasal 73 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f00b0e509b.webp" length="32558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 20:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satreskrim polres tulungagung, pupuk tak terdaftar, tidak berlabel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satreskrim Polres Tulungagung mengungkap dugaan peredaran pupuk tidak terdaftar dan tidak berlabel yang diduga telah beredar di kalangan petani di wilayah Tulungagung. Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial P (51), warga Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, sebagai tersangka.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba menjelaskan, kasus tersebut ditangani berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 122 juncto Pasal 73 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Polisi memastikan perkara tersebut bukan masuk ranah perlindungan konsumen sebagaimana sempat ramai di media sosial sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Pengungkapan kasus bermula dari informasi seorang petani berinisial N yang mengaku pernah membeli pupuk non subsidi dengan harga murah dari tersangka.</p>
<p></p>
<p>“Pupuk tidak terdaftar, makanya kita lab-kan. Kita periksa ahli. Nah, berita yang viral itu salah alamat. Dalam arti, bukan perlindungan konsumen tetapi Pasal 122 juncto Pasal 73 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan,” ujar Iptu Andi, Kamis (21/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, Satreskrim Polres Tulungagung kemudian melakukan penyelidikan dengan metode undercover buy. Melalui perantara saksi N, petugas memesan sebanyak 40 sak pupuk kepada tersangka P.</p>
<p>Pemesanan dilakukan dengan pembayaran transfer melalui Brilink senilai Rp5,2 juta pada 28 Maret 2026 dan dilunasi dua hari kemudian.</p>
<p></p>
<p>Saat pupuk dikirim sesuai lokasi kesepakatan di Jalan Jayeng Kusuma, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, pada 30 Maret 2026, petugas langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap barang tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui pupuk itu diperoleh tersangka dari sebuah perusahaan di Gresik milik seseorang berinisial AR dengan jumlah sekitar tujuh ton. Polisi pun bergerak menelusuri asal barang hingga ke lokasi produksi di Gresik.</p>
<p></p>
<p>“Jadi ini dia beli tujuh ton di Gresik. Kami sudah datangi ke sana, memang benar barangnya dari sana. Sekarang kami koordinasi dengan Kejaksaan di Gresik apakah bisa ditetapkan tersangka atau tidak, kami ikut petunjuk jaksa,” terang Iptu Andi.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut, berdasarkan hasil penyidikan, legalitas perusahaan produsen memang ada. Namun, ditemukan dugaan penyalahgunaan merek pada produk pupuk yang diedarkan.</p>
<p></p>
<p>“Dari hasil penyidikan ditemukan fakta bahwa legalitas perusahaan memang ada, namun produk yang seharusnya bermerek ‘Green Mathoh’ justru dijual menggunakan merek NPK Phoska,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga menggandeng ahli pertanian dari Provinsi Jawa Timur dan melakukan pengujian laboratorium guna memastikan kandungan pupuk yang dijual. Hasil laboratorium menunjukkan kandungan pupuk tersebut berada di bawah standar dan tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).</p>
<p></p>
<p>“Hasil lab menyatakan tidak sesuai dengan yang harus diedarkan. Tidak sesuai dengan SNI-nya,” kata IPTU Andi.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, tersangka diduga mengetahui bahwa pupuk yang dibelinya tidak memenuhi ketentuan. Apalagi harga pupuk tersebut jauh lebih murah dibanding harga pupuk resmi di pasaran.</p>
<p></p>
<p>“Enggak mungkin beli tujuh ton itu enggak tahu legal atau ilegal. Logika hukumnya sudah tahu. Dia beli sekitar Rp70 ribu per sak isi 50 kilogram, lalu dijual lagi sekitar Rp130 ribuan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari tujuh ton pupuk yang dibeli tersangka, sebagian diketahui telah dijual kepada sejumlah petani, sementara sisanya masih tersimpan di gudang dan telah diamankan polisi sebagai barang bukti.</p>
<p></p>
<p>“Belum semua diedarkan. Ada sisa di gudang yang kami amankan. Ada yang dipakai, ada juga yang dijual-belikan ke beberapa orang, termasuk kami memastikannya lewat undercover buy itu,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pupuk, dokumen legalitas perusahaan, bukti transfer pembayaran, hingga dokumen pendukung lainnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil gelar perkara serta alat bukti berupa keterangan saksi, ahli, barang bukti dan dokumen surat, penyidik resmi menetapkan P sebagai tersangka. Saat ini, berkas perkara tengah diproses untuk tahap pertama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banyak Warga Ingin Adopsi Bayi Temuan di Pucanglaban Tulungagung, Dinsos Minta Ikuti Prosedur Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banyak-warga-ingin-adopsi-bayi-temuan-di-pucanglaban-tulungagung-dinsos-minta-ikuti-prosedur-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banyak-warga-ingin-adopsi-bayi-temuan-di-pucanglaban-tulungagung-dinsos-minta-ikuti-prosedur-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Sosial Tulungagung menegaskan bahwa bayi temuan tersebut harus ditangani sesuai prosedur resmi yang berlaku. Kasusu tersebut saat ini telah dikoordinasikan dengan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec97a3a5f3.webp" length="63228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 17:10:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bayi, desa demuk kecamatan pucanglaban, adopsi bayi, puskesmas pucanglaban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Penemuan bayi laki-laki di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, tidak hanya menyita perhatian warga sekitar, tetapi juga memunculkan keinginan sejumlah keluarga untuk mengadopsi bayi tersebut. Hingga Kamis (21/5/2026) siang, warga terus berdatangan ke Puskesmas Pucanglaban, tempat bayi itu dirawat sementara.</p>
<p>Sebagian warga mengaku iba melihat kondisi bayi yang ditemukan terlantar di dalam kardus di sebuah warung tepi jalan di area persawahan. Mereka berharap dapat merawat dan mengasuh bayi tersebut apabila proses hukum dan administrasi telah selesai dilakukan pemerintah.</p>
<p>Salah seorang warga bernama Riska (33) mengaku datang ke puskesmas karena keluarganya berniat mengadopsi bayi laki-laki tersebut. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, proses adopsi ternyata tidak bisa dilakukan secara langsung.</p>
<p>“Iya, inginnya mau ngambil bayi buat diadopsi. Tapi ternyata masih nunggu prosedurnya dan prosesnya masih lama,” ujar Riska saat ditemui di Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p>Menurutnya, petugas Dinas Sosial telah memberikan penjelasan mengenai tahapan dan syarat adopsi anak yang harus dipenuhi calon orang tua asuh.</p>
<p>“Tadi dijelaskan tidak segampang langsung mengambil, harus daftar ke Dinas Sosial dulu. Prosesnya juga banyak syarat-syaratnya,” imbuhnya.</p>
<p>Riska mengatakan, keinginan mengadopsi bayi tersebut berasal dari anggota keluarganya yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak.</p>
<p>“Yang mau adopsi itu ponakan saya. Sudah menikah 13 tahun belum punya momongan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Petugas Dinas Sosial Tulungagung, Akri Nuruda, menegaskan bahwa bayi temuan tersebut harus ditangani sesuai prosedur resmi yang berlaku. Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>“Karena ini anak temuan, otomatis kita harus mengikuti aturan yang ada. Setelah berkas-berkas lengkap nanti langkahnya kita serahkan ke UPT PSAB Sidoarjo menjadi anak negara,” jelas Akri Nuruda.</p>
<p>Menurutnya, proses penanganan masih menunggu kelengkapan administrasi dan memastikan kondisi kesehatan bayi tetap stabil sebelum diproses lebih lanjut.</p>
<p>“Kita menunggu proses kelengkapan berkas dan yang penting bayinya sehat dulu,” ujarnya.</p>
<p>Akri juga membenarkan banyak warga datang untuk menanyakan prosedur adopsi bayi tersebut. Namun ia menekankan seluruh proses pengajuan harus melalui Dinas Sosial dan tidak bisa dilakukan secara langsung.</p>
<p>“Kalau memang ada yang mau mengadopsi langsung datang ke Dinas Sosial saja, nanti kita terangkan mekanismenya,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, calon orang tua angkat nantinya akan melalui tahapan verifikasi dan uji kelayakan sebelum diperbolehkan mengadopsi anak.</p>
<p>“Nanti ada beberapa poin yang diuji kelayakannya. Minimal usia 30 tahun sampai maksimal 55 tahun, usia pernikahan minimal lima tahun, dan maksimal memiliki satu anak,” terang Akri.</p>
<p>Saat ini bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan di ruang khusus Puskesmas Pucanglaban dan dalam kondisi sehat. Pemerintah bersama aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua maupun pelaku yang membuang bayi tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bayi Laki&amp;laki Ditemukan Dalam Kardus di Pucanglaban Tulungagung, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bayi-laki-laki-ditemukan-dalam-kardus-di-pucanglaban-tulungagung-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bayi-laki-laki-ditemukan-dalam-kardus-di-pucanglaban-tulungagung-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bayi diketahui sehat dan stabil. Polisi memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec442d74a2.webp" length="44096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:20:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penemuan bayi, desa demuk kecamatan pucanglaban, polsek pucanglaban, puskesmas pucanglaban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Warga Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di dalam kardus di area warung dekat persawahan, Rabu (20/5/2026) malam. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p></p>
<p>Kasus penemuan bayi ini kini ditangani Tim Inafis bersama Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung dan Polsek Pucanglaban. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara pada Kamis (21/5/2026) siang untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Pucanglaban AKP Tarmadi menjelaskan, bayi pertama kali ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB oleh seorang warga bernama Juli, warga Dusun Kasrepan, Desa Demuk, yang sehari-hari mencari barang bekas di sekitar lokasi.</p>
<p></p>
<p>“Di sebuah warung yang berada di sebelah sawah di Dusun Demuk ditemukan sebuah kardus yang di dalamnya ada bayi laki-laki. Pertama ditemukan oleh saudara Juli yang kemudian memberitahukan kepada rekannya,” ujar AKP Tarmadi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Juli yang merupakan penyandang tuna wicara dan tuna rungu kemudian memberi tahu rekannya, Hendri. Setelah dicek bersama, keduanya memastikan ada seorang bayi di dalam kardus tersebut. Saat bayi menangis, warga kemudian menghubungi Ketua RT setempat, sebelum akhirnya bayi dibawa ke Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p></p>
<p>“Pak Ketua RT kemudian membawa bayi ke puskesmas untuk perawatan selanjutnya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pucanglaban,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bayi diketahui sehat dan stabil. Polisi memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga.</p>
<p></p>
<p>“Bayi diperkirakan dilahirkan satu atau dua jam sebelum ditemukan. Hal itu karena ari-arinya masih basah dan dipotong tidak beraturan, bahkan masih ada darah yang mengering,” terang AKP Tarmadi.</p>
<p></p>
<p>Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua maupun pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Penelusuran dilakukan dengan menyebarkan informasi ke sejumlah desa sekitar hingga wilayah perbatasan Tulungagung dan Blitar.</p>
<p></p>
<p>“Kita sudah menyebarkan informasi ke perangkat Desa Demuk, Sumberdadap, hingga wilayah Kalidawir yang berbatasan dengan Blitar untuk membantu penyelidikan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Dokter Puskesmas Pucanglaban, dr. Ririn, memastikan kondisi bayi laki-laki tersebut dalam keadaan normal dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius.</p>
<p></p>
<p>“Bayi dalam kondisi normal, sehat dan juga aktif. Tidak kurang satu apapun. Berat badannya 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter,” kata dr. Ririn.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, dari kondisi tali pusar yang ditemukan, proses persalinan diduga tidak dilakukan dengan bantuan tenaga medis. Petugas medis kemudian melakukan penanganan ulang terhadap tali pusar bayi untuk mencegah infeksi.</p>
<p></p>
<p>“Potongan ari-arinya terlihat tidak beraturan sehingga kami lakukan pemotongan ulang. Kemungkinan alat yang digunakan tidak steril sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan infeksi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, bayi tidak memerlukan perawatan intensif menggunakan inkubator karena kondisinya sehat dan lahir cukup bulan. Saat ini bayi dirawat di ruang khusus Puskesmas Pucanglaban sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.</p>
<p></p>
<p>Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kardus dan tiga lembar kain selimut bayi yang ditemukan bersama korban di lokasi kejadian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Detik&amp;detik Evakuasi Korban Kecelakaan di Tulungagung yang Terjepit 60 Menit di Lambung Pikap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/detik-detik-evakuasi-korban-kecelakaan-di-tulungagung-yang-terjepit-60-menit-di-lambung-pikap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/detik-detik-evakuasi-korban-kecelakaan-di-tulungagung-yang-terjepit-60-menit-di-lambung-pikap</guid>
<description><![CDATA[ Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam dari waktu kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dee31b967d.webp" length="41190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 08:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk trailer vs pikap, desa boro kecamatan kedungwaru, satlantas polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk trailer pengangkut peti kemas dan mobil pikap terjadi di ruas jalan masuk wilayah Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (20/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, salah satunya mengalami patah kaki akibat sempat terjepit di dalam kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu melibatkan truk trailer bernomor polisi H 8493 OH yang dikemudikan Adi Tia Wahyu Priatama (30), warga Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dengan mobil pikap bernomor polisi AG 8016 LL yang dikemudikan Mohammad Atmim Nur Afani (25), warga Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.</p>
<p></p>
<p>Selain pengemudi, di dalam mobil pikap juga terdapat seorang penumpang bernama Iqbal Syaibatul Azmi (25), warga Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Akibat benturan keras tersebut, Iqbal mengalami patah kaki kanan, sementara pengemudi Gran Max mengalami nyeri dada dan luka di bagian wajah.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat truk trailer melaju dari arah barat ke timur. Sementara mobil pikap melaju dari arah berlawanan, yakni timur ke barat.</p>
<p></p>
<p>“Untuk info awal kecelakaan, jadi untuk truk peti kemas berjalan dari barat ke timur. Kemudian pikap Gran Max berjalan dari arah berlawanan, dari timur ke barat,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pengemudi truk peti kemas diduga berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Namun saat melakukan manuver, kendaraan besar tersebut diduga terlalu mengambil jalur lawan arah karena kondisi jalan yang tidak terlalu lebar.</p>
<p></p>
<p>“Nah, sesampainya di TKP, dari keterangan sopir peti kemas, dia berusaha mendahului kendaraan. Nah, kemudian akibat dari manuver tersebut, kemungkinan besar sopir Gran Max ini merasa kebingungan karena posisi kendaraan peti kemas berada di tengah, jadi agak memakan jalur berlawanan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Kedua kendaraan disebut sempat membelok ke kanan sebelum akhirnya bertabrakan di tengah jalan. Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.</p>
<p></p>
<p>“Akibat dari manuver yang dilakukan pengemudi peti kemas, kemungkinan pengemudi Gran Max ini merasa kebingungan. Jadi akhirnya dia dari keterangan saksi tiba-tiba juga berbelok ke kanan. Jadi mereka saling berbelok ke kanan akhirnya berbenturan di tengah,” lanjut dia.</p>
<p></p>
<p>Petugas Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan arus lalu lintas dan proses evakuasi korban. Karena salah satu korban sempat terjepit di dalam kabin mobil pikap, polisi turut meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.</p>
<p></p>
<p>“Iya, karena posisi penumpang yang terjepit akibat kecelakaan itu akhirnya kita berupaya untuk mengeluarkan sendiri juga tidak mampu, tidak ada alatnya, akhirnya kita bekerja sama dengan Damkar untuk berusaha mengevakuasi penumpang,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam usai waktu kejadian.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah sekitar pukul 21.00 kendaraan juga sudah ditepikan dan penumpang sudah dievakuasi ke rumah sakit,” kata Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pengemudi truk peti kemas dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa lebih lanjut keterangan para korban dan saksi.</p>
<p></p>
<p>“Untuk lebih jelasnya bagaimana kronologis awal hingga terjadi benturan, kita akan cross-check ke sopir dan penumpang pikap setelah bisa dimintai keterangan,” tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Ajak Mabuk Penjaga, Pria di Tulungagung Gasak Barang Kantor Disbudpar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-ajak-mabuk-penjaga-pria-di-tulungagung-gasak-barang-kantor-disbudpar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-ajak-mabuk-penjaga-pria-di-tulungagung-gasak-barang-kantor-disbudpar</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang ternyata belum sempat dijual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c735ddb8a7.webp" length="62134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 22:31:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, resmob macan agung, pencurian, disbudpar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ada-ada saja cara pelaku kejahatan menjalankan aksinya. Seorang pria di Tulungagung nekat membobol Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung setelah lebih dulu mengajak pesta minuman keras petugas jaga.</p>
<p>Akibat ulahnya, sejumlah perangkat elektronik milik kantor raib dibawa kabur. Namun aksi pelaku akhirnya diendus Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung dan berhasil ditangkap.</p>
<p>Kasus pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di Kantor Disbudpar Tulungagung yang berada di Jalan Laksda Adisucipto Gang 1, Kelurahan Kenayan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Tersangka pelaku berinisial MUA (29), warga Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Tulungagung Ipru Andi Wiranata Tamba mengungkapkan, pelaku ternyata bukan orang asing di sekitar lokasi. Sehari-hari, MUA bekerja di lapak jahit kaki lima tepat di depan kantor tersebut, sehingga cukup mengenal situasi dan petugas jaga.</p>
<p>“Pelaku memiliki modus dengan menghafali pola kerja karyawan lembur dan mengetahui lokasi penyimpanan kunci kantor karena sering bergaul dengan petugas jaga di lokasi,” ujar Iptu Andi Wiranata Tamba, Selasa (19/5/2026).</p>
<p>Menurut polisi, kedekatan itulah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Sebelum beraksi, MUA sengaja mengajak petugas jaga minum minuman keras bersama agar situasi menjadi lengah.</p>
<p>Bisa dibilang, pelaku datang bukan cuma bawa niat, tapi juga strategi. Saat penjaga mulai teler dan fokus menjaga keseimbangan badan ketimbang menjaga kantor, pelaku diam-diam mengambil kunci akses masuk yang berada di pos jaga.</p>
<p>Setelah situasi dirasa aman, pelaku masuk ke dalam kantor dan menggasak sejumlah barang elektronik. Hebatnya lagi, usai beraksi pelaku sempat mengembalikan kunci ke tempat semula seolah tidak terjadi apa-apa.</p>
<p>“Setelah berhasil menjalankan aksinya, pelaku mengembalikan kunci ke tempat semula dan meninggalkan lokasi membawa barang hasil curian,” lanjut Iptu Andi.</p>
<p>Kasus ini kemudian terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan kehilangan pada Rabu (6/5/2026). Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.</p>
<p>Hasilnya, keberadaan pelaku berhasil terlacak beberapa hari kemudian. Pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 21.15 WIB, polisi menangkap MUA saat sedang berada di sebuah warung kopi di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.</p>
<p>“Berawal dari laporan yang diterima petugas pada Rabu (6/5/2026), Unit Resmob Macan Agung langsung melakukan olah TKP dan serangkaian penyelidikan,” sambung Kasat Reskrim.</p>
<p>Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang ternyata belum sempat dijual. Barang-barang tersebut dititipkan pelaku di rumah temannya di wilayah Kediri.</p>
<p>Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit PC merek Axioo MyPC One Pro J5, satu unit printer Epson L3211 A4, satu unit scanner Epson warna putih, dosbook PC dan printer, serta satu unit sepeda motor Suzuki Bravo bernopol AG 4659 R.</p>
<p>Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menjerat MUA dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.</p>
<p>“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda maksimal Rp500 juta,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Remaja Terlibat Tabrakan Motor di Bandung Tulungagung, Satu Korban Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-terlibat-tabrakan-motor-di-bandung-tulungagung-satu-korban-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-terlibat-tabrakan-motor-di-bandung-tulungagung-satu-korban-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan diduga dipicu karena salah satu kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengendara kehilangan kendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c6fb129bb3.webp" length="55524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 21:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, tabrakan, desa ngunggahan kecamatan bandung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua remaja terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/5/2026) sore. Dua sepeda motor bertabrakan di Jalan Raya Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, sekitar pukul 17.10 WIB. Akibat insiden tersebut, satu pengendara mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Satlantas Polres Tulungagung, kecelakaan melibatkan sepeda motor tanpa pelat nomor yang dikendarai remaja berinisial RAP (16), warga Kecamatan Bandung, dan sepeda motor tanpa pelat nomor yang dikendarai MR (16), warga Kecamatan Pakel.</p>
<p>Akibat tabrakan tersebut, RAP mengalami luka robek pada bagian belakang kepala dan sempat tidak sadarkan diri saat dievakuasi petugas. Sementara MR mengalami luka lecet pada bagian kening dan tangan kanan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu karena salah satu kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengendara kehilangan kendali.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kendaraan Yamaha Fiz melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan sehingga oleng ke kanan dan bertabrakan dengan Honda Tiger yang datang dari arah berlawanan,” ujar Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Setelah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas, saat ini Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.</p>
<p>“Dua kendaraan sudah kami amankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian,” tambahnya.</p>
<p>Pihak Satlantas Polres Tulungagung mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan kendaraan bermotor.</p>
<p>“Kejadian ini menjadi perhatian dan evaluasi bersama. Anak-anak yang belum cukup usia dan belum memiliki SIM seharusnya tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan kendaraan serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.</p>
<p>“Peran orang tua sangat penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak-anak agar tertib berlalu lintas dan memahami risiko berkendara di jalan raya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Hilang Terseret Arus Sungai Brantas Saat Mencari Ikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-hilang-terseret-arus-sungai-brantas-saat-mencari-ikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-hilang-terseret-arus-sungai-brantas-saat-mencari-ikan</guid>
<description><![CDATA[ Korban mencari ikan dengan memanfaatkan sisa fenomena “pladu” atau penggelontoran air bendungan yang sebelumnya membuat banyak ikan muncul di aliran sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c2554c81f9.webp" length="50900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, hanyut di sungai brantas, pladu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Seorang warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Brantas saat mencari ikan, Selasa (19/5/2026) pagi. Hingga Selasa sore, korban bernama Mustofa (45) masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di aliran Sungai Brantas wilayah Tulungagung. Sebelumnya, korban diketahui berangkat dari rumahnya di Desa Bendosari sekitar pukul 05.30 WIB dengan membawa karung ikan untuk mencari ikan di sungai.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi bernama Sarjono, korban diduga terpeleset di bantaran sungai yang licin sebelum akhirnya jatuh ke aliran Sungai Brantas dan hanyut terbawa arus deras. Warga di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena kejadian berlangsung sangat cepat.</p>
<p>“Untuk kronologi kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB Pak Mustofa melakukan pencarian ikan. Namun nahas, beliau terpeleset dan jatuh ke sungai. Usia korban sekitar 45 tahun,” ujar Komandan Tim Basarnas, Nuryono.</p>
<p>Diduga, korban mencari ikan dengan memanfaatkan sisa fenomena “pladu” atau penggelontoran air bendungan yang sebelumnya membuat banyak ikan muncul di aliran sungai. Namun kondisi bekas genangan air menyebabkan area bantaran menjadi licin dan berbahaya.</p>
<p>Usai menerima laporan, tim SAR gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD, serta Damkar Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.</p>
<p>Dalam proses pencarian, petugas mengerahkan dua unit LCR (Landing Craft Rubber) atau perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas.</p>
<p>“Proses pencarian kami lakukan menggunakan dua LCR dengan metode penyisiran dari lokasi kejadian sampai Jembatan Ngujang I,” jelas Nuryono.</p>
<p>Tim SAR melakukan pencarian dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik korban dilaporkan hanyut. Selain penyisiran melalui jalur sungai, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat oleh warga bersama keluarga korban.</p>
<p>Meski debit air Sungai Brantas mulai normal, petugas tetap mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di area yang licin pasca penggelontoran air bendungan.</p>
<p>“Untuk kendala sementara tidak ada, karena debit air sudah mulai kembali seperti sediakala. Namun berdasarkan informasi saksi, kondisi bekas terkena air itu membuat lokasi menjadi licin sehingga korban terpeleset,” tambahnya.</p>
<p>Hingga Selasa sore, proses pencarian masih terus dilakukan dan tim SAR gabungan tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mantan Wakil Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana SKTM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mantan-wakil-direktur-rsud-dr-iskak-tulungagung-divonis-5-tahun-penjara-dalam-kasus-korupsi-dana-sktm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mantan-wakil-direktur-rsud-dr-iskak-tulungagung-divonis-5-tahun-penjara-dalam-kasus-korupsi-dana-sktm</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya hukuman badan, terdakwa Yudi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp3,9 miliar. Jika tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b087de15f1.webp" length="46874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 22:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, korupsi sktm rsud dr iskak, pengadilan tipikor, kejari tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pasien pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Senin (18/5/2026). Sidang pembacaan putusan tersebut dihadiri tim dari Kejaksaan Negeri Tulungagung.</p>
<p>Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Roni mengatakan, majelis hakim telah memutus perkara terhadap dua terdakwa dengan amar putusan berbeda sesuai peran masing-masing dalam perkara korupsi tersebut. Majelis hakim menilai kedua terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar dakwaan subsidair pasal 604 KUHP.</p>
<p>“Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana penjara serta denda sesuai fakta persidangan,” ujar Roni, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Terdakwa Yudi Rahmawan, mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Iskak Tulungagung, divonis lima tahun penjara. Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.</p>
<p>Tak hanya hukuman badan, Yudi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp3,9 miliar. Jika tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun.</p>
<p>“Untuk terdakwa Yudi Rahmawan, hakim juga membebankan pembayaran uang pengganti karena dianggap turut menikmati aliran dana yang merugikan negara,” kata Roni.</p>
<p>Sementara itu, terdakwa Reni Budi Kristanti dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Dalam putusan tersebut, majelis hakim tidak membebankan uang pengganti kepada Reni.</p>
<p>Roni menjelaskan, barang bukti dalam perkara atas nama Yudi akan dipergunakan untuk perkara terdakwa Reni. Sedangkan barang bukti pada perkara Reni dikembalikan kepada pihak dari mana benda tersebut disita.</p>
<p>“Baik jaksa penuntut umum maupun kedua terdakwa saat ini masih menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” imbuhnya.</p>
<p>Kasus dugaan korupsi tersebut sebelumnya mulai diselidiki Kejaksaan Negeri Tulungagung sejak Agustus 2025. Penyelidikan dilakukan setelah muncul dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pasien pengguna SKTM di RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p>Dalam proses penyelidikan, penyidik kejaksaan memeriksa sejumlah saksi dan dokumen keuangan rumah sakit. Hasilnya, Kejari Tulungagung kemudian menetapkan dua tersangka pada 10 September 2025, yakni Yudi Rahmawan dan seorang staf Reni Budi Kristanti.</p>
<p>Berdasar hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara mencapai Rp4,3 miliar. Nilai kerugian tersebut berasal dari pengelolaan dana pasien SKTM selama kurun waktu 2022 hingga 2024.</p>
<p>Praktik penyimpangan itu dilakukan dengan cara tidak menyetorkan seluruh dana penerimaan pasien SKTM ke kas resmi rumah sakit. Sebagian dana justru diduga dialihkan dan digunakan tidak sesuai peruntukannya.</p>
<p>Hingga kini, putusan majelis hakim tersebut belum berkekuatan hukum tetap lantaran jaksa penuntut umum maupun kedua terdakwa masih mempertimbangkan upaya hukum lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Plt Bupati Tulungagung  Minta Jemaah Jaga Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lepas-keberangkatan-jemaah-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lepas-keberangkatan-jemaah-haji</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 380 jemaah haji Kabupaten Tulungagung yang masuk dalam Kloter 102 diberangkatkan Minggu (17/5/2026) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09a3a7a97ef.webp" length="77760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 20:22:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, haji, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP- Sebanyak 1.175 calon jemaah haji asal Tulungagung diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.</p>
<p>Pada pemberangkatan tahap awal, Minggu (17/5/2026) sore, sebanyak 380 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 102 diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya. Selanjutnya, pemberangkatan calon jemaah lainnya dilakukan pada malam hari untuk kloter berikutnya.</p>
<p>Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke daerah asal dengan predikat haji mabrur.</p>
<p>“Pada hari ini kita berangkatkan jemaah haji Kabupaten Tulungagung Kloter 102 sebanyak 380 jemaah. Nanti masih ada pemberangkatan lagi sekitar pukul 12 malam,” ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia juga meminta para jemaah turut mendoakan Kabupaten Tulungagung agar tetap aman dan kondusif selama musim haji berlangsung.</p>
<p>“Kami mohon kepada seluruh jemaah haji untuk mendoakan dirinya sendiri dan juga mendoakan Kabupaten Tulungagung agar kondusif, aman, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Ahmad Baharudin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor utama karena rangkaian ibadah di Tanah Suci membutuhkan stamina yang kuat.</p>
<p>“Jaga kesehatan dan ikuti arahan ketua kloter maupun ketua rombongan. Jangan sampai lepas dari kelompok dan selalu komunikasi dengan teman-temannya serta tim kesehatan. Haji ini membutuhkan fisik yang kuat,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau para jemaah untuk tetap menjaga pola makan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan di luar rukun dan wajib haji.</p>
<p>“Makan harus tetap dijaga walaupun mungkin makanan tidak cocok. Tetap makan dan banyak minum. Jangan memaksakan kegiatan yang menguras fisik dan bukan termasuk wajib maupun rukun haji,” tambahnya.</p>
<p>Untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah, termasuk fasilitas antar jemput dan souvenir batik.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Suryani, menjelaskan total calon jemaah haji asal Tulungagung sebenarnya mencapai 1.178 orang. Namun, tiga orang batal berangkat.</p>
<p>“Total awalnya 1.178 jemaah, tetapi ada tiga yang gagal berangkat. Satu meninggal dunia, kemudian dua lainnya batal karena suaminya sedang opname sehingga istrinya juga tidak bisa berangkat,” jelas Suryani.</p>
<p>Menurutnya, jemaah haji Tulungagung terbagi dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 102, 103, 104, 105, serta Kloter 112 yang berisi enam orang jemaah.</p>
<p>“Kloter 102 masuk asrama haji nanti malam pukul 20.00 dan akan terbang Senin malam pukul 21.00. Sedangkan Kloter 103 masuk asrama Senin pagi pukul 06.00 dan terbang pada hari Selasa pukul 06.25,” terangnya.</p>
<p>Suryani juga mengungkapkan terdapat 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian kursi roda telah dikirim lebih dulu bersama koper, sedangkan kursi roda yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah.</p>
<p>“Ada 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian sudah kami kirim bersama koper, sedangkan yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah di bus,” katanya.</p>
<p>Meski seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, pihaknya tetap meminta para jemaah menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan, mengingat aktivitas menerima tamu sering membuat waktu istirahat berkurang.</p>
<p>“Rata-rata jemaah menerima banyak tamu sehingga kurang tidur dan kurang istirahat. Kami berharap tidak ada lagi jemaah yang sakit menjelang keberangkatan,” ujarnya.</p>
<p>Ia pun berpesan agar para jemaah memprioritaskan kesehatan selama berada di Tanah Suci karena jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup padat.</p>
<p>“Setelah tiba di sana hanya sekitar empat sampai lima hari sudah mulai pelaksanaan haji. Jadi kesehatan harus benar-benar dijaga. Ibadah sunnah bisa dilakukan setelah seluruh rangkaian haji selesai,” pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Siswa SMK dan Alumni PMI Jatim Magang Kerja ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-lepas-ribuan-siswa-smk-dan-alumni-pmi-jatim-magang-kerja-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-lepas-ribuan-siswa-smk-dan-alumni-pmi-jatim-magang-kerja-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban. SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a7bfcda31.webp" length="37284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 19:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, khofifah indar parawansa, pelepasan program magang kerja ke luar negeri murid SMK, SMK Sore Tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas peserta program magang kerja luar negeri bagi siswa SMK negeri dan swasta serta alumni pekerja migran Indonesia (PMI) wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas peluang kerja global bagi lulusan pendidikan vokasi. Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, hingga Singapura dengan sektor kerja yang beragam, mulai manufaktur, pertanian, konstruksi, kesehatan, hingga teknologi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah vokasi yang dinilai berhasil menyiapkan lulusan berdaya saing internasional.</p>
<p>“SMK swasta yang memberikan inisiasi, motivasi, dan inspirasi untuk menggerakkan siswa-siswinya Go Global. Luar biasa. Para kepala SMK negeri dan swasta di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan yang juga menyiapkan siswa-siswinya Go Global, terima kasih,” ujar Khofifah.</p>
<p>Ia menegaskan, program magang luar negeri bukan sekadar penempatan kerja, melainkan proses peningkatan kompetensi atau up skilling bagi generasi muda Jawa Timur.</p>
<p>“Kalau sudah selesai bekerja di sana lima tahun, ini menurut saya bukan magang kerja semata. Ini adalah modal up-skilling. Skillnya ditingkatkan tentu dengan peralatan-peralatan modern dan jejaring market yang luar biasa. Bawalah ilmunya pulang, selain tentu membawa rezeki yang luar biasa,” katanya.</p>
<p>Khofifah juga menyebut para peserta sebagai bagian dari pahlawan devisa yang akan berkontribusi terhadap perekonomian negara melalui penghasilan yang diperoleh dari luar negeri.</p>
<p>“Anak-anak kita akan berangkat bekerja. Mereka akan mendulang devisa. Jadi kalau ada pahlawan devisa, bagian di antara pahlawan devisa adalah anak-anak yang luar biasa bersama kita di ruangan ini,” ucapnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Khofifah turut memberikan pesan agar para peserta tetap menjaga identitas kebangsaan selama bekerja di luar negeri.</p>
<p>“Di negara manapun bumi dipijak, tetaplah kibarkan merah putih. Tetaplah di hati merah putih dan tetaplah di top of mind kita merah putih,” pesannya.</p>
<p>Usai acara pelepasan, Khofifah menjelaskan bahwa salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah persoalan employability atau tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja.</p>
<p>Menurutnya, SMK di Jawa Timur memiliki peran signifikan dalam membangun konektivitas kerja internasional bagi para siswa.</p>
<p>“SMK negeri dan swasta ini perannya signifikan untuk menginisiasi dan membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara,” katanya.</p>
<p>Ia menyebut kemampuan bahasa asing menjadi syarat utama yang harus dimiliki peserta sebelum diberangkatkan.</p>
<p>“Yang akan ke Turki bahasa Inggrisnya harus fasih. Yang akan ke Korea Selatan bahasa Korea. Yang akan ke Jepang bahasa Jepang. Yang ke Saudi dan Uni Emirat Arab tentu harus fasih bahasa Arab,” jelasnya.</p>
<p>Khofifah juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu, salah satunya pengelasan bawah laut di Jerman.</p>
<p>“Saya tanya, welding atau pengelasan bawah laut itu memang permintaannya tinggi sekali,” ujarnya.</p>
<p>Selain sektor teknik, peserta juga akan bekerja di bidang pertanian, manufaktur, dan perhotelan. Menurut Khofifah, hal tersebut menunjukkan semakin luasnya diversifikasi profesi lulusan SMK Jawa Timur di pasar kerja global.</p>
<p>Sementara itu, Aries Agung Paewai melaporkan bahwa pada 2026 terdapat total 4.920 potensi penempatan kerja luar negeri yang berasal dari 112 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.</p>
<p>“Sebanyak 3.186 peserta magang kerja luar negeri dan 1.734 alumni pekerja migran akan kembali bekerja di luar negeri,” kata Aries.</p>
<p>Ia menjelaskan, Jepang masih menjadi negara tujuan utama karena tingginya kebutuhan tenaga kerja dan besarnya kepercayaan terhadap lulusan SMK Jawa Timur.</p>
<p>“Ini menunjukkan lulusan SMK Jawa Timur sudah menjadi bagian dari rantai tenaga kerja global,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Aries, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta.</p>
<p>“Data ini membuktikan bahwa sekolah yang serius membangun budaya disiplin, bahasa asing, kompetensi industri, dan koneksi dunia kerja, maka peluang global sangat terbuka bagi anak-anak kita,” kata Aries.</p>
<p>Aries menambahkan bahwa peluang kerja internasional kini terbuka hampir di seluruh bidang keahlian SMK, mulai teknik mesin, otomotif, listrik, kesehatan, farmasi, kuliner, bisnis digital, hingga teknologi informasi.</p>
<p>“Dunia kerja internasional tidak hanya membutuhkan tenaga kerja fisik, tetapi juga tenaga kerja berbasis teknologi dan kompetensi modern. Ini membuktikan bahwa SMK Jawa Timur mulai selaras dengan kebutuhan industri global,” tuturnya.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Aries berpesan agar para peserta menjaga disiplin, etos kerja, dan nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.</p>
<p>“Kalau anak-anak sekalian sukses dan berhasil, maka lulusan SMK lain di seluruh Jawa Timur tentu akan ikut terbawa bisa bekerja di luar negeri,” katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produk SIKAP Mulai Dilirik, Khofifah Tekankan Pentingnya Kualitas dan Jejaring Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produk-sikap-mulai-dilirik-khofifah-tekankan-pentingnya-kualitas-dan-jejaring-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produk-sikap-mulai-dilirik-khofifah-tekankan-pentingnya-kualitas-dan-jejaring-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah juga mengajak seluruh sekolah pelaksana Program SIKAP untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian, peternakan, maupun perikanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a058cae2d633.webp" length="47738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 17:01:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekolah inovatif ketahanan pangan, khofifah indar parawansa, smkn 1 tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pendidikan berbasis keterampilan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program yang telah diterapkan di ratusan sekolah ini tidak hanya berfokus pada sektor pertanian sekolah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter produktif, mandiri, dan berjiwa wirausaha bagi para pelajar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026) mengatakan, Program SIKAP kini telah berjalan di berbagai daerah, termasuk Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Menurutnya, sekolah didorong untuk memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pendidikan karakter siswa.</p>
<p></p>
<p>“Program SIKAP ini sudah membumi di Jawa Timur. Kita memanfaatkan lahan kosong untuk digunakan sebagai penguatan ketahanan pangan. Di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan sudah banyak sekolah yang mengikuti Program SIKAP,” ujar Aries.</p>
<p></p>
<p>Aries menjelaskan, program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan hidup atau life skills. Para siswa dilibatkan langsung dalam kegiatan bercocok tanam, budidaya ikan, peternakan, hingga pengolahan hasil pertanian.</p>
<p></p>
<p>“Kita ingin sekolah-sekolah mengefektifkan lahan yang mereka punya untuk Program SIKAP. Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga keterampilan hidup. Anak-anak belajar menanam, memelihara ikan, beternak, sampai mengolah hasil tani,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, Program SIKAP juga menjadi upaya menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian dan agribisnis yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Kita membangun karakter anak-anak bahwa Indonesia punya agrobisnis dan pertanian yang luar biasa. Kita tumbuhkan lagi semangat mereka menjadi petani dan berkebun. Hasilnya nanti bisa mereka nikmati bersama sekaligus menjadi peluang berwirausaha,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 97 sekolah pelaksana SIKAP di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Rinciannya, 27 sekolah di Tulungagung, 24 sekolah di Trenggalek, dan 46 sekolah di Pacitan.</p>
<p>Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, Program SIKAP telah diterapkan di sekitar 176 sekolah negeri dan swasta dari total 493 sekolah yang ada.</p>
<p></p>
<p>“Tidak semua sekolah bisa menerapkan karena ada sekolah yang lahannya terbatas. Tapi yang punya potensi lahan kita dorong untuk memanfaatkannya, dan sebagian sekolah juga sudah mulai melakukan penjajakan,” ungkap Aries.</p>
<p></p>
<p>Untuk jenis tanaman yang dibudidayakan, sekolah-sekolah menanam berbagai komoditas seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga kacang-kacangan yang dinilai mudah dibudidayakan dan cepat dipanen.</p>
<p></p>
<p>“Yang ditanam macam-macam, ada sayur, buah, kacang-kacangan dan lainnya. Karena itu lebih mudah dan tidak terlalu lama untuk dipanen oleh siswa,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Program SIKAP yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya di SMKN 1 Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan pertanian sekolah, melainkan proses pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengenal sektor ketahanan pangan dan dunia usaha sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Kita memberikan ruang kepada anak didik untuk mulai mengenali, belajar, dan menyiapkan masa depan melalui berbagai ikhtiar yang akan menguatkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Khofifah, produk-produk hasil Program SIKAP kini mulai menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Bahkan beberapa produk sudah ditampilkan dalam forum strategis, termasuk kegiatan Bank Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Saya melihat produk-produk SIKAP ini sudah mulai naik kelas. Kemarin dipamerkan di Hotel Westin dalam pertemuan Bank Indonesia se-Jawa dan produknya langsung diborong. Ini luar biasa,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah juga mendorong sekolah untuk mulai memperkuat hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Salah satunya melalui pengolahan kulit ikan patin menjadi produk makanan siap jual dengan standar produksi yang baik.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus mulai memikirkan hilirisasi produk. Kalau kualitasnya dijaga, higienitasnya baik, dan produksinya standar, bukan tidak mungkin produk siswa SMK bisa masuk pasar nasional bahkan internasional,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan pentingnya jejaring, kolaborasi, dan pendampingan industri agar produk-produk sekolah memiliki kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar.</p>
<p></p>
<p>“Kalau ada buyer, tantangannya bukan hanya kualitas, tapi continuity dan quantity. Karena itu sekolah harus membangun sinergi dan kolaborasi seluas-luasnya,” tegas Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak seluruh sekolah pelaksana Program SIKAP untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian, peternakan, maupun perikanan.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus terus improve. Ilmu berkembang sangat dinamis. Semua sekolah yang menerapkan SIKAP harus terus belajar dan mencari inovasi terbaru agar sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan di sekolah bisa semakin maksimal,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Resmikan Revitalisasi dan Rehabilitasi Puluhan Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-resmikan-revitalisasi-dan-rehabilitasi-puluhan-sekolah-di-tulungagung-trenggalek-dan-pacitan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-resmikan-revitalisasi-dan-rehabilitasi-puluhan-sekolah-di-tulungagung-trenggalek-dan-pacitan</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di tiga daerah tersebut menelan anggaran sekitar Rp46,98 miliar untuk 44 lembaga pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0586d44111a.webp" length="47434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 16:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemprov jatim, gubernur jatim, smkn 1 tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah. Hal tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa .</p>
<p>Peresmian dilakukan secara simbolis di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026) siang. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, kepala sekolah terkait, guru, hingga para siswa.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan kunjungan Gubernur Khofifah menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan di Jawa Timur, khususnya sekolah vokasi dan sekolah pelaksana Program SIKAP.</p>
<p>“Banyak sekolah yang telah didatangi oleh Ibu Gubernur, salah satunya adalah SMKN 1 Tulungagung. Beliau sudah lama ingin hadir di tengah-tengah para guru dan murid-murid hebat SMKN 1 Tulungagung karena ingin menyaksikan bagaimana perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah kita, khususnya sekolah yang menyelenggarakan program SIKAP,” ujar Aries.</p>
<p>Menurut dia, kehadiran Khofifah tidak hanya untuk melihat hasil pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memastikan peningkatan mutu pendidikan berjalan optimal.</p>
<p>“Pada kesempatan ini tentu tidak hanya melihat wajah sekolah hasil rehabilitasi dan revitalisasi, tapi ingin melihat perkembangan pendidikan yang nyata. Kehadiran Ibu Gubernur ingin membangkitkan semangat kita semua terkait mutu, kualitas, serta prestasi siswa-siswa kita,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan Pemprov Jatim memiliki komitmen menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional, terutama pendidikan vokasi.</p>
<p>“Kita ingin Jawa Timur sekali lagi bukan hanya barometer prestasi nasional, tapi barometer pendidikan nasional dan khususnya vokasi di tingkat nasional,” tegasnya.</p>
<p>Dalam laporannya, Aries menyebut revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di tiga daerah tersebut menelan anggaran sekitar Rp46,98 miliar untuk 44 lembaga pendidikan.</p>
<p>Di Kabupaten Tulungagung, revitalisasi menyasar 20 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp23,24 miliar. Rinciannya delapan SMA sebesar Rp4,72 miliar, 10 SMK sebesar Rp17,33 miliar, serta dua SLB sebesar Rp1,18 miliar.</p>
<p>Sementara di Kabupaten Trenggalek terdapat 11 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp8,58 miliar, terdiri dari dua SMA sebesar Rp1,07 miliar dan sembilan SMK sebesar Rp7,51 miliar.</p>
<p>Adapun di Kabupaten Pacitan, revitalisasi dilakukan pada 13 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp15,15 miliar, meliputi dua SMA sebesar Rp1,25 miliar, 10 SMK sebesar Rp12,29 miliar, dan satu SLB sebesar Rp1,60 miliar.</p>
<p>Aries menjelaskan rehabilitasi mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas, ruang praktik siswa, laboratorium, perpustakaan, toilet, ruang BK, UKS, ruang OSIS, hingga tempat ibadah.</p>
<p>“Perhatian ini tidak hanya untuk SMA dan SMK, tapi juga SLB, yang berarti pendidikan inklusi benar-benar menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Aries, bantuan revitalisasi pendidikan yang diterima Jawa Timur pada 2025 menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.</p>
<p>“Jawa Timur mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah di berbagai wilayah. Ini adalah perhatian dari Presiden dan juga Ibu Gubernur Jawa Timur,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meninjau sejumlah ruang kelas baru dan ruang praktik di SMKN 1 Tulungagung, termasuk praktik pengolahan kulit ikan patin yang dilakukan para siswa.</p>
<p>Aries menyebut SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu contoh sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur.</p>
<p>“SMKN 1 Tulungagung adalah contoh nyata SMK yang luar biasa, satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur dengan berbagai kompetensi unggulan mulai tanaman, peternakan, perikanan hingga pengawasan mutu,” jelasnya.</p>
<p>Sekolah tersebut saat ini memiliki lebih dari 2.000 siswa dan telah menghasilkan sekitar 250 lulusan yang akan bekerja di luar negeri.</p>
<p>Saat meninjau praktik pengolahan kulit ikan patin, Khofifah meminta agar proses produksi ditingkatkan menggunakan teknologi tepat guna agar kualitas produk lebih terjamin.</p>
<p>“Oleh karena itu yang tadi saya lihat, saya langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik. Sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan teknologi tepat guna sehingga dipastikan bahwa kulit ikan yang digoreng tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong,” kata Khofifah.</p>
<p>Ia menyarankan penggunaan teknologi vacuum frying agar kualitas hasil produksi lebih standar dan higienis.</p>
<p>“Kalau menggunakan vacuum frying itu standar. Tidak ada yang mentah, tidak ada yang gosong. Kita juga harus menjaga higienitasnya dan memastikan tidak ada bahan pengawet, minimal bisa delapan bulan tanpa bahan pengawet,” ujarnya.</p>
<p>Khofifah mengaku telah memesan bantuan alat vacuum frying berkapasitas lima kilogram dan 10 kilogram untuk mendukung pengembangan produk siswa.</p>
<p>“Saya nanti ingin melihat ketika vacuum frying, saya sudah pesan tadi untuk kapasitas lima kilo dan kapasitas 10 kilo. Saya rasa lima dan 10 cukup,” katanya.</p>
<p>Menurut Khofifah, produk-produk hasil Program SIKAP sudah saatnya naik kelas hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.</p>
<p>“Saya rasa sudah saatnya hilirisasi dari produk-produk SIKAP ini naik kelas nasional,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UPT PPA Tulungagung Dampingi Balita Korban Dugaan Penculikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/upt-ppa-tulungagung-dampingi-balita-korban-dugaan-penculikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/upt-ppa-tulungagung-dampingi-balita-korban-dugaan-penculikan</guid>
<description><![CDATA[ Di sisi lain, pendampingan terhadap ibu korban juga terus dilakukan, terutama untuk menghadapi proses hukum yang masih berjalan. UPT PPA menilai kesiapan mental dan psikologis ibu korban menjadi hal penting karena proses hukum diperkirakan berlangsung panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a046a535c32a.webp" length="28522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 20:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, upt ppa tulungagung, pendampingan balita korban penculikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Tulungagung terus melakukan pendampingan intensif terhadap balita berinisial B (17 bulan) yang berhasil diamankan dari dugaan kasus penculikan oleh Polres Serang, Rabu (6/5/2026) lalu. Selain fokus pada pemulihan kondisi anak, lembaga tersebut juga menyiapkan pendampingan hukum bagi ibu korban selama proses hukum berjalan.</p>
<p>Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Tulungagung, Dwi Yanuarti mengatakan, proses pendampingan telah dilakukan sejak penjemputan korban di Kabupaten Serang hingga tiba kembali di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Menurutnya, perjalanan pulang membutuhkan waktu lebih lama dibanding keberangkatan karena petugas memprioritaskan kondisi psikologis anak.</p>
<p>“Perjalanan hampir dua kali lebih lama dari berangkat. Kalau di Google Maps sekitar 14 sampai 15 jam, tapi kami banyak berhenti di rest area untuk memastikan anak nyaman,” ujar Dwi, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Selama perjalanan, petugas beberapa kali mengajak anak bermain dan beristirahat agar tidak mengalami tekanan psikologis. Dwi mengungkapkan, balita tersebut sempat menunjukkan trauma saat berada di dalam mobil.</p>
<p>“Di awal anak sempat tantrum setiap naik mobil. Jadi kami pelan-pelan, tidak mengejar waktu, yang penting anak nyaman dan selamat sampai Tulungagung,” katanya.</p>
<p>Setibanya di Tulungagung pada Kamis dini hari, petugas langsung memastikan seluruh kebutuhan anak terpenuhi. Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan. Anak tersebut kemudian dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung guna menjalani pemeriksaan menyeluruh di poli anak. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi kesehatan balita dinyatakan baik.</p>
<p>“Alhamdulillah hasil pemeriksaan baik. Nanti masih ada pemeriksaan lanjutan terkait tumbuh kembang anak untuk memastikan tidak ada dampak dari peristiwa ini,” jelasnya.</p>
<p>Selain pemulihan fisik dan psikologis anak, UPT PPA juga membantu pengurusan dokumen identitas korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dwi menyebut seluruh administrasi kini telah selesai diproses.</p>
<p>Ia memastikan kondisi anak saat ini berangsur pulih dan kembali ceria. Bahkan, menurutnya, balita tersebut sudah mulai merasa nyaman dengan para pendamping.</p>
<p>“Kondisinya alhamdulillah baik, sudah ceria lagi,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, pendampingan terhadap ibu korban juga terus dilakukan, terutama untuk menghadapi proses hukum yang masih berjalan. UPT PPA menilai kesiapan mental dan psikologis ibu korban menjadi hal penting karena proses hukum diperkirakan berlangsung panjang.</p>
<p>“Pendampingan untuk ibunya tetap kami lakukan, terutama dalam menghadapi proses hukum dan pengasuhan anak ke depan,” kata Dwi.</p>
<p>Terkait kemungkinan penyelesaian damai atau restorative justice (RJ), Dwi mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi dari pihak korban mengenai hal tersebut. Ia menegaskan fokus utama saat ini masih pada pemulihan ibu dan anak.</p>
<p>“Semoga ini ada penegakan keadilan, secara hukumnya kan gitu. Artinya ini memang benar dikupas motif yang sebenarnya itu seperti apa," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Dr Iskak Tulungagung Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Gempa dan Kebakaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-tingkatkan-kesiapsiagaan-lewat-simulasi-gempa-dan-kebakaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-tingkatkan-kesiapsiagaan-lewat-simulasi-gempa-dan-kebakaran</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan rutin tersebut, RSUD Dokter Iskak berharap kesiapan seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi gempa maupun kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko dan korban jiwa saat terjadi bencana sebenarnya dapat diminimalisir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045e57267d2.webp" length="51082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:40:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, simulasi bencana, rsud dr iskak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Dokter Iskak mendadak diwarnai kepanikan saat gempa bumi mengguncang Gedung Graha Mandiri, Rabu (13/5/2026). Guncangan tersebut membuat tenaga kesehatan dan pasien yang berada di lantai lima berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di area yang dianggap aman.</p>
<p>Koordinator Komite K3 RSUD Dokter Iskak Tulungagung, Zuhda Maulana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi kegawatdaruratan bencana yang rutin dilaksanakan setiap tahun di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>“Kegiatan simulasi kegawatdaruratan bencana. Jadi memang di Rumah Sakit Dr. Iskak setiap tahun kita melakukan kegiatan simulasi tanggap bencana untuk seluruh karyawan di RSUD Dr. Iskak,” ujarnya.</p>
<p>Setelah kondisi dinyatakan lebih terkendali, proses evakuasi pasien langsung dilakukan menuju titik aman guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.</p>
<p>Di tengah proses penyelamatan, muncul simulasi kebakaran di salah satu ruangan yang diduga dipicu korsleting listrik akibat gempa. Petugas kemudian sigap memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).</p>
<p>Menurut Zuhda, simulasi tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan seluruh civitas hospitalia saat menghadapi situasi darurat sebenarnya.</p>
<p>“Tujuannya adalah saat nanti misalkan jika terjadi bencana, kita civitas hospitalia sudah siap dalam melakukan kesiapsiagaan,” katanya.</p>
<p>Dalam simulasi kali ini, pihak rumah sakit mempraktikkan penanganan bencana gempa bumi yang dilanjutkan dengan proses evakuasi korban dari Gedung Graha Mandiri lantai lima, yang merupakan gedung tertinggi di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>“Yang pertama kita sudah melakukan simulasi gempa bumi, evakuasi korban bencana yang kita lakukan di gedung paling tinggi di Rumah Sakit Dr. Iskak yaitu di Gedung Graha Mandiri lantai lima,” jelas Zuhda.</p>
<p>Selain simulasi gempa, peserta juga mendapat pelatihan penanganan kebakaran dengan skenario gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik hingga memicu kebakaran di area rumah sakit.</p>
<p>“Setelah itu, kita lakukan simulasi juga terkait bencana kebakaran. Jadi skenarionya adalah bencana gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik sehingga menimbulkan kebakaran di rumah sakit,” imbuhnya.</p>
<p>Kegiatan yang digelar bersama BPBD Tulungagung tersebut juga menjadi rangkaian workshop manajemen bencana bagi staf medis maupun nonmedis yang berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan materi, roleplay, dan pembekalan teori di auditorium, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan praktik lapangan melalui simulasi langsung.</p>
<p>“Agenda ini kita laksanakan selama dua hari. Hari pertama kita lakukan di ruangan auditorium, ada materi, ada roleplay, kemudian hari kedua yaitu praktik lapangan yaitu simulasi yang seperti kita lihat saat ini,” terang Zuhda.</p>
<p>Ia menambahkan, peserta kegiatan berasal dari seluruh perwakilan unit pelayanan di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga unsur manajemen.</p>
<p>“Pesertanya yaitu seluruh perwakilan dari ruangan di Rumah Sakit Dr. Iskak. Jadi ada dari perawat, bidan, manajemen, rekam medis, radiologi, dokter, semua profesi ikut terlibat dalam kegiatan simulasi ini,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan rutin tersebut, RSUD Dokter Iskak berharap kesiapan seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi gempa maupun kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko dan korban jiwa saat terjadi bencana sebenarnya dapat diminimalisasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Gondang Tulungagung Dibongkar Total, Akses Ditutup 7 Bulan Mulai 25 Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-gondang-tulungagung-dibongkar-total-akses-ditutup-7-bulan-mulai-25-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-gondang-tulungagung-dibongkar-total-akses-ditutup-7-bulan-mulai-25-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung.
Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0457e967bc9.webp" length="67524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 18:32:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jembatan gondang, jalur tulungagung-trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Jembatan Gondang I di jalur nasional penghubung Tulungagung-Trenggalek akan dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru. Selama proses pengerjaan, akses lalu lintas di lokasi jembatan dengan panjang 22 meter tersebut, akan ditutup total selama sekitar tujuh bulan dan kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.</p>
<p>Proyek penggantian jembatan yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Tulungagung tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali.</p>
<p>Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut masuk dalam paket Penggantian Jembatan Gondang I dan Kaliombo dengan nomor kontrak HK 0201/S/Bbpjn5.8.1/2026/0463 tertanggal 16 April 2026.</p>
<p>Nilai kontrak proyek mencapai Rp15.963.493.194 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Proyek dikerjakan oleh PT Permata Alam Sakti dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender.</p>
<p>KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin mengatakan, rencana penutupan dan rekayasa lalu lintas masih dalam tahap koordinasi awal bersama Forum Lalu Lintas Tulungagung dan pihak pelaksana proyek.</p>
<p>“Dalam bulan Mei ini sampai dengan Desember akan dilaksanakan penggantian jembatan. Penggantian dalam arti pembangunan ulang yang sifatnya total. Jembatan Gondang I yang berada di Jalan Raya Gondang,” ujar Iptu Zainudin, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, penutupan total dilakukan karena kondisi kerusakan jembatan cukup parah, terutama pada bagian kaki jembatan, sehingga pembangunan tidak memungkinkan dilakukan secara bertahap dengan sistem buka tutup satu sisi.</p>
<p>“Pembangunannya ini tidak bisa satu sisi, yang lain digunakan, enggak bisa. Karena kerusakannya cukup parah di bagian kaki jembatan,” katanya.</p>
<p>Zainudin menjelaskan, penutupan total Jembatan Gondang I direncanakan mulai 25 Mei 2026. Setelah penutupan dilakukan, pengerjaan fisik langsung dimulai.</p>
<p>“Penutupan direncanakan tanggal 25 Mei ini. Jadi penutupan mulai tanggal itu, otomatis disambung pengerjaan,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan timeline proyek, pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 November 2026. Namun masih ada masa sterilisasi hingga 11 Desember 2026 sebelum jembatan dapat difungsikan kembali secara penuh.</p>
<p>Terkait penutupan jalur tersebut, Satlantas Polres Tulungagung telah menyiapkan rekayasa arus kendaraan. Bagi kendaraan bertonase besar, kendaraan roda enam atau kendaraan bertonase tinggi dari arah Trenggalek akan dialihkan mulai Simpang Tiga Durenan ke arah selatan menuju Simpang Tiga Bandung, kemudian melewati jalur Pakel, Campurdarat, Boyolangu hingga Simpang Empat Tamanan.</p>
<p>Dari titik tersebut kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Jepun yang terhubung ke arah Kediri maupun Blitar.</p>
<p>“Itu yang dari arah Trenggalek untuk tonase besar,” terang Zainudin.</p>
<p>Sementara itu, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat kecil dari arah Trenggalek diarahkan melewati jalur alternatif yang lebih dekat. Pengendara dapat melalui Simpang Tiga Malasan menuju Simpang Empat Gempolan, kemudian ke arah utara menuju perempatan Cabe hingga Simpang Tiga Jetaan timur Polsek Kalangbret.</p>
<p>Selain itu tersedia opsi jalur lain melalui Pasar Gondang maupun jalur Kecamatan Gondang yang nantinya tetap bermuara di kawasan perempatan Cabe dan Simpang Tiga Jetaan.</p>
<p>Untuk kendaraan besar dari arah Kediri dan Blitar menuju Trenggalek, pengalihan arus dimulai dari Simpang Tiga Ngujang. Kendaraan diarahkan ke selatan dan bergabung dengan arus dari Blitar di kawasan Simpang Empat Jepun.</p>
<p>Selanjutnya kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Tamanan, kemudian melewati Boyolangu, Campurdarat, Pakel hingga Simpang Tiga Bandung dan Durenan, Trenggalek.</p>
<p>“Roda enam ke atas atau tonase tinggi kita alihkan semua di Simpang Empat Tamanan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan, kendaraan besar dari arah Karangrejo tidak diperbolehkan melewati jalur sempit menuju kawasan selatan seperti Cuiri dan Jetaan guna menghindari kemacetan dan gangguan lalu lintas.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung.</p>
<p>Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua, Damkar Lakukan Evakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswi-smk-di-tulungagung-mendadak-tak-bisa-bergerak-di-lantai-dua-damkar-lakukan-evakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswi-smk-di-tulungagung-mendadak-tak-bisa-bergerak-di-lantai-dua-damkar-lakukan-evakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mengevakuasi korban petugas Damkar memarkir mobil rescue sedekat mungkin dengan teras lantai dua rumah tersebut. Dengan menggunakan tandu basket, korban perlahan diturunkan dan diterima oleh petugas yang telah bersiap di atas mobil rescue. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01e2138f9df.webp" length="31436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 21:15:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, evakuasi siswi smk, smk sore tulungagung, desa gesikan kecamatan pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana panik terjadi di sebuah rumah di Dusun Krajan RT 3 RW 4, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Senin (11/5/2026) malam.</p>
<p>Di rumah kontrakan yang digunakan sebagai kantor perusahaan penyedia layanan wifi tersebut, seorang siswi yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) mendadak mengalami sakit hebat di tubuh bagian belakang, hingga tak mampu bergerak saat hendak pulang dari tempat magangnya.</p>
<p>Korban diketahui bernama Sandra Kirana Aulia (18), siswi kelas 11 SMK Sore, warga Dusun Bangak RT 5 RW 1, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat.</p>
<p>Peristiwa itu bermula saat Sandra selesai menjalani aktivitas PKL di lapangan. Menurut informasi yang dihimpun, korban kemudian naik ke lantai dua untuk mengambil tasnya. Namun saat merunduk, tiba-tiba bagian belakang tubuhnya terasa sakit hebat hingga tubuhnya tak bisa digerakkan.</p>
<p>Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat panik melihat kondisi Sandra yang hanya bisa terlentang di lantai sambil menahan sakit. Karena posisi berada di lantai dua dengan akses tangga sempit, teman-temannya memilih meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan relawan ambulans.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Damkar Tulungagung, Iwan, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya siswi magang yang mengalami gangguan pada bagian punggung tersebut.</p>
<p>“Informasi dari teman-temannya, selesai kegiatan di lapangan korban naik ke lantai dua untuk mengambil tas. Saat merunduk, punggungnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Posisi korban terlentang di lantai dan tidak bisa berdiri,” ujar Iwan.</p>
<p>Menurutnya, rekan-rekan korban meminta bantuan Damkar karena tidak berani mengambil risiko menurunkan korban tanpa alat keselamatan. Selain itu, akses tangga yang cukup sempit mempersulit proses evakuasi.</p>
<p>“Teman-temannya tidak mau ambil risiko karena khawatir terjadi sesuatu. Selain itu posisi di lantai dua dan tangganya sempit, sehingga kami bersama relawan ambulans melakukan evakuasi menggunakan tandu basket,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mengevakuasi korban petugas Damkar memarkir mobil rescue sedekat mungkin dengan teras lantai dua rumah tersebut. Dengan menggunakan tandu basket, korban perlahan diturunkan dan diterima oleh petugas yang telah bersiap di atas mobil rescue.</p>
<p>“Mobil rescue kami dekatkan ke teras rumah, lalu korban dimasukkan ke tandu basket dan diturunkan. Setelah itu langsung dipindahkan ke ambulans,” kata Iwan.</p>
<p>Selama proses evakuasi, Sandra diketahui tetap dalam kondisi sadar meski terus menangis karena menahan rasa sakit.</p>
<p>“Korban masih sadar, tetapi terus menangis karena merasa kesakitan saat proses evakuasi,” ungkapnya.</p>
<p>Proses penyelamatan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah berhasil dievakuasi, Sandra langsung dirujuk ke Rumah Sakit Karneni Campurdarat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan tidak terlalu lama. Sekitar 30 menit korban berhasil kami turunkan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” pungkas Iwan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ETLE Handheld di Tulungagung Rekam 56 Pelanggaran dalam Sepekan, Didominasi Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/etle-handheld-di-tulungagung-rekam-56-pelanggaran-dalam-sepekan-didominasi-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/etle-handheld-di-tulungagung-rekam-56-pelanggaran-dalam-sepekan-didominasi-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01a4e32d51c.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 18:31:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, etle handheld, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mulai mengoptimalkan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld atau kamera tilang elektronik genggam.</p>
<p>Dalam satu pekan pelaksanaannya, tercatat sebanyak 56 pelanggaran telah terkonfirmasi melalui sistem tersebut.</p>
<p>KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin menjelaskan bahwa penerapan ETLE handheld saat ini difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan dengan fatalitas tinggi.</p>
<p>“Kalau disapu bersih sebenarnya pelanggaran itu sangat banyak, tapi kami tetap melakukan prioritas penindakan pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujar Zainudin, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, dan Jalan Panglima Sudirman. Lokasi tersebut dinilai rawan terjadi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan serius.</p>
<p>Menurut Zainudin, angka 56 pelanggaran selama sepekan masih tergolong rendah. Sebab, ETLE handheld hanya menjadi pelengkap dari sistem ETLE lain yang sudah lebih dulu beroperasi, seperti ETLE statis dan ETLE mobile.</p>
<p>“Handheld ini sifatnya alternatif untuk menjangkau pelanggaran yang tidak tercover ETLE lain,” katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, sebagian masyarakat masih dalam tahap penyesuaian terhadap sistem tilang elektronik genggam tersebut. Banyak pengendara yang mengaku tidak menyadari saat melakukan pelanggaran karena tidak melihat keberadaan petugas.</p>
<p>Pelanggaran parkir sembarangan juga menjadi salah satu sasaran penindakan. Dalam sejumlah kasus, petugas langsung memotret kendaraan menggunakan ETLE handheld ketika pengemudi tidak berada di lokasi.</p>
<p>Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng.</p>
<p>“Masih banyak ditemukan pengendara roda dua, khususnya usia pelajar dan mahasiswa, yang tidak memakai helm,” ujar Zainudin.</p>
<p>Ia menambahkan, mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara sepeda motor. Sementara pelanggaran kendaraan roda empat jumlahnya relatif kecil. Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan yakni tidak memakai helm, melanggar marka dan rambu lalu lintas, serta menerobos lampu merah.</p>
<p>Untuk pelanggaran rambu, salah satu lokasi yang kerap ditemukan pelanggaran berada di Jalan Ahmad Yani Timur, kawasan depan Gereja Santa Maria ke arah timur, di mana masih banyak pengendara roda empat yang melanggar rambu.</p>
<p>Sedangkan pelanggaran lampu lalu lintas banyak terjadi pada jam sekolah di sejumlah persimpangan seperti simpang empat BTA, depan kantor Pemkab Tulungagung, dan simpang empat Mangunsari.</p>
<p>Iptu Zainudin menegaskan, sistem ETLE handheld dilengkapi bukti visual yang detail sehingga pelanggar sulit mengelak. Foto yang diambil petugas tidak hanya menampilkan nomor polisi kendaraan, tetapi juga kondisi pelanggaran secara lengkap.</p>
<p>“Kalau tidak pakai helm, tidak pakai spion, atau parkir melanggar rambu, semuanya terlihat jelas dalam foto,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui sempat ada sejumlah pelanggar yang membantah saat dikonfirmasi. Namun setelah diperlihatkan bukti foto, pelanggar akhirnya mengakui kesalahannya.</p>
<p>Menurutnya, banyak pelanggar yang tidak langsung diberhentikan di lokasi. Strategi tersebut justru dianggap lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.</p>
<p>“Dengan mereka tidak sadar sedang diawasi, akhirnya muncul rasa waspada dan itu diharapkan membuat masyarakat lebih tertib,” ujarnya.</p>
<p>Polres Tulungagung memastikan program ETLE handheld akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu. Bahkan ke depan, jumlah perangkat dimungkinkan bertambah apabila dinilai efektif.</p>
<p>Saat ini, Satlantas Polres Tulungagung baru memiliki satu unit ETLE handheld. Penggunaan tilang elektronik juga menjadi bagian dari upaya meminimalkan tilang manual guna mencegah potensi penyimpangan dalam penindakan di lapangan.</p>
<p>Meski begitu, Zainudin menegaskan tahap awal penerapan ETLE handheld masih mengedepankan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami masih tahap penyesuaian. Tidak langsung semua pelanggaran dijepret. Tujuannya agar masyarakat juga bisa beradaptasi dan memahami sistem baru ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Kenaikan HPP Gula, APTRI Tulungagung Siap Pasok Tebu untuk PG Mojopanggung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-kenaikan-hpp-gula-aptri-tulungagung-siap-pasok-tebu-untuk-pg-mojopanggung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-kenaikan-hpp-gula-aptri-tulungagung-siap-pasok-tebu-untuk-pg-mojopanggung</guid>
<description><![CDATA[ APTRI mewakili aspirasi petani tebu meminta pemerintah menaikkan HPP gula dari sebelumnya Rp14.500 per kilogram menjadi Rp16.875 per kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a019deec6afd.webp" length="72234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 18:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, aptri, dpd aptri tulungagung, pg mojopanggung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Tulungagung menyatakan kesiapan mendukung pasokan bahan baku tebu untuk kebutuhan giling PG Mojopanggung pada musim giling tahun 2026.</p>
<p>Ketua DPD APTRI Tulungagung, Santoso, mengatakan, pihaknya akan terus mengawal ketersediaan tebu agar proses produksi gula di PG Mojopanggung berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Untuk musim giling tahun 2026, kami dari APTRI siap mendukung bahan baku agar PG Mojopanggung bisa menggiling sesuai dengan harapan,” ujar Santoso, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Selain memastikan dukungan pasokan tebu, APTRI juga tengah memperjuangkan kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula di tingkat pemerintah.</p>
<p>Menurut Santoso, hal tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTRI yang digelar di Jakarta pada 25-26 Mei 2026.</p>
<p>Dalam forum tersebut, APTRI mewakili aspirasi petani tebu untuk meminta pemerintah menaikkan HPP gula dari sebelumnya Rp14.500 per kilogram menjadi Rp16.875 per kilogram.</p>
<p>“Kami meminta pemerintah segera menetapkan HPP gula sebesar Rp16.875 per kilogram demi mendukung kesejahteraan petani tebu,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, pada musim giling tahun 2026, PG Mojopanggung menargetkan mampu menggiling sebanyak 446.123 ton tebu. Pasokan bahan baku tersebut berasal dari lahan tebu seluas 6.783 hektare yang tersebar di lima wilayah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>PG Mojopanggung juga menargetkan rendemen sebesar 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal mencapai 2.864 ton cane per day (TCD). Adapun target produksi gula pada musim giling tahun ini dipatok sebesar 33.705 ton.</p>
<p>Untuk mencapai target tersebut, masa giling diperkirakan berlangsung selama sekitar 161 hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Hari Hilang, Lansia di Tulungagung Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Tebu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-hari-hilang-lansia-di-tulungagung-ditemukan-tewas-membusuk-di-kebun-tebu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-hari-hilang-lansia-di-tulungagung-ditemukan-tewas-membusuk-di-kebun-tebu</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan jenazah korban sempat menggemparkan warga sekitar. Jasad pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput yang melintas di kawasan tersebut. Saat itu, saksi mencium bau menyengat dari arah sungai kering di tengah kebun tebu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016d0ade99e.webp" length="115560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, nenek hilang, jenazah di kebun tebu eks pabrik kunir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Seorang lansia warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan hilang sejak lima hari lalu, ditemukan meninggal dunia di area kebun tebu eks Pabrik Gula (PG) Kunir, Senin (11/5/2026) siang. Korban diketahui bernama Salmi (85), yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya.</p>
<p></p>
<p>Penemuan jenazah korban sempat menggemparkan warga sekitar. Jasad pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput yang melintas di kawasan tersebut. Saat itu, saksi mencium bau menyengat dari arah sungai kering di tengah kebun tebu. </p>
<p></p>
<p>Setelah mencari sumber bau, saksi menemukan tubuh korban dalam kondisi membusuk di dasar sungai tersebut.</p>
<p></p>
<p>Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Petugas Polsek Ngunut bersama Tim Inafis, pemerintah desa, dan warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jenazah korban.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Ngunut, Kompol Trinuartiko, menyatakan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu pekan lalu. Warga sempat berupaya mencari keberadaan korban, termasuk mengumumkannya melalui media sosial.</p>
<p></p>
<p>"Korban almarhumah Mbah Salmi ini sudah sekitar lima hari meninggalkan rumah. Karena beliau juga berusia sekitar 85 tahun dan hidup sebatang kara di rumah," ujar Kompol Trinuartiko.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, korban diketahui pernah menikah namun tidak memiliki keturunan sehingga tinggal seorang diri. Saat meninggalkan rumah, korban diduga membawa bantal yang kemudian ditemukan di sekitar lokasi penemuan jenazah.</p>
<p></p>
<p>"Sempat diumumkan hilang dan diunggah di media sosial, barangkali ada warga masyarakat yang menemukan. Ternyata tadi pagi ada seseorang yang sedang mencari rumput di kawasan eks PG Kunir mencium bau menyengat, lalu ditemukan almarhumah sudah dalam kondisi membusuk di sungai," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan petugas forensik, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat kelelahan serta tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama beberapa hari.</p>
<p></p>
<p>"Untuk sementara indikasi kekerasan tidak ada. Murni karena usia tua, mungkin sudah tidak makan berhari-hari," tegas Kompol Trinuartiko.</p>
<p></p>
<p>Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses pemulasaraan. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Kaliwungu untuk dimakamkan.</p>
<p></p>
<p>"Nanti untuk pemakaman insyaallah akan dilaksanakan oleh pemerintah desa Kaliwungu, karena almarhumah tercatat sebagai warga desa Kaliwungu," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasokan Tebu Jadi Tantangan, PT SGN Kejar Produksi Gula 1,1 Juta Ton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasokan-tebu-jadi-tantangan-pt-sgn-kejar-produksi-gula-11-juta-ton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasokan-tebu-jadi-tantangan-pt-sgn-kejar-produksi-gula-11-juta-ton</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu langkah utama yang dilakukan SGN tahun ini adalah mengakselerasi program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff161f94c87.webp" length="106806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 19:03:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pg mojopanggung, pt sinergi gula nusantara, putu sukarmen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menargetkan produksi gula sebesar 1,1 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut diproyeksikan menyumbang sekitar 34 persen dari total produksi gula nasional yang diperkirakan mencapai 3 juta ton.</p>
<p></p>
<p>Hal itu disampaikan Senior Executive Vice President (SEVP) Pengembangan PT SGN, Putu Sukarmen saat menghadiri tradisi manten tebu sebagai penanda dimulainya musim buka giling di PT Sinergi Gula Nusantara, Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, target tersebut sejalan dengan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.</p>
<p>“Harapan kita bersama bahwa Pabrik Gula Mojopanggung dalam waktu dekat akan mengawali giling. Tentunya ini selaras dengan Asta Cita Presiden untuk menyongsong swasembada pangan, khususnya konsumsi gula nasional yang diharapkan tercapai pada 2028 dan kini dipercepat menjadi 2027,” ujar Putu.</p>
<p>Ia menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan SGN tahun ini adalah mengakselerasi program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu dengan membongkar ratoon (tanaman tebu sisa tebang yang tumbuh kembali) guna meningkatkan pasokan bahan baku tebu.</p>
<p>Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani dan pekerja di sektor gula.</p>
<p>“Dengan jumlah bahan baku yang cukup, maka harapan kita masyarakat petani akan lebih sejahtera dan karyawan juga lebih sejahtera,” katanya.</p>
<p>Putu menilai tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan bagi PT SGN. Pasalnya, berbagai persoalan eksternal yang terjadi pada 2025 disebut telah terselesaikan. Selain itu, kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih baik dibanding tahun lalu yang mengalami curah hujan tinggi.</p>
<p>“Tahun lalu hujan terus-menerus menjadi isu negatif. Tahun ini dipastikan akan membaik. Meskipun ada ancaman kemarau lebih panjang, tetapi sampai sekarang masih ada hujan sehingga menjadi pertanda yang baik bagi tanaman tebu,” jelasnya.</p>
<p>Selain faktor cuaca, harga gula juga diprediksi membaik setelah dilakukan analisis oleh akademisi dan praktisi terkait penetapan biaya pokok produksi (BPP) gula.</p>
<p>“Insyaallah akan membawa angin segar bagi petani tebu, khususnya di Mojopanggung,” tambahnya.</p>
<p>Putu menyebut produksi gula PT SGN pada 2025 mencapai 883 ribu ton. Angka tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 23 persen pada 2026 menjadi 1,1 juta ton. Sementara itu, produksi gula nasional tahun lalu berada di angka 2,6 juta ton dan tahun ini diperkirakan mencapai 3 juta ton.</p>
<p>“Kalau nasional masih di angka kebutuhan 2,9 juta ton. Kalau memang produksi 3 juta ton tercapai, maka swasembada gula konsumsi tidak ada isu lagi,” ujarnya.</p>
<p>Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan besar dalam mewujudkan swasembada gula, terutama terkait pasokan bahan baku tebu. Kapasitas pabrik gula milik SGN saat ini disebut jauh lebih besar dibanding ketersediaan bahan baku, sehingga memicu persaingan antar pabrik dalam memperoleh tebu.</p>
<p>“Kapasitas pabrik kita jauh lebih besar daripada kapasitas pasok bahan baku. Akhirnya terjadi persaingan yang berdampak pada kualitas tebu yang dipanen menjadi tidak optimal,” katanya.</p>
<p>Karena itu, program bongkar ratoon dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas tebu tanpa memunculkan persaingan yang tidak sehat antar pabrik gula. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LBH Gayatri Dampingi Tersangka Kasus Dugaan Membawa Kabur Balita di Tulungagung, Bantah Ada Niat Penculikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lbh-gayatri-dampingi-tersangka-kasus-dugaan-membawa-kabur-balita-di-tulungagung-bantah-ada-niat-penculikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lbh-gayatri-dampingi-tersangka-kasus-dugaan-membawa-kabur-balita-di-tulungagung-bantah-ada-niat-penculikan</guid>
<description><![CDATA[ Meski demikian, kuasa hukum menyatakan apabila nantinya dalam proses hukum ditemukan unsur pidana yang kuat, pihaknya berharap GH tetap mendapatkan keadilan sesuai dengan proporsi perbuatannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff08445f223.webp" length="59002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 18:01:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, membawa kabur anak tanpa ijin orang tua, lbh gayatri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Tersangka kasus dugaan membawa kabur seorang balita asal Kabupaten Tulungagung, GH (52), perempuan asal Kabupaten Tulangbawang, Lampung, kini mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gayatri.</p>
<p></p>
<p>Kuasa hukum tersangka dari LBH Gayatri Moh. Hufron Efendi menegaskan, pihaknya akan memberikan pembelaan terhadap tersangka dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.</p>
<p></p>
<p>“Pertama, kita harus menyamakan perspektif bahwa kami mendampingi tersangka ini tetap berdasarkan asas praduga tak bersalah. Jadi bagaimanapun juga sebelum dibuktikan di pengadilan, maka tersangka belum bisa dianggap bersalah,” ujar Hufron, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, LBH Gayatri akan memberikan pendampingan maksimal kepada GH selama proses penyidikan berlangsung. Menurutnya, penyidik juga harus bekerja keras untuk membuktikan unsur pidana dalam perkara tersebut, termasuk dugaan adanya niat jahat atau mens rea dari tersangka.</p>
<p></p>
<p>“Kami akan melakukan pembelaan terhadap tersangka dengan sebaik-baiknya. Karena nanti penyidik harus membuktikan apakah benar ada unsur trafficking, penculikan, atau tindak pidana lainnya. Unsur niat jahat itu harus dibuktikan secara jelas,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Hufron menyatakan apabila nantinya dalam proses hukum ditemukan unsur pidana yang kuat, pihaknya berharap GH tetap mendapatkan keadilan sesuai dengan proporsi perbuatannya.</p>
<p></p>
<p>“Kalau nanti ternyata memang terbukti ada unsur jahatnya, ya tentu perkara ini harus didudukkan secara adil sesuai fakta hukumnya,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait dugaan penculikan atau perdagangan anak, pihak kuasa hukum mengaku hingga kini belum menemukan indikasi adanya niat tersebut berdasarkan keterangan kliennya.</p>
<p></p>
<p>“Sejauh ini kami belum melihat adanya arah ke sana. Kami tidak tahu apakah penyidik memiliki bukti-bukti tertentu, tetapi dari hasil penggalian keterangan terhadap tersangka, belum ada indikasi niat menjual atau menculik anak,” ujar Hufron.</p>
<p></p>
<p>Menurut pengakuan GH kepada penasihat hukumnya, balita tersebut sebelumnya memang dititipkan oleh ibunya kepada tersangka karena sang ibu bekerja. Saat itu, GH disebut hendak pulang ke Lampung untuk menghadiri kelahiran cucunya.</p>
<p></p>
<p>“Menurut keterangan tersangka, anak itu memang dititipkan kepadanya. Karena tersangka hendak ke Lampung dan anak tersebut tidak ada yang mengasuh, akhirnya dibawa serta. Jadi menurut pengakuan tersangka, tidak ada niatan untuk menjual ataupun menculik,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Keterangan senada juga disampaikan penasihat hukum lainnya dari LBH Gayatri, Fitri Erna. Ia menyebut, berdasarkan pengakuan tersangka, sebelum keberangkatan ke Lampung komunikasi dengan ibu balita masih berjalan baik.</p>
<p></p>
<p>“Menurut keterangan tersangka kepada kami, awalnya dia sudah memberi tahu ibu si anak bahwa dalam waktu dekat akan pulang ke Lampung karena anaknya akan melahirkan,” ujar Fitri.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, beberapa hari kemudian ibu balita menitipkan anaknya kepada GH selama empat hari karena bekerja. Di tengah masa penitipan itulah GH memutuskan berangkat ke Lampung secara mendadak.</p>
<p></p>
<p>“Pemesanan tiket bus dilakukan secara instan pada tanggal keberangkatan tanggal lima. Menurut pengakuannya, niat membawa anak itu hanya untuk sementara, lalu setelah acara kelahiran cucunya selesai akan kembali lagi ke Tulungagung dan mengembalikan anak tersebut kepada ibunya,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Fitri menambahkan, tersangka juga mengaku sempat melakukan komunikasi melalui video call dengan ibu balita sebelum berangkat.</p>
<p></p>
<p>“Empat hari sebelum keberangkatan komunikasi masih baik, ada video call dan kirim foto. Bahkan sebelum naik bus, tersangka sempat video call saat menyuapi anak itu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara terkait sulitnya komunikasi selama perjalanan, tersangka berdalih telepon genggamnya beberapa kali dimatikan untuk menghemat baterai.</p>
<p></p>
<p>“Menurut pengakuannya, HP kadang hidup kadang mati karena ingin menghemat baterai selama perjalanan bus,” tambah Fitri.</p>
<p></p>
<p>Mengenai banyaknya barang bawaan saat keberangkatan, pihak kuasa hukum menyebut barang tersebut bukan untuk melarikan diri, melainkan perlengkapan bayi dan kebutuhan anak tersangka di Lampung yang akan melahirkan.</p>
<p></p>
<p>“Pengakuan tersangka, barang yang dibawa itu perlengkapan si bayi dan kebutuhan anaknya yang akan melahirkan di Lampung. Bahkan barang pribadi tersangka masih banyak tertinggal di kosnya di Desa Ngunut karena memang niatnya akan kembali lagi ke Tulungagung,” jelas Fitri.</p>
<p></p>
<p>LBH Gayatri juga membuka kemungkinan penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ). Namun hingga kini pihak kuasa hukum mengaku belum dapat bertemu dengan ibu balita untuk membicarakan kemungkinan damai.</p>
<p></p>
<p>“Kami sebenarnya ingin mengupayakan restorative justice, karena ini delik aduan. Kalau laporan dicabut dan kedua pihak berdamai, maka perkara bisa selesai. Tetapi sampai sekarang kami belum bertemu dengan ibu korban,” ujar Fitri.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, GH ditangkap polisi di Serang, Banten, pada Rabu (6/5/2026). Saat diamankan, GH tengah berada di dalam bus bersama balita yang diasuhnya dalam perjalanan menuju Lampung. Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Tulungagung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara balita yang masih berusia 17 bulan tersebut sudah kembali ke pangkuan ibu kandungnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PG Modjopanggong Buka Giling, Pemkab Tulungagung Dukung Program Swasembada Gula Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pg-modjopanggong-buka-giling-pemkab-tulungagung-dukung-program-swasembada-gula-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pg-modjopanggong-buka-giling-pemkab-tulungagung-dukung-program-swasembada-gula-nasional</guid>
<description><![CDATA[ PG Modjopanggong menargetkan produksi gula tahun 2026 ini sebesar 33.705 ton dengan lama masa giling sekitar 161 hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fef90ecda65.webp" length="98132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 16:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, musim giling, manten tebu, modjopanggoong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pabrik Gula Mojopanggung di Tulungagung resmi memulai musim giling tahun 2026 dengan menggelar tasyakuran dan ritual manten tebu, Sabtu (9/5/2026) pagi. Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol dimulainya proses pengolahan tebu sekaligus bentuk doa bersama agar musim giling berjalan lancar dan menghasilkan produksi optimal.</p>
<p></p>
<p>Prosesi manten tebu dilakukan dengan mengarak sepasang boneka pengantin bersama batang tebu mengelilingi area pabrik. Setelah itu, simbol manten tebu tersebut dimasukkan ke dalam mesin giling secara bersama-sama sebagai tanda dimulainya operasional penggilingan tebu tahun ini.</p>
<p></p>
<p>General Manager PG Mojopanggung, Sugiyanto mengatakan, ritual manten tebu memiliki makna filosofis tentang sinergi antara petani tebu dan pabrik gula.</p>
<p></p>
<p>“Makna manten tebu itu sebenarnya adalah wujud perkawinan dari dua lembaga yang berbeda yaitu sinergitas antara petani dengan pabrik gula. Harapannya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar,” ujar Sugiyanto.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Sugiyanto menyampaikan rasa syukur karena pembukaan musim giling 2026 dapat dihadiri langsung oleh Plt Bupati Tulungagung serta jajaran manajemen pusat PT Sinergi Gula Nusantara. Ia berharap musim giling tahun ini berjalan aman dan lancar, baik dari sisi produksi maupun operasional pabrik.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sugiyanto, PG Mojopanggung menargetkan menggiling sekitar 446.123 ton tebu pada musim giling 2026. Pasokan tebu tersebut berasal dari areal seluas 6.783 hektare yang tersebar di lima daerah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pabrik juga menargetkan rendemen sebesar 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal 2.864 ton cane per day (TCD). Sementara target produksi gula tahun ini dipatok mencapai 33.705 ton dengan lama masa giling sekitar 161 hari.</p>
<p></p>
<p>Sugiyanto mengungkapkan, capaian produksi tahun 2025 lalu belum sepenuhnya memenuhi target akibat pengaruh cuaca ekstrem La Nina yang berkepanjangan. Meski demikian, PG Mojopanggung tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.</p>
<p></p>
<p>“Secara tonase tahun lalu sekitar 31 ribu ton dari target sekitar 33 ribu ton atau terealisasi sekitar 90 persen. Kendala utama memang faktor iklim dan cuaca,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menyatakan dukungannya terhadap peningkatan produksi tebu sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional dan swasembada gula.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pabrik gula dan petani tebu untuk memperluas lahan tanam tanpa mengganggu produksi pangan lainnya.</p>
<p>"Jadi tebu atau gula ini juga termasuk ketahanan pangan, dan antara pemerintah dengan pabrik gula ini bisa bekerja sama untuk sinergi untuk meningkatkan produksi tebu,” ujarnya.</p>
<p>Ahmad Baharudin menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Tulungagung. Pada 2025, luas areal tanaman tebu di Tulungagung mencapai sekitar 3.862 hektare dengan produksi mencapai 366.890 ton tebu basah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga mendapat target dari Kementerian Pertanian pada 2026 berupa program bongkar ratoon seluas 1.055 hektare dan perluasan areal tanam tebu seluas 176 hektare.</p>
<p>Ia berharap kemitraan antara pabrik gula dan petani terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target swasembada gula nasional pada 2028.</p>
<p>“Dengan dimulainya musim giling ini, roda perekonomian di Kabupaten Tulungagung diharapkan semakin bergerak dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong, Tradisi yang Menjaga Ingatan dan Harapan Petani Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-tradisi-yang-menjaga-ingatan-dan-harapan-petani-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-tradisi-yang-menjaga-ingatan-dan-harapan-petani-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah perkembangan zaman, tradisi larung kepala kerbau tetap menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya mempertahankan nilai budaya dan sejarah lokal, ritual ini juga berkembang menjadi wisata budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdd702e8a0c.webp" length="79882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:36:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, larung kepala kerbau, dam bagong, kelurahan ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Suasana berbeda tampak di kawasan Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Jumat (8/5/2026) pagi. Ratusan warga memadati area bendungan untuk menyaksikan tradisi larung kepala kerbau, sebuah ritual turun-temurun yang hingga kini masih dijaga masyarakat Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Tradisi adat tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal, tokoh yang dipercaya berjasa dalam pembangunan Dam Bagong. Bendungan itu selama puluhan tahun menjadi sumber pengairan penting bagi lahan pertanian di wilayah Trenggalek dan Pogalan.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara berlangsung selama dua hari. Prosesi diawali dengan kirab kerbau mengelilingi Kelurahan Ngantru sebelum singgah di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Pada malam harinya, masyarakat mengikuti jamasan pusaka, penyembelihan kerbau, hingga pagelaran wayang kulit Murwakala bertajuk Bersih Dam Bagong.</p>
<p></p>
<p>Puncak tradisi digelar pada Jumat pagi melalui prosesi larung kepala kerbau di Dam Bagong. Sejumlah bagian kerbau seperti kepala, kulit, dan tulang diarak menuju lokasi bendungan untuk kemudian dilarung ke aliran air.</p>
<p></p>
<p>Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin langsung prosesi tersebut. Ia mengawali ritual dengan melempar potongan kaki kerbau ke aliran Dam Bagong, disusul bagian tubuh lainnya. Suasana semakin riuh ketika kepala kerbau dilemparkan dari tengah bendungan ke area gerojokan air.</p>
<p></p>
<p>Momen itu menjadi bagian yang paling dinanti warga. Sejumlah pemuda yang telah bersiap di bawah bendungan langsung menceburkan diri demi memperebutkan kepala kerbau yang hanyut bersama derasnya air.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang peserta, Zidan, mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi tersebut. Ia mengatakan suasana rebutan kepala kerbau berlangsung seru sekaligus menegangkan.</p>
<p></p>
<p>“Agak susah, ini baru pertama kali. Tadi itu tempatnya lumayan dalam,” ujar Zidan.</p>
<p></p>
<p>Kepala kerbau yang berhasil didapat rencananya akan dibagi bersama rekan satu timnya untuk kemudian dimasak dan disantap bersama.</p>
<p></p>
<p>Menurut Mochamad Nur Arifin, tradisi larung kepala kerbau bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol rasa syukur sekaligus doa agar keberadaan Dam Bagong terus membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.</p>
<p></p>
<p>“Para petani yang pengairannya teraliri dari Dam Bagong ini bisa diberikan kelancaran, rezekinya lumintu, airnya ada terus,” kata Arifin.</p>
<p></p>
<p>Di tengah perkembangan zaman, tradisi larung kepala kerbau tetap menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya mempertahankan nilai budaya dan sejarah lokal, ritual ini juga berkembang menjadi wisata budaya yang selalu dinanti masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kematian Lansia dengan Luka Sayat di Gedangsewu Tulungagung Terungkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kematian-lansia-dengan-luka-sayat-di-gedangsewu-tulungagung-terungkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kematian-lansia-dengan-luka-sayat-di-gedangsewu-tulungagung-terungkap</guid>
<description><![CDATA[ Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan empat kali gelar perkara, Satreskrim Polres Tulungagung menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdd084b49e1.webp" length="43872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:16:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satreskrim polres tulungagung, lansia tewas luka di leher, desa gedangsewu kecamatan boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Misteri meninggalnya Sukati (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, yang ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya pada Rabu (15/4) lalu akhirnya menemui titik terang.</p>
<p>Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan empat kali gelar perkara, Satreskrim Polres Tulungagung menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri yang dipicu tekanan psikologis berkepanjangan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba mengatakan, penyelidikan dilakukan bersama Polsek Boyolangu dan Unit Reskrim Polres Tulungagung dengan melibatkan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), saksi-saksi, rekaman CCTV, hingga hasil visum dan otopsi.</p>
<p>“Setelah empat kali gelar perkara dan analisa evaluasi, kami menyimpulkan tidak ditemukan adanya peristiwa tindak pidana. Dugaan awal pembunuhan setelah kami dalami seluruhnya terbantahkan,” ujar Iptu Andi Tamba, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Menurut Andi, saat petugas tiba di lokasi, kondisi TKP sudah mengalami perubahan karena sempat ada barang-barang yang dipindahkan oleh keluarga korban yang tinggal serumah.</p>
<p>“Status quo TKP sudah tidak sebagaimana mestinya karena ada beberapa lokasi dan barang bukti yang berubah sebelum petugas datang,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi kemudian memeriksa kemungkinan adanya motif pembunuhan, mulai dari persoalan ekonomi, konflik keluarga, hingga hubungan pribadi. Dari hasil pemeriksaan, seluruh dugaan tersebut tidak ditemukan.</p>
<p>“Perhiasan korban masih melekat di tubuh korban saat ditemukan. Selain itu uang pinjaman sekitar Rp16 juta juga masih ada di rumah korban,” jelas Andi.</p>
<p>Ia menambahkan, pembagian harta keluarga sebelumnya juga disebut telah dilakukan secara merata sehingga tidak ditemukan indikasi konflik perebutan warisan.</p>
<p>Penyidik juga memeriksa keterangan anak dan menantu korban yang tinggal bersama korban. Polisi menyebut seluruh keterangan yang diberikan konsisten selama proses pemeriksaan.</p>
<p>“Terkait hubungan emosional maupun persoalan keluarga juga sudah kami dalami. Keterangan anak dan mantu konsisten dan tidak berubah,” imbuhnya.</p>
<p>Selain pemeriksaan saksi, polisi turut menelusuri rekaman CCTV di sekitar rumah korban. Berdasarkan dugaan dokter, korban diperkirakan meninggal antara pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB.</p>
<p>“Hasil pengecekan CCTV depan rumah pada jam tersebut tidak ditemukan aktivitas mencurigakan. Baru sekitar pukul 05.30 WIB anak korban keluar rumah dan mengecek kondisi ibunya,” terang Andi.</p>
<p>Polisi juga memeriksa kemungkinan adanya orang lain yang masuk melalui bagian belakang rumah. Namun dugaan tersebut tidak ditemukan.</p>
<p>“Karena sebelumnya hujan, apabila ada orang melintas atau keluar dari belakang rumah seharusnya muncul jejak kaki. Itu tidak ditemukan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan adanya dugaan tekanan psikologis yang dialami korban selama beberapa waktu terakhir. Korban diketahui beraktivitas sebagai pedagang di Pasar Tamanan.</p>
<p>“Korban diduga mengalami perundungan di lingkungan pasar, termasuk tuduhan mencuri dari sesama pedagang,” ungkap Andi.</p>
<p>Keterangan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk pedagang di sekitar lokasi korban berjualan serta pihak desa yang sebelumnya pernah memediasi persoalan tersebut.</p>
<p>“Sudah kami mintakan keterangan kepada beberapa saksi dan pihak desa terkait adanya mediasi sebelumnya,” katanya.</p>
<p>Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan pada saluran pencernaan khususnya lambung, serta sempat menjalani perawatan karena penyakit tifus. Polisi menemukan obat-obatan yang dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia.</p>
<p>Menurut Andi, penyidik juga meminta pendapat ahli dan tenaga medis terkait kondisi psikologis korban.</p>
<p>“Ada kondisi psikosomatis yang dapat membuat seseorang merasakan sakit fisik akibat tekanan mental atau stres berkepanjangan,” jelasnya.</p>
<p>Terkait luka pada tubuh korban, polisi menegaskan hasil otopsi menunjukkan luka tersebut disebabkan benda tajam yang diduga digunakan sendiri oleh korban.</p>
<p>“Hasil visum dan otopsi menunjukkan luka fatal terjadi pada bagian leher dan menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.</p>
<p>Polres Tulungagung mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitar serta menghindari tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.</p>
<p>Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, atau layanan konseling terdekat. Dukungan sosial dan pendampingan dapat membantu mencegah risiko yang lebih buruk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Gagalkan Dugaan Penculikan Balita, Tersangka Kini Diamankan Polres Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-gagalkan-dugaan-penculikan-balita-tersangka-kini-diamankan-polres-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-gagalkan-dugaan-penculikan-balita-tersangka-kini-diamankan-polres-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 454 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Pasal tersebut mengatur tentang tindakan membawa pergi anak di luar kehendak orang tua atau wali dengan maksud menguasai anak tersebut, yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc6d707a29.webp" length="49160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 18:55:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, unit ppa satreskrim polres tulungagung, penculikan balita, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satreskrim Polres Tulungagung tengah menangani kasus dugaan tindak pidana membawa pergi anak di bawah umur tanpa izin orang tua kandung.</p>
<p>Seorang perempuan berinisial GH (52), warga Desa Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, diamankan polisi saat hendak membawa seorang balita berusia 17 bulan ke Lampung menggunakan bus antarkota.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba menjelaskan, laporan polisi dibuat pada Rabu, 6 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Laporan diajukan oleh ibu korban berinisial IR (34), yang tinggal di tempat kos di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Setelah berhasil diamankan di Serang, GH dibawa ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut, dan kini statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>“Dasar perkara ini dimulai dari laporan polisi LPB/77/V/2026/SPKT/Polres Tulungagung/Polda Jawa Timur tanggal 6 Mei 2026. Pelapor adalah seorang ibu berinisial IR, sedangkan korban adalah anak kandungnya sendiri berinisial B yang masih berusia kurang lebih 17 bulan,” ujar Iptu Andi Tamba.</p>
<p>Menurut dia, setelah laporan diterima, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian lain hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan di wilayah Serang, Banten.</p>
<p>“Atas laporan tersebut, Unit PPA melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan polres dan polda jajaran sehingga pada Rabu pukul 08.30 WIB tersangka berhasil diamankan oleh Polres Serang, Banten,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus bermula pada Kamis, 30 April 2026 malam. Saat itu IR yang bekerja malam menitipkan anaknya kepada GH yang dikenalnya sebagai tetangga kos di wilayah Ngunut.</p>
<p>Awalnya, IR menghubungi GH melalui WhatsApp dan menanyakan kesediaannya menjaga sang anak. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban kemudian diantar ke tempat kos tersangka untuk dititipkan sementara karena pelapor harus bekerja. Namun sejak hari pertama penitipan, IR mulai kesulitan menemui anaknya. Setiap kali datang atau meminta bertemu, tersangka selalu berdalih balita tersebut sedang tidur.</p>
<p>“Pada hari pertama dititipkan, ibunya mau ketemu anaknya, tapi dijawab anaknya sedang tidur jangan diganggu. Hari kedua juga begitu, saat mengantar susu dan pampers hanya diminta bertemu di luar kos,” terang Kasatreskrim.</p>
<p>Meski sempat beberapa kali melakukan video call dan melihat kondisi anaknya dalam keadaan sehat, pelapor mulai curiga ketika komunikasi dengan tersangka semakin sulit.</p>
<p>Kecurigaan memuncak pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIB saat IR melakukan video call dan melihat tersangka berada di dalam bus sambil membawa anaknya. Sejak saat itu tersangka tidak lagi bisa dihubungi, dan ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa GH diduga telah merencanakan keberangkatan ke Lampung sejak awal. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone OPPO warna ungu milik tersangka, screenshot percakapan WhatsApp, serta tiket bus Handoyo jurusan Lampung.</p>
<p>“Tiket bus ini sudah dipesan tanggal 5 Mei pukul 10.00 WIB. Sementara komunikasi terakhir dengan pelapor hari Selasa sekitar pukul 13.00 WIB dan tersangka sudah berada di perjalanan menuju Lampung,” jelas Iptu Andi.</p>
<p>Tak hanya itu, polisi juga menemukan barang-barang pribadi milik tersangka yang telah dikemas untuk dibawa pulang ke Lampung, seperti pakaian, kompor gas, sembako, hingga peralatan dapur.</p>
<p>“Niat untuk membawa anak tersebut sudah tergambar. Semua barang-barangnya sudah dibawa dan dimasukkan ke dalam bus. Jadi memang ada dugaan tidak akan kembali lagi ke Tulungagung,” tambah Iptu Andi Tamba.</p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, tersangka diduga membawa korban dengan tujuan untuk diasuh sendiri di Lampung.</p>
<p>“Motif tersangka adalah untuk menguasai anak tersebut dan membawanya ke Lampung,” kata Kasatreskrim.</p>
<p>Polisi juga memastikan kondisi korban saat ini dalam keadaan sehat dan telah kembali ke pangkuan ibu kandungnya.</p>
<p>“Anak saat ini sudah kembali kepada ibu kandungnya dalam kondisi sehat dan aman. Korban juga sudah mendapat pendampingan dari UPTD PPA Kabupaten Tulungagung,” ujar Iptu Andi Tamba.</p>
<p>Atas perbuatannya, GH dijerat Pasal 454 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.</p>
<p>Pasal tersebut mengatur tentang tindakan membawa pergi anak di luar kehendak orang tua atau wali dengan maksud menguasai anak tersebut, yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.</p>
<p>“Kami menerapkan Pasal 454 KUHP baru dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun,” tegas Iptu Andi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polsek Tulungagung Kota Tangkap Pencuri Motor Praktik Siswa SMK, Pelaku Residivis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polsek-tulungagung-kota-tangkap-pencuri-motor-praktik-siswa-smk-pelaku-residivis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polsek-tulungagung-kota-tangkap-pencuri-motor-praktik-siswa-smk-pelaku-residivis</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka diketahui pernah mendekam di Rutan Trenggalek pada tahun 2025 atas kasus serupa. Selain itu tersangka juga pernah melakukan aksi serupa di Kelurahan Tertek, Tulungagung, tetapi pihak korban tidak melapor ke polisi dan perkaranya diselesaikan secara kekeluargaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc752a13453.webp" length="55696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:26:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polsek tulungagung kota, ungkap kasus curanmor, smk taman siswa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Aparat Polsek Tulungagung Kota berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar kendaraan praktik milik sekolah di lingkungan SMK Taman Siswa, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungagung.</p>
<p>Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial MFB (25), warga Kelurahan Karangwaru, Tulungagung. Pelaku diduga mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam bernomor polisi AG 4871 SV yang digunakan siswa untuk kegiatan praktik pembelajaran di sekolah tersebut.</p>
<p>Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Puji Hartanto melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdianto mengatakan, penangkapan dilakukan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB setelah petugas melakukan penyelidikan intensif.</p>
<p>“Pelaku berhasil diamankan di rumahnya di wilayah Kelurahan Karangwaru oleh Kanit Reskrim Iptu Sutrisno bersama anggota Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota,” ujar Nanang, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Kasus pencurian itu pertama kali diketahui pada Minggu, 26 April 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu penjaga sekolah sedang melakukan patroli rutin di area sekolah untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.</p>
<p>Ketika memeriksa salah satu ruang praktik, saksi mendapati pintu ruangan dalam kondisi terbuka. Setelah dicek lebih lanjut, sepeda motor milik sekolah yang sebelumnya disimpan di dalam ruangan ternyata sudah hilang.</p>
<p>“Sesampainya di salah satu ruang praktik, saksi mendapati pintu ruangan sudah terbuka dan setelah dilakukan pengecekan, sepeda motor Yamaha Mio milik sekolah sudah tidak berada di tempat,” kata Iptu Nanang.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melaporkan kasus itu ke Polsek Tulungagung Kota. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku akhirnya berhasil diketahui dan tidak berselang lama, petugas langsung melakukan penangkapan ke rumah tersangka.</p>
<p>Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio AG 4871 SV, satu lembar STNK, satu buku BPKB, serta grendel dan gembok dalam kondisi rusak yang diduga dirusak saat aksi pencurian berlangsung.</p>
<p>“Pelaku beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Polsek Tulungagung Kota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan kepolisian, MFB diketahui bukan kali pertama terlibat kasus pencurian. Pelaku tercatat pernah melakukan tindak pidana serupa di wilayah Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, pada tahun 2025. Namun pihak korban tidak melaporkannya ke pihak berwenang dan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan tanpa proses hukum.</p>
<p>Masih di tahun yang sama, tersangka kembali terlibat pencurian di wilayah Kabupaten Trenggalek hingga akhirnya menjalani hukuman di Rumah Tahanan Trenggalek.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, terutama dengan memastikan sistem keamanan kendaraan maupun lingkungan tempat penyimpanan barang berharga dalam kondisi aman.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan memastikan keamanan lingkungan serta kendaraan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seribuan Calon Jemaah Haji Asal Tulungagung Dilepas Plt Bupati, Total Jemaah Masih Dinamis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seribuan-calon-jemaah-haji-asal-tulungagung-dilepas-plt-bupati-total-jemaah-masih-dinamis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seribuan-calon-jemaah-haji-asal-tulungagung-dilepas-plt-bupati-total-jemaah-masih-dinamis</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc705a592e0.webp" length="44452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:11:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, pelepasan calon jemaah haji, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi melepas ribuan calon jemaah haji tahun 2026 di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (7/5/2026). Di tengah suasana haru dan khidmat pelepasan, kabar duka turut menyelimuti keberangkatan haji tahun ini setelah enam calon jemaah dipastikan meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pelepasan calon jemaah haji menjadi momentum penting sekaligus bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang akan menunaikan rukun Islam kelima.</p>
<p>“Hari ini kami menggelar acara pelepasan ribuan jemaah calon haji di Pendapa Tulungagung,” kata Baharudin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Baharudin mengingatkan seluruh calon jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor utama agar seluruh tahapan ibadah dapat dijalani dengan lancar.</p>
<p>“Saya menekankan mudah-mudahan perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Sehingga pulang mendapat predikat mabrur dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Baharudin juga menitipkan doa kepada para jemaah agar Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, dan pemimpin yang amanah.</p>
<p>“Tadi saya juga titip doa kepada jemaah. Semoga Tulungagung selalu aman, nyaman, sejahtera dan pimpinan amanah,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, menjelaskan jumlah calon jemaah haji Tulungagung awalnya tercatat sebanyak 1.179 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.161 jemaah reguler, 12 petugas kloter, lima petugas haji daerah (PHD), dan satu pembimbing KBIHU.</p>
<p>“Berdasarkan laporan sampai hari ini ada 1.179 orang, termasuk petugas kloter 12 orang, PHD lima orang, dan satu pembimbing KBIHU. Kalau jamaah murni ada 1.161 orang,” terang Suryani.</p>
<p>Namun, data tersebut berubah setelah adanya laporan calon jemaah asal Kecamatan Sumbergempol meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan tambahan satu kasus terbaru itu, total calon jemaah yang wafat menjelang keberangkatan mencapai enam orang.</p>
<p>“Hari ini ada informasi bahwa dari Sumbergempol ada yang meninggal. Jadi jumlahnya menjadi 1.178. Kalau pasangannya memutuskan menunda keberangkatan, maka bisa menjadi 1.177,” jelasnya.</p>
<p>Suryani mengungkapkan, lima calon jemaah yang meninggal sebelumnya bahkan telah masuk dalam pembagian kelompok terbang (kloter). Karena itu, perubahan data keberangkatan masih sangat mungkin terjadi hingga hari pemberangkatan.</p>
<p>“Yang tidak berangkat itu lima, kemudian tambah satu lagi jadi enam. Kalau pasangannya ikut menunda, bisa menjadi tujuh, tetapi itu belum pasti,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, dinamika data jemaah setiap tahun memang kerap terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga kemungkinan adanya tambahan kuota dari daerah lain.</p>
<p>“Sampai dengan pemberangkatan terus berubah. Bisa berkurang karena ada yang sakit atau meninggal dunia. Tapi juga bisa bertambah kalau ada kuota kosong dari kabupaten atau kota lain yang kemudian diisi jamaah Tulungagung,” ungkap Suryani.</p>
<p>Di sisi lain, seluruh proses administrasi keberangkatan disebut hampir rampung. Kemenhaj Tulungagung memastikan seluruh visa jemaah telah selesai diproses, meski masih ada beberapa dokumen yang memerlukan perbaikan data.</p>
<p>“Visa Alhamdulillah semuanya sudah selesai. Hanya ada beberapa yang beda huruf antara paspor dan visa, namun sudah diproses perbaikannya. Insyaallah tidak ada masalah,” jelasnya.</p>
<p>Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci.</p>
<p>“Dari Pemkab menanggung transportasi dari Tulungagung ke embarkasi maupun saat pulang. Termasuk konsumsi, pengangkutan koper, dan suvenir batik khas Tulungagung,” pungkas Suryani.</p>
<p>Adapun jemaah termuda tahun ini tercatat atas nama Mahmud Ahmad Reza (18), warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol. Sedangkan jemaah tertua adalah Samadi (96), warga Kecamatan Rejotangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Ketua MPR EBY Kunjungi Edu Fair 2026 di Trenggalek, Dorong Pelajar Kejar Pendidikan Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-mpr-eby-kunjungi-edu-fair-2026-di-trenggalek-dorong-pelajar-kejar-pendidikan-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-mpr-eby-kunjungi-edu-fair-2026-di-trenggalek-dorong-pelajar-kejar-pendidikan-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak para pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc62fd5a14e.webp" length="46346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:29:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, edhie baskoro yudhoyono, education fair 2026, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menghadiri EBY Edu Fair 2026 yang digelar di Aula Jabal Nur, Jalan Raya Ngetal, Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Kegiatan pendidikan tersebut diikuti puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. </p>
<p>Edu Fair menjadi wadah bagi para siswa SMA, SMK, dan sederajat untuk memperoleh informasi langsung mengenai pilihan kampus, program studi, fasilitas pendidikan, hingga berbagai program unggulan yang ditawarkan masing-masing perguruan tinggi.</p>
<p>Sejumlah kampus juga memperkenalkan berbagai program menarik, mulai dari beasiswa pendidikan, keringanan biaya kuliah, hingga peluang pengembangan kompetensi dan karier bagi calon mahasiswa.</p>
<p>Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak para pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.</p>
<p>“Pendidikan itu penting, pendidikan itu yang paling utama. Kita masih diberikan akal untuk terus belajar, terus berilmu, terus berguru, dan memajukan kehidupan manusia,” ujar Ibas di hadapan ratusan pelajar dan guru.</p>
<p>Politisi Partai Demokrat tersebut mengatakan bahwa tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, menurutnya, pendidikan harus menjadi hak yang dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Pasal 28 dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar mengingatkan kita bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Indonesia maju dimulai dari anak-anak dan para pelajar yang ada di Kabupaten Trenggalek,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ibas juga menyinggung berbagai tantangan dunia saat ini, mulai dari konflik global hingga persoalan kemiskinan dan pengangguran. Ia menilai generasi muda harus memiliki karakter kuat, disiplin, dan semangat pantang menyerah untuk menghadapi masa depan.</p>
<p>“Kita harus menjawab tantangan kemiskinan, pengangguran, dan lingkungan hidup. Untuk itu anak-anak harus rajin, disiplin, berkarakter, dan menjadi manusia yang beradab. Hanya dengan pendidikan kita bisa menjawab kegelapan dan memberikan penerangan bagi kehidupan,” tuturnya.</p>
<p>Ia pun mendorong para siswa agar tidak takut bermimpi besar dan terus meningkatkan kemampuan, terutama di bidang teknologi dan komunikasi.</p>
<p>“Pelajari teknologi, kuasai IT dan komunikasi. Jangan pernah menyerah. Semua bisa dengan kerja keras dan mimpi yang tinggi,” ucapnya.</p>
<p>Dalam pidatonya, Ibas turut mengingat pesan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengenai pentingnya belajar sepanjang hayat.</p>
<p>“Hidup adalah universitas yang abadi. Tidak pernah ada kata cukup untuk terus belajar dan menambah ilmu,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Ibas menyebut pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui berbagai program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa pendidikan, hingga program LPDP bagi mahasiswa.</p>
<p>Ia berharap pelaksanaan EBY Edu Fair 2026 mampu menjadi jembatan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, orang tua, dan siswa dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.</p>
<p>“Can do spirit, yakinlah kalian punya semangat aku bisa. Jadilah tunas bangsa, ciptakan generasi emas, dan bangun Indonesia dengan ilmu pengetahuan serta karakter yang baik,” tandasnya.</p>
<p>Acara Edu Fair berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para pelajar yang memadati stan-stan perguruan tinggi untuk berkonsultasi mengenai jurusan kuliah, peluang beasiswa, hingga prospek kerja di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Tulungagung Dorong Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Naik Jadi Rp1 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-tulungagung-dorong-gaji-guru-pppk-paruh-waktu-naik-jadi-rp1-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-tulungagung-dorong-gaji-guru-pppk-paruh-waktu-naik-jadi-rp1-juta</guid>
<description><![CDATA[ Peluang realisasi kenaikan penghasilan tersebut terbuka pada tahun ini, atau paling lambat saat perubahan anggaran sebelum penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb1b38909e3.webp" length="70054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:16:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gaji pppk paruh waktu, dprd tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP –</strong> Status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum sepenuhnya membawa perubahan berarti bagi kesejahteraan para Guru Paruh Waktu (PW) di Tulungagung. Ribuan tenaga pendidik yang telah diangkat melalui skema tersebut justru masih menghadapi persoalan klasik, yakni pendapatan yang minim.</p>
<p>Fakta di lapangan menunjukkan, besaran penghasilan yang diterima guru PPPK PW tidak jauh berbeda dibanding saat mereka masih berstatus honorer. Rata-rata, mereka hanya memperoleh sekitar Rp350 ribu sebagai imbalan atas tugas mengajar yang dijalankan.</p>
<p>Kondisi ini pun memantik perhatian kalangan legislatif. Isu kesejahteraan guru PPPK PW bahkan menjadi salah satu sorotan utama dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tulungagung tahun 2025.</p>
<p>Dalam rapat paripurna yang digelar di Graha Wicaksana DPRD Tulungagung pada Senin (4/5/2026), persoalan tersebut ditempatkan sebagai rekomendasi prioritas. Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Harinto Triyoso, menyebut bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan pembahasan bersama Dinas Pendidikan.</p>
<p>“Hasil hearing dengan dinas pendidikan kami tindak lanjuti dalam bentuk rekomendasi LKPJ. Kesejahteraan PPPK Guru Paruh Waktu menjadi poin pertama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Meski belum merinci jumlah pasti guru yang masih menerima honor Rp350 ribu, data pengangkatan pada Desember 2025 mencatat ada sekitar 1.515 tenaga pendidik yang masuk dalam kategori PPPK Guru PW.</p>
<p>Sebagai langkah perbaikan, DPRD mengusulkan peningkatan penghasilan hingga mencapai Rp1 juta per bulan. Usulan tersebut, menurut Harinto, telah diajukan oleh Dinas Pendidikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).</p>
<p>“Kami mendorong angka Rp1 juta. Usulan itu sudah disampaikan ke TAPD, jadi prosesnya sedang berjalan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peluang realisasi kenaikan penghasilan tersebut terbuka pada tahun anggaran berjalan, atau paling lambat saat perubahan anggaran sebelum penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).</p>
<p>“Karena harus ada perubahan di tahun berjalan atau 2027, yaitu saat perubahan pergeseran anggaran, itu sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK),” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menegaskan bahwa isu kesejahteraan tenaga pendidik tidak bisa dilepaskan dari prioritas pembangunan daerah secara keseluruhan. Dalam forum paripurna, ia menyebut tiga sektor utama yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni layanan kesehatan universal (UHC), infrastruktur, dan pendidikan.</p>
<p>“Ketiganya merupakan kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan,” katanya.</p>
<p>Namun demikian, Marsono juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan anggaran. Ia menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) serta Permendagri Nomor 15 Tahun 2023 yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.</p>
<p>Saat ini, porsi belanja pegawai di Tulungagung masih melampaui batas tersebut. Karena itu, diperlukan sinergi antara eksekutif dan legislatif agar pengelolaan anggaran tetap efektif, efisien, dan akuntabel.</p>
<p>“Kita harus mencari formulasi terbaik sesuai kemampuan anggaran daerah, tanpa mengabaikan kesejahteraan pegawai,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa keberadaan PPPK tetap menjadi prioritas, khususnya di sektor pendidikan dan tenaga teknis. Penyesuaian jumlah pegawai, menurutnya, harus didasarkan pada kebutuhan riil, bukan dengan mengurangi hak atau bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja.</p>
<p>“Jumlah guru dan teknis, kalimat bukan dikurangi, disesuaikan dengan kebutuhan riil, tapi jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), itu melanggar HAM, dikurangi gaji juga tidak,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Kasus Malapraktik di Tulungagung, IDI Tekankan Pentingnya Kajian Menyeluruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-kasus-malapraktik-di-tulungagung-idi-tekankan-pentingnya-kajian-menyeluruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-kasus-malapraktik-di-tulungagung-idi-tekankan-pentingnya-kajian-menyeluruh</guid>
<description><![CDATA[ Organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa penilaian terhadap dugaan malpraktik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb16857a568.webp" length="19878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, idi tulungagung, rs era medika, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada dokter berinisial IGPS yang dilaporkan ke Polres Tulungagung terkait dugaan kasus malapraktik di RS Era Medika.</p>
<p>Organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa penilaian terhadap dugaan malpraktik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif.</p>
<p>Ketua IDI Cabang Tulungagung, dr. Moch Mundir Arif, menjelaskan bahwa mekanisme penanganan kasus kedokteran saat ini telah mengalami perubahan. Dahulu, investigasi terhadap dugaan pelanggaran disiplin dokter dilakukan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang berada dalam lingkup organisasi. Namun kini, MKDKI berdiri secara otonom di bawah Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di tingkat pusat.</p>
<p>“Dengan perubahan tersebut, IDI di daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk melakukan investigasi langsung terhadap kasus yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya, Rabu (6/5/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, peran IDI saat ini lebih terbatas pada pemberian pendampingan kepada anggotanya, baik dalam aspek etik maupun hukum. Dalam kasus yang menimpa dokter IGPS, pihaknya mengaku telah menawarkan bantuan tersebut.</p>
<p>“Pendampingan sudah kami tawarkan, namun yang bersangkutan merasa belum membutuhkan keterlibatan dari organisasi,” jelasnya.</p>
<p>Penanganan perkara ini sendiri saat ini berada di bawah kuasa hukum RS Era Medika. Dokter IGPS juga telah memperoleh pendampingan dari tim hukum rumah sakit, sehingga IDI tidak dapat terlibat lebih jauh tanpa persetujuan dari pihak terkait.</p>
<p>“Kami hanya menerima informasi dari dokter yang bersangkutan. Untuk detail perkara, kami tidak memiliki akses karena bukan kewenangan kami,” katanya.</p>
<p>Meski tengah menghadapi laporan, status dokter IGPS diketahui masih aktif menjalankan praktik. Hal ini dikarenakan belum adanya keputusan hukum atau disiplin yang bersifat final.</p>
<p>“Selama belum ada putusan, yang bersangkutan tetap dapat menjalankan praktik seperti biasa,” tambahnya.</p>
<p>IDI juga menegaskan tetap membuka peluang pendampingan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Meski tidak memiliki tim hukum khusus di tingkat daerah, organisasi tersebut mengaku memiliki jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk membantu anggotanya.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Mundir menjelaskan bahwa kasus dugaan malapraktik sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi di dunia medis. Setiap tindakan medis, terutama operasi, memiliki risiko yang melekat, seperti perdarahan maupun infeksi.</p>
<p>“Jika tidak terjadi infeksi, umumnya luka operasi dapat sembuh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun jika muncul infeksi, proses penyembuhan bisa lebih lama dan bergantung pada kondisi pasien,” paparnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa lokasi luka tertentu, seperti di area ketiak, memiliki potensi risiko infeksi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi area yang lembap serta sering mengalami pergerakan, sehingga dapat memengaruhi stabilitas jahitan.</p>
<p>“Karena itu, penilaian terhadap dugaan malpraktik harus dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan berbagai faktor medis yang ada,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Tulungagung Kawal Dugaan Kasus Malapraktik Kasa Tertinggal di Luka Bekas Operasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-kawal-dugaan-kasus-malapraktik-kasa-tertinggal-di-luka-bekas-operasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-kawal-dugaan-kasus-malapraktik-kasa-tertinggal-di-luka-bekas-operasi</guid>
<description><![CDATA[ Dinkes Tulungagung kini tengah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil klarifikasi tersebut untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur. Terkait aspek medis mengenai dugaan tertinggalnya kasa, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada penilaian ahli. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb119d0f2ee.webp" length="43222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dinkes tulungagung, rs era medika, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memastikan akan mengawal kasus dugaan malapraktik yang menyeret RS Era Medika. Kasus ini mencuat setelah seorang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Yayuk Setiawati (49), melaporkan adanya benda asing berupa kasa yang tertinggal di bekas luka operasi tumor jinak di ketiaknya.</p>
<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari pasien, manajemen rumah sakit, hingga dokter operator secara terpisah.</p>
<p>Meski awalnya direncanakan untuk mediasi, proses tersebut kini bergeser menjadi pendampingan hukum lantaran pasien telah resmi melapor ke Polres Tulungagung.</p>
<p>"Kami sudah memanggil pasien yang melapor untuk mengetahui kondisi secara detail," jelas Aris, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>"Rencananya kami akan buat pertemuan kedua belah pihak. Tapi dari pasien dan kuasa hukumnya sudah melapor ke Polres Tulungagung," tambahnya.</p>
<p>Dinkes Tulungagung kini tengah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil klarifikasi tersebut untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur. Terkait aspek medis mengenai dugaan tertinggalnya kasa, Aris menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian ahli.</p>
<p>"Secara teknis nanti yang bisa menyampaikan adalah tim dokter sebagai ahli. Hasil mediasi akan kami keluarkan dalam bentuk rekomendasi. Karena sudah masuk ke polisi, kami tinggal mengawal kasus ini," tegas Aris.</p>
<p>Sementara itu di sisi lain, manajemen RS Era Medika memberikan klarifikasi resmi. Direktur RS Era Medika, dr. Rizqi Putra Sansaka, menegaskan bahwa operasi eksisi FAM (pangkasan tumor jinak) yang dilakukan pada 20 Desember 2025 tersebut telah berjalan sesuai standar medis.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan kasa atau tampon adalah prosedur lazim untuk menekan perdarahan pascaoperasi yang seharusnya diganti secara berkala hingga luka mengering total.</p>
<p>“Semua tindakan kami sudah sesuai prosedur yang ditentukan oleh standar BPJS Kesehatan,” ungkap dr. Rizqi.</p>
<p>Pihak rumah sakit juga memaparkan kronologi kontrol pasien. Yayuk tercatat menjalani rawat inap pada 19-23 Desember 2025 dan sempat melakukan kontrol sebanyak tiga kali. Namun, pihak RS menyayangkan ketidakhadiran pasien pada jadwal krusial berikutnya.</p>
<p>“Pasien dijadwalkan kontrol keempat pada 19 Januari 2026, akan tetapi pasien tidak datang,” papar dr. Rizqi.</p>
<p>Terkait klaim pasien yang merasa sudah dinyatakan sembuh sehingga berangkat ke Singapura pada 14 Januari 2026, pihak RS mengaku tidak mengetahui dasar pernyataan tersebut. Padahal, secara medis pasien masih diwajibkan menjalani perawatan lanjutan.</p>
<p>“Padahal pasien wajib melakukan perawatan lanjutan atau kontrol rawat jalan pada 19 Januari 2026,” imbuhnya.</p>
<p>Menindaklanjuti hal tersebut, pihak manajemen RS Era Medika akan melakukan prosedur secara internal dan eksternal sesuai aturan dan Undang-Undang yang berlaku.</p>
<p>Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Yayuk Setiawati merasa ada pembengkakan pada ketiaknya setelah dua pekan bekerja di Singapura. Pemeriksaan medis di sana menunjukkan adanya kasa yang tertinggal. Karena terkendala biaya untuk melakukan operasi di Singapura, yang bersangkutan pulang kembali ke Indonesia dan menjalani operasi pengambilan benda asing di RS Prima Medika.</p>
<p>Saat ini, Polres Tulungagung tengah mendalami laporan tersebut, sementara Dinkes siap memberikan dukungan data medis jika diperlukan dalam proses penyelidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lantik 74 Pejabat Fungsional, Plt Bupati Tulungagung Tekankan Profesionalitas ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lantik-74-pejabat-fungsional-plt-bupati-tulungagung-tekankan-profesionalitas-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lantik-74-pejabat-fungsional-plt-bupati-tulungagung-tekankan-profesionalitas-asn</guid>
<description><![CDATA[ Ahmad Baharudin mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, para ASN diminta mensyukuri amanah yang diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb046fa9aaf.webp" length="44986" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 16:10:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebanyak 74 pejabat fungsional di lingkup Pemkab Tulungagung resmi dilantik, Selasa (5/5/2026). Puluhan ASN PNS tersebut dilantik baik melalui pengangkatan pertama maupun perpindahan jabatan.</p>
<p>Dalam momentum pengambilan sumpah janji yang digelar di ruang Prajamukti Kantor Pemkab Tulungagung tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya profesionalitas dan tanggung jawab aparatur sipil negara (ASN). Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja dan semangat pengabdian.</p>
<p>“Pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan selamat kepada Pegawai Negeri Sipil yang baru saja mengucapkan sumpah janji PNS dan dilantik dalam jabatan fungsional. Semoga ini menambah etos kerja dan semangat berkarya demi kemajuan Kabupaten Tulungagung yang kita cintai,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, para ASN diminta mensyukuri amanah yang diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik.</p>
<p>“Di luar sana masih banyak masyarakat yang bercita-cita berada di posisi saudara saat ini, namun tidak semua memperoleh kesempatan tersebut. Wujudkan rasa syukur itu dalam bentuk semangat dan kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 74 pejabat fungsional resmi dilantik, baik melalui pengangkatan pertama maupun perpindahan jabatan. Ahmad Baharudin menegaskan bahwa jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam sistem manajemen ASN.</p>
<p>“Jabatan fungsional merupakan bagian penting dalam sistem manajemen aparatur sipil negara, yang menjamin profesionalitas berdasarkan keahlian, keterampilan, dan kompetensi tertentu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga menyoroti tuntutan publik terhadap kinerja aparatur pemerintah yang semakin tinggi. ASN diminta mampu menjaga citra positif dengan bekerja secara profesional dan mematuhi kode etik yang berlaku.</p>
<p>“Sebagai PNS, saudara terikat oleh aturan kepegawaian dan kode etik yang jelas. Oleh karena itu, berpikirlah ke depan mengenai konsekuensi sebagai PNS dan jadilah bagian dari motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Ahmad Baharudin berpesan agar seluruh ASN dapat menjadi teladan dalam bekerja serta selalu berhati-hati dan cermat dalam menjalankan tugas.</p>
<p>“Saya mengajak seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk bekerja lebih giat, lebih cermat, dan lebih bertanggung jawab. Ingat, setiap jabatan harus berkontribusi dalam memastikan program pemerintah daerah berjalan sebagaimana mestinya karena akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Allah SWT,” pungkasnya.</p>
<p>Ia pun berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat menghasilkan ASN yang berkualitas demi kemajuan daerah.</p>
<p>“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap upaya kita dalam menciptakan aparatur sipil negara yang berkualitas di Kabupaten Tulungagung,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Tulungagung Irit Bicara Soal Dugaan Aliran Dana Korupsi Bupati ke Forkopimda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-tulungagung-irit-bicara-soal-dugaan-aliran-dana-korupsi-bupati-ke-forkopimda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-tulungagung-irit-bicara-soal-dugaan-aliran-dana-korupsi-bupati-ke-forkopimda</guid>
<description><![CDATA[ Marsono enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menyarankan awak media agar mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87df8582f8.webp" length="22646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 19:20:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, marsono, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, memilih irit bicara saat dimintai keterangan terkait dugaan aliran dana korupsi yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dana tersebut disebut-sebut mengalir ke sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Usai mengikuti rapat paripurna pada Senin (4/52026) siang, Marsono enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menyarankan awak media agar mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait.</p>
<p>“Saya nggak berkompeten untuk menjawab itu. Sumbernya aja dicari,” ujarnya singkat.</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 10 April lalu. Operasi tersebut berujung pada penetapan Gatut Sunu Wibowo beserta ajudannya Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka.</p>
<p>Dalam perkara ini, Gatut diduga melakukan praktik pemerasan terhadap 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dari aksi tersebut, ia diduga berhasil mengumpulkan dana hingga Rp2,7 miliar.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, dana yang terkumpul diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Penggunaannya antara lain untuk pembelian barang mewah, biaya pengobatan, hingga keperluan jamuan makan dan pembagian tunjangan hari raya (THR) bagi sejumlah pejabat.</p>
<p>Hingga kini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik KPK telah menyita sejumlah dokumen penting serta uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti guna memperkuat pembuktian dalam kasus tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tri Hariadi Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Tulungagung, Fokus Perkuat Koordinasi dan Percepatan Program</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-resmi-dilantik-sebagai-pj-sekda-tulungagung-fokus-perkuat-koordinasi-dan-percepatan-program</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-resmi-dilantik-sebagai-pj-sekda-tulungagung-fokus-perkuat-koordinasi-dan-percepatan-program</guid>
<description><![CDATA[ Tri Hariadi juga memastikan tidak ada persoalan pribadi dengan pihak manapun, termasuk pejabat sebelumnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi antarpejabat berjalan dengan baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87d0c6ef15.webp" length="45354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 19:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekda tulungagung, tri hariadi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tri Hariadi resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung pada Senin (4/5/2026) sore. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ahmad Baharudin di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.</p>
<p>Pelantikan ini menjadi momen kembalinya Tri Hariadi ke posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, setelah sebelumnya sempat dimutasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p>Menanggapi penunjukan tersebut, Tri Hariadi mengaku siap menjalankan amanah dan fokus melanjutkan program-program yang telah direncanakan sebelumnya.</p>
<p>“Yang jelas kita semangat menghadapi tahun 2026 ini. Tentu yang pertama melanjutkan apa yang sudah direncanakan tahun 2025. Memastikan kegiatan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus di tengah dinamika yang sempat terjadi di Tulungagung. </p>
<p>“Kita juga prihatin dengan kejadian di Tulungagung. Mudah-mudahan kita semua bisa kembali fokus pada kegiatan yang sudah direncanakan, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan dan pelayanan secara maksimal,” tambahnya.</p>
<p>Dalam menjalankan tugasnya, Tri menyebut tidak ada penugasan khusus dari Plt Bupati, melainkan menekankan kerja kolektif bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>“Tugas khusus ya tugasnya semua. Artinya kita bersama teman-teman OPD melaksanakan kegiatan bersama. Koordinasi harus kita perkuat, regulasi harus kita sempurnakan. Kebetulan saat ini BPK juga ada di sini, ini momen yang tepat untuk kita sharing,” jelasnya.</p>
<p>Terkait kondisi psikologis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sempat terguncang, Tri optimistis para pegawai tetap profesional dan mampu bangkit.</p>
<p>“Teman-teman sudah dewasa, saya yakin mereka melihat ke depan, tidak ke belakang. Kami juga mensupport agar secara moril tetap terjaga, semangatnya terjaga, fokusnya terjaga, sehingga target di tahun 2026 bisa tercapai,” katanya.</p>
<p>Saat ditanya mengenai proses penunjukan dirinya kembali sebagai Pj Sekda, Tri menegaskan bahwa sebagai birokrat dirinya siap mengikuti perintah pimpinan.</p>
<p>“Kalau kita birokrasi itu pada prinsipnya mengikuti perintah. Kalau diperintah, kita siap,” tegasnya.</p>
<p>Tri Hariadi juga memastikan tidak ada persoalan pribadi dengan pihak manapun, termasuk pejabat sebelumnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi antarpejabat berjalan dengan baik.</p>
<p>“Tidak ada, ini kan dinas. Kita menjalankan tugas secara profesional,” ujarnya, </p>
<p>Ke depan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor, baik di internal pemerintah daerah maupun dengan pihak eksternal.</p>
<p>“Kita akan mencoba koordinasi, mencari benang merah bagaimana ke depan kita memperbaiki. Tidak hanya pemerintah, tapi juga melibatkan legislatif dan pemangku kepentingan lainnya di Tulungagung,” paparnya.</p>
<p>Sementara itu, mengenai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dikabarkan masih minim, Tri mengaku akan segera melakukan pengecekan lebih lanjut.</p>
<p>“Saya belum tahu secara detail. Kalau memang masih minim, tentu harus ada langkah khusus untuk percepatan agar progresnya baik,” ujarnya.</p>
<p>Saat ditanya soal perasaannya kembali ke jabatan lama setelah sempat berpindah tugas, Tri menanggapinya santai. </p>
<p>“Ya biasa saja,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung Lantik Tri Hariadi Jadi Pj Sekda Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lantik-tri-hariadi-jadi-pj-sekda-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lantik-tri-hariadi-jadi-pj-sekda-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengungkapkan alasan memilih Tri Hariadi, yakni faktor pengalaman dalam birokrasi pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87babb764b.webp" length="40768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 18:31:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penjabat sekretaris daerah tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin resmi melantik Tri Hariadi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung. Pelantikan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (4/5/2026) sore.</p>
<p>Tri Hariadi bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekda sejak Februari 2024 hingga 12 Desember 2025, sebelum kemudian dimutasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa jabatan Sekda Tulungagung telah kosong sejak 12 Desember 2025. Sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, kepala daerah wajib menunjuk penjabat Sekda setelah mendapat persetujuan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Jabatan Sekda sebelumnya juga diisi oleh Pj, yakni Soeroto.</p>
<p>“Penunjukan Saudara Tri Hariadi sebagai Penjabat Sekretaris Daerah telah melalui proses koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan mendapatkan persetujuan tertulis, sehingga telah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Baharudin.</p>
<p>Ia menegaskan, posisi sekda memiliki peran strategis sebagai penggerak utama administrasi pemerintahan sekaligus koordinator seluruh perangkat daerah. Kekosongan jabatan ini, menurutnya, berpotensi menghambat jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.</p>
<p>“Sekretaris daerah memiliki peran yang sangat penting. Kekosongan jabatan ini dapat menyebabkan kurang optimalnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung,” katanya.</p>
<p>Baharudin juga menyinggung dinamika yang tengah terjadi di pemerintahan daerah, termasuk proses pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.</p>
<p>Menurutnya, penunjukan penjabat sekda menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran roda pemerintahan.</p>
<p>“Penunjukan ini penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung untuk tetap bekerja sesuai aturan, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>“Kita doakan agar seluruh proses hukum yang sedang berlangsung berjalan lancar dan segera selesai. Semoga ke depan Tulungagung semakin baik dan bersih,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam sesi wawancara usai pelantikan, Baharudin menjelaskan bahwa pengisian jabatan Pj Sekda dilakukan karena posisi tersebut memang telah kosong sejak berakhirnya masa jabatan sebelumnya. Ia mengakui masa jabatan penjabat sebelumnya tidak diperpanjang, sehingga langsung dilakukan pergantian.</p>
<p>“Sudah habis, baru kita isi lagi. Akhirnya langsung diganti Pak Tri tadi,” jelasnya.</p>
<p>Baharudin juga mengungkapkan alasan memilih Tri Hariadi, yakni faktor pengalaman dalam birokrasi pemerintahan.</p>
<p>“Saya ini masih baru sebagai Plt Bupati, jadi saya memilih sekda yang sudah berpengalaman memimpin pemerintahan,” katanya.</p>
<p>Baharudin menambahkan, masa jabatan penjabat sekda berlaku selama tiga bulan dan dapat dievaluasi kembali.</p>
<p>“Pj berlaku tiga bulan. Nanti kita lihat ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Terkait kemungkinan menjadi sekda definitif, ia menyerahkan pada proses dan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>“Kita lihat dulu. Ini nanti ya, Gusti Allah yang menentukan,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga memastikan seluruh proses pengangkatan telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk mendapatkan persetujuan dari gubernur.</p>
<p>“Sudah prosedural semua. Pengusulan sejak 30 April, kemudian keluar persetujuan, baru hari ini dilaksanakan,” jelasnya.</p>
<p>Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan Kabupaten Tulungagung dapat kembali berjalan optimal, khususnya dalam koordinasi antar perangkat daerah dan pelayanan kepada masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Laporkan Dugaan Malapraktik ke Polisi, Rumah Sakit Buka Opsi Penyelesaian Kekeluargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-laporkan-dugaan-malapraktik-ke-polisi-rumah-sakit-buka-opsi-penyelesaian-kekeluargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-laporkan-dugaan-malapraktik-ke-polisi-rumah-sakit-buka-opsi-penyelesaian-kekeluargaan</guid>
<description><![CDATA[ Kasus ini mencuat setelah korban mengalami komplikasi saat bekerja di Singapura hingga harus menjalani operasi ulang di Indonesia, setelah diduga terdapat kain kasa yang tertinggal di tubuhnya usai operasi di sebuah rumah sakit swasta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f345dc326bf.webp" length="33514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dugaan malpraktik medis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang warga Kabupaten Tulungagung, melaporkan dugaan malapraktik medis yang dialaminya ke kepolisian. Laporan diajukan ke Polres Tulungagung oleh Yayuk Setiawati (49), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, didampingi penasihat hukumnya, Santoso, pada Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Kuasa hukum pelapor, Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan RSU EM yang berada di wilayah Kecamatan Ngunut, serta seorang dokter spesialis bedah berinisial IG.</p>
<p>Menurut Santoso, kasus bermula saat kliennya memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut pada 16 Desember 2025, dan dinyatakan bahwa ada tumor jinak di ketiak sebelah kanan. Kemudian pada tanggal 20 Desember 2025, dilakukan tindakan operasi oleh dokter spesialis bedah berinisial IG di rumah sakit tersebut.</p>
<p>“Klien saya pada tanggal 16 Desember 2025 melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut dan oleh dokter dikatakan bahwa ada tumor jinak di ketiak sebelah kanan. Setelah itu pada tanggal 20, klien saya kembali lagi dan pada hari itu juga dilaksanakan operasi bedah,” ujar Santoso, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Pascaoperasi, pasien sempat menjalani rawat inap selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Ia kemudian melakukan kontrol lanjutan pada 26 dan 30 Desember 2025 kepada dokter yang sama. Selanjutnya, kontrol dilakukan pada 6 dan 12 Januari 2026 kepada dokter lain karena dokter sebelumnya sedang cuti.</p>
<p>“Pada kontrol terakhir dinyatakan sehat, sehingga pada 14 Januari 2026 klien saya berangkat bekerja sebagai TKW ke Singapura,” jelas Santoso.</p>
<p>Namun, sekitar dua minggu setelah bekerja di Singapura, Yayuk mulai merasakan nyeri di area bekas operasi. Ia kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat. </p>
<p>“Dari pemeriksaan di sana terlihat ada pembengkakan. Bahkan keesokan harinya luka tersebut pecah,” ungkap Santoso.</p>
<p>Ia menambahkan, dari kondisi tersebut diduga terdapat benda asing yang tertinggal di dalam tubuh kliennya.</p>
<p>“Kelihatannya ada kasa atau benda asing yang tertinggal di lokasi operasi,” katanya.</p>
<p>Yayuk kemudian dirujuk ke Sengkang General Hospital. Berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut, ditemukan adanya benda asing yang tertinggal. </p>
<p>“Ada surat keterangan dari dokter di sana yang menyebutkan memang terdapat benda asing atau kasa,” ujar Santoso.</p>
<p>Karena keterbatasan biaya untuk menjalani operasi di Singapura, Yayuk akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 1 April 2026. Keesokan harinya, ia menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan disarankan segera menjalani operasi.</p>
<p>"Dengan dibantu oleh majikan, dibelikan tiket, klien saya pulang ke Indonesia. Terus tanggal 2 masuk ke Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan dan disarankan secepatnya untuk dilaksanakan operasi untuk mengambil kasa yang tertinggal di tempat yang dioperasi tersebut. Siangnya, Ia ke Rumah Sakit Prima Medika dan pada hari itu juga pukul 21.00 WIB dilakukan operasi untuk mengeluarkan benda asing atau kasa di tempat tersebut," jelasnya.</p>
<p>Terkait kasus ini, Santoso menyebut telah mencoba melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit sebelumnya. Namun, menurutnya, belum ada penyelesaian konkret. </p>
<p>“Kami sudah beberapa kali berkomunikasi, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas, hanya janji-janji,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa laporan yang diajukan telah dilengkapi sejumlah alat bukti. </p>
<p>“Ada resume medis dari kedua rumah sakit, foto kondisi luka, serta surat keterangan dari rumah sakit di Singapura yang sudah diterjemahkan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur RSU EM, dr. Rizqi Putra Sansaka, menyatakan pihaknya membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan. </p>
<p>“Nah ini kan rencananya mau diselesaikan secara kekeluargaan, tapi dari pihak pelapor atau pasien belum menyebutkan untuk nominalnya untuk kekeluargaan itu, nominal yang diinginkan," ujarnya melalui sambungan telepon.</p>
<p>Ia mengatakan komunikasi dengan pihak pasien telah dilakukan, termasuk kunjungan langsung dan komunikasi melalui aplikasi perpesanan. Ia juga mengaku jika selama ini pihaknya belum menerima permintaan dialog dari pihak pasien.</p>
<p>"Kalau permintaan untuk itu belum ada, saya rasa belum ada ya. Cuma kami sudah pernah ke rumahnya sekali, terus kita juga apa hubungan via WA juga berkali-kali sudah. Yang terakhir ini ya itu, tinggal nunggu jawaban dari pasien terkait nominal yang diinginkan itu berapa kalau misal kekeluargaan gitu," katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa bentuk bantuan yang dimaksud lebih kepada tali asih bukan ganti rugi. Terkait dugaan adanya kesalahan prosedur medis, dr. Rizqi menyatakan pihaknya telah menjalankan tindakan sesuai standar.</p>
<p>“Kami sesuai prosedur, dari dokter spesialis dan standar operasi juga sudah sesuai. Kami tidak merasa melakukan kesalahan.Mungkin lebih jelasnya bisa hubungi tim legalnya rumah sakit,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek Capai 60 Persen, Wapres Gibran Dorong Percepatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-capai-60-persen-wapres-gibran-dorong-percepatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-capai-60-persen-wapres-gibran-dorong-percepatan</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan bendungan ditargetkan selesai pada 2029. Namun demikian, pihak PPK membuka peluang percepatan apabila kondisi memungkinkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f330c808bde.webp" length="61834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:20:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, wapres gibran, bendungan bagong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendukung ketahanan air dan pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Wapres didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin bersama Wakil Bupati Syah Muhammad Natanegara, dari area amphitheater bendungan, rombongan memantau secara langsung kondisi fisik proyek yang terus berjalan.</p>
<p>Berdasarkan laporan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, pembangunan Bendungan Bagong yang memiliki nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun tersebut kini telah mencapai progres sekitar 60 persen. Meski sempat menghadapi kendala, terutama dalam proses pembebasan lahan dan penyesuaian anggaran, proyek ini tetap dilanjutkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).</p>
<p>Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Anggadipa Adhitama, menjelaskan bahwa pembangunan bendungan ditargetkan selesai pada 2029. Namun demikian, pihaknya membuka peluang percepatan apabila kondisi memungkinkan.</p>
<p>“Bendungan Bagong ini tetap berlanjut. Direncanakan pembangunan sampai dengan 2029, tapi karena ada efisiensi, kalau bisa dipercepat, akan kami percepat. Progres sampai saat ini sekitar 60 persen,” ujar Senna.</p>
<p>Ia juga memaparkan bahwa kebutuhan anggaran proyek mengalami penyesuaian. Awalnya diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun, namun terdapat tambahan sekitar Rp600 miliar untuk menyelesaikan keseluruhan pembangunan.</p>
<p>“Proyeksi anggaran sampai tuntas sekitar Rp2,1 triliun, tapi nanti ada penambahan sekitar Rp600 miliar,” jelasnya.</p>
<p>Terkait kendala yang dihadapi, Senna menyebut persoalan utama di awal pembangunan adalah pembebasan lahan. Proyek yang telah dikontrak sejak 2018 itu baru dapat dikerjakan secara optimal pada periode 2021 hingga 2022.</p>
<p>“Kendala utama di awal memang lahan. Kita kontrak di 2018, tapi baru bisa mengerjakan sekitar 2021 dan 2022. Namun karena ini termasuk Proyek Strategis Nasional, kita tetap berjalan dan berkomitmen menyelesaikannya,” tambahnya.</p>
<p>Dengan capaian progres yang terus meningkat, pemerintah berharap Bendungan Bagong dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar, terutama dalam mendukung irigasi, pengendalian banjir, serta ketersediaan air baku bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wapres Gibran Tinjau Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek, Serap Aspirasi Kepala Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-tinjau-proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-serap-aspirasi-kepala-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-tinjau-proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-serap-aspirasi-kepala-desa</guid>
<description><![CDATA[ Wapres menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f32deb235ac.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:58:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kunjungan wapres, bendungan bagong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.</p>
<p>Dalam agenda tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad. Rombongan memantau langsung progres fisik pembangunan bendungan dari area amphitheater, yang menjadi titik strategis untuk melihat keseluruhan proyek.</p>
<p>Usai peninjauan, Wapres menggelar pertemuan tertutup bersama puluhan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan desa.</p>
<p>Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, mengungkapkan apresiasi atas kunjungan Wapres sekaligus menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di wilayahnya.</p>
<p>“Kami perwakilan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Mas Wapres yang sudah menyambangi Trenggalek. Mudah-mudahan ini Trenggalek semakin makmur,” ujar Puryono.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan Bendungan Bagong, termasuk aspek pembebasan lahan. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar jaringan irigasi di Bendungan Tugu segera dibangun guna mendukung program nasional swasembada pangan dan ketahanan pangan.</p>
<p>Tak hanya itu, Puryono juga menyoroti urgensi penyelesaian Jalur Lintas Selatan (JLS) sepanjang sekitar 40 kilometer yang dinilai krusial bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa.</p>
<p>“JLS merupakan satu-satunya akses mobilitas ekonomi dan konektivitas di wilayah selatan. Ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Jawa,” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres Gibran menyatakan komitmen pemerintah untuk segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat desa.</p>
<p>“Sekali lagi terima kasih untuk Bapak dan Ibu semua yang sudah mendukung program prioritas dan visi-misi Bapak Presiden,” kata Gibran.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.</p>
<p>“Terkait beberapa ruas jalan yang belum tersambung sekitar 40 kilometer, nanti akan segera kami tindak lanjuti. Dan juga masalah yang ada di sini terkait pembebasan lahannya, nanti akan segera kita carikan solusi terbaiknya." ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Tulungagung Operasikan ETLE Handheld, Tilang Kini Bisa Lewat Ponsel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-operasikan-etle-handheld-tilang-kini-bisa-lewat-ponsel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-operasikan-etle-handheld-tilang-kini-bisa-lewat-ponsel</guid>
<description><![CDATA[ Untuk tahap awal, jenis pelanggaran yang ditindak masih terbatas pada pelanggaran kasat mata. Namun sistem aplikasi sudah dirancang untuk mendeteksi dan mencatat jenis pelanggaran secara otomatis saat kamera diarahkan ke pelanggar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1ea9487374.webp" length="30988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Satlantas polres tulungagung, etle, tilang elektronik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung terus berinovasi dalam memodernisasi sistem penindakan pelanggaran di jalan raya. Terbaru, petugas kini mulai mengoperasikan perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, sebuah teknologi berbasis aplikasi ponsel yang digunakan untuk menjaring pelanggar lalu lintas secara lebih praktis dan efisien.</p>
<p>Berbeda dengan sistem ETLE statis yang terpasang di titik tertentu, perangkat handheld ini memungkinkan petugas melakukan penindakan secara mobile saat patroli di lapangan. Dengan alat tersebut, petugas cukup memotret pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, atau kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan sistem tilang elektronik yang terintegrasi langsung dengan database pusat.</p>
<p>“Memang untuk sekarang kita ada inovasi dari Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jatim, di mana kita sekarang memiliki ETLE Handheld. Perangkat ini merupakan bentuk penindakan pengganti tilang yang terkonfigurasi dengan database ETLE,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, perangkat tersebut berbentuk telepon genggam yang telah dilengkapi aplikasi khusus. Saat petugas menemukan pelanggaran, cukup dilakukan pengambilan gambar tanpa harus selalu menghentikan kendaraan.</p>
<p>“Sehingga pelanggar itu nanti tanpa kita hentikan pun kita bisa foto, kemudian surat tilangnya akan langsung masuk ke alamat rumah. Atau jika pengendara kita hentikan, nanti kita berikan bukti pelanggaran untuk proses pembayaran di bank,” jelasnya.</p>
<p>Untuk tahap awal, jenis pelanggaran yang ditindak masih terbatas pada pelanggaran kasat mata. Namun sistem aplikasi sudah dirancang untuk mendeteksi dan mencatat jenis pelanggaran secara otomatis saat kamera diarahkan ke pelanggar.</p>
<p>“Untuk sementara yang kita data adalah pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm, boncengan lebih dari satu orang, dan tidak sesuai spektek. Pada saat kamera diarahkan kepada pelanggar, nanti akan muncul jenis pelanggarannya,” tambah Taufik.</p>
<p>Terkait operasionalnya, ETLE Handheld akan digunakan secara fleksibel oleh anggota yang sedang bertugas di lapangan, tanpa batasan waktu tertentu.</p>
<p>“Alat ini kita titipkan kepada anggota yang patroli. Pada saat melihat pelanggaran di jalan, langsung bisa dicapture foto ataupun ditindak sewaktu-waktu, kapan pun itu,” ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, Polres Tulungagung baru memiliki satu unit ETLE Handheld. Namun ke depan, jumlahnya akan ditambah seiring dengan distribusi dari Korlantas Polri.</p>
<p>“Sementara kita masih pegang satu unit, nanti ke depannya kita akan tambah kembali. Konsepnya sama seperti ETLE Mobile, tetapi ini lebih simpel karena menggunakan handphone dan bisa dibawa ke mana pun,” katanya.</p>
<p>Keberadaan perangkat ini juga diharapkan dapat menutupi keterbatasan ETLE statis di Tulungagung yang saat ini baru tersedia di satu titik, yakni di Perempatan Tamanan.</p>
<p>Dengan penerapan teknologi ini, kepolisian berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran prosedur oleh oknum petugas di lapangan.</p>
<p>“Harapannya tentu masyarakat semakin tertib berlalu lintas, dan penindakan bisa lebih transparan serta akuntabel,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi Pertalite, Satu Pelaku Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penyalahgunaan-bbm-subsidi-pertalite-satu-pelaku-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penyalahgunaan-bbm-subsidi-pertalite-satu-pelaku-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Modusnya pelaku membeli BBM bersubsidi ke beberapa SPBU kemudian menjualnya kembali secara eceran di pom mini miliknya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1e7123e913.webp" length="54822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Satreskrim polres tulungagung, penyalahgunaan bbm bersubsidi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.</p>
<p>Seorang pria berinisial S (49), warga Desa Banaran, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, diamankan petugas pada Ahad (19/4/2026) pagi.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan berupa pembelian dan penjualan BBM Pertalite dalam jumlah tidak wajar.</p>
<p>“Petugas menerima informasi adanya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Setelah dilakukan penyelidikan, tim langsung mendatangi lokasi dan menemukan barang bukti di rumah pelaku,” ujar Iptu Andi.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui membeli BBM jenis Pertalite secara berulang di sejumlah SPBU di wilayah Tulungagung pada Minggu dini hari. Sekitar pukul 05.00 WIB, pelaku membeli 40 liter Pertalite di SPBU Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, kemudian kembali membeli 40 liter di SPBU Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, sekitar pukul 05.30 WIB.</p>
<p>Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan satu unit mobil Toyota Kijang tahun 1994 berwarna biru metalik dengan nomor polisi AG 1452 YD, serta memanfaatkan dua barcode atau QR Code subsidi Pertalite untuk mengelabui sistem pembelian.</p>
<p>Setelah mendapatkan BBM, pelaku membawa pulang ke rumahnya di Dusun Krajan, Desa Banaran. Di lokasi tersebut, pelaku memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke dalam galon menggunakan alat sederhana berupa ember yang telah dimodifikasi dan selang.</p>
<p>“BBM tersebut kemudian dipindahkan ke galon ukuran 15 liter, lalu dijual kembali melalui mesin pom mini milik pelaku,” jelas Iptu Andi.</p>
<p>Ia menambahkan, BBM subsidi tersebut dijual dengan harga lebih tinggi dari harga resmi. </p>
<p>“Untuk harga jualnya Rp11.500 per liter, sehingga pelaku mengambil keuntungan sekitar Rp1.500 per liter,” ungkapnya.</p>
<p>Saat dilakukan penggerebekan di rumah pelaku pada Ahad pagi sekitar pukul 07.00 WIB, petugas menemukan sembilan galon berisi Pertalite, masing-masing berkapasitas 15 liter. Pelaku kemudian langsung diamankan dan dibawa ke Polres Tulungagung untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Selain BBM dalam galon, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, di antaranya satu unit mobil Toyota Kijang, selang air sepanjang sekitar dua meter, ember modifikasi, dua galon kosong, satu unit telepon genggam, serta dua barcode subsidi Pertalite.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang merupakan perubahan atas Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, juncto Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Suntik LPG 3 Kg ke Gas Portable Demi Raup Untung, Pemuda Tulungagung Berurusan dengan Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/suntik-lpg-3-kg-ke-gas-portable-demi-raup-untung-pemuda-tulungagung-berurusan-dengan-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/suntik-lpg-3-kg-ke-gas-portable-demi-raup-untung-pemuda-tulungagung-berurusan-dengan-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Dari satu tabung LPG 3 kilogram, pelaku dapat mengisi hingga 10 tabung gas portable. Gas hasil suntikan tersebut kemudian dijual dengan harga Rp6.000 hingga Rp8.000 untuk isi ulang, dan sekitar Rp13.000 jika dijual bersama kalengnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1e228bdb7a.webp" length="55692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 18:40:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satreskrim polres tulungagung, ungkap kasus suntik lpg, lpg 3 kilogram, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Reserse Kriminal Polres Tulungagung mengungkap praktik penyalahgunaan gas LPG subsidi 3 kilogram yang dipindahkan ke tabung gas portable untuk dijual kembali. Seorang pemuda berinisial AB (22), warga Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Tulungagung diamankan petugas setelah diduga menjalankan bisnis ilegal tersebut selama bertahun-tahun.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, menjelaskan, pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengisian ulang gas portable secara ilegal di wilayah Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.</p>
<p>Pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, polisi lebih dulu mengamankan seorang saksi berinisial RP di rumahnya di Desa Serut yang kedapatan menyimpan puluhan tabung gas portable.</p>
<p>"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa gas tersebut diperoleh dari tersangka AB," ujar Iptu Andi.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AB di sebuah warung kopi di wilayah Kedungwaru. Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain tabung LPG 3 kg subsidi, alat pengisian gas, serta puluhan tabung gas portable kosong dan berisi.</p>
<p>Polisi mengungkap praktik ini dilakukan dengan cara memindahkan isi LPG subsidi ke tabung gas portable menggunakan alat khusus berupa selang pengisi. </p>
<p>“Modus operandi yang dilakukan yaitu dia membeli gas tabung LPG 3 kilogram subsidi, kemudian menyuntikkan ke gas portable menggunakan alat selang. Setelah mencapai berat sekitar 320 sampai 335 gram, baru diganti ke tabung kosong berikutnya,” ujar Iptu Andi, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, dari satu tabung LPG 3 kilogram, pelaku dapat mengisi hingga 10 tabung gas portable. Gas hasil suntikan tersebut kemudian dijual dengan harga Rp6.000 hingga Rp8.000 untuk isi ulang, dan sekitar Rp13.000 jika dijual bersama kalengnya. </p>
<p>“Motifnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Estimasi keuntungan per bulan sekitar Rp1,5 juta,” tambahnya.</p>
<p>Dalam pemeriksaan, diketahui pelaku telah menjalankan praktik tersebut selama kurang lebih empat tahun dan memiliki sejumlah pelanggan tetap.</p>
<p>“Dia sudah beroperasi kurang lebih empat tahun dan sudah memiliki banyak pelanggan. Untuk tabung kosong, dia beli dari pengepul, kemudian diisi ulang menggunakan alat tersebut,” jelas Andi.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf b, c, dan i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tersangka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langgar Marka Jalan, Bus Harapan Jaya Tabrakan dengan Truk Gandeng di Ngantru Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langgar-marka-jalan-bus-harapan-jaya-tabrakan-dengan-truk-gandeng-di-ngantru-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langgar-marka-jalan-bus-harapan-jaya-tabrakan-dengan-truk-gandeng-di-ngantru-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Diduga, saat hendak mendahului kendaraan di depannya, pengemudi bus mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka garis tengah jalan yang tidak terputus. Akibatnya, tabrakan dengan truk dari arah berlawanan pun tidak dapat dihindari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0d6980c7cc.webp" length="26366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 09:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tabrakan bus dan truk, jembatan ngujang 1, ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang terjadi di Jalan Raya Ngantru, tepatnya di simpang tiga utara Jembatan Ngujang 1, Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB.</p>
<p>Insiden tersebut melibatkan Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7832 UT dengan truk gandeng Mitsubishi bernomor polisi AG 9487 UR.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang bus dilaporkan selamat.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun dari Satlantas Polres Tulungagung, bus dikemudikan oleh Yuda Adiputra (35), warga Kelurahan Kelutan, Trenggalek, sementara truk dikemudikan oleh Subadi (40), warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung. Kedua pengemudi dipastikan dalam kondisi selamat usai kejadian.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat bus Harapan Jaya melaju dari arah utara ke selatan. Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi melaju dari arah berlawanan, yakni selatan ke utara.</p>
<p>Diduga, saat hendak mendahului kendaraan di depannya, pengemudi bus mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka garis tengah jalan yang tidak terputus. Akibatnya, tabrakan dengan truk dari arah berlawanan pun tidak dapat dihindari.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa pelanggaran marka jalan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah TKP, bus saat itu berusaha mendahului kendaraan di depannya, namun mengambil jalur terlalu ke kanan hingga melewati marka garis utuh. Padahal, marka tersebut menandakan larangan untuk mendahului. Karena kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan, akhirnya terjadi tabrakan,” jelas Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan umum.</p>
<p>“Kami pastikan dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun jiwa, seluruh penumpang selamat. Namun demikian, ini harus menjadi perhatian serius. Pengemudi wajib disiplin terhadap rambu dan marka jalan, karena pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tambahnya.</p>
<p>Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan dan bodi. Kerugian yang timbul diperkirakan bersifat material.</p>
<p>Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang datang ke lokasi segera melakukan pengamanan TKP, mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat guna proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Polisi juga mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan angkutan penumpang, agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan mendahului di jalur yang dilarang.</p>
<p>"Kami meminta seluruh pengemudi, khususnya angkutan penumpang yang membawa banyak nyawa, untuk tidak egois memakan lajur arah berlawanan dan selalu mengutamakan keselamatan bersama," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panen Raya Dongkrak Stok Pangan, Anggia Ermarini Apresiasi Produksi Padi di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panen-raya-dongkrak-stok-pangan-anggia-ermarini-apresiasi-produksi-padi-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panen-raya-dongkrak-stok-pangan-anggia-ermarini-apresiasi-produksi-padi-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef43c6df96b.webp" length="97244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:02:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, panen raya, podorejo kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Petani di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, memulai masa panen raya padi, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, yang melihat langsung tingginya produktivitas pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Timur, Tulungagung kembali menunjukkan kontribusinya terhadap pasokan pangan nasional. Produksi padi di daerah ini dinilai terus meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan.</p>
<p>Anggia menyebut, capaian produksi beras nasional sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai memperkuat optimisme terhadap program swasembada pangan, bahkan mengurangi ketergantungan terhadap impor.</p>
<p>“Produksi padi di Tulungagung sangat baik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Ini berdampak langsung pada stok beras di Bulog yang menjadi sangat melimpah,” ujar Anggia.</p>
<p>Ia menambahkan, tingginya hasil panen justru memunculkan tantangan baru, yakni keterbatasan kapasitas penyimpanan. Menurutnya, gudang yang tersedia saat ini sudah tidak lagi mampu menampung seluruh hasil serapan.</p>
<p>“Bahkan bisa dikatakan, stoknya sangat besar sampai-sampai gudangnya kurang. Ini tentu membanggakan, tapi juga perlu segera diantisipasi,” imbuhnya.</p>
<p>Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare. Lonjakan produksi ini membuat fasilitas penyimpanan yang ada penuh, sehingga diperlukan tambahan gudang untuk mengakomodasi hasil panen, baik padi maupun jagung.</p>
<p>Kondisi tersebut juga dibenarkan Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya beras, stok jagung yang dikelola Bulog juga terus meningkat.</p>
<p>“Untuk Jawa Timur, stok jagung saat ini sudah mencapai 55 ribu ton dan akan terus bertambah karena kami juga mendapat penugasan penyerapan hingga 1 juta ton secara nasional,” jelasnya.</p>
<p>Prihasto mengakui, keterbatasan gudang menjadi tantangan utama di tengah tingginya serapan hasil panen. Di Tulungagung sendiri, kapasitas penyimpanan bahkan masih kurang untuk menampung tambahan ribuan ton hasil panen.</p>
<p>“Gudang kita digunakan untuk menampung beras dan jagung sekaligus. Itu sebabnya kapasitas yang ada saat ini masih belum mencukupi,” katanya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Bulog telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk segera mencari tambahan fasilitas penyimpanan. Upaya ini dilakukan agar proses penyerapan hasil panen petani tetap berjalan optimal tanpa terkendala ruang.</p>
<p>“Kami sudah meminta seluruh pimpinan wilayah untuk menambah kapasitas gudang, terutama selama masa panen raya. Khusus di Tulungagung, direncanakan akan ada tambahan dua gudang baru,” pungkas Prihasto.</p>
<p>Melimpahnya hasil panen di Tulungagung menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, peningkatan infrastruktur pascapanen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar surplus produksi dapat dikelola secara maksimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman “Godzilla El Nino” 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-beras-aman-di-tengah-ancaman-godzilla-el-nino-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-beras-aman-di-tengah-ancaman-godzilla-el-nino-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ketahanan stok beras nasional bisa mencapai hingga 11 bulan. Bahkan, proyeksi tersebut dihitung dalam kondisi tanpa panen sama sekali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef3e77bc46d.webp" length="63928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:34:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, el nino, kemarau panjang, cadangan beras, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena Super El Nino atau yang disebut “Godzilla El Nino” pada periode April hingga Oktober 2026. Fenomena ini berpotensi memicu kemarau panjang yang dapat berdampak pada sektor pertanian, khususnya produksi padi. Meski demikian, Perum Bulog memastikan kondisi cadangan beras nasional masih dalam kondisi aman.</p>
<p>Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi potensi gangguan pasokan akibat El Nino. Ia menegaskan bahwa Bulog siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi harga beras.</p>
<p>“Kalaupun ada El Nino, untuk beras masyarakat jangan panik. Bulog ada, Bulog siap kapanpun diperintahkan untuk menyalurkan bantuan pangan, termasuk beras SPHP. Bulog siap,” ujar Prihasto, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan data terbaru, cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pangan dalam jangka waktu yang relatif panjang, bahkan dalam skenario terburuk sekalipun.</p>
<p>“Sampai sekarang ini kita lihat kita punya cadangan beras yang cukup, lebih dari 5 juta ton. Hari ini sudah hampir 5,1 juta ton, sekitar 5,089 juta ton, dan insyaallah hari ini sudah tercapai 5,1 juta ton,” jelasnya.</p>
<p>Prihasto juga memaparkan bahwa jika mengacu pada data Kementerian Pertanian, ketahanan stok beras nasional bisa mencapai hingga 11 bulan. Bahkan, proyeksi tersebut dihitung dalam kondisi tanpa panen sama sekali.</p>
<p>“Kalau 5 juta ton itu kita hitung dengan stok di Bulog, ditambah yang ada di horeka (hotel, restoran dan kafe) dan pasar. Ketahanan menurut data Kementerian Pertanian bisa sampai 11 bulan. Itu pun dengan asumsi tidak ada panen sama sekali. Padahal dalam kenyataannya, meskipun El Nino, tetap akan ada panen, walaupun mungkin tidak maksimal,” paparnya.</p>
<p>Di tingkat regional, cadangan beras di Jawa Timur tercatat mencapai 1,3 juta ton. Jumlah tersebut turut memperkuat stok nasional dalam menghadapi potensi dampak kekeringan.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, Bulog menegaskan bahwa ketersediaan beras masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah pun diharapkan terus melakukan langkah antisipatif guna meminimalisir dampak El Nino terhadap sektor pertanian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Beras Jatim Capai 1,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-beras-jatim-capai-13-juta-ton-tertinggi-sepanjang-sejarah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-beras-jatim-capai-13-juta-ton-tertinggi-sepanjang-sejarah</guid>
<description><![CDATA[ Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef3882600e3.webp" length="37960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:05:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, cadangan beras, bulog, anggia ermarini, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Perusahaan Umum Perum Bulog memastikan cadangan pangan nasional berada dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras di Jawa Timur saat ini mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah, menjadi indikator kuat terjaganya ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.</p>
<p>Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, dalam kunjungannya ke Tulungagagung, Senin (27/4/2026), menyatakan stok beras di Jawa Timur telah mencapai 1,3 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara secara nasional, cadangan beras pemerintah telah menembus 5,1 juta ton.</p>
<p>“<em>So far</em> sampai sekarang ini kita lihat kita punya cadangan beras yang cukup ya, 5 juta ton lebih sampai hari ini. Sudah hampir 5,1 juta ton, sekitar 5,89 juta ton. Kurang 11.000 ton lagi itu sudah 5,1 juta. Insyaallah hari ini sudah tercapai 5,1 juta ton,” ujar Prihasto.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Proses penyerapan gabah petani yang terus berjalan turut menjadi faktor utama terjaganya stok nasional.</p>
<p>Terkait penugasan pemerintah, Bulog pada tahun 2025 telah berhasil memenuhi target penyerapan sebesar 3 juta ton setara beras. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 menugaskan penyerapan sebesar 4 juta ton.</p>
<p>“Untuk capaian secara nasional, tahun 2025 kita dapat tugas 3 juta ton dan alhamdulillah sudah tercapai. Untuk tahun 2026 kita mendapat penugasan 4 juta ton. Saat ini kita sudah menyerap hampir 2,4 juta ton atau kurang lebih sekitar 60 persen dari target,” jelasnya.</p>
<p>Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton.</p>
<p>“Jawa Timur ada 55.000 ton dan ini masih terus bertambah. Nanti kita juga akan mendapat penugasan jagung 1 juta ton secara nasional, dengan target di masing-masing provinsi,” tambah Prihasto.</p>
<p>Di tengah melimpahnya stok pangan, tantangan yang dihadapi Bulog saat ini justru terletak pada keterbatasan kapasitas gudang. Di sejumlah daerah seperti Tulungagung, upaya pencarian tambahan ruang penyimpanan terus dilakukan untuk menampung hasil panen yang meningkat.</p>
<p>Kondisi ini pun mendapat apresiasi dari anggota DPR RI, Anggia Ermarini. Ia menilai capaian produksi dan serapan pangan, khususnya di Tulungagung, menunjukkan kinerja yang sangat positif.</p>
<p>“Alhamdulillah, produktivitas padi di Tulungagung ini bagus, dan rendemennya juga paling bagus. Bulog juga punya stok yang sangat besar, bahkan sampai gudangnya kurang. Ini membanggakan bagi kita semuanya,” ujarnya.</p>
<p>Anggia juga mengaku optimistis terhadap cita-cita swasembada pangan nasional yang selama ini didorong pemerintah. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai wujud nyata dari harapan lama untuk mengurangi ketergantungan impor.</p>
<p>“Semangatnya Presiden adalah swasembada pangan. Sejak dulu impiannya bagaimana kita tidak perlu impor, bahkan bisa ekspor. Dan hari ini terwujud, seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Panen Raya Padi di Sumbergempol, Plt Bupati Tulungagung Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi El Nino</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-panen-raya-padi-di-sumbergempol-plt-bupati-tulungagung-siapkan-langkah-mitigasi-hadapi-el-nino</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-panen-raya-padi-di-sumbergempol-plt-bupati-tulungagung-siapkan-langkah-mitigasi-hadapi-el-nino</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di Tulungagung. Kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb01551abb6.webp" length="34038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 17:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memastikan bahwa stok bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut berada dalam kondisi mencukupi dan relatif stabil.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri kegiatan panen di lahan pertanian Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Anggia Erma Rini bersama perwakilan dari Perum Bulog yang turut memantau hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya, Ahmad Baharudin menyebut panen yang berlangsung menjadi indikator positif atas kerja sama antara petani dan pemerintah daerah. Ia menilai, hasil produksi yang melimpah saat ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tingkat lokal.</p>
<p></p>
<p>“Panen ini menjadi gambaran bahwa upaya bersama yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan bahan pokok dalam waktu dekat. Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, cadangan pangan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun ke depan, seiring masuknya hasil panen dari berbagai wilayah.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pemerintah daerah tetap bersiap menghadapi potensi gangguan akibat perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan guna menjaga produktivitas sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air.</p>
<p></p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan bantuan pompa air serta pengembangan sistem irigasi berbasis perpompaan, khususnya bagi lahan yang belum terjangkau jaringan irigasi teknis. Program ini merupakan bagian dari arahan Kementerian Pertanian untuk memastikan petani tetap dapat mengolah lahan secara optimal.</p>
<p></p>
<p>“Petani yang membutuhkan dukungan sarana air dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Pertanian,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di daerah tersebut. Ia menambahkan, kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng UGM, Pemkab Tulungagung Susun Arah Baru Pengembangan Infrastruktur Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-ugm-pemkab-tulungagung-susun-arah-baru-pengembangan-infrastruktur-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-ugm-pemkab-tulungagung-susun-arah-baru-pengembangan-infrastruktur-kota</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan koridor jalan perkotaan diharapkan bisa diintegrasikan dengan sejarah dan budaya, yang akan menjadi peta jalan penting bagi pembangunan infrastruktur kota di masa mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb02e00e717.webp" length="14610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 16:02:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur perkotaan yang terarah dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam kegiatan pemaparan laporan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan yang digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, hadir langsung dalam agenda tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius mendorong perencanaan tata kota yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga berbasis kajian ilmiah.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber utama. Paparan yang disampaikan menjadi pijakan strategis dalam menentukan arah pengembangan kawasan perkotaan Tulungagung ke depan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim perencana dari UGM yang telah menyusun grand desain tersebut secara komprehensif. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan koridor jalan dengan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal, sehingga identitas daerah tetap terjaga di tengah modernisasi.</p>
<p>"Grand desain koridor jalan perkotaan ini bukan sekadar dokumen perencanaan biasa. Ini adalah visi kita bersama untuk menata Tulungagung agar lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p>Menurut Plt Bupati grand desain ini bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan representasi visi bersama dalam mewujudkan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan kalangan akademisi, pemerintah daerah berharap setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat serta mengacu pada praktik terbaik.</p>
<p>“Dengan melibatkan akademisi dari UGM, kita ingin memastikan bahwa perencanaan ini berbasis pada kajian ilmiah yang mendalam dan praktik terbaik,” sambungnya.</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat implementasi grand desain yang telah dirumuskan.</p>
<p>Di akhir kegiatan, Plt Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal realisasi perencanaan tersebut. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Tulungagung dapat berkembang menjadi kota yang lebih maju, tertata, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>"Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, saya yakin Tulungagung akan menjadi kota yang semakin maju, tertata rapi, dan nyaman untuk seluruh warganya. Mari kita kawal bersama pelaksanaan grand desain ini," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Hanguskan Toko Pracangan dan Pom Mini di Popoh Tulungagung, Kerugian Capai Rp350 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-toko-pracangan-dan-pom-mini-di-popoh-tulungagung-kerugian-capai-rp350-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-toko-pracangan-dan-pom-mini-di-popoh-tulungagung-kerugian-capai-rp350-juta</guid>
<description><![CDATA[ Api cepat membesar karena di dalam toko tersimpan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) serta puluhan tabung gas elpiji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ee2924e45a6.webp" length="49350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 22:06:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, popoh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran hebat melanda sebuah toko pracangan sekaligus pom mini milik Gatot Trianto (60) di Dusun Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (26/4/2026) sore. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, berikut isi toko.</p>
<p>Api cepat membesar karena di dalam toko tersimpan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) serta puluhan tabung gas elpiji. Selain menghanguskan bangunan toko, kebakaran juga melalap satu unit mobil pikap, satu sepeda motor, serta berbagai barang dagangan.</p>
<p>Perangkat Desa Besole, Sumariyanto, menjelaskan kebakaran bermula saat pemilik toko sedang melayani pembelian BBM untuk nelayan.</p>
<p>“Sekira pukul 16.30, yang punya toko, Pak Gatot Trianto, melayani pembeli BBM untuk keperluan melaut. Di saat bersamaan terjadi korsleting listrik, sehingga tidak bisa ditangani dan BBM di depannya langsung terbakar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh isi toko yang menjual sembako, rokok, hingga tabung gas ludes terbakar. </p>
<p>“Satu mobil pikap, satu sepeda motor juga ikut terbakar. Untuk mobil Avanza milik tetangga berhasil diselamatkan meski sebagian catnya rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” imbuhnya.</p>
<p>Sumariyanto juga mengungkapkan bahwa stok BBM di lokasi memang cukup banyak karena digunakan untuk menyuplai kebutuhan nelayan di kawasan Popoh.</p>
<p>“BBM-nya lumayan banyak karena baru belanja. Para nelayan disini kan menguasakan ke Pak Gatot Trianto ini untuk membelikan bensin ke SPBU, sehingga nelayan ini mengambilnya dari Pak Gatot Trianto ini tadi. Itupun juga atas rekomendasi dari pihak terkait,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, menyebut pihaknya menerima laporan pada pukul 16.50 WIB dan langsung menuju lokasi satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi pukul 17.38 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.32 WIB.</p>
<p>“Objek yang terbakar adalah warung sembako beserta seluruh isinya, satu mobil pikap, satu sepeda motor, 25 tabung gas elpiji, sekitar 175 liter solar, dan 600 liter pertalite,” terang Iwan.</p>
<p>Terkait penyebab kebakaran, ia menjelaskan dugaan sementara berasal dari korsleting listrik pada jaringan di atas bangunan. </p>
<p>“Informasi dari pemilik, setelah selesai mengisi BBM, ada percikan dari jaringan listrik di atas warung yang kemudian menyambar uap BBM,” ujarnya.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp350 juta. Selain itu, insiden tersebut juga sempat memicu gangguan listrik di wilayah sekitar akibat adanya gardu yang terdampak.</p>
<p>Saat ini, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jambore Bersih&amp;Bersih Masjid Digelar di Tulungagung, Ratusan Peserta Gerebek 5 Masjid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jambore-bersih-bersih-masjid-digelar-di-tulungagung-ratusan-peserta-gerebek-5-masjid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jambore-bersih-bersih-masjid-digelar-di-tulungagung-ratusan-peserta-gerebek-5-masjid</guid>
<description><![CDATA[ Melalui jambore ini, para relawan berharap semangat gotong royong merawat masjid terus menyebar ke berbagai daerah, menjadikan masjid tak hanya bersih secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas umat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eddbf99335f.webp" length="65128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:19:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, masjid al fattah, jambore bersih-bersih masjid, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jambore Bersih-Bersih Masjid Digelar di Tulungagung, Ratusan Peserta Gerebek 5 Masjid</p>
<p></p>
<p>Tulungagung - Ratusan relawan dari berbagai komunitas bersih-bersih masjid dari penjuru Indonesia memadati Masjid Al-Fattah Tulungagung dalam gelaran Jambore Bersih-Bersih Masjid ke-3, Minggu (26/4/2026). Mengusung tagline “Bersih Masjidku, Bersih Negeriku”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas, tetapi juga momentum menyatukan semangat merawat rumah ibadah secara kolektif.</p>
<p></p>
<p>Sekitar 500 peserta yang hadir, datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan dari Bali hingga Aceh. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu, mereka mengikuti rangkaian acara mulai dari sarasehan hingga tausiah penguatan dakwah. Puncaknya, pada Minggu siang, ratusan relawan turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah masjid di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Masjid Jogokariyan Cangkringan Yogyakarta, Ustaz Ismail, menyebut jambore ini menjadi ruang temu sekaligus penyamaan visi antar komunitas relawan masjid di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah momen kita bertemu dengan seluruh komunitas dari berbagai daerah. Kami ingin menyatukan semuanya, menghadirkan visi dan misi yang sama, tulus untuk membersihkan masjid,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, agenda utama di hari kedua dikenal dengan istilah “gerebek masjid”, yakni aksi pembersihan serentak di beberapa titik. Dalam kegiatan ini, relawan dibagi ke lima masjid, di antaranya Masjid Al-Fattah Cempaka, Masjid Agung Al-Munawwar, Masjid Al-Muslimun Kepatihan, Masjid Jami’ Al-Huda, dan Masjid At-Takwa Kepatihan.</p>
<p></p>
<p>“Kami membagi sekitar 450 relawan menjadi lima kelompok. Setiap kelompok minimal 50 orang supaya dalam waktu sekitar tiga jam, target bersih-bersih bisa maksimal sebelum kembali ke masjid induk,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Antusiasme warga setempat pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para relawan. Ismail mengaku takmir masjid yang dikunjungi merasa terkejut sekaligus terharu melihat kedatangan puluhan relawan dengan perlengkapan lengkap.</p>
<p></p>
<p>“Mereka sangat kaget dan surprise. Ada yang datang pakai bus, mobil, dan membawa banyak peralatan. Sambutannya luar biasa, itu yang membuat kami juga sangat gembira,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Founder aplikasi Marbot sekaligus inisiator kegiatan, Ferdi Hasan, menuturkan bahwa gerakan bersih-bersih masjid sebenarnya telah lama tumbuh secara organik di berbagai daerah. Namun melalui jambore, semangat tersebut coba disatukan dalam skala nasional.</p>
<p></p>
<p>“Relawan ini sudah banyak bergerak sendiri-sendiri dengan niat ikhlas, tanpa pungutan. Tapi kita ingin menyatukan visi supaya gerakannya seragam secara nasional,” ungkap Ferdi.</p>
<p></p>
<p>Ia mengisahkan, jambore pertama digelar di Bali, disusul di Cangkringan, Yogyakarta, dan kini di Tulungagung. Setiap penyelenggaraan menghadirkan warna tersendiri, termasuk pelatihan membuat perlengkapan kebersihan secara mandiri.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Ferdi menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari melanjutkan semangat dakwah almarhum Kiai Jazir Jogokariyan Yogyakarta yang selama ini dikenal aktif menggerakkan komunitas masjid.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin merawat semangat dakwah beliau. Jambore ini bukan sekadar acara, tapi syiar bahwa membersihkan masjid dilakukan dengan tulus, bukan untuk mencari sesuatu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap gerakan ini mampu menarik generasi muda untuk mencintai masjid sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Kami bahkan membuat film tentang anak-anak yang ikut bersih-bersih masjid. Harapannya, generasi berikutnya akan melihat dan tergerak. Karena membersihkan masjid adalah langkah awal menjadi pejuang Islam,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Hal senada disampaikan Ustaz Derry Sulaiman. Ia mengaku tak menyangka gerakan yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi gerakan nasional.</p>
<p></p>
<p>“Awalnya saya pikir ini hanya gerakan kecil di Cibubur. Tapi Masya Allah, sekarang menjadi nasional. Ini tidak lepas dari peran almarhum Kiai Jazir dan Ustaz Kusnadi, yang pemikirannya kini menjadi inspirasi banyak orang,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Derry, gerakan ini murni dilandasi keikhlasan, tanpa sponsor maupun donatur.</p>
<p></p>
<p>“Semua datang dengan biaya sendiri, dari Aceh, Bali, Medan. Ini gerakan lillahi ta’ala, dan saya yakin tidak akan bisa dihentikan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan masjid sejatinya merupakan tanggung jawab bersama umat Islam, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan.</p>
<p></p>
<p>“Membersihkan masjid itu bukan hanya fisik, tapi juga membersihkan hati kita. Sekecil apa pun yang kita lakukan, nilainya besar,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui jambore ini, para relawan berharap semangat gotong royong merawat masjid terus menyebar ke berbagai daerah, menjadikan masjid tak hanya bersih secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas umat.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ritual Ulur&amp;Ulur di Telaga Buret, Tradisi Syukur yang Terus Dijaga Warga Campurdarat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ritual-ulur-ulur-di-telaga-buret-tradisi-syukur-yang-terus-dijaga-warga-campurdarat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ritual-ulur-ulur-di-telaga-buret-tradisi-syukur-yang-terus-dijaga-warga-campurdarat</guid>
<description><![CDATA[ Istilah “ulur-ulur” sendiri memiliki makna memberi atau mengasihi, yang diwujudkan melalui tradisi membawa makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb438c12f2e.webp" length="58220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:17:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ulur ulur, telaga buret, desa sawo kecamatan campurdarat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana khidmat berpadu dengan nuansa budaya terasa kuat di kawasan Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Jumat (24/4/2026) pagi. Masyarakat dari empat desa menggelar upacara adat Ulur-Ulur, sebuah tradisi turun-temurun sebagai wujud rasa syukur atas limpahan air telaga yang menjadi sumber kehidupan.</p>
<p>Ritual diawali dengan kirab budaya dan arak-arakan sesaji dari pusat desa menuju telaga. Warga dari Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping berjalan bersama, membawa aneka hasil bumi dan makanan tradisional. Prosesi ini juga diikuti oleh sesepuh Tirta Mulya yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai tradisi.</p>
<p>Setibanya di area telaga, rangkaian ritual dilanjutkan dengan ziarah serta siraman pada patung Joko Sedono dan Dewi Sri, yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Patung-patung tersebut dihias, diberi minyak wangi, disisir, hingga dipasangi mahkota janur sebagai bagian dari prosesi sakral.</p>
<p>Tokoh masyarakat setempat, Pamuji, menjelaskan bahwa tradisi Ulur-Ulur telah ada sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan hingga kini.</p>
<p>“Ini upacara adat sejak nenek moyang dulu, Mas. Diadakan sebagai tanda bersyukur atas air yang keluar dari telaga ini, yang mengalir ke sawah dan membantu masyarakat menggarap lahan hingga menghasilkan tanaman,” ujar Pamuji.</p>
<p>Ia menambahkan, manfaat air Telaga Buret tidak hanya dirasakan oleh para petani, tetapi juga pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>“Yang menggunakan air ini bukan petani saja, pengusaha pun juga memanfaatkan air dari telaga ini. Ada empat desa yang bergantung, yaitu Ngentrong, Sawo, Gedangan, dan Gamping,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Pamuji, istilah “ulur-ulur” sendiri memiliki makna memberi atau mengasihi, yang diwujudkan melalui tradisi membawa makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.</p>
<p>Tradisi ini juga tidak lepas dari cerita leluhur yang berkembang di masyarakat. Konon, di kawasan telaga pernah ada seorang pertapa bernama Jigangjoyo yang berasal dari Mataram. Ia dipercaya sebagai sosok yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya keberadaan Dewi Sri dan Joko Sedono sebagai simbol kesuburan.</p>
<p>“Dulu sempat dipercaya kalau Dewi Sri dan Joko Sedono meninggalkan desa, sehingga terjadi paceklik. Lalu oleh pertapa itu disarankan untuk ‘dipulangkan’ kembali melalui ritual, dimandikan atau dijamas. Setelah itu, air telaga kembali melimpah dan sawah menjadi subur lagi,” tutur Pamuji.</p>
<p>Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, masyarakat juga menaruh harapan besar agar tradisi ini tetap terjaga di masa mendatang, seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan Telaga Buret.</p>
<p>“Harapannya tradisi ini tidak punah. Ini budaya yang harus terus dibudayakan. Lingkungan telaga juga harus dijaga, direboisasi supaya lebih rindang dan sumber airnya tetap terjaga,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Periksa Sembilan Pejabat Pemkab Tulungagung, KPK Fokus Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Gatut Sunu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/periksa-sembilan-pejabat-pemkab-tulungagung-kpk-fokus-dalami-dugaan-pemerasan-bupati-gatut-sunu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/periksa-sembilan-pejabat-pemkab-tulungagung-kpk-fokus-dalami-dugaan-pemerasan-bupati-gatut-sunu</guid>
<description><![CDATA[ Juru bicara KPK : Saat ini kami fokus pada dugaan pemerasan, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti lain seperti gratifikasi, maka itu akan mempertebal bukti-bukti yang sudah kami dapatkan di awal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8ac224b4c7.webp" length="33980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:19:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sembilan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Jawa Timur pada Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Sembilan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah, di antaranya AW selaku Kepala Bagian Protokol Setda Tulungagung, JTR staf protokol, AL dan MG sebagai sekretaris pribadi bupati, FH Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MM Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, SO Kepala Dinas Pertanian, RP Kepala Dinas Sosial, serta HTO Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Mereka dimintai keterangan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara yang tengah disidik KPK.</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya berharap seluruh saksi dapat bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>“Kami berharap para saksi hadir dan memberikan keterangan secara lengkap, jujur, dan benar. Karena setiap keterangan sangat membantu proses penyidikan agar perkara ini bisa terungkap secara terang benderang,” ujarnya.</p>
<p>Budi menegaskan, hingga saat ini KPK masih memfokuskan penyidikan pada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh tersangka GSW bersama ajudannya, YOG. Meski demikian, ia membuka kemungkinan adanya pengembangan perkara. </p>
<p>“Saat ini kami fokus pada dugaan pemerasan, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti lain seperti gratifikasi, maka itu akan mempertebal bukti-bukti yang sudah kami dapatkan di awal,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, KPK juga berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan berkas penyidikan mengingat para tersangka telah ditahan. Menurut Budi, proses hukum harus berjalan cepat agar perkara segera dilimpahkan ke tahap penuntutan. </p>
<p>“Kami harus segera melengkapi berkas penyidikan agar bisa dilimpahkan ke jaksa penuntut umum dan masuk ke tahap persidangan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam proses persidangan nantinya seluruh fakta akan dibuka secara menyeluruh kepada publik, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. </p>
<p>“Di persidangan nanti masyarakat bisa melihat secara utuh bagaimana peristiwa ini terjadi dan apakah ada pihak lain yang juga punya peran krusial dalam perkara ini, semuanya nanti akan terungkap ya. Setiap fakta yang muncul tentunya akan dianalisis oleh JPU, apakah kemudian terbuka kemungkinan untuk terus melakukan pengembangan atau seperti apa, nanti kita lihat perkembangannya,” ungkapnya.</p>
<p>Terkait masa penahanan, Budi menjelaskan bahwa KPK memiliki opsi perpanjangan waktu jika proses penyidikan belum rampung. </p>
<p>“Penahanan awal memang 20 hari, namun dapat diperpanjang hingga 40 hari ke depan apabila masih diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KPK Kembali Periksa Sembilan Pejabat Terkait Kasus Dugaan Pemerasan di Lingkup Pemkab Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kpk-kembali-periksa-sembilan-pejabat-terkait-kasus-dugaan-pemerasan-di-lingkup-pemkab-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kpk-kembali-periksa-sembilan-pejabat-terkait-kasus-dugaan-pemerasan-di-lingkup-pemkab-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara yang menjerat dua tersangka, yakni Bupati Tulungagung GSW dan ajudannya YOG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8971c9d767.webp" length="31420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:51:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk periksa pejabat pemerintahan tulungagung, ott kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi modus pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan ajudan bupati Dwi Yoga Ambal.</p>
<p>Dalam lanjutan penyidikan, penyidik KPK memeriksa sembilan saksi di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara yang menjerat dua tersangka, yakni Bupati Tulungagung dan ajudannya.</p>
<p>“Hari ini penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, mulai dari bagian protokol, sekretaris pribadi, hingga beberapa kepala dinas,” ujarnya melalui sambungan telepon.</p>
<p>Menurut Budi, para saksi didalami terkait kronologi penyiapan hingga pembuatan surat pernyataan pengunduran diri yang diduga digunakan sebagai alat tekanan oleh tersangka.</p>
<p>“Surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat pemeras, karena ditandatangani tanpa tanggal. Ketika ada kepala dinas yang tidak memenuhi keinginan bupati, surat itu bisa digunakan untuk menekan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa isi surat tersebut tergolong berat karena memuat pernyataan kesediaan mundur dari jabatan maupun status sebagai aparatur sipil negara jika dinilai tidak kompeten.</p>
<p>Selain itu, KPK juga mendalami dugaan praktik permintaan penggantian biaya operasional pribadi oleh tersangka kepada perangkat daerah. </p>
<p>“Modus yang digunakan adalah meminta penggantian biaya operasional pribadi kepada dinas. Bahkan ada surat pernyataan terkait pengelolaan anggaran yang membebankan tanggung jawab kepada kepala dinas,” kata Budi.</p>
<p>Pemeriksaan kali ini merupakan lanjutan dari rangkaian proses hukum yang sebelumnya telah dilakukan, mulai dari operasi tangkap tangan hingga peningkatan status perkara ke tahap penyidikan. Dalam tahap ini, penyidik berfokus pada penguatan alat bukti melalui keterangan para saksi.</p>
<p>“Pemeriksaan ini untuk memperkuat bukti-bukti awal yang sudah kami kumpulkan,” ujarnya.</p>
<p>KPK juga mengimbau seluruh saksi yang telah dijadwalkan untuk bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>Adapun sembilan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, diantaranya AW, Kabag Protokol Setda Tulungagung, JTR, staff bagian protokol, AL, sekretaris pribadi bupati, MG, sekretaris pribadi bupati, FH, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, MM Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tulungagung, SO, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, RP, Kepala Dinas Sosial Tulungagung, dan HTO, Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Segel Kantor DPRD Tulungagung, Kecewa Audiensi Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-segel-kantor-dprd-tulungagung-kecewa-audiensi-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-segel-kantor-dprd-tulungagung-kecewa-audiensi-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Dema Fasih UIN Satu Tulungagung, Aji Dwi Laksono, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan peran dan fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8915b69323.webp" length="18726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:35:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mahasiswa segel dprd tulungagung, ott kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Satu Tulungagung menyegel kantor DPRD Tulungagung pada Rabu (22/4/2026) sore. Aksi ini dipicu kekecewaan mahasiswa terhadap sikap DPRD yang dinilai mengulur waktu permintaan audiensi mahasiswa terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung.</p>
<p>Ketua Dema Fasih UIN Satu Tulungagung, Aji Dwi Laksono, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan peran dan fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.</p>
<p>“Kita ingin menyampaikan aspirasi terkait masalah di Tulungagung, khususnya untuk mengetahui lebih jauh peran dan fungsi DPRD dalam pengawasan pemerintah daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, jadwal audiensi sebelumnya telah disepakati setelah mengalami perubahan dari hari Senin dan Selasa menjadi Rabu dan Kamis. Namun, pada hari pelaksanaan, pihak DPRD kembali memberitahukan bahwa seluruh anggota dewan menjalankan perjalanan dinas ke Malang untuk pembahasan naskah akademik.</p>
<p>“Kami sudah bersurat sejak Jumat tanggal 17 dan sudah ada jawaban bahwa audiensi dilaksanakan hari Rabu dan Kamis. Tapi pagi tadi sekitar pukul 08.30 kami diberi tahu bahwa seluruh dewan tidak ada di tempat,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Aji, ketiadaan satu pun perwakilan DPRD di kantor dinilai menunjukkan tidak optimalnya fungsi lembaga tersebut dalam menerima aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan akan berlangsung hingga DPRD memberikan klarifikasi secara terbuka. </p>
<p>“Seharusnya ada perwakilan yang standby untuk menerima aspirasi masyarakat, tetapi hari ini tidak ada sama sekali. Ini bentuk kekecewaan kami,” tegasnya.</p>
<p>Mahasiswa juga menyoroti substansi audiensi yang ingin dibahas, yakni terkait pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah, khususnya setelah terjadinya dua kali kasus OTT di Tulungagung. Mereka menilai perlu adanya evaluasi terhadap fungsi kontrol DPRD agar kejadian serupa tidak terulang.</p>
<p>Sementara itu, Kasubag TU DPRD Tulungagung, Sunu Wijayanto, membantah bahwa pihaknya menolak aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa audiensi hanya ditunda karena seluruh anggota DPRD sedang menjalankan agenda resmi di luar kota. </p>
<p>“Bukan menolak, cuma kami agendakan ulang. Nanti kalau sudah ada jawaban dari pimpinan, kami akan undang lagi mahasiswa,” ujarnya.</p>
<p>Sunu menjelaskan bahwa agenda perjalanan dinas tersebut merupakan kegiatan pembahasan naskah akademik yang diikuti seluruh komisi DPRD di Malang. Meski demikian, ia memastikan aspirasi mahasiswa tetap akan ditampung dan dijadwalkan kembali. </p>
<p>“Tetap kita tampung, tetapi dengan agenda selanjutnya karena agenda rutin sudah dilaksanakan,” katanya.</p>
<p>Terkait penyegelan, Sunu menyebut ruangan yang disegel merupakan ruang aspirasi yang biasa digunakan untuk menerima masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat. Ia memastikan bahwa aksi tersebut tidak mengganggu operasional utama DPRD untuk sementara waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemilik Terungkap, Kotak Misterius Berisi Daging di Kedungwaru Ternyata Pesanan Warga Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemilik-terungkap-kotak-misterius-berisi-daging-di-kedungwaru-ternyata-pesanan-warga-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemilik-terungkap-kotak-misterius-berisi-daging-di-kedungwaru-ternyata-pesanan-warga-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik paket diketahui bernama Cindy Laurenza (26), yang berdomisili di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e604fde13bb.webp" length="61404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:24:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemilik kotak misterius, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Misteri penemuan kotak berisi daging iris yang sempat menghebohkan warga di pinggir Jalan Pahlawan, masuk wilayah Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, akhirnya terungkap. Pemilik paket tersebut diketahui seorang warga setempat yang datang langsung ke Polres Tulungagung setelah mengetahui kabar temuannya viral di media sosial.</p>
<p>Pemilik paket diketahui bernama Cindy Laurenza (26), yang berdomisili di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Ia mendatangi Polres Tulungagung pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB untuk memberikan klarifikasi terkait paket tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa paket berisi daging iris tersebut milik Cindy Laurenza, yang dikuatkan dengan bukti pemesanan.</p>
<p>“Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, benar bahwa paket tersebut milik saudari Cindy Laurenza. Yang bersangkutan telah menunjukkan bukti pemesanan dan menjelaskan kronologi kejadian,” terang Nanang.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada petugas, Cindy menjelaskan bahwa paket itu memang miliknya yang berisi daging iris yang ia pesan dari Surabaya. </p>
<p>“Paket tersebut berisi daging iris sebanyak 120 pack dengan total harga Rp4.990.000,” ujarnya. </p>
<p>Paket tersebut kemungkinan ditinggalkan di pinggir jalan akibat miskomunikasi dengan pihak jasa pengiriman. Tidak adanya pemberitahuan dari kurir membuat paket itu tidak segera diterima oleh Cindy.</p>
<p>“Sepertinya ada miskomunikasi, karena yang bersangkutan tidak menerima informasi dari kurir terkait pengantaran paket tersebut,” jelas Iptu Nanang.</p>
<p>Dengan terungkapnya identitas pemilik, kasus penemuan kotak misterius berisi daging tersebut dipastikan telah selesai dan tidak lagi menimbulkan keresahan di masyarakat. Paket tersebut juga telah diserahkan oleh polisi kepada pemiliknya.</p>
<p>Sebelumnya pada Senin pagi masyarakat di sekitar kantor BAF Kedungwaru, diresahkan dengan adanya kotak misterius dan tertutup rapat menggunakan lakban berwarna cokelat. Temuan tersebut lantas dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Setelah dibuka ternyata kotak tersebut berisi daging iris. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV diketahui kotak tersebut diturunkan dari mobil pikap oleh dua orang pada Sabtu sore. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Kotak Misterius di Kedungwaru Tulungagung Gegerkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-kotak-misterius-di-kedungwaru-tulungagung-gegerkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-kotak-misterius-di-kedungwaru-tulungagung-gegerkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Polisi juga melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengetahui asal-usul kotak tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5d57273d46.webp" length="57102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kotak misterius, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP </b>- Warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan penemuan sebuah kotak misterius di depan kantor pembiayaan leasing BAF di Jalan Pahlawan, Senin (20/4/2026) siang.</p>
<p>Kabagops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan yang memimpin pengamanan, mengatakan kotak tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi mencurigakan karena berukuran cukup besar, terbuat dari styrofoam, dan tertutup rapat menggunakan lakban berwarna cokelat.</p>
<p>“Terkait temuan ini, pagi tadi ada warga yang lapor adanya satu kotak styrofoam terlakban di depan kantor BAF Kedungwaru,” ujarnya.</p>
<p>Di bagian atas kotak, terdapat tulisan “Tulungagung 120” yang semakin menimbulkan rasa penasaran warga. Karena khawatir akan isi kotak tersebut, warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Tulungagung segera menerjunkan personel dari Polsek Kedungwaru, Satuan Samapta, hingga Tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.</p>
<p>“Kemudian kita lakukan pendalaman, kami datang ke lokasi dan dilakukan pengecekan awal,” tambahnya.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pengecekan menggunakan alat metal detector untuk memastikan ada atau tidaknya unsur berbahaya di dalam kotak. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan logam mencurigakan. Polisi juga melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengetahui asal-usul kotak tersebut.</p>
<p>“Dicek dengan metal detector tidak ada unsur logam, lalu kita buka untuk memastikan isi di dalamnya,” jelas Kompol Maga.</p>
<p>Setelah dipastikan aman, petugas akhirnya membuka kotak misterius tersebut. Dari hasil pemeriksaan, kotak itu ternyata berisi potongan daging fillet yang telah dikemas dalam sekitar 120 paket berukuran kecil. Polisi menduga barang tersebut diturunkan oleh dua orang menggunakan kendaraan pikap pada Sabtu sore.</p>
<p>“Ternyata ada daging fillet sekitar 120 pack di dalamnya, dari CCTV terlihat ada kendaraan yang menurunkan barang itu, kemungkinan ada yang memesan,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, polisi masih melakukan pendalaman terkait jenis daging dan pemiliknya. Secara kasat mata, daging tersebut diduga merupakan daging sapi yang masih dalam kondisi cukup baik meski tidak lagi dalam keadaan dingin.</p>
<p>“Kita belum bisa memastikan jenisnya, kelihatan seperti daging sapi, kondisinya masih segar dengan tanggal kedaluwarsa 7 Desember 2026,” katanya.</p>
<p>Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Tulungagung. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki untuk segera mengambil dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.</p>
<p>“Barang diamankan di Mapolres Tulungagung, bagi pemilik bisa mengambil di polres,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KPK Geledah Rumah Dinas Hingga Rumah Pribadi Bupati Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kpk-geledah-rumah-dinas-hingga-rumah-pribadi-bupati-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kpk-geledah-rumah-dinas-hingga-rumah-pribadi-bupati-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan beberapa dokumen, di antaranya surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah kepala OPD. Surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat tekan agar kepala OPD mengikuti seluruh perintah bupati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0c974240f1.webp" length="33418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:53:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk, penggeledahan, rumah dinas bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan modus pemerasan terhadap kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Kamis (16/4/2026. Penggeledahan berlangsung selama lebih dari enam jam, dimulai sejak siang hingga sore hari.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, yakni rumah dinas bupati, rumah pribadi Gatut Sunu Wibowo di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, serta rumah ajudannya yang berinisial YOG di Desa Kesambi, Kecamatan Bandung.</p>
<p></p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>“Pekan ini penyidik menjadwalkan melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di sejumlah lokasi, dan hari ini telah dilakukan di tiga titik, yakni rumah dinas bupati, rumah pribadi saudara GSW, dan rumah pribadi saudara YOG,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Rombongan penyidik KPK yang melakukan penggeledahan di rumah dinas bupati yakni Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, terpantu masuk ke pendopo sekira pukul 10.00 WIB. Dalam proses penggeledahan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan beberapa dokumen, di antaranya surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah OPD,” kata Budi.</p>
<p></p>
<p>Menurut KPK, dokumen berupa surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat tekanan kepada para kepala OPD agar mengikuti seluruh perintah bupati. Praktik ini menjadi salah satu fokus dalam pengembangan penyidikan. </p>
<p></p>
<p>“Surat pernyataan ini diduga digunakan sebagai alat tekan kepada para OPD agar patuh dan nurut terhadap semua perintah bupati,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan langkah penyidik untuk mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat proses pembuktian dalam perkara yang sedang berjalan. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Rangkaian penggeledahan ini adalah kebutuhan penyidik untuk mengumpulkan bukti tambahan dalam proses penyidikan, dan kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tulungagung yang terus mendukung upaya pemberantasan korupsi,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan di rumah dinas bupati sendiri berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam. Rombongan penyidik KPK diketahui meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.40 WIB, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan penggeledahan pada hari tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fortuner Ringsek Tertimpa Batu di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fortuner-ringsek-tertimpa-batu-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fortuner-ringsek-tertimpa-batu-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kap dan mesin. Pengemudi mobil dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka fisik, meski sempat mengalami syok. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e074867aafa.webp" length="41020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 13:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mobil tertimpa batu, longsor jalur trenggalej ponorogo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Insiden batu runtuh menimpa sebuah mobil di Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo Km 16, tepatnya di wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/4/2026) siang. Akibatnya, kendaraan tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan peristiwa ini melibatkan satu unit mobil Toyota Fortuner bernomor polisi AG 1671 SK yang tengah melintas dari arah Trenggalek menuju Ponorogo.</p>
<p></p>
<p>"Pada hari ini, Kamis sekitar pukul 10.10 WIB terjadi batu jatuh di lokasi longsor sebelumnya di kilometer 16 jalur Trenggalek-Ponorogo," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas melanjutkan, saat kejadian kondisi cuaca cerah dan jalur sedang diberlakukan sistem buka-tutup. Namun, sebuah bongkahan batu berukuran besar dengan diameter sekitar 1,5 meter tiba-tiba jatuh dari tebing di sisi jalan dan menimpa mobil yang dikemudikan oleh Eko Priyono (49), warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Ketika kendaraan melintas, tiba-tiba batu besar jatuh dari atas bukit dan mengenai bagian kap kanan mobil," jelas AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kap dan mesin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pengemudi mobil dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka fisik, meskipun sempat mengalami syok akibat kejadian mendadak tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Korban atas nama saudara Eko Priyono dalam kondisi sehat walafiat, hanya mengalami syok dan tidak ada luka," tambah AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian langsung menutup total jalur Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16. Penutupan ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, demi menghindari risiko kejadian susulan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini jalur kami tutup total. Kendaraan roda dua dan roda empat kami arahkan ke jalur alternatif, sedangkan kendaraan besar seperti truk tronton dan bus kami sarankan untuk putar balik mencari jalur lain," terang AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak terkait saat ini masih melakukan asesmen dan pemeriksaan kondisi tebing di lokasi kejadian guna memastikan keamanan jalur sebelum kembali dibuka.</p>
<p></p>
<p>"Kami belum berani membuka jalur sebelum ada rekomendasi tertulis dari pemangku kepentingan (stakeholder) terkait yang menyatakan jalur tersebut aman dilalui," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur Trenggalek-Ponorogo, khususnya di Km 16, hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Hingga Kamis siang pukul 12.30 WIB, belum ada kepastian kapan jalur tersebut akan kembali dibuka.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di jalur tersebut. Untuk waktu pembukaan kembali masih belum bisa dipastikan sampai benar-benar dinyatakan aman dan nyaman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Lakukan Autopsi, Ungkap Luka Sayatan di Leher Korban Tewas Tak Wajar di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-lakukan-autopsi-ungkap-luka-sayatan-di-leher-korban-tewas-tak-wajar-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-lakukan-autopsi-ungkap-luka-sayatan-di-leher-korban-tewas-tak-wajar-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil sementara, korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah urat nadi di leher sebelah kiri terputus akibat benda tajam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df9deaa0ec2.webp" length="40412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, nenek tewas tak wajar, gedangsewu kecamatam boyolangu, outopsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kasus kematian tidak wajar yang menimpa Sukati (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, terus didalami pihak kepolisian. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya pada Rabu (15/4/2026) pagi.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, polisi melakukan otopsi terhadap jenazah korban guna mengungkap penyebab pasti kematian. Proses autopsi dilakukan bersama tim kedokteran forensik di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung, pada Rabu sore hingga malam.</p>
<p>Autopsi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung lebih dari dua jam. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Aiptu Wahyudi, mengungkapkan bahwa secara kasatmata terdapat beberapa luka sayatan di bagian leher korban.</p>
<p>“Kalau luka secara kasatmata memang ada lima luka sayatan di leher. Untuk penyebab kematian yang jelas adalah putusnya nadi di sebelah kiri,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, petugas juga menemukan luka lain di bagian tangan kiri korban yang diduga bekas gigitan. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami asal-usul luka tersebut.</p>
<p>“Di tangan ada seperti luka bekas gigitan, namun itu masih kita dalami. Untuk hasil lengkapnya nanti akan disampaikan setelah resume otopsi keluar,” tambahnya.</p>
<p>Dari hasil sementara, korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah urat nadi di leher sebelah kiri terputus akibat benda tajam. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau dapur sepanjang sekitar 20 sentimeter yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.</p>
<p>Selain pemeriksaan fisik, tim forensik juga mengambil sampel cairan lambung dan darah korban untuk uji toksikologi guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu dalam tubuh korban.</p>
<p>Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi dari pihak keluarga, yakni dua anak kandung korban serta dua menantu.</p>
<p>“Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan. Saksi-saksi dari keluarga sudah kita periksa, total ada empat orang,” jelas Wahyudi.</p>
<p>Pihak kepolisian belum dapat memastikan motif maupun kronologi pasti kejadian tersebut dan masih menunggu hasil lengkap autopsi serta pengembangan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Setelah proses otopsi selesai, jenazah korban rencananya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus ini dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang masih berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Orang Ditangkap Polisi di Hotel Tulungagung, Diduga Produksi Konten Pornografi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-orang-ditangkap-polisi-di-hotel-tulungagung-diduga-produksi-konten-pornografi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-orang-ditangkap-polisi-di-hotel-tulungagung-diduga-produksi-konten-pornografi</guid>
<description><![CDATA[ Kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pornografi sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df98184565d.webp" length="16736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:19:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, pornografi, hotel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil mengungkap dugaan tindak pidana terkait produksi dan penyebaran konten pornografi di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga yang masuk pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 22.40 WIB di salah satu hotel di Tulungaung.</p>
<p>“Berbekal laporan masyarakat, anggota Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota segera melakukan penyelidikan di lokasi. Sekitar pukul 22.40 WIB, petugas mendapati dugaan tindak pidana pornografi yang dilakukan oleh dua orang di dalam kamar hotel,” ujar Nanang, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial TS laki-laki (30), warga Desa Muneng, Kecamatan, Purwoasri, Kabupaten Kediri dan ESW perempuan (36) warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan/Kota Kediri Kediri. Keduanya diduga terlibat dalam aktivitas produksi atau pembuatan konten pornografi.</p>
<p>Menurut Iptu Nanang, saat penindakan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.</p>
<p>“Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita dua unit telepon genggam dan satu buah tripod yang diduga digunakan untuk merekam atau memproduksi konten,” jelasnya.</p>
<p>Setelah diamankan di lokasi, kedua terduga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Tulungagung Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pornografi sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</p>
<p>“Para pelaku disangkakan melanggar ketentuan hukum terkait produksi dan penyebaran pornografi. Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus,” pungkas Nanang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia di Tulungagung Ditemukan Meninggal di Dapur, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-dapur-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-dapur-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya luka di leher korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df673cdc257.webp" length="25488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:31:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tewas bersimbah darah, gedangsewu kecamatan boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Rabu (15/4/2026) pagi. Korban diketahui bernama Sukati (64), warga setempat.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih, mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh menantu korban sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, saksi hendak menuju kamar mandi dan melintasi dapur. Ia kemudian melihat korban sudah tergeletak di lantai dan tidak bergerak, sehingga segera memanggil anggota keluarga lainnya. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi.</p>
<p>"Jadi belum sampai ke kamar mandi menantunya itu melihat ibu mertuanya itu sudah tergeletak bersimbah darah. Akhirnya dia memanggil suaminya, anaknya korban itu. Akhirnya karena ada luka-luka berdarah pihak keluarga menghubungi Polsek Boyolangu dan Polres Tulungagung," ujarnya.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya luka pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian.</p>
<p>"Dari kasatmata yang kami lihat bersama dengan Pamapta juga tim Inafis ada luka di leher," ungkapnya.</p>
<p>Sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Iskak guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.</p>
<p>Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian berlangsung.</p>
<p>"Untuk barang bukti yang diamankan, ada pisau, kemudian ada baju korban dan juga obat-obatan," jelasnya.</p>
<p>AKP Retno Puji, menambahkan berdasarkan informasi dari keluarga, korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit, sebelum kembali ke rumah beberapa hari lalu.</p>
<p>"Keterangan dari pihak keluarga yang bersangkutan hari Jumat kemarin opname di rumah sakit Bhayangkara 3 hari 4 boleh pulang indikasinya sakitnya sakit tipes," katanya.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian. Sampai dengan Rabu sore sekitar pukul 17.20 WIB, outopsi masih berlangsung di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Pesanan Fiktif Terbongkar, Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Online di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-pesanan-fiktif-terbongkar-polisi-tangkap-pelaku-penipuan-online-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-pesanan-fiktif-terbongkar-polisi-tangkap-pelaku-penipuan-online-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman percakapan di WhatsApp, bukti transaksi melalui aplikasi BRImo, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce4630062e.webp" length="40990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 21:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penipuan online, polsek tulungagung kota, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kasus penipuan berbasis daring dengan modus pesanan makanan fiktif berhasil diungkap jajaran Polsek Tulungagung Kota. Seorang pria berinisial AD (27), warga Kabupaten Bojonegoro, diamankan setelah diduga menipu korban melalui skema transfer palsu.</p>
<p>Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto. Ia menjelaskan, kasus bermula dari laporan korban bernama Fajar Imam Nurrohmat, yang merasa dirugikan akibat aksi penipuan tersebut.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, ibu korban, Indasah, menerima pesanan nasi goreng dalam jumlah besar, yakni 85 bungkus, melalui aplikasi WhatsApp. Pemesan mengaku sebagai anggota Kodim Tulungagung, sehingga korban tidak menaruh curiga.</p>
<p>Pelaku kemudian mengirimkan bukti transfer senilai Rp1.805.000. Namun, bukti tersebut ternyata palsu. Karena merasa menerima kelebihan pembayaran, korban sempat mengembalikan uang sebesar Rp700.000 kepada pelaku.</p>
<p>Tak berhenti di situ, pelaku kembali mengelabui korban dengan mengarahkan transaksi lanjutan menggunakan metode QRIS dengan berbagai dalih. Akibatnya, saldo milik korban kembali terkuras hingga total kerugian mencapai Rp1.805.000.</p>
<p>“Korban baru menyadari telah tertipu setelah melakukan pengecekan saldo rekening, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tulungagung Kota,” ujar Iprtu Nanang, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota segera melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, identitas pelaku berhasil dikantongi.</p>
<p>Dipimpin Panit I Iptu Prasetyo Adi, tim kepolisian bergerak menuju wilayah Bojonegoro. Pelaku akhirnya ditangkap di kediamannya di wilayah Bojonegoro pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.15 WIB.</p>
<p>Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman percakapan di WhatsApp, bukti transaksi melalui aplikasi BRImo, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya.</p>
<p>“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 492 KUHP,” terang IPTU Nanang.</p>
<p>Pihak kepolisian pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan online, terutama yang mengatasnamakan institusi resmi. Warga diminta memastikan setiap transaksi benar-benar telah diterima sebelum mengirimkan uang, guna menghindari kejadian serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Jadi Kader, Gatut Sunu Tidak Mendapat Bantuan Hukum Dari Partai Gerindra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-jadi-kader-gatut-sunu-tidak-mendapat-bantuan-hukum-dari-partai-gerindra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-jadi-kader-gatut-sunu-tidak-mendapat-bantuan-hukum-dari-partai-gerindra</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung : Kalau kader Partai Gerindra itu harus melalui Bimtek. Sedangkan Pak Gatut Sunu itu masih mendaftar tapi belum mengikuti Bimtek, sehingga tidak bisa disebut kader. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdc3008ac0.webp" length="30350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 20:40:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dpc partai gerindra tulungagung, ketua dpc partai gerindra tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Polemik hukum yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi perhatian publik, termasuk terkait status keanggotaannya di Partai Gerindra dan kemungkinan adanya bantuan hukum dari partai maupun pemerintah daerah.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung sekaligus PLT Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Gatut Sunu belum berstatus sebagai kader resmi Partai Gerindra. Hal itu merujuk pada penjelasan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.</p>
<p>“Sesuai penjelasan dari DPP, Pak Gatut Sunu itu belum resmi menjadi kader Partai Gerindra,” ujar Ahmad Baharudin, Senin (14/4/2026).</p>
<p>Meski demikian, ia tidak menampik bahwa Gatut Sunu telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun, menurutnya, kepemilikan KTA belum otomatis menjadikan seseorang sebagai kader partai.</p>
<p>“Kalau KTA itu semua orang yang mengusulkan bisa saja, tapi belum menjadi kader,” jelasnya.</p>
<p>Dengan status tersebut, Ahmad Baharudin memastikan bahwa Partai Gerindra tidak memberikan bantuan hukum kepada Gatut Sunu dalam perkara yang tengah dihadapinya.</p>
<p>Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, hingga saat ini juga belum ada langkah pemberian bantuan hukum.</p>
<p>“Pemkab belum sampai ke situ. Saya juga belum koordinasi dengan Pak Sekda maupun Kabag Hukum,” katanya.</p>
<p>Ahmad Baharudin kemudian menjelaskan perbedaan antara anggota biasa dan kader dalam struktur Partai Gerindra. Ia menyebut, untuk menjadi kader, seseorang harus melalui tahapan pendidikan dan pelatihan bimbingan teknis (Bimtek).</p>
<p>“Kalau kader Partai Gerindra itu harus melalui Bimtek. Sedangkan Pak Gatut Sunu itu masih mendaftar tapi belum mengikuti Bimtek, sehingga tidak bisa disebut kader,” paparnya.</p>
<p>Lebih jauh, ia mengakui bahwa kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Gatut Sunu menjadi kejutan tersendiri, baik bagi dirinya maupun jajaran pemerintahan di Tulungagung. Terlebih, peristiwa serupa juga telah terjadi di daerah tersebut.</p>
<p>“Saya sendiri juga kaget dengan adanya OTT ini, karena Tulungagung sudah berkali-kali ada OTT,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi para pelaksana program pembangunan, khususnya di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>“Tentu ini bisa menjadi trauma kepada para pelaksana program pembangunan. Kalau trauma, otomatis jadi sangat hati-hati, dan inovasinya bisa berkurang,” ujarnya.</p>
<p>Terkait komunikasi terakhir dengan Gatut Sunu, Ahmad Baharudin menyebut bahwa dirinya sempat bertemu dalam sebuah acara pada Jumat lalu, sebelum kasus tersebut mencuat.</p>
<p>“Terakhir komunikasi itu hari Jumat, sempat ketemu di UIN dalam acara sosialisasi. Setelah itu sudah tidak ada kontak lagi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PLT Bupati Tulungagung Tekankan Stabilitas dan Kelanjutan Program di Tengah Transisi Kepemimpinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-tekankan-stabilitas-dan-kelanjutan-program-di-tengah-transisi-kepemimpinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-tekankan-stabilitas-dan-kelanjutan-program-di-tengah-transisi-kepemimpinan</guid>
<description><![CDATA[ Ahmad Baharudin menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcd552de9db.webp" length="29824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:41:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk tulungagung, ptl bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Penunjukan Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menjadi Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Daerah di Kabupaten Tulungagung resmi berjalan mulai Senin (13/4/2026), menyusul keluarnya instruksi dari Kementerian Dalam Negeri serta Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Timur. </p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, proses penunjukan PLT telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>“Sesuai dengan undang-undang, mulai Senin pagi Tulungagung sudah ada perintah untuk wakilnya menjabat PLT Kepala Daerah dari Mendagri, dan sudah ada SK dari gubernur pada hari ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Dalam masa transisi ini, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.</p>
<p>“Kami tekankan agar masyarakat Tulungagung tetap tenang dan kondusif. Semuanya kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan pelayanan ASN kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ahmad Baharudin memastikan bahwa seluruh program pemerintah daerah, termasuk proyek-proyek yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), akan tetap dilanjutkan.</p>
<p>“Karena itu sudah menjadi program pemerintah Kabupaten dan sudah dimasukkan dalam APBD, semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sebagai PLT, kewenangannya terbatas sehingga tidak dapat mengubah kebijakan strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>“Sebagai PLT kan tidak bisa merubah kebijakan-kebijakan strategis. Artinya visi misi bupati sebelumnya tetap dilanjutkan,” imbuhnya.</p>
<p>Terkait proyek-proyek yang telah maupun belum memasuki tahap lelang, ia memastikan semuanya tetap berjalan.</p>
<p>“Yang sudah selesai lelang tetap lanjut. Yang belum selesai lelang juga tetap dilanjutkan, dan yang sudah dikerjakan juga terus dilaksanakan,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, Ahmad Baharudin mengakui bahwa dirinya masih perlu mempelajari secara menyeluruh program dan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Pasalnya, ia mengaku tidak terlibat langsung dalam proses perencanaan anggaran maupun program sejak awal.</p>
<p>“Saya akan lihat dulu, kita pelajari dulu. Karena selama ini saya tidak terlibat dalam perencanaan anggaran dan program dari awal,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tulungagung.</p>
<p>Dalam menjalankan tugas sebagai PLT di tengah tahun anggaran berjalan, ia juga mengakui adanya berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan pemahaman awal terhadap postur anggaran dan rencana program.</p>
<p>“Tantangannya banyak, karena saya tidak terlibat dalam perencanaan anggaran. Jadi di pertengahan tahun ini saya harus langsung melaksanakan tugas kepala daerah,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah kondisi transisi ini. Hambatan dalam pelaksanaan program, menurutnya, dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk sumber daya manusia dan perencanaan.</p>
<p>“Tantangannya termasuk hambatan dalam pelaksanaan program, baik dari SDM maupun dari perencanaan. Maka dari itu kita harus memberikan semangat kepada ASN,” katanya.</p>
<p>Untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap optimal, pihaknya juga akan menggelar sosialisasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi pada Selasa (14/4/2026).</p>
<p>“Besok akan ada sosialisasi, kita dibantu oleh Kemendagri dan dari provinsi untuk mendampingi agar program-program pemerintahan berjalan tanpa kendala,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ahmad Baharudin Resmi Ditunjuk sebagai Plt Bupati Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ahmad-baharudin-resmi-ditunjuk-sebagai-plt-bupati-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ahmad-baharudin-resmi-ditunjuk-sebagai-plt-bupati-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Wakil Bupati Ahmad Baharudin untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dca16e342bd.webp" length="40162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 15:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung resmi memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Bupati setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Wakil Bupati Ahmad Baharudin untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepastian penunjukan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati Tulungagung dibenarkan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tulungagung, Arif Efendi. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebutkan bahwa penunjukan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Iya, sudah," ujar Arif singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penugasan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati mulai berlaku sejak Minggu, 12 April 2026. </p>
<p></p>
<p>Penetapan itu didasarkan pada Surat Perintah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Nomor: 100.1.4.2/12240/011.2/2026.</p>
<p></p>
<p>"Berlaku per 12 April 2026," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Arif menambahkan, tidak ada batas waktu pasti terkait masa jabatan pelaksana tugas tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ahmad Baharudin akan menjalankan peran sebagai Plt Bupati hingga ada keputusan lanjutan dari pemerintah, termasuk kemungkinan penunjukan pejabat definitif.</p>
<p></p>
<p>"Berlaku sampai ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan diterbitkannya surat perintah tersebut, posisi Gatut Sunu Wibowo sebagai Bupati Tulungagung dinyatakan nonaktif. </p>
<p></p>
<p>Pemerintahan daerah kini dijalankan oleh pelaksana tugas guna memastikan roda birokrasi dan pelayanan publik tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Iya, yang ada saat ini surat perintah," pungkas Arif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktivitas Pemkab Tulungagung Berangsur Normal Usai OTT KPK, Sejumlah Pejabat Belum Hadir Apel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktivitas-pemkab-tulungagung-berangsur-normal-usai-ott-kpk-sejumlah-pejabat-belum-hadir-apel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktivitas-pemkab-tulungagung-berangsur-normal-usai-ott-kpk-sejumlah-pejabat-belum-hadir-apel</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pejabat yang sebelumnya dibawa ke Jakarta oleh KPK belum tampak hadir dalam apel pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc955bd2033.webp" length="26150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Tulungagung mulai kembali berjalan normal pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo. </p>
<p>Meski demikian, sejumlah pejabat yang sebelumnya diperiksa KPK belum terlihat mengikuti apel pagi pada Senin (13/4/2026).</p>
<p>Apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Soeroto. </p>
<p>Dalam arahannya, Soeroto menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan tanpa gangguan meski terjadi dinamika di internal pemerintahan.</p>
<p>"Pelayanan tetap seperti yang sudah ada. Kinerja harus tetap berjalan seperti biasa, tidak boleh terganggu," ujar Soeroto.</p>
<p>Terkait kepemimpinan di tingkat kabupaten pasca-penetapan tersangka terhadap bupati, Soeroto menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.</p>
<p>"Untuk pucuk pimpinan, kita menunggu keputusan dari pusat. Kalau sudah ada, nanti akan kami tindak lanjuti," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah pejabat yang sebelumnya dibawa ke Jakarta oleh KPK belum tampak hadir dalam apel pagi. Diduga, mereka masih dalam perjalanan kembali ke Tulungagung.</p>
<p>"Mungkin mereka masih dalam perjalanan," kata Soeroto.</p>
<p>Pasca-OTT yang dilakukan pada Jumat lalu, sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Tulungagung masih disegel KPK. Akibatnya, sebagian pegawai terpaksa berpindah ke ruangan lain untuk tetap melanjutkan pekerjaan mereka.</p>
<p>Beberapa ruangan yang masih disegel antara lain ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Tulungagung, serta sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk ruang kepala dinas.</p>
<p>"Soal ruangan yang disegel, sementara belum bisa digunakan. Tapi pegawai bisa menggunakan tempat lain, dan kinerja harus tetap berjalan seperti biasa," jelas Soeroto.</p>
<p>Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya, DYA, sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dengan modus pemerasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai ratusan juta rupiah serta barang lainnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati dan 12 Pejabat Pemkab Tulungagung Tiba di Gedung Merah Putih KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-12-pejabat-pemkab-tulungagung-tiba-di-gedung-merah-putih-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-12-pejabat-pemkab-tulungagung-tiba-di-gedung-merah-putih-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, telah berada di gedung KPK sejak Sabtu pagi sekitar pukul 06.50 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d9c9c7130dd.webp" length="52664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 09:57:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebanyak 12 pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung dibawa ke Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak Jumat malam. Pemindahan ini dilakukan guna pemeriksaan lanjutan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan terhadap para pejabat tersebut sebelumnya berlangsung di Markas Kepolisian Resor Tulungagung, dengan penyidik KPK memanfaatkan ruangan di lokasi tersebut. Proses pemeriksaan berjalan hampir 12 jam, dimulai sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.</p>
<p></p>
<p>Usai pemeriksaan, para pejabat langsung diberangkatkan menuju Jakarta pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka diangkut menggunakan satu unit bus dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Rombongan bergerak dari Tulungagung menuju Bandara Juanda untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 12 orang yang dibawa dalam rombongan tersebut. Mereka terdiri dari sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemkab Tulungagung, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Makrus Manan, Kepala Bagian Pemerintahan Arif Efendi, Kepala Bagian Umum Yulius Rama Isworo, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aris Wahyudiono, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hartono.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, turut dibawa Kepala Dinas Pertanian Suyanto, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Dwi Hari Subagyo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agus Priyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Erwin Nofianto, ajudan bupati Dwi Yoga, staf Bagian Pemerintahan bernama Oki, serta seorang anggota DPRD Tulungagung yang juga merupakan adik bupati, Jatmiko.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo telah berada di Gedung KPK sejak pagi sekitar pukul 06.50 WIB.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus OTT tersebut. Pemeriksaan lanjutan di Jakarta diharapkan dapat mengungkap lebih jauh dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Pejabat Diperiksa KPK di Mapolres Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pejabat-diperiksa-kpk-di-mapolres-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pejabat-diperiksa-kpk-di-mapolres-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Tulungagung. Pada Jumat malam, sejumlah pejabat terlihat bergiliran memasuki Mapolres. Sampai dengan Sabtu (11/4/2026) pukul  dini hari, belum terlihat ada yang keluar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d93f162f07b.webp" length="21378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 01:27:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, Jumat (10/4/2026) malam. Pemeriksaan dilakukan di Maolres Tulungagung.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto, membenarkan jika salah satu ruangan di Mapolres Tulungagung dipinjam untuk kepentingan pemeriksaan oleh KPK dalam kasus yang ditangani. </p>
<p>"Betul, sampai saat ini masih ada kegiatan KPK di polres. Mereka pinjam ruangan di satreskrim untuk kepentingan pemeriksaan. Ini kan gedung milik negara ya boleh-boleh saja," kata AKBP Ihram, Sabtu (11/4/2026). </p>
<p>Menurutnya kepolisian hanya sebatas menyiapkan ruangan, sedangkan terkait kegiatan pemeriksaan dan orang-orang yang dipanggil bukan kewenangan kepolisian. </p>
<p>"Kami tidak tahu soal pemeriksaannya. Itu kewenangan KPK langsung," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sejak Jumat malam penjagaan di Polres Tulungagung diperketat. Pintu gerbang ditutup dan dijaga anggota polisi. Sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung, terlihat bergiliran memasuki Mapolres. Sampai dengan Sabtu (11/4/2026) pukul 01.24 dini hari, belum terlihat ada yang keluar. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OTT KPK di Tulungagung, 16 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Gatot Sunu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-diamankan-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-diamankan-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Tim KPK masih berada di Tulungagung untuk melanjutkan proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d939b634cfe.webp" length="31378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 01:04:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, gatut sunu wibowo, bupati tulungagung ditangkap KPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan melakukan operasi tangkap (OTT) di Kabupaten Tulungagung,Jumat (10/4/2026). Dalam OTT, 16 orang ditangkap, salah seorang di antaranya Bupati Tulungagung Gatot Sunu </p>
<p>Kabar mengenai kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Tulungagung dibenarkan pihak KPK. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, termasuk di antara pihak yang diamankan.</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa hingga Jumat malam, tim KPK masih berada di Tulungagung untuk melanjutkan proses penyelidikan. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga terkait dalam perkara ini.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut, setidaknya ada 16 orang yang telah diamankan. Namun, hingga saat ini KPK belum merinci identitas para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut, selain mengonfirmasi keterlibatan kepala daerah setempat.</p>
<p>"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Dimana Tim mengamankan sejumlah 16 orang salah satunya Bupati Tulungagung. Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya," tulisnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, belum memberikan tanggapan terkait kabar penangkapan tersebut. Saat ditemui di sela kegiatannya dalam sebuah acara di GOR Lembupeteng pada Jumat malam, ia memilih diam tidak menjawab pertanyaan awak media. Ia hanya merespons dengan gestur singkat mengangkat kedua tangan di depan dada tanpa memberikan pernyataan.(*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Pembobol Minimarket Modus Jebol Tembok di Tulungagung Ditangkap Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-pembobol-minimarket-modus-jebol-tembok-di-tulungagung-ditangkap-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-pembobol-minimarket-modus-jebol-tembok-di-tulungagung-ditangkap-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pemeriksaan tersebut terungkap, selain membobol dua minimarket pada Februari dan Maret 2026 lalu, dua pelaku juga pernah melakukan aksi serupa pada tahun 2025 lalu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8f1c044d66.webp" length="29412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 20:32:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bobol alfamart, resmob macan agung, satreskrim polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung, telah memeriksa 3 orang tersangka pelaku pembobolan minimarket berjaringan di Tulungagung, yang berhasil ditangkap beberapa hari lalu. Dalam pemeriksaan tersebut terungkap, selain membobol dua minimarket pada Februari dan Maret 2026 lalu, dua pelaku juga pernah melakukan aksi serupa pada tahun 2025 lalu.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan penangkapan dilakukan pada Senin (6/4/2026), melalui operasi gabungan yang melibatkan sejumlah tim, di antaranya Resmob Polres Tulungagung, Resmob Kota Batu, Resmob Malang Kota, serta Unit Reskrim Polsek Sukun.</p>
<p>"Tersangka yang diamankan tiga orang, inisial GI (56), S (61), dan R (51). Ketiganya asal Malang," kata Iptu Andi Tamba, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Andi Tamba menuturkan, polisi terlebih dahulu mengamankan tersangka GI di sebuah rumah kos di kawasan Comboran, Kota Malang. Selanjutnya, tersangka R ditangkap di kediamannya di wilayah Sukun. Sementara tersangka S diamankan di pinggir jalan kawasan Sukun.</p>
<p>Dari hasil penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai, rokok berbagai merek, perhiasan emas, serta peralatan yang digunakan untuk membobol tembok seperti palu, obeng, bor manual, linggis, dan gergaji. Selain itu, turut diamankan satu unit mobil Toyota Avanza warna putih yang digunakan dalam menjalankan aksi kejahatan.</p>
<p>Dalam aksinya, para pelaku menggunakan cara tidak biasa. Mereka membobol tembok bangunan bagian samping atau belakang untuk masuk ke dalam toko, sebelum akhirnya menggasak sejumlah barang berharga.</p>
<p>“Para pelaku berkeliling mencari target yang dianggap aman, terutama toko yang berada di lokasi sepi dengan akses tembok yang mudah dijebol. Mereka kemudian beraksi pada dini hari,” jelasnya.</p>
<p>Dua lokasi yang menjadi sasaran pelaku yakni gerai Alfamart di Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, serta Alfamart di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026 dan Jumat, 6 Maret 2026.</p>
<p>Kasatreskrim menambahkan, jika dua dari tiga tersangka pelaku, yakni GI dan S, merupakan residivis dalam kasus pencurian. Ketiganya juga mengaku pernah melakukan aksi serupa di wilayah Tulungagung pada tahun 2025 dengan modus yang sama.</p>
<p>"Para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara," pungkas Iptu Andi Tamba. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan di Tulungagung Dilaporkan Hilang di Sungai Brantas, Tinggalkan Surat Perpisahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-dilaporkan-hilang-di-sungai-brantas-tinggalkan-surat-perpisahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-dilaporkan-hilang-di-sungai-brantas-tinggalkan-surat-perpisahan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8c8c9cbf6b.webp" length="24716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 19:10:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, orang hilang, tapan kecamatan kedungwaru, sungai brantas, basarnas, bpbd tulungagung, damkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Seorang perempuan warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dilaporkan hilang dan diduga tercebur ke Sungai Brantas di desa setempat. Peristiwa ini menggegerkan warga setelah ditemukan sejumlah barang pribadi milik korban beserta surat berpamitan di tepi sungai.</p>
<p>Komandan tim operasi pencarian dari Basarnas Pos Trenggalek , M. Jazuli Prasetyo, menyebut pihaknya menerima laporan pada Jumat pagi.</p>
<p>“Tadi pagi kami mendapatkan informasi dari rekan BPBD Kabupaten Tulungagung bahwasanya ada satu orang terjatuh di sekitaran Sungai Brantas,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Korban diketahui berinisial PCA, berusia 26 tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat berada di rumah pada Kamis (9/4/2026) siang sebelum akhirnya keluar sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB dan tidak kembali hingga malam hari. </p>
<p>Jazuli menjelaskan bahwa di lokasi ditemukan barang-barang milik korban.</p>
<p>“Di situ di tempat lokasi ditemukan dompet atau barang bawaan milik korban,” katanya.</p>
<p>Upaya pencarian yang dilakukan warga sebelumnya juga menemukan tas berisi barang pribadi serta surat yang diduga ditulis korban berisi pesan perpisahan untuk keluarga dan anaknya. Selain itu, ditemukan pula pakaian dan alas kaki milik korban di sekitar tepi sungai. </p>
<p>Jazuli menambahkan bahwa dugaan sementara korban berada di sekitar aliran sungai sebelum hilang.</p>
<p>“Yang tertinggal ada dompet atau barang milik beliau di sekitar Sungai Brantas,” ungkapnya.</p>
<p>Memasuki Jumat siang, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar Tulungagung, TNI, dan Polri mulai melakukan pencarian intensif. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Brantas menggunakan perahu karet serta penelusuran jalur darat di sekitar lokasi kejadian. </p>
<p>Jazuli menjelaskan bahwa operasi hari pertama difokuskan di titik awal. </p>
<p>“Hari ini hari H1, kita fokus di lokasi kejadian dan melakukan pencarian menggunakan dua perahu karet,” jelasnya.</p>
<p>Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban.</p>
<p>“Mungkin nanti kita perpanjang pencarian sekitar dua sampai lima kilometer,” pungkas Jazuli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tangani Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tangani-kasus-dugaan-kekerasan-seksual-terhadap-anak-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tangani-kasus-dugaan-kekerasan-seksual-terhadap-anak-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menyebut, peristiwa diduga terjadi lebih dari satu kali di lokasi yang sama, yakni di rumah korban yang berada di wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Saat kejadian, korban disebut berada dalam kondisi sendirian di rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d642bfcfb8d.webp" length="46990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:01:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satreskrim polres tulungagung, kasus pencabulan anak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Aparat kepolisian dari Polres Tulungagung tengah menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Sendang. Korban diketahui saat ini berusia 16 tahun, sementara peristiwa diduga terjadi dalam rentang waktu 2021 hingga 2025.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wirananta Tamba, mengatakan penanganan perkara ini didasarkan pada laporan polisi nomor LP/B/202/XI/2025/SPKT/Polres Tulungagung/Polda Jawa Timur tertanggal 18 November 2025.</p>
<p>“Perkara ini merupakan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh tersangka berinisial MR (32), yang merupakan tetangga korban,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Polisi menyebut, peristiwa diduga terjadi lebih dari satu kali di lokasi yang sama, yakni di rumah korban yang berada di wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Saat kejadian, korban disebut berada dalam kondisi sendirian di rumah.</p>
<p>“Dugaan peristiwa terjadi pada beberapa waktu berbeda sejak 2021 hingga terakhir pada November 2025. Tersangka diduga memanfaatkan situasi saat korban berada seorang diri,” jelas Andi.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penyidik telah mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memperkuat proses hukum yang berjalan. Saat ini, tersangka telah ditetapkan dan dilakukan penahanan.</p>
<p>“Tersangka dijerat Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, kuasa hukum korban, Fitri Erna, menyampaikan bahwa kondisi psikologis korban sempat terdampak akibat peristiwa tersebut. Namun, saat ini korban berangsur membaik setelah mendapatkan pendampingan.</p>
<p>“Awalnya korban mengalami tekanan psikologis dan sempat menarik diri, namun sekarang kondisinya sudah membaik, terlebih setelah tersangka ditahan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, korban juga telah mendapatkan pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tulungagung, meski prosesnya masih dalam tahap awal.</p>
<p>“Alhamdulillah saat ini korban sudah kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk bersekolah,” imbuhnya.</p>
<p>Lanjut Fitri, pihak keluarga berharap proses hukum dapat berjalan secara adil dan memberikan efek jera.</p>
<p>“Harapan kami perkara ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Yang penting adil dan bisa menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kinerja kepolisian, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tulungagung, dalam menangani perkara tersebut.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan serta perlindungan terhadap anak guna mencegah terjadinya kekerasan seksual. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Beras Bulog Tulungagung Aman, Serapan Gabah Surplus 30 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-serapan-gabah-surplus-30-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-serapan-gabah-surplus-30-persen</guid>
<description><![CDATA[ Untuk Kabupaten Tulungagung saja, Bulog sudah menyerap sekitar 20.000 ton gabah kering petani. Sebagian sudah diolah menjadi beras hasil giling dan dimasukkan ke gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63132c7e88.webp" length="25218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, stok beras, bulog tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ketersediaan cadangan pangan berupa beras di gudang Bulog Cabang Tulungagung dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, hingga Maret 2026, serapan gabah dari petani tercatat mengalami surplus dan melampaui target yang telah ditetapkan.</p>
<p>Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyerap gabah kering panen (GKP) dalam jumlah signifikan. Dari target tahunan, realisasi serapan bahkan mencapai lebih dari 30 persen.</p>
<p>“Untuk Kabupaten Tulungagung saja, kita sudah menyerap sekitar 20.000 ton gabah kering petani. Sebagian sudah kita olah menjadi beras hasil giling dan dimasukkan ke gudang,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini berdampak pada kapasitas penyimpanan yang kini telah penuh. Bulog pun mengambil langkah antisipatif dengan menyewa gudang tambahan dari pihak swasta guna menampung kelebihan stok tersebut.</p>
<p>“Gudang kita sudah penuh, sehingga kita siapkan gudang-gudang swasta untuk penyimpanan. Ini menunjukkan kondisi surplus. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kerawanan pangan, insyaallah tidak akan terjadi,” tambahnya.</p>
<p>Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Tulungagung juga tengah bersiap menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah kepada masyarakat. Untuk wilayah Tulungagung, total bantuan yang akan didistribusikan mencapai 2.991 ton beras dan 598.000 liter minyak goreng.</p>
<p>Adapun jumlah penerima bantuan pangan (BPP) tercatat sebanyak 149.572 orang. Setiap penerima nantinya akan mendapatkan alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.</p>
<p>“Harapannya penyaluran ini bisa berjalan lancar dan selesai dalam bulan ini,” pungkas Yonas.</p>
<p>Dengan kondisi stok yang melimpah dan program bantuan yang segera disalurkan, Bulog optimistis stabilitas pangan di Tulungagung akan tetap terjaga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Kepada Ratusan Warga di Besuki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-salurkan-bantuan-pangan-pemerintah-kepada-ratusan-warga-di-besuki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-salurkan-bantuan-pangan-pemerintah-kepada-ratusan-warga-di-besuki</guid>
<description><![CDATA[ Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan akumulasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d62d8e95622.webp" length="45770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:41:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ratusan warga dari empat desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Desa Keboireng, Sedayugunung, Wateskroyo, dan Tulungrejo.</p>
<p>Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Kantor Desa Keboireng pada Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan akumulasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Per bulannya, masing-masing warga memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.</p>
<p>Dalam keterangannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Perum Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>“Program ini dari pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui Bulog Tulungagung dan bekerja sama dengan Pemkab. Penentuan penerima dilakukan oleh Dinas Sosial,” ujar Gatut.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa bantuan ini harus tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Gatut juga mengajak semua pihak untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan.</p>
<p>“Kalau teman-teman media atau LSM mengetahui penerima yang tidak sesuai kriteria, silakan laporkan. Akan kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, program ini menjadi bukti kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Ia memastikan bahwa proses penyaluran akan dipertanggungjawabkan oleh Dinas Sosial agar berjalan transparan dan tepat sasaran.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa total bantuan yang disiapkan untuk wilayah Tulungagung mencapai 2.991 ton beras dan 598.000 liter minyak goreng.</p>
<p>“Jumlah penerima bantuan pangan di Tulungagung tercatat sebanyak 149.572 keluarga penerima manfaat. Masing-masing akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Yonas.</p>
<p>Ia berharap proses distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan selesai dalam bulan April 2026.</p>
<p>Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, khususnya bagi warga kurang mampu di wilayah Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Bobol Minimarket di Tulungagung Mulai Terungkap, Polisi Kejar Pelaku hingga Luar Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-bobol-minimarket-di-tulungagung-mulai-terungkap-polisi-kejar-pelaku-hingga-luar-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-bobol-minimarket-di-tulungagung-mulai-terungkap-polisi-kejar-pelaku-hingga-luar-kota</guid>
<description><![CDATA[ Polisi memastikan para terduga pelaku ini masyarakat sipil, berbeda dengan tersangka pelaku pembobolan sejumlah minimarket yang sebelumnya berhasil terungkap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d61f9ba3a24.webp" length="50054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, resmob macan agung, satreskrim polres tulungagung, bobol minimarket, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kasus pembobolan minimarket dengan modus menjebol tembok di Kabupaten Tulungagung mulai menemukan titik terang. Tim Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung dikabarkan telah mengamankan sejumlah terduga pelaku, meski proses pengembangan kasus masih terus berlangsung.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Ia mengungkapkan bahwa tim di lapangan telah mengantongi sejumlah petunjuk penting terkait pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan dalam aksi kejahatan tersebut. </p>
<p>“Informasi terakhir, rekan-rekan Resmob Macan Agung sudah menemukan titik terang dari hasil penyelidikan dan penyidikan. Kendaraan yang digunakan adalah Avanza warna putih dan saat ini masih berada di luar kota,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Menurut Iptu Andi, tim kepolisian masih berada di luar kota untuk melakukan pengejaran dan pengembangan kasus. Ia juga mengisyaratkan bahwa jumlah pelaku lebih dari satu orang, meskipun belum merinci secara pasti jumlah yang telah diamankan.</p>
<p>“Untuk perkembangan lebih lanjutnya mungkin nanti akan kita rilis juga. Yang pasti lebih dari satu orang. Tim masih di luar kota untuk mengejar pelaku lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Polisi juga mendalami keterkaitan antar kasus pembobolan yang terjadi di beberapa lokasi, termasuk dua tempat kejadian perkara terakhir yang menyasar gerai minimarket jaringan dengan modus serupa, yakni menjebol tembok bangunan. Selain itu, aparat juga tengah menelusuri kemungkinan adanya penadah barang hasil kejahatan.</p>
<p>Berdasar catatan kepolisian, pada awal tahun 2026 hingga Maret, peristiwa pembobolan minimarket dengan cara menjebol tembok terjadi di dua TKP. Yakni Alfamart Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru dan Alfamart Doroampel, Kecamatan Sumbegempol. </p>
<p>Di kedua lokasi tersebut pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga yang ada di dalam toko, di antaranya produk rokok, kosmetik, obat-obatan hinggga susu bayi. Khusus di TKP Ringinpitu, pelaku mencuri 2.179 jenis barang dengan nilai mencapai Rp92,6 juta. </p>
<p>“Kami sudah mendapatkan titik terang dan saat ini masih melakukan pengembangan di luar kota, termasuk untuk menelusuri kemungkinan adanya penadah,” tambah Andi.</p>
<p>Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah para pelaku merupakan bagian dari komplotan terorganisir. Identitas para pelaku pun masih dalam proses pendalaman.</p>
<p>“Untuk sementara kami masih dalami, termasuk apakah ini komplotan atau bukan. Identitas juga masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.</p>
<p>Polisi memastikan para terduga pelaku ini masyarakat sipil, berbeda dengan tersangka pelaku pembobolan sejumlah minimarket yang sebelumnya berhasil terungkap.</p>
<p>Sebelumnya, pada awal Maret 2026, Polisi juga berhasil mengungkap kasus pembobolan minimarket berjaringan dengan modus berbeda, yakni masuk melalui atap. Namun, karena pelaku dalam kasus tersebut merupakan anggota TNI AD aktif, penanganannya kemudian dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Pencurian Kabel Telkom di Tulungagung, 10 Pelaku Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-pencurian-kabel-telkom-di-tulungagung-10-pelaku-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-pencurian-kabel-telkom-di-tulungagung-10-pelaku-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Petugas yang dipimpin Kanit Pidana Tertentu Satreskrim Polres Tulungagung, IPDA Fatahillah Aslam, langsung mengamankan para pelaku di lokasi kejadian beserta sejumlah barang bukti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4fe59dd37d.webp" length="52250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:25:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, pencurian kabel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Aparat Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus pencurian kabel jaringan telekomunikasi milik PT Telkom Indonesia yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB, tepatnya di depan kantor PT Telkom Indonesia Cabang Kalidawir. Aksi pencurian ini melibatkan sepuluh orang pelaku yang sebagian besar merupakan pekerja dari perusahaan mitra PT. Telkom.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penggalian kabel di lokasi tersebut pada malam hari.</p>
<p>“Petugas menerima laporan warga terkait adanya aktivitas penggalian kabel. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, benar ditemukan sekelompok orang yang sedang menggali dan mengambil kabel milik Telkom,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Dari hasil penyelidikan di lapangan, diketahui para pelaku memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya. Tersangka berinisial AB, laki-laki (39), warga Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Simomulyo, Kota Surabaya, diduga sebagai koordinator yang mengatur jalannya pencurian, mulai dari penggalian, pemotongan hingga pengawasan.</p>
<p>Para pelaku lainnya bertugas melakukan penggalian kabel menggunakan alat manual seperti cangkul dan linggis, menentukan lokasi kabel, hingga menarik dan memotong kabel tembaga yang berada di dalam tanah. Kabel tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mobil untuk dibawa pergi.</p>
<p>“Modus operandi yang digunakan adalah dengan menggali jaringan kabel secara manual, kemudian kabel ditarik menggunakan kendaraan dan dipotong-potong. Hasilnya rencananya akan dijual dan dibagi kepada para pelaku,” jelas Kasatreskrim.</p>
<p>Dalam aksinya, pelaku menggunakan satu unit mobil Toyota Avanza warna merah dengan nomor polisi B 1901 PIV untuk mengangkut hasil curian. Kabel yang berhasil diambil terdiri dari kabel tembaga dengan diameter sekitar 5 cm dan 8 cm, masing-masing sepanjang kurang lebih 15 meter dan telah dipotong menjadi beberapa bagian.</p>
<p>Petugas yang dipimpin Kanit Pidana Tertentu Satreskrim Polres Tulungagung, IPDA Fatahillah Aslam, langsung mengamankan para pelaku di lokasi kejadian beserta sejumlah barang bukti. Di antaranya berupa alat gali, kabel tembaga dengan total panjang puluhan meter, kabel seling baja, serta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hasil curian.</p>
<p>“Seluruh pelaku berikut barang bukti langsung diamankan ke Polres Tulungagung untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.</p>
<p>Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.</p>
<p>Sementara itu Officer Aset PT. Telkom Wilayah Jatim Barat, Lia, membenarkan jika kabel yang dicuri tersebut merupakan aset milik PT. Telkom. Kabel tersebut sudah tidak aktif sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan.</p>
<p>"Itu kabel tembaga dan masih menjadi aset kami, dampaknya kami mengalami kerugian sekitar Rp14 juta," ujar Lia.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas umum, guna mencegah kerugian yang lebih besar serta gangguan terhadap layanan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bejat! Kakek 70 Tahun di Tulungagung Cabuli Anak Tetangga Sejak SD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bejat-kakek-70-tahun-di-tulungagung-cabuli-anak-tetangga-sejak-sd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bejat-kakek-70-tahun-di-tulungagung-cabuli-anak-tetangga-sejak-sd</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka dijerat dengan pasal 415 huruf b atau pasal 417 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f8a3e9916.webp" length="51728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 21:24:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kakek cabul, satreskrim polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Seorang kakek berusia 70 tahun di tulungagung harus berhadapan dengan hukum karena diduga melakukan pencabulan terhadap tetangganya sendiri yang masih di bawah umur.</p>
<p>Ironisnya lagi, aksi bejat tersebut dilakukan berulang kali sejak korban masih duduk di bangku SD hingga SMA. Kasus dugaan pencabulan tersebut kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulungagung.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan, kasus ini terungkap setelah korban melapor pada November 2025 lalu. Terduga pelaku berinisial M (70), warga Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, diduga melakukan perbuatan cabul secara berulang terhadap korban.</p>
<p>Peristiwa tersebut disebut terjadi dalam kurun waktu cukup panjang, yakni sejak korban masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Lokasi kejadian di rumah korban di wilayah Kecamatan Sumbergempol, terutama di rumah korban saat dalam kondisi sepi.</p>
<p>Iptu Andi Wiranata Tamba, mengungkapkan bahwa pelaku diduga memanfaatkan kedekatan emosional dengan korban untuk melancarkan aksinya.</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan, tersangka diduga melakukan perbuatan tersebut dengan cara merayu dan memberikan iming-iming berupa makanan maupun uang kepada korban. Situasi korban yang minim pengawasan orang tua turut dimanfaatkan oleh tersangka,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Menurut polisi, aksi tersebut terjadi berulang kali sejak tahun 2023 hingga terakhir pada Kamis, 13 November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB.</p>
<p>Pada kejadian terakhir, kakak korban yang baru pulang memergoki tersangka berada di rumah bersama korban. Melihat tersangka buru-buru membenahi posisi celana lalu pergi keluar, kakak korban bertanya kepada korban. Setelah didesak akhirnya korban mengaku bahwa dirinya dicabuli.</p>
<p>Sejak kecil korban diketahui tinggal tanpa pendampingan orang tua, karena orang tuanya bekerja di luar negeri. Selama ini korban di rumah hanya bersama kakaknya. Kondisi ini membuat pelaku memiliki akses dan kedekatan dengan korban sejak kecil.</p>
<p>“Korban mengenal tersangka sebagai sosok yang dekat dalam kesehariannya. Hal tersebut diduga membuat korban sulit menolak hingga akhirnya hanya pasrah ketika peristiwa itu terjadi,” tambah Andi.</p>
<p>Saat ini, penyidik telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari menerima laporan, penyelidikan, gelar perkara, hingga penyidikan. Polisi juga telah mengamankan barang bukti terkait kasus tersebut.</p>
<p>"Pasal yang disangkakan yaitu pasal 415 huruf b atau pasal 417 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun," tegas Andi Tamba. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usaha Mebel di Sendang Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usaha-mebel-di-sendang-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp70-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usaha-mebel-di-sendang-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp70-juta</guid>
<description><![CDATA[ Objek yang terbakar merupakan tempat usaha mebel milik Mulyo, warga RT 01/RW 01 Dusun Tlogo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4670b049ea.webp" length="30312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 12:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran bengkel mebel, nglutung kecamatan sendang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kebakaran melanda sebuah tempat usaha mebel milik warga di Dusun Tlogo, Desa Ngluntung, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (7/4/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp70 juta.</p>
<p></p>
<p>Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 04.59 WIB. Tak lama berselang, tim langsung diberangkatkan menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 05.06 WIB dan tiba di lokasi pukul 05.20 WIB. Proses pemadaman api berlangsung sekitar satu jam.</p>
<p></p>
<p>“Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Bambang.</p>
<p></p>
<p>Objek yang terbakar merupakan tempat usaha mebel milik Mulyo, warga RT 01/RW 01 Dusun Tlogo. Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap dari area bengkel.</p>
<p></p>
<p>“Warga sekitar yang mengetahui adanya asap langsung memberi tahu pemilik dan warga lainnya. Mereka sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan air, namun api dengan cepat membesar,” jelas Bambang.</p>
<p></p>
<p>Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB tersebut masuk dalam kategori skala sedang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, sejumlah peralatan dan bahan usaha dilaporkan hangus terbakar, di antaranya satu unit mesin gergaji, satu unit mesin diesel, serta sekitar 10 meter kubik kayu jati.</p>
<p></p>
<p>Untuk penanganan kebakaran, Damkar Tulungagung mengerahkan dua unit armada pemadam dan satu unit armada suplai air. Sejumlah personel turut diterjunkan, termasuk Kasi Operasional, Kasi Penyelamatan, dan analis kebakaran.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, proses penanganan juga melibatkan perangkat desa setempat serta anggota Polsek Sendang.</p>
<p></p>
<p>“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Bambang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Picu Longsor di Pagerwojo Tulungagung, Dapur Rumah Warga Jebol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-longsor-di-pagerwojo-tulungagung-dapur-rumah-warga-jebol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-longsor-di-pagerwojo-tulungagung-dapur-rumah-warga-jebol</guid>
<description><![CDATA[ Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta, meliputi kerusakan dinding rumah serta sejumlah perabotan dapur yang tertimbun material longsor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3874942633.webp" length="68004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 19:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, penjor kecamatan pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan bencana tanah longsor yang merusak rumah warga di Dusun Selogiri, Desa Penjor, Minggu (5/4/2026) malam.</p>
<p>Rumah milik seorang warga bernama Mukanah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dapur setelah tertimbun material longsor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, menjelaskan hujan deras mulai turun sejak pukul 21.00 WIB hingga sekira pukul 23.00 WIB. Kondisi tersebut memicu pergerakan tanah di area belakang rumah korban.</p>
<p>“Hujan terjadi cukup lama dengan intensitas tinggi, sehingga tanah di belakang rumah tidak mampu menahan debit air dan akhirnya longsor,” ujarnya, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, longsoran berasal dari tebing penahan jalan yang berada di belakang rumah korban. Struktur tanah yang labil dan jenuh air menyebabkan tebing tersebut runtuh dan menimpa bangunan dapur hingga mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>“Material longsor langsung menghantam bagian dapur hingga jebol. Korban merupakan seorang janda yang tinggal bersama cucunya yang masih bersekolah,” tambahnya.</p>
<p>Saat kejadian berlangsung, Mukanah bersama cucunya sedang tertidur di bagian depan rumah. Posisi tersebut membuat keduanya selamat karena longsoran hanya mengenai bagian belakang bangunan.</p>
<p>Keesokan harinya, petugas gabungan bersama warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka bergotong royong membersihkan material tanah yang menimbun dapur rumah korban.</p>
<p>“Material longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 8 meter,” jelas Guruh.</p>
<p>Meski mengalami kerusakan, bagian depan rumah masih dinilai layak huni sehingga korban tidak perlu mengungsi. Namun demikian, petugas tetap melakukan asesmen awal serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Selain itu, laporan resmi juga disiapkan guna diajukan kepada instansi terkait agar korban dapat memperoleh bantuan.</p>
<p>Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta, meliputi kerusakan dinding rumah serta sejumlah perabotan dapur yang tertimbun material longsor. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alat Berat Tersangkut Kabel PLN di Tulungagung, 500 Pelanggan Terdampak Pemadaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alat-berat-tersangkut-kabel-pln-di-tulungagung-500-pelanggan-terdampak-pemadaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alat-berat-tersangkut-kabel-pln-di-tulungagung-500-pelanggan-terdampak-pemadaman</guid>
<description><![CDATA[ PLN memperkirakan proses pemulihan berlangsung sekitar tiga jam karena adanya kerusakan di beberapa titik jaringan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3849f480db.webp" length="91146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 18:40:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kabel pln putus, pemadaman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah truk pengangkut alat berat milik Perum Jasa Tirta menyangkut kabel jaringan listrik milik PLN saat melintas di jalan nasional, Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Senin (6/4/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sekitar 500 pelanggan mengalami pemadaman listrik.</p>
<p>Kapolsek Kalangbret, IPTU Sugeng Haryono, mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 15.00 WIB saat truk yang dikemudikan pria berinisial MU (45), warga Kepanjen, Malang, melaju menuju Trenggalek.</p>
<p>“Menurut keterangannya dari Perum Jasa Tirta, bego ini sebelumnya dipergunakan untuk normalisasi Sungai Sembung dan rencana akan dibawa ke Bendo, Trenggalek untuk pekerjaan serupa,” ujarnya.</p>
<p>Saat melintas di kawasan perempatan Putrajaya, muatan alat berat diduga melebihi batas ketinggian sehingga menyangkut kabel listrik.</p>
<p>“Terus kemudian sampai di perempatan Putrajaya, tersangkut kabel listrik PLN sehingga mengakibatkan putusnya kabel,” tambah Sugeng.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kabel PLN sepanjang kurang lebih 200 meter terseret dan putus, memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan berhenti dan memakan sebagian badan jalan.</p>
<p>“Kalau menurut keterangannya tadi tidak dipasang pengaman, kemudian juga ada kelebihan tinggi muatan,” jelasnya.</p>
<p>Petugas kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.</p>
<p>“Kita koordinasikan dengan petugas PLN, kebetulan juga sudah di lokasi. Armada sementara diamankan dulu. Jadi nanti bikin pernyataan di Polsek, perkara ini sudah clear. Nah, kemudian nanti bisa lanjut ke Trenggalek,” kata Sugeng.</p>
<p>Sementara itu, Manajer PLN ULP Tulungagung, Dhodhit Hari Seputro, menyebutkan pemadaman terjadi pada dua gardu listrik yang berdampak pada sekitar 500 pelanggan.</p>
<p>“Padam dua gardu, sekitar 500 pelanggan terdampak,” ujarnya.</p>
<p>PLN memperkirakan proses pemulihan berlangsung sekitar tiga jam karena adanya kerusakan di beberapa titik jaringan.</p>
<p>“Recovery diusahakan semaksimal mungkin, kira-kira sekitar tiga jam karena konstruksinya banyak yang copot, ada sekitar delapan titik,” jelasnya.</p>
<p>Pihak PLN juga masih melakukan pengecekan untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan.</p>
<p>“Kalau memang tidak perlu penggantian, nanti kita sambung kembali,” tambah Dhodhit.</p>
<p>Ia memastikan bahwa ketinggian jaringan listrik di lokasi tersebut telah sesuai standar, sehingga insiden diduga dipicu oleh muatan kendaraan yang melebihi batas.</p>
<p>“Secara ketinggian sebenarnya sudah memenuhi syarat, karena sebelumnya muatan tinggi juga tidak menyenggol,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga pukuk 17.00 WIB, proses perbaikan masih berlangsung dan petugas terus berupaya memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan terdampak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjual Bensin Eceran Terluka Akibat Kebakaran di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjual-bensin-eceran-terluka-akibat-kebakaran-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjual-bensin-eceran-terluka-akibat-kebakaran-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah sebelumnya mendapat penanganan awal dari petugas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d37f6906877.webp" length="56714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 17:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, damkar tulungagung, bolorejo kecamatan kauman</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Musibah kebakaran terjadi di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Senin (6/4/2026) sekira pukul 10.20 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga, Sri Wulaningsih (38), mengalami luka bakar pada bagian kaki.</p>
<p>Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah sebelumnya mendapat penanganan awal dari petugas.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 10.45 WIB dan langsung menuju lokasi. Petugas tiba sekira pukul 11.00 WIB dan berhasil memadamkan api pada pukul 11.25 WIB.</p>
<p>“Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat dan tidak sampai merambat ke bagian bangunan utama rumah,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan petugas, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian saat korban membawa bahan bakar minyak (BBM) menggunakan wadah kaca yang dalam kondisi retak atau bocor. Saat melintas di area dapur dengan kompor menyala, cairan atau uap BBM tersulut api dan menyambar kaki korban.</p>
<p>"Korban itu jualan bensin eceran. Terus beliaunya setelah menuangkan dua botol itu ditaruh di bawah lengan itu benturan terus terjadi kebocoran mengenai kaki, nah di belakang itu ada tungku untuk memasak itu menyambar uapnya dan terjadilah kebakaran," tutur Iwan.</p>
<p>Selain melukai korban, api juga sempat membakar sejumlah peralatan dapur. Namun, kebakaran tidak meluas ke bagian rumah lainnya.</p>
<p>Petugas juga mencatat kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta, terutama dari kerusakan peralatan dapur.</p>
<p>Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan maupun membawa bahan mudah terbakar, terutama di dekat sumber api, guna menghindari risiko kebakaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanah Bekas Rataan Calon Lokasi KDKMP di Kradinan Tulungagung Longsor, Belasan Rumah Warga Terancam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanah-bekas-rataan-calon-lokasi-kdkmp-di-kradinan-tulungagung-longsor-belasan-rumah-warga-terancam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanah-bekas-rataan-calon-lokasi-kdkmp-di-kradinan-tulungagung-longsor-belasan-rumah-warga-terancam</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai langkah penanganan darurat, pada Jumat (3/4/2026) pagi hingga siang, petugas gabungan melakukan pemasangan terpal di lokasi longsor untuk menahan pergerakan tanah agar tidak semakin meluas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf84b319030.webp" length="50110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 19:19:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tanah longsor, kradinan kecamatan pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tanah longsor terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, pada Kamis (2/4/2026) sore. Lokasi longsor terjadi di dua titik, salah satunya mengakibatkan rumah warga rusak, dinding jebol tertimpa material longsor.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa longsor terjadi di RT 01 RW 01, Dusun Krajan, Desa Kradinan. Material tanah yang ambrol menghantam rumah milik Sugiono hingga menyebabkan kerusakan cukup signifikan.</p>
<p>“Tanah longsor menimpa dinding rumah milik Pak Sugiono dengan lebar sekitar 4 meter dan tinggi 2,5 meter hingga jebol,” ujar Sudarmaji, Jumat (3/4/2026).</p>
<p>Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 14.00 WIB hingga sore hari. Curah hujan yang tinggi diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor.</p>
<p>Selain di lokasi tersebut, longsoran juga terjadi di tempat lain yakni area calon lokasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Desa Kradinan. Bekas rataan tanah yang labil membuat area tersebut tidak mampu menahan air hujan sehingga akhirnya ambrol ke bawah. Material longsor tersebut cukup mengkhawatirkan, karena dibawahnya terdapat pemukiman warga.</p>
<p>“Informasinya, tanah tersebut merupakan bekas rataan calon lokasi koperasi desa Merah Putih, dan bagian tandonnya longsor ke bawah,” jelasnya.</p>
<p>Meski jarak material longsoran dari rumah warga masih sekitar 100 meter, tetapi karena kondisi tebing cukup curam keberadaannya dinilai mengancam belasan rumah dibawahnya.</p>
<p>Sebagai langkah penanganan darurat, pada Jumat (3/4/2026) pagi hingga siang, petugas gabungan melakukan pemasangan terpal di lokasi longsor untuk menahan pergerakan tanah agar tidak semakin meluas.</p>
<p>“Pemasangan terpal sudah selesai dilaksanakan sebagai upaya antisipasi longsor susulan,” tambah Sudarmaji.</p>
<p>Selain itu, BPBD Tulungagung juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pascakejadian.</p>
<p>Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk tetap waspada terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Damkar Tulungagung Evakuasi Balon Udara Berpetasan yang Menyangkut di Kabel dan Atap Rumah Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/damkar-tulungagung-evakuasi-balon-udara-berpetasan-yang-menyangkut-di-kabel-dan-atap-rumah-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/damkar-tulungagung-evakuasi-balon-udara-berpetasan-yang-menyangkut-di-kabel-dan-atap-rumah-warga</guid>
<description><![CDATA[ Saksi melihat balon udara tersangkut di kabel listrik dan menjuntai di atap teras rumah, dengan api yang masih menyala dan sesekali terdengar suara ledakan petasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf7e1b42cef.webp" length="40864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 18:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, balon udara, balon jatuh di rumah warga, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Sebuah balon udara berpetasan jatuh dan nyaris membakar rumah warga di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jumat (3/4/2026) pagi sekitar pukul 06.05 WIB. Balon tersebut diketahui masih dalam kondisi menyala saat pertama kali ditemukan tersangkut di genting rumah milik Hardian.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan peristiwa tersebut dari seorang warga yang melintas di depan lokasi. Saksi melihat balon udara tersangkut di kabel listrik dan menjuntai di atap teras rumah, dengan api yang masih menyala dan sesekali terdengar suara ledakan petasan.</p>
<p>“Menindaklanjuti laporan tersebut kami langsung menerjunkan anggota piket ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengantisipasi terjadi kebakaran,” ujar Iwan.</p>
<p>Menurut keterangan pelapor, saat balon tersangkut, api masih terlihat aktif dan beberapa petasan sempat meledak. Namun, saat petugas Damkar tiba di lokasi, api pada balon sudah padam sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan.</p>
<p>“Alhamdulillah saat petugas kami tiba di lokasi api di balon sudah padam sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan,” lanjutnya.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan proses evakuasi balon yang tersangkut di kabel listrik dan atap rumah. Proses tersebut berlangsung cepat dan balon berhasil diturunkan tanpa kendala berarti.</p>
<p>Iwan menjelaskan, ukuran balon tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Meskipun demikian, keberadaan balon yang dilengkapi petasan tetap berpotensi membahayakan keselamatan.</p>
<p>"Kami juga menemukan 5 buah petasan seukuran jari tangan yang gagal meledak," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, kepada petugas Damkar, pemilik rumah mengaku sebelumnya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada petugas PLN. Namun, hingga proses evakuasi selesai dilakukan oleh Damkar, petugas PLN belum tiba di lokasi.</p>
<p>Selanjutnya, balon udara beserta sisa petasan tersebut diamankan dan dibawa ke kantor Damkar Tulungagung untuk penanganan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Balon Udara Berpetasan Meledak di Atap Rumah Warga Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/balon-udara-berpetasan-meledak-di-atap-rumah-warga-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/balon-udara-berpetasan-meledak-di-atap-rumah-warga-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Balon udara tersebut tidak meledak saat pertama kali jatuh di atap rumah. Ledakan baru terjadi ketika pemilik rumah berupaya mengevakuasi balon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf4cc643ef9.webp" length="21562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 13:31:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, balon timpa rumah, rumah rusak tertimpa balon, tanggulwelahan kecamatan besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Sebuah balon udara liar yang dilengkapi petasan jatuh dan meledak di atas rumah warga di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (3/4/2026) pagi. </p>
<p>Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah milik Sopingi (53), meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Menurut Sopingi, peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya, ia mendengar suara benda jatuh di bagian atap rumahnya. Saat diperiksa, sebuah balon udara berukuran cukup besar tersangkut di genting dalam kondisi api masih menyala.</p>
<p>"Karena ada apinya, saya ambil tangga, saya naik ke atas takutnya kalau kebakar rumah saya, lalu saya tarik balonnya," ujar dia.</p>
<p>Namun, saat hendak menurunkan balon tersebut, petasan yang tergantung pada balon tiba-tiba meledak. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dengan kekuatan cukup keras hingga memecahkan belasan genting rumah. Serpihan genting pun berhamburan ke berbagai arah.</p>
<p>"Ledakan terjadi tiga kali, untungnya serpihan genteng itu tidak mengenai saya," imbuhnya.</p>
<p>Beruntung, dalam kejadian tersebut Sopingi tidak mengalami luka. Kerusakan yang ditimbulkan terbatas pada pecahnya sejumlah genting rumah.</p>
<p>Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Besuki. Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta langkah penanganan awal.</p>
<p>Kapolsek Besuki, AKP Mokhamad Samsun, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari kepala desa sekitar pukul 07.05 WIB terkait adanya balon udara yang tersangkut di rumah warga.</p>
<p>"Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan anggota untuk mendatangi TKP, melakukan sterilisasi, serta penanganan awal sambil menunggu pendataan," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, balon udara tersebut tidak meledak saat pertama kali jatuh di atap rumah. Ledakan baru terjadi ketika pemilik rumah berupaya mengevakuasi balon.</p>
<p>"Pada saat jatuh, hanya terdengar seperti benda jatuh biasa, tidak ada ledakan. Ledakan terjadi saat balon akan diambil dari atas genteng," terangnya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ledakan terjadi sebanyak tiga kali. Sementara itu, asal balon udara belum dapat dipastikan, namun diduga berasal dari arah utara.</p>
<p>"Ukuran balon cukup besar, kemungkinan terbawa angin dari wilayah utara. Untuk asal pastinya kami belum bisa memastikan," tambahnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, sekitar sepuluh hingga belasan genting rumah warga mengalami kerusakan. Tidak ada korban luka maupun kerusakan bangunan lain yang dilaporkan.</p>
<p>Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa balon udara plastik dengan panjang 6,5 meter dan diameter 2,5 meter, serta tiga petasan yang gagal meledak. Pada balon tersebut terdapat ciri khusus berupa tulisan "Gareng Gank Tengah".</p>
<p>Kasus ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar karena berpotensi membahayakan keselamatan orang lain serta menimbulkan kerusakan materiil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Trenggalek Ungkap Kasus Penipuan Arisan Online, Kerugian Ratusan Juta Rupiah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-ungkap-kasus-penipuan-arisan-online-kerugian-ratusan-juta-rupiah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-ungkap-kasus-penipuan-arisan-online-kerugian-ratusan-juta-rupiah</guid>
<description><![CDATA[ Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce3ebc8b03f.webp" length="42376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 18:03:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, polres trenggalek, penipuan penggelapan, arisan online, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TRENGGALEK, SJP - Satuan Reserse Kriminal Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dengan modus arisan online yang merugikan sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah.</p>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, dalam keterangannya pada Kamis (2/4/2026) siang, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja Unit Pidum Satreskrim setelah menerima laporan masyarakat.</p>
<p>Kasus ini terungkap berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/1/I/2026 tertanggal 10 Januari 2026. Pelapor, Nella Audina Kusuma Citra (24), warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Trenggalek, melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh tersangka NK (35), warga Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Peristiwa bermula pada Desember 2025, saat korban mengikuti arisan online yang dikelola tersangka melalui grup WhatsApp bernama Arisantuy Modal Usaha Trenggalek dan Bandar Arisan LN Beauty Salon n Herbal</p>
<p>“Tersangka menawarkan lelang arisan dengan iming-iming keuntungan yang lebih besar dalam waktu singkat,” jelas Kapolres.</p>
<p>Korban kemudian beberapa kali mengikuti arisan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp8 juta hingga Rp22 juta, dengan janji pencairan (mutus) dalam waktu tertentu. Namun hingga tanggal yang dijanjikan, korban tidak juga menerima uang arisan seperti yang dijanjikan.</p>
<p>“Total kerugian yang dialami pelapor mencapai Rp48 juta,” ungkap Kapolres.</p>
<p>Selain pelapor tersebut, polisi juga menerima laporan dari lima orang korban lain dengan nilai kerugian yang jauh lebih besar. Diantaranya Reni Agustina, warga Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Trenggalek dengan kerugian Rp132 juta, dan Ilma Mukarromah, warga Desa Senden, Kecamatan Kampak, Trenggalek, yang mengaku rugi Rp531 juta.</p>
<p>“Dari beberapa laporan tersebut, total kerugian yang dialami para korban mencapai ratusan juta rupiah,” tambah AKBP Ridwan.</p>
<p>Setelah menerima laporan, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Namun, tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik hingga akhirnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Tersangka diketahui berada di Timor Leste.</p>
<p>“Kami berkoordinasi dengan Polda NTT, Polres Belu, dan pihak imigrasi. Tersangka akhirnya berhasil dideportasi ke Indonesia dan pada 19 Maret 2026 tersangka berhasil kami jemput dan bawa ke Polres Trenggalek untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” terang Kapolres.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun.</p>
<p>Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang memanfaatkan media sosial.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Pastikan legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi atau arisan,” pesannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengelolaan Wisata di Tulungagung Tertunda, Pemkab Tunggu Regulasi Baru dari KLHK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengelolaan-wisata-di-tulungagung-tertunda-pemkab-tunggu-regulasi-baru-dari-klhk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengelolaan-wisata-di-tulungagung-tertunda-pemkab-tunggu-regulasi-baru-dari-klhk</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi tersebut turut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata. Pasalnya, pemerintah daerah belum dapat menarik retribusi tiket masuk karena belum adanya dasar hukum terbaru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cd0fa49010c.webp" length="17870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 21:49:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, wisata, kerjasama perhutani, pengelolaan wisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pengelolaan sejumlah destinasi wisata hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Perhutani hingga awal April 2026 masih belum dapat berjalan optimal. Kondisi ini terjadi setelah masa perjanjian kerja sama berakhir pada 2025 dan belum adanya pembaruan regulasi yang mengatur kewenangan pengelolaan kawasan.</p>
<p></p>
<p>Perubahan kebijakan menjadi faktor utama terhambatnya proses tersebut. Jika sebelumnya kawasan wisata berada di bawah pengelolaan Perhutani, kini kewenangannya beralih ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>
<p></p>
<p>Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkab Tulungagung saat ini masih menanti terbitnya aturan terbaru dari KLHK sebagai dasar hukum untuk memperbarui perjanjian kerja sama pengelolaan wisata.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disbudpar Tulungagung, M. Ardian Candra, menjelaskan bahwa hingga kini proses pembaruan kerja sama belum bisa dilakukan akibat adanya perubahan kewenangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 149 Tahun 2021.</p>
<p></p>
<p>“Dalam aturan tersebut terjadi pergeseran kewenangan. Yang sebelumnya dikelola Perhutani, kini menjadi kewenangan pemerintah melalui kementerian kehutanan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, terdapat sekitar 10 titik wisata di wilayah Tulungagung yang terdampak kondisi ini. Lokasi tersebut meliputi kawasan pantai dan hutan yang sebelumnya dikelola oleh Disbudpar, namun masa perjanjiannya telah habis sejak tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut turut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata. Pasalnya, pemerintah daerah belum dapat menarik retribusi tiket masuk karena belum adanya dasar hukum terbaru.</p>
<p></p>
<p>“Untuk sementara retribusi belum bisa ditarik. Aktivitas wisata tetap berjalan, tetapi pengelolaan hanya sebatas parkir oleh pengelola lokal, dan itu tidak masuk ke PAD,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Situasi ini juga dinilai kurang menguntungkan, terutama pada momen libur besar seperti Idulfitri 2026, yang biasanya menjadi periode puncak kunjungan wisatawan sekaligus penyumbang signifikan bagi pendapatan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Ini tentu berdampak pada capaian target PAD. Padahal, libur Lebaran biasanya menjadi momentum penting untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap regulasi dari KLHK dapat segera diterbitkan agar proses pembaruan kerja sama bisa segera dilakukan dan pengelolaan destinasi wisata kembali berjalan maksimal.</p>
<p></p>
<p>“Kami masih menunggu kejelasan dari kementerian. Harapannya aturan tersebut segera terbit sehingga kerja sama dapat diperbarui dan pengelolaan wisata kembali optimal,” pungkas Candra. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ODGJ di Tulungagung Ngamuk, Tebas Adik Kandung Pakai Sabit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/odgj-di-tulungagung-ngamuk-tebas-adik-kandung-pakai-sabit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/odgj-di-tulungagung-ngamuk-tebas-adik-kandung-pakai-sabit</guid>
<description><![CDATA[ Beruntung, luka yang dialami tidak tergolong berat karena kondisi sabit yang digunakan dalam keadaan tumpul. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cce8f85e6d0.webp" length="53524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 18:49:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kakak bacok adik, odgj, gendingan kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang pria dengan kondisi gangguan jiwa atau ODGJ di Kabupaten Tulungagung mengamuk dan melukai adik kandungnya menggunakan senjata tajam berupa sabit, Rabu (1/4/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, sekira pukul 08.30 WIB, dan sempat menggegerkan warga setempat.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, IPTU Nanang Murdianto, menjelaskan, kejadian bermula saat korban, MA laki-laki (27) mendatangi rumah pelaku yang merupakan kakaknya sendiri, FC, laki-laki (37). Saat itu korban baru datang dan masih mengenakan helm, kemudian terjadi adu mulut antara keduanya. </p>
<p>“Awalnya korban datang menemui pelaku, lalu terjadi cekcok. Tidak lama kemudian pelaku mengambil sabit dan melakukan penyerangan,” ujarnya.</p>
<p>Dari keterangan saksi, setelah cekcok pelaku pergi menuju kandang ayam milik tetangganya lalu kembali dengan membawa sabit. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang korban hingga menyebabkan tiga luka robek di bagian punggung. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melerai dan berhasil mengamankan pelaku beserta senjata tajam yang digunakan. </p>
<p>“Warga bersama saksi berhasil mengamankan sabit dan menghentikan aksi pelaku,” tambah Nanang.</p>
<p>Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, luka yang dialami tidak tergolong berat karena kondisi sabit yang digunakan dalam keadaan tumpul.</p>
<p>“Korban mengalami luka robek di punggung, namun tidak sampai mengancam nyawa,” jelasnya.</p>
<p>Setelah situasi berhasil dikendalikan, pelaku langsung diamankan oleh petugas dan mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim kesehatan.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyebut pelaku segera dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk penanganan lanjutan.</p>
<p>“Pelaku hari ini langsung dirujuk ke RSJ Lawang Malang untuk mendapatkan perawatan,” paparnya.</p>
<p>Menurut Aris, pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan telah beberapa kali menjalani perawatan di RSJ Lawang Malang. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2025, pelaku tercatat sudah tiga kali menjalani perawatan sebelum akhirnya dipulangkan dalam kondisi stabil dan melanjutkan pengobatan secara rutin melalui puskesmas. </p>
<p>“Pelaku memang memiliki riwayat perawatan berulang di RSJ dan rutin kontrol setelah dinyatakan stabil,” imbuhnya.</p>
<p>Ironisnya, korban yang merupakan adik kandung pelaku justru selama ini berperan aktif dalam merawat dan mendampingi pengobatan. Ia rutin mengambil obat ke puskesmas dan memastikan pelaku menjalani terapi secara teratur. </p>
<p>“Selama ini korban yang merawat dan mengambilkan obat. Sebelumnya juga tidak pernah ada riwayat kekerasan seperti ini,” pungkas Aris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Suspek Campak Tinggi, Ratusan Balita di Ringinpitu Tulungagung Jalani Vaksinasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/suspek-campak-tinggi-ratusan-balita-di-ringinpitu-tulungagung-jalani-vaksinasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/suspek-campak-tinggi-ratusan-balita-di-ringinpitu-tulungagung-jalani-vaksinasi</guid>
<description><![CDATA[ Program ini menyasar balita usia 9 hingga 59 bulan dengan target sekitar 350 anak. Aris menyebut, kebijakan ini diambil karena jumlah suspek di wilayah tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cce3f8db9c6.webp" length="28092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 18:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, vaksinasi campak, dinkes tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kasus Campak di Kabupaten Tulungagung terus mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan setempat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar vaksinasi campak bagi ratusan balita di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, pada Rabu (1/4/2026). Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menekan potensi penyebaran penyakit menular tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan, hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 44 kasus suspek campak yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, hanya satu kasus yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan urin. Kasus positif tersebut terjadi pada awal tahun dan kini pasien telah sembuh.</p>
<p></p>
<p>“Laporan bulan Maret kemarin ada 44 suspek. Dari jumlah itu hanya satu yang positif berdasarkan pemeriksaan, dan itu terjadi di awal Januari. Saat ini kondisinya sudah sembuh,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Meski hanya satu yang terkonfirmasi positif, jumlah suspek pada tahun ini dinilai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Februari tahun lalu jumlah suspek hanya berkisar 20 kasus, dengan satu kasus positif yang muncul pada bulan Maret. Kondisi ini membuat kewaspadaan pemerintah daerah semakin ditingkatkan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada peningkatan jumlah suspek, sehingga perlu langkah antisipasi lebih dini,” tambah Aris.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons wabah di wilayah dengan temuan suspek tinggi, salah satunya Desa Ringinpitu. Program ini menyasar balita usia 9 hingga 59 bulan dengan target sekitar 350 anak. Aris menyebut, kebijakan ini diambil karena jumlah suspek di wilayah tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. </p>
<p></p>
<p>“Hari ini kami melaksanakan ORI di Ringinpitu karena jumlah suspek di wilayah ini lebih tinggi. Sehingga dilakukan pemberian vaksin campak untuk anak usia 9 sampai 59 bulan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pelaksanaan imunisasi di wilayah prioritas dilakukan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Hal ini berbeda dengan program imunisasi pada umumnya yang hanya menyasar anak dengan imunisasi belum lengkap.</p>
<p></p>
<p>“Kalau biasanya imunisasi kejar hanya untuk yang belum lengkap, tetapi khusus di Ringinpitu ini semua balita usia 9 sampai 59 bulan tetap diberikan vaksin tanpa melihat riwayat imunisasinya,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Meski terjadi peningkatan jumlah suspek, kondisi di Tulungagung saat ini belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan organisasi kesehatan dunia, daerah tetap didorong melakukan percepatan imunisasi guna mencegah penyebaran lebih luas. </p>
<p></p>
<p>“Sampai saat ini belum KLB, tetapi kami tetap melakukan langkah pencegahan sesuai rekomendasi agar kasus tidak berkembang,” pungkas Aris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Gatut Sunu Selesaikan Polemik Lahan Dua Mapolsek di Tulungagung, Pembangunan Dimulai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-gatut-sunu-selesaikan-polemik-lahan-dua-mapolsek-di-tulungagung-pembangunan-dimulai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-gatut-sunu-selesaikan-polemik-lahan-dua-mapolsek-di-tulungagung-pembangunan-dimulai</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Tulungagung memastikan seluruh lahan dan bangunan baru akan dihibahkan kepada Polres Tulungagung. Adapun total anggaran pembangunan dua Mapolsek ini mencapai Rp4 miliar yang bersumber dari APBD Tulungagung Tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cbcf6a2040e.webp" length="51730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 21:03:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, kapolres tulungagung, akbp ihram kustarto, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Polemik status lahan dua kantor polisi sektor (Mapolsek) di Kabupaten Tulungagung, yakni Mapolsek Sumbergempol dan Mapolsek Ngantru, akhirnya menemukan titik terang.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung di bawah kepemimpinan Bupati Gatut Sunu Wibowo mengambil langkah konkret dengan menghibahkan lahan sekaligus membangun gedung baru di lokasi berbeda.</p>
<p></p>
<p>Pembangunan dua gedung Mapolsek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto bersama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Selasa (31/3/2026).</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung di lahan aset milik Pemkab Tulungagung yang berada di belakang Pasar Sumbergempol.</p>
<p></p>
<p>Permasalahan lahan ini diketahui telah berlangsung lama. Mapolsek Sumbergempol selama puluhan tahun berdiri di atas tanah milik warga, sementara Mapolsek Ngantru menempati lahan campuran antara milik Polri dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah, mengingat persoalan legalitas lahan telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>“Momentum ini bersejarah sekali. Dari tahun 1952 sudah ada bangunan Polsek, tetapi tidak berada pada alas hak yang sah dan selalu menjadi polemik. Padahal kami hadir untuk melayani masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, penyelesaian persoalan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, yang memberikan kepastian hukum bagi keberadaan fasilitas pelayanan publik tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini dijawab oleh Bapak Bupati dan DPRD. Ini jawaban kepada seluruh masyarakat. Kami hanya pelaksana tugas untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait bangunan lama, pihak kepolisian memastikan akan mengembalikannya kepada pemilik sah.</p>
<p></p>
<p>“Bangunan lama akan dikembalikan kepada yang berhak. Nanti akan dilakukan appraisal oleh pihak terkait. Yang pasti, kami menyatakan bangunan tersebut bukan milik Polri,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selama proses pembangunan berlangsung, pihak kepolisian masih akan memanfaatkan bangunan lama untuk pelayanan sementara.</p>
<p></p>
<p>“Kami mohon dalam waktu 3 sampai 4 bulan ke depan, selama pembangunan berjalan, masih bisa memberikan pelayanan di lokasi lama. Kami juga berharap tidak ada keterlambatan agar bisa segera ditempati,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat sinergi antar lembaga.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung pelayanan publik, khususnya di bidang keamanan.</p>
<p></p>
<p>“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bersinergi dengan Polres Tulungagung. Harapannya ke depan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik dan lancar,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang sesuai aturan dan menjaga kualitas konstruksi.</p>
<p></p>
<p>“Kami mohon pembangunan ini dilaksanakan sesuai aturan dan undang-undang, kualitasnya dijaga sesuai spesifikasi kontrak. Karena saat ini semua pihak ikut mengawasi, baik masyarakat, media, maupun LSM,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, transparansi dan profesionalisme menjadi kunci agar pembangunan berjalan tanpa kendala.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami tidak ada masalah, sehingga hasilnya bagus, awet, dan benar-benar bisa dinikmati masyarakat Tulungagung,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemkab Tulungagung memastikan seluruh lahan dan bangunan baru akan dihibahkan kepada Polres Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Adapun total anggaran pembangunan dua Mapolsek ini mencapai Rp4 miliar yang bersumber dari APBD Tulungagung Tahun 2026. Rinciannya, pembangunan Mapolsek Sumbergempol sebesar Rp2,05 miliar dan Mapolsek Ngantru sebesar Rp2,06 miliar.</p>
<p></p>
<p>Untuk lokasi pembangunan, Mapolsek Sumbergempol dibangun di lahan seluas 1.710 meter persegi yang berada di Lapangan Desa Sumberadi. Sementara Mapolsek Ngantru dibangun di kawasan Pasar Pojok dengan luas lahan 1.750 meter persegi.</p>
<p></p>
<p>Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan polemik berkepanjangan terkait status lahan dapat benar-benar berakhir, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Ipul Apresiasi Proses Sekolah Rakyat di Trenggalek, Target Tampung 1.000 Siswa dari Keluarga Rentan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-ipul-apresiasi-proses-sekolah-rakyat-di-trenggalek-target-tampung-1000-siswa-dari-keluarga-rentan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-ipul-apresiasi-proses-sekolah-rakyat-di-trenggalek-target-tampung-1000-siswa-dari-keluarga-rentan</guid>
<description><![CDATA[ Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan upaya negara untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan yang selama ini luput dari perhatian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca563a4d0af.webp" length="51748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 20:45:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, sekolah rakyat, gus ipul, mochammad nur arifin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan progres signifikan. Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu dari 104 titik pembangunan tahap pertama yang saat ini tengah berjalan.</p>
<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mempersiapkan program tersebut, mulai dari kesiapan lahan hingga pemenuhan berbagai persyaratan administratif.</p>
<p>“Progres Sekolah Rakyat bagus sekali. Sejak awal Pak Bupati datang ke Jakarta, beliau sudah menunjukkan minat dan semangat tinggi serta mengikuti seluruh proses. Ini tidak mudah karena harus menyiapkan lahan dan memenuhi syarat yang clear and clean, tetapi semua bisa dipenuhi,” ujar Gus Ipul, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Trenggalek telah masuk dalam tahap pembangunan awal dan dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.</p>
<p>“Sekarang sudah menjadi salah satu dari 104 titik yang dibangun tahap pertama. Ini sudah dalam proses, termasuk Kabupaten Trenggalek. Sekolah ini nantinya bisa menampung sekitar 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA, khusus untuk warga Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.</p>
<p>Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan upaya negara untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan yang selama ini luput dari perhatian.</p>
<p>lah gagasan Presiden yang ingin memberikan kesempatan kepada mereka yang paling miskin, paling tidak mampu, yang belum terbawa dalam proses pembangunan, termasuk anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah,” katanya.</p>
<p>Ia menyoroti fenomena “invisible people” atau kelompok yang sering tidak terlihat dalam data maupun perhatian publik.</p>
<p>“Mereka sering disebut sebagai invisible people. Penderitaan mereka tidak kelihatan oleh kita. Bisa jadi mereka ada di sekitar kita, bahkan tetangga kita, tapi kita tidak melihatnya,” ungkapnya.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjutnya, terdapat hampir 4 juta anak di Indonesia yang tidak bersekolah atau berisiko putus sekolah.</p>
<p>“Banyak anak-anak kita lulus SMP tidak melanjutkan ke SMA. Ini pekerjaan rumah kita semua yang ingin dijawab oleh Bapak Presiden,” tegas Gus Ipul.</p>
<p>Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka sistem pendaftaran. Sebaliknya, pemerintah menggunakan pendekatan penjangkauan aktif.</p>
<p>“Sekolah Rakyat itu tidak ada pendaftaran. Yang ada penjangkauan. Data dijangkau, dicek ke lapangan, jika benar, baru bisa masuk,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, proses penjangkauan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama dinas terkait hingga pemerintah daerah.</p>
<p>“Setelah dicek dan sesuai, ditandatangani Pak Bupati, baru saya sahkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Gus Ipul, saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dengan total sekitar 16.000 siswa.</p>
<p>Gus Ipul juga menyoroti perubahan positif yang dialami para siswa Sekolah Rakyat Trenggalek setelah mengikuti pendidikan selama beberapa bulan terakhir.</p>
<p>“Kalau sekarang sudah bisa menyanyi, lebih percaya diri, itu karena mereka telah melalui proses pendidikan sekitar 4-5 bulan. Sebelumnya mereka takut, punya masalah kesehatan, tapi sekarang terlihat lebih percaya diri,” ujarnya.</p>
<p>Gus Ipul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan program ini melalui tiga bentuk kontribusi.</p>
<p>“Kita semua harus bergerak. Pertama sedekah informasi, kedua sedekah partisipasi, dan ketiga sedekah rezeki. Ini mari kita lakukan bersama,” ajaknya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa peran perangkat desa seperti kepala desa, RT, dan RW sangat penting dalam mengidentifikasi warga miskin ekstrem yang membutuhkan intervensi pendidikan.</p>
<p>Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif di Sekolah Rakyat.</p>
<p>“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik dan seksual, dan tidak boleh ada intoleransi di Sekolah Rakyat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nelayan Situbondo Selamat Setelah Terombang&amp;ambing Empat Jam di Laut Bali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nelayan-situbondo-selamat-setelah-terombang-ambing-empat-jam-di-laut-bali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nelayan-situbondo-selamat-setelah-terombang-ambing-empat-jam-di-laut-bali</guid>
<description><![CDATA[ Usai dievakuasi, korban dibawa menuju Pelabuhan Prigi. Setibanya di daratan, Imam Junaedi yang selamat dari maut tersebut langsung bersujud syukur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca2bf8875ae.webp" length="67510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 17:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, nelayan situbondo, perahu terbalik, evakuasi nelayan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> – Seorang nelayan asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di perairan Laut Bali selama sekitar empat jam. Korban ditemukan dalam kondisi hidup oleh awak kapal pengangkut batu bara, MV SLM Josephine, yang sedang dalam pelayaran dari Berau menuju Cilacap. Korban kemudian dijemput oleh tim SAR di wilayah Trenggalek.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ketua Tim Operasi Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa insiden dramatis ini bermula pada Minggu (29/3/2026) siang, saat kapal pengangkut batu bara MV SLM Josephine melintasi perairan selatan Bali. Di tengah perjalanan, kru kapal melihat seorang pria terapung di laut. Pria tersebut diidentifikasi sebagai Imam Junaedi, nelayan asal Situbondo, yang bertahan hidup dengan berpegangan pada katir (penyeimbang) perahu yang telah terbalik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Korban yang berhasil dievakuasi ke atas kapal tersebut kemudian dijemput oleh tim SAR di perairan Trenggalek. Menurut Yoni, pihaknya pertama kali menerima informasi melalui sinyal darurat yang dikirimkan oleh kapal tersebut pada Minggu malam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Kemarin sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapatkan sinyal mayday dari salah satu kapal pengangkut batu bara dari Berau menuju Cilacap. Dari sinyal tersebut kami berkomunikasi dan diketahui kapal tersebut telah mengevakuasi satu nelayan dalam kondisi masih hidup,” ujar Yoni, Senin (30/3/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Setelah menerima laporan tersebut, pada Senin siang, Basarnas segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak di wilayah Trenggalek untuk proses penanganan lebih lanjut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Nelayan tersebut berasal dari Situbondo dan sudah berada di kapal dalam kondisi selamat. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan Prigi, Kesyahbandaran, Pos AL, Polairud, serta unsur pemerintah lainnya. Akhirnya disepakati korban akan di-intercept (dicegat) di Teluk Prigi,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Yoni menambahkan bahwa lokasi penemuan korban berada di sekitar perairan Bali, sementara perahu milik korban dipastikan telah tenggelam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Untuk titik evakuasi masih di sekitar masuk perairan Bali. Sedangkan perahunya berupa jukung kecil dengan katir, dan berdasarkan komunikasi, perahu tersebut terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Usai dievakuasi, korban dibawa menuju Pelabuhan Prigi. Setibanya di daratan, Imam Junaedi yang selamat dari maut tersebut langsung bersujud syukur.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sesampainya di Prigi, korban segera menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Watulimo untuk memastikan kondisi fisiknya. Rencananya, setelah dinyatakan pulih, korban akan dipulangkan ke kampung halamannya di Situbondo untuk berkumpul kembali dengan keluarga. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persiapan Muktamar NU Dimatangkan, Gus Ipul Dipercaya Menjadi Ketua Panitia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persiapan-muktamar-nu-dimatangkan-gus-ipul-dipercaya-menjadi-ketua-panitia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persiapan-muktamar-nu-dimatangkan-gus-ipul-dipercaya-menjadi-ketua-panitia</guid>
<description><![CDATA[ Dalam struktur kepanitiaan konferensi besar, musyawarah nasional alim ulama, dan muktamar, Gus Ipul dipercaya untuk mengemban peran penting dalam rangkaian agenda tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c98cd3c5d6b.webp" length="49564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 11:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, muktamar nu, saifullah yusuf, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong>–Proses persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki tahap pematangan. Sejumlah agenda pendahuluan, termasuk Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, direncanakan digelar sebelum pelaksanaan muktamar.</p>
<p></p>
<p>Salah satu panitia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, di sela kegiatannya di Trenggalek pada Minggu (29/3/2026) sore, menyampaikan bahwa struktur kepanitiaan inti saat ini telah dibentuk.</p>
<p></p>
<p>“Jadi, muktamar sedang dalam proses persiapan. Kepanitiaan inti sudah dibentuk. Insyaallah, sebelum muktamar nanti akan diselenggarakan konferensi besar dan munas alim ulama,” ujar Gus Ipul.</p>
<p></p>
<p>Dalam struktur kepanitiaan konferensi besar, musyawarah nasional alim ulama, dan muktamar, Gus Ipul dipercaya untuk mengemban peran penting dalam rangkaian agenda tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Saya kebetulan dipercaya selaku ketua panitia konferensi besar dan munas alim ulama, sekaligus nanti ketua panitia muktamar,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gus Ipul, dalam struktur kepanitiaan, Katib Aam ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) dengan Prof. Muhammad Nuh sebagai Sekretaris SC. Sementara itu, posisi Sekretaris Organizing Committee (OC) diisi oleh Lora Amin Said Husin.</p>
<p></p>
<p>“Saat ini kami sedang bersiap untuk melengkapi struktur kepanitiaan. Setelah itu, kami akan menyusun materi untuk konbes dan munas, sekaligus ini dijadikan materi untuk muktamar,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait dinamika internal organisasi, Gus Ipul memastikan kondisi Nahdlatul Ulama tetap kondusif menjelang muktamar.</p>
<p></p>
<p>“Kondusif, kondusif. NU kondusif,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan yang muncul akan diselesaikan dengan semangat mencari solusi bersama.</p>
<p></p>
<p>“Perbedaan diatasi dengan semangat untuk mencari solusi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Mengenai lokasi penyelenggaraan muktamar, Gus Ipul menyebut hingga kini belum ada keputusan resmi. Meski banyak daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, penentuan lokasi masih menunggu hasil rapat.</p>
<p></p>
<p>“Belum, sedang dirapatkan, belum diputuskan. Yang mengusulkan banyak, tetapi tentu nanti akan diputuskan melalui rapat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menepis anggapan bahwa muktamar pasti digelar di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Ya, belum tentu. Namun, usulan-usulan dari berbagai daerah insyaallah kondusif, berjalan sesuai ketentuan, dan akan bermuktamar sesuai tradisi NU. Perbedaan diatasi dengan semangat untuk mencari solusi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait kemungkinan pencalonan Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan bahwa semua pihak memiliki peluang yang sama selama memenuhi syarat.</p>
<p></p>
<p>“Ya, semuanya bisa, siapa pun boleh. Namun, yang menentukan kan nanti muktamirin,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Namun, ketika ditanya mengenai peluang dirinya maju, Gus Ipul merendah sambil berseloroh.</p>
<p></p>
<p>“Potongan saya pantas apa tidak? Banyak yang lain lah. Tidak ada potongan saya jadi ketua umum,” selorohnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gus Ipul, pelaksanaan muktamar direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>“Kalau muktamarnya insyaallah rencananya di bulan Juli atau selambat-lambatnya Agustus,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional Alim Ulama dijadwalkan lebih awal.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk konbesnya kira-kira April, bulan depan. Mohon doa restunya saja, semoga semuanya berjalan dengan baik,” pungkas Gus Ipul. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mensos Gus Ipul Perkuat Sinergi Pemutakhiran Data Kemiskinan di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mensos-gus-ipul-perkuat-sinergi-pemutakhiran-data-kemiskinan-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mensos-gus-ipul-perkuat-sinergi-pemutakhiran-data-kemiskinan-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan Menteri yang karib disapa Gus Ipul ini disambut langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dalam agenda tersebut, Menteri Sosial berdialog dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), siswa Sekolah Rakyat, hingga kepala desa dan operator data tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c9178b034a3.webp" length="70664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 08:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pemutakhiran data bansos, dtsen, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>TRENGGALEK, SJP –</strong> Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek pada Ahad (29/3/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi program prioritas Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia guna mewujudkan kemandirian ekonomi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Kedatangan Menteri yang karib disapa Gus Ipul ini disambut langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dalam agenda tersebut, Menteri Sosial berdialog dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), siswa Sekolah Rakyat, hingga kepala desa dan operator data tingkat desa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Gus Ipul menegaskan bahwa kunjungan ini secara khusus bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor, terutama terkait pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Saya memang sengaja datang ke Trenggalek untuk bertemu dengan Pak Bupati dan seluruh jajaran. Ada kepala desa, operator desa, kepala dinas, Forkopimda, DPRD, hingga pendamping Kementerian Sosial. Intinya kita ingin berkolaborasi,” ujar Gus Ipul.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dalam menjaga kualitas data sosial. Menurutnya, Trenggalek telah memiliki mekanisme mumpuni dalam menghasilkan data akurat, meskipun memerlukan sinkronisasi antara data pusat dan daerah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Trenggalek termasuk yang sangat peduli terhadap data. Sudah ada upaya nyata, tetapi tetap perlu kita pertajam supaya data pusat, provinsi, dan daerah bisa sama,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Gus Ipul menekankan bahwa data sosial bersifat dinamis, sehingga membutuhkan pembaruan berkala dan terkoordinasi dari tingkat terbawah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Setiap hari ada yang lahir, meninggal, menikah, pindah, bahkan perubahan status ekonomi. Maka perlu koordinasi dari RT, RW, dusun, desa, hingga ke pemerintah pusat agar data benar-benar akurat,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 yang menetapkan bahwa pengelolaan data terpusat dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara kementerian dan pemerintah daerah berperan dalam pemutakhiran data. Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci agar bantuan sosial dan subsidi tepat sasaran.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengungkapkan hasil evaluasi sementara yang menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyaluran bansos.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Diperkirakan untuk PKH dan zakat itu sekitar 45 persen tidak tepat sasaran. Ini yang terus kita perbaiki melalui koordinasi dan pemutakhiran data,” ungkapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia optimistis dengan data yang valid, intervensi pemerintah akan lebih efektif bagi masyarakat yang membutuhkan. Gus Ipul juga memuji meningkatnya kesadaran warga yang secara sukarela mengundurkan diri (graduasi mandiri) dari daftar penerima bansos karena merasa sudah mampu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Alhamdulillah sudah banyak penerima manfaat yang mengundurkan diri. Ini patut kita apresiasi, karena memberi ruang bagi mereka yang lebih membutuhkan,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Mensos turut menyoroti perkembangan Kabupaten Trenggalek yang dinilai semakin baik, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun dampak pembangunan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Saya lihat Trenggalek sekarang lebih asri, bersih, dan tertata. Itu mencerminkan tata kelola yang baik dan dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Namun, ia mengingatkan pentingnya menjangkau kelompok masyarakat marginal yang belum terdata.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Mereka yang belum terdata, yang tersisihkan, harus kita rangkul. Kita data agar mendapatkan perlindungan sosial dan pemberdayaan, supaya ke depan mereka bisa mandiri,” tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Terkait mekanisme verifikasi, Gus Ipul menegaskan proses tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Kalau hari ini dimutakhirkan, tiga bulan lagi belum masuk, kita kirim lagi. Tidak boleh menyerah. Dengan kerja sama semua pihak, data akan semakin akurat,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia menambahkan, data yang valid secara alami akan menyaring penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria, baik melalui sistem verifikasi maupun kesadaran diri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin menyampaikan bahwa Pemkab telah lama menjalankan program penanganan kemiskinan berbasis data melalui Posko Gertak (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan) sejak 2016.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Sebenarnya apa yang diharapkan Pak Mensos sudah kami lakukan melalui Posko Gertak. Tantangannya sekarang adalah bagaimana data daerah ini bisa terintegrasi dengan pusat melalui BPS,” jelas Mas Ipin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia mengungkapkan, Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi dengan BPS untuk mempercepat integrasi data, termasuk rencana menempatkan petugas BPS di Posko Gertak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Kalau perlu petugas BPS kita tempatkan di Posko Gertak supaya sistemnya bisa langsung,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Di tingkat desa, pemerintah daerah mendorong pembentukan tim operator untuk mengelola data sosial secara berkala. Mas Ipin juga menyoroti kendala administratif warga rentan, seperti lansia yang belum memiliki KTP.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Masih banyak mbah-mbah kita yang lahir tahun 1930-an belum punya KTP. Kalau belum terdata, mereka jadi seperti invisible, tidak bisa mengakses bantuan,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Guna mengatasi hal tersebut, Pemkab Trenggalek menggencarkan layanan "jemput bola" melalui perekaman data kependudukan rutin setiap minggu. Bagi warga yang terverifikasi membutuhkan bantuan namun belum masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Pemkab mengambil langkah cepat melalui pendanaan alternatif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Sambil menunggu data pusat diperbarui, yang benar-benar membutuhkan kita bantu dulu menggunakan dana dari Baznas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mas Ipin Minta Mensos Tambah Kuota BPJS PBI untuk 20 Ribu Warga Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mas-ipin-minta-mensos-tambah-kuota-bpjs-pbi-untuk-20-ribu-warga-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mas-ipin-minta-mensos-tambah-kuota-bpjs-pbi-untuk-20-ribu-warga-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Mas Ipin merinci, usulan tambahan kuota tersebut ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan, di antaranya warga dengan penyakit kronis, penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c925e42ecc8.webp" length="39618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 22:18:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, bpjs pbi, bupati trenggalek, mochammad nur arifin, mas ipin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengusulkan tambahan kuota peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dicover pemerintah pusat. Ia menyebut, setidaknya dibutuhkan kuota tambahan sekitar 12 ribu hingga 20 ribu warga Trenggalek.</p>
<p>Hal itu disampaikan pada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Di hadapan Mensos, bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, saat ini Trenggalek sebenarnya telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 98 persen. Namun saat ini, jumlah peserta aktif masih berada di angka sekitar 60 persen.</p>
<p>“Terakhir, yang ingin kami laporkan terkait masalah kesehatan, Pak Menteri, di Trenggalek sebenarnya kita sudah universal health coverage, sudah 98% terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan. Tetapi statusnya yang aktif sampai sekarang hanya 60%,” ujar Mas Ipin.</p>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya pembiayaan BPJS di Trenggalek banyak ditopang dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dana tersebut mengalami penurunan signifikan.</p>
<p>“Dulu kita dapat cukai tembakau itu hampir Rp43 miliar, sebagian besar kita gunakan untuk BPJS. Sekarang hanya dapat Rp10 miliar, padahal pabrik rokoknya makin banyak, petani tembakaunya makin banyak,” jelasnya.</p>
<p>Mas Ipin merinci, usulan tambahan kuota tersebut ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan, di antaranya warga dengan penyakit kronis, penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).</p>
<p>“Kami hanya minta sekitar 12.000 sampai 20.000. Itu untuk siapa? Kita sudah mendata, 12.000 itu warga Trenggalek yang nonaktif yang memiliki penyakit kronis, kemudian 6.000 difabel, dan 1.000 ODGJ dengan kondisi berat. Jadi kami mohon dibantu,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, apabila kuota dari pemerintah pusat belum sepenuhnya terpenuhi, pihaknya akan mengupayakan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta optimalisasi sumber anggaran daerah.</p>
<p>“Tidak harus 20.000. Kalau ada tambahan sebagian, sisanya nanti akan kita kolaborasikan lewat Baznas dan evaluasi sumber lain seperti silpa rumah sakit untuk mengaktifkan kembali BPJS warga,” imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Mensos Gus Ipul menyatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi data dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum memutuskan realisasi bantuan.</p>
<p>“Nanti kita akan periksa lagi. Tentu kita akan lakukan koordinasi, lalu kita kirim ke BPS. Kita akan mencoba, memang kalau memenuhi kriteria akan kita perjuangkan,” ujar Gus Ipul.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa warga dengan penyakit katastropik menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan. Namun demikian, diperlukan pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran, terutama terkait posisi masyarakat dalam desil kesejahteraan.</p>
<p>“Apalagi tadi disebutkan katastropik. Itu wajib mendapatkan bantuan. Tinggal sekarang posisinya di desil berapa, itu perlu kita lakukan verifikasi. Karena ada orang yang sebenarnya di desil lima atau enam, tapi karena sakit jadi turun,” jelasnya.</p>
<p>Gus Ipul juga mendorong masyarakat untuk aktif memeriksa status mereka melalui aplikasi Cek Bansos dan mengusulkan perbaikan data jika diperlukan.</p>
<p>“Silakan buka aplikasi Cek Bansos, masukkan NIK. Nanti dilihat ada di desil berapa. Kalau merasa tidak sesuai, bisa dilakukan usulan. Ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga filantropi dalam mengatasi keterbatasan fiskal.</p>
<p>“Ini kata kuncinya kolaborasi. Saya senang Trenggalek sudah mulai bekerja sama dengan Baznas dan filantropi. Di Kementerian Sosial juga kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu kasus-kasus yang tidak tercover BPJS,” ungkapnya.</p>
<p>Gus Ipul memastikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti usulan tersebut.</p>
<p>“Saya setuju penyakit katastropik ini harus menjadi atensi. Kita akan periksa secepatnya. Saya sudah perintahkan, besok kita lihat datanya, setelah itu kita akan eksekusi,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Motor Tabrakan akibat Kurang Waspada saat Menyeberang di Sumbergempol, Satu Orang Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-motor-tabrakan-satu-orang-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-motor-tabrakan-satu-orang-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AG 5650 RFF dan Honda Vario bernomor polisi AG 5866 RCP. Berdasarkan data dari petugas, kedua kendaraan terlibat tabrakan saat melaju di jalur yang sama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8e4cf7b8f4.webp" length="10730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 17:43:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, tabrakan motor, doroampel, satlantas polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di jalan umum masuk Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Minggu (29/3/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.</p>
<p>Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio dan Honda Vario. Berdasarkan data dari petugas, kedua kendaraan terlibat tabrakan saat melaju di jalur yang sama.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum IPDA Gerry Permana, mengungkapkan pengendara Yamaha Mio diketahui berinisial Y laki-laki (82), warga Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. Ia mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Sementara itu, pengendara Honda Vario berinisial CNA, laki-laki (22), warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol juga mengalami luka. Sementara korban meninggal dunia merupakan penumpang Honda Vario, berinisial M, laki-laki (55) meninggal dunia.</p>
<p>"Korban sempat mengalami luka berat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Yamaha Mio yang dikendarai Y melaju dari arah selatan ke utara, lalu berhenti hendak menyeberang jalan. Namun karena diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas, saat melakukan manuver tersebut, honda Vario yang melaju dari arah utara ke selatan, tidak sempat menghindar dan terjadilah tabrakan.</p>
<p>Petugas Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi melakukan olah TKP, mendata saksi berinisial A (55), serta mengevakuasi para korban. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan beserta dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM C milik pengendara.</p>
<p>Kerugian materiil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai sekitar Rp1 juta. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya.</p>
<p>“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memperhatikan situasi lalu lintas, baik dari arah depan maupun belakang, sebelum berbelok atau menyeberang. Pastikan kondisi benar-benar aman demi keselamatan bersama,” tegasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Balon Udara Mini: Langit Desa Notorejo Tulungagung Penuh Warna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-balon-udara-mini-langit-desa-notorejo-tulungagung-penuh-warna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-balon-udara-mini-langit-desa-notorejo-tulungagung-penuh-warna</guid>
<description><![CDATA[ Aantusiasme warga sangat tinggi sehingga Pemerintah Desa Notorejo berencana menjadikan Festival Balon Udara Mini sebagai agenda rutin tahunan setiap usai Lebaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c89ce360e0f.webp" length="68152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 13:14:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, desa notorejo kecamatan gondang, festival balon udara, balon udara, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Minggu (29/3/2026) pagi yang cerah di Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Tulungagung, terasa berbeda. Di bawah kaki gunung, langit dihiasi balon udara warna-warni dengan berbagai motif unik. Bukan balon liar yang kerap meresahkan, melainkan hasil kreativitas para pemuda desa yang diterbangkan secara aman dalam Festival Balon Udara Mini di lapangan MI Bustanul Ulum.</p>
<p>Alih-alih menindak tegas dengan cara represif, Pemerintah Desa Notorejo memilih pendekatan yang lebih santai namun efektif, mengajak masyarakat tetap berkarya, tetapi dengan aturan yang aman.</p>
<p>Kepala Desa Notorejo, Mustakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk mengurangi tradisi penerbangan balon udara liar yang biasanya marak saat momen Lebaran.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em>, pagi ini kita bisa mengadakan festival balon. Ini sebagai contoh untuk desa lain, karena masih banyak yang menerbangkan balon liar dan petasan yang merugikan masyarakat,” ujar Mustakim.</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa, pihak kepolisian, TNI, serta remaja masjid. Tujuannya jelas, mengedukasi masyarakat agar tetap bisa menyalurkan hobi tanpa harus membahayakan lingkungan sekitar.</p>
<p>“Kalau di Desa Notorejo, penerbangan balon liar sudah tidak ada sama sekali. Ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari Babinkamtibmas, Babinsa, hingga masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Mustakim, balon udara liar berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kebakaran lahan, kerusakan rumah, hingga membahayakan keselamatan warga akibat petasan.</p>
<p>“Jangan sampai balon jatuh ke rumah atau lahan tebu yang bisa memicu kebakaran. Petasan juga bisa melukai orang. Harapannya kegiatan ini bisa mencegah hal-hal seperti itu,” imbuhnya.</p>
<p>Festival ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama kalangan anak muda. Salah satunya Danang Jauharul Afif, yang bersama kelompok remaja masjidnya membuat balon udara berdiameter sekitar 7 meter dan panjang 10 meter hanya dalam waktu empat hari.</p>
<p>“Pembuatannya sekitar empat hari. Tantangannya di presisi, terutama saat menggunting bahan. Kalau tidak presisi, bentuknya bisa tidak pas bahkan sobek,” jelas Danang.</p>
<p>Ia menilai festival ini menjadi wadah positif untuk menyalurkan kreativitas generasi muda sekaligus menghindari praktik balon liar yang berbahaya.</p>
<p>“Kalau balon liar saya kurang setuju, karena bisa jatuh ke kabel listrik atau rumah warga. Dulu pernah juga jatuh di sawah tebu sampai terbakar,” katanya.</p>
<p>Danang berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menginspirasi pemuda lain untuk berkarya dengan cara yang lebih aman.</p>
<p>“Harapannya anak-anak muda bisa lebih kreatif tapi tetap mematuhi aturan. Dengan adanya kegiatan ini, kreativitas jadi tersalurkan,” tambahnya.</p>
<p>Melihat tingginya antusiasme warga, Pemerintah Desa Notorejo berencana menjadikan Festival Balon Udara Mini sebagai agenda rutin tahunan setiap usai Lebaran. Cara sederhana ini pun terbukti mampu mengubah tradisi lama menjadi perayaan yang lebih aman, tanpa menghilangkan semangat kebersamaan masyarakat. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membahayakan, Belasan Balon Udara Liar Diamankan saat Kupatan di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membahayakan-belasan-balon-udara-liar-diamankan-saat-kupatan-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membahayakan-belasan-balon-udara-liar-diamankan-saat-kupatan-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 10 balon udara berukuran sedang hingga besar berhasil diamankan dari wilayah Kecamatan Durenan, sementara enam balon lainnya disita dari kawasan Kota Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7a00c6605b.webp" length="67024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 17:42:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, balon udara, petasan, kupatan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Belasan balon udara tradisional diamankan aparat kepolisian saat perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Trenggalek. Penertiban dilakukan sebagai upaya mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan dari penerbangan balon udara liar yang kerap menjadi bagian dari tradisi Kupatan.</p>
<p></p>
<p>Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan petugas PLN melakukan penyisiran di sejumlah desa, khususnya di wilayah Kecamatan Durenan yang menjadi salah satu pusat aktivitas penerbangan balon udara. Hasilnya, sebanyak 10 balon udara berukuran sedang hingga besar berhasil diamankan dari wilayah Kecamatan Durenan, sementara enam balon lainnya disita dari kawasan Kota Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Sebagian balon diamankan saat hendak diterbangkan di area permukiman dan persawahan warga. Selain balon udara, petugas juga menyita sejumlah petasan, termasuk petasan berukuran diameter lima sentimeter dan petasan renteng yang dinilai berbahaya.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Durenan, IPTU R.M. Sagi Janitra, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan kegiatan gabungan lintas instansi yang dilakukan sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah giat gabungan dari Polsek Durenan, Koramil, dan tim pemeliharaan jaringan PLN. Kami melakukan penertiban sejak tadi malam pukul 19.00 hingga pagi hari, dan berhasil mengamankan sekitar 10 balon udara, satu petasan renteng, serta satu petasan berdiameter lima sentimeter,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, seluruh barang bukti tersebut diamankan dari berbagai desa di Kecamatan Durenan dalam rangka pengamanan perayaan Kupatan.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, jumlah temuan tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, aparat mengamankan sekitar 22 balon udara dan 65 petasan.</p>
<p></p>
<p>“Trennya menurun karena masyarakat mulai memahami dampak dan bahaya balon udara liar. Selain itu, kami juga rutin melakukan sosialisasi kepada warga,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan 27 anak yang diduga terlibat dalam aktivitas penerbangan balon udara. Namun, mereka tidak diproses hukum karena masih di bawah umur. Polisi memilih memberikan pembinaan serta memanggil orang tua masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Kami berikan edukasi terkait risiko dan konsekuensinya, lalu kami kembalikan kepada orang tua,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Meski berjalan relatif kondusif, petugas sempat mengalami ketegangan dengan warga saat akan mengamankan balon yang siap diterbangkan. Namun situasi dapat dikendalikan tanpa eskalasi lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Penertiban ini dilakukan untuk mencegah berbagai risiko, seperti kebakaran, gangguan jaringan listrik, hingga membahayakan keselamatan penerbangan. Aparat berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar tradisi Kupatan tetap dapat dirayakan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Tradisi Kupatan di Trenggalek, Emil Dardak Tegaskan Pentingnya Pelestarian Akar Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-tradisi-kupatan-di-trenggalek-emil-dardak-tegaskan-pentingnya-pelestarian-akar-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-tradisi-kupatan-di-trenggalek-emil-dardak-tegaskan-pentingnya-pelestarian-akar-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Emil Dardak menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Babul Ulum. Ia juga berbaur dengan masyarakat serta mengikuti rangkaian kegiatan Kupatan yang telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c791c401c8b.webp" length="19860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 16:20:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, lebaran ketupat, kupatan, wakil gubernur jawa timur, emil dardak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> – Ribuan warga memadati wilayah Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, untuk merayakan tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan. </p>
<p></p>
<p>Tradisi tahunan ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari silaturahmi hingga pawai budaya yang menjadi daya tarik masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya warga, perayaan Kupatan tahun ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama istrinya, Arumi Bachsin. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi lokal.</p>
<p></p>
<p>Dalam kunjungannya, Emil Dardak menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Babul Ulum. Ia juga berbaur dengan masyarakat serta mengikuti rangkaian kegiatan Kupatan yang telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Emil mengungkapkan kedekatannya dengan Trenggalek sebagai kampung halamannya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya ia lebih sering berkunjung ke kediaman almarhum eyangnya. Namun, kini ia menyadari bahwa tradisi Kupatan menjadi salah satu momentum istimewa yang justru membuatnya memilih kembali ke Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>“Bagaimanapun ini kampung halaman saya, Trenggalek. Dulu biasanya hanya ke kediaman almarhumah eyang Dardak. Tetapi setelah ditelusuri, ternyata Kupatan ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi warga. Jadi sekarang justru kami datang saat Lebaran Ketupat,” ujar Emil, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa pada Hari Raya Idulfitri, dirinya memiliki tugas resmi di Surabaya, seperti mengikuti salat Id di Masjid Al-Akbar dan kegiatan di Grahadi. Karena itu, momentum Kupatan menjadi waktu yang tepat baginya untuk pulang kampung dan bersilaturahmi dengan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Emil menambahkan, sehari sebelumnya ia telah bersilaturahmi dengan warga di Kelurahan Ngantru. Sementara pada pagi hari perayaan Kupatan, ia berkesempatan bertemu dengan keluarga atau zuriah dari almarhum Mbah Mesir, serta menyaksikan langsung pemberangkatan pawai Kupatan.</p>
<p></p>
<p>“Tahun ini alhamdulillah bisa menyaksikan langsung pemberangkatan pawai. Tahun lalu tidak ada, dan sebelumnya saya datang sudah terlambat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Emil menilai tradisi Kupatan memiliki nilai penting sebagai akar budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menekankan bahwa tradisi ini bukan hanya milik masyarakat Trenggalek, tetapi juga telah berkembang di berbagai daerah.</p>
<p></p>
<p>“Ini penting sebagai akar budaya. Kita lihat bagaimana tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan cucu Mbah Fatah yang masih berusia dua tahun pun nantinya akan tumbuh dengan mengenal tradisi ini,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Perayaan Kupatan di Trenggalek tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kuatnya nilai kebersamaan dan pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menengok Tradisi Lebaran Ketupat di Durenan Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menengok-tradisi-lebaran-ketupat-di-durenan-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menengok-tradisi-lebaran-ketupat-di-durenan-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi ini tidak sekadar jamuan makan, melainkan simbol eratnya tali persaudaraan yang terus dijaga lintas generasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c78dec89b88.webp" length="62416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, lebaran ketupat, kupatan durenan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> – Ribuan warga memadati Kecamatan Durenan, Trenggalek, pada momentum H+7 Lebaran dalam tradisi yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat. </p>
<p></p>
<p>Suasana yang tercipta tidak kalah meriah dibandingkan Hari Raya Idulfitri hari pertama. Bahkan, perayaan ini kerap disebut lebih semarak karena menjadi ajang silaturahmi lanjutan antarkeluarga dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sejak Sabtu (28/3/2026) pagi, warga tampak saling berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya. Setiap tuan rumah menyambut tamu dengan hidangan khas berupa ketupat lengkap dengan sayur, menciptakan nuansa hangat penuh kebersamaan. </p>
<p></p>
<p>Tradisi ini tidak sekadar jamuan makan, melainkan simbol eratnya tali persaudaraan yang terus dijaga lintas generasi.</p>
<p></p>
<p>Perayaan Lebaran Ketupat tahun 2026 semakin semarak dengan digelarnya kirab tumpeng ketupat dan aneka hasil bumi. Tiga tumpeng utama diarak sebagai simbol kebersamaan warga. </p>
<p></p>
<p>Tumpeng lanang berisi ketupat, tumpeng wadon berisi sayur-mayur, dan satu tumpeng lainnya berisi aneka jajanan. Semua disiapkan melalui gotong royong masyarakat Desa Durenan.</p>
<p></p>
<p>Kirab dimulai dari rumah kepala desa, kemudian bergerak menyusuri jalan desa menuju Pondok Pesantren Babul Ulum. Di lokasi ini, rombongan berhenti sejenak untuk melaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh pondok. Setelah itu, kirab dilanjutkan hingga Lapangan Durenan sebagai titik akhir. Di sana, tumpeng yang diarak menjadi rebutan warga, menambah kemeriahan suasana.</p>
<p></p>
<p>Tradisi kupatan berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Babul Ulum dan telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini berakar dari ajaran seorang tokoh penyiar Islam setempat, Mbah Kiai Mesir, yang mengajarkan pentingnya menjalankan puasa sunah Syawal selama enam hari setelah Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Menurut Mohammad Al Haidar, salah satu keluarga pondok, menjelaskan bahwa tradisi ini bermula dari kebiasaan sang leluhur.</p>
<p></p>
<p>"Ini ya awalnya dari kakek kami, kakek buyut kami, Mbah Kiai Mesir itu. Dulu waktu hari raya Idulfitri beliau langsung diundang Adipati ke pendopo. Kemudian beliau melaksanakan puasa Syawal dari hari raya kedua sampai hari raya keenam. Nah, sehingga hari raya kedelapan itu mengadakan open house. Santri-santri, alumni, masyarakat itu sowan-nya, berlebarannya, meminta maafnya di hari raya Ketupat itu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, nilai yang diajarkan leluhurnya sejak ratusan tahun lalu tersebut tetap dipegang hingga kini.</p>
<p></p>
<p>"Ajaran untuk menjalankan puasa sunah Syawal itu masih kami jaga. Alhamdulillah, tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di masyarakat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Seiring waktu, tradisi Lebaran Ketupat tidak lagi terbatas di lingkungan pondok, melainkan meluas dan dirayakan oleh masyarakat Durenan dan sekitarnya. Antusiasme warga yang tinggi menjadikan tradisi ini sebagai salah satu agenda budaya yang dinantikan setiap tahun.</p>
<p></p>
<p>Tingginya jumlah pengunjung juga berdampak pada arus lalu lintas. Jalan utama penghubung Trenggalek-Tulungagung mengalami kepadatan hingga tujuh kilometer. Kepadatan terjadi dari kawasan Pasar Kamulan hingga Kedunglurah, seiring membeludaknya kendaraan yang datang dari berbagai daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Motor Bertabrakan di Pakel Tulungagung, Tiga Korban Luka dan Alami Penurunan Kesadaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-motor-bertabrakan-di-pakel-tulungagung-tiga-korban-luka-dan-alami-penurunan-kesadaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-motor-bertabrakan-di-pakel-tulungagung-tiga-korban-luka-dan-alami-penurunan-kesadaran</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang dihimpun, korban adalah Adi Sujarwo (51), warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, yang saat itu berboncengan dengan Dedi Pratama (26), warga setempat. Sementara korban lainnya yakni Mohammad Ridwan (52), warga Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c675ffded2c.webp" length="46986" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 20:31:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lakalantas, tabrakan gesikan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di jalan umum Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jumat (27/3/2026) sekira pukul 14.30 WIB.</p>
<p>Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi AG 4205 REO dan Yamaha Vega R nomor polisi AG 6321 RBG.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, Honda Scoopy dikendarai Adi Sujarwo (51), warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, yang saat itu berboncengan dengan Dedi Pratama (26), warga setempat. Sementara Yamaha Vega R dikendarai Mohammad Ridwan (52), warga Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, mewakili Kasat Lantas AKP M. Taufik Nabila, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu hilangnya kendali salah satu kendaraan.</p>
<p>“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sepeda motor Honda Scoopy melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di TKP, diduga pengendara kehilangan keseimbangan sehingga kendaraan oleng dan bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, ketiga orang yang terlibat mengalami luka-luka dan sempat mengalami penurunan kesadaran. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Petugas Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan beserta dokumen STNK.</p>
<p>“Saat ini kasus kecelakaan masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung,” imbuhnya.</p>
<p>Melalui Ipda Gerry Permana, Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila turut mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan konsentrasi selama di jalan. </p>
<p>“Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima. Jika merasa mengantuk, lelah, atau kurang sehat, sebaiknya menepi dan beristirahat demi keselamatan bersama,” pesannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arus Mudik di Tulungagung Lebih Lancar, Operasi Ketupat Semeru 2026 Dinilai Efektif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arus-mudik-di-tulungagung-lebih-lancar-operasi-ketupat-semeru-2026-dinilai-efektif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arus-mudik-di-tulungagung-lebih-lancar-operasi-ketupat-semeru-2026-dinilai-efektif</guid>
<description><![CDATA[ Selama operasi, angka kecelakaan tercatat 28 kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka ringan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c658d98ffd6.webp" length="90624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 19:31:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, arus mudik, lebaran 2026, kasalantas polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Tulungagung menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Hingga 25 Maret 2026, kondisi lalu lintas terpantau lebih tertib dan lancar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas.</p>
<p></p>
<p>Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, pihaknya telah mengintensifkan berbagai langkah pencegahan. Total tercatat sebanyak 11.431 kegiatan preventif dilakukan guna memastikan keamanan serta kelancaran arus kendaraan.</p>
<p></p>
<p>“Selama operasi, angka kecelakaan tercatat 28 kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka ringan. Sementara total kerugian material diperkirakan mencapai Rp27 juta,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil evaluasi, arus kendaraan di jalur utara mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat sekitar 3.199 kendaraan roda dua dan 2.044 kendaraan roda empat melintas setiap jam. Secara keseluruhan, rata-rata volume kendaraan mencapai 10.000 unit roda dua dan 5.000 unit roda empat per jam di wilayah Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, lonjakan jumlah kendaraan tersebut masih dapat dikendalikan dengan baik. Kepadatan lalu lintas hanya terpantau di beberapa titik, seperti kawasan simpang tiga Jetaan dan simpang empat Cuwiri, terutama pada sore hari menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengurai kemacetan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan durasi lampu merah di persimpangan. Arus dari arah barat dan timur diperpanjang menjadi masing-masing 50 detik dan 35 detik, sementara dari arah utara dipersingkat menjadi 25 detik.</p>
<p></p>
<p>“Kebijakan ini terbukti efektif menjaga arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah penumpukan,” jelas Taufik.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di kawasan wisata. Jalur selatan yang mengarah ke sejumlah destinasi pantai seperti Pantai Gemah, Pantai Popoh, dan Mulyosari terpantau relatif lengang selama masa Lebaran.</p>
<p></p>
<p>Menurut Taufik, tren masyarakat tahun ini cenderung memilih bersilaturahmi di dalam kota dibandingkan bepergian ke destinasi wisata luar daerah.</p>
<p></p>
<p>“Pergerakan masyarakat lebih banyak terpusat di dalam kota, sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan di kawasan wisata,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Walaupun Operasi Ketupat telah resmi berakhir, kepolisian tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga akhir pekan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas warga saat tradisi Lebaran Ketupat yang diperkirakan berlangsung pada 27-28 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Pengamanan difokuskan pada jalur perkotaan serta akses masuk dari arah Trenggalek, Kediri, dan wilayah selatan Tulungagung. Selain itu, patroli juga tetap dilakukan di Jalur Lintas Selatan (JLS) guna mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung di kawasan wisata.</p>
<p></p>
<p>“Jika terjadi kepadatan, kami siap melakukan pengaturan langsung di lapangan. Namun hingga saat ini, rekayasa lampu lalu lintas masih cukup efektif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran Rp600 Ribu per Hari Dipertanyakan, Rusa di Pendopo Tulungagung Tetap Kurus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-rp600-ribu-per-hari-dipertanyakan-rusa-di-pendopo-tulungagung-tetap-kurus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-rp600-ribu-per-hari-dipertanyakan-rusa-di-pendopo-tulungagung-tetap-kurus</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya itu, ia juga memastikan akan membentuk tim khusus, termasuk melibatkan tenaga dokter hewan, untuk mempercepat pemulihan kondisi satwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c6555c85d0b.webp" length="34690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 19:03:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, rusa pendopo tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kondisi rusa di area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso mendapat sorotan serius dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Perhatian tersebut mencuat setelah ia mengunggah keluhan melalui status WhatsApp pribadinya.</p>
<p>Dalam unggahannya, Gatut mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi satwa di lokasi tersebut, terutama rusa yang dinilai tampak kurus dan kurang terawat. Ia bahkan menyinggung pengalaman pribadi saat cucunya mempertanyakan kondisi hewan tersebut.</p>
<p>“Cucu saya umur 3 tahun sempat berkomentar, Mam, hewannya kok kurus-kurus, akhirnya minta dibelikan sayur wortel untuk dikasihkan makan binatang rusa di pendopo. Mana hai hatimu dan perasaanmu, kawan? Anggaran sudah aku sediakan, tiap hari kami anggarkan Rp600.000 untuk makanan hewan-hewan itu, tetapi kondisinya masih memprihatinkan!!,” tulisnya.</p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi, Gatut menegaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan dan pemberian pakan satwa di kawasan tersebut. Namun, ia menilai implementasi di lapangan belum berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>“Jadi, saya menginginkan rusa-rusa itu dan binatang yang lain benar-benar diberi makan yang layak. Lalu dokternya juga harus merawat, karena sudah kita anggarkan. Kalau tidak salah, satu hari itu kita kasih Rp600.000. Saya sangat prihatin dengan kondisi rusa di sana,” ujar Gatut Sunu, Jumat (27/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia berharap, dengan pengelolaan yang baik, kondisi rusa dapat segera membaik sehingga menjadi daya tarik edukatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami, rusa-rusa itu bisa tumbuh baik, sehat, besar, sehingga anak-anak kecil atau orang tua yang datang ke sana bisa melihat hewan rusa ini benar-benar sesuai keinginan masyarakat. Kasihan, itu juga sesama makhluk hidup. Kalau makannya saja tidak diperhatikan, tanpa kasih sayang, ya tidak akan baik,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah konkret, Gatut menyatakan akan mengambil alih langsung pengawasan pengelolaan satwa tersebut. Ia berencana menugaskan staf khusus untuk memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukan.</p>
<p></p>
<p>“Nanti saya ambil alih sendiri. Saya berikan staf, biar nanti diberikan sesuai anggaran yang kita keluarkan per hari Rp600.000,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pembenahan fasilitas di area pendopo agar lebih layak dan nyaman, baik untuk satwa maupun pengunjung.</p>
<p></p>
<p>“Tempatnya akan kita bangun, kita bersihkan, sudah kita anggarkan yang layak. Sehingga masyarakat Tulungagung kalau mau melihat binatang benar-benar nyaman, enak, bisa mengajak keluarga, anak, cucu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, ia juga memastikan akan membentuk tim khusus, termasuk melibatkan tenaga dokter hewan, untuk mempercepat pemulihan kondisi satwa.</p>
<p></p>
<p>“Kami akan membuat tim khusus, termasuk dokter yang memelihara hewan tersebut, agar dalam dua bulan ini harus pulih seperti harapan kita semua,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cerita&amp;Cerita Perempuan Pengemudi Ojek Online di Tulungagung yang Bertahan di Tengah Keterbatasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cerita-cerita-perempuan-pengemudi-ojek-online-di-tulungagung-yang-bertahan-di-tengah-keterbatasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cerita-cerita-perempuan-pengemudi-ojek-online-di-tulungagung-yang-bertahan-di-tengah-keterbatasan</guid>
<description><![CDATA[ Bagi mereka, jalanan bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang di mana ia menguji ketahanan diri. Ia menghadapi kemacetan, kelelahan, hingga rasa khawatir yang datang tanpa jeda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c5267f3f096.webp" length="46192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 10:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pnm, perempuan tangguh, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Di sudut jalan Tulungagung yang ramai, di antara deru kendaraan dan panas yang tak bersahabat, Triyulianti menggenggam setang motornya lebih erat. Helm menutupi wajahnya, tetapi tidak dengan beban yang ia bawa setiap hari. Ia adalah ibu dari empat anak. Anak bungsunya masih berusia tiga bulan.</p>
<p>“Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih kecil,” ujarnya.</p>
<p>Bagi Triyulianti, bekerja sebagai pengemudi ojek online bukan sekadar pilihan, melainkan jalan yang tersisa. Penghasilan suami yang tak menentu membuatnya harus turun ke jalan, menukar waktu bersama anak dengan harapan dapur tetap mengepul.</p>
<p>Air matanya kerap jatuh diam-diam, terutama saat mengingat momen-momen yang terlewat, senyum pertama, tangisan, atau sekadar memeluk anaknya lebih lama.</p>
<p>Namun, ia terus berjalan.</p>
<p>Kisah serupa juga dijalani Novi, seorang pengemudi taksi yang setiap hari menyusuri jalanan kota sejak subuh hingga larut malam. Ia bekerja sendirian untuk membesarkan anak semata wayangnya.</p>
<p>“Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya,” katanya.</p>
<p>Bagi Novi, jalanan bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang di mana ia menguji ketahanan diri. Ia menghadapi kemacetan, kelelahan, hingga rasa khawatir yang datang tanpa jeda. Tetapi di balik semua itu, ada satu hal yang membuatnya bertahan, masa depan anaknya.</p>
<p>Triyulianti dan Novi hanyalah dua dari sekian banyak perempuan yang memanggul beban ganda. Mereka menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Dalam banyak kasus, mereka tidak hanya menafkahi anak, tetapi juga membantu orang tua dan saudara. Mereka bekerja bukan semata untuk bertahan hidup, tetapi untuk menjaga harapan tetap ada.</p>
<p>Di tengah perjuangan yang kerap sunyi itu, sebagian perempuan mulai menemukan jalan lain, bukan jalan yang mudah, tetapi setidaknya memberi ruang untuk bernapas.</p>
<p>Salah satunya melalui program pemberdayaan yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Lembaga ini berfokus pada pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera.</p>
<p>Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), perempuan-perempuan seperti Triyulianti dan Novi tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga pendampingan rutin. Setiap minggu, mereka berkumpul dalam kelompok kecil di lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<p>Kelompok ini bukan sekadar formalitas. Di sana, mereka saling berbagi cerita, kesulitan, dan strategi bertahan. Ketika satu orang mengalami kendala, yang lain ikut membantu. Sebuah sistem yang dikenal sebagai tanggung renteng, di mana solidaritas menjadi fondasi.</p>
<p>Pendampingan juga mencakup pelatihan sederhana, mengatur keuangan, mengelola usaha kecil, hingga membangun kepercayaan diri. Hal-hal yang bagi sebagian orang tampak sepele, tetapi bagi mereka menjadi bekal penting untuk melangkah.</p>
<p>Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyebut bahwa mandat lembaganya adalah menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera.</p>
<p>“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Sementara itu, EVP Pengembangan &amp; Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.</p>
<p>“Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” katanya.</p>
<p>Hingga awal 2026, program ini telah menjangkau jutaan perempuan di berbagai pelosok Indonesia. Namun, angka-angka itu hanya sebagian kecil dari cerita yang sebenarnya.</p>
<p>Di balik statistik, ada wajah-wajah seperti Triyulianti dan Novi, perempuan yang setiap hari bernegosiasi dengan keterbatasan, tetapi tetap memilih untuk bertahan.</p>
<p>Mereka mungkin tidak selalu terlihat dan tidak selalu terdengar. Namun, dari tangan-tangan merekalah, kehidupan terus berjalan. Harapan, sekecil apa pun, tetap dijaga agar tidak padam. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Belum Terapkan WFH, Tunggu Instruksi Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-belum-terapkan-wfh-tunggu-instruksi-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-belum-terapkan-wfh-tunggu-instruksi-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Dengan belum adanya regulasi tersebut, aktivitas kerja ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung masih berjalan normal tanpa perubahan jam kerja. Pemerintah daerah memilih berhati-hati agar setiap kebijakan yang diambil tetap memiliki landasan hukum yang jelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c4f7708cc88.webp" length="66526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 08:10:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, work from home, wfh asn, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur belum menerapkan kebijakan <em>work from home</em> (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), meski sejumlah daerah lain termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai memberlakukannya. Kebijakan ini berkaitan dengan upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah dampak konflik di Timur Tengah.</p>
<p>Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung, Soeroto, menegaskan bahwa belum diterapkannya WFH lantaran belum adanya surat edaran resmi dari pemerintah pusat sebagai dasar hukum pelaksanaan kebijakan tersebut.</p>
<p>“WFH tadi sudah dijawab oleh Bapak Bupati, bahwa walaupun provinsi sudah melaksanakan, kita masih menunggu surat edaran baik dari Kemenpan maupun Kementerian Dalam Negeri. Selama surat edaran belum ada, kita belum punya pedoman sebagai dasar untuk melaksanakan,” ujar Soeroto, Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Dengan belum adanya regulasi tersebut, aktivitas kerja ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung masih berjalan normal tanpa perubahan jam kerja. Pemerintah daerah memilih berhati-hati agar setiap kebijakan yang diambil tetap memiliki landasan hukum yang jelas.</p>
<p>Soeroto menambahkan, jika nantinya surat edaran dari Kementerian PAN-RB maupun Kementerian Dalam Negeri telah diterbitkan, pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas teknis pelaksanaan WFH.</p>
<p>“Nanti kalau surat edaran sudah turun, akan kita koordinasikan dengan OPD terkait, bagian hukum, inspektorat, BKPSDM, organisasi, dan asisten. Hasilnya akan kita laporkan kepada Bupati sebagai bahan telaah untuk menentukan kebijakan,” jelasnya.</p>
<p>Selain kebijakan WFH bagi ASN, Pemkab Tulungagung juga belum mengambil keputusan terkait wacana penerapan WFH untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Pendidikan sebagai acuan.</p>
<p>“Untuk anak sekolah juga sama, kita masih menunggu surat edaran. Nanti kalau sudah ada dari Kemendiknas atau kementerian terkait, akan kita tindak lanjuti. Intinya kita menunggu pedoman dari pusat, karena kalau belum ada, kita tidak punya payung hukum,” tegas Soeroto.</p>
<p>Terkait wacana alternatif penghematan energi seperti penggunaan sepeda ontel atau berjalan kaki ke kantor, Soeroto menyebut hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan daerah.</p>
<p>“Kita lihat nanti apakah memang diperlukan atau tidak. Kalau bersepeda atau jalan kaki itu kan bagus juga untuk kesehatan,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perbaikan Jalan Jadi Prioritas, Pemkab Tulungagung Kebut 85 Persen Proyek Pascalebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jalan-jadi-prioritas-pemkab-tulungagung-kebut-85-persen-proyek-pascalebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jalan-jadi-prioritas-pemkab-tulungagung-kebut-85-persen-proyek-pascalebaran</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Gatut Sunu mengungkapkan, perbaikan jalan menjadi prioritas utama karena banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang rusak di berbagai wilayah Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c4efceaabb0.webp" length="38994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 21:08:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, halal bihalal, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Tulungagung menjadikan percepatan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pasca libur Hari Raya Idulfitri 2026. Komitmen ini ditegaskan dalam apel besar dan halal bihalal bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN), Kamis (26/3/2026) pagi, di halaman Kantor Pemkab Tulungagung.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan kondisi jalan rusak yang tersebar hampir merata di wilayah Tulungagung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, perbaikan infrastruktur akan dikebut dalam waktu dekat.</p>
<p>“Perbaikan jalan menjadi prioritas utama karena banyaknya keluhan masyarakat. Sebelum Lebaran baru sekitar 15 persen yang tertangani, dan sisanya akan kami kebut setelah libur ini,” ujar Gatut.</p>
<p>Ia mengungkapkan, masih terdapat sekitar 85 persen pekerjaan perbaikan jalan yang harus diselesaikan. Dengan anggaran yang cukup besar, Pemkab menargetkan pengerjaan dapat berjalan optimal pada tahun 2026.</p>
<p>“Masih ada sekitar 85 persen yang akan kita kerjakan setelah hari raya. Karena memang banyak jalan rusak hampir merata di seluruh Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.</p>
<p>Gatut menekankan, percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan.</p>
<p>“Saya mohon masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada masalah di lapangan, silakan disampaikan. Kami ingin pekerjaan ini berjalan profesional dan tidak menimbulkan persoalan hukum,” katanya.</p>
<p>Selain fokus pada infrastruktur, Bupati juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan program pembangunan.</p>
<p>“Kami mengimbau seluruh OPD untuk saling bekerja sama agar program pemerintah berjalan optimal dan visi misi kepala daerah dapat terlaksana,” ujarnya.</p>
<p>Apel besar dan halal bihalal yang digelar usai libur Lebaran ini, lanjut Gatut, menjadi momentum konsolidasi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memulai kembali kerja-kerja pembangunan dengan semangat baru.</p>
<p>Pemkab Tulungagung juga memastikan seluruh program daerah tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung program strategis nasional.</p>
<p>“Kami akan tetap tegak lurus dengan pemerintah pusat agar seluruh program strategis nasional bisa berjalan dengan baik di daerah,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rem Blong, Sepeda Motor Terjun ke Jurang di Watulimo Trenggalek, Tiga Orang Luka&amp;luka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rem-blong-sepeda-motor-terjun-ke-jurang-di-watulimo-trenggalek-tiga-orang-luka-luka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rem-blong-sepeda-motor-terjun-ke-jurang-di-watulimo-trenggalek-tiga-orang-luka-luka</guid>
<description><![CDATA[ Jalur alternatif dari wilayah Bandung, Tulungagung menuju Prigi ini memang dikenal memiliki medan yang menantang, dengan banyak tanjakan dan turunan curam dan panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c52435b2d5a.webp" length="103512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 19:29:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kecelakaan, jalur alternatif prigi, motor masuk jurang, rem blong, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TRENGGALEK, SJP - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di wilayah hukum Polsek Watulimo, Kamis (26/3/2026) siang. Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang, termasuk seorang anak, terjun ke jurang sedalam sekitar enam meter setelah diduga mengalami rem blong.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di jalan alternatif Kali Gereng, tepatnya di wilayah Desa Prigi, Kecamatan Watulimo.</p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Genio bernopol AG 6649 RDS melaju dari arah utara ke selatan.</p>
<p>“Sesampai di tikungan terakhir yang jalannya menurun tajam, pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan yang tidak bisa direm (rem blong), sehingga kendaraan tergelincir ke kiri jalan dan terjun ke jurang dengan kedalaman kurang lebih enam meter,” ujar AKP Katik.</p>
<p>Pengemudi diketahui bernama Dandi Setiawan (27), warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Ia mengalami luka lecet pada kaki serta memar di bagian dada.</p>
<p>Sementara itu, dua penumpang yang dibonceng turut mengalami luka. Tria Yuniawati (42) Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, dilaporkan mengalami benturan di kepala, luka sobek di pelipis, serta penurunan kesadaran. Sedangkan Selim Mikaila Azahra (8) mengalami memar di bagian paha kanan.</p>
<p>Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, menolong korban, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.</p>
<p>“Korban kemudian dievakuasi bersama warga ke Puskesmas Watulimo untuk mendapatkan perawatan medis,” lanjutnya.</p>
<p>Polisi juga mencatat kondisi jalan di lokasi kejadian dalam keadaan kering, namun memiliki kontur bergelombang dengan turunan tajam yang cukup ekstrem.</p>
<p>Jalur alternatif dari wilayah Bandung, Tulungagung menuju Prigi memang dikenal memiliki medan yang menantang, dengan banyak tanjakan dan turunan curam dan panjang. Kondisi ini kerap memicu kendaraan mengalami rem blong, terutama jika sistem pengereman tidak dalam kondisi optimal. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditinggal Mudik, Rumah Warga Trenggalek Nyaris Terbakar Gegara Kejatuhan Balon Udara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditinggal-mudik-rumah-warga-trenggalek-nyaris-terbakar-gegara-kejatuhan-balon-udara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditinggal-mudik-rumah-warga-trenggalek-nyaris-terbakar-gegara-kejatuhan-balon-udara</guid>
<description><![CDATA[ Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c50a02e3fb4.webp" length="106138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 18:18:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, rumah terbakar, balon udara jatuh di rumah warga, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TRENGGALEK, SJP - Suasana yang semula tenang di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Kamis (26/3/2026) pagi, mendadak berubah mencekam setelah sebuah balon udara tradisional jatuh dan memicu kebakaran di rumah warga.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di rumah milik Rudi Siswanto yang berlokasi di Dusun Gondang RT 24/RW 09, Kecamatan Gandusari. Api diduga berasal dari balon udara yang masih menyala saat jatuh, kemudian dengan cepat menyambar material mudah terbakar di bagian atap rumah.</p>
<p>Salah seorang saksi mata, Sugeng Riyanto, mengaku awalnya tidak menyadari adanya kebakaran. Saat itu ia tengah berada di kios yang bersebelahan dengan rumah korban.</p>
<p>“Ada yang bilang kebakaran-kebakaran, saya langsung mendatangi lokasi, tapi saat saya cek rumah terkunci semua karena ditinggal keluar pemiliknya,” ujar Sugeng.</p>
<p>Karena kondisi rumah kosong, Sugeng nekat memanjat pagar dan naik ke lantai dua untuk menjangkau titik api. Saat itu, api sudah mulai membesar dan membakar talang air plastik serta beberapa benda di sekitarnya.</p>
<p>“Dibantu warga saya coba padamkan api dengan air botol. Kemudian saya pecahkan atap asbes dengan kaki agar api tidak merembet,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga berupaya menarik talang air berbahan karet yang terbakar untuk mengurangi potensi api meluas. Tidak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.</p>
<p>“Tidak berselang lama ada tim damkar datang ke lokasi, akhirnya saya turun,” tambahnya.</p>
<p>Kepala Seksi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Trenggalek, Burhanudin, menyebutkan dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Namun saat petugas tiba sekitar pukul 08.39 WIB, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.</p>
<p>“Petugas kemudian melakukan proses investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran dan kondisi bangunan,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pendataan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir sekitar Rp500 ribu, sementara aset senilai kurang lebih Rp300 juta berhasil diselamatkan. </p>
<p>"Area yang terbakar hanya bagian atap rumah dengan luas sekitar 2 kali 1 meter," jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun pihak Damkar, api pertama kali diketahui oleh warga bernama Iwan sekitar pukul 08.30 WIB saat melihat asap muncul dari atap rumah yang dalam keadaan terkunci karena ditinggal pemiliknya mudik ke Kediri. Ia kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.</p>
<p>“Masih kami selidiki, beberapa barang bukti turut kami amankan. Terkait balon jatuh ini kami pastikan tidak ada petasannya, tapi ya tetap berbahaya karena bisa membakar rumah,” kata Eko.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara tradisional secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran, balon udara juga dapat mengganggu jaringan listrik hingga keselamatan lalu lintas penerbangan.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menaikkan balon udara liar karena risikonya sangat besar,” tegasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Damkar Trenggalek Evakuasi Ular King Cobra 3 Meter yang Masuk Dapur Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/damkar-trenggalek-evakuasi-ular-king-cobra-3-meter-yang-masuk-dapur-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/damkar-trenggalek-evakuasi-ular-king-cobra-3-meter-yang-masuk-dapur-warga</guid>
<description><![CDATA[ Ular tersebut diketahui masuk ke dapur milik Asrofi dan bersembunyi di bawah ranjang dapur, sehingga membuat penghuni rumah panik dan segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c259407b6f2.webp" length="95400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 17:34:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, evakuasi ular king kobra, king kobra raksasa, damkar trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Seekor ular berbisa jenis king cobra dengan panjang sekitar tiga meter dilaporkan masuk ke rumah warga di Dusun Gebang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (24/3/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi pada hari keempat lebaran, saat aktivitas bersilaturahmi warga masih tinggi.</p>
<p>Ular tersebut diketahui masuk ke dapur milik Asrofi dan bersembunyi di bawah ranjang dapur, sehingga membuat penghuni rumah panik dan segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar).</p>
<p>Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Burhanudin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga pada pukul 06.14 WIB.</p>
<p>“Pagi tadi pukul 06.14 WIB kami menerima laporan pengaduan masyarakat yang meminta bantuan evakuasi ular kobra,” kata Burhanudin.</p>
<p>Dari keterangan pelapor, keberadaan ular tersebut sebenarnya sudah diketahui sejak malam sebelumnya, Senin (23/3/2026). Saat itu, ular terlihat berada di area tempat wudhu mushola yang tidak jauh dari rumah pelapor.</p>
<p>Namun warga memilih membiarkan ular tersebut pergi dengan sendirinya.</p>
<p>Keesokan paginya, ular justru ditemukan sudah berada di dalam rumah. Awalnya, keluarga mengira ular tersebut tidak berbahaya.</p>
<p>“Dikira ular biasa, kakek pelapor sempat mencoba memukul dengan tongkat sapu. Tapi saat dipukul, ular tersebut bisa berdiri dan kepalanya mengembang,” terang Burhanudin.</p>
<p>Melihat reaksi ular yang agresif dan ciri khas king cobra, keluarga langsung merasa takut dan memutuskan meminta bantuan Damkarmat Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat. Dalam hitungan menit, tim Damkar menyiapkan sarana dan prasarana, lalu berangkat menuju lokasi pada pukul 06.16 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 06.40 WIB dan segera melakukan penanganan.</p>
<p>Saat tiba di lokasi, ular diketahui bersembunyi di kolong ranjang dapur. Ukurannya yang besar membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.</p>
<p>“Kami cek ternyata ukurannya cukup besar, sembunyi di kolong,” jelasnya.</p>
<p>Petugas kemudian menggunakan alat penjepit khusus untuk mengevakuasi ular tersebut. Dengan teknik yang terukur, ular berhasil ditarik keluar dan diamankan tanpa menimbulkan korban.</p>
<p>Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, tepatnya pukul 06.50 WIB, ular berhasil dievakuasi dengan aman. Selanjutnya, hewan berbisa tersebut dimasukkan ke dalam boks khusus dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>“Alhamdulillah saat ini sudah aman, ular kami amankan dan dibawa ke kantor damkar,” imbuh Burhanudin.</p>
<p>Burhanudin pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat membersihkan rumah dan dapur menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap keberadaan hewan liar, terutama ular berbisa. Jika menemukan, segera laporkan ke damkar agar bisa ditangani dengan aman,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa king cobra merupakan salah satu ular paling berbahaya karena memiliki bisa mematikan, sehingga warga diminta tidak mencoba menangani sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Musnahkan Ratusan Petasan dan Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-musnahkan-ratusan-petasan-dan-puluhan-kilogram-bahan-peledak-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-musnahkan-ratusan-petasan-dan-puluhan-kilogram-bahan-peledak-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemusnahan dilakukan dengan metode disposal aman, yakni mengeluarkan isi petasan, mengurai bubuk mesiu, kemudian membakarnya secara terkendali. Menariknya, seluruh proses berlangsung tanpa menimbulkan suara ledakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69be986f6b429.webp" length="125036" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 22:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, jibom satbrimob polda jatim, gunung cemenung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Jajaran Polres Tulungagung memusnahkan ratusan petasan siap ledak dan puluhan kilogram bahan pembuatnya dalam operasi cipta kondisi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).</p>
<p>Pemusnahan dilakukan di kawasan lapangan tembak Gunung Cemenung, Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, dengan melibatkan Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.00 hingga sekitar 18.30 WIB ini merupakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus oleh jajaran Polres Tulungagung selama bulan suci Ramadan.</p>
<p>Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan tim Gegana untuk memastikan proses pemusnahan berjalan aman dan sesuai prosedur.</p>
<p>“Hari ini kami mengundang tim Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk melakukan pemusnahan bahan peledak berupa petasan. Ini merupakan hasil dari tindakan kepolisian selama bulan suci Ramadan dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman menjelang Idul Fitri,” ujar Kompol Maga Fidri Isdiawan.</p>
<p>Ia menegaskan, petasan dan bahan peledak yang dimusnahkan berpotensi membahayakan masyarakat jika disalahgunakan.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menyimpan, ataupun menyalakan petasan, karena selain melanggar hukum juga sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, polisi memusnahkan total 346 buah petasan berbagai ukuran serta bahan peledak berupa bubuk mesiu dengan berat mencapai 22,15 kilogram.</p>
<p>Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari sejumlah polsek di wilayah hukum Polres Tulungagung, di antaranya Polsek Campurdarat, Tulungagung Kota, Besuki, Ngunut, Bandung, Gondang, Sumbergempol, dan Boyolangu.</p>
<p>Beberapa bahan pembuatan bubuk mesiu yang turut dimusnahkan meliputi aluminium powder, serbuk belerang, potassium chlorate (KCL).</p>
<p>Selama proses pemusnahan, area lokasi disterilkan secara ketat. Hanya lima personel Tim Jibom yang diperbolehkan berada di titik pemusnahan, sementara petugas lainnya berjaga di perimeter untuk mencegah warga mendekat.</p>
<p>Pemusnahan dilakukan dengan metode disposal aman, yakni mengeluarkan isi petasan, mengurai bubuk mesiu, kemudian membakarnya secara terkendali. Menariknya, seluruh proses berlangsung tanpa menimbulkan suara ledakan keras. Dari kejauhan hanya tampak asap putih mengepul dari lokasi pemusnahan.</p>
<p>“Proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati dengan standar operasional dari tim Jibom, sehingga tidak menimbulkan ledakan yang berbahaya dan semua berjalan aman serta kondusif,” pungkas Maga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Amankan Ratusan Petasan dan Bahan Peledak Selama Ramadan, Mayoritas Pelaku Anak&amp;anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-amankan-ratusan-petasan-dan-bahan-peledak-selama-ramadan-mayoritas-pelaku-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-amankan-ratusan-petasan-dan-bahan-peledak-selama-ramadan-mayoritas-pelaku-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pengamanan, petasan berukuran besar menjadi temuan dominan. Bahkan, di wilayah Sumbergempol saja, petugas mengamankan hampir 50 petasan dengan ukuran diameter sekitar 10 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter, serta bubuk mesiu seberat 11,4 kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69be51a82d3c6.webp" length="37474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 18:05:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bubuk mesiu, petasan, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung mengamankan puluhan petasan siap ledak beserta bahan bakunya selama pelaksanaan operasi cipta kondisi di bulan suci Ramadan. Dari hasil penindakan selama kurang lebih 30 hari, temuan terbanyak berasal dari wilayah Polsek Sumbergempol.</p>
<p>Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, mengungkapkan bahwa selain petasan jadi, pihaknya juga menemukan bahan peledak yang masih dalam tahap percobaan pembuatan.</p>
<p>“Selama kurang lebih 30 hari dari berbagai polsek jajaran, yang paling banyak mendapatkan hasil yaitu di Polsek Sumbergempol. Di sana ditemukan bahan peledak dari petasan maupun bahan peledak baru berupa misil yang masih tahap percobaan, dan sudah diamankan oleh Kapolsek beserta anggotanya,” Kompol Maga, Sabtu (21/3/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, operasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.</p>
<p>“Tujuannya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif pada bulan suci Ramadan dan utamanya pada perayaan Idulfitri, agar masyarakat bisa lebih khidmat dalam melaksanakan ibadah,” jelasnya.</p>
<p>Dari hasil pengamanan, petasan berukuran besar menjadi temuan dominan. Bahkan, di wilayah Sumbergempol saja, petugas mengamankan hampir 50 petasan dengan ukuran diameter sekitar 10 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter, serta bubuk mesiu seberat 11,4 kilogram.</p>
<p></p>
<p>“Temuan paling banyak yaitu petasan dengan diameter sekitar 10 cm dan tinggi 25 cm. Itu ada sekitar puluhan, hampir 50 buah diamankan di Sumbergempol,” kata Maga.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, di wilayah lain seperti Polsek Tulungagung Kota, petugas menyita 79 petasan siap ledak dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 15 cm. Polsek Ngunut mengamankan 57 petasan berbagai ukuran, sementara Polsek Boyolangu menemukan total 78 petasan dengan variasi ukuran besar, sedang, dan kecil.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Polsek Bandung turut mengamankan bahan kimia seperti KCLU, sodium bisulfat, dan sulfur powder, serta selongsong petasan. Di wilayah Polsek Besuki, polisi juga menemukan bahan baku pembuat petasan seperti aluminium powder, KCL booster, dan serbuk belerang.</p>
<p></p>
<p>Yang memprihatinkan, mayoritas pelaku yang terlibat dalam pembuatan maupun kepemilikan petasan adalah anak-anak di bawah umur, berkisar usia 10 hingga 15 tahun.</p>
<p></p>
<p>“Pelakunya mayoritas anak-anak usia 10 sampai 15 tahun. Totalnya ada sekitar 50 lebih, dan semuanya anak-anak,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, anak-anak tersebut belajar merakit petasan dari internet, khususnya platform video daring, serta membeli bahan-bahannya melalui marketplace online.</p>
<p></p>
<p>“Untuk belajar, mereka dari YouTube. Sedangkan bahan-bahannya dibeli secara online,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian pun mengambil langkah pembinaan dengan mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tua masing-masing melalui mekanisme mediasi. Sementara satu kasus yang ditangani Polsek Kalidawir dan melibatkan orang dewasa proses hukum berlanjut.</p>
<p></p>
<p>“Karena mayoritas anak-anak, penyelesaian perkara dilakukan secara mediasi dan kita kembalikan kepada orang tuanya. Untuk pelaku dewasa, tetap kita lanjutkan ke tingkat penyidikan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan berbahaya.</p>
<p></p>
<p>“Perlu adanya pembinaan serta kerja sama orang tua untuk membantu polisi dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya agar tidak melakukan kegiatan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Kompol Maga memastikan, pada momen ramadan hingga lebaran hari pertama ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat petasan di wilayah Tulungagung. Hal tersebut, menurutnya, berkat upaya preventif yang dilakukan kepolisian.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah sampai sejauh ini di wilayah Kabupaten Tulungagung tidak ada korban jiwa maupun material akibat petasan tersebut. Ini murni upaya antisipasi. Sebelum terjadi ledakan, kita sudah melakukan patroli dan langkah preventif,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Polres Tulungagung menggandeng tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur untuk memusnahkan barang bukti berupa petasan dan bahan peledak tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kami mengundang Gegana Satbrimob Polda Jatim dalam rangka pemusnahan bahan peledak hasil penindakan selama Ramadan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Rencananya, pemusnahan dilakukan di kawasan Bukit Cemenung, Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi bahaya serta memberikan efek jera, sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga perayaan Idulfitri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polsek Sumbergempol Amankan 5,7 Kilogram Bahan Peledak dan Puluhan Petasan Usai Salat Id</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polsek-sumbergempol-amankan-57-kilogram-bahan-peledak-dan-puluhan-petasan-usai-salat-id</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polsek-sumbergempol-amankan-57-kilogram-bahan-peledak-dan-puluhan-petasan-usai-salat-id</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pengamanan, polisi menyita sebanyak 46 petasan berbagai ukuran, alat bantu seperti arco dan corong, serta bubuk mesiu seberat 5,7 kilogram. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolsek Sumbergempol untuk proses lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69be49d8c1616.webp" length="31544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 17:03:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polsek sumbergempol, petasan, lebaran, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Jajaran Polsek Sumbergempol mengamankan sejumlah barang bukti berupa petasan dan bahan peledak rakitan dengan total berat bubuk mesiu mencapai 5,7 kilogram pada momen Lebaran, tepatnya usai pelaksanaan salat Id, Sabtu (21/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Pengamanan ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, yang merasa terganggu oleh aktivitas sekelompok remaja yang menyalakan petasan di lingkungan permukiman.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohamad Anshori, menjelaskan, laporan warga dipicu oleh kekhawatiran terhadap dampak suara ledakan petasan.</p>
<p></p>
<p>“Warga merasa terganggu karena suara petasan cukup keras, apalagi di sekitar lokasi ada orang yang sedang sakit. Selain itu, ada juga kolam ikan gurame milik warga yang dikhawatirkan terdampak karena ikan bisa stres dan mati akibat suara ledakan,” ujar Anshori.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mendatangi lokasi dan mendapati sekitar sepuluh anak usia belasan tahun yang sedang berkumpul. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan para remaja tersebut membawa sejumlah petasan siap ledak, serta bahan-bahan untuk merakit petasan.</p>
<p></p>
<p>“Di lokasi kami menemukan anak-anak tersebut tidak hanya membawa petasan yang sudah jadi, tetapi juga selongsong petasan dan bubuk mesiu yang belum sempat dimasukkan ke dalam selongsong,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengamanan, polisi menyita sebanyak 46 petasan berbagai ukuran, alat bantu seperti kereta sorong dan corong, serta bubuk mesiu seberat 5,7 kilogram. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolsek Sumbergempol untuk proses lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak bermain petasan, terutama yang berpotensi membahayakan.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya, karena penggunaan petasan selain mengganggu ketertiban umum juga sangat berbahaya bagi keselamatan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Okupansi Hotel di Tulungagung Meningkat Jelang Lebaran 2026, Capai 90 Persen Lebih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/okupansi-hotel-di-tulungagung-meningkat-jelang-lebaran-2026-capai-90-persen-lebih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/okupansi-hotel-di-tulungagung-meningkat-jelang-lebaran-2026-capai-90-persen-lebih</guid>
<description><![CDATA[ Rata-rata hotel di Tulungagung memiliki kapasitas sekitar 70 hingga 80 kamar. Dengan okupansi yang mendekati penuh, kondisi ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen mudik Lebaran tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd0f552c05c.webp" length="71304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 18:59:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tingkat hunian hotel, phri tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tingkat hunian kamar hotel di Tulungagung mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tulungagung, okupansi kamar hotel terus merangkak naik sejak pertengahan Maret dan diprediksi mencapai puncaknya saat momen Lebaran hingga H+3.</p>
<p>Ketua Harian PHRI Tulungagung, Erry Fauriantoko, menjelaskan bahwa pada periode 19-20 Maret 2026, tingkat okupansi hotel masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Namun, mulai 21 Maret hingga sekitar Lebaran hari ketiga, angka tersebut melonjak drastis.</p>
<p>“Pertanggal 19 Maret kemarin itu memang teman-teman di angka 60 sampai 70 persen. Nah, mulai besok itu sudah mulai di angka 80-90 persen, bahkan ada yang 93 persen,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).</p>
<p>Menurut Erry, lonjakan okupansi tersebut merata di hampir seluruh hotel di Tulungagung. Bahkan, beberapa hotel sudah mendekati kapasitas penuh sejak H- beberapa hari Lebaran.</p>
<p>“Rata-rata kalau Lebaran itu sudah di angka 90-an. Bahkan ada salah satu hotel, Front One, besok itu sudah full 100 persen. Lojika juga sudah di angka 91 persen,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, rata-rata hotel di Tulungagung memiliki kapasitas sekitar 70 hingga 80 kamar. Dengan okupansi yang mendekati penuh, kondisi ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen mudik Lebaran tahun ini.</p>
<p>Tingginya tingkat hunian hotel ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama meningkatnya jumlah pemudik dari luar daerah yang membutuhkan tempat menginap.</p>
<p>“Yang paling banyak itu dari luar kota. Mereka mudik ke keluarga di sini, tapi karena rumahnya mungkin sempit atau kamar terbatas, akhirnya memilih menginap di hotel,” jelas Erry.</p>
<p>Selain itu, masyarakat lokal juga turut menyumbang peningkatan okupansi. Sebagian memilih menginap di hotel karena faktor kenyamanan selama libur Lebaran.</p>
<p>“Ada juga warga sini sendiri, mungkin karena pembantunya mudik, jadi daripada repot, mereka memilih stay di hotel,” tambahnya.</p>
<p>Untuk menarik minat tamu, hotel-hotel di Tulungagung juga menawarkan berbagai promo menarik selama periode Lebaran, terutama dalam bentuk paket bundling menginap beberapa hari.</p>
<p>“Biasanya ada bundling, kalau ambil dua atau tiga hari itu lebih murah. Misalnya yang harusnya Rp600 ribu per malam, untuk dua hari bisa jadi sekitar Rp1 juta. Kalau tiga hari bisa lebih murah lagi,” ungkap Erry.</p>
<p>Sementara itu, sektor kuliner di Tulungagung juga diprediksi akan merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan dan pemudik. Meski pada hari pertama Lebaran sebagian rumah makan masih tutup, aktivitas diperkirakan mulai ramai pada hari kedua dan ketiga.</p>
<p>“Kalau hari pertama biasanya masih banyak yang tutup dan orang-orang juga masih fokus di rumah masing-masing. Tapi mulai hari kedua, ketiga, itu biasanya sudah banyak yang keliling dan mampir makan,” jelasnya.</p>
<p>Erry optimistis, momentum Lebaran tahun ini akan membawa berkah bagi pelaku usaha perhotelan dan kuliner di Tulungagung.</p>
<p>“Teman-teman rumah makan juga insya Allah akan ikut mendapatkan berkah di momen Lebaran ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Penggali Kubur dan Bilal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-salurkan-bingkisan-lebaran-untuk-penggali-kubur-dan-bilal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-salurkan-bingkisan-lebaran-untuk-penggali-kubur-dan-bilal</guid>
<description><![CDATA[ Di antara mereka, terdapat sosok yang telah puluhan tahun mengabdikan diri mengurus jenazah warga, hingga yang baru beberapa tahun menjalani peran sunyi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bcefbe3817b.webp" length="53094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 18:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kapolres tulungagung, akbp ihram kustarto, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana haru menyelimuti halaman Mapolres Tulungagung. </p>
<p>Ratusan penggali kubur dan bilal jenazah, profesi yang kerap luput dari sorotan, hadir dengan penuh kesahajaan untuk menerima bingkisan Lebaran, Kamis (19/3/2026).</p>
<p>Di antara mereka, terdapat sosok yang telah puluhan tahun mengabdikan diri mengurus jenazah warga, hingga yang baru beberapa tahun menjalani peran sunyi tersebut. </p>
<p>Mereka adalah garda terdepan yang hadir di saat duka, saat keluarga kehilangan orang tercinta, namun sering kali bekerja tanpa mengharap ucapan terima kasih.</p>
<p>Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto, secara langsung menyerahkan paket sembako dan parsel Lebaran kepada para penerima. </p>
<p>Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tulungagung dan jajaran pejabat utama, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar seremonial, melainkan ruang pertemuan antara empati dan pengabdian.</p>
<p>Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi yang jarang terlihat, namun memiliki peran vital dalam kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>“Penggali kubur dan bilal jenazah adalah profesi yang sangat mulia. Mereka membantu sesama di saat-saat terakhir kehidupan, bahkan orang yang mereka tolong pun tidak sempat mengucapkan terima kasih,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan tersebut seakan mewakili apresiasi yang selama ini terpendam. Di tengah keriuhan persiapan Lebaran, perhatian ini menjadi pengingat akan adanya kepedulian bagi mereka yang bekerja dalam diam.</p>
<p>Beberapa penerima tampak terharu saat menerima bingkisan. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar isi paket, melainkan bentuk pengakuan atas pekerjaan yang dijalani dengan penuh keikhlasan.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Momen ini menghadirkan pesan bahwa kebersamaan tidak hanya dirasakan dalam suka, tetapi juga dalam duka.</p>
<p>Hingga penghujung acara, suasana berlangsung hangat tanpa ada sekat antara aparat dan warga. Nilai saling menghargai yang tercipta diharapkan mampu menjaga harmoni serta keamanan lingkungan.</p>
<p>Menjelang Lebaran, saat masyarakat sibuk mempersiapkan kebahagiaan bersama keluarga, perhatian kepada mereka yang setia mengurus kepergian orang lain menjadi pengingat penting bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di tempat yang paling sunyi sekalipun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lebaran, Produksi Blangkon di Tulungagung Meningkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-produksi-blangkon-di-tulungagung-meningkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-produksi-blangkon-di-tulungagung-meningkat</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan permintaan datang baik dari penjualan online maupun pembeli yang datang langsung ke rumah produksinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd0863cce59.webp" length="33452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 17:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, umkm tulungagung, blangkon tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Di sudut Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, suasana rumah produksi blangkon milik Sutopo tampak berbeda. Tumpukan kain batik, pola yang mulai terbentuk, hingga suara jahitan manual berpadu menjadi irama kesibukan yang kian terasa sejak Ramadan tiba. </p>
<p></p>
<p>Pesanan yang terus mengalir dari berbagai daerah mengakibatkan aktivitas produksi meningkat signifikan, terutama menjelang Lebaran.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah, menjelang Lebaran pada hari-hari puasa ini ada permintaan yang signifikan,” ujar Sutopo, Jumat (20/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, lonjakan permintaan datang baik dari penjualan online maupun pembeli yang datang langsung ke rumah produksinya.</p>
<p></p>
<p>Sebelum bulan puasa, Sutopo mengaku hanya memproduksi dua hingga tiga blangkon per hari menyesuaikan jumlah pesanan. Namun kini, jumlah tersebut melonjak dua hingga tiga kali lipat. Dalam sehari, ia mampu menyelesaikan enam hingga sepuluh blangkon, bergantung pada tingkat kerumitan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau sebelum puasa itu paling 2 sampai 3. Tapi sekarang sudah masuk bulan puasa, per hari bisa 6 sampai 10,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan ini mengharuskan Sutopo bekerja lebih lama demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan. Ragam jenis blangkon diproduksi di tempat ini, mulai dari gaya Jawa Timuran, Solo, Yogyakarta, hingga model yang sedang digemari kalangan muda, yakni blangkon Sente Rewe. Dari sekian banyak pilihan, dua jenis menjadi favorit pelanggan.</p>
<p></p>
<p>“Yang paling laris itu Jogjaan dan Sente Rewe. Kalau Sente Rewe ini biasanya untuk kalangan muda, sedangkan Jogjaan lebih ke orang tua,” jelas Sutopo.</p>
<p></p>
<p>Permintaan tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Tulungagung. Pesanan justru banyak berdatangan dari berbagai kota di Pulau Jawa, bahkan luar daerah. Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan permintaan rutin, khususnya dari Bantul, Sleman, hingga Gunungkidul.</p>
<p></p>
<p>“Dari Jogja itu sering, terutama Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Kemarin juga ada dari Bekasi dan Bandung Barat,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengaku, sebagian pelanggan membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan komunitas maupun acara khusus.</p>
<p></p>
<p>Di balik tingginya permintaan, proses pembuatan blangkon di rumah produksi ini tetap dilakukan secara manual. Mulai dari menyiapkan kain batik, membentuk pola, hingga menjahit setiap bagian dilakukan dengan telaten. Hal ini menjadi ciri khas sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan.</p>
<p></p>
<p>“Harga bergantung pada kain dan tingkat kerumitan. Yang paling murah sekitar 100 ribu rupiah, rata-rata 150 ribu rupiah, hingga batik khusus bisa 250 sampai 450 ribu rupiah,” terang Sutopo.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sutopo, bagi sebagian pembeli, blangkon bukan sekadar pelengkap busana. Aksesori tradisional ini memiliki makna lebih dalam, terutama saat momen Lebaran. Selain digunakan untuk salat Tarawih selama Ramadan, blangkon juga menjadi simbol identitas budaya saat bersilaturahmi.</p>
<p></p>
<p>“Biasanya dipakai untuk menjalin silaturahmi, juga penanda identitas komunitas orang Jawa, terutama bagi yang tinggal di luar Jawa,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Meningkatnya permintaan di bulan Ramadan menjadi berkah bagi Sutopo. Di tengah arus modernisasi dan tren busana yang terus berubah, blangkon tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Bagi para perajin seperti Sutopo, setiap jahitan bukan sekadar pekerjaan, melainkan upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari dari generasi ke generasi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lebaran 2026, Omzet Persewaan iPhone di Tulungagung Melonjak Hingga 100 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lebaran-2026-omzet-persewaan-iphone-di-tulungagung-melonjak-hingga-100-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lebaran-2026-omzet-persewaan-iphone-di-tulungagung-melonjak-hingga-100-persen</guid>
<description><![CDATA[ Mayoritas penyewa berasal dari kalangan usia muda, terutama rentang 18 hingga 22 tahun. Mereka umumnya menyewa iPhone untuk mengabadikan momen Lebaran, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga kegiatan silaturahmi dan ziarah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd0123cf5bb.webp" length="41260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 16:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sewa iphone, berkah lebaran, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha persewaan ponsel pintar, khususnya iPhone, di Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>Lonjakan permintaan yang drastis mengakibatkan omzet sejumlah pelaku usaha meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan hari biasa.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh Together Kamera Tulungagung. Kepala Toko, Aditya, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Untuk Lebaran kali ini, antusiasmenya memang lebih besar. Bahkan di beberapa gerai lain sudah banyak yang habis terjual (sold out). Di sini kebetulan masih tersedia berbagai unit, jadi permintaan mendadak pun masih bisa kami layani,” ujar Aditya, Jumat (20/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Lonjakan permintaan terlihat jelas dari jumlah unit yang disewakan setiap hari. Jika pada hari biasa hanya berkisar 10 hingga 15 unit, kini angka tersebut menembus 40 hingga lebih dari 50 unit per hari.</p>
<p></p>
<p>“Peningkatannya langsung terasa, hampir 100 persen. Lonjakan terjadi sejak promo dibuka tanggal 17, namun sebenarnya dari tanggal 14 sudah banyak yang mengambil unit lebih awal,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari segi durasi sewa, terjadi perubahan pola konsumsi. Sebelum masa promo, pelanggan umumnya menyewa harian kemudian memperpanjang durasi. Namun saat promo berlangsung, banyak pelanggan yang langsung mengambil paket jangka panjang.</p>
<p></p>
<p>Menurut Aditya, mayoritas penyewa berasal dari kalangan usia muda, terutama rentang 18 hingga 22 tahun. Mereka umumnya menyewa iPhone untuk mengabadikan momen Lebaran, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga kegiatan silaturahmi dan ziarah.</p>
<p></p>
<p>“Pelajar biasanya memilih seri XR sampai iPhone 11, paling tinggi seri 12 atau 13. Namun, bagi yang sudah bekerja, biasanya langsung menyewa seri yang lebih tinggi, seperti iPhone 14 hingga seri terbaru,” tambah Aditya.</p>
<p></p>
<p>Harga sewa bervariasi bergantung pada tipe unit, mulai dari Rp50 ribu per hari untuk seri lama seperti iPhone 8 Plus, hingga Rp350 ribu per hari untuk seri terbaru seperti iPhone 17 Pro Max. Seri yang paling diminati tetap berada di rentang iPhone XR hingga iPhone 13 karena dinilai lebih terjangkau untuk penyewaan durasi beberapa hari.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, pada momen Lebaran ini tersedia promo khusus, yakni sewa 3 hari gratis 4 hari. Pelanggan juga dimudahkan dengan sistem perpanjangan tanpa harus datang langsung ke toko.</p>
<p></p>
<p>“Jika toko belum buka, pelanggan cukup melakukan konfirmasi melalui WhatsApp untuk perpanjangan. Jadi lebih fleksibel,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Aditya menambahkan, selain untuk dokumentasi Lebaran, banyak pelanggan juga menggunakan iPhone sewaan untuk kebutuhan perjalanan ziarah ke sejumlah makam wali.</p>
<p></p>
<p>Dengan tingginya minat masyarakat, bisnis persewaan iPhone menjadi salah satu peluang usaha musiman yang kian menjanjikan, khususnya pada momen besar seperti Lebaran. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>17 Gerai KDKMP di Tulungagung Rampung 100 Persen, 52 Desa Masih Terkendala Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/17-gerai-kdkmp-di-tulungagung-rampung-100-persen-52-desa-masih-terkendala-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/17-gerai-kdkmp-di-tulungagung-rampung-100-persen-52-desa-masih-terkendala-lahan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo, menyatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan dapat segera dilanjutkan, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbe8202b251.webp" length="41410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 21:06:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kdkmp, koperasi desa kelurahan merah putih, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pembangunan 17 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulungagung telah rampung 100 persen. Gerai tersebut tersebar di 17 desa yang berada di tujuh kecamatan.</p>
<p></p>
<p>Adapun lokasi KDKMP yang telah selesai dibangun meliputi Desa Pulosari, Pulotondo, Kaliwungu, dan Gilang di Kecamatan Ngunut, Desa Kendal dan Rejosari di Kecamatan Gondang, Desa Joho dan Karangtalun di Kecamatan Kalidawir, Desa Bulusari, Bangoan, dan Rejoagung di Kecamatan Kedungwaru, Desa Sanan dan Ngrance di Kecamatan Pakel, Desa Jatimulyo di Kecamatan Kauman, serta Desa Pucungkidul, Bono, dan Karangrejo di Kecamatan Boyolangu.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, dari total 271 desa dan kelurahan di Tulungagung, masih terdapat 52 desa yang hingga kini mengalami kendala dalam penyediaan lahan untuk pembangunan gerai KDKMP.</p>
<p></p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo, menyatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan dapat segera dilanjutkan, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.</p>
<p></p>
<p>“Kita terus berupaya untuk lokasi-lokasi yang hari ini belum bisa dibangun. Kita bekerja sama dengan ATR/BPN juga Kementerian Kehutanan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Kota, percepatan pembangunan ditargetkan dapat dimulai setelah Hari Raya. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah kawasan sekitar Pasar Ngemplak yang akan dijadikan sebagai percontohan atau barometer koperasi di Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>“Tempatnya harus bagus, pembangunannya juga harus bagus, dan manajemennya harus profesional. Lokasi lain juga akan terus kita support agar segera terealisasi sesuai arahan pemerintah pusat,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dari 17 KDKMP yang telah selesai dibangun, delapan di antaranya menerima bantuan kendaraan operasional berupa satu unit truk. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Tulungagung bersama Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, di halaman Makodim 0807 Tulungagung, Kamis siang.</p>
<p></p>
<p>Delapan KDKMP penerima bantuan tersebut yakni KDKMP Desa Bono (Kecamatan Boyolangu) Desa Ngrance dan Sanan (Kecamatan Pakel), Desa Bangoan dan Rejoagung (Kecamatan Kedungwaru), Desa Karangtalun dan Joho (Kecamatan Kalidawir), serta Desa Kendal (Kecamatan Gondang).</p>
<p></p>
<p>Bupati berharap bantuan kendaraan tersebut dapat mendukung operasional koperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Semoga ini menjadi kabar baik bahwa pemerintah pusat, khususnya Presiden, sangat peduli kepada masyarakat desa. Harapannya, program ini bisa ditindaklanjuti hingga tingkat desa, kabupaten, dan provinsi, serta kendaraan ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tulungagung,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Delapan Desa di Tulungagung Terima Truk Operasional Koperasi Merah Putih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/delapan-desa-di-tulungagung-terima-truk-operasional-koperasi-merah-putih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/delapan-desa-di-tulungagung-terima-truk-operasional-koperasi-merah-putih</guid>
<description><![CDATA[ Delapan desa penerima tahap awal meliputi Desa Bono (Kecamatan Boyolangu), Desa Ngrance dan Sanan (Kecamatan Pakel), Desa Bangoan dan Rejoagung (Kecamatan Kedungwaru), Desa Karangtalun dan Joho (Kecamatan Kalidawir), serta Desa Kendal (Kecamatan Gondang). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbb5a48001f.webp" length="56138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 18:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, koperasi desa merah putih, kendaraan operasionan kdmp, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, kodim 0807 tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama jajaran TNI menyerahkan kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di halaman Makodim 0807 Tulungagung, Kamis (19/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Penyerahan dilakukan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, kepada perwakilan delapan desa penerima.</p>
<p></p>
<p>Dandim 0807 Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menjelaskan bahwa pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap. Pada hari pelaksanaan, sebagian unit telah tiba di Tulungagung, sementara sisanya masih dalam perjalanan.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini sudah datang tiga unit mobil Fuso sejak pukul 10.00 WIB, dan total yang direncanakan ada delapan unit. Lima unit lainnya masih dalam perjalanan, terakhir kami cek berada di sekitar Kertosono dan diperkirakan tiba dalam dua jam ke depan," ujarnya, Kamis (19/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan sarana dan prasarana untuk memperkuat operasional Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kodim 0807 Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>"Di Tulungagung sendiri, saat ini sudah ada 17 titik atau desa yang pembangunannya mencapai 100 persen. Namun, untuk pengiriman tahap pertama ini baru delapan unit, sisanya akan menyusul pada tahap berikutnya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Delapan desa penerima tahap awal meliputi Desa Bono (Kecamatan Boyolangu), Desa Ngrance dan Sanan (Kecamatan Pakel), Desa Bangoan dan Rejoagung (Kecamatan Kedungwaru), Desa Karangtalun dan Joho (Kecamatan Kalidawir), serta Desa Kendal (Kecamatan Gondang). Hanny menegaskan pentingnya tanggung jawab pengelola dalam memanfaatkan bantuan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap para pengurus koperasi dapat menjaga sarana dan prasarana ini dengan baik serta mampu mengembangkan potensi desa masing-masing. TNI bersama pemerintah daerah akan terus mendukung program strategis nasional agar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain kendaraan, dukungan fasilitas lain seperti pendingin ruangan (AC) dan perlengkapan toko akan menyusul setelah Hari Raya Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>"Setelah Lebaran nanti akan dikirim AC dan rak untuk menunjang operasional gerai koperasi. Fasilitas lain juga segera menyusul dalam waktu dekat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kodim 0807 Tulungagung dan mitra terkait. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih adalah bagian dari strategi nasional memperkuat ekonomi desa.</p>
<p></p>
<p>"Koperasi ini tidak hanya sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi simpul distribusi dan pengelola potensi lokal sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga tahun 2025, Kabupaten Tulungagung telah membentuk 271 Koperasi Merah Putih di 257 desa dan 14 kelurahan yang seluruhnya telah berbadan hukum. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan operasionalitas koperasi tersebut secara aktif.</p>
<p></p>
<p>"Dari sisi kelembagaan kita sudah selesai, tetapi tantangan ke depan adalah operasionalisasi. Masih banyak koperasi yang belum menjalankan kegiatan usaha secara optimal," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai distribusi kendaraan ini menjadi langkah konkret memperkuat kinerja koperasi, khususnya dalam distribusi barang dan hasil produksi desa.</p>
<p></p>
<p>"Dengan dukungan logistik yang lebih baik, koperasi diharapkan mampu menghubungkan produsen desa dengan pasar yang lebih luas secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan pada perantara," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, BUMN, dan masyarakat untuk menyukseskan program ini. </p>
<p></p>
<p>Ia berpesan agar kendaraan operasional dimanfaatkan secara tepat dan tidak disalahgunakan.</p>
<p></p>
<p>"Kendaraan ini harus dijaga dan digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Gunakan sesuai aturan yang berlaku agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Bupati berharap melalui program ini, koperasi desa menjadi pilar utama pembangunan ekonomi berbasis masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan yang merata di Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami, masyarakat Tulungagung bisa semakin makmur, ayem, dan tentrem melalui sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Jemaah Pondok Pesantren Al Khoiriyah Tulungagung Laksanakan Salat Idulfitri Lebih Awal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-jemaah-pondok-pesantren-al-khoiriyah-tulungagung-laksanakan-salat-idulfitri-lebih-awal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-jemaah-pondok-pesantren-al-khoiriyah-tulungagung-laksanakan-salat-idulfitri-lebih-awal</guid>
<description><![CDATA[ Perbedaan waktu perayaan ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap hidup berdampingan secara damai dengan menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bb7b3716880.webp" length="21352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 14:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jemaah al khoiriyah, salat id, idul fitri 2026, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>– Sekitar seratus santri dan warga Pondok Pesantren Al Khoiriyah, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, merayakan Idulfitri lebih awal dibandingkan mayoritas umat Muslim lainnya. </p>
<p>Perayaan ditandai dengan pelaksanaan salat Id berjemaah di Masjid Nur Muhammad yang berada di lingkungan pesantren, Kamis (19/3/2026).</p>
<p>Sejak pagi, para jemaah tampak mendatangi masjid untuk mengikuti salat Id dengan tertib dan khidmat. </p>
<p>Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah berlangsung sederhana tanpa pengeras suara, namun tetap diiringi kumandang takbir dari para jemaah.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, menyatakan jumlah jemaah yang mengikuti salat Id diperkirakan mencapai 100 orang.</p>
<p>"Hari ini jemaah Pondok Pesantren Al Khoiriyah sudah melaksanakan kegiatan salat Idulfitri. Jemaah kurang lebih 100 yang ada di dalam masjid," ujarnya.</p>
<p>Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, pihak kepolisian menerjunkan sejumlah personel ke lokasi. </p>
<p>Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan dukungan dari Polres Tulungagung.</p>
<p>"Untuk menjamin pelaksanaan salat Idulfitri berjalan aman, kami turunkan personel melakukan pengamanan, baik terbuka maupun tertutup, dan dibantu juga dari Polres Tulungagung," jelas AKP Anshori.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa di wilayah hukumnya, pelaksanaan salat Id lebih awal ini hanya dilakukan oleh jemaah di Pondok Pesantren Al Khoiriyah.</p>
<p>"Untuk wilayah sini, hanya di Pondok Pesantren Al Khoiriyah Yayasan Al-Mudhor yang melaksanakan salat Idulfitri hari ini," katanya.</p>
<p>Salat Id dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan diikuti oleh jemaah yang berasal dari lingkungan pesantren serta warga dari beberapa desa di sekitar Kecamatan Sumbergempol.</p>
<p>"Jemaah berasal dari warga sekitar dan beberapa desa di wilayah Sumbergempol," imbuhnya.</p>
<p>Meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya Idulfitri, situasi di lingkungan sekitar pesantren tetap kondusif. </p>
<p>Warga menunjukkan sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan antarumat.</p>
<p>Perbedaan waktu perayaan ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap hidup berdampingan secara damai dengan menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembunyikan Sabu di Saku Celana, Wanita Asal Sumbergempol Gagal Kelabuhi Sipir Lapas Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembunyikan-sabu-di-saku-celana-wanita-asal-sumbergempol-gagal-kelabuhi-sipir-lapas-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembunyikan-sabu-di-saku-celana-wanita-asal-sumbergempol-gagal-kelabuhi-sipir-lapas-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari balik kantong celana pelaku petugas menemukan barang diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto sebesar 7,07 gram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba4da59fff1.webp" length="38964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 16:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, narkoba, sabu, gagalkan penyelundupan narkoba, lapas tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung kembali terjadi. </p>
<p>Aksi nekat tersebut berhasil digagalkan petugas saat layanan kunjungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berlangsung pada Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Kepala Lapas Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung. </p>
<p>Kecurigaan mencuat saat petugas mengawasi gerak-gerik mencurigakan seorang perempuan berinisial HI (43), warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, yang hendak menemui narapidana kasus narkotika berinisial RS (33).</p>
<p>Saat penggeledahan badan dilakukan, petugas menemukan bungkusan mencurigakan yang dililit lakban merah. Barang yang disembunyikan di dalam saku celana depan sebelah kiri milik HI tersebut diduga kuat berisi narkotika jenis sabu.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas jaga segera melapor kepada Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) Lapas Tulungagung. </p>
<p>Petugas bergerak cepat mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Laporan kejadian diteruskan secara berjenjang kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), hingga Kalapas. </p>
<p>Atas arahan pimpinan, pihak Lapas segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung guna mendalami jaringan di balik upaya penyelundupan ini.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menyampaikan apresiasi atas ketelitian jajarannya dalam menggagalkan infiltrasi barang haram tersebut.</p>
<p>“Kami berkomitmen penuh menjaga Lapas Tulungagung tetap bersih dari peredaran gelap narkoba. Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memperketat pengawasan, terutama saat layanan kunjungan,” ujar Ma’ruf, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kewaspadaan tinggi bagi setiap petugas dalam menjalankan tugas harian.</p>
<p>“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh petugas yang telah bekerja dengan teliti dan sigap. Ini menunjukkan bahwa integritas dan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib terus dijaga,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, kasus dugaan penyelundupan narkoba tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan mendalam guna mengungkap keterlibatan pihak lain. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Rel Kereta Api Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-tanpa-identitas-ditemukan-meninggal-di-rel-kereta-api-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-tanpa-identitas-ditemukan-meninggal-di-rel-kereta-api-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari ciri-ciri yang ditemukan, korban diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahun. Saat kejadian, korban mengenakan celana olahraga panjang berwarna biru dan kaos bergaris hitam putih ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7ec19b4db4.webp" length="82788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 19:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tertabrak kereta api, desa kepuhrejo, kecamatan ngantru, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas di jalur rel kereta api pada Senin (16/3/2026) sore. Korban diduga tertabrak kereta api yang melintas dari arah utara menuju selatan.</p>
<p>Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak utuh. Bagian tubuh korban ditemukan di sepanjang rel dengan jarak sekitar 100 meter dari titik awal kejadian.</p>
<p>Kapolsek Ngantru, AKP Edi Santoso, mengatakan peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Pihak kepolisian menerima laporan dari warga sekitar 16.15 WIB.</p>
<p>“Berdasarkan informasi dari masyarakat, ada seorang laki-laki tanpa identitas tertabrak kereta api di wilayah Desa Keborejo. Korban diduga terseret sekitar 100 meter ke arah selatan oleh kereta yang melaju dari arah utara menuju selatan,” ujar AKP Edi Santoso.</p>
<p>Hingga Senin malam, identitas korban masih belum diketahui. Dari ciri-ciri yang ditemukan, korban diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahun. Saat kejadian, korban mengenakan celana olahraga panjang berwarna biru dan kaos bergaris hitam putih yang sudah dalam kondisi robek. Petugas juga tidak menemukan identitas maupun barang pribadi lain di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>“Di sekitar tempat kejadian tidak ditemukan barang-barang milik korban. Hanya pakaian yang dikenakan saat kejadian,” kata AKP Edi.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang warga sekitar bernama Didit mengatakan tidak ada warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Warga baru mengetahui adanya kejadian setelah kereta api melintas di jalur tersebut.</p>
<p>“Terakhir ada kereta dari arah utara ke selatan sekitar pukul 16.00. Setelah itu, sekitar pukul 16.15 warga menemukan korban di rel,” ujar Didit.</p>
<p>Ia menambahkan hingga saat ini belum ada warga sekitar yang mengenali korban. Diduga korban bukan merupakan warga setempat.</p>
<p>“Belum ada yang mengenali. Sepertinya bukan warga sini,” tambahnya.</p>
<p>Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara oleh petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tenaga medis, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan visum serta proses identifikasi lebih lanjut.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian atau mendatangi RSUD dr. Iskak Tulungagung guna membantu proses identifikasi korban. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemancing Hilang di Bendungan Tugu Trenggalek Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemancing-hilang-di-bendungan-tugu-trenggalek-ditemukan-meninggal-setelah-dua-hari-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemancing-hilang-di-bendungan-tugu-trenggalek-ditemukan-meninggal-setelah-dua-hari-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Korban ditemukan saat tim SAR melakukan penyisiran di aliran sungai menggunakan perahu karet. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7f16ebb032.webp" length="55082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 19:50:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pemancing hilang di bendungan tugu, basarnas, bpbd trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Dilaporkan hilang saat memancing di Bendungan Tugu, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek pada Minggu (15/3/2026), Katno (46) warga Dusun Ngremah, Desa/Kecamatan Pule, Trenggalek, ditemukan dengan kondisi telah meninggal dunia.</p>
<p>Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada pada Senin (16/3/206) sekitar pukul 15.00 WIB. Penemuan korban mengakhiri upaya pencarian yang telah dilakukan selama dua hari oleh tim SAR gabungan di kawasan bendungan tersebut.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, korban ditemukan saat tim SAR melakukan penyisiran di aliran sungai menggunakan perahu karet.</p>
<p>“Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan saat melakukan pencarian dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet,” kata Nanang dalam keterangannya.</p>
<p>Setelah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Peristiwa ini bermula ketika Katno dilaporkan tidak kunjung pulang ke rumah setelah pergi memancing di sekitar Bendungan Tugu saat kondisi hujan deras. Warga kemudian menemukan sepeda motor korban terparkir di area bendungan sehingga memicu kekhawatiran keluarga.</p>
<p>“Masyarakat melaporkan korban diduga tenggelam saat mencari ikan di bendungan. Saat itu korban terlihat memancing ketika hujan deras, namun tidak kembali ke rumah, sementara sepeda korban ditemukan di sekitar lokasi,” jelas Nanang.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek untuk membantu proses pencarian bersama unsur potensi SAR di wilayah setempat.</p>
<p>Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam beberapa tim pencarian. Tiga Search and Rescue Unit (SRU) air melakukan penyisiran di permukaan perairan menggunakan perahu karet. Sementara satu SRU darat melakukan pemantauan di sejumlah titik di sekitar lokasi terakhir korban terlihat memancing.</p>
<p>Selain itu, informasi mengenai kejadian tersebut juga disebarluaskan kepada masyarakat sekitar agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>
<p>Proses pencarian hingga evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Polsek Pule, Koramil Pule, Polsek Tugu, Koramil Tugu, Dokpol Polres Trenggalek, UPT Bendungan Tugu, aparat Kecamatan Pule, SAR MTA, RESOB, Tagana, Banser, BP 1303 Trenggalek, serta keluarga korban dan warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapal Nelayan Karam di Perairan Selatan Trenggalek, 5 ABK Selamat Setelah Terapung 12 Jam di Laut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapal-nelayan-karam-di-perairan-selatan-trenggalek-5-abk-selamat-setelah-terapung-12-jam-di-laut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapal-nelayan-karam-di-perairan-selatan-trenggalek-5-abk-selamat-setelah-terapung-12-jam-di-laut</guid>
<description><![CDATA[ Kelima awak kapal tersebut kemudian bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada penutup palka sambil menunggu pertolongan. Mereka terombang-ambing di laut sejak Minggu malam hingga Senin pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7cbacaaadd.webp" length="62646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 18:40:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kapal tabrak karang, nelayan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di perairan selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, setelah menabrak karang pada Minggu (15/3/2026) malam. Seluruh awak kapal berhasil selamat meski sempat terombang-ambing di tengah laut selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya ditemukan nelayan yang sedang memancing.</p>
<p>Kapal nelayan KM Natasya 01 dengan 5 orang awak tersebut, diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Pelabuhan Popoh, Kabupaten Tulungagung, setelah melaut selama sekitar 18 hari sejak akhir Februari. Namun nahas, saat melintasi perairan selatan Trenggalek sekitar pukul 20.00 WIB, kapal tiba-tiba menabrak karang hingga akhirnya tenggelam.</p>
<p>Nakhoda KM Natasya 01, Musoleh, mengatakan sebelum kejadian dirinya tidak melihat adanya tanda bahaya atau keberadaan karang di depan kapal. Kondisi gelap di laut membuat karang tersebut tidak terlihat hingga kapal akhirnya menabraknya.</p>
<p><em>“Kirain</em> di depan itu enggak ada apa-apa. Saya juga enggak lihat kelip-kelip atau tanda apa pun. Enggak tahunya pas di belakang kapal langsung nabrak karang, pulaunya juga enggak kelihatan,” ujar Musoleh, Senin (16/3/2026).</p>
<p>Benturan keras membuat badan kapal mengalami kebocoran parah. Dalam waktu singkat air laut masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tenggelam.</p>
<p>“Setelah nabrak itu kapalnya langsung bocor. Kurang lebih lima menit saja sudah tenggelam,” kata Musoleh.</p>
<p>Musoleh bersama empat anak buah kapal lainnya kemudian berupaya menyelamatkan diri. Mereka keluar dari dalam kapal dan mencari satu sama lain sebelum akhirnya menggunakan penutup palka atau kotak penyimpanan ikan sebagai alat bantu mengapung.</p>
<p>“Saya cari teman-teman dulu supaya kumpul semua. Terus saya ambil tutup palka itu, dipakai buat pegangan sama-sama untuk berenang,” ujarnya.</p>
<p>Kelima awak kapal tersebut kemudian bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada penutup palka sambil menunggu pertolongan. Mereka terombang-ambing di laut sejak Minggu malam hingga Senin pagi.</p>
<p>“Kurang lebih 12 jam kami di laut sampai akhirnya ada orang mancing yang menolong,” kata Musoleh.</p>
<p>Para korban akhirnya ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing di sekitar perairan tersebut. Mereka kemudian dievakuasi ke lereng batu di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kapolsek Watulimo, AKP Sunarto, menjelaskan para korban pertama kali ditolong oleh warga nelayan yang melihat mereka terapung di laut. Nelayan tersebut kemudian memberikan bantuan menggunakan tali tambang sebelum melaporkan kejadian itu kepada petugas.</p>
<p>“Lebih kurang 12 jam mereka terapung di laut. Pagi hari ada warga nelayan yang mancing di pinggir pantai melihat mereka lalu membantu dengan tali tambang,” ujar Sunarto.</p>
<p>Setelah menerima laporan, tim gabungan dari kepolisian, Polairud, dan Basarnas langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban. Selanjutnya para korban dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>“Setelah itu nelayan minta bantuan ke Polair Popoh, kemudian juga ke Prigi dan Polsek Watulimo. Akhirnya kami bersama Basarnas menjemput mereka di sekitar Karanggandu,” jelasnya.</p>
<p>Seluruh awak kapal dipastikan selamat dan dalam kondisi stabil. Meski demikian, beberapa di antaranya mengalami kelelahan setelah bertahan cukup lama di tengah laut.</p>
<p>Sementara itu, pemilik kapal diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar satu miliar rupiah. Kapal KM Natasya 01 beserta muatan ikan sekitar satu ton tenggelam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berkah Lebaran bagi Penjahit Permak Kaki Lima di Tulungagung, Pesanan Naik hingga 50 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berkah-lebaran-bagi-penjahit-permak-kaki-lima-di-tulungagung-pesanan-naik-hingga-50-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berkah-lebaran-bagi-penjahit-permak-kaki-lima-di-tulungagung-pesanan-naik-hingga-50-persen</guid>
<description><![CDATA[ Ongkos murah, kualitas jahitan bagus, pengerjaan cepat, menjadikan jasa permak pakaian penjahit emperan toko di Jalan Adi Sucipto, Tulungagung, menjadi jujugan masyarakat untuk mempermak pakaian mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7b7500ad20.webp" length="32536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 18:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, permak baju lebaran, berkah lebaran, penjahit permak tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Tradisi mengenakan pakaian baru saat merayakan Idul Fitri memang sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Namun, tidak semua pakaian yang baru dibeli langsung pas saat dikenakan. Karena itu, banyak orang memilih datang ke penjahit permak agar pakaian terasa lebih nyaman dipakai saat bersilaturahmi di hari raya.</p>
<p>Diantara suara deru mesin dan klakson kendaraan di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, sejumlah penjahit kaki lima terlihat sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti untuk memperbaiki pakaian mereka. Momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 ini membawa berkah tersendiri bagi para penjahit permak kaki lima yang melapak di emperan toko tersebut.</p>
<p>Salah satu penjahit permak, Anasrul, mengaku jumlah pelanggan yang datang ke lapaknya meningkat cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Peningkatan pesanan bahkan terasa sejak dua pekan sebelum Lebaran 2026.</p>
<p>“Iya, sudah mulai ramai. Alhamdulillah, dibanding hari biasa ada peningkatan sekitar 50 persen,” ujarnya saat ditemui, Senin (16/3/2026).</p>
<p>Menurut Anasrul, pada hari biasa ia hanya menerima sekitar 10 hingga 15 potong pakaian untuk diperbaiki. Namun menjelang Lebaran, jumlahnya bisa mencapai 25 potong pakaian dalam sehari.</p>
<p>“Kalau hari biasa kadang 10 sampai 15 potong. Sekarang bisa sampai 25 potong per hari,” katanya.</p>
<p>Jenis perbaikan yang diminta pelanggan pun beragam, mulai dari memotong panjang celana, mengecilkan ukuran pakaian, hingga mengganti resleting yang rusak. Kebanyakan pakaian yang diperbaiki merupakan baju baru yang dibeli khusus untuk Lebaran.</p>
<p>“Macam-macam. Ada yang mengecilkan, ada yang memotongkan. Rata-rata sih baju baru, karena untuk Lebaran,” kata Anasrul.</p>
<p>Meski pesanan meningkat, tarif permak yang ditawarkan tetap terjangkau. Biaya jasa biasanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung tingkat kesulitan pengerjaan.</p>
<p>“Biaya minimal Rp10 ribu sampai Rp25 ribu, tergantung kerumitannya. Kalau yang paling rumit itu biasanya bongkar total, misalnya seragam yang harus dikecilkan di bagian bahu,” jelasnya.</p>
<p>Tingginya permintaan bahkan membuat beberapa penjahit harus bekerja hingga larut malam. Tak jarang pekerjaan dibawa pulang agar bisa selesai tepat waktu sebelum Lebaran tiba.</p>
<p>“Mulai ramai sekitar dua minggu sebelum hari raya. Kadang sampai lembur juga, pekerjaannya dibawa pulang supaya cepat selesai,” ujar Anasrul.</p>
<p>Salah satu pelanggan, Silvi Ayu, mengaku sengaja datang ke penjahit langganannya untuk mengecilkan ukuran baju dan celana yang baru dibelinya.</p>
<p>Ia mengatakan hampir setiap tahun menggunakan jasa penjahit yang sama menjelang Lebaran.</p>
<p>“Ini tadi mengecilkan baju sama celana. Hampir setiap tahun ke sini,” kata Silvi.</p>
<p>Menurutnya, selain hasil jahitannya rapi, biaya yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Hal itu membuatnya tetap setia menjadi pelanggan.</p>
<p>“Murah kok, tadi cuma Rp15 ribu, tapi kualitasnya bagus,” ujarnya.</p>
<p>Meski permintaan terus meningkat menjelang Lebaran, para penjahit permak di kawasan tersebut tetap mempertahankan tarif yang sama. Pelanggan pun umumnya sudah memiliki penjahit langganan masing-masing, sehingga persaingan antarpenjahit tidak terlalu terasa.</p>
<p>Bagi para penjahit kaki lima ini, musim Lebaran bukan sekadar momen sibuk, tetapi juga kesempatan untuk menambah penghasilan. Di balik hiruk pikuk persiapan hari raya, jarum dan mesin jahit mereka terus bergerak, membantu banyak orang tampil lebih percaya diri dengan pakaian yang pas di badan saat merayakan Idul Fitri. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Tulungagung Sidak Menu MBG di Sekolah, Respons Keluhan Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-sidak-menu-mbg-di-sekolah-respons-keluhan-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-sidak-menu-mbg-di-sekolah-respons-keluhan-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan program MBG agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b56faf4bfd5.webp" length="60930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 22:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gatut sunu wibowo, sidak mbg, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung, bersama Satgas program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah penerima program tersebut.</p>
<p>Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat terkait menu MBG yang dinilai kurang layak atau tidak sebanding dengan nominal anggaran yang dialokasikan.</p>
<p>Pemantauan acak ini ditujukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan tujuan awalnya, yakni menyediakan asupan makanan bergizi bagi para siswa.</p>
<p>Dalam video sidak yang diunggah melalui akun Instagram @gatut_sunu pada Jumat (14/3/2026), Bupati Gatut Sunu terlihat berkomunikasi dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang. Dalam percakapan tersebut, ia meminta izin untuk melakukan sidak langsung ke sejumlah sekolah.</p>
<p>“Bu, mohon izin nggih, mohon izin. Saya ini mau sidak ke beberapa titik sekolah Bu ya, izin nggih. Nanti hasilnya saya laporkan ke panjenengan nggih,” ujar Gatut Sunu dalam video tersebut.</p>
<p>Pada lokasi sidak pertama di salah satu sekolah dasar, tim menemukan menu MBG yang terdiri dari nugget, tiga buah kurma, roti tawar tanpa isi, serta saus.</p>
<p>“Dan ini kondisinya seperti ini, bisa dilihat. Ini ada nugget, lalu ada kurma tiga. Kemudian ada roti tawar tanpa isi, dan ada saus,” kata Gatut saat menunjukkan paket makanan yang diterima siswa.</p>
<p>Ia menegaskan, hasil sidak tersebut akan segera dilaporkan kepada pihak BGN di Jakarta untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>“Nah, hasil sidak ini secepatnya akan kami laporkan ke Bu Nanik Deyang di Jakarta. Kami selaku kepala daerah ditugasi untuk turun langsung di lapangan, dan tidak hanya di tempat ini saja. Nanti secara bertahap akan kami lakukan di titik-titik lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Gatut juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan program MBG agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Menurutnya, program yang merupakan inisiatif pemerintah pusat tersebut memiliki tujuan baik bagi masyarakat.</p>
<p>“Intinya program dari Bapak Presiden Republik Indonesia jangan sampai disalahgunakan. Karena niatannya baik. Kalau di lapangan terjadi sesuatu, itu hanya oknum tertentu. Kami selaku kepala daerah akan selalu tegak lurus pada program-program pemerintah pusat dan akan mengawal pelaksanaannya di Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.</p>
<p>Sidak kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua. Di tempat ini, menu MBG yang ditemukan berbeda, yakni susu kemasan 250 ml, lima butir telur puyuh, satu roti kukus berukuran kecil, dua potong tahu isi, serta satu buah apel.</p>
<p>Gatut menjelaskan bahwa paket makanan tersebut merupakan jatah untuk dua hari sekaligus, yakni Jumat dan Sabtu.</p>
<p>“Ada susu kemasan 250 ml, lalu telur puyuh isinya lima biji, kemudian roti kukus ukuran kecil satu, tahu isi dua, dan apel. Ini adalah jatah untuk dua hari, hari Jumat dan Sabtu yang dijadikan satu atau dirapel,” jelasnya.</p>
<p>Meski menemukan perbedaan menu di lapangan, Gatut menyatakan belum bisa menyimpulkan apakah kondisi tersebut merupakan pelanggaran atau tidak. Ia menegaskan bahwa hasil sidak akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pihak terkait di tingkat pusat.</p>
<p>“Apakah ini pelanggaran atau tidak, saya tidak bisa menyampaikan. Nanti biar hasil sidak ini kita laporkan ke kementerian, ke Ibu Nanik S. Deyang, dan beliau yang akan menindaklanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Warga Binaan Lapas Tulungagung Diusulkan Terima Remisi Lebaran 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-binaan-lapas-tulungagung-diusulkan-terima-remisi-lebaran-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-binaan-lapas-tulungagung-diusulkan-terima-remisi-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[ Terkait waktu turunnya persetujuan remisi dari pemerintah. Keputusan biasanya diumumkan sehari menjelang Hari Raya Idulfitri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b417f2c4e01.webp" length="43514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 21:40:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, remisi lebaran 2026, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebanyak 365 warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung, tengah diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idulfitri 1447 H. Saat ini proses pengusulan masih berlangsung karena pihak Lapas masih melengkapi sejumlah persyaratan administrasi.</p>
<p>Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja) Lapas Tulungagung, Rizal Arbi Fanani mengatakan, hingga saat ini data warga binaan yang diusulkan sudah mencapai 365 orang, namun prosesnya belum sepenuhnya rampung.</p>
<p>“Untuk pengusulan remisi sekarang masih dalam proses. Sudah terkumpul 365 warga binaan dan masih berproses pengumpulan data, karena memang syarat-syaratnya sedang dipenuhi,” ujar Rizal, Jumat (13/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pengusulan remisi tersebut sudah mulai diajukan, namun masih berada dalam tahapan verifikasi dan pemenuhan dokumen.</p>
<p>“Sudah diusulkan sekitar 365 orang dan masih berproses,” katanya.</p>
<p>Terkait waktu turunnya persetujuan remisi dari pemerintah, Rizal menyebutkan bahwa keputusan biasanya diumumkan sehari menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>“Untuk remisinya itu biasanya turun H-1 Lebaran,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini, total penghuni Lapas mencapai sekitar 605 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian merupakan narapidana yang sudah menjalani vonis pengadilan, sementara sisanya masih berstatus tahanan.</p>
<p>“Jumlah warga binaan saat ini sekitar 605 orang. Untuk narapidana sekitar 450 orang, sisanya tahanan,” ungkapnya.</p>
<p>Dari ratusan warga binaan yang diusulkan menerima remisi, beberapa di antaranya juga berpotensi langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana. Namun, jumlah pastinya masih menunggu proses penetapan.</p>
<p>“Ada yang berpotensi langsung bebas, kategori RK2. Tapi saat ini masih diusulkan dan masih dalam proses,” kata Rizal.</p>
<p>Rizal menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi warga binaan untuk dapat diusulkan menerima remisi. Salah satunya adalah telah menjalani masa pidana minimal enam bulan.</p>
<p>“Untuk remisi, pengusulannya minimal sudah menjalani pidana enam bulan,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, warga binaan juga harus menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan di Lapas.</p>
<p>“Setelah itu harus berkelakuan baik. Tentu ada asesmen dari pihak Lapas. Kalau dia berperilaku baik selama menjalani pembinaan di Lapas, maka dia berhak mendapatkan remisi,” jelasnya.</p>
<p>Besaran remisi yang diberikan juga berbeda-beda tergantung masa pidana yang telah dijalani. Pada tahun pertama narapidana dapat memperoleh pengurangan hukuman selama satu bulan hingga dua bulan.</p>
<p>“Remisi tahun pertama satu bulan, tahun kedua satu bulan setengah, dan tahun-tahun selanjutnya sekitar dua bulan,” pungkas Rizal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Percepat Perbaikan Jalur Mudik Lebaran 1447 H</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-percepat-perbaikan-jalur-mudik-lebaran-1447-h</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-percepat-perbaikan-jalur-mudik-lebaran-1447-h</guid>
<description><![CDATA[ Hingga tujuh hari sebelum Lebaran (H-7), sebagian besar proyek perbaikan jalan telah mencatat progres di atas 50 persen, bahkan beberapa ruas hampir selesai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3b6ccb0773.webp" length="104820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 16:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jalan rusak, perbaikan jalan, pupr tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mempercepat pengerjaan perbaikan sejumlah jalan utama menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H. Hingga tujuh hari sebelum Lebaran (H-7), sebagian besar proyek perbaikan jalan telah mencatat progres di atas 50 persen, bahkan beberapa ruas hampir selesai.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Shodiq, menyampaikan bahwa sejumlah ruas prioritas yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat kini sudah mendekati tahap penyelesaian.</p>
<p></p>
<p>“Ruas Gragalan-Wonorejo di Kecamatan Sumbergempol progresnya sudah sekitar 95 persen. Begitu juga ruas Ngunut Lingkungan 8 dan Desa Doroampel di Kecamatan Sumbergempol yang sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Shodiq, Jumat (13/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, untuk ruas Pulosari hingga Bukur, pengerjaan perbaikan jalan telah mencapai sekitar 62 persen.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan ruas lainnya, perbaikan jalan di Desa Sambijajar masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 2 persen. Hal ini disebabkan kondisi kerusakan jalan yang cukup berat sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.</p>
<p></p>
<p>“Kerusakan di Sambijajar memang cukup parah sehingga harus dilakukan pengurukan terlebih dahulu. Menjelang Lebaran kemungkinan hanya dilakukan penambalan sementara agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ruas Boyolangu-Sanggrahan juga telah memasuki tahap pengaspalan dan ditargetkan dapat rampung sebelum Lebaran.</p>
<p></p>
<p>“Pengaspalan mulai dilakukan hari ini. Saat Lebaran nanti ruas Boyolangu-Sanggrahan sudah tertutup aspal seluruhnya,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Shodiq menambahkan, khusus untuk perbaikan jalan dengan metode rekonstruksi beton, terutama di wilayah pegunungan, pelaksanaannya baru akan dimulai setelah Lebaran. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi kemacetan selama masa arus mudik.</p>
<p></p>
<p>Terkait pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran cukup besar untuk perbaikan jalan menjelang Lebaran tahun ini.</p>
<p></p>
<p>“Untuk perbaikan jalan yang diprioritaskan menjelang Lebaran anggarannya hampir mencapai Rp60 miliar,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan capaian progres tersebut, pihaknya optimistis sekitar 90 persen jalur utama di Tulungagung sudah dalam kondisi baik saat Lebaran Idulfitri 1447 H.</p>
<p></p>
<p>“Kami menargetkan sekitar 90 persen jalur utama sudah selesai sebelum Lebaran. Sisanya akan dilanjutkan setelah Lebaran,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-musrenbang-rkpd-2027-fokus-pada-penguatan-infrastruktur-dan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-musrenbang-rkpd-2027-fokus-pada-penguatan-infrastruktur-dan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya, RKPD 2027 memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari pelaksanaan periode pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 sekaligus tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b36ba6af42e.webp" length="50698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:00:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, musrenbang, rancangan rkpd 2027, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan penyusunan arah pembangunan daerah, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari tingkat desa hingga kabupaten.</p>
<p></p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam forum tersebut menjelaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. RKPD menjadi dokumen penting yang menjabarkan arah pembangunan daerah dalam jangka waktu satu tahun.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, RKPD 2027 memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari pelaksanaan periode pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 sekaligus tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.</p>
<p></p>
<p>“RKPD memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun. Dokumen ini nantinya menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBD,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati menegaskan bahwa Musrenbang di tingkat kabupaten merupakan forum penting untuk menyelaraskan berbagai aspirasi pembangunan yang telah dihimpun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Musrenbang kabupaten merupakan forum strategis untuk menyelaraskan hasil musrenbang desa dan kelurahan, musrenbang kecamatan, pokok-pokok pikiran DPRD, serta prioritas pembangunan nasional dan provinsi,” kata dia.</p>
<p></p>
<p>Melalui forum ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa RKPD tidak hanya disusun melalui pendekatan teknokratis, tetapi juga partisipatif dan mampu menjawab persoalan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Dengan demikian, RKPD benar-benar menjadi instrumen kebijakan tahunan yang kredibel, akuntabel, serta mampu menjembatani antara visi RPJMD dengan implementasi program dan kegiatan yang tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gatut Sunu juga memaparkan arah pembangunan Kabupaten Tulungagung pada tahun 2027 yang berfokus pada percepatan pencapaian lima misi pembangunan daerah.</p>
<p></p>
<p>Kelima misi tersebut meliputi peningkatan daya saing perekonomian berbasis hilirisasi sektor unggulan dan pembangunan desa; pembangunan infrastruktur serta lingkungan hidup yang berkualitas; peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berbudaya; penuntasan kemiskinan secara terpadu; serta tata kelola pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan bebas korupsi.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan misi tersebut membutuhkan sinergi seluruh pihak.</p>
<p></p>
<p>“Kelima misi tersebut harus kita jalankan secara terintegrasi dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pemkab Tulungagung menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu "Tulungagung Berkarakter, Pembangunan SDM Berakhlak Mulia, Potensi Ekonomi Lokal Bernilai Tambah, serta Tata Kelola Bersih dan Akuntabel".</p>
<p></p>
<p>Menurut Gatut Sunu, tema tersebut dirumuskan sebagai respons terhadap tantangan pembangunan sekaligus langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>“Tema ini menjadi jawaban atas tantangan yang kita hadapi sekaligus langkah strategis untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, inovatif, dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal adalah pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas. Bupati meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tetap menjaga alokasi anggaran pembangunan jalan.</p>
<p></p>
<p>“Saya minta TAPD untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jalan tahun 2027 minimal sama dengan tahun 2026,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus menekan biaya transportasi.</p>
<p></p>
<p>“Dengan jalan yang alus dan mulus, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar. Biaya transportasi bisa ditekan karena akses antarwilayah menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Gatut Sunu.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa akses jalan yang baik tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan.</p>
<p></p>
<p>“Kemudahan akses ini bukan hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mempermudah masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan. Dari situlah pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter dapat dimulai,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati berharap Musrenbang benar-benar menjadi forum musyawarah yang substansial, bukan sekadar formalitas.</p>
<p></p>
<p>“Saya harapkan musrenbang yang kita laksanakan hari ini benar-benar menjadi musyawarah yang bermakna, tidak hanya menampung usulan tetapi juga mendiskusikan secara serius usulan yang dianggap sebagai prioritas,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memaparkan usulan prioritas yang dinilai paling berdampak bagi pencapaian visi pembangunan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Saya minta Bappeda menyampaikan prioritas usulan yang paling berdampak dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, kemudian membuka ruang pembahasan bersama seluruh peserta musrenbang,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan rencana pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Semoga kegiatan ini benar-benar dapat mewujudkan masyarakat Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia sepanjang masa,” pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Siagakan 397 Personel Amankan Mudik Lebaran, Simpang Cuwiri dan Lembupeteng Diprediksi Jadi Titik Rawan Macet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-siagakan-397-personel-amankan-mudik-lebaran-simpang-cuwiri-dan-lembupeteng-diprediksi-jadi-titik-rawan-macet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-siagakan-397-personel-amankan-mudik-lebaran-simpang-cuwiri-dan-lembupeteng-diprediksi-jadi-titik-rawan-macet</guid>
<description><![CDATA[ Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik hingga libur Lebaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2978c7e88b.webp" length="93214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 19:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lebaran 2026, arus mudik, kasat lantas polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kepolisian Resor Tulungagung mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama musim mudik dan libur Lebaran tahun 2026. Sejumlah simpul kepadatan lalu lintas diperkirakan muncul, terutama di wilayah dalam kota serta jalur menuju kawasan wisata.</p>
<p>Pengamanan tersebut dilakukan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang melibatkan 397 personel gabungan dari berbagai instansi. Rinciannya, 268 personel berasal dari kepolisian, sementara sisanya berasal dari TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, organisasi radio amatir, hingga pramuka.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik hingga libur Lebaran.</p>
<p>“Personel yang kita siapkan total 397 dari berbagai instansi. Prioritas pengamanan ada di dalam kota dan juga di jalur lintas selatan,” ujar Taufik, Kamis (12/3/2026).</p>
<p>Lima Pos Pengamanan Disiapkan untuk mendukung pengamanan arus mudik, polisi menyiapkan lima pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Pos tersebut meliputi Pos Pelayanan Lembupeteng, serta Pos Pengamanan Cuwiri, Terminal Tulungagung, Bandung, dan Besuki.</p>
<p>Selain itu, Satlantas juga menurunkan tim urai kemacetan yang dibagi ke dalam empat arah utama pergerakan kendaraan.</p>
<p>“Tim urai kami bagi menjadi empat titik, yaitu barat, utara, timur, dan selatan,” jelas Taufik.</p>
<p>Untuk wilayah barat, petugas difokuskan di Simpang Empat Cuwiri. Sementara arah timur berada di Pasar Ngunut, arah utara di kawasan Ngantru, dan arah selatan difokuskan pada jalur Bandung-Besuki yang menjadi akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).</p>
<p>Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, polisi memprediksi ada dua titik yang berpotensi mengalami kemacetan cukup tinggi selama masa mudik. Kedua titik tersebut adalah Simpang Empat Cuwiri dan Jembatan Lembupeteng yang menjadi salah satu akses utama kendaraan keluar masuk pusat kota Tulungagung.</p>
<p>“Pengalaman tahun lalu yang cukup padat itu di kawasan Cuwiri dan dalam kota,” kata Taufik.</p>
<p>Sementara untuk Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, kepolisian tetap menyiapkan pengamanan meski diperkirakan tidak seramai saat libur tahun baru.</p>
<p>“Kalau JLS prediksi kami tidak sebanyak tahun baru, tapi tetap kita siapkan pengamanan karena biasanya ada peningkatan kendaraan pada sore hari,” tambahnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat tentatif, termasuk kemungkinan penerapan <em>contra flow</em> jika terjadi kemacetan panjang.</p>
<p>Selain itu, rekayasa arus juga akan dilakukan di kawasan pertigaan Jalur Lintas Selatan, dengan membagi arus kendaraan menuju dua arah, yakni Campurdarat dan Bandung.</p>
<p>Menurut Taufik, kondisi jalan menuju Campurdarat yang sempat rusak akibat banjir kini sudah mulai diperbaiki sehingga dapat kembali digunakan oleh pemudik.</p>
<p>“Kami sudah cek, perbaikan jalan di Campurdarat sudah mulai bagus sehingga bisa membantu mengurai kepadatan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, polisi juga mengingatkan masyarakat terkait maraknya kereta kelinci yang sering beroperasi di jalan raya. Polisi menegaskan kendaraan wisata tersebut tidak diperbolehkan melintas di jalan umum karena berpotensi membahayakan keselamatan. Meski demikian, penindakan akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif.</p>
<p>“Kami tetap mengimbau kereta kelinci tidak boleh di jalan raya. Penindakan akan mengedepankan ETLE, teguran, maupun peneguran tertulis,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, puncak arus mudik di Tulungagung diperkirakan terjadi pada 16 hingga 17 menjelang Hari Raya Idulfitri.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Gereja Berbagi Bingkisan Lebaran, Kisah Hangat Ribuan Warga Tulungagung Menanti Bingkisan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-gereja-berbagi-bingkisan-lebaran-kisah-hangat-ribuan-warga-tulungagung-menanti-bingkisan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-gereja-berbagi-bingkisan-lebaran-kisah-hangat-ribuan-warga-tulungagung-menanti-bingkisan</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Lebaran Tahun 2026 ini, jemaat GBI Rock Tulungagung membagikan 2.200 paket bingkisan Lebaran kepada warga pra sejahtera yang tersebar di 17 kelurahan di Tulungagung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.000 paket untuk 15 kelurahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b28f9c595fb.webp" length="49650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 19:01:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gbi rock tulungagung, gereja berbagi lebaran, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sejak Kamis (12/3/2026) pagi, halaman Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock di Kelurahan Kenayan, Tulungagung, sudah dipenuhi antrean warga. Mereka datang membawa kupon dari kelurahan masing-masing, berharap pulang dengan bingkisan sembako untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Ribuan warga pra sejahtera dari berbagai penjuru kota tampak sabar menunggu giliran. Meski harus berdesakan dalam antrean panjang, suasana tetap hangat. Senyum dan sapaan ringan antar warga mewarnai kegiatan sosial yang sudah menjadi tradisi tahunan ini.</p>
<p></p>
<p>Menjelang Lebaran tahun 2026 ini, jemaat GBI Rock Tulungagung membagikan 2.200 paket bingkisan Lebaran kepada warga pra sejahtera yang tersebar di 17 kelurahan di Tulungagung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.000 paket untuk 15 kelurahan.</p>
<p></p>
<p>Pengurus GBI Rock Tulungagung, Ramlan Sinaga, mengatakan kegiatan berbagi ini sudah berlangsung selama 15 tahun. Tujuannya sederhana, ikut menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang akan merayakan Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>“Sasarannya warga pra sejahtera yang akan merayakan Idulfitri. Kami ingin melengkapi sukacita mereka di hari raya dengan paket yang kami berikan hari ini,” ujar Ramlan.</p>
<p></p>
<p>Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, serta biskuit dan minuman. Nilainya sekitar Rp100 ribu per paket.</p>
<p></p>
<p>Agar pembagian tepat sasaran, pihak gereja bekerja sama dengan pemerintah kelurahan. Data warga pra sejahtera diperoleh dari kelurahan, kemudian penerima diberi kupon dengan warna berbeda sesuai wilayah masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Kelurahan yang menentukan kategori warga pra sejahtera. Kami hanya memfasilitasi supaya pembagian berjalan tertib dan tepat sasaran,” jelas Ramlan.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi ini juga menjadi simbol kepedulian lintas iman. Jemaat gereja berbagi kepada warga yang mayoritas akan merayakan Lebaran.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami, teman-teman pra sejahtera bisa merasakan sukacita di Lebaran ini,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Bagi warga penerima, bantuan ini sangat berarti. Lilik Suryani salah satunya, warga Kelurahan Jepun tersebut mengaku hampir setiap tahun datang untuk menukar kupon dengan bingkisan Lebaran. Ia merasa sangat terbantu dengan paket sembako yang diterimanya.</p>
<p></p>
<p>“Setiap tahun dapat. Isinya seperti tahun lalu, ada minuman, gula, dan lainnya. Sangat membantu,” kata Lilik sambil tersenyum.</p>
<p></p>
<p>Di tengah antrean panjang pagi itu, terselip pesan sederhana namun kuat, perbedaan agama tidak menghalangi orang untuk saling peduli dan Lebaran terasa lebih hangat bagi semua. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg, Dua Tersangka Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penyebab-kelangkaan-lpg-3-kg-dua-tersangka-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penyebab-kelangkaan-lpg-3-kg-dua-tersangka-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial HM (40), warga Blitar, dan IM (47), warga Tulungagung. Keduanya diduga terlibat dalam praktik penyuntikan gas LPG bersubsidi ke tabung non-subsidi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2813ca7eb0.webp" length="81882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 17:32:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penyalahgunaan lpg, lpg 3 kg langka, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kasus kelangkaan gas LPG bersubsidi tiga kilogram yang terjadi selama sekitar satu bulan terakhir di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.</p>
<p>Satreskrim Polres Tulungagung menetapkan dua orang tersangka yang diduga melakukan praktik penyuntikan LPG bersubsidi serta penjualan tabung gas elpiji tiga kilogram ke luar wilayah.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari banyaknya laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah kecamatan. Informasi itu bahkan sempat ramai dibicarakan di media sosial hingga menjadi perhatian nasional.</p>
<p>“Berawal dari informasi masyarakat yang beredar sangat masif di media sosial hingga masuk dalam pemberitaan nasional terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Tulungagung,” ujar AKBP Ihram Kustarto, Kamis (12/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, kelangkaan gas bersubsidi tersebut paling dirasakan warga di tiga kecamatan, yakni Ngunut, Rejotangan, dan Ngantru. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan fakta adanya kelangkaan gas yang kemudian merembet ke wilayah lain.</p>
<p>“Ketika kami mendatangi lokasi dan melakukan serangkaian kegiatan di masyarakat, benar didapati terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram yang akhirnya merembet ke kecamatan lain di Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan distribusi LPG bersubsidi. Gas elpiji tiga kilogram yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Tulungagung justru dikirim dan dijual ke luar rayon, yakni ke Kabupaten Blitar.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial HM (40), warga Blitar, dan IM (47), warga Tulungagung. Keduanya diduga terlibat dalam praktik penyuntikan gas LPG bersubsidi ke tabung non-subsidi.</p>
<p>“Untuk sementara kami telah menetapkan dua tersangka dan menyita barang bukti yang dapat dilihat bersama, kurang lebih sekitar 1.300 tabung gas yang terdiri dari tabung tiga kilogram dan dua belas kilogram,” kata Ihram.</p>
<p>Selain tabung gas, polisi juga mengamankan empat alat suntik gas serta sejumlah peralatan lain yang digunakan dalam praktik penyuntikan LPG tersebut. Dari total barang bukti itu, sekitar 300 tabung gas ditemukan sebagai sarana praktik penyuntikan, sementara sisanya merupakan tabung yang diduga terkait dengan distribusi ke luar rayon.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, modus operandi yang digunakan para tersangka adalah membeli LPG 3 kilogram dari pangkalan di wilayah Rejotangan, Tulungagung, kemudian membawanya ke rumah tersangka HM di Blitar untuk dilakukan penyuntikan ke tabung LPG 12 kilogram non-subsidi.</p>
<p>“Motifnya adalah mencari keuntungan pribadi. Awalnya mereka membeli LPG tiga kilogram yang melanggar ketentuan rayonisasi, lalu melakukan penyuntikan gas dari tabung subsidi ke tabung dua belas kilogram untuk kebutuhan industri,” terangnya.</p>
<p>Ia menambahkan, setiap wilayah sebenarnya memiliki tanda khusus pada tabung gas sebagai penanda distribusi. Misalnya, tabung milik Tulungagung memiliki label tutup berwarna biru, sedangkan milik Blitar berwarna putih.</p>
<p>“Kalau tutupnya berwarna biru itu milik Kabupaten Tulungagung, sedangkan warna putih milik Blitar. Di situ sudah terlihat pelanggaran administrasi rayonisasi sebelum akhirnya mereka melakukan penyuntikan untuk memperoleh keuntungan,” lanjutnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, praktik ilegal tersebut telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar empat tahun. Dalam praktiknya, tersangka HM menjual hasil gas suntikan kepada IM yang berperan sebagai penadah sekaligus penjual kembali.</p>
<p>Dari setiap tabung LPG 12 kilogram hasil penyuntikan, keduanya diperkirakan memperoleh keuntungan antara Rp100.000 hingga Rp150.000.</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan sementara, kegiatan ini sudah berjalan sekitar empat tahun. HM menjual hasil suntikan gas kepada IM dengan keuntungan yang diperoleh berkisar antara seratus ribu hingga seratus lima puluh ribu rupiah per tabung,” ungkap Kapolres.</p>
<p>Selain praktik penyuntikan, polisi juga masih mendalami dugaan pengiriman LPG 3 kilogram ke luar rayon. Dari penyelidikan awal di wilayah Ngantru, Ngunut, dan Rejotangan, ditemukan sekitar 975 tabung gas yang diduga dikirim ke Blitar.</p>
<p>“Statusnya masih dalam pengembangan, karena kami menemukan adanya pengiriman gas dari beberapa kecamatan di Tulungagung menuju Blitar yang turut memicu kelangkaan,” katanya.</p>
<p>Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara atau denda hingga sepuluh miliar rupiah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Trenggalek Usulkan Perda Multi Years untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-trenggalek-usulkan-perda-multi-years-untuk-percepat-pembangunan-infrastruktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-trenggalek-usulkan-perda-multi-years-untuk-percepat-pembangunan-infrastruktur</guid>
<description><![CDATA[ Gagasan ini muncul sebagai respons atas banyaknya aspirasi masyarakat yang berharap pembangunan infrastruktur bisa dilakukan lebih cepat dan berkelanjutan.
Selama ini, proses penganggaran daerah berjalan dalam dua siklus, yakni APBD induk dan perubahan anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b17bffca547.webp" length="28112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 22:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, mas ipin, perda multi years, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menyiapkan langkah baru untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di berbagai wilayah.</p>
<p>Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Trenggalek tahun 2027, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengemukakan gagasan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) skema Multi Years bagi program-program strategis daerah.</p>
<p>Usulan tersebut disampaikan dalam Musrenbang yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Gagasan ini muncul sebagai respons atas banyaknya aspirasi masyarakat yang berharap pembangunan infrastruktur bisa dilakukan lebih cepat dan berkelanjutan.</p>
<p>Selama ini, proses penganggaran daerah berjalan dalam dua siklus, yakni APBD induk dan perubahan anggaran.</p>
<p>Meski APBD induk memiliki rentang waktu lebih panjang, pelaksanaan proyek pembangunan sering kali tidak dapat segera dimulai karena harus melalui berbagai tahapan administratif, mulai dari proses perencanaan, penyusunan dokumen, hingga lelang proyek.</p>
<p>Sebagai contoh, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp95 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun realisasi pengerjaan tidak bisa langsung dilakukan karena masih harus melalui tahapan penunjukan pemenang lelang dan penandatanganan kontrak kerja.</p>
<p>Sementara itu, pada siklus perubahan anggaran, waktu pelaksanaan kegiatan relatif lebih singkat. Umumnya hanya tersisa dua hingga tiga bulan menjelang akhir tahun anggaran.</p>
<p>Kondisi ini membuat sejumlah proyek terpaksa dikerjakan secara terburu-buru dan cenderung bersifat darurat sehingga dampaknya dinilai kurang optimal bagi masyarakat.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin mengusulkan agar program strategis daerah, khususnya pembangunan infrastruktur jalan, dapat dilaksanakan melalui skema pembiayaan Multi Years.</p>
<p>"Ini saya lontarkan di forum Musrenbang karena apapun keputusan strategis di daerah itu sebenarnya harus atas persetujuan rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil rakyat. Makanya selama ini siklus anggaran kita itu ada di siklus di anggaran induk dan ada yang di siklus anggaran perubahan," kata Bupati Trenggalek, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Ia menilai skema tersebut dapat menjadi solusi agar pembangunan tidak terhambat oleh keterbatasan waktu dalam siklus anggaran tahunan.</p>
<p>"Kita hanya punya waktu 2 atau 3 bulan untuk melakukan eksekusi kegiatan. Dan itu rasanya kegiatan yang diusulkan adalah kegiatan yang kecil-kecil yang kurang berdampak. Jadi kami berharap kalau memang masalahnya masyarakat sekarang ini infrastruktur ya sudah kita buat Multi Years saja program strategis daerah," imbuhnya.</p>
<p>Mas Ipin menjelaskan, skema Multi Years memungkinkan proyek strategis, terutama pembangunan ruas jalan yang dibutuhkan masyarakat, dikerjakan secara berkelanjutan selama masa jabatan yang masih tersisa empat tahun. Dengan demikian, pembangunan dapat tetap berjalan meskipun sumber anggaran berasal dari APBD induk maupun perubahan.</p>
<p>Menurutnya, mekanisme ini berbeda dengan proyek yang selama ini berjalan yang sebagian besar bersifat darurat. Hal itu terjadi karena masyarakat mengajukan kebutuhan perbaikan jalan, sementara pemerintah daerah masih harus melalui proses perencanaan, lelang, hingga penunjukan pemenang tender sebelum pekerjaan dapat dimulai.</p>
<p>Ia mencontohkan proyek pembangunan ruas jalan Ngetal hingga Kampak yang menggunakan skema Multi Years. Kontrak proyek tersebut ditandatangani pada Desember tahun lalu sehingga pekerjaan sudah dapat dimulai sejak Januari.</p>
<p>“Sekarang progresnya sudah mencapai sekitar 41 persen. Ini salah satu keuntungan kalau pekerjaannya menggunakan sistem Multi Years,” jelasnya.</p>
<p>Dalam implementasinya nanti, DPRD diharapkan dapat berperan aktif dengan mengusulkan prioritas pembangunan infrastruktur berdasarkan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Dengan begitu, kebutuhan pembangunan di setiap wilayah bisa diakomodasi secara lebih merata.</p>
<p>Mas Ipin juga mengaku telah berkomunikasi dengan pimpinan DPRD terkait rencana tersebut. Ia berharap inisiatif pembentukan perda justru dapat diprakarsai oleh DPRD sebagai representasi masyarakat.</p>
<p>“Harapan saya itu malah datang dari wakil rakyat, sebagai prakarsa dari DPRD, karena mereka yang punya konstituen di bawah. Tinggal nanti kita eksekutif yang mendorong. Kita yang melontarkan ide, tapi mereka yang memprakarsai untuk perdanya,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga akan mempelajari aspek regulasi terkait penerapan perda Multi Years tersebut. Salah satu yang akan dibahas adalah apakah perda nantinya harus mencantumkan nilai anggaran secara spesifik atau cukup menetapkan jenis proyek yang akan dikerjakan.</p>
<p>Hal ini menjadi penting karena fluktuasi harga material konstruksi, termasuk aspal, yang sangat dipengaruhi kondisi global. Ia mencontohkan dampak konflik geopolitik yang memengaruhi harga minyak dunia, yang juga berdampak pada kenaikan harga aspal sebagai salah satu produk turunannya.</p>
<p>Karena itu, menurutnya perlu dipertimbangkan apakah yang akan diikat dalam perda adalah nilai anggaran atau jenis pekerjaan yang menjadi prioritas pembangunan.</p>
<p>"Secara prinsip apa yang dibutuhkan masyarakat itu harus dianggarkan kontinyu," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Tulungagung Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-petakan-titik-rawan-kecelakaan-dan-kemacetan-jelang-operasi-ketupat-semeru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-petakan-titik-rawan-kecelakaan-dan-kemacetan-jelang-operasi-ketupat-semeru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode mudik dan balik Lebaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1789e9ab59.webp" length="26436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 22:17:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, lebaran 2026, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP -</b> Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dan arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan kecelakaan maupun lokasi yang berpotensi terjadi kemacetan di wilayah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila melalui KBO Satlantas Iptu Zainudin mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode mudik dan balik Lebaran.</p>
<p>Menurut IPTU Zainudin, titik rawan kecelakaan atau black spot di Tulungagung bersifat dinamis dan dapat berubah setiap waktu. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh pola distribusi arus kendaraan yang kini tidak hanya terfokus pada jalur utama, melainkan mulai menyebar ke berbagai ruas alternatif.</p>
<p>“Lokasi black spot dapat berubah setiap bulan. Hal ini karena distribusi arus lalu lintas tidak lagi terpusat di satu jalur saja,” ujar Zainudin, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Berdasarkan data terbaru kepolisian, salah satu wilayah yang cukup sering terjadi kecelakaan berada di ruas Boyolangu hingga Campurdarat, tepatnya di Desa Pelem. Dalam sejumlah kasus yang tercatat, kecelakaan umumnya melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat.</p>
<p>Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur utama yang biasa digunakan sebagai rute mudik. Kepadatan kendaraan, kata Zainudin, sering kali berbanding lurus dengan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada ruas jalan lurus yang minim rambu maupun lampu lalu lintas, pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga potensi kecelakaan menjadi lebih besar.</p>
<p>“Semakin padat arus kendaraan, biasanya risiko kecelakaan juga meningkat, terutama jika pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalur lurus,” jelasnya.</p>
<p>Selain memetakan titik rawan kecelakaan, Satlantas Polres Tulungagung juga mengidentifikasi sejumlah trouble spot atau lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan arus kendaraan. Pola kemacetan tersebut diperkirakan berbeda antara periode sebelum Lebaran (H-) dan setelah Lebaran (H+).</p>
<p>Pada masa H- Lebaran, kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di kawasan dalam kota, khususnya di sekitar Jembatan Lembu Peteng. Area tersebut menjadi simpul pertemuan lima ruas jalan dari berbagai arah, yakni jalur barat, timur, serta akses menuju Pasar Ngemplak.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, polisi telah memasang pembatas jalan atau tolo-tolo guna mencegah kendaraan dari jalur kecil langsung memotong arus utama.</p>
<p>“Kami juga melakukan pembinaan kepada relawan pengatur lalu lintas, agar tetap memprioritaskan kendaraan di jalur utama,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, potensi kemacetan setelah Lebaran diperkirakan bergeser ke kawasan wisata. Hal ini disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat yang melakukan rekreasi maupun silaturahmi ke luar kota.</p>
<p>Kepadatan arus kendaraan diperkirakan terjadi di kawasan Simpang Tiga Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga akses menuju sejumlah destinasi wisata pantai di sepanjang jalur tersebut yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satlantas Polres Tulungagung membentuk tim patroli cepat guna membantu personel di pos pengamanan.</p>
<p>Tim patroli ini dibagi menjadi empat wilayah kerja, yaitu Bit 1 meliputi Jetaan hingga Perempatan Cuwiri, Bit 2 dari Tamanan menuju Gor Lembu Peteng dan Pasar Boyolangu, Bit 3 di kawasan dalam kota, serta Bit 4 yang mencakup Simpang Tiga Bandung, Campurdarat hingga jalur menuju pesisir selatan.</p>
<p>“Tim ini bersifat mobile. Ketika dari pemantauan situasi lalu lintas terlihat adanya kepadatan, tim akan segera bergerak untuk membantu mengurai arus kendaraan,” terang Zainudin.</p>
<p>Selain pengerahan tim patroli, kepolisian juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas apabila terjadi lonjakan kendaraan secara signifikan, khususnya di kawasan wisata.</p>
<p>Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemberlakuan sistem satu arah (one way) serta penutupan sementara akses dari jalur bawah guna mempercepat penguraian kepadatan.</p>
<p>“Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan sebagai langkah terakhir jika kapasitas jalan sudah tidak mampu menampung volume kendaraan, sehingga kemacetan total dapat dihindari,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Razia Gabungan di Terminal Gayatri Tulungagung, 200 Kendaraan Diperiksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/razia-gabungan-di-terminal-gayatri-tulungagung-200-kendaraan-diperiksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/razia-gabungan-di-terminal-gayatri-tulungagung-200-kendaraan-diperiksa</guid>
<description><![CDATA[ Selain menindak pelanggaran administrasi, petugas juga menemukan sejumlah kendaraan yang masuk kategori Over Dimension Over Loading (ODOL). Namun untuk pelanggaran tersebut, petugas masih memberikan peringatan kepada pengemudi sambil melakukan sosialisasi aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b171b803a1d.webp" length="74478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 22:01:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, operasi kendaraan angkutan barang, dishub jatim, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Petugas gabungan menggelar razia kendaraan angkutan barang di Terminal Gayatri Tulungagung pada Rabu (11/3/2026). Operasi ini menyasar kendaraan angkutan barang menjelang masa angkutan Lebaran 2026.</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), hingga Polres Tulungagung.</p>
<p>Seluruh kendaraan angkutan yang melintas diarahkan masuk ke area terminal untuk menjalani pemeriksaan administrasi maupun kelayakan kendaraan.</p>
<p>Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan LLAJ Tulungagung, Saikudin, mengatakan bahwa dari operasi yang digelar hari ini petugas memeriksa sekitar 200 kendaraan angkutan.</p>
<p>“Pada hari ini, dari operasi yang kita laksanakan kurang lebih ada 200 kendaraan yang kita jaring operasi,” ujar Saikudin, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Dari jumlah tersebut, petugas menemukan berbagai pelanggaran. Sebanyak 10 kendaraan dikenai tilang oleh petugas kepolisian, enam kendaraan diketahui belum membayar pajak, serta 18 kendaraan kedapatan tidak memiliki uji KIR yang masih berlaku.</p>
<p>“Kemudian ada 10 kendaraan yang mendapat peringatan dari Polres Tulungagung. Kemudian ada enam kendaraan yang mati pajaknya. Kemudian ada 18 kendaraan yang mati uji KIR,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Saikudin, sebagian besar kendaraan yang ditilang karena masa berlaku uji KIR sudah habis. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi tetap memenuhi standar keselamatan.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa razia tidak hanya menyasar kendaraan angkutan barang, tetapi juga bus pariwisata yang kerap digunakan untuk perjalanan jarak jauh saat musim libur.</p>
<p>“Sasarannya pada operasi ini selain angkutan barang kita juga angkutan bus pariwisata tentunya dalam rangka menyongsong masa angkutan Lebaran tahun 2026,” katanya.</p>
<p>Razia ini sengaja digelar menjelang diberlakukannya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang di jalan raya selama periode Lebaran. Sehingga saat-saat ini menjadi momen para pengusaha maupun pemilik kendaraan angkutan barang memaksimalkan operasional pengangkutan barang.</p>
<p>“Prediksi kita minggu depan ada larangan operasi kendaraan di jalan, tentunya untuk angkutan selain kebutuhan pokok itu dilarang untuk operasi di jalan,” ungkap Saikudin.</p>
<p>Selain menindak pelanggaran administrasi, petugas juga menemukan sejumlah kendaraan yang masuk kategori Over Dimension Over Loading (ODOL). Namun untuk pelanggaran tersebut, petugas masih memberikan peringatan kepada pengemudi sambil melakukan sosialisasi aturan.</p>
<p>Saikudin menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyediakan program normalisasi kendaraan ODOL agar kendaraan dapat kembali sesuai standar.</p>
<p>“Sebagian memang ada yang saat ini masih kita beri peringatan. Jadi kami juga saat ini mensosialisasikan terkait ODOL,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepulangan Umroh Mas Ipin Tertunda 4 Hari, Penerbangan dari Arab Saudi Sempat Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepulangan-umroh-mas-ipin-tertunda-4-hari-penerbangan-dari-arab-saudi-sempat-dibatalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepulangan-umroh-mas-ipin-tertunda-4-hari-penerbangan-dari-arab-saudi-sempat-dibatalkan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Trenggalek akhirnya tiba di Indonesia pada 8 Maret setelah mencari rute penerbangan alternatif akibat pembatasan jalur udara di Timur Tengah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aec58eb2b91.webp" length="49298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 21:55:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, bupati trenggalek, mochamad nur arifin, mas ipin, umroh, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menceritakan pengalamannya saat menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi yang sempat tertunda kepulangannya selama empat hari akibat kendala penerbangan.</p>
<p>Mas Ipin seharusnya kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026, namun jadwal kepulangannya mundur hingga 8 Maret 2026 karena pembatalan penerbangan yang dipicu keterbatasan jalur udara di kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Menurut Mas Ipin, selama berada di Kota Mekkah dan Madinah, kondisi tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa tidak ada situasi keamanan yang mengkhawatirkan seperti yang sempat beredar di media sosial.</p>
<p>“Mekkah dan Madinah itu sudah dijamin, insya Allah. Doanya para nabi, jadikan negeri ini baladan aminan, negeri yang aman. Jadi kalau di Mekkah dan Madinah insya Allah tidak ada masalah, semua proses berjalan,” Mas Ipin, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Mas Ipin juga menepis kabar yang menyebut adanya peningkatan penjagaan aparat secara khusus.</p>
<p>“Kalau yang di media sosial kemarin ada polisi disiagakan atau apa, enggak ada sama sekali,” jelasnya.</p>
<p>Kendala utama yang dialaminya terjadi pada sektor penerbangan. Menurutnya, kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah jalur udara terbatas sehingga berdampak pada jadwal penerbangan internasional.</p>
<p>“Yang memang terkendala adalah penerbangan. Karena perang sekarang kan perang udara, jadi jalur-jalur penerbangan sedikit terbatas,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun sebaliknya tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui transit di beberapa kota besar di Timur Tengah.</p>
<p>“Rata-rata transit, tidak ada yang direct. Biasanya transit di Dubai atau Doha,” katanya.</p>
<p>Akibat kondisi tersebut, tiket penerbangannya sempat dibatalkan oleh maskapai.</p>
<p>“Kemarin tiket memang sempat direfund, dicancel penerbangannya. Jadi kemudian harus extend beberapa hari dan akhirnya mencari alternatif tiket penerbangan baru,” ujarnya.</p>
<p>Setelah menunggu beberapa hari, ia akhirnya berhasil mendapatkan penerbangan pengganti dan tiba kembali di Indonesia pada Minggu (8/3/2026).</p>
<p>“Alhamdulillah sekarang sudah sampai, saya sudah sampai kemarin malam,” katanya.</p>
<p>Setibanya di Tanah Air, Mas Ipin langsung menggelar rapat dengan jajaran pemerintah daerah untuk membahas kondisi warga Trenggalek yang berada di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya memantau keselamatan warga yang bekerja maupun menempuh pendidikan di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.</p>
<p>“Yang malah saya tekankan keselamatan warga yang ada di sana, bukan hanya yang umroh, tapi yang bekerja atau yang sedang kuliah di daerah konflik,” ujarnya.</p>
<p>Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain negara-negara yang berada di sekitar Israel, Iran, Qatar, dan Uni Emirat Arab.</p>
<p>Mas Ipin mengaku juga menerima laporan dari warga Trenggalek yang bekerja di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia karena situasi yang dianggap tidak aman. Pemerintah Kabupaten Trenggalek pun membuka jalur komunikasi bagi keluarga warga yang memiliki sanak saudara di kawasan tersebut.</p>
<p>Masyarakat diminta melapor agar pemerintah daerah dapat melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait.</p>
<p>“Bagi siapa pun yang punya sanak saudara yang masih bekerja, sekolah, atau tinggal di sana dan merasa tidak aman, silakan menghubungi nomor 0822-3334-3800 agar bisa kita identifikasi dulu,” jelasnya.</p>
<p>Selanjutnya, Pemkab Trenggalek akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BP2MI serta perwakilan pemerintah Indonesia di negara setempat untuk menentukan langkah terbaik.</p>
<p>“Kalau ketenagakerjaan nanti dengan BP2MI, dengan kedutaan atau kantor perwakilan Indonesia di negara tersebut yang sedang berkonflik, sehingga nanti kita bisa diarahkan seperti apa,” katanya.</p>
<p>Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap dapat membantu memastikan keselamatan warga Trenggalek di luar negeri serta memberikan solusi jika mereka membutuhkan bantuan untuk kembali ke Indonesia atau berpindah ke wilayah yang lebih aman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dandim Tulungagung Minta Maaf Usai Anak Buahnya Dua Kali Bobol Minimarket</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dandim-tulungagung-minta-maaf-usai-anak-buahnya-dua-kali-bobol-minimarket</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dandim-tulungagung-minta-maaf-usai-anak-buahnya-dua-kali-bobol-minimarket</guid>
<description><![CDATA[ Fakta mengejutkan terungkap bahwa oknum tersebut merupakan residivis kasus serupa di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 dan pernah menjalani masa hukuman di rumah tahanan militer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae54a3a5b60.webp" length="49828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 14:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, oknum tni bobol minimarket, kodim 0807 tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>– Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat menyusul dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam aksi pembobolan minimarket di wilayah Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan resmi tersebut dirilis setelah anggota berinisial Serda AM, yang berdinas di Koramil 10/Pakel Kodim 0807/Tulungagung, tertangkap tangan saat melancarkan aksi pencurian. </p>
<p></p>
<p>Pelaku diduga membobol atap sebuah minimarket berjaringan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kutoanyar, Tulungagung, pada Sabtu (7/3/2026) dini hari.</p>
<p></p>
<p>"Pertama-tama saya ingin mengucapkan permohonan maaf terhadap pihak-pihak yang mungkin dirugikan karena kejadian ini," ujar Letkol Hanny Galih Satrio, Senin (9/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Letkol Hanny mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan personel aktif TNI AD. Saat ini, kasus kriminal tersebut telah masuk dalam ranah penanganan polisi militer.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin menegaskan bahwasanya memang benar adanya oknum TNI AD yang melakukan pencurian di supermarket di Tulungagung. Inisialnya AM anggota Koramil 10/Pakel," cetusnya.</p>
<p></p>
<p>Dandim menjelaskan, pasca-diamankan oleh aparat kepolisian bersama warga, pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>Serda AM dilaporkan mengalami cedera kepala ringan sehingga memerlukan perawatan medis sebelum dapat menjalani proses interogasi lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini oknum tersebut posisinya ada di Rumah Sakit Bhayangkara," jelas dia.</p>
<p></p>
<p>Secara administrasi, perkara ini telah dilimpahkan dari Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung kepada Subdenpom V/1-6 Tulungagung. Namun, penyidik militer belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam lantaran kondisi kesehatan tersangka yang belum stabil.</p>
<p></p>
<p>"Yang bersangkutan sudah diserahkan dari pihak Polres kepada Subdenpom, tetapi karena kondisinya masih sakit sehingga belum bisa diambil keterangan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Letkol Hanny memastikan bahwa proses hukum akan bergulir secara transparan melalui penyidikan Polisi Militer segera setelah kondisi kesehatan pelaku membaik. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan institusi TNI berkomitmen tidak akan memberikan perlindungan hukum bagi anggota yang melakukan tindak pidana.</p>
<p></p>
<p>"Pada intinya Kodim 0807, Korem 081, dan Kodam V/Brawijaya akan melaksanakan proses hukum kepada yang bersangkutan. Tidak ada istilah menutup-nutupi, semua akan diproses sesuai prosedur," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan rekam jejaknya, Serda AM diketahui baru bertugas selama enam bulan di Koramil Pakel. </p>
<p></p>
<p>Fakta mengejutkan terungkap bahwa oknum tersebut merupakan residivis kasus serupa di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 dan pernah menjalani masa hukuman di rumah tahanan militer.</p>
<p></p>
<p>"Kasus serupa pernah terjadi di Trenggalek tahun 2024. Yang bersangkutan sudah masuk rumah tahanan militer dan keluar pada awal tahun 2025, kemudian sekarang terjadi lagi, jadi ya tetap akan kita proses lagi," katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait potensi keterlibatan tersangka di tempat kejadian perkara (TKP) lain, pihak Kodim masih menunggu hasil pengembangan penyidikan resmi. Informasi detail mengenai sanksi dan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara berkala oleh pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom).</p>
<p></p>
<p>"Untuk lebih jelasnya kami menunggu proses penyidikan berjalan sesuai hukum yang berlaku. Jika sudah ada hasilnya nanti akan disampaikan oleh pihak Denpom," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Garong Sejumlah Minimarket di Tulungagung, Anggota TNI Dibekuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/garong-sejumlah-minimarket-di-tulungagung-anggota-tni-dibekuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/garong-sejumlah-minimarket-di-tulungagung-anggota-tni-dibekuk</guid>
<description><![CDATA[ Anggota TNI terduga pelaku pernah terjerat kasus serupa di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024. Saat itu, pelaku divonis hukuman delapan bulan penjara dan baru bebas pada tahun 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad58b59be0a.webp" length="43808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 18:32:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bobol minimarket, oknum tni ad, wakapendam v brawijaya, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kasus pembobolan sejumlah toko ritel berjaringan di Kabupaten Tulungagung yang terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026 mulai menemui titik terang. Seorang terduga pelaku dikabarkan telah diamankan petugas. Mengejutkannya, terduga pelaku diduga merupakan oknum anggota TNI.</p>
<p>Informasi tersebut dibenarkan oleh Wakil Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Czi Yudo Aji Susanto melalui keterangan tertulis yang diterima media.</p>
<p>Dalam pernyataannya, Letkol Yudo mengonfirmasi bahwa seorang anggota TNI Angkatan Darat berinisial AM diduga terlibat dalam kasus pencurian di sejumlah minimarket di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.</p>
<p>“Kami memberitahukan memang benar ada oknum anggota TNI AD melakukan pencurian sejumlah minimarket di Tulungagung dan Trenggalek, dengan inisial pelaku AM, yang merupakan anggota Koramil Pakel, Tulungagung,” tulis Letkol Yudo dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).</p>
<p>Menurut Yudo, saat ini oknum tersebut tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung dengan pengawasan dari Subdenpom V/1-6 Tulungagung. Setelah kondisi kesehatannya pulih, proses penyidikan akan dilanjutkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.</p>
<p>“Untuk sementara, tempat kejadian perkara masih diselidiki lebih lanjut secara rinci. Perkiraan sementara ada sekitar enam TKP yang berada di wilayah Tulungagung dan Trenggalek,” jelasnya.</p>
<p>Letkol Yudo juga mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sebelumnya pernah terjerat kasus serupa di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024. Saat itu, pelaku divonis hukuman delapan bulan penjara dan baru bebas pada tahun 2025.</p>
<p>Pihak Kodam V/Brawijaya menegaskan tidak akan mentolerir setiap tindakan pelanggaran hukum maupun indisipliner yang dilakukan oleh anggotanya.</p>
<p>“Kodam V/Brawijaya tidak mentolerir setiap tindakan pelanggaran hukum dan indisipliner yang dilakukan anggotanya. Kodam mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Denpom dan Pengadilan Militer,” tegas Letkol Yudo.</p>
<p>Ia menambahkan, proses penegakan hukum tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh anggota TNI agar tetap menjaga disiplin dan tidak melanggar aturan yang berlaku. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan BPKB di Tulungagung, Seorang Pria Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-kasus-penipuan-dan-penggelapan-bpkb-di-tulungagung-seorang-pria-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-kasus-penipuan-dan-penggelapan-bpkb-di-tulungagung-seorang-pria-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Tulungagung dan kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac166b167f4.webp" length="39076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 20:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penipuan penggelapan bpkb, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan penggelapan yang merugikan seorang warga Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial EFS (57), warga Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Menjadi korban dalam kasus tersebut Edhi Hendro Kartiko, warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung IPTU Andi Wiranata Tamba melalui Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU Nanang menjelaskan, kasus ini bermula pada 22 Desember 2021 saat pelaku menawarkan bantuan kepada korban untuk melakukan registrasi ulang kendaraan.</p>
<p>“Karena yang menawarkan merupakan teman korban sendiri, korban percaya dan kemudian menyerahkan sejumlah uang serta BPKB kendaraan kepada tersangka untuk diproses registrasi ulang,” ujar IPTU Nanang, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>Namun setelah waktu yang dijanjikan untuk proses registrasi selesai, BPKB kendaraan milik korban tidak kunjung dikembalikan oleh pelaku.</p>
<p>Beberapa minggu kemudian, korban justru didatangi oleh petugas dari perusahaan pembiayaan yang menyampaikan bahwa BPKB miliknya telah dijaminkan oleh tersangka untuk memperoleh pinjaman dana.</p>
<p>Menurut polisi, dana hasil pembiayaan tersebut digunakan pelaku untuk membayar hutang pribadi serta membayar angsuran, tanpa sepengetahuan maupun izin dari korban.</p>
<p>“Dana dari pembiayaan itu digunakan tersangka untuk membayar hutang dan membayar angsuran tanpa sepengetahuan korban. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam proses pengungkapan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu buah BPKB kendaraan Nissan Evalia warna abu-abu tua metalik dengan nomor polisi AG 1621 SC, serta 10 lembar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berkaitan dengan kasus tersebut.</p>
<p>Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Tulungagung dan kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Berkaus Samapta yang Viral Aniaya Istri Siri di Trenggalek Ditetapkan Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-berkaus-samapta-yang-viral-aniaya-istri-siri-di-trenggalek-ditetapkan-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-berkaus-samapta-yang-viral-aniaya-istri-siri-di-trenggalek-ditetapkan-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka dijerat Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 6 bulan penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac0f5ccc9bb.webp" length="18544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 20:20:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan, samapta, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pria berkaus Samapta terhadap seorang perempuan di Kabupaten Trenggalek, yang sempat viral di media sosial, kini memasuki babak baru. Polisi menetapkan AW (31), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, sebagai tersangka dalam perkara tersebut.</p>
<p>Penetapan tersangka dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Trenggalek setelah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti yang cukup.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan, tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap ED (33), warga Desa Tanjungkerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang merupakan istri siri pelaku.</p>
<p>“Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik telah menetapkan AW sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan terhadap korban ED,” ujar AKP Eko, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>Dalam kasus ini, AW dijerat Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 6 bulan penjara.</p>
<p>“Dipersangkakan melanggar Pasal 466 ayat (1) KUHP. Tersangka langsung kami tahan,” lanjutnya.</p>
<p>Polisi juga menegaskan bahwa AW bukan anggota Polri, meskipun dalam video yang beredar luas di media sosial ia terlihat mengenakan kaus dengan atribut Samapta.</p>
<p>Berdasarkan hasil autopsi, tim medis menemukan sejumlah luka memar akibat pukulan benda tumpul pada tubuh korban. Luka tersebut berada di bagian kepala dan tangan. Meski demikian, penyebab kematian korban bukan karena luka penganiayaan, melainkan keracunan cairan pembasmi rumput yang diminum korban setelah kejadian tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pule pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB karena diduga meminum cairan pembasmi rumput. Peristiwa itu terjadi setelah video dugaan penganiayaan terhadap korban beredar luas di media sosial pada Rabu (25/2/2026).</p>
<p>Setelah mendapatkan penanganan awal, kondisi korban tidak menunjukkan perubahan signifikan. Pada Minggu (1/3/2026) pagi, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada sore hari.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa penganiayaan dipicu oleh pertengkaran pribadi antara korban dan pelaku. Menurut pengakuan tersangka, ia merasa malu setelah mengetahui korban mengambil telepon genggam milik majikan tempat korban bekerja. Hal tersebut kemudian memicu pertengkaran yang berujung pada kekerasan. </p>
<p>Korban diketahui bekerja merawat orang tua di wilayah Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Trenggalek. Sementara itu, tersangka disebut tidak memiliki pekerjaan tetap. Diketahui tersangka dengan korban juga sering cekcok terkait rencana pernikahan.</p>
<p>Polisi juga mengungkap bahwa sebelum kejadian penganiayaan, korban sempat dijemput pelaku di Tulungagung. Pertengkaran di antara keduanya sudah terjadi sejak dalam perjalanan pulang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Nasional Trenggalek&amp;Ponorogo Kembali Dibuka Pascalongsor di KM 16</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-nasional-trenggalek-ponorogo-kembali-dibuka-pascalongsor-di-km-16</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-nasional-trenggalek-ponorogo-kembali-dibuka-pascalongsor-di-km-16</guid>
<description><![CDATA[ Jalur strategis antarkabupaten sekaligus penghubung antarprovinsi tersebut sudah dapat dilalui kendaraan sejak Jumat malam (6/3/2026), lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abdfb36b9a1.webp" length="11834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 15:50:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, longsor, km 16 trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong>–Ruas jalan nasional penghubung Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16 yang sebelumnya tertimbun material longsor akhirnya kembali dibuka untuk umum.</p>
<p>Jalur strategis antarkabupaten sekaligus penghubung antarprovinsi tersebut sudah dapat dilalui kendaraan sejak Jumat malam (6/3/2026), lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.</p>
<p>Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan bahwa pembukaan jalur tersebut dapat terlaksana lebih awal berkat percepatan penanganan oleh tim gabungan di lapangan.</p>
<p>"Hari Jumat 6 Maret 2026 tepat pukul 20.05 lalu lintas km 16 bisa difungsikan kembali setelah plat baja dipasang kurang lebih ada 14," ujar Triadi Atmono.</p>
<p>Sebelumnya, jalur tersebut tertutup material longsor berupa tanah dan bongkahan batu besar pada Selasa (3/3/2026) petang.</p>
<p>Longsoran tersebut menimbun badan jalan serta merusak bahu jalan, yang mengakibatkan akses utama antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo terputus total.</p>
<p>Pascakejadian, tim gabungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait segera melakukan penanganan darurat.</p>
<p>Proses evakuasi difokuskan pada pembersihan material longsor, terutama batu-batu berukuran besar yang menutup jalur utama.</p>
<p>Memasuki hari kedua penanganan, pekerjaan dilanjutkan dengan pengerukan material yang menumpuk di sekitar tembok pengaman jalan.</p>
<p>Selain itu, petugas melakukan pemasangan sheet pile baja sebagai penguat pada bahu jalan yang ambrol akibat terjangan material longsor.</p>
<p>Seluruh proses penanganan berhasil dituntaskan pada Jumat malam. Tepat pukul 20.05 WIB, jalur utama Trenggalek-Ponorogo di KM 16 resmi kembali difungsikan untuk semua jenis kendaraan.</p>
<p>"Kami berharap tidak terjadi hujan lebat maupun longsoran susulan sehingga jalur dua arah dapat digunakan dengan aman," ujar Triadi.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan darurat di lokasi bencana tersebut. Untuk sementara waktu, arus lalu lintas di lokasi masih diberlakukan sistem buka-tutup atau bergantian dari kedua arah guna memastikan keamanan pengguna jalan.</p>
<p>"Terima kasih semuanya yang telah terlibat langsung untuk berkaitan dengan kelancaran di kilometer 16 tepatnya Jalan Trenggalek Ponorogo kilometer 16," pungkas Triadi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perpanjang SIM Sambil Menunggu Buka Puasa, Satpas Polres Tulungagung Bagikan Takjil di SIM Keliling Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perpanjang-sim-sambil-menunggu-buka-puasa-satpas-polres-tulungagung-bagikan-takjil-di-sim-keliling-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perpanjang-sim-sambil-menunggu-buka-puasa-satpas-polres-tulungagung-bagikan-takjil-di-sim-keliling-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Selama bulan Ramadan, Satpas Polres Tulungagung menjadwalkan layanan SIM keliling sebanyak enam kali di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lokasi yang dipilih pun beragam, mulai dari kawasan wisata, kantor pemerintahan hingga pusat keramaian kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a996445c7d6.webp" length="70242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 23:31:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, perpanjangan sim, sim keliling, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Kamis (5/3/2026) sore, suasana di sekitar Alun-Alun Tulungagung tampak cerah. Di depan bus layanan SIM keliling milik Satpas Polres Tulungagung, puluhan warga tampak mengantre dengan tertib. Mereka datang untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) sembari menunggu waktu berbuka puasa.</p>
<p>Layanan yang digelar di depan Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Tulungagung di sebelah utara alun-alun ini menjadi bagian dari program SIM Ramadan, layanan khusus yang dihadirkan Satlantas Polres Tulungagung selama bulan suci untuk memudahkan masyarakat mengurus perpanjangan SIM.</p>
<p>Baur SIM Satpas Polres Tulungagung, Aipda Muchamad Miftahurochman, menjelaskan bahwa program tersebut memang dirancang khusus selama Ramadan dengan konsep pelayanan yang lebih ramah bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>“Dalam bulan Ramadan ini Satpas Polres Tulungagung mengadakan kegiatan SIM Ramadan. Program ini dikhususkan untuk pelayanan perpanjangan SIM melalui layanan SIM keliling bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya menyediakan layanan administrasi, petugas juga membagikan takjil kepada para pemohon yang mengantre. Hal ini menjadi pembeda dibanding layanan SIM keliling pada hari-hari biasa.</p>
<p>“Yang membedakan dalam SIM keliling Ramadan ini, kami juga membagikan takjil kepada para pemohon SIM,” kata Miftah.</p>
<p>Pada pelaksanaan Kamis sore tersebut, tercatat sekitar 20 warga memanfaatkan layanan perpanjangan SIM. Menurutnya, angka tersebut cukup baik mengingat kegiatan ini baru disosialisasikan sehari sebelumnya melalui media sosial.</p>
<p>“Untuk hari ini kami melaksanakan kegiatan SIM Ramadan di kantor MPP depan Alun-Alun Tulungagung. Kurang lebih ada sekitar 20 pemohon yang datang memperpanjang SIM,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan sosialisasi melalui media sosial agar masyarakat mengetahui jadwal dan lokasi layanan SIM Ramadan.</p>
<p>“Kami sudah melakukan sosialisasi melalui media sosial terkait kegiatan ini, termasuk informasi pembagian takjil bagi pemohon,” tambahnya.</p>
<p>Selama bulan Ramadan, Satpas Polres Tulungagung menjadwalkan layanan SIM keliling sebanyak enam kali di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lokasi yang dipilih pun beragam, mulai dari kawasan wisata, kantor pemerintahan hingga pusat keramaian kota.</p>
<p>“Selama Ramadan ini ada enam kali jadwal SIM keliling, di antaranya hari Kamis, Senin, dan Selasa di beberapa lokasi berbeda,” terang Miftahurochman.</p>
<p>Miftah menjelaskan, layanan berikutnya akan digelar pada hari Senin di tempat wisata Balongkawok, Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Ngunut, dan dilanjutkan Selasa di Kantor Kecamatan Kalidawir.</p>
<p>“Setiap kegiatan SIM Ramadan ini kami laksanakan di tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat, seperti tempat wisata, kantor pemerintahan, atau pusat keramaian,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui layanan ini, masyarakat tidak hanya dapat memperpanjang SIM dengan lebih mudah, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan Ramadan, menunggu waktu berbuka sambil menikmati takjil yang dibagikan petugas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Tulungagung Tebar Kepedulian Ramadan, Salurkan Sembako ke Sejumlah Pondok Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-tebar-kepedulian-ramadan-salurkan-sembako-ke-sejumlah-pondok-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-tebar-kepedulian-ramadan-salurkan-sembako-ke-sejumlah-pondok-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian di bulan Ramadan dapat terus tumbuh, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga negara dan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a99509d3886.webp" length="47406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:01:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kajari tulungagung, daniel de rozarie, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Memaknai bulan suci Ramadan dengan berbagi, Kejaksaan Negeri Tulungagung menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah pondok pesantren. Salah satu titik penyaluran dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Tulungagung, Kamis (5/3/2025) siang.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tulungagung sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para santri yang menjalani ibadah puasa di lingkungan pesantren.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Daniel De Rozarie mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin setiap Ramadan yang bertujuan mempererat hubungan antara institusi penegak hukum dengan masyarakat.</p>
<p>“Siang hari ini kami melaksanakan bakti sosial yang diadakan oleh Kejaksaan Negeri Tulungagung bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dalam rangka bulan Ramadan. Hari ini kami datang ke Pondok Pesantren Nurul Iman dengan membawa bantuan yang semoga bermanfaat bagi anak-anak dan adik-adik yang berada di pondok ini,” ujar Daniel.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian insan Adhyaksa terhadap sesama, sekaligus menunjukkan bahwa kejaksaan hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Pada hari yang sama, bakti sosial dilakukan di dua titik. Sebelumnya, bantuan juga diberikan kepada para tenaga outsourcing di lingkungan kantor kejaksaan beserta keluarganya. Setelah dari pondok pesantren, kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut ke pondok pesantren di wilayah Kepatihan, Tulungagung.</p>
<p>Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula, susu, dan kerupuk. Selain bakti sosial, selama Ramadan pihak kejaksaan juga menggelar kegiatan lain seperti santunan anak yatim serta pembagian takjil kepada masyarakat.</p>
<p>“Kegiatan berbagi ini rutin kami lakukan setiap tahun. Lokasinya bersifat mobile, menyesuaikan dengan tempat-tempat yang dirasa lebih membutuhkan,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Hidayatullah yang menaungi Pondok Nurul Iman, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Tulungagung kepada para santri.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 42 santri yang menempuh pendidikan di pesantren tersebut, mulai dari tingkat PAUD, TK, hingga SMP dan SMA. Sebagian besar santri tinggal menetap di lingkungan pesantren.</p>
<p>“Alhamdulillah setiap tahun Kejaksaan selalu mengadakan kegiatan bakti sosial di sini, khususnya saat Ramadan. Bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan anak-anak selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,” ungkap Sugiono.</p>
<p>Ia menambahkan, paket sembako yang diterima nantinya akan dibagikan kepada para santri, terutama saat mereka dijemput keluarga untuk pulang menjelang hari raya. Para santri di pesantren tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Tulungagung, Trenggalek, Blitar, bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian di bulan Ramadan dapat terus tumbuh, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga negara dan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsoran Batu di Jalur Nasional Trenggalek&amp;Ponorogo Berhasil Disingkirkan, Jalan Baru Dibuka Hari Minggu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsoran-batu-di-jalur-nasional-trenggalek-ponorogo-berhasil-disingkirkan-jalan-baru-dibuka-hari-minggu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsoran-batu-di-jalur-nasional-trenggalek-ponorogo-berhasil-disingkirkan-jalan-baru-dibuka-hari-minggu</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Gubernur Jawa Timur : Kita masih butuh sekitar satu sampai dua hari untuk memastikan semuanya aman. Keselamatan nomor satu. Untuk kendaraan kecil sudah ada jalan alternatif, tetapi untuk truk memang belum bisa lewat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a993cc16cc4.webp" length="91418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 21:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, longsor km 16, wakil gubernur jawa timur, emil dardak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Proses evakuasi longsoran batu besar yang menutup jalur nasional Trenggalek-Ponorogo di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis (5/3/2026) siang, material batu besar yang sejak Selasa sore menutup badan jalan berhasil disingkirkan menggunakan alat berat pemecah batu.</p>
<p>Meski demikian, jalur strategis penghubung Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo tersebut masih belum dapat dibuka untuk lalu lintas. Kondisi tebing yang masih labil serta kerusakan pada badan jalan membuat petugas harus melakukan penanganan lanjutan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua hari ke depan, sehingga jalur kemungkinan baru bisa dilewati pada hari Minggu mendatang.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang meninjau lokasi pada Kamis siang, mengatakan penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati karena lokasi berada di tebing yang berisiko tinggi mengalami longsor susulan.</p>
<p>“Kami mohon dukungan dari segenap pengguna jalan, karena kita berurusan dengan tebing yang sangat-sangat berisiko. Kehati-hatian menjadi hal yang paling utama dalam penanganan situasi ini,” ujar Emil.</p>
<p>Ia menjelaskan, terdapat dua batu berukuran besar yang sebelumnya menghambat proses pembukaan jalur. Satu batu berada tepat di badan jalan dan telah dipecah serta dibersihkan, sementara satu batu lain sempat menggantung di tepi tebing.</p>
<p>“Batu yang di badan jalan sudah dipecah dan dibersihkan. Tetapi badan jalan mengalami hantaman yang sangat keras dari jatuhnya batu tersebut. Ada satu batu lagi yang sempat menggantung di pinggir jalan, dan itu sudah diamankan oleh tim Bina Marga,” katanya.</p>
<p>Batu yang berada di tepi tebing tersebut kemudian ditempatkan hingga mencapai tanah dasar agar tidak menambah beban pada struktur jalan yang berada di sisi tebing.</p>
<p>“Kalau tidak ditaruh di tanah dasar, batu itu bisa ikut menarik dan memberatkan jalan ini. Karena posisi jalan kita berada di pinggir tebing, sehingga berpotensi ikut terseret. Itu yang segera diamankan oleh tim,” jelas Emil.</p>
<p>Menurutnya, langkah tersebut merupakan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada infrastruktur jalan.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberadaan tembok penahan yang dibangun pada 2017 saat dirinya masih menjabat Bupati Trenggalek. Struktur tersebut dinilai membantu menahan dampak longsoran.</p>
<p>“Tembok yang dibangun tahun 2017 itu terbukti membawa dampak positif untuk mencegah kerusakan yang lebih dahsyat terhadap rute ini,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, beberapa bagian tembok mengalami kerusakan ringan.</p>
<p>“Ada beberapa titik yang terdampak, istilah Jawanya ‘gumpil’. Namun ini justru tanda bahwa strukturnya kokoh, sehingga perbaikannya nanti tidak perlu dibongkar, cukup ditambal dan diperkuat lagi,” kata Emil.</p>
<p>Saat ini petugas juga terus membersihkan material longsor yang masih tertahan di dinding penahan tebing. Pembersihan dilakukan agar tembok memiliki kapasitas untuk menahan kemungkinan runtuhan material dari atas.</p>
<p>Dalam penanganan tersebut, pemerintah juga melibatkan tim ahli geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menganalisis kondisi lereng.</p>
<p>Dari hasil pengamatan awal, diketahui bahwa mahkota longsor di lokasi tersebut mencapai sekitar 147 meter sehingga berpotensi menimbulkan runtuhan batu berukuran besar.</p>
<p>“Ini yang harus kita antisipasi dengan sangat hati-hati, karena kalau rontok batunya bisa besar. Maka kita lakukan analisa lebih lanjut termasuk menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk melihat lapisan tanah atas,” jelas Emil.</p>
<p>Teknologi LiDAR digunakan untuk mendeteksi ketebalan lapisan tanah atas (topsoil) yang berpotensi menjadi pemicu longsor. Selain faktor tanah, karakter batu di lokasi tersebut juga dinilai rentan runtuh.</p>
<p>“Batu-batu di sini termasuk batu vulkanik muda yang gampang ‘protol’, sehingga rawan terjadi rockfall,” tambahnya.</p>
<p>Selain kondisi geologi, keberadaan sawah di bagian atas tebing juga menjadi perhatian. Lahan sawah dinilai berpotensi menambah kandungan air di tanah sehingga mempengaruhi stabilitas lereng.</p>
<p>“Di atas itu ada sawah yang memang didesain untuk menyimpan air. Ini tidak terlalu cocok dengan upaya menjaga stabilitas lereng, sehingga perlu ada penyikapan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk sementara waktu jalur nasional tersebut masih ditutup total bagi kendaraan besar. Kendaraan kecil diarahkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.</p>
<p>Emil menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum jalan kembali dibuka.</p>
<p>“Kita masih butuh sekitar satu sampai dua hari untuk memastikan semuanya aman. Keselamatan nomor satu. Untuk kendaraan kecil sudah ada jalan alternatif, tetapi untuk truk memang belum bisa lewat,” katanya.</p>
<p>Jika kondisi tebing dinilai cukup stabil, skema buka tutup satu lajur kemungkinan akan diterapkan saat jalur kembali dibuka.</p>
<p>Pemerintah berharap masyarakat dan para pengguna jalan dapat bersabar selama proses penanganan berlangsung, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses penting penghubung antarwilayah di selatan Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Yonif TP 886 Panjalu Jayati di Tulungagung, dari Tenda Sementara hingga Program Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-yonif-tp-886-panjalu-jayati-di-tulungagung-dari-tenda-sementara-hingga-program-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-yonif-tp-886-panjalu-jayati-di-tulungagung-dari-tenda-sementara-hingga-program-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Komandan Yonif TP 886 Panjalu Jayati, Mayor Infanteri Muhammad Isa, menjelaskan bahwa satuan ini memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek pertahanan negara tetapi juga dalam pembangunan wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a992adc2c43.webp" length="33050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 21:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, batalyon teritorial pembangunan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Di sebuah kawasan perbukitan di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, deretan tenda berwana hijau tua berdiri di atas lahan yang masih dalam tahap pembangunan. Di tempat inilah prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886 Panjalu Jayati menjalankan tugas mereka.</p>
<p>Meski masih menempati marshaling area atau lokasi sementara dengan fasilitas terbatas, semangat para prajurit tetap terjaga. Pembangunan markas batalyon masih berjalan dan pada awal Maret 2026 ini progresnya baru mencapai sekitar 7 persen.</p>
<p>Komandan Yonif TP 886 Panjalu Jayati, Mayor Infanteri Muhammad Isa, menjelaskan bahwa satuan ini memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek pertahanan negara tetapi juga dalam pembangunan wilayah.</p>
<p>“Perkuatan pertahanan dan keamanan negara menjadi salah satu fokus utama. Dengan strategi ini, Indonesia akan berada pada posisi yang lebih kokoh dalam menjaga kedaulatan serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).</p>
<p>Sebagai satuan infanteri, Yonif TP 886 tetap menjalankan tugas pokok pertempuran darat, yakni mencari, mendekati, dan menghancurkan musuh, sekaligus merebut serta mempertahankan suatu wilayah. Namun yang membedakan satuan ini dengan batalyon infanteri biasa adalah adanya fungsi teritorial pembangunan.</p>
<p>Selain tiga Kompi Senapan, Kompi Bantuan, dan Kompi Markas, batalyon ini juga memiliki empat kompi produksi. Keempat kompi tersebut meliputi Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Zeni Konstruksi dan Kompi Kesehatan.</p>
<p>Menurut Mayor Isa, kompi-kompi ini dibentuk untuk mendukung program nasional yang menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan ekonomi kreatif.</p>
<p>“Selain melaksanakan tugas tempur, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, peternakan, konstruksi, dan layanan kesehatan,” katanya.</p>
<p>Di sekitar markas sementara, para prajurit juga mulai mengolah lahan untuk kegiatan pertanian. Sejumlah komoditas sudah ditanam sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Beberapa di antaranya meliputi tanaman cabai di lahan 0,5 hektar, kebun pepaya 0,3 hektar, jagung sekitar 3 hektar, lalu tebu hingga 8 hektar dan pisang 0,2 hektar.</p>
<p>"Ini untuk mendukung produksi pangan dan program swasembada gula nasional,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, batalyon ini juga memiliki regu drone penyemprot yang digunakan untuk membantu kegiatan pertanian.</p>
<p>Tidak hanya pertanian, sektor peternakan juga mulai dikembangkan oleh para prajurit. Beberapa kegiatan yang telah berjalan antara lain budidaya ikan lele sekitar 20.000 ekor, ternak kambing etawa 16 ekor dan domba 32 ekor. Budidaya ayam petelur 240 ekor, ternak mentok 132 ekor, serta pelatihan budidaya maggot sebagai pakan ternak.</p>
<p>Sementara itu, kompi kesehatan juga aktif memberikan layanan pengobatan bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Pucanglaban dan Kalidawir.</p>
<p>Secara keseluruhan, lahan yang disiapkan untuk Yonif TP 886 mencapai sekitar 60 hektar. Sementara kawasan tanah milik TNI AD di sekitar wilayah tersebut bahkan mencapai lebih dari 1.200 hektar.</p>
<p>Pembangunan fisik Yonif 886 Panjalu Jayati dilakukan secara bertahap. Saat ini yang sedang dikerjakan antara lain, rumah jaga, markas batalyon, barak prajurit, kantor beberapa kompi, serta bagian perumahan. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.</p>
<p>Untuk personel, batalyon ini saat ini memiliki 651 prajurit yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama. Jumlah tersebut baru sekitar 60 persen dari kebutuhan ideal yang mencapai 1.190 personel.</p>
<p>Menurut Mayor Isa, salah satu alasan pendirian batalyon ini di Tulungagung adalah untuk memperkuat kekuatan TNI Angkatan Darat di wilayah selatan Jawa Timur.</p>
<p>“Di wilayah selatan Jawa Timur masih relatif sedikit satuan infanteri yang mengcover wilayah tersebut. Karena itu kehadiran batalyon ini juga untuk memperkuat pengamanan wilayah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.</p>
<p>Yonif TP 886 sendiri baru menempati lokasi tersebut sekitar tiga bulan, sejak November lalu. Tantangan utama yang dihadapi selama ini adalah ketersediaan air, karena kondisi wilayah yang berbukit dan relatif kering. Namun persoalan itu mulai teratasi berkat kerja sama dengan pemerintah daerah.</p>
<p>“Alhamdulillah pemerintah daerah, khususnya Bupati, sangat membantu kami dalam mengatasi masalah air. Sekarang masih proses, kemungkinan satu hingga dua minggu lagi bisa selesai dengan baik,” katanya.</p>
<p>Di tengah keterbatasan fasilitas dan pembangunan yang masih berjalan, prajurit Yonif TP 886 Panjalu Jayati tetap menjalankan dua peran sekaligus, menjaga pertahanan negara sekaligus membantu membangun kemandirian masyarakat di wilayah sekitarnya.  <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Rumah Warga Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-warga-tulungagung-rusak-diterjang-angin-kencang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-warga-tulungagung-rusak-diterjang-angin-kencang</guid>
<description><![CDATA[ Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Selasa sore tersebut berdampak di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan. Kerusakan terparah terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Sebanyak 53 rumah dilaporkan terdampak di wilayah ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6f50aacfa5.webp" length="51370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 22:41:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, rumah rusak diterjang angin kencang, bencana hidrometeorologi, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) sore. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan.</p>
<p>Sedikitnya 72 rumah warga mengalami kerusakan ringan, mayoritas pada bagian atap yang tersapu angin maupun tertimpa pohon tumbang.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan peristiwa pertama terdeteksi sekira pukul 14.15 hingga 15.00 WIB di sejumlah titik berbeda.</p>
<p>“Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, sekira pukul 15.00 WIB, telah terjadi bencana alam berupa hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Tulungagung yang mengakibatkan kerusakan pada atap rumah serta beberapa pohon tumbang,” ujar Sudarmaji.</p>
<p>Berdasar hasil asesmen petugas, di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, enam rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.</p>
<p>“Untuk di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, terdapat enam rumah terdampak. Kerusakan berupa genteng dan esbes yang rontok akibat terjangan angin,” jelasnya.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga sempat panik saat angin kencang menerpa permukiman mereka.</p>
<p>Bencana serupa juga terjadi di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, pada hari dan waktu yang sama. Angin puting beliung menyebabkan dua rumah warga rusak. Salah satu rumah milik Supri, warga Dusun Prayan, mengalami kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 20 lembar esbes terbang dari atap rumah.</p>
<p>“Di Desa Sobontoro, dua rumah terdampak. Salah satunya rumah Pak Supri, asbes sebanyak 20 lembar terbang dari atap rumah. Salah satu material tersebut menimpa kepala saudara Arjuna dan mengakibatkan luka di bagian kepala,” terang Sudarmaji.</p>
<p>Kerusakan terparah terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Hujan sangat deras disertai angin puting beliung sekira pukul 14.15 WIB menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga serta mematahkan tiang listrik.</p>
<p>Sebanyak 53 rumah dilaporkan terdampak di wilayah ini.</p>
<p>“Di Desa Tanjungsari, angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga dan tiang listrik patah. Total ada 53 rumah terdampak,” ungkapnya.</p>
<p>Petugas gabungan dari Forkopimcam, BPBD, dan PLN langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang serta penanganan jaringan listrik.</p>
<p>“Tindakan yang diambil, Forkopimcam bersama BPBD dan PLN bekerja sama melakukan pemotongan dan pembersihan pohon,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, di Kecamatan Sumbergempol, tepatnya di Desa Sumberdadi, Desa Wonorejo, dan Desa Sambirobyong, hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.</p>
<p>Sebanyak lima rumah warga mengalami kerusakan.</p>
<p>“Kerusakan rata-rata pada bagian atap rumah akibat angin kencang dan pohon tumbang,” jelas Sudarmaji.</p>
<p>Selain itu, di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, enam rumah warga juga terdampak. Mayoritas kerusakan berupa genteng dan esbes yang rontok tersapu angin.</p>
<p>Sudarmaji mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Jika ada pohon besar di sekitar rumah yang rawan tumbang, sebaiknya segera dilakukan pemangkasan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peluk Hangat di Sore Ramadan, Puluhan Warga Binaan Lapas Tulungagung Buka Puasa Bersama Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peluk-hangat-di-sore-ramadan-puluhan-warga-binaan-lapas-tulungagung-buka-puasa-bersama-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peluk-hangat-di-sore-ramadan-puluhan-warga-binaan-lapas-tulungagung-buka-puasa-bersama-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 70 warga binaan duduk berhadapan dengan orang-orang terkasih mereka. Total sekitar 110 pengunjung memadati gedung aula. Momen berbuka puasa bersama keluarga itu menghadirkan suasana menyentuh hati yang jarang terlihat di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7bb9d13a6b.webp" length="35466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 21:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, buka puasa bersama lapas tulungagung, warga binaan lapas tulungagung, ramadan lapas tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pada hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung tampak berbeda dari biasanya. Jika hari-hari biasa diwarnai rutinitas pembinaan yang tertib dan terjadwal, pada Selasa (3/3/2026) petang, aula Lapas justru dipenuhi suasana hangat, pelukan dan percakapan penuh rindu.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 70 warga binaan duduk berhadapan dengan orang-orang terkasih mereka. Total sekitar 110 pengunjung memadati gedung aula. Momen berbuka puasa bersama keluarga itu menghadirkan suasana menyentuh hati yang jarang terlihat di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan.</p>
<p></p>
<p>Di sudut ruangan, seorang ibu menggenggam erat tangan putranya. Di sudut lain, anak kecil tampak tak sabar menunggu azan magrib sambil bersandar di bahu ayahnya. Kebersamaan sederhana itu terasa begitu bermakna.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja) Lapas Tulungagung, Rizal Arbi Fanani, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan setiap Ramadan.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah, pada hari ini Selasa 3 Maret 2026 kami dari Lapas Tulungagung mengadakan acara buka bersama keluarga warga binaan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mempererat silaturahmi antara keluarga dengan warga binaan,” ujar Rizal.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, komunikasi dengan keluarga menjadi kebutuhan mendasar bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.</p>
<p></p>
<p>“Yang kita ketahui, warga binaan itu membutuhkan terutama komunikasi dengan keluarga. Maka dari itu kami mengadakan acara buka bersama guna mempererat, supaya lebih indah secara komunikasi antara keluarga dan warga binaan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan tersebut, sekitar 70 warga binaan mengikuti buka bersama. Sementara jumlah keluarga yang hadir juga mencapai sekitar 70 orang, dengan ketentuan maksimal empat orang untuk setiap warga binaan.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, makanan yang tersaji dalam kegiatan tersebut dibawa langsung oleh keluarga masing-masing. Aneka hidangan rumahan mulai dari kolak, kurma, hingga lauk-pauk favorit yang mungkin sudah lama dirindukan para warga binaan.</p>
<p></p>
<p>“Untuk makanan yang disajikan itu dari keluarga warga binaan,” jelas Rizal.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, tidak ada seleksi khusus bagi warga binaan yang ingin mengikuti kegiatan ini. Lapas membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mereka yang ingin bersilaturahmi.</p>
<p></p>
<p>“Untuk yang dikunjungi tidak ada seleksi. Kita membuka bagi yang ingin silaturahmi saja,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Secara teknis, kunjungan buka bersama dilaksanakan setelah jadwal kunjungan reguler. Untuk kunjungan biasa, Lapas Tulungagung membuka layanan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 13.30 hingga 15.00 WIB. Sementara khusus buka bersama Ramadan, kunjungan dimulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama.</p>
<p></p>
<p>Rizal menambahkan, kegiatan ini bukan yang pertama kali digelar. Tradisi buka bersama keluarga telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan dilaksanakan setiap sepuluh hari sekali.</p>
<p></p>
<p>“Tahun kemarin juga kami adakan untuk buka bersama dengan keluarga warga binaan. Digelar setiap sepuluh hari sekali di bulan Ramadan,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tanggal 12 atau 14 Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Bagi para warga binaan, momen ini bukan sekadar berbagi takjil atau menikmati hidangan berbuka. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk memulihkan harapan, menguatkan tekad, dan merajut kembali kedekatan yang sempat terpisah oleh jarak dan waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tertutup Longsoran Batu Besar, Jalur Trenggalek&amp;Ponorogo Tutup Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tertutup-longsoran-batu-besar-jalur-trenggalek-ponorogo-tutup-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tertutup-longsoran-batu-besar-jalur-trenggalek-ponorogo-tutup-total</guid>
<description><![CDATA[ Pengguna jalan yang hendak melintas di jalur Trenggalek–Ponorogo diimbau untuk mencari jalur alternatif lain atau menunda perjalanan sampai proses evakuasi selesai dan jalur kembali dinyatakan aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6db8a3121d.webp" length="56660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 20:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, longsor tutup jalan, longsor jalur trenggalek-ponorogo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Jalur utama penghubung Kabupaten Trenggalek-Ponorogo tertutup total akibat longsor bongkahan batu besar di Kilometer 16, masuk wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Selasa (3/3/2026) sore.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 17.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.</p>
<p>Material tanah dan batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan hingga Selasa malam pukul 19.50 WIB.</p>
<p>“Selasa, 3 Maret 2026 sekira pukul 17.30 terjadi tanah longsor di Kilometer 16. Sampai saat ini Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek dilakukan penutupan sementara,” ujar Triadi.</p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat yang hendak melintas dari arah Ponorogo maupun Trenggalek untuk menggunakan jalur alternatif lainnya. Namun proses penanganan masih mempertimbangkan faktor cuaca dan potensi longsor susulan.</p>
<p>Menurut Triadi, alat berat akan didatangkan untuk proses evakuasi material longsor. Peralatan tersebut didatangkan dari jalur Pansela karena BPBD Trenggalek tidak memiliki breaker atau alat pemecah batu berukuran besar.</p>
<p>“Alat berat diupayakan datang malam ini. Kami juga mendatangkan breaker pemecah batu. Namun proses evakuasi tetap menunggu kondisi stabilitas tanah karena dikhawatirkan ada longsor susulan,” jelasnya.</p>
<p>Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelum longsor terjadi, pengendara sudah dihentikan oleh warga.</p>
<p>Sementara itu Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKO Soni Suharntanto, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah terkait longsor tersebut.</p>
<p>Langkah yang dilakukan dintaranya pengalihan arus lalu lintas, penutupan total jalur Ponorogo-Trenggalek, serta koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi dan PPK 23 terkait kesiapan alat berat.</p>
<p>Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan memutar balik kendaraan dari kedua arah. Meski terdapat jalur alternatif, tapi kondisi jalan cukup ekstrem.</p>
<p>"Ada jalur alternatif tapi kondisinya cukup ekstrem dan tidak kami rekomendasikan untuk kensaraan roda empat," terang Soni.</p>
<p>Hingga Selasa malam, proses pembersihan material longsor masih menunggu kedatangan alat berat dan kondisi cuaca yang lebih stabil. Aparat mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi sebelum melintas di jalur tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Wanita di Trenggalek yang Viral Dianiaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/autopsi-ungkap-penyebab-kematian-wanita-di-trenggalek-yang-viral-dianiaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/autopsi-ungkap-penyebab-kematian-wanita-di-trenggalek-yang-viral-dianiaya</guid>
<description><![CDATA[ Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek masih melakukan pendalaman. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tengah berlangsung untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6828fb90f7.webp" length="24496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 16:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, outopsi korban penganiayaan viral, polres trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong>–Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek memastikan penyebab kematian ED (33), warga Desa Tanjungkerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bukan akibat kekerasan. </p>
<p>Perempuan yang sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan oleh pasangan nikah sirinya tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat meminum racun herbisida.</p>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengungkapkan kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim kedokteran forensik Polda Jawa Timur pada Minggu malam hingga Senin dini hari.</p>
<p>"Minggu malam sampai Senin dini hari tim kedokteran forensik Polda Jatim telah melakukan autopsi terhadap korban ED (33). Hasilnya, penyebab kematian adalah karena herbisida yang diminum korban," ujar Ridwan.</p>
<p>Meski demikian, pemeriksaan medis menemukan sejumlah luka memar pada bagian kepala dan tangan korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul.</p>
<p>"Memang ditemukan luka akibat pukulan balok kayu dan sandal, seperti yang terlihat di video yang beredar. Namun luka tersebut bukan menjadi penyebab kematiannya," tegas Kapolres.</p>
<p>Terkait video dugaan penganiayaan yang viral di media sosial, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menyatakan pihaknya belum menyimpulkan status hukum terduga pelaku berinisial AW (31), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek.</p>
<p>"Video yang viral itu masih kami dalami. Yang jelas, yang bersangkutan bukan anggota Polri, meskipun dalam video terlihat mengenakan atribut Samapta. Untuk pembuktian alat bukti terkait itu masih kami dalami," jelas Eko.</p>
<p>Eko menambahkan bahwa saat ini terduga pelaku belum ditahan karena proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi masih berjalan.</p>
<p>"Belum ditahan. Kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Bekas luka ada, itu nanti akan kami dalami lebih lanjut. Saat ini kami menangani dua peristiwa untuk menentukan status hukum yang bersangkutan," tambahnya.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan awal, pertengkaran antara korban dan AW dipicu oleh persoalan pribadi. </p>
<p>Cekcok memuncak setelah AW merasa malu mengetahui korban diduga mengambil telepon genggam milik majikannya di wilayah Kedungsigit, Kecamatan Karangan.</p>
<p>"Menurut pengakuan saudara AW, yang bersangkutan merasa malu karena pasangannya mengambil HP milik tuan rumah tempat korban bekerja. Dari situ terjadi pertengkaran mulut yang terakumulasi, termasuk soal rencana pernikahan mereka dan persoalan HP tersebut," terang Eko.</p>
<p>Diketahui, peristiwa pemukulan terjadi di wilayah Pule saat keduanya dalam perjalanan pulang setelah pelaku menjemput korban dari Tulungagung. Polisi kini fokus mendalami jeda waktu antara aksi kekerasan dengan tindakan korban meminum cairan herbisida jenis gramason.</p>
<p>"Kalau kita kaitkan, antara peristiwa kekerasan dan korban meminum herbisida itu ada jeda waktu. Maka dari itu kami harus membuktikan apakah penyebab kematian dari penganiayaan atau dari racun," ujar Eko.</p>
<p>Hingga saat ini, penyidik belum menemukan bukti adanya unsur paksaan terhadap korban untuk meminum cairan beracun tersebut.</p>
<p>"Sampai saat ini belum kami temukan dugaan adanya paksaan untuk meminum herbisida. Kami masih fokus pada perbuatan kekerasan dan peristiwa korban meminum cairan tersebut," tandasnya.</p>
<p>Setelah proses autopsi selesai, jenazah ED telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sumatera Selatan untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Umroh di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Bupati Trenggalek Tertahan di Arab Saudi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/umroh-di-tengah-ketegangan-timur-tengah-bupati-trenggalek-tertahan-di-arab-saudi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/umroh-di-tengah-ketegangan-timur-tengah-bupati-trenggalek-tertahan-di-arab-saudi</guid>
<description><![CDATA[ Jadwal kepulangan yang semula direncanakan pada 2 atau 3 Maret 2026 terpaksa diundur lantaran tidak tersedianya penerbangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a67a367126a.webp" length="18784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 14:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, bupati trenggalek, mochamad nur arifin, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> - Sejumlah jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan belum dapat kembali ke tanah air akibat pembatalan sejumlah penerbangan dari Arab Saudi.</p>
<p>Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal penerbangan internasional.</p>
<p>Salah satu yang terdampak adalah Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Ia bersama rombongan umrah lainnya harus menunda kepulangan karena penerbangan yang seharusnya mengangkut mereka dibatalkan.</p>
<p>Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Bupati terkait kondisi tersebut.</p>
<p>Menurutnya, jadwal kepulangan yang semula direncanakan pada 2 atau 3 Maret 2026 terpaksa diundur lantaran tidak tersedianya penerbangan.</p>
<p>“Informasinya memang belum bisa pulang sesuai jadwal karena penerbangan tidak ada. Kita berharap situasi segera membaik dan penerbangan kembali normal,” ujarnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Trenggalek, Edi Supriyanto, menyampaikan bahwa awalnya Bupati dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Maret. Namun melihat perkembangan terkini, besar kemungkinan kedatangan tersebut harus kembali dijadwal ulang.</p>
<p>“Informasi terakhir ada penggeseran jadwal, tetapi karena masih ada penundaan penerbangan, kepastian waktunya belum bisa ditentukan,” jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya kepala daerah, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Trenggalek, Wicaksono, juga mengalami kendala serupa. Ia menyebut seluruh penerbangan dari Jeddah, termasuk maskapai yang akan ditumpanginya, dibatalkan.</p>
<p>“Semua penerbangan dari Jeddah yang keluar, termasuk maskapai kami, mengalami pembatalan. Jadi kami harus menunggu sampai ada kepastian lebih lanjut,” kata Wicaksono.</p>
<p>Ia menjelaskan, sesuai agenda semula, rombongannya dijadwalkan meninggalkan hotel di Makkah pada pukul 13.00 waktu setempat untuk melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Dari sana, mereka seharusnya terbang dengan rute transit di Singapura sebelum tiba di Bandara Juanda Sidoarjo.</p>
<p>Namun kondisi di lapangan memaksa seluruh rencana tersebut berubah.</p>
<p>Para jemaah kini dihadapkan pada ketidakpastian, termasuk terkait durasi tambahan masa tinggal di Arab Saudi dan konsekuensi biaya yang mungkin timbul.</p>
<p>“Yang membuat kami cemas adalah belum ada kejelasan sampai kapan penundaan ini berlangsung. Situasinya sulit diprediksi,” ujarnya.</p>
<p>Penundaan ini tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan lain bagi para jemaah yang harus memperpanjang masa tinggal di luar negeri. Mereka berharap situasi segera kondusif sehingga dapat kembali ke Indonesia dengan aman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Timur Tengah Bergejolak, 2 Rombongan Jemaah Umroh Asal Tulungagung Masih di Arab Saudi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/timur-tengah-bergejolak-2-rombongan-jemaah-umroh-asal-tulungagung-masih-di-arab-saudi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/timur-tengah-bergejolak-2-rombongan-jemaah-umroh-asal-tulungagung-masih-di-arab-saudi</guid>
<description><![CDATA[ Satu rombongan berjumlah 40 orang, jadwal kepulangannya sekitar tanggal 22. Sedangkan rombongan lainnya dijadwalkan pulang setelah Hari Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a589517c2df.webp" length="38918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 21:50:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, haji, umroh, perang timur tengah, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Menyusul eskalasi perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat saat ini, sejumlah maskapai menunda hingga menjadwal ulang penerbangan internasional. Penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan penerbangan.</p>
<p></p>
<p>Kantor Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Kabupaten Tulungagung mencatat sedikitnya dua rombongan jemaah umrah asal Tulungagung saat ini masih berada di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Kemenhaj Tulungagung, Suryani, mengatakan pihaknya telah menerima imbauan resmi dari kementerian pada Senin (2/3/2026) terkait situasi terkini di Timur Tengah.</p>
<p></p>
<p>“Beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, bahkan pembatalan. Karena itu, bagi masyarakat yang akan berangkat umrah agar memastikan terlebih dahulu kepada maskapai. Jika belum ada kepastian, sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak datang ke bandara,” ujar Suryani, Senin (2/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Suryani menegaskan, seluruh jemaah umrah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi diminta tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah, kata dia, menjamin komunikasi terus berjalan dengan maskapai maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).</p>
<p></p>
<p>“Kami harapkan jemaah tetap tenang. Pemerintah melalui Kementerian Haji serta Perwakilan Republik Indonesia di Riyadh dan Jeddah terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan jemaah aman dan terlayani dengan baik,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengimbau keluarga jemaah di tanah air agar tidak panik dan aktif berkomunikasi melalui pihak travel masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi keluarga mereka di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan laporan yang masuk, terdapat dua kelompok jemaah asal Tulungagung yang saat ini berada di Arab Saudi. Salah satu rombongan berangkat melalui travel Menara Kamila Tulungagung dengan jumlah sekitar 40 orang. Sementara satu rombongan lainnya berangkat melalui travel dari luar kota sehingga tidak terpantau langsung oleh kantor Kemenhaj Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>“Untuk rombongan dari Menara Kamila, jadwal kepulangannya sekitar tanggal 22. Sedangkan rombongan lainnya dijadwalkan pulang setelah Hari Raya. Sejauh ini belum ada informasi kendala, dan sebelumnya juga ada jemaah yang sudah kembali dengan selamat sebelum situasi memanas,” jelas Suryani.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap seluruh jemaah asal Tulungagung tetap dalam kondisi aman dan dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditentukan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah situasi geopolitik tersebut, persiapan keberangkatan haji 2026 untuk Kabupaten Tulungagung dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Tahun ini, jumlah jemaah haji Tulungagung tercatat sebanyak 1.156 orang.</p>
<p></p>
<p>Buku manasik haji telah tersedia dan dapat diambil di Surabaya. Sementara distribusi koper jemaah masih menunggu pengiriman lengkap dari pihak terkait.</p>
<p></p>
<p>“Tulungagung masuk kloter 102, 103, 104, dan sebagian 105. Insyaallah pemberangkatan pada Mei 2026. Kloter 102 masuk asrama haji tanggal 17 Mei pukul 21.00 WIB. Kloter 103 dan 104 masuk tanggal 18 Mei pukul 06.00 WIB, sedangkan kloter 105 pukul 06.30 WIB,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait visa, Suryani menyebut seluruh pengajuan telah diproses sejak 8 Februari lalu dan hingga kini tidak ada kendala berarti.</p>
<p></p>
<p>“Secara umum proses berjalan baik. Jika ada kekurangan administrasi, langsung kami lengkapi sesuai permintaan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak Kemenhaj Tulungagung menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan kementerian serta perwakilan RI di Arab Saudi guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Penganiayaan Viral di Trenggalek Dinyatakan Tewas, Polisi Lakukan Autopsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-penganiayaan-viral-di-trenggalek-dinyatakan-tewas-polisi-lakukan-autopsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-penganiayaan-viral-di-trenggalek-dinyatakan-tewas-polisi-lakukan-autopsi</guid>
<description><![CDATA[ Korban diduga mengembuskan napas terakhir setelah mengonsumsi cairan herbisida jenis Gramason. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a4852b873c7.webp" length="33400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 10:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan, outopsi korban penganiayaan, minum racun, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong>– ED (33), perempuan yang menjadi korban dugaan penganiayaan dalam video viral di Kabupaten Trenggalek, dilaporkan meninggal dunia pada Ahad (1/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Korban diduga mengembuskan napas terakhir setelah mengonsumsi cairan herbisida jenis Gramason.</p>
<p></p>
<p>Korban merupakan warga Desa Tanjungkerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berdomisili di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek. </p>
<p></p>
<p>Adapun insiden penganiayaan yang terekam dalam video tersebut terjadi di jalan masuk Desa Karanganyar.</p>
<p></p>
<p>Video dugaan penganiayaan itu sebelumnya beredar luas di media sosial pada Rabu (25/2/2026). Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat melakukan pemukulan terhadap korban di pinggir jalan.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif.</p>
<p></p>
<p>"Kami jelaskan terkait korban atas nama ED. Jadi awal mulanya, korban dibawa ke Puskesmas Pule pada hari Kamis pukul 03.00 pagi. Korban dibawa ke puskesmas karena diduga meminum obat rumput sejenis Gramason," ujar AKP Katik.</p>
<p></p>
<p>Namun, setelah mendapatkan penanganan awal, kondisi kesehatan korban tidak menunjukkan perubahan. Pada Ahad (1/3/2026) pagi, korban dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Korban tidak ada perubahan, kemudian dirujuk ke RSUD. Sekira pukul 15.00 sore tadi, korban dinyatakan meninggal dunia," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Mengenai keterkaitan antara kematian korban dengan aksi penganiayaan dalam video yang viral, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman. </p>
<p></p>
<p>Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan, yakni Andik Wianto (31), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule.</p>
<p></p>
<p>"Untuk orang yang diduga pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Terkait penggunaan kaus bertuliskan Polisi Samapta, kami pastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri atau anggota Polres Trenggalek," tegas AKP Katik.</p>
<p></p>
<p>Guna memastikan penyebab pasti kematian korban secara medis, pihak kepolisian bersama tim forensik memutuskan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini petugas Satreskrim Trenggalek telah melakukan visum luar. Namun kami melihat akan dilakukan autopsi terhadap korban supaya bisa dipastikan meninggalnya karena apa. Karena di video beredar ada dugaan penganiayaan, dan ada bukti juga korban meminum herbisida. Jadi nanti akan diketahui meninggal itu karena apa," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Pada Ahad menjelang tengah malam, tim forensik bersama kepolisian mulai melaksanakan proses autopsi. </p>
<p></p>
<p>Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Trenggalek. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menunggu hasil resmi penyelidikan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Selidiki Video Penganiayaan Perempuan di Trenggalek, Pelaku Pastikan Bukan Anggota Polri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-video-penganiayaan-perempuan-di-trenggalek-pelaku-pastikan-bukan-anggota-polri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-video-penganiayaan-perempuan-di-trenggalek-pelaku-pastikan-bukan-anggota-polri</guid>
<description><![CDATA[ Dalam rekaman yang beredar sejak Rabu (25/2/2026) tersebut, tampak seorang pria mengenakan kaus bertuliskan Polisi Samapta berulang kali memukul seorang perempuan di pinggir jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a4843603392.webp" length="22332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 08:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan viral, pule, kasi humas polres trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong>– Sebuah video yang memperlihatkan aksi penganiayaan seorang pria terhadap seorang perempuan di Kabupaten Trenggalek viral di media sosial. </p>
<p></p>
<p>Dalam rekaman yang beredar sejak Rabu (25/2/2026) tersebut, tampak seorang pria mengenakan kaus bertuliskan Polisi Samapta berulang kali memukul seorang perempuan di pinggir jalan.</p>
<p></p>
<p>Video tersebut memperlihatkan korban awalnya dibonceng oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Tak lama berselang, terjadi cekcok hingga pelaku turun dari motor dan memukul korban. Meski sempat berusaha melarikan diri, korban tetap dikejar, dipukul, hingga dilempar sandal pada bagian kepala. Peristiwa ini diketahui terjadi di jalan masuk wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian tersebut, baik di Polsek Pule maupun Polres Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>"Perlu kami perjelas bahwa sesuai dengan video yang beredar di masyarakat, terkait peristiwa penganiayaan tersebut tidak ada laporan ke Polsek Pule maupun ke Polres Trenggalek. Namun dalam hal ini Satreskrim Polres Trenggalek tetap melakukan penyelidikan terkait video yang viral di masyarakat mengenai dugaan penganiayaan yang dialami korban," ujar AKP Katik, Ahad (1/3/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui berinisial ED (33), warga Desa Tanjungkerang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berdomisili di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku dalam video tersebut. </p>
<p></p>
<p>AKP Katik memastikan bahwa pria tersebut bukan merupakan anggota kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah mengamankan orang yang diduga sebagai pelaku. Terkait penggunaan kaos bertuliskan polisi Samapta, kami pastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri atau anggota Polres Trenggalek," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait hubungan antara keduanya, polisi masih mendalami informasi yang berkembang. </p>
<p></p>
<p>"Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pelaku dan korban menjalin hubungan asmara. Namun untuk kepastian status hubungan mereka, saat ini belum bisa kami pastikan," imbuh dia.</p>
<p></p>
<p>Mengenai waktu kejadian, polisi juga belum dapat memberikan keterangan pasti, namun mengonfirmasi video mulai beredar sejak Rabu lalu. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, berdasarkan keterangan warga setempat, Anakke Mahmudi, kejadian tersebut benar terjadi pada Rabu di wilayah Desa Karanganyar.</p>
<p></p>
<p>Mahmudi menyebut pelaku dan korban merupakan pasangan nikah siri yang berencana meresmikan pernikahan mereka. </p>
<p></p>
<p>"Keduanya itu menikah siri. Sempat ada rencana mau menikah secara sah. Tapi belakangan sering cekcok. Sejak ada rencana nikah sah itu, korban minta pulang," ungkap Mahmudi.</p>
<p></p>
<p>Pada Minggu sore, korban dilaporkan meninggal dunia di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi cairan herbisida atau obat pembasmi rumput.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini, Polres Trenggalek masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa penganiayaan tersebut serta kaitannya dengan penyebab kematian korban. </p>
<p></p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan resmi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Warga Padati GOR Lembu Peteng, Savana Takjil 2026 Jadi Magnet Baru Ramadan di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-padati-gor-lembu-peteng-savana-takjil-2026-jadi-magnet-baru-ramadan-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-padati-gor-lembu-peteng-savana-takjil-2026-jadi-magnet-baru-ramadan-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pada hari pertama pembukaan, sekitar 120 pedagang mencatat total omzet mencapai kisaran Rp30 juta. Kini, perputaran uang disebut telah menyentuh angka kurang lebih Rp50 juta per hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a02fa189255.webp" length="64634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 21:21:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gor lembupeteng, berburu takjil, savana, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kamis (26/2/2026) sore, langit Tulungagung sedikit mendung. Awan kelabu menggantung tipis, namun tak setetes pun hujan turun. Cuaca yang teduh justru menjadi berkah tersendiri. Sejak pukul 15.30 WIB, ribuan orang silih berganti memadati halaman GOR Lembu Peteng. Mereka datang dengan satu tujuan yakni berburu takjil.</p>
<p></p>
<p>Memasuki halaman GOR sebelah barat, aroma makanan tradisional bercampur dengan wangi jajanan modern menyeruak di udara. Dari kerak telor yang dimasak di atas tungku kecil, aneka jajanan pasar berwarna-warni, hingga dimsum hangat yang mengepul, serta berbagai minuman segar, semuanya tersaji dalam satu kawasan. Ramadan 2026 benar-benar terasa lengkap di sini. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) hadir dengan wajah baru. Jika pada tahun sebelumnya digelar di Jalan WR Supratman, Pasar Wage, kini pusat kuliner Ramadan tersebut dipindahkan ke kawasan GOR Lembu Peteng. Perpindahan lokasi ini rupanya membawa perubahan besar, baik bagi pedagang maupun pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Koordinator pedagang Savana, Haris Mukti, menyebut hingga saat ini ada sekitar 350 pedagang yang bergabung. Jumlah tersebut meningkat 2 kali lipat lebih jika dibanding awal digelar awal Ramadan lalu.</p>
<p></p>
<p>“Sebagian besar pedagang dari car free day, sebagian lagi pedagang umum,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah tersebut menjadikan Savana Takjil sebagai salah satu sentra kuliner Ramadan terbesar di Tulungagung tahun ini. Deretan tenda tertata rapi, memberi ruang yang cukup luas bagi pengunjung untuk berjalan tanpa berdesakan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Haris, dibandingkan lokasi lama, kawasan GOR Lembu Peteng terasa lebih nyaman.</p>
<p></p>
<p>“Kalau di tempat sebelumnya itu waktunya terbatas, jadi pedagang dan pembeli seperti tergesa-gesa. Di sini waktunya lebih panjang, mereka bisa lebih santai,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pengunjung, ia menilai antusiasme justru meningkat. Hal tersebut menepis kekhawatiran sejumlah pedagang yang awalnya pesimis dengan tingkat kunjungan pembeli.</p>
<p></p>
<p>“Kalau ramai, lebih ramai di sini. Pengunjung tiap hari malah meningkat. Kemarin ada yang datang, kami tanya, ternyata dari Ponggok, Blitar,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Lonjakan pengunjung itu berbanding lurus dengan perputaran uang. Pada hari pertama pembukaan, sekitar 120 pedagang mencatat total omzet mencapai kisaran Rp30 juta. Kini, perputaran uang disebut telah menyentuh angka kurang lebih Rp50 juta per hari.</p>
<p></p>
<p>Meski begitu, Haris mengakui data detail masih terus direkap. Setiap pedagang diminta mengisi laporan omzet harian melalui tautan khusus.</p>
<p></p>
<p>“Nanti kita kumpulkan. Satu bulan dapat berapa, baru kita laporkan secara keseluruhan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, peningkatan pendapatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pedagang. Faktor kenyamanan menjadi kunci utama.</p>
<p></p>
<p>“Pedagang itu kuncinya merasa nyaman. Kalau tidak nyaman dan waktunya terbatas, sulit berkembang,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya kuliner, Savana Takjil jilid dua ini juga menghadirkan wahana permainan serta lapak UMKM non-kuliner. Anak-anak tampak antusias mencoba permainan, sementara orang tua berburu makanan untuk berbuka. Suasana ini menciptakan pengalaman Ramadan yang lebih dari sekadar membeli takjil, tetapi juga ruang berkumpul dan bersilaturahmi.</p>
<p></p>
<p>Menjelang azan magrib, pengunjung mulai menenteng kantong-kantong plastik berisi aneka hidangan. Senyum terlihat di wajah para pedagang yang sibuk melayani pembeli terakhir sebelum waktu berbuka tiba.</p>
<p></p>
<p>Di bawah langit mendung yang bersahabat, Savana Takjil 2026 di GOR Lembu Peteng tak sekadar menjadi pasar musiman. Ia menjelma menjadi denyut ekonomi rakyat sekaligus ruang temu hangat masyarakat Tulungagung selama Ramadan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Tulungagung dan BPOM Sidak Takjil di GOR Lembu Peteng, Mamin Aman dari Bahan Berbahaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-dan-bpom-sidak-takjil-di-gor-lembu-peteng-mamin-aman-dari-bahan-berbahaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-dan-bpom-sidak-takjil-di-gor-lembu-peteng-mamin-aman-dari-bahan-berbahaya</guid>
<description><![CDATA[ Pengujian dilakukan bekerja sama dengan BPOM menggunakan metode rapid test atau uji cepat di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari bahan berbahaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a0213fc27b2.webp" length="33362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 20:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kepala dinas kesehatan tulungagung, desi lusiana wardhani, takjil, savana takjil, gor lembupeteng, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan makanan dan minuman takjil di Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) yang berlokasi di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Kamis (26/2/2026) sore.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap Ramadan sebagai bentuk pembinaan sekaligus pengawasan terhadap pelaku UMKM makanan dan minuman.</p>
<p>“Jadi hari ini kita melakukan sidak terkait makanan, minuman, dan takjil di bulan Ramadan 2026. Ini sebenarnya kegiatan rutin Dinas Kesehatan karena kami juga berperan sebagai pembina UMKM di bidang makanan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam inspeksi mendadak tersebut, petugas mengambil 30 sampel makanan dan minuman secara acak dari para pedagang.</p>
<p>Pengujian dilakukan bekerja sama dengan BPOM menggunakan metode rapid test atau uji cepat di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.</p>
<p>“Dari 30 sampel yang diperiksa, semuanya negatif bahan berbahaya. Pemeriksaan meliputi Metanil Yellow, Rhodamin B, boraks, dan formalin,” jelas Desi.</p>
<p>Adapun jenis makanan yang diuji antara lain dimsum, pentol, tahu walik, hingga minuman seperti cendol. Seluruhnya merupakan makanan siap saji yang banyak diminati masyarakat saat berbuka puasa.</p>
<p>Desi menyebut, hasil tersebut menunjukkan bahwa upaya edukasi dan pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para pedagang selama ini berjalan efektif.</p>
<p>“Kita rutin melakukan pendampingan. Terbukti hari ini tidak ditemukan bahan berbahaya. Artinya, rata-rata teman-teman pedagang mematuhi apa yang sudah kami sampaikan,” katanya.</p>
<p>Meski tidak ditemukan zat berbahaya, petugas tetap memberikan catatan terkait aspek kebersihan teknis, seperti makanan yang belum tertutup sempurna. Hal itu langsung disosialisasikan kepada pedagang di lokasi.</p>
<p>Sebagai tanda telah dilakukan pembinaan dan edukasi, petugas memasang stiker pada lapak pedagang.</p>
<p>“Pemasangan stiker itu menandakan sudah dilakukan sosialisasi, tanya jawab, dan pedagang sudah memahami edukasi yang diberikan,” terang Desi.</p>
<p>Dengan hasil uji laboratorium cepat tersebut, Dinas Kesehatan memastikan takjil yang dijual di Savana GOR Lembupeteng aman untuk dikonsumsi masyarakat.</p>
<p>“Insyaallah aman. Tinggal tadi beberapa catatan teknis kecil seperti kebersihan yang sudah kita sampaikan,” pungkasnya.</p>
<p>Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tetap bijak dalam memilih makanan serta melaporkan apabila menemukan indikasi makanan yang mencurigakan selama Ramadan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Ungkap Penipuan Modus Lowongan Kerja, Kerugian Capai Ratusan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penipuan-modus-lowongan-kerja-kerugian-capai-ratusan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-ungkap-penipuan-modus-lowongan-kerja-kerugian-capai-ratusan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kasus ini bermula dari laporan seorang warga bernama Murni (41), asal Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Korban mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan pekerjaan untuk anaknya di PT Wilmar Gresik oleh tersangka berinisial LYA (30). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699fea1e5c1b2.webp" length="35256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 16:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penipuan, polsek boyolangu, resmob macan agung, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Unit Resmob Macan Agung Polres Tulungagung bersama Unit Reskrim Polsek Boyolangu berhasil membongkar dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang merugikan warga hingga ratusan juta rupiah. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (23/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan seorang warga bernama Murni (41), asal Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Korban mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan pekerjaan untuk anaknya di PT Wilmar Gresik oleh tersangka berinisial LYA (30), warga Desa Kucen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa tersangka menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai perantara yang memiliki akses untuk membantu proses penerimaan karyawan di perusahaan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Pelaku menawarkan bantuan untuk memasukkan anak korban bekerja di PT Wilmar Gresik dengan syarat korban menyerahkan uang kurang lebih Rp100 juta, baik melalui transfer maupun secara tunai,” jelas Iptu Nanang, Kamis (26/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Tergiur dengan janji tersebut, korban menyerahkan uang sesuai permintaan pelaku. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, anak korban tak kunjung diterima bekerja. </p>
<p></p>
<p>Tersangka justru mulai sulit dihubungi dan berusaha menghindar. Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka diketahui kerap berpindah tempat tinggal hingga akhirnya memutus komunikasi total. Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Boyolangu.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa korban serta sejumlah saksi. Polisi juga mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk dokumen transfer dana, dan melakukan pelacakan terhadap keberadaan tersangka yang diduga terus berpindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut membuahkan hasil pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas gabungan berhasil mengamankan tersangka saat melintas di Jalan Raya Boyolangu.</p>
<p></p>
<p>Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bukti transfer dari korban ke rekening atas nama terlapor serta satu set seragam perusahaan yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Boyolangu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok lowongan kerja, terutama yang mensyaratkan pembayaran sejumlah uang.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang meminta sejumlah uang sebagai syarat. Pastikan informasi tersebut jelas, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menjadi korban penipuan,” tutup Iptu Nanang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trenggalek Disebut Kota Teraman Nomor Dua di Indonesia, Kapolres Ajak Media dan Mahasiswa Kawal Kamtibmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trenggalek-disebut-kota-teraman-nomor-dua-di-indonesia-kapolres-ajak-media-dan-mahasiswa-kawal-kamtibmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trenggalek-disebut-kota-teraman-nomor-dua-di-indonesia-kapolres-ajak-media-dan-mahasiswa-kawal-kamtibmas</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres juga menyoroti layanan darurat 110 yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, layanan tersebut telah tersedia cukup lama dan dapat diakses secara gratis, khususnya oleh pengguna Telkomsel di wilayah Kabupaten Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699eecbda6052.webp" length="39916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 21:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kapolres trenggalek, akbp ridwan maliki, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kabupaten Trenggalek disebut sebagai kota teraman nomor dua di Indonesia setelah Pacitan. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Trenggalek, Ridwan Maliki, dalam acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim Polri yang digelar di Polres Trenggalek, Rabu (25/2/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri insan media, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kemasyarakatan (ormek), serta organisasi kepemudaan (OKP) di Trenggalek. Momentum Ramadan itu dimanfaatkan untuk mempererat sinergitas sekaligus ruang refleksi bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p>Dalam sambutannya, AKBP Ridwan Maliki menegaskan pentingnya peran media, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sebagai mitra strategis kepolisian.</p>
<p>“Media dan mahasiswa serta organisasi yang ada di Trenggalek adalah salah satu penjaga moral kami, para penegak hukum dan pelindung, pengayom masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran media dan elemen mahasiswa dibutuhkan tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam ruang-ruang diskusi untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kinerja Polri.</p>
<p>“Kami butuh masukan, baik melalui tulisan maupun diskusi. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai norma, silakan sampaikan, berikan kritik kepada kami. Itu menjadi bahan evaluasi agar ke depan lebih baik,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih atas sinergitas yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Polres Trenggalek dan berbagai elemen masyarakat.</p>
<p>Kapolres menekankan, tujuan utama kepolisian adalah memastikan masyarakat Trenggalek merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>“Yang paling kita inginkan adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek merasa aman dan nyaman tinggal di sini. Bisa berkarya, meningkatkan perekonomian, dan melakukan kegiatan apa pun tanpa rasa khawatir,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, ketika masyarakat merasa tenang dan aman, aparat kepolisian pun turut merasakan hal yang sama.</p>
<p>“Kalau masyarakatnya tenang, tentu polisi juga merasa senang,” tambahnya.</p>
<p>Ia pun membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan gagasan, kritik, maupun laporan, baik secara langsung maupun melalui jalur komunikasi resmi yang tersedia.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyoroti layanan darurat 110 yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, layanan tersebut telah tersedia cukup lama dan dapat diakses secara gratis, khususnya oleh pengguna Telkomsel di wilayah Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>“Kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan layanan 110. Jika melihat, mengetahui, atau mengalami tindak pidana maupun gangguan kamtibmas, silakan hubungi 110. Anggota Polri siap siaga 24 jam,” jelasnya.</p>
<p>Ia memastikan petugas piket akan segera merespons setiap laporan yang masuk dan mendatangi lokasi kejadian.</p>
<p>Dengan predikat sebagai kota teraman nomor dua di Indonesia, Kapolres berharap capaian tersebut tidak membuat semua pihak lengah. Justru, menurutnya, keamanan harus terus dijaga melalui kolaborasi antara kepolisian, media, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan seluruh warga Trenggalek.</p>
<p>“Sinergitas ini harus kita tingkatkan, agar Trenggalek ke depan semakin aman dan kondusif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kepedulian dan Kamtibmas Selama Ramadan, Polres Trenggalek Bagikan Ratusan Paket Takjil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kepedulian-dan-kamtibmas-selama-ramadan-polres-trenggalek-bagikan-ratusan-paket-takjil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kepedulian-dan-kamtibmas-selama-ramadan-polres-trenggalek-bagikan-ratusan-paket-takjil</guid>
<description><![CDATA[ Ramadan menjadi momen untuk meningkatkan rasa kasih sayang dan toleransi antar sesama di Kabupaten Trenggalek. Melalui pembagian takjil, pihaknya ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ee9e3aab6f.webp" length="95916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 20:33:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kapolres trenggalek, akbp ridwan maliki, ramadan, bagi takjil, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Suasana sore di halaman Polres Trenggalek tampak berbeda, pada Rabu (25/2/2026). Sejumlah pengendara yang melintas di depan Mapolres diarahkan masuk ke halaman. Bukan untuk razia, melainkan menerima paket takjil gratis dari jajaran kepolisian.</p>
<p></p>
<p>Sedikitnya 200 paket menu takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kapolres Trenggalek, Ridwan Maliki, turun langsung menyapa dan menyerahkan takjil kepada para pengendara. Selain di halaman Mapolres, bagi-bagi takjil juga dilakukan di depan pos Satlantas 12.0 Jalan Soekarno Hatta.</p>
<p></p>
<p>Kapolres AKBP Ridwan Maliki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian di momentum Ramadan. Tak hanya melibatkan anggota kepolisian, kegiatan sosial ini juga menggandeng mahasiswa, organisasi kepemudaan, GP Ansor Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>“Pada kesempatan sore hari ini, kami sengaja mengundang rekan-rekan mahasiswa, organisasi kepemudaan, GP Ansor, dan media untuk bersama-sama membagikan takjil kepada pengendara yang lewat di depan Mako Polres Trenggalek dan Pos 120 Soekarno-Hatta,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Ramadan menjadi momen untuk meningkatkan rasa kasih sayang dan toleransi antar sesama di Kabupaten Trenggalek. Melalui pembagian takjil, pihaknya ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini bentuk kebersamaan kita di bulan suci,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga mengapresiasi para pengguna jalan yang dinilai tertib berlalu lintas. Ia menyebut, mayoritas pengendara yang melintas telah menggunakan atribut keselamatan secara lengkap, seperti helm dan perlengkapan lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Tadi kita lihat bersama, para pengendara sudah menggunakan atribut lengkap. Tentu ini sangat kami apresiasi,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya selama Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya berbagi takjil, Polres Trenggalek juga menggelar santuan anak yatim dan buka puasa bersama dengan mahasiswa, organisasi pemuda, dan insan pers di Mako Polres. Kegiatan ini disebut sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas yang selama ini telah terjalin dengan baik.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengapresiasi sinergitas yang sudah berjalan. Semoga ke depan bisa terus kita tingkatkan untuk mewujudkan kamtibmas yang lebih kondusif di Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait situasi keamanan selama Ramadan, Kapolres memastikan hingga hari keenam puasa belum ada kejadian menonjol di wilayah hukum Polres Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah selama enam hari puasa ini tidak ada kejadian menonjol. Secara umum Kabupaten Trenggalek masih aman dan kondusif,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, termasuk saat membangunkan sahur. Kapolres meminta warga tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat lain.</p>
<p></p>
<p>“Gunakan sound dalam batas wajar. Bangunkan sahur dengan cara yang baik dan bermoral, sehingga warga yang dibangunkan juga merasa senang karena diperhatikan,” pesannya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan berbagi takjil dan penguatan sinergitas lintas elemen, Polres Trenggalek berharap suasana Ramadan di wilayah Kabupaten Trenggalek tetap aman, damai, dan penuh kebersamaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cahaya di Ujung Jemari, Tadarus Al&amp;Qur’an Braille di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cahaya-di-ujung-jemari-tadarus-al-quran-braille-di-slb-pgri-kedungwaru-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cahaya-di-ujung-jemari-tadarus-al-quran-braille-di-slb-pgri-kedungwaru-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada keterbatasan yang menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru dari keterbatasan penglihatan, lahir ketekunan yang luar biasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ee43a80edd.webp" length="20174" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 20:04:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tadarus braille, ramadan, slb pgri tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu dari sebuah ruang kelas di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Suaranya lembut, pelan, namun mantap. Bukan mata yang menelusuri setiap huruf, melainkan ujung-ujung jemari kecil yang bergerak hati-hati di atas lembaran kertas tebal bertitik timbul.</p>
<p></p>
<p>Di bulan Ramadan, suasana di sekolah luar biasa yang berada di Kabupaten Tulungagung ini terasa berbeda. Lebih khusyuk. Lebih hangat. Anak-anak tunanetra duduk rapi, masing-masing dengan mushaf Al-Qur’an Braille di pangkuan. Jemari mereka menyusuri titik demi titik, menerjemahkannya menjadi huruf hijaiyah, lalu menjadi ayat-ayat suci yang mengalun memenuhi ruangan.</p>
<p></p>
<p>Riska Desila Putri, salah satu siswi tunanetra, tampak percaya diri melafalkan ayat demi ayat. Jari-jarinya lincah membaca simbol Braille Arab yang tersusun rapi di hadapannya.</p>
<p></p>
<p>“Belajar membaca Al-Qur’an Braille sejak SMP kelas 2,” tuturnya, Rabu (25/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Awalnya, ia harus mengenali satu per satu huruf hijaiyah dalam bentuk titik timbul. Dari alif, ba, ta hingga ya. Tidak mudah di awal.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dulu agak-agak sulit pertama,” akunya.</p>
<p></p>
<p>Namun kunci kelancarannya sederhana: membaca setiap hari. Kini, Riska telah menyelesaikan dua juz. Tantangan terbesarnya justru saat lupa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau pas lupa, itu sulit,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Bagi Riska, titik-titik Braille bukan sekadar kode. Di sanalah cahaya itu hadir menuntunnya membaca kalam Ilahi tanpa harus melihat.</p>
<p></p>
<p>Arif Efendi, pengajar Al-Qur’an Braille di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa proses belajar memang tidak instan. Rata-rata siswa membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun untuk benar-benar lancar membaca.</p>
<p></p>
<p>“Pertama dikenalkan huruf-huruf hijaiyah dulu. Kalau belum menguasai, tidak ditambah. Harus lancar dulu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Setiap anak memiliki kecepatan belajar berbeda. Ada yang mampu menguasai dasar-dasar dalam enam bulan, namun ada pula yang membutuhkan hingga dua tahun.</p>
<p></p>
<p>Selama Ramadan, fokus pembelajaran bukan pada penambahan materi baru, melainkan murajaah atau pengulangan hafalan.</p>
<p></p>
<p>“Karena mau mendekati libur Hari Raya. Kalau ditambah terus, mereka malah bisa bingung. Yang sudah dipelajari bisa hilang,” tambah Arif.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya membaca, sekolah ini juga memiliki program tahfidz Al-Qur’an bagi siswa tunanetra. Di sudut lain kelas, Denadine, siswi kelas 2 SDLB, tengah menghafal Surah Al-Baqarah. Suaranya mantap, mengalun tanpa melihat teks.</p>
<p>Ia mulai menghafal sejak kelas 1 SD. Kini, beberapa surat telah ia kuasai. Bahkan, ia pernah mengikuti lomba dan meraih juara satu maupun dua.</p>
<p>“Kadang sulit kalau pas lupa,” katanya polos.</p>
<p></p>
<p>Agar hafalan kuat, ia melakukan murajaah setiap hari. Di sekolah, guru membimbing dan membacakan ayat. Di rumah, sang ibu melanjutkan pendampingan.</p>
<p>Metode yang digunakan sederhana namun efektif, simakan. Guru membacakan, siswa mendengarkan, lalu mengulanginya hingga melekat dalam ingatan. Jika ada kesalahan, langsung diperbaiki.</p>
<p></p>
<p>Nanda, siswa lainnya, juga tengah menyelesaikan hafalan Surah Al-Baqarah dan juz 30. Baginya, kunci menghafal adalah mendengar dan mengulang terus-menerus, baik di sekolah maupun di rumah.</p>
<p></p>
<p><strong>Ramadan yang Lebih Bermakna</strong></p>
<p>Program literasi Al-Qur’an Braille dan tahfidz ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Sekolah swasta terakreditasi B tersebut melayani berbagai kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita hingga autis, dengan jenjang pendidikan dari SDLB hingga SMALB.</p>
<p></p>
<p>Di ruang kelas sederhana itu, Ramadan terasa lebih bermakna. Tidak ada keterbatasan yang menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru dari keterbatasan penglihatan, lahir ketekunan yang luar biasa.</p>
<p></p>
<p>Jemari-jemari kecil itu terus menyusuri titik-titik Braille. Suara-suara lembut terus menghafal ayat demi ayat. Di sana, di antara lembaran-lembaran bertitik timbul, cahaya itu tidak pernah padam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaranan Senterewe Tulungagung Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaranan-senterewe-tulungagung-resmi-jadi-warisan-budaya-takbenda-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaranan-senterewe-tulungagung-resmi-jadi-warisan-budaya-takbenda-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Sampai saat ini eksistensi Jaranan Senterewe di Tulungagung masih terjaga. Banyak kelompok seni jaranan yang aktif, meskipun pertunjukannya biasanya tampil pada momen-momen tertentu seperti peringatan hari besar, acara adat, maupun hajatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c52ef40b24.webp" length="42788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 21:20:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gatut sunu wibowo, jaranan senterewe, warisan budaya tak benda indonesia, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kesenian tradisional Jaranan Senterewe asal Kabupaten Tulungagung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Pengakuan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tulungagung sekaligus penguat identitas budaya daerah.</p>
<p>Penyerahan sertifikat WBTb dilaksanakan di Taman Krida Budaya, Kota Malang, pada Minggu (22/02/2026). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan diterima langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan rasa bangga atas pengakuan nasional terhadap kesenian yang telah hidup dan berkembang sejak tahun 1958 tersebut.</p>
<p>“Hari ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kami menerima apresiasi atas pengakuan Jaranan Senterewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Jaranan Senterewe yang lahir tahun 1958 bukan sekadar hiburan, tetapi simbol semangat, keberanian, dan harmoni masyarakat Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pelestarian dan regenerasi pelaku seni Jaranan Senterewe.</p>
<p>“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian dan regenerasi pelaku seni. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini demi Tulungagung yang maju dan berbudaya,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan pengakuan ini, Jaranan Senterewe tidak lagi sekadar pertunjukan rakyat, tetapi telah menjadi identitas dan kekuatan budaya masyarakat Tulungagung yang harus dijaga keberlanjutannya dari generasi ke generasi.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Ardian Candra, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Menurutnya, proses penetapan WBTB bukanlah hal yang mudah karena melalui tahapan panjang dan persyaratan ketat.</p>
<p>“Alhamdulillah, pada Minggu 22 Februari 2026 kemarin, kita mendapatkan piagam pengakuan Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan RI untuk Jaranan Senterewe, seni budaya khas Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya, Senin (23/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga kini eksistensi Jaranan Senterewe di Tulungagung masih terjaga. Banyak kelompok seni jaranan yang aktif, meskipun pertunjukannya biasanya tampil pada momen-momen tertentu seperti peringatan hari besar, acara adat, maupun hajatan masyarakat.</p>
<p>“Dengan adanya penghargaan ini, tentu akan kami jadikan prioritas dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Karena untuk meraih status WBTb ini tidak mudah. Ini aset budaya tak benda yang harus kita lestarikan,” tegas Ardian.</p>
<p>Ardian menambahkan, pengusulan Jaranan Senterewe sebagai WBTb telah dilakukan sejak awal 2024. Salah satu syarat utama pengakuan WBTB adalah usia kesenian minimal 50 tahun serta memiliki kajian historis yang jelas dan terdokumentasi.</p>
<p>“Di Tulungagung, untuk tingkat nasional, baru Jaranan Senterewe yang mendapat sertifikat WBTb. Ke depan ada usulan lain seperti Reog Kendang, tetapi persyaratannya memang sangat ketat,” jelasnya.</p>
<p>Pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda memberikan sejumlah keuntungan, terutama dari sisi penguatan identitas daerah dan dukungan pembinaan dari pemerintah pusat.</p>
<p>“Secara pengakuan, ini menjadi kekayaan aset daerah yang diakui pemerintah pusat. Harapannya, pembinaan dan pengembangan bisa lebih luas, sekaligus menjadi potensi pengembangan pariwisata ke depan,” pungkas Ardian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Kondusifitas Ramadan, Polres Tulungagung Larang SOTR dengan Sound Berlebihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-kondusifitas-ramadan-polres-tulungagung-larang-sotr-dengan-sound-berlebihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-kondusifitas-ramadan-polres-tulungagung-larang-sotr-dengan-sound-berlebihan</guid>
<description><![CDATA[ Selain larangan penggunaan sound besar saat SOTR, terdapat dua larangan lain yang juga menjadi fokus pengawasan, yakni menerbangkan balon udara secara liar dan menyalakan petasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c286109b78.webp" length="24974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 19:40:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kasi humas polres tulungagugung, ronda sahur, sound horeg, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dalam rangka menjaga ketertiban dan kondusifitas selama bulan suci Ramadan, Polres Tulungagung mengeluarkan sejumlah imbauan dan larangan kepada masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah larangan sahur on the road (SOTR) atau ronda sahur menggunakan sound system berlebihan, termasuk sound horeg.</p>
<p>Langkah ini diambil guna menjaga kenyamanan warga serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap muncul akibat aktivitas tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Nanang Murdianto, mengatakan, sosialisasi larangan tersebut sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum Ramadan dimulai. Pihaknya telah menyebar flyer imbauan serta menyampaikan larangan melalui berbagai media dan kesempatan.</p>
<p>“Sebelum menjelang puasa kita sudah beberapa kali menyampaikan, yang utama kita membuat papan imbauan dulu. Yang kedua kita melaksanakan kegiatan larangan-larangan pada bulan puasa,” ujar Nanang, Senin (23/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, selain larangan penggunaan sound besar saat SOTR, terdapat dua larangan lain yang juga menjadi fokus pengawasan, yakni menerbangkan balon udara secara liar dan menyalakan petasan.</p>
<p>“Larangan dari Polres Tulungagung yaitu menerbangkan balon udara. Yang kedua membunyikan atau menyalakan petasan. Yang ketiga melaksanakan kegiatan SOTR memakai sound besar atau sound horeg,” tegasnya.</p>
<p>Untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi, Polres Tulungagung menerjunkan personel secara rutin melalui patroli harian. Patroli dilakukan menjelang sahur, setelah salat tarawih, hingga saat menjelang waktu berbuka puasa.</p>
<p>“Untuk tindak lanjut saat ini, kita dari Polres Tulungagung setiap hari membuat surat perintah ke jajaran untuk melaksanakan kegiatan patroli menjelang sahur dan juga setelah kegiatan salat tarawih maupun saat akan berbuka puasa,” jelas Nanang.</p>
<p>Dalam patroli yang digelar pada Sabtu (21/2/2026) malam lalu, petugas mendapati sekelompok anak yang melaksanakan ronda sahur menggunakan sound horeg dengan volume tinggi yang dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar. Polisi pun langsung mengambil tindakan tegas dengan mengamankan perangkat sound system tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah untuk saat ini dalam waktu tiga hari sudah kita dapatkan hasilnya. Dari salah satu wilayah, kita sudah mengamankan satu sound horeg yang pada waktu itu dilaksanakan pada malam Sabtu atau malam Minggu, digunakan untuk ronda sahur,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai efek jera, perangkat sound system tersebut untuk sementara diamankan di Mapolres Tulungagung. Pemilik baru diperbolehkan mengambilnya kembali setelah Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>“Untuk sanksinya sementara kita amankan, dan kita memberikan imbauan. Untuk pengambilan sound nanti kita keluarkan setelah hari raya,” tandas Nanang.</p>
<p>Polres Tulungagung berharap masyarakat dapat menjalankan tradisi Ramadan dengan tetap mengedepankan ketertiban, toleransi, dan kenyamanan bersama.</p>
<p>Aparat juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oknum Guru PPPK Digerebek di Tuban, Dinas Pendidikan Tulungagung Pastikan Proses Disiplin Tetap Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oknum-guru-pppk-digerebek-di-tuban-dinas-pendidikan-tulungagung-pastikan-proses-disiplin-tetap-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oknum-guru-pppk-digerebek-di-tuban-dinas-pendidikan-tulungagung-pastikan-proses-disiplin-tetap-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pengecekan data kepegawaian dan klarifikasi ke pihak terkait, Dinas Pendidikan memastikan bahwa A memang terdaftar sebagai salah satu P3K di Kabupaten Tulungagung. Namun yang bersangkutan sebelumnya telah mengajukan surat pengunduran diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c25c1d6dbd.webp" length="51028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 19:20:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, guru pppk tulungagung, dinas pendidikan tulungagung, suara jatin post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Video penggerebekan pasangan bukan suami istri di sebuah kamar hotel di wilayah Tuban pada Sabtu (21/2/2026) lalu, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan berinisial A disebut-sebut sebagai aparatur sipil negara (ASN) asal Tulungagung.</p>
<p>Saat digerebek, A didapati tengah berduaan dengan seorang laki-laki beristri berinisial LF. Penggerebekan dilakukan oleh istri LF bersama sejumlah anggota kepolisian.</p>
<p>Menanggapi kabar yang beredar luas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno, membenarkan bahwa perempuan berinisial A merupakan tenaga pendidik di wilayahnya.</p>
<p>Ia menyebut A tercatat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) paruh waktu yang mengajar di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Karangrejo.</p>
<p>Ini kaitan dengan dugaan seorang ASN, atau tepatnya PPPK paruh waktu di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Saya mendapatkan informasi itu tadi malam sebetulnya dari media,” ujar Sukowinarno, Senin (23/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi internal pada pagi harinya. Koordinasi dilakukan dengan pihak sekolah serta unit pelaksana teknis di wilayah setempat guna memastikan status kepegawaian yang bersangkutan.</p>
<p>“Kemudian kami tindak lanjuti pagi hari ini untuk melakukan koordinasi dengan terkait lainnya, baik dengan sekolah maupun dengan UPASP (Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan) atau korwil. Karena yang bersangkutan adalah seorang P3K di salah satu kecamatan di Tulungagung, yaitu Kecamatan Karangrejo,” jelasnya.</p>
<p>Dari hasil pengecekan data kepegawaian dan klarifikasi ke pihak terkait, Dinas Pendidikan memastikan bahwa A memang terdaftar sebagai salah satu P3K di Kabupaten Tulungagung. Namun, Sukowinarno mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sebelumnya telah mengajukan surat pengunduran diri.</p>
<p>“Setelah kami cek di data kepegawaian dan cross check kepada UPASP atau korwil, memang benar yang bersangkutan adalah salah satu P3K di Kabupaten Tulungagung. Ternyata setelah kita cek juga di surat-surat data kepegawaian, yang bersangkutan pada tanggal 11 Februari mengajukan pengunduran diri dari ASN,” paparnya.</p>
<p>Meski demikian, proses pengunduran diri tersebut belum final. Hingga saat ini, status A masih tercatat sebagai ASN karena surat pengunduran dirinya belum disetujui secara resmi.</p>
<p>“Ini masih dalam proses. Karena memang setelah tanggal 11 itu kemudian masuk masa liburan. Dalam surat pengunduran diri itu tidak serta merta langsung disetujui. Kami juga akan melakukan pemanggilan untuk verifikasi kepada yang bersangkutan,” tegas Sukowinarno.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah surat pengunduran diri diserahkan, pihak dinas belum dapat memastikan keberadaan A. Oleh sebab itu, klarifikasi langsung tetap akan diupayakan sebagai bagian dari prosedur administrasi dan penegakan disiplin.</p>
<p>“Informasi yang kami dapatkan, setelah menyerahkan surat pengunduran diri itu, untuk mendeteksi yang bersangkutan berada di mana masih belum bisa didapat. Maka kami akan melakukan pemanggilan dan verifikasi,” ujarnya.</p>
<p>Terkait dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut, Sukowinarno menegaskan bahwa hal itu merupakan ranah aparat penegak hukum. Sementara Dinas Pendidikan akan fokus pada aspek disiplin ASN sesuai kewenangannya.</p>
<p>“Untuk yang terkait dugaan pidananya itu ranahnya APH. Kami pada ranah disiplin ASN, sehingga kami menjalankan proses itu tetap, tentunya dengan melakukan klarifikasi,” katanya.</p>
<p>Pihaknya juga membuka kemungkinan untuk berkoordinasi dengan kepolisian di Tuban apabila diperlukan dalam proses penegakan disiplin.</p>
<p>“Nanti kalau alamatnya sudah jelas dan sebagainya, tentunya kami juga akan berkomunikasi, termasuk dengan APH yang ada di Tuban. Karena yang bersangkutan masih berstatus ASN, maka proses disiplin tetap kami jalankan,” pungkas Sukowinarno.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Campurdarat Tulungagung Ditemukan Meninggal di Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-campurdarat-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-campurdarat-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Menurut keterangan keluarga, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Senin kemarin atau sehari sebelum ditemukan meninggal. Saat itu, tidak ada keluhan khusus yang disampaikan korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699470cdc0852.webp" length="43176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 21:41:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, campurdarat, kapolsek campurdarat, inafis, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Warga Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, sempat digegerkan dengan kabar meninggalnya seorang pria lanjut usia di dalam rumahnya, Selasa (17/2/2026) petang. Korban diketahui bernama Mahfud (64), yang ditemukan tak bernyawa di kursi ruang tamu kediamannya.</p>
<p></p>
<p>Penemuan jenazah Mahfud pertama kali dilaporkan warga sekitar pada pukul 17.30 WIB. Saksi yang melihat kondisi korban menyebut sempat melihat adanya luka di bagian tangan, sehingga memunculkan dugaan awal adanya kematian tidak wajar.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sementara istri dan anak-anaknya tinggal di wilayah Bakalan, Kecamatan Tanggunggunung, dan rutin menjenguk korban setiap beberapa hari sekali.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Campurdarat, AKP Marsid, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, pihak kepolisian bersama tim Inafis dan tenaga kesehatan langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima informasi dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Dari anggota yang piket menerima laporan warga bahwa di Dusun Kauman, Desa Campurdarat, ditemukan seorang warga meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIB. Hasil pemeriksaan medis dari Inafis dan petugas kesehatan menyatakan korban meninggal dunia karena riwayat penyakit TBC,” ujar AKP Marsid.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Adapun luka di tangan korban merupakan bekas garukan yang mengeluarkan darah dan dikerumuni semut.</p>
<p></p>
<p>“Luka yang terlihat di tangan korban diperkirakan akibat gigitan semut. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sejak sekitar pukul 06.00 pagi, sehingga mengundang gigitan serangga,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut keterangan keluarga, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Senin kemarin atau sehari sebelum ditemukan meninggal. Saat itu, tidak ada keluhan khusus yang disampaikan korban.</p>
<p></p>
<p>Dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan kematian Mahfud murni karena faktor kesehatan dan tidak mengandung unsur kekerasan. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan selanjutnya jenazah diserahkan untuk dimakamkan oleh keluarga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketakutan Dikerumuni Monyet saat Mendaki Gunung Budeg, Tiga Pelajar di Tulungagung Minta Bantuan Damkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketakutan-dikerumuni-monyet-saat-mendaki-gunung-budeg-tiga-pelajar-di-tulungagung-minta-bantuan-damkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketakutan-dikerumuni-monyet-saat-mendaki-gunung-budeg-tiga-pelajar-di-tulungagung-minta-bantuan-damkar</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga pelajar tersebut diduga menjadi sasaran kawanan monyet yang mengharapkan makanan dari para pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69945a4e3ba81.webp" length="89528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 20:22:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, pendaki gunung budheg, monyet gunung budheg, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Tiga pelajar perempuan dari SMK Ngunut mengalami momen menegangkan saat mendaki Gunung Budeg, yang berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Selasa (17/2/2026).</p>
<p>Mereka dikerumuni kawanan monyet liar hingga akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar).</p>
<p>Ketiga pelajar tersebut adalah Azyana Ula Ramadani (17), Angel Aulia Azahra (17), serta Julia Dhea E.S (16), ketiganya merupakan pelajar SMK Ngunut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga siswi tersebut mulai mendaki sekira pukul 08.15 WIB. Awalnya kegiatan berjalan lancar. Namun saat hendak turun karena merasa lelah, mereka justru dihadang segerombolan monyet liar.</p>
<p>Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan pihaknya menerima laporan pada siang hari.</p>
<p>“Kami dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, bahwasanya tadi jam 13.12 WIB dari piket pemadam kebakaran menerima aduan masyarakat yang ada di atas Bukit Gunung Budeg minta bantuan,” ujar Iwan.</p>
<p>Menurutnya, ketiga pelajar tersebut diduga menjadi sasaran kawanan monyet yang mengharapkan makanan dari para pengunjung.</p>
<p>“Anak SMK Ngunut naik ke atas gunung mulai jam 08.15 pagi tadi. Berhubung sudah merasa capek dan ingin pulang, saat mau turun ada segerombolan monyet yang istilahnya meminta makanan. Mereka mengerumuni dan sifatnya mau menyerang ketiga pengunjung itu,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kondisi panik, ketiga pelajar itu sempat mencoba memberikan makanan ringan dan minuman kepada kawanan monyet dengan harapan bisa menjauh.</p>
<p>“Ketiga pengunjung berusaha memberikan makanan ringan dan minuman. Tapi jumlah monyetnya malah bertambah dan tetap berkerumun. Ketiga anak itu merasa ketakutan dan akhirnya minta bantuan Damkar Kabupaten Tulungagung,” tambah Iwan.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, Damkarmat Tulungagung langsung berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Budeg dan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung lancar. Saat petugas dan anggota Pokdarwis tiba di lokasi, kawanan monyet sudah mulai membubarkan diri. Ketiga pelajar kemudian dijemput dan didampingi turun hingga ke bawah.</p>
<p>“Kami koordinasi dengan Pokdarwis Gunung Budeg naik ke atas untuk mengevakuasi ketiga anak itu. Alhamdulillah lancar, cuma sedikit lecet di kakinya. Sampai ke bawah bisa berjalan, alhamdulillah aman dan selamat sampai di dataran bawah,” terang Iwan.</p>
<p>Setelah dipastikan dalam kondisi aman, ketiganya diperbolehkan pulang. Pihak Damkarmat Tulungagung mengimbau para pengunjung Gunung Budeg agar lebih berhati-hati, tidak membawa atau memperlihatkan makanan secara mencolok. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Tulungagung Beri Bantuan Bentor untuk Korban Tabrak Lari di Pasar Ngemplak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-beri-bantuan-bentor-untuk-korban-tabrak-lari-di-pasar-ngemplak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-beri-bantuan-bentor-untuk-korban-tabrak-lari-di-pasar-ngemplak</guid>
<description><![CDATA[ Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila : Kami sempat berbincang dengan beliau. Bentor itu satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Maka kami tergerak untuk membantu. Bentor ini khusus untuk angkutan barang, bukan untuk angkutan penumpang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69943a0ed8f57.webp" length="63128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 17:02:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, kasatlantas polres tulungagung, tabrak lari, bentor, pasar ngemplak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kecelakaan lalu lintas dengan memberikan bantuan satu unit becak motor (bentor) kepada korban tabrak lari di depan Pasar Ngemplak, Minggu (8/2/2026) dini hari lalu.</p>
<p></p>
<p>Bantuan satu unit bentor diserahkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila, kepada korban, Hartoyo (62), warga Kelurahan Tertek, Tulungagung, pada Selasa (17/2/2026). Ia sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut pindang di Pasar Ngemplak dengan menggunakan bentor sebagai sarana utama mencari nafkah.</p>
<p></p>
<p>Dalam kasus tabrak lari tersebut, bentor milik korban sempat terseret mobil penabrak dan rusak parah. Melihat kondisi ekonomi korban yang menggantungkan penghasilan dari bentor, Satlantas Polres Tulungagung memberikan bantuan satu unit bentor baru.</p>
<p></p>
<p>“Kami sempat berbincang dengan beliau. Bentor itu satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Maka kami tergerak untuk membantu. Bentor ini khusus untuk angkutan barang, bukan untuk angkutan penumpang,” tegas AKP Taufik Nabila.</p>
<p></p>
<p>Kasat Lantas AKP M. Taufik Nabila menjelaskan, kecelakaan bermula saat bentor yang dikemudikan Hartoyo sedang menurunkan barang dagangan berupa ikan pindang di depan pasar sekitar pukul 00.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>“Tiba-tiba kendaraan bentor ditabrak dari belakang oleh mobil Isuzu Panther. Bentor sempat terseret dan korban terpental ke sisi kiri jalan sehingga mengalami luka ringan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Mobil yang terlibat adalah Isuzu Panther yang dikemudikan Dimyati (62), warga Kelurahan Bago, Tulungagung. Usai menabrak, pengemudi sempat melarikan diri karena panik dan takut dikejar warga. Dalam Pelarian tersebut kendaraan kembali mengalami kecelakaan di wilayah Ngantru. Kendaraan akhirnya dihentikan massa di depan pasar Kras, Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>“Pengemudi mengaku tidak melihat bentor karena posisi kendaraan terlalu ke kiri. Ia ketakutan saat diteriaki warga sehingga memilih melarikan diri,” terang AKP Taufik.</p>
<p></p>
<p>AKP Taufik menambahkan, peristiwa tersebut mencakup dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di depan Pasar Ngemplak dan di wilayah Ngantru. Namun, hanya satu laporan resmi yang masuk yakni dari pihak korban di TKP Pasar Ngemplak.</p>
<p></p>
<p>“Kami melakukan evakuasi terhadap kedua belah pihak. Pengemudi Panther mengalami luka cukup parah dan saat ini masih menjalani rawat jalan, sedangkan korban bentor luka ringan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi pengemudi dalam pengaruh minuman keras. Kondisi lampu kendaraan juga dalam keadaan normal saat kejadian.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu seorang anggota kepolisian juga sempat mengalami luka robek ringan di bagian kepala saat proses evakuasi pengemudi mobil. Saat ini kondisinya telah membaik.</p>
<p>Kapolres Tulungagung disebut akan memberikan penghargaan kepada anggota yang terlibat dalam upaya penghentian kendaraan tabrak lari tersebut.</p>
<p></p>
<p>Hartoyo mengaku bersyukur atas bantuan bentor tersebut. Ia setiap hari bekerja mulai pukul 00.00 WIB hingga menjelang subuh sebagai buruh angkut pindang di pasar.</p>
<p></p>
<p>“Kerja mulai tengah malam sampai subuh. Ini memang untuk angkut barang. Dulu sebelum pakai kendaraan ya dipancal,” ujarnya singkat.</p>
<p></p>
<p>Terkait penanganan hukum, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara damai. Proses selanjutnya akan dilakukan melalui mekanisme restorative justice (RJ).</p>
<p></p>
<p>“Dua belah pihak sudah sepakat berdamai karena menyadari kejadian ini tidak disengaja. Perkara akan kami gelar dan dilanjutkan dengan proses restorative justice,” pungkas AKP Taufik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ritual dan Tradisi Tandai Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ritual-dan-tradisi-tandai-perayaan-malam-tahun-baru-imlek-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ritual-dan-tradisi-tandai-perayaan-malam-tahun-baru-imlek-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Di bawah cahaya lampion dan aroma dupa yang menguar, malam Imlek di klenteng itu bukan sekadar pergantian angka tahun. Ia menjadi ruang perjumpaan antara doa, tradisi, seni, dan harapan tentang rezeki yang lancar, kesehatan yang terjaga, serta kehidupan yang semakin rukun di tahun yang baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6993d4820be16.webp" length="60970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 11:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, imlek, barongsai, titd klenteng tjoe tik kiong tulungagung, malam imlek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Perayaan malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Senin (16/2/2026), berlangsung khidmat dengan rangkaian ibadah dan atraksi budaya. Sejak sore hari, umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa mulai memadati area klenteng untuk melakukan prosesi pergantian tahun.</p>
<p>Ratusan umat terpantau hadir sejak pukul 16.00 WIB dengan membawa perlengkapan sembahyang. Mereka mengikuti ritual "melepas tahun" sebagai bentuk penghormatan terhadap tahun yang akan segera berlalu.</p>
<p>Pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa rangkaian ibadah dibagi dalam dua tahap utama.</p>
<p>"Kami melaksanakan sembahyang pukul 16.00 sore untuk melepas tahun yang lama. Nanti tepat pukul 00.00 WIB, akan dilanjutkan dengan sembahyang pembuka Tahun Baru Imlek," ujar Tjio.</p>
<p>Momen tengah malam tersebut merupakan puncak spiritual bagi umat untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberuntungan. Tjio menambahkan, harapan utama pada tahun baru ini adalah kelancaran rezeki, kesehatan, serta usia yang panjang. Ia juga mencatat adanya peningkatan antusiasme umat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Selain ritual ibadah, suasana diperiahkan dengan penampilan Barongsai di halaman dan area altar klenteng. Berbeda dengan pertunjukan di ruang publik, atraksi di dalam klenteng memiliki prosedur sakral yang ketat.</p>
<p>Ketua Tim Barongsai TITD Tjoe Tik Kiong, Abdurrahman Fauzi atau Ganang, menegaskan pentingnya tata krama dalam setiap gerakan. "Di dalam klenteng sifatnya lebih sakral. Kami harus melakukan penghormatan di depan altar terlebih dahulu sebagai bentuk izin secara spiritual sebelum memulai atraksi," jelas Ganang.</p>
<p>Tjio Jing Jing membenarkan prosedur tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada "tuan rumah" atau entitas spiritual di klenteng guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Ganang, yang telah bergabung sejak 2014, menyebutkan bahwa penampilan tahun ini cukup istimewa karena timnya sempat vakum pada perayaan sebelumnya. Meski persiapan tergolong singkat, hanya sekitar satu pekan, tim yang beranggotakan 10 hingga 12 personel tersebut tetap tampil maksimal.</p>
<p>Menariknya, tim Barongsai Tulungagung ini mengedepankan nilai inklusivitas. Ganang yang merupakan warga suku Jawa menegaskan bahwa kesenian ini terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis. Saat ini, pihaknya tengah membuka rekrutmen bagi masyarakat yang berminat melestarikan budaya tersebut.</p>
<p>Perayaan Imlek di Klenteng Tjoe Tik Kiong tahun ini menjadi potret harmonisasi lintas budaya di Tulungagung. Di bawah pendar lampion dan aroma dupa, malam pergantian tahun tersebut menjadi ruang pertemuan antara doa, tradisi, dan harapan kolektif akan kehidupan yang lebih baik. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Junjung Tulungagung Tewas Kesetrum saat Perbaiki Pompa Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-junjung-tulungagung-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-pompa-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-junjung-tulungagung-tewas-kesetrum-saat-perbaiki-pompa-air</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui bernama Mukholis (49), warga Dusun Pasir, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Saat kejadian, korban sedang memperbaiki kebocoran pada instalasi pipa pompa air di rumah milik seorang warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991cf330a4e9.webp" length="45320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 23:57:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tewas kesetrum, desa podorejo kecamatan sumbergempol, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Seorang pria di wilayah Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat memperbaiki pompa air, Minggu (15/2/2026) sore. Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Dawuhan RT 02 RW 01, Desa Podorejo.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan resmi telah diterima kepolisian pada Minggu sore sekira pukul 17.00 WIB.</p>
<p>“Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik saat memperbaiki pompa air di wilayah Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol,” ujar Iptu Nanang Murdianto.</p>
<p>Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui bernama Mukholis (49), warga Dusun Pasir RT 36 RW 14 Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Saat kejadian, korban sedang memperbaiki kebocoran pada instalasi pipa pompa air di rumah milik seorang warga.</p>
<p>“Korban diduga memperbaiki kebocoran pipa dalam kondisi mesin pompa masih menyala dan terhubung dengan aliran listrik,” jelas Iptu Nanang.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pemilik rumah, Srini (60), sekitar pukul 15.00 WIB korban masih dalam kondisi sadar dan sempat menjawab saat dipanggil. Saat itu, korban dalam posisi tengkurap sambil memperbaiki pompa air.</p>
<p>Namun sekitar pukul 15.30 WIB, saksi kembali mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah tergeletak di dekat mesin pompa dalam posisi tengkurap serta tidak bergerak.</p>
<p>“Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian meminta bantuan warga. Salah satu saksi lainnya segera memutus aliran listrik pada instalasi pompa air untuk menghindari risiko lebih lanjut,” terang Iptu Nanang.</p>
<p>Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbergempol. Petugas bersama tim medis dan Inafis dari Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.</p>
<p>“Hasil visum luar menunjukkan adanya luka bakar pada bagian lengan kanan dan telapak tangan kiri korban yang diduga akibat sengatan listrik,” ungkap Iptu Nanang.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan dugaan sementara bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat memperbaiki pompa air.</p>
<p>Lebih lanjut, pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.</p>
<p>“Keluarga sudah membuat pernyataan tertulis menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni akibat kecelakaan kerja,” pungkas Iptu Nanang Murdianto.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan perbaikan instalasi listrik dan memastikan aliran listrik dalam kondisi mati guna mencegah kejadian serupa. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ritual Ganti Baju Rupang Dewa di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ritual-ganti-baju-rupang-dewa-di-klenteng-tjoe-tik-kiong-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ritual-ganti-baju-rupang-dewa-di-klenteng-tjoe-tik-kiong-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pergantian busana rupang utama, Dewi Mak Co, diawali dengan persembahyangan di depan altar. Setelah itu dilakukan ritual pakpoy yakni meminta izin secara spiritual sebelum menyentuh dan memandikan rupang dewa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991d414b9f96.webp" length="38906" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 23:18:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ganti baju dewa mak co, klenteng tjoe tik kiong tulungagung, imlek 2026, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Aroma dupa menyebar lembut di seluruh ruang Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, pada Minggu (15/2/2026) siang. Di balik pintu kayu bercat merah yang tertutup rapat, sebuah ritual sakral tengah berlangsung, pergantian busana seluruh rupang dewa atau perwujudan fisik dalam bentuk patung yang menggambarkan dewa, dari warna kuning ke merah.</p>
<p>Prosesi itu bukan sekadar mengganti kain dan aksesori. Bagi para umat, ritual ini menjadi simbol transisi menuju tahun yang baru, harapan yang baru, dan doa-doa yang kembali dipanjatkan dengan khidmat.</p>
<p>“Hari ini pergantian baju dari baju kuning ke baju merah. Untuk Imlek memang harus pakai baju merah karena merah melambangkan kebahagiaan,” ujar Tjio Jingjing, Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung.</p>
<p>Pergantian busana rupang utama, Dewi Mak Co, diawali dengan persembahyangan di depan altar. Setelah itu dilakukan ritual pakpoy yakni meminta izin secara spiritual sebelum menyentuh dan memandikan rupang dewa.</p>
<p>“Setelah minta izin melalui pakpoy, Mak Co dimandikan lalu diganti bajunya,” jelas Jingjing.</p>
<p>Suasana menjadi semakin sakral ketika prosesi memandikan dan mengganti busana dimulai. Seluruh pintu ruangan altar dewi Mak Co ditutup. Tidak semua orang diperkenankan masuk. Ada aturan adat yang dijaga turun-temurun.</p>
<p>“Pada saat memandikan dan mengganti baju Mak Co, laki-laki tidak boleh masuk. Yang boleh melakukan prosesi ini hanya wanita lajang yang belum memiliki suami,” ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya Dewi Mak Co yang berganti warna busana. Seluruh rupang dewa yang berada di klenteng tersebut turut mengenakan pakaian merah sebagai simbol sukacita.</p>
<p>“Yang diganti bajunya Mak Co besar, Mak Co kecil, Nacha, Ho Jang Kun, Hotei Jin Sin, semuanya. Total ada sembilan dewa dan semuanya diganti,” terang Jingjing.</p>
<p>Warna kuning yang sebelumnya dikenakan melambangkan kemuliaan dan emas. Namun menjelang Imlek, warna merah menjadi dominan sebagai perlambang kebahagiaan, keberuntungan, dan energi positif.</p>
<p>“Maknanya ya itu tadi, kalau Imlek kita harus pakai baju merah. Istilahnya baju merah itu bahagia,” katanya.</p>
<p>Busana merah itu akan dikenakan hingga perayaan Senjit Mak Co, sebelum nantinya seluruh atribut kembali diganti dengan warna kuning.</p>
<p>“Nanti sampai Senjit (hari ulang tahun) Mak Co kita pakai merah. Setelah itu diganti lagi kuning, termasuk semua atributnya,” imbuhnya.</p>
<p>Tahun Baru Imlek 2026 menandai pergantian ke tahun Kuda Api. Dalam kepercayaan Tionghoa, unsur api identik dengan semangat dan energi besar, namun juga dapat memicu emosi yang tinggi.</p>
<p>“Tahun ini adalah tahun Kuda Api. Namanya kuda api ya banyak orang yang lagi emosi. Makanya kita harus berusaha sabar, tenang, jangan gegabah,” tutur Jingjing.</p>
<p>Ia berharap tahun ini membawa kebaikan bagi semua umat. Doa-doa dipanjatkan agar kehidupan di tahun yang baru berjalan lebih lancar.</p>
<p>“Harapannya ke depan sukses, lancar rezekinya, panjang umur, sehat terus,” ucapnya.</p>
<p>Dalam perhitungan shio, tahun ini disebut membawa ciong besar bagi pemilik shio Tikus, sementara ciong kecil dialami shio Ayam, Kuda, dan Kelinci. Meski demikian, Jingjing mengingatkan bahwa semua kembali pada sikap dan usaha masing-masing.</p>
<p>“Yang penting kita tetap berbuat baik, sabar, dan tidak gegabah. Itu yang utama,” pungkasnya.(*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khidmat di Pusara Leluhur, Ratusan Warga Trenggalek Padati TPU Sambut Ramadan Lewat Tradisi Nyekar Bareng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khidmat-di-pusara-leluhur-ratusan-warga-karanganom-padati-tpu-sambut-ramadan-lewat-tradisi-nyekar-bareng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khidmat-di-pusara-leluhur-ratusan-warga-karanganom-padati-tpu-sambut-ramadan-lewat-tradisi-nyekar-bareng</guid>
<description><![CDATA[ Bagi masyarakat Desa Karanganom, Nyekar Bareng bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi ruang silaturahmi, sarana pendidikan spiritual bagi anak cucu, sekaligus pengingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991c38a6b274.webp" length="76346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 22:04:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, nyekar bareng, ziarah leluhur, desa karanganom kecamatan durenan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK. SJP</strong> - Di bawah langit cerah Trenggalek, langkah-langkah warga Desa Karanganom terdengar berderap menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Aroma bunga tabur dan tanah basah menyatu dengan lantunan ayat suci yang menggema pelan. Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, ratusan warga larut dalam tradisi “Nyekar Bareng” ziarah kubur bersama yang kini menjadi penanda spiritual sebelum memasuki bulan penuh ampunan.</p>
<p>Sejak Minggu (15/2/2026) pagi, kawasan makam desa di Kecamatan Durenan itu mulai dipadati warga. Orang tua menggandeng anak-anak mereka, para remaja berjalan beriringan, sementara kaum bapak dan ibu membawa kantong berisi bunga serta air doa. Semua membaur tanpa sekat, duduk bersila di antara pusara keluarga, mengikuti pembacaan Surah Yasin dan tahlil dengan khusyuk.</p>
<p>Muhammad Mahfur dari Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemerintah Desa Karanganom menuturkan, tradisi nyekar sebenarnya telah lama hidup di tengah masyarakat. Namun, dalam tiga tahun terakhir, kegiatan itu dikemas secara kolektif agar lebih terarah dan memperkuat kebersamaan warga.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan Nyekar Bareng ini sudah berjalan tiga tahun. Bisa berlangsung khidmat dan lancar berkat dukungan pemerintah desa serta para tokoh agama,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mahfur, antusiasme warga tahun ini meningkat signifikan. Selain sosialisasi yang dilakukan melalui banner dan pamflet, cuaca cerah turut mendukung jalannya acara. Sekitar 500 warga tercatat hadir, tidak hanya dari Karanganom, tetapi juga dari luar desa yang memiliki leluhur dimakamkan di TPU setempat.</p>
<p>“Ini bagian dari ikhtiar menyongsong Ramadan. Kami ingin kebersamaan ini terus terjaga dan semakin banyak generasi muda yang mengenal serta mendoakan ahli kuburnya,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu bagi Puput Supriyanto (54), warga setempat, Nyekar Bareng menghadirkan suasana berbeda dibanding ziarah secara pribadi. Menurutnya, kegiatan yang dikemas bersama membuat masyarakat lebih khusyuk dan tertib dalam berdoa.</p>
<p>“Alhamdulillah, acaranya berjalan bagus, rapi, dan aman. Warga sangat antusias, bahkan ada yang datang dari luar desa karena punya keluarga yang dimakamkan di sini,” tuturnya.</p>
<p>Ia melihat kekompakan antara ulama dan umara’ menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan ini. Keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Karanganom memperlihatkan kolaborasi lintas generasi yang harmonis.</p>
<p>“IPNU, NU, tokoh masyarakat, perangkat desa semua jadi satu. Rasanya hampir tidak ada kekurangan,” tambah Puput.</p>
<p>Prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin empat sesepuh dari empat penjuru wilayah yakni Dempok Etan, Nglengkong, Mboto, dan Dempok Lor. Suara mereka bersahut-sahutan memanjatkan harap agar arwah para leluhur mendapat tempat terbaik di sisiNya, serta warga Karanganom diberi kesehatan dan kekuatan menjalani Ramadan.</p>
<p>Bagi masyarakat Desa Karanganom, Nyekar Bareng bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi ruang silaturahmi, sarana pendidikan spiritual bagi anak cucu, sekaligus pengingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.</p>
<p>Di antara nisan-nisan yang berdiri sunyi, warga menemukan makna kebersamaan. Dan dari tanah yang dipijak itu, mereka menata hati, bersiap menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih dan saling menguatkan.(*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan 2026, Stok Darah PMI Tulungagung Turun Dibanding Tahun Lalu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-2026-stok-darah-pmi-tulungagung-turun-dibanding-tahun-lalu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-2026-stok-darah-pmi-tulungagung-turun-dibanding-tahun-lalu</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, rata-rata jumlah pendonor setiap hari berada di kisaran 60 orang. Dengan capaian tersebut, PMI menilai kondisi stok belum dalam tahap mengkhawatirkan, namun tetap perlu diantisipasi menjelang Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698edfa604bba.webp" length="14536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 16:11:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, stok darah jelang ramadan, pmi tulungagung, donor darah, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Menjelang bulan suci Ramadan 2026, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Tulungagung tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, pihak PMI memastikan ketersediaan darah saat ini masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.</p>
<p>Sampai dengan pertengahan Februari ini, total stok darah di UDD PMI Tulungagung mencapai 620 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 126 kantong, golongan darah B 193 kantong, golongan darah O 195 kantong, dan golongan darah AB 106 kantong. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode menjelang Ramadan tahun lalu yang sempat menembus lebih dari 1.000 kantong darah.</p>
<p>Kepala UDD PMI Tulungagung, dr. Rukmi, mengatakan bahwa stok yang ada saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan dalam waktu dekat. Namun, ia mengakui jumlah tersebut belum menyamai capaian tahun sebelumnya.</p>
<p>“Untuk saat ini sih ya cukup. Tapi biasanya kalau sudah mendekati puasa seperti ini stoknya sudah sekitar seribuan. Nah, sampai sekarang memang belum mencapai itu,” ujar dr. Rukmi.</p>
<p>Menurutnya, hingga pertengahan Februari masih terdapat sejumlah agenda donor darah di luar gedung atau melalui mobil unit keliling yang diharapkan dapat menambah persediaan.</p>
<p>“Sampai tanggal 15 nanti masih ada kegiatan di luar gedung, mobile unit. Jadi kami optimistis masih bisa bertambah,” imbuhnya.</p>
<p>Dr. Rukmi menjelaskan, penurunan stok darah tahun ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah kendala dalam penyampaian informasi kepada para pendonor, sehingga partisipasi donor darah cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>“Memang belum memenuhi seperti tahun kemarin. Akhir-akhir ini ada kendala di pemberitahuan kepada pendonor, sehingga yang donor agak berkurang. Selain itu, faktor cuaca hujan juga cukup berpengaruh,” jelasnya.</p>
<p>Tingginya curah hujan di wilayah Tulungagung disebut berdampak langsung pada jumlah kunjungan pendonor, baik yang datang langsung ke kantor PMI maupun melalui layanan jemput bola. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat sebagian masyarakat menunda aktivitas donor darah.</p>
<p>Saat ini, rata-rata jumlah pendonor setiap hari berada di kisaran 60 orang. Dengan capaian tersebut, PMI menilai kondisi stok belum dalam tahap mengkhawatirkan, namun tetap perlu diantisipasi menjelang Ramadan.</p>
<p>“Kalau dengan stok seperti ini, mengkhawatirkan sih enggak. Tapi sudah kami rencanakan, kalau sampai puasa nanti tidak mencukupi, mungkin kita buka malam hari,” terang dr. Rukmi.</p>
<p>Ia menambahkan, PMI berencana memperpanjang jam operasional hingga malam hari selama Ramadan. Jika biasanya pelayanan berakhir pukul 21.00, nantinya akan diperpanjang hingga pukul 22.00. Selain itu, layanan donor darah juga direncanakan dibuka setelah salat tarawih.</p>
<p>“Mulainya mungkin sekitar jam 19.00 setelah tarawih. Di luar gedung juga akan kita maksimalkan selain pelayanan di sini yang diperpanjang jamnya,” jelasnya.</p>
<p>Terkait golongan darah yang paling banyak dibutuhkan, dr. Rukmi menyebut tidak ada golongan darah tertentu yang selalu mendominasi kebutuhan. Permintaan darah bergantung pada kondisi pasien di rumah sakit dan komposisi populasi golongan darah di masyarakat.</p>
<p>“Enggak mesti. Kadang golongan darah B, kadang O. Tergantung kebutuhan. Kalau golongan darah AB memang populasinya kecil, jadi kebutuhannya juga tidak sebanyak yang lain,” pungkasnya.</p>
<p>PMI Tulungagung pun mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat untuk tetap rutin mendonorkan darahnya, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, guna memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Trenggalek Amankan 14 Tersangka Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-amankan-14-tersangka-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-amankan-14-tersangka-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu kasus menonjol diungkap pada 3 Februari 2026 di sebuah rumah kos di Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Petugas menyita 8,01 gram sabu beserta puluhan sedotan plastik, isolasi, timbangan digital, dan alat isap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ec6d3a60f7.webp" length="62962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 15:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, satresnarkoba polres trenggalek, wakapolres trenggalek, kompol herlinarto, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Trenggalek berhasil mengungkap sembilan perkara tindak pidana narkotika dan peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar sepanjang periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026. Dalam rangkaian operasi tersebut, petugas mengamankan total 14 tersangka.</p>
<p></p>
<p>Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, merinci bahwa pengungkapan tersebut terdiri dari delapan perkara narkotika jenis sabu dan satu perkara peredaran obat keras berbahaya (dobel L).</p>
<p></p>
<p>“Selama Januari hingga 10 Februari 2026, kami mengungkap delapan perkara narkotika jenis sabu dengan 13 tersangka, serta satu perkara undang-undang kesehatan dengan satu tersangka. Total ada 14 tersangka yang kami amankan,” ujar Kompol Herlinarto, Jumat (13/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Pada Januari 2026, kepolisian mengungkap empat kasus narkotika dengan tujuh tersangka pria dan menyita barang bukti sabu seberat 1,05 gram. Dari empat perkara tersebut, tiga di antaranya diselesaikan melalui keadilan restoratif (restorative justice), sementara satu perkara dilanjutkan ke tahap penyidikan. Selain itu, petugas mengungkap satu kasus peredaran obat keras dengan menyita 640 butir pil dobel L dari satu tersangka.</p>
<p></p>
<p>Operasi di wilayah Kecamatan Watulimo dan Karanggandu turut menyita sejumlah barang bukti pendukung, termasuk plastik klip sabu, alat isap (bong), pipet kaca, timbangan digital, uang tunai hasil transaksi, serta telepon genggam.</p>
<p></p>
<p>Memasuki periode 1 hingga 10 Februari 2026, Satresnarkoba kembali mengungkap empat kasus narkotika dengan enam tersangka, yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Total barang bukti sabu yang disita pada periode ini mencapai 12,22 gram.</p>
<p></p>
<p>“Tiga perkara kami lanjutkan ke proses penyidikan dan satu perkara diselesaikan melalui restorative justice,” jelas Herlinarto.</p>
<p></p>
<p>Salah satu kasus menonjol diungkap pada 3 Februari 2026 di sebuah rumah kos di Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Petugas menyita 8,01 gram sabu beserta puluhan sedotan plastik, isolasi, timbangan digital, dan alat isap.</p>
<p></p>
<p>Tersangka dalam penggerebekan tersebut adalah AWK alias Ateng (33), warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, serta seorang perempuan berinisial SDF (28), warga Kelurahan Surodakan. Di lokasi dan waktu yang sama, polisi juga menangkap ADS alias Batang (36) dan seorang perempuan berinisial MB (31), keduanya merupakan warga Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Tulungagung, dengan barang bukti sabu seberat 1,76 gram.</p>
<p></p>
<p>Kompol Herlinarto menjelaskan bahwa para tersangka memiliki peran yang bervariasi. Sebagian merupakan penyalahguna narkotika golongan I untuk konsumsi pribadi, sementara tersangka lainnya berperan sebagai pengedar yang mencari keuntungan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka pengguna dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. Sementara itu, para pengedar dijerat Pasal 114 ayat (1) dan (2) serta Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru), dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara hingga pidana mati.</p>
<p></p>
<p>Untuk perkara peredaran obat keras tanpa izin, tersangka dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 dan Pasal 436 UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Apresiasi Hadirnya English One, Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-apresiasi-hadirnya-english-one-dorong-penguatan-pendidikan-nonformal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-apresiasi-hadirnya-english-one-dorong-penguatan-pendidikan-nonformal</guid>
<description><![CDATA[ Pendidikan nonformal dinilai memiliki peran strategis dalam melengkapi pembelajaran di sekolah serta memberikan ruang pengembangan diri yang lebih fleksibel bagi peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ebe54ec0a3.webp" length="31512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 15:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, english 1, kepala dinas pendidikan tulungagung, bupati tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan apresiasi atas kehadiran lembaga kursus bahasa Inggris, English One, di wilayah setempat. Kehadiran lembaga pendidikan nonformal ini dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Sukowinarno, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era global. Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026).</p>
<p></p>
<p>“Kehadiran English One sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi global, kepercayaan diri, serta daya saing internasional,” ujar Sukowinarno.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak hanya sekadar keterampilan berbahasa, namun juga berperan dalam membentuk pola pikir terbuka dan kesiapan menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, Pemkab menyambut baik metode pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan komunikatif yang diusung lembaga ini.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Sukowinarno menjelaskan komitmen Pemkab Tulungagung dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik jalur formal maupun nonformal. Pendidikan nonformal dianggap strategis dalam melengkapi kurikulum sekolah serta memberikan fleksibilitas bagi pengembangan diri peserta didik.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Center Director English One Kediri sekaligus English One Kediri Satellite Tulungagung, Katarina Ika, menjelaskan bahwa lembaga tersebut sebelumnya telah beroperasi di Tulungagung di bawah manajemen pihak ketiga.</p>
<p></p>
<p>“Tahun ini kami mengambil alih manajemen secara langsung untuk melayani masyarakat Tulungagung,” ungkap Ika.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keputusan ekspansi ini didasari oleh tingginya minat masyarakat Tulungagung. Selama ini, banyak siswa dari wilayah tersebut yang harus menempuh perjalanan selama satu jam ke Kediri untuk mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya cabang baru ini, akses pendidikan diharapkan menjadi lebih mudah dijangkau.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, English One Tulungagung menampung sekitar 150 siswa yang terbagi dalam empat ruang kelas berdasarkan kelompok usia. Satu ruang khusus disediakan bagi anak usia 3 hingga 6 tahun dengan metode pendekatan khusus.</p>
<p></p>
<p>“Usia 3 sampai 6 tahun merupakan masa keemasan (golden period) untuk mempelajari bahasa kedua. Penanganannya tentu berbeda dengan usia yang lebih dewasa,” jelas Ika.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan belajar mengajar, English One menerapkan kurikulum standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR). Pengajar diwajibkan menggunakan metode full English tanpa menerjemahkan kata per kata ke dalam bahasa Indonesia untuk menciptakan lingkungan berbahasa yang intensif.</p>
<p></p>
<p>Ika menambahkan bahwa para pengajar telah mendapatkan pelatihan khusus berbasis kurikulum Cambridge. Meskipun tetap menggunakan buku teks, metode pembelajaran lebih ditekankan pada aktivitas interaktif agar peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan tanpa merasa tertekan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Bersolek Sambut Imlek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelenteng-tjoe-tik-kiong-tulungagung-bersolek-sambut-imlek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelenteng-tjoe-tik-kiong-tulungagung-bersolek-sambut-imlek</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Imlek suasana klenteng juga semakin semarak dengan pemasangan 250 lampion merah yang menghiasi hampir seluruh kompleks. Lampion-lampion baru ini menggantikan lampion tahun lalu yang warnanya telah kusam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dd4a193897.webp" length="53886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 21:15:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, imlek 2026, tradisi imlek, klenteng tjoe tik kiong tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026, suasana Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, mulai dipenuhi nuansa merah dan aroma dupa yang khas. Di balik gemerlap lampion yang bergantungan, ada satu tradisi sakral yang tak pernah terlewat setiap tahun, ayak abu dupa.</p>
<p>Tradisi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan Imlek di klenteng yang menjadi pusat ibadah umat Konghucu dan Tri Dharma di Tulungagung tersebut. Prosesi ayak abu dilakukan setelah ritual sembahyang Sang Sin, yakni momen ketika para dewa diyakini naik ke nirwana beberapa hari sebelum Imlek.</p>
<p>Bioma atau juru kunci perempuan Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jingjing, mengatakan bahwa ayak abu merupakan bagian penting dari tradisi bersih-bersih menjelang tahun baru.</p>
<p>“Hari ini tanggal 12 kita kegiatannya mengayak abu. Kita membersihkan abu-abu yang ada di altar,” ujar Tjio Jingjing, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Menurutnya, tradisi bersih-bersih hanya boleh dilakukan sebelum Imlek. Setelah tahun baru tiba, aktivitas seperti menyapu atau membuang sampah justru dihindari karena dipercaya dapat membuang rezeki.</p>
<p>“Kalau menjelang Imlek kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh. Sampah itu istilahnya ditaruh dulu, besoknya baru boleh dibuang,” jelasnya.</p>
<p>Satu persatu 20 bokor di dalam klenteng dikeluarkan dan dibersihkan dari kotoran dan gagang dupa. Proses pengayakan abu harus dilakukan satu demi satu, karena abu dari setiap altar tidak boleh tercampur. Setelah disaring dari gagang-gagang dupa dan kotoran lain, abu yang telah bersih dimasukkan kembali ke bokor dan dikembalikan ke altar masing-masing.</p>
<p>“Makna mengayak abu itu kita membersihkan barang-barang yang istilahnya Jawa itu barang-barang yang olo (buruk). Jadi kita pembersihan supaya nanti menjelang Imlek itu tidak terjadi suatu masalah,” tutur Tjio Jingjing.</p>
<p>Bagi umat Tridharma, abu dupa bukan sekadar sisa pembakaran, melainkan simbol doa-doa yang telah dipanjatkan sepanjang tahun. Dengan mengayaknya, umat seolah menyaring kembali batin dan harapan, membuang hal-hal buruk untuk menyambut tahun baru dengan hati yang bersih.</p>
<p>Tujuan utama tradisi ini adalah penyucian diri, membersihkan pikiran buruk, membuang dosa, sekaligus memohon keberuntungan dan harapan baru di tahun yang akan datang.</p>
<p>Selain ayak abu, Klenteng Tjoe Tik Kiong juga telah memulai rangkaian persiapan lainnya. Ritual diawali dengan sembahyang Sang Sin, kemudian dilanjutkan dengan ayak abu, hingga nanti pergantian busana Dewi Mak Co Thian Siang Seng Bo, dewa utama di Klenteng Tjoe Tik Kiong.</p>
<p>“Rangkaiannya mulai sembahyang Sang Sin, kemudian ayak abu. Nanti tanggal 15 itu kita ganti bajunya Mak Co dari baju kuning ganti baju merah,” jelas Tjio Jingjing.</p>
<p>Menjelang Imlek suasana klenteng juga semakin semarak dengan pemasangan 250 lampion merah yang menghiasi hampir seluruh kompleks. Lampion-lampion baru ini menggantikan lampion tahun lalu yang warnanya telah kusam.</p>
<p>“Dekorasi klenteng, lampion hari ini naik semua dan nanti sore pemasangan lilin. Ada 250 lampion,” kata Tjio Jingjing.</p>
<p>Lampion dipasang di berbagai titik strategis, mulai dari altar Mak Co, Mak Kwan Im, hingga di seluruh bangunan klenteng. Untuk memudahkan umat yang ingin menyumbang, klenteng juga menyediakan lampion bagi umat yang ingin memasang sebagai bentuk partisipasi dan doa pribadi.</p>
<p>“Lampion kita kiriman dari Jakarta. Bukan sumbangan langsung, tapi kelenteng menyediakan. Yang besar seharga 500 ribu, yang kecil 200 ribu. Tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu,” jelas Jing Jing.</p>
<p>Menurut Jing Jing, lampion merah bukan sekadar hiasan tetapi juga bermakna filosofis. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Minimarket Berjejaring di Tulungagung Dibobol Selama Januari&amp;Februari 2026, Polisi Ungkap Dua Modus Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-minimarket-berjejaring-di-tulungagung-dibobol-selama-januari-februari-2026-polisi-ungkap-dua-modus-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-minimarket-berjejaring-di-tulungagung-dibobol-selama-januari-februari-2026-polisi-ungkap-dua-modus-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan analisis sementara, lokasi minimarket yang menjadi sasaran umumnya berada di kawasan yang relatif sepi saat dini hari. Minimnya lalu lintas kendaraan maupun aktivitas warga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698da6dd0892b.webp" length="28538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 18:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pembobolan minimarket, alfamart, indomaret, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG - </strong>Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Januari hingga Februari 2026, jajaran Polres Tulungagung mencatat enam kasus pencurian dengan pemberatan yang menyasar minimarket berjejaring. Enam tempat kejadian perkara (TKP) tersebut tersebar di lima desa dan empat kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus tersebut.</p>
<p>“Pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan terkait pencurian yang terjadi dua bulan belakangan khususnya di minimarket. Ada enam TKP dari bulan Januari sampai Februari,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Menurut Iptu Andi Tamba, dari hasil penyelidikan sementara ditemukan dua modus utama yang digunakan pelaku.</p>
<p>“Pada prinsipnya kami mendapatkan bahwasanya ada dua modus. Yang pertama mulai dari pembobolan tembok, yang kedua masuk dari atap atau dari atas gedung,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, para pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan matang, termasuk merusak sistem keamanan.</p>
<p>“Pada saat pelaksanaan (penyelidikan) kami dapati mengecek CCTV ternyata sudah diputus kabel dari CCTV tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Adapun enam TKP yang menjadi sasaran pencurian yakni, Alfamart di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, dengan kerugian sekitar Rp21 juta. Indomaret di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, dengan kerugian sekitar Rp3 juta. Alfamart di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, dengan kerugian sekitar Rp33 juta.</p>
<p>Kemudian, dua Alfamart di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, dengan kerugian masing-masing Rp33 juta dan Rp92 juta. Kemudian yang terakhir Alfamart di Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, dengan kerugian sekitar Rp14 juta.</p>
<p>Secara keseluruhan, total kerugian dari enam kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Iptu Andi Tamba menyebut, seluruh kejadian berlangsung pada waktu-waktu rawan.</p>
<p>“Kejadian ini terjadi pada dini hari kurang lebih pada pukul 02.00 sampai 04.00 pagi. Biasanya diketahui oleh karyawan minimarket saat akan membuka toko dan kemudian melaporkan kepada pemilik maupun pengelola,” terangnya.</p>
<p>Berdasarkan analisis sementara, lokasi minimarket yang menjadi sasaran umumnya berada di kawasan yang relatif sepi saat dini hari. Minimnya lalu lintas kendaraan maupun aktivitas warga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.</p>
<p>“Dari enam TKP tersebut diduga terjadi pada waktu-waktu rawan atau waktu sepi, mulai pukul 02.00 sampai 04.00 pagi. Lokasinya juga memang minim dari lalu lintas atau masyarakat yang berlalu lalang di daerah tersebut,” kata IPTU Andi.</p>
<p>Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Tulungagung mengedepankan metode <em>scientific crime investigation</em>. Polisi mengumpulkan alat bukti dan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mengungkap identitas pelaku.</p>
<p>“Untuk sementara masih proses lidik, di mana kami mengedepankan<em> scientific crime investigation</em>. Kami mengumpulkan alat-alat bukti dan barang-barang bukti yang mendukung dalam proses penyelidikan ini,” tegasnya.</p>
<p>Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pemilik dan pengelola minimarket agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan sistem keamanan berfungsi optimal.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada pemilik ataupun pengelola minimarket untuk lebih waspada lagi dan mengaktifkan kembali alat-alat yang bisa membantu mencegah terjadinya pencurian,” pungkas Iptu Andi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Aplikasi Palsu, Penipu di Trenggalek Kuras Rekening Korban Ratusan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-aplikasi-palsu-penipu-di-trenggalek-kuras-rekening-korban-ratusan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-aplikasi-palsu-penipu-di-trenggalek-kuras-rekening-korban-ratusan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekening koran, tangkapan layar percakapan WhatsApp, dua unit ponsel, kartu ATM, alat sinar ultra violet, serta tiga koper berisi tumpukan kertas yang menyerupai uang pecahan Rp100 ribu dan 100 dolar AS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d8200ade00.webp" length="57882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 16:20:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penipuan, polres trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus aplikasi mobile banking palsu. Dalam perkara ini, korban dilaporkan mengalami kerugian material mencapai Rp160 juta.</p>
<p></p>
<p>Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menyatakan bahwa pengungkapan kasus dilakukan oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Trenggalek. Pihak kepolisian telah mengamankan dua orang tersangka dalam operasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Dua tersangka yang diamankan adalah MR alias Weldan (43), warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan AK alias Gus Alfi (51), warga Kabupaten Pasuruan," jelas Kompol Herlinarto dalam konferensi pers, Kamis (12/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kompol Herlinarto menjelaskan kronologi perkara bermula pada 1 Januari 2026. Saat itu, kedua tersangka bertamu ke rumah saksi SJ di Desa Gador, Kecamatan Durenan, dan bertemu dengan korban, Wiji Astuti, warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari. Dalam pertemuan tersebut, tersangka mengklaim mampu mengurus pencairan modal dari Bank BCA.</p>
<p></p>
<p>Tersangka menjanjikan pencairan modal usaha sebesar Rp1 miliar dengan syarat korban menyerahkan uang administrasi senilai Rp100 juta.</p>
<p></p>
<p>"Tersangka menggunakan rangkaian kata bohong untuk meyakinkan korban bahwa dana Rp1 miliar dapat dicairkan jika korban menyerahkan uang administrasi. Dana tersebut diklaim akan masuk ke aplikasi BCA Mobile milik korban," terang Kompol Herlinarto.</p>
<p></p>
<p>Korban yang memercayai klaim tersebut kemudian membuka rekening BCA. Pada 14 Januari 2026, korban mentransfer uang senilai Rp100 juta ke rekening tersangka melalui agen BRILink. Selanjutnya, tersangka kembali menawarkan pengurusan modal hingga Rp5 miliar dengan tambahan biaya administrasi Rp60 juta, yang kembali dipenuhi oleh korban.</p>
<p></p>
<p>Saat korban menagih realisasi pencairan, tersangka berdalih terjadi kesalahan nominal sehingga dana membengkak menjadi Rp50 miliar dan belum dapat dicairkan. </p>
<p></p>
<p>Pada 22 Januari 2026, tersangka mendatangi kediaman korban dengan membawa tiga koper yang diklaim berisi uang tunai Rp50 miliar dalam pecahan rupiah dan dolar AS.</p>
<p></p>
<p>"Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan uang pecahan Rp100 ribu yang saat diperiksa menggunakan sinar ultraviolet muncul tulisan ‘ASET 1.0.1’. Tersangka mengklaim tulisan tersebut harus dihilangkan dengan biaya tambahan sebesar Rp50 juta," jelas Wakapolres.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menambahkan bahwa pihaknya juga menetapkan satu orang berinisial W alias I dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).</p>
<p></p>
<p>"DPO berinisial W diduga berperan sebagai pembuat aplikasi palsu yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksi penipuan," ujar AKP Eko.</p>
<p></p>
<p>Aplikasi palsu tersebut dirancang sedemikian rupa agar saat korban melakukan pengecekan, muncul saldo senilai Rp5 miliar di layar ponsel guna memberikan kesan seolah dana benar-benar telah masuk ke rekening. Diketahui, aplikasi tersebut dibeli oleh tersangka dari DPO W seharga Rp40 juta.</p>
<p></p>
<p>Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Total kerugian korban mencapai Rp160 juta.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun atau denda kategori IV.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah barang bukti turut disita petugas, meliputi rekening koran, tangkapan layar percakapan WhatsApp, dua unit ponsel, kartu ATM, alat sinar ultraviolet, serta tiga koper berisi tumpukan kertas yang menyerupai uang pecahan Rp100 ribu dan 100 dolar AS. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gaji Rp300 Ribu Sebulan untuk Bertahan: Lirih Suara Guru PPPK Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gaji-rp300-ribu-sebulan-untuk-bertahan-lirih-suara-guru-pppk-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gaji-rp300-ribu-sebulan-untuk-bertahan-lirih-suara-guru-pppk-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Di forum itu, Dian memberanikan diri menunjukkan sepatu yang dikenakannya. Sepatu hitam yang sudah usang, bahkan bolong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c87813b64e.webp" length="33568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 20:50:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pppk paruh waktu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana rapat dengar pendapat antara PGRI, Dinas Pendidikan, dan DPRD Tulungagung, Rabu (11/2/2026) mendadak hening. Di tengah forum resmi yang dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sukowinarno, dan Ketua PGRI Tulungagung Muhadi, seorang guru perempuan mencurahkan isi hatinya dengan suara bergetar.</p>
<p>Namanya Dian Setyaningrum, guru kelas 3 SDN 1 Bulusari, Kecamatan Kedungwaru. Statusnya Guru PPPK paruh waktu. Di hadapan para pemangku kebijakan, ia tak lagi mampu menahan tangis.</p>
<p>“Sebenarnya ketika kami menerima SK dan menandatangani gaji PPPK paruh waktu, rasanya dalam hati itu miris, Pak. Kami menandatangani dengan hati menjerit. Bingung harus mengadu kepada siapa,” ucap Dian, tersedu. </p>
<p>Dian mengungkapkan, dari total gaji Rp350 ribu per bulan, ia hanya menerima sekitar Rp300 ribu setelah dipotong berbagai kewajiban. Nominal yang, menurutnya, jauh dari kata layak.</p>
<p>“Coba kita berpikir bersama, Pak. Dengan uang Rp300 ribu, dengan ijazah S1 yang menjadi syarat minimal guru, layakkah bagi kami?” katanya lirih.</p>
<p>Sebagai seorang single parent dengan dua anak yang masih sekolah, satu akan masuk SMP dan satu lagi masih TK swasta, Dian mengaku penghasilannya sebagai guru tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.</p>
<p>“Bensin saja untuk berangkat sekolah, cukupkah? Untuk beli beras saja kadang saya tidak mampu,” tuturnya.</p>
<p>Ia bahkan harus berpuasa demi memastikan kedua anaknya tetap bisa makan.</p>
<p>“Jujur, Pak, saya harus berpuasa. Anak-anak kadang saya ajak puasa. Logikanya, dari mana saya mencukupi kalau hanya mengandalkan gaji guru?” Ungkap Dian penuh tanya.</p>
<p>Di forum itu, Dian memberanikan diri menunjukkan sepatu yang dikenakannya. Sepatu hitam yang sudah usang, bahkan bolong.</p>
<p>“Sepatu yang saya pakai ini bolong, Pak. Untuk beli sepatu pun saya tidak mampu. Kadang justru wali murid yang memberi,” katanya dengan suara pecah.</p>
<p>Baginya, ironi terasa semakin dalam. Ia menyebut penghasilannya bahkan kalah dibandingkan petugas kebersihan jalan.</p>
<p>“Kita kalah dengan tukang sapu di jalan, Pak,” ujarnya.</p>
<p>Kesulitan ekonomi memaksanya mengambil langkah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, ia menggadaikan sertifikat pendidiknya ke bank.</p>
<p>“Kalau tidak seperti itu, saya tidak tahu harus bagaimana. Untuk mengontrak rumah saja saya harus memasukkan sertifikasi. Untuk biaya ibu sakit, juga begitu,” ungkapnya.</p>
<p>Padahal, sertifikat pendidik dan tunjangan profesi guru (TPG) adalah satu-satunya harapan tambahan penghasilan yang ia miliki. Namun setelah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, penghasilan tersebut tidak lagi ia terima. Hal itu membuatnya merasa semakin terhimpit.</p>
<p>“Sementara setelah terima SK paruh waktu, gaji kami Rp350 ribu. Per bulan tidak cukup. Apakah kami ke sekolah jalan kaki? Kami perlu bensin. Rp300 ribu itu hanya Rp10 ribu per hari, Pak,” katanya.</p>
<p>Tangis Dian bukan sekadar curahan hati pribadi. Ia menegaskan, kondisi serupa juga dialami banyak rekan guru PPPK paruh waktu lainnya.</p>
<p>“Mohon pertimbangan bagi kami, terutama saya dan teman-teman guru,” pintanya.</p>
<p>Ruang rapat yang biasanya dipenuhi perdebatan formal berubah menjadi ruang empati. Para peserta audiensi terdiam, sebagian menunduk.</p>
<p>Di akhir penyampaiannya, dengan suara hampir tak terdengar, Dian berkata pelan.</p>
<p>“Prihatin sekali, Pak. Gaji sekian, beli sepatu saja tidak bisa," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persoalan Kesejahteraan dan Jam Mengajar Guru PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Segera Dibahas Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persoalan-kesejahteraan-dan-jam-mengajar-guru-pppk-paruh-waktu-di-tulungagung-segera-dibahas-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persoalan-kesejahteraan-dan-jam-mengajar-guru-pppk-paruh-waktu-di-tulungagung-segera-dibahas-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ DPRD berencana menggelar rapat koordinasi lanjutan pada pekan depan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas terkait guna membahas solusi konkret atas persoalan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c79501084f.webp" length="49746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 20:06:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, dprd tulungagung, pgri tulungagung, pppk paruh waktu, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Pendidikan menggelar rapat dengar pendapat yang dimediasi DPRD Tulungagung, Rabu (11/2/2026) sore.</p>
<p>Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, dan membahas persoalan kesejahteraan serta penempatan guru ASN PPPK paruh waktu. Dalam pertemuan itu, PGRI menyampaikan tiga poin utama tuntutan yang menjadi aspirasi para guru PPPK paruh waktu.</p>
<p>Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi, menjelaskan, persoalan pertama adalah perbaikan gaji agar lebih layak secara kemanusiaan.</p>
<p>“Ada tiga hal yang menjadi hasil dari tuntutan rekan-rekan. Pertama tentu perbaikan gaji yang layak. Layak bagi kemanusiaan. Sementara gaji yang mereka terima sangat tidak layak bagi hidup seorang manusia,” ujar Muhadi audiensi.</p>
<p>Menurutnya, kondisi penghasilan guru PPPK paruh waktu saat ini jauh dari cukup, terlebih bagi mereka yang sebelumnya menerima tambahan dari tunjangan profesi guru (TPG) dan honor sekolah.</p>
<p>“Semula mereka menerima Rp1.900.000 dari sertifikasi dan mungkin sekitar Rp900.000 atau Rp1.000.000 dari sekolah. Itu semuanya hilang, sekarang tinggal menerima sekitar Rp300 ribu,” ungkapnya.</p>
<p>Poin kedua yang disampaikan PGRI adalah penempatan guru ASN PPPK paruh waktu sesuai analisis jabatan dan kebutuhan riil sekolah. Muhadi menyebut, dari total 201 formasi guru PPPK paruh waktu, sebagian belum mendapatkan kelas atau jam mengajar.</p>
<p>“Sebanyak 201 guru ASN PPPK paruh waktu itu tidak mendapat kelas atau jam di sekolah, sehingga sertifikasinya tidak bisa cair. Itu yang menjadi tekanan luar biasa bagi mereka,” tegasnya.</p>
<p>Karena tidak memenuhi beban mengajar minimal 24 jam per minggu, tunjangan profesi guru tidak dapat dicairkan. Akibatnya, penghasilan mereka turun drastis.</p>
<p>Muhadi mengatakan, dalam audiensi tersebut pimpinan DPRD berjanji akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut tanpa menunggu waktu lama.</p>
<p>“Tadi dijanjikan oleh Ketua Dewan, setelah jajaran pimpinan Dewan, akan segera dibahas dan direalisasi. Karena ini masalah hidup, masalah perut, masalah kebutuhan pokok bagi adik-adik kita PPPK paruh waktu. Akan segera ditindaklanjuti dan tidak menunggu sampai sekian bulan atau sekian tahun,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, PGRI belum bisa menyatakan puas atas hasil audiensi tersebut.</p>
<p>“Kalau pertemuannya bagus, dialog bagus. Hanya hasilnya itu yang kita tunggu. Untuk apa kita dialog seperti itu kalau nanti hasilnya tidak nyata,” tandas Muhadi.</p>
<p>Ia menambahkan, DPRD berencana menggelar rapat koordinasi lanjutan pada pekan depan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas terkait guna membahas solusi konkret atas persoalan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Sukowinarno, menyatakan bahwa persoalan tersebut memang membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara pihak eksekutif dan legislatif.</p>
<p>“Tadi sudah disimpulkan itu kan butuh pembicaraan, baik itu eksekutif maupun legislatif. Itu saja sebenarnya,” ujarnya.</p>
<p>Terkait tuntutan kenaikan upah, Sukowinarno mengatakan belum ada pembahasan detail mengenai besaran nominalnya.</p>
<p>“Masalah upah masih belum dibahas secara detail untuk nilainya berapa dan sebagainya,” akunya.</p>
<p>Ia juga meluruskan bahwa penurunan penghasilan bukan semata-mata karena pengurangan alokasi dana tertentu, melainkan akibat tidak terpenuhinya jam mengajar minimal bagi penerima tunjangan profesi guru.</p>
<p>“Yang muncul itu adalah bagi sahabat-sahabat yang punya tunjangan profesi guru (TPG) itu kekurangan jam mengajar sehingga tidak bisa dicairkan. Begitu sudah mendapatkan 24 jam per minggu, dapat. Ini yang sedang kami kerjakan,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, Dinas Pendidikan saat ini tengah melakukan pemerataan jam mengajar agar para guru PPPK paruh waktu dapat memenuhi beban 24 jam per minggu sehingga tunjangan profesi bisa kembali dicairkan.</p>
<p>“Yang kami kerjakan adalah pemerataan agar supaya yang bersangkutan itu bisa 24 jam,” pungkas Sukowinarno. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Istigasah di Depan DPRD, 600 Guru di Tulungagung Perjuangkan Nasib</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-istigasah-di-depan-dprd-600-guru-di-tulungagung-perjuangkan-nasib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-istigasah-di-depan-dprd-600-guru-di-tulungagung-perjuangkan-nasib</guid>
<description><![CDATA[ Aksi doa bersama ini dilakukan sebagai dukungan moral bagi perwakilan guru yang tengah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD terkait peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c359e169f6.webp" length="77028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 15:50:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, guru pppk paruh waktu, kesejahteraan guru, rapat dengar pendapat, dprd tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Ratusan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menggelar istigasah di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (11/2/2026) siang. </p>
<p></p>
<p>Aksi doa bersama ini dilakukan sebagai dukungan moral bagi perwakilan guru yang tengah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD terkait peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu.</p>
<p></p>
<p>Para guru tampak khusyuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berharap pertemuan itu menghasilkan solusi konkret, terutama mengenai penataan jam mengajar dan penurunan penghasilan yang dialami pasca-perubahan status menjadi PPPK paruh waktu.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris PGRI Tulungagung, Suryono, menyatakan bahwa kehadiran pihaknya dalam RDP merupakan upaya memperjuangkan perbaikan sektor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kami hadir memenuhi undangan dengar pendapat mengenai pendidikan serta nasib guru dan tenaga kependidikan. Perlu ada perubahan ke arah yang lebih baik bagi mereka," ujar Suryono.</p>
<p></p>
<p>Menurut Suryono, kemajuan pendidikan harus ditandai oleh dua hal utama adalah peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa kesejahteraan yang tidak memadai untuk kebutuhan minimal keluarga akan membebani guru dalam menjalankan tugas profesionalnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p></p>
<p>Salah satu isu krusial yang disoroti adalah penurunan penghasilan guru PPPK paruh waktu. Suryono mengungkapkan fakta di lapangan bahwa sejumlah guru kehilangan jam mengajar setelah mutasi, yang berdampak langsung pada hilangnya tunjangan.</p>
<p></p>
<p>"Faktanya, ada guru yang sebelumnya memiliki jam mengajar penuh dan bersertifikat pendidik sehingga menerima tunjangan profesi. Namun, setelah menjadi PPPK paruh waktu dan dipindahkan, jam mengajar mereka tidak terpenuhi sehingga Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) tidak dapat dicairkan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Meski mengakui penataan guru adalah wewenang Dinas Pendidikan, ia berharap proses tersebut dikoordinasikan secara matang agar tidak merugikan tenaga pendidik. Terlebih, lokasi penugasan baru sering kali lebih jauh sementara penghasilan justru berkurang.</p>
<p></p>
<p>Sebelum menyandang status PPPK paruh waktu, guru honorer di Tulungagung menerima honor daerah sebesar Rp350 ribu (SD) dan Rp400 ribu (SMP) per bulan, ditambah insentif dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarannya variatif.</p>
<p></p>
<p>"Saat menjadi PPPK paruh waktu, penghasilan mereka justru turun karena dana BOS tidak lagi diperbolehkan untuk menggaji mereka. Akhirnya, mereka hanya menerima honor daerah saja," ungkap Suryono.</p>
<p></p>
<p>Persoalan kian pelik ketika sistem menolak pencairan TPP sebesar kurang lebih Rp1,5 juta bagi guru yang jam mengajarnya tidak mencukupi akibat mutasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>PGRI mencatat sekitar 600 guru SD dan SMP di Tulungagung terdampak oleh kebijakan ini.</p>
<p>Melalui RDP ini, para guru mendesak adanya solusi penataan jam mengajar yang proporsional dan kebijakan yang menjamin kesejahteraan mereka tidak merosot. </p>
<p></p>
<p>Mereka menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kualitas pendidikan di Tulungagung agar peningkatan mutu berjalan selaras dengan kesejahteraan pengajar.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini dilaporkan pada pukul 14.50 WIB, rapat dengar pendapat masih berlangsung, sementara ratusan guru tetap bertahan menggelar doa bersama di luar gedung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tulungagung Darurat Kriminalitas, Tiga Minimarket Dibobol dalam Sepuluh Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tulungagung-darurat-kriminalitas-tiga-minimarket-dibobol-dalam-sepuluh-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tulungagung-darurat-kriminalitas-tiga-minimarket-dibobol-dalam-sepuluh-hari</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan catatan kepolisian, aksi di Kecamatan Ngunut ini memperpanjang daftar panjang kerentanan keamanan ritel di Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c17d6f10b7.webp" length="24160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 14:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, alfamart dibobol maling, alfamart kacangan, polsek ngunut, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Aksi pencurian dengan pemberatan kembali menyasar toko ritel modern di wilayah hukum Polres Tulungagung. </p>
<p>Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, tercatat tiga gerai minimarket menjadi sasaran pembobolan, dengan insiden terbaru terjadi di Alfamart Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, pada Rabu (11/2/2026) dini hari.</p>
<p>Peristiwa di Desa Kacangan pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh karyawan yang hendak memulai operasional toko. </p>
<p>Saksi mendapati kondisi interior gerai dalam keadaan acak-acakan serta ditemukan kerusakan signifikan pada struktur bangunan.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Ngunut, AKP Samsul Muarif, mengonfirmasi bahwa pelaku masuk ke dalam area toko melalui jalur atap.</p>
<p>"Hasil olah TKP menunjukkan pelaku masuk dengan cara merusak atap bangunan. Fokus pencurian adalah komoditas rokok dan susu bayi. Pelaku sempat berupaya membobol brankas penyimpanan uang, namun gagal," jelas AKP Samsul, Rabu (11/2/2026).</p>
<p>Berdasarkan catatan kepolisian, aksi di Kecamatan Ngunut ini memperpanjang daftar panjang kerentanan keamanan ritel di Tulungagung. </p>
<p>Pada 2 Februari 2026 pembobolan terjadi di Indomaret Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, lelaku merusak/menjebol atap bangunan.</p>
<p>Pada 10 Februari 2026 pembobolan terjadi di Alfamart Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, pelaku enjebol tembok bagian belakang.</p>
<p>Selanjutnya pada 11 Februari 2026 pembobolan terjadi Alfamart Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, pelaku merusak plafon/atap bangunan. </p>
<p>Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung telah diterjunkan ke lokasi di Desa Kacangan untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti forensik. </p>
<p>Hingga saat ini, pihak manajemen toko masih melakukan audit internal guna memastikan total kerugian material secara akurat.</p>
<p>Rentetan peristiwa ini menunjukkan adanya pola yang serupa (predatory behavior) dengan menyasar toko ritel pada jam-jam krusial dini hari. Kepolisian kini tengah mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antar-pelaku dari ketiga lokasi tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alfamart di Tulungagung Dibobol, Ribuan Barang Dagangan Senilai Rp92 Juta Raib</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alfamart-di-tulungagung-dibobol-ribuan-barang-dagangan-senilai-rp92-juta-raib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alfamart-di-tulungagung-dibobol-ribuan-barang-dagangan-senilai-rp92-juta-raib</guid>
<description><![CDATA[ Petugas menemukan lubang pada tembok bagian belakang bangunan yang diduga kuat sebagai akses masuk pelaku. Untuk menghilangkan jejak, pelaku juga mengambil perangkat Digital Video Recorder (DVR) CCTV yang tersimpan di ruang gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c0e1a8c578.webp" length="75734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 13:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pembobolan alfamart, desa ringinpitu, polsek kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>— Aksi pencurian dengan pemberatan menimpa toko ritel modern Alfamart di Dusun Ringinputih, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Selasa (10/2/2026) pagi. Pelaku diduga masuk ke dalam toko dengan cara menjebol tembok bagian belakang.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto, melalui Kasi Humas Iptu Nanang Murdianto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut pertama kali diketahui oleh karyawan saat akan memulai operasional toko.</p>
<p></p>
<p>"Sekitar pukul 07.00 WIB, saksi Feri Agus Setiawan tiba untuk membuka toko. Saat masuk, saksi mendapati kondisi etalase di dalam toko sudah dalam keadaan berantakan," jelas Iptu Nanang Murdianto, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan lubang pada tembok bagian belakang bangunan yang diduga kuat sebagai akses masuk pelaku. Untuk menghilangkan jejak, pelaku juga mengambil perangkat Digital Video Recorder (DVR) CCTV yang tersimpan di ruang gudang.</p>
<p></p>
<p>"Ditemukan lubang pada tembok belakang sebagai jalur masuk. DVR CCTV juga diambil, diduga untuk menghilangkan rekaman aksi mereka," tambah Nanang.</p>
<p></p>
<p>Saksi Feri kemudian berkoordinasi dengan rekan kerjanya, Chusnul Khotimah dan Yeni Kurniawati, untuk melakukan inventarisasi barang.</p>
<p></p>
<p>Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 2.719 unit barang hilang dari tempatnya. Barang yang dicuri meliputi berbagai merek rokok, rokok elektrik (pod), minuman ringan, kosmetik, susu bayi, obat-obatan, biskuit, serta satu unit DVR CCTV.</p>
<p></p>
<p>"Total kerugian yang dialami pihak toko diperkirakan mencapai Rp92.610.632," ungkap IPTU Nanang.</p>
<p></p>
<p>Pihak manajemen Alfamart telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polsek Kedungwaru pada Selasa malam. Kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan daftar inventaris barang yang hilang sebagai alat bukti.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan dan pelaku dalam proses pengejaran," tegas Iptu Nanang.</p>
<p></p>
<p>Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi pada waktu kejadian untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat guna membantu proses pengungkapan kasus. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menari Dalam Sunyi, Siswa Tunarungu SLB B Tulungagung Tampil Percaya Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menari-dalam-sunyi-siswa-tunarungu-slb-b-tulungagung-tampil-percaya-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menari-dalam-sunyi-siswa-tunarungu-slb-b-tulungagung-tampil-percaya-diri</guid>
<description><![CDATA[ Keterbatasan fisik tidak membatasi ruang ekspresi dan kreativitas. Lewat gerak tubuh, para siswa SLB-B Negeri Tulungagung berbicara dengan caranya sendiri, tanpa suara, namun sarat makna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698b2a4b3df3d.webp" length="48152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 19:59:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, siswa tunarungu menari, tarian siswa tunarungu, slb b tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong>Tepuk tangan panjang menggema di halaman sekolah SLB B Tulungagung, Selasa (10/2/2026) siang itu. Bukan semata karena kemeriahan acara dies natalis, melainkan karena sebuah penampilan yang menyentuh perasaan. Siswa SLB B Negeri Tulungagung melangkah ke panggung dengan penuh percaya diri, menghadirkan tarian-tarian tradisional yang memukau wali murid dan tamu undangan.</p>
<p></p>
<p>Meski mereka harus mengikuti instruksi melalui isyarat dari pemandu, satu per satu gerak mereka mengalir rapi. Tatapan fokus, ekspresi wajah yang hidup, dan kekompakan antarpenari membuat penonton sejenak lupa bahwa para siswa tersebut merupakan penyandang tunarungu.</p>
<p></p>
<p>Di balik penampilan itu, tersimpan proses panjang yang penuh kesabaran, empati, dan kerja sama. Pelatih tari SLB B Negeri Tulungagung, Ammy Aulia Renata, mengungkapkan bahwa proses penciptaan hingga siap pentas membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Namun, latihan yang benar-benar intens hanya bisa dilakukan dalam beberapa pertemuan terakhir.</p>
<p></p>
<p>“Untuk proses penciptaan karya baru ini sekitar satu bulan. Itu pun karena saya juga ada kesibukan, mereka juga bersekolah. Yang benar-benar intens itu sekitar tujuh kali pertemuan terakhir,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Keterbatasan waktu ternyata tidak menjadi penghalang utama. Renata justru menaruh kekaguman besar pada cara para siswa membangun komunikasi satu sama lain, meskipun ia sendiri tidak terlalu menguasai bahasa isyarat.</p>
<p></p>
<p>“Untungnya mereka sangat aktif antar teman. Modelnya seperti tutor sebaya. Jadi ketika saya memberi instruksi, teman-temannya saling mengingatkan, ‘tadi kamu kurang ini, tadi kurang itu’. Itu yang saya salut. Jalinan komunikasi mereka efektif sekali,” tutur Renata.</p>
<p></p>
<p>Dalam perayaan tersebut, total empat tarian ditampilkan, disesuaikan dengan rentang usia para siswa. Mulai dari Tari Gugur Gunung yang dibawakan siswi kelas 1 hingga 3 SD, Tari Gambyong untuk siswa kelas 5 dan 6 SD hingga SMP, Tari Reog Kendang khas Kabupaten Tulungagung, hingga penampilan pamungkas berupa tari jaranan kreasi berjudul Turonggo Karnaseta.</p>
<p></p>
<p>Nama Turonggo Karnaseta bukan dipilih tanpa makna. Renata menjelaskan, karnaseta berasal dari kata karna yang berarti pendengaran atau telinga, dan seta yang bermakna suci.</p>
<p></p>
<p>“Saya berharap meskipun secara fisik mereka tidak bisa mendengar, mereka tetap bisa menghayati melalui karya tari ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan tari jaranan pada umumnya, Turonggo Karnaseta dirancang khusus menyesuaikan karakter dan kebutuhan siswa tunarungu. Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada durasi.</p>
<p></p>
<p>“Durasi karya ini cukup pendek, hanya sekitar empat setengah menit. Karena tingkat konsentrasi anak-anak tunarungu tidak bisa kita samakan dengan rekan-rekan dengar,” jelas Renata.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia menerapkan segmentasi gerak agar materi lebih mudah diingat. Gerakan disusun bertahap dan berulang, dengan hitungan yang jelas, perpindahan tempo yang perlahan, serta level gerak yang disesuaikan kemampuan tubuh para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk rekan-rekan dengar, gerak bisa sangat eksploratif. Tapi untuk anak-anak tunarungu, segmentasi gerak itu membantu mereka mengingat. Semua saya pertimbangkan, kekuatan, daya tangkap, kemampuan tubuh, sampai cara mereka menyerap materi,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, dalam karya ini para siswa juga untuk pertama kalinya menggunakan properti tari seperti kuda kepang dan pecut. Meski tidak dapat mendengar bunyinya, mereka diajak merasakan getaran dari pecut tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Mereka saya ajari mengeksplor bagaimana mencari suara pecut yang tepat. Walaupun tidak mendengar, mereka bisa merasakan getarannya,” ujar Renata.</p>
<p></p>
<p>Penampilan siang itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi ruang ekspresi dan kreativitas. Lewat gerak tubuh, para siswa SLB-B Negeri Tulungagung berbicara dengan caranya sendiri, tanpa suara, namun sarat makna, dan meninggalkan kesan mendalam di hati setiap yang menyaksikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aniaya Guru SMP, Warga Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aniaya-guru-smp-warga-trenggalek-divonis-6-bulan-penjara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aniaya-guru-smp-warga-trenggalek-divonis-6-bulan-penjara</guid>
<description><![CDATA[ Putusan yang dibacakan pada sidang Selasa (10/2/2026) siang ini lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut hukuman 5 bulan penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698aee6d6146b.webp" length="34726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 16:40:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan guru smp, vonis perkara penganiayaan guru, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek menjatuhkan vonis 6 bulan penjara kepada Awang Kresna Aji Pratama, terdakwa kasus penganiayaan terhadap guru SMP Negeri 1 Trenggalek, Eko Prayitno. </p>
<p></p>
<p>Putusan yang dibacakan pada sidang Selasa (10/2/2026) siang ini lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut hukuman 5 bulan penjara.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban yang saat itu tengah menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.</p>
<p></p>
<p>Juru Bicara PN Trenggalek, Marshias, menjelaskan sejumlah hal yang memberatkan terdakwa sehingga hakim menjatuhkan hukuman melampaui tuntutan jaksa (ultra petita).</p>
<p></p>
<p>"Perbuatan terdakwa dilakukan terhadap saksi Eko Prayitno saat menjalankan tugas profesi guru. Selain luka fisik, perbuatan terdakwa melukai psikis korban, keluarga, serta mencederai marwah tenaga kependidikan," ujar Marshias.</p>
<p></p>
<p>Hakim juga menilai tindakan terdakwa meresahkan masyarakat. Namun, terdapat hal meringankan yang menjadi pertimbangan, yakni terdakwa mengakui perbuatannya, bersikap kooperatif, serta adanya itikad baik berupa permohonan maaf kepada korban dan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).</p>
<p></p>
<p>"Permintaan maaf tersebut telah diterima oleh saksi Eko Prayitno, pihak keluarga, dan perwakilan PGRI dalam persidangan," tambah Marshias.</p>
<p></p>
<p>Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima vonis majelis hakim. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Vonis tersebut disambut emosional oleh ribuan guru yang memadati ruang sidang PN Trenggalek. Sejumlah guru tampak melakukan sujud syukur setelah hakim membacakan putusan yang dinilai memberikan keadilan bagi profesi pendidik.</p>
<p></p>
<p>Ketua PGRI Trenggalek, Catur Winarno, memberikan apresiasi atas keberanian majelis hakim dalam menjatuhkan putusan.</p>
<p></p>
<p>"Kami berterima kasih kepada Majelis Hakim. Vonis yang melebihi tuntutan jaksa ini merupakan keputusan yang sangat berani dan kami nilai sebagai sebuah prestasi hukum dari PN Trenggalek," ujar Catur.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pihak PGRI bersama korban dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan upaya hukum lanjutan atas perkara ini.</p>
<p></p>
<p>Kasus penganiayaan ini bermula saat terdakwa tidak terima adiknya ditegur dan telepon genggamnya disita oleh korban di sekolah. Terdakwa kemudian melakukan tindakan kekerasan berupa penamparan berkali-kali ke wajah korban hingga mengakibatkan luka fisik dan trauma psikologis. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Tulungagung Uji Laboratorium Sampel Makanan Dugaan Keracunan MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-uji-laboratorium-sampel-makanan-dugaan-keracunan-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-uji-laboratorium-sampel-makanan-dugaan-keracunan-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan awal penyebab keracunan mengarah pada lauk ayam, namun dr. Aris menekankan bahwa kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sisa makanan dan sampel muntahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698addd756643.webp" length="35762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 15:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, sppg bungur, sdn 3 bungur, karangrejo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG SJP</strong> — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan pengambilan sampel makanan dan muntahan siswa untuk pengujian laboratorium, menyusul dugaan keracunan yang dialami 24 siswa SDN 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo. Insiden ini terjadi usai siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyatakan kejadian ini dikategorikan sebagai kecurigaan gangguan saluran pencernaan akibat konsumsi produk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p></p>
<p>"Tercatat 24 anak di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, tidak semua membutuhkan penanganan khusus karena sebagian besar kondisi mereka sudah membaik," ujar dr. Aris.</p>
<p></p>
<p>Gejala klinis yang ditemukan meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas. Hingga sore hari, mayoritas siswa telah diperbolehkan pulang, sementara dua siswa masih menjalani perawatan intensif di puskesmas.</p>
<p></p>
<p>dr. Aris menjelaskan bahwa pihak SPPG telah bersikap proaktif. Begitu muncul indikasi masalah pada menu tersebut, kepala SPPG segera menginstruksikan penghentian konsumsi melalui grup koordinasi.</p>
<p></p>
<p>"Proses distribusi dilakukan secara bertahap. Sebagian sudah terlanjur dikonsumsi seperti di SDN 3 Bungur. Namun, pihak dapur segera menghentikan distribusi begitu ada temuan kasus," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari total 2.200 porsi yang diproduksi hari itu, sebagian telah dikirim ke sekolah dan posyandu. Meski demikian, mayoritas menu yang telah terkirim berhasil ditahan untuk tidak dikonsumsi sebelum jatuh korban lebih banyak.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan penelusuran awal, menu MBG tersebut terdiri dari nasi, ayam suwir, tahu, oseng kacang panjang, dan buah kurma. </p>
<p></p>
<p>Dugaan awal penyebab keracunan mengarah pada lauk ayam, namun dr. Aris menekankan bahwa kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sisa makanan dan sampel muntahan.</p>
<p></p>
<p>Terkait kebijakan operasional, Dinkes akan melaporkan hasil investigasi kepada satuan tugas dan koordinator wilayah untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Koordinator BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengonfirmasi bahwa operasional SPPG yang bersangkutan telah dihentikan sementara selama proses analisis Dinas Kesehatan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Sebrina mengungkapkan bahwa SPPG tersebut masih dalam tahap awal operasional dan belum melengkapi seluruh perizinan teknis. Proses penerbitan Izin Laik Higiene Sanitasi (IKL) yang dijadwalkan dalam waktu dekat kini ditangguhkan untuk evaluasi menyeluruh, termasuk aspek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sanitasi dapur.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut pemilihan menu ayam suwir yang dinilai berisiko tinggi. Menurut Sebrina, BGN telah memberikan peringatan terhadap bahan makanan yang rentan mengalami penurunan kualitas, seperti ayam suwir, nasi gurih, bakso, mi, bihun, dan kecambah.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, kondisi seluruh siswa dilaporkan stabil. Dinkes dan BGN masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah strategis selanjutnya terhadap keberlanjutan program MBG di Tulungagung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SDN 3 Bungur Tulungagung Dilarikan ke Puskesmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-keracunan-mbg-24-siswa-sdn-3-bungur-tulungagung-dilarikan-ke-puskesmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-keracunan-mbg-24-siswa-sdn-3-bungur-tulungagung-dilarikan-ke-puskesmas</guid>
<description><![CDATA[ Para siswa dilarikan ke Puskesmas Karangrejo setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, sakit perut, hingga muntah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698acb21f218e.webp" length="27810" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 13:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, keracunan mbg, sdn 3 bungur, karangrejo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebanyak 24 siswa SDN 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami gangguan pencernaan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/2/2026). </p>
<p>Para siswa dilarikan ke Puskesmas Karangrejo setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, sakit perut, hingga muntah.</p>
<p>Salah satu siswa kelas 5 berinisial I mengaku mulai merasakan gejala tersebut sekitar 20 hingga 30 menit setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada pagi hari.</p>
<p>"Tadi makan jam setengah delapan, mulai sakit jam delapan," ujar I saat ditemui di Puskesmas Karangrejo.</p>
<p>Menurutnya, paket makanan yang terdiri dari nasi, sayur kacang panjang, ayam suwir, dan buah kurma tersebut sudah terasa janggal sejak awal. Saat dibuka, makanan mengeluarkan aroma tidak sedap, sementara lauk ayam terasa pahit.</p>
<p>Kepala SDN 3 Bungur, Andri Susanto, membenarkan adanya puluhan siswa yang mengalami dugaan keracunan makanan. </p>
<p>Ia menjelaskan, distribusi MBG dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung dikonsumsi siswa untuk menghindari risiko makanan basi jika dikonsumsi saat jam istirahat.</p>
<p>"Biasanya sebelum dimakan dilakukan pengecekan oleh guru. Kebetulan hari ini jatah untuk guru tidak ada masalah, tetapi di bagian siswa ternyata ada yang bermasalah," jelas Andri.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari siswa, lauk dan sayur diduga sudah tidak layak konsumsi dengan ciri-ciri bau tidak sedap dan tekstur berlendir pada sayur kacang panjang. Andri menyebut kemungkinan para siswa tetap mengonsumsi makanan tersebut karena belum memahami ciri-ciri makanan basi.</p>
<p>Sekitar 20 hingga 30 menit pascakonsumsi, para siswa mulai mengeluh pusing dan mual saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. </p>
<p>Mengetahui kondisi tersebut, pihak sekolah segera menghentikan aktivitas pembelajaran dan mengevakuasi siswa ke Puskesmas Karangrejo.</p>
<p>"Kami langsung berkoordinasi dengan puskesmas agar segera ditangani. Langkah cepat diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.</p>
<p>Dari total 24 siswa yang mendapatkan perawatan medis, sebagian besar dilaporkan telah membaik. Hingga Selasa siang, tersisa empat siswa yang masih dalam observasi, dengan dua di antaranya menjalani perawatan infus.</p>
<p>Korban berasal dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan mayoritas siswa kelas 5 dan 6. Jumlah korban mencapai sepertiga dari total 76 siswa di sekolah tersebut. Kejadian ini sempat memicu kepanikan; sebagian siswa dipulangkan lebih awal, sementara lainnya dibawa ke puskesmas oleh keluarga setelah mengalami gejala serupa di rumah.</p>
<p>"Harapan kami, kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang kembali di masa depan," pungkas Andri.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penelusuran guna memastikan penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami para siswa tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Tulungagung Lantik 27 Pejabat Fungsional, Tekankan Profesionalisme dan Peningkatan Kompetensi ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-lantik-27-pejabat-fungsional-tekankan-profesionalisme-dan-peningkatan-kompetensi-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-lantik-27-pejabat-fungsional-tekankan-profesionalisme-dan-peningkatan-kompetensi-asn</guid>
<description><![CDATA[ Para pejabat fungsional tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Pendidikan, BKPSDM, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Inspektorat, serta Dinas Pekerjaan Umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989e3612d087.webp" length="47786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 20:43:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gatut sunu wibowo, pelantikan pejabat, pemkab tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo, melantik dan mengambil sumpah janji 27 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Prosesi pelantikan digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumo Bongso, Senin (9/2/2026), dan berlangsung khidmat.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu Wibowo, menjelaskan pelantikan kali ini mencakup 27 pejabat fungsional yang terdiri dari pengangkatan pertama, perpindahan jabatan, hingga penyesuaian atau inpassing ke dalam jabatan fungsional.</p>
<p>“Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan yang kita laksanakan hari ini telah sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 tentang tata cara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh pejabat fungsional yang dilantik juga telah memperoleh rekomendasi dan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga proses pelantikan telah melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu berpesan agar para pejabat fungsional mampu memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahlian masing-masing dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah.</p>
<p>“Jabatan fungsional merupakan bagian penting dalam manajemen ASN. Profesionalisme adalah jiwa dari pejabat fungsional, sehingga harus benar-benar ahli dan terampil agar mampu memberikan pelayanan yang berdampak langsung bagi organisasi maupun masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Gatut Sunu Wibowo menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bagi pejabat fungsional. Menurutnya, tanpa pengembangan keahlian dan keterampilan, kompetensi ASN akan menjadi tidak relevan dengan kompleksitas kebutuhan pelayanan publik.</p>
<p>“Oleh karena itu, saya meminta BKPSDM untuk mengoordinasikan pemenuhan diklat teknis maupun diklat fungsional sesuai dengan kebutuhan masing-masing jabatan,” imbuhnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung agar bekerja lebih giat, cermat, dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Tidak boleh ada ASN yang menganggur atau hanya datang ke kantor sekadar absen. Setiap jabatan harus mampu berkontribusi untuk memastikan program pemerintahan daerah berjalan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto, menjelaskan bahwa pelantikan jabatan fungsional ini merupakan kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.</p>
<p>“Dalam Pasal 34 dijelaskan bahwa setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan diambil sumpah janjinya sesuai agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Soeroto.</p>
<p>Ia menambahkan, ketentuan tersebut bersifat wajib dan pelaksanaannya setara dengan pelantikan jabatan struktural, baik untuk promosi maupun mutasi jabatan.</p>
<p>“Kalau sudah wajib, ya harus dilaksanakan. Pelantikannya dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam hal ini Bapak Bupati,” katanya.</p>
<p>Soeroto merinci, dari 27 pejabat fungsional yang dilantik, 11 orang berasal dari bidang kesehatan, lima dari bidang pendidikan, dan 11 dari bidang teknis. Untuk bidang kesehatan terdiri dari satu terapis gigi, satu tenaga akuntor, satu perawat, serta tujuh tenaga promotor kesehatan. Bidang pendidikan meliputi empat penilik dan satu guru.</p>
<p>Sementara bidang teknis mencakup empat analis sumber daya manusia aparatur, satu pengelola pengadaan barang dan jasa, dua pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, serta empat surveyor pemetaan.</p>
<p>“Seluruh pejabat yang dilantik ini sebenarnya sudah menduduki jabatan fungsionalnya, dan hari ini merupakan pelantikan pertama sesuai ketentuan Permenpan,” jelasnya.</p>
<p>Para pejabat fungsional tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Pendidikan, BKPSDM, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Inspektorat, serta Dinas Pekerjaan Umum.</p>
<p>Menutup rangkaian acara, Bupati Gatot Sunu Wibowo mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat fungsional yang telah dilantik dan berharap momentum ini dapat menjadi penyemangat untuk meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motif Tabrak Lari di Depan Pasar Ngemplak Tulungagung Masih Diselidiki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motif-tabrak-lari-di-depan-pasar-ngemplak-tulungagung-masih-diselidiki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motif-tabrak-lari-di-depan-pasar-ngemplak-tulungagung-masih-diselidiki</guid>
<description><![CDATA[ Sampai Senin malam, polisi belum dapat memeriksa terduga pelaku karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989d9495560b.webp" length="55150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 20:08:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tabrak lari, satlantas polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Motif pengemudi mobil yang diduga melakukan tabrak lari di depan Pasar Ngemplak, Kabupaten Tulungagung, pada Minggu (8/2/2026) dini hari, hingga kini masih belum diketahui. Polisi belum dapat memeriksa terduga pelaku karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. </p>
<p>Terduga pelaku diketahui bernama Dimyati (62), warga Kelurahan Bago, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Hingga Senin (9/2/2026) sore, polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap Dimyati lantaran ia masih dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung akibat luka di bagian kepala setelah sempat menjadi sasaran amuk massa.</p>
<p>“Kami belum melakukan pemeriksaan karena sampai saat ini pengemudi mobil masih menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung,” ujar Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, Senin (9/2/2026).</p>
<p>AKP Taufik menjelaskan, berdasarkan hasil awal olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian tidak menemukan barang-barang terlarang maupun minuman keras di dalam mobil yang dikemudikan terduga pelaku.</p>
<p>“Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan adanya barang-barang terlarang maupun hal-hal yang bersifat miras,” jelasnya.</p>
<p>Terkait dugaan tabrak lari, polisi menduga tindakan tersebut dilakukan karena pelaku panik dan ketakutan usai terlibat kecelakaan. Namun demikian, kepastian mengenai motif masih menunggu hasil pemeriksaan resmi terhadap yang bersangkutan.</p>
<p>Dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian juga turut menjadi korban. Seorang anggota Satlantas Polres Tulungagung dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda keras saat berusaha meredam emosi massa.</p>
<p>“Pada saat proses peleraian, anggota kami mencoba mengamankan pengemudi mobil yang dipukuli oleh massa. Namun diduga terjadi salah sasaran sehingga ada satu anggota kami yang terluka di bagian kepala,” ungkap AKP Taufik.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari. Insiden melibatkan sebuah mobil Isuzu Panther bernomor polisi AG 1230 OI dengan sebuah becak motor (bentor) tanpa nomor polisi di depan Pasar Ngemplak, Tulungagung.</p>
<p>Kecelakaan bermula saat mobil Isuzu Panther yang dikemudikan Dimyati melaju dari arah barat ke timur. Sementara itu, bentor yang dikemudikan Hartoyo, warga Kelurahan Tretek, diketahui sedang berhenti di badan jalan sebelah utara dengan posisi menghadap ke selatan.</p>
<p>“Sesampainya di TKP, diduga pengemudi mobil tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas di depannya sehingga menabrak bentor yang sedang berhenti di badan jalan,” jelas AKP Taufik.</p>
<p>Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi bentor mengalami luka pada kaki. Selain itu barang dagangan berupa ikan pindang, cabai, dan sayuran rusak berserakan di jalan. </p>
<p>Usai kejadian, pengemudi mobil Panther diduga melarikan diri dari lokasi sambil menyeret bodi becak. Tak pelak hal tersebut menjadi perhatian warga yang kemudian mengejarnya. Dalam pengejaran tersebut kebetulan melintas anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Tulungagung yang tengah berpatroli lalu turut melakukan pengejaran.</p>
<p>"Pada saat di pengejaran memang anggota kami ingin menghentikan mobil tersebut tetapi sempat ditabrak," ungkap AKP Taufik Nabila.</p>
<p>Pelarian terduga pelaku akhirnya terhenti setelah mobil yang dikendarainya menabrak pom mini di depan Pasar Kras, Kabupaten Kediri. Namun sebelum situasi sepenuhnya terkendali, massa yang terlanjur emosi sempat menghakimi pelaku hingga menyebabkan luka-luka, bahkan mobil Isuzu Panther tersebut digulingkan oleh massa.</p>
<p>Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman kasus dan menunggu kondisi terduga pelaku stabil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Hari Pencarian, Wisatawan Hilang di Pantai Sine Tulungagung Ditemukan Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-hari-pencarian-wisatawan-hilang-di-pantai-sine-tulungagung-ditemukan-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-hari-pencarian-wisatawan-hilang-di-pantai-sine-tulungagung-ditemukan-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Jenazah Muhammad Attaya Ulum (20), wisatawan asal Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang, ditemukan tergeletak di batu karang sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69897504390d1.webp" length="80014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 14:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suara jatim post, wisatawan tenggelam pantai sine</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Setelah operasi pencarian selama dua hari, korban yang dilaporkan hilang tenggelam di pantai Sine Tulungagung akhirnya ditemukan pada Senin (9/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Jenazah Muhammad Attaya Ulum (20), wisatawan asal Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang, ditemukan tergeletak di batu karang sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menyatakan bahwa keberadaan jasad korban pertama kali diketahui oleh personel potensi SAR setempat sekitar pukul 05.45 WIB. Saat ditemukan, kondisi permukaan air laut diketahui sedang surut.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya ada nelayan yang hendak melaut, namun ia melakukan patroli terlebih dahulu dengan menyusuri pinggiran pantai. Ia kemudian melihat korban tergeletak di batu karang," jelas Iptu Nanang.</p>
<p></p>
<p>Informasi tersebut segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang telah bersiaga melakukan operasi pencarian selama dua hari terakhir. Sekitar pukul 06.30 WIB, tim SAR menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban.</p>
<p></p>
<p>"Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung," tambah dia.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan, kondisi fisik jasad korban dilaporkan masih utuh dan cukup baik sehingga mudah untuk diidentifikasi. Dipastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang hilang saat berupaya menyelamatkan pengunjung lain yang nyaris tenggelam.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (8/2/2026). Saat itu, korban bersama tiga rekannya sedang beraktivitas di Pantai Sine. Mereka kemudian melihat dua wisatawan asal Ponorogo berteriak meminta tolong karena mengalami kesulitan bernapas saat berenang di muara sungai.</p>
<p></p>
<p>Merespons hal tersebut, empat orang termasuk korban segera berenang untuk memberikan pertolongan. Namun nahas, akibat arus yang kuat, keempatnya kehabisan tenaga dan berusaha kembali ke tepian. </p>
<p></p>
<p>Tiga orang berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai, namun korban tidak mampu mencapai daratan dan tertahan di tengah.</p>
<p></p>
<p>Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berupaya memberikan bantuan menggunakan perahu. Setelah berhasil mengevakuasi dua wisatawan asal Ponorogo, warga bermaksud menolong korban, namun korban telah hilang tenggelam. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dramatis! Massa Buru Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tulungagung, Mobil Digulingkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dramatis-massa-buru-terduga-pelaku-tabrak-lari-di-tulungagung-mobil-digulingkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dramatis-massa-buru-terduga-pelaku-tabrak-lari-di-tulungagung-mobil-digulingkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Pelarian terduga pelaku akhirnya terhenti di depan Pasar Kras, Kabupaten Kediri. Namun, sebelum petugas sepenuhnya mengamankan situasi, massa yang terlanjur emosi sempat menghakimi pelaku hingga mengalami luka-luka. Bahkan, mobil Isuzu Panther yang digunakan pelaku digulingkan oleh massa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69882af44ae7f.webp" length="10760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 15:22:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tabrak lari pasar ngemplak, pengejaran pelaku tabrak lari, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Aksi kejar-kejaran antara massa dan terduga pelaku tabrak lari menggegerkan warga Tulungagung dan viral di media sosial. Insiden tersebut bermula dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan depan Pasar Ngemplak, Tulungagung.</p>
<p>Kecelakaan melibatkan sebuah mobil Isuzu Panther bernomor polisi AG 1230 OI dengan sebuah becak motor (bentor) tanpa nomor polisi. Usai kejadian, pengemudi mobil Panther diduga melarikan diri hingga akhirnya dikejar warga dan petugas kepolisian.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil Isuzu Panther yang dikemudikan Moch. Dimyati, warga Jalan I.G. Ngurah Rai VIII RT 03 RW 02 Kelurahan Bago, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, melaju dari arah barat ke timur. Sementara itu, bentor yang dikemudikan Hartoyo, warga Jalan Kapten Patimura Barat RT 02 RW 08 Kelurahan Tretek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, diketahui berhenti di badan jalan sebelah utara dengan posisi menghadap ke selatan. </p>
<p>“Sesampainya di tempat kejadian perkara, diduga pengemudi mobil tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas di depannya sehingga terjadi tabrakan dengan bentor yang sedang berhenti di badan jalan,” jelasnya. </p>
<p>Kecelakaan tersebut tidak hanya mengakibatkan korban luka, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil: sejumlah dagangan milik pedagang pasar rusak, mulai dari ikan pindang hingga sayuran berupa cabai. Selain itu, sebuah pom mini dan papan reklame di sekitar lokasi kejadian juga mengalami kerusakan.</p>
<p>“Pengemudi bentor tanpa nomor polisi atas nama saudara Hartoyo mengalami nyeri di paha kanan, sementara pengendara mobil Isuzu Panther AG 1230 OI atas nama saudara Moch. Dimyati mengalami luka memar di bagian wajah,” ujar AKP Taufik kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).</p>
<p>Usai kejadian, pengemudi mobil Isuzu Panther diduga melarikan diri dari lokasi. Aksi tersebut memicu emosi warga sekitar yang kemudian melakukan pengejaran bersama anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Tulungagung.</p>
<p>Pelarian terduga pelaku akhirnya terhenti di depan Pasar Kras, Kabupaten Kediri. Namun, sebelum petugas sepenuhnya mengamankan situasi, massa yang terlanjur emosi sempat menghakimi pelaku hingga mengalami luka-luka. Bahkan, mobil Isuzu Panther yang digunakan pelaku digulingkan oleh massa.</p>
<p>Petugas kepolisian kemudian segera mengamankan pelaku dan kendaraan guna mencegah situasi semakin ricuh.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu berhati-hati di jalan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pungkas AKP M. Taufik Nabila. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Maut di Jembatan Lembupeteng Tulungagung, Pengendara Kawasaki Ninja Meregang Nyawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jembatan-lembupeteng-tulungagung-pengendara-kawasaki-ninja-meregang-nyawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jembatan-lembupeteng-tulungagung-pengendara-kawasaki-ninja-meregang-nyawa</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan terjadi setelah pengendara sepeda motor hendak mendahului kendaraan lain terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil Honda Mobilio yang melaju dari arah berlawanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69881c2351c80.webp" length="38162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 14:04:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan jembatan lembupeteng, satlantas polres tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi di jalan umum wilayah Kelurahan Tertek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, tepat di atas jembatan Lembupeteng, Minggu (8/2/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi N 3638 TDW dengan mobil Honda Mobilio bernomor polisi AG 1050 RV.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Muhammad Taufik Nabila, menjelaskan kondisi para pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.</p>
<p>“Pengemudi mobil Honda Mobilio atas nama Saudara Al Kahf Hasan Nawa dalam keadaan sehat. Sedangkan pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja atas nama Saudara Rangga Desta Putra Agustino mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ujar AKP Taufik Nabila kepada wartawan.</p>
<p>Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan awal, kecelakaan bermula saat sepeda motor Kawasaki Ninja yang dikendarai Rangga Desta Putra Agustino, warga RT 01 RW 02 Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, melaju dari arah barat ke timur.</p>
<p>Sementara itu, dari arah berlawanan, mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Al Kahf Hasan Nawa, warga Dusun Kauman RT 01 RW 02 Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, berjalan dari arah timur ke barat.</p>
<p>“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor saat hendak mendahului kendaraan lain terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil Honda Mobilio yang melaju dari arah berlawanan,” jelas AKP Taufik Nabila.</p>
<p>Akibat benturan keras tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP. Sementara pengemudi mobil tidak mengalami luka.</p>
<p>Petugas dari Satlantas Polres Tulungagung yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.</p>
<p>Atas kejadian ini, Kasat Lantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, berhati-hati di jalan, dan mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkas AKP Muhammad Taufik Nabila. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Rumah Warga di Tulungagung Roboh Diterjang Puting Beliung, Puluhan Lainnya Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-rumah-warga-di-tulungagung-roboh-diterjang-puting-beliung-puluhan-lainnya-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-rumah-warga-di-tulungagung-roboh-diterjang-puting-beliung-puluhan-lainnya-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Rumah yang roboh adalah milik Jali (55), warga Desa Sumberinginkulon, lecamatan Ngunut. Rumah roboh rata dengan tanah setelah tidak mampu menahan terjangan angin puting beliung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6987393c45284.webp" length="92916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 20:45:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, puting beliung, sumberinginkulon ngunut, bendilwungu sumbergempol, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Terjangan angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (7/2/2026) siang, mengakibatkan satu unit rumah warga roboh rata dengan tanah dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan. </p>
<p>Peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB di Desa Sumberinginkulon, Kecamatan Ngunut. Akibatnya, rumah milik Jali (55), warga setempat, roboh setelah tidak mampu menahan terjangan angin kencang.</p>
<p>Beruntung, saat kejadian pemilik rumah berada di dapur bagian belakang yang tidak ikut roboh, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.</p>
<p>Kepala Desa Sumberinginkulon, Panggih Mujiono, menjelaskan, angin kencang datang secara tiba-tiba dan langsung merusak permukiman warga.</p>
<p>“Kronologinya sekitar jam dua siang ada angin seperti puting beliung. Di desa ini terdampak satu rumah yang roboh. Sebenarnya rumah itu memang rencananya mau dibangun, tapi keburu kena angin,” ujar Panggih.</p>
<p>Selain satu rumah yang roboh, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 19 rumah warga lainnya, terutama pada bagian atap yang gentengnya rontok dan beterbangan.</p>
<p>Panggih menyebut, untuk sementara pemilik rumah yang roboh masih bertahan di area dapur yang kondisinya aman.</p>
<p>“Rencananya memang sudah kami ajukan lewat program bedah rumah tahun 2027. Untuk sementara pemilik rumah tetap tinggal di dapur yang tidak terdampak. Besok akan kami tindak lanjuti,” katanya.</p>
<p>Pemerintah desa bersama warga juga akan segera melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan.</p>
<p>“Pembersihan secepatnya kita lakukan kerja bakti bersama warga,” tambahnya.</p>
<p>Selain Desa Sumberingin Kulon, angin kencang juga melanda Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol.</p>
<p>Koordinator Pusdalops BPBD Tulungagung, Noval Hamami, mengatakan pihaknya menerima laporan angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.</p>
<p>“Hari ini kami mendapat laporan adanya angin kencang sekitar pukul setengah tiga sore. Laporan kerusakan masuk dari dua desa, yaitu Desa Bendilwungu dan Desa Sumberinginkulon,” kata Noval.</p>
<p>Di Desa Bendilwungu, angin kencang menyebabkan sedikitnya 40 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang pada bagian atap. Selain itu, satu batang pohon berukuran besar tumbang dan menimpa gudang rumah milik kakek Sari hingga ambruk.</p>
<p>“Saat ini kami bersama tim masih menangani pohon tumbang yang menimpa rumah di Desa Bendilwungu. Rata-rata kerusakannya genteng dan asbes yang terbang. Ada satu pohon yang menimpa rumah, merusak kandang dan genteng,” jelas Noval.</p>
<p>Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat peristiwa angin kencang tersebut.</p>
<p>“Untuk korban, alhamdulillah nihil,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga Sabtu malam, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung masih melakukan pendataan di lokasi terdampak. Mereka melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan warga terdampak sebelum penanganan berikutnya dilakukan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Hanya Pacitan dan Trenggalek, Satu Rumah di Tulungagung Dilaporkan Rusak Akibat Gempa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-hanya-pacitan-dan-trenggalek-satu-rumah-di-tulungagung-dilaporkan-rusak-akibat-gempa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-hanya-pacitan-dan-trenggalek-satu-rumah-di-tulungagung-dilaporkan-rusak-akibat-gempa</guid>
<description><![CDATA[ Meski menimbulkan kerugian materiil, BPBD setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6986f6d8e2fce.webp" length="91640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 15:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dampak gempa, rumah rusak, kedungcangkring, pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Gempa bumi yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.30 WIB ternyata tak hanya berdampak pada Pacitan dan Trenggalek. Satu unit rumah warga di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung juga dilaporkan rusak akibat peristiwa itu. </p>
<p>Meski menimbulkan kerugian materiil, BPBD setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Bangunan yang terdampak merupakan milik Misdi (71), warga Dusun Krajan RT 03 RW 03, Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Pagerwojo. </p>
<p>Guncangan gempa yang kuat menyebabkan teras rumah sepanjang kurang lebih tiga meter roboh dan menimbulkan retakan signifikan pada dinding rumah.</p>
<p>Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa gempa terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap.</p>
<p>"Gempa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pemilik rumah terbangun karena merasakan getaran kuat dan mendengar suara genting jatuh. Karena panik dan khawatir akan gempa susulan, yang bersangkutan segera keluar rumah untuk mengungsi ke kediaman anaknya," ujar Wahyu Yuniarko, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Wahyu menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Pihaknya kini tengah fokus pada langkah koordinasi pascabencana.</p>
<p>"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kerusakan terbatas pada teras yang roboh dan retakan tembok. Kami telah menerima laporan resmi dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk langkah penanganan selanjutnya," tambahnya.</p>
<p>Sebagai bentuk respons cepat, pada Sabtu (7/2/2026) pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung bersama Forkopimcam Pagerwojo telah menyalurkan bantuan kepada keluarga terdampak. </p>
<p>Bantuan logistik yang diserahkan meliputi kebutuhan dasar harian, pakaian, terpal, kasur, hingga selimut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung, Satu Masih Belum Ditemukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-wisatawan-terseret-ombak-di-pantai-sine-tutungagung-satu-masih-belum-ditemukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-wisatawan-terseret-ombak-di-pantai-sine-tutungagung-satu-masih-belum-ditemukan</guid>
<description><![CDATA[ Korban sempat meminta bantuan sebelum akhirnya hilang terseret ombak. Hingga laporan terakhir diterima, korban masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6986dfce3e163.webp" length="45200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 15:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, wisatawan, tenggelam di pantai sine, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Enam orang wisatawan dilaporkan tenggelam di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (7/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, lima orang berhasil diselamatkan, sementara satu korban hingga Sabtu siang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden bermula saat dua korban, Resta dan Andri, wisatawan asal Ponorogo, berenang di sisi selatan Pantai Sine. </p>
<p></p>
<p>Namun, gelombang laut yang cukup besar tiba-tiba datang dan menyeret keduanya ke tengah. </p>
<p></p>
<p>Melihat kejadian tersebut, empat orang lainnya yakni Muhammad Attaya Ulum (20), Achmad Wildani Ubaidillah (19), Ahmad Riskilah (20), dan Fikri (20) asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang, berupaya memberikan pertolongan.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses penyelamatan tersebut, salah satu penolong bernama Muhammad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kehabisan tenaga saat berusaha menepi. </p>
<p></p>
<p>Korban sempat meminta bantuan sebelum akhirnya hilang terseret ombak. Hingga laporan terakhir diterima, korban masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, lima korban lainnya berhasil diselamatkan. Salah satu korban selamat harus mendapatkan perawatan medis lanjutan dan dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, sedangkan dua korban lainnya mendapat penanganan di klinik terdekat.</p>
<p></p>
<p>Sudarmaji menambahkan, proses pencarian korban hilang dilakukan melalui operasi pencarian dan pertolongan gabungan. </p>
<p></p>
<p>Tim yang terlibat terdiri dari BPBD Tulungagung, Polairud, TNI AL, Inafis Polres Tulungagung, Polsek Kalidawir, Pemerintah Kecamatan Kalidawir, pemerintah desa setempat, Koramil, serta masyarakat pesisir Pantai Sine. </p>
<p></p>
<p>Pencarian terus dilakukan dengan menyisir area perairan dan pesisir pantai, menyesuaikan dengan kondisi cuaca serta gelombang laut.</p>
<p></p>
<p>BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi ombak tinggi, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang di lokasi wisata pantai. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Segera Isi Ratusan Kepala Sekolah Kosong, Bupati Tulungagung Siap Sikat Makelar Jabatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/segera-isi-ratusan-kepala-sekolah-kosong-bupati-tulungagung-siap-sikat-makelar-jabatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/segera-isi-ratusan-kepala-sekolah-kosong-bupati-tulungagung-siap-sikat-makelar-jabatan</guid>
<description><![CDATA[ Gatut Sunu Wibowo menargetkan Dinas Pendidikan Tulungagung menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lain, khususnya dalam menutup ruang praktik transaksional di lingkungan pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985f25c0558d.webp" length="45596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 21:51:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ratusan kepala sekolah kosong, makelar jabatan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung bergerak cepat untuk mengisi ratusan jabatan kepala sekolah yang saat ini masih kosong. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan proses pengangkatan kepala sekolah tahun 2026 akan dilakukan secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan atau makelar jabatan.</p>
<p>Penegasan itu disampaikan Bupati saat kegiatan sosialisasi Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (6/2/2026) yang diikuti jajaran Dinas Pendidikan dan para pendidik di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>“Ini tadi acara sosialisasi terkait Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Tadi sudah kita jelaskan kepada semua yang hadir, khususnya para guru yang sudah lama mengabdi dan juga yang mendapat tambahan tugas sebagai kepala sekolah,” ujar Gatut Sunu Wibowo.</p>
<p>Bupati menekankan, dirinya baru mulai menjabat pada tahun 2025 sehingga praktik-praktik di tahun-tahun sebelumnya tidak menjadi tanggung jawabnya. Namun, untuk pengangkatan kepala sekolah ke depan, ia memastikan akan bertindak tegas.</p>
<p>“Tahun ini sudah jelas saya sampaikan. Terkait perekrutan atau pengangkatan kepala sekolah baik SD maupun SMP, saya tegaskan Bupati akan tegas. Kalau perlu saya bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan-tindakan secara terukur,” tegasnya.</p>
<p>Gatut Sunu secara khusus memperingatkan para tenaga kependidikan agar tidak percaya pada pihak-pihak yang mengaku sebagai utusan bupati dan meminta sejumlah uang dengan iming-iming jabatan.</p>
<p>“Kalau nanti ada makelar, ada unsur tertentu yang menamakan suruhannya bupati, meminta-minta uang dengan alasan bisa membantu mengkomunikasikan ke bupati, itu tidak benar. Saya tegaskan, saya tidak akan menyuruh siapa pun,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, kepala sekolah yang akan dipilih adalah figur terbaik dengan integritas tinggi. Persyaratan utama meliputi kejujuran, kelengkapan administrasi, tidak memiliki cacat sosial, tidak pernah tersangkut masalah hukum, serta memiliki rekam jejak yang baik.</p>
<p>“Yang saya pilih pasti orang terbaik. Terutama jujur, tidak pernah ada masalah hukum, dan punya track record yang baik,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk menjamin proses berjalan bersih, Bupati juga menyatakan akan melibatkan pengawasan dari aparat penegak hukum.</p>
<p>“Saya minta izin kepada Pak Kapolres dan Pak Kajari untuk ikut mengawasi, agar kegiatan ke depan bisa mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya.</p>
<p>Ia menargetkan Dinas Pendidikan Tulungagung menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lain, khususnya dalam menutup ruang praktik transaksional di lingkungan pemerintahan.</p>
<p>“Sudah tidak ada lagi isu-isu negatif. Tidak boleh ada transaksional apa pun, termasuk kenaikan pangkat dan jabatan. Meminta atau memungut yang melanggar aturan dan hukum itu tidak boleh lagi,” tandas Gatut Sunu.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Suko Winarno, mengungkapkan jumlah jabatan kepala sekolah yang kosong saat ini cukup besar. Hingga Januari 2025 tercatat sebanyak 127 posisi kepala sekolah kosong, dan jumlah itu masih berpotensi bertambah.</p>
<p>“Sampai dengan Januari itu ada 127 jabatan kepala sekolah yang kosong. Untuk bulan Februari ini ada laporan lisan sekitar 12 lagi yang kosong, jadi nanti ada tambahan,” jelas Suko.</p>
<p>Ia menjelaskan, sesuai Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan calon kepala sekolah, kemudian melakukan pengecekan administrasi secara menyeluruh.</p>
<p>“Dinas pendidikan nanti mendata calon-calon itu, kemudian kita cek secara administrasi,” ujarnya.</p>
<p>Meski dalam aturan disebutkan calon kepala sekolah idealnya telah lulus diklat atau pelatihan, Suko mengakui jumlah guru yang sudah memiliki sertifikat diklat kepala sekolah di Tulungagung masih terbatas.</p>
<p>“Yang sudah diklat itu tidak sampai 127, hanya sekitar 17 orang. Sisanya belum punya sertifikat,” ungkapnya.</p>
<p>Namun demikian, regulasi memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk tetap melakukan pengangkatan dengan ketentuan tertentu.</p>
<p>“Di ayat lain disebutkan daerah boleh mengangkat tanpa syarat diklat tadi, dengan catatan syarat lain tetap dipenuhi, seperti pangkat, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, dan tidak pernah dihukum disiplin,” jelas Suko.</p>
<p>Ia optimistis seluruh jabatan kepala sekolah yang kosong dapat segera terisi.</p>
<p>“Target kami sebetulnya bulan Maret sudah terisi semua,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerusakan Jalan Sanggrahan Kian Parah, Pemkab Tulungagung Siapkan Perbaikan Tahun Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerusakan-jalan-sanggrahan-kian-parah-pemkab-tulungagung-siapkan-perbaikan-tahun-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerusakan-jalan-sanggrahan-kian-parah-pemkab-tulungagung-siapkan-perbaikan-tahun-ini</guid>
<description><![CDATA[ Keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan bersifat pemeliharaan berkala dengan metode tambal sulam pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985beebe29ab.webp" length="73344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 17:58:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jalan rusak, sanggrahan, pupr tulungagung, pemkab tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten di Tulungagung kian memprihatinkan. Jalan berlubang dan rusak parah ditemukan di beberapa wilayah, terutama di ruas Ngunut-Doroampel, Ngunut-Podorejo, hingga Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan lubang jalan dengan ukuran besar dan kedalaman bervariasi tersebar di sejumlah titik. Kerusakan tampak sporadis, mulai dari kawasan permukiman hingga jalur utama penghubung antarwilayah.</p>
<p>Rizal, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur Ngunut hingga Boyolangu, mengungkapkan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan pemerintah daerah.</p>
<p>“Saya hampir setiap hari lewat jalur itu. Kondisinya memang cukup parah, terutama di Ngunut Lingkungan 7 dan 8 sampai Sambijajar. Lubangnya besar-besar dan dalam,” ujar Rizal, Jumat (5/2/2026).</p>
<p>Keluhan serupa disampaikan Puspa, pengendara sepeda motor yang kerap melintasi kawasan tersebut. Ia menilai kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan seperti saat ini.</p>
<p>“Kalau hujan lubangnya tertutup air jadi tidak kelihatan. Saya pernah terperosok lubang di daerah Sambijajar, untungnya tidak sampai jatuh,” katanya.</p>
<p>Menurut Puspa, beberapa titik jalan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga sekitar dengan menambal menggunakan semen. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama dan kini kondisi jalan kembali rusak.</p>
<p>“Di Lingkungan 8 sempat ditambal semen, tapi sekarang rusak lagi dan malah tambah parah,” tambahnya.</p>
<p>Di Desa Sanggrahan, kerusakan terlihat cukup merata di jalan sepanjang sekitar 200 meter. Lubang jalan tampak mulai dari area sekitar masjid hingga minimarket. Bahkan, warga setempat memasang tulisan bernada sindiran bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu” sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah ruas jalan kabupaten. Ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan rencana perbaikan pada tahun 2026.</p>
<p>Namun demikian, Erwin menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan bersifat pemeliharaan berkala dengan metode tambal sulam pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.</p>
<p>“Untuk Sanggrahan akan ditangani tahun 2026 melalui pemeliharaan berkala Ruas Jalan Boyolangu-Sanggrahan,” jelas Erwin.</p>
<p>Selain itu, ruas jalan Ngunut-Podorejo dan Ngunut-Doroampel juga masuk dalam daftar penanganan tahun ini.</p>
<p>“Perbaikannya dilakukan di spot-spot yang rusak berat. Insyaallah mulai dikerjakan bulan Maret,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>7 Rumah Warga dan 1 Kantor Desa di Trenggalek Rusak akibat Gempa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-rumah-di-trenggalek-rusak-akibat-gempa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-rumah-di-trenggalek-rusak-akibat-gempa</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek hingga Jumat siang pukul 13.30 WIB, kerusakan bangunan tersebar di Kecamatan Bendungan, Suruh, dan Munjungan. Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69858d178c69a.webp" length="48394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 14:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, dampak gempa, rumah rusak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. </p>
<p>Meski tak memicu kepanikan massal, getaran yang bersumber dari dasar laut tersebut mengakibatkan sedikitnya 7 rumah warga dan 1 kantor desa di empat kecamatan mengalami kerusakan fisik yang cukup parah.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek hingga Jumat siang pukul 13.30 WIB, kerusakan bangunan tersebar di Kecamatan Bendungan, Suruh, Munjungan dan Tugu. Beruntung, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa getaran gempa dirasakan warga dengan intensitas skala II MMI. </p>
<p>"Getaran ringan dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Namun, guncangan tersebut cukup untuk merusak konstruksi rumah yang rentan," ujar Triadi, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Kerusakan dilaporkan terjadi dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari tembok retak hingga bangunan roboh</p>
<p>Di Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, tiga unit rumah milik Katimin mengalami tembok retak, dan rumah milik Selan dan Sugi mengalami kerusakan parah pada bagian atap rumah yang ambruk.</p>
<p>Sementara itu, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, tercatat dua unit rumah yakni milik Jasad dan Sutaji mengalami tembok ambrol dan di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, satu unit rumah milik Soirin mengalami kerusakan dapur roboh. </p>
<p>Lalu di wilayah Kecamatan Tugu di Desa Winong, satu unit rumah milik Sumarti, tembok dan atap rumah ambruk. Selain itu Kantor Desa Winong juga mengalami tembok penyekat ambrol.</p>
<p>"Kerugian personel nihil. Untuk kerugian materiil, saat ini masih kami lakukan pendataan lanjutan dan verifikasi di lapangan bersama perangkat desa dan relawan," tambah Triadi.</p>
<p>Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT. Pusat gempa berada di laut, berjarak sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan dengan kedalaman menengah, yakni 58 kilometer.</p>
<p>Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. </p>
<p>"Warga diminta segera melaporkan setiap kerusakan tambahan atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing kepada petugas," tandasnya. (*) </p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gempa Tektonik M6,4 Guncang Pacitan: Warga Tulungagung Pukul Kentongan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gempa-tektonik-m64-guncang-pacitan-warga-tulungagung-bunyikan-kentongan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gempa-tektonik-m64-guncang-pacitan-warga-tulungagung-bunyikan-kentongan</guid>
<description><![CDATA[ Warga berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Sejumlah warga bahkan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan karena khawatir akan terjadi gempa susulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984edd3010c8.webp" length="21940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 02:24:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, trenggalek, gempa pacitan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, pada Jumat (6/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.06 WIB. Getaran gempa dirasakan cukup luas hingga sejumlah daerah termasuk Tulungagung dan Trenggalek, sehingga sempat memicu kepanikan warga.</p>
<p>Di Tulungagung, tepatnya di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, warga berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Sejumlah warga bahkan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan karena khawatir akan terjadi gempa susulan.</p>
<p>Salah seorang warga setempat, Wawan, mengaku guncangan gempa terasa cukup kuat dan berlangsung relatif lama. Ia mengatakan saat kejadian dirinya sedang tertidur sebelum akhirnya terbangun karena rumah terasa bergoyang.</p>
<p>“Waktu itu sedang tidur, tiba-tiba terasa goyang cukup keras. Saya langsung keluar rumah, tetangga-tetangga juga pada keluar semua. Setelah di luar, guncangan masih terasa, bahkan kabel listrik terlihat bergoyang,” ujar Wawan.</p>
<p>Meski sempat terjadi kepanikan, hingga saat ini warga memastikan situasi di lingkungan mereka masih aman dan tidak ditemukan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.</p>
<p>Selain Tulungagung, guncangan gempa juga dirasakan oleh warga di wilayah Trenggalek. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, menyampaikan berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan gempa tektonik.</p>
<p>“BMKG mencatat pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB, wilayah Pacitan diguncang gempa tektonik dengan magnitudo pembaruan M6,2. Episenter gempa berada di laut, sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer,” jelas Triadi.</p>
<p>Ia menambahkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.</p>
<p>BMKG juga melaporkan tingkat guncangan gempa bervariasi di sejumlah wilayah. Daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan merasakan gempa dengan intensitas IV MMI, sementara Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara merasakan intensitas III MMI. Adapun wilayah Tuban dan Jepara merasakan guncangan dengan intensitas II MMI.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami,” tegas Triadi.</p>
<p>Hingga pukul 01.35 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek di masing-masing wilayah masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi lapangan tetap aman.</p>
<p>“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkas Triadi.</p>
<p>Pihak BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Heroik Pemuda Ngunut Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai, Viral di Media Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-heroik-pemuda-ngunut-selamatkan-bocah-hanyut-di-sungai-viral-di-media-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-heroik-pemuda-ngunut-selamatkan-bocah-hanyut-di-sungai-viral-di-media-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Jeritan dan kepanikan di lokasi kejadian mengundang perhatian warga sekitar. Salah satunya Ekky Kukuh Kurniadi (38), yang saat itu sedang minum kopi di warung tak jauh dari lokasi. Melihat bocah tersebut terseret arus, Ekky tanpa berpikir panjang langsung berlari dan terjun ke sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984b3d02454c.webp" length="26770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 23:32:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, viral, bocah hanyut, sungai lodagung, ngunut, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Aksi spontan penuh keberanian dilakukan seorang pemuda di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Tanpa ragu, ia terjun ke sungai untuk menyelamatkan seorang bocah perempuan yang hanyut terbawa arus. Momen menegangkan sekaligus mengharukan itu terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Sungai Saluran Lodagung yang melintas di Lingkungan 8 Desa Ngunut. Korban diketahui berinisial NA (8), seorang pelajar sekolah dasar yang saat itu tengah bermain seorang diri di belakang rumahnya.</p>
<p>Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika korban bermain bola di area tangkis sungai. Bola yang dimainkan korban tiba-tiba terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus. Bermaksud mengambil bola tersebut, korban mencoba mencegat di tepi sungai. Namun nahas, kondisi tangkis yang licin membuat tubuhnya terpeleset hingga jatuh ke dalam aliran sungai dengan kedalaman sekitar satu meter.</p>
<p>“Tiba-tiba korban jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus. Kondisi tersebut sangat berbahaya mengingat korban masih anak-anak,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto.</p>
<p>Jeritan dan kepanikan di lokasi kejadian mengundang perhatian warga sekitar. Salah satunya Ekky Kukuh Kurniadi (38), yang saat itu sedang minum kopi di warung tak jauh dari lokasi. Melihat bocah tersebut terseret arus, Ekky tanpa berpikir panjang langsung berlari dan terjun ke sungai.</p>
<p>“Saudara Ekky dengan sigap masuk ke sungai, meraih tubuh korban, lalu mengangkatnya ke atas tangkis sungai. Tindakan cepat tersebut berhasil menyelamatkan korban,” lanjut IPTU Nanang.</p>
<p>Aksi heroik Ekky disaksikan sejumlah warga, termasuk Suroto (47), yang kemudian membantu memastikan kondisi korban aman. Beruntung, korban berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka serius. Setelah kejadian, korban langsung dibawa pulang dan kini sudah berada di rumah bersama orang tuanya.</p>
<p>Iptu Nanang Murdianto mengapresiasi keberanian warga yang telah bertindak cepat dalam situasi darurat tersebut. Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berpotensi membahayakan.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya yang berada di sekitar sungai atau saluran air. Kejadian ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya kewaspadaan,” tegasnya.</p>
<p>Pihak Polsek Ngunut sendiri mengetahui kejadian tersebut dari pemberitaan yang beredar di media sosial sekitar pukul 15.30 WIB dan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Aksi sederhana namun penuh keberanian dari seorang warga ini pun menuai banyak pujian dari warganet. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Kini Tidak Perlu Beri  Uang Pada Juru Parkir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-kini-tidak-perlu-beri-uang-pada-juru-parkir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-kini-tidak-perlu-beri-uang-pada-juru-parkir</guid>
<description><![CDATA[ Kabid Prasarana dan Perparkiran Dishub Tulungagung : Kalau ada yang meminta dan ada aduan, kami akan lakukan pendekatan humanis dulu. Kalau memang tidak bisa, baru diproses sesuai ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984a5220b89b.webp" length="61046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 22:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, parkir berlangganan, dishub tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi menerapkan kebijakan parkir berlangganan sejak 1 Januari 2026. Dengan kebijakan ini, masyarakat yang memarkir kendaraan di tepi jalan umum, khususnya kendaraan berpelat nomor Tulungagung, tidak lagi diwajibkan membayar uang parkir kepada juru parkir, baik yang resmi maupun bukan.</p>
<p>Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai aturan, Dishub Tulungagung terus melakukan pemantauan di lapangan sekaligus sosialisasi kepada para juru parkir dan masyarakat pengguna parkir.</p>
<p>Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dishub Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, mengatakan kegiatan pemantauan ini dikemas dalam agenda pantaukir dan pantau parkir, yang dilakukan secara berkala.</p>
<p>“Kami mengadakan kegiatan pantau kir atau pantau parkir. Di awal bulan kemarin kami juga sudah melakukan kegiatan serupa dari pagi sampai siang hari. Kali ini kami coba melakukan pemantauan pada malam hari dan ternyata lebih produktif,” ujar Mahendra, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Dishub Tulungagung menggandeng unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas keselamatan jalan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan pemantauan akan melibatkan aparat kepolisian maupun CPM.</p>
<p>“Sementara ini kami menggandeng Satpol PP dan keselamatan jalan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami juga akan menggandeng pihak kepolisian maupun CPM. Namun untuk saat ini, kami sebatas memantau sambil melakukan sosialisasi,” jelasnya.</p>
<p>Mahendra menegaskan, kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan mengingat parkir berlangganan sudah resmi diterapkan di Tulungagung.</p>
<p>“Harapan kami, kegiatan ini bisa berlangsung kontinu dan berkala. Karena parkir berlangganan sudah diterapkan, terutama untuk kendaraan berpelat Tulungagung,” ungkapnya.</p>
<p>Dari hasil pemantauan di lapangan, Mahendra mengakui masih ditemukan beberapa pelanggaran, meski tidak berkaitan langsung dengan penarikan uang parkir.</p>
<p>“Ada pelanggaran, tetapi bukan soal penarikan parkir. Yang kami temukan tadi lebih ke pelanggaran rambu parkir,” terangnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, selama pemantauan berlangsung, pihaknya belum menemukan juru parkir yang meminta uang parkir kepada pengendara.</p>
<p>“Kalau parkir, karena sudah kita sosialisasi, saya belum menemukan ada yang meminta uang. Bahkan tadi juru parkir menyampaikan sudah membaca aturan, sehingga tidak meminta,” katanya.</p>
<p>Pemantauan malam hari ini dilakukan di sejumlah ruas jalan utama di pusat kota Tulungagung, mulai dari Jalan Dr. Sutomo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Antasari, Jalan Basuki Rahmat hingga Jalan Pangeran Diponegoro.</p>
<p>Mahendra juga menyinggung peran pelaku usaha dalam mendukung kebijakan parkir berlangganan. Ia mengimbau agar pemilik usaha sebisa mungkin menyediakan lahan parkir sendiri bagi pengunjung.</p>
<p>“Iya, pelaku usaha diminta sebisanya untuk menyediakan lahan parkir sendiri. Alhamdulillah, sudah mulai ada yang menerapkan,” ujarnya.</p>
<p>Terkait kendala penerapan parkir berlangganan, Mahendra mengakui masih ada masyarakat yang belum memahami secara penuh kebijakan tersebut. Selain itu, masih ditemukan kendaraan yang pelat nomornya bukan pelat Tulungagung, sehingga tidak masuk dalam kategori parkir berlangganan.</p>
<p>“Kendalanya kadang masyarakat belum tahu. Ada juga yang kendaraannya tidak tercover karena plat nomornya bukan Tulungagung. Selain itu, masih ada juru parkir yang bukan resmi,” jelasnya.</p>
<p>Namun demikian, sepanjang pemantauan yang dilakukan Dishub pada malam itu, pihaknya belum menemukan adanya praktik penarikan uang parkir.</p>
<p>“Alhamdulillah, sepanjang pemantauan tadi saya belum menemukan yang menerima uang parkir. Tidak tahu kalau di lokasi lain,” tambahnya.</p>
<p>Jika nantinya ditemukan adanya juru parkir yang tetap meminta uang parkir, Dishub Tulungagung akan mengedepankan pendekatan humanis.</p>
<p>“Kalau ada yang meminta dan ada aduan, kami akan lakukan pendekatan humanis dulu. Kalau memang tidak bisa, baru diproses sesuai ketentuan. Karena untuk pungutan liar itu bukan sepenuhnya wilayah kami, nanti akan kami koordinasikan dengan pihak kepolisian,” tegas Mahendra.</p>
<p>Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga Tulungagung, agar memahami haknya sebagai pengguna parkir berlangganan.</p>
<p>“Imbauan kami, khususnya untuk masyarakat Tulungagung yang kendaraan berpelat Tulungagung, ketika parkir di tepi jalan umum kami harapkan tidak memberikan uang parkir,” pungkasnya.</p>
<p>Dishub Tulungagung berharap dengan sosialisasi dan pemantauan yang berkelanjutan, kebijakan parkir berlangganan dapat berjalan efektif, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat tanpa memberatkan juru parkir maupun pengguna jalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polsek Sumbergempol dan Ngantru Polres Tulungagung Bakal Pindah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polsek-sumbergempol-dan-ngantru-polres-tulungagung-bakal-pindah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polsek-sumbergempol-dan-ngantru-polres-tulungagung-bakal-pindah</guid>
<description><![CDATA[ Terkait jadwal pembangunan, Polres Tulungagung menargetkan proses pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026 ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69848d1cadb88.webp" length="65352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 20:59:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polsek sumbergempol dan ngantru pindah, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Rencana relokasi kantor Polsek Sumbergempol dan Polsek Ngantru Polres Tulungagung akhirnya menemukan titik terang. Di bawah kepemimpinan Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto, Polres Tulungagung memastikan lokasi baru untuk kedua polsek tersebut telah disetujui.</p>
<p>Kepastian pemindahan kantor itu disampaikan oleh Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto. Ia menyebut, rencana pembangunan Polsek Sumbergempol dan Polsek Ngantru di lokasi baru sudah mendapatkan persetujuan atau acc.</p>
<p>“Kita sampaikan, rencana tempat lokasi pembangunan Polsek Sumbergempol dan Ngantru itu sudah di-acc,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Relokasi kedua Mapolsek ini dilakukan karena status lahan polsek lama bermasalah. Untuk Polsek Ngantru, lahan saat ini sebagian merupakan milik Polri dan sebagian lagi milik masyarakat. Sementara Polsek Sumbergempol seluruh bangunannya berdiri di atas tanah milik warga.</p>
<p>Iptu Nanang menjelaskan, untuk Polsek Sumbergempol, lokasi pembangunan baru direncanakan berada di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol. Lokasi tersebut memanfaatkan lapangan yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan kebutuhan lahan seluas 1.710 meter persegi. Sementara Polsek Ngantru akan dibangun di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, dengan luas lahan sekitar 1.625 meter persegi.</p>
<p>Nanang menegaskan, penentuan lokasi pembangunan kedua polsek tersebut dilakukan melalui pertimbangan matang dan serangkaian survei lapangan bersama Pemkab Tulungagung.</p>
<p>“Ada pertimbangan-pertimbangan sebelum lokasi pembangunan polsek ini di-acc, salah satunya asas lokasi yang strategis, misalnya berada di dekat jalan utama agar mudah diakses masyarakat,” terangnya.</p>
<p>Terkait jadwal pembangunan, Polres Tulungagung menargetkan proses pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026 ini.</p>
<p>“Insyaallah tahun ini, rencananya di bulan April untuk kedua polsek,” tegas Nanang.</p>
<p>Ia juga menambahkan, mekanisme relokasi personel dan operasional polsek akan dilakukan setelah bangunan baru selesai dibangun.</p>
<p>“Pastinya nanti bergeser apabila pembangunan sudah selesai,” imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo turut mendampingi Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto saat meninjau langsung lokasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Polsek Sumbergempol, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Melalui Kasubbid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Galih Risulhatta, Pemkab Tulungagung membenarkan adanya proses survei dan pengajuan pembangunan polsek tersebut.</p>
<p>“Pada tanggal 29 Januari 2026 lalu, kami mendapat disposisi surat dari Polres Tulungagung yang substansinya terkait permohonan pembangunan polsek ke Pemkab,” ungkap Galih.</p>
<p>Galih menjelaskan, mekanisme pemanfaatan lahan aset Pemkab Tulungagung untuk pembangunan polsek ke depan akan dilakukan melalui skema hibah.</p>
<p>“Dalam hal ini, Pemkab akan menghibahkan tanah dan bangunan ke Polres Tulungagung. Ketika lokasinya itu milik Pemkab dan statusnya clear and clean, maka tidak ada masalah jika aset tersebut dipakai untuk mapolsek,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Galih menyebut mekanisme hibah aset daerah tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 serta Permendagri Nomor 7 Tahun 2024.</p>
<p>“Memang salah satu bentuk pemindahtanganan aset daerah itu melalui hibah dan hal tersebut diperbolehkan, terlebih untuk menunjang tugas pemerintahan. Jadi meskipun ada pengurangan aset Pemkab, secara regulasi itu sah dan diperbolehkan,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan disetujuinya lokasi relokasi ini, diharapkan keberadaan Polsek Sumbergempol dan Polsek Ngantru ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan memiliki kepastian hukum terkait aset bangunan kepolisian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Aksi Maling Motor di Kawasan PinKa Tulungagung Terekam CCTV, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-maling-motor-di-kawasan-pinka-tulungagung-terekam-cctv-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-maling-motor-di-kawasan-pinka-tulungagung-terekam-cctv-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Sepeda motor yang dilaporkan hilang yakni Yamaha NMax warna hitam tahun 2018 dengan nomor polisi AG 2495 RCM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984688ac4737.webp" length="14526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 18:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pencurian motor, pinka tulungagung, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan PinKa (Pinggir Kali) Sungai Ngrowo, Kabupaten Tulungagung, mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV sebuah warung kopi dan menyita perhatian warganet karena dilakukan di area yang cukup ramai pengunjung.</p>
<p>Dalam video yang beredar, peristiwa tersebut terekam CCTV ppada Rabu (4/2/2026) pukul 18.16 WIB. Pelaku seorang laki-laki mengenakan masker, tampak mengawasi situasi sekitar sebelum melakukan aksinya. Setelah dirasa aman, pelaku kemudian tampak mengutak-utik kontak sepeda motor. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, motor berhasil dibawa kabur.</p>
<p>Menanggapi viralnya video tersebut, Polres Tulungagung memastikan bahwa peristiwa pencurian itu telah dilaporkan secara resmi dan kini tengah ditangani aparat kepolisian.</p>
<p>“Kami sampaikan bahwa yang bersangkutan sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Untuk saat ini, perkaranya sedang dalam proses penyelidikan,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota menerima laporan pengaduan pencurian satu unit sepeda motor pada Kamis, 5 Februari 2026, sekira pukul 09.15 WIB.</p>
<p>Sepeda motor yang dilaporkan hilang yakni Yamaha NMax warna hitam tahun 2018 dengan nomor polisi AG 2495 RCM. Kendaraan tersebut diketahui milik Tika Lestari Rahayu (38), warga Kelurahan Kauman, Tulungagung.</p>
<p>Sementara korban dalam kejadian ini adalah Defvria Cikka Novaila (18), seorang pelajar/mahasiswa yang masih satu alamat dengan pelapor.</p>
<p>Dari hasil keterangan yang diterima polisi, kronologi kejadian bermula saat korban berangkat dari rumah sekira pukul 17.45 WIB untuk nongkrong dan ngopi bersama temannya di Warkop BR PinKa, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Setibanya di lokasi, korban memarkir sepeda motornya di depan warung kopi dan kemudian duduk di area dalam dekat kasir.</p>
<p>Tak berselang lama, korban berniat pulang lebih dulu. Namun saat hendak mengambil sepeda motor, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat semula. Korban diketahui lupa mencabut kunci kontak sepeda motor saat memarkirkan kendaraannya.</p>
<p>Korban kemudian meminta pemilik warung kopi untuk mengecek rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat seorang pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian material sekitar Rp25 juta.</p>
<p>“Dari rekaman CCTV yang beredar, kami juga jadikan sebagai bahan pendalaman. Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku,” jelas Iptu Nanang Murdianto.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan, terutama di tempat umum.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dan tidak meninggalkan kunci kontak. Kami juga berharap apabila ada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian supaya kasus ini bisa segera terungkap,” pungkasnya.</p>
<p>Kasus pencurian tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Tulungagung Kota. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti guna mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polisi dan TNI Korve di Pantai Mutiara Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tindaklanjuti-instruksi-presiden-polisi-dan-tni-korve-di-pantai-mutiara-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tindaklanjuti-instruksi-presiden-polisi-dan-tni-korve-di-pantai-mutiara-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk membersihkan sampah di sepanjang garis pantai demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69832b927f15e.webp" length="66860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:44:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pantai mutiara, polisi bersih pantai, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia, jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menggelar korve atau kerja bakti bersih-bersih lingkungan di kawasan wisata Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk membersihkan sampah di sepanjang garis pantai demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, melalui Kapolsek Watulimo AKP Sunarto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat.</p>
<p>“Aksi resik-resik pantai ini adalah tindak lanjut dari Instruksi Presiden dan Kapolri agar kawasan wisata, khususnya pantai, tetap bersih, indah, dan terawat,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan sampah plastik, ranting kayu, serta limbah lainnya yang terbawa arus laut dan menumpuk di area pantai.</p>
<p>Dengan semangat gotong royong, para petugas menyisir seluruh sudut Pantai Mutiara agar tampil lebih tertata dan sedap dipandang.</p>
<p>AKP Sunarto menambahkan bahwa aksi ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor di wilayah Watulimo. </p>
<p>“Kegiatan ini melibatkan Polsek, Koramil, pihak Kecamatan, Posmat TNI AL, Pospol Airud, pengelola Pelabuhan Perikanan Prigi, perangkat Desa Tasikmadu, Pokdarwis, serta masyarakat setempat,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata secara berkelanjutan. Sinergi TNI-Polri bersama instansi terkait dan warga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap destinasi wisata unggulan daerah.</p>
<p>“Kurang lebih ada 60 orang yang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Semua turun bersama tanpa sekat, karena kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita bersama,” kata AKP Sunarto.</p>
<p>Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan daya tarik wisata Pantai Mutiara. Pantai yang bersih dan tertata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.</p>
<p>AKP Sunarto pun mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan pantai setelah kegiatan ini selesai.</p>
<p>“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, tidak membuang sampah sembarangan, dan bersama-sama menjaga keindahan Pantai Mutiara sebagai aset wisata kebanggaan Trenggalek,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr Iskak Tulungagung Layani Ratusan Pasien Kanker Perhari, Kasus Kanker Payudara Mendominasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-layani-ratusan-pasien-kanker-perhari-kasus-kanker-payudara-mendominasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-layani-ratusan-pasien-kanker-perhari-kasus-kanker-payudara-mendominasi</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya jumlah pasien kanker payudara juga berdampak pada lonjakan kunjungan di poli bedah onkologi. Dalam satu hari, jumlah pasien yang dilayani di poli tersebut bisa mencapai hingga 200 orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69830774a528f.webp" length="26790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 16:59:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pasien kanker, rsud dr iskak tulungagung, direktur rsud dr iskak tulungagung, dr zuhrotul aini, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Jumlah pasien kanker yang berobat ke RSUD dr. Iskak Tulungagung cukup tinggi, yang didominasi pasien kanker payudara. Dalam satu hari jumlah pasien yang membutuhkan perawatan medis di Poli Bedah Onkologi bisa mencapai 200 orang.</p>
<p>Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menyampaikan, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut saat ini menangani jumlah pasien kanker yang tidak sedikit, bahkan berasal dari berbagai daerah di luar Tulungagung.</p>
<p>“Di sini kami juga merawat pasien-pasien kanker yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan kami menjadi rumah sakit rujukan dari wilayah Blitar, Trenggalek, hingga Jawa Timur bagian selatan karena sampai saat ini satu-satunya rumah sakit umum daerah yang bisa menjalankan kemoterapi adalah RSUD dr Iskak,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dr. Aini, RSUD dr Iskak memiliki peran strategis dalam pelayanan kanker di wilayah selatan Jawa Timur. Hal ini menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan utama bagi pasien yang membutuhkan terapi lanjutan, khususnya kemoterapi.</p>
<p>“Pasien dari berbagai daerah itu semuanya ke sini karena fasilitas kemoterapi baru tersedia di RSUD dr Iskak,” jelasnya.</p>
<p>Terkait jumlah kasus kanker di Kabupaten Tulungagung, dr. Zuhrotul mengungkapkan bahwa data kanker serviks tercatat lebih dari 200 kasus dan mendekati angka 300 pasien. Namun, layanan kemoterapi untuk kanker serviks belum dapat dilakukan secara optimal.</p>
<p>“Untuk kanker serviks datanya memang lebih dari 200, hampir 300 kasus. Namun kemoterapinya belum bisa optimal kami lakukan di sini karena tenaga dokter masih dalam proses pendidikan subspesialis,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, jenis kanker yang paling banyak ditangani di RSUD dr Iskak adalah kanker payudara. Jumlah pasien kanker payudara yang mendapatkan layanan di rumah sakit ini tercatat mencapai lebih dari 900 orang.</p>
<p>“Yang terbanyak kami tangani di sini adalah kanker payudara. Hampir 900 lebih penderita kanker payudara yang kami layani,” kata dr. Aini.</p>
<p>Tingginya jumlah pasien kanker payudara juga berdampak pada lonjakan kunjungan di poli bedah onkologi. Dalam satu hari, jumlah pasien yang dilayani di poli tersebut bisa mencapai ratusan orang.</p>
<p>“Untuk poli bedah onkologi, pasiennya bisa mencapai 150 sampai 200 orang per hari,” tambahnya.</p>
<p>Dalam momentum Hari Kanker Sedunia ini, dr. Zuhrotul juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap upaya pencegahan kanker. Ia menekankan bahwa kanker memiliki penyebab yang bersifat multifaktorial dan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik.</p>
<p>“Penyebab kanker itu multifaktorial. Ada yang bersifat natural history atau genetik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola hidup,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pola hidup sehat memegang peranan besar dalam meminimalkan risiko kanker, mulai dari menjaga pola makan, mengelola stres, hingga menghindari paparan zat-zat berbahaya.</p>
<p>“Pola hidup mulai dari makanan yang sehat, menjaga stres, menghindari kontaminasi yang tidak diperlukan, termasuk kebersihan air bersih dan lingkungan, semuanya berperan dalam timbulnya kanker pada seseorang,” pungkas dr. Aini.</p>
<p>dr. Aini berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker semakin meningkat. Pihak RSUD dr. Iskak juga mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini guna menekan angka kejadian kanker di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melawan Senyap Kanker di Tulungagung, 1.400 Kasus Terdeteksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/melawan-senyap-kanker-di-tulungagung-1400-kasus-terdeteksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/melawan-senyap-kanker-di-tulungagung-1400-kasus-terdeteksi</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data kumulatif hingga Februari 2026, terdapat 984 kasus kanker payudara, disusul 278 kasus kanker serviks, 113 kasus kanker kolorektal (usus), dan 92 kasus kanker paru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698301b938334.webp" length="19852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 16:40:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kanker, kanker serviks, kanker payudara, dinkes tulungagung, rsud dr iskak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung merilis data mengejutkan tepat pada peringatan Hari Kanker Sedunia, Rabu (4/2/2026). </p>
<p>Tercatat, lebih dari seribu warga di wilayah tersebut kini tengah berjuang melawan berbagai jenis kanker, dengan kanker payudara menempati urutan tertinggi.</p>
<p>Berdasarkan data kumulatif hingga Februari 2026, terdapat 984 kasus kanker payudara, disusul 278 kasus kanker serviks, 113 kasus kanker kolorektal (usus), dan 92 kasus kanker paru. </p>
<p>Angka ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit tidak menular yang mematikan tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menegaskan bahwa peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini yang bertema Bersatu dalam Keunikan harus menjadi momentum kolaborasi lintas sektor. </p>
<p>Menurutnya, kanker bukan sekadar problem medis, melainkan tantangan sosial yang memerlukan dukungan sistematis.</p>
<p>"Pengobatan kanker adalah perjalanan panjang yang menguras biaya, fisik, dan mental. Oleh karena itu, kunci utama menekan angka fatalitas adalah deteksi dini atau skrining awal," ujar Desi saat mengunjungi pasien di RSUD dr. Iskak Tulungagung bersama Direktur RSUD, dr. Zuhrotul Aini.</p>
<p>Dinkes memberikan perhatian khusus pada kanker serviks dan payudara yang menjadi momok bagi kaum perempuan. </p>
<p>Desi memaparkan bahwa teknologi medis saat ini telah memungkinkan deteksi sangat awal melalui metode yang sederhana dan akurat.</p>
<p>"Untuk kanker serviks, masyarakat bisa memanfaatkan tes IVA dan pemeriksaan HPV DNA. Sementara untuk kanker payudara, terdapat pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) oleh tenaga medis," imbuhnya.</p>
<p>Guna menekan angka kasus stadium lanjut, Pemkab Tulungagung menggratiskan layanan skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). </p>
<p>Layanan ini tersedia di 32 puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Tulungagung. Program CKG tidak hanya menyasar kanker perempuan, tetapi juga mencakup deteksi dini kanker paru dan kolorektal.</p>
<p>Pemerintah berharap masyarakat, khususnya wanita usia subur, tidak lagi menunda pemeriksaan rutin. Deteksi pada stadium awal terbukti secara klinis meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan dibandingkan penanganan pada stadium lanjut.</p>
<p>Melalui langkah preventif dan edukasi masif ini, Dinkes Tulungagung menargetkan penurunan angka mortalitas kanker serta peningkatan kualitas hidup para penyintas di masa depan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus PMK di Tulungagung Mewabah di 12 Kecamatan, Puluhan Ternak Terjangkit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pmk-di-tulungagung-mewabah-di-12-kecamatan-puluhan-ternak-terjangkit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pmk-di-tulungagung-mewabah-di-12-kecamatan-puluhan-ternak-terjangkit</guid>
<description><![CDATA[ Meski wabah merebak, sentimen pasar cenderung stabil. Harga sapi jantan masih bertahan di angka Rp25 juta hingga Rp30 juta per ekor. Demikian pula dengan kambing masih diperdagangkan pada kisaran normal, yakni Rp1,6 juta hingga Rp3,4 juta tergantung ukuran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6982ebf6b6f6b.webp" length="41118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 16:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penyakit mulut dan kuku, pmk, hewan ternak, pasar hewan terpadu sumberdadi, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>— Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menghantui peternak di Kabupaten Tulungagung. </p>
<p>Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) setempat mengonfirmasi temuan 59 kasus aktif yang tersebar di 12 kecamatan. </p>
<p>Merespons kondisi itu, Disnakkeswan terkait mulai memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pasar-pasar hewan.</p>
<p>Kepala Disnakkeswan Tulungagung, Agus Suswantoro, menegaskan bahwa meskipun puluhan kasus telah terdeteksi, pihaknya bergerak cepat melakukan pemetaan. </p>
<p>"Dari hasil evaluasi laporan Puskeswan di lapangan, tercatat 59 kasus. Saat ini 12 kecamatan terdampak, sementara tujuh kecamatan lainnya masih berstatus zona hijau atau nol kasus," ujar Agus saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Terpadu Desa Sumberdadi, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan fisik secara klinis terhadap sapi dan kambing yang diperdagangkan.</p>
<p>Fokus pemeriksaan meliputi kondisi mata, hidung, hingga berat badan proporsional untuk memastikan hewan yang masuk ke pasar dalam keadaan sehat.</p>
<p>Menariknya, meski wabah mulai merebak, sentimen pasar cenderung stabil. Harga sapi jantan masih bertahan di angka Rp25 juta hingga Rp30 juta per ekor. Demikian pula dengan komoditas kambing yang masih diperdagangkan pada kisaran normal, yakni Rp1,6 juta hingga Rp3,4 juta tergantung ukuran.</p>
<p>Agus menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai tameng utama. Ia mengungkapkan adanya disparitas waktu penyembuhan yang cukup signifikan antara ternak yang sudah divaksin dengan yang belum.</p>
<p>"Sapi yang belum tervaksin memerlukan proses penyembuhan yang jauh lebih lama. Sebaliknya, ternak yang sudah menerima dosis vaksin menunjukkan pemulihan yang sangat cepat meski sempat terpapar," jelasnya.</p>
<p>Untuk membendung perluasan wabah, Disnakkeswan Tulungagung telah mengamankan pasokan 17.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Belasan ribu dosis tersebut kini mulai didistribusikan ke 70 titik Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di seluruh wilayah Tulungagung.</p>
<p>Disnakkeswan menargetkan seluruh rangkaian vaksinasi tahap pertama rampung pada pertengahan Maret 2026. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai penularan PMK, terutama mengingat Pasar Hewan Terpadu di Tulungagung merupakan hub penting yang melibatkan pedagang lintas kota seperti Kediri, Blitar, dan Trenggalek.</p>
<p>Sejauh ini, Disnakkeswan menyebut belum ada laporan kasus kematian ternak akibat ledakan kasus terbaru ini. Namun, para peternak diimbau untuk tidak lengah dan segera melaporkan gejala mencurigakan pada hewan mereka ke petugas kesehatan hewan terdekat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>14 Desa di Tulungagung Belum Miliki Kades Definitif, 9 Desa Penuhi Syarat PAW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/14-desa-di-tulungagung-belum-miliki-kades-definitif-9-desa-penuhi-syarat-paw</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/14-desa-di-tulungagung-belum-miliki-kades-definitif-9-desa-penuhi-syarat-paw</guid>
<description><![CDATA[ Namun siapa pun yang terpilih melalui mekanisme PAW nantinya hanya memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri kembali satu kali periode berikutnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981ee9bbac3c.webp" length="33440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 19:58:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kades, desa tanpa kades definitif, dpmd tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebanyak 14 desa di Kabupaten Tulungagung hiingga Februari 2026 ini masih belum memiliki kepala desa definitif karena berbagai sebab. Kekosongan jabatan tersebut sementara diisi oleh penjabat kepala desa atau Pj. Dari jumlah tersebut, baru sembilan desa yang secara regulasi memenuhi syarat untuk melaksanakan Pergantian Antar Waktu atau PAW kepala desa.</p>
<p>Data tersebut disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung. Dari total 14 desa yang dipimpin penjabat, hanya sembilan desa yang memungkinkan untuk menggelar PAW sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Tulungagung, Reza Zulkarnain, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan sekaligus mengakomodasi kesiapan desa, apakah akan memilih melaksanakan PAW atau tetap melanjutkan kepemimpinan di bawah penjabat kepala desa.</p>
<p>“Untuk PAW dari 14 desa, yang memenuhi syarat itu ada sembilan desa. Yang itu masih kita akomodasi dan kita data, berapa desa yang siap melakukan PAW dan berapa desa yang tetap menggunakan Pj,” ujar Reza Zulkarnain, Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Adapun sembilan desa yang memenuhi syarat untuk melaksanakan PAW meliputi Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol, Desa Batangsaren dan Karanganom Kecamatan Kauman, Desa Gandong dan Mergayu Kecamatan Bandung, Desa Tanen Kecamatan Rejotangan, Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru, Desa Pakisaji Kecamatan Kalidawir, serta Desa Kradinan Kecamatan Pagerwojo.</p>
<p>Reza menjelaskan, pilihan untuk melaksanakan PAW atau tetap dipimpin penjabat sepenuhnya diserahkan kepada hasil musyawarah desa masing-masing. Hal ini mengingat adanya pertimbangan strategis terkait masa jabatan kepala desa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.</p>
<p>“Di Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 itu maksimal menjabat kepala desa adalah dua periode, satu periode delapan tahun. Jadi meskipun PAW ini hanya tersisa sekitar 16 bulan, itu sudah dihitung satu periode penuh,” jelasnya.</p>
<p>Dengan ketentuan tersebut, siapa pun yang terpilih melalui mekanisme PAW nantinya hanya memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri kembali satu kali periode berikutnya. Kondisi inilah yang menjadi pertimbangan penting bagi desa dalam menentukan apakah akan menggelar PAW atau melanjutkan kepemimpinan penjabat.</p>
<p>Terkait waktu pelaksanaan, Reza menegaskan, fokus utama bukan pada kapan PAW digelar, melainkan pada keputusan desa dalam memilih model kepemimpinan yang dianggap paling menguntungkan bagi keberlangsungan pemerintahan desa ke depan.</p>
<p>“Belum tentu mereka melakukan PAW. Bisa saja tetap melanjutkan Pj, karena pertimbangan sisa jabatan 16 bulan tadi itu dianggap satu periode. Artinya, siapapun yang PAW hari ini hanya bisa mencalonkan diri sebagai kepala desa satu kali lagi,” pungkas Reza.</p>
<p>DPMD Kabupaten Tulungagung sendiri mengaku telah mulai melakukan sosialisasi kepada desa-desa terkait sejak beberapa waktu terakhir, sembari menunggu hasil musyawarah desa yang akan menentukan arah kebijakan kepemimpinan di masing-masing wilayah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Ikuti Rakornas Pusat dan Daerah 2026 di Sentul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-wakil-bupati-tulungagung-ikuti-rakornas-pusat-dan-daerah-2026-di-sentul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-wakil-bupati-tulungagung-ikuti-rakornas-pusat-dan-daerah-2026-di-sentul</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menilai Rakornas menjadi wadah strategis untuk menyamakan visi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981c029095fb.webp" length="50038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 17:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung gatut sunu wibowo, rakornas pemerintah pusat dan daerah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin, dan jajaran Forkopimda Tulungagung, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Rakornas yang mengangkat tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Forum nasional tersebut dihadiri para gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Keikutsertaan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung kebijakan strategis nasional, khususnya pelaksanaan program prioritas Presiden.</p>
<p>Program-program tersebut diharapkan dapat dijalankan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.</p>
<p>Dalam Rakornas ini, pemerintah pusat dan daerah membahas sejumlah isu strategis yang dinilai krusial bagi pembangunan nasional. Di antaranya adalah dampak dinamika global terhadap stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, dan keamanan nasional, penanganan persoalan sampah secara terpadu, serta upaya pengentasan kemiskinan yang berkeadilan dan berkelanjutan.</p>
<p>Selain itu, forum ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas pemerintahan, percepatan pembangunan di daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta sinkronisasi program nasional dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menilai Rakornas menjadi wadah strategis untuk menyamakan visi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p>“Rakornas ini sangat penting sebagai sarana penyelarasan kebijakan. Kami mendapatkan arahan langsung dari pemerintah pusat agar program pembangunan di daerah benar-benar sejalan dengan kebijakan nasional, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Selain mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan, Bupati Gatut Sunu juga memanfaatkan momentum Rakornas untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepala daerah lainnya guna memperkuat kolaborasi antar daerah.</p>
<p>Melalui partisipasi aktif dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di daerah, sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PMK Kembali Mewabah di Trenggalek, 12 Ribu Ternak Divaksin Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pmk-kembali-mewabah-di-trenggalek-12-ribu-ternak-divaksin-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pmk-kembali-mewabah-di-trenggalek-12-ribu-ternak-divaksin-massal</guid>
<description><![CDATA[ Data dari Disnakkan Trenggalek menunjukkan eskalasi kasus pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mencapai 29 ekor ternak yang terpapar. Dari total kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981a69b80326.webp" length="26230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, wabah pmk, penyakit mukut dan kuku, hewan ternak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat membentengi sektor peternakan menyusul kembalinya temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). </p>
<p>Sebanyak 12.000 dosis vaksin mulai disuntikkan secara masif kepada komoditas sapi, kerbau, dan kambing milik warga guna memutus rantai penyebaran.</p>
<p>Data dari Disnakkan Trenggalek menunjukkan eskalasi kasus pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mencapai 29 ekor ternak yang terpapar. Dari total kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati. </p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengonfirmasi bahwa pasokan vaksin merupakan alokasi langsung (<em>dropping</em>) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>"Minggu lalu kami menerima 12.000 dosis vaksin khusus sapi dari provinsi. Mulai hari ini, petugas sudah turun ke lapangan untuk mengaplikasikan vaksinasi tersebut," ujar Ririn kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Guna memastikan cakupan vaksinasi maksimal, pemerintah daerah menerjunkan tujuh tim teknis yang bekerja dengan sistem <em>door-to-door</em>. Tim tersebut dijadwalkan menyisir kandang-kandang peternak selama 40 hari kerja ke depan.</p>
<p>"Tujuh tim sudah bergerak sejak Senin kemarin. Tahap awal ini akan berlangsung selama 40 hari, dan rencananya akan kami lanjutkan kembali pada gelombang berikutnya di bulan Maret," jelas Ririn.</p>
<p>Meski tren kasus saat ini dilaporkan lebih landai dibandingkan awal tahun 2025 sebelum adanya intervensi vaksin, pihak dinas tetap melakukan pengobatan intensif terhadap ternak yang masih berstatus positif.</p>
<p>Di tengah upaya mitigasi ini, pemerintah menghadapi kendala sosiologis berupa penolakan dari sebagian pemilik ternak. Ririn mengakui masih ada warga yang enggan hewan ternaknya divaksinasi meski layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma.</p>
<p>"Kami mengimbau para peternak untuk lebih kooperatif. Vaksinasi ini krusial untuk membentuk herd immunity pada ternak. Selain itu, kebersihan sanitasi kandang harus tetap menjadi prioritas utama," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi Jalan Berlubang di Tulungagung, Pegawai Pasar Tewas dalam Kecelakaan Beruntun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragedi-jalan-berlubang-di-tulungagung-pegawai-pasar-tewas-dalam-kecelakaan-beruntun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragedi-jalan-berlubang-di-tulungagung-pegawai-pasar-tewas-dalam-kecelakaan-beruntun</guid>
<description><![CDATA[ Saat melintasi lokasi kejadian, korban mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari lubang di jalan raya. Mobil boks di belakangnya turut mengerem, namun diduga lampu rem kendaraan tersebut tidak berfungsi, sehingga pengemudi dump truck di belakangnya terkejut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69805502761b2.webp" length="87122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 15:30:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, laka beruntun, kecelakaan, jalan raya desa pelem, campurdarat, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>— Insiden kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (2/2/2026) pagi. </p>
<p>Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 07.50 WIB tersebut merenggut nyawa seorang pegawai pasar yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja.</p>
<p>Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Honda bernomor polisi AG 2847 RCM, mobil boks B 9175 SXU, serta sebuah <em>dump truck</em> L 8140 UUB. Korban jiwa teridentifikasi bernama Kiky Arya Mellanika (25), warga Dusun Blumbang, Desa Campurdarat.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala.</p>
<p>"Benar, telah terjadi kecelakaan beruntun di wilayah Campurdarat. Satu orang pengendara sepeda motor dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," ujar AKP Taufik, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, insiden bermula saat ketiga kendaraan melaju searah dari timur menuju barat. </p>
<p>Posisi motor korban berada di depan, disusul mobil boks yang dikemudikan Catur Bambang Wibowo (35), dan <em>dump truck</em> yang dikendarai Agam Afrizal Kurniawan (20) di posisi paling belakang.</p>
<p>Saat melintasi lokasi kejadian, korban mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari lubang di jalan raya. </p>
<p>Mobil boks di belakangnya turut mengerem, namun diduga lampu rem kendaraan tersebut tidak berfungsi, sehingga pengemudi <em>dump truck</em> di belakangnya terkejut.</p>
<p>"Karena jarak yang sudah terlalu dekat, <em>dump truck </em>menghantam bagian belakang mobil boks dengan keras. Benturan itu mendorong mobil boks ke depan hingga menghantam sepeda motor korban," jelas AKP Taufik.</p>
<p>Hantaman hebat tersebut menyebabkan motor korban oleng dan terjatuh. Korban mengalami cedera kepala fatal yang mengakibatkan kematian seketika di lokasi. Sementara itu, kedua pengemudi truk dilaporkan selamat tanpa luka berarti.</p>
<p>Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung telah mengamankan ketiga kendaraan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi saat ini tengah mendalami unsur kelalaian manusia (<em>human error</em>) dan kelaikan teknis kendaraan yang terlibat.</p>
<p>"Kami masih mendalami faktor jarak antar kendaraan serta fungsi teknis lampu kendaraan boks tersebut dalam proses penyidikan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Tulungagung Bidik Knalpot Brong dan Kendaraan ODOL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-keselamatan-semeru-2026-polres-tulungagung-bidik-knalpot-brong-dan-kendaraan-odol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-keselamatan-semeru-2026-polres-tulungagung-bidik-knalpot-brong-dan-kendaraan-odol</guid>
<description><![CDATA[ Terhitung mulai hari ini, Senin (2/2/2026) hingga 15 Februari mendatang, petugas gabungan akan melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap para pelanggar aturan jalan raya guna menekan angka fatalitas kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69803fb34b40d.webp" length="82886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 14:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, operasi keselamatan semeru, polres tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Merespons lonjakan angka kecelakaan lalu lintas yang cenderung naik, Polres Tulungagung resmi memulai Operasi Keselamatan Semeru 2026. </p>
<p>Terhitung mulai hari ini, Senin (2/2/2026) hingga 15 Februari mendatang, petugas gabungan akan melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap para pelanggar aturan jalan raya guna menekan angka fatalitas kecelakaan.</p>
<p>Langkah ini diambil menyusul data evaluasi tahun 2025 yang menunjukkan tren mengkhawatirkan. </p>
<p>Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, mengungkapkan bahwa angka kecelakaan di wilayah hukumnya meningkat tajam sebesar 29 persen atau bertambah sebanyak 31 insiden dalam setahun terakhir.</p>
<p>"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Operasi Keselamatan Semeru 2026 menjadi instrumen krusial untuk mengembalikan disiplin berlalu lintas masyarakat. Fokus utama kami adalah menurunkan angka fatalitas melalui pengawasan berlapis," tegas Kompol Arie, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Sebanyak 149 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pendidikan diterjunkan ke lapangan. </p>
<p>Dalam aspek penegakan hukum, Polres Tulungagung memastikan penggunaan teknologi canggih melalui <em>Electronic Traffic Law Enforcement</em> (ETLE), baik statis maupun mobile, untuk menjaring pelanggar secara akurat.</p>
<p>Meskipun mengedepankan pendekatan humanis, polisi tidak akan segan melakukan tilang manual secara selektif terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan nyawa.</p>
<p>Operasi ini membidik sejumlah pelanggaran prioritas yang selama ini menjadi penyebab utama kecelakaan, di antaranya: penggunaan ponsel saat berkendara dan pengemudi di bawah umur; pelanggaran marka, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan; penggunaan knalpot brong serta penggunaan strobo/sirine yang tidak sesuai peruntukan; dan endaraan <em>Over Dimension dan Over Load</em> (ODOL) serta kelayakan angkutan umum (PO Bus).</p>
<p>Polisi telah memetakan zona merah atau blackspot yang akan menjadi fokus pengawasan ketat, meliputi Jalan Pahlawan, Jalan Ki Mangunsarkoro, serta sejumlah titik di Kecamatan Ngunut, Gondang, dan Ngantru. </p>
<p>Kawasan pusat keramaian mulai dari Jalan WR Supratman hingga Jalan Kapten Kasihin juga akan dijaga ketat oleh personel berseragam.</p>
<p>"Kami tidak hanya melakukan pengaturan, tetapi meningkatkan kehadiran fisik petugas di titik-titik rawan. Penegakan hukum dilakukan sebagai upaya terakhir yang tegas demi menjamin keselamatan pengguna jalan yang patuh," tambahnya.</p>
<p>Melalui operasi dua pekan ini, Polres Tulungagung menargetkan perubahan perilaku pengendara secara masif. </p>
<p>Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan bukan semata karena takut pada sanksi, melainkan karena kesadaran penuh akan mahalnya nilai nyawa di jalan raya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indomaret di Tulungagung Dibobol Melalui Atap, Pelaku Rusak CCTV dan Gasak Puluhan Rokok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indomaret-di-tulungagung-dibobol-melalui-atap-pelaku-rusak-cctv-dan-gasak-puluhan-rokok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indomaret-di-tulungagung-dibobol-melalui-atap-pelaku-rusak-cctv-dan-gasak-puluhan-rokok</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan pendataan sementara, pihak manajemen melaporkan kehilangan puluhan bungkus rokok dari berbagai merek. Total kerugian material, termasuk kerusakan fisik bangunan, ditaksir mencapai Rp3.454.500. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698041b22a0b7.webp" length="77180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 13:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pencurian, indomaret jeli, karangrejo, polsek karangrejo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) kembali menyasar pusat perbelanjaan modern di Kabupaten Tulungagung. Sebuah Indomaret di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, menjadi sasaran pembobolan pada Ahad (1/2/2026) dini hari. </p>
<p>Pelaku yang diduga komplotan profesional ini berhasil merusak sistem keamanan sebelum menggasak sejumlah barang dagangan.</p>
<p>Insiden tersebut terdeteksi sekitar pukul 04.22 WIB melalui sistem peringatan dini. Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali diketahui oleh karyawan setelah menerima notifikasi alarm toko melalui grup koordinasi internal.</p>
<p>"Mendapati alarm berbunyi, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrejo. Petugas kepolisian bersama karyawan kemudian melakukan pengecekan langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar Iptu Nanang, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi interior toko dalam keadaan berantakan. Hasil olah TKP awal menunjukkan adanya kerusakan fisik pada struktur bangunan sebagai akses masuk pelaku.</p>
<p>Pelaku diduga kuat telah merencanakan aksinya dengan matang. Modus yang digunakan adalah memanjat tembok bagian belakang toko, kemudian menjebol atap dan plafon untuk masuk ke dalam area penjualan. Untuk meminimalisir jejak, pelaku melakukan sabotase terhadap perangkat keamanan. </p>
<p>"Pelaku merusak sistem alarm serta memutus kabel CCTV sebelum mengambil barang-barang. Setelah beraksi, mereka diduga keluar melalui jalur yang sama," jelas Iptu Nanang.</p>
<p>Berdasarkan pendataan sementara, pihak manajemen melaporkan kehilangan puluhan bungkus rokok dari berbagai merek. Total kerugian material, termasuk kerusakan fisik bangunan, ditaksir mencapai Rp3.454.500.</p>
<p>Berdasarkan catatan informasi di lapangan, Indomaret Desa Jeli bukan kali ini saja menjadi sasaran kriminalitas. Sekitar dua tahun silam, gerai yang sama pernah mengalami percobaan pembobolan dengan modus serupa. </p>
<p>Namun, pada insiden terdahulu, pelaku gagal membawa kabur barang bukti karena alarm toko berhasil menggagalkan aksi tersebut.</p>
<p>Saat ini, Unit Reskrim Polsek Karangrejo tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku. Petugas telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari saksi-saksi kunci.</p>
<p>"Kasus ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut oleh tim Reskrim. Kami berkomitmen untuk segera mengungkap pelaku di balik aksi pencurian ini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim SIGAP SATWA Kendalbulur Tulungagung Siap Tangani Gangguan Hewan Liar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-sigap-satwa-kendalbulur-tulungagung-siap-tangani-gangguan-hewan-liar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-sigap-satwa-kendalbulur-tulungagung-siap-tangani-gangguan-hewan-liar</guid>
<description><![CDATA[ Tim SIGAP SATWA Satlinmas Desa Kendalbulur bertugas melakukan siaga, merespons laporan warga dengan cepat, serta melakukan penanganan awal terhadap berbagai gangguan satwa. Mulai dari evakuasi ular berbisa, penanganan sarang tawon, hingga satwa lain yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697deccde40ee.webp" length="58314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 19:49:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, desa kendalbulur kecamatan boyolangu, gangguan hewan liar, satlinmas sigap satwa, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Ancaman gangguan hewan liar seperti ular berbisa atau sarang tawon kerap membuat warga desa waswas, terutama saat muncul di area permukiman dan persawahan. Jika selama ini warga hanya mengandalkan petugas Damkar untuk mengatasi persoalan tersebut, kini warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, memiliki tim sendiri.</p>
<p>Pemerintah Desa Kendalbulur menghadirkan sebuah inovasi berbasis keamanan lingkungan dengan membentuk Tim SIGAP SATWA (Siaga Gangguan Satwa) di bawah naungan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).</p>
<p>Tim SIGAP SATWA ini telah dibentuk sejak awal tahun 2025 lalu, dan hingga kini terus aktif menjalankan tugasnya. Kehadiran tim ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Kendalbulur dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya, khususnya dari potensi bahaya hewan liar yang bisa muncul kapan saja.</p>
<p>Secara khusus, Tim SIGAP SATWA Satlinmas Desa Kendalbulur bertugas melakukan siaga, merespons laporan warga dengan cepat, serta melakukan penanganan awal terhadap berbagai gangguan satwa. Mulai dari evakuasi ular berbisa, penanganan sarang tawon, hingga satwa lain yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.</p>
<p>Komandan Satlinmas Desa Kendalbulur, Uri, menyebut, kegiatan siaga Satlinmas melalui Tim SIGAP SATWA telah berjalan lebih dari satu tahun dan kini menjadi agenda rutin Satlinmas desa.</p>
<p>“Tim SIGAP SATWA ini sudah berjalan lebih dari setahun. Alhamdulillah, manfaatnya sangat dirasakan oleh warga desa. Setiap ada laporan gangguan hewan liar, Satlinmas bisa bergerak cepat sehingga warga merasa lebih aman dan terlindungi,” ujar Uri, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, kecepatan respons dan kedekatan Satlinmas dengan warga menjadi kunci utama keberhasilan tim ini. Warga tidak lagi panik atau bertindak sendiri saat menghadapi hewan liar, karena sudah tahu harus melapor ke siapa.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, menilai pembentukan Tim SIGAP SATWA sebagai bentuk nyata pelayanan pemerintah desa yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Pembentukan Tim SIGAP SATWA ini adalah bentuk nyata pelayanan Pemerintah Desa kepada masyarakat. Keamanan dan kenyamanan warga merupakan prioritas kami. Saya berharap Satlinmas terus menjaga kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis kepada warga,” tegas Anang Mustofa.</p>
<p>Menariknya, seluruh sarana dan prasarana operasional Tim SIGAP SATWA bersumber dari kas Satlinmas Desa Kendalbulur. Hal ini menunjukkan kemandirian organisasi Satlinmas dalam mendukung kegiatan pelayanan serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keamanan lingkungan desa.</p>
<p>Dengan hadirnya Tim SIGAP SATWA, Pemerintah Desa Kendalbulur berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara warga dan Satlinmas. Kolaborasi ini diyakini mampu menjaga keamanan lingkungan desa secara berkelanjutan sekaligus menjadi contoh inovasi pelayanan desa yang sederhana, namun berdampak langsung bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan di Tulungagung Lenyap Diterjang Longsor, Akses Warga Lumpuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-di-tulungagung-lenyap-diterjang-longsor-akses-warga-lumpuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-di-tulungagung-lenyap-diterjang-longsor-akses-warga-lumpuh</guid>
<description><![CDATA[ Badan jalan sepanjang 30 meter dilaporkan amblas ke jurang sedalam 100 meter. Kondisi ini memutus akses utama yang menghubungkan Desa Rejosari dengan Desa Kalibatur, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dc04cd7d61.webp" length="176054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 16:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, jalan putus, desa rejosari kecamatan kalidawir, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Tekik, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir. </p>
<p>Insiden yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) malam tersebut menyebabkan jalan penghubung antar-desa putus total dan mengancam pemukiman warga.</p>
<p>Badan jalan sepanjang 30 meter dilaporkan amblas ke jurang sedalam 100 meter. Kondisi ini memutus akses utama yang menghubungkan Desa Rejosari dengan Desa Kalibatur, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>Kepala Desa Rejosari, Sudikan, mengonfirmasi bahwa jalur yang terputus merupakan aset jalan kabupaten yang memiliki peran krusial bagi mobilitas masyarakat, khususnya pelajar.</p>
<p>"Jalan ini merupakan jalur vital, terutama bagi anak-anak sekolah tingkat SD, MI, hingga MTS. Saat ini akses benar-benar lumpuh. Warga yang ingin menuju desa tetangga atau pusat ekonomi terpaksa memutar arah sejauh satu kilometer," ujar Sudikan, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, sebelum bencana terjadi, kondisi jalan tersebut memang sudah mengalami kerusakan teknis. </p>
<p>Meski warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya dengan pengecoran, struktur tanah yang labil tidak mampu menahan beban air hujan. </p>
<p>Saat ini, sisa badan jalan hanya menyisakan lebar satu meter dengan kondisi bawah jalan yang berongga, sehingga sangat berisiko memicu longsor susulan.</p>
<p>Selain memutus akses transportasi, material longsor berupa tanah dan bebatuan besar menimbun bagian belakang rumah salah satu warga yang berada di bawah lokasi kejadian. Material tersebut menumpuk di area dapur dan kandang ternak.</p>
<p>"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, satu rumah warga terdampak langsung pada bagian belakang bangunan akibat tertimbun material longsor," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah Desa Rejosari bersama warga setempat telah melakukan kerja bakti darurat untuk membersihkan sisa-sisa material yang menimpa rumah penduduk. </p>
<p>Namun, untuk perbaikan infrastruktur jalan, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.</p>
<p>"Mengingat ini adalah jalan kabupaten, kami segera berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten agar segera dilakukan penanganan permanen. Keamanan warga adalah prioritas kami saat ini," tegas Sudikan.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar titik longsor telah dipasang tanda peringatan agar masyarakat tidak mendekat ke bibir jurang guna menghindari jatuhnya korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Terparah dalam Sedekade, Lumpur Pekat Lumpuhkan Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-terparah-dalam-sedekade-lumpur-pekat-lumpuhkan-sektor-pendidikan-dan-kesehatan-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-terparah-dalam-sedekade-lumpur-pekat-lumpuhkan-sektor-pendidikan-dan-kesehatan-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak tiga lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 1 Besole, SD Negeri 3 Besole, dan SD Negeri 5 Besole, terpaksa meliburkan siswanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697d967f470a7.webp" length="56744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 13:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, banjir, sdn 3 besole, sdn 5 besole, puskesmas besole, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Bencana banjir yang menerjang Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung pada Jumat (30/1/2026) malam, menyisakan dampak serius bagi fasilitas publik. </p>
<p>Sektor pendidikan dan layanan kesehatan dilaporkan lumpuh total setelah material lumpur pekat mengendap di bangunan, memaksa aktivitas dihentikan sementara.</p>
<p>Sebanyak tiga lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 1 Besole, SD Negeri 3 Besole, dan SD Negeri 5 Besole, terpaksa meliburkan siswanya. </p>
<p>Hingga Sabtu (31/1/2026) siang, para pengajar dibantu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat masih berjibaku melakukan proses dekontaminasi dan pembersihan residu lumpur yang menyelimuti ruang kelas, kantor, hingga perpustakaan.</p>
<p>Novan Eko Purwanto, salah satu tenaga pendidik di SDN 5 Besole, mengungkapkan bahwa bencana kali ini merupakan yang paling parah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Kendati bangunan sekolah sudah dirancang cukup tinggi, debit air tetap menembus pertahanan gedung.</p>
<p>"Air tetap merangsek masuk ke ruang kelas, kantor, dan perpustakaan dengan ketinggian di dalam ruangan mencapai 30 sentimeter. Ini adalah kondisi terburuk dalam satu dekade terakhir," ujar Novan saat ditemui di sela proses evakuasi material.</p>
<p>Selain melumpuhkan kegiatan belajar mengajar (KBM), banjir juga merusak aset literasi sekolah. Sejumlah besar buku di perpustakaan, terutama yang tersimpan di rak bagian bawah, dilaporkan hancur akibat terendam air dan lumpur pekat. </p>
<p>Pihak sekolah memutuskan mengalihkan KBM menjadi belajar mandiri di rumah hingga kondisi gedung dinyatakan layak dan higienis bagi 83 siswa mereka.</p>
<p>Dampak bencana meluas hingga ke sektor pelayanan kesehatan primer. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengonfirmasi bahwa tiga fasilitas kesehatan terdampak signifikan, yakni Puskesmas Besole, Pustu Desa Ngentrong, serta Poskesdes Desa Tulungrejo.</p>
<p>"Kami telah melakukan peninjauan lapangan. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembersihan sisa banjir. Untuk Poskesdes Tulungrejo sudah bersih dan siap beroperasi, sementara Puskesmas Besole dan Pustu Ngentrong masih dalam tahap pemulihan intensif," jelas Desi.</p>
<p>Dinas Kesehatan menargetkan seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat kembali memberikan pelayanan normal pada Senin mendatang. Selama masa pemulihan, masyarakat yang membutuhkan layanan medis darurat atau rawat inap diarahkan untuk mengakses Puskesmas Besuki sebagai fasilitas penyangga terdekat.</p>
<p>Upaya mitigasi dan pembersihan hingga kini terus dilakukan secara kolaboratif oleh lintas instansi guna memastikan akses pendidikan dan kesehatan masyarakat kembali pulih pascabencana. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Bandang Terjang Empat Kecamatan di Tulungagung, Lumpur Tebal Lumpuhkan Fasilitas Umum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-bandang-terjang-empat-kecamatan-di-tulungagung-lumpur-tebal-lumpuhkan-fasilitas-umum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-bandang-terjang-empat-kecamatan-di-tulungagung-lumpur-tebal-lumpuhkan-fasilitas-umum</guid>
<description><![CDATA[ Empat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Besuki, Campurdarat, Tanggunggunung, dan Kalidawir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697d807d25df2.webp" length="87980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 11:00:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, banjir bandang, besuki, kalidawir, campurdarat, tanggunggunung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (30/1/2026) malam, memicu banjir bandang di empat wilayah kecamatan. </p>
<p>Bencana tersebut mengakibatkan ratusan permukiman warga dan sejumlah infrastruktur publik terendam luapan air yang membawa material lumpur pekat.</p>
<p>Empat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Besuki, Campurdarat, Tanggunggunung, dan Kalidawir. </p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, banjir terjadi setelah hujan deras berlangsung selama lebih dari empat jam tanpa henti, yang menyebabkan debit air dari kawasan pegunungan meluap ke permukiman.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, menyatakan bahwa Kecamatan Besuki, khususnya Desa Besole, merupakan wilayah terdampak paling parah. Luapan air bercampur lumpur menerjang kawasan tersebut dengan ketinggian berkisar antara satu hingga 1,5 meter.</p>
<p>"Hujan semalam masuk kategori ekstrem. Dampaknya sangat signifikan karena air membawa material lumpur dari gunung. Beberapa titik vital seperti SD Negeri 3, SD Negeri 5 Besole, Puskesmas, hingga kantor Balai Desa turut terendam," ujar Sudarmaji saat dikonfirmasi Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Selain rumah warga, fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi SMP Negeri 2 Besuki serta SDN 1, 3, dan 5 Besole. </p>
<p>Meski genangan air dilaporkan mulai surut pada Sabtu pagi, sisa material lumpur setebal beberapa sentimeter masih menutupi akses jalan dan ruangan di gedung-gedung publik, sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat.</p>
<p>Hingga Sabtu siang, personel BPBD Tulungagung bersama petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk melakukan pembersihan skala besar. </p>
<p>Petugas mengevakuasi material lumpur di Jalan Raya Besole guna memulihkan konektivitas antarwilayah serta membersihkan fasilitas layanan publik.</p>
<p>Terkait total kerugian material, pihak BPBD mengaku belum melakukan penghitungan secara terperinci. </p>
<p>Sudarmaji menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan pascabencana dan pemulihan awal.</p>
<p>"Kami belum melakukan pendataan rinci mengenai jumlah rumah yang rusak atau terdampak karena prioritas utama saat ini adalah pembersihan jalan raya dan fasilitas umum agar mobilitas warga kembali normal," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mangkir Pelantikan dan Tak Masuk Kerja, PNS di Tulungagung Dijatuhi Sanksi Turun Pangkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mangkir-pelantikan-dan-tak-masuk-kerja-pns-di-tulungagung-dijatuhi-sanksi-turun-pangkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mangkir-pelantikan-dan-tak-masuk-kerja-pns-di-tulungagung-dijatuhi-sanksi-turun-pangkat</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan keputusan tim pemeriksa, PNS yang saat ini menjabat sebagai Kepala SDN 1 Kampungdalem tersebut, dijatuhi sanksi disiplin sedang berupa penurunan pangkat selama satu tahun, dari sebelumnya golongan IV C menjadi IV B. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b2d28f0975.webp" length="15294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 17:59:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mohadi, kepala sdn 1 kampungdalem, bkpsdm tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tulungagung, dijatuhi sanksi disiplin berupa penurunan pangkat selama satu tahun. Sanksi tersebut diberikan karena yang bersangkutan mangkir dari pelantikan jabatan baru dan tidak masuk kantor tanpa keterangan yang jelas.</p>
<p>PNS tersebut diketahui bernama Muhadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 1 Kampungdalem. Ia dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (Kabid PAUD) Dinas Pendidikan Tulungagung pada akhir Desember lalu, namun tidak menghadiri pelantikan dan menolak mutasi jabatan tersebut.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung, Soeroto, menjelaskan, ketidakhadiran Muhadi dalam pelantikan dilakukan tanpa keterangan resmi. Karena tidak hadir, proses pelantikan terhadap yang bersangkutan pun tidak dapat dilaksanakan.</p>
<p>“Dalam pelantikan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan. Karena tidak hadir, maka secara otomatis tidak dilantik,” ujar Soeroto, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Sehari setelah pelantikan, Muhadi diketahui mengajukan keberatan atas mutasi jabatan tersebut. Namun menurut BKPSDM, sebagai seorang PNS, yang bersangkutan tetap terikat pada aturan disiplin dan kewajiban untuk patuh serta taat kepada pimpinan dan keputusan pejabat pembina kepegawaian.</p>
<p>“Soal keberatan itu ada mekanismenya. Tetapi sebagai PNS, dalam melaksanakan tugas wajib patuh dan taat kepada atasan sesuai kaidah hukum dan peraturan yang berlaku,” jelas Soeroto.</p>
<p>BKPSDM Tulungagung bersama Inspektorat, Bagian Hukum, serta Dinas Pendidikan kemudian membentuk tim pemeriksa untuk melakukan klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan, Muhadi dinilai telah melanggar disiplin PNS karena tidak menghadiri pelantikan dan tidak masuk kerja sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap perintah atasan.</p>
<p>“Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakdisiplinan dan ketidakloyalan seorang PNS kepada atasan. Oleh karena itu dijatuhi sanksi sesuai PP Nomor 94 Tahun 2001 tentang Disiplin PNS yang diperkuat dengan PP Nomor 5 Tahun 2018,” tambah Soeroto.</p>
<p>Berdasarkan keputusan tim pemeriksa, Muhadi dijatuhi sanksi disiplin sedang berupa penurunan pangkat selama satu tahun, dari sebelumnya golongan IV C menjadi IV B. Saat ini, Muhadi masih menjabat sebagai Kepala SDN 1 Kampungdalem, sementara posisi Kabid PAUD Dinas Pendidikan Tulungagung diisi oleh pelaksana tugas atau Plt agar roda pelayanan dan kinerja organisasi tetap berjalan normal.</p>
<p>BKPSDM Tulungagung menegaskan bahwa penegakan disiplin ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus pengingat bagi seluruh ASN agar senantiasa mematuhi aturan dan menjaga loyalitas terhadap tugas serta pimpinan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Kali Beraksi, Dua Kali Gagal, Jambret Tulungagung Akhirnya Ditangkap Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-kali-beraksi-dua-kali-gagal-jambret-tulungagung-akhirnya-ditangkap-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-kali-beraksi-dua-kali-gagal-jambret-tulungagung-akhirnya-ditangkap-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka pelaku berinisial APK (25), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, diamankan polisi setelah terlibat kasus penjambretan di wilayah hukum Polsek Karangrejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b27a7cc5dd.webp" length="44712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 17:19:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jambret, karangrejo, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Niat jadi jambret produktif, seorang pemuda di Tulungagung justru harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dari tiga kali percobaan penjambretan yang diakui pelaku, hanya satu yang berhasil, sementara dua lainnya gagal total. Aksi terakhirnya pun langsung mengantarkannya ke tangan Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung.</p>
<p>Pelaku berinisial APK (25), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, diamankan polisi setelah terlibat kasus penjambretan di wilayah hukum Polsek Karangrejo. Korban diketahui seorang perempuan NF (24), warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi yang diterima pada 24 Januari 2026. Dari laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, tim Resmob Macan Agung berkoordinasi dengan Polsek Karangrejo dan Polsek Sendang untuk melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, hingga akhirnya mengarah pada terduga pelaku,” ujar AKP Ryo Pradana, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik, namun cukup membahayakan. Pelaku mengincar perempuan sebagai target, memilih lokasi yang gelap dan sepi, lalu membuntuti korban dari belakang. Saat situasi dirasa aman, pelaku menarik paksa barang bawaan korban hingga korban terjatuh.</p>
<p>Aksi penjambretan yang berhasil terjadi di Jalan Raya Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, sementara dua aksi lainnya di Kecamatan Sendang justru gagal sebelum pelaku membawa hasil. Meski begitu, hasil satu kali sukses tersebut rupanya cukup menjadi petunjuk bagi polisi untuk membongkar seluruh aksinya.</p>
<p>Pelaku akhirnya ditangkap pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di rumahnya di Dusun Kebonagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari sepeda motor Honda Scoopy putih, tiga unit ponsel berbagai merek milik korban, hingga senapan angin yang dimiliki pelaku.</p>
<p>“Barang bukti masih dikuasai pelaku saat kami lakukan penangkapan. Selanjutnya pelaku dan barang bukti kami amankan ke Satreskrim Polres Tulungagung untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas AKP Ryo.</p>
<p>Dalam pemeriksaan, APK mengakui telah melakukan penjambretan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu bulan, dengan catatan dua kali gagal dan satu kali berhasil.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.</p>
<p>Polisi pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintas di jalan sepi pada malam hari, sekaligus mengapresiasi peran aktif warga yang cepat melapor sehingga pelaku bisa segera diamankan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : RizqiArdian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buron Usai Viral di Medsos, Jambret Spesialis Lansia di Tulungagung Akhirnya Diringkus Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buron-usai-viral-di-medsos-jambret-spesialis-lansia-di-tulungagung-akhirnya-diringkus-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buron-usai-viral-di-medsos-jambret-spesialis-lansia-di-tulungagung-akhirnya-diringkus-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, TS ternyata bukan pemain baru. Ia mengakui telah melakukan empat aksi kejahatan berbeda dalam lima bulan terakhir di wilayah hukum Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b10c239392.webp" length="29318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 14:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jambret viral, desa tanggung, campurdarat, resmob macan agung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pelarian TS (33), pelaku penjambretan yang sempat menghebohkan jagat maya di Tulungagung, berakhir di tangan pihak kepolisian. Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil meringkus tersangka di lokasi kerjanya di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, pada Rabu (28/1/2026) pagi.</p>
<p>Aksi kriminal TS sebelumnya viral setelah rekaman <em>dashboard camera (dashcam) </em>sebuah mobil memperlihatkan aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan warga di Jalan Raya Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengungkapkan bahwa dalam menjalankan aksinya, tersangka cenderung menyasar perempuan lanjut usia yang sedang lengah. Pada kejadian Senin (26/1/2026), korban diketahui bernama Sukatin (69).</p>
<p>"Modus operandi pelaku adalah mendekati korban dengan berpura-pura menanyakan alamat. Saat korban lengah, pelaku menarik paksa kalung emas yang dikenakan hingga korban terjatuh," ujar AKP Ryo, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Meski sempat terjadi aksi tarik-menarik yang menyebabkan pelaku terjatuh dan kalung korban terlepas, tersangka berhasil melarikan diri dari kejaran warga tanpa membawa barang jarahan.</p>
<p>Pasca-aksinya viral, TS berupaya keras mengaburkan identitasnya. Ia diketahui mengganti pelat nomor kendaraan Honda PCX miliknya serta membuang pakaian dan sandal yang digunakan saat beraksi ke sungai untuk menghindari kejaran petugas. Namun, pengumpulan bukti di lapangan dan keterangan saksi mengarahkan polisi pada identitas TS.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, TS ternyata bukan pemain baru. Ia mengakui telah melakukan empat aksi kejahatan berbeda dalam lima bulan terakhir di wilayah hukum Tulungagung.</p>
<p>"Tersangka terlibat dalam serangkaian tindak pidana, mulai dari penjambretan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian uang tunai senilai Rp3 juta, hingga pencurian perhiasan emas di lingkungan kerjanya," tambah dia.</p>
<p>Selain mengamankan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda PCX merah, dua set pelat nomor, helm, dan sisa atribut yang digunakan saat beraksi.</p>
<p>Atas perbuatan berulangnya, TS dijerat dengan Pasal 479 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. </p>
<p>Saat ini, tersangka telah ditahan di Mapolres Tulungagung untuk proses penyidikan lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terdampak Gempa, Bangunan SDN 1 Talunkulon Tulungagung Rusak, Plafon Ambrol, Tembok dan Lantai Retak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terdampak-gempa-bangunan-sdn-1-talunkulon-tulungagung-rusak-plafon-ambrol-tembok-dan-lantai-retak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terdampak-gempa-bangunan-sdn-1-talunkulon-tulungagung-rusak-plafon-ambrol-tembok-dan-lantai-retak</guid>
<description><![CDATA[ Berdasar hasil pemantauan petugas kepolisian di lapangan, kondisi bangunan sekolah saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama apabila terjadi gempa susulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978cc7bdbd4a.webp" length="14684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 22:19:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dampak gempa, sdn 1 talunkulon, sekolah rusak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dampak gempa bumi yang berpusat di Pacitan pada Selasa (27/1/2026) pagi sekitar pukul 08.15 WIB dan mengakibatkan kerusakan pada bangunan SDN 1 Desa Talunkulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Sejumlah plafon ruang kelas ambrol, sementara beberapa bagian tembok dan lantai retak.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Siswa kelas 4, 5, dan 6 yang berada di dalam ruang kelas sempat panik ketika guncangan pertama dirasakan.</p>
<p>Kapolsek Bandung AKP Sumaji melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdianto, menyampaikan berdasar keterangan yang dihimpun anggota Polsek Bandung, bahwa gempa pertama dirasakan dengan intensitas ringan, sehingga para siswa langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.</p>
<p>“Saat gempa pertama terjadi, guncangannya masih pelan. Anak-anak langsung keluar kelas. Namun tak lama kemudian terjadi gempa susulan yang guncangannya lebih keras dan menyebabkan beberapa plafon ruang kelas ambrol,” ujar Iptu Nanang Murdianto.</p>
<p>Akibat gempa tersebut, kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 5 dan 6. Sebanyak tujuh plafon di ruang kelas 6 dan dua plafon di ruang kelas 5 dilaporkan ambrol. Selain itu, tembok mengalami retakan, lantai kelas 5 dan 6 merenggang, serta tiang cakar ayam bangunan ruang kelas 6 bergeser hingga sekitar 5 sentimeter.</p>
<p>Meski bangunan sekolah mengalami kerusakan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p>“Hasil pengecekan dan komunikasi dengan Kepala Sekolah SDN 1 Talunkulon, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh siswa dan guru berhasil menyelamatkan diri,” lanjutnya.</p>
<p>Kerugian material akibat gempa bumi tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Namun berdasar hasil pemantauan petugas kepolisian di lapangan, kondisi bangunan sekolah saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama apabila terjadi gempa susulan.</p>
<p>“Dari hasil pengecekan di lapangan, bangunan kelas 4, 5, dan 6 terlihat rapuh dan membahayakan jika sewaktu-waktu terjadi gempa kembali,” tegasnya.</p>
<p>Selain faktor bangunan, lokasi sekolah yang berdiri di atas bekas lahan persawahan juga dinilai berpengaruh terhadap tingkat kerusakan.</p>
<p>“Lokasi SDN 1 Talunkulon merupakan tanah persawahan yang dialihfungsikan. Struktur tanah seperti ini relatif mudah bergerak saat terjadi gempa bumi,” pungkas Iptu Nanang.</p>
<p>Saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk langkah pengamanan serta antisipasi lanjutan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Sekolah di Panggul Trenggalek Rusak Terdampak Gempa Pacitan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-sekolah-di-panggul-trenggalek-rusak-terdampak-gempa-pacitan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-sekolah-di-panggul-trenggalek-rusak-terdampak-gempa-pacitan</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Trenggalek, dua sekolah dasar di Kecamatan Panggul yang terpantau mengalami kerusakan terdampak gempa, yakni SD Negeri 3 Manggis di Desa Manggis serta SD Negeri 1 Terbis di Desa Terbis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697886fae1a86.webp" length="45078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 16:41:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, gempa trenggalek, dampak gempa, sekolah rusak, sdn 3 manggis, sdn 1 terbis, panggul, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo yang berpusat di Pacitan, Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB, turut mengguncang wilayah Kabupaten Trenggalek. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyatakan, selain menyebabkan kerusakan atap kantor Kecamatan Dongko, gempa pada Selasa pagi tersebut juga menyebabkan dua fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Panggul mengalami kerusakan.</p>
<p>“Hasil pemantauan wilayah dan pengecekan akibat gempa bumi ditemukan dua bangunan sekolah dasar yang mengalami kerusakan,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Trenggalek, dua sekolah dasar di Kecamatan Panggul yang terpantau mengalami kerusakan terdampak gempa, yakni SD Negeri 3 Manggis di Desa Manggis serta SD Negeri 1 Terbis di Desa Terbis.</p>
<p>Menurut Triadi, kerusakan di SDN 3 Manggis cukup serius. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan atap wuwung sekolah mengalami amblas, plafon ruang kantor dan ruang kelas VI runtuh, serta retak di dinding dan lantai.</p>
<p>"Kerusakan di SD Negeri 3 Manggis, atap wuwung amblas, plafon kantor dan ruang kelas enam rontok, tembok ruang kelas retak, lantai kantor mengalami retakan, serta dinding ruang kelas VI terlihat miring," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, di Desa Terbis, kerusakan akibat gempa tergolong lebih ringan. Retakan ditemukan pada tembok ruang kelas V dan VI di SD Negeri 1 Terbis. Meski demikian, BPBD tetap meminta pihak sekolah dan warga setempat untuk tetap waspada.</p>
<p>"Tembok ruang kelas lima dan enam SD Negeri 1 Terbis mengalami retak ringan," ungkap Triadi.</p>
<p>Hingga Selasa sore, BPBD Kabupaten Trenggalek memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian gempa bumi di dua lokasi tersebut. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dapur Ludes Terbakar, Lansia di Tulungagung Kehilangan Persiapan Selamatan 40 Hari Wafat Istrinya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dapur-ludes-terbakar-lansia-di-tulungagung-kehilangan-persiapan-selamatan-40-hari-wafat-istrinya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dapur-ludes-terbakar-lansia-di-tulungagung-kehilangan-persiapan-selamatan-40-hari-wafat-istrinya</guid>
<description><![CDATA[ Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan korban tepat di sebelah utara bangunan dapur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697877134f59e.webp" length="43532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 15:50:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran rumah, desa gebang, kecamatan pakel, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Nasib pilu menimpa Lamijo, seorang lansia warga Dusun Karangnongko, Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. </p>
<p>Di tengah persiapannya menyambut selamatan 40 hari wafatnya sang istri, dapur rumahnya justru hangus rata dengan tanah akibat amukan si jago merah, Selasa (27/1/2026) siang.</p>
<p>Insiden kebakaran yang menimpa rumah di lingkungan RT 03 RW 04 ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. </p>
<p>Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan korban tepat di sebelah utara bangunan dapur.</p>
<p>Kapolsek Pakel, AKP Anwari, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat korban menyalakan api untuk membakar sampah, namun kemudian meninggalkan lokasi untuk membereskan barang di dalam rumah.</p>
<p>"Saat korban kembali, api ternyata sudah menjalar ke pagar bambu dan merambat cepat ke area dapur. Akibatnya, bagian dapur sebelah utara beserta seluruh isinya terbakar total," jelas AKP Anwari.</p>
<p>Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tulungagung merespons cepat laporan tersebut dengan mengerahkan satu armada pemadam dan dua unit <em>water supply</em>. </p>
<p>Meski api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.10 WIB, kerugian materiel ditaksir mencapai Rp15 juta. Bangunan dapur, tumpukan kayu bakar, hingga berbagai peralatan rumah tangga tak terselamatkan.</p>
<p>Namun, kehilangan terbesar bagi Lamijo bukan sekadar materi. Kebakaran ini menghanguskan seluruh persiapan ubo rampe atau perlengkapan untuk acara selamatan 40 hari meninggalnya sang istri yang sedianya digelar pada Sabtu mendatang.</p>
<p>"Musibah ini sangat memprihatinkan karena korban hidup sebatang kara karena anaknya bekerja di luar kota. Beliau sedang mempersiapkan acara untuk almarhum istrinya, namun semua kebutuhan selamatan kini ludes terbakar," tambah AKP Anwari. </p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa berkategori kebakaran skala sedang ini. Korban dilaporkan dalam kondisi selamat meski mengalami guncangan psikis akibat musibah tersebut.</p>
<p>Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau keras kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pembakaran sampah di area permukiman. </p>
<p>Warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan guna menghindari rambatan api yang dapat memicu kebakaran hebat, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Tulungagung Pasok Sembilan SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-pasok-sembilan-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-pasok-sembilan-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Setiap SPPG menerima pasokan rutin berkisar antara 300 hingga 500 kilogram beras per minggu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978520a335a7.webp" length="19444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 13:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, beras mbg, bulog pasok sppg, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung resmi memulai pendistribusian komoditas pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p>Penyaluran ini menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah kerja Bulog Tulungagung, meliputi Tulungagung, Trenggalek, hingga Blitar Raya.</p>
<p>Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyatakan bahwa implementasi program ini telah berjalan sejak pertengahan Januari 2026. </p>
<p>Pada fase awal, distribusi difokuskan pada SPPG yang berbasis di lingkungan pondok pesantren.</p>
<p>"Penugasan penyaluran beras untuk program MBG sudah kami laksanakan sejak pertengahan Januari. Saat ini skalanya masih terbatas pada SPPG di lingkup pondok pesantren," ujar Yonas saat ditemui Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Hingga saat ini, Bulog telah melayani sembilan SPPG dengan rincian satu titik di Kabupaten Tulungagung, sementara delapan lainnya berada di Trenggalek dan Blitar Raya. </p>
<p>Setiap SPPG menerima pasokan rutin berkisar antara 300 hingga 500 kilogram beras per minggu.</p>
<p>Untuk mendukung keberlangsungan program ini, Bulog menetapkan harga strategis bagi komoditas beras premium. Harga jual Bulog Rp14.400 per kilogram sementara HET pemerintah Rp14.900 per kilogram.</p>
<p>"Kami memberikan harga kompetitif di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mendukung efektivitas program pangan nasional ini," tambahnya.</p>
<p>Menanggapi potensi lonjakan permintaan ke depan, Yonas menegaskan bahwa Bulog tidak menerapkan sistem kuota. </p>
<p>Pihaknya menjamin akan memenuhi seluruh permintaan SPPG, yang diharapkan juga berdampak positif pada peningkatan serapan gabah petani lokal.</p>
<p>Terkait ketahanan pangan di wilayah kerjanya, Bulog memastikan kondisi cadangan pangan dalam posisi aman. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Tulungagung mencapai 38.000 ton, jumlah yang diproyeksikan surplus hingga satu tahun ke depan.</p>
<p>Selain beras, SPPG juga diberikan akses untuk melakukan pemesanan komoditas pangan lain secara mandiri, seperti minyak goreng, melalui mekanisme pemesanan langsung ke kantor cabang.</p>
<p>"Stok beras kami mencukupi. Untuk beras premium, kami menerapkan sistem just-in-time dengan penyiapan H-3 sebelum pengiriman guna menjaga kualitas dan mutu produk agar tetap prima saat diterima masyarakat," tutup Yonas.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sasar Ratusan Penunggak Pajak, Tim Gabungan Gelar Razia di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sasar-ratusan-penunggak-pajak-tim-gabungan-gelar-razia-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sasar-ratusan-penunggak-pajak-tim-gabungan-gelar-razia-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kurun waktu satu jam operasi, petugas menemukan puluhan pelanggaran yang didominasi oleh masalah perpajakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69784db583380.webp" length="72460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 13:10:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, razia kendaraan, pelanggaran lalu lintas, pajak kendaraan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Tim gabungan dari Polres Tulungagung, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja menggelar operasi terpadu di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan GOR Lembupeteng, Selasa (27/1/2026) pagi. </p>
<p></p>
<p>Operasi ini menargetkan peningkatan kepatuhan administrasi kendaraan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p></p>
<p>Ratusan kendaraan yang melintas dari jalur nasional diarahkan masuk ke halaman GOR Lembupeteng untuk menjalani pemeriksaan. Petugas membidik pemilik kendaraan yang terlambat melakukan registrasi tahunan atau menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).</p>
<p></p>
<p>KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu jam operasi, petugas menemukan puluhan pelanggaran yang didominasi oleh masalah perpajakan.</p>
<p></p>
<p>"Pelanggaran paling dominan adalah pajak kendaraan. Tercatat lebih dari 40 kendaraan menunggak pajak, jumlah ini dua kali lipat dibanding jenis pelanggaran lainnya. Pemilik langsung kami arahkan untuk melakukan pelunasan di mobil Samsat Keliling yang telah disiagakan di lokasi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain persoalan pajak, sambung dia, petugas juga menindak 25 pelanggar Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masa berlakunya telah habis, serta pelanggaran kelengkapan teknis kendaraan seperti penggunaan spion yang tidak standar. Seluruh pelanggar dijatuhi sanksi tilang sesuai prosedur hukum yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bapenda Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno, menambahkan bahwa operasi ini disebutnya merupakan langkah strategis mengingat masih tingginya angka penunggakan pajak di wilayah tersebut. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Bapenda, terdapat lebih dari 100 ribu unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang belum menyelesaikan kewajiban pajaknya.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan kami ganda, mewujudkan tertib lalu lintas sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Potensi pajak di Tulungagung sangat besar. Pada tahun 2026 ini, target opsen PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kami tetapkan sebesar Rp136 miliar, naik 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Sukowinarno.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, layanan bayar di tempat ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga lokal. Beberapa pengendara dari luar daerah, seperti Trenggalek dan Bojonegoro, terpantau turut memanfaatkan fasilitas Samsat Keliling untuk melunasi pajak kendaraan mereka secara instan.</p>
<p></p>
<p>Pemilihan GOR Lembupeteng sebagai titik pemeriksaan bertujuan untuk menjamin keamanan (safety) pengendara mengingat lokasinya berada di jalur nasional yang padat. Langkah ini diambil guna menghindari kemacetan panjang serta meminimalisir potensi konflik di jalan raya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama instansi terkait berkomitmen untuk menjadikan razia serupa sebagai agenda rutin. </p>
<p></p>
<p>"Hal ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat bahwa ketaatan membayar pajak berkontribusi langsung pada pembangunan daerah dan keselamatan berkendara di jalan raya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gempa M 5,7 Guncang Tulungagung dan Trenggalek, Dua Pegawai Kecamatan Dongko Tertimpa Genteng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gempa-m-55-guncang-tulungagung-dan-trenggalek-dua-pegawai-kecamatan-dongko-tertimpa-genteng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gempa-m-55-guncang-tulungagung-dan-trenggalek-dua-pegawai-kecamatan-dongko-tertimpa-genteng</guid>
<description><![CDATA[ BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697825839330d.webp" length="36132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 09:55:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suara jatim post, gempa, dampak gempa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Wilayah selatan Jawa Timur diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB. </p>
<p>Guncangan yang terasa kuat di berbagai daerah memicu kepanikan warga, serta menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, kerusakan signifikan terjadi pada gedung Kantor Kecamatan Dongko. </p>
<p>Material bangunan berupa genteng dilaporkan rontok dan menimpa dua orang pegawai yang tengah bertugas.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa kedua korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. </p>
<p>"Satu pegawai laki-laki mengalami luka di bagian kaki, sementara satu pegawai perempuan mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa material bangunan," ujar Tri saat memberikan keterangan, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Saat ini, tim reaksi cepat BPBD masih melakukan asesmen di lapangan. "Kami masih melakukan pendataan dan asesmen menyeluruh di wilayah Trenggalek untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan bangunan lain atau korban tambahan," tambahnya.</p>
<p>Guncangan hebat membuat warga di Kabupaten Tulungagung berhamburan keluar bangunan. Di Rumah Sakit Prima Medika, para karyawan dilaporkan berlarian menyelamatkan diri sesaat setelah getaran terjadi. </p>
<p>Firman Sumantri, seorang warga Kelurahan Kutoanyar, menuturkan bahwa getaran dirasakan sangat mengejutkan. "Guncangan terasa sangat kuat saat saya berada di dalam rumah, sehingga saya spontan lari keluar untuk menghindari risiko," kata dia.</p>
<p>Situasi serupa terjadi di SDN 3 Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan guru ke halaman terbuka guna menghindari potensi reruntuhan gedung saat proses belajar mengajar berlangsung.</p>
<p>Menurut rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat LS dan BT. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 105 kilometer.</p>
<p>BMKG melaporkan intensitas guncangan dirasakan pada skala: III-IV MMI meliputi Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung; II-III MMI meliputi Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun, Jember, Mojokerto, Yogyakarta, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah, Bali, dan Mataram.</p>
<p>Meski memiliki kekuatan yang cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami mengingat kedalaman pusat gempa yang berada di menengah. </p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Burung Migran Singgah di Tulungagung–Trenggalek, Bukan Hama tapi Sahabat Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-burung-migran-singgah-di-tulungagungtrenggalek-bukan-hama-tapi-sahabat-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-burung-migran-singgah-di-tulungagungtrenggalek-bukan-hama-tapi-sahabat-petani</guid>
<description><![CDATA[ Pihak BKSDA menegaskan bahwa keberadaan burung migran tidak perlu dikhawatirkan oleh petani, melainkan justru perlu dilindungi dari ancaman perburuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69776fd9662af.webp" length="52218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 21:51:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, burung migrasi, terik asia, suara jatim post, sauarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tulungagung dan Trenggalek menjadi salah satu wilayah persinggahan burung-burung migran dari belahan bumi utara setiap musim dingin. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami fenomena ini. Tak sedikit pula yang menganggap kawanan burung tersebut sebagai hama atau parasit yang merugikan pertanian.</p>
<p>Padahal, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Ribuan burung migran yang singgah di area persawahan Kediri, Tulungagung, hingga Trenggalek tidak merusak tanaman padi. Burung-burung tersebut justru membantu petani dengan memangsa serangga dan cacing kecil di area sawah.</p>
<p>Selain terpantau singgah di Tulungagung, burung-burung ini juga terpantau singgah di kawasan Pantai Cengkrong, Trenggalek. Salah satu jenis yang paling banyak terlihat adalah burung terik Asia dengan nama latin Glareola. Burung ini memanfaatkan lumpur sawah yang kaya serangga dan cacing sebagai sumber pakan.</p>
<p>Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra, menjelaskan kawanan burung migran tersebut biasanya berada di area persawahan sejak pagi hingga sore hari.</p>
<p>“Kalau untuk mengganggu spesies yang lain itu tidak, karena makanannya berupa serangga dan cacing kecil di area persawahan. Jadi tidak ada kompetisi mencari makanan dengan satwa jenis-jenis lokal,” jelas pria yang akrab disapa Om Dev ini, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, burung migran dari Rusia dan China ini akan kembali ke habitat asal sekitar bulan Maret mendatang. Ia pun menegaskan bahwa keberadaan burung migran tidak perlu dikhawatirkan oleh petani, melainkan justru perlu dilindungi dari ancaman perburuan.</p>
<p>“Kami tidak khawatir dengan para petani, tapi justru khawatir kepada para pemburunya. Imbauannya, mari kita menjadi tuan rumah yang baik. Berikan ruang, sajikan makanan untuk tamu-tamu yang datang dari luar negeri. Sudah jauh-jauh datang, kita sambut dengan baik, kita nikmati, kita foto, kita dokumentasikan,” ujarnya.</p>
<p>Om Dev menambahkan, pengamatan dan pendokumentasian burung migran juga dapat menjadi catatan ilmiah yang bermanfaat bagi daerah. Selama dua tahun terakhir, BKSDA Kediri telah mengidentifikasi sedikitnya tujuh jenis burung migran yang singgah di Tulungagung, antara lain cerek kalung kecil, terik Asia, kicuit kerbau, burung trinil, layang-layang Asia, trinil semak, dan cerek kernyut.</p>
<p>Meski belum menghitung secara keseluruhan, Om Dev mengungkapkan pihaknya pernah mendata sekitar 5.000 individu burung terik Asia hanya di satu petak sawah di Desa Jatimulyo, Tulungagung.</p>
<p>“Itu baru satu petak sawah saja, belum sawah-sawah lainnya di sekitar Tulungagung sampai Kediri,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai agenda tahunan, BKSDA Jawa Timur juga terus melakukan monitoring burung migran serta sosialisasi kegiatan Asian Waterbird Census (AWC). Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk ikut mendata dan memantau jenis-jenis burung air dan burung migran yang singgah di kawasan Trenggalek, Tulungagung, dan Kediri.</p>
<p>“Kita akan ajak semuanya yang ingin bergabung untuk mendata dan memonitoring. Hasilnya nanti kita laporkan ke tingkat internasional,” tambah Om Dev.</p>
<p>Fenomena migrasi burung dari belahan bumi utara ke wilayah tropis Indonesia berlangsung rutin setiap tahun, mulai Oktober hingga Maret. Selama periode tersebut, lahan basah dan persawahan di Tulungagung dan Trenggalek menjadi tempat singgah penting bagi burung migran untuk mencari makan, sebelum kembali ke habitat asal atau melanjutkan perjalanan hingga Australia.</p>
<p>BKSDA pun mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap burung-burung tersebut, melainkan cukup mengamati dan membiarkan mereka menjalankan siklus migrasi alaminya dengan aman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cerita Pokmaswas Rembeng Raya Pantai Mutiara Trenggalek yang Menjaga Laut dengan Hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cerita-pokmaswas-rembeng-raya-pantai-mutiara-trenggalek-yang-menjaga-laut-dengan-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cerita-pokmaswas-rembeng-raya-pantai-mutiara-trenggalek-yang-menjaga-laut-dengan-hati</guid>
<description><![CDATA[ Terumbu karang yang pulih tak hanya menghidupkan laut, tapi juga membuka peluang baru. Kini Pantai Mutiara mulai dikenal sebagai spot diving dan snorkeling. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6977616a1eb6d.webp" length="21980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 20:17:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, konservasi terumbu karang, pokmaswas rembeng raya, pantai mutiara trenggalek, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Pantai Mutiara, Trenggalek, tak selalu seindah sekarang. Di balik airnya yang jernih dan ikan-ikan yang kembali hilir mudik, tersimpan cerita panjang tentang kerusakan, penyesalan, lalu tekad untuk memperbaiki.</p>
<p>Kacuk Wibisono, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, masih ingat betul bagaimana kondisi pesisir Pantai Bangkokan hingga Pantai Mutiara 2 pada era 1990an. Saat itu, terumbu karang membentang penuh dan sehat.</p>
<p>“Dulu itu bagus semua, Mas. Karang full, ikan banyak,” kenangnya, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Namun memasuki akhir 1990an, semuanya berubah. Aktivitas pencarian lobster dengan jaring bidil, ditambah cara tangkap ikan tradisional yang keliru menggunakan pecok atau cangkul kecil saat air surut perlahan menghancurkan karang. Ironisnya, pelaku kerusakan itu adalah warga sendiri.</p>
<p>“Kita nyangkuli karang buat ambil ikan kecil yang nyelip di sela-sela. Niatnya untuk makan, tapi dampaknya besar,” ujar Kacuk.</p>
<p>Bergerak dari naluri dan rasa bersalah, Kacuk bersama beberapa rekannya, mulai melakukan konervasi. Butuh waktu bertahun-tahun sampai kesadaran itu benar-benar tumbuh. Sekitar 2009, Kacuk dan beberapa temannya mulai bergerak secara mandiri. Tanpa bantuan pemerintah, tanpa panduan resmi.</p>
<p>“Waktu itu relawan saja, otodidak. Kita enggak tahu jalannya,” katanya.</p>
<p>Baru pada 2016, lewat pendampingan dari Universitas Brawijaya dan Dinas Perikanan, mereka diarahkan membentuk kelompok resmi. Lahirlah Pokmaswas Rembeng Raya, yang hingga kini menjadi garda terdepan konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara. Yang menarik, motivasi mereka bukan sekadar soal ekonomi.</p>
<p>“Ini dari hati. Naluri saja. Kalau kita berbakti sama alam, pasti ada imbal baliknya,” kata Kacuk.</p>
<p>Apalagi dampak kerusakan karang terasa langsung oleh nelayan pinggiran. Ikan-ikan karang seperti kerapu, kakap merah, barakuda, hingga ekor kuning makin sulit didapat. Laut yang rusak berarti dapur yang terancam.</p>
<p>Transplantasi terumbu karang pertama dilakukan pada 2016. Awalnya sederhana, terumbu buatan berbentuk stupa dan kubus. Seiring waktu, inovasi berkembang. Kini ada empat model transplantasi, mulai dari stupa, kubus, rak besi untuk kebun bibit, hingga biotek cinta, teknologi lokal hasil kreativitas warga sendiri.</p>
<p>“Kebun bibit itu penting. Jadi kalau mau tanam, kita enggak ambil dari alam lagi,” jelas Kacuk.</p>
<p>Terbaru, mereka juga mengembangkan Ecofish House, rumah ikan ramah lingkungan berbahan bambu.</p>
<p>Hasilnya perlahan terlihat. Ikan-ikan yang sempat hilang mulai kembali. Anemon dan ikan nemo sudah muncul. Ikan unik seperti punduk kuwalang yang berenang dengan kepala di bawah, lionfish merah, kerapu lumpur, kerapu macan, hingga ikan tapak bermata sebelah ikut meramaikan karang.</p>
<p>“Alhamdulillah, yang dulu hilang sekarang sudah masuk lagi,” ujarnya.</p>
<p>Terumbu karang yang pulih tak hanya menghidupkan laut, tapi juga membuka peluang baru. Kini Pantai Mutiara mulai dikenal sebagai lokasi wisata minat khusus spot diving dan snorkeling.</p>
<p>Dengan tarif Rp100 ribu per orang, wisatawan sudah mendapatkan perlengkapan, dokumentasi kamera, hingga perahu wisata. Satu sesi berlangsung sekitar satu jam, ditutup dengan istirahat santai di rumah Kacuk.</p>
<p>“Murah banget dibanding tempat lain,” kata Kacuk.</p>
<p>Dalam kondisi cuaca normal, kunjungan bisa mencapai sekitar 60 orang per bulan, mayoritas datang saat akhir pekan. Namun keselamatan tetap jadi prioritas. Saat cuaca buruk, aktivitas wisata langsung dihentikan.</p>
<p>Kini anggota Pokmaswas Rembeng Raya bertambah. Dari yang awalnya hanya 11 orang di tahun 2026 ini menjadi 22 orang. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, seperti LMI dan Pelindo. Meski begitu, Kacuk berharap dukungan tak berhenti di situ.</p>
<p>“Yang paling penting keberlanjutan. Support pemerintah, donatur, dan yang terakhir kesadaran masyarakat,” katanya.</p>
<p>Di kedalaman 2 hingga 10 meter, terumbu karang Pantai Mutiara kini kembali hidup. Sebagian alami di perairan dangkal, sebagian hasil rehabilitasi di kedalaman yang dulu rusak. Cerita Pantai Mutiara bukan sekadar soal karang. Ini tentang manusia yang pernah salah, lalu memilih belajar, memperbaiki, dan menjaga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral, Aksi Kejar&amp;kejaran Jambret di Tulungagung Terekam Kamera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-kejar-kejaran-jambret-di-tulungagung-terekam-kamera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-kejar-kejaran-jambret-di-tulungagung-terekam-kamera</guid>
<description><![CDATA[ Viralnya video tersebut kini menjadi pengingat keras bahwa aksi kriminal bisa terjadi kapan saja, dan keberanian warga mengejar serta mendokumentasikan pelaku kejahatan patut diapresiasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6977318dafa3e.webp" length="33020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 16:32:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jambret, pengejaran jambret, desa tanggung, pelem, campurdarat, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah video menegangkan yang memperlihatkan aksi pengejaran terduga pelaku penjambretan di Kabupaten Tulungagung viral di media sosial. Rekaman tersebut diambil dari kamera mobil dan ponsel penumpang, memperlihatkan detik-detik seorang pengendara mobil membuntuti pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor matic merah.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekira pukul 09.30 WIB, di ruas jalan raya yang menghubungkan Desa Tanggung dan Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Pengendara mobil, Fajar Sulihtiawan, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bermula ketika dirinya melintas di lokasi dan mendengar teriakan seorang ibu-ibu.</p>
<p>“Ceritanya itu saya pas liwat, terus ada ibu-ibu teriak-teriak jambret,” ujar Fajar.</p>
<p>Tanpa berpikir panjang, Fajar refleks menginjak pedal gas dan mengejar pelaku yang melaju kencang. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan di jalan raya yang cukup ramai.</p>
<p>“Reflek ada kejadian penjambretan itu terus reflek tak kejar. Sampai tak tabrak dikit motornya, bodi kiri mobilku juga nyenggol motor pelaku,” katanya.</p>
<p>Namun pelaku yang diduga sudah berpengalaman berhasil menghindari kejaran. Ia bermanuver masuk ke gang-gang sempit hingga menuju kawasan pasar dengan lalu lintas yang padat.</p>
<p>“Driver jambretnya itu cukup berpengalaman. Dia masuk gang kecil terus ke wilayah pasar yang trafficnya padat. Di situ aku lepas jejak,” lanjut Fajar.</p>
<p>Menyadari risiko yang bisa membahayakan pengguna jalan lain, Fajar akhirnya mengendurkan pengejaran.</p>
<p>“Aku nggak mau ambil risiko nabrak pengendara umum. Jadi aku pelankan kendaraan,” jelasnya.</p>
<p>Meski pelaku berhasil meloloskan diri, Fajar mengaku telah mencatat nomor polisi sepeda motor pelaku, yakni AG 5324 KCU, serta memiliki bukti rekaman dari kamera mobil dan ponsel penumpangnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakapolsek Campurdarat, Iptu Sugeng Hariyadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban penjambretan merupakan seorang perangkat Desa Tanggung.</p>
<p>“Terduga pelaku berusaha merampas kalung korban, namun tidak berhasil,” terang IPTU Sugeng.</p>
<p>Meski sempat menimbulkan kepanikan, kejadian itu tidak berlanjut ke proses hukum. Korban memilih tidak melaporkan secara resmi ke kepolisian karena tidak mengalami kerugian materiil.</p>
<p>Pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di jalan raya dan area ramai, serta segera melapor jika menjadi korban tindak kejahatan agar dapat segera ditindaklanjuti.</p>
<p>Viralnya video tersebut kini menjadi pengingat keras bahwa aksi kriminal bisa terjadi kapan saja, dan keberanian warga seperti Fajar patut diapresiasi, meski keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar Trenggalek Tewas Tenggelam di Bendungan Cangkring Saat Memancing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-trenggalek-tewas-tenggelam-di-bendungan-cangkring-saat-memancing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-trenggalek-tewas-tenggelam-di-bendungan-cangkring-saat-memancing</guid>
<description><![CDATA[ Korban seorang remaja usia 17 tahun berinisial BDH warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974ccf032fe1.webp" length="109934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 21:23:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tewas tenggelam, dam cangkring, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Seorang pelajar asal Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di Bendungan atau Dam Cangkring, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Sabtu (24/1/2026) sore.</p>
<p>Korban seorang remaja usia 17 tahun berinisial BDH warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIB.</p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik SH, menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bersama seorang temannya berinisial DRI, berangkat memancing ke Bendungan Cangkring pada Sabtu siang.</p>
<p>“Sekira pukul 13.00 WIB korban mengajak saksi untuk memancing di Bendungan Cangkring. Keduanya berangkat menggunakan sepeda motor dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar AKP Katik.</p>
<p>Setibanya di lokasi, korban dan saksi mencari tempat untuk memancing. Saat sedang memancing, korban sempat mendapatkan ikan. Namun ketika hendak turun ke tepian untuk mengambil air, korban diduga terpeleset di bagian plengsengan bendungan.</p>
<p>“Korban terpeleset lalu jatuh ke dalam air dan tenggelam. Melihat kejadian itu, saksi langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar,” jelasnya.</p>
<p>Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian. Sekitar 15 menit kemudian, korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala desa dan diteruskan ke Polsek Karangan serta petugas medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek.</p>
<p>Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soedomo untuk dilakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum (VER).</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia murni karena tenggelam. Tidak ditemukan tanda kekerasan baik akibat benda tumpul maupun tajam yang mengarah ke dugaan tindak pidana,” terang AKP Katik.</p>
<p>Pihak keluarga korban juga telah menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan autopsi.</p>
<p>“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP Katik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Mahoni di Gandusari Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemotor-tewas-tertimpa-pohon-mahoni-di-gandusari-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemotor-tewas-tertimpa-pohon-mahoni-di-gandusari-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui bernama Suhadi (58), warga Dusun Sindon RT 19 RW 06 Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974b4bc0da64.webp" length="140776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 20:29:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pemotor tewas tertimpa pohon, sukorame, gandusari, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon mahoni di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (24/1/2026) siang. Peristiwa nahas tersebut terjadi di pertigaan perbatasan Desa Sukorame dan Desa Ngadirejo, tepatnya masuk Dusun Karangtengah, Desa Sukorame.</p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Suhadi (59), warga Dusun Sindon RT 19 RW 06 Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB ketika korban berangkat dari rumahnya menuju kediaman saudara mengendarai sepeda motor. Sesampainya di pertigaan perbatasan Sukorame-Ngadirejo, korban berbelok ke kiri menuju arah selatan lalu tertimpa dahan pohon.</p>
<p>"Baru sekitar lima meter melaju, tiba-tiba dahan pohon mahoni yang berada di pinggir jalan patah dan jatuh menimpa tubuh korban beserta sepeda motornya," ungkap AKP Katik.</p>
<p>Benturan keras menyebabkan korban terjatuh dan tergeletak di bahu jalan sebelah kanan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Karanganyar. Peristiwa itu juga langsung dilaporkan ke Polsek Gandusari.</p>
<p>Sekira pukul 12.15 WIB, petugas piket Polsek Gandusari mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, petugas menyusul ke Puskesmas Karanganyar guna melakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum terhadap korban. Namun, hasil pemeriksaan medis menyatakan korban telah meninggal dunia.</p>
<p>AKP Katik, menerangkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana.</p>
<p>“Hasil pemeriksaan dari petugas medis Puskesmas Karanganyar menyatakan korban meninggal dunia akibat tertimpa dahan pohon. Pada pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana, hanya terdapat luka memar di bagian dahi,” terangnya.</p>
<p>AKP Katik menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.</p>
<p>“Keluarga korban menyatakan ikhlas dan menganggap kejadian ini murni musibah. Mereka juga menolak dilakukan autopsi serta tidak akan menempuh jalur hukum,” tambahnya.</p>
<p>Atas permintaan keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaran dan dimakamkan sesuai dengan adat setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Foto : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Landa Trenggalek, Dua Tower Roboh dan Puluhan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-landa-trenggalek-dua-tower-roboh-dan-puluhan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-landa-trenggalek-dua-tower-roboh-dan-puluhan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang mulai terjadi sejak pukul 03.00 WIB dan semakin intens pada pagi hingga siang hari. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bendungan, Durenan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974aff861298.webp" length="112940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 19:32:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, angin kencang, kecamatan bendungan, tower roboh timpa rumah, rumah rusak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Sabtu (24/1/2026). Peristiwa ini menyebabkan dua tower telekomunikasi roboh, puluhan rumah mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang, serta satu orang warga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>Angin kencang mulai terjadi sejak pukul 03.00 WIB dan semakin intens pada pagi hingga siang hari. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bendungan, Durenan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan, cuaca ekstrem tersebut dipicu kondisi pancaroba yang ditandai dengan hembusan angin tiba-tiba dan berintensitas kuat.</p>
<p>“Angin kencang terjadi secara sporadis di beberapa kecamatan sejak pagi. Dampaknya cukup signifikan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga robohnya tower telekomunikasi,” ujar Triadi Atmono.</p>
<p>Di Kecamatan Durenan, angin kencang menyebabkan pohon trembesi berdiameter sekitar satu meter dan tinggi kurang lebih 20 meter tumbang pada pukul 10.40 WIB. Pohon tersebut menimpa sebuah truk dan sepeda motor serta memutus kabel listrik di lokasi kejadian.</p>
<p>Insiden ini mengakibatkan pengendara sepeda motor, Saiful Amin, warga Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, mengalami sesak napas akibat benturan setang motor dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Durenan. Sementara sopir truk, Vicki Puji Lestiawan, warga Kabupaten Blitar, dilaporkan selamat.</p>
<p>Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Bendungan. Sebuah tower setinggi 42 meter roboh pada pukul 10.00 WIB dan menimpa dapur serta kandang sapi milik Suwinto, warga Desa Botoputih. Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Depok, Dompyong, dan Surenlor, yang sempat menutup akses jalan.</p>
<p>Tak hanya itu, rumah yang dihuni 40 kepala keluarga di lokasi hunian sementara (huntara) di Desa Sumurup mengalami kerusakan pada bagian atap, akibat terjangan angin kencang sejak dini hari.</p>
<p>Di Kecamatan Gandusari, pohon trembesi tumbang dan melintang di Jalan Raya Gandusari-Kedunglurah, tepatnya di Desa Krandegan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.</p>
<p>Sementara di Kecamatan Tugu, beberapa kejadian pohon tumbang juga dilaporkan. Di Desa Pucanganak, batang pohon sono patah dan menimpa kabel telepon. Sedangkan di Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 7,5, Desa Gondang, pohon jowar tumbang menimpa tiang lampu jalan, kabel telepon, serta sebuah mobil pikap Grand Max.</p>
<p>Pada pukul 12.30 WIB, angin kencang juga kembali menyebabkan tower operator seluler setinggi 42 meter roboh. Tower tersebut menimpa dapur rumah milik Iswanto, di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan bangunan dapur dan perabotan rumah ditaksir mencapai Rp10 juta.</p>
<p>BPBD Trenggalek bersama TNI, Polri, dan warga setempat langsung melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan pohon tumbang, pendataan kerusakan, serta pengamanan lokasi terdampak.</p>
<p>“Tim reaksi cepat BPBD bersama unsur terkait sudah turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di bawah pepohonan dan di sekitar bangunan tinggi,” tegas Triadi Atmono.</p>
<p>Ia menambahkan, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana lanjutan mengingat masih banyak pohon tua dan rapuh yang berdekatan dengan permukiman warga.</p>
<p>“Saat ini masih musim pancaroba. Kami berharap warga selalu waspada dan segera melapor jika melihat kondisi pohon atau bangunan yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Kebakaran Terjadi Hanya dalam Enam Jam di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-kebakaran-terjadi-hanya-dalam-enam-jam-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-kebakaran-terjadi-hanya-dalam-enam-jam-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan kuat, seluruh insiden dipicu oleh kegagalan instalasi listrik atau korsleting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974845207452.webp" length="39376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:40:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran tulungagung, damkar tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Rentetan peristiwa kebakaran melanda Kabupaten Tulungagung dalam kurun waktu kurang dari enam jam pada Sabtu (24/1/2026). Tiga lokasi berbeda hangus terbakar dengan total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. </p>
<p>Dugaan kuat, seluruh insiden dipicu oleh kegagalan instalasi listrik atau korsleting.</p>
<p><strong>Kandang Ayam 4.000 Ekor Ludes</strong></p>
<p>Insiden pertama pecah pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.40 WIB di Dusun Bagusan, Desa Siyotobagus, Kecamatan Besuki. </p>
<p>Sebuah kandang ayam milik warga bernama Ageng rata dengan tanah setelah diamuk si jago merah. Sedikitnya 4.000 ekor ayam siap panen mati terpanggang.</p>
<p>Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, menyatakan api baru berhasil dijinakkan pada pukul 05.15 WIB. </p>
<p>"Kerugian material mencapai Rp70 juta. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya korsleting pada instalasi listrik kandang," jelas Iwan.</p>
<p><strong>Gudang Dinas Kesehatan Terbakar</strong></p>
<p>Belum usai penanganan di Besuki, kebakaran kedua dilaporkan terjadi di Gudang Dinas Kesehatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru, sekitar pukul 08.00 WIB. Titik api berasal dari unit box panel PABX (jaringan telepon).</p>
<p>Meski skala kebakaran tergolong kecil dan cepat dikendalikan, sejumlah berkas penting dan furnitur ludes terbakar. Pihak Dinas Kesehatan menaksir kerugian mencapai Rp25 juta.</p>
<p><strong>Drama Penyelamatan Remaja Difabel</strong></p>
<p>Peristiwa paling dramatis terjadi pada Sabtu siang di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. </p>
<p>Sebuah rumah milik Sutikno terbakar hebat saat ditinggal dalam keadaan kosong dan terkunci. Nahas, di dalam rumah terdapat putra pemilik rumah (17), seorang remaja berkebutuhan khusus yang terkurung.</p>
<p>Warga yang melihat kobaran api segera melakukan aksi heroik dengan menjebol paksa pintu rumah untuk menyelamatkan korban. </p>
<p>"Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas dan sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap. Saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit," tambah Iwan. </p>
<p>Akibat insiden ini, 50 persen bangunan hangus dengan kerugian mencapai Rp100 juta.</p>
<p>Menyikapi maraknya musibah ini dalam waktu singkat, Damkarmat Tulungagung mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. </p>
<p>Iwan menegaskan bahwa pemeriksaan instalasi listrik secara berkala adalah hal yang mutlak dilakukan.</p>
<p>"Kami mengimbau warga agar tidak menggunakan sambungan listrik yang berlebihan. Selain itu, kami memperingatkan dengan sangat agar tidak meninggalkan anak-anak atau anggota keluarga yang membutuhkan pengawasan khusus sendirian di rumah dalam kondisi terkunci," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditinggal Kerja dalam Kondisi Terkunci, Remaja Disabilitas di Tulungagung Nyaris Terpanggang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditinggal-kerja-dalam-kondisi-terkunci-remaja-disabilitas-di-tulungagung-nyaris-terpanggang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditinggal-kerja-dalam-kondisi-terkunci-remaja-disabilitas-di-tulungagung-nyaris-terpanggang</guid>
<description><![CDATA[ Meski selamat dari jilatan api, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami gangguan pernapasan akut akibat menghirup gas monoksida. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697468d29ea0b.webp" length="37236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 14:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran jatimulyo, kecamatan kauman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>— Sebuah insiden memilukan nyaris berujung maut menimpa seorang remaja berkebutuhan khusus di Dusun Patikreck, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (24/1/2026) siang. </p>
<p>Remaja berusia 17 tahun tersebut terjebak di dalam rumah yang dikepung api saat kedua orang tuanya sedang bekerja.</p>
<p>Peristiwa nahas yang menimpa kediaman Sutikno (56) ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. </p>
<p>Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga setempat saat kepulan asap hitam sudah membubung tinggi dari atap bangunan.</p>
<p>Suasana mencekam terjadi ketika warga menyadari korban masih berada di dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dari luar. </p>
<p>Dengan peralatan seadanya, warga berjibaku memadamkan api menggunakan pompa air listrik sembari berupaya menjebol akses masuk.</p>
<p>Beruntung, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) tersebut berhasil dievakuasi tepat waktu sebelum api melalap seluruh ruangan. </p>
<p>Meski selamat dari jilatan api, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami gangguan pernapasan akut akibat menghirup gas monoksida. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Tulungagung, Hariyanto, membenarkan peristiwa dramatis itu, pihaknya menerima laporan pada pukul 10.44 WIB. </p>
<p>Dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua truk penyuplai air segera diterjunkan ke lokasi.</p>
<p>"Petugas tiba di lokasi pukul 10.58 WIB dan langsung melakukan lokalisir api. Saat kejadian, korban memang terkunci di dalam rumah seorang diri karena orang tuanya bekerja," ujar Hariyanto.</p>
<p>Ia memastikan bahwa korban tidak mengalami luka bakar fisik, namun korban kini menjalani parawatan akibat trauma dan sesak napas. </p>
<p>"Kondisi bangunan sekitar 50 persen hangus terbakar," tambahnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), sumber api diduga kuat berasal dari kegagalan fungsi elektrikal.</p>
<p>"Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada pengisi daya (<em>charger</em>) ponsel yang terpasang di ruang tamu," ungkap Hariyanto.</p>
<p>Meskipun sejumlah dokumen berharga berhasil diselamatkan, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp150 juta. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Dinas Kesehatan Tulungagung Terbakar, Dokumen Penting Amblas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-dinas-kesehatan-tulungagung-terbakar-dokumen-penting-amblas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-dinas-kesehatan-tulungagung-terbakar-dokumen-penting-amblas</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan hasil asesmen sementara, sumber api berasal dari kotak panel Private Automatic Branch Exchange (PABX) atau sistem pengelola panggilan telepon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974420ae3e13.webp" length="11186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 12:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, dinkes tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Insiden kebakaran melanda Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung di Jalan Pahlawan, Desa Kedungwaru, pada Sabtu (24/1/2026) pagi. </p>
<p>Api diduga kuat berasal dari korsleting pada sistem komunikasi internal di ruang gudang.</p>
<p>Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat petugas keamanan yang tengah bersiap melakukan pergantian tugas mencium aroma kabel terbakar yang menyengat. </p>
<p>Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan kepulan asap tebal dan kobaran api dari dalam gudang umum yang menyimpan arsip serta alat kebersihan.</p>
<p>Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Tulungagung, Iwan Supriyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 08.04 WIB.</p>
<p>"Petugas keamanan segera menghubungi kami sembari melakukan upaya pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Tim kami tiba di lokasi delapan menit kemudian," ujar Iwan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan hasil asesmen sementara, sumber api berasal dari kotak panel <em>Private Automatic Branch Exchange</em> (PABX) atau sistem pengelola panggilan telepon. </p>
<p>Banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang, seperti kertas dan tumpukan berkas lama, menyebabkan api cepat merambat ke area sekitarnya.</p>
<p>"Titik api pertama berada di kotak pembagi telepon. Api kemudian menyambar berkas-berkas di sisi kanan dan kiri rak penyimpanan sehingga sempat membesar," jelas Iwan.</p>
<p>Dinas Damkar Tulungagung mengerahkan satu unit armada pemadam, satu unit tangki suplai air, serta satu unit mobil <em>rescue</em>. </p>
<p>Lokasi kejadian yang strategis dan dekat dengan Markas Komando (Mako) Damkar mempermudah proses lokalisir api.</p>
<p>Proses pemadaman berlangsung sekitar 10 menit dengan mengombinasikan penggunaan APAR dan penyemprotan air (tipe api kelas A) untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam tumpukan dokumen.</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material cukup signifikan. Selain kerusakan pada sistem PABX, sejumlah lemari dan dokumen penting dilaporkan hangus. </p>
<p>Pihak staf Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menaksir total kerugian mencapai Rp25 juta.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di kantor tersebut mulai berangsur normal, namun area gudang masih dalam proses pembersihan pasca-kebakaran. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Keracunan MBG Siswa SMK Sore Tulungagung, SPPG Moyoketen 1 Minta Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-siswa-smk-sore-tulungagung-sppg-moyoketen-1-minta-maaf</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-siswa-smk-sore-tulungagung-sppg-moyoketen-1-minta-maaf</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Moyoketen 1 tetap melakukan evaluasi internal secara menyeluruh tanpa menunggu hasil uji laboratorium. Pengetatan pengawasan operasional dapur dan perbaikan tata kelola menjadi langkah awal yang telah diterapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973789967310.webp" length="16430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:04:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sppg moyoketen 1, keracunan mbg, smk sore tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung, yang diduga berkaitan dengan konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Kepala SPPG Moyoketen 1, Arinia, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan penerima manfaat MBG merupakan prioritas utama pihaknya.</p>
<p>“Kami sangat prihatin dan memohon maaf atas peristiwa yang seharusnya tidak terjadi ini. Anak-anak sampai harus mengalami gangguan kesehatan, dan itu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Arinia, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Arinia menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sampel makanan MBG telah diamankan dan dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya.</p>
<p>“Saat ini hasil uji laboratorium belum keluar. Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, sebelum adanya hasil uji laboratorium, belum dapat disimpulkan bahwa sumber gangguan kesehatan berasal dari makanan MBG. Menurutnya, terdapat kemungkinan faktor lain di lingkungan sekolah, termasuk konsumsi makanan atau jajanan dari luar program MBG.</p>
<p>SPPG Moyoketen 1 juga menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan dan pendistribusian makanan MBG telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, pengemasan, hingga pendistribusian ke sekolah.</p>
<p>“Seluruh tahapan sudah mengikuti SOP yang ditetapkan BGN dan diawasi oleh tenaga ahli gizi, juru masak berpengalaman, kepala dapur, serta relawan yang telah dibekali pelatihan,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Moyoketen 1 tetap melakukan evaluasi internal secara menyeluruh tanpa menunggu hasil uji laboratorium. Pengetatan pengawasan operasional dapur dan perbaikan tata kelola menjadi langkah awal yang telah diterapkan.</p>
<p>“Kami melakukan evaluasi dan pengetatan pengawasan seluruh aktivitas dapur agar benar-benar sesuai SOP,” ujar Arinia.</p>
<p>Sebagai bentuk empati terhadap para korban, pihak SPPG mengaku telah mengunjungi siswa yang terdampak di Puskesmas, serta terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Kesehatan, dan aparat terkait, dalam proses pengambilan sampel dan investigasi.</p>
<p>Namun demikian, pihak SPPG menyayangkan tidak tersedianya sampel muntahan siswa saat penanganan awal. Padahal sampel tersebut dianggap merupakan bukti penting untuk menelusuri sumber bakteri atau kemungkinan kandungan kimia penyebab gangguan kesehatan.</p>
<p>"Yang kami sayangkan yaitu kami tidak menyimpan hasil muntahan dari siswa yang diduga mengalami keracunan itu, karena sesungguhnya ya memang itu yang harusnya diuji lab karena yang lebih akurat hasilnya hasil muntahan itu,” jelas Arinia.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, operasional SPPG Moyoketen 1 untuk sementara waktu dihentikan hingga hasil uji laboratorium keluar dan menunggu keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional.</p>
<p>Arinia juga menambahkan bahwa SPPG Moyoketen 1 melibatkan 47 relawan selain tenaga profesional. Keberlangsungan operasional tidak hanya berkaitan dengan layanan gizi, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan kerja para relawan yang selama ini terlibat aktif dalam program sosial tersebut.</p>
<p>"Kami berharap untuk seluruh pihak tidak memberikan asumsi-asumsi liar terkait adanya insiden ini. Jadi kita tetap menunggu hasil laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan," harap Arinia.</p>
<p>Program MBG yang dikelola SPPG Moyoketen 1 sendiri melayani sejumlah satuan pendidikan, di antaranya SMP MIA, Posyandu Desa Gedangsewu, kecamatan Boyolangu, dan SMK Sore Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung Terus Bertambah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumlah-korban-dugaan-keracunan-mbg-di-tulungagung-terus-bertambah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumlah-korban-dugaan-keracunan-mbg-di-tulungagung-terus-bertambah</guid>
<description><![CDATA[ Para siswa melaporkan gejala klinis yang serupa, meliputi nyeri perut hebat, mual, pusing, hingga diare. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973377fc1b23.webp" length="50548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 16:40:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, keracunan mbg, smk sore, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SMK Sore Tulungagung pascamengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas. </p>
<p>Hingga Jumat (23/1/2026) siang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mengonfirmasi jumlah korban meningkat menjadi 15 siswa, bertambah dari laporan awal yang hanya 9 siswa.</p>
<p>Para siswa melaporkan gejala klinis yang serupa, meliputi nyeri perut hebat, mual, pusing, hingga diare. </p>
<p>Investigasi awal menunjukkan bahwa gejala mulai muncul secara bertahap sejak Selasa (20/1/2026) sore, sesaat setelah para siswa mengonsumsi paket makanan di sekolah.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah siswa terpaksa beristirahat di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sementara lainnya memilih absen dari kegiatan belajar mengajar. </p>
<p>Namun, beberapa siswa dilaporkan tetap memaksakan diri hadir di kelas meski kondisi fisik belum pulih sepenuhnya.</p>
<p>"Gejala mulai terasa Selasa sore setelah pulang sekolah. Hampir semua teman perempuan di kelas mengeluhkan sakit perut dan mual. Bahkan, ada teman laki-laki yang sampai tidak bisa masuk sekolah," ujar RP, salah satu siswi SMK Sore Tulungagung, Jumat (23/1/2036).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa minimnya informasi mengenai prosedur pelaporan membuat banyak siswa tidak segera melapor kepada pihak sekolah. </p>
<p>"Kami tetap masuk karena khawatir tertinggal pelajaran, dan jujur kami bingung harus melapor ke siapa," imbuhnya.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyatakan bahwa pihak medis telah memberikan penanganan intensif. </p>
<p>Selain perawatan di UKS, dua siswa dilaporkan sempat menjalani perawatan di Puskesmas Beji dan Puskesmas Simo.</p>
<p>"Per siang ini, tinggal satu siswa yang masih dalam observasi di UKS dan bersiap untuk pulang. Secara keseluruhan, kondisi para siswa mulai stabil dan terus kami pantau perkembangannya," jelas dr. Aris.</p>
<p>Guna mengungkap penyebab pasti insiden ini, Dinkes Tulungagung telah mengamankan sampel makanan dari tiga hari terakhir untuk diuji di laboratorium. </p>
<p>Langkah ini diambil mengingat adanya selisih waktu antara konsumsi makanan dengan munculnya gejala pada para korban.</p>
<p>"Kami telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk diperiksa secara mendalam. Investigasi epidemiologi masih berjalan guna memastikan apakah sumber kontaminasi berasal dari menu hari Selasa atau hari lainnya," terangnya.</p>
<p>Pihak Dinkes kini tengah berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah untuk menyisir kemungkinan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa namun belum terdata.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium masih dinantikan untuk menentukan langkah hukum atau sanksi administratif yang mungkin dijatuhkan kepada pihak terkait jika ditemukan unsur kelalaian dalam penyediaan makanan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tolak Pilkada Lewat DPRD, Mahasiswa Tulungagung Datangi Kantor PDIP: Kawal Hak Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tolak-pilkada-lewat-dprd-mahasiswa-tulungagung-datangi-kantor-pdip-kawal-hak-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tolak-pilkada-lewat-dprd-mahasiswa-tulungagung-datangi-kantor-pdip-kawal-hak-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Peralihan mekanisme Pilkada dari langsung menjadi keterwakilan melalui DPRD merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan upaya pembungkaman kedaulatan rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697332a4cadb0.webp" length="20460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 16:20:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dema uin satu, dpc pdi perjuangan tulungagung, pilkada oleh dprd, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Gelombang penolakan terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kian menguat. </p>
<p>Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi aktivis di Kabupaten Tulungagung mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) guna menagih komitmen politik partai dalam menjaga marwah demokrasi langsung. </p>
<p>Aksi yang dipimpin oleh Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Muhammad Isanuddin, ini bertujuan untuk memastikan bahwa sikap pengurus partai di tingkat daerah selaras dengan instruksi pusat dalam menolak wacana Pilkada tidak langsung.</p>
<p>Isanuddin menegaskan, peralihan mekanisme Pilkada dari langsung menjadi keterwakilan melalui DPRD merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan upaya pembungkaman kedaulatan rakyat.</p>
<p>"Kami menolak secara tegas. Ada upaya penindasan yang ingin mengungkung suara rakyat. Pilkada harus tetap dilakukan secara langsung agar rakyat memiliki hak penuh menentukan pemimpinnya," ujar Isanuddin di hadapan pengurus partai.</p>
<p>Terkait alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dalih oleh pendukung Pilkada via DPRD, Isanuddin menilai argumentasi tersebut sangat dangkal. </p>
<p>Menurutnya, biaya politik yang tinggi bukan merupakan kesalahan masyarakat, melainkan konsekuensi sistemik yang harus diperbaiki tanpa mengorbankan hak konstitusional.</p>
<p>"Jika regulasi ini tetap dipaksakan, kami siap menempuh jalur hukum melalui <em>judicial review</em> ke Mahkamah Konstitusi (MK)," cetusnya.</p>
<p>Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa partainya tetap konsisten pada garis perjuangan pro-demokrasi. </p>
<p>Ia menyatakan bahwa PDIP secara nasional telah memutuskan untuk menolak keras mekanisme pemilihan oleh DPRD.</p>
<p>"Pemilihan langsung adalah buah dari reformasi yang diperjuangkan dengan nyawa dan darah. Jika dikembalikan ke DPRD, kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab kepada rakyat, melainkan kepada segelintir elite partai di parlemen," tegas Erma.</p>
<p>Erma juga menepis anggapan bahwa mahar politik menjadi pemicu tingginya biaya Pilkada langsung. Ia mengklaim bahwa di internal PDIP, rekomendasi calon kepala daerah diberikan tanpa pungutan biaya.</p>
<p>"Di PDI Perjuangan tidak ada mahar politik. Persoalan <em>money politics</em> atau mahar politik itu masalah sistem pengawasan dan penegakan hukum, bukan alasan untuk merampas hak pilih rakyat," imbuhnya.</p>
<p>Pertemuan di kantor DPC PDIP ini merupakan langkah awal dari rangkaian audiensi yang direncanakan mahasiswa Tulungagung. </p>
<p>Di sisi lain, Erma Susanti memastikan bahwa seluruh kader PDIP di tingkat daerah akan terus melakukan edukasi politik kepada masyarakat mengenai risiko besar yang mengintai jika hak pilih langsung dicabut.</p>
<p>"Kami berdiri bersama mayoritas rakyat. Jika 80 persen rakyat menolak Pilkada via DPRD, maka PDIP akan menjadi garda terdepan untuk menjaga amanat tersebut," tutup Erma. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Keracunan MBG Berulang, DPC PDI Perjuangan Tulungagung Minta BGN Tutup Dapur SPPG Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-keracunan-mbg-berulang-dpc-pdi-perjuangan-tulungagung-minta-bgn-tutup-dapur-sppg-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-keracunan-mbg-berulang-dpc-pdi-perjuangan-tulungagung-minta-bgn-tutup-dapur-sppg-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PDIP Tulungagung, Erma Susanti menilai rentetan kejadian tersebut menjadi alarm keras bagi BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bermasalah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69722c5d6abf9.webp" length="28392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:45:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suara jatim post, keracunan mbg, sppg, dpc pdi perjuangan tulungagung, erma susanti</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) bersikap tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar aturan.</p>
<p>Bahkan, BGN diminta tidak ragu menutup operasional dapur SPPG jika ditemukan kelalaian serius demi mencegah terulangnya kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, menyusul kembali munculnya kasus diare massal yang dialami ratusan pelajar usai mengonsumsi MBG pada Januari 2026.</p>
<p>“SPPG ini tentunya harus bertanggung jawab. Salah satu fungsi pengawasan BGN adalah memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Faktanya, dua sampai tiga hari yang lalu masih terjadi lagi,” ujar Erma, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Kasus dugaan keracunan MBG di Tulungagung tercatat terjadi berulang. Pada Oktober 2025, puluhan pelajar SMP Negeri 1 Boyolangu mengalami mual, muntah, dan diare setelah menyantap MBG.</p>
<p>Kemudian, pada 20 Januari 2026, ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu kembali mengalami diare massal. Terbaru, pada 22 Januari 2026, sejumlah pelajar SMK Sore Tulungagung harus dilarikan ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi menu MBG.</p>
<p>Erma menilai rentetan kejadian tersebut menjadi alarm keras bagi BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bermasalah.</p>
<p>“Kalau memang melanggar, ya ditutup saja. Ini menyangkut nyawa siswa kita. Jangan sampai hanya prosedural, tapi tidak ada tindakan perbaikan yang nyata,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti masih diizinkannya dapur SPPG yang sempat bermasalah untuk kembali beroperasi dengan alasan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p>“Ini yang jadi pertanyaan. Pernah terjadi kasus, kemudian aktif kembali hanya karena sudah pegang SLHS. Kalau seperti ini, kasusnya bisa terus berulang,” katanya.</p>
<p>Menurut Erma, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan secara internal oleh BGN, melainkan harus melibatkan pengawasan eksternal, termasuk DPRD Kabupaten Tulungagung. Ia memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong pemanggilan pihak SPPG untuk mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.</p>
<p>“Kami akan minta teman-teman fraksi di DPRD Kabupaten untuk memanggil SPPG. Persoalannya di mana, supaya tidak terjadi lagi. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Erma mengingatkan bahwa jika kasus-kasus seperti ini terus terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya keberadaan SPPG, tetapi juga keberlangsungan program besar MBG secara nasional.</p>
<p>“Kalau sampai ada nyawa yang melayang, taruhannya bukan hanya SPPG itu, tapi program besar MBG ini,” katanya.</p>
<p>Selain aspek keamanan pangan, Erma juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. Ia menilai hingga kini manfaat ekonomi MBG belum dirasakan secara luas oleh peternak dan petani rakyat.</p>
<p>“Jangan sampai MBG ini hanya menguntungkan segelintir orang dalam rantai ekosistemnya. Padahal, ketika seluruh siswa sudah aktif MBG, kebutuhan telur, ayam, susu, dan hasil pertanian itu luar biasa besar,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus menyiapkan skema agar peternak rakyat dan petani lokal dapat masuk dalam rantai pasok MBG.</p>
<p>“Kalau tidak disiapkan, dampaknya hanya pada kondisi makan anak-anak, tapi tidak pada penguatan ekonomi rakyat. Padahal seharusnya masyarakat bisa ikut mendapat manfaat,” pungkas Erma. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasional SPPG Pemasok MBG ke SMK Sore Tulungagung Dihentikan Sementara, BGN Ingatkan Kebersihan Dapur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasional-sppg-pemasok-mbg-ke-smk-sore-tulungagung-dihentikan-sementara-bgn-ingatkan-kebersihan-dapur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasional-sppg-pemasok-mbg-ke-smk-sore-tulungagung-dihentikan-sementara-bgn-ingatkan-kebersihan-dapur</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan limbah, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pencucian ompreng MBG di SPPG tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69720ed44d3d7.webp" length="22314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 20:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, keracunan mbg, smk sore tulungagung, sppg ponpes mia, desa moyoketen, kecamatan boyolangu, korwil bgn tulungagung, sebrina mahardika, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok Menu Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke SMK Sore Tulungagung dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan menyusul dugaan kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa sekolah tersebut, Kamis (22/1/2026) siang.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Tulungagung bersama kepolisian setempat mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut terdiri dari nasi putih, olahan ikan dori patin, cap cay, edamame, dan buah jeruk.</p>
<p>Selain pengamanan sampel, polisi bersama Satgas MBG juga melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG penyuplai MBG yang berlokasi di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu. Namun, awak media tidak diperkenankan masuk ke area dapur oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, turut melakukan peninjauan langsung ke SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren MIA tersebut. Dari hasil peninjauan, Sebrina memberikan sejumlah catatan penting, terutama terkait kebersihan dan pengelolaan bahan makanan.</p>
<p>“Kami mengingatkan agar menggunakan produk lokal dan memastikan tahu betul kapan bahan makanan itu diproduksi. Termasuk roti, karena daya tahannya bisa tiga sampai empat hari dan itu harus jelas informasinya,” ujar Sebrina, Kamis (22/1/2026) sore.</p>
<p>Sebrina mengungkapkan, saat pengecekan ditemukan roti dengan kemasan polos tanpa merek dan tanpa keterangan tanggal kedaluwarsa, yang didatangkan dari luar kota. Hal tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan.</p>
<p>“Tadi saya cek rotinya, bungkusnya polosan, tidak ada merek dan tidak ada keterangan kedaluwarsa. Ini tentu harus diperbaiki,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Sebrina juga menyoroti beberapa SOP yang tidak diterapkan di SPPG tersebut. Di antaranya soal kebersihan dapur, kedisplinan karyawan, serta tempat pencucian ompreng yang dinilai belum memenuhi syarat.</p>
<p>Sebrina menegaskan pentingnya kebersihan dapur selama proses operasional. Menurutnya, setiap SPPG wajib memiliki petugas kebersihan yang sigap membersihkan area dapur jika ditemukan kotoran.</p>
<p>“Kalau ada yang kotor harus segera dibersihkan. Kalau dibiarkan, itu bisa mengundang lalat. Kita tidak tahu lalat itu membawa apa, bisa bertelur dan menjadi risiko kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Terkait bahan baku hewani, Sebrina menjelaskan, prosedur penyimpanan harus dilakukan dengan benar. Bahan makanan yang tidak langsung diproses wajib disimpan di freezer untuk menjaga kualitas dan keamanannya.</p>
<p>Berdasar pantauan di lapangan, stok daging dalam kemasan yang baru datang terlalu lama tergeletak di lantai sehingga mengundang lalat.</p>
<p>“Harapannya bahan baku yang datang bisa segera diproses. Kalau belum, sebagian harus disimpan di freezer, terutama bahan hewani,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sebrina juga menyinggung soal legalitas dan perizinan SPPG. Ia menyebut Yayasan Ponpes MIA telah memiliki Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun proses perizinan melalui Online Single Submission (OSS) masih perlu dilengkapi.</p>
<p>“SLHS SPPG Yayasan MIA setahu saya sudah ada, tapi OSSnya masih proses. Kemarin Satgas juga sudah melakukan sosialisasi ke seluruh SPPG yang sudah operasional terkait pengurusan SLHS dan OSS,” terangnya.</p>
<p>SPPG tersebut diketahui telah beroperasi selama sekitar tiga bulan sejak November lalu, dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 porsi per hari. Distribusi MBG tidak hanya ke SMK Sore, tetapi juga ke lingkungan Pondok Pesantren MIA dan SMK MIA.</p>
<p>Sebrina memastikan, operasional SPPG akan dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan serta keputusan lanjutan dari Badan Gizi Nasional.</p>
<p>“Operasional pasti dihentikan sementara, sambil menunggu hasil laboratorium dan keputusan dari BGN,” tegasnya.</p>
<p>Nantinya, Satgas MBG juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan limbah, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pencucian ompreng MBG.</p>
<p>“Nanti akan ada upaya kolaborasi dan monitoring lanjutan, termasuk soal IPAL di SPPG,” pungkas Sebrina. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan Siswa SMK di Tulungagung Diduga Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-siswa-smk-di-tulungagung-diduga-keracunan-mbg-dinkes-lakukan-investigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-siswa-smk-di-tulungagung-diduga-keracunan-mbg-dinkes-lakukan-investigasi</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini memicu tanda tanya besar mengenai standar keamanan pangan dan kapasitas produksi dapur penyedia, mengingat jumlah korban terus bertambah sejak laporan pertama masuk pada pukul 13.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971dfc371227.webp" length="38964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 16:40:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, keracunan makanan, keracunan mbg, smk sore tulungagung, puskesmas beji, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung kembali didera persoalan serius. </p>
<p></p>
<p>Sebanyak sembilan siswa SMK Sore Tulungagung dilaporkan mengalami gejala klinis serupa keracunan, seperti mual, pusing, hingga diare akut, beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pihak sekolah pada Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Insiden ini memicu tanda tanya besar mengenai standar keamanan pangan dan kapasitas produksi dapur penyedia, mengingat jumlah korban terus bertambah sejak laporan pertama masuk pada pukul 13.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Sembilan siswa tersebut kini menjalani observasi intensif di Puskesmas Beji. Salah satu korban, FS, siswa kelas X, memberikan kesaksian kunci. Ia menegaskan tidak mengonsumsi makanan lain selain jatah MBG yang berisi ikan patin, sayur, kedelai, dan jeruk.</p>
<p></p>
<p>"Sebelumnya belum makan apa-apa. Jadi cuma makan MBG itu saja. Tidak langsung sakit, tapi selang beberapa jam baru terasa mual dan pusing," ungkap dia saat menjalani perawatan medis.</p>
<p></p>
<p>Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengonfirmasi adanya kendala logistik pada hari kejadian. </p>
<p></p>
<p>Kapasitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 diketahui tidak sebanding dengan jumlah sasaran distribusi.</p>
<p></p>
<p>"Ada pergeseran jadwal distribusi dari pukul 09.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB. Hal ini diduga karena jumlah sasaran mencapai 2.900 siswa, sementara kemampuan produksi dapur hanya sekitar 2.600-an porsi," ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan.</p>
<p></p>
<p>Pergeseran waktu ini memicu kecurigaan terkait durasi penyimpanan makanan (holding time) sebelum dikonsumsi, yang sangat krusial bagi keamanan pangan, terutama untuk menu berbahan dasar ikan.</p>
<p></p>
<p>Meskipun para korban merujuk pada menu MBG, Dinkes Tulungagung masih bersikap hati-hati dalam menentukan penyebab pasti (kausalitas). </p>
<p></p>
<p>Aris menyebut adanya kemungkinan faktor luar, mengingat beberapa siswa dilaporkan sempat mengonsumsi jajanan di luar sekolah akibat keterlambatan distribusi makanan.</p>
<p></p>
<p>"Kami sedang mendalami apakah ini murni dari dapur MBG atau ada faktor eksternal. Tim sudah bergerak mengamankan sampel makanan dari dapur SPPG Moyoketen 1 dan dari sekolah untuk uji laboratorium," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dinkes Tulungagung kini menetapkan status siaga di seluruh puskesmas selama 3x24 jam ke depan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya masa inkubasi bakteri atau toksin yang mungkin baru memicu gejala pada sore atau malam hari.</p>
<p></p>
<p>Dari total 2.627 siswa yang menerima paket makanan di SMK Sore, saat ini baru sembilan orang yang menunjukkan gejala berat. </p>
<p></p>
<p>Namun, insiden ini menjadi rapor merah bagi manajemen distribusi program MBG di Tulungagung yang tercatat menggunakan vendor berbeda dari insiden keracunan sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ikan patin dan komponen menu lainnya masih berlangsung guna memastikan apakah terdapat kontaminasi patogen atau zat kimia berbahaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seluruh Siswa SMKN 3 Boyolangu Jalani Survei Epidemiologi Pasca Dugaan Keracunan MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seluruh-siswa-smkn-3-boyolangu-jalani-survei-epidemiologi-pasca-dugaan-keracunan-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seluruh-siswa-smkn-3-boyolangu-jalani-survei-epidemiologi-pasca-dugaan-keracunan-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Hasil survei ini akan disimpulkan setelah hasil uji laboratorium keluar, sehingga bisa diketahui secara pasti penyebab kejadian dugaan keracunan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970b28e19f01.webp" length="44638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 19:38:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, keracunan mbg, diare, smkn 3 boyolangu, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seluruh pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, menjalani survei epidemiologi (SE), Rabu (21/1/2026) menyusul insiden diare massal yang diduga terjadi setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (19/1/2026) kemarin.</p>
<p>Survei tersebut dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk melengkapi dan memperkuat hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG. Sampel makanan itu sebelumnya diambil dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan yang berlokasi di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.</p>
<p>Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan SE melibatkan Satgas MBG, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, serta Puskesmas Beji dan Puskesmas Boyolangu. Survei menyasar seluruh siswa SMKN 3 Boyolangu yang terdiri dari 51 kelas.</p>
<p>“Total sasaran sekitar 2.000 siswa. Saat ini sekitar 70 siswa belum masuk sekolah, sementara 123 siswa yang sebelumnya sempat mengalami diare sudah kembali masuk dan secara visual terlihat sehat,” ujar Sony.</p>
<p>Menurutnya, para siswa yang masih mengalami keluhan kesehatan dapat segera dirujuk ke Puskesmas Beji maupun Puskesmas Boyolangu untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, Satgas juga menerima laporan adanya satu siswa yang memeriksakan diri ke praktik medis mandiri.</p>
<p>“Dari laporan yang kami terima, siswa tersebut tidak sampai dirawat inap. Setelah menjalani pemeriksaan, kondisinya dinyatakan cukup baik dan diperbolehkan pulang,” jelas Sony.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kondisi 70 siswa yang belum masuk sekolah. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan apakah ketidakhadiran mereka berkaitan langsung dengan insiden MBG atau disebabkan oleh penyakit lain yang sudah diderita sebelumnya.</p>
<p>“Kami masih melakukan pengecekan, apakah mereka memang sakit akibat MBG atau sudah sakit sebelum kejadian tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan, survei epidemiologi ini bertujuan mengumpulkan data tambahan sebagai pendukung hasil uji laboratorium. Sampel MBG saat ini tengah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.</p>
<p>Untuk memastikan tidak ada data yang terlewat, petugas kesehatan akan mendatangi langsung rumah siswa yang tidak hadir di sekolah guna melakukan SE dari rumah ke rumah.</p>
<p>“Target survei ini seluruh siswa, sekitar 2.000 orang. Bagi siswa yang tidak hadir, petugas akan mendatangi rumahnya agar data benar-benar lengkap,” kata dr. Aris.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diminta mengisi kuesioner berisi pertanyaan seputar makanan yang dikonsumsi, cita rasa makanan, hingga gejala yang dirasakan setelah mengonsumsi MBG. Data tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengidentifikasi kemungkinan jenis bakteri penyebab gangguan kesehatan.</p>
<p>“Hasil survei ini akan kami simpulkan setelah hasil uji laboratorium keluar, sehingga bisa diketahui secara pasti penyebab kejadian tersebut,” pungkas dr. Aris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karyawan SPPG di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia di Tempat Kerjanya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karyawan-sppg-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-dunia-di-tempat-kerjanya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karyawan-sppg-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-dunia-di-tempat-kerjanya</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui merupakan warga Dusun Kates, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Ia ditemukan tak bernyawa di ruang admin lantai dua gedung SPPG sekitar pukul 05.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970aeea5e9f6.webp" length="18658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 18:32:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sppg, yayasan mutiara rawa selatan, desa waung, kecamatan boyolangu, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Seorang pria karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan, berinisial AAD (22) ditemukan meninggal dunia di tempat kerjanya yang berada di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (21/1/2026) pagi.</p>
<p>Korban diketahui merupakan warga Dusun Kates, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Ia ditemukan tak bernyawa di ruang admin lantai dua gedung SPPG sekira pukul 05.00 WIB.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan korban.</p>
<p>“Awalnya saksi bernama Toton Safi’i membangunkan korban, namun tidak ada respons. Sekitar 15 hingga 20 menit kemudian, saksi lain, Mujiono, kembali mencoba membangunkan dan mendapati korban sudah tidak bernyawa,” ujarnya.</p>
<p>Setelah kejadian tersebut, saksi segera memberitahukan kepada karyawan serta kepala SPPG. Pihak pengelola kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Boyolangu. Petugas kepolisian bersama ambulans Puskesmas Boyolangu, Unit Inafis Satreskrim, serta personel Pamapta Polres Tulungagung langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena serangan jantung," jelas AKP Ryo.</p>
<p>Namun berdasar keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit. Meski begitu, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi.</p>
<p>“Karena keluarga menolak dilakukan visum luar maupun dalam, kami menghormati keputusan tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat serangan jantung,” pungkasnya.</p>
<p>Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minibus Rombongan Santri Terguling dan Tabrak Truk Parkir di Tulungagung, Sopir Luka Berat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minibus-rombongan-santri-terguling-dan-tabrak-truk-parkir-di-tulungagung-sopir-luka-berat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minibus-rombongan-santri-terguling-dan-tabrak-truk-parkir-di-tulungagung-sopir-luka-berat</guid>
<description><![CDATA[ Diketahui minibus rental tersebut membawa rombongan santri dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pare, Kabupaten Kediri, hendak menuju Pantai Sine, Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970a5067b0c6.webp" length="49818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 17:27:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, elf terguling, desa srikaton, kecamatan ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Tulungagung-Blitar, tepatnya di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (21/1/2026) siang. Sebuah minibus yang mengangkut rombongan santri terguling sebelum akhirnya menabrak sebuah truk pasir yang sedang parkir di bahu jalan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila melalui anggotanya Bripka Wahyu Supiono, mengatakan minibus bernomor polisi AG 7052 E tersebut dikemudikan Khoirul Rozikin dan membawa rombongan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pare, Kabupaten Kediri. Peristiwa terjadi sekira pukul 11.10 WIB.</p>
<p>Kecelakaan bermula saat minibus berisi 12 orang termasuk sopir, melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat minibus berusaha menyalip kendaraan di depannya, dari arah berlawanan muncul kendaraan lain sehingga sopir panik dan membanting setir.</p>
<p>“Mobil Elf melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat menyalip kendaraan di depannya, dari arah berlawanan ada kendaraan lain sehingga sopir membanting setir ke kiri. Kendaraan kemudian oleng, terguling ke kanan, dan setelah itu baru menghantam truk dump yang sedang parkir di bahu jalan sebelah selatan,” ujar Bripka Wahyu Supianto.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, delapan orang penumpang minibus mengalami luka-luka. Satu di antaranya, yakni pengemudi minibus, mengalami luka berat pada bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>“Total penumpang ada 12 orang termasuk sopir. Delapan orang kami evakuasi ke fasilitas kesehatan. Empat orang dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan empat lainnya sempat dirawat di puskesmas lalu diperbolehkan pulang. Sopir mengalami luka berat di bagian kepala,” jelas Bripka Wahyu.</p>
<p>Sementara itu, pengemudi truk pasir bernama Agung Prasetyo, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Saat kejadian, truk dalam kondisi parkir dan pengemudi sedang beristirahat di dalam kabin.</p>
<p>“Pengemudi truk dalam kondisi sehat, tidak mengalami luka. Saat kejadian sedang tidur di dalam kabin, posisi kepala di bangku penumpang dan kaki di bangku sopir,” tambahnya.</p>
<p>Diketahui, rombongan santri tersebut hendak menuju Pantai Sine, Tulungagung, untuk kegiatan rekreasi. Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.</p>
<p>Pada Rabu sore, perwakilan dari pihak pondok pesantren juga telah mendatangi kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk keperluan penanganan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelindo Turun Tangan di Pantai Mutiara, Jaga Terumbu Karang Bersama Warga Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelindo-turun-tangan-di-pantai-mutiara-jaga-terumbu-karang-bersama-warga-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelindo-turun-tangan-di-pantai-mutiara-jaga-terumbu-karang-bersama-warga-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, luas kawasan konservasi di Pantai Mutiara mencapai sekitar 200 x 600 meter. Sementara di Pulau Rembang atau Pulau Mutiara, konservasi dilakukan di area sekitar 100 x 300 meter dengan fokus rumah ikan dan terumbu buatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f774fe4fdc.webp" length="32910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 21:10:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, terumbu karang, pantai mutiara, konservasi terumbu karang, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, tak lagi sekadar destinasi wisata pesisir. Di balik hamparan pasir dan debur ombaknya, kawasan ini perlahan menjelma menjadi ruang harapan bagi keberlanjutan ekosistem laut.</p>
<p>Konsistensi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya dalam menjaga laut menjadi kunci perubahan itu. Berkat kerja panjang masyarakat pesisir, Pantai Mutiara kini dipercaya sebagai salah satu lokasi konservasi terumbu karang, bahkan mendapat rekomendasi langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).</p>
<p>Kepercayaan itu mendorong berbagai pihak turun tangan. Salah satunya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang pada Selasa (20/1/2026) siang melaksanakan kegiatan konservasi terumbu karang sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).</p>
<p>Bersama Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, sebanyak 2.273 terumbu karang ditanam menggunakan tiga media tanam ramah lingkungan. Rinciannya, dua media meja transplantasi, dua media Bioreeftek, serta dua media Fish House yang juga berfungsi sebagai rumah ikan.</p>
<p>Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, menyebut kegiatan ini merupakan program tahunan yang rutin dilakukan perusahaan.</p>
<p>“Ini adalah program tahunan TJSL kami di Pelindo Sub Regional Jawa. Pantai Mutiara kami pilih karena memang direkomendasikan oleh KKP sebagai lokasi yang cocok untuk konservasi dan pemulihan terumbu karang,” ujarnya.</p>
<p>Purwanto menambahkan, upaya yang telah dilakukan tidak berhenti pada seremoni semata. Pelindo berkomitmen melakukan evaluasi berkala untuk memastikan keberhasilan konservasi.</p>
<p>“Harapannya, tentu apa yang sudah kita tanam ini bisa lestari dan berkembang. Kami akan lakukan evaluasi enam bulan, satu tahun. Kalau hasilnya baik, akan kita lanjutkan di periode berikutnya,” jelasnya.</p>
<p>Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menilai konservasi ini menjadi langkah penting dalam rehabilitasi lingkungan pesisir.</p>
<p>“Kami berharap kegiatan ini benar-benar membantu pemulihan ekosistem laut di Trenggalek. Kami juga mengajak berbagai pihak lain untuk bersama-sama menjaga alam bersama masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Menurutnya, Pantai Mutiara memang diproyeksikan sebagai pusat pemulihan ekosistem pesisir. Bahkan, kegiatan serupa sudah rutin dilakukan hampir setiap tahun dengan melibatkan banyak pihak.</p>
<p>“Pantai Mutiara ini menjadi salah satu pusat pengembalian ekosistem. Kami minta dukungan semua pihak agar kegiatan seperti ini bisa menjadi rutinitas,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menyebut hasil konservasi yang dilakukan selama ini cukup menggembirakan. Tingkat kematian terumbu karang hasil transplantasi terbilang rendah.</p>
<p>“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun tingkat kematian hanya sekitar 15 persen. Kalau ada yang mati, nanti kita tambah lagi. Biasanya satu bulan sudah bisa kelihatan hidup atau tidaknya,” jelas Kacuk.</p>
<p>Saat ini, luas kawasan konservasi di Pantai Mutiara mencapai sekitar 200 x 600 meter. Sementara di Pulau Rembang atau Pulau Mutiara, konservasi dilakukan di area sekitar 100 x 300 meter dengan fokus rumah ikan dan terumbu buatan.</p>
<p>Dampaknya mulai terasa nyata. Kehidupan bawah laut perlahan kembali bergeliat. Plankton muncul, ikan-ikan kecil berdatangan, disusul ikan karang yang sempat menghilang.</p>
<p>“Sekarang sudah mulai masuk lagi ikan-ikan yang dulu hilang. Ada ikan anemon atau nemo, kerapu lumpur, kerapu macan, sampai lionfish merah. Ini tanda ekosistemnya mulai pulih,” ungkap Kacuk.</p>
<p>Tak hanya berdampak ekologis, rehabilitasi terumbu karang juga memberi manfaat langsung bagi nelayan. Saat cuaca buruk, kawasan teluk bisa dimanfaatkan sebagai lokasi memancing yang aman.</p>
<p>Meski begitu, pekerjaan rumah masih panjang. Dari total luasan konservasi, baru sekitar 40 persen yang berhasil direhabilitasi.</p>
<p>“Masih banyak yang belum kita sentuh. Tapi pelan-pelan, dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Pantai Mutiara bisa kembali seperti dulu,” pungkasnya.</p>
<p>Di Pantai Mutiara, upaya menjaga laut bukan sekadar proyek sesaat. Ia tumbuh dari konsistensi warga pesisir, kolaborasi lintas pihak, dan harapan sederhana, agar laut tetap hidup untuk generasi mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mesin Diesel Irigasi Kelompok Tani di Karangwaru Tulungagung Raib Dicuri, Kerugian Capai Rp25 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mesin-diesel-irigasi-kelompok-tani-di-karangwaru-tulungagung-raib-dicuri-kerugian-capai-rp25-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mesin-diesel-irigasi-kelompok-tani-di-karangwaru-tulungagung-raib-dicuri-kerugian-capai-rp25-juta</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, kasus pencurian mesin diesel tersebut masih dalam penanganan Polsek Tulungagung Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya saksi maupun barang bukti lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f67728e003.webp" length="54480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 18:42:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pencurian diesel, kelompok tani setia tani, karangwaru, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Mesin diesel untuk pengairan sawah milik Kelompok Tani Setia Tani, Kelurahan Karangwaru, Kabupaten Tulungagung, raib digondol maling. Peristiwa pencurian tersebut baru diketahui beberapa hari yang lalu dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada Selasa (20/1/2026) siang. Petugas Polsek Tulungagung Kota pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Mesin diesel yang hilang tersebut disimpan di dalam sebuah bangunan permanen berdinding tembok dengan pintu besi yang digembok. Lokasinya berada di area persawahan yang jauh dari permukiman warga, tepatnya di dekat sungai sebelah barat Dam Boyolangu. Kondisi lokasi yang sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.</p>
<p>Sekretaris Kelompok Tani Setia Tani, Wijianto, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian pencurian tersebut. Hilangnya mesin diesel pertama kali diketahui oleh seorang petani yang sedang mencabut benih padi di sawah sekitar lokasi pada Jumat lalu.</p>
<p>“Kalau kejadiannya hilang, saya malah tidak tahu. Yang tahu itu petani yang waktu itu nyabut benih di sebelahnya. Pas istirahat sarapan, dia melihat ke dalam gubuk, ternyata mesinnya sudah tidak ada,” ujar Wijianto, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar empat hari sebelum dilaporkan ke polisi. </p>
<p>“Kurang lebih empat hari yang lalu. Yang tahu pertama ya petani yang nyabut benih itu,” tambahnya.</p>
<p>Mesin yang hilang merupakan mesin diesel merek Kubota yang digunakan sebagai penggerak pompa air untuk pengairan sawah. Mesin tersebut merupakan aset milik Kelompok Tani Setia Tani dan sangat vital bagi kebutuhan pertanian, terutama saat musim kemarau.</p>
<p>“Yang hilang itu diesel Kubota, mesin pompa air. Itu milik kelompok tani Setia Tani,” jelas Wijianto.</p>
<p>Ia juga menuturkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun bangunan tempat penyimpanan mesin. Bahkan, gembok pintu tampak masih terpasang seperti biasa, meski diduga telah diganti oleh pelaku.</p>
<p>“Kalau dilihat, tidak ada kerusakan di pintu. Tapi gemboknya kelihatan sudah beda dengan yang dulu. Kemungkinan gemboknya diganti, jadi tidak mencurigakan,” ungkapnya.</p>
<p>Mesin diesel tersebut sudah digunakan kelompok tani sejak awal 2025 dan biasanya dioperasikan saat sawah mengalami kekurangan air, terutama pada musim kemarau. Karena saat ini masih musim hujan, mesin tersebut jarang dicek.</p>
<p>“Diesel ini dipakai kalau sawah kekurangan air, biasanya waktu kemarau. Kalau musim rendeng seperti sekarang kan tidak dipakai karena air melimpah. Terakhir saya menengok sekitar dua bulan lalu, bulan Oktober,” kata Wijianto.</p>
<p>Dalam kejadian tersebut, hanya mesin diesel yang hilang, sementara pompa air masih berada di lokasi. Akibat pencurian ini, kelompok tani diperkirakan mengalami kerugian cukup besar.</p>
<p>“Kalau dirupiahkan, kerugiannya sekitar Rp23 juta sampai Rp25 juta,” pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, kasus pencurian mesin diesel tersebut masih dalam penanganan Polsek Tulungagung Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya saksi maupun barang bukti lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Siswa dan Guru SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Alami Diare, Diduga Usai Santap MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-siswa-dan-guru-smkn-3-boyolangu-tulungagung-alami-diare-diduga-usai-santap-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-siswa-dan-guru-smkn-3-boyolangu-tulungagung-alami-diare-diduga-usai-santap-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Gejala berupa sering buang air besar mulai dirasakan sejak Senin (19/1/2026) malam dan terus berlanjut hingga Selasa (20/1/2026) siang. Peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut mulai terungkap pada Selasa pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f597aa285c.webp" length="70908" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 17:42:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, keracunan mbg, smkn 3 boyolangu, sppg, mbg, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seratusan siswa dan guru SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mengalami diare usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala berupa sering buang air besar mulai dirasakan sejak Senin (19/1/2026) malam dan terus berlanjut hingga Selasa (20/1/2026) siang.</p>
<p>Peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut mulai terungkap pada Selasa pagi. Banyak siswa diketahui terlambat masuk kelas bahkan tidak mengikuti pelajaran karena harus bolak-balik ke toilet. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah guru dan tenaga kependidikan.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu, Yuga Hermawan, mengatakan, awalnya pihak sekolah mengira keterlambatan siswa berkaitan dengan pelanggaran kedisiplinan. Namun setelah ditelusuri, alasan para siswa terlambat masuk kelas ternyata karena sakit perut dan diare.</p>
<p>“Awalnya ada siswa yang dikirim ke kesiswaan karena terlambat mengikuti pelajaran. Setelah ditanya, alasannya karena bolak-balik BAB. Anak-anak kemudian bertanya ke saya, ‘Pak, ini kemungkinan karena MBG?’ karena di kelas banyak yang mengalami hal sama,” ujar Yuga.</p>
<p>Yuga mengaku dirinya juga mengalami gejala serupa pada tengah malam setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin siang. Ia kemudian menyampaikan informasi tersebut ke grup WhatsApp MBG sekolah.</p>
<p>“Setelah saya sampaikan di grup, ternyata guru dan tenaga kependidikan yang bertugas membagikan MBG juga merasakan hal yang sama. Jadi bukan hanya siswa,” katanya.</p>
<p>Dari hasil pendataan sementara, terdapat 123 siswa dan beberapa guru yang mengalami diare saat berada di sekolah. Sementara itu, sekitar 70 siswa tidak masuk sekolah pada hari Selasa karena sakit.</p>
<p>“Per kelas itu berbeda-beda, ada yang 20 anak, ada yang 30, bahkan ada kelas yang tidak kena sama sekali. Totalnya lebih dari 100 orang, termasuk guru. Kalau diperkirakan, sekitar 80 persen siswa merasakan gejala diare,” jelasnya.</p>
<p>Pihak sekolah pun langsung berkoordinasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebagai langkah antisipasi, seluruh menu MBG yang diproduksi pada Selasa ditarik dan tidak jadi dikonsumsi.</p>
<p>“Kita putuskan ditarik semua. Anak-anak banyak yang ke UKS minta obat dan antrian di toilet. Daripada kondisi makin parah, akhirnya MBG hari ini dihentikan sementara,” tambah Yuga.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sonny Welly, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari tim Satgas dan kepolisian. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan bersama lintas instansi, dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.</p>
<p>“Keluhan dirasakan setelah sekitar 12 jam mengonsumsi makanan yang dikemas pada tanggal 19 Januari. Pagi tadi kami cek, ada sekitar 70 siswa yang tidak masuk sekolah dan 123 siswa yang berada di sekolah mengalami diare dengan tingkat keluhan berbeda-beda,” ujar Sonny.</p>
<p>Menurutnya, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.</p>
<p>“Kami sudah koordinasi dengan Dinkes dan BGN. Puskesmas di sekitar rumah siswa juga sudah diberi informasi untuk mengantisipasi jika ada keluhan lanjutan,” katanya.</p>
<p>Sonny berharap para siswa dan guru yang terdampak segera pulih. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap program MBG akan diperketat ke depannya.</p>
<p>Sementara itu Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyampaikan, operasional SPPG yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut saat ini masih menunggu hasil observasi laboratorium dari Dinas Kesehatan.</p>
<p>“Untuk operasional SPPG, kami menunggu hasil observasi dan lab. Produksi hari ini sebenarnya berjalan, tapi setelah ada laporan langsung di-<em>hold</em> dan makanannya ditarik,” jelas Sebrina.</p>
<p>SPPG tersebut diketahui memproduksi sekitar 2.819 porsi makanan setiap hari dengan sasaran mulai dari PAUD, TK, hingga sekolah menengah. Unit ini telah beroperasi hampir dua bulan, namun perizinan laik higiene sanitasi (SLHS) masih dalam proses.</p>
<p>“SLHS memang belum keluar, tapi sudah diajukan. Saat ini kami fokus observasi dulu, melihat proses memasak, pengemasan, dan penerapan SOP apakah sudah sesuai atau belum,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga Selasa sore, belum ada laporan siswa atau guru yang dirawat di rumah sakit. Pihak sekolah masih berkoordinasi dengan wali murid untuk memastikan kondisi para siswa yang tidak masuk sekolah akibat sakit. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digelontor Rp300 Miliar, Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tulungagung Fokus Wilayah Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digelontor-rp300-miliar-perbaikan-infrastruktur-jalan-di-tulungagung-fokus-wilayah-selatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digelontor-rp300-miliar-perbaikan-infrastruktur-jalan-di-tulungagung-fokus-wilayah-selatan</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan jalan diprioritaskan di jalan-jalan sirip menuju JLS dengan konstruksi cor beton. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e407263e89.webp" length="83262" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 22:39:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, perbaikan jalan, jalan rusak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan akan difokuskan pada ruas-ruas jalan prioritas, khususnya di wilayah selatan Tulungagung.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmat Rifai Sodik, membenarkan besarnya alokasi anggaran tersebut. Menurutnya, penentuan lokasi pembangunan telah melalui proses usulan dari bawah dan disesuaikan dengan skala prioritas kerusakan jalan.</p>
<p>“Anggaran jalan tahun ini sekitar Rp300 miliar, itu benar. Lokasi-lokasinya sudah ada karena dari bawah sudah mengusulkan prioritas, kita tinggal melaksanakan,” ujar Ahmat Rifai Sodik, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebagian besar anggaran akan difokuskan pada wilayah selatan Tulungagung yang memiliki tingkat kerusakan jalan cukup berat. Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas di antaranya Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Besuki, dan wilayah sekitarnya yang menjadi penyangga konektivitas menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).</p>
<p>“Yang paling banyak itu di daerah selatan karena kondisi jalannya rusak berat. Kalau di seputaran kota tetap kita tangani, tapi sifatnya pemeliharaan rutin yang ringan-ringan. Kalau di selatan itu rekonstruksi,” jelasnya.</p>
<p>Dari total anggaran Rp300 miliar tersebut, Dinas PUPR menargetkan penanganan lebih dari 100 kilometer jalan. Pekerjaan mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan berkala, hingga pembangunan jembatan. Salah satu proyek jembatan yang masuk dalam anggaran ini adalah Jembatan Junjung dengan nilai sekitar Rp7,5 miliar.</p>
<p>Pengerjaan fisik jalan dijadwalkan mulai Februari 2026, dengan prioritas pada pekerjaan hot mix. Salah satunya adalah ruas jalan menuju Jembatan Ngujang II di Desa Pulosari yang sebelumnya sempat viral karena kerusakan parah.</p>
<p>“Februari ini sudah mulai mengerjakan, terutama hot mix. Yang arah Jembatan Ngujang II itu kita usahakan selesai sebelum Hari Raya. Hot mix itu pengerjaannya tidak terlalu lama,” kata Ahmat Rifai.</p>
<p>Sementara itu, pekerjaan rekonstruksi dengan cor beton akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri untuk menghindari kemacetan. Menurutnya, hampir 90 persen pekerjaan rekonstruksi menggunakan beton karena lebih tahan terhadap curah hujan tinggi dan potensi banjir.</p>
<p>“Kalau rekonstruksi hampir 90 persen pakai cor beton. Curah hujan tinggi itu tidak terlalu berpengaruh kalau beton,” tambahnya.</p>
<p>Selain dari APBD, Tulungagung juga mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD). Tahun ini, Tulungagung memperoleh dana sekitar Rp18 miliar dari APBN untuk dua ruas jalan, yakni Boyolangu-Campurdarat (Desa Pelem) dan Campurdarat-Gamping, Sawo, dengan total panjang sekitar 6 kilometer.</p>
<p>“Itu dari APBN sekitar Rp18 miliar, untuk dua ruas jalan. Sekarang yang di Pelem sudah mulai dikerjakan, perbaikan pondasi sudah berjalan,” ungkapnya.</p>
<p>Ahmat Rifai menambahkan, Pemkab Tulungagung terus mengusulkan tambahan ruas jalan untuk program IJD, terutama yang terhubung langsung dengan jalan nasional dan JLS, seperti wilayah Rejotangan, Besuki, dan Besole.</p>
<p>Dengan masifnya pembangunan infrastruktur jalan tersebut, Pemkab Tulungagung menargetkan tingkat kemantapan jalan daerah dapat meningkat signifikan.</p>
<p>“Target kemantapan jalan kita tahun ini bisa mencapai 70 persen. Tahun lalu masih sekitar 63 persen. Sesuai target nasional dari Bappenas, kabupaten minimal harus bisa mencapai 70 persen,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Siapkan Rp300 Miliar untuk Infrastruktur Jalan Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-rp300-miliar-untuk-infrastruktur-jalan-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-rp300-miliar-untuk-infrastruktur-jalan-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mempercepat penanganan infrastruktur, Pemkab Tulungagung juga berupaya mengoptimalkan dukungan dari pemerintah pusat maupun program bantuan lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e003074c56.webp" length="46228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 18:23:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jalan rusak, pemkab tulungagung, pupr tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung menunjukkan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan khusus untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang selama ini dikeluhkan masyarakat.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Erwin Novianto, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama kepala daerah. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan mobilitas warga.</p>
<p>“Prioritas Pak Bupati adalah pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Tahun 2026 ini kami siapkan anggaran Rp300 miliar dan itu khusus untuk jalan,” ujar Erwin, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Erwin menjelaskan, kondisi jalan rusak saat ini tersebar di hampir belasan kecamatan, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Meski demikian, pihaknya mencatat sebagian besar ruas jalan utama kabupaten telah tertangani.</p>
<p>“Kalau dihitung secara kasar, penanganan jalan kabupaten sudah mendekati 50 persen. Ruas-ruas utama sudah kami tangani, sisanya akan kami lanjutkan secara bertahap,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini, Dinas PUPR tengah menyiapkan tahapan perencanaan hingga proses pengadaan. Ia menargetkan kegiatan konstruksi dapat mulai dilaksanakan pada awal tahun.</p>
<p>“Sekarang sudah masuk tahap perencanaan dan pengadaan. Target kami Februari atau Maret sudah mulai kegiatan konstruksi,” tambahnya.</p>
<p>Meski anggaran yang disiapkan cukup besar, Erwin mengakui penyelesaian perbaikan jalan secara menyeluruh tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu kendala utama.</p>
<p>“Kalau bicara tuntas 100 persen, tentu belum bisa. Makanya nanti akan kami susun jadwal bertahap, kebutuhan totalnya berapa dan bisa dipenuhi dalam beberapa tahun,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk mempercepat penanganan infrastruktur, Pemkab Tulungagung juga berupaya mengoptimalkan dukungan dari pemerintah pusat maupun program bantuan lainnya.</p>
<p>“Selain jalan kabupaten, ada juga penanganan jalan desa melalui Bantuan Keuangan Desa. Kami juga mengusulkan intervensi dari APBN, sehingga perbaikan infrastruktur jalan bisa segera terealisasi,” katanya.</p>
<p>Erwin menegaskan, meski ada kegiatan infrastruktur lain yang tetap berjalan, pembangunan dan perbaikan jalan akan menjadi fokus utama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.</p>
<p>“Yang jelas, Pak Bupati berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan semaksimal mungkin, karena ini menyangkut kualitas hidup dan aktivitas masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Limbah Jadi Rupiah, Warga Tulungagung Produksi Pot Karakter dari Galon Bekas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-limbah-jadi-rupiah-warga-tulungagung-produksi-pot-karakter-dari-galon-bekas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-limbah-jadi-rupiah-warga-tulungagung-produksi-pot-karakter-dari-galon-bekas</guid>
<description><![CDATA[ Satu pot karakter karya Mimi Hani tersebut dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung tingkat kerumitan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar lima hingga sepuluh pot karakter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696dfabf7c8bb.webp" length="46932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 17:43:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, galon bekas, pot karakter, mimi hani, desa serut, kecamatan boyolangu, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kreativitas warga Tulungagung dalam mengolah limbah patut diapresiasi. Seorang ibu rumah tangga di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berhasil menyulap limbah galon air mineral bekas menjadi aneka pot bunga berkarakter unik dan menarik yang kini laris di pasaran.</p>
<p>Usaha pengolahan barang bekas tersebut ditekuni oleh Mimi Hani. Berawal dari keprihatinannya melihat tumpukan galon bekas yang tidak terpakai di belakang rumah, Mimi Hani akhirnya menemukan ide kreatif yang kini mendatangkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.</p>
<p>“Awalnya di rumah itu banyak galon bekas yang enggak terpakai, menumpuk di belakang rumah dan bikin kotor. Terus saya iseng-iseng cari ide di internet, ketemu tutorial dan coba buat pot dari galon,” ujar Mimi Hani, Senin (19/01/2026).</p>
<p>Berbekal tutorial dari media sosial, galon-galon bekas tersebut mulai ia sulap menjadi pot bunga dengan berbagai karakter lucu. Tak disangka, hasil karyanya justru menarik perhatian warga sekitar.</p>
<p>“Ndak tahunya kok banyak yang suka. Dari situ akhirnya saya bikin lebih banyak lagi dan mulai dikomersilkan,” katanya.</p>
<p>Proses pembuatan pot karakter ini cukup detail dan membutuhkan ketelitian. Tahap awal dimulai dengan menggambar pola pada galon bekas, kemudian galon dipotong mengikuti pola tersebut.</p>
<p>Setelah itu, pot setengah jadi diwarnai menggunakan cat besi agar lebih awet. Sentuhan akhir dilakukan dengan melukis mata serta anggota tubuh lain sesuai karakter yang dibuat.</p>
<p>Mimi Hani mengakui, tahap paling rumit dalam proses produksi adalah pembuatan pola dan pengecatan.</p>
<p>“Yang paling sulit itu bikin pola sama ngecatnya, karena bidangnya enggak beraturan, jadi harus telaten,” ungkapnya.</p>
<p>Selama empat bulan menjalankan usaha ini, Mimi Hani telah menciptakan sedikitnya tujuh karakter pot, di antaranya sapi, jerapah, gajah, kelinci, angsa, Pikachu, hingga serigala. Dari berbagai karakter tersebut, pot berbentuk sapi menjadi yang paling diminati.</p>
<p>“Yang paling laris itu karakter sapi, Mas. Soalnya anak-anak sekolah kebanyakan suka sapi,” jelasnya.</p>
<p>Satu pot karakter karya Mimi Hani dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung tingkat kerumitan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar lima hingga sepuluh pot karakter.</p>
<p>“Sehari minimal bisa bikin lima sampai sepuluh pot,” tambahnya.</p>
<p>Untuk pemasaran, saat ini Mimi Hani masih mengandalkan penjualan secara offline melalui lingkungan sekitar dan jaringan pertemanan. Meski belum memanfaatkan pemasaran online, peminatnya terbilang cukup banyak.</p>
<p>“Kalau pemasaran sementara masih di sekitar sini sama ada beberapa sekolah yang pesan ke sini. Online belum,” katanya.</p>
<p>Bahkan, ia mengaku pernah menerima pesanan dalam jumlah besar dari salah satu sekolah yang tertarik menggunakan pot karakter tersebut sebagai media tanam sekaligus hiasan.</p>
<p>Kini, selain membantu mengurangi limbah plastik, usaha pot karakter dari galon bekas ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan mampu membuka peluang usaha rumahan yang menjanjikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dana Desa di Tulungagung Turun Drastis, Tiap Desa Terima Rp276&amp;373 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dana-desa-di-tulungagung-turun-drastis-tiap-desa-terima-rp276-373-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dana-desa-di-tulungagung-turun-drastis-tiap-desa-terima-rp276-373-juta</guid>
<description><![CDATA[ Alokasi Dana Desa tahun 2026 di Kabupaten Tulungagung merosot hingga 50–70 persen. Kebijakan pemisahan pendanaan Koperasi Desa Merah Putih disebut menjadi faktor utama turunnya dana yang diterima desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696763e32a9c7.webp" length="32680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 18:18:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dana desa, dpmd tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kabar kurang menggembirakan datang dari desa-desa di Kabupaten Tulungagung. Pada tahun anggaran 2026, alokasi Dana Desa (DD) mengalami penurunan cukup tajam. Jika sebelumnya setiap desa bisa menerima dana berkisar Rp600 juta hingga Rp1 miliar, kini jumlahnya merosot tajam, hanya berada di kisaran Rp276 juta hingga Rp373 juta per desa.</p>
<p>Penurunan drastis ini diakui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung. Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa DPMD Tulungagung, Reza Zulkarnain, menyebut kebijakan baru terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu faktor utama penyebabnya.</p>
<p>“Untuk tahun 2026 ini, alokasi dana desa itu di luar KDMP. Jadi dana untuk KDMP tidak dimasukkan ke dana desa sementara ini. Yang masuk ke dana desa hanya yang reguler saja,” jelas Reza, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Secara keseluruhan, total Dana Desa reguler yang dialokasikan untuk 257 desa di Tulungagung tahun ini mencapai Rp86,6 miliar. Jika dirata-rata, setiap desa hanya menerima antara Rp276 juta hingga Rp373,4 juta.</p>
<p>“Rata-rata per desa itu sekitar Rp276 juta sampai Rp373 juta,” ungkapnya.</p>
<p>Reza tak menampik jika angka tersebut turun sangat jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, besaran penurunan bervariasi tergantung besaran Dana Desa yang diterima desa pada periode sebelumnya.</p>
<p>“Kalau dulu dapat Rp600 juta, berarti turunnya sekitar 50 persen. Kalau sebelumnya sampai Rp1 miliar, bisa turun 60 sampai 70 persen. Jadi memang sangat turun karena terpotong oleh KDMP,” tegasnya.</p>
<p>Meski banyak kepala desa mengeluhkan kondisi ini, Reza memastikan bahwa penggunaan Dana Desa tahun 2026 pada dasarnya masih mengacu pada prioritas yang sama dengan tahun lalu, sesuai Peraturan Menteri Desa (Permendes).</p>
<p>“Programnya kurang lebih masih sama. Prioritasnya tetap pada penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT, penguatan desa iklim dan desa tangguh bencana, peningkatan layanan dasar kesehatan, termasuk PMT untuk penanganan stunting,” paparnya.</p>
<p>Selain itu, Dana Desa juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan melalui lumbung pangan desa, dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan dan pemberdayaan infrastruktur, hingga pengembangan infrastruktur digital dan teknologi.</p>
<p>Terkait mekanisme pencairan Dana Desa tahun 2026, Reza mengaku pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.</p>
<p>“Untuk skema pencairannya berapa termin, kami belum menerima informasi resmi. Itu nanti melalui aplikasi OSPF dan Peraturan Menteri Keuangan,” jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, DPMD Tulungagung juga mencatat masih ada sisa Dana Desa tahun 2025 senilai Rp1,9 miliar. Namun dana tersebut dipastikan tidak akan dicairkan kembali di tahun 2026.</p>
<p>“Itu tidak hangus, tapi akan dikembalikan ke APBN,” ujar Reza.</p>
<p>Sementara itu, untuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD, justru mengalami kenaikan. Reza menyebut, ADD tahun 2026 meningkat sekitar Rp15-16 miliar dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>“ADD tahun 2026 totalnya sekitar Rp141 miliar 260 juta. ADD ini digunakan untuk operasional pemerintahan desa, siltap perangkat desa, tunjangan BPD, RT, dan RW,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan kondisi Dana Desa yang menurun drastis, desa-desa di Tulungagung dituntut lebih cermat menyusun skala prioritas agar program-program penting tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>AKBP Muhammad Taat Resdi Pamit dari Tulungagung, Akui Betah karena Makanan Enak, Warga Ramah, dan Alamnya Lengkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akbp-muhammad-taat-resdi-pamit-dari-tulungagung-akui-betah-karena-makanan-enak-warga-ramah-dan-alamnya-lengkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akbp-muhammad-taat-resdi-pamit-dari-tulungagung-akui-betah-karena-makanan-enak-warga-ramah-dan-alamnya-lengkap</guid>
<description><![CDATA[ AKBP Muhammad Taat Resdi : Setidaknya ada tiga hal yang bikin saya betah betul di Tulungagung. Makanannya enak, masyarakatnya ramah, dan alamnya indah. Ada gunung dan laut, cocok sekali mendukung hobi lari saya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69675399ab4cf.webp" length="42220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 17:19:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kesan akbp muhammad taat resdi di tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tongkat kepemimpinan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung resmi berpindah tangan. Setelah 1,5 tahun mengemban amanah sebagai Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi kini menyerahkan jabatan tersebut kepada AKBP Ihram Kustarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Mojokerto.</p>
<p>Serah terima jabatan berlangsung di Mapolda Jawa Timur, Senin (12/01/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Prosesi berjalan khidmat, ditandai dengan penyematan tanda jabatan kepada pejabat lama dan pejabat baru sebagai simbol pengalihan tugas, wewenang, dan tanggung jawab.</p>
<p>Di balik seremoni resmi itu, tersimpan cerita dan kesan mendalam dari AKBP Muhammad Taat Resdi selama bertugas di Tulungagung. Dengan nada hangat, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Tulungagung, Forkopimda, serta para tokoh agama yang telah mendukung tugas kami selama 1,5 tahun ini,” ujar Taat Resdi.</p>
<p>Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kunci utama sehingga jajaran Polres Tulungagung mampu menjalankan tugas dengan lancar dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.</p>
<p>Tak lupa, perwira menengah Polri ini juga menyampaikan permohonan maaf. Ia menyadari, selama memimpin tentu ada sikap atau tindakan yang mungkin kurang berkenan.</p>
<p>“Dalam kesempatan ini, saya juga mohon maaf apabila selama 1,5 tahun bertugas terdapat perilaku atau perbuatan yang tidak berkenan di hati masyarakat,” tuturnya. </p>
<p>Ia pun berpamitan sembari memohon doa restu untuk mengemban tugas barunya sebagai Kapolres Malang. Saat ditanya soal kesan terhadap Tulungagung, wajah Taat Resdi tampak sumringah. Ia mengaku betah dan punya banyak kenangan manis di kota marmer ini.</p>
<p>“Setidaknya ada tiga hal yang bikin saya betah betul di Tulungagung. Makanannya enak, masyarakatnya ramah, dan alamnya indah. Ada gunung dan laut, cocok sekali mendukung hobi lari saya,” katanya.</p>
<p>Menutup pernyataannya, AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan pesan khusus untuk Kapolres Tulungagung yang baru, AKBP Ihram Kustarto. Ia berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, Polres Tulungagung semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.</p>
<p>“Saya berharap di bawah pimpinan Kapolres yang baru, Polres Tulungagung terus mampu menjaga stabilitas kamtibmas dan semakin dipercaya masyarakat. Jadilah polisi yang benar-benar hadir memberikan perlindungan dan rasa aman,” pesannya.</p>
<p>Pergantian pimpinan ini pun diharapkan menjadi awal baru untuk menjaga Tulungagung tetap aman, nyaman, dan harmonis, dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat yang terus terjalin erat.</p>
<p>Acara pisah sambut Kapolres Tulungagung akan digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (14/1/2026) malam, sementara pisah sambut di Mapolres Tulungagung akan dilaksanakan besok Kamis (15/1/2026) pagi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>17 Ton Beras dari Tulungagung untuk Aceh Tamiang, Bupati: Kami Datang sebagai Saudara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/17-ton-beras-dari-tulungagung-untuk-aceh-tamiang-bupati-kami-datang-sebagai-saudara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/17-ton-beras-dari-tulungagung-untuk-aceh-tamiang-bupati-kami-datang-sebagai-saudara</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang secara khusus datang bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tulungagung, kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin (12/1/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696750ec07ba9.webp" length="59960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 16:42:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, bantuan beras, aceh tamiang, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Di tengah suasana pasca bencana banjir yang masih menyisakan duka di Aceh, uluran tangan datang dari Kabupaten Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 17 ton beras untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.</p>
<p>Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang secara khusus datang bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tulungagung, kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin (12/1/2026).</p>
<p>Kehadiran rombongan ini menjadi penanda bahwa jarak geografis tidak menghalangi rasa persaudaraan antarsesama.</p>
<p>Bagi Bupati Gatut Sunu Wibowo, kunjungan ke Aceh Tamiang bukan sekadar agenda pemerintahan. Ia menegaskan, langkah ini lahir dari kepedulian kemanusiaan dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia saat menghadapi bencana.</p>
<p>“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa rasa empati. Kami datang sebagai saudara untuk berbagi dan meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang yang sedang diuji,” kata Gatut Sunu Wibowo, Rabu, (14/01/2026).</p>
<p>Sebanyak 17 ton beras yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak banjir, terutama di masa pemulihan ketika aktivitas masyarakat belum sepenuhnya kembali normal.</p>
<p>Bupati Gatut juga menyampaikan pesan penguatan bagi warga yang terdampak agar tetap tegar dan tidak kehilangan harapan. Menurutnya, musibah adalah cobaan yang hanya bisa dilewati dengan kebersamaan dan saling menguatkan.</p>
<p>“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu dan memberi semangat. Semoga masyarakat Aceh Tamiang diberikan ketabahan, dan kondisi segera pulih sehingga kehidupan dapat berjalan kembali seperti sediakala,” ujarnya.</p>
<p>Melalui bantuan tersebut, Pemkab Tulungagung berharap tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat bangkit dan rasa kebersamaan antar daerah.</p>
<p>Bupati Gatut menegaskan bahwa di saat bencana melanda, kepedulian dan solidaritas adalah kekuatan utama untuk melewati masa sulit. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kiprah Perempuan Trenggalek, Sugiyanti Nakhodai IKPI Cabang Kota Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kiprah-perempuan-trenggalek-sugiyanti-nakhodai-ikpi-cabang-kota-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kiprah-perempuan-trenggalek-sugiyanti-nakhodai-ikpi-cabang-kota-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Bagi Trenggalek, terpilihnya Sugiyanti menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menjadi contoh bahwa perempuan daerah mampu tampil dan dipercaya memimpin organisasi profesi di level regional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69663d26f1fa3.webp" length="10670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 20:58:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, ketua ikpi cabang kediri, ikatan konsultan pajak indonesia, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kiprah perempuan daerah kembali mencuri perhatian. Sugiyanti, perempuan asal Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Kota Kediri untuk periode 2026-2029.</p>
<p>Penetapan tersebut berlangsung dalam Rapat Anggota Cabang (RAC) IKPI yang digelar di Kediri, Selasa (13/1/2026). Menariknya, Sugiyanti ditetapkan secara aklamasi setelah seluruh peserta rapat menyatakan sepakat tanpa pemungutan suara.</p>
<p>Terpilihnya Sugiyanti sekaligus menjadi catatan tersendiri, mengingat kepemimpinan organisasi profesi strategis seperti IKPI selama ini masih didominasi kaum pria.</p>
<p>“Saya merasa bukan siapa-siapa. Tapi dengan amanah ini, saya ingin berjalan bersama rekan-rekan untuk menjadikan IKPI Cabang Kediri semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sugiyanti.</p>
<p>Lahir dan besar di Trenggalek, Sugiyanti menempuh pendidikan dasar di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kampak dan SMK Negeri 1 Pogalan sebelum akhirnya merantau ke Malang untuk kuliah di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri).</p>
<p>“Pendidikan adalah modal utama. Meski banyak keterbatasan, saya tetap berusaha menjalaninya,” katanya.</p>
<p>Tak berhenti di situ, Sugiyanti melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gajayana Malang. Menurutnya, bekal akademik yang kuat sangat penting untuk memahami dunia perpajakan yang dinamis dan kompleks.</p>
<p>Perjalanan karier Sugiyanti dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia bergabung dengan kantor konsultan pajak (KKP) Agus Sambodo dan Cipta Jasa Tama yang kini berkembang menjadi PT Cipta Sarana Cendekia (CSC), lembaga pengembangan SDM dan pendidikan di Malang.</p>
<p>“Sejak awal kuliah saya sudah bekerja. Dari situ saya belajar disiplin, manajemen waktu, dan memahami perpajakan dari nol,” ungkapnya.</p>
<p>Berangkat dari posisi staf, Sugiyanti perlahan memahami seluk-beluk administrasi dan regulasi perpajakan hingga akhirnya mengantongi izin praktik resmi sebagai konsultan pajak.</p>
<p>Meski telah memenuhi syarat untuk membuka praktik sendiri, ia memilih tetap berproses di KKP Agus Sambodo &amp; Rekan.</p>
<p>“Lingkungan kerja di sini membentuk saya, bukan hanya secara teknis, tapi juga etika profesi,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, Sugiyanti dipercaya sebagai penanggung jawab Kantor Cabang Madiun. Aktivitasnya menuntut mobilitas tinggi, bolak-balik Trenggalek-Madiun, di tengah perannya sebagai ibu dari satu anak.</p>
<p>“Membagi waktu memang tantangan tersendiri. Tapi dengan komitmen, peran keluarga dan pekerjaan bisa berjalan seimbang,” katanya.</p>
<p>Pengalaman inilah yang ingin ia bagikan kepada anggota IKPI Cabang Kediri ke depan.</p>
<p>Pemilihan Ketua IKPI Cabang Kota Kediri sendiri melalui proses panjang. Sejumlah nama sempat masuk dalam bursa bakal calon, di antaranya Suwandi Sudarsono, Mardiyanto, Sugeng, dan Sugiyanti.</p>
<p>Hasil verifikasi menetapkan Sugiyanti dan Suwandi Sudarsono sebagai calon yang memenuhi syarat. Namun menjelang pemilihan, Suwandi menyatakan mengundurkan diri.</p>
<p>“Keputusan setiap anggota harus dihormati. Itulah ruh demokrasi dalam organisasi,” ujar Sugiyanti.</p>
<p>Dengan mundurnya calon lain, forum RAC akhirnya menetapkan Sugiyanti sebagai ketua secara aklamasi.</p>
<p>IKPI Cabang Kota Kediri memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup Kota dan Kabupaten Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, serta Kabupaten dan Kota Blitar.</p>
<p>Menurut Sugiyanti, luasnya wilayah justru menjadi potensi besar jika dikelola dengan sinergi dan rasa kebersamaan.</p>
<p>“Ini bukan soal jabatan, tapi pengabdian. Kita harus tumbuh bersama,” tegasnya.</p>
<p>Bagi Trenggalek, terpilihnya Sugiyanti menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menjadi contoh bahwa perempuan daerah mampu tampil dan dipercaya memimpin organisasi profesi di level regional.</p>
<p>“Saya membawa nama Trenggalek ke mana pun melangkah. Semoga ini bisa memotivasi perempuan lain untuk berani maju,” tuturnya.</p>
<p>Sugiyanti berkomitmen memperkuat kompetensi anggota, menjaga etika profesi, serta membangun sinergi dengan otoritas perpajakan dan pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>“IKPI harus profesional, solid, dan benar-benar memberi manfaat bagi negara dan masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan kepemimpinan baru ini, IKPI Cabang Kota Kediri resmi memulai babak baru periode 2026-2029 di bawah nahkoda perempuan asal Trenggalek. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Burung Migran Singgah di Tulungagung, BBKSDA Jatim dan Mapala Himalaya Gelar Bird Walk Edukasi Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-burung-migran-singgah-di-tulungagung-bbksda-jatim-dan-mapala-himalaya-gelar-bird-walk-edukasi-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-burung-migran-singgah-di-tulungagung-bbksda-jatim-dan-mapala-himalaya-gelar-bird-walk-edukasi-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dari pengamatan di lokasi, setidaknya tiga jenis burung migran berhasil diidentifikasi, yakni trinil pantai, trinil semak, dan kicuit kerbau. Burung-burung ini berasal dari belahan bumi utara seperti Cina dan Rusia yang sedang mengalami musim dingin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965f9705bce8.webp" length="61548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 16:43:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mengamati burung migrasi, burung trinil, mapala himalaya, bbksda jatim, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama Mapala Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) menggelar Tulungagung Bird Walk, sebuah kegiatan pengamatan burung migran di kawasan persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Selasa (13/1/2026). </p>
<p>Kegiatan ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu koridor persinggahan penting dalam jalur migrasi burung dari belahan bumi utara menuju Australia.</p>
<p>Fenomena migrasi tahunan yang berlangsung dari September hingga Maret ini membawa ribuan burung dari Rusia dan Cina untuk mencari sumber pangan di wilayah tropis Indonesia guna menghindari musim dingin ekstrem di habitat asalnya.</p>
<p>Dalam pengamatan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi sejumlah spesies burung migran, di antaranya Trinil Semak, Trinil Pantai, dan Kicuit Kerbau. Salah satu temuan paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah melimpahnya populasi Terik Asia (Glareola maldivarum) di wilayah Tulungagung.</p>
<p>Petugas BBKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia, mengungkapkan bahwa konsistensi populasi burung tersebut dapat menjadi dasar kuat untuk mengusulkan Tulungagung sebagai jalur terbang migrasi resmi.</p>
<p>"Populasi Terik Asia di Tulungagung sangat masif. Kami pernah mencatat sekitar 5.000 individu dalam satu petak sawah. Jika tren ini stabil selama tiga tahun berturut-turut, Tulungagung berpotensi diusulkan sebagai jalur terbang migrasi Terik Asia di Pulau Jawa," jelas David di sela pengamatan.</p>
<p>Selain aspek penelitian, Bird Walk bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian habitat. Berbeda dengan burung lokal, burung migran umumnya memiliki ciri fisik khas berupa paruh yang lebih panjang untuk mencari makan di lahan basah serta warna bulu yang cenderung monokrom.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6965fa084e5c4.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin memperkenalkan asyiknya mengamati perilaku satwa liar di alam terbuka. Harapannya, muncul sensitivitas untuk melestarikan ekosistem agar burung-burung ini tetap memiliki tempat singgah yang aman," tambah David.</p>
<p>Hingga saat ini, sedikitnya tujuh jenis burung migran tercatat rutin menyinggahi Tulungagung, termasuk Cerek Kernyut (Pluvialis fulva), Cerek Kalung-Kecil (Charadrius dubius), dan Layang-Layang Asia (Hirundo rustica).</p>
<p>Ketua Mapala Himalaya, Fazal Marzuki, menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani teori dan praktik lapangan. </p>
<p>Pengamatan langsung menggunakan teropong dan kamera profesional memberikan pemahaman lebih dalam mengenai dinamika ekosistem global.</p>
<p>"Ini adalah kesempatan langka bagi kami untuk melihat langsung spesies yang menempuh perjalanan ribuan kilometer. Pengetahuan ini penting bagi kader pecinta alam agar tidak hanya mengenal teori migrasi, tetapi juga memahami urgensi perlindungan lahan basah di daerah kita," pungkas Fazal.</p>
<p>Migrasi ini diperkirakan akan mencapai puncaknya hingga Maret mendatang, sebelum burung-burung tersebut kembali ke belahan bumi utara untuk memasuki musim berbiak.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, Pengcab Orado Tulungagung Siap Gaet Anak Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/domino-resmi-jadi-cabang-olahraga-nasional-pengcab-orado-tulungagung-siap-gaet-anak-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/domino-resmi-jadi-cabang-olahraga-nasional-pengcab-orado-tulungagung-siap-gaet-anak-muda</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi legalitas tersebut, para pegiat domino di Kabupaten Tulungagung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan Pengurus Cabang Olahraga Domino (Pengcab Orado) untuk menjaring potensi atlet lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965f254ad401.webp" length="37268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 16:14:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, olahraga, domino, orado tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Peta olahraga nasional resmi bertambah seiring pengukuhan domino sebagai cabang olahraga (cabor) prestasi pada 7 Januari 2026. </p>
<p></p>
<p>Menanggapi legalitas tersebut, para pegiat domino di Kabupaten Tulungagung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan Pengurus Cabang Olahraga Domino (Pengcab Orado) untuk menjaring potensi atlet lokal.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret pasca-rapat kerja nasional di Jakarta yang menetapkan domino sebagai olahraga ketangkasan di bawah naungan organisasi resmi.</p>
<p></p>
<p>Ketua Pengcab Orado Tulungagung, Michail Candra Putra, menegaskan bahwa mandat dari pengurus pusat telah diterima dengan jelas: Tulungagung harus menjadi basis kekuatan baru bagi Orado di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami berkomitmen penuh menjalankan instruksi pusat untuk membesarkan nama Orado secara profesional. Fokus utama saat ini adalah menjaga soliditas organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dengan kegiatan non-prestasi," ujar Michail, Selasa (13/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Michail menargetkan penyusunan struktur organisasi Pengcab Tulungagung akan rampung dalam waktu satu bulan ke depan untuk segera diverifikasi oleh pengurus tingkat provinsi.</p>
<p></p>
<p>Selama ini, domino kerap identik dengan sekadar hiburan rakyat atau permainan rekreasional. </p>
<p></p>
<p>Namun, dengan status baru sebagai cabor, Orado Tulungagung berambisi mengubah persepsi tersebut menjadi olahraga yang mengedepankan kreativitas, strategi, dan ketangkasan mental.</p>
<p></p>
<p>"Potensi di Tulungagung sangat masif karena basis massa penggemar domino sangat besar. Tugas kami adalah mengonversi hobi tersebut menjadi prestasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bergabung, baik sebagai atlet maupun pengurus," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk menyosialisasikan tata cara pertandingan resmi yang berbeda dengan permainan konvensional, Orado Tulungagung akan masif melakukan edukasi melalui media sosial. Regulasi ketat mengenai sistem poin dan kode etik pertandingan telah disiapkan oleh pusat guna menjamin sportivitas.</p>
<p></p>
<p>"Teknis permainan kini lebih terukur. Video panduan sudah mulai kami distribusikan agar masyarakat memahami bahwa ini adalah olahraga otak yang kompetitif," jelas Michail.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran Orado di Tulungagung diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi kaum muda untuk mengasah kemampuan intelektual lewat medium yang akrab di masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Dengan manajemen organisasi yang transparan dan profesional, domino optimistis dapat berkontribusi dalam perolehan medali pada ajang-ajang olahraga mendatang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Kurang Hati&amp;hati Saat Menikung, Mobil Boks Tabrak Dua Sepeda Motor di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-kurang-hati-hati-saat-menikung-mobil-boks-tabrak-dua-sepeda-motor-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-kurang-hati-hati-saat-menikung-mobil-boks-tabrak-dua-sepeda-motor-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.43 WIB dan mengakibatkan dua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696503e5cb70d.webp" length="51248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 22:31:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, kecelakaan, wates, sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil boks dan dua sepeda motor terjadi di jalan masuk Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (12/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.43 WIB dan mengakibatkan dua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil boks dengan nomor polisi AE 9384 SD yang dikemudikan Alip Setiawan (33), warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, melaju dari arah timur ke barat. Saat memasuki tikungan tajam ke kanan, mobil tersebut diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan kurang berhati-hati.</p>
<p>Di saat bersamaan, dari arah berlawanan atau dari utara ke selatan, melaju sepeda motor bernomor polisi AG 3849 RBR yang dikendarai Mochamad Yasin (29), warga Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Di belakangnya, melaju sepeda motor AG 2501 RFS yang dikendarai Adinda Lutfiatul Mufidah (16), seorang pelajar asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Pucanglaban.</p>
<p>Karena diduga terlalu mengambil jalur kanan saat keluar dari tikungan, mobil boks tersebut akhirnya bertabrakan dengan dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.</p>
<p>“Pengemudi mobil saat memasuki tikungan diduga melaju dengan cepat dan tidak hati-hati, sehingga saat keluar tikungan kendaraan terlalu mengambil kanan jalan dan menabrak dua sepeda motor,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pengendara motor AG 3849 RBR, Mochamad Yasin, mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Satiti Ngunut. Sementara itu, pengendara motor AG 2501 RFS, Adinda Lutfiatul Mufidah, juga mengalami luka dan dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p>Ipda Gerry Permana menambahkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.</p>
<p>“Ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan di gudang laka lantas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat melintasi jalan tikungan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-di-tulungagung-rusak-diterjang-angin-kencang-bpbd-pastikan-tak-ada-korban-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-di-tulungagung-rusak-diterjang-angin-kencang-bpbd-pastikan-tak-ada-korban-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Bencana alam ini berdampak pada tiga desa di wilayah Kecamatan Rejotangan, yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964f98592781.webp" length="55300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 21:42:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bencana angin kencang, desa karangsari, panjerejo, tugu, kecamatan rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Puluhan rumah warga di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Senin (12/1/2026) sore. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah, terutama yang berbahan asbes dan genteng.</p>
<p>Angin kencang tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video terlihat pusaran angin melintas di jalan raya hingga memicu kepanikan warga sekitar.</p>
<p>Bencana alam ini berdampak pada tiga desa, yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu. Berdasarkan data sementara, total terdapat 42 rumah yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.</p>
<p>Salah seorang warga Desa Karangsari, Aziz Saiful Arifin (34), mengungkapkan, angin puting beliung muncul secara tiba-tiba sekira pukul 16.00 WIB. Menurutnya, angin kencang datang dari arah barat daya dan berlangsung singkat.</p>
<p>“Kira-kira pukul empat sore tadi, tiba-tiba angin langsung muncul dari arah barat selatan. Yang kena itu asbes teras sama genteng di bagian samping rumah,” kata Aziz.</p>
<p>Aziz menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi di rumahnya, tetapi juga menimpa sejumlah rumah warga di sekitarnya.</p>
<p>“Kalau di warga sekitar juga sama, banyak yang kena. Rumah depan, selatan, dan samping juga terdampak,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, angin kencang tersebut hanya berlangsung kira-kira 10 menit dan terjadi tanpa disertai hujan.</p>
<p>“Tidak lama, mungkin kira-kira sepuluh menit. Waktu itu belum hujan sama sekali. Justru setelah hujan malah sudah enggak ada apa-apa,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, mengatakan, pihak kecamatan bersama pemerintah desa dan BPBD Tulungagung langsung bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi terdampak.</p>
<p>“Yang terdampak yakni di Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan di Desa Tugu. Kami segera menyikapi secara cepat bekerja sama dengan pemerintah desa karena sudah memiliki desa siaga tanggap bencana,” ujar Didi.</p>
<p>Ia menyebutkan, sampai dengan Senin malam pukul 19.00 WIB, hasil pendataan sementara menunjukkan jumlah rumah terdampak paling banyak berada di Desa Panjerejo.</p>
<p>“Untuk Desa Karangsari, di Dusun Padangan ada 14 rumah terdampak dan di Dusun Karangsari satu rumah, jadi total 15 rumah. Desa Panjerejo di Dusun Baran 1 ada 21 rumah dan Dusun Baran 2 satu rumah, total 22 rumah. Sementara Desa Tugu ada empat rumah terdampak,” paparnya.</p>
<p>Didi menambahkan, berdasarkan hasil asesmen lapangan, kerusakan yang terjadi masuk dalam kategori ringan hingga sedang.</p>
<p>“Kalau menurut hasil kajian lapangan, ada kategori ringan dan sedang. Rata-rata kerusakan pada atap rumah, baik asbes yang terangkat maupun genteng yang melorot,” jelasnya.</p>
<p>Ia memastikan hingga saat ini tidak ditemukan korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana tersebut.</p>
<p>“Korban jiwa tidak ada sampai sekarang. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan perbaikan secara mandiri,” tambahnya.</p>
<p>Pemerintah daerah bersama BPBD Tulungagung terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan serta pendataan kerugian warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca buruk masih diperkirakan terjadi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya dalam beberapa hari yang akan datang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Tulungagung Resmi Berganti, AKBP Ihram Kustarto Gantikan AKBP Muhammad Taat Resdi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-tulungagung-resmi-berganti-akbp-ihram-kustarto-gantikan-akbp-muhammad-taat-resdi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-tulungagung-resmi-berganti-akbp-ihram-kustarto-gantikan-akbp-muhammad-taat-resdi</guid>
<description><![CDATA[ Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan yang dilaksanakan di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, pada Senin (12/01/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964c87ced4aa.webp" length="35816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 18:17:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sertijab kapolres tulungagung, akbp muhammad taat resdi, akbp irham kustarto, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Tongkat kepemimpinan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung resmi berganti. Jabatan Kapolres Tulungagung yang sebelumnya diemban oleh AKBP Muhammad Taat Resdi, kini diserahkan kepada AKBP Ihram Kustarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Mojokerto.</p>
<p>Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan yang dilaksanakan di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, pada Senin (12/01/2026).</p>
<p>Prosesi berlangsung khidmat dan ditandai dengan penyematan tanda jabatan kepada pejabat lama dan pejabat baru sebagai simbol pengalihan tugas, wewenang, serta tanggung jawab jabatan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, membenarkan pelaksanaan sertijab Kapolres Tulungagung tersebut.</p>
<p>“Benar, hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan Kapolres Tulungagung di Polda Jawa Timur,” ujar Iptu Nanang.</p>
<p>Ia menjelaskan, mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Nomor: ST/16/I/KEP/2026 tertanggal 7 Januari 2026.</p>
<p>Dalam surat telegram itu, AKBP Muhammad Taat Resdi mendapatkan amanah baru sebagai Kapolres Malang, sementara jabatan Kapolres Tulungagung dipercayakan kepada AKBP Ihram Kustarto.</p>
<p>“Acara sertijab ini juga disaksikan oleh para Pejabat Utama Polda Jawa Timur,” tambahnya.</p>
<p>Selama kurang lebih 1,5 tahun memimpin Polres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi yang dikenal memiliki hobi olahraga lari, menorehkan sejumlah capaian penting, khususnya dalam pengungkapan kasus-kasus menonjol.</p>
<p>Beberapa perkara besar yang berhasil diungkap antara lain kasus korupsi pengelolaan dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan tahun 2010 hingga 2015 yang terjadi di Kecamatan Pagerwojo. Kemudian juga mengungkap kasus korupsi penggunaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo.</p>
<p>Lalu di bidang perlindungan konsumen, Polres Tulungagung berhasil membongkar praktik peredaran minyak goreng curah ilegal. Dalam kasus tersebut, tersangka diketahui mengemas minyak curah ke dalam kemasan bermerek “Roda Emas” tanpa izin edar resmi, serta dengan berat bersih yang tidak sesuai dengan keterangan pada kemasan.</p>
<p>Kasus lain yang menjadi perhatian publik adalah pengungkapan penyalahgunaan LPG subsidi atau suntik LPG, yang berlokasi di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Selain penegakan hukum, AKBP Muhammad Taat Resdi juga dinilai berhasil dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam penanganan konflik antar oknum perguruan pencak silat di wilayah Tulungagung. </p>
<p>Sepanjang tahun 2025, tercatat nihil laporan pidana terkait konflik antar perguruan, meski sejumlah peristiwa gesekan tetap terjadi. Di tahun 2025 ada sekitar 19 peristiwa gesekan yang terjadi, namun para pihak yang terlibat tidak melaporkannya secara pidana, dan diselesaikan secara internal antar pimpinan perguruan.</p>
<p>Model penyelesaiannya beragam. Ada yang diselesaikan secara kekeluargaan, ada yang membantu biaya pengobatan, hingga mengganti kerusakan sebagai bentuk toleransi dan empati.</p>
<p>Dengan bergantinya kepemimpinan, diharapkan AKBP Ihram Kustarto dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan kinerja Polres Tulungagung dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum yang humanis di wilayah Kabupaten Tulungagung. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Pria Lanjut Usia Ditemukan Terapung di Sungai PLTA Niyama Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-pria-lanjut-usia-ditemukan-terapung-di-sungai-plta-niyama-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-pria-lanjut-usia-ditemukan-terapung-di-sungai-plta-niyama-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Korban diduga kuat merupakan warga Kecamatan Campurdarat yang sebelumnya dilaporkan hilang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69637db0f2e20.webp" length="159158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 19:43:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mayat pria di sungai niyama, penemuan mayat, terowongan niyama, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang terapung di aliran Sungai PLTA Niyama, Desa Besuki, Minggu (11/1/2026) sore. Korban diduga kuat merupakan warga Kecamatan Campurdarat yang sebelumnya dilaporkan hilang.</p>
<p>Kapolsek Besuki AKP M. Sansun melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14.30 WIB oleh seorang petugas keamanan PLTA. Saat itu, saksi melihat tubuh seorang laki-laki mengambang di aliran sungai yang mengarah ke terowongan Niyama.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, aparat Polsek Besuki bersama tim Inafis Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>“Benar, pada Minggu sore sekitar pukul 14.30 WIB, kami menerima laporan adanya penemuan mayat mengapung di Sungai PLTA Neyama, Desa Besuki. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujar Iptu Nanang.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diduga bernama Muklas (70), warga Dusun Centong, Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Identitas korban diperkuat berdasarkan ciri-ciri fisik dan keterangan dari pihak keluarga.</p>
<p>“Korban diduga merupakan seorang pria lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Campurdarat. Setelah dicocokkan dengan ciri-ciri dan keterangan keluarga, kuat dugaan jenazah tersebut adalah korban yang dilaporkan hilang,” jelas Nanang.</p>
<p>Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban berpamitan keluar rumah dengan alasan hendak membeli ayam. Korban mengenakan kaos warna biru bertuliskan Yamaha dan sepatu hitam.</p>
<p>Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang.</p>
<p>Anak korban sempat mencari keberadaan ayahnya dengan bertanya kepada keluarga, teman, dan tetangga. Sejumlah saksi menyebut korban terakhir terlihat berjalan ke arah barat menuju sungai sekitar pukul 16.00 WIB.</p>
<p>“Karena tidak ditemukan, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian orang hilang tersebut ke Polsek Campurdarat,” imbuh IPTU Nanang.</p>
<p>Jenazah korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIB oleh petugas gabungan dari Polsek Besuki, Inafis Polres Tulungagung, serta dibantu warga setempat. Proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan ketat di sekitar lokasi.</p>
<p>Jenazah dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulingagung, guna pemeriksaan lanjutan dan pemulasaraan jenazah.</p>
<p>“Saat ini jenazah telah dievakuasi dan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkas IPTU Nanang Murdiyanto. (*)</p>
<p>Editor : Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Olah TKP Pembakaran Rumah di Tulungagung, Polisi Temukan Botol BBM serta Ceceran Darah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/-olah-tkp-kasus-dugaan-pembakaran-rumah-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/-olah-tkp-kasus-dugaan-pembakaran-rumah-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari lokasi kejadian polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa botol berisi BBM, sepasang sandal yang diduga milik terduga pelaku, pecahan kaca, serta satu unit mobil yang tertinggal di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6963082e92bf4.webp" length="68856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 11:01:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pembakaran rumah, sambijajar, sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Polisi mengungkap sejumlah fakta baru dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan pembakaran rumah milik HI (wanita) di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Dari lokasi kejadian, petugas menemukan botol berisi bahan bakar minyak (BBM), ceceran darah, hingga sebuah mobil yang tertinggal di sekitar rumah korban.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh. Ansori, mengatakan olah TKP dilakukan setelah api berhasil dipadamkan. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pembakaran dilakukan secara sengaja.</p>
<p>“Di lokasi kami mengamankan barang bukti berupa sisa bahan bakar yang diduga bensin, ditemukan di teras rumah korban,” ujar Ansori, Minggu (11/01/2026).</p>
<p>Selain botol BBM, petugas juga mengamankan pecahan kaca jendela, sepasang sandal yang diduga milik terduga pelaku, serta satu unit mobil yang berada di sekitar TKP dan kini ikut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.</p>
<p>Fakta lain yang ditemukan, lanjut Ansori, adalah ceceran darah yang terlihat di sekitar rumah korban hingga mengarah ke sebuah warung kopi di depan lokasi kejadian. Polisi menduga darah tersebut berasal dari terduga pelaku yang mengalami luka di tangan kanan, diduga akibat terkena pecahan kaca saat melakukan perusakan.</p>
<p>“Terduga pelaku mengalami luka pada tangan kanan. Setelah kejadian, yang bersangkutan menyerahkan diri kepada petugas yang datang ke lokasi,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil awal penyelidikan, terduga pelaku berinisial K, warga Kecamatan Ngunut, diduga terlebih dahulu melakukan penusakan dengan memecahkan kaca rumah korban sebelum akhirnya membakar bagian depan rumah.</p>
<p>Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolsek Sumbergempol untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif pasti serta keterkaitan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.</p>
<p>“Kasus ini masih kami dalami. Untuk sementara, motifnya diduga berkaitan dengan permasalahan pribadi antara pelaku dan korban,” pungkas Ansori. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kandang Ayam di Rejotangan Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kandang-ayam-di-rejotangan-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp150-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kandang-ayam-di-rejotangan-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp150-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran skala besar ini merupakan kejadian ketiga sepanjang hari Sabtu (10/01/2026). Kejadian kebakaran pertama menimpa sebuah rumah di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, dan kejadian kedua kebakaran di tempat produksi kacang sanghai di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69628bc850669.webp" length="13310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 08:26:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, kandang ayam, desa pakisrejo, kecamatan rejotangan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran besar melanda sebuah kandang peternakan ayam potong di Dusun Nakeran, Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/1/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit kandang yang berisi anakan ayam ribuan ekor.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan kandang ayam tersebut milik Sugianto (61), warga setempat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.20 WIB dan pertama kali diketahui langsung oleh pemilik kandang yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.</p>
<p>“Menurut saksi api tiba-tiba muncul dari bagian atas kandang dan dengan cepat membesar karena material kandang mudah terbakar,” ujar Iwan.</p>
<p>Laporan kebakaran diterima petugas pikey Damkarmat Tulungagung pada pukul 19.40 WIB. Satu armada Damkar, satu armada suplai air dan mobil rescue, diberangkatkan menuju tempat kejadian kebakaran. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, mengingat lokasi kejadian berada sekitar 22 kilometer dari markas Damkar. Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 20.20 WIB.</p>
<p>“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran, satu armada tangki suplai air, serta satu kendaraan rescue untuk penanganan di lokasi,” jelas Iwan.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan, penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari korsleting listrik pada alat pemanas kandang. Api dengan cepat merambat dan menyebabkan kebakaran berskala besar.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pemilik mengalami kerugian material berupa enam unit mesin pemanas, berbagai peralatan kandang, dua bangunan kandang ayam berukuran masing-masing 8 x 40 meter, serta 5.000 ekor ayam yang baru berusia dua hari.</p>
<p>"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ungkap Iwan.</p>
<p>Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan luasnya area kandang. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 22.05 WIB.</p>
<p>Iwan Supriyono mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha peternakan ayam, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan pemanas guna mencegah kejadian serupa.</p>
<p>“Kami mengingatkan agar instalasi listrik dan alat pemanas selalu dicek secara berkala. Pencegahan sangat penting untuk meminimalisir risiko kebakaran,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Wanita di Tulungagung Diduga Dibakar Kekasih, Seorang Bocah Nyaris Jadi Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-wanita-di-tulungagung-diduga-dibakar-kekasih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-wanita-di-tulungagung-diduga-dibakar-kekasih</guid>
<description><![CDATA[ . Rumah warga Tulungagung ludes terbakar dini hari. Seorang bocah nyaris tewas dalam insiden yang diduga dipicu cemburu kekasih pemilik rumah. Kerugian capai Rp250 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6962e9e968437.webp" length="40330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 07:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran Tulungagung, rumah terbakar, bocah nyaris tewas, kebakaran dini hari, pembakaran rumah, cemburu berujung api, Damkar Tulungagung, kebakaran Desa Sambijajar, Sumbergempol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Rumah milik Henik Istiani, warga Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, ludes terbakar pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Kebakaran ini nyaris merenggut nyawa seorang bocah yang sendirian di rumah. Pemicu kebakaran diduga ulah manusia, yakni kekasih pemilik rumah yang terbakar rasa cemburu. </p>
<p>Kasi Operasional Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima dari Kepala Desa Sambijajar sekitar pukul 03.16 WIB.</p>
<p>“Ya, kami menerima laporan dari Pak Kepala Desa adanya kebakaran di Desa Sambijajar. Kami langsung bergerak ke tempat kejadian,” ujar Bambang.</p>
<p>Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dan dua unit armada tangki suplai air dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Saat kebakaran terjadi, di dalam rumah terdapat seorang bocah, keponakan Henik yang usianya sekitar 10 tahun. Beruntung, bocah yang masih kelas 4 SD itu sempat keluar sebelum api membesar.</p>
<p>Bambang mengungkapkan, proses pemadaman berlangsung cukup lama dan mengalami kendala. Salah satu hambatan utama adalah kondisi listrik yang masih menyala saat petugas tiba di lokasi. Sehingga membatasi ruang gerak petugas Damkar dalam memadamkan api. Petugas PLN sulit dihubungi dan baru datang sekitar 1,5 jam kemudian. Api akhirnya dipadamkan dua jam berselang.</p>
<p>“Pemadaman agak terkendala karena listrik masih nyala. Namun setelah situasi aman, api bisa dikendalikan,” katanya.</p>
<p>Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.20 WIB, atau lebih dari satu setengah jam proses pemadaman berlangsung.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Berdasarkan pendataan awal bersama pihak desa dan kepolisian, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta, </p>
<p>“Untuk kerugian, berdasarkan data dari kepala desa dan kepolisian, kurang lebih sekitar Rp250 juta,” pungkas Bambang.</p>
<p>Berdasarkan informasi sementara dari warga dan aparat desa, kebakaran diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki hubungan pribadi dengan korban. “Menurut informasi, pelaku merupakan pacar korban. Karena cemburu dan marah, yang bersangkutan membakar rumah korban hingga habis,” jelasnya.</p>
<p>Terduga pelaku pembakaran dilaporkan telah menyerahkan diri kepada pihak berwajib di Mapolsek Sumbergempol. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Ancam Suspend SPPG Tak Urus SLHS, Nanik S. Deyang: Target Presiden Zero Accident 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bgn-ancam-suspend-sppg-tak-urus-slhs-nanik-s-deyang-target-presiden-zero-accident-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bgn-ancam-suspend-sppg-tak-urus-slhs-nanik-s-deyang-target-presiden-zero-accident-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dalam evaluasi di wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Nanik S. Deyang mengungkapkan adanya ketimpangan kepatuhan pengurusan SLHS. Dari 69 SPPG yang operasional di Tulungagung, 48 sudah punya SLHS. Sedangkan di wilayah Trenggalek, dari 50 yang operasional, baru dua yang punya SLHS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696266afb4241.webp" length="36526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 23:34:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, makan bergizi gratis, sppg, slhs, saurajatompost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menegaskan akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Nanik saat bertemu para pemangku kepentingan MBG wilayah Tulungagung dan Trenggalek di Hotel Lojikka, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>“Kalau mereka tidak mendaftar SLHS, kita beri waktu satu bulan. Kalau tetap tidak daftar, dapurnya akan kita suspend,” tegas Nanik.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Nanik juga menyosialisasikan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola MBG.</p>
<p>“Sekarang ada tim koordinasi MBG yang diketuai Pak Juli dan ketua pelaksana hariannya saya. Anggotanya ada 17 kementerian dan lembaga,” jelas Nanik.</p>
<p>Dengan regulasi baru tersebut, pengawasan SPPG menjadi lebih terbuka dan melibatkan pemerintah daerah serta aparat.</p>
<p>“Sekarang Pak Bupati, Pak TNI, Pak Polri, semuanya boleh masuk dapur dan mengawasi. Karena kita semua masuk dalam tim koordinasi,” ujarnya.</p>
<p>Dalam evaluasi di wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Nanik mengungkapkan adanya ketimpangan kepatuhan pengurusan SLHS.</p>
<p>“Kalau Tulungagung ini lumayan. Dari 69 SPPG yang operasional, 48 sudah punya SLHS. Tapi Trenggalek ini agak bikin sedih, dari 50 yang operasional, baru dua yang punya SLHS,” ungkapnya.</p>
<p>Secara nasional, jumlah SPPG yang telah memiliki SLHS memang mengalami peningkatan signifikan dalam tiga bulan terakhir.</p>
<p>“Per hari ini SLHS sudah 4.535. Padahal September lalu baru 38. Tapi yang belum daftar masih banyak, sekitar 11.000,” kata Nanik.</p>
<p><strong>Sanksi Tegas Demi Keamanan Pangan</strong></p>
<p>Nanik menegaskan, pengetatan SLHS bukan semata administratif, melainkan berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan target Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Ini berkaitan dengan target kita tahun 2026, zero accident, seperti yang disampaikan Presiden,” tegasnya.</p>
<p>SPPG yang tidak mengurus SLHS akan terkena sanksi suspend operasional, yang berdampak langsung pada mitra pengelola dapur.</p>
<p>“Yang wajib mendaftar SLHS ini mitra yayasan. Kalau mereka tidak daftar, ya kita hukum dapurnya. Konsekuensinya mereka kehilangan pendapatan,” ujarnya.</p>
<p>Di Tulungagung sendiri, masih terdapat satu SPPG yang disuspensi dan tengah dalam evaluasi.</p>
<p>“Kalau kesalahannya teknis, misalnya cara masak atau pemilihan bahan, itu kesalahan kami dan tetap kita beri insentif,” jelas Nanik.</p>
<p>Namun, jika pelanggaran berkaitan dengan sanitasi dasar, maka tidak ada toleransi.</p>
<p>“Kalau IPALnya jelek, airnya tidak layak, itu kesalahan mereka dan tidak ada kompensasi,” tegasnya.</p>
<p>Nanik menegaskan bahwa kepatuhan terhadap SLHS menjadi kunci keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang terus diperluas cakupannya.</p>
<p>“Daftar dulu saja SLHS. Kalau sudah daftar, itu tinggal proses. Yang tidak mau daftar, itu yang akan kita tindak,” tandasnya.</p>
<p>BGN menargetkan seluruh SPPG patuh terhadap standar higiene dan sanitasi demi menjamin keamanan pangan bagi jutaan penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, menjawab keluhan soal keterlambatan pencairan insentif, Nanik memastikan bahwa persoalan tersebut bukan karena kekurangan anggaran, tetapi lebih pada keterlambatan administrasi. Bahkan pada akhir tahun lalu anggaran yang dikembalikan ke kas negara mencapai Rp19 triliun.</p>
<p>“Biasanya KSPPG telat mengajukan proposal. Kalau terlambat satu hari, bisa molor sepuluh hari karena pengiriman proposal tidak dilakukan setiap hari,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, adanya pergantian pejabat pembuat komitmen (PPK) juga memengaruhi alur pencairan.</p>
<p>“Itu murni masalah teknis. Dan meskipun itu kesalahan kami, insentif tetap kami bayarkan,” tegas Nanik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cerita di Balik Program Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo, Terinspirasi Tukang Becak Lansia di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cerita-dibalik-program-becak-listrik-gratis-presiden-prabowo-terinspirasi-tukang-becak-lansia-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cerita-dibalik-program-becak-listrik-gratis-presiden-prabowo-terinspirasi-tukang-becak-lansia-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa tersebut terjadi pada awal 2024, saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan belum menjadi presiden. Foto tukang becak lansia yang masih harus bekerja keras di jalanan Tulungagung sangat mengguncang perasaan Prabowo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69625d55bbcc0.webp" length="46058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 23:16:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, becak listrik gratis, becak listrik prabowo, yayasan gerakan solidaritas nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Program bantuan becak listrik gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ternyata berawal dari sebuah peristiwa sederhana namun menyentuh hati. Ide tersebut terinspirasi dari potret tukang becak lansia di Kabupaten Tulungagung yang masih bekerja di usia senja, bahkan ada yang mengayuh becak sambil menggunakan kruk sebagai alat bantu jalan.</p>
<p>Kisah ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, dalam acara penyerahan becak listrik gratis kepada para tukang becak lansia di Tulungagung, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>“Tulungagung ini ada sejarah buat Pak Presiden. Program becak listrik ini gara-gara saya kasih tahu gambar tukang becak di Tulungagung yang sepuh, pakai krek, alat bantu jalan. Ada dua sampai tiga orang, dan beliau menangis melihat itu,” ujar Nanik.</p>
<p>Menurut Nanik, peristiwa tersebut terjadi pada awal 2024, saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan belum menjadi presiden. Foto tukang becak lansia yang masih harus bekerja keras di jalanan Tulungagung sangat mengguncang perasaan Prabowo.</p>
<p>“Pak Prabowo itu nangis ndelok (melihat) tukang becak Tulungagung yang saya lihatkan waktu itu pakai krek dan sangat sepuh. Beliau bilang ke saya, ‘Mbak Nanik, saya ini jalan saja ngos-ngosan, ini bapak-bapak harus nggenjot becak’,” ungkapnya.</p>
<p>Prabowo juga teringat pengalaman serupa saat melihat tukang becak lansia di Surabaya yang sakit dan hidup tanpa rumah. Ia merasa prihatin karena Indonesia yang telah berusia lebih dari 80 tahun kemerdekaan masih menyisakan kenyataan pahit bagi para lansia miskin.</p>
<p>“Beliau sedih dan berkata, bagaimana mungkin negara yang sudah 80-an tahun, masih banyak orang sepuh yang harus mencari makan dengan mengayuh becak,” kata Nanik.</p>
<p>Dorongan empati itulah yang kemudian membuat Prabowo mengambil langkah nyata. Ia memutuskan untuk memesan becak listrik menggunakan dana pribadi, jauh sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden RI.</p>
<p>“Ini tidak ada hubungannya dengan beliau jadi presiden atau tidak. Waktu itu beliau masih Menhan. Awal 2024, beliau memesan becak listrik dari kantong beliau sendiri,” tegas Nanik.</p>
<p>Prabowo bahkan menggambar sendiri konsep becak listrik di atas kertas putih di rumahnya di Kertanegara, Jakarta. Ia mempertanyakan kemungkinan meringankan beban kerja para tukang becak tanpa harus mengubah profesi mereka.</p>
<p>“Saya bilang ke beliau, mengubah profesi tukang becak itu tidak mudah. Mereka ada yang 40 sampai 50 tahun jadi tukang becak. Akhirnya beliau bilang, ‘Kalau begitu kita ringankan saja penderitaan mereka’,” ujarnya.</p>
<p>Pada awalnya, Prabowo memesan becak listrik melalui PT Len Industri. Namun proses produksi berjalan lambat karena becak listrik merupakan produk baru di Indonesia.</p>
<p>“Beliau sampai marah karena setahun yang jadi cuma 560 unit dari target 1.000. Akhirnya ditelusuri dan dipesanlah ke PT Pindad,” jelas Nanik.</p>
<p>PT Pindad yang dikenal sebagai produsen alat pertahanan dan kendaraan taktis kemudian dipercaya memproduksi becak listrik tersebut.</p>
<p>“PT Pindad itu yang bikin kendaraan Presiden, Maung. Sekarang bikin becak listrik. Ini bukti betapa cintanya Presiden kepada rakyat kecil,” ucapnya.</p>
<p>Harga satu unit becak listrik produksi Pindad mencapai sekitar Rp22 juta, dan diberikan gratis kepada tukang becak lansia.</p>
<p>Di Kabupaten Tulungagung, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan pada tahap awal. Nanik menegaskan bahwa becak tersebut merupakan hadiah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, bukan dari pemerintah daerah.</p>
<p>“Ini becaknya dari Pak Presiden, nggih. Bukan dari pemerintah. Dari beliau pribadi,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga meminta agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan.</p>
<p>“Saya wanti-wanti, becak ini tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan. Kalau sampai dijual, saya minta Pak Bupati dan aparat menindak. Jangan sampai sudah sepuh malah masuk penjara,” ujarnya.</p>
<p>Nanik menegaskan bahwa program becak listrik merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil, khususnya lansia yang masih bekerja keras demi bertahan hidup.</p>
<p>“Ini wong cilik beneran, bukan sekadar disebut wong cilik. Presiden tidak mau orang umur 70 tahun masih harus mencari makan di jalan dengan ngontel (mengayuh) becak,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Prabowo bahkan rutin menanyakan perkembangan distribusi becak listrik.</p>
<p>“Sepuluh hari lalu beliau tanya, ‘Mbak, piye becak?’ Saya jawab, alhamdulillah sudah tersalurkan 6.000 unit dan 3.000 lagi sedang proses,” katanya.</p>
<p>Prabowo disebut telah memesan hingga 70.000 unit becak listrik untuk dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>“Semua harus pakai becak listrik. Insyaallah nanti semua tukang becak di Tulungagung juga kebagian,” tutup Nanik.</p>
<p>Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban fisik para tukang becak lansia, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, seiring dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi rakyat kecil agar lebih manusiawi dan berkeadilan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konvoi Becak Ramaikan Penyerahan Bantuan 200 Becak Listrik Prabowo di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konvoi-becak-ramaikan-penyerahan-bantuan-200-becak-listrik-prabowo-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konvoi-becak-ramaikan-penyerahan-bantuan-200-becak-listrik-prabowo-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Konvoi ini menjadi penanda dimulainya penggunaan becak listrik secara resmi oleh para penerima bantuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69622cc6d1cf8.webp" length="91808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 18:16:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, becak listrik, yayasan gerakan solidaritas nasional, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan becak listrik kepada pengemudi becak lanjut usia. Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan kepada para pembecak lansia di Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/01/2026) sore, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.</p>
<p>Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, jajaran Forkopimda, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Usai penyerahan simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi becak listrik yang diikuti Forkopimda, kepala OPD, dan camat dengan mengelilingi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Tulungagung. Konvoi ini menjadi penanda dimulainya penggunaan becak listrik secara resmi oleh para penerima bantuan.</p>
<p>Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan para pembecak lansia.</p>
<p>“Hari ini di Tulungagung 200 unit, besok di Trenggalek juga 200 unit. Ini masih di awal tahun. Setelah itu akan berlanjut ke Malang, Surabaya, Lumajang, pokoknya kita selesaikan dulu Jawa Timur,” ujar Nanik.</p>
<p>Menurutnya, Presiden Prabowo telah memesan 70.000 unit becak listrik tambahan yang akan diproduksi secara bertahap hingga tahun 2028, menyesuaikan dengan kapasitas produksi nasional.</p>
<p>“Presiden pesan lagi 70.000 unit becak listrik. Targetnya sampai 2028 karena memang ada keterbatasan produksi. Kalau nanti masih kurang, Presiden menyampaikan siap memesan lagi,” jelasnya.</p>
<p>Nanik menegaskan bahwa program ini berangkat dari kepedulian Presiden terhadap nasib pembecak lansia yang sebagian selama hidupnya tidak memiliki aset becak sendiri.</p>
<p>“Presiden melihat langsung, para pembecak sepuh ini seumur hidupnya tidak pernah punya aset. Becaknya pun banyak yang sewa. Sekarang Presiden ingin memanusiawikan mereka, memberikan kegembiraan dan hadiah di usia senja berupa becak listrik senilai sekitar Rp22 juta,” katanya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa seluruh becak listrik tersebut diberikan gratis dan tidak boleh diperjualbelikan.</p>
<p>“Sampai akhir tahun ini sudah tersalurkan sekitar 6.000 unit. Di awal 2026 nanti jumlahnya akan genap sekitar 10.000 unit, dan target tahun ini minimal 30.000 unit,” ungkap Nanik.</p>
<p>Khusus untuk Tulungagung, Nanik membuka peluang adanya penambahan kuota.</p>
<p>“Untuk Tulungagung, kita prioritaskan lansia dulu. Kalau masih ada kebutuhan, bisa kita drop lagi 200 unit,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo untuk menghapus praktik menarik becak dengan tenaga manusia, khususnya bagi lansia.</p>
<p>“Pak Presiden berjanji, pokoknya tidak boleh ada lagi orang lansia yang menarik becak di jalan dengan tenaga manusia,” tegasnya.</p>
<p>Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmen terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengemudi becak.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas bantuan becak listrik ini,” ucapnya.</p>
<p>Bupati menjelaskan, penerima bantuan merupakan pembecak berusia di atas 60 tahun dan termasuk dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan sangat rendah.</p>
<p>“Berdasarkan verifikasi, penerima bantuan berusia antara 65 sampai 69 tahun, bahkan ada yang usianya lebih dari 80 tahun. Ini sangat tepat sasaran,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, becak listrik ini akan membantu para pembecak lansia bekerja dengan lebih ringan, aman, dan bermartabat.</p>
<p>“Dengan bantuan ini, para pengemudi becak yang sudah sepuh bisa bekerja lebih ringan dan tetap produktif,” ujarnya.</p>
<p>Bupati juga mengingatkan agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan.</p>
<p>“Saya ingatkan, becak listrik ini jangan sampai diperjualbelikan. Ini amanah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, diberikan gratis tanpa dipungut biaya apa pun,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus melakukan pendampingan agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.</p>
<p>Nantinya, bupati berharap ada penambahan kuota bantuan bagi pembecak lansia lainnya yang belum terdata.</p>
<p>“Masih banyak pengayuh becak usia di atas 60 tahun yang belum menerima bantuan karena belum masuk desil 1 sampai desil 5. Kalau nanti ada tambahan, kami mohon bisa menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan,” pintanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Pabrik Makanan di Tulungagung, Kerugian Capai Rp25 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-pabrik-makanan-di-tulungagung-kerugian-capai-rp25-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-pabrik-makanan-di-tulungagung-kerugian-capai-rp25-juta</guid>
<description><![CDATA[ Api diduga muncul akibat tumpahan minyak goreng yang berada di sekitar tungku. Minyak tersebut kemudian tersulut percikan api dari wajan saat proses penggorengan berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961f3064f948.webp" length="11788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 13:38:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, damkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran terjadi di sebuah tempat produksi makanan ringan kacang shanghai cap Panda yang berada di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>Peristiwa ini menghanguskan tungku dan mesin penggorengan milik Imam Basori, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.</p>
<p>Kepala Seksi Operasional Pemadaman kebakaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya di area penggorengan makaroni.</p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung menerima laporan dari masyarakat pada pukul 09.40 WIB. Sepuluh menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) dan tiba di lokasi pada pukul 09.56 WIB.</p>
<p>Bambang menjelaskan bahwa api diduga muncul akibat tumpahan minyak goreng yang berada di sekitar tungku. Minyak tersebut kemudian tersulut percikan api dari wajan saat proses penggorengan berlangsung.</p>
<p>“Berdasarkan hasil asesmen di lokasi, kebakaran dipicu oleh minyak yang tumpah di sekitar tungku penggorengan dan terkena percikan api. Saat itu karyawan sedang menggoreng makaroni, lalu tiba-tiba api menyala dan membesar,” jelas Bambang.</p>
<p>Dalam penanganan kebakaran ini, Damkarmat Tulungagung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran, satu unit armada tangki suplai air, serta satu kendaraan <em>rescue</em>.</p>
<p>Proses pemadaman juga melibatkan Kasi Operasional, Danru Baruna 1, Regu Baruna 3, serta dukungan pengamanan dari Polsek Kedungwaru. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.40 WIB.</p>
<p>Bambang menambahkan bahwa skala kebakaran tergolong sedang dan hanya terpusat di area tungku penggorengan. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. </p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material meliputi kerusakan mesin dan tungku penggorengan dengan estimasi kerugian sekitar Rp25 juta,” ujarnya.</p>
<p>Pihak Damkarmat Tulungagung mengimbau para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan industri rumahan, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.</p>
<p>Pemeriksaan rutin peralatan memasak serta penanganan tumpahan minyak dengan cepat dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditinggal ke Rumah Tetangga saat Merebus Air, Rumah Lansia di Tulungagung Hangus Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditinggal-ke-rumah-tetangga-saat-merebus-air-rumah-lansia-di-tulungagung-hangus-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditinggal-ke-rumah-tetangga-saat-merebus-air-rumah-lansia-di-tulungagung-hangus-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran yang bersumber dari area dapur tersebut mengakibatkan korban mengalami syok berat hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961d4784cc14.webp" length="69390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 12:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran rumah, kebakaran ngebong, desa ngebong, kecamatan pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kelalaian saat memasak nyaris menghanguskan seluruh bangunan rumah milik Sringah (71), warga Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (10/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Kebakaran yang bersumber dari area dapur tersebut mengakibatkan korban mengalami syok berat hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali muncul dari bagian dapur yang masih berdinding anyaman bambu. </p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Iwan, mengungkapkan bahwa insiden dipicu oleh aktivitas memasak yang ditinggalkan tanpa pengawasan.</p>
<p></p>
<p>"Korban sedang merebus air, namun kemudian meninggalkan rumah untuk berkunjung ke kediaman tetangga. Diduga kuat api berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan," ujar Iwan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Warga sekitar sempat dikagetkan dengan suara letupan yang berasal dari material bambu yang terbakar. </p>
<p></p>
<p>Menyadari api telah membesar dan merembet ke bangunan induk, warga segera melakukan upaya pemadaman mandiri sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.</p>
<p></p>
<p>Dinas Damkarmat Tulungagung mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan penyuplai air untuk menjinakkan si jago merah. </p>
<p></p>
<p>Meski api sempat menyambar bagian teras dan sebagian bangunan utama, petugas berhasil melokalisasi kebakaran sehingga tidak rata dengan tanah.</p>
<p></p>
<p>"Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Setelah api padam, kami segera melakukan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi (smoldering) yang berpotensi memicu kebakaran susulan," tambah Iwan.</p>
<p></p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam peristiwa ini, Sringah selaku pemilik rumah mengalami trauma atau syok berat melihat kediamannya dilalap api. </p>
<p></p>
<p>Petugas medis dan warga segera mengevakuasi lansia tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p></p>
<p>Pihak Damkarmat mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan memastikan kompor maupun sumber api lainnya dalam keadaan padam sebelum meninggalkan hunian. </p>
<p></p>
<p>Sementara, untuk total kerugian materiil akibat insiden ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Ribu Peserta JKN di Tulungagung Berisiko Penyakit Kronis, BPJS Sebut Jadi Beban Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-ribu-peserta-jkn-di-tulungagung-berisiko-penyakit-kronis-bpjs-sebut-jadi-beban-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-ribu-peserta-jkn-di-tulungagung-berisiko-penyakit-kronis-bpjs-sebut-jadi-beban-negara</guid>
<description><![CDATA[ Banyak kasus penyakit mematikan baru tertangani setelah memasuki stadium lanjut, yang tidak hanya mengancam jiwa tetapi juga membebani kas negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696121e0cf116.webp" length="63914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bpjs kesehatan, skrining kesehatan mandiri. Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Memasuki awal tahun 2026, BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung mengeluarkan peringatan keras terkait urgensi Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). </p>
<p></p>
<p>Langkah promotif-preventif ini dilakukan menyusul data yang menunjukkan tingginya angka peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang teridentifikasi memiliki risiko penyakit kronis di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mendeteksi penyakit sebelum gejala muncul masih perlu dipacu. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, banyak kasus penyakit mematikan baru tertangani setelah memasuki stadium lanjut, yang tidak hanya mengancam jiwa tetapi juga membebani kas negara.</p>
<p></p>
<p>"Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung pada tahap awal. Skrining ini adalah instrumen krusial agar intervensi medis tidak terlambat dilakukan," tegas Fitriyah, Jumat (09/01/2026).</p>
<p></p>
<p>SRK dirancang untuk memetakan risiko 14 jenis penyakit katastropik dan kronis, termasuk stroke, kanker leher rahim, kanker payudara, hingga hepatitis dan tuberkulosis (TB). </p>
<p></p>
<p>Fitriyah menjelaskan bahwa proses skrining ini merupakan prasyarat administratif sekaligus medis sebelum peserta mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).</p>
<p></p>
<p>"Peserta hanya perlu meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit melalui Aplikasi Mobile JKN, situs resmi, atau layanan PANDAWA. Jika hasilnya menunjukkan risiko tinggi, peserta diwajibkan segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Data sepanjang tahun 2025 memberikan gambaran yang mengkhawatirkan. Dari total 491.519 peserta JKN di wilayah kerja Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan yang melakukan skrining, lebih dari separuhnya yakni 265.770 peserta teridentifikasi memiliki potensi risiko penyakit serius.</p>
<p></p>
<p>Secara terperinci, partisipasi skrining di Kabupaten Tulungagung mencapai 233.089 peserta, disusul Trenggalek dengan 149.977 peserta, dan Pacitan 108.453 peserta. </p>
<p></p>
<p>Angka temuan risiko yang mencapai 54% dari total peserta yang diskrining ini menjadi sinyal merah bagi kualitas kesehatan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.</p>
<p></p>
<p>BPJS Kesehatan menekankan bahwa SRK bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan strategi pengendalian biaya pelayanan kesehatan. </p>
<p></p>
<p>Fitriyah menggarisbawahi bahwa pengobatan penyakit yang sudah masuk tahap komplikasi akan menelan biaya yang jauh lebih besar dan waktu pemulihan yang lebih lama.</p>
<p></p>
<p>"Langkah preventif ini jauh lebih ekonomis dan efektif daripada membiayai pengobatan komplikasi yang sudah parah. Kami mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan fasilitas ini setahun sekali, baik saat kondisi sehat maupun sakit," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Misteri Solar di JLS Tulungagung, Uji Lab Final, Namun Status Subsidi Masih &amp;apos;Gelap&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/misteri-solar-di-jls-tulungagung-uji-lab-final-namun-status-subsidi-masih-gelap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/misteri-solar-di-jls-tulungagung-uji-lab-final-namun-status-subsidi-masih-gelap</guid>
<description><![CDATA[ Meski hasil uji laboratorium memastikan muatan tersebut merupakan solar spesifikasi B-40, pihak kepolisian hingga kini masih gagal mengungkap status legalitas asal-usul barang tersebut, apakah produk subsidi atau non-subsidi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69611c28bb9a9.webp" length="39550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 23:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, hasil uji laboratorium solar, truk tangki terguling di jls besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Teka-teki mengenai kandungan bahan bakar minyak (BBM) yang diangkut truk tangki misterius pasca-insiden kecelakaan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Besuki, November 2025 lalu, akhirnya terjawab. </p>
<p></p>
<p>Meski hasil uji laboratorium memastikan muatan tersebut merupakan solar spesifikasi B-40, pihak kepolisian hingga kini masih gagal mengungkap status legalitas asal-usul barang tersebut, apakah produk subsidi atau non-subsidi.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Lemigas Jakarta melalui BPH Migas, sampel BBM dari truk bernopol AG 9462 UT tersebut dinyatakan memenuhi standar teknis Solar B-40.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini kami sampaikan kelanjutan penyelidikan. Semua pihak telah diperiksa, mulai dari sopir hingga perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam rantai distribusi ini," ujar AKP Ryo dalam jumpa pers, Jumat (09/01/2026).</p>
<p></p>
<p>Penyelidikan ini bermula dari kecelakaan tunggal pada (28/11/2025). Saat itu, sebuah truk tangki biru-putih tanpa identitas perusahaan terguling dan menumpahkan sekitar 3.000 liter solar di dekat kawasan tambak udang milik PT Koyo Segoro Endah (KSE). </p>
<p></p>
<p>Ironisnya, saat petugas tiba di lokasi, sang sopir telah menghilang, memicu dugaan kuat adanya praktik distribusi BBM ilegal.</p>
<p></p>
<p>Polisi menyebut adanya indikasi pelanggaran Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. </p>
<p></p>
<p>Namun, AKP Ryo cenderung melihat kasus ini sebagai ranah pelanggaran administratif.</p>
<p></p>
<p>"Pendalaman kami saat ini mengarah pada kesalahan administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 23 UU Nomor 6 Tahun 2023. Sanksinya bisa berupa penghentian usaha atau denda," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Guna memastikan langkah hukum selanjutnya, Polres Tulungagung akan melakukan koordinasi dengan Wassidik Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat BBM BPH Migas, Atiq Mujtaba, menegaskan bahwa secara fisik, solar subsidi dan non-subsidi sulit dibedakan. </p>
<p></p>
<p>Kunci utama legalitas terletak pada titik perolehan (suplai), yang hingga kini belum didalami secara tuntas.</p>
<p></p>
<p>"BBM subsidi dan non-subsidi itu fisiknya sama. Yang membedakan adalah titik perolehannya. Jika diambil dari skema subsidi namun dijual sebagai non-subsidi, di situlah letak pelanggarannya," kata dia.</p>
<p></p>
<p>BPH Migas membeberkan sejumlah temuan yang memperumit kasus ini, pertama adalah PT Tiga Jaya Propertindo, yang diduga terlibat dalam distribusi, ternyata tidak mengantongi izin niaga BBM apa pun.</p>
<p></p>
<p>Kedua, armada pengangkut yang digunakan sopir berinisial R tidak terdaftar dalam izin usaha pengangkutan milik PT Lancar Berkah Berlimpah (LBB).</p>
<p></p>
<p>Ketiga, Kantor Cabang PT Ganani di Surabaya diketahui sudah tidak aktif, meski perusahaan tersebut masih memegang izin niaga umum pusat.</p>
<p></p>
<p>Kendati ditemukan banyak kejanggalan, BPH Migas mengaku belum mendalami dari mana PT Ganani memperoleh solar tersebut. </p>
<p></p>
<p>Alasan hambatan waktu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi dalih belum tuntasnya penelusuran asal-usul barang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Puting Beliung Berputar di Langit Ngunut Tulungagung, Tak Timbulkan Kerusakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-berputar-di-langit-ngunut-tulungagung-tak-timbulkan-kerusakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-berputar-di-langit-ngunut-tulungagung-tak-timbulkan-kerusakan</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena angin puting beliung berwarna putih keabuan berputar di langit Kecamatan Ngunut Tulungagung. BPBD pastikan tak mendarat, BMKG jelaskan penyebabnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960e44bc3850.webp" length="4742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 18:58:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, angin berputar di langit Ngunut, cuaca ekstrem Tulungagung, BMKG Dhoho Kediri, BPBD Tulungagung, awan cumulonimbus, hujan deras dan angin kencang, fenomena alam Tulungagung, pohon tumbang Ngunut, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Fenomena angin puting beliung berwarna putih keabu-abuan tampak berputar di langit Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jumat (9/1/2026) siang. Kejadian yang berlangsung sekira pukul 12.30 WIB itu terjadi saat cuaca mendung gelap disertai hujan deras dan angin kencang, serta sempat viral di media sosial.</p>
<p>Pusaran angin berwarna putih keabu-abuan tersebut terlihat jelas dari sejumlah titik di wilayah Ngunut dan sekitarnya. Peristiwa itu terjadi saat kondisi cuaca tengah diliputi awan gelap pekat.</p>
<p>Tak lama berselang, hujan deras pun mengguyur kawasan tersebut disertai hembusan angin kencang. Kejadian ini sontak menarik perhatian warga, bahkan banyak warganet mengunggah foto dan video momen pusaran angin tersebut ke berbagai platform media sosial.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, membenarkan adanya laporan terkait fenomena tersebut. Namun, ia memastikan bahwa pusaran angin tidak sampai menyentuh permukaan tanah.</p>
<p>“Info dari posko sampai hari ini tidak ada puting beliung yang mendarat. Infonya hanya berputar-putar di atas,” ujar Sudarmaji.</p>
<p>Ia menambahkan, karena pusaran angin tidak mendarat, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk. Hingga Jumat sore, BPBD hanya menerima laporan adanya dampak ringan akibat cuaca ekstrem.</p>
<p>“Hujan deras disertai angin kencang hanya menyebabkan satu pohon tumbang yang menutup jalan di selatan SPBU Kalangan, Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut. Itu pun sudah langsung ditangani bersama warga sekitar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Dhoho Kediri, Lukman Soleh, menjelaskan bahwa fenomena yang terlihat tersebut secara meteorologis merupakan angin puting beliung yang terbentuk di lapisan atmosfer.</p>
<p>“Fenomena tersebut adalah angin puting beliung. Ini merupakan dampak dari pembentukan awan Cumulonimbus yang sangat masif akibat pemanasan suhu permukaan yang ekstrem di siang hari,” terang Lukman, melalui pesan Whatsapp.</p>
<p>Menurutnya, massa udara panas yang naik dengan cepat akibat tingginya penguapan di puncak musim hujan bertemu dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer. Kondisi ini memicu ketidakstabilan udara yang kemudian membentuk pusaran angin berkecepatan tinggi dalam durasi singkat.</p>
<p>“Kejadian seperti ini bersifat sangat lokal namun bisa destruktif. Karena itu masyarakat kami imbau segera mencari bangunan yang kokoh apabila melihat awan gelap pekat menjulang seperti kembang kol, untuk menghindari risiko tertimpa material bangunan atau pohon tumbang,” imbuhnya.</p>
<p>Lukman juga mengungkapkan bahwa pemantauan fenomena tersebut cukup terkendala secara teknis. Saat ini, radar cuaca Juanda tidak dapat diakses, sementara radar Ngawi tidak mencakup wilayah Kecamatan Ngunut.</p>
<p>“Dengan keterbatasan tersebut memang sangat sulit untuk memonitor secara detail. Namun melihat dinamika atmosfer beberapa hari terakhir, kondisi ini memang sangat memungkinkan terjadinya angin puting beliung,” pungkasnya.</p>
<p>BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat Tulungagung untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga sore hari selama musim hujan berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arisan &amp;apos;Get Menurun&amp;apos; Diduga Bermasalah, Emak&amp;emak di Trenggalek Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arisan-get-menurun-diduga-bermasalah-emak-emak-di-trenggalek-lapor-polisi-kerugian-capai-rp15-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arisan-get-menurun-diduga-bermasalah-emak-emak-di-trenggalek-lapor-polisi-kerugian-capai-rp15-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu korban yang berada di urutan ke-9 dengan kewajiban membayar Rp4,8 juta per bulan. Korban tersebut dijanjikan menerima Rp70 juta setelah menyetor selama 13 bulan. Namun hingga jatuh tempo, uang tersebut tidak kunjung diberikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960c5a719e00.webp" length="59870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 17:01:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, arisan get menurun, penggelapan arisan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Trenggalek melaporkan dugaan penggelapan dan perbuatan curang berkedok arisan ke Polres Trenggalek, Jumat (09/01/2026) siang.</p>
<p>Total kerugian yang dialami para korban hingga lebih dari Rp1 miliar, akibat arisan dengan sistem “get menurun” yang diduga dikelola secara tidak transparan oleh pemilik arisan.</p>
<p>Kuasa hukum para pelapor, Bambang Purwanto, mengatakan, laporan tersebut dibuat karena kliennya merasa dirugikan dan tidak mendapatkan haknya meski telah menyetorkan uang sesuai kesepakatan.</p>
<p>“Pada hari ini kami selaku kuasa hukum mendampingi korban untuk melaporkan dugaan penggelapan atau perbuatan curang yang dilakukan oleh terlapor terkait arisan get menurun, termasuk juga lelang arisan,” ujar Bambang Purwanto.</p>
<p>Menurut Bambang, terlapor sementara ini adalah seorang perempuan yang berperan sebagai owner sekaligus admin grup arisan. Arisan tersebut dijalankan dengan sistem get menurun, di mana urutan penerima arisan ditentukan sepihak oleh owner.</p>
<p>“Owner ini menawarkan arisan dengan sistem get menurun. Get itu ditentukan oleh owner. Contohnya get 70, dengan peserta 13 orang. Pembayaran tiap peserta tidak sama,” jelasnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, dalam sistem tersebut owner mendapatkan keuntungan sejak awal tanpa harus menyetor arisan.</p>
<p>“Get nomor satu itu bagian owner. Owner mendapatkan uang tanpa membayar arisan. Sementara peserta lain harus menyetor sesuai nominal yang ditentukan,” imbuhnya.</p>
<p>Salah satu korban, lanjut Bambang, berada di urutan ke-9 dengan kewajiban membayar Rp4,8 juta per bulan. Korban tersebut dijanjikan menerima Rp70 juta setelah menyetor selama 13 bulan. Namun hingga jatuh tempo, uang tersebut tidak kunjung diberikan.</p>
<p>“Yang bersangkutan seharusnya sudah jatuh tempo, tapi tidak dikasih. Bahkan yang tidak baik itu nomornya justru diblokir oleh terlapor,” tegas Bambang.</p>
<p>Kesulitan menghubungi owner menjadi puncak kekecewaan para korban hingga akhirnya memilih jalur hukum.</p>
<p>“Beberapa waktu terakhir owner ini sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban, sehingga kami laporkan ke polisi,” katanya.</p>
<p>Bambang menyebutkan, saat ini sekitar 9 hingga 10 orang telah memberikan kuasa kepadanya. Total dana yang telah disetorkan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.</p>
<p>“Untuk sementara yang memberi kuasa ke saya sekitar 9 atau 10 orang. Total setoran tidak kurang dari Rp1,5 miliar. Yang sudah jatuh tempo dan belum dibayarkan kurang lebih sekitar Rp1 miliar,” jelasnya.</p>
<p>Arisan tersebut diketahui telah berjalan cukup lama dan sempat berjalan lancar di awal. Masalah mulai muncul sejak Desember 2025 lalu, ketika sejumlah peserta yang seharusnya menerima arisan tidak mendapatkan pencairan dana.</p>
<p>Terkait keberadaan terlapor, yang diketahui merupakan warga Desa Parakan, Trenggalek dengan inisial NV, Bambang mengatakan belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan melarikan diri.</p>
<p>“Kalau dikatakan kabur mungkin terlalu dini, tapi saat ini sepertinya tidak berada di Trenggalek. Di rumahnya juga tidak ada. Namun itu semua kami serahkan kepada penyidik untuk melacak keberadaannya,” kata Bambang.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, membenarkan adanya laporan tersebut.</p>
<p>“Pada hari ini Jumat tanggal 9 Januari pukul 14.00 WIB, SPKT Polres Trenggalek telah menerima laporan terkait dugaan perbuatan curang dan atau penggelapan,” jelas AKP Katik.</p>
<p>Ia menambahkan, laporan tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>“Sesuai KUHP Nasional, perbuatan tersebut mengarah pada perbuatan curang dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 492 atau Pasal 486 KUHP Nasional. Saat ini masih tahap penerimaan laporan dan pelengkapan berkas dari pelapor,” pungkasnya.</p>
<p>Dalam laporan tersebut, pelapor diketahui berinisial GL, warga Kelurahan Tamanan, dan MN dari Desa/Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Tukang Becak di Tulungagung Antusias Jajal Becak Listrik dari Prabowo, Pemkab Akan Siapkan Tempat Pengecasan Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-tukang-becak-di-tulungagung-antusias-jajal-becak-listrik-dari-prabowo-pemkab-akan-siapkan-tempat-pengecasan-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-tukang-becak-di-tulungagung-antusias-jajal-becak-listrik-dari-prabowo-pemkab-akan-siapkan-tempat-pengecasan-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi yang diprioritaskan adalah kawasan stasiun, terminal, dan tempat mangkal tukang becak lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f73ed61d94.webp" length="72032" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 17:29:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, becak, becak listrik, pemkab tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Tulungagung dijadwalkan akan menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026 mendatang.</p>
<p>Menjelang penyerahan, ratusan tukang becak tampak antusias menjajal becak listrik tersebut pada Kamis (8/1/2026) siang, di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Sebagian besar tukang becak sudah mampu mengoperasikan kendaraan listrik tersebut, meski beberapa di antaranya masih terlihat grogi karena baru pertama kali mencoba.</p>
<p>Selain menyiapkan distribusi becak listrik, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga berencana menyediakan fasilitas pengecasan gratis bagi para tukang becak listrik di sejumlah titik strategis.</p>
<p>Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, Pemkab akan menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membangun tempat pengecasan yang aman dan mudah dijangkau.</p>
<p>“Itu kita upayakan nanti kerja sama dengan OPD terkait agar kita bangun tempat yang aman dan terjangkau. Biar teman-teman ini kalau ngecas itu mudah,” ujar Gatut Sunu Wibowo, Kamis (08/01/2026).</p>
<p>Menurutnya, salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah kawasan stasiun dan tempat mangkal tukang becak.</p>
<p>“Terutama di stasiun, mungkin ya. Kalau memang di stasiun itu kita kasih tempat untuk pengecasan. Kita fasilitasi, dan pengecasannya gratis,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Iswahyudi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan PLN terkait penyediaan infrastruktur listrik untuk mendukung program tersebut.</p>
<p>“Kita sudah koordinasi dengan PLN. Pada dasarnya PLN siap membantu untuk membangunkan tempat-tempat pengecasan becak listrik ini,” kata Iswahyudi.</p>
<p>Dishub Tulungagung, lanjutnya, akan segera mengirimkan surat resmi ke PLN untuk dilakukan survei lokasi.</p>
<p>“Nanti akan disurvei tempat-tempat mana yang sekiranya menjadi tempat mangkal para tukang becak, sehingga dibangunkan tempat ngecas di situ. Harapannya, kalau sewaktu-waktu baterai habis, bisa langsung dicas di tempat mangkal,” jelasnya.</p>
<p>Iswahyudi menambahkan, jumlah titik pengecasan masih akan ditentukan berdasarkan hasil survei, mengingat lokasi mangkal tukang becak tersebar di berbagai titik seperti stasiun, terminal, dan pusat keramaian.</p>
<p>Terkait spesifikasi teknis becak listrik seharga Rp22 juta per unit tersebut, Koordinator Becak Listrik Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Dimas Ramdana Prasetyo, menjelaskan bahwa daya listrik rumah tangga masyarakat kecil masih mencukupi untuk pengecasan.</p>
<p>“Masih bisa digunakan, termasuk untuk rumah dengan daya 450 VA,” ungkap Dimas.</p>
<p>Ia menjelaskan, satu kali pengisian penuh baterai becak listrik dapat digunakan selama 3 hingga 4 jam, tergantung beban angkutan.</p>
<p>“Untuk jarak tempuh tergantung muatan. Semakin berat muatan, tentu daya listrik yang dipakai semakin besar,” jelasnya.</p>
<p>Dimas juga menyebutkan bahwa baterai becak listrik tersebut mendapat garansi dari PT Pindad.</p>
<p>“Garansi baterai dari PT Pindad sekitar enam bulan. Kalau rusak, bisa ditukar atau diganti,” katanya.</p>
<p>Meski saat ini belum ada gerai layanan resmi di Tulungagung, ia memastikan mekanisme pengaduan telah disiapkan.</p>
<p>“Kalau ada kerusakan bisa lapor ke Yayasan GSN atau langsung ke Pindad. Kalau tidak ada koordinator di sini, bisa disampaikan ke kami,” pungkasnya.</p>
<p>Program becak listrik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tukang becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seorang Perempuan di Tulungagung Temukan Calon Suami Tewas Menggantung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seorang-perempuan-di-tulungagung-temukan-calon-suami-tewas-menggantung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seorang-perempuan-di-tulungagung-temukan-calon-suami-tewas-menggantung</guid>
<description><![CDATA[ Mengenai latar belakang tindakan nekat tersebut, polisi menduga ada tekanan psikologis yang dialami korban terkait hubungan personal atau percintaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f6718b3311.webp" length="31600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 16:10:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, desa mulyosari, kecamatan pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang pria berinisial TBS (35) pada Kamis (8/1/2026). </p>
<p>Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang nasi goreng tersebut ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di dalam warung miliknya sendiri.</p>
<p>Peristiwa tragis ini pertama kali disaksikan oleh calon istri korban, NP (30), warga Desa Geger, Kecamatan Sendang, saat hendak mengunjungi korban di tempat usahanya.</p>
<p>Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa saksi NP tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.30 WIB dengan didampingi seorang rekannya, DZ. </p>
<p>Kedatangan saksi bertujuan untuk mencari keberadaan korban yang diduga sulit dihubungi sebelumnya.</p>
<p>"Saat memasuki area warung, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang yang dikaitkan pada rangka atap bagian dapur," jelas AKP Guruh.</p>
<p>Sontak, temuan tersebut dilaporkan kepada Kepala Desa Mulyosari dan diteruskan kepada aparat kepolisian. </p>
<p>Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung bersama tim medis Puskesmas Pagerwojo segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan fisik luar yang dilakukan secara mendalam oleh Tim Inafis dan petugas medis, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur penganiayaan pada tubuh TBS. Kematian korban dinyatakan murni akibat tindakan bunuh diri.</p>
<p>Mengenai latar belakang tindakan nekat tersebut, polisi menduga ada tekanan psikologis yang dialami korban terkait hubungan personal atau percintaan. </p>
<p>"Motif sementara diduga kuat berkaitan dengan adanya permasalahan dalam hubungan asmara," imbuh AKP Guruh.</p>
<p>Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima insiden ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. </p>
<p>Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi bahwa pihak keluarga tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum di kemudian hari.</p>
<p>Setelah dipastikan tidak mengandung unsur tindak pidana melalui prosedur identifikasi standar, jenazah TBS diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. </p>
<p>Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan saksi guna melengkapi berkas penyelidikan sesuai prosedur operasi standar (SOP). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p><em><strong>Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila anda atau ada orang dekat yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.</strong></em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>200 Pembecak Lansia di Tulungagung Bakal Terima Becak Listrik Hibah Presiden</title>
<link>https://suarajatimpost.com/200-pembecak-lansia-di-tulungagung-bakal-terima-becak-listrik-hibah-presiden</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/200-pembecak-lansia-di-tulungagung-bakal-terima-becak-listrik-hibah-presiden</guid>
<description><![CDATA[ Dengan estimasi harga per unit mencapai Rp22 juta, total nilai hibah yang digelontorkan untuk wilayah Tulungagung menyentuh angka Rp4,4 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f5af9482b9.webp" length="71022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 15:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, becak listrik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebanyak 200 pengemudi becak di Kabupaten Tulungagung kini memasuki babak baru dalam mata pencaharian mereka. </p>
<p>Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan berupa becak listrik hasil produksi PT Pindad untuk meningkatkan taraf hidup dan meringankan beban kerja para pengayuh becak konvensional.</p>
<p>Langkah modernisasi moda transportasi tradisional ini diawali dengan sosialisasi dan pelatihan teknis yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa pengadaan 200 unit becak listrik ini tidak menggunakan dana APBN, melainkan murni bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. </p>
<p>Dengan estimasi harga per unit mencapai Rp22 juta, total nilai hibah yang digelontorkan untuk wilayah Tulungagung menyentuh angka Rp4,4 miliar.</p>
<p>"Ini murni dari anggaran pribadi Bapak Presiden, keluar dari hati nurani beliau. Saya tegaskan, bantuan ini gratis. Jika ada oknum yang memungut biaya sepeser pun, mereka akan berhadapan langsung dengan saya," ujar Gatut Sunu. </p>
<p>Mengingat keterbatasan kuota, yakni hanya 200 unit dari estimasi lebih dari 1.000 pengemudi becak di Tulungagung. Pemkab memberlakukan kriteria seleksi yang ketat. </p>
<p>Penerima manfaat diprioritaskan bagi pengemudi berusia minimal 60 tahun yang terdaftar dalam data kemiskinan ekstrem (Desil 1 hingga Desil 5).</p>
<p>Untuk menjamin transparansi dan mencegah penyalahgunaan aset, Pemkab Tulungagung menerapkan dua mekanisme proteksi. Pertama yakni pakta integritas, penerima wajib menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual atau memindahtangankan unit becak.</p>
<p>Kedua adalah verifikasi lapangan, tim khusus diterjunkan untuk melakukan pengecekan faktual guna memastikan bantuan tepat sasaran dan bebas dari praktik pungli.</p>
<p>"Jangan dijual, meskipun sedang terdesak kebutuhan ekonomi. Ini adalah amanah untuk meningkatkan penghasilan panjenengan," pesan bupati.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah menyiapkan skema mitigasi pasca-penyerahan. </p>
<p>Jika terjadi kerusakan pada sistem kelistrikan, koordinator lapangan akan memfasilitasi perbaikan dengan tim teknis dari produsen (PT Pindad) yang ditunjuk pihak kepresidenan.</p>
<p>Menariknya, hibah ini memiliki sifat kepemilikan jangka panjang. Jika penerima meninggal dunia, unit becak dapat diwariskan kepada ahli waris selama tetap digunakan untuk operasional transportasi dan tidak diperjualbelikan.</p>
<p>Suyanto (71), salah satu pengemudi becak asal Desa Serut yang telah bekerja sejak 1981, mengaku optimis dengan bantuan ini. </p>
<p>"Fisik saya sudah tidak kuat mengayuh jarak jauh. Bantuan ini adalah bukti janji yang terealisasi," ucapnya.</p>
<p>Meskipun kuota saat ini belum mencakup seluruh pengemudi becak di Tulungagung, Bupati Gatot Sunu berjanji akan mengupayakan solusi bagi pengemudi usia produktif (50-60 tahun) agar mendapatkan dukungan serupa di masa mendatang melalui skema pemberdayaan daerah lainnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Terkini Pemain Perseta 1970, Firman Nugraha Alami Retak Tulang Rusuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-terkini-pemain-perseta-1970-firman-nugraha-alami-retak-tulang-rusuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-terkini-pemain-perseta-1970-firman-nugraha-alami-retak-tulang-rusuk</guid>
<description><![CDATA[ Meski secara umum Firman masih bisa berjalan, aktivitas fisik berat belum memungkinkan dilakukan. Bahkan, ia masih merasakan nyeri saat bernapas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e5f8816497.webp" length="39720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 21:41:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, perseta 1970, sepak bola, tendangan kungfu, manajer perseta 1970, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Insiden keras mewarnai laga sepak bola antara PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Bangkalan, Senin (5/1/2026) sore. Seorang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, mengalami cedera serius berupa retak tulang rusuk akibat tendangan keras yang disebut menyerupai tendangan kungfu dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhamad Hilmi Gimnastiar.</p>
<p>Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menjelaskan kondisi terkini Firman masih dalam tahap observasi medis. Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.</p>
<p>“Secara medis memang harus total. Ada retak kecil di tulang rusuk, jadi masih perlu observasi lanjutan. Rencananya akan kami konsultasikan lagi, kemungkinan dibawa ke rumah sakit di Tulungagung atau Kediri untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Rudi Iswahyudi, Rabu (7/1/2026) melalui sambungan telepon.</p>
<p>Saat ini, Firman masih bersama tim di Bangkalan dan berada dalam pengawasan pihak medis. Rudi menegaskan manajemen Perseta bertanggung jawab penuh atas kondisi pemainnya dan tidak mungkin melepas begitu saja.</p>
<p>“Kami tetap mendampingi. Dari dokter juga sudah ada arahan terkait pengobatan lanjutan. Kami bertanggung jawab penuh atas perawatan Firman,” tegasnya.</p>
<p>Setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Bangkalan, Firman dipindahkan ke hotel pada Rabu sore. Keputusan tersebut diambil atas pertimbangan kenyamanan Firman dan atas izin dokter.</p>
<p>“Firman merasa kurang nyaman di rumah sakit karena terlalu ramai. Dokter juga menyampaikan tidak masalah jika istirahat di hotel, asalkan tetap dalam pantauan,” jelas Rudi.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUD Bangkalan atas pelayanan yang diberikan.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada RSUD Bangkalan yang sangat membantu kami,” imbuhnya.</p>
<p>Meski secara umum Firman masih bisa berjalan, aktivitas fisik berat belum memungkinkan dilakukan. Bahkan, ia masih merasakan nyeri saat bernapas.</p>
<p>“Untuk jalan sebenarnya bisa, tapi harus sangat hati-hati. Kegiatan berat jelas belum bisa. Saat bernapas pun masih terasa sakit,” ungkap Rudi.</p>
<p>Terkait komunikasi dengan manajemen PS Putra Jaya Pasuruan, Rudi menyebut sudah ada pihak ketiga yang menyampaikan permintaan maaf. Namun hingga kini belum ada inisiatif resmi terkait bantuan biaya pengobatan.</p>
<p>“Sudah ada yang menyampaikan permintaan maaf dan saya merespons secara positif. Tapi sejauh ini belum ada komunikasi resmi terkait biaya perawatan. Semua masih menjadi tanggung jawab kami,” katanya.</p>
<p>Rudi juga menanggapi isu kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia menegaskan langkah tersebut bukan dilandasi dendam, melainkan sebagai pembelajaran bagi semua pihak.</p>
<p>“Saya tidak bermaksud dendam. Ini murni pembelajaran. Supaya pemain memahami bahwa tindakan di luar konteks permainan itu ada risikonya, termasuk risiko pidana,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Rudi, statuta FIFA sendiri membuka ruang penyelesaian hukum di masing-masing negara apabila terjadi unsur kekerasan dalam sepak bola. Oleh karena itu, ia telah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Kabupaten (Askab), penyidik, serta berencana membuka komunikasi dengan Asprov PSSI.</p>
<p>“Kalau terjadi kekerasan, FIFA menyerahkan ke hukum di negara masing-masing. Kita punya hukum sendiri. Saya sudah koordinasi, tujuannya agar ini jadi pembelajaran dan tidak menimbulkan efek negatif ke depan,” paparnya.</p>
<p>Rudi juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut yang dinilai membiarkan pelanggaran sejak awal sehingga memicu eskalasi emosi di lapangan.</p>
<p>“Sejak awal saya sudah melihat potensi kericuhan karena pelanggaran-pelanggaran dibiarkan. Ini yang kami sayangkan. Pembenahan perangkat wasit harus serius dilakukan,” tegasnya.</p>
<p>Terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) yang menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada pelaku, Rudi menyatakan sikap tegas mendukung keputusan tersebut.</p>
<p>“Saya sepakat sekali. Harus begitu. Lapangan sepak bola harus menjadi zona aman. Kalau usia pemainnya masih sangat muda mungkin bisa dipertimbangkan, tapi kalau sudah dewasa, tindakan seperti itu tidak bisa ditoleransi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minat Kendaraan Listrik di Tulungagung Masih Rendah, Baru 373 Unit Terdaftar hingga Awal 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minat-kendaraan-listrik-di-tulungagung-masih-rendah-baru-373-unit-terdaftar-hingga-awal-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minat-kendaraan-listrik-di-tulungagung-masih-rendah-baru-373-unit-terdaftar-hingga-awal-2026</guid>
<description><![CDATA[ Sejak tahun 2021 hingga 2025 tercatat sebanyak 340 unit sepeda motor listrik dan 33 unit mobil listrik telah diterbitkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e5574162c3.webp" length="35314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 21:21:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kanit regident polres tulungagung, kendaraan listrik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP –</strong> Penggunaan kendaraan listrik di Kabupaten Tulungagung masih tergolong rendah. Hingga awal tahun 2026, jumlah kendaraan listrik yang terdaftar di wilayah ini baru mencapai 373 unit, jauh dibandingkan kendaraan bermotor konvensional yang mendominasi jalan raya.</p>
<p>Berdasarkan data Kantor Bersama Samsat Tulungagung, sejak tahun 2021 hingga 2025 tercatat sebanyak 340 unit sepeda motor listrik dan 33 unit mobil listrik telah diterbitkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Data tersebut merupakan akumulasi pendaftaran kendaraan listrik selama empat tahun terakhir.</p>
<p>Kanit Regident Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Kistelya Ray Patayama, mengungkapkan, jumlah tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih sangat terbatas.</p>
<p>“Sejak tahun 2021 sampai 2025, untuk kendaraan listrik roda dua tercatat ada 340 unit dan roda empat sebanyak 33 unit. Artinya, jumlah ini masih cukup kecil dibandingkan kendaraan bermotor biasa,” ujar Iptu Kistelya, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, dibandingkan kendaraan konvensional, populasi kendaraan listrik di Tulungagung masih belum signifikan. Meski demikian, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir tetap terlihat adanya peningkatan jumlah kendaraan listrik, meskipun tidak terlalu besar.</p>
<p>“Kalau dilihat trennya dari tahun ke tahun memang ada peningkatan, tetapi tidak signifikan. Peminat kendaraan listrik di Kabupaten Tulungagung masih belum terlalu banyak,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu faktor yang diduga memengaruhi rendahnya minat masyarakat adalah keterbatasan infrastruktur pendukung, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang jumlahnya masih sangat terbatas di wilayah Tulungagung.</p>
<p>Kondisi ini membuat masyarakat masih mempertimbangkan aspek kepraktisan dan kemudahan penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Nantinya, peningkatan fasilitas pendukung serta sosialisasi dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di daerah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soeroto Dilantik sebagai Penjabat Sekda Tulungagung, Bupati: Jabatan Tidak Bisa Dibeli</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soeroto-dilantik-sebagai-penjabat-sekda-tulungagung-bupati-jabatan-tidak-bisa-dibeli</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soeroto-dilantik-sebagai-penjabat-sekda-tulungagung-bupati-jabatan-tidak-bisa-dibeli</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa pelantikan Penjabat Sekda memiliki dasar hukum yang jelas, yakni mengacu pada Pasal 5 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah, serta telah memperoleh persetujuan Gubernur Jawa Timur selaku wakil pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e39abb4a75.webp" length="34888" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 19:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, pelantikan sekda tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi melantik Soeroto, sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung. Pelantikan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Dalam pelantikan tersebut, Soeroto yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung, mendapatkan tugas tambahan untuk menjalankan fungsi-fungsi strategis Sekda.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan, pelantikan Pj Sekda memiliki dasar hukum yang jelas, yakni mengacu pada Pasal 5 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah, serta telah memperoleh persetujuan Gubernur Jawa Timur selaku wakil pemerintah pusat.</p>
<p>“Dari sisi administrasi pemerintahan, pelantikan Pj Sekda merupakan langkah untuk menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan daerah, sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang,” ujar Bupati Gatut Sunu dalam sambutannya.</p>
<p>Menurutnya, posisi Sekda sangat strategis karena berperan sebagai penggerak utama administrasi pemerintahan sekaligus koordinator seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, keberadaan Sekda sangat menentukan kualitas kinerja birokrasi di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Usai pengucapan sumpah dan janji jabatan, Bupati berpesan agar Pj Sekda mampu menjaga integritas pribadi, memberikan keteladanan kerja, serta memastikan seluruh kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan dan dilaksanakan secara efektif oleh seluruh perangkat daerah.</p>
<p>“Sekda merupakan penghubung antara visi dan misi kepala daerah dengan pelaksanaan teknokratis di lapangan. Visi dan misi tersebut harus bisa dieksekusi dengan baik sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Gatut Sunu Wibowo juga menegaskan bahwa pengangkatan Pj Sekda dilakukan murni berdasarkan kompetensi, rekam jejak pengalaman, serta integritas jabatan, tanpa adanya praktik tidak sehat.</p>
<p>“Proses ini bersih dari segala pungutan, bersih dari jual beli jabatan, dan tidak ada mahar yang harus dibayar. Saya ingatkan, mulai kepemimpinan saya, di Kabupaten Tulungagung jabatan tidak bisa dibeli,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang siap bekerja dan mengabdi, bukan sekadar ingin berkuasa. Oleh karena itu, Pj Sekda diminta fokus memperkuat sinergi pemerintahan, menjaga stabilitas birokrasi, serta mendorong budaya kinerja di seluruh lini organisasi.</p>
<p>Selain itu, bupati juga mengajak seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk bekerja lebih giat, cermat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.</p>
<p>“Ingat, setiap jabatan yang diemban harus berkontribusi nyata dalam memastikan program pemerintah daerah berjalan sebagaimana mestinya,” pesannya.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan ucapan selamat kepada Soeroto atas amanah baru yang diembannya.</p>
<p>“Saya mengucapkan selamat kepada Saudara Soeroto. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas demi terwujudnya masyarakat Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia sepanjang masa,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkat Kunjungan Wisata Trenggalek Turun 14 Persen di 2025, Cuaca dan Destinasi Baru Jadi Faktor Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkat-kunjungan-wisata-trenggalek-turun-14-persen-di-2025-cuaca-dan-destinasi-baru-jadi-faktor-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkat-kunjungan-wisata-trenggalek-turun-14-persen-di-2025-cuaca-dan-destinasi-baru-jadi-faktor-utama</guid>
<description><![CDATA[ Meski terjadi penurunan, destinasi wisata pantai di Trenggalek masih menjadi magnet utama wisatawan. Sepanjang 2025, Pantai Mutiara di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, masih mencatat kunjungan tertinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ce926769c7.webp" length="50550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 20:10:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, wisatawan menurun, pantai pasir putih, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Trenggalek sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, total pergerakan wisatawan tercatat menurun sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi, mengatakan bahwa pada tahun 2025 pihaknya mengidentifikasi dua indikator utama, yakni kunjungan ke destinasi wisata dan tingkat hunian hotel.</p>
<p>“Untuk tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata tercatat sebanyak 900.437 orang, sementara wisatawan yang menginap di hotel sebanyak 55.292 orang. Secara keseluruhan, total pergerakan wisatawan yang terdata mencapai 955.729 orang,” kata Bambang, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pada tahun lalu, kunjungan wisatawan ke destinasi wisata mencapai 1.054.191 orang, ditambah wisatawan hotel sebanyak 62.276 orang, sehingga total pergerakan wisatawan mencapai 1.116.467 orang.</p>
<p>“Kalau kita hitung, penurunannya sekitar 160.738 orang atau kurang lebih 14 persen dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.</p>
<p>Meski terjadi penurunan, Bambang menegaskan bahwa destinasi wisata pantai di Trenggalek masih menjadi magnet utama wisatawan. Sepanjang 2025, Pantai Mutiara di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, masih mencatat kunjungan tertinggi.</p>
<p>“Pantai Mutiara pada tahun 2025 dikunjungi 360.084 orang. Angka ini memang turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 445.743 orang, tetapi tetap menjadi yang tertinggi,” ujarnya.</p>
<p>Posisi kedua ditempati Pantai Pasir Putih Karanggongso dengan jumlah kunjungan 310.273 orang pada 2025. Pada tahun sebelumnya, pantai ini dikunjungi 387.139 orang.</p>
<p>“Jadi penurunan itu tidak hanya terjadi di satu destinasi, hampir merata,” imbuh Bambang.</p>
<p>Berdasarkan data Disparbud, lonjakan kunjungan wisatawan pada 2025 terjadi pada momen-momen libur panjang dan hari besar keagamaan.</p>
<p>“Puncak kunjungan terjadi pada bulan April, bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, dengan total 113.767 pengunjung. Kemudian bulan Desember saat libur Natal dan Tahun Baru mencapai 126.777 pengunjung,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, bulan Juni dan Juli juga mencatat angka kunjungan yang relatif tinggi karena bertepatan dengan musim libur sekolah.</p>
<p>“Memang ada korelasi yang kuat antara puncak kunjungan dengan momen libur panjang,” tambahnya.</p>
<p>Bambang menyebut ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan kunjungan wisata di Trenggalek pada 2025. Faktor pertama adalah kondisi cuaca ekstrem.</p>
<p>“Musim penghujan di Trenggalek pada tahun 2025 ini berlangsung hampir sepanjang tahun. Itu sangat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan, terutama ke destinasi pantai,” terangnya.</p>
<p>Faktor kedua adalah terbukanya Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Tulungagung dan Blitar yang menghadirkan banyak destinasi wisata baru.</p>
<p>“Destinasi di sepanjang JLS Tulungagung dan Blitar itu masih baru dan sedang ramai-ramainya. Banyak wisatawan yang penasaran dan memilih berkunjung ke sana,” kata Bambang.</p>
<p>Selain itu, persaingan antar daerah dalam menghadirkan destinasi wisata baru juga semakin ketat, terutama wisata buatan yang dikelola pihak swasta.</p>
<p>“Di daerah lain banyak bermunculan destinasi baru yang lebih variatif. Sementara di Trenggalek, destinasi baru belum terlalu banyak, sehingga sebagian wisatawan memilih mencari pengalaman baru ke daerah lain,” jelasnya.</p>
<p>Di tengah tren penurunan, Pantai Kebo di Kecamatan Munjungan justru menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan. Destinasi yang dikenal sebagai lokasi camping tersebut semakin populer di kalangan wisatawan.</p>
<p>“Tahun 2025, Pantai Kebo dikunjungi 37.640 orang, padahal pada tahun 2024 hanya 7.451 orang,” ungkap Bambang.</p>
<p>Menurutnya, wisatawan yang datang ke Pantai Kebo rata-rata berasal dari luar kota dan memilih untuk menginap.</p>
<p>“Meski akses jalannya masih cukup ekstrem dan belum tertata maksimal, itu tidak menyurutkan minat wisatawan. Ke depan, kami berharap ada dukungan untuk peningkatan akses agar potensi Pantai Kebo bisa berkembang lebih optimal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Video Diduga Mesum di Pos Polisi Kemuning Tulungagung Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/video-diduga-mesum-di-pos-polisi-kemuning-tulungagung-viral-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/video-diduga-mesum-di-pos-polisi-kemuning-tulungagung-viral-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi viralnya video itu, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ce6200c1d2.webp" length="17634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 19:33:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, video viral, pos polisi kemuning, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebuah video yang menampilkan sepasang pria dan wanita diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di sebuah pos polisi di Tulungagung, viral di media sosial. Video tersebut disebut direkam di Pos Polisi Kemuning yang berada di Jalan WR Supratman, masuk wilayah Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Rekaman berdurasi sekitar 32 detik itu tersebar luas melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Dalam video tersebut, perekam mengambil gambar dari seberang sungai dan memperlihatkan dua orang yang berada di dalam pos polisi.</p>
<p>Perekam video juga melontarkan komentar berbahasa Jawa yang menyiratkan keterkejutannya atas dugaan perbuatan yang dilakukan pasangan tersebut,<em> "jan nemen tak kiro wong leren, tibake wong kawi</em>n" (sungguh terlalu, aku kira orang istirahat ternyata orang bersetubuh).</p>
<p>Menanggapi viralnya video itu, Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Muhammad Taufik Nabila mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya aktivitas seperti yang terlihat dalam video.</p>
<p>“Kalau kejadian itu, memang saat kami cek ke lokasi sudah tidak ada apa-apa. Tidak ditemukan kejadian seperti di video tersebut,” ujar AKP Muhammad Taufik Nabila, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pos polisi yang dimaksud bukanlah pos yang beroperasi selama 24 jam. Pos tersebut merupakan pos pantau lalu lintas yang digunakan anggota pada waktu-waktu tertentu, terutama saat pagi hari atau ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas.</p>
<p>“Pos itu aktif, tetapi memang tidak <em>standby</em> 24 jam. Biasanya dipakai untuk pengaturan lalu lintas pagi hari atau saat ada kepadatan arus,” jelasnya.</p>
<p>AKP Taufik juga mengungkapkan bahwa kondisi pos dalam keadaan terbuka dan tidak ada pintu. Di dalam pos hanya terdapat fasilitas sederhana seperti kursi semen yang digunakan untuk keperluan pemantauan.</p>
<p>“Memang terbuka. Ke depan, nanti akan kami pasangi kunci dan pintu agar tidak disalahgunakan,” tambahnya.</p>
<p>Terkait dugaan pasangan dalam video tersebut, pihak kepolisian mengaku masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Hingga kini, identitas kedua orang dalam video belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p>“Masih kami cek dan selidiki. Termasuk nanti akan kami mintai keterangan dari warga sekitar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manajer Perseta 1970 Tulungagung Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Pemainnya Ditendang Brutal di Bangkalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manajer-perseta-1970-tulungagung-siap-tempuh-jalur-hukum-usai-pemainnya-ditendang-brutal-di-bangkalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manajer-perseta-1970-tulungagung-siap-tempuh-jalur-hukum-usai-pemainnya-ditendang-brutal-di-bangkalan</guid>
<description><![CDATA[ Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menegaskan bahwa insiden tersebut sudah di luar konteks permainan sepak bola dan mengandung unsur kesengajaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cdf114ebbc.webp" length="37064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 18:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sepak bola, perseta 1970, suarajatimpost, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Manajemen Perseta 1970 Tulungagung berencana membawa insiden penendangan terhadap salah satu pemainnya ke ranah hukum. Langkah ini diambil setelah pemain Perseta, Firman Nugraha, mengalami retak tulang rusuk akibat tendangan keras pemain Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Muhamad Hilmi Gimnastiari, saat pertandingan di Bangkalan, Senin (5/1/2026) sore.</p>
<p>Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menegaskan, insiden tersebut sudah di luar konteks permainan sepak bola dan mengandung unsur kesengajaan. Peristiwa itu terjadi pada menit ke-71 pertandingan dan berdampak serius pada kondisi fisik pemainnya.</p>
<p>“Ya, saya sangat menyesalkan sekali kejadian tersebut. Itu sudah di luar konteks permainan. Saya sampaikan lagi, selain sanksi disiplin, saya berharap ada sanksi hukum. Saya berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum,” kata Rudi saat ditemui, Selasa (6/1/2026) siang.</p>
<p>Akibat insiden tersebut, Firman Nugraha harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bangkalan. Menurut Rudi, sejak Senin malam pemainnya mengeluhkan kesulitan bernapas dan hingga Selasa siang masih menjalani perawatan medis.</p>
<p>“Kondisi pemain sampai sekarang masih dalam perawatan. Kami intens berkomunikasi dengan tim medis di RSUD Bangkalan untuk memantau perkembangannya. Untuk sementara belum kami pulangkan karena masih menjadi tanggung jawab kami sampai benar-benar pulih,” ujarnya.</p>
<p>Rudi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya retak pada tulang dada atau tulang rusuk Firman. Namun, pihaknya masih menunggu penjelasan lanjutan secara resmi dari tim medis rumah sakit.</p>
<p>“Iya, mengalami retak di bagian dada. Untuk detail tulang bagian mana, kami menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak rumah sakit,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Rudi berharap kasus ini tidak berhenti pada sanksi disiplin dari panitia atau asosiasi sepak bola semata. Ia menilai perlu ada efek jera agar kekerasan di lapangan, khususnya di kompetisi liga amatir, tidak terus berulang.</p>
<p>“Selama ini kekerasan di lapangan sering dianggap bagian dari permainan. Kalau tidak kita berikan pembelajaran, kejadian seperti ini akan terus berulang. Dengan dibawa ke ranah hukum, semua akan belajar bahwa ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa hingga Selasa siang, pihak manajemen Perseta belum menerima permintaan maaf resmi, baik dari manajemen klub Putra Jaya maupun dari pemain yang bersangkutan.</p>
<p>“Untuk pemain saya belum tahu pasti. Dari pihak Putra Jaya juga belum ada konfirmasi langsung ke saya. Mungkin di media sosial ada, tapi secara resmi ke kami belum ada,” ungkap Rudi.</p>
<p>Insiden tersebut turut berdampak pada mental pemain Perseta 1970 Tulungagung. Rudi mengakui para pemain sempat kehilangan fokus saat pertandingan karena khawatir dengan kondisi Firman.</p>
<p>“Anak-anak sempat down. Mereka kepikiran kondisi kesehatan Firman, jadi tidak fokus ke permainan. Tapi sekarang kami fokus memulihkan mental mereka. Saya tekankan, keselamatan pemain adalah yang paling penting,” katanya.</p>
<p>Rudi berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperbaiki iklim sepak bola, khususnya di level amatir, agar lebih menjunjung tinggi keselamatan pemain.</p>
<p>“Korban-korban di liga amatir ini hampir setiap tahun terjadi. Ini momen yang bagus untuk menghentikan kejadian-kejadian yang merugikan pemain. Keselamatan pemain harus kita nomor satukan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ops Lilin Semeru 2025 di Tulungagung Berakhir, Angka Laka Lantas Naik 40 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ops-lilin-semeru-2025-di-tulungagung-berakhir-angka-laka-lantas-naik-40-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ops-lilin-semeru-2025-di-tulungagung-berakhir-angka-laka-lantas-naik-40-persen</guid>
<description><![CDATA[ Selama 14 hari Ops Lilin Semeru, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban luka berat nihil. Adapun korban luka ringan tercatat sebanyak 59 orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp37,3 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695be33caf37b.webp" length="36394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 23:35:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kasatlantas polres tulungagung, akp muhammad taufik nabila, operasi lilin semeru, kecelakaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Operasi Lilin Semeru 2025-2026 yang digelar Polres Tulungagung resmi berakhir pada 2 Januari 2026. Selama 14 hari pelaksanaan, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Satlantas Polres Tulungagung mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menyampaikan bahwa selama Operasi Lilin Semeru 2025 terjadi 39 peristiwa kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>“Hasil Operasi Lilin Semeru 2025–2026 yang kemarin resmi berakhir pada tanggal 2 Januari 2026, dapat kami sampaikan bahwa selama operasi tersebut terjadi 39 kejadian kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP M. Taufik Nabila, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban luka berat nihil. Adapun korban luka ringan tercatat sebanyak 59 orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp37,3 juta.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan Operasi Lilin Semeru 2024, angka tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada tahun 2024, tercatat 22 kejadian kecelakaan tanpa korban meninggal dunia, dengan 35 korban luka ringan dan kerugian materiil sebesar Rp22,8 juta.</p>
<p>“Memang jika dibandingkan tahun 2024, tahun 2025 ini kita mengalami peningkatan sekitar 40 persen untuk jumlah kecelakaan, dan untuk korban meninggal dunia naik menjadi lima orang,” jelasnya.</p>
<p>Meski angka kecelakaan meningkat, AKP Taufik menegaskan bahwa jajaran Satlantas Polres Tulungagung telah memaksimalkan berbagai upaya preemtif dan preventif selama operasi berlangsung.</p>
<p>Pada Operasi Lilin Semeru 2025, kegiatan preemtif tercatat sebanyak 18.705 kegiatan, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya 8.023 kegiatan. Kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) juga mengalami peningkatan dari nihil pada 2024 menjadi 4.233 kegiatan pada 2025.</p>
<p>Selain itu, kegiatan penyuluhan langsung kepada masyarakat mencapai 6.479 kegiatan, naik dari 3.685 kegiatan pada tahun sebelumnya. Penyebaran dan pemasangan pamflet serta media imbauan keselamatan juga meningkat dari 4.338 menjadi 7.993 kegiatan. Sementara kegiatan preventif tercatat sebanyak 7.281 kegiatan, meningkat dari 5.706 pada tahun 2024.</p>
<p>“Untuk kegiatan-kegiatan preemtif dan preventif, tahun ini kami tingkatkan secara signifikan. Mulai dari binluh, penyuluhan, hingga penyebaran pamflet dan kegiatan preventif lainnya,” terang AKP Taufik.</p>
<p>AKP Taufik juga menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Operasi Lilin Semeru di wilayah Tulungagung berjalan lancar. Kepadatan arus lalu lintas hanya terjadi pada momen tertentu, khususnya di Jalur Lintas Selatan (JLS).</p>
<p>“Selama 14 hari operasi, alhamdulillah berjalan lancar. Kepadatan hanya terjadi di jalur selatan atau JLS pada tanggal 1 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 hingga 19.00 WIB,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kepadatan tersebut sudah diprediksi sebelumnya berdasarkan pengalaman dan analisis tahun-tahun sebelumnya. Setelah tanggal 1 Januari, kondisi lalu lintas kembali landai tanpa kepadatan berarti.</p>
<p>“Tanggal 2, 3, dan 4 Januari sudah landai, tidak ada kepadatan. Memang puncaknya hanya di tanggal 1,” tambahnya.</p>
<p>Namun demikian, pada saat puncak kepadatan tersebut, pihak kepolisian tidak dapat memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way).</p>
<p>“Kemarin kami tidak dapat melaksanakan one way karena terkendala hujan lebat. Kondisi jalan tidak memungkinkan untuk penerapan <em>one way</em> karena faktor cuaca,” pungkas AKP Taufik.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung berharap evaluasi hasil Operasi Lilin Semeru 2025 ini dapat menjadi bahan perbaikan ke depan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib dan berhati-hati dalam berlalu lintas. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Segera Disidang, Empat Tersangka Perkara Korupsi di Tulungagung Dilimpahkan ke Jaksa Penuntut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/segera-disidang-empat-tersangka-perkara-korupsi-di-tulungagung-dilimpahkan-ke-jaksa-penuntut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/segera-disidang-empat-tersangka-perkara-korupsi-di-tulungagung-dilimpahkan-ke-jaksa-penuntut</guid>
<description><![CDATA[ Mereka adalah para tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penerimaan pembayaran biaya perawatan pasien pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bdb84a7f31.webp" length="28164" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 22:58:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, korupsi, rsud dr iskak, desa tanggung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG - </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung resmi menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik untuk dua perkara tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Pelimpahan tersebut dilaksanakan pada Senin (5/1/2026).</p>
<p>Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Amri Rahmantosayekti, mengatakan bahwa tahap II ini dilakukan terhadap dua perkara korupsi yang berbeda, masing-masing melibatkan dua orang tersangka.</p>
<p>“Hari ini, Senin tanggal 5 Januari 2026, di Kejaksaan Negeri Tulungagung telah dilaksanakan kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dua perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh Bidang Tindak Pidana Khusus,” ujar Amri.</p>
<p>Amri menjelaskan, perkara pertama adalah dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penerimaan pembayaran biaya perawatan pasien pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Perkara tersebut terjadi dalam rentang waktu tahun 2022 hingga 2024.</p>
<p>“Untuk perkara penyalahgunaan SKTM di Rumah Sakit dr. Iskak, terdapat dua orang tersangka yang diperiksa dan diserahkan hari ini, masing-masing berinisial Y dan R,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, perkara kedua adalah dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, pada tahun anggaran 2017 hingga 2019. Kasus tersebut menyeret kepala desa dan bendahara desa.</p>
<p>“Untuk perkara korupsi pengelolaan keuangan Desa Tanggung, juga ada dua tersangka, yakni dengan inisial S dan J,” tambah Amri.</p>
<p>Lebih lanjut, Amri menyampaikan, para tersangka dalam kedua perkara tersebut dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.</p>
<p>“Terhadap tersangka perkara SKTM dikenakan pasal primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat (1) dan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 undang-undang yang sama,” terangnya.</p>
<p>Pasal yang sama juga dikenakan terhadap para tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan Desa Tanggung.</p>
<p>Dalam pelaksanaan tahap II ini, Jaksa Penuntut Umum langsung melakukan penahanan terhadap para tersangka.</p>
<p>“JPU melakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 5 Januari sampai dengan 25 Januari 2026,” kata Amri.</p>
<p>Para tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung guna kepentingan penyidikan dan penuntutan lebih lanjut. Amri menegaskan, setelah tahap II ini, Jaksa Penuntut Umum akan segera menyusun dan merampungkan surat dakwaan untuk masing-masing perkara.</p>
<p>“Selanjutnya JPU akan segera merampungkan surat dakwaan agar perkara-perkara ini bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya untuk dilakukan proses persidangan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, proses persidangan nantinya bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta hukum serta membuktikan adanya perbuatan tindak pidana korupsi dalam masing-masing perkara tersebut. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Laka Bus Harapan Jaya di Rejoagung Masuk Tahap II, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-laka-bus-harapan-jaya-di-rejoagung-masuk-tahap-ii-tersangka-dilimpahkan-ke-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-laka-bus-harapan-jaya-di-rejoagung-masuk-tahap-ii-tersangka-dilimpahkan-ke-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penanganan perkara kecelakaan tersebut, penyidik menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa keadilan bagi para korban dan keluarganya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bac49162f4.webp" length="52768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 21:17:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, harapan jaya, kecelakaan maut, satlantas polres tulungagung, kejaksaan negeri tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus kecelakaan lalu lintas Bus Harapan Jaya di depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, ke Kejaksaan Negeri Tulungagung. Pelimpahan perkara tersebut dilakukan pada Rabu (23/12/2025).</p>
<p>Pelimpahan tahap II tersebut dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berdasarkan surat nomor B-2627/M.5.29/Eku.1/12/2025. Tersangka dalam kasus ini adalah pengemudi bus, Rizki Angga Saputra (30), warga Desa Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, mengatakan bahwa proses tahap II meliputi penyerahan tersangka beserta seluruh barang bukti kepada pihak kejaksaan.</p>
<p>“Pada hari ini, Rabu 23 Desember 2025, Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung telah melaksanakan Tahap II, yaitu penyerahan tersangka atas nama Rizki Angga Saputra beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Tulungagung,” ujar AKP M. Taufik Nabila, Senin (5/1/2026).</p>
<p>AKP Taufik menjelaskan, dalam penanganan perkara kecelakaan tersebut, penyidik menerapkan pasal berlapis. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa keadilan bagi para korban dan keluarganya.</p>
<p>“Selain pasal kelalaian, penyidik juga menerapkan unsur kesengajaan karena perbuatan tersangka dinilai membahayakan nyawa orang lain. Ini sesuai dengan petunjuk dari jaksa,” jelasnya.</p>
<p>Tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia.</p>
<p>Selain itu, ditambahkan Pasal 311 ayat (5) UU yang sama, yaitu mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan nyawa orang lain secara sengaja hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.</p>
<p>Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut 2 nyawa tersebut terjadi pada 31 Oktober 2025 di depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Bus Harapan Jaya dengan nomor polisi AG 7762 US menabrak dua sepeda motor yang berada di depannya.</p>
<p>Akibat kejadian itu, dua orang pengendara sepeda motor, Zahrotun Mas'udah (22) warga Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, dan Faizatul Maghfiroh (22) warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Andri Yoga Pratama, mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p>Dalam pelimpahan tahap II tersebut, Satlantas Polres Tulungagung juga menyerahkan sejumlah barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Tulungagung. Barang bukti tersebut antara lain satu unit Bus Harapan Jaya AG 7762 US, satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi S 2192 OF, dan satu unit sepeda motor Honda Supra AG 3984 UM.</p>
<p>Selain itu, turut diserahkan satu lembar SIM B II Umum atas nama Rizki Angga Saputra serta satu buah flashdisk yang berisi rekaman CCTV kejadian kecelakaan.</p>
<p>“Dengan dilaksanakannya Tahap II ini, kewenangan penahanan dan penuntutan sepenuhnya beralih ke Kejaksaan Negeri Tulungagung untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri,” pungkas AKP Taufik.</p>
<p>Pihak kepolisian memastikan akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga perkara tersebut memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda Asal Ngadimulyo Trenggalek Tenggelam di Curug Mangir Kampak, Ditemukan Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-ngadimulyo-trenggalek-tenggelam-di-curug-mangir-kampak-ditemukan-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-ngadimulyo-trenggalek-tenggelam-di-curug-mangir-kampak-ditemukan-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui bernama Agus (19), laki-laki, warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695916edc5fec.webp" length="26814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 21:31:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tewas tenggelam, curug mangir kampak, desa bogoran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TRENGGALEK, SJP -</b>Seorang pemuda dilaporkan tenggelam saat berwisata di Curug Mangir, Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (3/1/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Pihaknya menerima laporan kejadian setengah jam kemudian, tepatnya pukul 16.30 WIB.</p>
<p>“Setelah menerima informasi, tim langsung kami siapkan dan berangkat menuju lokasi pada pukul 16.50 WIB. Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.50 WIB,” ujar Bayu Prasetyo.</p>
<p>Korban diketahui bernama Agus (19), laki-laki, warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke Curug Mangir bersama tiga orang temannya untuk berwisata.</p>
<p>“Korban bersama teman-temannya mandi di area curug. Namun saat berada di air, korban diduga tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan diri,” jelas Bayu.</p>
<p>Setibanya di lokasi, tim Pos SAR Trenggalek langsung melakukan assessment dan dilanjutkan dengan pencarian menggunakan metode penyelaman, mengingat kondisi medan berupa aliran air dan kolam curug.</p>
<p>Upaya pencarian sekira15 menit akhirnya membuahkan hasil, sekira pukul 18.15 WIB. Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR.</p>
<p>“Korban berhasil kami evakuasi dengan metode penyelaman, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Bayu Prasetyo.</p>
<p>Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kampak untuk penanganan lebih lanjut serta proses medis sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>Bayu Prasetyo juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di lokasi wisata alam, khususnya yang memiliki risiko seperti sungai dan air terjun.</p>
<p>“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar saat berwisata di alam terbuka,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Landa 5 Kecamatan di Tulungagung, Puluhan Rumah Warga Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-landa-5-kecamatan-di-tulungagung-puluhan-rumah-warga-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-landa-5-kecamatan-di-tulungagung-puluhan-rumah-warga-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Adapun wilayah terdampak angin kencang yang mengakibatkan rumah-rumah warga rusak meliputi 5 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol, Ngunut, dan Gondang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69591340bf97c.webp" length="61970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 20:36:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, angin kencang, rumah rusak, kecamatan boyolangu, sumbergempol, ngunut, rejotangan, campurdarat, gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (3/1/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 68 rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap berupa asbes dan genteng.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa angin kencang terjadi sekira pukul 15.00 WIB, bersamaan dengan kondisi cuaca berawan dan hujan.</p>
<p></p>
<p>“Dari data sementara yang kami terima hingga pukul 18.50 WIB, total ada 68 rumah warga yang terdampak angin kencang. Kerusakan didominasi pada atap rumah, seperti genteng dan asbes yang terlepas,” ujar Sudarmaji.</p>
<p></p>
<p>Adapun wilayah terdampak angin kencang yang mengakibatkan rumah-rumah warga rusak meliputi 5 kecamatan.</p>
<p>Rinciannya, di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, tepatnya di Dusun Krajan 51 rumah rusak ringan. Di Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, di Dusun Sumurwarak 1 rumah, Dusun Dukuh, 1 rumah, dan Dusun Pati 1 rumah. Di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Dusun Dami Nepen, 8 rumah rusak ringan. Di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, Dusun Cangkringan, 6 rumah rusak ringan.</p>
<p>Sementara di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, sebuah bangunan warung milik Bumdes setempat dengan konstruksi baja ringan ambruk.</p>
<p></p>
<p>Selain kerusakan rumah, BPBD Tulungagung bersama Damkar, TNI Polri, juga menangani pohon tumbang di beberapa lokasi, di antaranya di depan Stasiun Rejotangan, Desa Purworejo Kecamatan Ngunut, serta di Desa Waung Kecamatan Boyolangu yang menimpa sebuah rumah warga.</p>
<p></p>
<p>Sudarmaji menambahkan, hingga Sabtu malam pukul 19.00 WIB, petugas BPBD masih terus melakukan berbagai upaya penanganan.</p>
<p></p>
<p>“Kami masih melaksanakan monitoring wilayah rawan bencana melalui grup WhatsApp, media sosial, dan radio komunikasi VHF, sekaligus melakukan assessment di lokasi terdampak,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Tulungagung kembali diguyur hujan dengan intensitas cukup deras pada malam hari.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang susulan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan,” pungkas Sudarmaji. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobil Milik Ayah YouTuber Agos Kotak Ludes Terbakar di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobil-milik-ayah-youtuber-agos-kotak-ludes-terbakar-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobil-milik-ayah-youtuber-agos-kotak-ludes-terbakar-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6958cf534db4c.webp" length="61846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 16:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkarmat tulungagung, mobil terbakar, agos kotak, desa bendilwungu, kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebuah minibus jenis Kia Carnival bernomor polisi AG 1828 RD hangus terbakar di Jalan Raya Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (3/1/2026) siang. </p>
<p>Kendaraan tersebut diketahui milik Suwanto, warga Desa Mirigambar, yang merupakan ayah dari konten kreator ternama Ega Al Fariz atau yang lebih dikenal dengan sapaan Agos Kotak.</p>
<p>Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.02 WIB ini sempat memicu kepanikan warga sekitar. Kendati seluruh bodi mobil ludes dilalap api, Suwanto dan cucu perempuannya yang berusia enam tahun dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum api membesar.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, mengungkapkan bahwa titik api pertama kali terdeteksi saat kendaraan sedang melaju dari arah utara menuju selatan.</p>
<p>"Awalnya kendaraan mengeluarkan asap pekat dari ruang mesin bagian depan sebelah kiri. Menyadari hal tersebut, pengemudi segera menghentikan laju kendaraan. Tak lama kemudian, kobaran api muncul dan merambat dengan cepat ke seluruh bagian bodi mobil," jelas Iwan. </p>
<p>Begitu melihat api mulai berkobar, Suwanto bergegas mengevakuasi cucunya keluar dari kabin mobil. Warga yang berada di lokasi kejadian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan.</p>
<p>Laporan resmi diterima pihak pemadam kebakaran pada pukul 12.10 WIB. Menanggapi urgensi tersebut, petugas tiba di lokasi pada pukul 12.22 WIB dengan mengerahkan kekuatan penuh.</p>
<p>"Kami menerjunkan tiga unit kendaraan, yang terdiri dari satu armada pemadam, satu tangki suplai air, dan satu kendaraan rescue. Proses pemadaman serta pembasahan memerlukan waktu sekitar 30 menit. Api dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 12.44 WIB," tambah Iwan.</p>
<p>Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan. </p>
<p>Petugas mengidentifikasi adanya sejumlah perangkat audio tambahan yang diduga membebani sistem kelistrikan mobil tersebut.</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. </p>
<p>Selain unit kendaraan yang hangus total, dokumen berharga seperti STNK dan KTP pemilik yang berada di dalam mobil juga dilaporkan tidak terselamatkan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras dan Angin Kencang di Tulungagung, Pohon Besar Tumbang Timpa Mobil, Lalu Lintas Sempat Macet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-dan-angin-kencang-di-tulungagung-pohon-besar-tumbang-timpa-mobil-lalu-lintas-sempat-macet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-dan-angin-kencang-di-tulungagung-pohon-besar-tumbang-timpa-mobil-lalu-lintas-sempat-macet</guid>
<description><![CDATA[ Mobil tersebut diketahui tengah melaju dari arah utara atau Durenan menuju selatan atau arah Bandung. Kendaraan itu dikemudikan oleh warga asal Trenggalek yang saat kejadian sedang melintas di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695686438aa44.webp" length="30650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 21:59:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mobil tertimpa pohon, pohon tumbang timpa mobil, desa suruhanlor, kecamatan bandung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tulungagung menyebabkan sebuah pohon peneduh berukuran besar tumbang dan menimpa sebuah mobil yang tengah melintas.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Bandung-Durenan, tepatnya di Desa Suruhanlor, Kecamatan Bandung, Tulungagung, Kamis (1/1/2026 ) petang.</p>
<p>Kapolsek Bandung, AKP Sumaji, mengatakan kejadian berlangsung sekira pukul 18.00 WIB, saat intensitas hujan cukup tinggi disertai hembusan angin kencang. Diduga, pohon yang berada di tepi jalan tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya roboh ke badan jalan.</p>
<p>“Sekitar pukul 18.00 WIB terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Khususnya di Desa Suruhanlor, tepatnya di depan SPBU Suruhanlor, ada pohon tumbang yang mengenai satu unit mobil jenis Suzuki Ertiga warna putih,” ujar AKP Sumaji.</p>
<p>Mobil tersebut diketahui tengah melaju dari arah utara atau Durenan menuju selatan atau arah Bandung. Kendaraan itu dikemudikan oleh warga asal Trenggalek yang saat kejadian sedang melintas di lokasi.</p>
<p>“Mobil sedang melaju dari arah utara ke selatan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Penumpang selamat, hanya ada kerusakan ringan di bagian belakang kendaraan,” jelasnya.</p>
<p>Beruntung, batang pohon yang tumbang tertahan oleh kabel listrik dan telpon sehingga tidak menimpa mobil secara langsung dan menghindarkan dampak yang lebih parah. Setelah berhasil dievakuasi petugas kepolisian bersama warga, pengemudi mobil tersebut langsung melanjutkan perjalanannya.</p>
<p>"Tadi evakuasi pertama dilakukan oleh warga bersama anggota menggunakan alat seadanya, pakai gergaji manual, sabit dan sebagainya," terang AKP Sumaji.</p>
<p>Selain menimpa mobil, pohon tumbang itu juga menutup badan jalan sehingga mengakibatkan arus lalu lintas sempat tersendat. Kemacetan terjadi karena volume kendaraan sedang tinggi, bertepatan dengan arus balik warga yang pulang dari lokasi wisata Tahun Baru, seperti Pantai Gemah dan Pantai Prigi.</p>
<p>“Arus lalu lintas sempat macet karena saat itu jalur sedang ramai, banyak warga yang pulang dari wisata. Kemacetan berlangsung sekitar 30 menit,” kata AKP Sumaji.</p>
<p>Untuk penanganan lanjutan di lokasi, aparat kepolisian bersama BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan warga setempat segera melakukan evakuasi pohon tumbang yang menyangkut di kabel.</p>
<p>“Evakuasi sudah selesai. Dari Polri, BPBD, Damkar, dan juga dibantu warga masyarakat, alhamdulillah semua berjalan lancar. Arus lalu lintas sempat kami alihkan dari Pos Pam Bandung ke arah timur untuk mempercepat proses evakuasi,” tambahnya.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melintas di jalan raya, terutama saat cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang, karena berpotensi menimbulkan kejadian serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanpa Euforia, Umat Lintas Agama di Trenggalek Sambut 2026 dengan Doa Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanpa-euforia-umat-lintas-agama-di-trenggalek-sambut-2026-dengan-doa-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanpa-euforia-umat-lintas-agama-di-trenggalek-sambut-2026-dengan-doa-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama unsur Pemerintah Daerah ini menjadi panggung penguatan moderasi beragama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695571181eb0c.webp" length="32658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 09:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, doa lintas agama, tahun baru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Menanggalkan kemeriahan pesta kembang api dan panggung hiburan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memilih cara khidmat dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026. </p>
<p>Puluhan tokoh dan umat lintas agama berkumpul di Pendopo Manggala Praja Nugraha untuk menggelar doa bersama sebagai bentuk refleksi dan empati nasional, Rabu (31/12/2025) malam.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama unsur Pemerintah Daerah ini menjadi panggung penguatan moderasi beragama. </p>
<p>Secara bergiliran, perwakilan dari agama Hindu, Katolik, Kristen Protestan, dan Islam memimpin doa sesuai keyakinan masing-masing, memohon keselamatan serta kesejahteraan bagi masyarakat Trenggalek di tahun mendatang.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Supriyanto, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya refleksi kolektif atas capaian satu tahun terakhir.</p>
<p>"Doa bersama ini dimaksudkan sebagai upaya refleksi diri terhadap capaian tahun 2025, sekaligus harapan agar di tahun 2026 kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterpaduan semua unsur," ujar Edy, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun kali ini berlangsung tanpa suara kembang api maupun aktivitas euforia lainnya. </p>
<p>Kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.</p>
<p>"Pemerintah daerah mengikuti arahan untuk tidak melaksanakan perayaan yang bersifat euforia. Ini adalah wujud empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di wilayah Sumatera dan Aceh," jelas Edy.</p>
<p>Selain aspek spiritual dan solidaritas, Pemkab Trenggalek menekankan pentingnya kesadaran ekologis pada tahun 2026. </p>
<p>Rentetan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih bersahabat dengan lingkungan.</p>
<p>Edy Supriyanto mengajak warga untuk menjadikan tahun baru sebagai titik balik dalam menjaga kelestarian alam demi meminimalisir risiko bencana di masa depan.</p>
<p>"Harapan kita di tahun 2026 adalah Trenggalek dijauhkan dari bencana. Hal ini memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem. Kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Beruntun pada Malam Pergantian Tahun di Tulungagung, Satu Orang Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-beruntun-pada-malam-pergantian-tahun-di-tulungagung-satu-orang-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-beruntun-pada-malam-pergantian-tahun-di-tulungagung-satu-orang-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Gilbertus Aventino Chrystyan (19), warga Desa Kedungwaru, Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69556d6325aff.webp" length="25040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 08:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, desa aryojeding, kecamatan rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Malam pergantian tahun di Kabupaten Tulungagung diwarnai insiden maut. </p>
<p>Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu unit mobil terjadi di Jalan Raya Tulungagung-Blitar, tepatnya di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Rabu (31/12/2025) pukul 19.35 WIB. </p>
<p>Peristiwa ini mengakibatkan satu orang pengendara tewas di lokasi kejadian.</p>
<p>Kapolres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum Satlantas IPDA Gerry Permana, mengonfirmasi rincian kecelakaan tersebut. </p>
<p>Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda CBR (AG 2156 RFU), Honda Beat (AG 5308 REA), dan mobil Honda Mobilio (AG 1421 RS).</p>
<p>Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), insiden bermula saat Honda CBR yang dikendarai korban melaju dari arah timur menuju barat. </p>
<p>Di depannya, searah, melaju Honda Beat yang dikendarai oleh seorang pelajar.</p>
<p>"Saat mencoba mendahului kendaraan di depannya, pengendara Honda CBR diduga kurang berhati-hati dan ruang gerak tidak mencukupi, sehingga terjadi senggolan dengan Honda Beat yang mengakibatkan korban terjatuh," ujar IPDA Gerry Permana, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Nahas, tubuh pengendara Honda CBR terpental ke jalur berlawanan. Pada saat yang bersamaan, mobil Honda Mobilio melaju dari arah barat ke timur. </p>
<p>Akibat jarak yang terlalu dekat, benturan keras antara korban dan mobil tersebut tidak dapat dihindarkan.</p>
<p>Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Gilbertus Aventino Chrystyan (19), warga Desa Kedungwaru, Tulungagung. </p>
<p>Korban dilaporkan mengalami luka berat pada bagian kepala yang menyebabkan kematian di tempat.</p>
<p>Sementara itu, dua korban lainnya merupakan pengendara dan penumpang Honda Beat Meriza Aulia Novalda (16), pelajar asal Rejotangan (luka ringan); Wahyurini (54), warga Rejotangan (luka ringan); Pengemudi mobil, Edi Wiyono (47), dinyatakan selamat tanpa luka berarti.</p>
<p>Petugas kepolisian segera mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat serta mengamankan ketiga kendaraan sebagai barang bukti. </p>
<p>Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.</p>
<p>Pihak kepolisian pun memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara, terutama pada momen keramaian.</p>
<p>"Kami mengimbau agar pengendara memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum mendahului, memperhitungkan jarak dan kecepatan, serta menghindari berkendara secara ugal-ugalan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Truk Tangki BBM Terguling Terus Diselidiki, Ini Janji Kapolres Tulungagung Sebelum Pindah ke Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-truk-tangki-bbm-terguling-terus-diselidiki-ini-janji-kapolres-tulungagung-sebelum-pindah-ke-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-truk-tangki-bbm-terguling-terus-diselidiki-ini-janji-kapolres-tulungagung-sebelum-pindah-ke-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, proses hukum perkara tersebut tidak akan berhenti meski dirinya akan segera dimutasi sebagai Kapolres Malang pada awal Januari 2026 mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69553ebe9cd05.webp" length="89692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 06:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk bbm terguling, jls, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penyelidikan kasus truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) wilayah Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, pada akhir November 2025 lalu masih terus berlanjut.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, proses hukum perkara tersebut tidak akan berhenti meski dirinya akan segera dimutasi sebagai Kapolres Malang pada awal Januari 2026 mendatang.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa pergantian pejabat di lingkungan Polri sama sekali tidak memengaruhi jalannya proses penyelidikan maupun penyidikan suatu perkara.</p>
<p>“Pergantian pejabat Polri tidak mempengaruhi proses tersebut. Mau saya pindah, siapapun pindah, itu tidak akan menjadi alasan proses ini berhenti. Tidak bisa,” tegasnya, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak ada ketentuan yang menyebutkan perkara dapat terhenti karena pergantian pejabat.</p>
<p>“Di KUHAP sudah diatur bahwa hentinya suatu perkara itu penentuannya karena hal-hal tertentu, misalnya tersangka meninggal dunia atau perkara selesai secara hukum. Jadi tidak ada bahwa pergantian pejabat mengakibatkan proses persidangan atau penyidikan berhenti,” ujarnya.</p>
<p>Kapolres memastikan, penyelidikan terhadap peristiwa truk tangki BBM yang terguling di Besuki akan terus berjalan hingga tuntas. Ia bahkan berharap sebelum serah terima jabatan (sertijab), sudah ada perkembangan signifikan yang dapat disampaikan kepada publik.</p>
<p>“Harapan saya sebelum saya sertijab nanti ada update yang bisa saya sampaikan. Jadi saya tidak meninggalkan ‘utang’ perkara ini,” kata AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mendalami keterlibatan sejumlah perusahaan yang diduga terkait dengan distribusi BBM dalam kasus tersebut.</p>
<p>“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan ke seluruh perusahaan yang diduga terkait, di antaranya PT LBB, Ganani dan PT Tiga Jaya,” ungkap AKP Ryo.</p>
<p>Namun demikian, proses pemanggilan terhadap pihak perusahaan belum berjalan lancar. Menurutnya, dua kali pemanggilan tidak dihadiri, bahkan saat didatangi langsung ke alamat perusahaan, pihaknya tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan.</p>
<p>“Terkait dua kali pemanggilan tidak menghadiri, kemudian saat kita datangi ke alamatnya juga tidak ada,” jelasnya.</p>
<p>AKP Ryo menambahkan, untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan, penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium BBM. Saat ini, terdapat beberapa sampel BBM yang telah dikirim ke laboratorium berbeda sebagai pembanding.</p>
<p>“Sampel BBM sudah kami kirim. Saat ini anggota saya masih di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan, kebetulan laboratorium tutup sampai tanggal 31. Selain itu, Disperindag juga mengirim sampel ke Laboratorium Pertamina, hasilnya juga belum kami terima,” paparnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, hasil laboratorium tersebut diperkirakan baru dapat diumumkan pada awal Januari 2026.</p>
<p>“Mungkin awal-awal Januari nanti akan kami umumkan kembali bagaimana hasil penyidikan berdasarkan hasil laboratorium tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kapolres Tulungagung menegaskan bahwa saat ini penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan ahli dari Laboratorium Lemigas, di bawah Kementerian ESDM, untuk menjelaskan secara resmi hasil uji laboratorium yang telah dilakukan.</p>
<p>Hasil lab itu tidak bisa dianalisis sendiri oleh penyidik. Harus dijelaskan secara verbal oleh ahli. Seperti visum, maknanya harus diterangkan oleh ahli yang membuatnya,” jelas AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Selain Lemigas, terdapat dua laboratorium lain yang terlibat dalam pemeriksaan sampel BBM, yakni Laboratorium Pertamina melalui Disperindag serta Laboratorium ITS. Namun hingga kini, hasil dari ketiga laboratorium tersebut belum sepenuhnya diterima oleh penyidik.</p>
<p>“Jadi ada tiga laboratorium, Lemigas, Laboratorium Pertamina, dan ITS. Hasilnya masih kami tunggu semuanya,” katanya.</p>
<p>Kapolres juga memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan berada di bawah pengawasan berlapis, termasuk dari Propam Polres Tulungagung, Propam Polda Jawa Timur, serta Ditreskrimsus Polda Jatim.</p>
<p>“Perkembangan perkara ini selalu kami laporkan dan dikoordinasikan dengan Polda Jatim. Kami selalu mendapat supervisi dan arahan langkah-langkah penyidikan,” tegasnya.</p>
<p>Ia pun meminta peran aktif media dan masyarakat untuk terus mengawal jalannya proses hukum tersebut.</p>
<p>“Saya justru mohon rekan-rekan wartawan terus menanyakan perkembangan perkara ini, supaya masyarakat bisa mengawal secara transparan. Kami tidak akan menutup-nutupi apapun,” pungkas AKBP Muhammad Taat Resdi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado Akhir Tahun, Bupati Tulungagung Lantik Ribuan PPPK Paruh Waktu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kado-akhir-tahun-bupati-tulungagung-lantik-ribuan-pppk-paruh-waktu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kado-akhir-tahun-bupati-tulungagung-lantik-ribuan-pppk-paruh-waktu</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Gatut Sunu menolak pandangan sebagian pihak yang menilai pengangkatan PPPK Paruh Waktu sebagai beban bagi keuangan daerah. Menurut Bupati mereka adalah aset berharga yang akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur di Pemkab Tulungagung ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695531c5ec9b5.webp" length="54310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 21:29:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pppk paruh waktu, pemkab tulungagung, bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi menyerahkan Petikan Keputusan Bupati Tulungagung tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada sebanyak 5.415 pegawai, Rabu (31/12/2025) sore. Penyerahan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan birokrasi di lingkungan Pemkab Tulungagung.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status kepegawaian bagi para pegawai yang selama ini telah mengabdi.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan selamat kepada 5.415 penerima Surat Keputusan PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan kado akhir tahun dari Pemkab Tulungagung kepada Saudara semua,” ujar Gatut Sunu Wibowo.</p>
<p>enurutnya, pengangkatan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi nyata yang telah ditunjukkan para pegawai dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Tulungagung.</p>
<p>“Keputusan kami untuk mengangkat 5.415 PPPK Paruh Waktu ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kepastian status kepegawaian, tidak hanya bagi Saudara sekalian, tetapi juga bagi keluarga yang menunggu di rumah,” tegasnya.</p>
<p>Bupati Gatut juga menanggapi adanya anggapan sebagian pihak yang menilai pengangkatan PPPK Paruh Waktu sebagai beban bagi keuangan daerah. Ia dengan tegas menolak pandangan tersebut.</p>
<p>“Sedikit pun saya tidak pernah menganggap Saudara semua sebagai beban. Bagi saya, Saudara adalah aset berharga yang akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur di Pemkab Tulungagung,” katanya.</p>
<p>Ia pun meminta kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah dijawab dengan kinerja yang optimal, kepatuhan terhadap kode etik aparatur sipil negara, serta loyalitas terhadap kebijakan pemerintah daerah.</p>
<p>Pemkab Tulungagung, lanjut Gatut, membutuhkan aparatur yang solid dan kompak untuk mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni “Masyarakat Tulungagung yang Sejahtera, Maju, dan Berakhlak Mulia Sepanjang Masa".</p>
<p>“Visi tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh elemen birokrasi, termasuk PPPK Paruh Waktu, bekerja dalam satu barisan, saling menguatkan, dan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan daerah,” ujarnya.</p>
<p>Seiring dengan semakin kompleksnya dinamika pelayanan publik, Bupati Gatut juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi seluruh PPPK Paruh Waktu. Ia meminta agar para pegawai tidak cepat berpuas diri dan terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang tugas masing-masing.</p>
<p>“Saya minta seluruh PPPK Paruh Waktu untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan sikap kerja yang adaptif,” pesannya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada Kepala BKPSDM serta pimpinan perangkat daerah agar memberikan pendampingan, penugasan yang jelas, dan proporsional kepada PPPK Paruh Waktu, sehingga potensi yang dimiliki dapat dioptimalkan.</p>
<p>“Potensi yang ada harus benar-benar dimanfaatkan agar mereka memberi nilai tambah bagi kinerja organisasi, bukan sekadar melengkapi struktur birokrasi,” imbuhnya.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh PPPK Paruh Waktu dan mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan sebagai aparatur negara.</p>
<p>“Jaga kehormatan sebagai aparatur negara, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dan teruslah berkontribusi bagi kemajuan Tulungagung,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Desa Tanen Tulungagung, 22 Rumah Warga Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-desa-tanen-tulungagung-22-rumah-warga-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-desa-tanen-tulungagung-22-rumah-warga-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Kerusakan didominasi pada bagian atap berupa asbes dan genteng yang terlepas atau rusak. BPBD Tulungagung telah menurunkan bantuan logistik kebutuhan dasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695513b432183.webp" length="43974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 19:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, angin kencang, rumah rusak, desa tanen, kecamatan rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Di penghujung Tahun 2025, bencana angin kencang melanda Desa Tanen, Kabupaten Tulungagung. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (31/12/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 22 rumah warga yang terdampak akibat terjangan angin kencang tersebut.</p>
<p>“Angin kencang terjadi cukup singkat namun berdampak pada 22 rumah warga di Dusun Tanen. Kerusakan didominasi pada bagian atap berupa asbes dan genteng yang terlepas atau rusak,” ujar Sudarmaji, Rabu (31/12/2025) malam.</p>
<p>Adapun rincian kerusakan rumah berada di Dusun Tanen, yakni di RT 02 RW 01 sebanyak 6 rumah rusak ringan, RT 03 RW 01 sebanyak 2 rumah rusak ringan, serta RT 04 RW 01 sebanyak 14 rumah rusak ringan.</p>
<p>Menurut Sudarmaji, angin kencang bertiup dari arah barat ke timur dan menyebabkan beberapa pohon roboh searah dengan arah angin. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian yang dialami warga bersifat material dan masih dalam kategori ringan,” jelasnya.</p>
<p>Saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah Tulungagung dilaporkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BPBD Tulungagung langsung bergerak cepat dengan melakukan asesmen ke lokasi kejadian.</p>
<p>“Kami langsung menurunkan petugas untuk melakukan assessment dan memastikan kondisi warga terdampak. Selain itu, kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan terpal untuk penanganan darurat, terutama untuk menutup atap rumah yang rusak,” kata Sudarmaji.</p>
<p>Ia menambahkan, BPBD Tulungagung terus melakukan pemantauan wilayah-wilayah rawan bencana melalui berbagai saluran komunikasi, seperti WhatsApp, media sosial, serta radio komunikasi VHF, guna mengantisipasi potensi bencana susulan.</p>
<p>Sudarmaji juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, khususnya di musim penghujan seperti saat ini.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditangani,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Kriminalitas Libatkan Oknum Perguruan Silat di Tulungagung Turun 100 Persen Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-kriminalitas-libatkan-oknum-perguruan-silat-di-tulungagung-turun-100-persen-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-kriminalitas-libatkan-oknum-perguruan-silat-di-tulungagung-turun-100-persen-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, nihilnya laporan pidana pada tahun 2025 bukan berarti tidak terjadi peristiwa atau gesekan antar oknum anggota perguruan pencak silat. Menurutnya, sejumlah persoalan tetap terjadi, namun diselesaikan melalui jalur non hukum atau di luar proses pidana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953d94b08761.webp" length="36096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 21:42:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kapolres tulungagung, muhammad taat resdi, perguruan pencak silat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sepanjang tahun 2025, Polres Tulungagung mencatat penurunan signifikan kasus tindak pidana yang melibatkan oknum anggota perguruan pencak silat. Bahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus tersebut turun hingga 100 persen.</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 37 laporan tindak pidana yang melibatkan anggota perguruan pencak silat. Namun pada tahun 2025, jumlah laporan tersebut nihil atau tidak ada laporan pidana yang masuk.</p>
<p>Pada tahun 2024, dari 37 laporan tersebut, jumlah tersangka mencapai 67 orang. Rinciannya, 57 orang merupakan pelaku dewasa dan 10 orang lainnya masih berstatus anak-anak.</p>
<p>Jika dilihat berdasarkan perguruan, kasus terbanyak melibatkan anggota PSHT dengan total 36 tersangka, terdiri dari 32 dewasa dan 4 anak-anak. Disusul Pagar Nusa dengan 22 tersangka (18 dewasa dan 4 anak-anak), IKS sebanyak 7 tersangka (5 dewasa dan 2 anak-anak), serta PSH Winongo dengan 2 tersangka dewasa.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, nihilnya laporan pidana pada tahun 2025 bukan berarti tidak terjadi peristiwa atau gesekan antar anggota perguruan pencak silat.</p>
<p>Menurutnya, sejumlah persoalan tetap terjadi, namun diselesaikan melalui jalur non hukum atau di luar proses pidana.</p>
<p>“Bukan berarti tidak ada peristiwa. Di tahun 2025 itu ada sekitar 19 peristiwa yang terjadi, tapi para pihak yang terlibat tidak melaporkannya secara pidana,” ujar AKBP Taat Resdi, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, penyelesaian di luar jalur hukum tersebut merupakan model penyelesaian konflik yang mulai diterapkan sejak November 2024. Model ini terinspirasi dari praktik yang telah berjalan di Kecamatan Besuki, Tulungagung.</p>
<p>“Di Kecamatan Besuki ini sudah ada model penyelesaian. Ketika ada gesekan antar warga atau antar anggota perguruan pencak silat, pimpinan perguruanlah yang berperan sebagai orang tua untuk menyelesaikan persoalan,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Kapolres, ide tersebut muncul dari masukan para pimpinan perguruan pencak silat dalam sebuah pertemuan pada November 2024. Saat itu, para pimpinan menyampaikan bahwa tidak semua konflik harus langsung dibawa ke ranah hukum.</p>
<p>“Ketika ada konflik, pimpinan perguruan saling berkomunikasi. Misalnya, 'wargaku terlibat dengan wargamu, enaknya bagaimana'. Para ketua, pelatih, atau pengurus inilah yang kemudian mendudukkan perkara dan menyelesaikannya,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa mekanisme ini memiliki batasan yang jelas. Jika upaya komunikasi tidak menemukan titik temu dan salah satu pihak menghendaki proses hukum, maka kepolisian tetap akan memproses laporan tersebut.</p>
<p>“Catatannya jelas. Kalau sudah menjadi laporan polisi, baik di Polsek maupun Polres, proses hukum tidak boleh dihentikan. Karena itu, komunikasi di tahap awal antar pimpinan perguruan harus benar-benar dioptimalkan,” tegasnya.</p>
<p>Faktanya, sepanjang tahun 2025, metode tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para pimpinan perguruan. Dari 19 peristiwa yang terjadi, semuanya diselesaikan secara internal tanpa harus berujung pada laporan pidana.</p>
<p>“Modelnya macam-macam. Ada yang diselesaikan secara kekeluargaan, ada yang membantu biaya pengobatan, ada juga yang mengganti kerusakan sebagai bentuk toleransi dan empati,” kata AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Terkait pertanyaan mengenai efek jera, Kapolres mengakui bahwa metode ini masih perlu dievaluasi. Menurutnya, sanksi hukum pun tidak selalu menjamin seseorang jera sepenuhnya.</p>
<p>“Kalau dihukum apakah selalu jera? Faktanya tidak juga. Ada residivis, ada juga yang jera tapi temannya tidak. Ini yang terus kami evaluasi,” ujarnya.</p>
<p>Namun demikian, ia menilai kebijakan ini membawa dampak positif, terutama dalam menekan keterlibatan anak-anak dalam proses hukum. Pada tahun 2024, tercatat ada 10 tersangka anak di bawah umur dalam kasus yang melibatkan perguruan pencak silat.</p>
<p>“Dengan metode ini, potensi anak berhadapan dengan hukum bisa kita minimalkan. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” tambahnya.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, kebijakan penyelesaian konflik di luar jalur hukum ini bukanlah kebijakan final. Polres Tulungagung akan terus melakukan evaluasi menyesuaikan dengan dinamika sosial yang berkembang.</p>
<p>“Mungkin kebijakan ini tepat di tahun 2025, tapi belum tentu di tahun 2026. Semua tergantung situasi sosial yang terjadi. Jadi harus terus dievaluasi dan tidak dijadikan kebijakan yang kaku,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Kriminalitas di Tulungagung Naik 10 Persen, Kapolres: Kesadaran Hukum Masyarakat Meningkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-kriminalitas-di-tulungagung-naik-10-persen-kapolres-kesadaran-hukum-masyarakat-meningkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-kriminalitas-di-tulungagung-naik-10-persen-kapolres-kesadaran-hukum-masyarakat-meningkat</guid>
<description><![CDATA[ Warga kini lebih berani dan sadar untuk melaporkan setiap peristiwa pidana yang dialaminya kepada kepolisian agar dapat diproses secara hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953cfb8dd047.webp" length="49224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 20:58:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, kriminalitas tulungagung 2025, akbp muhammad taat resdi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Polres Tulungagung mencatat adanya peningkatan jumlah kejadian tindak pidana sepanjang tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Berdasarkan data yang dipaparkan Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, pada Selasa (30/12/2025) sore, total kejadian pidana pada 2025 mencapai 423 kasus, meningkat sekitar 10 persen atau bertambah 40 kasus dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 383 kasus.</p>
<p>Meski jumlah kejadian meningkat, Kapolres menegaskan bahwa kinerja penyelesaian perkara juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, Polres Tulungagung menyelesaikan 393 perkara, sementara pada tahun 2025 jumlah perkara yang berhasil diselesaikan meningkat menjadi 441 kasus.</p>
<p>“Alhamdulillah, meskipun kejadian pidana meningkat, penyelesaian perkara juga ikut meningkat. Ini menunjukkan komitmen kami dalam memberikan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.</p>
<p>Meski jumlah kasus meningkat, namun dari sisi jumlah tersangka, justru terjadi penurunan. Pada tahun 2024 terdapat 180 orang tersangka yang terdiri dari 169 laki-laki dan 11 perempuan.</p>
<p>Sementara pada tahun 2025 jumlah tersangka menurun menjadi 149 orang, terdiri dari 137 laki-laki dan 12 perempuan. Penurunan ini mencapai 31 orang atau sekitar 17 persen.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, meningkatnya angka kriminalitas tidak serta-merta menunjukkan kondisi keamanan yang memburuk. Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut.</p>
<p>“Pertama, ini sebagai wujud transparansi kami. Polres Tulungagung tidak memanipulasi data dan tidak menghapus laporan tindak pidana. Berapa pun laporan masyarakat, kami sajikan apa adanya,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, peningkatan kasus juga dinilai sebagai dampak dari meningkatnya kesadaran hukum masyarakat. Warga kini lebih berani dan sadar untuk melaporkan setiap peristiwa pidana yang dialaminya kepada kepolisian agar dapat diproses secara hukum.</p>
<p>Berdasarkan jenis tindak pidana, beberapa kasus mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) menempati urutan teratas.</p>
<p>Pada tahun 2024 tercatat 51 laporan curat, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 64 laporan. Dari jumlah tersebut, 80 kasus berhasil diselesaikan.</p>
<p>Kasus penipuan juga menunjukkan lonjakan cukup tinggi. Tahun 2024 terdapat 48 laporan dengan 55 kasus yang diselesaikan. Pada tahun 2025, jumlah laporan meningkat menjadi 64 kasus dengan 66 kasus berhasil dituntaskan.</p>
<p>Kapolres menyoroti bahwa peningkatan penipuan ini didominasi oleh penipuan berbasis online.</p>
<p>“Penipuan online meningkat cukup pesat, sekitar 33 persen dibanding tahun 2024. Ini menjadi perhatian penting agar masyarakat lebih waspada terhadap modus-modus penipuan digital,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2024 tercatat 26 kasus dengan 42 kasus selesai, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 47 laporan dengan 76 kasus berhasil diselesaikan. Mayoritas kasus curanmor terjadi karena kelalaian pemilik kendaraan, seperti kunci yang masih tergantung di motor atau tidak mengunci setang saat parkir.</p>
<p>Selain itu, Polres Tulungagung juga menangani 44 kasus perlindungan anak sepanjang tahun 2025, dengan 31 kasus di antaranya telah diselesaikan atau sekitar 70 persen. Untuk kasus pencurian biasa, tercatat 38 kasus dengan 30 kasus berhasil diselesaikan.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat Resdi mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran hukum, terutama terkait kejahatan penipuan online dan pencurian kendaraan bermotor.</p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati, tidak lengah dalam menjaga harta benda, serta selalu melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi agar dapat segera ditangani,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Tulungagung Lantik 141 Pejabat, Sebut Nihil Mahar dan Ancam Evaluasi Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-lantik-141-pejabat-sebut-nihil-mahar-dan-ancam-evaluasi-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-lantik-141-pejabat-sebut-nihil-mahar-dan-ancam-evaluasi-total</guid>
<description><![CDATA[ Dalam struktur baru ini, sebanyak 85 aparatur mengisi jabatan administrator dan 56 lainnya menduduki posisi pengawas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953756aba9f8.webp" length="39472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, pelantikan pejabat admnistrator dan pengawas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>— Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, resmi melantik dan mengambil sumpah janji 141 pejabat administrasi serta pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. </p>
<p>Prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Selasa (30/12/2025) siang itu menjadi momentum penting bagi penyegaran birokrasi daerah.</p>
<p>Dalam struktur baru ini, sebanyak 85 aparatur mengisi jabatan administrator dan 56 lainnya menduduki posisi pengawas. </p>
<p>Pergeseran posisi ini dilakukan melalui mekanisme rotasi dan promosi yang diklaim telah disesuaikan dengan kebutuhan strategis organisasi.</p>
<p>Dalam sambutannya yang bernada tegas, Bupati Gatut Sunu menekankan bahwa jabatan bukanlah fasilitas untuk mencari kenyamanan pribadi, melainkan mandat berat untuk melayani masyarakat. </p>
<p>Ia menuntut birokrasi yang responsif dan melarang jajarannya bekerja sekadar formalitas.</p>
<p>"Tidak boleh bekerja biasa-biasa saja. Tidak boleh berprinsip 'pokoknya jalan'. Semua harus bekerja cepat, cerdas, dan lincah. Jangan menunggu masalah menjadi besar atau viral baru bertindak," tegas Gatut Sunu.</p>
<p>Isu integritas menjadi sorotan utama dalam pelantikan ini. Bupati menjamin seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi, tanpa ada praktik transaksional.</p>
<p>"Saya tegaskan 100 persen tidak ada jual beli jabatan. Tidak ada mahar. Jika ditemukan oknum yang menjanjikan jabatan dengan imbalan uang, baik pemberi maupun penerima akan dijatuhi sanksi tegas," ujarnya.</p>
<p>Gatut Sunu juga memperingatkan bahwa posisi yang baru diemban ini tidak bersifat permanen. Pihaknya akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja dan integritas para pejabat tersebut. </p>
<p>Ia memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi aparatur yang bekerja di bawah standar atau mencederai marwah pemerintahan.</p>
<p>Bupati berharap mutasi ini menjadi katalisator bagi kemajuan Tulungagung agar tidak tertinggal dari daerah lain. Sinergi antar-lini, mulai dari tingkat staf hingga pimpinan daerah, disebut sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan daerah yang kompetitif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Trenggalek Tangani 136 Kasus Pidana Sepanjang 2025, Pengungkapan Perkara Naik 28 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-tangani-136-kasus-pidana-sepanjang-2025-pengungkapan-perkara-naik-28-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-tangani-136-kasus-pidana-sepanjang-2025-pengungkapan-perkara-naik-28-persen</guid>
<description><![CDATA[ Perkara yang menonjol diantaranya kasus perusakan Mapolsek Watulimo oleh massa pesilat dan kasus pembunuhan berencana di Hotel Bukit Jaas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69527aa8532fb.webp" length="63326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 20:55:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, polres trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Selama kurun waktu Januari hingga Desember 2025, Satreskrim Polres Trenggalek menangani total 136 kasus tindak pidana, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 106 kasus.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menyampaikan, dari total 136 kasus yang ditangani pada 2025, sebanyak 115 kasus berhasil diselesaikan, sementara 21 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan. Dengan capaian tersebut, tingkat pengungkapan perkara atau crime clearance mencapai 84,6 persen.</p>
<p>“Selama tahun 2025, Satreskrim Polres Trenggalek menangani 136 kasus, dengan 115 kasus telah selesai dan 21 kasus masih proses,” ujar AKBP Ridwan Maliki, Senin (29/12/2025).</p>
<p>Dari sisi jumlah tersangka, Maliki mengungkapkan terdapat 82 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 73 laki-laki dan 9 perempuan. Sementara pada tahun 2024, jumlah tersangka tercatat lebih banyak, yakni 107 orang, dengan rincian 102 laki-laki dan 5 perempuan.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, total kasus yang ditangani Satreskrim Polres Trenggalek pada 2025 mengalami kenaikan sebanyak 30 kasus atau sekitar 28,3 persen. Sedangkan jumlah perkara yang berhasil diselesaikan meningkat sebanyak 13 kasus atau naik 12,7 persen dibandingkan tahun 2024.</p>
<p>“Peningkatan ini menunjukkan komitmen kami dalam penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas AKBP Maliki.</p>
<p>Berdasarkan rekapitulasi kejahatan konvensional sepanjang 2025, Satreskrim Polres Trenggalek menangani 112 kasus, dengan 95 kasus telah diselesaikan dan 17 perkara masih dalam proses.</p>
<p>Kasus tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa, curanmor, penganiayaan, pengeroyokan, kekerasan terhadap anak, persetubuhan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penipuan, penggelapan, perjudian, hingga tindak pidana pembunuhan.</p>
<p>Selain itu, Polres Trenggalek juga menangani 23 kasus kejahatan trans nasional, di antaranya perjudian online, pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pornografi, serta tindak pidana perdagangan orang. Dari jumlah tersebut, 19 kasus telah diselesaikan dan 4 kasus masih dalam proses.</p>
<p>Sementara untuk kejahatan terhadap kekayaan negara, terdapat satu kasus illegal logging yang turut ditangani.</p>
<p>“Secara keseluruhan, crime total pada tahun 2025 mengalami kenaikan dari 106 kasus menjadi 136 kasus. Sedangkan crime clearance meningkat dari 102 kasus di tahun 2024 menjadi 115 kasus di tahun 2025,” jelas Kapolres.</p>
<p>AKBP Ridwan Maliki juga memaparkan sejumlah kasus menonjol yang berhasil ditangani sepanjang 2025. Salah satunya adalah kasus pengerusakan Mapolsek Watulimo yang dilakukan oleh oknum perguruan pencak silat pada Januari 2025. Kasus tersebut telah diproses hingga tuntas dan para pelaku telah divonis oleh pengadilan.</p>
<p>Kasus menonjol lainnya adalah tindak pidana pembunuhan berencana yang terjadi di Hotel Bukit Jaas, Trenggalek. Perkara tersebut ditangani berdasarkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP, serta Undang-Undang Perlindungan Anak.</p>
<p>“Untuk kasus pembunuhan berencana di Hotel Bukit Jaas, proses hukum telah selesai dan pelaku sudah divonis,” ungkap Ridwan.</p>
<p>Kapolres Trenggalek menegaskan, peningkatan jumlah kasus tidak akan mengendurkan komitmen jajarannya dalam menegakkan hukum. Ia memastikan Satreskrim Polres Trenggalek akan terus meningkatkan profesionalisme dan respons cepat dalam menangani setiap laporan masyarakat.</p>
<p>“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kepastian hukum dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Trenggalek tetap kondusif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>59 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/59-orang-meninggal-akibat-kecelakaan-lalu-lintas-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/59-orang-meninggal-akibat-kecelakaan-lalu-lintas-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data Satlantas Polres Trenggalek, tercatat sebanyak 562 kejadian kecelakaan selama 2025, turun sekitar 6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 595 kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695272581c82c.webp" length="72700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 20:34:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kapolres trenggalek, akbp ridwan maliki, pelanggaran lalu lintas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Trenggalek sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Satlantas Polres Trenggalek, tercatat sebanyak 562 kejadian kecelakaan selama 2025, turun sekitar 6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 595 kejadian.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan, penurunan jumlah kecelakaan juga diikuti dengan berkurangnya korban meninggal dunia. Pada tahun 2025, korban meninggal tercatat sebanyak 59 orang, turun dari 63 orang pada tahun 2024.</p>
<p>“Secara umum jumlah kejadian laka lantas maupun korban meninggal dunia mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar AKBP Ridwan Maliki, Senin (29/12/2025).</p>
<p>Meski demikian, terdapat kenaikan pada jumlah korban luka. Korban luka berat pada tahun 2025 tercatat satu orang, sementara pada tahun 2024 tidak ada korban luka berat. Sementara itu, korban luka ringan justru mengalami peningkatan dari 789 orang pada 2024 menjadi 802 orang pada 2025 atau naik sekitar 2 persen.</p>
<p>Untuk kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas, tahun 2025 tercatat sekitar Rp113.300.100, sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp113.975.000.</p>
<p>Di sisi lain, aktivitas penindakan pelanggaran lalu lintas selama 2025 mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah tilang meningkat dari 3.600 kasus pada 2024 menjadi 5.150 kasus pada 2025 atau naik sekitar 30 persen. Sementara itu, jumlah teguran juga melonjak dari 34.251 menjadi 53.032 teguran, meningkat hampir 55 persen.</p>
<p>“Total penindakan pelanggaran lalu lintas pada tahun 2025 mencapai 58.182, naik hampir 35 persen dibandingkan tahun 2024,” jelas Ridwan.</p>
<p>Berdasarkan profesi korban dan pelanggar kecelakaan lalu lintas, kelompok wiraswasta atau wirausaha masih mendominasi meski mengalami penurunan cukup tajam dari 231 orang pada 2024 menjadi 145 orang pada 2025.</p>
<p>Sebaliknya, jumlah ibu rumah tangga yang terlibat kecelakaan meningkat dari 29 orang menjadi 37 orang. Sementara total korban dan pelanggar secara keseluruhan meningkat tipis dari 852 orang pada 2024 menjadi 862 orang pada 2025.</p>
<p>Dari sisi usia, kelompok usia 15 hingga 19 tahun masih menjadi yang terbanyak terlibat kecelakaan lalu lintas, meskipun jumlahnya sedikit menurun dari 164 orang pada 2024 menjadi 160 orang pada 2025. Kelompok usia di atas 60 tahun menempati posisi terbanyak kedua, dengan peningkatan dari 146 orang menjadi 152 orang.</p>
<p>“Data ini menunjukkan bahwa kelompok usia produktif hingga lanjut usia masih menjadi kelompok yang rentan terlibat kecelakaan,” ungkap Kapolres.</p>
<p>Dalam penindakan pelanggaran, barang bukti yang paling banyak disita adalah surat izin mengemudi (SIM), yang meningkat dari 680 lembar pada 2024 menjadi 715 lembar pada 2025. Sementara jumlah STNK dan kendaraan bermotor yang disita justru mengalami penurunan.</p>
<p>Terkait penyebab kecelakaan, faktor pengemudi masih menjadi penyumbang utama, meskipun mengalami penurunan dari 573 kasus pada 2024 menjadi 533 kasus pada 2025. Faktor alam tercatat mengalami peningkatan, sementara faktor jalan dan kendaraan tidak tercatat sebagai penyebab dominan.</p>
<p>“Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan berhati-hati saat berkendara, karena faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas,” pungkas AKBP Ridwan Maliki. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahun 2025, Tujuh Oknum Anggota Polres Trenggalek Jalani Sidang Disiplin Kasus Narkoba hingga Perselingkuhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahun-2025-tujuh-oknum-anggota-polres-trenggalek-jalani-sidang-disiplin-kasus-narkoba-hingga-perselingkuhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahun-2025-tujuh-oknum-anggota-polres-trenggalek-jalani-sidang-disiplin-kasus-narkoba-hingga-perselingkuhan</guid>
<description><![CDATA[ Hukuman yang dijatuhkan bermacam-macam, ada yang dikenakan demosi, ditempatkan di sel atau menjalani penempatan khusus (patsus), dan ada juga yang dimutasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6952694493548.webp" length="52806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 18:47:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kapolres trenggalek, akbp ridwan maliki, propam trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Sebanyak tujuh oknum anggota Polres Trenggalek harus berurusan dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) sepanjang tahun 2025. Mereka terbukti melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari pelanggaran disiplin, penyalahgunaan narkoba, hingga dugaan perselingkuhan.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengungkapkan, penindakan terhadap anggota yang melanggar dilakukan secara bertahap sepanjang tahun. Ia menegaskan, tidak ada toleransi bagi personel yang mencoreng nama institusi kepolisian.</p>
<p>“Pada tahun 2025 ini kami melakukan penindakan terhadap tujuh personel Polres Trenggalek yang melakukan pelanggaran disiplin,” ujar AKBP Ridwan Maliki, Senin (29/12/2025).</p>
<p>AKBP Ridwan Maliki merinci, pada bulan Maret 2025 pihaknya menindak dua anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin. Selanjutnya, pada bulan Juli terdapat dua anggota yang hasil tes urinnya dinyatakan positif narkoba. Pelanggaran serupa kembali ditemukan pada bulan Agustus, dengan dua anggota lainnya juga terbukti positif menggunakan narkoba.</p>
<p>“Kemudian pada bulan November, kami menindak satu anggota terkait dugaan perselingkuhan,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Maliki, seluruh anggota yang terlibat pelanggaran tersebut telah menjalani proses sidang disiplin. Sanksi yang dijatuhkan pun bervariasi, disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.</p>
<p>“Hukumannya bermacam-macam, ada yang dikenakan demosi, ada yang kami tempatkan di sel atau menjalani penempatan khusus (patsus), dan ada juga yang kami mutasikan ke tempat lain,” tegasnya.</p>
<p>Selain tujuh kasus pelanggaran disiplin tersebut, Polres Trenggalek juga melaksanakan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap satu anggota pada Mei 2025 lalu. Meski upacara digelar di Mapolres Trenggalek, keputusan PTDH tersebut merupakan hasil putusan dari Polda Jawa Timur.</p>
<p>“Untuk PTDH tahun 2025 ada satu orang, itu hasil putusan Polda Jatim. Pelaksanaannya saja dilakukan di Polres Trenggalek,” ungkap Ridwan.</p>
<p>Anggota yang diberhentikan tidak dengan hormat tersebut terbukti melakukan penyimpangan seksual berupa hubungan sesama jenis. Upacara PTDH dilaksanakan tanpa kehadiran yang bersangkutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Yatim Tiga Bersaudara di Rejotangan Tulungagung Roboh, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-yatim-tiga-bersaudara-di-rejotangan-tulungagung-roboh-polisi-pastikan-tidak-ada-korban-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-yatim-tiga-bersaudara-di-rejotangan-tulungagung-roboh-polisi-pastikan-tidak-ada-korban-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa tersebut menyisakan puing-puing bangunan dan memaksa para penghuni rumah untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694faf4af1f57.webp" length="88216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 17:14:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, rumah roboh, desa tenggur, kecamatan rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah rumah milik tiga bersaudara yatim di Dusun Giring RT 01 RW 01 Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, roboh pada Jumat (26/12/2025) siang. Peristiwa tersebut menyisakan puing-puing bangunan dan memaksa para penghuni rumah untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga.</p>
<p>Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto bersama anggota piket jaga Polsek Rejotangan Polres Tulungagung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Rumah tersebut diketahui dihuni oleh tiga bersaudara, yakni Pinan (21), Desmitha Utriza Hapsari (18), dan Agil (11), yang telah lama hidup tanpa pendampingan orang tua setelah ibunya meninggalkan rumah bertahun-tahun lalu.</p>
<p>Peristiwa robohnya rumah terjadi sekira pukul 12.00 WIB. Tidak ada hujan maupun angin rumah sederhana tersebut tiba-tiba ambruk. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Pinan dan Agil sedang melaksanakan salat Jumat di masjid, sementara Desmitha berada di kos dekat tempatnya bekerja di wilayah Ngunut. Kondisi itu membuat tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto menjelaskan, kejadian diketahui pertama kali oleh Desmitha sepulang bekerja dari sebuah warung makan di Desa Ngunut. Setibanya di rumah, ia mendapati bangunan tempat tinggalnya telah ambruk.</p>
<p>“Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Tenggur, yang selanjutnya diteruskan ke petugas jaga Polsek Rejotangan sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar AKP Kasianto, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, robohnya rumah diduga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Menurut keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, rumah tersebut merupakan bangunan hasil program bedah rumah pemerintah pada tahun 2017. Namun, sebelum kejadian, diketahui terdapat retakan pada tembok antara ruang tamu dan kamar.</p>
<p>“Bangunan juga tidak dilengkapi dengan rangka besi atau tulangan, sehingga struktur rumah kurang kuat dan mudah mengalami kerusakan,” jelas AKP Kasianto.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp30 juta. Saat ini, Pinan dan Agil terpaksa menginap di rumah tetangga terdekat, sementara Desmitha tetap tinggal di kos di sekitar tempat kerjanya.</p>
<p>Pihak Polsek Rejotangan telah melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya, pada hari Minggu (28/12/2025) besok, pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan warga setempat akan melaksanakan kerja bakti guna membersihkan puing-puing reruntuhan rumah.</p>
<p>“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu korban agar kondisi lingkungan kembali aman dan layak,” pungkas AKP Kasianto.</p>
<p>Sementara itu untuk penanganan jangka panjang masih akan dikoordinasikan dengan pihak pemerintah desa setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rencana Pembangunan Gerai KDMP di Lapangan Desa Jarakan Tulungagung Diprotes Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rencana-pembangunan-gerai-kdmp-di-lapangan-desa-jarakan-tulungagung-diprotes-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rencana-pembangunan-gerai-kdmp-di-lapangan-desa-jarakan-tulungagung-diprotes-warga</guid>
<description><![CDATA[ Dalam forum yang dihadiri kepala desa, perwakilan kecamatan, TNI, Polri, serta unsur masyarakat tersebut, disepakati bahwa rencana pembangunan gerai KMP tidak akan dilakukan di lapangan desa. Lokasi baru nantinya akan ditentukan melalui musyawarah bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e854da3b6b.webp" length="67730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 21:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, koperasi merah putih, desa jarakan, kecamatan gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Rencana Pemerintah Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, untuk membangun gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai penolakan dari warga. Penolakan tersebut dipicu oleh rencana penggunaan lahan lapangan desa yang selama ini menjadi sarana olahraga dan pusat aktivitas warga.</p>
<p>Aksi penolakan dilakukan warga pada Jumat (26/12/2025) sore dengan mendatangi Kantor Desa Jarakan.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk petisi penolakan yang ditandatangani oleh sekitar seratus orang. Warga menuntut agar lokasi pembangunan gedung koperasi dipindahkan dan tidak menggunakan lahan lapangan desa.</p>
<p>Ketua Aliansi Masyarakat Jarakan Peduli, Budi Santoso, menegaskan bahwa warga sama sekali tidak menolak keberadaan KDMP. Menurutnya, yang dipermasalahkan adalah penentuan lokasi pembangunan yang dinilai tidak melibatkan warga dan minim sosialisasi.</p>
<p>“Sebenarnya kami datang ke sini intinya bukan menolak (KDMP). Kami sangat mendukung program pemerintah. Untuk keberadaan koperasi, warga sangat mendukung. Cuma kami hanya minta tempatnya jangan di sarana olahraga,” ujar Budi.</p>
<p>Budi mengungkapkan, selama ini warga merasa buta informasi terkait rencana pembangunan tersebut. Ia menyebut tidak adanya sosialisasi dari pihak desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kepada masyarakat, sehingga warga terkejut ketika mengetahui lapangan desa akan digunakan untuk pembangunan gedung.</p>
<p>“Warga mempertanyakan, kok tahu-tahu mau dibangun di situ. Ini murni karena kurangnya sosialisasi. Jadi hanya miskomunikasi. Setelah rapat tadi, kami sudah puas dengan jawaban dari pemerintah desa,” katanya.</p>
<p>Dalam forum yang dihadiri kepala desa, perwakilan kecamatan, TNI, Polri, serta unsur masyarakat tersebut, disepakati bahwa rencana pembangunan gedung KDMP tidak akan dilakukan di lapangan desa. Lokasi baru nantinya akan ditentukan melalui musyawarah bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>Budi juga menekankan pentingnya mempertahankan lapangan desa yang tersisa. Ia menyebut lapangan tersebut memiliki nilai historis dan menjadi aset penting bagi generasi mendatang.</p>
<p>“Lapangan sepak bola ini lapangan <em>legend.</em> Sudah separuh terpakai untuk rest area, jadi yang tersisa ini harus dipertahankan. Desa tidak punya aset lain untuk membuat lapangan baru. Kami punya tanggung jawab moral untuk anak cucu kami supaya lapangan tetap ada,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Jarakan, Suad Bagiyo, membenarkan bahwa yang terjadi bukanlah penolakan terhadap pendirian koperasi, melainkan keberatan atas penentuan lokasi pembangunan. Ia menyatakan menerima aspirasi warga dan memastikan rencana pembangunan gedung KDMP di lapangan desa dibatalkan.</p>
<p>“Intinya bukan penolakan pendirian Koperasi Desa Merah Putih, hanya titik lokasi penentuannya. Dan kami menerima protes warga serta membatalkan usulan pembangunan di lapangan desa,” kata Suad.</p>
<p>Suad menjelaskan, pihak desa sebenarnya menghadapi keterbatasan lahan. Sementara itu, gedung KMP memiliki spesifikasi minimal berukuran 20 x 30 meter di luar area parkir, sehingga sulit mencari lokasi yang sesuai di wilayah desa.</p>
<p>Ia juga menyebut adanya kendala regulasi dan kehati-hatian hukum, mengingat sejumlah aset di sekitar lapangan dan rest area belum berusia lima tahun serta berpotensi menimbulkan masalah hukum jika dibongkar atau dialihfungsikan.</p>
<p>“Kami juga diingatkan kejaksaan agar berhati-hati. Jangan sampai karena program kementerian, aturan lain kita terjang. Contoh di daerah lain sudah ada yang bermasalah. Kami tidak ingin itu terjadi di Desa Jarakan,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Suad memastikan penentuan lokasi pembangunan gedung Koperasi Merah Putih akan kembali dimusyawarahkan bersama warga, BPD, tokoh masyarakat, dan pemuda desa. Ia menegaskan pemerintah desa tetap mendukung penuh program koperasi tersebut selama tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.</p>
<p>"Kami juga penuh kehati-hatian karena lahan hanya tinggal ini, tinggal lapangan dan rest area. Toh kami sudah menawarkan gedung (di rest area) itu sudah selesai 100 persen. Tinggal isinya yang enggak punya," kata Suad.</p>
<p>Menurut Suad, jika saja gerai koperasi bisa menggunakan gedung yang ada di rest area, persoalan ini bisa lebih mudah. Namun karena aturan yang mengharuskan gerai koperasi harus mendirikan bangunan baru, hal tersebut tidak bisa terlaksana.</p>
<p>"Kita gedung baru sudah ada di atas (rest area) itu tempat pertemuan bisa, disekat-sekat untuk pakai koperasi bisa, yang bawah UMKM sudah ada, rest area sudah ada ya. Kalau misalkan sana dipakai gudangnya sudah ada tinggal ngasih <em>rolling door</em>, selesai. Tapi tidak boleh karena ini sudah program nasional harus bangun baru," terangnya.</p>
<p>Setelah menerima penjelasan dan kepastian pembatalan pembangunan di lapangan desa, warga pun membubarkan diri dengan tertib. Ke depan, seluruh pihak sepakat untuk mencari solusi terbaik melalui musyawarah demi mendukung program nasional Koperasi Desa Merah Putih tanpa menghilangkan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan warga Desa Jarakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Jemaat Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek Gelar Ibadah Misa Natal, Doakan Perdamaian dan Keselamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-jemaat-gereja-utusan-pantekosta-trenggalek-gelar-ibadah-misa-natal-doakan-perdamaian-dan-keselamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-jemaat-gereja-utusan-pantekosta-trenggalek-gelar-ibadah-misa-natal-doakan-perdamaian-dan-keselamatan</guid>
<description><![CDATA[ Selain mendoakan kedamaian di lingkungan sekitar, jemaat Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek juga menyampaikan doa bagi masyarakat di wilayah lain, salah satunya adalah doa untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana banjir di Sumatera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bc0395bb47.webp" length="46204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 18:12:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, natal, gereja utusan pantekosta trenggalek, doa natal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Puluhan jemaat Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek mengikuti ibadah Misa Natal yang digelar pada Rabu (24/12/2025) sore. Ibadah berlangsung khidmat di gereja yang berada di Jalan Patimura, Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Sejak sekitar pukul 16.30 WIB, para jemaat mulai berdatangan ke gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah Natal. Jemaat tampak hadir dengan penuh sukacita untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus bersama-sama.</p>
<p>Guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar, pengamanan dilakukan oleh aparat gabungan. Sejumlah personel dari Polres Trenggalek juga disiagakan di sekitar lokasi gereja untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Pendeta Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek, Ayub Rusmanto, mengatakan bahwa perayaan Natal tahun ini diharapkan dapat menjadi berkat tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Ia menekankan pentingnya nilai damai, sukacita, dan kesejahteraan yang menjadi makna utama Natal.</p>
<p>“Harapan kami Natal tahun ini benar-benar bisa menjadi berkat bagi umat dan juga membawa damai serta sejahtera bagi lingkungan sekitar. Natal adalah momen yang penuh dengan sukacita dan penuh dengan berkat,” ujar Ayub Rusmanto.</p>
<p>Selain mendoakan kedamaian di lingkungan sekitar, jemaat Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek juga menyampaikan doa bagi masyarakat di wilayah lain yang tengah mengalami musibah. Salah satunya adalah doa untuk saudara-saudara di Sumatera.</p>
<p>“Dalam setiap doa kami, kami juga mendoakan saudara-saudara kami di Sumatera. Setiap hari kami doakan agar mereka diberikan kekuatan, keselamatan, dan penghiburan,” pungkasnya.</p>
<p>Ibadah Misa Natal di Gereja Utusan Pantekosta Trenggalek berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi dalam perayaan Natal 2025 di Kabupaten Trenggalek.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Trenggalek Pimpin Patroli Skala Besar Pengamanan Malam Natal 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-trenggalek-pimpin-patroli-skala-besar-pengamanan-malam-natal-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-trenggalek-pimpin-patroli-skala-besar-pengamanan-malam-natal-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran aparat kepolisian di setiap gereja dan titik-titik strategis diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bbabf4fe64.webp" length="74958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 17:13:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pengamanan malam natal, kapolres trenggalek, akbp ridwan maliki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Kepolisian Resor Trenggalek menggelar patroli skala besar untuk mengamankan perayaan Malam Natal 2025 di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pengamanan dimulai sejak Rabu (24/12/2025) sore, diawali dengan apel kesiapan pasukan yang dipusatkan di Mapolres Trenggalek.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan aparat dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal. Apel pengamanan ini melibatkan personel gabungan lintas instansi.</p>
<p>“Sore hari ini kami melaksanakan apel pelayanan terkait dengan pengamanan Natal 2025. Apel diikuti oleh personel Polres Trenggalek, Polisi Militer, Kodim, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP,” ujar AKBP Ridwan Maliki.</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, terdapat sekitar 29 gereja di Kabupaten Trenggalek yang menggelar Misa Natal dengan jumlah jemaah yang bervariasi. Jumlah jemaah di tiap gereja berkisar antara puluhan hingga ratusan orang, sehingga membutuhkan pola pengamanan yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing lokasi.</p>
<p>“Jumlah gereja yang melaksanakan Misa Natal kurang lebih ada 29 gereja, dengan jemaah yang berbeda-beda, mulai dari sekitar 50 orang hingga 400 orang. Seluruh lokasi tersebut sudah kami petakan dan kami siapkan personel pengamanan,” jelasnya.</p>
<p>Untuk memastikan keamanan maksimal, patroli pengamanan Malam Natal dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek. Salah satu sasaran patroli pada Rabu sore adalah Gereja Kristen Utusan Pantekosta, yang berada di jalan Patimura.</p>
<p>Misa natal digereja tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 50 jemaah. Selain itu, rombongan juga mengecek ke sejumlah gereja lain seperti Gereja Santa Maria di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Surodakan, dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Robert Wolter Monginsidi, Surodakan.</p>
<p>“Sore ini patroli akan saya pimpin langsung, salah satunya ke Gereja Kristen Pantekosta. Pengamanan di gereja-gereja tersebut telah diawali dengan sterilisasi oleh personel Samapta,” kata Ridwan.</p>
<p>Kapolres menambahkan, selain pengamanan di rumah ibadah, personel lain juga ditugaskan untuk melakukan pengecekan kesiapan anggota di lapangan. Kehadiran aparat kepolisian di setiap gereja dan titik-titik strategis diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025.</p>
<p>“Ini adalah bentuk kesiapan kami dan kehadiran negara melalui Polri untuk memastikan pelaksanaan Natal 2025 di Kabupaten Trenggalek dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Natal 2025, Delapan Narapidana Lapas Tulungagung Diusulkan Terima Remisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/natal-2025-delapan-narapidana-lapas-tulungagung-diusulkan-terima-remisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/natal-2025-delapan-narapidana-lapas-tulungagung-diusulkan-terima-remisi</guid>
<description><![CDATA[ Adapun parameter utama pemberian remisi adalah bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan sikap signifikan selama masa pidana, telah menjalani hukuman minimal enam bulan, dan mengikuti program pembinaan kepribadian dan kemandirian secara konsisten. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694ba0a942b52.webp" length="32432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 15:19:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, remisi natal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Momentum Hari Raya Natal 2025 menjadi secercah harapan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung. </p>
<p>Pihak lapas secara resmi mengusulkan pengurangan masa pidana atau Remisi Khusus (RK) bagi delapan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dinilai telah memenuhi kriteria substantif dan administratif.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma'ruf Hadi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa dari total 621 penghuni lapas saat ini, terdapat 14 WBP pemeluk agama Nasrani. </p>
<p>Namun, hasil verifikasi menunjukkan tidak seluruhnya memenuhi syarat legalitas untuk mendapatkan remisi.</p>
<p>"Kami telah mengusulkan delapan WBP Nasrani untuk mendapatkan Remisi Khusus Natal 2025. Seluruhnya telah melewati proses seleksi ketat sesuai regulasi yang berlaku," ujar Ma'ruf pada Rabu (24/12/2024).</p>
<p>Ma'ruf merinci kendala bagi enam WBP lainnya yang belum masuk dalam daftar usulan. </p>
<p>Dua orang masih terkendala kelengkapan berkas administrasi, sementara empat lainnya belum dapat diusulkan karena masih berstatus tahanan dan belum memiliki kekuatan hukum tetap (<em>inkracht</em>).</p>
<p>Adapun parameter utama pemberian remisi adalah bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan sikap signifikan selama masa pidana, telah menjalani hukuman minimal enam bulan, dan mengikuti program pembinaan kepribadian dan kemandirian secara konsisten.</p>
<p>Dari delapan narapidana yang diusulkan, lima di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika, sedangkan tiga lainnya berasal dari tindak pidana umum. </p>
<p>Ma'ruf menegaskan bahwa remisi yang diusulkan kali ini bersifat pengurangan masa tahanan selama 15 hari.</p>
<p>"Seluruh usulan bersifat remisi parsial, artinya tidak ada warga binaan yang langsung bebas (RK II) pada Natal tahun ini. Surat Keputusan (SK) kami targetkan diterima malam ini untuk diserahkan secara simbolis esok hari," imbuhnya.</p>
<p>Selain hak remisi, Lapas Tulungagung juga memfasilitasi kegiatan peribadatan dengan menggandeng Persatuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah Tulungagung. </p>
<p>Rangkaian ibadah dimulai dengan doa bersama pada malam Natal yang turut menghadirkan pihak keluarga. Hingga saat ini, tujuh keluarga dipastikan hadir untuk mengikuti prosesi tersebut.</p>
<p>Puncak peringatan akan dilaksanakan pada 25 Desember 2025 melalui ibadah Natal serentak serta pembacaan sambutan resmi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. </p>
<p>Meski terdapat perayaan khusus, pihak Lapas memastikan layanan kunjungan bagi keluarga WBP lainnya tetap beroperasi normal sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BNN Tulungagung Perkuat Strategi P4GN Hadapi Ancaman Narkoba yang Kian Kompleks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bnn-tulungagung-perkuat-strategi-p4gn-hadapi-ancaman-narkoba-yang-kian-kompleks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bnn-tulungagung-perkuat-strategi-p4gn-hadapi-ancaman-narkoba-yang-kian-kompleks</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini sejalan dengan Asta Cita butir ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai isu strategis nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a4dc005907.webp" length="40056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 16:40:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, bnn, bnnk tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Dinamika peredaran gelap narkoba yang semakin adaptif dan terorganisasi di tingkat global memicu Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung untuk memperketat strategi penanganan. </p>
<p>Mengacu pada mandat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN Tulungagung kini mengedepankan pendekatan komprehensif yang menyasar dimensi sosial, ekonomi, hingga keamanan nasional.</p>
<p>Plt. Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, AKBP Damar Bastiar Amarapit, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. </p>
<p>Hal ini sejalan dengan Asta Cita butir ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai isu strategis nasional.</p>
<p>"Kami mengimplementasikan gerakan <em>War on Drugs for Humanity.</em> Perang ini bukan sekadar penindakan hukum, melainkan upaya melindungi nilai kemanusiaan melalui tiga pilar utama yakni pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan," ujar AKBP Damar, Rabu (23/12/2025).</p>
<p>Di sektor pencegahan, BNN Tulungagung sukses mengintervensi Desa Rejoagung sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba). </p>
<p>Sepanjang tahun 2025, instansi ini telah membentuk 74 relawan dan 60 penggiat P4GN guna memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan pendidikan.</p>
<p>Edukasi publik juga dilakukan secara masif melalui berbagai kanal digital dan konvensional. </p>
<p>"Diseminasi informasi kami telah menjangkau jutaan penayangan di media sosial dan podcast. Edukasi adalah benteng pertama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di lapisan akar rumput," tambahnya.</p>
<p>Pada pilar pemberantasan, BNN Tulungagung mencatatkan prestasi melalui inovasi program PADI LAPAS (Pengawasan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan). </p>
<p>Program kolaboratif ini diklaim efektif menekan angka penyelundupan narkoba ke dalam lapas hingga mencapai 90,5 persen.</p>
<p>Selain itu, melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT), BNN telah menangani 27 klien dengan rekomendasi proses hukum dan rehabilitasi yang tepat sasaran. </p>
<p>Deteksi dini berupa razia gabungan di tempat hiburan malam serta tes urine berkala bagi pengemudi transportasi publik tetap menjadi agenda rutin untuk menjamin keamanan wilayah.</p>
<p>Aspek rehabilitasi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, layanan rehabilitasi rawat jalan telah diberikan kepada 43 klien dengan tingkat kualitas hidup mencapai 88 persen berdasarkan standar WHO <em>Quality of Life</em>. Angka ini tercatat melampaui target nasional.</p>
<p>Keberhasilan ini didukung oleh penguatan kolaborasi lintas sektor melalui 13 perjanjian kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi. </p>
<p>Dari sisi akuntabilitas, BNN Tulungagung menunjukkan performa anggaran yang impresif dengan capaian output 99,99 persen dan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna (100).</p>
<p>Menutup tahun 2025, BNN Tulungagung telah membentuk Forum Komunikasi P4GN dan meluncurkan program GADIS BERSINAR. Program ini dirancang untuk mempercepat pembentukan Desa Bersinar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>"Visi kami adalah menciptakan Tulungagung yang bersih dari narkoba melalui inovasi yang berkelanjutan. Kami akan terus memastikan negara hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman barang haram tersebut," tutup AKBP Damar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Trenggalek Bedah Buku Reset Indonesia, di Madiun Malah Dibubarkan Aparat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-trenggalek-bedah-buku-reset-indonesia-di-madiun-malah-dibubarkan-aparat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-trenggalek-bedah-buku-reset-indonesia-di-madiun-malah-dibubarkan-aparat</guid>
<description><![CDATA[ Nur Arifin secara tajam menyentil mentalitas zona nyaman birokrasi yang kerap terjebak rutinitas administratif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694965c359a81.webp" length="97072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, bupati trenggalek, mas ipin, bedah buku, reset indonesia, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Kontras tajam mewarnai perlakuan terhadap literasi kritis di Jawa Timur. </p>
<p>Saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menjadikan buku Reset Indonesia 1 sebagai instrumen otokritik birokrasi, aparat di Kabupaten Madiun justru melakukan tindakan represif dengan membubarkan diskusi buku yang sama.</p>
<p>Di Trenggalek, Senin (22/12/2025), Bupati Mochamad Nur Arifin mengambil langkah provokatif secara intelektual dengan mengumpulkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Amphiteater Hutan Kota. </p>
<p>Langkah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membedah persoalan struktural bangsa yang diriset selama 15 tahun oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu.</p>
<p>Nur Arifin secara tajam menyentil mentalitas zona nyaman birokrasi yang kerap terjebak rutinitas administratif. </p>
<p>Di tengah kondisi fiskal Trenggalek yang termasuk terendah di Jawa Timur, ia menuntut ASN untuk melakukan muhasabah kebijakan.</p>
<p>"Kita harus memiliki kapasitas fiskal yang kuat, tetapi performanya harus <em>environmental</em>. Pembangunan tidak boleh mengorbankan keadilan sosial demi angka pertumbuhan semata," tegas bupati yang karib disapa Mas Ipin itu.</p>
<p>Ia bahkan melontarkan sindiran keras melalui pepatah <em>Kere nanging ora sepele </em>sebuah manifestasi agar keterbatasan anggaran tidak menjadi pemakluman atas minimnya inovasi. </p>
<p>Namun, Nur Arifin tetap menunjukkan sikap pragmatis yang kritis, ia menolak gagasan idealis buku tersebut mengenai akses air gratis secara total, dengan dalih kemandirian finansial melalui subsidi silang industri AMDK demi keberlanjutan layanan publik.</p>
<p>Berbanding terbalik dengan keterbukaan di Trenggalek, diskusi buku yang sama di Desa Wisata Gunungsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12/2025) malam, justru berujung pembungkaman. </p>
<p>Acara yang sedianya menjadi ruang dialektika di Pasar Pundensari dibubarkan paksa oleh koalisi aparat pemerintah desa, pihak pemerinrah kecamatan, babinsa, hingga polsek dengan dalih administratif perizinan.</p>
<p>Padahal, panitia mengklaim telah melayangkan surat pemberitahuan resmi. Pembubaran ini menjadi noda hitam dalam diskusi yang telah berjalan mulus di 45 titik di Indonesia, termasuk di lingkungan kampus dan pendopo wakil rakyat.</p>
<p>Dandhy Dwi Laksono, salah satu penulis, menyebut insiden Madiun sebagai pengesahan atas tesis buku mereka. </p>
<p>"Di tempat ini menjadi pembuktian bahwa memang kita perlu mereset Indonesia. Persis seperti malam inilah situasi (<em>represif</em>) yang kita hadapi," ujar Dandhy menanggapi tindakan aparat yang alergi terhadap diskusi literatur.</p>
<p>Dua peristiwa yang bertolak belakang ini menunjukkan disparitas pemahaman otoritas terhadap fungsi kritik. </p>
<p>Di satu sisi, Trenggalek mencoba mengintegrasikan narasi kritis ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang lebih progresif-ekologis. Di sisi lain, pembubaran di Madiun mengonfirmasi kekhawatiran yang dituangkan dalam Reset Indonesia mengenai menyempitnya ruang sipil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arus Lalu Lintas Nataru di Tulungagung Diprediksi Naik 10&amp;20 Persen, Polisi Siapkan Rekayasa Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arus-lalu-lintas-nataru-di-tulungagung-diprediksi-naik-10-20-persen-polisi-siapkan-rekayasa-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arus-lalu-lintas-nataru-di-tulungagung-diprediksi-naik-10-20-persen-polisi-siapkan-rekayasa-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan peningkatan arus lalu lintas diprediksi terjadi pada 24-26 Desember serta 30-31 Desember 2025. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 2, 3, dan 4 Januari 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6949588de5316.webp" length="87820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 23:52:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, nataru, jls, kasatlantas polres tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung memprediksi adanya peningkatan arus kendaraan selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan terjadi pada sejumlah tanggal tertentu, terutama menjelang dan sesudah pergantian tahun.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan, peningkatan arus lalu lintas diprediksi terjadi pada 24-26 Desember serta 30-31 Desember 2025. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 2, 3, dan 4 Januari 2026.</p>
<p>“Untuk peningkatannya diperkirakan sekitar 10 sampai 20 persen dibandingkan hari normal. Puncaknya kemungkinan di tanggal 24 sampai 26 dan 30 sampai 31, sedangkan arus balik di tanggal 2, 3, dan 4,” ujar AKP Taufik, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Ia menyebut, sejumlah titik rawan kepadatan masih menjadi perhatian utama petugas, salah satunya Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalur tersebut kerap dipadati kendaraan wisatawan yang menuju kawasan pantai.</p>
<p>“Daerah rawan tetap di JLS, karena destinasi wisata seperti Pantai Prigi sekarang semakin ramai dan jadi tujuan favorit masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polres Tulungagung telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas, khususnya pada malam pergantian tahun. Rekayasa akan difokuskan di pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan.</p>
<p>“Rekayasa lalu lintas akan kita laksanakan saat malam Tahun Baru. Di alun-alun dan GOR kemungkinan ada kegiatan, sehingga alun-alun akan kita tutup total,” terangnya.</p>
<p>Penutupan tersebut akan diiringi dengan pengalihan arus dari seluruh arah. Kendaraan yang menuju kawasan alun-alun akan dialihkan baik dari arah barat, timur, utara, maupun selatan.</p>
<p>Selain itu, AKP Taufik juga menegaskan bahwa ruas JLS Brumbun-Sine saat ini belum dapat difungsikan secara penuh. Pasalnya, jalur tersebut masih dalam tahap pengerjaan.</p>
<p>“Untuk JLS yang Brumbun-Sine itu masih tahap pengaspalan, belum nyambung dan belum dibuka. Informasinya sampai akhir tahun ini masih pengerjaan,” katanya.</p>
<p>Ia memperkirakan jalur tersebut baru bisa difungsikan pada momentum Lebaran mendatang apabila pengerjaan rampung.</p>
<p>Terkait kemungkinan penerapan sistem satu arah (one way) di JLS Tulungagung-Trenggalek, AKP Taufik menegaskan kebijakan tersebut bersifat situasional.</p>
<p>“Kalau memang terjadi kepadatan seperti tahun lalu, maka bisa kita terapkan one way. Tapi kalau tidak ada kepadatan, tentu tidak kita berlakukan. Semua situasional,” pungkasnya.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengatur waktu perjalanan agar terhindar dari kepadatan selama libur Nataru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Ibu, DPC PDI Perjuangan Tulungagung Ziarah ke Makam Mbok Sarinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-ibu-dpc-pdi-perjuangan-tulungagung-ziarah-ke-makam-mbok-sarinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-ibu-dpc-pdi-perjuangan-tulungagung-ziarah-ke-makam-mbok-sarinah</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan pemilihan makam Mbok Sarinah bukan tanpa alasan. Menurutnya, Mbok Sarinah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694953fc4d1fc.webp" length="86288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 23:05:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dpc pdip tulungagung, erma susanti, sarinah, bung karno, kelurahan kepatihan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dalam rangka memperingati Hari Ibu, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar ziarah ke makam Mbok Sarinah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, Senin (22/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan perempuan yang diwariskan sejak masa awal pergerakan bangsa.</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan, pemilihan makam Mbok Sarinah bukan tanpa alasan. Menurutnya, Mbok Sarinah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.</p>
<p>“Bung Karno itu guru spiritualitas dan guru kemanusiaannya adalah Mbok Sarinah. Dari beliau inilah Bung Karno sejak kecil diajarkan tentang kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat kecil,” ujar Erma Susanti.</p>
<p>Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut tertanam kuat dalam diri Bung Karno dan menjadi landasan pemikirannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, bahkan hingga gagasan besar tentang kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>“Bung Karno berpikir besar, bukan hanya tentang Indonesia, tapi juga tentang dunia yang bebas dari penjajahan dan perbudakan. Dan itu pertama kali beliau dapatkan dari Mbok Sarinah,” jelasnya.</p>
<p>Erma menambahkan, pemikiran Bung Karno tentang perempuan juga banyak dituangkan dalam buku Sarinah. Dalam buku tersebut, Bung Karno menegaskan bahwa perempuan harus berdaya dan terlibat aktif dalam perjuangan bangsa.</p>
<p>“Bung Karno mengibaratkan negara seperti burung dengan dua sayap, laki-laki dan perempuan. Kalau salah satu sayapnya lemah, maka burung itu tidak akan bisa terbang. Maka dua-duanya harus berdaya,” katanya.</p>
<p>Menurut Erma, semangat itulah yang ingin dihidupkan kembali dalam peringatan Hari Ibu, agar tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.</p>
<p>“Peringatan Hari Ibu ini bukan hanya soal resepsi, berkebaya, atau ucapan selamat. Tapi bagaimana kita merefleksikan kondisi perempuan hari ini dan apa yang harus kita perjuangkan agar perempuan semakin berdaya dan berperan memajukan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa Hari Ibu ditetapkan oleh Bung Karno pada 22 Desember untuk mengenang Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres tersebut membahas isu-isu krusial seperti pendidikan, kesehatan perempuan, hingga peran perempuan dalam perjuangan nasional.</p>
<p>“Perempuan sejak dulu sudah berjuang, berkongres, dan membahas isu-isu penting. Jadi perempuan tidak kalah dengan pemuda dalam sejarah pergerakan bangsa,” tambah Erma.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, Erma menilai tantangan perempuan, khususnya di bidang politik, masih cukup besar. Meski keterwakilan perempuan sudah meningkat, jumlahnya dinilai masih belum ideal.</p>
<p>“Saat ini keterwakilan perempuan secara nasional masih sekitar 20 persen, padahal amanat undang-undang adalah 30 persen. Angka 30 persen itu penting sebagai afirmasi agar perempuan benar-benar terwakili dan memiliki ruang yang adil,” ujarnya.</p>
<p>Erma menegaskan, partai politik memiliki kewajiban untuk melakukan pendidikan politik dan pemberdayaan perempuan agar mampu berkompetisi dalam kontestasi politik, baik di legislatif maupun eksekutif.</p>
<p>“Kalau sudah mencapai 30 persen, budaya politik akan lebih adil dan perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. Itu tujuan dari kebijakan afirmasi,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Erma yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung juga menyampaikan harapannya agar ziarah ini menjadi penyemangat bagi kepengurusan baru.</p>
<p>“Saya ke sini juga untuk menyerap energi Mbok Sarinah, agar menjadi penyemangat memajukan PDI Perjuangan tetap berada di jalur rakyat, konsisten memperjuangkan wong cilik, dan semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Ia berharap, dengan melibatkan generasi muda dan meningkatkan peran perempuan, PDI Perjuangan mampu menjawab tantangan bonus demografi serta turut menyiapkan generasi yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>714 Atlet Panahan Jatim Berlaga di Piala Gubernur Jatim III Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/714-atlet-panahan-jatim-berlaga-di-piala-gubernur-jatim-iii-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/714-atlet-panahan-jatim-berlaga-di-piala-gubernur-jatim-iii-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Tujuan utama kejuaraan ini adalah untuk mencari bibit-bibit atlet panahan dari daerah, yang nantinya bisa dibina ke tingkat Jawa Timur bahkan nasional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69494a809031f.webp" length="65118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 22:21:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, panahan piala gubernur jawa timur, stadion rejoagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ratusan atlet panahan dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Panahan Piala Gubernur Jawa Timur ke-3 yang digelar di Stadion Rejoagung, Kabupaten Tulungagung. Kejuaraan bergengsi tingkat provinsi ini diikuti sebanyak 714 atlet putra dan putri, serta berlangsung selama hampir satu pekan.</p>
<p>Kejuaraan Panahan Piala Gubernur Jawa Timur III digelar mulai 16 hingga 26 Desember 2025. Ajang ini mempertandingkan delapan divisi, mulai dari kategori pemula hingga umum.</p>
<p>Adapun divisi yang dilombakan antara lain Paralon SD, Paralon SMP dan Umum, Barebow 20 meter dan 50 meter, Nasional U-10 dan U-13, Nasional U-15 dan U-18, Recurve U-13 dan Compound U-13, Recurve U-15 dan Compound U-15, serta Recurve Umum dan Compound Umum.</p>
<p>Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Panahan Piala Gubernur Jatim III, Budi Purnomo, mengatakan, kejuaraan ini menjadi wadah penting untuk menjaring bibit-bibit atlet panahan potensial dari berbagai daerah di Jawa Timur.</p>
<p>“Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Timur ini yang ketiga. Ada delapan divisi yang dilombakan, termasuk Paralon yang menggunakan pipa paralon untuk pemula, kemudian Barebow, Nasional, Recurve, dan Compound, semuanya disesuaikan dengan kelompok umur mulai U-10 hingga umum,” ujar Budi Purnomo, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Ia menyebutkan, jumlah peserta pada gelaran tahun ini cukup besar dan menunjukkan antusiasme tinggi dari daerah-daerah di Jawa Timur.</p>
<p>“Peserta kejuaraan Piala Gubernur Jatim ke 3 ini kurang lebih 714 atlet. Tujuan utama kejuaraan ini adalah untuk mencari bibit-bibit atlet panahan dari daerah, yang nantinya bisa dibina ke tingkat Jawa Timur bahkan nasional,” jelasnya.</p>
<p>Selain sebagai ajang pencarian atlet potensial, kejuaraan ini juga menjadi sarana persiapan menghadapi event olahraga besar mendatang.</p>
<p>“Kejuaraan ini juga menjadi ajang pemanasan bagi atlet-atlet Jawa Timur untuk menghadapi POPDA 2026 dan PORPROV 2027,” tambah Budi.</p>
<p>Budi Purnomo juga menyinggung prestasi membanggakan atlet panahan Jawa Timur di tingkat internasional, khususnya pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.</p>
<p>“Alhamdulillah di SEA Games kemarin, tim panahan Indonesia meraih enam emas dan dua perunggu. Dari jumlah itu, atlet Jawa Timur berkontribusi lima emas dan satu perunggu,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap melalui kejuaraan ini, para atlet muda bisa termotivasi mengikuti jejak senior mereka hingga ke jenjang pembinaan lebih tinggi.</p>
<p>“Harapannya, dari adik-adik mulai U-10 sampai umum ini nantinya bisa masuk Puslatda, dan syukur-syukur bisa tembus Pelatnas,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu atlet panahan asal Tulungagung, Muhammad Airlangga, yang turun di divisi Nasional U-13, mengaku telah melakukan persiapan matang sebelum mengikuti kejuaraan ini. Bersama timnya, ia menargetkan prestasi terbaik untuk kontingen Tulungagung.</p>
<p>“Saya ikut kategori Standar Nasional U-13. Persiapannya sekitar dua bulan,” ujar Airlangga.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan pengalaman prestasi yang pernah diraihnya sebelumnya di cabang olahraga panahan.</p>
<p>“Kalau prestasi, pernah juara satu beregu, kalau individu baru sekali dapat juara dua,” katanya.</p>
<p>Airlangga menyadari persaingan di Piala Gubernur Jatim III cukup ketat, terutama dengan hadirnya atlet-atlet kuat dari daerah lain seperti Surabaya. Meski demikian, ia tetap optimistis mampu memberikan hasil terbaik.</p>
<p>Kejuaraan Panahan Piala Gubernur Jawa Timur III ini sekaligus menegaskan komitmen Pengprov Perpani Jawa Timur dalam pembinaan atlet junior secara berkelanjutan.</p>
<p>Hasilnya pun terbukti, dengan atlet panahan Jawa Timur menjadi penyumbang mayoritas medali bagi Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand, yakni lima medali emas dan satu perunggu dari total enam emas dan dua perunggu yang diraih tim nasional panahan Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Rosok di Karangrejo Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-rosok-di-karangrejo-tulungagung-terbakar-kerugian-capai-rp100-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-rosok-di-karangrejo-tulungagung-terbakar-kerugian-capai-rp100-juta</guid>
<description><![CDATA[ Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan, termasuk material plastik, aluminium, serta atap bangunan gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947a467cf167.webp" length="93568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 15:04:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, desa bungur, kecamatan karangrejo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Sebuah gudang rosok milik warga di Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, dilalap si jago merah pada Minggu (21/12/2025) pagi. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>Gudang rosok yang terbakar diketahui milik Agus Hariyanto, warga Dusun Ngledok, RT 01 RW 01, Desa Bungur. Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 07.12 WIB dan dengan cepat membesar karena di dalam gudang tersimpan material mudah terbakar.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 07.30 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, petugas berangkat pukul 07.34 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.41 WIB. Api diketahui berasal dari bagian belakang pintu utama gudang, kemudian menyebar dan menguasai satu ruangan,” jelas Iwan.</p>
<p>Untuk memadamkan api, Damkar Tulungagung mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran beserta dua unit suplai air. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat banyaknya material rosok seperti barang-barang berbahan plastik dan aluminium yang mudah terbakar.</p>
<p>“Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 08.43 WIB. Skala kebakaran kami kategorikan sedang. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini,” imbuhnya.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan, termasuk material plastik, aluminium, serta atap bangunan gudang. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian ini, Damkar Tulungagung melibatkan sejumlah personel, mulai dari Kasi Operasi dan Pemadaman, Kasi Penyelamatan, analis kebakaran, koordinator lapangan, tim Baruna 2, hingga dukungan dari Polsek Karangrejo.</p>
<p>Iwan Supriyono mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lokasi penyimpanan barang-barang mudah terbakar. </p>
<p>“Kami mengingatkan warga untuk memastikan kondisi instalasi listrik dan penyimpanan bahan-bahan rawan api agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UMK Tulungagung 2026 Resmi Naik 5,93 Persen, Disepakati Usai Perdebatan Panjang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/umk-tulungagung-2026-resmi-naik-593-persen-disepakati-usai-perdebatan-panjang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/umk-tulungagung-2026-resmi-naik-593-persen-disepakati-usai-perdebatan-panjang</guid>
<description><![CDATA[ Kesepakatan tersebut juga telah disahkan dalam forum resmi Dewan Pengupahan bersama Pemkab Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69469e8a9fdb6.webp" length="27834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 21:45:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, umk tulungagung 2026, dewan pengupahan, apindo tulungagung, disnakertrans tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dewan Pengupahan akhirnya menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tulungagung tahun 2026.</p>
<p>Dalam keputusan yang diambil melalui rapat bersama pada Jumat (19/12/2025), UMK Tulungagung dipastikan mengalami kenaikan sebesar 5,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Keputusan tersebut dihasilkan setelah melalui pembahasan cukup alot antara Pemkab Tulungagung dan unsur Dewan Pengupahan. Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia DPK APINDO Tulungagung, Willy Tjaksono, menyebut perdebatan terjadi lantaran adanya perbedaan pandangan terkait penentuan nilai alfa dalam formula penyesuaian upah.</p>
<p>“Dalam rapat tadi memang sempat terjadi perbedaan pendapat. Ada yang mengusulkan nilai alfa 0,5, sementara dari SPSI menginginkan nilai tertinggi yaitu 0,9. Namun mayoritas anggota Dewan Pengupahan sepakat di angka 0,7,” kata Willy Tjaksono.</p>
<p>Menurut Willy, setelah melalui diskusi lanjutan, seluruh pihak akhirnya sepakat untuk memilih nilai alfa 0,7 sebagai jalan tengah. Nilai tersebut dinilai paling realistis dan sejalan dengan kebijakan yang diambil oleh sebagian besar daerah lain di Jawa Timur.</p>
<p>Dengan penetapan nilai alfa tersebut, kenaikan UMK Tulungagung tahun 2026 ditetapkan sebesar 5,93 persen atau setara dengan kenaikan nominal lebih dari Rp146 ribu. Kesepakatan tersebut juga telah disahkan dalam forum resmi Dewan Pengupahan bersama Pemkab Tulungagung.</p>
<p>“Keputusan sudah disahkan dan disepakati bersama. Dengan nilai alfa 0,7, kenaikan UMK mencapai 5,93 persen atau naik sekitar Rp146.518,44,” jelasnya.</p>
<p>Willy merinci, besaran UMK Tulungagung tahun 2026 secara hitungan mencapai Rp2.617.318,44. Namun untuk memudahkan penerapan di lapangan, angka tersebut dibulatkan menjadi Rp2.617.500.</p>
<p>Perhitungan tersebut berasal dari angka inflasi sebesar 2,53 persen ditambah hasil perkalian pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 4,86 persen dengan nilai alfa 0,7.</p>
<p>Ia menambahkan, APINDO Tulungagung dalam pembahasan tersebut mengambil posisi netral dan menilai hasil kesepakatan ini sebagai keputusan yang paling aman. Kenaikan UMK dinilai telah mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha di Tulungagung.</p>
<p>“Daerah lain seperti Kota Blitar dan Kabupaten Ngawi juga menetapkan nilai alfa 0,7. Dengan kondisi ekonomi Tulungagung, kenaikan 5,93 persen ini dinilai cukup aman untuk menjaga stabilitas sektor usaha tanpa mengabaikan kepentingan pekerja,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyelidikan Truk Tangki BBM Terguling di Besuki Tulungagung, Polisi Temukan Tiga Perusahaan Fiktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyelidikan-truk-tangki-bbm-terguling-di-besuki-tulungagung-polisi-temukan-tiga-perusahaan-fiktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyelidikan-truk-tangki-bbm-terguling-di-besuki-tulungagung-polisi-temukan-tiga-perusahaan-fiktif</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan kasus ini sekarang berada dalam asistensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69469b83956f8.webp" length="89654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 21:14:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk angkut bbm terguling, penyelidikan kasus truk bbm terguling, kasatreskrim polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kepolisian Resor Tulungagung terus mendalami kasus truk tangki pengangkut BBM jenis solar yang terguling di Jalan Raya Besuki pada akhir November lalu. Dalam perkembangan terbaru, penyidik Satreskrim Polres Tulungagung menemukan fakta adanya tiga perusahaan yang diduga fiktif dan berperan sebagai penyedia BBM dalam kasus tersebut.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengatakan, hingga saat ini penyidik telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk pemanggilan saksi dan penelusuran keberadaan perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam dokumen pengiriman BBM. Namun, sejumlah pihak yang dipanggil belum memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>“Penyidik sudah melakukan dua kali pemanggilan, kemudian anggota opsnal juga sudah mendatangi alamat sesuai company profile yang awalnya diberikan oleh PT KSE. Dari hasil pengecekan, ada tiga PT lain yang sudah kami datangi dan ternyata alamatnya fiktif,” ujar AKP Ryo Pradana, Sabtu (20/12/2025)</p>
<p>Tiga perusahaan yang diduga fiktif tersebut masing-masing adalah PT LBB, PT Ganani, dan PT Tiga Jaya yang tercatat beralamat di wilayah Surabaya dan Gresik. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, alamat perusahaan tersebut hanya berupa ruko kosong maupun tanah kosong.</p>
<p>“Di lokasi alamat perusahaan itu hanya ditemukan ruko kosong dan ada juga tanah kosong. Semua sudah kami buatkan laporan hasil penyelidikan,” jelasnya.</p>
<p>AKP Ryo menerangkan, dalam rangkaian distribusi BBM tersebut, PT KSE mengakui melakukan pemesanan melalui seorang perantara berinisial H. Selanjutnya, pemesanan tersebut disubkan kembali ke perusahaan-perusahaan penyedia yang belakangan diketahui diduga fiktif.</p>
<p>“Alurnya, dari KSE memesan ke H sebagai perantara, kemudian oleh H disubkan ke LBB, Ganani, dan Tiga Jaya Surabaya. H ini perannya sebagai perantara atau semacam marketing,” ungkap AKP Ryo.</p>
<p>Namun hingga kini, perantara berinisial H juga belum memenuhi panggilan penyidik. Polisi masih berupaya melacak keberadaan yang bersangkutan.</p>
<p>“H sudah kami panggil dua kali, tapi belum hadir. Yang bersangkutan masih dalam pencarian dan berdasarkan KTP bukan warga Tulungagung,” tambahnya.</p>
<p>Selain menelusuri pihak-pihak yang terlibat, penyidik juga telah mengirimkan sampel BBM ke sejumlah laboratorium untuk memastikan jenis BBM tersebut solar bersubsidi atau non subsidi. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium Migas, Pertamina, hingga ITS. Hasil pemeriksaan laboratorium saat ini masih ditunggu oleh penyidik.</p>
<p>“Sampel sudah kami kirim ke laboratorium Migas, kemudian ke Pertamina, dan juga ke ITS. Saat ini tinggal menunggu hasil atau balasan draft dari masing-masing laboratorium,” terang AKP Ryo.</p>
<p>AKP Ryo menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan, serta berada dalam asistensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.</p>
<p>“Kasus ini juga dalam asistensi Krimsus Polda Jatim. Kami pastikan penyidikan dilakukan secara transparan, objektif, dan profesional,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi memastikan bahwa penanganan perkara truk tangki BBM terguling tersebut terus berada dalam pengawasan Polda Jawa Timur. Setiap perkembangan penyidikan secara berkala dilaporkan ke tingkat atas.</p>
<p>“Perkara ini kami sampaikan bahwa Satreskrim bekerja di bawah asistensi Ditreskrimsus Polda Jatim. Setiap perkembangannya selalu dilaporkan dan terus dalam pengawasan serta monitoring Polda,” kata AKBP Taat.</p>
<p>Kapolres juga menegaskan bahwa tidak ada upaya menutup-nutupi penanganan perkara tersebut. Seluruh proses penyidikan, mulai dari kelengkapan berkas hingga langkah hukum lanjutan, dilakukan sesuai arahan dan petunjuk dari Polda Jawa Timur.</p>
<p>“Ini bukan sesuatu yang kami tutup-tutupi. Setiap ada perkembangan, Kasatreskrim selalu menyampaikan ke Polda dan kami senantiasa mengikuti arahan serta petunjuk dari Polda,” ujarnya.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah truk tangki pengangkut BBM terguling di Jalan Raya Besuki, Tulungagung, pada Jumat, (28/11/ 2025). Saat petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, sopir truk sempat menghilang dan baru ditemukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari ketidaksesuaian nomor polisi dengan STNK, perbedaan warna kendaraan, hingga tidak adanya identitas perusahaan dan keterangan jenis BBM yang diangkut pada truk tangki tersebut. Temuan-temuan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius dalam distribusi BBM, yang kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian hingga tuntas.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Curanmor di Boyolangu Tulungagung Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap Polisi Kurang dari Lima Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-curanmor-di-boyolangu-tulungagung-terekam-cctv-pelaku-ditangkap-polisi-kurang-dari-lima-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-curanmor-di-boyolangu-tulungagung-terekam-cctv-pelaku-ditangkap-polisi-kurang-dari-lima-jam</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka pelaku berhasil diamankan polisi di sebuah warung kopi di desa yang sama dengan lokasi pencurian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69468c0f345fd.webp" length="53702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 20:12:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, curanmor, pencurian sepeda motor, desa sobontoro, kecamatan boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Aksi pencurian sepeda motor di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, terekam kamera pengawas dan viral di media sosial. Berbekal rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi, polisi berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari lima jam setelah kejadian.</p>
<p>Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat, (19/12/2025), sekira pukul 16.00 WIB, di depan teras rumah warga Dusun Prayan, Desa Sobontoro.</p>
<p>Dalam rekaman CCTV terlihat jelas pelaku yang diketahui berinisial FBA (20), warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, yang berdomisili di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, membawa kabur sepeda motor milik Emmy Hasanah, warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, yang tengah terparkir di depan rumah rekannya.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Puji, menjelaskan, pihaknya menerima laporan kehilangan kendaraan bermotor dari warga sekitar pukul 17.30 WIB.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas Unit Reskrim Polsek Boyolangu langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari para saksi.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi TKP, melakukan olah TKP, serta meminta keterangan saksi-saksi. Saat itu juga diketahui adanya CCTV yang merekam jelas wajah pelaku saat mengambil motor milik korban,” ujar AKP Retno Puji, Sabtu (20/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, aksi pencurian dilakukan secara spontan. Saat itu pelaku berjalan kaki dari tempat tinggalnya menuju Desa Sobontoro. Ketika melintas di lokasi kejadian, pelaku melihat sepeda motor milik korban terparkir di depan rumah dalam kondisi sepi dengan kunci kontak masih menancap. Pelaku kemudian mendorong sepeda motor keluar gang dan menghidupkannya sebelum membawa kabur kendaraan tersebut.</p>
<p>Dari hasil analisis rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku di wilayah Kedungwaru dan bertemu dengan orang tua pelaku. Namun, saat itu pelaku tidak berada di rumah sehingga pencarian dilanjutkan bersama keluarga.</p>
<p>“Setelah mengantongi identitas pelaku, kami mendatangi rumahnya dan bertemu orang tua pelaku. Karena yang bersangkutan tidak ada di rumah, kami melakukan pencarian dan akhirnya menemukan pelaku berada di sebuah warung kopi di Desa Sobontoro bersama sepeda motor hasil curian,” jelasnya.</p>
<p>Pelaku beserta barang bukti sepeda motor kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Boyolangu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut bahwa pencurian tersebut baru pertama kali dilakukan. Sepeda motor hasil curian rencananya akan digunakan untuk keperluan transportasi pribadi.</p>
<p>“Keterangan sementara dari pelaku, ini merupakan aksi pertama dan motor tersebut rencananya akan digunakan sendiri,” tambah AKP Retno.</p>
<p>Saat ini, kasus pencurian sepeda motor tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Boyolangu. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.</p>
<p>Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci masih menancap guna mencegah tindak kejahatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Siapkan 302 Personel Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-siapkan-302-personel-amankan-natal-2025-dan-tahun-baru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-siapkan-302-personel-amankan-natal-2025-dan-tahun-baru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mendukung pengamanan, Polres Tulungagung mendirikan tiga pos pengamanan. Pos pertama berada di jalur lintas selatan, pos kedua ditempatkan di Pasar Bandung, sementara pos ketiga berada di kawasan GOR Lembu Peteng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6945690f9c774.webp" length="94800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 23:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, operasi lilin semeru 2025, pengamanan natal 2025 dan tahun baru 2026, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Polres Tulungagung menggelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 sebagai tanda kesiapan pengamanan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan ratusan personel gabungan.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, sebanyak 302 personel disiagakan dalam Operasi Lilin Semeru 2025. Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, seluruh anggota Polri baik di tingkat Polres maupun Polsek juga akan dilibatkan dalam pengamanan di wilayah masing-masing.</p>
<p>“Untuk Operasi Lilin Semeru 2025 ini, kami menyiapkan 302 personel gabungan. Namun dalam pelaksanaannya nanti, seluruh personel Polri di jajaran Polres dan Polsek akan terlibat untuk memastikan pengamanan berjalan optimal,” ujar AKBP Taat.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, terdapat empat sasaran utama pengamanan. Sasaran pertama adalah menjamin keamanan dan kelancaran ibadah umat Kristiani selama perayaan Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Di Kabupaten Tulungagung sendiri terdapat 106 gereja yang tersebar di 17 kecamatan. Dari total 19 kecamatan, hanya Kecamatan Tanggunggunung dan Sumbergempol yang tidak memiliki gereja.</p>
<p>“Kami sudah mengantongi data kegiatan ibadah di 106 gereja tersebut. Seluruhnya menjadi prioritas pengamanan agar ibadah Natal dan Tahun Baru bisa berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.</p>
<p>Sasaran kedua adalah keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Menurut Kapolres, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru, baik pergerakan lokal antar kecamatan, antar kabupaten, hingga aktivitas wisata. Kawasan wisata Pantai Selatan Tulungagung diprediksi kembali menjadi tujuan favorit masyarakat, seperti tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Mobilitas masyarakat pasti meningkat, termasuk ke tempat-tempat wisata. Pantai Selatan Tulungagung menjadi salah satu prioritas pengamanan karena biasanya ramai dikunjungi saat libur Nataru,” katanya.</p>
<p>Sasaran ketiga dalam Operasi Lilin Semeru 2025 adalah menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga bahan pokok. Peningkatan konsumsi masyarakat selama libur panjang dinilai berpotensi memengaruhi pasokan dan harga kebutuhan pokok.</p>
<p>“Kami juga fokus pada stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar AKBP Taat.</p>
<p>Sasaran terakhir adalah pengamanan terhadap potensi gangguan kamtibmas lainnya, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Kapolres mengingatkan bahwa intensitas curah hujan pada bulan Desember hingga Februari masih tinggi, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.</p>
<p>“Sebagaimana arahan Kapolri, bulan Desember ini merupakan puncak curah hujan. Karena itu kami tetap siaga terhadap potensi bencana alam,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung pengamanan, Polres Tulungagung mendirikan tiga pos pengamanan. Pos pertama berada di jalur lintas selatan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menuju kawasan wisata. Pos kedua ditempatkan di Pasar Bandung yang merupakan titik pertemuan arus dari berbagai arah.</p>
<p>Sementara pos ketiga berada di kawasan GOR Lembu Peteng guna mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik rawan seperti simpang tiga Jetaan, Cuwiri, hingga Jembatan Lembu Peteng dan area terminal.</p>
<p>Khusus pengamanan ibadah Natal, Polres Tulungagung akan melakukan sterilisasi dan pengamanan berlapis di setiap gereja. Pengamanan dilakukan sebelum, saat, dan setelah kegiatan ibadah.</p>
<p>“Kami lakukan sterilisasi dan pengamanan menyeluruh di gereja-gereja, mulai sebelum ibadah, saat pelaksanaan, hingga setelah selesai. Harapannya, umat Kristiani bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolres.</p>
<p>Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada objek-objek wisata, terutama kawasan pesisir yang berpotensi ramai pengunjung. Tulungagung memiliki empat kecamatan pesisir, yakni Besuki, Kalidawir, Pucanglaban, dan Tanggunggunung.</p>
<p>“Kami sudah mengimbau para Kapolsek untuk memastikan pengelola wisata laut dan kelompok sadar wisata memasang imbauan keselamatan. Personel juga disiagakan untuk mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berbahaya,” ungkap AKBP Taat.</p>
<p>Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam dan hari-hari dengan tingkat kunjungan tinggi. Petugas juga akan menggunakan pengeras suara secara rutin untuk mengingatkan pengunjung mematuhi aturan dan menjauhi area berbahaya.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman tahun lalu, Kapolres memprediksi arus lalu lintas di Tulungagung berpotensi meningkat karena menjadi jalur perlintasan menuju daerah lain, termasuk Trenggalek. Meski demikian, peningkatan kunjungan wisata juga dipengaruhi oleh faktor cuaca.</p>
<p>“Ada kemungkinan kunjungan meningkat jika cuaca mendukung. Namun jika hujan cukup tinggi, masyarakat mungkin akan menyesuaikan rencana wisatanya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langgar ITAS dan Timbulkan Keresahan di Tulungagung, WNA Asal AS Dideportasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langgar-itas-dan-timbulkan-keresahan-di-tulungagung-wna-asal-as-dideportasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langgar-itas-dan-timbulkan-keresahan-di-tulungagung-wna-asal-as-dideportasi</guid>
<description><![CDATA[ JLK diketahui memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis dan kerap beraktivitas bersama pasangan laki-lakinya di lingkungan tempat tinggal, yang kemudian memicu keberatan dari masyarakat setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69454a41e3d75.webp" length="39186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, imigrasi, warga negara asing, deportasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mengambil tindakan tegas terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat berinisial JLK (57) yang terbukti melanggar ketentuan izin tinggal dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Tulungagung. Yang bersangkutan resmi dideportasi pada Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Sebelumnya, JLK diamankan petugas Imigrasi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) saat berada di sebuah hotel di wilayah Kecamatan Tulungagung, Rabu (17/12/2025). Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan tiga WNA lain asal Pakistan untuk dilakukan pemeriksaan keimigrasian lebih lanjut.</p>
<p>Hasil pendalaman petugas mengungkap, JLK pertama kali masuk ke Indonesia pada Maret 2025 dengan menggunakan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) sebagai pelajar. Kepada petugas, ia mengaku datang ke Indonesia untuk mempelajari agama Islam dan sempat tinggal di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Rejotangan. Namun, dalam perkembangannya, aktivitas JLK dinilai tidak sejalan dengan izin tinggal yang dimilikinya.</p>
<p>“Berdasarkan pengawasan kami, yang bersangkutan tidak menjalankan kegiatan belajar sebagaimana tujuan pemberian ITAS. Dalam beberapa waktu terakhir justru diketahui tidak memiliki aktivitas yang jelas,” ujar Humas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Rini Sulistyowati.</p>
<p>Selama berada di Tulungagung, JLK tercatat menetap di sebuah hotel. Dari laporan masyarakat dan hasil pemantauan petugas, keberadaan WNA tersebut mulai menimbulkan kegelisahan warga sekitar. JLK diketahui memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis dan kerap beraktivitas bersama pasangan laki-lakinya di lingkungan tempat tinggal, yang kemudian memicu keberatan dari masyarakat setempat.</p>
<p>“Pelanggaran utamanya adalah ketidaksesuaian antara izin tinggal dengan kegiatan yang dilakukan, ditambah adanya aktivitas yang berdampak pada ketertiban umum dan menimbulkan keresahan warga,” tegas Rini.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk faktor keamanan dan ketertiban masyarakat, JLK selanjutnya dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar untuk menjalani proses hukum keimigrasian.</p>
<p>Atas perbuatannya, Kantor Imigrasi Blitar menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi sebagaimana diatur dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Setelah proses administrasi selesai, yang bersangkutan dipulangkan ke negara asalnya dan dimasukkan dalam daftar penangkalan.</p>
<p>Rini menegaskan, kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh warga negara asing yang berada di Indonesia agar tidak menyalahgunakan izin tinggal yang diberikan negara. </p>
<p>“Setiap orang asing wajib mematuhi peraturan perundang-undangan, menjalankan kegiatan sesuai izin tinggalnya, serta menghormati norma dan nilai sosial masyarakat di tempat mereka tinggal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrakan Dua Motor di Tulungagung, Satu Pengendara Tewas Terlempar ke Sungai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrakan-dua-motor-di-tulungagung-satu-pengendara-tewas-terlempar-ke-sungai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrakan-dua-motor-di-tulungagung-satu-pengendara-tewas-terlempar-ke-sungai</guid>
<description><![CDATA[ Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera yang dideritanya. Sementara itu, pengendara yang menabrak serta penumpangnya mengalami luka-luka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69451498468a1.webp" length="48712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 16:34:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lakalantas, kecelakaan maut, desa talunkulon, kecamatan bandung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Kabupaten Tulungagung. Peristiwa tragis ini berlangsung di jalan umum masuk Desa Talunkulon, Kecamatan Bandung, pada Kamis (18/12/2025) malam, sekira pukul 23.30 WIB. Dua sepeda motor terlibat tabrakan, mengakibatkan satu orang pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 2737 YAS dengan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi AG 5395 YA. Korban meninggal dunia diketahui bernama Sunarto (53), warga Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Tulungagung, yang mengendarai Honda Revo.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan,  kecelakaan bermula saat Honda Vario yang dikendarai Desta Dio Pragita (22), warga Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, melaju dari arah selatan menuju utara. Di depan kendaraan tersebut, searah, melaju Honda Revo yang dikendarai korban.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diduga pengendara Honda Vario kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya sehingga menabrak sepeda motor Honda Revo yang berjalan searah,” ujar Ipda Gerry Permana, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Benturan keras tak terhindarkan. Korban Sunarto terlempar hingga masuk sungai dan mengalami luka berat pada bagian kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera yang dideritanya.</p>
<p>Sementara itu, pengendara Honda Vario, Desta Dio Pragita, mengalami luka babras di tangan dan dahi, serta penumpangnya, Andi Sujianto (33), mengalami luka robek pada kaki kiri. Keduanya segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis. Sementara jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung.</p>
<p>“Korban pengendara Honda Revo mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia. Sedangkan pengendara dan penumpang Honda Vario mengalami luka ringan,” jelas Ipda Gerry.</p>
<p>Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa kendaraan dan surat-surat, serta memeriksa sejumlah saksi.</p>
<p>Ipda Gerry Permana menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut. </p>
<p>“Kasus ini masih kami tangani. Seluruh barang bukti sudah diamankan dan saksi-saksi telah dimintai keterangan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat berkendara pada malam hari. </p>
<p>“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu fokus saat berkendara, menjaga jarak aman, serta mengendalikan kecepatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan merenggut nyawa,” pungkas Ipda Gerry. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Cabai di Trenggalek Anjlok Jelang Nataru, Komoditas Lain Malah Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-di-trenggalek-anjlok-jelang-nataru-komoditas-lain-malah-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-di-trenggalek-anjlok-jelang-nataru-komoditas-lain-malah-naik</guid>
<description><![CDATA[ Fluktuasi harga ini berdampak langsung pada margin keuntungan pelaku usaha kuliner. Wira (43), seorang pengusaha warung makan di Trenggalek, mengaku sulit mendulang laba bersih di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943b9dbe4ffb.webp" length="63366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 16:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pasar basah trenggalek, harga bahan pokok, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Dinamika harga kebutuhan pokok di Pasar Basah Trenggalek menunjukkan tren fluktuatif sepekan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. </p>
<p>Meski harga komoditas cabai yang sempat melambung kini mulai mengalami deeskalasi harga, sejumlah bahan pangan lainnya justru merangkak naik, mengancam stabilitas daya beli masyarakat.</p>
<p>Pantauan di pasar pada Kamis (18/12/2025), harga cabai rawit, cabai merah, dan cabai keriting menunjukkan penurunan signifikan. Komoditas yang sebelumnya sempat menyentuh angka psikologis Rp90.000 per kilogram, kini terkoreksi tajam menjadi Rp58.000 per kilogram.</p>
<p>Penurunan ini dipicu oleh melimpahnya pasokan dari tingkat petani yang mulai memasuki masa panen raya. </p>
<p>"Intervensi pasar dan melimpahnya stok membuat harga berangsur normal. Saat harga menyentuh Rp90 ribu, volume pembelian konsumen merosot hingga 50 persen," ujar Siti Fatimah (50), salah satu pedagang di Pasar Basah Trenggalek.</p>
<p>Di saat harga cabai melandai, tren kenaikan justru terjadi pada komoditas sayuran dan protein hewani. Seperti sayur wortel misalnya, mengalami inflasi sebesar 100 persen, dari harga sebelumnya Rp10.000 kini menjadi Rp20.000 per kilogramnya.</p>
<p>Kemudian telur ayam ras naik ke angka Rp30.000 dari sebelumnya di kisaran Rp24.000 per kilogram. Disusul komoditi telur puyuh yang kini menembus angka Rp36.000 per kilogramnya.</p>
<p>Sementara itu, harga bawang merah terpantau variatif namun relatif stabil pada angka Rp55.000 per kilogram untuk kualitas kering dan Rp32.000 per kilogram untuk bawang basah. Bawang putih masih bertahan di angka Rp30.000 per kilogram.</p>
<p>Fluktuasi harga ini berdampak langsung pada margin keuntungan pelaku usaha kuliner. Wira (43), seorang pengusaha warung makan di Trenggalek, mengaku sulit mendulang laba bersih di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.</p>
<p>"Kenaikan harga bahan baku memaksa kami melakukan penyesuaian operasional. Kami memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga loyalitas pelanggan, namun menyiasatinya dengan pengecilan porsi atau pembagian potong komoditas yang lebih banyak," ungkap dia.</p>
<p>Kondisi pasar yang mulai kondusif pasca-lonjakan ekstrem cabai tidak lepas dari langkah preventif Pemerintah Kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengucurkan subsidi transportasi dan komoditas untuk menekan laju inflasi di tingkat pasar tradisional.</p>
<p>Meski aktivitas jual beli kembali menggeliat, masyarakat berharap pemerintah tetap memperketat pengawasan distribusi bahan pokok guna mengantisipasi adanya spekulasi harga oleh oknum tengkulak menjelang puncak libur akhir tahun. </p>
<p>"Kalau dibilang laba, ya laba cuma bisa buat beli lagi, Mas. Istilahnya enggak bisa buat nabung, tapi cukup untuk muter, harapannya ya segera stabil kembali," pungkas Wira. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Libur Nataru, Sopir Bus di Tulungagung Dites Urine</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-sopir-bus-di-tulungagung-dites-urine</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-sopir-bus-di-tulungagung-dites-urine</guid>
<description><![CDATA[ Operasi terpadu ini menyasar dua objek yakni kelaikan teknis armada bus (ramp check) dan kondisi kesehatan serta bebas narkoba bagi para kru bus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943aa0dd1ca0.webp" length="34074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 13:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ramp cek, tes urine, awak bus, terminal gayatri, bnnk tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Guna menjamin keselamatan penumpang menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Gayatri, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Operasi terpadu ini menyasar dua objek yakni kelaikan teknis armada bus (ramp check) dan kondisi kesehatan serta bebas narkoba bagi para kru bus.</p>
<p>Petugas menyisir setiap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang memasuki terminal. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan, izin trayek, hingga komponen teknis esensial seperti fungsi pengereman, kondisi ban, lampu, wiper, hingga sabuk pengaman.</p>
<p>Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Yono, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan intensif selama satu jam, tidak ditemukan pelanggaran fatal.</p>
<p>"Alhamdulillah, seluruh armada AKAP maupun AKDP yang berangkat dari Terminal Gayatri dinyatakan layak jalan, baik secara administrasi maupun teknis," ujar Yono.</p>
<p>Meski hingga saat ini belum terjadi lonjakan penumpang secara signifikan, pihak terminal terus berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi mencapai puncaknya pada 24 Desember mendatang.</p>
<p>Selain fisik kendaraan, aspek manusia (human factor) menjadi fokus utama. BNN Kabupaten Tulungagung melakukan tes urine terhadap para sopir dan kernet bus untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang.</p>
<p>Plt Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Damar Bastiar, menegaskan bahwa deteksi dini ini sangat krusial karena seringnya ditemukan kasus penyalahgunaan obat-obatan tertentu demi meningkatkan stamina secara instan (boosting).</p>
<p>"Kami mewaspadai penggunaan pil tertentu yang kerap digunakan untuk menjaga stamina. Ini sangat berbahaya karena memaksa tubuh terus terjaga saat seharusnya beristirahat. Kondisi otak yang tidak sinkron akibat obat ini sering menjadi pemicu kecelakaan maut," tegas AKBP Damar.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, dari target 25 personel, seluruh sampel urine menunjukkan hasil negatif. </p>
<p>Selain tes urine, para awak bus juga menjalani pemeriksaan kesehatan umum untuk memastikan mereka dalam kondisi fit sebelum melanjutkan perjalanan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minibus Tabrak Ibu dan Anak di Tulungagung, Satu Orang Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minibus-tabrak-ibu-dan-anak-di-tulungagung-satu-orang-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minibus-tabrak-ibu-dan-anak-di-tulungagung-satu-orang-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengemudi mobil dalam menjaga jarak aman antar-kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69426907c96db.webp" length="10708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 16:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mobil tabrak motor, desa ngranti kecamatam boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Insiden kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah ditabrak oleh sebuah minibus di jalan umum Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Selasa (16/12/2025) petang.</p>
<p>Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB tersebut melibatkan mobil Daihatsu Taruna bernopol AG 1621 RZ yang dikemudikan oleh Abu Hasan (53), warga Desa Kendal, Kecamatan Gondang, dengan sepeda motor Honda Beat bernopol AG 3864 RFL yang dikendarai oleh Susmiati (43), warga Kecamatan Bandung membonceng anaknya AA (7). </p>
<p>Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi, peristiwa bermula saat kedua kendaraan melaju searah dari utara menuju selatan. </p>
<p>Posisi mobil berada tepat di belakang sepeda motor yang dikendarai korban bersama anaknya yang masih berusia tujuh tahun.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum Ipda Gerry Permana, mengungkapkan bahwa kecelakaan dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengemudi mobil dalam menjaga jarak aman antar-kendaraan.</p>
<p>"Dugaan awal, pengemudi mobil kurang berhati-hati dan tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Akibatnya, saat melintas di lokasi kejadian, minibus tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor korban," ujar Ipda Gerry Permana, saat dikonfirmasi Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Benturan keras menyebabkan pengendara sepeda motor, Susmiati, terpental dan mengalami cedera kepala berat. </p>
<p>Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, penumpang motor berinisial AA (7) dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.</p>
<p>"Pengemudi mobil hanya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi, dan korban meninggal dunia langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk prosedur lebih lanjut," imbuh dia.</p>
<p>Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung telah mengamankan kedua kendaraan beserta dokumen kelengkapannya sebagai barang bukti. </p>
<p>Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan adanya unsur pidana kelalaian dalam insiden ini sesuai dengan Pasal 310 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan konsentrasi dan mematuhi aturan jarak aman berkendara, terutama di jalur padat pemukiman guna menghindari pengereman mendadak yang berujung fatalitas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkembangan Penyelidikan Kasus Truk Tangki Solar Terguling, Polisi Akan Datangi Saksi Jika Tidak Kooperatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkembangan-penyelidikan-kasus-truk-tangki-solar-terguling-polisi-akan-datangi-saksi-jika-tidak-kooperatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkembangan-penyelidikan-kasus-truk-tangki-solar-terguling-polisi-akan-datangi-saksi-jika-tidak-kooperatif</guid>
<description><![CDATA[ Rencana tersebut akan dilakukan pada pekan depan jika dalam minggu ini pihak yang akan dimintai keterangan belum ada itikad memenuhi panggilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69412027a3717.webp" length="89692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 17:13:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, truk tangki terguling, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP – </strong>Penyelidikan kasus truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) masuk wilayah Desa/Kecamatam Besuki, Kabupaten Tulungagung, terus berlanjut.</p>
<p>Hingga lebih dari dua pekan sejak peristiwa tersebut terjadi, Polres Tulungagung telah memanggil sejumlah pihak yang diduga terkait, meski tidak semuanya memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, memastikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum dihentikan. Ia menegaskan penyidik Satreskrim tetap melakukan langkah-langkah pendalaman guna mengungkap dugaan pelanggaran dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>“Proses mas,” tulis AKP Ryo Pradana melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Menurut Ryo, salah satu pihak yang hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik adalah PT LBB. Perusahaan yang berkantor di Surabaya tersebut disebut-sebut dalam pemeriksaan saksi sebelumnya sebagai penyedia solar yang diangkut oleh truk tangki yang terguling.</p>
<p>“Ini panggilan kedua,” ujarnya singkat.</p>
<p>Ia menambahkan, apabila pihak perusahaan tidak kooperatif dan kembali mangkir, penyidik akan mengambil langkah lanjutan dengan mendatangi langsung pihak yang bersangkutan. Rencana tersebut akan dilakukan pada pekan depan jika dalam minggu ini belum ada itikad memenuhi panggilan.</p>
<p>Selain memeriksa para saksi, kepolisian juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel BBM yang diambil dari truk tangki tersebut. Pengujian dilakukan untuk memastikan apakah BBM yang diangkut termasuk kategori BBM bersubsidi atau non-subsidi.</p>
<p>Uji laboratorium tersebut dilakukan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS). Sampel BBM diketahui diambil pada 29 November 2025, sehingga hasil pengujian diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat, mengingat proses uji laboratorium membutuhkan waktu sekitar 14 hari.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah truk tangki pengangkut BBM terguling di Jalan Raya Besuki, Tulungagung, pada Jumat (28/11/2025). Saat petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian, sopir truk sempat menghilang dan baru berhasil ditemukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah kejanggalan pada kendaraan tersebut. Nomor polisi yang terpasang di truk tidak sesuai dengan data pada STNK. Di kendaraan terpasang nomor polisi AG 9462 UT, namun setelah dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin, diketahui nomor polisi asli kendaraan adalah AG 9642 UT.</p>
<p>Kejanggalan lain juga ditemukan pada warna kendaraan. Truk tersebut berwarna biru kombinasi putih, sementara dalam STNK tercatat berwarna hijau. Selain itu, truk tangki tersebut tidak menampilkan identitas perusahaan maupun keterangan jenis BBM yang diangkut, padahal hal tersebut merupakan kewajiban bagi kendaraan pengangkut BBM.</p>
<p>Serangkaian temuan tersebut semakin menguatkan dugaan adanya pelanggaran dalam kasus truk tangki BBM yang terguling di Besuki. Polisi menegaskan akan terus mendalami kasus ini hingga seluruh fakta dan pihak yang terlibat dapat diungkap secara jelas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isi Kekosongan Pasca&amp;Mutasi, Bupati Tulungagung Tunjuk Soeroto Jadi Plh Sekda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isi-kekosongan-pasca-mutasi-bupati-tulungagung-tunjuk-soeroto-jadi-plh-sekda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isi-kekosongan-pasca-mutasi-bupati-tulungagung-tunjuk-soeroto-jadi-plh-sekda</guid>
<description><![CDATA[ Langkah taktis ini diambil guna memastikan stabilitas birokrasi dan keberlanjutan roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung tidak terhambat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6941170d77c1a.webp" length="43164" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 17:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, sekda tulungagung, bkpsdm tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pasca-rotasi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo bergerak cepat mengisi kekosongan kursi Sekretaris Daerah (Sekda). </p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Soeroto, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Tulungagung.</p>
<p>Penunjukan ini merupakan imbas dari mutasi Tri Hariadi, yang sebelumnya menjabat Sekda, menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. </p>
<p>Langkah taktis ini diambil guna memastikan stabilitas birokrasi dan keberlanjutan roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung tidak terhambat.</p>
<p>"Satu hari setelah pelantikan, tepatnya tanggal 12 Desember, jabatan Plh sudah harus terisi. Surat perintah sudah ditunjuk dan langsung saya tanda tangani agar pelayanan publik tetap berjalan normal," tegas Gatut Sunu Wibowo, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Bupati Gatut Sunu menjelaskan bahwa masa jabatan Plh Sekda dibatasi secara regulasi selama 14 hari kerja. </p>
<p>Dalam masa transisi ini, ia telah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengusulkan Soeroto sebagai calon tunggal Penjabat (Pj) Sekda kepada Gubernur Jawa Timur.</p>
<p>Keputusan memilih Soeroto sebagai nakhoda sementara birokrasi didasarkan pada pertimbangan senioritas dan kapasitas manajerial. </p>
<p>Bupati berharap figur Sekda mampu menjadi jembatan koordinasi yang berwibawa antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>"Kami mencari figur berpengalaman yang mampu mengeksekusi visi-misi kepala daerah. Beliau (Soeroto) adalah pejabat senior yang kompeten. Kami butuh pemimpin birokrasi yang disegani agar seluruh OPD tetap tegak lurus pada pimpinan dan bersinergi demi kemajuan daerah," imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi penunjukan tersebut, Soeroto menyatakan kesiapannya menjalankan tugas transisi ini. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pengisian jabatan administratif ini telah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengangkatan Pj Sekda merupakan mandat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2018. Regulasi tersebut memberikan kepastian hukum agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang berlarut-larut.</p>
<p>"Berdasarkan Perpres Nomor 3 Tahun 2018, paling lama lima hari kerja sejak pengusulan, baik rekomendasi gubernur turun maupun tidak, Bupati berkewajiban melaksanakan pelantikan Penjabat Sekda," tutup Soeroto. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tri Hariadi Jelaskan Alasan Sempat Mangkir Saat Pelantikan, Pilih Menenangkan Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-jelaskan-alasan-sempat-mangkir-saat-pelantikan-pilih-menenangkan-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-jelaskan-alasan-sempat-mangkir-saat-pelantikan-pilih-menenangkan-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Tri menegaskan tidak ingin polemik terkait ketidakhadirannya berlarut-larut. Ia menyatakan seluruh persoalan telah selesai dan dirinya siap menjalankan amanah baru sebagai Kepala Disnakertrans. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69411ae05e28f.webp" length="46746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 16:47:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mutasi pejabat, pemkab tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>—<strong> </strong>Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, akhirnya memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam dua agenda pelantikan pejabat yang sempat menyita perhatian publik.</p>
<p>Tri mengaku sengaja menjauh sementara waktu demi menenangkan kondisi keluarga setelah mengetahui dirinya dimutasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).</p>
<p>Ditemui di kantor Disnakertrans Tulungagung, Tri mengungkapkan bahwa pada hari pelantikan pertama Kamis (11/12/2025), dirinya sedang menjalankan tugas ke Bangkalan, Madura. Sedagkan pada acara pelantikan kedua hari Jumat (12/12/2025), ia memilih pergi ke luar kota.</p>
<p>Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena keluarga, terutama ibu dan istrinya, membutuhkan waktu untuk menerima kebijakan mutasi yang diterimanya.</p>
<p>"Waktu itu saya ke Malang untuk menenangkan ibu dan istri. Ponsel memang saya matikan dan rumah saya kunci," ujar Tri Hariadi, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Tri mengaku mutasi tersebut datang secara mendadak dan di luar perkiraannya. Ia baru mengetahui adanya rotasi jabatan sehari sebelum pelantikan, saat hendak menjalankan tugas dinas ke Bangkalan. Kondisi itu membuat keluarganya terkejut dan memunculkan berbagai kekhawatiran.</p>
<p>"Saya sendiri kaget, apalagi keluarga. Ibu dan istri pasti berpikir macam-macam, takutnya ada anggapan saya melakukan kesalahan atau pelanggaran," tuturnya.</p>
<p>Selama berada di Malang, Tri sempat membuka kembali ponselnya dan mendapati banyak panggilan masuk, termasuk dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Setelah melakukan komunikasi dan memastikan kondisi keluarga sudah lebih tenang, ia memutuskan kembali ke Tulungagung.</p>
<p>Tri menegaskan tidak ingin polemik terkait ketidakhadirannya berlarut-larut. Ia menyatakan seluruh persoalan telah selesai dan dirinya siap menjalankan amanah baru sebagai Kepala Disnakertrans.</p>
<p>"Saya tidak ingin memperpanjang masalah. Alhamdulillah sekarang sudah jelas, saya sudah dilantik dan mulai hari ini aktif bekerja di Disnakertrans Tulungagung," katanya.</p>
<p>Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebelumnya melakukan rotasi terhadap belasan pejabat pimpinan tinggi pratama. Salah satu posisi yang mengalami pergeseran adalah jabatan Sekretaris Daerah yang sebelumnya dipegang Tri Hariadi.</p>
<p>Dalam prosesnya, Tri tercatat dua kali tidak menghadiri undangan pelantikan. Hingga akhirnya, pada Senin (15/12/2025) malam, ia hadir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung.</p>
<p>Sementara itu, kekosongan jabatan Sekretaris Daerah Tulungagung untuk sementara diisi oleh Pelaksana Harian (Plh). Bupati Gatut Sunu menunjuk Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung, Soeroto, untuk mengisi posisi tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Batal Dua Kali, Mantan Sekda Tulungagung Tri Hariadi Akhirnya Dilantik Jadi Kadisnakertrans</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-batal-dua-kali-mantan-sekda-tulungagung-tri-hariadi-akhirnya-dilantik-jadi-kadisnakertrans</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-batal-dua-kali-mantan-sekda-tulungagung-tri-hariadi-akhirnya-dilantik-jadi-kadisnakertrans</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin malam (15/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694026ccf2d3e.webp" length="45172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 23:23:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekda tulungagung, pelantikan kepala disnakertrans tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Setelah sempat diwarnai dinamika dan sorotan publik akibat dua kali tidak menghadiri agenda pelantikan, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, akhirnya resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin malam (15/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo. Prosesi berlangsung khidmat dan tertib, disaksikan jajaran pejabat daerah serta tamu undangan.</p>
<p></p>
<p>Usai pelantikan, Bupati Gatot Sunu Wibowo menegaskan bahwa seluruh tahapan mutasi jabatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini saya selaku Bupati Tulungagung melaksanakan kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sesuai aturan serta undang-undang yang berlaku,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Gatot Sunu juga meminta semua pihak, termasuk insan media, untuk turut menjaga suasana kondusif pascapelantikan. Ia menegaskan bahwa polemik yang sempat mencuat kini telah selesai. </p>
<p></p>
<p>“Ini sudah selesai. Pak Tri juga sudah bisa menerima semua kegiatan hari ini dan beliau menyatakan tegak lurus. Kalau memang ada persepsi yang kurang pas, mari kita saling memaafkan. Ini semua demi kebaikan dan untuk membangun Tulungagung yang beradab, amanah, dan bersinergi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait dua kali ketidakhadiran Tri Hariadi pada agenda pelantikan sebelumnya, Gatot memilih bersikap bijak. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu lagi dipersoalkan.</p>
<p></p>
<p>“Namanya manusia kadang ada salah dan khilaf. Kita selaku saudara dan sahabat tidak perlu memperpanjang. Ini bukti nyata bahwa semua sudah selesai, kami juga tidak ada masalah apa-apa,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Gatot menyebut penempatan Tri Hariadi di Disnakertrans bukan tanpa alasan. Pengalaman panjang Tri di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai menjadi modal penting untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>“Beliau ini orang senior dan Dinas Tenaga Kerja memang butuh orang-orang berpengalaman. Saya yakin di bawah kepemimpinan beliau, Disnakertrans bisa lebih maju dan mampu mengurangi angka pengangguran di Tulungagung,” ujarnya optimistis.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Gatot Sunu Wibowo menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari mutasi atau pergeseran jabatan yang bersifat strategis. Ia menekankan bahwa seluruh proses telah melalui mekanisme yang sah dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). </p>
<p></p>
<p>“Dalam kacamata ilmu manajemen, mutasi merupakan perangkat strategis untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi, termasuk dalam mewujudkan visi pembangunan daerah,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Gatot juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan serius di Tulungagung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah pengangguran di Tulungagung mencapai 27.200 orang. </p>
<p></p>
<p>“Ini bukan jumlah yang kecil. Bahkan kalau dibandingkan, jumlah pengangguran ini kurang lebih setara dengan jumlah penduduk kecamatan Pucanglaban,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan bahwa pengangguran terampil menjadi persoalan yang tidak kalah serius. Tingkat pengangguran tertinggi justru terjadi pada lulusan SMK, disusul lulusan perguruan tinggi. </p>
<p></p>
<p>“Kalau tidak kita atasi, dalam jangka panjang ini bisa menurunkan kepercayaan terhadap dunia pendidikan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran Disnakertrans dalam merumuskan kebijakan yang berkualitas, baik dalam perluasan lapangan kerja maupun peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar. </p>
<p></p>
<p>“Di titik inilah peran strategis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sangat dibutuhkan. Saya sengaja menggerakkan pejabat senior untuk memimpin langsung agar permasalahan ini bisa ditangani lebih cepat dan tepat,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Menutup sambutannya, Bupati Gatot berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. </p>
<p></p>
<p>“Saya berpesan kepada pejabat terlantik dan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk menjalankan tugas dengan komitmen tinggi, demi kemaslahatan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung tanpa terkecuali,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Trenggalek Diperkuat Armada Baru, Kinerja Anggota Berbuah Penghargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-trenggalek-diperkuat-armada-baru-kinerja-anggota-berbuah-penghargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-trenggalek-diperkuat-armada-baru-kinerja-anggota-berbuah-penghargaan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan armada yang memadai, respon kepolisian terhadap berbagai persoalan lalu lintas diharapkan semakin cepat dan tepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694003d2a20c1.webp" length="54298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 20:33:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, satlantas polres trenggalek, mobil dinas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kinerja Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek mendapat dukungan tambahan. Dua unit mobil operasional baru resmi diterima dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur dan Korlantas Polri.</p>
<p>Tak hanya itu, sejumlah anggota Satlantas Polres Trenggalek juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan di bidang penindakan pelanggaran lalu lintas, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki menjelaskan, dua kendaraan dinas yang diserahkan merupakan mobil jenis Mazda keluaran tahun 2023 dengan kondisi masih baru. Armada tersebut diharapkan mampu menunjang mobilitas dan efektivitas kerja personel Satlantas di lapangan.</p>
<p>“Penambahan kendaraan dinas ini menjadi penguat operasional Satlantas agar tugas-tugas pelayanan dan penegakan hukum bisa dijalankan lebih optimal,” kata Ridwan.</p>
<p>Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana sangat berpengaruh terhadap upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Trenggalek. Dengan armada yang memadai, respon kepolisian terhadap berbagai persoalan lalu lintas diharapkan semakin cepat dan tepat.</p>
<p>Selain menyerahkan kendaraan baru untuk Satlantas, Kapolres juga memberikan satu unit mobil operasional jenis Mitsubishi L200 kepada Polsek Watulimo. Meski bukan armada baru, kendaraan tersebut dinilai masih layak dan dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepolisian di wilayah pesisir dan daerah yang sulit dijangkau.</p>
<p>“Kendaraan ini kami harapkan bisa membantu anggota Polsek Watulimo menjangkau masyarakat, terutama di wilayah yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ridwan mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini Satlantas Polres Trenggalek berhasil meraih sejumlah penghargaan dari Polda Jawa Timur. Penghargaan tersebut meliputi kinerja penindakan pelanggaran lalu lintas, manajemen media, hingga kehadiran aktif anggota Polri di tengah masyarakat.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi bukti kerja keras anggota di lapangan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, penilaian kinerja dilakukan secara objektif melalui aplikasi Mahameru Quick Response (MQR) milik Polda Jatim. Aplikasi tersebut memungkinkan pimpinan memantau langsung keberadaan dan aktivitas anggota di lapangan secara real time.</p>
<p>“Dengan MQR, pimpinan bisa melihat kehadiran anggota berdasarkan data aplikasi, sehingga penilaian benar-benar berbasis database,” terang Ridwan.</p>
<p>Untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Trenggalek juga terus memperkuat sistem penegakan hukum berbasis elektronik. Salah satunya dengan memasang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis di simpang tiga Jarakan.</p>
<p>“Mulai kemarin ETLE statis sudah berfungsi. Jadi sekarang di Trenggalek ada dua jenis ETLE, yakni ETLE statis dan ETLE mobile,” jelasnya.</p>
<p>Pemilihan simpang tiga Jarakan sebagai lokasi pemasangan ETLE statis bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu titik vital dengan arus kendaraan yang padat dan tingkat pelanggaran lalu lintas yang cukup tinggi.</p>
<p>“Di simpang tiga Jarakan sering terjadi pelanggaran, bahkan kecelakaan. Padahal kecelakaan biasanya diawali dari pelanggaran,” ujarnya.</p>
<p>Ridwan berharap, keberadaan ETLE statis dapat meningkatkan disiplin pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di Trenggalek.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat semakin tertib berlalu lintas. Dengan kepatuhan bersama, keselamatan di jalan raya bisa kita wujudkan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada, Kelompok Radikal Mulai Sasar Anak&amp;Anak Lewat Internet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-kelompok-radikal-mulai-sasar-anak-anak-lewat-internet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-kelompok-radikal-mulai-sasar-anak-anak-lewat-internet</guid>
<description><![CDATA[ Di Tulungagung, seorang bocah kelas 5 SD terdeteksi terpapar konten radikalisme setelah aktif mengunggah video bermuatan kekerasan di dunia maya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ff0a692441.webp" length="49782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 19:46:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, radikalisme, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Ancaman penyebaran paham radikalisme kini tak lagi menyasar orang dewasa semata. Anak-anak bahkan pelajar usia sekolah dasar mulai menjadi target empuk kelompok radikal melalui media sosial.</p>
<p>Di Tulungagung, seorang bocah kelas 5 SD terdeteksi terpapar konten radikalisme setelah aktif mengunggah video bermuatan kekerasan di dunia maya. Selain itu, seorang pelajar SMA asal Tulungagung yang berdomisili di luar kota juga mengalami kasus serupa.</p>
<p>Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PP dan PA) Tulungagung, Kasil Rokhmad, menegaskan, kondisi ini harus menjadi peringatan serius bagi para orang tua. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas anak di internet, terutama penggunaan ponsel, tidak bisa lagi dianggap sepele.</p>
<p>“Orang tua harus benar-benar perhatian terhadap anaknya, terutama HP-nya. Itu harus sering-sering dilihat, karena anak berselancar di dunia maya bisa berinteraksi dengan siapa saja, termasuk kelompok radikal,” ujar Kasil, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Ia mengungkapkan, di Tulungagung terdapat indikasi anak-anak yang sudah mulai terpapar jaringan radikal, bahkan yang terhubung dengan kelompok internasional. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa kondisi tersebut belum sampai pada tahap ideologi yang mengakar.</p>
<p>“Memang ada kemungkinan anak-anak di Tulungagung sudah terpapar oleh kelompok radikal jaringan internasional. Tapi sekarang ini belum menjadi ideologi. Ini masih tahap awal, sehingga harus segera kita luruskan,” katanya.</p>
<p>Kasil menjelaskan, pola perekrutan biasanya berawal dari ketertarikan anak pada konten-konten kekerasan yang diunggah ke media sosial. Aktivitas tersebut kemudian terpantau oleh kelompok radikal, yang selanjutnya mendekati anak melalui pesan pribadi hingga mengundangnya masuk ke grup percakapan.</p>
<p>“Anak ini senang meng-upload video-video kekerasan dan radikaliame, Karena sering, akhirnya "ditangkap" oleh mereka (kelompok radikal), lalu diundang masuk ke grup WhatsApp, jaringan internasional. Orang tuanya banyak yang tidak tahu,” ungkapnya.</p>
<p>Lanjut Kasil, kasus-kasus ini terungkap berkat deteksi siber yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Mabes Polri. Setelah terdeteksi, Dinas KB PP dan PA Tulungagung langsung melakukan pendampingan bersama aparat terkait.</p>
<p>“Pendampingan kita lakukan bersama BNPT dan Densus 88. Upaya ini supaya anak yang sudah kontak atau terpapar tidak sampai menjadikan paham itu sebagai ideologi,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Kasil, proses pendampingan yang dilakukan sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif. Anak-anak yang terdeteksi mulai menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Namun demikian, pihaknya sengaja tidak mengekspos identitas maupun detail kasus secara luas.</p>
<p>“Alhamdulillah progresnya membaik. Ini juga kenapa tidak kita ekspos, karena kalau anak itu sampai distigma lingkungan, dia bisa lari. Itu yang kita takutkan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kunci keberhasilan pendampingan terletak pada sikap kooperatif orang tua. Setelah mengetahui kondisi anaknya, sebagian besar orang tua menunjukkan kepedulian yang tinggi dan bersedia bekerja sama dengan pemerintah dan aparat.</p>
<p>“Setelah tahu, kepedulian orang tua sangat tinggi. Sekarang anak-anak ini kita rangkul, kita dampingi, supaya tidak sampai salah jalan,” pungkas Kasil.</p>
<p>Melalui kasus ini, Dinas KB PP dan PA Tulungagung kembali mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan aktif mengawasi aktivitas digital anak. Media sosial, meski memberi banyak manfaat, juga menyimpan ancaman serius jika digunakan tanpa pendampingan.</p>
<p>Pengawasan, komunikasi terbuka, dan kedekatan emosional dengan anak dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah masuknya paham-paham berbahaya sejak dini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Truk Meninggal Mendadak saat Mengemudi, Tabrak Dua Pesepeda di Tulungagung, Tiga Nyawa Melayang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-meninggal-mendadak-saat-mengemudi-tabrak-dua-pesepeda-di-tulungagung-tiga-nyawa-melayang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-meninggal-mendadak-saat-mengemudi-tabrak-dua-pesepeda-di-tulungagung-tiga-nyawa-melayang</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menduga sopir meninggal dunia akibat penyakit sesak napas yang tiba-tiba kambuh saat kendaraan berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693c545db61cd.webp" length="36200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 09:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk tabrak pesepeda, boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebuah kecelakaan tragis yang melibatkan sebuah truk tanpa kendali terjadi di Jalan Raya Boyolangu, Tulungagung, pada Jumat (12/12/2025) malam. </p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan meninggalnya dua orang pesepeda dan, secara mengejutkan, sang sopir truk ditemukan tak bernyawa di kursi kemudi. Total tiga korban meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Puji, menyebutkan laporan kecelakaan terjadi sekira pukul 18.45 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, truk melaju dari utara ke selatan dengan kondisi oleng.</p>
<p>"Ada warga yang melapor terjadi kecelakaan di depan Puskesmas Boyolangu. Dari keterangan saksi, truk itu dari utara ke selatan lalu berjalan oleng," jelas AKP Retno.</p>
<p>Truk tersebut dikemudikan oleh Agus Sutanto (46), yang beralamat di Tegal namun berdomisili di Campurdarat, Tulungagung. Olengnya truk dimulai saat melintas di depan SDN 1 Boyolangu.</p>
<p>Truk pertama kali menabrak Basuki (69), warga Desa Boyolangu, yang melaju searah di depannya, mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi. Truk kemudian terus melaju tanpa kendali sejauh ratusan meter.</p>
<p>Sekitar 500 meter dari titik tabrakan pertama, truk kembali menabrak pesepeda kedua, Supeno (74), warga Desa Boyolangu, sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak teras toko di depan Koramil Boyolangu.</p>
<p>Kondisi semakin mengejutkan ketika petugas melakukan pemeriksaan di dalam kabin truk. Sang sopir, Agus Sutanto, ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi masih duduk di kursi kemudi. </p>
<p>Polisi menduga sopir meninggal dunia akibat penyakit sesak napas yang tiba-tiba kambuh saat kendaraan berjalan.</p>
<p>"Dari keterangan temannya, pengemudi punya riwayat sesak napas," tambah dia.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, mengonfirmasi bahwa kedua pesepeda ditabrak dari belakang, dan sopir truk mengemudi seorang diri tanpa kernet. Truk tersebut diketahui membawa muatan gula dari Trenggalek menuju Tulungagung.</p>
<p>Total tiga jenazah, dua pesepeda dan sopir truk, telah dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum.</p>
<p>"Untuk penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk kondisi sopir sebelum kejadian," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja Sumbergempol Tulungagung Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian Pasir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-sumbergempol-tulungagung-tewas-tenggelam-di-kubangan-bekas-galian-pasir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-sumbergempol-tulungagung-tewas-tenggelam-di-kubangan-bekas-galian-pasir</guid>
<description><![CDATA[ Korban yang tidak bisa berenang, terpeleset jatuh ke dalam kubangan yang memiliki kedalaman ekstrem saat bermain bersama 2 temannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693c0b3d1c615.webp" length="54786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 19:58:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bocah tenggelam, kubangan bekas galian pasir, desa sambirobyong, kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Seorang remaja warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Haidar Randika (13), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas galian pasir di desanya, Jumat (12/12/2025) sore. Peristiwa tragis itu terjadi ketika wilayah setempat diguyur hujan deras selama dua jam.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh. Anshori, mengatakan bahwa korban datang ke lokasi kubangan bersama dua rekannya sekira pukul 13.00 WIB.</p>
<p>“Jadi yang berangkat tiga orang,” ujarnya menegaskan.</p>
<p>Setibanya di lokasi, ketiganya berencana memancing ikan. Namun aktivitas itu tertunda karena hujan belum reda. Mereka pun memilih berteduh sembari bercanda di tepi kubangan yang terbentuk dari bekas tambang pasir tersebut.</p>
<p>Di tengah hujan deras, nahas menimpa Haidar. Ia terpeleset dan terjatuh ke kubangan yang memiliki kedalaman ekstrem. </p>
<p>“Korban jatuh di sisi barat kubangan air bekas galian pasir, korban tidak bisa berenang,” jelas Iptu Anshori.</p>
<p>Menurutnya, kubangan tersebut memiliki kedalaman sekitar 5 meter di titik jatuhnya korban, dan semakin ke barat mencapai 7 meter. </p>
<p>“Semakin ke barat semakin dalam,” tambahnya.</p>
<p>Dua teman korban yang panik kemudian pulang untuk memberi tahu nenek korban. Orang tua Haidar sendiri tidak tinggal bersama, sang ibu bekerja di Malang, sementara ayahnya tengah merantau di luar negeri.</p>
<p>“Ibu korban bekerja di Malang sedangkan ayah korban bekerja di luar negeri,” paparnya.</p>
<p>Kabar itu kemudian diteruskan ke perangkat desa, Polsek Sumbergempol, dan Unit Inafis Polres Tulungagung. Petugas bersama warga langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya sambil menunggu perahu karet dari BPBD dan Damkar Tulungagung.</p>
<p>Sekira pukul 17.20 WIB akhirnya korban ditemukan. Seorang warga yang terbiasa menjala ikan di lokasi tersebut, melempar jala ke titik yang sama dan ternyata tersangkut pada tangan Haidar. </p>
<p>“Sebelumnya sudah dicari di lokasi korban jatuh tapi tidak ketemu. Setelah satu jam, warga melempar jala dan menyangkut tangan korban,” jelas Kapolsek.</p>
<p>Korban kemudian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. </p>
<p>“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah,” pungkas Iptu Anshori. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Kedua Polres Tulungagung Resmi Beroperasi, Terapkan Standar Ketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-kedua-polres-tulungagung-resmi-beroperasi-terapkan-standar-ketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-kedua-polres-tulungagung-resmi-beroperasi-terapkan-standar-ketat</guid>
<description><![CDATA[ Untuk memastikan kualitas makanan tetap aman dikonsumsi, Polres Tulungagung menerapkan prosedur ketat food security. Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik dan uji kimiawi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693acef69ce84.webp" length="47518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 21:35:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sppg polres tulungagung, sppg jarakan, desa jarakan, desa wonokromo, kecamatan gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung kembali berjalan dengan pendistribusian ratusan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat. Pada Kamis (11/12/2025) pagi, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi memimpin langsung penyaluran 966 paket MBG untuk warga Desa Jarakan dan Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang. Ini menjadi pendistribusian perdana untuk SPPG Polres Tulungagung yang kedua.</p>
<p>Kapolres menjelaskan bahwa program tahap kedua ini dijalankan sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>“Untuk tahap pertama ini maksimal 1.000 penerima manfaat, dan hari ini SPPG Polres Tulungagung 2 mendistribusikan 966 paket,” ujar AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Ratusan paket makanan itu diberikan kepada siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Masyarakat terlihat antusias menerima bantuan tersebut, terutama karena ini merupakan kali pertama MBG disalurkan di Desa Jarakan dan Wonokromo.</p>
<p>“Detailnya mulai dari PAUD sampai SMA termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Total 966 paket,” jelas Kapolres.</p>
<p>Kapolres Taat juga menerangkan bahwa jumlah penerima manfaat akan meningkat secara bertahap pada minggu kedua dan ketiga sesuai pedoman distribusi. </p>
<p>“Minggu pertama maksimal 1.000, minggu kedua 1.500, dan minggu ketiga bisa 2.500 sampai 3.000. Ada tahapannya agar relawan bisa beradaptasi,” katanya.</p>
<p>Untuk memastikan kualitas makanan tetap aman dikonsumsi, Polres Tulungagung menerapkan prosedur ketat food security. Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik, meliputi bau, rasa, dan tampilan fisik oleh tim kesehatan.</p>
<p>“Organoleptik itu dicek mulai dari bau, rasa, tampilan fisiknya untuk mengantisipasi makanan yang tidak layak,” terang Kapolres.</p>
<p>Selain pengecekan organoleptik, paket makanan juga diuji kandungan kimianya untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya. </p>
<p>“Secara kimiawi dicek apakah ada formalin, nitrit, sianida, atau arsenik. Kalau ada, makanan tidak boleh diedarkan,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika, menyebut SPPG Jarakan menjadi lokasi ke-67 yang telah berjalan di Tulungagung. Namun sampai dengan saat ini baru tiga SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). </p>
<p>“Total sekarang ada 67 yang running, dan tiga yang sudah memiliki SLHS. Yang lainnya masih proses pengajuan,” ujar Sebrina.</p>
<p>Tidak hanya untuk siswa dan ibu hamil, BGN juga berencana memperluas penerima manfaat MBG untuk anak putus sekolah.</p>
<p>Antusiasme siswa pun terlihat jelas, salah satunya Hanifa, pelajar SDN 2 Jarakan.</p>
<p>“Senang, isinya enak semua. Ada telur, sayur, tahu, timun, sama anggur,” ungkap Hanifa saat menerima paket makan pertamanya. (*) </p>
<p>Editor: </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Gatut Sunu Lantik 15 Pejabat Eselon II, Sekda Tulungagung Dimutasi Jadi Kepala Disnakertrans</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-gatut-sunu-lantik-15-pejabat-eselon-ii-sekda-tulungagung-dimutasi-jadi-kepala-disnakertrans</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-gatut-sunu-lantik-15-pejabat-eselon-ii-sekda-tulungagung-dimutasi-jadi-kepala-disnakertrans</guid>
<description><![CDATA[ Sebelum pelantikan digelar, seluruh pejabat telah menjalani seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan di Surabaya oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel). Hasil seleksi inilah yang menjadi dasar pengambilan keputusan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ac81812ffe.webp" length="36824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 21:04:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, pelantikan pejabat eselon II, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebanyak 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi dilantik dan menempati jabatan barunya pada Kamis (11/12/2025) siang.</p>
<p>Pelantikan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaningrum Bongso dan dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Salah satu posisi strategis yang mengalami perubahan adalah jabatan Sekda Tulungagung yang sebelumnya diemban Tri Hariadi.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu menjelaskan bahwa mutasi jabatan ini telah melalui proses yang sesuai dengan aturan.</p>
<p>“Proses mekanisme ini tentunya sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Gatut Sunu Wibowo saat ditemui usai pelantikan.</p>
<p>Tri Hariadi yang digeser dari jabatan Sekda kini resmi ditunjuk sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans). Bupati memastikan bahwa Tri yang tidak menghadiri acara pelantikan, sudah mengetahui pergeseran tersebut dan prosesnya dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja.</p>
<p>“Pak Tri sudah kami beri tahu, jadi penggeseran jabatan ini sudah sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.</p>
<p>Sebelum pelantikan digelar, seluruh pejabat telah menjalani seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan di Surabaya oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel). Hasil seleksi inilah yang menjadi dasar pengambilan keputusan.</p>
<p>“Evaluasi itu kan dilakukan saat tes. Tim pansel yang mengetahui, dan berdasarkan itu kegiatan pelantikan hari ini dilaksanakan,” jelasnya.</p>
<p>Namun, Tri Hariadi tidak dapat menghadiri pelantikan karena sedang menjalankan tugas di Bangkalan, Madura. Pemerintah daerah memastikan akan menjadwalkan pelantikan susulan setelah Tri kembali ke Tulungagung. </p>
<p>“Untuk pelantikan Pak Tri nanti susulan karena beliau masih ada tugas di Bangkalan, Madura,” kata Gatut Sunu.</p>
<p>Dengan adanya mutasi tersebut, posisi Sekda Tulungagung untuk sementara waktu kosong dan akan diisi oleh pejabat pelaksana harian (Plh). Pemerintah daerah belum menentukan Plh yang akan ditunjuk karena masih menunggu penetapan resmi.</p>
<p>“Sementara itu PLH dulu, nanti mekanismenya lewat lelang jabatan lagi,” ungkap Bupati.</p>
<p>Setelah penunjukan Plh Sekda, jabatan definitif Sekda Tulungagung akan diisi melalui mekanisme lelang jabatan secara terbuka. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses lelang jabatan dilakukan transparan tanpa adanya praktik jual beli jabatan. </p>
<p>“Pastinya akan dilaksanakan sesuai aturan dan undang-undang, kita tidak ingin salah menunjuk orang,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gatut Sunu juga berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera bekerja optimal, mengingat waktu pelaksanaan anggaran tahun berjalan tinggal beberapa pekan.</p>
<p>“Harapan kami agar anggaran bisa terserap maksimal di akhir tahun,” pungkasnya.</p>
<p>Untuk diketahui, 15 pejabat eselon II yang dilantik hari ini adalah sebagai berikut : </p>
<ol>
<li>Sudarmaji Sekwan DPRD Kabupaten Tulungagung dilantik menjadi Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Sony Welly Ahmadi yang sebelumnya Kasatpol PP dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.</li>
<li>Agus Suswantoro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Robinson Pasaoran Nadeak, Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung menjadi Kepala  Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Rahadi Puspita Bintara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menjadi Sekwan DPRD Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Tri Hariadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.</li>
<li>Hartono A.P, kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung dilantik menjadi Kasat Pol PP Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Esti Purwanti, Inspektur Pembantu menjadi Inspektur. </li>
<li>Lugu Tri Handoko, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung digeser menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Mulyanto, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia.</li>
<li>Desi Lusiana Wardani dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>M. Ardian Candra dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.</li>
<li>Erwin Novianto dilantik menjadi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Reni Prasetyawati Eka Wulandari menjadi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung</li>
<li>Zahrotul Aini dilantik menjadi Direktur RSUD dr.Iskak Tulungagung. <strong>(*) </strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobil Pikap Pembawa Pekerja Sumur Bor Terbalik di Jowin Tulungagung, Satu Orang Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobil-pikap-pembawa-pekerja-sumur-bor-terbalik-di-jowin-tulungagung-satu-orang-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobil-pikap-pembawa-pekerja-sumur-bor-terbalik-di-jowin-tulungagung-satu-orang-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Saat melintasi turunan curam dan tikungan tajam di kawasan perbukitan Jowin, kendaraan tiba-tiba hilang kendali, keluar jalur, kemudian terguling hingga posisi terbalik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a958cef78c.webp" length="157634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 18:19:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mobil terguling, jowin, desa joho, kecamatan kalidawir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah mobil pikap yang mengangkut pekerja dan peralatan pembuatan sumur bor mengalami kecelakaan tunggal di jalur perbukitan Jowin, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/12/2025).</p>
<p>Kecelakaan ini menyebabkan satu orang penumpang atas nama Suryono (39), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil pikap Grand Max berpelat nomor W 8498 P yang dikemudikan Iksan (50), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, melaju dari Desa Winong menuju Desa Joho.</p>
<p>Saat melintasi turunan curam dan tikungan tajam di kawasan perbukitan Jowin, kendaraan tiba-tiba hilang kendali, keluar jalur, kemudian terguling hingga posisi terbalik. Pikap baru berhenti setelah menabrak pohon jati di tepi jalan.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pekerja berada di bak belakang bersama kotak alat sumur bor dan sebuah generator set. Ketika kendaraan terguling, Suryono tertimpa peralatan berat tersebut hingga meninggal dunia di lokasi. Sementara pengemudi dan tiga penumpang lain mengalami luka ringan dan selamat.</p>
<p>Anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Aiptu Rohana, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut merupakan insiden tunggal yang diduga terjadi karena pengemudi kurang menguasai karakter jalan di wilayah tersebut.</p>
<p>“Karena orang jauh dan kurang menguasai medan, sehingga terjadi out control. Kendaraan datang dari arah Winong menuju Karangtalun lewat turunan tajam,” terangnya.</p>
<p>Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi kendaraan dalam keadaan mesin hidup dan rem berfungsi, namun tidak mampu mengatasi turunan panjang dan tikungan sempit.</p>
<p>“Sopir sudah berusaha mengerem, tetapi karena medannya cukup curam, kendaraan tetap hilang kendali,” kata Aiptu Rohana.</p>
<p>Usai kejadian, pengemudi meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengeluarkan rekannya yang terjepit peralatan. Korban berhasil dikeluarkan namun dalam kondisi telah meninggal dunia.</p>
<p>"Mobil berisi empat orang, dua di belakang dan satu di depan bersama sopir," ungkap Aiptu Rohana.</p>
<p>Kendaraan pikap yang terguling berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 WIB setelah ditarik mobil derek. Korban meninggal dunia dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus kecelakaan tunggal tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Faktor Ekonomi Mendorong Ibu di Trenggalek Nekat Habisi Bayinya Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/faktor-ekonomi-mendorong-ibu-di-trenggalek-nekat-habisi-bayinya-sendiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/faktor-ekonomi-mendorong-ibu-di-trenggalek-nekat-habisi-bayinya-sendiri</guid>
<description><![CDATA[ Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menjelaskan bahwa pelaku merasa tidak mampu merawat anak keempatnya di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936bd8463ecf.webp" length="57562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 21:15:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, motif pembunuhan bayi di trenggalek, penemuan bayi, bayi dalam karung, desa terbis, kecamatan panggul, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Sebuah tragedi memilukan kembali mengguncang masyarakat Trenggalek. Motif di balik tewasnya bayi laki-laki yang ditemukan dalam karung di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, akhirnya terkuak. Sang ibu kandung, SM (34), mengaku menghabisi darah dagingnya sendiri karena tak sanggup menanggung tekanan ekonomi yang semakin menghimpit.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menjelaskan bahwa pelaku merasa tidak mampu merawat anak keempatnya di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. </p>
<p>“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku nekat membunuh anaknya karena beban ekonomi. Tersangka tidak menginginkan anak keempat tersebut,” tegasnya, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Di sisi lain, kehidupan keluarga SM memang tidak mudah. Suami pelaku bekerja di sebuah warung kopi di Surabaya dan jarang pulang. Penghasilan yang minim membuat SM kewalahan memenuhi kebutuhan tiga anaknya yang masih kecil. Situasi inilah yang diduga memicu keputusan kelam sang ibu.</p>
<p>Setelah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, polisi akhirnya menetapkan SM sebagai tersangka. Wanita tersebut sudah resmi ditahan dan dititipkan di Rutan Kelas IIB Trenggalek untuk menghadapi proses hukum berikutnya.</p>
<p>Tragedi itu terjadi pada Jumat siang, 5 Desember 2025. Ketika merasakan tanda-tanda akan melahirkan, SM memilih berjalan ke pekarangan samping rumah. Tanpa bantuan siapa pun, ia melahirkan bayi laki-laki di tempat terbuka, dalam keadaan sendirian dan panik. </p>
<p>Namun, momen kelahiran itu berubah menjadi tindakan keji ketika bayi yang baru menangis untuk pertama kali tersebut langsung dijerat menggunakan kain kerudung.</p>
<p>Setelah memastikan anaknya tidak bernyawa, SM memasukkan bayi itu ke dalam sebuah karung dan meninggalkannya begitu saja di pekarangan rumah. Aksi itu dilakukan dengan harapan jasad sang bayi tidak segera ditemukan.</p>
<p>Namun rahasia gelap tersebut tak bertahan lama. Tumi (70), ibu dari tersangka, menemukan karung mencurigakan saat hendak mencari rumput. Ketika dibuka, rasa curiga itu berubah menjadi kejutan, karung itu berisi sesosok jasad bayi.</p>
<p>Bayi tersebut kemudian dimakamkan di pemakaman umum oleh pihak keluarga. Namun sejumlah kejanggalan membuat warga melapor ke polisi. Pada Sabtu siang, tim Kedokteran Forensik Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Trenggalek melakukan autopsi dan memastikan penyebab kematian adalah kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh pelaku.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tekanan ekonomi dan minimnya pendampingan keluarga dapat membawa seseorang pada tindakan yang tak terpikirkan. Polisi kini terus mendalami motif dan kondisi psikologis pelaku untuk melengkapi berkas perkara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu Kandung Jadi Tersangka Pembunuhan Bayi yang Baru Dilahirkan di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-kandung-jadi-tersangka-pembunuhan-bayi-yang-baru-dilahirkan-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-kandung-jadi-tersangka-pembunuhan-bayi-yang-baru-dilahirkan-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Autopsi menunjukkan adanya jeratan kain pada leher korban serta tanda-tanda kekerasan lainnya. Temuan itu mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat kekerasan yang disengaja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936bad63d906.webp" length="62650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 20:29:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, bayi dalam karung, penemuan bayi, desa terbis, kecamatan panggul, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Misteri penemuan jasad bayi laki-laki di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Trenggalek menetapkan ibu kandungnya sendiri, SM (34), sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi bukti kuat terkait dugaan pembunuhan tersebut. </p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mempelajari hasil autopsi. SM kini telah resmi ditahan dan sementara dititipkan di Rutan Trenggalek. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan yang sedang berjalan.</p>
<p>"Tersangka sudah kami tahan, saat ini dititipkan di Rutan Trenggalek untuk proses hukum lebih lanjut," kata AKP Eko, Senin (8/12/2025). </p>
<p>Menurut Eko, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan tim Kedokteran Forensik Polda Jawa Timur bersama Unit Inafis Polres Trenggalek mengungkap penyebab kematian bayi tersebut.</p>
<p>Autopsi menunjukkan adanya jeratan kain pada leher korban serta tanda-tanda kekerasan lainnya. Temuan itu mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat kekerasan yang disengaja.</p>
<p>"Kematian mati lemas akibat kekerasan, salah satunya jeratan kain kerudung itu," jelasnya. </p>
<p>Pemeriksaan terhadap SM kemudian menguatkan temuan tim forensik. Dalam keterangannya kepada penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), ia mengakui telah melahirkan seorang bayi laki-laki pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Proses persalinan dilakukan secara mandiri di pekarangan rumah tanpa bantuan siapa pun.</p>
<p>"Begitu bayi lahir, tersangka mengaku langsung menjerat leher anaknya menggunakan kerudung yang semula dipersiapkan sebagai alas," terang AKP Eko.</p>
<p>Setelah memastikan bayinya tidak bernyawa, SM memasukkan jasad korban ke dalam karung dan meninggalkannya di area pekarangan rumah. Tindakan tersebut dilakukan dengan maksud menyembunyikan jasad sang bayi.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut diketahui lahir cukup bulan dan tidak mengalami kondisi kelahiran paksa. Hal ini menunjukkan bahwa korban sebenarnya berada dalam kondisi normal saat dilahirkan.</p>
<p>"Bukan lahir paksa, tapi memang waktunya lahir," imbuh AKP Eko.</p>
<p>Kasus ini bermula ketika warga setempat dihebohkan dengan penemuan bayi dalam keadaan meninggal yang terbungkus kain dan dimasukkan ke dalam karung. Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh nenek tersangka yang ketika itu sedang mencari rumput di sekitar lokasi. Karena menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi jasad, warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Polres Trenggalek kini mendalami motif tersangka melakukan aksi keji tersebut. Hingga saat ini, proses penyidikan masih terus berlanjut untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencarian Hari Kedua, Remaja Hilang Tenggelam di Sungai Bodeng Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencarian-hari-kedua-remaja-hilang-tenggelam-di-sungai-bodeng-tulungagung-ditemukan-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencarian-hari-kedua-remaja-hilang-tenggelam-di-sungai-bodeng-tulungagung-ditemukan-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Saat ditemukan, posisi tubuh korban berada setengah mengambang dengan kondisi berdiri di dalam air. Keberadaannya terdeteksi setelah rambut korban terlihat tersibak gelombang akibat pergerakan perahu tim SAR. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936b6935ff1d.webp" length="68324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 19:59:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bocah tenggelam, sungai bodeng, desa tiudan, kecamatan gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Upaya pencarian terhadap remaja yang hilang akibat tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi. Setelah hampir dua hari hilang, korban Mochamad Fahrurizal Al Hafish (12) ditemukan tim SAR dalam kondisi telah meninggal dunia.</p>
<p>Komandan Operasi SAR Basarnas, Fitra Atmakasanda, menyampaikan, korban berhasil dievakuasi pada Senin sore sekitar pukul 16.15 WIB. </p>
<p>“Operasi pencarian hari ini hasilnya korban berhasil kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 16.15 WIB,” ujarnya.</p>
<p>Jasad remaja berusia 12 tahun tersebut ditemukan oleh tim penyisir menggunakan perahu karet di tengah aliran sungai. Titik penemuan berada sekitar 300 meter dari lokasi awal korban dinyatakan hilang pada Minggu pagi. </p>
<p>“Jarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian awal, ke arah hilir sungai,” tambah Fitra Atmakasanda.</p>
<p>Saat ditemukan, posisi tubuh korban berada setengah mengambang dengan kondisi berdiri di dalam air. Keberadaannya terdeteksi setelah rambut korban terlihat tersibak gelombang akibat pergerakan perahu tim SAR. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum dan pemulasaraan.</p>
<p>Fitra menjelaskan bahwa proses pencarian berlangsung cukup sulit akibat kondisi sungai yang dipenuhi tanaman air. </p>
<p>“Dalam proses pencarian kali ini banyak obstacle, Mas. Jadi karakter sungainya itu kanan-kirinya banyak tanaman enceng gondok,” tutur Fitra.</p>
<p>Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung intensif sejak Minggu pagi. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar Tulungagung , TNI-Polri, dan relawan dikerahkan ke beberapa sektor sungai untuk mempercepat proses penyisiran, baik melalui jalur air maupun darat.</p>
<p>Peristiwa tenggelamnya dua remaja ini sebelumnya terjadi ketika korban bersama temannya bermain di Sungai Bodeng menggunakan ban. Keduanya terseret arus hingga kemudian tenggelam. Korban pertama, Rangga Alifiandra Marcelino (11), ditemukan meninggal dunia sekitar 30 menit setelah kejadian.</p>
<p>Sementara itu, korban kedua, Mochamad Fahrurizal Al Hafish, sempat hilang selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan pada Senin sore dalam kondisi tidak bernyawa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Bodeng Tulungagung Belum Membuahkan Hasil, Operasi Dilanjutkan Besok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencarian-bocah-tenggelam-di-sungai-bodeng-tulungagung-belum-membuahkan-hasil-operasi-dilanjutkan-besok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencarian-bocah-tenggelam-di-sungai-bodeng-tulungagung-belum-membuahkan-hasil-operasi-dilanjutkan-besok</guid>
<description><![CDATA[ Tim menilai kawasan sungai tersebut memiliki karakteristik yang cukup bervariasi namun arus tidak terlalu deras. Diperkirakan korban dimungkinkan belum terbawa arus terlalu jauh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693564ca7f6d8.webp" length="84700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 21:02:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bocah tenggelam, sungai bodeng, desa tiudan, kecamatan gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Upaya pencarian terhadap Rizal (12), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Minggu (07/12/2025), belum membuahkan hasil. Sejak operasi dimulai Minggu pagi, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga pencarian hari pertama dihentikan pada pukul 16.00 WIB.</p>
<p>Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Pos SAR Trenggalek, Fitra Atmakasanda, menyampaikan bahwa sepanjang hari tim telah melakukan penyisiran menyeluruh, namun hasilnya masih nihil.</p>
<p>“Untuk pencarian hari ini sampai sore hari hasilnya masih nihil. Mungkin untuk pencarian akan kita optimalkan besok. Kita mulai pagi hari,” ujarnya.</p>
<p>Dalam operasi hari pertama, tim SAR menurunkan dua perahu karet yang berasal dari BPBD Tulungagung dan Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung.</p>
<p>Penyisiran dilakukan menyusuri aliran sungai dari lokasi kejadian ke arah hilir. Fitra menjelaskan, kondisi medan sungai yang banyak terdapat tumbuhan enceng gondok, menjadi salah satu kendala terbesar bagi para petugas.</p>
<p>“Kalau untuk kesulitan di sini banyak obstacle (hambatan), Mas. Jadi di sungai ini karakternya di bagian tepi banyak terdapat tanaman enceng gondok. Mungkin itu,” terangnya.</p>
<p>Pencarian dilakukan oleh tim dengan menyusuri sungai ke arah hilir hingga 800 meter dari lokasi kejadian. Perahu karet bermanuver membuat pusaran dengan harapan korban bisa muncul ke permukaan. Selain itu, tim juga mencari di antara tumbuhan enceng gondok yang banyak terdapat di sungai. </p>
<p>“Radius pencarian dari LKK sampai ke dam terdekat itu sekitar 500 sampai 800 meter. Kedalaman sungai bervariasi, mulai dari 1,5 meter sampai 5 meter di bagian tengah," imbuh Fitra.</p>
<p>Tim menilai kawasan sungai tersebut memiliki karakteristik yang cukup bervariasi namun arus tidak terlalu deras. Fitra memperkirakan korban dimungkinkan belum terbawa arus terlalu jauh.</p>
<p>"Melihat karakter sungai ini, diduga korban masih di sekitar lokasi, tapi kalau terseret pun masih belum jauh,” jelasnya.</p>
<p>Pencarian hari kedua dijadwalkan dimulai Senin pagi pukul 07.00 WIB. Tim SAR akan kembali memfokuskan penyisiran melalui jalur air, namun tetap menempatkan personel di sejumlah titik sepanjang bantaran sungai yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.</p>
<p>“Besok yang jelas kita fokuskan ke air, tapi akan kita alokasikan satu kru untuk di darat. Kita tempatkan di check point yang mana diduga korban dimungkinkan tersangkut,” tambah Fitra.</p>
<p>Sebelumnya pada Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, dua remaja asal Desa Tiudan, Rizal dan Rangga dilaporkan tenggelam di sungai, saat ban yang mereka gunakan untuk bermain terbalik. Kurang dari satu jam kemudian korban Rangga ditemukan telah meninggal dunia sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, sementara korban Rizal hilang. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Selidiki Kasus Penemuan Bayi Dalam Karung di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-kasus-penemuan-bayi-dalam-karung-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-kasus-penemuan-bayi-dalam-karung-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Penyelidikan awal ditemukan adanya bekas jeratan di leher serta beberapa memar lain yang mengarah pada dugaan kekerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69353f2e331ae.webp" length="99224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 16:35:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penemuan bayi, bayi dalam karung, desa terbis, kecamatan panggul, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Makam bayi yang ditemukan meninggal dunia di dalam karung di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Trenggalek, dibongkar, pada Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Satreskrim Polres Trenggalek bersama Kedokteran Forensik Polda Jatim melakukan pembongkaran makam untuk proses autopsi demi memastikan penyebab kematian.</p>
<p>Sebelumnya pada Jumat (5/12/2025) warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki yang diduga menjadi korban tindak kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri.</p>
<p>Mayat bayi malang itu ditemukan dalam sebuah karung, tergeletak di pekarangan samping rumah warga Dusun Dayu Dulur, Desa Terbis, Kecamatan Panggul.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menjelaskan, polisi menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh bayi tersebut. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rumah keluarga terduga pelaku.</p>
<p>"Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Tumi (70) Jumat kemarin sekira pukul 14.30 WIB. Waktu itu yang bersangkutan ini sedang mencari rumput di kebun samping rumahnya," kata AKP Eko.</p>
<p>Saat itu Tumi, saksi pertama, melihat sebuah karung putih yang tergeletak dekat tebing dan tertutup rerumputan. Rasa penasarannya membuat ia membuka karung tersebut.</p>
<p>"Saat itulah diketahui di dalam karung itu ada mayat bayi yang dibungkus kain," ujarnya.</p>
<p>Usai melihat isi karung, Tumi memanggil anaknya, SM (34). Jasad bayi itu kemudian dibawa ke rumah. Saat keluarga mendesak penjelasan, SM mengaku bahwa bayi tersebut adalah anak yang baru ia lahirkan.</p>
<p>"Pada jasad bayi itu dibuka ada kain hijau yang membelit leher. Adanya ketidakwajaran itu akhirnya kasus tersebut tadi malam dilaporkan ke polisi," kata Eko.</p>
<p>Satreskrim Polres Trenggalek bersama Kedokteran Forensik Polda Jatim melakukan pembongkaran makam untuk proses autopsi demi memastikan penyebab kematian.</p>
<p>"Kami ingin memastikan penyebab kematian korban," jelasnya.</p>
<p>Penyelidikan awal menemukan adanya bekas jeratan di leher serta beberapa memar lain yang mengarah pada dugaan kekerasan.</p>
<p>"Di leher itu ada memar. Kami meyakini bayi ini meninggal tidak wajar, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil autopsi," ujarnya.</p>
<p>Meski SM diduga sebagai pelaku, polisi belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi kesehatannya disebut masih labil.</p>
<p>"SM masih belum bisa diperiksa, sering pingsan. Sehingga kami belum mendapatkan keterangan tentang kronologis dan motif dari kejadian ini," jelasnya.</p>
<p>Saat ini SM masih menjalani perawatan di RSUD Panggul. Pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya membaik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragis! Dua Bocah Tenggelam saat Bermain di Sungai Bodeng Tulungagung, Satu Ditemukan Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragis-dua-bocah-tenggelam-saat-bermain-di-sungai-bodeng-tulungagung-satu-ditemukan-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragis-dua-bocah-tenggelam-saat-bermain-di-sungai-bodeng-tulungagung-satu-ditemukan-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Upaya pencarian terus diperluas dengan melibatkan BPBD Tulungagung dan petugas Damkarmat menggunakan perahu karet. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69351fedf0500.webp" length="107894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 14:21:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bocah tenggelam, sungai bodeng, desa tiudan, kecamatan gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Dua bocah tenggelam saat bermain di Sungai Bodeng, Dusun Plenggrong, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Minggu (07/12/2025) pagi. Satu anak ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga Minggu siang masih dalam pencarian.</p>
<p>Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika tiga anak, masing-masing Dafa, Rangga, dan Rizal, masing-masing berusia sekitar 11 tahun, berpamitan kepada orang tua mereka untuk mencari ikan dengan memancing di sungai. Setibanya di lokasi, ketiganya menemukan sebuah ban bekas yang kemudian mereka gunakan untuk bermain secara bergantian.</p>
<p>Kapolsek Gondang, AKP Andik Prasetyo, menjelaskan bahwa dua anak, yakni Rangga dan Rizal naik ke ban untuk bermain di tengah sungai, sementara Dafa menunggu di tepi. </p>
<p>“Mereka menemukan ban kemudian bermain di situ sambil mencari ikan,” jelasnya.</p>
<p>Namun, situasi berubah tragis ketika ban yang dinaiki Rangga dan Rizal tiba-tiba terbalik. Keduanya terjebak arus sungai dan tenggelam. Menyadari bahaya, Dafa segera berlari meminta pertolongan warga dan orang tuanya. </p>
<p>“Pada saat bermain itu, dua orang tidak bisa menguasai arus di ban itu yaitu Rangga sama Rizal. Dafa kemudian lari mencari bantuan,” kata AKP Andik.</p>
<p>Pencarian pertama dilakukan warga secara manual dengan menyusuri sungai yang berkedalaman sekitar 1,6 meter. Sekitar 30 menit setelah kejadian, warga menemukan Rangga mengambang di tengah aliran sungai, sekitar 200 meter dari lokasi awal mereka bermain. Sayangnya, bocah tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. </p>
<p>“Rangga ditemukan di tengah sungai dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Kapolsek.</p>
<p>Sementara itu, Rizal masih belum ditemukan hingga Minggu siang. Upaya pencarian terus diperluas dengan melibatkan BPBD Tulungagung dan petugas Damkarmat menggunakan perahu karet. </p>
<p>“Kami saat ini juga dibantu BPBD, Damkar, serta masyarakat untuk proses pencarian. Sudah lebih dari 3 am belum ketemu,” ujar AKP Andik.</p>
<p>Kapolsek bersama Camat Gondang, Danramil, perangkat desa, dan personel Polres Tulungagung berada di lokasi untuk melakukan koordinasi lanjutan. Hingga pukul 13.30 WIB, pencarian masih berlangsung intensif di sepanjang aliran Sungai Bodeng. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Warga Korban Tanah Gerak di Trenggalek Mulai Tempati Hunian Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-warga-korban-tanah-gerak-di-trenggalek-mulai-tempati-hunian-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-warga-korban-tanah-gerak-di-trenggalek-mulai-tempati-hunian-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 27 unit huntara yang dibangun di kawasan relokasi kini sudah siap dihuni. Rumah semi permanen tersebut dibuat untuk menjaga keselamatan warga dari ancaman longsor dan tanah gerak yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6931adc46f0fa.webp" length="31646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 23:28:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tanah gerak, desa ngrandu, kecamatan suruh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Puluhan warga korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Trenggalek, akhirnya mulai menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah, Kamis (04/12/2025).</p>
<p>Rasa lega tampak dari para penyintas yang selama berbulan-bulan hidup dalam kondisi penuh waspada karena rumah mereka berada di zona rawan bencana.</p>
<p>Penyediaan huntara dinilai menjadi langkah penting agar warga dapat hidup dengan lebih aman dan stabil. Sebanyak 27 unit huntara yang dibangun di kawasan relokasi kini sudah siap dihuni.</p>
<p>Rumah semi permanen tersebut dibuat untuk menjaga keselamatan warga dari ancaman longsor dan tanah gerak yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.</p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau lokasi menyebut huntara ini menjadi tempat pemulihan sementara sebelum warga beralih ke hunian tetap.</p>
<p>“Kawan-kawan ini sifatnya huntara. Kalau nanti ada keinginan menjadi hunian tetap, ada proses renovasi rumah sebagai hunian tetap,” ujarnya.</p>
<p>Khofifah menilai lokasi huntara cukup strategis karena dekat dengan jalan raya dan permukiman warga lain, sehingga para penyintas tetap mudah beraktivitas. Selain rumah, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penting seperti masjid dan kandang ternak komunal.</p>
<p>“Saya rasa ini bisa memberi harapan bagi mereka di huntara bahwa ada opsi melanjutkan kegiatan ekonomi. Lahan belakang juga bisa dipakai menanam sayur atau tanaman lain,” tuturnya. </p>
<p>Ia bahkan menyebut keberadaan kandang komunal akan mempercepat siklus ekonomi warga.</p>
<p>Selain 27 rumah di komplek huntara ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga membangun 11 unit huntara tambahan di pekarangan pribadi milik warga yang terdampak.</p>
<p>Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pemerintah tidak hanya fokus membangun rumah, tetapi juga infrastruktur pendukung lainnya.</p>
<p>“Tidak hanya memberikan resettlement tapi juga perbaikan infrastruktur. Aspal dan lain sebagainya segera kita kerjakan,” ungkapnya.</p>
<p>Arifin menjelaskan bahwa pihaknya juga berupaya memperkuat ekonomi warga dengan memanfaatkan lahan sisa untuk kebun dan kandang komunal. Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Baznas dan Pramuka, bibit hewan ternak unggul telah disalurkan ke warga.</p>
<p>“Harapannya ini nanti menjadi ekonomi warga. Bibit yang diberikan kambing domba dropper Australia, 3 bulan sudah bisa dipanen karena beratnya 30 kilo,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap fasilitas tersebut menjadi dorongan baru bagi warga untuk bangkit.</p>
<p>Selain memastikan keselamatan, pemilihan lokasi huntara juga mempertimbangkan kondisi lingkungan. Arifin menyebut kawasan tersebut memiliki vegetasi yang masih rapat sehingga relatif lebih aman dari ancaman tanah gerak berulang. </p>
<p>“Pertimbangannya tentu memilih tanah yang lebih aman. Lokasinya juga tidak jauh dari perkampungan sehingga warga tidak terdisosiasi,” tegasnya.</p>
<p>Di antara warga yang mulai menempati huntara adalah Sumiran, korban tanah gerak yang rumahnya berada di zona bahaya. Wajahnya tampak sumringah saat menerima kunci rumah huntara. </p>
<p>“Mulai hari ini pindah. Kalau sebelumnya tinggal di rumah sendiri, masih layak kalau enggak ada hujan. Tapi kalau hujan enggak berani,” ucapnya.</p>
<p>Bencana tanah gerak di Desa Ngrandu sebelumnya terjadi pada akhir 2024 lalu dan berdampak pada puluhan rumah warga, beberapa di antaranya bahkan hancur total.</p>
<p>Dengan hadirnya huntara ini, pemerintah berharap para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan perlahan memulihkan kondisi ekonomi mereka setelah diterjang bencana. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur dan Pramuka Jawa Timur Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam Mangrove di Cengkrong Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-dan-pramuka-jawa-timur-gelar-aksi-bersih-pantai-dan-tanam-mangrove-di-cengkrong-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-dan-pramuka-jawa-timur-gelar-aksi-bersih-pantai-dan-tanam-mangrove-di-cengkrong-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat edukasi kebangsaan melalui program bakti masyarakat Kwarda Pramuka Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6931a8d842890.webp" length="66140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 22:57:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pantai cengkrong, mangrove, pramuka, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Ribuan anggota Pramuka bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung ke kawasan Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, untuk melakukan aksi bersih pantai dan penanaman mangrove, Kamis 04/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat edukasi kebangsaan melalui program bakti masyarakat Kwarda Pramuka Jawa Timur.</p>
<p>Sejak pagi, peserta yang datang dari berbagai daerah tampak menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan sampah anorganik yang berserakan.</p>
<p>Seluruh tim bergerak serentak membawa karung dan peralatan kebersihan, kemudian mengangkut timbunan sampah tersebut ke tempat penampungan. </p>
<p>“Kita punya kewajiban membangun keberseiringan daya dukung alam dan lingkungan, apalagi Indonesia menargetkan Net Zero Emission 2060,” ujar Gubernur Khofifah.</p>
<p>Selain membersihkan area pesisir, rombongan Pramuka dan pemerintah provinsi juga melakukan penanaman mangrove pada zona yang rawan abrasi. Langkah ini diyakini mampu memperkuat garis pantai dan menjaga habitat penting bagi ekosistem laut. </p>
<p>“Di setiap kegiatan menanam mangrove saya selalu bertemu dengan keluarbiasaan pramuka. Saya tidak tahu yang mendatangkan siapa, yang mengundang siapa, tetapi di setiap ada event menanam mangrove selalu saya menemukan akan Pramuka menjadi bagian yang ikut penguatan dari proses penanaman mangrove," tambah Khofifah.</p>
<p>Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur tengah menyiapkan agenda lebih besar terkait pelestarian mangrove. Ia menyebut adanya rencana penyelenggaraan Festival Mangrove pada 21 atau 22 Desember mendatang. </p>
<p>“Saya sedang mengikhtiarkan festival mangrove yang insya Allah kita akan lakukan tanggal 21 atau 22 Desember. Mudah-mudahan Kaka Slank bisa hadir karena itu komunitasnya besar,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi lingkungan, tetapi juga pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia menyebut nilai gotong royong dan kepedulian sosial tertanam kuat lewat kegiatan lapangan seperti ini. </p>
<p>“Anak-anak inilah yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.</p>
<p>Arum menjelaskan bahwa Pramuka harus mengenalkan lingkungan kepada para anggotanya sejak dini, sebab hanya dengan memahami alam mereka dapat tergerak untuk menjaganya. </p>
<p>“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia adalah pondasi penting. Alam itu manusia itu sendiri, tanah, udara, air, satwa, dan tanaman adalah satu mata rantai kehidupan yang tidak boleh terputus,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Cengkrong menjadi simbol keterlibatan aktif Pramuka dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.</p>
<p>Arum menegaskan, langkah-langkah kecil yang dilakukan ribuan anggota ini akan memberi dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan serta peningkatan kualitas kawasan maritim dan pariwisata Trenggalek.</p>
<p>Di luar aksi lingkungan hari ini, Pramuka Jawa Timur juga melaksanakan kegiatan sosial berupa program bedah rumah di berbagai daerah.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 170 rumah tidak layak huni telah berhasil dipugar sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Warga di Tulungagung Rusak Tertimpa Tembok Talud Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-tulungagung-rusak-tertimpa-tembok-talud-longsor-tidak-ada-korban-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-tulungagung-rusak-tertimpa-tembok-talud-longsor-tidak-ada-korban-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Rumah yang terdampak adalah milik Pamuji. Material longsor berupa tanah dan reruntuhan tembok talud menimpa bagian teras rumah hingga menyebabkan kerusakan cukup parah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6931a7581d77b.webp" length="75266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 22:26:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, desa punjul, kecamatan karangrejo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah rumah milik warga Dusun Genengan, Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor, Kamis (04/12/2025) sore.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi setelah kawasan desa diguyur hujan deras disertai angin kencang, mengakibatkan talud penahan tebing pekarangan setinggi tiga meter ambrol dan menimpa bagian rumah.</p>
<p>Rumah yang terdampak adalah milik Pamuji. Material longsor berupa tanah dan reruntuhan tembok talud menimpa bagian teras rumah hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.</p>
<p>Meski demikian, tidak ada penghuni rumah yang menjadi korban. Seluruh anggota keluarga dalam kondisi selamat, dan dinding utama rumah juga dilaporkan masih aman.</p>
<p>Kepala Desa Punjul, Makin, menjelaskan kronologi kejadian berlangsung cepat dan tidak terduga saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan desa Punjul.</p>
<p>“Kejadiannya pas waktu hujan lebat dan angin, kira-kira jam empat. Yang ambruk ini tangkis rumah, dan mengenai tembok serta teras rumah Pak Pamuji,” ujar Makin.</p>
<p>Ia memastikan bahwa kerusakan hanya terjadi pada bagian teras, sementara struktur utama rumah masih utuh.</p>
<p>Meski tidak ada korban, kekhawatiran tetap muncul apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.</p>
<p>“Kalau seandainya hujannya lebat lagi bisa masuk ke temboknya Pak Pamuji. Tapi untuk saat ini temboknya masih aman, belum ada tanda-tanda retak atau mau ambruk,” imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah desa mengaku kesulitan melakukan penanganan permanen karena anggaran penanggulangan bencana desa telah habis. Meski begitu, langkah sementara tetap dilakukan melalui gotong royong warga. </p>
<p>“Nanti kita usahakan bersama warga, sambil berbicara dengan yang punya tangkis untuk mencari solusi. Mungkin bisa kita musyawarahkan,” kata Makin.</p>
<p>Rencananya, pemerintah Desa Punjul akan mengajak warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor dan puing-puing teras rumah yang rusak, Jumat besok.</p>
<p>Selain itu, pihak desa juga akan memfasilitasi pertemuan antara Pamuji dan pemilik pekarangan guna menentukan langkah perbaikan talud yang paling aman dan disepakati bersama.</p>
<p>Selain menimpa rumah Pamuji, Makin menyebut terdapat satu titik longsor lain di wilayah Desa Punjul. Namun longsor tersebut terjadi pada talud jalan desa dan tidak sampai menutup akses jalan antar-dukuh. </p>
<p>“Longsor talud jalan itu tidak sampai menutup jalan, masih bisa dilewati, itu jalur antar Dukuhan, Punjul ke Tumpuk,” jelasnya.</p>
<p>Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Karangrejo masih kerap turun hujan deras dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Pemerintah desa berharap langkah cepat melalui kerja bakti dapat meminimalkan risiko lanjutan dan menjaga keamanan pemukiman warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Truk Tangki Solar yang Hilang Usai Kecelakaan di JLS Tulungagung Terungkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-tangki-solar-yang-hilang-usai-kecelakaan-di-jls-tulungagung-terungkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-tangki-solar-yang-hilang-usai-kecelakaan-di-jls-tulungagung-terungkap</guid>
<description><![CDATA[ Kini polisi melakukan pendalaman terkait legalitas distribusi BBM diduga jenis solar yang diangkut truk tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693047f5daa7b.webp" length="85078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 21:48:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk tangki terguling, jls besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penanganan kecelakaan tunggal yang menimpa truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Jalur Lintas Selatan (JLS) wilayah Kecamatan Besuki, Tulungagung, pada Jumat (28/11/2025) terus berlanjut.</p>
<p>Selain penanganan kecelakaan oleh Satlantas, Satreskrim Polres Tulungagung kini melakukan pendalaman terkait legalitas distribusi BBM diduga jenis solar yang diangkut truk tersebut.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, pada Rabu (3/12/2025) sore, mengatakan, dua saksi telah diperiksa pada tahap awal, yaitu R (55) warga Kedungwaru, Tulungagung, sopir truk tangki yang sempat menghilang pasca kecelakaan, serta P administrator PT KSE, perusahaan tambak udang selaku pembeli solar yang berlokasi di Desa/Kecamatan Besuki, Tulungagung. </p>
<p>"Dari keterangan keduanya, solar tersebut dikirim dari PT LBB di Surabaya untuk kebutuhan PT KSE," ujar AKP Ryo Pradana.</p>
<p>AKP Ryo Pradana menegaskan, ada tidak unsur pidana dalam distribusi BBM tersebut, masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan solar tersebut jenis solar bersubsidi atau non subsidi. Saat ini penyidik telah mengirim sampel BBM ke dua laboratorium berbeda untuk mengetahui spesifikasinya.</p>
<p>“Kami harus memastikan solar ini termasuk subsidi atau non-subsidi. Karena itu sampel sudah kami kirim ke LEMIGAS Jakarta dan laboratorium ITS Surabaya. Hasilnya minimal keluar sepuluh hari kerja,” ujarnya.</p>
<p>AKP Ryo mengungkapkan pihaknya juga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi tambahan. Mereka adalah D dari PT LBB sebagai pihak pengirim dan H yang berperan sebagai perantara antara PT LBB dan PT KSE.</p>
<p>Selain itu, surat panggilan juga telah diberikan kepada pimpinan PT KSE, karyawan perusahaan termasuk bagian administrasi dan bendahara, serta pihak PT BPI yang tercatat sebagai pemilik kendaraan berdasarkan TNKB.</p>
<p>Menurut Kasatresktim, berdasar lembaran surat permintaaan yang diberikan oleh PT KSE ke PT LBB, permintaannya adalah solar industri.</p>
<p>"Nanti kita akan padukan dengan keterangan dari PT LBB kemudian PT Ganani," tututnya.</p>
<p>AKP Ryo menegaskan, proses pendalaman akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan rangkaian distribusi BBM sesuai aturan.</p>
<p>“Kami periksa semuanya, mulai sopir, perusahaan pengirim, penerima, hingga pemilik kendaraan. Hari ini total lima saksi kami jadwalkan, dua di antaranya sudah menjalani pemeriksaan,” jelasnya.</p>
<p>AKP Ryo juga mengonfirmasi kondisi sopir truk, berinisial R, warga Kedungwaru berusia 55 tahun.</p>
<p>“Sopir mengalami keseleo atau dislokasi lengan kanan. Setelah kecelakaan dia ditolong warga dan dibawa ke sangkal putung,” tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, Satlantas Polres Tulungagung juga telah menyelsaikan analisis awal penyebab kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan, truk mengalami mati mesin saat menanjak di JLS menuju arah tambak, sehingga mundur dan terbalik ke sisi jalan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, menjelaskan bahwa sopir sempat menyampaikan bahwa kendaraan kehilangan tenaga saat menanjak.</p>
<p>“Menurut keterangan sopir, truk kehabisan tenaga sehingga mesin mati dan mundur sebelum akhirnya terbalik. Itu sesuai dengan kronologi awal yang sudah kami sampaikan,” ujarnya.</p>
<p>Selain menangani laka, Satlantas juga memberikan tindakan tilang setelah menemukan bahwa TNKB truk tidak sesuai dengan dokumen resmi.</p>
<p>“Nomor polisi yang terpasang di kendaraan tidak sesuai dengan data STNK. Karena itu kami terapkan sanksi tilang sesuai ketentuan Pasal 280 UU LLAJ,” kata AKP Taufik.</p>
<p>Menariknya, setelah dilakukan pencarian terhadap alamat pemilik kendaraan sesuai TNKB AG 9642 UT, yang tercatat atas nama PT BPI di wilayah Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, PT BPI tidak ditemukan di alamat tersebut. Truk kini diamankan di gudang barang bukti Satlantas Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswi di Tulungagung Terluka Usai Tabrak Truk di Plosokandang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-di-tulungagung-terluka-usai-tabrak-truk-di-plosokandang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-di-tulungagung-terluka-usai-tabrak-truk-di-plosokandang</guid>
<description><![CDATA[ Benturan keras membuat pengendara terjatuh dan sepeda motor rusak parah. Pengendara motor mengalami luka pendarahan pada hidung dan dilarikan ke rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69303499aaa1c.webp" length="68834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 21:11:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, plosokandang, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk terjadi di Jalan Umum masuk Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (3/12/2025) sekira pukul 13.00 WIB. Insiden ini menyebabkan seorang mahasiswi UIN Satu Tulungagung, mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif.</p>
<p>Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor bernomor polisi AG 3789 RFZ yang dikendarai Zefani Salsabila (20), warga Dusun Ngayem, Desa Tenggarrejo, Kecamatan Tanggunggunung, dengan sebuah truk bernomor polisi AG 9028 RO yang dikemudikan Chairul Anam (48), warga Kromasan, Kecamatan Ngunut.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum, Ipda Gerry Permana, membenarkan adanya kecelakaan itu. Begitu menerima laporan dari warga, petugas segera mendatangi lokasi.</p>
<p>Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju selatan. Pada saat bersamaan, truk berjalan dari arah berlawanan. Karena diduga pengendara motor kurang memperhatikan situasi dan berkendara terlalu ke kanan, terjadilah kecelakaan.</p>
<p>“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor mengambil jalur terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan truk yang datang dari arah berlawanan,” jelas Ipda Gerry.</p>
<p>Sepeda motor menabrak bemper depan truk sebelah kanan hingga penyok. Benturan keras membuat pengendara terjatuh dan sepeda motor rusak parah. Pengendara motor mengalami luka pendarahan pada hidung dan dilarikan ke rumah sakit. Pada Rabu sore, korban sempat tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan di ruang Redzone IGD RSUD dr Iskak Tulungagung.</p>
<p>"Awalnya tadi kondisi sadar masih bisa ditanyai, sekarang perawatan di IGD," terang Ipda Gerry.</p>
<p>Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung telah mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan, STNK, serta SIM BII milik pengemudi truk. Petugas juga memintai keterangan saksi di lokasi.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada jalur dua arah yang rawan tabrakan.</p>
<p>“Pastikan tetap berada di lajur yang benar. Jangan mengambil jalur terlalu ke kanan karena sangat berisiko bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Keselamatan adalah prioritas utama di jalan raya,” imbau Gerry.</p>
<p>Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk proses penyelidikan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Bongkar Sarang Sabung Ayam di Pojok Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-bongkar-sarang-sabung-ayam-di-pojok-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-bongkar-sarang-sabung-ayam-di-pojok-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Proses penertiban dilakukan di hadapan perangkat desa dan sejumlah warga yang turut menyaksikan jalannya penindakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69301fedf11dc.webp" length="62430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 19:28:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, polres trenggalek, sabung ayam, pogalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Aparat Kepolisian membongkar arena sabung ayam yang beroperasi secara ilegal di RT 7 RW 4, Dusun Pojok, Desa Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Lokasi perjudian yang meresahkan warga ini ditindak oleh petugas Polsek Pogalan bersama anggota Polres Trenggalek setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat call center 110.</p>
<p>Menurut Kasi Humas Polres Trenggalek, Iptu Katik, laporan tersebut disampaikan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas sabung ayam yang kerap berlangsung di kawasan perkebunan dekat permukiman penduduk.</p>
<p>"Menindaklanjuti aduan itu, petugas gabungan yang dipimpin Kapolsek Pogalan, Iptu Henri, langsung menuju lokasi pada Selasa kemarin," ujar Iptu Katik, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Ketika petugas tiba di lokasi, arena sabung ayam dalam kondisi sepi. Petugas hanya menemukan tenda berlapis karpet hijau yang dijadikan arena sabung ayam. Arena tersebut dikelilingi pagar pembatas serta dilengkapi jam dinding. Di sekitarnya, aparat juga mendapati sejumlah kurungan ayam yang diduga digunakan untuk mempersiapkan hewan aduan.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pembongkaran serta pembersihan seluruh perlengkapan yang digunakan untuk aktivitas perjudian tersebut. Proses penertiban dilakukan di hadapan perangkat desa dan sejumlah warga yang turut menyaksikan jalannya penindakan.</p>
<p>Iptu Katik menegaskan bahwa sabung ayam bukan hanya bentuk perjudian, tetapi juga termasuk tindakan yang menyiksa hewan.</p>
<p>“Arena sabung ayam ini jelas melanggar hukum. Selain termasuk perjudian, kegiatan ini juga merupakan bentuk penyiksaan terhadap hewan yang diatur dalam Pasal 302 dan Pasal 303 KUHP. Pelakunya bisa dikenai sanksi pidana,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang proaktif memberikan laporan.</p>
<p>“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan aktivitas ini. Polres Trenggalek sangat mendukung partisipasi warga untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan sekitar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar 18 Tahun di Trenggalek Tewas Tenggelam di Kolam Pemancingan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-18-tahun-di-trenggalek-tewas-tenggelam-di-kolam-pemancingan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-18-tahun-di-trenggalek-tewas-tenggelam-di-kolam-pemancingan</guid>
<description><![CDATA[ Hasil visum luar menguatkan dugaan bahwa Heri meninggal karena tenggelam. Kondisi tepi kolam yang licin diduga membuat korban terpeleset. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692f047ff10bc.webp" length="48876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 23:16:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, tenggelam di kolam pemancingan, ngrayun, gandusari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Suasana tenang di kolam pemancingan Puring, Dusun Kacangan, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, mendadak berubah mencekam pada Selasa (2/12/2025) siang.</p>
<p>Seorang pelajar ditemukan tewas tenggelam setelah diduga terpeleset saat memancing. Korban diketahui bernama Heri Susanto (18), warga Dusun Plagen, Desa Ngrayung.</p>
<p>Kasi Humas Polres Trenggalek, Iptu Katik, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Awalnya saksi Sutrisno, yang berada tidak jauh dari lokasi mendengar suara teriakan minta tolong.</p>
<p>Ketika dirinya mendatangi area pemancingan, ia mendapati kondisi mencurigakan, sepeda motor terparkir, pancing masih bersandar, tiga ekor ikan hasil tangkapan, pelet pancing, serta bekas gesekan kaki terpeleset di terpal pinggir kolam, namun pemiliknya tidak terlihat.</p>
<p>Khawatir terjadi sesuatu yang buruk, warga segera berkumpul, dan pemerintah desa bersama Polsek Gandusari bergerak cepat menghubungi Basarnas Trenggalek.</p>
<p>Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan bantuan penyelam. </p>
<p>"Sekitar pukul 15.35 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar kolam," ujar Iptu Katik.</p>
<p>Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan di lakukan visum luar oleh petugas medis dari Puskesmas Gandusari bersama pihak kepolisian, TNI, serta perangkat desa dan keluarga. Hasilnya, korban dinyatakan meninggal dunia dan tidak terdapat kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas bersama petugas, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan baik dari benda tumpul maupun tajam,” ujar Iptu Katik.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa hasil visum luar menguatkan dugaan bahwa Heri meninggal karena tenggelam. Kondisi tepi kolam yang licin diduga membuat korban terpeleset saat beraktivitas di pinggir kolam.</p>
<p>“Kesimpulan sementara, korban murni meninggal akibat tenggelam. Tidak ada indikasi tindak pidana,” tegasnya.</p>
<p>Hasil olah TKP menunjukkan korban datang seorang diri ke kolam pemancingan. Barang-barang miliknya, mulai dari joran tegek, umpan pelet, pakaian, sandal, hingga ikan hasil pancingan, diamankan polisi sebagai barang bukti.</p>
<p>Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan menolak dilakukan otopsi lanjutan serta tidak menghendaki proses hukum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Akan Periksa Dua Perusahaan Terkait Truk Pengangkut Solar yang Terguling di JLS Besuki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-akan-periksa-dua-perusahaan-terkait-truk-pengangkut-solar-yang-terguling-di-jls-besuki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-akan-periksa-dua-perusahaan-terkait-truk-pengangkut-solar-yang-terguling-di-jls-besuki</guid>
<description><![CDATA[ Selain PT Ganani, polisi juga berencana akan memintai keterangan PT Barokah Putra Ibu, perusahaan yang tercantum sebagai pemilik kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692efda666a5b.webp" length="52758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 22:33:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bbm subsidi, truk tangki terguling, jls besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penyelidikan kasus truk pengangkut BBM diduga jenis solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) Besuki, Tulungagung, pada Jumat (28/11/2025) terus berkembang. Setelah mengumpulkan data awal, penyidik kini menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak PT Ganani, perusahaan yang disebut berkaitan dengan kendaraan tersebut.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, menyebut pihak perusahaan tersebut akan dimintai keterangan pada Rabu (3/12/2025) di Polres Tulungagung.</p>
<p>"Rabu, PT Ganani. Orangnya perjalanan dari Jakarta," tulis AKP Ryo Pradana, lewat aplikasi perpesanan Whatsapp, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Selain PT Ganani, polisi juga berencana akan memintai keterangan PT Barokah Putra Ibu, perusahaan yang tercantum sebagai pemilik kendaraan berdasarkan STNK yang ditemukan tergantung di kunci truk. Sesuai data di STNK, perusahaan tersebut beralamat di Desa Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung.</p>
<p>"Kabeh to (Semuanya akan kita periksa)," sambungnya.</p>
<p>Kedua perusahaan tersebut dipanggil untuk mengklarifikasi asal-usul BBM, legalitas pengangkutan, serta identitas pengemudi yang hingga Selasa (2/12/2025) masih menghilang pasca kecelakaan.</p>
<p>Sejumlah kejanggalan yang ditemukan pada kendaraan turut memperkuat dugaan adanya pelanggaran. Nomor polisi yang terpasang berbeda dengan yang tercatat di STNK.</p>
<p>Nomor polisi yang terpasang di truk adalah AG 9462 UT, namun setelah dicek dengan STNK dan nomor rangka, serta nomor mesin, nomor asli kendaraan adalah AG 9642 UT.</p>
<p>Selain itu, warna kendaraan juga tidak sesuai, dimana truk berwarna biru kombinasi putih, sedangkan di STNK berwarna hijau. Kejanggalan lain adalah truk tidak menampilkan identitas perusahaan maupun jenis BBM yang diangkut, padahal hal itu merupakan kewajiban bagi kendaraan pengangkut BBM.</p>
<p>Sebelumnya pada Jumat (28/11/2025) sore, usai kendaraan dievakuasi ke gudang barang bukti Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Satreskrim Polres Tulungagung bersama Disperindag mengambil sampel BBM dari truk tangki sebanyak 30 liter untuk dikirim ke Puslabfor dan laboratorium migas seperti Sucofindo.</p>
<p>Pada saat pengambilan sampel, AKP Ryo Pradana, menyatakan pengambilan sampel dilakukan melibatkan Disperindag demi transparansi. Disperindag menegaskan penentuan status solar sepenuhnya berada di kewenangan Pertamina dan pemeriksaan teknis wajib dilakukan karena identifikasi visual tidak bisa dijadikan acuan.</p>
<p>“Setelah kami kirim, hasilnya akan kami sampaikan secara transparan apakah BBM ini subsidi atau non-subsidi," ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Pekerja Bangunan di Tulungagung Terjatuh dari Scaffolding, Satu Tewas Dua Patah Tulang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-pekerja-bangunan-di-tulungagung-terjatuh-dari-scaffolding-satu-tewas-dua-patah-tulang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-pekerja-bangunan-di-tulungagung-terjatuh-dari-scaffolding-satu-tewas-dua-patah-tulang</guid>
<description><![CDATA[ Hasil olah TKP menunjukkan adanya dugaan kesalahan pemasangan tiang penyangga yang digunakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692eaaacc8095.webp" length="26226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 16:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, pekerja bangunan terjatuh, kepuh, polsek boyolangu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Nasib tragis menimpa seorang pekerja bangunan di Tulungagung. Abdul Manan (61), warga Dusun Kedungbendo, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar enam meter saat memasang plafon pada Selasa (2/12/2025) pagi.</p>
<p>Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di rumah milik Gunawan gang berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. Korban bersama dua rekan kerjanya, Ardi (20) dan Mustofa (40), tengah melakukan pekerjaan pemasangan plafon. Mereka menggunakan tangga perancah <em>(scaffolding)</em> berbahan besi dan bambu sebagai pijakan.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih, menjelaskan bahwa kecelakaan kerja ini dipicu oleh patahnya pijakan yang digunakan oleh para pekerja.</p>
<p>"Pijakan yang mereka gunakan tiba-tiba patah. Ketiganya langsung terjatuh dari ketinggian sekitar enam meter," jelas AKP Retno saat dikonfirmasi, Selasa (02/12/2025).</p>
<p>Abdul Manan mengalami luka berat di bagian kepala dan diduga meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD dr. Iskak Tulungagung. Sementara itu, dua rekan korban, Ardi dan Mustofa, dilaporkan mengalami patah tulang.</p>
<p>"Informasi saksi menyebutkan korban sempat hidup sesaat setelah jatuh, dan ada luka di atas alis," tambah dia.</p>
<p>Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Hasil olah TKP menunjukkan adanya dugaan kesalahan pemasangan tiang penyangga pada perancah yang digunakan.</p>
<p>Menurut dia, tiang penyangga yang digunakan ukurannya terlalu kecil dan dinilai tidak mampu menahan beban. Padahal, perangkat <em>scaffolding</em> yang lebih memadai sebenarnya tersedia di lokasi, tetapi berada di sisi kiri bangunan dan tidak dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>"Penyangganya terlalu kecil dan tidak kuat menahan beban. <em>Scaffolding</em> ada, tapi posisinya di sebelah kiri. Seharusnya bisa digeser ke tengah atau ke kanan. Kalau menggunakan <em>scaffolding</em> (yang benar) mungkin kecelakaan ini tidak terjadi," pungkas Kapolsek.</p>
<p>Korban Abdul Manan diketahui telah bekerja di lokasi tersebut selama satu minggu terakhir. Setelah kejadian, korban segera dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung sebelum tim Inafis Polres Tulungagung tiba di lokasi kejadian.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengendara di Bawah Umur Dominasi Jumlah Pelanggar Selama Operasi Zebra Semeru 2025 di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengendara-di-bawah-umur-dominasi-jumlah-pelanggar-selama-operasi-zebra-semeru-2025-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengendara-di-bawah-umur-dominasi-jumlah-pelanggar-selama-operasi-zebra-semeru-2025-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pelajar di bawah umur yang berkendara tidak memakai helm. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d8ca95c24f.webp" length="34182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 20:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, operasi zebra, kasatlantas polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, telah resmi berakhir. Satlantas Polres Tulungagung merilis hasil pelaksanaan operasi yang mencatat peningkatan jumlah kecelakaan dibanding tahun sebelumnya. </p>
<p>Sepanjang operasi, terjadi 23 kejadian kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia dan 47 orang mengalami luka ringan.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menyampaikan bahwa sepanjang operasi pihaknya melakukan berbagai kegiatan preemtif, preventif, hingga represif. Hasilnya, jumlah pelanggaran masih didominasi pengendara di bawah umur yang tidak menggunakan helm.</p>
<p>“Selama 14 hari operasi, kami mencatat lebih dari 20.846 kegiatan preemtif seperti penyuluhan, pembinaan, hingga pemasangan banner. Sementara untuk represif, total ada 10.423 penindakan yang terdiri dari tilang elektronik statis, mobile, manual, dan teguran,” jelas AKP Taufik Nabila, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Kasatlantas menjelaskan, dalam rincian penindakan represif, tilang elektronik statis menangkap 3.500 pelanggaran, tilang elektronik mobile 1.618 pelanggaran, tilang manual 78 kasus, serta 5.226 teguran. Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara di bawah umur yang tidak memakai helm.</p>
<p>“Pelanggaran paling banyak tetap pada pengendara usia sekolah. Ini menunjukkan perlunya edukasi yang lebih intens, termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tambahnya.</p>
<p>Selain penindakan, polisi juga mengamankan enam kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek) dan tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan saat pemeriksaan.</p>
<p>Berdasar catatan pihak Satlantas Polres Tulungagung, jumlah kecelakaan selama Operasi Zebra 2025 naik dibanding tahun sebelumnya. Pada Operasi Zebra 2024, tercatat 20 kejadian kecelakaan dengan satu orang meninggal. Tahun ini naik menjadi 23 kejadian.</p>
<p>“Dibandingkan 2024 ada peningkatan jumlah kecelakaan. Tahun lalu 20 kejadian, tahun ini menjadi 23 kejadian. Namun jumlah korban meninggal tetap sama, satu orang,” terang AKP Taufik.</p>
<p>Wilayah dengan kecelakaan tertinggi adalah Kecamatan Ngunut dan Kedungwaru, yang sejak lama dikenal sebagai titik rawan atau black spot. Di Ngunut sendiri terdapat empat kejadian kecelakaan dan satu korban meninggal.</p>
<p>Meski Operasi Zebra 2025 telah berakhir, Satlantas Polres Tulungagung memastikan sosialisasi keselamatan lalu lintas kepada masyarakat, terutama pelajar tetap akan digencarkan. Pihak kepolisian menilai kawasan Ngunut menjadi prioritas edukasi karena tingginya pelanggaran dan kecelakaan di wilayah tersebut.</p>
<p>“Setelah operasi ini, kami akan fokus melakukan sosialisasi lebih intens di wilayah Ngunut dan sekitarnya. Harapannya masyarakat mematuhi aturan bukan karena takut polisi, tetapi karena kesadaran keselamatan,” tegas AKP Taufik.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung berharap upaya edukasi dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas di tahun mendatang.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tertabrak Truk Saat Menyeberang, Pelajar SMP di Tulungagung Alami Luka&amp;Luka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tertabrak-truk-saat-menyeberang-pelajar-smp-di-tulungagung-alami-luka-luka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tertabrak-truk-saat-menyeberang-pelajar-smp-di-tulungagung-alami-luka-luka</guid>
<description><![CDATA[ Korban sempat terseret dan berada di kolong truk sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas. Ia kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d857d4f470.webp" length="18756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 19:29:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pelajar, kecelakaan, jarakan, gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan lalu lintas antara truk dan pesepeda terjadi di Jalan Raya masuk Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Senin (1/12/2025) sekira pukul 13.30 WIB. Insiden ini menyebabkan seorang pelajar SMP berusia 12 tahun mengalami patah tulang setelah terserempet dan masuk ke kolong truk.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kecelakaan dipicu kurangnya kehati-hatian pengemudi truk dan tidak diberikannya prioritas kepada pesepeda yang sedang menyeberang.</p>
<p>“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi truk kurang berhati-hati dan tidak mengutamakan prioritas terhadap pesepeda yang sedang menyeberang, sehingga terjadi benturan,” jelas AKP Taufik Nabila.</p>
<p>Kendaraan yang terlibat adalah truk bernomor polisi AG 8652 YL yang dikemudikan Mustakim (46), warga Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.</p>
<p>Sementara korban adalah Devita Asha Khoirunisa (12), pelajar asal Desa Jarakan, Gondang, yang saat kejadian tengah menyeberang menggunakan sepeda pancal. </p>
<p>"Benturan membuat korban terjatuh dan mengalami patah tulang pada bagian tangan," terang Kasatlantas.</p>
<p>Dari hasil olah TKP, truk yang dikemudikan Mustakim melaju dari arah selatan ke utara. Di saat bersamaan, korban menyeberang datang dari arah timur menuju barat dengan sepeda pancal. Ketika pesepeda menyeberang, diduga pengemudi truk tidak mengurangi kecepatan sehingga tidak sempat menghindar.</p>
<p>Korban sempat terseret dan berada di kolong truk sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas. Ia kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan.</p>
<p>Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan truk dan sepeda pancal sebagai barang bukti, serta meminta keterangan dari pengemudi dan sejumlah saksi.</p>
<p>AKP Taufik menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pengguna jalan, terutama di kawasan permukiman. </p>
<p>“Kami mengimbau agar pengemudi kendaraan bermotor selalu memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang lebih rentan, seperti pejalan kaki dan pesepeda. Kurangi kecepatan saat melintas di area pemukiman,” ujarnya.</p>
<p>Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk penyelidikan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Hari AIDS Sedunia di Tulungagung , Soroti Lonjakan Kasus hingga 4.350 Orang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-hari-aids-sedunia-di-tulungagung-soroti-lonjakan-kasus-hingga-4350-orang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-hari-aids-sedunia-di-tulungagung-soroti-lonjakan-kasus-hingga-4350-orang</guid>
<description><![CDATA[ Dari 4.350 Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang tercatat sejak 2006, sekitar 1.000 orang telah meninggal dunia, sementara 1.300 orang masih aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d456bc1f1d.webp" length="76746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 15:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, peringatan hari aids, hiv, aids, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Ratusan pegiat HIV <em>(Human Immunodeficiency Virus)</em> - AIDS <em>(Acquired Immuno-Deficiency Syndrome)</em> di Tulungagung menggelar aksi simpatik di Bundaran Tugu Reog Kendang, Senin (1/12/2025) pagi, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia. </p>
<p>Aksi ini menyoroti situasi epidemi HIV-AIDS di Tulungagung yang memprihatinkan, dengan total kasus kumulatif yang telah mencapai 4.350 kasus sejak 2006.</p>
<p>Aksi yang diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat ini diawali dengan berjalan kaki menuju Alun-Alun, membawa spanduk bertema nasional, "Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Berkelanjutan Layanan HIV." Para peserta membagikan mawar merah dan brosur edukasi kepada pengguna jalan sebagai simbol ajakan peduli terhadap deteksi dini dan pencegahan.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengungkapkan data akumulatif yang mengejutkan. </p>
<p>Dari 4.350 Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang tercatat sejak 2006, sekitar 1.000 orang telah meninggal dunia, sementara 1.300 orang masih aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV).</p>
<p>Desi mengakui bahwa temuan kasus baru setiap tahunnya masih stagnan di kisaran 350 hingga 400 kasus.</p>
<p>"Angka ini stabil karena kita masih dalam proses mencairkan gunung es, yaitu menemukan kasus sebanyak mungkin agar segera diobati," jelas Desi. </p>
<p>Ia menegaskan upaya penemuan kasus secara masif diperlukan untuk memutus rantai penularan sedini mungkin.</p>
<p>Desi juga menyoroti adanya pergeseran signifikan dalam pola penyebaran virus. Jika pada masa lalu kasus banyak terdeteksi pada populasi kunci seperti pekerja seks atau pengguna narkoba suntik, kini penularan telah bergeser ke kelompok usia remaja dan, yang paling memprihatinkan, ibu rumah tangga. </p>
<p>"Pergeseran ini memprihatinkan. Ibu rumah tangga kini menjadi kelompok kedua terbanyak karena tertular dari pasangan. Ini juga meningkatkan risiko penularan ke anak karena mayoritas berada di usia produktif," imbuh Desi.</p>
<p>Dinkes menilai pendidikan kesehatan seksual sejak usia remaja merupakan langkah krusial untuk mencegah lonjakan kasus di masa depan, seiring dengan upaya menjaga konsistensi layanan dan terapi ARV bagi para ODHA.</p>
<p>Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran dan menghapus stigma.</p>
<p>"Ini aksi yang kita lakukan setiap tahun. Bukan seremonial, tapi pengingat agar masyarakat yang berisiko segera tes HIV," ujar Ifada. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya edukasi bagi ODHA agar terus menjalani terapi ARV dan mendorong afirmasi positif menuju "Tulungagung tanpa stigma."</p>
<p>Aksi Hari AIDS Sedunia ini menjadi momentum penting bagi Tulungagung untuk memperkuat kolaborasi multisektor demi meningkatkan deteksi dini, memastikan pengobatan yang berkelanjutan, dan mengakhiri stigma yang masih menyelimuti ODHA. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dapur dan Kandang Sapi Milik Warga Pakel Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dapur-dan-kandang-sapi-milik-warga-pakel-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp20-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dapur-dan-kandang-sapi-milik-warga-pakel-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp20-juta</guid>
<description><![CDATA[ Api diduga berasal dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak air kemudian ditinggal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692ad8f8b4241.webp" length="41294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 18:33:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, gempolan, pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Musibah kebakaran menimpa rumah milik Lamin (60), di RT 03 RW 04, Dusun Nginepan, Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, pada Sabtu sore. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan dapur serta kandang sapi yang berada di bagian samping belakang rumahnya. </p>
<p>Kebakaran diketahui pertama kali oleh warga sekitar yang melihat asap tebal membumbung dari arah rumah korban. Mereka kemudian bergegas membantu memadamkan api menggunakan mesin pompa air seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran yang telah dilapori.</p>
<p>Sekira pukul 15.00 WIB, satu unit mobil pemadam dan dua unit truk penyuplai air dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.</p>
<p>Petugas Damkar Tulungagung, Mardianto, menjelaskan bahwa sumber api berasal dari tungku kayu yang sebelumnya digunakan memasak air. Pemilik rumah diduga lupa mematikan tungku tersebut hingga api merembet ke tumpukan kayu dan pakan ternak berupa jerami kering sehingga dengan cepat membesar.</p>
<p>“Pemilik rumah memasak air di tungku kayu lalu ditinggal dan lupa. Api dari tungku kemudian merembet dari dapur ke kandang sapi," ujarnya.</p>
<p>Mardianto menambahkan, proses pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah sedang berada di dalam rumah dan baru mengetahui api telah membesar ketika asap mulai terlihat dari belakang rumah. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.</p>
<p>"Alhamdulillah tidak ada korban," imbuhnya.</p>
<p>Beruntung, kobaran api berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan induk rumah. Namun begitu, seluruh bagian dapur dan kandang sapi milik Lamin sudah terlanjur ludes terbakar.</p>
<p>Sementara dua ekor sapi yang berada di dalam kandang berhasil diselamatkan sebelum api menghanguskan bangunan.</p>
<p>"Kerugian ditaksir mencapai 20 juta rupiah," pungkas Mardianto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bayi Meninggal di Teras Panti Asuhan Tulungagung Dipastikan Sempat Hidup 1 hingga 3 Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bayi-meninggal-di-teras-panti-asuhan-tulungagung-dipastikan-sempat-hidup-1-hingga-3-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bayi-meninggal-di-teras-panti-asuhan-tulungagung-dipastikan-sempat-hidup-1-hingga-3-hari</guid>
<description><![CDATA[ Hasil autopsi memastikan bahwa bayi malang tersebut lahir hidup dan sempat menjalani perawatan, namun penyebab kematiannya adalah mati lemas atau asfiksia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692a87f365cb8.webp" length="28780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 13:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penemuan bayi, tambakrejo, sumbergempol, outopsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Penyebab kematian bayi laki-laki yang ditemukan tak bernyawa di teras sebuah panti asuhan yang belum beroperasi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, akhirnya terungkap. </p>
<p>Hasil autopsi memastikan bahwa bayi malang tersebut lahir hidup dan sempat menjalani perawatan, namun penyebab kematiannya adalah mati lemas atau <em>asfiksia</em>.</p>
<p>Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Ahfandi, membenarkan temuan ini. Penemuan jenazah bayi terjadi pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 15.45 WIB. </p>
<p>Ia menjelaskan, warga yang melintas di depan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2 mendapati tubuh bayi berada dalam kondisi tidak bernyawa, sebelum akhirnya temuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Jenazah bayi kemudian dievakuasi dan menjalani proses autopsi oleh tim forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung. Proses pemeriksaan dilakukan sejak Jumat malam hingga rampung pada Sabtu dini hari.</p>
<p>Iptu Ahmad Ahfandi menjelaskan, hasil autopsi mengungkapkan beberapa fakta bahwa bayi itu lahir hidup. Artinya, bayi dipastikan lahir dalam kondisi hidup dan masih bernapas saat diletakkan di depan panti asuhan.</p>
<p>Penyebab utama kematian disebutnya adalah mati lemas atau <em>asfiksia</em>. Bayi diperkirakan meninggal dunia kurang dari 12 jam sebelum autopsi dilakukan, atau sekitar Jumat siang.</p>
<p>"Usia kelahiran bayi diperkirakan cukup bulan, yakni sekitar delapan hingga sembilan bulan masa kehamilan," terangnya, Sabtu (29/11/2025). </p>
<p>Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh bayi. Sementara lambung bayi ditemukan dalam keadaan kosong tanpa cairan, mengindikasikan bayi tidak mendapatkan asupan susu sebelum meninggal.</p>
<p>Menurut Iptu Ahmad, bayi tersebut diperkirakan telah lahir antara satu hingga tiga hari sebelum ditemukan.</p>
<p>"Indikasi lain juga mengarah bahwa bayi sempat mendapatkan perawatan, meski kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia," tambah dia.</p>
<p>Saat ini, kasus penemuan bayi tersebut ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung. Polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku yang tega membuang bayi tersebut.</p>
<p>"Tim opsnal PPA sudah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku," tandasnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, digegerkan temuan jasad bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di depan pintu bangunan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2, Jumat (28/11/2025). </p>
<p>Saat ditemukan, kondisi bayi sudah meninggal dunia dan sebagian tubuhnya dikerubuti semut.</p>
<p>Penemuan itu bermula ketika beberapa anak yang sedang bermain melihat sebuah benda mencurigakan di depan pintu kantor panti asuhan yang masih dalam tahap pembangunan.</p>
<p>Awalnya, mereka mengira benda tersebut adalah boneka. Namun setelah didekati, mereka mendapati tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa dan langsung melaporkannya kepada orang tua.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh. Anshori, membenarkan bahwa laporan penemuan bayi masuk pada siang hari setelah salat Jumat. Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang menemukan jasad bayi tersebut sempat terkejut karena kondisi tubuh sudah dipenuhi semut.</p>
<p>"Sekitar jam 12 atau habis salat Jumat ada anak kecil yang menemukan, awalnya dikira boneka di depan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2. Setelah dicek, ternyata sudah dikerubuti semut," jelas dia.</p>
<p>Iptu Anshori menambahkan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Tali pusarnya juga tampak putus tidak normal dan diduga ditarik secara paksa.</p>
<p>"Setelah orang tua anak itu memeriksa, ternyata seorang bayi laki-laki. Kondisi tali pusar kelihatan seperti ditarik atau diputus secara paksa. Saat ditemukan, bayi sudah dalam keadaan meninggal," ujarnya.</p>
<p>Bayi itu diletakkan di atas keset di depan pintu bangunan panti asuhan yang belum beroperasi dan belum berpenghuni.</p>
<p>"Bangunan itu adalah Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2 yang dikelola MWC NU Sumbergempol. Saat ini belum ada penghuni dan belum beroperasi," terangnya.</p>
<p>Pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa bayi tersebut memiliki panjang sekitar 45–48 sentimeter dan termasuk bayi cukup umur.</p>
<p>Bidan Desa Tambakrejo, Ernivoca, yang turut memeriksa kondisi bayi, ia membenarkan bahwa bayi tersebut tampak cukup bulan saat dilahirkan.</p>
<p>"Bayi ini sebenarnya sudah cukup umur, bukan prematur. Tapi dari berat badannya terlihat kecil, mungkin di bawah 2,5 kilogram," jelas Ernivoca.</p>
<p>Saat ditemukan, tubuh bayi sudah dalam kondisi kaku namun secara fisik masih tampak segar. Meski begitu, bidan tidak dapat memastikan berapa lama bayi sudah meninggal.</p>
<p>"Posisi bayinya tadi kaku, tetapi masih terlihat segar. Namun untuk perkiraan berapa jam kematiannya atau apakah saat diletakkan masih hidup, itu kewenangan forensik," tegasnya.</p>
<p>Terkait kemungkinan identitas ibu bayi, Ernivoca memastikan bahwa seluruh ibu hamil di wilayah tersebut telah terdata dan dipantau oleh tenaga kesehatan.</p>
<p>"Semua ibu hamil di sini sudah terdata dan rutin kami kunjungi. Kalau dari warga sini, insyaallah aman. Tapi kalau ada yang menyembunyikan kehamilan, kami juga tidak bisa memastikan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi dan Disperindag Tulungagung Ambil Sampel Solar Truk Terguling di JLS Besuki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dan-disperindag-tulungagung-ambil-sampel-solar-truk-terguling-di-jls-besuki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dan-disperindag-tulungagung-ambil-sampel-solar-truk-terguling-di-jls-besuki</guid>
<description><![CDATA[ Pengambilan sampel dilakukan pada Jumat sore sebagai langkah awal memastikan apakah solar yang diangkut merupakan BBM subsidi atau non-subsidi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929b59e6eb95.webp" length="51914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 23:18:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bbm subsidi, truk terguling, jls besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pasca insiden tergulingnya truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di jalur lintas selatan (JLS) Besuki, Tulungagung, pada Jumat (28/11/2025) pagi, Satreskrim Polres Tulungagung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) langsung mengambil sampel BBM untuk diperiksa di laboratorium.</p>
<p>Pengambilan sampel dilakukan pada Jumat sore sebagai langkah awal memastikan apakah solar yang diangkut merupakan BBM subsidi atau non-subsidi.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengatakan pihaknya melibatkan Disperindag Tulungagung untuk memastikan proses pengambilan sampel berlangsung transparan.</p>
<p>“Sore ini kami melakukan pengambilan sampel dari BBM solar yang dibawa truk laka di JLS. Penyidik Satreskrim bersama Disperindag tadi juga sudah mengambil langsung di lokasi. Sampel ini akan kami kirim ke Puslabfor dan laboratorium terkait migas seperti Sucofindo,” jelas AKP Ryo.</p>
<p>Menurutnya, total sampel yang diambil mencapai 30 liter, terdiri dari dua jeriken berisi masing-masing 10 liter untuk penyidik Satreskrim, dan satu jeriken 10 liter untuk Disperindag. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan status solar tersebut. </p>
<p>“Setelah kami kirim, hasilnya akan kami sampaikan secara transparan apakah BBM ini subsidi atau non-subsidi. Saat ini kita masih menunggu hasil dari laboratorium,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, kepolisian juga mulai menelusuri pemilik truk serta asal-usul solar tersebut. AKP Ryo menjelaskan bahwa pihak PT Ganani yang beralamat di Surabaya, perusahaan yang disebut terkait dengan kendaraan, telah menghubungi kepolisian dan diminta hadir membawa dokumen administrasi. </p>
<p>“Mereka kami sarankan segera hadir membawa administrasi truk dan BBM tersebut, termasuk menghadirkan sopir truk. Asal solar diambil dari mana masih kami dalami karena belum dikonfirmasi,” ujarnya.</p>
<p>Terkait dugaan pemalsuan identitas kendaraan, Ryo menegaskan bahwa kepolisian akan menelusurinya melalui pemeriksaan dokumen dan izin-izin yang dimiliki perusahaan. </p>
<p>“Ini nanti akan kami periksa terkait izin dan dokumen dari PT tersebut. Untuk BBM ini mau dikirim kemana, itu juga masih kami dalami berdasarkan hasil pemeriksaan nanti,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kemetrologian Disperindag Tulungagung, M. Salman Huda, menjelaskan bahwa pihaknya hanya membantu proses awal pengambilan sampel. Kewenangan penentuan status solar tetap berada pada Pertamina. </p>
<p>“Kami dari Disperindag bukan pihak yang berwenang menentukan itu. Tadi kami sudah kontak Pertamina untuk meminta bantuan uji laboratorium. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” kata Salman.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa identifikasi fisik seperti warna cerah atau gelap tidak bisa dijadikan acuan tanpa uji teknis. </p>
<p>“Secara kasat mata tidak bisa dibandingkan. Wajib dilakukan uji teknis dulu,” jelasnya. </p>
<p>Salman juga menyebut seharusnya truk pengangkut BBM memiliki label lengkap sesuai ketentuan Pertamina. </p>
<p>“Nama perusahaan dan jenis bahan yang diangkut mestinya tercantum. Pada truk ini tadi tidak ada,” tambahnya.</p>
<p>Hingga kini, proses penyelidikan masih berlanjut. Kepolisian menunggu kehadiran pihak perusahaan untuk pemeriksaan lanjutan sambil menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar penetapan dugaan pelanggaran terkait migas.</p>
<p>Sebelumnya pada Jumat pagi, sebuab truk pengangkut BBM solar diduga mengalami kecelakaan tunggal di JLS Besuki, Tulungagung. Yang menarik perhatian, usai kejadian pengemudi truk justru menghilang dan hingga Jumat sore belum diketahui keberadaannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Tangki Diduga Muatan Solar Terguling di JLS Tulungagung, Sopir Menghilang dan Nopol Tidak Sesuai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-tangki-diduga-muatan-solar-terguling-di-jls-tulungagung-sopir-menghilang-dan-nopol-tidak-sesuai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-tangki-diduga-muatan-solar-terguling-di-jls-tulungagung-sopir-menghilang-dan-nopol-tidak-sesuai</guid>
<description><![CDATA[ Usai insiden, sopir truk tidak ditemukan di lokasi dan hingga Jumat sore keberadaannya masih misterius. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929ae3c6f1e8.webp" length="39250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 22:46:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk tangki pengangkut solar, terguling, jls, besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah truk tangki tanpa identitas perusahaan yang diduga mengangkut solar mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, Jumat (28/11/2025) pagi. Usai insiden, sopir truk tidak ditemukan di lokasi dan hingga Jumat sore keberadaannya masih misterius.</p>
<p>Kecelakaan terjadi di kawasan Desa Besuki, Kecamatan Besuki, tepat di jalur menuju daerah pesisir selatan.</p>
<p>Warga yang melintas pertama kali melihat truk dalam posisi terbalik dan melapor ke pihak kepolisian. Saat petugas datang, truk sudah tergelincir masuk ke parit dalam kondisi ringsek, sementara pengemudinya tidak ada di tempat.</p>
<p>Pasca kejadian tersebut, pada Jumat sore polisi melakukan pemeriksaan kendaraan dan menemukan kejanggalan. Di antaranya, warna kendaraan tidak sesuai dengan STNK yang ditemukan di dalam kabin truk, serta nomor polisi yang diduga palsu.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menjelaskan, kecelakaan terjadi sekira pukul 05.30 pagi. Truk melaju dari pertigaan JLS menuju arah pantai, namun tidak kuat menanjak.</p>
<p>“Pada saat tanjakan, mobil tersebut kurang tenaga atau kurang power untuk naik ke atas sehingga akhirnya mundur dan masuk ke dalam parit. Mobil tersebut tergelincir dan terbalik,” jelas Taufik.</p>
<p>Ketika Unit Gakkum Satlantas tiba dan melakukan olah tempat kejadian, sopir truk sudah tidak berada di lokasi.</p>
<p>“Pada saat kami olah TKP, sopirnya sudah tidak ada. Kami hanya menemukan mobil dalam posisi terbalik,” tegasnya.</p>
<p>Evakuasi kendaraan dilakukan sekira pukul 10.00 WIB dan truk kini diamankan di gudang BB Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.</p>
<p>Pemeriksaan awal mengungkap ketidaksesuaian data kendaraan. Nomor polisi yang terpasang di truk adalah AG 9462 UT, namun setelah dicek dengan STNK dan nomor rangka, serta nomor mesin, nomor asli kendaraan adalah AG 9642 UT.</p>
<p>“Nopol yang tertera tidak sesuai dengan STNK. Bahkan warna kendaraan di STNK tercatat hijau tetapi kenyataannya biru. Untuk nopol AG 9462 UT status pajaknya mati sejak 2018, sementara nopol asli masih aktif sampai 2029,” ungkap Taufik.</p>
<p>Polisi juga memastikan bahwa pemilik kendaraan telah diketahui, namun belum bisa dimintai keterangan karena sopirnya masih belum ditemukan.</p>
<p>“Pemilik kendaraan sesuai data sudah kami ketahui. Tapi saat ini kami fokus mencari sopir dahulu karena pengendara inilah yang membawa kendaraan tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Upaya pencarian dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan sekitar lokasi kejadian setelah muncul informasi bahwa sopir sempat terlihat terluka dan dibawa ke puskesmas. Namun hasilnya nihil.</p>
<p>“Kami sudah cek tiga puskesmas dan dua rumah sakit, termasuk RSUD dr. Iskak. Tidak ada yang merawat pasien kecelakaan sesuai ciri-cirinya,” kata Taufik.</p>
<p>Kecurigaan bertambah karena truk tangki tersebut tidak memiliki identitas perusahaan layaknya truk resmi pengangkut BBM. Tumpahan yang keluar dari tangki juga menunjukkan warna pekat menyerupai solar subsidi.</p>
<p>“Kalau untuk muatannya memang kami lihat tadi solar, sekitar 6.000 liter. Untuk legalitas dan asal-usulnya, nanti Satreskrim dan Dinas Perindag yang akan mendalami lebih lanjut,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasad Bayi Laki&amp;Laki di Depan Pintu Panti Asuhan Tulungagung Diduga Dibuang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-bayi-laki-laki-di-depan-pintu-panti-asuhan-tulungagung-diduga-dibuang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-bayi-laki-laki-di-depan-pintu-panti-asuhan-tulungagung-diduga-dibuang</guid>
<description><![CDATA[ Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Tali pusarnya juga tampak putus tidak normal dan diduga ditarik secara paksa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929a69e6aae3.webp" length="40070" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 22:13:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penemuan bayi, tambakrejo, sumbergempol, inafis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG,</strong> <strong>SJP</strong> <strong>-</strong> Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, digegerkan temuan jasad bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di depan pintu bangunan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2, Jumat (28/11/2025). Saat ditemukan, kondisi bayi sudah meninggal dunia dan sebagian tubuhnya dikerubuti semut.</p>
<p>Penemuan itu bermula ketika beberapa anak yang sedang bermain melihat sebuah benda mencurigakan di depan pintu kantor panti asuhan yang masih dalam tahap pembangunan.</p>
<p>Awalnya, mereka mengira benda tersebut adalah boneka. Namun setelah didekati, mereka mendapati tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa dan langsung melaporkannya kepada orang tua.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh. Anshori, membenarkan bahwa laporan penemuan bayi masuk pada siang hari setelah salat Jumat. Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang menemukan jasad bayi tersebut sempat terkejut karena kondisi tubuh sudah dipenuhi semut.</p>
<p>“Sekitar jam 12 atau habis salat Jumat ada anak kecil yang menemukan, awalnya dikira boneka di depan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2. Setelah dicek, ternyata sudah dikerubuti semut,” jelas Anshori.</p>
<p>Anshori menambahkan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Tali pusarnya juga tampak putus tidak normal dan diduga ditarik secara paksa.</p>
<p>“Setelah orang tua anak itu memeriksa, ternyata seorang bayi laki-laki. Kondisi tali pusar kelihatan seperti ditarik atau diputus secara paksa. Saat ditemukan, bayi sudah dalam keadaan meninggal,” ujarnya.</p>
<p>Bayi itu diletakkan di atas keset di depan pintu bangunan panti asuhan yang belum beroperasi dan belum berpenghuni.</p>
<p>“Bangunan itu adalah Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2 yang dikelola MWC NU Sumbergempol. Saat ini belum ada penghuni dan belum beroperasi,” kata Anshori.</p>
<p>Pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa bayi tersebut memiliki panjang sekitar 45–48 sentimeter dan termasuk bayi cukup umur.</p>
<p>Bidan Desa Tambakrejo, Ernivoca, yang turut memeriksa kondisi bayi, membenarkan bahwa bayi tersebut tampak cukup bulan saat dilahirkan.</p>
<p>“Bayi ini sebenarnya sudah cukup umur, bukan prematur. Tapi dari berat badannya terlihat kecil, mungkin di bawah 2,5 kilogram,” jelas Ernivoca.</p>
<p>Saat ditemukan, tubuh bayi sudah dalam kondisi kaku namun secara fisik masih tampak segar. Meski begitu, bidan tidak dapat memastikan berapa lama bayi sudah meninggal.</p>
<p>“Posisi bayinya tadi kaku, tetapi masih terlihat segar. Namun untuk perkiraan berapa jam kematiannya atau apakah saat diletakkan masih hidup, itu kewenangan forensik,” tegasnya.</p>
<p>Terkait kemungkinan identitas ibu bayi, Ernivoca memastikan bahwa seluruh ibu hamil di wilayah tersebut telah terdata dan dipantau oleh tenaga kesehatan.</p>
<p>“Semua ibu hamil di sini sudah terdata dan rutin kami kunjungi. Kalau dari warga sini, insyaallah aman. Tapi kalau ada yang menyembunyikan kehamilan, kami juga tidak bisa memastikan,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mencari petunjuk lain, jasad bayi langsung dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung. Polisi kini melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cara Unik Satlantas Tulungagung Tekan Angka Kecelakaan, Hadirkan Korban Kecelakaan dan Pocong di Perempatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cara-unik-satlantas-tulungagung-tekan-angka-kecelakaan-hadirkan-korban-kecelakaan-dan-pocong-di-perempatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cara-unik-satlantas-tulungagung-tekan-angka-kecelakaan-hadirkan-korban-kecelakaan-dan-pocong-di-perempatan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6927f3bb2db63.webp" length="78782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 14:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, operasi zebra semeru 2025, kasatlantas polres tulungagung, sosialisasi, kecelakaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LTULUNGAGUNG, SJP</strong>– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menggelar sosialisasi keselamatan berkendara dengan pendekatan yang tidak biasa. </p>
<p>Dalam rangkaian Operasi Zebra Semeru 2025, petugas menghadirkan sejumlah properti dan pertunjukan yang menggambarkan dampak buruk kecelakaan, termasuk <em>cosplay</em> korban kecelakaan, pocong, hingga keranda jenazah.</p>
<p>Aksi yang menarik perhatian publik ini dilaksanakan di Simpang Empat Jepun pada Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Kepala Satlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menjelaskan bahwa strategi kreatif ini dipilih untuk memastikan pesan keselamatan lebih mudah terserap dan menyentuh kesadaran masyarakat secara mendalam.</p>
<p>“Hari ini kami melaksanakan sosialisasi di Perempatan Jepun dengan membawa skema atau contoh-contoh korban kecelakaan, terutama korban meninggal dunia, korban yang tidak menggunakan helm, dan korban balap liar,” jelas AKP Taufik.</p>
<p>Pemilihan lokasi di Simpang Empat Jepun didasarkan pada fakta bahwa area tersebut merupakan <em>black spot</em> (titik rawan kecelakaan) di Tulungagung serta menjadi jalur utama kedatangan dari wilayah Trenggalek dan Blitar.</p>
<p>Menurutnya, sosialisasi ini tidak bertujuan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab pribadi setiap pengguna jalan.</p>
<p>“Kami ingin masyarakat tidak hanya tertib karena takut polisi, tetapi tertib karena sadar pentingnya keselamatan diri dan orang lain,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan yang bersifat preemtif dan preventif ini, petugas juga berkolaborasi dengan Jasa Raharja untuk membagikan helm gratis kepada pengendara yang kedapatan menggunakan helm tidak layak pakai. Sebagai apresiasi, pengendara yang telah tertib berlalu lintas juga diberikan cokelat gratis.</p>
<p>Sejak Operasi Zebra Semeru 2025 dimulai pada 17 November hingga 27 November, Satlantas Polres Tulungagung mencatat angka kecelakaan yang cukup memprihatinkan.</p>
<p>“Selama sembilan hari operasi, sudah terjadi 19 kecelakaan. Korban meninggal satu orang dan korban luka ringan 32 orang,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagian besar kecelakaan, terjadi di wilayah perkotaan, khususnya di sekitar Rejoagung dan Jepun. Faktor utama penyebab kecelakaan didominasi oleh kurangnya konsentrasi, dan mayoritas melibatkan pengendara sepeda motor. </p>
<p>Hal inilah yang mendorong Satlantas untuk secara spesifik menghadirkan gambaran korban pengendara motor dalam sosialisasi tersebut.</p>
<p>Selain sosialisasi, Satlantas Polres Tulungagung juga melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Total tercatat sekitar 5.000 pelanggar telah diberikan sanksi, mulai dari teguran tertulis, penindakan melalui ETLE<em> (Electronic Traffic Law Enforcement) </em>statis dan <em>mobile</em>, hingga tilang manual.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung berharap pendekatan sosialisasi yang unik ini dapat lebih menggugah kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan pada akhirnya mampu menekan angka kecelakaan di Tulungagung.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Meninggal di Malaysia, Keluarga Masih Menunggu Proses Pemulangan Jenazah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-meninggal-di-malaysia-keluarga-masih-menunggu-proses-pemulangan-jenazah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-meninggal-di-malaysia-keluarga-masih-menunggu-proses-pemulangan-jenazah</guid>
<description><![CDATA[ Korban bernama Sumarno (37), ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan Lumba Kuda Penrissen Lama, Kuching, Serawak, pada Minggu (23/11/2025) pagi. Di tubuhnya terdapat luka di bagian dahi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692582505bdd4.webp" length="11570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 17:55:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, meninggal di malaysia, karanganom, kauman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang warga Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Tulungagung, dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Korban bernama Sumarno (37), ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan Lumba Kuda Penrissen Lama, Kuching, Serawak, pada Minggu (23/11/2025) pagi. Di tubuhnya terdapat luka di bagian dahi.</p>
<p>Kabar duka tersebut dibenarkan perangkat Desa Karanganom, Yusuf. Ia memastikan bahwa korban adalah warganya yang tinggal di Dusun Talas RT 1 RW 3. Menurutnya, informasi yang diterima dari pihak keluarga dan kepolisian masih sangat terbatas.</p>
<p>“Detail kronologinya kami kurang paham. Yang jelas beliau ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Minggu pagi, tanggal 23 itu, di Malaysia sana,” ujar Yusuf, Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Hingga kini, proses pengurusan pemulangan jenazah Sumarno masih berjalan. Pihak keluarga dan pemerintah desa menunggu informasi lanjutan dari pihak berwenang.</p>
<p>“Saat ini masih proses pengurusan untuk pemulangan,” tambahnya.</p>
<p>Yusuf menjelaskan bahwa Sumarno baru sekitar satu tahun bekerja di Malaysia. Ia awalnya berangkat untuk bekerja di ladang sawit, meski kemudian berpindah-pindah tempat kerja. Namun, mengenai status keberangkatannya, pihak desa mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah korban berangkat secara resmi atau tidak.</p>
<p>“Terkait izin atau paspor saya kurang paham. Tahu-tahu beliau sudah berangkat saja,” katanya.</p>
<p>Menurut pihak keluarga, selama bekerja di Malaysia, Sumarno tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun. Bahkan, beberapa waktu terakhir, ia sempat menghubungi adiknya dan menyampaikan rencana untuk pulang ke Indonesia. Sumarno diketahui sudah menikah dan memiliki satu orang anak.</p>
<p>“Sempat telepon adiknya dan bilang mau pulang. Tidak ada cerita tentang masalah apa pun,” ungkap Yusuf.</p>
<p>Sementara itu dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook YUNI TKW HONG KONG, orang tua Sumarno meminta tolong agar jenazah anaknya bisa segera dipulangkan. Keluarga besar kini hanya berharap proses pemulangan jenazah berjalan lancar dan segera tiba di Tanah Air. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Gelar Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-seleksi-terbuka-enam-jabatan-pimpinan-tinggi-pratama-bupati-tegaskan-tidak-ada-jual-beli-jabatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-seleksi-terbuka-enam-jabatan-pimpinan-tinggi-pratama-bupati-tegaskan-tidak-ada-jual-beli-jabatan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Gatut Sunu : Tidak ada titip-titipan, tidak ada jalur belakang, tidak ada transaksi, dan tidak ada jual beli jabatan. Saya tegaskan kembali bahwa seratus persen tidak ada jual beli jabatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69241c2456b19.webp" length="28282" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 16:50:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gatut sunu wibowo, seleksi jabatan pejabat tinggi pratama, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali membuka seleksi terbuka (selter) untuk enam posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama pada tahun 2025. </p>
<p>Seleksi ini bertujuan mencari pemimpin organisasi perangkat daerah yang profesional dan berintegritas.</p>
<p>Enam posisi strategis yang dilelang tersebut meliputi Inspektur Kabupaten, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD dr. Iskak.</p>
<p>Pada tahap awal, Panitia Seleksi menetapkan sebanyak 21 peserta yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu seleksi kompetensi bidang. Antusiasme peserta ini dinilai mencerminkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tulungagung.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan seleksi kompetensi bidang diselenggarakan di Hotel Alana Surabaya pada Jumat (21/11/2025) lalu. </p>
<p>Kehadiran bupati dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan seleksi yang ia minta harus berlangsung objektif dan profesional.</p>
<p>"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras. Harapan saya, seleksi ini berjalan baik dan mampu melahirkan pejabat yang benar-benar terbaik bagi Kabupaten Tulungagung," ujar Bupati Gatut Sunu.</p>
<p>Bupati menegaskan bahwa proses seleksi harus benar-benar menghasilkan figur terbaik untuk memimpin organisasi perangkat daerah. Untuk memastikan kualitas pejabat terpilih, penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rekam jejak, <em>assessment center</em>, penilaian makalah, hingga wawancara mendalam.</p>
<p>Secara tegas, bupati meminta panitia seleksi menjaga integritas dan objektivitas selama proses berlangsung seraya kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga seleksi dari praktik tidak sehat.</p>
<p>"Tidak ada titip-titipan, tidak ada jalur belakang, tidak ada transaksi, dan tidak ada jual beli jabatan. Saya tegaskan kembali bahwa seratus persen tidak ada jual beli jabatan," tegasnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa pejabat yang terpilih harus lahir dari proses yang jujur dan bersih demi memastikan hadirnya pemimpin yang profesional, amanah, dan berintegritas.</p>
<p>Bupati Gatut Sunu mengingatkan bahwa jabatan bukanlah fasilitas, melainkan amanah besar bagi masyarakat.</p>
<p>"Saya berpesan kepada siapa pun yang nanti terpilih agar tegak lurus pada kepentingan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Jabatan itu amanah untuk melayani, melindungi, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah," imbuhnya.</p>
<p>Ia berharap para pejabat yang nantinya menjabat mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam kebijakan yang konkret, inovatif, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>Acara seleksi terbuka tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Inspektur Provinsi Jawa Timur, Tim Penguji Seleksi JPT, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bocah 10 Tahun di Tulungagung Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Kubangan Sungai Brantas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-tenggelam-saat-bermain-di-kubangan-sungai-brantas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-tenggelam-saat-bermain-di-kubangan-sungai-brantas</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka permainan sederhana anak-anak itu berakhir menjadi sebuah tragedi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922e2eecec2e.webp" length="94176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 18:34:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bocah tenggelam, sungai brantas, aryojeding, rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Bermain di kubangan air di dekat aliran sungai Brantas di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, seorang bocah berusia 10 tahun tenggelam dan meninggal dunia, Minggu (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengatakan korban berinisial DK warga desa setempat. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.</p>
<p>Kejadian bermula saat korban datang ke rumah temannya, RS (9), untuk bermain dan bersepeda keliling kampung. Rute mereka kemudian membawa keduanya ke kawasan pinggir Sungai Brantas dan bermain di sebuah kubangan di Dusun Ariyoblitar.</p>
<p>"Awalnya kedua anak itu hanya bermain di tepi kubangan, namun kemudian mereka memutuskan untuk turun ke bagian yang lebih dalam," kata Ipda Nanang.</p>
<p>Menurut keterangan polisi, korban dan temannya tidak cukup tinggi untuk mencapai dasar kubangan sedalam sekitar 1,5 meter.</p>
<p>Saat mereka masuk lebih dalam, korban DK mulai tenggelam, sementara temannya masih mampu menyelamatkan diri dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Salah seorang warga, Musani (75) yang kebetulan berada di dekat lokasi yang mendengar teriakan korban, berusaha menolong dengan masuk ke kubangan. Namun karena kondisi cukup berisiko, ia memilih mengulurkan sebatang bambu untuk menarik tubuh korban ke tepi.</p>
<p>Tak lama kemudian, saksi lain bernama Rizal Afandi yang juga mendengar teriakan tersebut tiba dan melihat ada tubuh lain yang sudah mengambang di kubangan tersebut. </p>
<p>"Saksi kemudian berenang masuk dan membopong korban ke tepian sungai, namun nyawa korban sudah tidak tertolong," ujar Ipda Nanang.</p>
<p>Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Unit Inafis bersama anggota Polsek Rejotangan serta tim medis, kemudian melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, serta memeriksa saksi-saksi.</p>
<p>“Hasil pemeriksaan tim Inafis dan tenaga medis Puskesmas Rejotangan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang Nanang</p>
<p>Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka permainan sederhana anak-anak itu berakhir menjadi sebuah tragedi.</p>
<p>“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di sekitar area sungai atau lokasi yang memiliki potensi bahaya serupa. Pengawasan penting dilakukan untuk mencegah kejadian seperti ini terulang,” lanjut Ipda Nanang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makelar Mobil di Tulungagung Gelapkan Uang Penjualan 9 Unit Mobil, Total Kerugian Capai Rp864 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makelar-mobil-di-tulungagung-gelapkan-uang-penjualan-9-unit-mobil-total-kerugian-capai-rp864-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makelar-mobil-di-tulungagung-gelapkan-uang-penjualan-9-unit-mobil-total-kerugian-capai-rp864-juta</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan yang ancaman hukumannya bisa mencapai empat tahun penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69207e11bcad1.webp" length="50266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 22:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penggelapan mobil, makelar mobil, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang hasil penjualan mobil menggemparkan dunia jual-beli kendaraan di Tulungagung. Seorang makelar berinisial A-S alias Agus Koyor (41) ditangkap Unit Pidana Tertentu Polres Tulungagung, atas dugaan kasus penggelapan uang penjualan 9 unit mobil.</p>
<p>Warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Tulungagung namun bertempat tinggal di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, tersebut ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, kasus ini bermula dari laporan pemilik showroom Ventura Motor yang beralamat di Jalan Raya Pojok, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Rizky Wahyu Widodo (34), pada 20 Februari 2025 menyadari uang penjualan mobil-mobil miliknya tidak kunjung diserahkan oleh pelaku. Padahal seluruh unit sudah terjual.</p>
<p>Dari sinilah kecurigaan mulai muncul dan korban melapor ke polisi. Korban mengaku total kerugian yang ia alami mencapai Rp864 juta. </p>
<p>“Pelaku ini awalnya dipercaya sebagai makelar untuk menjualkan sembilan mobil. Tapi setelah semua laku, uangnya tidak diberikan ke pemilik. Justru dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Ipda Nanang Murdiyanto, Jumat (21/11/2025).</p>
<p>Ipda Nanang menyatakan, modus yang digunakan tersangka terbilang klasik, tersangka berperan sebagai makelar, menjualkan mobil-mobil milik korban, namun seluruh uang penjualan justru dipakai untuk kebutuhan pribadinya.</p>
<p>“Saat gelar perkara, penyidik menemukan unsur tindak pidana penipuan maupun penggelapan. Karena itu, pelaku langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penangkapan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.</p>
<p>Dalam proses penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari beberapa kartu ATM, buku tabungan, telepon genggam, hingga berpuluh-puluh lembar rekening koran yang menunjukkan aliran transaksi.</p>
<p>Selain itu, terdapat berbagai kwitansi pembelian mobil yang berkaitan dengan transaksi penjualan sembilan unit mobil milik korban.</p>
<p>“Kasus ini menjadi pengingat agar pelaku usaha, termasuk pemilik showroom, lebih berhati-hati memilih makelar atau pihak ketiga dalam transaksi. Pastikan ada perjanjian yang jelas,” pesan Ipda Nanang.</p>
<p>Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan yang ancaman hukumannya bisa mencapai empat tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>82 Rumah di Plosokandang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/82-rumah-di-plosokandang-rusak-diterjang-angin-puting-beliung-bpbd-tulungagung-salurkan-bantuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/82-rumah-di-plosokandang-rusak-diterjang-angin-puting-beliung-bpbd-tulungagung-salurkan-bantuan</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Tulungagung telah menurunkan bantuan darurat berupa 30 paket sembako dan 60 lembar terpal untuk kebutuhan penanganan cepat di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692059f36ff92.webp" length="45634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 19:28:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bpbd tulungagung, angin puting beliung, plosokandang, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sedikitnya 82 rumah warga di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung pada Jumat (21/11/2025) siang.</p>
<p>Angin kencang itu menyapu dua dusun sekaligus, yakni Dusun Kudusan dan Dusun Manggisan, yang berada tepat di jalur lintasan angin berputar sebelum hujan deras turun.</p>
<p>"Berdasar hasil pendataan terdapat 82 rumah warga di dua dusun yang terdampak angin puting beliung," ujar Sekretaris Desa Plosokandang, Muhammad Azim Jayakusuma.</p>
<p>Menurut Azim, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat langit mendung angin tiba-tiba datang dari arah tenggara menuju timur laut dengan hembusan kuat.</p>
<p>Putaran angin tersebut langsung merusak rumah-rumah warga, mayoritas pada bagian atap berupa genteng, asbes, hingga seng yang beterbangan terbawa angin.</p>
<p>“Dari laporan warga sekitar jam 13.30, setelah salat Jumat, angin puting beliung menyapu wilayah Dusun Kudusan dan Dusun Manggisan," tuturnya.</p>
<p>Azim menambahkan bahwa tingkat kerusakan bervariasi dari kerusakan ringan hingga sedang. Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. </p>
<p>Hasil pendataan BPBD Tulungagung bersama perangkat desa mencatat 21 rumah terdampak di Dusun Kudusan dan 61 rumah di Dusun Manggisan. Meski kerusakan cukup meluas, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka.</p>
<p>"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," terang Azim.</p>
<p>Pemerintah Desa Plosokandang juga bergerak cepat menyalurkan bantuan genteng kepada warga terdampak. Genteng dari Kepala Desa tersebut didistribusikan ke rumah-rumah warga yang terdampak.</p>
<p>“Bantuan genteng sementara didropping dari Pak Kades untuk membantu rumah-rumah yang rusak,” kata Azim.</p>
<p>Sementara itu, pada Jumat sore BPBD Tulungagung juga telah menurunkan bantuan darurat berupa 30 paket sembako dan 60 lembar terpal untuk kebutuhan penanganan cepat di lapangan.</p>
<p>Petugas juga mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Setelah melakukan pendataan, BPBD Tulungagung berencana akan memberikan bantuan atap asbes kepada warga terdampak angin puting beliung yang membutuhkan. Peristiwa angin puting beliung ini merupakan kejadian pertama kali di Desa Plosokandang.</p>
<p>"Angin puting beliung seperti ini baru pertama kali ini terjadi disini," pungkas Azim. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Puting Beliung Terjang Tulungagung, Puluhan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-terjang-tulungagung-puluhan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-terjang-tulungagung-puluhan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6920233465b94.webp" length="24920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, angin puting beliung, plosokandang, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Bencana angin puting beliung menerjang kawasan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (21/11/2025) siang. </p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap.</p>
<p>Angin kencang muncul sesaat sebelum hujan deras mengguyur wilayah Plosokandang, saat langit masih tertutup mendung gelap.</p>
<p>Menurut keterangan warga di lokasi, angin berputar datang secara tiba-tiba, bergerak dari arah tenggara menuju timur laut, dan langsung menerjang deretan rumah yang berada pada jalur lintasannya.</p>
<p>Tarmujianto, salah seorang warga yang rumahnya terdampak, menuturkan bahwa angin tersebut memiliki pergerakan yang dinamis.</p>
<p>"Anginnya memang kencang. Berputar, tetapi sambil berjalan, bukan hanya berputar di satu tempat. Jadi, setiap rumah yang dilewati terdampak semua," ungkap Tarmujianto.</p>
<p>Ia menambahkan, kerusakan terparah terjadi pada bagian atap rumah. Hembusan angin yang sangat kuat menyebabkan genteng dan lembaran asbes berterbangan.</p>
<p>"Ya terutama atap. Genteng berjatuhan, banyak yang rusak. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di sini," tambahnya.</p>
<p>Hingga Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung bersama perangkat Desa Plosokandang masih aktif melakukan pendataan. Tim menyisir rumah-rumah terdampak untuk memastikan jumlah pasti kerusakan.</p>
<p>Dugaan sementara, jumlah total bangunan yang terdampak akibat insiden ini mencapai puluhan unit.</p>
<p>Meski mengakibatkan kerusakan material yang signifikan, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden angin puting beliung tersebut. BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem susulan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Trenggalek, Wakil Bupati: “Apa Pun yang Ilegal Akan Kita Lawan”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-blitar-musnahkan-ratusan-ribu-batang-rokok-ilegal-di-trenggalek-wakil-bupati-apa-pun-yang-ilegal-akan-kita-lawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-blitar-musnahkan-ratusan-ribu-batang-rokok-ilegal-di-trenggalek-wakil-bupati-apa-pun-yang-ilegal-akan-kita-lawan</guid>
<description><![CDATA[ Barang yang dimusnahkan terdiri dari 520.104 batang rokok ilegal jenis SKM dan 1.235,19 liter minuman mengandung etil alkohol. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ddad760260.webp" length="90548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 22:41:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pemusnahan rokok ilegal, bea cukai, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal kembali ditegaskan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar.</p>
<p>Pada Rabu (19/11/2025), Bea Cukai Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek memusnahkan barang kena cukai (BKC) ilegal hasil penindakan di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>
<p>Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk transparansi dan komitmen dalam menekan peredaran barang ilegal di wilayah pengawasan yang mencakup Kota/Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.</p>
<p>Barang yang dimusnahkan terdiri dari 520.104 batang rokok ilegal jenis SKM dan 1.235,19 liter minuman mengandung etil alkohol. Total nilai barang mencapai Rp 870 juta, dengan potensi penerimaan negara yang hilang sebesar Rp 542 juta. Secara simbolis, barang dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara sisanya dimusnahkan di TPA Srabah, Bendungan.</p>
<p>Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan Bea Cukai dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara.</p>
<p>“Ini menjadi salah satu komitmen kita di Kabupaten Trenggalek untuk memberantas apa pun yang berbau ilegal, bukan hanya rokok dan minuman, tetapi juga bentuk ilegal lainnya,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pencegahan agar Trenggalek tidak menjadi sasaran peredaran barang haram tersebut.</p>
<p>“Satpol PP akan terus melakukan patroli untuk mencegah barang-barang ilegal beredar di masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli rokok yang legal saja, karena separuh harga rokok itu adalah sedekah untuk negara,” ujarnya.</p>
<p>Selain pengawasan, Bea Cukai Blitar juga mencatat kinerja positif dalam penerimaan negara. Pada 2024, penerimaan mencapai Rp 987,48 miliar atau 100,75% dari target.</p>
<p>Sementara pada 2025, hingga Oktober, penerimaan sudah menyentuh Rp 681,01 miliar atau 80,59% dari target, dengan porsi terbesar berasal dari cukai hasil tembakau.</p>
<p>Dari sisi pengawasan, hingga Oktober 2025 Bea Cukai Blitar telah melakukan 155 kali penindakan, mengamankan 2.548.820 batang rokok ilegal dan 608 liter MMEA ilegal. Nilai barang mencapai Rp 3,9 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 2,6 miliar.</p>
<p>Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan produksi rokok terbesar sehingga rawan peredaran rokok ilegal.</p>
<p>“Di Jatim ini ada dua jenis rokok ilegal, yang tidak membayar cukai sama sekali, dan yang menggunakan pita cukai tidak sesuai peruntukan. Keduanya terus kita perangi,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pendekatan sosio-kultural dalam pembinaan industri kecil tembakau.</p>
<p>“Industri tembakau sangat berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Kami tidak ingin hanya menjadi penindak, tetapi juga membina. Jangan sampai kami seperti Firaun, hanya mengambil tapi tidak membina,” ujarnya mengutip pesan Menteri Keuangan.</p>
<p>Agus menjelaskan bahwa barang yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil penindakan berkelanjutan.</p>
<p>“Hari ini ada 520.104 batang rokok dan 1.235 liter minuman beralkojol ilegal dengan nilai sekitar Rp 870 juta. Walau nilainya kecil, penindakan dilakukan terus menerus. Dalam beberapa bulan ini, KPBC Blitar sudah tiga kali melakukan pemusnahan,” katanya.</p>
<p>Agus menambahkan di wilayah Jawa Timur daerah yang rawan menjadi jalur penyebaran rokok ilegal berada di daerah bagian utara.</p>
<p>"Kalau di Jawa Timur 2 itu yang di Malang. Malang kan ada pabrik-pabrik kecil ya. Dan di situ juga banyak sekali terkait dengan ekonomi kerakyatannya maka kami menggunakan tadi pendekatan sosiokultural, membina mereka istilahnya masuk kelas. Kita bimbing, kita temukan dengan pasar, lalu kita mudahkan proses dan lain sebagainya," bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Punya Lokasi Lain, Keluarga di Trenggalek Tinggal di Rumah yang Terancam Ambruk akibat Tanah Gerak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-punya-lokasi-lain-keluarga-di-trenggalek-tinggal-di-rumah-yang-terancam-ambruk-akibat-tanah-gerak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-punya-lokasi-lain-keluarga-di-trenggalek-tinggal-di-rumah-yang-terancam-ambruk-akibat-tanah-gerak</guid>
<description><![CDATA[ Bahkan, sebagian pondasi sepanjang sekitar 12 meter kini menggantung akibat tanah amblas dan hanya ditopang batu sebagai penanganan darurat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dd2fd959b5.webp" length="74874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 21:52:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tanah gerak, jombok, pule, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kondisi rumah milik Bari (71), warga Dusun Gading, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Trenggalek, kian memprihatinkan. Berdiri di atas tanah yang terus bergerak, lantai dan dinding rumah mengalami retak-retak di hampir semua bagian.</p>
<p>Bahkan, sebagian pondasi sepanjang sekitar 12 meter kini menggantung akibat tanah amblas dan hanya ditopang batu sebagai penanganan darurat. Setiap hujan turun, retakan selalu bertambah parah.</p>
<p>Menurut Bari, tanda-tanda pergerakan tanah di rumahnya terlihat sejak tiga tahun yang lalu. Saat itu hanya muncul retakan kecil dan dianggap tidak sampai merusak bangunan. Namun pada Rabu (19/11/2025), retakan melebar antara 30 hingga 50 sentimeter, dengan kedalaman mencapai 2,5 meter.</p>
<p>Meski kondisinya mengkhawatirkan dan sudah direkomendasikan untuk pindah, Bari dan keluarganya yang berjumlah enam orang tetap memilih bertahan.</p>
<p>“Retak-retak paling parah itu mulai tiga tahun lalu. Yang paling parah itu Selasa malam menjelang Rabu. Pondasi semuanya retak-retak, kedalamannya dua meter setengah,” ujar Bari.</p>
<p>Saat ditanya alasan tetap menghuni rumah rusak tersebut, Bari mengaku tak punya pilihan lain. Ia tidak memiliki lokasi lain selain tanah yang saat ini telah ditempati selama 23 tahun tersebut.</p>
<p>“Masih saya tempati. Tidak takut, Pak. Pokoknya nyisih-nyisih (cari tempat aman). Kalau hujan, retaknya tambah parah,” katanya.</p>
<p>Pemerintah Desa Jombok mengaku sudah melakukan survei lokasi, namun belum bisa berbuat banyak karena Bari tidak memiliki lahan lain untuk relokasi. Kepala Desa Jombok, Nursalim, menyebut rumah tersebut memang mengalami kerusakan berat akibat tanah gerak. </p>
<p>“Kondisinya retak-retak berat. Kami sebenarnya sudah menyarankan pindah ke tempat yang lebih aman, tapi beliau tidak mau karena tidak punya tanah lain,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Nursalim, pihak desa hanya bisa memberikan bantuan sebatas kemampuan.</p>
<p>“Kami berikan sembako sekadarnya dan kami selalu siap gotong royong kalau dibutuhkan. Kalau kondisinya terus bertambah parah, pemerintah desa siap membantu semampunya,” ujarnya.</p>
<p>Hingga kini, Bari dan keluarganya masih tinggal di rumah yang berada di bawah ancaman longsor akibat tanah gerak yang terus berkembang. Pemerintah desa berharap kondisi tidak semakin memburuk dan warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hiu Tutul Sepanjang 8,5 Meter Terdampar Mati di Pantai Bayem Tulungagung, Langsung Dikubur di Lokasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hiu-tutul-sepanjang-85-meter-terdampar-mati-di-pantai-bayem-tulungagung-langsung-dikubur-di-lokasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hiu-tutul-sepanjang-85-meter-terdampar-mati-di-pantai-bayem-tulungagung-langsung-dikubur-di-lokasi</guid>
<description><![CDATA[ Karena ukurannya sangat besar, proses penanganan bangkai hiu dilakukan dengan menggunakan alat berat melibatkan berbagai pihak, mulai dari PSDKP, Polairud, TNI AL, Polsek, Koramil, hingga pihak kecamatan Besuki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dc29718a8c.webp" length="37750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 20:51:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, hiu tutul terdampar, pantai bayem, besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seekor hiu tutul (Rhincodon typus) berukuran besar ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pantai Bayem, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Rabu (19/11/2025) sore. Mamalia laut dilindungi itu pertama kali terlihat warga sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum kemudian dilaporkan ke pihak terkait.</p>
<p>Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tulungagung, Bayu Indra Patria, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menerima laporan dari Polair Poskamladu Popoh sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian, kondisi hiu tutul itu sudah tidak bernyawa.</p>
<p>“Saya dapat informasi sekitar jam dua siang. Saat dicek sekitar setengah tiga, kondisinya sudah mati,” ujarnya.</p>
<p>Bayu menjelaskan, setelah dilakukan pengukuran, panjang hiu tutul itu mencapai 8,5 meter dengan jenis kelamin betina. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda hewan tersebut tersangkut benda tertentu.</p>
<p>“Itu mati, kondisinya tidak tersangkut apa-apa. Panjangnya 8,5 meter, dan tadi diketahui betina,” tambahnya.</p>
<p>Terkait penyebab kematian, Bayu menduga hiu tersebut mati saat terdampar di bibir pantai, bukan terbawa arus dalam keadaan mati dari tengah laut. Mamalia laut raksasa tersebut diduga terbawa arus hingga terdampar di pantai dan tidak bisa kembali ke tengah laut. Hiu tersebut tidak tersangkut jaring atau benda lain.</p>
<p>“Kayaknya matinya di pinggir, mati karena terdampar,” katanya.</p>
<p>Karena ukurannya sangat besar, proses penanganan bangkai hiu dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polairud, TNI AL, Polsek, Koramil, hingga pihak kecamatan Besuki.</p>
<p>Sesuai prosedur penanganan bangkai hewan dilindungi tersebut dilakukan dengan cara dikubur. Sebuah alat berat milik perusahaan tambak di pantai Bayem turut dikerahkan untuk proses penguburan.</p>
<p>“Untuk evakuasi langsung dikuburkan di situ, sesuai rekomendasi. Kedalamannya sekitar 5 meter,” jelas Bayu.</p>
<p>Hiu tutul atau disebut juga hiu paus merupakan satwa laut dilindungi dan termasuk spesies yang rentan terhadap fenomena terdampar, terutama ketika mengalami kelelahan atau gangguan navigasi ketika berada di perairan dangkal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Warga di Pule Trenggalek Retak&amp;Retak Akibat Tanah Gerak, Polisi Imbau Warga Tetap Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-pule-trenggalek-retak-retak-akibat-tanah-gerak-polisi-imbau-warga-tetap-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-pule-trenggalek-retak-retak-akibat-tanah-gerak-polisi-imbau-warga-tetap-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran, dan keretakan yang terus bertambah membuat rumah tersebut tidak layak dihuni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c62c6d648e.webp" length="63100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 19:32:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tanah gerak, jombok, pule, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Sebuah rumah milik warga di Dusun Gading, Desa Jombok, Kecamatan Pule, terpaksa dikosongkan setelah mengalami keretakan cukup parah akibat peristiwa tanah gerak. Rumah milik Bari, warga RT 3 RW 1 tersebut dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.</p>
<p>Keretakan terlihat pada beberapa bagian rumah, mulai dari lantai teras, dinding tembok, hingga tanah di sepanjang pondasi sebelah kiri rumah. Tanah di sisi rumah juga tampak retak-retak.</p>
<p>Menurut Kapolsek Pule, Iptu Muhtar, pergerakan tanah diketahui terjadi pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu penghuni rumah merasakan getaran kuat yang mengguncang bangunan. Begitu keluar rumah, mereka mendapati tanah di samping pondasi telah retak.</p>
<p>"Retakan tanah di samping rumah lebar sekitar 30 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," ujar Iptu Muhtar, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Iptu Muhtar, menjelaskan, peristiwa tanah gerak tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pule pada Minggu (16/11/2025).</p>
<p>Dugaan sementara, hujan deras yang terjadi sehari sebelumnya tersebut memicu pergeseran tanah di sekitar pondasi rumah. Hal inilah yang menyebabkan keretakan di beberapa bagian bangunan.</p>
<p>"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta," ungkapnya.</p>
<p>Kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran, dan keretakan yang terus bertambah membuat rumah tersebut tidak layak dihuni.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama petugas BPBD dan pemerintah desa setempat yang meninjau lokasi, merekomendasikan rumah milik Bari tersebut untuk dikosongkan sementara waktu sambil melihat perkembangan lebih lanjut.</p>
<p>“Kami bersama pihak terkait sudah melakukan pengecekan dan merekomendasikan agar rumah untuk sementara dikosongkan demi keselamatan penghuni,” imbuh Iptu Muhtar.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Aparat bersama perangkat desa juga akan terus memantau perkembangan kondisi tanah guna mengantisipasi risiko lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpol PP Tangkap Dua Pencopet yang Beraksi Saat Upacara Hari Jadi ke&amp;820 Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-tangkap-dua-pencopet-yang-beraksi-saat-upacara-hari-jadi-ke-820-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-tangkap-dua-pencopet-yang-beraksi-saat-upacara-hari-jadi-ke-820-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Satu terduga pelaku pencopetan menyaru sebagai wartawan dengan membawa kartu pers. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c4ce563962.webp" length="20348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 17:58:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kirab bersih nagari, copet, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dua orang pencopet yang memanfaatkan keramaian masyarakat dalam rangkaian Upacara Adat Bersih Nagari Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung berhasil diamankan petugas Satpol PP, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso saat prosesi kirab dan pembagian konsumsi berlangsung.</p>
<p>Salah seorang pelaku bahkan menyaru sebagai wartawan dengan membawa kartu identitas pers untuk melancarkan aksinya.</p>
<p>Petugas Satpol PP Tulungagung, Agung Setyo Widodo, mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku berinisial M, warga Kabupaten Kediri. Ia diciduk saat melakukan pencopetan di tengah kerumunan warga yang sedang mengantre nasi kotak gratis. </p>
<p>"Yang pertama itu, pas waktu pembagian nasi, Mas, di sini, depan sini. Nah kebetulan ada anggota kita yang ada di TKP, makanya kita amankan, kita bawa ke pos untuk kita amankan," ujar Agung.</p>
<p>Saat digeledah di pos jaga Satpol PP, petugas menemukan sebuah kartu pers dari tangan pelaku pencopetan.</p>
<p>"Bukannya ngaku (wartawan) tapi memang satu yang pertama itu bawa kartu pers ID card," terang Agung.</p>
<p>Selang waktu sekitar 30 menit kemudian, petugas kembali mengamankan terduga pelaku pencopetan kedua berinisial YK asal Jombang.</p>
<p>Ia ditangkap saat beraksi di sisi timur pendopo, tepat ketika warga sedang berebut tumpeng pada puncak prosesi ritual hari jadi. Kedua terduga pelaku copet tersebut kemudian diamankan polisi.</p>
<p>"Keduanya kemudian kami serahkan ke Polsek Tulungagung Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Agung, belum dapat dipastikan apakah kedua pelaku merupakan satu komplotan atau bukan. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Kepolisian Sektor Tulungagung Kota. </p>
<p>“Yang jelas identitas mereka berbeda, satu dari Kediri dan satu dari Jombang. Soal hubungan mereka nanti akan didalami pihak kepolisian,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu korban pencopetan, Farida, mengaku kehilangan dompet saat hendak mengambil nasi kotak. Ia menyadari dompetnya hilang setelah keluar dari antrean. </p>
<p>“Tas saya tadi seperti ditarik-tarik. Setelah ambil nasi dan masuk ke dalam, saya baru sadar dompetnya hilang,” ungkapnya.</p>
<p>Beruntung, dompet miliknya ditemukan kembali setelah petugas menangkap pelaku. </p>
<p>“Tadi dikasih tahu kalau pencurinya ketangkap, lalu saya cek ke pos dan dompetnya memang ada,” tambahnya.</p>
<p>Di tengah insiden tersebut, Upacara Adat Bersih Nagari tetap berlangsung meriah. Ribuan warga terlihat antusias berebut tumpeng lanang dan tumpeng wadon yang menjadi simbol kesuburan dan keselamatan.</p>
<p>Prosesi hari jadi diawali penampilan ratusan penari Reyog Kendhang serta kirab pusaka dan tumpeng dari Kantor Pemkab Tulungagung menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap momentum hari jadi ini dapat membawa keberkahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>Dengan peringatan Hari Jadi ke-820 ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Lewat rangkaian acara budaya dan aktivitas ekonomi yang digelar, diharapkan semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Tulungagung semakin kuat dalam membangun daerah.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Gelar Upacara Adat Bersih Nagari Puncaki Peringatan Hari Jadi ke&amp;820</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-upacara-adat-bersih-nagari-puncaki-peringatan-hari-jadi-ke-820</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-gelar-upacara-adat-bersih-nagari-puncaki-peringatan-hari-jadi-ke-820</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai persatuan, menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Tulungagung yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c469aa237b.webp" length="56562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 17:24:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bersih nagari, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Upacara Adat Bersih Nagari sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Upacara ini mengacu pada penanggalan Prasasti Lawadan dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa”, yang menetapkan 18 November 1205 Masehi sebagai hari lahir Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Tulungagung dan diikuti ribuan peserta dari ASN, TNI, Polri, mahasiswa, pelajar, hingga anggota pramuka.</p>
<p>Dalam upacara tersebut, dilaksanakan prosesi penerimaan Pataka Panji Lambang Daerah Kabupaten Tulungagung yang sebelumnya dikirab mengelilingi 19 kecamatan.</p>
<p>Usai upacara, Pataka kembali dikirab menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dengan arak-arakan meriah yang menampilkan barisan kasepuhan, tim wimbasara, drumband tradisional, seni budaya potensial daerah, hingga rombongan buceng lanang dan buceng wadon.</p>
<p>Kirab dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin dan Forkopimda yang menaiki kereta kuda, disusul kepala OPD dan camat yang menumpang becak.</p>
<p>Setibanya di Taman Tugu Kartini, kirab disambut penampilan spektakuler <em>Jaranan Sentherewe</em> dan <em>Reyog Kendhang </em>yang melibatkan 254 penari serta pengrawit dari UPAS-P Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Puncak acara kemudian digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.</p>
<p>Setelah pembacaan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung, Ketua DPRD Marsono menyerahkan Pataka Lambang Daerah kepada Bupati. Prosesi dilanjutkan dengan doa, <em>wilujengan,</em> pemotongan tumpeng, serta penyerahan tumpeng dari Bupati kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD.</p>
<p>Ketua Panitia Hari Jadi ke-820 Tulungagung, Fuad Saiful Anam, menyampaikan bahwa Upacara Adat Bersih Nagari merupakan bentuk rasa syukur dan doa keselamatan bagi masyarakat Tulungagung.</p>
<p>Ia menegaskan, 80 persen rangkaian kegiatan hari jadi tahun ini diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat, sedangkan sisanya untuk hiburan dan rekreatif. </p>
<p>"Tahun ini, peringatan hari jadi mengusung tema Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju," ujar Fuad.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan peringatan hari jadi.</p>
<p>“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar berkat kerja keras panitia dan dukungan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Bupati juga mengajak masyarakat meneladani semangat para prajurit Lawadan.</p>
<p>“Seperti pesan dalam Prasasti Lawadan, keberhasilan selalu membutuhkan ikhtiar dan pengorbanan. Jer basuki mawa beya menjadi pengingat bahwa kemajuan hanya bisa dicapai lewat kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.</p>
<p>Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tulungagung dalam satu tahun terakhir, mulai dari Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan, penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Utama, Opini WTP dari BPK RI, hingga penghargaan Top Pembina BUMD dan berbagai apresiasi tingkat provinsi.</p>
<p>“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Namun masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama,” kata Bupati. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa pembangunan Tulungagung akan terus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan, penguatan budaya, dan kemajuan daerah.</p>
<p>Peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai persatuan, menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Tulungagung yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.</p>
<p>Usai prosesi upacara selesai, Buceng Lanang dan Buceng Wadon dibawa keluar dari dalam pendopo dan menjadi rebutan warga. Ratusan warga yang telah menunggu berebut aneka makanan dan sayur dalam tumpeng yang menjadi simbol ungkapan syukur.</p>
<p>Momen ini selalu menjadi bagian yang paling ditunggu masyarakat, dalam peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gegara Ngecas Laptop di Atas Kasur, Rumah di Tulungagung Ludes Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gegara-ngecas-laptop-di-atas-kasur-rumah-di-tulungagung-ludes-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gegara-ngecas-laptop-di-atas-kasur-rumah-di-tulungagung-ludes-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa anak pemilik rumah mengecas laptop tersebut di atas kasur di dalam kamar sebelum ia pergi kuliah. Beberapa waktu kemudian, insiden kebakaran pun terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c27d3b023c.webp" length="89546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 16:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, tegalrejo, rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Sebuah insiden kebakaran melanda rumah milik Imam Khambali di Dusun Klaten, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, pada Selasa (18/11/2025) siang. </p>
<p>Peristiwa ini diduga dipicu oleh korsleting listrik akibat pengisian daya (pengecasan) laptop yang diletakkan di atas kasur.</p>
<p>Asap hitam tebal mulai membumbung dari salah satu kamar di lantai dua sekitar pukul 12.15 WIB, menimbulkan kepanikan di kalangan penghuni rumah dan warga sekitar. </p>
<p>Warga segera menghubungi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung untuk meminta bantuan darurat.</p>
<p>Sembari menunggu kedatangan petugas, warga sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan semprotan mesin pompa air seadanya. Upaya awal warga tersebut cukup membantu mencegah api meluas ke ruangan lain.</p>
<p>Kepala Seksi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa api pertama kali dipicu oleh kelalaian penghuni yang lupa mencabut pengisi daya laptop.</p>
<p>"Kami menerima laporan pada pukul 11.26 WIB, berangkat empat menit kemudian, dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB," ujar Bambang.</p>
<p>Setibanya di lokasi, petugas damkar segera melakukan penanganan dan pembasahan. Api dipastikan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 12.30 WIB. Menurut penilaian damkar, skala kebakaran tergolong sedang dan berhasil dilokalisasi.</p>
<p>"Beruntung api dapat segera dipadamkan sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan yang lebih besar ataupun merembet ke ruangan lain dan hanya menghanguskan satu ruangan kamar saja," tandasnya.</p>
<p>Terpisah, Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal dari Unit Inafis dan penyelidikan Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab utama.</p>
<p>"Dari hasil penanganan TKP, kebakaran terjadi karena laptop yang dicas di atas kasur sejak pagi dan ditinggal pergi. Stop kontak juga berada di atas kasur, sehingga diduga terjadi korsleting yang kemudian memicu api," terang AKP Kasianto.</p>
<p>Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa anak pemilik rumah mengecas laptop tersebut di atas kasur di dalam kamar sebelum ia pergi kuliah. Beberapa waktu kemudian, insiden kebakaran pun terjadi.</p>
<p>Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p>"Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk estimasi kerugian, melihat kerusakan di kamar dan barang-barang yang hangus, diperkirakan sekitar Rp35 juta," jelasnya. </p>
<p>Kerugian material meliputi kasur, laptop, dan perabot lain di dalam kamar yang hangus terbakar, meski api tidak sampai menembus atap rumah.</p>
<p>Dari lokasi kejadian, polisi telah mengamankan barang bukti, termasuk laptop dan stop kontak yang hangus terbakar dan diduga kuat menjadi pemicu kebakaran.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik. Agar masyarakat menghindari mengisi daya perangkat di atas kasur atau permukaan yang mudah terbakar dan tanpa pengawasan, karena praktik tersebut berpotensi besar menimbulkan insiden kebakaran serupa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Berenang di Sungai Irigasi, Remaja di Trenggalek Tewas Tenggelam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-berenang-di-sungai-irigasi-remaja-di-trenggalek-tewas-tenggelam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-berenang-di-sungai-irigasi-remaja-di-trenggalek-tewas-tenggelam</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 09.49 WIB. Sebelum kejadian, korban bersama ayahnya, Sahrodin, berangkat ke area persawahan untuk mencari kangkung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ace9e28b3e.webp" length="59610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 14:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, tenggelam, malasan, durenan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> – Seorang remaja bernama Mohammad Trias Bulan Prayoga (15), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai irigasi di Dusun Malasan, Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Senin (17/11/2025) pagi. Korban adalah pelajar dan merupakan warga setempat.</p>
<p>Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 09.49 WIB. Sebelum kejadian, korban bersama ayahnya, Sahrodin, berangkat ke area persawahan untuk mencari kangkung. </p>
<p>Setibanya di lokasi, korban meminta izin kepada ayahnya untuk belajar berenang di sungai irigasi yang terletak tidak jauh dari area tersebut.</p>
<p>Sekitar satu jam kemudian, seorang saksi bernama Suparno melihat tubuh korban sudah mengapung di permukaan air. Saksi segera memanggil warga lain, termasuk ayah korban, untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>Saat tubuh remaja itu berhasil diangkat dari sungai, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Perangkat desa kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Trenggalek, Iptu Katik, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan meninggal murni akibat tenggelam.</p>
<p>"Berdasarkan pemeriksaan luar atau visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik dari benda tumpul maupun tajam. Jadi dapat dipastikan korban meninggal dunia karena tenggelam di aliran sungai," ujarnya.</p>
<p>Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area sungai atau tempat yang berpotensi membahayakan keselamatan.</p>
<p>"Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada. Sungai irigasi sering terlihat dangkal, tetapi arus bawahnya bisa kuat dan membahayakan anak-anak yang belum mahir berenang," jelasnya.</p>
<p>Kasus tenggelamnya remaja ini kini ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Durenan bersama Polres Trenggalek. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Gelar Operasi Zebra Semeru 2025, Sasar Delapan Pelanggaran Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-gelar-operasi-zebra-semeru-2025-sasar-delapan-pelanggaran-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-gelar-operasi-zebra-semeru-2025-sasar-delapan-pelanggaran-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Pelanggaran kasat mata itu seperti tidak memakai helm, tidak menggunakan safety belt, melawan arus, berkendara dalam pengaruh alkohol, atau kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis seperti knalpot brong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691aba62f27bc.webp" length="64114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 13:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, zebra semeru 2025, kasatlantas polres tulungagung, ako m taufik nabila, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung resmi memulai Operasi Zebra Semeru 2025 selama 13 hari, terhitung mulai 17 hingga 30 November. </p>
<p>Operasi ini berfokus pada penindakan delapan jenis pelanggaran lalu lintas prioritas, dengan menitikberatkan pada penggunaan sistem tilang <em>Electronic Traffic Law Enforcement</em> atau ETLE, namun tetap mengaktifkan tilang manual secara terbatas.</p>
<p>Pada hari pertama pelaksanaan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mengawali kegiatan dengan upaya preventif dan sosialisasi humanis. </p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Simpang Empat BTA, Senin (17/11/2025) siang, dipimpin langsung oleh Kepala Satlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, bersama personel gabungan Satlantas dan Jasa Raharja.</p>
<p>Para petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada pengguna jalan. Sebagai bentuk apresiasi, petugas turut membagikan cokelat kepada pengendara yang telah tertib.</p>
<p>“Di hari pertama Operasi Zebra Semeru 2025, kami mulai dengan sosialisasi di perempatan Jalan BTA. Kami memberikan imbauan dan penghargaan berupa coklat kepada masyarakat yang sudah tertib lalu lintas. Harapannya selama operasi ini masyarakat bisa lebih taat dan memahami aturan di jalan raya,” jelas AKP Taufik.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, menurut AKP Taufik, akan berlangsung secara intensif. Satlantas merencanakan menyasar minimal lima titik berbeda setiap harinya hingga operasi berakhir, melibatkan kerja sama dengan Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Selain kegiatan preventif, penindakan represif melalui tilang tetap dilakukan. AKP Taufik menjelaskan bahwa mayoritas penindakan mengedepankan teknologi ETLE, baik statis maupun mobile. Tilang manual diterapkan hanya untuk jenis pelanggaran tertentu yang tidak terekam oleh kamera ETLE.</p>
<p>“Proporsinya 95 persen ETLE dan 5 persen tilang manual,” kata AKP Taufik.</p>
<p>Ia menegaskan, fokus tilang manual adalah pada pelanggaran yang terlihat kasat mata dan berpotensi tinggi memicu kecelakaan, seperti:</p>
<p>1. Tidak mengenakan helm.</p>
<p>2. Tidak menggunakan sabuk keselamatan <em>(safety belt).</em></p>
<p>3. Melawan arus lalu lintas.</p>
<p>4. Berkendara dalam pengaruh alkohol.</p>
<p>5. Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, misalnya knalpot bising (brong).</p>
<p>Sejalan dengan kebijakan Polda Jawa Timur, delapan pelanggaran prioritas yang disasar dalam Operasi Zebra tahun ini adalah:</p>
<p>1. Menggunakan ponsel saat berkendara.</p>
<p>2. Pengendara di bawah umur.</p>
<p>3. Berboncengan lebih dari satu orang.</p>
<p>4. Melawan arus lalu lintas.</p>
<p>5. Melebihi batas kecepatan berkendara.</p>
<p>6. Tidak memakai helm SNI.</p>
<p>7. Tidak menggunakan sabuk keselamatan.</p>
<p>8. Mengemudi dalam pengaruh alkohol.</p>
<p>AKP Taufik menambahkan bahwa sasaran operasi ini mencakup semua jenis kendaraan, termasuk angkutan umum. </p>
<p>Melalui pelaksanaan operasi yang terarah, Polres Tulungagung menargetkan peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan masyarakat berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan yang sering dipicu oleh pelanggaran kasat mata.</p>
<p>“Karena di Tulungagung beberapa waktu terakhir terjadi dua kejadian kecelakaan yang melibatkan bus umum,” tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Bus Harapan Jaya Resmi Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Ngunut, Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-bus-harapan-jaya-resmi-jadi-tersangka-kasus-kecelakaan-maut-di-ngunut-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-bus-harapan-jaya-resmi-jadi-tersangka-kasus-kecelakaan-maut-di-ngunut-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Masyarakat diimbau untuk proaktif melaporkan kepada petugas jika melihat adanya pengemudi bus yang membahayakan pengguna jalan lain agar dapat segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691869da0a4ff.webp" length="47304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 19:29:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, harapan jaya, kecelakaan, ngunut, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sopir bus Harapan Jaya yang menabrak sepeda motor hingga menewaskan satu orang di Jalan Raya Desa Gilang (sebelumnya ditulis di Desa Kaliwungu), Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (14/11/2025) kemarin, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. </p>
<p>"Bapak Kriswahyudi umur 46 tahun sopir bus PO Harapan jaya, sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan mulai nanti malam kita lakukan penahanan," ujar Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, Sabtu (15/11/2025) sore.</p>
<p>Penetapan dilakukan setelah penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi bus. Tersangka Kriswahyudi (46), warga Kota Kediri, juga menjalani pemeriksaan urine dan hasilnya dinyatakan negatif narkoba.</p>
<p>Kasatlantas menjelaskan, kecelakaan pada Jumat kemarin terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, bus melaju dari arah timur ke barat dan berusaha mendahului sepeda motor Suzuki Shogun AE 4745 TO yang berada di depannya.</p>
<p>Namun, saat mengambil lajur kanan, dari arah berlawanan muncul truk tebu. Diduga karena panik menghindari benturan, pengemudi bus membanting setir ke kiri hingga menabrak sepeda motor dan menyeretnya beberapa meter. </p>
<p>"Akibat kecelakaan tersebut, Juliana Wati usia 46 tahun, pengendara motor, meninggal dunia di lokasi, sementara seorang pembonceng yakni anaknya, Ebenhaezer usia 19 tahun mengalami luka ringan," terang Kasatlantas.</p>
<p>AKP M. Taufik Nabila menambahkan, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu unit bus, satu unit sepeda motor korban, serta SIM BII umum milik tersangka dan rekaman CCTV.</p>
<p>Dari proses penyelidikan, diketahui bahwa bus tersebut tercatat tiba di Terminal Patria Blitar pada pukul 15.56 WIB dan kembali berangkat pada pukul 16.00 WIB untuk tujuan Magelang. Hanya selang 20 menit setelah keberangkatan itu, kecelakaan maut di Desa Gilang terjadi.</p>
<p>"Tersangka dijerat Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukuman maksimal adalah 6 tahun penjara serta denda paling banyak Rp12 juta," beber AKP Taufik Nabila.</p>
<p>Kasatlantas mengimbau agar seluruh pengemudi angkutan umum, khususnya bus, dapat lebih mengutamakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya dengan mematuhi rambu lalu lintas, batas kecepatan, dan tidak ugal-ugalan di jalan. </p>
<p>"Kami juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada petugas jika melihat adanya pengemudi bus yang membahayakan pengguna jalan lain agar dapat segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama," pungkas AKP Taufik Nabila. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lagi, Bus Harapan Jaya Senggol Motor di Tulungagung, Satu Orang Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lagi-bus-harapan-jaya-senggol-motor-di-tulungagung-satu-orang-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lagi-bus-harapan-jaya-senggol-motor-di-tulungagung-satu-orang-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Korban terjatuh setelah tersenggol bus hingga mengalami luka parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara anaknya mengalami luka ringan pada kaki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691731d194c92.webp" length="28342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 21:13:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, kaliwungu, ngunut, harapan jaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan maut melibatkan armada bus Harapan Jaya terjadi di Jalan Raya masuk Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (14/11/2025) sore.</p>
<p>Insiden yang terjadi sekira pukul 15.26 WIB tersebut, melibatkan sebuah bus PO Harapan Jaya Prima dengan nomor polisi AG 7707 US dan sepeda motor AE 4745 TO. Akibat kejadian tersebut, pengendara motor meninggal dunia di lokasi karena luka berat di kepala.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, membenarkan peristiwa ini. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika kedua kendaraan melaju searah dari timur ke barat.</p>
<p>Sepeda motor yang dikendarai Juliana Wati (46), warga Dusun Umbut Sewu, Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, melaju dengan membonceng anaknya, Ebenhaezer Handy Akira Tjhajadi (19).</p>
<p>“Kedua kendaraan melaju dari timur ke barat. Saat tiba di lokasi, pengemudi bus berusaha mendahului pemotor dari sisi kanan. Diduga karena pengemudi bus kurang memperhitungkan jarak aman, bodi bus menyenggol stang motor hingga pengendara motor hilang kendali,” jelas Ipda Gerry.</p>
<p>Akibat senggolan tersebut, Juliana Wati dan anaknya terjatuh ke badan jalan. Juliana mengalami luka parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara anaknya mengalami luka ringan pada kaki.</p>
<p>Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan arus lalu lintas, dan mengevakuasi korban. </p>
<p>“Korban pengendara motor dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, sedangkan penumpang dengan luka ringan dibawa ke RS Era Medika,” tambah Gerry.</p>
<p>Pengemudi bus, Kriswahyudi (46), warga Kediri, beserta kendaraan yang dikemudikannya telah diamankan ke Mapolres Tulungagung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia diketahui dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka dalam insiden ini.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung kembali mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melakukan manuver mendahului. </p>
<p>“Pengemudi harus memastikan jarak aman dan memberi ruang cukup, apalagi saat berhadapan dengan kendaraan yang lebih kecil,” tegas Ipda Gerry.</p>
<p>Kasus ini kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Kejadian ini menambah panjang catatan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Harapan Jaya di Tulungagung.</p>
<p>Sebelumnya pada Jumat (31/10/2025) lalu, bus dari PO Harapan Jaya juga terlibat kecelakaan maut di Jalan Pahlawan masuk Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.</p>
<p>Kecelakaan tersebut menyebabkan dua pengendara motor asal Jombang meninggal di lokasi kejadian, dan satu pengendara motor lainnya mengalami luka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Rumah di Kalidawir, Diduga Akibat Korsleting Listrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-rumah-di-kalidawir-diduga-akibat-korsleting-listrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-rumah-di-kalidawir-diduga-akibat-korsleting-listrik</guid>
<description><![CDATA[ Petugas mengimbau agar masyarakat rutin memeriksa dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69171febb3819.webp" length="10820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 20:31:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, karangtalun, kalidawir, damkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> <strong>-</strong> Musibah kebakaran menimpa rumah milik warga di Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, pada Jumat (14/11/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat pemilik rumah, Barokah, sedang tidak berada di rumah.</p>
<p>Kepala Seksi Operasional Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.40 WIB.</p>
<p>Tak lama setelah itu, satu unit armada pemadam bersama satu unit suplai dikerahkan menuju lokasi. Jarak dari kantor Damkar ke lokasi kejadian yang cukup jauh yakni sekitar 20 kilometer, membuat perjalanan membutuhkan waktu sekitar 40 menit.</p>
<p>“Kami menerima laporan pukul 16.40 WIB kemudian langsung berangkat dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB,” ujar Bambang.</p>
<p>Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga yang melihat asap tebal dari bagian dapur rumah korban, tepatnya di RT 03 RW 06, Dusun Bendiljet, Desa Karangtalun. Warga yang sigap langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas damkar datang.</p>
<p>"Saat petugas tiba api sudah berhasil dikuasai warga. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa," kata Bambang.</p>
<p>Menurut Bambang Pidekso, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di area dapur yang kemudian membakar perabotan dan tumpukan kayu papan di sekitarnya.</p>
<p>“Penyebabnya korsleting listrik. Api membakar seisi dapur dan sempat merembet ke bagian rumah, tetapi berhasil cepat dikendalikan,” jelasnya.</p>
<p>Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta, meliputi perabot dapur dan sejumlah kayu papan yang ikut terbakar. Proses pemadaman dan pembasahan seluruhnya selesai pada pukul 18.00 WIB.</p>
<p>Bambang kembali mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Tulungagung Berangkatkan Kirab Pataka, Lambang Daerah Diarak ke Seluruh Penjuru Kabupaten</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-berangkatkan-kirab-pataka-lambang-daerah-diarak-ke-seluruh-penjuru-kabupaten</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-berangkatkan-kirab-pataka-lambang-daerah-diarak-ke-seluruh-penjuru-kabupaten</guid>
<description><![CDATA[ Kirab pataka dalam rangka peringatan hari jadi ke 820 Tulungagung ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah tradisi penuh makna filosofis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6916eef6acd3e.webp" length="65792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 16:38:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kirab pataka, hari jadi ke 820 tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Semarak Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung mulai terasa. Pada Jumat (14/11/2025), Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi memberangkatkan Kirab Pataka Lambang Daerah dari pusat kota untuk diarak ke seluruh penjuru kabupaten.</p>
<p>Pataka tersebut akan melewati berbagai kecamatan sebagai simbol penyebaran semangat hari jadi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.</p>
<p>Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke 820 Tulungagung, Fuad Saiful Anam, menjelaskan, kirab ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah tradisi penuh makna filosofis.</p>
<p>Menurutnya, pengedaran pataka ke berbagai kecamatan menjadi wujud bahwa euforia dan semangat hari jadi harus dirasakan merata oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.</p>
<p>“Pataka itu bendera lambang daerah. Ini kita edarkan ke seluruh kecamatan agar denyut peringatan hari jadi ini dirasakan oleh seluruh masyarakat, bahwa kita sudah berusia 820 tahun,” ujar Fuad.</p>
<p>Fuad menambahkan, usia ke 820 tahun merupakan momentum besar bagi Tulungagung untuk semakin matang dalam segala aspek. Kedewasaan yang dimaksud, kata dia, mencakup cara masyarakat serta pemangku kepentingan dalam bersikap, baik dalam kehidupan sehari-hari, berpolitik, maupun berjalannya roda pemerintahan.</p>
<p>“Kita waktunya untuk lebih dewasa. Dewasa dalam artian segala hal menyikapi sesuatu secara dewasa, berpolitik dewasa, berpemerintahan dewasa,” imbuhnya.</p>
<p>Tahun ini, peringatan Hari Jadi mengusung tema “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju”. Tema tersebut dipilih sebagai ajakan agar seluruh elemen masyarakat dapat merapatkan barisan dan berkolaborasi untuk memajukan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Agar bersatu seluruh rakyat untuk memajukan Tulungagung,” harap Fuad.</p>
<p></p>
<p>Kirab Pataka diberangkatkan dari pusat kota di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menuju sejumlah wilayah. Pada hari pertama, pataka diarak menuju Kecamatan Boyolangu, Ngantru, dan bermalam di Kedungwaru.</p>
<p>Kirab kemudian dilanjutkan pada Sabtu (15/11/2025) menuju wilayah Kawedanan Kalangbret yang meliputi Karangrejo, Sendang, Kauman, Pagerwojo, dan Bendungan, sebelum akhirnya bermalam di Gondang.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian kirab akan terus bergerak menuju kecamatan lain seperti Pakel, Campurdarat, Tanggunggunung, Besuki, dan Bandung. Selanjutnya, Pataka akan dikembalikan dalam upacara Bersih Nagari pada 18 November yang digelar di halaman Pemkab Tulungagung sebagai penanda puncak peringatan hari jadi.</p>
<p></p>
<p>Bupati Gatut Sunu, mengatakan semangat hari jadi ini sebagai momentum untul bersinergi dan merangkul semua elemen. Ia berharap agar seluruh agenda Hari Jadi ke 820 Tulungagung dapat berjalan lancar. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami, kegiatan hari jadi Kabupaten Tulungagung bisa dilaksanakan dengan lancar dan bersinergi semua stakeholder bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati Gatut Sunu juga menegaskan komitmen pemkab untuk merangkul semua pihak, mulai dari para tokoh agama hingga organisasi-organisasi masyarakat, demi menciptakan percepatan pembangunan yang inklusif.</p>
<p></p>
<p>“Kita rangkul semua masyarakat, semua tokoh agama, dan semua organisasi yang ada di Tulungagung,” tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tulungagung Borong Tiga Penghargaan Inotek Award Jatim 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tulungagung-borong-tiga-penghargaan-inotek-award-jatim-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tulungagung-borong-tiga-penghargaan-inotek-award-jatim-2025</guid>
<description><![CDATA[ Inotek Award 2025 diikuti oleh ratusan inovasi dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Setiap inovasi dinilai secara ketat berdasarkan orisinalitas, nilai manfaat, dan potensi kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6916c0c35bfc2.webp" length="52856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 13:30:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gatut sunu, inotek award, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. </p>
<p>Dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Kamis (13/11/2025), Tulungagung berhasil meraih penghargaan di tiga kategori sekaligus, menegaskan posisinya sebagai daerah yang adaptif dan inovatif.</p>
<p>Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Kabupaten Tulungagung menembus jajaran penerima penghargaan untuk kategori berikut:</p>
<p>1. Top 15 untuk Kategori III (Inovasi Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan).</p>
<p>2. Top 15 untuk Kategori IV (Inovasi Sosial dan Kependudukan).</p>
<p>3. Terinovatif II untuk Kategori V (Inovasi Khusus Milenial).</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada kepala daerah dan lembaga yang dinilai sukses melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Emil Dardak memberikan apresiasi atas kreativitas dan konsistensi pemerintah daerah se-Jawa Timur dalam melahirkan inovasi. Ia menekankan bahwa sebuah inovasi harus melampaui konsep dan diimplementasikan hingga memberikan dampak nyata.</p>
<p>"Sebuah inovasi dikatakan berhasil bila benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga terus mendorong agar hasil inovasi dapat dikomersialisasikan serta menjadi solusi bagi tantangan di tingkat lokal maupun nasional," ujar Emil.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang turut menerima penghargaan, menyatakan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan cerminan dari kerja kolektif seluruh pihak terkait.</p>
<p>"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Brida Tulungagung serta dukungan penuh dari masyarakat. Kami akan terus mengembangkan inovasi di berbagai bidang, terutama yang berbasis teknologi, pertanian, dan energi terbarukan," ungkap Bupati Gatut Sunu.</p>
<p>Inotek Award 2025 diikuti oleh ratusan inovasi dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Setiap inovasi dinilai secara ketat berdasarkan orisinalitas, nilai manfaat, dan potensi kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi daerah. </p>
<p>Dengan raihan ini, Tulungagung kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Akses Jalan Antardesa di Tulungagung Longsor, Satu Jalur Putus Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-akses-jalan-antardesa-di-tulungagung-longsor-satu-jalur-putus-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-akses-jalan-antardesa-di-tulungagung-longsor-satu-jalur-putus-total</guid>
<description><![CDATA[ Pihak kepolisian bersama Koramil dan perangkat desa pada Rabu siang telah meninjau lokasi serta berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk langkah penanganan lanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691490278da62.webp" length="109142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 21:22:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, tugu, nyawangan, sendang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan dua titik akses jalan antardesa mengalami longsor. Salah satu di antaranya bahkan terputus total, membuat mobilitas warga terganggu.</p>
<p>Bencana tanah longsor pertama terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Tugu, Kecamatan Sendang. Material tanah yang ambrol menutup seluruh badan jalan, sehingga akses penghubung antara Desa Tugu dan Desa Nyawangan terputus.</p>
<p>Selain menutup jalur utama, longsor juga menghambat proses pembangunan plengsengan yang tengah dikerjakan di lokasi tersebut.</p>
<p>Menurut Jianto, pelaksana proyek di lokasi, longsor terjadi dua kali dalam dua hari berturut-turut yakni Senin (10/11/2025) dan Selasa (11/11/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan tersebut.</p>
<p>“Awalnya jalan sudah mulai rusak dan tinggal tersisa sekitar satu meter. Saat alat berat mulai melakukan pengerukan untuk pembangunan plengsengan, hujan deras turun dan memicu longsor pertama. Malam harinya terjadi longsor lagi, sehingga akses benar-benar terputus total,” jelas Jianto, Rabu (12/11/2025).</p>
<p>Jianto menambahkan, kondisi di lokasi masih sangat rawan. Pekerjaan terpaksa dihentikan sementara karena alat berat tidak berani beroperasi di area yang labil.</p>
<p>“Sekarang kalau mau dikerjakan harus manual. Begonya tidak berani masuk karena tanahnya masih bergerak,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu longsor kedua terjadi di Dusun Sumberingin, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang. Material tanah sepanjang sekitar 10 meter longsor akibat tergerus arus sungai di bawah jalan. Akibatnya, badan jalan hanya tersisa kurang dari dua meter dan tidak bisa dilalui kendaraan besar.</p>
<p>Kapolsek Sendang, Iptu Daroji, membenarkan bahwa terdapat dua titik longsor di wilayahnya, masing-masing dengan tingkat kerusakan berbeda.</p>
<p>“Di Dusun Sumberingin, Desa Nyawangan, panjang longsoran sekitar 10 meter dengan ketinggian tujuh meter. Sementara di Dusun Sukorejo, Desa Tugu, longsor lebih parah dengan panjang 30 meter, ketebalan lima meter, dan jalan terputus total,” ungkapnya.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama Koramil dan perangkat desa pada Rabu siang telah meninjau lokasi serta berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk langkah penanganan lanjutan. </p>
<p>Sementara itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati saat melintas di jalur sekitar titik longsor, terutama ketika kondisi hujan.</p>
<p>“Warga kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah masih labil. Hindari melintas jika hujan deras,” pesan Iptu Daroji.</p>
<p>Untuk sementara waktu, warga Desa Tugu dan Nyawangan harus memutar melalui jalur utama yang lebih jauh, sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur alternatif kecil di sekitar lokasi kejadian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemotor Tewas Usai Tabrakan dengan Truk di Simpang Jetakan Kauman Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemotor-tewas-usai-tabrakan-dengan-truk-di-simpang-jetakan-kauman-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemotor-tewas-usai-tabrakan-dengan-truk-di-simpang-jetakan-kauman-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69148b7b479a0.webp" length="68434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 20:42:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, jetaan, kauman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG SJP - </strong>Kecelakaan maut terjadi di Simpang Tiga Jetakan, Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Rabu (12/11/2025) sekira pukul 14.00 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor bernomor polisi AG 3560 RDP dengan sebuah truk gandeng AG 9083 UR.</p>
<p>Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor, Surat (56), warga Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengemudi truk, Tatang Arik Sulistiyawan (44), warga Kecamatan Kedungwaru, dilaporkan selamat tanpa luka.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah utara ke selatan dan sama-sama hendak berbelok ke arah barat di persimpangan lampu merah Jetakan.</p>
<p>“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui bahwa sepeda motor yang dikendarai korban mencoba mendahului truk dari sisi kiri. Saat itu ruang gerak di sisi kiri sangat sempit sehingga sepeda motor bersenggolan dengan ban gandeng bagian depan sebelah kiri truk,” terang Ipda Gerry.</p>
<p>Benturan keras membuat korban terjatuh dan terlindas roda truk. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban dan mengamankan kendaraan yang terlibat. </p>
<p>“Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, pengemudi truk dan kendaraan yang terlibat telah diamankan di Mapolres Tulungagung untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Ipda Gerry juga mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati, terutama saat mendahului kendaraan besar seperti truk. Pengguna jalan diharap untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, dan tidak mendahului dari sisi yang tidak semestinya. Pastikan selalu ada ruang yang cukup dan aman sebelum berpindah lajur atau mendahului kendaraan lain.</p>
<p>“Pastikan jarak aman, jangan mendahului dari sisi kiri, dan patuhi rambu lalu lintas. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.</p>
<p>Kasus kecelakaan lalu lintas ini selanjutnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Warga di Campurdarat Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Bekerja, Diduga Akibat Korsleting Listrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-campurdarat-terbakar-saat-ditinggal-penghuninya-bekerja-diduga-akibat-korsleting-listrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-campurdarat-terbakar-saat-ditinggal-penghuninya-bekerja-diduga-akibat-korsleting-listrik</guid>
<description><![CDATA[ Petugas Damkar sempat mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam rumah karena seluruh pintu dalam kondisi terkunci. Setelah pintu berhasil dibuka paksa, tim segera melakukan pemadaman di bagian kamar dan gudang yang sudah dilalap api. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69144ce2788eb.webp" length="45772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 16:44:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, kebakaran, tanggung, campurdarat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Sebuah rumah warga di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, hangus terbakar saat dalam keadaan kosong pada Rabu (12/11/2025) siang.</p>
<p>Kepulan asap tebal pertama kali terlihat sekira pukul 12.30 WIB oleh warga sekitar yang melintas di depan rumah milik Suhardika Sihsudewanto, yang saat ini disewa dan ditempati oleh orang lain.</p>
<p>Saat kejadian, rumah dalam keadaan terkunci karena penghuni sedang bekerja di luar rumah. Warga yang panik segera melapor ke petugas pemadam kebakaran Tulungagung.</p>
<p>"Kami terima berita pukul 12.35 WIB, lalu berangkat dan sampai di lokasi pukul 12.53 WIB," ujar Bambang Pidekso, Kasi Ops Damkarmat Tulungagung.</p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, menerjunkan satu unit mobil pemadam, dan satu unit truk penyuplai air serta mobil rescue.</p>
<p>Menurut Bambang, pihaknya sempat mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam rumah karena seluruh pintu dalam kondisi terkunci. Setelah pintu berhasil dibuka paksa, tim segera melakukan pemadaman di bagian kamar dan gudang yang sudah dilalap api.</p>
<p>"Proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit hingga api benar-benar padam pada pukul 13.40 WIB," jelasnya.</p>
<p>Bambang mengatakan api pertama kali muncul di kamar yang terkunci. Di dalam kamar terdapat perabot seperti lemari, meja, dan kasur, serta sambungan listrik dengan lampu yang diketahui terus menyala. Dari kondisi tersebut, petugas menduga kuat kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. </p>
<p>“Saat kebakaran, rumah dalam keadaan kosong karena penghuni bekerja dan pemilik rumah sedang berada di luar kota,” jelas Bambang.</p>
<p>Selain kamar, api juga sempat merembet ke bagian gudang yang berisi tumpukan kertas dan perlengkapan rumah tangga. Beruntung, peralatan elektronik seperti televisi dan kulkas yang berada di ruangan lain masih dapat diselamatkan.</p>
<p>"Menurut pengakuan penghuni rumah, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta," ungkap Bambang.</p>
<p>Bambang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Setelah pendinginan selesai dilakukan, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Pakisrejo Tak Lagi Risau Saat Kemarau, Sumur Bor Bantuan Polres Tulungagung Resmi Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-pakisrejo-tak-lagi-risau-saat-kemarau-sumur-bor-bantuan-polres-tulungagung-resmi-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-pakisrejo-tak-lagi-risau-saat-kemarau-sumur-bor-bantuan-polres-tulungagung-resmi-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sumur bor baru itu, warga Pakisrejo kini bisa menimba harapan, bukan lagi air dari tangki sewaan, melainkan sumber kehidupan yang memancar dari tanah mereka sendiri ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69131937e201e.webp" length="49876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 19:14:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sumur bor, kekeringan, pakisrejo, tanggunggunung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Senyum lega tampak di wajah warga Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Selasa (11/11/2025). Setelah bertahun-tahun harus membeli air bersih tiap musim kemarau, kini mereka tak lagi risau. Sebuah sumur bor baru diresmikan langsung oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjadi harapan baru bagi ratusan warga desa pegunungan itu.</p>
<p>Kapolres menyampaikan, peresmian di Pakisrejo ini merupakan bagian dari program pembangunan sumur bor yang dilakukan Polres Tulungagung sepanjang tahun 2024-2025.</p>
<p>“Hari ini kami dari Polres Tulungagung melaksanakan peresmian lima sumur bor (di lima desa) yang kita pusatkan di Desa Pakisrejo. Ini melengkapi 17 sumur bor sebelumnya yang sudah kita resmikan," ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.</p>
<p>Kapolres mengatakan, sepanjang tahun 2025 ini pihaknya telah membangun 22 sumur bor, untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di musim kemarau.</p>
<p>22 sumur bor yang telah beroperasi tersebut tersebar di 8 kecamatan yang rawan kekeringan, di antaranya di Kecamatan Kalidawir, Campurdarat, Tanggunggunung, Rejotangan, Pakel, Bandung dan Besuki.</p>
<p>“Insyaallah ini memberi manfaat, utamanya bagi masyarakat di musim kemarau dan juga di musim biasa untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelasnya.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, proyek sosial tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Polres Tulungagung dan sejumlah donatur dari Jakarta yang peduli terhadap akses air bersih masyarakat pedesaan. </p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa program tersebut mendapat dukungan dari sejumlah donatur yang siap melanjutkan pembangunan.</p>
<p>"Kebetulan hari ini juga hadir teman-teman dari Jakarta. Beliau-beliau inilah yang menjadi donatur pembangunan sumur bor ini gitu ya. Tadi disampaikan prinsipnya beliau siap untuk melanjutkan program ini," kata AKBP Taat.</p>
<p>Lebih lanjut, AKBP Taat meminta para Kapolsek di wilayah Tulungagung agar aktif mendata wilayah yang masih kesulitan air bersih. </p>
<p>“Saya sampaikan kepada teman-teman Kapolsek, kalau di wilayahnya ada desa atau dusun yang mengalami kendala dalam pemenuhan air bersih bisa mengajukan. Nanti kami cek potensi airnya, kalau memungkinkan akan kami tindak lanjuti,” terangnya.</p>
<p>Kapolres juga menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini tidak hanya difokuskan di pemukiman warga, tetapi juga di pesantren dan area pertanian.</p>
<p>“Cukup beragam, ada yang di pemukiman, ada yang di pondok pesantren seperti di Campurdarat, dan ada juga di tengah sawah seperti di Desa Bangunjaya, Pakel. Jadi selain untuk kebutuhan air bersih, juga bisa digunakan untuk irigasi. Multifungsi,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.</p>
<p>Ia pun mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Perkim Tulungagung yang telah menindaklanjuti sebagian sumur dengan program pipanisasi. </p>
<p>“Dari 22 sumur ini sudah ada dua yang ditindaklanjuti oleh Dinas Perkim dengan pipanisasi. Jadi manfaatnya bisa lebih luas, warga tidak perlu datang mengambil air karena sudah tersalur ke rumah masing-masing,” tambahnya.</p>
<p>Dari sisi biaya, Kapolres menjelaskan bahwa setiap titik memiliki kebutuhan berbeda tergantung kedalaman sumur dan kondisi lokasi.</p>
<p>Total anggaran yang telah digunakan untuk membangun 22 titik sumur bor, lengkap dengan pengadaan instalasi listrik untuk menyedot dan mendorong air sebesar Rp1,4 miliar.</p>
<p>“Itu bukan duit saya pribadi, bukan dari Dinas Polri, tapi seluruhnya dari donatur yang bisa kita pertanggungjawabkan akuntabilitasnya,” tegas AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Pakisrejo, Barno, mengungkapkan betapa sulitnya warganya selama ini dalam memenuhi kebutuhan air bersih ketika musim kemarau.</p>
<p>“Setiap musim kemarau minimal tiga bulan warga Pakisrejo memang kekeringan. Biasanya beli air tangki 5.000 liter seharga tiga ratus ribu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menuturkan, air tangki yang dibeli warga hanya cukup untuk kebutuhan sekitar dua minggu hingga 20 hari. </p>
<p>“Warga di sini banyak yang punya ternak sapi, jadi kebutuhan airnya juga banyak. Sapi minum dua kali sehari, pagi dan sore, itu yang bikin boros,” terang Barno.</p>
<p>Kini, berkat bantuan sumur bor tersebut, warga Pakisrejo, khusunya di Dusun Jinggring tak lagi khawatir kekurangan air bersih. </p>
<p>“Insyaallah sumur ini bisa mencukupi sekitar seratus rumah di Dusun Jingring. Pengelolaannya nanti diserahkan ke kelompok masyarakat biar dikelola bareng. Sistemnya ringan, per meter kubik Rp10 ribu untuk biaya listrik,” jelas Kades Barno.</p>
<p>Kapolres Taat pun menutup kegiatan dengan pesan optimistis. Ia berharap pembangunan sumur bor ini bisa ditindaklanjuti dengan pipanisasi oleh pihak terkait agar manfaatnya bisa lebih luas. </p>
<p>"Semoga ini jadi sinergi apa yang sudah ada kemudian di-backup oleh Dinas Perkim dengan pipanisasi sehingga manfaatnya bisa lebih luas. Masyarakat bisa lebih mudah karena tidak perlu datang tapi air sudah bisa tersalur di rumah masing-masing," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gegara Usir Tawon Menggunakan Obor, Kandang di Kalidawir Tulungagung Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gegara-usir-tawon-menggunakan-obor-kandang-di-kalidawir-tulungagung-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gegara-usir-tawon-menggunakan-obor-kandang-di-kalidawir-tulungagung-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran ini dipicu oleh obor yang digunakan untuk membakar sarang tawon, yang kemudian terjatuh dan menyambar tumpukan kayu kering yang lokasinya berada di samping rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6912b671be16f.webp" length="48828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 12:01:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, karangtalun, kalidawir, damkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>– Upaya warga menyingkirkan sarang tawon menggunakan obor justru berujung pada insiden kebakaran di Dusun Karangtalun, Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, pada Selasa pagi (11/11/2025).</p>
<p>Sebuah kandang kayu milik warga dilaporkan ludes dilalap si jago merah. Kandang yang terbakar adalah milik Talbingat. </p>
<p>Kebakaran ini dipicu oleh obor yang digunakan untuk membakar sarang tawon, yang kemudian terjatuh dan menyambar tumpukan kayu kering yang lokasinya berada di samping rumah.</p>
<p>Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.</p>
<p>Menurut Bambang, insiden bermula ketika pemilik rumah meminta bantuan tetangga untuk menyingkirkan sarang tawon yang bersarang di gudang kayu samping rumahnya. Mereka memilih cara membakar sarang tersebut dengan obor.</p>
<p>"Saat proses pembakaran, tawon menyerang sehingga orang yang membantu melarikan diri. Obor yang masih menyala terjatuh ke tumpukan kayu," jelas Bambang.</p>
<p>Saat kobaran api menyambar, warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.</p>
<p>"Kami menerima laporan pukul 08.55 WIB dan langsung berangkat ke lokasi. Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Bambang.</p>
<p>Damkar Tulungagung mengerahkan satu unit armada pemadam, dua unit suplai air, dan satu unit mobil rescue ke lokasi kejadian. Berkat gerak cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke bangunan rumah induk.</p>
<p>"Kebakaran tergolong kecil dengan taksiran kerugian material sekitar dua juta rupiah," imbuh dia.</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, Bambang mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas yang melibatkan api, terutama di dekat bahan-bahan mudah terbakar.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menghindari upaya pembakaran sarang tawon secara mandiri.</p>
<p>"Kami juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sendiri saat menyingkirkan sarang tawon. Jika ada yang berpotensi membahayakan, bisa langsung menghubungi Damkar Tulungagung. Layanan kami gratis," tutup Bambang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terancam Hukuman 2 Tahun Penjara, Tersangka Penganiayaan Guru di Trenggalek Berharap Ada Mediasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terancam-hukuman-2-tahun-penjara-tersangka-penganiayaan-guru-di-trenggalek-berharap-ada-mediasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terancam-hukuman-2-tahun-penjara-tersangka-penganiayaan-guru-di-trenggalek-berharap-ada-mediasi</guid>
<description><![CDATA[ Namun sampai kini belum ada pihak yang datang ke Polres untuk melakukan mediasi antara korban dengan tersangka. Sehingga proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690e2663ab041.webp" length="58380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 07:06:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan, smpn 1 trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek memastikan proses hukum terhadap kasus penganiayaan yang menimpa seorang guru SMP Negeri 1 Trenggalek akan terus berlanjut meski pelakunya diketahui merupakan suami dari salah satu anggota DPRD setempat. </p>
<p>Kasus ini kini telah naik ke tahap penyidikan, dengan tersangka dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.</p>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengatakan, tersangka dalam kasus ini adalah Awang Kresna Pratama (31), warga Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Sedangkan korban bernama Eko Prayitno (49), guru seni budaya di SMP Negeri 1 Trenggalek yang beralamat di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan.</p>
<p>“Kasus ini kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Saat ini tersangka sudah kami tahan di Mapolres Trenggalek," tegas AKBP Ridwan Maliki, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Kapolres menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB di depan rumah korban di Dusun Sigit, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan.</p>
<p>Awalnya Pada hari Jum’at tanggal 31 Oktober 2025 sekira pukul 09.30 wib korban sedang mengajar kesenian di kelas, menegur siswa berinisial N karena bermain handphone. Korban menyuruh N untuk menaruh handphone nya di atas meja korban. </p>
<p>"Setelah N menaruh handphone tersebut diatas meja, lalu korban berniat membuat siswa siswi jera agar tidak bermain HP saat pembelajaran," tutur Kapolres.</p>
<p>Saat itu korban bermaksud memberikan pelajaran dengan cara menceburkan batu ke dalam bak yang berisi air, hingga seolah-olah seperti handphone milik N yang diceburkan. Padahal sebenarnya handphone milik N tersebut telah diserahkan ke Waka Sekolah pengawas Kesiswaan. </p>
<p>Selanjutnya sekira pukul 11.00 wib korban pulang kerumah untuk persiapan salat Jumat, setelah selesai salat Jumat sekira pukul 12.30 wib, tersangka yang mengaku sebagai kakak dari N mendatangi rumah korban dan mengatakan kepada korban bahwa tidak terima jika handphone milik N diminta oleh korban dan diceburkan ke dalam air. </p>
<p>Karena tersulut emosi, tersangka langsung melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara tangan kanan memegang kerah baju korban sambil dicengkeram bagian leher dan tangan kiri memukul korban sebanyak 2 kali dengan menggunakan tangan kiri sambil memegang handphone yang mengenai pipi bagian kanan korban.</p>
<p>Akibatnya, sesuai hasil <em>visum et repertum</em> dari rumah sakit, korban mengalami luka. Korban akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Trenggalek.</p>
<p>Disinggung mengenai kemungkinan adanya upaya damai atau mediasi, Kapolres menegaskan hingga saat ini belum ada pihak manapun yang mengajukan permohonan tersebut. </p>
<p>“Sampai kini belum ada pihak yang datang ke Polres untuk melakukan mediasi antara korban dengan tersangka. Jadi proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar AKBP Ridwan Maliki.</p>
<p>Sementara itu, tersangka Awang Kresna Pratama, mengaku tindakannya dilakukan karena emosi sesaat setelah mendengar cerita tentang ponsel kerabatnya yang disebut-sebut diceburkan ke air oleh korban. </p>
<p>"Kejadian awal itu karena saya dibentak (korban), saya tersulut emosi. Dari awal itu sudah mancing emosi saya, diajak bicara itu mancing-mancing emosi saya," ujarnya.</p>
<p>Selain mengakui perbuatannya memukul korban adalah perbuatan yang salah, tersangka juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.</p>
<p>"Buat korban, saya mengaku salah saya minta maaf, saya minta kalau bisa ini (diselesaikan) jalur mediasi saja," ucap Awang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Tulungagung Bongkar Jaringan Miras Online Sistem COD, Ribuan Botol Miras Disita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-bongkar-jaringan-miras-online-sistem-cod-ribuan-botol-miras-disita-27108</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-tulungagung-bongkar-jaringan-miras-online-sistem-cod-ribuan-botol-miras-disita-27108</guid>
<description><![CDATA[ Tiga orang tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti sebanyak 2.641 botol miras berbagai merek dan jenis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690e19c62c44b.webp" length="56952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 23:27:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, miras, cod, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sistem Cash on Delivery alias COD ternyata bukan hanya untuk belanja kebutuhan harian. Di Tulungagung, cara itu malah dijadikan modus oleh jaringan pengedar minuman keras (miras) ilegal untuk mengelabui petugas. Namun, kelihaian para pelaku akhirnya terbongkar oleh gabungan tim Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Tulungagung.</p>
<p>Dalam konferensi pers di Mapolres Tulungagung, Jumat (7/11/2025), Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana membeberkan hasil operasi gabungan tersebut.</p>
<p>Tiga orang tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti sebanyak 2.641 botol miras berbagai merek dan jenis. Polisi juga menyita dua pack stiker, dua ponsel, dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk mengantarkan pesanan miras.</p>
<p>Menurut Ryo, ketiga tersangka beroperasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai lapak daring. Mulai dari WhatsApp, Instagram, hingga TikTok, semua mereka sulap menjadi etalase digital untuk menjual miras secara sembunyi-sembunyi.</p>
<p>Bahkan, mereka menggunakan metode <em>live streaming</em> serta mengganti angka menjadi huruf di nomor kontak agar tak mudah terdeteksi sistem pengawasan.</p>
<p>“Dalam kasus ini, Kepolisian berhasil mengungkap 1 kasus dengan 3 tersangka serta ribuan botol miras berbagai jenis. Para pelaku memasarkan miras lewat media sosial dengan sistem COD,” ujar AKP Ryo Pradana.</p>
<p>Ketiga tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji besi masing-masing berinisial AM (27), MG alias Pekok (28), dan SR (30). Ketiganya berasal dari Blitar namun berdomisili di rumah kontrakan di wilayah Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung, AKP Dian Anang Nugroho, menjelaskan peran para tersangka cukup beragam. AM berperan sebagai penjual eceran arak Bali di Tulungagung. Ia mendapat pasokan dari SR yang bertindak sebagai distributor besar sekaligus penghubung dengan pemasok di Bali. Sementara itu, MG membantu AM dalam proses penjualan dan pengantaran barang ke pembeli.</p>
<p>“Dari rumah SR, kami menyita sebanyak 1.290 botol arak Bali. Barang itu dikirim dari Bali melalui jasa ekspedisi, kemudian diedarkan ke Tulungagung dan sekitarnya,” ungkap AKP Dian Anang.</p>
<p>Transaksi miras ini, kata Dian, biasanya dilakukan pada malam hari dengan sistem COD di titik temu yang telah disepakati. Para pelaku memanfaatkan kondisi ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan tetap sebagai alasan terjun ke bisnis ilegal ini.</p>
<p>Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf g dan i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta sejumlah pasal lain yang berkaitan dengan perdagangan dan pangan. Ancaman hukuman bagi para pelaku yakni pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda hingga Rp2 miliar.</p>
<p>Kepolisian menegaskan, pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha ilegal yang mencoba bersembunyi di balik platform digital. Sebab, jual beli daring yang melanggar hukum, cepat atau lambat, tetap akan terendus oleh aparat penegak hukum. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kompak Curi Motor, Pasangan Kekasih di Tulungagung Masuk Bui</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kompak-curi-motor-pasangan-kekasih-di-tulungagung-masuk-bui</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kompak-curi-motor-pasangan-kekasih-di-tulungagung-masuk-bui</guid>
<description><![CDATA[ Kini, cinta pasangan kriminal ini harus diuji oleh dinginnya lantai tahanan. Keduanya dijerat Pasal 362 KUHP junto Pasal 55 KUHP tentang tindak pidana pencurian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690e1034df193.webp" length="46596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 22:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pencurian sepeda motor, tertek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kisah asmara dua sejoli asal Trenggalek dan Bekasi ini berakhir bukan di pelaminan, melainkan di balik jeruji besi.</p>
<p>Pasangan kekasih berinisial RBS (28) warga Kelurahan Sambirejo Kabupaten Trenggalek, dan JA (36) warga Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, terpaksa digelandang ke Mapolsek Tulungagung Kota setelah terbukti mencuri sepeda motor di sebuah rumah kos wilayah Kelurahan Tertek, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, kisah romantis yang berujung kriminal itu terjadi pada Jumat (31/10/2025), sekitar pukul 12.30 WIB. Korbannya, Nadia Hera Mawarni, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman.</p>
<p>Awalnya korban yang bermaksud mengantar roti kepada temannya yang tinggal di tempat kos Asri, memarkir sepeda motor Yamaha Mio warna merah marun bernomor polisi S 2183 NAF di halaman kos. Sayangnya, kunci motor masih menempel di tempatnya, sebuah kelalaian kecil yang langsung disambar kesempatan besar oleh pasangan kriminal itu.</p>
<p>Usai mengerjakan tugas kuliah, sang korban terperangah mendapati motornya sudah raib entah ke mana. Dengan kerugian mencapai Rp5 juta, Nadia pun melapor ke Polsek Tulungagung Kota, berharap pelaku segera tertangkap.</p>
<p>Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota bergerak cepat. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, dua nama pun mencuat, RBS dari Trenggalek dan JA dari Bekasi, dua sejoli yang ternyata tinggal di tempat kos tempat kejadian.</p>
<p>“Kedua pelaku diamankan di salah satu kamar kos yang sama dengan lokasi kejadian. Dari hasil interogasi, terungkap bahwa sepeda motor hasil curian telah digadaikan di wilayah Trenggalek,” terang Kasi Humas Polres Tulungagung Ipda Nanang, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Petugas kemudian melacak keberadaan motor hasil curian tersebut. Benar saja, kendaraan itu ditemukan dalam kondisi utuh di wilayah Trenggalek. Tak menunggu lama, polisi pun mengamankan barang bukti sekaligus menggiring dua pelaku ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>“Petugas kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan barang bukti sepeda motor tersebut, lalu mengamankannya bersama kedua terduga pelaku ke Mapolsek Tulungagung Kota untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah Ipda Nanang.</p>
<p>Kini, cinta pasangan kriminal ini harus diuji oleh dinginnya lantai tahanan. Keduanya dijerat Pasal 362 KUHP junto Pasal 55 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara, yang tentu jauh dari kata romantis.</p>
<p>Dengan adanya peristiwa ini, polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam memarkir kendaraan dan memastikan kunci motor tidak tertinggal guna mencegah terjadinya aksi kejahatan serupa. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pepabri Jatim Ajak Pemuda Tulungagung Kuatkan Nasionalisme Melalui Sarasehan Wawasan Kebangsaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pepabri-jatim-ajak-pemuda-tulungagung-kuatkan-nasionalisme-melalui-sarasehan-wawasan-kebangsaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pepabri-jatim-ajak-pemuda-tulungagung-kuatkan-nasionalisme-melalui-sarasehan-wawasan-kebangsaan</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami pentingnya menumbuhkan nilai patriotisme dan semangat kepahlawanan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b55657aea4.webp" length="23654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 22:02:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pelajar, mahasiswa, pepabri, wawasan kebangsaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pepabri Jatim Ajak Pemuda Tulungagung Kuatkan Nasionalisme Melalui Sarasehan Wawasan Kebangsaan</p>
<p></p>
<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme, puluhan pelajar dan mahasiswa di Tulungagung mengikuti sarasehan wawasan kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) Jawa Timur, Rabu (5/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini menjadi wadah untuk menanamkan semangat cinta tanah air dan memperkuat karakter kebangsaan di kalangan generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Sarasehan yang berlangsung penuh semangat ini dibuka langsung oleh Ketua DPD Pepabri Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, dan turut dihadiri jajaran pengurus DPC Pepabri Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>“Bulan November ini identik dengan Hari Pahlawan, dan tema sarasehan kami juga patriotik,” ujar Mayjen (purn) Istu Hari Subagio.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menumbuhkan nilai patriotisme dan semangat kepahlawanan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memberikan penguatan nilai-nilai jiwa kepahlawanan kepada generasi muda agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang cinta tanah air menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Istu, di era globalisasi yang serba canggih, teknologi membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi memberi kemudahan dalam berbagai bidang, namun di sisi lain juga berpotensi menjadi ancaman apabila tidak disertai dengan keteguhan iman dan nilai kebangsaan.</p>
<p></p>
<p>“Teknologi yang canggih ini bisa menjadi keuntungan, tapi juga ancaman kalau kita tidak membentengi diri. Kalau anak muda tidak dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, jiwa kepahlawanan dan kepatriotan mereka bisa luntur," tutur Istu Hari. </p>
<p></p>
<p>Selain di Tulungagung, sarasehan serupa juga digelar di enam kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Tujuannya sama, yakni membentengi generasi muda, khususnya generasi Z, dari pengaruh negatif arus globalisasi agar tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa dan semangat persatuan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, ketua DPRD Tulungagung, Marsono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pepabri Jawa Timur. Ia menilai kegiatan semacam ini penting sebagai pemantik semangat nasionalisme yang perlu terus dipelihara di tengah tantangan zaman.</p>
<p></p>
<p>“Ini merupakan pemantik untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Even seperti ini sebaiknya sering dilakukan, tidak hanya oleh Pepabri tapi juga oleh seluruh stakeholder pemerintahan agar kesatuan dan persatuan bangsa tetap terjaga,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Marsono menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dijaga melalui kegiatan yang menyamakan persepsi dan memperkuat semangat kebangsaan. Ia menegaskan, nilai luhur seperti Bhinneka Tunggal Ika perlu benar-benar dihayati oleh generasi muda agar bangsa ini tetap kokoh menghadapi perubahan global.</p>
<p></p>
<p>"Kita punya Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa ini agar benar-benar dijiwai oleh seluruh komponen bangsa, terutama para tokoh dan anak-anak muda yang sekarang yang kita siapkan untuk menjadi generasi Indonesia yang emas yang akan datang," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya sarasehan wawasan kebangsaan ini, DPD Pepabri Jawa Timur berharap lahir generasi penerus bangsa yang memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air serta kemampuan mengelola negara dengan nilai-nilai patriotisme menuju Indonesia Emas 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosialisasi SPAB di SMAN 1 Kalidawir, DPRD Jatim dan BPBD Latih Siswa Siap Hadapi Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sosialisasi-spab-di-sman-1-kalidawir-dprd-jatim-dan-bpbd-latih-siswa-siap-hadapi-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sosialisasi-spab-di-sman-1-kalidawir-dprd-jatim-dan-bpbd-latih-siswa-siap-hadapi-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Para peserta dilatih agar lebih memahami potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka, serta bagaimana cara menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terukur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b27ab8630d.webp" length="36912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 18:52:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bencana, bpbd jatim, sman 1 kalidawir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana di SMAN 1 Kalidawir, Tulungagung, Rabu (5/11/2025), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Bukan karena ujian atau kegiatan sekolah, melainkan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana yang digelar oleh DPRD Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa dan guru, dan merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, para peserta dilatih agar lebih memahami potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka, serta bagaimana cara menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terukur.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata untuk membangun budaya tanggap bencana sejak dini, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana seperti Tulungagung bagian selatan.</p>
<p>“Kegiatan hari ini adalah sosialisasi sekaligus pelatihan untuk anak-anak dan guru di SMA 1 Kalidawir. Tujuannya supaya mereka paham tentang kebencanaan, siaga, dan bisa mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” kata Jairi.</p>
<p>Ia menambahkan, SMAN 1 Kalidawir dipilih sebagai salah satu lokasi pelatihan karena wilayah tersebut berdasarkan data BPBD termasuk daerah rawan bencana.</p>
<p>“Kami lihat dari kontur tanah dan datanya, wilayah ini rawan bencana. Sebelumnya kami juga sudah adakan pelatihan di SMKN 1 Pagerwojo. Harapannya, siswa dan guru bisa menyiapkan diri sedini mungkin agar tahu langkah antisipasi kalau suatu saat terjadi bencana,” jelasnya.</p>
<p>Selama dua hari pelatihan 5 dan 6 November, peserta akan menerima materi teori tentang kebencanaan di hari pertama, kemudian praktik simulasi evakuasi mandiri di hari kedua.</p>
<p>“Mereka dilatih mulai dari pemetaan risiko, cara evakuasi mandiri, hingga langkah penyelamatan dasar. Antusiasmenya luar biasa, seratus peserta sangat aktif mengikuti,” imbuh Jairi.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandy, mengatakan, program SPAB merupakan salah satu program prioritas pemerintah provinsi dalam upaya menumbuhkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.</p>
<p>“Untuk sekolah-sekolah di daerah rawan bencana, kami melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana karena ini prioritas. Berdasarkan kajian risiko, Jawa Timur memiliki 14 potensi bencana. Wilayah selatan seperti Tulungagung memiliki risiko gempa bumi dan tsunami,” jelas Dadang.</p>
<p>Menurutnya, sekolah menjadi objek vital yang perlu diberikan pengetahuan dan pelatihan tanggap bencana sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019.</p>
<p>“Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak orang, jadi harus punya sistem kesiapsiagaan yang baik. Selain di sekolah, kami juga sudah melatih masyarakat di kawasan pantai seperti Pantai Gemah untuk evakuasi mandiri,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan di SMAN 1 Kalidawir ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menambah pengetahuan, mereka juga merasa lebih siap menghadapi situasi darurat.</p>
<p>Pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti di sekolah tersebut, tapi juga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah rawan bencana di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satresnarkoba Polres Tulungagung Ungkap 36 Kasus Narkoba, 40 Tersangka Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satresnarkoba-polres-tulungagung-ungkap-36-kasus-narkoba-40-tersangka-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satresnarkoba-polres-tulungagung-ungkap-36-kasus-narkoba-40-tersangka-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Jumlah kasus yang diungkap ini meningkat dibanding pengungkapan dalam periode yang sama tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b20688fdc0.webp" length="48720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 18:12:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kepolisian Resor Tulungagung melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap 36 kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang periode Agustus hingga Oktober 2025. Dari pengungkapan tersebut, 40 orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 39 laki-laki dan satu perempuan.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, dari total 36 kasus yang diungkap, terdapat 24 kasus narkotika, 11 kasus obat keras berbahaya (okerbaya), dan satu kasus psikotropika. Jumlah kasus yang diungkap ini meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>"Peningkatan jumlah kasus ini bisa terjadi karena dua kemungkinan. Bisa karena peredarannya yang meningkat, atau bisa juga karena kinerja Satresnarkoba yang meningkat," ujar AKBP Muhammad Taat Resdi, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Dari tangan para tersangka, petugas menyita beragam barang bukti, di antaranya 375,08 gram sabu-sabu, satu butir pil ekstasi, serta 9.990 butir pil double L. Selain itu, ditemukan pula 507 butir alprazolam, 10 butir clonazepam, dua butir roche, dan satu butir methylpenidate.</p>
<p>Barang bukti lain berupa 44 unit telepon genggam, 65 pipet, 25 bong, 14 timbangan digital, delapan sepeda motor, serta uang tunai sebesar Rp3.539.000.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan, dari 40 tersangka tersebut, terdapat 15 orang yang merupakan residivis, di antaranya Bambang Wahyu Prasetyo alias Kumplung, Bintang Mahardhika alias Ocol, dan Andri K alias Jabrik.</p>
<p>Para residivis tersebut diketahui kembali terlibat dalam peredaran narkoba setelah sebelumnya pernah menjalani hukuman dengan kasus serupa.</p>
<p>“Mereka yang ditangkap ini semuanya berperan sebagai pengedar,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, modus yang digunakan para pelaku yakni dengan sistem ranjau, di mana transaksi dilakukan secara daring menggunakan aplikasi pesan dan pembayaran digital.</p>
<p>Para pelaku menempatkan paket narkoba sesuai petunjuk bandar tanpa mengetahui identitas pembeli. Setiap transaksi, mereka mendapatkan keuntungan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung jumlah barang yang terjual.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, kasus narkoba tersebut tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kedungwaru (10 TKP), Tulungagung Kota (8 TKP), Boyolangu (5 TKP), Rejotangan (3 TKP), serta kecamatan lainnya. </p>
<p>"Dari 36 kasus ini 10 diantaranya di wilayah Kecamatan Kedungwaru. Jadi Kedungwaru ini memang merupakan wilayah paling rawan. Sepanjang saya disini satu setengah tahun ini, selalu kena evaluasi pasti ranking tertingginya Kedungwaru," ungkap AKBP Taat.</p>
<p>Para tersangka kini dijerat dengan sejumlah pasal, antara lain Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Ancaman hukumannya bervariasi, mulai dari lima tahun hingga dua puluh tahun penjara, dengan denda mencapai Rp10 miliar bagi pelaku peredaran narkotika golongan I. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Latihan Terjun Payung Kopasgat Hebohkan Warga Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/latihan-terjun-payung-kopasgat-hebohkan-warga-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/latihan-terjun-payung-kopasgat-hebohkan-warga-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Latihan terjun payung ini menjadi hiburan tak terduga bagi warga Desa Sodo dan sekitarnya. Selain menunjukkan ketangkasan prajurit Kopasgat, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a1f5be121d.webp" length="28774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 23:36:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, terjun payung, tni angkatan udara, sodo, pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Warga Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Selasa (4/11/2025) siang dibuat heboh dengan aksi para prajurit TNI Angkatan Udara dari Kopasgat yang melakukan latihan terjun payung di lapangan desa setempat.</p>
<p>Suasana yang biasanya tenang mendadak ramai, ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah ke area sekitar lapangan untuk menyaksikan momen langka itu.</p>
<p>Sekira pukul 10.30 WIB, suara pesawat terdengar menderu di langit Tulungagung. Dari kejauhan, pesawat tersebut tampak berputar di atas area persawahan sebelum akhirnya sepuluh penerjun Kopasgat keluar satu per satu, melayang di udara dengan parasut. Warga langsung bersorak kagum, banyak yang mengabadikan momen itu lewat kamera ponsel.</p>
<p>Delapan penerjun berhasil mendarat mulus di tengah lapangan yang sudah ditandai sebagai area pendaratan. Namun dua lainnya sedikit meleset dan akhirnya mendarat di sawah sekitar. Setelah seluruh personel yang lengkap dengan senapan serbu mendarat, mereka langsung membentuk formasi tempur.</p>
<p>Beberapa warga yang terlalu antusias sempat mencoba mendekat, tapi segera dihalau oleh anggota TNI yang berjaga demi keamanan.</p>
<p>Salah seorang warga Desa Sodo, Indah Widiastuti, mengaku terkesan melihat langsung latihan terjun payung untuk pertama kalinya.</p>
<p>“Saya tadi lihat latihan terjun payung dari TNI Angkatan Udara. Senang sekali, rasanya bangga desa saya dikunjungi. Ini jadi hiburan untuk masyarakat di sini, semoga nanti ada lagi,” katanya dengan antusias.</p>
<p>Indah bercerita, momen paling berkesan baginya justru saat salah satu penerjun mendarat di sawah tak jauh dari tempat ia berdiri.</p>
<p>“Tadi ada yang mendarat di sawah, pas dekat saya. Saya sempat bilang ke penerjunnya, ‘Semangat, Mas! Tidak apa-apa, aman!’” ujarnya sambil tertawa.</p>
<p>Ia mengaku kasihan terhadap prajurit yang mendarat di sawah. Menurut Indah prajurit tersebut sempat terlihat kebingungan ketika hendak keluar dari sawah menyusul rekan-rekannya yang sudah berada di lapangan.</p>
<p>"Ya, saya tetap memberi semangat. Karena memang sering sekali ya tujuan itu tidak sesuai dengan harapan, seperti itu," tuturnya.</p>
<p>Ia mengaku aksi para prajurit itu menunjukkan sisi lain dari kedekatan antara TNI dan masyarakat.</p>
<p>“Yang menarik itu ya kedekatan mereka. Dari jauh mau datang ke desa, latihan di sini, bukan di sekitar markasnya. Rasanya seperti ada perhatian khusus buat masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Meski beberapa penerjun sempat meleset dari titik sasaran, warga tetap tampak menikmati pertunjukan langka tersebut. Anak-anak bersorak, orang dewasa bertepuk tangan, dan suasana lapangan berubah jadi ajang tontonan ramai penuh tawa.</p>
<p>Indah pun berharap kegiatan serupa bisa digelar lagi.</p>
<p>“Sayangnya tadi belum ada yang tepat pas di sasaran, tapi semoga nanti ada lagi latihan seperti ini. Seru banget pokoknya,” pungkasnya.</p>
<p>Latihan terjun payung ini menjadi hiburan tak terduga bagi warga Desa Sodo dan sekitarnya. Selain menunjukkan ketangkasan prajurit Kopasgat, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sesuatu yang tak hanya menegangkan, tapi juga menghangatkan suasana desa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Guru Dianiaya Keluarga Siswa, SMPN 1 Trenggalek Dukung Proses Hukum dan Perketat Pengawasan Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-guru-dianiaya-keluarga-siswa-smpn-1-trenggalek-dukung-proses-hukum-dan-perketat-pengawasan-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-guru-dianiaya-keluarga-siswa-smpn-1-trenggalek-dukung-proses-hukum-dan-perketat-pengawasan-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Setelah kasus ini mencuat ke publik, orang tua dari siswi yang ponselnya disita diketahui berencana memindahkan anaknya dari SMPN 1 Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a15e8f09a3.webp" length="30782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 23:02:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan guru, smpn 1 trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Pihak SMP Negeri 1 Trenggalek menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian yang telah menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang gurunya, Eko Prayitno.</p>
<p>Pihak sekolah menegaskan akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, mengatakan seluruh jajaran guru dan staf sekolah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada pihak berwenang.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sekolah mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, sekaligus memperkuat sistem disiplin internal agar kejadian seperti ini tidak terulang.</p>
<p>“Dari pihak sekolah kami mengikuti apa yang sudah diproses dan kami bersama teman-teman juga mengawal. Untuk ke depan kami berharap hal ini tidak terulang lagi. Kami akan melakukan pengetatan lebih ketat lagi,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Amir menjelaskan, aturan mengenai penggunaan ponsel di sekolah sebenarnya sudah tertulis jelas dalam tata tertib dan disosialisasikan kepada seluruh siswa.</p>
<p>Setiap kelas telah ditempeli peraturan yang mewajibkan siswa menyimpan ponsel di loker selama jam pelajaran, kecuali jika digunakan atas izin guru.</p>
<p>“Sebenarnya peraturan di kami sudah jelas dan sudah tersosialisasi. Nanti yang perlu kami galakkan adalah pengawasan yang lebih meningkat lagi,” tambahnya.</p>
<p>Terkait perkembangan kasus di kepolisian, pihak sekolah mengapresiasi langkah cepat Polres Trenggalek yang telah menetapkan pelaku berinisial AK, kakak dari salah satu siswa, sebagai tersangka dan menahannya untuk proses hukum lebih lanjut. </p>
<p>“Kami mendukung proses yang sedang berlangsung di kepolisian,” tegas Amir.</p>
<p>Sementara itu, setelah kasus ini mencuat ke publik, orang tua dari siswi yang ponselnya disita diketahui berencana memindahkan anaknya dari SMPN 1 Trenggalek. Keputusan itu disampaikan secara langsung kepada pihak sekolah saat memenuhi panggilan.</p>
<p>“Kami sebenarnya sudah merundingkan agar anak ini bisa tetap bersekolah di sini dengan pendampingan dari guru BK, karena kami khawatir anak tersebut akan mengalami tekanan dari teman-temannya. Namun, hari ini orang tuanya datang dan menyampaikan keinginan agar anak itu dipindah,” ungkap Amir.</p>
<p>Kasus ini bermula saat guru seni dan budaya SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, menyita ponsel salah seorang siswi karena melanggar aturan sekolah. Tak terima, kakak dari siswi tersebut mendatangi rumah Eko dan melakukan penganiayaan disertai ancaman pembakaran rumah.</p>
<p>Polisi kemudian menetapkan pelaku berinisial AK, warga Desa Timahan, Kecamatan Kampak, sebagai tersangka dan menahannya dengan jeratan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru SMPN 1 Trenggalek Dianiaya Keluarga Siswa Usai Sita HP, Pelaku Ditahan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-smpn-1-trenggalek-dianiaya-keluarga-siswa-usai-sita-hp-pelaku-ditahan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-smpn-1-trenggalek-dianiaya-keluarga-siswa-usai-sita-hp-pelaku-ditahan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, tersangka pelaku yang diketahui merupakan suami dari salah seorang anggota DPRD setempat tersebut, telah ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a0ff3882d0.webp" length="67194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 22:42:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, penganiayaan, guru smpn 1 trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Kasus kekerasan di dunia pendidikan terjadi di Kabupaten Trenggalek. Seorang guru SMP Negeri 1 Trenggalek menjadi korban penganiayaan oleh keluarga salah seorang siswanya, setelah melakukan penyitaan ponsel di sekolah.</p>
<p>Peristiwa bermula saat guru seni dan budaya SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, menyita ponsel milik salah seorang siswi karena digunakan di luar kepentingan belajar. Penyitaan itu dilakukan sesuai aturan sekolah yang melarang siswa membawa atau menggunakan ponsel selama jam pelajaran tanpa izin guru.</p>
<p>“Terkait penyitaan HP itu sebenarnya sudah ada peraturan sekolah. Saat pembelajaran, tanpa seizin guru, siswa tidak boleh menggunakan HP dan wajib memasukkannya ke loker yang disediakan. Kalau melanggar, HP akan disita selama satu semester,” jelas Eko Prayitno, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Namun, tindakan disiplin tersebut rupanya tidak diterima oleh keluarga siswa. Pada Jumat (31/10/2025) usai salat Jumat, Eko yang baru pulang ke rumahnya di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, didatangi seorang pria tak dikenal yang belakangan diketahui sebagai kakak dari siswi yang HP-nya disita.</p>
<p>Pria tersebut datang dengan mobil berwarna hitam dan langsung memaki hingga melakukan penganiayaan.</p>
<p>“Setelah dari Jumatan saya pulang, di depan rumah sudah ada mobil hitam Innova. Terus saudara yang mengaku namanya Awang itu langsung tanya, awakmu guru SMP 1 sing nyita HP adikku? (Kamu guru SMP 1 yang menyita HP adikku?), Saya jawab iya, Pak. Tapi dia langsung marah, membentak-bentak, memukul saya, dan menarik kerah baju saya,” ungkap Eko.</p>
<p>Tak hanya itu, pelaku bahkan sempat mengancam akan membakar rumah korban. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Eko kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Trenggalek bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti, polisi akhirnya menetapkan AK, warga Desa Timahan, Kecamatan Kampak, sebagai tersangka.</p>
<p>“Kami telah melakukan penyidikan dan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan saudara A sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan kemarin (Senin) sore dan penahanan mulai tadi malam selama sepuluh hari ke depan,” terang Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro.</p>
<p>Dari hasil penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan pelaku serta satu unit telepon genggam yang menjadi sumber persoalan. </p>
<p>“Motif pelaku adalah emosi setelah mendapat laporan dari adiknya tentang penyitaan HP di sekolah. Pelaku datang langsung dan melakukan kekerasan terhadap korban tanpa memberi kesempatan klarifikasi,” tambah Eko Widiantoro.</p>
<p>Saat ini, pelaku yang diketahui merupakan suami dari salah seorang anggota DPRD setempat tersebut, telah ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cegah BBM Bermasalah, Satreskrim Polres Tulungagung Cek Sejumlah SPBU, Ini Hasilnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cegah-bbm-bermasalah-satreskrim-polres-tulungagung-cek-sejumlah-spbu-ini-hasilnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cegah-bbm-bermasalah-satreskrim-polres-tulungagung-cek-sejumlah-spbu-ini-hasilnya</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan dilakukan oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung. Kegiatan ini difokuskan di beberapa SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Kauman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6908a2731f6ce.webp" length="46296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 21:33:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pertalite, spbu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Menyikapi ramainya keluhan masyarakat di sejumlah daerah Jawa Timur terkait gangguan mesin kendaraan usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite, Satreskrim Polres Tulungagung turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya, Senin (3/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan dilakukan oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung. Kegiatan ini difokuskan di beberapa SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Kauman.</p>
<p></p>
<p>Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung Ipda Fatahillah Aslam menjelaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk respon cepat terhadap informasi yang viral mengenai dugaan adanya air di dalam BBM Pertalite.</p>
<p></p>
<p>“Menanggapi viralnya berita terkait adanya keluhan masyarakat di wilayah Jawa Timur yang kendaraannya mengalami ‘mbrebet-mbrebet’, kami dari Satreskrim Polres Tulungagung melakukan pengecekan ke sejumlah SPBU,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengecekan acak di lapangan, petugas tidak menemukan adanya indikasi air yang tercampur dalam bahan bakar Pertalite.</p>
<p></p>
<p>“Dari hasil random sampling dua SPBU yakni di SPBU Lembupeteng dan Bolorejo, Alhamdulillah hasilnya masih normal sesuai dengan ketentuan dan tidak ada kandungan air dalam Pertalite,” ungkap Ipda Fatahillah yang akrab disapa Fafa.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian juga belum menerima laporan dari masyarakat Tulungagung terkait gangguan mesin setelah mengisi BBM Pertalite.</p>
<p></p>
<p>“Sejauh ini kami belum pernah mendapatkan laporan dari masyarakat di Tulungagung yang komplain mengeluhkan gangguan mesin kendaraannya setelah mengisi BBM Pertalite,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, pihak kepolisian memastikan akan tetap melanjutkan pengecekan berkala di SPBU-SPBU lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>“Sebagai langkah preventif, tentunya kami dari Satreskrim Polres Tulungagung akan melakukan hal serupa ke SPBU-SPBU lainnya yang ada di wilayah Tulungagung,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Deni Asmono, staf Bidang Meteorologi Disperindag Tulungagung yang turut mendampingi pengecekan, menuturkan bahwa pihaknya juga memeriksa takaran distribusi BBM di SPBU.</p>
<p></p>
<p>“Dalam hal ini kami dari Disperindag juga melakukan pengecekan terkait ukurannya, hasilnya dari uji takaran tadi BBM Pertalite yang diterima masyarakat saat membeli di SPBU tersebut sudah sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Deni, selain uji takaran, tim juga memastikan bahwa pihak SPBU melakukan pengecekan rutin untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan air dalam tangki penyimpanan BBM.</p>
<p></p>
<p>“Selain itu kami juga melakukan uji-uji lainnya seperti densitas BBM dan temperatur, untuk memastikan kualitas BBM benar-benar sudah sesuai dengan ketentuan,” tutupnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan hasil pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan tidak khawatir untuk membeli BBM Pertalite di wilayah Tulungagung. Namun petugas tetap mengimbau agar masyarakat segera melapor apabila menemukan keluhan serupa di kemudian hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Tulungagung &amp; Trenggalek via Pagerwojo yang Tertutup Longsor Kini Sudah Dibuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-tulungagung-trenggalek-via-pagerwojo-yang-tertutup-longsor-kini-sudah-dibuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-tulungagung-trenggalek-via-pagerwojo-yang-tertutup-longsor-kini-sudah-dibuka</guid>
<description><![CDATA[ Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, SH, MH, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun karena proses pembersihan masih berlangsung, diberlakukan buka tutup jalur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69089f52e52b7.webp" length="141130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 20:33:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, kradinan, pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Setelah tiga hari tertutup total akibat longsor, jalur utama penghubung Tulungagung-Trenggalek melalui Kecamatan Pagerwojo akhirnya mulai terbuka. Pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, terus dilakukan hingga Senin (3/11/2025) malam.</p>
<p>Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, mengatakan, jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun karena proses pembersihan masih berlangsung, diberlakukan buka tutup jalur.</p>
<p>“Jalan mulai Senin siang sudah mulai terbuka dan bisa dilewati kendaraan," ujar AKP Guruh, Senin (3/11/2025) malam.</p>
<p>Kapolsek menambahkan, proses pembersihan menggunakan alat berat terus dikebut. Hingga Senin malam evakuasi material longsor yang menumpuk di pinggir jalan masih dilakukan.</p>
<p>"Proses pembersihan dilembur hingga malam ini masih berlangsung, mengejar waktu mumpung cuaca cerah,” imbuhnya.</p>
<p>Pembersihan material longsor yang dilakukan sejak Minggu pagi menggunakan satu unit alat berat dan bantuan semprotan air dari petugas Damkar Tulungagung.</p>
<p>Meski demikian, pembersihan belum sepenuhnya rampung. Material longsor yang menutupi badan jalan telah dibersihkan, namun tim gabungan masih mengevakuasi tumpukan tanah dan batu di sisi jalan. </p>
<p>Menurut Kasi Trantib Kecamatan Pagerwojo, Yasriyanto, pada Senin siang proses pembersihan material longsor baru tercapai sekitar 50 persen.</p>
<p>"Kalau jalan ini kondisi sekarang sudah bisa dilewati kendaraan roda 4, tapi karena masih dalam pembersihan material otomatis kami tutup lagi, kita alihkan ke jalan alternatif. Pembersihan longsor masih sekitar 50 persen," tuturnya.</p>
<p>Yasriyanto, menjelaskan bahwa longsor di titik tersebut terjadi beberapa kali sejak Jumat lalu, dengan total lima kali kejadian termasuk longsor susulan.</p>
<p>“Longsor pertama terjadi malam Jumat, kemudian susulan hingga malam Minggu. Pembersihan mulai dikerjakan hari Minggu bersama personel Koramil, BPBD, dan warga. Tapi karena hujan turun lagi, longsor lebih besar terjadi pada malam harinya,” terang Yasriyanto.</p>
<p>Selama tiga hari jalan tertutup total, akses dialihkan ke jalan alternatif di atas lokasi longsor. Jalur alternatif tersebut cukup sempit dan hanya bisa dilalui satu kendaraan dalam satu waktu, sehingga warga dan relawan berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas.</p>
<p>“Kalau mau memutar jaraknya sekitar satu kilometer, tapi jalannya naik turun dan sempit, tidak bisa untuk bersimpangan,” kata Yasrianto.</p>
<p>Sementara itu, Sukram, staf BPBD Tulungagung yang terjun langsung di lapangan, menjelaskan bahwa ketebalan material longsor mencapai 1,5 meter dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar tebing yang longsor sekitar 70 meter.</p>
<p>“Kondisi tebing masih rawan longsor jika turun hujan. Saat ini fokus kami membersihkan material di badan jalan agar lalu lintas bisa normal kembali,” ujarnya.</p>
<p>Dengan dibukanya kembali jalur utama ini, diharapkan mobilitas warga dan distribusi barang antar kabupaten bisa kembali normal.</p>
<p>Namun, petugas mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada karena kondisi tebing di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi longsor susulan.</p>
<p>“Insyaallah, untuk pembersihan utama ditargetkan selesai hari ini,” pungkas Sukram. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Antar Desa di Tulungagung Putus Akibat Longsor, Warga Harap Ada Penanganan Segera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-antar-desa-di-tulungagung-putus-akibat-longsor-warga-harap-ada-penanganan-segera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-antar-desa-di-tulungagung-putus-akibat-longsor-warga-harap-ada-penanganan-segera</guid>
<description><![CDATA[ Longsor menggerus badan jalan dengan lebar 3 meter sepanjang sekitar 30 meter yang menghubungkan Desa Nyawangan dengan Desa Picisan. Material tanah amblas ke jurang sedalam sekitar 20 meter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690892b8376c9.webp" length="122742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 18:52:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, jalan putus, nyawangan, picisan, sendang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, menyebabkan jalan penghubung antar desa di kawasan tersebut putus total akibat longsor.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi di Desa Nyawangan pada Sabtu (1/11/2025) malam dan mengakibatkan akses transportasi terganggu.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, longsor menggerus badan jalan dengan lebar 3 meter sepanjang sekitar 30 meter yang menghubungkan Desa Nyawangan dengan Desa Picisan. Material tanah amblas ke jurang sedalam sekitar 20 meter. </p>
<p>Kondisi tersebut membuat jalur utama antar desa tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih, sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur darurat yang berada di samping titik longsor. Jalan darurat tersebut menggunakan lahan milik warga. Saat hujan kondisinya berlumpur dan licin.</p>
<p>Salah satu warga setempat, Miseni, menuturkan bahwa longsor terjadi tiba-tiba saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.</p>
<p>“Sekitar jam enam sore itu hujan deras, terus tiba-tiba jalan di depan rumah saya ambles. Nggak ada tanda-tanda sebelumnya,” ujarnya, Senin (3/11/2025).</p>
<p>Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang biasa digunakan warga untuk menuju desa tetangga.</p>
<p>Akibat jalan yang putus tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama bagi pengguna mobil dan kendaraan besar yang kini harus memutar jauh lewat jalur lain.</p>
<p>Sementara itu, warga berinisiatif membuat jalan alternatif sementara agar kendaraan roda dua tetap bisa melintas.</p>
<p>Melihat kondisi tanah di sekitar lokasi yang masih labil dan terdapat banyak retakan, warga khawatir longsor susulan bisa kembali terjadi. </p>
<p>“Tanahnya di pinggir jalan kelihatan retak-retak. Kami berharap pemerintah segera turun tangan supaya longsor tidak meluas,” kata Miseni menambahkan. </p>
<p>Warga kini menunggu upaya perbaikan dari pihak terkait agar akses antar desa bisa kembali normal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrak Dua Pemotor hingga Tewas, Sopir Bus Harapan Jaya Jadi Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrak-dua-pemotor-hingga-tewas-sopir-bus-harapan-jaya-jadi-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrak-dua-pemotor-hingga-tewas-sopir-bus-harapan-jaya-jadi-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Polisi : Adapun ancaman hukuman untuk pelaku, yaitu pidana penjara paling lama enam tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905f85b989bc.webp" length="29934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 19:41:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, harapan jaya, kecelakaan, rejoagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pengemudi bus Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan pada Jumat (31/10/2025) siang di Jalan Pahlawan, depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia, ditetapkan menjadi tersangka.</p>
<p>Korban meninggal dunia yakni Zahrotun Mas'udah (22) warga Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, dan Faizatul Maghfiroh (22) warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, menilai bahwa sopir bus, Rizki Angga Saputra (30), warga Desa Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut, patut diduga bertanggungjawab atas kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua gadis asal Jombang tersebut.</p>
<p>Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, menyatakan tersangka disangkakan melanggar Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut mengatur sanksi bagi pengemudi yang akibat kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.</p>
<p>"Adapun ancaman hukuman untuk pelaku, yaitu pidana penjara paling lama enam tahun," ujar Kompol Arie Taufan Budiman, Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, polisi juga melakukan tes urin terhadap tersangka. Hasilnya tersangka dinyatakan negatif narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku nekat mengemudi secara ugal-ugalan karena memgejar jadwal trayek dan khawatir disusul bus di belakangnya.</p>
<p>"Kalau takut disusul bus di belakang, kita bisa menyimpulkan ini adalah karena rebutan penumpang. Ini adalah alasan klasik yang selalu disampaikan oleh pengemudi bus," tutur Kompol Arie.</p>
<p>Wakapolres menambahkan, belum lama ini tepatnya pada pertengahan September 2025, tersangka juga sudah pernah ditindak oleh Satlantas Polres Tulungagung, karena mengemudi secara ugal-ugalan. </p>
<p>"Tepatnya tanggal 15 September lalu, tersangka ini melakukan aksi ugal-ugalan dan ngeblong di simpang tiga Ngujang, sehingga oleh Unit Satlantas ditilang dan videonya diunggah di akun instagram Satlantas Polres Tulungagung," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menerangkan berdasar hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, olah TKP, dan pengakuan tersangka, kecelakaan terjadi karena bus yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara itu kurang menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya, yakni sepeda motor Supra X yang dikendarai korban Andri Yoga Pratama (28) asal Nganjuk.</p>
<p>"Sepeda motor Supra X ini posisinya di tengah dengan kecepatan sedang hendak belok ke SPBU. Pengakuan tersangka dia melihat bahwa di depannya ada sepeda motor itu kemudian melakukan pengereman," ungkap Ipda Gerry.</p>
<p>Namun karena kecepatan bus saat itu cukup tinggi dan jarak yang terlalu dekat, pengereman mendadak yang dilakukan tersangka menyebabkan bus hilang kendali. Tersangka mengaku saat melakukan pengereman tidak sempat menginjak kopling dengan posisi gigi masuk. Hal itu menyebabkan mesin bus mati dan membuat roda belakang terkunci. </p>
<p>Akhirnya bus mengalami selip dan bagian belakang bus sebelah kanan menghantam sepeda motor Vario yang dikendarai korban meninggal, dan sepeda motor Supra X yang dikendarai Andri Yoga. Beruntung Andri Yoga Pratama selamat dalam kecelakaan tersebut meski mengalami luka pada bagian kepala.</p>
<p>"Hasil olah TKP diketahui bekas jejak pengereman bus dari titik benturan berjarak 120 meter," ungkap Gerry.</p>
<p>Ipda Gerry menambahkan, menurut keterangan tersangka kecepatan bus pada saat kejadian sekitar 80 Km/jam. Akan tetapi polisi masih akan mendalami kembali terkait pengakuan tersebut, karena pada saat kejadian memang kecepatan yang di jalankan kendaraan oleh tersangka cukup tinggi.</p>
<p>"Jadi kami mengingatkan untuk rekan-rekan pengemudi pada saat di lokasi yang cukup ramai agar mengurangi kecepatan karena kita tidak tahu apa bahaya yang ada di depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor Tutup Jalan Tulungagung&amp;Trenggalek di Pagerwojo, 17 Jam Belum Ada Penanganan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-tutup-jalan-tulungagung-trenggalek-di-pagerwojo-17-jam-belum-ada-penanganan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-tutup-jalan-tulungagung-trenggalek-di-pagerwojo-17-jam-belum-ada-penanganan</guid>
<description><![CDATA[ Karena banyaknya material longsor, membuat pembersihan secara manual tidak memungkinkan untuk dilakukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69057df0e0765.webp" length="147334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:29:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, kradinan, pagerwojo, jalan tulungagung-trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Upaya penanganan tanah longsor yang menutup jalan Tulungagung-Trenggalek, di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, terkesan lamban. Sampai dengan berita ini ditulis atau 17 jam dari waktu kejadian, belum ada upaya pembersihan. Akibatnya, sampai dengan Sabtu (1/11/2025) siang pukul 10.00 WIB, jalan masih tertutup total dan belum bisa dilewati kendaraan.</p>
<p>Camat Pagerwojo, Setiono, mengatakan jajaran Forkopimcam yang berada di lokasi bersama personel TNI, Polri, dan BPBD Tulungagung, tidak bisa berbuat banyak. Karena banyaknya material longsor, membuat pembersihan secara manual tidak memungkinkan untuk dilakukan.</p>
<p>"Saat ini kita masih menunggu alat berat, karena tidak mungkin kita kerja bakti secara manual, karena longsornya begitu berat dan ini harus menggunakan alat berat," kata Setiono.</p>
<p>Menurut Setiono, sesuai dengan instruksi bupati, rencananya alat berat akan didatangkan pada hari Sabtu ini untuk melakukan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.</p>
<p>"Hari ini akan tiba alat berat tapi masih belum ada kepastian jam berapa. Tapi hari ini pasti datang," tuturnya.</p>
<p>Disinggung soal pencegahan kejadian longsor berulang, termasuk upaya reboisasi, Setiono menyebut hal itu masih akan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak termasuk pihak Pemerintah Desa Kradinan selaku pemilik lahan.</p>
<p>Lokasi tanah longsor tersebut merupakan tanah kas desa yang dijadikan lahan pertanian yang ditanami jagung.</p>
<p>"Bisa kita lihat ini kontur tanahnya kan gembur seperti ini, kalau tidak ada penanaman pohon-pohon yang bisa menahan lonsor nanti kan akan terus seperti ini," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang warga Desa Kradinan, Warsidin, mengungkapkan jika longsor yang menutup jalan ini cukup mengganggu aktifitas masyarakat, terutama distribusi susu sapi perah dari para peternak.</p>
<p>"Ada jalur alternatif di situ tapi ya tidak layak sebenarnya untuk roda empat muatan. Muatannya tidak bisa maksimal karena jalannya hanya bantuan jalan kecil," ungkap Warsidin.</p>
<p>Warsidin menceritakan, kejadian longsor terjadi pada Jumat (31/10/2025) sore sekira pukul 16.00 WIB. Longsoran tersebut terjadi setelah pembersihan material longsor sebelumnya yang terjadi pada Kamis sore baru saja selesai.</p>
<p>"Jadi sekitar jam 12.00 siang itu pembersihan baru selesai dilakukan oleh petugas BPBD, Damkar, dan warga, jam 16.00 WIB terjadi longsoran yang lebih besar," jelas Warsidin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Korban Tewas Tertabrak Bus di Tulungagung Ternyata Alumni dan Calon Wisudawan UIN SATU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-korban-tewas-tertabrak-bus-di-tulungagung-ternyata-alumni-dan-calon-wisudawan-uin-satu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-korban-tewas-tertabrak-bus-di-tulungagung-ternyata-alumni-dan-calon-wisudawan-uin-satu</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu korban merupakan mahasisawa Prodi S1 Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dan dijadwalkan akan mengikuti wisuda pada bulan November ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6904ebdc77738.webp" length="37380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 07:15:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, harapan jaya, bus tabrak motor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tertabrak bus Harapan Jaya, di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (31/10/2025) siang, tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.</p>
<p>Korban pertama atas nama Faizatul Magfiroh, asal Jombang ini merupakan mahasiswa Prodi S1 Akutansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Korban merupakan wisudawan ke 47 semester ganjil TA 2025-2026, dan baru mengikuti wisuda pada bulan September lalu.</p>
<p>Sementara korban kedua, Zahrotun Mas'udah, juga asal Jombang, merupakan mahasisawa Prodi S1 Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Yang bersangkutan merupakan calon wisudawan ke 50 semester ganjil TA 2025-2026, dan akan mengikuti wisuda pada bulan November.</p>
<p>Humas UIN SATU Tulungagung, M. Ulil Abshor, membenarkan kabar tersebut. Pihak kampus turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.</p>
<p>"Secara administratif sudah alumni. Yang satu sudah wisuda September lalu, satunya akan wisuda November nanti," ungkap Ulil.</p>
<p>Menurut Ulil, begitu mendaftar wisuda dan sudah melengkapi syarat wisuda, dapat nomor urut wisuda, berarti sudah dinyatakan lulus. Rencananya pihak kampus akan mengundang orang tua korban untuk menghadiri wisuda.</p>
<p>"Iya, orang tuanya akan diundang untuk menghadiri wisuda yang sudah dijadwalkan," terangnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Jumat sekira pukul 12.30 WIB, Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7767 US yang dikemudikan Rizki Angga Saputra (30) asal Malang, melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Sesampainya di TKP, pengemudi bus diduga tidak dapat menguasai laju kendaraannya. Bus kemudian ngepot hingga bagian belakang bus sebelah kanan menabrak motor yang dikendarai kedua korban yang melaju dari arah utara ke selatan. </p>
<p>Selain itu bus juga menabrak pengendara sepeda motor lain, Andri Yoga Pratama (28) asal Nganjuk, yang berhenti di marka tengah jalan hendak berbelok ke SPBU. Akibatnya korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan dirawat intensif di rumah sakit.</p>
<p>Didiga karena pengereman mendadak pada kecepatan tinggi, menyebabkan bus yang dari arah selatan tersebut berubah haluan berputar balik keselatan. Bus baru berhenti setelah menabrak pagar tembok rumah warga. </p>
<p>Kasus kecelakaan maut tersebut kini tengah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Polres Tulungagung Raih Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Pertama di Kabupaten Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-polres-tulungagung-raih-sertifikat-laik-higiene-sanitasi-pertama-di-kabupaten-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-polres-tulungagung-raih-sertifikat-laik-higiene-sanitasi-pertama-di-kabupaten-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Sertifikat ini menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan Polres Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6904ab056c7d8.webp" length="30582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 20:40:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, slhs, suarajatimpost, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi SPPG pertama di Kabupaten Tulungagung yang berhasil meraih Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat. </p>
<p>Sertifikat dengan nomor 400.7.11/7101/35.04.24/2025 tersebut diterbitkan pada 31 Oktober 2025, sebagai bukti bahwa dapur pengolahan pangan milik Polres Tulungagung, yang berada di Desa Sambirobyong, Kecamatam Sumbergempol tersebut, telah memenuhi seluruh standar keamanan dan sanitasi pangan yang berlaku.</p>
<p>Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya SLHS merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap kelayakan tempat pengolahan makanan yang dinilai dari berbagai aspek, mulai dari kebersihan lingkungan, sanitasi peralatan, penyimpanan bahan makanan, hingga jaminan kesehatan para tenaga kerja.</p>
<p>Sertifikat ini menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan Polres Tulungagung.</p>
<p>“Alhamdulillah, dengan adanya sertifikat ini, SPPG Polres Tulungagung dinilai mampu menjamin kualitas pangan yang diproduksi, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar lebih terjamin higienitas dan keamanannya,” terang AKBP Taat, Jumat (31/10/2025).</p>
<p>Untuk menjaga kualitas makanan, Polres Tulungagung juga menerapkan sistem pengawasan ketat melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bersama tenaga ahli gizi. Setiap menu yang diproduksi diuji secara harian menggunakan metode laboratorium dan organoleptik guna memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi.</p>
<p>“Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dan bebas dari kandungan zat berbahaya,” lanjut AKBP Taat.</p>
<p>Rangkaian pemeriksaan meliputi uji formalin, arsenik, sianida, dan nitrit, serta penilaian organoleptik terhadap rasa, aroma, dan tekstur makanan.</p>
<p>AKBP Taat menegaskan komitmen Polres Tulungagung untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik, terutama dalam penyediaan makanan bergizi dan aman bagi masyarakat.</p>
<p>“Dengan status laik higiene sanitasi ini, produksi makanan yang disalurkan melalui program-program kepolisian dapat makin dipercaya dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor Tutup Akses Jalan Tulungagung&amp;Trenggalek Via Pagerwojo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-tutup-akses-jalan-tulungagung-trenggalek-via-pagerwojo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-tutup-akses-jalan-tulungagung-trenggalek-via-pagerwojo</guid>
<description><![CDATA[ Material longsor menutup badan jalan sepanjang 50 meter dengan ketebalan antara 50 hingga 80 sentimeter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6904a70ce9706.webp" length="43956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 19:59:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, jalan tulungagung-trenggalek, kradinan, pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Akses jalan yang menghubungkan wilayah Tulungagung dengan Trenggalek tertutup longsor, Jumat (31/10/2025) sore. Titik longsor terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, tepat di samping SDN 2 Kradinan, yang mengalami longsor beberapa waktu lalu. Akibatnya akses lalu lintas dari dua arah sempat tertutup total.</p>
<p>Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, mengatakan, peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Longsor terjadi usai warga bersama personel TNI-POLRI dan BPBD Tulungagung, baru saja selesai membersihkan material longsor, yang terjadi pada hari sebelumnya.</p>
<p>"Kemarin (Kamis) sore itu terjadi longsor, lalu dilakukan pembersihan, dan baru saja selesai longsor kembali terjadi dengan intensitas lebih besar dari longsor kemarin," kata AKP Guruh Yudhi Setiawan, Jumat (31/10/2025) malam.</p>
<p>Lanjut AKP Guruh, longsor menutup badan jalan sepanjang 50 meter dengan ketebalan antara 50 hingga 80 sentimeter. Banyaknya material longsor berupa tanah dan batu membuat proses pembersihan secara manual cukup membutuhkan tenaga ekstra.</p>
<p>"Warga bersama anggota TNI-POLRI dan BPBD Tulungagung, sedang berupaya membuka jalur secara manual," tututnya.</p>
<p>AKP Guruh menambahkan, pada Jumat malam sekira pukul 17.00 WIB, jalan di titik longsor sudah bisa dilewati sepeda motor. Sementara untuk kendaraan roda 4 atau lebih, belum bisa lewat dan harus memutar lewat jalur alternatif.</p>
<p>"Saat ini jalan sudah bisa dilewati sepeda motor. Ini warga dan petugas sedang berupaya membuka jalur agar bisa dilalui kendaraan roda 4. Tapi kalau cuaca terus seperti ini (hujan) upaya pembersihan malam ini dihentikan," ungkapnya.</p>
<p>Menurut Guruh, selain karena besarnya longsor, proses pembersihan material terkendala cuaca hujan. Dimana mulai Jumat sore hingga malam hujan terus mengguyur kawasan Pagerwojo. Untuk sementara proses pembersihan longsor dihentikan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.</p>
<p>"Sampai malam ini belum ada alat berat yang diterjunkan ke lokasi kejadian," tuturnya.</p>
<p>Longsor kali ini merupakan kejadian yang ketiga di lokasi yang sama. Sebelumnya pada Selasa (19/8/2025) lalu, di lokasi ini terjadi longsor besar yang merusak bangunan SDN 2 Kradinan dan menutup jalan.</p>
<p>Kemudian pada Kamis (30/10/2025) sore, longsor kembali terjadi namun dengan intensitas yang kecil. Lalu setelah pembersihan material selesai dilakukan, pada Jumat (31/10/2025) sore terjadi longsor susulan yang lebih besar terjadi.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngepot, Bus Harapan Jaya Tabrak Dua Motor di Tulungagung, Dua Pengendara Tewas di Tempat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngepot-bus-harapan-jaya-tabrak-dua-motor-di-tulungagung-dua-pengendara-tewas-di-tempat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngepot-bus-harapan-jaya-tabrak-dua-motor-di-tulungagung-dua-pengendara-tewas-di-tempat</guid>
<description><![CDATA[ Dua pengendara motor tewas di lokasi kejadian, sementara satu pengendara lainnya mengalami luka berat di bagian kepala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6904794f167a4.webp" length="75622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 16:32:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bus tabrak motor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan maut yang melibatkan bus Harapan Jaya dengan dua sepeda motor terjadi di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (31/10/2025) siang membuat dua pengendara motor tewas di lokasi kejadian, sementara seorang pengendara lainnya mengalami luka berat di bagian kepala.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB di depan SPBU Rejoagung. Berdasarkan laporan awal kepolisian, kecelakaan melibatkan Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7762 US dengan dua sepeda motor, yakni Honda Supra X warna hitam AG 3984 UM dan Honda Vario 125 warna putih S 2192 QF.</p>
<p></p>
<p>Dua korban tewas diketahui bernama Faizatur Magfiroh (22) warga Desa Sumberjo, Kecamatan/Kabupaten Jombang dan rekannya Zahrotun Masudah, keduanya pengendara motor Vario putih. Sementara satu pengendara motor Supra X, laki-laki belum diketahui identitasnya dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali.</p>
<p></p>
<p>“Untuk kecelakaan pada siang hari ini identifikasi awal ada tiga korban. Melibatkan tiga kendaraan, satu bus dan dua sepeda motor. TKP berada di depan SPBU Rejoagung. Bus sudah kami amankan bersama dua orang saksi,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Berdasar rekaman CCTV, bus yang dikemudikan Rizky Angga Saputra (30), warga Kota Malang, melaju dari arah selatan menuju utara. Bus yang melaju kencang tersebut, tiba-tiba oleng dan bagian belakang bus sebelah kanan menabrak dua sepeda motor.</p>
<p>“Bus dari arah selatan ke utara ini kehilangan kendali karena kecepatan tinggi, kemudian melakukan pengereman mendadak hingga menabrak dua kendaraan sepeda motor. Salah satunya bahkan sempat terpental dan bus berputar hingga berbalik arah dan menabrak rumah warga,” jelas Ipda Gerry.</p>
<p>Kecelakaan tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar karena posisi bus yang berputar dan menghantam bangunan di pinggir jalan. Petugas Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.</p>
<p>Sementara itu, seluruh kendaraan yang terlibat, yakni dua unit sepeda motor dan dua bus Harapan Jaya telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>“Semua kendaraan sudah kami amankan, termasuk sopir dan kernet bus untuk dimintai keterangan. Untuk kondisi korban dan perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Gerry.</p>
<p>Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut, termasuk kecepatan kendaraan dan kemungkinan adanya kelalaian pengemudi bus. Polisi juga mengamankan satu unit bus lain yang berada di lokasi saat kejadian.</p>
<p>Menurut Gerry, pada saat kejadian sempat ada bus yang lain yang di depannya dari arah utara ke selatan. Terkait posisinya bus tersebut seperti apa masih dalam penyelidikan. Tetapi yang jelas yang mengalami benturan dengan korban dua unit kendaraan motor ini, bus yang mengarah dari selatan ke utara.</p>
<p>"Ya, untuk satu kendaraan ini juga masih statusnya dalam penyelidikan. Jadi untuk kendaraan juga semua kami amankan dua bus dan juga dua kendaraan roda dua tetapi yang berbenturan yang mengalami kecelakaan hanya satu bus dan juga dua kendaraan bermotor," terang Ipda Gerry.</p>
<p>Sementara itu, sampai dengan Jumat sore, jenazah dua korban meninggal masih berada di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jairi Irawan Terpilih Pimpin Golkar Tulungagung 2025–2030, Siap Padukan Generasi Lama dan Gen Alfa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jairi-irawan-terpilih-pimpin-golkar-tulungagung-20252030-siap-padukan-generasi-lama-dan-gen-alfa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jairi-irawan-terpilih-pimpin-golkar-tulungagung-20252030-siap-padukan-generasi-lama-dan-gen-alfa</guid>
<description><![CDATA[ Porsi pengurus DPD Partai Golkar Tulungagung kedepan akan diisi 50 persen oleh kader di bawah usia 40 tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69037b3c222f8.webp" length="13222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 23:23:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, partai golkar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Kabupaten Tulungagung yang digelar di Crown Victoria Hotel pada Rabu (29/10/2025) malam berlangsung meriah dan penuh semangat kekeluargaan.</p>
<p>Dalam forum yang dihadiri seluruh pengurus kecamatan, kader partai, dan tamu undangan itu, Jairi Irawan resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung untuk periode 2025–2030.</p>
<p>Musda kali ini mengusung tema “Golkar Bergerak, Tulungagung Maju”. Terpilihnya Jairi disambut antusias para kader, karena ia dianggap mampu menjembatani antara kekuatan generasi lama dengan semangat baru dari generasi muda.</p>
<p>Dalam sambutannya, Jairi menegaskan langkah pertamanya sebagai ketua terpilih adalah memperkuat struktur partai dengan melibatkan lebih banyak generasi Z dan generasi Alfa.</p>
<p>“Perintah dari DPP dan DPD Jatim jelas, kita harus menggandeng Gen Z dan Gen Alpha untuk memperkuat Partai Golkar di basis massa yang hari ini didominasi mereka,” ujar Jairi Irawan kepada wartawan usai penetapan dirinya sebagai ketua terpilih.</p>
<p>Ia menambahkan, porsi pengurus ke depan akan diisi 50 persen oleh kader di bawah usia 40 tahun. </p>
<p>“Kami terbuka bagi siapa pun masyarakat Tulungagung yang ingin bergabung menjadi pengurus Golkar. Generasi muda harus diberi ruang,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, Jairi menegaskan tidak akan menyingkirkan pengurus lama yang sudah lama berkontribusi terhadap partai.</p>
<p>“Kita tidak akan meninggalkan generasi lama karena mereka juga kekuatan besar partai. Kita justru ingin memadukan semangat generasi muda dengan pengalaman generasi senior,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi antar generasi adalah kunci agar Golkar tetap relevan menghadapi tantangan politik modern dan dinamika pemilih baru.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufti, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan Musda ke-11 di Tulungagung.</p>
<p>“Alhamdulillah, acaranya luar biasa meriah. Semua kader hadir, suasananya riang dan penuh kekeluargaan. Saya bangga dengan semangat kader Golkar Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p>Ali Mufti juga menegaskan harapannya agar kepemimpinan Jairi mampu membawa Golkar semakin dekat dengan rakyat. </p>
<p>“Seperti yang saya sampaikan dalam pidato, Golkar harus berbenah. Suara rakyat adalah suara Golkar. Kalau semua kader mencintai rakyat sebagai teman perjuangan, insyaallah Golkar akan semakin baik,” ucapnya.</p>
<p>Musda tersebut turut dihadiri Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Ahmad Bahrudin, anggota Komisi IX DPR RI Heru Cahyono, serta sejumlah tokoh politik dan perwakilan partai lain di Tulungagung.</p>
<p>Kehadiran ratusan kader Golkar di acara ini menjadi penanda solidnya dukungan terhadap kepemimpinan baru di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konjen Jepang Kunjungi LPK Ashabi Tulungagung, Bahas Kerja Sama Beasiswa dan Pengiriman Tenaga Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konjen-jepang-kunjungi-lpk-ashabi-tulungagung-bahas-kerja-sama-beasiswa-dan-pengiriman-tenaga-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konjen-jepang-kunjungi-lpk-ashabi-tulungagung-bahas-kerja-sama-beasiswa-dan-pengiriman-tenaga-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Konjen Jepang dengan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur yang sebelumnya dijalin di Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690374bf75c85.webp" length="54560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 22:58:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pmi jepang, lpk ashabi, gp anshor tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ashabi Ansor Tulungagung, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Konjen Jepang dengan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur yang sebelumnya dijalin di Surabaya.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Konjen Jepang Bidang Informasi, Pendidikan, dan Kebudayaan, Morohira Kaori Seinse, menjelaskan bahwa kehadirannya di Tulungagung memiliki dua tujuan utama.</p>
<p>Pertama, meninjau langsung lokasi pelatihan bahasa Jepang di LPK Ashabi. Kedua, memahami kondisi dan kesiapan lembaga sebelum pengiriman tenaga kerja ke Jepang.</p>
<p>“Tujuan kami datang ke sini yang pertama adalah meninjau lapangan tempat belajar bahasa Jepang, dan yang kedua memahami situasi untuk mengirimkan tenaga kerja dari sini ke Jepang,” ujar Morohira Kaori.</p>
<p>Ia juga menyampaikan kesan positif terhadap semangat para peserta pelatihan di Tulungagung. Menurutnya, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar bahasa Jepang serta keinginan kuat untuk bekerja di Negeri Sakura.</p>
<p>“Saya merasa senang sekali karena mereka sangat antusias dan bersungguh-sungguh belajar bahasa Jepang untuk bisa bekerja di Jepang,” ungkapnya dengan senyum puas.</p>
<p>Meski demikian, Morohira menegaskan bahwa kerja sama antara Konjen Jepang dan GP Ansor bukanlah bentuk perjanjian resmi antar pemerintah, melainkan kerja sama non-formal dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.</p>
<p>“Kalau Konsulat Jepang sendiri tidak memiliki MoU karena itu ranah antar pemerintah, tetapi bekerja sama dengan GP Ansor ini merupakan bentuk kerja sama pertama kami,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang bisa semakin erat melalui program pengiriman tenaga kerja ini.</p>
<p>“Harapan saya, melalui tenaga kerja dari Indonesia yang bekerja di Jepang, hubungan persahabatan antara kedua negara semakin dekat,” tambah Morohira.</p>
<p>Sementara itu, Direktur LPK Ashabi Ansor Tulungagung, Anas Syaikhu, menjelaskan bahwa kunjungan Konjen Jepang ini sekaligus membahas beberapa program kerja sama baru, salah satunya di bidang pertukaran pelajar dan beasiswa.</p>
<p>“Dari hasil pertemuan tadi, ada kerja sama terkait pertukaran pelajar di bawah naungan Ansor. Selain itu, juga ada beasiswa khusus bagi guru-guru di LPK Ashabi agar kualitas SDM kami semakin meningkat,” terang Anas.</p>
<p>Menurut Anas, peluang bagi peserta untuk berangkat ke Jepang tetap dilakukan melalui jalur resmi dan seleksi ketat. Ia memastikan bahwa seluruh proses, termasuk beasiswa dan pertukaran pelajar, tetap mengutamakan standar yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Semua tetap lewat jalur resmi. Meskipun ada program beasiswa dan pertukaran pelajar, tetap harus melalui tes. Bulan ini pendaftarannya sudah dibuka,” jelasnya.</p>
<p>Anas menambahkan, selama kunjungan tersebut, Morohira Kaori juga sempat berinteraksi langsung dengan para peserta pelatihan. Ia memberikan motivasi dan semangat agar para siswa terus meningkatkan kemampuan mereka.</p>
<p>“Tadi beliau sempat menyapa dan memberikan motivasi kepada anak-anak. Mudah-mudahan semangat mereka untuk belajar semakin tinggi,” tutup Anas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Tulungagung: Jangan Ada Penyimpangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/salurkan-bantuan-pangan-bupati-tulungagung-jangan-ada-penyimpangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/salurkan-bantuan-pangan-bupati-tulungagung-jangan-ada-penyimpangan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati berharap bantuan tersebut benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Menurutnya, program ini merupakan hak masyarakat miskin yang tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69036a5f3bd26.webp" length="49096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 21:39:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bantuan pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pangan alokasi Oktober-November 2025 kepada masyarakat penerima manfaat. Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, Kamis (30/10/2025), dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama perwakilan Bulog, Forkopimda, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Bupati Gatut Sunu menjelaskan, bantuan pangan ini merupakan program dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin di tengah kondisi ekonomi global yang sulit. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kami bersama Bulog dan Forkopimda menyalurkan bantuan pangan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, berupa beras dan minyak goreng untuk dua bulan. Karena dirapel, setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Gatut Sunu.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap bantuan tersebut benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Menurutnya, program ini merupakan hak masyarakat miskin yang tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan pribadi.</p>
<p></p>
<p>“Kalau nanti disalahgunakan, saya minta kejaksaan menangkap siapa pun yang terlibat. Saya tidak bisa menoleransi penyalahgunaan bantuan dari Bapak Presiden untuk rakyat miskin,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati juga mengajak media dan masyarakat ikut mengawal jalannya program agar tetap sesuai tujuan awal. Ia mengingatkan agar bantuan tidak dijual kembali dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan keluarga penerima.</p>
<p></p>
<p>“Teman-teman media saya mohon ikut membantu mengawal agar program ini tepat sasaran dan sesuai harapan Bapak Presiden. Jangan sampai bantuan ini dijual lagi,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Gatut Sunu juga mengungkapkan bahwa tambahan bantuan berupa minyak goreng merupakan kebijakan baru dari Presiden Prabowo yang baru kali ini diterapkan.</p>
<p>“Kita patut berterima kasih karena rakyat kini mendapat tambahan minyak goreng. Ini kebijakan baru dari Bapak Presiden yang perlu kita dukung dan kawal bersama,” ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan di Kelurahan Kauman menyasar 65 penerima manfaat, sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Tulungagung tercatat 79.471 penerima. Jumlah ini menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 80.870 penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>“Ada pengurangan sekitar 1.404 penerima. Itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti penerima yang meninggal dunia, alamat tidak diketahui, terdaftar sebagai PNS, TNI, atau Polri, serta sebagian yang sudah tergolong mampu,” kata Agus.</p>
<p></p>
<p>Agus menambahkan, penyaluran bantuan pangan di seluruh wilayah Tulungagung ditargetkan rampung pada November 2025. Mengenai alokasi bantuan untuk bulan Desember, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>“Untuk sementara, alokasi yang kita terima hanya untuk bulan Oktober dan November. Targetnya, seluruh penyaluran selesai sebelum akhir November,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Santri di Trenggalek Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-trenggalek-dibekali-pelatihan-jurnalistik-dan-pengelolaan-media-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-trenggalek-dibekali-pelatihan-jurnalistik-dan-pengelolaan-media-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6902051cc4849.webp" length="27226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 21:04:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pesantren, santri, pelatihan jurnalistik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek, mendapat pembekalan khusus dalam bidang jurnalistik dan pengelolaan media sosial.</p>
<p>Pelatihan ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, di Hall Kantor Kementerian Agama setempat pada Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Menurut Direktur Media Center PCNU Trenggalek, Mohammad Abid Dzulfikar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital.</p>
<p>Hal itu merupakan langkah adaptasi pesantren menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat, terutama di ranah media digital.</p>
<p>“Pelatihan jurnalistik hari ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Kita ingin pesantren punya tim media yang aktif dan terkoordinasi. Dari 42 pesantren di Trenggalek, ada sekitar 50 lembaga yang hadir dengan dua perwakilan santri masing-masing,” ujar Abid.</p>
<p>Abid menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang telah digelar pada tahun 2023. Saat itu, sebanyak 175 santri sudah mendapatkan pelatihan dasar. Tahun ini, pihaknya berharap setiap pesantren dapat memiliki tim media yang tergabung dalam satu forum di bawah naungan PCNU Trenggalek.</p>
<p>“Setelah ini akan ada pelatihan rutin setiap satu hingga dua bulan sekali. Tidak hanya jurnalistik, tapi juga pelatihan desain foto, video, serta optimalisasi tiga platform utama yaitu Instagram, Facebook, dan TikTok yang paling banyak digunakan,” tambahnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, pelatihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan santri dalam memfilter informasi serta melawan disinformasi dan misinformasi yang kian marak.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Sodiq, santri dari Pondok Pesantren Al-Anwar Ngadirenggo, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Ia menilai ilmu yang didapat sangat bermanfaat bagi pengembangan media pesantren di tempatnya belajar.</p>
<p>“Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak ilmu, mulai dari jurnalistik, penulisan berita, sampai cara mengelola media sosial. Insyaallah semua akan kami terapkan di pondok,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Sodiq, media pesantren Al-Anwar sendiri telah aktif lebih dari tiga tahun dalam menyebarkan konten dakwah dan kegiatan santri di media sosial. Ke depan, peserta pelatihan juga akan mendapatkan pembekalan lanjutan terkait videografi dan fotografi untuk memperkaya konten media pesantren.</p>
<p>“Sekarang santri juga harus bergerak di media sosial, karena di sana ada ruang dakwah yang perlu kita isi,” tambahnya.</p>
<p>Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya piawai mengaji dan berdakwah secara konvensional, tetapi juga tangguh dan cerdas dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui dunia digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Beras Bulog Tulungagung Aman hingga 14 Bulan Mendatang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-hingga-14-bulan-mendatang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-hingga-14-bulan-mendatang</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini total stok beras yang tersimpan di lima gudang mencapai 48 ribu ton. Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 2.400 ton per bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901fecabb1fd.webp" length="33064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 20:15:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, stok beras, bulog, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kabar baik datang dari Perum Bulog Cabang Tulungagung. Lembaga tersebut memastikan cadangan beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun ke depan.</p>
<p>Kepala Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Hariadi, menyebutkan saat ini total stok beras yang tersimpan di lima gudang mencapai 48 ribu ton. Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 2.400 ton per bulan, jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan selama kurang lebih 14 bulan.</p>
<p>Ketahanan stok itu bahkan bisa lebih panjang apabila distribusi bantuan pangan dari pemerintah berkurang atau ditunda sementara waktu.</p>
<p>"Kalau kebutuhan distribusi bantuan pangan beras turun, ya otomatis kamampuan cadangan beras bisa lebih panjang," katanya, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Lebih lanjut Yonas menjelaskan, di tahun 2025 ini Bulog Tulungagung juga mencatat capaian positif dalam serapan gabah petani. Dari target 42 ribu ton, Yonas memastikan realisasinya sudah 100 persen tercapai, bahkan masih akan terus dilakukan pembelian hingga akhir tahun.</p>
<p>Pihaknya juga terus memantau harga gabah di tingkat petani agar proses penyerapan tetap stabil dan menguntungkan.</p>
<p>"Kita tetap akan menyerap hingga akhir tahun sambil memantau dinamika harga gabah di tingkat petani," ujarnya.</p>
<p>Menurut Yonas, saat ini Bulog Tulungagung mengelola lima gudang utama yang tersebar di Bence (Blitar), Karangsoko (Trenggalek), serta Ngujang dan Pulosari (Tulungagung) dengan total kapasitas mencapai 60 ribu ton.</p>
<p>"Untuk gudang masih terdapat ruang tambahan jika produksi petani meningkat," ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, secara nasional, stok cadangan beras pemerintah telah mencapai 3,9 juta ton, menjadi sinyal kuat bahwa pasokan pangan nasional dalam kondisi terkendali.</p>
<p>"Meskipun stok nasional besar, kami harus memastikan stok di tingkat kabupaten cukup agar distribusi mampu menjangkau hingga ke desa-desa dan tidak bergantung pada logistik jauh," tambahnya.</p>
<p>Yonas menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan stok di tingkat daerah sebagai bagian dari ketahanan pangan regional. Menurutnya, gudang yang dikelola Bulog Cabang Tulungagung menerapkan sistem pengawasan dan pengendalian mutu secara ketat agar beras yang disalurkan tetap layak konsumsi dan tidak mengalami penurunan kualitas sebelum diterima masyarakat.</p>
<p>"Gudang dengan daya tampung hingga 60.000 ton ini kita kelola dengan mekanisme pengendalian mutu yang ketat agar saat didistribusikan, masyarakat menerima beras yang layak," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Kader Daftar Nyaris Bersamaan, Perebutan Kursi Ketua DPD Golkar Tulungagung Makin Panas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-kader-daftar-nyaris-bersamaan-perebutan-kursi-ketua-dpd-golkar-tulungagung-makin-panas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-kader-daftar-nyaris-bersamaan-perebutan-kursi-ketua-dpd-golkar-tulungagung-makin-panas</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dua kader kuat yang sama-sama mengklaim dukungan mayoritas, Musda DPD Partai Golkar Tulungagung kali ini diprediksi bakal berlangsung sengit dan menarik untuk disimak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900eaf042e10.webp" length="45836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 07:14:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dpd partai golkar tulungagung, ketua  dpd partai golkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana kantor DPD Partai Golkar Tulungagung, Selasa (28/10/2025) siang mendadak ramai. Menjelang detik-detik penutupan masa pendaftaran calon Ketua DPD Golkar periode 2025-2030, dua kader partai berlambang pohon beringin datang hampir bersamaan untuk menyerahkan berkas pencalonan. Kedua kader tersebut adalah Jairi Irawan dan Muhammad Hamim Hidayatullah.</p>
<p>Berdasarkan catatan panitia, Jairi tiba pada pukul 13.34 WIB, disusul Hamim dua menit kemudian, yakni pukul 13.36 WIB. Keduanya kemudian secara bergantian menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.</p>
<p>“Yang hari ini mendaftar yang pertama saudara Jairi Irawan, yang kedua Muhammad Hamim. Nah, ini hampir sama kedatangannya, pukul 13.34 sama 13.36 WIB,” jelas Mochamat Amarodin, Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung.</p>
<p>Amarodin menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan proses verifikasi baik secara administrasi maupun faktual terhadap seluruh berkas calon. Langkah itu penting agar tahapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) bisa segera dilanjutkan.</p>
<p>“Setelah menyerahkan berkas, nanti kita verifikasi secara administrasi maupun secara faktual. Kalau ada hal yang perlu diperbaiki, akan kita sampaikan kepada calon. Kami akan melakukan secepatnya karena kita juga harus segera melaksanakan Musda,” ujar Amarodin.</p>
<p>Menurutnya, jadwal Musda sendiri masih menunggu persetujuan dari DPD Partai Golkar Jawa Timur.</p>
<p>“Kita tinggal menunggu persetujuan dari provinsi. Secepatnya, biar cepat selesai juga,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, baik Jairi maupun Hamim mengaku telah memenuhi syarat dukungan minimal untuk bisa maju sebagai calon ketua.</p>
<p>Sesuai ketentuan internal Partai Golkar, setiap calon harus mengantongi dukungan minimal 30 persen suara dari total 24 suara pemilik hak pilih, yang berasal dari pengurus kecamatan, dewan pertimbangan (Wantimbang), Hasta Karya, organisasi sayap partai seperti AMPG dan KPPG, serta unsur DPD tingkat provinsi dan kabupaten.</p>
<p>Jairi mengklaim telah mendapatkan dukungan yang jauh di atas batas minimal.</p>
<p>“Persyaratan minimal itu 30 persen suara, yang didapat dari pimpinan kecamatan, Wantimbang, Hasta Karya, AMPG, KPPG, DPRD provinsi dan DPRD Tulungagung. Insyaallah saya sudah mengantongi sekitar 75 persen dari total 24 suara,” ungkap Jairi Irawan.</p>
<p>Ia menilai munculnya lebih dari satu calon justru menunjukkan bahwa proses kaderisasi di tubuh Partai Golkar Tulungagung berjalan baik. </p>
<p>“Dengan banyaknya calon, berarti kaderisasi di bawah semakin berjalan. Jadi kami siap mengikuti proses sesuai mekanisme partai,” tambahnya.</p>
<p>Di pihak lain, Muhammad Hamim Hidayatullah juga mengklaim telah mengantongi dukungan yang cukup untuk melenggang ke tahap berikutnya.</p>
<p>“Syaratnya kan minimal 30 persen suara, insyaallah lebih. Saya siap bertarung,” tegas Hamim.</p>
<p>Hamim yang berlatar belakang konsultan birokrasi ini menuturkan bahwa motivasinya maju adalah untuk membawa Partai Golkar Tulungagung ke arah yang lebih baik. </p>
<p>“Motivasi saya jelas, karena lama di dunia konsultan pemerintahan, jadi ingin memberikan yang terbaik untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Tahapan selanjutnya, menurut panitia, adalah verifikasi dan penetapan calon ketua yang berhak mengikuti Musda. Hasilnya akan disampaikan ke DPD Partai Golkar Jawa Timur sebelum jadwal Musda ditetapkan secara resmi.</p>
<p>Dengan dua kader kuat yang sama-sama mengklaim dukungan mayoritas, Musda DPD Partai Golkar Tulungagung kali ini diprediksi bakal berlangsung sengit dan menarik untuk disimak. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Tertabrak Kereta Majapahit di Sumbergempol, Pengendara Luka Berat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-tertabrak-kereta-majapahit-di-sumbergempol-pengendara-luka-berat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-tertabrak-kereta-majapahit-di-sumbergempol-pengendara-luka-berat</guid>
<description><![CDATA[ Diduga karena kurang memperhatikan jalur perlintasan kereta api, sehingga korban tidak mengetahui dari arah timur melaju Kereta Api Majapahit. Akhirnya tabrakanpun tak terhindarkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900e222ed392.webp" length="87664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 23:37:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tertabrak kereta api, sumberdadi, sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah kecelakaan antara Kereta Api Majapahit dan sepeda motor terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/10/2025) malam.</p>
<p>Insiden yang terjadi sekira pukul 19.38 WIB itu membuat pengendara motor mengalami luka serius dan harus dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, melalui Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, membenarkan adanya kejadian tersebut.</p>
<p>Ia menjelaskan, kecelakaan melibatkan Kereta Api Majapahit yang dikemudikan oleh masinis berinisial MRH, dengan sepeda motor Honda Beat AG 4017 RAM yang dikendarai FDR, remaja 16 tahun, warga Dusun Selojeneng, Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol.</p>
<p>“Masinis dalam keadaan sehat, namun pengendara motor mengalami luka di bagian perut dan kaki. Saat ini korban dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung,” ujar AKP Taufik Nabila.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa itu berawal saat korban mengendarai motor melaju dari arah selatan menuju arah utara hendak menyeberangi rel kereta api.</p>
<p>Namun diduga karena kurang memperhatikan jalur perlintasan kereta api, sehingga korban tidak mengetahui dari arah timur melaju Kereta Api Majapahit. Akhirnya tabrakanpun tak terhindarkan.</p>
<p>"Roda depan sepeda motor mengenai sisi kiri depan lokomotif Kereta Api Majapahit," jelas Akp Taufik Nabila.</p>
<p>Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami luka serius, robek pada bagian perut dan beberapa patah tulang terutama pada bagian kaki. Sementara sepeda motor korban kini diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung sebagai barang bukti.</p>
<p>Atas kejadian ini, polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta, terutama yang tidak dijaga petugas maupun tanpa palang pintu.</p>
<p>“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak, tengok kanan-kiri sebelum menyeberang rel, dan jangan memaksakan diri,” pesan AKP Taufik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kurang dari 24 Jam, Polisi Ungkap Kasus Tabrak Lari di Karangrejo Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kurang-dari-24-jam-polisi-ungkap-kasus-tabrak-lari-di-karangrejo-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kurang-dari-24-jam-polisi-ungkap-kasus-tabrak-lari-di-karangrejo-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Berbekal rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi akhirnya menemukan bus beserta sopirnya di sebuah garasi di Jalan Jayengkusumo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, pada Selasa sore. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69009d53500da.webp" length="74644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 18:28:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, tabrak lari, desa gedangan, karangrejo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satlantas Polres Tulungagung bergerak cepat mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Umum Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, pada Selasa (28/10/2025) pagi. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku yang merupakan sopir bus karyawan sebuah pabrik mi berhasil diamankan di wilayah Kedungwaru.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, korban bernama Anik Eko Purwati (36), warga Desa Tugu, Kecamatan Sendang, Tulungagung, tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernopol AG 2209 REB.</p>
<p></p>
<p>“Korban berusaha menyalip bus bernomor polisi AG 7256 UR yang dikemudikan oleh Deni Agus Santoso (49), warga Kecamatan Kota Kediri. Namun, karena kurangnya konsentrasi dan kewaspadaan dari pengemudi bus, kedua kendaraan bersenggolan,” terang Ipda Gerry, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Akibat senggolan itu, sepeda motor korban terjatuh dan korban terlindas bagian belakang sebelah kanan bus. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian tubuhnya. Ironisnya, setelah kejadian tersebut, sopir bus tidak berhenti dan justru melarikan diri dari tempat kejadian.</p>
<p></p>
<p>Mendapat laporan warga, petugas Satlantas Polres Tulungagung segera melakukan penyelidikan intensif. Berbekal rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi akhirnya menemukan bus beserta sopirnya di sebuah garasi di Jalan Jayengkusumo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, pada Selasa sore.</p>
<p></p>
<p>“Kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil kami amankan bersama barang bukti satu unit bus. Kendaraan tersebut kami temukan di garasi dekat tempat tinggal sopir,” jelas Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, sopir bus Deni Agus Santoso telah diamankan di Unit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Tulungagung, untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Ipda Gerry mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. </p>
<p></p>
<p>“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan mengemudi dalam kondisi tidak fokus dan pastikan selalu memperhatikan pengguna jalan lain,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pecatan Polisi Ditangkap Usai Membegal Motor Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pecatan-polisi-ditangkap-usai-membegal-motor-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pecatan-polisi-ditangkap-usai-membegal-motor-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Kini, mantan polisi yang beralih profesi menjadi begal motor itu harus menghadapi kenyataan di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff75a5071ac.webp" length="56966" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 21:47:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, begal, pecatan polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Seorang pria warga Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran , Banyuwangi, Egi Priyatno (37) ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Trenggalek. Pecatan polisi tersebut ditangkap setelah nekat membegal motor pelajar SMK di jalur nasional Dongko-Panggul, tepatnya masuk wilayah Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan, pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Utara, tempat dia berdomisili. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan dua motor, Honda Vario AG 3197 YAH hasil rampasan dan Yamaha Vega AG 3696 WB yang dipakai saat beraksi yang ternyata hasil penggelapan di Nganjuk.</p>
<p>“Alamat domisili tersangka di Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku kami tangkap di Jakarta,” kata AKBP Ridwan Maliki, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Kisah ini bermula saat SPR (15), pelajar SMK Islam Panggul, melintas di jalan nasional Dongko-Panggul pada Rabu (8/10/2025) siang. Di tengah jalan sepi dan gerimis, tiba-tiba muncul Egi yang memepet motornya sambil mengaku sebagai anggota Polres Pacitan.</p>
<p>“Saat di TKP korban dipepet oleh tersangka dan kemudian dipaksa berhenti. Saat itu pelaku mengaku sebagai anggota Polres Pacitan,” jelas Kapolres.</p>
<p>Dengan gaya sok resmi, Egi menegur korban karena tidak memakai helm, bahkan menunjukkan kartu anggota polisi palsu. Tapi bukannya menilang, ia malah merampas HP korban, lalu memaksa korban turun dan membawa kabur motor Honda Vario milik sang pelajar. Motor Vega milik pelaku ditinggal begitu saja di lokasi.</p>
<p>"Sempat terjadi tarik menarik antara pelaku dan korban. Kemudian pelaku mencabut kunci kendaraan dan mendorong paksa korban untuk turun. Sepeda motor korban dibawa kabur ke arah Panggul dan meninggakan sepeda motor Vega di lokasi kejadian," ujar Kapolres.</p>
<p>Setelah menerima laporan, tim Satreskrim Polres Trenggalek bergerak cepat. Berbekal jejak kendaraan dan saksi, polisi akhirnya melacak Egi hingga ke Jakarta.</p>
<p>“Untuk Honda Vario kami amankan di Jakarta, sedangkan Yamaha Vega di Trenggalek. Yamaha Vega ini didapatkan pelaku dari hasil penggelapan di wilayah Nganjuk,” ungkap AKBP Ridwan.</p>
<p>Saat diperiksa, Egi mengaku motor hasil rampasan itu rencananya mau dipakai sendiri. Ia juga blak-blakan kalau dulu memang anggota polisi beneran, tapi sudah dipecat secara tidak hormat (PTDH) pada 2023 dari Polda Maluku karena pelanggaran berat.</p>
<p>“Saya dinas terakhir di Yanma Polda Maluku, tahun 2023,” kata Egi.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro membenarkan status Egi sebagai pecatan polisi, tetapi tidak tahu detail kesalahan yang membuatnya dipecat.</p>
<p>“Setahu kami hanya pecatan gitu aja. Kemudian dia melakukan kejahatan di Trenggalek, statusnya bukan anggota polisi lagi,” jelas AKP Eko.</p>
<p>Kini, mantan polisi yang beralih profesi menjadi begal motor itu harus menghadapi kenyataan di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karyawan Rumah Duka di Tulungagung Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali Rafia, Diduga Gantung Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karyawan-rumah-duka-di-tulungagung-ditemukan-tewas-dengan-leher-terlilit-tali-rafia-diduga-gantung-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karyawan-rumah-duka-di-tulungagung-ditemukan-tewas-dengan-leher-terlilit-tali-rafia-diduga-gantung-diri</guid>
<description><![CDATA[ Saat ditemukan, tubuh korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang, dengan tali rafia masih melingkar di lehernya. Sementara tali rafia lain terikat di kisi atau ventilasi kamar mandi dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff6c119a358.webp" length="25942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 20:59:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, rukun sejati, suarajatimpost, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Suasana duka menyelimuti Rumah Duka Rukun Sejati di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (27/10/2025) sore. Seorang karyawan rumah duka bernama Mohamad Komarul Huda (48), warga Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat tali rafia.</p>
<p>Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya di depan kamar mandi rumah duka. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang, dengan tali rafia masih melingkar di lehernya. Sementara tali rafia lain terikat di kisi atau ventilasi kamar mandi dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Rekan-rekan korban yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas dari Polres Tulungagung yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Satreskrim bersama petugas forensik dari RSUD dr. Iskak Tulungagung melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.</p>
<p>“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Ipda Eko Santoso, Pamapta I Polres Tulungagung.</p>
<p>Sementara terkait keberadaan tali rafia yang terikat pada kisi kamar mandi, diduga tali tersebut putus karena tidak kuat menahan beban saat korban kejang. Hal itu menyebabkan tubuh korban terjatuh ke lantai.</p>
<p>"Saat ditemukan tali sudah terputus dan korban tergeletak di lantai," terang Ipda Eko.</p>
<p>Setelah pemeriksaan awal di TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum luar dan pemulasaraan jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik, korban diduga meninggal akibat mati lemas karena kekurangan oksigen. Sementara untuk penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan autopsi atau visum dalam.</p>
<p>"Kesimpulan hasil pemeriksaan, korban meninggal karena bunuh diri," ungkap Ipda Eko.</p>
<p>Peristiwa ini menambah daftar kasus kematian tragis di Tulungagung yang diduga akibat bunuh diri. Polisi mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi psikologis orang di sekitar mereka, terutama bila menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan batin agar segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat, psikolog atau psikiater. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : RIzqi Ardian<br>Disclaimer :<span> </span></strong><em>Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. </em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Motor Bertabrakan Saat Hujan di Ngunut, Satu Pengendara Tewas di Tempat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-motor-bertabrakan-saat-hujan-di-ngunut-satu-pengendara-tewas-di-tempat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-motor-bertabrakan-saat-hujan-di-ngunut-satu-pengendara-tewas-di-tempat</guid>
<description><![CDATA[ Pihak kepolisian telah mendatangi TKP, melaksanakan olah TKP, mencari saksi, dan mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff428247e73.webp" length="75594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 18:29:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan lalu lintas, ngunut, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Recobarong, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Senin (27/10/2025) siang. Dua sepeda motor bertabrakan keras saat hujan turun, mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu lainnya luka ringan.</p>
<p>Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menyatakan korban meninggal diketahui bernama Winih Mareta (21), warga Desa Ngunut.</p>
<p>Ia mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi AG 5362 RDD. Sementara korban luka, remaja perempuan berinisial K (14), pelajar asal Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, mengendarai Honda Beat AG 3742 RBF dan mengalami luka ringan pada kaki.</p>
<p>"Kecelakaan terjadi sekira pukul 14.00, saat itu cuaca di lokasi sedang hujan," ujar Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Lanjut Ipda Gerry, dari hasil penyelidikan awal Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, kecelakaan bermula ketika Winih Mareta yang mengendarai sepeda motor Mio, melaju dari arah utara ke selatan dan mencoba mendahului kendaraan di depannya.</p>
<p>Namun, ia diduga terlalu mengambil lajur ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan. Di saat bersamaan, dari arah selatan datang Honda Beat yang dikendarai K, sehingga tabrakan tak terhindarkan.</p>
<p>"Akibat benturan keras, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian," ungkap Ida Gerry.</p>
<p>Sementara itu K selamat dengan mengalami luka ringan pada bagian kaki.</p>
<p>Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP, mengevakuasi korban meninggal ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Ipda Gerry menambahkan, kecelakaan ini diduga karena pengendara kurang berhati-hati dan kondisi jalan yang licin akibat hujan.</p>
<p>“Kami imbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat hujan. Pastikan kecepatan kendaraan terkendali dan tidak memaksakan diri untuk menyalip di kondisi jalan yang basah atau licin,” pesannya.</p>
<p>Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir sekitar Rp500 ribu. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi untuk melengkapi proses penyelidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak 820 Tahun Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Launching Rangkaian Kegiatan Hari Jadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semarak-820-tahun-tulungagung-bupati-gatut-sunu-resmikan-launching-rangkaian-kegiatan-hari-jadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semarak-820-tahun-tulungagung-bupati-gatut-sunu-resmikan-launching-rangkaian-kegiatan-hari-jadi</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Jadi tahun 2025 ini mengusung tema besar “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju.” Tema tersebut diharapkan menjadi refleksi semangat seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi demi kemajuan bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe29b02ebd5.webp" length="48894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 23:16:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, hari jadi ke 820 kabupaten tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi memulai rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-820 yang akan diperingati pada 18 November 2025 mendatang. Acara peluncuran berlangsung di Titik Nol kilometer Tulungagung, dengan dihadiri Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, serta berbagai elemen masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan tahunan ini. Ia menegaskan bahwa momen Hari Jadi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga ajang memperkuat semangat kebersamaan untuk membawa Tulungagung semakin maju.</p>
<p>“Kita wajib bersyukur atas perjalanan panjang Tulungagung. Hari jadi ini harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus membangun daerah di berbagai bidang,” ujarnya.</p>
<p>Bupati juga menekankan, seluruh rangkaian acara yang diluncurkan mencerminkan semangat gotong royong dan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Mulai dari kegiatan pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi, olahraga hingga hiburan rakyat, semuanya dirancang untuk menggugah antusiasme warga.</p>
<p>“Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan meriah, tertib, lancar, dan sukses. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar semangat Hari Jadi ke-820 ini benar-benar terasa di seluruh penjuru Tulungagung,” tambahnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema besar “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju.” Tema tersebut diharapkan menjadi refleksi semangat seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi demi kemajuan bersama.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-820 Tulungagung, Fuad Saiful Anam, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan berlandaskan pada Keputusan Bupati Tulungagung Nomor: 100.3.3.2/376/20.01.03/2025. Launching ini menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian acara hingga Desember mendatang.</p>
<p>“Momentum ini bukan hanya mengenang sejarah panjang Tulungagung, tetapi juga menjadi refleksi dan energi baru bagi kita untuk terus melangkah maju. Delapan abad lebih Tulungagung berdiri bukan waktu yang singkat, ini bukti kekuatan budaya, masyarakat, dan semangat gotong royong yang luar biasa,” tutur Fuad.</p>
<p>Dalam kegiatan peluncuran rangkaian kegiatan peringatan hari jadi tersebut, juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara lomba desain logo hari jadi le 820 Kabupaten Tulungagung. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Keluar Penjara, Bocah Residivis Asal Tulungagung  Tertangkap Lagi setelah Bobol Kafe</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-keluar-penjara-bocah-residivis-asal-tulungagung-tertangkap-lagi-setelah-bobol-kafe</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-keluar-penjara-bocah-residivis-asal-tulungagung-tertangkap-lagi-setelah-bobol-kafe</guid>
<description><![CDATA[ Hukuman penjara seakan tidak membuat jera seorang remaja dari Tulungagung. Baru beberapa hari bebas dari Lapas, bocah residivis perkara pencurian ini kembali ditangkap polisi usai membobol warung kopi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe23eb2b4c3.webp" length="36198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 22:53:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tuungagung, pencurian, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Polisi kembali dibuat geleng-geleng kepala oleh aksi nekat seorang remaja asal Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Bocah 16 tahun berinisial WW ini tertangkap tangan usai kembali melakukan aksi pencurian di sebuah kafe di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu.</p>
<p>Aksi itu terjadi Kamis (16/10/2025) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Saat kafe sudah tutup dan suasana sepi, pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur ini melancarkan aksinya. Dengan gaya bak pencuri profesional, bocah yang baru keluar dari Lapas anak tersebut nekat memanjat masuk dan mengambil barang-barang berharga yang bisa dibawa kabur.</p>
<p>"Barang-barang yang diambil di tempat tersebut diantaranya rokok, sepatu, uang dan HP serta sepeda angin," ungkap Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, Minggu (26/20/2025).</p>
<p>Ipda Nanang Murdiyanto, menjelaskan sebelumnya pada Kamis sore, petugas juga menerima laporan adanya pencurian di wilayah Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu. Kemudian pada saat hampir bersamaan personel Resmob mendapati adanya aduan tindak pidana penipuan penggelapan sepeda motor, dan setelah dilakukan penyelidikan, didapatkan petunjuk bahwa dua perkara ini mengarah kepada pelaku yang sama.</p>
<p>“Setelah melakukan pencurian di wilayah Moyoketen, pelaku diduga melarikan diri ke wilayah Sidoarjo”, terangnya.</p>
<p>Berbekal informasi yang diperoleh, Unit Resmob Macan Agung Polres Tulungagung melakukan gerak cepat serta berkoordinasi dengan Resmob Sidoarjo dan Unit Reskrim Polsek Tulangan Sidoarjo. Pada Kamis malam (16/10/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku berhasil diamankan di wilayah Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. </p>
<p>Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 unit sepeda fixie, 1 buah baju hem warna hitam dan 1 buah celana panjang milik tersangka.</p>
<p>Berdasar catatan pihak kepolisian, tersangka ini merupakan residivis kasus serupa di wilayah Sidoarjo dan baru keluar dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak pada 15 Oktober 2025.</p>
<p>"Pelaku juga tercatat pernah diamankan Polsek Kalidawir dalam perkara yang sama (pencurian) namun diselesaikan melalui proses diversi karena masih di bawah umur," ungkap Ipda Nanang.</p>
<p>Kasus pencurian oleh bocah residivis tersebut kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung. Dalam pemeriksaan tersangka mengaku dalam 2 tahun terakhir telah melakukan aksi pencurian di empat lokasi lainnya di wilayah Tulungagung. </p>
<p>Kepada polisi tersangka mengaku pada tanggal 22 November 2023 mencuri di sebuah kafe di Jl. Basuki Rahmat, Kelurahan Kampungdalem, kemudian pada 17 April 2024 melakukan aksi serupa di sebuah warung kopi di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, lalu pada tahun yang sama juga mencuri di sebuah warung yang berada di belakang kampus UIN SATU TULUNGAGUNG masuk Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, dan lagi di sebuah warung kopi dekat Masjid Al Munawar masuk Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung.</p>
<p>"Penyidik menerapkan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, namun karena pelaku masih di bawah umur, kasusnya kini ditangani oleh Unit PPA," pungkas Ipda Nanang. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lereng JLS Sine Tulungagung Longsor, Dua Warung Ikut Amblas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lereng-jls-sine-tulungagung-longsor-dua-warung-ikut-amblas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lereng-jls-sine-tulungagung-longsor-dua-warung-ikut-amblas</guid>
<description><![CDATA[ Lereng sepanjang sekitar 70 meter amblas ke dalam jurang sedalam sekitar 50 meter ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fdec8e7978f.webp" length="103798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 17:25:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jls sine, rejosari, kalidawir, longsor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Longsor besar terjadi di tebing Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Minggu (26/10/2025) pagi. Lereng sepanjang sekitar 70 meter amblas ke dalam jurang sedalam sekitar 50 meter dan menyeret dua warung di atasnya. Bibir longsoran hanya berjarak sekitar 10 meter dari badan jalan.</p>
<p>Meski dua bangunan warung terseret longsor, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemilik warung sudah sempat menutup usahanya sejak pagi setelah melihat tanda-tanda tanah mulai retak sejak sehari sebelumnya, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.</p>
<p>Supardi, salah satu pemilik warung yang terkena longsor, mengaku kehilangan hampir seluruh bangunannya. Ia menyebut total kerugiannya mencapai sekitar Rp250 juta.</p>
<p>“Mulai kemarin sore sudah kelihatan tanah retak-retak, tapi yang parah itu sekitar jam enam pagi. Akhirnya ambrol sekitar jam delapan. Untung semua sudah saya tutup dan amankan sebagian barang,” ungkapnya.</p>
<p>Warung milik Supardi dan tetangganya, Solikin, berada di pinggir tebing yang selama ini menjadi tempat favorit wisatawan menikmati pemandangan laut selatan. Supardi mengatakan, sebagian alat dapur masih sempat diselamatkan, namun sebagian besar bangunan berikut perlengkapan baru ikut terjun ke bawah.</p>
<p>“Warung ini baru saya renovasi dan baru selesai dua minggu lalu, sudah lengkap ada parkiran, toilet, sama musala,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Kalidawir Rusdiyanto mengatakan bahwa pihaknya bersama Forkopimcam, BPBD, dan Perhutani sudah melakukan penanganan darurat di lokasi.</p>
<p>“Untuk sementara kami pasang pembatas agar masyarakat tidak mendekat ke area longsor. Selain itu, BPBD juga sudah menutup area yang rawan dengan terpal untuk menahan air hujan supaya tidak memperparah longsoran,” jelasnya.</p>
<p>Pemerintah Kecamatan juga mengimbau kepada para wisatawan agar menjauhi dari bibir tebing di lokasi longsor. Masyarakat diminta agar lebih waspada dan tidak beraktivitas di sekitar lokasi karena kondisi tanah masih labil.</p>
<p>"Jangan sampai apa istilahnya asyik dengan foto-foto nanti malah menimbulkan bencana yang lain," ujar Rusdi.</p>
<p>Rusdiyanto menambahkan, untuk sementara belum ada rencana relokasi bagi pedagang yang terdampak. Menurutnya hal tersebut masih akan dilakukan pembahasan denhan sejumlah pihak terkait.</p>
<p>“Masih akan kami koordinasikan dengan pihak Perhutani dan pertanahan. Karena wilayah ini masuk lahan perhutani, maka langkah lanjutnya akan dibahas bersama instansi terkait,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jenazah Pemuda Tulungagung Ditemukan Dalam Sumur, Petugas Damkar Lakukan Evakuasi Dramatis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jenazah-pemuda-tulungagung-ditemukan-dalam-sumur-petugas-damkar-lakukan-evakuasi-dramatis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jenazah-pemuda-tulungagung-ditemukan-dalam-sumur-petugas-damkar-lakukan-evakuasi-dramatis</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui meninggalkan rumah pada Kamis malam dengan alasan hendak ke kamar mandi, namun tidak pernah kembali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fcce2584d94.webp" length="40614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 21:40:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, evakuasi, sukorejowetan, rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Suasana Desa Sukorejowetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (25/10/2025) sore, mendadak gempar. Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah di dalam sumur sedalam 15 meter yang berada di tengah kebun jagung. </p>
<p>Korban diketahui bernama Ayoga Erdiansah (27), warga setempat yang telah dilaporkan hilang sejak Kamis (23/10/2025) malam. Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi tubuh korban. </p>
<p>Dengan kedalaman sumur sekitar 15 meter dan diameter hanya 70 sentimeter, petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Mereka menurunkan personel ke dalam sumur sempit sambil mengikat tubuh korban agar bisa diangkat ke permukaan dengan aman.</p>
<p>“Kesulitannya hanya pada ruang gerak yang sempit karena diameter sumur kecil, sekitar 70 cm. Tapi proses evakuasi bisa selesai dalam waktu sekitar 30 menit,” ujar Iwan Supriyono, Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Tulungagung.</p>
<p>Ia menjelaskan, teknis evakuasi dilakukan dengan menurunkan satu petugas ke dalam sumur, kemudian menali tubuh korban yang dalam posisi terlungkup, sebelum akhirnya diangkat perlahan ke atas.</p>
<p>"Jadi kita pakai tali setelah itu petugas masuk dalam sumur terlebih dahulu kemudian mengikat jenazah korban lalu dinaikkan," jelas Iwan.</p>
<p>Sementara itu Pamapta II Polres Tulungagung, Ipda Kukuh Kurniawan, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya penemuan jenazah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.</p>
<p>"Awalnya kami mendapat laporan dari warga Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan bahwa ditemukan orang meninggal di dalam sumur. Terus kami piket Pamapta beserta piket fungsi mendatangi TKP untuk melaksanakan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)," ungkap Ipda Kukuh.</p>
<p>Karena medan yang sulit serta beresiko untuk mengangkat jenazah korban, akhirnya proses evakuasi melibatkan petugas Damkar. Setelah berhasil diangkat, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan ditempat.</p>
<p>Menurut Ipda Kukuh, dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tercebur ke dalam sumur.</p>
<p>“Kami tidak menemukan unsur kekerasan di tubuh korban, dan pihak keluarga menolak autopsi. Jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan,” jelas Ipda Kukuh.</p>
<p>Ipda Kukuh menambahkan, korban diketahui mengalami depresi dan menjalani pengobatan selama dua tahun terakhir. Korban diketahui meninggalkan rumah pada Kamis malam dengan alasan hendak ke kamar mandi, namun tidak pernah kembali. Setelah dua hari pencarian, warga akhirnya menemukan tubuh korban di dalam sumur yang berada sekitar 150 meter dari rumahnya.</p>
<p>Usai pemeriksaan luar selesai jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragis, Tukang Bangunan di Tulungagung Tewas Tersengat Listrik Saat Menolong Rekannya Yang Kesetrum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragis-tukang-bangunan-di-tulungagung-tewas-tersengat-listrik-saat-menolong-rekannya-yang-kesetrum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragis-tukang-bangunan-di-tulungagung-tewas-tersengat-listrik-saat-menolong-rekannya-yang-kesetrum</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa tersebut terjadi di lokasi proyek pembangunan rumah di Jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb4acc78898.webp" length="52510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 18:05:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tersengat listrik, polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Niat baik seorang pekerja bangunan di Tulungagung berubah menjadi tragedi memilukan. Miseran (38), warga Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat berusaha menolong rekannya yang lebih dulu kesetrum.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di lokasi proyek pembangunan rumah di Jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Jumat (24/10/2025) pagi.</p>
<p>Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, kejadian itu bermula ketika Miseran bersama dua rekan kerjanya, yakni Saiful Muhsin (37), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Durenan , Trenggalek, dan Imam Mahfud (41) warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, tengah mengerjakan pembangunan rumah milik Krisna Kurnia.</p>
<p>Sekitar pukul 09.00 WIB, suasana kerja yang semula biasa mendadak berubah panik. Saiful yang sedang memegang steger besi tiba-tiba menjerit kesakitan karena tersengat arus listrik. Tanpa berpikir panjang, Miseran spontan berlari mendekat untuk menolong. Ia berusaha menarik baju Saiful agar terlepas dari aliran listrik. Namun, upaya heroiknya justru berujung duka, tangan Miseran ikut menempel pada besi bertegangan tinggi.</p>
<p>"Seketika tubuh korban Miseran tersentak dan jatuh ke tanah tak sadarkan diri," tutur Ipda Nanang.</p>
<p>Rekan-rekannya yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terpaku, panik, dan berusaha menolong. Namun, nyawa Miseran tak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian. Saiful yang sempat tersengat berhasil selamat, sementara Imam Mahfud segera menghubungi pemborong proyek untuk meminta bantuan dan melapor ke pihak kepolisian.</p>
<p>Ipda Nanang, mengatakan berdasar hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung bersama petugas Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung, menunjukkan korban meninggal dunia akibat sengatan listrik tanpa adanya tanda kekerasan.</p>
<p>“Korban berusaha menolong temannya yang lebih dulu tersengat arus listrik, namun justru ikut terkena aliran. Hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab kematian murni karena sengatan listrik,” jelas Ipda Nanang.</p>
<p>Diduga steger besi yang digunakan bersentuhan dengan kabel yang teraliri listrik. Dari hasil pemeriksaan tubuh korban, petugas juga menemukan luka bakar bekas sengatan listrik pada telapak tangan.</p>
<p>"Barang bukti yang diamankan berupa kabel engkel warna hitam-merah sepanjang tujuh meter lengkap dengan stop kontak yang diduga menjadi sumber arus listrik," terang Ipda Nanang.</p>
<p>Ipda Nanang menambahkan pihak Polres Tulungagung turut berduka cita atas peristiwa ini dan mengimbau agar para pekerja bangunan lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja.</p>
<p>“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa niat baik pun bisa berujung tragedi bila tak disertai kewaspadaan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban,” pungkas Ipda Nanang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru 10 Desa di Tulungagung Yang Memiliki Perdes Pelestarian Lingkungan, Kapolres Berikan Apresiasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-10-desa-di-tulungagung-yang-memiliki-perdes-pelestarian-lingkungan-kapolres-berikan-apresiasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-10-desa-di-tulungagung-yang-memiliki-perdes-pelestarian-lingkungan-kapolres-berikan-apresiasi</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 5.000 ekor bibit ikan tombro ditebar di aliran Sungai Parit Agung, di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, pada Kamis sore (23/10/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa4779ba022.webp" length="61620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 22:47:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kapolres tulungagung, akbp muhammad taat resdi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Polres Tulungagung kembali menggelar kegiatan penebaran benih ikan tombro sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup.</p>
<p>Sebanyak 5.000 ekor bibit ikan tombro ditebar di aliran Sungai Parit Agung, di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, pada Kamis sore (23/10/2025).</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan, kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu.</p>
<p>Aksi tebar benih ikan menjadi bentuk apresiasi Polres Tulungagung kepada desa-desa yang telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.</p>
<p>“Ya, sore hari ini ini kali kedua kita melakukan penebaran bibit ikan tombro di Kalingrowo. Ini merupakan apresiasi dari Polres Tulungagung untuk desa-desa yang sudah punya Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup. Salah satunya adalah Desa Gesikan ini,” ujar AKBP Taat.</p>
<p>Menurutnya, Desa Gesikan menjadi salah satu desa yang aktif menerapkan aturan perlindungan lingkungan, termasuk larangan bagi warga untuk menyetrum atau meracuni ikan di sungai. Langkah ini dinilai efektif menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian biota sungai.</p>
<p>“Salah satu isinya itu adalah larangan bagi masyarakat untuk nyetrum dan meracun ikan di sungai. Harapannya sungai ini semakin lestari sehingga sore ini kita apresiasi dengan menebar lima ribu ekor bibit ikan tombro,” jelas Kapolres.</p>
<p>Ikan tombro dipilih karena merupakan jenis ikan lokal, tidak bersifat invasif maupun predator, sehingga aman bagi lingkungan dan mampu mendukung keberlanjutan ekosistem sungai.</p>
<p>Kapolres berharap ikan-ikan tersebut bisa berkembang biak dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi maupun ekologi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Selain Desa Gesikan dan Kendalbulur, Polres Tulungagung juga akan melaksanakan kegiatan serupa di sepuluh desa lain yang telah memiliki Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup.</p>
<p>Sejumlah lokasi yang direncanakan meliputi Sungai Ngrowo, Parit Agung, hingga sepanjang aliran Sungai Brantas.</p>
<p>“Nanti kita tentukan lagi mana yang punya Perdes ini dan lingkungannya bagus, nanti kita tebarkan lagi. Dari 271 desa dan kelurahan di Tulungagung, baru sepuluh yang sudah memiliki Perdes Pelestarian Lingkungan. Makanya kita apresiasi,” tambahnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Tulungagung berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian sungai, sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat kepolisian dan pemerintah desa dalam upaya pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkara Dugaan Bapak dan Anak Pimpinan Pesantren Cabuli Santriwati Dilimpahkan ke Kejaksaan Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkara-dugaan-bapak-dan-anak-pimpinan-pesantren-cabuli-santriwati-dilimpahkan-ke-kejaksaan-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkara-dugaan-bapak-dan-anak-pimpinan-pesantren-cabuli-santriwati-dilimpahkan-ke-kejaksaan-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Setelah sempat divonis dalam perkara pertama, kini dua tersangka yang merupakan bapak dan anak, kembali diserahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek untuk kasus jilid dua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa301d4e836.webp" length="21798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 20:47:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pencabulan, pesantren, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kasus dugaan pencabulan santriwati oleh pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek kembali berlanjut. Setelah sempat divonis dalam perkara pertama, kini dua tersangka yang merupakan bapak dan anak, kembali diserahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek untuk kasus jilid dua.</p>
<p>Pelimpahan tersangka Masduki dan Mohammad Faisol dilakukan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Trenggalek, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa.</p>
<p>Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Trenggalek, Yan Subiono, membenarkan adanya pelimpahan tersebut pada Kamis (23/10/2025).</p>
<p>“Iya, hari ini kami Kejari Trenggalek menerima pelimpahan perkara Masduki dan Mohammad Faisol dari penyidik. Ini menindaklanjuti perkara yang tempo hari,” ujar Yan Subiono.</p>
<p>Dalam perkara jilid dua ini, kedua tersangka diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap enam santriwati di bawah umur. Yan menjelaskan, awalnya terdapat enam laporan berbeda yang kemudian digabung menjadi satu berkas besar untuk mempermudah proses hukum.</p>
<p>“Sebenarnya tersangka ini ada enam laporan, awalnya itu dipisah atau di-split kemudian digabungkan jadi satu. Untuk laporan pertama sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap dengan vonis masing-masing sembilan tahun penjara,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Yan, laporan terbaru ini mencakup lima korban lain yang diduga juga menjadi korban pencabulan di lingkungan pesantren yang sama, namun dengan waktu kejadian berbeda. Berkas tersebut kini dibagi menjadi dua, masing-masing untuk tersangka Masduki dan Faisol.</p>
<p>“Ini lanjutan untuk laporan korban nomor dua sampai nomor enam. Keenam korban ini sama-sama dicabuli oleh kedua tersangka di lingkungan pesantren yang dipimpin, tapi waktunya berbeda-beda,” tambahnya.</p>
<p>Setelah pelimpahan, jaksa akan meneliti kembali berkas perkara dan menyesuaikan dengan keterangan kedua tersangka sebelum diserahkan ke pengadilan.</p>
<p>“Kami akan mencocokkan lagi antara berkas perkara dengan keterangan tersangka. Kami juga akan melakukan penyempurnaan berkas. Targetnya awal November sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Yan.</p>
<p>Untuk diketahui, sebelumnya Masduki dan Mohammad Faisol telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Trenggalek dalam kasus pertama terkait pencabulan terhadap seorang santriwati. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi, keduanya juga dinyatakan memiliki kecenderungan pedofilia.</p>
<p>Kini, kedua tersangka harus kembali menghadapi proses hukum untuk lima laporan tambahan yang melibatkan korban santriwati lain di pondok pesantren yang mereka pimpin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Identitas Kerangka Manusia di Tulungagung Terungkap, Dikenali dari Gigi Palsu dan Pakaian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/identitas-kerangka-manusia-di-tulungagung-terungkap-dikenali-dari-gigi-palsu-dan-pakaian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/identitas-kerangka-manusia-di-tulungagung-terungkap-dikenali-dari-gigi-palsu-dan-pakaian</guid>
<description><![CDATA[ Hasil pemeriksaan dan pencocokan ciri-ciri menunjukkan bahwa kerangka tersebut adalah milik Sukadi (80), warga Desa Tawing, Kecamatan Gondang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa037ce99fa.webp" length="22686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 17:46:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kerangka manusia, bukit pletes, sidomulyo, gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Misteri penemuan kerangka manusia di kawasan bukit Pletes Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, akhirnya terungkap.</p>
<p>Hasil pemeriksaan dan pencocokan ciri-ciri menunjukkan bahwa kerangka tersebut adalah Sukadi (80), warga Desa Tawing, Kecamatan Gondang.</p>
<p>Penemuan kerangka manusia di lereng Bukit Pletes itu sempat menggegerkan warga pada Kamis (23/10/2025) siang.</p>
<p>Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan forensik di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung, akhirnya identitas korban berhasil diketahui melalui pencocokan gigi palsu dan pakaian yang dikenakan saat ditemukan.</p>
<p>Cucu korban, Aris Supriyanto, memastikan identitas tersebut setelah dihubungi oleh Bhabinkamtibmas Desa Tawing, yang memberi informasi tentang penemuan kerangka di wilayah hukum Polsek Gondang.</p>
<p>Ia kemudian datang ke RSUD dr. Iskak Tulungagung pada Kamis sore untuk mencocokkan ciri-ciri fisik dan barang yang ditemukan bersama kerangka.</p>
<p>"Saya meyakini bahwa itu kakek saya," ujar Aris.</p>
<p>Menurut Aris, ia langsung mengenali gigi palsu serta pakaian yang dipakai korban, yaitu kaus warna biru donker bertuliskan Caterpilar dan celana pendek warna hitam, yang sebelumnya memang dikenakan oleh sang kakek sebelum dinyatakan hilang.</p>
<p>"Saya hafal itu yang dipakai kaos saya dan celananya itu yang sehari-hari mbah pakai," tuturnya.</p>
<p>Aris menjelaskan bahwa Sukadi telah berusia 80 tahun dan mengalami pikun, sehingga sering meninggalkan rumah tanpa pamit. Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga menerima jenazah dan langsung memakamkannya.</p>
<p>"Mbah hilang pergi meninggalkan rumah itu pada pertengahan April 2025 lalu, sebelumnya juga sering hilang namun selalu ketemu," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, dari hasil pemeriksaan tim Forensik dan Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, dipastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Polisi menduga Sukadi meninggal dunia karena kelaparan atau kelelahan saat tersesat di area perbukitan.</p>
<p>"Terima kasih atas semua upaya semua pihak dan khususnya Polres Tulungagung yang telah menemukan kakek saya," pungkas Aris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Kerangka Manusia di Bukit Pletes Sidomulyo, Diduga Sudah Lebih dari Setahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-kerangka-manusia-di-bukit-pletes-sidomulyo-diduga-sudah-lebih-dari-setahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-kerangka-manusia-di-bukit-pletes-sidomulyo-diduga-sudah-lebih-dari-setahun</guid>
<description><![CDATA[ Selain tulang belulang, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya kaus warna biru dongker dan celana kolor pendek warna hitam, serta sepasang gigi palsu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9c8100ff18.webp" length="92346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 13:34:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penemuan kerangka manusia, sidomulyo, blendis, gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Warga di sekitar perbatasan Desa Sidomulyo dan Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan lereng Bukit Pletes, pada Kamis (23/10/2025) pagi.</p>
<p>Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang sedang mencari kroto di sekitar lokasi kejadian. Lokasi penemuan berada di atas bukit dengan jarak dari jalan desa sekitar 1,5 Km.</p>
<p>Kapolsek Gondang, AKP Andik Prasetya menjelaskan, penemuan itu terjadi sekira pukul 09.00 WIB dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian setengah jam kemudian. Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Gondang langsung menuju lokasi bersama tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas forensik RSUD dr. Iskak serta perangkat desa setempat untuk melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Menurut AKP Andik, posisi kerangka ditemukan dalam keadaan berserakan di lereng bukit, diduga karena faktor cuaca dan aliran air yang melintas di sekitar lokasi.</p>
<p>“Seluruh bagian kerangka sudah berhasil dikumpulkan dan dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.</p>
<p>Selain tulang belulang, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya kaus warna biru dongker dan celana kolor pendek warna hitam. Berdasarkan pakaian yang ditemukan, korban diperkirakan berjenis kelamin laki-laki, meski pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan identitas tersebut.</p>
<p>“Tadi juga ditemukan gigi palsu atas bawah dengan kawat penyangga,” tambah AKP Andik. </p>
<p>Dari hasil identifikasi awal dilihat dari kondisi kerangka menunjukkan tanda-tanda korban telah berada di lokasi lebih dari satu tahun.</p>
<p>Sementara itu, dari hasil koordinasi dengan pemerintah desa, Kepala Desa Sidomulyo menyatakan tidak ada warganya yang dilaporkan hilang. Namun, Kepala Desa Blendis menginformasikan bahwa sekitar dua tahun lalu, terdapat seorang perempuan lanjut usia di desanya yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga kini.</p>
<p>“Kami masih dalami apakah kerangka ini milik warga Blendis atau mungkin dari wilayah lain,” pungkas Kapolsek Gondang.</p>
<p>Saat ini kerangka manusia tersebut dievakuasi di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung, guna proses identifikasi lebih mendalam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dalam Sehari Dua Kecelakaan Maut Terjadi di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dalam-sehari-dua-kecelakaan-maut-terjadi-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dalam-sehari-dua-kecelakaan-maut-terjadi-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dua nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di dua lokasi berbeda, masing-masing di jalan raya wilayah Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Kedungwaru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8ef11bffb3.webp" length="47042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 22:21:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan lalu lintas, puworejo ngunut, plandaan kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dalam satu hari, tepatnya Rabu 22 Oktober 2025, dua kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Tulungagung. Dua nyawa melayang di dua lokasi berbeda, masing-masing di jalan raya wilayah Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Kedungwaru.</p>
<p>Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, mengatakan, kecelakaan pertama terjadi sekira pukul 15.30 WIB di Jalan Umum Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut.</p>
<p>Dua sepeda motor bertabrakan, menyebabkan satu pengendara mengalami luka berat hingga meninggal dunia. Korban diketahui bernama Trimo (44), warga Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut. Sementara pengendara lain, Nanang Prasetyo (41), warga Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, mengalami luka ringan.</p>
<p>Menurut Ipda Gerry, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan tersebut terjadi karena kelalaian pengendara yang melaju terlalu ke kanan.</p>
<p>“Sepeda motor Honda C70 yang dikendarai korban Trimo diduga berjalan terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan,” ujarnya.</p>
<p>Beberapa jam berselang, sekira pukul 17.30 WIB, kecelakaan serupa kembali terjadi di Jalan Kapten Kasihin, masuk wilayah Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru.</p>
<p>Dalam peristiwa tersebut, sebuah mobil pikap bernomor polisi L 9956 CC menabrak seorang wanita paruh baya yang sedang mendorong gerobak menyeberang jalan. </p>
<p>Korban bernama Yatinem (60), warga Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Ipda Gerry mengatakan berdasar hasil olah tempat kejadian bahwa dugaan awal menunjukkan pengemudi mobil pikap, Irvan Rudianto (25) warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, kurang memperhatikan situasi lalu lintas di sekitar lokasi.</p>
<p>Semula mobil pikap melaju dari arah barat ke timur. Sementara itu, korban Yatinem sedang mendorong grobak menyeberang jalan dari arah selatan ke utara.</p>
<p>Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi mobil pikap diduga tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas dan tidak mengutamakan keselamatan pendorong grobak, sehingga terjadi tabrakan.</p>
<p>“Pengemudi diduga tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki yang sedang menyeberang, sehingga menyebabkan korban mengalami luka berat dan meninggal dunia,” terangnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya, terutama di wilayah padat penduduk. </p>
<p>“Kami terus mengingatkan pengendara untuk selalu waspada dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kedisiplinan di jalan adalah kunci untuk mencegah kecelakaan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perdes Pelestarian Lingkungan di Desa Kendalbulur Berhasil Jaga Ekosistem Sungai Parit Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perdes-pelestarian-lingkungan-di-desa-kendalbulur-berhasil-jaga-ekosistem-sungai-parit-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perdes-pelestarian-lingkungan-di-desa-kendalbulur-berhasil-jaga-ekosistem-sungai-parit-agung</guid>
<description><![CDATA[ Warga kini semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, dan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak sudah tidak lagi ditemukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f6580878c53.webp" length="70016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 23:10:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, sungai parit agung, kendalbulur, boyolangu, kepala desa kendalbulur, anang mustofa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Upaya Pemerintah Desa Kendal Bulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai kini mulai menunjukkan hasil nyata.</p>
<p>Melalui Peraturan Desa (Perdes) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup, masyarakat berhasil menekan praktik penangkapan ikan menggunakan alat berbahaya seperti setrum dan racun.</p>
<p>Kepala Desa Kendal Bulur, Anang Mustofa, menjelaskan, lahirnya Perdes tersebut berawal dari keresahan masyarakat terhadap maraknya praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem di Sungai Besar Parit Agung, yang melintasi wilayah desa mereka. Sungai ini dikenal memiliki potensi besar bagi ekosistem air tawar dan menjadi lokasi favorit warga untuk memancing.</p>
<p>“Tahun 2022 itu kita buat Perdes karena Sungai Parit Agung ini punya potensi ekosistem air tawar, terutama ikan. Tapi waktu itu banyak warga, baik dari desa maupun luar desa, yang menangkap ikan pakai setrum dan racun. Nah, makanya kita perlu melindungi ekosistem air ini supaya ikan bisa berkembang dan bisa dinikmati masyarakat,” ujar Anang Mustofa, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Dalam peraturan tersebut, pemerintah desa menegaskan adanya sanksi bagi pelanggar. Warga yang tertangkap menggunakan alat berbahaya akan dikenai peringatan keras, dan jika mengulangi, bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum karena termasuk pelanggaran pidana. Selain itu, diberlakukan pula sanksi adat berupa denda yang ditentukan setelah musyawarah di balai desa.</p>
<p>“Sanksi adat berupa denda itu kita putuskan di balai desa, tujuannya untuk mengganti kerusakan ekosistem atau ikan yang mati di Sungai Parit Agung,” tambahnya.</p>
<p>Anang mengkalim, selama tiga tahun berjalan, penerapan Perdes Nomor 3 Tahun 2022 dinilai membawa dampak positif yang signifikan. Warga kini semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, dan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak sudah tidak lagi ditemukan.</p>
<p>“Selama tiga tahun ini dampaknya sangat positif. Sekarang sudah tidak ada lagi warga yang pakai setrum atau racun. Sosialisasi terus kami lakukan ke seluruh wilayah desa, bahkan sampai ke luar desa karena dulu sempat ada warga luar yang kami tangkap dan beri pembinaan,” jelas Anang.</p>
<p>Sungai Parit Agung sendiri menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga Kendal Bulur. Selain sebagai tempat rekreasi dan hobi memancing, sebagian warga juga menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil tangkapan ikan air tawar seperti gabus, tombro, tawes, dan bawal.</p>
<p>“Ikan di sungai sini kebanyakan ikan lokal air tawar. Banyak warga yang menjala atau mancing sore hari, bahkan sebagian menjadikannya sumber mata pencarian untuk ekonomi keluarga,” ungkap Anang Mustofa.</p>
<p>Dengan kesadaran kolektif masyarakat dan penerapan aturan yang tegas, Desa Kendal Bulur kini menjadi salah satu contoh desa yang berhasil menjaga kelestarian lingkungan melalui regulasi lokal yang efektif dan partisipatif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Video Mesum Diduga Warga Trenggalek Viral di Media Sosial, Polisi Selidiki Kebenarannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/video-mesum-diduga-warga-trenggalek-viral-di-media-sosial-polisi-selidiki-kebenarannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/video-mesum-diduga-warga-trenggalek-viral-di-media-sosial-polisi-selidiki-kebenarannya</guid>
<description><![CDATA[ Dalam video tersebut terlihat sepasang laki-laki dan perempuan terlihat tengah melakukan hubungan badan di sebuah ruangan bercat hijau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f64c5a686cc.webp" length="11360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 22:53:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, video mesum, durenan, viral, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TRENGGALEK, SJP - Sebuah video asusila berdurasi 23 detik menghebohkan warga Kabupaten Trenggalek setelah beredar luas di media sosial dan platform penyimpanan awan.</p>
<p>Dalam video tersebut terlihat sepasang laki-laki dan perempuan tengah melakukan hubungan badan di sebuah ruangan bercat hijau. Sang perempuan tampak menutupi wajahnya sambil tertawa kecil.</p>
<p>Video yang tersebar sejak Minggu (19/10/2025) itu ramai diperbincangkan karena disebut-sebut melibatkan warga Kecamatan Durenan.</p>
<p>Seorang warga yang mengetahui peredaran video tersebut mengaku mendengar informasi serupa namun belum bisa memastikan identitas pelaku.</p>
<p>“Informasinya itu orang Kecamatan Durenan, tapi pastinya siapa saya nggak tahu,” ujar W, salah seorang warga.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Durenan Iptu RM Sagi Janitra menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak yang diduga menjadi korban penyebaran video tersebut.</p>
<p>Meski begitu, kepolisian telah mulai melakukan penelusuran untuk memastikan keaslian dan asal-usul video.</p>
<p>“Terkait video itu kami masih cek dulu,” kata Iptu Sagi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah pemeran dalam video itu benar berasal dari wilayah Durenan.</p>
<p>“Kami belum tahu, coba akan saya koordinasikan dengan Satreskrim Polres Trenggalek,” imbuhnya.</p>
<p>Beredarnya video 23 detik ini dengan cepat menarik perhatian warganet, terutama di media sosial Facebook.</p>
<p>Salah satu akun membagikan unggahan di grup Info Sekitar Durenan Trenggalek (ISDT) dengan tulisan, “Durenan viral 00.23 detik ki opo lo sak jane (Durenan viral 00.23 detik itu apa sebenarnya).”</p>
<p>Sampai dengan Senin (20/10/2025) malam, unggahan tersebut langsung menuai respons ramai dari anggota grup, dan mendapatkan 326 komentar dan 240 tanda suka. </p>
<p>Salah satu akun lain juga membuat unggahan dengan tulisan "Seng penasaran karo seng viral inbok (yang penasaran dengan yang viral inbok)". Unggahan itupun mendapat respon dari puluhan warganet. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepergok Bersama Teman Wanita di Rumah, Agggota Polsek Durenan Harus Berurusan dengan Propam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepergok-bersama-teman-wanita-di-rumah-agggota-polsek-durenan-harus-berurusan-dengan-propam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepergok-bersama-teman-wanita-di-rumah-agggota-polsek-durenan-harus-berurusan-dengan-propam</guid>
<description><![CDATA[ Secara hukum negara status anggota polisi tersebut merupakan duda, sedangkan perempuan yang bersamanya berstatus janda namun merupakan istri siri seseorang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f645385b887.webp" length="54456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 22:37:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, polisi digerebek, polres trenggalek, polsek durenan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TRENGGALEK, SJP - Seorang oknum anggota Polsek Durenan, Kabupaten Trenggalek, tengah menjadi sorotan setelah digerebek saat bersama seorang wanita di rumahnya. Peristiwa ini kini ditangani oleh Seksi Propam Polres Trenggalek untuk memastikan dugaan pelanggaran disiplin.</p>
<p>Video penggerebekan tersebut sempat beredar luas di media sosial sejak Minggu (19/10/2025) pagi.</p>
<p>Dalam rekaman itu terlihat seorang anak berusia 13 tahun bersama keluarganya mendatangi rumah anggota polisi berinisial TM untuk mencari ibu kandungnya. Saat pintu rumah dibuka, sang ibu ditemukan tengah berada di dalam bersama TM.</p>
<p>Kapolsek Durenan, Iptu RM Sagi Janitra, membenarkan adanya kejadian itu. Namun, ia menegaskan saat penggerebekan tidak ada tindakan asusila yang dilakukan oleh anggotanya dan wanita tersebut.</p>
<p>“Ini bukan asusila ya, memang benar si perempuan ini adalah istri siri seseorang, tengah berada di rumah anggota (polisi). Terus tadi pagi didatangi oleh keluarga suami siri dan anak perempuan itu,” jelas Iptu Sagi.</p>
<p>Ia menuturkan, saat kejadian TM dan wanita itu berada di ruang tamu bersama anak dari anggota polisi tersebut. Keduanya disebut memiliki status masing-masing duda dan janda. Secara hukum status TM merupakan duda, sedangkan perempuan yang bersamanya berstatus janda namun merupakan istri siri seseorang.</p>
<p>“Untuk status anggota (polisi) ini duda, sedangkan perempuannya itu status hukumnya janda ya, karena tidak terdaftar di KUA, ya karena istri siri,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sagi mengungkapkan bahwa keberadaan wanita tersebut di rumah TM berawal saat si wanita meminta dijemput dari Stasiun Tulungagung usai perjalanan dari Jakarta pada sekitar waktu subuh.</p>
<p>“Jadi jam 5 dijemput di Tulungagung, terus transit sebentar di rumah anggota. Jadi nggak menginap. Nah, saat transit itulah ada penggerebekan,” jelasnya.</p>
<p>Usai kejadian, personel dari Propam Polsek Durenan langsung turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.</p>
<p> Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan internal oleh Propam Polres Trenggalek untuk memastikan apakah ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh TM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lestarikan Ekosistem Air, Kapolres Tulungagung Tebar 5 Ribu Benih Ikan Tombro di Sungai Parit Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lestarikan-ekosistem-air-kapolres-tulungagung-tebar-5-ribu-benih-ikan-tombro-di-sungai-parit-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lestarikan-ekosistem-air-kapolres-tulungagung-tebar-5-ribu-benih-ikan-tombro-di-sungai-parit-agung</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan tebar benih ikan ini sejalan dengan semangat masyarakat desa Kendalbulur, untuk menjaga keberlanjutan ekosistem air dan meningkatkan kesejahteraan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2319ed6625.webp" length="52958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 20:41:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kapolres tulungagung, akbp muhammad taat resdi, sungai parit agung, kendalbulur, boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Suasana di tepi Sungai Parit Agung, di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, pada Jumat (16/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sekira pukul 16.15 waktu setempat, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, didampingi sejumlah pejabat dan warga desa tampak beramai-ramai menebar ribuan benih ikan ke aliran sungai yang membelah Desa Kendalbulur.</p>
<p>Dalam kegiatan bertema pelestarian lingkungan itu Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, bersama unsur Forkopimcam Boyolangu serta Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa, menebar sebanyak 5.000 ekor benih ikan tombro. Benih ikan tersebut dilepaskan ke sungai Parit Agung yang selama ini juga menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Desa Kendalbulur yang telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. Dimana salah satu isi peraturan tersebut adalah larangan menangkap ikan menggunakan alat berbahaya, seperti setrum, racun, atau potas.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi langkah desa ini yang sudah punya Perdes pelestarian lingkungan. Nah, sore ini kami menebar 5.000 ekor benih ikan tombro di Sungai Ngrowo, bagian dari upaya menjaga ekosistem," ungkap AKBP Taat Resdi.</p>
<p>Menurut AKBP Taat, dipilihnya ikan tombro untuk dilepasliarkan di sungai Parit Agung ini bukan tanpa alasan. Ikan tombro dinilai tidak invasif dan baik untuk menjaga ekosistem lokal.</p>
<p>"Ikan tombro ini jenis lokal, jadi tidak invasif, tidak predator. Jadi memang ikan lokal yang insyaallah baik bagi ekosistem sungai," ungkapnya.</p>
<p>Kapolres Taat menambahkan, langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Boyolangu maupun wilayah Tulungagung secara umum. Jika banyak desa memiliki semangat serupa, maka kondisi sungai akan semakin lestari dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>“Harapannya, apa yang sudah baik di Kendalbulur ini bisa ditiru oleh desa lain. Tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan kita lakukan di tempat lain, terutama di desa yang juga punya komitmen menjaga lingkungan,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Polres Tulungagung dan pihak terkait. Menurutnya, kegiatan tebar benih ikan ini sejalan dengan semangat masyarakat desa untuk menjaga keberlanjutan ekosistem air dan meningkatkan kesejahteraan warga.</p>
<p>“Ini dukungan positif bagi kami pemerintah desa. Dengan tebar benih ini, diharapkan ekosistem sungai semakin baik, populasi ikan bertambah, dan hasil tangkapan warga juga meningkat. Sebagian warga kami memang menjadikan ikan sungai sebagai sumber penghasilan keluarga,” jelasnya.</p>
<p>Bagi warga Kendalbulur, Sungai Parit Agung bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi kehidupan desa. Dari sungai inilah air menghidupi sawah, mengalirkan kesejukan, dan kini berkat kesadaran bersama menjadi rumah yang lebih aman bagi ribuan ikan tombro yang baru dilepaskan.</p>
<p>Kegiatan sederhana ini menjadi simbol nyata bahwa pelestarian lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, menjaga sungai, menebar kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk merawat bumi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Peserta Antusias Ikuti Festival Olahraga Tradisional di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-peserta-antusias-ikuti-festival-olahraga-tradisional-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-peserta-antusias-ikuti-festival-olahraga-tradisional-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dengan semangat kebersamaan dan suasana penuh kegembiraan, Festival Olahraga Tradisional 2025 di Tulungagung menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2276c363b5.webp" length="77536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 18:59:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, olahraga, gor lembupeteng, dispora tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana di GOR Lembu Peteng Tulungagung tampak meriah pada Jumat (17/10/2025) pagi, saat ratusan peserta dari berbagai instansi mengikuti Festival Olahraga Tradisional 2025.</p>
<p>Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung itu, diikuti 812 peserta dari 42 tim, yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai instansi vertikal.</p>
<p>Festival ini digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42, sekaligus menyongsong Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820 tahun 2025.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan antarinstansi sekaligus sarana untuk melestarikan berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di masyarakat.</p>
<p>Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan, penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari kewajiban daerah untuk menggelar kegiatan olahraga tradisional di tingkat kabupaten maupun kota. </p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga dan menghidupkan kembali semangat permainan rakyat yang penuh nilai kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mugiyono, lomba yang dipertandingkan tahun ini meliputi gobak sodor, balap terompah serta egrang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya tim yang ikut serta, baik dari OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung maupun instansi vertikal seperti Polres Tulungagung, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Tulungagung. </p>
<p>“Total ada 42 tim dengan 812 peserta dari berbagai kategori. Antusiasmenya luar biasa dan ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional masih sangat tinggi,” tambahnya.</p>
<p>Mugiyono berharap, festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya. Ia juga ingin kegiatan serupa bisa menyentuh masyarakat di tingkat bawah, termasuk sekolah. </p>
<p>Namun, ia menyayangkan bahwa program pelestarian olahraga tradisional di jenjang SMP dan SMA belum dapat terlaksana tahun ini akibat <em>refocusing</em> anggaran.</p>
<p>“Mudah-mudahan tahun depan bisa kita selenggarakan lagi agar anak-anak juga ikut mengenal dan melestarikan permainan tradisional,” tuturnya.</p>
<p>Dengan semangat kebersamaan dan suasana penuh kegembiraan, Festival Olahraga Tradisional 2025 di Tulungagung menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobil Rusak Tertimpa Pohon, Pemilik Berencana Minta Ganti Rugi Ke DLH Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobil-rusak-tertimpa-pohon-pemilik-berencana-minta-ganti-rugi-ke-dlh-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobil-rusak-tertimpa-pohon-pemilik-berencana-minta-ganti-rugi-ke-dlh-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Akibat tertimpa pohon tersebut mobil mereka mengalami penyok pada bagian atap. Diperkirakan biaya perbaikan kedua mobil membutuhkan dana sebesar Rp5 juta rupiah lebih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2211e0e4cc.webp" length="104860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 18:21:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pohon tumbang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Dua unit mobil yang sedang terparkir di tepi Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Kenayan, Kabupaten Tulungagung, rusak setelah tertimpa pohon peneduh jalan, jenis glodok yang tiba-tiba tumbang, Jumat (17/10/2025) sore sekira pukul 15.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai lebih dari Rp5 juta.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi tanpa adanya hujan ataupun angin kencang. Pohon dengan diameter sekitar 40 sentimeter tersebut mendadak roboh dan menimpa dua mobil yang tengah parkir di pinggir jalan.</p>
<p>Kedua kendaraan, yakni mobil jenis Suzuki Ertiga dengan nomor polisi AG 1904 SO milik Bambang dan Toyota Avanza bernomor polisi AG 1486 YO, milik Sunari, warga Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, mengalami penyok pada bagian atap dan bodi belakang akibat tertimpa batang pohon.</p>
<p>Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Bersama tim dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mereka melakukan proses evakuasi pohon tumbang yang menutup sebagian badan jalan. </p>
<p>Menurut Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, penyebab tumbangnya pohon diduga karena batang yang sudah lapuk di bagian dalam.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kondisi pohon terlihat masih hidup dan berdaun rimbun, namun bagian tengah batangnya sudah keropos sehingga mudah patah,” ujar Iwan. </p>
<p>Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dan berjalan lancar. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.</p>
<p>"Tapi, evakuasi sempat tertunda, karena pemilik mobil dua-duanya itu katanya mau diklaimkan ke asuransi atau apa. Terus saya suruh menghubungi pihak yang berwajib karena nanti seandainya terjadi apa-apa yang sifatnya bukti dukungnya tidak kuat, nanti kita menyalahi prosedur seperti itu," jelas Iwan.</p>
<p>Sementara itu salah seorang pemilik mobil, Sunari, warga Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, mengatakan peristiwa robohnya pohon terjadi begitu saja. Saat dia bersama rekannya sesama pengemudi ojek online sedang mangkal di warung kopi, tiba-tiba pohon ambruk dan menimpa mobil mereka.</p>
<p>“Mobil saya sedang parkir karena menunggu orderan grab, tiba-tiba ada suara ‘bruk’. Ternyata pohon roboh menimpa dua mobil,” tuturnya.</p>
<p>Akibat tertimpa pohon tersebut mobil mereka mengalami penyok pada bagian atap. Sunari memperkirakan biaya perbaikan kedua mobil membutuhkan dana sebesar Rp5 juta lebih. Ia berencana akan meminta ganti rugi kepada Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung.</p>
<p>"Ya rencananya mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup untuk meminta kompensasi," ujar Sunari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Tahun Warga Trenggalek Hidup dengan Air Sumur Berbau Logam Karat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-tahun-warga-trenggalek-hidup-dengan-air-sumur-berbau-logam-karat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-tahun-warga-trenggalek-hidup-dengan-air-sumur-berbau-logam-karat</guid>
<description><![CDATA[ Air sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari berwarna kuning keemasan dan mengeluarkan bau menyengat seperti logam berkarat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0ec037cb4b.webp" length="42018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 21:17:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, air sumur, prambon, tugu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Selama puluhan tahun, warga Dusun Krajan, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, hidup dengan kondisi air tanah yang tidak layak konsumsi.</p>
<p>Air sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari berwarna kuning keemasan dan mengeluarkan bau menyengat seperti logam berkarat. Kondisi ini terjadi di empat rukun tetangga (RT 16 hingga RT 19) dan belum juga menemukan solusi pasti hingga kini.</p>
<p>Dari pantauan di lapangan, air sumur milik warga tampak keruh dengan warna kekuningan. Pada musim kemarau, kualitas air bahkan semakin memburuk. Meski demikian, warga masih memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan mencuci dan mandi, sedangkan untuk air minum, mereka bergantung pada sumur milik tetangga yang kondisinya lebih jernih. </p>
<p>“Airnya kuning dan baunya seperti karatan. Kalau dipakai mencuci baju putih, warnanya bisa jadi cokelat,” kata Amin, salah satu warga setempat, Kamis (16/10/2025). </p>
<p>Perempuan berusia kira-kira 50 tahun tersebut menambahkan, kondisi air seperti ini sudah berlangsung sejak lama bahkan sejak ia kecil.</p>
<p>Menurut Amin, beberapa warga sempat berupaya mengebor sumur baru untuk mendapatkan air bersih, namun pengeboran hanya bisa dilakukan hingga kedalaman kurang dari 20 meter dan tidak berhasil menemukan sumber air layak konsumsi.</p>
<p>“Harapannya ya bisa dibantu pemerintah bikin sumur yang dalam, biar dapat air bersih,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Dusun Krajan, Supriyanto, membenarkan kondisi tersebut dan menyebutkan bahwa hampir seluruh warga di wilayahnya tidak memiliki sumber air bersih alternatif.</p>
<p>Ia menuturkan, pihak desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek untuk menyalurkan bantuan air bersih sebagai langkah darurat. </p>
<p>“Kita sudah minta suplai air dari BPBD. Untuk jangka panjang, kami berharap pemerintah bisa membuatkan sumur dalam,” jelasnya.</p>
<p>Beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dikabarkan sudah beberapa kali mengambil sampel air untuk diteliti. Namun hingga saat ini, warga belum mengetahui hasil pasti dari uji kualitas air tersebut. </p>
<p>Pemerintah desa bersama BPBD juga tengah merencanakan pembangunan sumur bor dalam waktu dekat sebagai solusi jangka panjang, agar warga Dusun Krajan tidak lagi bergantung pada air sumur yang berbau logam dan berwarna keruh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Kasus Keracunan Massal, Operasional SPPG Penyuplai MBG SMPN 1 Boyolangu Dihentikan, Pengelola Minta Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-kasus-keracunan-massal-operasional-sppg-penyuplai-mbg-smpn-1-boyolangu-dihentikan-pengelola-minta-maaf</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-kasus-keracunan-massal-operasional-sppg-penyuplai-mbg-smpn-1-boyolangu-dihentikan-pengelola-minta-maaf</guid>
<description><![CDATA[ Per 14 Oktober 2025, SPPG Tanggung Kecamatan Campurdarat dihentikan sementara operasionalnya sampai dengan hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan surveilans ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68efc15435386.webp" length="18510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 07:55:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, smpn 1 boyolangu, keracunan makanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pasca insiden dugaan keracunan massal di SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Gusti Maringi Mukti Desa Tanggung yang menyuplai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.</p>
<p>"Per 14 Oktober 2025, SPPG Tanggung Kecamatan Campurdarat dihentikan sementara operasionalnya sampai dengan hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan surveilans ditetapkan," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Sementara itu, pengelola SPPG di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menyampaikan permohonan maaf atas insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu.</p>
<p>Kepala SPPG, Fatkurrohman, menyebut pihaknya sangat menyesalkan peristiwa itu dan akan memperketat pengawasan dalam proses pengolahan makanan. </p>
<p>“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan meminta maaf kepada semua pihak. Ke depan kami akan lebih berhati-hati serta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Fatkhur, pihaknya sebenarnya sudah melaksanakannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia mengaku adanya insiden tersebut diluar kesengajaan. </p>
<p>Fatkur menambahkan, selama ini SPPG Desa Tanggung mampu memproduksi sekitar 3.292 porsi MBG setiap hari. Dari jumlah itu, 1.120 porsi dikirim ke SMPN 1 Boyolangu, dan pengiriman tersebut merupakan yang pertama kalinya ke sekolah tersebut.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan Yayasan Gusti Maringi Mukti, Siti Hanifah, juga turut menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin. Ia menegaskan, sebelum menu MBG dikirim ke sekolah, tim ahli gizi SPPG selalu melakukan uji coba rasa serta pemeriksaan kualitas makanan.</p>
<p>Menurutnya, pada hari kejadian, menu yang dikirim berupa nasi kuning dan ayam kecap. Bahkan, tim internal yayasan dan petugas wilayah SPPG sempat mencicipi makanan yang sama pada malam hari dan tidak menemukan tanda-tanda kerusakan makanan.</p>
<p>“Nasi dan lauknya masih dalam kondisi layak konsumsi. Setelah dicoba pun tidak menimbulkan reaksi apa pun,” jelas Hanifah.</p>
<p>Sebelumnya pada Senin (13/10/2025) pagi, sebanyak 68 siswa di sekolah tersebut mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu MBG, dan dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat. Sampai dengan Rabu siang, 6 siswa masih menjalani perawatan medis. 5 anak dirawat di RSUD dr. Karnaeni Campurdarat, dan 1 lainnya dirawat di Puskesmas Boyolangu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dapur Rumah Warga di Kalidawir, Tulungagung Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dapur-rumah-warga-di-kalidawir-tulungagung-terbakar-diduga-akibat-korsleting-listrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dapur-rumah-warga-di-kalidawir-tulungagung-terbakar-diduga-akibat-korsleting-listrik</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai tujuh juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68efb687a4bc4.webp" length="26578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 22:35:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, bethak, kalidawir, damkar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kebakaran melanda sebuah dapur rumah milik Andri, warga Dusun Krajan Satu, Desa Bethak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (15/10/2025) siang. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menyebabkan percikan api dan membakar sejumlah perabotan dapur.</p>
<p>Menurut laporan yang diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, kejadian pertama kali diketahui sekira pukul 13.15 WIB. Laporan masuk ke posko Damkar pada pukul 13.40 WIB, dan petugas segera berangkat ke lokasi.</p>
<p>“Tim tiba di tempat kejadian sekira pukul 14.02 WIB dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.25 WIB,” terang Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso.</p>
<p>Dalam penanganan kebakaran ini, Damkar Tulungagung menerjunkan satu unit armada pemadam serta satu unit tangki suplai air dengan dukungan personel Baruna 3 untuk melakukan proses pemadaman.</p>
<p>Bambang Pidekso menjelaskan, kebakaran hanya menghanguskan bagian dapur rumah dan sejumlah perkakas. Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp7 juta.</p>
<p>“Skala kebakaran tergolong kecil, namun sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar. Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai tujuh juta rupiah,” ujarnya.</p>
<p>Bambang menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. </p>
<p>“Korsleting masih menjadi penyebab utama kebakaran rumah tangga. Pastikan kabel dan stop kontak tidak aus atau berlebihan bebannya agar kejadian serupa tidak terulang,” imbau Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TNI Gelar Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Pantai Sidem dan Popoh Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tni-gelar-latihan-gabungan-penanggulangan-bencana-gempa-dan-tsunami-di-pantai-sidem-dan-popoh-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tni-gelar-latihan-gabungan-penanggulangan-bencana-gempa-dan-tsunami-di-pantai-sidem-dan-popoh-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga memperkuat koordinasi lintas lembaga agar mampu bertindak cepat, efektif, dan terpadu dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68efa6d24eb35.webp" length="99206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 21:16:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, simulasi bencana, korem 081 dsj, kodim 0807 tulungagung, pantai sidem, popoh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Dishub, Tagana, Damkar, dan PMI menggelar latihan lapangan penanggulangan bencana alam di kawasan pesisir selatan Teluk Popoh, Kabupaten Tulungagung, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 12 hingga 17 Oktober 2025 ini, merupakan bagian dari program komando latihan lapangan yang diselenggarakan Korem 081/Dhirotsaha Jaya bersama jajaran Kodim Tulungagung.</p>
<p>Latihan gabungan tersebut mengusung skenario bencana gempa bumi dan tsunami dengan ketinggian air mencapai 10 meter yang melanda wilayah Teluk Popoh dan Pantai Sidem. </p>
<p>Dalam skenario tersebut, sekitar 90 persen wilayah terdampak, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari berbagai unsur terkait. </p>
<p>Kegiatan simulasi pada hari ketiga ini sempat molor dan baru dimulai sekira pukul 13.30 WIB. Simulasi diawali dengan proses penyisiran di sekitar muara Sungai Niyama yang menjadi titik awal pencarian korban.</p>
<p>Dalam skenario penanganan tanggap darurat, tim SAR gabungan menemukan seorang korban luka patah kaki yang berhasil dievakuasi ke titik aman.</p>
<p>Penyisiran kemudian dilanjut di sepanjang Pantai Sidem, dimana tim SAR menemukan satu korban meninggal dunia yang segera dievakuasi ke pemukiman lalu diangkut menggunakan ambulans.</p>
<p>Rencananya simulasi pencarian di laut menggunakan perahu karet juga akan dilakukan di perairan pantai Sidem. Namun karena kondisi ombak tinggi, proses evakuasi dialihkan ke Pelabuhan Popoh yang memiliki perairan lebih tenang. Dari hasil penyisiran di laut, dua korban ditemukan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke darat.</p>
<p>Latihan hari ketiga diakhiri dengan simulasi evakuasi warga yang tertimpa reruntuhan rumah, membersihkan puing-puing bangunan, hingga melaksanakan renovasi ringan sebagai bagian dari tahap pemulihan.</p>
<p>Kapenrem 081/Dhirotsaha Jaya, Mayor Inf Ismail, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya operasi militer selain perang, berupa perbantuan TNI dalam penanggulangan bencana di daerah.</p>
<p>"Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan personel dan perlengkapan dari berbagai instansi dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan seperti pesisir selatan Tulungagung," ujarnya.</p>
<p>Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga memperkuat koordinasi lintas lembaga agar mampu bertindak cepat, efektif, dan terpadu dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMAN 1 Gondang Dorong Siswa SMP Masuk Lewat Jalur Prestasi Nonakademik Lewat Ajang Voli Cup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sman-1-gondang-dorong-siswa-smp-masuk-lewat-jalur-prestasi-nonakademik-lewat-ajang-voli-cup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sman-1-gondang-dorong-siswa-smp-masuk-lewat-jalur-prestasi-nonakademik-lewat-ajang-voli-cup</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini bertujuan mencari bibit-bibit unggul olahraga voli di wilayah sekitar, sekaligus memotivasi siswa agar berprestasi di luar bidang akademik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee48c56396a.webp" length="72926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 20:42:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, olahraga, bola voli, sman 1 gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP- </strong>Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gondang punya cara unik dalam menarik minat lulusan SMP dan Mts untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut. Melalui ajang Smaga Volley Cup (SVC) 2025, sekolah ini membuka ruang bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, khususnya bola voli, untuk bisa melanjutkan studi melalui jalur prestasi nonakademik.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Gondang, Imam Marzuqi Setiawan, mengatakan turnamen bola voli tingkat SMP sederajat yang berlangsung mulai tanggal 13 hingga 18 Oktober ini diikuti oleh 62 tim dari berbagai daerah se-eks Karesidenan Kediri. </p>
<p>“Alhamdulillah untuk SVC SMAN 1 Gondang tahun 2025 ini berjumlah 62 peserta, terdiri dari 40 tim putra dan 22 tim putri yang diikuti dari berbagai daerah, seperti Tulungagung, Trenggalek, Kediri, hingga Nganjuk,” ujar Imam Marzuqi, Selasa (14/102025).</p>
<p>Menurut pria yang akrab dipanggil Uqi tersebut, kegiatan ini bertujuan mencari bibit-bibit unggul olahraga voli di wilayah sekitar sekaligus memotivasi siswa agar berprestasi di luar bidang akademik. </p>
<p>“Kami ingin mencari potensi terbaik di bidang olahraga, khususnya voli, dan mendorong mereka agar bisa masuk ke SMA Negeri 1 Gondang lewat jalur prestasi nonakademis,” tambahnya.</p>
<p>Uqi menjelaskan, turnamen bola voli Smaga ini pertama kali digelar pada tahun 2023, namun sempat vakum di 2024 karena kendala kurangnya persiapan. Tahun 2025 ini, ajang tersebut kembali digelar dengan meriah dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. </p>
<p>“Alhamdulillah tahun ini dihadiri Bapak Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo saat pembukaan, juga Bapak Kapolres yang merupakan Ketua PBVSI Tulungagung, serta perwakilan KONI Pak Sumarsono,” jelas Imam.</p>
<p>Antusiasme peserta pun terus meningkat. Dari sekitar 40 tim pada gelaran perdana tahun 2023, kini bertambah menjadi 62 tim di 2025. Uqi berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu semangat siswa SMP untuk terus berprestasi. </p>
<p>“Semoga kegiatan ini menjadi spirit bagi mereka untuk lebih baik lagi dan tahun depan jumlah pesertanya makin banyak. Harapan kami, SMA Negeri 1 Gondang semakin jaya dan luar biasa,” pungkasnya.</p>
<p>Selain turnamen, SMAN 1 Gondang juga dikenal aktif mengembangkan ekstrakurikuler bola voli di lingkungan sekolah. Dengan pelatih dari tenaga pendidik internal, sekolah ini telah menorehkan prestasi di tingkat kabupaten dan eks Karesidenan Kediri. Banyak siswa yang kini menjadi bagian dari tim voli SMAN 1 Gondang merupakan alumni SMP peserta ajang SVC di tahun-tahun sebelumnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Jalani Hukuman Malah Asyik Nongkrong di Kafe, Perempuan Tulungagung Terpidana Penipuan Dieksekusi Jaksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-jalani-hukuman-malah-asyik-nongkrong-di-kafe-perempuan-tulungagung-terpidana-penipuan-dieksekusi-jaksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-jalani-hukuman-malah-asyik-nongkrong-di-kafe-perempuan-tulungagung-terpidana-penipuan-dieksekusi-jaksa</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 1189K/Pid/2025, yang bersangkutan terbukti menggunakan nama orang lain untuk pengajuan kredit mobil secara menyesatkan hingga merugikan sejumlah pihak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee453746207.webp" length="47930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 20:22:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penipuan, kejari tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana sebuah kafe di kawasan Jalan Adi Sucipto, Kenayan, Tulungagung, pada Senin (13/10/2025) sore, mendadak tegang. Seorang perempuan pengunjung kafe tiba-tiba disergap oleh tim eksekusi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung.</p>
<p>Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Amri Rahmantosayekti, membenarkan adanya giat eksekusi tersebut. Perempuan yang ditangkap tim eksekusi tersebut adalah Lilik Suciati (48), warga Desa Panjarejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.</p>
<p>Menurut Amri pihaknya terpaksa melakukan upaya paksa, karena yang bersangkutan mangkir dari panggilan jaksa untuk menjalani hukuman yang telah diputus pengadilan.</p>
<p>“Benar, terpidana Lilik Suciati kami eksekusi kemarin. Sebelumnya sudah kami panggil, tapi tidak datang. Begitu ada informasi keberadaannya di sebuah kafe, tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan,” ujar Amri, Selasa (14/10/2025).</p>
<p>Lebih lanjut Amri menjelaskan, bahwa perempuan yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut merupakan terpidana kasus penipuan dengan vonis 1 tahun 6 bulan penjara.</p>
<p>Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 1189K/Pid/2025, Lilik terbukti menggunakan nama orang lain untuk pengajuan kredit mobil secara menyesatkan hingga merugikan sejumlah pihak.</p>
<p>Eksekusi dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB oleh Jaksa Eksekutor Zulfikar Ar Rizki Akbar, bersama Kasi Pidum Yunan Putra Firdaus, serta tim Intelijen Kejari Tulungagung. Setelah diamankan, Lilik langsung dibawa ke Lapas Kelas IIB Tulungagung untuk menjalani masa hukumannya.</p>
<p>Amri menambahkan, proses eksekusi berjalan aman dan lancar tanpa perlawanan. </p>
<p>“Semua berjalan tertib, setelah diamankan langsung kami bawa ke Lapas untuk menjalani vonis kasasi yang sudah inkracht,” katanya.</p>
<p>Perkara penipuan yang dilakukan oleh Lilik ini bermula pada awal Mei 2023. Ketika itu Lilik meminta kepada sopirnya, Komarudin, warga Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, agar bersedia namanya digunakan untuk pengajuan kredit mobil Suzuki Ertiga di sebuah dealer di Tulungagung.</p>
<p>Dalam kesepakatan awal, Lilik berjanji akan membayar uang muka dan cicilan mobil, sementara Komarudin hanya diminta menandatangani dokumen pembelian. Lilik juga menjanjikan apabila Komarudin bersedia namanya digunakan untuk pengajuan kredit mobil, ia akan dijadikan sopir seterusnya dan diberi pekerjaan menggarap pagar rumahnya. Komarudin pun akhirnya bersedia namanya digunakan untuk pengajuan kredit mobil.</p>
<p>Namun, setelah kredit disetujui dan mobil dikirim ke rumah Lilik, ia justru memberhentikan Komarudin dan tak menepati janji membayar angsuran. Akibatnya, pihak perusahaan pembiayaan menagih pembayaran kepada Komarudin sebagai pihak yang tercatat di perjanjian fidusia, dengan total kewajiban mencapai Rp265 juta.</p>
<p>Merasa dirugikan, Komarudin melaporkan Lilik ke polisi hingga kasusnya bergulir ke pengadilan. Pengadilan Negeri Tulungagung awalnya menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara, namun vonis tersebut kemudian dikurangi menjadi 1,5 tahun di tingkat banding dan kasasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Siswa SMPN 1 Boyolangu yang Diduga Keracunan Menu MBG Berangsur Membaik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-siswa-smpn-1-boyolangu-yang-diduga-keracunan-menu-mbg-berangsur-membaik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-siswa-smpn-1-boyolangu-yang-diduga-keracunan-menu-mbg-berangsur-membaik</guid>
<description><![CDATA[ Total pasien yang mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, dan muntah tercatat sebanyak 68 anak. Dari jumlah tersebut, 59 pasien yang sempat dirawat di fasilitas kesehatan sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi stabil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68edf3aa45cec.webp" length="54828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 15:59:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, smpn 1 boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Kondisi puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, yang sebelumnya diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu makan bergizi (MBG) pada Senin (13/10/2025) pagi, kini berangsur membaik.</p>
<p>Sebagian besar siswa yang sempat dirawat di fasilitas kesehatan sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, menjelaskan bahwa hingga Selasa (14/10/2025) pagi, total pasien yang mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, dan muntah tercatat sebanyak 68 anak.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 63 siswa menjalani perawatan di puskesmas dan 5 lainnya di Rumah Sakit dr. Karnaeni Campurdarat.</p>
<p>“Untuk sampai dengan hari ini data yang kami terima jumlah pasien yang dirawat baik di puskesmas maupun rumah sakit sebanyak 68. Alhamdulillah, yang di puskesmas hari ini tinggal empat orang,” ujar Anna.</p>
<p>Ia menambahkan, sebagian besar pasien yang sebelumnya dirawat kini sudah dalam kondisi baik. Menurut Anna, mereka yang saat ini masih dirawat bukan karena kondisinya yang gawat, melainkan karena harus menyelesaikan pemberian pengobatannya.</p>
<p>“Dari 68 pasien, 59 di antaranya sudah pulang dalam kondisi baik. Di Puskesmas Boyolangu masih ada empat orang yang dirawat, sementara satu orang lainnya di Puskesmas Beji. Untuk di rumah sakit, dari lima pasien, satu sudah pulang, dan empat lainnya masih menjalani pengobatan, bukan karena kondisinya gawat, tetapi karena harus menyelesaikan terapi,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Anna, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut. Dinas Kesehatan Tulungagung telah mengirimkan sejumlah sampel makanan serta sampel dari penjamah makanan ke beberapa laboratorium.</p>
<p>“Data sampel sudah kami ambil, baik dari makanan maupun dari penjamahnya melalui rektal swab. Sampel kami kirim ke laboratorium Rumah Sakit dr. Iskak, ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya, dan ke Laboratorium Kesehatan Daerah Tulungagung. Hari ini juga BBPOM turun untuk mengambil sampel tambahan,” tutur Anna.</p>
<p>Anna menambahkan bahwa hingga Selasa pagi tidak ada penambahan pasien baru. Laporan penambahan pasien terakhir diterima pada Senin malam.</p>
<p>“Sampai pagi ini tidak ada lagi tambahan. Mudah-mudahan selesai sampai di sini,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, untuk pembiayaan perawatan para siswa, Dinas Kesehatan Tulungagung telah berkoordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Anna menyampaikan jika biaya perawatan seluruh pasien akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>“Hasil koordinasi kami dengan SPPG menyampaikan bahwa pembiayaan pasien ini ditanggung oleh BGN, dan mekanismenya masih menunggu dari pihak BGN,” terang Anna.</p>
<p>Hingga Selasa siang, Dinas Kesehatan Tulungagung juga masih melengkapi data epidemiologi dengan melakukan penelusuran lanjutan ke SMPN 1 Boyolangu untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan kasus keracunan massal tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Keracunan, Siswa Kapok Makan MBG dan Orang Tua Khawatir, Wabup Tulungagung Imbau Warga Tak Panik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-keracunan-siswa-kapok-makan-mbg-dan-orang-tua-khawatir-wabup-tulungagung-imbau-warga-tak-panik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-keracunan-siswa-kapok-makan-mbg-dan-orang-tua-khawatir-wabup-tulungagung-imbau-warga-tak-panik</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu siswa mengaku merasakan pusing hebat hingga penglihatan berputar setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Ia mengaku trauma dan enggan kembali mengonsumsi makanan serupa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ed049834c4d.webp" length="33550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 22:31:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, mbg, keracunan, smpn 1 boyolangu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dugaan keracunan makanan massal yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/10/2025), membuat siswa trauma.</p>
<p>Sebanyak 62 siswa mengeluh pusing dan mual, bahkan beberapa di antaranya sampai muntah dan harus mendapat perawatan di Puskesmas setempat, 4 diantyaranya dirujuk ke RSUD dr. Karnaeni Campurdarat.</p>
<p>Salah seorang siswa, Puji Dwi Afandi, mengaku merasakan pusing hebat hingga penglihatan berputar setelah menyantap MBG yang dibagikan di sekolah. Ia mengaku trauma dan enggan kembali mengonsumsi menu serupa. </p>
<p>“Rasanya kepala pusing, buat melihat itu kayak berputar-putar. Kapok, tidak mau lagi makan MBG,” ungkapnya.</p>
<p>Selain membuat siswa trauma, kekhawatiran juga melanda sejumlah orang tua siswa. Salah satunya Asmiati, ia mengaku khawatir dan berharap program MBG dihentikan sementara sampai penyebab pasti kejadian diketahui. </p>
<p>"Ya susahlah, Pak. Kalau gini mendingan enggak usah dimakan saja kalau dikirim (MBG)," ujarnya</p>
<p>Ia menilai, daripada menimbulkan korban, lebih baik makanan tidak dikirim lebih dulu. Menurutnya dengan adanya kejadian ini, semua orang tua akan melarang anaknya memakan yang dikirim oleh SPPG ke sekolah.</p>
<p>"Mungkin semua orang tua kan bilangnya ndak usah dimakan. Daripada mubadzir ndak dimakan kan mending ndak usah dikirim makanan, kalau saya gitu," imbuhnya.</p>
<p>Ia menambahkan, anaknya mengalami pusing dan mual, sementara teman-temannya bahkan ada yang sampai muntah usai makan.</p>
<p>Senada dengan itu, Nur Suwito, wali murid lainnya, mengatakan anaknya mengalami mual setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia mengetahui kabar dugaan keracunan dari tetangganya yang juga orang tua siswa di sekolah yang sama.</p>
<p>Menurutnya, kasus ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap penyedia makanan program MBG. </p>
<p>“Yo mending dihentikan dulu. <em>Masalahe pengawasane</em> kurang. Sebelum-sebelumnya juga kan sudah banyak kejadian di tempat lain,” ucapnya. </p>
<p>Ia mengaku sudah sering melarang anaknya makan menu MBG karena khawatir terjadi keracunan seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya program MBG sebaiknya tidak diberikan merata untuk seluruh siswa, tetapi dipilih yang benar-benar kurang mampu.</p>
<p><em>"Maksude iki</em> (maksudnya) dipilih-pilih <em>sing</em> (yang) memang betul-betul ndak mampu lah kalau dikasih sumbangan," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turun langsung ke Puskesmas Boyolangu untuk meninjau penanganan para siswa.</p>
<p>Ia memastikan seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis dan menegaskan bahwa biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>"Saya harap masyarakat Tulungagung tidak usah panik, enggak usah grogi dengan adanya MBG. Karena ini mungkin tidak ada unsur kesengajaan. Mudah-mudahan kejadian ini menjadi yang pertama dan yang terakhir," ujar Baharudin.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.</p>
<p>Soal kemungkinan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Baharudin mengatakan hal itu akan diputuskan setelah koordinasi lebih lanjut dengan Bupati Tulungagung.</p>
<p>"Anak-anak sudah ditangani dengan baik, mudah-mudahan secepatnya sehat. Untuk biaya perawatan nanti semuanya ditanggung Pemkab," tambahnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi dan Dinkes Tulungagung Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG Masal di SMPN 1 Boyolangu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dan-dinkes-tulungagung-telusuri-penyebab-dugaan-keracunan-mbg-masal-di-smpn-1-boyolangu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dan-dinkes-tulungagung-telusuri-penyebab-dugaan-keracunan-mbg-masal-di-smpn-1-boyolangu</guid>
<description><![CDATA[ Petugas juga telah mengambil sejumlah sampel dari muntahan korban, sisa makanan, serta sampel makanan yang berada di dapur penyedia MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecf1514047d.webp" length="44426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 21:11:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, keracunan makanan, mbg, smpn 1 boyolangu, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Menindaklanjuti kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, Senin (13/10/2025), petugas Inafis Satreskrim Polres Tulungagung bersama petugas Dinas Kesehatan Tulungagung, melakukan penelusuran. </p>
<p>Hal itu dilakunan dengan harapan agar dapat diketahui makanan yang menjadi penyebab keracunan atau paparan yang terkontaminasi oleh kuman atau bakteri penyebab penyakit.</p>
<p>Sejak Senin pagi hingga sore, puluhan siswa secara maraton dibawa ke Puskesmas Boyolangu dengan kondisi mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan lemas setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi kuning, ayam kecap, timun, tomat, salak, dan susu kotak.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, membenarkan adanya kasus gangguan saluran pencernaan massal tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi bersama Puskesmas setempat dan pihak kepolisian. </p>
<p>Petugas juga telah mengambil sejumlah sampel dari muntahan korban, sisa makanan, serta sampel makanan yang berada di dapur penyedia MBG, yaitu SPPG Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.</p>
<p>“Kami sudah mengamankan dan mengirimkan sampel makanan ke tiga laboratorium, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya, Laboratorium RSUD dr. Iskak Tulungagung, dan Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tulungagung,” terang Anna.</p>
<p>Sampel-sampel tersebut akan diuji laboratorium, dimana hasilnya nanti akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan. Menurut Anna, hasil uji laboratorium akan diketahui dalam waktu 7 hari mendatang.</p>
<p>"Selain pemeriksaan laboratorium, tim kesehatan juga melakukan<em> swab rectal </em>terhadap penjamah makanan dari pihak penyedia guna memastikan ada tidaknya kontaminasi bakteri atau kuman penyebab penyakit," tambahnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi adanya tambahan pasien, Dinas Kesehatan menyiagakan beberapa puskesmas di sekitar wilayah distribusi MBG, termasuk Puskesmas Boyolangu, Campurdarat, Besole, Besuki, Bandung, Pakel, dan Bangunjaya. Dua rumah sakit rujukan RSUD dr. Iskak dan RSUD dr. Karnaeni Campurdarat juga disiapkan untuk menangani kasus lanjutan.</p>
<p>Anna menambahkan, kondisi sebagian besar siswa saat ini berangsur membaik dan terus dalam pemantauan tenaga medis. Ia memastikan seluruh langkah mitigasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar kejadian serupa tidak terulang.</p>
<p>“Yang terpenting sekarang adalah memastikan semua siswa dalam kondisi aman dan mendapatkan perawatan terbaik. Sementara penyelidikan kami lanjutkan bersama tim laboratorium dan pihak kepolisian,” ujarnya.</p>
<p>Hingga Senin sore, hasil penyelidikan epidemiologi masih terus dikumpulkan, termasuk data usia dan jenis kelamin para siswa terdampak. Dinas Kesehatan menyatakan kasus ini masih dalam proses pendalaman untuk memastikan faktor penyebab pasti dugaan keracunan makanan di sekolah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tulungagung, total ada 1.120 siswa yang menerima dan menyantap makanan tersebut. Dari jumlah itu, sampai dengan Senin sore pukul 15.09 WIB, sebanyak 62 siswa dilaporkan mengalami keluhan gangguan pencernaan.</p>
<p>Sebanyak 58 siswa menjalani observasi dan perawatan di Puskesmas Boyolangu, dengan 38 di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara 20 lainnya masih dirawat. </p>
<p>Sementara empat siswa lainnya yang dirujuk ke RSUD dr. Karnaeni Campurdarat dalam kondisi stabil dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Keracunan MBG di Boyolangu Bertambah, Dinkes Tulungagung Siagakan Faskes Sekitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-keracunan-mbg-di-boyolangu-bertambah-dinkes-tulungagung-siagakan-faskes-sekitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-keracunan-mbg-di-boyolangu-bertambah-dinkes-tulungagung-siagakan-faskes-sekitar</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data sementara sampai dengan Senin sore, terdapat 61 siswa yang dilaporkan sakit, dengan empat di antaranya menjalani perawatan intensif di RSUD Campurdarat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eccefdad1f4.webp" length="32072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 18:17:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, keracunan, smpn 1 boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Senin (13/10/2025), diwarnai insiden dugaan keracunan massal.</p>
<p>Sejumlah siswa mengeluh sakit perut dan pusing setelah menyantap menu yang dibagikan pada pagi hari. Hingga siang, puluhan siswa mendapat perawatan medis, sebagian bahkan harus dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>Menurut Danang Wahyudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus guru PJOK SMPN 1 Boyolangu, makanan program MBG tiba di sekolah sekitar pukul 07.00, kemudian pembagian makanan kepada siswa dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB.</p>
<p>"Mulai ada siswa yang menunjukkan gejala keracunan sekira pukul 09.00 tadi ada yang melapor itu perutnya sakit, terus agak pusing gitu, merasa pusing-pusing," ujar Danang.</p>
<p>Melihat kondisi siswanya yang mengkhawatirkan, pihak sekolah segera mengevakuasi siswa ke Puskesmas Boyolangu dengan bantuan tenaga medis yang saat itu sedang berada di sekolah untuk kegiatan skrining kesehatan.</p>
<p>"Jadi langsung dipanggilkan ambulans, terus itu tadi penanganannya langsung dibawa ke Puskesmas," imbuh Danang.</p>
<p>Danang menjelaskan, program MBG di SMPN 1 Boyolangu sudah berjalan sejak akhir Mei 2025. Namun, menu yang dibagikan hari ini berasal dari penyedia baru, yaitu SPPG Desa Tanggung, menggantikan penyedia sebelumnya dari SPPG di Desa Pojok. Ia menyebutkan, ada perbedaan pada kemasan dan aroma makanan dari penyedia baru tersebut. </p>
<p>"Makanannya tadi baunya menyengat," jelasnya.</p>
<p>Danang menambahkan, dari total 1.118 siswa penerima MBG, lebih dari 50 orang sempat dibawa ke Puskesmas dan empat siswa dirujuk ke RSUD Campurdarat untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Sementara itu, Kasatgas Percepatan MBG Kabupaten Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro, menyebutkan pihaknya saat ini fokus pada penanganan siswa yang mengalami gejala keracunan.</p>
<p>Berdasarkan data sementara, terdapat 61 siswa yang dilaporkan sakit, dengan empat di antaranya menjalani perawatan intensif di RSUD Campurdarat.</p>
<p>"Kita mitigasi dulu ya, artinya yang sakit sakit ini kita rawat dulu, ada yang di Puskesmas dan ada yang di rumah sakit. Ini yang sakit kita selamatkan dulu," ujar Bagus.</p>
<p>Terkait evaluasi terhadap penyedia makanan, Bagus menyatakan hal itu masih akan dikaji bersama pihak terkait, mengingat program MBG berada di bawah binaan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>"Sementara kita belum ke arah sana. Karena kita lihat kewenangannya kan ini ada di BGN. Saya sebagai Satgas membantu supaya program (MBG) ini dapat berjalan lancar. Nah, ini ada seperti ini ya kita lihat dulu dimana nanti kesalahannya," jelas Bagus.</p>
<p>Dari sisi kesehatan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, mengonfirmasi bahwa kondisi para siswa yang mengalami gejala keracunan yang dirawat di Puskesmas Boyolangu, berangsur membaik. Bahkan pada Senin sore beberapa anak yang gejala sakitnya ringan sudah diperbolehkan pulang.</p>
<p>"Ini sudah mulai membaik cuman kan harus dievaluasi walaupun anaknya sudah bisa jalan-jalan, kita kan nggak bisa memulangkan, harus kita pantau dulu," ujar Anna.</p>
<p>Meski begitu, seluruh kamar perawatan yang tersedia di Puskesmas Boyolangu tidak mencukupi untuk merawat puluhan siswa korban keracunan ini. Sebagian anak dirawat di ruang pertemuan Puskesmas yang dijadikan ruang perawatan darurat, untuk memudahkan pemantauan.</p>
<p>Dinkes Tulungagung juga menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar lokasi, termasuk Puskesmas Boyolangu, Bangunjaya, Beji, dan Kauman, serta dua rumah sakit rujukan yakni RSUD dr. Iskak dan RSUD dr. Karnaeni Campurdarat, untuk mengantisipasi kemungkinan tambahan pasien.</p>
<p>"Nanti kan kelihatan kalau memang dalam pantauan kami sudah tidak ada pertambahan pasien kita ya sudah. Kita siaga sampai paling tidak 24 jam setelah kejadian," terang Anna.</p>
<p>Insiden ini kini dalam penanganan intensif lintas instansi. Pemerintah daerah bersama tim kesehatan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan serta uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Diduga Keracunan Usai Santap MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-smpn-1-boyolangu-tulungagung-diduga-keracunan-usai-santap-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-smpn-1-boyolangu-tulungagung-diduga-keracunan-usai-santap-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Hingga Senin siang pukul 11.30 WIB sejumlah siswa yang mengalami gejala keracunan masih berdatangan ke Puskesmas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ec8ce4bf4bb.webp" length="21416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 12:43:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, keracunan mbg, smpn 1 boyolangu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Suasana di SMP Negeri 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mendadak panik pada Senin pagi (13/10/2025). Puluhan siswa dilarikan ke Puskesmas Boyolangu setelah mengalami gejala mual, pusing, dan sakit perut usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu AKP Tarmadi mengonfirmasi bahwa hingga siang hari terdapat 38 siswa yang mendapat perawatan di Puskesmas Boyolangu. Sementara satu siswa berinisial M yang kondisinya lebih parah harus dirujuk ke RSUD dr. Iskak Campurdarat karena mengalami menggigil dan nyeri perut hebat.</p>
<p>“Sekitar pukul 10.30 kami mendapat laporan dari pihak Puskesmas Boyolangu bahwa sejumlah siswa mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah usai menyantap menu MBG di sekolah,” jelas AKP Tarmadi. </p>
<p>Kapolsek menambahkan, kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Hingga Senin siang pukul 11.30 WIB sejumlah siswa yang mengalami gejala keracunan masih berdatangan ke Puskesmas.</p>
<p>"Pasien semakin bertambah karena kondisi anak masing-masing tidak sama. Jadi setelah menyantap mungkin yang yang kondisi tubuhnya kuat dia masih bertahan. Tapi yang yang kondisi tubuhnya tidak kuat dia sudah langsung tumbang, menderita rasa nyeri perut dan muntah," bener Kapolsek.</p>
<p>Menu MBG yang disajikan pagi itu terdiri dari nasi kuning, lauk ayam kecap, buah salak, dan irisan tomat.</p>
<p>Makanan MBG dipasok oleh SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti, yang berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.</p>
<p>Selain memasok di SMPN 1 Boyolangu, SPPG tersebut juga memasok untuk beberapa sekolah lain. Namun sampai dengan Senin siang belum ada laporan adanya korban dari sekolah lain.</p>
<p>"Sementara belum ada, ini yang terindikasi hanya SMPN 1 Boyolangu," ujar Kapolsek.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, polisi bersama petugas dari Dinas Kesehatan Tulungagung, masih melakukan pengecekan dan mengambil sampel di SPPG Desa Tanggung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Razia Gabungan di Lapas Tulungagung, Petugas Temukan Barang Terlarang di Kamar Warga Binaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/razia-gabungan-di-lapas-tulungagung-petugas-temukan-barang-terlarang-di-kamar-warga-binaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/razia-gabungan-di-lapas-tulungagung-petugas-temukan-barang-terlarang-di-kamar-warga-binaan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dukungan lintas sektor yang solid, pihak Lapas optimis mampu mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eb7424d68dd.webp" length="60710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 23:28:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, razia, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung kembali menggelar razia gabungan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang. Dalam kegiatan yang berlangsung Jumat hingga Sabtu (10-11/10/2025) ini, petugas menyita sejumlah benda terlarang.</p>
<p>Razia dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Dhony Galeh Sulistio dan diikuti jajaran pengamanan, mulai dari Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Kasubsi Portatib, staf Kamtib, hingga lima CPNS baru. Tak hanya internal Lapas, kegiatan ini juga melibatkan anggota TNI dan Polri sebagai bentuk sinergitas lintas lembaga penegak hukum.</p>
<p>Setiap sudut kamar warga binaan diperiksa secara detail, mulai dari tempat tidur, lemari, hingga celah-celah tersembunyi yang berpotensi dijadikan tempat menyimpan barang terlarang.</p>
<p>Hasilnya, petugas berhasil menemukan sejumlah benda yang tidak semestinya berada di dalam kamar tahanan seperti gunting, korek api, kaca, dan kartu remi.</p>
<p>“Kerja sama antara TNI, Polri, dan Lapas Tulungagung menjadi bagian penting dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkotika dan barang terlarang di dalam lapas,” ujar Dhony Galeh Sulistio, Minggu (12/10/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran, sejalan dengan 13 Program Akselerasi yang digagas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, turut mengapresiasi dukungan aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam mewujudkan lapas yang bersih dari narkoba dan barang terlarang lainnya.</p>
<p>"Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. Kami berkomitmen menjaga ketertiban serta memperkuat citra positif pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.</p>
<p>Kegiatan penggeledahan ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Tulungagung terhadap prinsip Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).</p>
<p>Dengan dukungan lintas sektor yang solid, pihak Lapas optimistis mampu mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.(*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba Sambitan Layangan di Tulungagung, Tradisi Seru yang Eratkan Silaturahmi dan Jauhkan Anak dari Gawai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-sambitan-layangan-di-tulungagung-tradisi-seru-yang-eratkan-silaturahmi-dan-jauhkan-anak-dari-gawai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-sambitan-layangan-di-tulungagung-tradisi-seru-yang-eratkan-silaturahmi-dan-jauhkan-anak-dari-gawai</guid>
<description><![CDATA[ Selain menyatukan warga, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Di sekitar lokasi lomba, tampak pedagang es, makanan ringan, hingga jajanan tradisional ikut meramaikan suasana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eb9443bd202.webp" length="43994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 21:47:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lomba sambitan layangan, desa jarakan, suarajatimposr</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Di antara semilir angin sore khas pedesaan, area persawahan Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, pada Minggu (12/10/2025) sore, riuh dan meriah. Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul di tengah hamparan sawah untuk menyaksikan dan mengikuti lomba sambitan layangan, sebuah kegiatan yang kini menjadi agenda rutin warga setempat setiap akhir pekan.</p>
<p>Meski sederhana, ajang adu ketangkasan mengendalikan layangan ini mampu menarik perhatian warga dari berbagai penjuru desa. Di sepanjang jalan usaha tani yang membelah area persawahan, deretan layangan berwarna-warni tampak melambung di langit, disertai sorak sorai penonton yang tak kalah semangat.</p>
<p>Fanani, salah satu panitia lomba, mengatakan kegiatan yang memanfaatkan waktu jeda usai masa panen padi ini, digagas sebagai ajang silaturahmi antar pemuda dan penghobi layangan, sekaligus upaya mengalihkan perhatian anak-anak dari kecanduan gawai.</p>
<p>“Tujuannya untuk membangun tali silaturahmi antar pemuda penghobi layangan di desa Jarakan dan desa sekitar. Sekaligus biar adik-adik enggak terus-terusan main HP, bisa punya kegiatan positif di luar rumah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Fanani, lomba ini diikuti tidak hanya oleh warga Jarakan, tapi juga peserta dari luar desa bahkan luar kecamatan. Setiap pekan, lomba diadakan di area persawahan yang sedang tidak digunakan petani.</p>
<p>“Sudah lima kali kami gelar di sini. Karena antusiasnya luar biasa, rencana minggu ini mau libur dulu tapi banyak yang minta lanjut, jadi ya tetap diadakan,” tambahnya sambil tersenyum.</p>
<p>Antusias peserta cukup tinggi, dalam setiap gelaran peserta lomba berkisar antara 60 hingga 80 orang. Lomba dibagi menjadi dua kategori yakni kelas junior (maksimal kelas 6 SD) dan kelas dewasa yang terbuka untuk umum.</p>
<p>Ihsan Syaifudin, peserta asal Desa Jarakan yang berhasil meraih juara 1 di kelas dewasa, mengaku senang dengan adanya lomba ini. “Saya memang hobi main sambitan layangan, kegiatan seperti ini bagus, bisa memeriahkan desa,” katanya.</p>
<p>Menurut Ihsan, kunci kemenangan bukan pada alat, melainkan lebih pada teknik saat tarik-ulur benang. "Tidak ada persiapan khusus, saya cuma pakai layangan dan benang biasa murahan beli di toko," tuturnya.</p>
<p>Menurut para peserta, meski kekuatan dan ketajaman benang berpengaruh dalam lomba, namun tekhnik keterampilan memainkan benang saat layangan beradu lebih menentukan. Kalau benang dalam kondisi tegang dan terkena gesekan dari benang lawan, hampir pasti benang akan putus. Jadi pemain harus pintar-pintar atur tarikan.</p>
<p>Sementara itu, di kategori junior, Azka Fredilio Gunawan, siswa kelas 4 SD asal Desa Ngrendeng, berhasil meraih juara 2. Dengan wajah ceria, ia mengaku lebih senang bermain layangan daripada bermain ponsel. “Lebih seru main layangan daripada main HP. Sulitnya itu waktu narik ulur benangnya,” ujarnya polos.</p>
<p>Selain menyatukan warga, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Di sekitar lokasi lomba, tampak pedagang es, makanan ringan, hingga jajanan tradisional ikut meramaikan suasana.</p>
<p>Tak hanya peserta yang bersaing, sejumlah anak-anak kecil juga tampak sibuk berlarian di pematang sawah menjadi pemburu layangan putus atau yang biasa disebut tandang, menambah keceriaan sore itu.</p>
<p>Fanani berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut meski saat ini sempat terkendala karena lahan sawah akan kembali digunakan untuk bertani.</p>
<p>“Mungkin satu dua bulan kedepan kita istirahat dulu. Tapi kalau sudah ada tempat lagi, insyaallah dilanjutkan. Soalnya antusias pesertanya luar biasa,” pungkasnya.</p>
<p>Di tengah era serba digital, semangat warga Jarakan untuk menjaga tradisi sambil mempererat kebersamaan lewat lomba sambitan layangan ini menjadi angin segar, sederhana namun penuh makna. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tempat Produksi Gula Tebu Tradisional di Tulungagung Terbakar, Diduga akibat Api Sampah Merembet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-gula-tebu-tradisional-di-tulungagung-terbakar-diduga-akibat-api-sampah-merembet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-gula-tebu-tradisional-di-tulungagung-terbakar-diduga-akibat-api-sampah-merembet</guid>
<description><![CDATA[ Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eb998235c33.webp" length="55622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 19:23:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, damkar tulungagung, aryojeding, rejotangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Kebakaran melanda tempat produksi gula merah milik Gupron, di Dusun Jeding Kidul, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, pada Minggu (12/10/2025) pagi. Api melalap area tempat penyimpanan sepah tebu yang digunakan sebagai bahan bakar memasak nira tebu.</p>
<p>Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.50 WIB. Tak butuh waktu lama, satu armada pemadam dan dua tangki suplai air langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.</p>
<p>“Kami tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB, dan api berhasil kami padamkan seluruhnya pada pukul 12.55 WIB,” terang Bambang.</p>
<p>Menurut Bambang, kebakaran bermula ketika kakek pemilik pabrik, sedang membakar sampah di area pekarangan. Angin yang berhembus cukup kencang membuat api merambat ke tumpukan sepah tebu yang kering. Dalam waktu singkat, api membesar dan membakar sebagian kerangka bangunan yang terbuat dari kayu serta atap esbes di sekitarnya.</p>
<p>“Bahan yang terbakar berupa sepah tebu sangat mudah menyala, jadi api cepat membesar. Kami berupaya maksimal agar api tidak menjalar ke permukiman warga,” imbuhnya.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di musim kemarau seperti ini. Api kecil sekalipun bisa berakibat fatal bila tidak diawasi,” pesan Bambang Pidekso. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Razia Tengah Malam di Rutan Trenggalek, Petugas Amankan Sejumlah Barang Terlarang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/razia-tengah-malam-di-rutan-trenggalek-petugas-amankan-sejumlah-barang-terlarang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/razia-tengah-malam-di-rutan-trenggalek-petugas-amankan-sejumlah-barang-terlarang</guid>
<description><![CDATA[ Tim menyisir setiap sudut Blok Nakula dan Blok Sadewa, memeriksa kamar, lemari, hingga bagian kecil ruangan yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9d7560a304.webp" length="63062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 11:58:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, rutan, razia, suarajatimpost, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Suasana malam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek mendadak ramai, Jumat (10/10/2025) malam. Tim gabungan dari Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas), Polres Trenggalek, dan Kodim 0806 Trenggalek tiba-tiba melakukan razia di blok hunian warga binaan.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.00 hingga dini hari pukul 01.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Trenggalek, Teddy Haryanto.</p>
<p>Tim menyisir setiap sudut Blok Nakula dan Blok Sadewa, memeriksa kamar, lemari, hingga bagian kecil ruangan yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. </p>
<p>Sebelum pemeriksaan kamar dilakukan, seluruh warga binaan juga menjalani pemeriksaan badan terlebih dahulu.</p>
<p>Menurut Teddy, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti handphone, narkoba, maupun alat-alat berisiko lainnya. </p>
<p>“Razia ini bagian dari deteksi dini dan komitmen kami terhadap program Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba),” jelasnya, Sabtu (11/10/2025).</p>
<p>Hasilnya, tim gabungan menemukan sejumlah barang yang seharusnya tidak ada di lingkungan penjara. Di antaranya kartu remi, domino, paku, korek api, botol kaca, cermin, serta alat cukur. Meski begitu, pihak Rutan memastikan tidak ditemukan adanya handphone maupun narkoba dalam razia kali ini.</p>
<p>“Seluruh barang hasil temuan telah diamankan untuk diproses sesuai prosedur pemasyarakatan,” tambah Teddy.</p>
<p>Ia juga menyebut, selama razia berlangsung, seluruh warga binaan bersikap kooperatif dan kegiatan berjalan dengan tertib serta aman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lagi, Petugas Lapas Tulungagung Gagalkan Penyelundupan HP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lagi-petugas-lapas-tulungagung-gagalkan-penyelundupan-hp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lagi-petugas-lapas-tulungagung-gagalkan-penyelundupan-hp</guid>
<description><![CDATA[ Handphone tersebut disembunyikan dengan rapi diantara makanan di dalam wadah stereofoam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7c6b2e0070.webp" length="21464" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 23:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, penyelundupan handphone, warga binaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Upaya penyelundupan handphone ke dalam Lapas Kelas IIB Tulungagung kembali berhasil digagalkan petugas. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (9/10/2025) sore.</p>
<p>Aksi tersebut dilakukan lewat kunjungan salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), namun berhasil terendus berkat ketelitian petugas saat pemeriksaan.</p>
<p>Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Tulungagung, Dhonny Galeh Sulistyo, menyatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.40 hingga 15.10 WIB.</p>
<p>Saat itu, seorang WBP kasus tindak pidana narkotika bernama Dedy Ariyanto bin Paijan menerima kunjungan dari saudara perempuannya. Setelah sesi kunjungan selesai, Dedy menjalani pemeriksaan sesuai prosedur di pintu 4 oleh petugas jaga.</p>
<p>Ketika memeriksa barang bawaan, petugas mencurigai salah satu bungkus makanan karena segelnya tampak rusak.</p>
<p>"Kecurigaan itu terbukti, setelah dibuka, di dalam wadah sterofoam ditemukan satu unit handphone warna biru yang disembunyikan dengan rapi di antara makanan," ungkap Dhonny Galeh.</p>
<p>Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Dedy mengakui bahwa handphone tersebut diberikan oleh saudaranya yang datang berkunjung.</p>
<p>Menanggapi insiden ini, Dhonny menyampaikan apresiasi atas ketelitian petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.</p>
<p>“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memperketat pemeriksaan terhadap setiap barang yang masuk melalui kunjungan. Tidak ada toleransi bagi segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang,” tegas Dhonny.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Lapas Tulungagung Ma’ruf Prasetyo Hadianto juga memberikan apresiasi atas tindakan cepat para petugas di lapangan. Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti komitmen petugas dalam menjaga keamanan dan integritas lembaga pemasyarakatan.</p>
<p>“Tindakan cepat dan tepat dari petugas merupakan bukti nyata kesigapan serta dedikasi dalam menegakkan aturan. Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat sistem pengamanan, demi menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang,” ujar Ma’ruf.</p>
<p>Pihak Lapas memastikan, kejadian ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan menjadi bahan evaluasi agar pengawasan ke depan semakin ketat.</p>
<p>Sebelumnya pada Rabu (01/10/2025) lalu juga terjadi upaya penyelundupan handphone ke dalam Lapas Tulungagung.</p>
<p>Modusnya handphone dilempar dari luar tembok Lapas. Handphone yang terbungkus lakban tersebut ditemukan petugas jaga yang melakukan pencarian setelah mendengar suara benda jatuh yang mencurigakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngaku Polisi, Begal Rampas Motor Pelajar di Trenggalek, Motor Sendiri Malah Ditinggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngaku-polisi-begal-rampas-motor-pelajar-di-trenggalek-motor-sendiri-malah-ditinggal-26273</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngaku-polisi-begal-rampas-motor-pelajar-di-trenggalek-motor-sendiri-malah-ditinggal-26273</guid>
<description><![CDATA[ Kini, motor tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti, sementara pelaku masih dalam pengejaran tim gabungan Polsek Dongko dan Satreskrim Polres Trenggalek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7c4bda9a73.webp" length="92454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 22:22:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, begal, cakul dongko, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Aksi begal dengan modus mengaku sebagai polisi bikin geger warga Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Trenggalek, Rabu (8/10/2025) siang.</p>
<p>Korbannya seorang pelajar perempuan 15 tahun yang sedang naik motor pulang sekolah. Aksi pelaku nyaris mulus, kalau saja dia tak meninggalkan motor miliknya di lokasi kejadian.</p>
<p>Kapolsek Dongko AKP Jotomo menceritakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu korban sedang mengendarai Honda Vario dari arah Panggul menuju Dongko. Di tengah jalan, korban tiba-tiba dipepet oleh seorang pria yang mengendarai Yamaha Vega.</p>
<p>“Pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi dan menyuruh korban berhenti karena tidak memakai helm,” jelas AKP Jotomo, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Tanpa banyak basa-basi, pelaku meminta korban menyerahkan kunci motor. Ia bahkan mengancam menggunakan senjata tajam agar korban menuruti perintahnya. Korban yang ketakutan akhirnya menyerahkan motor tersebut.</p>
<p>“Setelah itu pelaku langsung kabur ke arah Panggul, tapi anehnya motor miliknya justru ditinggal di tempat kejadian,” tambah Jotomo.</p>
<p>Korban kemudian melapor ke Polsek Dongko. Petugas yang datang ke lokasi menemukan motor pelaku masih terparkir di pinggir jalan.</p>
<p>Kini, motor tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti, sementara pelaku masih dalam pengejaran tim gabungan Polsek Dongko dan Satreskrim Polres Trenggalek.</p>
<p>“Kami sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” pungkas Jotomo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hendak Menyeberang, Mobil Suzuki Carry Diseruduk Motor di Tulungagung, Pemotor Asal Kediri Luka Parah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hendak-menyeberang-mobil-suzuki-carry-diseruduk-motor-di-tulungagung-pemotor-asal-kediri-luka-parah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hendak-menyeberang-mobil-suzuki-carry-diseruduk-motor-di-tulungagung-pemotor-asal-kediri-luka-parah</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan awal, pengemudi mobil kurang memperhatikan arus lalu lintas saat menyeberang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7ba467745d.webp" length="46986" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 21:40:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kecelakaan, ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Tulungagung - Kediri, masuk wilayah Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Kamis (9/10/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sebuah sepeda motor menabrak mobil yang hendak menyeberang. Akibatnya, tiga orang terluka dan satu diantaranya dalam kondisi kritis.</p>
<p>Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan berawal saat mobil Suzuki Carry bernopol AG 1322 SV yang dikemudikan Mujiono (65), warga Desa Batokan, Ngantru, hendak menyeberang dari arah barat ke timur.</p>
<p>“Pada saat bersamaan, dari arah selatan melaju sepeda motor Honda Supra AG 3637 GU yang dikendarai Samsodin (67), warga Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak bisa dihindari,” jelas Ipda Gerry, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Benturan keras membuat pengendara motor, Samsodin, mengalami luka dan pendarahan di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.</p>
<p>Sementara penumpangnya, Sunaryo (68), warga Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kediri, mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Sedangkan pengemudi mobil hanya mengalami luka ringan memar di dahi kanan.</p>
<p>“Petugas datang ke lokasi, melakukan olah TKP, serta membantu mengevakuasi korban serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Dugaan awal, pengemudi mobil kurang memperhatikan arus lalu lintas saat menyeberang,” tambahnya.</p>
<p>Kerasnya benturan juga mengakibatkan sepeda motor rusak parah, dan mobil mengalami penyok pada bagian pintu depan hingga bodi sebelah kanan.</p>
<p>Gerry juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur ramai seperti Jalan Raya Ngantru. Menurutnya, banyak kecelakaan terjadi karena faktor sepele, seperti kurang waspada atau terburu-buru saat menyeberang.</p>
<p>“Selalu pastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan diri dan orang lain itu yang paling utama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Asyik Balap Liar di Jalan Desa, Belasan Remaja di Kalidawir, Tulungagung Diciduk Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asyik-balap-liar-di-jalan-desa-belasan-remaja-di-kalidawir-tulungagung-diciduk-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asyik-balap-liar-di-jalan-desa-belasan-remaja-di-kalidawir-tulungagung-diciduk-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Sedikitnya 19 remaja yang diduga terlibat aksi balap liar tersebut, digiring ke Mapolsek Kalidawir untuk dilakukan pembinaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e60c68a4390.webp" length="51178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 15:33:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, balap liar, ngubalan, kalidawir, polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kepolisian Sektor Kalidawir Polres Tulungagung, bergerak cepat menanggapi keresahan warga. Setelah menerima laporan tentang maraknya aksi balap liar di jalan Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, anggota Polsek Kalidawir pun langsung tancap gas melakukan razia. </p>
<p>Hasilnya, dalam razia yang dilakukan pada Selasa (7/10/2025) sekira pukul 17.00 WIB tersebut, belasan remaja usia belasan tahun terciduk saat tengah asiyk menjajal sepeda motornya untuk balapan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, mengatakan, dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan 13 unit sepeda motor, yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan serta dalam kondisi tidak standar.</p>
<p>"Kegiatan razia yang dilakukan Polsek Kalidawir tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat, yang merasa terganggu dengan aktivitas balap liar”, terang Ipda Nanang, Rabu (8/10/2025).</p>
<p>Rata-rata motor yang diamankan dalam kondisi tanpa plat nomor, tidak terpasang spion, berknalpot brong, hingga ada yang menggunakan ban cacing.</p>
<p>Sedikitnya 19 remaja yang diduga terlibat aksi balap liar tersebut, kemudian digiring ke Mapolsek Kalidawir. Petugas memberikan pembinaan dan wejangan supaya mereka tidak lagi menjadikan jalan umum sebagai sirkuit dadakan. Soalnya, aksi mereka bukan cuma berbahaya untuk diri sendiri, tapi juga merugikan dan membahayakan pengguna jalan lain.</p>
<p>“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para remaja agar lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas, agar anak-anak muda ini sadar akan bahaya dan konsekuensi hukum dari perbuatan tersebut,” tutur Ipda Nanang.</p>
<p>Setelah dilakukan pembinaan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, para remaja tersebut diperbolehkan pulang dengan dijemput orang tua masing-masing.</p>
<p>Polsek Kalidawir berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan penertiban secara rutin demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan di Tulungagung Tewas Tertabrak Kereta Gajayana, Proses Identifikasi Sempat Terkendala Akibat Tubuh Korban Hancur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-tewas-tertabrak-kereta-gajayana-proses-identifikasi-sempat-terkendala-akibat-tubuh-korban-hancur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-tewas-tertabrak-kereta-gajayana-proses-identifikasi-sempat-terkendala-akibat-tubuh-korban-hancur</guid>
<description><![CDATA[ Setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis dan petugas forensik, identitas korban berhasil diungkap. Petugas memastikan korban adalah warga Desa Ketanon atas nama SS (58). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e5ff95d8005.webp" length="73684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 13:47:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tertabrak kereta api, ketanon, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, digemparkan dengan peristiwa tragis pada Rabu (8/10/2025) pagi. Seorang perempuan tewas mengenaskan setelah tertabrak Kereta Api Gajayana relasi Gambir-Malang di jalur perlintasan KM 160 wilayah setempat.</p>
<p></p>
<p>Warga mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kereta api yang melaju dari arah utara ke selatan tersebut berhenti di dekat lokasi. Petugas kereta juga tampak menyusuri rel kereta, membuat warga penasaran dan melihat.</p>
<p></p>
<p>"Petugas kereta api turun mencari berjalan ke arah utara, ternyata ditemukan mayat tersebut, kemudian warga melihat kesana ternyata ada potongan mayat," ujar Sutoyo, salah satu warga.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan jenazah dalam kondisi mengenaskan, tubuh hancur terpotong menjadi beberapa bagian hingga sulit dikenali. Namun warga menduga jika korban tersebut adalah tetangga mereka.</p>
<p></p>
<p>"Dari sobekan pakaian dan anting diduga korban ini warga kita juga, karena yang bersangkutan atas nama Siti sampai saat ini juga tidak ditemukan," ungkap Sutoyo di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengatakan berdasar keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, peristiwa tragis tersebut terjadi sekiar pukul 05.05 WIB. </p>
<p></p>
<p>Saat itu kereta api Gajayana dengan lokomotif CC2061381 melaju dari arah utara menuju selatan. Masinis sempat melihat seseorang berada di atas rel, namun jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.</p>
<p></p>
<p>"Korban terseret hingga sekitar 100 meter dan meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi tubuh yang hancur" kata Ipda Nanang.</p>
<p></p>
<p>Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Kedungwaru Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Tulungagung untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) serta olah TKP. </p>
<p></p>
<p>Petugas kemudian mengumpulkan seluruh potongan tubuh korban yang tercecer di sepanjang rel, kemudian mengevakuasi jenazah ke Instalasi Kedokteran Forendik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung, guna proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah.</p>
<p></p>
<p>Setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis dan petugas forensik, identitas korban berhasil diungkap. Petugas memastikan korban adalah warga Desa Ketanon atas nama Siti Siami (58).</p>
<p></p>
<p>“Pihak keluarga sudah memastikan identitas korban. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut pihak manapun,” tambah Ipda Nanang.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi bunuh diri. Polisi menduga kuat peristiwa tersebut merupakan murni kecelakaan.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat berada di sekitar jalur kereta api. </p>
<p></p>
<p>“Kami mengingatkan warga untuk tidak melintas atau berjalan terlalu dekat dengan rel, serta memastikan situasi benar-benar aman sebelum menyeberang,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, akibat kejadian tersebut perjalanan KA Gajayana mengalami keterlambatan sekitar 53 menit, dan KA 421 Penataran turut terdampak dengan keterlambatan hingga 32 menit. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Siapkan Rp3 Miliar untuk Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-rp3-miliar-untuk-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-siapkan-rp3-miliar-untuk-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi</guid>
<description><![CDATA[ Selain menyiapkan anggaran dan personel, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi mandiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e4efab97bd7.webp" length="98834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 19:43:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bencana hidrometeorologi, siaga bencana, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Menjelang datangnya musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.</p>
<p>Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar dari pos Biaya Tak Terduga (BTT) tahun 2025 untuk penanggulangan dan penanganan darurat bencana.</p>
<p>Langkah antisipatif ini ditandai dengan apel siaga bencana yang digelar Selasa (7/10/2025) di halaman kantor Bupati Tulungagung. Sebanyak 700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, dan perangkat desa turut dilibatkan. </p>
<p>Berdasarkan data dari BPBD Tulungagung, sepanjang tahun 2025 hingga Oktober, tercatat tujuh kejadian banjir, tujuh peristiwa tanah longsor, serta peristiwa angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan, seluruh personel dan perangkat daerah harus siaga menghadapi kemungkinan bencana. Ia menekankan pentingnya kesiapan dan respon cepat agar dampak bencana bisa segera ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>“Apapun yang terjadi, kita harus siap menghadapi bencana-bencana. Pasukan sudah kita siapkan untuk menanggulangi bila terjadi sesuatu, terutama terkait dampak iklim yang sulit diprediksi,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak, menjelaskan, pihaknya telah memetakan wilayah rawan bencana di Tulungagung.</p>
<p>Wilayah barat seperti Kecamatan Sendang dan Pagerwojo disebut rawan longsor, dan wilayah selatan seperti Kecamatan Campurdarat, Besuki dan Bandung, daerah rawan banjir, sedangkan kawasan timur di antaranya Kecamatan Sumbergempol dan Ngunut mulai mengalami pergeseran pola cuaca dengan potensi angin kencang. </p>
<p>“Peta bencana sudah kita perbarui. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya,” jelasnya.</p>
<p>Dengan langkah kesiapsiagaan ini, Pemkab Tulungagung berharap dapat meminimalkan dampak bencana di musim penghujan.</p>
<p>Selain menyiapkan anggaran dan personel, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi mandiri serta segera melapor bila terjadi potensi bahaya di lingkungan sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terjatuh Usai Senggolan Sesama Pemotor, Pemuda Tulungagung Meninggal Dunia Tertabrak Truk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terjatuh-usai-senggolan-sesama-pemotor-pemuda-tulungagung-meninggal-dunia-tertabrak-truk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terjatuh-usai-senggolan-sesama-pemotor-pemuda-tulungagung-meninggal-dunia-tertabrak-truk</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Tulungagung turut berdukacita atas kecelakaan ini dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e36e6a9b100.webp" length="55598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 14:55:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, kecelakaan, ngrendeng, gondang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Tulungagung-Trenggalek, tepatnya wilayah Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Senin (6/10/2025) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Peristiwa itu melibatkan dua sepeda motor dan satu unit truk, mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Kepala Unit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, mengatakan korban meninggal dunia diketahui bernama Najjiny Arina Fiqhan (19), warga Desa Notorejo, Kecamatan Gondang.</p>
<p>"Awalnya terjadi senggolan antara dua sepeda motor yang mengakibatkan salah satu pengendara terpental ke lajur berlawanan dan menabrak truk," ungkap Ipda Gerry.</p>
<p>Kecelakaan bermula saat korban Fiqhan yang mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3575 REM, melaju dari arah selatan ke utara. Ketika di lokasi kejadian, korban mencoba mendahului sepeda motor Honda PCX (AG 2780 REX) yang dikendarai Yuda Ferdian Binarno (29) warga Desa Bendungan, Kecamatan Gondang. </p>
<p>Namun karena diduga kurang menjaga jarak aman sehingga terjadilah tabrakan. Pengendara Vario terpental ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk yang datang dari arah utara.</p>
<p>"Akibat benturan keras, korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia di tempat," tutur Ipda Gerry.</p>
<p>Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda PCX, Yuda Ferdian Binarno mengalami luka ringan. Begitu pula dengan sopir truk Mitsubishi bernomor polisi AG 8046 UZ, Zainal Ridho Safi’i (24) warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, yang juga mengalami luka ringan.</p>
<p>“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, penyebab utama kecelakaan diduga karena kurang hati-hatinya pengendara Honda Vario yang tidak menjaga jarak aman saat mendahului kendaraan di depannya,” terang Ipda Gerry.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung turut berdukacita atas kecelakaan ini dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman, dan tidak terburu-buru saat berkendara di jalur padat seperti di kawasan Gondang.</p>
<p>Kasus kecelakaan tersebut kini tengah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemerintah Trenggalek Bangun Puluhan Huntara untuk Korban Tanah Gerak di Desa Ngrandu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemerintah-trenggalek-bangun-puluhan-huntara-untuk-korban-tanah-gerak-di-desa-ngrandu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemerintah-trenggalek-bangun-puluhan-huntara-untuk-korban-tanah-gerak-di-desa-ngrandu</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e25a681fbfc.webp" length="65018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 23:28:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, tanah gerak, ngrandu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> - Puluhan unit hunian sementara (huntara) mulai dibangun untuk warga korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.</p>
<p>Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Supriyanto, mengatakan pembangunan huntara dilakukan di lokasi baru yang lebih aman dari potensi longsor dan pergerakan tanah. Saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 45 persen dari total 27 unit yang direncanakan.</p>
<p>“Penanganan terhadap warga terdampak tanah gerak sudah berjalan. Saat ini lokasi relokasi sudah terpilih dan mulai dibangun. Harapannya, semua bisa selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Edy, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, hunian sementara tersebut akan menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi warga yang sebelumnya masih tinggal di posko pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar para penyintas dapat segera beradaptasi di tempat baru.</p>
<p>“Selain rumah, fasilitas umum seperti listrik dan air bersih juga sedang kami dorong agar segera terpasang. Kami ingin masyarakat yang terdampak benar-benar bisa kembali hidup normal,” tambahnya.</p>
<p>Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari langkah relokasi permanen yang akan dilakukan secara bertahap. Pemkab Trenggalek menggandeng berbagai instansi untuk mempercepat penyediaan sarana dan prasarana dasar di kawasan relokasi.</p>
<p>Seperti diketahui, bencana tanah gerak di Dusun Depok, Desa Ngrandu, terjadi pada akhir Desember 2024 lalu. Pergerakan tanah menyebabkan retakan besar dan longsor yang memutus akses jalan serta merusak sejumlah rumah warga. Akibatnya, sebanyak 119 warga harus mengungsi karena kawasan permukiman mereka dinilai berbahaya dan tidak layak huni.</p>
<p>Dengan pembangunan huntara ini, diharapkan para korban dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan tidak lagi hidup dalam ketidakpastian. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkomitmen melanjutkan program relokasi hingga seluruh warga terdampak mendapat tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perjuangan Pokdarwis Sanggaria Menyelamatkan Penyu secara Swadaya di Pantai Sanggar Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perjuangan-pokdarwis-sanggaria-menyelamatkan-penyu-secara-swadaya-di-pantai-sanggar-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perjuangan-pokdarwis-sanggaria-menyelamatkan-penyu-secara-swadaya-di-pantai-sanggar-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Pokdarwis Sanggaria : Kita cuma ingin anak cucu kita nanti masih bisa lihat penyu di sini, bukan cuma di gambar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e255b4c5630.webp" length="110954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 19:29:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, konservasi penyu, pantai sanggar, jengglungharjo, tanggunggunung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Di balik deburan ombak Pantai Sanggar, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, tersimpan kisah perjuangan tanpa pamrih sekelompok warga desa. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanggaria, bertekad menyelamatkan telur-telur penyu dari ancaman alam dan manusia.</p>
<p>Dengan segala keterbatasan dan tanpa dukungan besar dari berbagai pihak, mereka melakukan konservasi penyu secara mandiri. Setiap hari mereka melakukan patroli, mencari keberadaan telur-telur penyu diantara gundukan pasir di Pantai Sanggar dan sekitarnya.</p>
<p>Ketua Pokdarwis Sanggaria, Lego Riyanto, mengatakan mereka melakukan langkah penyelamatan telur-telur penyu di kawasan Pantai Sanggar dan sekitarnya tersebut sejak tahun 2016. Saat ditemui di tepi pantai berpasir putih itu. Tangannya masih berlumur pasir, baru saja menggali sarang telur penyu yang ditemukan di pantai Sanggar.</p>
<p>“Hari ini kita evakuasi telur penyu yang ada di Pantai Sanggar. Karena di sini rawan predator biawak,” ujar Lego Rianto, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Pantai Sanggar bukan pantai wisata biasa. Letaknya terpencil, diapit tebing karang, dan harus ditempuh melalui jalan setapak sejauh kurang lebih 3 kilometer dari perkampungan. Namun bagi Lego dan kawan-kawannya, medan sulit bukan alasan untuk berhenti. Mereka tahu, setiap tahun antara Agustus hingga Desember, ada tamu istimewa datang diam-diam ke pantai ini. Ya, penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea) datang dibalik keheningan malam untuk bertelur, menaruh harapan hidup bagi generasi mereka berikutnya.</p>
<p>“Setiap tahun selalu ada penyu naik bertelur di Pantai Sanggar dan Ngalur, Jungpakis dan pantai Patukgebang” tutur Lego.</p>
<p>Namun, telur-telur itu sering kali tak sampai menetas. Banyak yang dimangsa biawak, diambil tangan jahil manusia, atau tertutup akar dan rumput liar hingga tukik tak bisa keluar dari pasir. Berawal dari keprihatinan itulah, para anggota Pokdarwis Sanggaria mulai melakukan konservasi mandiri, tanpa dana pemerintah, tanpa fasilitas modern.</p>
<p>“Tahun ini agak mundur, baru terdeteksi (penyu bertelur) mulai September. Dari September sampai awal Oktober ini, sudah 188 butir telur kita evakuasi.” ungkap Lego.</p>
<p>Setelah diambil, telur-telur penyu tersebut dibawa ke rumah salah seorang anggota Pokdarwis untuk ditetaskan. Tak ada inkubator canggih atau rumah penangkaran modern. Di kampung, telur-telur hasil evakuasi itu diletakkan di ember bekas cat, ditutup pasir pantai. Proses penetasan berlangsung selama dua bulan tiga hari, dengan tingkat keberhasilan sekitar 89 persen.</p>
<p>“Belum ada tempat penetasan yang ideal. Harapan kami pemerintah bisa bantu bikin rumah penetasan di kawasan Pantai Sanggar, supaya enggak perlu jauh-jauh bawa telur ke kampung," ujar Lego.</p>
<p>Harapan tersebut sangatlah beralasan. Sebab ketika telur-telur penyu sudah menetas, setiap dua hari sekali mereka harus mengambil air laut di pantai Sanggar untuk menyimpan tukik. Perjalanan sejauh 3 kilometer tersebut akan penuh perjuangan ketika musim hujan tiba.</p>
<p>"Dulu pernah coba ambil air dari pantai Sine karena aksesnya lebih mudah, tapi banyak tukik penyu yang mati," ungkap Lego.</p>
<p>Menurut Lego, hingga saat ini yang sering menjadi kendala adalah biaya operasional. Untuk biaya BBM kendaraan mereka tanggung sendiri-sendiri, sementara untuk pakan tukik, seringkali para anggota Pokdarwis ini urunan.</p>
<p>“Sehari kita habis Rp10 ribu buat pelet, kalau tukik sudah agak besar bisa sampai Rp20 ribu untuk beli ikan,” jelasnya.</p>
<p>Jika dikalkulasi, dalam sebulan bisa ratusan ribu rupiah habis hanya untuk makanan tukik. Namun bagi mereka, biaya itu seolah tidak sebanding dengan kebahagiaan melihat tukik-tukik mungil berenang kembali ke laut.</p>
<p>Tukik biasanya dilepasliarkan pada usia dua bulan, saat mereka sudah cukup kuat menghadapi ombak. Momen pelepasan itu selalu menjadi perayaan kecil di Pantai Sanggar. Anak-anak desa, relawan, dan wisatawan lokal yang kebetulan datang sering ikut menyaksikan saat tukik-tukik mungil itu meluncur ke samudera.</p>
<p>Selama hampir sembilan tahun berjalan, Legi mengaku belum ada dukungan nyata dari pihak luar yang mendukung kegiatan konservasi ini.</p>
<p>“Dulu sempat ada tawaran bantuan dari salah satu BUMN, tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” kata Lego.</p>
<p>Dia berharap kepada pemerintah atau perusahaan punya kepedulian lewat CSR, biar penyu-penyu ini bisa terus dilestarikan.</p>
<p>Menurut dia, lokasi ideal untuk penangkaran sebenarnya sudah ada di bagian barat Pantai Sanggar. Tempat itu relatif aman, jauh dari pemukiman, dan masih alami. </p>
<p>“Kalau ada rumah penetasan di sana, kami enggak perlu repot bawa telur ke kampung. Tukik bisa menetas langsung di habitat aslinya,” tambahnya.</p>
<p>Di akhir wawancara, Lego menatap laut lepas dengan senyum tenang. Sambil berharap penyu-penyu yang biasa bertelur di kawasan pantai Sanggar bisa lestari.</p>
<p>“Kita cuma ingin anak cucu kita nanti masih bisa lihat penyu di sini, bukan cuma di gambar.” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pantai Jung Pakis di Selatan Tulungagung: Cantik tapi Menjangkaunya Penuh Tantangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pantai-jung-pakis-di-selatan-tulungagung-cantik-tapi-menjangkaunya-penuh-tantangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pantai-jung-pakis-di-selatan-tulungagung-cantik-tapi-menjangkaunya-penuh-tantangan</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar indah tapi juga menantang untuk dijangkau. Pantai Jung Pakis adalah jawabannya.  Pantai berpasir putih yang masih perawan, alami, dan jauh dari hiruk pikuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e2363101ec9.webp" length="45018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 17:35:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, wisata, pantai jung pakis, jengglungharjo, tanggunggunung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Di balik hutan dan ladang Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, tersimpan surga kecil bernama Pantai Jung Pakis. Pantai berpasir putih sepanjang sekitar 250 meter ini masih perawan, alami, dan jauh dari hiruk pikuk wisata massal.</p>
<p>Bagi pencinta petualangan dan traveler yang haus ketenangan, tempat ini bisa jadi destinasi impian berikutnya.</p>
<p>Berjarak sekitar 36 kilometer ke arah selatan dari pusat kota Tulungagung, Pantai Jung Pakis menyuguhkan panorama laut biru yang diapit dua tebing karang kokoh. Suasananya tenang, udara masih bersih, dan pengunjung sering kali hanya mendapati dirinya sendirian di hamparan pasir putih yang luas.</p>
<p>Ombaknya besar, jadi tak disarankan untuk berenang, tapi justru itulah daya tariknya menawarkan sensasi laut selatan yang megah dan liar.</p>
<p>Menuju ke lokasi bukanlah perkara mudah. Pantai ini berada sekitar 3,5 kilometer dari pemukiman warga, dengan medan yang hanya bisa dilalui sepeda motor. </p>
<p>Jalannya menantang, penuh tanjakan, turunan, dan bebatuan. Sangat tidak direkomendasikan ke Pantai Jung Pakis saat musim hujan. Hanya pengendara berpengalaman dengan motor tangguh yang bisa menembus hingga bibir pantai.</p>
<p>Bagi yang menggunakan motor matic, biasanya harus memarkir kendaraan di gubuk ladang warga, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter.</p>
<p>Sementara wisatawan yang datang dengan mobil bisa menitipkan kendaraan di rumah warga atau sekretariat Pokdarwis Sanggaria, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek lokal dengan tarif sesuai kesepakatan. Sementara untuk masuk ke lokasi tidak ada tiket ataupun retribusi alias gratis.</p>
<p>Meski penuh perjuangan, semua rasa lelah langsung terbayar begitu tiba di pantai. Air lautnya jernih, pasirnya halus, dan panorama tebing karang yang mengapit pantai menciptakan lanskap alami yang luar biasa fotogenik. Tak heran jika banyak <em>traveler</em> menyebut Jung Pakis sebagai hidden gem-nya Tulungagung.</p>
<p>Salah satu pengunjung, Risma Faizatul Luqiah dari Trenggalek, mengaku terpukau dengan keindahan pantai tersebut.</p>
<p>“Ini pertama kalinya saya dan teman-teman ke Pantai Jung Pakis. Jujur, pantainya bagus banget, airnya jernih, enggak ramai meskipun ini <em>weekend</em>. Cuma aksesnya luar biasa menantang, tapi justru itu yang bikin seru,” ujar Risma sambil tertawa, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Ia berharap ke depan ada perbaikan akses jalan dan penunjuk arah yang lebih jelas.</p>
<p>“Akses jalannya masih sulit dan enggak bisa sampai ke bibir pantai. Terus map juga belum sampai titik lokasi, jadi kita sempat nyasar beberapa kali,” tambahnya.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Rahma Lutfiana, wisatawan lain yang juga datang bersama teman-temannya.</p>
<p>“Kita awalnya lihat dari YouTube buat panduan tapi udah tahun lalu, jadi jalannya sudah berubah. Untung masih bisa nanya warga di ladang. Mungkin kalau ada papan petunjuk, pengunjung enggak bakal nyasar,” katanya.</p>
<p>Rahma menambahkan, keaslian pantai masih sangat terjaga. Karena masih belum banyak terakses banyak orang, kebersihan pantai masih terjaga. Hanya terdapat sampah yang berasal dari laut dan terdampar di pantai.</p>
<p>“Pantainya bersih banget, mungkin karena belum banyak dikunjungi orang. Kalau ada sampah pun, biasanya dari laut, bukan dari pengunjung,” ujarnya.</p>
<p>Selain Jung Pakis, di kawasan yang sama juga terdapat Pantai Patukgebang, Pantai Sanggar, dan Pantai Ngalur yang tak kalah indah dengan medan yang lebih bersahabat. Namun bagi traveler sejati yang mencari pengalaman, Pantai Jung Pakis tetap punya pesona yang sulit ditandingi.</p>
<p>Menariknya, pantai ini juga dikenal sebagai tempat penyu mendarat untuk bertelur, menandakan ekosistemnya masih sangat alami.</p>
<p>Jadi, kalau kamu mencari pantai yang bukan sekadar indah tapi juga menantang untuk dijangkau, Pantai Jung Pakis adalah jawabannya. Siapkan kendaraan yang prima, stamina yang kuat, dan tentu saja nyali petualangmu. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hiu Paus Sepanjang 4 Meter Terdampar di Pantai Cengkrong, Trenggalek, Berhasil Diselamatkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hiu-paus-sepanjang-4-meter-terdampar-di-pantai-cengkrong-trenggalek-berhasil-diselamatkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hiu-paus-sepanjang-4-meter-terdampar-di-pantai-cengkrong-trenggalek-berhasil-diselamatkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Koordinator Satwas SDKP (Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Trenggalek, mengapresiasi langkah cepat masyarakat yang sigap menyelamatkan satwa dilindungi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dfe4cd591db.webp" length="28822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 22:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, hiu paus terdampar, pantai cengkrong</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Warga dan nelayan Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek digegerkan dengan terdamparnya seekor hiu paus atau hiu tutul (Rhincodon typus) pada Jumat (3/10/2025) siang.</p>
<p>Hewan laut berukuran sekitar empat meter itu sempat terjebak di tepian pantai, namun akhirnya berhasil diselamatkan dan dilepaskan kembali ke laut lepas.</p>
<p>Wakapolsek Watulimo, Ipda Bambang Prasetyo Basuki, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hiu paus yang terdampar masih dalam kondisi hidup saat ditemukan.</p>
<p>“Kondisinya masih hidup. Begitu warga melihat, mereka langsung melapor, kemudian bersama-sama nelayan dan petugas kami lakukan upaya penyelamatan,” ujar Ipda Bambang.</p>
<p>Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong. Sejumlah nelayan bersama warga sekitar dan aparat kepolisian mendorong hiu paus itu perlahan kembali ke laut agar bisa berenang menuju perairan yang lebih dalam.</p>
<p>“Alhamdulillah, berkat kekompakan masyarakat dan nelayan, hiu akhirnya berhasil kembali ke habitatnya,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Satwas SDKP (Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Trenggalek, Achmad Wais, mengapresiasi langkah cepat masyarakat yang sigap menyelamatkan hewan dilindungi tersebut.</p>
<p>“Memang benar ada hiu paus yang terdampar. Namun berkat bantuan masyarakat nelayan dan Polsek Watulimo, hewan tersebut bisa diselamatkan. Ini langkah yang patut diapresiasi,” kata Wais.</p>
<p>Dari hasil identifikasi, hiu paus yang terdampar tersebut memiliki panjang sekitar 4 meter dengan lebar badan 1,5 meter. Hiu paus dikenal sebagai ikan terbesar di dunia yang dapat hidup hingga 70 tahun.</p>
<p>Mereka biasanya hidup di perairan laut tropis dengan suhu hangat, dan mencari makan dengan menyaring plankton dari air laut.</p>
<p>Wais menegaskan, hiu paus merupakan satwa laut yang dilindungi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu melepasliarkan jika menemukan hewan serupa yang terdampar.</p>
<p>“Kalau menemukan hiu paus, jangan dimanfaatkan. Cukup dibantu dengan cara mendorongnya kembali ke laut agar bisa tetap hidup di habitat aslinya,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>122 Pendamping PKH di Tulungagung Resmi Diangkat Jadi PPPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/122-pendamping-pkh-di-tulungagung-resmi-diangkat-jadi-pppk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/122-pendamping-pkh-di-tulungagung-resmi-diangkat-jadi-pppk</guid>
<description><![CDATA[ Bupati menilai pengangkatan PPPK Kemensos menjadi bentuk penghargaan pemerintah pusat terhadap pengabdian para tenaga pendamping. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dfb245bebdd.webp" length="43838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 19:29:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, pppk tulungagung, pkh, tksk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebanyak 136 tenaga pendamping program Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Tulungagung akhirnya resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).</p>
<p>Pengangkatan tersebut menjadi kabar gembira setelah bertahun-tahun mereka mengabdi sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga pekerja sosial di bawah naungan Kemensos.</p>
<p>Prosesi pelantikan pada Jumat (3/10/2025) sore, dilakukan secara daring oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dari Jakarta. Sementara ratusan pegawai mengikuti jalannya pelantikan bersama di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung.</p>
<p>Koordinator PKH Tulungagung, Yusuf, mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan hasil perjuangan panjang para tenaga pendamping. Proses seleksi hingga pemberkasan sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.</p>
<p>“Yang diangkat hari ini ada 136 orang. Rinciannya, 122 pendamping PKH, 11 dari TKSK, dan 3 pekerja sosial. Sebenarnya ada 123 pendamping PKH, tapi satu orang meninggal dunia. Meski begitu, namanya tetap masuk dalam SK,” jelas Yusuf.</p>
<p>Meski sudah resmi dilantik, Yusuf mengaku para pegawai masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kontrak dan penempatan tugas. Ia menyebutkan, beban kerja pendamping PKH saat ini cukup berat karena satu pendamping bisa mendampingi lebih dari 250 keluarga penerima manfaat.</p>
<p>“Sekarang masih ada yang harus mendampingi hingga 300 sampai 400 keluarga. Jadi hitungannya masih kurang. Untuk penempatan tugas, nanti menunggu arahan. Sebagai ASN, kita harus siap ditempatkan di mana saja,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelantikan ini. Ia menilai pengangkatan PPPK Kemensos menjadi bentuk penghargaan pemerintah pusat terhadap pengabdian para tenaga pendamping.</p>
<p>“Kami merasa ikut bahagia melihat wajah-wajah gembira mereka. Rasanya seperti mendapat durian runtuh. SK yang diterima memang dari Kementerian Sosial, bukan dari Pemkab, tapi kami sangat mendukung. Semoga mereka bisa bekerja secara profesional, disiplin, dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Bupati.</p>
<p>Menurut Gatut, kontrak PPPK Kemensos tahap pertama ini berlaku selama lima tahun. Ia berharap ke depan para pegawai dapat meningkatkan kinerja sekaligus mengawal berbagai program kesejahteraan sosial di Tulungagung.</p>
<p>Dengan diangkatnya 136 pegawai menjadi ASN PPPK, diharapkan kesejahteraan tenaga pendamping dapat lebih terjamin. Selain itu, keberadaan mereka juga diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program-program sosial Kemensos di daerah, sekaligus meringankan beban masyarakat penerima manfaat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyelundupan HP ke Lapas Tulungagung Berhasil Digagalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyelundupan-hp-ke-lapas-tulungagung-berhasil-digagalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyelundupan-hp-ke-lapas-tulungagung-berhasil-digagalkan</guid>
<description><![CDATA[ Modus pelemparan barang dari luar bukanlah hal baru di Lapas Tulungagung. Pihak Lapas menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dfa5200fd17.webp" length="15260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 18:58:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, penyelundupan handphone, lapas tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Gagal Masuk, Pelemparan HP Selundupan ke Lapas Tulungagung Berhasil Digagalkan</p>
<p></p>
<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Upaya penyelundupan barang terlarang kembali digagalkan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung.</p>
<p>Sebuah handphone yang diduga dilempar dari luar tembok lapas berhasil diamankan petugas saat melakukan patroli dini hari.</p>
<p>"Kejadian itu hari Rabu (1/10/2025) kemarin," ungkap Kepala KPLP Tulungagung, Dhonny Galeh Sulistyo, Jumat (3/10/2025).</p>
<p>Dhonny menceritakan, kejadian itu berlangsung sekira pukul 04.35 WIB. Saat itu, Bagas, anggota Regu Pengamanan C, tengah berkeliling melakukan patroli rutin di sekitar Blok B dan C. Tiba-tiba, ia mendengar suara dentuman benda jatuh yang mencurigakan di dekat Blok B.</p>
<p>Curiga, Bagas segera mendatangi sumber suara dan menemukan sebuah bungkusan persegi panjang yang dililit lakban cokelat. Benda itu tergeletak di depan Blok B6. Ia kemudian melaporkan temuannya kepada Kepala Regu Pengamanan, yang diteruskan ke Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas.</p>
<p>Setelah diperiksa bersama, isi bungkusan tersebut ternyata sebuah unit handphone berwarna merah. Menariknya, kondisi ponsel masih utuh dan baik karena dikemas rapi oleh penyelundup. Barang bukti itu langsung diamankan petugas dan dibuatkan laporan resmi untuk diteruskan ke pimpinan.</p>
<p>Kepala KPLP Tulungagung, Dhonny Galeh Sulistyo, menegaskan, bahwa modus pelemparan barang dari luar bukanlah hal baru, sehingga pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. </p>
<p>“Kami memperketat patroli, terutama di jam-jam rawan. Kali ini berkat kesiapsiagaan anggota, penyelundupan berhasil digagalkan. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ungkapnya, Jumat (3/10/2025).</p>
<p>Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengapresiasi respons cepat jajarannya. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus pengingat agar pengawasan terus ditingkatkan.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi kewaspadaan petugas. Sinergi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar juga penting untuk mencegah segala bentuk penyelundupan,” ujar Ma’ruf.</p>
<p>Pihak lapas menegaskan, handphone hasil penyelundupan yang berhasil diamankan itu nantinya akan dimusnahkan sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas dan <em>zero tolerance</em> terhadap barang terlarang di dalam lapas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Warga di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-rp100-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-warga-di-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-rp100-juta</guid>
<description><![CDATA[ Barang-barang berharga seperti televisi, kulkas, hingga seluruh isi rumah tidak berhasil diselamatkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dfa02e8bc4e.webp" length="41762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 17:28:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, kebakaran, plandaan, kedungwaru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebuah rumah semi permanen di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, ludes terbakar pada Jumat (17/10/2025) siang. Diduga api berasal dari kompor gas yang digunakan pemilik rumah untuk merebus air.</p>
<p>Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 13.30 WIB di rumah milik Sugeng (63). Saat itu, Sugeng sedang merebus air menggunakan kompor gas di dapur, lalu meninggalkan rumah sebentar untuk keluar ke depan.</p>
<p>Tak lama kemudian, api sudah membesar dan dengan cepat melahap bangunan yang sebagian dindingnya terbuat dari anyaman bambu.</p>
<p>Salah seorang saksi, Dodi Sumarsono, menuturkan, warga tidak bisa berbuat banyak saat melihat api dengan cepat merembet ke seluruh ruangan. </p>
<p>“Api sudah membesar di tengah rumah," ujarnya.</p>
<p>Dua unit mobil pemadam kebakaran beserta dua unit suplai air dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung dikerahkan ke lokasi. </p>
<p>Kasi Ops Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan pihaknya menerima laporan sekira pukul 13.40 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian.</p>
<p>Setelah melakukan upaya pemadaman intensif, api berhasil dijinakkan sekira pukul 14.42 WIB. Namun, seluruh bangunan rumah roboh rata dengan tanah.</p>
<p>“Penyebab kebakaran diduga karena kompor gas yang ditinggal saat pemilik rumah merebus air. Api membesar dari arah dapur dan membakar seluruh rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta,” terang Bambang.</p>
<p>Barang-barang berharga seperti televisi, kulkas, hingga seluruh isi rumah tidak berhasil diselamatkan. Rumah yang berdiri di atas tanah sewa itu kini hanya menyisakan puing dan abu pasca kejadian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akibat Angin Kencang, Nenek dan Cucu di Tulungagung Tertimpa Tembok dan Ratusan Rumah Lainnya Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akibat-angin-kencang-nenek-dan-cucu-di-tulungagung-tertimpa-tembok-dan-ratusan-rumah-lainnya-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akibat-angin-kencang-nenek-dan-cucu-di-tulungagung-tertimpa-tembok-dan-ratusan-rumah-lainnya-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Kini, Sunarti bersama cucunya masih mengungsi ke rumah anaknya yang tak jauh dari lokasi. Ia berharap ada bantuan lebih lanjut untuk memperbaiki rumahnya yang rusak berat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd40019daf4.webp" length="39962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 23:01:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, doroampel, sumbergempol, angin kencang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Tulungagung pada Rabu sore (1/10/2025).</p>
<p>Salah satu rumah warga di Dusun Doropayung, Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, ambruk diterjang angin hingga membuat pemiliknya, Sunarti (65), syok dan trauma.</p>
<p>Menurut Sunarti, musibah terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Angin yang datang dari arah timur menghantam rumah Sunarti yang menghadap ke selatan.</p>
<p>Pintu rumah yang saat itu terbuka langsung tertutup keras bersamaan dengan robohnya tembok ruang keluarga.</p>
<p>Tembok setinggi 3 meter dengan panjang 3 meter, ambruk ke dalam rumah. Suasana mencekam makin terasa ketika atap teras yang terbuat dari asbes ikut beterbangan bersama rangkanya.</p>
<p>"Angin gede terus pintu terbuka lalu menutup keras bersamaan dengan ambruknya tembok," ujar Sunarti.</p>
<p>Saat kejadian, Sunarti sedang berada di dalam rumah bersama cucunya, Aprilia Nurjanah (15). Sang cucu sempat berada di kamar mandi, namun dipanggil neneknya untuk segera masuk rumah.</p>
<p>Tak disangka, beberapa detik kemudian tembok rumah roboh dan menimpa kaki keduanya. Beruntung, luka yang dialami tidak serius.</p>
<p>"Saya sama cucu sempat tertimpa reruntuhan tembok, beruntung kami bisa segera menghindar," tuturnya.</p>
<p>Selain merobohkan tembok, bagian rumah Sunarti yang lain juga rusak. Atap teras rumah terbang terbawa angin, genteng rumah juga banyak yang rontok, sehingga air hujan masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Pasca kejadian pihak kepolisian dari Polsek Sumbergempol bersama warga sekitar melakukan upaya pembersihan material reruntuhan yang berserakan.</p>
<p>"Untuk sementara nanti mengungsi tidur di rumah anaknya disitu," ungkap Sunarti.</p>
<p>Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung bergerak cepat memberikan bantuan terpal untuk menutup bagian tembok yang jebol serta paket bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Kini, Sunarti bersama cucunya masih mengungsi ke rumah anaknya yang tak jauh dari lokasi. Ia berharap ada bantuan lebih lanjut untuk memperbaiki rumahnya yang rusak berat.</p>
<p>Bencana angin kencang kali ini tidak hanya menimpa rumah Sunarti. Data terbaru yang berhasil dihimpun pihak kepolisian menyebutkan, di wilayah Kecamatan Sumbergempol, total terdapat 344 rumah warga rusak di tiga desa.</p>
<p>Rinciannya, 109 rumah di Desa Junjung, 70 rumah di Desa Tambakrejo, dan terbanyak di Desa Doroampel yakni sebanyak 165 rumah.</p>
<p>Kerusakan rata-rata berskala ringan yakni rusak pada bagian atap. Tak hanya rumah, tiga kandang berisi ribuan ayam di Desa Doroampel dan Tambakrejo juga ambruk.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Tiga Desa di Tulungagung, Puluhan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-tiga-desa-di-tulungagung-puluhan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-tiga-desa-di-tulungagung-puluhan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Tiga desa yang terdampak paling parah yakni Desa Doroampel, Desa Junjung, dan Desa Tambakrejo. Sejumlah rumah warga mengalami rusak, atap genteng maupun asbes beterbangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd30c12f492.webp" length="100996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 21:08:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kapolsek sumbergempol, angin kencang, doroampel, junjung, tambakrejo, sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Rabu (1/10/2025) sore. Akibat bencana alam tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.</p>
<p>Tiga desa yang terdampak paling parah yakni Desa Doroampel, Desa Junjung, dan Desa Tambakrejo. Sejumlah rumah warga mengalami rusak, atap genteng maupun asbes beterbangan, bahkan ada satu rumah dengan kondisi rusak berat setelah temboknya ambruk. Selain itu, beberapa kandang ayam petelur juga dilaporkan roboh diterjang angin.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh Anshori, menjelaskan bahwa hingga Rabu malam pendataan masih terus dilakukan. Dari laporan sementara, setidaknya ada lebih dari 50 rumah warga yang terdampak.</p>
<p>“Bencana angin kencang ini merusak rumah di tiga desa, sebagian besar pada bagian atap genteng maupun asbes. Satu rumah rusak berat, dan tiga kandang ayam juga ambruk. Data sementara sekitar 50 rumah rusak, tapi syukur tidak ada korban jiwa,” ungkap Iptu Anshori.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama BPBD Tulungagung langsung melakukan langkah tanggap darurat, termasuk memberikan bantuan berupa terpal dan bahan pokok. Warga bersama aparat juga menggelar kerja bakti membersihkan puing-puing di lokasi yang terdampak parah.</p>
<p>Kepala Desa Doroampel, Agus Muhaji, mengatakan angin kencang terjadi sekira pukul 15.30 WIB dengan hembusan cukup kuat dari arah timur. </p>
<p>“Puluhan rumah mengalami kerusakan, sebagian besar genteng dan asbes beterbangan. Ada juga tembok rumah milik Bu Sunarti yang ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujarnya.</p>
<p>Meski kerugian material masih dalam pendataan, pemerintah desa dan aparat setempat memastikan akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu warga terdampak.</p>
<p>Data sementara yang masuk ke pihak kepolisian, pada Rabu malam pukul 20.45 WIB, rumah yang rusak di Desa Junjung sebanyak 40 rumah, Desa Tambakrejo 50 rumah, dan Desa Doroampel sebanyak 165 rumah. Rata-rata kerusakan skala ringan pada bagian atap rumah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tangkap Pria Penipu Gadai Motor di Tulungagung, Uang Tak Cair Motor Raib</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-pria-penipu-gadai-motor-di-tulungagung-uang-tak-cair-motor-raib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-pria-penipu-gadai-motor-di-tulungagung-uang-tak-cair-motor-raib</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi gadai atau jual beli lewat media sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dce103e166c.webp" length="23288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 16:08:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, penipuan penggelapan, gadai sepeda motor, sembung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Gara-gara percaya janji manis orang asing di media sosial, seorang perempuan muda di Tulungagung harus merelakan motornya raib tanpa uang tebusan. Untungnya, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil membongkar kasus penggelapan motor ini dan menangkap pelakunya.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengatakan, kejadian bermula pada Minggu (10/8/2025) malam, saat korban berinisial JB (20), warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, bermaksud menggadaikan motor Honda Scoopy tahun 2010 miliknya.</p>
<p>"Peristiwa bermula ketika korban bermaksud menggadaikan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy tahun 2010 bernomor polisi AG 6017 REH atas nama Sutrisno. Korban menghubungi pelaku melalui aplikasi Whatsapp yang didapat dari Facebook dan sepakat bertemu di wilayah Kelurahan Botoran," ungkap Ipda Nanang, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Singkat cerita, korban yang saat itu butuh uang segera langsung menemui tersangka di Jalan Botoran Barat, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung.</p>
<p>Di lokasi, tersangka pelaku berinisial JK, laki-laki 43 tahun, warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, mengaku siap menerima gadai motor dengan kesepakatan sederhana, motor dibawa pelaku terlebih dahulu, sementara uang gadai Rp2 juta akan diserahkan esok harinya. </p>
<p>Namun janji tinggal janji. Motor sudah berpindah tangan, tapi uang yang dijanjikan tak pernah muncul. Bahkan, nomor ponsel pelaku langsung tidak bisa dihubungi. Merasa ditipu dan mengalami kerugian hingga Rp7 juta, korban akhirnya melapor ke polisi. </p>
<p>"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas berhasil membekuk JK di kawasan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir pada Selasa (23/9/2025) sore," tutur Ipda Nanang.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui motor hasil kejahatan itu sudah sempat dijual dengan cara COD di simpang tiga Pasar Bandung, seharga Rp2,5 juta. Berkat kerja keras tim, motor akhirnya bisa ditemukan kembali di wilayah Watulimo, Trenggalek.</p>
<p>“Pelaku sudah kita amankan dan saat ini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” jelasnya.</p>
<p>Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka kini ditahan penyidik dan terancam hukuman paling lama 4 tahun penjara.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi gadai atau jual beli lewat media sosial.</p>
<p>“Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Pastikan transaksi aman, agar tidak jadi korban penipuan,” tambah Ipda Nanang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Terintegrasi Pertama di Trenggalek Resmi Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-terintegrasi-pertama-di-trenggalek-resmi-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-terintegrasi-pertama-di-trenggalek-resmi-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini sudah ada 69 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah rakyat itu, mulai dari tingkat SD hingga SMP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbb09fb6663.webp" length="31434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 20:03:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, muchamad nur afifin, sekolah rakyat terintegrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kabupaten Trenggalek kini memiliki sekolah rakyat terintegrasi yang resmi beroperasi mulai Selasa (30/9/2025). Sekolah ini menempati gedung milik Balai Latihan Kerja (BLK) serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Jalan Patimura, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.</p>
<p>Bupati Trenggalek, Muchamad Nur Arifin, menyampaikan rasa syukur atas peresmian sekolah tersebut. Ia menjelaskan, saat ini sudah ada 69 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah rakyat itu, mulai dari usia 6-7 tahun hingga tingkat SMP. </p>
<p>“Yang SMA belum ada, sementara baru SD dan SMP. Karena sistemnya boarding school, di sini juga disediakan asrama untuk para siswa,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Bupati Nur Arifin menambahkan, sekolah rakyat di Trenggalek ini merupakan yang ke 50 di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa meski masih menggunakan gedung sementara, pemerintah berkomitmen membangun sekolah permanen ke depannya. </p>
<p>“Saya terima kasih sembari menunggu progres pembangunan sekolah permanen. Semoga cita-cita Pak Presiden, wong cilik bisa gumuyu, bisa benar-benar terlaksana,” tambahnya.</p>
<p>Untuk tenaga pendidik, sekolah rakyat terintegrasi ini melibatkan guru dari Dinas Pendidikan, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, hingga pendamping dari Kemensos.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga akan menyiapkan psikolog dari Sentra Terapi. Arifin berharap, sekolah ini berkembang menjadi sekolah inklusi agar anak-anak difabel juga bisa mengakses pendidikan setara.</p>
<p>Agar siswa lebih betah tinggal di asrama, pihak sekolah juga menyiapkan wali asrama yang sebelumnya merupakan pekerja sosial dan sudah mengenal baik para wali murid. Orang tua juga diajak berdialog sebelum anak-anak masuk asrama. </p>
<p>“Kita lihat tadi respon anak-anak senang. Semua orang tua juga mengantar. Harapannya anak-anak betah dan bisa tumbuh dengan baik di sini,” kata Arifin.</p>
<p>Salah seorang wali murid, Dufita Nisa Ruloma dari Pogalan, mengaku lega dan senang setelah anak asuhnya diterima di sekolah rakyat. </p>
<p>“Anaknya kelihatan nyaman dan suka di sini. Harapannya semoga dia bisa jadi anak yang pintar, nakalnya hilang, dan bisa sukses,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu siswa, Dea Nandasari dari SMPN 3 Munjungan, juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku senang karena bisa tinggal di asrama dan mendapat banyak teman baru.</p>
<p>“Suasananya berbeda, tapi nyaman sekali. Temannya banyak, jadi tambah senang,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan berdirinya sekolah rakyat ini, siswa-siswa dari berbagai kecamatan di Trenggalek seperti Dongko, Gandusari, hingga Panggul kini memiliki akses lebih luas untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dalam sistem yang lebih inklusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Trenggalek Gulung 10 Pengedar Narkoba dan Obat Terlarang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-gulung-10-pengedar-narkoba-dan-obat-terlarang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-trenggalek-gulung-10-pengedar-narkoba-dan-obat-terlarang</guid>
<description><![CDATA[ Pil dobel L rata-rata diedarkan di kalangan remaja, sedangkan narkotika jenis sabu-sabu banyak menyasar nelayan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68db79ef174d3.webp" length="71442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, narkoba, sabu sabu, obat berbahaya, pil dobel l</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Satuan Reserse Narkoba Polres Trenggalek berhasil mengungkap belasan kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya) selama Operasi Tumpas Semeru 2025.</p>
<p>Dari operasi yang berlangsung sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025 itu, petugas menangkap total 10 tersangka dari berbagai wilayah, baik target operasi (TO) maupun non-TO.</p>
<p>Kasatresnarkoba Polres Trenggalek, AKP Hari Siswanto, mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif anggotanya di lapangan.</p>
<p>“Dalam Operasi Tumpas Semeru 2025, kami mengungkap satu target operasi narkoba dengan barang bukti 9,38 gram sabu serta 600 butir pil dobel L. Selain itu ada enam kasus non-TO, terdiri dari narkotika maupun obat keras berbahaya,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Dari tangan para tersangka, polisi menyita berbagai barang bukti, mulai dari sabu-sabu, ribuan pil dobel L, timbangan digital, alat hisap, hingga sejumlah ponsel dan sepeda motor.</p>
<p>Salah seorang tersangka, YAA, bahkan diamankan bersama barang bukti sabu seberat 6,64 gram serta 600 butir pil dobel L di rumahnya di Desa Jombok, Kecamatan Pule.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah kasus lain terungkap di wilayah pesisir Watulimo. Tersangka DUS, EYE, dan WI ditangkap dengan barang bukti sabu berbagai ukuran, alat hisap, hingga timbangan digital.</p>
<p>Selain itu, polisi juga mengamankan tiga tersangka lain yang kedapatan mengedarkan pil dobel L tanpa izin edar, masing-masing berinisial DII, OAP, dan TE.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Binops Satresnarkoba Polres Trenggalek, Ipda Fendi Agus, memaparkan bahwa semua tersangka merupakan pengedar, bukan sekadar penyalahguna.</p>
<p>“Untuk narkotika, modus operandi dilakukan di daerah pesisir, terutama Watulimo dan pegunungan di wilayah Pule. Sementara untuk peredaran obat keras, sasarannya lebih banyak di wilayah perkotaan,” terangnya.</p>
<p>Fendi menambahkan, pil dobel L rata-rata diedarkan di kalangan remaja, sedangkan narkotika jenis sabu-sabu banyak menyasar nelayan.</p>
<p>“Para pengedar menyebarkan informasi menyesatkan bahwa sabu bisa meningkatkan stamina nelayan sebelum melaut. Itu jelas hoaks yang dijadikan modus agar barang mereka laku,” tegasnya.</p>
<p>Selain hasil Operasi Tumpas, Satresnarkoba Polres Trenggalek juga mencatat pengungkapan kasus selama Agustus 2025. Tercatat ada tiga kasus sabu-sabu dengan barang bukti total lebih dari 4 gram dan ribuan butir pil dobel L.</p>
<p>Beberapa tersangka yang diamankan antara lain FP, SEB, IA, DP, PK, dan SA. Dari tangan PK, polisi bahkan menemukan 3.449 butir pil dobel L, sebuah sepeda motor, dan alat hisap sabu.</p>
<p>Para tersangka kini dijerat dengan pasal berbeda sesuai barang bukti yang ditemukan. Untuk kasus narkotika, ancaman hukuman paling berat adalah pidana mati atau penjara seumur hidup sebagaimana diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</p>
<p>Sedangkan untuk peredaran obat keras tanpa izin edar, pelaku terancam pidana hingga 12 tahun penjara sesuai UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.</p>
<p>AKP Hari Siswanto menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terutama di wilayah pesisir.</p>
<p>“Sebagian besar barang masuk dari luar daerah, kemudian diedarkan di Trenggalek dengan sistem ranjau. Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Trenggalek,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tangkap 9 Pelaku Pencurian Kotak Amal di Trenggalek, Enam di Antaranya Masih Anak&amp;Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-9-pelaku-pencurian-kotak-amal-di-trenggalek-enam-di-antaranya-masih-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-9-pelaku-pencurian-kotak-amal-di-trenggalek-enam-di-antaranya-masih-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Modus mereka berawal dari ajakan salah satu tersangka dewasa untuk mencuri kotak amal. Uang hasil curian kemudian dibagi dan digunakan untuk kepentingan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68db71d6346d6.webp" length="52748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 14:16:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, polres trenggalek, pencuri kotak amal, munjungan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus pencurian kotak amal di sejumlah masjid wilayah Kecamatan Munjungan. Sebanyak sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari enam anak di bawah umur dan tiga orang dewasa.</p>
<p>Tersangka dewasa yakni, HM (25), Alamat warga Desa Munjungan, kecamatan Munjungan, NJA (23), warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan, AS (23), warga Desa Craken, Kecamatan Munjungan.</p>
<p>Sementara untuk tersangka anak-anak yaitu, GP (14), GPH (14), ZAM (15), ABDS (14), DIF (17), dan ABIS (17), seluruhnya asal Kecamatan Munjungan.</p>
<p>Menurut Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, kasus ini bermula pada Minggu (7/9/2025) malam ketika para pelaku berkumpul di sebuah warung kopi di Dusun Karangtuwo, Munjungan.</p>
<p>Dari sana, mereka berangkat menggunakan empat sepeda motor untuk melancarkan aksinya. Target pencurian adalah kotak amal di Masjid Thoriqul Huda, Dusun Karangtuwo, Desa Munjungan dan tiga masjid lainnya.</p>
<p>Setibanya di lokasi, dua pelaku berinisial HM dan ZAM turun dari motor dan mengambil kotak amal, sementara yang lain bertugas mengawasi sekitar. Kotak amal itu kemudian dibawa ke jembatan gantung untuk dibongkar menggunakan linggis.</p>
<p>Dari kotak amal tersebut, mereka berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp2,6 juta. Uang hasil curian dibagi-bagi oleh tersangka AS kepada anggota kelompok, sedangkan kotak amal kosong dibuang di sekitar lokasi.</p>
<p>"Peristiwa tersebut diketahui pada Senin dini hari sekira pukul 04.30 WIB. Dari hasil penyelidikan, kami berhasil menangkap sembilan pelaku, enam di antaranya anak-anak dan tiga lainnya dewasa," ujarnya.</p>
<p>Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya empat kotak amal, dua linggis, pakaian yang digunakan saat beraksi, uang tunai Rp200 ribu, serta empat unit sepeda motor yang dipakai untuk kejahatan.</p>
<p>"Modus mereka berawal dari ajakan salah satu tersangka dewasa untuk mencuri kotak amal. Uang hasil curian kemudian dibagi dan digunakan untuk kepentingan pribadi," tambah Eko.</p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4e dan 5e KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Karena enam diantaranya masih berstatus anak bawah umur, polisi akan melakukan proses hukum sesuai sistem peradilan anak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beda Versi Soal Penghentian Operasional SPPG Panen Resto di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beda-versi-soal-penghentian-operasional-sppg-panen-resto-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beda-versi-soal-penghentian-operasional-sppg-panen-resto-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG Tulungagung, menyebut penutupan sementara itu dipicu karena ahli gizi dan akuntan, mengundurkan diri. Namun pernyataan tersebut tidak sinkron dengan statemen dari pihak SPPG Panen Resto yang menyatakan tidak ada satu pun tim kerja mereka yang mengundurkan diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da83ab6fe36.webp" length="47506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 20:16:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, makan bergizi gratis, sppg panen resto, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Polemik terkait penghentian sementara layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panen Resto masih menyisakan perbedaan pendapat antara Satgas MBG dengan pihak pengelola.</p>
<p>Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Agus Suswantoro, menyebut penutupan sementara itu dipicu adanya persoalan internal, dimana dua tenaga kunci, yakni ahli gizi dan akuntan, mengundurkan diri.</p>
<p>"Ya, (SPPG) Panen Resto, setelah kami cek, (operasional) dihentikan sementara karena ada miskomunikasi di internal sehingga menyebabkan ahli gizi dan akuntannya mengundurkan diri. Padahal untuk melaksanakan MBG kan dua staf inti ini kan harus ada," ujarnya, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Agus menegaskan, keberadaan dua tenaga tersebut mutlak dalam struktur organisasi SPPG. Ahli gizi berperan memastikan pemenuhan kebutuhan makanan yang sehat dan seimbang, sementara akuntan bertanggung jawab mengelola aspek keuangan, termasuk pengajuan anggaran ke Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>"Padahal untuk pelaksanaan MBG, pioner ini kan harus ada. Kalau ahli gizi dan akuntannya mengundurkan diri, otomatis tugas pelayanan MBG oleh SPPG tidak bisa dijalankan," tambahnya.</p>
<p>Namun, pernyataan itu dibantah Kepala SPPG Panen Resto, Robby Hananto. Ia menegaskan bahwa seluruh tim, termasuk tenaga ahli gizi dan akuntan, masih lengkap dan siap bekerja jika izin operasional diberikan kembali.</p>
<p>"Tidak benar itu. Tim kami lengkap, ahli gizi dan akuntan masih ada dan siap (bertugas) apabila izin operasional SPPG diberikan," tegas Robby saat dikonfirmasi di SPPG Panen Resto.</p>
<p>Robby menambahkan, sejak awal tim SPPG Panen Resto berjumlah 50 orang. Dari jumlah itu, tiga orang merupakan tim manajerial yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, serta 47 relawan.</p>
<p>"Saat ini kami masih menyempurnakan tata ruang dan kelengkapan sarana dapur karena ada beberapa evaluasi dari pihak BGN (Satgas MBG). Sekarang sedang proses perbaikan dan penyempurnaan," jelasnya.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa Panen Resto akan segera beroperasi kembali.</p>
<p>"Diperkirakan pelayanan kembali dilakukan pada 13 Oktober 2025," kata Robby.</p>
<p>Sementara itu, Agus Suswantoro menegaskan bahwa Panen Resto tetap masuk dalam rencana pembentukan 80 dapur SPPG di Kabupaten Tulungagung hingga akhir 2025.</p>
<p>Izin operasionalnya akan segera diberikan apabila prasyarat organisasi internal telah dilengkapi kembali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dikira Maling, ODGJ Kabur dari RSJ Lawang Ditangkap  di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dikira-maling-odgj-kabur-dari-rsj-lawang-ditangkap-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dikira-maling-odgj-kabur-dari-rsj-lawang-ditangkap-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Setelah dipastikan kondisinya, yang bersangkutan dibawa kembali ke RSJ Lawang, Malang, untuk menjalani perawatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da6108becfa.webp" length="25438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 18:58:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, odgj, pingka, gedangsewu, lembupeteng</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG SJP - </strong>Sebuah rekaman video sekelompok warga beramai-ramai mengepung dan menangkap seorang pria yang diduga hendak melakukan pencurian, ramai menjadi perbincangan warganet khususnya di Tulungagung.</p>
<p>Banyak warganet yang bertanya-tanya cerita peristiwa yang terjadi di kawasan Pinka masuk wilayah Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa terjadi pada Senin (29/9/2025) sekira pukul 09.30 WIB, saat warga mencurigai gerak-gerik seorang laki-laki di sekitar selatan jembatan Lembupeteng.</p>
<p>Warga mencurigai pria tersebut hendak melakukan pencurian. Warga kemudian mengamankan pria tersebut dan melaporkannya ke Polsek Tulungagung Kota.</p>
<p>"Setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota dipimpin Kanit Reskrim mendatangi TKP dan mengamankan laki-laki tersebut ke Polsek Tulungagung Kota," ujar Ipda Nanang.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota langsung mendatangi lokasi dan membawa pria tersebut ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Namun, bukannya memberikan keterangan jelas, pria tersebut justru berbicara tidak nyambung saat diinterogasi petugas.</p>
<p>Tak lama kemudian, petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tulungagung datang dan memastikan bahwa pria itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).</p>
<p>“Dari hasil koordinasi, yang bersangkutan ternyata memiliki sertifikat ODGJ dan diduga melarikan diri dari perawatan RSJ Lawang, Malang,” terang Ipda Nanang.</p>
<p>Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap identitas pria tersebut bernama Dwi Sunu Herdianto (38), warga Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>
<p>Setelah dipastikan kondisinya, Dwi Sunu kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Tulungagung yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Selanjutnya, ia dibawa kembali ke RSJ Lawang, Malang, untuk menjalani perawatan.</p>
<p>“Kasus ini sudah kami tangani sesuai prosedur. Karena terbukti yang bersangkutan adalah pasien ODGJ, maka kami kembalikan kepada pihak berwenang untuk mendapat perawatan medis,” tambah Ipda Nanang.</p>
<p>Dengan adanya peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak main hakim sendiri jika menemukan kejadian serupa.</p>
<p>“Segera laporkan kepada pihak berwajib agar bisa ditangani secara tepat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Video Viral, Wabup Tulungagung Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Perencanaan APBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/video-viral-wabup-tulungagung-mengaku-tak-pernah-dilibatkan-dalam-perencanaan-apbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/video-viral-wabup-tulungagung-mengaku-tak-pernah-dilibatkan-dalam-perencanaan-apbd</guid>
<description><![CDATA[ Meski demikian Ahmad Baharudin meminta masyarakat Tulungagung untuk tetap mendukung langkah dan program pemerintah daerah, sehingga cita-cita untuk pembangunan dapat terwujud dengan baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da5250003ba.webp" length="29432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 18:19:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, video wakil bupati tulungagung, ahmad baharudin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Hubungan antara Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin kembali jadi sorotan publik. Sebuah video pernyataan Wabup yang viral di media sosial memunculkan isu ketidakharmonisan keduanya.</p>
<p>Dalam video yang beredar, Ahmad Baharudin secara terbuka menyebut dirinya tidak pernah diajak dalam proses perencanaan APBD maupun pengelolaan SDM.</p>
<p>Dalam rekaman tersebut, Baharudin mengungkapkan bahwa meski sering absen pada acara pemerintahan yang dihadiri Bupati, termasuk rapat paripurna penyerahan Rancangan APBD 2026, hal itu bukan karena disengaja, melainkan ada agenda lain yang harus ia hadiri. Namun, ia menekankan ada hal lebih serius terkait posisinya selama ini.</p>
<p>"Selama ini Wakil Bupati Tulungagung tidak pernah dilibatkan dalam hal perencanaan kegiatan penganggaran APBD, juga manajemen SDM ASN di lingkup kepala dinas, baik pengisian jabatan, rolling, maupun penunjukan Plt. Saya tidak pernah dilibatkan oleh bupati," kata Ahmad Baharudin.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bupati tidak melanggar aturan apa pun. Menurutnya, undang-undang memang memberikan kewenangan penuh kepada kepala daerah dalam merencanakan pembangunan. Namun, ia menilai persoalan etika seharusnya tetap dijaga.</p>
<p>"Kepala daerah itu wajib merencanakan pembangunan daerah tersebut. Bupati melaksanakan itu melibatkan wakil bupati atau tidak itu tidak ada masalah. Cuman secara etika ya itu hanya etika saja," ujarnya.</p>
<p>Politisi Gerindra itu juga menyebut pengalamannya bukan sekadar opini pribadi, melainkan fakta yang ia alami sejak awal menjabat. Ia mengingatkan kembali bahwa dalam pilkada, masyarakat memilih pasangan calon, bukan individu.</p>
<p>"Tidak harmonis itu ya masyarakat biar menilai sendiri ya, yang saya sampaikan ini adalah <em>real,</em> jadi bukan opini yang saya alami. Jadi pada waktu Pilkada kemarin mendaftarkan ke KPU itu berpasangan," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Baharudin menyebut pasca dilantik semestinya ia dan bupati bersama-sama menjalankan amanah rakyat melalui visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye. Namun, menurutnya, kenyataan di lapangan berbeda.</p>
<p>"Jadi setelah dilantik tentu kita akan melaksanakan visi misi atau janji-janji politik pada waktu kampanye. Kalau saya tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan dalam hal merencanakan visi misi," katanya.</p>
<p>Saat ini, ia mengaku hanya menjalankan peran sebatas pembinaan ASN dan pengawasan pelaksanaan APBD. Ia menyebut aktivitasnya lebih banyak berupa sidak dan monitoring.</p>
<p>"Tugas saya sekarang ya hanya membantu bupati yaitu melakukan pembinaan kepada ASN dan juga pengawasan dalam hal pelaksanaan APBD. Nah, yang saya lakukan, yang saya kerjakan ya ini adalah monitoring. Monitoring ke dinas-dinas, ASN bagaimana kerjanya. Kalau di PU, saya juga sidak di jalan-jalan mana yang di kerjakan saat itu," jelas Baharudin.</p>
<p>Wabup menambahkan, terkait penataan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengisi jabatan strategis di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun banyaknya jabatan kepala dinas yang lowong, pihaknya tidak bisa banyak berkomentar. </p>
<p>"Saya juga tidak bisa menjelaskan hal itu, karena saya tidak enggak pernah diajak diskusi, komunikasi tentang masalah SDM, ASN di Tulungagung juga tidak pernah diajak bagaimana, diajak ngomong sama pak bupati, bagaimana untuk strategi menjalankan visi misi. Jadi saya tidak bisa menjawab karena saya tidak tidak diajak diskusi," ujarnya. </p>
<p>Meski demikian Ahmad Baharudin meminta masyarakat Tulungagung untuk tetap mendukung langkah dan program pemerintah daerah, sehingga cita-cita untuk pembangunan dapat terwujud dengan baik.</p>
<p>"Walaupun saya tidak dilibatkan dalam hal perencanaan, penganggaran penataan SDM saya juga menyarankan agar supaya masyarakat Tulungagung tetap mendukung pemerintahan, tetap mendukung program-program pemerintah kabupaten Tulungagung agar supaya bisa berjalan lancar," pungkas Baharudin.</p>
<p>Sementara itu, terkait beredarnya video pernyataan yang viral tersebut, Sekretaris Daerah Tulungagung Tri Hariadi mewakili bupati mengatakan pihaknya sudah mengetahui video tersebut.</p>
<p>"Dalam hal ini kami tidak menanggapi (pernyataan Wabup) tetapi ingin melengkapi ya. Melengkapi penjelasan-penjelasan disampaikan oleh Pak Wabup," kata Tri, Sabtu (27/9/2025) petang.</p>
<p>Ia menyebut beberapa hal yang disampaikan Baharudin sebenarnya sudah dijawab oleh Wabup sendiri, termasuk bahwa tidak ada aturan yang dilanggar.</p>
<p>"Hal-hal apa saja yang disampaikan di video termasuk terkait dengan masalah perencanaan. Di perencanaan itu kita juga mengacu pada Permendagri nomor 86 tahun 2017, juga terkait penganggaran kita juga mengacu pada Permendagri Nomor 77 Tahun 2020," jelasnya.</p>
<p>Tri Hariyadi menambahkan, untuk urusan kepegawaian, pemerintah daerah berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Hanya saja, soal etika sebagaimana disinggung Wabup, belum ada rujukan aturan yang bisa dijadikan dasar.</p>
<p>"Kami juga mencari pasal-pasal lah terkait dengan (etika) itu tapi sampai hari ini kami juga belum menemukan terkait dengan pasal etika jabatan," ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan kembali bahwa kedudukan kepala daerah sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.</p>
<p>"Pasal 59 Undang-Undang 23 2014. Di tingkat provinsi adalah Gubernur, di tingkat kabupaten adalah bupati. Di tingkat kota walikota. Di pasal 63 juga diperjelas, kepala daerah bisa dibantu oleh wakil kepala daerah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Tulungagung Tinjau Dapur SPPG, Dorong Percepatan Program Makan Bergizi Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-tinjau-dapur-sppg-dorong-percepatan-program-makan-bergizi-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-tinjau-dapur-sppg-dorong-percepatan-program-makan-bergizi-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, tercatat ada 29 dapur SPPG yang beroperasi di Tulungagung. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal, yakni 80 dapur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da471dc91c5.webp" length="50578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 15:59:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, sppg aquatic, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Upaya Pemkab Tulungagung dalam memastikan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Senin (29/9/2025), Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aquatic yang berada di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua Satgas Percepatan MBG bersama sejumlah anggota. Mereka meninjau alur kegiatan mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.</p>
<p>Salah satu sekolah yang mendapat suplai adalah SDN 02 Kutoanyar yang lokasinya tak jauh dari dapur SPPG tersebut.</p>
<p>Selama peninjauan, Bupati memberikan apresiasi terhadap kinerja dapur SPPG Aquatic yang baru dua pekan berjalan. Ia menilai alur kerja dari awal hingga distribusi sudah sesuai standar sehingga mampu meminimalisasi risiko permasalahan di lapangan, termasuk potensi keracunan makanan.</p>
<p>“Secara umum, proses hingga distribusi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jika seluruh SPPG menjaga kualitas seperti ini, insyaallah kita bisa menghindari risiko-risiko seperti keracunan dan kendala lain,” ujar Gatut Sunu, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Saat ini, tercatat ada 29 dapur SPPG yang beroperasi di Tulungagung. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal, yakni 80 dapur. Karena itu, Pemkab bersama Satgas MBG menargetkan percepatan pembangunan dapur baru agar target bisa tercapai sebelum pergantian tahun. </p>
<p>Bupat Gatut Sunu, menambahkan selain penambahan jumlah dapur, pemerintah daerah juga menekankan percepatan proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur, sebagaimana arahan Badan Gizi Nasional.</p>
<p>“Deputi Badan Gizi Nasional (BGN) saat pertemuan di Pendopo juga menekankan hal ini. Semua SPPG harus melalui proses sertifikasi agar benar-benar sesuai standar,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Yayasan Sugih Selamet Indonesia, Rifqi Firmansyah, menyebut dapur SPPG Aquatic saat ini melayani 3.779 penerima manfaat setiap harinya.</p>
<p>Jumlah tersebut meningkat dari sekitar 2.800 orang setelah adanya tambahan sekolah, khususnya tingkat SMP. Distribusi dilakukan secara rutin dari Senin hingga Jumat.</p>
<p>“Awalnya penerima manfaat sekitar 2.800, namun setelah ada tambahan sekolah, khususnya tingkat SMP, jumlahnya naik menjadi 3.779 orang per hari. Distribusi berjalan sesuai jadwal, mulai Senin hingga Jumat,” terang Rifqi.</p>
<p>Melalui pengawasan langsung dari pimpinan daerah, program MBG diharapkan dapat semakin optimal dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan serta perkembangan anak-anak di Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warung Kopi Karaoke di Tulungagung Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warung-kopi-karaoke-di-tulungagung-ludes-terbakar-api-diduga-berasal-dari-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warung-kopi-karaoke-di-tulungagung-ludes-terbakar-api-diduga-berasal-dari-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran tersebut menghanguskan tiga ruang karaoke. Dari jumlah itu, dua ruang ludes terbakar, sementara satu ruangan hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d93bb820d61.webp" length="33338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 20:59:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, warung kopi, kafe karaoke, kebakaran, damkarmat tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP  - Kebakaran melanda sebuah warung kopi sekaligus kafe karaoke milik Kasmuji (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut, Minggu (28/9/2025) sore. Api yang muncul tiba-tiba membuat warga sekitar panik karena cepat membesar dan menjalar ke sejumlah ruangan.</p>
<p>Menurut Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan di bagian utara bangunan. Sayangnya, api dibiarkan tanpa pengawasan hingga akhirnya menyambar ke ruang karaoke.</p>
<p>“Api diduga berasal dari pembakaran sampah. Karena posisinya berdekatan dengan bangunan yang mudah terbakar, api langsung menjalar ke ruang karaoke dan warung kopi,” jelas Iwan.</p>
<p>Informasi kebakaran baru diterima Damkar pada pukul 16.56 WIB. Satu armada Damkar dan dua armada suplai air segera dikerahkan menuju lokasi. Tim pemadam tiba di tempat kejadian sekitar pukul 17.15 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.</p>
<p>“Kami langsung lakukan tindakan pemadaman begitu sampai di lokasi. Prosesnya berlangsung cukup lama karena sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu, sehingga api cepat membesar,” imbuhnya.</p>
<p>Kebakaran tersebut menghanguskan tiga ruang karaoke. Dari jumlah itu, dua ruang ludes terbakar, sementara satu ruangan hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap asbes. Beruntung, saat kejadian warung kopi dalam kondisi tidak beroperasi sehingga tidak ada pengunjung di dalam.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menimbulkan kerugian material cukup besar. Sejumlah fasilitas yang terbakar antara lain televisi, perangkat audio, meja, kursi, serta bangunan utama kafe karaoke. Nilai kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material cukup besar karena banyak peralatan hiburan dan bangunan yang ikut terbakar,” ungkap Iwan.</p>
<p>Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.16 WIB setelah hampir satu jam lebih petugas berjibaku di lokasi. Pihak Damkar Tulungagung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran sampah di dekat bangunan, khususnya yang berbahan mudah terbakar.</p>
<p>“Kami minta masyarakat jangan meninggalkan api dalam kondisi menyala. Pengawasan harus benar-benar dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Iwan. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Gerai Roti di Tulungagung, Karyawan Selamat Usai Panjat Atap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-gerai-roti-di-tulungagung-karyawan-selamat-usai-panjat-atap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-gerai-roti-di-tulungagung-karyawan-selamat-usai-panjat-atap</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kondisi panik, Fikri akhirnya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua dan keluar lewat atap rumah di belakang ruko ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d80bc751b5e.webp" length="55400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 23:16:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, damkar, roti gembong gamon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah kebakaran melanda gerai Roti Gembong Gamon yang berada di Jalan Hasanudin, Kedungwaru, Tulungagung, Sabtu (27/9/2025) malam.</p>
<p>Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu membuat satu karyawan sempat terjebak di dalam ruko sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.</p>
<p>Peristiwa ini terjadi sekira pukul 21.15 WIB. Saat kejadian, karyawan bernama Nur Muhammad Fikri (26) sedang berada di dalam ruko.</p>
<p>Begitu menyadari api mulai membesar, ia sempat mencoba keluar melalui pintu depan, namun kobaran api sudah terlalu besar dan menutup akses keluar.</p>
<p>Dalam kondisi panik, Fikri akhirnya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua dan keluar lewat atap rumah di belakang ruko. Beruntung, ia berhasil selamat tanpa mengalami luka.</p>
<p>“Penghuninya sempat berada di lantai dua, namun karena api sudah mengepung bagian depan ruko, dia tidak berani turun lewat tangga. Akhirnya memilih naik ke atap untuk menyelamatkan diri,” ungkap Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono.</p>
<p>Menurut laporan petugas, diduga api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang terhubung dengan sound system, printer, dan lampu depan yang sudah lama tidak pernah dicabut. Dari titik tersebut, api dengan cepat merambat hingga membakar sebagian peralatan toko dan tumpukan bahan baku roti.</p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung menerima laporan kejadian pukul 21.30 WIB. Dua armada pemadam kebakaran beserta satu tangki suplai dikerahkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 22.30 WIB.</p>
<p>“Objek yang terbakar adalah ruko beserta sebagian furnitur dan peralatan toko. Skala kebakaran sedang, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Untuk korban selamat, alhamdulillah aman tanpa luka,” tambah Iwan.</p>
<p>Dari hasil pendataan, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Beberapa barang yang terbakar antara lain tumpukan kardus, bahan baku roti, printer, dan peralatan elektronik lain. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kendarai Skuter, Wabup Trenggalek Tinjau Perbaikan Jalan Gandusari hingga Watulimo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kendarai-skuter-wabup-trenggalek-tinjau-perbaikan-jalan-gandusari-hingga-watulimo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kendarai-skuter-wabup-trenggalek-tinjau-perbaikan-jalan-gandusari-hingga-watulimo</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya di Gandusari, jalur menuju Pasar Sebo hingga Watulimo juga menjadi perhatian. Wabup memastikan kondisi tersebut akan menjadi prioritas program tahun mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7e48b0aea3.webp" length="59382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 22:44:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suarajatimpost, wakil bupati trenggalek, syah mohammad natanegara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara turun langsung meninjau sejumlah ruas jalan di Kecamatan Gandusari hingga menuju arah Watulimo.</p>
<p>Dengan mengendarai skuter, ia bersama Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, menelusuri kondisi jalan yang sedang maupun sudah selesai diperbaiki.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Mas Syah berharap perbaikan jalan dapat dipercepat agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur di berbagai titik.</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Anjang, Plt. Kepala Dinas PUPR. Kita meninju pembangunan jalan, khususnya yang ada di Kecamatan Gandusari,” ujar Mas Syah saat peninjauan, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, ada dua paket pekerjaan peningkatan jalan di Desa Gandusari yang tengah berjalan. </p>
<p>“Sekarang, kita di Desa Gandusari dan tadi disampaikan Plt. Kepala Dinas PU ada 2 paket kegiatan peningkatan jalan ini dari dua sumber yang berbeda. Satu bersumber dari aspirasi dan satunya lagi bersumber dari DBHCHT,” imbuhnya.</p>
<p>Mas Syah juga mengungkapkan, warga menyambut baik adanya perbaikan jalan yang sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. </p>
<p>“Ini kita lihat sudah semingguan dan tadi kita tanya masyarakat dan masyarakat bahagia. Dan semoga komitmen Pak Bupati untuk memperbaiki jalan-jalan yang ada di Trenggalek ini bisa terwujud,” ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya di Gandusari, jalur menuju Pasar Sebo hingga Watulimo juga menjadi perhatian. Wabup memastikan kondisi tersebut akan menjadi prioritas program tahun mendatang. </p>
<p>“Setelah ini kita juga akan melihat jalur Gandusari ke arah Watulimo (arah Pasar Sebo). Ini sebagai salah satu upaya kita melihat secara langsung agar nanti bisa kita realisasikan di tahun 2026. Harapannya seperti itu,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa beberapa perbaikan sudah mulai dilakukan secara bertahap.</p>
<p>“Alhamdulillah sudah mulai ada perbaikan sedikit-sedikit dan nanti sampai dengan Watulimo. Diperbaiki sedikit-sedikit yang berlubang supaya lancar semuanya,” lanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko membenarkan jika saat ini pihaknya melakukan sejumlah penambalan jalan melalui Perubahan Anggaran. </p>
<p>“Insyaallah nanti ada alokasi anggaran untuk peningkatan jalan di ruas jalan Wonorejo-Sebo,” tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ansor Cup ke&amp;20, Natadiwirya Tawing Putra Juara Usai Taklukkan Ngrendeng FC</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ansor-cup-ke-20-natadiwirya-tawing-putra-juara-usai-taklukkan-ngrendeng-fc</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ansor-cup-ke-20-natadiwirya-tawing-putra-juara-usai-taklukkan-ngrendeng-fc</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Askab PSSI Tulungagung berharap Ansor Cup bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk mengembangkan potensi bibit pesepakbola muda di Tulungagung, sekaligus untuk mempererat kerukunan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7d9f237f23.webp" length="53056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 22:13:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sepal bola, ansor cup, pac gp ansor gondang, suatajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Gelaran Ansor Cup ke-20 tahun 2025 di Tulungagung, resmi berakhir pada Sabtu (27/9/2025) di Lapangan Natadiwirya, Desa Tawing, Kecamatan Gondang.</p>
<p>Turnamen sepak bola tahunan yang digelar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Gondang, Tulungagung ini ditutup dengan partai final seru antara kesebelasan tuan rumah Natadiwirya Tawing Putra melawan Ngrendeng FC.</p>
<p>Dalam pertandingan yang disaksikan ribuan penonton, Tawing Putra berhasil menumbangkan Ngrendeng FC dengan kemenangan skor tipis 2-1, sekaligus memastikan diri sebagai juara pertama Ansor Cup edisi tahun ini.</p>
<p>Ketua pelaksan Ansor Cup 2025, Wahyu Abdul Azis, menjelaskan bahwa Ansor Cup merupakan agenda rutin PAC GP Ansor, Gondang, yang selalu digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI.</p>
<p>“Untuk tahun ini dimulai tanggal 14 September sampai 27 September, diikuti 13 tim dari seluruh desa di Kecamatan Gondang,” jelas Wahyu, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Turnamen ini bersifat terbuka dengan peserta rata-rata berusia 15 hingga 40 tahun. Menurut Wahyu, selain menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan menjaring bibit-bibit muda sepakbola berbakat.</p>
<p>“Harapannya dengan Ansor Cup bisa lahir pemain sepak bola unggul yang nantinya mampu bersaing, bahkan hingga ke level internasional,” imbuhnya.</p>
<p>Panitia mencatat antusiasme masyarakat begitu besar. Setiap pertandingan bisa menarik penonton hingga seribu orang. Keamanan pun dijaga ketat oleh aparat kepolisian, TNI, serta Banser sehingga jalannya turnamen berlangsung kondusif.</p>
<p>Dalam turnamen Ansor Cup ke-20 ini, juara pertama diraih kedebelasan Natadiwirya Tawing Putra, juara kedua ditempati Ngrendeng United, sementara posisi juara tiga bersama diraih Porca Bendo dan Tiudan FC. </p>
<p>Gelar tim fair play diberikan kepada Bendungan FC. Sementara untuk kategori individu, top score diraih pemain nomor punggung 10 Natadiwirya Tawing Putra, Si Doel yang mencetak 4 gol, sedangkan gelar pemain terbaik jatuh kepada Muhamad Fahim Subarudin yang masih berusia 15 tahun, dari kesebelasan Natadiwirya Tawing Putra.</p>
<p>Final Ansor Cup ke-20 turut dihadiri Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Tulungagung. Ia menyampaikan apresiasi atas kelancaran turnamen.</p>
<p>“Terima kasih kepada panitia dan sponsor. Kompetisi ini selain membangun prestasi, juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p>Baharudin juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat seperti ini. Ia berharap turnamen serupa dapat terus berkembang, bahkan mencakup pembinaan pemain sejak usia dini.</p>
<p>“Harapannya, kompetisi sepak bola tidak hanya ada di Ansor Cup, tapi juga di berbagai tempat lain di Tulungagung. Mulai dari kelompok umur hingga level profesional,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan berakhirnya Ansor Cup ke-20, masyarakat Gondang dan sekitarnya kembali disatukan oleh semangat kebersamaan melalui olahraga yang paling digemari yakni sepak bola.</p>
<p>"Jadikan (sepak bola) hiburan dan bisa mengumpulkan masyarakat Tulungagung, yang pada waktu berkumpul ini, masyarakat kompak dan rukun, akhirnya dengan adanya olahraga sepak bola ini bisa menambah tali silaturahim antar masyarakat," pungkas Bahrudin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Hobi Jadi Rezeki, Karya Barongan Pemuda Tulungagung Merambah Kalimantan dan Sumatera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-hobi-jadi-rezeki-karya-barongan-pemuda-tulungagung-merambah-kalimantan-dan-sumatera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-hobi-jadi-rezeki-karya-barongan-pemuda-tulungagung-merambah-kalimantan-dan-sumatera</guid>
<description><![CDATA[ Ketekunan Didik menunjukkan bahwa seni tradisi bisa tetap hidup dan bernilai ekonomi jika ditekuni dengan cinta serta kreativitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7af3cf135a.webp" length="62140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 17:49:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, barongan, jamangan, desa gempolan, pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Di tengah gempuran budaya modern, seorang pemuda di Tulungagung memilih menekuni warisan seni tradisi nenek moyang.</p>
<p>Didik Nofianto (30), warga Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, menjadikan keterampilan membuat barongan sebagai ladang usaha sekaligus cara melestarikan kesenian kuda lumping yang ia cintai sejak kecil.</p>
<p>Dari sebuah hobi sederhana, karyanya kini melanglang hingga ke berbagai kota di Jawa bahkan menyeberang ke luar pulau.</p>
<p>“Dulu pertama itu ikut jaranan, terus terinspirasi untuk bikin sendiri. Pertama coba-coba, lalu belajar ke sana ke sini. Itu sejak tahun 2018, pertengahan kalau enggak salah,” ujar Didik, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Bangga dengan hasil karyanya sendiri, Didik mulai memamerkan hasil kreasinya lewat media sosial. Unggahan demi unggahan membuat banyak orang penasaran, hingga akhirnya ia mendapat pesanan pertamanya. Proses itu memang tidak instan, namun perlahan pelanggan semakin meluas.</p>
<p>“Posting di medsos pertama, lama tapi lakunya lama. Terus lama-kelamaan banyak yang tahu. Ya, kayak sekarang, pesanan banyak,” katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Kini, pesanan barongan buatan Didik tak hanya datang dari Tulungagung atau Jawa Timur. Karya tangannya telah dipesan hingga Kalimantan, Sumatera, dan Riau. Setiap bulan, ia rata-rata menyelesaikan tiga sampai empat pesanan sesuai kemampuan pengerjaan.</p>
<p>“Pesanan banyak dari Kalimantan, Sumatera, Riau. Rata-rata luar pulau,” tutur Didik bangga.</p>
<p>Selain membuat barongan lengkap dengan hiasannya, Didik kini dikenal sebagai spesialis jamang atau hiasan kepala barongan. Untuk pembuatan jamang, Didik menggunakan dua jenis bahan, yakni dari bahan kulit sapi dan drum plastik, tergantung permintaan pemesan.</p>
<p>Jamang buatannya bisa diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu, dengan harga berkisar Rp650 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenis bahan, ukuran dan tingkat kerumitan. Sementara untuk paket barongan lengkap, harganya berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta.</p>
<p>“Kalau sekarang pesanan yang ramai itu jamangan. Kalau jamangan bisa dikerjakan satu minggu. Kalau komplit dengan kepala barongan, harganya Rp3.500.000 sampai Rp4.000.000,” jelasnya.</p>
<p>Proses pembuatan barongan dan jamang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama saat mengukir bagian mata yang menjadi daya tarik utama barongan.</p>
<p>Ketekunan Didik menunjukkan bahwa seni tradisi bisa tetap hidup dan bernilai ekonomi jika ditekuni dengan cinta serta kreativitas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Belimbing ke Jambu Kristal Jumbo, Mulyono Kewalahan Penuhi Permintaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-belimbing-ke-jambu-kristal-jumbo-mulyono-kewalahan-penuhi-permintaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-belimbing-ke-jambu-kristal-jumbo-mulyono-kewalahan-penuhi-permintaan</guid>
<description><![CDATA[ “Pasarnya hari ini justru kekurangan barang. Saya harus nambah pohon, target Desember jadi 500 batang,” katanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d67bd8bee9d.webp" length="97192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 19:11:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jambu kristal, moyoketen, gondosuli, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Perjalanan seorang petani tak selalu mulus, namun bagi Mulyono, warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, langkahnya justru penuh warna. Setelah sukses memperkenalkan agrowisata belimbing di desanya, kini ia tengah serius mengembangkan jambu kristal jumbo di lahan pertanian di Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang.</p>
<p>Peralihan fokus ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, dunia pertanian harus selalu berinovasi. </p>
<p>“Ini saya lagi pengembangan, dulu basicnya belimbing sudah 33 tahun. Kita mau maju lagi, mengembangkan jambu merah sama jambu kristal,” ujar Mulyono, Kamis (25/9/2025) kemarin.</p>
<p>Budidaya jambu kristal jumbo mulai ia tekuni sejak tahun 2022. Dalam tiga tahun, Mulyono sudah menanam 300 pohon, meski baru 100 yang benar-benar produktif. Hasilnya pun tak main-main. Dari satu batang, ada yang bisa menghasilkan 40 hingga 50 kilogram buah jambu, dengan ukuran rata-rata 0,5 kilogram per biji.</p>
<p>"Hari ini kita panen 60 batang kita nurunkan paling enggak hari ini 2 kuintal setengah, 250 kilo dari 60 batang itu hari ini," ungkap Mulyono.</p>
<p>Namun target Mulyono tak berhenti di situ. Saat ini ia terus berinovasi untuk mengembangkan buah jambu dengan target berat perbiji 1 kilogram.</p>
<p>“Saya belum puas. Bulan Desember nanti kita doa dan kerja keras. Satu buah harus bisa satu kilo. Bahkan kemarin sudah ada yang nyampe satu kilo dua ons,” ungkapnya penuh optimisme.</p>
<p>Mulyono menjelaskan, pemasaran buah hasil kebunnya kini sudah meluas. Tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Tulungagung, Mulyono juga mengirim ke toko-toko modern di wilayah Kediri, Nganjuk, hingga menjangkau Surabaya, Jakarta, dan Bali melalui reseller. </p>
<p>“Pasarnya hari ini justru kekurangan barang. Saya harus nambah pohon, target Desember jadi 500 batang,” katanya.</p>
<p>Panen dilakukan rutin seminggu sekali setiap hari Kamis agar bisa memenuhi stok supermarket pada hari Jumat. </p>
<p>"Untuk kebutuhan di supermarket aja minimal saya kalau disediakan hari Kamis stok 4 kuintal habis. Itu hari Minggu sore apa Senin disuruh kirim lagi. Saya nggak mampu," ungkapnya.</p>
<p>Di balik strategi penambahan kapasitas produksi tersebut, Mulyono menekankan kualitas sebagai kunci. Ia menolak mengejar kuantitas semata.</p>
<p>“Yang membedakan itu taste sama mutu. Saya ndak ngejar jumlah, tapi kualitas. Saya juga minta dukungan pemerintah supaya produk lokal ini lebih dipromosikan, biar masyarakat makin cinta buah nasional,” ucapnya.</p>
<p>Jambu kristal milik Mulyono dipasarkan dengan merek ABM (Agrowisata Belimbing Mulyono), sebuah identitas yang ia jaga sejak merintis belimbing. Dari rumah produksinya, harga jambu dijual Rp15 ribu per kilogram, sedangkan reseller melepasnya dengan margin 30 persen, hingga sekitar Rp24-25 ribu per kilogram di pasar modern.</p>
<p>Selain jambu kristal, Mulyono juga tengah mengembangkan varietas jambu lain, termasuk jambu merah yang kaya vitamin C. Ia berharap, diversifikasi produk ini dapat menjaga keberlangsungan agrowisatanya. </p>
<p>“Saya tidak ingin Agrowisata Belimbing mati. Karena itu harus ada produk-produk baru selain belimbing,” tegasnya.</p>
<p>Dengan semangat belajar tanpa malu, bahkan dari petani yang lebih muda sekalipun, Mulyono yakin buah hasil kebunnya akan terus dicari. Di balik setiap butir jambu kristal jumbo yang manis dan renyah, ada cerita kegigihan seorang petani yang tak pernah berhenti berinovasi demi menjaga kecintaan masyarakat pada buah lokal. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung Mendadak Terhenti Setelah Dua Pekan Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-makan-bergizi-gratis-di-sman-1-kedungwaru-tulungagung-mendadak-terhenti-setelah-dua-pekan-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-makan-bergizi-gratis-di-sman-1-kedungwaru-tulungagung-mendadak-terhenti-setelah-dua-pekan-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini pihak sekolah belum menerima penjelasan detail mengenai alasan penghentian distribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6666ed9918.webp" length="52976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 17:16:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, makan bergizi gratis, sman 1 kedungwaru, sppg dapur panen resto, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat sempat dirasakan siswa SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung. Sayangnya, program tersebut hanya bertahan selama dua pekan sebelum akhirnya terhenti tanpa kejelasan.</p>
<p>Humas SMAN 1 Kedungwaru, Andi Chandra Purwonegoro, menjelaskan sekolahnya mulai menerima pasokan makanan bergizi sejak 1 September 2025. Pengiriman makanan dilakukan setiap hari oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panen Resto.</p>
<p>“MBG-nya kita kebetulan mulai 1 September. Selama dua minggu itu kita memang mendapatkan manfaat, tetapi memasuki minggu ketiga tiba-tiba ada pemberitahuan lewat WhatsApp bahwa penyaluran berhenti karena suatu hal,” ujar Chandra, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Selama masa distribusi, lebih dari 1.362 siswa kelas X hingga XII menerima makanan bergizi setiap hari. Menurut pihak sekolah, selama itu pula tidak ada kendala berarti, hanya masalah teknis pembagian di lapangan karena jumlah siswa yang cukup banyak.</p>
<p>"Untuk satu halnya mungkin kita kan juga mohon maaf kita tidak tahu karena itu urusan dapur dari sana. Kalau kita hanya mendapatkan manfaat itu juga kita akhirnya juga mengumumkan kepada anak-anak, bahwa besok itu kita tidak mendapatkan MBG. Dan itu kapan akan ada lagi kita juga belum ada pemberitahuan," tambahnya.</p>
<p>Penghentian pasokan diumumkan secara mendadak oleh pihak dapur Panen Resto melalui pesan WhatsApp kepada sekolah pada hari Minggu (14/9/2025). Hingga kini pihak sekolah belum menerima penjelasan detail mengenai alasan penghentian distribusi.</p>
<p>"Kita dapat itu karena dapur itu dekat dengan kita dan pada waktu datang ke sini juga meyakinkan bahwa per satu September itu kita dapat dan itu juga kita ada MoU dan sebagainya, dan ya mungkin tidak sama-sama merugikan, dan sebagainya, dan kita akan mendapatkan manfaat pada waktu itu, ya kita terima dapat rezeki ya alhamdulillah," jelas Chandra.</p>
<p>Menurut Chandra, selama mendapatkan MBG, para siswa juga menyambut baik program nasional tersebut. Setelah terhenti ada juga anak-anak sambil bercanda menanyakan kelanjutan program tersebut.</p>
<p>Selain SMAN 1 Kedungwaru, informasi yang dihimpun menyebutkan ada lembaga sekolah lain juga yang mengalami hal serupa.</p>
<p>Ketika wartawan mencoba mendatangi SPPG Dapur Panen Resto di jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung, kondisi lokasi tampak sepi dengan pagar tertutup rapat. Dua kendaraan boks bertuliskan “Program Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional Dapur Panen Resto” terlihat terparkir di depan resto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>