<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Achmad Fredi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/achmad-fredi</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Achmad Fredi</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>ASN Tiga OPD di Jombang Wajib Kembali Ngantor Mulai 1 Juli, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-tiga-opd-di-jombang-wajib-kembali-ngantor-mulai-1-juli-ini-penyebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-tiga-opd-di-jombang-wajib-kembali-ngantor-mulai-1-juli-ini-penyebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Terhitung mulai 1 Juli 2026, seluruh pegawai di instansi tersebut diwajibkan kembali bekerja secara penuh di kantor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43d96d05f77.webp" length="27222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 22:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi berakhir. Terhitung mulai 1 Juli 2026, seluruh pegawai di instansi tersebut diwajibkan kembali bekerja secara penuh di kantor.</p>
<p></p>
<p>Keputusan ini diambil setelah inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi menemukan masih adanya ASN yang tidak responsif saat dihubungi pada jam kerja. Tiga OPD yang tak lagi menerapkan sistem WFH adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA).</p>
<p></p>
<p>"Keputusan itu berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan bersama. Mulai 1 Juli nanti seluruh ASN, baik pejabat struktural maupun fungsional di ketiga OPD tersebut, wajib kembali masuk kantor," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Selasa (30/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Evaluasi dilakukan usai Pemkab Jombang menggelar sidak di sejumlah OPD, antara lain Disdikbud, DPMD, Sekretariat DPRD, dan DPPKB PPPA. Dalam sidak tersebut, Sekda meminta daftar pegawai yang sedang menjalankan WFH untuk kemudian diverifikasi melalui panggilan video secara acak. Langkah ini bertujuan memastikan pegawai benar-benar bekerja dari rumah dan tetap siaga menjalankan tugas.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh ASN yang WFH kami minta dihubungi melalui video call satu per satu untuk memastikan mereka tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan," jelas Agus.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengecekan, masih ditemukan beberapa ASN yang tidak mengangkat panggilan video maupun tidak memberikan respons. Padahal, selama menjalankan WFH, mereka tetap diwajibkan siaga dan dapat dihubungi sewaktu-waktu.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek kedisiplinan, Pemkab Jombang juga mengevaluasi dampak kebijakan WFH terhadap efisiensi operasional. Salah satu indikatornya adalah penurunan biaya listrik di sejumlah kantor. Di Sekretariat DPRD Jombang, misalnya, pengeluaran listrik berkurang sekitar Rp1 juta per bulan, dari sebelumnya Rp23 juta menjadi Rp22 juta. Sementara di DPPKB PPPA, biaya listrik turun dari sekitar Rp6 juta menjadi Rp5 juta, bahkan sempat menyentuh angka Rp4 juta pada Mei lalu.</p>
<p></p>
<p>Meskipun kebijakan WFH dinilai mampu memberikan efisiensi anggaran, Pemkab Jombang menegaskan bahwa kedisiplinan ASN tetap menjadi prioritas utama. Hasil evaluasi inilah yang menjadi dasar penghentian WFH di tiga OPD yang menjadi perhatian khusus selama sidak berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akai Komplotan Curanmor Spesialis Hiburan Rakyat di Jombang Berakhir di Tangan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akai-komplotan-curanmor-spesialis-hiburan-rakyat-di-jombang-berakhir-di-tangan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akai-komplotan-curanmor-spesialis-hiburan-rakyat-di-jombang-berakhir-di-tangan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Empat tersangka berhasil diamankan, dan sedikitnya 14 aksi pencurian di sembilan kecamatan telah terungkap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43d1f49f9b6.webp" length="44580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 21:55:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap menyasar kegiatan hiburan rakyat di Jombang berhasil dihentikan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang. Empat tersangka berhasil diamankan, dan sedikitnya 14 aksi pencurian di sembilan kecamatan telah terungkap.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agus Saputra, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi dengan nomor LP/B/218/VI/2026/SPKT/Polres Jombang/Polda Jawa Timur tertanggal 13 Juni 2026. </p>
<p></p>
<p>Laporan tersebut terkait pencurian yang terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB di Dusun Made, Desa Waru, Kecamatan Kudu, Jombang. Korban bernama Nuril Kurniawan kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat yang diparkir saat menghadiri kegiatan hiburan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Jombang segera melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan secara intensif," ujar AKP Magribi kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Selang empat hari setelah menerima laporan, tepatnya pada Minggu (14/6/2026), polisi berhasil mengamankan empat tersangka. Mereka adalah YP (38), warga Kota Mojokerto; WBS (37), warga Kabupaten Tulungagung; serta AA (32) dan AS (37), keduanya warga Kabupaten Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Dua tersangka ditangkap saat kegiatan sound horeg di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, sementara dua lainnya diringkus saat acara Orkes Elsamba di Lapangan Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.</p>
<p></p>
<p>"Para tersangka menjalankan aksinya secara terorganisir. Tersangka utama bertugas mencari informasi lokasi hiburan dan melakukan survei, lalu menggunakan kunci T untuk merusak kunci motor, sementara tiga orang lainnya mengawasi situasi," jelas AKP Magribi.</p>
<p></p>
<p>Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi satu unit motor korban yang berhasil ditemukan, satu gagang beserta mata kunci T, serta satu unit motor yang digunakan para pelaku.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil pengembangan, para tersangka mengaku telah melakukan 14 aksi pencurian di berbagai kecamatan, antara lain Diwek, Tembelang, Ngoro, Bareng, Mojowarno, Mojoagung, Sumobito, Megaluh, dan Jogoroto. Hingga saat ini, penyidik telah mengungkap dan mengaitkan sembilan tempat kejadian perkara (TKP) berdasarkan alat bukti yang cukup, sementara lokasi lainnya masih dalam proses pendalaman.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.</p>
<p></p>
<p>Polres Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menghadiri kegiatan hiburan rakyat. Masyarakat diimbau untuk menggunakan kunci pengaman tambahan, memarkir kendaraan di lokasi yang aman, dan segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.</p>
<p></p>
<p>"Apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Kepolisian melalui Hotline 110," pungkas AKP Magribi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Menang Kasasi, PT SMG Kembali Digugat, Kuasa Hukum Soroti Asas Ne Bis In Idem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-menang-kasasi-pt-smg-kembali-digugat-kuasa-hukum-soroti-asas-ne-bis-in-idem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-menang-kasasi-pt-smg-kembali-digugat-kuasa-hukum-soroti-asas-ne-bis-in-idem</guid>
<description><![CDATA[ Penunjukan Edi beserta tim ini menyusul penanganan perkara yang menyeret dua entitas perusahaan pertambangan di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43c5d2134d4.webp" length="40460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pertambangan, Baru Bara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Edi Haryanto, pengacara dari kantor hukum EHS &amp; Associates, resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum PT Satria Mahkota Gotek (PT SMG), sebuah perusahaan pertambangan yang beralamat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Penunjukan Edi beserta tim ini menyusul penanganan perkara yang menyeret dua entitas perusahaan pertambangan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Kedua entitas tersebut adalah PT Sinergi Bara Bravo (PT SBB), perusahaan kontraktor pertambangan yang berpusat di Jakarta Pusat, dan PT Borneo Andalan Semesta (PT BAS), perusahaan pertambangan swasta nasional yang bergerak di sektor jasa angkut hasil tambang batu bara.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangan kepada media suarajatimpost.com, Edi Haryanto menyebut gugatan perdata baru yang diajukan PT SBB dan PT BAS terhadap PT SMG mengandung asas <em>Ne Bis In Idem</em>, yakni perkara dengan subjek dan objek yang sama serta telah berkekuatan hukum tetap.</p>
<p></p>
<p>Edi menjelaskan, gugatan pertama dengan judul Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan PT SBB terhadap PT SMG dan PT BAS telah diputus di Pengadilan Negeri Tanah Grogot dengan nomor perkara 32/Pdt.G/2024/PN Tgt.</p>
<p>Dalam putusan tersebut, gugatan ditolak dan penggugat dinyatakan kalah. Upaya banding dan kasasi yang ditempuh PT SBB juga ditolak oleh Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur dan Mahkamah Agung.</p>
<p></p>
<p>“Putusan kasasi pada 6 Mei 2026 dengan nomor 456 K/PDT/2026 telah menyatakan tolak, sehingga perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Edi, Senin (30/6/2026).</p>
<p>Menurut Edi, gugatan kedua yang kini diajukan dengan judul Wan Prestasi (Ingkar Janji) oleh PT SBB sebagai Penggugat I dan PT BAS sebagai Penggugat II, dengan PT SMG sebagai Tergugat, memiliki subjek dan objek yang sama persis dengan gugatan sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Objek gugatan, para pihak, dan materi pokok perkara adalah sama. Ini jelas mengandung asas Ne Bis In Idem, sehingga seharusnya gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard) oleh majelis hakim,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menguatkan argumennya, Edi mengutip sejumlah yurisprudensi dan ketentuan hukum, termasuk Pasal 1917 KUHPerdata serta Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2012, yang menegaskan bahwa perkara dengan objek dan subjek yang sama tidak dapat diajukan kembali setelah ada putusan berkekuatan hukum tetap.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa situasi di lingkungan PT SMG saat ini kondusif dan tidak terjadi miss di kalangan jajaran kepengurusan. Pihaknya berharap tidak ada kesimpangsiuran mengenai kondisi terkini PT SMG, menyusul adanya pernyataan terkait gugatan kedua dari PT SBB dan PT BAS.</p>
<p></p>
<p>"Bilamana ada kabar yang tidak sesuai dengan fakta, maka kami menyatakan itu masuk dalam kategori kabar bohong alias hoaks," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rotasi Jabatan Jajaran Polres Jombang, Dari Kasatreskrim hingga Kapolsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-jajaran-polres-jombang-dari-kasatreskrim-hingga-kapolsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-jajaran-polres-jombang-dari-kasatreskrim-hingga-kapolsek</guid>
<description><![CDATA[ langkah penyegaran jajaran perwira bergulir seiring kebutuhan organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4214f29f4a2.webp" length="57492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 12:57:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polres Jombang, Rotasi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Polres Jombang terus berupaya meningkatkan profesionalitas kerja. Untuk menunjang hal tersebut, langkah penyegaran jajaran perwira bergulir seiring kebutuhan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangan yang diterima redaksi, rotasi jabatan ini meliputi sejumlah posisi strategis di lingkungan Polres Jombang. Jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban AKP Dimas Robin Alexander kini diserahterimakan kepada AKP Magribi Agus Saputra yang sebelumnya menjabat Kanit II Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Timur. AKP Dimas Robin Alexander mendapat tugas baru sebagai Kanit II Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, jabatan Kapolsek Kabuh yang sebelumnya dijabat AKP Tommi Hermanto kini dipercayakan kepada AKP Muhammad Yogie Pratama yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Mojokerto. AKP Tommi Hermanto mendapat penugasan baru sebagai Kasihukum Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>Berikutnya, jabatan Kapolsek Mojowarno, AKP Susilo, mendapat tugas baru sebagai Kasubbagkerma Bagops Polres Jombang. Posisinya digantikan oleh Iptu Dhira Wira Prasasta yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, AKP Mohamad Djulan yang sebelumnya menjabat Kapolsek Jogoroto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres Jombang. Jabatan Kapolsek Jogoroto selanjutnya diisi oleh AKP Fadilah yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tembelang.</p>
<p></p>
<p>Jabatan Kapolsek Tembelang dipercayakan kepada AKP Sartono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Plandaan. Posisi Kapolsek Plandaan kemudian diisi oleh AKP Solihin Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kapolsek Peterongan.</p>
<p></p>
<p>Untuk jabatan Kapolsek Peterongan, dipercayakan kepada AKP Hidayaturrahman yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur. Sedangkan Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Ngusikan menggantikan Iptu Suraji.</p>
<p></p>
<p>Iptu Suraji selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Bandar Kedungmulyo menggantikan Iptu Zaenal Abidin yang kini menempati jabatan baru sebagai Kasubbagren Progar Bagren Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, AKP Trisulo Hadi Warjianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Megaluh ditunjuk sebagai Kapolsek Sumobito. Jabatan Kapolsek Megaluh kini diisi oleh Iptu Irfendi Fibrianto yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Selain rotasi jabatan tersebut, Iptu Rangga Nurrizaldy yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Satreskrim Polres Jombang dimutasikan sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Dalpers Ro SDM Polda Jawa Timur dalam rangka mengikuti Pendidikan S-2 STIK Reguler Angkatan ke-16 Tahun Anggaran 2026.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Polres Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Saya mengucapkan selamat atas jabatan yang baru. Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kinerja, dedikasi, dan loyalitas pada jabatan sebelumnya. Semoga sukses di tempat tugas yang baru. Saya juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan," ujarnya dalam pesan yang diterima wartawan, Senin (29/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kapolres memberikan apresiasi khusus kepada pejabat lama atas kinerja optimal, terutama dalam pengungkapan berbagai kasus selama bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Selama menjabat, hampir seluruh kasus dapat diungkap dengan baik. Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jombang," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kepada para pejabat yang baru bergabung, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang serta berharap dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. </p>
<p></p>
<p>"Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Polres Jombang. Semoga pejabat yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dan membawa inovasi demi kemajuan organisasi," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa seluruh personel Polres Jombang harus mengedepankan prinsip respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin permasalahan apa pun harus diselesaikan dengan turun langsung ke lapangan. Prinsip utama di Polres Jombang adalah respons cepat terhadap laporan masyarakat, baik di Polres maupun di jajaran. Kita harus hadir, memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang, dan jangan sampai menyakiti hati masyarakat," tandasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gibran Buka Permata CAI ke&amp;47 di Jombang, Ajak Generasi Muda Cinta Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gibran-buka-permata-cai-ke-47-di-jombang-ajak-generasi-muda-cinta-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gibran-buka-permata-cai-ke-47-di-jombang-ajak-generasi-muda-cinta-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran Wapres RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Khofifah Indar parawansa pada acara CAI ke-47 menjadi momen bermakna bagi Ponpes Gadingmangu, Perak, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a421af9ddfe6.webp" length="52342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 11:18:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Wapres RI Gibran, Permata CAI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kehadiran Wapres Gibran yang didampingi langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang ini menambah makna istimewa pada acara tahunan Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari santri dan alumni Ponpes Gadingmangu mengikuti perkemahan yang berlangsung dari 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Mengusung tema "Perkuat Karakter Pemuda, Profesional, Religius dan Berazaskan Pancasila, guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di bawah Naungan NKRI", kegiatan ini menjadi penanda perjalanan Ponpes Gadingmangu.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wapres Gibran menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas agar Indonesia mampu memanfaatkan momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030 hingga 2045.</p>
<p></p>
<p>"Anak muda harus memiliki wawasan yang luas, akhlak yang baik, karakter yang kuat, serta mampu mandiri, termasuk dalam bidang kewirausahaan," ujar Gibran di hadapan peserta.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan para peserta akan pentingnya menyiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. "Persiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi generasi yang membawa kemajuan bangsa," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Wapres mengingatkan generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan. </p>
<p></p>
<p>"Bangsa ini membutuhkan stabilitas. Jangan mudah percaya hoaks, karena pembangunan tidak akan berjalan baik apabila masyarakat terpecah belah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Permata CAI 2026, H. Achmad Fawwaz Abd Aziz, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Presiden. Menurutnya, kehadiran Gibran menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial, Wapres juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di sekitar Desa Sambirejo.</p>
<p></p>
<p>Fawwaz menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi pembinaan seperti wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, dakwah, hukum, hingga kepemimpinan. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki nasionalisme tinggi, berjiwa patriotik, religius, mandiri, serta siap menjadi pemimpin masa depan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja tinggi. Perkemahan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p></p>
<p>"Bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi SDM unggul yang profesional, religius, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantah Klaim Kuasa Hukum, Keamanan Pabrik di Jombang Tegaskan Pelaku Pemukulan Bukan Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantah-klaim-kuasa-hukum-keamanan-pabrik-di-jombang-tegaskan-pelaku-pemukulan-bukan-karyawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantah-klaim-kuasa-hukum-keamanan-pabrik-di-jombang-tegaskan-pelaku-pemukulan-bukan-karyawan</guid>
<description><![CDATA[ Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e1c653631c.webp" length="37376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 13:55:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Premanisme</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pihak keamanan pabrik PT Handsome Investments Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait kasus pemukulan yang menyeret empat orang tersangka. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil untuk meluruskan narasi yang sempat beredar dari pihak kuasa hukum salah satu terduga pelaku pemukulan, yang menyatakan bahwa para pelaku merupakan pekerja pabrik tersebut.</p>
<p></p>
<p>Petugas Keamanan Pabrik, Bayaki, membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa keempat terduga pelaku sama sekali tidak memiliki ikatan kerja dengan perusahaan. Status para pelaku murni warga luar atau warga sekitar, bukan karyawan pabrik.</p>
<p></p>
<p>"Bukan pekerja di sini. Bukan pekerja di sini, ya mereka orang luar, warga sini," ujar Bayaki saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Bayaki kemudian membeberkan kronologi peristiwa secara runtut. Insiden bermula pada malam hari ketika keempat orang tersebut mendatangi area pabrik dengan dalih ingin meminta lowongan pekerjaan. Karena waktu yang sudah larut dan tidak tepat untuk urusan administrasi, pihak keamanan mengarahkan mereka secara baik-baik untuk datang kembali keesokan harinya.</p>
<p></p>
<p>Namun, situasi justru berujung ricuh. Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik.</p>
<p></p>
<p>"Pertama, tujuannya minta pekerjaan. Dan saya suruh untuk datang besok pagi. Ternyata memang keadaan bau alkohol, ya mungkin akhirnya mereka jadi arogan," tambah Bayaki.</p>
<p></p>
<p>Bayaki sangat menyayangkan tindakan para pelaku yang dinilai tidak etis. Menurutnya, urusan mencari pekerjaan seharusnya dilakukan pada siang hari secara resmi dan dalam kondisi yang kondusif, bukan pada larut malam.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kasus penganiayaan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Pihak keamanan pabrik sepenuhnya mendukung proses hukum yang berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Ya, semoga dengan memberikan suatu efek jera bagi mereka," pungkas Bayaki.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan pihak keamanan, Pemerintah Desa melalui Kepala Dusun Kedung Asem, Desa Bandarkedungmulyo, Hartono, turut bersuara. </p>
<p></p>
<p>Ia menyampaikan bahwa keberadaan PT Handsome Investments Indonesia di wilayahnya sebenarnya sangat dinantikan masyarakat demi mendongkrak perekonomian warga sekitar.</p>
<p></p>
<p>Pihak pemerintah desa secara tegas membantah bahwa aksi gangguan atau premanisme yang terjadi tersebut mewakili aspirasi warga dusun setempat.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hartono, kehadiran pabrik ini dinilai menjadi angin segar bagi ketersediaan lapangan pekerjaan, khususnya bagi para pemuda setempat. Bahkan, pemerintah desa telah merencanakan bahwa pada tahap awal operasional, perekrutan tenaga kerja akan memprioritaskan warga lokal sebelum membuka kesempatan bagi warga dari desa lain.</p>
<p></p>
<p>"PT Handsome ini ya sebuah perusahaan yang sangat ditunggu oleh masyarakat kami. Keberadaannya ini memang sudah dirindukan lah bahasanya, supaya segera beroperasi dan kami semua masyarakat Bandarkedungmulyo terutama, khususnya ya ingin kerja di sini," ujar Hartono.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi insiden gangguan tersebut, Hartono menegaskan bahwa masyarakat justru sangat tidak menginginkan adanya konflik. Aksi-aksi premanisme yang memperlambat jalannya operasional pabrik dinilai sangat merugikan kepentingan khalayak umum. Warga disebutnya merasa dirugikan karena dampak positif pabrik, terutama penyerapan tenaga kerja, menjadi tertunda.</p>
<p></p>
<p>"Tapi yang jelas warga kami ya sangat tidak menginginkan hal itu. Jadi ada prinsip-prinsip yang nantinya memperlambat operasi pabrik ini ya sangat-sangat mengganggu masyarakat kami gitu loh. Pinginnya cepat berdiri, sehingga merasakan dampak positifnya," tegas Hartono.</p>
<p></p>
<p>Terkait langkah hukum yang kini telah ditempuh oleh pihak manajemen perusahaan, pihak pemerintah dusun sepenuhnya menyerahkan dan mendukung penuh proses tersebut kepada aparat penegak hukum. </p>
<p></p>
<p>Hartono berharap pihak kepolisian dapat bertindak objektif dan tegas dalam mengusut tuntas kasus ini karena telah mengganggu iklim investasi dan kepentingan masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>"Ya saya berharap ya polisi obyektif dalam melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Sehingga apapun ketika memang ini merugikan secara khalayak umum ya bagaimana gitu, Pak," pungkas Hartono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BBM Jenis Pertalite di Jombang Mulai Sulit Didapat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bbm-jenis-pertalite-di-jombang-mulai-sulit-didapat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bbm-jenis-pertalite-di-jombang-mulai-sulit-didapat</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi kelangkaan BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina memaksa sejumlah pemilik kendaraan bermotor beralih ke jenis BBM lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b7bc6e7315.webp" length="54434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 14:16:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BBM, Pertalite</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jombang mulai mengalami kelangkaan, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Kelangkaan terpantau terjadi di tiga SPBU, yakni SPBU Jalan Basuki Rahmad (Desa Tunggorono), SPBU Jalan Haji Abdoeh Moertadji (Jatipelem, Kecamatan Diwek), dan SPBU di wilayah Desa Mojongapit, Kabupaten Jombang. Kondisi ini memaksa sejumlah pemilik kendaraan bermotor beralih ke jenis BBM lain.</p>
<p>Berbeda dengan titik lainnya, SPBU Jalan Gatot Subroto, Jelakombo, dan SPBU Desa Glagahan, Kecamatan Perak, masih menyediakan Pertalite. Namun, ketersediaan tersebut justru memicu antrean panjang kendaraan hingga meluber ke area jalan raya.</p>
<p>"Saya tadi mau berangkat kerja dari Kecamatan Peterongan menuju Kecamatan Perak. Dalam perjalanan, saya sudah berkeliling ke empat SPBU, tapi akhirnya terpaksa membeli Pertamax dengan harga Rp16.250 per liter karena Pertalite tidak ada," ujar Rama, salah satu pengendara yang terdampak kelangkaan.</p>
<p>Tak hanya di SPBU, pengecer bensin di sepanjang jalan tersebut juga kehabisan stok Pertalite. Sebagian besar hanya menyisakan Pertamax, bahkan ada yang tidak memiliki stok sama sekali.</p>
<p>Salah satu petugas SPBU di Jalan Basuki Rahmad, Tunggorono, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kekosongan Pertalite telah terjadi sejak Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.</p>
<p>"Iya, kosong sejak tadi pagi jam 3," ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti potensi kelangkaan stok Solar. Menurutnya, pasokan Solar per shift dibatasi sebanyak 1.500 liter, sesuai kebijakan dari kantor pusat Pertamina.</p>
<p>"Solar ini juga terancam, karena memang dibatasi 1.500 liter per shift dari Pertamina sana," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tradisi Sosial Sejak 1976, Ponpes Gadingmangu Jombang Khitan Massal 72 Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tradisi-sosial-sejak-1976-ponpes-gadingmangu-jombang-khitan-massal-72-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tradisi-sosial-sejak-1976-ponpes-gadingmangu-jombang-khitan-massal-72-anak</guid>
<description><![CDATA[ Selain warga sekitar kawasan pondok, terkhusus Desa Gadingmangu, peserta khitan juga berasal dari warga Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b5ac9e9df5.webp" length="81134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 11:57:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Khitan Massal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>-Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu menggelar acara Bakti sosial Khitanan massal untuk anak laki-laki disekitar kawasan pondok. Ada sebanyak 72 orang anak terdaftar mengikuti kegiatan khitan di Aula Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan sosial rutin pondok sejak tahun 1976. Selain warga sekitar kawasan pondok, terkhusus Desa Gadingmangu, peserta khitan juga berasal dari warga Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Pengurus Ponpes Gadingmangu, KH Dawud Bin Ali mengatakan kegiatan khitan massal sebagai bentuk ikhtiar Ponpes untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.</p>
<p></p>
<p>"Ikhtiar sosial untuk warga sekitar dan membangun sinergi bersama pemerintah daerah," ucap KH Dawud Bin Ali dalam sambutan yang disampaikan.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari pemerintah selama ini. Ponpes Gadingmangu terus berkomitmen secara reguler mengadakan bakti sosial khitan massal setiap tahunnya. </p>
<p></p>
<p>"Kurang lebih sudah sebanyak 80 kali kegiatan terselenggara sejak tahun 1976," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah peserta untuk tahun 2026 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun ini ponpes menerima pendaftar sebanyak 72 orang, sedangkan tahun sebelumnya sebanyak kurang lebih 60 orang.</p>
<p></p>
<p>Senada Humas Ponpes Gadingmangu, Rudi Haryanto menyebut ada 8 orang tenaga medis yang membantu kegiatan khitanan massal. </p>
<p></p>
<p>"Tenaga medis dari beberapa klinik di wilayah kecamatan Perak," ujar Rudi.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya berterima kasih atas kehadiran forkopimda maupun forkopimcam, termasuk kehadiran dari Wakil Bupati Jombang KH Salmanuddin Yazid atau Gus Salman.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid menyampaikan kehadiran Forkopimda untuk memenuhi undangan kegiatan khitanan massal Ponpes Gadingmangu dengan jumlah peserta sebanyak kurang lebih 70 orang.</p>
<p></p>
<p>"Semoga anak-anak yang di khitan cepat diberikan kesembuhan dan kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa," tandas Gus Wabub. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengakuan Kades Gambiran Jombang Terkait Keberadaan PT Jian You Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengakuan-kades-gambiran-jombang-terkait-keberadaan-pt-jian-you-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengakuan-kades-gambiran-jombang-terkait-keberadaan-pt-jian-you-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Jupri, proyek ini bermula dari pengajuan izin pemanfaatan akses jalan oleh pihak PT Jian You Indonesia kepada warga Desa Gambiran. Menindaklanjuti permohonan itu, Pemerintah Desa segera melakukan pengecekan status aset. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a6fe91386d.webp" length="65380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 18:59:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kades Gambiran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Rumor mengenai penolakan petani terhadap pembangunan akses jalan menuju PT Jian You Indonesia akhirnya terjawab. Jupri, Kepala Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang sempat menyita perhatian publik tersebut.</p>
<p>Menurut Jupri, proyek ini bermula dari pengajuan izin pemanfaatan akses jalan oleh pihak PT Jian You Indonesia kepada warga Desa Gambiran. Menindaklanjuti permohonan itu, pemerintah desa segera melakukan pengecekan status aset. </p>
<p>Hasilnya, berdasarkan data dari Dinas PUPR, jalan tersebut tidak terdaftar sebagai aset Pemerintah Daerah, melainkan berada di bawah kewenangan penuh Pemerintah Desa Gambiran.</p>
<p>“Sebelum pembangunan dimulai, pihak desa sudah menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) pada 5 Desember 2025 yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga perwakilan petani dan pemuda,” ujar Jupri kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Jupri menegaskan, tidak ada penolakan sama sekali dari warga terkait pembangunan tersebut. Ia meluruskan bahwa insiden yang sempat viral terjadi semata-mata karena faktor teknis. </p>
<p>“Kemarin itu belum boleh lewat hanya karena betonnya masih baru dicor, jadi butuh waktu sekitar tiga minggu agar kuat. Kalau belum waktunya sudah dilewati, tentu akan merusak kualitas beton itu sendiri. Sekarang setelah siap, semuanya justru sangat senang," jelasnya.</p>
<p>Fasilitas jalan yang dibangun pada bulan Mei lalu itu terletak di perbatasan Dusun Gambiran Selatan dan Dusun Ngrowo. Kini, pembangunan telah rampung dan manfaatnya mulai dirasakan secara luas oleh warga, khususnya para petani dan anak-anak sekolah. Tak hanya membangun jalan, pihak PT Jian You Indonesia juga turut membangun saluran irigasi sawah sebagai wujud perhatian terhadap petani setempat.</p>
<p>"Alhamdulillah, melalui Musdes tersebut semua pihak sepakat dan mengizinkan pengajuan dari PT Jian You Indonesia untuk membangun akses jalan ini. Sekarang jalannya sudah lebar dan luas, bahkan kendaraan roda empat seperti truk diesel sudah bisa bersalipan dengan mudah. Aktivitas pertanian dan waktu panen kini jauh lebih lancar,” tambah Jupri.</p>
<p>Rasa syukur juga disampaikan oleh Sayid Abdulloh (55), salah seorang petani Desa Gambiran. Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas perubahan kondisi jalan yang dulu rusak dan penuh lubang menjadi jalur beton yang mulus. </p>
<p>"Dulu kalau mau ke sawah susahnya minta ampun, lubangnya terlalu dalam. Sekarang jalur betonnya sudah nyaman dan sangat membantu perjalanan petani. Selain untuk ke sawah, anak-anak sekolah juga sekarang bisa lewat sini dengan aman tanpa harus memutar ke jalan raya besar," tuturnya.</p>
<p>Senada dengan Sayid, Wahib (63), warga Kecamatan Sumobito yang memiliki lahan sawah di Desa Gambiran, juga turut merasakan manfaat jalan tersebut. </p>
<p>"Meskipun saya bukan orang Gambiran, tapi saya punya sawah di daerah sini. Saya senang karena jalan menuju sawah sekarang bagus dan mulus, jadi kalau panen, truk pengangkut juga lebih mudah jalannya,” ungkapnya.</p>
<p>Pihak Pemerintah Desa Gambiran berharap, kehadiran PT Jian You Indonesia dan pembangunan infrastruktur ini tidak hanya memperlancar aktivitas sosial dan pertanian, melainkan juga mampu mendongkrak roda perekonomian serta memberdayakan pelaku UMKM di lingkungan Desa Gambiran.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Demonstrasi, Buruh Anggota GSBI Jombang Tuntut Pembatalan PHK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-demonstrasi-buruh-anggota-gsbi-jombang-tuntut-pembatalan-phk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-demonstrasi-buruh-anggota-gsbi-jombang-tuntut-pembatalan-phk</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ini merupakan respons atas kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh yang dilakukan manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a6b3bbb99c.webp" length="78952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 18:25:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PHK Buruh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) yang berafiliasi dengan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemkab Jombang, Selasa (23/6/2026) siang. </p>
<p>Aksi ini merupakan respons atas kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh yang dilakukan manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Jombang.</p>
<p>Ketua SBPJ, Hadi Purnomo, menegaskan bahwa para pekerja yang hadir dalam aksi ini merupakan korban PHK sepihak ribuan buruh. Tindakan PHK tersebut dianggap cacat hukum dan menunjukkan kesewenang-wenangan manajemen perusahaan.</p>
<p>"Hari ini, semua yang kita bawa adalah karyawan PT SGS. Semuanya adalah korban PHK. Jadi per tanggal 30 Juni mereka disudahi," ujar Hadi saat ditemui di sela-sela aksi.</p>
<p>Hadi menjelaskan, sebelum proses PHK berjalan, para buruh telah digantikan oleh tenaga kerja outsourcing dan alih daya. Ia menilai tindakan ini sebagai pelanggaran serius terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2026.</p>
<p>“Pekerja outsourcing hanya boleh dipekerjakan di tempat-tempat tertentu, tetapi tidak boleh mempekerjakan di pekerjaan inti. Namun, proses ini belum selesai, perusahaan sudah menghentikan mereka dan menggeser tempat kerja mereka,” tegas Hadi.</p>
<p>Selain menuntut pembatalan PHK, SBPJ juga mendesak pertanggungjawaban dari Pemerintah Kabupaten Jombang terkait nasib ribuan buruh yang terancam kehilangan pekerjaan. </p>
<p>Hadi menyoroti adanya ketimpangan antara klaim pemerintah dalam meminimalkan angka pengangguran dengan kenyataan di lapangan.</p>
<p>“Angka pengangguran bertambah ribuan orang di Kabupaten Jombang. Nah, ini yang kita perlu pertanggungjawaban, di mana Dinas Tenaga Kerja Jombang selalu saja tidak ada progres terbaik,” tandasnya.</p>
<p>Para buruh menuntut beberapa poin penting, di antaranya mencabut UU Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023, menolak PHK sepihak, menolak sistem pesangon yang dicicil, serta menghapus sistem kerja kontrak dan alih daya yang dianggap merugikan kesejahteraan buruh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bhakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke&amp;80 Jombang Sasar Ribuan Penerima Manfaat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bhakti-kesehatan-hari-bhayangkara-ke-80-jombang-sasar-ribuan-penerima-manfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bhakti-kesehatan-hari-bhayangkara-ke-80-jombang-sasar-ribuan-penerima-manfaat</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan berakhir pada 30 Juni 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39f4af04ba9.webp" length="50216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 09:57:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bhakti Kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Polda Jawa Timur menggelar puncak kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan berakhir pada 30 Juni 2026.</p>
<p>Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr. Wahono Edi Prastowo, menjelaskan bahwa puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri dari Mabes Polri.</p>
<p>"Bakti kesehatan ini dilaksanakan serentak oleh Bidokkes di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Timur, puncaknya digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang," ujarnya.</p>
<p>Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada masyarakat, meliputi operasi katarak, khitan massal, operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, hingga layanan kesehatan gigi.</p>
<p>Kombes Pol dr. Wahono Edi Prastowo menyampaikan bahwa kegiatan ini menargetkan sebanyak 2.500 penerima manfaat dari berbagai kalangan, di antaranya pelajar, balita, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, pekerja, pengemudi ojek online, serta masyarakat umum di sekitar Jombang.</p>
<p>Selain pelayanan kesehatan, Polda Jatim juga memperkenalkan program Kartu Bhayangkara Prioritas. Program yang telah berjalan sekitar tiga tahun ini ditujukan bagi mitra dan masyarakat yang memenuhi syarat.</p>
<p>"Kartu Bhayangkara Prioritas memberikan kemudahan dan prioritas pelayanan yang setara dengan keluarga besar Polri, mulai dari pendaftaran hingga pelayanan kesehatan lainnya," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemegang kartu tetap harus terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan agar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.</p>
<p>Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Kartu Bhayangkara Prioritas dapat langsung datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Jombang. Wahono berharap keberadaan rumah sakit tersebut semakin dikenal luas dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas kesehatan umum.</p>
<p>"Rumah Sakit Bhayangkara Jombang tidak hanya untuk keluarga besar Polri, tetapi juga melayani seluruh masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ini, kami ingin hadir dan berbakti langsung kepada masyarakat," tuturnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kades Plosokerep Dilaporkan ke Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kades-plosokerep-dilaporkan-ke-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kades-plosokerep-dilaporkan-ke-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Desa (Kades) Plosokerep, Kecamatan Sumobito, berinisial S, dilaporkan ke polisi oleh warga atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39023d259ca.webp" length="48410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 17:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kades Plosokerep, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kepala Desa (Kades) Plosokerep, Kecamatan Sumobito, berinisial S, dilaporkan ke polisi oleh warga atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, Ahad (21/6/2026).</p>
<p>Informasi tersebut disampaikan oleh pelapor, Sutarji, warga Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Ia mengungkapkan dugaan penipuan dan penggelapan satu unit mobil Honda Brio tahun 2017 miliknya oleh oknum kades berinisial S.</p>
<p>"Sampai hari ini, saya masih menuduh mobil itu dibawa Pak Syahbiyan. Yang jelas itu. Mobil itu masih di situ lah, belum dikembalikan," ujar Sutarji kepada wartawan, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Menurut Sutarji, permasalahan bermula pada 12 Maret 2026. Saat itu, ia meminta bantuan kepada Kades S untuk menyelesaikan sebuah perkara. Sebagai jaminan penanganan kasus, mobil miliknya diserahkan.</p>
<p>Setelah masalah selesai, Sutarji bermaksud mengambil kembali mobil jaminan tersebut ke rumah Kades di Desa Plosokerep. Ia datang dengan membawa uang Rp20 juta sebagai bentuk ucapan terima kasih. Namun, bukannya mengembalikan mobil, Kades S malah berdalih mobil masih berada di Kediri.</p>
<p>Selanjutnya, Sutarji mengaku bahwa pada 25 Mei 2026, Kades S kembali meminta uang senilai Rp5 juta. Merespons permintaan itu, Sutarji berniat memberikan uang sekaligus mengambil mobilnya dengan membawa total uang senilai Rp30 juta.</p>
<p>"Kades hanya mengambil Rp5 juta dan berjanji akan mengembalikan mobil pada awal Juni 2026," beber Sutarji.</p>
<p>Hingga laporan ini dibuat, janji tersebut tidak kunjung ditepati. Bahkan, Sutarji mengaku oknum kades tersebut sempat melakukan intimidasi kepada anaknya. Akibat kejadian ini, Sutarji menderita kerugian material mencapai Rp80 juta.</p>
<p>Dalam keterangannya, Sutarji menegaskan masih menuntut tanggung jawab oknum kades tersebut. Terkait proses hukum, ia berharap pihak kepolisian dapat memeriksa pihak-pihak yang terlibat untuk memberikan keterangan yang jujur.</p>
<p>"Saya memohon para pihak yang terkait keberadaan mobil saya untuk diperiksa, dalam kurung istri dan Syahbiyan dan istrinya," tandas Sutarji.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p>"Iya benar, masih dalam proses penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi sesuai prosedur," ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Kades Plosokerep berinisial S saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. Wartawan juga sudah berupaya mendatangi Kantor Desa Plosokerep, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejuaraan ORADO, 32 Tim Berebut Juara Kapolres Jombang Cup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejuaraan-orado-32-tim-berebut-juara-kapolres-jombang-cup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejuaraan-orado-32-tim-berebut-juara-kapolres-jombang-cup</guid>
<description><![CDATA[ Ketua ORADO Jombang M Hakam Amarulloh melalui Ketua Harian Adi Rosul menyampaikan, turnamen olahraga domino digelar terbuka untuk para atlet di Jawa Timur. Open turnamen ini didukung penuh oleh Polres Jombang dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37bc2cbe1e8.webp" length="62134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 20:52:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, ORADO</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Pengurus Cabang Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Jombang bersama Polres Jombang menggelar turnamen olahraga domino dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Open turnamen se-Jawa Timur ini diikuti 32 tim. Turnamen ini digelar untuk mendorong agar atlet ORADO kompetitif dalam meraih prestasi.</p>
<p>Ketua ORADO Jombang M Hakam Amarulloh melalui Ketua Harian Adi Rosul menyampaikan, turnamen olahraga domino digelar terbuka untuk para atlet di Jawa Timur. Open turnamen ini didukung penuh oleh Polres Jombang dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80.</p>
<p>Turnamen tersebut digelar satu hari penuh di Gedung Kresna Polres Jombang sejak pukul 09.00 WIB. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>"Turnamen domino ini digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Atas dukungan penuh Kapolres Jombang, ORADO Jombang sukses menggelar open turnamen yang diikuti para atlet olahraga domino se-Jawa Timur," kata Adi di lokasi, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Adi menyampaikan, antusias peserta cukup tinggi pada turnamen domino Kapolres Jombang Cup kali ini. Sebanyak 32 tim ramai-ramai mengikuti open turnamen olahraga domino tersebut. Tidak hanya dari Jombang, peserta juga datang dari Kediri, Blitar, Mojokerto, Lamongan, hingga Surabaya.</p>
<p>"<em>Alhamdulillah</em> antusias peserta pertandingan dan para atlet cukup tinggi. Ini menandakan olahraga domino cukup diminati masyarakat. Hari ini sebanyak 32 tim atau 64 peserta bertanding memperebutkan juara Kapolres Jombang Cup," ucapnya.</p>
<p>Atmosfer keseruan pertandingan olahraga domino juga dirasakan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan yang turut bermain pada pertandingan tersebut. Menurutnya, olahraga domino ini merupakan kegiatan positif yang bisa menyalurkan energi positif di masyarakat.</p>
<p>"Olahraga domino ini sangat positif. Bisa menyalurkan kegiatan-kegiatan masyarakat ke arah positif, sehingga bisa mendukung terwujudnya lingkungan kamtibmas di Jombang," ujarnya.</p>
<p>Ardi mengatakan, turnamen domino digelar dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan Polres Jombang kepada para atlet ORADO untuk meraih prestasi di bidang olahraga domino.</p>
<p>"Adanya kompetisi ini maka semakin banyak wadah turnamen olahraga domino di Jombang, sehingga bisa memunculkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya akan berprestasi tidak hanya di lokal Jombang saja, melainkan sampai ke tingkat nasional," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berkaca Pada Kasus Dugaan Premanisme di PT Hansome, Kapolres Jombang Ancam Tindak Penghambat Investasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berkaca-pada-kasus-dugaan-premanisme-di-pt-hansome-kapolres-jombang-tindak-penghambat-investasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berkaca-pada-kasus-dugaan-premanisme-di-pt-hansome-kapolres-jombang-tindak-penghambat-investasi</guid>
<description><![CDATA[ AKBP Ardi Kurniawan secara tegas akan mengambil langkah-langkah hukum atas segala aktivitas yang ditengarahi mengarah pada upaya-upaya menghambat jalannya investasi di kota santri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37939c52664.webp" length="28214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 16:07:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Investasi, PT Handsome</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan siap menjamin keamanan aktivitas investasi di Kabupaten Jombang. Komitmen tersebut disampaikan AKBP Ardi Kurniawan menindaklanjuti dugaan aksi premanisme yang menimpa PT Handsome Investments Indonesia di Dusun Kedungasem, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo. </p>
<p>AKBP Ardi Kurniawan secara tegas akan mengambil langkah-langkah hukum atas segala aktivitas yang ditengarahi mengarah pada upaya-upaya menghambat jalannya investasi di kota santri. </p>
<p>"Iya mas, kita proses sesuai prosedur hukum," ucap AKBP Ardi Kurniawan kepada suarajatimpost.com, Ahad (21/6/2026). </p>
<p>Sebelumnya, PT Handsome Investments Indonesia yang berlokasi di Dusun Kedung Asem, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, menempuh jalur hukum atas dugaan aksi premanisme, intimidasi, dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap para pekerjanya.</p>
<p>Langkah hukum ini diambil karena aktivitas yang mengarah pada premanisme tersebut telah mengganggu kegiatan operasional dan dinilai tidak sejalan dengan semangat menciptakan iklim investasi yang aman di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Pihak perusahaan secara resmi melaporkan peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB itu ke polisi pada Rabu (17/6/2026). Laporan tercatat dengan Nomor Bukti Laporan: STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.</p>
<p>Peristiwa bermula saat empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK diduga memasuki kawasan operasional pabrik melalui gerbang depan tanpa izin, baik secara tertulis maupun lisan. Saat para terlapor masuk, dua petugas keamanan pabrik, Haki dan Mat Iksan, sedang berada di area belakang pabrik untuk mengawal truk molen pengangkut cor beton untuk pembangunan fasilitas penunjang.</p>
<p>Setelah berada di dalam pekarangan pabrik, kelompok tersebut diduga membuat keonaran dan mengusir para karyawan yang sedang menjalankan aktivitas kerja lembur. Selain intimidasi verbal, tindakan itu juga disertai kekerasan fisik. Dilaporkan, dua orang karyawan PT Handsome Investments Indonesia menjadi korban penganiayaan di lokasi kejadian. (*)</p>
<p><strong>Editor:  Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kompetisi eSport Hari Bhayangkara ke&amp;80 di Jombang, 270 Peserta Unjuk Bakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ajang-kompetisi-esport-jombang-peringatan-hari-bhayangkara-ke-80-270-peserta-unjuk-bakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ajang-kompetisi-esport-jombang-peringatan-hari-bhayangkara-ke-80-270-peserta-unjuk-bakat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Jombang bekerja sama dengan Pengurus Kabupaten eSports Indonesia (ESI) Jombang sukses menggelar turnamen Mobile Legends. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a373fe8efac8.webp" length="44328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:12:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, eSport, ESI Kabupaten Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Jombang bekerja sama dengan Pengurus Kabupaten eSports Indonesia (ESI) Jombang sukses menggelar turnamen Mobile Legends. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Polres Jombang pada Sabtu (20/06/2026), mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Turnamen ini sekaligus membuktikan bahwa animo pencinta eSports di Kabupaten Jombang merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari ketatnya persaingan sejak awal, di mana dari total 62 tim yang mendaftar, sebanyak 54 tim dengan total 270 peserta dinyatakan lolos verifikasi untuk bertanding. </p>
<p>"Turnamen ini menyasar pemuda dengan rentang usia 15 hingga 30 tahun sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberikan wadah positif bagi talenta muda lokal," Ketua Umum ESI Kabupaten Jombang, Rahmat Agung Saputra, kepada media, Ahad (21/6/2026). </p>
<p>Selain memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta turnamen ini juga menjadi ajang seleksi yang sangat ketat. Pasalnya, tim peraih Juara 1, 2, dan 3, serta memenuhi syarat regulasi usia 16 hingga 22 tahun akan langsung dikirim sebagai delegasi resmi Polres Jombang.</p>
<p>Mereka dijadwalkan bertanding dalam turnamen kualifikasi serentak se-Jawa Timur pada 21–22 Juni, demi memperebutkan tiket menuju turnamen Kapolda Jatim hingga tingkat Kapolri.</p>
<p>Acara puncak ditutup dengan penyerahan hadiah yang diserahkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander bersama Ketua Umum ESI Kabupaten Jombang, Rahmat Agung Saputra. </p>
<p>Pihak penyelenggara berharap, dengan tingginya antusiasme yang menjadikan Jombang sebagai barometer eSports di Jawa Timur.</p>
<p>"Para pemuda tidak hanya sekadar bermain game, namun mampu terus mengasah mental kompetitif yang sportif serta siap membawa nama harum Kabupaten Jombang di kancah provinsi maupun nasional," tandas Agung. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Laga Persahabatan Persebaya U&amp;17 Vs BUFA di Jombang Jadi Ajang Solidaritas Memajukan Bakat Pesepakbola Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/laga-persahabatan-persebaya-u-17-vs-bufa-di-jombang-jadi-ajang-solidaritas-memajukan-bakat-pesepakbola-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/laga-persahabatan-persebaya-u-17-vs-bufa-di-jombang-jadi-ajang-solidaritas-memajukan-bakat-pesepakbola-muda</guid>
<description><![CDATA[ Klub Budi Utomo Football Academy (BUFA) U-17 yang berbasis di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, menjamu para pemain muda klub besar Persebaya Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3669167e5f4.webp" length="76818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 18:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sepak Bola, BUFA, Persebaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Laga persahabatan sepak bola usia muda bergulir di Lapangan Sulthon Auliya, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Sabtu (20/6/2026). Klub Budi Utomo Football Academy (BUFA) U-17 yang berbasis di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, menjamu para pemain muda klub besar Persebaya Surabaya.</p>
<p>Pertandingan ini menjadi sarana solidaritas dan dukungan untuk saling menimba ilmu demi kemajuan sepak bola di Jawa Timur. Bagi BUFA sendiri, laga ini merupakan wadah untuk membangun akademi sekaligus pembelajaran dari klub besar kebanggaan warga Jawa Timur.</p>
<p>Pembina BUFA, Frengky Anjasmoro, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada klub Persebaya U-17 atas kesediaannya meluangkan waktu untuk datang dan bertanding di homebase BUFA di Jombang.</p>
<p>“Semoga seluruh keluarga besar Persebaya diberikan kelancaran, keberhasilan, kesuksesan, dan mampu meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Frengky.</p>
<p>Pihaknya merasa terhormat atas kehadiran pemain muda, pelatih, dan ofisial klub Persebaya Surabaya yang telah memberikan pelajaran berharga bagi para pemain muda BUFA dalam laga persahabatan tersebut.</p>
<p>“BUFA baru berdiri sekitar dua tahun, dan Alhamdulillah bisa menjadi sparring partner Persebaya U-17 yang merupakan kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia berharap hubungan antara BUFA dan Persebaya tidak berhenti pada satu pertandingan saja, melainkan dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pembinaan dan komunikasi antarklub.</p>
<p>“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, menjadi sarana komunikasi sekaligus mempererat silaturahmi antara BUFA dan Persebaya,” tuturnya.</p>
<p>Frengky juga berharap para pemain dari kedua tim dapat terus berprestasi dan mewujudkan cita-cita menjadi pesepak bola profesional. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang baik selain kemampuan teknis di lapangan.</p>
<p>“Kami berharap anak-anak bisa meraih prestasi, menggapai cita-citanya menjadi pemain profesional yang berkarakter mulia, dan suatu saat dapat menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Kader PDI Perjuangan Jombang Konvoi Sepeda Motor Menuju Makam Presiden Soekarno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-kader-pdi-perjuangan-jombang-konvoi-sepeda-motor-menuju-makam-presiden-soekarno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-kader-pdi-perjuangan-jombang-konvoi-sepeda-motor-menuju-makam-presiden-soekarno</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a365e226b051.webp" length="78898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 17:15:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PDI Perjuangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar konvoi kendaraan roda dua menuju ke makam Presiden Republik Indonesia ke-1 di Kota Blitar, Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Donny Anggun, menjelaskan bahwa agenda ziarah ke kota persemayaman sang proklamator merupakan bentuk penghormatan tinggi sekaligus momen refleksi bagi para kader untuk mendoakan almarhum selaku Pahlawan Nasional tersebut.</p>
<p>"Kegiatan ziarah ke Blitar ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang sudah kami jadwalkan di DPC PDI Perjuangan Jombang untuk memperingati Bulan Bung Karno. Seperti yang kita ketahui, bulan Juni penuh dengan momen bersejarah, mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga Hari Wafat beliau nanti pada 21 Juni," ujar Donny saat diwawancarai di lokasi keberangkatan.</p>
<p>Donny mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan kendaraan roda dua ini tidak diambil secara sepihak, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) sejak beberapa minggu yang lalu. Menurutnya, ada filosofi mendalam di balik pemilihan moda transportasi ini, yakni untuk memupuk rasa kepedulian dan kebersamaan yang nyata di sepanjang jalan.</p>
<p>"Kami memang menghendaki berangkat naik sepeda motor. Teman-teman di tingkat bawah menilai, kalau kita naik bus atau kendaraan mewah lainnya, kita seperti berada di 'zona nyaman'. Kami ingin melepas ego itu. Dengan bersepeda motor bersama seperti ini, harapannya para kader bisa jauh lebih guyub, menyatu dengan masyarakat, dan mempererat rasa persaudaraan antar-pengurus," jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang tersebut.</p>
<p>Menyadari bahwa membawa puluhan sepeda motor ke luar kota berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, pihak DPC PDI Perjuangan Jombang telah menyiapkan skema dan teknis perjalanan yang sangat matang demi menjaga ketertiban lalu lintas serta keselamatan para kader.</p>
<p>Donny menerangkan, setiap PAC dari total 21 kecamatan di Jombang mengirimkan 3 armada sepeda motor. Setidaknya ada sekitar 63 sepeda motor dari perwakilan kecamatan yang bergerak, belum termasuk rombongan tambahan dari pengurus harian DPC serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang.</p>
<p>Agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur arteri Jombang–Blitar, pemberangkatan tidak dilakukan sekaligus dalam satu rombongan besar. Panitia memecah konvoi menjadi 5 sampai 6 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil tersebut hanya berisi maksimal 10 sepeda motor. Waktu keberangkatan antar-kelompok pun diberi jeda beberapa menit. Selain itu, tiap-tiap kelompok dikawal ketat oleh dua orang personel Satgas Cakra Buana untuk memastikan barisan tetap tertib dan mematuhi rambu lalu lintas.</p>
<p>"Kami sudah membentuk kepanitiaan khusus jauh-jauh hari dan menerjunkan Satgas partai untuk melakukan pengawalan ketat. Kami tidak ingin konvoi ini mengganggu hak masyarakat umum di jalan raya. Makanya semua harus patuh pada aturan kelompok yang sudah dibuat," tegas Donny.</p>
<p>Perjalanan panjang dari Jombang ini nantinya tidak langsung menuju ke area pemakaman. Setibanya di wilayah Blitar, seluruh rombongan kader dari Jombang dijadwalkan untuk transit dan beristirahat sejenak. Tempat berkumpul utama dipusatkan di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang bertindak selaku tuan rumah.</p>
<p>Momen transit ini akan dimanfaatkan oleh para kader untuk saling bersilaturahmi, berdiskusi, sekaligus melakukan konsolidasi santai dengan sesama kader partai, baik dari internal Blitar maupun dari wilayah lain di Jawa Timur yang kebetulan juga hadir di lokasi.</p>
<p>Setelah seluruh persiapan selesai dan kondisi fisik para kader kembali segar, barulah pada sore hari sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIB, seluruh rombongan besar akan bergerak bersama-sama menuju kompleks Makam Bung Karno. Agenda utama di sana adalah melaksanakan doa bersama secara khusyuk, membaca tahlil, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga di pusara Sang Proklamator. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi IJTI Korda Majapahit Bareng SMPN 4 Jombang Ajarkan Ilmu Jurnalistik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-ijti-korda-majapahit-bareng-smpn-4-jombang-ajarkan-ilmu-jurnalistik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-ijti-korda-majapahit-bareng-smpn-4-jombang-ajarkan-ilmu-jurnalistik</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan kepada siswa dan guru dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 18-19 Juni 2026 bertempat di salah satu sarana sekolah setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3627b7700ab.webp" length="34192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 12:55:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jurnalistik, SMPN 4 Jombang, IJTI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jombang Korda Majapahit menginisiasi pelatihan jurnalistik, multimedia, dan podcast berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jombang. </p>
<p>Kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan kepada siswa dan guru dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 18-19 Juni 2026 bertempat di salah satu sarana sekolah setempat.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti 30 siswa-siswi ini pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar-dasar jurnalistik dan multimedia. Kemudian pada hari kedua para siswa menjalani praktik wawancara, penulisan berita, hingga pembuatan podcast layaknya jurnalis profesional.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, menyampaikan apresiasi kepada para insan media yang tergabung dalam IJTI Jombang karena telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu.</p>
<p>"Saya sebagai kepala sekolah berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah menyempatkan waktu dan tenaganya untuk SMPN 4 Jombang," ujar Agus dalam pesan yang diterima wartawan, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pemahaman mengenai jurnalistik dan media menjadi hal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.</p>
<p>"Di era seperti ini, kita harus benar-benar belajar dan mengerti tentang jurnalistik dan media. Ini ilmu yang penting sekali," jelasnya.</p>
<p>Agus mengungkapkan, setelah pelatihan tersebut pihak sekolah berencana membentuk ekstrakurikuler jurnalistik. Ia berharap para siswa menjadi penyeimbang informasi sekaligus terus mengembangkan kemampuan yang ada.</p>
<p>"Saya berdoa agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi hal yang bermanfaat. Kalian juga diharapkan menjadi penyeimbang berita dan meningkatkan ilmu jurnalistik," tuturnya.</p>
<p>Panitia kegiatan, Adi Rosul menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk menyesuaikan perkembangan dunia media saat ini dengan memadukan teori dan praktik.</p>
<p>"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama materi dasar-dasar jurnalistik dan multimedia, sedangkan hari kedua praktik wawancara, penulisan berita, dan podcast," ujarnya.</p>
<p>Para peserta dibekali kemampuan mencari, memverifikasi, dan menyusun berita yang objektif dan menarik, serta pelatihan fotografi jurnalistik, teknik berbicara di depan kamera, visual storytelling, hingga simulasi reportase dan pembuatan podcast.</p>
<p>Pada hari kedua, Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, memberikan materi tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja sebagai bagian dari penguatan karakter bagi para peserta.</p>
<p>"Melalui kegiatan yang diinisiasi IJTI Jombang, diharapkan lahir bibit-bibit jurnalis muda yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sekaligus menghasilkan informasi yang sehat dan berkualitas di lingkungan sekolah maupun masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT Handsome Investments Indonesia Lapor Aksi Premanisme ke Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-handsome-investments-indonesia-lapor-aksi-premanisme-ke-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-handsome-investments-indonesia-lapor-aksi-premanisme-ke-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Langkah hukum ini diambil karena aktivitas yang mengarah pada premanisme tersebut telah mengganggu kegiatan operasional dan dinilai tidak sejalan dengan semangat menciptakan iklim investasi yang aman di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a34fb337b54e.webp" length="32032" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 15:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PT Handsome, investasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–PT Handsome Investments Indonesia yang berlokasi di Dusun Kedung Asem, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, menempuh jalur hukum atas dugaan aksi premanisme, intimidasi, dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap para pekerjanya.</p>
<p>Langkah hukum ini diambil karena aktivitas yang mengarah pada premanisme tersebut telah mengganggu kegiatan operasional dan dinilai tidak sejalan dengan semangat menciptakan iklim investasi yang aman di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Pihak perusahaan secara resmi melaporkan peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB itu ke polisi pada Rabu (17/6/2026). Laporan tercatat dengan Nomor Bukti Laporan: STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.</p>
<p>Peristiwa bermula saat empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK diduga memasuki kawasan operasional pabrik melalui gerbang depan tanpa izin, baik secara tertulis maupun lisan. Saat para terlapor masuk, dua petugas keamanan pabrik, Haki dan Mat Iksan, sedang berada di area belakang pabrik untuk mengawal truk molen pengangkut cor beton untuk pembangunan fasilitas penunjang.</p>
<p>Setelah berada di dalam pekarangan pabrik, kelompok tersebut diduga membuat keonaran dan mengusir para karyawan yang sedang menjalankan aktivitas kerja lembur. Selain intimidasi verbal, tindakan itu juga disertai kekerasan fisik. Dilaporkan, dua orang karyawan PT Handsome Investments Indonesia menjadi korban penganiayaan di lokasi kejadian.</p>
<p>Mewakili pihak perusahaan, MB selaku pemegang mandat tanggung jawab PT Handsome Investments Indonesia, menyatakan bahwa langkah pelaporan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum dan upaya melindungi hak-hak pekerja. Pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat merespons cepat laporan tersebut.</p>
<p>"Aksi ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.54 WIB. Mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita yang sedang bertugas. Untuk nama-nama oknum yang terlibat, seluruhnya sudah kami serahkan secara resmi dalam berkas laporan di kepolisian," ujar MB dalam pesan yang diterima wartawan, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Pihak perusahaan berharap dapat tercipta lingkungan industri yang kondusif. Kepastian keamanan dinilai sebagai pilar utama agar investasi yang masuk ke Jombang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.</p>
<p>"Kami sangat berharap pihak keamanan, dalam hal ini Polres Jombang, dapat merespons laporan ini dengan baik. Penegakan hukum yang tegas sangat penting agar investasi dari PT Handsome maupun perusahaan lainnya di wilayah Jombang dapat berjalan aman, lancar, dan terbebas dari segala bentuk gangguan luar," tambah MB.</p>
<p>Insiden pengusiran dan penganiayaan di tengah malam ini berdampak langsung pada kondisi psikologis para pekerja di lapangan. Keresahan pun muncul di kalangan pekerja, khususnya mereka yang bertugas pada giliran kerja malam (shift malam).</p>
<p>"Kami yakin, Pemerintah Jombang, bahkan pihak kepolisian serta elemen pendukungnya, mampu menciptakan iklim investasi di Jombang yang aman dan bebas dari aksi premanisme," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan adanya laporan perusahaan tersebut. </p>
<p>"Iya betul ada," ucap AKP Dimas Robin singkat kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Melalui unit Pidana Umum (Pidum), polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menjamin keamanan iklim investasi di Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Loloskan 137 Siswa ke PTN, SMA Budi Utomo Jombang Raih Peringkat Kedua SNBP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/loloskan-137-siswa-ke-ptn-sma-budi-utomo-jombang-raih-peringkat-kedua-snbp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/loloskan-137-siswa-ke-ptn-sma-budi-utomo-jombang-raih-peringkat-kedua-snbp</guid>
<description><![CDATA[ Secara rinci, sebaran 137 siswa yang lolos ke kampus negeri tersebut meliputi: jalur SNBP (prestasi) 56 siswa; jalur prestasi lainnya 22 siswa; jalur SPAN-PTKIN (keagamaan) 10 siswa; jalur SNBT (tes) &amp; mandiri 49 siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a338eb525cef.webp" length="50794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 12:58:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SMA Budi Utomo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — SMA Budi Utomo Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mencatatkan prestasi gemilang pada tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini sukses mengantarkan sebanyak 137 siswanya menembus berbagai jalur penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).</p>
<p></p>
<p>Capaian ini menempatkan SMA Budi Utomo di peringkat kedua se-Kabupaten Jombang untuk jumlah siswa terbanyak yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMA Budi Utomo Gadingmangu, Abdul Aziz Kusaini, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan anak didiknya tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, untuk tahun ajaran 2025/2026 ini, SMA Budi Utomo berhasil meloloskan total 137 murid dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru," ujar Abdul Aziz saat diwawancarai.</p>
<p></p>
<p>Secara rinci, sebaran 137 siswa yang lolos ke kampus negeri tersebut meliputi: jalur SNBP (prestasi) 56 siswa; jalur prestasi lainnya 22 siswa; jalur SPAN-PTKIN (keagamaan) 10 siswa; jalur SNBT (tes) &amp; mandiri 49 siswa. </p>
<p></p>
<p>Total kelulusan ini merepresentasikan sekitar 25 persen dari keseluruhan siswa kelas 12 yang berjumlah 530 anak.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan meloloskan ratusan siswa ke perguruan tinggi ini tidak diraih secara instan. Pihak sekolah telah merancang strategi matang dan pendampingan intensif sejak para siswa duduk di bangku kelas 11.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut meliputi bimbingan khusus untuk menghadapi ujian tertulis (SNBT) serta pemetaan nilai rapor siswa yang masuk kriteria kuota pendaftaran jalur prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>"Mulai dari kelas 11 anak-anak sudah kita persiapkan. Kami bimbing mereka secara intensif melalui program bimbingan belajar," jelas Abdul Aziz.</p>
<p></p>
<p>Demi memaksimalkan potensi siswa, SMA Budi Utomo juga mengalokasikan waktu belajar khusus dan menjalin kemitraan strategis dengan lembaga bimbingan belajar (bimbel) ternama, seperti Ruangguru dan Pejuang Pendidik.</p>
<p></p>
<p>Melihat tren positif ini, manajemen SMA Budi Utomo Gadingmangu langsung memasang target yang lebih tinggi untuk tahun ajaran berikutnya. Pihak sekolah optimistis bisa mendongkrak angka kelulusan, dengan target khusus 150 siswa lolos murni dari jalur prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>Selain jalur prestasi, program bimbingan untuk jalur ujian tertulis dan mandiri juga akan terus digenjot secara maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami untuk tahun depan, 150 siswa bisa lolos PTN dari jalur SNBP saja. Otomatis jalur-jalur lainnya juga akan terus kami upayakan, sehingga targetnya 50 hingga 75 persen lulusan kami bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri," pungkas Abdul Aziz. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Air Mata Haru dan Duka Sambut Kepulangan 535 Jemaah Haji Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/air-mata-haru-dan-duka-sambut-kepulangan-535-jemaah-haji-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/air-mata-haru-dan-duka-sambut-kepulangan-535-jemaah-haji-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu jemaah bernama Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, dilaporkan wafat di Arab Saudi hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya pulang ke Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3245be73cc1.webp" length="69314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 16:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jemaah Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Suasana haru dan tangis bahagia pecah di Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (17/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 535 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 60 dan 61 akhirnya tiba kembali di kampung halaman dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Namun, di tengah gemuruh kebahagiaan keluarga yang menjemput, terselip duka yang mendalam. </p>
<p></p>
<p>Salah satu jemaah bernama Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, dilaporkan wafat di Arab Saudi hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya pulang ke Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Sukipan, yang tergabung dalam Kloter 61, mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 01.00 dini hari waktu Arab Saudi. Kepergiannya menambah daftar jemaah asal Jombang yang tutup usia di Tanah Suci menjadi empat orang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan laporan medis yang diterimanya, almarhum meninggal dunia akibat serangan stroke.</p>
<p></p>
<p>"Informasi yang kami terima, almarhum mengalami serangan stroke menjelang kepulangan. Kami memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi berhak mendapatkan santunan asuransi yang sudah termasuk dalam komponen biaya haji," ujar Ilham.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, yang menyambut langsung kedatangan para jemaah di Pendopo Kabupaten, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Sukipan.</p>
<p></p>
<p>"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menghaturkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga. Semoga almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT," ucap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Warsubi juga memberikan ucapan selamat datang kembali kepada ratusan jemaah yang telah berhasil menyelesaikan rukun Islam kelima. Ia berharap seluruh jemaah dapat mempertahankan semangat ibadah dan menjadi teladan yang baik di lingkungan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan negara," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Proses kepulangan jemaah haji asal Jombang masih belum selesai. Ilham Rohim menambahkan bahwa pada Kamis (18/6/2026) besok, dua kloter berikutnya, yakni Kloter 62 dan 63, dijadwalkan akan tiba di Jombang.</p>
<p></p>
<p>Pihak Kemenag memastikan bahwa seluruh jemaah yang berada di dua kloter tersebut saat ini dalam kondisi sehat.</p>
<p></p>
<p>"Hingga laporan terakhir, kondisi jemaah di Kloter 62 dan 63 dalam keadaan baik. Tidak ada jemaah yang tertinggal di Arab Saudi, baik karena sakit maupun alasan lainnya," pungkas Ilham. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Tewasnya Perempuan Disabilitas di Jombang, Kakak Kandung Jadi Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-tewasnya-perempuan-disabilitas-di-jombang-kakak-kandung-jadi-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-tewasnya-perempuan-disabilitas-di-jombang-kakak-kandung-jadi-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan tersebut dilakukan setelah serangkaian upaya autopsi melalui tindakan ekshumasi pada makam korban di Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a325c8a28dd0.webp" length="57766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:40:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pembunuhan Perempuan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kematian tragis Choiriyah alias Puji (47), seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual yang ditemukan tewas di dalam kamar indekos di kawasan Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, memasuki babak baru.</p>
<p></p>
<p>Jajaran Satreskrim Polres Jombang akhirnya resmi menetapkan kakak kandung korban, seorang perempuan berinisial S, sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan penganiayaan berat. </p>
<p></p>
<p>Penetapan tersebut dilakukan setelah serangkaian upaya autopsi melalui tindakan ekshumasi pada makam korban di Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan hasil gelar perkara, kakak korban berinisial S kini telah kami tetapkan sebagai tersangka," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander dalam pesan yang diterima wartawan, Rabu (17/06/2026).</p>
<p></p>
<p>Penetapan tersangka, jelas AKP Dimas, diputuskan usai peningkatan status penyidikan berdasarkan temuan dua alat bukti yang cukup, selain adanya sejumlah kesaksian yang diperkuat oleh bukti ilmiah kedokteran forensik.</p>
<p></p>
<p>"Saksi melihat langsung aksi pemukulan dan penganiayaan oleh tersangka. Dari hasil autopsi terdapat luka-luka pada jasad korban sinkron dengan pola penganiayaan yang diceritakan saksi," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam upaya pendalaman keterangan tersangka, penyidik menghadapi kendala serius. Sebab, tersangka S, yang sebelumnya dalam kondisi sehat, mendadak mengalami kelumpuhan dan memilih bungkam.</p>
<p></p>
<p>"Proses penggalian keterangan memang belum optimal karena tersangka enggan berbicara. Meski demikian, kami akan terus melakukan pendalaman," pungkas AKP Dimas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Terpeleset, Wanita Disabilitas di Jombang Diduga Tewas Dianiaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-terpeleset-wanita-disabilitas-di-jombang-diduga-tewas-dianiaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-terpeleset-wanita-disabilitas-di-jombang-diduga-tewas-dianiaya</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil autopsi pada tindakan Ekshumasi korban ditemukan banyak luka akibat benda tumpul pada tubuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30a0f40b0d3.webp" length="65392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 10:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ekshumasi, Pembongkaran makam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Polisi akhirnya mengungkap tabir kasus penemuan jenazah perempuan di dalam kamar mandi rumah kos Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, yang awalnya diduga sebagai remaja.</p>
<p></p>
<p>Korban dipastikan bernama Choiriyah alias Puji (47), warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Korban merupakan seorang perempuan lajang kelompok rentan dengan kondisi disabilitas intelektual (tunagrahita). </p>
<p></p>
<p>Korban diketahui baru sekitar dua minggu tinggal bersama kakak kandungnya di rumah kos tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dugaan pembunuhan terhadap Choiriyah kini menguat. Hasil ekshumasi atau pembongkaran makam oleh Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Peterongan, yang berkolaborasi dengan dokter serta tim Inafis RS Bhayangkara Kediri di pemakaman Dusun Pajaran, menemukan tanda-tanda luka di berbagai titik tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menerangkan bahwa hasil autopsi pada tindakan ekshumasi menunjukkan banyak luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Terdapat luka memar pada dua jari tangan kiri, dagu, bibir bawah, leher depan atas, dahi, lengan, dada, kepala, dan pipi.</p>
<p></p>
<p>Kemudian, ditemukan pula luka lecet berbentuk garis di dagu, patah pada dua jari tangan kiri, serta memar pada paha dan pinggang kanan.</p>
<p></p>
<p>"Semua luka tersebut terjadi ketika korban masih hidup dan akibat kekerasan menggunakan benda tumpul," ucap AKP Dimas Robin dalam pesan yang diterima wartawan, Selasa (16/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan tanda-tanda hasil autopsi tersebut, Satreskrim Polres Jombang menyimpulkan bahwa Choiriyah bukan tewas akibat terjatuh di kamar mandi, melainkan menjadi korban penganiayaan.</p>
<p></p>
<p>"Penyebab kematian korban yaitu resapan darah pada seluruh kulit kepala dan pembusukan organ dalam," beber AKP Dimas.</p>
<p></p>
<p>Menurut AKP Dimas, korban memang memiliki kondisi tunagrahita atau disabilitas intelektual, yaitu kondisi keterbelakangan mental yang ditandai dengan kemampuan intelektual (IQ) dan fungsi kognitif di bawah rata-rata. Oleh karena itu, korban selalu dirawat oleh kakak kandungnya.</p>
<p></p>
<p>"Korban memang mengalami keterbelakangan mental sehingga harus dirawat kakak kandungnya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Kepolisian bergerak cepat usai melakukan ekshumasi terhadap Choiriyah alias Puji, perempuan yang sebelumnya sempat dikira remaja dan ditemukan tewas di kamar mandi kos Desa Jogoroto. </p>
<p></p>
<p>Polisi kini mulai mengerucutkan penyelidikan guna mengumpulkan bukti untuk menguatkan adanya unsur penganiayaan maut di balik kematian korban.</p>
<p></p>
<p>Penyelidikan yang awalnya sempat terganjal penolakan pihak keluarga tersebut kini berjalan agresif. Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan autopsi pada sekujur tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa ekshumasi yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Peterongan, merupakan kunci utama untuk melengkapi alat bukti hukum.</p>
<p></p>
<p>"Betul, kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan," ujar AKP Solihin.</p>
<p></p>
<p>Langkah tegas kepolisian ini sekaligus mematahkan alibi awal yang sempat dilontarkan pihak keluarga. Saat jasad korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) lalu, kakak korban sempat berdalih kepada warga bahwa adiknya murni tidak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani Bicara Program Kampung Proklim di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-meitri-citra-wardani-bicara-program-kampung-proklim-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-meitri-citra-wardani-bicara-program-kampung-proklim-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Meitri Citra Wardani, menilai pentingnya upaya menciptakan energi baru dan terbarukan di tengah tantangan iklim saat ini melalui pengelolaan sampah yang tepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fa07b8f9df.webp" length="42284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 14:58:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Meitri Citra Wardani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Meitri Citra Wardani, menilai pentingnya upaya menciptakan energi baru dan terbarukan di tengah tantangan iklim saat ini melalui pengelolaan sampah yang tepat.</p>
<p></p>
<p>Suara kritis wakil rakyat dari Komisi XII DPR RI ini terlontar di sela-sela kegiatan Sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Jombang yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Azana Style Hotel, Kabupaten Jombang, Senin (15/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Politisi yang akrab disapa Ibu Meitri ini menilai isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, perlu terus digaungkan, mengingat semangat untuk menciptakan Kampung Proklim.</p>
<p></p>
<p>"Sampah sendiri tidak hanya sebagai sesuatu yang kotor, tapi kalau dikelola dan difungsikan dengan baik, akan menjadi energi baru dan terbarukan," ungkap Meitri kepada suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Meitri turut mendorong terbentuknya Kampung Proklim yang memiliki upaya adaptasi, mitigasi, dan inovasi pengelolaan sampah. Sebuah kampung yang indah, memiliki ruang terbuka hijau, *go green*, serta ekosistem air, udara, dan lingkungannya bisa menjadi sumber perekonomian.</p>
<p></p>
<p>"Sampah dimanfaatkan untuk dikaryakan menjadi produk UMKM guna memenuhi kebutuhan perekonomian," beber wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII itu.</p>
<p></p>
<p>Langkah pengelolaan sampah di Jombang, menurut Meitri, sudah cukup baik. Dukungan pemerintah daerah (Pemda) terlihat dari banyaknya ruang terbuka hijau, tempat pemilahan sampah, serta sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah baik, termasuk penganggaran yang digelontorkan oleh Pemda.</p>
<p></p>
<p>"Anggaran sebesar 3 persen dari seluruh penganggaran yang dimiliki kabupaten dialokasikan untuk kebutuhan khusus pengelolaan sampah," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Acara sosialisasi Proklim dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang bersama sejumlah komunitas yang peduli pada isu-isu berkaitan dengan lingkungan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Babak Baru Pembongkaran Makam Remaja di Jogoroto Jombang: Polisi Kerucutkan Indikasi Penganiayaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/babak-baru-pembongkaran-makam-remaja-di-jogoroto-jombang-polisi-kerucutkan-indikasi-penganiayaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/babak-baru-pembongkaran-makam-remaja-di-jogoroto-jombang-polisi-kerucutkan-indikasi-penganiayaan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tegas ini diambil setelah penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengerucut pada dugaan kuat tindak pidana penganiayaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e5d609da28.webp" length="47862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 23:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ekshumasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kepolisian bergerak cepat usai melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) Khoiriah alias Puji, remaja wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi kos Desa Jogoroto. Polisi kini mulai mengerucutkan penyelidikan guna mengumpulkan bukti untuk menguatkan adanya unsur penganiayaan maut di balik kematian korban.</p>
<p>Penyelidikan yang awalnya sempat terganjal penolakan pihak keluarga tersebut kini berjalan agresif. Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan otopsi pada sekujur tubuh korban.</p>
<p>Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa ekshumasi yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Peterongan, merupakan kunci utama untuk melengkapi alat bukti hukum.</p>
<p>""Betul, kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan," ujar AKP Solihin.</p>
<p>Langkah tegas kepolisian ini sekaligus mematahkan alibi awal yang sempat dilontarkan pihak keluarga. Saat jasad korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) lalu, kakak korban sempat berdalih kepada warga bahwa adiknya murni tidak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi.</p>
<p>Namun, skenario tersebut runtuh setelah warga sekitar berinisial N, yang ikut membantu mengevakuasi korban, melihat langsung kondisi tubuh remaja tersebut yang sudah kaku dan dipenuhi luka lebam janggal.</p>
<p>Tak hanya itu, N yang kamar kosnya bersebelahan langsung dengan korban juga mengaku mendengar suara teriakan minta tolong sehari sebelum jasad Khoiriah ditemukan.</p>
<p>Kesaksian krusial dari warga serta temuan fisik saat otopsi kini menjadi kartu as bagi penyidik. Polisi saat ini tinggal menunggu hasil resmi dokumen forensik dari RS Bhayangkara Kediri untuk mencocokkan jenis kekerasan yang dialami korban.</p>
<p>Hasil otopsi tersebut akan menjadi alat bukti pamungkas bagi penyidik Polres Jombang dan Polsek jajaran untuk memastikan penyebab kematian korban. (*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makam Remaja Korban Dugaan Penganiayaan di Kos Jogoroto Jombang Dibongkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makam-remaja-korban-dugaan-penganiayaan-di-kos-jogoroto-jombang-di-bongkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makam-remaja-korban-dugaan-penganiayaan-di-kos-jogoroto-jombang-di-bongkar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e59fb57afb.webp" length="63626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 16:09:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, bongkar makam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Aparat kepolisian membongkar makam (ekshumasi) Khoiriah, remaja yang akrab disapa Puji, di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Ahad (14/6/2026). Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto.</p>
<p>Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Polres Jombang bersama warga memadati area pemakaman. Makam korban telah dipasangi garis polisi. Warga bergotong royong membersihkan sekitar makam dan memasang terop sebagai persiapan proses ekshumasi.</p>
<p>Kepala Dusun Pajaran, Sofii, membenarkan rencana pembongkaran makam tersebut. “Iya, akan dilakukan bongkar makam,” ujarnya. </p>
<p>Rencana ekshumasi ini berawal dari kejanggalan yang dicium warga saat evakuasi jasad korban dari kamar mandi kos di Desa/Kecamatan Jogoroto, Jumat (12/6/2026). Seorang warga berinisial N yang turut membantu evakuasi melihat langsung kondisi tubuh korban yang sudah kaku, tak bernyawa, dan terdapat luka lebam di sejumlah bagian.</p>
<p>N menuturkan, ia dibangunkan warga sekitar pukul 11.45 WIB untuk membantu menggotong tubuh remaja tersebut. “Posisi saya awalnya sedang tidur, kemudian dibangunkan, disuruh membantu menggotong korban di kamar mandi sebelah kos saya,” ucap N dalam wawancara, Sabtu (13/6/2026) malam.</p>
<p>Saat evakuasi, N tidak mengetahui pasti apakah korban sudah meninggal atau hanya pingsan. Namun, tubuhnya sudah kaku. Kakak korban yang berada di lokasi menyebut adiknya habis terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.</p>
<p>Kejanggalan semakin menguat karena sehari sebelum ditemukan tak bernyawa, N yang tinggal di kamar kos bersebelahan dengan dinding korban mendengar suara minta tolong. Kini polisi mendalami dugaan penganiayaan melalui proses ekshumasi untuk mengungkap penyebab pasti kematian remaja tersebut. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Jogoroto Jombang Temukan Kejanggalan Kematian Remaja di Kamar Kos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-jogoroto-jombang-temukan-kejanggalan-kematian-remaja-di-kamar-kos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-jogoroto-jombang-temukan-kejanggalan-kematian-remaja-di-kamar-kos</guid>
<description><![CDATA[ Warga berinisial N tersebut melihat langsung kondisi korban kaku tubuh, tak bernyawa, dan luka lebam sejumlah bagian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e36157bdf3.webp" length="19162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 14:09:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat Remaja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Warga Desa atau Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mencium aroma janggal saat membantu proses evakuasi mayat remaja dari dalam kamar mandi kos wilayah setempat, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Warga berinisial N tersebut melihat langsung kondisi korban kaku tubuh, tak bernyawa, dan luka lebam sejumlah bagian. Bahkan sehari sebelum ditemukan tidak bernyawa, N tetangga kos mendengar suara minta tolong dari kamar berbatas dinding dengan kamar kos nya. </p>
<p>Dalam penuturan kepada wartawan, N ketika itu terkaget dibangunkan oleh warga sekitar untuk membantu angkat tubuh remaja yang dalam kondisi kaku dalam kamar mandi. Kejadian sekitar pukul 11.45 WIB. </p>
<p>"Posisi saya awalnya sedang tidur kemudian dibangunkan jam 11.45, disuruh membantu menggotong korban di kamar mandi sebelah kos saya," ucap N dalam wawancara Sabtu (13/6/2026) malam. </p>
<p>Saat proses evakuasi tubuh remaja itu, N tidak tahu pasti apa sudah dalam kondisi tidak bernyawa atasu sekedar pingsan. Badan remaja itu sudah kaku, kakak korban disekitar lokasi bilang kalau adiknya habis terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. </p>
<p>"Kakaknya bilang adiknya habis terpeleset di kamar mandi lalu tidak sadarkan diri," ujarnya. Walaupun demikian penuturan dari sang kakak, N bersama tiga warga lainnya melihat adanya krganjilan, secara terang adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. </p>
<p>"Saya melihat adanya sejumlah tanda tak wajar pada tubuh korban. Terdapat luka lebam berwarna biru di bagian sekitar mata serta pergelangan tangan," jelasnya.</p>
<p>Keganjilan semakin kuat, lantaran beberapa jam sebelum korban ditemukan tak berdaya, N sempat menyaksikan langsung adanya aksi kekerasan fisik di dalam kamar kos tersebut. Dugaan masalahnya sepele, perkaran bumbu sambal pecel habis di dapur. </p>
<p>Lantaran kasihan, N bahkan sempat dua kali datang memberi teguran dan melerai tindakan sang kakak karena terus-terusan menghujam pukulan ke tubuh korban. </p>
<p>"Saya tegur, sudahlah, kalau diteruskan bisa bahaya. Adiknya saat itu masih sehat dan sadar, bahkan sempat teriak-teriak minta ampun juga kepada kakaknya yang terdengar dari kamar saya," imbuhnya. </p>
<p>Teguran tak diindahkan, N lantas balik ke kamar untuk istirahat, sampai akhirnya dibangunkan warga untuk membantu proses evakuasi korban dari kamar mandi. Belakangan N menyadari jika remaja yang dimaksud sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan telah dimakamkan. </p>
<p>Berdasar keterangan N, kakak beradik tersebut indekos tinggal bersebelahan dengan kamarnya belum begitu lama sekitar 2 Mingguan. </p>
<p>"Terkait identitas lengkapnya saya kurang tau persis karena mereka tinggal di sini belum lama sekitar 2 mingguan. Tapi mereka infonya orang Dusun Pajaran, Desa Peterongan," jelasnya. </p>
<p>Sementara Kapolsek Jogoroto, AKP Mohamad Djulan saat dikonfirmasi mengungkapkan belum ada laporan tapi anggota reskrim polsek sudah meluncur ke TKP. </p>
<p>"Yang jelas memang benar ada masalah lain-lain tapi kami belum bisa menjelaskan, sejauh ini belum ada yang melapor. Saya sudah koordinasi sama Polres, nanti laporannya ke Polres," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nahkoda Baru DPC PKB Jombang, Anas Burhani Siap Perkuat Soliditas Anggota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nahkoda-baru-dpc-pkb-jombang-anas-burhani-siap-perkuat-soliditas-anggota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nahkoda-baru-dpc-pkb-jombang-anas-burhani-siap-perkuat-soliditas-anggota</guid>
<description><![CDATA[ Anas Burhani akan memimpin roda organisasi dalam kurun waktu 5 tahun, dari periode 2026 hingga 2031. Ia menggantikan sosok Ketua DPC PKB Kabupaten Jombang sebelumnya, yakni Hadi Atmaji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2ab70791526.webp" length="23916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 21:29:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPC PKB Kabupaten Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Anas Burhani resmi menjadi nahkoda baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang. Terpilihnya Anas Burhani menyusul pengumuman resmi Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai dalam agenda sosialisasi ketetapan Tim DPP PKB tentang Calon Pimpinan Dewan Tanfidz DPC PKB se-Jawa Timur yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Anas Burhani akan memimpin roda organisasi dalam kurun waktu 5 tahun, dari periode 2026 hingga 2031. Ia menggantikan sosok Ketua DPC PKB Kabupaten Jombang sebelumnya, yakni Hadi Atmaji. </p>
<p></p>
<p>Usai ditetapkan sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Jombang, Anas Burhani menyampaikan ucapan terima kasih atas amanah yang telah diberikan. </p>
<p></p>
<p>“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ucap Anas Burhani dalam pesan diterima wartawan.</p>
<p></p>
<p>Ia berkomitmen untuk memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat akar rumput. Seluruh kader harus bergerak bersama mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian politik partai di Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan memperkuat soliditas organisasi, memperluas basis dukungan masyarakat, serta bekerja lebih keras untuk melipatgandakan kemenangan PKB Jombang pada agenda-agenda politik mendatang," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Baginya kepengurusan DPC PKB Jombang nantinya mesti memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda. Melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan penguatan organisasi partai.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin menghadirkan semangat baru di tubuh PKB Jombang. Anak-anak muda yang memiliki kapasitas, loyalitas, kreativitas, dan semangat pengabdian akan kami libatkan pada posisi-posisi strategis dalam kepengurusan yang baru," bebernya.</p>
<p></p>
<p>Regenerasi dan kolaborasi antara kader senior dan generasi muda menurtnya menjadi kunci untuk melipatgandakan kemenangan PKB di Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Peran generasi muda atau Gen Z sangat penting untuk menjawab tantangan zaman dalam dinamika sosial dan politik daerah," ujar politikus sekaligus legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang itu.</p>
<p></p>
<p>Sesuai ketentuan organisasi, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menyusun susunan kepengurusan lengkap DPC PKB Jombang untuk kemudian diajukan kepada DPP PKB guna mendapatkan pengesahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDP DPRD Jombang Atas Pemecatan Dua Guru ASN Belum Ada Titik Temu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdp-dprd-jombang-atas-pemecatan-dua-guru-asn-belum-ada-titik-temu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdp-dprd-jombang-atas-pemecatan-dua-guru-asn-belum-ada-titik-temu</guid>
<description><![CDATA[ Komisi A menyatakan tidak dapat mengintervensi keputusan pemecatan tersebut karena persoalan sudah masuk ke ranah hukum formal seiring diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a3a0225820.webp" length="36168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 13:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Upaya dua guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberhentikan oleh Bupati Jombang, yakni Ndharu Suwandono dan Yogi Susilo Wicaksono, untuk mencari kejelasan lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi A DPRD Jombang pada Rabu (10/6/2026) tidak menemui titik terang. </p>
<p>Komisi A DPRD Jombang menyatakan tidak dapat mengintervensi keputusan pemecatan tersebut karena persoalan sudah masuk ke ranah hukum formal seiring diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati.</p>
<p>Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto, menjelaskan posisi dilematis dewan muncul karena aduan baru masuk setelah SK pemberhentian dari bupati resmi keluar dan diterima oleh dua guru tersebut. </p>
<p>"Kami sampaikan ranah kami ini terbatas. Sudah masuk ranah hukum. Sudah enggak bisa kita masuk ranah itu, karena SK pemberhentian ini sudah diterima," jelas Totok dalam pesan diterima, Kamis (11/6/2026).</p>
<p>Menurut dia, dewan sebenarnya bisa memberikan rekomendasi atau intervensi yang kuat jika masalah ini dilaporkan saat status sanksinya masih dalam tahap pemeriksaan atau proses pembinaan di tingkat dinas. </p>
<p>"Mestinya, mengadu kepada kita itu saat masalah itu masih bergejolak, masih proses, enggak apa-apa kita bantu. Kan nanti ada pernyataan-pernyataan yang bisa kami terima masalahnya tidak sampai ke pemutusan hubungan dengan syarat bla bla bla,' gitu kan? Lah ini mengadu kepada kita sudah ada surat pemberhentian," imbuh Totok.</p>
<p>Mengenai keputusan tidak memanggil Kepala Disdikbud dan BKPSDM Jombang, Totok beralasan hal itu diambil berdasarkan hasil kajian internal komisi demi menjaga kondusivitas tata kelola pemerintahan daerah dan menghindari kesalah pahaman antar lembaga. </p>
<p>"Dari hasil kajian diskusi masalahnya, tidak perlu kita menghadirkan mereka. Saya khawatir nanti salah paham. Kaya-kayanya kita mengadu Kepala Dinas dengan Bupati," terang Totok. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menguji keadilan dan keabsahan SK Bupati tersebut adalah melalui mekanisme hukum resmi yang tersedia bagi ASN. </p>
<p>Meskipun aspirasinya belum membuahkan hasil yang diharapkan di tingkat legislatif, Ndharu Suwandono tetap menyampaikan pandangannya terhadap jalannya pertemuan di DPRD Jombang. </p>
<p>"Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Jombang yang sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung aduan kami. Bagaimanapun, forum ini adalah bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap nasib kami di bawah," ujar Ndharu.</p>
<p>Meski demikian, mantan guru olahraga SDN Jombatan 6 ini menyayangkan RDP berjalan tidak sesuai harapan tanpa adanya konfrontasi data dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) maupun BKPSDM Jombang. Ndharu menegaskan, ketiadaan pihak eksekutif membuat esensi rapat dengar pendapat menjadi hilang. </p>
<p>"Jujur kami kecewa karena tidak ada adu data dan fakta secara terbuka dengan instansi terkait dalam rapat tadi. Kami ke sini membawa bukti kuat, termasuk absensi manual, untuk membantah tuduhan tidak masuk kerja selama 177 hari. Tapi bagaimana kami bisa meluruskan kejanggalan ini kalau instansi yang mengeluarkan laporan tersebut justru tidak dihadirkan untuk dikonfrontasi? RDP ini terkesan hanya mendengarkan sepihak tanpa ada solusi konkret untuk menguji kebenaran dokumen yang menjadi dasar pemecatan kami," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM), Faizzudin FM atau yang akrab disapa Gus Faiz, selaku pendamping hak asasi manusia bagi kedua guru, menyoroti ketidakhadiran pihak eksekutif Kabupaten Jombang dalam RDP tersebut. </p>
<p>Menurutnya, absennya pihak eksekutif mengindikasikan lemahnya akuntabilitas dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, serta minimnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan publik secara terbuka. </p>
<p>"Ketika eksekutif mangkir dari undangan RDP, publik berhak mempertanyakan sejauh mana transparansi dan keseriusan mereka dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya. Sikap tersebut dapat dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak guru untuk memperoleh kejelasan atas proses yang berujung pada terbitnya SK pemberhentian ASN," tandas Faiz.</p>
<p>Faiz juga mengkritisi sikap Komisi A DPRD Jombang yang menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi proses pemberhentian ASN yang telah berujung pada terbitnya SK Bupati. </p>
<p>"Saya menilai DPRD Jombang, khususnya Komisi A, belum memahami secara utuh nilai-nilai filosofis dewan perwakilan rakyat sebagai manifestasi kedaulatan rakyat. Lembaga perwakilan memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan guna menjaga akuntabilitas, transparansi, dan mencegah terjadinya kesewenang-wenangan kekuasaan," tegasnya. </p>
<p>Ia menambahkan, fungsi pengawasan DPRD telah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 20A UUD 1945. </p>
<p>"Melalui fungsi pengawasan tersebut, DPRD mengemban mandat untuk menyuarakan aspirasi rakyat, menjaga keseimbangan kekuasaan, serta mengawal cita-cita bangsa. Ketika ada dugaan ketidakadilan dalam proses administrasi pemerintahan, DPRD seharusnya hadir sebagai pengontrol kebijakan, bukan sekadar menyatakan tidak berwenang," pungkas Faiz.</p>
<p>Sebagai informasi, kasus pemberhentian ini menimpa Ndharu Suwandono (Guru SDN Jombatan 6) dan Yogi Susilo (Guru SDN Jipurapah 2 Plandaan) atas dugaan pelanggaran disiplin kerja berat. Sementara pihak pemerintah daerah menyatakan pemecatan sudah sesuai prosedur pembinaan berkala sejak 2024, kedua guru tersebut menolak keras tuduhan tersebut dan kini tengah mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BP ASN). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDI Perjuangan Jombang Sulap Lahan Jadi Sumber Pangan dan Gizi Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-sulap-lahan-jadi-sumber-pangan-dan-gizi-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-sulap-lahan-jadi-sumber-pangan-dan-gizi-warga</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ini menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan pangan mulai dari tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a34f4ecc42.webp" length="81194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 10:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PDI Perjuangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melonjaknya harga bahan pokok, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menghadirkan gerakan gotong royong dengan menyulap Posko Pangan menjadi lahan produktif. Hasil panennya dibagikan secara gratis kepada warga sekitar.</p>
<p>Berlokasi di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Posko Pangan yang dibangun sebulan lalu itu kini memasuki masa panen dan langsung diserbu warga yang membutuhkan. Aksi ini menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan pangan mulai dari tingkat desa.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jombang, Donny Anggun, mengatakan pendirian Posko Pangan merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader menciptakan kantong-kantong pangan mandiri.</p>
<p>"Satu bulan lalu kami mendirikan Posko Pangan di Kecamatan Tembelang sebagai proyek percontohan. Hari ini, hasil panennya langsung kami bagikan kepada masyarakat. Kami memahami situasi ekonomi sedang sulit, harga pangan melonjak, dan nilai tukar rupiah berfluktuasi tajam. Ini wujud kepedulian nyata untuk meringankan beban dapur warga," ujar Donny saat diwawancarai di lokasi panen.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Jombang itu menambahkan, gerakan ini juga mengusung misi edukasi. Masyarakat diajak tidak semata bergantung pada beras, melainkan mulai melirik tanaman pangan alternatif.</p>
<p>"Kami mengampanyekan penanaman tanaman pengganti beras. Kita harus kreatif dan mandiri agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi tanpa bergantung pada satu komoditas," imbuhnya.</p>
<p>Keberhasilan Posko Pangan di Tampingmojo tak lepas dari semangat gotong royong yang melibatkan pengurus partai, warga, dan para ahli pertanian.</p>
<p>Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Moh. Naim, menjelaskan lahan percontohan itu ditanami beragam sayuran organik cepat panen dan bernutrisi tinggi, seperti kangkung, sawi, terung, dan tomat.</p>
<p>"Semua dikerjakan secara gotong royong. Kami tidak asal menanam; ada bimbingan teknis langsung dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang menerjunkan ahli pertanian terampil. Hasilnya, kualitas sayuran sangat baik dan layak konsumsi," kata Naim.</p>
<p>Melihat antusiasme warga, DPC PDI Perjuangan Jombang menargetkan gerakan ini dapat direplikasi di seluruh kecamatan. Naim menyebut, Ketua DPC akan menginstruksikan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) di 21 kecamatan untuk bergerak. Luas lahan akan disesuaikan dengan kondisi dan potensi geografis setempat.</p>
<p>"Prinsipnya tetap sama: dikelola bersama, didampingi ahli, dan seluruh hasilnya 100 persen diberikan cuma-cuma untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan," pungkas Naim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Brudu Perkasa Raya Kembali Layani Ribuan Penerima MBG Setelah Sepekan Suspend</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-brudu-perkasa-raya-kembali-layani-ribuan-penerima-mbg-setelah-sepekan-suspensi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-brudu-perkasa-raya-kembali-layani-ribuan-penerima-mbg-setelah-sepekan-suspensi</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SPPG Brudu Perkasa Raya, Rika Setyowati, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas dapur umum dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29283585704.webp" length="38444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 19:11:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG Brudu Perkasa Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, hari ini resmi kembali beroperasi setelah hampir satu pekan mengalami penangguhan kegiatan (suspend). </p>
<p>Kepala SPPG Brudu Perkasa Raya, Rika Setyowati, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas dapur umum dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan.</p>
<p>"Alhamdulillah hari ini sudah mulai operasional. Hampir seminggu kami terkena suspend, padahal semua fasilitas sudah sesuai dengan standar. Sudah sesuai standar semua," ujar Rika saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2026).</p>
<p>Rika menjelaskan, proses evaluasi yang berujung pada suspensi sempat menimbulkan tanda tanya karena pihaknya merasa telah menjalankan semua ketentuan. Ia menegaskan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG Brudu juga sudah sesuai standar dan seluruh aspek telah dinyatakan lolos.</p>
<p>"IPAL-nya sudah sesuai standar, semua sudah lolos sih," tambahnya.</p>
<p>SPPG Brudu selama ini memegang peranan penting dalam distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Tercatat, dapur ini melayani pemenuhan kebutuhan gizi bagi 2.381 orang penerima manfaat. Layanannya mencakup 23 sekolah serta 6 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Adapun sasaran Posyandu meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.</p>
<p>Pasca beroperasi kembali, Rika menyampaikan bahwa sambutan dari para penerima manfaat sangat positif.</p>
<p>"Sejauh ini penerima manfaat antusias usai SPPG operasional lagi," katanya.</p>
<p>Ke depan, Rika berharap layanan SPPG Brudu dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Ia optimistis pengalaman evaluasi ini justru akan memperkuat komitmen pihaknya dalam menyajikan makanan bergizi yang higienis dan sesuai standar bagi masyarakat.</p>
<p>"Bisa berjalan lebih lancar dan efektif ke depannya," pungkasnya.</p>
<p>Dengan kembali aktifnya SPPG Brudu, 2.381 penerima manfaat yang terdiri dari pelajar dan kelompok rentan di 23 sekolah dan 6 posyandu kini dapat kembali menikmati menu Makan Bergizi Gratis setiap hari.</p>
<p>Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang yang sebelumnya dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi dapat beroperasi kembali. Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p>Pencabutan status penghentian operasional sementara tersebut tertuang dalam Surat BGN Nomor 2987/D.TWS/06/2026 tentang Pencabutan Pemberhentian Operasional Sementara yang diterbitkan pada 7 Juni 2026. </p>
<p>Dalam lampirannya disebutkan bahwa SPPG yang sebelumnya disuspend telah memenuhi seluruh standar operasional, didasarkan pada terpenuhinya syarat utama berupa ketersediaan IPAL dan/atau fasilitas pengolahan limbah yang sesuai standar.</p>
<p>Sehubungan dengan hasil evaluasi itu, BGN menyatakan status Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) terhadap SPPG yang tercantum dalam lampiran resmi dicabut dan satuan pelayanan tersebut dapat kembali beroperasi secara normal sejak tanggal surat diterbitkan. </p>
<p>Selain itu, BGN merekomendasikan agar penyaluran Dana Bantuan Pemerintah kepada SPPG bersangkutan diaktifkan kembali. Dalam surat yang sama, kepala SPPG diwajibkan melakukan pelaporan secara berkala minimal satu kali setiap bulan melalui Sistem Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas Care) guna memastikan konsistensi penerapan standar mutu dan kepatuhan operasional.</p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan pencabutan status suspend terhadap tujuh SPPG tersebut. </p>
<p>"Saya baru terima tadi pagi suratnya. Memang sanksi suspend ketujuh SPPG sudah dicabut, dan mereka bisa operasional kembali," ujar Deni dalam pesan diterima, Rabu (10/6/2026). </p>
<p>Adapun tujuh SPPG di Kabupaten Jombang yang status suspendnya dicabut adalah SPPG Jombang Diwek Cukir Yayasan Segoro Agung Makmur, SPPG Jombang Candimulyo 2 Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk, SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik Yayasan YPP Miftahul Ulum, SPPG Jombang Sumobito Brudu Yayasan Brudu Perkasa Raya, SPPG Jombang Plandaan Bangsri Yayasan Kalimasada, SPPG Jombang Diwek Puton Yayasan Ma'hadul Muta'allimin, dan SPPG Jombang Peterongan 2 Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum.</p>
<p>Dalam lampiran surat tersebut, tercatat hanya 22 SPPG di Jawa Timur yang memperoleh pencabutan status suspend terkait persoalan IPAL. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan sebanyak 372 SPPG di Jawa Timur sempat dikenai penghentian operasional sementara oleh BGN. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antrian Pertalite di SPBU Jombang Lebih Padat Usai Kenaikan Harga Pertamax</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antrian-pertalite-di-spbu-jombang-lebih-padat-usai-kenaikan-harga-pertamax</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antrian-pertalite-di-spbu-jombang-lebih-padat-usai-kenaikan-harga-pertamax</guid>
<description><![CDATA[ Pertamina resmi menyesuaikan harga sejumlah produk BBM pada Rabu (10/6/2026). Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dijual Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2923ca9f2cc.webp" length="40146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 18:50:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kenaikan Harga Pertamax</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga mulai menunjukkan dampaknya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Pertamina resmi menyesuaikan harga sejumlah produk BBM pada Rabu (10/6/2026). Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dijual Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di SPBU Mojongapit, Kecamatan Jombang, pada Rabu (10/6/2026) pagi menunjukkan adanya perubahan pola antrean kendaraan. Jalur pengisian Pertamax terlihat lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya. Hanya beberapa kendaraan tampak melakukan pengisian Pertamax, lebih banyak antrian mengular di dispenser BBM jenis Pertalite. </p>
<p></p>
<p>"Kalau biasanya pengguna Pertamax cukup banyak. Hari ini terlihat lebih sepi, sementara antrean di Pertalite justru meningkat," ucap salah satu petugas SPBU Mojongapit. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah perubahan tersebut sepenuhnya dipicu oleh kenaikan harga Pertamax. Namun, ia menilai faktor harga kemungkinan turut memengaruhi pilihan konsumen saat mengisi bahan bakar. </p>
<p></p>
<p>"Kemungkinan bisa saja karena kenaikan harga, tetapi kami tidak bisa memastikan secara pasti," katanya.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang pengguna kendaraan, Yusril Ferdiansyah, warga Kecamatan Peterongan, mengaku memutuskan beralih dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan cukup signifikan. Menurutnya, selisih harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter membuat biaya operasional kendaraan menjadi lebih besar apabila tetap menggunakan Pertamax.</p>
<p></p>
<p>"Setelah harganya naik sampai Rp16 ribuan per liter, saya memilih beralih ke Pertalite dulu supaya pengeluaran tidak terlalu besar," ungkap Yusril saat ditemui.</p>
<p></p>
<p>Ia mengaku keputusan tersebut diambil untuk menyesuaikan kondisi ekonomi dan kebutuhan sehari-hari. Terlebih, kendaraan yang digunakannya merupakan sarana utama untuk beraktivitas dan menempuh perjalanan setiap hari. </p>
<p></p>
<p>"Mudah-mudahan ke depan ada penyesuaian lagi. Kalau harganya lebih terjangkau, mungkin saya akan kembali menggunakan Pertamax," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Pendapat serupa disampaikan Mulham Fahmi, warga Kecamatan Mojowarno, Jombang, pengguna kendaraan roda empat. Ia menilai kenaikan harga Pertamax yang mencapai lebih dari Rp3.900 per liter cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Kenaikannya cukup besar dan tentu berpengaruh terhadap pengeluaran bulanan. Untuk masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan, biaya transportasi pasti ikut naik," katanya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Mulham berharap kualitas BBM dan pelayanan yang diberikan tetap sebanding dengan harga yang dibayarkan konsumen. Ia juga berharap pemerintah dan Pertamina dapat mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat dalam setiap kebijakan penyesuaian harga BBM.</p>
<p></p>
<p>"Kami memahami harga BBM mengikuti berbagai faktor, tetapi yang terpenting adalah masyarakat tidak terlalu terbebani dan tetap memiliki pilihan bahan bakar yang sesuai dengan kemampuan masing-masing," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Status Suspend 7 SPPG di Jombang Resmi Dicabut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/status-suspend-7-sppg-di-jombang-resmi-dicabut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/status-suspend-7-sppg-di-jombang-resmi-dicabut</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28ecbfe5db7.webp" length="39622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 14:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG, BGN, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang yang sebelumnya dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi dapat beroperasi kembali. Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p></p>
<p>Pencabutan status penghentian operasional sementara tersebut tertuang dalam Surat BGN Nomor 2987/D.TWS/06/2026 tentang Pencabutan Pemberhentian Operasional Sementara yang diterbitkan pada 7 Juni 2026. Dalam lampirannya disebutkan bahwa SPPG yang sebelumnya disuspend telah memenuhi seluruh standar operasional, didasarkan pada terpenuhinya syarat utama berupa ketersediaan IPAL dan/atau fasilitas pengolahan limbah yang sesuai standar.</p>
<p></p>
<p>Sehubungan dengan hasil evaluasi itu, BGN menyatakan status Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) terhadap SPPG yang tercantum dalam lampiran resmi dicabut dan satuan pelayanan tersebut dapat kembali beroperasi secara normal sejak tanggal surat diterbitkan. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, BGN merekomendasikan agar penyaluran Dana Bantuan Pemerintah kepada SPPG bersangkutan diaktifkan kembali. Dalam surat yang sama, kepala SPPG diwajibkan melakukan pelaporan secara berkala minimal satu kali setiap bulan melalui Sistem Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas Care) guna memastikan konsistensi penerapan standar mutu dan kepatuhan operasional.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan pencabutan status suspend terhadap tujuh SPPG tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Saya baru terima tadi pagi suratnya. Memang sanksi suspend ketujuh SPPG sudah dicabut, dan mereka bisa operasional kembali," ujar Deni dalam pesan diterima, Rabu (10/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Adapun tujuh SPPG di Kabupaten Jombang yang status suspendnya dicabut adalah SPPG Jombang Diwek Cukir Yayasan Segoro Agung Makmur, SPPG Jombang Candimulyo 2 Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk, SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik Yayasan YPP Miftahul Ulum, SPPG Jombang Sumobito Brudu Yayasan Brudu Perkasa Raya, SPPG Jombang Plandaan Bangsri Yayasan Kalimasada, SPPG Jombang Diwek Puton Yayasan Ma'hadul Muta'allimin, dan SPPG Jombang Peterongan 2 Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum.</p>
<p></p>
<p>Dalam lampiran surat tersebut, tercatat hanya 22 SPPG di Jawa Timur yang memperoleh pencabutan status suspend terkait persoalan IPAL. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan sebanyak 372 SPPG di Jawa Timur sempat dikenai penghentian operasional sementara oleh BGN.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, BGN menghentikan sementara operasional tujuh SPPG di Kabupaten Jombang setelah hasil pendataan menemukan fasilitas IPAL yang belum tersedia atau belum memenuhi standar. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p></p>
<p>Penghentian sementara itu tertuang dalam Surat BGN Nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026. Dengan dicabutnya status suspend, ketujuh SPPG di Jombang kini dapat kembali menjalankan pelayanan dalam program MBG. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinamika Pertemuan Bupati Jombang dengan Keturunan Nabi Muhammad SAW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinamika-pertemuan-bupati-jombang-dengan-keturunan-nabi-muhammad-saw</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinamika-pertemuan-bupati-jombang-dengan-keturunan-nabi-muhammad-saw</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2791eae5163.webp" length="50172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 13:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Cucu Nabi Muhammad</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Sebuah dinamika spiritual yang hangat dan penuh ketakjuban mewarnai Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu (6/6/2026) malam. Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.</p>
<p></p>
<p>Dinamika pertemuan langsung terasa sejak awal, saat Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu menyambut sang tamu mulia didampingi Wakil Bupati Salmanudin (Gus Salman), Sekretaris Daerah Agus Purnomo serta segenap jajaran kepala OPD. Interaksi keduanya bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan mengalir menjadi dialog penuh ketakjuban spiritual.</p>
<p></p>
<p>Momen paling dinamis terjadi ketika Syekh Ahmad Rouhi secara spontan melontarkan pujian mendalam terhadap aura kepemimpinan Abah Warsubi. Sang Syekh mengaku menangkap pancaran berbeda dari sosok bupati. </p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, kita memiliki pimpinan yang di wajahnya ada sinar, ada cahaya, ada ketawadhuannya, dan akhlak baiknya. Insya Allah, Bupati kita ini, derajat beliau akan ditinggikan oleh Allah SWT, tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat. Amin," ungkapnya penuh keyakinan.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan ini sontak mengubah atmosfer ruang Swagata menjadi semakin syahdu. Abah Warsubi merespons dengan kerendahan hati yang kental, menyampaikan rasa syukur dan penghormatan mendalam atas doa yang langsung dipanjatkan oleh zuriah Rasulullah tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Kedatangan Syekh Ahmad Rouhi ke Pendopo Kabupaten Jombang ini adalah sebuah keberkahan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami semua," tutur Abah Warsubi dalam pesan diterima wartawan, Selasa (9/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Dinamika kian menguat saat Bupati Warsubi memaparkan potret sosiologis-religius Jombang. Dengan 1,4 juta jiwa penduduk yang tersebar di 21 kecamatan dan ditopang 234 pesantren termasuk empat pilar besar Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Rejoso Peterongan Jombang dipresentasikan sebagai kota santri yang autentik. Respons Syekh Ahmad Rouhi terhadap pemaparan ini begitu antusias. Ia menekankan bahwa perhatian seorang kepala daerah terhadap pesantren adalah legitimasi kepemimpinan yang saleh.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah ciri bupati yang baik, yang menaruh perhatian besar terhadap pondok pesantren. Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca santri akan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa putus bagi siapa pun yang mendukungnya," tegasnya, menciptakan dinamika diskusi yang menyentuh ranah tanggung jawab duniawi sekaligus investasi ukhrawi.</p>
<p></p>
<p>Pertemuan mencapai klimaks emosionalnya saat Syekh Ahmad Rouhi memimpin doa bersama. Dalam untaian doa yang dipanjatkan dengan keagungan Nabi Muhammad SAW dan karamah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, sang Syekh memohonkan kesehatan, umur berkah, keturunan saleh, serta kesuksesan bagi jajaran pemimpin Jombang. Suasana haru dan syahdu begitu terasa, menutup dinamika pertemuan dengan doa sapu jagat agar seluruh yang hadir kelak dikumpulkan kembali di Surga Firdaus bersama Baginda Rasulullah SAW.</p>
<p></p>
<p>Bagi Syekh Ahmad Rouhi sendiri, pertemuan ini menjadi penggalan perjalanan spiritualnya di Indonesia negeri yang sejak 2018 ia cintai dan pilih sebagai tempat mengabdi selepas menerima isyarat spiritual sang kakek. Kini, dinamika pertemuan di Pendopo Jombang itu telah merajut komitmen bersama antara pemerintah daerah dan ulama internasional dalam merawat ukhuwah islamiyah serta memajukan pondok pesantren.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Kecamatan Gudo Jombang, Jamin Ketepatan Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-salurkan-bantuan-pangan-di-kecamatan-gudo-jombang-jamin-ketepatan-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-salurkan-bantuan-pangan-di-kecamatan-gudo-jombang-jamin-ketepatan-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Kali ini, penyaluran bantuan dilaksanakan di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, dengan melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26c886d98c1.webp" length="34306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 21:17:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng kepada masyarakat.</p>
<p>Kali ini, penyaluran bantuan dilaksanakan di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, dengan melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.</p>
<p>Program Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Kehadiran bantuan ini menjadi semakin penting di saat kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, masyarakat Penerima Bantuan Pangan (PBP) tampak antusias dan tertib mengikuti proses penyaluran. Petugas Bulog bersama aparat desa melakukan verifikasi dan pendampingan guna memastikan bantuan disalurkan sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini menjadi wujud nyata jaminan ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan.</p>
<p>Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan bahwa Bulog berkomitmen penuh menjaga kualitas beras yang disalurkan serta memastikan seluruh proses distribusi berjalan lancar.</p>
<p>"Bantuan pangan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Bulog memastikan beras yang diterima masyarakat memiliki kualitas yang baik dan disalurkan secepat mungkin, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para PBP," ujar Muhammad Husin dalam pesan kepada wartawan, Senin (8/6/2026).</p>
<p>Selain meringankan beban masyarakat penerima, penyaluran bantuan pangan ini juga berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran. Dengan ketersediaan beras yang cukup di tingkat masyarakat, daya beli diharapkan tetap terjaga dan gejolak harga dapat diminimalisir.</p>
<p>Melalui penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Gudo ini, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan distribusi yang cepat, tepat, dan berkualitas, Bulog terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terciptanya stabilitas pangan di Kabupaten Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Status Lahan KHDPK di Jombang Rentan Penyerobotan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/status-lahan-khdpk-di-jombang-rentan-penyerobotan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/status-lahan-khdpk-di-jombang-rentan-penyerobotan</guid>
<description><![CDATA[ Kerentanan tersebut menyusul aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a265ad2ccb15.webp" length="119344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 12:55:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perusakan Hutan, KHDPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Keberadaan lahan hutan masuk Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) memiliki kerentanan jadi objek penyerobotan lahan. Kerentanan tersebut menyusul aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. </p>
<p></p>
<p>Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro menegaskan hal tersebut. Ia melihat kasus dugaan perusakan dan pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung atau Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Petak 38 Delta (D) dan Petak 38 K, Desa Kedunglumpung, Kecamatan Mojoagung, Jombang mirip dengan modus operandi yang dilakukan para pelaku mirip dengan kasus pembalakan liar sebelumnya yang pernah terjadi di Desa Jabung. </p>
<p></p>
<p>Menurut Enny, para pelaku sengaja mengincar pohon-pohon di kawasan tersebut karena berasumsi bahwa Perhutani sudah tidak memiliki hak kelola menyusul adanya kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat memanfaatkan momen karena dianggap status quo atau Perhutani sudah tidak ada hak mengelola di sana. Mereka intinya haus lahan dan mencoba masuk secara ilegal. Padahal, jika statusnya KHDPK, masyarakat seharusnya mengajukan izin secara resmi, bukan merusak," tegas Enny dalam pesan ditulis suarajatimpost.com, Senin (8/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, perihal perkara di kawasan Alas Gedangan, bahwa pohon-pohon yang ditebang oleh para pelaku merupakan jenis tanaman keras yang berfungsi sebagai zona penyangga (buffer zone) aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>"Tanamannya campur, kami menyebutnya rimba campur. Ada jati, mahoni, wangkang, bendo, hingga dadap. Karena itu masuk kawasan perlindungan setempat, Perhutani sendiri sebenarnya tidak memproduksi atau mengambil kayu di situ. Fungsinya murni untuk perlindungan sempadan sungai," jelas Pak Asper.</p>
<p></p>
<p>Terkait barang bukti kayu yang sudah telanjur ditebang, pihak Perhutani memastikan tidak akan mengevakuasinya ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Berdasarkan aturan perlindungan hutan yang berlaku, kayu yang berasal dari kawasan hutan lindung harus tetap dibiarkan berada di lokasi asalnya.</p>
<p></p>
<p>"Aturan mainnya, kayu yang berasal dari hutan lindung tidak boleh dievakuasi. Jadi kemarin kami hanya menyerahkan alat-alat yang diduga milik pelaku perusakan berupa sembilan sepeda motor ke Polsek Mojoagung. Penyerahan rampung dalam waktu kurang dari 1x24 jam," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun status peta indikatif lahan tersebut masuk dalam KHDPK, fungsi pengamanan hutan tetap berada di bawah tanggung jawab penuh Perhutani sepanjang belum ada pemohon atau pengelola resmi yang ditunjuk oleh kementerian," tandasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, aksi pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan RPH Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, berhasil digagalkan oleh petugas gabungan pada Sabtu (23/5/2026) lalu. Sayangnya, sembilan orang pelaku berhasil melarikan diri dengan meninggalkan sembilan unit sepeda motor di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika tim patroli mendengar suara mesin senso (gergaji mesin) dari dalam kawasan Petak 38K dan 38D. Petugas yang berkoordinasi dengan Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob) KPH Jombang langsung masuk ke dalam petak tersebut setengah jam kemudian. Di lokasi, mereka mendapati aktivitas penebangan liar yang telah merusak sekitar 2.715 hektar area.</p>
<p></p>
<p>"Sembilan pelaku melarikan diri saat petugas tiba. Medan yang terjal dengan jurang sedalam 30 meter dan kemiringan hampir 90 derajat membuat petugas tidak dapat langsung mengamankan para pelaku karena sangat membahayakan," jelas Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengecekan, tercatat sebanyak 188 pohon jenis jati, sono, walikukun, sambi, pangkal, kemloko, dan awar-awar ditemukan dalam kondisi tertebang. Kerugian akibat aksi ini ditaksir mencapai Rp93.446.000 untuk kerusakan di Petak 38K, serta Rp8.966.000 di Petak 38D.</p>
<p></p>
<p>Barang bukti sembilan sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku kini telah diserahkan ke Polsek Mojoagung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Kami akan melakukan pengembangan dari barang bukti kendaraan yang ada. Identitas para pelaku sedang kami dalami. Ini adalah tindakan ilegal yang sangat merugikan negara dan lingkungan," tegas Kompol Yogas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Godok Raperda Minuman Beralkohol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-minuman-beralkohol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-minuman-beralkohol</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Kartiyono, mengatakan raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD sebagai upaya memperkuat pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a213b7d0b4fc.webp" length="23448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 16:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, Raperda minuman Beralkohol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - DPRD Kabupaten Jombang mulai menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengawasan, Pengendalian Minuman Beralkohol serta Larangan Peredaran Minuman Oplosan. Pembahasan regulasi tersebut dilakukan dalam rapat yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Jombang, Kamis (4/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Kartiyono, mengatakan raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD sebagai upaya memperkuat pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Keberadaan regulasi baru diperlukan mengingat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2009 yang selama ini menjadi dasar pengaturan dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan regulasi nasional.</p>
<p></p>
<p>"Perda yang lama masih mengacu pada aturan terdahulu. Sementara saat ini sudah ada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2019. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian agar regulasi di daerah tetap relevan," ucap Kartiyono usai kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, penyusunan raperda tersebut juga didasari karakteristik Jombang yang dikenal sebagai kota santri, dengan banyak pondok pesantren yang telah berkembang sejak lama. Karena itu, negara dalam hal ini pemerintah daerah dinilai perlu hadir untuk mengendalikan peredaran minuman beralkohol agar tidak berkembang tanpa pengawasan.</p>
<p></p>
<p>Selain menyesuaikan regulasi nasional, DPRD juga menargetkan aturan tersebut dapat menjadi instrumen perlindungan, terutama bagi generasi muda dari dampak negatif penyalahgunaan minuman keras dan narkoba. Saat ini, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, raperda masih dalam tahap penyusunan. </p>
<p></p>
<p>DPRD telah beberapa kali melakukan pembahasan internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan komisi terkait, sebelum memasukkannya ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari proses penyusunan, DPRD juga menggelar uji publik dan konsultasi publik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin mendapatkan masukan, kritik, dan saran dari masyarakat. Jangan sampai regulasi ini hanya berdasarkan pandangan DPRD dan pemerintah, tetapi juga mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Jombang," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kartiyono menambahkan, keberadaan perda baru nantinya diharapkan mampu menutup celah hukum yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pihak tertentu dalam peredaran minuman beralkohol secara ilegal. Terkait maraknya penjualan minuman keras di sejumlah warung atau kios, ia menegaskan bahwa sebenarnya pemerintah telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk melakukan penindakan. </p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan regulasi nasional, pelaku usaha yang menjual atau menyediakan minuman beralkohol tanpa izin dapat dikenakan sanksi," bebernya.</p>
<p></p>
<p>"Satpol PP memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan berupa penyegelan, penutupan sementara hingga penyitaan barang bukti terhadap usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa izin," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Kartiyono, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Jombang tidak mengeluarkan izin bagi warung atau kios untuk menjual minuman beralkohol. "Karena itu, aktivitas penjualan yang dilakukan tanpa izin dapat langsung ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam raperda yang sedang disusun, DPRD juga akan mengatur secara lebih rinci mengenai lokasi atau kategori tempat yang diperbolehkan menjual minuman beralkohol sesuai aturan nasional. Beberapa di antaranya seperti hotel berbintang dan fasilitas tertentu yang memenuhi persyaratan. </p>
<p></p>
<p>"Namun ketentuan tersebut akan diatur secara ketat, agar tidak menimbulkan penyalahgunaan maupun peredaran minuman beralkohol secara bebas di wilayah Kabupaten Jombang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Jadwalkan Hearing Dua Guru ASN yang Dipecat Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-jadwalkan-hearing-dua-guru-asn-yang-dipecat-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-jadwalkan-hearing-dua-guru-asn-yang-dipecat-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu guru yang mengajukan hearing, Ndharu Suwandono, mengaku telah mengirim surat permohonan secara resmi ke DPRD Jombang sejak 8 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2136a0314b8.webp" length="41186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 16:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Setelah menunggu hampir satu bulan sejak mengajukan permohonan, dua guru aparatur sipil negara (ASN) yang diberhentikan akhirnya mendapat kepastian. DPRD Kabupaten Jombang berencana memfasilitasi rapat dengar pendapat (hearing) pada pekan depan.</p>
<p>Salah satu guru yang mengajukan hearing, Ndharu Suwandono, mengaku telah mengirim surat permohonan secara resmi ke DPRD Jombang sejak 8 Mei 2026. Namun, hingga awal Juni ini, pelaksanaan hearing belum juga digelar.</p>
<p>"Saya sudah mengajukan hearing ke DPRD Jombang secara resmi sejak 8 Mei 2026. Sampai sekarang belum ada pelaksanaannya. Minggu kemarin saya coba menanyakan perkembangannya dan masih diminta menunggu," ujar Ndharu kepada wartawan dalam pesan yang diterima, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Ndharu merupakan guru olahraga di SD Negeri Jombatan 6 yang menerima sanksi pemberhentian. Ia bersama guru lainnya, Yogi Susilo, sebelumnya menyatakan keberatan atas keputusan tersebut dan telah menempuh upaya banding ke Badan Pertimbangan ASN (BP ASN).</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Ndharu, Yogi Susilo juga mengaku masih menunggu kepastian pelaksanaan hearing. Guru SDN Jipurapah 2 Kecamatan Plandaan itu menegaskan siap memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung terkait dasar pemberhentiannya sebagai ASN.</p>
<p></p>
<p>Yogi mengatakan telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang menurutnya dapat menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, ia juga berencana menghadirkan sejumlah saksi yang mengetahui aktivitasnya selama bertugas di sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Saya siap adu data dan adu fakta dalam hearing nanti. Saya akan membawa bukti-bukti yang saya miliki, termasuk saksi-saksi yang mengetahui aktivitas saya selama mengajar," ujar Yogi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Yogi, hearing menjadi kesempatan penting untuk menguji seluruh keterangan yang selama ini menjadi dasar penjatuhan sanksi. Ia berharap forum tersebut dapat berlangsung terbuka sehingga masing-masing pihak dapat menyampaikan data dan argumentasinya secara proporsional.</p>
<p></p>
<p>"Nanti kita buka bersama-sama. Saya ingin semua data disandingkan dan diperiksa secara terbuka. Kalau memang ada perbedaan data, biar dibahas dalam hearing sehingga masyarakat juga bisa mengetahui fakta yang sebenarnya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kepastian hearing disampaikan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Jombang, Danang Praptoko. "Ya, insyaallah difasilitasi minggu depan. Saat ini masih menunggu konfirmasi jadwal pasti dari komisi," kata Danang saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Komisi D DPRD Jombang menyatakan akan mendalami kasus pemberhentian dua guru ASN tersebut dengan memanggil seluruh pihak yang berkaitan. DPRD menegaskan belum akan mengambil kesimpulan sebelum mendengarkan keterangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta para guru yang bersangkutan.</p>
<p></p>
<p>Ndharu sendiri membantah tuduhan tidak masuk kerja selama 177 hari sebagaimana tercantum dalam surat keputusan pemberhentiannya. Ia mengaku masih memiliki bukti absensi manual dan dokumen kegiatan pembelajaran selama bertugas.</p>
<p></p>
<p>Yogi Susilo juga menolak tuduhan tidak menjalankan tugas mengajar. Ia mengklaim tetap aktif mengajar dan telah mengajukan banding atas sanksi pemberhentian yang diterimanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak sekolah sebelumnya membantah tudingan bahwa data ketidakhadiran guru yang diberhentikan tidak akurat. Kepala SDN Jipurapah 2, Winarsih, menyatakan bahwa pihak sekolah memiliki dokumen absensi yang menunjukkan Yogi Susilo tidak aktif mengajar dalam jangka waktu yang cukup lama.</p>
<p></p>
<p>Menurut Winarsih, kondisi tersebut bahkan sempat berdampak terhadap proses pembelajaran siswa. Pihak sekolah juga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa pemberhentian dua guru ASN tersebut bukan karena kritik terhadap fasilitas sekolah maupun alasan lainnya, melainkan murni berdasarkan hasil pemeriksaan disiplin kerja. Pemeriksaan dilakukan oleh tim lintas instansi yang melibatkan BKPSDM, Inspektorat, serta bagian hukum dengan melakukan verifikasi dokumen maupun klarifikasi langsung di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan itu, Kepala BKPSDM Jombang, Anwar, menyatakan keputusan pemberhentian merupakan bagian dari proses pembinaan yang telah berlangsung sejak 2024. Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan kesempatan dan sanksi disiplin bertahap kepada pegawai yang bersangkutan. Namun, karena pelanggaran serupa kembali terjadi, Pemkab Jombang akhirnya menjatuhkan sanksi pemberhentian sesuai ketentuan disiplin ASN yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, baik Disdikbud maupun BKPSDM menyatakan menghormati langkah banding yang ditempuh kedua guru tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPK APINDO Jombang 2026&amp;2031 Resmi Dikukuhkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpk-apindo-jombang-2026-2031-resmi-dikukuhkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpk-apindo-jombang-2026-2031-resmi-dikukuhkan</guid>
<description><![CDATA[ Pengukuhan ini menjadi momentum bagi organisasi pengusaha tersebut untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2131fcdb216.webp" length="36292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPK APINDO Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Jombang masa bakti 2026-2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (4/6/2026). Pengukuhan ini menjadi momentum bagi organisasi pengusaha tersebut untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPK APINDO Jombang, Fathurohman yang akrab disapa Gus Fath, menegaskan komitmennya menjadikan APINDO sebagai organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan dunia usaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.</p>
<p></p>
<p>"Komitmen kami menjadikan organisasi berorientasi kepada masyarakat dan pembangunan daerah, tidak hanya kepentingan usaha," ucap Gus Fath.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan, peran APINDO ke depan harus lebih luas daripada sekadar menjadi bagian dari unsur dewan pengupahan. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masuknya investasi baru serta memperkuat ekosistem usaha di Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>"APINDO harus hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua. Kami siap membangun kolaborasi yang produktif demi kemajuan daerah," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang Warsubi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menilai APINDO memiliki posisi penting sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.</p>
<p></p>
<p>Menurut Warsubi, keberadaan APINDO dibutuhkan untuk membangun komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendukung percepatan pembangunan.</p>
<p></p>
<p>"Dunia usaha merupakan salah satu motor penggerak ekonomi. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, ia menekankan perlunya kerja sama yang kuat antara pemerintah dan kalangan pengusaha. "Karena itu, APINDO diharapkan aktif mendorong terciptanya iklim usaha yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jombang saat ini berada di angka 3,28 persen. Meski mengalami penurunan, pemerintah daerah tetap berupaya menekan angka tersebut melalui penguatan sektor usaha dan pengembangan kewirausahaan.</p>
<p></p>
<p>Warsubi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu memulai usaha meski dengan modal terbatas. Menurutnya, banyak perusahaan besar yang tumbuh dari usaha berskala kecil. Ia berharap APINDO dapat berperan dalam mencetak lebih banyak wirausahawan baru melalui pendampingan, penguatan inovasi, serta perluasan akses jaringan bisnis bagi pelaku usaha lokal.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Warsubi menilai letak geografis Jombang yang relatif dekat dengan kawasan pelabuhan menjadi nilai tambah dalam menarik investor. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diminta menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah agar iklim usaha tetap terjaga.</p>
<p></p>
<p>"Ketika investasi berkembang dan dunia usaha tumbuh, peluang kerja akan semakin luas. Dampaknya, ekonomi daerah akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat," pungkasnya. (*) </p>
<p>Editor: Syaiful Aries</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respons Lambat DLH Jombang Soal IPAL SPPG: Mengaku Masih Fokus Urus Aduan Lain</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respons-lambat-dlh-jombang-soal-ipal-sppg-mengaku-masih-fokus-urus-aduan-lain</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respons-lambat-dlh-jombang-soal-ipal-sppg-mengaku-masih-fokus-urus-aduan-lain</guid>
<description><![CDATA[ Pilihan pasif DLH Jombang itu disampaikan langsung Kepala Dinas Miftahul Ulum. Pihaknya belum ada arahan lebih lanjut dari BGN. Selain itu, pihak DLH Jombang mengaku masih fokus pada sejumlah aduan perihal lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a212ee23413b.webp" length="21048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang belum mengambil tindakan pada 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai mendapat penghentian aktivitas oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Pilihan pasif DLH Jombang itu disampaikan langsung Kepala Dinas Miftahul Ulum. Pihaknya mebgaku belum ada arahan lebih lanjut dari BGN. Selain itu, pihak DLH Jombang mengaku masih fokus pada sejumlah aduan lain perihal lingkungan.</p>
<p>"Untuk saat ini kami masih menunggu koordinasi dan arahan dari BGN," ucap Ulum dalam pesan diterima wartawan, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Ulum belum bisa memastikan apakah fasilitas IPAL di masing-masing SPPG telah memenuhi ketentuan atau masih memerlukan perbaikan.</p>
<p>DLH Jombang bahkan mengaku belum menerima data awal kondisi IPAL di sejumlah SPPG yang dimaksud.</p>
<p>"Yang perlu dipastikan adalah tingkat kesesuaian fasilitas tersebut dengan standar yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.</p>
<p>Berdasar pengetahuannya, kapasitas layanan setiap SPPG diperkirakan berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 porsi makanan per hari.</p>
<p>"Jumlah produksi tersebut, kebutuhan pengelolaan limbah menjadi aspek penting harus diperhatikan untuk menjaga kualitas lingkungan dan keamanan pangan," ungkapnya.</p>
<p>BGN sendiri mengeluarkan regulasi penghentian sementara operasional tujuh SPPG di Kabupaten Jombang setelah hasil pendataan menunjukkan adanya persoalan terkait IPAL. Sejumlah fasilitas disebut belum tersedia atau belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.</p>
<p>Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang penghentian operasional sementara sejumlah SPPG di Jawa Timur.</p>
<p>Di Kabupaten Jombang, terdapat tujuh SPPG yang terdampak kebijakan tersebut, yaitu:</p>
<p>1. SPPG Jombang Diwek Cukir, dikelola Yayasan Segoro Agung Makmur. 2. SPPG Jombang Peterongan, dikelola Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum. 3. SPPG Jombang Candimulyo, dikelola Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk. 4. SPPG Jombang Diwek Puton, dikelola Yayasan Ma'hadul Muta'allimin. 5. SPPG Jombang Plandaan Bangsri, dikelola Yayasan Kalimasada. 6. SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik, dikelola Yayasan YPP Miftahul Ulum. 7. SPPG Jombang Sumobito Brudu, dikelola Yayasan Brudu Perkasa Raya.</p>
<p>Ketujuh SPPG tersebut dikelola oleh yayasan yang berbeda dan telah beroperasi sejak Agustus hingga November 2025. BGN menilai ketidaksesuaian fasilitas pengolahan limbah berpotensi memengaruhi standar kebersihan, mutu gizi, dan keamanan pangan dalam proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat program.</p>
<p>Berdasarkan regulasi yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada 2025, setiap SPPG wajib memiliki serta mengoperasikan IPAL sebelum membuang limbah cair ke lingkungan.</p>
<p>Aturan tersebut juga mengharuskan pengelola melakukan pemantauan kualitas air limbah secara berkala dan melaporkannya melalui sistem informasi lingkungan hidup. Selain memenuhi baku mutu air limbah, setiap SPPG diwajibkan menerapkan teknologi pengolahan yang sesuai dengan kapasitas produksinya guna mencegah pencemaran lingkungan.</p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan, belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian operasional tujuh SPPG di Jombang. Deni juga tidak merespons pesan upaya konfirmasi yang dikirim awak media maupun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi ketentuan IPAL yang dipersyaratkan.</p>
<p>Secara keseluruhan, tercatat 372 SPPG di Jawa Timur mendapat penghentian sementara dalam kategori perbaikan mayor karena persoalan pengelolaan air limbah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyaluran Bantuan Pangan di Jombang Ditargetkan Rampung Pertengahan Juni 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyaluran-bantuan-pangan-di-jombang-ditargetkan-rampung-pertengahan-juni-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyaluran-bantuan-pangan-di-jombang-ditargetkan-rampung-pertengahan-juni-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perum Badan Urusan Logostik (Bulog) Cabang Mojokerto bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu kepada seluruh Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fa20601599.webp" length="65750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 11:30:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bapang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (Bapang) untuk masyarakat di Kabupaten Jombang terus berjalan sesuai jadwal. Perum Badan Urusan Logostik (Bulog) Cabang Mojokerto bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu kepada seluruh Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP).</p>
<p></p>
<p>Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyampaikan bahwa proses penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Jombang hingga saat ini berlangsung lancar dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta petugas di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Jombang terus kami percepat dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran dan kualitas beras yang diterima masyarakat. Kami menargetkan seluruh proses penyaluran dapat diselesaikan sesuai jadwal, yaitu paling lambat pada tanggal 12 Juni 2026,” ujar Muhammad Husin dalam pesan diterima wartawan, Rabu (3/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Program Bantuan Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Bulog Cabang Mojokerto memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan diterima dalam kondisi baik.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Bulog Cabang Mojokerto juga terus melakukan monitoring dan evaluasi di setiap titik distribusi. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kendala di lapangan serta memastikan bantuan diterima langsung oleh penerima yang berhak.</p>
<p></p>
<p>Melalui sinergi antara Perum Bulog, pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan desa, serta seluruh pihak terkait, penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Jombang diharapkan dapat selesai tepat waktu pada 12 Juni 2026. Dengan demikian, manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>Dengan percepatan penyaluran yang terus dilakukan, Bulog Cabang Mojokerto menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Perlu diketahui data penerima bapang ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN) milik Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program bapang ini didistribusikan pemerintah kepada 33.244.408 penerima atau KK di seluruh Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Untuk penerima bantuan pangan se-Kabupaten Jombang sebanyak 207.858 penerima. Total beras yang disalurkan sebanyak 4.157.160 kilogram dan minyak goreng sebanyak 831.432 liter. </p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, program bantuan pangan ini bertujuan mendukung swasembada pangan berkelanjutan yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p></p>
<p>"Untuk tahun 2026 ini diberikan untuk yang pertama, yakni alokasi bulan Februari dan Maret. Mudah-mudahan nanti juga akan ada bantuan selanjutnya, apakah untuk alokasi April, Mei, dan bulan-bulan berikutnya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Bupati Jombang mengapresiasi langkah Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di Jombang. Merujuk hasil rapat high level meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat tahun 2026 tanggal 30 Januari 2026 dan Surat Menteri Sekretaris Negara nomor B-08 tanggal 9 Februari 2026, telah ditetapkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng menjadi salah satu program stimulus ekonomi tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>"Merupakan program direktif Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Prabowo Subianto, terkait dengan cadangan pangan nasional yang hari ini didistribusikan kepada seluruh warga negara Indonesia," terang Bupati Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Bupati Warsubi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menindaklanjuti dengan menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut. <strong></strong><strong></strong></p>
<p></p>
<p>"Total keseluruhan bantuan pangan diberikan kepada 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP) bersumber dari data tunggal sosial dan ekonomi nasional (Data Sosek) yang ada di Desil 1 sampai dengan Desil 5," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Jelaskan Duduk Perkara Penangkapan Kontraktor di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-jelaskan-duduk-perkara-penangkapan-kontraktor-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-jelaskan-duduk-perkara-penangkapan-kontraktor-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Penangkapan yang dilakukan pada pertengahan bulan lalu itu terkait kasus dugaan penipuan dengan nilai kerugian mencapai Rp280 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ea467971d6.webp" length="44230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 17:15:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, penipuan kontraktor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kepolisian Sektor (Polsek) Jombang akhirnya menjelaskan duduk perkara penangkapan seorang kontraktor berinisial AA, warga Desa Godong, Kecamatan Gudo.</p>
<p>Penangkapan yang dilakukan pada pertengahan bulan lalu itu terkait kasus dugaan penipuan dengan nilai kerugian mencapai Rp280 juta.</p>
<p>Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, mengungkapkan bahwa perkara ini bermula dari transaksi peminjaman uang antara tersangka dengan korban, Hariadi. </p>
<p>“Kejadian berawal saat ada transaksi peminjaman uang antara tersangka dengan korban Hariadi. Uang sejumlah tadi, ditransfer secara bertahap,” ujar AKP Edy dalam pesannya, Selasa (2/6/2026).</p>
<p>Guna meyakinkan korban, tersangka mengaku tengah menangani proyek pendirian pabrik di wilayah Kecamatan Mojowarno. Untuk memperkuat dalihnya, AA bahkan membawa 4 bendel Surat Perintah Kerja (SPK). </p>
<p>“Kebutuhan uang sendiri rencananya bakal digunakan untuk pekerjaan sampai bisa mendapatkan uang muka,” lanjut AKP Edy.</p>
<p>Terpedaya dengan bukti SPK dan penuturan tersangka, korban kemudian mentransfer uang secara bertahap ke rekening AA hingga total terkumpul sebesar Rp280 juta.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka kini telah ditahan. “Tersangka kami tahan dan dijerat dengan pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda kategori V atau maksimal 500 juta rupiah,” pungkas AKP Edy.</p>
<p>Sementara itu, korban Hariadi menceritakan bahwa saat datang meminjam uang, tersangka menunjukkan SPK dengan dua item pekerjaan, yaitu fisik bangunan dan pengurugan pabrik.</p>
<p>“Tersangka bercerita jika ada dua item pekerjaan, meliputi fisik serta pengurugan pabrik. Masing-masing dengan nilai di atas 10 serta Rp6-7 miliar,” tutur Hariadi.</p>
<p>Masalah muncul setelah uang berhasil dikantongi tersangka. AA mulai menghilang dan tidak menepati janji untuk mengembalikan dana.</p>
<p>“Sebenarnya sudah berkali-kali saya menghubungi, namun jawabannya selalu sama. Dalihnya, belum dibayar oleh pihak pabrik,” ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya kerugian uang, Hariadi juga kehilangan satu unit kendaraan roda empat miliknya yang dipinjamkan kepada tersangka. </p>
<p>“Cukup saya sayangkan di sini, niatan baik saya justru diabaikan. Termasuk, saya juga meminjamkan kendaraan yang selama ini dipergunakan oleh tersangka sebagai penunjang mobilitas,” tutup Hariadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi PDI Perjuangan Bersama TACB Jombang Dalam Sarasehan Bulan Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pdi-perjuangan-bersama-tacb-jombang-dalam-sarasehan-bulan-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pdi-perjuangan-bersama-tacb-jombang-dalam-sarasehan-bulan-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Forum tersebut secara khusus membahas kembali jejak kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang diyakini berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7284305a2.webp" length="33642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Bung Karno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar sarasehan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan yang berlangsung di kantor DPC PDIP Jombang pada Senin (1/6/2026) malam ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan kader partai, mahasiswa, budayawan, dan pemerhati sejarah.</p>
<p>Forum tersebut secara khusus membahas kembali jejak kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang diyakini berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Wakil Ketua Bidang DPC PDIP Jombang, Andika Wahyono, menjelaskan bahwa sarasehan ini merupakan agenda diskusi rutin partai. Momentum Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno dimanfaatkan untuk mengangkat kembali diskursus sejarah mengenai tempat kelahiran sang proklamator.</p>
<p>“Ini sebenarnya forum diskusi yang sudah lama berjalan. Kebetulan kami mengambil momentum 1 Juni, yang juga Hari Lahir Pancasila, untuk kembali membedah dan mendiskusikan kelahiran Bung Karno,” ujar Andika, Selasa (2/6/2026). </p>
<p>Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan sudut pandang berbeda. Seorang akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memaparkan bukti-bukti yang menjadi dasar anggapan bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Di sisi lain, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang turut menyampaikan berbagai temuan yang memperkuat dugaan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, termasuk kisah perawatan Soekarno saat bayi dan keberadaan ari-ari yang diyakini dimakamkan di wilayah tersebut.</p>
<p>Andika menekankan bahwa esensi diskusi bukanlah semata-mata mencari kontroversi tempat lahir. “Yang ingin kami gali sebenarnya bukan semata kontroversi tempat lahirnya, tetapi bagaimana pemikiran Bung Karno tentang marhaenisme, Trisakti, dan implementasinya hari ini bisa kembali dipahami generasi muda,” katanya.</p>
<p>Sarasehan ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas kader dan kalangan muda melalui tambahan wawasan serta perspektif yang lebih luas.</p>
<p>Sementara itu, budayawan Jombang, Nasrul Illah (Cak Nas), mengapresiasi dukungan PDIP terhadap upaya penetapan Ploso Jombang sebagai lokasi kelahiran Soekarno. Menurutnya, respons cepat dari PDIP Jombang menjadi energi baru dalam mendorong pengakuan resmi terhadap situs bersejarah tersebut.</p>
<p>“Siapa pun yang mendukung upaya ini tentu kami apresiasi. Bung Karno milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik kelompok atau partai tertentu,” kata Cak Nas.</p>
<p>Ia berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait status situs itu, bahkan menargetkan penetapan dapat dilakukan sebelum akhir tahun 2026. “Kalau bisa sebelum September atau November sudah ada keputusan. Jangan sampai lewat tahun ini karena akan semakin berat prosesnya,” ujarnya.</p>
<p>Cak Nas menambahkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terus mendorong Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur untuk memfasilitasi dialog dengan pihak Surabaya. Dialog terbuka berdasarkan data dan kajian sejarah ini dinilai penting untuk membahas polemik lokasi kelahiran Bung Karno secara jernih, bukan sebagai ajang saling mempertentangkan daerah.</p>
<p>“Yang terpenting adalah sejarahnya bisa diungkap secara utuh dan menjadi pengetahuan bersama,” tuturnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik 14 Kursi Legislatif, DPC PDI Perjuangan Jombang Perkuat Konsolidasi Basis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-14-kursi-legislatif-dpc-pdi-perjuangan-jombang-perkuat-konsolidasi-basis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-14-kursi-legislatif-dpc-pdi-perjuangan-jombang-perkuat-konsolidasi-basis</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mencapai bidikan tersebut, partai berlambang banteng moncong putih ini langsung tancap gas memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d80ba10d35.webp" length="32002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 20:45:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPC PDI Perjuangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang bergerak serius mewujudkan target perolehan 14 kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Untuk mencapai bidikan tersebut, partai berlambang banteng moncong putih ini langsung tancap gas memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Langkah awal dimulai dengan melantik 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) periode 2026-2031 pada Sabtu (30/5/2026). Usai pelantikan, konsolidasi masif langsung didorong hingga ke tingkat ranting.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menyatakan target ini disusun berdasarkan evaluasi hasil Pemilu 2024, di mana partainya meraih 10 kursi. Ia menilai masih ada peluang besar untuk menambah kursi di sejumlah daerah pemilihan (dapil) yang sebelumnya belum maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Target 14 kursi bukan sekadar angka. Kami ingin mengembalikan posisi partai sebagai kekuatan utama di DPRD Jombang," tegas Sumrambah dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sumrambah menjelaskan, meski Pemilu 2024 menghasilkan tambahan kursi di beberapa dapil, namun terjadi penurunan di wilayah lain. Hal ini menjadi bahan evaluasi penting. Ia pun meminta seluruh pengurus PAC yang baru dilantik untuk segera bergerak melakukan konsolidasi hingga tingkat ranting, dengan menekankan kesamaan visi dan gerak organisasi dari tingkat cabang hingga akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya memperkuat struktur, PDI Perjuangan Jombang juga menggencarkan program berbasis masyarakat. Salah satunya, mengubah fungsi Posko Perjuangan menjadi Posko Pangan yang difokuskan untuk kegiatan sosial dan penguatan ketahanan pangan keluarga.</p>
<p>"Politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, posko yang ada kami dorong menjadi ruang produktif yang bisa dimanfaatkan bersama," ujar Sumrambah.</p>
<p></p>
<p>Senada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jombang, Donny Anggun, menyebut pelantikan 21 PAC ini sebagai langkah awal menyongsong Pemilu 2029. Fokus utama lainnya adalah meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan.</p>
<p></p>
<p>Instruksi dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, komposisi pengurus setidaknya diisi 20 hingga 30 persen oleh kader berusia maksimal 35 tahun. Kebijakan ini untuk menyesuaikan perubahan demografi pemilih yang pada 2029 diperkirakan didominasi kaum milenial dan Generasi Z.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak muda harus diberi ruang lebih besar. Mereka bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari proses kaderisasi dan perjuangan partai," kata Donny.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, adaptasi terhadap teknologi dan pola komunikasi politik juga menjadi perhatian. Seluruh kader, termasuk pengurus senior, didorong untuk aktif memanfaatkan media sosial guna menjangkau masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Usai pelantikan PAC, DPC PDI Perjuangan Jombang menargetkan pembentukan dan penguatan kepengurusan ranting di seluruh desa selesai pada tahun ini. Konsolidasi berlapis ini diharapkan memperkuat jaringan organisasi dan menjadi modal utama menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin tahun ini pembentukan ranting di desa-desa tuntas. Setelahnya, fokus kami memperkuat soliditas organisasi hingga ke tingkat paling bawah," pungkas Donny Anggun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Jombang Kumpulkan Dokter Ahli untuk Klarifikasi Dugaan Malapraktik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-kumpulkan-dokter-ahli-untuk-klarifikasi-dugaan-malapraktik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-kumpulkan-dokter-ahli-untuk-klarifikasi-dugaan-malapraktik</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penjelasannya, Dr. Pudji Umbaran membenarkan bahwa pihaknya menangani pasien berinisial NH, namun menampik dugaan tindakan malpraktik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d6db7563a7.webp" length="27970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 19:14:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Malpraktik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang secara tiba-tiba mengumpulkan sejumlah dokter ahli untuk menjawab dugaan malapraktik terhadap pasien berinisial NH (45), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah dokter ahli yang hadir dalam pertemuan dengan media tersebut antara lain dr. Irma Yuliawati Puji Lestari, dr. Mohammad Mahfudz, dr. Ahmad Mahfur, dr. Eka Gita Wahyudi, dr. Karina Pratiwi, dr. Ririn Faujiah, dr. Antina Nevi Hidayati (IGD), dan dr. Nesya (IGD). Para dokter ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran.</p>
<p></p>
<p>Dalam penjelasannya, Dr. Pudji Umbaran membenarkan bahwa pihaknya menangani pasien berinisial NH, namun menampik dugaan tindakan malapraktik.</p>
<p></p>
<p>NH merupakan pasien rujukan dari rumah sakit swasta Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang dengan diagnosis awal problem jantung dan meninggal dunia saat mendapatkan proses penanganan cuci darah usai diagnosa penyakit Ginjal di RSUD Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Dan memang betul setelah dilakukan pemeriksaan, ada jantung yang membengkak, kemudian ada gambaran lain berkaitan dengan bendungan jantung. Setelah diperiksa oleh tim di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ternyata ada hal lain yang jauh lebih urgen saat itu, yaitu kondisi ginjalnya yang terganggu," jelas Pudji Umbaran kepada wartawan, Senin (16/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak rumah sakit kemudian melakukan berbagai upaya konsultasi dengan para ahli. Mengingat di RSUD Jombang terdapat dokter ahli penyakit dalam dan ahli ginjal, simpulan medis mewajibkan pasien NH menjalani cuci darah.</p>
<p></p>
<p>"Memang tidak cito, artinya tidak urgen saat itu juga. Bisa dijadwalkan hari Senin (1/6), dan sudah disiapkan untuk dilakukan cuci darah karena ginjalnya bermasalah. Gangguan ginjal ini bukan kejadian sesaat, melainkan kejadian yang sudah berlangsung lama," terangnya.</p>
<p></p>
<p>"Mungkin keluarga tidak mendeteksi adanya gangguan itu, tetapi dari hasil laboratorium dan semua dokumen pemeriksaan oleh tim ahli di bagian penyakit dalam dan ginjal, kasus ini adalah kasus lama yang memang harus dilakukan cuci darah," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait prosedur pemasangan Catheter Double Lumen (CDL), Dr. Pudji menjelaskan bahwa alat tersebut harus terpasang pada pembuluh darah besar di area dekat leher sebagai persiapan sebelum hemodialisis. Pemasangan dilakukan pada malam itu juga.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur telah disampaikan kepada keluarga dan pihak keluarga telah menyetujui melalui penandatanganan dokumen general consent maupun informed consent.</p>
<p></p>
<p>Dalam tindakan tersebut, ada banyak hal yang perlu dicermati, mengingat pasien memiliki kelainan gangguan jantung serta gangguan ginjal yang sudah kronis.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi yang terungkap dari hasil pemeriksaan menunjukkan situasi yang benar-benar bagaikan buah simalakama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, jika CDL tidak dipasang, kondisi pasien akan fatal. Sebaliknya, jika dilakukan pemasangan, risikonya juga sangat besar. Dalam situasi sulit tersebut, tugas utama adalah menyelamatkan pasien, sehingga seluruh prosedur yang diperlukan tetap dijalankan.</p>
<p></p>
<p>"Pemasangan CDL dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter anestesi yang memiliki keahlian khusus dalam tindakan tersebut. Jadi, berkaitan dengan informasi yang menyebutkan ini sebagai malpraktik, saya bisa jawab insyaallah tidak," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima suarajatimpost.com, Minggu (31/5/2026) malam, pasien NH meninggal dunia di RSUD Jombang setelah menerima penanganan cuci darah.</p>
<p></p>
<p>Saat kejadian sekitar pukul 21.00, terjadi perdebatan di Ruang Abimanyu RSUD Jombang antara pihak keluarga dan karyawan RSUD. Tidak ada satu pun dokter yang hadir saat itu untuk memberikan penjelasan. Pihak keluarga menduga adanya tindakan malapraktik oleh tenaga medis di RSUD Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang, Nganjuk dan Kediri Bahas Skema Sharing Anggaran Rp715 Miliar Bangunan Flyover Mengkreng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-nganjuk-dan-kediri-bahas-skema-sharing-anggaran-rp715-miliar-bangunan-flyover-mengkreng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-nganjuk-dan-kediri-bahas-skema-sharing-anggaran-rp715-miliar-bangunan-flyover-mengkreng</guid>
<description><![CDATA[ Tiga kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung mulai menjajaki skema penganggaran dan penyelarasan teknis agar megaproyek jembatan layang (flyover) ini bisa segera terealisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a193642cf0f6.webp" length="69344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 15:49:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, Flyover Mengkreng</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Rencana besar untuk mengurai kemacetan di Simpang Mengkreng yang menghubungkan tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Kediri, memasuki babak baru pembicaraan di tingkat pusat. Tiga kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung mulai menjajaki skema penganggaran dan penyelarasan teknis agar megaproyek jembatan layang (flyover) ini bisa segera terealisasi.</p>
<p>Pada Senin (25/5/2026) lalu, Bupati Jombang Warsubi dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menggelar pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta. Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana hadir diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri. </p>
<p>Dalam lobi strategis ini, ketiga bupati didampingi langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Kepala Dinas PUPR dari masing-masing kabupaten.</p>
<p>Bupati Jombang Warsubi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, terutama terkait estimasi anggaran dan kesiapan sirkulasi lahan. </p>
<p>"Pembicaraan awal memproyeksikan pembangunan flyover ini menelan anggaran sebesar Rp715 miliar. Konsep yang diusung mengutamakan aspek fungsionalitas utama untuk memecah kemacetan ketimbang desain yang glamor," tutur Warsubi dalam pesan yang diterima wartawan, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Bupati menyebut, jika seluruh tahapan lobi dan perencanaan berjalan mulus, tahapan awal pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun 2027. </p>
<p>"Hitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, total keseluruhan lahan yang perlu dibebaskan di atas 50.000 meter persegi. Sedangkan khusus untuk Kabupaten Jombang saja, lahan yang perlu dibebaskan sekitar 17.000 meter persegi," bebernya.</p>
<p>Mengingat besarnya luasan tersebut, para kepala daerah berharap seluruh biaya pembebasan lahan ditanggung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, pihak kementerian mengharapkan adanya skema sharing atau berbagi beban pendanaan pembebasan lahan antardaerah yang disesuaikan dengan proporsi luasan wilayah berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED) PU.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari usulan sharing anggaran tersebut, pembicaraan akan segera diperluas dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan dari pemprov dinilai sangat esensial untuk memayungi aspek hukum dan kesepakatan finansial.</p>
<p>"Kami dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri sangat mendukung dan menyambut positif upaya pembangunan flyover demi mengurai kemacetan Mengkreng yang sudah sangat luar biasa masuk 3 besar di Indonesia," terangnya.</p>
<p>"Sembari menyelaraskan waktu pertemuan resmi dengan Ibu Gubernur Jawa Timur, kami para kepala daerah mengambil langkah proaktif untuk mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta terlebih dahulu guna mengamankan komitmen awal pusat. Semoga semuanya berjalan lancar atas doa dan dukungan seluruh masyarakat," imbuhnya.</p>
<p>Perlu diketahui, inisiasi proyek ini sebelumnya telah digagas ketiga kepala daerah saat memetakan sirkulasi kendaraan langsung di Pos Polisi Mengkreng pada Rabu (8/4/2026) lalu. Simpang Mengkreng merupakan titik transit vital di Jawa Timur yang menghubungkan Kabupaten Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Menjadi jalur arteri utama kendaraan dari arah Surabaya menuju wilayah barat dan selatan, seperti Madiun dan sekitarnya, kawasan ini kerap mengalami kelumpuhan arus.</p>
<p>Bahkan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Simpang Mengkreng masuk dalam tiga besar titik kemacetan paling parah di Indonesia, khususnya pada momen mudik bulan Ramadan. Melalui rancangan yang tengah diusulkan, jalur flyover ini nantinya akan membentang dari wilayah Jombang lalu terbagi menjadi dua jalur keluar atau ramp off, yakni satu ke arah Kediri dan satu ke arah Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Resmi Buka Pelatihan 1.217 Petugas Sensus Ekonomi 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-resmi-buka-pelatihan-1217-petugas-sensus-ekonomi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-resmi-buka-pelatihan-1217-petugas-sensus-ekonomi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kesuksesan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1930db9cba8.webp" length="44656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:47:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sensus Ekonomi 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026. Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang, Warsubi, saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Jombang di Hotel Yusro, Jumat (29/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Bupati Warsubi, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Jombang juga hadir dalam acara tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen sepuluh tahunan untuk memotret kondisi perekonomian, khususnya di sektor non-pertanian. </p>
<p></p>
<p>Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk satu dekade ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Keberhasilan sensus ini berada di tangan para petugas lapangan sebagai ujung tombak. Data SE 2026 yang berkualitas akan menjadi landasan perencanaan pembangunan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang," tutur Bupati Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Bupati juga memberikan instruksi kepada para petugas sensus. Ia menekankan agar seluruh petugas menjaga profesionalisme, kejujuran, dan integritas dengan tidak memanipulasi atau memperkirakan data di atas meja tanpa verifikasi langsung ke responden. Selain itu, ia meminta para petugas bersikap ramah dalam menghadapi masyarakat serta memanfaatkan masa pelatihan agar mahir mengoperasikan perangkat pencacahan.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPS Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni, menambahkan bahwa SE 2026 menjadi momentum penting karena lanskap ekonomi mengalami perubahan dalam sepuluh tahun terakhir, terutama dipicu oleh digitalisasi pascapandemi serta pertumbuhan industri kreatif dan UMKM baru di Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Data ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, bukan hanya sekadar catatan, melainkan pijakan atau kompas kebijakan. Terlebih, Kabupaten Jombang tengah menyiapkan kawasan industri baru, sehingga pemetaan ini menjadi sangat penting untuk intervensi kebijakan dan insentif usaha yang tepat sasaran," jelas Mouna.</p>
<p></p>
<p>Mouna juga mengingatkan para calon petugas agar bekerja sesuai prosedur dan menghindari praktik survei asal-asalan.</p>
<p></p>
<p>"Jaga integritas. Catat apa adanya, bukan ada apanya! Saya tidak mau ada petugas yang melakukan window dressing atau mengira-ngira data di atas meja. Datangi, masuk ke rumah responden, dan gali data berkualitas dengan mengedepankan keramahan khas Kota Santri, komunikasi yang baik, sehingga tercapai tujuan Sensus Ekonomi 2026 ini," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan itu, BPS Jombang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pengamanan dari Kapolres dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Jombang guna menjamin keamanan petugas saat melakukan pendataan di kawasan sentra ekonomi maupun permukiman warga, selaras dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dijalin di tingkat pusat.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Kegiatan, Amat Alamin Wafa, dalam laporannya memaparkan bahwa pelatihan yang diselenggarakan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Pelatihan menerapkan metode pembelajaran kombinasi (hibrida) melalui Learning Management System (LMS) dan tatap muka, yang dijadwalkan berlangsung dari 29 Mei hingga 12 Juni 2026. Secara keseluruhan, pelatihan ini diikuti oleh 1.217 peserta yang terbagi ke dalam 48 kelas. Guna menjaga efektivitas belajar, pelaksanaan dibagi menjadi lima gelombang.</p>
<p></p>
<p>"Untuk gelombang pertama yang dibuka hari ini, diikuti oleh 255 peserta yang terbagi dalam 10 kelas. Kami berharap melalui pelatihan intensif ini, lahir petugas-petugas lapangan yang kompeten, terlatih, dan andal demi menghasilkan data Indonesia yang berkualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Amat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ilegal Logging Kembali Terjadi di Hutan Lindung Jombang, Pelaku Kabur Tinggalkan Sembilan Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ilegal-logging-kembali-terjadi-di-hutan-lindung-jombang-pelaku-kabur-tinggalkan-sembilan-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ilegal-logging-kembali-terjadi-di-hutan-lindung-jombang-pelaku-kabur-tinggalkan-sembilan-motor</guid>
<description><![CDATA[ Meski para pelaku berhasil melarikan diri dari sergapan petugas, mereka meninggalkan 9 unit sepeda motor di dalam hutan terjal yang kini motor tersebut telah disita oleh aparat kepolisian sebagai barang bukti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a191894d5971.webp" length="75624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 11:55:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hutan Lindung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi pembalakan liar (illegal logging) dan penjarahan lahan di kawasan hutan lindung Kabupaten Jombang kembali terjadi.</p>
<p>Beruntung, jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang berhasil menggagalkan aksi tersebut saat menggelar patroli rutin di wilayah Kecamatan Mojoagung.</p>
<p>Meski para pelaku berhasil melarikan diri dari sergapan petugas, mereka meninggalkan sedikitnya 9 unit sepeda motor di dalam hutan terjal yang kini telah disita oleh aparat kepolisian.</p>
<p>Administratur (Adm) Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro mengonfirmasi adanya temuan perusakan hutan dan penyitaan barang bukti kendaraan bermotor tersebut.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di kawasan Hutan Lindung atau Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Petak 38 Delta (D) dan Petak 38 K, Desa Kedunglumpung, Kecamatan Mojoagung.</p>
<p>"Berdasarkan laporan dari jajaran kami di lapangan, Pak Asper beserta Pak Mantri dan Mandor yang melaksanakan patroli rutin menemukan adanya perusakan awal dan sembilan unit sepeda motor. Pohon-pohon yang dirusak juga masih ada di lapangan," ujar Enny Handhayany kepada suarajatimpost.com, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Saat petugas mencoba melakukan penyergapan, para pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri.</p>
<p>Posisi pelaku yang berada di medan lebih rendah membuat mereka lebih mudah memantau pergerakan petugas yang datang dari area ketinggian.</p>
<p>"Saat dikonfirmasi ke Pak Asper apakah ada tersangka yang tertangkap, ternyata mereka lari semua. Karena lokasinya sangat terjal, petugas kami kesulitan untuk mengejar. Mereka akhirnya meninggalkan barang bukti sepeda motor begitu saja," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan telah menerima penyerahan 9 unit sepeda motor dari pihak Perhutani KPH Jombang.</p>
<p>"Ya penyerahan dari Perhutani tapi hanya sepeda motornya saja, orangnya tidak ada, itupun baru dugaan pembalak liar karena saat ditemukan sepeda motor tidak ditemukan pohon yang di balak," ungkap Kompol Yogas.</p>
<p>Sejumlah barang bukti kendaraan kini masih dalam pengamanan Polsek Mojoagung. Langkah hukum terkait dugaan pembalakan dan perusakan hutan lindung tengah dalam upaya penyelidikan aparat kepolisian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Ekor Sapi Kurban Hasil Gotong Royong Kader PDI Perjuangan Sasar Dua Desa di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-ekor-sapi-kurban-hasil-gotong-royong-kader-pdi-perjuangan-sasar-dua-desa-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-ekor-sapi-kurban-hasil-gotong-royong-kader-pdi-perjuangan-sasar-dua-desa-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Sumrambah menjelaskan bahwa aksi sosial yang menyasar Dusun Pesantren, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, dan Desa Brambang, Kecamatan Diwek ini merupakan buah dari semangat gotong royong kader internal di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16efeadbac6.webp" length="47672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 20:59:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sapi Kurban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kehadiran partai politik di tengah masyarakat tidak boleh hanya muncul saat kontestasi elektoral bergulir. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah, saat menyalurkan dua ekor sapi kurban pada perayaan Iduladha, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Sumrambah menjelaskan bahwa aksi sosial yang menyasar Dusun Pesantren, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, dan Desa Brambang, Kecamatan Diwek ini merupakan buah dari semangat gotong royong kader internal di Jawa Timur. Dua ekor sapi tersebut merupakan kiriman dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Melalui kami, Bapak Said Abdullah menyampaikan salam kepada masyarakat Jombang. Selamat menjalankan ibadah Iduladha. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk merawat keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Sumrambah menyampaikan pesan khusus dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari sekadar ritual keagamaan dan pembagian daging, Sumrambah menegaskan bahwa esensi dari penyaluran kurban ini adalah untuk merawat hubungan kemanusiaan. Ia berharap kehadiran parpol dalam hari besar keagamaan dapat mempererat kebersamaan serta memberikan keberkahan nyata bagi para penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>Melalui langkah ini, partai berlambang banteng moncong putih tersebut ingin menunjukkan bahwa ikatan sosial dengan masyarakat bawah harus tetap hidup, tanpa harus menunggu momentum kontestasi politik bergulir.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, tokoh agama sekaligus representasi warga setempat, Abdul Khalim, melontarkan apresiasi yang sarat akan harapan besar. Ia menilai bahwa bantuan ini membuktikan eksistensi partai tidak hanya menyentuh rakyat saat pemilu.</p>
<p></p>
<p>“Ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan tidak hanya menyentuh rakyat ketika akan pemilu saja. Tapi momentum lainnya, PDI Perjuangan terus menyapa rakyat, seperti pada perayaan Iduladha tahun ini,” ujar Abdul.</p>
<p></p>
<p>Ia pun berharap agar konsistensi untuk terus bergerak dan berjuang di garis rakyat ini dapat dipertahankan, baik oleh pengurus partai di tingkat pusat maupun daerah. Usai penyembelihan, daging sapi langsung dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari kaum duafa, tukang becak, hingga warga sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iduladha 1447 Hijriah, Ponpes Gadingmangu Jombang Sembelih 970 Ekor Hewan Kurban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-hijriah-ponpes-gadingmangu-jombang-sembelih-970-ekor-hewan-kurban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-hijriah-ponpes-gadingmangu-jombang-sembelih-970-ekor-hewan-kurban</guid>
<description><![CDATA[ Kurang lebih 970 ekor hewan kurban dari sumbangsih berbagai pihak akan di sembelih selama tiga hari dan daging disalurkan kepada ribuan masyarakat Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16e67706f5b.webp" length="66538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 20:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ponpes Gadingmangu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, antusias menyambut perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kurang lebih 970 ekor hewan kurban dari sumbangsih berbagai pihak akan di sembelih selama tiga hari dan daging disalurkan kepada ribuan masyarakat Jombang. </p>
<p>Humas Pondok Pesantren Gadingmangu, Rudi Haryanto mengatakan, total hewan kurban yang diterima tahun ini mencapai sekitar 270 ekor sapi dan lebih dari 700 ekor kambing. Namun, penyembelihan dilakukan secara bertahap selama tiga hari.</p>
<p>"Khusus hari ini yang disembelih sekitar 190 ekor sapi. Kegiatan penyembelihan dan distribusi akan dilaksanakan selama tiga hari," ujarnya.</p>
<p>Rudi menjelaskan, pelaksanaan kurban dimulai usai Salat Iduladha dan dilakukan di beberapa titik penyembelihan yang telah tersertifikasi halal.</p>
<p>"Alhamdulillah pelaksanaan pembagian daging kurban hari ini berjalan lancar, mulai setelah salat Iduladha hingga proses pemotongan hewan kurban," ungkap Rudi.</p>
<p>Dari hasil penyembelihan hari pertama, ponpes membagikan sekitar 6.000 bungkus daging kurban kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. Selain itu, sekitar 1.000 bungkus lainnya disiapkan untuk masyarakat luar desa, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, serta Forkopimcam.</p>
<p>Menurut Rudi, warga Desa Gadingmangu menjadi prioritas utama penerima daging kurban, disusul masyarakat di desa-desa sekitar.</p>
<p>"Yang pertama tentu warga Desa Gadingmangu, kemudian masyarakat sekitar atau desa tetangga," ucapnya.</p>
<p>Untuk menjaga ketertiban pembagian, panitia lebih dulu membagikan kupon kepada warga pada pagi hari. Selanjutnya, daging mulai dibagikan sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>"Alhamdulillah selama proses pembagian tidak ada kendala dan masyarakat juga tertib saat mengantre," tutur Rudi.</p>
<p>Antusiasme warga terlihat sejak siang hari. Salah satunya Rubiyati, warga Desa Plumpung, yang mengaku senang mendapat undangan menerima daging kurban dari Ponpes Gadingmangu.</p>
<p>"Alhamdulillah hari ini saya senang sekali. Nanti kalau sampai rumah daging ini mau saya buat rawon," kata Rubiyati sambil tersenyum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Salurkan 12 Ekor Sapi dan 27 Ekor Kambing untuk Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-12-ekor-sapi-dan-27-ekor-kambing-untuk-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-12-ekor-sapi-dan-27-ekor-kambing-untuk-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Pembagian hewan kurban tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan usai Salat Idul Adha di lapangan Mapolres Jombang, Rabu (27/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b99b85cef.webp" length="53960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 17:29:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polres Jombang, sauarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dalam rangka berbagi kebahagiaan di momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Jombang membagikan sebanyak 39 ekor hewan kurban ke pondok pesantren, panti asuhan, dan masyarakat di sekitar Mapolres Jombang.</p>
<p>Pembagian hewan kurban tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan usai Salat Iduladha di lapangan Mapolres Jombang, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban yang disalurkan terdiri dari 12 ekor sapi dan 27 ekor kambing.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kapolres Jombang menyampaikan bahwa pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, pihaknya menyerahkan hewan kurban dari seluruh keluarga besar Polres Jombang, termasuk Bhayangkari beserta keluarga, kepada pondok pesantren dan masyarakat di Kabupaten Jombang.</p>
<p>"Semoga hewan kurban yang telah diniatkan dengan penuh keikhlasan ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah kita. Semoga melalui ibadah kurban ini kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran, sehingga semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ujarnya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat serta menjadi ladang amal ibadah bagi seluruh anggota Polri, khususnya anggota Polres Jombang.</p>
<p>"Semoga menjadi ladang amal kebaikan bagi rekan-rekan yang telah berkurban dan menyisihkan rezekinya untuk saudara-saudara kita pada momen Idul Adha tahun 2026 ini," lanjut AKBP Ardi.</p>
<p>Sebelumnya, dua ekor sapi bantuan dari Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto. Hewan kurban tersebut diterima langsung oleh K.H. Abdul Gofar, Sekretaris Ponpes Tebuireng Diwek, Jombang, dan Hj. Nur Zakiyah, Ketua Yayasan Ponpes Hafidzul Musthofah Al-Hasaniyyah Desa Mejoyo, Kecamatan Gudo, Jombang. Prosesi penyerahan berlangsung dengan penuh kehangatan.</p>
<p>AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter generasi muda.</p>
<p>"Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi dengan para ulama, santri, dan masyarakat," ujar Kapolres Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda di Jombang Alami Luka Bakar dan Amputasi Tangan Usai Main Petasan Malam Takbir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-jombang-alami-luka-bakar-dan-amputasi-tangan-usai-main-petasan-malam-takbir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-jombang-alami-luka-bakar-dan-amputasi-tangan-usai-main-petasan-malam-takbir</guid>
<description><![CDATA[ Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga serta luka serius pada tangan kanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b56dca0f5.webp" length="35618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 16:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan Petasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang pemuda di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami luka parah diduga akibat ledakan petasan saat malam takbiran, Selasa (26/5/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga serta luka serius pada tangan kanan. </p>
<p></p>
<p>"Informasi yang dihimpun, petasan yang dimainkan korban diduga meledak saat berada di dekat tangannya hingga menyebabkan luka serius," ucap Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, dalam pesan kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui bernama Mohammad Eka Setyawan (21), warga Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di jalan desa setempat saat korban bermain petasan.</p>
<p></p>
<p>Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Mojoagung sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Untuk korban masih dalam perawatan, kami juga masih melakukan pendalaman lebih lanjut," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Kompol Yogas menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari Puskesmas Mojoagung sekitar pukul 23.00 terkait adanya korban luka akibat ledakan petasan. Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Mojoagung langsung mendatangi lokasi dan rumah korban di Dusun Tanggalrejo.</p>
<p></p>
<p>"Anggota sempat mendatangi rumah korban, namun pihak keluarga tidak berkenan membuat laporan polisi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil interogasi awal petugas, petasan tersebut diduga diperoleh korban dari temannya. Namun, hingga kini korban belum dapat dimintai keterangan secara rinci karena masih dalam kondisi sakit. Dari keterangan tenaga kesehatan, diketahui korban mengalami luka pada jempol tangan kanan dan luka bakar di bagian wajah serta telinga kanan.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini masih dirawat di RSUD Jombang dan direncanakan menjalani tindakan amputasi pada jempol tangan kanannya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kompol Yogas juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain maupun menyalakan petasan karena berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar tidak bermain petasan. Selain berbahaya dan bisa menyebabkan luka serius, penggunaan petasan juga melanggar aturan dan dapat mengganggu keamanan lingkungan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Imbau Warga Pakai Wadah Ramah Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-imbau-warga-pakai-wadah-ramah-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-imbau-warga-pakai-wadah-ramah-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 600.4/297/415.01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Jombang, Warsubi, pada 25 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16aeeec6582.webp" length="45122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 16:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M yang berfokus pada pengendalian sampah, terutama pengurangan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 600.4/297/415.01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Jombang, Warsubi, pada 25 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>Dalam edaran tersebut, seluruh panitia salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diminta mengurangi penggunaan kantong plastik saat membagikan daging kepada warga. "Warga juga diimbau membawa wadah sendiri dari rumah untuk menampung daging kurban," kata Warsubi dalam keterangan yang diterima, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, pembagian daging kurban diharapkan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memakai wadah ramah lingkungan yang bisa digunakan kembali.</p>
<p></p>
<p>Pemkab Jombang juga mendorong pemakaian kemasan dari bahan alami dan kearifan lokal, seperti daun pisang, daun jati, besek bambu, hingga anyaman pandan. </p>
<p></p>
<p>"Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah plastik selama momentum Idul Adha," ungkap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya kemasan, panitia kurban juga diminta menyediakan tempat sampah terpilah di lokasi salat Idul Adha, area penyembelihan, dan titik pembagian daging kurban. Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya pengelolaan limbah penyembelihan, baik padat maupun cair, agar tidak mencemari lingkungan dan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari kampanye publik, masyarakat diajak aktif menyuarakan gerakan pengurangan sampah plastik melalui media sosial dengan tagar #JombangCantikTanpaSampahPlastik, #JombangResik, dan #EcoQurban. </p>
<p></p>
<p>Warga juga diminta menyertakan akun resmi media sosial pemda seperti @dlhjombang, @bupati.jombang, dan @wakilbupati.jombang dalam unggahan kampanye lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kami dari Pemkab Jombang berharap perayaan Idul Adha tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi kepada sesama, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah plastik," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Iduladha 1447 H, Polres Jombang Serahkan Hewan Kurban ke Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-iduladha-1447-h-polres-jombang-serahkan-hewan-kurban-ke-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-iduladha-1447-h-polres-jombang-serahkan-hewan-kurban-ke-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan silaturahmi dengan masyarakat serta kalangan pesantren di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a153b5992732.webp" length="47322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 14:33:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sapi Kurban, Idul Adha 1447 Hijriah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, dengan didampingi Wakapolres dan Kapolsek Diwek, menyerahkan hewan kurban berupa sapi dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) pagi.</p>
<p>Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan silaturahmi dengan masyarakat serta kalangan pesantren di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dua ekor sapi yang disalurkan merupakan bantuan dari Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto. Hewan kurban tersebut diterima langsung oleh K.H. Abdul Gofar, Sekretaris Ponpes Tebuireng Diwek, Jombang, dan Hj. Nur Zakiyah, Ketua Yayasan Ponpes Hafidzul Musthofah Al-Hasaniyyah Desa Mejoyo, Kecamatan Gudo, Jombang. Prosesi penyerahan berlangsung dengan penuh kehangatan.</p>
<p>AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter generasi muda.</p>
<p>"Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi dengan para ulama, santri, dan masyarakat," ujar Kapolres Jombang.</p>
<p>Pihak pondok pesantren menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian. Bantuan hewan kurban tersebut dinilai sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.</p>
<p>Penyerahan hewan kurban ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ajudan Bupati Jombang Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemerasan dan Perampasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ajudan-bupati-jombang-dilaporkan-ke-polisi-atas-dugaan-pemerasan-dan-perampasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ajudan-bupati-jombang-dilaporkan-ke-polisi-atas-dugaan-pemerasan-dan-perampasan</guid>
<description><![CDATA[ Polisi telah melakukan penyelidikan untuk memastikan konstruksi perkara pidana yang menyeret ASN Disdukcapil Jombang dan Ajudan Bupati Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a153514a262c.webp" length="59722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 13:21:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kasus Pemerasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Jajaran Satreskrim Polres Jombang tengah mendalami kasus dugaan tindak pidana pemerasan yang menyeret nama ajudan Bupati Jombang berinisial Al. </p>
<p>Aksi melanggar hukum ini diduga dilakukan sang ajudan bersama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jombang berinisial An.</p>
<p>Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono, mengatakan bahwa langkah penyelidikan dilakukan usai menerima laporan dari Sutopo, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang.</p>
<p>"Waalaikumsalam, kami baru menerima laporan kemarin, dan akan kami lakukan penyelidikan terlebih dahulu," ucap Ipda Rendro kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Kasus dugaan pemerasan dan perampasan yang membelit ajudan orang nomor satu di Pemkab Jombang serta oknum PNS Disdukcapil tersebut resmi masuk ke ranah hukum setelah dilaporkan ke Polres Jombang, Rabu (25/5/2026).</p>
<p>Pelaporan ini dilakukan oleh Sutopo, mertua dari perempuan berinisial Pu. Pu sendiri merupakan mantan karyawan toko kelontong di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, yang diduga menjadi korban penculikan oleh oknum kerabat pemilik toko.</p>
<p>Sutopo didampingi kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo dari Kantor Hukum Faris &amp; Partners, mendatangi langsung Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jombang.</p>
<p>Faris menjelaskan bahwa kliennya menjadi korban pemerasan dan perampasan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), kendaraan bermotor, serta perhiasan oleh dua terlapor, yakni Al dan An.</p>
<p>"Pak Sutopo ini diperas, diminta SHM-nya sebagai ganti permasalahan lain yang sebenarnya beliau tidak tahu-menahu," ujar Faris usai membuat laporan.</p>
<p>Dalam perkara ini, jika terbukti bersalah, ajudan Bupati dan oknum ASN tersebut bakal dijerat dengan Pasal 482 ayat 1 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. </p>
<p>Berdasarkan dalil perkara pidana tersebut, para terlapor terancam hukuman empat tahun penjara serta denda sebesar Rp200 juta. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Warsubi: Jombang Miniatur Indonesia yang Rukun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-jombang-miniatur-indonesia-yang-rukun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-jombang-miniatur-indonesia-yang-rukun</guid>
<description><![CDATA[ Pernyataan ini disampaikan saat menyambut kedatangan rombongan para Bhante/Bhikkhu yang tergabung dalam aksi lintas negara &quot;Indonesia Walk for Peace 2026&quot; di Pendopo Kabupaten, Selasa (19/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1525259a27e.webp" length="49674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 11:48:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Bupati Jombang, Warsubi, menyebut Kabupaten Jombang sebagai miniatur Indonesia yang rukun. Pernyataan ini disampaikan saat menyambut kedatangan rombongan para Bhante/Bhikkhu yang tergabung dalam aksi lintas negara "Indonesia Walk for Peace 2026" di Pendopo Kabupaten, Selasa (19/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Bupati Warsubi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya, baik secara pribadi, mewakili pemerintah daerah, maupun seluruh masyarakat Kabupaten Jombang, kepada 57 Bhikkhu yang berasal dari berbagai negara ASEAN, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos.</p>
<p></p>
<p>"Setiap langkah kaki beliau merupakan simbol keteguhan, cinta kasih, dan persaudaraan kemanusiaan. Sebuah kehormatan luar biasa bagi kami bisa menyambut langsung kehadiran para Bhante yang tengah mengemban misi suci ini," ujar Bupati Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Di hadapan para pemuka agama Buddha dan tamu undangan, Bupati Warsubi menegaskan bahwa Kabupaten Jombang memiliki identitas kuat sebagai Kota Santri yang sekaligus menjadi refleksi keberagaman bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Jombang miniatur Indonesia yang rukun," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Masyarakat Jombang, lanjutnya, hidup dalam keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak menjadi sekat, melainkan perekat yang membuat warga Jombang dapat hidup berdampingan secara rukun dan saling menghormati. Kehadiran para Bhikkhu di Jombang menjadi bukti nyata bahwa semangat persaudaraan lintas iman terjaga dengan sangat baik di Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Bupati Warsubi juga mendoakan agar seluruh peserta Walk for Peace 2026 yang berjalan kaki dari Pulau Bali menuju Candi Borobudur dalam rangka menyongsong puncak perayaan Waisak ini senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga garis akhir.</p>
<p></p>
<p>Acara penyambutan ini merefleksikan toleransi yang kuat dengan hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, serta para tokoh organisasi keagamaan di Jombang.</p>
<p></p>
<p>Melalui momentum ini, Bupati Warsubi berharap pesan damai dan kebajikan yang dibawa oleh rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 dapat terus bergaung dan menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk merawat persatuan. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oknum PNS dan Ajudan Bupati Dilaporkan ke Polres Jombang, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oknum-pns-dan-ajudan-bupati-dilaporkan-ke-polres-jombang-ini-penyebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oknum-pns-dan-ajudan-bupati-dilaporkan-ke-polres-jombang-ini-penyebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Pelaporan ini dilakukan oleh Sutopo, mertua dari perempuan berinisial Pu mantan karyawan toko klontong di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang yang diduga jadi korban penculikan oleh oknum kerabat pemilik toko. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1423b481c56.webp" length="34502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 18:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Pemerasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kasus dugaan pemerasan dan perampasan menyeret nama oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta seorang ajudan Bupati. Keduanya resmi dilaporkan ke Polres Jombang, Rabu (25/5/2026).</p>
<p>Pelaporan ini dilakukan oleh Sutopo, mertua dari perempuan berinisial Pu mantan karyawan toko klontong di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang yang diduga jadi korban penculikan oleh oknum kerabat pemilik toko. </p>
<p>Sutopo didampingi kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo dari kantor hukum Faris &amp; Partner's mendatangi langsung unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jombang.</p>
<p>Faris menjelaskan bahwa kliennya menjadi korban pemerasan dan perampasan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), kendaraan bermotor dan perhiasan oleh dua terlapor berinisial An dan Al. </p>
<p>"Pak Sutopo ini diperas, diminta SHM-nya sebagai ganti permasalahan lain yang sebenarnya beliau tidak tahu-menahu," ujar Faris usai membuat laporan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan kuasa hukum, terlapor An merupakan oknum PNS di Dispendukcapil, sementara Al merupakan ajudan Bupati Jombang, Warsubi. </p>
<p>Atas kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian materiil sementara sebesar Rp200 juta.</p>
<p>"Kita nanti akan gali lagi apakah ada kerugian-kerugian yang lain," imbuh Faris.</p>
<p>Pihaknya meminta agar aparat kepolisian serius menangani laporan tersebut. Menurutnya, kasus ini merupakan pelanggaran hukum berat karena berkaitan dengan upaya pemerasan yang menyasar keluarga korban penculikan.</p>
<p>"Kami berharap persoalan ini segera ditangani secara serius. Mungkin nanti akan terbuka fakta-fakta lain kalau sudah dilakukan penyelidikan atau penyidikan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak kepolisian Reskrim Polres Jombang telah menerima laporan dengan nomor surat: STTLPM/448.RESKRIM/V/2026/SPKT/POLRES JOMBANG tertanggal 25 Mei 2026 dan akan segera menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>Sementara itu, upaya konfirmasi kepada salah satu terlapor berinisial Al di nomor hanphone +62 856-0737-xxxx atas dugaan perampasan SHM milik Sutopo belum mendapat respon sampai berita ini diterbitkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelompok Tani Hutan Alas Gedangan, CDK dan Perhutani KPH Jombang Kecolongan Aktivitas Ilegal Ekskavator</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelompok-tani-hutan-alas-gedangan-cdk-dan-perhutani-kph-jombang-kecolongan-aktivitas-ilegal-ekskavator</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelompok-tani-hutan-alas-gedangan-cdk-dan-perhutani-kph-jombang-kecolongan-aktivitas-ilegal-ekskavator</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan lemahnya pengawasan wilayah hutan menyebabkan pengusaha pemilik alat berat eskavator bisa leluasa beroperasi ilegal di kawasan hutan Alas Gedangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a141c3e5ce52.webp" length="97066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 17:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Jalin, alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang merasa kecolongan atas aktivitas ilegal ekskavator di lokasi indikatif Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). </p>
<p></p>
<p>Ketua KTH Sumberjalin, Trimora Bagus Husen mengatakan aktivitas ilegal ekskavator tersebut murni inisiatif dari pemilik eskavator tanpa sepengetahuan dari dirinya. </p>
<p></p>
<p>"Situasinya, kalau masalah dengan ekskavator, pengurus KTA Sumber Jalin tidak diajak musyawarah," ucap Trimo kepada suarajatimpost.com, Senin (25/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Trimo tidak menduga, jika pada esok harinya, sekitar hari senin (18/5/2026) ada aktivitas eskavator di lokasi kawasan hutan alas gedangan menuju Petak 24. Ia mengaku sudah mengingatkan kepada penanggung jawab soal resiko yang dihadapi. </p>
<p></p>
<p>"Tahu-tahu, besoknya pagi sudah ada ekskavator gitu. Saya konfirmasi di situ, karena ada penanggung jawabnya. Saya bilang memang itu pengurus KTA tidak diberitahu, ya sudah, kalau ada apa-apa, saya enggak tanggung jawab sebagai kelompok tani. Seperti itu, Mas," beber Trimo. </p>
<p></p>
<p>Selamat ini KTH Sumber Jalin di bawah pembinaan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Kabupaten Nganjuk. Setiap satu minggu sekali pihak KTH melakukan penanaman tanaman buah bekerjasama dengan pihak KUA Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Nganjuk yang mengampu wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya alat berat jenis ekskavator yang masuk ke kawasan hutan Alas Gedangan. </p>
<p>Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Indah Setiawati, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi tersebut. Langkah awal yang akan diambil adalah mengidentifikasi status hukum lahan serta aktivitas yang sedang berlangsung di sana.</p>
<p>"Kami baru mendapatkan informasi ini. Kami akan mencoba menggali ataupun mengidentifikasi lebih lanjut seperti apa di sana, ada apa di sana. Kami tetap akan menugaskan teman-teman untuk mengkaji lebih lanjut," ujar Indah saat ditemui wartawan di Kantor CDK Wilayah Nganjuk Wilayah Kerja Kabupaten Jombang, Jumat (22/5/2026) lalu. </p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat ekskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p>Pihak Polsek Mojoagung, melalui Kompol Yogas menyampaikan temuan aktivitas ilegal tersebut. Pihaknya juga telah melakukan tindakan tegas dan meminta alat berat untuk berhenti bekerja serta di evakuasi dari lokasi Alas Gedangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Empat Kelas Bergengsi Lomba Menembak Tandai Peresmian Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ dan Perbakin Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/empat-kelas-bergengsi-lomba-menembak-tandai-peresmian-lapangan-tembak-korem-082cpyj-dan-perbakin-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/empat-kelas-bergengsi-lomba-menembak-tandai-peresmian-lapangan-tembak-korem-082cpyj-dan-perbakin-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antar instansi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11a0b42ea34.webp" length="60796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 19:48:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Lomba Menembak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Peresmian Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ dan Perbakin Jombang berlangsung semarak dengan digelarnya kejuaraan menembak yang mempertandingkan empat kelas berbeda. </p>
<p>Ketua Pelaksana Lomba, Iptu Bowo Tri Kuncoro menyatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan meriah berkat dukungan penuh dari seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dalam wawancara usai perlombaan, Iptu Bowo menjelaskan bahwa kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antar instansi. </p>
<p>Sebagai pegiat olahraga menembak, Iptu Bowo pun merinci empat kelas yang dipertandingkan, berikut maksud dari diadaknnya setiap kelas. Berikut urainnya :</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a11a221d76b0.webp" alt=""></p>
<p><strong>1. Dueling Plat Estafet Beregu: Ajang Sinergitas TNI-Polri dan Perbakin</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas ini menjadi pembuka sekaligus simbol kolaborasi. Setiap regu terdiri dari tiga personel gabungan, yakni satu dari Kodim (TNI), satu dari Polres (Polri), dan satu dari Perbakin. </p>
<p></p>
<p>"Tujuannya untuk meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri, Perbakin, dan Pemerintah Kabupaten Jombang," ujar Iptu Bowo, Sabtu (23/5/2026). </p>
<p></p>
<p><strong>2. Presisi Kombinasi: Uji Kecermatan dan Ketepatan Tingkat Tinggi</strong></p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan kelas beregu, Presisi Kombinasi menguji akurasi individu para penembak. Peserta dihadapkan pada dua sasaran plat dan delapan sasaran lesan. Pemenang ditentukan berdasarkan perolehan nilai tertinggi. Kelas ini bertujuan untuk mengasah kecermatan dan ketepatan sasaran setiap shooter.</p>
<p></p>
<p><strong>3. Dueling Plat Perorangan: Kecepatan dan Akurasi Jadi Penentu</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas ini menyajikan duel menegangkan. Setiap penembak hanya dibekali sepuluh butir peluru untuk menjatuhkan lima plat. Pemenang adalah yang paling banyak dan paling cepat merobohkan sasaran. </p>
<p></p>
<p>"Kelas ini penting untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan ketepatan, sekaligus menjadi latihan vital bagi personel TNI-Polri untuk kinerja di lapangan. Bagi anggota Perbakin, ini adalah batu loncatan menuju event-event lebih tinggi," bebernya. </p>
<p></p>
<p><strong>4. Kelas Eksekutif: Para Senior Turun Gunung Beri Motivasi</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas spesial ini diikuti oleh para senior yang telah mengantongi lisensi IPSC dari Pengprov Jatim. Kehadiran mereka bukan sekadar bertanding, melainkan untuk memberi motivasi dan contoh langsung kepada atlet-atlet muda serta pendatang baru Perbakin Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Agar mereka bisa mencontoh senior-seniornya, sehingga Perbakin Jombang bisa berkiprah di kancah nasional," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Kelancaran acara ini tidak lepas dari dukungan maksimal Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang. Iptu Bowo menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan dukungan penuh dari Danrem, Dandim, Kapolres, dan Bupati Jombang yang hadir langsung di lokasi. </p>
<p></p>
<p>"Dengan diresmikannya lapangan tembak baru dan suksesnya penyelenggaraan lomba ini, diharapkan ekosistem olahraga menembak di Jombang semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konfercab HMI Jombang ke&amp;31: Alumni Dorong Kader Lebih Kritis dan Produktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konfercab-hmi-jombang-ke-31-alumni-dorong-kader-lebih-kritis-dan-produktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konfercab-hmi-jombang-ke-31-alumni-dorong-kader-lebih-kritis-dan-produktif</guid>
<description><![CDATA[ Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1177eee7163.webp" length="32670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 17:15:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Konfercab HMI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI).</p>
<p></p>
<p>Dalam suasana penuh keakraban, jajaran alumni memberikan pesan dan harapan besarnya bagi estafet kepemimpinan selanjutnya. Mewakili Koordinator KAHMI Jombang, Maulana Syahiduzzaman atau Gus Maman menyampaikan harapan agar HMI Cabang Jombang semakin solid dan maju.</p>
<p></p>
<p>"Kita alumni berharap Cabang bisa lebih eksis lagi, lebih produktif, dan menjadi rujukan para mahasiswa untuk berorganisasi," ujar Gus Maman kepada suarajatimpost.com, Sabtu (23/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Tak hanya soal keorganisasian, para senior juga menyoroti pentingnya mempertajam daya kritis kader dalam merespons dinamika nasional maupun global. Menanggapi isu geopolitik yang beberapa waktu terakhir memantik aksi turun jalan, HMI Jombang digadang-gadang akan meningkatkan kualitas nalar gerakannya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Bang Maman, tema besar yang diusung dalam periode mendatang adalah "Arah Baru HMI Jombang". Tema ini menitikberatkan pada revitalisasi nalar kritis di internal cabang.</p>
<p></p>
<p>"Peningkatan nalar kritis ini akan disemangati lagi di perkaderan cabang. Ke depan, dosisnya akan lebih kritis lagi," tegasnya saat dimintai komentar.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, perwakilan alumni Medan Amrullah yang hadir menekankan bahwa kehadiran alumni dalam Konfercab bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikatan emosional dan tanggung jawab moral untuk memastikan HMI tetap berada di garda terdepan sebagai organisasi perjuangan.</p>
<p></p>
<p>Dengan rampungnya Konfercab ke-31 ini, diharapkan para pengurus baru mampu membawa HMI Jombang menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga matang secara kualitas intelektual dan gerakan sosial kemasyarakatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lapangan Tembak di Eks Markas 503 Diresmikan, Memiliki Fasilitas Aman dan Berstandart Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lapangan-tembak-di-eks-markas-503-diresmikan-memiliki-fasilitas-aman-dan-berstandart-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lapangan-tembak-di-eks-markas-503-diresmikan-memiliki-fasilitas-aman-dan-berstandart-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Suasana penuh semangat menyelimuti peresmian lapangan tembak baru milik Korem 082/CPYJ dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11723465ce0.webp" length="59324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 16:40:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, lapangan tembak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Suasana penuh semangat menyelimuti peresmian lapangan tembak baru milik Korem 082/CPYJ dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Ketua Umum Perbakin Jombang, Agus Budi Hartono, mengungkapkan kebanggaannya atas terwujudnya fasilitas yang dinilainya sangat aman dan berstandar nasional ini.</p>
<p>“Alhamdulillah, teman-teman sangat termotivasi. Peresmian ini tidak hanya seremonial, tetapi langsung diuji dengan event internal,” ujar Agus Budi Hartono usai kegiatan, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti, yang kemudian dilanjutkan dengan kompetisi internal seperti tembak presisi, duel plat, dan lomba estafet.</p>
<p>Ajang ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta seluruh atlet Perbakin. Kehadiran dan dukungan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Jawa Timur turut menambah kemeriahan.</p>
<p>Berlokasi di area eks Markas 503, Agus memastikan bahwa desain lapangan sangat mengutamakan faktor keselamatan. </p>
<p>“Kondisi di lapangan ini benar-benar sangat safety. Jenis lapangannya pun sudah standar, baik untuk senjata laras pendek maupun laras panjang,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Iptu Bowo Tri Kuncoro selaku ketua panitia yang telah memberikan inspirasi bagi seluruh anggota Perbakin hingga fasilitas ini bisa berdiri.</p>
<p>Terkait rencana ke depan, Agus membeberkan sejumlah agenda strategis. Selain perbaikan dan penambahan rest area untuk penyimpanan peralatan serta toilet, Perbakin Jombang berencana menggelar kejuaraan "Danrem Cup" dalam waktu dekat yang akan dibuka untuk umum.</p>
<p>Tak hanya itu, untuk meningkatkan jam terbang atlet, mereka juga akan menyelenggarakan kejuaraan menembak reaksi (Match-Sil) berskala nasional. </p>
<p>“Nanti insyaallah akan sangat ramai sekali. Ini adalah follow-up nyata kami untuk memajukan olahraga menembak di Jombang,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu Ketua Pelaksana Lomba, Iptu Bowo Tri Kuncoro menyatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan meriah berkat dukungan penuh dari seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.</p>
<p>"Kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antarinstansi," beber Iptu Bowo. </p>
<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Kodim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Bupati Jombang Warsubi, Komandan Satuan Radar (Satrad) 222 Ploso di Jombang Letkol Lek Bayu Ardiansyah, Ketua Umum Perbakin Jombang, Agus Budi Hartono dan semua jajaran. </p>
<p>"Alhamdulillah, terima kasih kepada semua jajaran Forkopimda. Semua datang, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Danrem, dan Pak Bupati semua hadir," ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja 15 Tahun Kemudikan Avanza, Terlibat Kecelakaan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-15-tahun-kemudikan-avanza-terlibat-kecelakaan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-15-tahun-kemudikan-avanza-terlibat-kecelakaan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang diperoleh, mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi S-1961-PX melaju dari arah timur menuju barat. Di saat bersamaan, dua sepeda motor Honda Vario melaju dari arah selatan ke utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1030c8414a5.webp" length="32476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 19:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor Honda Vario terjadi di Jalan Raya Gus Dur, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh, mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi S 1961 PX melaju dari arah timur menuju barat. Di saat bersamaan, dua sepeda motor Honda Vario melaju dari arah selatan ke utara.</p>
<p>Akibat insiden tersebut, bagian depan mobil Avanza mengalami kerusakan cukup parah setelah menghantam tiang di sekitar lokasi.</p>
<p>Mobil Avanza dikemudikan oleh Burhanudin (15), seorang remaja asal Kecamatan Sumobito, Jombang. Sementara itu, sepeda motor Honda Vario merah berpelat nomor S 2860 OCU dikendarai oleh Anggi (31), warga Kecamatan Peterongan, Jombang, yang berboncengan dengan Sifa (21). Satu unit sepeda motor lainnya, Honda Vario putih dengan nomor polisi S 4474 OCN, dikendarai oleh Fadil (14), warga Kecamatan Diwek, Jombang.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi pada Jumat pagi menyampaikan bahwa satu orang penumpang motor, Sifa, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan. Sementara itu, para pengendara lainnya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.</p>
<p>Petugas kepolisian telah segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.</p>
<p>Ipda Siswanto turut mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari.</p>
<p>"Pengendara diharapkan mematuhi aturan lalu lintas, menjaga konsentrasi, serta mengutamakan keselamatan demi mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya," imbaunya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ekskavator Masuk Alas Gedangan Jombang Secara Ilegal, CDK Angkat Bicara dan Siap Terjunkan Tim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ekskavator-masuk-alas-gedangan-jombang-secara-ilegal-cdk-angkat-bicara-dan-siap-terjunkan-tim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ekskavator-masuk-alas-gedangan-jombang-secara-ilegal-cdk-angkat-bicara-dan-siap-terjunkan-tim</guid>
<description><![CDATA[ Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1021fde77de.webp" length="41362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 17:02:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Nganjuk yang mengampu wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya alat berat jenis ekskavator yang masuk ke kawasan hutan Alas Gedangan. </p>
<p>Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Indah Setiawati, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi tersebut. Langkah awal yang akan diambil adalah mengidentifikasi status hukum lahan serta aktivitas yang sedang berlangsung di sana.</p>
<p>"Kami baru mendapatkan informasi ini. Kami akan mencoba menggali ataupun mengidentifikasi lebih lanjut seperti apa di sana, ada apa di sana. Kami tetap akan menugaskan teman-teman untuk mengkaji lebih lanjut," ujar Indah saat ditemui wartawan di Kantor CDK Wilayah Nganjuk Wilayah Kerja Kabupaten Jombang, Jumat (22/5/2026). </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a1023ef8aa35.webp" alt=""></p>
<p>Pihak CDK Nganjuk saat ini tengah memastikan apakah lokasi masuknya ekskavator tersebut berada di dalam kawasan yang masih dikelola oleh Perum Perhutani atau sudah masuk dalam Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).</p>
<p>Terkait legalitas alat berat eskavator di dalam hutan, Indah menegaskan bahwa secara aturan perundang-undangan, ekskavator atau alat berat lainnya tidak boleh sembarangan melintasi atau beroperasi di kawasan hutan tanpa izin resmi.</p>
<p>"Secara regulasi, kalau tanpa perizinan yang sudah ada, tanpa adanya prosedur tertentu, memang tidak diperkenankan memasuki kawasan hutan. Ada mekanisme-mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu," jelasnya.</p>
<p><strong>Selidiki Alih Fungsi Lahan Tebu</strong></p>
<p>Selain masalah alat berat, CDK Nganjuk juga menyoroti adanya tegakan tebu di kawasan Alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, yang memiliki fungsi asli sebagai hutan produksi.</p>
<p>Pihaknya akan menelusuri apakah penanaman tebu tersebut memiliki ikatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sah, bagian dari program pemerintah (seperti P81), atau justru digarap secara sepihak oleh warga.</p>
<p>Kendati demikian, Indah menekankan pentingnya pendekatan yang persuasif. Jika aktivitas tersebut terjadi karena ketidaktahuan regulasi oleh operator atau masyarakat, pihak dinas melalui penyuluh lapangan akan memberikan edukasi terlebih dahulu.</p>
<p>"Semoga yang membawa ekskavator itu hanya karena memang tidak tahu. Kalau tidak tahu, kita beri tahu agar bisa dihentikan. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama untuk tetap menjaga hutan kita," pungkas Indah.</p>
<p>Sebagai informasi, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk sendiri membawahi tiga wilayah pengawasan, yaitu Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten/Kota Mojokerto.</p>
<p>Sebelumnya, Sumber informasi warga dilapangan mengatakan jika ada kegiatan pembangunan jalan menggunakan alat berat jenis eskavator di alas Gedangan. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan tersebut. </p>
<p>"Sudah sejak hari senin (18/5/2026) lalu, bahkan setiap pesanggem diminta membayar Rp1 juta tiap hektare," ucap sumber mewanti namanya untuk dirahasiakan, Kamis (21/5/2026). </p>
<p>Menurutnya, alat berat ekskavator merupakan milik seorang pengusaha bernama Dwi warga Kecamatan Wonosalam, dan diduga dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak Perhutani. Termasuk pembayaran setiap hektare Rp1 juta kepada setiap pesanggem atau penggarap. </p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat ekskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p>Pihak Polsek Mojoagung, melalui Kompol Yogas menyampaikan temuan aktivitas ilegal tersebut. Pihaknya juga telah melakukan tindakan tegas dan meminta alat berat untuk berhenti bekerja serta di evakuasi dari lokasi Alas Gedangan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Dalami Kasus Eskavator Ilegal yang Masuk Hutan Perhutani Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-eskavator-ilegal-yang-masuk-hutan-perhutani-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-eskavator-ilegal-yang-masuk-hutan-perhutani-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Usai melakukan koordinasi dengan pihak Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, jajaran Polsek Mojoagung langsung mendatangi tempat aktivitas ilegal alat berat eskavator di kawasan hutan petak 24 alas Gedangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0fc515423f3.webp" length="96422" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 10:40:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Jajaran kepolisian mengambil langkah tegas atas mencuatnya informasi aktivitas alat berat eskavator di lahan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Usai melakukan koordinasi dengan pihak Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, jajaran Polsek Mojoagung langsung mendatangi tempat aktivitas ilegal alat berat eskavator di kawasan hutan petak 24 alas Gedangan. </p>
<p>Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas membenarkan adanya aktivitas eskavator milik Dwi warga Wonosalam, Jombang. Kendaraan eskavator saat pihaknya tiba sudah dalam kondisi berhenti bekerja. Setelahnya, polisi memberikan teguran keras agar tidak mengulangi kegiatan ilegal tersebut. </p>
<p>"Iya, teguran keras karena mengingat memang baru dimulai, baru akan dimulai diketahui oleh pihak Perhutani, dan pihak Perhutani berkoordinasi dengan Polsek Mojoagung untuk melakukan penindakan," ucap Kompol Yogas dalam pesan diterima wartawan, Jumat (22/5/2026). </p>
<p>Kompol Yogas juga memastikan pihaknya meminta pihak pemilik eskavator untuk meninggalkan lokasi. </p>
<p>"Tindakan kami dengan mengevakuasi paksa mobil diangkut untuk tidak melaksanakan aktivitas kembali," bebernya. </p>
<p>Sebelumnya, kegiatan ilegal alat berat eskavator di lahan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang mendapat respon menohok dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang. </p>
<p>Sumber informasi warga dilapangan mengatakan jika ada kegiatan pembangunan jalan menggunakan alat berat jenis eskavator di alas Gedangan. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan tersebut. </p>
<p>"Sudah sejak hari senin (18/5/2026) lalu, bahkan setiap pesanggem diminta membayar satu juta rupiah tiap hektar," ucap sumber mewanti namanya untuk dirahasiakan, Kamis (21/5/2026). </p>
<p>Menurutnya, alat berat eskavator merupakan milik seorang pengusaha bernama Dwi warga Kecamatan Wonosalam, dan diduga dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak Perhutani. Termasuk pembayaran setiap hektar Rp1 juta kepada setiap pesanggem atau penggarap. </p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat eskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p>Ia menjelaskan jika memang permintaan dari petani tebu, kewenangan bukan pada pihak Perhutani. </p>
<p>"Untuk petani tebu, tidak punya keterikatan apapun dengan Perhutani," bebernya. </p>
<p>Enny mempersilahkan kepada wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut permintaan penggunaan alat berat eskavator kepada petani tebu yang berada di kaeasan petak 24 alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung. </p>
<p>Berdasar laporan diterima oleh Enny, tidak ada tebangan kayu di kawasan tersebut. Jika pun ada tebangan dan ada aktivitas pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan alat berat eskavator. </p>
<p>"Kalau untuk kayu, kami tidak punya tebangan di daerah tersebut. Jika pun ada, pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan eskavator," tandasnya. </p>
<p>Sebagai tindak lanjut, pihaknya melalui Wakil Administratur KPH Jombang, Asisten Perhutani Gedangan dan Komandan Regu sudah melakukan komunikasi dengan Pak Dwi pemilik eskavator. </p>
<p>"Yang bersangkutan kooperatif dan akan mengeluarkan eskavator besok pagi (21/5) serta menghentikan kegiatan terkait permintaan uang Rp1 juta tiap petani di luar sepengatahuan dan tanggung jawab pihak Perhutani," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua PN Jombang Terima Aspirasi Ojol, Siap Sampaikan ke Pengadilan Tipikor Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-pn-jombang-terima-aspirasi-ojol-siap-sampaikan-ke-pengadilan-tipikor-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-pn-jombang-terima-aspirasi-ojol-siap-sampaikan-ke-pengadilan-tipikor-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Ia menegaskan bahwa pihaknya menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e89153a793.webp" length="41006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 13:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PN Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Mereka menyampaikan aspirasi terkait proses hukum yang sedang dijalani oleh Nadim Makarim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.</p>
<p>Ketua Pengadilan Negeri Jombang, Yunizar Kilat Daya menerima langsung perwakilan massa aksi. Ia menegaskan bahwa pihaknya menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo.</p>
<p>"Tadi ojol sudah datang ke sini, menyampaikan aspirasinya. Aspirasi di mana mereka pada pokoknya meminta keadilan untuk Pak Nadim sebagai terdakwa yang sedang disidangkan di perkara tipikor di Pengadilan Tipikor Jakarta," ujar Yunizar saat ditemui usai audiensi.</p>
<p>Yunizar menjelaskan bahwa aksi tersebut dijadikan sebagai wadah curahan hati para pengemudi. Pihaknya berjanji akan menyampaikan tuntutan keadilan itu kepada pengadilan yang berwenang, meskipun mekanismenya dilakukan secara informal.</p>
<p>"Sebagai tempat curahan hati mereka dan penyampaian aspirasi, kami menerima aspirasi yang mereka sampaikan pada kami dan kami terima dengan baik. Aspirasi itu insyaallah akan kami sampaikan ke pengadilan yang berwenang," jelasnya.</p>
<p>Meski menerima aspirasi dengan terbuka, Yunizar menekankan bahwa secara teknis dan yuridis, Pengadilan Negeri Jombang tidak memiliki kewenangan untuk menangani atau mengintervensi perkara yang sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta. </p>
<p>"Pengadilan Negeri Jombang tidak punya kewenangan apa-apa untuk hal itu. Tapi hanya menerima aspirasi dan nanti akan menyampaikan ke Pengadilan Tipikor Jakarta," tegasnya.</p>
<p>Aksi solidaritas para pengemudi ojol ini berlangsung damai. Mereka berharap aspirasi yang dititipkan melalui PN Jombang dapat menjadi pertimbangan bagi majelis hakim di Jakarta untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi Nadim Makarim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ojol di Jombang Sebut Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim Tak Masuk Akal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojol-di-jombang-sebut-tuntutan-jaksa-terhadap-nadiem-makarim-tak-masuk-akal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojol-di-jombang-sebut-tuntutan-jaksa-terhadap-nadiem-makarim-tak-masuk-akal</guid>
<description><![CDATA[ Bagi para pekerja sektor informal ini, tuntutan JPU berupa 18 tahun penjara dan denda fantastis senilai Rp5,6 triliun dirasa lebih mirip pembunuhan karakter dan kepailitan paksa ketimbang penegakan hukum yang berkeadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e85cebf234.webp" length="91080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 12:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Ojol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Di tengah keringnya empati birokrasi, ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan roda empat (R4) di Jombang memilih turun ke jalan pada Kamis (21/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Sedikitnya ada 250 pekerja jalanan ini menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang. </p>
<p></p>
<p>Aksi ini bukan sekadar pembelaan buta, melainkan sebuah protes kritis dari rakyat kecil yang nuraninya terusik oleh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai tidak masuk akal sehat.</p>
<p></p>
<p>Massa aksi menuntut majelis hakim menggunakan hati nurani untuk memberikan vonis bebas murni atau hukuman seringan-ringannya. </p>
<p></p>
<p>Bagi para pekerja sektor informal ini, tuntutan JPU berupa 18 tahun penjara dan denda fantastis senilai Rp5,6 triliun dirasa lebih mirip pembunuhan karakter dan kepailitan paksa ketimbang penegakan hukum yang berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Di saat banyak aksi massa digerakkan oleh elite politik dengan logistik melimpah, gerakan para pengemudi di Jombang ini justru tampil beda dan organik. Koordinator aksi roda dua (R2), Bagus Rasda Ananda, menegaskan bahwa aksi ini murni lahir dari solidaritas kelas pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Kita berangkat aksi ini murni dari kerja keras kita, dari uang kita pribadi, urunan. Tidak ada yang menunggangi," tegas Bagus.</p>
<p></p>
<p>Klarifikasi ini menjadi kritik menohok bagi para skeptis yang kerap mencurigai gerakan rakyat. Fakta bahwa para ojol rela menyisihkan pendapatan harian mereka yang tidak seberapa demi urunan aksi membuktikan adanya ikatan moral dan rasa keadilan yang terusik di tingkat akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Kritik dilontarkan massa aksi justru menguliti ketidakwajaran tuntutan finansial dari jaksa. Bagus Rasda dengan jeli membedah matematika hukum JPU yang dinilai mengada-ada dan melompati batas realitas. </p>
<p></p>
<p>Ia membandingkan denda Rp5,6 triliun tersebut dengan total aset Nadiem yang diperkirakan tidak menyentuh angka Rp500 miliar saat melepas jabatan menteri.</p>
<p></p>
<p>"Pak Nadiem dilepas jadi menteri, asetnya tidak lebih dari 500 miliar. Jaksa menuntut denda 5,6 triliun, jelas beliau enggak punya uang. Mau tidak mau masa tahanan akan ditambah, berarti beliau bisa menjalani hukuman 28 tahun. Saya harap hakim masih punya hati nurani," cecar Bagus.</p>
<p></p>
<p>Argumen dari balik kemudi ojol ini justru membuka mata publik: bagaimana mungkin sistem hukum menuntut pengembalian nominal yang secara matematis mustahil dipenuhi dari aset pribadi yang ada? Menumpuk subsider masa tahanan hingga total hampir tiga dekade akibat denda yang tidak realistis dinilai sebagai bentuk pemiskinan yang dipaksakan dan jauh dari prinsip hukum yang berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Aksi solidaritas ini tidak lahir di ruang hampa. Ini adalah respons logis dari masyarakat yang tahu cara berterima kasih. Melalui pendirian Gojek pada 2010, Nadiem Makarim diakui sebagai pahlawan ekonomi yang menyelamatkan jutaan perut rakyat kecil, sebuah fungsi penyedia lapangan kerja masif yang selama ini gagal dipenuhi secara optimal oleh negara.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan pengemudi R4, Gana, menyampaikan pesan moral yang mendalam agar majelis hakim bertindak sebagai "penyalur tangan Tuhan" yang melihat kasus ini secara jernih, utuh, dan adil.</p>
<p></p>
<p>"Di mana-mana ojol tergerak karena Pak Nadiem menciptakan lapangan pekerjaan buat kita sejak 2010. Bukan hanya kami, UMKM dan masyarakat semua terbantukan," pungkas Bagus. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eskavator Masuk Lahan Perhutani Jombang, Ada Aktivitas Ilegal?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eskavator-masuk-lahan-perhutani-jombang-ada-aktivitas-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eskavator-masuk-lahan-perhutani-jombang-ada-aktivitas-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e67bc6f06a.webp" length="68202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 11:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Kegiatan ilegal alat berat eskavator di lahan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang mendapat respon menohok dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang. </p>
<p></p>
<p>Sumber informasi warga dilapangan mengatakan jika ada kegiatan pembangunan jalan menggunakan alat berat jenis eskavator di alas Gedangan. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Sudah sejak hari senin (18/5/2026) lalu, bahkan setiap pesanggem diminta membayar satu juta rupiah tiap hektar," ucap sumber mewanti namanya dirahasiakan, Kamis (21/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, alat berat eskavator merupakan milik seorang pengusaha bernama Dwi warga Kecamatan Wonosalam, dan diduga dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak Perhutani. Termasuk pembayaran setiap hektar Rp1 juta kepada setiap pesanggem atau penggarap. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p></p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat eskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan jika memang permintaan dari petani tebu, kewenangan bukan pada pihak Perhutani. </p>
<p></p>
<p>"Untuk petani tebu, tidak punya keterikatan apapun dengan Perhutani," bebernya. </p>
<p></p>
<p>Enny mempersilahkan kepada wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut permintaan penggunaan alat berat eskavator kepada petani tebu yang berada di kaeasan petak 24 alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Berdasar laporan diterima oleh Enny, tidak ada tebangan kayu di kawasan tersebut. Jika pun ada tebangan dan ada aktivitas pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan alat berat eskavator. </p>
<p></p>
<p>"Kalau untuk kayu, kami tidak punya tebangan di daerah tersebut. Jika pun ada, pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan eskavator," tandasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut, pihaknya melalui Wakil Administratur KPH Jombang, Asisten Perhutani Gedangan dan Komandan Regu sudah melakukan komunikasi dengan Pak Dwi pemilik eskavator. </p>
<p></p>
<p>"Yang bersangkutan kooperatif dan akan mengeluarkan eskavator besok pagi (21/5) serta menghentikan kegiatan terkait permintaan uang Rp1 juta tiap petani di luar sepengatahuan dan tanggung jawab pihak Perhutani," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Ojol di Jombang Demo Minta Nadiem Makarim Dibebaskan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-ojol-di-jombang-demo-minta-nadiem-makarim-dibebaskan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-ojol-di-jombang-demo-minta-nadiem-makarim-dibebaskan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi Ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di depan PN Jombang memberikan solidaritas untuk upaya pembebasan Nadiem Makarim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e7205aa166.webp" length="96850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:50:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ojek Online, Ojol Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Ratusan Ojek Online (Ojol) menggelar aksi demonstrasi dukung pembebasan Nadiem Makarim digelar di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Kamis (21/5/2026). </p>
<p>Aksi yang digelar dengan tema 'Solidaritas Ojol Jombang R2 dan R4 Bela Nadiem Makarim' ini berkaitan dengan bergulirnya kasus Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tersebut didakwa dan dituntut 18 tahun penjara atas dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management di lingkungan Kemendikbudristek (tahun anggaran 2019–2022). </p>
<p>Kasus ini juga menuntutnya membayar denda dan uang pengganti dengan total triliunan rupiah.</p>
<p>Pantauan lapangan, ratusan ojol berseragam hijau lengkap dengan kendaraan mengawali titik aksi di sekitar Stadion Jombang. Massa dengan pengawalan polisi lantas bergerak ke arah PN Jombang. </p>
<p>Setibanya di depan PN Jombang, massa membentangkan spanduk tuntutan dan mengkonsolidasikan massa untuk menggelar orasi di jalan Wachid Hasyim depan kantor PN Jombang. </p>
<p>"Ayo kumpul, panas siji, panas kabeh, benderanya dikibarkan, kami disini datang tidak dibayar, ojek jombang tidak diberi nasi, murni swadaya," ucap salah satu orator aksi. </p>
<p>Pihak aliansi Ojol dari aplikasi Gojek, Grab, PDRJ, Shopee Food, serta sejumlah aplikasi lain menyoroti langkah proses hukum Nadiem Makarim. </p>
<p>"Kami tidak setuju dengan putusan jaksa, pak nadiem adalah pahlawan kami," lanjut orator. </p>
<p>Sampai berita ini diturunkan aksi Ojol masih berlangsung di depan PN Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oknum Mengaku Penegak Hukum Palak &amp;apos;Toko Madura&amp;apos; di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oknum-mengaku-penegak-hukum-palak-toko-madura-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oknum-mengaku-penegak-hukum-palak-toko-madura-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Modus yang digunakan adalah melontarkan tudingan pelanggaran penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dcaebc165c.webp" length="13816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 22:41:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemalakan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Aksi premanisme berkedok penegak hukum meresahkan pelaku usaha kecil. Seorang oknum yang mengaku sebagai polisi melakukan pemalakan terhadap Toko Madura di wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Modus yang digunakan adalah melontarkan tudingan pelanggaran penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Pelaku memanfaatkan ketidaktahuan para pedagang kecil terhadap aturan untuk memeras uang hingga ratusan ribu rupiah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pemerasan ini diduga terstruktur. Pelaku kerap menyasar toko kelontong atau Toko Madura pada larut malam. Dengan gaya intimidatif, mereka meminta sejumlah uang sebagai "uang damai" agar persoalan jual beli bensin eceran tidak berlanjut ke ranah hukum. </p>
<p>Situasi ini memicu keresahan di kalangan pelaku usaha mikro, lantaran aksi serupa diduga tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan sudah menimpa beberapa jaringan Toko Madura di kawasan Mojoagung dengan pola yang identik.</p>
<p>Salah satu korban berinisial S, penjaga Toko Madura di Mojoagung, menceritakan pengalaman pahitnya. Ia menjadi korban pemerasan oleh dua pria tak dikenal pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. </p>
<p>Saat beraksi, salah satu pelaku mengenakan jaket hijau khas ojek online, sementara pelaku lainnya memakai hoodie penutup kepala dan tetap mengenakan helm untuk menyembunyikan identitas.</p>
<p>“Saya nggak kenal mereka. Anak saya sempat merekam kejadian itu secara sembunyi-sembunyi karena takut,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Kedua pria tersebut langsung melayangkan tudingan bahwa toko tempat S bekerja telah melakukan pelanggaran hukum berat karena menjual bensin eceran. Di bawah tekanan dan bentakan, pelaku secara arogan memaksa korban menyerahkan uang sebesar Rp1 juta.</p>
<p>“Memintanya dengan membentak,” lanjut S.</p>
<p>Dalam situasi tertekan, S mencoba bernegosiasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan pemilik usaha, melainkan hanya pekerja. Korban bahkan menawarkan untuk menghubungkan pelaku langsung dengan pemilik toko agar masalah dapat diselesaikan secara transparan. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah.</p>
<p>“Saya bilang kalau memang minta uang sebanyak itu, saya telepon dulu pemilik toko. Tapi mereka tidak mau,” ungkapnya.</p>
<p>Setelah melalui proses tawar-menawar yang alot dan penuh intimidasi, S yang saat itu hanya memegang uang tunai Rp200 ribu terpaksa menyerahkan uang operasional toko sebesar Rp500 ribu demi menyelamatkan diri dari ancaman para pelaku.</p>
<p>“Saya bilang cuma punya Rp200 ribu. Daripada ramai terus, akhirnya saya kasih Rp500 ribu,” tuturnya.</p>
<p>Merespons maraknya praktik premanisme yang kian berani di wilayah hukum Jombang, korban berharap pihak Kepolisian Resor (Polres) Jombang maupun Polsek Mojoagung segera melakukan tindakan preventif dan represif di lapangan.</p>
<p>“Saya berharap polisi bisa menindaklanjuti supaya kami merasa aman dan nyaman dalam berniaga,” pungkasnya.</p>
<p>Terpisah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan langsung merespons cepat laporan tersebut. Pihaknya menerjunkan tim ke lokasi untuk menyelidiki dugaan pemalakan yang mencatut nama institusi Polri. Polres Jombang berkomitmen mengungkap kasus ini dan menindak tegas praktik premanisme yang meresahkan para pedagang kecil.</p>
<p>"Terima kasih infonya mas, kami tindaklanjuti," ujar AKBP Ardi Kurniawan melalui pesan singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tahan Kontaktor di Jombang, Tim Kuasa Hukum Lakukan Pembelaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tahan-kontaktor-di-jombang-tim-kuasa-hukum-melakukan-pembelaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tahan-kontaktor-di-jombang-tim-kuasa-hukum-melakukan-pembelaan</guid>
<description><![CDATA[ Penahanan bersangkutan usai kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan oleh rekanan ditangani oleh Polsek Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d82a179579.webp" length="16240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 18:21:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Kontraktor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Aparat kepolisian menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap AA, seorang kontraktor asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, atas kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan oleh rekanan dan ditangani oleh Polsek Jombang. </p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander membenarkan penanganan kasus kontraktor bernama AA oleh Polsek Jombang. </p>
<p>"Yang nangani kota mas," ucap AKP Dimas dalam pesan diterima suarajatimpost.com, Rabu (20/5/2026). </p>
<p>AKP Dimas mempersilahkan untuk lebih lanjut mengkonfirmasi langkah penetapan tersangka dan penahanan terhadap AA. "Monggo," ujarnya singkat. </p>
<p>Upaya menggali informasi di jajaran Polsek Jombang, salah satu sumber membenarkan jika ada penahanan terhadap yang bersangkutan. </p>
<p>"Sudah dalam tahanan," ucap sumber internal Polsek Jombang. </p>
<p>Terpisah, tim kuasa hukum AA dari Kantor Firma Hukum ELTS akhirnya angkat bicara mengenai penanganan perkara yang menjerat kliennya.</p>
<p>Perkara yang melibatkan pelaku usaha di bidang kontraktor ini ditegaskan bermula dari hubungan kepercayaan serta pembiayaan atau pinjaman dalam konteks usaha, bukan didasari oleh modus penipuan atau identitas palsu.</p>
<p>Pihak kuasa hukum meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).</p>
<p>“Seseorang tidak dapat diposisikan bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Kami meminta kepada seluruh pihak agar tidak membentuk opini yang dapat menghakimi sebelum seluruh fakta diuji secara utuh,” ujar Agus Sholahuddin selaku perwakilan tim kuasa hukum dalam pesan diterima wartawan. </p>
<p>Menurut Agus, tim kuasa hukum memaparkan sejumlah fakta awal yang menunjukkan adanya hubungan hukum yang berlangsung secara terus-menerus dan terstruktur. Di antaranya, penyerahan aliran dana dilakukan secara bertahap, bukan dalam satu ikatan yang manipulatif; lalu adanya komitmen pembayaran dimana terdapat riwayat pembayaran serta cicilan yang telah dilakukan oleh kliennya.</p>
<p>"Selain itu ada upaya penyelesaian damai, adanya komunikasi yang intens antar pihak serta upaya penyelesaian melalui kesepakatan pembayaran," beber Agus. </p>
<p>Untuk itu, Agus bersama tim kuasa hukum, melihat ada latar belakang hubungan bisnis, riwayat pembayaran, serta kondisi usaha kliennya harus dipertimbangkan secara cermat agar proses hukum ini dapat mencerminkan keadilan substantif. </p>
<p>Saat ini, tim hukum yang beranggotakan Agus Sholahuddin, Supar, Hendra Juli Santoso, Yunita Ariani dan Adi Hariono, sedang mendalami seluruh dokumen perkara, mulai dari laporan polisi hingga alat bukti yang digunakan untuk menetapkan status tersangka.</p>
<p>“Tim kuasa hukum akan menggunakan seluruh hak hukum, termasuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan serta melakukan pemeriksaan terhadap kecukupan alat bukti. Kami berharap proses ini berjalan secara objektif, profesional, dan proporsional,” tutupnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, seorang kontraktor asal Kecamatan Gudo, Jombang, berinisial AA yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penggelapan, membantah keras narasi tersebut. Ia malah menyatakan bahwa dirinya adalah korban, karena belum menerima pembayaran senilai Rp1,3 miliar dari PT Tunas Althea Sejati.</p>
<p>Hal ini disampaikan AA dalam jumpa pers pada Kamis (24/9/2025) tahun lalu. "Itu tidak benar," tegasnya.</p>
<p>AA menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak mengenal pelapor, Emi Widuriyati. Kerja sama pengadaan material bangunan, menurutnya, dilakukan dengan seorang anggota TNI-AD aktif yang bertugas di Kodim 0814 Jombang, berinisual SU, yang dalam laporan Emi berstatus sebagai saksi.</p>
<p>"Kapasitas SU dalam kerja sama ini adalah sebagai penyuplai material. Saya tidak tahu dari toko mana ia memenuhi kebutuhan material saya, yang penting terpenuhi," ujar AA. </p>
<p>Proyek konstruksi dengan PT Tunas Althea Sejati ini disebut AA sebagai penunjukan langsung, antara PT Tunas Althea Sejati (pihak pertama) dengan perusahaannya, CV Putra Akbar (pihak kedua). AA kemudian bekerja sama dengan SU untuk penyediaan material.</p>
<p>Kesepakatan pembayaran dari AA kepada SU, akan dilakukan setelah AA sendiri menerima pembayaran dari PT Tunas Althea Sejati. Namun, hingga kini, pembayaran dari perusahaan tersebut belum juga diterimanya.</p>
<p>AA mengakui telah melakukan pembayaran sebagian, senilai ratusan juta rupiah, kepada SU. Pembayaran terakhir tertahan karena PT Tunas Althea Sejati belum membayar, sehingga AA menghentikan sementara pekerjaan di lapangan.</p>
<p>Bahkan, AA telah melaporkan PT Tunas Althea Sejati ke Polda Jawa Timur pada Juli 2025 lalu atas dugaan penggelapan. Laporan tersebut saat ini sedang berproses dan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.</p>
<p>AA menyayangkan laporan dari Emi, yang ia anggap tidak tepat sasaran. Ia mengaku kaget dilaporkan oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia menegaskan tidak ada niat menggelapkan barang milik Emi, karena ia tidak pernah berhubungan langsung dengannya.</p>
<p>"Yang seharusnya dilaporkan oleh Emi adalah SU, karena hubungan bisnisnya ada dengan dia, bukan dengan saya," jelas AA. </p>
<p>Lebih lanjut, AA mengungkapkan bahwa investigasi mengungkap fakta baru: PT Tunas Althea Sejati diduga telah melakukan pembayaran, namun tidak langsung ke CV Putra Akbar selaku pemegang Surat Perintah Kerja (SPK), melainkan ke pihak lain. PT Tunas Althea Sejati disebut AA sudah mengakui kesalahan ini.</p>
<p>"Harapan saya, berita ini bisa diluruskan. Faktanya tidak seperti yang diberitakan sebelumnya," pungkas AA. </p>
<p>Informasi diterima wartawan, AA dilaporkan ke Polres Jombang oleh pemilik toko bangunan, Emi Widuriyati (33), pada 21 Juli 2025. AA diduga menipu dan menggelapkan material bangunan senilai Rp141 juta. Emi mengaku barangnya telah digunakan di lokasi proyek, namun pembayaran tidak kunjung diterimanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMP Budi Utomo Jombang Sebut Tidak Pernah Menahan Ijazah Kelulusan Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smp-budi-utomo-jombang-sebut-tidak-pernah-menahan-ijazah-kelulusan-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smp-budi-utomo-jombang-sebut-tidak-pernah-menahan-ijazah-kelulusan-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menyebut bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6c43c1d46.webp" length="42414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:09:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pihak SMP Budi Utomo dibawah Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) memberikan klarifikasi terkait isu penahanan ijazah yang menjadi sorotan masyarakat melalui Dewan Pendidikan Jombang. </p>
<p>Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus.</p>
<p>Menurut Sutopo, setelah ijazah selesai diproses dan siap untuk didistribusikan, pihak sekolah selalu memberikan pengumuman resmi kepada orang tua siswa melalui wali kelas masing-masing agar ijazah tersebut bisa segera diambil.</p>
<p>"Kami tidak menahan ijazah. Ketika ijazah sudah siap didistribusikan, kami langsung menyampaikan kepada orang tua melalui wali kelas untuk segera diambil," ujar Sutopo saat ditemui suarajatimpost.com, Rabu (20/5/2026). </p>
<p>Terkait prosedur pengambilan, Sutopo menjelaskan bahwa sekolah memang menerapkan syarat administratif umum yang wajar, seperti penyelesaian administrasi dan pengembalian buku-buku pinjaman ke perpustakaan sekolah. Namun, ia menekankan bahwa urusan tunggakan biaya sekolah tidak menjadi penghalang bagi siswa yang ingin mengambil haknya.</p>
<p>Ia mencontohkan, pada hari yang sama terdapat dua orang wali murid yang datang untuk mengambil ijazah meskipun masih memiliki tunggakan administrasi. Pihak sekolah tetap memberikan ijazah tersebut tanpa mempersulit prosesnya.</p>
<p>"Prinsipnya kita tidak menahan. Tadi ada dua orang wali murid dari tahun ajaran kemarin yang datang. Meskipun belum lunas dan masih ada tunggakan, begitu mereka datang untuk mengambil ijazah, tetap kami berikan," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sutopo mengungkapkan bahwa alasan masih adanya ijazah yang tersimpan di sekolah murni karena faktor dari pihak siswa atau orang tua sendiri yang belum sempat mengambilnya. Beberapa siswa memilih menunda pengambilan karena berbagai alasan pribadi, mulai dari faktor kesibukan hingga rencana melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.</p>
<p>"Ada siswa yang bilang nanti saja mengambilnya karena mau lanjut ke SMA atau SMK. Ada juga yang sengaja mengambil saat liburan panjang sekalian pulang kampung. Jadi, kalau ijazah itu masih banyak di sekolah, itu karena belum diambil oleh yang bersangkutan, bukan karena kami tahan," pungkas Sutopo.</p>
<p>Sebelumnya, Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang. </p>
<p>Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun. </p>
<p>"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Bangunan SR Capai 58 Persen, Bupati Jombang Siapkan Peserta Didik Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-bangunan-sr-capai-58-persen-bupati-jombang-siapkan-peserta-didik-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-bangunan-sr-capai-58-persen-bupati-jombang-siapkan-peserta-didik-baru</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Jombang pun mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik baru sesuai arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c7c9ff095b.webp" length="61018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 08:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sekolah Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Bupati Jombang Warsubi meninjau langsung perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Selasa (19/5/2026). Pemerintah daerah memastikan pembangunan terus dipercepat agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.</p>
<p></p>
<p>Warsubi menyampaikan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 58 persen. Pemerintah Kabupaten Jombang pun mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik baru sesuai arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos).</p>
<p></p>
<p>"Pemkab Jombang diminta Kemensos membuka pendaftaran murid baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas," ujar Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, Pemkab Jombang telah berkoordinasi langsung dengan Kemensos untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu. Hasil koordinasi menargetkan proyek rampung pada 27 Juni 2026.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah fasilitas utama menjadi prioritas penyelesaian agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan, meliputi ruang kelas, asrama siswa, masjid, hingga kantin. "Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak," katanya.</p>
<p></p>
<p>Warsubi menambahkan, proses rekrutmen calon siswa mulai dilakukan dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan, seluruh kebutuhan pendidikan siswa di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan dan minum, hingga perlengkapan belajar.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari Waskita, Taufik, mengungkapkan progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 59 persen, sedangkan khusus bangunan di Jombang sekitar 60 persen. Ia memastikan pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target kami pada 20 Juni sudah dapat dioperasionalkan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Taufik menambahkan, prioritas pengerjaan saat ini difokuskan pada ruang kelas, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Adapun fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya. "Harapannya awal Juli nanti seluruh kelengkapan sudah siap sehingga anak-anak bisa mulai bersekolah secara penuh," pungkasnya. (*) </p>
<p>Editor: Syaiful Aries</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Darurat Narkoba di Kota Santri: Kasatnarkoba Polres Jombang Desak Pembentukan BNNK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/darurat-narkoba-di-kota-santri-kasatnarkoba-polres-jombang-desak-pembentukan-bnnk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/darurat-narkoba-di-kota-santri-kasatnarkoba-polres-jombang-desak-pembentukan-bnnk</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) kini dinilai menjadi kebutuhan krusial sebagai garda depan perlindungan masyarakat, khususnya bagi para pelajar dan santri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0bf9d281d15.webp" length="38500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 15:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BNNK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Status Kabupaten Jombang sebagai salah satu wilayah strategis dengan mobilitas tinggi di Jawa Timur menuntut kesiapan ekstra dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkotika. Keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) kini dinilai menjadi kebutuhan krusial sebagai garda depan perlindungan masyarakat, khususnya bagi para pelajar dan santri.</p>
<p></p>
<p>Sebagai daerah dengan populasi santri dan pelajar yang sangat besar, Jombang memiliki tantangan demografis yang unik. Kerentanan wilayah terhadap peredaran gelap narkoba sering kali tersembunyi di balik dinamika arus lalu lintas masyarakat yang melintasi jalur utama provinsi.</p>
<p></p>
<p>Kasatnarkoba Polres Jombang, IPTU Bowo Tri Kuncoro, menilai keberadaan BNNK memungkinkan edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) masuk lebih dalam ke lingkungan pendidikan dan pesantren secara sistematis dan masif.</p>
<p></p>
<p>"Miris rasanya jika banyaknya kasus narkoba di Jombang berdampak pada generasi muda, baik santri maupun pelajar," ucap Iptu Bowo kepada suarajatimpost.com, Selasa (19/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Kebutuhan pembentukan BNNK Jombang pernah pihaknya sampaikan kepada Bupati Jombang Warsubi dan Komisi A DPRD Jawa Timur pada bulan Maret 2026 lalu. "Responnya positif, tapi memang butuh segera ada realisasi," bebernya.</p>
<p></p>
<p>Perwira polisi bergelar sarjana hukum ini menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengupayakan pembentukan struktur dan legitimasi keberadaan BNNK terlebih dahulu, sehingga bisa langsung melakukan aksi pencegahan dan sosialisasi hingga ke akar rumput.</p>
<p></p>
<p>"Bisa bikin struktur dan melegalkan keberadaan BNNK Jombang terlebih dahulu dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada, sehingga bisa langsung melakukan tindakan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan BNNK memiliki peran vital dalam menyediakan akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan medis dan sosial yang lebih humanis, guna meminimalisir stigma negatif. BNNK juga berfungsi sebagai jembatan koordinasi yang efektif antara Pemerintah Daerah, Kepolisian, instansi pendidikan, hingga tokoh agama untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang bebas dari ancaman narkoba.</p>
<p></p>
<p>Banyak pihak menilai bahwa penanganan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aspek penegakan hukum yang represif. Pendekatan preventif yang dilakukan oleh lembaga khusus seperti BNNK akan sangat membantu dalam melakukan deteksi dini melalui tes urine berkala dan literasi bahaya narkoba jenis baru yang terus bermutasi.</p>
<p></p>
<p>"Jombang ini daerah terbuka. Santrinya banyak, pelajarnya luar biasa besar. Kita butuh lembaga khusus seperti BNNK yang fokusnya tidak cuma menangkap pelakunya, tapi membentengi anak-anak kita sebelum mereka sempat menyentuh narkoba," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut ada 156 pengguna narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba) di Jombang yang mendapat rehabilitasi dalam lima bulan terakhir. Data tersebut disampaikan BNN Kota Mojokerto yang mengampu penanganan penyalahgunaan narkoba di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Menurut Penyuluh Muda BNNK Mojokerto, Arum Palupi, sejak Januari hingga Mei 2025 pihaknya telah menangani 156 orang yang berhadapan dengan penyalahgunaan narkoba.</p>
<p></p>
<p>"Kalau sesuai dengan wilayah yang kami ampu, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang, sejak Januari hingga Mei 2025, dari hasil koordinasi dengan Polres Jombang sudah ada sekitar 156 orang yang diajukan rehabilitasi ke BNN," kata Arum Palupi, Jumat (30/5/2025) lalu.</p>
<p></p>
<p>Arum mengungkapkan, dari tiga wilayah tanggung jawab penanganan BNNK, Kabupaten Jombang menempati posisi pertama pengguna narkoba terbanyak. "Artinya, kasus di Jombang lumayan tinggi, dibandingkan Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Bagi perempuan berhijab dan berkacamata ini, langkah pencegahan masih menjadi domain utama yang perlu dilakukan. Upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan secara masif dinilai mampu memberantas peredaran narkoba, khususnya di Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Jombang Terima Aduan Dugaan Penahanan Ijazah Siswa, Pihak Sekolah Menampik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-terima-aduan-dugaan-penahanan-ijazah-siswa-pihak-sekolah-menampik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-terima-aduan-dugaan-penahanan-ijazah-siswa-pihak-sekolah-menampik</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan penahanan ijazah siswa oleh YPBU yang dilaporkan ke Dewan Pendidikan Jombang tidak dibenarkan oleh pihak sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c02f70de22.webp" length="30426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 13:40:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang. </p>
<p>Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun. </p>
<p>"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan, Selasa (19/5/2026). </p>
<p>Merespon aduan tersebut, tiga orang anggota DP Jombang, yakni Arif Kuswirasasono, bersama sekretaris Nur Khasanuri dan juga Koordinator Bidang Pengawas dan Mediasi Hari Sukemi melakukan verifikasi faktual dengan bertandang ke pengurus YPBU pada Selasa (18/5/2026) sekira pukuk 10.00 WIB. </p>
<p>"Saat verifikasi faktual ke yayasan YPBU 3 orang anggota DP tidak diterima dengan baik oleh pihak yayasan," akunya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0c04520bd4a.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Budi Utomo, Heboh Handono Pribadi Luhur menampik adanya penahanan ijazah siswa. Informasi penahanan ijazah tersebut sama sekali tidak benar. </p>
<p>Justru, sebaliknya pihak sekolah mengaku proaktif menghubungi para alumni satu per satu agar segera mengambil ijazah mereka guna menghindari risiko kerusakan atau kehilangan dokumen penting tersebut. </p>
<p>"Kalau sampai saat ini, penahanan ijazah dari kami sekolah tidak ada. Kalau ijazah yang belum diambil, banyak. Bahkan kita hubungi satu per satu untuk bisa segera mengambil ijazah. Karena kami biar juga tidak berisiko membawa ijazah. Namun ada yang memang untuk proses tersebut tidak langsung diambil karena posisi repot kerja, atau mungkin ada yang tugas kemubalighan sebagai pengabdian keilmuan pondoknya," terang Heboh Handono. </p>
<p>Pihak sekolah juga menambahkan, persoalan administrasi bukanlah penghalang bagi alumni untuk mendapatkan dokumen kelulusan. Sekolah selalu terbuka untuk memberikan solusi terbaik melalui komunikasi yang baik.</p>
<p>Bahkan, bagi alumni yang membutuhkan syarat cepat untuk melamar kerja atau melanjutkan kuliah, sekolah selalu siap memfasilitasi pembuatan transkrip nilai, Surat Keterangan Lulus (SKL), hingga proses legalisir dengan tanda tangan basah.</p>
<p>"Ada yang mungkin belum bisa mengambil barangkali ada kekurangan syarat administrasi, banyak sekali solusi. Yang penting ada komunikasi baik. Apalagi tujuannya untuk mau kerja, mau kuliah, kami bisa bantu dengan berbagai macam. Yang sering itu minta transkrip nilai sebagai syarat, kami langsung bikinkan termasuk legalisir tanda tangan basah," jelasnya. </p>
<p>Heboh Handono juga menyampaikan perihal kedatangan pihak DP Jombang ke sekolah benar adanya. Namun, pihak YPBU dan Kepala Sekolah memang tidak berada di tempat karena ada kegiatan diluar. </p>
<p>"Kalau tidak dijumpai, betul. Tidak sedang berada di sekolah. Sehingga kalau kami yang sudah-sudah terbuka oleh siapapun pihak manapun hadir ke sekolah. Betul, sedang kegiatan di luar," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Ajak Warga Beli Sembako di KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-ajak-warga-beli-sembako-di-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-ajak-warga-beli-sembako-di-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Ajakan ini menyusul secara resmi lounching ribuan gerai KDKMP di seluruh Indonesia, termasuk 80 titik di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a086e93a91df.webp" length="44238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 21:40:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP, Koperasi Merah Putih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Bupati Jombang, Warsubi mengajak masyarakat kota santri untuk membeli berbagai kebutuhan di gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersedia. Ajakan ini menyusul secara resmi lounching ribuan gerai KDKMP di seluruh Indonesia, termasuk 80 titik di Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan secara serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Momen Peresmian dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto dari KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Di Kabupaten Jombang, pelaksanaan launching dipusatkan di KDKMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Bupati Jombang Warsubi bersama Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya mengikuti peresmian secara virtual melalui zoom meeting. </p>
<p></p>
<p>Bupati Warsubi menyampaikan pada tahap awal terdapat 80 KDKMP di Kabupaten Jombang yang turut diresmikan. Sementara itu, sebanyak 211 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dan 170 unit telah selesai dibangun.</p>
<p></p>
<p>Warsubi berharap keberadaan koperasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.</p>
<p></p>
<p>"Mari masyarakat membeli kebutuhan di KDKMP," ucapnya. </p>
<p></p>
<p>Dalam peninjauan gerai KDKMP Desa Mojongapit, Warsubi memeriksa sejumlah komoditas seperti beras SPHP, Minyakita, sembako, gas elpiji, hingga obat-obatan.</p>
<p></p>
<p>"Barang-barang yang dijual semuanya tersedia dan kami pastikan sesuai harga eceran tertinggi (HET)," ungkap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Dalam pantauan pesan virtual, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, dalam penuturannya via zoom, menyebut KDKMP menjadi instrumen penting dalam pemerataan ekonomi desa.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini bapak presiden tidak hanya meresmikan gedung, tetapi meresmikan instrumen keadilan ekonomi bagi Indonesia," katanya dalam sambutan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Zulkifli Hasan, hingga saat ini sebanyak 9.294 unit fisik KDKMP telah rampung dibangun dan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Dari total tersebut, 1.061 unit telah siap beroperasi penuh.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menargetkan sekitar 30 ribu unit KDKMP dapat beroperasi sebelum 16 Agustus 2026. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia dan merekrut manajer koperasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyebut peluncuran KDKMP menjadi tonggak penting pembangunan ekonomi berbasis desa di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Saya memandang ini hari penting dan tonggak bersejarah. Mungkin jarang ada negara yang meresmikan lebih dari seribu koperasi lengkap secara fisik dalam waktu bersamaan," beber Prabowo via layar zoom.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi sembako, tetapi juga melayani penyaluran gas elpiji, pupuk subsidi, layanan logistik, hingga apotek obat murah bagi masyarakat desa.</p>
<p></p>
<p>"Dengan KDKMP, pertumbuhan ekonomi desa akan maju dan desa bisa mandiri," tutup Prabowo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo Bersama Forkopimda Hadiri Zoom Meeting Launching 1061 KDKMP oleh Presiden Prabowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-jombang-letkol-kav-dicky-prasojo-bersama-forkopimda-hadiri-zoom-meeting-launching-1061-kdkmp-oleh-presiden-prabowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-jombang-letkol-kav-dicky-prasojo-bersama-forkopimda-hadiri-zoom-meeting-launching-1061-kdkmp-oleh-presiden-prabowo</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan peresmian KDKMP secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, oleh Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a086262ab71b.webp" length="36492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 21:19:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP, Koperasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang menghadiri Zoom Meeting launching operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.</p>
<p>Kegiatan peresmian KDKMP secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, oleh Presiden Prabowo Subianto, bersamaan dengan kegiatan peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Hadir dalam zoom meeting di lokasi KDKMP di Desa Mojongapit, sebanyak 80 titik KDKMP se-Jombang serta jajaran Forkopimda, di antaranya Bupati Jombang Warsubi, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, perwakilan Agrinas, serta sejumlah tamu undangan lain.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a086502c927d.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Letkol Kav Dicky Prasojo, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa.</p>
<p>"Melalui koperasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing," ujar Dandim 0814 Jombang dalam pesan yang diterima suarajatimpost.com.</p>
<p>Dandim 0814 Jombang menyatakan dukungannya bahwa koperasi yang dikelola dengan baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat ketahanan wilayah dari aspek ekonomi.</p>
<p>"Diharapkan program ini mampu membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai fondasi pembangunan nasional," tandasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan berbeda, Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan progres menjanjikan pembangunan gedung KDKMP di kota santri. Dari 306 desa dan kelurahan, pihaknya telah menargetkan sebanyak 210 titik siap sepenuhnya pada bulan Juli 2026 nanti. </p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkap Letkol Dicky. </p>
<p>Sejauh ini memang diakui jika memang ada kendala lahan untuk pembangunan KDKMP di Jombang. Terutama kendala yang dialami oleh wilayah kelurahan berposisi di daerah perkotaan. </p>
<p>Walau demikian pihak Kodim 0814 Jombang terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud. </p>
<p>"Semoga saja ada tanah masuk baru, terutama yang di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Unipdu Jombang Lestarikan Pencak Silat Melalui Kejuaraan yang Melibatkan Ratusan Atlet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/unipdu-jombang--pencak-silat-gelar-kejuaraan-melibatkan-ratusan-atlet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/unipdu-jombang--pencak-silat-gelar-kejuaraan-melibatkan-ratusan-atlet</guid>
<description><![CDATA[ Ajang yang dibuka langsung oleh Rektor Unipdu, KH M Zulfikar As’ad, ini diikuti oleh 266 atlet dari 55 kontingen se-Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0859b427ad8.webp" length="37844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 20:21:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencak Silat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Kejuaraan Pencak Silat Piala Rektor Unipdu II Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Abi As’ad Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso, Peterongan, Jombang. Ajang yang dibuka langsung oleh Rektor Unipdu, KH M Zulfikar As’ad, ini diikuti oleh 266 atlet dari 55 kontingen se-Kabupaten Jombang.</p>
<p>Pembukaan kejuaraan dilakukan secara resmi oleh Rektor Unipdu KH M Zulfikar As’ad dengan ditandai pemukulan gong. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unipdu bekerja sama dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Unipdu.</p>
<p>Ketua pelaksana, M Aqil Thoriq, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan upaya melestarikan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia serta menjadi wadah silaturahmi antar-atlet di Kabupaten Jombang. </p>
<p>"Kejuaraan ini juga menjadi ajang meningkatkan prestasi atlet dari satuan pendidikan maupun perguruan pencak silat," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Aqil memerinci, total peserta terdiri dari 94 atlet dari kategori usia dini dan praremaja, serta 172 atlet lainnya berasal dari kategori remaja dan dewasa. Ia menilai event pencak silat tingkat pelajar masih cukup jarang digelar sehingga pihaknya berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya. </p>
<p>“Wadah tersendiri bagi pelajar usia dini hingga remaja untuk mengembangkan bakat dan prestasi,” tambahnya.</p>
<p>Atas terselenggaranya kegiatan, Aqil menyampaikan terima kasih kepada Rektor Unipdu, IPSI, seluruh panitia, serta para sponsor seperti TS Clothing, UD Manakutahu, dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mendukung dan menyukseskan acara.</p>
<p>Di tempat yang sama, Rektor Unipdu KH M Zulfikar As’ad berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan pertandingan sebagai sarana menggali potensi dan mengasah kemampuan diri dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. </p>
<p>“Kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih medali emas, tetapi berkompetisi secara sportif dan menjunjung tinggi etika olahraga,” tegasnya.</p>
<p>Zulfikar turut mengapresiasi kerja keras panitia, pelatih, dan para atlet. Ia berharap melalui ajang ini akan lahir bibit-bibit atlet pencak silat unggulan yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasun Karobelah Jombang Jadi Tersangka Dugaan Perselingkuhan dengan Istri Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasun-karobelah-jombang-jadi-tersangka-dugaan-perselingkuhan-dengan-istri-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasun-karobelah-jombang-jadi-tersangka-dugaan-perselingkuhan-dengan-istri-warga</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan tersangka Kepala Dusun Karobelah inisial S menyusul pelaporan atas tindakan perselingkuhan kepada istri warganya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a048e87f037f.webp" length="12864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 22:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perselingkuhan, Karobelah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:62210b36-5b37-4d23-add8-991cb117c42b-1" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:62210b36-5b37-4d23-add8-991cb117c42b-1" data-turn-id-container="request-WEB:62210b36-5b37-4d23-add8-991cb117c42b-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="8abdb224-d548-44f5-9f87-6c22bec18ee3" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="243"><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Oknum Kepala Dusun (Kasun) Karobelah, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang berinisial S resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jombang dalam kasus dugaan perselingkuhan dengan istri salah satu warganya.</p>
<p data-start="245" data-end="373">Selain S, polisi juga menetapkan seorang perempuan yang merupakan istri warga setempat sebagai tersangka dalam perkara tersebut.</p>
<p data-start="375" data-end="480">Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander membenarkan penetapan tersangka terhadap keduanya.</p>
<p data-start="482" data-end="557">“Sudah mas, istri dan perangkat desanya,” ujar AKP Dimas, Rabu (13/5/2026).</p>
<p data-start="559" data-end="737">Menurut Dimas, penetapan tersangka dilakukan pada 22 April 2026. Meski demikian, keduanya tidak ditahan karena ancaman hukuman dalam perkara tersebut maksimal satu tahun penjara.</p>
<p data-start="739" data-end="845">“Pada tanggal 22 April 2026 tidak dilakukan penahanan karena hukuman maksimal hanya satu tahun,” jelasnya.</p>
<p data-start="847" data-end="1017">Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang warga Kecamatan Mojoagung berinisial J (48) mengungkap dugaan hubungan terlarang antara istrinya dengan oknum Kasun tersebut.</p>
<p data-start="1019" data-end="1166">J mengaku telah mencurigai hubungan keduanya sejak sekitar lima tahun lalu. Kecurigaan itu muncul karena rumah S berada berdekatan dengan rumahnya.</p>
<p data-start="1168" data-end="1324">“Sudah sejak lima tahun yang lalu saya tahu. Kebetulan rumah kepala dusun itu berdempetan dengan rumah saya,” ungkap J saat ditemui pada Februari 2026 lalu.</p>
<p data-start="1326" data-end="1450">Ia mengaku pernah memergoki S diduga masuk ke area rumahnya melalui kamar mandi saat dirinya sedang berjualan di luar rumah.</p>
<p data-start="1452" data-end="1621">“Waktu itu saya pulang dari jualan, terlihat ada kaki di atas tembok kamar mandi. Begitu ketahuan langsung kabur. Tapi saat itu saya belum punya bukti rekaman,” katanya.</p>
<p data-start="1623" data-end="1835">Selain itu, J juga mengaku beberapa kali memergoki S diduga mengintip istrinya melalui jendela rumah saat korban sedang tidur. Aduan sempat disampaikan kepada kepala desa, namun berakhir damai karena minim bukti.</p>
<p data-start="1837" data-end="1944">Kasus kemudian kembali memanas setelah anak-anak J merekam dugaan pertemuan keduanya pada 15 Desember 2025.</p>
<p data-start="1946" data-end="2108">“Sekarang ada dua video. Pertama, video kepala dusun keluar dari kamar bersama istri saya. Kedua, video saat dia lari dari kamar dan dikejar anak saya,” tegasnya.</p>
<p data-start="2110" data-end="2292">Dengan bukti tersebut, J kembali melaporkan kasus itu ke pemerintah desa. Menurutnya, saat itu oknum Kasun diberi pilihan mengundurkan diri dari jabatan atau menghadapi proses hukum.</p>
<p data-start="2294" data-end="2426">“Kalau dia mau turun dari jabatan, saya tidak lapor polisi. Tapi dia malah menantang, akhirnya saya lanjut ke jalur hukum,” ujarnya.</p>
<p data-start="2428" data-end="2624" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Saat ini, perkara tersebut masih dalam penanganan Polres Jombang. J bersama dua anaknya juga telah dimintai keterangan sebagai saksi. Ia menegaskan menolak penyelesaian damai dalam kasus tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2428" data-end="2624" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beredar Daftar Karyawan KDKMP di Jombang berikut Pemberi Rekom, Pemkab : Belum Ranah Kita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekom-pemkab-belum-ranah-kita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekom-pemkab-belum-ranah-kita</guid>
<description><![CDATA[ Kewenangan pengangkatan karyawan merupakan ranah pemerintah pusat bukan ranah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04807a5005b.webp" length="35078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:58:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang buka suara atas kemunculan daftar karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berikut oknum pemberi rekom. Kewenangan pengangkatan karyawan merupakan ranah pemerintah pusat bukan ranah daerah.</p>
<p>Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang, Syaiful Anwar menyebut posisi manajer dan karyawan KDKMP merupakan ranah pusat. </p>
<p>"Oh iya, terkait masalah rekrutmen pegawai, kami sudah sampaikan bahwa untuk posisi manajer memang itu menjadi kewenangan dari pemerintah pusat," ucap Syaiful Anwar kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Pihak Pemkab Jombang sebelumnya sudah membentuk pengurus koperasi yang pelaksanaannya dilakukan di tahun 2025 lalu dan sudah terbentuk di 306 desa dan kelurahan </p>
<p>"Namun, ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk manajer semua proses rekrutmen di bawah pemerintah pusat. Kami dari pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi terkait hal tersebut," terang Syaiful.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo menyebut perekrutan pegawai di luar posisi manajer hingga kini belum menjadi ranah pemerintah daerah.</p>
<p>"Jadi belum di ranahnya kita," kata Hari.</p>
<p>Pemkab Jombang masih menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah pusat terkait mekanisme KDKMP. Masih ada relaksasi regulasi dari pemerintah pusat.</p>
<p>"Kami menunggu aturan lanjutan terkait KDKMP ini," imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, Beredar daftar nama-nama warga dari sejumlah desa di Jombang yang disebut sebagai calon karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lengkap dengan pemberi rekomendasi. Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu.</p>
<p>Daftar itu mencakup nama KDKMP, nama calon karyawan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), kecamatan, kabupaten, nomor handphone, posisi, serta asal rekomendasi. Padahal, pemerintah desa maupun pengurus KDKMP tingkat desa mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perekrutan sebagaimana yang tercantum dalam daftar nama yang beredar.</p>
<p>Kepala Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Khoiman, menyampaikan bahwa pihak desa belum mengetahui dasar maupun mekanisme perekrutan karyawan KDKMP di wilayahnya. Ia menegaskan, jika beredar nama-nama warga yang direkomendasikan oleh oknum dari unsur yang mengarah ke salah satu partai politik, pihaknya tidak tahu menahu.</p>
<p>"Pemerintahan desa tidak tahu dasar perekrutannya dari mana, terus yang merekrut itu siapa, itu kami juga tidak tahu," ujar Khoiman dalam pesan yang diterima, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Khoiman mengakui memang ada arahan agar desa segera merekrut enam orang karyawan KDKMP. Namun, hingga saat ini, pihak desa maupun pengurus koperasi desa disebut belum pernah menyerahkan nama calon karyawan.</p>
<p>"Sebetulnya sudah ada perintah dari Babinsa untuk segera merekrut enam orang itu, tapi desa dan pengurus Kopdes Merah Putih itu belum setor nama, kok sudah muncul nama-nama tersebut," ungkapnya.</p>
<p>Beredarnya daftar nama rekomendasi itu membuat pemerintah desa merasa bingung karena nama-nama calon karyawan sudah lebih dulu beredar di masyarakat.</p>
<p>"Sehingga kami bingung ini siapa yang menyetorkan nama, sedangkan kami pemerintahan desa beserta pengurus kopdes itu belum setor nama," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beredar Daftar Calon Karyawan KDKMP di Jombang Berikut Pemberi Rekomendasi, Bikin Resah Kades</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-calon-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekomendasi-bikin-resah-kades</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-calon-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekomendasi-bikin-resah-kades</guid>
<description><![CDATA[ Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03e35645fa0.webp" length="50494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:57:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Beredar daftar nama-nama warga dari sejumlah desa di Jombang yang disebut sebagai calon karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lengkap dengan pemberi rekomendasi. Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu.</p>
<p>Daftar itu mencakup nama KDKMP, nama calon karyawan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), kecamatan, kabupaten, nomor handphone, posisi, serta asal rekomendasi. Padahal, pemerintah desa maupun pengurus KDKMP tingkat desa mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perekrutan sebagaimana yang tercantum dalam daftar nama yang beredar.</p>
<p>Kepala Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Khoiman, menyampaikan bahwa pihak desa belum mengetahui dasar maupun mekanisme perekrutan karyawan KDKMP di wilayahnya. Ia menegaskan, jika beredar nama-nama warga yang direkomendasikan oleh oknum dari unsur yang mengarah ke salah satu partai politik, pihaknya tidak tahu menahu.</p>
<p>"Pemerintahan desa tidak tahu dasar perekrutannya dari mana, terus yang merekrut itu siapa, itu kami juga tidak tahu," ujar Khoiman dalam pesan yang diterima, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Khoiman mengakui memang ada arahan agar desa segera merekrut enam orang karyawan KDKMP. Namun, hingga saat ini, pihak desa maupun pengurus koperasi desa disebut belum pernah menyerahkan nama calon karyawan.</p>
<p>"Sebetulnya sudah ada perintah dari Babinsa untuk segera merekrut enam orang itu, tapi desa dan pengurus Kopdes Merah Putih itu belum setor nama, kok sudah muncul nama-nama tersebut," ungkapnya.</p>
<p>Beredarnya daftar nama rekomendasi itu membuat pemerintah desa merasa bingung karena nama-nama calon karyawan sudah lebih dulu beredar di masyarakat.</p>
<p>"Sehingga kami bingung ini siapa yang menyetorkan nama, sedangkan kami pemerintahan desa beserta pengurus kopdes itu belum setor nama," ucapnya.</p>
<p>Khoiman mengaku keresahan para kepala desa muncul karena adanya dugaan intervensi pihak luar dalam proses perekrutan.</p>
<p>"Yang membuat kepala desa resah dan keberatan ya itu tadi, karena diindikasi ada permainan dari salah satu partai politik untuk memasukkan nama-nama kadernya di situ," ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan pemerintah desa tidak mempermasalahkan siapa pun yang direkrut selama prosesnya terbuka dan melibatkan warga setempat yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan koperasi.</p>
<p>"Buat kami sebetulnya tidak masalah, selama ada koordinasi dan diambilkan dari warga setempat. Terus warga tersebut juga punya kemampuan untuk masuk di bidangnya," ungkapnya.</p>
<p>Selain soal perekrutan, Khoiman menyebut hingga kini desa juga belum mendapatkan penjelasan detail terkait tata kelola KDKMP, termasuk sistem penggajian karyawan.</p>
<p>"Penggajiannya itu kami sampai saat ini juga belum tahu. Sistem gaji bersumber dari mana, terus gajinya berapa, itu kami juga belum tahu," terangnya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah maupun pihak pengelola segera memberikan regulasi yang jelas agar program KDKMP tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p>"Kalau memang itu sepenuhnya dikelola oleh PT Agrinas ya monggo. Tapi kalau nanti akan diserahkan ke pemerintahan desa, dengan sistem perekrutan seperti ini kami juga tidak yakin Kopdes Merah Putih bisa maju dan berkembang," tuturnya.</p>
<p>Di Kecamatan Bareng sendiri, Khoiman menyebut setidaknya ada empat desa yang disebut siap menjalani launching KDKMP dalam waktu dekat.</p>
<p>Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Mochamad Saifur. Ia mengaku para kepala desa dan pengurus koperasi desa hingga kini belum memahami regulasi perekrutan karyawan KDKMP.</p>
<p>"Kita bingung untuk regulasi perekrutan karyawan. Karena dari awal kita belum tahu bagaimana regulasinya. Tapi di media sosial ini sudah banyak beredar nama-nama calon pengisi karyawan KDKMP," kata Saifur.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah desa dan pengurus koperasi merasa tidak dilibatkan dalam program yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat desa.</p>
<p>"Pengurus dari desa itu banyak, tapi mereka juga enggak tahu bagaimana cara rekrutmennya. Itu yang membuat kita merasa tidak diikutsertakan dalam KDKMP," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, selama ini masyarakat justru banyak bertanya kepada kepala desa terkait mekanisme pendaftaran karyawan KDKMP. Namun, pemerintah desa sendiri tidak memiliki informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.</p>
<p>"Di masyarakat banyak yang tanya kepada kepala desa, bagaimana caranya menjadi karyawan KDKMP. Ini masih pertanyaan, lah kok tiba-tiba muncul nama-nama calon pengisi karyawan KDKMP," jelasnya.</p>
<p>Saifur berharap proses perekrutan dilakukan secara terbuka dan disosialisasikan kepada pemerintah desa maupun pengurus koperasi.</p>
<p>"Walaupun memang dikelola oleh Agrinas, paling tidak ada sosialisasi terlebih dahulu. Kami kepala desa dan pengurus diberi tahu bagaimana cara rekrutmennya secara terbuka," tuturnya.</p>
<p>Ia menilai minimnya informasi membuat kepala desa dan pengurus koperasi menjadi sasaran pertanyaan masyarakat.</p>
<p>"Yang jadi bulan-bulanan masyarakat itu kepala desa dan pengurus, sedangkan kami tidak tahu apa-apa tentang rekrutmen itu," keluhnya.</p>
<p>Bahkan, Saifur menegaskan pemerintah desa bisa mengambil langkah tegas apabila nantinya terdapat karyawan yang bekerja tanpa koordinasi dengan desa maupun pengurus koperasi.</p>
<p>"Karena itu kan tanah milik desa, belum ada penyerahan dan lain sebagainya," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Amankan Tiga Orang Tersangka Drama Penculikan dan Penyekapan Warga Ngoro Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-tiga-orang-tersangka-drama-penculikan-dan-penyekapan-warga-ngoro-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-tiga-orang-tersangka-drama-penculikan-dan-penyekapan-warga-ngoro-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Dari ketiga tersangka, satu pelaku seorang perempuan merupakan otak pelaku aksi kejahatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01970032ed6.webp" length="33532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 17:30:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Drama Penculikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Jajaran Satreskrim Polres Jombang akhirnya berhasil meringkus Nur Hidayah, perempuan yang disebut sebagai otak pelaku penculikan dan penyekapan terhadap satu keluarga asal Kecamatan Ngoro. Tersangka ditangkap di wilayah Bangkalan, Madura.</p>
<p>Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan penangkapan tersebut.</p>
<p>“Benar, tersangka ketiga yang juga merupakan otak dari perbuatan ini akhirnya kami tangkap pada (7/5) lalu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Dimas menjelaskan, penangkapan Nur Hidayah dilakukan setelah polisi melakukan pemantauan dan penyelidikan intensif.</p>
<p>“Penangkapannya di pinggir jalan, dan langsung dibawa ke Mapolres Jombang,” imbuhnya. </p>
<p>Usai diperiksa, polisi langsung menetapkan Nur Hidayah sebagai tersangka dan menahannya. Ia dijerat Pasal 450 dan atau Pasal 451 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penculikan dan penyanderaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. </p>
<p>“Iya, sudah jadi tersangka dan ditahan per hari ditangkapnya itu,” tegas Dimas.</p>
<p>Kendati otak pelaku telah ditangkap, polisi masih memburu dua pelaku lain yang berstatus buron, yakni Sidi dan Zainudin. Keduanya diduga merupakan suruhan Nur Hidayah dalam menjalankan aksi penyekapan tersebut.</p>
<p>Kasus ini bermula pada Minggu dini hari (2/3/2026) lalu, ketika keluarga AA (29), istrinya ZR (25), dan anak mereka KAA (5) yang tinggal di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, didatangi sejumlah orang. </p>
<p>Para pelaku yang dipimpin Nur Hidayah datang untuk menagih utang bisnis rokok ilegal sebesar Rp25 juta. Karena korban tidak memiliki uang, ketiganya lantas dibawa dan disekap di sebuah rumah di Bangkalan, Madura.</p>
<p>Sebelum membawa pergi korban, para pelaku sempat meninggalkan kartu identitas kepada Ketua RT setempat dan berjanji akan memulangkan korban pada hari yang sama. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, korban tak kunjung kembali. Pihak keluarga yang khawatir akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan, Tim Resmob Satreskrim Polres Jombang langsung bergerak dan melakukan penyelidikan.</p>
<p>Pada Selasa malam (3/3/2026), polisi lebih dulu menangkap dua tersangka, Moh Zehri (40) dan Bahar (29), di kediaman mereka masing-masing di Bangkalan.</p>
<p>Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita tiga unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam aksi penculikan.</p>
<p>Dengan telah diamankannya tiga tersangka, polisi kini masih memburu Sidi dan Zainudin yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Jemaah Haji Asal Jombang Meninggal Sesaat Tiba di Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-jemaah-haji-asal-jombang-meninggal-sesaat-tiba-di-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-jemaah-haji-asal-jombang-meninggal-sesaat-tiba-di-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ jemaah haji yang dinyatakan tutup usia bernama Suyono asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Jemaah berusia 57 tahun dan bergabung dengan keberangkatan Kloter SUB 62. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a018f43d582d.webp" length="27016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 17:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jemaah Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Seorang jemaah haji dilaporkan meninggal dunia di tanah suci. Kabar duka tersebut diterima langsung Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, sesaat rombongan jemaah haji tiba di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) kemarin. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data diperoleh Ilham, jemaah haji yang dinyatakan tutup usia bernama Suyono asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Jemaah berusia 57 tahun dan bergabung dengan keberangkatan Kloter SUB 62.</p>
<p></p>
<p>"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, benar ada satu jemaah haji asal Jombang dari Kloter SUB 62 yang meninggal dunia atas nama Suyono bin Reso," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Penyebab meninggalnya Suyono diduga akibat serangan jantung usia jatuh pingsan ketika turun dari bus rombongan. Sempat ada upaya penanganan dari tim medis dengan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jeddah, namun naas nyawanya tidak tertolong. </p>
<p></p>
<p>"Almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setelah pingsan saat turun dari bus. Namun sekitar pukul 08.57 Waktu Arab Saudi dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa cardiogenic shock atau serangan jantung," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini menurut Ilham, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait diagnosa kemungkinan adanya faktor lain yang berpengaruh pada kondisi kesehatan almarhum.</p>
<p></p>
<p>Jenazah Suyono dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kota Makkah, Arab Saudi. Ia menyebut dengan meninggalnya satu jemaah haji, total jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang sebelumnya mencapai 1.262 orang, kini tinggal 1.261 orang jemaah. </p>
<p></p>
<p>"Total awal jamaah haji 1.262, meninggal satu menjadi total keseluruhan 1.261 jamaah," beber Ilham. </p>
<p></p>
<p>"Semoga almarhum Bapak Suyono husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Kami juga mendoakan seluruh jamaah haji asal Jombang lainnya agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji," pungkas Ilham Rohim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Ponpes Bahrul Ulum Jombang, Wapres Gibran Ajak Santri Meneladani Sosok KH Abdul Wahab Chasbullah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-ke-jombang-ajak-santri-meneladani-sosok-kh-abdul-wahab-chasbullah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-ke-jombang-ajak-santri-meneladani-sosok-kh-abdul-wahab-chasbullah</guid>
<description><![CDATA[ Pesan Gibran disampaikan dalam pidatonya di sela-sela menghadiri pengajian umum Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0054c7d2120.webp" length="50426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 18:14:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Wakil Presiden RI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Jombang menyematkan pesan penting kepada para santri untuk meneladani sosok KH Abdul Wahab Chasbullah. Wapres Gibran mengajak para santri meneladano tokoh ulama pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.</p>
<p>Pesan Gibran disampaikan dalam pidatonya di sela-sela menghadiri pengajian umum Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026).</p>
<p>"Mbah Wahab adalah seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa," ungkap Gibran dalam sambutannya.</p>
<p>Menurutnya, wajib bagi semua santri, bukan hanya santri Tambakberas, untuk meneladani Mbah Wahab. "Jadi santri-santri sebagai generasi muda, sebagai generasi penerus, wajib meneladani beliau. Indonesia butuh anak-anak muda, butuh santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan juga mampu beradaptasi," bebernya.</p>
<p>Saat tiba di Jombang, Wapres Gibran menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan Stadion Merdeka Jombang. Setelah tiba di Stadion Merdeka, Gibran langsung menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Di kompleks pondok, ia bersama rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah sebelum menuju panggung utama acara haul.</p>
<p>Kehadiran Wapres disambut antusias ribuan jamaah yang didominasi kaum ibu mengenakan pakaian serba putih. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, serta penceramah kondang Ahmad Muwafiq atau Gus Muwaffiq.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gibran mengaku sengaja mempercepat agenda kunjungan kerjanya ke Lampung demi memenuhi undangan para kiai untuk hadir di Tambakberas.  "Kalau yang perintah Pak Kiai, ya saya harus berangkat," ucap Gibran yang disambut tepuk tangan jamaah. </p>
<p>Ia juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto yang baru saja menyelesaikan kunjungan luar negeri ke Filipina.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berinteraksi dengan para santri. Ia memanggil dua santri, seorang santriwan dan seorang santriwati, untuk maju ke depan panggung. Kepada keduanya, Gibran melontarkan pertanyaan mengenai kebanggaan menjadi seorang santri.</p>
<p>Kedua santri itu menjawab pertanyaan dengan lantang dan tegas di hadapan ribuan jamaah. Usai menjawab, keduanya langsung mendapat hadiah masing-masing satu unit sepeda dari Wapres Gibran. Penyerahan hadiah itu pun disambut riuh tepuk tangan dan sorak gembira para santri dan jamaah.</p>
<p>Dalam pidatonya, Gibran turut menyinggung sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan program 'Kampung Haji' yang digagas Presiden Prabowo.</p>
<p>Program tersebut dirancang untuk mendukung layanan jamaah haji Indonesia agar lebih mudah dan efisien. Menurutnya, Kampung Haji akan dibangun di atas lahan seluas 45 hektare dan tidak hanya difungsikan sebagai penginapan, tetapi juga pusat layanan bagi jamaah haji Indonesia. </p>
<p>"Ke depan diharapkan bisa memperlancar pelayanan, mempermudah proses, dan insya Allah biaya haji bisa semakin ditekan," kata Gibran.</p>
<p>Selain itu, Wapres menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim. Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar memiliki aset penting berupa generasi santri yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Gibran juga mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang telah melahirkan banyak tokoh nasional, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta sejumlah tokoh lain di bidang pemerintahan dan pendidikan. Menurutnya, pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan pesantren Tambakberas, termasuk pembukaan jurusan pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi, menjadi bukti bahwa pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p>"Saya juga mengapresiasi upaya dari Pondok untuk mengembangkan pendidikan tinggi melalui kampusnya. Ini saya dengar selain jurusan agama Islam ada juga jurusan pertanian, ada jurusan ekonomi, pendidikan, dan juga teknologi informasi. Dan saya kira ini salah satu terminal bahwa kampus-kampus, terutama yang ada di Tambakberas ini benar-benar mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Gibran meminta seluruh unsur pemerintah daerah dan Forkopimda untuk terus mengawal program prioritas pemerintah pusat, mulai dari swasembada pangan hingga penguatan ekonomi desa. </p>
<p>"Saya titip kepada Pak Kyai, kepada Pak Kapolri, Gubernur, Pak Bupati, Forkopimda yang hadir untuk selalu mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden. MBG, CKG, Koperasi Desa, Kampung Nelayan, dan program-program lainnya," pungkasnya.</p>
<p>Usai memberikan sambutan, Wapres berpamitan kepada para kiai dan jamaah untuk melanjutkan agenda berikutnya.  (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Penyelewengan Dana Desa Banjardowo, Dokumen Penting Diamankan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-penyelewengan-dana-desa-banjardowo-dokumen-penting-diamankan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-penyelewengan-dana-desa-banjardowo-dokumen-penting-diamankan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Setelah penggeledahan di dua lokasi, Unit Tipikor Polres Jombang menemukan sejumlah alat bukti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a001e28b9731.webp" length="24208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 12:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kasus Korupsi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Upaya menyibak praktek korupsi penggunaan Dana Desa (DD) Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang oleh unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jombang tampaknya segera mengarah penetapan tersangka. Setelah penggeledahan di dua lokasi, polisi menemukan sejumlah alat bukti.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander membenarkan langkah penyidikan unit Tipikor dalam pencarian alat bukti melalui penggeledahan terseut. "Betul," jawab AKP Dimas kepada suarajatimpost, Ahad (10/5/2026).</p>
<p>Unit Tipikor Polres Jombang melakukan penggeledahan di rumah kepala desa (Kades) inisial RHD dan mantan Operator Desa berinisial AP, Selasa (21/4/2026). Menurut anggota BPD, Suwadi peristiwa penggeledahan dilakukan setidaknya oleh 9 orang tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang. Sekretaris Desa sekaligus Bendahara Desa jadi saksi saat upaya penggeledahan.</p>
<p>"Sembilan orang kayaknya mas, sama kanit baru kok," ujar Suwadi.</p>
<p>Menurut Suwadi, proses penggeledahan juga berlangsung cukup lama. Dari sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Berbagai dokumen pun berhasil diperoleh dari upaya penggeledahan.</p>
<p>"Dokumen yang dibawa oleh pihak berwenang meliputi SPJ dan RAB dari periode tahun 2021 hingga 2023, serta ditemukannya SK Operator yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang/tidak ada," tandasnya.</p>
<p>Berdasar informasi diterima, peristiwa penyelewengan uang negara ini terungkap usai ada keresahan oleh warga terkait kinerja Kades yang kerap tidak masuk kerja dan juga kejanggalan aktivitas pembangunan desa.</p>
<p>Laporan dugaan praktek korupsi pun lantas dilayangkan sejak 2025 oleh warga. Dari temuan penyelidikan polisi ada uang negara senilai ratusan juta rupiah yang diduga dikorupsi. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Warsubi Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Jombang ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-lepas-keberangkatan-jemaah-haji-jombang-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-lepas-keberangkatan-jemaah-haji-jombang-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 60 dan 61 resmi diberangkatkan oleh Bupati Jombang, Warsubi, , untuk menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd7ae82baf4.webp" length="47978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 16:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Suasana religius menyelimuti Pendopo Kabupaten Jombang saat gema Talbiyah, Adzan, dan Iqomah berkumandang pada Rabu (6/5/2026) sore. Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 60 dan 61 resmi diberangkatkan oleh Bupati Jombang, Warsubi, , untuk menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Menggunakan total 12 armada bus, para jemaah memasuki Pendopo Kabupaten Jombang pukul 15.30 WIB. Mereka memasuki bus masing-masing dengan dibantu oleh para petugas gabungan. Selanjutnya, jemaah mengikuti rangkaian prosesi pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah haji yang akhirnya mendapatkan panggilan Allah SWT setelah masa tunggu yang panjang. Ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan fisik selama menjalankan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan selamat dan doa terbaik. Kami berpesan agar bapak ibu senantiasa menjaga kondisi kesehatan karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Atur pola makan, istirahat cukup, dan bijaklah mengatur tenaga," tutur Bupati Warsubi dalam pesan yang diterima, Kamis (7/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan jemaah haji untuk meluruskan niat dan melepaskan sejenak urusan duniawi agar dapat fokus beribadah dengan ikhlas. Ia berharap seluruh jemaah haji menjaga kekompakan, senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji, serta disiplin mengikuti arahan petugas selama di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>"Dan tak lupa, kami mohon didoakan agar Kabupaten Jombang senantiasa aman, damai, dilancarkan semua urusan pemimpinnya, dan masyarakatnya diberikan kesejahteraan," ujar Bupati Warsubi.</p>
<p></p>
<p>"Dengan memohon ridho Allah SWT, seraya mengucap Bismillahirrahmanirrahim, jemaah haji kloter 60 dan 61 secara resmi saya nyatakan diberangkatkan. Semoga kembali dengan predikat haji yang mabrur dan mabrurah," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Tepat pukul 17.20 WIB, bus jemaah haji Kabupaten Jombang mulai bergerak keluar dari pintu Pendopo Kabupaten Jombang menuju Asrama Haji Sukolilo sebelum terbang ke Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Turut melepas agenda pemberangkatan jemaah haji ini di antaranya Wakil Bupati Jombang, Gus Salmanudin, beserta Ning Ema Erfina, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Dyah Ambarwati, perwakilan dari Kodim 0814, perwakilan dari Dansatradar 405 Ploso, Ketua MUI Jombang, Dr. KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH. Cholil Dahlan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang (Tipe A) H. Ilham Rohim, Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umroh RI Gus Gibran Muhammad Fawas, Staf Khusus Menteri Haji dan Umroh RI Gus Abdul Wachid Asyari, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, beserta Ketua DWP Kabupaten Jombang, staf ahli, asisten, dan para Kepala OPD terkait.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang (Tipe A) Ilham Rohim, menyampaikan bahwa total jumlah jemaah haji Kabupaten Jombang yang berangkat tahun ini sebanyak 1.263 orang.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Jombang berlanjut untuk Kloter 62 dan Kloter 63. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bertandang di Jombang Menteri Haji RI, Mochamad Irfan Yusuf: 50 Persen Jamaah Haji 2026 Sudah Berangkat ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bertandang-di-jombang-menteri-haji-ri-mochamad-irfan-yusuf-50-persen-jamaah-haji-2026-sudah-berangkat-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bertandang-di-jombang-menteri-haji-ri-mochamad-irfan-yusuf-50-persen-jamaah-haji-2026-sudah-berangkat-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Gus Irfan menyampaikan tidak ada kendala berarti dalam proses persiapan dan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc3e0449b51.webp" length="52188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 15:41:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Menteri Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa total keberangkatan jamaah haji asal Indonesia ke Tanah Suci telah mencapai 50 persen.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Gus Irfan usai melepas jamaah haji Kloter 62 dan 63 asal Jombang, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>"Sudah 50% lebih, kemarin 50%. Sudah berangkat semua, saya angkanya tidak persis tapi sudah 250 kloter dan sudah hampir 50%," ujar Gus Irfan kepada wartawan, termasuk suarajatimpost.com.</p>
<p>Menurut Gus Irfan, tidak ada kendala berarti dalam proses persiapan maupun keberangkatan jemaah.</p>
<p>"Sebagian jemaah yang di Madinah sudah bergeser ke Makkah. Hari ini yang berangkat langsung ke Jeddah kemudian ke Makkah," ujarnya.</p>
<p>Terkait kondisi kesehatan jemaah dan proses imigrasi, Gus Irfan mengaku mendapat laporan bahwa baru satu jemaah haji yang tertolak dari Imigrasi Arab Saudi karena memiliki kasus beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Kalau yang tertolak oleh Imigrasi Saudi yang masuk ke saya cuma satu. Karena dia memang punya kasus ketika beberapa waktu yang lalu," bebernya.</p>
<p>"Yang tertolak di Asrama Haji karena kesehatannya tidak memungkinkan, artinya tidak layak terbang, ya angka persisnya sekitar 10, kurang lebih 10 kurang," imbuhnya.</p>
<p>Gus Irfan sejak awal mewanti-wanti calon jemaah agar menjaga kesehatan sehingga bisa lolos dari hambatan saat berangkat ibadah ke Tanah Suci.</p>
<p>Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia juga tengah membentuk satuan tugas (Satgas) bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Imigrasi Indonesia.</p>
<p>"Fungsinya untuk mencegah ada haji-haji yang tidak melalui prosedur yang benar. Daripada di sana terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, tidak bisa menjalankan ibadah haji, kita cegah di sini," terang Gus Irfan.</p>
<p>Hasil deteksi jamaah haji ilegal, pihaknya mendapati tidak kurang dari 100 jemaah yang tertahan di sejumlah bandara. Angka tersebut jauh menurun dibanding musim haji tahun 2025 lalu.</p>
<p>"Tahun ini alhamdulillah sudah turun banget, turun banyak. Total selama sampai hari ini mungkin belum sampai 100. Tahun lalu di musim haji itu total lebih dari 1.000 yang tertahan di bandara-bandara kita," jelasnya.</p>
<p>"Tolonglah, kasihan mereka. Jangan sampai tertipu oleh iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya tidak ada, haji tanpa antre itu tidak ada," pungkas Gus Irfan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kendala Lahan Jadi Tantangan 96 Desa untuk Bangun KDKMP di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kendala-lahan-jadi-tantangan-96-desa-untuk-bangun-kdkmp-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kendala-lahan-jadi-tantangan-96-desa-untuk-bangun-kdkmp-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Persentase pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, atau sebanyak 210 dari total 306 desa dan kelurahan di Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc158d0c0dc.webp" length="45202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 12:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang menunjukkan tren positif. Persentase pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, atau sebanyak 210 dari total 306 desa dan kelurahan di Jombang. Kendati demikian, masih tersisa 96 desa dan kelurahan lainnya yang terkendala dalam pengadaan lahan.</p>
<p>Persoalan ini diakui langsung oleh Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, menyebutkan bahwa desanya belum dapat merealisasikan pembangunan gerai KDKMP karena ketiadaan lahan yang tersedia.</p>
<p>"Permasalahan utama memang lahan. Kami tidak memiliki lokasi untuk pembangunan," kata Erwin dalam pesan yang diterima wartawan, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Erwin menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang serta berkoordinasi dengan Kodim 0814 Jombang untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait tindak lanjutnya. </p>
<p>Situasi semakin rumit mengingat seluruh tanah kas desa (TKD) milik Desa Kepatihan berada di luar wilayah administratif, yakni di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, dan Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang.</p>
<p>"Kalau dibangun di luar wilayah desa, itu tidak sesuai konsep. Program ini kan satu desa satu gerai," ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Bupati Jombang, Warsubi, mencatat ada 210 titik KDKMP di Jombang yang sedang dalam masa persiapan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen atau sekitar 167 titik yang sudah siap. Meski demikian, Warsubi tidak menampik adanya kendala lahan di sejumlah wilayah.</p>
<p>"Masih ada (desa/kelurahan) yang belum memiliki tanah yang kurang pas. Nanti tetap akan kami mintakan ke pusat bagaimana terkait pengadaan tanahnya, apakah bisa di gang atau di jalur jalan lingkungan desa. Saya yakin mekanismenya pasti ada," ujar Warsubi.</p>
<p>Program KDKMP merupakan bagian dari program nasional yang terintegrasi dengan inisiatif strategis lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warsubi menegaskan bahwa seluruh kepala daerah wajib mensukseskan agenda nasional tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menyampaikan bahwa pemerintah berencana melakukan peluncuran serentak 1.000 titik KDKMP di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026, tepat sebelum pidato kenegaraan 17 Agustus.</p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkapnya.</p>
<p>Dandim mengakui kendala lahan terutama dialami oleh wilayah kelurahan yang berada di daerah perkotaan. Meski begitu, pihaknya terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud.</p>
<p>"Kalau di Jombang, insya Allah seluruh 210 sudah jadi semua. Jadi, dari total 306, kurang 96 lagi. Ya, semoga saja ada tanah masuk baru, terutama di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Bejat Petani di Jombang Berakhir dalam Genggaman Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-bejat-petani-di-jombang-berakhir-dalam-genggaman-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-bejat-petani-di-jombang-berakhir-dalam-genggaman-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Ia ditangkap atas dugaan tindak asusila terhadap seorang pelajar yang masih di bawah umur hingga mengakibatkan korban hamil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb0e8690702.webp" length="14804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:58:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan Seksual</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang petani di Kecamatan Kesemben, Kabupaten Jombang, berinisial P (42), diringkus Satreskrim Polres Jombang. Ia ditangkap atas dugaan tindak asusila terhadap seorang pelajar yang masih di bawah umur hingga mengakibatkan korban hamil.</p>
<p></p>
<p>Korban berinisial N (17) itu kini diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan memasuki bulan kelima.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa perbuatan tersangka bermula pada April 2025. Saat itu, korban bertemu pelaku di Taman Kebon Rojo. Korban tak sadarkan diri seusai menenggak minuman tanpa merek yang diberikan tersangka.</p>
<p></p>
<p>"Korban tersadar dan mendapati dirinya sudah berada di rumah pelaku dalam kondisi tanpa pakaian. Di alas tidur juga ditemukan bercak darah," ujar AKP Dimas, Rabu (6/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Pasca kejadian pertama, tersangka terus memaksa korban dengan modus intimidasi. Korban mengaku dipaksa melayani hasrat pelaku sedikitnya sepuluh kali di kediaman tersangka.</p>
<p></p>
<p>"Apabila korban menolak datang, tersangka tak segan mengancam dengan kekerasan fisik," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini mulai terbongkar setelah korban sempat tidak pulang ke rumah selama dua hari pada Maret 2026. Ayah kandung korban, S (40), berhasil melacak keberadaan anaknya lewat titik lokasi yang dikirim melalui ponsel.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian kebohongan tersangka kian terkuak saat ia mendatangi rumah korban dengan dalih hendak bertanggung jawab. Sikap itu justru menimbulkan rasa curiga sang ayah.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti laporan keluarga, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang langsung bergerak dan menangkap tersangka pada Kamis (30/4/2026). Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban dan hasil visum.</p>
<p></p>
<p>Kini P mendekam di tahanan Mapolres Jombang. Ia dijerat Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan kawal proses penyidikan secara mendalam sampai kasus ini siap dilimpahkan ke pengadilan," tegas AKP Dimas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrakan Maut di Jalan Raya Sembung Jombang, Pemotor Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrakan-maut-di-jalan-raya-sembung-jombang-pemotor-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrakan-maut-di-jalan-raya-sembung-jombang-pemotor-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Insiden yang melibatkan satu sepeda motor dan dua truk gandeng ini merenggut nyawa pengendara motor di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb0b00e43fa.webp" length="32568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:31:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, pada Selasa malam (5/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden yang melibatkan satu sepeda motor dan dua truk gandeng ini merenggut nyawa pengendara motor di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui bernama Moh. Yusroni (52), warga Dusun Sembung, Desa Sembung, Kecamatan Perak.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki bernomor polisi L 2392 JC melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di tempat kejadian, korban diduga hendak menyalip truk gandeng bernomor polisi AG 8485 UV yang dikemudikan oleh Didi Setiawan.</p>
<p></p>
<p>Nahas, pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk gandeng lain dengan nomor polisi B 9141 CEH yang dikemudikan Edi Sutarno.</p>
<p></p>
<p>"Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak mampu menghindar sehingga sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan badan truk," jelas Kapolsek Perak IPTU Mohammad Supriyo dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Benturan keras itu menyebabkan korban terjatuh ke bawah kendaraan dan terlindas roda truk gandeng. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan perut, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Polsek Perak bersama Unit Laka Lantas Polres Jombang yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Jombang guna keperluan visum dan pemulasaraan.</p>
<p></p>
<p>Selain mengevakuasi korban, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor serta dua unit truk gandeng yang terlibat. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek menegaskan, jajarannya telah melakukan langkah penanganan mulai dari mengamankan lokasi hingga berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas Polres Jombang," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Akibat peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp1 juta. Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat mendahului kendaraan di jalur padat dengan penerangan minim. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengintip Cara Siswa SMAN Ploso Jombang Hidup dari Ketahanan Pangan dan Lingkungan Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengintip-cara-siswa-sman-ploso-jombang-hidup-dari-ketahanan-pangan-dan-lingkungan-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengintip-cara-siswa-sman-ploso-jombang-hidup-dari-ketahanan-pangan-dan-lingkungan-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan siswa terlibat dalam gelar karya kokurikuler yang memadukan edukasi budaya, ketahanan pangan, hingga kampanye pengurangan sampah plastik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb00eed539c.webp" length="46020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SMAN Ploso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Suasana berbeda tampak di SMAN Ploso, Jombang, dalam rangka memperingati hari ulang tahun sekolah ke-43. Ratusan siswa terlibat dalam gelar karya kokurikuler yang memadukan edukasi budaya, ketahanan pangan, hingga kampanye pengurangan sampah plastik.</p>
<p></p>
<p>Kepala Sekolah SMAN Ploso, Qoidatun Nisak, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan juga sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. </p>
<p></p>
<p>“Hari ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-43 sekolah. Kami ingin siswa tidak hanya merayakan, tapi peduli dengan pangan dan lingkungan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fb022a1f87a.webp" alt=""></p>
<p>Salah satu kegiatan utamanya adalah panen hasil kebun sekolah. Beragam sayuran seperti terong, kangkung, cabai, dan tomat dipanen langsung oleh siswa kelas 10 dan 11. Tanaman-tanaman tersebut merupakan hasil budi daya siswa di lahan sekolah yang pengelolaannya dibagi per kelas. </p>
<p></p>
<p>“Kami tidak melibatkan kelas 12 karena mereka sudah fokus pada persiapan akhir pembelajaran dan ujian,” jelas Qoidatun.</p>
<p></p>
<p>Selain panen, siswa juga menghadirkan 15 stan kuliner yang menyajikan jajanan tradisional khas Indonesia. Menariknya, sebagai bagian dari program pengurangan sampah yang dicanangkan Dinas Pendidikan Jawa Timur, seluruh makanan dikemas tanpa menggunakan plastik. </p>
<p></p>
<p>“Bungkusnya tidak boleh plastik. Anak-anak menggunakan daun atau kertas bekas yang masih layak. Ini bagian dari edukasi menuju kebiasaan ramah lingkungan,” kata Qoidatun menambahkan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, suasana budaya juga sangat terasa karena para siswa mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Qoidatun berharap, melalui kegiatan ini siswa semakin mengenal budaya bangsa, mencintai makanan tradisional, serta membangun karakter hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Untuk menambah semangat siswa, pihak sekolah pun mengadakan penilaian. Beberapa kategori yang dilombakan antara lain stan terbaik, kostum terbaik, hingga kebersihan area. </p>
<p></p>
<p>“Penilaian kebersihan juga penting. Kami ingin siswa terbiasa tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua OSIS SMAN Ploso, Anggi, menyebut kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kreativitas dan kekompakan antarkelas. </p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini melatih kolaborasi. Setiap kelas saling berbagi ide untuk menampilkan yang terbaik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan, persiapan acara dilakukan sekitar dua minggu sebelum hari pelaksanaan. Meski awalnya berkonsep sederhana, antusiasme siswa yang tinggi membuat acara berkembang jauh lebih meriah. </p>
<p></p>
<p>“Awalnya sederhana, tapi ternyata di luar ekspektasi. Teman-teman sangat antusias dan hasilnya jadi sangat keren,” katanya.</p>
<p></p>
<p>OSIS sendiri berperan tidak hanya sebagai panitia, tetapi juga membantu mengoordinasikan siswa di masing-masing kelas serta menyebarkan informasi kegiatan. Dengan total 15 stan yang masing-masing dikelola oleh satu kelas, gelar karya ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beda Suara Pemecatan Guru ASN di Plosok Jombang Antara Mantan Murid dan Kepsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beda-suara-pemecatan-guru-asn-di-plosok-jombang-antara-mantan-murid-dan-kepsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beda-suara-pemecatan-guru-asn-di-plosok-jombang-antara-mantan-murid-dan-kepsek</guid>
<description><![CDATA[ Guru bernama Yogi Susilo itu dipecat atas dugaan sering tidak masuk mengajar, namun tudingan tersebut dibantah keras oleh mantan murid dan warga sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf6f5ec4b2.webp" length="20674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:27:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pemecatan seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di SDN Jipurapah 2, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, memunculkan suara yang bertolak belakang antara pihak sekolah dan masyarakat.</p>
<p>Guru bernama Yogi Susilo itu dipecat atas dugaan sering tidak masuk mengajar, namun tudingan tersebut dibantah keras oleh mantan murid dan warga sekitar.</p>
<p>Kepala Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Jihan Suprendi (25), yang juga mantan murid Yogi, memberikan kesaksian yang berbeda. Ia mengenal Yogi sebagai pribadi yang disiplin dan sangat jarang absen.</p>
<p>"Setahu saya, Pak Yogi itu orangnya baik dan tidak pernah bolos. Dulu saya juga murid beliau," ucap Jihan, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Tinggal tepat di depan sekolah, Jihan mengaku sering mengamati aktivitas para guru. Ia menyebut Yogi biasanya sudah tiba di sekolah sebelum jam setengah tujuh pagi, bahkan tetap berangkat saat hujan dan kondisi jalan rusak. Ketidakhadiran Yogi, menurut Jihan, hanya terjadi selama beberapa bulan karena sakit, dan setelah pulih ia kembali aktif mengajar seperti biasa.</p>
<p>Jihan juga menilai Yogi memiliki hubungan yang sangat baik dengan siswa dan wali murid. </p>
<p>"Orangnya supel, suka bercanda. Wali murid juga banyak yang senang. Bahkan sering mampir ke rumah warga saat istirahat untuk sekadar ngobrol," tambahnya. </p>
<p>Ia mengungkapkan, banyak warga yang heran dengan keputusan pemecatan tersebut mengingat rekam jejak Yogi yang dinilai baik. Jihan menegaskan, Yogi adalah guru yang datang paling awal dan pulang paling akhir.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Sekolah SDN Jipurapah 2, Winarsih, memberikan keterangan yang justru menguatkan alasan pemecatan. Winarsih mengungkapkan adanya dugaan ketidakhadiran berkepanjangan Yogi sepanjang 2024 hingga 2025 yang berdampak serius pada kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>"Memang benar, selama satu semester itu tidak masuk. Bukti absensinya ada," ucap Winarsih.</p>
<p>Menurut Winarsih, kondisi itu berlanjut dari Januari hingga Juni 2025, yang berujung pada sanksi penurunan pangkat dari golongan III B menjadi III A oleh Dinas Pendidikan. Setelah itu, Yogi sempat aktif selama dua bulan dari Juli hingga Agustus 2025. Namun, sejak September 2025, kehadirannya kembali tidak menentu. Winarsih menyebut, dalam sebulan, Yogi hanya masuk satu kali dari total 20 hari kerja.</p>
<p>"Kalau dihitung, dalam satu bulan kerja sekitar 20 hari, tapi kehadirannya sangat minim. Bisa dibilang 10 hari hanya masuk satu kali," ujarnya. </p>
<p>Winarsih menambahkan, sejak Oktober hingga Desember 2025, tidak ada surat keterangan resmi yang diberikan kepada sekolah, termasuk surat dokter.</p>
<p>Dampak dari ketidakhadiran ini dinilai krusial, terutama bagi siswa kelas 1 yang membutuhkan pendampingan intensif. </p>
<p>"Dampaknya sangat besar, terutama pada siswa kelas satu. Kemampuan membaca dan berhitung mereka jadi tertinggal," jelas Winarsih. </p>
<p>Ia memastikan bahwa seluruh bukti absensi dan dokumen pendukung telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan BKPSDM, dan keterangan dari seluruh staf sekolah membenarkan kondisi tersebut.</p>
<p>Meski demikian, Yogi diketahui kembali aktif mengajar sejak Januari 2026 setelah dipanggil oleh Dinas Pendidikan. SDN Jipurapah 2 sendiri memiliki total 10 guru dan 25 siswa, dengan Yogi bertanggung jawab mengajar 7 siswa di kelas 1. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangunan Tinggal Rangka, Petani di Sudimoro Jombang Pertanyakan Proyek Hippa Dinas Pertanian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangunan-tinggal-rangka-petani-di-sudimoro-jombang-pertanyakan-proyek-hippa-dinas-pertanian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangunan-tinggal-rangka-petani-di-sudimoro-jombang-pertanyakan-proyek-hippa-dinas-pertanian</guid>
<description><![CDATA[ Pasalnya proyek senilai Rp 35 juta yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirto Langgeng tahun 2019 sudah rusak tinggal kerangka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9d58f22dbe.webp" length="121218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 20:55:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Proyek Hippa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Program penyediaan sarana dan prasarana pertanian Pembangunan Sumur Dangkal di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang dikeluhkan petani setempat. Pasalnya, proyek senilai Rp35 juta yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirto Langgeng tahun 2019 sudah rusak tinggal kerangka. </p>
<p>Keluhan petani yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu mengurai hasil temuan di lapangan. Ia menyebut bangunan proyek Hippa tersebut diduga syarat manipulasi. </p>
<p>"Sepertinya proyek Hippa sesuai prosedur, namun ada beberapa diduga patut dicurigai. Dari penggunaan anggaran tidak sesuai dengan RAB, salah satu contoh belanja pompa air merk Kubota 8,5 PK yang di RAB berbunyi senilai Rp21 juta, tapi fakta pengecekan di lapangan pada saat itu nilainya tidak lebih dari Rp14 juta," ucap salah seorang narasumber kepada media ini, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Sekitar tahun 2021 sampai saat ini, keberadaan pompa air diesel sudah tidak ada. Temuan di lapangan kuat dugaan barang sudah ditransaksikan kepada pihak lain. Terkait siapa yang menjual, tidak diketahui, tapi arah barang dirinya mengetahui. Sepertinya, karena khawatir terkuak, pihak dari desa sudah menyiapkan diesel namun tidak sesuai dengan spek yang dibeli. </p>
<p>"Yang lama merknya Kubota kapasitas 8,5 PK sekarang sudah disiapkan diesel lagi tapi bukan merk Kubota 8,5 PK," ujarnya. </p>
<p>Selain dugaan ada permainan di pengadaan diesel, juga ada penyelewengan pada pengadaan paralon. Spek Paralon dan jumlahnya sudah tidak sesuai dengan RAB. Termasuk untuk pengeboran, di RAB tertulis ongkos pengeboran Rp4,5 juta, namun ketika kita klarifikasi kepada pihak pengebor, cuma diberi ongkos Rp1,5 juta. </p>
<p>"Dari pengeboran itu ada Rp 3 juta yang hilang," sebutnya. </p>
<p>Pengerjaan Hippa 2019 sebenarnya ada tiga desa di Kecamatan Megaluh yang menerima, yakni Desa Megaluh, Desa Sudimoro dan Desa Dukuharum. </p>
<p>"Paling parah penyelewengannya Desa Sudimoro," tudingnya. </p>
<p>Petani merasa dirugikan, atau tidak bermanfaatnya pengeboran sumur dangkal ini. Pihak warga berharap ada langkah pengusutan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Kerugian masyarakat yang selama ini bisa terjawab. </p>
<p>Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sudimoro, Irsyad Sirajuddin melalui sambungan Whatsapp +62 851-9458-xxxx terkait keluhan petani soal proyek Hippa dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Dinas Pertanian Kabupaten Jombang belum menuai jawaban. </p>
<p>Atas kerugian dari dugaan penyelewengan proyek pembangunan sumur dangkal tersebut, sejumlah petani di Desa Sudimoro bahkan akan melayangkan laporan kepada pihak berwajib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Klaim Sesuai Prosedur, Sederet Fakta Kasus Pemecatan Guru ASN di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-klaim-sesuai-prosedur-sederet-fakta-kasus-pemecatan-guru-asn-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-klaim-sesuai-prosedur-sederet-fakta-kasus-pemecatan-guru-asn-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Dua pendidik, Yogi Susilo Wicaksono dan Dharu Suwandono, kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat. Mereka terjerat pasal disiplin berat karena dituduh bolos kerja hingga ratusan hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f962029bf0c.webp" length="104652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 10:41:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Di balik narasi pembangunan sumber daya manusia yang digaungkan pemerintah, sebuah ironi muncul dari ruang-ruang kelas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dua pendidik, Yogi Susilo Wicaksono dan Dharu Suwandono, kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat. Mereka terjerat pasal disiplin berat karena dituduh bolos kerja hingga ratusan hari.</p>
<p>Namun, di balik angka presensi ketidakhadiran yang disodorkan pemerintah daerah, tersimpan narasi perlawanan soal sistem birokrasi yang dianggap kaku dan tuli, hingga dugaan kriminalisasi terhadap mereka yang berani bersuara. Berikut fakta-faktanya:</p>
<p><strong>Tragedi Yogi Susilo: Lumpuh di Medan Ekstrem, Permohonan Mutasi Diabaikan</strong></p>
<p>Bagi Yogi Susilo Wicaksono, pengabdiannya di wilayah terpencil berakhir dengan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Dengan Hormat (PDH) yang ditandatangani Bupati Warsubi pada 18 April 2026. Yogi dituding mangkir selama 181 hari sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Akar masalahnya bermula pada 2023 saat ia dimutasi ke SDN Jipurapah 2, sekolah di pelosok dengan medan berat dan jarak tempuh 90 menit dari rumahnya. Di tengah tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, penyakit saraf terjepit (HNP) yang dideritanya sejak 2016 kambuh.</p>
<p>Kondisinya ambruk pada Juli 2024. Kakinya memar hitam dan ia kehilangan kemampuan berjalan. Dalam kondisi tak berdaya, Yogi berkali-kali mengajukan mutasi ke sekolah dengan akses lebih ramah bagi kondisi medisnya, lengkap dengan resume medis. Namun, permohonan itu tak pernah ditindaklanjuti.</p>
<p>"Saya bilang siap masuk, meskipun pangkat diturunkan, asalkan dimutasi karena riwayat sakit saya. Tapi tidak ada tindak lanjut," ungkap Yogi.</p>
<p>Pemkab Jombang bergeming pada catatan ketidakhadiran masif dari sistem absensi manual saat itu. Bagi mereka, angka 181 hari adalah angka mati yang tak bisa ditawar alasan kesehatan.</p>
<p><strong>Dharu Suwandono: Mesin Pemindai Wajah Jadi Alat Pemecat dan Dugaan Balas Dendam</strong></p>
<p>Nasib serupa menimpa Dharu Suwandono, guru olahraga di SDN Jombatan 6, yang dipecat atas tuduhan mangkir 177 hari. Dharu membantah keras dan membawa narasi lebih tajam: dugaan malfungsi teknologi dan aroma balas dendam birokrasi.</p>
<p>Menurutnya, pangkal masalah adalah mesin *faceprint* (pemindai wajah) sekolah yang gagal membaca datanya sejak 2024. Selama mesin rusak, ia mengklaim tetap mengajar dan mengisi absensi manual, sebuah prosedur yang awalnya direstui pihak sekolah.</p>
<p>"Absensi manual itu ada. Faceprint seharusnya alat bantu disiplin, bukan alat untuk menjatuhkan pegawai," tegas Dharu.</p>
<p>Ia menduga ada motif lain di balik pemecatannya. Sebelum SK turun, Dharu vokal melaporkan dugaan manipulasi data elektronik ke polisi, terkait data sertifikasi miliknya dan istri yang mendadak tidak valid. Akibatnya, Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai Rp40 juta tak kunjung cair.</p>
<p>"Saya menduga ini ada kaitannya. Saya melaporkan kebenaran, tapi justru saya yang didepak," ujarnya. Kini, Dharu menempuh jalur banding ke Badan Pertimbangan (BP) ASN.</p>
<p><strong>Klaim Pemkab Jombang: Prosedur Sudah On the Track</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menegaskan prosedur pemecatan sudah benar. Kepala BKPSDM, Anwar, menyebut keputusan itu telah melalui proses panjang dan mendapat restu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>"Proses sudah berjalan sesuai ketentuan. Yang bersangkutan telah diberikan kesempatan memperbaiki, namun tidak dimanfaatkan," tegas Anwar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, menambahkan beban kerja guru kini lebih ketat. Merujuk Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025, guru wajib memenuhi 37,5 jam kerja per pekan. Ketidakhadiran fisik tanpa keterangan sah, apa pun alasannya, dianggap pelanggaran disiplin berat.</p>
<p><strong>Dewan Pendidikan Desak Audit Kemanusiaan</strong></p>
<p>Kasus ini memicu reaksi keras Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang. Ketua Dewan Pendidikan, Cholil Hasyim, mencium ketidakadilan administratif dan lemahnya tata kelola data.</p>
<p>"Ada perbedaan data mencolok. Guru merasa masuk, dinas mencatat bolos. Ini menunjukkan ada yang salah dengan sistem pencatatan kita," kata Cholil.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengeluarkan lima rekomendasi darurat, salah satunya mendesak "Audit Kemanusiaan". Mereka meminta pemeriksaan medis independen untuk menilai kelayakan fisik guru di medan ekstrem serta mendorong penyelesaian berbasis <em>restorative justice</em>.</p>
<p>Kasus Yogi dan Dharu kini menjadi cermin retak dunia pendidikan di Jombang. Di kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini, keadilan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tengah diuji di ruang banding dan Pengadilan Tata Usaha Negara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Launching Nasional, Bupati Jombang Tinjau Kesiapan KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-launching-nasional-bupati-jombang-tinjau-kesiapan-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-launching-nasional-bupati-jombang-tinjau-kesiapan-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung sebelum koperasi tersebut resmi dioperasikan secara massal pada akhir Juli 2026 mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f83f62ca790.webp" length="56858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 14:44:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Bupati Jombang Warsubi melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung sebelum koperasi tersebut resmi dioperasikan secara massal pada akhir Juli 2026 mendatang.</p>
<p>Dalam keterangannya, Warsubi menjelaskan bahwa KDKMP di Desa Tunggorono telah mulai menerima dukungan armada logistik. </p>
<p>"Dukungan tersebut mencakup satu unit truk, satu mobil pick-up, serta dua unit motor roda tiga (Tosa) yang akan digunakan untuk menunjang operasional koperasi di tingkat desa," ucap Warsubi kepada suarajatimpost.com, Senin (4/5/2026). </p>
<p>Hingga saat ini, tercatat sebanyak 210 titik KDKMP di Jombang sedang dalam masa persiapan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen atau sekitar 167 titik yang sudah siap. Meski demikian, Warsubi mengakui masih terdapat kendala lahan di beberapa wilayah.</p>
<p>"Masih ada (desa/kelurahan) yang belum memiliki tanah yang kurang pas. Nanti tetap akan kami mintakan ke pusat bagaimana terkait pengadaan tanahnya, apakah bisa di gang atau di jalur jalan lingkungan desa. Saya yakin mekanismenya pasti ada," ujar Warsubi. </p>
<p>Program KDKMP ini merupakan bagian dari Program Nasional yang terintegrasi dengan inisiatif strategis lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warsubi menegaskan bahwa seluruh kepala daerah wajib mensukseskan agenda nasional tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan terkait rencana pemerintah akan melakukan launching serentak 1.000 titik KDMP di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026, tepat sebelum pidato kenegaraan 17 Agustus.</p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkap Letkol Kav Dicky. </p>
<p>Diakui Dandim jika kendala lahan untuk pembangunan KDKMP dialami wilayah kelurahan yang posisinya di daerah perkotaan. Namun, pihaknya terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud. </p>
<p>"Kalau di Jombang, Insya Allah seluruh 210 insya Allah sudah jadi semua. Jadi kalau Jombang kan (totalnya) 306, kurang 96 lagi. Ya, semoga saja ada tanah masuk baru, terutama yang di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jagongan Budaya di Jombang: Kilas Balik Kejayaan Majapahit hingga Sumbangsih Soekarno untuk Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jagongan-budaya-di-jombang-kilas-balik-kejayaan-majapahit-hingga-sumbangsih-soekarno-untuk-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jagongan-budaya-di-jombang-kilas-balik-kejayaan-majapahit-hingga-sumbangsih-soekarno-untuk-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Para penutur sejarah silih berganti menapaki babak keemasan Kerajaan Majapahit hingga pengakuan kejayaan Indonesia di bawah Presiden Pertama, Ir. Soekarno. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6cfc299fe4.webp" length="26606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 14:12:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jagongan Budaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Para pegiat budaya dan sejarah Kabupaten Jombang meletakkan sejumlah gagasan tentang Indonesia dalam sebuah momen bertajuk "Jagongan Budaya". Para penutur sejarah silih berganti menapaki babak keemasan Kerajaan Majapahit hingga pengakuan kejayaan Indonesia di bawah Presiden Pertama, Ir. Soekarno.</p>
<p>Momen "Jagongan Budaya" bertepatan dengan malam bulan purnama pada penanggalan Jawa, Jumat malam (01/4/2026). Bertempat di Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, acara ini dihadiri pegiat budaya dari Trowulan Mojokerto, Kediri, dan Jombang. Di tempat tersebut, mereka berdoa bersama untuk kebangkitan Nusantara.</p>
<p>Sejumlah narasumber hadir dalam jagongan budaya dan doa bersama tersebut, di antaranya Budayawan Nasrul Ilah (Cak Nas), Pemerhati Sejarah Arif Yulianto (Cak Arif), Pemerhati Sejarah Ari Hakim, Pemerhati Budaya Supriyadi, Praktisi Budaya Isma Hakim, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri RM. Kuswartono, serta Tokoh Spiritual Ki Budi Sejati.</p>
<p>Di awal acara, ditampilkan Tari Klono oleh anak-anak Desa Jatiduwur. Kemudian dilanjutkan dengan Tari Klono Wayang Topeng Jatiduwur sebagai simbol refleksi Raja Majapahit Hayam Wuruk yang menari menggunakan topeng berwarna emas.</p>
<p>Acara kemudian berlanjut dengan jagongan budaya yang mengulas masa keemasan Nusantara pada era Majapahit di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas sosok Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno, yang mampu membawa Indonesia sejajar dengan negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet.</p>
<p>Pengelola Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Isma Hakim, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan diskusi dan perenungan bahwa kebangkitan Nusantara harus dijemput, tidak hanya ditunggu.</p>
<p>"Kami memilih malam puncak Purnama sebagai refleksi Prabu Hayam Wuruk menari topeng berwarna emas. Pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada inilah masa keemasan Majapahit terjadi," ujar Isma Hakim dalan pesan diterima, Ahad (3/4/2026). </p>
<p>Isma Hakim berharap, ulasan sejarah Raja Hayam Wuruk dan Bung Karno beserta semangat kedua tokoh tersebut dapat menjadi spirit bagi Indonesia untuk bangkit seperti kondisi Nusantara pada masa keemasannya yang terkenal dengan "Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Karto Raharjo".</p>
<p>Sementara itu, Pegiat Sejarah Ari Hakim berharap kegiatan serupa dapat memicu inisiatif yang sama di daerah-daerah lain.</p>
<p>"Untuk bersama-sama berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kebangkitan Nusantara benar-benar segera diberikan kepada Indonesia," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenhaj Jombang Ingatkan CJH Jangan Nekat Bawa Deretan Barang Ini!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-jombang-ingatkan-cjh-jangan-nekat-bawa-deretan-barang-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-jombang-ingatkan-cjh-jangan-nekat-bawa-deretan-barang-ini</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah menegaskan, barang bawaan yang melanggar aturan dapat berujung pada penyitaan hingga menghambat proses keberangkatan ke Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6076a25efc.webp" length="26786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:19:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Haji 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menjelang keberangkatan haji pada awal Mei 2026, calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang diingatkan untuk tidak sembarangan mengisi koper.</p>
<p>Pemerintah menegaskan, barang bawaan yang melanggar aturan dapat berujung pada penyitaan hingga menghambat proses keberangkatan ke Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim menekankan bahwa pemeriksaan barang bawaan akan dilakukan secara ketat sebelum keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai karena membawa barang yang dilarang justru menghambat keberangkatan sendiri," ujar Ilham dalam pesan yang diterima wartawan, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun deretan barang yang dilarang masuk ke dalam koper maupun tas kabin meliputi pisau, gunting, cutter, korek api gas, bahan kimia, hingga benda mudah meledak. Petugas bandara disebut tidak akan memberi toleransi terhadap barang yang dianggap membahayakan keselamatan penerbangan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya benda tajam, jemaah juga diminta lebih cermat dalam membawa perlengkapan cair. Parfum, minyak kayu putih, sampo, madu, obat sirup, hingga losion dibatasi maksimal 100 mililiter per kemasan. </p>
<p></p>
<p>"Cairan yang melebihi ketentuan berpotensi ditahan saat pemeriksaan," lanjut Ilham.</p>
<p></p>
<p>Aturan ketat juga berlaku untuk penggunaan power bank. Kapasitas maksimal yang diperbolehkan hanya 20 ribu mAh dan wajib dibawa di dalam tas kabin. Jika kedapatan disimpan di bagasi, barang tersebut berisiko dikeluarkan oleh petugas.</p>
<p></p>
<p>Selain barang bawaan, Ilham turut mengingatkan jemaah agar tidak membawa rokok maupun uang tunai secara berlebihan. Rokok hanya diperbolehkan maksimal 200 batang dan murni untuk konsumsi pribadi, bukan untuk diperjualbelikan.</p>
<p></p>
<p>Sementara bagi jemaah yang rutin mengonsumsi obat dalam jumlah banyak, diwajibkan untuk membawa surat keterangan dokter guna menghindari kendala saat pemeriksaan keamanan di bandara.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, proses pengumpulan koper CJH Jombang mulai dijadwalkan pada 4 hingga 5 Mei 2026. Kloter 60 dan 61 diagendakan menyerahkan koper pada Senin (4/5/2026), sedangkan kloter 62 dan 63 pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak Kemenhaj berharap seluruh jemaah dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran proses keberangkatan tanpa hambatan administrasi maupun pemeriksaan barang bawaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komitmen Pemkab Jombang Dalam Peringatan Hardiknas 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komitmen-pemkab-jombang-dalam-peringatan-hardiknas-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komitmen-pemkab-jombang-dalam-peringatan-hardiknas-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan dengan menggelar Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd74ffa4e0b.webp" length="43184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 15:35:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan dengan menggelar Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Pemkab Jombang, Sabtu (2/5/2026) pagi, dengan Bupati Jombang, Warsubi bertindak sebagai Inspektur Upacara.</p>
<p></p>
<p>Suasana upacara tidak hanya khidmat, namun juga sarat makna kebangsaan. Bupati Warsubi dan para pejabat hadir mengenakan busana khas Jombang Deles, sementara peserta lainnya tampil anggun dengan pakaian nasional dan baju adat daerah, sebagai simbol kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Mendikdasmen menegaskan bahwa hakikat pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses mulia untuk memanusiakan manusia. Sejalan dengan hal itu, pemerintah pusat mendorong implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas.</p>
<p></p>
<p>“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus untuk memanusiakan manusia. Jika hendak memajukan bangsa, perbaikilah pendidikan mulai dari dalam kelas melalui pendekatan pembelajaran yang mendalam,” ujar Bupati Warsubi membacakan pidato Mendikdasmen.</p>
<p></p>
<p>Komitmen Pemkab Jombang selaras dengan langkah strategis pemerintah pusat untuk mewujudkan "Pendidikan Bermutu untuk Semua" melalui lima pilar utama. Pertama, menciptakan ruang belajar yang nyaman dengan merevitalisasi bangunan sekolah dan mempercepat digitalisasi sarana kelas. Kedua, meningkatkan kesejahteraan serta kompetensi guru melalui beasiswa S1, pelatihan teknologi, dan penyederhanaan penyaluran tunjangan. Ketiga, membangun karakter anak bangsa lewat sekolah aman dan program gizi baik. Keempat, memperkuat literasi, numerasi, dan penguasaan sains (STEM). Terakhir, menjamin akses pendidikan yang adil bagi anak kurang mampu dan berkebutuhan khusus.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi nyata atas komitmen tenaga pendidik, Hardiknas 2026 di Jombang juga diwarnai pemberian penghargaan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Berikut para peraih Juara I:</p>
<p></p>
<p>- Guru PAUD: Iflaha Zulia Rahayu Fitri, S.Pd (KB Tarbiyatul Aulad, Megaluh)</p>
<p>- Kepala Sekolah PAUD: Nur Khanifah (TPA Islam Terpadu Ceria, Mojoagung)</p>
<p>- Guru TK: Lilik Chuzaimah, S.Psi (TK Roudlotul Hikmah, Diwek)</p>
<p>- Kepala TK: Yulia Mustianingrum, S.Pd., M.A.P (TK Dharma Wanita Sepanyul, Gudo)</p>
<p>- Guru SD: Ismail Harianto, M.Pd (SD Negeri Tampingmojo, Tembelang)</p>
<p>- Kepala Sekolah SD: Donny Erfantoro, S.Pd. (SD Negeri Jombatan 3 Jombang)</p>
<p>- Guru SMP: Meriena Mustikaning Kussusilo, S.Pd (SMP Negeri 3 Kabuh)</p>
<p>- Kepala SMP: Laily Syarifah, S.Ag (SMP Negeri 2 Megaluh)</p>
<p>- Guru Pamong: Gilang Adi Permana, S.Pd., M.Pd. (SKB Gudo)</p>
<p>- Pengawas Penilik: Ninik Nur Oktaviani, S.Pd (Dinas Pendidikan &amp; Kebudayaan)</p>
<p></p>
<p>Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, Ketua DPRD Hadi Atmaji, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, Ning Ema Erfina, para pimpinan organisasi wanita, serta seluruh Kepala OPD dan undangan lainnya. Kehadiran mereka semakin mengukuhkan sinergi dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu di Kabupaten Jombang. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Termasuk di Stasiun Jombang, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Pengembangan Bisnis Non&amp;Core</title>
<link>https://suarajatimpost.com/termasuk-di-stasiun-jombang-kai-daop-7-madiun-perkuat-pengembangan-bisnis-non-core</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/termasuk-di-stasiun-jombang-kai-daop-7-madiun-perkuat-pengembangan-bisnis-non-core</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini dijalankan di seluruh wilayah operasional Daop 7, termasuk di Stasiun Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f582dcda66d.webp" length="48822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 14:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PT KAI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kian agresif menggenjot pengembangan bisnis non-inti sebagai bagian dari strategi optimalisasi pendapatan dan nilai aset perusahaan. Langkah ini dijalankan di seluruh wilayah operasional Daop 7, termasuk di Stasiun Jombang.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa pemanfaatan aset properti menjadi pilar utama dalam ekspansi bisnis tersebut. Perusahaan memaksimalkan lahan dan bangunan di sekitar stasiun untuk area komersial, seperti penyewaan kios, ruang iklan, hingga modernisasi pengelolaan fasilitas parkir.</p>
<p></p>
<p>“Pengembangan bisnis non-core kini menjadi salah satu fokus utama kami. Seluruh aset yang dimiliki diupayakan memiliki nilai tambah secara ekonomi, guna meningkatkan kontribusi pendapatan bagi perusahaan,” ujar Tohari dalan pesan diterima wartawan, Sabtu (2/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Tidak hanya optimalisasi aset fisik, KAI Daop 7 Madiun turut memperkuat sinergi ekosistem transportasi dan layanan hospitality. Wujud konkretnya adalah kolaborasi dengan penyedia transportasi daring yang diresmikan di Stasiun Madiun pada Jumat (1/5/2026). Kerja sama ini menghadirkan fasilitas Lounge khusus bagi pelanggan yang menunggu kendaraan lanjutan, memberikan suasana yang lebih nyaman dan pelayanan personal.</p>
<p></p>
<p>Dalam momen peresmian tersebut, Tohari turut menyapa pelanggan yang baru tiba dan membagikan merchandise menarik kepada mereka yang berada di area Lounge.</p>
<p></p>
<p>“Sinergi ini merupakan langkah nyata membangun ekosistem layanan terintegrasi. Kami ingin pengalaman pelanggan tidak berhenti saat turun dari kereta, tetapi berlanjut melalui fasilitas yang nyaman dan relevan dengan kebutuhan perjalanan masa kini,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui berbagai inovasi di sektor non-angkutan seperti Lounge dan kerja sama antarmoda yang akan dikembangkan hingga ke stasiun lain termasuk Jombang, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen meningkatkan standar pelayanan berbasis hospitality.</p>
<p>Harapannya, langkah ini tak hanya mendongkrak kepuasan pelanggan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis perusahaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringatan May Day 2026 di Jombang Suarakan Nasib Buruh dari PHK hingga Tolak UU Cipta Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringatan-may-day-2026-di-jombang-suarakan-nasib-buruh-dari-phk-hingga-tolak-uu-cipta-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringatan-may-day-2026-di-jombang-suarakan-nasib-buruh-dari-phk-hingga-tolak-uu-cipta-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Tuntutan lahir dari Serikat Buruh Plywood Jombang-Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBPJ-GSBI) dan Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4c81d7730c.webp" length="55214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 11:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, May Day 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Jombang menjadi momen bagi dua serikat buruh untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah. Tuntutan lahir dari Serikat Buruh Plywood Jombang-Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBPJ-GSBI) dan Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Ketua SBPJ-GSBI Jombang, Hadi Purnomo, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk memperjuangkan nasib para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan kayu lapis PT Seng Fong Moulding Perkasa (SGS). </p>
<p>Menurutnya, pekerja yang terkena PHK hanya menerima pesangon separuh dari ketentuan, itupun dibayarkan secara bertahap hingga 10 kali cicilan.</p>
<p>“Jumlah pekerja yang terdampak PHK sejak tahun lalu mencapai sekitar 347 orang. Saat ini masih tersisa tiga pekerja yang menolak skema pesangon tersebut,” ucap Hadi dalam pesan diterima suarajatimpost.com, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Selain persoalan PHK, SBPJ-GSBI juga menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Hadi menilai regulasi tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk melakukan PHK dengan dalih kerugian tanpa transparansi.</p>
<p>“Perusahaan menyatakan merugi, tetapi tidak pernah membuka data kerugian kepada pekerja. Kami sudah berupaya melakukan perundingan bipartit maupun tripartit, namun perusahaan tetap bersikukuh pada alasan kerugian dan pembayaran pesangon secara mencicil,” jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Sarbumusi Jombang, Lutfi Mulyono, menyoroti persoalan outsourcing dan upah pekerja. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak perusahaan di Jombang yang membayar pekerjanya di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).</p>
<p>“Sekitar 90 persen perusahaan di Jombang masih membayar upah di bawah UMK. Ini menjadi persoalan serius yang harus dievaluasi,” ungkap Lutfi usai audiensi.</p>
<p>Sarbumusi juga meminta evaluasi terhadap peraturan daerah yang dinilai sudah tidak relevan pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait ketenagakerjaan. Lutfi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal tuntutan tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi apabila tidak ada tindak lanjut dari DPRD maupun instansi terkait.</p>
<p>“Kami ingin ada rekomendasi konkret dan penindakan dari pemerintah, bukan sekadar hearing tanpa hasil,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Desak Inspektorat Audit Menyeluruh Administrasi Disdikbud Jombang yang Amburadul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-desak-inspektorat-audit-menyeluruh-administrasi-disdikbud-jombang-yang-amburadul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-desak-inspektorat-audit-menyeluruh-administrasi-disdikbud-jombang-yang-amburadul</guid>
<description><![CDATA[ Desakan Dewan Pendidikan untuk audit Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang menyusul mencuatnya kasus pemberhentian dua guru dari status jabatan ASN oleh Bupati Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f56637e88aa.webp" length="56466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 10:53:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Audit Dinas Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola administrasi kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait kasus pemberhentian Yogi Susilo Wicaksono, guru SDN Jipurapah 2 dan Ndharu Suwandono guru SDN Jombatan. </p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan bahwa kasus ini mengungkap adanya potensi ketidaksinkronan data dan kelemahan komunikasi administratif yang fatal di internal dinas. </p>
<p>Dewan Pendidikan menemukan perbedaan antara data ketidakhadiran 181 hari versi dinas dengan pengakuan guru yang bersangkutan.</p>
<p>"Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan ketidaksinkronan data kehadiran atau perbedaan interpretasi terhadap status kehadiran di lapangan," tegas Cholil Hasyim dalam keterangan rilis Dewan Pendidikan yang diterima media ini, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Selain sengketa data kehadiran, Dewan Pendidikan juga menyinggung kelalaian administrasi dalam merespons kondisi kesehatan guru. </p>
<p>Terdapat dikotomi informasi di mana pihak dinas mengeklaim tidak pernah menerima pengajuan mutasi tertulis, sementara guru mengaku telah mengajukan permohonan lisan beserta bukti medis saraf terjepit. </p>
<p>Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelemahan tata kelola administrasi kepegawaian, terutama dalam menangani situasi darurat kesehatan. </p>
<p>Dewan Pendidikan menekankan bahwa secara hukum, merujuk pada UU Nomor 8 Tahun 2016, keterbatasan fisik jangka panjang yang dialami guru di medan berat seharusnya mendapat hak akomodasi yang layak dan pertimbangan penempatan yang manusiawi.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengeluarkan lima rekomendasi, pertama Dewan Pendidikan meminta audit kemanusiaan dan verifikasi medis Independen dengan cara embentuk tim medis spesialis saraf untuk menilai kesesuaian fisik guru dengan medan penugasan ekstrem di wilayah Jipurapah.</p>
<p>Kedua, klarifikasi dan rekonstruksi administrasi. Artinya membuka ruang formal untuk melengkapi dokumen medis dan mutasi guna memastikan status kepegawaian ditetapkan secara akurat.</p>
<p>Ketiga harus ada investigasi dari Inspektorat. Dewan Pendidikan mendesak Inspektorat daerah memeriksa sistem pencatatan kehadiran untuk memastikan tidak ada ketidakadilan struktural.</p>
<p>Keempat Dewan Pendidikan meminta ada penyelesaian keadilan restoratif. Mempertimbangkan opsi mutasi bersyarat sebagai alternatif selain pemecatan.</p>
<p>Kelima adanya reformasi penempatan wilayah 3T. Dewan Pendidikan mendesak kebijakan penempatan guru di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) berbasis profil kesehatan dan analisis risiko geografis.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengingatkan bahwa integritas sistem pendidikan tidak hanya diukur dari kepatuhan administratif yang kaku, tetapi juga dari keadilan data dan perlindungan terhadap keselamatan kerja aparatur di lapangan. </p>
<p>"Penuntasan kasus ini secara transparan menjadi ujian bagi kredibilitas manajemen birokrasi pendidikan di Kabupaten Jombang," pungkasnya. </p>
<p>Sebelumnya, Belum usai kasus pemberhentian guru berinisial S atau Yogi Susilo di Jombang, kini dunia pendidikan di Kota Santri kembali dihangatkan dengan dugaan kasus pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Dharu Suwandono, seorang guru olahraga di SD Negeri Jombatan 6.</p>
<p>Dharu mengaku diberhentikan dengan tuduhan akumulasi tidak masuk kerja selama 177 hari, meski ia membantah keras tuduhan tersebut.</p>
<p>Dharu, yang telah mengabdi di Jombang sejak 2009, menduga kuat bahwa pemberhentian dirinya merupakan buntut dari laporannya ke pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh oknum pegawai di Dinas Pendidikan setempat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengoplos Elpiji Subsidi di Jombang Digaruk Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengoplos-elpiji-subsidi-di-jombang-digaruk-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengoplos-elpiji-subsidi-di-jombang-digaruk-polisi</guid>
<description><![CDATA[ polisi mengamankan dua pria yang kedapatan memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi demi meraup keuntungan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4c345a1059.webp" length="57778" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 10:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Elpiji Oplosan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang berhasil menggaruk pelaku pengoplosan gas Elpiji 3 kg bersubsidi. Dalam operasi yang digelar pada pertengahan April 2026, polisi mengamankan dua pria yang kedapatan memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi demi meraup keuntungan pribadi.</p>
<p>Pelaku pertama, Ahmad Fuad Hasan (39), ditangkap di sebuah rumah di Dusun Tanjung Anom, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, pada 14 April 2026. </p>
<p>"Saat dilakukan penggerebekan, pelaku sedang memindahkan gas menggunakan pipa besi modifikasi," ujar Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander dalam pesan diterima wartawan, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Pelaku kedua, Muhammad Taufik (48), ditangkap pada 15 April 2026 di Perumahan Griya Kalijaring Indah, Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang. Pelaku kedapatan melakukan praktik pengoplosan memakai selang regulator.</p>
<p>Para pelaku menggunakan peralatan rakitan untuk mentransfer isi dari empat tabung gas 3 kg (tabung melon) ke dalam satu tabung 12 kg. </p>
<p>"Hasil dari pengoplosan ini kemudian dijual kembali dengan harga pasar non-subsidi, yakni sekitar Rp150.000 per tabung," ungkapnya.</p>
<p>Dari kedua tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain puluhan tabung elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg, alat suntik rakitan berupa pipa besi dan selang regulator, timbangan digital untuk memastikan berat gas, serta satu unit kendaraan roda tiga yang digunakan sebagai sarana transportasi operasional.</p>
<p>"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah," pungkas AKP Dimas.</p>
<p>Pihak kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus ini guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan pengoplos lain yang lebih besar di wilayah Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Perempuan Jombang Jadi Korban Penusukan Pria Kebumen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-perempuan-jombang-jadi-korban-penusukan-pria-kebumen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-perempuan-jombang-jadi-korban-penusukan-pria-kebumen</guid>
<description><![CDATA[ Kedua korban, Sita Janatul Munawaroh (25) dan adiknya Zubaidah Septia Ningsih (21), mengalami luka tusuk setelah diserang oleh seorang pria di dalam rumah mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4cc7c2aa3e.webp" length="14766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 08:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penusukan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Aksi penganiayaan berat menimpa dua orang perempuan di Dusun Purisemanding, Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Kamis (30/4/2026) malam. </p>
<p>Kedua korban, Sita Janatul Munawaroh (25) dan adiknya Zubaidah Septia Ningsih (21), mengalami luka tusuk setelah diserang oleh seorang pria di dalam rumah mereka.</p>
<p>Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku berinisial AD (25), warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat para penghuni rumah sedang beristirahat.</p>
<p>“Kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang direncanakan. Pelaku masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan langsung menuju kamar salah satu korban,” ujar AKP Sartono, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Kejadian bermula saat ibu korban, Masripah, terbangun karena mendengar suara pintu belakang terbuka dan keributan di kamar anaknya, Sita. Saat diperiksa, pelaku didapati sedang mencekik Sita sambil menodongkan sebilah pisau bergagang kayu. Perkelahian pun tak terhindarkan. </p>
<p>Pelaku yang gelap mata kemudian menusuk Sita di bagian perut sebelah kiri. Tak berhenti di situ, Zubaidah yang berusaha menolong kakaknya juga menjadi sasaran amukan pelaku hingga mengalami dua luka tusuk di bagian paha kanan dan perut.</p>
<p>“Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi untuk melerai dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang buktinya,” imbuhnya.</p>
<p>Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku untuk menghindari amuk massa. Selain pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah pisau, satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi KT-4967-ZF milik pelaku, serta pakaian korban.</p>
<p>Saat ini, kedua korban tengah mendapatkan perawatan medis dan telah dilakukan visum (Visum Et Repertum). Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mendalami motif di balik aksi penusukan yang diduga telah direncanakan tersebut.</p>
<p>“Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Plandaan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami masih memeriksa saksi-saksi guna mengungkap latar belakang kejadian ini,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>May Day 2026, Bupati Jombang Senam Bersama dan Bagikan Tiga Tiket Umroh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-bupati-jombang-senam-bersama-dan-bagikan-tiga-tiket-umroh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-bupati-jombang-senam-bersama-dan-bagikan-tiga-tiket-umroh</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang mengusung tema “Buruh Bersatu, Jombang Maju! Buruh Hebat, Indonesia Kuat!” ini diikuti ribuan peserta dari unsur pekerja, pemerintah, dan masyarakat umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd7225d13e2.webp" length="47146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 18:21:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Serikat Pekerja/Buruh se-Kabupaten Jombang menggelar senam kebugaran massal dalam rangka Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Stadion Merdeka Jombang, Jumat (01/05/2026). </p>
<p>Kegiatan yang mengusung tema “Buruh Bersatu, Jombang Maju! Buruh Hebat, Indonesia Kuat!” ini diikuti ribuan peserta dari unsur pekerja, pemerintah, dan masyarakat umum.</p>
<p>Bupati Jombang Warsubi hadir bersama Ketua DPRD Hadi Atmaji, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Ketua DWP Jombang Lilik Agus Purnomo, Ketua SPSI Jombang Subagyo, perwakilan Forkopimda, serta seluruh serikat buruh di Jombang. Rangkaian acara diawali dengan senam kebugaran yang diikuti peserta dengan penuh antusias, dilanjutkan dengan pembukaan resmi, penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan, dan pembagian doorprize. Suasana semakin semarak dengan pembagian tiga hadiah umroh dari Bupati Warsubi kepada para pekerja yang beruntung.</p>
<p>Bupati Warsubi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dalam suasana aman, damai, dan kondusif. Ia menilai senam kebugaran ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial antar pekerja serta antara pekerja dengan pemerintah. “Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kebersamaan dan menghadirkan kebahagiaan, sebagai wujud syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk bekerja,” ujarnya.</p>
<p>Bupati menegaskan bahwa May Day merupakan momentum untuk menghargai perjuangan, dedikasi, dan kontribusi besar para pekerja dalam pembangunan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kerja yang telah memberikan sumbangsih nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Salah satu penerima hadiah umroh, Yayuk Yuniarti dari PT MAS, mengaku sangat gembira dan tidak menyangka. “Tadi malam tidak ada feeling apa-apa, tapi berdoa semoga dapat umroh. Terima kasih Abah Bupati,” tuturnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang adil, sehat, dan produktif guna mewujudkan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”.</p>
<p>Langkah strategis yang dilakukan antara lain memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha melalui APINDO, dan serikat pekerja; mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja; memastikan pemenuhan hak-hak pekerja sesuai peraturan; serta menjaga hubungan industrial yang harmonis. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pandangan Bupati Jombang Soal Hari Buruh 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pandangan-bupati-jombang-soal-hari-buruh-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pandangan-bupati-jombang-soal-hari-buruh-2026</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc5c6217aff.webp" length="42022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 16:39:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hari Buruh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.</p>
<p>“May Day tahun ini mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’ dengan tagline ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’. Ini menegaskan arah kita dalam membangun dunia kerja yang lebih baik,” ujar Warsubi dalam pesan diterima, Jumat (1/5/2026) </p>
<p>Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja. Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Bupati menekankan bahwa pekerja merupakan penggerak utama roda industri dan perekonomian. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak pekerja, peningkatan kompetensi, serta jaminan kesejahteraan menjadi tanggung jawab bersama.</p>
<p>Di sisi lain, dunia usaha juga perlu terus didorong agar mampu berkembang, berinovasi, dan memiliki daya saing tinggi guna membuka lebih banyak lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam menciptakan hubungan industrial yang kondusif melalui penguatan dialog konstruktif, penyusunan regulasi yang berkeadilan, serta pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja.</p>
<p>Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya organisasi pengusaha, pelaku usaha, dan serikat pekerja yang telah menjaga harmonisasi hubungan industrial di Kabupaten Jombang. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna menciptakan iklim industri yang maju, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan pekerja.</p>
<p>Sebagai wujud apresiasi, dalam kegiatan tasyakuran May Day di Pendopo Kabupaten Jombang diserahkan sejumlah penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan program ketenagakerjaan.</p>
<p>Pada kategori Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tanpa kecelakaan kerja, penghargaan diberikan kepada 10 perusahaan, antara lain KSU Perdula MPS Ngoro, PT Cheil Jedang Indonesia, PT Jayamas Medica Industri Tbk, dan PT Kimia Farma Plant Watudakon.</p>
<p>Kategori Program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) tingkat Gold diberikan kepada empat perusahaan, yakni PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya, PT Aksha Karunia Mill, PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari, dan KSU Perdula MPS Ngoro. Sementara untuk kategori Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja tingkat Platinum, penghargaan diterima oleh enam perusahaan, di antaranya PT Seng Fong Moulding Perkasa dan PT Sumber Graha Sejahtera.</p>
<p>Tak hanya perusahaan, Bupati Jombang juga memberikan penghargaan kepada pimpinan unit kerja (PUK) serikat pekerja yang dinilai aktif dan berkontribusi dalam memperjuangkan hak pekerja di tingkat perusahaan, seperti PUK SBSI PT Pei Hai, PUK SPSI PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari, hingga PUK PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Subagyo mengapresiasi perhatian Pemkab Jombang terhadap pekerja.</p>
<p>"Sudah 13 tahun Pemkab Jombang memfasilitasi May Day sejak 2013, padahal May Day baru menjadi hari libur nasional pada 2015. Artinya Jombang berhasil menemui titik komunikasi matang terkait pekerja," ujarnya.</p>
<p>Ia juga berterima kasih atas peningkatan UMR serta upaya Bupati Warsubi mendatangkan investor yang mengurangi pengangguran di Jombang.</p>
<p>Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jombang Bambang Suntowo menambahkan, puncak peringatan May Day akan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 dengan senam kebugaran di Stadion yang diikuti 8.000 peserta, pemeriksaan kesehatan gratis, dan gerakan pangan murah.</p>
<p>Peringatan tasyakuran May Day 2026 ditutup dengan suasana penuh keakraban sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen dalam membangun dunia kerja yang lebih baik. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunakan Teknologi Beton dan Hotmix, Dinas PUPR Jombang Bangun Infrastruktur Jangka Panjang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunakan-teknologi-beton-dan-hotmix-dinas-pupr-jombang-bangun-infrastruktur-jangka-panjang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunakan-teknologi-beton-dan-hotmix-dinas-pupr-jombang-bangun-infrastruktur-jangka-panjang</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini merupakan strategi untuk menyesuaikan konstruksi dengan karakteristik beban lalu lintas demi menciptakan infrastruktur yang awet dan tahan lama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2d8c025dc1.webp" length="31246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 12:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PUPR Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memadukan teknologi beton (rigid pavement) dan hotmix dalam pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan strategi untuk menyesuaikan konstruksi dengan karakteristik beban lalu lintas demi menciptakan infrastruktur yang awet dan tahan lama.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa penetapan skala prioritas pembangunan tidak dilakukan sembarangan. Pihaknya telah memetakan lima paket Proyek Strategis Daerah (PSD) yang dinilai krusial dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta memacu akselerasi ekonomi di sektor pertanian dan industri.</p>
<p>"Penetapan lokasi didasarkan pada kajian teknis yang komprehensif, mulai dari tingkat kerusakan jalan hingga peran ruas tersebut dalam jaringan transportasi kabupaten. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas fisik jalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketahanan infrastruktur jangka panjang," ujar Bustomi, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Untuk menangani kerusakan berat dan memastikan usia pakai lebih lama, teknologi beton diterapkan di ruas Gebangbunder–Plandaan dengan alokasi dana Rp 2,65 miliar. Sementara itu, pendekatan berbeda digunakan pada ruas Cukir–Mojowarno yang mendapatkan anggaran Rp 1,18 miliar. Proyek ini difokuskan pada pelapisan hotmix dua lapis serta penguatan titik rawan longsor.</p>
<p>Beberapa ruas vital lainnya juga menjadi perhatian utama. Jalur Mojoagung–Mojoduwur yang menghubungkan kawasan permukiman ke pusat ekonomi dialokasikan dana sebesar Rp 2,77 miliar. Di wilayah utara Brantas, perbaikan juga menyasar ruas Made–Asemgede di Kecamatan Ngusikan dengan anggaran Rp 2,66 miliar.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur ini juga menyentuh sektor pariwisata di dataran tinggi. Ruas Mojolegi–Panglungan di Wonosalam dialokasikan dana Rp 1,90 miliar yang mencakup pelebaran bahu jalan serta pembangunan struktur penahan tebing untuk meningkatkan keamanan transportasi.</p>
<p>Bustomi memastikan seluruh proyek dikerjakan melalui mekanisme pengadaan yang transparan dengan pengawasan ketat di lapangan guna menjamin hasil pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. </p>
<p>"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kemantapan jalan secara signifikan. Dengan infrastruktur yang prima, mobilitas masyarakat akan lebih lancar sehingga biaya distribusi dapat ditekan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang secara merata," pungkasnya.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PUPR Jombang Gelar Rapat Strategis Matangkan Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-gelar-rapat-strategis-matangkan-raperda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-gelar-rapat-strategis-matangkan-raperda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang berlangsung di Aula Dinas PUPR pada Jumat (24/4/2026) ini fokus pada penyempurnaan substansi regulasi guna menciptakan landasan hukum yang kokoh bagi sektor infrastruktur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2d5fbd117b.webp" length="36736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 11:43:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PUPR Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menggelar rapat koordinasi strategis untuk mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Acara yang berlangsung di Aula Dinas PUPR pada Jumat (24/4/2026) ini fokus pada penyempurnaan substansi regulasi guna menciptakan landasan hukum yang kokoh bagi sektor infrastruktur.</p>
<p>Raperda ini digadang-gadang menjadi pedoman utama Pemerintah Daerah dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pengembangan jasa konstruksi di Kabupaten Jombang. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR, Imam Bustomi, dan dihadiri oleh lintas pemangku kepentingan, termasuk Inspektur Kabupaten Jombang, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Perkim, serta Kepala DLH. Jajaran Sekretariat Daerah seperti Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian PBJ, dan Kepala Bagian Hukum juga turut hadir sebagai narasumber.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR, Imam Bustomi, menekankan urgensi Perda ini untuk menjamin standarisasi dan kualitas pembangunan. </p>
<p>"Penyusunan Raperda ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan upaya strategis menciptakan iklim jasa konstruksi yang sehat. Kami ingin memastikan kepastian hukum bagi penyedia dan pengguna jasa, sehingga tercipta tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkualitas sesuai standar nasional," tegasnya.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada penyelarasan aturan daerah terhadap undang-undang yang lebih tinggi, integrasi sistem perizinan berusaha, serta penerapan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan (K4). Para peserta rapat memberikan masukan mendalam untuk memastikan tidak ada hambatan hukum dalam investasi dan pelaksanaan proyek.</p>
<p>Selain menertibkan penyelenggaraan jasa konstruksi, Raperda ini juga bertujuan memberdayakan penyedia jasa lokal agar lebih kompetitif dan profesional. Setelah tahap penyempurnaan ini rampung, naskah Raperda akan segera diajukan ke DPRD Kabupaten Jombang untuk proses legislasi lebih lanjut.</p>
<p>"Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam transformasi tata kelola infrastruktur yang lebih modern dan berintegritas di Kabupaten Jombang," pungkas Imam Bustomi. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nestapa Guru di Jombang, Mengajar di Medan Berat, Dipecat Bupati Saat Kondisi Sakit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nestapa-guru-di-jombang-mengajar-di-medan-berat-dipecat-bupati-saat-kondisi-sakit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nestapa-guru-di-jombang-mengajar-di-medan-berat-dipecat-bupati-saat-kondisi-sakit</guid>
<description><![CDATA[ Yogi kini mengungkap sisi lain yang dinilainya luput dari perhatian: kondisi kesehatan serius dan medan kerja yang berat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2cdc68b8d7.webp" length="47100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 11:37:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Polemik pemberhentian Yogi Susilo, seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Jombang, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan akibat dugaan pelanggaran disiplin dan kritik terhadap sistem sekolah, Yogi kini mengungkap sisi lain yang dinilainya luput dari perhatian: kondisi kesehatan serius dan medan kerja yang berat.</p>
<p>Yogi, yang mengabdi sejak 2007 dan berstatus PNS pada 2010, menyatakan bahwa dirinya mengidap penyakit saraf terjepit akibat kecelakaan pada tahun 2016. Kondisi tersebut sempat membuatnya lumpuh dan tidak dapat berjalan.</p>
<p>“Menurut dokter, itu tidak bisa sembuh total. Harus menghindari perjalanan jauh dan aktivitas berat,” ujar Yogi dalam pesannya yang diterima Rabu (30/4/2026).</p>
<p>Meski dalam keterbatasan, Yogi tetap menjalankan tugas, termasuk saat ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah di SDN Jipurapah 2 pada 2023. Ia mengaku sempat menolak penugasan tersebut karena kondisi fisiknya, namun tetap diminta untuk menjabat.</p>
<p>Ia menceritakan, jarak tempuh dari rumahnya ke sekolah mencapai 1,5 jam dengan kondisi jalan yang menanjak, menurun, dan berbatu.</p>
<p>“Saya berangkat jam 05.30, sampai hampir jam 07.00. Medannya berat, naik turun gunung. Itu sebenarnya yang harus saya hindari,” tuturnya.</p>
<p>Permohonan mutasi yang telah berulang kali ia ajukan dengan melampirkan dokumen medis lengkap tidak pernah dikabulkan.</p>
<p>“Waktu saya sudah dijatuhi hukuman penurunan pangkat, seharusnya itu jadi pertimbangan untuk mutasi. Tapi tidak ada tindak lanjut,” keluhnya.</p>
<p>Mengenai tuduhan ketidakhadiran, Yogi tidak membantah sepenuhnya. Ia mengakui sempat absen, terutama saat penyakitnya kambuh pada pertengahan 2024 hingga awal 2025.</p>
<p>“Saya akui memang tidak masuk karena sakit. Tapi itu ada surat dokter,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah menerima pembinaan dan sanksi penurunan pangkat, dirinya kembali aktif mengajar penuh waktu sejak pertengahan 2025.</p>
<p>Yogi juga mengungkap kejanggalan pada sistem absensi manual di sekolahnya yang menjadi dasar penilaian ketidakhadirannya.</p>
<p>“Yang lain tidak masuk tapi tetap ditulis hadir. Saya tidak mau ikut menulis yang tidak sesuai fakta,” katanya.</p>
<p>Ia bahkan mengaku telah mengirimkan laporan dan dokumentasi praktik tersebut ke dinas terkait, namun tidak ditanggapi. Sebagai bentuk protes, ia menolak mengisi absensi manual dan mendorong penggunaan sistem digital.</p>
<p>“Saya minta ada faceprint supaya jelas. Jangan hanya percaya tulisan,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya persoalan administratif, Yogi mengaku mengalami tekanan sosial di lingkungan kerjanya. Ia merasa pernah dipermalukan di depan para siswa.</p>
<p>“Saat saya mengajar, murid tiba-tiba dipulangkan. Saya seperti dijadikan bahan tertawaan,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, ia tetap berusaha menjalankan tugas hingga akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian pada 18 April 2026.</p>
<p>Menanggapi pemecatan tersebut, Yogi menyatakan akan mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BPASN). Jika jalur tersebut tidak berhasil, ia akan menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).</p>
<p>“Ini menyangkut keadilan. Saya akan tempuh jalur yang ada,” tegasnya.</p>
<p>Ia menilai keputusan pemberhentian ini tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan dan upaya yang telah ia lakukan.</p>
<p>“Kalau dinas itu ibarat orang tua, seharusnya melihat kondisi anaknya. Apakah tega membiarkan bekerja di kondisi yang memperparah sakit?” tutupnya.</p>
<p>Di sisi lain, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang memberikan penjelasan berbeda. Kepala BKPSDM, Anwar, menegaskan bahwa pemberhentian ini murni karena pelanggaran disiplin berat, bukan buntut dari kritik terhadap fasilitas sekolah.</p>
<p>"Menurut hasil pemeriksaan tim terpadu, Yogi tercatat tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 181 hari kerja secara akumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025. Bahkan, pola ketidakhadiran ini disebut sudah berlangsung sejak pertengahan 2024," ungkapnya dalam keterangan, Selasa (28/4/2026) kemarin.</p>
<p>Anwar menjelaskan, berbagai langkah pembinaan sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah. Pada Desember 2024, yang bersangkutan bahkan sempat menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi aturan dan menjaga integritas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PUPR Jombang Gelar Bimtek Perizinan Apotek Berbasis Risiko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-gelar-bimtek-perizinan-apotek-berbasis-risiko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-gelar-bimtek-perizinan-apotek-berbasis-risiko</guid>
<description><![CDATA[ Bimtek menghadirkan narasumber dari Dinas PUPR, DPMPTSP, Dinas Kesehatan, hingga Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2d38c6158d.webp" length="36466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 11:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas PUPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemenuhan persyaratan dasar perizinan bagi kegiatan usaha apotek.</p>
<p>Kegiatan yang melibatkan pengelola apotek eksisting serta calon pelaku usaha ini digelar sebagai bentuk pembinaan penataan ruang dan penyesuaian terhadap kebijakan terbaru sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Bimtek menghadirkan narasumber dari Dinas PUPR, DPMPTSP, Dinas Kesehatan, hingga Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang.</p>
<p>Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Jombang yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas PUPR, Agus Andrianto Dwi W, ST, MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi perubahan regulasi dari PP 5/2021 ke PP 28/2025 serta implementasi PP 28/2024 terkait pelaksanaan UU Kesehatan.</p>
<p>"Regulasi ini menegaskan pentingnya pemenuhan syarat dasar perizinan, seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga standar teknis fasilitas kesehatan melalui OSS RBA," ujar Andri, sapaan akrabnya dalam pesan diterima, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jombang juga menyosialisasikan Surat Edaran (SE) Nomor 1.5 Tahun 2026 tentang Ketentuan Penerbitan KKPR Darat bagi Usaha Mikro. SE yang berlaku sejak 6 Februari 2026 hingga tiga bulan ke depan ini memberikan kemudahan bagi apotek yang masuk kategori usaha mikro.</p>
<p>Melalui mekanisme Pernyataan Mandiri, KKPR untuk usaha mikro dapat langsung terbit pada hari yang sama. Meski demikian, pelaku usaha tetap wajib mengurus dokumen Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) untuk melanjutkan proses perizinan ke tahap berikutnya.</p>
<p>Materi bimtek meliputi kebijakan perizinan berbasis risiko di OSS RBA, pemenuhan Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) dalam penerbitan KKPR, persyaratan tata ruang dan PBG, serta standar teknis penyelenggaraan apotek.</p>
<p>"Kami berharap melalui bimtek ini terbangun koordinasi yang lebih baik antar perangkat daerah dan meningkatnya pemahaman pelaku usaha terhadap kewajiban perizinan. Tujuannya agar penyelenggaraan apotek di Jombang semakin tertib, sesuai tata ruang, dan memenuhi standar pelayanan kesehatan," tegas Andri.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan wujud implementasi pembinaan penataan ruang sesuai PP 21/2021 serta penyesuaian kebijakan daerah terhadap dinamika regulasi nasional. Langkah ini diambil guna mendukung peningkatan ekosistem investasi dan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Jombang. (***) </p>
<p>Editor: Syaiful Aries</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Guru Jombang Dipecat, Bantah Mangkir dan Tempuh Upaya Banding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-guru-jombang-dipecat-bantah-mangkir-dan-tempuh-upaya-banding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-guru-jombang-dipecat-bantah-mangkir-dan-tempuh-upaya-banding</guid>
<description><![CDATA[ S, yang merupakan guru kelas di salah satu SD Negeri di Kabupaten Jombang dengan golongan III/b, resmi diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tertanggal 18 April 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f08b5b1e36d.webp" length="134880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:31:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Nasib Guru ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang guru sekolah dasar berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang berinisial S mengaku mengalami pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PTDH) setelah sebelumnya mengkritisi kebijakan kedisiplinan di lingkungan kerjanya.</p>
<p>ASN yang merupakan guru kelas di salah satu SD Negeri di Kabupaten Jombang dengan golongan III/b, resmi diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tertanggal 18 April 2026. Dalam keputusan tersebut, ia dinilai melanggar disiplin karena tidak masuk kerja tanpa keterangan sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Namun, S membantah tuduhan itu. "Saya tetap masuk setiap hari setelah masa hukuman disiplin sebelumnya selesai. Bahkan tunjangan profesi guru (TPG) saya cair dari Juli sampai Desember 2025, itu bukti kalau saya aktif," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan kepala sekolah yang menyebut S tidak pernah masuk kerja. Ia kemudian dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang pada awal Januari 2026 untuk memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). </p>
<p>Dalam pemeriksaan itu, S mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas mengajar disertai bukti absen manual. Ia juga menghadirkan saksi rekan guru yang mengetahui kehadirannya di sekolah saat proses pemeriksaan lanjutan di BKPSDM Jombang. Namun, menurutnya, keterangan tersebut tidak dijadikan pertimbangan. </p>
<p>"Kesaksian teman saya seolah tidak dianggap. Bahkan dianggap tidak benar," katanya.</p>
<p>Pada Maret 2026, S kembali dipanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang untuk pemeriksaan lanjutan sebelum akhirnya dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian. S turut menyinggung sistem absensi yang saat itu masih manual. Ia menyebut teknologi absensi berbasis <em>finger face</em> baru diterapkan di sekolahnya pada Januari 2026. </p>
<p>"Waktu yang dituduhkan itu absennya masih manual. Justru saya yang meminta agar segera dipasang sistem finger face supaya jelas," ujarnya.</p>
<p>Ia bahkan sempat membuat video yang menyoroti kondisi kedisiplinan di sekolah, termasuk ketidakhadiran guru lain dan fasilitas yang belum memadai. Video tersebut, menurutnya, dikirimkan ke pihak dinas sebagai bentuk masukan. </p>
<p>"Yang lain tidak masuk setiap hari, tapi tidak ada masalah. Saya justru dituntut harus selalu hadir," tambahnya.</p>
<p>S menilai proses penjatuhan sanksi terhadap dirinya berlangsung terlalu cepat dan tidak melalui tahapan semestinya. </p>
<p>"Seharusnya ada proses bertahap dalam penegakan disiplin. Ini terkesan prematur langsung ke PDH," katanya. </p>
<p>Dalam SK yang diterimanya, disebutkan bahwa ia dijatuhi hukuman disiplin berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, karena tidak masuk kerja tanpa keterangan selama 181 hari kerja secara kumulatif.</p>
<p>Atas keputusan tersebut, S berencana mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BPASN). </p>
<p>"Saya akan banding. Diberi waktu 15 hari kerja, itu akan saya gunakan," ujarnya. </p>
<p>Ia mengaku keputusan itu berdampak besar pada keluarganya. S yang telah mengabdi sejak 2007 dan menjadi PNS sejak 2010 kini harus menanggung beban psikologis bersama keluarga. </p>
<p>"Istri saya yang paling terpukul, sampai stres. Kalau saya berusaha menerima," katanya. </p>
<p>S diketahui harus menanggung dua anak dan seorang istri yang harus dinafkahi. Ia berharap ada perbaikan dalam sistem kerja dan kebijakan terhadap guru, khususnya terkait beban dan tekanan kerja. </p>
<p>"Guru itu tugasnya membuat siswa nyaman, tapi gurunya sendiri juga harus diberi kenyamanan. Jangan ditekan terus," ujarnya. </p>
<p>Ia juga menyoroti risiko yang dihadapi guru akibat tuntutan kehadiran yang ketat, termasuk potensi kecelakaan karena terburu-buru mengejar absensi. </p>
<p>"Banyak yang berangkat tergesa-gesa demi absensi, itu berbahaya. Harusnya ada jeda toleransi 15 menit sehingga yang rumahnya jauh juga merasa nyaman," katanya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah tempat S bekerja membenarkan hal tersebut. </p>
<p>"Ya benar karena memang alpanya melebihi batas dari aturan dan ketentuan. Kalau secara administrasi bisa menghubungi pihak Dinas Pendidikan," singkatnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, membantah jika alasan pemberhentian S karena yang bersangkutan mengajukan kritik. </p>
<p>"Tidak benar jika pemberhentian saudara berinisial S itu karena adanya kritikan yang bersangkutan terkait fasilitas sekolah," ucapnya. </p>
<p>Kadisdik Jombang menyebut proses pemberhentian S merupakan tindak lanjut dari upaya pembinaan disiplin terhadap pegawai tersebut yang dilakukan sebelumnya atas pelanggaran disiplin tidak masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja. </p>
<p>"Inisial S itu berdasarkan hasil pemeriksaan, terbukti tidak masuk kerja selama 181 hari kerja secara kumulatif sejak Januari sampai Desember 2025," beber Wor Windari. </p>
<p>"(Pelanggaran) sudah dilakukan sejak Juli 2024, yaitu dengan tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah," imbuhnya.</p>
<p>Wor Windari juga menyampaikan bahwa langkah pemeriksaan terhadap S dilakukan oleh tim gabungan, bukan hanya Disdikbud Jombang, tetapi juga melibatkan tim dari BKPSDM. </p>
<p>"Bupati mengambil keputusan itu kan juga tidak serta merta, kan juga ada rekomendasi dari BKN, dari BKN ada rekomendasi untuk pemberhentian," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Skandal Korupsi KUR Bank BRI di Jombang Ungkap Peran Kades Manunggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-skandal-korupsi-kur-bank-bri-di-jombang-ungkap-peran-kades-manunggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-skandal-korupsi-kur-bank-bri-di-jombang-ungkap-peran-kades-manunggal</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Senadi, Kades Manunggal diduga telah menerbitkan Surat Keterangan Usaha (SKU) tanpa sepengetahuan dirinya sebagai persyaratan pengajuan KUR Bank BRI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f078cc59426.webp" length="43950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:34:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KUR Bank BRI, Bank BRI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Pengakuan mengejutkan disampaikan oleh Senadi salah seorang korban skandal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI Unit Keboan, Kabupaten Jombang atas peran Kepada Desa (Kades) Manunggal, Kecamatan Ngusikan.</p>
<p>Menurut Senadi, Kades Manunggal diduga telah menerbitkan Surat Keterangan Usaha (SKU) tanpa sepengetahuan dirinya sebagai persyaratan pengajuan KUR Bank BRI. Ia tidak pernah merasa meminta SKU, dan Kades Manunggal juga tidak pernah meminta izin untuk penerbitan SKU.</p>
<p>"Muncul dengan sendirinya, tidak pernah meminta, mboten," ucap Senadi dalam rekaman wawancara ditulis suarajatimpost.com, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Senadi baru mengetahui perihal keberadaan SKU atas nama dirinya dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang.</p>
<p>"Tidak tahu. Tahunya ya di Kejaksaan ini," ujar warga Dusun Manunggal Kidul itu.</p>
<p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara pengadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Keboan Jombang.</p>
<p>Ketiga tersangka, masing-masing berinisial MIC selaku mantri di Bank BRI Unit Keboan, kemudian perempuan berinisial Su selaku calo dalam mencari para debitur dan MR diduga menikmati hasil uang dari rekayasa kredit.</p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati menyampaikan perkembangan proses penyidikan yang dilakukan oleh jajaran korps Adhyaksa di bawah komandonya.</p>
<p>"Sampai hari ini sudah ada tiga tersangka yang kita lakukan penahanan, nggih," ucap Dyah Ambarwati kepada suarajatimpost.com, Kamis (23/4/2026) lalu.</p>
<p>Selanjutnya, Dalam pernyataan resminya, Pemimpin Kantor Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menyampaikan bahwa BRI menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.</p>
<p>Pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri Jombang untuk menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>"BRI menghormati proses hukum yang berlangsung dan mendukung penuh Kejaksaan Negeri Jombang dalam menjalankan tugasnya secara profesional," ujar Boedhi dalam pesan rilisnya, Senin (27/4/2026) kemarin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Peringkat 4 Terbaik Nasional Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-peringkat-4-terbaik-nasional-hasil-evaluasi-penyelenggaraan-pemerintah-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-peringkat-4-terbaik-nasional-hasil-evaluasi-penyelenggaraan-pemerintah-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menerima Piagam Penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef7cd3756d3.webp" length="32978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemkab Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menerima Piagam Penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Apresiasi ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Jombang pada peringatan Otoda tahun ini yang mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita".</p>
<p></p>
<p>Penghargaan yang diterima Bupati Warsubi merupakan bentuk pengakuan resmi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI atas keberhasilan Kabupaten Jombang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah yang efektif, transparan, dan akuntabel sepanjang tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Jombang berada di peringkat 4 nasional sebagai kabupaten yang berhasil mengimplementasikan semangat otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik, dengan status nilai "Tinggi" yakni skor 3,5962.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran OPD di lingkup Pemkab Jombang yang berkolaborasi dengan lintas sektor serta partisipasi dan dukungan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jombang. Capaian ini membuktikan bahwa komitmen kita dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan masyarakat diakui di level nasional," ujar Bupati Warsubi dalam rilis diterima redaksi. </p>
<p></p>
<p>Keberhasilan meraih penghargaan EPPD ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus berinovasi. Fokus ke depan adalah mengoptimalkan potensi lokal melalui kebijakan otonomi yang pro rakyat, selaras dengan semangat transformasi nasional yang digalakkan oleh pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk terus berinovasi demi Jombang yang lebih maju dan sejahtera untuk semua. Mohon doa dan dukungan selalu," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ditekankan bahwa peringatan Hari Otoda ke-30 merupakan momentum bagi kepala daerah untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah demi mewujudkan visi besar Asta Cita.</p>
<p></p>
<p>Pemberian piagam penghargaan dan trofi Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2025 diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, kepada 5 gubernur, 9 wali kota, dan 15 bupati.</p>
<p></p>
<p>EPPD merupakan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Raihan prestasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.7-739 Tahun 2026 tentang Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional Tahun 2025. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Kembali Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi Kesiapsiagaan Bencana 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-kembali-libatkan-siswa-slb-dalam-simulasi-kesiapsiagaan-bencana-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-kembali-libatkan-siswa-slb-dalam-simulasi-kesiapsiagaan-bencana-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini dikemas dalam bentuk simulasi kebencanaan yang unik, yakni menjadikan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Jombang sebagai peserta utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef7910d697e.webp" length="93572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:56:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, HKB 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebon Ratu, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk simulasi kebencanaan yang unik, yakni menjadikan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Jombang sebagai peserta utama.</p>
<p></p>
<p>Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Jombang menjadi satu-satunya daerah yang secara khusus melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus sebagai aktor utama dalam peringatan HKB. Langkah ini menjadi wujud nyata pembangunan sistem penanggulangan bencana yang inklusif.</p>
<p></p>
<p>Mengangkat tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, acara ini bertujuan membekali pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana, terutama bagi kelompok rentan.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Daerah Agus Purnomo, yang membacakan sambutan Bupati Warsubi, menekankan bahwa penyandang disabilitas harus diposisikan sebagai subjek yang berdaya, bukan sekadar objek perlindungan.</p>
<p>Sistem kebencanaan yang inklusif harus mencakup akses informasi yang ramah, sistem peringatan dini yang mudah diakses, jalur evakuasi yang memadai, serta pelibatan aktif dalam penyelamatan.</p>
<p></p>
<p>“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen memperkuat penanggulangan bencana berbasis inklusi melalui pelatihan, penguatan kapasitas komunitas, dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Agus.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Purwanto, menyebut terobosan ini patut dibanggakan.</p>
<p>“Kita memberikan contoh terbaik untuk Indonesia. Semoga daerah lain tidak lupa bahwa ada anak-anak berkebutuhan khusus yang harus mendapat kesempatan sama dalam kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain simulasi, kemeriahan HKB 2026 juga diwarnai penampilan bakat siswa SLB berupa peragaan busana, tarian, hingga bernyanyi. Panggung tersebut menjadi ruang ekspresi yang menonjolkan potensi dan kepercayaan diri mereka dalam suasana penuh kegembiraan.</p>
<p></p>
<p>Para siswa juga menerima edukasi tanggap bencana dari tim BPBD Kabupaten Jombang. Materi disampaikan secara interaktif dan ramah anak agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diterima.</p>
<p></p>
<p>Kesuksesan acara ini merupakan hasil sinergi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para guru SLB, orang tua, serta berbagai pihak yang mendukung terciptanya budaya sadar bencana yang inklusif.</p>
<p></p>
<p>Melalui peringatan ini, Kabupaten Jombang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesiapsiagaan bencana bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus menjadi percontohan praktik baik bagi daerah lain di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polsek Wonosalam Terima Laporan Dugaan Perusakan Hutan Lindung di Kawasan KPH Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polsek-wonosalam-terima-laporan-dugaan-perusakan-hutan-lindung-di-kawasan-kph-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polsek-wonosalam-terima-laporan-dugaan-perusakan-hutan-lindung-di-kawasan-kph-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dari pihak perhutani KPH Jombang terkait pemotongan pohon Sengon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef335088bd2.webp" length="102926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 19:35:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perhutani, kayu, perusakan, suarajatimpost, jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Aksi dugaan perusakan kawasan hutan lindung diwilayah Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, masuk wilayah Kecamatan Wonosalam mendapat perhatian Polsek Wonosalam, Jombang. </p>
<p>Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan dari pihak perhutani KPH Jombang terkait pemotongan pohon Sengon. </p>
<p>"Benar, kirim surat kalau ada pohon sengon telah ditebang," ucap Iptu Aspio kepada suarajatimpost.com, Senin (27/4/2026). </p>
<p>Pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan untuk memastikan dugaan aksi perusakan kawasan hutan lindung, berikut unsur pidana dan pelaku perusakan. </p>
<p>"Masih lidik mas," ujarnya singkat. </p>
<p>Sebelumnya, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menemukan dugaan aksi penebangan liar di kawasan hutan lindung wilayah RPH Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, Kecamatan Wonosalam. Temuan ini terungkap saat petugas gabungan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.</p>
<p>Administratur (ADM) Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayani Y.S, menjelaskan bahwa pihaknya mendapati sekitar 27 tunggak pohon yang telah ditebang secara tidak sah. Sebagian batang kayu bahkan sudah dipotong-potong, namun belum sempat diangkut oleh pelaku dari lokasi kejadian.</p>
<p>"Kalau disebut pencurian kayu, konteksnya belum tepat karena material kayunya masih berada di lokasi. Tindakan ini lebih mengarah pada perusakan hutan atau penebangan liar," ujar Enny saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4/2026) lalu. </p>
<p>Berdasarkan indikasi awal di lapangan, Enny menduga motif pelaku bukan untuk mencuri hasil hutan berupa kayu, melainkan untuk membuka lahan pertanian secara ilegal dengan cara menghilangkan tegakan pohon yang ada.</p>
<p>Pihak Perhutani telah membuat laporan resmi kejadian tersebut melalui Asisten Perhutani (Asper) setempat dan meneruskannya ke Polsek Wonosalam. Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih dalam proses penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BRI Cabang Jombang Sebut Skandal Korupsi KUR Bank BRI Unit Keboan Sebagai Kasus Fraud</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bri-cabang-jombang-sebut-skandal-korupsi-kur-bank-bri-unit-keboan-sebagai-kasus-fraud</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bri-cabang-jombang-sebut-skandal-korupsi-kur-bank-bri-unit-keboan-sebagai-kasus-fraud</guid>
<description><![CDATA[ Pihak bank menegaskan bahwa kasus yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Jombang tersebut merupakan tindakan fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh oknum pekerja internal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef21ff65e81.webp" length="36506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 17:50:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bank BRI, KUR, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jombang akhirnya angkat bicara terkait skandal kredit fiktif yang mengguncang BRI Unit Keboan. Pihak bank menegaskan bahwa kasus yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Jombang tersebut merupakan tindakan fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh oknum pekerja internal.</p>
<p>Dalam pernyataan resminya, Pemimpin Kantor Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menyampaikan bahwa BRI menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri Jombang untuk menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>"BRI menghormati proses hukum yang berlangsung dan mendukung penuh Kejaksaan Negeri Jombang dalam menjalankan tugasnya secara profesional," ujar Boedhi dalam standby statement dalam pesan rilisnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, Boedhi menegaskan bahwa BRI tidak mentoleransi segala bentuk kecurangan. Sebagai bentuk komitmen penerapan zero tolerance terhadap fraud, manajemen telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada oknum pekerja yang terlibat pada tanggal 14 April 2026.</p>
<p>"Atas kejadian tersebut, BRI juga telah memberikan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi Oknum Pekerja yang terlibat fraud," tegasnya.</p>
<p>Boedhi menambahkan bahwa BRI senantiasa pro-aktif dalam mengungkap kasus-kasus kecurangan internal. Langkah ini merupakan wujud nyata penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap lini operasional bisnis perusahaan.</p>
<p>"BRI senantiasa pro-aktif dalam pengungkapan kasus-kasus fraud dan menerapkan zero tolerance terhadap setiap tindakan fraud serta menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan operasional bisnisnya," pungkasnya.</p>
<p>Dengan adanya sanksi tegas dan dukungan terhadap proses hukum ini, BRI berharap dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.</p>
<p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara pengadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Keboan Jombang.</p>
<p>Ketiga tersangka, masing-masing berinisial MIC selaku mantri di Bank BRI Unit Keboan, kemudian perempuan berinisial Su selaku calo dalam mencari para debitur dan MR diduga menikmati hasil uang dari rekayasa kredit.</p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati menyampaikan perkembangan proses penyidikan yang dilakukan oleh jajaran korps Adhyaksa di bawah komandonya.</p>
<p>"Sampai hari ini sudah ada tiga tersangka yang kita lakukan penahanan, nggih," ucap Dyah Ambarwati kepada suarajatimpost.com, Kamis (23/4/2026) lalu.</p>
<p>Sementara, Iwan Setianto selaku kuasa hukum para Debitur atau nasabah korban rekayasa pengadaan KUR Bank BRI Unit Keboan mengapresiasi langkah tegas Kejari Jombang. Pihaknya juga mendukung setiap proses penyidikan dan pengembangan terhadap tersangka baru.</p>
<p>Ia juga menyebut keberadaan tersangka baru besar kemungkinan karena kasus korupsi KUR Bank BRI Unit Keboan pasti tidak berdiri sendiri. Dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan, yakni Insan Nur Chakim, Suliyadi, dan Mahfud Rohani akan ada tersangka baru.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua Baru FKAJ Jombang, Syarahuddin: Semua Setara di Mata Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-baru-fkaj-jombang-syarahuddin-semua-setara-di-mata-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-baru-fkaj-jombang-syarahuddin-semua-setara-di-mata-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Terpilihnya advokat yang akrab disapa Bang Reza ini dalam musyawarah anggota di Bening Cafe, Ahad (26/4/2026), membawa semangat baru: menegakkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef065ae439a.webp" length="30350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:37:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, FKAJ Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pengacara muda Syarahuddin resmi terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ) periode 2026–2029. Terpilihnya advokat yang akrab disapa Bang Reza ini dalam musyawarah anggota di Bening Cafe, Ahad (26/4/2026), membawa semangat baru: menegakkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga Jombang.</p>
<p>"Saya diberikan amanah oleh teman-teman. Kami sampaikan terima kasih," ujar Bang Reza dari Kantor Firma Hukum SSA Al-Wahid, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Dalam wawancaranya, ia menyoroti sikap pasrah masyarakat kecil saat mengalami ketidakadilan. Baginya, persepsi bahwa keadilan itu mahal dan hanya berpihak pada yang berduit harus dihilangkan.</p>
<p>"Semua setara di mata hukum. Banyak masyarakat kecil yang pasrah karena tidak punya uang untuk memperjuangkan keadilan. Itu tidak boleh. Kalau perlu, masyarakat kecil yang ditindas kita gratiskan saat minta bantuan hukum," tegasnya.</p>
<p>Sebagai nakhoda baru, Bang Reza berencana membenahi internal organisasi, terutama dalam memberi pemahaman hukum ke masyarakat. FKAJ tidak hanya akan menjadi ruang diskusi bagi para advokat lintas organisasi, tetapi juga aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan media.</p>
<p>"Kita siap diajak diskusi dalam hal kebijakan yang memihak masyarakat kecil. Media juga akan kita gandeng untuk edukasi dan pengawalan," ungkapnya.</p>
<p>Senada, Sekretaris FKAJ Suja'i (Bang Jai) menambahkan, organisasi akan agresif melakukan audiensi dengan instansi pemerintahan dan Aparat Penegak Hukum (APH). Tujuannya untuk memastikan FKAJ hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, baik perkara pidana, perdata, waris, hingga perceraian.</p>
<p>Sementara itu, pendiri FKAJ Kasful Hidayat menjelaskan bahwa forum yang kini beranggotakan 87 advokat ini dibangun tanpa sekat hierarki.</p>
<p>"Ini forum kebersamaan, semua anggota setara. Ke depan, kita juga fokus pada kesejahteraan anggota, terutama memberi pendampingan bagi advokat junior yang belum punya pengalaman praktik," pungkasnya.</p>
<p>Dalam musyawarah itu, disepakati pula perubahan masa bakti kepengurusan dari satu tahun menjadi tiga tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>15 Tahun Terbengkalai, Lahan di Perak Jombang Kini Disulap Jadi &amp;apos;Kampung Lele&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/15-tahun-terbengkalai-lahan-di-perak-jombang-kini-disulap-jadi-kampung-lele</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/15-tahun-terbengkalai-lahan-di-perak-jombang-kini-disulap-jadi-kampung-lele</guid>
<description><![CDATA[ Melalui program rehabilitasi ambisius, area yang dulu dikenal sebagai &quot;area mati&quot; kini resmi bertransformasi menjadi kompleks peternakan lele modern yang siap menjadi motor ekonomi baru kawasan pedesaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69edc7fb6f9d2.webp" length="59102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peternakan Lele</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Di tangan yang tepat, lahan terbengkalai selama 15 tahun bisa disulap jadi ladang cuan. Ini dibuktikan olehPemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Melalui program rehabilitasi ambisius, area yang dulu dikenal sebagai "area mati" kini resmi bertransformasi menjadi kompleks budidaya lele modern yang siap menjadi motor ekonomi baru kawasan pedesaan.</p>
<p>Sebanyak 16 unit kolam beton permanen dengan dimensi bervariasi, mulai dari 5 x12 meter persegi hingga 9x8 meter persegi. Pemandangan yang menyejukkan mata dibanding sebelumnya, ketika kawasan tersebut didominasi oleh semak belukar. </p>
<p>Proses pengerjaan yang mengedepankan sistem padat karya ini melibatkan partisipasi aktif warga, mulai dari pembersihan lahan, rehabilitasi dinding, hingga pembenahan drainase.</p>
<p>Tak hanya sekadar bangunan fisik, kolam-kolam tersebut kini telah berpenghuni. Pemerintah desa mencatat sebanyak 194.000 bibit lele berkualitas telah ditebar secara bertahap. Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi terukur untuk menggerakkan roda Pendapatan Asli Desa (PAD). </p>
<p>"Penyebaran bibit kami lakukan secara terencana agar ekosistem kolam tetap terjaga dan hasil panen bisa berkelanjutan," jelas Adi Sutrisno, penanggung jawab lapangan kepada wartawan, Ahad (26/4/2026).</p>
<p>Transformasi ini sekaligus menjadi jawaban tegas atas isu miring yang sempat menerpa transparansi anggaran. Kepala Desa Sumberagung, M. Mukhlis, dengan gamblang memaparkan bahwa dana senilai Rp150.000.000 dikelola melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) secara akuntabel. </p>
<p>"Tidak ada yang gelap. Dana tersebut kami peras secara maksimal untuk rehab fisik kolam yang sudah lama rusak serta pengadaan bibit skala besar. Ini adalah investasi untuk masa depan warga kami," tegasnya.</p>
<p>Keberhasilan Desa Temuwulan di wilayah lain menjadi spirit tersendiri bagi warga Sumberagung. Dengan konsep padat karya, proyek ini tidak hanya menghidupkan lahan tidur, tetapi juga menghidupkan ekonomi rumah tangga. </p>
<p>"Warga tidak hanya jadi penonton. Mereka bekerja di sini, menghidupkan ekonomi keluarga, dan menjaga ketahanan pangan daerah secara mandiri," ungkap Adi Sutrisno menambahkan. </p>
<p>Ke depan, desa ini menargetkan diri sebagai ikon baru "Kampung Lele" di Kabupaten Jombang yang berdaya saing ekonomi tinggi.</p>
<p>Transformasi lahan mangkrak di Desa Sumberagung menjadi bukti bahwa transparansi dan gotong royong mampu menyulap "raksasa tidur" menjadi aset produktif. Kini, tinggal menunggu waktu hingga panen raya tiba dan kesejahteraan warga benar-benar terangkat dari riak air kolam-kolam beton itu. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Pelototi Praktik Nepotisme di RSUD Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-pelototi-praktik-nepotisme-di-rsud-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-pelototi-praktik-nepotisme-di-rsud-jombang</guid>
<description><![CDATA[ RSUD Jombang menjadi salah satu institusi yang berada di bawah radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sejumlah program pengadaan barang dan jasa. Selain itu, KPK juga mewanti-wanti adanya praktik nepotisme serta potensi jual beli jabatan di lingkungan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec68d3cc363.webp" length="20720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:40:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, RSUD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dugaan praktik nepotisme dalam struktur jabatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memicu reaksi dari Dewan Perwalikan Rakyat Daerah (DPRD). </p>
<p>DPRD akhirnya memanggil pihak RSUD untuk membeber persoalan pada rumah sakit plat merah itu. </p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, secara tegas menampik tudingan adanya aroma kekeluargaan dengan dalih kesetaraan hak warga negara. </p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan dr. Pudji Umbaran usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (23/4/2026). </p>
<p>Di hadapan awak media, dr. Pudji membantah adanya keistimewaan berbasis hubungan keluarga dalam penempatan jabatan struktural di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jombang.</p>
<p>"Jadi, kalau dibilang aroma keluarga, itu tidak benar. Kita semuanya adalah warga masyarakat. Orang hidup di Jombang, ya masyarakat Jombang. Karena masyarakat Jombang, mau tidak mau memiliki hak dan kewajiban yang sama," ujar dr. Pudji, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>dr. Pudji berargumen bahwa atas dasar kesetaraan hak tersebut, siapa pun berhak bekerja di RSUD Jombang. </p>
<p>Namun, ia mengeklaim adanya syarat mutlak berupa kompetensi, kewajiban mengikuti alur rekrutmen, serta penempatan yang harus sesuai dengan jenjang karier dan kualifikasi.</p>
<p>"Tidak kemudian seseorang itu tiba-tiba langsung bekerja di sana. Tetap ada proses. Proses itulah yang kemudian kita yakini untuk menilai seseorang itu mampu. Penempatannya pun sesuai jenjang karier yang ada, tidak tiba-tiba ditaruh di atas. Semuanya dari dasar," terangnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja tersebut bersifat terbuka, tidak hanya bagi warga Jombang, tetapi juga bagi pelamar dari luar daerah.</p>
<p>Terkait mekanisme birokrasi, dr. Pudji menjelaskan adanya fleksibilitas pengelolaan pegawai mengingat status RSUD sebagai BLUD. </p>
<p>Meski demikian, ia menjamin seluruh proses berjalan terintegrasi dan dilaporkan secara berkala kepada dewan pengawas serta Bupati Jombang selaku pemilik.</p>
<p>Menanggapi kritik mengenai pelayanan yang dinilai belum maksimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana, dr. Pudji berdalih bahwa pengadaan alat kesehatan harus melalui prosedur yang ketat. Pihaknya mengaku menerapkan Health Technology Assessment (HTA) atau kajian kebutuhan teknologi kesehatan.</p>
<p>"Kami tidak bisa membeli alat dengan alasan 'pokoknya saya beli ini'. Harus ada kajian. Contohnya, karena kasus di area jantung dan stroke tinggi, kami cukupi kebutuhan di sana. Dulu kami bekerja sama untuk CT Scan," jelasnya.</p>
<p>Saat ini, RSUD Jombang tengah memproses penambahan alat Cath Lab. Langkah ini dianggap mendesak karena tingginya kasus jantung, sementara fasilitas dan dokter spesialis yang tersedia masih sangat terbatas. Dengan tambahan satu unit Cath Lab, dr. Pudji optimistis pelayanan akan lebih optimal.</p>
<p>Selain infrastruktur, ia mengklaim fokus pada pemenuhan tenaga kesehatan yang adaptif. Pihaknya bersama Kabag Umum menyatakan telah memetakan kebutuhan tenaga berdasarkan kompetensi, bukan sekadar perekrutan serampangan.</p>
<p>"Karena orang sakit tidak berkurang, justru bertambah. Jadi, penambahan tenaga, kualifikasi, dan sebagainya itu benar-benar mengikuti kebutuhan," pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, mengonfirmasi bahwa pihak legislatif telah menuntut penjelasan langsung dari Direktur RSUD Jombang terkait isu nepotisme internal tersebut.</p>
<p>"Kami konfirmasi, lebih tepatnya ya beliau yang menjelaskan. Namun, kami secara objektif saja menjawab, nepotisme atau anaknya yang bekerja di RSUD itu, anaknya Direktur itu," ucap Agung.</p>
<p>Menurut Agung, Direktur RSUD Jombang tampak percaya diri saat menyatakan bahwa penempatan kedua anaknya telah melalui prosedur yang berlaku.</p>
<p>"Baik mulai dari rekrutmen sampai penempatan, sampai golongan eselonnya juga itu sesuai dengan tahapan yang bersangkutan. Tidak ada yang dilebih-lebihkan di situ," bebernya.</p>
<p>Saat ditegaskan kembali mengenai status anak dr. Pudji yang bekerja di instansi yang dipimpin ayahnya sendiri, Agung membenarkan informasi tersebut.</p>
<p>"Memang betul. Memang betul, dan memang ini juga sudah dikonsultasikan ke BKPSDM juga hal-hal ini. Jadi, untuk lebih lengkapnya silakan diperjelas di sana. Yang jelas kami Komisi D tidak mempermasalahkan itu bilamana dengan catatan tetap mengedepankan profesionalitas dan tugas pokok serta fungsi," tegasnya.</p>
<p>Namun, sumber internal wakil rakyat lainnya memberikan warning keras terhadap RSUD. Ia mengingatkan kembali peringatan dari lembaga antirasuah pada November 2025 lalu, saat sejumlah pejabat Pemkab Jombang dipanggil ke Jakarta.</p>
<p>Sebab, menurut sumber tersebut, RSUD Jombang menjadi salah satu institusi yang berada di bawah radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sejumlah program pengadaan barang dan jasa. Selain itu, KPK juga juga disebut telah mewanti-wanti adanya praktik nepotisme serta potensi jual beli jabatan di lingkungan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Bulog Jombang Jadi Sarana Edukasi Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-bulog-jombang-jadi-sarana-edukasi-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-bulog-jombang-jadi-sarana-edukasi-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir kepada siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec6dfe6259c.webp" length="59528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perum Bulog Cabang Mojokerto menginisiasi program edu wisata untuk siswa SMK Negeri Mojoagung, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir.</p>
<p>Gudang Bulog di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang menjadi salah satu tempat yang dipilih menjadi sarana edukasi bagi siswa.</p>
<p>Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin menyampaikan di Gudang Bulog Sembung, para siswa mendapat gambaran langsung mengenai kapasitas penyimpanan cadangan beras. </p>
<p>"Bulog Cabang Mojokerto saat ini mengelola stok hingga 72 ribu ton beras, sementara secara nasional Perum Bulog menguasai stok sekitar 5 juta ton," ucap Husin kepada suarajatimpost.com, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Menurut Husin, kehadiran siswa di Gudang Bulog bukan aktivitas biasa, tapi merupakan stimulus pemantik siswa agar tertarik menekuni dunia pertanian.</p>
<p>"Tujuannya memberikan insight kepada siswa, khususnya tentang bagaimana proses pengadaan gabah hingga menjadi beras yang dikelola Bulog," bebernya.</p>
<p>Sebelum menuju Gudang Bulog Sembung di Jombang, rangkaian kegiatan dimulai dari area persawahan di Kecamatan Perak. Di sana, para siswa menyaksikan secara langsung proses pembelian gabah oleh Bulog. Mereka juga diajak berinteraksi dengan Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan brigade pangan yang bertugas di lapangan.</p>
<p>Perjalanan edukasi berlanjut ke pabrik penggilingan padi milik PT Sinar Makmur Komoditas, yang merupakan mitra Bulog. Para pelajar diperlihatkan tahapan pengolahan gabah, termasuk proses pengeringan menggunakan dryer hingga tahap penggilingan menjadi beras siap konsumsi.</p>
<p>Sepanjang kegiatan, antusiasme siswa tampak tinggi, terutama saat berada di lahan pertanian. Beberapa di antaranya bahkan mendapat kesempatan langsung menaiki alat-alat pertanian.</p>
<p>Husin berharap, program ini mampu mengubah persepsi generasi muda, khususnya Gen Z, yang kerap menilai profesi petani kurang menjanjikan. </p>
<p>"Harapannya mindset mereka berubah, bahwa petani itu bisa sukses dan sejahtera," katanya.</p>
<p>Ia turut menyinggung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p>Melalui edukasi semacam ini, Bulog berharap mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta memahami peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban KUR Bank BRI di Jombang Minta Jaksa Seret Tersangka Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-kur-bank-bri-di-jombang-minta-jaksa-seret-tersangka-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-kur-bank-bri-di-jombang-minta-jaksa-seret-tersangka-baru</guid>
<description><![CDATA[ Setelah penetapan tiga orang tersangka, kini pihak nasabah yang dirugikan minta lembaga Adhyaksa menangkap tersangka baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec3aba90021.webp" length="45788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 12:47:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KUR Bank BRI, BRI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Perkara Korupsi pada pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI Unit Keboan Jombang yang kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) tengah memasuki babak baru. Setelah penetapan tiga orang tersangka, kini pihak nasabah yang dirugikan minta lembaga Adhyaksa menangkap tersangka baru.</p>
<p>Iwan Setianto selaku kuasa hukum para Debitur atau nasabah korban rekayasa pengadaan KUR Bank BRI Unit Keboan mengapresiasi langkah tegas Kejari Jombang. Pihaknya juga mendukung setiap proses penyidikan dan pengembangan terhadap tersangka baru.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi atas apa yang disampaikan beliau bahwa Ibu Kepala Kejaksaan Negeri Jombang menyampaikan bahwa sekarang ini masih dalam tahap penyidikan dan pengembangan," ucap Iwan Setianto kepada suarajatimpost.com, Sabtu (25/4/2026). </p>
<p>Iwan juga menyebut keberadaan tersangka baru besar kemungkinan karena kasus korupsi KUR Bank BRI Unit Keboan pasti tidak berdiri sendiri. Dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan, yakni Insan Nur Chakim, Suliyadi, dan Mahfud Rohani akan ada tersangka baru.</p>
<p>"Itu tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka lain dari pihak perbankan atau dari pihak kelurahan atau desa. Karena perkara ini tidak berdiri sendiri, jadi perkara ini adalah satu rangkaian peristiwa," bebernya.</p>
<p>Mewakili para debitur sekitar 12 orang, Iwan berharap untuk para korban atau para debitur atau nasabah BRI ini adalah agar keadilan dapat betul-betul ditegakkan. Siapa yang melakukan kejahatan ini dapat bertanggung jawab.</p>
<p>"Jadi semuanya bertanggung jawab atas tindakannya. Dan yang paling terpenting adalah sertifikat dari para korban ini, setelah perkara ini selesai disidangkan dan ada putusan yang inkracht, maka dikembalikan kepada pemiliknya, kepada nasabah BRI tersebut," tandasnya. </p>
<p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara pengadaan Kredit Usaha Rakyat  (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Keboan Jombang.</p>
<p>Ketiga tersangka, masing-masing berinisial MIC selaku mantri di Bank BRI Unit Keboan, kemudian perempuan berinisial Su selaku calo dalam mencari para debitur dan MR diduga menikmati hasil uang dari rekayasa kredit.</p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati menyampaikan perkembangan proses penyidikan yang dilakukan oleh jajaran korps Adhyaksa di bawah komandonya.</p>
<p>"Sampai hari ini sudah ada tiga tersangka yang kita lakukan penahanan, nggih," ucap Dyah Ambarwati kepada media ini, Kamis (23/4/2026) kemarin.</p>
<p>Dyah tidak menampik dalam perkara Korupsi pencairan KUR Bank BRI Unit Keboan memunculkan adanya tersangka baru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Korupsi KUR Bank BRI di Jombang Makin Terkuak, Sudah Tiga Tersangka Potensi Bertambah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-korupsi-kur-bank-bri-di-jombang-makin-terkuak-sudah-tiga-tersangka-potensi-bertambah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-korupsi-kur-bank-bri-di-jombang-makin-terkuak-sudah-tiga-tersangka-potensi-bertambah</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga tersangka, masing-masing berinisial MIC selaku mantri di Bank BRI Unit Keboan, kemudian perempuan berinisial Su selaku calo dalam mencari para debitur dan MR diduga menikmati hasil uang dari rekayasa kredit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea26fa9f07f.webp" length="33442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 22:58:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Korupsi, KUR Bank BRI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara pengadaan Kredit Usaha Rakyat  (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Keboan Jombang.</p>
<p></p>
<p>Ketiga tersangka, masing-masing berinisial MIC selaku mantri di Bank BRI Unit Keboan, kemudian perempuan berinisial Su selaku calo dalam mencari para debitur dan MR diduga menikmati hasil uang dari rekayasa kredit.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati menyampaikan perkembangan proses penyidikan yang dilakukan oleh jajaran korps Adhyaksa di bawah komandonya.</p>
<p></p>
<p>"Sampai hari ini sudah ada tiga tersangka yang kita lakukan penahanan, nggih," ucap Dyah Ambarwati kepada suarajatimpost.com, Kamis (23/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dyah tidak menampik dalam perkara Korupsi pencairan KUR Bank BRI Unit Keboan memunculkan adanya tersangka baru.</p>
<p></p>
<p>"Nah, ini kami juga lagi mendalami, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Nah, kita tadi juga sedang mendalami. Insyaallah ya, dalam waktu dekat ada kabar baru," beber mantan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Banten itu.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, para tersangka memiliki peran berbeda-beda. Selain tersangka MIC selaku mantri sebagai ujung tombak pemasaran, analis kredit mikro, dan pembina nasabah hingga terjadi pencairan KUR, terdapat dua tersangka lagi sebagai calo dan penikmat pencairan.</p>
<p></p>
<p>"Mereka adalah, satu sebagai kayak calonya gitu ya. Calo yang memakai para debitur ini untuk dipakai namanya dan agunannya untuk melakukan peminjaman kepada BRI. Nah, itu. Satunya lagi adalah yang menikmati uangnya. Iya, gitu," tegas Dyah.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang resmi menetapkan seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) berinisial MIC (35), warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran kredit mikro fiktif.</p>
<p></p>
<p>Tersangka yang menjabat sebagai Mantri atau Pejabat Kredit Lini (PKL) di BRI Unit Keboan ini diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati, menjelaskan bahwa penyidikan perkara ini telah dilakukan sejak Oktober 2025. Proses tersebut didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan yang kemudian diperbarui pada April 2026.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan hasil penyidikan, MIC menjalankan aksinya dalam kurun waktu 2021 hingga 2024. Modus yang digunakan tersangka tergolong rapi, namun melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) perbankan," ucap Dyah Ambarwati kepada suarajatimpost.com, Rabu (8/4/2026) lalu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Dyah, tersangka meloloskan permohonan kredit dari 11 debitur yang sebenarnya tidak memiliki usaha atau tidak memenuhi syarat (tidak layak).</p>
<p></p>
<p>Meski mengetahui dokumen debitur tidak sesuai persyaratan, MIC tetap membuat formulir analisis dan evaluasi seolah-olah para debitur tersebut layak menerima dana KUR.</p>
<p></p>
<p>"Tersangka diduga menaikkan plafon kredit secara sepihak tanpa sepengetahuan debitur. Sebagai contoh, kredit yang seharusnya Rp100 juta dinaikkan menjadi Rp150 juta, di mana selisih Rp50 juta tersebut dikantongi oleh tersangka untuk kepentingan pribadi," terang Dyah.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Jombang melalui tim penyidiknya menyatakan bahwa saat ini total kerugian negara masih dalam proses perhitungan resmi oleh BPKP, namun estimasi awal mencapai angka Rp1,5 miliar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Monitor Terus Realisasi Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-monitor-terus-realisasi-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-monitor-terus-realisasi-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Pihaknya akan aktif melakukan monitoring pelaksanaan SR yang sudah berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9e8ef3bfc5.webp" length="24588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:46:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Legislator Jombang merespon kegelisahan masyarakat perihal realisasi pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR). Pihaknya akan aktif melakukan monitoring pelaksanaan SR yang sudah berjalan.</p>
<p>Baik monitoring SR yang sudah berjalan dengan memanfaatkan sementara gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung maupun progres pembangunan gedung SR di Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Langkah dewan ini menyusul tuntutan organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jombang akan realisasi program pemerintah pusat dengan penganggaran yang dianggap besar, yakni program MBG, KDKMP, hingga kegiatan SR di Jombang.</p>
<p>Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra menjelaskan kegiatan SR sudah berjalan di Jombang sejak Juli 2025 lalu. Fasilitas ini dilengkapi 16 sarana utama termasuk asrama untuk 100 siswa, laboratorium, dan ruang kelas yang representatif untuk pembelajaran. </p>
<p>"Bahwasanya memang untuk Sekolah Rakyat ini regulasi dan juklak-juknisnya itu memang dari pusat. Kami di Kabupaten Jombang, DPRD hanya bisa memastikan, membantu memastikan bahwasanya yang bersekolah di Sekolah Rakyat itu memang anak-anak yang berhak untuk bersekolah di situ," ucap Agung kepada suarajatimpost, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>"Hanya monitoring saja yang bisa kita lakukan saat ini seperti itu. Kalau kita rubah apa otak-atik juklak-juknisnya kita masih tidak berkewenangan di situ," imbuh politisi Partai Golkar Jombang itu.</p>
<p>Sejauh ini dewan belum mendapatkan problem dalam pelaksanaan SR di Mojoagung yang sempat ditinjau langsung oleh Bupati Jombang.</p>
<p>"Kami kira sejauh ini belum ada aduan ataupun problem yang kami temui di lapangan terkait Sekolah Rakyat. Jadi semoga ini tetap bisa konsisten, artinya dalam melaksanakan kegiatan Sekolah Rakyat ini tetap baik, tetap tidak ada temuan, dan tidak ada yang janggal," terang Agung.</p>
<p>Ketua DPC GMNI Jombang, Dafa Rahinanta, mengatakan setelah pihaknya melakukan kajian panjang. Mereka membawa tema besar “koreksi rezim” dengan menyoroti beberapa program strategis pemerintah pusat kepada DPRD Jombang.</p>
<p>“Ada beberapa yang kita soroti, pertama terkait program MBG, kemudian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan juga sekolah rakyat,” ujar Dafa.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>45 ASN di Jombang Ajukan Cuti Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/45-asn-di-jombang-ajukan-cuti-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/45-asn-di-jombang-ajukan-cuti-haji</guid>
<description><![CDATA[ Pengajuan izin tersebut telah diproses sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d7f7415b3.webp" length="73286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Cuti Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Sebanyak 45 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang resmi mengajukan cuti untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Pengajuan izin tersebut telah diproses sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku.</p>
<p>Kepala Bidang Kinerja, Pembinaan, dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM Jombang, Chris Maya Rinelda, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima berkas pengajuan cuti haji dari puluhan pegawai. Berdasarkan data yang masuk, total terdapat 45 ASN yang akan berangkat ke Tanah Suci, dengan rincian 38 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 7 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).</p>
<p>"Sampai saat ini yang sudah masuk ke kami ada 38 PNS dan 7 PPPK, total 45 ASN," ujar Chris Maya Rinelda kepada wartawan di Jombang, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Chris menjelaskan, seluruh proses pengajuan cuti haji tersebut telah memenuhi prosedur dan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 serta pembaruannya dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Cuti bagi PNS.</p>
<p>Menurutnya, cuti haji merupakan hak bagi ASN yang wajib difasilitasi sepanjang persyaratan administrasi terpenuhi. Pihaknya memastikan bahwa pemberian izin ini tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik. BKPSDM telah mengimbau setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penyesuaian pembagian tugas selama pegawai yang bersangkutan menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>"Seluruhnya sudah mengajukan sesuai aturan yang berlaku. Kami juga meminta instansi terkait mengatur pembagian tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan bahwa total Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jombang mencapai 1.267 orang. Mereka akan terbagi dalam kloter 60, 61, 62, dan 63 dan dijadwalkan mulai bertolak menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Juanda Surabaya pada 6 hingga 7 Mei 2026.</p>
<p>Terkait jemaah cadangan, Ilham menambahkan bahwa peluang pemberangkatan masih terbuka jika terdapat kekosongan kuota dari daerah lain akibat adanya jemaah yang mengundurkan diri. "Jika ada kekosongan di daerah lain, kemungkinan bisa diisi oleh jemaah dari sini," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Jombang Bakal Bangun Gedung 10 Lantai, Eks Gedung Dinkes Dipilih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-bakal-bangun-gedung-10-lantai-eks-gedung-dinkes-dipilih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-bakal-bangun-gedung-10-lantai-eks-gedung-dinkes-dipilih</guid>
<description><![CDATA[ Manajemen rumah sakit tengah merampungkan proposal pembangunan gedung baru yang akan dibangun setinggi 10 lantai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d59b789dd.webp" length="101564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, RSUD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kini memasuki tahap finalisasi. </p>
<p>Manajemen rumah sakit tengah merampungkan proposal pembangunan gedung baru yang akan dibangun setinggi 10 lantai, bertambah dari desain awal yang hanya direncanakan tujuh lantai.</p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menyampaikan bahwa lokasi pembangunan telah ditetapkan, yakni di lahan bekas kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) yang terletak di bagian belakang kompleks rumah sakit. Area ini dinilai strategis karena memiliki kontur lahan yang memanjang dari timur ke barat.</p>
<p>dr. Pudji menjelaskan bahwa dokumen perencanaan saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Dalam waktu dekat, proposal tersebut akan segera diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari kepala daerah.</p>
<p>Perubahan jumlah lantai dilakukan berdasarkan hasil kajian kebutuhan yang lebih mendalam. Salah satu pertimbangan utamanya adalah krisis lahan parkir yang selama ini menjadi keluhan di lingkungan RSUD Jombang.</p>
<p>"Berdasarkan perhitungan terbaru, kebutuhan parkir belum akan terpenuhi jika hanya dibangun tujuh lantai. Oleh karena itu, kami tingkatkan menjadi 10 lantai agar mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat," ujar dr. Pudji dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Selain difungsikan sebagai kantong parkir, gedung baru ini juga dirancang untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan. Konsep pembangunan vertikal dipilih sebagai solusi atas keterbatasan lahan, sehingga pemanfaatan ruang bisa lebih optimal.</p>
<p>Dalam skema yang diajukan, pembangunan tidak akan dilaksanakan secara langsung oleh pihak rumah sakit. Seluruh proses teknis, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga pelaksanaan konstruksi, akan ditangani oleh pemerintah pusat.</p>
<p>"RSUD hanya mengusulkan, nanti pemerintah pusat yang akan melaksanakan pembangunannya. Jadi, kami nantinya akan menerima gedung yang sudah siap pakai," jelasnya.</p>
<p>Luas lahan yang disiapkan diperkirakan mencapai 25 meter x 150 meter. Dengan pengembangan vertikal 10 lantai, kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat menambah kapasitas layanan, mengurai kepadatan, serta memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dan pengunjung RSUD Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Malam, Sepeda Motor Satpam Kantor Perbenihan di Jombang Diembat Maling</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-malam-sepeda-motor-satpam-kantor-perbenihan-di-jombang-diembat-maling</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-malam-sepeda-motor-satpam-kantor-perbenihan-di-jombang-diembat-maling</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah sepeda motor milik petugas keamanan di Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Desa Gambiran, diembat maling saat korban sedang bertugas jaga malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d1f568715.webp" length="18482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 16:57:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencurian Sepeda Motor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di wilayah Kecamatan Mojoagung. Sebuah sepeda motor milik petugas keamanan di Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Desa Gambiran, diembat maling saat korban sedang bertugas jaga malam.</p>
<p>Peristiwa kriminal itu berlangsung pada Senin (20/4/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Satpam bernama Achmad Fajar Aprilanto (30), tengah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Saat itu, korban memarkir sepeda motor Honda Vario tahun 2017 bernomor polisi S 3481 OJ tepat di depan pos jaga.</p>
<p>Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, menyampaikan saat kejadian kondisi gerbang kantor dalam keadaan terbuka dan kunci motor masih menempel di kendaraan. </p>
<p>"Korban sedang dinas malam, kemudian memarkir kendaraannya di depan pos. Karena hanya ditinggal sebentar untuk menyapu di sisi barat," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Tidak lebih dari sepuluh menit menjalankan tugas, saat kembali ke sekitar pos jaga, ia terkejut motor tidak ada di tempat semula. Korban sempat berusaha mencari di sekeliling kantor, namun nihil.</p>
<p>Dari rekaman kamera pengawas atau Closed Circuit Televition (CCTV) yang diterima redaksi, tampak jelas seorang pria tak dikenal masuk dengan mudah melewati gerbang yang terbuka. </p>
<p>Pelaku mengenakan kaus dan celana jeans berjalan santai menuju motor korban, lalu langsung membawa kabur.</p>
<p>"Setelah dicek melalui CCTV, memang terlihat seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku mengambil kendaraan tanpa izin," ujar Kompol Yogas.</p>
<p>Akibat pencurian ini, korban ditaksir merugi hingga Rp 13 juta. Laporan resmi telah diterima Polsek Mojoagung, dan saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami sedang mengidentifikasi pelaku dari rekaman CCTV dan memintai keterangan saksi-saksi," imbuh Kompol Yogas.</p>
<p>Menutup keterangannya, Kapolsek kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kami mengingatkan agar tidak meninggalkan kunci di kendaraan, meskipun hanya sebentar," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Administratur Perhutani KPH Jombang Respon Serius Perusakan Hutan Lindung di BKPH Jabung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/administratur-perhutani-kph-jombang-respon-serius-perusakan-hutan-lindung-di-bkph-jabung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/administratur-perhutani-kph-jombang-respon-serius-perusakan-hutan-lindung-di-bkph-jabung</guid>
<description><![CDATA[ Temuan ini terungkap saat petugas gabungan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e72c3d670b8.webp" length="33732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 16:50:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perhutani, KPH Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP —</strong> Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menemukan dugaan aksi penebangan liar di kawasan hutan lindung wilayah RPH Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, Kecamatan Wonosalam. Temuan ini terungkap saat petugas gabungan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Administratur (ADM) Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayani Y.S., menjelaskan bahwa pihaknya mendapati sekitar 27 tunggak pohon yang telah ditebang secara tidak sah. Sebagian batang kayu bahkan sudah dipotong-potong, namun belum sempat diangkut oleh pelaku dari lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Kalau disebut pencurian kayu, konteksnya belum tepat karena material kayunya masih berada di lokasi. Tindakan ini lebih mengarah pada perusakan hutan atau penebangan liar," ujar Enny saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan indikasi awal di lapangan, Enny menduga motif pelaku bukan untuk mencuri hasil hutan berupa kayu, melainkan untuk membuka lahan pertanian secara ilegal dengan cara menghilangkan tegakan pohon yang ada.</p>
<p></p>
<p>Pihak Perhutani telah membuat laporan resmi kejadian tersebut melalui Asisten Perhutani (Asper) setempat dan meneruskannya ke Polsek Wonosalam. Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih dalam proses penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.</p>
<p></p>
<p>Perhutani juga terus mengintensifkan koordinasi dengan kepala desa setempat serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pengelolaan kawasan hutan.</p>
<p></p>
<p>"Kami menduga akses menuju lokasi hutan yang cukup tertutup itu biasanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu, termasuk kemungkinan oknum anggota LMDH. Namun ini masih sebatas dugaan dan akan terus kami dalami," imbuh Enny.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa Perhutani membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kawasan hutan secara legal melalui skema perhutanan sosial. Namun, tindakan perusakan dalam bentuk apa pun tidak akan ditoleransi.</p>
<p></p>
<p>"Jika nanti pelaku berhasil diidentifikasi, kami pastikan akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami tidak akan pandang bulu," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Enny mengingatkan kembali pentingnya menjaga fungsi konservasi hutan lindung. Ia menyebut kerusakan hutan di wilayah Wonosalam dan sekitarnya berpotensi memperparah risiko bencana alam, seperti banjir bandang yang kerap melanda wilayah Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah mitigasi dan pemulihan, Perhutani KPH Jombang terus menggencarkan program rehabilitasi dan konservasi. Pada tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penanaman pohon di lahan seluas kurang lebih 600 hektar, dengan prioritas utama pada kawasan hutan lindung yang rusak.</p>
<p></p>
<p>Adapun jenis tanaman yang dipilih untuk kawasan lindung adalah rimba campur serta tanaman MPTS (Multi-Purpose Tree Species) atau jenis tanaman serbaguna. Tanaman ini menghasilkan manfaat non-kayu seperti buah-buahan, daun, atau getah, sekaligus berfungsi ekologis menjaga keseimbangan tata air dan mencegah erosi.</p>
<p></p>
<p>"Tanaman di hutan lindung ini bukan untuk ditebang kayunya, melainkan untuk keberlanjutan lingkungan hidup. Di sisi lain, hasil non-kayunya juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan," pungkas Enny.</p>
<p></p>
<p>Perhutani berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian hutan serta tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menyikap Tabir Temuan Mayat Dengan Luka Gorok di Jombang, Korban Pembunuhan Dipicu Api Cemburu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menyikap-tabir-temuan-mayat-dengan-luka-gorok-di-jombang-korban-pembunuhan-dipicu-api-cemburu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menyikap-tabir-temuan-mayat-dengan-luka-gorok-di-jombang-korban-pembunuhan-dipicu-api-cemburu</guid>
<description><![CDATA[ Korban pembunuhan dikonfirmasi sebagai Anang Sularso (33), warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e723c50d030.webp" length="37842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat, Korban Pembunuhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jombang mengungkap kasus penemuan mayat dengan luka gorok yang menggegerkan warga di aliran sungai Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh pada Ahad (12/4/2026).</p>
<p>Korban dikonfirmasi sebagai Anang Sularso (33), warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa mayat tersebut merupakan korban pembunuhan dengan kondisi luka parah pada leher atau gorokan.</p>
<p>"Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka akibat benda tajam, di antaranya pada leher dan wajah. Penyebab kematian adalah luka pada leher yang memutus pembuluh darah utama," ucap AKP Dimas kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Polisi menetapkan satu pelaku utama berinisial Slamet Mahmudi (43), yang juga berasal dari wilayah yang sama dengan korban. Selain itu, satu orang lainnya berinisial Mohammad Abdul Mutolib (36) turut diamankan karena berperan membantu tersangka membuang barang bukti.</p>
<p>Motif pembunuhan yang dilakukan oleh Slamet kepada Anang adalah karena rasa cemburu. </p>
<p>"Dari hasil penyelidikan, pembunuhan dipicu rasa cemburu. Pelaku tidak terima karena korban diduga mendekati perempuan yang merupakan pasangan pelaku," ujarnya melanjutkan.</p>
<p>Peristiwa pembunuhan sendiri terjadi di wilayah Kabupaten Kediri, tepatnya di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Saat itu, korban dan pelaku diketahui sempat keluar bersama dan mengonsumsi minuman keras sebelum terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan.</p>
<p>Tersangka menjemput korban di rumahnya, lalu keduanya sempat keluar bersama menggunakan sepeda motor milik korban. Saat itulah tersangka melancarkan aksinya. </p>
<p>"Antara korban dan pelaku ini berteman. Mereka sempat bersama, kemudian terjadi cekcok hingga berujung pembunuhan," kata AKP Dimas Robin Alexander.</p>
<p>Setelah melakukan pembunuhan, tersangka lalu bercerita kepada tersangka kedua. Sesaat setelah melakukan pembunuhan, mereka kemudian merencanakan membuang ketiga barang bukti tersebut di Sungai Brantas di wilayah Kras, Kediri.</p>
<p>Setelah kejadian, pelaku membuang jasad korban ke sungai yang berada di sekitar lokasi kejadian dengan tujuan menghilangkan jejak. Arus sungai kemudian membawa jasad hingga akhirnya ditemukan di wilayah Megaluh, Jombang.</p>
<p>"Tak hanya itu, sejumlah barang milik korban juga dibuang ke Sungai Brantas di wilayah Kecamatan Kras, Kediri. Barang tersebut meliputi sepeda motor dan telepon genggam korban," ungkapnya.</p>
<p>Polisi hingga kini masih melakukan pencarian terhadap barang bukti tersebut, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku. Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua unit telepon genggam milik tersangka dan dua sepeda motor. Sementara barang bukti lain masih dalam pencarian karena terkendala derasnya arus sungai.</p>
<p>Pelaku utama dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, juga dikenakan pasal terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman tambahan. </p>
<p>"Kemudian juga terkait dengan pasal 468 ayat 2 Undang-Undang 1 Tahun 2023 tentang KUHP Tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara," bebernya.</p>
<p>Polisi menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi pembunuhan tersebut tidak direncanakan secara matang. Namun, pelaku diketahui telah membawa senjata tajam sebelum kejadian, yang kemudian digunakan saat pertikaian terjadi. </p>
<p>"Senjata tajam itu sudah dibeli oleh tersangka seminggu sebelumnya. Dan selalu dibawa kemanapun," pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temuan Mayat di Ladang Jagung Wonosalam Jombang, Polisi Tunggu Hasil Autopsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temuan-mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-polisi-tunggu-hasil-autopsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temuan-mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-polisi-tunggu-hasil-autopsi</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi jasad yang sudah membusuk dan berbelatung menyulitkan identifikasi visual secara langsung. Pihaknya masih nunggu hasil autopsi di RSUD Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6f7c5bf3e2.webp" length="27590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:09:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Terkait penyebab kematian, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan pasti. Kondisi jasad yang sudah membusuk dan berbelatung menyulitkan identifikasi visual secara langsung. Pihaknya masih nunggu hasil autopsi di RSUD Jombang.</p>
<p>"Kita belum tahu karena sudah ada tanda-tanda pembusukan lanjut, sudah ada belatungnya, tulang juga sudah nampak. Nanti kita dalami setelah otopsi selesai," ucap AKP Dimas Robin Alexander kepada suarajatimpost.com, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, AKP Dimas juga menjelaskan lokasi penemuan mayat tidak jauh dari akses jalan raya utama.</p>
<p>"Itu di lahan jagung, jaraknya dari jalan raya kurang lebih sekitar 20 sampai 30 meter ke dalam. Di lokasi tidak ditemukan adanya kendaraan," terangnya.</p>
<p>Saat ditanya apakah peristiwa ini mengarah pada tindak pidana pembunuhan, AKP Dimas menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi resmi.</p>
<p>"Belum tahu. Nanti setelah otopsi akan kita sampaikan penyebab kematian dan perkembangannya," tegasnya.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga yang datang mengidentifikasi jenazah. Pihak yang mendampingi proses evakuasi dan pemeriksaan di RSUD adalah Kepala Desa (Kades) Sumberjo serta Kapolsek Wonosalam.</p>
<p>Kepolisian Resor (Polres) Jombang membeberkan hasil identifikasi sementara terkait penemuan sesosok mayat di area ladang jagung, Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan keterangan polisi, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. Tampak belatung pada tubuh korban dan sebagian tulang belulang sudah mulai terlihat. Meski demikian, polisi menduga kuat jenis kelamin korban adalah laki-laki berdasarkan pakaian yang dikenakan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk menjalani proses autopsi.</p>
<p>"Jadi memang ditemukan satu jenazah laki-laki, belum diketahui identitasnya. Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah guna dilakukan otopsi lebih lanjut dan juga proses pengenalan identitas," ujar AKP Dimas Robin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga LPG Non&amp;Subsidi di Jombang Naik, Warga dan Pelaku UMKM Mulai Berhemat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-lpg-non-subsidi-di-jombang-naik-warga-dan-pelaku-umkm-mulai-berhemat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-lpg-non-subsidi-di-jombang-naik-warga-dan-pelaku-umkm-mulai-berhemat</guid>
<description><![CDATA[ LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram kini dibanderol dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp107.000 per tabung. Sementara untuk ukuran 12 kilogram, harga jualnya mencapai Rp228.000 per tabung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e640dfeff9c.webp" length="30128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 22:15:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, LPG Non Subsidi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi di wilayah Kabupaten Jombang mengalami penyesuaian harga di pasaran. Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan terjadi pada beberapa ukuran tabung, utamanya untuk pembelian eceran.</p>
<p>Rinda, karyawan salah satu agen LPG non-subsidi berlokasi di Jalan Abdurrahman Saleh, Kecamatan Jombang, membenarkan perubahan harga tersebut. Ia merinci, berdasarkan daftar harga terbaru per Senin (20/4/2026), LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram kini dibanderol dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp107.000 per tabung. Sementara untuk ukuran 12 kilogram, harga jualnya mencapai Rp228.000 per tabung.</p>
<p>"HET-nya untuk 5,5 kilogram itu Rp107.000, dan untuk yang 12 kilogram Rp228.000," ujar Rinda saat dikonfirmasi wartawan. </p>
<p>Ia menambahkan, nominal tersebut belum termasuk biaya ongkos kirim apabila konsumen meminta layanan antar ke rumah.</p>
<p>Menurut keterangan dari pihak agen, penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh dinamika distribusi serta fluktuasi pasokan di tingkat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Di samping itu, peningkatan biaya operasional dan transportasi juga dinilai menjadi faktor yang memengaruhi harga jual akhir kepada konsumen. </p>
<p>Meski terjadi kenaikan, Rinda menyebut kondisi pasokan masih tergolong normal. "Kendalanya hanya antrian di SPBE, tapi distribusi ke masyarakat masih bisa ter-cover dengan baik," imbuhnya.</p>
<p>Kondisi ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Jombang. Muhammad Raffi, warga Kecamatan Jogoroto, mengaku belum mengetahui informasi kenaikan harga tersebut. Sebagai pengguna LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram, ia menyatakan akan melakukan langkah penghematan jika harga memang benar-benar melonjak. </p>
<p>"Kalau naik ya mau tidak mau harus menghemat penggunaan gas. Saya belum cek lagi harganya di pasar," tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, dampak kenaikan ini lebih terasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengandalkan LPG sebagai bahan bakar utama memasak. </p>
<p>Dewi, seorang pedagang warung pecel lele di kawasan Peterongan, mengaku harus lebih cermat mengatur biaya operasional. Ia menyebut dalam kurun waktu dua minggu, warungnya bisa menghabiskan satu hingga dua tabung LPG ukuran 12 kilogram, tergantung tingkat keramaian pembeli.</p>
<p>"Dengan harga yang sekarang, tentu cukup terasa di biaya operasional. LPG ini kebutuhan utama untuk memasak, jadi mau tidak mau harus disiasati," jelas Dewi. </p>
<p>Ia berharap ke depannya harga komoditas tersebut dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani usaha kecil. </p>
<p>"Semoga harganya bisa lebih stabil supaya kami pedagang kecil tidak terlalu terbebani," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat di Ladang Jagung Wonosalam Jombang Jalani Autopsi di RSUD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-jalani-autopsi-di-rsud</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-jalani-autopsi-di-rsud</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan keterangan polisi, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5cba20d679.webp" length="37160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 14:40:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Kepolisian Resor (Polres) Jombang membeberkan hasil identifikasi sementara terkait penemuan sesosok mayat di area ladang jagung, Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan keterangan polisi, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. Tampak belatung pada tubuh korban dan sebagian tulang belulang sudah mulai terlihat. Meski demikian, polisi menduga kuat jenis kelamin korban adalah laki-laki berdasarkan pakaian yang dikenakan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk menjalani proses autopsi.</p>
<p>"Jadi memang ditemukan satu jenazah laki-laki, belum diketahui identitasnya. Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah guna dilakukan otopsi lebih lanjut dan juga proses pengenalan identitas," ujar AKP Dimas Robin kepada suarajatimpost.com di lokasi kamar jenazah RSUD Jombang.</p>
<p>Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Korban ditemukan mengenakan kaos, jaket, celana panjang jeans, serta sepatu sport. Sebuah telepon genggam (handphone) juga berhasil diamankan dari saku celana korban.</p>
<p>"Sementara ini baru kita temukan handphone pada saku korban. Untuk ciri fisik, secara visual mayat memiliki rambut di kepala. Jenis kelamin diduga laki-laki, namun untuk lebih lanjut masih kita dalami," jelas AKP Dimas.</p>
<p>Sebelumnya, sesosok mayat ditemukan oleh warga di area ladang jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya.</p>
<p>Saat kali pertama di temukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Iswari, kondisi mayat diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian lengkap berikut sebuah Hanphone dalam saku celana.</p>
<p>"Sepertinya laki-laki ciri-cirinya sepertinya laki-laki kemudian memakai celana jeans ada HP masih ada HP di sakunya, bisa punya kondisi sudah membusuk tidak bisa dikenali," ucap Warjito warga Wonosalam disekitar lokasi dalam pesan diterima. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Wonosalam Jombang Digegerkan Penemuan Mayat di Ladang Jagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-wonosalam-jombang-digegerkan-penemuan-mayat-di-ladang-jagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-wonosalam-jombang-digegerkan-penemuan-mayat-di-ladang-jagung</guid>
<description><![CDATA[ Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e59fa49d151.webp" length="39566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 11:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Sesosok mayat ditemukan oleh warga di area ladang jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya.</p>
<p>Saat kali pertama di temukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Iswari, kondisi mayat diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian lengkap berikut sebuah Hanphone dalam saku celana. </p>
<p>"Sepertinya laki-laki ciri-cirinya sepertinya laki-laki kemudian memakai celana jeans ada HP masih ada HP di sakunya, bisa punya kondisi sudah membusuk tidak bisa dikenali," ucap Warjito warga Wonosalam disekitar lokasi dalam pesan diterima. </p>
<p>Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo membenarkan adanya temuan mayat tersebut.</p>
<p>Pihaknya tengah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara. </p>
<p>"Iya benar, kami sedang menuju ke lokasi," ungkap Iptu Aspio. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi PWI, MKKS SMP dan Disdikbud di Jombang Perkuat Literasi Digital Siswa di Tengah Banjir Informasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pwi-mkks-smp-dan-disdikbud-di-jombang-perkuat-literasi-digital-siswa-di-tengah-banjir-informasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pwi-mkks-smp-dan-disdikbud-di-jombang-perkuat-literasi-digital-siswa-di-tengah-banjir-informasi</guid>
<description><![CDATA[ Literasi digital untuk pelajar dalam memproduksi informasi sehat, objektif dan kritis tidak bisa ditawar-tawar lagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4d1fe1d88d.webp" length="76110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 08:04:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Literasi Digital</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – <span>Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar menjadi kelompok yang paling membutuhkan kemampuan memilah fakta dan membangun narasi yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara Disdikbud, PWI, dan MKKS Jombang pun mengarah pada penguatan literasi digital sebagai bekal generasi kritis.</span></p>
<p><span>Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang menggabungkan literasi digital dan dasar-dasar jurnalistik. Materi yang diberikan meliputi penguatan pola pikir digital seperti etika bermedia sosial, identifikasi hoaks, hingga pencegahan perundungan siber. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan teknis seperti teknik wawancara, penulisan berita 5W+1H, mobile journalism, dan fotografi jurnalistik.</span></p>
<p>Sebagaimana terlihat dari kegiatan safari edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital yang diselenggarakan oleh PWI Jombang berkolaborasi MKKS SMP, Jumat (18/4/2026) kemarin.  Kegiatan ini dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang serta Aula SMPN 1 Jombang ini</p>
<p><span>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyatakan bahwa edukasi ini penting untuk membangun generasi yang kritis di tengah derasnya arus informasi digital.</span></p>
<p><span>“Edukasi ini agar para siswa memahami bahwa di balik setiap informasi ada etika yang harus dijunjung, sehingga mereka kebal terhadap hoaks dan konten negatif,” ucap Mufid dalam pesan diterima wartawan, Ahad (19/4/2026).</span><span></span></p>
<p><span>Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto, optimistis pelatihan semacam ini mampu melahirkan bibit jurnalis muda dari lingkungan sekolah</span><span></span></p>
<p><span>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa kompetensi digital merupakan kebutuhan esensial bagi generasi muda.</span></p>
<p><span>“Siswa harus punya kecakapan digital yang mumpuni agar siap menghadapi dinamika zaman. Kami ingin mereka tidak sekadar jadi penonton, tapi juga kreator yang bertanggung jawab,” tandas Wor Windari.</span></p>
<p><span>Di era ketika setiap individu bisa menjadi produsen informasi, literasi digital menjadi fondasi penting agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta konten yang bertanggung jawab. </span>(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Fenomena El Nino, BPBD Jombang Siapkan Langkah Mitigasi Potensi Bencana Karhutla</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-fenomena-el-nino-bpbd-jombang-siapkan-langkah-mitigasi-potensi-bencana-karhutla</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-fenomena-el-nino-bpbd-jombang-siapkan-langkah-mitigasi-potensi-bencana-karhutla</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menyusun surat edaran yang akan disebarkan hingga ke tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e498506d2d2.webp" length="41994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 20:55:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Fenomena El Nino</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai dampak dari fenomena El Nino. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menyusun surat edaran yang akan disebarkan hingga ke tingkat desa.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut akan ditujukan kepada pihak kecamatan untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah desa. Inti dari edaran itu adalah imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan. </p>
<p>"Dalam waktu dekat, sekitar pekan depan, surat edaran itu sudah mulai didistribusikan," ujar Wiku, Ahad (19/4/2026).</p>
<p>Wiku menambahkan, pihaknya telah mengikuti koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan hasil paparan, ancaman El Nino tetap harus diwaspadai meskipun intensitasnya diprediksi tidak seekstrem periode sebelumnya. </p>
<p>"Potensi tetap ada, meski tidak separah yang dibayangkan. Namun kami tetap diminta siaga," imbuhnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, wilayah dengan risiko kebakaran tertinggi di Jombang berada di kawasan perbukitan, seperti Kecamatan Wonosalam. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. </p>
<p>"Medannya cukup berat, sehingga penanganan kebakaran di wilayah tersebut tidak mudah," ungkap Wiku.</p>
<p>Selain menyiapkan surat edaran, BPBD Jombang juga menindaklanjuti arahan kepolisian untuk meningkatkan sosialisasi kepada warga, terutama yang bermukim di sekitar zona rawan kebakaran. Edukasi ini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran yang dipicu oleh aktivitas manusia.</p>
<p>Sementara itu, Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang, Pepi Stevy Maria, mengungkapkan bahwa peristiwa karhutla terakhir di wilayah tersebut terjadi pada tahun 2023 di kawasan Wonosalam dengan luas area terdampak mencapai sekitar 40 hektare. </p>
<p>Ia mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan. Upaya pemadaman masih sangat bergantung pada tenaga manusia dengan peralatan manual.</p>
<p>"Penanganannya masih manual. Saat itu sekitar 48 personel dikerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas," jelas Pepi.</p>
<p>Jika api tidak dapat dikendalikan dengan sumber daya lokal, BPBD Jombang akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan tambahan, termasuk pemadaman melalui jalur udara. </p>
<p>"Pada kejadian terakhir, sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan tiga kali penerbangan (sorti)," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Korban Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Jombang, Korsleting AC Diduga Jadi Pemicu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-korban-meninggal-dunia-dalam-kebakaran-rumah-di-jombang-korsleting-ac-diduga-jadi-pemicu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-korban-meninggal-dunia-dalam-kebakaran-rumah-di-jombang-korsleting-ac-diduga-jadi-pemicu</guid>
<description><![CDATA[ Total korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e38a2d24178.webp" length="31730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 20:45:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran Rumah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Adityawarman No. 87, RT 03/RW 01, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, memakan korban jiwa kedua. Total korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.</p>
<p>Sebelumnya, seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Maya (23) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terlalu banyak menghirup asap. Kini, korban bernama Sri Indah (33) yang sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis di RSUD Jombang, turut dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sri Indah meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.</p>
<p>"Korban atas nama Sri Indah, ART berusia 33 tahun, yang sebelumnya dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jombang," terang AKP Edy.</p>
<p>Jenazah korban selanjutnya telah dikebumikan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dengan berpulangnya Sri Indah, total korban jiwa dalam musibah kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik pendingin ruangan (AC) ini tercatat dua orang. Keduanya merupakan asisten rumah tangga yang sedang berada di dalam rumah saat kobaran api mulai membesar.</p>
<p>Sebelumnya, Mendapat laporan warga, tim pemadam kebakaran Kabupaten Jombang langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam. Petugas tiba di lokasi sekitar tengah malam dan segera bergabung dengan aparat kepolisian untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>Karena kondisi rumah yang terkunci, petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa pada pintu untuk menembus kobaran api sekaligus menyelamatkan para penghuni. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 00.30 WIB.</p>
<p>Seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi, namun satu korban bernama Maya (23) tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah diduga kuat menghirup terlalu banyak asap beracun selama insiden berlangsung.</p>
<p>Kapolsek Jombang menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini dan memastikan para korban selamat tengah menjalani perawatan intensif. </p>
<p>"Semua korban yang selamat sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk penanganan medis lebih lanjut. Kami sangat berduka atas kepergian salah satu korban," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Muktamar NU, Gus Kikin Ingatkan Posisi Strategis NU di Momen Munas IKAPETE</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-muktamar-nu-gus-kikin-ingatkan-posisi-strategis-nu-di-momen-munas-ikapete</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-muktamar-nu-gus-kikin-ingatkan-posisi-strategis-nu-di-momen-munas-ikapete</guid>
<description><![CDATA[ Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah apabila didorong maju menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e34f1347c9f.webp" length="34316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:05:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gus Kikin, IKAPETE</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah apabila didorong maju menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gus Kikin saat ditemui awak media di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (18/4/2026) pagi. </p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung sesaat sebelum digelarnya agenda seremonial Musyawarah Nasional (Munas) dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).</p>
<p>Menanggapi dinamika terkini di internal NU serta situasi politik dan ekonomi nasional, Gus Kikin menilai kondisinya cukup kompleks. Meski demikian, ia menegaskan sikapnya untuk siap menerima tanggung jawab jika memang mendapat dukungan dan dorongan kuat dari berbagai pihak.</p>
<p>"Kalau didorong dan dianggap mampu, saya siap menjalankan. Tapi saya tidak pernah meminta," ujar Gus Kikin.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga menyerukan agar Nahdlatul Ulama kembali mengokohkan posisi strategisnya dengan bertumpu pada kekuatan utama sebagai organisasi yang solid. </p>
<p>Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini menilai bahwa pada masa awal berdirinya, NU memiliki fondasi organisasi yang sangat kokoh, terutama dalam merawat kekompakan internal. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai contoh ideal bagi eksistensi organisasi kemasyarakatan sipil.</p>
<p>"NU sejak awal berdiri hingga periode 1930-1940-an dikenal solid. Itu menjadi kekuatan penting bagi organisasi dan masyarakat," lanjutnya.</p>
<p>Gus Kikin turut menyoroti munculnya beragam pandangan dan komentar di ruang publik terkait dinamika yang berkembang. Menurutnya, hal tersebut harus direspons dengan upaya mengembalikan NU kepada nilai-nilai dasarnya. </p>
<p>"Yang terpenting bagaimana kita bisa kembali pada kondisi ideal, yakni organisasi yang solid dan berdaya," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyinggung kontribusi besar warga NU dalam lintasan sejarah perjuangan bangsa, utamanya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kekuatan itu, menurutnya, lahir dari sinergi dan kebersamaan antar elemen masyarakat. </p>
<p>"Kekuatan itu lahir dari sinerginya antar elemen, sehingga bisa menjadikan Indonesia ini sebagai bangsa yang kuat," ungkap Gus Kikin.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, menegaskan bahwa forum Munas kali ini lebih difokuskan pada upaya penguatan peran alumni Tebuireng. Pihaknya sengaja tidak memperluas pembahasan hingga ke isu-isu eksternal organisasi yang lebih rumit.</p>
<p>"Kami tidak membahas hal-hal eksternal yang rumit. Fokus kami adalah bagaimana alumni bisa menjadi perekat dan peneduh di tengah masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Ia berharap, alumni Tebuireng yang tersebar di berbagai penjuru daerah dapat terus memperkuat persatuan serta menjaga marwah perjuangan NU sesuai dengan nilai-nilai luhur yang telah dirintis oleh pendirinya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. IKAPETE juga mendorong agar proses suksesi kepemimpinan di tubuh NU dapat berjalan secara sehat dan bersih dari praktik politik uang.</p>
<p>"Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama. Kami juga berharap tidak ada praktik money politik dalam proses ke depan," imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan, alumni Pesantren Tebuireng berharap siapa pun sosok yang terpilih kelak mampu mengembalikan arah perjuangan NU kepada khittah dan rel perjuangan organisasi yang sesungguhnya. </p>
<p>"Kalau memang itu menjadi kehendak bersama dari seluruh pengurus di daerah, tentu akan didukung. Intinya NU harus kembali ke relnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Keluarga di Jombang Terjebak Dalam Kobaran Api Dipicu Korsleting Listrik AC</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-di-jombang-terjebak-dalam-kobaran-api-dipicu-korsleting-listrik-ac</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-di-jombang-terjebak-dalam-kobaran-api-dipicu-korsleting-listrik-ac</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada perangkat pendingin ruangan (AC). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e349e9297b0.webp" length="29052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 16:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah rumah di Jalan Adityawarman No 87, RT 3 RW 1, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (17/4/2026) malam. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada perangkat pendingin ruangan (AC).</p>
<p>Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, menjelaskan bahwa musibah ini pertama kali disadari oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap tebal keluar dari rumah yang saat itu dalam keadaan tertutup rapat.</p>
<p>"Dugaan awal kami, api berasal dari hubungan arus pendek listrik pada unit AC yang berada di ruang tengah," terang AKP Edy Widoyono saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Mendapat laporan warga, tim pemadam kebakaran Kabupaten Jombang langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam. Petugas tiba di lokasi sekitar tengah malam dan segera bergabung dengan aparat kepolisian untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>Karena kondisi rumah yang terkunci, petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa pada pintu untuk menembus kobaran api sekaligus menyelamatkan para penghuni. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 00.30 WIB.</p>
<p>Seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi, namun satu korban bernama Maya (23) tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah diduga kuat menghirup terlalu banyak asap beracun selama insiden berlangsung.</p>
<p>Kapolsek Jombang menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini dan memastikan para korban selamat tengah menjalani perawatan intensif. </p>
<p>"Semua korban yang selamat sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk penanganan medis lebih lanjut. Kami sangat berduka atas kepergian salah satu korban," ucapnya.</p>
<p>Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya puing-puing sisa unit AC yang diduga menjadi sumber awal kebakaran. Hingga kini, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan guna mengungkap secara pasti kronologi kejadian.</p>
<p>Akibat kebakaran ini, taksiran kerugian materiil mencapai angka sekitar Rp200 juta. Kapolsek menegaskan jajarannya telah melakukan langkah-langkah prosedural, termasuk pengamanan lokasi, permintaan keterangan saksi-saksi di sekitar TKP, serta pelaporan resmi kepada pimpinan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aroma Keluarga Dalam Struktur Jabatan, Direktur RSUD Jombang Akan Dilaporkan ke KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aroma-keluarga-dalam-struktur-jabatan-direktur-rsud-jombang-akan-dilaporkan-ke-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aroma-keluarga-dalam-struktur-jabatan-direktur-rsud-jombang-akan-dilaporkan-ke-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Dua nama yang disebut-sebut dalam bursa perbincangan internal adalah MHFA yang biasa disapa F, dan NA yang akrab disapa N. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1e97b0ecd5.webp" length="17014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:08:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jabatan Keluarga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Isu terkait kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul dugaan rangkap jabatan, kini muncul pengakuan dari sumber terpercaya yang menyebut adanya praktik pengangkatan keluarga dalam struktur kepegawaian rumah sakit pelat merah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, diduga mengangkat kedua anaknya sendiri sebagai pegawai di institusi yang dipimpinnya. Dua nama yang disebut-sebut dalam bursa perbincangan internal adalah MHFA yang biasa disapa F, dan NA yang akrab disapa N.</p>
<p>"Ada dua anaknya, sudah ramai diperbincangkan, namanya MHFA panggilannya F dan NA panggilannya N," ujar narasumber yang enggan identitasnya dipublikasikan.</p>
<p>Meski mengakui keberadaan kedua nama tersebut, sumber ini masih enggan memberikan keterangan detail mengenai posisi atau jabatan strategis apa yang saat ini diduduki oleh kedua anak sang direktur. </p>
<p>"Adalah, pokoknya, lulusannya teknik industri dan hukum," imbuhnya singkat.</p>
<p>Saat dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, dr. Pudji Umbaran tidak secara tegas membantah maupun membenarkan. Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya membuka kesempatan kerja bagi siapa pun yang memenuhi syarat.</p>
<p>"Semua masyarakat boleh bekerja di RSUD Jombang. Sepanjang memiliki kompetensi yang sesuai untuk peningkatan kinerja pelayanan di RSUD Jombang," ujarnya melalui pesan singkat.</p>
<p>Sementara itu, praktisi hukum Jombang, Syarahuddin (Bang Reza), menilai bahwa praktik tersebut, jika terbukti kebenarannya, jelas termasuk dalam kategori nepotisme yang melanggar ketentuan hukum.</p>
<p>"Kalau itu benar ya melanggar hukum," tegasnya.</p>
<p>Reza menambahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkali-kali menegaskan bahwa nepotisme adalah praktik yang merusak tata kelola pemerintahan, mengarah pada tindak pidana korupsi, serta menggerus integritas institusi karena mengesampingkan kepentingan publik demi kepentingan keluarga atau kroni.</p>
<p>"Kita siap mengawal untuk kebaikan Jombang, bahkan kita siap lapor ke KPK ketika diperlukan," ancam Reza.</p>
<p>Ia merujuk pada Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Aturan tersebut secara tegas melarang pejabat publik, termasuk Direktur RSUD, memberikan keuntungan kepada anggota keluarga dalam hal pengangkatan pegawai tanpa melalui mekanisme yang profesional dan meritokratis.</p>
<p>Perekrutan pegawai di lingkungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti RSUD seharusnya dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan adil, bukan berdasarkan penunjukan langsung oleh pimpinan.</p>
<p>"Tindakan menunjuk keluarga sebagai pegawai atau memberikan jabatan berpotensi melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana jika terbukti terjadi nepotisme," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Direktur RSUD Jombang Bantah Isu Rangkap Jabatan di Tengah Merosotnya Mutu Pelayanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/direktur-rsud-jombang-bantah-isu-rangkap-jabatan-di-tengah-merosotnya-mutu-pelayanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/direktur-rsud-jombang-bantah-isu-rangkap-jabatan-di-tengah-merosotnya-mutu-pelayanan</guid>
<description><![CDATA[ Pudji membantah tudingan bahwa seorang pejabat berinisial HD mengemban empat posisi strategis sekaligus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1c0dff31b0.webp" length="39516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 12:51:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rangkap Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, dr. Pudji Umbaran, menanggapi isu penurunan kualitas pelayanan yang diduga berakar dari praktik rangkap jabatan di lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut. </p>
<p>Pudji membantah tudingan bahwa seorang pejabat berinisial HD mengemban empat posisi strategis sekaligus.</p>
<p>"Tidak benar," ujar dr. Pudji Umbaran saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/5/2026).</p>
<p>Pudji mengklarifikasi status kepegawaian HD yang tengah menjadi sorotan masyarakat. Ia membenarkan bahwa secara definitif, HD menjabat sebagai Kepala Instalasi Rekam Medis. Namun, Pudji mengakui HD juga diberi mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pelaporan dan Evaluasi untuk mengisi kekosongan jabatan pascapensiunnya pejabat terdahulu.</p>
<p>"Saat ini HD sebagai Ka Instalasi Rekam Medis (definitif). Karena Kasubag Evaluasi dan Pelaporan pensiun, sementara tugasnya sangat erat dengan Instalasi Rekam Medis, maka saudara HD saya tunjuk sebagai Plt Kasubag Pelaporan dan Evaluasi (tugas tambahan). Tugas lainnya sudah kita hentikan saat saudara HD ditunjuk sebagai Plt tersebut," beber Pudji.</p>
<p>Pernyataan tersebut sekaligus menyanggah informasi yang beredar bahwa HD masih menjabat sebagai Wakil Kepala Instalasi Pemberkasan dan Klaim Jaminan Kesehatan (IPKJK) serta Plt Perencanaan.</p>
<p>Isu ini mengemuka seiring munculnya laporan yang mengindikasikan standar pelayanan publik di RSUD Jombang mengalami penurunan signifikan. </p>
<p>Masyarakat mulai mempertanyakan kebijakan mutasi Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah kepemimpinan dr. Pudji Umbaran yang dinilai tidak rasional.</p>
<p>Informasi dari sumber internal menyebutkan adanya pergeseran sedikitnya sepuluh personel kompeten dari unit vital seperti Poli Jiwa, VCT, dan unit rawat jalan. Posisi mereka digantikan oleh petugas yang dinilai belum menguasai standar konseling maupun teknis pelayanan. Hal ini berdampak pada keluhan pasien mengenai lambatnya birokrasi dan ketidakefektifan komunikasi.</p>
<p>"Terjadi degradasi kualitas SDM secara masif. Penempatan personel tidak lagi berbasis pada keahlian, melainkan kebijakan mutasi yang mengabaikan aspek fungsional," ungkap sumber yang enggan identitasnya dipublikasikan tersebut. </p>
<p>Selain persoalan manajerial SDM, infrastruktur fisik juga tidak luput dari kritik. Desain loket rawat jalan yang terlalu tinggi dinilai menghambat aksesibilitas dan kenyamanan pasien saat berinteraksi dengan petugas.</p>
<p>Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai dasar pertimbangan mutasi besar-besaran tersebut, Pudji Umbaran tidak memberikan penjelasan substantif. Ia justru meminta rincian identitas pelapor sebagai syarat untuk memberikan klarifikasi.</p>
<p>"Keluhannya apa? Di mana, oleh siapa, dan nama siapa? Kami butuh detailnya untuk klarifikasi yang jelas," ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Jombang Gelar Edukasi Kesehatan, Soroti Bahaya Gangguan Pendengaran Tersembunyi pada Anak Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-gelar-edukasi-kesehatan-soroti-bahaya-gangguan-pendengaran-tersembunyi-pada-anak-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-gelar-edukasi-kesehatan-soroti-bahaya-gangguan-pendengaran-tersembunyi-pada-anak-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dokter Spesialis THT-BKL RSUD Jombang, dr. Kihastanto, Sp. THT-BKL, menegaskan bahwa masalah pendengaran pada anak kerap kali menjadi gangguan tersembunyi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1b8e892189.webp" length="23536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 11:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, RSUD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kembali menggelar program edukasi unggulan "Humas RSUD Jombang Menyapa". Mengambil tema "Gangguan Pendengaran pada Anak Usia Sekolah", kegiatan yang berlangsung di lingkungan RSUD setempat pada Rabu (01/04/2026) ini bertujuan menekankan pentingnya deteksi dini demi mencegah terhambatnya masa depan anak akibat gangguan pendengaran.</p>
<p>Dokter Spesialis THT-BKL RSUD Jombang, dr. Kihastanto, Sp. THT-BKL, menegaskan bahwa masalah pendengaran pada anak kerap kali menjadi "gangguan tersembunyi". Jika diabaikan, kondisi ini dapat merusak fondasi utama perkembangan kognitif, kemampuan bicara, dan interaksi sosial anak di lingkungan sekolah maupun rumah.</p>
<p>Dalam dialog interaktif yang dipandu Ayu Karina, dr. Kihastanto memaparkan tiga jenis gangguan pendengaran yang paling sering menyerang anak usia sekolah. Pertama adalah Gangguan Konduksi, yakni terhambatnya gelombang suara pada telinga luar dan tengah akibat penumpukan kotoran telinga yang keras atau adanya cairan kental di telinga tengah. </p>
<p>Kedua, Gangguan Sensori Neural, yaitu kerusakan saraf pada organ koklea di telinga dalam. Ketiga, Central Auditory Processing Disorder (CAPD), di mana pendengaran secara fisik normal namun proses pengolahan suara di otak mengalami keterlambatan pematangan.</p>
<p>"Gangguan pendengaran ini sangat mempengaruhi proses belajar. Anak membutuhkan upaya atau effort yang jauh lebih besar untuk sekadar mendengar, sehingga ia lebih cepat lelah dan kehilangan konsentrasi dibanding teman-temannya," jelas dr. Kihastanto dalam pesan diterima, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Kihastanto mengimbau para orang tua dan guru untuk peka terhadap perubahan perilaku anak yang mungkin menjadi indikasi awal. Tanda-tanda yang patut diwaspadai antara lain: anak sering tampak bingung di kelas, kerap bertanya ulang kepada teman mengenai penjelasan guru, sulit memusatkan perhatian dalam waktu lama, hingga perubahan sikap seperti menjadi lebih cuek atau sebaliknya, terlalu aktif karena mencari pelarian dari kebosanan mendengar.</p>
<p>Terkait pencegahan, pihak RSUD Jombang mendorong diadakannya skrining pendengaran berkala di sekolah dasar, terutama bagi siswa yang menunjukkan gejala-gejala mencurigakan. Selain itu, dr. Kihastanto menyoroti fenomena peningkatan kasus gangguan pendengaran akibat penggunaan perangkat audio pribadi (earphone atau headphone).</p>
<p>"Ini termasuk gangguan pendengaran akibat bising. Aturannya jelas, volume maksimal hanya 60 persen dan durasi mendengarkan tidak boleh lebih dari 60 menit. Jika terpaksa lebih lama, harus diistirahatkan setidaknya setengah jam sebelum digunakan lagi," tegasnya.</p>
<p>RSUD Jombang mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, untuk tidak menunda-nunda pemeriksaan jika mencurigai adanya penurunan fungsi pendengaran pada anak. </p>
<p>"Jangan beranggapan nanti akan normal sendiri. Peran bapak ibu guru dan orang tua sangat vital. Jika diperlukan, kami siap melayani di Poli THT RSUD Jombang," tutup dr. Kihastanto. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Ungkap Poin Tuntutan GMNI, Dari Program MBG Hingga Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-ungkap-poin-tuntutan-gmni-dari-program-mbg-hingga-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-ungkap-poin-tuntutan-gmni-dari-program-mbg-hingga-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan evaluasi serta kritik membangun terhadap sejumlah program strategis nasional, khususnya menyangkut implementasi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0a3a7cabbf.webp" length="40230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 18:10:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) terkait pelaksanaan program pemerintah mendapat respons langsung dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menyatakan pihaknya telah menerima audiensi dari DPC GMNI Kabupaten Jombang. Dalam pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan evaluasi serta kritik membangun terhadap sejumlah program strategis nasional, khususnya menyangkut implementasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Nah, mereka memberikan evaluasi, kritik, dan saran yang membangun untuk perbaikan program ke depannya, khususnya terkait implementasinya. Karena bisa jadi program itu bagus, tapi secara implementasi karena kontinu ini yang perlu kita kawal bersama," ujar politisi Partai Gerindra yang karib disapa Mbak Della itu kepada suarajatimpost, Selasa (15/4/2026).</p>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan Standarisasi dan Transparansi MBG</strong></p>
<p></p>
<p>Dalam audiensi tersebut, GMNI menyoroti secara spesifik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Della merinci, tuntutan utama mahasiswa adalah menyangkut standarisasi dapur umum.</p>
<p></p>
<p>"Artinya dapur-dapur yang tidak layak untuk direkomendasikan ditutup. Kemudian standarisasi menu dan kesesuaian dengan anggaran, bahwa menu harus standarnya bagus, harus higienis, kemudian harus sesuai dengan budget-nya. Ada yang Rp8.000, ada yang Rp10.000," beber politisi yang maju dari Dapil 6 Jombang itu.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, GMNI juga mendesak adanya transparansi penggunaan anggaran MBG. Menanggapi hal ini, Della menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah menggandeng kejaksaan untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh guna mencegah penyimpangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Dorongan Percepatan KDKMP dan Sinergi Keamanan </strong></p>
<p></p>
<p>Selain MBG, aspirasi GMNI juga menyentuh pembangunan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP). DPRD Jombang berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah dan instansi berwenang guna mempercepat pembangunan serta pengawasan proyek tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya KDKMP ini program yang bagus; artinya ketersediaan pangan terjamin, tidak hanya secara kuantitas tapi secara harga juga bisa murah diterima oleh banyak masyarakat," imbuh Ketua DPC Gerindra Jombang itu.</p>
<p></p>
<p>GMNI juga memberikan masukan terkait upaya menurunkan angka kriminalitas di Kabupaten Jombang serta pentingnya menjaga keterbukaan demokrasi dan sinergisitas antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah agar linear dengan program pusat.</p>
<p></p>
<p><strong>Apresiasi untuk Program Sekolah Rakyat</strong></p>
<p></p>
<p>Di tengah berbagai kritik dan evaluasi, Della mengungkapkan bahwa GMNI justru memberikan apresiasi tinggi terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menegaskan, Jombang menjadi salah satu daerah pertama yang telah merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi dengan jumlah siswa mencapai sekitar 100 anak.</p>
<p></p>
<p>"Saya secara pribadi, ini program yang sangat bagus. Harapannya ke depan nanti kita bisa sinergi dengan Dinas Pendidikan, dengan Dinas Sosial, bahwa <em>there is no children left behind uneducated</em>. Tidak ada anak-anak di Kabupaten Jombang yang tidak mengenyam pendidikan," tegas Della.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti seluruh aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jombang menyatakan akan segera mendisposisikan hasil audiensi ke komisi-komisi terkait. Sebagian besar isu akan diarahkan ke Komisi D, namun juga terdapat catatan untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM terdampak kebijakan.</p>
<p></p>
<p>"Tadi juga sudah langsung saya sampaikan kepada Mas Agung selaku dari pimpinan komisi untuk kita tindaklanjuti dari evaluasi dari adik-adik hari ini, baik ke pemerintah daerah maupun kepada pemerintah pusat melalui fraksinya masing-masing," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebabkan Serbuan Lalat, Pemilik Kandang Ayam di Jombang Disemprot DLH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebabkan-serbuan-lalat-pemilik-kandang-ayam-di-jombang-disemprot-dlh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebabkan-serbuan-lalat-pemilik-kandang-ayam-di-jombang-disemprot-dlh</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e086ea60edc.webp" length="32172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 16:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peternakan Ayam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang akhirnya memberikan peringatan keras kepada pengelola kandang ayam di Dusun Balongampel, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo. Hal ini menyusul verifikasi lapangan (verlap) yang membuktikan aktivitas pascapanen di kandang tersebut menjadi biang keladi aroma busuk dan serbuan ribuan lalat yang meneror warga.</p>
<p>Fenomena yang menjadi langganan tahunan ini sempat memicu kemarahan warga. Masyarakat di wilayah terdampak mengaku kehilangan kenyamanan hidup, mulai dari gangguan saat makan hingga sulitnya beristirahat akibat bau menyengat yang menusuk hidung.</p>
<p>Kepala Desa Sepanyul, Dedy Anugrah Dwi P., mengonfirmasi bahwa sumber masalah berasal dari kandang di sisi utara desa. </p>
<p>Mirisnya, lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai.</p>
<p>"Kami berterima kasih kepada DLH yang telah merespons. Hari ini pihak dinas sudah memberikan arahan tegas kepada pemilik agar melakukan perawatan ekstra," ujar Dedy kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Dalam sidak tersebut, DLH mengeluarkan instruksi yang tidak bisa ditawar. Pemilik kandang, Sugeng, diwajibkan melakukan penyemprotan lalat secara rutin menggunakan insektisida efektif, bukan sekadar air, serta melakukan pembersihan total kotoran ayam segera setelah panen berakhir tanpa penundaan.</p>
<p>Selain aspek lingkungan, pemerintah desa juga menyentil lemahnya empati dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) pemilik usaha. </p>
<p>Dedy menegaskan mekanisme pembagian kompensasi daging ayam yang selama ini dinilai merepotkan masyarakat terdampak.</p>
<p>"Kami meminta mekanisme kompensasi diperbaiki. Berikan langsung ke rumah warga atau melalui Ketua RT, jangan malah warga yang diminta datang ke kandang. Itu adalah bentuk empati minimal atas dampak yang mereka rasakan," tegas Dedy.</p>
<p>Saat ini, DLH berkomitmen untuk mengawasi ketat proses pembersihan pascapanen guna menjamin kondisi lingkungan kembali kondusif. </p>
<p>Sementara itu, warga masih menunggu realisasi janji pengelola, berharap teror lalat ini tidak menjadi agenda rutin di musim pemeliharaan berikutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PUPR Jombang Sebut Perda Jasa Konstruksi Perkuat Daya Saing Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-sebut-perda-jasa-konstruksi-perkuat-daya-saing-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-sebut-perda-jasa-konstruksi-perkuat-daya-saing-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi untuk mendongkrak mutu pekerjaan konstruksi di tingkat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e06210aaf30.webp" length="29546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 15:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perda Jasa Konstruksi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Jasa Penyelenggaraan Konstruksi mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Regulasi ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi strategis untuk mendongkrak mutu pekerjaan konstruksi di tingkat lokal.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, usai mengikuti rapat bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Rabu (15/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Bustomi, keberadaan Perda ini menjadi krusial karena akan mengisi celah regulasi yang selama ini belum terakomodasi oleh aturan di tingkat pusat maupun provinsi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas kerja para pelaku jasa konstruksi di Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Terkait Jasa Konstruksi, dan lain-lain itu sudah diatur di peraturan yang lebih tinggi. Jadi, pada Perda ini harapannya mengatur hal-hal yang belum diatur di aturan di atasnya. Prinsipnya seperti itu," ujar Bustomi kepada suarajatimpost, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai perlindungan terhadap pengusaha konstruksi lokal, Bustomi menegaskan bahwa pihaknya sangat menginginkan prioritas bagi pelaku usaha setempat.</p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengakui adanya keterbatasan regulasi perundang-undangan lebih tinggi yang tidak dapat dilangkahi terkait prinsip persaingan usaha yang sehat dan terbuka.</p>
<p></p>
<p>"Kita kepinginnya sih pengusaha lokal itu diutamakan, tapi di aturan hukumnya kan tidak ada. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kompetensi untuk daya saing para pelaku jasa konstruksi lokal itu sendiri," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk konkret dukungan pascapengesahan Perda nanti, Dinas PUPR akan menggencarkan program pembinaan dan bimbingan teknis. Tujuannya agar para kontraktor dan penyedia jasa lokal dapat memiliki sertifikasi yang menjadi syarat mutlak dalam proses pengadaan barang dan jasa.</p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai potensi masuknya pengusaha konstruksi dari luar daerah, Bustomi menegaskan bahwa Pemkab Jombang tidak dapat serta-merta membatasi hal tersebut. </p>
<p></p>
<p>Namun demikian, ia mengungkapkan adanya celah potensial yang diusulkan dalam rapat Bapemperda terkait Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).</p>
<p></p>
<p>"Ada usulan dari Pak Bayu, Kepala DPMPTSP. Mungkin ini celah yang belum dilakukan daerah lain. Kalau bisa dirumuskan dan tidak melanggar aturan di atasnya, mungkin bisa dipersyaratkan dalam proses pemilihan jasa konstruksi. Itu salah satu upaya untuk memberdayakan pengusaha lokal. Tapi kembali lagi, pengusaha lokalnya harus mau mengikuti arahan untuk meningkatkan kualitas," terang Bustomi.</p>
<p></p>
<p>Bustomi menegaskan bahwa inisiasi Perda ini lahir dari berbagai permasalahan pelaksanaan konstruksi di lapangan yang kerap terjadi. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, permasalahan teknis dan administratif tersebut membutuhkan solusi yang bersifat regulatif di tingkat daerah.</p>
<p></p>
<p>"Banyak permasalahan pelaksanaan konstruksi di lapangan yang harus kita beri solusi. Salah satu solusinya harus melalui regulasi. Materi yang belum diatur oleh aturan di atasnya, coba kita atur di dalam Perda ini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>GMNI Jombang Luruk Kantor DPRD, Tantang Wakil Rakyat Agar Lebih Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gmni-jombang-luruk-kantor-dprd-tantang-wakil-rakyat-agar-lebih-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gmni-jombang-luruk-kantor-dprd-tantang-wakil-rakyat-agar-lebih-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Dalam orasinya, massa mengecam sikap pasif DPRD Jombang yang dianggap cenderung menjadi tukang stempel bagi kebijakan pemerintah pusat tanpa melakukan filtrasi terhadap dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e091a7e96f0.webp" length="35706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 14:50:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Unjuk Rasa, GMNI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Aksi ini merupakan refleksi terhadap kinerja legislatif yang dinilai kehilangan taji dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat di daerah.</p>
<p>Dalam orasinya, massa mengecam sikap pasif DPRD Jombang yang dianggap cenderung menjadi tukang stempel bagi kebijakan pemerintah pusat tanpa melakukan filtrasi terhadap dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal.</p>
<p>Ketua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menegaskan bahwa fungsi pengawasan legislatif saat ini berada di titik nadir.</p>
<p>Ia menuntut para wakil rakyat untuk kembali ke khittahnya sebagai penyambung lidah rakyat, bukan sekadar pelaksana instruksi struktural dari atas.</p>
<p>"Kami mendesak DPRD Jombang agar kritis dalam mengawal program pemerintah pusat. Jangan sampai kebijakan <em>top-down</em> dieksekusi buta tanpa mempertimbangkan keberpihakan pada rakyat kecil di daerah," tegas Daffa.</p>
<p>Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat kepolisian ini mengusung empat tuntutan. </p>
<p>Pertama adalah restorasi fungsi pengawasan. GMNI mendesak DPRD Jombang bersikap kritis dan independen terhadap program pemerintah pusat.</p>
<p>Kedua, mitigasi krisis global. GMNI Jombang mendorong pemerintah daerah untuk responsif terhadap dinamika geopolitik internasional yang memicu ketidakpastian ekonomi di level lokal.</p>
<p>Ketiga, stop segala bentuk kriminalisasi aktivis. Menuntut jaminan ruang demokrasi dan mendesak aparat serta legislatif untuk menghentikan segala bentuk pembungkaman aspirasi.</p>
<p>Keempat, partisipasi publik bermakna. GMNI menuntut keterlibatan nyata masyarakat sipil dan mahasiswa dalam setiap proses pengambilan kebijakan strategis daerah.</p>
<p>Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa Jas Merah ini akhirnya diterima untuk berdialog di Ruang Sidang Paripurna. </p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Jombang, di antaranya: Wakil Ketua DPRD, Donny Anggun, Octadella Bilytha Permatasari dan M. Syarif Hidayatullah, serta Anggota DPRD Rahmat Agung Saputra. </p>
<p>Dialog ini juga difasilitasi oleh Kepala Kesbangpol Jombang, Budi Winarno, dan Wakapolres Jombang, Kompol Syarlis.</p>
<p>Daffa mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif dalam menghadapi inflasi atau gangguan distribusi pangan yang merupakan imbas dari situasi dunia.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, massa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan gelombang yang lebih besar jika tuntutan untuk membuka ruang partisipatif dalam kebijakan daerah tidak segera diimplementasikan secara konkret oleh DPRD Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Mulai Digodok DPRD Jombang, Digadang Jadi Instrumen Perbaikan Kualitas Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi-mulai-digodok-dprd-jombang-digadang-jadi-instrumen-perbaikan-kualitas-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi-mulai-digodok-dprd-jombang-digadang-jadi-instrumen-perbaikan-kualitas-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi ini digadang-gadang menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengawasan serta kualitas proyek pembangunan di Kota Santri, menyusul sejumlah insiden konstruksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e051d7b85bf.webp" length="39892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 12:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Raperda Jasa Konstruksi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Jombang resmi memulai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. </p>
<p>Regulasi ini digadang-gadang menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengawasan serta kualitas proyek pembangunan di Kota Santri, menyusul sejumlah insiden konstruksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Ketua Bapemperda DPRD Jombang, Kartiyono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat intensif bersama sejumlah stakeholder pada Rabu (15/4/2026) kemarin. </p>
<p>Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah daerah terkait pembentukan Perda yang menjadi amanat peraturan perundang-undangan di atasnya.</p>
<p>“Regulasi ini menjadi pedoman bagi kita semua sebagai instrumen Pemerintah Daerah dalam menjalankan kewenangannya. Berdasarkan Permen PU Nomor 1 Tahun 2023, ada kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha jasa konstruksi di daerah masing-masing,” ujar Kartiyono kepada suarajatimpost.com, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Kartiyono menegaskan, DPRD memberikan apresiasi tinggi terhadap itikad Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengajukan Raperda ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan respons nyata untuk menjawab permasalahan kualitas pembangunan yang kerap menjadi sorotan publik.</p>
<p>“Harapan kami, ini menjadi langkah meningkatkan kualitas program pembangunan di Jombang. Mengingat beberapa tahun terakhir kita disuguhi insiden-insiden yang tidak mengenakkan, seperti di beberapa Puskesmas dan yang terbaru di Pasar Ploso. Ini butuh perhatian serius,” tegasnya.</p>
<p>DPRD pun langsung menyambut baik usulan tersebut dengan memprosesnya melalui diskusi intensif dan konsultasi mendalam. Dalam prosesnya, Bapemperda sengaja melibatkan langsung para pelaku usaha jasa konstruksi lokal.</p>
<p>“Kami mengundang stakeholder karena ingin melibatkan masyarakat, khususnya di bidang jasa konstruksi. Agar ada aspek keadilan dan perlakuan yang semestinya bagi pengusaha lokal Jombang,” imbuhnya.</p>
<p>Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah aspirasi para kontraktor lokal agar tidak lagi menjadi "penonton di rumah sendiri". Selama ini, banyak proyek strategis pembangunan di Jombang yang justru dikerjakan oleh kontraktor dari luar daerah.</p>
<p>“Teman-teman pengusaha jasa konstruksi Jombang menyampaikan harapan agar mereka bisa lebih berperan dalam proyek-proyek strategis di daerahnya sendiri,” pungkas Kartiyono.</p>
<p>Pembahasan Raperda ini akan terus berlanjut guna merumuskan pasal-pasal yang tidak hanya mengatur standar teknis dan pengawasan ketat, tetapi juga membuka ruang keberpihakan bagi peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkara &amp;apos;Rayap Besi&amp;apos; di Jombang, Polisi Turut Amankan PNS Berikut Pengepul Rongsokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkara-rayap-besi-di-jombang-polisi-turut-amankan-pns-berikut-pengepul-rongsokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkara-rayap-besi-di-jombang-polisi-turut-amankan-pns-berikut-pengepul-rongsokan</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya eksekutor utama, Polsek Sumobito Kabupaten Jombang juga mengamankan PNS asal Surabaya dan Pengepul Rongsokan asal Kecamatan Diwek, Jombang dalam perkara &#039;Rayap Besi&#039;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e047755243a.webp" length="18904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 10:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rayap Besi, Pencurian Besi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Kasus pencurian rel kereta api oleh 'rayap besi' di area emplasemen Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, memasuki babak baru. Satuan Reskrim Polsek Sumobito kini tak hanya mengamankan dua orang eksekutor di lapangan, tetapi juga menangkap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Surabaya yang diduga sebagai aktor intelektual di balik aksi "rayap besi" tersebut.</p>
<p>Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan CIK (49), seorang PNS berdomisili di Surabaya, sebagai tersangka utama yang berperan sebagai penyuruh.</p>
<p>"Hasil pemeriksaan menunjukkan CIK ini yang menyuruh dan mengoordinir pengambilan rel untuk dijual. Ini bukan sekadar kejahatan jalanan, ada aktor intelektualnya," ungkap AKP Bagus Tejo Purnomo dalam pesan diterima, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan kronologi, aksi ini telah direncanakan sejak awal April 2026. CIK memerintahkan dua pelaku, MS (50) warga Kecamatan Peterongan dan IS (44) warga Kecamatan Kabuh, untuk mengambil potongan rel bekas pagar jenis R25 sepanjang dua meter di stasiun tersebut.</p>
<p>Pada aksi pertama, Rabu (8/4/2026), kawanan ini sukses menggondol dan menjual 22 batang rel. Hasil penjualan dibagi tidak merata: CIK meraup bagian terbesar senilai Rp1 juta, disusul IS sebesar Rp800 ribu, dan MS hanya menerima Rp400 ribu.</p>
<p>Namun nahas, saat mencoba mengulangi perbuatannya pada Senin (13/4/2026), kedua pelaku lapangan lebih dulu diciduk petugas Reskrim Polsek Sumobito sebelum sempat membawa kabur barang bukti.</p>
<p><strong>Pengepul Rongsokan Turut Dijerat</strong></p>
<p>Selain mengamankan otak pelaku, polisi juga menindak tegas jalur distribusi hasil curian. Seorang pengepul barang rongsokan berinisial IR (51), warga Kecamatan Diwek, Jombang, ikut diamankan atas dugaan penadahan.</p>
<p>IR terbukti membeli 22 batang rel hasil curian dengan total berat mencapai 1.100 kilogram. Dengan harga Rp3.700 per kilogram, transaksi haram ini bernilai total Rp4.070.000. IR mengaku bahwa rel-rel tersebut kemudian langsung dijual kembali ke sebuah pabrik di wilayah Mojokerto.</p>
<p>"Pelaku penadah ini tahu betul bahwa barang tersebut adalah potongan rel kereta api, namun tetap nekat membeli. Unsur penadahan sangat jelas dan akan kami dalami," tegas Kapolsek.</p>
<p>Polisi kini mengamankan sejumlah barang bukti tambahan, antara lain 25 batang rel kereta api jenis R25, bukti transfer melalui dompet digital, telepon genggam, serta kendaraan operasional yang digunakan para pelaku.</p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 477 jo Pasal 20 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pencurian dengan Pemberatan, serta Pasal 591 KUHP terkait tindak pidana Penadahan.</p>
<p>AKP Bagus Tejo Purnomo menegaskan bahwa pengembangan kasus masih terus dilakukan.</p>
<p>"Kami tidak menutup kemungkinan ada jaringan yang lebih luas, baik dari sisi penyuruh maupun pembeli akhir. Pendalaman masih terus berjalan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Safari Jurnalistik PWI Jombang 2026 Sasar Pelajar Hingga Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/safari-jurnalistik-pwi-jombang-2026-sasar-pelajar-hingga-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/safari-jurnalistik-pwi-jombang-2026-sasar-pelajar-hingga-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Rangkaian safari jurnalistik dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi remaja dan generasi muda ini ditandai dengan kegiatan pembuka program ini berlangsung di SMAN 3 Jombang pada Rabu (15/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dfa730e27bf.webp" length="58218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 23:15:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Safari Jurnalistik, PWI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan bertajuk “PWI Jombang Goes To School and Campus”. Organisasi profesi kewartawanan ini menggelar Safari Jurnalistik yang menyasar kalangan pelajar hingga mahasiswa.</p>
<p>Rangkaian safari jurnalistik dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi remaja dan generasi muda ini ditandai dengan kegiatan pembuka program ini berlangsung di SMAN 3 Jombang pada Rabu (15/4/2026). </p>
<p>Peserta Safari Jurnalistik bakal dibekali berbagai materi penting kejurnalisan, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik videografi, fotografi, hingga strategi pengelolaan media sosial (medsos) secara bijak dan bertanggung jawab. </p>
<p>Hal penting lainnya, seluruh materi disampaikan langsung oleh para jurnalis profesional yang tergabung dalam PWI Jombang melalui sesi praktik lapangan.</p>
<p>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.</p>
<p>"Safari jurnalistik ini menjadi ikhtiar kami untuk memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab," ujar Mufid.</p>
<p>Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis media televisi nasional ini menambahkan, kemampuan jurnalistik dan literasi digital merupakan bekal krusial di era modernitas. Ia menekankan bahwa generasi muda dapat memahami kebenaran informasi serta memahami etika dalam bermedia sosial.</p>
<p>"Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, peran generasi muda sangat strategis untuk menjadi agen perubahan. Kami ingin mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 3 Jombang, Saidun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah PWI Jombang yang telah menghadirkan edukasi langsung kepada para siswa.</p>
<p>Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelajar masa kini yang aktivitas kesehariannya tidak terlepas dari penggunaan perangkat dan platform digital.</p>
<p>"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran PWI Jombang. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan siswa kami tentang dunia jurnalistik serta pentingnya bermedia sosial secara bijak," ungkap Saidun.</p>
<p>Saidun berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut guna membentuk karakter pelajar yang kritis, kreatif, serta memiliki rasa tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.</p>
<p>Sebagai informasi, Safari Jurnalistik PWI Jombang akan terus bergulir di berbagai lembaga pendidikan lainnya. Pada bulan April ini, kegiatan serupa dijadwalkan menyambangi SMKN 1 Jombang, sejumlah Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta sekolah menengah pertama di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.</p>
<p>Tak hanya menyasar tingkat menengah, PWI Jombang juga tengah mematangkan rencana pelaksanaan kegiatan di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu kampus yang menjadi target adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, yang diagendakan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Orang &amp;apos;Rayap Besi&amp;apos; Gasak Rel Kereta Api di Jombang Berhasil Dibekuk Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-orang-rayap-besi-gasak-rel-kereta-api-di-jombang-berhasil-dibekuk-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-orang-rayap-besi-gasak-rel-kereta-api-di-jombang-berhasil-dibekuk-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MS (50), warga Kecamatan Peterongan, dan IS (44), warga Kecamatan Kabuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df9d3e4b2b4.webp" length="18272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rayap Besi, Pencurian Besi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dua pria yang berperan sebagai "rayap besi" dengan menggondol rel kereta api di wilayah emplasemen Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, berhasil diringkus Polsek Sumobito.</p>
<p>Peristiwa pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Kasus ini terungkap setelah petugas keamanan internal melaporkan hilangnya material rel pada Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MS (50), warga Kecamatan Peterongan, dan IS (44), warga Kecamatan Kabuh.</p>
<p>Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengatakan bahwa penangkapan terhadap dua "rayap besi" ini merupakan tindak lanjut dari laporan petugas lapangan.</p>
<p>"Setelah menerima informasi, anggota kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku pencurian rel kereta api," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, kedua pelaku diduga secara bersama-sama mengambil rel kereta api jenis R25 tanpa izin. Rel tersebut merupakan bagian dari pagar di area stasiun. Barang curian kemudian dimuat menggunakan kendaraan pick up.</p>
<p>Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 25 batang rel kereta api bekas pagar, satu unit mobil pick up Suzuki Carry, serta satu unit sepeda motor.</p>
<p>AKP Bagus Tejo Purnomo menambahkan bahwa akibat kejadian tersebut, pihak korban mengalami kerugian sekitar Rp11,5 juta.</p>
<p>"Barang bukti dan kedua tersangka saat ini telah diamankan di Polsek Sumobito untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelasnya.</p>
<p>Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana sesuai dengan UU RI Nomor 1 Tahun 2023.</p>
<p>Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi "rayap besi" ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Warga di Jombang Terima Buku Tabungan PK&amp;RTLH Usulan Mbak Ita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-warga-di-jombang-terima-buku-tabungan-pk-rtlh-usulan-mbak-ita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-warga-di-jombang-terima-buku-tabungan-pk-rtlh-usulan-mbak-ita</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan warga Jombang menerima buku tabungan atau rekening tersebut. Tiga di antaranya usulan legislator Mbak Ita. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df912760e5d.webp" length="23980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 21:20:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bedah Rumah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH) di Kabupaten Jombang kembali berjalan pada 2026, dan kini memasuki tahap penerimaan buku tabungan atau rekening sebagai bagian dari proses pencairan bantuan.</p>
<p></p>
<p>Puluhan warga Jombang menerima buku tabungan atau rekening tersebut. Prosesi serah terima dilaksanakan di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat, Rabu (15/4/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Jombang, Junita Erma Zakiyah, turut hadir dalam kesempatan tersebut. Legislator yang akrab disapa Mbak Ita ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, ia kembali mengusulkan tiga nama warga untuk menerima manfaat program PK-RTLH. Ketiga nama yang diusulkannya tersebut dinyatakan lolos verifikasi dan berhak menerima buku tabungan bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Saya hanya mengusulkan dan menganggarkan. Pelaksanaannya oleh Dinas Perkim. Mudah-mudahan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di hadapan para penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>Mbak Ita menjelaskan, proses PK-RTLH dimulai dari tahap pendataan, pengusulan, hingga penganggaran. Setelah anggaran disetujui, barulah penerima mendapatkan rekening atau buku tabungan. Ia menegaskan bahwa dana bantuan yang masuk ke buku tabungan tersebut hanya untuk pembayaran bahan bangunan dan biaya tukang.</p>
<p></p>
<p>Proses pengerjaan rumah, menurutnya, biasanya berlangsung relatif cepat, yakni antara 10 hingga 14 hari, tergantung kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Mbak Ita juga berbagi pengalaman pada tahun 2025 lalu. Saat itu, ia mengusulkan tiga warga, namun satu di antaranya tidak lolos karena tercatat pernah menerima bantuan serupa sekitar 10 tahun lalu. Berbeda dengan tahun ini, ketiga usulannya untuk tahun 2026 berhasil lolos seleksi.</p>
<p></p>
<p>"Semoga tahun depan makin banyak warga yang bisa dibantu dalam program PK-RTLH ini," harapnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Mbak Ita menyoroti tantangan dalam mekanisme pendataan di lapangan. Ia mencontohkan, pada tahun 2025 lalu terdapat usulan sebanyak 39 rumah tidak layak huni yang masuk kepadanya. Namun setelah diverifikasi, hanya 11 rumah yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Sisanya justru masuk desil di atas 5, bahkan ada yang tidak masuk dalam kategori desil sama sekali.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, desil merupakan sistem pengelompokan kesejahteraan rumah tangga, mulai dari desil 1 untuk kategori paling miskin hingga desil 10 untuk paling sejahtera.</p>
<p></p>
<p>"Nah, ini yang jadi PR bersama terkait mekanisme pendataan. Sebab, banyak rumah tidak layak huni, tapi tidak masuk desil," ungkap Mbak Ita menutup keterangannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Direktur Perumdam Tirta Kencana dan Bupati Jombang Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/direktur-perumdam-tirta-kencana-dan-bupati-jombang-raih-penghargaan-top-bumd-awards-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/direktur-perumdam-tirta-kencana-dan-bupati-jombang-raih-penghargaan-top-bumd-awards-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perumda Air Minum Tirta Kencana berhasil membawa pulang Medali Golden, sekaligus mengantarkan Bupati Jombang Warsubi dan Direktur Utama Khoirul Hasyim meraih penghargaan individu bergengsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69def8695dbce.webp" length="62586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 09:51:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perumda Tirta Kencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Prestasi membanggakan ditorehkan Kabupaten Jombang dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026). </p>
<p>Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana berhasil membawa pulang Medali Golden, sekaligus mengantarkan Bupati Jombang Warsubi dan Direktur Utama Khoirul Hasyim meraih penghargaan individu bergengsi.</p>
<p>Medali Golden diraih Perumda Tirta Kencana atas konsistensinya mempertahankan predikat Bintang 5 selama empat tahun berturut-turut. </p>
<p>Capaian ini menjadi bukti solidnya tata kelola perusahaan serta inovasi berkelanjutan dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat Jombang.</p>
<p>Penilaian ketat dari dewan juri independen yang melibatkan pakar ekonomi dan akademisi nasional menyoroti tiga aspek utama: Pencapaian kinerja keuangan yang sehat, Perbaikan sistem layanan digital dan respons pelanggan, serta Kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>"Capaian Medali Golden ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim. Ini bukan sekadar angka, melainkan representasi kualitas layanan yang semakin baik bagi masyarakat," ujar Khoirul Hasyim yang juga dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2026, dalam pesan diterima wartawan, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Di tingkat kepemimpinan daerah, Bupati Jombang Warsubi turut meraih penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2026. Apresiasi ini diberikan atas peran aktifnya dalam mendorong tata kelola perusahaan daerah yang sehat, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.</p>
<p>"Penghargaan ini adalah pelecut semangat. BUMD harus menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik dan pemulihan ekonomi daerah, bukan sekadar mengejar profit," tegas Bupati Warsubi.</p>
<p>Tak hanya Perumda Tirta Kencana, dua institusi lain di bawah naungan Pemkab Jombang juga mencatatkan prestasi gemilang di malam yang sama. PT BPR Bank Jombang (Perseroda) sukses meraih Golden Trophy (Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut), sementara RSUD Ploso berhasil menyabet predikat Bintang 4 atas peningkatan mutu layanan kesehatan.</p>
<p>Dengan raihan ini, Jombang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu barometer sukses tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di tingkat nasional. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pilih Bangkit Berserikat, Heri Purnomo Kuatkan Peternak Lele Jombang dari Keterasingan Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pilih-bangkit-berserikat-heri-purnomo-kuatkan-peternak-lele-jombang-dari-keterasingan-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pilih-bangkit-berserikat-heri-purnomo-kuatkan-peternak-lele-jombang-dari-keterasingan-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Tak harus jadi pejabat, agar ia bisa bermanfaat bagi masyarakat tempat ia tinggal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de43e808298.webp" length="57072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:17:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peternak Lele, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Banyak cara agar bisa terus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Itulah yang dilakukan Heri Purnomo. Tak harus jadi pejabat, agar ia bisa bermanfaat bagi masyarakat tempat ia tinggal.</p>
<p></p>
<p>Di sudut Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Heri Purnomo tumbuh dari kolam-kolam kecil yang dulu nyaris tenggelam oleh kerugian. Iya, Mas Heri karib disapa, memilih untuk menjadi peternak lele. </p>
<p></p>
<p>Bagi sebagian orang, kehilangan hingga Rp1 miliar mungkin menjadi titik akhir perjuangan. Namun bagi Heri, itu justru menjadi momen kebangkitan dan perubahan cara pandang, bahwa usaha tidak cukup hanya bertumpu pada kekuatan sendiri, melainkan harus ditopang oleh semangat kebersamaan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69de453cba05b.webp" alt=""></p>
<p>Perjalanannya dimulai pada 2016 silam. Tanpa bekal latar belakang perikanan, ia belajar secara otodidak merawat enam kolam lele sederhana. Jalan yang ditempuh tidaklah mulus. Rentetan kegagalan silih berganti menghantam hingga puncaknya kerugian besar tak terelakkan.</p>
<p>"Kalau gagal, pasti pernah dan itu pasti. Tapi karena saya punya keyakinan bahwa hal ini bisa bermanfaat bagi orang lain, saya terus mencoba," tutur Heri dalam pesan diterima, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Dari keterpurukan itu, Heri justru menemukan akar masalah yang selama ini luput dari perhatian. Ia menyadari bahwa peternak kecil tidak hanya bergulat dengan persoalan teknis budidaya, tetapi juga terjerat dalam keterbatasan akses pasar yang sempit.</p>
<p>"Saya melihat peternak kecil itu punya kendala dalam keterbatasan akses pasar. Sehingga cakupannya sangat kecil," sambungnya.</p>
<p>Kesadaran itu membelokkan haluan perjuangannya. Heri tak lagi sekadar sibuk membesarkan lele, tetapi juga merajut jaringan solidaritas. Tiga tahun lalu, ia mulai merintis wadah bersama bernama Kelompok Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara). Tujuannya sederhana namun fundamental,  menyatukan para pembudidaya agar tidak berjalan dalam kesendirian.</p>
<p>"Tujuan saya itu hanya satu. Kita semua berkumpul, membentuk kelompok, agar bisa berkembang bersama, biar para peternak ini tidak berjalan sendiri-sendiri," ungkapnya.</p>
<p>Awalnya, kelompok yang ia inisiasi hanya diikuti segelintir warga sekitar. Namun kini, anggota Pekantara telah berkembang pesat menjadi sekitar 100 peternak yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Jombang.</p>
<p>Pertumbuhan itu bukan sekadar statistik. Kapasitas produksi yang semula kecil kini melonjak tajam hingga mencapai sekitar 4 ton lele per hari. Lebih dari itu, ada transformasi pola pikir di antara para anggota, dari yang semula berkompetisi menjadi berkolaborasi.</p>
<p>Di dalam kelompok, Heri tak hanya menjadi penggerak, tetapi juga pendamping setia. Ia membagikan pengalaman soal teknik budidaya efisien serta mendorong pemanfaatan pakan alternatif guna menekan beban biaya produksi.</p>
<p>"Bagi saya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari seberapa kuat para peternak bisa bertahan bersama menghadapi dinamika pasar," jelasnya.</p>
<p>Upaya gigih itu akhirnya membuahkan pengakuan. Dalam ajang PWI Jombang Award 2026, Heri Purnomo diganjar penghargaan sebagai "Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur Kabupaten Jombang".</p>
<p>Penghargaan ini menjadi simbol atas kerja panjang yang tidak instan, dari usaha individu yang jatuh bangun menjadi gerakan kolektif yang berdampak nyata.</p>
<p>Pihak PWI menilai, apa yang diinisiasi Heri bukan sekadar membangun bisnis, tetapi membangun ekosistem kemandirian. </p>
<p>"Beliau berhasil mendorong kemandirian ekonomi berbasis akuakultur, sekaligus memperkuat posisi peternak kecil di tengah tantangan pasar," kata Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid.</p>
<p>Kini, kolam-kolam lele di Temuwulan bukan lagi sekadar genangan air untuk budidaya. Tempat itu telah menjelma menjadi ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang untuk bertumbuh bersama.</p>
<p>Heri Purnomo memang memulai langkahnya seorang diri, tetapi hari ini jejaknya diikuti puluhan peternak lain yang berjalan seirama menuju arah yang sama.</p>
<p>Ke depan, harapan mengalir sederas sirkulasi air kolam. Model kolaborasi yang ia bangun diharapkan terus berkembang, menjadi inspirasi bahwa kekuatan terbesar dalam usaha bukan terletak pada individu semata, melainkan pada kebersamaan yang terorganisasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdagrin Jombang Sebut Pasokan LPG 3 Kg Berkurang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdagrin-jombang-sebut-pasokan-lpg-3-kg-berkurang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdagrin-jombang-sebut-pasokan-lpg-3-kg-berkurang</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari rantai pasok utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de33183f5a5.webp" length="39190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Elpiji, LPG 3 Kg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang mengonfirmasi bahwa pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di wilayahnya saat ini tengah mengalami pengurangan jumlah kiriman. Kondisi ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari rantai pasok utama.</p>
<p>Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, menegaskan bahwa situasi yang terjadi bukanlah kelangkaan mutlak, melainkan keterbatasan stok di tingkat pengecer akibat pengiriman yang tidak sesuai volume normal.</p>
<p>"Kalau kelangkaan itu berarti barangnya sama sekali tidak ada. Ini masih ada pengiriman rutin, hanya saja jumlahnya berkurang signifikan," ujar Anjik saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, jika biasanya seorang pengecer menerima jatah 20 tabung per pengiriman, saat ini jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar lima tabung saja.</p>
<p>Anjik menjelaskan, penyusutan pasokan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, rantai distribusi dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Surabaya mengalami keterlambatan pengiriman. Kedua, terdapat pengaruh eksternal berupa dinamika ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas sektor energi.</p>
<p>Di samping faktor distribusi dan global, tingginya permintaan masyarakat pascalibur Syawal juga menjadi pemicu berkurangnya stok di pasaran. Aktivitas warga yang kembali meningkat membuat konsumsi gas bersubsidi tersebut ikut melonjak.</p>
<p>"Permintaan sedang tinggi, sementara kiriman dari SPBE terbatas. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Jombang, tetapi juga di sejumlah daerah lain," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, Disdagrin Jombang optimistis situasi akan segera normal. Pihak SPBE disebut telah berkomitmen untuk mengirimkan pasokan sesuai kuota dalam pekan ini.</p>
<p>"Kami akan terus turun memantau. Harapannya, dalam waktu dekat distribusi kembali lancar dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," pungkas Anjik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kiai Ponpes Denanyar Jombang Ikhtiar Maju Calon Ketum PBNU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kiai-ponpes-denanyar-jombang-ikhtiar-maju-calon-ketum-pbnu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kiai-ponpes-denanyar-jombang-ikhtiar-maju-calon-ketum-pbnu</guid>
<description><![CDATA[ Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma&#039;arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur ini menegaskan bahwa gerilya silaturahmi yang ia lakukan merupakan bagian dari ikhtiar mencari kepercayaan dan restu, bukan semata-mata sebagai agenda pencalonan formal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dde1e720072.webp" length="24776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gus Salam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdussalam Shohib atau yang karib disapa Gus Salam, gencar melakukan konsolidasi dan kunjungan silaturahmi ke sejumlah kiai sepuh serta jajaran struktur organisasi NU.</p>
<p></p>
<p>Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur ini menegaskan bahwa gerilya silaturahmi yang ia lakukan merupakan bagian dari ikhtiar mencari kepercayaan dan restu, bukan semata-mata sebagai agenda pencalonan formal. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut semakin menguatkan kabar yang beredar luas di publik bahwa cucu salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri, itu siap untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).</p>
<p></p>
<p>Ditemui di Ndalem Kesepuhan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar pada Selasa (14/4/2026), Gus Salam mengaku kurang nyaman dengan diksi 'mencalonkan' atau 'dicalonkan' dalam konteks organisasi NU. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, dinamika di tubuh NU lebih menekankan pada aspek pengabdian (khidmah), bukan kontestasi layaknya partai politik atau birokrasi pemerintahan.</p>
<p></p>
<p>"Di NU itu perspektifnya adalah pengabdian. Karena itu, saya lebih memilih menyebutnya sebagai ikhtiar mencari kepercayaan," ujar Gus Salam kepada awak media.</p>
<p></p>
<p>Dalam kurun waktu terakhir, Gus Salam mengaku telah bertemu dan bersilaturahmi dengan banyak kiai sepuh serta pengasuh pondok pesantren di berbagai wilayah, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kunjungan tersebut ia lakukan semata-mata untuk memohon doa serta restu sebagai bekal utama dalam perjalanan pengabdiannya di NU.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya kepada para masyayikh, komunikasi intens juga ia bangun dengan jajaran Pengurus Wilayah (PW) hingga Pengurus Cabang (PC) NU. </p>
<p></p>
<p>Ia menargetkan mampu menjangkau 80 hingga 90 persen struktur organisasi sebelum muktamar resmi digelar.</p>
<p></p>
<p>Mengenai teknis pelaksanaan Muktamar, Gus Salam menyuarakan harapannya agar segera ada kepastian waktu dan tempat. Ia menilai kejelasan jadwal tersebut krusial untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan normal, mengingat masih banyaknya kepengurusan di tingkat daerah yang statusnya belum definitif.</p>
<p></p>
<p>"Banyak SK di tingkat cabang yang sudah tidak aktif, ada yang masih berstatus karateker, bahkan ada yang sudah berjalan lebih dari satu tahun. Ini tentu mengganggu kinerja organisasi secara keseluruhan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Gus Salam menekankan pentingnya rekonsiliasi internal sebagai fondasi utama dalam memperkuat NU ke depan. Ia berpandangan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal lumrah dalam organisasi besar, namun jangan sampai berujung pada perpecahan yang melemahkan.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling prinsip adalah rekonsiliasi total. NU ini organisasi besar dengan kepercayaan umat yang tinggi, sehingga persatuan dan kebersamaan harus dijaga," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dukungan terhadap figur Gus Salam turut mengalir dari kalangan alumni Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar. </p>
<p></p>
<p>Pembina Ikatan Keluarga Alumni pondok tersebut, Sholahudin Fathurohman, menyatakan bahwa pihaknya bersama dzuriah (keturunan) KH Bisri Syansuri telah menggelar musyawarah dan bersepakat untuk mendorong Gus Salam maju dalam kontestasi muktamar.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sholahudin, keputusan bulat itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kedalaman keilmuan, kapasitas berorganisasi, hingga legitimasi dzuriah yang kuat di lingkungan pesantren.</p>
<p></p>
<p>"Kami sepakat meminta beliau untuk maju. Secara keilmuan dan kapabilitas, kami tidak meragukan," ungkap Sholahudin di lokasi yang sama.</p>
<p></p>
<p>Meski memberikan dukungan penuh, Sholahudin menyadari bahwa kalangan alumni tidak memiliki hak suara langsung dalam muktamar. Dukungan yang diberikan lebih bersifat moral melalui doa serta ikhtiar yang sesuai dengan kapasitas mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kalau kami hanya bisa berdoa, maka itu yang kami lakukan. Harapannya, ikhtiar ini bisa membawa kebaikan bagi NU ke depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Detik&amp;Detik Dramatis Evakuasi Sopir Pikap Terjepit Usai Ditabrak Truk Tronton di Jogoroto Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/detik-detik-dramatis-evakuasi-sopir-pikap-terjepit-usai-ditabrak-truk-tronton-di-jogoroto-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/detik-detik-dramatis-evakuasi-sopir-pikap-terjepit-usai-ditabrak-truk-tronton-di-jogoroto-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Benturan keras yang tak terhindarkan membuat bagian depan mobil pikap ringsek parah, menjepit tubuh korban, serta mendorong kendaraan tersebut hingga menabrak sebuah rumah warga di sekitar lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcfe562066a.webp" length="34728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 22:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Proses evakuasi seorang sopir mobil pikap yang terjepit di dalam kabin kendaraannya berlangsung dramatis selama kurang lebih dua jam, menyusul kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Senin (13/4/2026) sore.</p>
<p>Insiden nahas tersebut terjadi saat truk tronton bernomor polisi L 9610 UE yang melaju dari arah timur ke barat menghantam mobil pikap bernopol S 6794 WE yang dikemudikan oleh Hendriyanto. </p>
<p>Benturan keras yang tak terhindarkan membuat bagian depan mobil pikap ringsek parah, menjepit tubuh korban, serta mendorong kendaraan tersebut hingga menabrak sebuah rumah warga di sekitar lokasi.</p>
<p>Proses penyelamatan berjalan menegangkan. Tim gabungan pemadam kebakaran harus bekerja ekstra hati-hati akibat kondisi kabin yang hancur dan adanya tumpahan bahan bakar yang berisiko memicu kebakaran. </p>
<p>"Kami harus membuka ruang di bagian kabin menggunakan alat hidrolik agar korban bisa dikeluarkan dengan aman," kata salah seorang petugas Damkar di lokasi kepada wartawan. </p>
<p>Setelah perjuangan panjang, Hendriyanto akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan sadar, meski tampak lemah serta mengalami luka-luka. Korban segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.</p>
<p>Menurut penuturan warga setempat, Saiful Amin, mengaku tidak menyaksikan langsung detik-detik tabrakan, namun mendengar suara benturan keras sesaat setelah ia tiba di rumah. </p>
<p>Ia menduga pikap yang mengangkut perabotan seperti meja, kursi, dan kaca itu sempat berhenti atau mundur untuk berbelok, saat bersamaan truk tronton melaju dan tidak dapat menghindar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temuan Mayat Dengan Luka Gorok di Leher, Polres Jombang Beber Hasil Autopsi dan Identitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temuan-mayat-dengan-luka-gorok-di-leher-polres-jombang-beber-hasil-autopsi-dan-identitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temuan-mayat-dengan-luka-gorok-di-leher-polres-jombang-beber-hasil-autopsi-dan-identitas</guid>
<description><![CDATA[ Identitas korban akhirnya menyusul terungkap, polisi menyebut identitas mayat pria beinisial AR (36) tahun, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcbc9750027.webp" length="24072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 18:22:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, penemuan mayat, sumur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Hasil autopsi mengungkap adanya sejumlah luka pada bagian tubuh mayat pria yang ditemukan di aliran Sekunder Turi Baru, Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada Minggu (12/4/2026) siang.</p>
<p>Identitas korban akhirnya menyusul terungkap. Polisi menyebut identitas mayat pria beinisial AR (36) tahun, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. </p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menyebut temuan jenazah pada hari Minggu, 12 april 2026 WIB, dimana jenazah tersangkut pada dak semen pada sungai yg mengalir </p>
<p>"Adapun identitas jenazah AR, 36 Tahun, Alamat Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri," ucap AKP Dimas Robin kepada suarajatimpost.com, Senin (13/4/2026). </p>
<p>Kasatreskrim Dimas Robin juga mengurai secara lebih detail hasil autopsi yang menunjukkan ketidakwajaran dengan kondisi mayat pria tanpa busana tersebut. </p>
<p>"Hasil autopsi kematian tidak wajar dengan temuan luka terbuka pada wajah pipi kiri, luka terbuka pada leher sebelah kanan dan luka terbuka pada lengan kiri," terangnya. </p>
<p>Saat ini peristiwa tersebut tengah ditangani Polres Jombang guna penyelidikan lebih lanjut, apakah ada unsur kriminalitas atau tidak. </p>
<p>Sebelumnya, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran awal di lokasi kejadian, tidak ada satu pun warga setempat yang mengenali sosok korban. </p>
<p>"Hasil pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) sementara, korban ini bukan warga Megaluh maupun Turipinggir. Bahkan, kami menduga kuat korban bukan berasal dari wilayah Jombang," ujar AKBP Ardi Kurniawan </p>
<p>AKBP Ardi menjelaskan, pihaknya membuka kemungkinan jasad tersebut terbawa arus dari daerah lain mengingat Saluran Induk Mrican Kanan memiliki alur yang cukup panjang dan terhubung hingga wilayah Kediri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Misterius Ditemukan Tewas Mengenaskan di Jombang, Ada Luka Bekas Gorokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-misterius-ditemukan-tewas-mengenaskan-di-jombang-ada-luka-bekas-gorokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-misterius-ditemukan-tewas-mengenaskan-di-jombang-ada-luka-bekas-gorokan</guid>
<description><![CDATA[ Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani di aliran Sekunder Turi Baru, Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada Ahad (12/4/2026) siang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcba4661b3c.webp" length="18572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 11:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang tengah melakukan pendalaman intensif terkait penemuan mayat seorang pria tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka menganga pada bagian leher. </p>
<p>Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani di aliran Sekunder Turi Baru, Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada Ahad (12/4/2026) siang.</p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran awal di lokasi kejadian, tidak ada satu pun warga setempat yang mengenali sosok korban. </p>
<p>"Hasil pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) sementara, korban ini bukan warga Megaluh maupun Turipinggir. Bahkan, kami menduga kuat korban bukan berasal dari wilayah Jombang," ujar AKBP Ardi Kurniawan dalam pesan yang diterima, Senin (13/4/2026). </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69dc501503221.webp" alt=""></p>
<p>AKBP Ardi menjelaskan, pihaknya membuka kemungkinan jasad tersebut terbawa arus dari daerah lain mengingat Saluran Induk Mrican Kanan memiliki alur yang cukup panjang dan terhubung hingga wilayah Kediri. </p>
<p>Kondisi debit air yang dilaporkan sempat tinggi sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi turut memperkuat dugaan tersebut. </p>
<p>"Saat air menyusut, jasad korban dalam posisi tengkurap ditemukan tersangkut pada balok beton pembatas sungai," terangnya.</p>
<p>Polres Jombang berkoordinasi dengan berbagai pihak serta menelusuri laporan orang hilang dari sejumlah daerah guna mengungkap identitas pria malang tersebut. </p>
<p>"Kami akan berupaya maksimal mengungkap identitas korban sekaligus mendalami penyebab pasti kematiannya," tegas AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, menerangkan bahwa saat ditemukan, kondisi jenazah masih relatif segar dengan tubuh tanpa busana. </p>
<p>"Posisinya hanya mengenakan celana dalam saja. Saat dievakuasi petugas kepolisian dari Polsek Megaluh, baru diketahui ada luka sayatan parah di lehernya, seperti bekas gorokan. Kami belum tahu apakah ini murni pembunuhan atau bagaimana," ungkap Johan.</p>
<p>Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdikbud Jombang Beber Data Pengadaan Chromebook Senilai Rp 4,8 Miliar Saat RDP dengan Legislator</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-beber-data-pengadaan-chromebook-senilai-rp-48-miliar-saat-rdp-dengan-legislator</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-beber-data-pengadaan-chromebook-senilai-rp-48-miliar-saat-rdp-dengan-legislator</guid>
<description><![CDATA[ Agenda tersebut digelar guna mengklarifikasi proses pengadaan perangkat Chromebook senilai Rp 4,8 miliar yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc4c4c53cfc.webp" length="19442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 10:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Disdikbud Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Kamis (9/4/2026). Agenda tersebut digelar guna mengklarifikasi proses pengadaan perangkat Chromebook senilai Rp 4,8 miliar yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menyatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk menggali penjelasan secara komprehensif dari pihak eksekutif, mencakup tahap perencanaan, penyusunan kebutuhan, hingga realisasi pengadaan. </p>
<p>"Kami meminta penjelasan lengkap agar tidak ada kesimpangsiuran informasi di masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Disdikbud Jombang menjelaskan bahwa pengadaan barang tersebut dilaksanakan melalui sistem e-catalog versi 6. Pihak penyedia ditetapkan berdasarkan penawaran harga terendah yang tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditentukan sebelumnya. </p>
<p>Erna menegaskan, berdasarkan dokumen yang dipaparkan, seluruh mekanisme prosedural dinilai telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p>"Secara prosedural, dari penjelasan dinas tidak ditemukan adanya permasalahan. RDP ini juga menjadi bentuk komitmen dewan dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan," imbuhnya.</p>
<p>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menambahkan bahwa pihaknya telah membuka seluruh data dan tahapan proses secara transparan di hadapan anggota dewan. Ia memastikan tidak ada praktik pengondisian atau intervensi dalam penentuan penyedia barang.</p>
<p>"Semua murni melalui e-catalog. Spesifikasi Chromebook pun telah kami rancang sejak awal untuk menunjang kebutuhan pembelajaran digital di sekolah," jelas Wor Windari. </p>
<p>Ia pun menegaskan kembali bahwa pengadaan dengan pagu anggaran miliaran rupiah tersebut telah berjalan sesuai koridor aturan yang ada. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan ke Jombang, Menko Pangan Temukan Ketimpangan Distribusi MBG di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-jombang-menko-pangan-temukan-ketimpangan-distribusi-mbg-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-jombang-menko-pangan-temukan-ketimpangan-distribusi-mbg-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam peninjauan yang dilakukan di SMAN 2 Jombang dan MAN 1 Jombang, Zulkifli Hasan mendapati fakta bahwa program MBG di lingkungan madrasah baru dimulai hari ini, sementara di sekolah umum telah berjalan selama berbulan-bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b8eac1a96.webp" length="48382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:49:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Zulkifli Hasan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti adanya ketimpangan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara sekolah umum dan madrasah saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Dalam peninjauan yang dilakukan di SMAN 2 Jombang dan MAN 1 Jombang, Zulkifli Hasan mendapati fakta bahwa program MBG di lingkungan madrasah baru dimulai hari ini, sementara di sekolah umum telah berjalan selama berbulan-bulan.</p>
<p>"SMAN 2 sudah dapat makanan bergizi, sementara MAN 1 ini baru mulai hari ini. Memang kami sudah dua hingga tiga kali rapat agar percepatan dilakukan, khususnya untuk sekolah berbasis agama seperti tsanawiyah, aliyah, dan pondok pesantren," ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.</p>
<p>Zulhas mengungkapkan data bahwa cakupan program MBG di sekolah berbasis agama saat ini baru menyentuh angka 15 persen. Angka ini tertinggal cukup jauh dibandingkan cakupan di sekolah umum yang telah mencapai sekitar 85 persen.</p>
<p>"Di sekolah umum bahkan sudah ada yang berjalan enam sampai tujuh bulan. Sementara di sini baru mulai, sehingga anak-anak sempat mempertanyakan mengapa mereka belum mendapatkan," tambahnya.</p>
<p>Meski menyoroti soal waktu pelaksanaan, Menko Pangan menilai kualitas menu yang disajikan di MAN 1 Jombang sudah sangat layak dan memenuhi standar gizi. Ia sempat mengecek langsung menu seperti chicken katsu, sayur, buah, dan susu yang disajikan kepada para siswa.</p>
<p>"Menunya bagus sekali. Ini sudah sangat layak dan ada variasinya berkat inovasi dari masing-masing SPPG," ungkapnya.</p>
<p>Kepala MAN 1 Jombang, Saadatul Athiyah, menyambut positif realisasi perdana program MBG di sekolahnya. Ia menyebut bantuan makan siang bergizi ini sangat berarti bagi para siswa.</p>
<p>"Kami tentu senang, karena ini bisa mengurangi uang yang harus dikeluarkan anak-anak untuk membeli makan siang," ujar Saadatul.</p>
<p>Dijelaskan bahwa program MBG di MAN 1 Jombang menyasar sekitar 1.500 siswa dari tiga jenjang kelas. Jumlah ini diperkirakan menyusut menjadi 1.000 siswa setelah kelulusan kelas 12. Pendistribusian makanan hari ini bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambong dan merupakan kali pertama sekolah tersebut menerima program ini secara resmi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Kolaborasi dengan Pemkab Jombang Distribusikan Bantuan Pangan Periode Februari&amp;Maret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-kolaborasi-dengan-pemkab-jombang-distribusikan-bantuan-pangan-periode-februari-maret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-kolaborasi-dengan-pemkab-jombang-distribusikan-bantuan-pangan-periode-februari-maret</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 910 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat untuk jatah periode dua bulan, yakni Februari–Maret 2026. Setiap KK mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8ac9a4ee0c.webp" length="65788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 16:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog, Bantuan Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Badan Urusan Logistik (Bulog) Pimpinan Cabang (Pimcab) Mojokerto berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyalurkan bantuan pangan secara simbolis di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 910 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat untuk jatah periode dua bulan, yakni Februari–Maret 2026. Setiap KK mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.</p>
<p>Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan bahwa untuk Desa Purisemanding, pihaknya menyalurkan bantuan kepada 910 penerima dengan total 18.200 kilogram beras dan 3.640 liter minyak goreng.</p>
<p>"Kebutuhan pangan pokok bagi Bapak Ibu semuanya, bagi keluarganya, tentunya untuk ketahanan pangan keluarga masing-masing, baik beras maupun minyak goreng," ujar Muhammad Husin dalam sambutannya, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Husin menjelaskan, data penerima bantuan pangan ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN) milik Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program bantuan pangan ini didistribusikan pemerintah kepada 33.244.408 penerima atau KK di seluruh Indonesia.</p>
<p>"Untuk penerima bantuan pangan se-Kabupaten Jombang sebanyak 207.858 penerima. Total beras yang disalurkan sebanyak 4.157.160 kilogram dan minyak goreng sebanyak 831.432 liter," bebernya.</p>
<p>Ia menambahkan, program bantuan pangan ini bertujuan mendukung swasembada pangan berkelanjutan yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>"Untuk tahun 2026 ini diberikan untuk yang pertama, yakni alokasi bulan Februari dan Maret. Mudah-mudahan nanti juga akan ada bantuan selanjutnya, apakah untuk alokasi April, Mei, dan bulan-bulan berikutnya," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Jombang mengapresiasi langkah Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di Jombang. Merujuk hasil rapat high level meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat tahun 2026 tanggal 30 Januari 2026 dan Surat Menteri Sekretaris Negara nomor B-08 tanggal 9 Februari 2026, telah ditetapkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng menjadi salah satu program stimulus ekonomi tahun 2026.</p>
<p>"Merupakan program direktif Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Prabowo Subianto, terkait dengan cadangan pangan nasional yang hari ini didistribusikan kepada seluruh warga negara Indonesia," terang Bupati Warsubi.</p>
<p>Menurut Bupati Warsubi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menindaklanjuti dengan menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut. </p>
<p>"Total keseluruhan bantuan pangan diberikan kepada 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP) bersumber dari data tunggal sosial dan ekonomi nasional (Data Sosek) yang ada di Desil 1 sampai dengan Desil 5," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dampak Perang Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Plastik hingga 100 Persen, Pedagang di Jombang Mengeluh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dampak-perang-timur-tengah-picu-kenaikan-harga-plastik-hingga-100-persen-pedagang-di-jombang-mengeluh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dampak-perang-timur-tengah-picu-kenaikan-harga-plastik-hingga-100-persen-pedagang-di-jombang-mengeluh</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi tersebut dipicu oleh terganggunya distribusi minyak global, sehingga harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan. Situasi ini kemudian merembet ke berbagai sektor turunan, termasuk industri petrokimia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b64eefce2.webp" length="48772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:50:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Harga Plastik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada berbagai sektor industri di Indonesia. Salah satu yang paling terasa adalah lonjakan harga bahan baku yang berkaitan dengan minyak bumi.</p>
<p>Kondisi tersebut dipicu oleh terganggunya distribusi minyak global, sehingga harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan. Situasi ini kemudian merembet ke berbagai sektor turunan, termasuk industri petrokimia.</p>
<p>Dalam industri ini, nafta menjadi salah satu bahan baku utama yang sangat bergantung pada minyak bumi. Nafta digunakan untuk memproduksi senyawa kimia seperti etilena, propilena, dan butadiena.</p>
<p>Berbagai senyawa tersebut selanjutnya diolah menjadi produk-produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah plastik, karet, bahan bakar, hingga pelarut industri.</p>
<p>Kenaikan harga nafta yang dipicu mahalnya minyak dunia membuat biaya produksi plastik ikut melonjak. Dampaknya, harga plastik di pasaran dalam negeri mengalami kenaikan cukup tajam.</p>
<p>Akmal (23), seorang pedagang sembako di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mengungkapkan bahwa harga plastik kemasan mengalami lonjakan hingga sekitar 100 persen dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi dalam waktu relatif singkat.</p>
<p>"Harga plastik bungkus naik rata-rata Rp3.000 sampai Rp5.000. Untuk kantong kresek, dari sebelumnya Rp29.000 sekarang menjadi Rp50.000 per pak," ucap Akmal kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, kenaikan harga tersebut turut memengaruhi pola belanja konsumen. Meski kebutuhan plastik tidak bisa dihindari, jumlah pembelian cenderung mengalami penurunan.</p>
<p>"Pembeli tetap membutuhkan, tapi sekarang membeli dalam jumlah lebih sedikit dari biasanya," ujarnya melanjutkan.</p>
<p>Keluhan serupa disampaikan Anas, pedagang es sinom keliling yang merasakan dampak langsung dari kenaikan harga plastik terhadap usahanya. Ia mengaku biaya operasional meningkat.</p>
<p>Es dagangan Anas memang sangat membutuhkan plastik sebagai wadah utama. Terlebih, banyak pelanggannya yang ingin membungkus.</p>
<p>"Kalau es saya ini jelas sangat butuh plastik. Saya biasanya nyetok 50-100 plastik ukuran sedang. Kadang habis, kadang masih sisa sedikit," ungkapnya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, harga plastik pun ikut melonjak. Hal itulah yang kemudian disadari oleh Anas.</p>
<p>"Saya sadar itu pas mau nyetok plastiknya, lah kok harganya sudah naik drastis. Biasanya murah sekarang mahal. Ya mau tidak mau saya beli," ungkapnya.</p>
<p>Terlebih, keuntungan yang ia dapat dari berjualan es sinom tidak seberapa. Hal itulah yang kemudian membuat ia pusing dan memutar otak.</p>
<p>"Dulu plastik jadi kemasan paling murah. Sekarang harganya naik, otomatis keuntungan jadi makin tipis," pungkas Anas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Gadingmangu Apresiasi Munas X LDII, Sinyal Harmoni Pemerintah dan Lembaga Dakwah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-gadingmangu-apresiasi-munas-x-ldii-sinyal-harmoni-pemerintah-dan-lembaga-dakwah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-gadingmangu-apresiasi-munas-x-ldii-sinyal-harmoni-pemerintah-dan-lembaga-dakwah</guid>
<description><![CDATA[ Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d79ae826db2.webp" length="42950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:36:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ponpes Gadingmangu, LDII</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang digelar di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, mendapatkan apresiasi dari Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut, menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah.</p>
<p>Munas X LDII resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa agenda lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi arah gerak organisasi serta menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan zaman. </p>
<p>Chriswanto menyoroti dinamika global, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga Eropa Timur, yang dinilai berdampak langsung pada ketahanan pangan, energi, dan stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, LDII berkomitmen untuk terus mendukung visi pembangunan nasional melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>“LDII ingin terus hadir memberi kontribusi nyata melalui program-program yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan negara,” ujar Chriswanto dalam keterangan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026). </p>
<p>Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah KH Mochamad Irfan Yusuf yang hadir mewakili pemerintah menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Munas.</p>
<p>Gus Irfan menekankan pentingnya peran ormas dan pesantren dalam merawat dakwah yang menyejukkan serta memperkuat karakter sosial masyarakat. Ia menyatakan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah dengan elemen masyarakat sipil.</p>
<p>“Pembangunan bangsa tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Harus ada sinergi dengan ormas, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Gus Irfan.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Munas X LDII. Ia menilai tema yang diusung dalam Munas kali ini sangat relevan dengan semangat kemandirian yang selama ini ditanamkan kepada para santri. </p>
<p>Menurutnya, pesantren masa kini tidak hanya dituntut fokus pada penguatan ilmu agama, tetapi juga harus membekali santri dengan kesadaran terhadap isu-isu strategis kebangsaan, termasuk ketahanan pangan dan energi.</p>
<p>“Keluarga besar Ponpes Gadingmangu mengapresiasi kehadiran Menteri Haji dan Umrah sebagai sinyal kuat harmonisasi pemerintah dan lembaga dakwah. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat, tetapi juga harus melek terhadap ketahanan pangan dan energi sebagai wujud bakti kepada negara,” tegas Nurul Firdaus.</p>
<p>Ponpes Gadingmangu berpandangan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi dakwah, dan lembaga pendidikan merupakan kunci penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Semangat kebersamaan dan kontribusi nyata dinilai menjadi modal utama agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan berdaya saing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Niat Silaturahmi Berujung Petaka, Pria di Jombang Jadi Korban Penganiayaan Brutal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/niat-silaturahmi-berujung-petaka-pria-di-jombang-jadi-korban-penganiayaan-brutal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/niat-silaturahmi-berujung-petaka-pria-di-jombang-jadi-korban-penganiayaan-brutal</guid>
<description><![CDATA[ Pria paruh baya tersebut menjadi korban aksi main hakim sendiri yang brutal hingga mengalami luka robek serius di bagian kepala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7894f151ae.webp" length="18922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 19:15:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penganiayaan, hukum, kriminal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Niat tulus menjalin silaturahmi di bulan Syawal berubah menjadi mimpi buruk bagi SS (46), warga Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Pria paruh baya tersebut menjadi korban aksi main hakim sendiri yang brutal hingga mengalami luka robek serius di bagian kepala.</p>
<p>Insiden nahas itu terjadi pada Senin dini hari (6/4/2026) di sebuah rumah tempat korban menumpang tidur di Dusun Puton, Kecamatan Diwek. Pelaku yang diduga melakukan penghakiman fisik tersebut diketahui bernama Rokidi alias Roki.</p>
<p>Kepada wartawan, Kamis (9/4/2026), korban SS menuturkan kronologi pahit yang menimpanya. Malam nahas itu berawal dari niat baiknya untuk mengunjungi kediaman Rokidi di kawasan Kayangan, Kecamatan Diwek, guna mempererat tali persaudaraan usai Idulfitri. Sayangnya, saat tiba di lokasi, orang yang dituju tidak berada di tempat.</p>
<p>"Awalnya saya ke rumah saudara Rokidi mau silaturahmi Lebaran, tapi beliau tidak ada di rumah. Karena sudah malam, saya putuskan mampir ke rumah teman saya, Pak Darmawan di Dusun Puton, untuk numpang istirahat," tutur SS dengan nada lirih.</p>
<p>Sekitar pukul 00.30 WIB, saat korban tengah terlelap pulas, pintu rumah Darmawan tiba-tiba didatangi Rokidi. Tanpa adanya ruang untuk klarifikasi atau dialog, pelaku yang diduga telah dibakar emosi atas sebuah kesalahpahaman langsung bertindak layaknya hakim jalanan. SS yang baru saja terbangun dari tidur tak memiliki kesempatan untuk membela diri.</p>
<p>"Tahu-tahu dia sudah di dalam dan langsung main pukul. Kepala saya dibenturkan membabi buta. Saya sungguh kaget karena posisi baru bangun tidur. Sepertinya ada salah paham, tapi masa iya harus main hakim sendiri seperti itu," kenangnya.</p>
<p>Akibat aksi brutal tersebut, bagian kepala kanan SS mengalami luka robek yang cukup dalam. Darah bercucuran dan korban terpaksa harus mendapatkan perawatan medis serta jahitan untuk menutup lukanya.</p>
<p>Merasa harga dirinya diinjak-injak dan menjadi korban kekerasan sepihak, SS tidak tinggal diam. Ia langsung mendatangi kantor Polsek Diwek untuk menempuh jalur hukum atas aksi main hakim sendiri yang dialaminya. Laporan tersebut telah resmi dicatat pihak kepolisian dengan Nomor: LP/B/9/IV/2026/SPKT/POLSEK DIWEK/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.</p>
<p>"Saya ini korbannya. Mau silaturahmi kok malah dihajar. Ini sudah masuk kategori main hakim sendiri. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Seharusnya masalah salah paham bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan omongan baik, bukan dengan kepalan tangan," tegasnya.</p>
<p>Dalam laporan polisi tersebut, pelaku diduga kuat melanggar Pasal 466 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Tindak Pidana Penganiayaan. </p>
<p>Saat ini, jajaran Polsek Diwek tengah melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi petugas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua PWI Jombang Sebut Profesionalisme dan Integritas Wartawan Jadi Benteng Utama Hadapi Gempuran AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-pwi-jombang-sebut-profesionalisme-dan-integritas-wartawan-jadi-benteng-utama-hadapi-gempuran-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-pwi-jombang-sebut-profesionalisme-dan-integritas-wartawan-jadi-benteng-utama-hadapi-gempuran-ai</guid>
<description><![CDATA[ Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d779c4b9f87.webp" length="35254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 18:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PWI Jombang, wartawan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Profesionalisme dan integritas menjadi benteng utama insan pers dalam menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma.</p>
<p>Dalam sambutannya di Malam Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Yusro, Rabu (8/4/2026), Mufid menekankan bahwa kunci keberlangsungan pers bukan terletak pada adaptasi teknologi semata, melainkan pada komitmen moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.</p>
<p>“Dunia digital memang menjadi tantangan tersendiri. Tapi saya yakin insan pers tidak akan pernah tergantikan, meskipun teknologi semakin canggih, bahkan di era AI saat ini,” ucap Mufid dalam pesan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026). </p>
<p>“Selama insan pers menjaga profesionalisme dan integritas, saya yakin pers tidak akan pernah mati," imbuhnya. </p>
<p>Mufid, yang sehari-hari merupakan jurnalis MDTV, memandang peringatan HPN bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bukti afirmatif kehadiran negara terhadap pilar keempat demokrasi. Ia menilai, eksistensi pers di Jombang harus berbanding lurus dengan kualitas pemberitaan yang mendidik dan beretika.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, PWI Jombang juga menggelar PWI Jombang Award. Mufid menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi konkret organisasi kepada elemen masyarakat yang telah mendedikasikan diri bagi pembangunan daerah, bukan sekadar acara penghargaan seremonial.</p>
<p>“Ini adalah komitmen kami untuk mengapresiasi kontribusi nyata bagi Kabupaten Jombang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Jombang Tahan Mantri BRI, Diduga Korupsi Kredit Fiktif Rp1,5 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-jombang-tahan-mantri-bri-diduga-korupsi-kredit-fiktif-rp15-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-jombang-tahan-mantri-bri-diduga-korupsi-kredit-fiktif-rp15-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka yang menjabat sebagai Mantri atau Pejabat Kredit Lini (PKL) di BRI Unit Keboan ini diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5e39216102.webp" length="36484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Korupsi BRI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>— Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang resmi menetapkan seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) berinisial MIC (35), warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran kredit mikro fiktif.</p>
<p>Tersangka yang menjabat sebagai Mantri atau Pejabat Kredit Lini (PKL) di BRI Unit Keboan ini diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.</p>
<p>Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati, menjelaskan bahwa penyidikan perkara ini telah dilakukan sejak Oktober 2025. Proses tersebut didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan yang kemudian diperbarui pada April 2026.</p>
<p>"Berdasarkan hasil penyidikan, MIC menjalankan aksinya dalam kurun waktu 2021 hingga 2024. Modus yang digunakan tersangka tergolong rapi, namun melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) perbankan," ucap Dyah Ambarwati kepada suarajatimpost.com, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Menurut Dyah, tersangka meloloskan permohonan kredit dari 11 debitur yang sebenarnya tidak memiliki usaha atau tidak memenuhi syarat (tidak layak). </p>
<p>Meski mengetahui dokumen debitur tidak sesuai persyaratan, MIC tetap membuat formulir analisis dan evaluasi seolah-olah para debitur tersebut layak menerima dana KUR.</p>
<p>"Tersangka diduga menaikkan plafon kredit secara sepihak tanpa sepengetahuan debitur. Sebagai contoh, kredit yang seharusnya Rp100 juta dinaikkan menjadi Rp150 juta, di mana selisih Rp50 juta tersebut dikantongi oleh tersangka untuk kepentingan pribadi," terang Dyah.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Jombang melalui tim penyidiknya menyatakan bahwa saat ini total kerugian negara masih dalam proses perhitungan resmi oleh BPKP, namun estimasi awal mencapai angka Rp1,5 miliar.</p>
<p>"Status kredit saat ini sudah berada di posisi 'Col 5' atau macet total karena para debitur memang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pelunasan sama sekali," ujar Jaksa Dyah.</p>
<p>Setelah ditetapkan sebagai tersangka, MIC langsung menjalani penahanan di Rutan Kelas IIB Jombang selama 20 hari ke depan guna memperlancar proses penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>Tersangka MIC dijerat dengan pasal berlapis, termasuk menggunakan KUHP terbaru (UU No. 1 Tahun 2023) dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.</p>
<p>Pasal utama: Pasal 603 KUHP jo. Pasal 18 UU Tipikor. Pasal subsider: Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Tipikor.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Jombang menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk melihat kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perubahan Mekanisme KKPR di Jombang Merujuk PP Nomor 28 Tahun 2025, Kewenangan Dinas PUPR Dalam Tata Kelola Ruang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perubahan-mekanisme-kkpr-di-jombang-merujuk-pp-nomor-28-tahun-2025-kewenangan-dinas-pupr-dalam-tata-kelola-ruang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perubahan-mekanisme-kkpr-di-jombang-merujuk-pp-nomor-28-tahun-2025-kewenangan-dinas-pupr-dalam-tata-kelola-ruang</guid>
<description><![CDATA[ Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko membawa perubahan fundamental pada mekanisme Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5c0dedf0db.webp" length="93704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KKPR, Dinas PUPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memberikan perhatian serius terhadap transisi regulasi perizinan berusaha.</p>
<p>Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko membawa perubahan fundamental pada mekanisme Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).</p>
<p>Perubahan ini diproyeksikan akan memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengendalikan tata ruang serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di wilayah administratif Kabupaten Jombang.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa poin paling signifikan dalam PP 28/2025 adalah perubahan indikator kewenangan penerbitan KKPR. Jika sebelumnya kewenangan ditentukan berdasarkan status modal, regulasi terbaru kini sepenuhnya mengacu pada batas wilayah administratif.</p>
<p>"Status Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tidak lagi menjadi indikator kewenangan. Selama lokasi usaha berada dalam satu wilayah kabupaten, maka penerbitan KKPR menjadi kewenangan pemerintah kabupaten tersebut," ujar Imam Bustomi, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Secara teknis, pembagian kewenangan tersebut diatur sebagai berikut, Pemerintah Kabupaten/Kota: Menangani lokasi usaha yang berada dalam satu wilayah administratif kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi: Menangani lokasi usaha yang melintasi batas antar-kabupaten/kota. Pemerintah Pusat: Menangani lokasi usaha yang melintasi batas antar-provinsi.</p>
<p>Selain aspek kewenangan, sistem perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS) kini menerapkan standar perhitungan luasan lahan yang lebih presisi melalui peta poligon (berformat shapefile atau .shp). Dalam mekanisme terbaru, luas lahan akan terisi secara otomatis berdasarkan unggahan poligon dan tidak dapat diubah secara manual oleh pemohon.</p>
<p>Sistem memberikan toleransi terhadap selisih perbedaan angka antara dokumen fisik dan perhitungan digital. Sebagai contoh, jika sertifikat mencantumkan luas 100 meter persegi namun hasil perhitungan sistem OSS menunjukkan 110 meter persegi, maka angka yang digunakan secara resmi adalah hasil perhitungan sistem, selama bentuk poligon lahan sesuai dengan kondisi lapangan.</p>
<p>Regulasi terbaru juga memperketat pemberian perizinan bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sebelumnya, pernyataan mandiri dapat terbit untuk seluruh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) selama modal usaha di bawah Rp5 miliar.</p>
<p>Namun, berdasarkan PP 28/2025, pernyataan mandiri kini hanya diberikan bagi kegiatan usaha skala mikro dengan kategori KBLI risiko rendah. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan aspek keamanan dan kesesuaian ruang pada jenis usaha yang memiliki dampak lebih kompleks.</p>
<p>Terkait masa berlaku, durasi validitas KKPR kini berbanding lurus dengan status kepemilikan atau penguasaan tanah. Pemerintah mengatur dua skema utama, yakni Belum Memiliki Tanah: KKPR berlaku selama tiga tahun sebagai masa perolehan lahan.</p>
<p>Lalu, Sudah Memiliki Tanah, dimana masa berlaku KKPR mengikuti durasi hak atas tanah yang dimiliki. Sebagai contoh, jika pelaku usaha memegang Hak Guna Bangunan (HGB) selama 20 tahun, maka KKPR akan berlaku dalam jangka waktu yang sama.</p>
<p>Meskipun PP 28/2025 telah diundangkan, Imam Bustomi mengakui adanya kendala teknis pada sistem OSS RBA yang belum sepenuhnya mengakomodasi prosedur terbaru. Salah satunya adalah mekanisme pembayaran Surat Setoran Pajak (SSP) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya dilakukan di awal sebelum verifikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tata ruang.</p>
<p>Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan otoritas pusat agar sinkronisasi sistem segera tuntas guna memastikan pelayanan perizinan di daerah berjalan optimal.</p>
<p>"Hingga saat ini, pelaksanaan KKPR berusaha sebagian masih mengacu pada PP Nomor 21 Tahun 2021. Hal ini disebabkan sistem OSS belum sepenuhnya terintegrasi dengan perubahan aturan dalam PP Nomor 28 Tahun 2025. Kegiatan survei ini kami jadwalkan seminggu dua kali, setiap Selasa dan Kamis, kecuali tidak ada permohonan di minggu sebelumnya. Meski hanya ada satu permohonan, tetap kami lakukan survei," pungkas Imam Bustomi. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tempat Produksi Pentol di Jombang Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-pentol-di-jombang-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-pentol-di-jombang-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan berukuran 24 meter persegi yang difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi pentol itu ludes terbakar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4fd30a815c.webp" length="23062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:13:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kebakaran melanda tempat usaha produksi pentol di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Selasa (7/3/2026) dini hari. Bangunan berukuran 24 meter persegi yang difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi pentol itu ludes terbakar.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.35 WIB. Nanang, saksi di lokasi, menuturkan keberadaan api muncul dari tumpukan kayu di dalam gudang. Warga sempat berupaya memadamkan api secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat membesar dan sulit dikendalikan.</p>
<p>Laporan kejadian diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sekitar pukul 01.45 WIB. Tim bergerak dari Pos Damkar Mojoagung menuju lokasi pada pukul 01.50 WIB. Sekitar pukul 02.10 WIB, petugas tiba dan langsung berupaya lakukan pemadaman serta pendinginan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.10 WIB.</p>
<p>Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, seluruh isi gudang dan tempat produksi pentol hangus terbakar.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan tim gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan warga. </p>
<p>"Begitu laporan masuk, petugas langsung kami kerahkan ke lokasi. Dua unit <em>fire pumper truck</em> diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penanganan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk relawan dan warga setempat. </p>
<p>"Sinergi petugas damkar, relawan, perangkat desa, serta masyarakat sangat membantu proses pemadaman sehingga api bisa segera dikendalikan," katanya.</p>
<p>Proses penanganan melibatkan Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Gatana, Bagana, perangkat desa, serta warga sekitar. Saat ini kondisi di lokasi telah dinyatakan aman setelah dilakukan pendinginan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Buru 30 Terduga Pelaku Konvoi Pesilat Rusuh di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-buru-30-terduga-pelaku-konvoi-pesilat-rusuh-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-buru-30-terduga-pelaku-konvoi-pesilat-rusuh-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah orang telah diamankan, sementara puluhan lainnya kini masuk dalam daftar pencarian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f96c106d1.webp" length="20952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 21:48:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Konvoi Pesilat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Aparat Kepolisian Resort Jombang masih memburu 30 terduga pelaku kerusuhan yang terjadi dalam konvoi perguruan silat di sejumlah titik di Kabupaten Jombang pada Minggu (4/4/2026). Sejumlah orang telah diamankan, sementara puluhan lainnya kini masuk dalam daftar pencarian.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari kegiatan halal bihalal yang digelar oleh perguruan PSHT ranting Tanjungwarung, Kecamatan Kabuh. Acara yang seharusnya hanya diikuti anggota ranting setempat itu berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.</p>
<p>Usai acara, muncul iring-iringan konvoi yang bergerak dari arah Kabuh menuju pusat kota. Para peserta konvoi membawa dan mengibarkan atribut perguruan masing-masing. Situasi tersebut memicu ketegangan hingga berujung bentrok dengan kelompok dari perguruan lain, yakni Kera Sakti.</p>
<p>"Para penggembira ini mengibarkan atributnya masing-masing. Sehingga, dari peristiwa tersebut menimbulkan bentrok dengan perguruan silat lain, yaitu Perguruan Kera Sakti," ucap AKP Dimas, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Polisi mencatat setidaknya dua lokasi kejadian, yakni di wilayah Mojosongo dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek. </p>
<p>"Di kedua lokasi tersebut terdapat korban dari masing-masing perguruan, baik dari PSHT maupun Kera Sakti," ujar Dimas.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan siniar melalui rekaman video yang beredar, polisi telah mengidentifikasi lebih dari 30 orang terduga pelaku. </p>
<p>"Beberapa orang sudah kami amankan beserta kendaraan dan atribut yang digunakan. Sisanya akan kami jemput satu per satu untuk dimintai keterangan," ungkapnya.</p>
<p>Selain pengejaran terhadap pelaku, polisi juga akan menindak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan peserta konvoi. Seluruh kendaraan yang terlibat akan dikenai sanksi tilang karena dinilai mengganggu ketertiban serta tidak memenuhi kelengkapan berkendara.</p>
<p>"Atas arahan Bapak Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, seluruh kendaraan akan dilakukan penilangan karena mengganggu ketertiban lalu lintas dan beberapa kendaraan tidak dilengkapi perlengkapan," katanya.</p>
<p>Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Arip, menambahkan bahwa sebagian peserta konvoi berasal dari luar daerah, seperti Kediri dan Nganjuk. Dalam perjalanan, mereka terlihat membawa atribut perguruan dan mengenakan pakaian seragam hitam.</p>
<p>Petugas gabungan dari Sat Samapta dan Satlantas dikerahkan melakukan patroli serta penyekatan di sejumlah ruas jalan, terutama di jalur Ploso hingga Tembelang. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya tiga orang di Jalan Raya Desa Sambongdukuh sekitar pukul 16.00 WIB.</p>
<p>"Tidak ditemukan senjata tajam saat pemeriksaan. Kasusnya sudah kami serahkan ke Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut," beber Arip.</p>
<p>Dimas menegaskan, penanganan kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah daerah serta pengurus perguruan silat di semua tingkatan.</p>
<p>"Pada intinya kita tidak anti perguruan silat. Namun, semua pihak harus bersama-sama menjaga ketertiban. Perguruan seharusnya menjadi wadah pembinaan, bukan ajang unjuk kekuatan yang meresahkan masyarakat. Siapa pun yang mengganggu ketertiban di masyarakat akan kita tindak tegas," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Fahmi Berharap Muktamar NU Bebas Politik Uang dan Terbuka bagi Kalangan Pengusaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-fahmi-berharap-muktamar-nu-bebas-politik-uang-dan-terbuka-bagi-kalangan-pengusaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-fahmi-berharap-muktamar-nu-bebas-politik-uang-dan-terbuka-bagi-kalangan-pengusaha</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengakui bahwa Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah menetapkan sejumlah usulan terkait kriteria calon pimpinan PBNU mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d481f1e1b20.webp" length="33566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 14:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Muktamar NU</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diperkirakan berlangsung di Jawa Timur, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik atau yang akrab disapa Gus Fahmi, menyampaikan harapannya agar proses pemilihan pimpinan PBNU benar-benar bebas dari praktik suap dan politik uang.</p>
<p>"Kita berharap agar muktamar yang akan datang ini benar-benar bisa memilih pengurus yang bersih. Menurut saya, miqat-nya (kriteria) itu tanpa uang. Artinya, proses berangkatnya tanpa menggunakan uang dalam arti suap-menyuap dan sebagainya," ujar Gus Fahmi kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Ia mengakui bahwa Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah menetapkan sejumlah usulan terkait kriteria calon pimpinan PBNU mendatang. </p>
<p>Meski demikian, Gus Fahmi secara pribadi berharap calon Ketua Umum PBNU tidak hanya berasal dari kalangan pesantren.</p>
<p>"Saya pribadi ingin agar kepengurusan yang akan datang seperti zaman pertama berdiri. Artinya, calon ketua umum itu tidak harus dari kalangan pesantren, tidak harus dari kalangan Gus, kiai, dan sebagainya. Dulu pengurus pertama PBNU itu Haji Hasan Gipo, ketua umumnya saudagar, pengusaha. Beliau rela menjual asetnya untuk menghidupi NU," kenangnya.</p>
<p>Menjelang Muktamar ke-35, setidaknya telah muncul 13 nama calon. </p>
<p>Namun, menurut Gus Fahmi, jika nantinya Ketua Umum PBNU berasal dari kalangan pengusaha atau konglomerat, NU diharapkan bisa lebih mandiri dalam menjalankan roda organisasi.</p>
<p>"Sopo ngerti ono pengusaha konglomerat sing gelem nguripi NU, (siapa tahu ada pengusaha konglomerat yang mau menghidupi NU). Misalnya, walaupun mungkin tidak begitu alim, tidak begitu bisa mengaji, tetapi yang penting bisa menghidupi NU. Ini bagi saya tentu menarik, punya modal agar NU mandiri. Jadi tidak hanya bermodal proposal nantinya," tegas Gus Fahmi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teror Tinja Bikin Resah Warga di Jombang, Polisi Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teror-tinja-bikin-resah-warga-di-jombang-polisi-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teror-tinja-bikin-resah-warga-di-jombang-polisi-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa ini membuat resah warga setempat, dan polisi pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d48964980d9.webp" length="75730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 13:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Teror Tinja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi teror berupa penyiraman limbah tinja menggemparkan warga Dusun Tungu, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Senin (6/4/2026) dini hari. Peristiwa ini membuat resah warga setempat, dan polisi pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut.</p>
<p>Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Huda, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Laporan sudah kami terima, anggota juga sudah ke lokasi. Saat ini masih dalam proses pendalaman," kata AKP Achmad Darul Huda saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Rumah milik pasangan Nanik dan Sunarto menjadi sasaran perbuatan orang tak dikenal. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 03.30 WIB, saat penghuni rumah mencium bau menyengat dari dalam rumah. Setelah ditelusuri, sumber bau berasal dari cairan limbah septiktank yang menggenang di area depan pintu dan merembes ke dalam rumah.</p>
<p>Anak korban, Tri Diyah Wari, mengungkapkan bahwa limbah tersebut diduga sengaja disiramkan oleh pelaku melalui celah pintu dan jendela. Kondisi tersebut membuat kedua orang tuanya panik dan segera meminta bantuan keluarga.</p>
<p>"Air limbah itu sudah masuk ke dalam rumah. Diduga disiram lewat sela pintu dan jendela," ucap Tri Diyah.</p>
<p>Menurutnya, kejadian ini merupakan yang pertama kali dialami keluarganya. Ia mengaku khawatir aksi tersebut dapat berulang dan berpotensi berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.</p>
<p>"Itu jelas dimasukkan ke dalam rumah lewat sela-sela pintu dan jendela. Setelah kejadian itu, ibu saya menelepon saya dan ketakutan," katanya.</p>
<p>Tri juga memastikan orang tuanya tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun yang dapat memicu aksi tersebut. Selain itu, ia menegaskan tidak ada kerusakan atau kebocoran pada septiktank rumah, sehingga kuat dugaan limbah berasal dari luar.</p>
<p>"Orang tua saya tidak punya masalah sama siapa pun sebelumnya. Jadi dengan adanya kejadian ini, kami juga bingung," ungkapnya.</p>
<p>Atas kejadian itu, pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Diwek agar segera ditindaklanjuti dan pelaku dapat diungkap. Polisi pun kini terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku teror yang meresahkan warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bursa Pemilihan Ketua DPC PKB Jombang Sengit, 7 Nama Dijagokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bursa-pemilihan-ketua-dpc-pkb-jombang-sengit-7-nama-dijagokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bursa-pemilihan-ketua-dpc-pkb-jombang-sengit-7-nama-dijagokan</guid>
<description><![CDATA[ Kelima dari tujuh nama tersebut merupakan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, sementara dua nama lainnya muncul dalam forum Muscab DPC PKB Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d35d1c2cb74.webp" length="28680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 16:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PKB Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang semakin sengit. Sebanyak tujuh nama politisi dijagokan untuk mengikuti sejumlah tahapan seleksi kepemimpinan usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) pada Ahad (5/4/2026) kemarin.</p>
<p>Kelima dari tujuh nama tersebut merupakan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, sementara dua nama lainnya muncul dalam forum Muscab DPC PKB Jombang.</p>
<p>Ketujuh kandidat Ketua DPC PKB Jombang yang dijagokan antara lain: Hadi Atmaji (Ketua DPC PKB Jombang periode sebelumnya sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Jombang), Anas Burhani (Sekretaris DPC PKB Jombang), Walyul Hakim, Kartiyono (anggota Fraksi PKB Jombang di DPRD Jombang), Fauzan (anggota Fraksi PKB Jombang di DPRD Jombang), Erna Kuswati, serta KH Salmanuddin Yazid (Wakil Bupati Jombang).</p>
<p>Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Subaidi Muchtar, menjelaskan bahwa seluruh kandidat akan menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam dua tahap. Tahap pertama berupa psikotes bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Universitas Negeri Malang, dijadwalkan pada 10-11 April 2026 di Malang.</p>
<p>"Hasil psikotes akan menjadi dasar untuk tahap berikutnya, yakni wawancara oleh DPP. Dari situ akan terlihat kompetensi, kapasitas kepemimpinan, hingga kesiapan para calon," ungkap Subaidi, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Seluruh berkas hasil Muscab langsung dibawa ke DPW di Surabaya dan diteruskan ke DPP pada hari yang sama untuk diproses lebih lanjut.</p>
<p>Selain pemilihan ketua, Muscab juga merumuskan sejumlah strategi organisasi. Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama karena dinilai sebagai fondasi kekuatan partai. Penyusunan program kerja diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat, seperti tantangan petani, nelayan, hingga kesejahteraan santri.</p>
<p>PKB juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program-program strategis di daerah. Di tengah dinamika global, partai diminta lebih kreatif dan responsif menghadapi potensi krisis pangan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta penurunan daya beli masyarakat.</p>
<p>Subaidi menambahkan, mekanisme seleksi berbasis UKK merupakan upaya PKB melahirkan pemimpin berkualitas dan menghindari pola pemilihan yang berpotensi menimbulkan konflik.</p>
<p>"Pendekatan ini berbasis kompetensi dan kapasitas, bukan sekadar popularitas," bebernya.</p>
<p>PKB juga membuka ruang bagi generasi muda dan perempuan dalam struktur kepengurusan. Bahkan, terdapat kebijakan bahwa minimal 30 persen posisi ketua DPAC diisi oleh perempuan dengan usia di bawah 35 tahun.</p>
<p>Sementara itu, DPP PKB, Daniel Johan, menyampaikan bahwa forum Muscab telah menerima laporan pertanggungjawaban DPC PKB Jombang dengan baik. </p>
<p>"Laporan pertanggungjawaban DPC diterima dengan baik. Kemudian muncul sejumlah nama calon ketua yang akan mengikuti proses lanjutan," ujarnya.</p>
<p>Dengan total tujuh kandidat yang akan mengikuti seleksi lanjutan, bursa pemilihan Ketua DPC PKB Jombang dipastikan berlangsung sengit dan menarik untuk dinantikan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muscab PKB Jombang Digelar Hari Ini, Ajang Kebijakan Strategis Partai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-jombang-ajang-kebijakan-strategis-partai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-jombang-ajang-kebijakan-strategis-partai</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menyatakan bahwa Muscab menjadi forum penting bagi gerak langkah partai ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1cee6178a1.webp" length="26492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 10:13:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Muscab PKB</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Ahad (5/4/2026). Agenda resmi partai ini berlangsung di Hotel Azana, Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, dan melibatkan pengurus serta kader dari berbagai tingkatan struktur partai.</p>
<p>Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menyatakan bahwa Muscab menjadi forum penting bagi gerak langkah partai ke depan.</p>
<p>"Muscab ini menjadi forum penting untuk konsolidasi sekaligus menentukan arah kebijakan partai ke depan," ujar Hadi Atmaji dalam pesan yang diterima pada Ahad (5/4/2026).</p>
<p>Hadi menegaskan bahwa kekuatan utama PKB Jombang terletak pada soliditas para kader. Seluruh jajaran, mulai dari tingkat anak cabang hingga cabang, memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan garis kebijakan partai.</p>
<p>Selain sebagai ajang evaluasi, Muscab juga akan membahas program kerja strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurut Hadi, hasil forum tersebut akan berpengaruh terhadap penguatan peran partai di tingkat daerah.</p>
<p>Hadi berharap pelaksanaan Muscab berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan menjunjung tinggi kebersamaan.</p>
<p>"Momentum ini kami harapkan dapat mempererat hubungan antarkader sekaligus memperkuat semangat perjuangan partai," pungkasnya.</p>
<p>Ketua Panitia Muscab, Mochammad Fauzan, yang juga Komandan DKC Panji Bangsa Jombang, menilai Muscab kali ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi titik awal perubahan arah politik PKB di Jombang agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p>Menurutnya, partai berlambang bola dunia itu ingin tampil lebih terbuka, progresif, serta memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan.</p>
<p>Salah satu hal yang ditekankan dalam konferensi pers tersebut adalah komitmen PKB Jombang untuk memperkuat prinsip inklusivitas. Fauzan menegaskan bahwa partainya tidak membatasi diri hanya pada kelompok tertentu.</p>
<p>Ia menyebut PKB membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat membangun daerah, tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompok sosial.</p>
<p>"PKB adalah rumah bersama. Siapa pun yang memiliki visi memajukan Jombang dipersilakan bergabung," kata Fauzan.</p>
<p>Selain itu, Muscab kali ini juga akan menjadi momentum regenerasi di tubuh partai. Keterlibatan berbagai badan otonom yang didominasi generasi muda disebut sebagai sinyal kuat bahwa PKB Jombang ingin memberi ruang lebih luas bagi Generasi Z untuk berperan dalam kepengurusan.</p>
<p>Fauzan menegaskan, generasi muda tidak hanya akan ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi akan didorong masuk ke dalam posisi strategis di struktur kepengurusan DPC. Ia menilai gagasan dan perspektif baru dari kalangan muda sangat penting agar partai tetap relevan dengan dinamika politik dan sosial saat ini. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujudkan Bangunan Sesuai Standar, Dinas PUPR Jombang Serahkan Dokumen SLF RS Bhayangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujudkan-bangunan-sesuai-standar-dinas-pupr-jombang-serahkan-dokumen-slf-rs-bhayangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujudkan-bangunan-sesuai-standar-dinas-pupr-jombang-serahkan-dokumen-slf-rs-bhayangkara</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang secara resmi menyerahkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) beserta plakat kepada manajemen Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5b5b6a82a5.webp" length="23194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:18:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dokumen SLF</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menjamin keamanan dan kelaikan fasilitas publik kembali ditegaskan melalui legalitas struktur bangunan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang secara resmi menyerahkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) beserta plakat kepada manajemen Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Jombang.</p>
<p>Penyerahan dokumen vital ini pada Kamis (5/3/2026) lalu, menandakan bahwa fasilitas kesehatan milik kepolisian tersebut telah berhasil melalui serangkaian uji teknis ketat dan dinyatakan memenuhi standar kelaikan operasional sesuai regulasi nasional.</p>
<p>Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, didampingi Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Yulianto, serta Subkoordinator Bina Konstruksi dan Tata Bangunan, Irma Fitriana, S.T. Dokumen tersebut diterima oleh jajaran manajemen RS Bhayangkara sebagai bukti otentik kesiapan infrastruktur gedung dalam melayani masyarakat.</p>
<p>Dalam perspektif teknis dan jurnalistik, SLF bukan sekadar berkas administratif. Bagi bangunan dengan fungsi pelayanan kesehatan seperti RS Bhayangkara, SLF merupakan instrumen perlindungan publik yang memastikan gedung memiliki daya tahan struktur yang andal, sistem proteksi kebakaran yang mumpuni, serta standar sanitasi dan pencahayaan yang memadai.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menekankan bahwa penerbitan SLF ini didasarkan pada hasil audit komprehensif oleh tim teknis dan tenaga ahli. Standar penilaian mencakup empat aspek krusial: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan aksesibilitas.</p>
<p>"Kegiatan ini adalah wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam memastikan bangunan gedung pelayanan publik telah memenuhi kelaikan sesuai standar teknis yang berlaku. Dengan diterbitkannya SLF, masyarakat tidak perlu ragu, karena bangunan RS Bhayangkara dinyatakan aman dan layak dioperasikan secara legal," ujar Bustomi dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p>Di Indonesia, kepemilikan SLF merupakan kewajiban mutlak bagi setiap bangunan gedung, utamanya fasilitas umum dan bangunan usaha. Tanpa dokumen ini, sebuah gedung secara hukum dianggap belum tuntas dalam memenuhi syarat keamanan bagi para penghuni dan penggunanya.</p>
<p>Langkah proaktif RS Bhayangkara dalam mengurus SLF diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pengelola gedung lain di Kabupaten Jombang. Dinas PUPR memproyeksikan adanya peningkatan kesadaran administratif bagi para pemilik bangunan gedung, baik dari kalangan swasta maupun instansi pemerintah, untuk segera melakukan sertifikasi serupa.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran pemilik dan pengelola bangunan gedung di Jombang semakin meningkat. Tujuan akhirnya adalah terciptanya tata bangunan yang aman, tertib secara administrasi, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat sebagai pengguna akhir," pungkas Bustomi.</p>
<p>Dengan kepemilikan SLF ini, RS Bhayangkara Jombang kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk terus mengembangkan kualitas layanannya, sekaligus memberikan kepastian bahwa infrastruktur pendukung medis di Kabupaten Jombang terus bergerak menuju standar nasional yang lebih profesional dan aman. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mitigasi Cuaca Ekstrem di Jombang, Dinas PUPR Sisir Jalur Rawan Pohon Tumbang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mitigasi-cuaca-ekstrem-di-jombang-dinas-pupr-sisir-jalur-rawan-pohon-tumbang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mitigasi-cuaca-ekstrem-di-jombang-dinas-pupr-sisir-jalur-rawan-pohon-tumbang</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga, Dinas PUPR melakukan penyisiran dan pemangkasan pohon besar yang dinilai rawan tumbang di jalur-jalur strategis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5adee26ee5.webp" length="42472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 19:26:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas PUPR Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Memasuki puncak musim penghujan dengan intensitas cuaca ekstrem, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mengambil langkah proaktif guna menjamin keselamatan publik. Melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga, Dinas PUPR melakukan penyisiran dan pemangkasan pohon besar yang dinilai rawan tumbang di jalur-jalur strategis.</p>
<p>Langkah preventif ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan strategi mitigasi risiko di tengah ancaman angin kencang yang kerap menyertai hujan deras di wilayah Jombang belakangan ini.</p>
<p>Kegiatan pemangkasan kali ini diprioritaskan pada dua urat nadi transportasi kabupaten, yakni ruas jalan Cukir–Mojowarno dan Selorejo–Mojoroto. Kedua jalur ini dipilih berdasarkan hasil pemetaan risiko yang menunjukkan kepadatan arus lalu lintas serta keberadaan pohon-pohon tua dengan tajuk yang terlalu rimbun.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa kriteria pohon yang menjadi sasaran pemangkasan telah ditentukan secara selektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem jalan sekaligus aspek keamanan.</p>
<p>"Pohon-pohon yang dipangkas adalah yang kondisinya sudah rapuh, terlalu rindang sehingga membebani batang utama, maupun yang secara struktur miring dan berpotensi roboh saat diterjang angin kencang," ujar Bustomi saat dikonfirmasi pada Kamis (02/04/2026).</p>
<p>Eksekusi di lapangan dipercayakan sepenuhnya kepada Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bidang Bina Marga. Tim ini tidak hanya bertugas melakukan pemangkasan (pruning) secara terencana, tetapi juga disiagakan 24 jam untuk merespons laporan darurat.</p>
<p><strong>Poin-poin Utama Operasi Tim URC:</strong></p>
<p>1. Pemangkasan Selektif: Mengurangi beban dahan tanpa mematikan pohon agar fungsi peneduh tetap terjaga.</p>
<p>2. Pembersihan Jalur: Memastikan sisa pangkasan tidak mengganggu drainase atau badan jalan.</p>
<p>3. Respon Cepat: Penanganan langsung di lokasi jika ditemukan pohon tumbang pasca-badai guna mencegah kemacetan panjang.</p>
<p>"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi untuk menekankan pentingnya upaya antisipasi dini. Kita tidak ingin menunggu jatuh korban atau kerusakan infrastruktur baru bergerak. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas tertinggi kami," tambah Bustomi.</p>
<p>Selain aspek keselamatan, Dinas PUPR Jombang juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran mobilitas ekonomi masyarakat. Jalur Cukir–Mojowarno, misalnya, merupakan akses vital bagi distribusi barang dan aktivitas harian warga.</p>
<p>Dengan dilaksanakannya pemangkasan ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan akibat pohon tumbang yang menimpa pengendara, melindungi infrastruktur kabel jaringan listrik dan telekomunikasi, serta memberikan jarak pandang yang lebih luas bagi pengemudi saat hujan lebat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas PUPR mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat berkendara di tengah cuaca buruk. Masyarakat juga diminta segera melaporkan melalui saluran resmi jika menemukan pohon di tepi jalan yang kondisinya membahayakan. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PUPR Jombang Evakuasi Sampah Penyebab Banjir, Terjunkan Excavator Pindad PC 140</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-evakuasi-sampah-penyebab-banjir-terjunkan-excavator-pindad-pc-140</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-evakuasi-sampah-penyebab-banjir-terjunkan-excavator-pindad-pc-140</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyumbatan aliran air yang kian krusial di tengah cuaca ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5b0b74e980.webp" length="31680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 18:38:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pembersihan Sungai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang terus memperkuat benteng pertahanan daerah terhadap ancaman banjir.</p>
<p>Pada Rabu (1/4/2026), otoritas terkait mengerahkan alat berat untuk menormalisasi aliran sungai di Jembatan Avour Watudakon, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyumbatan aliran air yang kian krusial di tengah cuaca ekstrem.</p>
<p>Tindakan tersebut dilakukan menyusul terjadinya penumpukan material sampah domestik dan limbah alam yang tersangkut pada pilar jembatan. Apabila dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu luapan air ke permukiman warga dan lahan pertanian di wilayah Kesamben.</p>
<p>Berbeda dengan pembersihan manual, kali ini Dinas PUPR Jombang menerjunkan unit Excavator Pindad PC 140. Penggunaan alat berat produksi dalam negeri ini dipilih karena spesifikasinya yang mumpuni untuk menjangkau titik-titik sulit di bawah konstruksi jembatan, serta memiliki kapasitas angkut material yang besar.</p>
<p>Proses evakuasi sampah berlangsung intensif sejak pagi hari. Berbagai jenis sampah diangkat dari dasar sungai, mulai dari sumbatan bambu (barongan), ranting pohon, hingga limbah rumah tangga. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi hidrolis saluran Avour Watudakon.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa pembersihan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang statusnya ditingkatkan menjadi prioritas selama musim penghujan. Menurutnya, sumbatan di bawah jembatan sering kali menjadi penyebab utama terjadinya backwater atau aliran air balik yang memicu banjir rob di hulu sungai.</p>
<p>"Pembersihan ini rutin kami lakukan sebagai langkah konkret menangkal bencana alam, khususnya banjir. Fokus kami adalah memastikan tidak ada hambatan pada struktur bangunan air seperti jembatan ini, karena di sinilah titik paling rawan terjadinya penumpukan sampah," ujar Bustomi, Jumat (3/4/2026).</p>
<p>Bustomi menambahkan, saluran Avour Watudakon memiliki peran vital dalam sistem drainase regional di Kecamatan Kesamben. Sedikit saja hambatan di titik ini dapat berdampak luas pada mobilitas dan ekonomi masyarakat desa sekitar.</p>
<p>Meskipun Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas PUPR dikerahkan secara berkala, Imam Bustomi mengingatkan bahwa solusi permanen dari banjir bukan hanya terletak pada normalisasi sungai, melainkan juga pada perubahan perilaku kolektif.</p>
<p><strong>Catatan Strategis Dinas PUPR Jombang:</strong></p>
<p>• Normalisasi Berkala: Melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah secara terjadwal di titik-titik rawan.</p>
<p>• Optimalisasi Alat Berat: Memastikan seluruh armada, termasuk Excavator Pindad PC 140, dalam kondisi prima untuk penanganan darurat.</p>
<p>• Edukasi Publik: Mengajak warga desa di sepanjang aliran sungai untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.</p>
<p>"Kami bekerja di hilir dengan membersihkan sampah, namun harapan besar kami adalah masyarakat di hulu juga ikut menjaga dengan tidak membuang sampah ke sungai. Dengan aliran yang lancar, risiko banjir dapat kita minimalisir secara signifikan," pungkas Bustomi.</p>
<p>Dengan tuntasnya pembersihan di Jembatan Avour Watudakon ini, Dinas PUPR Jombang memastikan akan terus memantau titik-titik jembatan lain di seluruh Kabupaten Jombang yang memiliki karakteristik serupa guna menjamin keamanan warga dari ancaman luapan air. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu dan Anak di Jombang Meregang Nyawa Usai Tabrak Truk Parkir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-dan-anak-di-jombang-meregang-nyawa-usai-tabrak-truk-parkir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-dan-anak-di-jombang-meregang-nyawa-usai-tabrak-truk-parkir</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi jalan yang gelap diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc994823836.webp" length="79044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 14:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Seorang ibu dan anak tewas usai sepeda motor yang mereka kendarai menabrak truk yang sedang parkir di bahu Jalan Raya Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Selasa (31/3/2026) petang.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyebutkan bahwa dua korban jiwa dalam kecelakaan ini adalah pengendara motor dan penumpangnya.</p>
<p>"Benar, laka antara sepeda motor dan truk parkir, dua korban meninggal dunia," ujar Ipda Siswanto dalam pesan yang diterima, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Menurut keterangan saksi di lokasi, kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi bernopol H 1392 HG yang dikemudikan Heri (39), warga Pati, sedang berhenti di bahu jalan dalam posisi menghadap ke utara dengan muatan kendaraan di atasnya.</p>
<p>Saat itu, melaju sepeda motor Honda Beat Street bernopol S 4405 AY yang dikendarai Agustin (29), warga Desa Sugihwaras, berboncengan dengan putrinya yang masih berusia tiga tahun, Binar. Motor melaju dari arah selatan menuju utara.</p>
<p>Saksi mata bernama Yanto (32) mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang gelap diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan.</p>
<p>"Motor dari selatan ke utara, kemungkinan tidak melihat karena kondisi gelap. Langsung menabrak bagian belakang truk, motornya sampai menempel," ujar Yanto.</p>
<p>Benturan keras membuat kedua korban terjatuh. Binar ditemukan tergeletak di atas sepeda motor, sementara sang ibu berada di bawah kendaraan. Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian.</p>
<p>Saat ini, petugas kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk proses lebih lanjut.</p>
<p>"Kendaraan sudah diamankan, untuk penyebab pasti masih kami dalami," beber Ipda Siswanto.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, agar lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara di malam hari, serta bagi pengemudi kendaraan berat untuk memperhatikan keamanan saat parkir di bahu jalan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Ambles Tergerus Luapan Air Sungai di Pojok Klitih Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-ambles-tergerus-luapan-air-sungai-di-pojok-klitih-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-ambles-tergerus-luapan-air-sungai-di-pojok-klitih-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu jalan lingkungan di Dusun Pojok dilaporkan ambles dan terpaksa ditutup total. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc95d4a08a4.webp" length="97976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 13:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jalan Amblas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Banjir akibat luapan sungai yang melanda Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Senin (30/3/2026) malam menyebabkan kerusakan infrastruktur. Salah satu jalan lingkungan di Dusun Pojok dilaporkan ambles dan terpaksa ditutup total.</p>
<p>Kerusakan terjadi di RT 06/RW 03 dan mulai diketahui warga pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Jalan paving yang berada di bantaran Sungai Pojok runtuh setelah tergerus arus deras saat banjir melanda kawasan tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Pojok Klitih, Siti Roaini, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tingginya debit air menjadi faktor utama amblesnya jalan karena struktur tanah di sekitar sungai tidak mampu menahan tekanan.</p>
<p>"Jalan tersebut berada tepat di samping Sungai Pojok, sehingga rawan tergerus saat debit air meningkat," ucapnya dalam pesan yang diterima wartawan, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, jalan yang rusak merupakan akses lingkungan warga, bukan jalur utama penghubung antardusun. Adapun panjang jalan yang ambles diperkirakan mencapai 2,5 meter dengan lebar sekitar 3 meter.</p>
<p>Akibat kejadian itu, akses jalan ditutup demi keselamatan warga. Penutupan ini berdampak pada aktivitas masyarakat setempat, meskipun masih tersedia jalur alternatif di gang sekitar lokasi.</p>
<p>"Untuk sementara, warga masih bisa menggunakan jalan lain di sekitar lokasi, meskipun aktivitas menjadi sedikit terganggu," katanya.</p>
<p>Pemerintah Desa Pojok Klitih berencana segera melakukan perbaikan agar akses warga kembali normal. Pihak desa juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dalam proses pemulihan infrastruktur tersebut.</p>
<p>Sementara itu, banjir dilaporkan telah surut pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak ada kerusakan signifikan pada rumah warga, meski sejumlah rumah sempat tergenang air.</p>
<p>Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Marmoyo dan Sungai Rapah Ombo meluap. Air kemudian mengalir ke wilayah permukiman yang lebih rendah, termasuk Dusun Pojok, dengan ketinggian air sempat mencapai sekitar pinggang orang dewasa.</p>
<p>Selain Dusun Pojok, banjir juga merendam sejumlah wilayah lain di Kecamatan Plandaan, di antaranya Dusun Rapahombo dan Dusun Kedungdendeng, Desa Jiporapah. Warga menyebut banjir kali ini tergolong lebih parah dibanding biasanya karena air sempat masuk ke dalam rumah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus &amp;apos;Nikah Gaib&amp;apos; Jadi Ancaman Pendidikan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-nikah-gaib-jadi-ancaman-pendidikan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-nikah-gaib-jadi-ancaman-pendidikan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Modus ini dinilai sebagai ancaman serius bagi dunia pendidikan, menyasar relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc9204399c4.webp" length="27568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 12:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Nikah Gaib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Praktik manipulasi agama dengan modus nikah gaib menjadi salah satu temuan mengejutkan dalam catatan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Jombang sepanjang 2025. Modus ini dinilai sebagai ancaman serius bagi dunia pendidikan, menyasar relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik.</p>
<p>Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 yang dirilis Yayasan Harmoni Jombang bersama <em>Women’s Crisis Center </em>(WCC) Jombang mencatat, lingkungan pendidikan menjadi lokasi dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sedikitnya tujuh kasus terjadi di lingkungan sekolah formal maupun lembaga pendidikan non formal seperti pesantren, madrasah, dan TPQ.</p>
<p>Relasi pelaku didominasi oleh guru dan pengasuh, yang menunjukkan adanya ketimpangan kuasa antara pelaku dan korban.</p>
<p>"Dominasi relasi pelaku sebagai guru dan pengasuh menegaskan adanya ketimpangan relasi kuasa dan menunjukkan masih lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan, baik formal maupun non formal," ujar Ana Abdillah, Direktur WCC Jombang, dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Yang menjadi perhatian utama, sejumlah kasus menunjukkan adanya praktik manipulasi berbasis agama, salah satunya melalui modus yang disebut nikah gaib. Dalam praktik ini, pelaku menggunakan narasi religius dengan mengklaim telah menikahi korban secara spiritual atau gaib. Korban kemudian ditekan untuk menerima tindakan tersebut sebagai bagian dari kewajiban agama, bentuk ibadah, atau ujian keimanan.</p>
<p>Tak jarang, korban juga dijanjikan pahala, keselamatan keluarga, hingga imbalan spiritual tertentu agar menuruti kehendak pelaku. Pelaku biasanya memposisikan diri sebagai sosok yang memiliki pemahaman agama lebih tinggi, sehingga korban merasa harus patuh dan tidak berani mempertanyakan.</p>
<p>Selain manipulasi ideologis, pelaku juga menggunakan ancaman dan tekanan psikologis, termasuk intimidasi serta ancaman penyebaran konten pribadi, untuk mengontrol korban.</p>
<p>"Dalam konteks anak, tidak ada istilah suka sama suka. Relasi tersebut sejak awal sudah timpang, sehingga anak tidak memiliki kapasitas untuk memberikan persetujuan. Temuan ini menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga melalui cara-cara simbolik dan psikologis yang kompleks," beber Ana.</p>
<p>Posisi pelaku sebagai figur otoritas membuat korban berada dalam situasi rentan dan sulit melawan. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan, serta belum efektifnya mekanisme pengaduan.</p>
<p>Selain lingkungan pendidikan, WCC Jombang juga mencatat 6 kasus kekerasan di lingkungan kerja sepanjang 2025. Relasi pelaku didominasi oleh atasan dan rekan kerja, mencerminkan pola ketimpangan kuasa yang serupa.</p>
<p>"Lingkungan kerja mencakup relasi pelaku seperti atasan, rekan kerja, majikan, maupun relasi kerja informal lainnya. Kasus kekerasan terjadi di berbagai lokasi kerja, seperti kantor, pabrik, rumah majikan, serta ruang kerja lain yang terkait dengan aktivitas pekerjaan korban," jelas Ana.</p>
<p>Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, WCC Jombang mendampingi 127 kasus kekerasan terhadap perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat 75 kasus kekerasan seksual dengan rincian 18 pelecehan seksual fisik, 2 pelecehan seksual non-fisik, 4 pemaksaan perkawinan, 14 kekerasan seksual berbasis elektronik, 34 perkosaan, dan 3 pemaksaan aborsi.</p>
<p>Selain itu, tercatat 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta satu kasus tindak pidana pembunuhan berbasis gender berupa perkosaan yang disertai pembunuhan berencana. Dari keseluruhan kasus tersebut, tujuh perempuan mengalami ancaman pembunuhan, termasuk kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan kerja.</p>
<p>WCC Jombang menilai temuan ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan serta pengawasan ketat terhadap relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.</p>
<p>"Kekerasan terhadap perempuan masih berlangsung secara luas, berulang, dan terjadi dalam relasi personal maupun institusional," pungkas Ana.</p>
<p>Temuan ini menunjukkan bahwa tempat yang selama ini dianggap aman, seperti sekolah dan pesantren, justru dapat menjadi ruang menyakitkan bagi korban kekerasan jika sistem perlindungan tidak berjalan efektif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdikbud Jombang: Raperda Perlindungan Pendidik Beri Kepastian Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-raperda-perlindungan-pendidik-beri-kepastian-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-raperda-perlindungan-pendidik-beri-kepastian-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para guru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc8baa925d3.webp" length="26730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 11:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menyatakan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para guru.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa Raperda ini akan mengatur secara tegas hak dan kewajiban pendidik serta tenaga kependidikan.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya, ada dasar hukum yang kuat untuk memberikan perlindungan kepada guru, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang selama ini muncul,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, cakupan perlindungan dalam Raperda ini berlaku bagi seluruh pendidik tanpa membedakan status kepegawaian maupun jenjang pendidikan.</p>
<p></p>
<p>“Semua guru masuk dalam cakupan, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta, dari jenjang SD hingga SMA. Jadi ini menyasar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Jombang,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Wor Windari menambahkan, apabila Raperda disahkan, langkah tersebut akan ditindaklanjuti dengan regulasi teknis berupa Peraturan Bupati (Perbup). Selain itu, Raperda juga mengamanatkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri atas praktisi pendidikan, ahli hukum, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>
<p></p>
<p>Satgas tersebut akan berperan menangani persoalan pendidik, khususnya melalui mediasi untuk kasus-kasus yang tidak langsung masuk ke ranah hukum.</p>
<p></p>
<p>“Tidak semua persoalan harus langsung diselesaikan melalui jalur hukum. Dengan adanya Satgas, diharapkan bisa dilakukan mediasi atau penanganan awal,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, pembahasan Raperda telah memasuki tahap kedua. DPRD Jombang melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terus melakukan pembahasan bersama Disdikbud dan pihak terkait, dengan harapan Raperda segera rampung menjadi payung hukum yang komprehensif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Apel Perdana Usai Idulfitri, Kapolres Jombang Apresiasi Kinerja Anggota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apel-perdana-usai-idulfitri-kapolres-jombang-apresiasi-kinerja-anggota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apel-perdana-usai-idulfitri-kapolres-jombang-apresiasi-kinerja-anggota</guid>
<description><![CDATA[ Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU), kapolsek jajaran, seluruh personel Polres Jombang, serta Ketua Bhayangkari Ny. Olivia Ardi beserta pengurus Bhayangkari Cabang Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca3c06225ae.webp" length="52004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 21:02:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polres Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Memasuki hari pertama kembali bertugas setelah libur Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Jombang menggelar apel pagi perdana yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal di Lapangan Apel Mapolres Jombang, Senin (30/3/2026). </p>
<p>Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU), kapolsek jajaran, seluruh personel Polres Jombang, serta Ketua Bhayangkari Ny. Olivia Ardi beserta pengurus Bhayangkari Cabang Jombang.</p>
<p>Dalam arahannya usai libur Idulfitri, Kapolres Jombang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel. Ia mengakui bahwa selama menjabat kurang lebih satu tahun dua bulan di Polres Jombang, sebagai manusia biasa dirinya tak luput dari kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan.</p>
<p>“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga segala kekhilafan yang ada dapat dimaafkan,” ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kapolres juga memberikan apresiasi atas dedikasi, kinerja, serta loyalitas seluruh anggota dalam pelaksanaan Operasi Ketupat selama masa Idulfitri. Ia menilai operasi tersebut berjalan lancar berkat kerja sama dan kekompakan seluruh personel.</p>
<p>Kapolres turut menyoroti keberhasilan jajarannya dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk upaya pencegahan penyalaan petasan serta penerbangan balon udara yang berpotensi membahayakan.</p>
<p>“Terima kasih atas kerja keras seluruh anggota, sehingga berbagai potensi gangguan dapat kita cegah dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus menanamkan niat tulus dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.</p>
<p>“Semoga setiap pekerjaan yang kita lakukan diniatkan dengan ikhlas sebagai bentuk pengabdian, sehingga menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua,” tuturnya.</p>
<p>Kegiatan apel perdana ini kemudian ditutup dengan sesi halalbihalal yang bertujuan mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kekompakan antarpersonel setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan.</p>
<p>Kapolres berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga guna mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Cuaca Ekstrem di Jombang, Buruh Tani Tewas Usai Tersambar Petir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-cuaca-ekstrem-di-jombang-buruh-tani-tewas-usai-tersambar-petir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-cuaca-ekstrem-di-jombang-buruh-tani-tewas-usai-tersambar-petir</guid>
<description><![CDATA[ Korban tewas diidentifikasi bernama Joni (40), warga Dusun Sini, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan luka bakar serius akibat induksi elektrik dari petir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca0a186c373.webp" length="8424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 15:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sambaran Petir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jombang memicu insiden maut di sektor pertanian. Dua orang buruh tani dilaporkan tersambar petir saat tengah beraktivitas di area persawahan Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, pada Ahad (29/3/2026) petang. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Insiden bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika para pekerja tengah menyelesaikan panen padi borongan di lahan milik warga setempat, Sholikin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pemanenan sempat dihentikan sementara saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Setelah intensitas hujan mereda dan cuaca dianggap membaik, para pekerja kembali melanjutkan proses pengangkutan hasil panen. Namun, di tengah aktivitas tersebut, sambaran petir secara tiba-tiba mengenai dua orang pekerja yang berada di area terbuka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Joni (40), warga Dusun Sini, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan luka bakar serius akibat induksi elektrik dari petir.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sementara itu, korban selamat adalah Slamet (50), warga Dusun Tambakrejo, Desa Kedungbetik. Slamet sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pasca-ledakan petir dan segera dievakuasi ke RSUD Jombang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Satu korban dipastikan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sudah berada di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut," ujar Iptu Niswan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Pihak kepolisian bersama tim medis telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Setelah dipastikan tidak ada unsur kekerasan lainnya, jenazah Joni diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Menyikapi fenomena cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jombang, Iptu Niswan mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di ruang terbuka. Ia menekankan bahwa area persawahan yang luas dan rata memiliki risiko tinggi sebagai titik sambaran petir saat cuaca buruk.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang disertai hujan deras, angin kencang, dan aktivitas petir yang tinggi, kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati. Hindari beraktivitas di lahan terbuka yang rata saat mendung tebal atau hujan, karena area tersebut sangat rentan terhadap sambaran petir," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Godok Raperda Perlindungan Guru: Upaya Cegah Kriminalisasi dan Sejahterakan Pendidik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-perlindungan-guru-upaya-cegah-kriminalisasi-dan-sejahterakan-pendidik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-perlindungan-guru-upaya-cegah-kriminalisasi-dan-sejahterakan-pendidik</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi ini merupakan inisiatif DPRD untuk memberikan jaminan hukum serta meningkatkan kesejahteraan para pendidik yang dianggap sebagai pencetak generasi bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca1df97ca7e.webp" length="44120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 14:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Raperda Perlindungan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Jombang tengah menyeriusi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan.</p>
<p>Regulasi ini merupakan inisiatif DPRD untuk memberikan jaminan hukum serta meningkatkan kesejahteraan para pendidik yang dianggap sebagai pencetak generasi bangsa.</p>
<p>Ketua Bapemperda DPRD Jombang, Kartiyono, menyebutkan salah satu poin krusial yang melatarbelakangi Raperda ini adalah maraknya kasus hukum yang menimpa guru saat berusaha mendisiplinkan karakter siswa di sekolah.</p>
<p>"Tujuan mereka (guru) adalah menciptakan kedisiplinan dan mendidik karakter anak, namun justru sering kali berujung pada kriminalisasi," ungkap Kartiyono kepada wartawan sebelum acara rapat terbuka di ruang Sidang Paripurna DPRD Jombang, Senin (30/3/2026).</p>
<p>Menurut dia, melalui aturan ini, negara diharapkan hadir untuk memberikan keleluasaan bagi guru dalam mengaktualisasikan proses pengajaran tanpa rasa takut akan tuntutan hukum, selama dilakukan dalam koridor yang benar.</p>
<p>Guna melahirkan produk hukum yang objektif dan humanis, Bapemperda DPRD Jombang secara aktif menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan (<em>stakeholder</em>).</p>
<p>"Dalam agenda terbaru, pembahasan tidak hanya melibatkan organisasi profesi, tetapi juga merangkul berbagai pihak," ujarnya.</p>
<p>Ia merinci, pada agenda pembahasan Raperda ini, pihaknya mengundang siswa dari SMA 1, SMA 2, dan SMA 3 Jombang, serta organisasi IPNU dan IPPNU untuk mendengar perspektif murid mengenai pendisiplinan yang manusiawi. Selain itu, dilibatkan pula Komisariat Unwaha dan Senat Mahad Aly Hasyim Asy'ari.</p>
<p>Perwakilan lembaga penegak hukum turut dihadirkan, mulai dari KPAI, Women’s Crisis Center (WCC), serta Unit PPA Polres Jombang untuk memberikan pendapat hukum terkait format regulasi perlindungan guru.</p>
<p>"Sebelumnya telah melibatkan PGRI, Dewan Pendidikan, hingga praktisi pendidikan seperti Pergunu," akunya.</p>
<p>Selain aspek perlindungan hukum, Raperda ini juga menyoroti kondisi kesejahteraan dan hak intelektual guru yang dinilai masih terabaikan.</p>
<p>"DPRD Jombang menargetkan regulasi ini dapat menjamin hak-hak guru agar tetap terjaga, mengingat mereka adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa depan," tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Ambruk Saat Lebaran, Warga Mojoagung Jombang Terpaksa Mengungsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-ambruk-saat-lebaran-warga-mojoagung-jombang-terpaksa-mengungsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-ambruk-saat-lebaran-warga-mojoagung-jombang-terpaksa-mengungsi</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik rumah beserta anak-anaknya terpaksa mengungsi karena seluruh bagian rumah sudah tidak layak ditempati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c0baea3b3df.webp" length="40478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 15:44:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rumah Ambruk, Lebaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Sebuah rumah milik warga di Dusun Bendorangkang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, ambruk pada hari Lebaran. Pemilik rumah beserta anak-anaknya terpaksa mengungsi karena seluruh bagian rumah sudah tidak layak ditempati.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) dini hari. Rumah yang roboh tersebut milik Anam, warga setempat. "Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, jelang subuh," ujar Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Romadhona, Senin (23/3/2026).</p>
<p>Dhona, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rumah yang ambruk tersebut memang termasuk rumah tidak layak huni. "Secara bangunan, sudah tidak layak huni. Kami juga sudah berulang kali mengusulkan perbaikan, namun belum terealisasi," jelasnya.</p>
<p>Menurut Dhona, ambruknya rumah tersebut dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh diperparah dengan cuaca buruk. "Secara bangunan memang sudah tidak layak, ditambah hujan di sini sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi tidak reda, akhirnya ambruk," tambahnya.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Empat penghuni rumah—Anam, istri, dan dua anaknya—berhasil menyelamatkan diri begitu mengetahui rumah akan roboh.</p>
<p>"<em>Alhamdulillah</em>, Pak Anam, istri, dan dua anaknya selamat. Tidak ada korban jiwa," ungkap Dhona.</p>
<p>Hingga Minggu sore, petugas BPBD bersama warga sekitar telah bergotong royong membersihkan puing-puing rumah korban. Meski demikian, Anam dan keluarganya belum dapat menempati kembali rumahnya karena seluruh bagian bangunan ambruk total.</p>
<p>"Sementara ini, pemilik rumah mengungsi di rumah orang tuanya karena tidak mungkin ditempati. Warga berharap ada bantuan segera dari pemerintah untuk meringankan perbaikan rumahnya," pungkas Dhona. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Sebut Idulfitri Adalah Kemenangan Menundukkan Ego dan Hawa Nafsu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-sebut-idulfitri-adalah-kemenangan-menundukkan-ego-dan-hawa-nafsu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-sebut-idulfitri-adalah-kemenangan-menundukkan-ego-dan-hawa-nafsu</guid>
<description><![CDATA[ Bagi Bupati yang karib disapa Abah Warsubi ini, Idulfitri bukan sekadar seremoni berakhirnya bulan puasa, melainkan ujian konsistensi ibadah sekaligus kemenangan besar melawan hawa nafsu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bfceaf06323.webp" length="59532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 22:30:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kesan Bupati, Idul Fitri 1447 Hijriah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan pesan mendalam pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah saat mengikuti ibadah Salat Id di Masjid Agung Baitul Mukminin, Sabtu (21/03/2026).</p>
<p>Bagi Bupati yang karib disapa Abah Warsubi ini, Idulfitri bukan sekadar seremoni berakhirnya bulan puasa, melainkan ujian konsistensi ibadah sekaligus kemenangan besar melawan hawa nafsu.</p>
<p>"Idulfitri adalah hari kemenangan. Namun kemenangan ini bukanlah kemenangan atas orang lain. Ini adalah kemenangan atas diri kita sendiri, atas keserakahan yang berhasil kita tahan, atas amarah yang mampu kita kendalikan, serta atas ego yang berhasil kita tundukkan selama Ramadan," tutur Bupati Warsubi dalam pesan yang diterima, Ahad (22/3/2026).</p>
<p>Abah Warsubi, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.</p>
<p>"Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. <em>Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim. Minal ‘aidin wal faizin</em>, mohon maaf lahir dan batin," ucapnya.</p>
<p>Ia juga mendoakan masyarakat agar seluruh amal ibadahnya diterima. "Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan, mengampuni segala khilaf dan dosa kita, serta menjadikan kita pribadi yang semakin bertakwa," tuturnya.</p>
<p>Bupati Warsubi turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang telah menjaga ketertiban selama bulan suci.</p>
<p>Menurutnya, suasana kondusif yang tercipta merupakan buah sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga. </p>
<p>Ia berharap nilai-nilai kedisiplinan dan kesabaran yang ditempa selama Ramadan dapat diimplementasikan dalam pembangunan daerah.</p>
<p>"Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai kesempatan untuk saling memaafkan dengan tulus. Kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih, kita rajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang, serta kita tumbuhkan kembali benih-benih kebaikan di dalam kehidupan kita," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasa Servis Spion di Pasar Tunggorono Jombang Bertahan di Tengah Gempuran Suku Cadang Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasa-servis-spion-di-pasar-tunggorono-jombang-bertahan-di-tengah-gempuran-suku-cadang-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasa-servis-spion-di-pasar-tunggorono-jombang-bertahan-di-tengah-gempuran-suku-cadang-baru</guid>
<description><![CDATA[ Cukup dengan mengganti komponen kaca yang rusak, pelanggan bisa mendapatkan spion yang kembali layak pakai dalam hitungan menit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bfc6a4b2897.webp" length="25980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 22:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Servis Kaca Spion</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Di tengah menjamurnya bengkel variasi yang mengutamakan penggantian suku cadang baru, sebuah lapak sederhana di Pasar Tunggorono, Jombang, tetap menjadi rujukan utama bagi pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan kaca spion. </p>
<p></p>
<p>Darsono (65), pemilik lapak tersebut, telah menekuni profesi unik ini sejak 1994, atau selama 32 tahun.</p>
<p></p>
<p>Keahliannya terletak pada kemampuan memperbaiki spion pecah atau patah tanpa harus mengganti seluruh unit. </p>
<p></p>
<p>Cukup dengan mengganti komponen kaca yang rusak, pelanggan bisa mendapatkan spion yang kembali layak pakai dalam hitungan menit.</p>
<p></p>
<p>“Rata-rata yang datang spionnya pecah. Di sini lebih hemat karena cukup ganti kacanya saja,” ujar Darsono saat ditemui wartawan, Ahad (22/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Keahlian tersebut diperoleh Darsono dari seorang rekan yang mengajarkannya teknik servis kaca spion hingga pemasangan kaca mobil. </p>
<p></p>
<p>Bermodalkan peralatan sederhana seperti pemotong kaca dan tang, serta ketersediaan stok kaca cembung maupun datar untuk motor dan mobil, Darsono mampu melayani berbagai jenis kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Tarif servis yang ditawarkan cukup bervariasi. Untuk sepeda motor, biaya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Sementara itu, untuk mobil, truk, atau bus, tarifnya dapat mencapai lebih dari Rp100.000 per unit kaca spion.</p>
<p></p>
<p>Meski memiliki keahlian langka, hingga kini belum ada anak maupun kerabatnya yang meneruskan usaha tersebut. </p>
<p></p>
<p>Darsono menyatakan terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar. </p>
<p></p>
<p>“Saya berharap selalu diberi kesehatan agar bisa membantu pengendara yang kesulitan mencari spion pengganti dengan harga terjangkau,” ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Setiap hari, rata-rata empat hingga tujuh pelanggan datang untuk membeli kaca atau memperbaiki spion. </p>
<p></p>
<p>Meski omzetnya menurun akibat pergeseran pola belanja masyarakat ke platform online, penghasilannya dinilai masih mencukupi kebutuhan keluarga. </p>
<p></p>
<p>Sang istri pun turut membantu perekonomian dengan membuka warung makan dan kopi di dekat rumah.</p>
<p></p>
<p>Untuk menjangkau pelanggan yang tidak dapat berkunjung ke pasar, Darsono menyediakan layanan panggilan ke rumah-rumah. </p>
<p></p>
<p>Selama Ramadan, ia beroperasi mulai pukul 07.00 hingga waktu ashar. Pada momentum Lebaran, ia hanya libur dua hari dan kembali bekerja pada hari ketiga.</p>
<p></p>
<p>Setelah puluhan tahun bertahan, Darsono berharap Pasar Tunggorono mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia menginginkan perekonomian di pasar yang dikenal sebagai sentra barang bekas (loak) ini kembali bergeliat.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya pemerintah daerah bisa membantu pedagang kecil yang masih bertahan di Pasar Tunggorono,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>H+1 Lebaran di Jombang Macet Sepanjang 4 Kilometer, Pengendara Terjebak Lebih dari Satu Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/h1-lebaran-di-jombang-macet-sepanjang-4-kilometer-pengendara-terjebak-lebih-dari-satu-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/h1-lebaran-di-jombang-macet-sepanjang-4-kilometer-pengendara-terjebak-lebih-dari-satu-jam</guid>
<description><![CDATA[ Kemacetan yang terpantau sejak pukul 16.00 WIB ini didominasi oleh kendaraan pribadi asal Surabaya dan Sidoarjo yang bergerak menuju arah barat (Nganjuk). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bfc1f6a2856.webp" length="43288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 17:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kemacetan Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Arus lalu lintas di wilayah Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mengalami kemacetan parah pada H+1 Lebaran, Ahad (22/3/2026). </p>
<p>Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean sepanjang 4 kilometer selama lebih dari satu jam akibat pertemuan arus di titik Simpang Tiga Mengkreng.</p>
<p>Kemacetan yang terpantau sejak pukul 16.00 WIB ini didominasi oleh kendaraan pribadi asal Surabaya dan Sidoarjo yang bergerak menuju arah barat (Nganjuk). </p>
<p>Volume kendaraan yang melonjak tajam membuat rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup (<em>contraflow</em>) yang diterapkan kepolisian belum mampu mengurai kepadatan kendaraan.</p>
<p>Selain Simpang Tiga Mengkreng yang mempertemukan arus dari arah Jombang, Nganjuk, dan Kediri, titik hambat lainnya berada di perlintasan kereta api Desa Plosorejo. </p>
<p>Frekuensi perjalanan kereta api yang tinggi memaksa kendaraan berhenti total, sehingga memicu penumpukan kendaraan yang mengular hingga gerbang keluar (<em>exit</em>) Tol Bandarkedungmulyo.</p>
<p>Sejumlah pemudik mengeluhkan durasi perjalanan yang meningkat tajam. Satyawan (43), warga Sidoarjo tujuan Kertosono, mengaku kelelahan akibat stagnasi kendaraan.</p>
<p>"Macetnya dari exit tol, kira-kira 4 kilometer. Nunggu sekitar satu jam lebih," ujarnya saat ditemui di lokasi.</p>
<p>Kondisi serupa dialami Widodo (47), pemudik asal Surabaya. Ia menyebut cuaca terik memperburuk situasi di tengah kemacetan yang hampir tidak bergerak.</p>
<p>"Tadi berangkat setengah delapan, sampai sekarang masih di jalan. Kejebak macet sekitar satu sampai dua jam. Panas sekali," keluhnya.</p>
<p>Berdasarkan data lapangan dan keterangan warga sekitar, kepadatan di jalur nasional ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. </p>
<p>Pengendara diimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta tetap mematuhi instruksi petugas guna meminimalkan risiko kecelakaan di titik lelah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi Ledakan Mercon Jelang Malam Takbir di Ngoro Jombang, Tiga Bocah Alami Luka Serius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragedi-ledakan-mercon-jelang-malam-takbir-di-ngoro-jombang-tiga-bocah-alami-luka-serius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragedi-ledakan-mercon-jelang-malam-takbir-di-ngoro-jombang-tiga-bocah-alami-luka-serius</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga korban diketahui sedang meracik bubuk mercon secara sederhana saat kejadian berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd513d5915c.webp" length="33844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 21:25:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan Mercon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Musibah menjelang malam takbiran terjadi di Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang. Tiga orang anak mengalami luka serius akibat ledakan mercon di dalam rumah warga pada Jumat (20/3/2026) sore.</p>
<p>Peristiwa nahas itu berlangsung sekira pukul 16.20 WIB di rumah milik Dita Mahardika Putri Utami. Ketiga korban diketahui sedang meracik bubuk mercon secara sederhana saat kejadian berlangsung.</p>
<p>Kapolsek Ngoro, Iptu Susila, menerangkan bahwa ledakan diduga dipicu oleh percikan api dari korek api yang sedang dimainkan oleh salah satu korban.</p>
<p>"B, pelajar SMP, saat itu sedang mengisi bubuk mercon ke dalam enam gulungan kertas menggunakan sendok kertas. Di dekatnya ada R yang memainkan korek api, sementara F berada di sampingnya," jelas Susila.</p>
<p>Percikan api dari korek api tersebut diduga menyambar bubuk mercon yang sedang diracik, sehingga menyebabkan ledakan keras.</p>
<p>"Karena ada yang memainkan korek api, akhirnya terjadi ledakan dan mengenai ketiganya," imbuhnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, ketiga bocah mengalami luka-luka. R (10), siswa kelas 4 SD, menderita luka pada jari tangannya. F, pelajar kelas 2 SMP, mengalami luka di bagian mata dan kepala. Sementara B, pelajar kelas 3 SMP, mengalami luka di bagian dada dengan kondisi kulit yang terluka.</p>
<p>Ketiganya merupakan warga setempat. Setelah kejadian, mereka semula dilarikan ke Puskesmas Pulorejo untuk mendapatkan penanganan awal. Namun, karena luka yang dialami cukup serius, ketiga korban kemudian dirujuk ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan lebih lanjut.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait peristiwa tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas bermain bahan peledak berbahaya, terutama pada anak-anak, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>GP Ansor Jombang Siagakan 18 Posko Mudik Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gp-ansor-jombang-siagakan-18-posko-mudik-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gp-ansor-jombang-siagakan-18-posko-mudik-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Jogoroto, Mojowarno, Bareng, Diwek, Gudo, Jombang, Bandar Kedungmulyo, Perak, Tembelang, Ploso, Kesamben, hingga Wonosalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bcdbf426d7d.webp" length="24498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 17:00:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Posko Mudik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menjelang arus mudik Lebaran, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jombang menyiagakan 18 posko layanan bagi pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Jombang. </p>
<p>Posko-posko tersebut tersebar di sejumlah titik strategis guna menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan.</p>
<p>Sekretaris PC GP Ansor Jombang, M. Firzam Balyaman, menjelaskan bahwa pendirian posko mudik merupakan agenda rutin tahunan. </p>
<p>Hal ini merupakan wujud kepedulian kader Ansor dan Banser terhadap masyarakat.</p>
<p>"Posko ini diharapkan menjadi tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan bantuan di perjalanan," ucapnya kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).</p>
<p>Ia menuturkan, kondisi perjalanan yang tidak menentu kerap mengakibatkan pemudik menghadapi berbagai kendala, mulai dari kelelahan hingga gangguan teknis pada kendaraan.</p>
<p>"Karena itu, keberadaan posko dinilai penting untuk membantu kelancaran arus mudik, khususnya di wilayah Jombang," ujarnya.</p>
<p>Tahun ini, posko mudik Ansor tersebar di 18 titik yang mencakup 13 kecamatan. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Jogoroto, Mojowarno, Bareng, Diwek, Gudo, Jombang, Bandar Kedungmulyo, Perak, Tembelang, Ploso, Kesamben, hingga Wonosalam.</p>
<p>Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Jombang, Amirul, menambahkan bahwa pendirian posko dilakukan secara swadaya oleh masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC).</p>
<p>"Inisiatif ini merupakan bentuk nyata gerakan sosial yang terus dijaga setiap tahun oleh para kader di tingkat kecamatan," katanya saat dikonfirmasi terpisah.</p>
<p>Menurutnya, pemudik yang merasa lelah atau mengantuk dapat memanfaatkan posko tersebut sebagai tempat beristirahat. Selain itu, petugas juga bersiaga memberikan bantuan apabila terjadi kendala selama perjalanan.</p>
<p>"Harapan kami, seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik bisa sampai tujuan dengan aman dan sehat, sehingga dapat merayakan Hari Raya bersama keluarga," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenag Jombang Serukan Jihad Kerukunan di Tengah Perbedaan Idulfitri 1447 H</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-serukan-jihad-kerukunan-di-tengah-perbedaan-idulfitri-1447-h</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-serukan-jihad-kerukunan-di-tengah-perbedaan-idulfitri-1447-h</guid>
<description><![CDATA[ Perbedaan metode antara hisab dan rukyatulhilal, menurutnya, bukanlah hal baru dan selama ini dapat disikapi dengan baik oleh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bcd9260c0d7.webp" length="20012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 15:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang kembali terjadi pada tahun 2026, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan mengedepankan sikap saling menghormati.</p>
<p>Muhajir menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal Syawal merupakan dinamika yang sudah lama berlangsung di Indonesia. </p>
<p>Perbedaan metode antara hisab dan rukyatulhilal, menurutnya, bukanlah hal baru dan selama ini dapat disikapi dengan baik oleh masyarakat.</p>
<p>"Kita sudah biasa berbeda. Jadi ibarat sandal jepit, ada kanan dan kiri. Kalau dinikmati, harmonisasinya justru luar biasa," ujarnya, Jumat (20/3/2026).</p>
<p>Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memperdebatkan perbedaan tersebut secara berlebihan. </p>
<p>Sebaliknya, momentum Idulfitri justru harus dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan, bukan untuk memperuncing perbedaan.</p>
<p>"Saya menghargai dan menghormati. Yang berlebaran lebih awal, silakan menjalankan sesuai keyakinannya. Begitu juga yang berlebaran pada hari berikutnya, kita saling menghormati," lanjutnya.</p>
<p>Muhajir juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga suasana kondusif, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. </p>
<p>Ia mengingatkan bahwa esensi Idulfitri adalah kembali kepada kesucian, termasuk dalam sikap dan perilaku sosial.</p>
<p>"Jangan sampai perbedaan ini menimbulkan gesekan. Justru ini menjadi ujian kedewasaan kita dalam beragama dan bermasyarakat. Mari kita jaga kebersamaan, karena persatuan itu jauh lebih penting," tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Muhajir mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada esensi ibadah Ramadan dan Idulfitri, yaitu meningkatkan ketakwaan serta memperkuat kepedulian sosial. </p>
<p>Ia berharap perbedaan yang ada dapat menjadi bagian dari keberagaman yang memperkaya, bukan justru memecah belah.</p>
<p>"Yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai Ramadan dengan baik dan merayakan Idulfitri dengan penuh rasa syukur, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. Perbedaan ini diharapkan tetap menjadi bagian dari keberagaman yang memperkaya, bukan memecah belah masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pantau Hilal di Jombang Tidak Terlihat, Hasil Sidang Isbat Jadi Penentu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pantau-hilal-di-jombang-tidak-terlihat-hasil-sidang-isbat-jadi-penentu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pantau-hilal-di-jombang-tidak-terlihat-hasil-sidang-isbat-jadi-penentu</guid>
<description><![CDATA[ posisi hilal secara astronomis sebenarnya sudah wujud atau berada di atas ufuk. Meski demikian, ketinggiannya dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbde8fa8c52.webp" length="36294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 19:15:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemantauan Hilal, Idul Fitri 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Proses pemantauan hilal untuk penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 telah dilaksanakan di Rooftop Bank Jombang pada Kamis (19/3/2026) sore. Kegiatan rukyatul hilal tersebut dimulai sekitar pukul 17.38 WIB.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal secara astronomis sebenarnya sudah wujud atau berada di atas ufuk. Meski demikian, ketinggiannya dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah yang berlaku.</p>
<p>"Berdasarkan perhitungan para ahli hisab, hilal memang sudah ada atau wujud, tetapi belum memenuhi kriteria imkan rukyah. Tingginya masih di bawah 3 derajat," ujar Muhajir saat dikonfirmasi wartawan di lokasi pemantauan.</p>
<p>Muhajir menjelaskan bahwa Indonesia mengacu pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan batas minimal ketinggian hilal agar dapat dirukyat yakni 3 derajat.</p>
<p>Pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 117 titik di seluruh Indonesia, termasuk 28 titik di wilayah Jawa Timur. Hasil pengamatan dari berbagai lokasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pada malam harinya.</p>
<p>"Kalau di Jombang tidak terlihat, kita masih menunggu laporan dari daerah lain. Bisa saja di titik lain hilal berhasil diamati," katanya.</p>
<p>Namun, ia mengakui bahwa berdasarkan kondisi di lokasi pemantauan Jombang, hilal belum berhasil terlihat. Selain faktor ketinggian yang belum memenuhi syarat, kondisi cuaca yang berawan juga turut memengaruhi hasil pengamatan.</p>
<p>"Di sini belum terlihat. Cuaca mendung juga menjadi salah satu kendala," tambahnya.</p>
<p>Muhajir menegaskan bahwa kepastian penetapan 1 Syawal 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI. Apabila hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).</p>
<p>"Kalau seluruh titik tidak berhasil melihat hilal, maka puasa disempurnakan 30 hari. Artinya, kemungkinan Idulfitri jatuh pada hari Sabtu," ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti Hari Raya Idulfitri sebelum keputusan resmi pemerintah diumumkan.</p>
<p>"Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terungkap! Mayat Ibu dan Anak di Bekas Asrama Polri Ploso Jombang Ternyata Korban Bunuh Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terungkap-mayat-ibu-dan-anak-di-bekas-asrama-polri-ploso-jombang-ternyata-korban-bunuh-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terungkap-mayat-ibu-dan-anak-di-bekas-asrama-polri-ploso-jombang-ternyata-korban-bunuh-diri</guid>
<description><![CDATA[ Hasil penyelidikan polisi memastikan bahwa kedua korban merupakan ibu dan anak yang tewas akibat bunuh diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbc699838bf.webp" length="42340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 18:18:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat, Korban Bunuh Diri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Misteri penemuan dua mayat perempuan tanpa busana di eks Asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang akhirnya menemukan titik terang. Hasil penyelidikan polisi memastikan bahwa kedua korban merupakan ibu dan anak yang tewas akibat bunuh diri.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan DNA, dua mayat yang ditemukan pada 25 Februari 2026 lalu tersebut adalah Sri Kusyanti (36) dan anaknya, Naila (6), warga Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Pemeriksaan DNA ini kami laksanakan dengan mengambil sampling dari pihak keluarga, orang tua, maupun dari ibu yang bersangkutan," ujar AKBP Ardi Kurniawan kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).</p>
<p></p>
<p><strong>Perjalanan Korban Sebelum Tewas</strong></p>
<p></p>
<p>Dari hasil analisis Closed Circuit Television (CCTV) dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi melacak pergerakan korban sebelum ditemukan tewas. Kedua korban diketahui berboncengan sepeda motor dari rumah menuju lokasi kejadian tanpa menggunakan helm.</p>
<p></p>
<p>"Korban berangkat dari Nganjuk sampai dengan lokasi hanya mereka berdua tanpa diikuti oleh orang lain ataupun orang-orang mencurigakan lainnya," terang Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Keterangan ini diperkuat oleh kesaksian seorang penjual kios bensin Pertalite di sekitar lokasi. Korban sempat membeli bahan bakar minyak (BBM) tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p></p>
<p><strong>Temuan Zat Kimia Mematikan</strong></p>
<p></p>
<p>Pengungkapan kasus ini semakin jelas setelah hasil pemeriksaan toksikologi menunjukkan adanya cairan HCl asam pada lambung Sri Kusyanti. Cairan tersebut identik dengan pembersih lantai merek Clintex.</p>
<p></p>
<p>"Cairan pembersih lantai tersebut dibeli oleh yang bersangkutan sendiri melalui saudaranya," ungkap AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p></p>
<p>Lebih mengenaskan, pada pipi Naila ditemukan pelepuhan yang diduga kuat berasal dari cairan pembersih lantai yang sama.</p>
<p></p>
<p><strong>Penyebab Kematian Korban</strong></p>
<p></p>
<p>Tim forensik juga memastikan penyebab kematian kedua korban. Untuk Naila (6), kematiannya disebabkan karena mati lemas akibat luka bakar dan masuknya gas asap ke dalam saluran pernapasan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Sri Kusyanti (36) tewas akibat kondisi pendarahan dan kerusakan pada rongga perut, serta masuknya gas asap akibat pembakaran.</p>
<p></p>
<p>"Hasil pemeriksaan luar pada kedua jenazah menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan," tegas Kapolres.</p>
<p></p>
<p><strong>Kesimpulan Akhir Kasus</strong></p>
<p></p>
<p>Berdasarkan seluruh rangkaian penyelidikan, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa ini murni merupakan tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh ibu terhadap anaknya, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara yang sama.</p>
<p></p>
<p>"Dapat kita simpulkan dan gambarkan bahwa saudari Sri Kusyanti meminumkan cairan pembersih lantai kepada anaknya, kemudian melakukan pembakaran. Selanjutnya, yang bersangkutan melakukan bunuh diri dengan cara yang sama," pungkas AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p></p>
<p>Keluarga korban yang telah menerima hasil penyelidikan polisi kini tengah berduka atas kejadian tragis yang merenggut nyawa dua orang sekaligus tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saldo Nasabah BSI Jombang Ternyata Disedot MUF Tanpa Persetujuan, Pihak Bank Bungkam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saldo-nasabah-bsi-jombang-ternyata-disedot-muf-tanpa-persetujuan-pihak-bank-bungkam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saldo-nasabah-bsi-jombang-ternyata-disedot-muf-tanpa-persetujuan-pihak-bank-bungkam</guid>
<description><![CDATA[ Bukannya memberikan solusi konkret atas penarikan sepihak tersebut, pihak CS BSI justru mengarahkan nasabah untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terkait angsuran kredit motor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bb5cfb27b28.webp" length="33598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 12:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bank BSI, BSI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Teka-teki raibnya dana nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jombang mulai menemui titik terang. </p>
<p>Kasus ini mengungkap adanya dugaan praktik debet paksa yang dilakukan oleh pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terhadap rekening nasabah tanpa adanya kesepakatan <em>auto-debet</em> sebelumnya.</p>
<p>Nasabah berinisial EM (55), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, mengungkapkan fakta tersebut setelah memenuhi panggilan pihak <em>Customer Service</em> (CS) BSI KC Jombang di Kompleks Ruko Cempaka Mas pada Rabu (18/3/2026).</p>
<p>"Iya, tadi memenuhi panggilan. Dijelaskan jika memang ada penarikan uang keluar itu, tetapi tulisannya debet lain-lain," ungkap EM melalui pesan singkat, Kamis (19/3/2026).</p>
<p>Bukannya memberikan solusi konkret atas penarikan sepihak tersebut, pihak CS BSI justru mengarahkan nasabah untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terkait angsuran kredit motor.</p>
<p>"Mungkin bisa dikonfirmasi ke kantor Mandiri Utama Finance, kantornya ada di pojok (lokasi yang sama di Kompleks Cempaka Mas)," urainya menirukan arahan petugas bank.</p>
<p>EM kemudian mendatangi kantor MUF untuk melakukan protes. Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin atau menandatangani persetujuan <em>auto-debet</em> dari rekening BSI miliknya, karena selama ini pembayaran angsuran selalu dilakukan secara tunai melalui gerai Indomaret.</p>
<p>"Setelah dicetak rekening koran, benar dana masuk ke tagihan Mandiri Utama Finance," akunya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen BSI KC Jombang mengenai legalitas perpindahan saldo nasabah ke pihak MUF secara otomatis. Pihak pimpinan BSI dan MUF masih memilih bungkam saat didatangi di kantornya. </p>
<p>Padahal, nasabah menegaskan bahwa rekening tersebut murni digunakan untuk menyimpan uang dan menerima gaji, bukan sebagai instrumen pembayaran kredit.</p>
<p>Sebelumnya, keamanan sistem perbankan yang notabene bank platerah disorot setelah dana milik EM senilai Rp1.171.000 raib mendadak melalui penarikan sepihak pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.09 WIB.</p>
<p>"Saya kaget tiba-tiba dapat pesan notifikasi kalau ada yang menarik uang saya," ucap EM kepada wartawan.</p>
<p>Saat mencoba mengklarifikasi ke kantor cabang di Peterongan, EM sempat tertahan dan hanya ditemui oleh petugas satuan pengamanan (satpam) bernama Ahmad. Saat itu, pihak bank berdalih bahwa sistem sedang mengalami gangguan (error) sejak pagi hari.</p>
<p>"Dia bilangnya error, tadi saya dimintai data-data lalu akan dihubungi oleh pihak bank setelah sistem kembali normal," pungkas EM. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Rp3,9 Miliar Pasar Ploso Jombang, Baru Seumur Jagung Sudah Ambruk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-rp39-miliar-pasar-ploso-jombang-beraroma-korupsi-baru-seumur-jagung-sudah-ambruk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-rp39-miliar-pasar-ploso-jombang-beraroma-korupsi-baru-seumur-jagung-sudah-ambruk</guid>
<description><![CDATA[ Akibat insiden tersebut, dua unit sepeda motor yang terparkir tertimpa material bangunan dan mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini lantaran lokasi sedang sepi dari aktivitas warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba42a37f6f6.webp" length="42112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 14:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pasar Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Atap teras lantai dua sisi utara bangunan baru Pasar Ploso di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, ambruk pada Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. </p>
<p>Akibat insiden tersebut, dua unit sepeda motor yang terparkir tertimpa material bangunan dan mengalami kerusakan.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini lantaran lokasi sedang sepi dari aktivitas warga.</p>
<p>Seorang pedagang yang menjadi saksi mata, Sri Wahyuni (45), mengaku sempat mendengar suara retakan sebelum konstruksi atap tersebut runtuh.</p>
<p>"Awalnya seperti ada kucing di atas, lari-lari, lalu terdengar bunyi 'kretak-kretak'. Lama-kelamaan suaranya semakin keras, kemudian tiba-tiba langsung jatuh dari arah selatan ke utara," kata dia kepada wartawan.</p>
<p>Ia menambahkan, saat kejadian dirinya berada tidak jauh dari lokasi dan segera menjauh karena khawatir terhadap kabel listrik yang mungkin ikut terdampak.</p>
<p>"Saya takut ada kabel, jadi langsung berdiri dan menjauh. Saat itu saya berada di belakangnya dan untungnya tidak ada orang melintas sama sekali," ujarnya.</p>
<p>Sri juga memastikan bahwa tidak ada faktor cuaca ekstrem yang memicu ambruknya bagian bangunan tersebut.</p>
<p>"Tidak ada angin, tidak ada hujan. Kondisinya normal saja, tiba-tiba ambruk," tambahnya.</p>
<p>Bangunan Pasar Ploso diketahui baru saja selesai direhabilitasi. Proyek senilai Rp3,9 miliar tersebut mulai dikerjakan pada 18 Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025. </p>
<p>Namun, pengerjaan proyek tersebut mengalami keterlambatan hingga baru selesai pada 17 Desember 2025, sehingga kontraktor pelaksana dikenai denda keterlambatan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Tabung LPG Meledak di Kontrakan Jombang, Tiga Orang Kritis, Diduga Gudang Ilegal?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-tabung-lpg-meledak-di-kontrakan-jombang-tiga-orang-kritis-diduga-gudang-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-tabung-lpg-meledak-di-kontrakan-jombang-tiga-orang-kritis-diduga-gudang-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG, mengingat terdapat puluhan tabung yang disimpan di dalam rumah kontrakan tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan legalitas penyimpanan tabung tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba180ff3502.webp" length="16784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 13:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan, Tabung LPG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Insiden mengerikan menimpa sebuah rumah kontrakan yang menampung puluhan tabung LPG di Dusun Jambu, Desa Jabon, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Bangunan tersebut meledak dan ludes terbakar pada Rabu (18/3/2026) dini hari, menyebabkan tiga penghuni rumah menderita luka bakar serius.</p>
<p>Ledakan hebat dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.35 WIB. Warga setempat dikejutkan oleh dentuman keras dari dalam rumah milik Hari, yang seketika disusul kobaran api yang membubung tinggi.</p>
<p>"Tiba-tiba terdengar ledakan, lalu api langsung membesar dari dalam rumah," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, membenarkan peristiwa tersebut. </p>
<p>Pihaknya menerima laporan sesaat setelah ledakan memicu kepanikan warga.</p>
<p>"Kami menerima laporan sekitar pukul 00.40 WIB dan tim langsung diberangkatkan ke lokasi," ujarnya.</p>
<p>Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun terkendala besarnya kobaran api yang membahayakan keselamatan. </p>
<p>Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi pukul 00.46 WIB segera melakukan isolasi api dan pembasahan.</p>
<p>"Penanganan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB. Setelah itu, api dinyatakan padam dan situasi dinyatakan aman," kata Wiku.</p>
<p>Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG, mengingat terdapat puluhan tabung yang disimpan di dalam rumah kontrakan tersebut. </p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan legalitas penyimpanan tabung tersebut.</p>
<p>"Indikasi awal memang mengarah ke kebocoran gas, tetapi masih didalami oleh kepolisian," tambahnya.</p>
<p>Tiga korban yang mengalami luka bakar telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. </p>
<p>Ketiganya merupakan warga Sengon, masing-masing adalah Ahmad Yani (35) mengalami luka bakar 20 persen, Abdul Rokim (43) mengalami luka bakar 50 persen dan Muhammad Rokip (35) mengalami luka bakar 25 persen.</p>
<p>Akibat ledakan ini, bangunan berukuran 8 x 18 meter tersebut mengalami kerusakan struktur yang parah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.</p>
<p>Sejumlah unsur dari Damkar Jombang, Pusdal Ops, serta Polres Jombang terlibat langsung dalam penanganan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>"Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Wiku. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uang Nasabah BSI di Jombang Raib Misterius, Pihak Bank Berdalih Sistem Eror</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uang-nasabah-bsi-di-jombang-raib-misterius-pihak-bank-berdalih-sistem-eror</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uang-nasabah-bsi-di-jombang-raib-misterius-pihak-bank-berdalih-sistem-eror</guid>
<description><![CDATA[ Nasabah BSI KC Jombang berinisial EM (55), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, mengaku terkejut saat menerima notifikasi melalui aplikasi mobile banking (m-banking) yang menunjukkan adanya transaksi keluar senilai Rp1.171.000 tanpa persetujuannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba33b845e72.webp" length="97162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 12:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bank BSI KC Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Keamanan sistem perbankan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jombang disoal. Uang milik salah satu nasabah dilaporkan raib secara mendadak dari rekening melalui penarikan sepihak pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.09 WIB.</p>
<p>Nasabah BSI KC Jombang berinisial EM (55), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, mengaku terkejut saat menerima notifikasi melalui aplikasi mobile banking (<em>m-banking</em>) yang menunjukkan adanya transaksi keluar senilai Rp1.171.000 tanpa persetujuannya.</p>
<p>"Saya kaget tiba-tiba dapat pesan notifikasi kalau ada yang narik uang saya," ucap EM kepada wartawan.</p>
<p>Pasca menerima notifikasi tersebut, EM segera mendatangi kantor BSI KC Jombang yang berlokasi di kawasan Ruko Cempaka Mas, Jl. Soekarno-Hatta, Peterongan, untuk meminta klarifikasi. </p>
<p>Setibanya di lokasi, EM hanya ditemui oleh petugas satuan keamanan (satpam) bernama Ahmad. </p>
<p>Petugas tersebut menyatakan bahwa sistem perbankan sedang mengalami gangguan (<em>error</em>) sejak pagi hari. </p>
<p>Pihak keamanan kemudian meminta bukti notifikasi, KTP, serta nomor telepon nasabah untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>"Dia bilangnya <em>error</em>, tadi saya dimintai data-data lalu akan dihubungi oleh pihak bank setelah sistem kembali normal," ungkap EM.</p>
<p>Upaya konfirmasi sempat dialihkan kepada mantan Kepala BSI KC Jombang, Feri. Namun, ia enggan memberikan keterangan mendalam dengan alasan sudah tidak lagi menjabat di kantor cabang tersebut dan mengarahkan nasabah ke bagian layanan pelanggan (<em>customer service</em>).</p>
<p>"Silakan ke <em>Customer Service</em> saja Mas, karena saat ini sedang buka terbatas," jelas Feri.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, hilangnya dana nasabah BSI KC Jombang tersebut masih menjadi teka-teki tanpa kejelasan mengenai siapa atau pihak mana yang melakukan penarikan. </p>
<p>EM mendesak adanya transparansi dan tanggung jawab penuh dari pihak bank atas hilangnya dana di rekening pribadinya itu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Jombang: Kandungan Nitrit pada Telur Asin Menu MBG Picu Keracunan Darut Taubah Santri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-jombang-kandungan-nitrit-pada-telur-asin-menu-mbg-picu-keracunan-darut-taubah-santri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-jombang-kandungan-nitrit-pada-telur-asin-menu-mbg-picu-keracunan-darut-taubah-santri</guid>
<description><![CDATA[ Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan nitrit pada telur asin yang menjadi bagian dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap santri saat berbuka di pondok tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b9632de86f1.webp" length="34046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 22:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Menu MBG, Keracunan Santri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengungkap penyebab keracunan yang menimpa puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan nitrit pada telur asin yang menjadi bagian dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap santri saat berbuka di pondok tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa nitrit ditemukan dalam sampel telur asin yang dikonsumsi para santri. Zat tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama keracunan.</p>
<p></p>
<p>"Normalnya makanan tidak mengandung nitrit. Dampaknya bisa memicu mual, muntah, hingga gangguan pencernaan secara mendadak," ujar Hexawan kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain temuan nitrit pada telur asin, pemeriksaan juga mendeteksi tingginya kadar bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sumber air yang digunakan di lingkungan pondok. Air tersebut dimanfaatkan untuk memasak hingga mencuci peralatan makan.</p>
<p></p>
<p>"Harusnya nol. Tapi ini mencapai 1.030 sampai 2.030 per mililiter. Itu berisiko menyebabkan sakit perut, mual, dan nyeri perut," kata Hexawan.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil uji laboratorium lainnya, sampel muntahan santri juga mengandung bakteri Bacillus cereus. Namun, Dinkes belum dapat memastikan sumber pasti bakteri tersebut lantaran tidak semua sampel makanan diuji.</p>
<p></p>
<p>"Fokus pemeriksaan pada telur asin, rawon, air, dan sampel muntahan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, tidak semua santri yang mengonsumsi telur asin mengalami gejala keracunan. Hal ini menurut Hexawan mengindikasikan adanya perbedaan kualitas atau distribusi pangan.</p>
<p></p>
<p>"Yang menyebabkan intoleransi makanan diduga telur asin itu. Tapi tidak semua yang makan mengalami gejala. Kemungkinan ada perbedaan kualitas atau distribusi makanan," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menduga kandungan nitrit muncul akibat proses penyimpanan yang kurang baik atau kualitas bahan baku yang tidak terkontrol.</p>
<p></p>
<p>"Bisa jadi karena penyimpanan terlalu lama atau sumber bahan berbeda. Ini perlu evaluasi pada pengadaan bahan baku," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah tindak lanjut, Dinkes Jombang telah memberikan pembinaan kepada pihak pondok. Fokus utama pembinaan adalah peningkatan sanitasi lingkungan dan perbaikan sistem filtrasi air.</p>
<p></p>
<p>"Kami minta sanitasi ditingkatkan. Filter air perlu diperbaiki agar kandungan E. coli bisa ditekan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Penyebab keracunan massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, mulai temukan petunjuk. </p>
<p></p>
<p>Pengasuh pesantren, Muhammad Adam, memberikan kesaksian kunci yang mengarahkan dugaan kuat pada menu telur asin dari program bantuan eksternal (MBG) sebagai sumber petaka keracunan yang terjadi pada Kamis (5/3/2026) tersebut. </p>
<p></p>
<p>Fakta di lapangan versi pengasuh ponpes menyebutkan, kronologi peristiwa bermula saat puluhan santri menyantap hidangan berbuka puasa yang terdiri dari nasi rawon yang merupakan hasil masakan internal pondok, serta paket menu kering tambahan yang mencakup telur asin, roti, dan buah-buahan. </p>
<p></p>
<p>Indikasi kontaminasi muncul seketika setelah para santri membatalkan puasa mereka atau tiba waktu berbuka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persiapan ASTRA Tol Jombang&amp;Mojokerto Layani Mudik Lebaran 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persiapan-astra-tol-jombang-mojokerto-layani-mudik-lebaran-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persiapan-astra-tol-jombang-mojokerto-layani-mudik-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, pihak pengelola telah melakukan sejumlah persiapan mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan, kesiapan sarana dan prasarana, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b95133362ea.webp" length="51478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 22:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tol Jombang-Mojokerto, Tol Jomo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah, pengelola ASTRA Tol Jombang–Mojokerto (ASTRA Tol Jomo) memastikan berbagai kesiapan guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.</p>
<p></p>
<p>Selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026, ruas Tol Jombang–Mojokerto diperkirakan akan dilintasi sekitar 1,14 juta kendaraan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,45 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, pihak pengelola telah melakukan sejumlah persiapan mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan, kesiapan sarana dan prasarana, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.</p>
<p></p>
<p>Presiden Direktur ASTRA Tol Jomo, Firdaus Azis, mengatakan pihaknya menempatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sebagai prioritas utama selama periode mudik Lebaran tahun ini.</p>
<p></p>
<p>"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan menjadi fokus utama kami selama masa mudik dan libur Idulfitri. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung lancar," ujar Firdaus dalam pesan diterima wartawan, Selasa (17/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, hingga H-6 Lebaran atau 15 Maret 2026, tercatat sekitar 171 ribu kendaraan telah melintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto. Angka tersebut meningkat sekitar 8,9 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>Dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, ASTRA Tol Jomo juga menyiapkan berbagai langkah operasional. Perusahaan bekerja sama dengan Polda Jawa Timur, khususnya unit Patroli Jalan Raya, untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pihak pengelola menambah 10 unit mobile reader di gerbang tol guna mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Firdaus menambahkan bahwa perusahaan juga telah menyiagakan sekitar 200 petugas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama periode Lebaran.</p>
<p></p>
<p>"Kami menyiapkan berbagai layanan operasional seperti tiga mobil patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans lengkap dengan peralatan medis, serta empat unit mobil derek yang siap membantu pengguna jalan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi fasilitas pendukung, ASTRA Tol Jomo juga bekerja sama dengan Pertamina untuk menyediakan SPBU modular di beberapa titik rest area, yakni Rest Area Teras Melati KM 695 A dan Rest Area Teras Dipa KM 678 B. Fasilitas tersebut beroperasi mulai 9 Maret hingga 31 Maret 2026 untuk memastikan ketersediaan bahan bakar bagi pemudik.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pengguna kendaraan listrik juga dapat memanfaatkan fasilitas Ultra Fast EV Charging Station berkapasitas 120 kW yang tersedia di Rest Area Teras Melati KM 695 A.</p>
<p></p>
<p>Untuk meningkatkan keamanan perjalanan, ruas tol ini dilengkapi dengan 124 kamera CCTV yang tersebar di jalur utama, gerbang tol, serta kawasan rest area. Pengelola juga memastikan tidak ada pekerjaan perbaikan jalan mulai H-10 hingga H+10 Lebaran guna menjaga kelancaran arus kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, ASTRA Tol Jomo juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain pembersihan drainase secara rutin, penguatan lereng di titik rawan longsor, serta penyediaan pompa air di lokasi yang berpotensi mengalami genangan.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah pengamanan tambahan, pos pengamanan dari kepolisian juga disiapkan di sejumlah titik strategis, termasuk di rest area KM 678 A dan KM 678 B, serta di akses gerbang tol Jombang dan Mojokerto Barat.</p>
<p></p>
<p>Melalui kampanye "Indahnya Kebersamaan", ASTRA Tol Jomo berharap perjalanan mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan.</p>
<p></p>
<p>Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu puncak arus mudik maupun balik, serta beristirahat secara berkala di rest area yang tersedia agar perjalanan tetap aman hingga tiba di kampung halaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Banjardowo Jombang Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-banjardowo-jombang-desak-polisi-tuntaskan-kasus-dugaan-korupsi-dana-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-banjardowo-jombang-desak-polisi-tuntaskan-kasus-dugaan-korupsi-dana-desa</guid>
<description><![CDATA[ Warga yang diwakili anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendesak kepolisian segera menuntaskan penyidikan dan segera menetapkan tersangka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b9425d6ddfb.webp" length="13706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 20:20:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Korupsi DD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Hingga lebih dari satu tahun setelah dilaporkan, kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Jombang, belum menunjukkan titik terang. Warga yang diwakili anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendesak kepolisian segera menuntaskan penyidikan.</p>
<p>Suwadi, anggota BPD Banjardowo, mengungkapkan bahwa kasus ini berawal dari keluhan masyarakat terhadap kepala desa yang dinilai lalai dan jarang masuk kerja. Aksi demonstrasi yang digelar warga untuk meminta yang bersangkutan mundur secara terhormat tidak membuahkan hasil.</p>
<p>Setelah mendapatkan arahan dari pemerintah daerah, warga kemudian memfokuskan tuntutan pada aspek hukum, yaitu dugaan korupsi dana desa. Penelusuran internal menemukan setidaknya sepuluh item proyek fisik yang diduga fiktif atau tidak sesuai realisasi.</p>
<p></p>
<p>“Saat Inspektorat turun, kepala desa sempat mengakui adanya temuan itu. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan tindak lanjutnya,” kata Suwadi kepada wartawan, Selasa (17/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Kasus ini telah dilaporkan ke Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang setahun lalu. Pelapor mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) hingga sepuluh kali. Polisi juga telah memeriksa pelapor sebagai saksi dan melakukan pengecekan lapangan terhadap proyek-proyek desa yang bermasalah.</p>
<p></p>
<p>Dari informasi yang dihimpun pelapor, kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp189 juta. Ditambah lagi, ada dana Rp8 juta yang tidak dimasukkan dalam perhitungan kerugian oleh Inspektorat.</p>
<p></p>
<p>“Di lapangan jelas ada pekerjaan yang tidak dikerjakan. Kenapa proses hukumnya mandek?” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain persoalan korupsi, Suwadi juga menyoroti kacaunya tata kelola pemerintahan desa. Ia menyebutkan terjadi saling lempar tanggung jawab antar perangkat desa.</p>
<p>Akibatnya, anggaran 2025 menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) lebih dari Rp400 juta karena tidak terserap. Honor RT/RW tahun 2026 pun tertahan karena syarat administrasi tidak dipenuhi, meski uang sudah ada di rekening desa.</p>
<p></p>
<p>Suwadi membantah isu yang menyebutkan adanya upaya damai dengan mencabut laporan polisi. Ia menegaskan, laporan ini murni aspirasi warga yang menginginkan hukum ditegakkan.</p>
<p></p>
<p>“Kami mewakili masyarakat. Jika terbukti ada pelanggaran, proses hukum harus berjalan. Kami minta kepolisian segera memberikan kepastian,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander meminta waktu kepada wartawan mengingat ada sejumlah kasus kriminalitas yang mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Pihaknya akan membeber perkembangan kasus usai pengamanan perayaan Idulfitri 2026.</p>
<p></p>
<p>"Saya cek dulu," ujarnya singkat. </p>
<p></p>
<p>Berdasar informasi, pihak Satreskrim Polres Jombanh unit Tipikor tengah serius menangani dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan DD Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Selain sejumlah bukti, pihak polisi juga telah memanggil sejumlah saksi berikut hasil temuan inspektorat untuk mengarah pada penetapan tersangka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Mobilitas Warga, PT Camino Bangun Tanggul dan Perbaiki Jalan Makam di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-mobilitas-warga-pt-camino-bangun-tanggul-dan-perbaiki-jalan-makam-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-mobilitas-warga-pt-camino-bangun-tanggul-dan-perbaiki-jalan-makam-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi perbaikan ini terwujud berkat dukungan PT Camino Industrial Indonesia yang menyalurkan bantuan material serta pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi jalan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b905c1c2155.webp" length="77380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 17:00:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PT Camino Industrial Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Warga Dusun Drenges, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, kini dapat bernapas lega setelah akses jalan menuju pemakaman umum di wilayah mereka mendapatkan perbaikan.</p>
<p>Realisasi perbaikan ini terwujud berkat dukungan PT Camino Industrial Indonesia yang menyalurkan bantuan material serta pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi jalan tersebut.</p>
<p>Kepala Dusun (Kasun) Drenges, Didik Supriadi, menyatakan bahwa sebelum adanya bantuan ini, akses jalan menuju makam dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Jalanan tersebut sangat berlumpur atau dalam istilah setempat disebut bledok.</p>
<p>Kondisi semakin memprihatinkan saat musim hujan tiba, ketika air kerap meluap dan menggenangi badan jalan. Hal ini mengakibatkan prosesi pemakaman jenazah oleh warga menjadi sangat terhambat dan sulit dilakukan.</p>
<p>"Sangat-sangat bledok. Dan air ini bisa naik ke atas jalan, sehingga tanah yang masuk ke sana itu jarang sekali dilewati orang. Terganggulah istilahnya masyarakat Dusun Jati Drenges, kalau ada pemakaman itu sangat-sangat sulit," ujar Didik kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Atas perubahan signifikan tersebut, Didik mewakili warga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak manajemen PT Camino Industrial Indonesia. </p>
<p>Ia berharap bantuan ini meningkatkan kenyamanan warga dan berharap kerja sama ini terus berlanjut di masa depan.</p>
<p>"Saya sebagai Kepala Dusun mengucapkan banyak terima kasih kepada Camino. Semoga Camino ke depannya lebih baik dan lebih baik lagi," tambahnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, perwakilan manajemen PT Camino, Kindi, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia menegaskan perbaikan akses jalan ini merupakan langkah awal dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan desa.</p>
<p>"Ini awal lah Pak ya, awal nanti ke depannya mungkin kalau perusahaan kita semakin berkembang, kita bisa bantu di pembangunan yang lainnya," ujar Kindi.</p>
<p>Hingga saat ini, selain perbaikan jalan makam dan tanggul, pihak desa tengah berkoordinasi dengan PT Camino untuk penambahan urukan tanah di beberapa titik jalan yang masih berlubang guna memastikan mobilitas warga benar-benar lancar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Salurkan Bansos untuk 2.495 PPKS dan PSKS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-salurkan-bansos-untuk-2495-ppks-dan-psks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-salurkan-bansos-untuk-2495-ppks-dan-psks</guid>
<description><![CDATA[ Penyaluran bansos berlangsung di Lapangan Pemkab Jombang pada Senin (16/03/2026) pagi dan dipadati oleh tukang becak serta warga yang mengantre dengan tertib. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7b47c08202.webp" length="31484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 17:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Sosial, Pemkab Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Sebanyak 2.495 penerima manfaat dari kalangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) menerima bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Penyaluran bansos berlangsung di Lapangan Pemkab Jombang pada Senin (16/03/2026) pagi dan dipadati oleh tukang becak serta warga yang mengantre dengan tertib.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang Warsubi diwakili oleh Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd dalam penyerahan secara simbolis didampingi Sekdakab Jombang Agus Purnomo, perwakilan Forkopimda, Staf Ahli, serta Kepala OPD terkait.</p>
<p></p>
<p>Bantuan yang disalurkan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat prasejahtera menghadapi lonjakan harga komoditas, khususnya beras yang masih relatif tinggi di pasaran.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Gus Wabup Salmanudin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu melalui bantuan tunai dan pangan.</p>
<p></p>
<p>"Bantuan Sosial yang disalurkan bersumber dari APBD Kabupaten Jombang tahun anggaran 2026 ini ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat pra sejahtera atau kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi harga komoditas beras," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran dan perhatian pemerintah Kabupaten Jombang kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus bentuk kepedulian dan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Pada tahun ini, bantuan sosial bagi PPKS dan PSKS diberikan kepada 2.495 penerima manfaat, yang disalurkan dalam bentuk uang sebesar Rp100.000 serta bantuan beras sebanyak 5 kilogram untuk masing-masing penerima," rinci Gus Wabup.</p>
<p></p>
<p>Rincian penerima bantuan terdiri dari 2.200 penerima manfaat PPKS dan 295 penerima manfaat PSKS.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari bagi Bapak dan Ibu sekalian, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan keluarga," tutur Gus Wabup Salmanudin.</p>
<p></p>
<p>Wakil Bupati Jombang juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Dinas Sosial Kabupaten Jombang yang telah mempersiapkan dan menyalurkan bantuan dengan baik.</p>
<p></p>
<p>"Saya berpesan agar proses penyaluran bantuan ini dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran, sehingga benar-benar dapat diterima oleh masyarakat yang berhak dan memberikan manfaat bagi penerima," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Kepada para penerima bantuan, Gus Wabup berpesan agar tetap semangat, terus berusaha, dan saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat serta sedikit meringankan beban yang Bapak dan Ibu rasakan, semoga bermanfaat, serta mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PKB Jombang Tekankan Inklusifitas Jelang Muscab 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pkb-jombang-tekankan-inklusifitas-jelang-muscab-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pkb-jombang-tekankan-inklusifitas-jelang-muscab-2026</guid>
<description><![CDATA[ Acara ini menjadi ajang deklarasi komitmen partai dalam membuka diri seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7ae75874ca.webp" length="63594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 15:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PKB Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) 2026, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang menggelar konferensi pers di Graha Gus Dur, Kantor DPC PKB Jombang, Minggu (15/3/2026).</p>
<p>Acara ini menjadi ajang deklarasi komitmen partai dalam membuka diri seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>Konferensi pers dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Muscab, Mochammad Fauzan, yang juga menjabat sebagai Komandan DKC Panji Bangsa Jombang. Ia didampingi jajaran pimpinan badan partai yang didominasi wajah-wajah muda, antara lain dari Garda Bangsa, Gemasaba, dan Perempuan Bangsa.</p>
<p><strong>Rumah Besar untuk Semua Golongan</strong></p>
<p>Mochammad Fauzan menegaskan bahwa inklusivitas menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Muscab mendatang. PKB Jombang, menurutnya, ingin menghapus stigma eksklusivitas dan membuka diri bagi siapa pun yang memiliki komitmen membangun Jombang, tanpa memandang latar belakang.</p>
<p>"PKB adalah partai yang terbuka, bukan hanya untuk kalangan Islam saja. Kami mengundang siapa pun yang memiliki visi membangun Jombang untuk bergabung. Kami ingin menghapus sekat eksklusivitas agar kebijakan partai benar-benar mencerminkan kepentingan seluruh warga Jombang," ujar Fauzan di hadapan awak media.</p>
<p><strong>Gen Z Masuk Ring Utama Kepengurusan</strong></p>
<p>Penekanan pada keterbukaan juga diwujudkan dalam bentuk regenerasi kepengurusan. Kehadiran badan partai seperti Garda Bangsa, Gemasaba, dan Perempuan Bangsa dalam konferensi pers menjadi simbol bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, akan mendapatkan porsi strategis dalam struktur DPC PKB Jombang ke depan.</p>
<p>"Kami tidak ingin Gen Z hanya menjadi pemanis di pinggiran. Hasil kesepakatan dengan badan-badan partai, kami akan mendorong anak-anak muda ini masuk ke ring utama kepengurusan DPC. Ide segar mereka sangat dibutuhkan agar partai tetap relevan dengan tantangan zaman," tegas Fauzan.</p>
<p><strong>Usung Konsep Green Party dan Taubat Ekologis</strong></p>
<p>Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan, PKB Jombang secara resmi mengusung konsep Green Party dalam pelaksanaan Muscab nanti. Konsep yang disebut "Taubat Ekologis" ini akan diterapkan secara teknis melalui dua kebijakan utama:</p>
<p>1. Zero Plastic Waste: Larangan penggunaan botol minum plastik sekali pakai di seluruh area Muscab.</p>
<p>2. Local Sourcing: Konsumsi peserta akan menggunakan bahan pangan lokal non-kemasan plastik untuk meminimalisir limbah.</p>
<p>"PKB Jombang ingin mempelopori politik hijau. Muscab tanpa plastik adalah pesan kuat bagi kader dan masyarakat bahwa kepedulian pada lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab politik kami," tambah anggota Fraksi PKB DPRD Jombang tersebut.</p>
<p>Menutup konferensi pers, panitia menyatakan optimisme bahwa konsolidasi yang sudah dilakukan hingga tingkat akar rumput akan berbuah manis pada Muscab mendatang. Mengenai waktu pasti pelaksanaan, Fauzan memberikan keterangan singkat.</p>
<p>"Pelaksanaan Muscab akan diselenggarakan setelah Hari Raya. Tentang detail pelaksanaannya, tunggu informasi selanjutnya," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bakaran Sampah Picu Kebakaran Gudang Rongsokan di Mojoagung Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bakaran-sampah-picu-kebakaran-gudang-rongsokan-di-mojoagung-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bakaran-sampah-picu-kebakaran-gudang-rongsokan-di-mojoagung-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa ini diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang masih menyala dan merambat ke tumpukan barang rongsokan di dalam gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7a5c0550d2.webp" length="15544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 14:12:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran, Gudang Rongsokan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kebakaran melanda sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Senin (16/3/2026) dini hari. Peristiwa ini diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang masih menyala dan merambat ke tumpukan barang rongsokan di dalam gudang.</p>
<p>Kepala Seksi Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 01.47 WIB. Tim pemadam dari Pos Damkar Mojoagung langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>"Api pertama kali diketahui oleh warga bernama Taufik sekitar pukul 01.40 WIB. Saat itu, api sudah terlihat muncul dari area gudang rosok milik Andi Suryawan," ujar Syamsul Bahri, Senin (16/3/2026) siang.</p>
<p>Warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api justru semakin membesar karena material rongsokan yang mudah terbakar. Tim pemadam yang tiba di lokasi langsung melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.</p>
<p>"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.40 WIB setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif," kata Syamsul.</p>
<p>Gudang berukuran sekitar 13 x 28 meter persegi beserta seluruh isinya hangus terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp70 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Dalam penanganan kebakaran ini, petugas mengerahkan dua unit *fire pumper truck* beserta perlengkapannya serta satu unit *fire supply truck*. Sejumlah unsur turut terlibat, antara lain Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Pos Damkar Ngoro, Polsek Mojoagung, Koramil Mojoagung, relawan SEMAR, BANSER, Gatana, perangkat desa, serta warga setempat.</p>
<p>Atas kejadian ini, petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat area yang mudah terbakar.</p>
<p>"Kami imbau warga untuk memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah. Jangan meninggalkan bara api yang masih menyala karena berpotensi memicu kebakaran," pungkas Syamsul Bahri. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria di Jombang Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Sempat Keluhkan Sesak Dada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-di-jombang-ditemukan-tewas-di-rumah-kontrakan-sempat-keluhkan-sesak-dada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-di-jombang-ditemukan-tewas-di-rumah-kontrakan-sempat-keluhkan-sesak-dada</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui bernama Gunadi (34), warga Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7a7764b714.webp" length="37918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 14:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat Pria</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Seorang pria paruh baya ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumah kontrakannya di Dusun Sarirejo, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Minggu (15/3/2026) pagi. Korban diketahui bernama Gunadi (34), warga Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Kapolsek Tembelang, AKP Fadilah, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>"Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan sudah kaku di atas kasur kamar kontrakannya," ujar AKP Fadilah dalam pesan diterima wartawan, Senin (16/3/2026).</p>
<p>Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Desi Selfianah (33), seorang wanita yang tinggal serumah dengan korban. Menurut keterangan Desi, ia terakhir melihat korban masih hidup pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.</p>
<p>"Saat itu saya pamit pergi ke rumah orang tua di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito. Sebelum saya pergi, korban sempat mengeluh sesak di bagian dada," jelas Desi.</p>
<p>Sekitar pukul 10.00 WIB, Desi mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp, namun tidak mendapat respons. Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB, ia kembali ke kontrakan untuk mengecek kondisi Gunadi.</p>
<p>"Saat membuka pintu kamar yang tidak terkunci, saya melihat korban sudah tergeletak tidak bergerak di atas kasur. Saya langsung menghubungi keluarganya di Lamongan dan melapor ke polsek," tambahnya.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Tembelang bersama Tim Identifikasi Polres Jombang dan tenaga kesehatan Puskesmas Tembelang segera mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas. Pihak keluarga yang telah datang ke lokasi menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.</p>
<p>"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia karena sakit yang dideritanya," pungkas Kapolsek.</p>
<p>Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab meninggalnya korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Lima Remaja Korban Petasan di Jombang, Luka Bakar Serius dengan Satu Korban Amputasi Jari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-lima-remaja-korban-petasan-di-jombang-luka-bakar-serius-dengan-satu-korban-amputasi-jari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-lima-remaja-korban-petasan-di-jombang-luka-bakar-serius-dengan-satu-korban-amputasi-jari</guid>
<description><![CDATA[ Jumlah korban lima orang dengan satu korban terpaksa amputasi jari tangan kiri karena kondisi luka yang diderita. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b564b117273.webp" length="25616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 21:03:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan Petasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Sebuah ledakan petasan di wilayah Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, mengakibatkan lima orang anak mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Kelima korban dilarikan ke RSUD Jombang pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kondisi terkini para pasien.</p>
<p></p>
<p>"Tingkat luka bakarnya bervariasi, mulai dari 12 persen, 25 persen, 28 persen, hingga 30 persen. Ini kondisi yang harus ditangani serius karena luka bakar akibat petasan cenderung dalam," ungkap dr. Pudji dalam keterangannya, Jumat (14/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Salah seorang korban mengalami kondisi yang lebih kritis akibat cedera hancur (crush injury) pada tangan kirinya. Tim medis awalnya menghadapi penolakan dari pihak keluarga untuk tindakan amputasi, namun setelah melalui diskusi, akhirnya diputuskan untuk melakukan operasi amputasi pada jari kedua tangan kiri pasien.</p>
<p></p>
<p>"Operasi telah dilakukan pukul 03.00 dini hari dan alhamdulillah berhasil," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini kelima pasien dirawat intensif di Ruang Yudhistira RSUD Jombang. Kondisi mereka dilaporkan stabil dan rencananya besok tim medis akan melakukan tindakan debridement pada luka bakar keempat pasien lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah semuanya kita tangani dengan serius. Kita berharap mudah-mudahan segera ada kabar baik," pungkas dr. Pudji.</p>
<p></p>
<p>Sebelum itu, ledakan keras mengguncang sebuah rumah di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada Jumat (13/3/2026) malam. </p>
<p></p>
<p>Insiden yang diduga berasal dari petasan atau mercon yang sedang dirakit ini mengakibatkan lima orang remaja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke RSUD Jombang.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melalui laporan resmi yang diterima pada Sabtu (14/3/2026) menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>Kelima korban adalah Brilian Raditia Alfino (15), Kevin Bagas (17), Muhammad Zadith Taqwa (15), Azril Resky Abdillah (18), dan Wahit Fatur Rohman (17). Seluruh korban merupakan pelajar dan warga sekitar Kecamatan Gudo dan Ngoro. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anjal Bacok Lansia di Jombang, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anjal-bacok-lansia-di-jombang-pelaku-babak-belur-dihajar-massa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anjal-bacok-lansia-di-jombang-pelaku-babak-belur-dihajar-massa</guid>
<description><![CDATA[ Korban menderita luka bacok di beberapa bagian tubuh. Sementara itu, pelaku juga mengalami luka akibat amukan massa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b52061b7477.webp" length="30206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 17:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Pembacokan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Seorang anak jalanan (anjal) membacok warga lanjut usia (lansia) yang sedang mencari rumput di Dusun Kalangan Wetan, Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Sabtu (14/3/2026) pagi.</p>
<p>Aksi pelaku baru terhenti setelah warga berdatangan dan menghajarnya hingga babak belur.</p>
<p>Korban adalah Mucksin (70), warga Desa Kalangsemanding yang pagi itu sedang mencari rumput di lahan kosong.</p>
<p>"Kejadiannya sekitar pukul 09.00. Awalnya pak Mucksin lagi ngarit," ujar Tia, saksi mata di lapangan.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, seorang anak jalanan bernama M. Tomi Irfan (20), asal Kediri, datang ke lokasi.</p>
<p>"Anak punk itu jalan dari arah timur, waktu lewat depan sini kayak senyum-senyum sendiri, kemudian menghampiri pak Mucksin," lanjutnya.</p>
<p>Tak lama berselang, Mucksin berteriak meminta tolong. Saat Tia mendatangi lokasi, korban dan pelaku terlihat sedang memperebutkan sabit.</p>
<p>"Sempat rebutan sabit sampai gagangnya lepas. Setelah itu pak Mucksin dibacok beberapa kali," imbuhnya.</p>
<p>Aksi penganiayaan itu akhirnya terhenti setelah warga mendatangi lokasi. Warga yang geram langsung memukuli Tomi.</p>
<p>"Pak Mucksin sudah dibawa ke rumah sakit, ada luka di kepala dan tangan. Pelakunya dipukuli, lalu diikat tangannya sebelum dibawa polisi," pungkasnya.</p>
<p>Kapolsek Perak, Iptu M. Supriyo, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mendatangi lokasi untuk mengevakuasi pelaku serta korban.</p>
<p>"Benar, kami sudah mendatangi lokasi, mengamankan pelaku, dan mengevakuasi korban," terangnya.</p>
<p>Supriyo menyebut korban menderita luka bacok di beberapa bagian tubuh. Sementara itu, pelaku juga mengalami luka akibat amukan massa.</p>
<p>"Korban selamat dan masih dirawat di RSUD Jombang. Pelaku ditangani di Puskesmas Perak. Kasusnya kita limpahkan ke Satreskrim Polres Jombang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Petasan di Gudo Jombang, Lima Remaja Luka Bakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-di-gudo-jombang-lima-remaja-luka-bakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-di-gudo-jombang-lima-remaja-luka-bakar</guid>
<description><![CDATA[ Insiden yang diduga berasal dari petasan atau mercon yang sedang dirakit ini mengakibatkan lima orang remaja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke RSUD Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b511a83a4b2.webp" length="29410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 16:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan Petasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Ledakan keras mengguncang sebuah rumah di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada Jumat (13/3/2026) malam. </p>
<p>Insiden yang diduga berasal dari petasan atau mercon yang sedang dirakit ini mengakibatkan lima orang remaja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke RSUD Jombang.</p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melalui laporan resmi yang diterima pada Sabtu (14/3/2026) menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.</p>
<p>Kelima korban adalah Brilian Raditia Alfino (15), Kevin Bagas (17), Muhammad Zadith Taqwa (15), Azril Resky Abdillah (18), dan Wahit Fatur Rohman (17). Seluruh korban merupakan pelajar dan warga sekitar Kecamatan Gudo dan Ngoro.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan sementara, para korban diduga tengah merakit petasan di teras rumah milik Sdri. Lia Alfianti yang dihuni bersama anaknya, Brilian Raditia Alfino, yang juga menjadi salah satu korban," ungkap AKBP Ardi Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Akibat ledakan tersebut, selain melukai para korban, juga merusak sejumlah bagian rumah. Atap asbes dan kaca jendela di teras rumah pecah berantakan.</p>
<p>Warga setempat yang mendengar dan melihat kejadian tersebut segera berinisiatif memadamkan sisa percikan api dengan menyiram air guna mencegah ledakan susulan.</p>
<p>"Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka bakar yang diderita di beberapa bagian tubuh," terang kapolres.</p>
<p>Tim Satreskrim Polres Jombang yang dipimpin langsung Kasat Reskrim bersama jajaran Polsek Gudo dan Unit Identifikasi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan awal.</p>
<p>Saat tiba di lokasi, petugas menemukan TKP dalam kondisi telah dibersihkan oleh warga. Meski demikian, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, antara lain: Sebuah palu besi, gunting, batang besi, dan sendok yang ditemukan di halaman rumah.</p>
<p>Berikutnya satu lembar tikar plastik bekas terbakar; sejumlah selongsong petasan/mercon dan sebuah korek api bensol warna hijau yang ditemukan di tumpukan sampah belakang rumah; beberapa potong kain/pakaian bekas terbakar; serta sebuah ember berisi air yang digunakan untuk merendam petasan/mercon yang tidak meledak, ditemukan di dekat sumur.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk menjaga status quo, mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.</p>
<p>"Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Jombang," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Pneumonia di Jombang Masih Tinggi, Ratusan Pasien Dirawat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pneumonia-di-jombang-masih-tinggi-ratusan-pasien-dirawat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pneumonia-di-jombang-masih-tinggi-ratusan-pasien-dirawat</guid>
<description><![CDATA[ Hingga pertengahan Maret 2026, rumah sakit tersebut telah menangani 176 pasien pneumonia, dengan 38 orang di antaranya meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4f85c5bc8b.webp" length="42314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 16:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penyakit Pneumonia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Memasuki tahun 2026, kasus pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut di RSUD Jombang masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga pertengahan Maret 2026, rumah sakit tersebut telah menangani 176 pasien pneumonia, dengan 38 orang di antaranya meninggal dunia.</p>
<p>Angka ini melanjutkan lonjakan signifikan yang terjadi sepanjang tahun 2025, di mana RSUD Jombang mencatat sedikitnya 1.279 kasus dengan angka kematian mencapai 138 orang.</p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengungkapkan bahwa tingginya kasus pneumonia tidak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Memang berkaitan dengan kondisi cuaca hidrometeorologi yang tidak menentu. Ketika hujan turun sangat deras, kondisi tubuh masyarakat ikut menurun. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan, terutama pneumonia," jelas dr. Pudji Umbaran, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Saat ini, RSUD Jombang masih merawat 18 pasien pneumonia. Dari jumlah tersebut, tiga pasien harus menjalani perawatan intensif di ICU central.</p>
<p><strong>Balita Jadi Kelompok Paling Rentan</strong></p>
<p>Menurut Pudji, kelompok usia balita menjadi yang paling rentan mengalami kondisi berat akibat pneumonia. Hal ini berkaitan dengan anatomi saluran pernapasan balita yang lebih pendek dan sempit dibandingkan orang dewasa.</p>
<p>"Rata-rata kegawatan terjadi pada balita karena saluran napas mereka pendek dan sempit. Ketika terjadi pembengkakan, kondisinya bisa sangat serius. Berbeda dengan orang dewasa yang memiliki saluran napas lebih panjang dan besar sehingga pembengkakan tidak terlalu berdampak berat," terangnya.</p>
<p><strong>Fasilitas Khusus Anak Disiapkan</strong></p>
<p>Menyikapi tingginya kasus pneumonia pada anak, RSUD Jombang telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, terutama di ruang ICU anak. Rumah sakit tersebut menyiagakan enam ventilator khusus anak untuk membantu penanganan pasien balita dengan kondisi berat.</p>
<p>"Kami siapkan fasilitas di ICU anak untuk bayi dan balita yang terdampak pneumonia. Alat-alat sudah tersedia, termasuk enam ventilator khusus anak," tegas Pudji.</p>
<p><strong>Waspadai Gejala Pneumonia</strong></p>
<p>Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, maupun jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi bisa terjadi akibat kombinasi virus dan bakteri yang memperparah kondisi pasien.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala pneumonia, seperti batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, hingga nyeri dada. </p>
<p>Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker di tempat umum, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.</p>
<p>"Ini kondisi yang harus kita berikan atensi cukup serius," pungkas Pudji. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disnaker Jombang Pelototi Perusahaan Nakal Tak Mau Bayar THR, Buka Aduan Via WhatsApp</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disnaker-jombang-pelototi-perusahaan-nakal-tak-mau-bayar-thr-buka-aduan-via-whatsapp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disnaker-jombang-pelototi-perusahaan-nakal-tak-mau-bayar-thr-buka-aduan-via-whatsapp</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyampaikan bahwa posko pengaduan tersebut telah beroperasi sejak Senin (2/3/2026). Operasional posko ini melibatkan pengawas ketenagakerjaan dari pemerintah provinsi yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4f1e1757b9.webp" length="26534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 14:00:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, THR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2026. Guna mempermudah akses pelaporan, otoritas terkait menyediakan layanan pengaduan baik secara langsung maupun melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.</p>
<p>Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyampaikan bahwa posko pengaduan tersebut telah beroperasi sejak Senin (2/3/2026). Operasional posko ini melibatkan pengawas ketenagakerjaan dari pemerintah provinsi yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang.</p>
<p>"Posko pengaduan sudah kami buka dan bekerja sama dengan pengawas provinsi yang ada di Jombang. Jika ada pekerja yang ingin mengadukan persoalan THR, bisa datang ke Disnaker atau ke kantor pengawas di BLK," ujar Isawan dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Untuk mempermudah jangkauan masyarakat, Disnaker menyediakan kanal pengaduan melalui WhatsApp. Fasilitas ini diharapkan memungkinkan pekerja menyampaikan keluhan tanpa kendala jarak dan birokrasi fisik.</p>
<p>Nanang menegaskan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 4 Tahun 2026 yang telah disosialisasikan kepada pihak korporasi maupun masyarakat luas.</p>
<p>Selain menerima aduan, posko ini juga berfungsi sebagai pusat konsultasi terkait mekanisme, prosedur, hingga kriteria penerima THR, baik bagi sisi pekerja maupun pihak perusahaan.</p>
<p>Hingga saat ini, Disnaker Jombang mengeklaim belum menerima laporan pengaduan sejak posko resmi dibuka. Kondisi ini terpantau melandai dibandingkan tahun 2025 yang mencatat tiga pengaduan masuk terkait sengketa perhitungan dan keterlambatan waktu pencairan THR.</p>
<p>"Pada tahun lalu ada tiga laporan yang kami terima," ungkapnya.</p>
<p>Disnaker mendesak seluruh perusahaan agar patuh memenuhi kewajiban pembayaran THR sesuai mandat Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 serta surat edaran yang telah diterbitkan.</p>
<p>Nanang menilai pemberian THR bukan sekadar beban finansial perusahaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap karyawan sekaligus instrumen vital dalam menjaga stabilitas hubungan industrial yang harmonis.</p>
<p>Jika muncul kendala di lapangan, pihaknya mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme komunikasi bipartit antara pekerja dan perusahaan sebelum memasuki tahap intervensi pengawasan.</p>
<p>"THR merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada pekerja. Ini juga menjadi momentum baik untuk memperkuat hubungan antara pengusaha dan karyawan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebahagiaan di Aula Ponpes Gadingmangu Perak Jombang, Ratusan Yatim dan Dhuafa Berbuka Puasa serta Terima Santunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebahagiaan-di-aula-ponpes-gadingmangu-perak-jombang-ratusan-yatim-dan-dhuafa-berbuka-puasa-serta-terima-santunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebahagiaan-di-aula-ponpes-gadingmangu-perak-jombang-ratusan-yatim-dan-dhuafa-berbuka-puasa-serta-terima-santunan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan santunan untuk merangkai rajutan silaturahmi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1686033f7d.webp" length="56408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 21:16:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ponpes Gadingmangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Senja mulai merambat di Desa Perak, Kabupaten Jombang, saat Aula Pondok Pesantren Gadingmangu dipenuhi suara riang anak-anak. Rabu (11/3/2026) sore itu, suasana istimewa terasa. Bukan hanya karena azan Magrib akan segera berkumandang, tetapi karena ratusan pasang mata anak yatim dan kaum dhuafa bersinar penuh haru menanti momen berbuka puasa bersama.</p>
<p></p>
<p>Di antara mereka, duduk bersila beralaskan sajadah, ada Nenek Tumirah (65) yang menggenggam erat tangan cucunya.</p>
<p><em>"Seneng,</em> nduk. Bisa buka bareng, dapat santunan pula. Rasane ati iki anget (Senang, bisa buka bareng, dapat santunan pula. Rasanya hati ini hangat)," ucapnya lirih sambil menahan haru.</p>
<p>Ponpes Gadingmangu memang sengaja menggelar acara santunan yang dirangkai dengan buka puasa bersama, mengundang tak kurang dari 700 penerima manfaat.</p>
<p>Ratusan anak yatim dan kaum dhuafa itu duduk berdampingan dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang. Tak ada sekat, yang ada hanya kebersamaan yang hangat.</p>
<p>Rudi Hariyanto, Humas Ponpes Gadingmangu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya melihat antusiasme para undangan. Menurutnya, di balik amplop santunan yang dibagikan, ada makna yang lebih dalam yang ingin dibangun.</p>
<p>"Kami ingin menciptakan suasana kekeluargaan. Bahwa di bulan suci ini, kita semua, pejabat, kiai, dan masyarakat, terutama adik-adik yatim dan dhuafa, bisa duduk bersama, merasakan kebahagiaan yang sama," tutur Rudi.</p>
<p>Ia menambahkan, tahun ini merupakan kali kedua kegiatan ini digelar. "Harapan kami sederhana, semoga ini bisa terus berlanjut setiap Ramadan. Bukan soal besarnya santunan, tapi bagaimana kepedulian ini tidak pernah putus," imbuhnya.</p>
<p>Kebersamaan itu makin terasa saat waktu berbuka tiba. Dengan tertib, mereka menyantap takjil dan menu buka puasa yang telah disediakan. Gelak tawa anak-anak yang berebut kolak dan kurma mewarnai ruangan, sejenak melupakan kerasnya kehidupan di luar sana.</p>
<p>Purwanto, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang yang hadir mewakili Bupati Warsubi, mengaku tersentuh dengan suasana akrab yang tercipta.</p>
<p>"Inilah modal dasar kita. Ketika semua elemen masyarakat, dari pejabat hingga warga biasa, bisa duduk bersama dengan penuh kehangatan seperti ini, maka pembangunan dan pelayanan publik akan berjalan dengan baik. Ini bukan sekadar acara seremoni, ini tentang hati yang menyatu," ucapnya.</p>
<p>Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan. Suara "Aamiin" menggema di aula, membawa harapan bahwa kebahagiaan yang dirasakan sore itu takkan sirna ditelan waktu.</p>
<p>Para sponsor, seperti Cafe Rumah Kebun, J&amp;T Cargo, dan BMT, juga mendapat doa tulus dari para penerima manfaat. Semua sederhana, namun meninggalkan kehangatan yang sulit terlupakan di hati para hadirin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Pastikan Stok Pangan di Jombang Aman hingga Pascalebaran, Imbau Masyarakat Tak Panic Buying</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-pangan-di-jombang-aman-hingga-pascalebaran-imbau-masyarakat-tak-panic-buying</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-pangan-di-jombang-aman-hingga-pascalebaran-imbau-masyarakat-tak-panic-buying</guid>
<description><![CDATA[ Bahkan, stok diproyeksikan mencukupi hingga tahun depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b163cc43a5f.webp" length="39626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 21:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog, pangan, satgas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menjelang Hari Raya Idulfitri dan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Mojokerto memastikan ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman. Bahkan, stok diproyeksikan mencukupi hingga tahun depan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, dalam wawancara di sela kegiatan pasar murah di Jombang, menegaskan hal tersebut. Pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan, untuk menggelar operasi pasar.</p>
<p></p>
<p>"Kita menyediakan beras SPHP sebanyak 8 ton, kemudian beras premium sebanyak 350 kg, gula 200 kg, dan Minyakita sebanyak 300 liter," ujar Mas Husin, sapaan akrabnya, Rabu (11/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, dukungan untuk pasar murah ini akan berlangsung secara berkelanjutan selama Ramadan dan menjelang Lebaran, tidak hanya pada satu kesempatan saja. Pihaknya juga mendukung kegiatan serupa yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jombang maupun wilayah lainnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Husin stok pangan, terutama beras SPHP dan minyak goreng, sangat aman. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terkait gejolak ekonomi global.</p>
<p></p>
<p>"Untuk beras SPHP dan minyak, kami pastikan sampai tahun ini pun masih aman, bahkan tahun depan pun masih aman. Berarti 6 bulan ke depan aman, sampai tahun ini pun masih aman," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kondisi global saat ini tidak memengaruhi stok pangan yang dikelola Bulog. "Sementara belum ada gangguan atau tantangan, hambatan ya, terkait kondisi global. Sementara masih aman," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain melalui pasar murah, Bulog juga menggencarkan distribusi beras SPHP melalui berbagai kanal. </p>
<p></p>
<p>"Kita berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih, dengan pengecer di pasar tradisional, dengan ritel modern, termasuk Gerakan Pangan Murah bersama TNI dan Polri," jelas Husin.</p>
<p></p>
<p>Di luar kegiatan tersebut, Bulog juga mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan. Rencananya, penyaluran untuk Kabupaten Jombang akan dilakukan setelah Lebaran.</p>
<p></p>
<p>Menyikapi tingginya permintaan menjelang hari raya, Mas Husin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia memastikan ketersediaan pangan terjamin, termasuk dalam menyikapi momen perayaan keagamaan lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Nggih, betul. Kita pastikan masyarakat tidak perlu panik terkait stok pangan ini, baik beras dan minyak goreng kita pastikan aman. Intinya kita juga support kegiatan keagamaan apa pun, tidak hanya Ramadan-Lebaran, namun dengan Nyepi pun juga kita support. Masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP dan minyak di pasar atau Koperasi Merah Putih," pungkasnya.</p>
<p>Sementara untuk komoditas gula, Bulog memastikan stok aman berkat kolaborasi dengan PTPN PG Semboro dan RNI. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Khofifah Hadiri Pasar Murah ke&amp;47 di Jombang Jelang Lebaran 2026, Pastikan Stok Pangan Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-hadiri-pasar-murah-ke-47-di-jombang-jelang-lebaran-2026-pastikan-stok-pangan-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-hadiri-pasar-murah-ke-47-di-jombang-jelang-lebaran-2026-pastikan-stok-pangan-aman</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah ini bersifat komplementer atau melengkapi program serupa yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b13493404e7.webp" length="64438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 19:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pasar Murah, gubernur, ramadan, khofifah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri langsung kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Desa Sengon, Kecamatan Jombang, pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini merupakan pasar murah ke-47 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026.</p>
<p>Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah ini bersifat komplementer atau melengkapi program serupa yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.</p>
<p>"Ini adalah pasar murah yang dilakukan Pemprov di tahun 2026 yang ke-47. Sifatnya adalah komplementaritas, melengkapi dengan apa yang dilakukan oleh Bupati/Walikota. Bupati sudah melakukan intervensi di masing-masing kecamatan. Kita sifatnya melengkapi. Kita ingin melakukan penjangkauan logistik kepada masyarakat," ujar Khofifah saat ditemui di lokasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b1351095943.webp" alt=""></p>
<p>Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan bahwa lokasi pasar murah sengaja tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak menjadi kompetitor. Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan logistik rumah tangga cenderung meningkat, sehingga keterjangkauan layanan dan harga menjadi prioritas.</p>
<p>"Maka diharapkan setiap pasar murah ini tidak berdekatan dengan pasar tradisional, karena ini bukan kompetitor pasar tradisional. Nah, begitu juga ini untuk memberikan keterjangkauan harga. Jadi keterjangkauan layanan, keterjangkauan harga itu menjadi penting di saat-saat menjelang Idulfitri, ada kecenderungan peningkatan pemenuhan kebutuhan logistik masing-masing rumah tangga. Jadi kita keliling saja, ini yang ke-47," terangnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyapa warga yang antre untuk mendapatkan bahan pokok. Ia menyebutkan adanya program khusus bagi kelompok rentan.</p>
<p>"Oh, itu untuk lansia kurang mampu, yang umur 60 tahun ke atas. Dari awal enam tahun lalu kita bikin ini memang kalau untuk lansia kita berikan gratis 5 kilo beras. Kalau untuk balita dan ibu hamil, gratis untuk telur. Kira-kira gitu sih. Ayo, suwun nggih," katanya sambil menyapa warga.</p>
<p>Terkait ketersediaan bahan pokok, Khofifah memastikan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Ia juga menyebut harga masih terkendali menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran.</p>
<p>"Aman, sangat aman, sangat aman. Sangat aman, iya. Kalau beras itu kita sampai akhir tahun ya. Aman-aman, insyaallah," pungkasnya.</p>
<p>Kegiatan pasar murah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat yang mengaku terbantu dengan adanya program tersebut, terutama menjelang hari raya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Muhammad Husin mengatakan terkait kegiatan pasar murah pada siang hari ini, pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan. </p>
<p>"Kita menyediakan beras SPHP sebanyak 8 ton, kemudian beras premium sebanyak 350 kg, gula 200 kg, dan Minyakita sebanyak 300 liter," ungkap Husin.</p>
<p>Dukungan pasar murah oleh Bulog ini dilakukan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Jadi tidak hanya pada kesempatan kali ini saja, dukungan akan terus diberikan untuk memastikan stok pangan aman.</p>
<p>"Baik, untuk minyak goreng dan beras SPHP khususnya, kita pastikan stok aman selama Ramadan ini dan menjelang Lebaran. Termasuk setelah Lebaran pun masih aman," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Bayi Mengapung di Dam Yani Sumobito Jombang, Polisi Ungkap Adanya Tanda Kekerasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-mengapung-di-dam-yani-sumobito-jombang-polisi-ungkap-adanya-tanda-kekerasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-mengapung-di-dam-yani-sumobito-jombang-polisi-ungkap-adanya-tanda-kekerasan</guid>
<description><![CDATA[ Polisi memastikan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1384728d33.webp" length="35526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 17:45:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Penemuan mayat bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai sekitar Dam Yani, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, mulai terungkap. Polisi memastikan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan bahwa jenazah bayi telah menjalani pemeriksaan forensik untuk mengetahui penyebab kematiannya.</p>
<p>"Terhadap bayi tersebut saat ini sudah dilakukan autopsi," kata Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui bayi laki-laki tersebut sempat hidup setelah dilahirkan sebelum akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>"Bayi ini sempat hidup dan meninggal sebelum terbawa arus sungai," ujarnya.</p>
<p>Tim forensik menemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian kepala bayi. Luka yang ditemukan berupa memar dan resapan darah pada jaringan kepala yang mengindikasikan adanya benturan benda tumpul.</p>
<p>"Ditemukan tanda kekerasan di bagian kepala akibat benturan benda tumpul," kata Dimas.</p>
<p>Selain luka pada kepala, tidak ditemukan luka lain pada bagian tubuh bayi. Saat pemeriksaan, dokter forensik juga menemukan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel pada tubuh bayi, mengindikasikan bayi tersebut baru saja dilahirkan.</p>
<p>Berdasarkan analisis medis, bayi diperkirakan meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan warga pada Selasa (10/3/2026) sore. Dari temuan tersebut, polisi menduga bayi menjadi korban pembunuhan sebelum dibuang ke sungai.</p>
<p>"Kemungkinan besar bayi ini dibunuh lebih dulu kemudian dibuang ke sungai," tegasnya.</p>
<p>Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Petugas menelusuri wilayah di sepanjang aliran sungai untuk mencari kemungkinan adanya perempuan yang baru melahirkan dalam beberapa hari terakhir. Polisi juga membuka informasi dari masyarakat untuk membantu pengungkapan kasus ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Bongkar Jaringan Narkoba di Bareng, Dua Pengedar Diringkus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-bongkar-jaringan-narkoba-di-bareng-dua-pengedar-diringkus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-bongkar-jaringan-narkoba-di-bareng-dua-pengedar-diringkus</guid>
<description><![CDATA[ Dalam operasi tersebut, polisi meringkus dua orang tersangka, yakni seorang buruh serabutan berinisial T (43) dan seorang pria berinisial KS (38), pada Senin (9/3/2026) pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b11f6229537.webp" length="31254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 17:21:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kasus Narkoba</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kecamatan Bareng. </p>
<p></p>
<p>Dalam operasi tersebut, polisi meringkus dua orang tersangka, yakni seorang buruh serabutan berinisial T (43) dan seorang pria berinisial KS (38), pada Senin (9/3/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka T di kediamannya, Dusun Karangan Krajan, Desa Karangan, sekitar pukul 05.00 WIB. </p>
<p></p>
<p>Dari tangan T, petugas mengamankan tujuh paket sabu siap edar yang disembunyikan dalam potongan sedotan plastik berwarna hijau, putih, dan hitam.</p>
<p></p>
<p>"Total barang bukti yang kami amankan memiliki berat kotor sekitar 2,06 gram, dengan berat bersih kurang lebih 0,62 gram," jelas Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Trikuncoro, melalui keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain narkotika, polisi menyita tas berwarna abu-abu, satu pak sedotan plastik, isolasi hitam, korek api, gunting, serta satu unit ponsel pintar. Di dalam ponsel tersebut, ditemukan riwayat percakapan aplikasi WhatsApp yang berkaitan dengan transaksi narkoba.</p>
<p></p>
<p><strong>Pengembangan Kasus: Pemasok Diringkus</strong></p>
<p></p>
<p>Hanya berselang satu jam setelah penangkapan T, anggota Opsnal Unit II Satresnarkoba melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka KS (38) di Dusun Karangan Wetan, Desa Karangan. KS diduga kuat berperan sebagai pemasok sabu bagi tersangka T.</p>
<p></p>
<p>"Penangkapan KS merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan tersangka T. Di rumah tersangka KS, anggota menemukan 13 paket sabu siap edar," ujar Iptu Bowo.</p>
<p></p>
<p>Dari penggeledahan di rumah KS, polisi menyita sabu dengan berat kotor 4,77 gram (berat bersih 2,32 gram). Narkotika tersebut dikemas secara rapi dalam potongan sedotan plastik berwarna merah, kuning, biru, dan hijau, serta satu paket berukuran lebih besar yang disimpan dalam dompet merah muda.</p>
<p></p>
<p>Barang bukti lain yang turut diamankan dari KS meliputi dua pak plastik klip kosong, sedotan yang dimodifikasi sebagai alat skrup, serta satu unit ponsel pintar yang digunakan untuk koordinasi transaksi.</p>
<p></p>
<p><strong>Ancaman Hukuman dan Pengembangan Jaringan</strong></p>
<p></p>
<p>Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atas kedua tersangka.</p>
<p></p>
<p>"Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk asal-usul barang haram tersebut," tegas Iptu Bowo.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, subsider Pasal 609 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal lima tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rp114 Miliar Program Desa Mantra Jombang Cair, Termasuk Honor RT dan RW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rp114-miliar-program-desa-mantra-jombang-cair-termasuk-honor-rt-dan-rw</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rp114-miliar-program-desa-mantra-jombang-cair-termasuk-honor-rt-dan-rw</guid>
<description><![CDATA[ Pencairan yang dilakukan pada Selasa (10/3/2026) ini juga mencakup pembayaran honor bagi ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di seluruh desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b124651a312.webp" length="32052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 16:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Desa Mantra</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai mencairkan anggaran Program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera untuk Semua) dari APBD 2026 senilai Rp114 miliar. Pencairan yang dilakukan pada Selasa (10/3/2026) ini juga mencakup pembayaran honor bagi ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di seluruh desa.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mengungkapkan total anggaran yang digulirkan mencapai Rp114.673.526.966. Dana tersebut telah diproses melalui Bank Jatim dan memasuki tahap pencairan.</p>
<p>"Seluruh pengajuan Desa Mantra posisi jam 11 tadi sudah di Bank Jatim dan siang ini sudah proses pencairan," ujar Agus Purnomo dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa percepatan pencairan ini merupakan instruksi langsung Bupati Jombang, Warsubi. Pemkab berkomitmen agar seluruh program dalam Desa Mantra, termasuk honor RT dan RW, dapat diterima tepat waktu oleh penerima manfaat.</p>
<p>"Ini sesuai instruksi Abah Bupati agar pencairan program Desa Mantra, termasuk di dalamnya honor RT dan RW, bisa tepat waktu," katanya.</p>
<p>Agus menambahkan, Program Desa Mantra memiliki sejumlah menu kegiatan prioritas yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Beberapa di antaranya meliputi: Honor RT dan RW, Bantuan kegiatan RT, Bantuan kegiatan dasawisma, Pengadaan gabah untuk lumbung pangan desa.</p>
<p>Selanjutnya, Pengadaan pupuk organik seperti kompos dan bokashi, Pelatihan serta fasilitasi sarana bagi wirausaha baru (WUB), Penyediaan dana talangan petani untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pembangunan infrastruktur desa.</p>
<p>Khusus untuk pembangunan jalan desa, anggaran dapat digunakan untuk aspal hotmix AC-WC dengan ketebalan 5 sentimeter, aspal hotmix HRS-WC tebal 3,5 sentimeter, hingga rigid beton fc 30 setebal 20 sentimeter. Program ini juga mencakup pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jalan lingkungan seperti paving, serta pengadaan kendaraan operasional bagi pemerintah desa.</p>
<p>Dengan mekanisme tersebut, Pemkab Jombang berharap setiap desa dapat menyesuaikan penggunaan anggaran sesuai karakter dan kebutuhan lokal.</p>
<p><strong>Proses Pencairan di Tingkat Desa</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Wartomo, mengatakan proses pencairan di tingkat desa masih berlangsung. Menurut dia, pemerintah desa telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi sejak awal pekan.</p>
<p>"Senin kemarin kami sudah komplit semua syarat administrasinya. Saya cek di rekening masih proses," ujarnya.</p>
<p>Wartomo menjelaskan, secara regulasi pencairan honor RT dan RW dilakukan setiap tiga bulan sekali. Setelah dana masuk ke rekening desa, pemerintah desa akan segera menyalurkannya kepada para penerima.</p>
<p>Di Desa Galengdowo sendiri terdapat 18 RT dan 6 RW yang menerima honor. Masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp450.000 setiap tiga bulan sekali. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satreskoba Polres Jombang Tangkap Resedivis Kambuhan, Amankan 11 Paket Sabu Seberat 2,82 Gram</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satreskoba-polres-jombang-tangkap-resedivis-kambuhan-amankan-11-paket-sabu-seberat-282-gram</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satreskoba-polres-jombang-tangkap-resedivis-kambuhan-amankan-11-paket-sabu-seberat-282-gram</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba ini ditangkap saat diduga akan melakukan transaksi di sebuah rumah di Dusun Jerukwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b02f5468a1d.webp" length="29826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 22:59:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Narkoba, peristiwa, kriminal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Seorang pria berinisial P (37) kembali berurusan dengan hukum setelah diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang. Tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba ini ditangkap saat diduga akan melakukan transaksi di sebuah rumah di Dusun Jerukwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Penangkapan yang dilakukan pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB ini bermula dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengamankan P yang tak lain adalah warga Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben.</p>
<p>Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 11 paket sabu siap edar dengan berat kotor total 2,82 gram. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain yang terkait, seperti pipet kaca berisi sabu seberat 1,78 gram, dua skrop dari sedotan plastik, lima plastik klip kosong, satu alat hisap atau bong, serta dua unit ponsel merek Realme dan Infinix.</p>
<p>Kepala Satreskoba Polres Jombang, Iptu Bowo Trikuncoro, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tersangka bukanlah wajah baru dalam lingkaran peredaran narkotika. P tercatat pernah dihukum berdasarkan vonis Pengadilan Negeri Jombang pada tahun 2021 untuk kasus serupa.</p>
<p>"Iya benar, ini merupakan residivis kambuhan. Setelah bebas dari hukuman sebelumnya, yang bersangkutan justru kembali lagi ke bisnis haram ini," ujar Iptu Bowo kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Jombang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk memburu kemungkinan adanya jaringan lain di balik peredaran barang haram tersebut.</p>
<p>Atas perbuatannya, P dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya semakin berat mengingat statusnya sebagai residivis dalam kasus yang sama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Jombang Ditangkap Polisi Karena Diduga Jual Beli Bubuk Petasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-jombang-ditangkap-polisi-karena-diduga-jual-beli-bubuk-petasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-jombang-ditangkap-polisi-karena-diduga-jual-beli-bubuk-petasan</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku diamankan dalam Operasi Pekat Semeru 2026 yang digelar Polres Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b02b93e2d06.webp" length="21490" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 22:29:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Petasan, Mercon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang mahasiswa di Jombang harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah diduga terlibat dalam praktik jual beli bubuk petasan secara ilegal. Pelaku diamankan dalam Operasi Pekat Semeru 2026 yang digelar Polres Jombang.</p>
<p>Tersangka berinisial DAP (23), warga Dusun Dungmangu, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jombang. Ia ditangkap di kawasan Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, pada Minggu (1/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran bahan berbahaya di wilayah tersebut.</p>
<p>"Tim Resmob langsung turun ke lapangan setelah menerima informasi. Hasilnya, tersangka berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti bahan petasan," ungkapnya, Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Barang bukti yang disita antara lain 9 ons bubuk mercon siap pakai, 1 kilogram bubuk boster kelengkeng, satu bendel sumbu hijau, delapan gelondongan petasan ukuran sedang dan besar, timbangan digital, toples, lakban, serta ponsel Vivo Y29 yang diduga digunakan untuk transaksi.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memproduksi sendiri bubuk petasan tersebut. Bahan baku seperti boster kelengkeng dan belerang dibeli secara daring melalui TikTok.</p>
<p>"Tersangka meracik sendiri bahan-bahan itu untuk kemudian diperjualbelikan. Kini ia dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Jombang untuk proses lebih lanjut," kata Dimas.</p>
<p>Akibat perbuatannya, DAP dijerat Pasal 306 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penguasaan bahan peledak secara ilegal dan terancam hukuman penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota DPR RI Apresiasi Kinerja Bulog saat Kunjungi Gudang Stok Pangan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-apresiasi-kinerja-bulog-saat-kunjungi-gudang-stok-pangan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-apresiasi-kinerja-bulog-saat-kunjungi-gudang-stok-pangan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu meninjau langsung kondisi cadangan beras dan proses penyerapan gabah petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b02511d8c2b.webp" length="26836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 21:58:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sadarestuwati, Tri Rismaharini, Rieke Diah Pitaloka</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Apresiasi itu disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Mojongapit, Kabupaten Jombang, serta memantau harga di Pasar Pon Jombang, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Dalam sidak tersebut, politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu meninjau langsung kondisi cadangan beras dan proses penyerapan gabah petani. Ia mengapresiasi kesiapan Bulog yang dinilai optimal dalam menjalankan tugasnya.</p>
<p>"Saya apresiasi kinerja Bulog. Stok di gudang Mojongapit sekitar 65 ribu ton dan aman hingga tahun depan. Apalagi nanti masih ada tambahan dari panen raya," ujar Sadarestuwati dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Tak hanya soal stok, ia juga mengapresiasi kualitas beras Bulog yang sempat diragukan sebagian masyarakat. Setelah melihat langsung, menurutnya beras yang disalurkan Bulog layak konsumsi karena berasal dari pengadaan lokal tahun sebelumnya.</p>
<p>Sadarestuwati juga mengapresiasi peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga. Di Pasar Pon, harga beras SPHP masih sesuai HET, yakni Rp11.500–Rp11.600 per kilogram. Minyak goreng Minyak Kita juga dijual sesuai ketentuan.</p>
<p>"Para pedagang senang menjual beras SPHP karena harganya terjangkau. Ini membantu masyarakat di tengah ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja," katanya.</p>
<p>Ia berharap Bulog terus mempertahankan kinerja positifnya, termasuk dalam hal pengadaan dan distribusi gula ke depan. Sementara itu, Wakil Pemimpin Bulog Kanwil Jawa Timur, Sugeng Hardono, menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut.</p>
<p>"Kami berterima kasih atas apresiasi dan dukungan dari Ibu Sadarestuwati. Stok beras Jawa Timur mencapai 999 ribu ton. Kami akan terus menjaga stabilitas harga dan menindak tegas pedagang yang menjual di atas HET," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Jombang Siapkan Tim Burog Bantu Pemudik saat Darurat di Jalan Mudik Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-jombang-siapkan-tim-burog-bantu-pemudik-saat-darurat-di-jalan-mudik-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-jombang-siapkan-tim-burog-bantu-pemudik-saat-darurat-di-jalan-mudik-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Tim ini dirancang untuk siaga bantu masyarakat menghadapi masalah teknis maupun kesehatan selama perjalanan mudik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aeb2d1d6d96.webp" length="39320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 20:56:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tim Burog, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang menyiapkan tim khusus bernama Burog untuk memberikan bantuan cepat kepada pemudik yang mengalami kendala darurat di jalan.</p>
<p>Tim ini dirancang untuk siaga bantu masyarakat menghadapi masalah teknis maupun kesehatan selama perjalanan mudik.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Satlantas Polres Jombang menggelar pelatihan intensif bagi personel tim Burog di Kantor Satlantas Polres Jombang pada Senin (9/3/2026). </p>
<p>Pelatihan tersebut bertujuan membekali anggota dengan keterampilan teknis dan medis guna mempercepat penanganan di lapangan.</p>
<p>Kepala Satlantas Polres Jombang, AKP Anjar Rahmad Putra, menjelaskan bahwa tim ini akan diluncurkan secara resmi oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, pada 12 Maret mendatang.</p>
<p>"Personel kami latih untuk melakukan bongkar pasang ban, menjumper aki kendaraan, hingga membuka pintu mobil dalam kondisi darurat. Ini penting agar mereka sigap membantu pemudik yang mengalami kendala teknis di jalan," ujar AKP Anjar.</p>
<p>Selain perlengkapan teknis seperti jerigen bahan bakar untuk kendaraan kehabisan bensin, tim Burog juga dibekali pelatihan pertolongan pertama gawat darurat. Pelatihan medis ini diberikan oleh tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Dokter Yoga, mencakup penanganan awal bagi pemudik yang mengalami serangan jantung atau kondisi darurat lainnya di jalan.</p>
<p>"Kami ingin anggota tidak hanya sigap soal kendaraan, tetapi juga mampu memberikan pertolongan pertama pada pemudik yang sakit atau pingsan sebelum tim medis tiba," tambahnya.</p>
<p>AKP Anjar menegaskan, tim Burog merupakan bagian dari pengamanan Lebaran 2026 dan terintegrasi dengan layanan darurat kepolisian 110. Masyarakat yang mengalami gangguan kendaraan atau kondisi darurat lainnya selama di perjalanan dapat segera menghubungi nomor tersebut.</p>
<p>"Nanti tim Burog dari Satlantas akan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan secepat mungkin," jelasnya.</p>
<p>Sebanyak 26 personel disiapkan dalam tim Burog. Mereka akan diterjunkan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat agar dapat bergerak lincah dan menjangkau lokasi kejadian dengan cepat, baik di jalur arteri maupun jalan tol yang melintasi wilayah Jombang.</p>
<p>"Tim ini akan difokuskan di titik-titik rawan macet dan rawan kecelakaan, serta jalur-jalur utama yang dilalui pemudik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu Rumah Tangga di Jombang Terluka Akibat Kebocoran Tabung Gas, Dapur Ludes Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-rumah-tangga-di-jombang-terluka-akibat-kebocoran-tabung-gas-dapur-ludes-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-rumah-tangga-di-jombang-terluka-akibat-kebocoran-tabung-gas-dapur-ludes-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Akibat insiden tersebut, ia mengalami luka bakar sekitar 10 persen di beberapa bagian tubuhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aea2146610f.webp" length="29814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 19:50:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Seorang ibu rumah tangga mengalami luka bakar setelah dapurnya dilalap api akibat kebocoran tabung LPG di Dusun Rejoso, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Senin (9/3/2026) pagi.</p>
<p>Korban diketahui bernama Bida Suhanik (54), pemilik rumah dengan dapur yang terbakar. Akibat insiden tersebut, ia mengalami luka bakar sekitar 10 persen di beberapa bagian tubuhnya.</p>
<p>Komandan Regu Damkar Pos Jombang Kota, Ronaldo, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga bernama Ika Oktaviani pada pukul 08.13 WIB. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.</p>
<p>"Tim berangkat pukul 08.14 WIB dan tiba di tempat kejadian pukul 08.20 WIB untuk melakukan pemadaman dan penanganan," ujarnya.</p>
<p>Api diduga berasal dari kebocoran gas LPG pada kompor yang sedang digunakan di dapur korban. Kobaran api dengan cepat melahap ruangan dapur berukuran 3 x 4 meter persegi hingga mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pembasahan dan pengamanan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam serta tidak kembali menyala.</p>
<p>"Operasi penanganan selesai sekitar pukul 09.00 WIB setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali," kata Ronaldo.</p>
<p>Akibat kebakaran ini, korban mengalami kerugian material ditaksir mencapai Rp500 ribu. Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin memeriksa kondisi selang, regulator, serta tabung LPG guna mencegah kebocoran gas yang berpotensi memicu kebakaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kajian Ramadan Unipdu Jombang Soroti Fenomena Pekerja Lepas di Era Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kajian-ramadan-unipdu-jombang-soroti-fenomena-pekerja-lepas-di-era-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kajian-ramadan-unipdu-jombang-soroti-fenomena-pekerja-lepas-di-era-digital</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan di Indonesia, ditandai dengan menjamurnya fenomena pekerjaan lepas atau freelance. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae8ee541ea5.webp" length="66982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 18:11:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kajian Ramadan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan di Indonesia, ditandai dengan menjamurnya fenomena pekerjaan lepas atau freelance. Topik ini menjadi sorotan utama dalam Kajian Ramadan yang digelar oleh Pusat Studi Qur'an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Senin (9/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Hadir sebagai pembicara, Dekan Fakultas Bisnis, Bahasa dan Pendidikan Unipdu Jombang, Dr. Wiwik Maryati, membawakan materi berjudul 'Gig Economy &amp; Freelance Culture: Peluang Kerja Fleksibel dan Tantangan Kesejahteraan' di Islamic Center Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan.</p>
<p></p>
<p>Wiwik memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi gig tidak terlepas dari pesatnya digitalisasi yang membuka akses luas terhadap berbagai peluang kerja. Model kerja berbasis proyek atau jasa ini kian diminati, terutama oleh mereka yang mendambakan fleksibilitas waktu dan tempat.</p>
<p></p>
<p>"Transformasi digital membuat akses terhadap pekerjaan semakin luas. Dengan bantuan platform digital, seseorang bisa menawarkan jasa atau produk kepada pasar yang jauh lebih besar," jelasnya di hadapan para peserta kajian.</p>
<p></p>
<p>Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sekitar 60 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal, di mana sebagiannya adalah pekerja lepas. Kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan sistem ini adalah generasi milenial dan generasi Z. Kedekatan mereka dengan teknologi dan kemampuan belajar mandiri menjadi modal utama.</p>
<p></p>
<p>"Generasi Z relatif lebih mudah beradaptasi karena terbiasa dengan teknologi digital. Banyak keterampilan yang bisa dipelajari secara mandiri dengan modal yang tidak terlalu besar," ujarnya menambahkan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Wiwik, bulan Ramadan justru menjadi momentum peningkatan permintaan jasa lepas. Hal ini membuka peluang bagi para <em>freelancer</em> untuk meraup penghasilan tambahan di tengah fleksibilitas waktu yang mereka miliki.</p>
<p></p>
<p>Namun di balik peluang tersebut, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan serius. Ketidakstabilan pendapatan menjadi persoalan utama, karena penghasilan sangat bergantung pada jumlah proyek yang masuk. Ketika order sepi, pendapatan pun ikut merosot. Selain itu, pekerja lepas juga harus mengurus sendiri perlindungan sosial mereka, seperti jaminan kesehatan dan keamanan kerja, serta menghadapi persaingan yang semakin ketat di ranah digital.</p>
<p></p>
<p>Dari perspektif Islam, Wiwik menegaskan bahwa pekerjaan lepas diperbolehkan selama memenuhi prinsip-prinsip muamalah yang benar. Kejelasan akad, kejujuran, dan amanah dalam menjalankan pekerjaan menjadi kunci utamanya.</p>
<p></p>
<p>"Islam memberikan kelonggaran dalam aktivitas muamalah. Selama akadnya jelas, dijalankan secara jujur dan amanah, maka pekerjaan tersebut diperbolehkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Keracunan Menu MBG di Jombang, Satgas Ancam Tindak Tegas SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-menu-mbg-di-jombang-satgas-ancam-tindak-tegas-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-menu-mbg-di-jombang-satgas-ancam-tindak-tegas-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Jika terbukti bahwa sumber kontaminasi berasal dari menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betek, Satgas memastikan akan melayangkan rekomendasi sanksi berat kepada Badan Gizi Nasional (BGN). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae89102f170.webp" length="19976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 15:50:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Keracunan MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Insiden memprihatinkan menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Mereka mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat berbuka puasa. </p>
<p></p>
<p>Kasus ini kini mendapat atensi serius dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Jombang terhadap kredibilitas penyedia layanan gizi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ketua Satgas Percepatan Program MBG Jombang, Agus Purnomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang ke lokasi kejadian guna melakukan investigasi.</p>
<p></p>
<p>"Dinas Kesehatan sudah turun ke lapangan, termasuk ke PKU Muhammadiyah Betek. Sampel makanan telah diambil dan akan dibawa ke Surabaya untuk uji laboratorium. Kita tunggu hasilnya," ujar Agus kepada media, Senin (9/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Sekretaria Daerah Kabupaten Jombang ini juga menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi rujukan utama untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Jika terbukti bahwa sumber kontaminasi berasal dari menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betek, Satgas memastikan akan melayangkan rekomendasi sanksi berat kepada Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p></p>
<p>"Jika terbukti penyebab keracunan adalah menu dari SPPG Betek, kami akan rekomendasikan ke BGN untuk melakukan tindakan," tegas Agus.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa Satgas selama ini rutin melakukan pemantauan terhadap sejumlah SPPG di wilayahnya. </p>
<p></p>
<p>Ironisnya, dalam inspeksi mendadak (sidak) terakhir pada Rabu (4/3/2026), tim menemukan berbagai bentuk pelanggaran prosedur.</p>
<p></p>
<p>"Temuan di lapangan akan kami rekomendasikan. Kami memotret kondisi SPPG yang kami sidak dan hasilnya kami sampaikan ke BGN," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menyusul insiden ini, Satgas memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola dari 107 unit SPPG yang tersebar di Jombang agar disiplin mematuhi standar operasional prosedur (SOP). </p>
<p></p>
<p>Menurut Agus, kelalaian dalam pengelolaan pangan dinilai sebagai bentuk sabotase terhadap program prioritas negara.</p>
<p></p>
<p>"Kami minta agar semua pihak mengikuti ketentuan perundang-undangan dan SOP dari BGN. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan. Program ini adalah Program Strategis Nasional yang harus kita dukung bersama," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kegiatan INTI Jatim di Jombang, dari Ziarah Kebangsaan Hingga Tebar 1.000 Paket Takjil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kegiatan-inti-jatim-di-jombang-dari-ziarah-kebangsaan-hingga-tebar-1000-paket-takjil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kegiatan-inti-jatim-di-jombang-dari-ziarah-kebangsaan-hingga-tebar-1000-paket-takjil</guid>
<description><![CDATA[ ziarah ke makam Presiden ke-4 RI serta pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac3f4485f2b.webp" length="60528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 22:42:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, INTI Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan kebangsaan di Jombang pada Sabtu (7/3/2026) yang diisi dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI serta pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat.</p>
<p>Kegiatan sosial berbagi takjil dilaksanakan di Pos Kota, Alun-alun Kabupaten Jombang, dengan menyasar masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan antar umat beragama. Ratusan warga tampak antusias menerima paket berbuka puasa yang dibagikan para pengurus INTI Jawa Timur.</p>
<p>Pantauan di lokasi, para pengurus dan anggota INTI terlihat bersemangat membagikan paket berisi nasi, ayam, tahu tempe sambel dan lalapan, kerupuk, serta minuman teh botol dan es degan kepada warga yang datang.</p>
<p>Ketua panitia kegiatan, Phoa Anditya, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat Jombang. Ia mengaku tak menyangka ribuan paket takjil yang disediakan ludes dalam waktu singkat.</p>
<p>"Tidak sampai sore ini tadi sudah habis. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerukunan masyarakat Jombang sangat terjaga, kami bersyukur atas hal itu," ungkap pria yang akrab disapa Andi ini di sela-sela kegiatan.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa aksi berbagi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.</p>
<p>"Melalui pembagian paket berbuka puasa ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat tali persaudaraan," ucapnya.</p>
<p>Selain berbagi takjil, rangkaian kegiatan INTI Jawa Timur di Jombang juga mencakup kunjungan budaya serta ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek.</p>
<p>Menurut Phoa, sosok Gus Dur memiliki peran besar dalam memperjuangkan nilai toleransi dan kebebasan berbudaya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.</p>
<p>Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur, Stefanus Budy, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta dari Surabaya, 20 orang dari Jombang, serta enam orang dari Malang. Rangkaian acara meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo, serta workshop Museum Wayang Potehi.</p>
<p>"Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan tokoh pluralisme. Beliau berani membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka," kata Stefanus.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa nilai yang paling diingat dari ajaran Gus Dur adalah pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis. INTI Jawa Timur berharap kegiatan berbagi kepada masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Dalami Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-dugaan-keracunan-mbg-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-dugaan-keracunan-mbg-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Guna kepentingan penyelidikan, kepolisian bersama tim medis Dinkes Jombang telah melakukan olah TKP dan pengambilan sampel di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa4c3c4387c.webp" length="26436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 11:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Santri Keracunan Massal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Kepolisian Resor (Polres) Jombang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Insiden ini terjadi pasca konsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) saat berbuka puasa, Kamis (5/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengonfirmasi adanya laporan warga mengenai puluhan santri yang mengalami gejala klinis berupa mual dan muntah sesaat setelah menyantap hidangan di lingkungan pesantren.</p>
<p></p>
<p>"Informasi yang kami terima ada dugaan keracunan makanan saat berbuka puasa di pondok pesantren tersebut. Saat ini ada 31 santri yang sempat mendapatkan perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung," ujar Ardi saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Guna kepentingan penyelidikan, kepolisian bersama tim medis Dinkes Jombang telah melakukan olah TKP dan pengambilan sampel di lokasi kejadian. </p>
<p></p>
<p>Material yang diamankan meliputi sisa konsumsi nasi rawon, telur asin yang menjadi bagian dari menu MBG, hingga sampel muntahan korban.</p>
<p></p>
<p>"Semua sampel tersebut kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar dapat diketahui penyebabnya secara ilmiah," tegas AKBP Ardi.</p>
<p></p>
<p>Meskipun gejala fisik menunjukkan indikasi keracunan, hasil uji cepat (rapid test) sementara terhadap sampel makanan belum menunjukkan adanya residu kimia berbahaya.</p>
<p></p>
<p>"Dari hasil rapid test sementara tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat maupun arsenik," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, otoritas keamanan belum menetapkan simpulan akhir terkait penyebab pasti peristiwa tersebut. </p>
<p></p>
<p>Penyelidikan masih difokuskan pada korelasi antara menu yang dikonsumsi dengan gejala yang timbul, mengingat adanya variasi pola makan di antara para korban.</p>
<p></p>
<p>"Hasil keterangan sementara, ada yang makan rawon saja, ada yang makan telur asin saja, dan ada yang mengonsumsi keduanya. Beberapa tetap mengalami gejala, sehingga ini masih kami dalami," tambah Ardi.</p>
<p></p>
<p>Terkait kondisi medis, Kapolres memastikan mayoritas santri telah melewati masa kritis dan diperbolehkan pulang.</p>
<p></p>
<p>"Untuk yang masih berada di ruang IGD saat ini tinggal tujuh orang, terdiri dari satu santri laki-laki dan enam santri perempuan. Kondisinya juga sudah stabil dan bisa berkomunikasi," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menegaskan bahwa penanganan medis telah dilakukan secara maksimal. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia menekankan perlunya uji mikrobiologi untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi bakteri yang tidak terdeteksi melalui uji cepat kimia.</p>
<p></p>
<p>"Sampel yang kami kirim meliputi makanan, muntahan pasien, serta sampel air dari lingkungan pondok. Pemeriksaan laboratorium termasuk uji mikrobiologi untuk memastikan sumbernya," kata Hexawan.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa proses pembuktian secara laboratoris memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang valid.</p>
<p></p>
<p>"Untuk pemeriksaan laboratorium dan kultur bakteri biasanya memerlukan waktu sekitar 10 hari agar hasilnya benar-benar akurat," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini menjadi atensi serius bagi Polres dan Dinkes Jombang guna mengevaluasi standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis di institusi pendidikan dan keagamaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengasuh Ponpes Darut Taubah Jombang Sebut Telur Asin MBG Diduga Pemicu Keracunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-darut-taubah-jombang-sebut-telur-asin-mbg-diduga-pemicu-keracunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-darut-taubah-jombang-sebut-telur-asin-mbg-diduga-pemicu-keracunan</guid>
<description><![CDATA[ Pengasuh pesantren, Muhammad Adam, memberikan kesaksian kunci yang mengarahkan dugaan kuat pada menu telur asin dari program bantuan eksternal (MBG) sebagai sumber keracunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9b49336d54.webp" length="32058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 07:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Santri Keracunan, Menu MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Penyebab keracunan massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, mulai temukan petunjuk. </p>
<p>Pengasuh pesantren, Muhammad Adam, memberikan kesaksian kunci yang mengarahkan dugaan kuat pada menu telur asin dari program bantuan eksternal (MBG) sebagai sumber petaka keracunan yang terjadi pada Kamis (5/3/2026) tersebut. </p>
<p>Fakta di lapangan versi pengasuh ponpes menyebutkan, kronologi peristiwa bermula saat puluhan santri menyantap hidangan berbuka puasa yang terdiri dari nasi rawon yang merupakan hasil masakan internal pondok, serta paket menu kering tambahan yang mencakup telur asin, roti, dan buah-buahan. Indikasi kontaminasi muncul seketika setelah para santri membatalkan puasa mereka atau tiba waktu berbuka.</p>
<p>Muhammad Adam mengungkapkan bahwa gejala klinis muncul secara mendadak dan masif, memicu kepanikan di lingkungan asrama.</p>
<p>"Awalnya saya kira telat makan sehingga maag atau apa, ternyata semua. Terutama perempuan banyak yang lemas, ada yang menangis, ada yang pingsan," ujar Muhammad Adam saat memberikan keterangan kepada wartawan.</p>
<p>Ia secara spesifik membedakan antara integritas konsumsi internal pesantren dengan intervensi pangan dari luar.</p>
<p>Adam menegaskan bahwa nasi dan sayur rawon diolah sendiri oleh pihak pesantren dengan standar keamanan yang biasa mereka terapkan, sementara telur asin merupakan kiriman bantuan yang tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB, atau beberapa jam sebelum waktu berbuka.</p>
<p>Kecurigaan terhadap telur asin tersebut diperkuat oleh fakta distribusi gejala yang hanya menyasar konsumen menu tertentu. Para santri yang absen mengonsumsi telur asin dilaporkan dalam kondisi bugar.</p>
<p>"Yang hanya makan rawon tidak (muntah). Termasuk saya makan rawon tidak (mengalami gejala) karena tidak makan telur asin. Rata-rata yang makan telur asin (yang mual-muntah)," tegasnya. </p>
<p>Merespons situasi darurat tersebut, pihak pesantren segera memobilisasi armada ambulans guna mengevakuasi korban ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. </p>
<p>Skala insiden ini cukup fatal, dari total 84 santri yang menetap di asrama, sebanyak 40 santri harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>Data medis menunjukkan rincian korban terdampak meliputi 30 santri putri dan 10 santri putra, yang mayoritas berada pada rentang usia pelajar jenjang SMP hingga SMA.</p>
<p>Hingga saat ini, Muhammad Adam memastikan seluruh korban masih berada di bawah penanganan medis ketat. </p>
<p>Pihak pesantren secara resmi menyerahkan proses investigasi dan uji laboratorium kepada pihak berwenang guna mengungkap kepastian penyebab keracunan serta menuntut akuntabilitas dari pihak penyalur bantuan pangan tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala Dinas Kesehatan Jombang Jelaskan Kondisi Santri Diduga Korban Keracunan Massal Menu MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-dinas-kesehatan-jombang-jelaskan-kondisi-santri-diduga-korban-keracunan-massal-menu-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-dinas-kesehatan-jombang-jelaskan-kondisi-santri-diduga-korban-keracunan-massal-menu-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Makanan yang disajikan berupa Nasi Rawon dan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a3f92cb5b.webp" length="43106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 23:14:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Santri Keracunan, Menu MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu berbuka puasa, Kamis (5/3/2026) malam. Makanan yang disajikan berupa Nasi Rawon dan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para santri yang menunjukkan gejala gangguan intoleransi makanan.</p>
<p>"Pertama, semua kita gerakkan. Jadi semua penderita kita datangi ke pondok tersebut. Yang mengalami mual-mual, ada gejala gangguan intoleransi makanan, segera dievakuasi ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah," ujar dr. Hexawan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.</p>
<p>Menurutnya, dari total sekitar 80 santri yang menyantap hidangan berbuka, sebanyak 31 orang mengalami gejala seperti mual dan muntah-muntah. Gejala tersebut muncul tidak lama setelah mereka mengonsumsi makanan.</p>
<p>"Gejalanya itu ya biasanya intoleransi makanan, habis makan langsung mual-mual, muntah-muntah. Itu gejala klasik kalau orang habis makan sesuatu yang tidak cocok, tubuh menolak," jelasnya.</p>
<p>Hingga Kamis malam, sekora pukul 23.00 WIB, kondisi para santri berangsur membaik. Sebanyak 10 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah bugar, sementara 21 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>"Informasi terbaru, dari 10 pasien sudah bisa pulang karena kondisinya bagus. Sedangkan 21 orang masih dalam penanganan utama, insyaallah semua tertangani dengan baik," tambahnya.</p>
<p>Sebagai langkah investigasi, Dinas Kesehatan Jombang telah mengambil sejumlah sampel makanan yang disantap para santri, termasuk rawon, telur asin, serta sampel muntahan pasien. Sampel tersebut rencananya akan dibawa ke laboratorium di Surabaya untuk diuji guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini.</p>
<p>"Kita belum bisa mendeteksi penyebab pastinya. Rawon dibuat sendiri oleh pihak pondok pesantren. Sementara untuk telur asin, kami masih mendalami apakah berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dari pondok sendiri. Kita harus mencari penyebab pastinya dari mana," tegas dr. Hexawan.</p>
<p>Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh santri dalam kondisi sadar dan mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya.</p>
<p>"Alhamdulillah semua sehat, yang penting tertangani dengan baik. Langkah selanjutnya masih menunggu hasil lab besok," pungkasnya.</p>
<p>Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat menu MBG merupakan bagian dari program pemerintah yang didistribusikan ke sejumlah pondok pesantren. Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih terus melakukan pendataan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BREAKING NEWS! Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Buka Puasa Menu MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-puluhan-santri-di-jombang-diduga-keracunan-usai-buka-puasa-menu-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-puluhan-santri-di-jombang-diduga-keracunan-usai-buka-puasa-menu-mbg</guid>
<description><![CDATA[ para santri langsung mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a99de76c469.webp" length="24988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:13:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Santri Keracunan, Menurut MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami dugaan keracunan massal usai berbuka puasa, Kamis (5/3/2026) malam.</p>
<p>Pantauan lapangan, para santri langsung mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. Sejumlah ambulans tampak berjejer di halaman rumah sakit, sementara korban terus mendapat penanganan medis.</p>
<p>Tampak juga pengasuh Pondok Pesantren beserta jajaran Dinas Kesehatan Jombang, Camat Mojoagung, dan jajaran kepolisian yang memantau langsung kondisi dugaan keracunan puluhan santri.</p>
<p>Salah seorang santri, Azza Khoirunisa (17), menuturkan bahwa kejadian berlangsung tidak lama setelah para santri menyantap hidangan berbuka. Menu yang disajikan pihak pondok berupa nasi rawon, ditambah makanan kering dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.</p>
<p>"Setelah buka puasa, beberapa menit kemudian ada yang mulai mual, pusing, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri," ujar Azza di lokasi rumah sakit.</p>
<p>Azza sendiri selamat karena terlambat berbuka. Ia sedang mengikuti kegiatan di luar pondok dan belum sempat menyantap makanan saat santri lain mulai menunjukkan gejala.</p>
<p>"Saya belum makan dari tadi. Waktu kembali, anak-anak sudah makan dan kondisinya mulai banyak yang mual dan pingsan," katanya.</p>
<p>Para santri yang masih sehat segera mengevakuasi teman-temannya ke pendopo pondok, sebelum akhirnya memanggil ambulans untuk membawa mereka ke rumah sakit.</p>
<p>Azza menyebutkan jumlah santri putri di pondok tersebut sekitar 34 orang, sementara santri putra lebih dari 30 orang. Ia menduga makanan yang dikonsumsi menjadi pemicu kejadian ini, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.</p>
<p>Menu kering MBG yang diterima santri diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Betek. Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan tersebut menjadi sumber keracunan.</p>
<p>Sejumlah pejabat dan aparat terlihat memantau langsung penanganan korban di rumah sakit, antara lain petugas kepolisian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Camat Mojoagung, Kapolsek, dan Kasatreskrim Polres Jombang.</p>
<p>Hingga berita ini ditayangkan, para santri masih menjalani perawatan medis, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Jombang, Warsubi: Pendidikan dan Infrastruktur Tetap Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-tahun-kepemimpinan-bupati-jombang-warsubi-pendidikan-dan-infrastruktur-tetap-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-tahun-kepemimpinan-bupati-jombang-warsubi-pendidikan-dan-infrastruktur-tetap-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Warsubi menegaskan bahwa sektor pendidikan dan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah dengan tetap berpedoman pada regulasi pemerintah pusat dan provinsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a93071413aa.webp" length="30840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 16:45:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, berbagai sorotan datang dari kalangan akademisi, aktivis, hingga mahasiswa.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kritik tersebut, Warsubi menegaskan bahwa sektor pendidikan dan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah dengan tetap berpedoman pada regulasi pemerintah pusat dan provinsi.</p>
<p></p>
<p>Warsubi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kritik konstruktif yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi dan evaluasi bersama.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, untuk pendidikan di Jombang tahun 2025 kemarin kita mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN pusat hampir Rp27 miliar, sekitar Rp26 sekian miliar," ujarnya, Senin (2/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Dana tersebut, lanjutnya, dialokasikan untuk 8 SMP dan 14 SD di Kabupaten Jombang. Bantuan DAK itu dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat sekaligus dukungan konkret bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Ini apresiasi dari pusat untuk membantu Jombang. Artinya, sektor pendidikan tetap menjadi perhatian dan prioritas," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait kritik mengenai ketidakjelasan status Guru Madrasah Diniyah (Madin), muatan lokal keagamaan, serta skema PPPK paruh waktu, Warsubi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari regulasi yang berlaku. Menurutnya, perubahan status menjadi tenaga kerja paruh waktu merupakan konsekuensi dari aturan yang ditetapkan pemerintah di atasnya.</p>
<p></p>
<p>"Iya, karena kemarin aturannya berbeda. Artinya menjadi tenaga kerja paruh waktu. Dan yang tidak masuk itu banyak, karena belum tercapai masa kerjanya atau belum memenuhi aturannya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, tidak terpenuhinya syarat administrasi menjadi faktor utama sejumlah tenaga pendidik tidak lolos dalam skema tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi istilahnya tidak terpenuhi syarat menjadi paruh waktu. Semua ada regulasinya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait Peraturan Bupati (Perbup) yang disebut tengah berproses di tingkat provinsi sebagai payung hukum pendidikan diniyah dan muatan lokal, Warsubi menyatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian.</p>
<p></p>
<p>"Belum, kita tunggu nanti prosesnya. Belum mendapat laporan dari Sekda. Tapi yang jelas itu ada aturannya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jombang tidak mungkin mengambil kebijakan yang bertentangan dengan aturan pusat maupun provinsi.</p>
<p></p>
<p>"Kita tidak mungkin melawan aturan pusat atau provinsi. Semua ada regulasinya yang harus kita taati sebagai payung hukum kami," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Meregang Nyawa, Dua Lainnya Luka&amp;Luka Usai Lakalantas Sepeda Motor di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-meregang-nyawa-dua-lainnya-luka-luka-usai-lakalantas-sepeda-motor-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-meregang-nyawa-dua-lainnya-luka-luka-usai-lakalantas-sepeda-motor-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a93bcd5be09.webp" length="86334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 15:21:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor dan seorang pejalan kaki terjadi di Jalan Raya Dusun Pagak, Desa Sumberjo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menjelaskan kronologi kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda GL tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang dikendarai Rio (20), warga Desa Sumberjo, melaju dari arah barat menuju timur.</p>
<p></p>
<p>Saat melintas di lokasi kejadian, motor tersebut menabrak seorang pejalan kaki bernama Sa'i (80), warga Dusun Pagak, Desa Sumberjo, yang sedang menuntun sepeda angin di tepi jalan sebelah utara.</p>
<p></p>
<p>"Setelah menabrak pejalan kaki, sepeda motor Honda GL terpental ke arah kanan jalan dan kemudian menabrak sepeda motor Honda Revo bernomor polisi S-3391-WO yang dikendarai Jari (67), warga Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh," ucap Ipda Siswanto dalam pesan yang diterima wartawan, Kamis siang.</p>
<p></p>
<p>Akibat kecelakaan tersebut, Jari mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RSUD Jombang. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.</p>
<p></p>
<p>"Sementara itu, Rio pengendara Honda GL dan Sa'i yang merupakan pejalan kaki mengalami luka-luka dan juga dirawat di rumah sakit yang sama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Adu Banteng dengan Truk Tebu, Pemotor di Jombang Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/adu-banteng-dengan-truk-tebu-pemotor-di-jombang-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/adu-banteng-dengan-truk-tebu-pemotor-di-jombang-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Korban diketahui bernama Suwandi (50), warga Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, yang saat itu mengendarai sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi W 2612 YR. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9344465023.webp" length="71122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 14:50:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan truk pengangkut tebu di Jalur Provinsi Jombang-Kediri, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, pada Kamis (5/3/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Korban diketahui bernama Suwandi (50), warga Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, yang saat itu mengendarai sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi W 2612 YR.</p>
<p></p>
<p>Adapun kendaraan lain yang terlibat adalah truk tebu bernomor polisi N 8515 NN yang dikemudikan oleh Nurul, warga asal Probolinggo.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan sopir truk, kecelakaan bermula saat ia melaju dari arah utara menuju ke selatan.</p>
<p></p>
<p>"Saya dari utara, ke arah selatan posisi mau ke Kediri, ambil tebu," terang Nurul di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Setibanya di lokasi, Nurul bermaksud mendahului kendaraan lain yang berada di depannya.</p>
<p></p>
<p>"Iya tadi awalnya memang mau nyalip, nyalip tangki di depan," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Saat truk mengambil lajur berlawanan untuk menyalip, pengemudi diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah selatan. Secara bersamaan, melaju sepeda motor yang dikendarai korban dari arah berlawanan. Benturan keras pun tidak terhindarkan.</p>
<p></p>
<p>"Kena bagian kanan truk saya tadi, terus langsung nyungsep yang motor, ya gimana lagi namanya apes," ucap Nurul.</p>
<p></p>
<p>Akibat benturan tersebut, korban terlempar dari kendaraan dan terseret hingga beberapa meter. Suwandi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah pada bagian kepala. Sementara itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan berat pada bagian depan.</p>
<p></p>
<p>Proses evakuasi jenazah korban selesai dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB untuk kemudian dibawa ke RSUD Jombang. Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami kronologi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan terjadinya kecelakaan maut yang merenggut nyawa tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Iya benar, penyebab utama kecelakaan masih kita dalami," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alibi DLH Jombang Tutupi Busuk Limbah PT IRP dari Temuan Posko Ijo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alibi-dlh-jombang-tutupi-busuk-limbah-pt-irp-dari-temuan-posko-ijo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alibi-dlh-jombang-tutupi-busuk-limbah-pt-irp-dari-temuan-posko-ijo</guid>
<description><![CDATA[ Berseberangan dengan temuan aktivis lingkungan, hasil uji laboratorium terbaru DLH justru menunjukkan kualitas air limbah perusahaan tersebut masih memenuhi baku mutu pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a91947b3d03.webp" length="69056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 13:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Limbah PT Indonesia Royal Paper</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan pencemaran Sungai Brantas oleh PT Indonesia Royal Paper (IRP) di Kecamatan Ploso. </p>
<p>Berseberangan dengan temuan aktivis lingkungan, hasil uji laboratorium terbaru DLH justru menunjukkan kualitas air limbah perusahaan tersebut masih memenuhi baku mutu pemerintah.</p>
<p>Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menyebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan tim laboratorium instansinya, seluruh parameter yang diuji tidak melampaui ambang batas aman yang ditetapkan.</p>
<p>"Berdasarkan hasil uji laboratorium terakhir, parameter limbah yang kami periksa masih memenuhi baku mutu," ujar Ulum dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Kendati demikian, Ulum mengakui bahwa hasil tersebut belum bersifat final. Pihaknya berencana melakukan pengambilan sampel tambahan secara acak guna menjaga independensi dan konsistensi data, mengingat evaluasi kualitas limbah industri memerlukan validasi berulang.</p>
<p>"Pengambilan sampel akan kami ulang. Dalam proses <em>assessment</em>, tidak cukup hanya satu kali uji," tegasnya.</p>
<p>Hasil pemeriksaan tersebut telah diserahkan kepada DLH Provinsi Jawa Timur dan tim Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup. </p>
<p>Mengingat PT IRP berstatus Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), kewenangan pengawasan dan sanksi berada sepenuhnya di tingkat provinsi.</p>
<p>"Laporan dan hasil uji sudah kami kirim ke DLH Provinsi dan Gakkum untuk ditindaklanjuti," katanya.</p>
<p>Terkait aktivitas pembuangan ke Sungai Brantas, Ulum membenarkan adanya aliran limbah dari pabrik tersebut. Namun, ia mengklaim limbah tersebut telah melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dialirkan ke badan sungai.</p>
<p>Menanggapi disparitas data yang mencolok dengan hasil uji sebelumnya dari organisasi Posko Ijo, Ulum berdalih bahwa perbedaan waktu pengambilan sampel sangat memengaruhi parameter laboratorium yang dihasilkan.</p>
<p>"Perbedaan waktu sampling bisa berpengaruh terhadap hasil yang keluar," ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, DLH Provinsi Jawa Timur bersama tim Gakkum dilaporkan akan melakukan uji pembanding untuk memastikan validitas data. Jika pemeriksaan lanjutan membuktikan adanya pelanggaran baku mutu, DLH Jombang memastikan akan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada otoritas provinsi sesuai mekanisme hukum yang berlaku.</p>
<p>Sebelumnya, aktivitas industri di bantaran Sungai Brantas ini memicu polemik setelah aktivis lingkungan Posko Ijo mengungkap temuan dugaan pelanggaran berat. </p>
<p>Berdasarkan uji laboratorium independen, kandungan polutan dalam limbah cair PT IRP ditemukan melonjak hingga belasan kali lipat di atas standar legal.</p>
<p>Analisis sampel air limbah yang diambil pada 2 Desember 2025 di titik pembuangan perusahaan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. </p>
<p>Pengujian di Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta I mengonfirmasi pelampauan drastis pada tiga parameter utama: nilai <em>Biochemical Oxygen Demand</em> (BOD) tercatat 1.305 mg/L (baku mutu 100 mg/L), <em>Chemical Oxygen Demand</em> (COD) mencapai 4.700 mg/L (batas maksimal 300 mg/L), dan <em>Total Suspended Solid</em> (TSS) berada di angka 625 mg/L (batas 100 mg/L).</p>
<p>"Angka-angka ini bukan sekadar istilah teknis yang bisa dinegosiasikan. Ini adalah indikator nyata kerusakan ekologis dan ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat yang bergantung pada Sungai Brantas," tegas Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, Sabtu (24/1/2026) lalu.</p>
<p>Temuan tersebut merupakan hasil pemantauan berkala Posko Ijo sejak Juli hingga Desember 2025. Sebagai tindak lanjut, Posko Ijo telah melayangkan pengaduan resmi kepada Gubernur Jawa Timur, Bupati Jombang, Menteri Lingkungan Hidup, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas guna mendesak tindakan tegas.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Kecolongan, Ratusan Tower BTS di Jombang Tidak Kantongi Izin SLF</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-kecolongan-ratusan-tower-bts-di-jombang-tidak-kantongi-izin-lsf</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-kecolongan-ratusan-tower-bts-di-jombang-tidak-kantongi-izin-lsf</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar 305 tower BTS  menara telekomunikasi lainnya beroperasi tanpa dilengkapi dokumen kelayakan bangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a90e2a76089.webp" length="54912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 13:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tower BTS</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang mengakui telah kecolongan setelah menemukan fakta bahwa dari 314 tower BTS yang tersebar di wilayahnya, hanya 9 unit yang mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sekitar 305 tower BTS menara telekomunikasi lainnya beroperasi tanpa dilengkapi dokumen kelayakan bangunan.</p>
<p></p>
<p>Temuan mengejutkan ini mendorong Pemkab Jombang melakukan penyegelan terhadap sejumlah tower BTS yang belum memiliki SLF pada Senin (2/3/2026) lalu. </p>
<p></p>
<p>Operasi penertiban menjadi bentuk pengakuan atas lemahnya pengawasan selama ini terhadap bangunan menara telekomunikasi yang berdiri di kota santri.</p>
<p></p>
<p>Operasi penyegelan dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dengan melibatkan sejumlah OPD, antara lain Dinas Kominfo, Satpol PP, Dinas PUPR, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).</p>
<p></p>
<p>Asisten I Setdakab Jombang, Purwanto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk penegakan aturan sekaligus pembinaan kepada pemilik tower. Pemerintah daerah mengedepankan aspek keselamatan serta kepatuhan terhadap regulasi dalam pendirian bangunan menara telekomunikasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami melakukan penyegelan di 6 titik dan akan dilakukan secara bertahap," ujar Purwanto dalam pesan yang diterima wartawan, Kamis (5/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, penertiban berlanjut hingga seluruh tower memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Purwanto juga menghimbau kepada para pemilik tower untuk segera melengkapi izin SLF. Menurutnya, sertifikat tersebut merupakan dokumen penting yang menyatakan bangunan telah memenuhi standar kelayakan fungsi dan keamanan konstruksi. Minimnya kepemilikan SLF menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan selama ini.</p>
<p></p>
<p>Penyegelan dilakukan dengan pemasangan tanda dan garis pengamanan pada lokasi menara yang belum memiliki izin lengkap. Petugas Satpol PP turut memastikan proses berjalan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum di sekitar lokasi.</p>
<p></p>
<p>Dinas PUPR berperan dalam melakukan verifikasi teknis bangunan, sementara DPMPTSP melakukan penelusuran dokumen perizinan yang telah diajukan. Dinas Kominfo juga dilibatkan untuk memastikan layanan komunikasi tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek legalitas.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa penertiban ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan mendorong kepatuhan terhadap regulasi daerah. Kepastian hukum dinilai penting untuk menciptakan tata kelola infrastruktur telekomunikasi yang tertib dan aman.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, Pemkab Jombang akan melakukan pendataan ulang seluruh tower BTS di wilayahnya. Pemilik menara diharapkan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses pengurusan SLF dapat dipercepat dan aktivitas operasional tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkab untuk menutup celah kelalaian pengawasan yang selama ini terjadi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Destinasi Ngabuburit Sarat Sejarah di Jombang: Museum Islam Nusantara KH. Hasyim Asyari Kini Tampil Lebih Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/destinasi-ngabuburit-sarat-sejarah-di-jombang-museum-islam-nusantara-kh-hasyim-asyari-kini-tampil-lebih-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/destinasi-ngabuburit-sarat-sejarah-di-jombang-museum-islam-nusantara-kh-hasyim-asyari-kini-tampil-lebih-modern</guid>
<description><![CDATA[ Sejak dibuka kembali pada 13 Januari 2026 lalu, proses revitalisasi total telah mengubah suasana museum menjadi lebih segar, modern, namun tetap khidmat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a556491c277.webp" length="16588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 19:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Museum Minha, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Terik matahari sore di tengah bulan Ramadan tak menyurutkan langkah Teguh Setiawan (41) untuk menyambangi kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Namun, tujuannya kali ini bukan sekadar berziarah, melainkan untuk menyelami masa lalu di Museum Islam Nusantara KH. Hasyim Asyari (Minha).</p>
<p>Senin (2/3/2026), Teguh menjadi salah satu dari sekian banyak pengunjung yang memilih menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit dengan cara berbeda. Baginya, melihat koleksi sejarah adalah cara terbaik agar waktu tak terasa berlalu.</p>
<p>Ada yang berbeda dari Minha tahun ini. Museum yang sempat ditutup untuk renovasi besar-besaran tersebut kini tampil dengan wajah baru. Sejak dibuka kembali pada 13 Januari 2026 lalu, proses revitalisasi total telah mengubah suasana museum menjadi lebih segar, modern, namun tetap khidmat.</p>
<p>Saat melangkah masuk ke lantai 2, pengunjung disambut dengan tata cahaya dramatis dan penataan artefak yang lebih tertata. Di salah satu sudut, Teguh tampak terpaku mengamati deretan kitab-kitab kuno dan naskah literasi Nusantara yang dipajang rapi dalam etalase kaca estetik.</p>
<p>"Jujur saya pangling. Penataannya jauh lebih estetik dan interaktif. Ngabuburit di sini tidak terasa membosankan karena kita seperti diajak masuk ke mesin waktu untuk melihat bagaimana Islam berkembang melalui jalur budaya di Nusantara," ungkap pria 41 tahun tersebut.</p>
<p>Koleksi yang disuguhkan Minha memang tak main-main. Di ruang utama, pengunjung bisa melihat perpaduan unik antara Islam dan budaya lokal melalui koleksi Wayang Kulit dan figur tokoh-tokoh ulama Nusantara.</p>
<p>Tak hanya itu, replika prasasti dan nisan kuno dari berbagai penjuru daerah menjadi saksi bisu panjangnya sejarah syiar Islam.</p>
<p>Semua informasi ini disajikan dengan desain grafis menarik, memudahkan pengunjung lintas generasi memahami sejarah tanpa merasa jenuh.</p>
<p>Salah satu daya tarik utama yang membuat museum ini tak pernah sepi adalah aksesnya yang inklusif. Menurut Teguh, keberadaan museum ini sangat membantu masyarakat awam seperti dirinya untuk memahami peran besar para ulama dalam kemerdekaan Indonesia tanpa harus membaca buku tebal.</p>
<p>"Mumpung gratis dan tempatnya nyaman, ini edukasi luar biasa untuk warga. Saya rasa anak-anak muda juga akan suka karena tempatnya sangat instagramable setelah direnovasi," tambah Teguh sembari mengabadikan panel sejarah Nahdlatul Ulama dengan ponselnya.</p>
<p>Menjelang azan maghrib, Teguh akhirnya melangkah keluar dari gedung museum. Baginya, ngabuburit hari ini bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga memberi makanan bagi pikiran dengan ilmu sejarah yang tak ternilai harganya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peristirahatan Terakhir Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah di Jombang Diiringi Ribuan Peziarah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peristirahatan-terakhir-ketum-fatayat-nu-margaret-aliyatul-maimunah-di-jombang-diiringi-ribuan-peziarah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peristirahatan-terakhir-ketum-fatayat-nu-margaret-aliyatul-maimunah-di-jombang-diiringi-ribuan-peziarah</guid>
<description><![CDATA[ Margaret dikenal luas tidak hanya sebagai Ketua Umum Fatayat NU masa khidmah 2022-2027, tetapi juga sebagai komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a551632cd8c.webp" length="28284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 19:10:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ketua Umum Fatayat NU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Suasana duka yang mendalam menyelimuti kawasan Denanyar, Kabupaten Jombang, pada Minggu (1/3/2026) malam. Ribuan orang dari berbagai kalangan mengantarkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, Margaret Aliyatul Maimunah, ke tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar.</p>
<p></p>
<p>Sejak petang, kediaman almarhumah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bishri, Mambaul Ma'arif, tak henti-hentinya didatangi peziarah yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Margaret dikenal luas tidak hanya sebagai Ketua Umum Fatayat NU masa khidmah 2022-2027, tetapi juga sebagai komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).</p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi, bendera putih terpasang di gerbang rumah duka. Puluhan karangan bunga dari sejumlah pejabat nasional turut menghiasi area sekitar kediaman, menjadi saksi luasnya pengabdian almarhumah semasa hidup.</p>
<p></p>
<p>Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung memasuki halaman rumah duka. Setelah prosesi singkat bersama keluarga, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif.</p>
<p></p>
<p>Pemandangan mengharukan terlihat di sepanjang rute pemakaman. Ribuan santri dan masyarakat berdesakan, bergantian menggotong keranda jenazah. Lantunan tahlil dan shalawat menggema di sepanjang perjalanan dari rumah duka hingga area pemakaman, menciptakan suasana khidmat yang menyentuh hati.</p>
<p></p>
<p>Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif. Salat jenazah dipimpin oleh KH Marzuki Musta'mar dan diikuti lautan manusia yang memadati masjid hingga halamannya, terdiri dari para santri, tokoh ulama, serta masyarakat umum.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam prosesi pemakaman, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi, yang larut dalam doa bersama ribuan pelayat.</p>
<p></p>
<p>Setelah prosesi salat jenazah, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman pondok pesantren, berdampingan dengan para masayikh Mambaul Ma'arif, sebuah penghormatan terakhir yang sangat berarti bagi keluarga dan para pengikutnya.</p>
<p></p>
<p>Kakak kandung almarhumah, KH Sholahudin Abdurahman, menyampaikan bahwa sebelum wafat, Margaret sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, selama hampir dua pekan.</p>
<p></p>
<p>"Kurang lebih 12 sampai 13 hari dirawat di rumah sakit dan sempat berada di ICU," ucapnya di sela persiapan prosesi pemakaman.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB, Minggu pagi. Pihak keluarga berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, berkenan mendoakan almarhumah.</p>
<p></p>
<p>"Kepada seluruh pentakziah dan seluruh kaum Nahdliyyin dan seluruh umat, mohon doanya kepada adik saya tercinta. Mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima, diampuni oleh Allah SWT, dan ditempatkan di posisi terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya haru.</p>
<p></p>
<p>Dengan dikebumikannya Margaret di Denanyar, Jombang kini tidak hanya kehilangan salah satu putri terbaiknya, tetapi seluruh Nahdliyyin dan pegiat perlindungan anak Indonesia kehilangan sosok pejuang yang gigih dan berdedikasi tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sahur Keliling di Jombang, Shinta Nuriyah Ingatkan Puasa Adalah Langkah Revolusioner</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sahur-keliling-di-jombang-shinta-nuriyah-ingatkan-puasa-adalah-langkah-revolusioner</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sahur-keliling-di-jombang-shinta-nuriyah-ingatkan-puasa-adalah-langkah-revolusioner</guid>
<description><![CDATA[ ibadah puasa di bulan Ramadan hendaknya dimaknai sebagai langkah revolusioner yang mampu mengubah perilaku manusia menuju ketakwaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a54da05a0e7.webp" length="31372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 18:09:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Shinta Nuriyah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah, mengingatkan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan hendaknya dimaknai sebagai langkah revolusioner yang mampu mengubah perilaku manusia menuju ketakwaan. </p>
<p></p>
<p>Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sahur Keliling 2026 yang digelar Komunitas GUSDURian Jombang di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Minggu (1/3/2026) dini hari.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tema "Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi", kegiatan yang berlangsung mulai pukul 02.00 WIB hingga menjelang Subuh tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan. </p>
<p></p>
<p>Hadir dalam kesempatan itu pejabat daerah, tokoh lintas agama, komunitas masyarakat sipil, santri, serta kelompok dhuafa dan masyarakat marjinal seperti tukang becak, pengamen, pemulung, buruh, tukang parkir, hingga kelompok minoritas.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Shinta Nuriyah menegaskan bahwa puasa bukan sekadar rutinitas tahunan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan ibadah yang membawa perubahan mendasar dalam diri seseorang.</p>
<p></p>
<p>"Puasa yang kita lakukan harus menjadi puasa yang revolusioner. Puasa yang mengubah perilaku dari yang kurang baik menjadi lebih baik, hingga akhirnya menuntun kita pada ketakwaan," tegas Shinta Nuriyah sebagaimana ditulis wartawan, Senin (2/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang saling menguatkan. Karena itu, bulan Ramadan hendaknya menjadi ruang untuk merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama, suku, budaya, maupun status sosial.</p>
<p></p>
<p>"Indonesia ini beragam, dan justru karena keberagaman itulah kita kuat. Saya ingin Ramadan menjadi ruang untuk merangkul semuanya," ungkap perempuan yang akrab disapa Ibu Nyai tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Achmad Fathul Iman menjelaskan bahwa Sahur Keliling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang perjumpaan yang memperkuat fondasi sosial di tengah situasi kebangsaan yang memerlukan penguatan nilai kebersamaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aturan SIPA Dianggap Cekik UMKM, Pembudidaya Ikan di Kediri&amp;Jombang Protes ke DPRD Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aturan-sipa-dianggap-cekik-umkm-pembudidaya-ikan-di-kediri-jombang-protes-ke-dprd-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aturan-sipa-dianggap-cekik-umkm-pembudidaya-ikan-di-kediri-jombang-protes-ke-dprd-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Keresahan ini memuncak menyusul langkah Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang memanggil sejumlah pelaku UMKM budidaya ikan atas dugaan pelanggaran Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a30ec34e9f1.webp" length="31396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 07:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peternak Ikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kebijakan perizinan penggunaan air tanah kini menjadi momok menakutkan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pembudidaya ikan air tawar di wilayah Kediri dan Jombang. </p>
<p></p>
<p>Keresahan ini memuncak menyusul langkah Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang memanggil sejumlah peternak atas dugaan pelanggaran Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA).</p>
<p></p>
<p>Persoalan yang mengancam keberlangsungan pangan lokal ini mencuat dalam diskusi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Peternak Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara) di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang, Sabtu (28/2/2026). Hadir sebagai penyerap aspirasi, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi.</p>
<p></p>
<p>Agus, perwakilan pembudidaya lele asal Pare, Kediri, melontarkan kritik terhadap regulasi SIPA yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil. </p>
<p></p>
<p>Ia menuntut pemerintah segera mengevaluasi batasan kubikasi (volume) penggunaan air dan memberikan perlakuan setara antara sektor perikanan dan pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Kami pada dasarnya patuh pada perizinan, namun kami meminta agar batasan kubikasinya dibebaskan. Disamakan dengan petani," tegas Agus. </p>
<p></p>
<p>Ia juga membeberkan bahwa tekanan hukum ini nyaris memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Kediri sebelum akhirnya diputuskan untuk menempuh jalur diplomasi politik.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi potensi kriminalisasi administratif tersebut, Anggota Komisi A DPRD Jatim, Sumardi, mengakui dinamisnya regulasi penataan usaha. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa legalitas jangan sampai menjadi alat untuk mematikan sektor perikanan, yang justru menjadi pilar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Perizinan itu penting dan harus diurus. Namun, jika peternak sudah berhadapan dengan aparat penegak hukum, organisasi harus hadir memberikan pendampingan dan perlindungan," ujar politisi yang karib disapa Cak Sumardi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah konkret, Cak Sumardi berkomitmen memfasilitasi sarasehan antara Pekantara dengan instansi terkait untuk mencari solusi administratif, guna memastikan peternak tidak terus-menerus dibayangi sanksi pidana atas kebutuhan dasar usaha mereka.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPP Petani Ikan Tawar Nusantara (Pekantara), Heri Purnomo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan anggotanya menjadi bulan-bulanan persoalan hukum akibat celah regulasi. </p>
<p></p>
<p>Ia memastikan organisasi akan melakukan pendampingan hukum bagi pembudidaya yang dipanggil pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Keluhan anggota mengenai pemanggilan oleh Polda Jatim ini menciptakan iklim usaha yang tidak kondusif. Kami akan pasang badan dan memperjuangkan hak-hak peternak agar keberlanjutan usaha mereka tetap terjamin," pungkas Heri. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muktamar PBNU Ditargetkan Pertengahan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muktamar-pbnu-ditargetkan-pertengahan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muktamar-pbnu-ditargetkan-pertengahan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Rangkaian persiapan kini mulai disusun secara bertahap meskipun lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a3983da72be.webp" length="33456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 08:12:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Muktamar PBNU, Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf ke Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menargetkan penyelenggaraan Muktamar NU pada pertengahan tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Juni atau Juli. Rangkaian persiapan kini mulai disusun secara bertahap meskipun lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, usai menghadiri acara di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2/2026) sore. Menurutnya, jadwal tersebut disesuaikan dengan masa khidmat kepengurusan organisasi saat ini.</p>
<p>"Perkiraan sekitar bulan enam atau tujuh tahun 2026. Sekarang masih dalam tahap penyiapan," ujar Gus Ipul.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih mengkaji sejumlah opsi terkait tempat penyelenggaraan Muktamar. Beberapa faktor menjadi pertimbangan utama, di antaranya kesiapan infrastruktur, akses transportasi, serta dukungan dari pemerintah daerah dan warga Nahdliyin di wilayah calon tuan rumah.</p>
<p>"Lokasinya belum diputuskan, masih dirapatkan," katanya.</p>
<p>Rencana pelaksanaan Muktamar ini juga merupakan tindak lanjut dari masukan para kiai sepuh yang sebelumnya menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah dinamika internal yang sempat mengemuka di tubuh organisasi.</p>
<p>Sebagai forum tertinggi di lingkungan NU, Muktamar memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, termasuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode selanjutnya. Agenda lima tahunan ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional bagi warga Nahdlatul Ulama dalam merespons berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.</p>
<p>Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia, setiap gelaran Muktamar NU selalu menarik perhatian publik. Ribuan peserta dari berbagai daerah dipastikan akan hadir, menjadikan forum ini tidak hanya penting secara organisatoris, tetapi juga berpengaruh terhadap dinamika sosial dan keagamaan di tingkat nasional. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Ipul Resmikan Pemutakhiran DTSEN di Jombang, Buka Jalur Formal dan Partisipatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-ipul-resmikan-pemutakhiran-dtsen-di-jombang-buka-jalur-formal-dan-partisipatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-ipul-resmikan-pemutakhiran-dtsen-di-jombang-buka-jalur-formal-dan-partisipatif</guid>
<description><![CDATA[ Saat bertandang ke Jombang, Sabtu (28/2/2026), ia mengungkapkan bahwa pembaruan data dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yaitu formal dan partisipatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a3030e2b69f.webp" length="46552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 22:25:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DTSEN, Bansos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk bantuan sosial resmi dimulai. Saat bertandang ke Jombang, Sabtu (28/2/2026), ia mengungkapkan bahwa pembaruan data dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yaitu formal dan partisipatif.</p>
<p>Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang. Acara ini dihadiri Bupati Jombang Warsubu, Wakil Bupati KH. Salmanuddin Yazid, serta para kepala desa, pendamping sosial, dan operator perangkat desa.</p>
<p>Mensos menjelaskan, jalur formal pemutakhiran berjalan secara berjenjang dari tingkat RT, RW, desa/kelurahan, Dinas Sosial kabupaten/kota, hingga pemerintah daerah. Hasilnya kemudian dikirim ke pusat untuk diolah Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>"Hasil pembaruan dari daerah akan diolah BPS dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam peringkat desil satu hingga sepuluh. Ini memudahkan pemerintah menentukan sasaran program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial," terangnya.</p>
<p>Sementara jalur kedua adalah partisipasi masyarakat. Warga yang menemukan data tidak sesuai atau ingin mengusulkan penerima manfaat baru dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos melalui fitur "usul-sanggah". Pengaduan juga bisa disampaikan melalui Command Center 24 jam dan layanan WhatsApp Center di nomor 08877-171-171.</p>
<p>"Kami siapkan semua kanal ini agar banyak pihak bisa berpartisipasi mewujudkan data yang sesuai kenyataan di lapangan," tegas Gus Ipul.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Jombang, Gus Ipul juga menekankan pentingnya verifikasi langsung. Ia mencontohkan, dari sekitar 12 juta warga yang didatangi dan diajak berdialog, hampir dua juta orang ditemukan tidak lagi layak menerima bantuan.</p>
<p>"Kerja sama dengan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mempercepat validasi penerima manfaat di seluruh Indonesia," imbuhnya.</p>
<p>Menteri Sosial menambahkan, pemerintah tengah bersiap melakukan digitalisasi penyaluran bansos. Transformasi ini didukung aplikasi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Tim Percepatan Transformasi Digital untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.</p>
<p>Terkait peran pemerintah desa, Gus Ipul menegaskan bahwa meskipun kepala desa memahami kondisi warganya, jalur partisipasi tetap diperlukan sebagai keseimbangan. Masyarakat diberi ruang untuk melengkapi atau mengoreksi data melalui sistem yang tersedia.</p>
<p>"Artinya, setiap kita memiliki kesempatan yang sama untuk ikut memutakhirkan data ini. Mari bersama-sama wujudkan data yang solid dan tepat sasaran," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngabuburit Sejarah di Tebuireng, Menelusuri Jejak Kelahiran Soekarno di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngabuburit-sejarah-di-tebuireng-menelusuri-jejak-kelahiran-soekarno-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngabuburit-sejarah-di-tebuireng-menelusuri-jejak-kelahiran-soekarno-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar obrolan biasa, mereka hadir untuk membedah dua buku yang mengupas tuntas misteri kelahiran Proklamator RI, Soekarno, di tanah Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2ff608bb95.webp" length="22678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 21:48:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jejak Kelahiran Soekarno, Bedah Buku</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Suasana sore di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari, Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terasa berbeda pada Sabtu (28/2/2026). Mengisi waktu ngabuburit menjelang azan Magrib, puluhan orang justru asyik berdiskusi tentang sejarah. </p>
<p>Bukan sekadar obrolan biasa, mereka hadir untuk membedah dua buku yang mengupas tuntas misteri kelahiran Proklamator RI, Soekarno, di tanah Jombang.</p>
<p>Sekitar 70 peserta yang terdiri dari akademisi, santri, pegiat literasi, dan masyarakat umum memadati ruang acara sejak pukul 15.30 WIB. Antusiasme terlihat jelas dalam diskusi bertajuk 'Titik Nol Soekarno 1902' karya Gus Binhad Nurrohmat dan 'Menemukan Bung Karno di Jombang' karya Ach. Faisol.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Gus Binhad Nurrohmat mengungkapkan bahwa bukunya lahir dari penelusuran mendalam terkait masa kecil Soekarno yang diduga kuat memiliki keterkaitan erat dengan Jombang. Bahkan, muncul hipotesis bahwa Bung Karno lahir di wilayah Ploso. Namun, ia menegaskan bahwa klaim tersebut harus dibuktikan dengan riset berbasis data, bukan sekadar asumsi.</p>
<p>"Hasil penelitian saya menyimpulkan bahwa Soekarno lahir di Ploso, tepatnya di Gang Buntu, Desa Rejoagung, pada 6 Juni 1902," ungkapnya.</p>
<p>Kesimpulan ini, lanjut Gus Binhad, diperkuat oleh sejumlah dokumen penting. Salah satunya adalah catatan dalam buku induk mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan catatan pribadi ayah Soekarno yang sama-sama mencantumkan tanggal lahir 6 Juni 1902. </p>
<p>Ia juga memaparkan bukti administratif berupa 'stanboek' atau surat keputusan pengangkatan ayah Soekarno, Raden Soekarni, yang bertugas sebagai mantri guru di sekolah Ongko Loro (Sekolah Desa) milik pemerintah kolonial Belanda di Ploso sejak Desember 1901. </p>
<p>"Secara administratif, dokumen ini membuktikan bahwa Raden Soekarni sudah berada di Ploso beberapa bulan sebelum kelahiran Soekarno," tegasnya.</p>
<p>Selain arsip tertulis, Gus Binhad juga menekankan pentingnya sejarah lisan atau memori kolektif masyarakat Ploso. Menurutnya, cerita turun-temurun tentang masa kecil Soekarno yang masih hidup di ingatan warga menjadi bagian vital dalam merekonstruksi sejarah secara utuh.</p>
<p>Sementara itu, Ach. Faisol, penulis buku 'Menemukan Bung Karno di Jombang', menjelaskan bahwa karyanya berfokus pada pelacakan jejak sosial dan kultural Soekarno selama berada di Jombang. </p>
<p>"Pendekatan yang memadukan arsip dan sejarah lisan dapat menghadirkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fase awal kehidupan tokoh besar bangsa tersebut," jelas Faisol. </p>
<p>Ia berharap kegiatan ngabuburit ilmiah seperti ini dapat membuka ruang kajian sejarah yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Jombang dalam narasi sejarah nasional.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Menjelang waktu berbuka, suasana khidmat acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eksis Sejak 1996, Kue Kembang Goyang Jombang Kebanjiran Order Jelang Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eksis-sejak-1996-kue-kembang-goyang-jombang-kebanjiran-order-jelang-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eksis-sejak-1996-kue-kembang-goyang-jombang-kebanjiran-order-jelang-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Dalam satu kali produksi, satu adonan mampu menghasilkan sekitar 4 kilogram kue atau setara dengan 20 kemasan. Produk ini dijual dengan harga Rp12.000 untuk kemasan 200 gram dan Rp7.000 untuk ukuran 80 gram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a29d93be931.webp" length="50148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 16:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kue Kembang Goyang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kuliner tradisional Nusantara tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah kue kembang goyang atau yang dikenal sebagai kue antari. </p>
<p>Di tengah persaingan jajanan modern, camilan klasik ini tetap bertahan, bahkan permintaannya meningkat tajam selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Di Kabupaten Jombang, salah satu produsen yang konsisten mempertahankan kudapan ini adalah Ika Trisna Savitri, warga Jalan Sisingamangaraja Nomor 38, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 1996 ini terus berkembang berkat kualitas dan cita rasa yang khas.</p>
<p>"Kue ini dinamakan kembang goyang karena bentuknya menyerupai kelopak bunga dan teknik memasaknya digoreng dengan cara menggoyang-goyangkan cetakan agar adonan terlepas. Meskipun digoreng, kue ini tidak menyerap banyak minyak, sehingga tetap renyah," ujar ibu muda yang karib disapa Vivi tersebut, Sabtu (28/2/2026).</p>
<p>Vivi menjelaskan bahwa dahulu kue kembang goyang identik dengan perayaan besar seperti pernikahan atau khitanan. Namun, saat ini kue tersebut telah bertransformasi menjadi camilan harian favorit karena teksturnya yang gurih.</p>
<p>"Dengan harga yang terjangkau, kue kembang goyang menjadi pilihan tepat untuk camilan saat bersantai bersama keluarga atau teman-teman," tambahnya.</p>
<p>Mengikuti perkembangan zaman, Vivi melakukan inovasi pada varian rasa dan warna guna menarik minat konsumen, khususnya generasi muda. Pemasaran produknya kini telah menjangkau luar kota, termasuk pengiriman hingga ke Jakarta. Setiap memasuki masa Ramadan, volume pesanan dilaporkan mengalami kenaikan signifikan.</p>
<p>"Saat ini, kami sedang mengerjakan pesanan dari pelanggan. Kembang goyang kami memiliki rasa khas yang gurih dan renyah, serta harga yang terjangkau, sehingga banyak diburu pembeli," terangnya.</p>
<p>Dalam satu kali produksi, satu adonan mampu menghasilkan sekitar 4 kilogram kue atau setara dengan 20 kemasan. Produk ini dijual dengan harga Rp12.000 untuk kemasan 200 gram dan Rp7.000 untuk ukuran 80 gram.</p>
<p>"Kami juga menerima pesanan dalam jumlah besar. Untuk <em>reseller</em> yang memesan minimal 50 bungkus, ada harga khusus Rp11.000 per bungkus. Sementara untuk pembelian per kilogram, harganya Rp50.000," kata Vivi.</p>
<p>Salah satu pelanggan setia, Sugiono, mengaku rutin memesan kue ini jauh-jauh hari guna memastikan ketersediaan stok untuk hidangan Lebaran.</p>
<p>"Kue ini sangat renyah saat digigit, ada rasa manis yang tidak terlalu kuat dan rasa gurih yang khas. Saya sengaja pesan sekarang untuk Lebaran supaya tidak kehabisan," ujar Sugiono.</p>
<p>Menurutnya, selain faktor rasa, bentuk menyerupai bunga dan visual warna yang menarik menjadi daya tarik utama bagi konsumen dalam memilih camilan tradisional ini.</p>
<p>Melalui konsistensi pada proses produksi tradisional dan harga yang kompetitif, kue kembang goyang di Jombang tetap menjadi primadona bagi para pecinta kuliner klasik di tengah arus modernisasi.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Jatim Targetkan Serapan Gabah Petani 883.000 Ton pada 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-jatim-targetkan-serapan-gabah-petani-883000-ton-pada-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-jatim-targetkan-serapan-gabah-petani-883000-ton-pada-2026</guid>
<description><![CDATA[ Target tersebut merupakan bagian dari program nasional penyerapan gabah sebesar 4 juta ton yang dicanangkan pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2966a8969f.webp" length="87002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 16:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Serapan Gabah Petani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menyerap gabah petani di Jawa Timur dengan target 883.000 ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut merupakan bagian dari program nasional penyerapan gabah sebesar 4 juta ton yang dicanangkan pemerintah.</p>
<p>Target serapan gabah tersebut disampaikan langsung Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat turun langsung ke hamparan sawah di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (26/2/2026) kemarin. </p>
<p>Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan optimal di awal musim panen.</p>
<p>“Hari ini kami memastikan panen padi di wilayah Bulog Cabang Mojokerto–Jombang yang sudah mulai memasuki musim panen. Kami ingin memastikan penyerapan Bulog berjalan maksimal,” ujar Langgeng dalam pesan diterima suarajatimpost.com, Sabtu (28/2/2026). </p>
<p>Hingga Rabu (25/2/2026), realisasi penyerapan gabah di Jawa Timur telah mencapai sekitar 178.000 ton atau 20 persen dari target tahunan. Capaian ini dinilai menggembirakan mengingat masih berada di awal tahun.</p>
<p>“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, realisasi Januari dan Februari tahun ini jauh lebih tinggi. Ini menunjukkan tren positif,” kata Langgeng.</p>
<p>Menurutnya, optimalisasi penyerapan gabah tidak hanya bertujuan memenuhi target, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.</p>
<p>“Harapan kami tentu sesuai program pemerintah dan arahan Presiden untuk swasembada pangan. Minimal, kita memastikan ketahanan pangan untuk wilayah NKRI tetap terjaga,” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Bulog juga bersiap menghadapi penyaluran bantuan pangan pada Februari dan Maret 2026. Volume bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga ketersediaan stok menjadi prioritas utama.</p>
<p>Terkait kendala cuaca, sejumlah wilayah di Jawa Timur sempat terdampak banjir, seperti di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, dan sebagian Lamongan. Namun, dampaknya terhadap produksi dinilai tidak terlalu signifikan.</p>
<p>“Memang ada beberapa hektare yang puso, tetapi tidak signifikan. Kami terus berkomunikasi dengan dinas pertanian setempat untuk memantau kondisi di lapangan,” jelas Langgeng.</p>
<p>Berdasarkan informasi BMKG, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Februari. Bulog berharap kondisi cuaca mulai membaik pada Maret sehingga mendukung kelancaran panen dan menjaga kualitas gabah.</p>
<p>Langgeng menambahkan, capaian penyerapan tidak terlepas dari sinergi dengan TNI, penyuluh pertanian, dan dinas pertanian di daerah. Dari sisi pendanaan, Bulog memastikan tidak ada kendala dan menjamin ketersediaan dana untuk membayar hasil panen petani secara tepat waktu.</p>
<p>Dengan puncak panen yang diperkirakan terjadi pada Maret hingga Mei, Bulog optimistis target serapan tahun ini dapat tercapai sekaligus memperkuat stok beras nasional di tengah tantangan cuaca yang masih fluktuatif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paripurna DPRD Jombang Atas Jawaban Bupati Jadi Penentu, Raperda Pengelolaan Aset Jombang Hampir Tuntas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paripurna-dprd-jombang-atas-jawaban-bupati-jadi-penentu-raperda-pengelolaan-aset-jombang-hampir-tuntas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paripurna-dprd-jombang-atas-jawaban-bupati-jadi-penentu-raperda-pengelolaan-aset-jombang-hampir-tuntas</guid>
<description><![CDATA[ Proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di Kabupaten Jombang memasuki tahap krusial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1b7751d22b.webp" length="30454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 23:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di Kabupaten Jombang memasuki tahap krusial. </p>
<p>Rapat paripurna DPRD dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi digelar pada Kamis (12/02/2026) lalu menandai pembahasan yang semakin matang.</p>
<p>Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menyatakan bahwa pembahasan raperda ini hampir mencapai garis akhir. Dengan telah disampaikannya jawaban bupati, proses selanjutnya tinggal menunggu satu kali rapat paripurna lagi. </p>
<p>"Tinggal paripurna terakhir dengan agenda persetujuan dari fraksi-fraksi," ucap Hadi Atmaji dalam pesan diterima redaksi, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Sementara itu, dalam pemaparan Bupati Jombang Warsubi menjelaskan bahwa raperda ini dirancang untuk mengatur siklus pengelolaan aset daerah secara komprehensif. </p>
<p>"Pengaturannya mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan. Termasuk juga penilaian, pemindahtanganan, penghapusan, serta pembinaan dan pengawasan," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan dari Fraksi PKB, Bupati Warsubi memaparkan sejumlah skema legal untuk pemanfaatan aset daerah. Skema tersebut meliputi sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah (BGS), dan bangun serah guna (BSG). </p>
<p>"Semua pelaksanaannya akan diawasi ketat oleh aparat pengawas internal dan lembaga berwenang untuk menghindari inefisiensi dan potensi kerugian daerah," tegasnya.</p>
<p>Bupati juga menyampaikan bahwa indikator keberhasilan pengelolaan BMD akan dinilai dari tingkat pemanfaatan aset, ketertiban administrasi, legalitas, optimalisasi manfaat, serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelayanan publik. </p>
<p>"Ketentuan teknis lebih lanjut akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup)," imbuhnya.</p>
<p>Mengenai ruang ekonomi bagi masyarakat, Warsubi menegaskan komitmennya untuk membuka peluang, namun tetap harus mengedepankan fungsi utama aset dan kepentingan umum. Ia mencontohkan penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) di bahu jalan. </p>
<p>"Kami ingin memberi ruang, tapi tidak boleh mengorbankan keselamatan pengguna jalan. Dinas Perhubungan rutin melakukan patroli dan pendekatan persuasif agar fungsi ruang jalan tidak disalahgunakan," jelas mantan Kades Mojokrapak tersebut.</p>
<p>Menjawab dorongan Fraksi PDIP terkait legalitas aset, Bupati menyebutkan bahwa Pemkab melalui BPKAD telah berkolaborasi dengan ATR/BPN Jombang untuk mempercepat sertifikasi tanah milik pemerintah. </p>
<p>"Pendataan aset bangunan, termasuk gedung dan jalan kabupaten, juga terus dilakukan secara bertahap," ungkapnya.</p>
<p>Terkait pemasangan kabel WiFi, Warsubi menerangkan bahwa regulasinya sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2024 dan Perbup Nomor 10 Tahun 2025. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan penataan dan pengawasan guna memastikan kepatuhan serta mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Warsubi turut memaparkan progres penyelesaian Hak Guna Usaha (HGU) Perumda Perkebunan Panglungan. Tim Penyelamatan Aset yang dibentuk melalui Keputusan Bupati Nomor 263 Tahun 2025 telah melakukan pematokan aset. </p>
<p>"Prosesnya berlanjut dengan pendaftaran HGU ke ATR/BPN pada 9 Februari 2026 dan survei teknis keesokan harinya," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi B DPRD Jombang Puji Kinerja PT BPR Bank Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-b-dprd-jombang-puji-kinerja-pt-bpr-bank-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-b-dprd-jombang-puji-kinerja-pt-bpr-bank-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan tersebut, kinerja Bank Jombang mendapat apresiasi tinggi dari para wakil rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1b2a785ff3.webp" length="27662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 23:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Jombang, Bank Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Komisi B DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama manajemen PT BPR Bank Jombang (Perseroda) guna mengevaluasi kinerja serta membahas program kerja tahun 2026, Rabu (11/2/2026) lalu. </p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, kinerja Bank Jombang mendapat apresiasi tinggi dari para wakil rakyat.</p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menegaskan bahwa secara umum kinerja Bank Jombang sangat baik. Ia menyebut performa keuangan yang terus membaik dan inovasi produk perbankan yang dinilai sesuai kebutuhan masyarakat Jombang menjadi indikator utama keberhasilan BUMD tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini kinerja Bank Jombang sangat baik. Program-programnya juga cukup bagus. Ada berbagai inovasi untuk nasabah seperti tabungan emas dan lainnya," ujar politisi PKB Jombang ini, Jumat (27/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Anas, jajaran direksi Bank Jombang dinilai mampu membaca tren dan kebutuhan masyarakat masa kini. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat lebih memilih instrumen yang lebih aman, seperti emas.</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat sekarang lebih memilih menabung emas dibandingkan uang. Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, emas dianggap lebih stabil," kata wakil rakyat dari Dapil VI Jombang ini.</p>
<p></p>
<p>Bahkan, Anas menyebut Bank Jombang sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) dengan kinerja terbaik di Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini perumda yang ada di Jombang terbaik ya Bank Jombang," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Jombang (Perseroda), Afandi Nugroho, memaparkan sejumlah rencana strategis tahun 2026 dalam RDP tersebut. Program-program unggulan seperti kredit SPPG, cicilan emas, dan tabungan emas akan terus dilanjutkan.</p>
<p></p>
<p>"Dalam RDP kali ini kami menyampaikan rencana kerja tahun 2026. Pertama, kredit SPPG masih berlanjut. Kedua, kami memiliki program cicilan emas dan tabungan emas," urainya.</p>
<p></p>
<p>Afandi menilai produk berbasis emas memiliki prospek cerah seiring tren kenaikan harga emas. Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi aset bagi masyarakat agar nilai ekonomi tidak tergerus.</p>
<p></p>
<p>"Harga emas saat ini sedang sangat bagus. Ke depan, masyarakat perlu memiliki instrumen yang lebih aman dan tidak tergerus nilai," papar Afandi.</p>
<p></p>
<p>Afandi mengimbau masyarakat Jombang untuk menyimpan emasnya di Bank Jombang karena dinilai lebih aman dan praktis. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan layanan melalui mobil banking guna menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga memiliki layanan mobil banking untuk mempermudah nasabah, terutama yang jauh dari kantor layanan kami," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soroti Optimalisasi Pasar Daerah, DPRD Semprot Pemkab Jombang Cari Solusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soroti-optimalisasi-pasar-daerah-dprd-semprot-pemkab-jombang-cari-solusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soroti-optimalisasi-pasar-daerah-dprd-semprot-pemkab-jombang-cari-solusi</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mengkritik keras tata kelola yang amburadul, dengan menyoroti kondisi memprihatinkan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Pon Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1ad4a8a322.webp" length="61366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 23:03:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pasar Tradisional, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang layangkan pernyataan tajam pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terkait pengelolaan pasar daerah yang dinilai belum optimal. </p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mengkritik keras tata kelola yang amburadul, dengan menyoroti kondisi memprihatinkan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Pon Jombang.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026), Anas menegaskan bahwa persoalan pasar daerah bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan juga manajemen yang carut-marut. Ia menyebut, tanpa perencanaan tata kelola yang matang, revitalisasi pasar hanya akan sia-sia.</p>
<p></p>
<p>"Pemkab harus turun tangan mencari solusi nyata. Jangan sampai uang habis untuk bangun pasar, tapi pedagang tetap ogah menempati. Ini yang terus berulang dan harus dihentikan," tegas politisi PKB tersebut.</p>
<p></p>
<p>Anas mencontohkan kegagalan pengelolaan di Pasar Perak, Jombang di mana fasilitas baru tak dimanfaatkan pedagang. Hal serupa juga terjadi di Pasar Ploso, di mana penataan pedagang kacau dan banyak yang nekat berjualan di luar zona.</p>
<p></p>
<p>"Pasar Perak itu bukti nyata, fasilitas sudah oke, tapi pedagang tidak mau balik. Ini kan persoalan manajemen. Pemerintah harus segera berinovasi, jangan diam saja," semprotnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti Pasar Pon yang dinilai kumuh. Anas mendorong agar Pemkab berani melakukan penataan ulang, seperti memindahkan pedagang daging dari lapak kumuh ke kios kosong hasil rehabilitasi 2022.</p>
<p></p>
<p>"Jangan biarkan aset daerah terbengkalai. Kalau dikelola serius, pasar bisa jadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. Tapi kalau dikelola asal-asalan, ya begini jadinya," ujar Anas.</p>
<p></p>
<p>Padahal, kondisi atap Pasar Pon saat ini sudah bolong dan berkarat. Ironisnya, di tengah desakan perbaikan, Pemkab Jombang justru tidak mengalokasikan anggaran perbaikan pasar di tahun 2026 dengan alasan efisiensi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengedar Narkoba Dicokok Satreskoba Polres Jombang, Amankan Sabu 1,18 Gram</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengedar-narkoba-dicokok-satreskoba-polres-jombang-amankan-sabu-118-gram</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengedar-narkoba-dicokok-satreskoba-polres-jombang-amankan-sabu-118-gram</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka berinisial DI (30), warga Desa Sambongdukuh, diamankan bersama barang bukti sabu seberat 1,18 gram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1a7f0b205b.webp" length="18978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 22:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang berhasil meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Jombang. Tersangka berinisial DI (30), warga Desa Sambongdukuh, diamankan bersama barang bukti sabu seberat 1,18 gram.</p>
<p></p>
<p>Penangkapan terhadap DI dilakukan pada Senin (23/2/2026) berdasarkan laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan tersebut. Petugas yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi yang dimaksud.</p>
<p></p>
<p>Kasat Narkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Trikuncoro, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggotanya segera bertindak setelah memastikan keberadaan dan gerak-gerik tersangka.</p>
<p></p>
<p>"Begitu posisi target terpantau, anggota langsung melakukan penindakan dan mengamankan yang bersangkutan," ungkap Iptu Bowo dalam pesan diterima suarajatimpost.com, Jumat (27/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Dari tangan tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain tujuh klip plastik berisi sabu dengan berat kotor 1,18 gram, satu unit timbangan digital, satu buah alat takar dari sedotan plastik, serta 30 plastik klip kosong yang diduga akan digunakan untuk mengemas sabu.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka DI saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Jombang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.</p>
<p></p>
<p>Iptu Bowo menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat desa. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi sehingga aparat dapat bertindak cepat.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah melaporkan aktivitas mencurigakan ini. Semoga kerja sama seperti ini terus terjalin agar lingkungan kita bersih dari narkotika," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Buru Kawanan Perampok Bacok Istri Juragan Toko Sembako di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-buru-kawanan-perampok-bacok-istri-juragan-toko-sembako-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-buru-kawanan-perampok-bacok-istri-juragan-toko-sembako-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini sedang melakukan pengejaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1a07dea5ca.webp" length="31512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 21:59:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perampokan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Satreskrim Polres Jombang kini memburu empat pelaku perampokan bersenjata tajam yang membacok istri juragan toko sembako di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Peristiwa brutal ini terjadi pada Rabu (25/2/2026) sore sekira pukul 17.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Korban bernama Lilik Anggraini (61) harus dilarikan ke instalasi gawat darurat setelah mengalami luka bacok di kedua lengannya. Peristiwa nahas itu dialami korban saat hendak pulang ke rumah usai menutup tokonya di Pasar Sumobito bersama suami.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini sedang melakukan pengejaran.</p>
<p></p>
<p>"Modus operandi pelaku sebelumnya membuntuti korban setelah keluar dari toko. Pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Saat melintas di sebuah gang menuju rumahnya di wilayah Sumobito, korban dipepet oleh para pelaku. Mereka kemudian merampas tas dan sebuah kardus milik korban yang berisi uang tunai sekitar Rp10 juta. Tak cukup dengan merampas, salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam hingga melukai korban di bagian tangan kanan dan kiri.</p>
<p></p>
<p>Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka sobek di kedua tangan. Sementara sang suami yang mendampingi saat kejadian dilaporkan tidak mengalami luka serius.</p>
<p></p>
<p>Polisi kini mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi mata.</p>
<p></p>
<p>"Untuk sementara kami sudah mengidentifikasi dugaan pelaku. Mohon doa semoga segera bisa kami ungkap," tegas AKP Dimas.</p>
<p></p>
<p>Seorang saksi mata, Asmadi, menyebut para pelaku menggunakan sepeda motor dan membawa parang untuk mengintimidasi korban. Tas korban sempat terjatuh di lokasi sebelum akhirnya dibawa kabur pelaku.</p>
<p></p>
<p>"Pelakunya pakai sepeda motor. Terus bawa parang buat nakut-nakuti. Korban dibacok ke lengan sini. Tasnya direbut, sempat jatuh di sini," ujar Asmadi sambil menunjukkan lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dua Mayat Tanpa Busana di Eks Asrama Polri Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kematian-dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kematian-dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kesimpulan sementara dokter forensik, korban meninggal akibat mati lemas karena menghirup asap, serta mengalami luka bakar pada kulit ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a035b63d887.webp" length="33914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 21:40:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang masih mendalami kasus penemuan dua mayat perempuan tanpa busana di bekas asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Identifikasi korban akan dilakukan melalui uji DNA lantaran sidik jari kedua jenazah telah rusak.</p>
<p></p>
<p>Hasil autopsi sementara dari tim kedokteran forensik menyebutkan waktu kematian diperkirakan antara 48 hingga 120 jam sebelum ditemukan. Secara visual, tidak ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam.</p>
<p></p>
<p>"Kesimpulan sementara dokter forensik, korban meninggal akibat mati lemas karena menghirup asap, serta mengalami luka bakar pada kulit," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander kepada wartawan, Kamis (26/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Fakta lain mengungkapkan bahwa pada tubuh anak ditemukan pelepuhan di area pipi yang diduga akibat paparan zat kimia basah kuat. Sementara pada tubuh ibu, ditemukan kerusakan pada tenggorokan hingga organ dalam yang juga diduga akibat interaksi dengan zat kimia tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami belum dapat memastikan apakah zat itu berasal dari cairan pembersih yang ditemukan di lokasi karena masih menunggu hasil uji laboratorium," bebernya.</p>
<p></p>
<p>Meskipun begitu, polisi memastikan korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan dalam kondisi masih hidup saat terbakar. </p>
<p></p>
<p>"Meninggalnya karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Proses Identifikasi Ilmiah Menjadi Langkah Lanjutan</strong></p>
<p></p>
<p>AKP Dimas Robin Alexander mengatakan proses identifikasi secara ilmiah menjadi langkah lanjutan setelah pemeriksaan awal di lokasi kejadian perkara (TKP) belum membuahkan hasil melalui metode sidik jari.</p>
<p></p>
<p>"Dari hasil olah TKP, sidik jari jenazah sudah rusak sehingga belum bisa dilakukan identifikasi. Secara ilmiah, kami akan melakukan tes DNA untuk memastikan identitas korban," ucapnya. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, polisi telah mengantongi sejumlah data antemortem yang dicocokkan dengan keterangan keluarga. Di lokasi, petugas menemukan sepeda motor Yamaha Vega dengan plat nomor polisi AG 5053 WO yang diakui Nur Yanto (38) merupakan suami korban sebagai miliknya. Surat-surat kendaraan juga telah diperlihatkan dan dibenarkan sebagai milik keluarga tersebut.</p>
<p></p>
<p>Selain sepeda motor, polisi menemukan kunci kontak yang berada di bawah tubuh jenazah, pakaian korban yang dikenali suami sebagai busana terakhir yang dikenakan sebelum meninggalkan rumah, serta sandal yang sesuai dengan foto milik keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Pada jasad anak, anting yang masih terpasang juga menjadi petunjuk penting dalam pencocokan identitas," ujarnya melanjutkan.</p>
<p></p>
<p>Identitas Korban Mengarah Pada Ibu dan Anak Warga Nganjuk</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, identitas korban mengarah pada seorang perempuan berinisial SK (35), warga Balong Gebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, serta anak perempuannya berinisial NC (6), dengan alamat yang sama.</p>
<p></p>
<p>Dari keterangan keluarga, suami terakhir melihat istri dan anaknya pada Senin (23/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pada dini hari berikutnya, keduanya diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit dengan membawa sepeda motor dan tidak mengenakan helm.</p>
<p></p>
<p>Suami korban kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Gondang, Polres Nganjuk, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB kemarin. </p>
<p></p>
<p><strong>Kronologis Penemuan Dua Mayat Tanpa Busana </strong></p>
<p></p>
<p>Sekitar satu jam setelah laporan orang hilang dibuat, warga menemukan dua mayat perempuan di area eks asrama Polri Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Lokasi tersebut diketahui merupakan bangunan lama peninggalan era Belanda yang pernah difungsikan sebagai asrama Polsek Ploso pada 2000 hingga 2014, dan kini sudah tidak digunakan.</p>
<p></p>
<p>Warga di wilayah Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dikejutkan dengan temuan dua mayat di sebuah bangunan kosong tersebut, Rabu (25/2/2026) kemarin. </p>
<p></p>
<p>Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, penemuan tersebut berawal dari kecurigaan warga yang melaporkan adanya sesosok tubuh tergeletak di dalam bangunan tak berpenghuni itu kepada pengurus lingkungan setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat desa untuk dilakukan pengecekan.</p>
<p></p>
<p>Di TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, antara lain: Satu botol bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, korek api, satu botol cairan jenis Porstex berwarna hijau, pakaian korban dan sandal. </p>
<p></p>
<p>Saat ini, Satreskrim Polres Jombang masih melakukan penelusuran rekaman CCTV, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengajuan uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan.</p>
<p></p>
<p>"Hasil gelar perkara akan disampaikan setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung," pungkas AKP Dimas Robin Alexander. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Istri Pengusaha Sembako di Jombang Dibacok Kawanan Rampok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/istri-pengusaha-sembako-di-jombang-dibacok-kawanan-rampok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/istri-pengusaha-sembako-di-jombang-dibacok-kawanan-rampok</guid>
<description><![CDATA[ Perampokan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB atau menjelang waktu Magrib, saat korban bersama suaminya baru saja menutup toko dan hendak pulang ke rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ffc2bd6f1a.webp" length="59306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 16:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perampokan Bersajam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Aksi perampokan disertai kekerasan menggunakan senjata tajam terjadi di Kabupaten Jombang pada Rabu (25/2/2026) sore. </p>
<p>Peristiwa tersebut menimpa seorang istri pengusaha toko sembako di wilayah Kecamatan Sumobito.</p>
<p>Korban diketahui bernama Lilik Anggraini (61), warga Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB atau menjelang waktu Magrib, saat korban bersama suaminya baru saja menutup toko dan hendak pulang ke rumah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban dipepet oleh sekelompok pelaku saat melintas di sebuah gang di wilayah Kecamatan Sumobito. Para pelaku tidak hanya merampas tas korban, tetapi juga melakukan pembacokan hingga korban mengalami luka serius.</p>
<p>Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitas lengkapnya mengungkapkan bahwa korban menderita luka bacok cukup parah di sejumlah bagian tubuh.</p>
<p>"Lukanya sangat parah, ada beberapa luka bacok di tangan kanan dan kiri, di kaki juga ada," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima Kamis (26/2/2026).</p>
<p>Tas yang dirampas pelaku dilaporkan berisi uang hasil penjualan toko serta sejumlah barang berharga lainnya. Diduga, jumlah pelaku berkisar antara dua hingga empat orang laki-laki.</p>
<p>Aksi perampokan sadis tersebut terekam kamera pengawas <em>Closed Circuit Television</em> (CCTV) di lokasi kejadian. Dalam rekaman berdurasi 37 detik, terlihat dua pengendara sepeda motor mengenakan helm <em>full face</em> dan jaket tengah mengintai korban dari sebuah pertigaan.</p>
<p>Saat korban yang berboncengan dengan suaminya melintas, kedua pelaku langsung memepet mereka. Tak lama kemudian, muncul satu sepeda motor lain yang berboncengan mendekati korban yang sudah dalam posisi terdesak.</p>
<p>Rekaman CCTV juga memperlihatkan sejumlah warga dan pengendara lain di tempat kejadian perkara (TKP) sempat berusaha melawan dan menolong korban. Namun, karena para pelaku membawa senjata tajam, warga tidak berdaya sehingga para pelaku berhasil melarikan diri.</p>
<p>Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif. Akibat kondisi luka yang serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya guna penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.</p>
<p>"Iya benar, untuk kronologi dan sebagainya nanti ya, masih dalam pengembangan," ujar AKP Dimas singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PUPR Jombang Normalisasi Saluran Pembuang Cangkring untuk Optimalisasi Irigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-normalisasi-saluran-pembuang-cangkring-untuk-optimalisasi-irigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-normalisasi-saluran-pembuang-cangkring-untuk-optimalisasi-irigasi</guid>
<description><![CDATA[ Proyek normalisasi ini mencakup pengerjaan sepanjang 560 meter di sisi tanggul kanan dan 200 meter di sisi tanggul kiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a51876b96df.webp" length="52118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 16:01:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas PUPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melanjutkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pengairan dengan melakukan normalisasi Saluran Pembuang Cangkring di Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, pada Kamis (26/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Proyek normalisasi ini mencakup pengerjaan sepanjang 560 meter di sisi tanggul kanan dan 200 meter di sisi tanggul kiri. Fokus utama kegiatan ini adalah mengembalikan fungsi teknis saluran agar kapasitas aliran air dapat beroperasi secara optimal.</p>
<p></p>
<p>Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bustomi, menegaskan bahwa normalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen dinas dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai langkah strategis untuk memulihkan fungsi saluran agar dapat bekerja lebih optimal dalam mendukung sistem pengairan di wilayah ini," jelas Bustomi melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Bustomi menerangkan bahwa normalisasi ini memiliki fungsi ganda (dual purpose). Selain bertujuan meningkatkan kapasitas debit air untuk meminimalkan risiko genangan dan banjir saat curah hujan tinggi, perbaikan ini juga memegang peranan penting bagi keberlanjutan sistem irigasi di kawasan pertanian sekitar Kecamatan Perak.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan infrastruktur pengairan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Jombang dalam mewujudkan sarana dan prasarana yang andal serta aman bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mewujudkan infrastruktur yang andal, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan dilakukannya normalisasi secara terukur ini, Dinas PUPR berharap produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Perak dapat tetap terjaga, sekaligus memastikan keamanan lingkungan dari potensi ancaman luapan air dapat lebih terjamin. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PUPR Jombang Lakukan Pendampingan Survei SLF di RS Bhayangkara untuk Jamin Keamanan Bangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-lakukan-pendampingan-survei-slf-di-rs-bhayangkara-untuk-jamin-keamanan-bangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-jombang-lakukan-pendampingan-survei-slf-di-rs-bhayangkara-untuk-jamin-keamanan-bangunan</guid>
<description><![CDATA[ Survei tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa bangunan gedung Rumah Makan Bhayangkara benar-benar memenuhi seluruh persyaratan teknis yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a5168327886.webp" length="49414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 16:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas PUPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan gedung kembali dibuktikan. </p>
<p></p>
<p>Melalui Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang melaksanakan pendampingan survei lapangan dalam rangka penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kamis (26/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Lokasi bangunan yang menjadi objek survei beralamat di Jalan KH Romli Tamim, Kelurahan Jelakombo. Kegiatan verifikasi ini dipimpin langsung oleh Irma Fitriana, bersama tim teknis Dinas PUPR, dengan melibatkan pendampingan dari Tim Profesi Ahli (TPA) setempat serta pihak konsultan bangunan.</p>
<p></p>
<p>Survei tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa bangunan gedung Rumah Makan Bhayangkara benar-benar memenuhi seluruh persyaratan teknis yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.</p>
<p></p>
<p>Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bustomi, menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk menjamin setiap bangunan di wilayahnya telah laik fungsi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan secara detail terhadap kondisi eksisting bangunan.</p>
<p></p>
<p>"Tim kami melakukan pemeriksaan komprehensif yang mencakup berbagai aspek. Mulai dari kelengkapan administrasi, kesesuaian arsitektur, kekuatan struktur, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, elektronikal, dan plumbing (MEEP)," terang Bustomi.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya berfokus pada aspek teknis konstruksi, tim verifikasi juga memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Aspek-aspek ini dinilai krusial untuk menjamin keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan bagi pengguna bangunan maupun masyarakat di sekitar lokasi.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Bustomi menegaskan bahwa pengawalan proses penerbitan SLF ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Pihaknya ingin menciptakan iklim penyelenggaraan bangunan yang tertib dan selalu sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap melalui pendampingan seperti ini, seluruh bangunan gedung yang beroperasi di Kabupaten Jombang dapat memenuhi standar kelayakan fungsi. Hal ini sangat penting untuk mewujudkan bangunan yang aman dan tertib, serta mendukung tertibnya penyelenggaraan bangunan gedung di daerah kita," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah strategis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari fungsi pengawasan Dinas PUPR. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap fasilitas publik yang beroperasi di Kabupaten Jombang telah mengantongi legalitas teknis yang valid, baik sebelum maupun selama masa operasionalnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Duka Mendalam Keluarga Asal Nganjuk Usai Temukan Kakak dan Keponakan Tewas Mengenaskan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/duka-mendalam-keluarga-asal-nganjuk-usai-temukan-kakak-dan-keponakan-tewas-mengenaskan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/duka-mendalam-keluarga-asal-nganjuk-usai-temukan-kakak-dan-keponakan-tewas-mengenaskan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria bernama Marno Hidayat (31) meyakini bahwa kedua korban adalah kakak kandung dan keponakannya yang sebelumnya dilaporkan hilang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699fa67828bb2.webp" length="27850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 12:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Pihak keluarga meyakini dua jasad perempuan yang ditemukan di bekas asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, adalah anggota keluarga mereka. </p>
<p></p>
<p>Marno Hidayat (31), salah satu anggota keluarga korban, meyakini jenazah tersebut adalah kakak kandung dan keponakannya yang sempat dilaporkan hilang.</p>
<p></p>
<p>Dua jasad tanpa busana yang terdiri dari seorang perempuan dewasa dan seorang anak perempuan tersebut ditemukan pada Rabu (25/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Saat ini, keduanya berada di kamar mayat RSUD Jombang untuk menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab kematian.</p>
<p>Keyakinan keluarga diperkuat dengan temuan satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO di sekitar lokasi kejadian. </p>
<p></p>
<p>Marno mengaku mengenali kendaraan tersebut sebagai milik kakaknya.</p>
<p></p>
<p>"Dari motor dan ciri-cirinya, saya yakin itu kakak kandung saya," ujar Marno kepada awak media di RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Marno mengidentifikasi korban sebagai Sri Kusyanti (36) dan putrinya, Tiara (5), warga Kecamatan Perak, Jombang. Sri merupakan istri dari Nur Yanto (38), warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan keluarga, Sri diketahui meninggalkan rumah pada Selasa subuh dan tidak kunjung kembali. Sebelum melapor ke pihak kepolisian, suami korban sempat menunggu selama 24 jam. </p>
<p></p>
<p>Pihak keluarga juga telah melakukan upaya pencarian mandiri di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Perginya Selasa subuh. Setelah itu tidak ada kabar. Kami muter-muter cari ke wilayah Nganjuk," ungkap Marno.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, kakaknya sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Selain Tiara, Sri meninggalkan seorang anak lain yang saat ini masih menempuh pendidikan di kelas II SMP.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. </p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa petunjuk di lapangan memang mengarah pada identitas anggota keluarga Marno, meskipun proses identifikasi ilmiah sempat terkendala kondisi sidik jari korban yang rusak. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Mayat di Eks Asrama Polri Jombang Ternyata Ibu dan Anak Asal Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-di-eks-asrama-polri-jombang-ternyata-ibu-dan-anak-asal-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-di-eks-asrama-polri-jombang-ternyata-ibu-dan-anak-asal-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan sepeda motor di lokasi kejadian menjadi titik awal pengungkapan identitas. Berdasarkan penelusuran, kendaraan tersebut terdaftar atas nama seorang pria yang sebelumnya melaporkan kehilangan istri dan anak ke Polres Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f2fae2deaf.webp" length="25268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 08:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Identitas dua jenazah perempuan yang ditemukan di kawasan eks Asrama Polri Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai terungkap. Kedua korban merupakan ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa petunjuk di lapangan mengarah kuat pada identitas tersebut, meski proses identifikasi ilmiah masih berjalan. Kondisi sidik jari yang rusak menjadi kendala teknis bagi tim kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Memang ada kendala, beberapa sidik jari sudah rusak sehingga belum bisa kami baca dengan alat identifikasi," ujar Dimas, Rabu (25/2/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Penemuan sepeda motor di lokasi kejadian menjadi titik awal pengungkapan identitas. Berdasarkan penelusuran, kendaraan tersebut terdaftar atas nama seorang pria yang sebelumnya melaporkan kehilangan istri dan anak ke Polres Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan suami korban, istri dan anaknya meninggalkan rumah sejak pagi hari dan tidak kunjung kembali.</p>
<p></p>
<p>"Secara penyelidikan di lapangan memang suami daripada jenazah ini sudah melaporkan orang hilang. Dugaan sementara kuat bahwa ini ibu dan anak," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian serta memastikan adanya unsur tindak pidana.</p>
<p></p>
<p>"Apabila sidik jari tidak terbaca, nanti akan kami lakukan alternatif lain bisa dengan DNA atau data-data lain daripada antemortem korban. Bisa dari pakaian yang digunakan korban, dihubungkan dengan keterangan saksi dan sebagainya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Polisi juga meminta suami korban membawa dokumen kendaraan guna memperkuat identifikasi. Selain itu, pakaian yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) akan diperlihatkan kepada keluarga untuk dicocokkan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, kedua jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan mengalami luka bakar di sebuah bangunan tidak terpakai. Di lokasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa botol yang diduga berisi bahan bakar minyak.</p>
<p></p>
<p>Penyidik sejauh ini belum menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih melakukan pendalaman terhadap segala kemungkinan, termasuk dugaan kematian tidak wajar.</p>
<p></p>
<p>"Hasil daripada autopsi, apa penyebab kematian nanti akan kami sampaikan berikutnya," terang AKP Dimas.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipasang garis polisi. Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap kronologi pasti peristiwa tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Mayat Tanpa Busana di Eks Asrama Polri Jombang Diketahui Perempuan Dewasa dan Anak&amp;Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang-diketahui-perempuan-dewasa-dan-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang-diketahui-perempuan-dewasa-dan-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Satu mayat dewasa dan satunya lagi anak-anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ec0d9f2df8.webp" length="32350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 19:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Penemuan mayat tanpa busana di eks gedung Asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang diketahui berjenis kelamin perempuan. Satu mayat dewasa dan satunya lagi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan pihaknya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 14.00 WIB adanya penemuan mayat. Setelah dilakukan pemeriksaan benar adanya dua orang mayat tanpa busana. </p>
<p></p>
<p>"Ya, jadi setelah kami cek TKP ada dua jenazah. Yang pertama ini perempuan sudah dewasa, yang satu lagi ini masih kecil, anak kecil, jenis kelamin perempuan juga," ucap AKP Dimas kepada wartawan, Rabu (25/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Bersama tim, pihaknya segera melakukan evakuasi mayat untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang guna dilakukan serangkaian tindakan autopsi. </p>
<p></p>
<p>"Saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi," ujarnya. </p>
<p></p>
<p>Disinggung mengenai temuan barang bukti, AKP Dimas menyebut ada sejumlah barang bukti yang mengarah pada penemuan mayat berkaitan dengan dugaan aksi pembunuhan. </p>
<p></p>
<p>"Di TKP ini kami temukan memang ada beberapa barang bukti. Ditemukan botol berisi cairan diduga BBM dan sebuah sepeda motor yang sudah terparkir selama dua hari. Jadi masih kami amankan sementara dan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyimpulkan apakah ini merupakan pembunuhan atau apa," terang Kasatreskrim. </p>
<p></p>
<p>Selain temuan barang bukti, polisi mendapati kondisi mayat terlihat terbakar dan menghitam pada beberapa bagian tubuh. </p>
<p></p>
<p>"Iya dari visual sekilas memang ada beberapa bagian kulit yang terbakar namun lebih lanjut akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik kemudian kami tunggu hasilnya," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan dua jenazah dalam kondisi tanpa busana di kawasan eks Asrama Polri yang sudah lama tak berpenghuni, Rabu (25/2/2026). Kedua korban diduga kuat merupakan seorang ibu dan anak.</p>
<p></p>
<p>Penemuan berawal dari laporan warga yang melihat benda mencurigakan menyerupai jasad manusia di dalam sebuah lubang di lokasi tersebut. Ketua RW 10, Feni, mengaku langsung bergerak bersama pengurus RT dan warga untuk melakukan pengecekan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Mayat Tanpa Busana di Eks Asrama Polri Jombang Gegerkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang-gegerkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-mayat-tanpa-busana-di-eks-asrama-polri-jombang-gegerkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kedua korban diduga kuat merupakan seorang ibu dan anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699eba765766b.webp" length="54228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 16:10:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan dua jenazah dalam kondisi tanpa busana di kawasan eks Asrama Polri yang sudah lama tak berpenghuni, Rabu (25/2/2026). Kedua korban diduga kuat merupakan seorang ibu dan anak.</p>
<p>Penemuan berawal dari laporan warga yang melihat benda mencurigakan menyerupai jasad manusia di dalam sebuah lubang di lokasi tersebut. Ketua RW 10, Feni, mengaku langsung bergerak bersama pengurus RT dan warga untuk melakukan pengecekan.</p>
<p>"Kami bersama Ketua RT dan beberapa warga mengecek ke lokasi untuk memastikan. Ternyata benar, kami menemukan jenazah di dalam lubang tersebut," ujar Feni saat ditemui di lokasi kejadian.</p>
<p>Ketua RT 03, Jamroni, menambahkan bahwa awalnya warga hanya melihat satu jenazah. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut di lubang yang sama, ditemukan satu jenazah lainnya.</p>
<p>Kondisi kedua korban disebut sangat memprihatinkan dan sulit dikenali. Jamroni menyebutkan kulit korban sudah mulai melepuh dengan bercak kemerahan di sekujur tubuh. Yang lebih mengejutkan, kedua jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa busana.</p>
<p>"Kondisinya sudah agak melepuh dan tampak bercak merah. Kami tidak mengenali korban, kemungkinan besar bukan warga sini," kata Jamroni.</p>
<p>Hingga saat ini, jenis kelamin anak yang menjadi korban belum dapat dipastikan secara detail karena posisi jenazah yang tertutup. Namun dipastikan korban terdiri dari satu orang dewasa perempuan dan seorang anak-anak.</p>
<p>Lokasi penemuan merupakan bangunan bekas Asrama Polri yang telah bertahun-tahun kosong. Suasana yang sepi dan jauh dari pemukiman warga membuat kawasan tersebut tidak terpantau aktivitasnya.</p>
<p>"Kanan kiri lokasi ini sepi. Selama ini tidak ada kecurigaan atau laporan mengenai orang asing yang lalu lalang di area asrama kosong ini," tambah Jamroni.</p>
<p>Polres Jombang yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kematian korban, apakah murni karena pembunuhan atau penyebab lainnya.</p>
<p>Kedua jenazah kini telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Jombang untuk menjalani proses autopsi guna mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temukan Jalan Rusak di Jombang? Begini Cara Mudah Lapor ke Dinas PUPR</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temukan-jalan-rusak-di-jombang-begini-cara-mudah-lapor-ke-dinas-pupr</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temukan-jalan-rusak-di-jombang-begini-cara-mudah-lapor-ke-dinas-pupr</guid>
<description><![CDATA[ Jika menemukan kerusakan di ruas jalan kabupaten, warga diminta segera melaporkannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a514adb572a.webp" length="26084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 16:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas PUPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Jika menemukan kerusakan di ruas jalan kabupaten, warga diminta segera melaporkannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).</p>
<p>Plt Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menyampaikan bahwa laporan dapat disampaikan melalui beberapa kanal resmi. Masyarakat bisa datang langsung ke kantor dinas, memanfaatkan aplikasi Informasi Jalan Jombang, atau mengirimkan laporan melalui media sosial resmi yang dikelola pemerintah daerah.</p>
<p>"Kami terbuka terhadap laporan dari masyarakat. Setiap laporan akan segera kami tindaklanjuti sesuai skala prioritas," ujar Bustomi dalam keterangannya, Senin (25/2/2026).</p>
<p>Bustomi menambahkan bahwa perhatian serius terhadap infrastruktur jalan juga diwujudkan melalui alokasi anggaran pada tahun 2026. Pemkab Jombang menyiapkan dana sebesar Rp23 miliar yang difokuskan untuk pemeliharaan dan peningkatan kemantapan jalan di wilayah kabupaten.</p>
<p>Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis, seperti pengadaan material, biaya transportasi, pelaksanaan perbaikan, hingga upah tenaga kerja.</p>
<p>"Target kami adalah menjaga seluruh ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan," jelasnya.</p>
<p>Sejak awal Januari 2026, Dinas PUPR telah menerjunkan tim mandor jalan untuk melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik. Perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan tingkat kerusakan di lapangan.</p>
<p>"Teknik penanganannya beragam, mulai dari tambal sulam menggunakan campuran aspal dingin (coldmix) hingga pelapisan ulang dengan metode lapen," terang Bustomi.</p>
<p>Dalam periode 19 hingga 27 Januari 2026, tim telah menangani 22 titik ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Jombang.</p>
<p>Pemkab Jombang berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin. Dengan partisipasi aktif dalam pelaporan kerusakan jalan, diharapkan proses perbaikan bisa berlangsung lebih cepat demi keberlanjutan kualitas infrastruktur daerah. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SD se&amp;Jombang Isi Kegiatan Ramadan dengan Tadarus Al&amp;Qur&amp;apos;an di Masjid Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-se-jombang-isi-kegiatan-ramadan-dengan-tadarus-al-quran-di-masjid-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-se-jombang-isi-kegiatan-ramadan-dengan-tadarus-al-quran-di-masjid-agung</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d41cac08cb.webp" length="82378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 12:00:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, kegiatan ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur'an dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Tadarus Al-Qur'an tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang dan dibuka secara langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari.</p>
<p></p>
<p>Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Sekretaris Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin, serta Ketua Kelompok Kerja Guru PAI beserta jajarannya.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wor Windari menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menyukseskan program pendidikan, khususnya yang bernuansa religius.</p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi adalah kunci keberhasilan sebuah kegiatan. Dengan menggandeng Takmir Masjid Agung dan Kemenag Jombang, kegiatan tadarus Al-Qur'an ini dapat berjalan lebih meriah, tertib, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pembentukan karakter religius siswa," ujar Wor Windari, Selasa (24/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara Disdikbud, Takmir Masjid Agung, dan Kementerian Agama Kabupaten Jombang dalam upaya memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tadarus tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang berharap penguatan pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah dasar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan melalui kegiatan positif tersebut, terutama selama momentum bulan suci Ramadan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dituduh Minta  Fee 30 Persen dari Pokir 2026,  Anggota DPRD Jombang Membantah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-ppp-jombang-bantah-tudingan-permintaan-fee-30-persen-pokir-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-ppp-jombang-bantah-tudingan-permintaan-fee-30-persen-pokir-2026</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Junita Erma Zakiyah menegaskann hibah Pokir diberikan secara utuh pada penerima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999d7e3d2bee.webp" length="19222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 23:10:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tudingan Fee Pokir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Junita Erma Zakiyah membantah tudingan permintaan fee kegiatan pembangunan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) yang disalurkan pada 2026.</p>
<p>Pihaknya menyayangkan informasi yang beredar selama ini atas tudingan permintaan fee Pokir 2026 oleh dirinya. Ia bahkan langsung koordinasi dengan pihak-pihak yang menerima Pokir. </p>
<p>"Menemui langsung pengasuh Pondok Pesantren yang akan menerima hibah 2026 dan diterima langsung oleh beliau, pengasuh Pondok Pesantren," ucap Junita. </p>
<p>Ia menyampaikan kepada pihak pengasuh pondok pesantren bahwa penerimaan hibah pokir diberikan secara untuh. </p>
<p>"Yang kedua, saya menyampaikan informasi bahwa hibah Pokir itu memang akan diterima utuh, penuh. Tetapi yang harus diingat adalah dana yang diterima tidak bisa dibelanjakan 100% karena memang harus ada yang dianggarkan untuk pembayaran LPJ dan pajak," terangnya.</p>
<p>Setelah penjelasan diberikan kepada pemilik yayasan Pondok Pesantren, Junita menyebut pernyataan tersebut bisa diterima. "Informasi yang saya sampaikan bisa diterima dan dipahami oleh beliau," bebernya. </p>
<p>Jadi kalaupun tidak bisa diberikan seratus persen dana hibah, bukan untuk permintaan pribadi, tapi ada kebutuhan untuk pembayaran pajak dan pembuatan LPJ kegiatan. </p>
<p>"Atas nama pribadi saya menyampaikan bahwa saya tidak pernah meminta untuk kepentingan pribadi saya," tandasnya. </p>
<p>Sementara itu, praktisi hukum di Jombang, Syarahuddin menjelaskan jika dalam aturan penerimaan hibah adalah utuh sesuai dengan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani oleh badan hukum atau lembaga penerima hibah. </p>
<p>Praktisi hukum yang karib disapa Reza ini menegaskan bahwa pencairan hibah tidak sama dengan proposal pengajuan, melainkan dipastikan sama dengan nilai yang tertera di NPHD. Sebab, sambung Reza, proposal bisa saja disetujui sesuai nominal bisa saja tidak. Namun, kalau nilai di NPHD dipastikan sesuai dengan pencairan yang ditransfer oleh anggaran pemerintah daerah. </p>
<p>"Intinya ada di NPHD, bukan permohonan, karena permohonan itu acc-nya bisa tidak sesuai dengan proposal, sementatara NPHD itu sudah fix," ujar Reza. </p>
<p>Kemudian, sambung dia, soal uang yang diterima oleh lembaga memang utuh. Namun, didalamnya ada ketentuan pembayaran pajak, dan ada biaya konsultan perencanaan kalau itu hibah fisik. </p>
<p>"Diterimanya memang utuh melalui NPHD, tapi didalamnya ada pajak, ada biaya konsultan perencanaan, ada juga PBG yang ada retribusi, dan semua itu sah jika masuk dalam RAB," bebernya. </p>
<p>Menurutnya, itu bukan potongan melainkan biaya yang harus dikeluarkan diluar pembangunan fisik dan harus masuk RAB. </p>
<p>"Kalau ini anggarannya sudah cair ya kita lihat NPHD-nya, kalau belum cair ya malah tidak masuk akal. Masak belum cair kok dipotong," tandasnya.  (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setahun Kepemimpinan Warsubi–Salmanuddin, Akademisi: Arah Kebijakan Sektor Pendidikan di Jombang Tak Jelas!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setahun-kepemimpinan-warsubisalmanuddin-akademisi-arah-kebijakan-sektor-pendidikan-di-jombang-tak-jelas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setahun-kepemimpinan-warsubisalmanuddin-akademisi-arah-kebijakan-sektor-pendidikan-di-jombang-tak-jelas</guid>
<description><![CDATA[ Selama setahun kepemimpinan Warsubi–Salmanuddin,  Jombang mendulang 18 penghargaan bergengsi yang diklaim sebagai bukti keberhasilan. Namun, kebijakan strategis khususnya di sektor pendidikan dinilai belum menunjukkan arah keberlanjutan yang tegas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999d9cb9e98e.webp" length="21390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 11:19:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, kritik akademisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Satu tahun kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanuddin Yazid menuai apresiasi sekaligus kritik tajam dari kalangan akademisi. Narasi resmi Pemerintah Kabupaten Jombang tentang "menjalin harmoni, membangun dengan kerja nyata dan doa" dinilai sebagai fase konsolidasi yang patut diapresiasi. </p>
<p>Namun di balik itu, sejumlah kebijakan strategis khususnya di sektor pendidikan dinilai belum menunjukkan arah keberlanjutan yang tegas.</p>
<p>M. Najihul Huda, dosen Universitas Darul Ulum Jombang menilai tahun pertama pemerintahan merupakan momentum penting untuk membangun fondasi tata kelola yang kuat. Stabilitas birokrasi, sinergi lintas sektor, dan penguatan pelayanan publik memang terlihat sebagai capaian awal.</p>
<p>"Sebagai akademisi, saya melihat ada upaya konsolidasi dan stabilisasi. Itu penting. Tetapi fondasi saja tidak cukup jika arah kebijakan strategis, terutama pendidikan karakter, justru menjadi tidak jelas," tegas mantan aktivis PMII Jombang ini.</p>
<p>Sorotan paling tajam diarahkan pada perubahan skema Program Guru Madin dan muatan lokal keagamaan di sekolah dasar dan menengah. Program tersebut sebelumnya dipandang sebagai ciri khas Jombang yang dikenal sebagai kota santri, dengan ekosistem pesantren dan madrasah diniyah yang kuat.</p>
<p>Menurut Najihul Huda, Guru Madin bukan sekadar tambahan jam pelajaran. Program itu merupakan investasi sosial jangka panjang dalam pembentukan karakter generasi muda.</p>
<p>"Jika status Guru Madin dan muatan lokal keagamaan menjadi tidak pasti atau bergantung pada kebijakan tahunan, maka yang terdampak bukan hanya kesejahteraan guru. Yang lebih berbahaya adalah inkonsistensi pembentukan karakter siswa," ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dibangun secara sporadis atau mengikuti siklus politik lima tahunan. Tanpa jaminan regulasi yang kuat dan keberlanjutan program, visi besar pembangunan sumber daya manusia berpotensi menjadi slogan belaka.</p>
<p>Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan pendidikan daerah dinilai perlu selaras dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto melalui agenda Asta Cita, yang menekankan penguatan sumber daya manusia dan karakter bangsa.</p>
<p>Di sisi lain, arah kebijakan daerah juga idealnya mendukung agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>"Jombang memiliki modal sosial yang luar biasa: pesantren, madrasah diniyah, budaya religius, dan tradisi keilmuan. Jika ini tidak diintegrasikan secara sistemik dalam kurikulum formal, maka kita kehilangan peluang menjadi model daerah berbasis karakter," katanya.</p>
<p>Najihul Huda menawarkan sejumlah langkah konkret yang dinilai lebih progresif.  Langkah pertama, menurut dia, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi berbasis riset terhadap Program Guru Madin dengan menggandeng perguruan tinggi di Jombang. "Kebijakan harus berbasis data, bukan asumsi anggaran semata," paparnya.</p>
<p>Kedua, desain integrasi kurikulum formal dan keagamaan perlu diperkuat. "Bukan sekadar muatan lokal administratif, tetapi model integratif antara pendidikan karakter, literasi lingkungan, dan nilai keislaman," ujar Huda.</p>
<p>Ketiga, diperlukan payung regulasi jangka panjang agar program strategis pendidikan tidak mudah berubah karena dinamika politik.</p>
<p>"Keempat, sinergi sekolah, pesantren, dan pemerintah harus dibangun secara sistematis. Dengan ekosistem pesantren yang kuat, Jombang berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing,"t andasnya.</p>
<p>Najihul Huda menegaskan, satu tahun adalah awal yang wajar untuk konsolidasi. Namun, ia mengingatkan bahwa publik membutuhkan arah yang jelas, bukan sekadar stabilitas administratif.</p>
<p>"Harmoni birokrasi itu penting. Tapi harmoni kebijakan dengan identitas kultural Jombang jauh lebih penting. Jika pendidikan karakter justru melemah, maka slogan 'membangun dengan kerja nyata dan doa' akan kehilangan substansi," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan fisik tanpa penguatan karakter hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek. Sementara pembangunan karakter melalui pendidikan adalah investasi peradaban.</p>
<p>"Satu tahun adalah awal. Tapi jika arah tidak segera diperjelas, maka yang tersisa hanya seremoni capaian. Jombang tidak hanya butuh jalan dan gedung. Jombang butuh generasi berkarakter. Dan pendidikan adalah jantungnya," pungkasnya.</p>
<p><strong>18 Penghargaan Bergengsi sebagai Bukti Keberhasilan</strong></p>
<p>Sebelumnya, Bupati Warsubi justru mengklaim beragam penghargaan sebagai keberhasilan setahun kepemimpinannya. Kabupaten Jombang berhasil mengukir berbagai prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.</p>
<p>"Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kita bersama-sama telah bekerja keras dan menuangkan keringat untuk kemajuan Jombang. Hasilnya, kita berhasil meraih sekitar 18 penghargaan bergengsi," ujar Warsubi dalam doa bersama dan tasyakuran sederhana di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (20/2/2026) sore,.</p>
<p>18 Penghargaan yang berhasil diukir selama satu tahun kepemimpinan Warsubi-Salman ini meliputi sektor tata kelola keuangan dan pemerintahan, pembangunan daerah dan kesejahteraan sosial, serta sinergitas dan kerja kolektif. Penghargaan datang dari berbagai lembaga pusat, di antaranya; BPK RI, Kementerian PAN-RB, Pemprov Jawa Timur, dan Kementerian Kesehatan RI, </p>
<p>Bupati Warsubi menegaskan bahwa seluruh capaian ini tidak lepas dari sinergi dan kerja keras semua pihak. "Terima kasih kami sampaikan kepada Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, pimpinan perbankan, serta seluruh kepala OPD yang terus mendukung dan mengawal program pemerintah daerah. Mari kita jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus membangun Jombang lebih baik lagi," ungkapnya.(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puting Beliung Terjang  Peterongan Jombang, Musala Ambruk dan Puluhan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-jombang-musala-ambruk-dan-sejumlah-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-jombang-musala-ambruk-dan-sejumlah-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Dalam peristiwa yang terjadi di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan Jombang ini,  terparah tercatat di Dusun Klagen. Musala di lingkungan MI Miftahul Ulum roboh total setelah atapnya beterbangan diterjang puting beliung. Sementara puluhan rumah warga mengalami kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999dccf9d48e.webp" length="18454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 08:40:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Angin Puting Beliung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (21/2/2026) sore. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah. Sebuah musala dilaporkan ambruk, sementara puluhan rumah warga mengalami kerusakan.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini menimpa sejumlah dusun di Desa Kepuhkembeng. Dampak terparah tercatat di Dusun Klagen. Musala di lingkungan MI Miftahul Ulum roboh total setelah atapnya beterbangan diterjang puting beliung.</p>
<p>Penjabat (PJ) Kepala Desa Kepuhkembeng, Irfan Ramadan menjelaskan bahwa angin kencang tidak hanya merobohkan musala, tetapi juga merusak atap bangunan madrasah.</p>
<p>"Sekitar pukul 18.00 WIB terjadi hujan sangat deras disertai angin kencang. Puting beliung menimpa bangunan MI beserta musalanya. Atap musala terbang dan menimpa genteng atap sekolah," ujarnya, Sabtu (21/2/2026) malam.</p>
<p>Selain Dusun Klagen, angin puting beliung juga merusak sejumlah bangunan di tiga dusun lainnya. Irfan merinci, di Dusun Babatan satu rumah warga rusak pada bagian atap. Di Dusun Kandangan, tiga bangunan terdampak yang terdiri dari satu balai dusun dan dua rumah warga. Sementara di Dusun Kembeng, satu rumah warga juga mengalami kerusakan.</p>
<p>BPBD Jombang langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. "Kami melakukan penanganan dengan skala prioritas karena dikhawatirkan membahayakan, apalagi saat itu ada kegiatan di sekitar lokasi," jelas Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas.</p>
<p>Beruntung, meskipun kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kejadian ini bisa segera kami tangani," tegas Wiku.</p>
<p>BPBD Jombang saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah pasti kerusakan dan nilai kerugian akibat bencana tersebut. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Pengurus Serikat Buruh Migas Digugat PHK dan Ganti Rugi Ratusan Juta oleh Empat Perusahaan Outsourcing Pertamina</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-pengurus-serikat-buruh-migas-digugat-phk-dan-ganti-rugi-ratusan-juta-oleh-empat-perusahaan-outsourcing-pertamina</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-pengurus-serikat-buruh-migas-digugat-phk-dan-ganti-rugi-ratusan-juta-oleh-empat-perusahaan-outsourcing-pertamina</guid>
<description><![CDATA[ Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) saat ini tengah menghadapi gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Semarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69998ad75009c.webp" length="86584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 20:07:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Buruh PT Pertamina, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG, SJP –</strong> Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) saat ini tengah menghadapi gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Semarang. </p>
<p>Pimpinan Pusat GSBI, Bagus mengatakan ada enam pengurus FSBMC ditetapkan sebagai tergugat dalam empat perkara sekaligus, yakni nomor 1/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Smg, 2/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Smg, 3/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Smg, dan 4/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Smg.</p>
<p>"Gugatan PHK tersebut dilayangkan oleh empat perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing) yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), yaitu PT Dokku Jakom, PT Yakespena, PT Adi Puspa Nugraha, dan PT Petra Jaya," terang Bagus dalam pesan diterima, Sabtu (21/2/2026). </p>
<p>Keempat perusahaan itu diketahui menempatkan tenaga kerjanya di lingkungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap, yang merupakan anak perusahaan atau subholding dari PT Pertamina (Persero).</p>
<p>Bagus menjelaskan duduk perkara lahirnya gugatan tersebut bermula ketika para pengurus serikat menolak keras pemberlakuan aturan baru dalam perjanjian kerja (PK), yang dinilai mendegradasi hak-hak normatif pekerja yang telah tertuang dalam perjanjian kerja sejak tahun 2013. </p>
<p>Sejumlah hak yang dikurangi oleh perusahaan outsourcing tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li>Hilangnya hak pekerja atas kompensasi uang pengganti hak cuti yang sebelumnya menjadi bagian dari kesejahteraan pekerja.</li>
<li>Hilangnya hak pekerja atas Alat Pelindung Diri (APD) berupa sepatu, helm, sarung tangan, dan kacamata. Padahal aturan sebelumnya mewajibkan seluruh buruh untuk mematuhi dan melaksanakan code of conduct (COC) dari PT Pertamina.</li>
<li>Adanya klausul baru tentang kewajiban buruh untuk mentaati code of conduct (COC) PT Pertamina (Persero), namun klausul ini diterapkan tanpa disertai sosialisasi terlebih dahulu kepada para pekerja.</li>
<li>Pembayaran kompensasi kepada buruh dengan status PKWT yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021.</li>
</ul>
<p>Sementara itu, perwakilan FSBMC Wagimin menilai bahwa keempat perusahaan outsourcing selaku penggugat telah melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/PUU-IX/2011 serta PP 35 Tahun 2021 Pasal 18 dan Pasal 19. </p>
<p>"Aturan tersebut pada intinya mewajibkan perusahaan alih daya untuk menjamin hak-hak normatif buruh yang harus dipenuhi tanpa mengurangi hak-hak pekerja apabila terjadi peralihan tenaga kerja ke perusahaan outsourcing baru," ujar Wagimin. </p>
<p>Menurut Wagimin, selain menggugat PHK, keempat perusahaan juga menuntut agar FSBMC selaku tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp329.315.052, sebuah angka yang dinilai tidak berdasar dan tidak pernah diatur baik dalam peraturan perusahaan (PP) maupun perjanjian kerja.</p>
<p>"Situasi ini, menunjukkan watak kesewenang-wenangan perusahaan serta gagalnya sistem perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak pekerja oleh negara," bebernya. </p>
<p>Dalam hal ini, FSBMC juga menyoroti tanggung jawab PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan milik negara (BUMN) yang memiliki kewajiban pengawasan, instruksi, hingga koordinasi terhadap keempat perusahaan outsourcing di lingkungan usahanya.</p>
<p>FSBMC tegas Wagimin, bahwa upaya perusahaan outsourcing menggugat pengurus serikat merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berserikat yang dijamin konstitusi. </p>
<p>Tindakan ini dinilai sebagai kriminalisasi terhadap buruh yang berani melawan sistem ketidakadilan dengan cara diseret ke pengadilan dan dituntut ganti rugi.</p>
<p>"Alih-alih negara hadir untuk mengintervensi praktik busuk sistem kerja alih daya, justru yang terjadi adalah pembiaran. Berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari aksi protes, mogok kerja, demonstrasi di depan kantor PT Pertamina (Persero), hingga pengaduan ke Kementerian Ketenagakerjaan RI. Namun semuanya tidak mendapatkan respons. Kami dibiarkan menghadapi sendiri gugatan dari perusahaan outsourcing," jelas Wagimin. </p>
<p>Melalui persidangan perkara a quo, FSBMC GSBI mendesak Majelis Hakim PHI Pengadilan Negeri Semarang untuk:</p>
<ol>
<li>Menolak seluruh gugatan PHK dan ganti rugi yang diajukan oleh keempat perusahaan outsourcing.</li>
<li>Mempekerjakan kembali enam pengurus FSBMC pada pekerjaan, bagian, dan lokasi kerja semula.</li>
<li>Membayarkan upah dan hak-hak lainnya yang biasa diterima oleh enam pengurus FSBMC sejak Juli 2024 hingga sekarang.</li>
<li>Memberikan kebebasan, jaminan, dan perlindungan kepada pekerja TAD (Tenaga Alih Daya) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengurus serikat buruh sesuai dengan prinsip kebebasan berserikat.</li>
</ol>
<p>Kasus ini menjadi alarm bahaya bagi perlindungan hak-hak pekerja, khususnya di lingkungan BUMN, di mana praktik pelanggaran HAM dan kebebasan berserikat masih terjadi. </p>
<p>"FSBMC berharap putusan pengadilan nantinya dapat mencerminkan keadilan dan memberikan efek jera bagi perusahaan yang bertindak sewenang-wenang terhadap pekerjanya," tandasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Tambal Jembatan Ambrol Pakai Gedek Bambu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-tambal-jembatan-ambrol-pakai-gedek-bambu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-tambal-jembatan-ambrol-pakai-gedek-bambu</guid>
<description><![CDATA[ Pemasangan material bambu tersebut memungkinkan akses darurat bagi kendaraan roda dua mulai dibuka pada Jumat (20/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699958e96082f.webp" length="66496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 14:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jembatan Ambrol, Gedek Bambu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan penanganan darurat terhadap jembatan rusak yang menghubungkan dua dusun di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno. Penanganan dilakukan dengan memasang anyaman bambu (gedek) untuk menutup bagian jembatan yang ambrol.</p>
<p></p>
<p>Pemasangan material bambu tersebut memungkinkan akses darurat bagi kendaraan roda dua mulai dibuka pada Jumat (20/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, mengonfirmasi bahwa penanganan sementara menggunakan bambu sebagai penahan dan gedek sebagai alas jembatan pada sisi yang rusak.</p>
<p></p>
<p>"Untuk sementara khusus roda dua. Pembangunan permanen masih menunggu ketersediaan anggaran," ujar Bustomi melalui pesan singkat, Sabtu (21/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kendaraan roda empat dan kendaraan berat dilarang melintas karena konstruksi darurat dinilai belum mampu menahan beban besar. Bustomi mengimbau pengendara roda dua untuk tetap waspada saat melintasi jalur tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Karena ini sifatnya darurat dengan material gedek bambu, tentu pengendara harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan, jangan berboncengan lebih dari kapasitas, dan bergantian saat melintas agar beban tidak bertumpu dalam satu waktu," katanya.</p>
<p></p>
<p>Dinas PUPR akan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi jembatan, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berisiko menggerus penahan bambu.</p>
<p></p>
<p>Jembatan yang dibangun pada tahun 1950-an ini merupakan jalur penghubung antara Desa Latsari di Kecamatan Mojowarno dengan Desa Tebel di Kecamatan Bareng. Meski kendaraan roda empat masih harus memutar, pembukaan jalur darurat ini mulai membantu mobilitas warga Dusun Kempreng dan Dusun Guwo.</p>
<p></p>
<p>Pemkab Jombang menyatakan akan mengkaji rencana perbaikan permanen guna mengantisipasi kerusakan berulang, mengingat faktor usia bangunan dan risiko penggerusan air pada musim hujan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Tahun Kepemimpinan Warsubi&amp;Salman: 18 Penghargaan dan Capaian Strategis Mewarnai Perjalanan Membangun Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-tahun-kepemimpinan-warsubi-salman-18-penghargaan-dan-capaian-strategis-mewarnai-perjalanan-membangun-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-tahun-kepemimpinan-warsubi-salman-18-penghargaan-dan-capaian-strategis-mewarnai-perjalanan-membangun-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang berlangsung khidmat di bulan suci Ramadan 1447 H ini dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, Kepala OPD, serta para pemangku kepentingan lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998771af3ce6.webp" length="45314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 23:36:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Satun Tahun Warsubi - Salmanuddin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Genap satu tahun sudah Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin memimpin Kabupaten Jombang. Momentum ini ditandai dengan gelaran Doa Bersama dan Tasyakuran sederhana di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (20/2/2026) sore, sebagai ungkapan syukur atas perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui.</p>
<p>Acara yang berlangsung khidmat di bulan suci Ramadan 1447 H ini dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, Kepala OPD, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran KH. Cholil Dahlan (Pengasuh Ponpes Darul Ulum Rejoso) yang memimpin Istighosah dan KH. Nur Hadi (Mbah Bolong) yang menyampaikan tausiyah dan doa menambah kekhidmatan acara.</p>
<p><strong>18 Penghargaan sebagai Bukti Kinerja</strong></p>
<p>Berbeda dari sekadar seremoni, peringatan satu tahun ini menjadi ajang refleksi atas capaian kinerja yang membanggakan. Dalam sambutannya, Bupati Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin memaparkan bahwa selama setahun masa kepemimpinan, Kabupaten Jombang berhasil mengukir berbagai prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.</p>
<p>"Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kita bersama-sama telah bekerja keras dan menuangkan keringat untuk kemajuan Jombang. Hasilnya, kita berhasil meraih sekitar 18 penghargaan bergengsi," ujar Bupati Warsubi dengan penuh syukur.</p>
<p>Berikut capaian strategis yang berhasil diukir selama satu tahun kepemimpinan Warsubi-Salman:</p>
<p>1. Tata Kelola Keuangan dan Pemerintahan</p>
<ul>
<li>Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.</li>
<li>Predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB dengan peringkat ke-3 nasional dari 415 kabupaten se-Indonesia, mengukuhkan Jombang sebagai kabupaten dengan birokrasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.</li>
</ul>
<p>2. Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Sosial</p>
<ul>
<li>Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik Ketiga tingkat Jawa Timur, mengapresiasi keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang merata. </li>
<li>Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 0,47 persen, dari 3,75 persen (2024) menjadi 3,28 persen (2025), membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat.</li>
<li>Penghargaan Intervensi Spesifik Stunting Terbaik Regional 1 tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia dari Menteri Kesehatan RI, mengakui keberhasilan program percepatan penurunan stunting.</li>
<li>Keberhasilan pengendalian inflasi melalui berbagai program strategis yang menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.</li>
<li>Optimalisasi penyerapan anggaran untuk percepatan pembangunan dan pelayanan publik.</li>
</ul>
<p>3. Sinergitas dan Kerja Kolektif</p>
<p>Bupati Warsubi menegaskan bahwa seluruh capaian ini tidak lepas dari sinergi dan kerja keras semua pihak. "Terima kasih kami sampaikan kepada Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, pimpinan perbankan, serta seluruh kepala OPD yang terus mendukung dan mengawal program pemerintah daerah. Mari kita jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus membangun Jombang lebih baik lagi," ungkapnya.</p>
<p><strong>Kerja Nyata yang Didoakan</strong></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, upati yang akrab disapa Abah Bupati ini menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kerja keras kolektif seluruh komponen masyarakat yang didukung kondisi sosial kondusif. Prestasi sehebat apa pun tidak akan terwujud tanpa adanya stabilitas dan kerukunan di tengah masyarakat.</p>
<p>"Mohon doanya agar kami senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melanjutkan amanah ini, sehingga dapat menghadirkan perubahan dan kemajuan yang lebih baik bagi Kabupaten Jombang, mewujudkan visi Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua," pungkasnya, yang langsung diamini dengan khidmat oleh seluruh undangan.</p>
<p>Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada KH. Nur Hadi (Mbah Bolong) dan KH. Cholil Dahlan, dilanjutkan ramah tamah buka puasa bersama. Satu tahun Warsubi-Salman bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan bukti nyata bahwa harmoni dan kerja keras mampu menghadirkan kemajuan bagi Bumi Serambi Madinah. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Unik Satlantas Jombang, 25 Pelanggar Lawan Arus Disanksi Doa Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-unik-satlantas-jombang-25-pelanggar-lawan-arus-disanksi-doa-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-unik-satlantas-jombang-25-pelanggar-lawan-arus-disanksi-doa-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai gantinya, mereka mendapatkan sanksi unik: harus berdoa bersama demi keselamatan berkendara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998730c82d6c.webp" length="58912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 23:05:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pelanggar Lalu Lintas, Aksi Unik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Puluhan pengendara yang nekat melawan arus di bawah Flyover Peterongan, Jombang, tidak langsung ditilang. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan sanksi unik, harus berdoa bersama demi keselamatan berkendara.</p>
<p>Sebanyak 25 pelanggar terjaring dalam razia <em>hunting system</em> yang digelar Satlantas Polres Jombang. Alih-alih memberikan surat tilang, petugas memilih pendekatan humanis dengan mengumpulkan mereka dan memimpin doa bersama di lokasi.</p>
<p>Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang, Ipda M. Sutris, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons atas keluhan masyarakat mengenai maraknya aksi lawan arus di kawasan tersebut.</p>
<p>"Menanggapi keluhan warga, kami bergerak cepat melakukan penertiban. Namun sesuai arahan pimpinan, kami melaksanakan kegiatan yang simpatik dan humanis. Para pelanggar kami beri sanksi moral berupa doa keselamatan berlalu lintas," ujar Sutris, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Menurutnya, melawan arus merupakan pelanggaran fatal yang kerap memicu kecelakaan. Dengan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan ini, pihaknya berharap para pelanggar lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan mengingat keluarga yang menunggu di rumah.</p>
<p>Saat kegiatan berlangsung, para pelanggar berbaris rapi dan mengikuti doa bersama dengan khidmat. Meski dilepaskan tanpa tilang, identitas mereka tetap didata dalam sistem kepolisian.</p>
<p>Sutris menegaskan bahwa kelonggaran ini hanya diberikan sekali. "Kami peringatkan, jika yang sudah terdata masih mengulangi pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa tilang," tegasnya.</p>
<p>Usai prosesi doa bersama, para pengendara dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan diingatkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Maut Truk Tangki di Jombang, Guru Ngaji Tewas Usai Dibawa ke RS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-truk-tangki-di-jombang-guru-ngaji-tewas-usai-dilarikan-ke-rs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-truk-tangki-di-jombang-guru-ngaji-tewas-usai-dilarikan-ke-rs</guid>
<description><![CDATA[ Korban yang diidentifikasi warga Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69986e6a926ed.webp" length="44764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 22:33:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Truk Tangki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Seorang perempuan pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan truk tangki di Jalan Raya Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jumat (20/2/2026) dini hari.</p>
<p>Korban yang diidentifikasi sebagai Insyafiatul (37), warga Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Jombang. Ia mengalami luka serius setelah terlibat kecelakaan dengan truk tangki Isuzu Giga bernomor polisi L 89xx UG sekira pukul 05.00 WIB.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat truk tangki yang dikemudikan Dliya' (26), warga Rembang, melaju dari arah selatan ke utara. Dari keterangan saksi di lokasi, sepeda motor korban diketahui dalam posisi berhenti di sisi timur jalan sebelum akhirnya terjadi tabrakan.</p>
<p>"Sopir truk selamat dan tidak mengalami luka-luka. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong," ujar Ipda Siswanto.</p>
<p>Peristiwa nahas ini sontak menggegerkan warga sekitar yang baru beraktivitas di pagi hari. Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui sehari-hari berprofesi sebagai guru mengaji.</p>
<p>Petugas Satlantas Polres Jombang yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman penyebab kecelakaan dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.</p>
<p>"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian," pungkas Ipda Siswanto. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Daging Haram Hantui Jombang Gegara Dugaan Main Glonggongan, Pemkab Melempem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/daging-haram-hantui-jombang-gegara-dugaan-main-glonggongan-pemkab-melempem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/daging-haram-hantui-jombang-gegara-dugaan-main-glonggongan-pemkab-melempem</guid>
<description><![CDATA[ Praktik glonggongan merupakan tindakan pemberian minum secara paksa pada hewan ternak sebelum ditimbang untuk meningkatkan bobot secara tidak wajar. Hal ini berdampak buruk pada kualitas daging dan tidak memenuhi standar kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69980380a9c8c.webp" length="73290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 15:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Daging Sapi, RPH, Halal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Peredaran daging sapi di Kabupaten Jombang dinilai berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Munculnya dugaan praktik pemotongan ilegal (glonggongan) serta maraknya jual beli kupon retribusi tanpa prosedur pemotongan yang sah memicu sorotan terkait aspek kehalalan dan kesehatan tata kelola daging di wilayah tersebut.</p>
<p>Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia Jombang, Sholahuddin atau Cak Sholeh, mengungkapkan bahwa persoalan ini dipicu oleh masuknya pasokan daging dari luar daerah, khususnya Krian. </p>
<p>Hal tersebut disebutnya menyebabkan persaingan harga yang tidak sehat dan mendorong jagal lokal menempuh prosedur tidak resmi.</p>
<p>"Masuknya daging dari Krian menjadi alasan bagi jagal Jombang untuk tetap menggolonggong sapi mereka, agar bisa bersaing dari sisi harga jual," ujar Cak Sholeh kepada suarajatimpost.com, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Praktik glonggongan merupakan tindakan pemberian minum secara paksa pada hewan ternak sebelum ditimbang untuk meningkatkan bobot secara tidak wajar. Hal ini berdampak buruk pada kualitas daging dan tidak memenuhi standar kesehatan.</p>
<p>Selain teknis peternakan, Sholahuddin menyoroti praktik jual beli kupon retribusi yang melanggar prosedur. </p>
<p>Menurutnya, terdapat oknum yang memanfaatkan celah administrasi untuk mendapatkan legalitas berdagang di pasar pemerintah tanpa melalui proses pemotongan resmi.</p>
<p>"Ketidaktertiban dalam pembayaran kupon daging masuk ke pasar pemerintah menjadikan masih banyak jagal yang melakukan penyembelihan di luar RPH," jelasnya.</p>
<p>Kupon retribusi merupakan bukti pembayaran resmi atas setiap ekor sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH). Kupon tersebut berfungsi sebagai syarat bagi pedagang untuk berjualan di pasar milik pemerintah sekaligus alat kontrol kuantitas daging yang beredar.</p>
<p>"Retribusi itu adalah untuk pemotongan di RPH, tetapi praktiknya banyak orang datang ke RPH tapi motongnya di rumah. Jadi mereka beli kupon entah di mana, mungkin di kandang atau di rumah masing-masing. Praktik demikian masih terjadi hingga kini," ungkap Cak Sholeh.</p>
<p>Persoalan lain yang diidentifikasi adalah lemahnya pengawasan di lingkungan RPH. Meski regulasi mewajibkan penyembelihan dilakukan di RPH, fakta di lapangan menunjukkan adanya sapi yang dibawa masuk dalam kondisi sudah tersembelih.</p>
<p>"Masih sering ditemukan sapi yang sudah dalam kondisi tersembelih justru dibawa masuk ke RPH untuk dikuliti, dibotek, dan diproses lebih lanjut. Ini sebenarnya tidak diperbolehkan," tegasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa praktik ini menimbulkan ketidakjelasan status hewan, terkait apakah hewan disembelih sesuai syariat atau telah mati sebelum disembelih.</p>
<p>"Kami tidak tahu sapi itu sebenarnya mati kemudian disembelih atau bagaimana. Mereka selalu berdalih keadaan darurat, misalnya sapi sudah dalam kondisi kritis di atas pick up sehingga harus segera disembelih. Itu selalu menjadi alibi," tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, RPH seharusnya berfungsi sebagai penjamin mutu terakhir bagi daging yang dikonsumsi masyarakat.</p>
<p>"Harusnya sapi-sapi yang sudah disembelih di luar kemudian dibawa masuk ke RPH ditolak, tidak boleh masuk. Karena RPH ini menjadi garansi bahwa sapi yang disembelih dalam kondisi sehat dengan keadaan halal, sehingga daging yang keluar dari RPH dalam keadaan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)," paparnya.</p>
<p>Menjelang bulan Ramadhan yang dibarengi peningkatan konsumsi daging, Sholahuddin mendorong adanya pembenahan tata kelola secara menyeluruh.</p>
<p>"Bulan Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola daging sehat dan halal yang beredar di pasar sebagai bahan konsumsi masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Ia juga mendesak pemerintah melakukan penertiban dan pengawasan ketat terhadap tempat pemotongan hewan di rumah warga yang selama ini tidak terpantau.</p>
<p>"Kita ingin daging ASUH dengan harga terjangkau bisa tersedia di pasar-pasar seluruh wilayah Jombang. Tapi itu hanya bisa terwujud jika seluruh rantai produksi, dari peternak, jagal, hingga RPH bekerja dalam satu sistem yang tertib dan transparan," pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar Legi Jombang dan pemilik RPH mengeluhkan adanya infiltrasi daging dari luar daerah yang diduga masuk secara ilegal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Terduga Pelaku Curanmor yang Sempat Dimassa dan Motor Dibakar di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-terduga-pelaku-curanmor-yang-sempat-dimassa-dan-motor-dibakar-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-terduga-pelaku-curanmor-yang-sempat-dimassa-dan-motor-dibakar-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Keduanya diamankan polisi setelah sempat menjadi sasaran amuk massa yang bahkan membakar motor milik pelaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6997270719e11.webp" length="17084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 23:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Aksi pencurian sepeda motor di Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, berakhir nahas bagi dua pelaku. Keduanya diamankan polisi setelah sempat menjadi sasaran amuk massa yang bahkan membakar motor milik pelaku.</p>
<p>Kedua terduga pelaku berinisial Achmad Sofyan (31) dan Edi Susanto (20), warga Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Jombang. Mereka diduga mencuri sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S 4716 YL milik warga Dusun Ngentak, Desa Sambirejo.</p>
<p>Kapolsek Plandaan AKP Sartono menjelaskan, peristiwa pencurian terjadi saat motor korban diparkir di dalam dapur rumah. Setelah dilaporkan hilang, warga melakukan pencarian dan menemukan motor curian tersebut di area persawahan dalam kondisi tertutup daun jati.</p>
<p>Tanpa mengambilnya, warga memutuskan membiarkan motor di lokasi untuk menjebak pelaku. Strategi itu membuahkan hasil ketika sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (17/2) malam, kedua pelaku kembali ke lokasi untuk mengambil motor. Mereka langsung ditangkap warga dan nyaris menjadi korban main hakim sendiri.</p>
<p>"Pelaku kembali untuk mengambil motor curian. Di situlah warga langsung menangkap dan sempat memassa," ujar Sartono, Kamis (19/2/2026).</p>
<p>Untuk menyelamatkan kedua pelaku dari amukan massa, aparat kepolisian mengevakuasi mereka ke Balai Desa Sumberjo. Proses evakuasi berlangsung alot karena warga masih berkerumun dan hendak menganiaya pelaku. Dengan bantuan Unit Resmob Polres Jombang, kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan.</p>
<p>Namun, kemarahan warga tak sepenuhnya terbendung. Sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi menjadi sasaran amuk massa dan dibakar di tempat.</p>
<p>"Sudah berhasil dievakuasi tadi malam dibantu Unit Resmob Polres Jombang. Kasus dan kedua pelaku sudah diserahkan ke Satreskrim Polres Jombang," tegas Sartono.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya memastikan kasus pencurian ini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut.</p>
<p>"Benar, masih kami dalami lebih lanjut," singkat Dimas. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Peternakan Jombang Buka Suara Respon Infiltrasi Daging Sapi Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-peternakan-jombang-buka-suara-respon-infiltrasi-daging-sapi-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-peternakan-jombang-buka-suara-respon-infiltrasi-daging-sapi-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Praktik yang dikhawatirkan merugikan pedagang lokal dan Rumah Potong Hewan (RPH) resmi ini disebut-sebut sudah berlangsung lama dan berpotensi lolos dari pengawasan teknis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699722ad34557.webp" length="48560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 23:10:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dinas Peternakan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Maraknya infiltrasi atau masuknya daging sapi dari luar daerah ke Pasar Legi Jombang akhirnya mendapatkan respons dari Dinas Peternakan (Disnak) Jombang. Praktik yang dikhawatirkan merugikan pedagang lokal dan Rumah Potong Hewan (RPH) resmi ini disebut-sebut sudah berlangsung lama dan berpotensi lolos dari pengawasan teknis.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Peternakan Jombang, Moch. Saleh, angkat bicara terkait keluhan yang disampaikan oleh para pedagang daging sapi di Pasar Legi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menampung seluruh aspirasi tersebut untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Ya kaitannya nanti mungkin dari teman-teman teknis yang akan menampung aspirasi itu. Proses penjualan memang bukan ranah kami sebenarnya, itu ranah pasar. Kami di Disnak berfokus pada masalah penyembelihan, kehalalan, higienitas, dan kesehatan daging," ujar Saleh dalam pesan diterima wartawan, Kamis (19/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Shaleh mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh untuk mencegah langsung masuknya daging dari luar daerah ke pasar tradisional. Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas daging yang beredar.</p>
<p></p>
<p>"Kita tidak tahu apakah itu daging dari luar atau bukan. Yang tahu adalah mereka yang memberi masukan. Untuk itu, kita tampung dulu. Kita juga akan memberikan edukasi agar daging dari luar itu tetap menjaga standar. Higienitas dan kesehatannya harus kita awasi," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ditanya mengenai informasi bahwa daging dari Krian masuk menggunakan tiga armada pick-up dan telah berlangsung selama dua tahun, Shaleh menyebut hal itu juga berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).</p>
<p></p>
<p>"Kalau masalah itu kan menyangkut Kamtibmas, hubungannya dengan Polres. Dari kami, kami akan lihat bagaimana proses perizinan, peredaran, higienitas, dan kesehatannya. Itu akan kami cek ulang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi rencana koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), Shaleh memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Iya pasti. Kita lakukan evaluasi dulu semuanya. Semua lini akan kita evaluasi terkait dengan laporan dari warga ini," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya respons ini, para pedagang di Pasar Legi berharap segera ada tindakan nyata agar persaingan harga daging sapi bisa kembali sehat dan peredaran daging terjamin kesehatannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekretariat DPRD Jombang Libatkan OPD, Ormas, dan Wartawan dalam Penyusunan Renja 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dprd-jombang-libatkan-opd-ormas-dan-wartawan-dalam-penyusunan-renja-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dprd-jombang-libatkan-opd-ormas-dan-wartawan-dalam-penyusunan-renja-2027</guid>
<description><![CDATA[ Agenda utama pertemuan adalah pembahasan Rencana Kerja (Renja) Sekretariat DPRD Kabupaten Jombang untuk Tahun 2027. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a5387c71f37.webp" length="31688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 15:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Jombang menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Komisi B, Kantor Sekretariat DPRD Jombang, Kamis (19/02/2026), ini dihadiri oleh 13 undangan, termasuk perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dan organisasi profesi wartawan.</p>
<p>Hadir dalam forum tersebut antara lain Diskominfo, Bapperinda, Bagian Kesra, Bakesbangpol, BPKAD, Inspektorat, FKMJ, serta PWI Jombang. Agenda utama pertemuan adalah pembahasan Rencana Kerja (Renja) Sekretariat DPRD Kabupaten Jombang untuk Tahun 2027.</p>
<p>Sekretaris DPRD Jombang, Danang Praptoko, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk menjaring masukan, usulan, dan kritik konstruktif dari berbagai pihak. Menurutnya, partisipasi lintas sektor ini penting agar penyusunan Renja 2027 lebih terarah dan berdampak langsung pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>“Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk memberi masukan, terutama terkait pelayanan administrasi dan pelaksanaan tupoksi anggota dewan dalam melayani masyarakat,” ujar Danang, yang juga mantan Kepala Bappeda Jombang.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh pandangan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Renja, dengan tetap berpedoman pada visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang.</p>
<p>Dalam sesi diskusi, perwakilan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Didik Tondo Susilo, menyatakan dukungannya terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmen FKMJ yang menaungi berbagai elemen masyarakat—mulai dari NU, Muhammadiyah, LDII, Siddiqiyyah, Sholawat Wahidiyah, aliran kepercayaan, hingga komunitas Khonghucu, budayawan, dan pendeta—untuk terus menjaga kondusivitas, kemajuan, dan kesejahteraan Kabupaten Jombang.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mendorong peningkatan anggaran publikasi dan penguatan layanan informasi berbasis digital. Ia menilai pentingnya transparansi dalam program legislasi daerah (Prolegda), rapat paripurna, rapat dengar pendapat (RDP), maupun rapat komisi, agar publik dapat mengakses dan menilai kinerja DPRD secara terbuka.</p>
<p>“Di era digital saat ini, masyarakat perlu dengan mudah mengakses hasil legislasi dan agenda wakil rakyat. Ini bagian dari upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik,” jelas Mufid.</p>
<p>Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan Diskominfo Jombang yang hadir dalam forum tersebut. Mereka menyatakan siap mendukung penguatan sistem digitalisasi guna menunjang kinerja Sekretariat DPRD serta optimalisasi pelayanan informasi kepada publik.</p>
<p>Di akhir pertemuan, Danang mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif para undangan. Ia berharap forum ini menjadi langkah strategis dalam penyusunan Renja 2027 yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Jombang.</p>
<p>“Kami dari Sekretariat Dewan selalu mengharapkan dukungan yang bersifat kolaboratif, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas alumnus ITS Surabaya tersebut.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maling Motor di Jombang Dihajar Hingga Nyaris Tewas, Motor Dibakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/maling-motor-di-jombang-dihajar-hingga-nyaris-tewas-motor-dibakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/maling-motor-di-jombang-dihajar-hingga-nyaris-tewas-motor-dibakar</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini dipicu oleh keresahan warga Desa Sumberjo akibat hilangnya dua unit sepeda motor dalam waktu berdekatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69963162cd908.webp" length="16236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 06:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Aksi main hakim sendiri pecah di Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Selasa (18/2/2026) malam.</p>
<p>Massa yang tersulut emosi membakar satu unit sepeda motor milik terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) setelah aksi pelaku dipergoki warga sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Insiden ini dipicu oleh keresahan warga Desa Sumberjo akibat hilangnya dua unit sepeda motor dalam waktu berdekatan.</p>
<p>Saat melihat gerak-gerik mencurigakan dari terduga pelaku, warga yang sudah bersiaga langsung melakukan pengepungan.</p>
<p>Rika, salah satu saksi mata di lokasi, menyebutkan bahwa tindakan pembakaran motor tersebut merupakan puncak kekesalan warga atas maraknya kasus pencurian di wilayah mereka.</p>
<p>"Warga memergoki terduga pelaku. Karena sudah sangat kesal dengan hilangnya motor milik dua warga sebelumnya, massa langsung membakar sepeda motor yang dibawa terduga pelaku," ujar Rika saat ditemui di lokasi kejadian.</p>
<p>Aparat kepolisian dari Polsek Plandaan segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meredam amuk massa yang kian memanas.</p>
<p>Kehadiran petugas berhasil menyelamatkan terduga pelaku dari amarah warga sebelum situasi semakin tak terkendali.</p>
<p>Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, membenarkan peristiwa itu, ia menyebut bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan satu orang terduga pelaku.</p>
<p>"Satu pelaku sudah kami amankan di Mapolsek. Satu orang lainnya masih dalam proses evakuasi dan penjemputan dari TKP," tegas AKP Sartono.</p>
<p>Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi detail serta pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan sindikat curanmor di wilayah hukum Plandaan.</p>
<p>Meski situasi di lokasi berangsur kondusif hingga Rabu dini hari, personel kepolisian tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerawanan susulan.</p>
<p>Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat berimplikasi pada pelanggaran hukum baru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Warsubi Bersama Forkopimda Terus Bergerak Berantas Miras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-bersama-forkopimda-terus-bergerak-berantas-miras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-bersama-forkopimda-terus-bergerak-berantas-miras</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang Warsubi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan sinergi kuat dengan melakukan pemusnahan ribuan botol miras hasil operasi cipta kondisi di Lapangan Polres Jombang, Rabu (18/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995c3ae9ee20.webp" length="75880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 22:15:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Komitmen Pemberantasan Minuman Keras (Miras) di Kabupaten Jombang terus digencarkan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Bupati Jombang Warsubi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan sinergi kuat dengan melakukan pemusnahan ribuan botol miras hasil operasi cipta kondisi di Lapangan Polres Jombang, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Jombang Warsubi, Ketua DPRD Jombang, jajaran Forkopimda, tokoh agama KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), serta para tokoh masyarakat lainnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Jombang yang terus bergerak konsisten memberantas peredaran miras. Menurutnya, langkah tegas ini merupakan wujud nyata perlindungan pemerintah kepada masyarakat dari bahaya miras yang menjadi akar berbagai tindak kriminalitas.</p>
<p>"Pemusnahan ini adalah bentuk komitmen nyata kita dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif miras. Kami berharap dengan langkah ini, tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus. Kita ingin mewujudkan Jombang yang 'Zero Miras', juga narkoba agar ibadah di bulan suci Ramadan dapat dijalankan dengan khusyuk dan tenang," tegas Warsubi.</p>
<p>Senada dengan Bupati, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menyita 31.069 botol miras. Sedangkan periode Januari hingga Februari 2026, tercatat 2.739 botol telah diproses. Adapun barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini mencapai 7.310 botol miras dan 14 jerigen tuak.</p>
<p>"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka penyitaan menunjukkan penurunan. Ini sinyal positif bahwa peredaran miras di Jombang mulai berkurang. Namun kami tidak akan lengah dan tetap berkomitmen menjadikan Jombang Zero Miras karena miras adalah sumber dari segala keburukan dan kejahatan," ujar AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>Acara semakin khidmat dengan penandatanganan berita acara pemusnahan oleh Bupati dan Forkopimda, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin KH. Nur Hadi (Mbah Bolong). Prosesi pemusnahan dilakukan secara simbolis dengan melemparkan botol miras ke depan alat berat sebelum seluruh barang bukti digilas menggunakan Road Roller.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang dan Polres Jombang mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh agama dan pemuda, untuk terus bersinergi memberikan edukasi tentang bahaya miras demi mewujudkan Jombang yang aman, maju, dan sejahtera. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemilik RPH di Jombang Turut Merasakan Dampak Infiltrasi Masuknya Pasokan Daging Sapi Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemilik-rph-di-jombang-turut-merasakan-dampak-infiltrasi-masuknya-pasokan-daging-sapi-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemilik-rph-di-jombang-turut-merasakan-dampak-infiltrasi-masuknya-pasokan-daging-sapi-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Infiltrasi tetsebut berdampak pada menurunnya omset penjualan hingga dirasakan oleh para pengecer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995bc0065ad8.webp" length="27864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 21:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Daging Sapi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Beredarnya daging sapi dari pemasok luar daerah atau infiltrasi daging sapi luar daerah turut dirasakan oleh salah satu pemilik Rumah Potong Hewan (RPH) di Jombang. Infiltrasi tetsebut berdampak pada menurunnya omset penjualan hingga dirasakan oleh para pengecer. </p>
<p>Salah satu pemilik RPH di Jombang, Ashari Subiono (50) mengaku merugi dengan serbuan pemasok daging dari luar Kabupaten Jombang.  </p>
<p>"Ini yang jelas sangat merugikan dari saya, terutama. Yang kedua, dari pihak pelanggan-pelanggan kami sebagai pengecer, sangat meresahkan kita," ucap Subiono kepada suarajatimpost.com, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Subiono menjelaskan kondisi yang ada di pasar Legi Jombang. Kedatangan daging sapi jelas-jelas bukan dari wilayah Jombang. Awalnya hanya menyetok menggunakan satu sepeda motor, namun sekarang sudah bertambah menjadi tiga mobil pick up. Bahkan pemasok daging memberikan harga tidak wajar. </p>
<p>'Dan ini yang jelas harganya pun jauh beda dengan kita. Teman-teman itu saya kasih 100 ribu pengecer, dan ini menjualnya 95 (ribu), 92 (ribu). Kan jelas sangat meresahkan kita," jelas Subiono. </p>
<p>Pihaknya pun meminta kepada Dinas Peternakan maupun pihak-pihak terkait untuk menjamin keberlangsungan RPH resmi maupun pengecer daging sapi dari Kabupaten Jombang. Mengingat selama ini, Subiono mengaku telah memberikan kontribusi ke Pemerintah Daerah (Pemda). </p>
<p>"Ya, saya ingin dinas segera mengambil tindakan, langsung turun ke lapangan biar tahu apa yang terjadi dengan pedagang-pedagang di bawah, (di) Pasar Legi," tandas Subiono.</p>
<p>Sebelumnya, Stabilitas harga dan ekosistem perdagangan daging sapi di Pasar Legi Jombang dilaporkan terganggu akibat maraknya pasokan daging dari luar daerah.</p>
<p>Para pedagang lokal mengeluhkan praktik perdagangan tidak sehat yang dilakukan oleh distributor luar yang memotong rantai distribusi tradisional dan memicu ketimpangan harga.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pasokan daging tersebut diduga berasal dari wilayah Krian, Sidoarjo.</p>
<p>Praktik ini disinyalir telah berlangsung selama dua tahun terakhir dengan volume distribusi yang terus meningkat.</p>
<p>Ulfa (51), salah satu pedagang daging di Pasar Legi, mengungkapkan bahwa para pemasok luar kini mendistribusikan daging menggunakan kendaraan bak terbuka langsung ke tingkat pengecer di area sekitar Jalan Mimbar.</p>
<p>Karena berstatus sebagai jagal (grosir), mereka mampu mematok harga di bawah harga pasar lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah DPRD Jombang Cari Solusi Terkait Program KDMP Terkendala Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-dprd-jombang-cari-solusi-terkait-program-kdmp-terkendala-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-dprd-jombang-cari-solusi-terkait-program-kdmp-terkendala-lahan</guid>
<description><![CDATA[ Program prioritas tersebut masih terkendala masalah ketersediaan lahan di sejumlah desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a534cd43589.webp" length="37198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 18:04:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Komisi A DPRD Kabupaten Jombang mengambil langkah konkret dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencari solusi atas hambatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat. Pasalnya, program prioritas tersebut masih terkendala masalah ketersediaan lahan di sejumlah desa.</p>
<p>RDP yang digelar pada Rabu (18/02/2026) itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi, Bagian Hukum Pemkab Jombang, serta Kodim 0814 Jombang.</p>
<p>Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto, menyatakan bahwa forum ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas kendala di lapangan. Berdasarkan data dari Kodim 0814 Jombang, realisasi pembangunan KDMP di Kabupaten Jombang saat ini mencapai 170 desa. Namun, masih terdapat kekurangan 136 titik yang belum dapat direalisasikan.</p>
<p>"Total sampai hari ini jumlah KDMP di Kabupaten Jombang mencapai 170 desa. Sisanya masih ada kekurangan 136 titik," ujar Totok.</p>
<p>Totok menjelaskan, dua kendala utama yang menjadi penghambat adalah ketiadaan lahan untuk pembangunan serta keterbatasan biaya pengurugan tanah di lokasi yang sudah disiapkan. Menurutnya, meskipun Jombang masuk dalam 10 besar capaian pembangunan KDMP, realisasi pembangunan fisik masih jauh dari target.</p>
<p>"Kita jangan terlena karena masuk 10 besar. Faktanya, dari total 170 titik yang berproses, baru 15 desa yang pembangunannya tuntas 100 persen," tegasnya.</p>
<p>Ia mencontohkan kasus di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, yang hingga kini masih menunggu realisasi pengajuan penggunaan aset daerah. Totok mendorong agar proses perizinan dan koordinasi antarinstansi seperti kecamatan, DPMD, dan BKAD dapat dipercepat.</p>
<p>Sependapat dengan DPRD, Kasdim 0814 Jombang, Mayor Ckm/Cke Nurhadi, membenarkan bahwa mayoritas kendala pembangunan KDMP berasal dari aspek pertanahan. Dari 170 titik yang berjalan, hanya sedikit yang rampung total akibat terkendala lahan dan biaya urug.</p>
<p>"Dari 170 titik pembangunan tadi, baru 15 yang sudah rampung 100 persen," kata Nurhadi.</p>
<p>Ia menambahkan, sebaran desa yang kesulitan lahan cukup merata, namun paling banyak ditemui di kawasan perkotaan Jombang. Untuk itu, ia menekankan perlunya solusi konkret melalui koordinasi lintas sektoral agar seluruh desa di Jombang segera memiliki gerai KDMP yang dapat dioptimalkan.</p>
<p>"Kalau contoh yang kesulitan lahan ada di Kecamatan Jombang Kota. Sebarannya rata-rata ada di seluruh wilayah Jombang. Untuk mewujudkan semua desa memiliki gerai KDMP, tentu dibutuhkan solusi konkret dari semua pihak," pungkasnya.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pedagang Daging Sapi Pasar Legi Jombang Keluhkan Infiltrasi Pasokan Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pedagang-daging-sapi-pasar-legi-jombang-keluhkan-infiltrasi-pasokan-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pedagang-daging-sapi-pasar-legi-jombang-keluhkan-infiltrasi-pasokan-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Praktik ini dinilai tidak sehat dan merugikan pedagang lokal karena menciptakan persaingan harga yang timpang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699557f548cec.webp" length="43182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 16:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pedagang Daging</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Stabilitas harga dan ekosistem perdagangan daging sapi di Pasar Legi Jombang dilaporkan terganggu akibat maraknya pasokan daging dari luar daerah.</p>
<p>Para pedagang lokal mengeluhkan praktik perdagangan tidak sehat yang dilakukan oleh distributor luar yang memotong rantai distribusi tradisional dan memicu ketimpangan harga.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pasokan daging tersebut diduga berasal dari wilayah Krian, Sidoarjo.</p>
<p>Praktik ini disinyalir telah berlangsung selama dua tahun terakhir dengan volume distribusi yang terus meningkat.</p>
<p>Ulfa (51), salah satu pedagang daging di Pasar Legi, mengungkapkan bahwa para pemasok luar kini mendistribusikan daging menggunakan kendaraan bak terbuka langsung ke tingkat pengecer di area sekitar Jalan Mimbar.</p>
<p>Karena berstatus sebagai jagal (grosir), mereka mampu mematok harga di bawah harga pasar lokal.</p>
<p>"Kami mengambil stok dari pemasok lokal dengan harga patokan Rp 100 ribu per kilogram, sementara mereka menjual di bawah harga tersebut langsung ke eceran. Sebagai pengecer, kami kalah bersaing. Dagangan kami baru laku setelah stok mereka habis," ujar Ulfa saat ditemui, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Kondisi ini disebutnya berdampak langsung pada omzet pedagang lokal. Ulfa mengaku biasanya mampu menjual 45 kilogram daging per hari, namun kini target tersebut sulit tercapai.</p>
<p>Penurunan pendapatan ini memaksa para pedagang menambah beban piutang kepada pemasok agar tetap bisa beroperasi.</p>
<p>Senada dengan Ulfa, Ira (43) juga merasakan dampak serupa. Para pedagang mendesak Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk segera turun tangan menertibkan peredaran daging yang masuk tanpa melalui Rumah Potong Hewan (RPH) setempat.</p>
<p>"Kami menuntut keadilan. Kami ingin ada tindakan tegas agar seluruh pedagang, baik jagal maupun pengecer, beroperasi dengan standarisasi harga yang sama. Kami sudah melaporkan masalah ini melalui koordinasi paguyuban pedagang," imbuh dia.</p>
<p>Para pedagang berharap RPH Jombang dapat melakukan pengawasan ketat terhadap arus masuk komoditas daging dari luar wilayah guna melindungi keberlangsungan usaha pedagang kecil di pasar tradisional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polres Jombang Musnahkan 7.310 Botol Miras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-kekhusyukan-ramadan-polres-jombang-musnahkan-7310-botol-miras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-kekhusyukan-ramadan-polres-jombang-musnahkan-7310-botol-miras</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 7.310 miras dalam kemasan botol dimusnahkan di halaman Mapolres Jombang menggunakan alat berat buldozer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69954eae94524.webp" length="96892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 14:30:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pusnahan Miras</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kepolisian Resor (Polres) Jombang menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya.</p>
<p>Sebanyak 7.310 botol miras berbagai merek dimusnahkan menggunakan alat berat di halaman Mapolres Jombang, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Kegiatan pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, serta disaksikan oleh Bupati Jombang Warsubi, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Dyah Ambarwati, Ketua Pengadilan Negeri, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama dan organisasi masyarakat setempat.</p>
<p>Barang bukti yang digilas buldozer tersebut mencakup berbagai jenis miras, mulai dari miras tradisional seperti arak putih dan tuak, hingga minuman beralkohol bermerek seperti Anggur Merah, Vodka, Whisky, dan berbagai varian lainnya.</p>
<p>Komitmen Memberantas Penyakit Masyarakat Dalam keterangannya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan 2026.</p>
<p>"Hari ini kami memusnahkan 7.310 botol minuman keras. Barang bukti ini merupakan akumulasi hasil sitaan pada Januari hingga Februari 2026, ditambah sekitar 5.000 botol hasil ungkap kasus pada akhir tahun 2025," ujar AKBP Ardi Kurniawan kepada awak media.</p>
<p>Kapolres menambahkan, jika dibandingkan dengan periode menjelang Ramadan tahun sebelumnya yang mencapai 5.000 botol, angka sitaan murni pada awal tahun 2026 ini menunjukkan indikasi penurunan tren peredaran.</p>
<p>"Kami berharap penurunan angka sitaan di awal tahun ini menjadi sinyal positif bahwa peredaran miras di Kabupaten Jombang benar-benar mulai mereda," imbuhnya.</p>
<p>Razia Intensif di Kota Santri Polres Jombang memastikan tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025 saja, pihak kepolisian tercatat telah menyita sedikitnya 31.000 botol miras yang seluruhnya telah diproses melalui Pengadilan Negeri Jombang.</p>
<p>"Kami melaksanakan razia setiap hari. Ini adalah komitmen bersama antara Polres, Kodim, Pemerintah Daerah, dan para ulama untuk menjaga predikat Jombang sebagai Kota Santri. Kami ingin memastikan daerah ini aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Ardi. </p>
<p>Apresiasi dari Pemerintah Daerah Senada dengan Kapolres, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja progresif aparat kepolisian.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi lintas instansi merupakan kunci utama dalam memberantas penyakit masyarakat.</p>
<p>"Ini adalah bentuk kerja luar biasa dan sinergi yang solid antara Polres Jombang dengan Forkopimda. Harapan kami ke depan, Jombang dapat benar-benar bersih dari peredaran miras dan narkoba demi mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera," pungkas Warsubi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Siapkan Rp4 Miliar untuk Warga Meski Kepesertaan BPJS Nonaktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-siapkan-rp4-miliar-untuk-warga-meski-kepesertaan-bpjs-nonaktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-siapkan-rp4-miliar-untuk-warga-meski-kepesertaan-bpjs-nonaktif</guid>
<description><![CDATA[ Program ini menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6993069f888f6.webp" length="60746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 20:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BPJS Kesehatan PBI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Jombang mengalokasikan dana khusus sebesar Rp4 miliar dari APBD 2026 untuk menjamin layanan kesehatan bagi warga kurang mampu melalui program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (Yankesmaskin). </p>
<p></p>
<p>Program ini menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). </p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menegaskan bahwa program berfungsi sebagai pengaman ketika kepesertaan BPJS PBI warga dalam kondisi nonaktif atau belum terdaftar.</p>
<p></p>
<p>"Jika BPJS PBI tidak aktif atau warga belum memiliki jaminan kesehatan, pembiayaan bisa ditangani melalui Yankesmaskin. Intinya, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti," ujarnya, Senin (16/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Hexawan menjelaskan, alokasi Rp4 miliar bersifat fleksibel dan akan digunakan sesuai kebutuhan kasus sepanjang tahun. Prioritas pembiayaan difokuskan pada penyakit berat atau katastropik yang membutuhkan biaya besar serta perawatan jangka panjang, seperti gagal ginjal dan penyakit kronis lain yang mengancam nyawa.</p>
<p></p>
<p>Mekanisme pengajuan layanan terbilang sederhana. Warga cukup membawa surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa serta surat keterangan medis dari dokter atau rumah sakit tempat perawatan. Berkas tersebut kemudian diproses melalui Dinas Sosial untuk penyelesaian administrasi.</p>
<p></p>
<p>Hexawan memastikan pasien yang sudah menjalani perawatan di rumah sakit tetap mendapatkan jaminan pembiayaan melalui program tersebut. Namun, layanan hanya berlaku di fasilitas kesehatan milik pemerintah, seperti puskesmas dan RSUD.</p>
<p></p>
<p>Untuk rawat inap, pembiayaan bersifat sementara sembari menunggu kepesertaan BPJS aktif kembali atau dialihkan ke skema pembiayaan lain dari pemerintah daerah. Sementara layanan rawat jalan tetap ditanggung melalui fasilitas kesehatan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif agar masyarakat miskin tidak kehilangan akses layanan kesehatan akibat persoalan administratif.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai ada warga kurang mampu yang sakit tetapi tidak tertangani. Sejauh ini kondisi masih terkendali," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi menyampaikan bahwa proses reaktivasi kepesertaan BPJS PBI masih terus berlangsung. Hingga Jumat (13/2/2026), tercatat sebanyak 173 warga telah berhasil mengaktifkan kembali kepesertaannya.</p>
<p></p>
<p>"Mulai tanggal 13 Februari memang reaktifasi liwat operator desa ini intruksi dari kemensos mas," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Daging Ayam Merangkak Naik Jelang Ramadan di Pasar Tradisional Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-daging-ayam-merangkak-naik-jelang-ramadan-di-pasar-tradisional-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-daging-ayam-merangkak-naik-jelang-ramadan-di-pasar-tradisional-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, harga mencapai Rp 38 ribu per kilogram, naik dari kisaran sebelumnya Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6992f8d1145ee.webp" length="44646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 18:28:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Harga Daging Ayam, Jelang Ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menjelang bulan Ramadan, harga daging ayam potong di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, mengalami kenaikan bertahap. Saat ini, harga mencapai Rp38 ribu per kilogram, naik dari kisaran sebelumnya Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram.</p>
<p>Sayidah Rania, pedagang ayam di Pasar Pon, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Awalnya Rp35 ribu, sempat naik jadi Rp36 ribu sampai Rp37 ribu, sekarang sudah Rp38 ribu per kilo," ujarnya saat ditemui wartawan pada Senin (16/2/2026).</p>
<p>Menurut Sayidah, lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menyambut Ramadan. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kebutuhan daging ayam di pasaran. Sayangnya, tingginya permintaan tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai.</p>
<p>"Iya permintaan itu banyak tapi stok pasokannya kurang," jelasnya.</p>
<p>Meski harga naik, aktivitas pembelian tetap berjalan normal. Para konsumen, kata dia, tetap membeli kebutuhan seperti biasa meski harus merogoh kocek lebih dalam. Sayidah berharap harga tidak kembali merangkak naik dalam waktu dekat.</p>
<p>"Kalau kekurangan pelanggan tidak, malah banyak yang mencari. Tapi ya itu stoknya cepat habis," ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Jombang, Warsubi, saat memantau harga bahan pokok di Pasar Pon pada Jumat (13/2/2026) lalu, menyebut secara umum harga masih dalam batas wajar meski beberapa komoditas mengalami perubahan.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di pasar, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp12 ribu per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, dan telur ayam ras naik dari Rp28 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram.</p>
<p>Untuk komoditas lain, harga daging sapi bertahan di Rp110 ribu per kilogram. Cabai rawit merah turun dari Rp80 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting dan cabai besar dijual Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.</p>
<p>Warsubi menegaskan, pemerintah daerah siap melakukan operasi pasar bersama Bulog jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.</p>
<p>"Jika terjadi gejolak harga, kami pasti turun melakukan operasi pasar bersama Bulog. Dalam dua minggu terakhir harga relatif stabil, bahkan beberapa komoditas seperti cabai rawit dan cabai besar justru mengalami penurunan," tegas Warsubi.</p>
<p>Terkait ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan, ia memastikan stok dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. "Stok aman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Didin Dilantik Jadi Ketua DMI Jombang, Ajak Masyarakat Tegakkan Salat Jamaah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-didin-dilantik-jadi-ketua-dmi-jombang-ajak-masyarakat-tegakkan-salat-jamaah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-didin-dilantik-jadi-ketua-dmi-jombang-ajak-masyarakat-tegakkan-salat-jamaah</guid>
<description><![CDATA[ Ketua terpilih, Didin Ahmad Sholahudin atau Gus Didin, melontarkan ajakan tegas kepada para pemimpin daerah mulai bupati, camat, hingga kepala desa untuk kembali ke masjid dan menegakkan salat berjamaah sebagai teladan nyata bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69918a0d6358c.webp" length="19824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 20:12:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DMI Kabupaten Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Suasana berbeda terasa dalam pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030, Ahad (15/2/2026). </p>
<p>Ketua terpilih, Didin Ahmad Sholahudin atau Gus Didin, melontarkan ajakan tegas kepada para pemimpin daerah mulai bupati, camat, hingga kepala desa untuk kembali ke masjid dan menegakkan salat berjamaah sebagai teladan nyata bagi masyarakat.</p>
<p>"Pemimpin itu dirigen. Kalau pemimpin hadir di masjid untuk salat berjamaah, rakyat akan mengikuti. Itu cara paling efektif memakmurkan masjid sekaligus menegakkan salat jamaah di tengah masyarakat," tegas Gus Didin di hadapan para hadirin.</p>
<p>Pelantikan yang berlangsung di Islamic Center areal Masjid Agung Baitul Mukminin ini dihadiri jajaran pengurus wilayah, tokoh agama, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang. </p>
<p>Sebanyak 48 pengurus DMI dan sekitar 30 pengurus Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid-DMI resmi dikukuhkan dengan satu amanah besar: mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban dan menguatkan budaya salat berjamaah.</p>
<p>Bagi Gus Didin, kemakmuran masjid tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari hidupnya jamaah khususnya dalam menegakkan salat berjamaah. Ia bahkan menekankan pentingnya kehadiran pemimpin di saf salat bersama rakyat, bukan sekadar di ruang rapat.</p>
<p>"Kalau pemimpin hadir bersama rakyat di masjid untuk salat berjamaah, rasa aman tumbuh. Persoalan sosial, kemiskinan, dan kelaparan bisa diurai bersama. Masjid itu pusat solusi, dan salat berjamaah adalah fondasinya," ujarnya.</p>
<p>Pelantikan ini juga menjadi refleksi atas kegelisahan tentang masjid yang mulai kehilangan generasi muda. Gus Didin tidak menutup mata. Ia menjadikan kondisi itu sebagai titik balik dengan mengisi hampir separuh kepengurusan DMI Jombang dari kalangan muda dan berbagai elemen. Mereka diproyeksikan menggerakkan dua bidang strategis digitalisasi masjid dan muharik masjid sebagai motor penggerak aktivitas jamaah.</p>
<p>"Kita ingin anak muda kembali memiliki masjid, kembali menegakkan salat berjamaah. Bukan sekadar datang, tapi mengelola. Masjid harus hidup, bukan hanya menunggu waktu salat," katanya.</p>
<p>Pesan serupa datang dari Ketua PW DMI Jawa Timur, Sujak. Ia mengingatkan bahwa masjid tidak boleh menjadi ruang sunyi yang hanya diisi mereka yang telah selesai dengan dunia. "Masjid harus diramaikan generasi muda melalui salat berjamaah. Mereka adalah masa depan peradaban," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Asisten I Pemkab Jombang, Masduki Zakaria, yang hadir mewakili Bupati Warsubi, mengakui peran strategis DMI dalam membangun kekuatan sosial masyarakat melalui masjid. </p>
<p>"Masjid bukan hanya tempat ibadah. Masjid adalah pusat silaturahmi, pusat kesadaran sosial, dan kekuatan pembangunan masyarakat dimulai dari tegaknya salat berjamaah," ujarnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejarawan Jombang Beberkan Arsip Tertua Catatan Lahir Soekarno 6 Juni 1902</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejarawan-jombang-tandaskan-temuan-arsip-tertua-catatan-lahir-soekarno-6-juni-1902</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejarawan-jombang-tandaskan-temuan-arsip-tertua-catatan-lahir-soekarno-6-juni-1902</guid>
<description><![CDATA[ Buku Induk mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) tahun 1921. Dalam arsip tersebut, Raden Soekarno terdaftar sebagai mahasiswa angkatan kedua dengan keterangan lahir 6 Juni 1902. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69919278a36d5.webp" length="50208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 18:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perdebatan mengenai tanggal kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, kembali mendapat penegasan dari para pemerhati sejarah di Jombang. Berdasarkan penelusuran arsip-arsip tertua, dipastikan bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, Jombang, yang saat itu masih menjadi bagian dari Karesidenan Surabaya. Catatan sejarah yang umum diketetahui saat ini, sang proklamator lahir tahun 1901 dengan tanggal dan bulan yang sama.</p>
<p>Sejarawan Jombang sekaligus Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, membeberkan temuan arsip tertua yang memperkuat tanggal kelahiran sang proklamator. Salah satu dokumen kunci adalah Buku Induk mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) tahun 1921. Dalam arsip tersebut, Raden Soekarno terdaftar sebagai mahasiswa angkatan kedua dengan keterangan lahir 6 Juni 1902.</p>
<p>"Di lembaran Buku Induk ITB tahun 1921 tertulis Raden Soekarno lahir 6 Juni 1902. Tempat lahirnya juga tercatat di Surabaya. Saat itu, Ploso, Jombang masih masuk wilayah Karesidenan Surabaya," ujar Binhad, Ahad (14/2/2026).</p>
<p>Soekarno tercatat mendaftar pada 1921 dan menyelesaikan pendidikan tekniknya pada 1926 dengan gelar insinyur.</p>
<p>Jejak administrasi keluarga juga menguatkan tanggal tersebut. Dalam stamboek (catatan silsilah) keluarga yang dibuat pada 1933 di Blitar, ayah Soekarno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, secara tertulis mencantumkan bahwa putranya, Ir. Soekarno, lahir pada 6 Juni 1902. </p>
<p>Dokumen ini disusun saat Raden Soekeni telah pensiun sebagai guru, bertepatan dengan tahun penangkapan Soekarno oleh pemerintah kolonial Belanda sebelum diasingkan ke Ende, Flores, setahun berselang.</p>
<p>Menariknya, Binhad juga menyoroti konsistensi penulisan nama ayahanda Soekarno. "Di semua arsip yang kami telusuri, nama ayahnya tertulis Soekeni. Ini penting untuk meluruskan penulisan yang selama ini kerap keliru," kata dia.</p>
<p><strong>Jejak Tugas Sang Ayah di Ploso</strong></p>
<p>Penelusuran sejarah ini semakin kuat dengan ditemukannya surat keputusan (besluit) tugas Raden Soekeni. Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, membeberkan bahwa ayah Bung Karno mulai bertugas sebagai Mantri Guru di Sekolah Ongko Loro (Tweede Klasse Inlandsche School) di Ploso, Surabaya, terhitung sejak 28 Desember 1901.</p>
<p>"Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso pada tanggal 28 Desember 1901. Enam bulan kemudian, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902. Dan tahun 1907, ayah Bung Karno pindah dari Ploso ke Sidoarjo, ini ada SK-nya juga," terang Cak Arif.</p>
<p>Soekarno merupakan anak kedua dari pasangan Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Njoman Rai Srimben. Anak pertama mereka, Soekarmini, lahir pada 1898 di Bali. Dalam masa kecilnya, Soekarno dikenal dengan nama Koesno.</p>
<p><strong>Ploso dan Karesidenan Surabaya</strong></p>
<p>Cak Arif juga memberikan konteks historis mengenai pencatatan tempat lahir "Surabaya" dalam arsip-arsip Belanda. Ia menunjukkan data laporan pekerjaan sipil era Hindia Belanda tahun 1894 yang menyebut sejumlah desa yang kini masuk Kabupaten Jombang seperti Wuluh, Pojokrejo, Gumulan, Kedungboto, dan Semanden masuk dalam wilayah administratif "Surabaja".</p>
<p>"Kurang lebih artinya, di Surabaya di kanan Brantas, dibangun saluran irigasi... Nah dengan penyebutan Surabaja terhadap desa-desa yang sekarang masuk Kabupaten Jombang, menandakan pada masa itu wilayah Kabupaten Jombang memang bagian dari Karesidenan Surabaya," ungkap Cak Arif.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Kabupaten Jombang sendiri baru berdiri pada tahun 1910 seiring dilantiknya Bupati Jombang pertama, R. A. A Soeroadiningrat V. Dengan demikian, sangat masuk akal jika kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1902 tercatat dengan lokasi Surabaya, yang merujuk pada Ploso sebagai bagian dari karesidenan tersebut.</p>
<p>"Jadi Surabaya yang dimaksud adalah Ploso, yang waktu itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya, dan kini ikut Kabupaten Jombang," tandasnya.</p>
<p>Hal ini juga selaras dengan narasi dalam buku biografi 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia' karya Cindy Adams (1966), yang menyebutkan bahwa setelah pindah dari Bali, ayah Bung Karno dikirim ke Surabaja dan di sanalah sang putera dilahirkan.</p>
<p>Rangkaian arsip otentik ini menjadi potret penting yang tidak hanya menegaskan tanggal kelahiran Bung Karno, tetapi juga merekam jejak keluarga dan perjalanan awal pendidikan sang proklamator, memastikan bahwa di balik sosok besar yang dikenal dunia, tersimpan detail sejarah yang terus dirawat melalui dokumen-dokumen autentik. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ayam Bakar Rempah Khas Timur Tengah, Spesial Sambut Ramadan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ayam-bakar-rempah-khas-timur-tengah-spesial-sambut-ramadan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ayam-bakar-rempah-khas-timur-tengah-spesial-sambut-ramadan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Menu tersebut adalah Ayam Bakar Pakistan yang disajikan bersama Nasi Uzbekistan, perpaduan cita rasa hangat dan menggugah selera, cocok dinikmati di tengah hawa sejuk pegunungan pada ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699186d57e8b1.webp" length="31798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 16:35:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ayam Bakar Rempah, kuliner spesial khas Ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menyambut bulan suci Ramadan, Resto Kandang Sapi yang terletak di lereng Gunung Anjasmoro, tepatnya di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menghadirkan menu spesial ala Timur Tengah yang kaya rempah. </p>
<p>Menu tersebut adalah Ayam Bakar Pakistan yang disajikan bersama Nasi Uzbekistan, perpaduan cita rasa hangat dan menggugah selera, cocok dinikmati di tengah hawa sejuk pegunungan pada ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut.</p>
<p>Udara dingin khas Wonosalam menjadi pelengkap sempurna saat seporsi ayam bakar berbalut bumbu rempah tersaji hangat di meja. Aroma jintan, kapulaga, dan beragam rempah khas Timur Tengah langsung tercium begitu hidangan diantar. Tak heran, menu ini digadang-gadang menjadi sajian andalan untuk berbuka puasa.</p>
<p>Pemilik usaha, Ony Imam Mahdi, mengatakan bahwa menu berempah ini sengaja dihadirkan untuk menyambut Ramadan sekaligus memberikan pengalaman kuliner berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan lereng Gunung Anjasmoro.</p>
<p>"Menu andalannya makanan berempah ini ada ayam bakar Pakistan. Kami sediakan untuk berbuka puasa, sangat cocok sekali untuk hawa dingin di Wonosalam. Karena Wonosalam ini kawasan wisata, ramainya itu Jumat, Sabtu, dan Minggu. Bahkan di akhir pekan, kami bisa menghabiskan hingga 100 ekor ayam," ujar Ony, Ahad (15/2/2026).</p>
<p>Proses penyajiannya sederhana namun kaya rasa. Daging ayam pilihan dibersihkan terlebih dahulu, lalu dimarinasi dengan racikan bumbu rempah khas Timur Tengah. Setelah meresap, ayam ditusuk dan dibakar hingga matang sempurna. Sementara itu, Nasi Uzbekistan dimasak dengan campuran rempah dan bumbu khas yang memberikan rasa gurih dan aroma kuat khas masakan Timur Tengah.</p>
<p>Meski tergolong menu baru, respons pengunjung terbilang tinggi. Dalam satu akhir pekan, resto ini mampu menghabiskan hingga 100 ekor ayam. Apalagi menjelang Ramadan, banyak keluarga dan rombongan wisatawan yang mulai mencari tempat untuk berbuka puasa bersama.</p>
<p>Salah satu pengunjung, Jalaludin Hambali, mengaku penasaran dengan menu yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>"Kalau ke Wonosalam sudah beberapa kali, tapi mencoba menu ini baru pertama kali karena penasaran. Ini ala rempah Timur Tengah, suasananya juga menjelang Ramadan. Nanti cocok banget dinikmati saat buka bersama di bulan suci nanti," tuturnya.</p>
<p>Keunikan lainnya, hidangan ini disajikan dalam wadah besar yang bisa dinikmati bersama keluarga hingga lima orang atau lebih. Suasana kebersamaan terasa semakin hangat, terlebih dengan latar pemandangan alam hijau lereng Gunung Anjasmoro yang memanjakan mata.</p>
<p>Dengan harga Rp35 ribu per porsi, menu Ayam Bakar Pakistan dan Nasi Uzbekistan ini terbilang terjangkau. Perpaduan rasa rempah yang kuat, udara pegunungan yang dingin, serta panorama alam yang asri menjadikan tempat ini pilihan menarik untuk ngabuburit hingga berbuka puasa.</p>
<p>Jadi, jika Anda berencana berwisata ke Wonosalam, tak ada salahnya mampir dan mencicipi sensasi kuliner Timur Tengah di lereng Gunung Anjasmoro. Siapa tahu, menu ini bisa menjadi referensi baru untuk buka bersama di bulan suci Ramadan. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang Siap Operasikan 6 Unit SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/yayasan-kemala-bhayangkari-polres-jombang-siap-operasikan-6-unit-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/yayasan-kemala-bhayangkari-polres-jombang-siap-operasikan-6-unit-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian dilakukan secara serentak mengikuti Zoom Meeting Launching operasional dan groundbreaking SPPG Polri se-Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698f2e925de77.webp" length="29596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 21:50:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG, Makan Bergizi Gratis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Jombang resmi mengoperasikan enam unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah meresmikan tiga gedung baru di Kecamatan Gudo, Perak, dan Kudu, Jumat (13/2/2026) pagi. Peresmian dilakukan secara serentak mengikuti Zoom Meeting Launching operasional dan <em>groundbreaking</em> SPPG Polri se-Indonesia.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Raya Gudo, Desa Gudo, Kecamatan Gudo ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan fasilitas gedung SPPG Gudo.</p>
<p>Dengan tambahan tiga unit tersebut, kini total SPPG yang dimiliki Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang mencapai enam unit. Sebelumnya, tiga SPPG lebih dulu beroperasi, yakni SPPG Jombatan (Jombang), SPPG Gambiran (Mojoagung), dan SPPG Genukwatu (Ngoro). Ketiga unit baru meliputi SPPG Gudo, SPPG Perak, dan SPPG Kudu.</p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan bahwa kehadiran enam SPPG ini merupakan wujud komitmen Polres Jombang dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>"Program ini tidak hanya bertujuan menekan angka stunting di Kabupaten Jombang, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, menggerakkan ekonomi lokal, serta menyerap tenaga kerja sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujar Kapolres.</p>
<p>Ia berharap enam SPPG yang telah beroperasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah penerima di wilayah Kabupaten Jombang, mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr. Hexawan Tjahya Widada yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap keberadaan SPPG Polres Jombang. Ia mengapresiasi pelaksanaan pemenuhan gizi yang sejauh ini berjalan baik tanpa adanya kesalahan maupun kejadian yang tidak diinginkan.</p>
<p>Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Kadis Ops Sat Radar 222 Jombang Mayor Lek Hendri, Wakapolres Jombang Kompol Syarlis, Hakim Pengadilan Negeri Jombang Iksan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wor Windari, jajaran PJU Polres Jombang, serta Forkopimcam Gudo.</p>
<p>Hadir pula Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Jombang Ny. Olivia Ardi, para kepala sekolah penerima manfaat, Kepala Puskesmas Blimbing dan Plumbon Gambang, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.</p>
<p>Dengan dioperasikannya enam unit SPPG ini, diharapkan upaya peningkatan kualitas gizi anak serta penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jombang dapat semakin optimal dan berkelanjutan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Jombang Gelar Safari Edukasi Jurnalistik di Sekolah, Beberkan Kiat Hadapi Oknum Mengaku Wartawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-jombang-gelar-safari-edukasi-jurnalistik-di-sekolah-beberkan-kiat-hadapi-oknum-mengaku-wartawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-jombang-gelar-safari-edukasi-jurnalistik-di-sekolah-beberkan-kiat-hadapi-oknum-mengaku-wartawan</guid>
<description><![CDATA[ Agenda ini digelar untuk merespons maraknya keresahan dari kalangan pendidik terkait praktik intimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698f2acc73740.webp" length="51162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 21:35:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Safari Edukasi Jurnalistik, PWI Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang menggelar kegiatan "PWI Jombang Goes to School, Safari Edukasi Jurnalistik" di Aula SMKN 3 Jombang, Jumat (13/2/2026). </p>
<p>Agenda ini digelar untuk merespons maraknya keresahan dari kalangan pendidik terkait praktik intimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan.</p>
<p>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi antara insan pers dan dunia pendidikan. Tujuannya, menjaga marwah profesi wartawan sekaligus melindungi sekolah dari tindakan menyimpang.</p>
<p>"Atas dasar menjunjung tinggi profesi wartawan dan banyaknya keresahan dari instansi terutama lembaga pendidikan, kami menggandeng Cabdindik untuk mengedukasi serta berdiskusi bagaimana cara menghadapi oknum-oknum yang mengaku wartawan, yang tujuannya bukan mencari berita tapi meminta sesuatu," ujarnya.</p>
<p>Mufid menambahkan, praktik semacam itu tidak hanya merugikan sekolah tetapi juga mencederai citra wartawan profesional. Sinergi lintas institusi dinilai penting agar oknum tersebut dapat dihadapi sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Kasubag TU Cabdindik Wilayah Jombang, Ulil Muamar, mengapresiasi langkah PWI yang dinilai responsif terhadap kebutuhan satuan pendidikan. Menurutnya, pemahaman hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa pers perlu dimiliki oleh setiap humas sekolah.</p>
<p>"Sekolah memang perlu dibekali pemahaman seperti ini. Jangan sampai karena ketidaktahuan, kemudian merasa takut atau tertekan saat menghadapi oknum yang mengatasnamakan wartawan," kata Ulil.</p>
<p>Ia juga mendorong para kepala sekolah dan humas untuk aktif berkoordinasi dengan Cabdindik jika menghadapi persoalan serupa. Pendampingan dan komunikasi yang baik, menurutnya, akan memudahkan penyelesaian masalah secara prosedural.</p>
<p>Didapuk sebagai pemateri, Yusuf Wibisono selaku tokoh senior wartawan di Jombang memaparkan kiat membedakan wartawan dan media terverifikasi dengan oknum tidak bertanggung jawab. </p>
<p>Ia menjelaskan, jika media telah terverifikasi Dewan Pers dan terjadi sengketa pemberitaan, penyelesaiannya melalui mekanisme Dewan Pers. Namun, jika tidak terverifikasi dan mengandung unsur pidana seperti pemerasan, sekolah dapat melapor ke aparat penegak hukum.</p>
<p>"Kalau terverifikasi Dewan Pers dan ada dugaan pelanggaran kode etik, maka laporkan ke Dewan Pers. Tapi kalau tidak terverifikasi dan ada unsur pidana, bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum dengan bukti yang kuat," jelas wartawan beritajatim.com itu. </p>
<p>Yusuf juga mengingatkan agar sekolah tidak panik saat berhadapan dengan oknum. Ia menekankan pentingnya membedakan sengketa produk jurnalistik dengan unggahan media sosial pribadi yang bisa diproses melalui UU ITE.</p>
<p>Sementara itu, Saiful Mualimin dari kontributor media televisi nasional, mendorong sekolah untuk memiliki media resmi yang dikelola profesional. Media internal, kata dia, dapat menjadi rujukan informasi sekaligus alat dokumentasi yang kredibel.</p>
<p>"Sekolah harus punya wadah informasi yang jelas dan resmi. Itu penting agar publik tidak bingung dan sekolah punya referensi yang bisa dirujuk kapan saja," ujar Saiful.</p>
<p>Pemateri selanjutnya, Muhammad Syafi' dari media Kompas.com, menambahkan bahwa penguatan media sosial juga penting untuk membangun citra positif sekolah. Dengan strategi konten yang tepat, sekolah dapat memperkuat branding sekaligus menutup celah bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.</p>
<p>"Kalau branding sekolah kuat, transparan, dan informatif, maka ruang untuk intimidasi atau tekanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab akan semakin sempit," tegasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, PWI Jombang berharap para humas sekolah tidak hanya memahami mekanisme hukum, tetapi juga mampu membangun sistem informasi yang kuat, profesional, dan akuntabel. Sinergi antara insan pers dan dunia pendidikan diharapkan dapat meminimalisir praktik intimidasi sekaligus menjaga marwah profesi jurnalistik tetap terhormat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dana Rp1,1 Miliar Disiapkan Pemkab Jombang untuk Program Permakanan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dana-rp11-miliar-disiapkan-pemkab-jombang-untuk-program-permakanan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dana-rp11-miliar-disiapkan-pemkab-jombang-untuk-program-permakanan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan asupan gizi kelompok rentan di wilayah setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698f25b8ad353.webp" length="44462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 21:05:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Sosial, Permakanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk program permakanan bagi masyarakat kurang mampu pada tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan asupan gizi kelompok rentan di wilayah setempat.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menyampaikan bahwa total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1.116.000.000. Dana tersebut akan diperuntukkan bagi 465 penerima manfaat yang tergabung dalam empat kategori sosial.</p>
<p>"Pada tahun 2026 kami menganggarkan Rp1.116.000.000 untuk program permakanan daerah," ucapnya dalam keterangan yang diterima pada Jumat (13/2/2026).</p>
<p>Ratusan penerima tersebut terdiri atas 213 lanjut usia, 126 anak-anak, 106 penyandang disabilitas, serta 20 gelandangan dan pengemis. Seluruh bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Berbeda dengan skema makanan siap saji yang dikelola di tingkat desa, program ini diberikan dalam bentuk uang tunai. Penyaluran dilakukan secara non-tunai melalui rekening masing-masing penerima di Bank Jatim dengan sistem virtual account.</p>
<p>"Bantuan ditransfer langsung ke rekening penerima. Mereka dapat mencairkannya melalui Bank Jatim," ujar Agung melanjutkan.</p>
<p>Ia menegaskan, program ini tidak sama dengan permakanan siap saji yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab kelompok masyarakat (pokmas) di tingkat desa. Dinas Sosial hanya menangani program permakanan dalam bentuk bantuan tunai dari pemerintah daerah.</p>
<p>Pada tahun sebelumnya, bantuan sebesar Rp2,4 juta per orang dicairkan secara bertahap dalam empat kali penyaluran. Namun, hasil evaluasi menunjukkan skema tersebut kurang efektif.</p>
<p>"Karena diterima sedikit demi sedikit, pemanfaatannya dinilai kurang optimal," katanya.</p>
<p>Berdasarkan evaluasi tersebut, pola penyaluran diubah pada 2026. Bantuan akan diberikan sekaligus sebesar Rp2,4 juta kepada masing-masing penerima manfaat dalam satu kali pencairan.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan dapat membantu penerima dalam mengatur kebutuhan pangan secara lebih leluasa dan terencana.</p>
<p>Agung menambahkan, program tersebut bertujuan menunjang perbaikan gizi bagi lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan gelandangan.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Pemkab Jombang berupaya memperkuat perlindungan sosial serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, terutama kelompok yang berada dalam kondisi paling rentan.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa program ini berbeda dari wacana makan bergizi khusus lansia yang tengah dibahas di sektor lain.</p>
<p>"Program permakanan yang dikelola Dinas Sosial murni menyasar pemenuhan kebutuhan dasar melalui bantuan tunai," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Ruko Pasar Pon Jombang Menganggur, Pedagang Pilih Jualan di Luar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-ruko-pasar-pon-jombang-menganggur-pedagang-pilih-jualan-di-luar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-ruko-pasar-pon-jombang-menganggur-pedagang-pilih-jualan-di-luar</guid>
<description><![CDATA[ Selain masalah ruko yang menganggur, kondisi fisik bangunan Pasar Pon juga memprihatinkan. Bagian atap pasar terlihat bolong di sejumlah titik dan mulai dimakan karat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ef82f1f347.webp" length="39630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 19:09:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ruko Pasar Pon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Puluhan ruko di Pasar Pon Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang saat ini dalam kondisi kosong tak terpakai. Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan.</p>
<p>Selain masalah ruko yang menganggur, kondisi fisik bangunan Pasar Pon juga memprihatinkan. Bagian atap pasar terlihat bolong di sejumlah titik dan mulai dimakan karat.</p>
<p>Pada tahun anggaran 2026 ini, tidak ada alokasi dana untuk perbaikan maupun rehabilitasi pasar akibat kebijakan efisiensi anggaran.</p>
<p>Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan Kabupaten Jombang, Haris, menyatakan bahwa seluruh pasar di Kabupaten Jombang untuk sementara tidak mendapatkan program rehab reguler.</p>
<p>"Untuk tahun 2026 ini, karena efisiensi anggaran, tidak ada kegiatan perbaikan atau rehabilitasi pasar. Jadi untuk sementara nol, tidak ada perbaikan," ucapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (13/2/2026).</p>
<p>Meski demikian, pemerintah daerah berencana mengusulkan sejumlah pasar yang dinilai memiliki banyak kendala agar bisa masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Prioritas perbaikan meliputi kerusakan gorong-gorong serta atap lapak pedagang.</p>
<p>"Kalau memungkinkan nanti kita usulkan di PAK, terutama pasar-pasar yang banyak kendala, seperti gorong-gorong dan atap lapak," ujarnya melanjutkan.</p>
<p>Pasar-pasar yang menjadi perhatian utama antara lain Pasar Pon, Pasar Peterongan, Pasar Mojoagung, dan Pasar Citra Niaga.</p>
<p>Terkait kondisi Pasar Pon, Haris memperkirakan jumlah ruko yang tersedia sekitar puluhan unit. Dari total tersebut, tingkat keterisian hanya mencapai 70 persen.</p>
<p>"Saya lupa, mungkin sekitar 60-an unit. Dan persentase yang menempati mungkin sekitar 70 persen," katanya.</p>
<p>Meski sebagian besar ruko sebenarnya sudah memiliki pemilik atau pedagang, masih banyak ditemukan lapak kosong, terutama di area belakang pasar seperti zona bedak daging. Ironisnya, sebagian pedagang justru memilih berjualan di luar area pasar meskipun telah memiliki tempat di dalam.</p>
<p>"Ada yang sudah punya tempat, tapi tidak jualan di dalam. Kalau lama tidak ditempati, nanti akan kita segel dan kita berikan kepada pedagang lain yang mau menempati," ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, sesuai ketentuan dalam peraturan bupati (Perbup), apabila lapak tidak ditempati selama tiga bulan berturut-turut, maka hak pemanfaatannya dapat diambil alih oleh pemerintah untuk dialihkan kepada pedagang lain.</p>
<p>Haris menjelaskan, pembangunan Pasar Pon dilaksanakan pada tahun 2022 dengan anggaran mencapai miliaran rupiah melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKPRO). Proyek senilai Rp3,9 miliar itu digunakan untuk pembangunan 72 kios dan 7 toko, ditambah 20 kios cadangan serta 75 los untuk pedagang.</p>
<p>Pembangunan pasar yang mulai dikerjakan sejak 19 Juli hingga 16 Desember 2022 ini diharapkan mampu menjadi pusat perdagangan yang representatif bagi para pedagang.</p>
<p>Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah berharap para pedagang yang telah memiliki lapak dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara optimal, sehingga aktivitas perdagangan di dalam pasar bisa kembali menggeliat.</p>
<p>"Kita mengimbau pedagang itu yang mau menempati, yang bedak-bedak yang kosong yang ditempati mereka. Tapi kalau mereka enggak menempati ya kita serahkan kepada yang mau, kita menempati yang lain," pungkas Haris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang dan Bapanas Sidak Pasar Pon, Temukan Kenaikan Harga Cabai dan Telur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-dan-bapanas-sidak-pasar-pon-temukan-kenaikan-harga-cabai-dan-telur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-dan-bapanas-sidak-pasar-pon-temukan-kenaikan-harga-cabai-dan-telur</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, di antaranya telur ayam ras dan cabai. Telur ayam ras naik dari Rp28.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ef0b7773ed.webp" length="40996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 18:08:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sidak Pasar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menjelang bulan suci Ramadan, Bupati Jombang Warsubi bersama perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Jumat (13/2/2026). Sidak ini bertujuan memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di wilayah setempat.</p>
<p>Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, di antaranya telur ayam ras dan cabai. Telur ayam ras naik dari Rp28.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. </p>
<p>Sementara itu, cabai rawit merah justru dilaporkan turun dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, meski Kepala Sub Tata Usaha Deputi Bapanas, Puspa Dewi, menilai angka tersebut masih di atas harga normal nasional yang berkisar Rp57.000 per kilogram.</p>
<p>“Secara nasional, cabai rawit memang sedang naik karena faktor cuaca yang terjadi serentak di berbagai daerah. Jombang masih terbilang lebih baik dibanding daerah lain seperti Kediri yang mencapai Rp75.000 per kilogram," ujar Puspa.</p>
<p>Komoditas lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp35.000 per kilogram, namun masih di bawah harga nasional Rp41.000. Adapun daging ayam tercatat stabil di Rp39.000 per kilogram dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).</p>
<p>Untuk beras, harga beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Sidak juga menemukan adanya beras premium yang dijual Rp12.800 per kilogram, namun menurut Bupati Warsubi, hal itu masih dalam batas wajar karena harga sudah tercantum jelas dari pihak perusahaan.</p>
<p>“Secara umum harga di Jombang masih terkendali. Kalau nanti ada lonjakan tidak wajar, kami siap gelar operasi pasar bersama Bulog. Stok beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya juga aman," tegas Warsubi.</p>
<p>Puspa Dewi menambahkan, dari tujuh daerah yang ia kunjungi, Jombang menjadi salah satu daerah dengan harga pangan paling terkendali.</p>
<p>“Ini yang terbaik. Stok aman, harga relatif stabil, dan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi Ramadan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paguyuban Pujasera Gus Dur Jombang Santuni 70 Anak Yatim dari Hasil Iuran Anggota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paguyuban-pujasera-gus-dur-jombang-santuni-70-anak-yatim-dari-hasil-iuran-anggota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paguyuban-pujasera-gus-dur-jombang-santuni-70-anak-yatim-dari-hasil-iuran-anggota</guid>
<description><![CDATA[ Dari penggalangan dana mandiri itu, terkumpul dana sekitar Rp12 juta yang disalurkan dalam kegiatan tahun kedua ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698eed2608386.webp" length="71010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 17:10:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Santunan dari Iuran Anggota, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang menyalurkan santunan kepada 70 anak yatim dalam acara doa bersama menyambut bulan suci Ramadan, di pelataran utara Stadion Merdeka, Rabu (12/2/2026) malam. </p>
<p>Santunan tersebut merupakan hasil iuran harian para anggota paguyuban yang dikumpulkan secara swadaya melalui kotak donasi di setiap stan pedagang. Dari penggalangan dana mandiri itu, terkumpul dana sekitar Rp12 juta yang disalurkan dalam kegiatan tahun kedua ini.</p>
<p>Kepala Bidang Keagamaan Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang, Iksan, menyampaikan bahwa jumlah penerima santunan tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan pertama pada tahun sebelumnya.</p>
<p>"Tahun kemarin 50 anak, sekarang mencapai 70 anak yatim. Insyaallah tahun depan akan kita tingkatkan lagi," ujar Iksan, Jumat (13/2/2026).</p>
<p>Kegiatan bertajuk "Marhaban Ya Ramadan" ini merupakan program rutin tahunan paguyuban sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur menjelang bulan suci. Iksan menegaskan bahwa seluruh dana santunan berasal dari iuran anggota tanpa pihak lain.</p>
<p>"Kami dari dulu memang independen. Penggalian dana dari anggota kami sendiri. Setiap hari kami bawa kotak untuk santunan, diisi tiap hari," jelasnya.</p>
<p>Paguyuban yang menaungi 40 pedagang pengguna stan dan lima petugas parkir ini berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat di masa mendatang. Tidak hanya anak yatim, tetapi juga fakir miskin, lansia, dan janda kurang mampu. Program pembagian takjil saat Ramadan pun telah masuk dalam agenda.</p>
<p>Selain kegiatan sosial tahunan, paguyuban yang berlokasi di kompleks pujasera Jalan Gus Dur depan Bank Jombang Tower ini juga memiliki tradisi keagamaan rutin. Setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi, seluruh pedagang sepakat libur berjualan untuk menggelar arisan, doa tahlil keliling, serta doa bersama di area stadion pada malam harinya.</p>
<p>"Setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi kami memang libur. Itu sudah menjadi kesepakatan sejak paguyuban ini berdiri," pungkas Iksan.</p>
<p>Melalui berbagai kegiatan yang didanai dari iuran anggota tersebut, Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang bertekad tidak hanya menjadi wadah ekonomi bagi para pedagang, tetapi juga mengambil peran sosial dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Buka Seleksi Terbuka Lima Posisi JPTP Eselon II&amp;B</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-buka-seleksi-terbuka-lima-posisi-jptp-eselon-ii-b</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-buka-seleksi-terbuka-lima-posisi-jptp-eselon-ii-b</guid>
<description><![CDATA[ Mekanisme lelang jabatan ini tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang, tetapi juga terbuka bagi ASN dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lain di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698de53098006.webp" length="26608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 21:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, lelang jabatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Jombang resmi membuka seleksi terbuka untuk mengisi lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) eselon II-B yang saat ini kosong.</p>
<p>Mekanisme lelang jabatan ini tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang, tetapi juga terbuka bagi ASN dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lain di Jawa Timur.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi, menegaskan bahwa kebijakan lintas daerah ini telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan bertujuan menjaring figur terbaik.</p>
<p>"Seleksi terbuka ini dirancang agar kami mendapatkan pejabat yang profesional dan berkompeten. ASN dari luar Jombang pun berhak mendaftar selama memenuhi persyaratan," ujarnya, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Menurut Agus, adapun prasarat peserta yang bisa mendaftarkan diri pada seleksi JPTP, merujuk pada pengumuman panitia seleksi Nomor 3/PANSEL-JPTP/JBG/II/2026, pelamar harus memenuhi sejumlah ketentuan, diantaranya berstatus PNS di lingkungan Pemkab Jombang atau pemda lain di Jawa Timur. </p>
<p>Selanjutnya, berusia maksimal 56 tahun per 1 April 2026, pangkat paling rendah Pembina (IV/a). Sedang atau pernah menduduki jabatan administrator atau jabatan fungsional ahli madya minimal dua tahun. Pendidikan minimal S1 atau D-IV. Sehat jasmani dan rohani, bebas penyalahgunaan NAPZA. </p>
<p>Memenuhi standar kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Memiliki integritas dan moralitas baik. Telah mengikuti pelatihan kepemimpinan administrator (kecuali bagi pejabat fungsional). Tidak sedang menjalani pemeriksaan pelanggaran disiplin. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang/berat dalam dua tahun terakhir. Tidak terlibat proses peradilan.</p>
<p>Nilai kinerja dua tahun terakhir minimal berpredikat baik. Telah melaporkan harta kekayaan melalui LHKPN/LHKASN. Menyampaikan SPT pajak tahun terakhir. Memiliki rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).</p>
<p>Lebih lanjut, menurut Agus ada lima posisi JPTP eselon II-B yang saat ini kosong dan menjadi objek seleksi terbuka meliputi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang. </p>
<p>Agus Purnomo menambahkan, seluruh ketentuan administrasi dan kompetensi telah diumumkan secara terbuka melalui laman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang.</p>
<p>Seleksi terbuka ini dibuka sejak Jumat, 6 Februari 2026, dan pendaftaran akan berlangsung hingga 20 Februari 2026. Panitia seleksi memastikan akan berfokus pada kualitas dan kelayakan peserta dalam setiap tahapan seleksi.</p>
<p>"Kami ingin pejabat yang terpilih nanti benar-benar siap mengemban amanah dan tanggung jawab jabatan. Asal instansi bukan faktor penentu, yang terpenting adalah kompetensi, rekam jejak, dan kapasitas calon," pungkas Agus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Miskin Sementara Dilarang Sakit, 29 Ribu Peserta BPJS PBI di Jombang Dinonaktifkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-miskin-sementara-dilarang-sakit-29-ribu-peserta-bpjs-pbi-di-jombang-dinonaktifkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-miskin-sementara-dilarang-sakit-29-ribu-peserta-bpjs-pbi-di-jombang-dinonaktifkan</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini merupakan dampak dari pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh Kementerian Sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d79a3f3b56.webp" length="117024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 16:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BPJS Kesehatan PBI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Sebanyak 29.001 warga Kabupaten Jombang kehilangan akses jaminan kesehatan setelah status kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) mereka dinonaktifkan secara massal per 1 Januari 2026. </p>
<p>Kebijakan ini merupakan buntut dari pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Dheny, mengungkapkan bahwa mayoritas warga yang dicoret dari daftar penerima bantuan tersebut terklasifikasi dalam desil 6 hingga 10, atau kelompok masyarakat yang dianggap memiliki tingkat kesejahteraan menengah ke atas. </p>
<p>Dalam regulasi Jaminan Kesehatan Nasional, iuran negara hanya dialokasikan bagi masyarakat di desil 1 hingga 5.</p>
<p>"Peserta yang berada di atas desil lima dinilai sudah tidak lagi memenuhi kriteria untuk menerima bantuan iuran," ujar Dheny saat memberikan keterangan, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Namun, kebijakan penonaktifan berbasis data statistik ini memicu persoalan terkait akurasi di lapangan. Dheny mengakui adanya celah antara klasifikasi desil dengan realitas ekonomi warga yang bersifat dinamis, mengingat perubahan kondisi finansial masyarakat seringkali terjadi lebih cepat dibandingkan siklus pembaruan data birokrasi.</p>
<p>Menanggapi risiko sosial tersebut, Dinas Sosial Jombang kini mengalihkan beban verifikasi kepada pemerintah desa. </p>
<p>Para operator desa diinstruksikan untuk proaktif melakukan pemutakhiran data serta mengajukan reaktivasi bagi warga yang secara faktual masih membutuhkan bantuan, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.</p>
<p>Hingga 9 Februari 2026, tercatat baru 624 warga yang berhasil memulihkan status kepesertaan PBI JK mereka. Angka ini tergolong sangat kecil dibandingkan total puluhan ribu peserta yang dinonaktifkan di awal tahun.</p>
<p>Di sisi lain, terdapat pergeseran skema pendanaan iuran. Dinsos mencatat sebanyak 8.595 peserta PBI Daerah (PBID) yang sebelumnya dibiayai anggaran daerah, kini telah dialihkan ke skema PBI JK yang bersumber dari anggaran pusat.</p>
<p>Bagi warga yang terdampak namun belum melakukan pengajuan ulang, Dinsos Jombang mewajibkan penyertaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan surat keterangan dokter sebagai syarat administrasi. Proses reaktivasi ini dilaporkan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk sinkronisasi sistem.</p>
<p>"Setelah reaktivasi disetujui, pemerintah desa memiliki kewajiban untuk menyesuaikan penurunan desil warga melalui sistem SIKS," tambah Dheny.</p>
<p>Pemerintah menetapkan tenggat waktu bagi warga terdampak. Pengajuan reaktivasi hanya diberikan batas maksimal tiga bulan sejak penonaktifan, atau hingga April 2026. </p>
<p>Kelalaian dalam pengajuan hingga batas waktu tersebut akan mengakibatkan status kepesertaan dinonaktifkan secara permanen, yang berpotensi memutus akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak terdata. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Ramadan, Ribuan Warga Jombang Berebut Gunungan Apem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-ribuan-warga-jombang-berebut-gunungan-apem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-ribuan-warga-jombang-berebut-gunungan-apem</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 15.752 apem yang disusun dalam 17 tumpeng ludes dalam waktu singkat. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengambil apem warna-warni yang menjadi simbol tradisi megengan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d72f87de50.webp" length="71236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 15:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gerebek Apem 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Tradisi Grebeg Apem 2026 yang diselenggarakan di Alun-Alun Kabupaten Jombang pada Kamis (12/2/2026) berlangsung meriah dan diwarnai aksi antusiasme warga dalam memperebutkan ribuan apem. </p>
<p>Masyarakat yang telah memadati lokasi sejak pagi hari mulai mengambil bagian dari gunungan apem saat tumpengan mulai dibagikan, bahkan sebelum sambutan Bupati Jombang, Warsubi, berakhir.</p>
<p>Sebanyak 15.752 butir apem yang disusun dalam 17 tumpeng ludes dalam waktu singkat. Warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias memperoleh apem warna-warni yang menjadi simbol tradisi Megengan menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah.</p>
<p>Rangkaian Grebeg Apem diawali dengan kirab dari Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang menuju alun-alun. </p>
<p>Pawai tersebut dimeriahkan oleh penampilan drum band serta tarian bernuansa Timur Tengah yang dibawakan oleh siswa Sekolah Dasar dari berbagai kecamatan. </p>
<p>Mereka mengawal gunungan dan tumpukan apem yang menjadi ikon utama tradisi tahunan ini.</p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan bahwa Grebeg Apem bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol kebersamaan dan sikap saling memaafkan menjelang bulan suci.</p>
<p>"Tradisi ini merupakan wujud kebahagiaan bersama sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Jombang. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi," ujar dia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Warsubi turut mengutip Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 mengenai kewajiban berpuasa. </p>
<p>Ia menekankan bahwa puasa merupakan sarana untuk mendidik diri, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas ketakwaan.</p>
<p>"Hari ini kita semua berbahagia. Sebagai umat Muslim yang beriman, kita wajib menyambut Ramadan dengan hati yang gembira," pungkasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang berharap tradisi Grebeg Apem dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya daerah, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan datangnya bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepanjang 2025, Kasus Baru HIV/AIDS di Jombang Capai 280 dari Total Kumulatif 2.169 Orang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepanjang-2025-kasus-baru-hivaids-di-jombang-capai-280-dari-total-kumulatif-2169-orang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepanjang-2025-kasus-baru-hivaids-di-jombang-capai-280-dari-total-kumulatif-2169-orang</guid>
<description><![CDATA[ Semakin gencar upaya penemuan kasus, semakin tinggi pula kemungkinan terdeteksinya HIV, terutama pada individu yang sebelumnya tidak mengetahui statusnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c931026bd3.webp" length="34224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 22:50:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kasus HIV/AIDS</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP — </strong>Sebanyak 280 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Kabupaten Jombang sepanjang tahun 2025. Meskipun angka ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengingatkan bahwa risiko penularan HIV masih nyata dan dapat terjadi pada siapa saja.</p>
<p>Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa jumlah kasus yang terdeteksi sangat bergantung pada seberapa aktif skrining dilakukan di masyarakat. Semakin gencar upaya penemuan kasus, semakin tinggi pula kemungkinan terdeteksinya HIV, terutama pada individu yang sebelumnya tidak mengetahui statusnya.</p>
<p>“Penurunan angka bukan berarti penularan menurun drastis. Bisa jadi karena cakupan skrining tidak seluas sebelumnya. Deteksi dini adalah kunci utama,” ujar dr Hexa dalam pesan diterima wartawan, Rabu (11/2/2026).</p>
<p>Berdasarkan data lima tahun terakhir, temuan kasus HIV tertinggi di Jombang terjadi pada 2023 dengan 332 kasus. Kemudian berturut-turut menurun menjadi 310 kasus (2024) dan 280 kasus (2025).</p>
<p>Dinkes Jombang menegaskan bahwa penanganan HIV harus mengedepankan prinsip kerahasiaan dan hak pasien. Identitas Orang dengan HIV (ODHIV) dilindungi undang-undang dan tidak boleh dipublikasikan. Fokus pemerintah saat ini adalah memperluas skrining dan memperkuat layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).</p>
<p><strong>Didominasi Pria Dewasa, Anak Juga Terdampak</strong></p>
<p>Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Jombang Care Center (JCC) Plus, Fuad Abdillah, menyebutkan bahwa total kasus HIV/AIDS di Jombang secara kumulatif hingga Desember 2025 mencapai 2.169 orang. Dari jumlah itu, 250 kasus merupakan temuan baru berdasarkan pendataan internal KDS.</p>
<p>Profil temuan kasus baru menunjukkan dominasi pada pria dewasa (174 orang), disusul perempuan dewasa (71 orang). Sementara itu, sebanyak enam kasus ditemukan pada anak usia 0–18 tahun, terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan.</p>
<p>Dari sisi kelompok risiko, temuan terbanyak berasal dari Lelaki Seks Lelaki atau LSL (23,6%), diikuti Pelanggan Pekerja Seks (16,3%), dan Warga Pekerja Seks atau WPS (11,6%).</p>
<p>Namun Fuad menekankan bahwa data tersebut tidak boleh dijadikan alat stigmatisasi. Tingginya temuan di kelompok tertentu justru mencerminkan keberhasilan pendekatan dan layanan kesehatan yang menyasar mereka secara aktif.</p>
<p>“Ini bukan untuk memberi cap. Justru edukasi bahwa HIV bisa menimpa siapa pun. Stigma hanya akan membuat orang takut tes dan berobat,” tegas Fuad.</p>
<p>Dari sisi usia, kelompok produktif 25–49 tahun mendominasi temuan kasus dengan 170 orang. Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT CJI, DLH, dan PWI Jombang Sinergi dalam Aksi Tanam Pohon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-cji-dlh-dan-pwi-jombang-sinergi-dalam-aksi-tanam-pohon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-cji-dlh-dan-pwi-jombang-sinergi-dalam-aksi-tanam-pohon</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Andum Alpokat, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam ini menjadi wujud nyata kepedulian lintas sektoral terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c6b4549225.webp" length="92978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 18:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, HPN 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan Hari Pers Nasional (HPN), PT CJI berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang menggelar aksi tanam pohon, Rabu (11/2/2026). </p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Andum Alpokat, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam ini menjadi wujud nyata kepedulian lintas sektoral terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Aksi penghijauan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, wartawan, pelajar, hingga masyarakat setempat. </p>
<p>Kehadiran manajemen PT CJI turut memeriahkan kegiatan, antara lain Vice President Director Yoo Kungmin, Associate Director Beny Effendy, Department Head HRGA Muhammad Rizki Zamroni, dan Section Chief GA External Wahyu Aries Setiawan.</p>
<p>Apresiasi pemerintah daerah pun mengalir kepada PT CJI. Plh Asisten 1 Kabupaten Jombang, Masduqi Zakaria, menyerahkan langsung penghargaan atas kontribusi perusahaan dalam pemulihan ekosistem di wilayah tersebut. </p>
<p>“Ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah dan swasta dalam pembangunan keberlanjutan demi generasi mendatang,” ujarnya mewakili Bupati Jombang.</p>
<p>Komitmen PT CJI terhadap konservasi lingkungan telah berjalan dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 34.777 bibit pohon telah disalurkan ke berbagai pihak. Di tahun 2026 ini, perusahaan kembali menyiapkan 30.000 bibit pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan alam.</p>
<p>Wahyu Aries Setiawan, Section Chief GA External PT CJI, menegaskan bahwa perusahaan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan bibit pohon. </p>
<p>“PT CJI memiliki kebun bibit dengan berbagai jenis, seperti trembesi, sengon, mahoni, palem, hingga bibit buah. Kami mempersilakan datang langsung ke perusahaan,” ungkapnya.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan prinsip bisnis berkelanjutan yang diusung PT CJI, yakni 'Nature to Nature', yang menempatkan kelestarian alam sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas perusahaan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jombang M Mufid menyebut aksi tanam pohon ini sebagai rangkaian peringatan HPN yang sengaja dirancang sederhana namun bermakna. </p>
<p>“Kami ingin insan pers tidak hanya berkarya melalui tulisan, tetapi juga hadir dalam aksi nyata untuk lingkungan dan ketahanan pangan,” jelasnya.</p>
<p>Tak berhenti pada penanaman pohon, PWI Jombang bersama Polres Jombang juga meluncurkan Lomba Fotografi dan Konten Video bertajuk “Lensa Pengabdian: Potret Nyata Aksi Polisi BAIK untuk Masyarakat”. </p>
<p>Kompetisi yang dimulai Februari 2026 ini memperebutkan total hadiah Rp15 juta dan terbuka untuk umum, pelajar, santri, hingga mahasiswa.</p>
<p>Sebagai puncak peringatan HPN, PWI Jombang kembali menggelar PWI Jombang Award 2026. </p>
<p>“Penghargaan diberikan kepada tokoh atau individu inspiratif yang berprestasi, berkontribusi dalam digitalisasi, menghadirkan inovasi, serta konsisten mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat,” papar Mufid.</p>
<p>Malam puncak HPN 2026 yang akan mengumumkan pemenang lomba serta penerima penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 April 2026. Mufid menutup dengan harapan agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. </p>
<p>“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan yang sejalan dengan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekerasan Seksual di Jombang Tinggi, Edukasi Reproduksi Jadi Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekerasan-seksual-di-jombang-tinggi-edukasi-reproduksi-jadi-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekerasan-seksual-di-jombang-tinggi-edukasi-reproduksi-jadi-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Pendidikan dini dinilai penting agar remaja memahami risiko, mengenali batasan tubuh, memahami langkah mitigasi, serta menyadari dampak jangka panjang kekerasan seksual terhadap fungsi reproduksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c374853f12.webp" length="18218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 16:30:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan Seksual, Reproduksi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memberikan perhatian serius terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 <em>Women’s Crisis Center</em> (WCC).</p>
<p>Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A) Jombang, Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, menegaskan pentingnya penguatan pencegahan dini melalui jalur pendidikan dan layanan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Meski data internal pemerintah daerah menunjukkan tren penurunan kasus secara kuantitas, Ma’murotus menyebut jenis kekerasan yang mendominasi tetap didominasi oleh kasus persetubuhan.</p>
<p>"Berdasarkan laporan kami, memang terjadi penurunan jumlah, tetapi bentuk kekerasannya tetap didominasi oleh persetubuhan. Hal ini berkaitan erat dengan isu kesehatan reproduksi," ujar pejabat yang karib disapa Ning Eyik tersebut melalui keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).</p>
<p>Menurut dia, temuan kekerasan tersebut harus menjadi landasan kepedulian lintas sektor. Ia menekankan perlunya kolaborasi, terutama dengan Dinas Kesehatan, untuk membangun kesadaran terkait kesehatan reproduksi sejak usia dini.</p>
<p>Pendidikan dini dinilai penting agar remaja memahami risiko, mengenali batasan tubuh, memahami langkah mitigasi, serta menyadari dampak jangka panjang kekerasan seksual terhadap fungsi reproduksi.</p>
<p>"Anak-anak harus memahami apa yang berbahaya bagi mereka. Edukasi kesehatan reproduksi harus dikenalkan sejak dini dan tidak dapat ditunda," tegasnya.</p>
<p>Pihaknya turut mengapresiasi langkah Kementerian Agama (Kemenag) Jombang yang telah mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi ke dalam kegiatan kokurikuler dan pendidikan remaja. Selain itu, edukasi bagi calon pengantin (catin) dinilai telah memiliki titik intervensi yang tepat.</p>
<p>Kendati demikian, Ning Eyik mengkritik kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi melemahkan upaya pencegahan di tingkat akar rumput. Ia menilai program strategis seperti posyandu remaja, sekolah orang tua hebat, hingga dukungan dana desa tidak seharusnya terkena pemangkasan anggaran.</p>
<p>"Refleksi dari laporan tahunan WCC maupun data internal kami harus menjadi bahan pertimbangan kebijakan. Jangan sekadar melakukan efisiensi. Program yang menangani kasus krusial seperti ini mestinya diperkuat, bukan dipotong," ujarnya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah desa lebih selektif dalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) dan APBDes agar tetap berpihak pada perlindungan perempuan dan anak di wilayah masing-masing. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>57 SPPG di Jombang Kantongi Sertifikat Laik Higiene, 10 Lainnya Masih Proses</title>
<link>https://suarajatimpost.com/57-sppg-di-jombang-kantongi-sertifikat-laik-higiene-10-lainnya-masih-proses</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/57-sppg-di-jombang-kantongi-sertifikat-laik-higiene-10-lainnya-masih-proses</guid>
<description><![CDATA[ Kepemilikan SLHS bersifat wajib bagi setiap unit SPPG. Sertifikat ini merupakan bukti formal bahwa lokasi pengolahan makanan telah memenuhi syarat kelayakan guna meminimalkan risiko kontaminasi dan gangguan keamanan pangan lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698aebdbb405c.webp" length="58734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 16:20:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SLHS SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 57 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). </p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi peningkatan jumlah unit yang tersertifikasi hingga pekan kedua Februari 2026.</p>
<p></p>
<p>"Hingga pekan lalu, total 57 SPPG telah menyelesaikan proses sertifikasi. Ini menunjukkan tren positif dalam pemenuhan standar kesehatan," ujar dr. Hexawan saat ditemui, Selasa (10/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, kepemilikan SLHS bersifat wajib bagi setiap unit SPPG. Sertifikat ini merupakan bukti formal bahwa lokasi pengolahan makanan telah memenuhi syarat kelayakan guna meminimalkan risiko kontaminasi dan gangguan keamanan pangan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Proses verifikasi untuk mendapatkan sertifikat tersebut dilakukan secara ketat, meliputi pemeriksaan kesehatan penjamah makanan, pemantauan kondisi lingkungan, serta pengujian laboratorium terhadap sampel air, bahan pangan, hingga uji usap (swab) tangan petugas.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus melakukan pendampingan intensif agar seluruh unit mampu memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Masih ada sisa unit yang saat ini dalam proses antrean sertifikasi," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Januari 2026, Kabupaten Jombang memiliki 67 unit SPPG yang beroperasi. </p>
<p></p>
<p>Meskipun mayoritas telah bersertifikat, kuantitas unit pelayanan dinilai masih belum mencukupi untuk mengover seluruh sasaran Program Makan Bergizi (MBG).</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi menyebutkan bahwa wilayahnya masih memerlukan tambahan sekitar 30 unit SPPG baru. Perluasan ini diperlukan guna memastikan distribusi layanan gizi menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal dan merata.</p>
<p></p>
<p>Dengan penguatan standardisasi melalui SLHS, Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan seluruh layanan pemenuhan gizi tidak hanya tepat sasaran secara kuantitas, tetapi juga terjamin aspek kualitas dan keamanannya bagi konsumen. (<strong>*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Perkuat Ekonomi dan Infrastruktur Melalui Musrenbang RKPD 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-perkuat-ekonomi-dan-infrastruktur-melalui-musrenbang-rkpd-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-perkuat-ekonomi-dan-infrastruktur-melalui-musrenbang-rkpd-2027</guid>
<description><![CDATA[ Forum ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Pendopo Kecamatan Gudo, Senin (9/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ad92e5c3e9.webp" length="54702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 16:00:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Musrembang RKPD 2027, Pemkab Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. </p>
<p></p>
<p>Forum yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini dipusatkan di Pendopo Kecamatan Gudo, Senin (9/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, beserta jajaran pejabat terkait. Forum ini berfungsi sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Gudo, Perak, dan Bandar Kedungmulyo.</p>
<p></p>
<p>Wakil Bupati Salmanudin, mewakili Bupati Warsubi, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebut forum ini dirancang guna merumuskan perencanaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Fokus kami meliputi pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, hingga dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis," ujar Salmanudin dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Pembangunan tahun 2027 mengusung tema Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer. Pemkab Jombang berkomitmen menjadikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi yang terintegrasi dengan industri pengolahan serta pasar modern maupun digital.</p>
<p></p>
<p>Merespons kebutuhan masyarakat, Wakil Bupati mengumumkan transformasi skema Pagu Indikatif Kewilayahan menjadi program 'Prioritas Kecamatan' yang mulai diberlakukan pada 2026.</p>
<p></p>
<p>"Mulai 2026, peran kecamatan diperkuat melalui alokasi peningkatan jalan kabupaten sebesar Rp1 miliar per kecamatan, serta tambahan Rp200 juta untuk Penerangan Jalan Umum (PJU). Tujuannya agar dampak pembangunan langsung dirasakan masyarakat," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Beberapa proyek strategis yang dijadwalkan pelaksanaannya pada 2026 meliputi rehabilitasi jalan ruas Gondekan–Gudo, pemasangan PJU ruas Blimbing–Gudo, serta rehabilitasi jalan Karangdagangan–Balongsari. Selain itu, pemasangan PJU juga akan difokuskan pada sejumlah titik, mulai dari Desa Sumberagung, Pagerwojo, Kalangsemanding, hingga wilayah Perak.</p>
<p></p>
<p>Di samping infrastruktur fisik, Pemkab Jombang mendorong program Desa Maju dan Sejahtera (Desa Mantra). Program ini menyasar pembangunan berbasis kewenangan desa, seperti perbaikan jalan lingkungan tingkat RT/RW, dukungan Dasawisma, hingga pengadaan atribut Linmas.</p>
<p></p>
<p>Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh delegasi dan kepala desa bersinergi menyukseskan program strategis, antara lain Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, penanganan sampah ASRI, serta penguatan swasembada pangan dan energi.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan berlangsung tertib dengan partisipasi tokoh masyarakat, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapperida Hartono turut memaparkan detail program Desa Mantra dan capaian pembangunan dari usulan tahun sebelumnya yang akan direalisasikan pada 2026 di tiga kecamatan peserta. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Ploso Gelar Ziarah Tokoh Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-ploso-gelar-ziarah-tokoh-periwayat-sejarah-kelahiran-bung-karno-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-ploso-gelar-ziarah-tokoh-periwayat-sejarah-kelahiran-bung-karno-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Ziarah menyasar beberapa makam tokoh kunci, di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, sahabat ayah Bung Karno sekaligus guru mengaji pertamanya di Pesantren Kedung Turi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ad5b50ee40.webp" length="46896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 15:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Presiden Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, melakukan upaya pelestarian memori sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui ziarah ke makam para periwayat sejarah Bung Karno yang berpusat di Situs Rumah Kelahiran Soekarno, Desa Rejoagung, Selasa (10/2/2026).</p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama di situs yang berlokasi di Gang Buntu. Selanjutnya, rombongan melakukan ziarah ke makam sejumlah tokoh yang dinilai memiliki peran krusial dalam meriwayatkan kisah kelahiran serta masa kecil Sang Proklamator selama di Ploso.</p>
<p>Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA), Komar, menyatakan bahwa agenda ini bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah menjaga dan menyampaikan sejarah secara turun-temurun.</p>
<p>"Ini merupakan bentuk penghormatan kepada para periwayat. Tanpa kontribusi mereka, generasi saat ini tidak akan memiliki jejak sejarah yang utuh," ujar dia.</p>
<p>Ziarah menyasar beberapa makam tokoh kunci, di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, sahabat ayah Bung Karno sekaligus guru mengaji pertamanya di Pesantren Kedung Turi. </p>
<p>Selain itu, rombongan menziarahi makam Nyai Nasihah, tokoh yang memberikan keterangan mengenai lokasi sekolah desa (<em>Ongko Loro</em>) tempat Bung Karno pertama kali menempuh pendidikan formal.</p>
<p>Tokoh lain yang diziarahi adalah Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno sejak bayi, serta Mbah Joyo (Joyodipo), teman sekolah dan sepermainan Bung Karno di masa kecil.</p>
<p>"Seluruh tokoh ini adalah warga asli Ploso. Mbok Suwi dan Mbah Joyo tercatat pernah mendampingi Cindy Adams saat melakukan riset biografi Bung Karno di Ploso pada tahun 1964," jelas Komar.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin pelestarian sejarah, termasuk untuk memperingati momentum penting seperti tanggal 28 Desember (mutasi ayah Bung Karno ke Ploso) dan 16 Januari (kedatangan Cindy Adams).</p>
<p>Sejarawan sekaligus inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bukti nyata dari terjaganya memori kolektif masyarakat setempat.</p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa ingatan kolektif mengenai kelahiran Bung Karno di Ploso tetap hidup dan dirawat oleh warga," tegas Binhad.</p>
<p>Menurut Binhad, ziarah terhadap empat tokoh kunci tersebut merupakan inisiatif warga Ploso yang didukung oleh komunitas sejarah serta organisasi seperti PCTA. "Ini adalah ikhtiar bersama dalam menjaga jejak sejarah kelahiran Soekarno di Ploso," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMK Budi Utomo Jombang Gelar Inovasi Siswa dan Job Fair 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smk-budi-utomo-jombang-gelar-inovasi-siswa-dan-job-fair-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smk-budi-utomo-jombang-gelar-inovasi-siswa-dan-job-fair-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (10-11 Februari 2026), di halaman Masjid Luhur Nurhasan, Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698acc3c26152.webp" length="68202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 13:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gelar Karya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Yayasan Pendidikan Budi Utomo melalui SMK Budi Utomo Gadingmangu kembali menyelenggarakan agenda tahunan Gelar Karya Siswa, Expo Campus, dan Mini Job Fair (GEJ) 2026. </p>
<p>Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (10-11 Februari 2026), di halaman Masjid Luhur Nurhasan, Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Acara tahun ini memamerkan hasil inovasi dari tujuh jurusan, yaitu Multimedia (MM), Busana Butik (BB), Akuntansi (AK), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Smart Farming.</p>
<p>Kepala SMK Budi Utomo, Parwata, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan puncak kolaborasi seluruh mata pelajaran pada setiap kompetensi keahlian.</p>
<p>"Alhamdulillah, para siswa berhasil menampilkan karya dan inovasi yang dikembangkan selama masa pendidikan, khususnya hasil dari ekstrakurikuler robotik," ujar Parwata, Selasa (10/2/2026).</p>
<p>Secara khusus, Parwata membeberkan inovasi dari jurusan Smart Farming. Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) hasil kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), siswa berhasil menciptakan sistem perawatan tanaman jarak jauh berbasis ponsel pintar (smartphone).</p>
<p>"Sistem ini memungkinkan perawatan tanaman, baik tanaman hias maupun tabulampot, dilakukan tanpa harus berada di lokasi. Melalui smartphone, penyiraman dapat dikendalikan bahkan diprogram untuk bekerja secara otomatis," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengembangan inovasi ini diproyeksikan untuk menjawab kebutuhan pasar.</p>
<p>"Orientasi kami adalah dunia usaha dan perdagangan. Produk ini diharapkan dapat diproduksi secara massal dan dipesan oleh masyarakat maupun industri," tambahnya. </p>
<p>Saat ini, pengembangan masih difokuskan pada kebutuhan praktik dan edukasi di lingkungan sekolah.</p>
<p>Kegiatan GEJ 2026 ini menghadirkan total 64 stan, yang terdiri dari 8 stan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 5 stan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), 8 stan inovasi jurusan, serta 43 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>
<p>Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto; Kapolsek Perak, Iptu Mohammad Supriyo; Ketua DPD LDII Jombang, Widodo; serta jajaran pengurus Ponpes Gadingmangu, dewan guru, dan para siswa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Jombang Buka Peluang untuk Seluruh Genre Musik Gelar Konser</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-buka-peluang-untuk-seluruh-genre-musik-gelar-konser</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-buka-peluang-untuk-seluruh-genre-musik-gelar-konser</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini disampaikan saat kunjungan silaturahmi ke sekretariat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Jombang, Senin (9/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989fba05d941.webp" length="50618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:40:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, HPN 2026, IJTI, Konser, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan memberikan lampu hijau bagi penyelenggaraan konser musik dari semua genre di wilayah hukumnya. Kebijakan ini disampaikan saat kunjungan silaturahmi ke sekretariat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Jombang, Senin (9/2/2026).</p>
<p>Kunjungan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 itu dimanfaatkan Kapolres untuk menyampaikan sikap tegasnya mendukung kebebasan berkesenian. Hal ini menanggapi keluhan seputar pembatasan genre musik dalam perizinan hiburan yang selama ini beredar.</p>
<p>“Monggo, untuk semua pegiat seni hiburan musik semua genre dapat menggelar acara konser di Jombang. Kita tidak membatasi mereka yang ingin menggelar hiburan musik,” tegas AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>Ia menegaskan, kebijakan ini berlaku baik untuk konser di dalam gedung maupun di ruang terbuka. Pernyataan ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa perizinan selama ini hanya diberlakukan untuk genre musik tertentu.</p>
<p>Sebelumnya, dalam pertemuan yang dikemas dengan tumpengan itu, perwakilan IJTI Jombang, Muktar Bagus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Polres. Ia berharap sinergi antara kepolisian dan insan pers dapat terus diperkuat untuk menciptakan situasi Jombang yang aman dan informatif.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama menjelang bulan Ramadhan 2026. Polres Jombang akan memprioritaskan pengamanan pada jam-jam padat dan mencegah kerumunan liar pengendara, terutama di tengah malam.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polres Jombang dan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol harapan akan sinergi yang berkelanjutan antara Polres dan IJTI untuk kemaslahatan masyarakat Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komplotan Pencuri Tiang Listrik dan Ribuan Meter Kabel di Jombang Dibekuk Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komplotan-pencuri-tiang-listrik-dan-ribuan-meter-kabel-di-jombang-dibekuk-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komplotan-pencuri-tiang-listrik-dan-ribuan-meter-kabel-di-jombang-dibekuk-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Polres Jombang berhasil membongkar jaringan pencurian spesialis tiang listrik dan kabel serat optik (fiber optic) di wilayahnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989f33993c55.webp" length="57632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 21:49:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencurian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang berhasil membongkar jaringan pencurian spesialis tiang listrik dan kabel serat optik (fiber optic) di wilayahnya. Empat pelaku telah diamankan.</p>
<p>Para tersangka tersebut berinisial M (43), IT (31), dan RA (29) yang berasal dari Bandar Kedungmulyo, serta AP (37) warga Surabaya.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan perusahaan yang kehilangan asetnya di sepanjang jalur dari Kecamatan Perak hingga Kecamatan Gudo.</p>
<p>"Kami telah mengamankan empat tersangka terkait dugaan pencurian tiang listrik dan kabel fiber optic. Aksi ini menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp150 juta," jelas AKP Dimas Robin Alexander, Senin (9/2/2026).</p>
<p>Pencurian pertama kali diketahui pada Kamis, 28 Agustus 2025, saat pihak korban melakukan pengecekan lapangan setelah menerima tagihan retribusi dari Dinas PUPR Kabupaten Jombang.</p>
<p>"Saat pengecekan di Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, ditemukan bahwa tiang listrik dan kabelnya telah hilang. Total yang raib adalah 82 batang tiang listrik setinggi 7 meter dan kabel fiber optic sepanjang 16.117 meter," tutur Dimas.</p>
<p>Setelah penyelidikan, tiga tersangka (M, IT, dan RA) ditangkap di rumah masing-masing pada Selasa (3/2). Sementara tersangka AP berhasil diamankan pada Sabtu (7/2) di depan PG Jombang Baru setelah turun dari bus antarkota.</p>
<p>"Modus pelaku adalah mencabut tiang listrik menggunakan linggis, kemudian mengangkutnya dengan mobil pikap untuk dijual. Hasil penjualan dibagi rata," papar Kasat Reskrim.</p>
<p>Saat ini, keempat tersangka ditahan di Polres Jombang dengan dakwaan Pasal 477 ayat (1) huruf g UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.</p>
<p>"Kami masih melakukan pengembangan untuk mencari satu tersangka lain yang masih DPO, serta melacak barang bukti tiang dan kabel yang telah dijual," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Catatan WCC Jombang Sepanjang 2025 dan Harapan Dinkes Untuk Penanganan Kasus Kekerasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/catatan-wcc-jombang-sepanjang-2025-dan-harapan-dinkes-untuk-penanganan-kasus-kekerasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/catatan-wcc-jombang-sepanjang-2025-dan-harapan-dinkes-untuk-penanganan-kasus-kekerasan</guid>
<description><![CDATA[ Sepanjang tahun laporan, WCC Jombang menerima 102 aduan yang teridentifikasi menjadi 127 kasus kekerasan dengan 112 korban perempuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989e66791156.webp" length="30136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 21:15:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Catahu WCC Jombang 2025, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kasus kekerasan berbasis gender dan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Temuan ini terungkap dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 yang dirilis Women’s Crisis Center (WCC) Jombang dalam acara di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Senin (9/2/2026).</p>
<p>Sepanjang tahun laporan, WCC Jombang menerima 102 aduan yang teridentifikasi menjadi 127 kasus kekerasan dengan 112 korban perempuan. </p>
<p>Menurut Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, angka ini meningkat dari catatan tahun-tahun sebelumnya, yakni 86 kasus (2023) dan 112 kasus (2024).</p>
<p>"Satu korban bisa mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan dalam satu peristiwa," jelas Ana.</p>
<p>Kekerasan seksual mendominasi dengan 75 kasus, meliputi 34 perkosaan, 20 pelecehan seksual, 14 kekerasan seksual berbasis elektronik, empat pemaksaan perkawinan, dan tiga pemaksaan aborsi. </p>
<p>Dampaknya beragam, mulai fisik, sosial, hingga psikologis. Sebanyak 13 korban mengalami perundungan dan <em>victim blaming</em>, empat korban putus sekolah, dan tujuh korban mengalami kehamilan tidak direncanakan.</p>
<p>Selain itu, tercatat 45 kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan satu kasus perkosaan disertai pembunuhan berencana. Dalam beberapa kasus KDRT, tiga korban tertular penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. </p>
<p>"Ironisnya, empat perempuan justru harus berhadapan dengan hukum sebagai terdakwa akibat situasi kekerasan yang mereka alami," beber Ana. </p>
<p>Lingkungan kerja menyumbang enam kasus, dengan pelaku didominasi atasan dan rekan kerja. Sementara, lingkungan pendidikan menjadi lokasi dengan kasus tertinggi (tujuh kasus) yang terjadi di sekolah formal, pesantren, dan lembaga non-formal. Dominasi pelaku dari kalangan guru dan pengasuh menunjukkan lemahnya sistem perlindungan anak di satuan pendidikan.</p>
<p>Pelaku umumnya adalah orang terdekat korban, seperti pasangan atau keluarga. "Ini menegaskan kekerasan kerap terjadi dalam relasi kuasa timpang, baik di ruang domestik maupun institusional," ungkapnya. </p>
<p>Kelompok paling rentan adalah pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pekerja sektor informal. Kerentanan ini dipicu keterbatasan akses informasi, pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi, serta jaminan sosial-ekonomi. </p>
<p>"Rendahnya pelaporan ke ranah hukum masih jadi persoalan serius akibat stigma, tekanan keluarga, ancaman pelaku, hingga risiko reviktimisasi," papar Ana.</p>
<p>Meski Indonesia telah memiliki UU TPKS dan Jombang telah mengesahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, WCC menilai masih ada kesenjangan besar antara kebijakan dan realitas korban. Tantangan meliputi lemahnya implementasi, keterbatasan anggaran dan kapasitas layanan, minimnya koordinasi lintas sektor, serta praktik kriminalisasi korban.</p>
<p>WCC Jombang merekomendasikan penguatan implementasi Perda melalui anggaran khusus, pengembangan sistem layanan terpadu yang aman dan mudah diakses, serta mekanisme pemantauan akuntabel. </p>
<p>"Integrasi kebijakan perlindungan dengan sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial juga mendesak, termasuk penguatan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi berbasis hak," tegas Ana.</p>
<p>Secara keseluruhan, CATAHU 2025 menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah persoalan struktural yang berkaitan dengan ketimpangan relasi kuasa dan kebijakan publik yang belum sepenuhnya berpihak pada korban.</p>
<p>"Kami berharap catatan ini jadi rujukan kritis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan yang adil dan berkelanjutan," pungkas Ana.</p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Hexawan Tjahja Purnama, menyampaikan harapan adanya sinergitas lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.</p>
<p>"Harapan kita adalah ada lintas sinergitas antar sektoral. Kalau ada kekerasan, apa yang dilakukan, siapa berperan apa, semuanya harus jelas. Data Dinkes juga menunjukkan permasalahan serupa di Jombang," ujarnya.</p>
<p>Hexawan berharap koordinasi antar instansi, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas DP2KBP3A, dapat berjalan baik dan responsif. </p>
<p>"Jangan sampai ada kekerasan tapi tidak ada tindak lanjut yang jelas. Kekerasan terhadap perempuan dan anak juga berdampak pada kondisi kesehatan, mempengaruhi variabel penyakit dan lain-lain," jelasnya.</p>
<p>"Intinya, dengan sinergi yang solid, penanganan korban bisa lebih terintegrasi dan efektif," tandas Hexawan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI dan Polres Jombang Kolaborasi dalam Syukuran Sederhana HPN 2026 Sekaligus Harlah PWI ke&amp;80</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-dan-polres-jombang-kolaborasi-dalam-syukuran-sederhana-hpn-2026-sekaligus-harlah-pwi-ke-80</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-dan-polres-jombang-kolaborasi-dalam-syukuran-sederhana-hpn-2026-sekaligus-harlah-pwi-ke-80</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran jajaran petinggi Polres Jombang tersebut menegaskan hubungan sinergis yang terjalin antara insan pers dan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69896beb0ab0c.webp" length="30948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 13:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, HPN 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menggelar syukuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Jadi PWI ke-80 di Kantor PWI Jombang, Senin (9/2/2026). </p>
<p>Momentum ini menjadi sarana penguatan kolaborasi dengan kehadiran jajaran pimpinan Polres Jombang.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, didampingi Wakapolres Kompol Syarlis, Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander, Kasat Narkoba Iptu Bowo Tri Kuncoro, Kasatlantas AKP Anjar Rahmad Putra, Kasi Propam Ipda Moh Teguh, serta jajaran pejabat utama lainnya.</p>
<p>Kehadiran jajaran petinggi Polres Jombang tersebut menegaskan hubungan sinergis yang terjalin antara insan pers dan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Jombang.</p>
<p>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mengapresiasi sinergitas yang telah terbangun baik antara PWI dan Polres Jombang selama ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pers yang bermartabat sebagai pilar demokrasi.</p>
<p>"Pers harus menjadi pembeda di tengah arus informasi yang beredar luas di masyarakat. Kita wajib menjaga integritas dan independensi demi menjaga marwah jurnalistik serta mencerdaskan bangsa," tegas Mufid.</p>
<p>Pernyataan tersebut selaras dengan apresiasi yang disampaikan Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan. </p>
<p>Pihaknya berterima kasih atas kontribusi PWI Jombang dalam memberikan literasi media kepada masyarakat.</p>
<p>"PWI Jombang telah berperan aktif dalam membantu Polri menangkal berita bohong (hoax). Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dalam melakukan pelurusan informasi, klarifikasi, serta menjaga kondusivitas di Kabupaten Jombang," ujar AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama berkelanjutan antara PWI dan Polres Jombang demi kemajuan serta ketertiban masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tunggu Proses Hukum, Camat Mojoagung Panggil dan Bina Oknum Kasun Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tunggu-proses-hukum-camat-mojoagung-panggil-dan-bina-oknum-kasun-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tunggu-proses-hukum-camat-mojoagung-panggil-dan-bina-oknum-kasun-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ Camat Mojoagung sudah melakukan pemanggilan kepada oknum perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun) pada Kamis (5/2/2026) lalu untuk dilakukan pembinaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69889ba387d5d.webp" length="11928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 22:13:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Perselingkuhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Camat Mojoagung, Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro buka suara atas dugaan aksi perselingkuhan perangkat desa dengan istri warga di wilayah pemerintahannya. </p>
<p>Pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada oknum perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun) pada Kamis (5/2/2026) lalu untuk dilakukan pembinaan. </p>
<p>"Oh nggih, terkait dengan berita yang sudah beredar di media online kaitan dengan salah satu perangkat desa, memang kami dari pihak kecamatan memanggil yang bersangkutan untuk melakukan pembinaan," ucap Anjik dalam pesan diterima wartawan, Ahad (8/2/2026). </p>
<p>Anjik menyebut upaya pemanggilan dilakukan juga untuk mengetahui secara pasti kejadian dan upaya mediasi yang sudah terjadi di lingkungan pemerintah desa. </p>
<p>"Yang pertama, yang kedua kita pengen tahu sejauh mana kejadian tersebut, kronologisnya semacam apa. Yang ketiga juga kita pengen tahu sejauh mana mediasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa terhadap yang bersangkutan," bebernya. </p>
<p>Menurut Anjik, oknum Kasun yang diduga terlibat perselingkuhan dengan istri warganya menampik kebenaran dari berita yang beredar. </p>
<p>"Pada saat kami panggil di kantor kecamatan saat itu, yang bersangkutan memang tidak mengakui kalau itu dituduhkan perselingkuhan. Dia tidak mengaku," bebernya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698883be8b79b.webp" alt=""><sub>Camat Mojoagung Anjik Eko Saputro. (Foto: Fredi/SJP)</sub></p>
<p>Meskipun tidak mengakui, pihaknya tetap melakukan pembinaan, jangan sampai hal itu terjadi. Ia menunggu perkembangan lebih lanjut, koordinasi dengan pihak kepolisian khususnya Polres. </p>
<p>"Nanti kalau memang di situ ada laporannya dan hasil dari penyelidikan kepolisian semacam apa, baru kami bisa melangkah lebih jauh," akunya. </p>
<p>"Artinya kalau memang itu sudah ada buktinya dan lain sebagainya, nanti ada aturan atau sanksi yang harus kami terapkan sesuai dengan aturan yang ada, baik itu Perda maupun Perbup," tandasnya. </p>
<p>Memang mengingat dampak dari kejadian ini banyak sekali. Baik dampak secara psikologis, dampak moral di masyarakat, termasuk keluarga yang bersangkutan. </p>
<p>Sebelumnya, Seorang oknum perangkat desa di wilayah Kecamatan Mojoagung berinisial SO, dilaporkan ke polisi atas dugaan perselingkuhan dengan istri seorang warga. </p>
<p>Kasus yang mencoreng citra pelayan publik ini kini tengah dalam pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.</p>
<p>Skandal dugaan perselingkuhan ini terbongkar pada Senin (15/12/2025) lalu, setelah anak perempuan pelapor merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di dalam kamar ibunya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Hari Kasih Sayang, Permintaan Buket di Jombang Meningkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-hari-kasih-sayang-permintaan-buket-di-jombang-meningkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-hari-kasih-sayang-permintaan-buket-di-jombang-meningkat</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik Fresh Flower Jombang, Listyaningsih (35), menyatakan bahwa kenaikan permintaan telah terasa tajam beberapa hari terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69887a9b2f517.webp" length="36712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 21:02:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Buket</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perayaan Hari Valentine atau identik dengan hari kasih sayang 14 Februari 2026, aktivitas bisnis florist di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Salah satu usaha yang merasakan geliat ini adalah Fresh Flower Jombang, sebuah toko buket yang berlokasi di Jalan Piere Tandean No. 73, Desa Sengon, Kecamatan Jombang.</p>
<p>Sejak awal pekan, suasana di toko tersebut terlihat ramai oleh aktivitas persiapan. Berbagai jenis buket tertata rapi, mulai dari rangkaian bunga segar, bunga buatan, hingga buket kreatif seperti buket uang dan buket camilan. Arus pelanggan juga terus berdatangan, baik untuk membeli langsung maupun melakukan pemesanan khusus.</p>
<p>Pemilik Fresh Flower Jombang, Listyaningsih (35), menyatakan bahwa kenaikan permintaan telah terasa tajam beberapa hari terakhir. </p>
<p>"Pesanan mulai meningkat sejak beberapa hari lalu. Untuk tahun ini, buket bunga segar dan buket uang tetap menjadi yang paling diminati," ungkapnya saat ditemui di tempat usahanya pada Ahad (8/2/2026).</p>
<p>Usaha rumahan yang telah beroperasi selama tiga tahun ini menawarkan beragam pilihan produk dengan harga yang bersaing. Mulai dari buket sederhana seharga Rp 5.000 hingga paket premium yang mencapai Rp 300.000. Toko ini juga terbuka untuk pesanan khusus yang disesuaikan dengan keinginan dan anggaran pelanggan.</p>
<p>"Kami menyediakan berbagai jenis buket, termasuk bunga segar, bunga artificial, buket uang, buket boneka, buket snack, serta karangan bunga untuk acara-acara tertentu," terang Listya, sapaan karibnya. </p>
<p>Menurutnya, Valentine bukan satu-satunya momen yang mendorong peningkatan penjualan. Hari besar lain seperti Hari Ibu dan Hari Guru, serta musim wisuda, juga menjadi periode permintaan tinggi.</p>
<p>Dari segi kapasitas produksi, Fresh Flower Jombang mampu beradaptasi dengan lonjakan pesanan. Pada hari biasa, mereka dapat menyelesaikan sekitar 5 hingga 15 buket per hari. Namun, saat momen spesial seperti Valentine, angka produksi dapat melonjak hingga mencapai 100 buket dalam sehari.</p>
<p>Kecepatan layanan menjadi nilai tambah yang diandalkan toko ini. Hal ini dibenarkan oleh Dwi, salah satu pelanggan yang memesan buket untuk Valentine. </p>
<p>"Pesan buket bunga segar di sini sangat cepat, kurang dari 15 menit sudah selesai. Hasilnya bagus dan harganya juga terjangkau," ujarnya.</p>
<p>Fresh Flower Jombang buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Puncak lonjakan pesanan diperkirakan akan terjadi pada malam tanggal 13 Februari hingga siang hari tanggal 14 Februari 2026.</p>
<p>Dengan mengandalkan kreativitas, pelayanan cepat, dan harga yang kompetitif, Fresh Flower Jombang membuktikan bahwa bisnis florist skala rumahan tetap memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan memanfaatkan momentum hari-hari spesial seperti Hari Kasih Sayang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesilat dan Gangster Berulah di Jombang, Polisi Siapkan SKCK Merah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesilat-dan-gangster-berulah-di-jombang-polisi-siapkan-skck-merah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesilat-dan-gangster-berulah-di-jombang-polisi-siapkan-skck-merah</guid>
<description><![CDATA[ Pemberian SKCK Merah dalam artian masuk dalam catatan kriminal yang berdampak pada masa depan oknum perguruan silat dan gangster dalam meniti pekerjaan yang membutuhkan syarat bebas dari catatan kriminal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985fd15e06dc.webp" length="10934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 22:05:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Catatan Kriminal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kepolisian Resor (Polres) Jombang memberikan peringatan tegas terhadap anggota perguruan silat dan gangster yang tertangkap membuat onar dan tindakan kriminalitas. Polisi tidak segan menindak secara hukum, bahkan siap mengeluarkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Merah. </p>
<p>Pemberian SKCK Merah dalam artian masuk dalam catatan kriminal yang berdampak pada masa depan oknum perguruan silat dan gangster dalam meniti pekerjaan yang membutuhkan syarat bebas dari catatan kriminal. </p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan setiap tindakan anarkis selain berujung pada sanksi pidana, tetapi turut membawa dampak panjang pada masa depan kehidupan pelakunya. </p>
<p>"Begitu seseorang masuk data kriminal, rekam jejak itu tidak akan hilang. Dampaknya besar, mulai dari tertutupnya peluang kerja formal hingga mustahilnya mendaftar sebagai anggota TNI, Polri, maupun aparatur negara," ucap AKP Dimas Robin pada Jumat (6/2/2026). </p>
<p>Menurut AKP Dimas Robin selain konsekuensi pada aspek pekerjaan, catatan kriminal tersebut turut berpengaruh terhadap kelangsungan dunia pendidikan. </p>
<p>"Pelajar yang terbukti terlibat bisa kehilangan haknya di sekolah formal. Ketika sudah dikeluarkan, pilihan pendidikan menjadi sangat terbatas," ujarnya. </p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, AKP Dimas Robin turut mengajak para orang tua agar tidak abai terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. </p>
<p>"Kami mengedepankan pencegahan dan pembinaan. Namun jika peringatan ini diabaikan, kami tidak ragu melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan tanpa diskriminasi," pungkasnya.</p>
<p>Peringatan keras tersebut menyusul keberhasilan Satreskrim Polres Jombang dalam menggagalkan rencana bentrokan antarkelompok pemuda yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam) hingga bom rakitan jenis bondet.</p>
<p>Aksi premanisme remaja ini terendus berkat laporan warga yang resah melihat konvoi pemuda bersenjata di Jalan Raya Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, pada Sabtu (31/1/2026) dini hari lalu. </p>
<p>Tim Resmob Polres Jombang yang bergerak cepat berhasil mengamankan empat pemuda, yakni IF (21), AHN (18), serta dua remaja di bawah umur, MRH (16) dan KNL (17). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Tahun Dipendam, Suami di Jombang Bongkar Dugaan Perselingkuhan Istri dengan Oknum Kasun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-tahun-dipendam-suami-di-jombang-bongkar-dugaan-perselingkuhan-istri-dengan-oknum-kasun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-tahun-dipendam-suami-di-jombang-bongkar-dugaan-perselingkuhan-istri-dengan-oknum-kasun</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan perselingkuhan oknum Kepala Dusun di Kecamatan Mojoagung, Jombang, dilaporkan warga ke Polres Jombang setelah muncul bukti video. Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian dan menunggu proses hukum lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985c51e046a6.webp" length="16050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 19:35:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Perselingkuhan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Seorang suami di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, akhirnya membongkar perselingkuhan yang diduga dilakukan istrinya dengan seorang oknum Kepala Dusun (Kasun) berinisial S. Menurut pengakuan J (48), hubungan terlarang itu telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun.</p>
<p>“Sudah sejak lima tahun yang lalu, saya sebenarnya tahunya. Kebetulan kan rumah kepala dusun itu mepet sama rumah saya,” ungkap J, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Kecurigaan J muncul pertama kali saat S diduga memanjat masuk ke kamar mandi rumahnya untuk menemui istri, ketika J sedang berjualan di luar.</p>
<p>“Waktu itu saya pulang dari jualan, kelihatan ada kaki di atas tembok kamar mandi. Begitu ketahuan, dia langsung kabur. Tapi waktu itu saya nggak punya bukti rekaman,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengaku beberapa kali memergoki S mengintip istrinya dari jendela saat korban sedang tidur. Meski pernah dilaporkan ke Kepala Desa, pengaduan itu berakhir damai tanpa penyelesaian hukum karena minimnya bukti.</p>
<p>Situasi berubah setelah anak-anak J berhasil memergoki dan merekam kejadian serupa pada 15 Desember 2025.</p>
<p>“Sekarang ada dua video. Yang pertama video kepala dusun itu keluar dari kamar berduaan dengan istri saya. Yang kedua dia lari dari kamar dan dikejar anak saya,” tegas J.</p>
<p>Dengan bukti baru tersebut, J kembali melaporkan kasus ini ke pemerintah desa. Oknum Kasun diberi dua opsi, mengundurkan diri dari jabatannya atau menghadapi proses hukum.</p>
<p>“Kalau dia mau turun dari jabatan, saya nggak lapor polisi. Tapi dia malah nantang. Ya sudah, saya lanjut ke jalur hukum,” ujar J.</p>
<p>Laporan kini ditangani Polres Jombang. J beserta dua anaknya telah dimintai keterangan sebagai saksi. Dengan tegas, J menolak segala upaya damai.</p>
<p>“Keluarga saya sudah morat-marit. Istri saya sudah saya pulangkan, tiga anak ikut saya semua. Nggak bisa damai,” katanya. Harapannya satu, pelaku dipenjara.</p>
<p>Kepala Desa setempat membenarkan laporan masyarakat terkait dugaan ini. Saat diwawancarai, Kamis (5/2/2026), ia menyebut sekitar 9 hingga 10 warga datang menyampaikan aspirasi.</p>
<p>Pihak desa telah melaporkan kejadian ini ke tingkat kecamatan dan kabupaten, serta menunggu hasil resmi dari proses hukum yang berjalan.</p>
<p>“Kami menunggu hasil resmi dari kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan. Kalau sudah jelas, baru kami tindak lanjuti sesuai keputusan dan kewenangan kami, serta aturan yang berlaku,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Sembarang Parkir di Jalan Utama Jombang, Polisi Intensif Patroli Penindakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-sembarang-parkir-di-jalan-utama-jombang-polisi-intensif-patroli-penindakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-sembarang-parkir-di-jalan-utama-jombang-polisi-intensif-patroli-penindakan</guid>
<description><![CDATA[ Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan target pelanggaran parkir liar penyebab kemacetan dan potensi kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985c1cb049a6.webp" length="82950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 18:40:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Truk Parkir Liar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Truk-truk bermuatan barang yang memarkir kendaraan secara liar di sepanjang Jalan Gatot Subroto atau jalan utama Surabaya-Madiun di Jombang, menjadi sorotan Satlantas Polres Jombang. Jalur utama tersebut kerap mengalami gangguan arus lalu lintas akibat praktik parkir sembarangan. </p>
<p>Sebagai bentuk penindakan petugas menertibkan dengan metode patroli bergerak atau hunting secara intensif. Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan target pelanggaran parkir liar penyebab kemacetan dan potensi kecelakaan.</p>
<p>Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang, Ipda M. Sutris, menyatakan patroli dilakukan tiga kali sehari pada jam-jam rawan kemacetan, yakni pagi (07.30-09.30 WIB), sore (16.00-17.00 WIB), dan malam (21.00-22.00 WIB).</p>
<p>"Pengawasan kami lakukan pada pagi, sore, dan malam hari, menyesuaikan jam padat lalu lintas," jelas Ipda Sutris, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Namun, ia mengakui penertiban kerap terkendala. Banyak pengemudi truk yang kembali memarkir kendaraan di bahu jalan usai patroli lewat. Pola ini masih sering ditemui di lapangan.</p>
<p>Satlantas menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran berulang. Sopir yang masih berada di lokasi akan diminta mengosongkan tempat atau dipindahkan ke area parkir resmi. Sementara truk yang ditinggalkan pengemudinya akan langsung dikenai tilang.</p>
<p>"Penindakan kami lakukan sesuai prosedur. Tidak ada kompromi jika pelanggaran dilakukan secara sengaja," tegas Sutris.</p>
<p>Dalam operasi ini, Satlantas mencatat rata-rata 10 hingga 15 pelanggaran harian yang berakhir dengan tilang. Selain itu, ratusan pengendara juga menerima teguran persuasif.</p>
<p>"Setiap hari sekitar 200 teguran kami berikan. Penanganan ini mengacu pada skema operasi, yakni 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Identifikasi Pelaku Pembacokan Debt Collector di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-identifikasi-pelaku-pembacokan-debt-collector-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-identifikasi-pelaku-pembacokan-debt-collector-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Penyidik masih mendalami dua kemungkinan: apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan profesi korban sebagai penagih utang atau dipicu oleh dendam pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984442552192.webp" length="37286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 16:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penganiayaan Debt Collector, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang berhasil mengidentifikasi identitas dan lokasi persembunyian pelaku penyerangan sadis terhadap seorang <em>debt collector</em> yang terjadi di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek. </p>
<p>Saat ini, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku yang kini berstatus buron.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan profil lengkap terduga pelaku. </p>
<p>Informasi mengenai domisili pelaku juga telah dikantongi berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi.</p>
<p>"Identitas dan tempat tinggal terduga pelaku sudah kami kantongi. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan penangkapan," ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Meski demikian, AKP Dimas menduga pelaku telah meninggalkan kediamannya sesaat setelah aksi penganiayaan tersebut. </p>
<p>"Berdasarkan analisis psikologis, setelah melakukan tindak pidana, pelaku cenderung melarikan diri untuk menghindari petugas," imbuhnya.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik penyerangan tersebut. Minimnya keterangan dari korban, Dian Bayu Prakoso (37), yang masih menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk dan robek di tubuhnya, menjadi salah satu kendala dalam mengungkap latar belakang kejadian.</p>
<p>Penyidik masih mendalami dua kemungkinan: apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan profesi korban sebagai penagih utang atau dipicu oleh dendam pribadi. </p>
<p>"Kami belum bisa mendalami detail masalahnya karena kondisi korban belum memungkinkan untuk diperiksa secara komprehensif," jelas dia.</p>
<p>Peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah gang pemukiman warga. Korban mengaku telah dibuntuti sejak pagi sebelum akhirnya pelaku berpura-pura menanyakan alamat untuk menjebak korban.</p>
<p>Saksi mata di lokasi, Yuli Fitriani (41), mengungkapkan bahwa warga baru menyadari adanya aksi kekerasan setelah mendengar keributan. </p>
<p>"Kami menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah. Pelaku langsung melarikan diri saat warga mulai berdatangan," ungkapnya.</p>
<p>Meski sempat dikejar oleh ketua RT setempat, pelaku berhasil meloloskan diri. Di lokasi kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting milik pelaku, antara lain satu bilah senjata tajam (pisau), satu unit telepon genggam dan helm dan kacamata.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Masih Tunggu Hasil Visum Kasus Dugaan Persetubuhan di Makam Kabuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-masih-tunggu-hasil-visum-kasus-dugaan-persetubuhan-di-makam-kabuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-masih-tunggu-hasil-visum-kasus-dugaan-persetubuhan-di-makam-kabuh</guid>
<description><![CDATA[ Kepolisian menangani dua laporan berbeda yang muncul pascainsiden tersebut. Fokus utama saat ini adalah kelengkapan administrasi medis sebagai alat bukti sah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69843f8b65fe3.webp" length="20142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 15:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Asusila di Makam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terus mendalami kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan dua remaja di area pemakaman umum Kecamatan Kabuh. </p>
<p>Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil visum resmi untuk menentukan kelanjutan status perkara ke tahap penyidikan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa kepolisian menangani dua laporan berbeda yang muncul pascainsiden tersebut. Fokus utama saat ini adalah kelengkapan administrasi medis sebagai alat bukti sah.</p>
<p>"Proses visum sudah dilakukan, namun surat resminya belum keluar. Begitu surat hasil visum kami terima, segera dilakukan gelar perkara untuk menaikkan status kasus ke tahap penyidikan," tegas AKP Dimas melalui keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Kasus yang melibatkan pelajar berusia 13 dan 14 tahun ini berkembang menjadi dua laporan hukum yang berbeda, pertama dugaan persetubuhan anak yang dilaporkan oleh keluarga remaja perempuan (anak seorang kepala desa) terhadap remaja laki-laki.</p>
<p>Kedua, adalah dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh keluarga remaja laki-laki atas perlakuan fisik yang diterima pascapenggerebekan oleh warga.</p>
<p>"Kami telah menerima kedua laporan tersebut. Pihak perempuan melaporkan dugaan persetubuhan anak di bawah umur, sementara pihak laki-laki melaporkan dugaan penganiayaan," jelas AKP Dimas.</p>
<p>Skandal ini mencuat setelah warga melakukan penggerebekan di sebuah pemakaman umum pada Sabtu (17/1/2026) lalu. </p>
<p>Berdasarkan informasi di lapangan, sepasang remaja tersebut ditemukan dalam kondisi tidak pantas. </p>
<p>Informasi dari saksi warga yang enggan disebutkan identitasnya mengindikasikan bahwa perbuatan serupa diduga telah dilakukan berulang kali di lokasi yang sama.</p>
<p>Situasi di lokasi kejadian sempat memanas sesaat setelah keluarga masing-masing pihak tiba, yang berujung pada dugaan tindak kekerasan fisik sebelum akhirnya kasus ini diserahkan ke pihak berwajib. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baut dan Penyangga Besi Jembatan Ploso Jombang Hilang Dicuri, Keselamatan Warga Terancam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baut-dan-penyangga-besi-jembatan-ploso-jombang-hilang-dicuri-keselamatan-warga-terancam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baut-dan-penyangga-besi-jembatan-ploso-jombang-hilang-dicuri-keselamatan-warga-terancam</guid>
<description><![CDATA[ Kerusakan teridentifikasi di dua titik. Di sisi selatan bahu jalan sebanyak lima unit mur penutup baut hilang. Sisi utara bahu jalan dua unit mur raib, tiga set baut beserta mur hilang, serta satu tiang penyangga pembatas jembatan lepas dari dudukannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698422543fdab.webp" length="34380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 13:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Baut Hilang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Keamanan infrastruktur publik di Kabupaten Jombang tak lagi aman. Buktinya jembatan Baru Ploso yang berlokasi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, kembali menjadi sasaran aksi pencurian besi. </p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (4/2/2026), sejumlah baut, mur, hingga satu tiang penyangga (<em>cagak</em>) pembatas jembatan dilaporkan hilang digondol maling.</p>
<p>Aksi pencurian ini menyasar area bahu jalan terlebar di sisi timur jembatan yang sejatinya berfungsi sebagai area pemberhentian darurat. </p>
<p>Kerusakan teridentifikasi di dua titik. Di sisi selatan bahu jalan sebanyak lima unit mur penutup baut hilang. Sisi utara bahu jalan dua unit mur raib, tiga set baut beserta mur hilang, serta satu tiang penyangga pembatas jembatan lepas dari dudukannya.</p>
<p>Pada titik bekas tiang yang hilang, hanya menyisakan empat baut tanpa mur pengunci yang masih tertancap pada fondasi cor beton. Kondisi ini dinilai warga memperlemah struktur pengaman jembatan.</p>
<p>Hilangnya komponen pengaman ini memicu kekhawatiran serius bagi para pengendara. Minimnya penerangan dan hilangnya pembatas fisik meningkatkan risiko kecelakaan fatal, terutama saat malam hari.</p>
<p>"Kondisinya sangat membahayakan, terutama di area bahu jalan yang lebar ini. Kami khawatir pengendara tidak menyadari hilangnya pembatas dan terperosok ke pinggir. Sebagai jembatan baru, sangat disayangkan jika pembiaran ini terus terjadi," ujar Ayu Rahayu, salah seorang pengguna jalan, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Teepisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menyebut bahwa insiden ini merupakan kejadian berulang. </p>
<p>Kendati demikian, ia mengatakan bahwa secara administratif, Jembatan Baru Ploso merupakan aset di bawah wewenang Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>"Peristiwa ini sepertinya terulang kembali. Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi dan telah ditangani oleh pihak Bina Marga Provinsi," terang Bustomi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2025). </p>
<p>Sebagai langkah tindak lanjut, pihak PUPR Jombang berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi lintas instansi. "Kami akan segera melakukan pengecekan lapangan dan meneruskan laporan ini ke Bina Marga Provinsi agar segera dilakukan perbaikan, sebagaimana penanganan yang dilakukan pada insiden sebelumnya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Dorong Bupati Segera Lakukan Pengisian Definitif Jabatan Eselon IIB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-dorong-bupati-segera-lakukan-pengisian-definitif-jabatan-eselon-iib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-dorong-bupati-segera-lakukan-pengisian-definitif-jabatan-eselon-iib</guid>
<description><![CDATA[ Menurut politikus yang karib disapa Gus Sentot itu menekankan bahwa pengisian jabatan secara permanen sangat krusial untuk memastikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat berjalan secara optimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698310dd026b2.webp" length="41010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 18:15:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jabatan Kosong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatulloh mendorong percepatan pengisian jabatan definitif untuk posisi eselon IIB di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang hingga kini masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt).</p>
<p>Menurut politikus yang karib disapa Gus Sentot itu menekankan bahwa pengisian jabatan secara permanen sangat krusial untuk memastikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, sistem rangkap jabatan berpotensi mengurangi fokus dalam penanganan masalah di OPD terkait.</p>
<p>"Kami berharap bupati segera mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Kalau dirangkap, saya yakin akan kurang fokus," ujar Gus Sentot, Rabu (4/2/2025).</p>
<p>Politikus Partai Demokrat Jombang ini juga menegaskan bahwa proses pengisian harus dilaksanakan secara profesional, sesuai dengan aturan, kepangkatan, keahlian, dan kemampuan calon, bukan berdasarkan titipan.</p>
<p>"Saya percaya Bupati sedang mengevaluasi dan menyeleksi kandidat yang kompeten. Pesan kami, pengisian harus sesuai aturan, keahlian, dan kemampuan, bukan titipan," tegas Ketua DPC Partai Demokrat itu. </p>
<p>Menyikapi rencana seleksi terbuka, Gus Sentot berharap proses tersebut berlangsung transparan dan adil agar dapat diakses dan diketahui oleh publik.</p>
<p>"Harapannya ada transparansi sehingga masyarakat juga bisa mengetahui. Penilaian harus murni berdasarkan kemampuan dan keahlian," bebernya. </p>
<p>Ia mengapresiasi kehati-hatian bupati dalam menentukan pejabat yang tepat, seraya menekankan pentingnya pemimpin yang memahami kondisi Jombang.</p>
<p>"Yang tepat adalah yang memahami kondisi Jombang. Jadi, kehati-hatian Bupati sangat kami hargai," ungkapnya. </p>
<p>Hingga awal Februari 2026, tercatat lima posisi setingkat kepala OPD masih kosong dan diisi Plt. Empat di antaranya adalah Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Hartono), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Imam Bustomi), serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Saiful Anwar). Satu posisi Staf Ahli Bupati juga belum terisi definitif.</p>
<p>Daftar pejabat rangkap jabatan bertambah setelah Asisten I Sekretariat Daerah, Purwanto, ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyusul purnatugas Suwignyo per 1 Februari 2026.</p>
<p>Proses pengisian jabatan eselon IIB ini menjadi perhatian publik dan DPRD, mengingat pengaruhnya yang signifikan terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Datangi Guru Ngaji Sembari Bawa Sajam, Pria Depresi di Jombang Diamankan Aparat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/datangi-guru-ngaji-sembari-bawa-sajam-pria-depresi-di-jombang-diamankan-aparat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/datangi-guru-ngaji-sembari-bawa-sajam-pria-depresi-di-jombang-diamankan-aparat</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku sempat berusaha melukai dirinya sendiri. Saat petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif, yang bersangkutan justru mencoba melarikan diri sambil tetap menghunuskan senjata tajam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6982e864a4bc5.webp" length="30042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 15:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pria Gangguan Jiwa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aparat gabungan Kepolisian Sektor (Polsek) Sumobito bersama TNI dan warga berhasil mengamankan seorang pria berinisial R (36) yang diduga mengalami depresi berat atau gangguan jiwa di Desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Selasa (3/2/2026) petang. </p>
<p>Tindakan tegas ini diambil setelah pria tersebut membawa senjata tajam dan melakukan aksi yang membahayakan keselamatan warga serta dirinya sendiri.</p>
<p>Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat pelaku mendatangi kediaman guru ngajinya, Solikan (60), dengan membawa sebilah sabit. </p>
<p>Meski sempat menyerahkan sabit tersebut setelah dinasihati, R kembali dengan membawa pisau dapur dan mulai bertindak tidak terkendali.</p>
<p>"Pelaku sempat berusaha melukai dirinya sendiri. Saat petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif, yang bersangkutan justru mencoba melarikan diri sambil tetap menghunuskan senjata tajam," ujar AKP Bagus Tejo saat dikonfirmasi pada Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Situasi yang sempat mencekam tersebut berhasil diredam setelah petugas melakukan tindakan cepat dan terukur. R akhirnya dilumpuhkan tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak warga maupun aparat.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan awal di Mapolsek Sumobito, ditemukan sejumlah luka sayat pada bagian tangan dan dada pelaku yang diduga akibat ulahnya sendiri. </p>
<p>Mengingat kondisi psikologis pelaku yang emosional dan sulit diajak berkomunikasi, pihak kepolisian mengambil langkah koordinatif dengan perangkat desa dan keluarga.</p>
<p>"Atas permintaan keluarga dan persetujuan Kepala Desa Budug Sidorejo, pelaku kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang untuk mendapatkan penanganan medis dan psikiatri lebih lanjut," pungkasnya. (<strong>*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Jabatan Strategis Pemkab Jombang Menunggu Pegawai Definitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-jabatan-strategis-pemkab-jombang-menunggu-pegawai-definitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-jabatan-strategis-pemkab-jombang-menunggu-pegawai-definitif</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, tercatat lima jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II-B) yang belum memiliki pejabat definitif dan masih dijabat pelaksana tugas (Plt). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698209af3d0ef.webp" length="33260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 22:23:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jabatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Jombang menghadapi kekosongan sejumlah posisi pimpinan strategis. Saat ini, tercatat lima jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II-B) yang belum memiliki pejabat definitif dan masih dijabat pelaksana tugas (Plt).</p>
<p>Kondisi ini bertambah setelah berakhirnya masa tugas Suwignyo sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) pada 1 Februari 2026. Untuk menjaga kelancaran tugas, Bupati Jombang Warsubi telah menunjuk Asisten I Sekretariat Daerah, Drs. Purwanto, sebagai Plt Kepala Disdagrin.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, Anwar, membenarkan penunjukan tersebut. </p>
<p>"Pak Purwanto ditunjuk sebagai Plt Kepala Disdagrin setelah Pak Suwignyo memasuki masa purnatugas," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Anwar menjelaskan, masa jabatan Plt dibatasi maksimal tiga bulan atau sampai ada pejabat definitif hasil seleksi. Proses pengisian permanen melalui seleksi terbuka JPTP telah dimulai tahap persiapannya. </p>
<p>"Untuk seleksi terbuka JPTP saat ini masih dalam proses persiapan," tambahnya.</p>
<p>Selain Kepala Disdagrin, empat posisi eselon II-B lain yang masih diisi Plt adalah Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Plt Hartono); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Plt Imam Bustomi); Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Plt Saiful Anwar); Satu posisi Staf Ahli Bupati yang masih kosong.</p>
<p>Situasi ini terjadi di tengah langkah penyegaran birokrasi yang digalakkan Pemkab Jombang. Awal tahun 2026, sebanyak 84 pejabat manajerial telah mengalami rotasi dan mutasi dalam pelantikan pada Kamis (15/1/2026).</p>
<p>Perombakan tersebut mencakup berbagai level jabatan, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, hingga lurah dan kepala UPT.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Foto : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Selingkuh dengan Istri Warganya, Oknum Perangkat Desa di Jombang Dipolisikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-selingkuh-dengan-istri-warganya-oknum-perangkat-desa-di-jombang-dipolisikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-selingkuh-dengan-istri-warganya-oknum-perangkat-desa-di-jombang-dipolisikan</guid>
<description><![CDATA[ Skandal dugaan perselingkuhan ini terbongkar pada Senin (15/12/2025) lalu, setelah anak perempuan pelapor merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di dalam kamar ibunya. Ia mendengar suara gaduh dari dalam kamar yang terkunci rapat saat sang ayah tidak berada di rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981a901858cf.webp" length="14568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 15:40:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Perselingkuhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Seorang oknum perangkat desa di wilayah Kecamatan Mojoagung berinisial SO, dilaporkan ke polisi atas dugaan perselingkuhan dengan istri seorang warga. </p>
<p>Kasus yang mencoreng citra pelayan publik ini kini tengah dalam pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.</p>
<p>Skandal dugaan perselingkuhan ini terbongkar pada Senin (15/12/2025) lalu, setelah anak perempuan pelapor merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di dalam kamar ibunya. </p>
<p>Kecurigaan bermula saat ia mendengar suara gaduh dari dalam kamar yang terkunci rapat saat sang ayah tidak berada di rumah.</p>
<p>"Saya curiga karena ada suara berisik dari kamar ibu. Saat adik laki-laki saya pulang, ia juga merasa ada orang asing di dalam," ungkap anak perempuan sekaligus saksi mata kasus dugaan perselingkuhan ini, Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Upaya untuk membuka pintu kamar sempat mendapat perlawanan dari dalam. Sang ibu berdalih sedang beristirahat, namun pihak keluarga yang sudah terlanjur curiga tetap berusaha merangsek masuk. </p>
<p>Saat situasi memanas, pelaku SO keluar dari kamar dan langsung melarikan diri melalui pintu belakang guna menghindari amukan massa.</p>
<p>Sementara, suami dari wanita tersebut menyatakan bahwa hubungan gelap antara istrinya dengan oknum perangkat desa itu disinyalir sudah berlangsung lama. </p>
<p>Meski sebelumnya telah tercium, insiden kali ini merupakan yang pertama kalinya tertangkap tangan dengan bukti yang kuat.</p>
<p>"Ini sebenarnya sudah ketahuan empat kali, namun baru kali ini ada bukti nyata. Sebelumnya kami mencoba menyelesaikan di tingkat desa, tetapi yang bersangkutan (SO) justru menantang untuk menempuh jalur hukum," ujar suami korban.</p>
<p>Menanggapi tantangan tersebut, pihak keluarga akhirnya melayangkan laporan resmi ke Polres Jombang pada 17 Desember 2025 untuk mendapatkan kepastian hukum dan keadilan.</p>
<p>Menurut keterangan pelapor, pihak kepolisian telah mulai melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi. Pelapor dan saksi dari pihak keluarga telah memberikan keterangan di Mapolres Jombang guna melengkapi berkas penyelidikan.</p>
<p>"Kami sudah dipanggil untuk memberikan keterangan. Kami berharap proses hukum berjalan transparan mengingat posisi terlapor sebagai perangkat desa yang seharusnya memberi teladan," tambahnya.</p>
<p>Dikonfirmasi hal itu Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang, Ipda Satria Ramadhan menyebut telah menaikkan kasus ini ke penyidikan. </p>
<p>"Sudah naik sidik mas," singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp. </p>
<p>Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak pemerintah desa setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait status kepegawaian SO. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan, Warga Jombang Diimbau Waspadai Teror Geng Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-warga-jombang-diimbau-waspadai-teror-geng-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-warga-jombang-diimbau-waspadai-teror-geng-motor</guid>
<description><![CDATA[ Imbauan ini menyusul keberhasilan Satreskrim Polres Jombang dalam menggagalkan rencana bentrokan antarkelompok pemuda yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam) hingga bom rakitan jenis bondet. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69818346d555e.webp" length="43480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 13:27:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kenakalan Remaja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>— Masyarakat Kabupaten Jombang diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. </p>
<p>Imbauan ini menyusul keberhasilan Satreskrim Polres Jombang dalam menggagalkan rencana bentrokan antarkelompok pemuda yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam) hingga bom rakitan jenis <em>bondet</em>.</p>
<p>Aksi premanisme remaja ini terendus berkat laporan warga yang resah melihat konvoi pemuda bersenjata di Jalan Raya Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, pada Sabtu (31/1/2026) dini hari lalu. </p>
<p>Tim Resmob Polres Jombang yang bergerak cepat berhasil mengamankan empat pemuda, yakni IF (21), AHN (18), serta dua remaja di bawah umur, MRH (16) dan KNL (17).</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa kelompok yang terafiliasi dengan komunitas "KDN Horor" tersebut berencana menyerang kelompok rival dari komunitas "SOS".</p>
<p>"Senjata tajam dan bahan peledak tersebut telah dipersiapkan secara matang untuk menyerang kelompok lawan. Mereka menggunakan modus konvoi guna mencari sasaran," tegas AKP Dimas dalam jumpa pers, Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Tingkat bahaya dari komplotan ini terlihat dari barang bukti yang disita petugas. Selain tiga bilah celurit sepanjang 1,5 meter, polisi mengamankan sembilan unit bom <em>bondet</em> siap ledak, batu kerikil, serta sisa bahan peledak petasan.</p>
<p>Pasca-penangkapan awal, polisi melakukan pengembangan dan meringkus tersangka AH di wilayah Cukir, Diwek. Tak lama berselang, tersangka lain berinisial IF menyerahkan diri ke Mapolres Jombang.</p>
<p>"Seluruh tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 306 serta Pasal 307 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman pidana berat menanti atas kepemilikan senjata tajam dan bahan peledak tanpa izin," tambah AKP Dimas.</p>
<p>Fenomena kenakalan remaja yang menjurus pada aksi teror fisik ini dikhawatirkan meningkat saat malam hari di bulan Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum peningkatan ibadah.</p>
<p>Polres Jombang menekankan pentingnya sinergi antara warga dan aparat untuk menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing. </p>
<p>"Orang tua diminta lebih ketat mengawasi aktivitas anak di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan malam hari hingga menjelang sahur, guna memastikan kesucian bulan Ramadan tidak tercoreng oleh aksi kriminalitas jalanan," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPC PDI Perjuangan Jombang Buka Ruang Dialog Kebangsaan Lewat Diskusi “Melihat Indonesia”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/forum-diskusi-pdi-perjuangan-jombang-bahas-ketahanan-ideologi-dan-masa-depan-bangsa-hadirkan-pembicara-mantan-dewas-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/forum-diskusi-pdi-perjuangan-jombang-bahas-ketahanan-ideologi-dan-masa-depan-bangsa-hadirkan-pembicara-mantan-dewas-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Forum ini diikuti ratusan kader partai serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jombang. Diskusi juga dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, yang mendampingi narasumber utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697e17afb380f.webp" length="39480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 22:14:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Forum Diskusi, DPC PDI Perjuangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menyelenggarakan forum diskusi bertajuk ‘Melihat Indonesia’ untuk memperluas ruang dialog kebangsaan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan yang digelar di aula kantor DPC tersebut menghadirkan tokoh hukum nasional Prof. Dr. Hardjono, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi dan Anggota Dewan Pengawas KPK.</p>
<p>Forum ini diikuti ratusan kader partai serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jombang. Diskusi juga dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, yang mendampingi narasumber utama. Melalui paparan Prof. Hardjono, peserta diajak mencermati kondisi penegakan hukum, demokrasi, dan tantangan kebangsaan terkini.</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menegaskan forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menyelaraskan perspektif dalam membaca situasi nasional. </p>
<p>"Pemikiran kritis dan objektif sangat dibutuhkan agar perjuangan kebangsaan tetap berada pada rel ideologi Pancasila," ujar Politikus yang karib disapa mas Rambah itu. </p>
<p>Mas Rambah menyoroti pentingnya rekam jejak Prof. Hardjono yang luas, termasuk sebagai mantan Dewan Pengawas KPK dan akademisi FH Universitas Airlangga. </p>
<p>"Kita tidak bisa melihat Indonesia hari ini dengan kacamata sempit. Fakta harus dibedah secara jujur untuk menentukan langkah strategis ke depan demi terwujudnya keadilan sosial," tegasnya.</p>
<p>Ia menilai perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan menghadapi tantangan serius dari kelompok-kelompok yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. </p>
<p>"Konsistensi mengamalkan Pancasila adalah kunci menghadapi tekanan global yang kompleks. Ke depan, nasionalis tidak boleh terkotak-kotak. Persatuan adalah syarat utama menjaga Indonesia tetap kokoh," tambah Mas Rambah. </p>
<p>Dalam pemaparannya, Prof. Hardjono menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang tidak lahir secara tiba-tiba. </p>
<p>"Awalnya dimulai dari dialog para 'founding fathers' yang mengkristal menjadi kesadaran kolektif. Pemuda masa itu, yang usianya lebih muda dari generasi sekarang, memikul beban sejarah yang besar," papar Prof Hardjono. </p>
<p>Ia menyebut inspirasi perjuangan kebangsaan salah satunya adalah Sumpah Pemuda yang mengandung semangat persatuan luar biasa.</p>
<p>"Persoalan di Indonesia bukanlah persoalan suku, agama, atau ras, melainkan persoalan kebangsaan. Kesadaran inilah fondasi utama gerakan nasional," jelasnya.</p>
<p>Prof. Hardjono melanjutkan, perjuangan kebangsaan kemudian berkembang melalui pembentukan organisasi sekitar dua dekade setelah momentum awal. </p>
<p>"Perjuangan memerlukan struktur, strategi, dan kesadaran kolektif," ujarnya. </p>
<p>Ia juga menyoroti peran konteks global seperti Perang Dunia II yang membuka ruang bagi Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan. </p>
<p>"Berbeda dengan negara lain yang kemerdekaannya ‘diberikan’, Indonesia merebut kemerdekaan dengan perjuangan sendiri. Inilah kebanggaan nasional yang tidak ternilai," bebernya. </p>
<p>Mengenai identitas nasional, Prof. Hardjono menyebut bahasa Indonesia sebagai kekuatan pemersatu dari Sabang sampai Merauke. </p>
<p>"Indonesia dibangun sebagai negara kebangsaan dengan dasar Pancasila yang bukan sekadar teks hafalan, melainkan pedoman hidup bernegara," tegasnya.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa mewujudkan keadilan sosial sebagai tujuan negara masih menghadapi tantangan. </p>
<p>"Membangun karakter nasional bukan perkara mudah. Hingga kini, kita masih berhadapan dengan tantangan tata kelola pemerintahan, hubungan pusat-daerah, hingga persoalan integrasi wilayah," ujarnya.</p>
<p>Pada sesi interaktif dengan mahasiswa, sejumlah isu strategis seperti integritas lembaga negara, penguatan demokrasi, serta peran aktif masyarakat menjadi topik utama. Prof. Hardjono menutup dialog dengan pesan, </p>
<p>"Sejarah bukan untuk disakralkan secara seremonial, melainkan untuk dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa. Tantangan ke depan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berempati, dan berkeadilan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lompati Target, Pembangunan KDKMP Jombang Merambah 170 Titik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lompati-target-pembangunan-kdkmp-jombang-merambah-170-titik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lompati-target-pembangunan-kdkmp-jombang-merambah-170-titik</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data hingga Sabtu (31/1/2026), dari target awal pembangunan di 13 titik, personel di lapangan berhasil merealisasikan hingga 15 titik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dbade78614.webp" length="24718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 15:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP, Koperasi Desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang menunjukkan progres signifikan. </p>
<p>Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menyatakan bahwa realisasi pembangunan fisik gedung di lapangan saat ini telah melampaui target yang ditetapkan oleh komando atas.</p>
<p>Berdasarkan data hingga Sabtu (31/1/2026), dari target awal pembangunan di 13 titik, personel di lapangan berhasil merealisasikan hingga 15 titik. </p>
<p>Secara akumulatif, dari total 306 desa dan kelurahan di Kabupaten Jombang, sebanyak 170 titik KDKMP kini tengah dalam proses pembangunan intensif.</p>
<p>"Kami bersyukur pelaksanaan pembangunan KDKMP di wilayah Jombang berjalan aman dan lancar. Capaian saat ini bahkan melampaui target perencanaan awal," ujar Letkol Kav Dicky Prasojo saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Meski progres fisik berjalan cepat, proyek ini bukan tanpa tantangan. Dandim mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah ketersediaan lahan, di mana sejumlah desa tercatat tidak memiliki Tanah Kas Desa (TKD) untuk lokasi pembangunan gedung koperasi tersebut.</p>
<p>Menyikapi persoalan ini, Letkol Kav Dicky Prasojo telah melakukan koordinasi strategis dengan Bupati Jombang, Warsubi.</p>
<p>"Terkait desa yang tidak memiliki TKD, Bapak Bupati akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mencarikan solusi teknisnya," jelas dia.</p>
<p>Dandim 0814/Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan jajaran Koramil dan Babinsa guna mengawal program ini hingga tuntas di seluruh pelosok desa. </p>
<p>Program KDKMP ini diproyeksikan menjadi pilar baru dalam memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.</p>
<p>"Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat struktur perekonomian desa di seluruh Kabupaten Jombang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perlu Sinergi, Perda Perlindungan Guru di Jombang Harus Jamin Keselamatan Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perlu-sinergi-perda-perlindungan-guru-di-jombang-harus-jamin-keselamatan-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perlu-sinergi-perda-perlindungan-guru-di-jombang-harus-jamin-keselamatan-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Aliansi menekankan bahwa kebijakan ini harus dirancang secara seimbang agar tidak mengorbankan sistem pencegahan kekerasan di sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697cb0dfad12f.webp" length="55656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 20:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Raperda, Perlindungan Guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menanggapi maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan remaja, Aliansi Inklusi Jombang memberikan masukan kritis terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Guru di DPRD Kabupaten Jombang. </p>
<p>Aliansi Inklusi menekankan bahwa kebijakan ini harus dirancang secara seimbang agar tidak mengorbankan sistem pencegahan kekerasan di sekolah.</p>
<p>Sekretaris Aliansi Inklusi Jombang, Priwahayu, menyatakan bahwa perlindungan bagi pendidik dan peserta didik harus berjalan beriringan. </p>
<p>“Prinsip utamanya adalah keadilan dan akuntabilitas. Negara wajib melindungi guru dan siswa secara setara. Perlindungan guru tidak boleh menjadi penghalang untuk mengungkap atau menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan," ungkap Ayu dalam pesan diterima wartawan, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, meningkatnya kasus kekerasan, termasuk laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum guru SMP di Jombang pada Desember 2025, menunjukkan bahwa pendekatan semata-mata melalui imbauan moral tidak cukup. </p>
<p>Diperlukan sistem pencegahan yang terstruktur, jelas, dan memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang tegas.</p>
<p>Kekhawatiran ini didukung data dari Women’s Crisis Center (WCC) Jombang, yang mencatat peningkatan signifikan kekerasan seksual: dari 47 kasus (2023) menjadi 50 kasus (2024), lalu melonjak menjadi 75 kasus pada 2025. Mayoritas korban adalah anak dan remaja.</p>
<p>Aliansi juga menyoroti perubahan kebijakan nasional, khususnya terbitnya Permendikdasmen No. 6/2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang dianggap menggeser beberapa ketentuan krusial dari Permendikbudristek No. 46/2023. </p>
<p>“Jika tanggung jawab pencegahan kekerasan dibebankan ke semua pihak tanpa kejelasan subjek hukum, akuntabilitas justru menguap dan berpotensi memunculkan impunitas (keleluasaan dari hukuman)," jelas Priwahayu.</p>
<p>Meski Pemkab Jombang telah membentuk Satgas Pencegahan Kekerasan di sekolah, Aliansi menilai penguatan kelembagaan ini belum optimal. Hal ini dianggap bertolak belakang dengan cepatnya respons pemerintah daerah dalam menyusun Raperda Perlindungan Guru.</p>
<p>“Menganggap regulasi pencegahan kekerasan sebagai penyebab kriminalisasi guru adalah pemikiran yang keliru. Justru, mekanisme pencegahan yang kuat akan melindungi semua pihak, sekaligus menjaga batas yang jelas antara tindakan mendidik dan kekerasan,” tegasnya. </p>
<p>Oleh karena itu, Aliansi Inklusi Jombang mendorong agar Raperda Perlindungan Guru diformulasikan sebagai kebijakan yang bersifat korektif dan sinergis. </p>
<p>"Kebijakan ini harus menjamin keberlanjutan sistem pencegahan kekerasan di sekolah, membuka partisipasi publik yang substantif, serta mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan berbasis hak asasi manusia ke dalam kerangka kebijakan daerah," tandasnya. </p>
<p>Dengan demikian, tujuan mulia melindungi martabat dan kepastian hukum guru dapat sejalan dengan komitmen utama untuk menjamin keamanan dan hak-hak anak didik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>JPU Ajukan Tuntutan 17 Tahun untuk Istri Siri Bunuh Suami di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jpu-ajukan-tuntutan-17-tahun-untuk-istri-siri-bunuh-suami-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jpu-ajukan-tuntutan-17-tahun-untuk-istri-siri-bunuh-suami-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kasi Pidum Kejari Jombang, Andie Wicaksono, menegaskan tuntutan berat yang diajukan oleh JPU karena terdakwa dalam pemeriksaan telah  terbukti melakukan aksi pembunuhan berencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c8866490b1.webp" length="19482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 17:34:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Istri Siri Bunuh Suami, tuntutan, sidang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan pidana 17 tahun penjara tanpa denda terhadap Fauziah Priati Ningsih (47), terdakwa kasus pembunuhan suami sirinya di Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung. Sidang tuntutan digelar di Pengadilan Negeri Jombang, Kamis (29/1/2026) kemarin. </p>
<p>Kasi Pidum Kejari Jombang, Andie Wicaksono, menegaskan, tuntutan berat yang diajukan oleh JPU karena terdakwa dalam pemeriksaan telah terbukti melakukan aksi pembunuhan berencana.</p>
<p>"Dalam pembuktian, kami membuktikan unsur pembunuhan berencana, yang semula mengacu pada Pasal 340 KUHP lama, dan kini telah disesuaikan dengan Pasal 459 KUHP Nasional," jelas Andie dalam pesan diterima wartawan, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Usai membacakan tuntutan oleh JPU, Majelis Hakim PN Jombang menghentikan jalannya sidang. Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan naskah pembelaan atau pledoi direncanakan berlangsung minggu depan. </p>
<p>Sebelumnya, Polisi menjelaskan bagaimana pelaku pembunuhan di rumah kontrakan Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang melancarkan aksinya. </p>
<p>Korban diketahui bernama Lukman (45), asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Korban diketahui tinggal bersama seorang perempuan berinisial F (47), warga Kecamatan Kesamben, yang merupakan istri sirinya.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra mengatakan pelaku F yang merupakan istri sirinya melancarkan aksi pembunuhan dengan menuangkan racun jenis Potas kedalam botol air minum. </p>
<p>"Potas sebanyak 7 butir dimasukkan 4 butir kedalam air, diaduk dalam botol berisi air, sisa 3 potas dibuang di halaman rumah," ucap AKP Margono kepada wartawan, Kamis (26/6/2025) lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target 100 Persen KDKMP di Jombang Tersendat Lahan dan Anggaran Urukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-100-persen-kdkmp-di-jombang-tersendat-lahan-dan-anggaran-urukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-100-persen-kdkmp-di-jombang-tersendat-lahan-dan-anggaran-urukan</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan hasil evaluasi Satuan Tugas (Satgas) KDKMP per 27 Januari 2026, tercatat 169 desa telah memulai pembangunan. Namun, masih tersisa 137 desa dan kelurahan yang tertinggal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c81df31bdd.webp" length="64794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 17:07:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Meski demikian, kendala ketersediaan dan kesiapan lahan menjadi penghambat utama untuk mencapai target 100 persen desa.</p>
<p>Berdasarkan hasil evaluasi Satuan Tugas (Satgas) KDKMP per 27 Januari 2026, tercatat 169 desa telah memulai pembangunan. Namun, masih tersisa 137 desa dan kelurahan yang tertinggal.</p>
<p>“Ada sekitar 30 desa yang benar-benar tidak memiliki lahan. Data ini masih kami verifikasi ulang di lapangan,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Kendala lebih besar justru datang dari desa yang sebenarnya sudah memiliki aset tanah. Sebanyak 107 desa terhambat karena lahannya belum siap bangun, terutama membutuhkan anggaran untuk pengurukan dan penataan.</p>
<p>“Mereka membutuhkan anggaran uruk dan penataan agar siap bangun. Di dalamnya termasuk 14 desa yang mengajukan permohonan untuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah,” kata Hari.</p>
<p>Proses permohonan pemanfaatan aset daerah tersebut saat ini masih berjalan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jombang, meliputi pemeriksaan dokumen, verifikasi lapangan, hingga kajian yuridis.</p>
<p>Di tengah tantangan tersebut, Satgas KDKMP terus melakukan pendampingan intensif. Beberapa desa menunjukkan progres menggembirakan, seperti Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam.</p>
<p>“Alhamdulillah saat ini masih dalam proses. Insya Allah akan selesai dalam waktu dekat,” ujar Kepala Desa Galengdowo, Wartomo.</p>
<p>Pembangunan KDKMP merupakan bagian dari program penguatan ekonomi berbasis desa yang dicanangkan pemerintah pusat dengan target penyelesaian di seluruh Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Avanza Penabrak Enam Pemotor di Jombang Ditetapkan Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-avanza-penabrak-enam-pemotor-di-jombang-ditetapkan-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-avanza-penabrak-enam-pemotor-di-jombang-ditetapkan-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka berinisial AM teridentifikasi sebagai Abdul Majid (53), warga Kabupaten Lamongan. Ia merupakan pengemudi mobil Toyota Avanza bernomor polisi L 1537 E. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b5d3df012c.webp" length="24680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 21:45:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tersangka Lakalantas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang resmi menetapkan sopir mobil minibus Toyota Avanza yang menabrak 6 pemotor sebagai tersangka. Sopir tersebut telah ditahan.</p>
<p>Tersangka berinisial AM teridentifikasi sebagai Abdul Majid (53), warga Kabupaten Lamongan. Ia merupakan pengemudi mobil Toyota Avanza bernomor polisi L 1537 E.</p>
<p>Penetapan tersangka disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Anjar Rahmad Putra, di Mapolres Jombang pada Rabu (28/1/2026). Peningkatan status AM dari saksi menjadi tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti yang dinilai cukup kuat melalui gelar perkara.</p>
<p>"Berdasarkan alat bukti dan keterangan yang dikumpulkan, status pengemudi kami naikkan menjadi tersangka dan saat ini sudah ditahan," ucap AKP Anjar dalam keterangan yang diterima pada Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Kecelakaan maut itu terjadi di ruas jalan KH Hasyim Asy'ari, Dusun Parimono, Desa Plandi, Kecamatan Jombang, pada Ahad (25/1/2026) sekira pukul 15.25 WIB. Mobil Avanza yang melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan relatif tinggi diduga sempat bersenggolan dengan sepeda motor di sekitar simpang lampu merah, sebelum oleng dan menabrak kendaraan lain.</p>
<p>Insiden beruntun itu melibatkan enam sepeda motor, satu mobil Avanza, dan satu mobil pikap yang terparkir di bahu jalan. Akibatnya, satu pengendara sepeda motor, Muhammad Lukman Saifudin (26), warga Desa Candimulyo, meninggal dunia di lokasi.</p>
<p>Selain korban meninggal di tempat, tujuh orang lainnya luka-luka dan dilarikan ke RSUD Jombang. Satu korban luka berat kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan, sehingga total korban jiwa menjadi dua orang.</p>
<p>Korban yang mengalami luka-luka antara lain Elmi Dwi Jayanti (36), Ahmad Zahir Rifki (51), Erfioda Gristi (34) yang mengalami cedera otak berat, Budi Harto (40), Yessy Gita Ayunda Putri (19), serta Oktaviana Ramadini (18).</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kelalaian pengemudi, yang kemungkinan besar disebabkan kondisi mengantuk saat mengemudi. Tersangka kini dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara.</p>
<p>Hingga kini, penyidik masih melanjutkan pendalaman untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.</p>
<p>"Kami mengimbau para pengendara agar selalu memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara demi menghindari kecelakaan serupa," pungkas AKP Anjar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Jombang Demo, Siapa yang Diuntungkan Jika Polri di Bawah Kementerian?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-jombang-demo-siapa-yang-diuntungkan-jika-polri-di-bawah-kementerian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-jombang-demo-siapa-yang-diuntungkan-jika-polri-di-bawah-kementerian</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menilai, pergeseran posisi Polri menjadi di bawah kementerian hanya akan memperumit birokrasi penegakan hukum dan rawan ditunggangi kepentingan politik sektoral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697ae69c3d125.webp" length="66660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Massa, Dukung Polri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Diskursus mengenai reposisi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke bawah naungan kementerian kembali memicu reaksi di tingkat akar rumput. </p>
<p></p>
<p>Warga Jombang yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap gagasan tersebut, mereka menegaskan bahwa Polri harus tetap berada di bawah kendali langsung Presiden demi menjaga independensi dan efektivitas pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksi yang digelar di depan Mapolres Jombang pada Kamis (29/1/2026) pagi, puluhan massa membawa atribut tuntutan dan mobil pengeras suara. </p>
<p></p>
<p>Mereka menilai, pergeseran posisi Polri menjadi di bawah kementerian hanya akan memperumit birokrasi penegakan hukum dan rawan ditunggangi kepentingan politik sektoral.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Aksi, Joko Fattah Rochim, menyebut adanya potensi pelemahan institusi jika Polri tidak lagi bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian merupakan langkah yang tidak ideal dan berisiko mengaburkan kewenangan alat pertahanan serta keamanan negara.</p>
<p></p>
<p>"Jika berada di bawah kementerian, secara otomatis kendali ada di menteri. Ini bukan sekadar persoalan administratif, tapi berdampak pada penanganan kasus kriminal di masyarakat. Proses hukum bisa terhambat oleh birokrasi kementerian, dan yang paling dirugikan adalah masyarakat," ujar Fattah. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya mendukung sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tetap memegang prinsip bahwa Polri harus tetap menjadi institusi independen di bawah koordinasi Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p></p>
<p>"Kami sepakat, kendali Polri harus tetap di bawah Presiden. Pembentukan Kementerian Polri justru akan membingungkan garis instruksi, terutama dalam penanganan kasus krusial seperti pembunuhan dan kriminalitas lainnya," tegas Ketua FRMJ tersebut.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyambut positif dukungan tersebut. Pihaknya sepakat bahwa status quo Polri di bawah Presiden adalah struktur paling ideal untuk menjamin kecepatan gerak personel di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Dukungan ini selaras dengan semangat kami untuk bekerja secara independen. Posisi di bawah Presiden memungkinkan Polri untuk bergerak cepat tanpa sekat birokrasi yang panjang dalam memberikan pelayanan dan hadir di tengah masyarakat," ungkap AKBP Ardi.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sadis! Debt Collector di Jombang Kritis Dibacok Orang Tak Dikenal, Polisi Identifikasi Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sadis-debt-collector-di-jombang-kritis-dibacok-orang-tak-dikenal-polisi-identifikasi-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sadis-debt-collector-di-jombang-kritis-dibacok-orang-tak-dikenal-polisi-identifikasi-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Ketua RT setempat sempat berupaya melerai pertikaian tersebut, namun pelaku yang bertindak brutal langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697aca5037f2f.webp" length="41170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 10:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kolektor Tumbang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi penganiayaan berat menggunakan senjata tajam menggemparkan warga Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Seorang pria yang berprofesi sebagai penagih utang (<em>debt collector</em>) pinjaman <em>online</em> (pinjol) ditemukan terkapar bersimbah darah setelah terlibat duel maut dengan orang tak dikenal, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Peristiwa berdarah itu terjadi tepat pada tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Yuli Fitriani (41), keributan tersebut awalnya dikira warga sebagai suara hewan yang sedang berkelahi. Namun, saat diperiksa, warga menemukan korban sudah dalam kondisi kritis berlumuran darah.</p>
<p>"Awalnya saya kira suara kucing berkelahi, ternyata ada orang dibacok. Korban sudah terkapar dengan luka parah, bahkan jari kelingkingnya nyaris putus," ujar Yuli saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Ketua RT setempat sempat berupaya melerai pertikaian tersebut, namun pelaku yang bertindak brutal langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. </p>
<p>Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti milik pelaku yang tertinggal, di antaranya sarung pisau, ponsel, kacamata, dan helm.</p>
<p>Korban diidentifikasi bernama Dian Bayu Prakoso (37), warga Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. </p>
<p>Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasyim Asy’ari, Cukir, akibat sejumlah luka robek dan luka tusuk serius di beberapa bagian tubuh.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan sementara, korban mengaku sudah merasa dibuntuti oleh pelaku sejak pagi hari.</p>
<p>"Modus pelaku adalah mencegat korban dan berpura-pura menanyakan alamat. Namun, tanpa peringatan, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta menggunakan senjata tajam," ungkap AKP Dimas.</p>
<p>Meski identitas pelaku dikabarkan sudah dikantongi oleh pihak kepolisian, motif di balik penyerangan sadis ini masih menjadi misteri. </p>
<p>Polisi tengah mendalami apakah insiden ini berkaitan erat dengan profesi korban sebagai penagih utang atau didasari motif dendam pribadi.</p>
<p>"Kami masih mendalami apakah kejadian ini ada sangkut pautnya dengan pekerjaan korban sebagai <em>debt collector</em>. Saat ini tim buser sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris, Kasatpol PP Jombang Dikeroyok PKL saat Tegakkan Perda, Pelaku Belum Ditahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-kasatpol-pp-jombang-dikeroyok-pkl-saat-tegakkan-perda-pelaku-belum-ditahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-kasatpol-pp-jombang-dikeroyok-pkl-saat-tegakkan-perda-pelaku-belum-ditahan</guid>
<description><![CDATA[ Meski insiden pengeroyokan telah berlalu lebih dari satu bulan, polisi belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979db8bc22f9.webp" length="41168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 17:39:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penganiayaan, Satpol PP, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) oleh oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) terjadi di Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Meski insiden pengeroyokan telah berlalu lebih dari satu bulan, polisi belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku. </p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada 19 Desember 2025 tersebut merupakan preseden buruk bagi wibawa pemerintah daerah. </p>
<p>Hingga Selasa (27/1/2026), aparat kepolisian belum menaikkan status perkara ke tahap penyidikan maupun menetapkan satu pun tersangka atas tindakan anarkis tersebut.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa perkara ini masih dalam tahap pendalaman saksi. </p>
<p>Pihaknya beralasan masih membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi pelaku pemukulan di kawasan Alun-alun Jombang secara akurat.</p>
<p>"Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui siapa saja yang melakukan pemukulan. Statusnya masih penyelidikan," ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Kepolisian berencana melakukan gelar perkara hanya setelah pemeriksaan saksi dianggap tuntas, guna menentukan pemenuhan unsur pidana dalam insiden yang melukai pucuk pimpinan penegak peraturan daerah (perda) tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika personel Satpol PP menjalankan mandat penertiban rutin untuk menjaga ketertiban ruang publik di kawasan Alun-alun Jombang. </p>
<p>Namun, tindakan yang sedianya bersifat persuasif tersebut justru dibalas dengan intimidasi dan perlawanan fisik secara massal.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penganiayaan terjadi saat sejumlah oknum pedagang menolak direlokasi. </p>
<p>Alih-alih menempuh jalur dialog, oknum PKL diduga melakukan pengeroyokan yang menyebabkan Kasatpol PP Jombang mengalami luka-luka di tengah pelaksanaan tugas negara.</p>
<p>Secara hukum, kekerasan terhadap pejabat publik yang tengah menjalankan tugas resmi merupakan pelanggaran serius yang diatur dalam pasal-pasal berlapis KUHP. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Terancam Kandas, Pemkab Jombang Suntik Lagi Program Wifi Rakyat Rp 2,1 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-terancam-kandas-pemkab-jombang-suntik-lagi-program-wifi-rakyat-rp-21-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-terancam-kandas-pemkab-jombang-suntik-lagi-program-wifi-rakyat-rp-21-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Program yang menyedot uang negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp 2,1 miliar itu, bahkan sempat membuat sejumlah kepala desa (kades) kelimpungan untuk mengcover pembiayaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979bdcdb1f50.webp" length="97900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 15:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Program Wifi Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Program Wifi Rakyat besutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang sempat dinyatakan kandas pada akhir 2025, kini dijanjikan kembali berlanjut. </p>
<p>Program yang menyedot uang negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp 2,1 miliar itu, bahkan sempat membuat sejumlah kepala desa (kades) kelimpungan untuk <em>mengcover</em> pembiayaan.</p>
<p>Kebijakan ini diambil setelah polemik pembiayaan sempat membuat sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) di 306 desa dan kelurahan kelimpungan akibat ketidakpastian status layanan.</p>
<p>Kepanikan di tingkat desa bermula saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jombang menerbitkan surat resmi Nomor 400.13.53/10/415.23/2026 pada 7 Januari lalu. </p>
<p>Dalam surat tersebut, Diskominfo secara eksplisit mengizinkan pihak penyedia jasa, PT Lintas Data Prima, untuk melucuti seluruh perangkat keras Wifi Rakyat di lapangan.</p>
<p>Kepala Diskominfo Jombang, Endro Wahyudi, membenarkan bahwa kontrak kerja sama dengan pihak ketiga telah kedaluwarsa per Desember 2025. </p>
<p>"Terkait penarikan peralatan, itu mutlak kewenangan penyedia layanan selaku pemilik aset," ujar Endro saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Merespons kegaduhan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, angkat bicara. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa operasional Wifi Rakyat kembali diaktifkan dan seluruh biayanya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.</p>
<p>Agus menyebut, penghentian layanan yang sempat terjadi hanyalah persoalan teknis administratif. </p>
<p>Ia membantah adanya pembebanan biaya kepada pemerintah desa melalui program Desa Mantra, yang sebelumnya sempat menjadi kekhawatiran para kepala desa.</p>
<p>"Layanan dipastikan tetap berjalan. Sejak kemarin sudah diaktifkan kembali. Terkait isu Desa Mantra, itu hanya miskomunikasi. Kami hanya menunggu kelengkapan administrasi seperti Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)," tegas Agus, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Agus memastikan tidak akan ada pencabutan perangkat di desa-desa. Pihak Pemkab mengklaim telah melakukan koordinasi intensif dengan penyedia jasa agar seluruh <em>router</em> kembali memancarkan sinyal internet bagi masyarakat.</p>
<p>"Kami pastikan anggaran tetap bersumber dari APBD Kabupaten, bukan dari anggaran Desa Mantra. Kami sudah berkoordinasi dengan penyedia agar semua titik kembali menyala," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Korupsi Alsintan di Jombang, Polisi Sebut Ada Peran Kades Sumbersari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-alsintan-di-jombang-polisi-sebut-ada-peran-kades-sumbersari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-alsintan-di-jombang-polisi-sebut-ada-peran-kades-sumbersari</guid>
<description><![CDATA[ Kasus dugaan pengalihan mesin panen bantuan negara di Jombang menyeret peran kepala desa dan kini ditangani Satreskrim Polres Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978c0e2e9e55.webp" length="34938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 21:40:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Alsintan Raib, kriminal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Jajaran Satreskrim Polres Jombang tengah serius mengungkap tabir dugaan raibnya bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis mesin panen (combine harvester) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh.</p>
<p>Alat bantuan yang diduga dari bantuan pokir anggota DPRD Jatim ini dilaporkan raib dari penguasaan petani, tak lama setelah serah terima dilakukan pada akhir 2024 lalu.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menyebut ada keterlibatan Kepala Desa (Kades) Sumbersari dalam proses peralihan Alsintan hingga kemudian raib tidak diletahui keberadaannya. </p>
<p>"Ya, jadi itu bantuan yang diberikan kepada Desa Sumbersari ya. Kemudian dialihtangankan oleh Kadesnya kepada pihak ketiga. Nah, itu yang kita hitung nanti potensi kerugian negaranya berapa," ujar AKP Dimas Robin dalam pesan ditulis wartawan, Selasa (27/1/2026). </p>
<p>Pihaknya telah mendapatkan sejumlah informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi dan terus melakukan penyelidikan. Saksi-saksi terkait perkara ini juga telah diperiksa. </p>
<p>"Oh, iya. Itu sudah, sudah kita lakukan penyelidikan sekarang. Sudah kita dapatkan bahan informasinya. Saat ini masih penyelidikan, baik itu pemeriksaan saksi-saksi maupun perhitungan potensi kerugian negara oleh inspektorat," terangnya. </p>
<p>Disinggung mengenai potensi dugaan korupsi Alsintan bantuan dari negara kepada kelompok maupun desa lainnya, AKP Dimas Robin tetap menggali sejumlah informasi terkait hal tersebut. </p>
<p>"Iya, nanti sementara informasi yang kita dapatkan baru satu ini. Nanti mungkin ada bahan informasi yang lain kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," tandasnya. </p>
<p>Sebelumnya, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap aktor intelektual di balik dugaan pengalihan aset negara tersebut.</p>
<p>"Hingga saat ini, kami telah memeriksa enam orang saksi. Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak Inspektorat untuk melakukan audit guna menghitung potensi kerugian negara," tegas AKP Dimas Robin kepada awak media, Selasa (20/1/2026) lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Provokasi Warga, Pesilat Bocil di Jombang Ditangkap dan Dipulangkan Polisi usai Dibina</title>
<link>https://suarajatimpost.com/provokasi-warga-pesilat-bocil-di-jombang-ditangkap-dan-dipulangkan-polisi-usai-dibina</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/provokasi-warga-pesilat-bocil-di-jombang-ditangkap-dan-dipulangkan-polisi-usai-dibina</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa pelaku bukan merupakan anggota kelompok gangster, melainkan oknum dari komunitas atau perguruan silat yang melakukan konvoi di jalan raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69783c165872c.webp" length="54736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemuda Bikin Onar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP- </strong>Polisi tidak melakukan penahanan terhadap pemuda yang ditangkap oleh warga usai melakukan aksi provokatif di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang pada Ahad (25/1/2026) malam. </p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyampaikan, perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku bukan merupakan anggota kelompok gangster, melainkan oknum dari komunitas atau perguruan silat yang melakukan konvoi di jalan raya.</p>
<p>"Perlu saya sampaikan, sebetulnya mereka ini bukan gangster. Kebanyakan ada yang mengatasnamakan perguruan atau komunitas tertentu. Kami amankan karena tindakan mereka mengganggu ketertiban umum," tegas AKP Dimas di Mapolres Jombang, sebagaimana ditulis wartawan, Selasa (27/1/2026). </p>
<p>Dari hasil penggeledahan terhadap seorang pemuda yang diserahkan warga, polisi tidak menemukan senjata tajam (sajam) maupun minuman keras. Pemuda tersebut diketahui merupakan anggota perguruan pencak silat. </p>
<p>"Jadi satu orang itu diamankan warga, langsung diserahkan ke Polres," ujar AKP Dimas. </p>
<p>Meski tidak ditemukan unsur tindak pidana berat, Polres Jombang tetap melakukan pendataan dan pembinaan intensif. Sesuai instruksi Kapolres Jombang, mekanisme pemulangan pelaku dilakukan dengan syarat yang ketat guna memberikan efek jera.</p>
<p>AKP Dimas menjelaskan bahwa pelaku hanya boleh dijemput oleh empat unsur pendamping, yaitu orang tua kandung, wali kelas atau Kepala Sekolah (bagi yang masih berstatus pelajar), Ketua ranting perguruan yang bersangkutan dan kepala desa setempat.</p>
<p>“Langkah ini diambil agar seluruh elemen, baik keluarga, sekolah, maupun organisasi, turut bertanggung jawab dalam membina moral pemuda tersebut sehingga kejadian serupa tidak terulang,” pungkas AKP Dimas.</p>
<p>Insiden bermula saat sekelompok pemuda bermotor melintas di sekitar perlintasan kereta api Jatipelem dengan cara yang intimidatif. Aksi tersebut memicu reaksi spontan dari warga setempat yang merasa terusik.</p>
<p>Sekretaris Desa Jatipelem, Mujahid, mengonfirmasi bahwa warga merasa terancam oleh perilaku gerombolan tersebut. Saat massa mulai berkumpul, mayoritas anggota kelompok langsung melarikan diri. </p>
<p>Namun, terdapat satu oknum pemuda yang justru turun dari motor dan melakukan tindakan provokasi terhadap warga.</p>
<p>“Ada warga yang merasa terancam lalu berteriak minta tolong. Saat massa keluar, gerombolan pemotor ini langsung melarikan diri, namun satu orang tertinggal dan sempat menantang warga sebelum akhirnya diamankan,” ujar Mujahid. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Asusila Dua Remaja di Pemakaman, Polres Jombang Belum Tetapkan Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-asusila-dua-remaja-di-pemakaman-polres-jombang-belum-tetapkan-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-asusila-dua-remaja-di-pemakaman-polres-jombang-belum-tetapkan-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Kasus yang menyeret salah satu oknum kepala desa (kades) dalam perkara ini, masih dalam proses penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69782b1734645.webp" length="40094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 10:20:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Skandal Asusila</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Skandal asusila yang melibatkan dua remaja di area pemakaman Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang terus bergulir di meja kepolisian.</p>
<p>Kasus yang menyeret salah satu oknum kepala desa (kades) dalam perkara tersebut, masih dalam proses penyelidikan oleh polisi, sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Baik laporan dari oknum kades kepada remaja yang diduga melakukan pencabulan terhadap putrinya, maupun laporan dari orang tua remaja laki-laki atas dugaan aksi penganiayaan oleh oknum kades tersebut. </p>
<p>"Ya, masih, itu masih lidik (penyelidikan). Periksa saksi-saksi. Kita masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Jadi dua-dua perkara yang dilaporkan kita tindak lanjuti semua," ucap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander dalam pesan ditulis wartawan, Selasa (27/1/2026). </p>
<p>Sebelumnya, Insiden penggerebekan pasangan remaja yang diduga berbuat asusila di sebuah tempat pemakaman umum (TPU) di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang berlanjut ke ranah hukum. </p>
<p>Kasus yang melibatkan anak seorang kepala desa (kades) tersebut berujung pada aksi saling lapor antara kedua belah pihak keluarga di Mapolres Jombang.</p>
<p>Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang mengonfirmasi telah menerima laporan dari kedua keluarga remaja tersebut. </p>
<p>Orang tua dari remaja putri, yang juga menjabat sebagai kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Kabuh, melaporkan remaja pria atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.</p>
<p>Sebaliknya, orang tua dari remaja pria tidak tinggal diam. Mereka melayangkan laporan tandingan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum kades tersebut saat proses pengamanan kedua remaja tersebut.</p>
<p>"Laporan sudah kami terima. Ibu dari pihak perempuan melaporkan dugaan persetubuhan atau pelecehan anak di bawah umur. Sementara itu, ibu dari pihak laki-laki melaporkan dugaan penganiayaan," tegas Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander pada Selasa (20/1/2026) lalu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian Disematkan bagi 61 Personel Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanda-kehormatan-satyalancana-pengabdian-disematkan-bagi-61-personel-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanda-kehormatan-satyalancana-pengabdian-disematkan-bagi-61-personel-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697761f84dd18.webp" length="35098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 22:21:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penghargaan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Sebanyak 61 personel Kepolisian Resor (Polres) Jombang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian dalam upacara khidmat yang digelar di lapangan Mapolres Jombang, Senin (26/1/2026). </p>
<p>Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas kepolisian.</p>
<p>Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan dihadiri oleh pejabat utama Polres, para Kapolsek jajaran, serta personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Jombang.</p>
<p>Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas darma bakti dan kesetiaan yang luar biasa kepada bangsa dan negara.</p>
<p>“Satyalancana Pengabdian ini adalah wujud penghargaan negara atas pengabdian yang tulus, penuh loyalitas, dan tanpa cacat selama bertugas sebagai anggota Polri,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p>Kapolres menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan simbol kehormatan dan tanggung jawab moral yang harus diemban ke depannya. </p>
<p>"Penghargaan ini dapat memotivasi seluruh anggota untuk terus bekerja dengan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," bebernya. </p>
<p>Para penerima penghargaan berasal dari unsur Perwira Pertama hingga Bintara Polri dengan masa pengabdian bervariasi: 8 tahun (35 personel), 16 tahun (4 personel), 24 tahun (18 personel), dan 32 tahun (4 personel). </p>
<p>"Mereka telah berkontribusi dalam tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum di Kabupaten Jombang," terangnya. </p>
<p>Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 11 personel Polri atas prestasi khusus. Sebanyak 10 personel Satgas Khusus Curanmor Unit 1 dihargai atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti 30 unit kendaraan roda dua dalam kurun dua bulan. </p>
<p>Satu personel Pamapta 3 SPKT Polres Jombang juga mendapat penghargaan atas kesigapannya merespons laporan melalui Call Center 110 terkait dugaan penganiayaan terhadap warga negara asing asal Kamboja. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terdakwa Korupsi Dana Hibah PSSI Ditangkap Setelah DPO 5 Tahun, Jalani Hukuman 4 Tahun Penjara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terdakwa-korupsi-dana-hibah-pssi-ditangkap-setelah-dpo-5-tahun-jalani-hukuman-4-tahun-penjara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terdakwa-korupsi-dana-hibah-pssi-ditangkap-setelah-dpo-5-tahun-jalani-hukuman-4-tahun-penjara</guid>
<description><![CDATA[ Kasi Intel Kejari Jombang I Made Deady Permana Putra menyatakan terpidana yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2021 ini divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6977374ead7bb.webp" length="37040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 17:31:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPO hibah PSSI Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Hariyono, seorang terdakwa kasus korupsi pengelolaan dana hibah yang terkait dengan program dana hibah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Jombang, akhirnya menjalani eksekusi hukuman setelah ditangkap di Karawang, Jawa Barat. </p>
<p>Kasi Intel Kejari Jombang I Made Deady Permana Putra menyatakan terpidana yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2021 ini divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta. </p>
<p>"Kasus bermula dari dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara mencapai Rp277 juta. Dalam putusannya, Pengadilan menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Hariyono, diserta denda Rp200 juta subsider kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp112 juta," ujar I Made Deady kepada wartawan, (26/1/2026). </p>
<p>Usai dinyatakan bersalah di pengadilan tingkat pertama, terpidana sempat mengajukan upaya hukum banding dan kasasi. Namun, upayanya tidak mengubah putusan pokok. Meski telah memiliki kekuatan hukum tetap, Hariyono tidak segera menjalani hukuman dan masuk dalam DPO Kejaksaan pada 2021 karena ketidakhadirannya.</p>
<p>"Selama masa pencarian, Hariyono dilaporkan berpindah-pindah tempat. Posisi terakhirnya adalah di Karawang, di mana ia akhirnya berhasil diamankan oleh aparat. Dalam kehidupan sehari-hari, sejak sekitar tahun 2020, ia diketahui berprofesi sebagai pedagang pecel," ujarnya. </p>
<p>Uniknya, sejak awal proses hukum berjalan, Hariyono tidak pernah menjalani masa penahanan. Baru setelah ditangkap, ia langsung dieksekusi untuk menjalani hukuman pidana penjara.</p>
<p>"Saat ini, Hariyono telah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang," tandasnya. </p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti pentingnya eksekusi putusan pengadilan dan penegakan hukum terhadap pelaku korupsi, meski dengan nilai kerugian yang tidak besar.</p>
<p>Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk terus mengejar para buronan lainnya, menyatakan bahwa pelarian hukum hanyalah menunda kepastian hukum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Curanmor, 34 Motor Berhasil Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-ringkus-17-pelaku-curanmor-34-motor-berhasil-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-ringkus-17-pelaku-curanmor-34-motor-berhasil-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Ironisnya, mayoritas dari belasan tersangka yang diamankan merupakan residivis yang tercatat pernah mendekam di jeruji besi atas kasus serupa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6976e06c7093c.webp" length="82470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 10:40:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jombang menunjukkan taringnya dalam memberantas kejahatan jalanan. </p>
<p>Di bawah komando Kapolres AKBP Ardi Kurniawan, Korps Bhayangkara tersebut berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah dengan meringkus 17 tersangka dalam operasi besar-besaran.</p>
<p>Ironisnya, mayoritas dari belasan tersangka yang diamankan merupakan residivis yang tercatat pernah mendekam di jeruji besi atas kasus serupa. Hal ini mempertegas adanya pola kejahatan kambuhan yang masih menghantui wilayah hukum Kota Santri.</p>
<p>Dalam jumpa pers yang digelar di halaman Satreskrim Polres Jombang, Senin (26/1/2026), Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander membedah anatomi kejahatan para pelaku. </p>
<p>Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan 34 unit sepeda motor berbagai merek sebagai barang bukti.</p>
<p>AKP Dimas merinci bahwa para pelaku menggunakan berbagai cara untuk menggasak kendaraan korban.</p>
<p>12 unit kendaraan dieksekusi menggunakan kunci letter T, 8 unit dicuri akibat kelalaian korban yang membiarkan kunci tertancap, 10 unit diambil dengan teknik dorong (<em>stut</em>) dan sisanya menggunakan berbagai modus operandi lain.</p>
<p>"Para pelaku beroperasi dengan sistem hunting. Mereka mencari target yang diparkir di tempat yang mudah diakses, seperti teras rumah tanpa pagar atau pusat keramaian. Potensi kejahatan memuncak saat pemilik kendaraan lengah," tegas AKP Dimas.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan ini menyasar waktu-waktu krusial saat masyarakat sedang beristirahat, yakni antara pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. </p>
<p>Para tersangka diketahui berasal dari jaringan antarkota, meliputi wilayah Jombang, Pasuruan, Mojokerto, hingga Madura.</p>
<p>Modus pemasaran barang jarahan pun kini bergeser ke ranah digital. Motor hasil curian dipasarkan melalui platform daring (<em>online</em>) dengan sistem <em>Cash on Delivery</em> (COD) kepada penadah yang telah menjadi jaringan mereka.</p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan respons atas keresahan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek preventif dari sisi warga sangatlah krusial.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif. Jangan memberikan celah bagi pelaku kejahatan. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terkunci ganda dan jangan pernah meninggalkan kunci masih menggantung di motor," pesan kapolres. </p>
<p>Saat ini, ke-17 tersangka beserta 34 unit barang bukti telah diamankan di Mapolres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan pemberatan sesuai dengan KUHP. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peresmian Gedung Aimmah El&amp;Haq, Jadi Bukti Dukungan Bupati Jombang untuk Pendidikan Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-aimmah-el-haq-jadi-bukti-dukungan-bupati-jombang-untuk-pendidikan-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-aimmah-el-haq-jadi-bukti-dukungan-bupati-jombang-untuk-pendidikan-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Acara peresmian ini mengusung tema “Peran Strategis Pesantren dalam Membangun Peradaban Umat dan Bangsa”, menegaskan visi pemerintah daerah yang menempatkan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6976072461097.webp" length="59760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 19:47:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peresmian pondok, pesantren, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mendukung pendidikan pesantren kembali diwujudkan secara nyata. Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi meresmikan Gedung Aimmah di Pondok Modern El-Haq Putra, Bareng, pada Ahad (25/1/2026). </p>
<p>Acara peresmian ini mengusung tema “Peran Strategis Pesantren dalam Membangun Peradaban Umat dan Bangsa”, menegaskan visi pemerintah daerah yang menempatkan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan.</p>
<p>Kehadiran Bupati Warsubi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani, serta jajaran pejabat utama seperti Sekdakab Jombang Agus Purnomo dan para Asisten, menunjukkan perhatian serius kepemimpinan daerah terhadap kemajuan pondok pesantren. </p>
<p>Acara yang dihadiri pula oleh Pimpinan Pondok Modern El-Haq KH. Ainur Rofiq, Ketua PD Muhammadiyah Jombang Abdul Malik, serta penceramah dari Universitas Darussalam Gontor, KH. M. Badrun Syahir, berlangsung penuh khidmat.</p>
<p>Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah daerah terhadap kontribusi nyata pesantren seperti El-Haq dalam membangun sumber daya manusia Jombang yang berakhlak dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan alternatif, melainkan institusi vital yang menjadi benteng moral dan pencetak peradaban.</p>
<p>“Pemerintah Kabupaten Jombang memandang pesantren sebagai mitra utama dalam membangun karakter dan intelektualitas generasi muda. Di sini, keunggulan ilmu pengetahuan berpadu dengan ketangguhan akhlak dan kedisiplinan, membentuk fondasi bangsa yang kuat," tegas Bupati Warsubi.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa dukungan pemerintah terhadap pesantren bersifat holistik, menyangkut pengakuan terhadap peran multidimensional pesantren. </p>
<p>“Kami melihat kekuatan pesantren dalam membentuk manusia yang utuh: spiritualitasnya kokoh, wawasannya modern, dan kesadarannya sosial tinggi. Untuk itu, pemerintah hadir memastikan bahwa lembaga seperti El-Haq dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal," imbuhnya.</p>
<p>Terkait peresmian Gedung Aimmah, Bupati Warsubi menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan adalah bentuk dukungan konkret pemerintah untuk menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas.</p>
<p>“Peresmian gedung baru ini adalah bukti nyata dukungan kami. Fasilitas yang representatif ini diharapkan dapat memacu peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi santri, sehingga mereka siap menjawab tantangan zaman," harap Bupati.</p>
<p>Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Warsubi. Sebelum acara inti, hadirin telah disuguhi ragam penampilan prestasi santri El-Haq, seperti tahfidz Al-Qur’an, pidato tiga bahasa, dan demonstrasi Tapak Suci, yang merefleksikan keberhasilan pendidikan integral di pesantren.</p>
<p>Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimcam Bareng, Presdir Afco Group H. Agung Wicaksono, wali santri, dan tokoh masyarakat ini semakin menguatkan pesan bahwa kepemimpinan Jombang peduli dan berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan pesantren dalam membangun peradaban dan masa depan daerah yang lebih baik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Ugal&amp;ugalan, Minibus di Jombang Tabrak Enam Sepeda Motor, Satu Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-ugal-ugalan-minibus-di-jombang-tabrak-enam-sepeda-motor-satu-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-ugal-ugalan-minibus-di-jombang-tabrak-enam-sepeda-motor-satu-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 15.25 WIB. Mobil Avanza bernopol L 1537 E dikabarkan melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6976020bbad67.webp" length="55330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 19:18:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah mobil minibus Toyota Avanza yang melaju dengan kecepatan tinggi diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun yang menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya di Jalur Provinsi KH Hasyim Asy’ari, Dusun Parimono, Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, Ahad (25/1/2026) sore.</p>
<p>Kejadian nahas itu berlangsung sekiira pukul 15.25 WIB. Mobil Avanza bernopol L 1537 E dikabarkan melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi. Menurut kesaksian Riri (32) yang berada di lokasi, kendaraan tersebut sudah terlihat tidak stabil sejak melintasi kawasan simpang empat lampu merah.</p>
<p>“Mobil Avanza hitam itu dari arah selatan, kecepatannya tinggi. Di lampu merah sempat nyenggol motor,” tutur Riri.</p>
<p>Usai melewati persimpangan, minibus yang mengangkut enam hingga tujuh penumpang itu tiba-tiba oleng ke kanan dan menerobos ke jalur lawan arah yang sedang padat kendaraan.</p>
<p>“Posisinya ngebut, terus tiba-tiba <em>nyeleot</em> ke kanan,” ujarnya.</p>
<p>Manuver mendadak itu menyebabkan enam sepeda motor di lajur kanan tidak sempat menghindar dan ditabrak secara beruntun.</p>
<p>Kendaraan yang menjadi korban adalah Honda Scoopy (S 3209 OCI), Honda Vario (S 6654 OCD), Honda Vario (S 3180 YU), Honda Supra (S 4517 ONT), satu unit Honda Scoopy tanpa nomor polisi, serta Honda PCX (S 5371 ODB). Sebuah pikap bernopol S 1131 HB yang tengah terparkir di pinggir jalan juga ikut tertabrak.</p>
<p>“Dari arah utara itu ramai, ada enam motor yang ditabrak. Pikap yang parkir juga kena,” jelas Riri.</p>
<p>Avanza baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon di tepi jalan. Benturan keras tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara motor terluka. Satu korban, yaitu pengendara Honda PCX, dinyatakan tewas di tempat kejadian setelah terjepit di antara kendaraan dan pohon.</p>
<p>“Yang meninggal satu orang, pengendara PCX,” kata Riri.</p>
<p>Hingga pukul 17.00 WIB, petugas kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sopir Avanza telah diamankan untuk dimintai keterangan.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan insiden tersebut. </p>
<p>“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil minibus dengan enam sepeda motor,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mendata korban dan mendalami penyebab pasti kecelakaan. </p>
<p>“Korban dan kendaraan sudah dievakuasi. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut,” pungkas Siswanto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiah Ulang Tahun Istimewa Bu Mega dari Jombang:  Tebar Benih dan Tanam Pohon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-tebar-benih-dan-tanam-pohon-sebagai-hadiah-ulang-tahun-megawati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-tebar-benih-dan-tanam-pohon-sebagai-hadiah-ulang-tahun-megawati</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung penuh kesederhanaan dan mengusung kepedulian lingkungan ini dilaksanakan di dekat petilasan Mbah Konde, Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69759e21573a1.webp" length="73196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 14:44:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PDI Perjuangan, Ulang Tahun Megawati, Sumrabah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Jajaran pengurus dan anggota PDI Perjuangan Kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan tebar benih ikan dan penanaman pohon sebagai hadiah untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai, Megawati Soekarnoputri, pada Ahad (25/1/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung penuh kesederhanaan dan mengusung kepedulian lingkungan ini dilaksanakan di dekat petilasan Mbah Konde, Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh.</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menyatakan peringatan tahun ini difokuskan pada menebar benih ikan, penanaman pohon, serta doa bersama warga. Partai melepas sedikitnya 79.000 benih ikan (lele, mujair, nila) ke perairan setempat, dengan angka 79 dipilih secara simbolis sesuai usia Megawati.</p>
<p>"Kami juga menanam total 1.000 bibit pohon produktif, seperti alpukat, mangga, dan sirsak. Penanaman simbolis dilakukan di area punden Desa Pacarpeluk sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur desa," ujar Sumrambah.</p>
<p>Hadir dalam acara, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan, Sadarestuwati. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan instruksi langsung untuk meneladani kebiasaan positif Megawati dalam menjaga lingkungan.</p>
<p>"Ibu Ketua Umum memberikan keteladanan nyata dengan mengumpulkan biji buah untuk dijadikan bibit. Kami melanjutkan tradisi 'Merawat Pertiwi' ini," ungkap Sadarestuwati. Ia menambahkan, mencintai alam adalah investasi keselamatan bangsa.</p>
<p>Sadarestuwati juga membeberkan perkembangan pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Jombang yang baru di atas lahan 3.000 meter persegi di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek.</p>
<p>"Dalam bulan ini, kami akan segera melakukan penanaman pohon di sana. Targetnya, area kantor tersebut akan menjadi miniatur keanekaragaman hayati bagi Kabupaten Jombang," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buron 16 Tahun, Koruptor Dana Hibah PSSI Jombang Akhirnya Ditangkap Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buron-16-tahun-koruptor-dana-hibah-pssi-jombang-akhirnya-ditangkap-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buron-16-tahun-koruptor-dana-hibah-pssi-jombang-akhirnya-ditangkap-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejagung serta Intelijen dan Tipidsus Kejari Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6975a32d92122.webp" length="55642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 13:34:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPO Koruptor, Koruptor Dana Hibah PSSI Jombang, PSSI Jombang, I Made Deady Permana Putra</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Setelah 16 tahun buron, Hariyono (69), terpidana kasus korupsi dana hibah PSSI Kabupaten Jombang, akhirnya dibekuk oleh aparat. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejagung serta Intelijen dan Tipidsus Kejari Jombang.</p>
<p>Terpidana yang merupakan pensiunan guru SMP Negeri itu diamankan di sebuah rumah di Perumahan Sofie Residence, Kecamatan Purwasari, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (23/6/2026). Penangkapan berlangsung lancar tanpa perlawanan.</p>
<p>"Benar, pelaku sudah berhasil diamankan. Saat ini masih kami proses di Jakarta untuk serah terima sebelum dibawa ke Jombang," jelas Kasi Intelijen Kejari Jombang, I Made Deady Permana Putra, Ahad (25/1/2026).</p>
<p>Setelah proses di Jakarta, Hariyono akan dibawa kembali ke Jombang untuk dieksekusi menjalani pidana penjara. </p>
<p>"Ia belum pernah ditahan sejak kasusnya diproses. Jadi kita proses untuk dieksekusi nantinya," imbuh Deady.</p>
<p>Eksekusi akan dilaksanakan berdasarkan putusan kasasi tetap Mahkamah Agung Nomor 1971 K/Pid.Sus/2012. Dalam putusan itu, Hariyono dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah untuk PSSI Jombang dari APBD Kabupaten Jombang periode 2008-2010. Tindakannya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp277.115.000.</p>
<p>Untuk itu, Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara 4 tahun, pidana denda Rp200 juta subsider 4 bulan penjara, serta kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp112 juta.</p>
<p>Hariyono sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Jombang sejak 2021. Setelah 16 tahun melarikan diri, perjalanannya berakhir di tangan tim gabungan Kejagung dan Kejari Jombang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Maut di Jombang, Tiga Kendaraan Terlibat, Dua Orang Meregang Nyawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jombang-tiga-kendaraan-terlibat-dua-orang-meregang-nyawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jombang-tiga-kendaraan-terlibat-dua-orang-meregang-nyawa</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini merenggut nyawa dua orang pengendara sepeda motor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974ced5ad762.webp" length="64034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 21:54:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Sebuah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalan nasional Jombang-Surabaya masuk Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (24/1/2026) siang. Insiden ini merenggut nyawa dua orang pengendara sepeda motor.</p>
<p>Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan melibatkan sebuah mobil Grand Livina bernomor polisi S-1714-ZN, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi W-2119-QA, dan sebuah truk tronton Nissan bernomor polisi L-8723-UJ.</p>
<p>"Dugaan awal Grand livina dari timur ke barat. Begitu juga sepeda motor dan truck di lokasi kejadian terjadi laka," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Berdasarkan data awal, dua korban jiwa berasal dari sepeda motor Honda Beat. Mereka adalah pengendara bernama Purwanto (50) dan Reviana Angelica Yumima (23). Keduanya warga Perumahan Babadan Asri, Desa Junwangi, Krian, Sidoarjo, dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Sementara itu, pengemudi mobil Grand Livina, Zaky Mubarok (40) dari Mojokerto, dan pengemudi truk tronton, Imam Rokib (58) dari Kediri, dilaporkan tidak mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.</p>
<p>Petugas telah mendata dua orang saksi mata, yaitu Muhammad Ainin (43) dan Wiranto (55), keduanya berasal dari wilayah Trowulan, Mojokerto.</p>
<p>Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Diduga, faktor manusia, kondisi jalan, dan arus lalu lintas yang padat berpotensi menjadi pemicu musibah ini.</p>
<p>"Kalau penyebabnya masih didalami, ini sedang pemeriksaan saksi-saksi," tandas Ipda Siswanto. </p>
<p>Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan berkendara di jalan raya, terutama pada ruas lintas yang ramai seperti Jalan Lintas Jombang-Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Warsubi Apresiasi Inovasi Pendidikan Al&amp;Aqobah Jombang dengan Metode Montessori</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-apresiasi-inovasi-pendidikan-al-aqobah-jombang-dengan-metode-montessori</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-warsubi-apresiasi-inovasi-pendidikan-al-aqobah-jombang-dengan-metode-montessori</guid>
<description><![CDATA[ Ia secara khusus menyoroti penerapan metode Montessori di jenjang TK dan SD, yang masih jarang ditemui di Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974ae5914323.webp" length="40752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 19:53:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, metode Montessori, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Bupati Jombang, Warsubi, menghadiri sekaligus meresmikan TK-SD Aqobah Islamic Montessori (AIM) dan Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS) di Kompleks Pondok Pesantren Al-Aqobah, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Sabtu (24/1/2026). </p>
<p>Peresmian yang dihadiri Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) ini dianggap sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul, mandiri, dan berkarakter global.</p>
<p>Acara juga dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, Sekdakab, kepala OPD, tokoh agama, serta Pengasuh Utama Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Al-Aqobah yang terus berinovasi menjawab tantangan zaman. Ia secara khusus menyoroti penerapan metode Montessori di jenjang TK dan SD, yang masih jarang ditemui di Jombang.</p>
<p>"Pendekatan Montessori masih belum banyak diterapkan di Kabupaten Jombang. Kehadiran AIM diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi pengembangan pendidikan yang ramah anak, berorientasi pada potensi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman," tutur Warsubi.</p>
<p>Ia menilai, perpaduan kurikulum internasional dengan nilai-nilai pesantren merupakan formula tepat untuk membentuk karakter santri di masa depan. Sementara untuk AIBIS, Bupati berharap lembaga ini mampu melahirkan lulusan yang tak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.</p>
<p>"Saya berharap AIBIS mampu melahirkan akademisi dan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan Islam, sekaligus kemandirian dan kecakapan di bidang bisnis. Dengan bekal tersebut, lulusan siap berkontribusi sebagai pemimpin, entrepreneur, dan agen perubahan di tingkat nasional maupun global," tambahnya.</p>
<p>Warsubi menegaskan, kehadiran lembaga berkualitas ini akan menciptakan iklim kompetisi pendidikan yang sehat di Jombang, sekaligus mendukung upaya menyongsong visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Menteri Haji dan Umroh, Gus Irfan, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa prinsip Montessori memiliki keselarasan dengan kultur pesantren yang membangun kemandirian.</p>
<p>"Di pesantren seperti Tebuireng, santri diajarkan masak dan nyuci sendiri. Prinsip kemandirian itulah yang juga diusung Montessori. Kami berharap pendekatan ini menghasilkan santri yang lebih berkarakter," ujar Gus Irfan.</p>
<p>Pengasuh Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat, menekankan bahwa pendidikan di lembaga baru ini berfokus pada penanaman karakter melalui keteladanan.</p>
<p>"Karakter itu bukan persoalan keilmuan dan kecerdasan, tapi lebih kepada keteladanan," tegasnya.</p>
<p>KH. Ahmad Junaidi juga menyatakan komitmen Al-Aqobah untuk membangun pendidikan yang sesuai regulasi pemerintah, sekaligus menanamkan fondasi karakter yang kuat bagi masa depan anak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelontor 200 Ribu Liter Minyakita ke Jombang, Bulog Mojokerto Jamin Stok Aman hingga Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelontor-200-ribu-liter-minyakita-ke-jombang-bulog-mojokerto-jamin-stok-aman-hingga-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelontor-200-ribu-liter-minyakita-ke-jombang-bulog-mojokerto-jamin-stok-aman-hingga-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diwujudkan melalui pendistribusian 200.000 liter Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697452a32191f.webp" length="71608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 13:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog, Minyakita</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto melakukan intervensi pasar secara masif di Kabupaten Jombang. </p>
<p>Langkah ini diwujudkan melalui pendistribusian 200.000 liter Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).</p>
<p>Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat. </p>
<p>"Kami memiliki stok kurang lebih 200.000 liter untuk Januari ini dan akan terus ditambah. Kami pastikan stok Minyakita akan selalu terpenuhi," ujar Husin saat diwawancarai wartawan, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Di Pasar Pon Jombang, telah disalurkan 8.000 liter Minyakita ke 13 toko berdasarkan pesanan pedagang. </p>
<p>Pendistribusian kini lebih efektif berkat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, yang mengizinkan Bulog menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer tanpa perantara distributor lokal, sehingga memangkas rantai distribusi.</p>
<p>Petugas memastikan harga jual eceran mematuhi ketentuan pemerintah. Minyakita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, sedangkan beras SPHP dijual Rp58.000 per kemasan 5 kg, masih di bawah HET maksimal Rp62.500.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jombang, Suwigyo, menekankan pentingnya pengawasan harian untuk mencegah spekulasi harga. </p>
<p>"Kami melakukan pengawasan setiap hari agar harga tidak dimainkan," tegasnya.</p>
<p>Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jombang, Hikha Ratri Widyasanti, menambahkan bahwa penyerapan beras SPHP sangat membantu stabilisasi harga. </p>
<p>"Setiap toko rata-rata menyerap 2 ton per minggu. Dengan 13 toko di satu pasar, total 26 ton terserap dalam sepekan. Ini efektif menstabilkan harga yang sempat naik," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktivis Lingkungan Beber Data Ambang Batas Baku Mutu Limbah PT IRP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktivis-lingkungan-beber-data-ambang-batas-baku-mutu-limbah-pt-irp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktivis-lingkungan-beber-data-ambang-batas-baku-mutu-limbah-pt-irp</guid>
<description><![CDATA[ Nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) tercatat 1.305 mg/L, jauh melampaui baku mutu 100 mg/L. Chemical Oxygen Demand (COD) mencapai 4.700 mg/L dari batas maksimal 300 mg/L, dan Total Suspended Solid (TSS) 625 mg/L dari batas 100 mg/L. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697435aa1483e.webp" length="72776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 11:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Limbah, PT Indonesia Royal Paper</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aktivitas industri di bantaran Sungai Brantas kembali menjadi sorotan tajam. Aktivis lingkungan dari organisasi Posko Ijo mengungkap temuan mengejutkan terkait dugaan pelanggaran baku mutu limbah cair yang dilakukan oleh PT Indonesia Royal Paper (IRP) di Kabupaten Jombang. </p>
<p>Berdasarkan hasil uji laboratorium independen, kandungan polutan dalam limbah perusahaan tersebut ditemukan melonjak hingga belasan kali lipat di atas standar legal.</p>
<p>Hasil analisis sampel air limbah yang diambil pada 2 Desember 2025 di titik pembuangan PT IRP menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Pengujian yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta I mengonfirmasi adanya pelampauan drastis pada tiga parameter utama kualitas air. </p>
<p>Nilai <em>Biochemical Oxygen Demand</em> (BOD) tercatat 1.305 mg/L, jauh melampaui baku mutu 100 mg/L. <em>Chemical Oxygen Demand</em> (COD) mencapai 4.700 mg/L dari batas maksimal 300 mg/L, dan <em>Total Suspended Solid </em>(TSS) 625 mg/L dari batas 100 mg/L.</p>
<p>"Angka-angka ini bukan sekadar istilah teknis yang bisa dinegosiasikan. Ini adalah indikator nyata kerusakan ekologis dan ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat yang bergantung pada Sungai Brantas," tegas Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Temuan ini merupakan kulminasi dari pemantauan berkala yang dilakukan Posko Ijo sejak Juli hingga Desember 2025. Menanggapi validitas data tersebut, Posko Ijo telah melayangkan pengaduan resmi kepada: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Bupati Jombang, Warsubi; Menteri Lingkungan Hidup dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. </p>
<p>Rulli mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit lingkungan secara terbuka dan melakukan penegakan hukum tanpa kompromi. </p>
<p>"Surat ini adalah ujian bagi negara. Sungai Brantas tidak memiliki waktu untuk menunggu birokrasi yang lamban," tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang memberikan klarifikasi terkait pengawasan di lapangan. Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi PT IRP. Namun, pengambilan sampel resmi belum dapat dilakukan.</p>
<p>"Kami belum bisa mengambil sampel limbah karena saat inspeksi dilakukan, pabrik sedang tidak beroperasi. Kami perlu melakukan pengecekan ulang saat aktivitas produksi berjalan agar mendapatkan gambaran objektif," jelas Ulum.</p>
<p>Selama ini, pengawasan rutin DLH hanya mengandalkan laporan uji laboratorium mandiri yang diserahkan oleh pihak perusahaan secara berkala (<em>self-reporting</em>). </p>
<p>Ulum menegaskan, jika verifikasi lapangan nantinya terbukti melanggar, pihaknya akan meneruskan laporan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). </p>
<p>Hal ini dikarenakan status PT IRP sebagai Penanaman Modal Asing (PMA), yang wewenang pengawasannya berada di ranah pemerintah pusat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Dugaan Arogansi Kepsek, Disdikbud Jombang Gali Informasi dan Cari Solusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-dugaan-arogansi-kepsek-disdikbud-jombang-gali-informasi-dan-cari-solusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-dugaan-arogansi-kepsek-disdikbud-jombang-gali-informasi-dan-cari-solusi</guid>
<description><![CDATA[ Respon cepat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang Wor Windari kepada suarajatimpost.com melalui sambungan seluler. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697381ac94add.webp" length="30216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Laporan Guru, Dugaan Arogansi Kepsek</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang langsung merespon aduan guru atas dugaan sikap arogansi Kepala Sekolah (Kepsek) salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Respon cepat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang Wor Windari kepada suarajatimpost.com melalui sambungan seluler. </p>
<p>"Ini lagi menuju ke sekolah, kami minta para guru dan Kepsek untuk bertemu," ucap Wor Windari, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Pihaknya juga berterima kasih atas informasi yang diberikan, meskipun selama ini pihaknya belum menerima wadulan secara langsung dari para guru atas polemik dugaan arogansi Kepsek SDN yang dimaksud. </p>
<p>"Terima kasih atas informasi yang diberikan, sejauh ini kami belum mendapat laporan langsung. Walaupun demikian kami akan mencari solusi terbaik," terangnya. </p>
<p>Memang beberapa kali komunikasi terkait konfirmasi yang diajukan oleh wartawan belum bisa dilaksanakan karena padatnya kegiatan. Ia pun berharap permasalah tersebut segera ada solusi. </p>
<p>"Semoga cepat ada solusi," tandasnya. </p>
<p>Sampai berita ini ditayangkan, jajaran Disdikbud Jombang masih melakukan upaya mencari solusi atas permasalahan yang dengan menghadirkan Kepsek berikut jajaran Guru. </p>
<p>Sebelumnya, dunia pendidikan di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tengah diguncang isu disharmoni. </p>
<p>Sejumlah tenaga pendidik di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) melaporkan adanya praktik kepemimpinan otoriter, arogan dan diskriminatif yang dilakukan oleh kepala sekolah (kepsek) mereka.</p>
<p>Kondisi ini mencuat setelah para guru mulai bersuara terkait lingkungan kerja yang dinilai tidak sehat dan penuh intimidasi.</p>
<p>Salah seorang guru berinisial U mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepsek tersebut jauh dari prinsip kolegialitas. </p>
<p>Alih-alih membina, oknum Kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar.</p>
<p>"Kami bekerja di bawah tekanan hebat. Kata-kata ancaman sering terlontar, dan sikap subjektifnya dalam memperlakukan guru sangat mencolok," ujar U kepada suarajatimpost.com, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Senada dengan U, guru lain berinisial T mengaku kerap menjadi sasaran intimidasi hingga ancaman yang berlebihan tanpa alasan yang rasional. </p>
<p>Ia merasa martabat tenaga pendidik direndahkan melalui pola komunikasi yang searah dan intimidatif.</p>
<p>"Kami diperlakukan seolah bawahan yang tidak memiliki hak suara. Sedikit saja berbeda pandangan, ancaman sanksi langsung membayangi," tutur T.</p>
<p>Ironisnya, konflik internal ini sebenarnya telah sampai ke telinga dinas pendidikan sejak pertengahan 2025 lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian Intensif di Sungai Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-14-tahun-ditemukan-meninggal-setelah-pencarian-intensif-di-sungai-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-14-tahun-ditemukan-meninggal-setelah-pencarian-intensif-di-sungai-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Korban diduga tenggelam saat sedang memancing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697368da5b6c4.webp" length="76742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 19:34:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Remaja Tenggelam, meninggal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Setelah melalui upaya pencarian yang intensif melibatkan keluarga, warga, dan instansi terkait, jasad M Ihwan Hanafi (14), warga Dusun Kesamben, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, akhirnya ditemukan meninggal dunia di dasar sungai setempat pada Jumat (23/1/2026) sore. Korban diduga tenggelam saat sedang memancing.</p>
<p>Kejadian ini berawal ketika korban tidak pulang ke rumah hingga waktu salat Jumat, menyimpangi kebiasaannya. Keterlambatan itu membuat keluarganya cemas dan segera memulai pencarian mandiri.</p>
<p>"Biasanya anak ini sudah pulang saat waktu salat Jumat. Karena tidak kunjung datang, orang tuanya mulai mencari ke tempat-tempat yang biasa ia kunjungi," jelas Kepala Desa Bawangan, Bakhtiar Efendi.</p>
<p>Pencarian awal oleh keluarga segera terfokus pada bantaran sungai di Dusun Ngumpak. Di sana, mereka menemukan sepeda korban terparkir di atas tanggul dekat jembatan. Temuan krusial ini menjadi titik tolak operasi pencarian.</p>
<p>"Yang ditemukan pertama kali hanyalah sepedanya, terparkir di dekat jembatan. Anaknya tidak ada," kata Bakhtiar.</p>
<p>Petunjuk semakin kuat ketika warga melaporkan melihat korban memancing di lokasi tersebut pada pagi hari bersama dua orang teman. Selain itu, dalam penyisiran awal, warga juga menemukan joran pancing milik korban terendam di dalam sungai, tidak jauh dari tempat sepeda ditemukan. </p>
<p>Temuan-temuan ini segera dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang untuk meminta bantuan pencarian sistematis.</p>
<p>Menerima laporan tersebut, Tim BPBD Jombang langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan penyisiran terpadu dan menyeluruh di area sungai sekitar lokasi terakhir korban terlihat, dengan fokus pada titik-titik yang diindikasikan oleh temuan sepeda dan joran.</p>
<p>"Setelah mendapat laporan, tim kami segera bergerak melakukan penyisiran di lokasi awal korban terlihat. Pencarian kami lakukan secara metodis di area yang diperkirakan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas.</p>
<p>Setelah beberapa jam beroperasi, upaya pencarian yang terkoordinasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 17.30 WIB, jasad korban berhasil ditemukan.</p>
<p>"Korban berhasil kami temukan di dasar sungai, tepat di bawah jembatan, tidak jauh dari titik awal ia diduga memancing. Tim kami langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut," jelas Wiku.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban, proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak ini dinyatakan selesai. Pihak desa dan BPBD kembali mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan anak-anak, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memastikan pengawasan orang dewasa dalam setiap aktivitas di dekat perairan yang berpotensi bahaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Jombang Uji Sampel Limbah PT IRP Pasca Laporan Pelanggaran Baku Mutu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-jombang-uji-sampel-limbah-pt-irp-pasca-laporan-pelanggaran-baku-mutu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-jombang-uji-sampel-limbah-pt-irp-pasca-laporan-pelanggaran-baku-mutu</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil merespons aduan keras dari aliansi aktivis lingkungan yang menengarai adanya pembuangan limbah cair di atas ambang batas normal oleh pabrik kertas tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973274477deb.webp" length="58992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 15:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PT Indonesia Royal Paper, Limbah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang resmi melakukan investigasi lapangan terkait dugaan pencemaran Sungai Brantas oleh PT Indonesia Royal Paper (IRP). </p>
<p>Langkah ini diambil merespons aduan keras dari aliansi aktivis lingkungan yang menengarai adanya pembuangan limbah cair di atas ambang batas normal oleh pabrik kertas tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang di DLH Jombang, Ulum, mengonfirmasi bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lokasi operasional PT IRP di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, untuk melakukan pengambilan sampel air limbah.</p>
<p>"Kami telah meninjau lokasi dan mengambil sampel air limbah. Saat ini kami sedang menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah ada pelanggaran baku mutu," ujar Ulum saat dikonfirmasi pada Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Ulum menjelaskan bahwa saat inspeksi dilakukan, kegiatan operasional pabrik sedang berhenti. </p>
<p>Oleh karena itu, DLH menerapkan skema pengawasan berkala guna mendapatkan data yang akurat.</p>
<p>"Tim sudah mengecek titik nol saat pabrik tidak beroperasi. Nanti, saat operasional kembali berjalan, kami akan mengambil sampel lagi sebagai pembanding. Dengan begitu, akan terlihat selisih dampak lingkungan sebelum dan sesudah produksi," tambahnya.</p>
<p>Sebelumnya, isu ini mencuat setelah aliansi aktivis lingkungan Posko Ijo melayangkan laporan resmi kepada Gubernur Jawa Timur dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). </p>
<p>Laporan tersebut membawa pesan keras berupa mosi tidak percaya terhadap respons pemerintah daerah yang dinilai lamban.</p>
<p>Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, mengungkapkan bahwa berdasarkan uji laboratorium independen, limbah PT IRP terindikasi kuat melanggar Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013. </p>
<p>Pelanggaran mencakup tiga parameter, yakni <em>Biological Oxygen Demand</em> (BOD), <em>Chemical Oxygen Demand </em>(COD), dan <em>Total Suspended Solids</em> (TSS)</p>
<p>"Data laboratorium menunjukkan adanya pelanggaran berat. Jika pemerintah hanya memberikan respons normatif dan lamban, ini menunjukkan absennya negara dalam melindungi rakyat dari ancaman krisis ekologi," tegas Rulli dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p>Investigasi lapangan yang dilakukan Posko Ijo juga mengungkap pola pembuangan limbah yang mencurigakan. </p>
<p>Diduga kuat, perusahaan melakukan pembuangan pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari pengawasan otoritas terkait.</p>
<p>Rulli mengkritik tajam sistem pengawasan DLH yang dinilai hanya bersifat formalitas administratif. </p>
<p>Menurutnya, inspeksi yang bersifat insidental tidak akan mampu menyentuh akar permasalahan jika perusahaan secara sistematis menyiasati waktu pembuangan limbah.</p>
<p>Sungai Brantas merupakan sumber air vital bagi jutaan penduduk di Jawa Timur. Pencemaran pada aliran ini tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat di sepanjang hilir sungai. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga SPPG Polres Jombang Resmi Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-sppg-polres-jombang-resmi-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-sppg-polres-jombang-resmi-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini telah berdiri tiga titik SPPG di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari, Polres Jombang, yakni di wilayah Jombatan, Ngoro, dan Mojoagung. Proyeksi ke depan, wilayah hukum Polres Jombang akan diperkuat oleh total tujuh titik SPPG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973077bdc97a.webp" length="56936" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 14:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG Polres Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat. </p>
<p></p>
<p>Peresmian yang dipusatkan di Desa Jombatan, Kecamatan Jombang, pada Jumat (23/1/2026), menjadi langkah strategis Polri dalam mendukung penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan peresmian dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jombang, di antaranya Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Dansatradar 222 Ploso Letkol Lek Bayu Ardiansyah, serta Sekretaris Daerah Agus Purnomo.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini telah berdiri tiga titik SPPG di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari, Polres Jombang, yakni di wilayah Jombatan, Ngoro, dan Mojoagung. Proyeksi ke depan, wilayah hukum Polres Jombang akan diperkuat oleh total tujuh titik SPPG.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah manifestasi komitmen kami dalam menjamin asupan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan balita. Selain dimensi kesehatan, proyek ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan," ujar AKBP Ardi Kurniawan.</p>
<p></p>
<p>Aspek ekonomi yang dimaksud tercermin dalam pola rekrutmen dan rantai pasok penyerapan tenaga kerja, setiap unit SPPG mampu menyerap hingga 43 tenaga kerja lokal, pasokan pangan utama diintegrasikan dengan Koperasi Merah Putih, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan distribusi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari 1.000 hingga ditargetkan mencapai 3.000 penerima manfaat per titik layanan.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polri tersebut. Namun, ia memberikan catatan mengenai aspek keberlanjutan dan keamanan pangan. </p>
<p></p>
<p>Warsubi menegaskan bahwa seluruh proses produksi wajib mengacu pada standar Badan Gizi Nasional.</p>
<p></p>
<p>"Kualitas dan higienitas adalah harga mati. Mulai dari seleksi bahan baku hingga prosedur distribusi harus diawasi ketat guna memitigasi risiko kontaminasi atau keracunan makanan," tegas Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap sinergi antara SPPG dengan potensi desa dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular, di mana kebutuhan pangan program ini dipenuhi langsung oleh petani dan produsen lokal Jombang.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan fasilitas dapur umum, mulai dari area sortasi bahan mentah hingga ruang pengemasan. </p>
<p></p>
<p>Sebagai simbol dimulainya operasional, Bupati Warsubi melepas secara resmi dua unit armada distribusi khusus yang dirancang untuk menjaga suhu dan kualitas makanan hingga ke tangan penerima. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Masih Kekurangan 30 SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-masih-kekurangan-30-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-masih-kekurangan-30-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 67 unit SPPG telah beroperasi di seluruh wilayah Jombang. Namun, aspek keamanan pangan tetap menjadi persoalan. Sebab, dari 67 unit tersebut, baru 45 unit yang secara resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972ff25a2f4f.webp" length="71688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 13:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memacu penguatan infrastruktur gizi melalui ekspansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). </p>
<p>Meski mencatatkan progres signifikan dalam penurunan angka stunting, Pemkab mengakui masih terdapat celah kebutuhan sekitar 30 unit SPPG untuk mengaver puluhan ribu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara merata.</p>
<p>Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Jombang, Warsubi, usai meresmikan tiga unit SPPG baru di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 67 unit SPPG telah beroperasi di seluruh wilayah Jombang. Namun, aspek keamanan pangan tetap menjadi persoalan. Sebab, dari 67 unit tersebut, baru 45 unit yang secara resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p>"Keberadaan 67 SPPG ini adalah capaian luar biasa, namun standarisasi tidak boleh ditawar. Sisanya saat ini masih dalam proses verifikasi ketat oleh Dinas Kesehatan," ujar Warsubi.</p>
<p>Pihaknya menekankan bahwa rantai pasok bahan pangan, khususnya komoditas protein seperti daging ayam, wajib berasal dari sumber bersertifikat guna menghindari risiko keamanan pangan nasional di tingkat lokal.</p>
<p>Masifnya pergerakan SPPG di Jombang berdampak linear terhadap statistik kesehatan daerah. </p>
<p>Berdasarkan data akhir 2026, prevalensi stunting di Jombang merosot tajam dari 4,46 persen menjadi 3,4 persen.</p>
<p>Keberhasilan ini menempatkan Jombang di posisi pertama di Regional 1 (Jawa, Bali, dan Sumatera). Sebagai apresiasi atas kinerja tersebut, pemerintah pusat memberikan ganjaran berupa dana insentif fiskal sebesar Rp6,49 miliar untuk penguatan penanganan stunting lebih lanjut.</p>
<p>Di balik ambisi pemenuhan gizi, Bupati Warsubi mendorong adanya integrasi ekonomi lokal. </p>
<p>Ia meminta SPPG di tiap kecamatan memprioritaskan penyerapan bahan pangan hasil produksi masyarakat sekitar, seperti sayuran, buah-buahan, hingga telur ayam.</p>
<p>Warsubi berharap sinergi antara program MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih dapat menciptakan ekosistem sosial-ekonomi yang tangguh, sekaligus memastikan tidak ada lagi anak di Jombang yang terlewat dari jangkauan gizi berkualitas.</p>
<p>"Ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan, tapi harus menjadi penggerak ekonomi sirkular. Rakyat menanam dan beternak, hasilnya diserap oleh SPPG setempat. Inilah esensi kesejahteraan berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Arogansi Oknum Kepsek di Jombang, Guru Diancam, Disdikbud Bungkam?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-arogansi-oknum-kepsek-di-jombang-guru-diancam-disdikbud-bungkam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-arogansi-oknum-kepsek-di-jombang-guru-diancam-disdikbud-bungkam</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih membina, oknum kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972f73594b7c.webp" length="49702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 12:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Laporan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dunia pendidikan di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tengah diguncang isu disharmoni. </p>
<p>Sejumlah tenaga pendidik di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) melaporkan adanya praktik kepemimpinan otoriter, arogan dan diskriminatif yang dilakukan oleh kepala sekolah (kepsek) mereka.</p>
<p>Kondisi ini mencuat setelah para guru mulai bersuara terkait lingkungan kerja yang dinilai tidak sehat dan penuh intimidasi.</p>
<p>Salah seorang guru berinisial U mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepsek tersebut jauh dari prinsip kolegialitas. </p>
<p>Alih-alih membina, oknum kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar.</p>
<p>"Kami bekerja di bawah tekanan hebat. Kata-kata ancaman sering terlontar, dan sikap subjektifnya dalam memperlakukan guru sangat mencolok," ujar U kepada suarajatimpost.com, Jumat (23/1).</p>
<p>Senada dengan U, guru lain berinisial T mengaku kerap menjadi sasaran intimidasi hingga ancaman yang berlebihan tanpa alasan yang rasional. </p>
<p>Ia merasa martabat tenaga pendidik direndahkan melalui pola komunikasi yang searah dan intimidatif.</p>
<p>"Kami diperlakukan seolah bawahan yang tidak memiliki hak suara. Sedikit saja berbeda pandangan, ancaman sanksi langsung membayangi," tutur T.</p>
<p>Ironisnya, konflik internal ini sebenarnya telah sampai ke telinga dinas pendidikan sejak pertengahan 2025 lalu. </p>
<p>Namun, laporan yang disampaikan melalui Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang seolah menguap tanpa tindak lanjut konkret.</p>
<p>Absennya respons dari pihak dinas memicu polemik yang tak kunjung usai, diperparah lemahnya pengawasan manajerial di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Akibatnya, suasana di lingkungan sekolah kian bergejolak, dipenuhi rasa saling curiga yang secara langsung mulai mengganggu efektivitas proses belajar mengajar siswa.</p>
<p>Merasa aspirasi mereka tersumbat, para guru kini tengah menyusun surat pengaduan resmi yang ditujukan langsung kepada Kepala Disdikbud Jombang. </p>
<p>Mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap jabatan Kepsek tersebut demi menyelamatkan kondusivitas pendidikan di sekolah.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, belum memberikan keterangan resmi. </p>
<p>Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon maupun kunjungan langsung ke kantor dinas belum membuahkan hasil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respon Keluhan NJOP, Pemkab Jombang Pangkas Target PBB&amp;P2 Rp15,1 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respon-keluhan-njop-pemkab-jombang-pangkas-target-pbb-p2-rp151-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respon-keluhan-njop-pemkab-jombang-pangkas-target-pbb-p2-rp151-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah itu diambil sebagai jawaban atas gelombang keluhan masyarakat terkait tingginya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dinilai sangat membebani ekonomi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971de5724220.webp" length="34114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 16:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PBB P2, NJOP, pajak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi mengambil kebijakan progresif dengan menurunkan target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun anggaran 2026 sebesar Rp15,1 miliar. </p>
<p></p>
<p>Langkah itu diambil sebagai jawaban atas gelombang keluhan masyarakat terkait tingginya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dinilai sangat membebani ekonomi warga.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, dalam acara peluncuran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 2026 di Jombang, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk menjaga keseimbangan fiskal akibat penurunan potensi pendapatan daerah yang diperkirakan mencapai Rp102 miliar, Pemkab Jombang melakukan efisiensi besar-besaran pada belanja daerah. </p>
<p></p>
<p>Warsubi menegaskan bahwa sektor-sektor yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat akan dipangkas secara signifikan.</p>
<p></p>
<p>"Kami melakukan efisiensi yang luar biasa. Anggaran makan dan minum dipotong, frekuensi perjalanan dinas dikurangi, serta kegiatan-kegiatan yang tidak memiliki dampak langsung kepada masyarakat luas kami minimalisir," tegas Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Penurunan target ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2026. </p>
<p></p>
<p>Realisasi penurunan sebesar Rp15,1 miliar tersebut tercatat lebih tinggi dari proyeksi awal yang senilai Rp14,8 miliar.</p>
<p></p>
<p>Dengan penyesuaian ini, besaran tarif PBB-P2 tahun 2026 diperkirakan turun antara 30 hingga 38 persen, atau hampir setara dengan tarif pada periode 2018–2020.</p>
<p></p>
<p>Meski terjadi kontraksi pada sisi pendapatan pajak, Bupati Warsubi menjamin bahwa kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, tidak akan terganggu. </p>
<p></p>
<p>Kebijakan penurunan tarif ini justru diharapkan dapat memicu kesadaran dan kepatuhan wajib pajak karena nilai pajak yang lebih rasional.</p>
<p></p>
<p>Langkah berani Pemkab Jombang dalam menyelaraskan tarif pajak dengan kemampuan ekonomi masyarakat ini diharapkan menjadi instrumen pendorong kesejahteraan umum tanpa mengorbankan agenda pembangunan daerah yang telah direncanakan.</p>
<p></p>
<p>"Spirit kami adalah meringankan beban masyarakat. Kami mengajak warga untuk tertib membayar pajak melalui berbagai kemudahan akses, mulai dari aplikasi digital seperti GoPay hingga kanal perbankan lainnya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Residivis Tak Kapok, Polres Jombang Sita 680 Botol Miras Ilegal di Jogoroto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/residivis-tak-kapok-polres-jombang-sita-680-botol-miras-ilegal-di-jogoroto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/residivis-tak-kapok-polres-jombang-sita-680-botol-miras-ilegal-di-jogoroto</guid>
<description><![CDATA[ Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 680 botol minuman beralkohol berbagai jenis dan merek dari kediaman tersangka berinisial A (29). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971d58c5ccf1.webp" length="76634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 16:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ungkap Miras</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Jombang dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) ilegal kembali membuahkan hasil. </p>
<p>Tim Saber Miras Satuan Samapta Polres Jombang berhasil menggerebek sebuah gudang penyimpanan miras milik seorang residivis di Dusun Corogo, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, pada Rabu (21/1/2026) pagi.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 680 botol minuman beralkohol berbagai jenis dan merek dari kediaman tersangka berinisial A (29).</p>
<p>Wakapolres Jombang, Kompol Syarlis, mengungkapkan bahwa penggerebekan dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB berdasarkan laporan masyarakat yang resah akan aktivitas penjualan miras di lingkungan tersebut. </p>
<p>Tersangka diketahui menggunakan modus operandi yang cukup rapi dengan hanya memajang sedikit sampel barang untuk mengelabui petugas.</p>
<p>"Saat dilakukan penggeledahan mendalam, tim menemukan stok besar yang disimpan di sebuah gudang rahasia di dalam rumah tersangka. Total barang bukti yang kami amankan mencapai 680 botol," ujar Kompol Syarlis dalam jumpa pers di Mapolres Jombang, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Barang bukti yang disita terdiri dari ratusan botol arak putih (ukuran 600 ml dan 1,5 liter) serta arak Bali, sekutar 300 botol berbagai merek, termasuk bir, anggur, wiski, hingga vodka.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku mendatangkan arak putih dari wilayah Grobogan, Jawa Tengah, sementara minuman pabrikan lainnya dipasok dari Trowulan, Mojokerto. </p>
<p>Seluruh pasokan tersebut diangkut secara mandiri menggunakan kendaraan pribadi.</p>
<p>Catatan kepolisian menunjukkan bahwa tersangka A merupakan residivis dalam kasus yang sama. Ia sebelumnya pernah diringkus pada 2 Oktober 2025 dengan barang bukti 282 botol miras.</p>
<p>"Ini merupakan kali kedua tersangka terlibat dalam peredaran miras ilegal. Meskipun pernah disidangkan sebelumnya, yang bersangkutan terbukti kembali mengulangi perbuatannya," tegas Kompol Syarlis.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jombang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Tersangka terancam sanksi kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal sebesar Rp20 juta.</p>
<p>Secara terpisah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa program Saber Miras (Sapu Bersih Miras) akan terus digencarkan. </p>
<p>Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Jombang.</p>
<p>"Banyak kasus tindak pidana berat, termasuk pembunuhan di wilayah kami, dipicu oleh konsumsi minuman keras. Oleh karena itu, penindakan tegas terhadap peredaran miras ilegal adalah harga mati demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat," tegasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Lelet, Aktivis Lingkungan Laporkan Pencemaran PT IRP ke Gubernur dan Menteri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-lelet-aktivis-lingkungan-laporkan-pencemaran-pt-irp-ke-gubernur-dan-menteri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-lelet-aktivis-lingkungan-laporkan-pencemaran-pt-irp-ke-gubernur-dan-menteri</guid>
<description><![CDATA[ Pengawasan pemerintah daerah yang selama ini dinilai hanya bersifat formalitas administratif tanpa menyentuh akar permasalahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971995786fd2.webp" length="27854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 11:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencemaran Lingkungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aliansi aktivis lingkungan, Posko Ijo, secara resmi melayangkan laporan dugaan pencemaran terhadap Sungai Brantas yang diduga dilakukan oleh PT Indonesia Royal Paper (IRP). </p>
<p></p>
<p>Laporan tersebut ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Lingkungan Hidup, serta otoritas terkait sebagai bentuk mosi tidak percaya atas lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani krisis ekologi di Kota Santri.</p>
<p></p>
<p>Langkah hukum ini dipicu oleh hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi adanya pelanggaran berat terhadap ambang batas baku mutu lingkungan. </p>
<p></p>
<p>Data menunjukkan bahwa parameter <em>Biological Oxygen Demand </em>(BOD), <em>Chemical Oxygen Demand</em> (COD), dan <em>Total Suspended Solids</em> (TSS) pada limbah yang dibuang melampaui ketentuan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013.</p>
<p></p>
<p>Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, menegaskan bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar data teknis, melainkan bukti nyata ancaman kesehatan bagi jutaan warga yang bergantung pada aliran Sungai Brantas.</p>
<p></p>
<p>"Ketika data laboratorium menunjukkan pelanggaran berat namun respons pemerintah tetap normatif dan lamban, maka masalah utamanya adalah absennya negara dalam melindungi rakyatnya," ujar Rulli dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Investigasi lapangan Posko Ijo mengungkap adanya pola pembuangan limbah yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. </p>
<p></p>
<p>Pola ini diduga kuat sebagai upaya terencana untuk menghindari pengawasan otoritas lingkungan hidup. </p>
<p></p>
<p>Rulli mengkritik tajam pengawasan pemerintah daerah yang selama ini dinilai hanya bersifat formalitas administratif tanpa menyentuh akar permasalahan.</p>
<p></p>
<p>"Ironisnya, pengawasan negara berhenti pada rutinitas laporan di atas kertas. Inspeksi sesekali tidak akan menyelesaikan masalah, itu hanya menunda krisis yang lebih besar," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Mengingat Sungai Brantas merupakan infrastruktur ekologi strategis lintas daerah, Posko Ijo mendesak intervensi dari pemerintah provinsi dan pusat. </p>
<p></p>
<p>Tembusan surat yang dikirimkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dimaksudkan agar penanganan kasus ini tidak terjebak dalam sekat birokrasi kabupaten.</p>
<p></p>
<p>Rulli menekankan bahwa kegagalan penegakan hukum dalam kasus ini akan mengirimkan pesan berbahaya kepada pelaku industri bahwa hukum lingkungan di Indonesia dapat dinegosiasikan.</p>
<p></p>
<p>"Jika semua pihak sudah mengetahui data ini namun tidak ada langkah konkret, itu bukan lagi kelalaian, melainkan keputusan politik untuk membiarkan pencemaran terjadi. Ini preseden buruk yang menjadikan hukum lingkungan sebagai teks mati," tambah Rulli.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah mitigasi, Posko Ijo mendesak tiga poin utama kepada pemerintah. Pertama ia mendesak adanya audit lingkungan terbuka. Yakni melakukan audit menyeluruh terhadap proses pengolahan limbah PT IRP secara transparan.</p>
<p></p>
<p>Kedua, harus ada penegakan hukum tegas. Yakni memberikan sanksi administratif hingga pidana jika terbukti melakukan pelanggaran berulang.</p>
<p></p>
<p>Ketiga adalah pemulihan ekosistem dan enjamin adanya skema pemulihan Sungai Brantas yang melibatkan partisipasi publik.</p>
<p></p>
<p>Surat pengaduan ini kini menjadi ujian bagi komitmen Gubernur Jawa Timur dan Menteri LHK dalam menjaga kedaulatan lingkungan. </p>
<p></p>
<p>"Publik berhak bertanya, untuk siapa hukum lingkungan ditegakkan jika negara terus memilih diam?" pungkas Rulli.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Kanker Mengintai Penduduk Jombang Akibat Microplastik, Sinyal Bahaya yang Diabaikan Pemkab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-kanker-mengintai-penduduk-jombang-akibat-microplastik-sinyal-bahaya-yang-diabaikan-pemkab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-kanker-mengintai-penduduk-jombang-akibat-microplastik-sinyal-bahaya-yang-diabaikan-pemkab</guid>
<description><![CDATA[ ECOTON mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang untuk berhenti melakukan pembiaran dan segera mengambil langkah radikal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69718739a9214.webp" length="69010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 10:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Mikroplastik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Udara di Kabupaten Jombang tak lagi sekadar membawa oksigen, melainkan ancaman sunyi bagi paru-paru warganya. </p>
<p>Investigasi terbaru dari tim <em>Ecological Observation and Wetlands Conservation</em> (ECOTON) mengonfirmasi bahwa polusi mikroplastik telah mengepung titik-titik lokasi di Kota Santri, mengungkap tabir kegagalan sistematis dalam pengelolaan limbah domestik di wilayah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data yang dirilis ECOTON pada Kamis (22/1/2026), sebaran polusi mikroplastik kini meluas ke tiga titik baru, yakni Desa Cukir, Kecamatan Dowek, Kedai Sufi Desa Sengon, dan Perempatan Jalan Raya Desa Sengon, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Temuan ini melengkapi daftar hitam wilayah tercemar sebelumnya, termasuk kawasan vital di depan Lapas Jombang dan Mapolres Jombang.</p>
<p>Kepala Laboratorium ECOTON, Rafika Aprilianti, memaparkan data yang mengkhawatirkan. Perempatan Desa Sengon menjadi titik terparah dengan temuan 58 partikel mikroplastik hanya dalam durasi pengambilan sampel satu jam.</p>
<p>"Partikel ini didominasi oleh fragmen sebanyak 41 partikel, diikuti fiber dan film. Tingginya angka fragmen di area lalu lintas padat menunjukkan bahwa polusi ini adalah residu langsung dari abrasi plastik, aktivitas kendaraan, dan kemasan sekali pakai yang terfragmentasi di jalanan," tegas Rafika.</p>
<p>Yang menjadi sorotan adalah dampak patologis dari partikel tak kasat mata ini. Bukan sekadar polusi visual, mikroplastik yang terhirup atau menempel di kulit merupakan bom waktu bagi kesehatan publik.</p>
<p>Rafika memperingatkan bahwa paparan jangka panjang dapat memicu inflamasi kronis pada saluran pernapasan, gangguan endokrin (hormonal), kerusakan struktur DNA dan risiko karsinogenik pemicu kanker.</p>
<p>Pendiri ECOTON, Prigi Arisandi, menegaskan bahwa temuan ini adalah sinyal bahaya yang selama ini diabaikan oleh pemangku kebijakan. </p>
<p>Senada dengan Prigi, Peneliti Senior Amiruddin Muttaqin menegaskan bahwa akar masalah yang bersifat struktural, lemahnya manajemen limbah rumah tangga.</p>
<p>"Selama Pemerintah Kabupaten Jombang tidak membenahi sistem pengolahan limbah dari hulu ke hilir secara serius, warga akan terus dipaksa menghirup plastik," ujar Amiruddin.</p>
<p>Pencemaran ini dianggap sebagai bukti nyata kegagalan implementasi kebijakan lingkungan. </p>
<p>Dominasi jenis fiber dan film menunjukkan bahwa praktik pembakaran sampah terbuka oleh masyarakat, akibat ketiadaan akses layanan jemput sampah yang memadai, menjadi kontributor utama racun di udara.</p>
<p>Menanggapi krisis ini, ECOTON mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang untuk berhenti melakukan pembiaran dan segera mengambil langkah radikal. </p>
<p>Pertama, Pemkab Jombang harus revolusi pengelolaan sampah, artinya, pemkab harus mewajibkan pemilahan dari sumber dan memperluas jangkauan layanan sampah domestik.</p>
<p>Kedua, penegakan hukum tak boleh setengah hati. Pemkab harus memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran sampah plastik secara terbuka.</p>
<p>Ketiga harus ada moratorium plastik Slsekali pakai, memperketat regulasi penggunaan plastik di sektor komersial dan memasukkan parameter mikroplastik dalam standar pemantauan kualitas udara daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktivis Ingatkan Mutasi Besar&amp;Besaran di Jombang Berisiko Replikasi Kasus OTT KPK Seperti di Pati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktivis-ingatkan-mutasi-besar-besaran-di-jombang-berisiko-replikasi-kasus-ott-kpk-seperti-di-pati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktivis-ingatkan-mutasi-besar-besaran-di-jombang-berisiko-replikasi-kasus-ott-kpk-seperti-di-pati</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya, aktivitas mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang harus diawasi ketat untuk mencegah praktik jual beli jabatan yang berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970b04a7ff36.webp" length="28594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 19:20:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aan Anshori, aktivis, suarajatimpost, OTT, KPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Kebijakan mutasi dan rotasi berkali-kali yang digulirkan Bupati Jombang, Warsubi, mendapat perhatian dari aktivis Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInk) Aan Anshori. </p>
<p>Menurutnya, aktivitas mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang harus diawasi ketat untuk mencegah praktik jual beli jabatan yang berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). </p>
<p>Peringatan ini disampaikan menyusul pola mutasi massal yang dinilai oleh Aan Anshori cenderung tertutup. Tanpa kejelasan penilaian kinerja pejabat yang diganti maupun yang dipromosikan.</p>
<p>"Bongkar pasang birokrasi diklaim untuk kinerja, tetapi tidak ada transparansi soal capaian pejabat lama atau prestasi pejabat baru. Hasilnya, mutasi masif justru membuat pembangunan jalan di tempat," tegas Aan Anshori melalui pesan diterima suarajatimpost.com, Rabu (21//2026). </p>
<p>Lebih lanjut, menurut dosen di Universitas Ciputra Surabaya itu, gelombang mutasi di era Warsubi dan Wakil Bupati Salmanuddin Yazid harus menjadi perhatian serius agar tidak mengulangi tragedi korupsi yang telah terjadi.</p>
<p>Peringatan keras diberikan dengan merujuk langsung pada OTT KPK yang baru saja menjerat Bupati Pati, Sudewo, sebagai contoh nyata bahwa praktik komersialisasi jabatan berakhir di penjara.</p>
<p>"Pimpinan daerah di Jombang tidak boleh lupa sejarah. Sudah pernah ada bupati sebelumnya yang kena OTT karena jual beli jabatan. Mereka harus belajar dari kasus Pati, jangan sampai terulang," imbuhnya.</p>
<p>Aan Anshori juga mengingatkan agar Warsubi dan Salmanuddin Yazid secara proaktif membersihkan lingkungan internal kekuasaan dari godaan transaksi jabatan. </p>
<p>"Keluarga dan lingkaran terdekat harus benar-benar steril. Jangan sampai ada celah untuk perantara atau calo. Dari informasi yang beredar, lingkungan ini tidak sepenuhnya bersih," bebernya. </p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, para birokrat dan masyarakat didorong untuk berani melaporkan setiap indikasi komersialisasi mutasi kepada KPK melalui saluran pengaduan yang tersedia. </p>
<p>"KPK selalu memantau dan hanya menunggu momentum tepat untuk bertindak, seperti yang terbukti di Madiun dan terkini di Kabupaten Pati. Jangan beri mereka momentum itu di Jombang," pungkasnya.</p>
<p>Peringatan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah Jombang agar setiap mutasi dilakukan dengan prinsip akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik korupsi yang dapat menghancurkan karier dan nama baik daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Identitas Pria Tewas di Sungai Kali Pancir Mojowarno Jombang, Terungkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/identitas-pria-tewas-di-sungai-kali-pancir-mojowarno-jombang-terungkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/identitas-pria-tewas-di-sungai-kali-pancir-mojowarno-jombang-terungkap</guid>
<description><![CDATA[ Kapolsek Mojowarno, AKP Soesilo, menyatakan bahwa identitas korban diketahui bernam Arifin (38), warga Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69709b2d555ae.webp" length="45858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 16:41:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pihak kepolisian membeber identitas mayat pria mengambang di aliran Sungai Kali Pancir, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Rabu (21/1/2026) pagi. </p>
<p>Kapolsek Mojowarno, AKP Soesilo, menyatakan, identitas korban diketahui bernam Arifin (38), warga Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.</p>
<p>“Korban telah teridentifikasi sebagai Arifin, 38 tahun, warga Bareng. Keluarga memastikan setelah melihat langsung karena kondisi jasad masih utuh,” jelas AKP Soesilo.</p>
<p>Menurut keterangan yang diperoleh dari keluarga, korban dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Selasa (20/1/2026) malam. Korban sehari-hari berprofesi sebagai pencari barang rongsokan, aktivitas pagi dan pulang pada malam hari. Keluarga menyebutkan bahwa Arifin memiliki riwayat penyakit epilepsi.</p>
<p>“Korban berangkat bekerja seperti biasa, tetapi tidak kembali. Setelah pencarian, ternyata ditemukan telah meninggal di sungai," ujar AKP Soesilo. </p>
<p>Hasil pemeriksaan visum luar menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan ada luka lecet di bagian pelipis kanan dan kiri.</p>
<p>“Luka tersebut diduga akibat benturan saat korban terbawa arus atau tersangkut benda keras di sungai, bukan akibat tindak penganiayaan. Ada kemungkinan korban meninggal karena penyakit bawaan tersebut," tegas AKP Soesilo. </p>
<p>Saat ini, jasad korban telah dibawa ke RSUD Jombang dan akan segera diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluhan Parkir RSUD Jombang Memuncak, Direktur Sebut Sesuai Perbup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluhan-parkir-rsud-jombang-memuncak-direktur-sebut-sesuai-perbup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluhan-parkir-rsud-jombang-memuncak-direktur-sebut-sesuai-perbup</guid>
<description><![CDATA[ Selain masalah daya tampung, besaran tarif parkir kendaraan roda dua (R2) yang mencapai Rp5.000 menjadi poin utama yang dipersoalkan warganet. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69707f7728bf6.webp" length="28128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 15:40:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Parkir RSUD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Fasilitas parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang kini tengah menjadi sorotan publik. </p>
<p></p>
<p>Minimnya kapasitas lahan serta penetapan tarif yang dianggap tinggi memicu gelombang keluhan dari warga di media sosial, Rabu (21/01/2026).</p>
<p></p>
<p>Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah pengunjung mengeluhkan kondisi area parkir yang kerap melampaui kapasitas (overload). </p>
<p></p>
<p>Selain masalah daya tampung, besaran tarif parkir kendaraan roda dua (R2) yang mencapai Rp5.000 menjadi poin utama yang dipersoalkan warganet.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi polemik tersebut, Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, memberikan klarifikasi terkait kebijakan tarif yang berlaku. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penetapan biaya parkir tersebut bukan merupakan kebijakan sepihak, melainkan telah memiliki payung hukum yang jelas.</p>
<p></p>
<p>"Tarif tersebut bersifat berjenjang sesuai dengan jenis kendaraan, sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Jombang," ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi, Rabu (21/01/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia merinci bahwa untuk kendaraan roda dua, skema tarif berjenjang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000. </p>
<p></p>
<p>Hal itu disebutnya didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2024 tentang Peraturan Internal RSUD Jombang.</p>
<p></p>
<p>Meski merespons diplomatis terkait keluhan tarif, pihak manajemen RSUD Jombang menyatakan berkomitmen untuk mengevaluasi efektivitas lahan parkir guna kenyamanan pasien dan pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Jombang melalui solusi-solusi pelayanan yang maksimal," pungkas dr. Pudji. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Mayat di Kali Pancir Jombang Gegerkan Warga, Wajah Luka dan Mulut Berbusa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-mayat-di-kali-pancir-jombang-gegerkan-warga-wajah-luka-dan-mulut-berbusa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-mayat-di-kali-pancir-jombang-gegerkan-warga-wajah-luka-dan-mulut-berbusa</guid>
<description><![CDATA[ Identifikasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja batik bermotif garis cokelat dan celana pendek, serta melingkar sebuah cincin berwarna putih di jarinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69703975099d5.webp" length="45682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 09:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, penemuan mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Warga Dusun Grobogan, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria yang mengapung di aliran Kali Pancir pada Rabu (21/1/2026) pagi. </p>
<p>Jasad pria tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak menuju sawah sekitar pukul 06.30 WIB.</p>
<p>Saksi mata menyebutkan bahwa awalnya benda yang mengapung tersebut dikira sebuah boneka. </p>
<p>Namun, setelah didekati untuk memastikan, saksi terkejut mendapati bahwa objek tersebut adalah tubuh manusia dalam posisi tertelungkup. Temuan ini segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat.</p>
<p>"Awalnya saksi mengira benda tersebut adalah boneka. Setelah dilakukan pengecekan lebih dekat, dipastikan bahwa itu adalah jenazah manusia. Laporan kemudian diteruskan ke pihak pemerintah desa," ujar Kepala Dusun Sukorejo, Muhammad Bagus Firman, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan identifikasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter. </p>
<p>Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja batik bermotif garis cokelat dan celana pendek, serta melingkar sebuah cincin berwarna putih di jarinya.</p>
<p>Petugas juga menemukan adanya busa yang keluar dari mulut korban serta luka lecet pada bagian pelipis. </p>
<p>Bagus menduga luka tersebut diakibatkan oleh benturan benda keras saat korban terbawa arus sungai.</p>
<p>"Ada luka lecet di pelipis, kemungkinan akibat terbentur batu atau benda keras lainnya saat berada di aliran sungai," tambah Bagus.</p>
<p>Dilihat dari kondisi fisik jasad yang masih segar meski telah memucat, korban diperkirakan meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sebelum ditemukan. </p>
<p>Kepala Dusun Sukorejo menduga korban bukan merupakan warga desa setempat, mengingat hingga saat ini belum ada laporan kehilangan anggota keluarga dari warga sekitar.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian bersama tim medis telah mengevakuasi jenazah ke rumah sakit terdekat untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. </p>
<p>Kasus ini kini dalam penanganan Satreskrim Polres Jombang untuk mengungkap identitas korban serta motif di balik peristiwa tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Asusila di Pemakaman Kabuh Berujung Saling Lapor, Oknum Kades di Jombang Dipolisikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-asusila-di-pemakaman-kabuh-berujung-saling-lapor-oknum-kades-di-jombang-dipolisikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-asusila-di-pemakaman-kabuh-berujung-saling-lapor-oknum-kades-di-jombang-dipolisikan</guid>
<description><![CDATA[ Orang tua dari remaja pria tidak tinggal diam. Mereka melayangkan laporan tandingan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum kades tersebut saat proses pengamanan kedua remaja tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f47899003c.webp" length="52260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 16:40:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Persetubuhan Anak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Insiden penggerebekan pasangan remaja yang diduga berbuat asusila di sebuah tempat pemakaman umum (TPU) di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, kini memasuki ranah hukum yang kompleks. </p>
<p>Kasus yang melibatkan anak seorang kepala desa (kades) tersebut berujung pada aksi saling lapor antara kedua belah pihak keluarga di Mapolres Jombang.</p>
<p>Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang mengonfirmasi telah menerima laporan dari kedua keluarga remaja tersebut. </p>
<p>Orang tua dari remaja putri, yang juga menjabat sebagai kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Kabuh, melaporkan remaja pria atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.</p>
<p>Sebaliknya, orang tua dari remaja pria tidak tinggal diam. Mereka melayangkan laporan tandingan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum kades tersebut saat proses pengamanan kedua remaja tersebut.</p>
<p>"Laporan sudah kami terima. Ibu dari pihak perempuan melaporkan dugaan persetubuhan atau pelecehan anak di bawah umur. Sementara itu, ibu dari pihak laki-laki melaporkan dugaan penganiayaan," tegas Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, kepada wartawan pada Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Peristiwa yang mencoreng norma sosial ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam, sesaat setelah waktu Isya. </p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga setempat yang merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di area gelap pemakaman memutuskan untuk melakukan penggerebekan.</p>
<p>Warga mendapati pasangan yang masih berstatus pelajar SMP tersebut, yakni remaja perempuan (13) dan remaja laki-laki (14), tengah melakukan tindakan layaknya suami istri. </p>
<p>Ketegangan meningkat saat warga menggelandang keduanya ke rumah kepala desa setempat.</p>
<p>Warga mengaku terkejut saat mengetahui bahwa remaja perempuan tersebut merupakan putri dari pimpinan desa mereka sendiri. </p>
<p>"Warga baru menyadari bahwa pihak perempuan adalah anak Pak Kades setelah keduanya dibawa ke kediamannya," ungkap seorang sumber berinisial N.</p>
<p>Situasi di rumah kades dikabarkan sempat memanas. Keluarga remaja putri yang tersulut emosi diduga melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap remaja pria tersebut. </p>
<p>Kemarahan keluarga disinyalir dipicu oleh pengakuan sang remaja pria yang menyebutkan bahwa perbuatan asusila tersebut telah dilakukan berulang kali di lokasi yang sama.</p>
<p>Kini, kedua laporan tersebut tengah dalam tahap penyelidikan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk menentukan unsur pidana dari masing-masing aduan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Selidiki Skandal Korupsi Alsintan di Jombang, Enam Orang Diperiksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-skandal-korupsi-alsintan-di-jombang-enam-orang-diperiksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-skandal-korupsi-alsintan-di-jombang-enam-orang-diperiksa</guid>
<description><![CDATA[ Polisi kini tengah membidik aktor intelektual di balik dugaan pengalihan aset negara tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f24fc1d253.webp" length="28940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 15:20:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Alsintan Raib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang terus mendalami dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang terkait bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Kasus ini mencuat setelah satu unit mesin panen (<em>combine harvester</em>) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari dilaporkan hilang dari penguasaan petani tak lama setelah serah terima pada akhir 2024.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap aktor intelektual di balik dugaan pengalihan aset negara tersebut.</p>
<p>"Hingga saat ini, kami telah memeriksa enam orang saksi. Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak Inspektorat untuk melakukan audit guna menghitung potensi kerugian negara," tegas AKP Dimas Robin kepada awak media, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Kasus ini berawal dari program hibah negara yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani. </p>
<p>Namun, alih-alih menyejahterakan anggota Poktan Mojosari, bantuan tersebut justru diduga dijadikan komoditas oleh oknum perangkat desa.</p>
<p>Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkapkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus uang tebusan sebesar Rp200 juta. </p>
<p>Menurut kesaksian warga berinisial D, mesin tersebut tiba di desa pada September 2024. Ironisnya, oknum perangkat desa diduga menghalangi akses kelompok tani terhadap alat tersebut dengan menuntut pembayaran tunai dalam waktu singkat.</p>
<p>"Pihak desa meminta uang tebusan Rp200 juta dan harus lunas hari itu juga. Karena Poktan tidak sanggup membayar, alat tersebut kemudian dialihkan kepada pihak swasta atau perorangan yang mampu membayar," ungkap D.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh, bantuan tersebut diduga dialihkan kepada seorang warga Dusun Sumberpacing berinisial H. I (almarhum). </p>
<p>Sejak saat itu, mesin tersebut tidak lagi berada di lingkungan Poktan Mojosari, yang secara otomatis memutus hak kolektif petani atas fasilitas negara tersebut.</p>
<p>Secara regulasi, bantuan Alsintan merupakan hibah negara yang bersifat kolektif untuk menekan biaya produksi petani. </p>
<p>Pengalihan aset negara kepada individu dengan imbalan materiil merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta aturan teknis penyaluran bantuan pemerintah.</p>
<p>Ketidakjelasan keberadaan aset ini memicu gelombang protes dari warga setempat. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas tanpa tebang pilih.</p>
<p>"Harapan warga adalah transparansi. Kembalikan mesin <em>combine</em> itu ke Poktan Mojosari sesuai fungsinya. Jangan biarkan hak petani dirampas oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi," pungkas D. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris, Anak Kepala Desa di Jombang Digerebek Bersetubuh di Area Pemakaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-anak-kepala-desa-di-jombang-digerebek-bersetubuh-di-area-pemakaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-anak-kepala-desa-di-jombang-digerebek-bersetubuh-di-area-pemakaman</guid>
<description><![CDATA[ Fakta bahwa pelaku dan korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) menjadi sinyal darurat bagi para pemangku kepentingan, termasuk pihak desa dan lembaga pendidikan, untuk memperkuat edukasi seksual serta pengawasan moral di lingkungan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f2616329ba.webp" length="41180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 14:20:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Berhubungan Intim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dua remaja di bawah umur tertangkap basah oleh warga saat tengah melakukan hubungan layaknya suami istri di area pemakaman Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Ironisnya, salah satu remaja tersebut diketahui merupakan anak dari kepala desa setempat.</p>
<p>Peristiwa yang mencoreng marwah desa tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam, sesaat setelah waktu Isya. </p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang curiga dengan aktivitas di area gelap pemakaman melakukan penggerebekan dan mendapati kedua pelajar SMP tersebut dalam kondisi layaknya suami istri.</p>
<p>Ketegangan memuncak saat kedua remaja tersebut digelandang warga ke rumah kepala desa. </p>
<p>Di sanalah identitas mereka terungkap. Remaja perempuan (13), yang kini berstatus sebagai korban dalam kacamata hukum, merupakan anak dari pemimpin desa tersebut. Sementara itu, remaja laki-laki (14) adalah kekasihnya.</p>
<p>"Warga baru mengetahui bahwa pihak perempuan adalah anak pak kades setelah dibawa ke sana," ungkap sumber berinisial N, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Situasi sempat memanas ketika keluarga korban yang emosional diduga melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku. </p>
<p>Kemarahan keluarga dipicu oleh pengakuan pelaku yang menyebutkan bahwa perbuatan asusila tersebut telah dilakukan berulang kali di lokasi yang sama.</p>
<p>Merespons insiden tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang segera bertindak. </p>
<p>Kasus ini kini telah resmi masuk ke ranah hukum setelah pihak keluarga perempuan melayangkan laporan kepolisian.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi adanya laporan terkait dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut.</p>
<p>"Benar, pihak keluarga korban telah melapor secara resmi. Saat ini, proses hukum masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan mendalam," tegas AKP Dimas pada Senin (20/1/2026).</p>
<p>Kasus ini menambah preseden buruk terkait kerentanan anak di bawah umur terhadap perilaku berisiko dan kurangnya pengawasan di ruang publik yang minim penerangan. </p>
<p>Fakta bahwa pelaku dan korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) menjadi sinyal darurat bagi para pemangku kepentingan, termasuk pihak desa dan lembaga pendidikan, untuk memperkuat edukasi seksual serta pengawasan moral di lingkungan masyarakat.</p>
<p>Polisi memastikan akan menangani kasus ini sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, mengingat kedua belah pihak masih dikategorikan sebagai anak di bawah umur.</p>
<p>"Proses hukumnya masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keberanian Warga Ngoro Menambal Celah Keamanan Diganjar Penghargaan oleh Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keberanian-warga-ngoro-menambal-celah-keamanan-diganjar-penghargaan-oleh-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keberanian-warga-ngoro-menambal-celah-keamanan-diganjar-penghargaan-oleh-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Purwanto, Zufril Idris Mahendra, dan Bintang Hanasa Rahaja menjadi representasi &#039;polisi bagi diri sendiri&#039; setelah aksi heroik mereka membantu pengejaran pelaku kejahatan di wilayah Kecamatan Ngoro. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f0a7806570.webp" length="58280" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 13:40:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penghargaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Narasi keamanan publik di Kabupaten Jombang menunjukkan babak baru di mana sinergi warga dan kepolisian bukan lagi sekadar slogan. </p>
<p>Pada Senin (19/1/2026), tiga warga sipil berdiri sejajar dengan aparat di lapangan Mapolres Jombang untuk menerima penghargaan langsung dari Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, atas keberanian mereka menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).</p>
<p>Purwanto, Zufril Idris Mahendra, dan Bintang Hanasa Rahaja menjadi representasi 'polisi bagi diri sendiri' setelah aksi heroik mereka membantu pengejaran pelaku kejahatan di wilayah Kecamatan Ngoro.</p>
<p>Insiden ini bermula saat personel Polsek Ngoro yang tengah berpatroli mencurigai gerak-gerik seorang pria yang mendorong motor di sebuah gang perkampungan. Namun, upaya penangkapan hampir saja gagal saat pelaku mencoba melarikan diri ke pemukiman.</p>
<p>Di sinilah peran vital masyarakat teruji. Warga yang sedang melaksanakan ronda siskamling tidak tinggal diam, mereka melakukan blokade dan membantu petugas mengejar pelaku hingga berhasil diringkus. </p>
<p>Tanpa inisiatif dari Purwanto dan rekan-rekannya, pelaku kemungkinan besar akan menghilang di kegelapan gang kampung yang sulit dijangkau patroli kendaraan.</p>
<p>Selain tiga warga sipil, penghargaan juga diberikan kepada tiga personel Polsek Ngoro, yakni Aiptu Suharianto, Bripka Khoiron Ayatulloh, dan Brigadir Nova Anggik Syaifulloh. </p>
<p>Kapolres Jombang menegaskan bahwa kontribusi warga adalah komponen tak terpisahkan dari keberhasilan tugas kepolisian.</p>
<p>"Penghargaan ini adalah wujud nyata apresiasi pimpinan kepada anggota dan masyarakat yang menunjukkan dedikasi melampaui tugasnya. Kepedulian warga inilah yang menjaga Jombang tetap kondusif," ujar AKBP Ardi Kurniawan, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Keberhasilan di Ngoro ini menjadi bukti bahwa efektivitas siskamling masih menjadi garda terdepan dalam merespons kejahatan jalanan. </p>
<p>"Kami berterima kasih atas peran aktif masyarakat. Ini bukti bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama," pungkas AKBP Ardi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berlabel &amp;apos;Infak&amp;apos; tapi Wajib, Skandal Pungli di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang Cekik Wali Murid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berlabel-infak-tapi-wajib-skandal-pungli-di-sman-bandarkedungmulyo-jombang-cekik-wali-murid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berlabel-infak-tapi-wajib-skandal-pungli-di-sman-bandarkedungmulyo-jombang-cekik-wali-murid</guid>
<description><![CDATA[ Dengan akumulasi tunggakan yang mencapai Rp5 juta per siswa, muncul ketakutan bahwa pihak sekolah akan menahan ijazah saat kelulusan jika kewajiban finansial tersebut tidak dilunasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f04d06948c.webp" length="30826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 13:20:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Pungli</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Slogan 'Sekolah Negeri Gratis' kembali dipertanyakan. Sejumlah wali murid Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap transparansi pengelolaan dana di sekolah tersebut. </p>
<p>Mereka mengeluhkan serangkaian pungutan yang dinilai bersifat memaksa dan diskriminatif, mulai dari uang gedung jutaan rupiah hingga 'infak' bulanan dengan nominal tetap.</p>
<p>Keresahan ini memuncak saat wali murid membeberkan struktur pembayaran yang dianggap mencekik. </p>
<p>Salah satu wali murid mengungkapkan adanya tarikan uang gedung sebesar Rp2,3 juta yang harus dicicil hingga kelas XII sebagai syarat kelulusan. </p>
<p>Tak hanya itu, muncul pula istilah 'infak bulanan' yang dipatok sebesar Rp165.000 per siswa.</p>
<p>"Kalau namanya infak seharusnya sukarela, tapi ini nominalnya ditetapkan. Jika dipatok, itu bukan lagi infak, melainkan pungutan terselubung," kata salah satu wali murid sembari mewanti-wanti namanya tidak disebut dalam pemberitaan, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Indikasi ketidakadilan semakin kental saat terungkap adanya disparitas perlakuan antar-angkatan. </p>
<p>Wali murid kelas XI mengklaim mereka masih dibebani uang gedung dan infak penuh, sementara siswa kelas X dikabarkan mendapat kebijakan yang lebih longgar. </p>
<p>"Anak saya bayar penuh, sementara adik kelasnya tidak. Di mana letak keadilannya?" lontarnya.</p>
<p>Kekhawatiran terbesar para wali murid adalah ancaman tersirat terhadap hak administratif siswa. </p>
<p>Dengan akumulasi tunggakan yang mencapai Rp5 juta per siswa, muncul ketakutan bahwa pihak sekolah akan menahan ijazah saat kelulusan jika kewajiban finansial tersebut tidak dilunasi.</p>
<p>Selain uang gedung dan infak, beban biaya seragam senilai Rp1,1 juta di awal masuk serta iuran ekstrakurikuler temporer hingga ratusan ribu rupiah dianggap melengkapi beban finansial yang tidak proporsional bagi sekolah berstatus negeri di Kota Santri ini.</p>
<p>Menanggapi gelombang protes ini, Ketua Komite SMA Negeri Bandarkedungmulyo, Irianto, berkilah bahwa kebijakan tersebut telah mempertimbangkan kondisi ekonomi siswa. </p>
<p>Ia mengklaim telah membebaskan tagihan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu.</p>
<p>"Prinsip saya, jangan sampai ada anak putus sekolah karena biaya. Namun, wali murid juga harus ada ikhtiar membayar semampunya sebelum mengajukan keringanan," ujar Irianto.</p>
<p>Meski membantah berpihak pada sekolah, pernyataan Irianto mengenai 'ikhtiar membayar semampunya' dinilai sebagai bentuk normalisasi pungutan di lembaga pendidikan negeri yang seharusnya dibiayai oleh negara melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMA Negeri Bandarkedungmulyo belum memberikan klarifikasi resmi terkait dasar hukum pungutan tersebut serta alasan di balik penetapan nominal tetap pada dana yang dilabeli infak. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum membuahkan hasil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Dikepung Serat Mikroplastik, Fiber Dominan di Tiga Titik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-dikepung-serat-mikroplastik-fiber-dominan-di-tiga-titik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-dikepung-serat-mikroplastik-fiber-dominan-di-tiga-titik</guid>
<description><![CDATA[ Pengambilan sampel dilakukan di Depan Polres Jombang, Depan Lapas Jombang, dan Jatirejo,  Kecamatan Cukir. Jatirejo, Kecamatan Cukir, menjadi titik dengan temuan tertinggi, diikuti oleh lokasi di Depan Lapas dan Depan Polres. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e4430c3a09.webp" length="26010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 23:03:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Microplastik, suarajatimpost, kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Riset terbaru mengungkap pencemaran mikroplastik di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Jombang. Data menunjukkan jenis mikroplastik yang paling mendominasi adalah fiber, yakni serat sintetis yang utamanya berasal dari limbah cucian dan aktivitas rumah tangga.</p>
<p>Pengambilan sampel dilakukan di Depan Polres Jombang, Depan Lapas Jombang, dan Jatirejo, Kecamatan Cukir. Jatirejo, Kecamatan Cukir, menjadi titik dengan temuan tertinggi, diikuti oleh lokasi di Depan Lapas dan Depan Polres.</p>
<p>Berikut rincian temuan per lokasi, yakni Depan Polres Jombang 13 partikel mikroplastik, seluruhnya berupa fiber. Kemudian depan Lapas Jombang terdapat 14 partikel, terdiri dari 10 fiber, 1 film, dan 3 fragmen. Lalu di Jatirejo, Kecamatan Cukir terdapat 16 partikel, dengan komposisi 13 fiber, 2 film, dan 1 fragmen.</p>
<p>Dominasi fiber di semua lokasi, terutama di permukiman padat seperti Jatirejo, mengindikasikan limbah domestik sebagai kontributor utama pencemaran.</p>
<p>"Fiber ini paling banyak berasal dari aktivitas harian seperti mencuci pakaian. Serat-serat sintetis lepas, masuk ke saluran air, lalu bermuara ke sungai dan lingkungan sekitar," jelas Rafika Aprilianti, Kepala Laboratorium Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Senin (19/1/2026). </p>
<p>Turut menjelaskan pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, memperingatkan dampak berantai dari kontaminasi ini. </p>
<p>"Mikroplastik tidak hanya berhenti di air. Ia masuk ke rantai makanan, dimakan ikan, lalu kembali ke tubuh manusia. Ini ancaman jangka panjang yang sering dianggap sepele," tegasnya.</p>
<p>Amiruddin Muttaqin, Peneliti Senior Ecoton, menyoroti akar masalahnya. "Selama sistem pengolahan air limbah rumah tangga belum dibenahi secara serius, maka mikroplastik akan terus mengalir bebas ke lingkungan," ujarnya.</p>
<p>Temuan ini dipaparkan dalam kegiatan edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang, pada Senin (19/1/2026). Kegiatan yang melibatkan pelajar, guru, dan pegiat lingkungan ini mendapat sambutan positif.</p>
<p>"Kami ingin siswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga sadar bahwa perilaku sehari-hari mereka punya dampak langsung terhadap lingkungan," kata Matuhah Mustiqowati, Kepala MA Al Hikam Jatirejo.</p>
<p>Riset ini menjadi peringatan untuk pemerintah daerah agar memperkuat pengelolaan limbah, meningkatkan infrastruktur pengolahan air limbah domestik, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rookie Dragbike Competition (RDC) Jombang Cup 2026, Adrenalin Baru Komunitas Otomotif Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rookie-dragbike-competition-rdc-jombang-cup-2026-adrenalin-baru-komunitas-otomotif-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rookie-dragbike-competition-rdc-jombang-cup-2026-adrenalin-baru-komunitas-otomotif-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Rookie Dragbike Competition (RDC) Jombang Cup 2026 lebih dari sebuah lomba; ini adalah festival gaya hidup yang menandakan kebangkitan scene otomotif terorganisir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696cd027b5a53.webp" length="66884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 21:36:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Rookie Dragbike Competition, RDC Jombang Cup 2026, drag bike, jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Warna, aroma ban panas, dan deru mesin akhirnya kembali membahana di Jombang. Setelah jeda panjang 13 tahun, dunia dragbike menyuntikkan adrenalin baru bagi komunitas otomotif lokal. Sirkuit Jalan Dokter Soetomo di Desa Sengon bukan sekadar arena balap, melainkan menjadi titik kumpul (meeting point) paling bergengsi bagi para pecinta gaya hidup otomotif pada Ahad (18/1/2026). </p>
<p>Rookie Dragbike Competition (RDC) Jombang Cup 2026 lebih dari sebuah lomba; ini adalah festival gaya hidup yang menandakan kebangkitan scene otomotif terorganisir.</p>
<p>“Ini momen yang dinanti. Bukan cuma untuk balap, tapi untuk berkumpul, saling menghargai passion, dan menampilkan kreativitas kendaraan di arena yang tepat. Ini adalah bagian dari membangun budaya otomotif yang positif dan berkelas,” ujar Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan yang juga hadir menyemarakkan atmosfer acara.</p>
<p>Event ini hadir menjawab dahaga komunitas akan ruang ekspresi yang legal, aman, dan penuh gaya. Melalui kolaborasi antara Polres Jombang, Pemkab, IMI Jatim, dan sponsor ternama, terciptalah sebuah ajang yang mengangkat hobi otomotif dari sekadar ‘balapan liar’ menjadi sebuah lifestyle yang membanggakan.</p>
<p>“Kami ingin <em>passion </em>besar ini tersalurkan dengan cara yang keren. Bukan di jalan raya yang berisiko, tapi di sirkuit di mana penampilan kendaraan, skill pembalap, dan sportivitas bisa dinikmati bersama,” tegas Ardi Kurniawan.</p>
<p>Panitia merancang acara ini sebagai ajang gaul otomotif yang komprehensif. Dengan 24 kelas lomba, dari rookie hingga pro, serta partisipasi 180 pembalap dan 545 starter, suasana terasa begitu hidup. Tak hanya dari Jatim, pembalap dari Solo, Sragen, dan Klaten turut meramaikan, menunjukkan magnet acara ini sebagai event regional yang wajib dihadiri.</p>
<p>Vibes-nya terasa kuat sejak pagi. Sekitar 2.000 penonton hampir memenuhi kapasitas, memenuhi area sirkuit, menikmati setiap momen dengan gaya khas anak otomotif: dari fashion yang edgy, diskusi teknis antar crew bengkel, hingga hunting foto dengan motor yang sudah dimodifikasi maksimal. </p>
<p>Hujan yang sempat turun pun hanya menjadi pemantik semangat, tidak mengusir penonton yang tetap bertahan, setia menikmati atmosfer yang sudah lama mereka nantikan.</p>
<p>“Ini bukti passion tidak bisa dibendung. Wadahnya sekarang sudah ada, dan ini akan menjadi agenda gaya hidup rutin. Bahkan, ke depan kita bisa ada latihan bareng (latber) bulanan di sini. Jadi, scene-nya tetap hidup, tidak hanya saat lomba,” jelas ketua panitia Maulana Khusna Surindra,.</p>
<p>Dengan total hadiah Rp118 juta, semangat kompetisi berpadu dengan gaya hidup yang penuh gaya. Dua insiden kecil akibat licinnya aspal pasca-hujan hanya menambah cerita, dan menunjukkan bahwa di lintasan yang benar, keselamatan menjadi prioritas.</p>
<p>RDC Jombang Cup 2026 telah menancapkan tonggak baru. Ini bukan sekadar comeback, tapi deklarasi: bahwa gaya hidup otomotif yang kreatif, penuh adrenalin, namun bertanggung jawab, kini punya rumahnya di Jombang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib Pendidikan Diniyah di Jombang Menggantung, Regulasi Tak Kunjung Rampung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-pendidikan-diniyah-di-jombang-menggantung-regulasi-tak-kunjung-rampung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-pendidikan-diniyah-di-jombang-menggantung-regulasi-tak-kunjung-rampung</guid>
<description><![CDATA[ Sebagian tetap bertahan dengan kurikulum lama, sementara sebagian lainnya nekat mengadopsi skema baru meski tanpa landasan hukum yang kuat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696afb07e7899.webp" length="81698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pendidikan Diniyah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mentransformasi mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Diniyah menjadi Pendidikan Keagamaan kini menuai polemik. </p>
<p></p>
<p>Di tengah klaim efisiensi birokrasi, ketidakjelasan payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) justru menciptakan kegaduhan di akar rumput. </p>
<p></p>
<p>Para pendidik kini terombang-ambing antara tuntutan tugas dan ketidakpastian hak administrasi.</p>
<p></p>
<p>Hingga Januari 2026, implementasi di lapangan dilaporkan tumpang tindih. Tanpa adanya Perbup yang sah, sekolah-sekolah mengambil langkah mandiri yang tidak seragam. </p>
<p></p>
<p>Sebagian tetap bertahan dengan kurikulum lama, sementara sebagian lainnya nekat mengadopsi skema baru meski tanpa landasan hukum yang kuat.</p>
<p></p>
<p>"Kami bingung. Jika hanya sekadar ganti nama namun berujung pada pemangkasan jam mengajar dan pengurangan honorarium, ini jelas merugikan guru," ujar R, salah satu pengampu Mulok Keagamaan di Kota Santri ini, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Keresahan serupa dirasakan oleh guru Diniyah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. </p>
<p></p>
<p>Ketidakjelasan nomenklatur tugas dalam Surat Keputusan (SK) membuat posisi mereka rentan. </p>
<p></p>
<p>Banyak di antaranya yang secara administratif tercatat sebagai tenaga teknis (seperti operator), namun pada faktanya tetap dibebani tugas mengajar keagamaan.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kegelisahan tersebut, Plt Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Heri Mujiono, menampik tudingan penghapusan Diniyah. Ia berkilah bahwa perubahan ini hanyalah soal teknis penempatan.</p>
<p></p>
<p>"Mulok Diniyah akan kita terjemahkan menjadi pendidikan keagamaan sebagai ekstrakurikuler wajib. Pengaturannya nanti diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah," ujar Heri.</p>
<p></p>
<p>Terkait polemik SK P3K Paruh Waktu yang tidak sinkron dengan latar belakang pendidikan guru, Heri beralasan hal itu merupakan dampak dari ketiadaan formasi guru pada rekrutmen 2023–2024. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kepala sekolah diperbolehkan memberdayakan tenaga teknis tersebut untuk mengajar agama, dengan catatan tugas pokok sesuai SK utama telah terpenuhi. </p>
<p></p>
<p>Namun, instruksi ini dinilai kritis oleh sejumlah pihak karena berpotensi menciptakan standar ganda dalam beban kerja pegawai.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, draf Perbup yang dijanjikan masih terjebak dalam tahap kajian di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Selama proses birokrasi ini berjalan, Disdikbud mengimbau sekolah untuk tetap menggunakan pola pembelajaran lama.</p>
<p></p>
<p>Langkah persuasif ini diambil guna memastikan layanan pendidikan keagamaan tetap berjalan. Namun, publik tetap menuntut transparansi dan percepatan regulasi. </p>
<p></p>
<p>Tanpa payung hukum yang konkret, transformasi pendidikan di Kota Santri ini dikhawatirkan hanya menjadi eksperimen kebijakan yang mengorbankan kesejahteraan para pendidik. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rekonstruksi Kunjungan Cindy Adams Berbarengan Pendirian Situs &amp;apos;Tetenger&amp;apos; Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rekonstruksi-kunjungan-cindy-adams-berbarengan-pendirian-situs-tetenger-kelahiran-bung-karno-di-ploso-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rekonstruksi-kunjungan-cindy-adams-berbarengan-pendirian-situs-tetenger-kelahiran-bung-karno-di-ploso-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Sejarah terhidupkan kembali di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a2df2c5a1c.webp" length="65780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 20:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sejarah terhidupkan kembali di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pada Jumat (16/1/2026), digelar rekonstruksi kunjungan Cindy Adams, penulis otobiografi Presiden pertama RI, Soekarno, yang bertepatan dengan peresmian Tugu 'Tetenger' di situs yang ditetapkan sebagai tempat kelahiran Sang Proklamator.</p>
<p>Cindy Adams, jurnalis Amerika Serikat yang ditugaskan langsung oleh Bung Karno untuk menulis biografinya pada era 1960-an, tercatat pernah mengunjungi Ploso.</p>
<p>Kunjungannya untuk menggali cerita masa kecil Bung Karno ini dianggap sebagai peristiwa sejarah penting, meski dalam buku yang terbit tidak secara eksplisit menyebutkan lokasi Jombang maupun Sidoarjo.</p>
<p>Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Nasrulilah atau akrab disapa Cak Nas, menekankan bahwa acara ini lebih dari sekadar seremoni.</p>
<p>“Ini adalah upaya merawat ingatan kolektif bangsa. Alhamdulillah, hari ini hari bersejarah. Memang bukan reka ulang persis tahun 1964, tetapi Cindy Adams pernah datang ke Ploso untuk bertemu orang-orang yang merawat Bung Karno sejak bayi, teman masa kecilnya, hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.</p>
<p>Cak Nas menjelaskan, kunjungan Cindy Adams kala itu bertujuan memenuhi kerinduan dan mengumpulkan narasi masa kecil Bung Karno yang tidak seluruhnya tertuang dalam otobiografi. Fakta bahwa penulis biografi resminya pernah menelusuri langsung lokasi ini menjadikan momen tersebut sebagai penanda sejarah yang patut diabadikan.</p>
<p>“Bung Karno adalah masa lalu, tetapi nilai dan sejarahnya adalah bekal masa depan. Beliau sendiri berpesan agar bangsa ini tidak meninggalkan sejarah,” tegas Cak Nas.</p>
<p>Ia menambahkan, penetapan Desa Rejoagung sebagai lokasi kelahiran Bung Karno didasari kajian ilmiah panjang oleh TACB Jombang, dengan melibatkan data sejarah, arsip, dan kesaksian lisan keturunan warga yang terlibat langsung.</p>
<p>Berdasarkan arsip, ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, ditugaskan sebagai guru sekolah Ongko Loro di Ploso pada 28 Desember 1901. Saat itu, sang istri sedang mengandung anak kedua. Enam bulan kemudian, tepatnya 6 Juni 1902, Bung Karno lahir di wilayah tersebut.</p>
<p>“Rumah kelahiran Bung Karno berada di gang buntu Dusun Ngelo, Desa Rejoagung. Saat itu, Kabupaten Jombang sendiri belum terbentuk,” papar Cak Nas.</p>
<p>Pakuncen Titik Nol Soekarno, Mbah Masfi’in, menyebutkan bahwa proses penetapan situs ini merupakan hasil riset panjang yang diprakarsai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jombang bersama tim sejarawan.</p>
<p>“Penelusuran dimulai sejak 2009. Data dikumpulkan bertahun-tahun dan diperkuat dengan kedatangan cucu Bung Karno, Mbak Put, pada 2014,” kata Masfi’in.</p>
<p>Salah satu fakta penting yang terungkap adalah nama kecil Bung Karno, Kusno, yang tercatat dalam berbagai sumber, termasuk kajian akademik dari Institut Teknologi Bandung (ITB).</p>
<p>“Kusno adalah jabang bayi yang lahir di sini. Karena sering sakit, namanya kemudian diganti menjadi Soekarno. Lokasi penanaman ari-arinya pun masih bisa ditelusuri,” jelasnya.</p>
<p>Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, menambahkan, rekonstruksi kunjungan Cindy Adams merupakan bagian dari agenda tahunan peringatan sejarah Bung Karno di Ploso.</p>
<p>“Ada empat agenda tahunan, yakni kirab kelahiran Bung Karno, peringatan kunjungan Bung Karno ke Ploso, rekonstruksi kunjungan Cindy Adams ke Ploso, serta peringatan kedatangan Raden Soekemi Sosrodihardjo ke Ploso,” ujar Binhad.</p>
<p>Setelah melalui serangkaian sarasehan dan penguatan data hingga 2023, komunitas sejarah di Jombang dan Jawa Timur akhirnya bersepakat menetapkan Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, sebagai situs kelahiran Bung Karno.</p>
<p>Peresmian Tugu Tetenger diharapkan menjadi pengingat sejarah dan ruang edukasi bagi generasi muda untuk terus mengenal dan menghargai jejak awal Sang Proklamator. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek IPAL Tahu di Jombang Terancam Gagal, Srobot Lahan Warga hingga Telan Korban Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-ipal-tahu-di-jombang-terancam-gagal-srobot-lahan-warga-hingga-telan-korban-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-ipal-tahu-di-jombang-terancam-gagal-srobot-lahan-warga-hingga-telan-korban-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Tragedi memilukan juga mewarnai keberadaan galian ini. Seorang anak usia prasekolah dilaporkan tewas tenggelam di lokasi tersebut saat sedang bermain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6969f244bceb4.webp" length="69796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 15:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, IPAL Perajin Tahu, Sengketa Lahan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi perajin tahu di Dusun Murong Pesantren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, menuai kecaman keras dari warga setempat. </p>
<p>Proyek yang diklaim sebagai solusi pencemaran lingkungan tersebut justru dituding menyerobot lahan produktif warga tanpa izin dan kini terbengkalai dalam kondisi membahayakan.</p>
<p>Kondisi di lapangan menunjukkan lubang galian sedalam lima meter dibiarkan terbuka tanpa pengamanan. </p>
<p>Selain mematikan produktivitas pertanian, lubang maut tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa seorang anak balita yang tenggelam beberapa waktu lalu.</p>
<p>Salah satu pemilik lahan, MT (49), menyatakan bahwa penggalian dilakukan pada musim kemarau 2025 secara sepihak. </p>
<p>Ia menegaskan tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan resmi kepada tujuh pemilik lahan yang terdampak langsung oleh pengerukan tersebut.</p>
<p>"Lahan dikeruk tanpa konfirmasi kepada kami. Akibatnya, sawah kami terpotong dan produktivitas menurun drastis karena tanah berlubang sedalam lima meter dan selalu tergenang air saat hujan," ujar MT, Jumat (16/1/2026).</p>
<p>Tragedi memilukan juga mewarnai keberadaan galian ini. Seorang anak usia prasekolah dilaporkan tewas tenggelam di lokasi tersebut saat sedang bermain. </p>
<p>Hingga saat ini, belum ada upaya pengurukan atau pemberian pembatas keamanan dari pihak terkait.</p>
<p>Warga telah berupaya mencari keadilan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, lembaga tersebut menyatakan kesulitan melakukan intervensi karena adanya tumpang tindih klaim atau sengketa status lahan. </p>
<p>Warga kini didorong untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan kepastian ganti rugi.</p>
<p>Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dusun Murong Pesantren sekaligus Ketua Paguyuban Perajin Tahu, Imam Subeki, membantah adanya aktivitas pengerukan baru yang merusak lahan warga. </p>
<p>Ia mengklaim bahwa kondisi lahan berlubang tersebut sudah ada sejak lama.</p>
<p>"Saya tidak berhak menghakimi kepemilikan tanah. Namun setahu saya, sejak dulu tanah itu memang sudah berlubang. Tidak ada satu cangkul pun tanah yang kami keluarkan dari sana," kata Subeki saat dikonfirmasi.</p>
<p>Terkait gagalnya kesepakatan dengan warga, Imam berkilah bahwa sebelumnya telah ada pertemuan di Balai Desa untuk membahas pembelian lahan, namun terhenti karena ketidakcocokan harga. </p>
<p>Ia menyebut lokasi yang diprotes warga saat ini hanyalah area penampungan darurat, sementara IPAL permanen akan dibangun di lokasi lain.</p>
<p>Meski pemerintah desa berdalih pembangunan IPAL adalah untuk kemaslahatan bersama guna mengurangi pencemaran limbah tahu, realita di lapangan justru menunjukkan kegagalan manajerial. </p>
<p>Proyek yang tidak kunjung beroperasi ini kini justru menjadi ancaman fisik dan ekonomi bagi warga sekitar.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Jombang maupun dinas terkait untuk memediasi sengketa lahan atau menutup lubang galian yang telah memakan korban tersebut. Upaya konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup belum membuahkan hasil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lagi, Polisi Amankan 49 Anggota Perguruan Silat Usai Konvoi Anarkis di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lagi-polisi-amankan-49-anggota-perguruan-silat-usai-konvoi-anarkis-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lagi-polisi-amankan-49-anggota-perguruan-silat-usai-konvoi-anarkis-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data kepolisian, seluruh remaja tersebut berafiliasi dengan salah satu perguruan silat yang sama. Saat ini, mereka tengah menjalani proses pendataan dan pembinaan intensif guna mendalami motif di balik aksi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6969f45d8cc47.webp" length="41970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 15:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pesilat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kepolisian Resor (Polres) Jombang bertindak tegas terhadap aksi konvoi anarkis yang dilakukan oleh oknum perguruan silat. </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 49 remaja berhasil diamankan dalam dua gelombang operasi yang digelar sejak Jumat (16/1/2026) dini hari hingga siang hari.</p>
<p></p>
<p>Aksi yang meresahkan masyarakat ini diwarnai dengan tindakan provokatif, pelemparan terhadap kendaraan warga, hingga pelanggaran lalu lintas berat di sepanjang rute Jombang menuju Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi adanya penambahan jumlah oknum yang diamankan dari hasil pengembangan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Pada operasi lanjutan, kami mengamankan 43 orang dan 27 sepeda motor di wilayah Peterongan dan sekitarnya. Jika digabungkan dengan operasi dini hari di Mojoagung sebanyak 19 orang, maka total yang saat ini berada di Mapolres menjadi 49 orang," ujar AKP Dimas, Jumat (16/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, seluruh remaja tersebut berafiliasi dengan salah satu perguruan silat yang sama. Saat ini, mereka tengah menjalani proses pendataan dan pembinaan intensif guna mendalami motif di balik aksi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, situasi mencekam sempat terjadi di kawasan Mojoagung pada Jumat dini hari. </p>
<p></p>
<p>Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, menjelaskan bahwa massa konvoi tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga melakukan penyerangan fisik secara verbal maupun material kepada pengguna jalan.</p>
<p></p>
<p>"Para pelaku dilaporkan melempari kendaraan warga dan melontarkan makian, sehingga memancing kemarahan masyarakat sekitar," ungkap Kompol Yogas.</p>
<p></p>
<p>Merespons laporan tersebut, personel kepolisian melakukan penyekatan di titik strategis, termasuk jalur Ring Road Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Massa yang panik sempat berupaya melarikan diri ke pemukiman warga, namun berhasil dihadang oleh petugas dan warga yang telah bersiaga.</p>
<p></p>
<p>Dari operasi di wilayah Mojoagung, polisi menyita 12 unit sepeda motor. Dari 19 remaja yang tertangkap pada gelombang pertama, 13 orang merupakan warga Jombang, sementara 6 lainnya berasal dari Kediri.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian menduga kuat bahwa aksi ini telah direncanakan sebelumnya. Saat ini, seluruh pelaku beserta puluhan barang bukti sepeda motor telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Jombang untuk diproses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>84 Pejabat Dilantik Namun 4 Kepala OPD Diisi Plt, Bupati Jombang Sebut Tak Ganggu Pemerintahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/84-pejabat-dilantik-namun-4-kepala-opd-diisi-plt-bupati-jombang-sebut-tak-ganggu-pemerintahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/84-pejabat-dilantik-namun-4-kepala-opd-diisi-plt-bupati-jombang-sebut-tak-ganggu-pemerintahan</guid>
<description><![CDATA[ Penempatan Plt pada dinas teknis seperti PUPR dan Perkim sering kali dinilai rawan terhadap hambatan pengambilan kebijakan strategis karena kewenangan Plt yang terbatas dibandingkan pejabat definitif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6969c55ceaa8b.webp" length="41414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 13:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pelantikan Pejabat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran birokrasinya dengan melantik 84 pejabat manajerial di Pendopo Kabupaten, Kamis (15/1/2026) kemarin. </p>
<p>Meski rotasi ini diklaim untuk mengoptimalkan roda pemerintahan, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah posisi strategis setingkat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dibiarkan kosong tanpa pejabat definitif.</p>
<p>Hingga saat ini, tercatat empat jabatan strategis yang hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), serta satu posisi Staf Ahli Bupati. </p>
<p>Daftar kekosongan ini dipastikan bertambah menjadi lima posisi pada 1 Februari mendatang seiring purna tugasnya Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin).</p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa kekosongan pejabat definitif tidak boleh menjadi alasan bagi melambatnya pelayanan publik. </p>
<p>Ia menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk langsung bekerja tanpa masa transisi yang berlarut-larut.</p>
<p>"Pejabat yang baru dilantik harus segera menyesuaikan diri dan meningkatkan kinerja organisasi demi kemajuan daerah serta pelayanan kepada masyarakat. Terkait jabatan yang kosong, hari ini juga kami tetapkan Plt-nya agar tidak ada kekosongan fungsi pelayanan. Jangan khawatir," tegas Warsubi, Jumat (16/1/2026).</p>
<p>Kendati demikian, penempatan Plt pada dinas teknis seperti PUPR dan Perkim sering kali dinilai rawan terhadap hambatan pengambilan kebijakan strategis karena kewenangan Plt yang terbatas dibandingkan pejabat definitif.</p>
<p>Menyadari urgensi pengisian jabatan Eselon II, Warsubi mengaku telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk segera membuka Seleksi Terbuka (Selter).</p>
<p>"Secepatnya, dalam hitungan minggu saja. Kami sudah instruksikan agar tahapan seleksi terbuka untuk jabatan Eselon II yang kosong segera dimulai," ujarnya.</p>
<p><strong>Berikut daftar 84 Pejabat Manajerial Pemkab Jombang yang Dilantik:</strong></p>
<p>1. Bayu Pancoroadi – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu</p>
<p>2. Sudiro Setiono – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa</p>
<p>3. Eka Yulianto – Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah</p>
<p>4. Faizal Ariawan HS – Sekretaris Kecamatan Megaluh</p>
<p>5. Nur Siti Fatimah – Sekretaris Kecamatan Gudo</p>
<p>6. Dolly Handri Asmoko – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Megaluh</p>
<p>7. Hendri Subagio – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Jogoroto</p>
<p>8. Saean Efendi – Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Jombang</p>
<p>9. Ulfah Khannatul Izzah – Sekretaris Dinas Kesehatan</p>
<p>10. Wahyu Sri Harini – Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan</p>
<p>11. Fitrijah – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan</p>
<p>12. Pancawati Wulyaningsih – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD</p>
<p>13. Ari Bawa Tjahjadi – Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan</p>
<p>14. Abdul Rozak – Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP</p>
<p>15. Gustina Ari Murti – Kepala Bidang Aset BPKAD</p>
<p>16. Evin Haryanti Susilo – Kepala Sub Bidang Penatausahaan dan Sistem Informasi BPKAD</p>
<p>17. Moh. Ainul Yaqin – Sekretaris Kecamatan Mojowarno</p>
<p>18. Heru Cahyono – Sekretaris Kecamatan Wonosalam</p>
<p>19. Anom Antono – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan</p>
<p>20. Ananta Tri Susetyo – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Sumobito</p>
<p>21. Zuzun Ety Suryani – Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan Bapenda</p>
<p>22. Risma Herlina Sintauli Silaen – Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset Bapenda</p>
<p>23. M. Ainun Naim – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Peterongan</p>
<p>24. Supartini – Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan</p>
<p>25. Eko Sisprihantono – Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan</p>
<p>26. Chandra Dyah Anggraini – Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset DP2KBP3A</p>
<p>27. Agus Prasetyo – Sekretaris BKPSDM</p>
<p>28. Rika Paur Fibriamayusi – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa</p>
<p>29. Aswin Andri Saputra – Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Dinas Tenaga Kerja</p>
<p>30. Siska Utami – Kepala Bidang Penempatan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja</p>
<p>31. Kusairi – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan</p>
<p>32. Ery Indra Tjahjaningsih – Kepala Bagian Perencanaan Program RSUD Jombang</p>
<p>33. Mamik Herawati – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Badan Kesbangpol</p>
<p>34. Novi Hastuti Purwitasari – Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar</p>
<p>35. Erna Zuroida – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bapperida</p>
<p>36. Mohammad Supakun – Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida</p>
<p>37. Danny Syaiffudin – Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP</p>
<p>38. Mohammad Hari Prasetyo – Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan</p>
<p>39. Rizka Mudyanti – Kepala Bidang Perindustrian Disdagrin</p>
<p>40. Deny Putranto – Kepala Seksi Sumber Daya Aparatur Satpol PP</p>
<p>41. Sri Utaminingsih – Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Satpol PP</p>
<p>42. Seputro Edhy Susilo – Kepala Seksi Keperawatan RSUD Jombang</p>
<p>43. Mardhiyah Dina Ekawati – Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KBP3A</p>
<p>44. Yudha Dewandrianto – Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Industri Pariwisata Disporapar</p>
<p>45. Chandra Ika Yudha – Kepala Sub Bagian Perlengkapan Bagian Umum Setda</p>
<p>46. Nurpuji Subagyo – Sekretaris BPBD</p>
<p>47. Eeng Misbakhuddin – Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD</p>
<p>48. Elok Rahmawati – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup</p>
<p>49. Dony Ristanto – Kepala Seksi Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan</p>
<p>50. Brigita Kumalasari Elisa – Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset Dinas Perhubungan</p>
<p>51. Frista Santy Wulansari – Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset Dinas Koperasi dan Usaha Mikro</p>
<p>52. Andina Agustin – Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Dinas PUPR</p>
<p>53. Fithrianto Wicaksono K – Kepala Sub Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah Lainnya Bapenda</p>
<p>54. Wiwik Dwi Jayanti – Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Jombang</p>
<p>55. Sis Dwiraharjo – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Jombang</p>
<p>56. Toni Hanafi – Sekretaris Kelurahan Jelakombo</p>
<p>57. Nurhasan – Lurah Kepanjen</p>
<p>58. Sri Rahayu – Sekretaris Kelurahan Kepanjen</p>
<p>59. Deni Indradjaja – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Diwek</p>
<p>60. Mifta Praditama – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Bareng</p>
<p>61. Imam Mansur – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Perak</p>
<p>62. Dini Nurfibriany – Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Jogoroto</p>
<p>63. Siti Mufarrohah – Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Perak</p>
<p>64. Djohan Priyo Utomo – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Tembelang</p>
<p>65. Sasmiasih – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Tembelang</p>
<p>66. Neni Sunarmi Dwi Nuryatin – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Ngusikan</p>
<p>67. Purwanto – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Kesamben</p>
<p>68. Uswatul Qoyimah – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Mojowarno</p>
<p>69. Yuliasih – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Ngoro</p>
<p>70. Jannatin Dyah Purwaningtyas – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Ngoro</p>
<p>71. Meiro Hadi Pranoto – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Kudu</p>
<p>72. Novi Dwi Reva Yanti – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Kudu</p>
<p>73. Diah Tri Hekmawati – Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Megaluh</p>
<p>74. Edwin Setya Parahita – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan</p>
<p>75. Tatik Mariyati – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Gudo</p>
<p>76. Wisnu Nugroho – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Gudo</p>
<p>77. Ahmad Andi Ardliyanto – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Ngusikan</p>
<p>78. D. Ida Mariana – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Kesamben</p>
<p>79. Eko Agus Kurniawan – Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Bandarkedungmulyo</p>
<p>80. Hadi Cahyono – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Ngusikan</p>
<p>81. Prapto Husodo – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Diwek</p>
<p>82. Rezha Aditya Pradana – Kepala Sub Bagian Keuangan, Penyusunan Program dan Evaluasi Kecamatan Bandarkedungmulyo</p>
<p>83. Yayuk Sri Rahayu – Kepala UPT Budi Daya Perikanan Air Tawar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan</p>
<p>84. Dwi Agus Prihandoko – Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Wisata Religi Disporapar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bikin Rusuh, 19 Remaja Anggota Perguruan Silat di Jombang Diringkus Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bikin-rusuh-19-remaja-anggota-perguruan-silat-di-jombang-diringkus-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bikin-rusuh-19-remaja-anggota-perguruan-silat-di-jombang-diringkus-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Kelompok remaja yang terafiliasi dengan salah satu perguruan silat ini diringkus setelah memicu keresahan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap pengguna jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6969b4891d6c1.webp" length="27232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 12:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perusuh, Konvoi, Perguruan Silat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Aparat kepolisian berhasil mengamankan 19 remaja yang diduga terlibat aksi konvoi anarkis di kawasan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jumat (16/1/2026) dini hari. </p>
<p></p>
<p>Kelompok remaja yang terafiliasi dengan salah satu perguruan silat ini diringkus setelah memicu keresahan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap pengguna jalan.</p>
<p></p>
<p>Aksi tersebut bermula saat kelompok ini melakukan konvoi dari arah Jombang menuju Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Dalam perjalanannya, para pelaku diduga tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga melakukan provokasi dan penyerangan fisik kepada warga.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengungkapkan bahwa para pelaku dilaporkan melempari kendaraan warga, melontarkan makian, serta menciptakan situasi mencekam di sepanjang rute konvoi. </p>
<p></p>
<p>Merespons laporan masyarakat, personel kepolisian segera dikerahkan untuk melakukan penyekatan di titik-titik strategis, termasuk jalur Ring Road Mojoagung.</p>
<p></p>
<p>"Saat kami lakukan penyekatan, massa konvoi kocar-kacir. Sebagian besar berusaha melarikan diri dengan masuk ke gang-gang kecil dan pemukiman warga," ujar Kompol Yogas, saat dikonfirmasi Jumat pagi.</p>
<p></p>
<p>Aksi sigap kepolisian ini juga bertujuan untuk mencegah pecahnya bentrokan fisik, mengingat warga setempat dilaporkan telah bersiaga secara mandiri untuk menghalau massa konvoi yang melintas di perkampungan mereka.</p>
<p></p>
<p>Petugas mengamankan para pelaku di dua lokasi berbeda, yakni di Dusun Ngrowo, Desa Gambiran, dan area depan Pasar Sapi Gambiran. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 12 unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Total ada 19 remaja yang kami amankan; 16 orang ditangkap di Dusun Ngrowo dan 3 orang lainnya di depan Pasar Sapi Gambiran. Dari pendataan, 13 pelaku merupakan warga asli Jombang, sementara 6 lainnya berasal dari Kediri," urai Yogas.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian menduga kuat bahwa aksi konvoi dan gangguan keamanan ini telah direncanakan sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>Untuk mendalami motif serta memproses dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum, seluruh pelaku kini telah dilimpahkan ke Mapolres Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh remaja beserta barang bukti sudah kami serahkan ke Satreskrim Polres Jombang sekitar pukul 03.00 WIB guna menjalani proses hukum lebih lanjut," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Jombang Pimpin Serah Terima dan Pengukuhan Lima Pejabat Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-pimpin-serah-terima-dan-pengukuhan-lima-pejabat-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-pimpin-serah-terima-dan-pengukuhan-lima-pejabat-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang berlangsung di Ruang Jombang Command Center Mapolres Jombang ini menandai rotasi dan penugasan baru di tubuh kepolisian setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968a40e947f5.webp" length="39392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 16:58:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rotasi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Polres Jombang menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) dan pengukuhan untuk lima pejabat utama, Kamis (15/1/2026) pagi. Acara yang berlangsung di Ruang Jombang Command Center Mapolres Jombang ini menandai rotasi dan penugasan baru di tubuh kepolisian setempat.</p>
<p>Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan serta Kapolsek di wilayah hukum Polres Jombang.</p>
<p>Sebanyak lima pejabat kunci dikukuhkan untuk jabatan baru, diantaranya Wakil Kapolres (Wakapolres) Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, yang sebelumnya Wakapolres, dilanjutkan studi ke Pendidikan Sespimmen dan ditugaskan baru sebagai Analis Kebijakan Pertama Ditreskrimum Polda Jawa Timur. </p>
<p>Posisinya digantikan oleh Kompol Syarlis, yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Jombang. Sedangkan posisi Kompol Syarlis digantikan Kompol Rudi Darmawan yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Jetis Polres Mojokerto Kota.</p>
<p>Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Iptu Rita Puspitasari, Kasat Lantas sebelumnya, dipindahtugaskan sebagai Ps. Kasubbagdalops Bagops Polres Jombang. Posisi Kasat Lantas kini diemban oleh AKP Anjar Rahmad Putra, eks Paur Litpers Subbid Paminal Bidpropam Polda Jatim.</p>
<p>Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Pada kesempatan yang sama, AKP Qoyum Mahmudi secara resmi dikukuhkan dalam jabatan Kasiwas Polres Jombang.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kompol Christian Bagus Yulianto atas dedikasi dan kontribusi positifnya selama lebih dari satu tahun memimpin sebagai Wakapolres Jombang.</p>
<p>"Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Jombang, saya ucapkan terima kasih. Saudara telah memberikan warna positif dalam pembinaan personel dan menciptakan keharmonisan kerja di lingkungan kita," ujarnya.</p>
<p>Kapolres juga menyambut dan memberikan selamat kepada para pejabat baru.</p>
<p>"Selamat atas amanah baru untuk Kompol Syarlis dan istri sebagai Wakapolres, serta selamat datang untuk Kompol Rudi Darmawan sebagai Kabagops. Jabatan adalah kepercayaan dari pimpinan dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap prestasi dan kesuksesan saudara-saudara semua," tegas AKBP Ardi.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapolres memberikan arahan khusus kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia memerintahkan untuk segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, meningkatkan pembinaan personel, serta menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), terlebih dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.</p>
<p>"Perintah saya, intensifkan kegiatan tatap muka. Lakukan silaturahmi, anjangsana ke tokoh masyarakat dan agama, serta gencarkan penyuluhan. Tujuannya, membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis untuk menciptakan kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif," pungkas Kapolres Jombang menutup amanatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Korupsi Porang di Jombang, Eks Direktur Perumda Panglungan Dituntut 8,5 Tahun Bui</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-korupsi-porang-di-jombang-eks-direktur-perumda-panglungan-dituntut-85-tahun-bui</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-korupsi-porang-di-jombang-eks-direktur-perumda-panglungan-dituntut-85-tahun-bui</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya Fadjari, mantan Kepala Cabang Bank UMKM Jatim Cabang Jombang, Ponco Mardi Utomo, juga menghadapi tuntutan serius. JPU menuntut Ponco dengan pidana penjara 7 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta subsider 50 hari kurungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696899145c1c3.webp" length="29870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 14:20:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kasus Korupsi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang melayangkan tuntutan berat terhadap mantan Direktur Perumda Panglungan, Tjahja Fadjari, dalam sidang kasus korupsi dana bergulir Bank UMKM Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (14/1/2026), terdakwa dituntut hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan.</p>
<p></p>
<p>Selain pidana badan, JPU mewajibkan Fadjari membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 80 hari kurungan. </p>
<p></p>
<p>Jaksa juga menuntut uang pengganti kerugian negara senilai Rp1,5 miliar. Apabila aset terdakwa tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana tambahan selama 4 tahun 3 bulan.</p>
<p></p>
<p>Kasi Pidsus Kejari Jombang, Ananto Tri Sudibyo, menegaskan bahwa kasus ini dikategorikan sebagai total loss. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP), seluruh dana kredit senilai Rp1,5 miliar tersebut dianggap sebagai kerugian negara karena cacat prosedur sejak tahap penyaluran.</p>
<p></p>
<p>"Sejak awal, penyaluran kredit ini sudah menabrak aturan. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 20 KUHP sebagaimana dakwaan primair," tegas Ananto, Kamis (15/1/2036).</p>
<p></p>
<p>Kasus yang bergulir sejak 2021 ini mengungkap tabir penyalahgunaan wewenang yang sistematis. Dana yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut dicairkan secara ilegal tanpa persetujuan Bupati Jombang. </p>
<p></p>
<p>Tragisnya, pinjaman tersebut didasarkan pada proyek pembelian porang fiktif dengan menggunakan sertifikat tanah pribadi sebagai jaminan. </p>
<p></p>
<p>Tak hanya Fadjari, mantan Kepala Cabang Bank UMKM Jatim Cabang Jombang, Ponco Mardi Utomo, juga menghadapi tuntutan serius. JPU menuntut Ponco dengan pidana penjara 7 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta subsider 50 hari kurungan.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan Fadjari, Ponco tidak dibebani uang pengganti kerugian negara. Namun, ia dinilai memiliki peran vital dalam manipulasi dokumen analisis kredit. </p>
<p></p>
<p>Ponco diduga kuat memaksakan pencairan pinjaman meskipun secara finansial Perumda Panglungan dipastikan tidak layak menerima kredit.</p>
<p></p>
<p>Fakta persidangan mengindikasikan bahwa dana negara tersebut tidak pernah masuk ke kas perusahaan untuk produktivitas, melainkan diduga kuat digunakan Fadjari untuk melunasi utang pribadi. Kondisi ini menyebabkan kredit macet total dan gagal bayar yang membebani keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Majelis Hakim memberikan waktu bagi kedua terdakwa yang saat ini mendekam di Lapas Kelas II B Jombang tersebut untuk menyusun nota pembelaan (pleidoi). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sukses Amankan Stabilitas Pangan, Kodim 0814 Jombang Raih Penghargaan dari BULOG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sukses-amankan-stabilitas-pangan-kodim-0814-jombang-raih-penghargaan-dari-bulog</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sukses-amankan-stabilitas-pangan-kodim-0814-jombang-raih-penghargaan-dari-bulog</guid>
<description><![CDATA[ Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang Perum BULOG Kanca Mojokerto, Muhammad Husin, kepada Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, di Jombang pada Kamis (15/1/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968914d7534c.webp" length="27140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 13:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penghargaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Kodim 0814/Jombang resmi menerima penghargaan prestisius dari Perum Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Cabang Mojokerto atas capaian luar biasa dalam pendistribusian Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). </p>
<p>Penghargaan ini mengukuhkan wilayah kerja Kodim 0814/Jombang sebagai daerah dengan serapan dan penjualan Beras SPHP tertinggi di lingkup kerja BULOG Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang Perum BULOG Kanca Mojokerto, Muhammad Husin, kepada Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, di Jombang pada Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Letkol Kav Dicky Prasojo menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan representasi dari sinergi solid antara TNI AD, pemerintah daerah, dan BULOG dalam menjaga rantai pasok pangan tetap terjaga di tingkat masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Fokus utama kami adalah menjamin ketersediaan beras dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Jombang. TNI AD berkomitmen penuh mendukung program strategis pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat," tegas Letkol Kav Dicky Prasojo.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa peran Babinsa di lapangan menjadi ujung tombak dalam memantau distribusi agar Beras SPHP tepat sasaran dan mampu mengintervensi lonjakan harga di pasar-pasar tradisional.</p>
<p></p>
<p>Pimpinan Cabang Perum BULOG Kanca Mojokerto, Muhammad Husin, memberikan apresiasi mendalam atas peran aktif jajaran Kodim 0814. Menurutnya, keterlibatan personel TNI menjadi faktor kunci yang mengakselerasi kelancaran distribusi hingga melampaui target penjualan yang ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>"Dukungan Kodim 0814/Jombang sangat signifikan. Penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi strategis antara TNI AD dan BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di tengah tantangan stabilisasi harga bahan pokok saat ini," ujar Husin.</p>
<p></p>
<p>Penghargaan ini menjadi preseden positif bagi keterlibatan institusi militer dalam urusan ketahanan pangan nonsipil. Kolaborasi ini diproyeksikan terus berlanjut guna memastikan masyarakat terhindar dari inflasi harga pangan yang kerap terjadi di awal tahun. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>17 Hektare Sawah di Jombang Terendam Banjir, Petani Terancam Rugi Puluhan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/17-hektare-sawah-di-jombang-terendam-banjir-petani-terancam-rugi-puluhan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/17-hektare-sawah-di-jombang-terendam-banjir-petani-terancam-rugi-puluhan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Data sementara menunjukkan kerugian materiil akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp85 juta. Angka tersebut dihitung berdasarkan biaya operasional tanam dan perawatan awal yang rata-rata menghabiskan Rp5 juta per hektare. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69687b8a3d0b5.webp" length="25840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 12:46:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Banjir, Sawah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sedikitnya 17 hektare lahan pertanian di Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, terendam banjir. Kondisi ini mengancam puluhan petani setempat mengalami gagal panen total.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi hingga Kamis (15/1/2026), genangan air setinggi lutut orang dewasa masih menyelimuti area persawahan. </p>
<p></p>
<p>Kondisi ini diperparah dengan hujan susulan yang turun pada Rabu malam, menyebabkan debit air terus meningkat tanpa tanda-tanda akan surut.</p>
<p></p>
<p>Ketua Kelompok Tani (Poktan) setempat, Supardi (54), mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. </p>
<p></p>
<p>Tanaman padi yang terendam rata-rata masih berusia antara 7 hingga 13 hari setelah tanam (HST).</p>
<p></p>
<p>"Air hujan yang sangat deras berkumpul di wilayah kami. Karena usia tanam masih sangat muda, tanaman padi tidak akan mampu bertahan lama di bawah air. Jika kondisi ini berlanjut, dipastikan kami gagal panen," ujar Supardi saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain faktor cuaca, Supardi menduga banjir juga disebabkan oleh luapan Sungai Marmoyo di wilayah Kabuh yang mengalir menuju persawahan Ketapang Rejo. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir, namun durasi genangan kali ini jauh lebih lama dari biasanya.</p>
<p></p>
<p>Data sementara menunjukkan kerugian materiil akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp85 juta. Angka tersebut dihitung berdasarkan biaya operasional tanam dan perawatan awal yang rata-rata menghabiskan Rp5 juta per hektare.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, para petani mengaku resah karena belum ada tindakan nyata dari pihak terkait. </p>
<p></p>
<p>Mereka mendesak pemerintah daerah segera turun tangan melakukan normalisasi saluran sungai atau memberikan bantuan teknis berupa penyedotan air.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat berharap bantuan pemerintah, baik untuk biaya tanam ulang maupun solusi teknis agar air cepat surut. Jika tidak ada bantuan, modal kami habis dan usaha tani musim ini terputus," pungkas Supardi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Beruntun di Jombang, Pengendara Motor Tewas Usai Hantam Becak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-beruntun-di-jombang-pengendara-motor-tewas-usai-hantam-becak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-beruntun-di-jombang-pengendara-motor-tewas-usai-hantam-becak</guid>
<description><![CDATA[ Kerasnya hantaman menyebabkan pengendara Honda Tiger, Ubaidillah, mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967384ad6a3d.webp" length="38560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 16:58:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> <strong>-</strong> Insiden kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jombang. Sebuah tabrakan beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu unit becak bermesin di Jalan Raya Dusun Jetis, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, menelan satu korban jiwa dan menyebabkan dua lainnya luka-luka, Selasa (13/1/2026) malam.</p>
<p>Kecelakaan yang terjadi sekira pukul 21.00 WIB ini bermula saat sepeda motor Honda Tiger dengan nomor polisi AG 5658 IP yang dikemudikan oleh Ubaidillah Hadi Pandu Winata (19), warga Kecamatan Gudo, tersebut menghantam bagian belakang becak mesin tempel yang dikemudikan oleh M. Dofir (41).</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, mengonfirmasi bahwa benturan keras tersebut memicu efek yang fatal.</p>
<p>"Benturan menyebabkan Honda Tiger oleng ke kanan, terjatuh, dan masuk ke jalur lawan arah secara mendadak," ujar Ipda Siswanto saat memberikan keterangan, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Nahas, pada saat yang bersamaan, melaju sepeda motor Honda Vario (S 3684 YR) dari arah berlawanan yang dikendarai oleh Abdul Jalil (65). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan kedua tidak dapat terelakkan.</p>
<p>Kerasnya hantaman menyebabkan pengendara Honda Tiger, Ubaidillah, mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Sementara itu, pengendara Honda Vario, Abdul Jalil, beserta penumpangnya, Khoirun Nisa (55), mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Di sisi lain, pengemudi becak mesin tempel dilaporkan selamat tanpa cedera berarti.</p>
<p>Satlantas Polres Jombang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. </p>
<p>Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi mata, yakni Ahmad Nur Hidayat (19) dan Dimas Amrulloh (24), guna mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk unsur kelalaian atau kecepatan kendaraan.</p>
<p>"Penyidikan masih terus berlangsung. Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," pungkas Ipda Siswanto. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Waspada Influenza A, RSUD Siagakan Ruang Isolasi, Dinkes Perketat Surveilans</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-waspada-influenza-a-rsud-siagakan-ruang-isolasi-dinkes-perketat-surveilans</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-waspada-influenza-a-rsud-siagakan-ruang-isolasi-dinkes-perketat-surveilans</guid>
<description><![CDATA[ Kewaspadaan ini didasari atas data nasional yang dirilis Kementerian Kesehatan RI per 31 Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967346c26ac2.webp" length="20918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 14:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Influenza A</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Meski penyebaran virus Influenza A subtipe A (H3N2) subclade K mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia, Kabupaten Jombang hingga saat ini dinyatakan masih bebas dari temuan kasus tersebut. </p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, pemkab setempat setempat mulai memperketat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi transmisi lokal.</p>
<p></p>
<p>Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, dr. Pudji Umbaran, menegaskan bahwa hingga Rabu (14/1/2026), belum ada laporan warga yang terjangkit maupun menjalani perawatan terkait virus tersebut di RSUD Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini kondisi masih nihil (<em>zero case</em>). Kami berharap situasi ini tetap bertahan," ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Meski belum ada temuan, Pudji memastikan pihaknya tidak meremehkan situasi. Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan flu berat telah disiapkan, termasuk skenario isolasi bagi pasien. </p>
<p></p>
<p>"Jika ditemukan kasus, kami segera melakukan isolasi dan penatalaksanaan medis sesuai SOP dengan peralatan intensif yang tersedia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kewaspadaan ini didasari atas data nasional yang dirilis Kementerian Kesehatan RI per 31 Desember 2025. </p>
<p></p>
<p>Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) menunjukkan terdapat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat, tercatat sebagai wilayah dengan sebaran kasus tertinggi, di mana kelompok perempuan dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, dalam keterangan resminya pada Senin (12/1/2026), meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan level kewaspadaan.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus memperkuat sistem surveilans dan pelaporan di tingkat fasilitas kesehatan primer. Langkah ini penting agar kami bisa merespons perkembangan situasi secara cepat dan tepat," tutur Hexawan.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, varian A(H3N2) ini merupakan varian yang sudah dikenal dalam sistem surveilans global WHO. </p>
<p></p>
<p>Gejalanya identik dengan infeksi saluran pernapasan akut, seperti demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri tenggorokan, serta pegal pada otot dan sendi.</p>
<p></p>
<p>Walaupun Kemenkes menyatakan tingkat keparahan varian ini tidak lebih tinggi dibandingkan jenis influenza lainnya, mobilitas penduduk yang tinggi di Jawa Timur menjadi faktor risiko yang patut diwaspadai oleh warga Jombang.</p>
<p></p>
<p>Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serupa flu yang menetap, serta kembali memperketat protokol kesehatan dasar sebagai langkah preventif paling efektif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Darurat Banjir Kiriman, Warga Harapkan Solusi Permanen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-darurat-banjir-kiriman-warga-harapkan-solusi-permanen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-darurat-banjir-kiriman-warga-harapkan-solusi-permanen</guid>
<description><![CDATA[ Permintaan warga adalah pemerintah hadir untuk memberikan solusi permanen atas banjir yang terus mengantui. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69672064372c8.webp" length="47758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 14:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Banjir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG,SJP</strong>– Masalah klasik banjir kiriman kembali melumpuhkan Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan. </p>
<p></p>
<p>Memasuki hari keempat sejak air mulai mengalir pada Ahad (11/1/2026), warga kini mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani bencana yang terus berulang dengan intensitas yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan puncak genangan terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. </p>
<p></p>
<p>Tidak hanya merendam puluhan rumah, banjir ini juga melumpuhkan sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga setempat.</p>
<p></p>
<p>Meski wilayah ini merupakan langganan banjir, warga mencatat adanya anomali frekuensi dan dampak pada musim penghujan kali ini.</p>
<p></p>
<p>"Ini sudah banjir kedua. Yang pertama November 2025 lalu, tapi kali ini jauh lebih parah," ungkap Ahmad, warga terdampak, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Permintaan warga adalah pemerintah hadir untuk memberikan solusi permanen atas banjir yang terus mengantui. </p>
<p></p>
<p>"Harapan kami cuma satu, solusi permanen. Pihak berwenang harus bertindak agar petani dan warga tidak terus-menerus menanggung kerugian materiil setiap tahun," tegas Ahmad.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Ahmad, Ilham, warga lainnya, menyebutkan bahwa air mulai menerobos masuk ke permukiman sejak Senin (12/1/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>"Rumah-rumah dengan pondasi rendah hampir semuanya kemasukan air. Kami lelah jika setiap tahun harus begini terus," keluhnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz, mengakui bahwa Desa Ketapang Kuning berada dalam posisi geografis yang sulit. </p>
<p></p>
<p>Wilayah ini merupakan titik pertemuan akhir (hilir) dari aliran air berbagai wilayah hulu seperti Marmoyo, Ploso, dan Kudu.</p>
<p></p>
<p>"Karena menjadi daerah akhir aliran, durasi genangan di Ketapang Kuning memang cenderung lebih lama. Saat ini di permukiman mulai surut, meski area persawahan masih terendam," jelas Wiku saat dikonfirmasi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengadilan Tinggi Perkuat Vonis 20 Tahun Penjara Pembunuh Balita di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengadilan-tinggi-perkuat-vonis-20-tahun-penjara-pembunuh-balita-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengadilan-tinggi-perkuat-vonis-20-tahun-penjara-pembunuh-balita-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menolak permohonan banding dan mengukuhkan putusan Pengadilan Negeri Jombang yang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696711543efd4.webp" length="5084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 12:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Vonis Pembunuhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Upaya hukum banding yang diajukan Jackvanden Ganggadarma Juni Gloria (23), terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap balita berusia 3,5 tahun, resmi kandas. </p>
<p></p>
<p>Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menolak permohonan banding tersebut dan mengukuhkan putusan Pengadilan Negeri Jombang yang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jombang, Andie Wicaksono, mengonfirmasi bahwa majelis hakim tingkat banding tidak menemukan alasan yuridis yang kuat untuk menganulir putusan sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Majelis hakim banding mengukuhkan vonis pengadilan tingkat pertama. Dengan demikian, terdakwa tetap dijatuhi hukuman 20 tahun penjara," ujar Andie saat memberikan keterangan, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Putusan PT Jawa Timur dengan nomor perkara terkait diketok oleh Majelis Hakim yang diketuai Tati Nurningsih pada 21 Oktober 2025. </p>
<p></p>
<p>Meskipun permohonannya ditolak di tingkat banding, Jackvanden memilih menempuh upaya hukum terakhir dengan mengajukan permohonan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).</p>
<p></p>
<p>"Saat ini proses administrasi perkara masih berjalan, termasuk pengiriman kontra memori kasasi dari pihak kejaksaan ke Mahkamah Agung," tambah Andie.</p>
<p></p>
<p>Kasus yang sempat mengguncang publik ini bermula dari tindakan keji Jackvanden bersama seorang rekan, Achmad Zulkifli alias Kipli (20). </p>
<p></p>
<p>Motif pembunuhan didasari oleh alasan sepele; Jackvanden, yang merupakan kekasih ibu korban (TIP, 28), merasa terganggu oleh tangisan balita tersebut. Sementara itu, Kipli yang merupakan paman korban, mengaku menyimpan dendam pribadi terhadap ibu korban.</p>
<p></p>
<p>Fakta persidangan mengungkap detail yang mengerikan. Korban secara bertahap diracuni menggunakan racun tikus yang dicampur ke dalam susunya selama beberapa hari. </p>
<p></p>
<p>Puncaknya, pada 12 Desember, korban mengalami penganiayaan fisik secara brutal hingga merenggut nyawanya. Berdasarkan hasil autopsi dan visum, ditemukan kandungan racun dalam organ dalam serta luka lebam di sekujur tubuh, termasuk infeksi usus dan cedera otak berat.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, pada sidang di PN Jombang (11/9/2025), Ketua Majelis Hakim Wahyu Widodo menjatuhkan vonis 20 tahun penjara, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta 18 tahun penjara. Hakim menilai perbuatan terdakwa sangat tidak manusiawi dan dilakukan secara sadar tanpa menunjukkan rasa penyesalan.</p>
<p></p>
<p>Dalam persidangan tersebut, suasana sempat emosional ketika Hakim Wahyu tampak tak kuasa menahan air mata saat membacakan poin-poin kekejaman terdakwa, hingga harus menskors sidang selama beberapa menit.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan Jackvanden, terdakwa Achmad Zulkifli yang divonis 18 tahun penjara memilih untuk menerima putusan tersebut dan tidak mengajukan upaya hukum lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Sabet Predikat Pelayanan Prima</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-sabet-predikat-pelayanan-prima</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-sabet-predikat-pelayanan-prima</guid>
<description><![CDATA[ Dengan perolehan skor 4,69, Jombang kini menyandang Predikat Kategori A (Pelayanan Prima). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6966e6db88704.webp" length="46902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 09:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, IPP Jombang 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin mencatatkan capaian signifikan dalam tata kelola birokrasi. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2026, Jombang berhasil menembus tiga besar nasional dalam Capaian Indeks Pelayanan Publik (IPP) Tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Dengan perolehan skor 4,69, Jombang kini menyandang Predikat Kategori A (Pelayanan Prima). </p>
<p></p>
<p>Angka ini memposisikan Jombang sebagai kabupaten dengan nilai tertinggi di Jawa Timur, bersaing ketat dengan Kabupaten Sumedang (4,72) dan Kabupaten Sleman (4,70) di level nasional.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan manifestasi dari komitmen daerah dalam memangkas birokrasi yang selama ini dinilai kaku dan berbelit.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah hasil kerja kolaboratif untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan ramah. Namun, capaian ini bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat standar layanan di masa depan," ujar Warsubi, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Meski secara administratif skor IPP menunjukkan performa gemilang, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi implementasi. </p>
<p></p>
<p>Predikat Pelayanan Prima menuntut standar tinggi yang tidak hanya tampak pada data di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa, terutama dalam hal inklusivitas dan kemudahan akses bagi kelompok rentan.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan Jombang berada di jajaran elit nasional menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan kepuasan publik di Jawa Timur. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Hanguskan Rumah dan Gudang di Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-rumah-dan-gudang-di-jombang-kerugian-capai-ratusan-juta-rupiah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-rumah-dan-gudang-di-jombang-kerugian-capai-ratusan-juta-rupiah</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan yang rusak adalah satu rumah ukuran 12 x 28 meter persegi, serta satu unit rumah dan gudang seluas 6 x 29 meter persegi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69665d66c84f5.webp" length="38574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 22:32:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dua bangunan, terdiri dari rumah dan gudang, hangus terbakar di Dusun Karang Asem, Desa Karang Dagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Selasa (13/1/2026) siang. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, menyatakan kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 14.05 WIB dari rumah milik seorang warga, Ibu Luluk. Api diduga berawal dari korsleting listrik di dalam ruangan.</p>
<p>“Api dengan cepat membesar. Warga sempat berusaha memadamkan secara swadaya, namun sulit dikendalikan, sehingga menghubungi pemadam kebakaran pada pukul 14.12 WIB,” jelas Wiku.</p>
<p>Tim dari Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WIB dengan membawa satu unit mobil pemadam dan dua unit mobil suplai air. Proses pemadaman dan pembasahan untuk mencegah perluasan api berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.</p>
<p>“Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah lain. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” tegas Wiku.</p>
<p>Bangunan yang rusak adalah satu rumah ukuran 12 x 28 meter persegi, serta satu unit rumah dan gudang seluas 6 x 29 meter persegi.</p>
<p>Penanganan kebakaran melibatkan gabungan berbagai pihak, termasuk Pos Damkar Jombang, Ploso, dan Ngoro, Pusdalops PB, PSC, Koramil dan Polsek Bandarkedungmulyo, pemerintah kecamatan, Banser, perangkat desa, serta masyarakat.</p>
<p>Lokasi kebakaran kini telah dinyatakan aman dan tim pemadam telah kembali ke markas. BPBD Jombang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya akibat instalasi listrik, dan memastikan kondisi kabel serta peralatan elektronik dalam keadaan baik. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HMI Jombang Tolak Tegas Wacana Pilkada di Tangan DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hmi-jombang-tolak-tegas-wacana-pilkada-ditangan-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hmi-jombang-tolak-tegas-wacana-pilkada-ditangan-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Wacana yang kembali digulirkan sejumlah partai politik ini ditentang keras oleh organisasi mahasiswa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696659b372e38.webp" length="9472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 22:18:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pilkada, DPRD, HMI, suarjatatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Wacana yang kembali digulirkan sejumlah partai politik ini ditentang keras oleh organisasi mahasiswa tersebut.</p>
<p>Muhammad Daud Al Furqan, Pjs Ketua Umum HMI Jombang, menyatakan, meski isu ini belum dibahas secara formal di internal organisasi, telah terjadi diskusi informal bersama mahasiswa dan berbagai elemen lainnya. Dari diskusi itu, tercapai satu sikap bulat.</p>
<p>“Dari berbagai diskusi itu, kami sampai pada satu sikap yang jelas, yakni menolak keras Pilkada yang dipilih oleh DPRD,” tegas Furqan, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Ia mengakui alasan-alasan pendukung wacana, seperti mahalnya biaya Pilkada langsung, kelelahan demokrasi, dan potensi konflik sosial, terdengar rasional. Namun, solusi yang ditawarkan dinilai keliru.</p>
<p>“Pertanyaannya, apakah untuk memperbaiki demokrasi kita harus mengurangi demokrasi itu sendiri?” ujarnya.</p>
<p>Furqan menegaskan bahwa Pilkada langsung, meski belum sempurna, telah memberi hak fundamental rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung. Pengalihan kewenangan ke DPRD justru memindahkan proses politik dari ruang publik ke ruang elite.</p>
<p>“Ketika kewenangan itu dialihkan ke DPRD, maka proses politik berpindah dari ruang publik ke ruang elite,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, DPRD mendapatkan mandat untuk fungsi legislasi dan pengawasan, bukan untuk memilih kepala daerah. Realitas politik lokal juga menunjukkan bahwa DPRD rentan terhadap kepentingan partai, transaksi politik, dan pengaruh pemodal.</p>
<p>“Jika Pilkada diserahkan sepenuhnya kepada DPRD, ruang kompromi tertutup yang minim pengawasan publik akan semakin terbuka,” jelas Furqan.</p>
<p>Menurutnya, jika masalah utamanya adalah tingginya biaya politik, yang perlu diperbaiki adalah mekanisme dan regulasinya. Misalnya, dengan membatasi biaya kampanye, menegakkan hukum pemilu secara tegas, dan memperkuat pendidikan politik masyarakat.</p>
<p>“Demokrasi memang tidak murah dan sering kali merepotkan. Tetapi sejarah membuktikan, demokrasi justru menjadi lebih berbahaya ketika disederhanakan atas nama efisiensi dan stabilitas,” katanya.</p>
<p>Furqan juga memperingatkan bahwa Pilkada melalui DPRD berpotensi menimbulkan krisis legitimasi. HMI Jombang menegaskan sikap penolakan ini tidak akan berubah.</p>
<p>“Kalau elite partai tetap memaksakan wacana ini, sekalian saja ubah sistem politik kita menjadi parlementer,” tandasnya.</p>
<p>Penolakan serupa disampaikan oleh Aan Anshori, Dosen Department Humanities and Interdisciplinary Universitas Ciputra Surabaya, yang juga Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK). Ia menilai pemilu adalah bentuk kontrol terakhir masyarakat dalam demokrasi.</p>
<p>“Pemilu adalah satu-satunya ruang bagi masyarakat untuk memastikan aspirasi politiknya tidak dibajak,” kata Aan.</p>
<p>Menurutnya, mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD adalah langkah mundur bagi demokrasi Indonesia. Wacana ini lebih didorong kepentingan elite politik untuk menekan biaya elektoral.</p>
<p>“Yang perlu dikritik bukan sistem pemilihan langsungnya, melainkan praktik politisi yang selama ini membangun ketergantungan masyarakat pada politik uang,” ujarnya.</p>
<p>Aan menegaskan, Pilkada langsung adalah akses paling mendasar bagi rakyat menentukan pemimpinnya. Pencabutan kewenangan itu sama dengan penghilangan hak politik warga.</p>
<p>“Banyak negara demokrasi maju justru memberi ruang langsung kepada rakyat untuk memilih pemimpin daerah hingga presiden,” tegasnya.</p>
<p>Ia pun secara tegas menolak wacana Pilkada melalui DPRD.</p>
<p>“Gagasan ini sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi di Indonesia,” pungkas Aan Anshori. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Bersama Aliansi Inklusi Ungkap Lima Masalah Serius Pendidikan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-bersama-aliansi-inklusi-ungkap-lima-masalah-serius-pendidikan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-bersama-aliansi-inklusi-ungkap-lima-masalah-serius-pendidikan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari pencapaian administratif, melainkan dari kemampuan sistem dalam melindungi hak-hak anak, terutama kelompok rentan seperti anak disabilitas, pengidap HIV, dan korban kekerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696655c0bb815.webp" length="31514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 22:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang bersama Aliansi Inklusi Jombang mengungkap lima tantangan mendasar yang menghambat terwujudnya pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan di wilayah ini. Sorotan ini muncul menyusul mencuatnya kasus kekerasan terhadap pelajar di awal tahun 2026.</p>
<p>Dalam forum yang digelar Senin (12/1/2026), kedua lembaga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari pencapaian administratif, melainkan dari kemampuan sistem dalam melindungi hak-hak anak, terutama kelompok rentan seperti anak disabilitas, pengidap HIV, dan korban kekerasan.</p>
<p>Forum tersebut berhasil mengidentifikasi lima masalah utama. Pertama adalah sekolah inklusi tanpa dukungan yang memadai. Implementasi pendidikan inklusi dinilai belum berpihak pada anak disabilitas. Ketiadaan sarana prasarana aksesibel, standar operasional yang terukur, dan regulasi daerah khusus disabilitas menyebabkan praktik eksklusi atau pengucilan masih sering terjadi di sekolah.</p>
<p>Masalah kedua yakni, pendidikan kesehatan tentang Hak Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang lemah. Anak dan remaja dianggap tidak mendapat akses informasi yang benar, aman, dan ilmiah mengenai tubuh, batasan diri, serta pencegahan kekerasan. Mekanisme pengaduan yang ramah anak dan bebas stigma di sekolah juga belum tersedia secara memadai, sehingga banyak kasus tidak tertangani dengan baik.</p>
<p>Kemudian masalah ketiga yaitu, sekolah ramah anak yang hanya sebatas label saja.<strong> </strong>Predikat Sekolah Ramah Anak dinilai belum mencerminkan kondisi nyata. Sepanjang 2025, tercatat 174 permohonan dispensasi nikah anak, turun dari 298 pada 2024. Penyebabnya beragam, mulai dari kehamilan di luar nikah, minimnya pemahaman kesehatan reproduksi, hingga faktor ekonomi.</p>
<p>Selain itu, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan masih marak. Data dari Women's Crisis Center (WCC) Jombang mencatat 113 kasus kekerasan seksual, dengan 30 persen korbannya adalah remaja. Di awal 2026, telah terungkap dua kasus serius, yakni, seorang anak korban ayah tirinya di Sumobito dan seorang guru honorer SMP yang diduga melecehkan muridnya.</p>
<p>"Keberadaan satgas pencegahan kekerasan di sekolah belum berdampak signifikan. Sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang aman," ujar Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil Hasyim, dalam pesan diterima, Selasa (13/1/2026). </p>
<p>Selanjutnya, masalah keempat yang diidentifikasi adalah program Adiwiyata yang tidak mampu merubah perilaku. Program Sekolah Adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan dinilai belum berbanding lurus dengan perubahan perilaku warga sekolah. Penguatan karakter pelajar untuk kesadaran ekologis masih sporadis, dan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai belum diterapkan secara konsisten.</p>
<p>Masalah lainnya yaitu, kerentanan di pesantren dan madrasah. Meski Kementerian Agama telah mengeluarkan regulasi pencegahan kekerasan seksual, implementasinya di tingkat pesantren dan madrasah sangat terbatas. Hanya segelintir pesantren di Jombang yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan anak, sementara penegakan sanksi terhadap lembaga pelaku kekerasan dinilai belum tegas.</p>
<p>Dewan Pendidikan dan Aliansi Inklusi Jombang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah ini. Pemenuhan hak pendidikan yang inklusif dan bebas kekerasan harus menjadi kebijakan yang diwujudkan dalam praktik nyata.</p>
<p>"Pendidikan yang aman dan berpihak pada anak adalah fondasi untuk memutus mata rantai ketidakadilan," tegas Cholil.</p>
<p>Ironisnya, pada Agustus 2025, Jombang kembali mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) peringkat Madya. Prestasi ini dinilai harus diikuti dengan perbaikan menyeluruh terhadap kelima masalah kritis yang menggerogoti hak anak untuk belajar dalam lingkungan yang benar-benar terlindungi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Habiskan Rp124 Miliar untuk Bayar Tunjangan ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-habiskan-rp124-miliar-untuk-bayar-tunjangan-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-habiskan-rp124-miliar-untuk-bayar-tunjangan-asn</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak 8.089 ASN di Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965a6e6de15d.webp" length="67552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 09:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gaji Pokok, Tunjangan, ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemkab Jombang menggelontorkan dana fantastis senilai Rp124 miliar khusus untuk tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di awal tahun 2026 ini. </p>
<p>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang, M. Nashrulloh, mengonfirmasi bahwa seluruh tunjangan tersebut telah dicairkan bersamaan dengan gaji pokok per Jumat (2/1/2026) lalu.</p>
<p>Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak 8.089 ASN di Jombang.</p>
<p>"Pencairan tunjangan dilakukan bersamaan dengan gaji pokok ASN sebagai pemenuhan hak pegawai," ujar Nashrulloh saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Saat ini, Pemkab Jombang terpantau masih memprioritaskan belanja pegawai (<em>personnel spending</em>). Sementara itu, program-program strategis dan kegiatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di masing-masing OPD masih harus mengantre jadwal kas daerah dan kelengkapan administrasi.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, distribusi anggaran Rp124 miliar tersebut terbagi ke dalam beberapa pos tunjangan dengan angka yang sangat signifikan, untuk tunjangan keluarga, Pemkab Jombang mengalokasikan Rp41,5 miliar bagi PNS dan Rp15,9 miliar untuk PPPK. Tunjangan jabatan bagi PNS tercatat sebesar Rp6,9 miliar.</p>
<p>Selain itu, tunjangan fungsional PNS mencapai Rp30,2 miliar dan tunjangan fungsional umum PNS sebesar Rp3,1 miliar. PPPK juga menerima tunjangan fungsional umum dengan total anggaran Rp5,8 miliar.</p>
<p>Pemkab Jombang turut menganggarkan tunjangan beras senilai Rp18 miliar bagi PNS dan Rp5,9 miliar bagi PPPK. </p>
<p>Di luar itu, terdapat tunjangan pajak penghasilan serta tunjangan khusus PNS dengan nilai sekitar Rp1,3 miliar. Secara keseluruhan, total anggaran tunjangan ASN tahun ini mencapai Rp124 miliar.</p>
<p>Nashrulloh menjelaskan bahwa pemberian tunjangan keluarga, yang mencakup pasangan sah dan maksimal dua orang anak, telah sesuai dengan regulasi perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Meski pencairan hak ASN berjalan mulus tanpa hambatan, Nasrhulloh mengakui bahwa realisasi anggaran untuk program kerja fisik maupun non-fisik di lapangan masih memerlukan waktu. </p>
<p>Ia beralasan bahwa hal tersebut harus melewati tahapan dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang ketat.</p>
<p>"Proses tersebut (program OPD) membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah diatur," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenali Kasus Influenza A, Ini Kata Dinkes Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenali-kasus-influenza-a-ini-kata-dinkes-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenali-kasus-influenza-a-ini-kata-dinkes-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kelompok perempuan dan anak-anak tercatat paling banyak terpapar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696508650981d.webp" length="18568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 23:01:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Influenza A, saurajatimpost, kesehatan, flu, penyakit</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menyusul ditemukannya kasus Influenza A di sejumlah wilayah Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski situasi nasional masih terkendali, potensi penularan di tingkat daerah perlu diantisipasi.</p>
<p>Data hingga akhir Desember 2025 mencatat puluhan kasus Influenza A subtipe A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur termasuk wilayah dengan jumlah kasus relatif tinggi, diikuti Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Kelompok perempuan dan anak-anak tercatat paling banyak terpapar.</p>
<p>Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI telah menyatakan bahwa Influenza A hingga saat ini tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan jenis flu lain. Namun, langkah antisipasi tetap diprioritaskan.</p>
<p>"Di Kabupaten Jombang, kami terus memperkuat surveilans, sistem pelaporan, dan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk merespons perkembangan situasi dengan cepat dan tepat," ujar dr. Hexawan dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).</p>
<p>Influenza A adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, dari hidung hingga paru-paru. Gejalanya sering muncul mendadak dan mirip flu biasa, seperti demam, menggigil, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta pegal otot dan sendi.</p>
<p>"Pada anak-anak, gejalanya tidak jarang disertai muntah dan diare," tambahnya.</p>
<p>Virus ini mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi, lalu menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut.</p>
<p>Untuk menekan penyebaran, Dinkes Jombang mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebugaran tubuh dan mempertimbangkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.</p>
<p>Masyarakat juga diminta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. Jika mengalami gejala flu, disarankan untuk beristirahat di rumah, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk.</p>
<p>"Jika gejala tidak membaik atau muncul gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan dan sesak napas lebih dari tiga hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkas dr. Hexawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Berjuang Wujudkan Gerai Koperasi di Seluruh Desa, Kendala Lahan Jadi Tantangan Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-berjuang-wujudkan-gerai-koperasi-di-seluruh-desa-kendala-lahan-jadi-tantangan-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-berjuang-wujudkan-gerai-koperasi-di-seluruh-desa-kendala-lahan-jadi-tantangan-utama</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, baru 117 desa yang telah membangun gerai secara fisik. Artinya, lebih dari 180 desa lainnya masih berada dalam tahap perencanaan atau belum memulai pembangunan sama sekali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69650307d9a60.webp" length="21464" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 22:15:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Koperasi Desa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Jombang terus berupaya merealisasikan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayahnya. Namun, dari target 306 desa dan kelurahan, capaian fisik hingga awal tahun 2026 masih terkendala, terutama oleh persoalan ketersediaan lahan.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, baru 117 desa yang telah membangun gerai secara fisik. Artinya, lebih dari 180 desa lainnya masih berada dalam tahap perencanaan atau belum memulai pembangunan sama sekali.</p>
<p>"Update terakhir memang masih di angka itu. Data operasionalnya belum kami rinci ulang," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Hari Purnomo dalam pesan diterima, Senin (12/1/2026). </p>
<p>Hari menjelaskan bahwa kendala utama adalah syarat luasan lahan yang relatif besar, yaitu antara 800 hingga 1.000 meter persegi, yang tidak dimiliki oleh banyak desa. Selain itu, pendamping program yang masa tugasnya berakhir Desember lalu belum diperpanjang, sehingga update data dan pendampingan terhambat.</p>
<p><strong>Persoalan Lahan yang Rumit</strong></p>
<p>Persoalan klasik muncul di desa-desa yang tidak memiliki tanah kas desa yang memadai di wilayah administrasinya sendiri. Seperti yang dialami Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.</p>
<p>Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, mengungkapkan, tanah kas desanya justru berada di luar wilayah, yaitu di Kecamatan Megaluh dan Tembelang.</p>
<p>"Kalau gerai dibangun di luar desa, itu bertentangan dengan konsep satu desa satu gerai. Tidak mungkin kami membangun di wilayah desa lain," tegas Erwin.</p>
<p>Ia menambahkan, payung hukum sebenarnya telah jelas. Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 menyatakan, jika desa tidak mampu menyediakan lahan, tanggung jawab dapat diambil alih pemerintah daerah. </p>
<p>"Aturannya sudah ada. Sekarang desa-desa hanya menunggu langkah konkret dari pemerintah," katanya.</p>
<p>Kondisi serupa banyak dijumpai di wilayah perkotaan. Di Kecamatan Jombang sendiri, dari 16 desa dan 4 kelurahan, baru lima desa yang telah membangun gerai.</p>
<p><strong>Solusi dan Mekanisme Alternatif</strong></p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Hari Purnomo menegaskan, gerai KDKMP harus tetap dibangun di dalam wilayah desa masing-masing untuk tujuan pemerataan ekonomi. Meski demikian, regulasi membuka peluang pemanfaatan aset milik pemerintah daerah atau instansi lainnya.</p>
<p>"Desa dapat mengajukan permohonan penggunaan tanah milik kabupaten, provinsi, hingga instansi vertikal seperti TNI atau Polri. Tentu ada prosedur dan mekanisme yang harus dilalui," jelas Hari.</p>
<p>Untuk aset milik Pemkab Jombang, permohonan diajukan kepada Bupati untuk kemudian dikaji bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Aset yang diusulkan harus dalam status tidak terpakai atau penggunaannya belum optimal.</p>
<p>Namun, Hari mengakui, untuk desa yang benar-benar tidak memiliki aset apa pun, belum ada petunjuk teknis khusus. </p>
<p>"Belum ada arahan detail, jadi sementara ini masih menunggu kebijakan lanjutan," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah daerah dan desa kini terus berkoordinasi mencari solusi agar program gerai koperasi ini dapat terwujud secara merata, mengatasi tantangan keterbatasan lahan yang menjadi hambatan terbesar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PUSPA Jombang Pertanyakan Efektivitas Sistem Perlindungan Anak di Sekolah dan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puspa-jombang-pertanyakan-efektivitas-sistem-perlindungan-anak-di-sekolah-dan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puspa-jombang-pertanyakan-efektivitas-sistem-perlindungan-anak-di-sekolah-dan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ PUSPA menegaskan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan harus diimplementasikan secara konsisten dan tidak boleh sekadar wacana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964ff251692f.webp" length="33900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 22:02:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan seksual, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Jombang, mempertanyakan efektivitas sistem perlindungan anak di sekolah dan lingkungan terdekat, menyusul terungkapnya sejumlah kasus kekerasan seksual yang menimpa pelajar di wilayah ini.</p>
<p>PUSPA menegaskan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan harus diimplementasikan secara konsisten dan tidak boleh sekadar wacana.</p>
<p>Dua kasus yang menggemparkan masyarakat terjadi di awal tahun 2026. Di Kecamatan Sumobito, seorang remaja perempuan berusia 14 tahun menjadi korban persetubuhan yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya berinisial TI (42). Sementara kasus lain menjerat seorang guru honorer SMP Negeri berinisial D, yang diduga melakukan pelecehan seksual berulang kali terhadap muridnya sejak pertengahan 2024.</p>
<p>Ketua PUSPA Jombang yang juga Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Billytha Permatasari, menyatakan keprihatinan mendalam. </p>
<p>"Kasus-kasus ini adalah sinyal keras bahwa rumah dan sekolah, yang seharusnya menjadi ruang paling aman, justru menyimpan celah serius dalam pengawasan dan pemahaman hak anak," ujarnya, Senin (12/1/2026).</p>
<p>Octadella, yang akrab disapa Mbak Della, menekankan bahwa penanganan tidak boleh hanya bertumpu pada penegakan hukum setelah kejadian. Ia mendesak adanya pencegahan berbasis sistem dan edukasi sejak dini yang lebih masif. </p>
<p>"Posko pengaduan penting, tetapi tujuan utama kita adalah mencegah pengulangan. Anak-anak harus diedukasi tentang batasan tubuh, bentuk kekerasan, serta hak mereka untuk dilindungi dan didampingi tanpa rasa takut atau malu," jelasnya.</p>
<p>Perda Nomor 6 Tahun 2025 dinilai sebagai fondasi hukum yang vital. "Regulasi ini memberikan kepastian hukum dan mekanisme bantuan. Tantangannya kini adalah memastikan implementasinya berjalan konsisten di semua lini," tegas Octadella.</p>
<p>PUSPA pun mengajak semua pemangku kepentingan pemerintah daerah, sekolah, organisasi masyarakat, hingga keluarga untuk terlibat aktif membangun sistem perlindungan yang berkelanjutan. </p>
<p>"Kekerasan seksual adalah kejahatan serius. Penanganannya tidak bisa setengah-setengah dan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahaya Tontonan Pornografi Dalam Perkara Predator Pendidik di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahaya-tontonan-pornografi-dalam-perkara-predator-pendidik-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahaya-tontonan-pornografi-dalam-perkara-predator-pendidik-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ seorang oknum guru SMP berinisial D mengaku kerap menonton konten pornografi sebelum akhirnya beraksi menjadi predator bagi siswanya sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695fc061a0eb4.webp" length="11368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 22:36:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, pornografi, predator pendidik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Bahaya konsumsi video porno kembali menunjukkan korelasi tragisnya dalam dunia pendidikan. Kali ini di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, di mana seorang oknum guru SMP berinisial D mengaku kerap menonton konten pornografi sebelum akhirnya beraksi menjadi predator bagi siswanya sendiri.</p>
<p>Pengakuan mengejutkan itu disampaikan tersangka dalam pemeriksaan setelah ditangkap, seperti diungkapkan Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, dalam konferensi pers di Mapolres Jombang, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>“Dalam pemeriksaan, ia mengakui sering menonton video porno. Dari situlah muncul fantasi yang kemudian ia lampiaskan kepada korban,” jelas AKP Dimas Robin dalam pesan diterima, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Fantasi tersebut kemudian dieksekusi dengan modus yang terencana. Pelaku, yang berprofesi sebagai guru, mulai mengincar seorang siswa yang dianggap pendiam. Ia membangun komunikasi menggunakan akun media sosial fiktif berprofil perempuan.</p>
<p>“Akun fiktif itu menjadi jembatan. Guru ini berpura-pura sebagai perempuan, menjalin komunikasi dengan korban hingga terjadi pertukaran video asusila,” papar AKP Dimas.</p>
<p>Video yang didapat itu kemudian dijadikan senjata untuk mengancam dan memaksa korban memenuhi keinginannya. Pelaku mengajak korban ke rumahnya. Di sana, mereka menonton video porno bersama sebelum pelaku membuka baju korban dan keduanya melakukan masturbasi bergantian.</p>
<p>Tindakan keji ini berulang kali terjadi, dari sekitar tahun 2024 hingga Agustus 2025. “Selalu dilakukan di rumah guru tersebut,” tegas AKP Dimas.</p>
<p>Polisi mengamankan barang bukti berupa satu laptop dan satu smartphone yang berisi video porno. Pelaku dikenai Pasal 81 Ayat (1) dan/atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.</p>
<p>Kasus ini mulai terbongkar setelah beredarnya tangkapan layar percakapan tidak pantas antara guru D dan seorang siswi di awal Desember 2025.</p>
<p>“Muncul dari chat tidak pantas yang tersebar di sekolah. Dari sanalah mulai terungkap,” ujar seorang sumber.</p>
<p>Menyusul temuan itu, terungkap pula korban lain, yaitu seorang siswa laki-laki. Modusnya diduga dengan memanfaatkan momen pengerjaan tugas di rumah pelaku.</p>
<p>Korban diiming-imingi bantuan akademik sekaligus diancam dengan sanksi nilai atau pelaporan ke orang tua jika menolak. Teknik perekaman juga digunakan untuk menekan korban.</p>
<p>Kejadian pada korban siswa itu diduga telah berlangsung sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga sang korban duduk di kelas 1 SMP. Korban akhirnya berani bercerita kepada keluarga setelah merasa terus-menerus tertekan.</p>
<p>Kasus ini menjadi gambaran suram bagaimana paparan pornografi dapat memicu fantasi menyimpang dan mendorong seorang pendidik melangkah menjadi predator, mengkhianati amanah serta merusak masa depan anak didiknya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warsubi Kembali Lempar Sinyal Mutasi, Struktur Birokrasi di Jombang Segera Dirombak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warsubi-kembali-lempar-sinyal-mutasi-struktur-birokrasi-di-jombang-segera-dirombak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warsubi-kembali-lempar-sinyal-mutasi-struktur-birokrasi-di-jombang-segera-dirombak</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan tersebut diklaim sebagai tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat di lingkungan Pemkab Jombang guna mengoptimalkan akselerasi pembangunan tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f606a90c6f.webp" length="41740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 15:50:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pengisian Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Bupati Jombang, Warsubi, memberikan sinyal kuat akan adanya perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada awal tahun 2026. </p>
<p>Langkah ini mencakup mutasi pejabat hingga pengisian sejumlah posisi strategis yang hingga kini masih dibiarkan lowong.</p>
<p>Keputusan tersebut diklaim sebagai tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat di lingkungan Pemkab Jombang guna mengoptimalkan akselerasi pembangunan tahun ini.</p>
<p>Bupati Warsubi mengonfirmasi bahwa tahapan evaluasi kinerja telah mencapai fase final. Saat ini, pemerintah daerah hanya tinggal menetapkan waktu yang tepat untuk mengeksekusi pergeseran jabatan tersebut.</p>
<p>"Pengisian jabatan yang kosong <em>insyaallah</em> tidak lama lagi. Saat ini masih dalam tahap evaluasi, dan nama-namanya sudah ada. Tinggal menunggu momentum pelaksanaannya," kata Warsubi saat memberikan keterangan pada Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Meski tidak merinci indikator teknis penilaian yang digunakan, bupati mengisyaratkan bahwa hasil evaluasi telah mengerucut pada sejumlah nama yang dianggap mumpuni untuk menduduki pos-pos krusial.</p>
<p>Di tengah rencana perombakan tersebut, Warsubi memberikan apresiasi terhadap kinerja kolektif Organisasi Perangkat Daerah (OPD). </p>
<p>Ia mengapresiasi sejumlah keberhasilan makro, termasuk penurunan angka pengangguran serta klaim ambisius mengenai pencapaian nol persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Sebagai langkah awal penguatan struktur, sebelumnya pada Selasa (31/12/2025), bupati telah mengukuhkan kembali tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang masa jabatannya melampaui lima tahun, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Mereka adalah: Masduqi Zakaria sebagai Kepala Dinas Dukcapil; Purwanto sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra dan M. Nashrulloh sebagai Kepala BPKAD. </p>
<p>Selain pengukuhan tersebut, Bupati juga melantik Hartono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Realisasi APBD Jombang 2026, Gaji ASN Lancar, Anggaran Program OPD Masih Terganjal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/realisasi-apbd-jombang-2026-gaji-asn-lancar-anggaran-program-opd-masih-terganjal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/realisasi-apbd-jombang-2026-gaji-asn-lancar-anggaran-program-opd-masih-terganjal</guid>
<description><![CDATA[ Distribusi gaji bagi 8.089 ASN telah dilakukan tepat waktu. Langkah ini diklaim sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi mikro dan daya beli pegawai di awal tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f57998a8e6.webp" length="55360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 14:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gaji ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi memulai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. </p>
<p>Fokus perdana eksekusi anggaran jatuh pada pemenuhan hak finansial Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana gaji bulan Januari dilaporkan telah cair sejak tanggal 2 Januari 2026.</p>
<p>Meski demikian, percepatan ini berbanding terbalik dengan serapan anggaran program kerja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hingga kini masih tertahan kendala administratif.</p>
<p>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang, M. Nashrulloh, mengonfirmasi bahwa distribusi gaji bagi 8.089 ASN telah dilakukan tepat waktu. </p>
<p>Langkah ini diklaim sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi mikro dan daya beli pegawai di awal tahun.</p>
<p>"Anggarannya sudah ditetapkan dalam APBD tahun ini. Pembayaran gaji Januari sudah cair per 2 Januari kemarin," ujar Nashrulloh saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Berdasarkan data BPKAD, total alokasi belanja pegawai untuk tahun 2026 mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp660 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 5.957 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.132 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)</p>
<p>Di tengah ekspektasi publik mengenai penyesuaian kesejahteraan, Nashrulloh menegaskan bahwa Pemkab Jombang belum memberlakukan kenaikan gaji. Hingga saat ini, skema penggajian masih berpijak pada regulasi lama yang berlaku.</p>
<p>"Belum ada kebijakan baru (soal kenaikan gaji). Pembayaran masih mengacu pada aturan yang ada," tegasnya.</p>
<p>Meski urusan gaji berjalan mulus, kesiapan pemkab dalam mengeksekusi program pembangunan. Hingga pekan kedua Januari, pencairan anggaran kegiatan di lingkungan OPD masih nihil.</p>
<p>Pihak BPKAD berdalih bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh proses penyelesaian administrasi dan penetapan anggaran kas yang belum tuntas di tingkat dinas.</p>
<p>"Pencairan anggaran kegiatan OPD ditargetkan segera dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi," pungkas Nashrulloh. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angka Kecelakaan di Jombang Menurun Namun Kematian Justru Melonjak Tajam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angka-kecelakaan-di-jombang-menurun-namun-kematian-justru-melonjak-tajam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angka-kecelakaan-di-jombang-menurun-namun-kematian-justru-melonjak-tajam</guid>
<description><![CDATA[ Perbandingan data menunjukkan adanya peningkatan efektivitas penanganan frekuensi kecelakaan, namun gagal menekan angka kematian di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695dd387a707d.webp" length="38984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 10:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Lakalantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Jalan raya di Kabupaten Jombang semakin mematikan. Meski secara kuantitas jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengalami penurunan dalam setahun terakhir, tingkat fatalitas atau angka kematian justru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. </p>
<p>Data resmi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang menyebutkan, terjadi anomali statistik antara tahun 2024 dan 2025. </p>
<p>Perbandingan data menunjukkan adanya peningkatan efektivitas penanganan frekuensi kecelakaan, namun gagal menekan angka kematian di lapangan.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, angka kematian akibat lakalantas tercatat naik sebesar 4,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. </p>
<p>Angka kecelakaan tahun 2024 tercatat sebanyak 1.116 Kasus, sementara di tahun 2025 tercatat 928 Kasus. Hal itu mengalami penurunan sebesar 16,8%.</p>
<p>Sementara untuk korban meninggal dunia tahun 2024 tercatat 239 jiwa dan tahun 2025 tercatat 249 jiwa, naik sebesar 4,18%. </p>
<p>Untuk data luka ringan 2024 tercatat sebanyak 1.863 orang dan 2025 tercatat sebanyak 2.002 orang, naik 7,4%.</p>
<p>Kerugian materiil akibat kecelakaan tahun 2024 berjumlah Rp1,62 Miliar, sementara untuk tahun 2025 sebesar Rp2,17 Miliar, naik sebanyak 34,5%.</p>
<p>"Secara angka kasus memang turun, namun fatalitas atau angka kematian justru mengalami kenaikan sebesar 4,18 persen," tegas Kepala Satlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Pihak kepolisian menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi di Jombang didominasi oleh faktor kelalaian manusia (<em>human error</em>). </p>
<p>Tingginya kerugian materiil yang mencapai lebih dari Rp2,1 miliar pada tahun 2025 juga mengindikasikan bahwa intensitas atau keparahan tabrakan yang terjadi semakin tinggi.</p>
<p>Iptu Rita menjelaskan bahwa faktor utama pemicu petaka di jalan raya adalah perilaku pengemudi yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>"Pelanggaran lalu lintas masih menjadi akar masalah. Mulai dari pengemudi ugal-ugalan, mengabaikan konsentrasi karena kelelahan atau kantuk, hingga hilangnya kesadaran saat berkendara," tambah perwira yang telah mengabdi di kepolisian sejak tahun 2002 tersebut.</p>
<p>Menyikapi tren mematikan ini, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya kini memperketat pengawasan dan masif melakukan edukasi, terutama pada kelompok usia produktif yang dinilai paling rentan.</p>
<p>Edukasi keselamatan (<em>road safety education</em>) kini difokuskan pada institusi pendidikan, mulai dari sekolah menengah hingga pondok pesantren di seluruh penjuru Jombang. </p>
<p>Langkah ini diambil mengingat besarnya populasi pelajar dan santri di wilayah tersebut.</p>
<p>"Kami terus mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Jangan sampai Anda menjadi korban, apalagi menjadi pelaku penyebab hilangnya nyawa orang lain di jalan raya," tutup AKBP Ardi Kurniawan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Perkuat Swasembada Pangan, Ini Sederet Alsintan yang Diserahkan ke Sejumlah Gapoktan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sederet-bantuan-alsintan-serta-kalkulasi-produksi-pangan-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sederet-bantuan-alsintan-serta-kalkulasi-produksi-pangan-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Rincian bantuan Alsintan meliputi Traktor Roda 4 (Ishoku Istr 504) yang diserahterimakan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, dan Gapoktan Tampingmojo di Kecamatan Tembelang. Selanjutnya bantuan Traktor Roda 2 (Quick G1000) untuk Gapoktan Manunggal di Kecamatan Ngusikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cde3aa5519.webp" length="74244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 18:46:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Alsintan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari APBN Kementerian Pertanian RI. </p>
<p>Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin, kepada kelompok tani di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang pada Senin (5/1/2026) kemarin. </p>
<p>Rincian bantuan Alsintan meliputi Traktor Roda 4 (Ishoku Istr 504) yang diserahterimakan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, dan Gapoktan Tampingmojo di Kecamatan Tembelang. Selanjutnya bantuan Traktor Roda 2 (Quick G1000) untuk Gapoktan Manunggal di Kecamatan Ngusikan.</p>
<p>Bupati Warsubi menekankan bahwa mekanisasi pertanian kini merupakan kebutuhan utama, terutama akibat menurunnya tenaga kerja sektor pertanian. </p>
<p>"Tujuan utama Alsintan ini adalah mempersingkat waktu olah tanah, mempercepat masa tanam, dan memungkinkan panen serempak. Kita ingin usaha tani lebih efisien dan produktif," ujarnya.</p>
<p>Bupati juga berpesan agar bantuan dijaga dan dikelola bersama melalui kelompok tani (Gapoktan/UPJA), serta tidak boleh ada penyelewengan. </p>
<p>"Saya berharap bantuan Alsintan ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dijaga dengan baik, dan digunakan bersama, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Jombang," pungkasnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Jombang, Muchammad Rony melaporkan capaian sepanjang 2025. Dari berbagai alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), telah dibagikan bantuan alsintan berupa Pompa air sebanyak 51 unit, Hand Sprayer 194 unit, Traktor Roda 2 sebanyak 34 unit, Traktor Roda 4 berjumlah 40 unit, Drone Sprayer 14 unit, Rice Transplanter sebanyak 9 unit serta Rotavator 12 unit. </p>
<p>Menurut pengakuan Kadisperta, Pemkab Jombang telah mensukseskan program utama pemerintah pusat menuju swasembada pangan. </p>
<p>Program Luas Tambah Tanam (LTT) padi mencapai 86.701 hektare (melampaui target 81.251 hektare). Program Optimasi Lahan (OPLAH) seluas 3.311 hektare. Program Brigade Pangan terbentuk 17 unit. Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 3.315 hektare.</p>
<p>Berdasarkan data BPS, Jombang berhasil memproduksi 257.942 ton beras pada 2025, meningkat signifikan dari 197.646 ton pada 2024. Dengan angka konsumsi beras tahun 2025 sebesar 149.237 ton, maka diperkirakan surplus produksi beras sebesar 108.705 ton. Angka ini naik dari surplus tahun 2024 sebesar 49.342 ton beras.</p>
<p>"Jombang terus melaju! Kini berhasil menduduki peringkat ke-8 penghasil padi di Jawa Timur, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. Produktivitas tebu juga tetap unggul di posisi ke-5 se-Jawa Timur," tandas Rony.</p>
<p>Pemkab Jombang juga meluncurkan program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru yang fokus pada budidaya nilam, penangkaran benih, dan Budidaya Tanaman Sehat untuk memperbaiki kesuburan lahan. Selain itu, diperkuat pola kemitraan Bapak Asuh dengan menggandeng sektor swasta, seperti CV. AFCO, untuk membantu penyerapan gabah dan memasyarakatkan pertanian organik.</p>
<p>Pada acara penyerahan bantuan ini dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Asisten, Kepala OPD terkait, perwakilan organisasi tani, pihak swasta, serta Kepala Desa dan perangkat desa dari lokasi kelompok tani penerima bantuan.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Integrasi Sistem Digital Kunci Pangkas Birokrasi Panjang di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/integrasi-sistem-digital-kunci-pangkas-birokrasi-panjang-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/integrasi-sistem-digital-kunci-pangkas-birokrasi-panjang-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang, Warsubi, menekankan pentingnya integrasi sistem digital sebagai strategi utama untuk memangkas birokrasi yang panjang dan berbelit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cd689b488e.webp" length="28874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 18:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Birokrasi, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Bupati Jombang, Warsubi, menekankan pentingnya integrasi sistem digital sebagai strategi utama untuk memangkas birokrasi yang panjang dan berbelit.</p>
<p>Penekanan ini disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang, Senin (5/1/2026) kemarin. </p>
<p>Didampingi Wakil Bupati Salmanudin dan Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Bupati menyisir seluruh area MPP yang sedang direnovasi di Ruko Simpang Tiga, Jl. Gus Dur No. 151, Candi Mulyo.</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan memastikan transformasi fisik gedung sejalan dengan pembenahan sistem pelayanan berbasis digital.</p>
<p>"Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi harus membawa semangat baru pelayanan. Komitmen kami jelas: pelayanan harus cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Untuk itu, integrasi sistem digital mutlak diperlukan untuk memangkas rantai birokrasi yang panjang," tegas Bupati Warsubi dalam pesan yang diterima Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa MPP harus menjadi solusi satu pintu yang tuntas. Setiap meja layanan (booth) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal harus didukung oleh sistem yang terhubung serta diisi petugas yang kompeten dan ramah.</p>
<p>"Dengan sistem terintegrasi, kami menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan modern bagi seluruh warga Jombang," ujarnya.</p>
<p>Selama peninjauan, Bupati bersama para asisten dan kepala OPD terkait mengecek detail setiap ruangan untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan, dari dokumen kependudukan hingga perizinan. </p>
<p>Langkah ini memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan mutu pelayanan publik melalui inovasi digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baznas Jombang Kirim Relawan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Fokus Bantu Pembangunan Infrastruktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-jombang-kirim-relawan-kemanusiaan-ke-aceh-tamiang-fokus-bantu-pembangunan-infrastruktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-jombang-kirim-relawan-kemanusiaan-ke-aceh-tamiang-fokus-bantu-pembangunan-infrastruktur</guid>
<description><![CDATA[ fokus misi ini adalah pemulihan kebutuhan dasar warga. Mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor air bersih dan sanitasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cd30083457.webp" length="33778" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 17:47:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Baznas Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Sebagai wujud nyata penyaluran amanah donasi masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang memberangkatkan dua relawan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pelepasan relawan dilakukan di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (6/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Jombang.</p>
<p>Ketua Baznas Jombang, Veri Rifdian Virdani, menjelaskan fokus misi ini adalah pemulihan kebutuhan dasar warga. Mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor air bersih dan sanitasi. </p>
<p>"Bantuan yang akan kami realisasikan di lokasi antara lain pembangunan sumur bor, fasilitas MCK, serta pengadaan karpet untuk masjid dan musala. Dukungan tambahan seperti perabot dapur juga akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan," ujar Veri kepada wartawan di depan Pendopo Kabupaten. </p>
<p>Kedua relawan tersebut akan bergabung dengan tim Baznas Republik Indonesia yang telah lebih dulu beroperasi di lokasi. Durasi penugasan akan bersifat fleksibel. Kegiatan relawan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di daerah sasaran.</p>
<p>Misi kemanusiaan ini didanai dari total donasi yang berhasil dihimpun Baznas Jombang sebesar Rp1,1 miliar, yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kontribusi para kepala desa se-Kabupaten Jombang.</p>
<p>Veri menambahkan, untuk program nonfisik seperti pendampingan psikososial atau dukungan pendidikan, tim akan melakukan asesmen lebih lanjut di lapangan. Melihat perkembangan hasil assasemen tim Baznas RI. </p>
<p>"Jika ditemukan kebutuhan lain, seperti perlengkapan sekolah atau kegiatan edukatif, akan kami koordinasikan dengan Baznas RI," jelasnya.</p>
<p>Melalui langkah ini, Baznas Jombang berharap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPPKB&amp;PPPA Jombang Dampingi Anak Korban Kekerasan Seksual Oknum Guru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dppkb-pppa-jombang-dampingi-anak-korban-kekerasan-seksual-oknum-guru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dppkb-pppa-jombang-dampingi-anak-korban-kekerasan-seksual-oknum-guru</guid>
<description><![CDATA[ Layanan tersebut mencakup konseling dan pemulihan psikologis bagi korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cce8b81298.webp" length="18784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 17:16:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan Seksual, Predator Anak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang memberikan pendampingan intensif kepada anak yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh seorang oknum guru SMP negeri di wilayah tersebut.</p>
<p>Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr. Ma’murotus Sa’diyah atau Ning Eyik, menyatakan, pendampingan dan perlindungan telah diberikan sejak laporan pertama diterima. Layanan tersebut mencakup konseling dan pemulihan psikologis bagi korban.</p>
<p>"Benar, kami sedang dan terus melakukan pendampingan terhadap korban, termasuk konsultasi dan pendampingan psikologis," ujar Ning Eyik, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Hingga saat ini, catatan dinas hanya menunjukan satu korban yang telah melapor secara resmi.</p>
<p>"Sampai hari ini laporan yang kami terima masih satu korban. Kami belum memperoleh data korban lainnya," jelasnya.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan mengenai status sekolah tempat kejadian, Ning Eyik mengonfirmasi bahwa sekolah tersebut telah mengikuti deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam bimbingan teknis pada 15 Oktober 2025.</p>
<p>"Kami juga rutin mengundang mereka untuk sosialisasi pencegahan kekerasan setiap tahun, serta membagikan banner dan leaflet pencegahan untuk guru dan siswa," tambahnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa upaya pencegahan telah lama dijalankan melalui program SRA, sosialisasi rutin, distribusi materi edukasi, dan pengenalan layanan pengaduan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).</p>
<p>Di sisi penegakan hukum, oknum guru honorer berinisial D telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Jombang sejak Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah adanya bukti awal serta keterangan saksi dan korban.</p>
<p>"Pemeriksaan lanjutan masih kami lakukan untuk mengungkap kasus secara menyeluruh," kata AKP Dimas.</p>
<p>Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU No. 17 Tahun 2016 juncto Pasal 76E UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.</p>
<p>Kasus ini terungkap setelah beredarnya tangkapan layar percakapan tidak pantas antara tersangka dan seorang siswi pada awal Desember 2025. Investigasi berkembang dengan dugaan adanya korban lain, termasuk seorang siswa laki-laki.</p>
<p>Modus yang diduga adalah pelaku memanfaatkan kedekatan akademik dengan menawarkan bantuan belajar di rumah, disertai ancaman terhadap nilai akademik korban.</p>
<p>Sekolah telah mengambil langkah administratif dengan memberhentikan guru tersebut sebelum libur semester.</p>
<p>Laporan resmi telah dibuat oleh keluarga korban ke Unit PPA Polres Jombang. Kepolisian masih membuka kesempatan bagi korban lain untuk melapor seiring pendalaman kasus.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendidik Predator Anak Akhirnya Dibekuk Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendidik-predator-anak-akhirnya-dibekuk-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendidik-predator-anak-akhirnya-dibekuk-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Terduga pelaku kekerasan seksual kepada anak muridnya itu menanti proses hukum dan tengah menjalani penahanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bbfecb1b30.webp" length="14082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 22:02:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan Seksual, Predator Anak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Aksi bejat berinisial D oknum pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jombang akhirnya berujung pada penangkapan polisi. Terduga pelaku kekerasan seksual kepada anak muridnya itu menanti proses hukum dan tengah menjalani penahanan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan perkembangan tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (5/1/2026).</p>
<p>“Benar, terduga pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Jombang,” ujarnya.</p>
<p>AKP Dimas menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Kamis (1/1/2026) di rumah yang bersangkutan. Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti serta hasil pemeriksaan awal terhadap korban dan saksi. Selanjutnya pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan dan BAP.</p>
<p>“Tersangka diamankan kemarin, tanggal 1 Januari 2026, di rumahnya. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan dan BAP,” jelasnya.</p>
<p>Dalam perkara ini, tersangka merupakan seorang guru honorer yang sebelumnya mengajar di salah satu SMP negeri di Jombang. Ia diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap peserta didik yang masih di bawah umur.</p>
<p>Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 juncto Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.</p>
<p>Sebelumnya, Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang kembali tercoreng oleh skandal asusila. </p>
<p>Seorang oknum guru honorer berinisial D di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Jombang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswanya. </p>
<p>Mirisnya, aksi bejat ini dilakukan dengan modus ancaman nilai akademik hingga intimidasi fisik.</p>
<p>Skandal ini mencuat ke publik setelah tangkapan layar percakapan tidak senonoh antara pelaku dan salah satu siswi beredar luas di lingkungan sekolah pada awal Desember 2025 lalu. </p>
<p>Namun, jejak predator D ternyata jauh lebih parah. Investigasi internal mengungkap adanya korban lain, seorang siswa laki-laki, yang diduga telah mengalami pelecehan sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).</p>
<p>"Dugaan pelecehan terhadap korban kedua dilaporkan berlangsung secara berulang sejak ia masuk sekolah hingga menyelesaikan kelas 1 SMP," ujar seorang sumber terpercaya kepada suarajatimpost.com, Rabu (30/12/2025).</p>
<p>Pelaku diduga menggunakan relasi kuasa untuk membungkam korban. Modus yang digunakan adalah mengancam akan merusak nilai siswa jika menolak keinginan pelaku.</p>
<p>Pelaku juga mengancam akan melaporkan korban kepada orang tua atas kesalahan yang dikarang-karang dan menggunakan rekaman tertentu untuk menekan korban agar tidak melapor.</p>
<p>Aksi asusila tersebut dilaporkan kerap terjadi di kediaman orang tua pelaku. D diduga memanfaatkan dalih pengerjaan tugas sekolah agar orang tua korban memberikan izin keluar rumah. Di saat rumah dalam keadaan sepi, pelaku disinyalir melancarkan aksinya.</p>
<p>Kasus ini akhirnya pecah setelah salah satu korban yang merasa tertekan secara psikologis memberanikan diri melapor kepada keluarga, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Solidaritas Warga, Legislator PDI Perjuangan Jombang Konsisten Gerakkan Olahraga Sepak Bola</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-solidaritas-warga-legislator-pdi-perjuangan-jombang-konsisten-gerakkan-olahraga-sepak-bola</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-solidaritas-warga-legislator-pdi-perjuangan-jombang-konsisten-gerakkan-olahraga-sepak-bola</guid>
<description><![CDATA[ Melalui inisiasi kompetisi sepak bola kampung, mantan Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto ini menjadikan lapangan hijau sebagai instrumen strategis untuk memupuk silaturahmi lintas generasi sekaligus menjaring bakat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b3096b62eb.webp" length="26018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 08:50:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Jawahirul Fuad, terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan olahraga di tingkat akar rumput. </p>
<p></p>
<p>Melalui inisiasi kompetisi sepak bola kampung, mantan Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto ini menjadikan lapangan hijau sebagai instrumen strategis untuk memupuk silaturahmi lintas generasi sekaligus menjaring bakat lokal.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di Lapangan Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, pada Ahad (4/1/2026) sore, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Sedikitnya 80 pesepak bola yang terbagi dalam tiga tim dari berbagai penjuru Jombang memadati area pertandingan untuk mengikuti agenda latihan bersama yang rutin digelar tiga hari dalam setiap pekan.</p>
<p></p>
<p>Jawahirul Fuad menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar aktivitas fisik musiman, melainkan program berkelanjutan yang telah berjalan selama bertahun-tahun. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sepak bola memiliki peran krusial dalam menjaga kebugaran kolektif dan menyediakan kanal positif bagi pemuda guna meminimalisir kegiatan negatif.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini rutin kami laksanakan guna menjaga kesehatan kolektif. Pesertanya sangat representatif, mencakup kategori remaja hingga kelompok usia di atas 40 tahun (Old Star)," ujar politisi muda yang karib disapa Jawahirul itu saat ditemui di lokasi pertandingan, Ahad sore.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, konsistensi latihan di tingkat desa merupakan kunci utama dalam memantau potensi atlet daerah. </p>
<p></p>
<p>Ia berharap, dari lapangan desa inilah akan lahir talenta kompetitif yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Jombang di kancah yang lebih tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_695b30ffa7162.webp" alt=""></p>
<p>Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, momentum latihan kali ini ditutup dengan prosesi refleksi dan doa bersama di tengah lapangan. </p>
<p></p>
<p>Menjelang petang, para pemain dan tokoh masyarakat berkumpul untuk melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan sore ini kami barengi dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Ini adalah bentuk refleksi atas nikmat kesehatan serta upaya mempererat solidaritas yang telah terjaga dengan baik antara warga dan para pemain," imbuh legislator Banteng di Kota Santri tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi bagi masyarakat luas, kegiatan di Lapangan Desa Tambar ini bersifat terbuka bagi seluruh tim di Kabupaten Jombang. Agenda latihan rutin dijadwalkan tiga kali seminggu, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.</p>
<p></p>
<p>Adapun untuk akhir pekan, Sabtu dan Minggu, lapangan difokuskan untuk agenda sparing persaudaraan (pertandingan persahabatan) yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu Magrib<strong>. (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDI Perjuangan Jombang Tergetkan  Kemenangan Pilkada, Tetap Kritisi Kebijakan Tak Pro Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-tergetkan-kemenangan-pilkada-tetap-kritisi-kebijakan-tak-pro-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-jombang-tergetkan-kemenangan-pilkada-tetap-kritisi-kebijakan-tak-pro-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ PDI Perjuangan Jombang akan memosisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah daerah yang mengedepankan kepentingan rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6958ba8d2216b.webp" length="42534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 14:17:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPC PDI Perjuangan Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang secara resmi memulai masa bakti kepengurusan periode 2025–2030. </p>
<p>Dimulainya era baru kepemimpinan ini ditandai dengan prosesi tasyakuran dan doa bersama yang digelar sebagai konsolidasi awal untuk mengembalikan kejayaan partai di Kota Santri, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah, menegaskan bahwa momentum ini merupakan pijakan strategis untuk memperkuat soliditas internal. </p>
<p>Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus hingga tingkat akar rumput untuk segera merapatkan barisan.</p>
<p>"Ini adalah tasyakuran awal kepengurusan. Kami menghimpun pengurus tingkat kecamatan (PAC) dan para senior partai untuk memohon doa restu agar kepengurusan baru ini mampu membawa kebaikan dan mengembalikan supremasi PDI Perjuangan di Kabupaten Jombang," ujar Sumrambah.</p>
<p>Menatap kontestasi politik 2029, Sumrambah mematok target signifikan guna memperkuat posisi tawar partai di parlemen daerah. </p>
<p>Ia menargetkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Jombang meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p>"Target perolehan kursi kami berada pada rentang 13 hingga 15 kursi. Untuk mencapainya, kami akan segera melakukan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat PAC hingga ranting, sebagai fondasi persiapan dini," tegas mantan Wakil Bupati Jombang tersebut.</p>
<p>Terkait arah kebijakan partai terhadap Pemerintah Kabupaten Jombang, Sumrambah menyatakan akan tetap tegak lurus pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). </p>
<p>PDI Perjuangan Jombang akan memosisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah daerah yang mengedepankan kepentingan rakyat.</p>
<p>"Sesuai arahan DPP, kami akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, jika program pemerintah jelas berpihak pada rakyat dan membawa kemaslahatan, kami pastikan PDI Perjuangan akan memberikan dukungan penuh," imbuhnya.</p>
<p>Sebagai penutup, Sumrambah menekankan pentingnya ideologi partai yang membumi. Ia mewajibkan seluruh kader untuk proaktif turun ke desa-desa guna menyerap aspirasi dan mencarikan solusi atas problematika yang dihadapi warga.</p>
<p>"PDI Perjuangan harus besar dan tumbuh bersama rakyat. Kami akan terus melakukan gerakan ke bawah untuk menggali permasalahan di masyarakat. Tujuannya adalah memberikan kontribusi pemikiran yang nyata demi kesejahteraan masyarakat Jombang," pungkasnya.</p>
<p>Senada dengan hal itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Jombang, Muhammad Masrur, menilai target tersebut sangat rasional. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa persiapan matang sejak dini menjadi kunci kemenangan pada Pileg maupun Pilkada mendatang.</p>
<p>"Target 15 kursi adalah angka yang rasional. Kami masih memiliki waktu yang cukup untuk evaluasi dan penguatan basis massa. Fokus kami adalah memenangkan kursi legislatif terlebih dahulu, kemudian menyiapkan kader terbaik untuk memenangkan Pilkada," kata politisi Banteng yang akrab disapa Gus Masrur itu.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Swasembada Gula, Pemkab Jombang dan TNI Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Lahan Kodim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-swasembada-gula-pemkab-jombang-dan-tni-tanam-perdana-bongkar-ratoon-di-lahan-kodim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-swasembada-gula-pemkab-jombang-dan-tni-tanam-perdana-bongkar-ratoon-di-lahan-kodim</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai salah satu dari lima besar produsen gula terbesar di Jawa Timur, Jombang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pasokan gula nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6958b2ab53646.webp" length="81504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 13:17:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bongkar Ratoon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Jombang bersinergi dengan Kodim 0814 Jombang melakukan penanaman perdana program bongkar ratoon tebu di atas lahan seluas 3 hektare milik TNI, Sabtu (3/1/2026). </p>
<p>Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2028.</p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan bahwa program bongkar ratoon merupakan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas komoditas tebu yang mulai menurun akibat usia tanaman yang sudah tua.</p>
<p>"Hari ini kita melaksanakan tanam perdana bongkar ratoon di lahan Kodim Jombang. Ini adalah pengejawantahan program Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat pencapaian swasembada gula nasional," tegas Warsubi. </p>
<p>Sebagai salah satu dari lima besar produsen gula terbesar di Jawa Timur, Jombang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pasokan gula nasional. </p>
<p>Warsubi mengungkapkan bahwa target revitalisasi melalui bongkar ratoon di wilayahnya mencakup area yang sangat luas.</p>
<p>"Target bongkar ratoon di Jombang mencapai 2.554 hektare. Angka ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mendongkrak volume produksi gula secara signifikan," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan markas komando ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan pusat TNI untuk mengoptimalkan aset negara demi kepentingan ketahanan pangan.</p>
<p>"Kami diperintahkan untuk memaksimalkan lahan-lahan milik TNI. Di Jombang, tersedia sekitar 3 hektare lahan yang dialokasikan untuk tanaman tebu sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional ini," ujar Dicky.</p>
<p>Dicky juga menggarisbawahi keunggulan program ini bagi para petani tebu lokal. Melalui skema yang ditetapkan pemerintah, beban biaya produksi dapat ditekan sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>"Negara menanggung seluruh kebutuhan bibit dan pembiayaan. Hal ini sangat menguntungkan petani karena mampu meminimalisir modal awal sekaligus menjamin kualitas benih yang unggul," jelasnya.</p>
<p>Ke depan, TNI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif serta membantu perluasan lahan tanam di wilayah Jombang. </p>
<p>Sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, dan kelompok tani diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Jombang sebagai lumbung gula nasional.</p>
<p>"Kami akan memberikan dukungan maksimal agar target yang ditetapkan Kementerian Pertanian, khususnya di wilayah Jombang, dapat terealisasi tepat waktu," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Jombang Catat Ratusan Bencana Sepanjang 2025, Banjir Masih Dominan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-jombang-catat-ratusan-bencana-sepanjang-2025-banjir-masih-dominan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-jombang-catat-ratusan-bencana-sepanjang-2025-banjir-masih-dominan</guid>
<description><![CDATA[ Januari 2025 menjadi bulan paling rentan dengan 122 kejadian. Banjir mendominasi sebanyak 61 kali, diikuti 50 kejadian dalam kategori lain seperti evakuasi jenazah serta penanganan hewan berbisa dan berbahaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69567bd0ae4e8.webp" length="75092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 21:41:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat ratusan kejadian bencana alam sepanjang tahun 2025. Data per 6 Desember 2024 menunjukkan bencana tersebar merata dengan puncak tertinggi terjadi pada awal tahun.</p>
<p>Januari 2025 menjadi bulan paling rentan dengan 122 kejadian. Banjir mendominasi sebanyak 61 kali, diikuti 50 kejadian dalam kategori lain seperti evakuasi jenazah serta penanganan hewan berbisa dan berbahaya.</p>
<p>Frekuensi bencana tetap tinggi dalam tiga bulan berikutnya. Februari mencatat 72 kejadian, Maret 68 kejadian, dan April 75 kejadian. Selain banjir, angin kencang juga kerap terjadi, terutama pada Februari dengan 8 laporan.</p>
<p>Pada pertengahan hingga akhir tahun, pola bencana berfluktuasi. September menjadi bulan dengan kejadian tertinggi kedua (78 kejadian), ditandai peningkatan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 12 kali. Kebakaran permukiman dan tempat usaha juga dilaporkan dalam periode ini.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, yang disampaikan melalui Supervisor Stevy Maria, mengaitkan tingginya angka bencana dengan cuaca ekstrem dan aktivitas masyarakat.</p>
<p>"Banjir masih paling dominan, terutama di awal tahun akibat intensitas hujan tinggi. Sementara di musim kemarau, kami mencatat peningkatan kebakaran, baik permukiman maupun hutan dan lahan," jelas Stevy Maria, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Ditegaskannya, BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, dan edukasi masyarakat.</p>
<p>"Masyarakat diimbau tetap waspada, mengenali potensi bencana di lingkungannya, dan segera melaporkan kondisi darurat untuk penanganan cepat," pungkas Stevy. </p>
<p>BPBD Jombang memastikan komitmennya memberikan respons cepat dan pelayanan terbaik guna meminimalkan dampak bencana bagi warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siraman Air Kembang Warnai Upacara Kenaikan Pangkat 88 Personel Polres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siraman-air-kembang-warnai-upacara-kenaikan-pangkat-88-personel-polres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siraman-air-kembang-warnai-upacara-kenaikan-pangkat-88-personel-polres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan pangkat ini menjangkau berbagai tingkat kepangkatan. Sebanyak 6 personel naik dari Iptu ke AKP, 4 dari Ipda ke Iptu, dan 3 personel menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Aiptu menjadi Ipda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6956671ccc6c5.webp" length="50414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 21:22:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kenaikan Pangkat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Sebanyak 88 personel Polres Jombang secara resmi menyandang pangkat baru dalam upacara yang dipimpin Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, di Lapangan Mapolres setempat, Rabu (31/12/2025). Momen spesial tersebut diwarnai tradisi siraman air kembang sebagai simbol rasa syukur.</p>
<p>Kenaikan pangkat ini menjangkau berbagai tingkat kepangkatan. Sebanyak 6 personel naik dari Iptu ke AKP, 4 dari Ipda ke Iptu, dan 3 personel menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Aiptu menjadi Ipda. Selain itu, tercatat 23 personel naik dari Aipda menjadi Aiptu, 31 dari Bripka menjadi Aipda, 4 dari Brigpol menjadi Bripka, dan 17 dari Briptu menjadi Brigpol.</p>
<p>Usai upacara, perwakilan personel secara bergilir menjalani prosesi siraman air kembang.</p>
<p>"Tradisi ini dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian kenaikan pangkat," ujar AKBP Ardi Kurniawan, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Kapolres menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan pengabdian personel. Namun, hal ini juga diingatkan sebagai amanah yang harus diemban dengan integritas, tanggung jawab, dan kontribusi positif dalam melayani masyarakat.</p>
<p>"Kenaikan pangkat ini harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme," tegasnya.</p>
<p>Ardi Kurniawan juga berpesan agar personel yang naik pangkat senantiasa meningkatkan kapasitas diri dan menjaga citra positif Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional dan humanis.</p>
<p>Upacara ini dihadiri para pejabat utama Polres Jombang, Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Jombang Ny. Olivia Ardi beserta pengurus, serta keluarga personel.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kapolres mengapresiasi kinerja seluruh personel yang berhasil menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif selama perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.</p>
<p>"Semangat baru di awal tahun ini hendaknya menjadi momentum untuk terus berinovasi dan menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Remaja Pelaku Penjambretan Tas Pegawai BNI di Jombang Berhasil Dibekuk Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-pelaku-penjambretan-tas-pegawai-bni-di-jombang-berhasil-dibekuk-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-pelaku-penjambretan-tas-pegawai-bni-di-jombang-berhasil-dibekuk-warga</guid>
<description><![CDATA[ Korban yang berinisial FR baru saja pulang bekerja sekitar pukul 21.30 WIB. Saat mengendarai sepeda motor Honda Vario dari arah Terminal Kepuhsari, ia diikuti oleh dua pelaku yang juga berboncengan menggunakan motor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695538abc4e86.webp" length="8994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 22:31:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Penjambretan, Karyawan BNI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Dua remaja berhasil diamankan warga usai melakukan aksi penjambretan tas seorang pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (30/12/2025) malam.</p>
<p>Korban yang berinisial FR baru saja pulang bekerja sekitar pukul 21.30 WIB. Saat mengendarai sepeda motor Honda Vario dari arah Terminal Kepuhsari, ia diikuti oleh dua pelaku yang juga berboncengan menggunakan motor.</p>
<p>Aksi perampasan tas terjadi di Jalan Dusun Sunggingan. "Salah satu pelaku menarik tas warna putih yang dibawa korban. Di dalam tas tersebut terdapat dua unit ponsel, dompet, jam tangan, mikrofon, serta stempel," jelas Kapolsek Peterongan, Iptu Solihin Budi Santoso, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Mendapatkan perlawanan dan teriakan minta tolong dari korban, warga setempat spontan turut membantu melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang berusaha kabur. Dalam pelariannya, pelaku sempat melempar tas hasil curian, namun tetap dikejar warga hingga akhirnya berhasil dihentikan di depan Pasar Peterongan.</p>
<p>Kedua remaja pelaku, masing-masing berinisial MP (17) dan FA (17) yang merupakan, Kecamatan Peterongan, kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Peterongan mengamankan keduanya beserta barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Mengingat usia pelaku masih di bawah umur, penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang," tutup Iptu Solihin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ungkap Kasus Narkoba Polres Jombang Sepanjang 2025, 178 Kasus dengan 271 Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ungkap-kasus-narkoba-polres-jombang-sepanjang-2025-178-kasus-dengan-271-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ungkap-kasus-narkoba-polres-jombang-sepanjang-2025-178-kasus-dengan-271-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Kasatresnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menyatakan mayoritas tersangka berperan sebagai bandar dan pengedar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69553312486a2.webp" length="60402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 21:59:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ungkap Narkoba 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang mencatat pencapaian signifikan dalam pemberantasan narkoba sepanjang tahun 2025. Total 178 kasus berhasil diungkap dengan 271 tersangka diamankan.</p>
<p>Kasatresnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menyatakan, mayoritas tersangka berperan sebagai bandar dan pengedar. Dari total tersebut, 162 orang berstatus sebagai bandar dan 109 orang sebagai pengedar. Adapun jumlah pemakai yang tercatat mencapai 271 orang. Data ini mengindikasikan mata rantai peredaran narkoba masih kuat dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p>"Dari sisi usia, tersangka didominasi kelompok usia produktif," ujar Iptu Bowo dalam keterangan diterima, Rabu (31/12/2025). </p>
<p>Rinciannya, 195 tersangka berusia 25–64 tahun, diikuti 74 orang berusia 20–24 tahun, dan dua orang berusia 15–19 tahun. </p>
<p>"Peredaran narkoba tidak hanya menyasar kalangan muda, tetapi juga usia dewasa," tambahnya.</p>
<p>Dari sisi gender, tersangka laki-laki mendominasi dengan 263 orang, sementara tersangka perempuan berjumlah delapan orang. Latar belakang pekerjaan tersangka cukup beragam, didominasi oleh buruh/karyawan (106 orang), diikuti wiraswasta (41 orang), serta sopir dan tukang ojek (26 orang).</p>
<p>Satresnarkoba juga menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar, antara lain Ganja sebanyak 10.622,33 kilogram ditambah 156 batang; Sabu-sabu 1.456,49 gram; Pil ekstasi 45 butir dan Obat keras berbahaya/pil ilegal sebanyak 451.759 butir.</p>
<p>Polres Jombang menegaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan memberantas peredaran narkoba. </p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat berperan aktif memberikan informasi serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika demi menjaga keamanan dan keselamatan generasi muda," pungkas Iptu Bowo.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Drama Penggerebekan di Jombang Berakhir Damai, Istri Sah Malah Minta Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/drama-penggerebekan-di-jombang-berakhir-damai-istri-sah-malah-minta-maaf</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/drama-penggerebekan-di-jombang-berakhir-damai-istri-sah-malah-minta-maaf</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesepakatan tersebut, pihak E selaku pelapor menyatakan telah memaafkan para terlapor. Di sisi lain, A selaku istri telah meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan anarkis di masa mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954cb9b15c31.webp" length="54168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 14:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penggrebekan, Pasangan Selingkuh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Sektor (Polsek) Jombang resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dipicu oleh konflik rumah tangga di Perumahan Jombang Permai. </p>
<p>Langkah ini diambil setelah para pihak sepakat menempuh jalur damai melalui mekanisme mediasi atau <em>restorative justice</em>.</p>
<p>Insiden bermula pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang istri berinisial A melakukan penggerebekan di kediamannya di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Dalam aksi tersebut, A yang didampingi keluarga dan petugas keamanan setempat mendapati suaminya, F, sedang bersama seorang perempuan berinisial E (22).</p>
<p>Situasi yang memanas berujung pada dugaan tindakan fisik yang dilakukan oleh A dan kerabatnya terhadap E. </p>
<p>Tak terima atas perlakuan tersebut, E melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polsek Jombang pada Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Setelah melalui proses penyelidikan awal, kedua belah pihak akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum pidana. </p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Jombang, Ipda Dian Rizal Mabrur, mengonfirmasi bahwa mediasi yang difasilitasi kepolisian telah mencapai titik temu pada Rabu (31/12/2025).</p>
<p>"Kami memfasilitasi mediasi antarpihak dan semuanya sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mengingat pelapor telah mencabut laporannya, maka proses penyelidikan resmi kami hentikan," ujar Ipda Dian Rizal Mabrur, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Dalam kesepakatan tersebut, pihak E selaku pelapor menyatakan telah memaafkan para terlapor. Di sisi lain, A selaku istri telah meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan anarkis di masa mendatang.</p>
<p>Pihak A menyampaikan apresiasinya terhadap langkah persuasif yang diambil aparat penegak hukum. </p>
<p>"Penyelesaian secara damai merupakan jalan terbaik bagi semua pihak. Kami berterima kasih kepada Polsek Jombang yang telah memediasi perkara ini secara bijak," ungkap A.</p>
<p>Dengan dicabutnya laporan tersebut, status hukum perkara ini dinyatakan selesai (P-21 tidak dilanjutkan), dan para pihak berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah setempat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Darurat Moral Pendidik, Dewan Pendidikan Jombang Minta Oknum Guru Cabul Dihukum Berat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/darurat-moral-pendidik-dewan-pendidikan-jombang-minta-oknum-guru-cabul-dihukum-berat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/darurat-moral-pendidik-dewan-pendidikan-jombang-minta-oknum-guru-cabul-dihukum-berat</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa ini dipandang sebagai tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Dewan Pendidikan menyerukan evaluasi total terhadap mekanisme rekrutmen, pembinaan moral pendidik, hingga sistem pengawasan di tingkat sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954b5abd7fcf.webp" length="38530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 12:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dewan Pendidikan, Kekerasan Seksual</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dunia pendidikan Kabupaten Jombang kembali diguncang skandal moral yang memuakkan. </p>
<p>Seorang oknum guru berinisial D di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Jombang diduga melakukan pencabulan terhadap dua muridnya. </p>
<p>Parahnya, sikap cabul oknum guru tak bermoral itu dilakukan kepada siswa laki-laki dan siswi perempuan yang usianya masih di bawah umur.</p>
<p>Kasus yang mencoreng institusi pendidikan di Kota Santri ini memicu reaksi keras dari Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang. </p>
<p>Dewan Pendidikan menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika biasa, melainkan sebuah pengkhianatan sistemik terhadap mandat perlindungan anak di sekolah.</p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan kegeramannya atas munculnya kasus ini di lingkungan sekolah negeri yang seharusnya menjadi zona integritas dan keamanan bagi siswa.</p>
<p>"Sekolah harus menjadi ruang aman dan bermartabat. Jika dugaan ini terbukti, maka tindakan oknum tersebut adalah pengkhianatan paling rendah terhadap amanah pendidikan dan kepercayaan publik," tegas Gus Cholil sapaan karibnya dalam dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Dewan Pendidikan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang bersama aparat penegak hukum untuk bersikap transparan dan tidak memberikan ruang kompromi sedikit pun bagi pelaku.</p>
<p>Pernyataan tajam juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Pertimbangan Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Ikhsan Effendi. </p>
<p>Ia menuntut tindakan administratif segera berupa penonaktifan permanen bagi terduga pelaku agar tidak terjadi intimidasi terhadap korban melalui relasi kuasa di sekolah.</p>
<p>"Praduga tak bersalah tetap ada, namun tidak boleh menjadi tameng untuk menunda perlindungan terhadap siswa. Jika terbukti secara hukum, kami menuntut pemecatan permanen dan sanksi pidana maksimal," ujar Ikhsan.</p>
<p>Pihaknya juga menegaskan bahwa ada sebuah kegagalan pengawasan yang membuat predator anak dapat bergerak bebas di lingkungan pendidikan. </p>
<p>Menurutnya, sekolah saat ini terjebak dalam ruang abu-abu yang kerap membiarkan kejahatan seksual tumbuh akibat lemahnya sistem pengaduan.</p>
<p>Peristiwa ini dipandang sebagai tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Dewan Pendidikan menyerukan evaluasi total terhadap mekanisme rekrutmen, pembinaan moral pendidik, hingga sistem pengawasan di tingkat sekolah.</p>
<p>"Martabat pendidikan tidak boleh digadaikan. Sekolah adalah bengkel karakter, bukan tempat bagi oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk merusak masa depan anak bangsa," tambah Ikhsan.</p>
<p>Saat ini, kasus tersebut tengah menjadi sorotan publik. Dewan Pendidikan berkomitmen untuk mengawal proses hukum ini guna memastikan korban mendapatkan hak perlindungan psikologis sepenuhnya, sembari mengingatkan masyarakat untuk menjaga privasi korban dari stigmatisasi negatif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terekam CCTV, Pencuri Rokok Satroni Toko di Jombang, Empat Slop Raib Digondol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terekam-cctv-pencuri-rokok-satroni-toko-di-jombang-empat-slop-raib-digondol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terekam-cctv-pencuri-rokok-satroni-toko-di-jombang-empat-slop-raib-digondol</guid>
<description><![CDATA[ Akibat insiden tersebut, pemilik toko mengalami kerugian materiil hingga ratusan ribu rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695387ef65f4b.webp" length="27502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 16:20:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencurian Rokok</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi pencurian dengan pemberatan menyasar sebuah toko kelontong di Dusun Bongkot, Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Seorang pria tak dikenal terekam kamera pengawas (CCTV) menggasak empat slop rokok saat kondisi toko tengah lengang. </p>
<p>Akibat insiden tersebut, pemilik toko mengalami kerugian materiil hingga ratusan ribu rupiah.</p>
<p>Peristiwa pencurian ini sejatinya terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi, namun pemilik toko, Mei Sawitri (33), baru menyadari hilangnya barang dagangan pada Senin (29/12) siang saat melakukan audit stok rutin.</p>
<p>"Awalnya saya mengira barang tersebut sudah terjual. Namun, setelah dikonfirmasi ke penjaga toko, ternyata tidak ada transaksi dalam jumlah besar. Kecurigaan itu terbukti setelah kami membuka rekaman CCTV," ujar Mei saat memberikan keterangan pada Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku merupakan seorang pria berperawakan kurus yang beraksi seorang diri. </p>
<p>Untuk memuluskan aksinya, pelaku menggunakan atribut penutup identitas berupa jaket hoodie berwarna cokelat muda dan topi, sepeda motor Honda Beat hitam yang diparkir cukup jauh dari lokasi untuk menghindari kecurigaan.</p>
<p>Pelaku memanfaatkan kelalaian penjaga toko yang saat itu tengah berada di warung sebelah. </p>
<p>Dalam durasi yang singkat, pria tersebut masuk ke area etalase dan mengambil tiga slop rokok, membawanya ke motor, lalu kembali masuk untuk menggasak satu slop tambahan.</p>
<p>Total kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp900 ribu. Barang yang dicuri merupakan komoditas yang mudah dijual kembali di pasar gelap, sehingga kuat dugaan pelaku telah memetakan lokasi sebelum beraksi.</p>
<p>Kapolsek Peterongan, Iptu Solihin Budi Santoso, membenarkan bahwa pihak korban telah melayangkan laporan resmi ke kepolisian. </p>
<p>Saat ini, tim penyidik tengah mendalami rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi identitas dan pelat nomor kendaraan pelaku.</p>
<p>Insiden ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha di wilayah Peterongan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan saat pergantian penjaga atau kondisi lingkungan sekitar yang sepi.</p>
<p>"Laporan sudah kami terima. Anggota telah melakukan olah TKP awal dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif," pungkas Iptu Solihin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Predator Seksual Berkedok Pendidik, Oknum Guru SMP Negeri di Jombang Cabuli Muridnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/predator-seksual-berkedok-pendidik-oknum-guru-smp-negeri-di-jombang-cabuli-muridnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/predator-seksual-berkedok-pendidik-oknum-guru-smp-negeri-di-jombang-cabuli-muridnya</guid>
<description><![CDATA[ Mirisnya, aksi bejat ini dilakukan dengan modus ancaman nilai akademik hingga intimidasi fisik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69537bada662d.webp" length="14082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 15:40:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kekerasan Seksual</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP — Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang kembali tercoreng oleh skandal asusila. </p>
<p>Seorang oknum guru honorer berinisial D di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Jombang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswanya. </p>
<p>Mirisnya, aksi bejat ini dilakukan dengan modus ancaman nilai akademik hingga intimidasi fisik.</p>
<p>Skandal ini mencuat ke publik setelah tangkapan layar percakapan tidak senonoh antara pelaku dan salah satu siswi beredar luas di lingkungan sekolah pada awal Desember 2025 lalu. </p>
<p>Namun, jejak predator D ternyata jauh lebih parah. Investigasi internal mengungkap adanya korban lain, seorang siswa laki-laki, yang diduga telah mengalami pelecehan sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).</p>
<p>"Dugaan pelecehan terhadap korban kedua dilaporkan berlangsung secara berulang sejak ia masuk sekolah hingga menyelesaikan kelas 1 SMP," ujar seorang sumber terpercaya kepada suarajatimpost.com, Rabu (30/12/2025).</p>
<p>Pelaku diduga menggunakan relasi kuasa untuk membungkam korban. Modus yang digunakan adalah mengancam akan merusak nilai siswa jika menolak keinginan pelaku.</p>
<p>Pelaku juga mengancam akan melaporkan korban kepada orang tua atas kesalahan yang dikarang-karang dan menggunakan rekaman tertentu untuk menekan korban agar tidak melapor.</p>
<p>Aksi asusila tersebut dilaporkan kerap terjadi di kediaman orang tua pelaku. D diduga memanfaatkan dalih pengerjaan tugas sekolah agar orang tua korban memberikan izin keluar rumah. Di saat rumah dalam keadaan sepi, pelaku disinyalir melancarkan aksinya.</p>
<p>Kasus ini akhirnya pecah setelah salah satu korban yang merasa tertekan secara psikologis memberanikan diri melapor kepada keluarga, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pidana pelecehan seksual tersebut. </p>
<p>Saat ini, kepolisian tengah melakukan pendalaman intensif melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).</p>
<p>"Benar, laporan sudah masuk. Saat ini status terlapor masih dalam tahap penyelidikan. Kami sedang mendalami keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil visum dari korban untuk memperkuat bukti materiil," tegas AKP Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (30/12/2025).</p>
<p>Pihak sekolah mengklaim telah mengambil langkah tegas dengan memanggil pelaku untuk klarifikasi internal. </p>
<p>Pasca pengakuan lisan, oknum guru honorer tersebut langsung diberhentikan secara tidak hormat sebelum libur semester dimulai. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Drama Penggerebekan di Jombang Berlanjut, Terduga Selingkuhan Laporkan Istri Sah atas Pengeroyokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/drama-penggerebekan-di-jombang-berlanjut-terduga-selingkuhan-laporkan-istri-sah-atas-pengeroyokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/drama-penggerebekan-di-jombang-berlanjut-terduga-selingkuhan-laporkan-istri-sah-atas-pengeroyokan</guid>
<description><![CDATA[ Perempuan berinisial E, yang sebelumnya terekam dalam video saat digerebek oleh istri sah, kini resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polsek Jombang Kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69535d3096570.webp" length="36350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 13:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, penggrebekan istri sah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kasus penggerebekan dugaan perselingkuhan yang viral di Perumahan Jombang Permai memasuki babak baru. </p>
<p>Perempuan berinisial E, yang sebelumnya terekam dalam video saat digerebek oleh istri sah, kini resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polsek Jombang Kota.</p>
<p>Laporan ini mengubah konstelasi konflik yang semula merupakan isu domestik menjadi perkara pidana kekerasan di hadapan penyidik.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Jombang Kota, Ipda Dian Rizal Mabrur, mengonfirmasi bahwa E melaporkan tindak kekerasan fisik berupa pemukulan dan penjambakan yang diduga dilakukan oleh A (istri sah) beserta pihak lain saat penggerebekan terjadi pada Kamis (25/12/2025).</p>
<p>"Kami telah menerima laporan resmi terkait dugaan kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Perkara ini kami tangani dengan merujuk pada Pasal 170 KUHP," ujar Ipda Dian, Ahad (28/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah awal, polisi telah melakukan visum terhadap pelapor dan tengah melakukan pendalaman penyelidikan guna menentukan status hukum para terlapor.</p>
<p>Di balik drama penggerebekan tersebut, penyidik mengungkap fakta mengenai status hubungan antara sang suami berinisial F dan istri sah A. </p>
<p>Berdasarkan keterangan kepolisian, rumah tangga keduanya telah lama retak dan berada di ambang perceraian sebelum insiden terjadi.</p>
<p>Pasangan A dan F diketahui telah pisah ranjang selama kurang lebih tiga bulan. F telah memulangkan A ke rumah orang tuanya di Kabupaten Nganjuk menyusul konflik berkepanjangan dan permintaan cerai dari pihak istri.</p>
<p>Pihak suami (F) justru telah lebih dahulu mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan karena merasa hubungan rumah tangga sudah tidak dapat dibina kembali.</p>
<p>Insiden penggerebekan itu sendiri terjadi pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB. Menariknya, warga Perumahan Jombang Permai beserta petugas keamanan sebenarnya telah mengendus aktivitas mencurigakan F dan menyusun rencana penggerebekan massal pada malam harinya.</p>
<p>Namun, kepulangan A dari Nganjuk yang tanpa pemberitahuan justru mempercepat momentum tersebut. </p>
<p>A yang mencurigai suasana di dalam rumah kontrakannya, memanggil petugas keamanan dan perangkat RT untuk melakukan penggeledahan. </p>
<p>Di sanalah ditemukan F tengah berduaan dengan E, yang berujung pada tindakan kekerasan yang kini dilaporkan ke polisi.</p>
<p>Kapolsek Jombang Kota, AKP Edy Widoyono, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak profesional dalam menangani laporan pengeroyokan ini tanpa mengesampingkan latar belakang peristiwa yang terjadi.</p>
<p>"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Kami akan mendalami setiap bukti, termasuk rekaman video yang beredar, untuk memastikan keadilan bagi semua pihak," tegas AKP Edy, Selasa (30/12/2025). </p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum lengkap sebelum melakukan pemanggilan terhadap A selaku terlapor. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Lantik Pejabat Eselon II dan Resmikan Bapperida di Penghujung Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-lantik-pejabat-eselon-ii-dan-resmikan-bapperida-di-penghujung-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-lantik-pejabat-eselon-ii-dan-resmikan-bapperida-di-penghujung-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Perhatian tertuju pada Hartono, yang secara resmi beralih tugas dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695347d119388.webp" length="23306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 11:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, pengukuhan pejabat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan langkah strategis penguatan struktur kepemimpinan di penghujung tahun 2025. </p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, resmi melantik dan mengukuhkan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) serta pejabat fungsional dalam sebuah prosesi di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Agenda yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB ini menjadi momentum krusial bagi penataan birokrasi, terutama dengan adanya transformasi nomenklatur pada sektor perencanaan daerah.</p>
<p>Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat teras tampak hadir, di antaranya Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria, Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Purwanto, serta Kepala BPKAD M. Nashrulloh yang kembali dikukuhkan pada posisi mereka.</p>
<p>Namun, perhatian tertuju pada Hartono, yang secara resmi beralih tugas dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). </p>
<p>Perubahan ini mengindikasikan fokus baru pemerintah daerah dalam mengintegrasikan aspek riset dan inovasi dalam setiap kebijakan pembangunan ke depan.</p>
<p>Bupati Warsubi menegaskan bahwa mutasi dan pengukuhan ini bukan sekadar rotasi administratif, melainkan implementasi ketat dari Pasal 133 PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. </p>
<p>Regulasi tersebut membatasi masa jabatan pimpinan tinggi selama lima tahun, dengan opsi perpanjangan yang didasarkan pada evaluasi kinerja yang objektif.</p>
<p>"Pelantikan ini adalah penegasan komitmen kami untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif. Penilaian didasarkan pada objektivitas, kompetensi, dan rekam jejak yang jelas," tegas Warsubi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang dipertahankan maupun dipindah tugaskan telah melalui fase peninjauan kompetensi guna memastikan instansi terkait mampu memenuhi kebutuhan publik yang kian kompleks.</p>
<p>Selain pejabat eselon II, gerbong pelantikan ini juga melibatkan sejumlah pejabat setingkat kepala bidang (Kabid), kepala seksi (Kasi), hingga pejabat fungsional. </p>
<p>Langkah ini dipandang sebagai upaya 'pembersihan' sisa agenda tahun 2025 sekaligus persiapan dini menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026.</p>
<p>Penguatan birokrasi ini diharapkan tidak hanya menjadi perubahan struktur di atas kertas, tetapi mampu menciptakan dinamika kerja yang lebih progresif di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Putus Rantai Ketergantungan Bansos, 300 Warga Jombang Diproyeksikan Kerja di SPPG dengan Gaji Rp2 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/putus-rantai-ketergantungan-bansos-300-warga-jombang-diproyeksikan-kerja-di-sppg-dengan-gaji-rp2-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/putus-rantai-ketergantungan-bansos-300-warga-jombang-diproyeksikan-kerja-di-sppg-dengan-gaji-rp2-juta</guid>
<description><![CDATA[ Para peserta program akan ditempatkan di sejumlah unit SPPG di wilayah Jombang, mencakup Kecamatan Ngoro, Diwek, dan Bareng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695204881ad44.webp" length="52918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 12:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kemiskinan Ekstrem</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi meluncurkan program 'Miskin Ekstrem Pasti Kerja' di Kabupaten Jombang, Senin (29/12/2025). </p>
<p>Sebanyak 300 warga yang sebelumnya disebut terjerat kemiskinan ekstrem kini dinyatakan siap bekerja pasca-menyelesaikan pelatihan intensif, menandai pergeseran paradigma bantuan sosial dari konsumtif menjadi produktif.</p>
<p>Program nasional yang menargetkan pengentasan 10.000 warga miskin ekstrem di seluruh Indonesia ini menekankan pada kemandirian ekonomi. </p>
<p>Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa kebijakan perlindungan sosial kini harus memiliki daya ungkit pemberdayaan.</p>
<p>"Setiap rupiah dari alokasi perlindungan sosial harus mengandung unsur pemberdayaan. Bantuan sosial hanyalah bantalan sementara, bukan tujuan akhir. Kita harus menghentikan ketergantungan masyarakat pada bantuan dan mendorong mereka menuju kemandirian," kata Nunung dalam peluncuran yang digelar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Senin (29/12/2025). </p>
<p>Para peserta program akan ditempatkan di sejumlah unit SPPG di wilayah Jombang, mencakup Kecamatan Ngoro, Diwek, dan Bareng. </p>
<p>Dengan proyeksi upah sekitar Rp2 juta per bulan, angka ini secara signifikan melampaui garis kemiskinan ekstrem nasional yang berada pada kisaran Rp580.000 per kapita per bulan.</p>
<p>"Saudara-saudara bukan lagi kelompok miskin ekstrem. Jombang adalah bukti bahwa kemiskinan ekstrem dapat dihentikan melalui ekosistem yang sinergis, mulai dari pelatihan hingga penyerapan tenaga kerja yang terhubung dengan petani dan pedagang lokal," tambahnya.</p>
<p>Meski menunjukkan tren positif, tantangan besar masih membayangi. Data mencatat sekitar 18.915 penduduk usia produktif di satu wilayah desa yang tidak bekerja maupun bersekolah. </p>
<p>Menanggapi hal ini, pemerintah berkomitmen memperkuat program Sekolah Rakyat guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi.</p>
<p>Terpisah, Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid menyatakan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.</p>
<p>"Target kami adalah nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Saat ini, angka kemiskinan umum di Jombang berada di level 8,36 persen (107.818 jiwa), lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur yang mencapai 9,5 persen. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Komitmen Pemkab Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi adalah menuntaskan masalah ini hingga ke akarnya," ujar wabup yang karib disapa Gus Salman itu.</p>
<p>Program ini diharapkan menjadi <em>pilot project</em> nasional yang membuktikan bahwa intervensi pemerintah yang tepat sasaran dan berbasis lapangan mampu mengubah beban sosial menjadi penggerak ekonomi daerah yang tangguh.</p>
<p>"Kami berkomitmen semaksimal mungkin mengatasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jombang," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puting Beliung Terjang Kesamben Jombang, Belasan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-kesamben-jombang-belasan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-kesamben-jombang-belasan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Meski menimbulkan kerusakan bangunan yang cukup parah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6951eb8c21408.webp" length="38896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 10:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Angin Puting Beliung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin puting beliung yang melanda Dusun Carangrejo, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Ahad (28/12/2025), sebabkan belasan rumah mengalami kerusakan parah. </p>
<p>Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan, saat dikonfirmasi mengungkapkan, kuatnya terjangan angin menyebabkan sejumlah atap bangunan terlepas dan terbang terbawa pusaran.</p>
<p>"Angin kencang menerbangkan atap rumah milik saudara Gatot, yang kemudian jatuh menimpa dua rumah warga lainnya, yakni milik Ibu Inayatin dan Bapak Abdul Manaf. Sebagian material atap bahkan tersangkut di bangunan minimarket terdekat," ujar Iptu Niswan saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).</p>
<p>Hasil pendataan di lapangan menunjukkan sebanyak delapan unit bangunan mengalami kerusakan kategori berat, meliputi rumah milik Gatot, Purwati, Kasmo, Muhadi, Imam, Abdul Manaf, serta fasilitas usaha berupa kandang milik Maksun dan warung milik Tinah.</p>
<p>Selain itu, tujuh rumah warga lainnya, yakni milik Mambang, Sumarji, Panari, Bambang, Sapa’ah, Ponirin, dan Rohmad, dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dan teras.</p>
<p>Meski menimbulkan kerusakan bangunan yang cukup parah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. </p>
<p>Warga berhasil menyelamatkan diri saat tanda-tanda cuaca ekstrem mulai terlihat.</p>
<p>"Untuk korban personel nihil, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta. Fokus kami saat ini adalah melakukan pendataan kerusakan secara detail serta memastikan penanganan lanjutan bagi warga terdampak dapat segera dilaksanakan," tambah dia.</p>
<p>Pasca-insiden, Polsek Kesamben segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Carangrejo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang guna proses evakuasi material dan penyaluran bantuan darurat.</p>
<p>Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Jombang dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>"Kami minta masyarakat untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korsleting Listrik, Toko Sembako di  Jombang Ludes Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-toko-sembako-di-jombang-ludes-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-toko-sembako-di-jombang-ludes-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan berukuran 12x5 meter tersebut mengalami kerusakan parah. Dua rak besar beserta stok barang dagangan sembako hangus tidak tersisa. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6951d033d459c.webp" length="14714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 08:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran Toko</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Insiden kebakaran menghanguskan sebuah bangunan toko di Jalan Raya Peterongan, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang pada Ahad (28/12/2025) malam. </p>
<p>Toko bernama Raja Cuan yang terletak di jalur utama lintas Jombang-Surabaya tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 20.48 WIB.</p>
<p>Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari dalam toko yang diketahui milik Andre (35). </p>
<p>Meski warga sempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya, kobaran api yang cepat membesar memaksa warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.</p>
<p>Kasi Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Syamsul Bahri, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel sesaat setelah menerima laporan.</p>
<p>"Petugas tiba di lokasi dan segera melakukan proses pemadaman serta pembasahan secara intensif. Api berhasil dikendalikan dan penanganan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21.40 WIB," ujar Syamsul dalam pesan tertulis yang duterima, Senin (29/12/2024).</p>
<p>Untuk menjinakkan si jago merah, BPBD Kabupaten Jombang mengerahkan armada tempur lengkap, yang terdiri dari 2 unit <em>Fire Pumper Truck </em>(Mobil Pompa), 1 unit <em>Fire Supply Truck</em> (Tangki Penyuplai) dan 1 unit tambahan dari Pos Damkar Mojoagung.</p>
<p>Operasi pemadaman ini juga melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Pusdalops BPBD Jombang, personel Koramil dan Polsek Peterongan, petugas PLN, relawan, hingga bantuan warga setempat.</p>
<p>Bangunan berukuran 12x5 meter tersebut mengalami kerusakan parah. Dua rak besar beserta stok barang dagangan sembako hangus tidak tersisa. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta.</p>
<p>Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, BPBD Jombang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna meminimalisir risiko kebakaran serupa di masa mendatang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Adaptasi Karya W.S Rendra, Mahasiswa UPJB Jombang Sukses Gelar Pementasan Teater &amp;apos;Panembahan Reso&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/adaptasi-karya-ws-rendra-mahasiswa-upjb-jombang-sukses-gelar-pementasan-teater-panembahan-reso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/adaptasi-karya-ws-rendra-mahasiswa-upjb-jombang-sukses-gelar-pementasan-teater-panembahan-reso</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah pementasan seni peran yang diadaptasi dari karya sastrawan ternama W.S. Rendra ini digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang selama dua hari, 27-28 Desember 2025, dalam tiga sesi pertunjukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6951422c69b2a.webp" length="45694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Teater Mahasiswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Jombang (UPJB), sukses menyelenggarakan pementasan teater bertajuk 'Panembahan Reso'. </p>
<p>Sebuah pementasan seni peran yang diadaptasi dari karya sastrawan ternama W.S. Rendra ini digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang selama dua hari, 27-28 Desember 2025, dalam tiga sesi pertunjukan.</p>
<p>Lebih dari 500 penonton dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, pegiat seni, dan masyarakat umum hadir dalam acara ini. Sajian teater kontemporer ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Penyutradaraan dan Pementasan Teater. Seluruh proses produksi, mulai dari penyutradaraan, manajemen, artistik, tata cahaya dan suara, hingga kewirausahaan, ditangani langsung oleh mahasiswa Kelompok Amerta Pementasan.</p>
<p>Sutradara pementasan, Indah Mey menyebut garapan teater mahasiswa ini memiliki alur cerita yang menarik dan relevan dengan kondisi kekinian. </p>
<p>"Saya sangat antusias dengan naskah ini karena memiliki alur cerita yang menarik dan penuh intrik," ujar Indah Mey, Ahad (28/12/2025). </p>
<p>Senada, Pimpinan Produksi, Ahmad Firman Syah, menjelaskan pemilihan lakon ini didasarkan pada relevansinya dengan konteks kekinian. Tema kerajaan dipilih berisi pesan tersirat yang menggambarkan dampak dari oligarki. </p>
<p>"Meski berlatar kerajaan, naskah ini mengangkat tema universal tentang ambisi, perebutan kekuasaan, konflik moral, dan runtuhnya nilai kemanusiaan akibat keserakahan. Pesan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini," paparnya.</p>
<p>Dr. Fitri Resti Wahyuniarti, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, menegaskan bahwa pementasan ini adalah agenda tahunan yang bertujuan mengaplikasikan teori ke praktik nyata.</p>
<p>"Kegiatan ini membuktikan mahasiswa kami tidak hanya dibentuk menjadi guru, tetapi juga mampu berperan sebagai aktor, sutradara, tim produksi, dan lain-lain," jelasnya.</p>
<p>Pementasan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ana Abdilah dari Women Crisis Center (WCC) menilai pesan tentang kesetaraan dan kepemimpinan perempuan dalam lakon ini sangat relevan.</p>
<p>Sementara Sugiati Ningsih, Pegiat Budaya Jombang, menyebut pementasan ini membuktikan karya Rendra tak lekang waktu dan dapat menggerakkan ekonomi kreatif sektor budaya.</p>
<p>Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, H. M. Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), yang hadir bersama Wakil Rektor III UPJB Dr. Fahimul Amri, Dekan FKIP Dr. Rukminingsih, serta komedian Dika Mbeluk, memberikan apresiasi tinggi. </p>
<p>"Saya belajar tentang bahaya sifat serakah dari pertunjukan ini. Semoga menjadi tonggak bagi seniman muda Jombang," ujar Gus Sentot.</p>
<p>Selain pertunjukan, panitia juga menggelar diskusi publik bersama seniman dan akademisi untuk menggali nilai-nilai filosofis dalam naskah. Melalui kegiatan ini, diharapkan teater tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang memperkuat peran mahasiswa sebagai agen kebudayaan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak&amp;Anak di Jombang Isi Libur Panjang dengan Latihan Kesenian Jaranan Dor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-anak-di-jombang-isi-libur-panjang-dengan-latihan-kesenian-jaranan-dor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-anak-di-jombang-isi-libur-panjang-dengan-latihan-kesenian-jaranan-dor</guid>
<description><![CDATA[ Latihan ini digelar hampir setiap hari selama masa liburan sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950e7bb51157.webp" length="43308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 21:26:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, liburan sekolah, jaranan dor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Liburan sekolah dimanfaatkan secara berbeda oleh anak-anak di Desa Banjarsari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Alih-alih bermain gawai atau berwisata, mereka justru mengisi waktu dengan berlatih kesenian tradisional jaranan dor yang sarat nilai budaya.</p>
<p>Suara gamelan, tabuhan gendang, bas, dan jidor terus mengalun dari halaman rumah warga. Di sana, puluhan anak tampak serius memainkan alat musik dan mengendalikan jaran kepang dengan penuh semangat. Latihan ini digelar hampir setiap hari selama masa liburan sekolah.</p>
<p>Salah satu peserta adalah Fernando Febriansyah (14), siswa SMP asal Desa Banjarsari. Fernando bertugas sebagai penabuh gendang dalam kelompok tersebut.</p>
<p>“Biar mengisi waktu libur sekolah,” kata Fernando, Ahad (28/12/2025).</p>
<p>Ia beralasan, berwisata memerlukan biaya, sedangkan latihan jaranan dilakukan secara gratis. “Kalau di sini gratis, terus senang,” ujarnya.</p>
<p>Selain menyenangkan, Fernando mengaku tertarik karena ingin melestarikan budaya daerah. Ia mengungkapkan, latihan digelar hampir setiap hari selama liburan.</p>
<p>Fernando juga sudah beberapa kali tampil di pentas, terutama saat perayaan Hari Kemerdekaan di bulan Agustus. Dari setiap pementasan, ia dan teman-temannya mendapat bayaran sekitar Rp30.000 per anak. “Buat jajan,” katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Ia mengaku telah menguasai banyak lagu jaranan dan menyebut bahwa mempelajarinya tidak memerlukan waktu yang lama.</p>
<p>Kegiatan ini didampingi oleh pegiat seni setempat, Samiaji Mijek, atau yang akrab disapa Cak Mijek. Ia sengaja memfokuskan latihan untuk anak-anak agar liburan mereka lebih bermanfaat.</p>
<p>“Dari pada main gadget, kita latih kesenian jaranan dor,” ujar Cak Mijek.</p>
<p>Menurut dia, ketertarikan anak-anak muncul secara alami karena sejak kecil mereka sudah sering menyaksikan orang dewasa memainkan kesenian ini. “Dari dalam hati mereka memang sudah senang. Sudah terbiasa melihat, jadi kepingin ikut,” tambahnya.</p>
<p>Jadwal latihan disesuaikan dengan waktu luang anak. Saat sekolah, latihan digelar seminggu sekali atau pada malam minggu. Sementara saat liburan, latihan bisa berlangsung hampir setiap hari.</p>
<p>Harapan utama kegiatan ini, kata Samiaji, adalah menjaga kelestarian kesenian tradisional sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada gawai. “Satu, kesenian tetap lestari. Kedua, anak-anak punya kegiatan positif saat liburan,” jelasnya.</p>
<p>Meski sebagian besar latihan dilakukan di lingkungan desa, anak-anak juga kerap tampil di panggung bersama kelompok jaranan dewasa saat ada undangan atau tanggapan. Samiaji menegaskan, kelompok anak-anak ini pada dasarnya masih dalam tahap latihan, meski sudah cukup berpengalaman tampil.</p>
<p>Di tengah arus modernisasi dan gempuran hiburan digital, semangat anak-anak Desa Banjarsari dalam menjaga warisan budaya menjadi pemandangan yang menyejukkan. Melalui tabuhan gendang dan gerak jaran kepang, mereka membuktikan bahwa liburan yang bermakna tidak harus pergi jauh—cukup dengan menjaga dan melestarikan budaya sendiri. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Ploso Jombang Peringati 124 Tahun Kedatangan Sang Ayahanda Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-ploso-jombang-peringati-124-tahun-kedatangan-sang-ayahanda-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-ploso-jombang-peringati-124-tahun-kedatangan-sang-ayahanda-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa bersejarah itu diyakini terjadi pada 28 Desember 1901 di Desa Rejoagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950f49c4a8d3.webp" length="63084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 20:16:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Presiden Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP - Warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, memperingati 124 tahun kedatangan Raden Soekeni Sosrodihardjo, ayah Presiden pertama RI Soekarno, dengan menyelenggarakan aksi teatrikal, Ahad (28/12/2025). Peristiwa bersejarah itu diyakini terjadi pada 28 Desember 1901 di Desa Rejoagung.</p>
<p>Teatrikal tersebut menggambarkan kedatangan Raden Soekeni bersama istri, Ida Ayu Nyoman Rai, dan putri mereka, Raden Soekarmini, di Stasiun Ploso. Rombongan kemudian menuju Kantor Desa Ngelo (kini Rejoagung) untuk bertemu Kepala Desa. Di pendapa kantor desa, Raden Soekeni memperlihatkan besluit atau Surat Keputusan (SK) penugasan dirinya sebagai mantri guru Sekolah Ongko Loro di Ploso, yang saat itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya.</p>
<p>Berdasarkan SK bertanggal 28 Desember 1901 itulah Raden Soekeni memulai tugasnya. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 6 Juni 1902, Soekarno lahir di Ploso. Sang ayah bertugas di Ploso hingga tahun 1907 sebelum akhirnya pindah mengajar ke Sidoarjo.</p>
<p>Camat Ploso, Tridoyo Purnomo, menyatakan bahwa teatrikal ini menjadi cara masyarakat menyampaikan fakta sejarah kepada publik bahwa Bung Karno dilahirkan di Ploso.</p>
<p>"Dari penelitian ahli sejarah dan dokumen-dokumen yang kita lihat, memang ada bukti bahwa Bung Karno lahir di Ploso," ujar Tridoyo. "Forkopimcam Ploso akan terus mendorong masyarakat dalam hal ini, salah satunya untuk kemaslahatan masyarakat Ploso sendiri," tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, upaya pelestarian situs sejarah terus dilakukan. Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, mengungkapkan pihaknya terus memperjuangkan penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya.</p>
<p>"Kami sebenarnya sudah merekomendasikan penetapan situs ini sejak tahun 2024 lalu," kata Cak Arif.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu timnya telah bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Dalam pertemuan itu, disampaikan rekomendasi kajian TACB Jombang beserta sejumlah data dan buku yang menguatkan klaim kelahiran Bung Karno di Ploso pada 6 Juni 1902.</p>
<p>"Semoga Kementerian Kebudayaan dapat segera memfasilitasi pertemuan antara tim Jombang dan tim Surabaya untuk meluruskan sejarah kelahiran Bung Karno," harap Cak Arif. "Kami sangat yakin bahwa Bung Karno memang lahir di Ploso, Jombang, pada tanggal 6 Juni 1902," tegasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penggerebekan di Jombang Permai Keduluan Istri, Padahal Satpam dan Warga Sudah Bersiap&amp;Siap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/istri-sah-gerebek-suami-diduga-berselingkuh-di-rumah-kontrakan-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/istri-sah-gerebek-suami-diduga-berselingkuh-di-rumah-kontrakan-jombang</guid>
<description><![CDATA[ A melakukan penggerebekan sepulang dari rumah orang tuanya di Kabupaten Nganjuk, tempat ia tinggal selama sebulan. Kepulangannya ke Jombang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada sang suami. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950e11e44f41.webp" length="16224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 18:47:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perselingkuhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Rencana penggerebekan yang diam-diam disusun warga Perumahan Jombang Permai harus buyar lebih cepat dari jadwal. Bukan karena bocor, melainkan karena sang istri justru datang lebih dulu membawa kejutan yang tak kalah dramatis.</p>
<p>Seorang istri berinisial A menggerebek suaminya, F, yang diduga tengah berduaan dengan perempuan lain berinisial E di rumah kontrakan mereka, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Kepulangan A ke Jombang dilakukan tanpa pemberitahuan, setelah sebulan tinggal di rumah orang tuanya di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Setibanya di rumah, kecurigaan A muncul bukan tanpa sebab. Rumah terkunci rapat, telepon tak diangkat, namun suasana di dalam rumah terasa “tidak sesunyi yang seharusnya”.</p>
<p>“Saya curiga karena rumah terkunci semua, tapi seperti ada orang di dalam,” tutur A.</p>
<p>Kecurigaan itu makin kuat ketika A mengintip melalui jendela yang rusak dan mendengar suara perempuan dari dalam rumah. Alih-alih langsung bertindak sendiri, A memilih langkah yang lebih terukur: memanggil orang tua dan meminta bantuan petugas keamanan perumahan.</p>
<p>Tak lama kemudian, penggerebekan pun terjadi. Satpam, warga, dan perangkat lingkungan setempat ikut menyaksikan momen yang ternyata sudah lama ditunggu-tunggu sebagian warga.</p>
<p>Ironisnya, setelah kejadian itulah A baru mengetahui fakta yang membuatnya terkejut. Ternyata, satpam, warga, hingga Ketua RT sudah lama mencurigai aktivitas F. Bahkan, rencana penggerebekan disebut-sebut sudah disiapkan untuk dilakukan pada malam hari.</p>
<p>“Mereka bilang sebenarnya sudah merencanakan penggerebekan malamnya, tapi keduluan saya datang,” ujar A.</p>
<p>Dengan kata lain, skenario yang disusun rapi oleh warga harus batal karena satu hal yang tak terduga: kepulangan istri yang datang lebih cepat membawa kebenaran.</p>
<p>Dari informasi yang diterima A, dugaan perselingkuhan tersebut bukan kali pertama terjadi selama dirinya berada di Nganjuk. Sejumlah bukti foto pun disebut menguatkan dugaan itu.</p>
<p>Usai kejadian, F dan E dibawa ke rumah orang tua F untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara A kembali ke rumah kontrakan dengan didampingi Ketua RT dan satpam untuk mengambil barang-barang pribadinya, sebelum akhirnya kembali ke Nganjuk.</p>
<p>Terkait langkah hukum, A mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan saat ini tengah mempersiapkan gugatan perceraian.</p>
<p>“Kalau untuk laporan polisi belum. Tapi kalau ada ancaman, saya siap melapor,” tandasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bedah Buku #ResetIndonesia di Jombang: Ungkap Ketimpangan Kebijakan hingga Krisis Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bedah-buku-resetindonesia-di-jombang-ungkap-ketimpangan-kebijakan-hingga-krisis-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bedah-buku-resetindonesia-di-jombang-ungkap-ketimpangan-kebijakan-hingga-krisis-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi arah pembangunan Indonesia dan mencari formula masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950e343ce5ce.webp" length="56480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 17:24:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bedah Buku</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Diskusi dan Bedah Buku #ResetIndonesia yang digelar Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Jombang, Jumat (26/12/2025), mengungkap serangkaian fakta kritis mulai dari ketimpangan kebijakan hingga krisis lingkungan yang mengancam. Kegiatan ini menegaskan bahwa masalah-masalah struktural masih membelit arah pembangunan nasional.</p>
<p>Acara yang berlangsung di Rumah Merdeka (Rudeka) Indonesia, Kelurahan Jombatan, diikuti ratusan peserta dari berbagai lapisan. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi arah pembangunan Indonesia dan mencari formula masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Fakta Ketimpangan dan Kegagalan Reforma Agraria</strong></p>
<p>Penulis utama buku #ResetIndonesia, Farid Gaban, mengungkap fakta bahwa ketimpangan penguasaan lahan dan lemahnya perlindungan bagi masyarakat kecil masih menjadi persoalan akut di berbagai daerah. Hasil Ekspedisi Indonesia Baru yang dilakukannya menunjukkan, reforma agraria belum menunjukkan perbaikan signifikan.</p>
<p>"Penguasaan lahan masih didominasi korporasi skala besar, sementara akses masyarakat untuk bertani dan tempat tinggal sangat terbatas. Inilah akar dari banyak masalah sosial-ekonomi di pedesaan," papar Farid dalam keterangan diterima wartawan, Ahad (28/12/2025). </p>
<p>Ia juga mengkritik model pembangunan ekonomi yang masih bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, khususnya pertambangan, yang mengabaikan potensi keanekaragaman hayati sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan.</p>
<p><strong>Fakta Krisis Lingkungan dan Pencemaran Sungai yang Masif</strong></p>
<p>Fakta lain yang terungkap adalah krisis lingkungan yang akut, khususnya pencemaran sungai. Amirudin, aktivis Ecoton, memaparkan temuan mengkhawatirkan dari Ekspedisi Sungai Nusantara. Pencemaran di sungai-sungai besar seperti Brantas, Bengawan Solo, dan Citarum terjadi secara merata dari hulu ke hilir.</p>
<p>"Penelitian bio-monitoring di Sungai Brantas menunjukkan, dari sekitar 14 jenis serangga air sensitif di hulu, hanya tersisa 2 jenis yang tahan polusi dalam jarak 2 kilometer ke hilir. Ini bukti pencemaran yang sangat cepat dan masif," jelas Amirudin.</p>
<p>Lebih mengkhawatirkan lagi, ia mengungkapkan fakta bahwa 68 sungai strategis nasional telah tercemar mikroplastik, dengan Sungai Brantas sebagai yang tertinggi. Meski protes dan rekomendasi telah berkali-kali disampaikan, langkah konkret penanganan dinilai belum signifikan.</p>
<p><strong>Fakta Kelemahan Sistemik: Koperasi, Pendidikan, dan Otonomi Daerah</strong></p>
<p>Farid Gaban juga mengungkap fakta kelemahan di berbagai sektor lainnya. Fungsi koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dinilai mandul karena digerakkan secara top-down dan penuh intervensi.</p>
<p>Di bidang pendidikan, sistem yang ada dinilai kurang kontekstual. Pendidikan dasar dianggap gagal menumbuhkan rasa ingin tahu, terutama terhadap alam, sementara pendidikan tinggi kurang menjawab persoalan riil masyarakat melalui riset berbasis alam.</p>
<p>"Alam adalah gudang ilmu pengetahuan. Tapi kita justru merusaknya," tegas Farid.</p>
<p>Fakta lain yang disoroti adalah otonomi daerah yang lemah. Kepala daerah dianggap tidak memiliki kewenangan nyata karena sentralisasi kebijakan strategis di pusat, sehingga menghambat inovasi dan responsivitas terhadap kebutuhan lokal.</p>
<p>Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan ke Depan</p>
<p>Penyelenggara acara, Luqman Hakim (Ketua FTBM Jombang), menyatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi bersama, termasuk bagi pemerintah daerah. FTBM sengaja mengundang perwakilan pemerintah seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bunda Literasi, dan kelurahan untuk menghindari kesalahpahaman.</p>
<p>Perwakilan pemerintah daerah yang hadir menyambut baik diskusi semacam ini. Prince Dindah (Plt. Kabid Perpustakaan) berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan untuk meningkatkan minat baca generasi muda. Sementara Sri Kusumaningati Saleh (Bunda Literasi) menegaskan peran FTBM sebagai ujung tombak gerakan literasi dasar.</p>
<p>Kesimpulannya, buku #ResetIndonesia dan diskusi ini dihadirkan sebagai ajakan berhenti sejenak untuk bercermin dan mengoreksi arah bangsa. Jika tidak dilakukan dari sekarang, ancaman kerusakan struktural dan ekologis akan menjadi beban berat bagi generasi mendatang. (*)</p>
<p>Editor: </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmi Ditetapkan, UMK Jombang 2026 Naik Menjadi Rp3,32 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmi-ditetapkan-umk-jombang-2026-naik-menjadi-rp332-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmi-ditetapkan-umk-jombang-2026-naik-menjadi-rp332-juta</guid>
<description><![CDATA[ Dalam keputusan tersebut, UMK Kabupaten Jombang disepakati naik menjadi Rp3.320.770, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka Rp3.137.004. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694cd7f8752c4.webp" length="15240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 11:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, UMK 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026 untuk 38 wilayah di Jawa Timur. </p>
<p>Dalam keputusan tersebut, UMK Kabupaten Jombang disepakati naik menjadi Rp3.320.770, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka Rp3.137.004.</p>
<p>Keputusan ini diketuk dalam rapat pleno di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya, pada Rabu (24/12/2025) malam. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025.</p>
<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil perumusan panjang yang melibatkan Dewan Pengupahan, Apindo, Kadin, serta serikat pekerja/buruh. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya mengakomodasi aspirasi seluruh pihak guna menjaga iklim investasi yang kondusif.</p>
<p>"Gubernur dan Dewan Pengupahan Provinsi tentu memiliki pertimbangan pada skala regional yang lebih luas. Fokus utamanya adalah menjaga keberlanjutan dunia usaha dan industri, sekaligus menekan disparitas upah antarwilayah," ujar Isawan kepada suarajatimpost.com, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Dengan nilai tersebut, Kabupaten Jombang kini menempati peringkat ke-10 tertinggi di Jawa Timur. </p>
<p>Sementara itu, wilayah Ring 1 masih mendominasi posisi teratas dengan Kota Surabaya sebagai daerah dengan upah tertinggi, melampaui angka Rp5,2 juta.</p>
<p>Di sisi lain, Kabupaten Situbondo tercatat sebagai daerah dengan UMK terendah di Jawa Timur tahun 2026 dengan nilai Rp2.483.962, disusul oleh Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Kenaikan UMK ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat Jombang di tengah tantangan ekonomi global. </p>
<p>Namun, Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengingatkan sektor industri untuk segera melakukan penyesuaian struktur dan skala upah agar implementasi keputusan ini berjalan efektif mulai 1 Januari 2026 tanpa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).</p>
<p><strong>Berikut daftar lengkap besaran UMK 2026 di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur:</strong></p>
<p>1. Kota Surabaya, Rp5.288.796</p>
<p>2. Kabupaten Gresik, Rp5.195.401</p>
<p>3.Kabupaten Sidoarjo, Rp5.191.541</p>
<p>4. Kabupaten Pasuruan, Rp5.187.681</p>
<p>5 Kabupaten Mojokerto, Rp5.176.101</p>
<p>6. Kabupaten Malang, Rp3.802.862</p>
<p>7. Kota Malang, Rp 3.736.101</p>
<p>8. Kota Batu, Rp3.562.484</p>
<p>9. Kota Pasuruan, Rp3.555.301</p>
<p>10 Kabupaten Jombang, 3.320.770</p>
<p>11. Kabupaten Tuban, Rp3.229.092</p>
<p>12. Kota Mojokerto, Rp3.208.556</p>
<p>13. Kabupaten Lamongan, Rp3.196.328</p>
<p>14. Kabupaten Probolinggo, Rp3.164.526</p>
<p>15. Kota Probolinggo, Rp3.045.172</p>
<p>16. Kabupaten Jember, Rp3.012.197</p>
<p>17. Kabupaten Banyuwangi, Rp2.989.145</p>
<p>18. Kota Kediri, Rp2.742.806</p>
<p>19. Kabupaten Bojonegoro, Rp2.685.983</p>
<p>20. Kabupaten Kediri Rp2.651.603</p>
<p>21. Kota Blitar Rp2.639.518</p>
<p>22. Kabupaten Tulungagung, Rp2.628.190</p>
<p>23. Kota Madiun, Rp2.588.794</p>
<p>24. Kabupaten Lumajang, Rp2.578.320</p>
<p>25. Kabupaten Blitar, Rp2.567.744</p>
<p>26 Kabupaten Nganjuk, Rp2.564.627</p>
<p>27. Kabupaten Ngawi, Rp2.556.815</p>
<p>28. Kabupaten Magetan, Rp2.553.866</p>
<p>29. Kabupaten Sumenep, Rp2.553.688</p>
<p>30. Kabupaten Madiun, Rp2.553.221</p>
<p>31. Kabupaten Bangkalan, Rp2.550.274</p>
<p>32. Kabupaten Ponorogo, Rp2.549.876</p>
<p>33. Kabupaten Trenggalek, Rp2.530.313</p>
<p>34. Kabupaten Pamekasan, Rl2.528.004</p>
<p>35. Kabupaten Pacitan, Rp2.514.892</p>
<p>36. Kabupaten Bondowoso, Rp2.496.886</p>
<p>37. Kabupaten Sampang, Rp2.484.443</p>
<p>38. Kabupaten Situbondo, Rp2.483.962. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Rampungkan Pembebasan Lahan Sekolah Rakyat, Anggaran Rp7,9 Miliar Siap Cair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-rampungkan-pembebasan-lahan-sekolah-rakyat-anggaran-rp79-miliar-siap-cair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-rampungkan-pembebasan-lahan-sekolah-rakyat-anggaran-rp79-miliar-siap-cair</guid>
<description><![CDATA[ Proses pembebasan ini mencakup area seluas 11.576 meter persegi. Berdasarkan hasil penilaian, total nilai pelepasan hak atas tanah tersebut mencapai Rp7,911 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694b6d4580af4.webp" length="70654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 10:23:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sekolah Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Proses pengadaan lahan untuk perluasan Sekolah Rakyat (SR) di eks Terminal Barang, Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, mencapai babak akhir. </p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Sosial menyatakan seluruh administrasi pelepasan hak atas tanah telah tuntas dan kini memasuki tahap pelunasan.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi, menegaskan bahwa kesepakatan dengan pemilik lahan telah dicapai sepenuhnya. </p>
<p>Proses hukum yang meliputi pembuatan Akta Jual Beli (AJB) bagi sepuluh bidang tanah terdampak kini telah final.</p>
<p>"Per hari ini, seluruh proses administrasi dan AJB sudah selesai. Saat ini kami sedang memproses pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk pembayaran kepada warga," ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).</p>
<p>Proses pembebasan ini mencakup area seluas 11.576 meter persegi. Berdasarkan hasil penilaian, total nilai pelepasan hak atas tanah tersebut mencapai Rp7,911 miliar.</p>
<p>"Adapun rincian teknis pengadaan lahan tersebut total luas lahan 11.576 meter persegi dengan jumlah bidang 10 bidang tanah estimasi harga per meter Rp682.000 – Rp684.000, dengan total nilai pelepasan Rp7,911, dan total alokasi anggaran Rp17,9 Miliar, termasuk penyiapan lahan," ujarnya. </p>
<p>Agung menambahkan, keberhasilan tahap ini tidak lepas dari pendekatan persuasif dan sosialisasi intensif yang dilakukan pihak pemkab. </p>
<p>"Seluruh pemilik lahan telah memberikan persetujuan tanpa keberatan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan ini," imbuhnya.</p>
<p>Proyek strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Sementara Pemkab Jombang bertanggung jawab penuh atas pengadaan lahan dengan alokasi total sebesar Rp17,9 miliar, pembangunan fisik gedung akan sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Pusat.</p>
<p>Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono ini diproyeksikan menjadi solusi atas kebutuhan fasilitas pendidikan yang representatif bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Jombang. Dengan tuntasnya tahap krusial ini, peletakan batu pertama (<em>groundbreaking</em>) diharapkan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.</p>
<p>"Tugas kami di daerah adalah memastikan lahan siap dan *clean and clear*. Begitu pembayaran rampung, tahap pembangunan gedung akan segera diambil alih oleh pusat," pungkas Agung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tarung Jalanan Sopir Truk Vs Supeltas di Sumobito Jombang, Dua Orang Terluka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tarung-jalanan-sopir-truk-vs-supeltas-di-sumobito-jombang-dua-orang-terluka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tarung-jalanan-sopir-truk-vs-supeltas-di-sumobito-jombang-dua-orang-terluka</guid>
<description><![CDATA[ berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah selatan dihentikan oleh petugas supeltas guna mengatur ritme arus kendaraan yang padat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694b3c321f46f.webp" length="19000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 08:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tarung Jalanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Insiden kekerasan di ruang publik kembali terjadi dan mencoreng ketertiban lalu lintas di Kabupaten Jombang. </p>
<p>Sebuah perselisihan sengit melibatkan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) dengan awak truk pecah di simpang empat Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang, pada Selasa (23/12/2025) petang. </p>
<p>Akibat kejadian ini, sejumlah orang dilarikan ke puskesmas lantaran mengalami luka serius.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah selatan dihentikan oleh petugas Supeltas guna mengatur ritme arus kendaraan yang padat. </p>
<p>Tak terima kendaraannya dihentikan, pengemudi truk terlibat adu mulut hebat dengan Supeltas.</p>
<p>Ketegangan meningkat drastis ketika awak truk lainnya turun dari kendaraan dengan membawa benda tumpul. </p>
<p>"Truk disetop, sopirnya tidak terima lalu marah-marah. Terjadi duel, kemudian kernetnya ikut turun membawa kunci stang," ungkap Kasirin (46), warga setempat yang menyaksikan awal mula pertikaian.</p>
<p>Aksi saling serang menggunakan benda keras, termasuk kunci stang dan linggis ini tak terhindarkan di tengah badan jalan. </p>
<p>Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total selama beberapa saat.</p>
<p>Aksi kekerasan ini mengakibatkan cedera fisik yang cukup parah bagi kedua belah pihak. </p>
<p>Supeltas dilaporkan mengalami patah tulang jari tangan akibat hantaman benda keras, sementara sopir truk mengalami luka robek serius di bagian kepala.</p>
<p>Saksi lain, Ernah (39), menyebutkan bahwa warga sempat berupaya melerai, namun mundur karena pihak awak truk mempersenjatai diri dengan linggis. </p>
<p>"Warga takut mendekat karena kondisinya sangat anarkis," ujarnya.</p>
<p>Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti. </p>
<p>Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengonfirmasi bahwa kasus ini sudah masuk dalam tahap penyelidikan.</p>
<p>"Para pihak yang terlibat saat ini masih menjalani perawatan medis di puskesmas. Kami sedang mendalami kronologi lengkap serta menentukan peran masing-masing pihak dalam insiden ini untuk proses hukum lebih lanjut," tegas AKP Bagus saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).</p>
<p>Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan dari lima orang yang terlibat langsung guna memastikan apakah ada unsur penganiayaan berencana atau pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum sebagaimana diatur dalam KUHP. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Ibu Rumah Tangga di Jombang Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lewat Tenun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-ibu-rumah-tangga-di-jombang-bangkitkan-ekonomi-kreatif-lewat-tenun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-ibu-rumah-tangga-di-jombang-bangkitkan-ekonomi-kreatif-lewat-tenun</guid>
<description><![CDATA[ Para perempuan yang sebelumnya merupakan buruh pabrik sarung kini tidak lagi bergantung pada industri besar, melainkan berdaya di atas kaki sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a52e546e67.webp" length="33996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 17:20:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sentra Tenun Jombang, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> <strong>-</strong> Sebuah krisis besar sering kali menjadi titik balik bagi munculnya kekuatan baru. Hal inilah yang dibuktikan oleh sekelompok perempuan di Dusun Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Berawal dari pahitnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat pandemi COVID-19, mereka kini bertransformasi menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui Sentra Tenun Wastra Sejahtera.</p>
<p>Siti Khoirul Uma (41), pionir sekaligus pengelola sentra tersebut, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa solidaritas. </p>
<p>Para perempuan yang sebelumnya merupakan buruh pabrik sarung kini tidak lagi bergantung pada industri besar, melainkan berdaya di atas kaki sendiri.</p>
<p>"Saat pabrik tutup karena pandemi, kami tidak ingin menyerah pada keadaan. Kami memutuskan untuk memulainya sendiri dan memberdayakan para ibu rumah tangga di lingkungan ini agar tetap produktif tanpa mengabaikan peran mereka di rumah," ujar Uma saat ditemui di lokasi produksi, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Produksi di Sentra Tenun Wastra Sejahtera bukanlah pekerjaan instan. Setiap helai kain merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut ketelitian tinggi. Dimulai dari pemintalan benang, proses <em>midang</em> (penghitungan benang), penggambaran motif, pengikatan, hingga pencelupan warna yang dilakukan secara manual.</p>
<p>Tahapan berlanjut pada proses mengurai benang, memaleti, hingga akhirnya ditenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). </p>
<p>Untuk menghasilkan satu potong kain, para perajin membutuhkan waktu rata-rata dua hari, tergantung pada tingkat kerumitan motif dan kestabilan alat.</p>
<p>"Tantangan teknis seperti benang putus atau kendala pada mesin memang sering menghambat, namun semangat para ibu di sini tidak pernah luntur. Dalam seminggu, seorang penenun mampu menghasilkan hingga tiga potong kain," tambah Uma.</p>
<p>Saat ini, Wastra Sejahtera menaungi sedikitnya 15 pekerja yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Model kerjanya pun fleksibel dan inklusif, sebagian menenun di sentra, sementara proses awal seperti pencelupan warna dapat dikerjakan dari rumah masing-masing.</p>
<p>Produk yang dihasilkan kini semakin kompetitif dan beragam, mencakup sarung goyor, kain lurik, kain motif, kain dobi, hingga produk unggulan berupa selendang warna alam. Selain itu, mereka juga memproduksi blangket dan tirai bambu dengan rentang harga Rp250.000 hingga Rp400.000 per potong.</p>
<p>Sistem pengupahan dilakukan secara borongan, memberikan peluang penghasilan tambahan yang signifikan bagi warga setempat. Upah <em>midang</em> dipatok Rp10.000 hingga Rp15.000, sementara menenun kain dapat mencapai Rp75.000 per potong.</p>
<p>Meski bermodal semangat swadaya, Sentra Tenun Wastra Sejahtera kini mencatatkan omzet stabil di angka Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. </p>
<p>Pemasaran yang semula hanya mengandalkan pelanggan tetap kini mulai merambah jagat digital melalui media sosial. Luasnya jangkauan promosi membawa produk asli Jombang ini terbang hingga ke pasar Kalimantan.</p>
<p>Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan berbasis komunitas mampu menjadi pilar ekonomi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.</p>
<p>"Untuk para ibu, teruslah berkarya dan jangan pernah patah semangat. Kita mampu membuktikan bahwa dari sebuah kesulitan, kita bisa menciptakan peluang yang luar biasa," pungkas dia. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akselerasi Wirausaha Baru, DKPP Jombang Perkuat Sinergi dengan Kelompok Pembudidaya Lele</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akselerasi-wirausaha-baru-dkpp-jombang-perkuat-sinergi-dengan-kelompok-pembudidaya-lele</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akselerasi-wirausaha-baru-dkpp-jombang-perkuat-sinergi-dengan-kelompok-pembudidaya-lele</guid>
<description><![CDATA[ Bambang menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng pembudidaya yang telah sukses untuk menjadi mentor bagi calon peternak baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a42a1e8666.webp" length="71660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 16:03:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Budidaya Lele</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Jombang mulai melakukan langkah taktis untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. </p>
<p>Melalui kunjungan lapangan ke sentra budidaya ikan lele di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Selasa (23/12/2025), DKPP berupaya mengintegrasikan program pemerintah dengan praktik nyata di sektor perikanan.</p>
<p>Kepala DKPP Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah krusial dalam memfasilitasi program kewirausahaan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jombang. </p>
<p>Selain sebagai ajang komunikasi, kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi pengembangan usaha perikanan di akar rumput.</p>
<p>"Kami hadir untuk menjalin komunikasi langsung sekaligus mengimplementasikan arahan pimpinan dalam menumbuhkan wirausaha baru di bidang perikanan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kondisi riil di lapangan adalah kunci keberhasilan program ini," ujar Bambang saat diwawancarai di lokasi.</p>
<p>DKPP Jombang tidak hanya fokus pada pendampingan administratif, tetapi juga pada aspek transfer keahlian. </p>
<p>Bambang menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng pembudidaya yang telah sukses untuk menjadi mentor bagi calon peternak baru. </p>
<p>Hal ini dilakukan agar kegagalan teknis di tingkat pemula dapat diminimalisasi melalui pengalaman praktisi lapangan.</p>
<p>Salah satu tokoh pembudidaya di Desa Temuwulan, Heri, direncanakan akan didorong menjadi 'bapak asuh' bagi para peternak pemula. </p>
<p>Skema ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang kolaboratif, bukan kompetitif.</p>
<p>"Respons di lapangan sangat positif. Para pembudidaya berpengalaman memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Mereka melihat peternak baru sebagai mitra strategis untuk memperkuat jaringan pasar, bukan sebagai pesaing," tambah Bambang.</p>
<p>Program penguatan sektor perikanan ini diharapkan mampu menjadi pilar utama penopang ekonomi keluarga. </p>
<p>Bambang menekankan bahwa target akhir dari seluruh rangkaian program ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>"Pesan pemerintah daerah sangat jelas: usaha ini harus mampu menyejahterakan keluarga pembudidaya. Itulah yang terus kami dorong melalui sinkronisasi program dan pendampingan berkelanjutan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Korupsi Alsintan di Jombang, Mesin Combine Raib, Warga Sebut Ada Tebusan Rp200 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-alsintan-di-jombang-mesin-combine-raib-warga-sebut-ada-tebusan-rp200-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-alsintan-di-jombang-mesin-combine-raib-warga-sebut-ada-tebusan-rp200-juta</guid>
<description><![CDATA[ Satu unit mesin panen (combine harvester) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari dilaporkan raib dari penguasaan petani tak lama setelah serah terima dilakukan pada akhir 2024 lalu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a3b15a1cf7.webp" length="30896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Mesin Combine Raib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang seharusnya menyejahterakan petani di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, kini justru memicu polemik. </p>
<p>Satu unit mesin panen (<em>combine harvester</em>) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari dilaporkan raib dari penguasaan petani tak lama setelah serah terima dilakukan pada akhir 2024 lalu.</p>
<p>Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkapkan adanya dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan oknum perangkat desa dengan modus uang tebusan sebesar Rp200 juta.</p>
<p>Menurut keterangan narasumber berinisial D, salah seorang warga setempat, bantuan tersebut tiba di desa sekitar September 2024. </p>
<p>Namun, kegembiraan anggota Poktan Mojosari sirna ketika oknum perangkat desa diduga meminta uang tebusan dalam jumlah fantastis agar alat tersebut bisa dikelola oleh kelompok.</p>
<p>"Awalnya diurus oleh desa atas nama Poktan Mojosari. Setelah barang datang, oknum perangkat justru meminta uang tebusan Rp200 juta. Mereka meminta pelunasan hari itu juga. Jika tidak sanggup, alat akan dialihkan ke pihak lain," ungkap D saat ditemui awak media, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Lantaran anggota Poktan tidak mampu menyediakan uang tunai dalam waktu singkat, bantuan negara tersebut diduga dialihkan kepada pihak swasta, yakni almarhum Haji Iskandar, warga Dusun Sumberpacing, yang sanggup membayar nominal tersebut. </p>
<p>Sejak saat itu, mesin combine tersebut tidak lagi terlihat di lingkup Poktan Mojosari.</p>
<p>Bantuan alsintan merupakan hibah negara yang diperuntukkan bagi kelompok tani secara kolektif untuk menurunkan biaya produksi petani, bukan untuk diperjualbelikan atau ditebus oleh individu. </p>
<p>Pengalihan aset negara kepada pihak perorangan dengan imbalan uang merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi bantuan pemerintah.</p>
<p>Warga kini mendesak agar mesin combine itu dikembalikan ke pihak kelompok tani, dan meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan mengusut tuntas keberadaan alat tersebut jika tak kunjung kembali. </p>
<p>"Harapan warga sederhana, kembalikan mesin combine itu ke Poktan Mojosari sesuai fungsinya," tegas D.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait belum membuahkan hasil. </p>
<p>Kepala Desa Sumbersari, Harianto, serta Camat Megaluh, Ummi Salamah, belum memberikan respons saat dihubungi.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Roni, juga belum memberikan pernyataan resmi terkait pengawasan distribusi bantuan alsintan di wilayahnya yang diduga menyimpang dari prosedur.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jamin Keamanan Nataru, Dandim 0814 Jombang Sidak Kesiapan Personel di Lapangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jamin-keamanan-nataru-dandim-0814-jombang-sidak-kesiapan-personel-di-lapangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jamin-keamanan-nataru-dandim-0814-jombang-sidak-kesiapan-personel-di-lapangan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan penuh personel gabungan dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a17fb0fc67.webp" length="73982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 13:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Nataru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, melakukan peninjauan mendadak ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Kabupaten Jombang, Senin (22/12/2025). </p>
<p>Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan penuh personel gabungan dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p>Dalam inspeksi tersebut, Letkol Kav Dicky Prasojo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan sarana prasarana, distribusi personel, hingga sistem respons cepat yang diterapkan di setiap titik pengamanan. </p>
<p>Hal ini krusial guna menjamin stabilitas wilayah selama perayaan hari besar keagamaan dan pergantian tahun.</p>
<p>"Sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi lintas sektor adalah kunci utama. Kami harus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal dan merayakan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan kondusif," tegas Letkol Kav Dicky Prasojo dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Dandim menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap profesional dan responsif terhadap potensi kerawanan. </p>
<p>Ia menekankan bahwa kehadiran aparat harus memberikan dampak nyata bagi rasa aman publik.</p>
<p>"Kami berkomitmen penuh mendukung stabilitas kamtibmas. Seluruh prajurit telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa mengabaikan sisi humanis dalam melayani masyarakat," imbuhnya.</p>
<p>Di sela-sela peninjauan, Letkol Kav Dicky juga memberikan motivasi kepada petugas gabungan agar tetap menjaga kondisi fisik dan kesehatan di tengah intensitas tugas yang meningkat. </p>
<p>Peninjauan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi taktis antarinstansi demi mewujudkan situasi Jombang yang tetap terkendali selama periode Nataru. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pegiat Budaya Jombang Bertemu Menteri Fadli Zon, Serahkan Dokumen Sejarah Kelahiran Presiden Soekarno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pegiat-budaya-jombang-bertemu-menteri-fadli-zon-serahkan-dokumen-sejarah-kelahiran-presiden-soekarno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pegiat-budaya-jombang-bertemu-menteri-fadli-zon-serahkan-dokumen-sejarah-kelahiran-presiden-soekarno</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah tentang tempat dan tahun kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69494eb2f1c07.webp" length="40320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 22:36:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Soekarno, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Situs Persada Soekarno Kediri, serta tokoh masyarakat Jombang bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Senin (22/12/2025) di Surabaya. Pertemuan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah tentang tempat dan tahun kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.</p>
<p>Dalam pertemuan yang hangat tersebut, anggota TACB Jombang, Arif Yulianto, memaparkan secara singkat sejarah bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902 di hadapan Menteri Fadli Zon.</p>
<p>Rombongan dari Jombang terdiri dari Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, anggota TACB Jombang, Arif Yulianto, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Heru Cahyono, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM. Kuswartono, serta tokoh masyarakat Jombang, Joko Herwanto.</p>
<p>Cak Nas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan bertemu dengan Menteri Fadli Zon. </p>
<p>"Kami menyampaikan terima kasih kepada beliau, semoga pertemuan ini bisa menjadi katalisator penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang," ujarnya.</p>
<p>Ia menilai pertemuan tersebut sangat efektif, singkat, padat, dan berisi. Cak Nas juga berharap Kementerian Kebudayaan RI dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak Surabaya untuk klarifikasi (tabayyun) sejarah kelahiran Bung Karno. </p>
<p>"Tabayyun dengan Surabaya itu kami harapkan bisa direalisasikan dalam waktu dekat," tuturnya.</p>
<p>Pertemuan ini merupakan pertemuan keduanya dengan Fadli Zon, setelah sebelumnya pada tahun 2007 Cak Nas pernah mendampingi menteri tersebut mengunjungi Yoni Gambar di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang.</p>
<p>"Ternyata beliau tadi masih ingat," kata Cak Nas.</p>
<p>Sementara itu, Arif Yulianto menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, selain pemaparan, pihaknya juga menyerahkan sejumlah dokumen kepada Menteri Kebudayaan. </p>
<p>"Dokumen yang kami serahkan adalah kajian TACB Jombang tahun 2024 tentang Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang, copian kliping berita, serta sejumlah buku pendukung," jelasnya.</p>
<p>Buku-buku yang diserahkan antara lain Candradimuka karya Dian Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa karya Prof. Nurinwa dkk, dan Menemukan Bung Karno di Jombang karya Moch. Faisol.</p>
<p>Sejalan dengan Cak Nas, Arif Yulianto berharap agar pertemuan antara pihak Jombang dan Surabaya segera difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan. </p>
<p>"Kami juga mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat Jombang agar perjuangan pelurusan sejarah ini dapat memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Jombang," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPK Oi Jombang Lahirkan Pengurus Baru, Berikut Rencana Aksinya!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpk-oi-jombang-lahirkan-pengurus-baru-berikut-rencana-aksinya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpk-oi-jombang-lahirkan-pengurus-baru-berikut-rencana-aksinya</guid>
<description><![CDATA[ Usai dilantik, pengurus BPK Oi mencanangkan rencana aksi untuk memperkuat kegiatan seni, kepedulian lingkungan hingga pengembangan usaha ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69494aee9d1e2.webp" length="39408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 22:06:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BPK Oi Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Oi Kabupaten Jombang telah mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2025-2029. Pelantikan digelar pada Minggu (21/12/2025) di Waroeng Setengah Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Jombang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.</p>
<p>Ketua terpilih BPK Oi Jombang Fuad Efendi, yang akrab disapa Kerdus, menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh kader, pembina, dan penasihat.</p>
<p>Ia juga secara transparan mengakui bahwa periode sebelumnya sempat tidak aktif akibat berbagai kendala, termasuk pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, dan menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut.</p>
<p>“Saya mewakili periode kemarin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Kerdus dalam pesan diterima, Senin (22/12/2025). </p>
<p>Visi organisasi ke depan akan berpijak pada lima pilar Oi yang disingkat SOPAN (Seni, Olahraga, Pendidikan, Akhlak, dan Niaga). Berdasarkan pilar-pilar ini, dua program aksi segera akan dilaksanakan.</p>
<p>Untuk pilar seni, akan digulirkan program “Falsnight”, yaitu pertunjukan musik dangdut koplo yang akan berkeliling ke warung dan ruang publik di setiap kecamatan. Sementara untuk aspek sosial dan lingkungan, akan dijalankan gerakan “cabut paku di pohon-pohon” guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan.</p>
<p>Pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah Oi Jawa Timur, Gus Maulana Yasin, yang menyampaikan dukungan dan harapannya. Ia meyakini bahwa kepengurusan baru ini akan membawa semangat dan progres program yang nyata, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.</p>
<p>“Kita yakin program-program agenda di Jombang selalu jadi percontohan atau selalu menjadi barometer BPK Oi dari daerah-daerah lainnya. Salam Oi,” tegas Gus Maulana.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh pembina, perwakilan BPK Oi luar kota, serta berbagai komunitas di Kota Santri ini, tidak hanya melantik belasan pengurus dan anggota baru, tetapi juga menandai kebangkitan organisasi. </p>
<p>Komitmennya jelas: mengedepankan seni, pelestarian lingkungan, penguatan akar rumput melalui UMKM, serta mendorong generasi muda untuk mengambil peran kepemimpinan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pos Pelayanan Natal Bertema Karakter Frozen Hadir di Dekat Stasiun Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pos-pelayanan-natal-bertema-karakter-frozen-hadir-di-dekat-stasiun-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pos-pelayanan-natal-bertema-karakter-frozen-hadir-di-dekat-stasiun-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu pos yang menonjol bertema &quot;Disneyland Salju&quot; mengusung karakter film animasi &#039;Frozen&#039; dan terletak strategis di dekat Stasiun Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694930b4a6413.webp" length="45674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 18:58:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pos Natal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan pos pelayanan dan pengamanan untuk Natal 2025 serta Tahun Baru 2026, Senin (22/12/2025). </p>
<p>Salah satu pos yang menonjol bertema "Disneyland Salju" mengusung karakter film animasi 'Frozen' dan terletak strategis di dekat Stasiun Jombang.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Kapolres Ardi menyampaikan maksud dan harapan di balik kehadiran pos tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah, kita bersama-sama mengecek kesiapan pos pelayanan dan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru yang tersebar di wilayah hukum Polres Jombang. Terdapat satu pos pelayanan di sini dan lima pos pengamanan lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Pos ini menyediakan ruang istirahat, kopi dan minuman gratis, serta area khusus anak-anak. Fasilitas ini ditujukan bagi warga yang sedang menikmati libur Natal dan Tahun Baru, maupun usai menjalankan ibadah.</p>
<p>"Kami mengundang masyarakat untuk memanfaatkan tempat ini sebaik mungkin. Tema pos pelayanan kami ubah setiap tahun sebagai bentuk inovasi untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak," jelas Ardi.</p>
<p>Soal pemilihan lokasi, Kapolres menjelaskan pertimbangan strategisnya. "Pos ini sengaja ditempatkan di titik keramaian dan rawan kemacetan, sekaligus untuk mengamankan gereja-gereja di sekitarnya. Harapannya, ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru berlangsung dengan aman dan nyaman," tandasnya.</p>
<p>Menanggapi perbincangan di media sosial mengenai anggaran pembuatan pos, Ardi menegaskan bahwa pendanaannya bersumber dari dukungan mitra. </p>
<p>“Ini memanfaatkan CSR dari pabrik, perusahaan, dan pihak yang mendukung kegiatan pelayanan masyarakat. Dana yang digunakan bukan berasal dari anggaran negara,” paparnya.</p>
<p>Menyambut puncak arus mudik dan perayaan, Kapolres menyatakan kesiapan penuh jajarannya. </p>
<p>“Kami akan fokus memberikan pelayanan terbaik pada malam tanggal 24 Desember dan malam Tahun Baru, termasuk dengan pengaturan dan rekayasa lalu lintas, agar mobilitas masyarakat di Jombang tetap lancar dan aman,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>109.086 Warga Jombang Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/109086-warga-jombang-terima-bantuan-pangan-beras-dan-minyak-goreng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/109086-warga-jombang-terima-bantuan-pangan-beras-dan-minyak-goreng</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan untuk periode dua bulan ini disalurkan secara bertahap di seluruh kecamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694927d4a6a6a.webp" length="59180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 18:38:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Pangan, bansos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebanyak 109.086 warga di Kabupaten Jombang menerima Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng. Bantuan untuk periode dua bulan ini disalurkan secara bertahap di seluruh kecamatan.</p>
<p>Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Jombang Warsubi di Balai Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Senin (22/12/2025). Desa tersebut merupakan salah satu dari 306 desa penerima, dengan jumlah 273 kepala keluarga (KK) yang mendapat bantuan.</p>
<p>Bupati Warsubi menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi nasional tahun 2025 yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, menekan angka kemiskinan, dan menjaga stabilitas pangan daerah.</p>
<p>"Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait harus terus terjaga agar distribusi bantuan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran," ujar Warsubi.</p>
<p>Bantuan yang disalurkan merupakan program Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), dengan pelaksanaan oleh Perum Bulog. Pimpinan Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Mohamad Husni, menyebutkan setiap penerima mendapat 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.</p>
<p>"Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus (Oktober-November 2025), maka masing-masing penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng," jelas Husni.</p>
<p>Data penerima bantuan bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI. Husni menegaskan, jika di lapangan ditemukan penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria, akan dilakukan penggantian sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p>Penyaluran di Kabupaten Jombang berlangsung sepanjang November hingga Desember 2025, dengan lokasi distribusi di masing-masing balai desa. Program ini diharapkan dapat melindungi masyarakat, khususnya keluarga rentan, dari tekanan harga pangan dan gejolak inflasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Permintaan Melonjak Menjelang Nataru, Pembudidaya Ikan Patin di Jombang Raup Untung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/permintaan-melonjak-menjelang-nataru-pembudidaya-ikan-patin-di-jombang-raup-untung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/permintaan-melonjak-menjelang-nataru-pembudidaya-ikan-patin-di-jombang-raup-untung</guid>
<description><![CDATA[ Harga ikan patin di tingkat pembudidaya ikan saat ini mencapai Rp 25.000 per kilogram, meningkat dari kisaran Rp 20.000 per kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947784ba7c11.webp" length="39484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 12:36:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ternak Ikan Patin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Menjelang akhir tahun 2025, pembudidaya ikan patin di sentra budidaya Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menikmati harga jual yang menguntungkan. Harga di tingkat pembudidaya ikan saat ini mencapai Rp 25.000 per kilogram, meningkat dari kisaran Rp 20.000 per kilogram.</p>
<p>Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, yang disambut antusias oleh para pembudidaya.</p>
<p>Salah satunya adalah Muslik Fanani,pembudidaya ikan dari Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh. Di kolamnya, panen berlangsung ramai. Dari satu kolam berisi sekitar 3.000 ekor, Muslik mampu memanen hingga 1,2 ton ikan patin siap jual.</p>
<p>"Harga memang cenderung naik, dari Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kilogram sebagai harga tertinggi. Dengan biaya perawatan Rp 11 juta untuk 3.000 ekor dari tebar hingga panen, harga saat ini masih memberi keuntungan," ujar Muslik, Ahad (21/12/2025).</p>
<p>Muslik yang mengelola sembilan kolam dengan siklus panen 6-7 bulan sekali menyebut, kenaikan harga ini membantu menutup biaya produksi sekaligus menambah margin keuntungan.</p>
<p>Fakta kenaikan harga dibenarkan oleh tengkulak setempat, Saiful. Menurutnya, harga beli dari petani memang sudah menyentuh Rp 25.000 per kilogram.</p>
<p>"Dulu kisaran Rp 20.000 per kilogram, sekarang naik. Ikan dari Jombang ini kami kirim ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidoarjo dengan rata-rata satu ton per pengiriman," jelas Saiful.</p>
<p>Ia menambahkan, permintaan ikan patin melonjak drastis jelang libur akhir tahun. Pasar tidak hanya berasal dari lokal Jombang, tetapi juga dari sejumlah kota seperti Surabaya dan Malang.</p>
<p>Selain faktor permintaan musiman dan meluasnya pasar, kenaikan ini juga didukung oleh biaya produksi—terutama pakan—yang relatif stabil. Di sisi lain, peternak pun mulai menerapkan manajemen budidaya yang lebih intensif, seperti pengaturan sirkulasi air dan pemantauan kualitas air kolam.</p>
<p>Dengan harga yang menguat, peternak berharap tren positif ini dapat berlanjut dan menjadi momentum untuk pengembangan usaha budidaya patin ke depan. Kenaikan harga jual ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal di wilayah Jombang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pabrik Sepatu di Jombang Terbakar Hebat, Seluruh Armada Damkar Dikerahkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pabrik-sepatu-di-jombang-terbakar-hebat-seluruh-armada-damkar-dikerahkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pabrik-sepatu-di-jombang-terbakar-hebat-seluruh-armada-damkar-dikerahkan</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan seluruh kekuatan armada guna memadamkan api yang terus berkobar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694620b90d961.webp" length="23598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 11:20:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran Pabrik Sepatu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu milik PT Karya Mekar yang berlokasi di kawasan Perum Mojongapit, Desa Mojongapit, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (20/12/2025) pagi. </p>
<p>Insiden ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan seluruh kekuatan armada guna memadamkan api yang terus berkobar.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut memicu kepanikan luar biasa. Kepulan asap hitam pekat tampak membubung tinggi hingga terlihat dari radius beberapa kilometer, menarik perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menegaskan bahwa pihaknya melakukan upaya pemadaman besar-besaran mengingat lokasi pabrik yang berbatasan langsung dengan area permukiman padat penduduk.</p>
<p>"Kami terjunkan seluruh potensi yang ada. Sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran dari empat pos berbeda dan tiga unit ambulans telah disiagakan di lokasi. Penanganan dilakukan secara maksimal untuk mencegah perambatan api ke rumah warga," ujar Wiku di lokasi kejadian.</p>
<p>Guna mempercepat proses lokalisasi api, petugas melakukan pemadaman secara simultan dari tiga arah, yakni sisi barat, utara, dan timur bangunan. </p>
<p>Pasokan air juga dibantu oleh unit pemadam dari pabrik gula serta instansi terkait lainnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua RW setempat, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari sisi selatan pabrik.</p>
<p>"Awalnya terlihat asap hitam tebal, lalu api membesar dengan cepat. Sejumlah petugas keamanan dan karyawan yang baru tiba segera menyelamatkan diri begitu melihat api," ungkap Arif.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku melakukan proses pendinginan (<em>cooling</em>) untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi. </p>
<p>Aparat kepolisian telah memasang garis polisi dan membatasi akses ke lokasi guna mengamankan area.</p>
<p>Belum diketahui secara pasti penyebab dari kebakaran ini maupun total kerugian material yang diderita. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan api benar-benar padam dan area dinyatakan aman bagi warga sekitar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Naskah Kuno Jadi Inspirasi Dalang Kebun Ganja Indoor di Jombanh Akui Teliti Ganja Sejak 2012 dan Residivis 5 Kali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/naskah-kuno-jadi-inspirasi-dalang-kebun-ganja-indoor-di-jombanh-akui-teliti-ganja-sejak-2012-dan-residivis-5-kali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/naskah-kuno-jadi-inspirasi-dalang-kebun-ganja-indoor-di-jombanh-akui-teliti-ganja-sejak-2012-dan-residivis-5-kali</guid>
<description><![CDATA[ Ketertarikannya pada tanaman ganja, menurut pengakuannya, telah dimulai sejak tahun 2012-2013. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694530fe1fb42.webp" length="54064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 19:58:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, ungkap tanaman Ganja, Ganja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>P, dalang sekaligus pemodal utama kebun ganja indoor di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, mengaku aktivitas terlarangnya terinspirasi dari kajian naskah-naskah kuno Nusantara. Ketertarikannya pada tanaman ganja, menurut pengakuannya, telah dimulai sejak tahun 2012-2013.</p>
<p>"Saya mulai meneliti tanaman ganja sejak 2012, awalnya dari naskah-naskah kuno Nusantara," ujar pengakuan P saat konferensi pers di Mapolres Jombang, Kamis (18/12/2025) kemarin. </p>
<p>Latar belakangnya sebagai peneliti sejarah dan penulis buku disebutnya mendorong kajian mendalam soal ganja, yang ia temukan sering muncul dalam catatan-catatan kuno. Meski demikian, P mengakui tindakannya melanggar hukum dan sadar sepenuhnya akan ancaman pidana berat berdasarkan Undang-Undang Narkotika.</p>
<p>"Saya sadar ini salah," katanya tegas.</p>
<p>Namun, di balik pengakuan tersebut, P mengungkap harapan pribadinya agar sistem hukum narkotika di Indonesia di masa depan dapat berubah dan lebih rasional, serta selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan leluhur. Ia menegaskan bahwa harapan itu bukan pembenaran atas perbuatannya.</p>
<p>Penangkapan P berawal dari pengungkapan kasus yang dimulai dengan penahanan tersangka berinisial Y pada 14 Desember 2025 karena diduga mengedarkan narkotika. Dari Y, polisi menemukan bibit ganja dan mendapatkan informasi yang mengarah ke R.</p>
<p>Pengembangan kasus membawa Satresnarkoba Polres Jombang pada 15 Desember 2025 menggerebek rumah kontrakan yang ditempati R di Desa Mojongapit.</p>
<p>Di lokasi itu, polisi menemukan ratusan batang ganja yang dibudidayakan secara indoor dengan peralatan modern, seperti tenda tanam, lampu UV, dan pendingin ruangan.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan terhadap R, terungkap peran P sebagai dalang dan penyandang dana operasional. P bersama istrinya kemudian diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa dalih penelitian atau kajian sejarah tidak menghapus unsur pidana dari perbuatan tersangka.</p>
<p>"Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku," beber Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan disela acara apel Operasi Lilin Semeru, Jumat (19/12/2025). </p>
<p>Saat ini, P dan tersangka lainnya ditahan di Mapolres Jombang. Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk jaringan permodalan dan distribusi, dalam kasus ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Lilin Semeru 2025 Jelang Nataru Bergulir di Jombang, Ditandai Apel Gelar Pasukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-lilin-semeru-2025-jelang-nataru-bergulir-di-jombang-ditandai-apel-gelar-pasukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-lilin-semeru-2025-jelang-nataru-bergulir-di-jombang-ditandai-apel-gelar-pasukan</guid>
<description><![CDATA[ Operasi lilin berlangsung dari 20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026 pengamanan tempat ibadah Natal dan perayaan tahun baru (Nataru). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694529d60b2db.webp" length="99640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 19:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Operasi Lilin Semeru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025 untuk pengamanan jelang pelaksaan Natal resmi bergulir di Jombang. Kegiatan ditandai dengan kegiatan apel gabungan yang dihadiri ratusan jajaran dari kepolisian, TNI, Pemda, BPBD, Damkar, Dinas Perhubungan, serta organisasi pengamanan lainnya. </p>
<p>Operasi lilin berlangsung dari 20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026 pengamanan tempat ibadah Natal dan perayaan tahun baru. </p>
<p>"Melibatkan 241 personel kepolisian dan gabungan TNI maupun pemda serta jajaran lainnya sekitar 500 personil. Mengamankan 87 gereja di seluruh Jombang," ucap Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Jumat (19/12/2025) sore. </p>
<p>Termasuk pengamanan sejumlah tempat wisata dan pusat-pusat keramaian perayaan Tahun Baru di sejumlah titik di Jombang. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan Natal berjalan aman dan nyaman serta perayaan libur tahun baru bisa dinikmati warga dengan aman riang bersama keluarga. </p>
<p>Pihaknya juga mendirikan 5 pos pantau untuk keamanan lalu lintas sekaligus pusat informasi bagi pengendara lalu lintas yang hendak bepergian masuk maupun keluar Kabupaten Jombang. </p>
<p>"Kita juga mengantisipasi kerawanan, disamping keamanan ditempat ibadah, kerawanan bencana alam di tempat wisata terutama daerah Kecamatan Wonosalam," bebernya. </p>
<p>Kegiatan operasi lilin 2025 sambut Natal dan tahun baru (Nataru) yang bertepatan dengan liburan sekolah. Pihaknya juga mengantisipasi potensi adanya gerombolan pemotor yang berpotensi membuat onar. </p>
<p>"Kami antisipasi hal itu, alhamdulillah selama 6 bulan terakhir aksi-aksi kenakalan jalanan bisa kita redam dengan kerjasama semua pihak. Termasuk operasi kamtibmas yang ditingkatkan, seperti kegiatan operasi miras dan penyalahgunaan Narkoba," jelasnya. </p>
<p>"Antisipasi Curanmor, melibatkan seluruh Pokres jombang, kegiatan operasi ditingkatkan," imbuhnya. </p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan juga menghimbauan warga yang melaksanakan ibadah untuk tetap sesuai dengan perencananya, karen pihak Polres jajaran siap menjamin kemaanan dan kenyamanan beribadah. </p>
<p>"Termasuk bagi pengendara kendaraan bermotor apabila capek, bisa beristirahat di pos yang sudah disediakan, kami menyediakan fasilitas yang cukup memadai," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Salurkan Bantuan Sosial bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Bandang Aceh dan Sumatra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-bantuan-sosial-bagi-mahasiswa-terdampak-banjir-bandang-aceh-dan-sumatra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-bantuan-sosial-bagi-mahasiswa-terdampak-banjir-bandang-aceh-dan-sumatra</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data sementara, terdapat 26 mahasiswa yang teridentifikasi terdampak. Namun, proses pendataan akan terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944c9d0e4474.webp" length="77794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 11:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Sosial, Mahasiswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa asal Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana alam banjir bandang. </p>
<p>Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, di halaman kantor Ojol Kamtibmas, Jombang, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menyasar mahasiswa asal Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah menempuh studi di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Selain memberikan bantuan materiil, jajaran Polres Jombang juga memberikan dukungan moril serta ungkapan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa kampung halaman para mahasiswa tersebut.</p>
<p>"Kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Adik-adik mahasiswa di Jombang adalah bagian dari keluarga kami. Jika terdapat kendala dalam menjalankan perkuliahan, silakan sampaikan kepada kami. Kami sangat terbuka untuk membantu," ujar AKBP Ardi kepada wartawan.</p>
<p>Berdasarkan data sementara, terdapat 26 mahasiswa yang teridentifikasi terdampak. Namun, proses pendataan akan terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa Polres Jombang berkomitmen menjadi keluarga kedua bagi para mahasiswa perantauan tersebut.</p>
<p>"Kami ingin memastikan mereka yang berkuliah di sini merasa aman dan didukung. Momentum ini merupakan upaya kami untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," tandasnya.</p>
<p>Rendi Adiputra, mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng asal Kabupaten Aceh Singkil, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polres Jombang. </p>
<p>Menurutnya, meski tidak seluruh wilayah Sumatra terdampak secara merata, efek banjir bandang kali ini sangat signifikan.</p>
<p>"Kami sangat berterima kasih atas perhatian jajaran Polres Jombang. Saat ini, kondisi di beberapa kabupaten di Aceh cukup parah. Dampaknya mulai dari kelangkaan BBM, akses jalan yang terputus, hingga lonjakan harga kebutuhan pangan," ucap Rendi.</p>
<p>Kendati demikian, dukungan dari pihak kepolisian ini menjadi motivasi tambahan bagi para mahasiswa untuk tetap fokus pada pendidikan. </p>
<p>Rendi mengajak rekan-rekannya sesama mahasiswa perantauan untuk tidak larut dalam kesedihan.</p>
<p>"Bencana bukan menjadi penghalang bagi kita untuk terus bangkit dan meraih cita-cita," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemodal Tanaman Ganja Senilai Rp6,5 Miliar di Jombang Ternyata Residivis yang Masih Leluasa Beraksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemodal-tanaman-ganja-senilai-rp65-miliar-di-jombang-ternyata-residivis-yang-masih-leluasa-beraksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemodal-tanaman-ganja-senilai-rp65-miliar-di-jombang-ternyata-residivis-yang-masih-leluasa-beraksi</guid>
<description><![CDATA[ Operasi yang mengamankan aset barang bukti senilai Rp6,5 miliar ini menyeret seorang pemodal yang tercatat telah lima kali keluar-masuk penjara dalam kasus serupa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944183b14612.webp" length="37464" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 07:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ganja, Teknik Indoor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Keberhasilan Satresnarkoba Polres Jombang membongkar laboratorium budidaya ganja <em>indoor</em> di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, mengungkap tabir gelap lemahnya pengawasan terhadap residivis kambuhan. </p>
<p>Operasi yang mengamankan aset barang bukti senilai Rp6,5 miliar ini menyeret seorang pemodal yang tercatat telah lima kali keluar-masuk penjara dalam kasus serupa.</p>
<p>Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan tersangka Y (35) pada Ahad (14/12/2025) dengan barang bukti awal berupa 2,77 gram biji ganja. </p>
<p>Pengembangan cepat membawa petugas ke sebuah rumah kontrakan yang disulap menjadi perkebunan intensif oleh tersangka utama, R (43), warga Nganjuk.</p>
<p>Di lokasi tersebut, polisi menemukan sistem pertanian modern yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan tanaman secara ilegal. </p>
<p>Barang bukti yang disita meliputi 156 batang tanaman ganja hidup, 40 kilogram daun ganja (kering dan basah, tenda khusus dengan teknologi lampu ultraviolet, dan cairan fermentasi campuran alkohol.</p>
<p>Fokus utama tertuju pada sosok berinisial D (48), warga Bantul, Yogyakarta, yang diidentifikasi sebagai pemodal utama. D diketahui merupakan residivis kasus ganja untuk kelima kalinya. </p>
<p>Keterlibatan D bersama istrinya, I (40), menunjukkan adanya kegagalan sistem rehabilitasi atau pengawasan pasca-bui, mengingat ia mampu mengorganisir operasi berskala besar dengan pendanaan kuat tak lama setelah bebas.</p>
<p>"Tersangka D bertindak sebagai penyandang dana, sementara istrinya membantu logistik. Bibit didapatkan dari luar negeri melalui transaksi daring (<em>online</em>)," ujar Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, dalam konferensi pers, Kamis (18/12/2025) kemarin.</p>
<p>Analisis penyidik membeber data bahwa total nilai ekonomi dari seluruh barang bukti dan fasilitas produksi mencapai angka yang mencengangkan.</p>
<p>"Ganja 40 kg x Rp105.000/gram, Rp6.000.000.000, peralatan dan fasilitas laboratorium Rp500.000.000. Total Estimasi Aset Rp6.500.000.000," beber kapolres. </p>
<p>Meski kepolisian mengklaim telah mencegah peredaran besar dengan menyelamatkan puluhan ribu jiwa. Hingga saat ini, penyidik menyatakan belum menemukan bukti transaksi penjualan, namun pendalaman terhadap rekam jejak digital dan aliran dana para tersangka terus dilakukan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Luncurkan Kembali Kitab Qanun Asasi, Fondasi Ideologis Warga NU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pondok-pesantren-tebuireng-jombang-luncurkan-kembali-kitab-qanun-asasi-fondasi-ideologis-warga-nu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pondok-pesantren-tebuireng-jombang-luncurkan-kembali-kitab-qanun-asasi-fondasi-ideologis-warga-nu</guid>
<description><![CDATA[ Acara peluncuran dilaksanakan di Masjid Pesantren Tebuireng, Rabu (17/12/2025), bertepatan dengan rangkaian peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta haul para masyayikh Tebuireng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694413a03222f.webp" length="38768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 23:20:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peluncuran Kitab Qanun Asasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pondok Pesantren Tebuireng di Kecamatan Diwek, Jombang, kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat khazanah keilmuan Nahdlatul Ulama (NU) dengan meluncurkan kembali Kitab Qanun Asasi. Karya monumental dari pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, ini dinilai sebagai landasan ideologis dan etika berorganisasi bagi warga Nahdliyin.</p>
<p>Acara peluncuran dilaksanakan di Masjid Pesantren Tebuireng, Rabu (17/12/2025), bertepatan dengan rangkaian peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta haul para masyayikh Tebuireng. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan sejumlah tokoh NU.</p>
<p>Ritual launching diawali dengan pembacaan muqaddimah Qanun Asasi oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang kemudian diteruskan oleh KH Fahmi Amrullah Hadziq. Sementara itu, bagian akhir kitab yang berisi 40 hadis dibacakan oleh Dr. KH M Afifuddin Dhimyati, Pengasuh Asrama Hidayatul Qur'an Pondok Pesantren Darul Rejoso.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gus Kikin menegaskan bahwa Qanun Asasi adalah landasan fundamental berdirinya Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang hingga saat ini tetap relevan dan memiliki peran signifikan di masyarakat.</p>
<p>"NU berdiri dengan pijakan nilai yang jelas melalui Qanun Asasi. Karena itu, kitab ini penting untuk dibaca dan dipahami agar kita mengerti warisan pemikiran Hadratussyaikh," ujar Ketua PWNU Jawa Timur itu.</p>
<p>Usai pembacaan kitab, dilakukan penyerahan simbolis Qanun Asasi kepada KH Fahmi Amrullah Hadziq selaku dzurriyah (keturunan) Tebuireng dan Ketua PCNU Jombang. Penyerahan juga diberikan kepada perwakilan PWNU Jakarta yang merupakan alumni Pesantren Tebuireng.</p>
<p>Gus Fahmi, sapaan akrabnya, menekankan bahwa Qanun Asasi semestinya menjadi bacaan wajib bagi seluruh jajaran pengurus NU. Ia juga mengapresiasi tim yang telah melakukan penulisan ulang kitab tersebut.</p>
<p>"Menjadi pengurus NU bukan sekadar urusan administratif, melainkan juga amanah perjuangan. Qanun Asasi ini menjadi pengingat nilai-nilai dasar itu," tutur Ketua PCNU Jombang tersebut.</p>
<p>Nantinya, Kitab Qanun Asasi rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat dipelajari lebih luas oleh seluruh lapisan warga Nahdliyin.</p>
<p>Peluncuran kitab ini merupakan hasil kolaborasi beberapa lembaga, antara lain Tebuireng Institute, Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, Lembaga Ta'lif wan Nasyr NU (LTNNU) PCNU Jombang, serta Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).</p>
<p>Ketua Tebuireng Institute, Achmad Roziqi, memaparkan bahwa penulisan ulang Qanun Asasi dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan pemikiran KH Hasyim Asy'ari yang sebelumnya kurang dapat diakses oleh banyak warga NU.</p>
<p>"Kitab ini adalah salah satu karya utama KH Hasyim Asy'ari. Kami merasa berkewajiban untuk menghadirkannya kembali dengan tampilan dan kualitas yang lebih baik agar bisa dipelajari secara luas," jelasnya.</p>
<p>Roziqi berharap kitab tersebut dapat menjadi rujukan utama bagi santri dan pengurus NU dalam bersikap, berpikir, serta mengabdi kepada umat.</p>
<p>Perlu diketahui, Qanun Asasi pertama kali ditulis oleh KH Hasyim Asy'ari sekitar satu abad yang lalu, bersamaan dengan masa berdirinya NU. Kitab ini memuat prinsip-prinsip dasar kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara bagi warga NU.</p>
<p>Penulisan ulang dalam versi bahasa Arab dilakukan oleh Tebuireng Institute melalui proses pengetikan ulang, tahqiq (verifikasi naskah), dan tata letak ulang, kemudian diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng. Langkah ini diambil sebagai respons atas semakin langkanya naskah asli Qanun Asasi di masyarakat.</p>
<p>Tim penulis yang terlibat dalam proyek ini antara lain Ilham Zidal Haq, Iqbal Nursyahbani, Viki Junianto, Wildan Ulumul Fahmi, M Minahul Asna, dan Falikh Haidar al-Habsy. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sadarestuwati Ajak Masyarakat Jombang Bijak Bermedsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sadarestuwati-ajak-masyarakat-jombang-bijak-bermedsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sadarestuwati-ajak-masyarakat-jombang-bijak-bermedsos</guid>
<description><![CDATA[ Dengan bekal yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko dunia digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440ddfd539e.webp" length="25936" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 22:39:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Medsos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati, mengajak masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital. Hal ini disampaikannya dalam forum edukasi literasi digital yang diikuti lintas generasi di Green Red Hotel, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Sadarestuwati menegaskan bahwa penguasaan literasi digital kini merupakan sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Dengan bekal yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko dunia digital.</p>
<p>“Dunia digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dari perbankan, perdagangan, hingga interaksi sosial. Karena itu, kemampuan mengelolanya dengan aman sangat penting,” ujarnya.</p>
<p>Politisi tersebut mengakui kemudahan besar yang dibawa digitalisasi, seperti kemudahan transaksi dan akses berbagai layanan. Namun, ia juga mengingatkan ancaman di baliknya, seperti maraknya penipuan atau scamming, akun palsu, serta konten negatif yang mudah diakses tanpa filter.</p>
<p>“Ketidaktahuan akan seluk-beluk digital bisa membuka peluang menjadi korban kejahatan. Dari sisi negatifnya, marak penipuan yang luar biasa. Kalau tidak paham polanya, kita akan mudah tertarik,” tandas Sadarestuwati.</p>
<p>Ia secara khusus menyoroti kerentanan anak-anak terhadap paparan konten negatif di internet. Untuk itu, peran aktif keluarga dan lingkungan dalam pengawasan serta penanaman budi pekerti dalam penggunaan gawai sangat diperlukan.</p>
<p>“Kecerdasan memilih dan menyaring informasi adalah kunci. Tren yang ramai di media sosial belum tentu mengandung nilai kebaikan. Kita harus menjaga identitas dan norma sosial kita,” ungkapnya.</p>
<p>Pada forum tersebut, peserta mendapat pelatihan praktis tentang tata krama berkomunikasi di dunia maya, pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, serta cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks) dan berbagai modus kejahatan siber.</p>
<p>Untuk memberikan perspektif teknis dan ekonomi, penyelenggara juga menghadirkan perwakilan dari Bank Mandiri dan VASPE yang membahas transaksi elektronik yang aman serta peluang usaha melalui platform digital.</p>
<p>“Saya berharap kegiatan ini membuka pikiran masyarakat dalam menggunakan media sosial, bisa memilah dan memilih mana yang baik untuk diambil dan yang buruk ditinggalkan. Dengan cara itu, kita turut menjaga semangat nasionalisme yang dibangun para leluhur,” pungkas Sadarestuwati.</p>
<p><strong>Tingginya Ancaman Penipuan Digital</strong></p>
<p>Ajakan ini sangat relevan melihat data penipuan online 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan di Indonesia. Hingga September 2025, lebih dari 270.000 laporan masuk ke OJK dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 7-8 triliun lebih.</p>
<p>Modus penipuan didominasi oleh phishing (link palsu), lowongan kerja fiktif, investasi bodong, peniruan identitas (termasuk menggunakan AI), dan pemerasan via panggilan video. Survei juga menunjukkan bahwa sekitar 22,12% pengguna internet Indonesia mengalami penipuan online dalam periode April-Juli 2025, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus penipuan digital tertinggi di dunia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Tanam Ganja Teknik Indoor di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-4-orang-tersangka-kasus-tanam-ganja-teknik-indoor-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-4-orang-tersangka-kasus-tanam-ganja-teknik-indoor-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Para tersangka diidentifikasi sebagai R (43) dari Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk; Y (36) dari Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang; PRBR (48) alias D dari Bantul, Yogyakarta; dan I (40) dari Kabupaten Sidoarjo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440a3f7c382.webp" length="51996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 21:19:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ganja Tekni Indoor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Polres Jombang mengamankan sebuah laboratorium ganja tersembunyi yang beroperasi dengan teknik indoor di sebuah rumah kontrakan. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang terungkap di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang ini.</p>
<p>Para tersangka diidentifikasi sebagai R (43) dari Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk; Y (36) dari Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang; PRBR (48) alias D dari Bantul, Yogyakarta; dan I (40) dari Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>Dalam konferensi pers, Kamis (18/12/2025), Kasatresnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, memaparkan modus operandi sindikat ini. </p>
<p>"Tokoh intelektual di balik operasi ini adalah D, seorang penulis buku yang mendalami dan menulis tentang tanaman ganja. Pengetahuan teoritisnya kemudian diimplementasikan secara ilegal," jelas Bowo.</p>
<p>D menghubungi R, yang memiliki minat otodidak dalam penelitian ganja. Awalnya, R menanam dengan metode outdoor konvensional, namun gagal. </p>
<p>"Karena hasil tidak optimal, R mengusulkan kepada D untuk beralih ke sistem indoor yang lebih modern dan terkontrol," tambah Bowo.</p>
<p>Untuk mendukung operasi tersebut, tersangka I, yang merupakan istri D, bertugas membeli berbagai peralatan penunjang penanaman indoor, seperti peralatan greenhouse dan tenda dalam ruangan, yang kini telah disita polisi.</p>
<p>Operasional harian di lokasi melibatkan tersangka Y, yang direkrut R sebagai perawat tanaman dengan gaji Rp2,5 juta per bulan. Sementara R sendiri menerima bayaran dari D sebesar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per bulan.</p>
<p>Rumah kontrakan yang disewa selama 10 bulan itu menjadi tempat percobaan. Setelah gagal dengan satu siklus tanam outdoor, mereka beralih ke sistem indoor. </p>
<p>"R bertindak sebagai operator atas perintah D. Hasil panen pertama disetorkan ke D. Namun, R juga diduga menanam untuk kepentingan pribadi di area outdoor terpisah," ungkap Bowo.</p>
<p>Penyidik masih mendalami aliran dana untuk pembelian bibit dan peralatan canggih tersebut, serta jaringan peredaran ganjanya. </p>
<p>"Profesi D sebagai penulis dan peneliti sedang kami kroscek dengan pengeluaran untuk operasi ini. Pencarian sumber dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain masih kami telusuri," pungkas Iptu Bowo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Sepeda Motor Tabrakan di Jombang, Tiga Orang Terluka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-sepeda-motor-tabrakan-di-jombang-tiga-orang-terluka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-sepeda-motor-tabrakan-di-jombang-tiga-orang-terluka</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan ini melibatkan Honda Beat Nopol S-5180-OK dan Honda Vario Nopol S-4927-OAL. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694284439535d.webp" length="70186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 18:29:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan, laka lantas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kecelakaan lalu lintas antara dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Rabu (17/12/2025) sekira pukul 11.20 WIB. Tiga orang terluka dan dilarikan ke RSUD Kabupaten Jombang untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Kecelakaan ini melibatkan Honda Beat Nopol S-5180-OK dan Honda Vario Nopol S 4927 OAL. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, Honda Beat dikendarai oleh Yunita Rahayu (34), warga Dusun Balongampel, Desa Sepanyul, Gudo. Saat kejadian, Yunita membonceng Muhammad Zainul Fadil (13), pelajar dengan alamat sama.</p>
<p>Sementara Honda Vario dikendarai Salun Dwi Ningtyas (15), pelajar asal Dusun Klepek, Desa Sukoiber, Gudo. Ketiganya mengalami luka-luka.</p>
<p>“Tidak ada korban meninggal dunia. Total korban luka tiga orang. Setelah kejadian, korban sempat tidak sadarkan diri, namun berdasarkan informasi terakhir seluruh korban sudah sadar,” jelas Ipda Siswanto.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi, Yudhi, di lokasi kejadian, Honda Beat melaju dari timur ke barat, sedangkan Honda Vario dari barat ke timur.</p>
<p>"Sepeda motor Honda Beat dari timur ke barat, sedangkan Vario dari barat ke timur," ujarnya.</p>
<p>Petugas Satlantas Polres Jombang telah melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama di jalan raya dengan arus lalu lintas padat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Jatim Pasang EWS Longsor di Wonosalam Jombang untuk Deteksi Dini Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-jatim-pasang-ews-longsor-di-wonosalam-jombang-untuk-deteksi-dini-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-jatim-pasang-ews-longsor-di-wonosalam-jombang-untuk-deteksi-dini-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, Wahyu Subianto, menjelaskan pemasangan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu merupakan tindak lanjut dari pemantauan kerawanan longsor di wilayah Wonosalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694280a23537c.webp" length="96676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 17:32:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemasangan EWS, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Sebagai upaya mitigasi dan deteksi dini bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memasang Early Warning System (EWS) tanah longsor di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, Wahyu Subianto, menjelaskan pemasangan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu merupakan tindak lanjut dari pemantauan kerawanan longsor di wilayah Wonosalam.</p>
<p>"Kemarin dari BPBD Jatim sudah memasang satu EWS di Desa Jarak," ujar Wahyu, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Lokasi pemasangan sengaja dipilih di Tegalrejo karena dinilai lebih berisiko. Berbeda dengan lokasi retakan tanah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman, di bawah tebing Tegalrejo ini terdapat rumah warga dengan kondisi kemiringan yang lebih curam.</p>
<p>"Tepat di bagian bawah tebing ada rumah warga. Dan tingkat kemiringannya ini lebih berisiko," jelas Wahyu.</p>
<p>EWS tersebut dipasang untuk mengantisipasi potensi longsor yang mengancam permukiman di bawahnya, yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga. Meski saat ini belum ditemukan tanda retakan tanah, langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan dini.</p>
<p>"Memang belum ada tanda-tanda retakan, cuma kita antisipasi dengan memberikan EWS ya, Early Warning System atau peringatan dini," katanya.</p>
<p>Sistem peringatan dini ini terhubung ke internet dan akan mengirimkan laporan berkala ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Jombang.</p>
<p>Alat yang dilengkapi rotator dan sirene ini akan aktif memberikan peringatan bunyi jika mendeteksi pergerakan tanah, sebagai sinyal bagi warga untuk segera mengungsi.</p>
<p>Selain satu unit EWS longsor di Desa Jarak, BPBD juga telah memasang empat unit EWS banjir di beberapa titik di Kabupaten Jombang. Pemasangan alat-alat ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Jatim dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di daerah rawan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Kontrakan Disulap Jadi Kebun Ganja Indoor di Jombang, Kades Ungkap Tak Ada Lapor Izin Tinggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-kontrakan-disulap-jadi-kebun-ganja-indoor-di-jombang-kades-ungkap-tak-ada-lapor-izin-tinggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-kontrakan-disulap-jadi-kebun-ganja-indoor-di-jombang-kades-ungkap-tak-ada-lapor-izin-tinggal</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Desa Mojongapit, Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menerima laporan kediaman atau penyewaan dari orang yang tinggal di rumah itu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69427a801072a.webp" length="62670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 16:57:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penggrebekan Ganja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Sebuah rumah kontrakan di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, menggemparkan warga setelah terbukti dialihfungsikan sebagai kebun ganja berteknologi indoor. Pemerintah desa setempat mengaku tidak pernah mengetahui adanya penghuni ataupun aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Mojongapit, Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menerima laporan kediaman atau penyewaan dari orang yang tinggal di rumah itu.</p>
<p>"Yang jelas, yang bersangkutan ini tidak melapor kalau tinggal di sini. Keberadaannya tidak tercatat secara administratif di kantor desa," ujar Iskandar dalam pesan diterima, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, rumah yang awalnya milik warga setempat itu telah dijual ke pihak dari luar daerah dan kemudian disewakan tanpa sepengetahuan aparat desa maupun masyarakat.</p>
<p>"Sejak dikontrakkan, rumah itu hampir selalu tertutup. Aktivitas keluar-masuk tidak terlihat jelas karena aksesnya melalui pintu belakang, sehingga kami tidak menaruh curiga," jelas Iskandar.</p>
<p><strong>Warga Terkejut</strong></p>
<p>Kesunyian rumah itu juga membuat tetangga sekitar mengira tempat tersebut kosong. Rika (40), tetangga yang rumahnya berhadapan langsung dengan lokasi, mengaku sangat terkejut dengan penggerebekan pada Senin (15/12/2025) siang.</p>
<p>"Kaget sekali saya. Lampu teras rutin menyala di malam hari, tapi orangnya tidak pernah tampak. Sudah lama dikira rumah kosong," tutur Rika.</p>
<p>Keterkejutannya bertambah ketika polisi mengeluarkan barang bukti. "Tanamannya sangat banyak, diangkut dua kali pakai truk. Ternyata di dalam seperti kebun pabrik," ujarnya.</p>
<p><strong>Awal Mula Pengungkapan</strong></p>
<p>Penggerebekan berawal dari penangkapan seorang tersangka berinisial Y di wilayah Cukir, Kecamatan Diwek, pada Minggu (14/12/2025), usai melakukan transaksi sabu dan ganja. Dari penelusuran, polisi menemukan indikasi bahwa ganja tersebut berasal dari seorang pria bernama Rama yang bermukim di Desa Mojongapit.</p>
<p>Esok harinya, polisi menggerebek rumah kontrakan di Dusun Mojongapit dan menemukan fakta mencengangkan. Hampir seluruh ruangan telah disulap menjadi lahan budidaya ganja sistim indoor. </p>
<p><strong>Budidaya Modern dan Nilai Barang Bukti</strong></p>
<p>Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan, pihaknya mengamankan lebih dari 110 batang tanaman ganja hidup yang ditanam rapi dalam pot.</p>
<p>"Kami juga menyita ganja kering hasil panen seberat 5,3 kilogram serta sejumlah bibit ganja," tambah Kasatresnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro.</p>
<p>Polisi menyita berbagai peralatan pendukung canggih seperti tenda khusus, pendingin ruangan, dan alat pengatur suhu untuk menjaga kualitas tanaman. Bibit ganja diduga dibeli secara online dari luar negeri.</p>
<p>Nilai total barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp600 juta. Meski pelaku mengaku ganja untuk konsumsi pribadi, polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran yang lebih luas. Seorang pria berinisial R (42) yang merupakan penyewa rumah dan diduga sebagai pengelola, telah diamankan untuk dimintai keterangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo Buruh di Jombang Tuntut Pencopotan Kadisnaker hingga Desak Kenaikan UMK 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-buruh-di-jombang-tuntut-pencopotan-kadisnaker-hingga-desak-kenaikan-umk-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-buruh-di-jombang-tuntut-pencopotan-kadisnaker-hingga-desak-kenaikan-umk-2026</guid>
<description><![CDATA[ Tuntutan utama adalah evaluasi dan pencopotan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Jombang. Selain itu, mereka mendesak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 sebesar 8–10 persen dari UMK 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694017838ed12.webp" length="59762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 21:58:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Demo Buruh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) Kabupaten Jombang, menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Luthfi Mulyono itu menyuarakan sejumlah tuntutan. Tuntutan utama adalah evaluasi dan pencopotan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Jombang. Selain itu, mereka mendesak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 sebesar 8–10 persen dari UMK 2025.</p>
<p>Dalam orasinya, Luthfi menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret melindungi hak buruh. Ia menyoroti lemahnya pengawasan ketenagakerjaan serta banyaknya perusahaan yang diduga membayar upah di bawah UMK.</p>
<p>“Kami melihat banyak pelanggaran ketenagakerjaan di lapangan. Namun seolah-olah pemerintah tutup mata. Buruh merasa tertindas, sementara pengusaha dibiarkan bertindak sewenang-wenang,” tegas Luthfi.</p>
<p>Ia menyatakan, jawaban pemerintah selama ini hanya formalitas tanpa implementasi nyata. Luthfi juga menilai Undang-Undang Cipta Kerja berdampak buruk bagi pekerja.</p>
<p>“Kami menuntut evaluasi total kinerja Disnaker Jombang. Negara seharusnya hadir menjamin kesejahteraan buruh. Kenaikan UMK 2026 sebesar 8 sampai 10 persen adalah hal yang fundamental,” ujarnya.</p>
<p>Luthfi turut menyoroti kondisi pekerja sektor aplikasi, seperti kurir, yang dinilai belum mendapat perlindungan dan jaminan kerja layak.</p>
<p>Selain tuntutan utama tersebut, aksi juga menuntut evaluasi tunjangan perumahan dan operasional DPRD, serta pembekuan dan evaluasi Lembaga Depekab, LKS Tripartit, dan Deteksi Dini.</p>
<p>Usai berorasi, perwakilan massa diterima dalam audiensi bersama anggota DPRD dan Disnaker Jombang. Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Rusdiyanto, menyatakan pihaknya mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan dan akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan.</p>
<p>“Seluruh aspirasi teman-teman SARBUMUSI sudah kami rangkum. Kami akan menindaklanjuti sesuai tahapan dan kewenangan yang ada,” kata Isawan.</p>
<p>Ia menjelaskan, pengawasan ketenagakerjaan sebagian merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun, Disnaker Jombang tetap melakukan pembinaan dan koordinasi terhadap perusahaan yang terindikasi melanggar.</p>
<p>“Kami bekerja sesuai tugas dan fungsi berdasarkan peraturan perundang-undangan. Perbaikan di lapangan memang membutuhkan proses dan dukungan semua pihak,” jelasnya.</p>
<p>Terkait isu pekerja aplikasi dan lembaga ketenagakerjaan, Isawan menegaskan pihaknya terbuka terhadap evaluasi.</p>
<p>“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keharmonisan hubungan industrial melalui pembinaan, dialog, dan mediasi. Kami juga siap memfasilitasi aspirasi pekerja sesuai kewenangan yang dimiliki,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal &amp;apos;Window Blind&amp;apos; Karya Perajin Asal Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-window-blind-karya-perajin-asal-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-window-blind-karya-perajin-asal-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Bukan dari plastik atau aluminium, tirai ini terbuat dari anyaman lidi bambu yang disisipi benang tenun khas daerah, memadukan kesan natural, kokoh, dan etnik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fe35dcf105.webp" length="63018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 19:15:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perajin Tenun, Window Blind, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kabupaten Jombang, menunjukkan transformasi tak biasa pada Senin (15/12/2025). Di antara alat tenun tradisional, selembar-lembar <em>window blind </em>(tirai jendela) yang elegan terpajang.</p>
<p>Bukan dari plastik atau aluminium, tirai ini terbuat dari anyaman lidi bambu yang disisipi benang tenun khas daerah, memadukan kesan natural, kokoh, dan etnik.</p>
<p>Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi intens antara perajin Pokmas Tenun Wastra Sejahtera setempat dengan tim dosen Desain Interior Petra Christian University (PCU) Surabaya.</p>
<p>Kolaborasi yang didanai hibah Program Inovasi Seni Nusantara Kemendikbudristek 2025 ini, bertujuan menggeser paradigma tenun Jombang yang selama ini identik dengan sarung dan kain menjadi komponen desain interior bernilai tambah tinggi.</p>
<p>Peresmian revitalisasi Pokmas juga ditandai dengan serah terima alat pendukung produksi, seperti alat tenun, alat serut bambu, dan sisir tenun. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses produksi tenun, demonstrasi pembuatan motif di atas kain, serta mengunjungi ruang pamer produk.</p>
<p>Dr. Sherly de Yong, ketua tim peneliti, menyebut pendekatan co-design menjadi kunci. Menurutnya, pengembangan produk interior seperti tirai tenun dengan motif kontemporer membuka peluang variasi produk yang lebih luas.</p>
<p>"Proses desain dilakukan bersama antara akademisi, mahasiswa, dan perajin. Tujuannya, menciptakan produk baru yang relevan dengan pasar modern tanpa mengikis roh tradisionalnya," ucap Dr. Sherly.</p>
<p>Hasilnya, selain <em>window blind</em>, terbuka peluang pengembangan wall hanging dan taplak meja. Pendampingan telah dilakukan sejak September 2025, meliputi pemetaan masalah, pendataan bahan baku, pelatihan desain motif, pemasaran digital, manajemen pameran, hingga produksi prototipe.</p>
<p>Produk window blind berbahan tenun bambu ini dibanderol mulai Rp150.000 untuk ukuran 45x90 sentimeter. Produk dibuat secara custom sesuai pesanan, dengan waktu pengerjaan yang menyesuaikan tingkat kesulitan desain.</p>
<p>"Perajin membutuhkan ketelitian tinggi, terutama saat menggarap motif. Rata-rata satu perajin mampu menghasilkan empat hingga lima unit window blind per hari," jelas Dr. Sherly.</p>
<p>Tim dosen PCU menilai produk ini memiliki potensi besar di pasar interior modern. Karakteristiknya yang lurus, kokoh, semi transparan, serta berkesan alami dan etnik dinilai cocok untuk pengembangan produk interior lainnya.</p>
<p>"Melalui inovasi ini, diharapkan sentra tenun Penggaron mampu memperluas pangsa pasar, meningkatkan nilai ekonomi perajin, serta menjembatani kearifan lokal dengan kebutuhan desain interior masa kini," ungkapnya.</p>
<p>Di balik inovasi ini, terdapat perjalanan panjang pendampingan yang dimulai sejak 2019. Lintu Tulistiyantoro, dosen PCU sekaligus pendamping Pokmas, bercerita awal mula keterlibatannya adalah membantu puluhan ibu-ibu, sebagian besar single parent yang terdampak PHK dari pabrik tenun.</p>
<p>"Mereka bercerita, kami bergerak. Awalnya kami kumpulkan dana untuk alat tenun bekas yang dibagi ke rumah masing-masing. Produksi sarung dan kain pun berjalan," ujar Lintu.</p>
<p>Seiring waktu, kebutuhan alat yang lebih besar dan sentralisasi muncul. Kini, produksi terkonsentrasi di satu sentra dengan 16 perajin tetap. Transformasi ke produk interior, menurut Lintu, adalah jawaban atas keterbatasan pasar fesyen.</p>
<p>"Dari sarung, kami kembangkan ke pakaian jadi dan pewarnaan alami. Tapi pasar fesyen punya batas. Interior membuka cakrawala baru," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Nusa Amin, Ketua Pokmas Tenun Wastra Sejahtera, menyambut gembira terobosan ini. Ia menyebut langkah ini sebagai pijakan baru bagi tenun Jombang untuk dikenal secara nasional.</p>
<p>"Ini langkah konkret agar tenun kami terus berkembang mengikuti zaman," tandasnya.</p>
<p>Nanti, harapannya adalah ekspansi pasar dan peningkatan ekonomi perajin. Lintu berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam hal promosi dan pemasaran.</p>
<p>"Tugas kampus di ranah pengembangan ide. Untuk membawa produk ini lebih luas, kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan," pungkas Amin.</p>
<p>Dengan sentuhan akademis dan ketekunan tangan-tangan terampil lokal, tenun Jombang kini tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga siap memperindah ruang-ruang hidup modern. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Kontrakan di Jombang Jadi Tempat Budidaya Ganja Teknik Indoor, Tetangga Tak Curiga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-kontrakan-di-jombang-jadi-tempat-budidaya-ganja-teknik-indoor-tetangga-tak-curiga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-kontrakan-di-jombang-jadi-tempat-budidaya-ganja-teknik-indoor-tetangga-tak-curiga</guid>
<description><![CDATA[ Selama ini, rumah tersebut dikenal sepi dan tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fdd9977582.webp" length="72060" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 17:59:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ungkap Narkoba, Ganja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Warga sekitar Jalan Pakubuwono, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, digemparkan oleh penggerebekan polisi yang menyibak rumah kontrakan ternyata disulap menjadi tempat budidaya ganja teknik Indoor, Senin (15/12/2025). Selama ini, rumah tersebut dikenal sepi dan tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan.</p>
<p>Rika (40), warga yang tinggal tepat di depan lokasi, mengaku baru mengetahui praktik ilegal itu setelah polisi datang.</p>
<p>"Saya tahunya pas pulang antar anak sekolah, sekitar setengah satu siang. Kok rame banyak polisi, saya kaget," ujar Rika di lokasi.</p>
<p>Menurut pengakuannya, rumah itu bertahun-tahun tampak kosong. Meski lampu depan sering menyala pada petang hari, tidak pernah terlihat aktivitas penghuni keluar-masuk.</p>
<p>"Ada tapi kayak nggak ada orangnya. Nggak pernah kelihatan keluar rumah. Saya kira kosong," katanya.</p>
<p>Rika menjelaskan, rumah itu dulunya indekos dengan penghuni yang sering berganti dan tidak menetap lama. Beberapa waktu terakhir, rumah itu bahkan terkesan tak berpenghuni sama sekali.</p>
<p>"Dulu kos, tapi sebentar-sebentar pindah. Terus kosong lagi. Saya baru tahu tadi ternyata ada yang nempati," ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengaku tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan, seperti menyiram tanaman atau membawa peralatan tertentu. Diduga, semua aktivitas dilakukan di dalam rumah dengan akses keluar-masuk melalui pintu belakang pada malam hari.</p>
<p>"Katanya lewat belakang. Saya nggak pernah lihat. Mungkin malam hari pas sepi," tambahnya.</p>
<p>Kejutan Rika bertambah saat polisi menggiring seorang terduga pelaku berinisial R keluar rumah.</p>
<p>"Saya baru tahu pas orangnya digiring keluar. Rambutnya panjang. Ternyata memang ada orang di dalam," katanya.</p>
<p>Ia juga terkejut melihat jumlah tanaman ganja yang diamankan mencapai dua truk penuh.</p>
<p>"Saya kaget banget pas polisi angkut tanaman ganja pakai polybag, sampai dua truk. Terus datang lagi ngangkut barang-barang lainnya yang ada di dalam rumah," ujarnya.</p>
<p>Rika menambahkan, rumah tersebut memiliki riwayat kepemilikan yang tidak jelas. Menurutnya, rumah itu pernah disita bank dan telah berpindah tangan beberapa kali.</p>
<p>"Rumah itu dulu pernah diklaim bank, terus dijual-jual beberapa tangan. Sekarang punya siapa juga nggak tahu," pungkasnya.</p>
<p>Praktik budidaya ganja skala besar dengan metode indoor canggih berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang di sebuah rumah kontrakan di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Senin (15/12/2025). </p>
<p>Pengungkapan ini menyoroti tren baru dan bahaya peredaran narkotika yang menggunakan teknologi maju untuk mengelabui aparat.</p>
<p>Dalam operasi penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang masif, yakni 110 batang tanaman ganja setinggi sekitar satu meter yang ditanam dalam pot <em>polybag,</em> serta 5,3 kilogram ganja kering siap edar yang telah dipanen. Selain itu, banyak bibit ganja yang belum ditimbang juga ikut disita.</p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menjelaskan pengungkapan ini berawal dari pengembangan kasus penangkapan seorang pria berinisial Y di wilayah Diwek sehari sebelumnya. </p>
<p>Y terbukti membeli biji ganja, yang kemudian menuntun penyidik ke rumah kontrakan di Desa Mojongapit yang disewa oleh R (42), warga Surabaya.</p>
<p>Yang paling mencolok dalam kasus ini adalah modus operandi tersangka R yang terbilang profesional dan canggih. </p>
<p>Di dalam rumah kontrakan, polisi menemukan fasilitas budidaya <em>indoor</em> yang lengkap, meliputi tenda khusus, pendingin ruangan (AC), dan pengatur suhu yang dirancang untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman ganja. Polisi bahkan menduga terdapat lebih dari 15 jenis ganja yang dibudidayakan.</p>
<p>"Bibit ganja ini diduga berasal dari luar negeri yang dibeli melalui media online," ungkap AKBP Ardi.</p>
<p>Kasatnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menambahkan bahwa total nilai dari tanaman, hasil panen, dan peralatan yang disita diperkirakan mencapai Rp600 juta. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Budidaya Ganja Teknik Indoor Senilai Rp600 Juta di Jombang Dibongkar Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/budidaya-ganja-teknik-indoor-senilai-rp600-juta-di-jombang-dibongkar-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/budidaya-ganja-teknik-indoor-senilai-rp600-juta-di-jombang-dibongkar-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan ini menyoroti tren baru dan bahaya peredaran narkotika yang menggunakan teknologi maju untuk mengelabui aparat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fc1b1c912b.webp" length="82666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 15:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Narkoba, Ganja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Praktik budidaya ganja skala besar dengan metode <em>indoor</em> canggih berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang di sebuah rumah kontrakan di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Senin (15/12/2025). </p>
<p>Pengungkapan ini menyoroti tren baru dan bahaya peredaran narkotika yang menggunakan teknologi maju untuk mengelabui aparat.</p>
<p>Dalam operasi penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang masif, yakni 110 batang tanaman ganja setinggi sekitar satu meter yang ditanam dalam pot <em>polybag</em>, serta 5,3 kilogram ganja kering siap edar yang telah dipanen. Selain itu, banyak bibit ganja yang belum ditimbang juga ikut disita.</p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menjelaskan pengungkapan ini berawal dari pengembangan kasus penangkapan seorang pria berinisial Y di wilayah Diwek sehari sebelumnya. </p>
<p>Y terbukti membeli biji ganja, yang kemudian menuntun penyidik ke rumah kontrakan di Desa Mojongapit yang disewa oleh R (42), warga Surabaya.</p>
<p>Yang paling mencolok dalam kasus ini adalah modus operandi tersangka R yang terbilang profesional dan canggih. </p>
<p>Di dalam rumah kontrakan, polisi menemukan fasilitas budidaya indoor yang lengkap, meliputi tenda khusus, pendingin ruangan (AC), dan pengatur suhu yang dirancang untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman ganja. Polisi bahkan menduga terdapat lebih dari 15 jenis ganja yang dibudidayakan.</p>
<p>"Bibit ganja ini diduga berasal dari luar negeri yang dibeli melalui media <em>online</em>," ungkap AKBP Ardi.</p>
<p>Kasatnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menambahkan bahwa total nilai dari tanaman, hasil panen, dan peralatan yang disita diperkirakan mencapai Rp 600 juta.</p>
<p>Meskipun tersangka R pada pengakuan awal menyatakan bahwa ganja tersebut hanya untuk konsumsi pribadi, pihak kepolisian menyangsikan keterangan tersebut. </p>
<p>Skala penanaman, volume hasil panen 5,3 kg, dan investasi pada peralatan budidaya yang mahal, menunjukkan adanya indikasi kuat aktivitas jaringan dan tujuan peredaran.</p>
<p>"Kami amankan 110 pohon ganja, daun ganja sudah dipanen 5,3 kg, serta banyak bibit," ujar Iptu Bowo.</p>
<p>Saat ini, R dan Y masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi berkomitmen untuk membongkar tuntas jaringan di balik praktik budidaya ganja indoor berteknologi tinggi ini.</p>
<p>"Masih kita amankan untuk dimintai keterangan. Kami berkomitmen menelusuri terkait jaringan narkoba ganja ini," pungkas Iptu Bowo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seniman Jombang Gelar Donasi Lukisan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera dan Aceh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seniman-jombang-gelar-donasi-lukisan-untuk-korban-banjir-bandang-sumatera-dan-aceh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seniman-jombang-gelar-donasi-lukisan-untuk-korban-banjir-bandang-sumatera-dan-aceh</guid>
<description><![CDATA[ Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran lukis dalam rangka memperingati Hari Ibu, yang diikuti pelukis perempuan lintas generasi, mulai dari pelajar hingga umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693e7057eb123.webp" length="40638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 18:49:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Donasi Lukisan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Para seniman di Jombang menggalang kepedulian terhadap sesama dengan cara yang unik dan penuh makna. Mereka menggelar kegiatan kemanusiaan bertajuk donARTsi, menukar donasi dengan karya lukisan, di Taman Informasi Jombang, Ahad (14/12/2025).</p>
<p>Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran lukis dalam rangka memperingati Hari Ibu, yang diikuti pelukis perempuan lintas generasi, mulai dari pelajar hingga umum. Seluruh hasil penjualan karya disalurkan 100 persen untuk membantu korban bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatra Utara.</p>
<p>Koordinator acara, Eko Utomo, menegaskan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga mengedepankan nilai empati dan kepedulian sosial.</p>
<p>“Selain menyambut pameran lukis Hari Ibu, kami mengagendakan beberapa kegiatan, di antaranya lomba mewarnai, edukasi melukis, dan pada hari ini yakni donasi untuk saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatra Utara,” ujarnya.</p>
<p>Karya yang dijual merupakan koleksi peserta pameran serta sumbangan dari seniman. Harga lukisan dibuat terjangkau dan fleksibel, bisa ditawar atau diberikan sesuai keikhlasan pengunjung.</p>
<p>“Karena ini murni untuk donasi, harganya relatif. Untuk karya anak-anak misalnya, bisa mulai Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, bahkan ada yang sampai Rp800 ribu atau lebih. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga aslinya,” jelas Eko.</p>
<p>Pengunjung juga bisa memanfaatkan layanan lukis langsung, termasuk melukis wajah dari foto yang dibawa. Hasilnya menjadi bagian dari donasi.</p>
<p>“Untuk lukis foto ada yang memberi Rp150 ribu, Rp300 ribu, sampai Rp400 ribu. Peralatan lukis semua dari kami pribadi,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga diisi dengan sesi melukis bersama dan edukasi seni bagi anak-anak, sebagai upaya menumbuhkan rasa empati sejak dini.</p>
<p>“Anak-anak kami persilakan belajar menggambar dan mewarnai bersama. Kalau ingin memberi donasi, silakan. Jadi mereka belajar seni sekaligus belajar peduli,” kata Eko.</p>
<p>Hingga Minggu siang, donasi sementara yang terkumpul mencapai Rp3,5 juta dengan enam lukis terjual. Penggalangan dana akan terus dibuka hingga 19 Desember 2025.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat Jombang dengan saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah," pungkas Eko. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PUPR Jombang Jelaskan Penyebab Tugu Senilai Rp1 Miliar Roboh Diterjang Angin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-jelaskan-penyebab-tugu-senilai-rp1-miliar-roboh-diterjang-angin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-jelaskan-penyebab-tugu-senilai-rp1-miliar-roboh-diterjang-angin</guid>
<description><![CDATA[ kerusakan pada Tugu Jombang senilai Rp1,033 miliar yang baru diresmikan sebulan lalu, disebabkan oleh angin puting beliung, bukan oleh masalah struktur utama bangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693e666de7720.webp" length="26874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 16:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tugu Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menyatakan bahwa kerusakan pada Tugu Jombang senilai Rp1,033 miliar yang baru diresmikan sebulan lalu, disebabkan oleh angin puting beliung, bukan oleh masalah struktur utama bangunan.</p>
<p>Peristiwa terjadi pada Kamis (11/12/2025) sore, ketika angin kencang menerjang wilayah Bandarkedungmulyo dan merusak sejumlah bangunan, termasuk pendopo desa dan rumah warga.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kerusakan hanya terjadi pada bagian puncak tugu, tepatnya pada elemen Aluminium Composite Panel (ACP) dan rangkanya. Struktur utama bangunan dinyatakan tidak terdampak.</p>
<p>"Kalau dari hasil pengecekan, kerusakannya di bagian paling atas. Struktur utamanya tidak ada masalah, masih aman. Kerusakan hanya pada ACP-nya," jelas Edy Yulianto, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Jombang, melalui pesan tertulis, Ahad (14/12/2025).</p>
<p>Edy menegaskan bahwa desain bagian atas tugu yang lebih ringan—sekitar 4-6 meter tanpa besi WF (Wide Flange)—telah sesuai dengan desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.</p>
<p>"Struktur utama itu hanya sampai pada bagian ACP warna putih. Di atasnya memang berupa rangka plus ACP karena bagian itu berongga. Secara perhitungan dan perencanaan memang tidak ada struktur utama di area tersebut," paparnya.</p>
<p>Meski disebabkan bencana alam, tanggung jawab perbaikan tetap berada pada pihak penyedia jasa, CV Ardi Konstruksi, karena proyek masih dalam masa pemeliharaan. Proyek yang didanai APBD 2025 ini sebelumnya juga mengalami keterlambatan penyelesaian 13 hari dari kontrak.</p>
<p>Ke depan, PUPR akan mengevaluasi desain tugu dengan mempertimbangkan faktor ketahanan terhadap angin kencang. "Kami akan minta ada tambahan struktur pada bagian atas. Evaluasinya berbeda karena sebelumnya kami menghitung untuk kondisi normal, bukan bencana angin," tutur Edy.</p>
<p>Tugu yang terletak di tepi jalan raya Bandarkedungmulyo tersebut rusak di bagian puncaknya bersamaan dengan robohnya sejumlah bangunan lain dalam kejadian angin puting beliung Kamis lalu.</p>
<p>Tugu Jombang di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang dibangun dengan anggaran Rp1,033 miliar ambruk diterjang angin kencang pada Kamis (11/12/2025) sore. Padahal, monumen tersebut belum genap sebulan sejak penyelesaian pembangunannya.</p>
<p>Berdasarkan informasi diterima dari lokasi hingga Kamis malam, kerusakan terlihat jelas pada bagian puncak tugu. Hiasan besi ulir di bagian atas struktur tersebut roboh dan berhamburan di tanah. Pasca kejadian, bagian yang rusak belum juga ditangani atau dipindahkan.</p>
<p>Menurut keterangan Solikan, warga setempat, angin kencang yang disertai hujan menjadi penyebab ambruknya tugu. </p>
<p>"Rusaknya kena angin tadi sore. Padahal ya baru sebulan itu selesai dibangun. Entah kualitasnya bagaimana, soalnya menara masjid di sini juga tidak apa-apa," ujarnya.</p>
<p>Kejadian ini beruntung tidak menimbulkan korban luka-luka karena lokasi dalam keadaan sepi saat tugu ambruk.</p>
<p>Proyek tugu ini dikerjakan oleh CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung dan dibiayai oleh APBD Kabupaten Jombang senilai Rp1.033.538.875. Pengerjaannya sendiri mengalami keterlambatan dari jadwal semula.  (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Tradisi Wiwit Panen Raya, Anggota DPRD Jombang Terima Aspirasi Pompanisasi dan Perbaikan Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-tradisi-wiwit-panen-raya-anggota-dprd-jombang-terima-aspirasi-pompanisasi-dan-perbaikan-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-tradisi-wiwit-panen-raya-anggota-dprd-jombang-terima-aspirasi-pompanisasi-dan-perbaikan-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Dua pokok permintaan dari para petani itu untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693e61c5028af.webp" length="69170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 15:06:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pertanian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Andik Basuki Rahmat, menghadiri dan menerima langsung aspirasi dari petani dalam acara tradisi 'Wiwit Panen Raya Padi' di Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, pada Ahad (14/12/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, petani menyampaikan dua pokok permintaan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. Pertama, terkait jaminan ketersediaan air melalui pembangunan sumur bor atau sistem pompanisasi. Kedua, mengenai perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak untuk kelancaran transportasi hasil pertanian.</p>
<p>"Dua hal utama yang disampaikan, pengadaan air melalui pompanisasi dan perbaikan Jalan Usaha Tani," ujar Andik yang akrab disapa Pakde Andik kepada awak media.<span style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0);"> </span></p>
<p>Politikus Partai Golkar ini menilai acara adat panen tersebut menjadi ruang dialog yang efektif bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan yang kerap kurang mendapat perhatian.</p>
<p>"Mereka meminta saya untuk turut memperjuangkan aspirasi ini dan membangun kemandirian desa di sektor pertanian," imbuhnya.</p>
<p>Andik menegaskan bahwa aspirasi tersebut sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan, sehingga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui proses anggaran.</p>
<p>"Kami berkomitmen, insya Allah akan dibantu melalui perubahan anggaran 2026 dan APBD 2027," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Cangkringrandu, Wisnu Widodo, menyatakan bahwa undangan kepada anggota dewan sengaja dilakukan agar ada perhatian serius terhadap kendala yang dihadapi petani.</p>
<p>"Kami mengundang Pak Andik untuk bersama-sama memikirkan solusi guna meningkatkan hasil produksi petani," kata Wisnu.</p>
<p>Acara tradisi wiwit panen raya tersebut tidak hanya menjadi pelestarian budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penyampaian aspirasi langsung dari masyarakat pertanian kepada pemangku kebijakan. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Brantas Narkoba, Polres Jombang Bidik Tempat Karaoke hingga Kos MiChat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/brantas-narkoba-polres-jombang-bidik-tempat-karaoke-hingga-kos-michat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/brantas-narkoba-polres-jombang-bidik-tempat-karaoke-hingga-kos-michat</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak sepuluh orang menjalani tes urine, terdiri dari enam laki-laki pengunjung karaoke dan empat perempuan pemandu lagu atau ladies companion (LC). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d1e0be9408.webp" length="28036" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 14:30:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Razia Hiburan Malam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang memulai operasi masif pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan menyasar tempat hiburan malam dan berencana memperluas target ke kos-kosan yang disinyalir menjadi ajang prostitusi terselubung <em>via</em> aplikasi MiChat.</p>
<p>Operasi perdana di tempat hiburan malam digelar pada Jumat (12/12/2025) malam sebagai upaya proaktif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan menjelang akhir tahun.</p>
<p>Kepala Satresnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan atas perintah langsung Kapolres Jombang dengan mengedepankan prinsip preventif.</p>
<p>"Ini perintah dari pimpinan, Bapak Kapolres Jombang. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami dari Satresnarkoba menjalankan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba," jelas Iptu Bowo saat ditemui di kantornya, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693d1d6f794aa.webp" alt=""></p>
<p>Dalam operasi tersebut, personel Satresnarkoba mendatangi beberapa lokasi karaoke dan melakukan tes urine mendadak terhadap para pengunjung dan pekerja.</p>
<p>Sebanyak sepuluh orang menjalani tes, terdiri dari enam laki-laki pengunjung dan empat perempuan pemandu lagu atau <em>ladies companion</em> (LC).</p>
<p>Iptu Bowo memastikan bahwa hasil tes urine seluruh individu yang diperiksa dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika. </p>
<p>"<em>Alhamdulillah</em>, hasil tes urine seluruh pengunjung yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba," terangnya.</p>
<p>Selain fokus pada narkoba, petugas juga menegakkan komitmen kepolisian terhadap peredaran minuman keras (miras). </p>
<p>"Untuk miras juga tidak kami temukan. Sesuai perintah Kapolres Jombang, kami menerapkan <em>zero</em> miras, termasuk melalui operasi rutin," tegasnya.</p>
<p>Iptu Bowo menegaskan bahwa razia serupa akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).</p>
<p>Ia mengumumkan perluasan sasaran operasi yang tidak lagi terbatas pada tempat hiburan malam. </p>
<p>Pihak kepolisian telah mengagendakan target berikutnya ke lokasi yang dianggap rawan penyalahgunaan narkoba, termasuk kos-kosan dan hotel.</p>
<p>"Pihak kepolisian mengendus adanya dugaan kos-kosan dan hotel yang disinyalir menjadi ajang prostitusi terselubung melalui aplikasi MiChat, sehingga rentan menjadi lokasi peredaran narkoba," tambahnya.</p>
<p>"Razia ini akan kami lakukan secara rutin. Ke depan, sasaran akan diperluas ke tempat-tempat seperti kos-kosan dan hotel yang dianggap rawan penyalahgunaan narkoba. Metodenya tetap sama, yaitu tes urine di tempat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Nataru, Bulog Mojokerto Pastikan Stok Pangan Jombang Aman dan Harga Stabil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-bulog-mojokerto-pastikan-stok-pangan-jombang-aman-dan-harga-stabil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-bulog-mojokerto-pastikan-stok-pangan-jombang-aman-dan-harga-stabil</guid>
<description><![CDATA[ Kepastian ini disampaikan oleh Pimpinan Cabang (Pkncab) Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Mojokerto, Muhammad Husin, usai memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama Bupati Jombang di sejumlah pasar tradisional pada Sabtu (13/12/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d131cbb883.webp" length="38822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 13:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog, Stok Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Perum Bulog memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas pangan pokok di pasar tradisional Kabupaten Jombang tetap aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.</p>
<p>Kepastian ini disampaikan oleh Pimpinan Cabang (Pkncab) PerumBulog Kantor Cabang (KC) Mojokerto, Muhammad Husin, usai memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama Bupati Jombang di sejumlah pasar tradisional pada Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>"Kami pastikan stok aman dan tetap tersedia. Harga juga cukup stabil, termasuk beras SPHP dari Bulog yang kita siapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar," ujar Husin.</p>
<p>Dalam upaya menjaga stabilisasi pasar, Bulog secara masif menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai titik, termasuk Pasar Pon Jombang, Kios Distribusi Mitra Pangan (KDMP), serta sejumlah pasar modern.</p>
<p>Husin merinci, harga beras SPHP dijual seharga Rp11.000 per kilogram langsung dari gudang Bulog. Sementara itu, di tingkat pedagang pasar, harga jual berkisar antara Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram.</p>
<p>"Harga tersebut masih jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram," jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya beras, Perum Bulog KC Mojokerto juga menjamin ketersediaan komoditas pokok penting lainnya, seperti gula dan minyak goreng. </p>
<p>Penyaluran kedua komoditas ini juga dilakukan secara aktif melalui pasar tradisional dan KDMP untuk mencegah gejolak harga yang signifikan selama masa Nataru.</p>
<p>Dengan kondisi stok yang memadai dan harga yang terkontrol, masyarakat Jombang diimbau tidak perlu khawatir akan terjadi lonjakan harga atau kelangkaan barang untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka selama periode perayaan akhir tahun.</p>
<p>"Sebagai bentuk penegasan, jelang Nataru ini stok komoditas pangan, termasuk harganya, kami pastikan aman," pungkas Husin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Nataru, Bupati Jombang Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-bupati-jombang-pastikan-harga-dan-stok-kebutuhan-pokok-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-bupati-jombang-pastikan-harga-dan-stok-kebutuhan-pokok-aman</guid>
<description><![CDATA[ Langkah yang diambil pemkab adalah mendorong optimalisasi distribusi kebutuhan pokok dari agen-agen perusahaan ke Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693cd5196f661.webp" length="42626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 10:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sidak Pasar, Harga Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersama jajaran Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Pon dan distributor sembako di Jombang pada Sabtu (14/12/2025). </p>
<p>Sidak ini dilakukan untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).</p>
<p>Sidak dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi. Berdasarkan temuan di lapangan, Warsubi memastikan bahwa mayoritas harga komoditas pangan vital masih berada pada batas normal.</p>
<p>"Harga masih normal semua," ujar dia kepada wartawan usai sidak. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693cd878659b6.webp" alt=""></p>
<p>Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) berada di kisaran Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram. </p>
<p>Sementara, beras jenis biasa dijual seharga Rp13.000, dan beras premium Rp15.000 per kilogram.</p>
<p>Komoditas lain yang terpantau dalam kondisi terkendali adalah Minyakita dengan harga Rp18.000 per liter, ayam potong Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram dan bawang putih dengan harga Rp27.000 per kilogram.</p>
<p>Meski harga Minyakita tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp1.000, Bupati Warsubi membantah adanya keterlambatan pasokan. </p>
<p>Menurutnya, langkah yang diambil pemkab adalah mendorong optimalisasi distribusi kebutuhan pokok dari agen-agen perusahaan ke Jombang.</p>
<p>Meski secara umum terkendali, Warsubi mengakui terdapat kenaikan harga pada dua komoditas, yaitu cabai kecil dan telur.</p>
<p>"Kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru diharapkan bisa normal semua. Meskipun ada kenaikan pada komoditas cabai kecil yang harganya mencapai Rp67.000 sampai Rp68.000. Termasuk juga telur, dari harga Rp27.000, naik menjadi Rp28.000 per kilogram," jelasnya.</p>
<p>Menanggapi ketersediaan barang, Bupati Warsubi menjamin stok pangan di Jombang sangat memadai.</p>
<p>"Stok sangat tersedia. Bulog juga ikut melakukan operasi pasar. Alhamdulillah untuk Jombang, saat ini harga masih normal semua," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jombang Salurkan Bantuan Rp1 Miliar Lebih untuk Korban Banjir Sumatra dan Aceh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-salurkan-bantuan-rp1-miliar-lebih-untuk-korban-banjir-sumatra-dan-aceh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jombang-salurkan-bantuan-rp1-miliar-lebih-untuk-korban-banjir-sumatra-dan-aceh</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan yang dikirim ini disebutnya terdiri dari paket logistik, termasuk sembako dan barang kebutuhan mendesak, serta alokasi dana segar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693b96e7100f7.webp" length="54916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 12:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Korban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menunjukkan solidaritas nasional dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total lebih dari Rp1 miliar. </p>
<p>Bantuan ini ditujukan bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.</p>
<p>Pelepasan bantuan secara simbolis dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, dari halaman Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (12/12/2025).</p>
<p>Warsubi menekankan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial Pemkab Jombang terhadap musibah yang menimpa masyarakat di luar daerah.</p>
<p>"Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah di Sumatra dan Aceh," kata Warsubi.</p>
<p>Bantuan yang dikirim ini disebutnya terdiri dari paket logistik, termasuk sembako dan barang kebutuhan mendesak, serta alokasi dana segar. </p>
<p>Secara rinci, bantuan keuangan dialokasikan sebesar Rp350 juta untuk masing-masing provinsi terdampak, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dengan demikian, total bantuan tunai yang disalurkan mencapai lebih dari Rp1 miliar.</p>
<p>Dana bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Jombang.</p>
<p>Menurut Warsubi, prioritas saat ini adalah memastikan penyaluran logistik dan dana dapat segera sampai ke lokasi bencana, meski opsi pengiriman tim teknis atau relawan masih dalam kajian pemerintah daerah.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menambahkan, seluruh bantuan telah dikumpulkan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>"Semua bantuan telah dikemas dalam satu armada tunggal berupa satu truk besar. Sistem ini memudahkan koordinasi logistik," kata Wiku.</p>
<p>Armada bantuan dari Jombang akan dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, bantuan tersebut akan diteruskan dan dipercepat distribusinya menuju lokasi bencana di Sumatra dan Aceh.</p>
<p>"Diharapkan bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, tetapi juga dapat memperkuat ikatan kebangsaan dan semangat gotong royong antarwilayah di Indonesia," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Genap Sebulan Rampung, Tugu Jombang Senilai Rp1 Miliar Ambruk Diterjang Angin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-genap-sebulan-rampung-tugu-jombang-senilai-rp1-miliar-ambruk-diterjang-angin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-genap-sebulan-rampung-tugu-jombang-senilai-rp1-miliar-ambruk-diterjang-angin</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan informasi di lokasi hingga Kamis malam, kerusakan terlihat jelas pada bagian puncak tugu. Hiasan besi ulir di bagian atas struktur tersebut roboh dan berhamburan di tanah. Pasca-kejadian, bagian yang rusak belum juga ditangani atau dipindahkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ac109d2fd4.webp" length="30972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 20:22:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tugu Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Tugu Jombang di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang dibangun dengan anggaran Rp1,033 miliar ambruk diterjang angin kencang pada Kamis (11/12/2025) sore. Padahal, monumen tersebut belum genap sebulan sejak penyelesaian pembangunannya.</p>
<p>Berdasarkan informasi diterima dari lokasi hingga Kamis malam, kerusakan terlihat jelas pada bagian puncak tugu. Hiasan besi ulir di bagian atas struktur tersebut roboh dan berhamburan di tanah. Pasca kejadian, bagian yang rusak belum juga ditangani atau dipindahkan.</p>
<p>Menurut keterangan Solikan, warga setempat, angin kencang yang disertai hujan menjadi penyebab ambruknya tugu. </p>
<p>"Rusaknya kena angin tadi sore. Padahal ya baru sebulan itu selesai dibangun. Entah kualitasnya bagaimana, soalnya menara masjid di sini juga tidak apa-apa," ujarnya.</p>
<p>Kejadian ini beruntung tidak menimbulkan korban luka-luka karena lokasi dalam keadaan sepi saat tugu ambruk.</p>
<p>Proyek tugu ini dikerjakan oleh CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung dan dibiayai oleh APBD Kabupaten Jombang senilai Rp1.033.538.875. Pengerjaannya sendiri mengalami keterlambatan dari jadwal semula. </p>
<p>Kontrak proyek yang ditandatangani pada 17 Juni lalu seharusnya selesai dalam 120 hari kalender atau paling lambat 17 Oktober. Namun, pembangunan molor 13 hari, sehingga kontraktor dikenai denda keterlambatan sebesar Rp13 juta. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendopo Gondangmanis Jombang Roboh Dihantam Puting Beliung, Kerugian Capai Rp100 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendopo-gondangmanis-jombang-roboh-dihantam-puting-beliung-kerugian-capai-rp100-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendopo-gondangmanis-jombang-roboh-dihantam-puting-beliung-kerugian-capai-rp100-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Desa Gondangmanis, Lukman Hakim, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, bangunan pendopo roboh dan kondisinya sekarang hancur. Diduga penyebabnya adalah angin puting beliung,” ujarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ab1b64e380.webp" length="24794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 19:22:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pendopo Rubuh, suarajatimpost, bencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah pendopo di Dusun Gondanglegi, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, roboh rata dengan tanah pada Kamis (11/12) sore akibat dihantam angin puting beliung disertai hujan. Peristiwa ini menimbulkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.</p>
<p>Kepala Desa Gondangmanis, Lukman Hakim, mengonfirmasi kejadian tersebut.</p>
<p>“Benar, bangunan pendopo roboh dan kondisinya sekarang hancur. Diduga penyebabnya adalah angin puting beliung,” ujarnya.</p>
<p>Selain pendopo, bencana tersebut juga menyebabkan sejumlah kerusakan di sekitarnya. </p>
<p>“Ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan ringan dan pohon tumbang. Untuk laporan rumah warga yang rusak, masih terus didata,” jelas Lukman.</p>
<p>Meski kerusakan material cukup besar, Lukman menyampaikan kabar baik terkait keselamatan warga. </p>
<p>“Alhamdulillah, untuk korban jiwa tidak ada,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, proses pembersihan material bangunan pendopo yang berserakan telah dimulai dan dilakukan oleh pihak desa. Pemulihan terhadap kerusakan lain pun terus berlanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Positif, Lima KDMP di Jombang Serap Komoditas dari Bulog</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-positif-lima-kdmp-di-jombang-serap-komoditas-dari-bulog</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-positif-lima-kdmp-di-jombang-serap-komoditas-dari-bulog</guid>
<description><![CDATA[ Penyerapan ini merupakan upaya strategis untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a94b9e9386.webp" length="44066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 17:29:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDMP, Koperasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Sebanyak lima Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jombang menunjukkan langkah positif mendukung ekonomi warga di pedesaan. Selain telah beroperasi dan kelima KDMP telah menyerap sejumlah komoditas dari Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Penyerapan ini merupakan upaya strategis untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p>Pemimpin Cabang (Pincab) Perum Bulog KC Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan bahwa program KDMP merupakan langkah strategis dan sejalan dengan mandat pemerintah kepada Bulog untuk mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP).</p>
<p></p>
<p>"Dari sisi hulu, kami bertugas menyerap gabah dan beras sebanyak-banyaknya dari petani untuk stok CBP. Sementara dari sisi hilir, kami perlu mendistribusikan beras agar kualitasnya tetap segar dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Salah satu titik penyaluran yang kami optimalkan adalah melalui program KDMP ini," ungkap Husin kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Data yang dihimpun oleh Perum Bulog KC Mojokerto mencatat, lima KDMP di Kabupaten Jombang yang menyerap komoditi dari Bulog adalah KDMP Betek Mojoagung, KDMP Pulugedang Tembelang, KDMP Jatimlerek Plandaan, KDMP Sumberteguh Kudu dan KDMP Grobogan Mojowarno.  </p>
<p></p>
<p>Husin menyebut, distribusi beras ini dilakukan secara periodik, dengan rata-rata interval dua minggu sekali, bergantung pada permintaan atau PO dari masing-masing koperasi.</p>
<p></p>
<p>Jumlah penyerapan beras SPHP per koperasi dalam setiap periode berkisar antara satu hingga dua ton dalam setiap penyaluran. </p>
<p></p>
<p>Selain beras, Bulog KC Mojokerto juga mendistribusikan komoditas pangan pokok lainnya, yakni gula dan minyak goreng, melalui jaringan koperasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami, setiap desa sudah memiliki KDMP. Dengan adanya kolaborasi dan sinergi ini, produk kami, baik beras, gula, maupun minyak goreng, dapat terdistribusi dengan baik, sehingga kebutuhan pokok masyarakat di masing-masing desa terpenuhi dengan harga yang terjangkau," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG di Jombang Terancam Gagal Penuhi Gizi, Makanan Busuk Dikeluhkan Wali Murid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-jombang-terancam-gagal-penuhi-gizi-makanan-busuk-dikeluhkan-wali-murid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-jombang-terancam-gagal-penuhi-gizi-makanan-busuk-dikeluhkan-wali-murid</guid>
<description><![CDATA[ Temuan ini kontras dengan harapan yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam sosialisasi dan evaluasi MBG sebelumnya di Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a462ed53d5.webp" length="16726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 12:03:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Menu MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali diterpa sorotan tajam oleh wali murid. </p>
<p>Sejumlah wali murid mengaku temukan makanan yang disajikan kepada siswa dianggap tak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi yang dijanjikan, yakni buah busuk dan lauk yang belum matang.</p>
<p>Temuan ini secara serius mempertanyakan komitmen dan pengawasan Pemerintah Kabupaten Jombang hingga pihak terkait terhadap kualitas penyediaan pangan bagi anak-anak sekolah.</p>
<p>Salah satu wali murid dari Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, yang enggan disebut namanya, menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas menu selama sepekan terakhir.</p>
<p>"Dari seminggu ini menunya tidak sesuai standar gizi. Ada buah yang busuk seperti mangga dan salak, lalu tahu baksonya ada yang belum matang," ungkap narasumber berinisial RET, Rabu, (10/12/2025) kemarin.</p>
<p>Ia merinci temuan kontroversial di beberapa institusi pendidikan yang berada di Desa Kebontemu. </p>
<p>Di MI Masyhariyah ditemukan salak busuk dan tahu bakso mentah. Di SDN Kebontemu ditemukan mangga busuk, sementara PAUD Masyhariyah juga menerima tahu bakso mentah.</p>
<p>"Untungnya belum ada anak-anak yang sakit selepas mendapatkan makanan tidak layak tersebut," imbuh dia. </p>
<p>Kekhawatiran wali murid diperparah dengan dugaan penutupan ruang pengaduan oleh penyedia layanan. </p>
<p>RET mengaku, setelah mendapati menu yang tidak sesuai, para wali murid berupaya menyampaikan keluhan melalui akun resmi yang diduga milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Namun, langkah tersebut tak membuahkan hasil.</p>
<p>"Kami sudah mengadukan di akunnya terkait menu yang tidak sesuai, tapi kolom komentarnya justru ditutup dan akunnya diprivat. Kami jadi tidak punya tempat untuk mengadu," keluhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya pernah menegur SPPG atas temuan menu mi basi. Janji evaluasi pun sempat dilontarkan, namun faktanya tidak membuahkan perbaikan signifikan.</p>
<p>"Pihak sekolah sudah pernah mengingatkan ke pihak SPPG. Katanya akan dievaluasi, tapi minggu ini malah makin tidak layak. Seharusnya, setelah ada teguran, makanan harus matang, buah tidak boleh busuk," terangnya.</p>
<p>Wali murid berharap Pemerintah Kabupaten Jombang segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan standar gizi dan kelayakan makanan benar-benar diterapkan oleh setiap SPPG.</p>
<p>"Kami hanya ingin makanan yang layak, sesuai standar gizi, terlebih ini untuk anak-anak sekolah," tandasnya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan tanggapan maupun menjawab panggilan telepon dari wartawan. </p>
<p>Temuan ini kontras dengan harapan yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam sosialisasi dan evaluasi MBG sebelumnya di Jombang. </p>
<p>Padahal, Nanik telah menekankan pentingnya penguatan pengawasan agar program ini tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga menjamin kelayakan pangan secara menyeluruh. </p>
<p>Insiden ini menjadi indikasi kuat bahwa pengawasan di lapangan masih lemah dan program MBG di Jombang berada di ambang kegagalan mutu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trotoar Rusak di Jombang, Pejalan Kaki Terjepit Antara Infrastruktur Rapuh dan Invasi PKL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trotoar-rusak-di-jombang-pejalan-kaki-terjepit-antara-infrastruktur-rapuh-dan-invasi-pkl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trotoar-rusak-di-jombang-pejalan-kaki-terjepit-antara-infrastruktur-rapuh-dan-invasi-pkl</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi infrastruktur yang cacat ini diperburuk oleh fenomena klasik di wilayah perkotaan. Keberadaan para pedagang kaki lima yang memadati area tersebut secara signifikan menyempitkan sisa ruang bagi pejalan kaki, memaksa warga untuk berjalan dengan kewaspadaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a417e95960.webp" length="56362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 11:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Trotoar Rusak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Fasilitas publik di jantung Kabupaten Jombang kembali menampakkan kerapuhannya. </p>
<p>Trotoar yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di sisi barat Stadion Merdeka Jombang, kini dalam kondisi rusak parah, mengancam keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. </p>
<p>Keramik penutup permukaan trotoar dilaporkan pecah dan terangkat sepanjang kurang lebih lima meter, menciptakan kontur jalan yang tidak rata dan berbahaya.</p>
<p>Kondisi infrastruktur yang cacat ini diperburuk oleh fenomena klasik di wilayah perkotaan. Keberadaan para pedagang kaki lima yang memadati area tersebut secara signifikan menyempitkan sisa ruang bagi pejalan kaki, memaksa warga untuk berjalan dengan kewaspadaan ganda. Sebab, mereka harus menghindari pecahan keramik sekaligus menyiasati kepadatan lapak.</p>
<p>Seorang warga setempat, Widodo (47), menyampaikan keluhannya mengenai situasi tersebut. "Keramiknya banyak yang terangkat, jadi terasa tidak nyaman kalau lewat. Ditambah ada PKL, jadi jalurnya makin menyempit," ujar Widodo kepada wartawan, Kamis (11/12/2025). </p>
<p>Ia mendesak instansi terkait untuk segera bertindak memulihkan hak pejalan kaki dan memberikan kenyamanan di sekitar lokasi.</p>
<p>Dikonfirmasi hal itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang mengakui adanya masalah. </p>
<p>Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perkim Jombang, Sri Rahayu, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan identifikasi.</p>
<p>"Kerusakan trotoar di titik tersebut sudah kami identifikasi, dan ditemukan adanya akar pohon yang mendesak badan trotoar," jelas Rahayu. </p>
<p>Meski mengakui temuan dan urgensi perbaikan, Rahayu menyebut bahwa eksekusi perbaikan menghadapi kendala administratif. </p>
<p>Ia berjanji bahwa perbaikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, namun dengan catatan melihat sisa anggaran.</p>
<p>"Akan segera kita perbaiki. Namun, anggaran tahun ini sudah menipis, sehingga perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perayaan Natal 2025 di GAB Damai Sejahtera Jombang Bawa Pesan Keselamatan Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perayaan-natal-2025-di-gab-damai-sejahtera-jombang-bawa-pesan-keselamatan-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perayaan-natal-2025-di-gab-damai-sejahtera-jombang-bawa-pesan-keselamatan-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Jemaat yang berasal dari berbagai kecamatan di Jombang dan kabupaten lain ini membawa pesan keselamatan bangsa. Jemaat siap menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2026 meski kondisi global masih menunjukkan ketidak pastian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69397fe84496c.webp" length="51876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 21:25:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perayaan Natal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Ratusan umat kristen di Jombang antusias mengikuti perayaan Natal 2025 di Gereja Allah Baik (GAB) Damai Sejahtera di Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang, Rabu (10/12/2025) malam. </p>
<p>Jemaat yang berasal dari berbagai kecamatan di Jombang dan kabupaten lain ini membawa pesan keselamatan bangsa. Jemaat siap menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2026 meski kondisi global masih menunjukkan ketidak pastian. </p>
<p>"Kami percaya Tuhan selalu memberikan keselamatan dan jalan keluar terbaik untuk kita semua," ucap Pendeta Heri Soesanto. </p>
<p>Pendeta Heri juga menyampaikan keprihatinan terhadap bangsa atas serangkaian musibah yang melanda negeri. </p>
<p>"Pada perayaan kali ini kami ingin memberikan sumbangsih doa untuk keselamatan bangsa. Dalam semangat Natal, kami percaya kasih dan damai Kristus adalah jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Doa kami khususnya untuk persatuan, kerukunan, serta hikmat bagi para pemimpin negara," ucap Pendeta Heri kepada wartawan.</p>
<p>Pihaknya menegaskan kembali pada perayaan Natal 2025 rasa optimisme menyambut Tahun Baru 2026 mendatang. </p>
<p>"Kami optimistis memasuki Tahun 2026, kami akan memulai sesuatu yang barubaru, tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tentara di Jombang Turun ke Sawah Tanam Padi Bareng Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tentara-di-jombang-turun-ke-sawah-tanam-padi-bareng-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tentara-di-jombang-turun-ke-sawah-tanam-padi-bareng-warga</guid>
<description><![CDATA[ Keterlibatan Babinsa di sektor pertanian merupakan salah satu langkah strategis yang dijalankan TNI untuk mendorong produktivitas pangan di tingkat desa, memastikan bahwa program pemerintah pusat dapat berjalan efektif hingga ke akar rumput. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693929641477b.webp" length="64322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, TNI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional diwujudkan melalui peran aktif jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di berbagai wilayah. </p>
<p>Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, aksi tersebut ditunjukkan oleh Sersan Satu (Sertu) Supriadi, Babinsa Desa Kauman dari Komando Rayon Militer (Koramil) 0814/07 Kabuh, yang turun langsung ke sawah untuk menanam padi bersama kelompok tani binaannya.</p>
<p>Kegiatan sarat makna ini berlangsung di hamparan persawahan Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, pada Selasa (9/12/2025). </p>
<p>Sertu Supriadi terlihat membaur dengan masyarakat, bahu-membahu menancapkan bibit padi ke lumpur sawah, sebuah pemandangan yang menyiratkan sinergi antara aparat teritorial dan warga setempat.</p>
<p>Keikutsertaan Babinsa dalam prosesi tanam padi ini bukan sekadar formalitas, melainkan implementasi nyata dari tugas pembinaan teritorial (Binter). </p>
<p>Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan konkret TNI terhadap percepatan dan peningkatan produktivitas di sektor pertanian.</p>
<p>"Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para petani. Kehadiran kami diharapkan dapat memperkuat motivasi mereka dalam menggarap lahan," ujar Sertu Supriadi saat ditemui sehari setelah kegiatan tersebut. </p>
<p>"Harapan kami, kebersamaan ini akan berdampak positif pada peningkatan hasil panen dan, pada akhirnya, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kauman secara keseluruhan," sambung dia. </p>
<p>Menurutnya, keterlibatan Babinsa di sektor pertanian merupakan salah satu langkah strategis yang dijalankan TNI untuk mendorong produktivitas pangan di tingkat desa, memastikan bahwa program pemerintah pusat dapat berjalan efektif hingga ke akar rumput.</p>
<p>Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Ponidi (62), salah seorang petani setempat mengungkapkan bahwa pendampingan dari Babinsa Koramil 0814/07 Kabuh telah dirasakan sejak tahap awal pengolahan lahan.</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan kepedulian Bapak TNI yang selalu mendampingi setiap kegiatan petani di desa kami," kata Ponidi. </p>
<p>Ia berharap, semangat sinergi yang telah terjalin baik antara TNI dan warga ini dapat terus dilanjutkan. "Semoga kerja sama erat ini terus terjalin demi mendukung pembangunan desa, khususnya dalam memajukan sektor pertanian di Desa Kauman," tutupnya.</p>
<p>Aksi turun sawah ini menjadi potret nyata kedekatan TNI dengan rakyat, sekaligus menegaskan peran strategis institusi militer dalam menjaga stabilitas dan ketahanan nasional, yang salah satunya ditopang oleh kemandirian pangan di tingkat desa.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Narkoba Menjamur di Kota Santri, Kejari Jombang Musnahkan Puluhan Ribu Barang Bukti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/narkoba-menjamur-di-kota-santri-kejari-jombang-musnahkan-puluhan-ribu-barang-bukti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/narkoba-menjamur-di-kota-santri-kejari-jombang-musnahkan-puluhan-ribu-barang-bukti</guid>
<description><![CDATA[ Dominasi perkara narkotika yang dimusnahkan juga secara implisit membeber tantangan serius Kabupaten Jombang dalam menghadapi peredaran obat-obatan terlarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6939094e1e269.webp" length="57420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 13:22:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemusnahan Barang Bukti</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang melaksanakan pemusnahan barang bukti (BB) dari 48 perkara tindak pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau <em>inkrah</em>. </p>
<p>Kegiatan yang merupakan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan ini digelar di halaman kantor kejaksaan setempat pada Rabu (10/12/2025), dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Dyah Ambarwati.</p>
<p>Pemusnahan ini menandai tuntasnya penanganan perkara pidana yang ditangani Kejaksaan dalam kurun waktu Juli hingga Desember 2025.</p>
<p>"Secara kuantitas, barang bukti yang dimusnahkan menunjukkan dominasi perkara terkait penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang," ujarnya. </p>
<p>Data yang dirilis Kejaksaan mengungkapkan jumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis sabu deberat 687,63 mg dan sabu dalam pipet seberat 14,98 gram. Selanjutnya adalah 54.171 butir pil koplo atau dobel L, 192 unit alat hisap atau <em>bong</em> dan 10 unit ponsel dan sejumlah minuman keras.</p>
<p>Pemusnahan dilakukan dengan metode yang disesuaikan, seperti pembakaran untuk narkotika dan peleburan menggunakan blender untuk pil koplo, demi memastikan barang-barang tersebut tidak dapat disalahgunakan lagi.</p>
<p>Langkah pemusnahan ini, disebutnya menunjukkan komitmen Kejari Jombang dalam menuntaskan perkara. Pentingnya pemusnahan ini terletak pada fungsi kontrol pasca-penuntutan untuk memastikan barang bukti yang sensitif, khususnya narkotika, tidak bocor atau dimanfaatkan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Dominasi perkara narkotika yang dimusnahkan juga secara implisit membeber tantangan serius Kabupaten Jombang dalam menghadapi peredaran obat-obatan terlarang. </p>
<p>Penegakan hukum yang diikuti eksekusi BB secara transparan diharapkan dapat memberi efek jera sekaligus menegaskan bahwa proses hukum tidak berhenti pada putusan pengadilan, melainkan hingga tahap pelaksanaan akhir putusan.</p>
<p>"Pemusnahan ini merupakan bentuk eksekusi dan kewajiban kami. Tujuannya untuk menegakkan hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkas Dyah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelototi Korupsi Perbankan, Kejari Jombang Singgung Dana Daerah yang Menguap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelototi-korupsi-perbankan-kejari-jombang-singgung-dana-daerah-yang-menguap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelototi-korupsi-perbankan-kejari-jombang-singgung-dana-daerah-yang-menguap</guid>
<description><![CDATA[ Modus yang sering dilakukan adalah penyalahgunaan bunga bank. Dana daerah yang disimpan terlalu lama di rekening bank berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, termasuk mengambil keuntungan dari bunga deposito yang seharusnya wajib disetor kembali sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693901a528d14.webp" length="29840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 12:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Korusi Perbankan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menunjukkan keseriusannya dalam pemberantasan korupsi dengan fokus menggarap sektor perbankan. </p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, Dyah Ambarwati, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menangani perkara dugaan korupsi di lingkungan perbankan yang ada di Kota Santri ini, khususnya melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI).</p>
<p>"Kami sudah menangani perkara penyidikan yang terkait dengan perbankan, tepatnya di BRI," ujar Dyah Ambarwati kepada awak media pada Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Penanganan kasus ini dinilai relevan di tengah maraknya isu penyimpangan yang potensial terjadi dalam pengelolaan keuangan daerah. </p>
<p>Kejari Jombang menekankan bahwa praktik korupsi adalah kejahatan kompleks yang menghambat perekonomian dan pembangunan daerah.</p>
<p>"Kami tetap akan berjuang memerangi korupsi karena korupsi ini perbuatan yang sangat kompleks, mengganggu perekonomian dan pembangunan. Akibatnya, pemerataan dan pelaksanaan pembangunan tidak bisa berjalan secara lancar," jelas dia.</p>
<p>Meski kasus penyidikan yang diumumkan Dyah Ambarwati berfokus pada BRI, langkah penindakan ini sekaligus menjadi peringatan keras terhadap celah kebocoran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sering terjadi di level daerah.</p>
<p>Modus yang sering dilakukan adalah potensi penyalahgunaan bunga bank. Dana daerah yang disimpan terlalu lama di rekening bank berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, termasuk mengambil keuntungan dari bunga deposito yang seharusnya wajib disetor kembali sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Aturan, seperti yang termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan, disebutnya sudah jelas mewajibkan bunga bank dari Transfer Keuangan Daerah (TKD) disetor sebagai pendapatan daerah. Namun, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di berbagai daerah kerap mengungkap adanya bunga deposito APBD bernilai miliaran rupiah yang tidak tercatat atau menguap dari pembukuan negara.</p>
<p>Kasus yang ditangani Kejari Jombang di sektor perbankan kini menjadi fokus perhatian yang menuntut kecermatan dan kontribusi informasi dari masyarakat. </p>
<p>Penyidikan ini diharapkan dapat menindak praktik-praktik yang merugikan keuangan negara, yang pada akhirnya menghambat pembangunan dan pelayanan publik di Jombang.</p>
<p>Langkah Kejaksaan ini kontras dengan sikap Inspektorat Jombang yang baru-baru ini enggan membeberkan data kerugian negara yang berhasil dikembalikan, di tengah desakan transparansi publik.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paradoks Akuntabilitas Pemkab Jombang, Minta Dikritik Namun Enggan Beber Data Kerugian Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paradoks-akuntabilitas-pemkab-jombang-minta-dikritik-namun-enggan-beber-data-kerugian-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paradoks-akuntabilitas-pemkab-jombang-minta-dikritik-namun-enggan-beber-data-kerugian-negara</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan untuk mengungkapkan data krusial ini disampaikan Agung, menyusul aksi demonstrasi ratusan anggota Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) pada Selasa (9/12/2025) kemarin. Aksi tersebut menyoroti dugaan penyelewengan anggaran daerah yang menuntut transparansi dan akuntabilitas pemkab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938e906bc262.webp" length="66674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 11:20:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Inspektorat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Inspektorat mengungkapkan kesediaannya menerima kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi strategis. </p>
<p>Namun, sikap Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) ini tuai kejanggalan setelah Inspektur Jombang, Abdul Madjid Nindyagung, secara tegas menolak membeberkan data dugaan penyelewengan hingga potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan atau dikembalikan sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Penolakan untuk mengungkapkan data krusial ini disampaikan Agung, menyusul aksi demonstrasi ratusan anggota Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) pada Selasa (9/12/2025) kemarin. Aksi tersebut menyoroti dugaan penyelewengan anggaran daerah yang menuntut transparansi dan akuntabilitas pemkab.</p>
<p>Agung mengungkapkan bahwa laporan dari masyarakat, baik melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan informasi dari media merupakan masukan penting untuk mengawal pelaksanaan pembangunan. Artinya, Pemkab Jombang membuka ruang kritik dan tidak anti kritik. Sebab, kata Agung kritik dari masyarakat akan dijadikan landasan evaluasi. </p>
<p>"Pada prinsipnya ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Apa yang disampaikan teman-teman LSM maupun wartawan adalah masukan strategis," ujar Agung dalam pesan tertulis, Rabu (10/12/2025). </p>
<p>Ia juga menegaskan tanggung jawab pemerintah untuk memperbaiki setiap temuan ketidaksesuaian.</p>
<p>Menjelang Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkordia) 2025, Agung menekankan bahwa ketidakpatuhan terhadap norma dan aturan adalah pemicu utama praktik kecurangan <em>(fraud)</em> dalam penyelenggaraan pemerintahan. </p>
<p>"Kalau patuh terhadap norma, tidak akan ada kecurangan. Yang disebut <em>fraud</em> itu biasanya karena melanggar ketentuan," tegasnya.</p>
<p>Kembali dijelaskan olehnya, bahwa tugas Inspektorat (APIP) adalah melakukan pengawasan, memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan, dan memberikan rekomendasi perbaikan jika ditemukan penyimpangan. </p>
<p>Kendati demikian, Agung secara eksplisit menolak untuk memberikan angka kerugian yang berhasil diselamatkan atau dikembalikan.</p>
<p>"Kalau itu, maaf ya. Kami APIP, kami di luar itu," pungkas Agung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Antikorupsi di Jombang Diwarnai Aksi Protes, Kejari Didesak Usut Tiga Dugaan Korupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-antikorupsi-di-jombang-diwarnai-aksi-protes-kejari-didesak-usut-tiga-dugaan-korupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-antikorupsi-di-jombang-diwarnai-aksi-protes-kejari-didesak-usut-tiga-dugaan-korupsi</guid>
<description><![CDATA[ Koordinator Aksi, Joko Fattah Rochim, menyatakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam masyarakat terhadap integritas penyelenggara negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937ba708c390.webp" length="89462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 13:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hari Anti Korupsi, Hakordia 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2025 di Jombang diwarnai dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Selasa (9/12/2025). </p>
<p>Aksi tersebut mengusung nada kritis terhadap dugaan maraknya praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang di wilayah Kabupaten Jombang.</p>
<p>FRMJ mendatangi Kejari Jombang dengan membawa tiga tuntutan utama yang menyangkut dugaan praktik korupsi di lingkup pemerintahan daerah dan desa. </p>
<p>Koordinator Aksi, Joko Fattah Rochim, menyatakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam masyarakat terhadap integritas penyelenggara negara.</p>
<p>"Kami menyuarakan tiga isu krusial. Pertama, terkait dugaan penyimpangan dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Agama (Kemenag), di mana ada guru yang diklaim masih tercatat sebagai PPPK padahal sudah bekerja di Pertamina," jelas Fattah kepada awak media.</p>
<p>Fattah melanjutkan, Isu kedua adalah kasus di Desa Mancar, mengenai bangunan yang dirobohkan dengan sangat cepat, padahal bangunan tersebut berdiri di atas aset milik PTPN X. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur dan kepemilahan aset."</p>
<p>Adapun tuntutan ketiga adalah dugaan kasus di Desa Mayangan, di mana Kepala Dusun (Kasun) Imam Subeki disinyalir melakukan penggalian tanah milik warga untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tanpa adanya musyawarah atau persetujuan yang sah.</p>
<p>Lebih lanjut, Fattah mendesak Kejari Jombang agar segera menindaklanjuti laporan-laporan sebelumnya yang telah disampaikan oleh FRMJ. Salah satunya adalah kasus proyek borongan yang telah berjalan dua tahun namun pemilik material hingga kini belum menerima pembayaran.</p>
<p>"Jika kasus-kasus terbaru ini belum ditindaklanjuti, kami pastikan akan segera melayangkan laporan resmi tambahan," ancam Fattah. </p>
<p>Menanggapi desakan publik ini, Kepala Kejari Jombang, Dyah Ambarwati, menyambut kedatangan FRMJ dan mengapresiasi laporan yang disampaikan bertepatan dengan HAKORDIA 2025.</p>
<p>"Pada prinsipnya, kami memberikan apresiasi dan dukungan atas pelaporan yang mereka sampaikan. Kejari Jombang berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi," ujar Dyah.</p>
<p>Dyah menjelaskan bahwa tiga laporan yang dibawa FRMJ bersifat rahasia dan belum dapat dipublikasikan secara detail. Namun, ia memastikan bahwa seluruh laporan yang mencakup lokasi dan permasalahan berbeda tersebut akan segera melalui proses telaah dan pendalaman. </p>
<p>"Hari ini kami terima terlebih dahulu karena masih dalam bentuk laporan. Ketiganya berasal dari lokasi dan permasalahan yang berbeda," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Ibu Muda di Jombang Diringkus Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelaku-tabrak-lari-yang-tewaskan-ibu-muda-di-jombang-diringkus-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelaku-tabrak-lari-yang-tewaskan-ibu-muda-di-jombang-diringkus-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Identifikasi dan penangkapan pelaku berhasil dilakukan setelah polisi menganalisis rekaman kamera pengawas CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937aed49214c.webp" length="26096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 13:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang berhasil meringkus pengemudi truk yang menjadi pelaku tabrak lari maut di Jalan Raya Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. </p>
<p>Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah insiden yang menewaskan seorang ibu muda tersebut.</p>
<p>Pelaku berinisial MJ (31), warga Dusun Butuh, Desa Pandanwangi, Kecanatan Diwek. Ia diamankan di lokasi kerjanya, yakni usaha jual-beli sirtu gang tak jauh dari rumahnya, pada Kamis (4/12/2025). </p>
<p>Identifikasi dan penangkapan pelaku berhasil dilakukan setelah polisi menganalisis rekaman kamera pengawas CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>"Pelaku kami amankan di tempat kerjanya pada 4 Desember," ujar Penyidik Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Truk berwarna kuning-merah yang dikemudikan MJ teridentifikasi milik seorang pengusaha lokal. Setelah kejadian, truk tersebut langsung disembunyikan oleh pelaku di sebuah gudang pabrik.</p>
<p>Di hadapan petugas, MJ mengakui bahwa ia memilih kabur dari lokasi insiden karena merasa panik dan takut akan dihakimi oleh massa.</p>
<p>Kecelakaan maut itu terjadi pada Rabu malam (3/12/2025) sekitar pukul 23.16 WIB, tepatnya di depan SPBU Ceweng. </p>
<p>Sebuah sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi N 2517 II bertabrakan dengan truk yang dikemudikan MJ. </p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan pengendara motor yang merupakan seorang ibu muda tewas di tempat kejadian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seniman Asal Jombang Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seniman-asal-jombang-galang-dana-untuk-korban-banjir-sumatra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seniman-asal-jombang-galang-dana-untuk-korban-banjir-sumatra</guid>
<description><![CDATA[ Akhyak menggelar pameran tunggal amal bertajuk &#039;Pasir, Doa, dan Sholawat untuk Kemanusiaan&#039; di Aula Terbuka Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang pada Ahad (7/12/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937a9b4ccbca.webp" length="54560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 12:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Seniman Lukis, Donasi Bencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Mohammad Akhyak, seorang seniman lukis pasir asal Jombang, Jawa Timur, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana banjir bandang di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh melalui jalur seni. </p>
<p></p>
<p>Akhyak menggelar pameran tunggal amal bertajuk 'Pasir, Doa, dan Sholawat untuk Kemanusiaan' di Aula Terbuka Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang pada Ahad (7/12/2025) kemarin.</p>
<p></p>
<p>Dalam pameran tersebut, Akhyak memamerkan lebih dari 50 karya lukis pasir bergaya realis. Karya-karya yang dipajang mengangkat figur-figur ternama nasional, seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan amal ini dirancang secara khusus sebagai sarana penggalangan dana. Akhyak menjelaskan bahwa pameran ini murni kegiatan amal tanpa unsur jual-beli. Setiap pengunjung yang menyalurkan donasi diizinkan membawa pulang satu karya seni yang dipajang.</p>
<p></p>
<p>"Semua ini sebagai bentuk pengabdian. Berapa pun yang diberikan, kami percaya itu menjadi kebaikan bagi sesama," ujar Akhyak, Selasa (9/12/2025). </p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa setiap donatur menerima satu karya seni sebagai bentuk penghargaan, yang nilainya bahkan sering kali melebihi nominal donasi yang diberikan.</p>
<p></p>
<p>Hingga akhir acara, donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp3.300.000. Dana tersebut rencananya akan disalurkan melalui lembaga resmi untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada para korban di Sumatra dan Aceh.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun jumlahnya tidak seberapa, saya yakin bantuan ini akan bermanfaat bagi rekan-rekan kita yang berada di Sumatra dan Aceh," harap dia.</p>
<p></p>
<p>Melalui inisiatif ini, Akhyak berharap dapat menginspirasi khalayak luas untuk meningkatkan kepedulian. Ia juga menegaskan bahwa seni memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama.</p>
<p></p>
<p>"Seni bukan hanya untuk pribadi. Saya mencoba membuat karya seni saya bermanfaat untuk orang lain, salah satunya dengan langkah ini," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan amal ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Baznas Jombang, komunitas seni, Yayasan Rebung Pring Ori, para tenaga pendidik, dan masyarakat umum.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Jombang, Heru Cahyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah kreatif yang dilakukan Akhyak. Menurutnya, kolaborasi antara seni dan kepedulian sosial ini patut dicontoh.</p>
<p></p>
<p>"Kreativitas beliau menunjukkan bahwa karya seni bisa memiliki peran besar dalam membantu sesama. Ini inspirasi bagi guru, seniman, dan pelajar," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Jombang Sematkan Penghargaan kepada 12 Anggota Berprestasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-sematkan-penghargaan-kepada-12-anggota-berprestasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-jombang-sematkan-penghargaan-kepada-12-anggota-berprestasi</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan pentingnya motivasi bagi anggota berprestasi untuk meningkatkan profesionalisme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936d13fa77b7.webp" length="46124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 21:47:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penghargaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, memberikan penghargaan kepada 12 anggotanya yang berprestasi. Upacara pemberian reward dilaksanakan di Lapangan Polres Jombang, Senin (8/11/2025), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan kinerja maksimal personel dalam menjaga Kamtibmas.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan pentingnya motivasi bagi anggota berprestasi untuk meningkatkan profesionalisme. </p>
<p>"Penghargaan ini adalah apresiasi pimpinan atas kontribusi nyata. Kami harap ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Jombang," ujar AKBP Ardi.</p>
<p>Kapolres menambahkan, setiap keberhasilan anggota tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga membuktikan kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. </p>
<p>"Saya ingin seluruh personel menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa kerja keras selalu membawa hasil," lanjutnya.</p>
<p>Kedua belas personel penerima penghargaan berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polres Jombang. Prestasi mereka mencakup berbagai bidang, seperti pengungkapan kasus, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga inovasi dalam tugas kepolisian.</p>
<p>Secara khusus, Kapolres mengapresiasi anggota Satlantas yang berhasil mengungkap kasus pencurian mobil Avanza bernopol L 1207 BT silver dari Surakarta. Penghargaan juga diberikan kepada personel yang menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB dari Polda Jatim–Polres Jombang pada periode 2024-2025.</p>
<p>"Terima kasih atas dedikasi dan kinerja luar biasa Satlantas, mulai dari mengungkap kasus curanmor hingga menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di Jombang," tutur AKBP Ardi.</p>
<p>Kapolres juga menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p>"Ke depan, setiap anggota harus semakin meningkatkan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Polres Jombang harus menjadi contoh nyata kepolisian yang bekerja dengan hati dan integritas," tegasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat utama Polres Jombang serta personel lainnya yang memberikan dukungan dan apresiasi.</p>
<p>Dengan penghargaan ini, diharapkan seluruh personel Polres Jombang semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jambret Gasak Tas Perempuan di Jombang, Aksi Terekam Kamera CCTV</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jambret-gasak-tas-perempuan-di-jombang-aksi-terekam-kamera-cctv</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jambret-gasak-tas-perempuan-di-jombang-aksi-terekam-kamera-cctv</guid>
<description><![CDATA[ Aksi kejahatan itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Kejadian berlangsung pada Minggu (7/12) sekitar pukul 10.50 WIB di Dusun Sekaru, Desa Sukopinggir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693691df4e086.webp" length="57158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 17:19:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Jambret, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang perempuan menjadi korban penjambretan saat berjalan menuju gereja di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Aksi kejahatan itu terekam jelas oleh kamera Closed Circuit Television (CCTV). </p>
<p>Kejadian berlangsung pada Minggu (7/12) sekira pukul 10.50 WIB di Dusun Sekaru, Desa Sukopinggir. Korban, Ernanik Yuharita (41), berjalan dari rumahnya di Rejoagung, Ngoro, menuju Gudo.</p>
<p>Menurut keterangan warga setempat, Agus, korban sedang mencari gang menuju gereja sehingga berjalan tidak terlalu cepat. Saat melintas, korban merasa curiga diikuti oleh seorang pengendara motor Satria FU.</p>
<p>"Korban menggeser diri ke tengah jalan untuk menghindar. Saat motor yang ditumpangi dua pria itu mendekat dan hendak menyalip dari kiri, pelaku langsung menarik tas yang digenggam korban," jelas Agus, Senin (8/12/2025). Tarikan itu hampir membuat korban terjatuh.</p>
<p>Kapolsek Gudo, Iptu Rido Bargowo, membenarkan peristiwa tersebut. Korban selamat dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gudo.</p>
<p>"Korban kehilangan sebuah tas beserta isinya, yaitu uang, handphone, dan kartu BPJS," jelas Kapolsek.</p>
<p>Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Resmob Polres Jombang untuk memburu kedua pelaku yang wajah dan aksinya terekam CCTV.</p>
<p>"Proses penyelidikan dan pencarian masih berlangsung. Kami berharap pelaku segera dapat ditangkap," pungkas Rido Bargowo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hakordia 2025 Jombang, Komitmen Bersama Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hakordia-2025-jombang-komitmen-bersama-berantas-korupsi-untuk-kakmuran-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hakordia-2025-jombang-komitmen-bersama-berantas-korupsi-untuk-kakmuran-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam FGD jajaran pejabat yang hadir menyatakan komitmen untuk memberantas korupsi demi kemakmuran rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693688e41b8b7.webp" length="30284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 16:39:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hakordia 2025, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kabupaten Jombang dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen kolektif memberantas korupsi. Hal ini mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” yang digelar Forkopimda Jombang di Ruang Rapat Bung Tomo, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Forum strategis tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama, antara lain Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekda Agus Purnomo, Kapolres Ardi Kurniawan, Ketua DPRD Hadi Admaji, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang Dyah Ambarwati, serta perwakilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan perangkat daerah (OPD).</p>
<p>Dalam paparannya, Kajari Jombang Dyah Ambarwati menegaskan bahwa Hakordia tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan.</p>
<p>“Peringatan ini harus menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Korupsi bukan hanya merugikan negara, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tegas Dyah.</p>
<p>Ia menjelaskan, praktik korupsi memiliki dampak riil dan luas yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan publik yang tersendat hingga kualitas infrastruktur yang rendah.</p>
<p>“Karena itu, Kejaksaan menegaskan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam pencegahan korupsi, tidak hanya penindakan,” tambahnya.</p>
<p>Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menyatakan bahwa Hakordia adalah momentum penting untuk menumbuhkan budaya integritas di semua lini pemerintahan.</p>
<p>“Jangan putus asa melihat kondisi korupsi di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap dapat membantu mewujudkan Indonesia bebas korupsi,” ujar Salmanudin.</p>
<p>Salmanudin menambahkan, tema Hakordia 2025 selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam mencegah penyalahgunaan wewenang, termasuk di tingkat desa. Komitmen itu diwujudkan melalui reformasi birokrasi, penguatan pengawasan, dan peningkatan akuntabilitas.</p>
<p>“Kami mengapresiasi kerja seluruh perangkat pemerintah dan masyarakat yang terus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan. Semoga upaya bersama ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jombang,” harapnya.</p>
<p>Pemkab Jombang berharap sinergi lintas lembaga yang terbangun dalam FGD ini dapat memperkuat langkah pemberantasan korupsi, sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang lebih bersih dan berorientasi pada kemakmuran rakyat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG Menjadi Salah Satu Faktor Harga Daging Ayam di Jombang Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-menjadi-salah-satu-faktor-harga-daging-ayam-di-jombang-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-menjadi-salah-satu-faktor-harga-daging-ayam-di-jombang-naik</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan program pemerintah tersebut turut mendorong lonjakan permintaan ayam dari berbagai sektor, menyebabkan stok dari pemasok terserap lebih cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69367a183c2f8.webp" length="32596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 14:30:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Harga Ayam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kenaikan harga daging ayam potong di Pasar Pon, Jombang, Jawa Timur, mencuat tajam sejak pekan lalu, jauh sebelum puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). </p>
<p></p>
<p>Fenomena lonjakan harga yang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pedagang dan konsumen kecil.</p>
<p></p>
<p>Data lapangan menunjukkan, harga daging ayam telah merangkak dari kisaran normal Rp32.000–Rp33.000 per kilogram (kg) menjadi Rp36.000 per kg pada Senin (8/12/2025). </p>
<p></p>
<p>Kenaikan tersebut dinilai tidak hanya dipicu oleh faktor jelang Nataru, tetapi juga didorong oleh intervensi kebijakan publik.</p>
<p></p>
<p>Dewi Nurkamaru (51), seorang pedagang daging ayam di Pasar Pon, membenarkan percepatan kenaikan harga tersebut. "Biasanya harga normal itu Rp32.000–Rp33.000 per kg. Tapi kalau sudah dekat Natal dan tahun baru memang pasti naik. Sekarang tiap hari naiknya," ujar Dewi.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut hal itu disebabkan adanya dua faktor dominan yang menekan pasokan dan memicu inflasi di tingkat pasar. </p>
<p></p>
<p>Pertama adalah peningkatan permintaan musiman menjelang hari besar keagamaan. Kedua adalah adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dewi, kebijakan program pemerintah tersebut turut mendorong lonjakan permintaan ayam dari berbagai sektor, menyebabkan stok dari pemasok terserap lebih cepat. </p>
<p></p>
<p>"Ada program MBG itu juga. Jadi permintaan naik terus. Barang-barang lain juga ikut naik, akhirnya ayam juga ikut naik," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dewi memproyeksikan harga saat ini, yang berkisar antara Rp35.000 hingga Rp36.000 per kg, telah mendekati batas daya beli pasar Jombang, meskipun ia tidak menutup kemungkinan kenaikan lanjutan jika pasokan kian menipis. Ironisnya, ia pesimis harga dapat kembali ke level Rp30.000 per kg dalam waktu dekat. </p>
<p></p>
<p>"Ada MBG, jadi ayam untuk turun Rp30.000 itu kayaknya enggak bisa," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dampak langsung dari kenaikan harga ini telah dirasakan pada tingkat omzet pedagang. Dewi mengaku terjadi penurunan penjualan yang signifikan karena mayoritas pelanggan mengurangi jumlah pembelian mereka.</p>
<p></p>
<p>"Ya tidak begitu ramai. Pembeli juga enggak berani beli banyak. Katanya uangnya harus dibagi-bagi karena semua harga naik," keluhnya. </p>
<p></p>
<p>Dalam kondisi normal, Dewi mampu menjual hingga 5 kuintal ayam pada hari ramai. Namun, saat ini volume penjualan menurun drastis, kecuali untuk pesanan khusus.</p>
<p></p>
<p>Tekanan harga ini paling menghantam pelaku usaha kecil, seperti Umrotin (43), seorang pembeli yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku utama usaha mi ayamnya.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya saya bisa beli agak banyak untuk jualan mi ayam, tapi sekarang harus dikurangi soalnya mahal. Modal makin besar, sementara kalau harga jual dinaikkan pelanggan pasti banyak yang protes," ungkap dia.</p>
<p></p>
<p>Ia kini dipaksa memangkas kuantitas pembelian harian dan menghadapi dilema antara menanggung beban modal yang membengkak atau menaikkan harga jual yang berisiko mengusir pelanggan. </p>
<p></p>
<p>"Kalau harga naik segini, ya jelas berat buat pedagang kecil. Kita ini nyesuaiin sama pelanggan juga. Kalau mi ayam dinaikkan harganya, takutnya malah makin sepi," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Umrotin mewakili harapan pedagang kecil lain agar pemerintah atau pihak pemasok segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga komoditas pangan esensial. </p>
<p></p>
<p>"Semoga cepat turunlah, biar pedagang kecil kayak kami enggak makin susah," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bertandang ke Tebuireng, Jombang Kyai Said Sarankan Konsesi Tambang PBNU Kembali ke Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bertandang-ke-tebuireng-jombang-kyaisaid-sarankan-konsesi-tambang-pbnu-kembali-ke-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bertandang-ke-tebuireng-jombang-kyaisaid-sarankan-konsesi-tambang-pbnu-kembali-ke-negara</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Kyai Said, pemberian konsesi awalnya dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi NU dan peluang untuk kemandirian ekonomi organisasi. Namun, dinamika beberapa bulan terakhir justru menimbulkan efek sebaliknya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933d5a8e988b.webp" length="34686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 11:15:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Konsesi Tambang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj memberikan pernyataan terkait polemik pengelolaan konsesi tambang oleh PBNU. Dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang, Jumat (6/12/2025), ia secara tegas mengusulkan agar hak pengelolaan tambang dikembalikan kepada negara.</p>
<p>Menurut Kyai Said, pemberian konsesi awalnya dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi NU dan peluang untuk kemandirian ekonomi organisasi. Namun, dinamika beberapa bulan terakhir justru menimbulkan efek sebaliknya.</p>
<p>"Konflik internal dan berbagai polemik di ruang publik telah menimbulkan kegaduhan yang tidak sehat bagi NU," ujarnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Ahad (7/12/2025).</p>
<p>Ia menyimpulkan, manfaat konsesi kini tidak lagi sebanding dengan potensi kerugian terhadap organisasi. NU dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan utama organisasi.</p>
<p>Kyai Said menekankan, NU memiliki mandat besar dalam urusan keagamaan dan sosial sehingga harus menghindari sektor yang rawan konflik dan kepentingan politik. Beberapa alasan yang diuraikan antara lain menjaga keutuhan organisasi, menghindari persepsi negatif publik, dan memastikan NU fokus pada misi pelayanan umat.</p>
<p>"NU ini milik seluruh umat. Jangan sampai urusan usaha dan bisnis justru mencederai kehormatan dan tujuan berdirinya NU," tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, ia menilai kemajuan NU tidak ditentukan oleh sektor pertambangan. Program kemandirian ekonomi umat seharusnya berakar dari penguatan pesantren, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat kecil.</p>
<p>"Keberkahan NU datang dari ilmu dan ketulusan para ulama. NU tetap bisa berjaya walaupun tanpa mengelola tambang," pungkasnya.</p>
<p>Silaturahmi yang digelar di Ponpes Tebuirenng tersebut juga dihadiri sejumlah ulama, antara lain KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo), Muhammad Nuh (Rais Syuriyah PBNU 2022-2027), dan KH. Nurul Huda Djazuli (Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri). (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Poktan di Kesamben Jombang Gembira Dapat Bantuan Mesin Combine dari Aspirasi Cak Sumardi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/poktan-di-kesamben-jombang-gembira-dapat-bantuan-mesin-combine-dari-aspirasi-cak-sumardi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/poktan-di-kesamben-jombang-gembira-dapat-bantuan-mesin-combine-dari-aspirasi-cak-sumardi</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat produktivitas sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6934126642579.webp" length="99426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 18:33:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Pertanian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kelompok Tani (Poktan) Dusun Kandang Sapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menyambut gembira bantuan alat panen modern berupa mesin combine. Bantuan dari Kementerian Pertanian RI ini disalurkan melalui aspirasi anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi atau yang akrab disapa Cak Sumardi, pada Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Bantuan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat produktivitas sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Kehadiran alat mesin pertanian (alsintan) modern dinilai sangat strategis mengingat luas area persawahan di dusun tersebut mencapai sekitar 60 hektare, sehingga dapat mempercepat proses panen dan menekan biaya operasional petani.</p>
<p>Ketua Poktan Dusun Kandang Sapi, Pujo Widiantoro, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Kami sangat berterima kasih atas serah terima alat mesin pertanian ini. Bantuan ini sangat berarti dan akan kami manfaatkan seoptimal mungkin,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kedungbetik, Said Mashar, juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.</p>
<p>“Kami berterima kasih atas perhatian nyata kepada kebutuhan petani kami. Alat ini akan digunakan semaksimal mungkin agar semangat bertani meningkat dan ketahanan pangan desa terjaga,” ungkap Said.</p>
<p>Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, selaku fasilitator penyaluran bantuan, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan.</p>
<p>“Alhamdulillah masyarakat Dusun Kandang Sapi bisa memperoleh bantuan ini. Kami harap para petani memanfaatkannya sebaik mungkin karena proses pengajuannya tidak mudah dan nilainya tinggi,” tutur Sumardi.</p>
<p>Ia menambahkan, selain mesin combine, turut disalurkan bantuan traktor untuk mendukung pengolahan lahan.</p>
<p> “Ini bentuk perhatian kami terhadap pertanian. Dengan teknologi modern ini, target ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah diharapkan segera tercapai,” tambahnya.</p>
<p>Bantuan alsintan ini merefleksikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan efisiensi panen, produktivitas pertanian, serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Yahya Hadiri Panggilan Tebuireng Jombang, Siap Bongkar Dokumen PBNU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-hadiri-panggilan-tebuireng-jombang-siap-bongkar-dokumen-pbnu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-hadiri-panggilan-tebuireng-jombang-siap-bongkar-dokumen-pbnu</guid>
<description><![CDATA[ Gus Yahya tiba di kompleks pesantren sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi oleh KH Amin Said Husni dan jajaran PBNU. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933d8139b8e8.webp" length="69982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 14:34:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gus Yahya, PBNU, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, akhirnya memenuhi panggilan para sesepuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (6/12/2025) siang. </p>
<p>Kunjungan ini berlangsung di tengah isu konsolidasi dan kritik internal yang berkembang pasca-pertemuan para kiai sepuh di Ploso, Kediri, pekan sebelumnya.</p>
<p>Gus Yahya tiba di kompleks pesantren sekira pukul 11.30 WIB, didampingi oleh KH Amin Said Husni dan jajaran PBNU. </p>
<p>Setibanya di lokasi, rombongan langsung berziarah ke pusara Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebuah ritual simbolis yang sering dilakukan di tengah isu sensitif organisasi.</p>
<p>Usai berziarah, Gus Yahya langsung menuju Ndalem Kesepuhan Tebuireng untuk menghadiri silaturahmi yang sarat muatan politis organisasi tersebut. Namun, suasana pertemuan sempat digantung oleh ketidakhadiran Rais Aam PBNU yang dijadwalkan hadir, hingga pukul 12.30 WIB.</p>
<p>Dalam keterangannya, Gus Yahya secara tegas mengakui bahwa kedatangannya adalah pemenuhan panggilan dari para sesepuh, mengindikasikan adanya desakan untuk melakukan klarifikasi.</p>
<p>"Saya dipanggil para bini sepuh, para kiai sepuh. Saya datang. Apa pun yang diminta, saya siap. Apa pun yang ditanyakan, saya siap menjawab," kata Gus Yahya kepada wartawan, di lokasi. </p>
<p>Pernyataan tersebut diperkuat dengan pengakuan mengejutkan bahwa ia membawa seluruh materi pertanggungjawaban dalam pertemuan tersebut.</p>
<p>"Saya datang bersama teman-teman PBNU. Semua penjelasan, semua dokumen sudah kami siapkan dalam satu tas penuh. Jika diminta menunjukkan, semuanya telah tersedia," ungkapnya. </p>
<p>Ia berharap, langkah ini dapat menjadi titik awal penyelesaian berbagai persoalan yang tengah berkembang dan meruncing di lingkungan NU, sebuah pengakuan implisit atas adanya masalah internal yang mendesak.</p>
<p>Pertemuan di Tebuireng ini merupakan tindak lanjut langsung dari konsolidasi para sesepuh NU yang sebelumnya dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Ahad (30/11/2025). </p>
<p>Pertemuan di Ploso, yang dihadiri sejumlah tokoh kunci, disinyalir menjadi ajang untuk mengevaluasi kinerja dan arah kepemimpinan PBNU saat ini.</p>
<p>Dalam undangan resmi yang ditandatangani oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz, silaturahmi ini secara resmi bertujuan untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara para mustasyar dengan jajaran pimpinan PBNU. </p>
<p>Namun, kehadiran ulama-ulama yang sempat berbeda pandangan, seperti KH Said Aqil Siroj (mantan Ketua Umum PBNU dua periode), bersama Rais Syuriyah PBNU periode 2022-2027 seperti Muhammad Nuh, semakin menguatkan indikasi adanya tuntutan arahan dalam menghadapi dinamika organisasi.</p>
<p>Tokoh penting lain yang terpantau hadir adalah KH Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo) dan KH Djazuli Utsman (Pendiri Ponpes Al-Falah Ploso).</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tertutup di Ndalem Kesepuhan Tebuireng masih berlangsung, dan publik NU menantikan bagaimana 'tas penuh dokumen' yang disiapkan Gus Yahya akan menjawab berbagai kritik dan tuntutan dari para sesepuh NU. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mustasyar PBNU Berkunjung ke Pesantren Tebuireng Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mustasyar-pbnu-berkunjung-ke-pesantren-tebuireng-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mustasyar-pbnu-berkunjung-ke-pesantren-tebuireng-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng pukul 13.00-15.00 WIB ini diundang secara resmi oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933d3d60d44a.webp" length="27736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 14:01:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PBNU, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pesantren Tebuireng Jombang menggelar silaturahmi antara para Mustasyar (Dewan Penasihat) dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan para sesepuh NU yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Ahad (30/11/2025).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng pukul 13.00-15.00 WIB ini diundang secara resmi oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz. </p>
<p>Dalam surat undangannya, pesantren menyatakan acara ini bertujuan mempererat komunikasi dan koordinasi antara para mustasyar dengan pimpinan PBNU, serta mengharapkan arahan dalam menghadapi dinamika organisasi dan umat ke depan.</p>
<p>Undangan juga disampaikan atas nama dr. KH Umar Wahid dan turut mengundang KH Anwar Manshur serta KH Nurul Huda Jazuli. Para undangan diminta melakukan konfirmasi kehadiran melalui panitia.</p>
<p>Menanggapi surat undangan tersebut, Humas Pesantren Tebuireng Jombang, Gus Abdul Mughni, menegaskan bahwa acara ini murni silaturahmi biasa dan tidak terkait dengan agenda islah (rekonsiliasi). </p>
<p>"<em>Mboten wonten keterangan islah. Hanya silaturrahim mawon</em> (Tidak ada keterangan islah. Hanya silaturahim saja)," jelasnya via pesan.</p>
<p>Sebelumnya, Forum Sesepuh NU telah menyerukan pentingnya islah untuk menyelesaikan konflik internal di tubuh PBNU. </p>
<p>Juru Bicara forum, K.H. Oing Abdul Muid Sohib, menyampaikan keprihatinan mendalam para kiai atas kondisi tersebut dan berharap islah segera terwujud. Pertemuan sesepuh di Kediri pada 30 November lalu diprakarsai oleh KH Anwar Manshur dan KH Nurul Huda Djazuli untuk mengupayakan penyelesaian secara musyawarah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Patroli Berbuah Hasil, Satlantas Polres Jombang Ungkap Mobil Hasil Penggelapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/patroli-berbuah-hasil-satlantas-polres-jombang-ungkap-mobil-hasil-penggelapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/patroli-berbuah-hasil-satlantas-polres-jombang-ungkap-mobil-hasil-penggelapan</guid>
<description><![CDATA[ Mobil tersebut ditemukan saat anggota patroli menindak kendaraan bernomor polisi L 1207 BT yang terlihat mencurigakan di Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932ae0c5a976.webp" length="18412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 18:01:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penggelapan Mobil, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satlantas Polres Jombang berhasil mengamankan sebuah mobil Toyota Avanza silver hasil tindak kejahatan penggelapan. Mobil tersebut ditemukan saat anggota patroli menindak kendaraan bernomor polisi L 1207 BT yang terlihat mencurigakan di Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Kasatlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, menjelaskan, bahwa pengemudi mobil tidak mau berhenti saat diperintahkan, sehingga dilakukan pengejaran. </p>
<p>Aksi kejar-kejaran berlangsung dari pusat kota hingga masuk area perkampungan di Desa Jabon, Kecamatan Jombang sekitar 3 kilometer dari lokasi awal. Mobil baru berhasil dihentikan setelah pengemudinya tersudut di jalan desa.</p>
<p>“Saat diminta surat-surat kendaraan, pengemudi tidak dapat menunjukkan. Kendaraan langsung kami amankan,” ujar Rita dalam keterangan diterima, Jumat (5/12/2025).</p>
<p>Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkap ketidaksesuaian antara nomor mesin dan rangka dengan pelat yang terpasang. Identitas asli kendaraan terbukti adalah AD 1593 ZF milik Mahanani, warga Tunggulrejo, Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah.</p>
<p>Melalui penelusuran di media sosial, petugas menemukan laporan kehilangan dengan ciri-ciri yang sama. Pemilik sah mobil, yaitu Supriadi (45) dan istrinya Kiswati (40) warga Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Surakarta, kemudian diminta datang ke Polres Jombang untuk verifikasi.</p>
<p>“Kendaraan kami serahkan kembali setelah data cocok dan pemilik terverifikasi,” jelas Rita.</p>
<p>Supriadi menceritakan bahwa mobilnya awalnya disewa oleh seorang tetangga bernama Eva dan seorang pria bernama Wahyu pada Rabu (19/11) dengan biaya Rp200.000 untuk sehari, dengan rencana dipakai liburan ke Yogyakarta. Namun, setelah menyuruh Eva pulang untuk berganti baju, Wahyu justru membawa kabur mobil tersebut.</p>
<p>Berhari-hari mobil tidak kembali, sehingga Supriadi mengunggah laporan kehilangan ke media sosial.</p>
<p>“Sampai akhirnya ada yang menghubungi saya, bilang mobil saya kena tilang di Jombang,” ungkapnya.</p>
<p>Ia memastikan bahwa Avanza yang diamankan itu adalah miliknya, meski pelaku telah mengubah beberapa bagian, termasuk mengganti nomor polisi dengan yang palsu, velg, dan melepas bagian atas mobil.</p>
<p>Kasus dugaan penggelapan kendaraan ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Jombang. Supriadi menyatakan telah melaporkan kejadian ini sebelumnya di Polres Surakarta.</p>
<p>“Soal kelanjutannya saya serahkan ke polisi. Yang penting mobil saya sudah ditemukan. Terima kasih banyak,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Endy Satya, Polisi Asal Jombang yang Menjadi Penjaga Perdamaian Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/endy-satya-polisi-asal-jombang-yang-menjadi-penjaga-perdamaian-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/endy-satya-polisi-asal-jombang-yang-menjadi-penjaga-perdamaian-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Ia ditugaskan di Bangui, Republik Afrika Tengah, untuk mengemban misi mulia sebagai penjaga perdamaian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69329e76388af.webp" length="39248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 16:57:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polisi Penjaga Perdamaian Dunia, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kebanggaan nasional terukir dari Polres Jombang. Untuk pertama kalinya, institusi ini mengirimkan seorang personelnya untuk bergabung dalam Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</p>
<p>Personel berprestasi tersebut adalah Brigadir Dr. Endy Satya. Ia ditugaskan di Bangui, Republik Afrika Tengah, untuk mengemban misi mulia sebagai penjaga perdamaian.</p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan rasa bangga. Keberangkatan Endy dinilai bukan hanya sebagai prestasi individu, melainkan simbol kontribusi aktif Polri pada perdamaian global.</p>
<p>"Ini bukti bahwa Polri tidak hanya hadir untuk masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga siap berkontribusi pada stabilitas dunia internasional," kata AKBP Ardi Kurniawan dalam pesan diterima wartawan, Jumat (5/12/2025). </p>
<p>Kapolres berharap pencapaian ini menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk terus berkembang. Polres Jombang juga berkomitmen mendukung karier Endy, termasuk dengan mengusulkan pendidikan lanjutan sebagai bentuk apresiasi.</p>
<p>"Prestasi ini adalah awal. Mari kita terus dorong semangat pengabdian yang tak hanya bermanfaat bagi Jombang, tetapi juga untuk citra bangsa di mata dunia," pungkas Kapolres.</p>
<p>Dalam penugasan, Brigadir Endy tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) 6 di bawah misi PBB yang dikenal sebagai MINUSCA. Masa tugasnya berlangsung selama satu tahun penuh di daerah konflik, mulai 10 Oktober 2024 hingga 11 Oktober 2025.</p>
<p>Pencapaian ini bukanlah hal instan. Perjalanan menuju Bangui diawali seleksi ketat yang diikuti sekitar 1.500 personel Polri dari seluruh Indonesia. Hanya enam perwakilan dari Jawa Timur yang berhasil, dan Endy menjadi satu-satunya dari Polres Jombang yang lolos sepanjang sejarah. </p>
<p>Seleksi ini membuktikan standar tinggi yang meliputi kemampuan fisik, taktis, hingga ketangguhan mental untuk bertugas di zona rawan.</p>
<p>"Mengabdikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia adalah mimpi lama. Atas bimbingan dan arahan pimpinan, khususnya Kapolres Jombang, impian ini akhirnya menjadi kenyataan," ujar Endy saat menghadap Kapolres Jombang, Rabu (3/12/2025) kemarin. </p>
<p>Di medan penuh tantangan, tugas hariannya mencakup patroli bersama kepolisian setempat, pengawalan tahanan, hingga memastikan keamanan distribusi air bersih bagi warga. Kemampuan bahasa Prancis dan Inggris yang ia kuasai menjadi modal berharga dalam menjalankan setiap misi.</p>
<p>Lebih dari sekadar penugasan, langkahnya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi rekan sejawat. </p>
<p>"Semoga ini bisa memotivasi teman-teman di Polres Jombang untuk terus berprestasi dan mengabdi dengan cara masing-masing," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembuang Limbah Potongan Ayam di Jombang Ditangkap, Perusahaan Tak Memiliki IPAL di Balik Pencemaran Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembuang-limbah-potongan-ayam-di-jombang-ditangkap-perusahaan-tak-memiliki-ipal-di-balik-pencemaran-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembuang-limbah-potongan-ayam-di-jombang-ditangkap-perusahaan-tak-memiliki-ipal-di-balik-pencemaran-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Jombang menyatakan telah berkoordinasi dengan DLH untuk menjerat pelaku dengan sanksi ganda, yaitu pidana dan administratif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932a455f2c55.webp" length="39090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 16:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Limbah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial J (41) terkait kasus pembuangan limbah sisa potongan ayam ke aliran Sungai Brantas, tepatnya di sekitar Jembatan Ploso. </p>
<p>Penangkapan ini menyusul viralnya rekaman video drone yang merekam secara jelas aksi pencemaran lingkungan tersebut.</p>
<p>Meski satu tersangka telah diamankan, kasus ini memunculkan persoalan serius mengenai lemahnya pengawasan terhadap mata rantai pengelolaan limbah industri atau pengawasan perusahaan yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta potensi jerat sanksi yang akan dikenakan. </p>
<p>Tersangka J, warga Kecamatan Plandaan, Jombang, diketahui merupakan pemilik pabrik yang muncul dalam rekaman. Ia kini menjadi fokus penyelidikan setelah kedapatan membuang tujuh kantong plastik berisi darah, ceker, dan bulu sisa pemotongan ayam ke sungai.</p>
<p>Kasus ini semakin serius karena limbah sisa pemotongan ayam yang ditegaskan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.</p>
<p>Polres Jombang menyatakan telah berkoordinasi dengan DLH untuk menjerat pelaku dengan sanksi ganda, yaitu pidana dan administratif.</p>
<p>"Tindak lanjut kami koordinasikan dengan DLH. Ada rangkaian sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis, denda, hingga pencabutan izin usaha," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Dimas Robin, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).</p>
<p>Penegasan adanya potensi pencabutan izin usaha ini menyoroti bahwa tindakan J tidak bisa dianggap sepele, namun merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</p>
<p>Dalam pemeriksaan, J mengaku bahwa ia mendapatkan limbah tersebut dari sebuah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Lamongan. J mengaku membeli bulu ayam dengan harga murah, sekaligus menerima kesepakatan untuk membawa dan membuang limbah sisa lainnya.</p>
<p>Pengakuan ini mengindikasikan adanya praktik curang di industri pemotongan hewan, di mana biaya pengelolaan limbah dilemparkan kepada pihak ketiga, dalam hal ini tersangka J, yang kemudian memilih cara termudah dan termurah, yaitu membuangnya ke sungai.</p>
<p>Namun, pernyataan tersangka ini dibantah oleh Rumah Potong Hewan (RPH) di Lamongan. Pihak di Lamongan mengaku tidak tahu bahwa limbah tersebut akhirnya dibuang ke Sungai Brantas.</p>
<p>Keterangan yang saling bertolak belakang ini membutuhkan pendalaman oleh polisi. Aparat perlu memastikan apakah RPH di Lamongan sengaja menutup mata terhadap praktik pembuangan ilegal yang dilakukan J, ataukah RPH memang tidak memiliki prosedur baku dalam pengelolaan limbah non-utama yang mereka serahkan.</p>
<p>Polisi menegaskan masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah aksi J merupakan kejadian tunggal atau bagian dari pola berulang dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p>"Kami fokuskan dulu pada peristiwa viral tersebut, tetapi pendalaman untuk kemungkinan lainnya terus kami lakukan," imbuh dia.</p>
<p>Selain J, polisi juga berencana memeriksa pegawai yang membantu pengambilan limbah dari RPH Lamongan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LDII Jombang Gelar Musda ke&amp;10, Tekankan Sinergi Program dengan Pemerintah Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ldii-jombang-gelar-musda-ke-10-tekankan-sinergi-program-dengan-pemerintah-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ldii-jombang-gelar-musda-ke-10-tekankan-sinergi-program-dengan-pemerintah-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Tugas utama DPD LDII adalah melanjutkan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk upaya membangun wawasan kebangsaan di internal LDII dan meluaskannya ke masyarakat umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692fc6175e676.webp" length="49078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 12:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Musda LDII</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 pada Rabu (3/12/2025) di Aula depan Masjid Luhur Nurhasan, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. Acara ini menjadi forum tertinggi organisasi yang diadakan setiap lima tahun sekali.</p>
<p>Musda ke-10 LDII Jombang dihadiri oleh ratusan pengurus cabang dan anak cabang, serta perwakilan penting dari berbagai elemen, termasuk Pemerintah Kabupaten Jombang, TNI-Polri, dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Kota Santri.</p>
<p>Pantauan di lokasi, nampam perwakilan dari NU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jombang, Polres Jombang, serta Kodim 0814/Jombang, yang menunjukkan kemitraan yang erat antara LDII dengan berbagai pihak di Jombang.</p>
<p>Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Timur, KH. Moch. Amrodji Konawi, dalam sambutannya menguraikan tiga agenda utama Musda, yaitu penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya, penyusunan program kerja untuk lima tahun ke depan, dan pembentukan kepengurusan baru periode 2025–2030.</p>
<p>"Terkait LPJ lima tahun, pengurus sudah cukup baik dan cukup berhasil," ujar KH. Amrodji </p>
<p>Ia menegaskan bahwa tugas utama DPD LDII adalah melanjutkan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk upaya membangun wawasan kebangsaan di internal LDII dan meluaskannya ke masyarakat umum.</p>
<p>Menyikapi penyusunan program kerja, KH. Amrodji menekankan pentingnya sinergi program LDII dengan kebijakan pemerintah daerah. </p>
<p>"Program kerja harus bersinergi dengan pemerintah, memperkuat program kerja Bapak Bupati, dan memperkuat kerukunan antar umat beragama," tegasnya.</p>
<p>Ia mengingatkan fungsi fundamental seorang pemimpin, yaitu memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengembangan. Ia juga menyampaikan salam kepada Ormas Islam lain.</p>
<p>"Bersama saudara tua kita, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas Islam lain di bawah naungan MUI, selamat menjalankan Musda. Semoga menghasilkan program yang membumi dan pimpinan yang amanah," tutupnya.</p>
<p>Bupati Jombang yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Budi Winarno, menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII.</p>
<p>Ia berharap LDII terus berperan sebagai perekat silaturahmi dalam masyarakat dengan inovasi dan gagasan yang berkembang.</p>
<p>"Melalui Musda ini, kami berharap semoga terpilih pemimpin yang mampu mengayomi dan menjaga keutuhan internal organisasi," tandas Budi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rawat Bocah Disabilitas dan Ekonomi Sulit, Warga di Jombang Belum Tersentuh Bansos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rawat-bocah-disabilitas-dan-ekonomi-sulit-warga-di-jombang-belum-tersentuh-bansos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rawat-bocah-disabilitas-dan-ekonomi-sulit-warga-di-jombang-belum-tersentuh-bansos</guid>
<description><![CDATA[ Kehidupan keluarga dari Dusun Cangkring, Desa Cangkringngrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini terpuruk secara ekonomi dan belum pernah mendapatkan bantuan sosial rutin dari pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692efebd2e910.webp" length="23370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 22:51:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bantuan Sosial. Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Ismiati (52) harus berjuang merawat putranya, Davit Hidayah Tullah (10), yang mengalami kelumpuhan sejak bayi. Kehidupan keluarga dari Dusun Cangkring, Desa Cangkringngrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini terpuruk secara ekonomi dan belum pernah mendapatkan bantuan sosial rutin dari pemerintah.</p>
<p>Ismiati menuturkan, kondisi Davit bermula dari sakit kuning yang dideritanya selama lima hari pasca kelahiran. Berbagai upaya pengobatan, seperti fisioterapi, pijat saraf, hingga totok saraf, telah dicoba namun tidak membuahkan hasil.</p>
<p>"Hasilnya tidak ada, tidak ada perubahan. Sekarang dia hanya bisa berbaring di kasur, lihat TV, tapi TV-nya pun sekarang rusak," ujar Ismiati, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Kondisi semakin berat setelah suaminya yang menjadi penopang keluarga meninggal dunia sekitar 100 hari lalu. Ismiati kini tidak bisa bekerja karena harus merawat Davit full time. Kebutuhan hidup hanya mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai live streamer TikTok dan penjual pakaian bayi.</p>
<p>Bantuan pemerintah yang pernah diterima hanya bersifat insidental, yaitu BLT sebesar Rp900 ribu dan bantuan COVID-19 Rp300 ribu yang diterima tiga kali. Mereka tidak pernah mendapat bantuan rutin seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau sembako. Ironisnya, keluarga ini juga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.</p>
<p>"Kalau berobat ya bayar sendiri. Sekarang saya sudah tidak membawa dia berobat lagi karena dulu berharap dia bisa berjalan, tapi tidak ada perubahan," kata Ismiati.</p>
<p>Harapan Ismiati sederhana. Ia ingin anaknya mendapat fasilitas pendukung seperti kursi roda untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Saat ini, Davit hanya bisa berbaring di kasur dan membutuhkan bantuan penuh ibunya untuk segala kebutuhan, termasuk makan, minum, dan berpindah posisi.</p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan Davit dapat merespons pembicaraan dengan lancar, namun otot dan sarafnya tidak berfungsi baik. Kedua kaki dan tangannya terlihat kurus kering.</p>
<p>Kasi Kesra Desa Cangkringngrandu, Ewilda Bahtiar, membenarkan bahwa Ismiati belum menerima bansos rutin. Data desa mencatat keluarga tersebut masuk dalam desil 2, kategori ekonomi bawah.</p>
<p>"Desilnya sebelumnya 3, sekarang turun ke desil 2," jelas Ewilda.</p>
<p>Dia menerangkan bahwa proses penentuan penerima bantuan sepenuhnya ada di Kementerian Sosial dan BPS, dengan desa hanya sebagai pengusul data. Keluarga Ismiati dapat segera mengajukan diri melalui aplikasi Cek Bansos atau langsung ke desa dengan membawa Kartu Keluarga sebelum batas waktu 10 Desember.</p>
<p>Selain bantuan pemerintah, Ewilda menyebut LAZISNU juga biasanya memberikan bantuan rutin bagi warga berkebutuhan khusus atau hidup sebatang kara seperti keluarga Ismiati. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ECOTON Soroti Pembuangan Limbah Daging dan Darah di Sungai Brantas Jombang, Desak Penindakan Tegas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ecoton-soroti-pembuangan-limbah-daging-dan-darah-di-sungai-brantas-jombang-desak-penindakan-tegas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ecoton-soroti-pembuangan-limbah-daging-dan-darah-di-sungai-brantas-jombang-desak-penindakan-tegas</guid>
<description><![CDATA[ Limbah dalam kantung plastik itu memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692ef62851ad2.webp" length="40206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 21:53:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Limbah Darah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Aksi pembuangan limbah yang diduga sisa daging dan darah di Sungai Brantas, Kecamatan Ploso, viral di media sosial. Kejadian berlangsung Senin (1/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, yang dilakukan empat orang menggunakan mobil pickup Grandmax.</p>
<p>Limbah dalam kantung plastik itu memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.</p>
<p>Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON) mengecam tindakan tersebut dan menyoroti lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Peneliti ECOTON, Amiruddin Muttaqin, memaparkan bahaya limbah tersebut bagi sungai dan kesehatan. </p>
<p>"Daging busuk yang bercampur darah dapat menjadi sumber bakteri patogen seperti E-coli dan Salmonella. Sungai Brantas digunakan sebagai bahan baku air PDAM, sehingga masyarakat berisiko terpapar bakteri atau virus berbahaya," jelasnya, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, dampak bakteri patogen bisa meluas, menyebabkan infeksi saluran pencernaan, penyakit perut, hingga infeksi darah. </p>
<p>"Salmonella, misalnya, dapat memicu demam tinggi, nyeri otot, bahkan dalam kasus langka menyebabkan meningitis," tambahnya.</p>
<p>Selain aspek kesehatan, ECOTON mengkritik lemahnya penegakan hukum. Organisasi itu mendesak tindakan tegas dari DLH untuk memberi efek jera. </p>
<p>"DLH Jombang harus bertindak tegas. Ini jelas pelanggaran dan harus menjadi peringatan agar pelaku usaha lebih bertanggung jawab mengelola limbah," tegas Amir.</p>
<p>Amir menilai kelengahan DLH antara lain disebabkan tidak adanya CCTV dan papan peringatan di lokasi rawan. Ia juga menyoroti alasan keterbatasan personel. </p>
<p>"Jika kurang personel dijadikan alasan, berarti DLH tidak serius. Seharusnya melibatkan masyarakat atau membentuk komunitas seperti 'santri jogo kali' untuk pengawasan. Bupati perlu menambah alokasi anggaran," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, melalui Sekretaris DLH Amin Kurniawan, memastikan pihaknya menindaklanjuti laporan dengan mengumpulkan data jenis limbah. </p>
<p>"Sanksi ada, tetapi harus menunggu identifikasi apakah limbah rumah tangga, industri, atau lainnya. Tindakan kami akan sesuai Perda Pengelolaan Sampah atau regulasi relevan," ungkapnya.</p>
<p>Kasus ini terus dipantau ECOTON. Masyarakat pun menunggu apakah DLH akan menindak tegas pelaku atau hanya sekadar merespons secara formal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Dipicu Percikan Las, Gudang Serbuk Kayu di Jombang Terbakar Hebat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-percikan-las-gudang-serbuk-kayu-di-jombang-terbakar-hebat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-percikan-las-gudang-serbuk-kayu-di-jombang-terbakar-hebat</guid>
<description><![CDATA[ Kejadian berawal saat aktivitas pengelasan di area produksi sedang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB. Sekitar pukul 20.24 WIB, percikan api las diduga menyambar dan menyulut tumpukan serbuk kayu yang berada di sekitar lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692e773d81f14.webp" length="16610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kebakaran hebat melanda gudang milik PT Kanaka Sinergi Biomasa yang berlokasi di Dusun Kedungpring, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Senin (1/12/2025) malam. </p>
<p>Api diduga berasal dari percikan api las yang dengan cepat membesar akibat material serbuk kayu yang sangat mudah terbakar.</p>
<p>Kejadian berawal saat aktivitas pengelasan di area produksi sedang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB. Sekitar pukul 20.24 WIB, percikan api las diduga menyambar dan menyulut tumpukan serbuk kayu yang berada di sekitar lokasi.</p>
<p>"Kami sempat mencoba memadamkan api dengan alat yang ada, tapi tidak mampu. Api makin besar, akhirnya kami langsung meminta bantuan Damkar Ngoro," ujar Arjun karyawan gudang.</p>
<p>Pekerja lain, Surya Adi Supari, juga memberikan keterangan senada. "Sekitar jam delapan malam api mulai kelihatan membesar, lalu kami segera hubungi damkar," katanya.</p>
<p>Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Ngoro menerima laporan sekitar pukul 20.15 WIB dan segera diterjunkan ke lokasi. </p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin.</p>
<p>"Satu unit <em>fire pumper</em> dan dua <em>supply truck</em> kami turunkan. Saat ini api masih dalam penanganan," kata Wiku, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain sifat serbuk kayu yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara total, fasilitas keselamatan internal di gudang tersebut dinilai sangat minim.</p>
<p>Akibat kebakaran, sebagian besar material produksi serbuk kayu di dalam gudang dilaporkan hangus terbakar. Meskipun tidak ada korban jiwa, keselamatan para pekerja sempat terancam saat api mulai menyebar dengan cepat sebelum berhasil dikendalikan oleh tim damkar.</p>
<p>"Tidak ada <em>hydrant</em> maupun sistem proteksi kebakaran internal di lokasi, sehingga kami harus mencari sumber air dari luar. Ini jelas menghambat operasi pemadaman," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembuangan Limbah Ilegal di Sungai Brantas Jombang Kembali Terulang, DLH Buru Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembuangan-limbah-ilegal-di-sungai-brantas-jombang-kembali-terulang-dlh-buru-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembuangan-limbah-ilegal-di-sungai-brantas-jombang-kembali-terulang-dlh-buru-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Sekelompok orang terlihat membuang material berwarna kemerahan dan kehitaman yang diduga kuat merupakan limbah sisa pengolahan daging. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692e7377bdc63.webp" length="39876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 12:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Limbah Daging, Limbah Darah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi pembuangan limbah ilegal ke aliran Sungai Brantas kembali terjadi. Kali ini, peristiwa tersebut terekam jelas oleh kamera drone milik warga di kawasan Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Video rekaman yang kemudian viral di media sosial tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan pikap berwarna gelap berhenti di atas Jembatan Sungai Brantas. Dari bak kendaraan, sekelompok orang terlihat membuang material berwarna kemerahan dan kehitaman yang diduga kuat merupakan limbah sisa pengolahan daging.</p>
<p></p>
<p>Seorang warga berinisial BID, yang merekam kejadian tersebut, menjelaskan bahwa para terduga pelaku memanfaatkan waktu lengah warga, yakni menjelang waktu Magrib.</p>
<p></p>
<p>"Mereka datang dari arah selatan (Tembelang). Begitu melihat drone saya terbang, mereka panik dan langsung melarikan diri ke arah utara (Ploso) sebelum sempat menghabiskan semua muatan," tutur dia saat dikonfirmasi pada Selasa (2/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, terdapat sekitar lima orang pelaku dalam insiden tersebut. Namun, hingga saat ini, asal-usul limbah dan sumber pabriknya masih belum diketahui oleh warga setempat.</p>
<p></p>
<p>Aktivitas pembuangan limbah serupa dilaporkan pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan informasi warga, pada Sabtu (22/11/2025), terdapat dugaan pembuangan limbah darah dan daging di jembatan sungai kecil yang merupakan jalur lintas Desa Denanyar menuju Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Pada saat kejadian, tumpukan darah segar dilaporkan sempat berceceran di jalan dan juga di pinggir jembatan masuk Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk melakukan penelusuran.</p>
<p></p>
<p>"Kami sedang melakukan penelusuran dan identifikasi di lokasi untuk mencari sumber limbah dan pemilik kendaraan yang digunakan untuk aksi ilegal tersebut," jelas Ulum.</p>
<p></p>
<p>Ulum mengonfirmasi bahwa DLH akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya, seperti Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk mengusut tuntas kasus pencemaran lingkungan ini dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku.</p>
<p></p>
<p>DLH Jombang turut mengimbau masyarakat agar proaktif melaporkan setiap aktivitas pembuangan limbah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan Sungai Brantas, yang mana hal ini sangat mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Picu Penurunan Panen Cabai di Jombang, Harga Tinggi Beri Harapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-picu-penurunan-panen-cabai-di-jombang-harga-tinggi-beri-harapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-picu-penurunan-panen-cabai-di-jombang-harga-tinggi-beri-harapan</guid>
<description><![CDATA[ Meski hasil panen menurun tajam, petani masih mendapat angin segar berkat harga jual cabai yang tinggi di tingkat petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692da21142b93.webp" length="62040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 21:43:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Petani Cabai, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Serangan hama patek yang dipicu cuaca ekstrem menyebabkan produksi cabai di Kabupaten Jombang merosot hingga 50 persen. Meski hasil panen menurun tajam, petani masih mendapat angin segar berkat harga jual cabai yang tinggi di tingkat petani.</p>
<p>Kondisi tersebut terlihat di lahan cabai seluas 1 hektare milik Witono, petani di Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh. Saat panen, tidak semua cabai berhasil dipetik. Sebagian besar mengering di pohon akibat serangan hama.</p>
<p>“Biasanya sekali panen dapat 6 kuintal cabai merah. Karena terserang hama patek, merosot separuhnya, jadi sekitar 3 kuintal sekali panen,” jelas Witono dalam pesan diterima, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Menurut Witono, cuaca ekstrem yang sulit diprediksi menjadi pemicu utama tanaman rentan penyakit. Ia dan petani lain melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan fungisida rutin setiap tiga hari.</p>
<p>Di lahan yang ditanami sekitar 21 ribu batang cabai itu, harga jual saat ini menjadi penopang. Dengan harga di tingkat petani mencapai sekitar Rp51.000 per kilogram, peluang keuntungan masih terbuka.</p>
<p>“Biaya dari tanam hingga panen kisaran Rp25 juta. Kalau harga cabai bagus seperti sekarang, petani bisa dapat keuntungan berlipat,” tegasnya.</p>
<p>Pendapat serupa disampaikan Beny Saputro, petani cabai lain di dusun yang sama. Ia bersyukur karena hasil tanamnya masih menguntungkan meski ada kendala cuaca dan kerusakan tanaman.</p>
<p>“Meski cuaca tak menentu dan beberapa tanaman rusak, hasil panen masih cukup bagus. Yang paling bikin senang, harga cabai tidak jatuh seperti tahun lalu,” ujar Beny.</p>
<p>Beny yang mengelola 5.000 batang cabai mengaku dapat menghasilkan hingga 1,5 kuintal saat panen raya. Dengan modal sekitar Rp5 juta, ia kini sudah mulai menikmati keuntungan.</p>
<p>Keuletan petani cabai di Jombang dalam menghadapi cuaca ekstrem membuktikan peran penting mereka dalam menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga komoditas di pasar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maling Motor Menjamur di Kota Santri, Polres Jombang Bentuk Satgasus Curanmor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/maling-motor-menjamur-di-kota-santri-polres-jombang-bentuk-satgasus-curanmor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/maling-motor-menjamur-di-kota-santri-polres-jombang-bentuk-satgasus-curanmor</guid>
<description><![CDATA[ Pembentukan tim elite ini diklaim sebagai langkah konkret untuk menanggulangi maraknya kejahatan yang belakangan ini kian mengkhawatirkan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d4e820e6f3.webp" length="44152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 15:40:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Satgas Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Jombang secara resmi membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Curanmor sebagai respons cepat dan tegas terhadap meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat. </p>
<p>Peresmian Satgasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardi Kurniawan, di Lapangan Mapolres setempat, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Pembentukan tim elite ini diklaim sebagai langkah konkret untuk menanggulangi maraknya kejahatan yang belakangan ini kian mengkhawatirkan warga.</p>
<p>"Kami bentuk untuk melakukan penindakan tegas dan terarah terhadap para pelaku," ujar AKBP Ardi. </p>
<p>Satgasus Curanmor terdiri dari tiga tim operasional. Setiap tim diperkuat oleh 10 personel pilihan yang telah diseleksi berdasarkan kompetensi khusus dan kemampuan tanggap tinggi di lapangan. Total 30 personel akan dioptimalkan untuk memburu dan memberantas jaringan pelaku curanmor di wilayah Kota Santri ini.</p>
<p>Peresmian Satgasus ini digelar bersamaan dengan acara pemberian penghargaan kepada Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) yang berprestasi dalam pengungkapan kasus pembunuhan di wilayah Mojoagung. </p>
<p>Kapolres Jombang menyatakan bahwa pelaksanaan dua agenda ini merupakan wujud nyata komitmen ganda Polres Jombang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjamin keamanan serta ketertiban masyarakat.</p>
<p>Meskipun telah membentuk tim khusus, AKBP Ardi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. </p>
<p>Kapolres mengajak seluruh warga untuk segera melaporkan segala aktivitas yang dianggap mencurigakan dan berpotensi mengganggu keamanan.</p>
<p>Selain itu, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan tindak pidana pencurian. </p>
<p>"Menggunakan kunci ganda atau alat pengaman tambahan, seperti gembok cakram dan alarm. Memarkir kendaraan di lokasi yang aman, memiliki penerangan yang cukup, dan mudah dalam pengawasan. Tidak meninggalkan kunci kendaraan, bahkan untuk durasi waktu yang singkat. Segera melapor jika menemukan orang atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar," bebernya. </p>
<p>Melalui sinergi antara kerja Satgasus dan partisipasi masyarakat, Polres Jombang berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jombang dapat kembali optimal.</p>
<p>"Kami berkomitmen memberikan rasa aman maksimal bagi seluruh masyarakat Jombang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kontroversi Vonis 4 Tahun Remaja di Jombang, Pembela Soroti Sidang Kilat dan Keraguan Bukti Pelecehan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kontroversi-vonis-4-tahun-remaja-di-jombang-pembela-soroti-sidang-kilat-dan-keraguan-bukti-pelecehan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kontroversi-vonis-4-tahun-remaja-di-jombang-pembela-soroti-sidang-kilat-dan-keraguan-bukti-pelecehan</guid>
<description><![CDATA[ Korban membantah secara tegas adanya tindakan persetubuhan atau penetrasi fisik seperti yang termuat dalam dakwaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d4497411c6.webp" length="96112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 15:10:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sidang Anak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada seorang remaja berusia 17 tahun yang berstatus Anak Berkonflik Hukum (ABH) dalam perkara dugaan pelecehan seksual. Putusan dengan Nomor Perkara 18/Pid.Sus-Anak/2025/PN Jbg ini dibacakan pada sidang Jumat, (28/11/2025).</p>
<p>Humas PN Jombang, Luki Eko Andrianto, membenarkan vonis tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (1/12/2025).</p>
<p>"Pidana penjara 4 tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar dan pelatihan kerja 3 bulan di Yayasan Rumah Hati Jombang," ujar Luki.</p>
<p><strong>Kecepatan Proses Persidangan Dipertanyakan, Dinilai Janggal</strong></p>
<p>Keputusan majelis hakim ini disoroti oleh tim penasihat hukum terdakwa. Komarudin, selaku Penasihat Hukum terdakwa, menyoroti jalannya proses persidangan yang dianggap berjalan sangat cepat.</p>
<p>Sidang perdana digelar pada (18/11/2025). Proses selanjutnya, termasuk pembacaan eksepsi, tanggapan jaksa, hingga putusan sela, berjalan dalam rentang waktu yang sangat singkat.</p>
<p>"Kami kehilangan kesempatan untuk memberikan tanggapan balik atas jawaban jaksa terkait eksepsi. Langsung diputus putusan sela, dan apa yang kami sampaikan ditolak seluruhnya," ujar Komarudin.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa tahapan penting lain, seperti pemeriksaan saksi, tuntutan, pledoi, replik, dan duplik, juga berjalan dalam waktu yang terbatas. Hal ini dinilai menyulitkan tim pembela untuk menyusun pembelaan secara maksimal. </p>
<p>"Kami sempat kesulitan memberikan pledoi dan duplik secara maksimal karena waktu yang sangat terbatas," imbuh dia.</p>
<p><strong>Fakta Persidangan dan Bantahan Terdakwa</strong></p>
<p>Tim pembela mencatat beberapa poin krusial dari keterangan saksi korban selama persidangan. Pertama adalah bantahan Persetubuhan. Korban membantah secara tegas adanya tindakan persetubuhan atau penetrasi fisik seperti yang termuat dalam dakwaan.</p>
<p>Kedua, tanpa paksaan. Artinya korban menyatakan tidak ada bujuk rayu atau ancaman dari terdakwa.</p>
<p>Ketiga adalah keraguan korban. Komarudin menyoroti adanya keraguan yang ditunjukkan korban saat menyampaikan dugaan pelecehan. "Dalam asas hukum pembuktian, bukti keragu-raguan tidak bisa dijadikan bukti," tegasnya.</p>
<p>Meski terdapat hasil visum yang menunjukkan adanya robekan, terdakwa membantah pernah bertemu fisik dengan korban. Terdakwa mengaku bahwa hubungan mereka hanya berlangsung melalui media sosial, termasuk permintaan konten pornografi.</p>
<p>"Seharusnya yang lebih ditekankan adalah unsur pornografinya. Kami juga pernah meminta pemeriksaan ulang visum," kata Komarudin.</p>
<p>Menurutnya, hubungan asmara antara terdakwa dan korban hanya terjalin secara daring (dalam jaringan) tanpa adanya interaksi fisik secara langsung.</p>
<p>Saat ini, tim penasihat hukum masih mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan mengajukan banding. </p>
<p>"Kami akan rundingkan dahulu dengan pihak keluarga dan tim," pungkas Komarudin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Jombang Resah Gara&amp;gara Aksi Tawuran Remaja Bermotor, Ambil Tindakan Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-jombang-resah-gara-gara-aksi-tawuran-remaja-bermotor-ambil-tindakan-sendiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-jombang-resah-gara-gara-aksi-tawuran-remaja-bermotor-ambil-tindakan-sendiri</guid>
<description><![CDATA[ Warga yang merasa resah dengan keributan tersebut kemudian keluar rumah dan turun tangan membubarkan aksi tawuran itu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692afdf679ed2.webp" length="16482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 21:36:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tawuran Remaja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja bermotor kembali memicu keresahan warga. Peristiwa ini terjadi di Dusun Sugihwaras, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, pada Jumat (28/11/2025) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.</p>
<p>Menurut keterangan warga, dua kelompok remaja terlibat bentrok secara tiba-tiba di perempatan dekat SPBU Bandung. Warga yang merasa resah dengan keributan tersebut kemudian keluar rumah dan turun tangan membubarkan aksi tawuran itu.</p>
<p>Para remaja tersebut akhirnya diserahkan warga ke kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>Kapolsek Diwek, AKP Darul Huda, membenarkan kejadian tersebut. </p>
<p>“Benar, beberapa remaja sudah diamankan di Mapolsek Diwek. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ujar AKP Darul Huda, Sabtu (29/11/2025). </p>
<p>Menurut penuturan warga, Alfan Basuni bahwa aksi tawuran terjai secara tiba-tiba tanpa dicurigai oleh warga. </p>
<p>“Tiba-tiba saja mereka ketemu di situ, terus tawuran. Banyak sekali jumlahnya,” ujar Alfan Basuni, seorang warga Sugihwaras.</p>
<p>Akibatnya, para remaja tersebut berhamburan melarikan diri. Sebagian melarikan diri ke arah barat mendekati sebuah bengkel, dan sebagian lainnya lari hingga ke area persawahan dengan meninggalkan sepeda motor mereka.</p>
<p>“Akhirnya bisa ditangkap sekitar lima orang, dengan tiga motor yang ditinggal,” tambah Alfan.</p>
<p>Para remaja yang diamankan warga itu mengaku berasal dari kelompok dan wilayah yang berbeda, seperti Mayangan di Jogoroto dan Mojoagung. Mereka juga tidak memiliki alasan yang jelas di balik penyebab tawuran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Menteri Haji dan Umrah Sambut Musim Haji 2026, Lantik Pejabat Struktural Hingga Tambahan Embarkasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-menteri-haji-dan-umrah-sambut-musim-haji-2026-lantik-pejabat-struktural-hingga-tambahan-embarkasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-menteri-haji-dan-umrah-sambut-musim-haji-2026-lantik-pejabat-struktural-hingga-tambahan-embarkasi</guid>
<description><![CDATA[ Berbagai persiapan dini dilakukan, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga penambahan embarkasi baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692aea82307f8.webp" length="49844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 21:15:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Haji 2026, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), telah memulai langkah-langkah strategis untuk menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berbagai persiapan dini dilakukan, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga penambahan embarkasi baru.</p>
<p>Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan hal tersebut dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat menghadiri Musyawarah Nasional III Asosiasi Ma’had Aly Indonesia di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (28/11/2025).</p>
<p><strong>Pelantikan Ratusan Pejabat Struktural</strong></p>
<p>Salah satu langkah konkret adalah dengan melantik ratusan pejabat struktural Kemenhaj hingga ke level daerah. Gus Irfan menyebutkan, total sekitar 400 pejabat, baik yang definitif maupun pelaksana tugas, telah dilantik untuk mengisi posisi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.</p>
<p>"Alhamdulillah, setelah kemarin melantik pejabat eselon I, II, III, dan IV, pagi tadi kami juga melantik pejabat vertikal di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Insyaallah ini akan semakin memperlancar proses kita dalam mempersiapkan jamaah haji tahun 2026," ungkap Gus Irfan dalam pesan diterima, Sabtu (29/11/2025). </p>
<p>Para pejabat ini bertugas memastikan seluruh persiapan haji di daerah berjalan dengan baik, mulai dari pendataan jamaah, pemenuhan persyaratan administrasi dan kesehatan, hingga proses keberangkatan.</p>
<p><strong>Penambahan Dua Embarkasi Baru: Banten dan Yogyakarta</strong></p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, pemerintah akan menambah dua embarkasi baru pada musim haji 2026, yaitu di Banten dan Yogyakarta.</p>
<p>Embarkasi Yogyakarta menjadi yang spesial karena akan dijadikan pilot project.</p>
<p>"Kita tidak membangun asrama haji, tetapi menggunakan hotel sebagai tempat pemberangkatan. Kalau berhasil, ini bisa diterapkan di daerah lain sehingga tidak perlu pembangunan asrama haji yang biayanya sangat besar," terang Gus Irfan.</p>
<p><strong>Percepatan Jadwal dan Pengetatan Kesehatan</strong></p>
<p>Selain dua langkah utama tersebut, seluruh rangkaian persiapan haji 2026 juga dipercepat. Pemerintah menargetkan proses keimigrasian dan visa jamaah telah rampung sebelum Ramadan tahun depan.</p>
<p>"Skema persiapan maju semua. Pada Februari 2026 diharapkan seluruh proses administrasi telah selesai. Visa ditargetkan kelar pada Maret, dan mulai 21 April 2026 jamaah mulai masuk asrama haji," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau calon jamaah untuk benar-benar menjaga kondisi fisik. Kebijakan Arab Saudi yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan saat kedatangan menjadi perhatian serius.</p>
<p>"Kalau ada jamaah yang kurang fit dan tidak dianggap layak oleh otoritas kesehatan Saudi, mereka bisa dipulangkan. Karena itu kami minta jamaah benar-benar menjaga kesehatan setelah dinyatakan lolos pemeriksaan," pesan Menteri.</p>
<p>Dengan penguatan struktur organisasi dan berbagai inovasi layanan ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>CV Java Pangan Nusantara Tetap Beroperasi Meski Tanpa PBG, Pemkab Jombang Mlempem, PAD Bocor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cv-java-pangan-nusantara-tetap-beroperasi-meski-tanpa-pbg-pemkab-jombang-mlempem-pad-bocor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cv-java-pangan-nusantara-tetap-beroperasi-meski-tanpa-pbg-pemkab-jombang-mlempem-pad-bocor</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mandeknya PBG dan berakhirnya toleransi, potensi penutupan operasional sementara CV Java Pangan Nusantara seharusnya menjadi keniscayaan sesuai janji Pemkab Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692aa89621e3d.webp" length="43566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 15:40:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Java Pangan Nusantara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Polemik perizinan CV Java Pangan Nusantara memasuki babak baru setelah batas waktu toleransi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi berakhir pada Rabu (27/11/2025). </p>
<p>Meski telah diberi kelonggaran waktu, dokumen PBG perusahaan tersebut dikonfirmasi belum terbit hingga tenggat waktu yang ditetapkan. Hal ini memunculkan pertanyaan kritis atas ketegasan Pemkab Jombang dalam menegakkan aturan dan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Kondisi ini terungkap dari serangkaian konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pejabat terkait di lingkungan Pemkab Jombang, yang mengindikasikan adanya tarik ulur antara komitmen penindakan dan realisasi di lapangan.</p>
<p>Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Jombang, Bambang Sutowo, sebelumnya mengonfirmasi bahwa tim dari pemerintah kabupaten telah menetapkan tenggat waktu hingga 27 November 2025 bagi CV Java Pangan Nusantara untuk menyelesaikan kewajiban PBG.</p>
<p>"Diberi waktu sampai tanggal 27 November oleh tim untuk mengurus PBG-nya," ujar Bambang dalam pesan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (29/11/2025).</p>
<p>Disinggung mengenai langkah penutupan sementara jika perusahaan tetap gagal memenuhi kewajiban perizinan, Bambang menegaskan bahwa tindakan akan diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP). Sebab, menurutnya otoritas penindakan ada di Satpol PP. </p>
<p>"Sesuai SOP nanti Satpol (Satpol PP) yang bergerak. Silakan ditanyakan ke Dinas PUPR langkah selanjutnya, apa sudah menghubungi Satpol," terangnya. </p>
<p>Sementara, Kepala Satpol PP Jombang, Samsudi, membenarkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Asisten II (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) menjelang batas waktu berakhir. Namun, hingga saat ini, ia mengaku belum ada perintah penertiban.</p>
<p>"Kemarin memang sudah kami komunikasikan ke Pak Asisten 2 (H-1 sebelum jatuh tempo), sementara menunggu perintah lebih lanjut," ujar Samsudi.</p>
<p>Pernyataan ini menunjukkan bahwa Satpol PP sebagai eksekutor penertiban, berada dalam posisi pasif menunggu instruksi resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau pimpinan daerah, meski tenggat waktu telah terlampaui.</p>
<p>Konfirmasi paling tegas justru disampaikan oleh pihak Dinas PUPR Jombang sebelum batas waktu berakhir. Pihak PUPR menegaskan bahwa PBG CV Java Pangan Nusantara tidak menunjukkan perkembangan.</p>
<p>"Belum, Mas. Kalau sampai hari ini belum ada perkembangan, besok (28 November) sesuai komitmen mereka akan ditindak," ungkap sumber PUPR yang tidak ingin disebutkan namanya dalam pemberitaan. </p>
<p>Komitmen untuk menindak langsung setelah tanggal 27 November pukul 00.00 WIB kembali ditegaskan. Namun, pada hari H batas waktu berakhir, Dinas PUPR justru menyampaikan penundaan tindakan. </p>
<p>Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan masih diberi kelonggaran waktu tambahan di luar komitmen awal.</p>
<p>"Belum, Mas. Senin kita panggil," ujarnya, </p>
<p>Dengan mandeknya PBG dan berakhirnya toleransi, potensi penutupan operasional sementara CV Java Pangan Nusantara seharusnya menjadi keniscayaan sesuai janji Pemkab Jombang. SOP menempatkan Dinas PUPR sebagai pemberi rekomendasi teknis penindakan.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait kegagalan pengurusan PBG ini. Yang menjadi sorotan, aktivitas operasional di lokasi perusahaan dilaporkan masih berlangsung normal, seolah mengabaikan batas waktu yang ditetapkan oleh Pemkab Jombang dan mempertanyakan efektivitas serta ketegasan aparat dalam penegakan regulasi daerah dan menguapnya retribusi yang masuk ke daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BLTS Kesra Cair, 136 Ribu Lebih KPM di Jombang Terima Hak Mereka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/blts-kesra-cair-136-ribu-lebih-kpm-di-jombang-terima-hak-mereka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/blts-kesra-cair-136-ribu-lebih-kpm-di-jombang-terima-hak-mereka</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan penerima bantuan di 21 kecamatan ini dilakukan sepenuhnya melalui sistem digital, dari pengusulan hingga verifikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69294fb51e1e4.webp" length="69376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 15:01:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, BLTS Kesra</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Pemerintah Kabupaten Jombang memulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Sebanyak 136.259 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 21 kecamatan telah ditetapkan untuk menerima dana bantuan sebesar Rp900.000,00 per keluarga. Proses pencairan berlangsung selama sepekan, yakni pada tanggal 22–30 November 2025.</p>
<p>Penetapan dan verifikasi penerima bantuan di Kabupaten Jombang dilakukan sepenuhnya melalui sistem digital, mulai dari tahap pengusulan hingga validasi akhir.</p>
<p>Pekerja Sosial Ahli Muda Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Anita Rahmawati, yang mewakili Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa penggunaan basis data tunggal merupakan kunci utama dalam memastikan ketepatan sasaran.</p>
<p>"Pemanfaatan basis data tunggal membuat penerima yang tidak layak semakin mudah terdeteksi sehingga bantuan tepat disalurkan kepada yang berhak," ujar Anita dalam keterangan resminya, Jumat (28/11/2025).</p>
<p>Mekanisme pencairan BLTS Kesra dibagi menjadi dua saluran utama:</p>
<p>1. KPM Kategori Perluasan: Menerima dana secara tunai di Kantor Pos.</p>
<p>2. KPM Terdaftar Program Sosial (PKH/Sembako): Dapat mencairkan dana melalui BNI dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).</p>
<p>Anita menambahkan bahwa sistem BLTS Kesra kini telah terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan aplikasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). </p>
<p>Integrasi ini memungkinkan seleksi yang lebih ketat, termasuk mencoret nama warga yang terindikasi melakukan aktivitas negatif, seperti tercatat bermain judi daring atau memiliki cicilan barang mewah.</p>
<p>Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan.</p>
<p>Untuk memastikan prosedur berjalan lancar, Dinas Sosial Jombang telah menurunkan tim pemantau ke sejumlah titik pencairan, termasuk di Desa Plandi dan Kaliwungu, Kecamatan Jombang.</p>
<p>Bagi KPM yang telah meninggal dunia, hak bantuan tetap dapat diambil oleh ahli waris dalam satu kartu keluarga dengan melampirkan surat keterangan kematian yang sah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kreativitas Warga Jombang Dari Limbah Sederhana, Lahir Diorama Bernilai Jual Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kreativitas-warga-jombang-dari-limbah-sederhana-lahir-diorama-bernilai-jual-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kreativitas-warga-jombang-dari-limbah-sederhana-lahir-diorama-bernilai-jual-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Usaha ini berawal dari situasi sulit yang melanda dunia pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, Catra yang berstatus sebagai karyawan diliputi kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69294b7007ee9.webp" length="19846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 14:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sulap Limbah, Diorama 3D</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kreativitas dan ketekunan Catra Hermawan (38) membuktikan bahwa peluang usaha dapat lahir dari pengolahan limbah sederhana di sekitar. </p>
<p>Berlokasi di Dusun Mojojejer, Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Catra mengelola rumah produksi kerajinan tangan bernama Padhang Jingglang, yang berfokus pada penyulapan beragam bahan bekas menjadi diorama tiga dimensi (3D) bernilai jual tinggi.</p>
<p>Usaha ini berawal dari situasi sulit yang melanda dunia pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, Catra yang berstatus sebagai karyawan diliputi kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK). </p>
<p>Kekhawatiran tersebut justru mendorongnya untuk kembali menekuni hobi lama yang sempat terpendam.</p>
<p>"Saya mencari kesibukan yang berhubungan dengan hobi. Lalu, saya melihat banyak limbah yang tidak terpakai di sungai. Daripada terbuang, saya coba olah dan akhirnya bisa menjadi karya seperti sekarang," kata Catra, Jumat (28/11/2025).</p>
<p>Bahan baku yang dimanfaatkan meliputi stereofoam bekas kulkas atau televisi, gabus, kertas karton, dan stik es krim. Dari bahan-bahan sisa tersebut, lahirlah beragam karya, mulai dari miniatur kapal, diorama bertema sejarah (seperti era Majapahit dan medieval Eropa), kaligrafi, hingga lampion.</p>
<p>Proses pengerjaan diorama dimulai dari pencarian referensi, umumnya melalui media sosial, sebelum konsep ditetapkan dan bahan dipilih. Durasi pengerjaan sangat bervariasi.</p>
<p>"Pengerjaan tercepat sekitar 10 hari. Tetapi, untuk yang detail sekali, bisa memakan waktu satu hingga dua tahun. Bahkan pernah ada yang tiga tahun baru selesai," ujarnya.</p>
<p>Khusus untuk pesanan dari luar negeri, Catra menghadapi persyaratan ketat terkait bahan baku. Beberapa bahan seperti resin, misalnya, sering kali ditolak oleh bea cukai negara tujuan karena dianggap mudah terbakar atau mengandung bahan kimia tertentu.</p>
<p>Selain itu, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu kendala. Jika dahulu stereofoam bekas mudah didapat, kini ia kerap harus membelinya dari masyarakat.</p>
<p>Pesanan yang diterima Catra sangat beragam, mulai dari pajangan rumah, media edukasi, hingga keperluan pemasaran properti dan hotel. Beberapa karya bahkan telah digunakan dalam proyek film, termasuk dari luar negeri.</p>
<p>Di pasar lokal, harga diorama ukuran kecil dijual mulai Rp200.000 hingga Rp500.000, sementara ukuran besar berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. Karya dengan detail tinggi dan kompleks dapat mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.</p>
<p>Pendapatan usaha Padhang Jingglang bersifat fluktuatif, tergantung volume pesanan. </p>
<p>"Saat sedang ramai, omzet bisa mencapai Rp20–25 juta per bulan. Namun, jika ada pesanan dari luar negeri, omzet dapat melonjak hingga Rp80 juta," ungkapnya.</p>
<p>Melalui Padhang Jingglang, Catra Hermawan membuktikan bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, limbah dapat diubah menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi. Dari sebuah dusun di Jombang, karyanya telah berhasil menembus pasar internasional, memberikan inspirasi bahwa peluang besar dapat dimulai dari mengolah hal-hal kecil di sekitar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bansos Pemuda Disabilitas Jombang Masih Aktif, Keluarga Ungkap Bantuan Tak Pernah Diterima</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bansos-pemuda-disabilitas-jombang-masih-aktif-keluarga-ungkap-bantuan-tak-pernah-diterima</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bansos-pemuda-disabilitas-jombang-masih-aktif-keluarga-ungkap-bantuan-tak-pernah-diterima</guid>
<description><![CDATA[ Pihak Dinsos menyatakan bahwa Arifin masih terdaftar sebagai penerima beberapa bantuan sosial (bansos). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69286236ef026.webp" length="27204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 22:54:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemuda Disabilitas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Setelah mendapat perhatian dari tim kesehatan RSUD Jombang, Mohamad Arifin, seorang pemuda disabilitas dengan kondisi lumpuh asal Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, kini juga mendapat kunjungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Petugas Dinsos menemui Arifin yang saat ini dirawat oleh kakak iparnya, Elik Narodo, di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, pada Kamis (27/11/2025). Namun, kunjungan itu justru mengungkap fakta mengejutkan.</p>
<p>Menurut Elik yang telah merawat Arifin lebih dari setahun tanpa bantuan, pihak Dinsos menyatakan bahwa Arifin masih terdaftar sebagai penerima beberapa bantuan sosial (bansos).</p>
<p>“Kata mereka, Mas Arifin masih menerima BLT yang cair setiap tiga bulan sekali, bantuan rutin sebesar Rp200 ribu per bulan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang masih aktif, serta bantuan lain senilai Rp900 ribu yang masih berjalan,” ujar Elik.</p>
<p>Namun, seluruh bantuan tersebut menguap begitu saja. Elik mengaku tidak pernah menerima sepeser pun dari bansos yang dimaksud.</p>
<p>“Semuanya ternyata sudah dicairkan, tapi saya sama sekali tidak menerimanya. Saya juga tidak memegang KTP, KK, atau kartu-kartu lainnya,” tegasnya.</p>
<p>Saat ditanya siapa yang selama ini mengambil bantuan tersebut, Elik mengaku tidak mendapat jawaban yang jelas.</p>
<p>“Dinsos menyuruh saya konfirmasi ke Desa Mojokrapak. Mereka sendiri juga belum tahu siapa yang mengambilnya. Intinya, semua bansos atas nama Mas Arifin masih aktif,” tambahnya.</p>
<p>Dinsos berjanji akan membantu mengurus kartu BLT baru jika dokumen lama hilang atau dipegang pihak lain. Kunjungan tersebut hanya dihadiri dua petugas dan belum memberikan bantuan langsung selain pengecekan administrasi.</p>
<p>Meski pemerintah akhirnya turun tangan setelah kasus ini viral di media, Elik berharap tindak lanjut yang diberikan bukan sekadar formalitas.</p>
<p>“Saya berharap ada bantuan nyata, baik medis maupun sosial. Mas Arifin butuh terapi, perawatan, dan biaya hidup sehari-hari. Selama ini, saya merawat beliau tanpa bantuan sama sekali,” ungkapnya.</p>
<p>Kondisi Elik sendiri tidak mudah. Ia sedang menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sementara suaminya bekerja di luar kota. Setiap kali harus keluar rumah, ia harus membayar orang lain untuk menjaga Arifin.</p>
<p>Sebelumnya, Kasus pilu yang menimpa Mohamad Arifin (34), warga disabilitas asal Jombang, akhirnya mendapat perhatian dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, namun respons tersebut datang hanya berselang sehari setelah kisah keterlantarannya diangkat oleh sejumlah media massa. </p>
<p>Keterlibatan RSUD yang terkesan reaktif ini memunculkan pertanyaan tentang fungsi pengawasan dan jaringan kesehatan publik daerah dalam menjangkau warganya yang paling rentan.</p>
<p>Arifin, warga Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, yang menderita disabilitas sejak lahir, dilaporkan terkulai lemah di tempat tidur selama setahun terakhir setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. </p>
<p>Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, Arifin sempat terlantar hingga akhirnya dirawat oleh kakak iparnya, Elik Narodo (39), sejak September 2025. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasien Disabilitas Terlantar di Jombang Akhirnya Ditangani Usai Viral di Pemberitaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasien-disabilitas-terlantar-di-jombang-akhirnya-ditangani-usai-viral-di-pemberitaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasien-disabilitas-terlantar-di-jombang-akhirnya-ditangani-usai-viral-di-pemberitaan</guid>
<description><![CDATA[ Keterlibatan RSUD yang terkesan reaktif ini memunculkan pertanyaan tentang fungsi pengawasan dan jaringan kesehatan publik daerah dalam menjangkau warganya yang paling rentan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6927ff1eb14cc.webp" length="25110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 14:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemuda Disabilitas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kasus pilu yang menimpa Mohamad Arifin (34), warga disabilitas asal Jombang, akhirnya mendapat perhatian dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, namun respons tersebut datang hanya berselang sehari setelah kisah keterlantarannya diangkat oleh sejumlah media massa. </p>
<p>Keterlibatan RSUD yang terkesan reaktif ini memunculkan pertanyaan tentang fungsi pengawasan dan jaringan kesehatan publik daerah dalam menjangkau warganya yang paling rentan.</p>
<p>Arifin, warga Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, yang menderita disabilitas sejak lahir, dilaporkan terkulai lemah di tempat tidur selama setahun terakhir setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. </p>
<p>Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, Arifin sempat terlantar hingga akhirnya dirawat oleh kakak iparnya, Elik Narodo (39), sejak September 2025.</p>
<p>Tim dari RSUD Jombang mendatangi rumah dimana tempat Arifin dirawat oleh keluarganya, yakni di Dusun Menganto, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, pada Kamis (27/11/2025) untuk melakukan observasi dan pemeriksaan fisik.</p>
<p>Pelaksana tugas (Plt) Kasi Perawatan RSUD Jombang, Seputro Edhy, mengakui bahwa langkah tracking pasien ini dilakukan atas perintah langsung dari Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, setelah berita mengenai Arifin tersiar luas.</p>
<p>"Kita lihat kebutuhannya apa dari sisi kesehatan. Setelah mendapat kabar berita, kami langsung mendapat perintah dari direktur untuk melakukan <em>tracking</em> pasien Mas Arifin," ujar Seputro Edhy kepada wartawan.</p>
<p>Pemeriksaan awal RSUD menunjukkan tensi dan tanda-tanda kesehatan Arifin dalam batas normal, dan ia masih menunjukkan keinginan untuk makan dan minum, meskipun harus dibantu. </p>
<p>Namun, fokus perhatian tim kesehatan kini tertuju pada kondisi kedua kakinya yang kaku.</p>
<p>"Kondisi yang patut menjadi perhatian adalah dari sisi kebutuhan aktivitas yang memang perlu penanganan karena kedua kakinya kaku. Karena lama tidak digerakkan dan dilatih sehingga hal itu prioritas penanganan dari segi kesehatan," beber Edhy.</p>
<p>Ironisnya, setelah masa penelantaran yang cukup lama, tim medis RSUD Jombang mengaku belum dapat memberikan diagnosis definitif terhadap kondisi Arifin. </p>
<p>Mereka hanya menekankan perlunya penanganan segera berupa terapi untuk mencegah kekakuan bertambah parah dan menghindari luka baring <em>(decubitus)</em> pada punggung dan pantat pasien.</p>
<p>Kondisi Arifin yang kini hanya bisa terbaring lemah, tidak mampu bergerak, dan kesulitan merespons percakapan, ditambah kondisi mata yang terus bergerak tanpa kendali, menjadi gambaran kegagalan sistem pengawasan kesehatan di tingkat desa hingga kabupaten. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eksekusi Tanah di Jombang Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Desa hingga Kejanggalan Sertifikat Hilang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eksekusi-tanah-di-jombang-ungkap-dugaan-manipulasi-dokumen-desa-hingga-kejanggalan-sertifikat-hilang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eksekusi-tanah-di-jombang-ungkap-dugaan-manipulasi-dokumen-desa-hingga-kejanggalan-sertifikat-hilang</guid>
<description><![CDATA[ Wiji menunjukkan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Marzuki, pewaris utama, yang disebutnya dimiliki oleh Mariyanto. Wiji mempertanyakan validitas eksekusi karena pihak pemohon eksekusi (penggugat) tidak dapat menunjukkan SHM atas objek perkara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6927dfb154c07.webp" length="47778" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 13:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eksekusi Tanah Waris</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Proses eksekusi dua objek tanah warisan di Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Selasa (25/11/2025) kemarin, justru membuka kotak pandora dugaan manipulasi surat waris yang melibatkan oknum perangkat desa. </p>
<p>Pelaksanaan eksekusi yang didasarkan pada Putusan Pengadilan Agama (PA) Jombang ini dituding cacat prosedural dan substansial menyusul temuan bukti-bukti yang bertentangan dengan putusan tersebut.</p>
<p>Proses eksekusi yang dipimpin oleh Panitera Juru Sita PA Jombang, Hanim Makhsusiati, terhadap sebidang pekarangan rumah 223 meter persegi dan sawah 1.308 meter persegi tersebut mendapat perlawanan dari pihak yang mengaku sebagai pemilik sah, yaitu Mariyanto dan menantunya, Wiji.</p>
<p>Bukan tanpa alasan. Wiji menunjukkan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Marzuki, pewaris utama, yang disebutnya dimiliki oleh Mariyanto. Wiji mempertanyakan validitas eksekusi karena pihak pemohon eksekusi (penggugat) tidak dapat menunjukkan SHM atas objek perkara.</p>
<p>"Tanah ini milik Pak Mariyanto, yang mengajukan eksekusi harus pemilik asli. Yang gugat itu suratnya apa, asli atau tidak," tegas Wiji, Kamis (27/11/2025). </p>
<p>Pihaknya mengaku memiliki SHM dan dokumen jual beli lengkap, yang baru ditemukan belakangan setelah sempat dilaporkan hilang.</p>
<p><strong>Kejanggalan Surat Keterangan Waris Pemdes</strong></p>
<p>Sumber masalah utama sengketa ini diduga berasal dari Surat Keterangan Waris yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mojokambang, ditandatangani oleh mantan Kades berinisial HDN, Sekretaris Desa, dan Kepala Dusun. Surat tersebut menetapkan empat ahli waris, di antaranya Suyatin dan Yatimah.</p>
<p>Namun, temuan dan kesaksian warga setempat membantah keras isi surat resmi desa tersebut. </p>
<p>Seorang warga menyebutkan jika Suyatin dan Yatimah adalah anak dari Saeran dan Suminah, bukan anak kandung Mardjuki.</p>
<p>"Yang saya tahu, Suyatin dan Yatimah adalah anak dari Saeran dan Suminah, bukan anak kandung Mardjuki," kata warga yang enggan disebut namanya itu. </p>
<p>Kejanggalan kronologis memperkuat dugaan manipulasi bahwa Yatimah lahir pada tahun 1967, sementara perkawinan Suminah dengan Mardjuki baru terjadi pada tahun 1969. Secara logika, Yatimah mustahil menjadi anak dari perkawinan tersebut.</p>
<p><strong>Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan</strong></p>
<p>Kecurigaan manipulasi dokumen semakin menguat setelah ditemukannya keanehan pada dokumen jual beli lahan, yakni cap jempol ganda. Artinya, salah satu dokumen jual beli menggunakan cap jempol atas nama Suyatin, padahal KTP Suyatin mencatat penggunaan tanda tangan.</p>
<p>Selanjutnya adalah kehadiran fiktif. Artinya, Suyatin diketahui telah merantau ke luar Jawa sejak 2017 dan jarang pulang. Hal ini memunculkan pertanyaan, siapa yang memberi cap jari itu pada dokumen tahun 2019?.</p>
<p><strong>Misteri Sertifikat 'Hilang' di Tangan Calon Pembeli</strong></p>
<p>Teka-teki lain muncul dari Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Mardjuki. Sertifikat tersebut dilaporkan hilang pada tahun 2016. Anehnya, pada Oktober 2022, SHM yang sama justru ditemukan berada di tangan Suyut, calon pembeli lahan sengketa yang juga mantan perangkat desa. Sertifikat itu kemudian diserahkan kepada Kades Bandarkedungmulyo.</p>
<p>Kejanggalan ini menimbulkan sorotan tajam. Bagaimana sertifikat yang hilang bisa ada di tangan pembeli? Ada apa sebenarnya?"</p>
<p><strong>Putusan PA Berbeda Jauh dengan Versi Desa</strong></p>
<p>Indikasi adanya rekayasa dokumen oleh oknum desa semakin kuat ketika susunan ahli waris sah yang ditetapkan oleh Putusan PA Jombang berbeda signifikan dengan surat waris versi Pemdes Mojokambang. </p>
<p>Putusan PA menetapkan Jaenab dan Marmah sebagai anak kandung dengan porsi terbesar, sementara Suyatin (yang disebut warga bukan anak Mardjuki) hanya mendapat porsi kecil, menguatkan bantahan warga.</p>
<p>Camat Bandar Kedungmulyo saat itu, Mahmudi, diketahui sempat memperingatkan Pemdes Mojokambang untuk menyesuaikan surat waris, namun peringatan tersebut diabaikan oleh oknum di pemdes itu. </p>
<p>Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menuntut pihak berwenang, termasuk Kepolisian, Kejaksaan, dan Inspektorat, untuk segera turun tangan mengungkap aktor intelektual di balik dugaan rekayasa ini, menelusuri aliran perpindahan sertifikat yang hilang, dan mengusut tuntas alasan Pemdes mengeluarkan surat waris yang sarat kejanggalan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setahun Tak Bisa Bergerak, Pemuda Disabilitas di Jombang Hidup Tanpa Perhatian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setahun-tak-bisa-bergerak-pemuda-disabilitas-di-jombang-hidup-tanpa-perhatian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setahun-tak-bisa-bergerak-pemuda-disabilitas-di-jombang-hidup-tanpa-perhatian</guid>
<description><![CDATA[ Warga asal Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang itu kini hanya bisa terbaring lemah di kasur selama satu tahun terakhir tanpa mampu bergerak maupun merespons percakapan. Tidak satupun bantuan sosial dari pemerintah mengalir padanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69270f323a0f1.webp" length="36410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 23:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Arifin, disabilitas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Hidup Mohamad Arifin (34), warga yang sejak lahir mengalami disabilitas, berubah semakin memprihatinkan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.</p>
<p>Warga asal Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang itu kini hanya bisa terbaring lemah di kasur selama satu tahun terakhir tanpa mampu bergerak maupun merespons percakapan.</p>
<p>Di tengah keterbatasan dan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, Arifin sempat terlantar tanpa perawatan hingga akhirnya diurus oleh kakak iparnya, Elik Narodo (39), yang membawanya ke rumahnya di Dusun Menganto, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno sejak September 2025.</p>
<p>Menurut Elik, Arifin sudah menderita gangguan kesehatan sejak lahir. Matanya tidak normal dan terus bergerak tanpa kendali.</p>
<p>Ia pernah menjalani operasi mata saat masih bayi, namun karena usianya belum cukup, sarafnya terkena dampak dan membuatnya mengalami disabilitas mental.</p>
<p>“Sejak lahir itu sudah sakit. Kalau diajak ngomong nggak bisa merespon. Sarafnya kena setelah operasi mata waktu masih kecil,” ungkap Elik saat ditemui di kediamannya, Menganto, Mojowarno, usai merawat Arifin pada Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Arifin masih bisa berjalan saat remaja, tetapi kondisi itu berubah drastis.</p>
<p>“Sekarang sudah satu tahun ini lumpuh total. Kedua kakinya lemes, nggak bisa jalan sama sekali, kayaknya adik saya juga terkena diabetes basah, kakinya soalnya terlihat bengkak dan ada lukanya,” tambahnya.</p>
<p>Setelah ayahnya meninggal lebih dulu, Arifin dirawat oleh ibunya. Namun sejak ibunya wafat usai Lebaran 2025, perhatian keluarga mulai memudar.</p>
<p>Meski memiliki tiga saudara kandung lainnya, hanya kakak pertamanya yakni suami Elik yang masih peduli. Dua adik kandung Arifin disebut tidak lagi memperhatikan kondisi kakaknya.</p>
<p>Elik mengaku menemukan Arifin sering kali ditinggal sendirian di rumah Mojokrapak, bahkan dalam kondisi terkunci dari luar.</p>
<p>“Di rumah itu ditinggal sendirian, dikunci. Sama adik-adiknya. Makan minum pun nggak dikasih,” tuturnya.</p>
<p>Padahal di sekitar rumah Arifin terdapat banyak saudara dekat, seperti kakek, paman, dan bibi. Namun tidak ada yang tergerak memberi perhatian.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, Elik dan suaminya memutuskan membawa Arifin ke rumah mereka di Menganto agar bisa dirawat layak. Dengan kesabaran, Elik menggantikan seluruh kebutuhan Arifin mulai dari makan, minum, hingga membersihkan kotoran.</p>
<p>“Kesehariannya ya saya usahakan makan tiga kali. Lauknya seadanya, kadang cuma tahu tempe. Untuk buang air pakai popok semua,” ujar Elik.</p>
<p>Namun merawat Arifin bukan hal ringan. Selain harus menangani semua kebutuhan Arifin seorang diri karena suaminya bekerja di luar kota, Elik sendiri mengaku tengah sakit dan harus kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat Elik harus ke rumah sakit, ia bahkan harus membayar orang lain untuk menjaga Arifin di rumah.</p>
<p>“Beban saya berat sekali. Saya sendiri sakit, tiap bulan kontrol ke Surabaya. Kalau harus pergi, saya bayarin orang buat jagain dia. Karena nggak ada saudara yang peduli,” katanya saat diwawancarai sambil menahan air mata.</p>
<p>Di tengah beban biaya perawatan yang besar mulai dari popok, makanan, hingga kebutuhan lain Arifin sama sekali tidak menerima bantuan dari pemerintah.</p>
<p>“Perhatian dari pemerintah nggak ada. Dulu waktu tinggal sama ibu sempat dapat bantuan beras dan sembako. Tapi setelah ibunya meninggal, saya nggak tahu kok berhenti, atau memang nggak dapat lagi,” jelas Elik.</p>
<p>Arifin juga belum pernah dibawa ke rumah sakit karena kendala biaya dan transportasi, sementara kondisinya hanya bisa berbaring lemah di kasur.</p>
<p>Elik berharap pemerintah maupun pihak terkait bisa turun tangan memberikan bantuan untuk Arifin, baik dalam bentuk bantuan sosial, layanan kesehatan, atau pendampingan untuk penyandang disabilitas.</p>
<p>“Harapan saya ya pemerintah memperhatikan orang seperti ini. Dia nggak bisa apa-apa. Seharusnya dapat bantuan, BLT atau apa, tapi nggak dapat sama sekali,” ucapnya.</p>
<p>Kini, Elik terus merawat Arifin dengan segala keterbatasan, berharap kondisi adik iparnya bisa mendapat perhatian dan uluran tangan dari pihak yang peduli. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Maut di Jombang, Pick Up Tabrak Dua Motor, Seorang Pelajar Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jombang-pick-up-tabrak-dua-motor-seorang-pelajar-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-maut-di-jombang-pick-up-tabrak-dua-motor-seorang-pelajar-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Dua korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692693bf50cbf.webp" length="36416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 12:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Tragis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil bak terbuka (pick up) dan dua sepeda motor merenggut nyawa seorang pelajar di Jalan Raya Desa Pesanggrahan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Selasa malam (25/11/2025). </p>
<p>Dua korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif.</p>
<p>Korban meninggal dunia adalah seorang pelajar berinisial FPD (15), warga Prumbon Gambang, yang tewas di lokasi kejadian.</p>
<p>Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang, Inspektur Dua (Ipda) Siswanto, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.45 WIB.</p>
<p>Mobil pick up bernomor polisi AG 9838 PI, yang dikemudikan oleh Hendik Rizal Mustofa (39), warga Kediri, melaju dari arah utara menuju selatan. </p>
<p>Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pengemudi mobil pick up diduga mengambil jalur terlalu ke kanan saat berupaya mendahului kendaraan lain.</p>
<p>"Diduga karena ingin mendahului, mobil pick up mengambil jalur terlalu ke kanan hingga masuk ke lajur lawan," jelas Ipda Siswanto, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Akibatnya, mobil pick up tersebut bertabrakan secara head-on dengan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S 4502 OCG yang datang dari arah berlawanan. Sepeda motor tersebut dikendarai oleh korban FPD (15). </p>
<p>Benturan keras mengakibatkan FPD meninggal dunia seketika di lokasi. Penumpang yang dibawanya, RPS (12), mengalami luka dan langsung dievakuasi ke RSUD Jombang.</p>
<p>Setelah tabrakan pertama, pengemudi mobil pick up kehilangan kendali, dan kendaraannya oleng ke sisi kiri jalan, kemudian menabrak sepeda motor Honda Grand tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang dikendarai oleh PDA (14). Korban kedua ini juga menderita luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p>Kesaksian Ivan Aditya Putra (21), seorang warga yang berada di lokasi, memperkuat dugaan bahwa mobil pick up melaju dalam kecepatan tinggi. </p>
<p>"Mobilnya mau nyalip tapi terlalu ke kanan, langsung tabrak motor dari selatan. Habis itu oleng dan nabrak motor lagi di sebelah kiri," ungkap Ivan.</p>
<p>Tim Satlantas Polres Jombang segera mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti dan melakukan olah TKP.</p>
<p>Pengemudi mobil pick up, Hendik Rizal Mustofa, dilaporkan tidak mengalami luka. Ia saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jombang.</p>
<p>"Satu korban meninggal dan dua luka-luka. Kami sudah melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal. Kami masih mendalami faktor yang memicu kejadian ini," pungkas Ipda Siswanto.</p>
<p>Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani sepenuhnya oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Truk dan Satu Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-truk-dan-satu-bus-terlibat-kecelakaan-beruntun-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-truk-dan-satu-bus-terlibat-kecelakaan-beruntun-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Meski menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada ketiga kendaraan, insiden beruntun ini berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh pengemudi dinyatakan dalam kondisi sehat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926840645cde.webp" length="26576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 12:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua truk dan satu unit minibus terjadi di Jalan Raya Dusun Plosorejo, Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Selasa (25/11/2025) malam sekira pukul 20.00 WIB. </p>
<p>Insiden ini menyebabkan kerusakan parah pada ketiga kendaraan dan sempat mengganggu arus lalu lintas di lokasi kejadian.</p>
<p>Meski demikian, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius dalam insiden ini. Seluruh pengemudi kendaraan dilaporkan dalam kondisi selamat.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi truk tronton.</p>
<p>"Tronton dari arah barat kelihatannya melaju cukup kencang. Tiba-tiba menabrak truk di depannya lalu mengenai mobil juga," terang Ipda Siswanto, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Kecelakaan bermula ketika truk tronton bernomor polisi L 8192 UCA yang dikemudikan oleh Supriyanto (53), warga Mojoagung, melaju dari arah barat menuju timur. </p>
<p>Truk tronton ini diduga kurang menjaga jarak aman sehingga menghantam bagian belakang truk Mitsubishi bernomor polisi L 8958 UUC yang dikemudikan Siswo Wibowo (39).</p>
<p>Benturan keras tersebut mendorong truk Mitsubishi ke depan dan menabrak minibus Daihatsu Xenia bernomor polisi W 1345 ZL yang berada di depannya. Minibus tersebut dikemudikan oleh Dian Harvianto (36), warga Pungging, Mojokerto.</p>
<p>Petugas Satlantas Polres Jombang segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p>"Benar, tiga kendaraan terlibat dalam laka lantas beruntun itu. Tidak ada yang mengalami luka. Penanganan lanjutan sedang dilakukan," tegasnya.</p>
<p>Seluruh kendaraan yang terlibat dalam insiden telah diamankan dan dipindahkan dari lokasi kejadian untuk menghindari kemacetan, serta menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di unit laka lantas Polres Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sengketa Waris Berdarah Daging, Pengadilan Agama Jombang Eksekusi Dua Objek Tanah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sengketa-waris-berdarah-daging-pengadilan-agama-jombang-eksekusi-dua-objek-tanah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sengketa-waris-berdarah-daging-pengadilan-agama-jombang-eksekusi-dua-objek-tanah</guid>
<description><![CDATA[ Dua objek yang dieksekusi adalah satu unit pekarangan rumah seluas 223 meter persegi di Dusun Kemendung, Desa Mojokambang, dan satu petak sawah seluas 1.308 meter persegi di Desa Bandarkedungmulyo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69267a7722dcd.webp" length="60726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:11:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eksekusi Tanah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Sengketa harta warisan yang melibatkan satu keluarga di Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, berakhir dengan pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Agama (PA) Jombang pada Selasa (25/11/2025). </p>
<p>Eksekusi dilakukan terhadap dua objek sengketa yang telah diputus melalui jalur hukum.</p>
<p>Dua objek yang dieksekusi adalah satu unit pekarangan rumah seluas 223 meter persegi di Dusun Kemendung, Desa Mojokambang, dan satu petak sawah seluas 1.308 meter persegi di Desa Bandarkedungmulyo.</p>
<p>Proses eksekusi dipimpin langsung oleh Panitera Juru Sita PA Jombang, Hanim Makhsusiati, dan dikawal ketat oleh anggota Polres Jombang serta belasan anggota Kodim 0814/Jombang. Turut hadir pula perangkat Desa Mojokambang dan Bandarkedungmulyo, serta para pihak yang bersengketa.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Hanim membacakan amar Putusan PA Jombang Nomor: 1388/Pdt.G/2023/PA Jombang tertanggal 22 November 2023 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dan penetapan perintah eksekusi Nomor: 1/Pdt.Eks/2024/PA.Jbg.</p>
<p><strong>Berawal dari Perebutan Hak Waris Cucu</strong></p>
<p>Kuasa Hukum para penggugat, Sugiarto menjelaskan bahwa eksekusi ini merupakan puncak dari perkara waris yang telah bergulir sekitar dua tahun silam.</p>
<p>"Perkara waris ini melibatkan satu keluarga. Pihak penggugat satu dan dua adalah cucu dari pewaris yang melawan pihak tergugat satu, dua, dan turut tergugat," ujar Sugiarto, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, perselisihan muncul setelah warisan dari kakek bernama Marzuki, berupa lahan sawah 500 ru (sekitar 7.000 meter persegi) yang sempat dibagi secara adat 20 tahun lalu, dipermasalahkan kembali.</p>
<p>Diduga, salah satu anggota keluarga yang merupakan anggota TNI, Mariyanto, atas perintah ibunya, menyatakan dua orang penggugat sebagai bukan ahli waris. Imbasnya, tanah tersebut dikuasai oleh Mariyanto selama 2 tahun.</p>
<p><strong>Eksekusi Setelah Putusan Inkrah dan Permohonan Lelang</strong></p>
<p>Sugiarto menegaskan, pihaknya terpaksa mengajukan permohonan eksekusi lantaran pihak yang kalah dalam gugatan tidak menerima putusan PA Jombang.</p>
<p>"Keputusan ini sudah inkrah, tidak ada upaya banding maupun kasasi. Kami bahkan membutuhkan waktu sampai dua tahun untuk mengajukan permohonan lelang hingga akhirnya hari ini dieksekusi," jelasnya.</p>
<p>Menurut Sugiarto, esensi dari eksekusi ini adalah mengembalikan hak waris yang sempat dibagikan 20 tahun lalu. Karena masing-masing pihak merasa benar, pengadilan menjadi jalur terakhir untuk mendapatkan kepastian hukum.</p>
<p>Di tengah jalannya eksekusi, pihak tergugat menunjukkan bukti kepemilikan tanah sawah berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), meski putusan pengadilan telah menyatakan sebaliknya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uang BLT Kakek Lansia Dirampas Maling Dekat Mapolres Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uang-blt-kakek-lansia-dirampas-maling-dekat-mapolres-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uang-blt-kakek-lansia-dirampas-maling-dekat-mapolres-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Usai mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp900.000 dari Kantor Pos Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924501a158cb.webp" length="27612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 19:35:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, perampasan uang BLT</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Seorang kakek lansia menjadi korban perampasan uang dengan modus penukaran uang. Kejadian ini berlangsung di Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Kepanjen, Kecamatan Jombang, pada Senin (24/11/2025) sekira pukul 09.15 WIB. Lokasi kejadian dilaporkan tidak jauh sebelah Utara dari Markas Polisi Resort (Mapolres) Jombang.</p>
<p>Korban, Kusworo (68), seorang warga Candimulyo yang berprofesi sebagai tukang becak dan tukang kayu, baru saja mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp900.000 dari Kantor Pos Jombang. Insiden terjadi saat ia mengayuh sepeda ontel dalam perjalanan pulang ke rumahnya.</p>
<p>Saat itu, seorang pria bertubuh agak gemuk mengendarai motor hitam mendekatinya. Pelaku berpura-pura ingin memberi tambahan uang Rp50.000 dan menunjukkan uang pecahan Rp100.000 seolah ingin menukarkan uang. Pelaku lalu meminta Kusworo mengeluarkan uang BLT yang baru diambilnya.</p>
<p>Begitu uang sebesar Rp900.000 dalam pecahan Rp50.000 dikeluarkan, pelaku langsung merebutnya dan kabur dengan cepat menggunakan motornya.</p>
<p>"Pas itu saya tidak bawa becak, tapi bawa sepeda ontel. Saya tidak menyangka. Katanya mau kasih uang tambahan dan ditukar beras, tapi malah dibawa kabur. Saya merasa memang sudah diikuti sejak dari kantor pos," ujar Kusworo saat ditemui wartawan di rumah anaknya di Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno.</p>
<p>Kusworo mengaku sempat berusaha mengejar, namun sepeda ontelnya tidak mampu menyaingi kecepatan sepeda motor pelaku. Kejadian ini telah dilaporkan kepada Polres Jombang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin, membenarkan telah menerima laporan tersebut. </p>
<p>"Betul, kami telah menerima laporan terkait kejadian di Jalan KH Wahid Hasyim. Saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung," jelasnya.</p>
<p>Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar TKP untuk mengidentifikasi pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kobaran Api Lalap Habis Gudang Penyimpanan Plastik di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kobaran-api-lalap-habis-gudang-penyimpanan-plastik-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kobaran-api-lalap-habis-gudang-penyimpanan-plastik-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.46 WIB. Karena berisi tumpukan kardus berisi plastik yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924470790d40.webp" length="32758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 19:02:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Sebuah gudang penyimpanan barang plastik di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jombang, ludes dilalap si jago merah pada Senin (24/11/2025) sore. Kebakaran yang menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya ini diduga berasal dari percikan api.</p>
<p>Kobaran api pertama kali terlihat sekira pukul 16.46 WIB. Karena berisi tumpukan kardus berisi plastik yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh gudang.</p>
<p>Hari Setiawan (58), penjaga gudang, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari warga. Menurutnya, api pertama kali terlihat di bagian pojok depan ruang penyimpanan.</p>
<p>"Saya dapat kabar dari warga. Api munculnya di bagian pojok depan ruang penyimpanan," ujar Hari.</p>
<p>Saat kejadian, gudang tersebut sedang dalam proses renovasi. Beberapa pekerja las diketahui sedang beraktivitas di bagian luar gedung. Namun, Hari menegaskan bahwa bagian dalam gudang dalam kondisi kosong dan telah ditutup sejak pukul empat sore.</p>
<p>"Yang kerja las hanya di depan bangunan. Di dalam banyak kardus berisi plastik dan itu mudah terbakar. Gudang terakhir ditutup sekitar jam empat sore," jelasnya.</p>
<p>Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan sedang diselidiki. Dugaan sementara, api berasal dari percikan api pekerjaan las yang mengenai tumpukan kardus. </p>
<p>Nilai kerugian material juga masih dalam proses penghitungan, meski bangunan dan isinya yang terdiri dari berbagai barang plastik diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar.</p>
<p>Kapolsek Jombang Kota, AKP Edy Widoyono, membenarkan insiden tersebut. Pihaknya menerima laporan pertama dari warga sekitar dan langsung menuju lokasi kejadian serta memanggil unit pemadam kebakaran.</p>
<p>"Ini gudang penyimpanan plastik. Penyebab pastinya masih kami selidiki. Begitu pun dengan kerugian yang diderita masih kami pastikan kembali," pungkas Edy.</p>
<p>Beruntung, dalam insiden kali ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Investigasi terus dilakukan untuk memastikan titik awal dan penyebab pasti kebakaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Jombang Diklaim Baik oleh Badan Gizi Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kualitas-program-makan-bergizi-gratis-di-jombang-diklaim-baik-oleh-badan-gizi-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kualitas-program-makan-bergizi-gratis-di-jombang-diklaim-baik-oleh-badan-gizi-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Jombang semestinya memiliki kuota berdasar BGN 133, sudah terisi titik 77. Dari 38 titik yang telah operasional, sebanyak 23 titik di antaranya sudah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Nanik menyebut bahwa angka tersebut telah melampaui 50 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69241b00e1bc7.webp" length="34776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 16:20:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang menuai apresiasi tinggi dari Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p>Jombang dianggap berhasil menjalankan program krusial dari pemerintah pusat ini dengan baik, terutama dalam hal komitmen mitra pelaksana dan kepatuhan terhadap standar kebersihan.</p>
<p>Penilaian positif tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, usai menggelar kegiatan sosialisasi dan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Pelayanan, Mitra, dan Koordinator Wilayah setempat di sebuah aula hotel di Jombang, Senin (24/11/2025).</p>
<p>Nanik secara spesifik memuji Jombang yang dianggap berhasil meminimalkan risiko masalah kesehatan dalam pelaksanaan program.</p>
<p>"Jombang bagus banget, banyak doa kali ya, alhamdulillah di Jombang tidak terjadi apa-apa, banyak santri dan jelas komitmen dari mitra bagus, SPPI-nya kerja bagus, sehingga tidak terjadi, mudah-mudahan, bismillah, jangan terjadi di Jombang," ucap Nanik kepada wartawan.</p>
<p>Menurut Nanik, Jombang semestinya memiliki kuota berdasar BGN 133, sudah terisi titik 77. Dari 38 titik yang telah operasional, sebanyak 23 titik di antaranya sudah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Nanik menyebut bahwa angka tersebut telah melampaui 50 persen.</p>
<p>"Sudah di atas 50 persen, Jombang keren loh di atas 50 persen SLHS-nya," tegas Nanik. </p>
<p>Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa keberhasilan program MBG di daerah sangat bergantung pada koordinasi multisektor. Menurutnya, program ini melibatkan setidaknya 17 kementerian atau lembaga, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM di tingkat daerah.</p>
<p>"Nantinya, program MBG harus terkoordinasi oleh semua lintas kementerian," ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa orkestrasi di lapangan akan sepenuhnya dipimpin oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui satuan tugas (satgas) khusus. Hal ini menuntut pemda untuk mengambil peran sentral dalam menyinergikan seluruh pihak terkait.</p>
<p>Untuk memperkuat sinergi tersebut dan memastikan MBG berjalan optimal, Nanik menambahkan bahwa BGN berencana membentuk Kantor-Kantor Koordinasi di setiap daerah, dimulai pada tahun 2026. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngaku Intel Polisi, Pria di Jombang Gasak Ponsel Pedagang Es Teh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngaku-intel-polisi-pria-di-jombang-gasak-ponsel-pedagang-es-teh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngaku-intel-polisi-pria-di-jombang-gasak-ponsel-pedagang-es-teh</guid>
<description><![CDATA[ Dalam interaksi awal, pelaku mencoba meyakinkan korban dengan mengaku sebagai anggota intel yang baru saja menangani kasus kejahatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692407e80ec78.webp" length="20334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 14:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penipuan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Seorang pedagang minuman es teh di Desa Tambakberas, Kabupaten Jombang, menjadi korban penipuan dan pencurian dengan modus mengaku sebagai anggota intelijen. </p>
<p></p>
<p>Korban, Mei Aulia (19), kehilangan telepon genggam setelah pelaku melancarkan aksinya di lapak dagangannya pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 12.20 WIB.</p>
<p></p>
<p>Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika pelaku mendatangi lapak es teh korban sekitar pukul 12.10 WIB. Pelaku, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, berpura-pura membeli minuman.</p>
<p></p>
<p>Dalam interaksi awal, pelaku mencoba meyakinkan korban dengan mengaku sebagai anggota intel yang baru saja menangani kasus kejahatan.</p>
<p></p>
<p>"Dia bercerita kalau dia itu intel dan habis menangkap begal. Lalu, dia seolah-olah mendapat telepon dari rekannya yang mengaku baru menangkap begal lagi," tutur Mei Aulia kepada wartawan, Senin (24/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Setelah membayar minuman, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminta izin untuk meminjam kamera. </p>
<p></p>
<p>Meskipun korban menjawab tidak memilikinya, pelaku terus memaksa. Korban kemudian menunjukkan telepon genggamnya (HP) dengan alasan memori penyimpanan perangkat tersebut sudah penuh dan tidak dapat digunakan.</p>
<p></p>
<p>Pada saat korban menunjukkan HP miliknya, pelaku secara tiba-tiba merebut perangkat komunikasi tersebut dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya.</p>
<p></p>
<p>Mei Aulia sempat mengejar pelaku hingga mencapai lampu merah di Desa Sambong, namun akhirnya kehilangan jejak. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil senilai sekitar Rp 2,5 juta.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan deskripsi korban, pelaku beraksi sendirian. Pria tersebut dideskripsikan berumur, memiliki postur agak gemuk, berkulit sawo matang, dan saat beraksi mengenakan helm Honda model lama, baju lengan panjang, serta kacamata hitam. Korban mengaku tidak mengetahui jenis intelijen yang diklaim pelaku.</p>
<p></p>
<p>Kasus penipuan dan pencurian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam penyelidikan aparat Polres Jombang. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para pedagang, agar senantiasa waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan aparat atau petugas saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IKA PMII Jombang Kritik R&amp;APBD 2026: Asta Cita WarSa Dinilai Tidak Tergambar dalam Anggaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ika-pmii-jombang-kritik-r-apbd-2026-asta-cita-warsa-dinilai-tidak-tergambar-dalam-anggaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ika-pmii-jombang-kritik-r-apbd-2026-asta-cita-warsa-dinilai-tidak-tergambar-dalam-anggaran</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengingatkan janji politik WarSa, &quot;Mbangun Deso Noto Khuto&quot;, yang menekankan prioritas pembangunan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922d1c19f355.webp" length="33962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 17:05:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kritik APBD Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Jombang menyoroti ketidakmampuan birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menerjemahkan visi "Asta Cita" pasangan Bupati-Wakil Bupati Jombang, H. Warsubi dan KH. Salmanuddin Yazid (WarSa), ke dalam kebijakan dan anggaran.</p>
<p></p>
<p>Kritik ini disampaikan oleh Samsul Rizal, Sekretaris IKA PMII Jombang, usai acara rutin 'Ngaji Anggaran' dengan tema “Telaah Kritis APBD Jombang 2026”. Acara yang digelar oleh Pengurus Cabang IKA PMII Jombang tersebut berlangsung di Padepokan Al-Adhim, Mojongapit, Jumat (21/11/2025) malam.</p>
<p></p>
<p>Dalam diskusi yang membedah Rancangan APBD (R-APBD) Jombang 2026, Samsul Rizal menyimpulkan bahwa tim penyusun anggaran belum mampu memvisualisasikan Asta Cita WarSa secara efektif. Ia mengingatkan janji politik WarSa, "Mbangun Deso Noto Khuto", yang menekankan prioritas pembangunan desa.</p>
<p></p>
<p>“Dalam R-APBD Jombang 2026, kami belum melihat program yang memprioritaskan pembangunan desa secara efektif dan terintegrasi,” ujar Samsul Rizal dalam keterangan tertulis, Ahad (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Sebagai contoh, IKA PMII menilai Pemkab Jombang justru melakukan blunder dengan mengesahkan program pengadaan sepeda motor mewah (seperti PCX atau NMAX) untuk kepala desa. Menurut mereka, hal ini bukan kebutuhan mendesak.</p>
<p></p>
<p>“Masyarakat mempertanyakan relevansi dan keefektifan pengadaan motor tersebut bagi peningkatan layanan dan kesejahteraan desa. Sarana dasar untuk memajukan pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat bukanlah motor,” tegas Samsul.</p>
<p></p>
<p>Program unggulan WarSa lainnya, yaitu "Satu Dusun, Satu Wirausaha", juga disoroti karena dinilai tidak tergambar dalam R-APBD.</p>
<p></p>
<p>“Program ini bagus, tetapi skema dan implementasinya belum jelas. Jika dijalankan dengan serius, bukan tidak mungkin cita-cita Bupati tentang ‘Desa Mantra’ dapat terwujud,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Saran dari Akademisi</strong></p>
<p></p>
<p>Hadir dalam acara tersebut, Hafiz Muaddab, seorang akademisi doktoral Universitas Negeri Malang, memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa "Desa Mantra" membutuhkan fondasi fiskal yang seimbang, meliputi keberlanjutan anggaran, keberanian berinvestasi, dan pemerataan manfaat. Tanpa ini, pembangunan hanya bersifat administratif, bukan transformasi struktural.</p>
<p></p>
<p>Hafiz menyarankan strategi pemulihan belanja modal secara bertahap (incremental budgeting) dengan memprioritaskan sektor yang berdampak langsung pada produktivitas desa, seperti irigasi, jalan produksi, fasilitas ekonomi, serta infrastruktur pendidikan dan kesehatan dasar.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pendekatan performance-based budgeting harus diperkuat agar setiap transfer dana ke desa memiliki indikator output dan outcome yang jelas, tidak sekadar alokasi normatif.</p>
<p></p>
<p>“Jika langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten, ‘Desa Mantra’ dapat menjadi kerangka transformasi yang menempatkan desa sebagai pusat kemajuan. Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang besaran anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu diarahkan, dikawal, dan dipertanggungjawabkan,” pungkas Hafiz. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati HUT ke&amp;61 Partai Golkar Jombang Gelar Baksos dan Olahraga Bersama Ratusan Kader</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-61-partai-golkar-jombang-gelar-baksos-dan-olahraga-bersama-ratusan-kader</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-61-partai-golkar-jombang-gelar-baksos-dan-olahraga-bersama-ratusan-kader</guid>
<description><![CDATA[ Pada peringatan HUT ke 61 Partai Golkar, Bulan November menjadi bulan Bhakti Sosial (Baksos) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922cbbb4ade2.webp" length="49530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 16:02:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Partai Golkar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial dan olahraga yang diikuti oleh ratusan kader. Kegiatan yang berlangsung meriah dan sarat makna ini dilaksanakan di Desa Godong, Kecamatan Gudo.</p>
<p>Rangkaian acara diawali dengan senam bersama untuk memperkuat solidaritas internal partai. Usai berolahraga, para kader kemudian terjun langsung melakukan bakti sosial dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kekompakan keluarga besar Partai Golkar.</p>
<p>Ketua DPD Partai Golkar Jombang, Andik Basuki Rahmat, menegaskan bahwa seluruh unsur organisasi terlibat aktif, mulai dari sekretariat, pasukan lapangan, hingga kader dari berbagai kecamatan.</p>
<p>“Bulan ini adalah momentum Bakti Sosial sekaligus HUT Partai Golkar. Kami ingin kader turun langsung memberi manfaat bagi masyarakat,” jelas Andik, Minggu (23/11/2025).</p>
<p>Sejak pagi hari, sekitar 200 kader tersebar di sejumlah titik di Desa Godong untuk membersihkan lingkungan, membantu perbaikan fasilitas umum, serta menyalurkan paket bantuan kepada warga.</p>
<p>Andik yang juga merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jombang menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni.</p>
<p>“Senam itu untuk kekompakan. Setelah itu, bakti sosial dan kerja bakti adalah bentuk pengabdian nyata kader Golkar kepada lingkungan,” tegasnya.</p>
<p>Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, hangat, dan penuh kebersamaan. HUT ke-61 Partai Golkar ini diharapkan dapat memicu semangat untuk terus melanjutkan kegiatan sosial serupa, sehingga memberikan energi positif bagi kader dan masyarakat Jombang secara keseluruhan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bus Milik PT Cheil Jedang Tabrak Motor Pelajar di Jombang, 1 Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bus-milik-pt-cheil-jedang-tabrak-motor-pelajar-di-jombang-1-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bus-milik-pt-cheil-jedang-tabrak-motor-pelajar-di-jombang-1-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, kecelakaan terjadi dengan mekanisme tabrak samping. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69217de139a7c.webp" length="14250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 16:29:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Tabrakan bus, kebakaran, kecelakaan, lantas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa seorang pelajar di Simpang Empat Jalan Raya Gatot Subroto, Desa Jelakombo, Kecamatan Jombang, Jumat (21/11/2024) malam, sekira pukul 22.00 WIB. Insiden yang melibatkan bus dan sepeda motor ini juga menyebabkan seorang pelajar lainnya terluka.</p>
<p>Berdasarkan keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, kecelakaan terjadi dengan mekanisme tabrak samping. Bus Hino milik PT Cheil Jedang (nopol S-7034-WC) yang dikemudikan oleh Joko Wicaksono (46) sedang melaju dari arah utara ke selatan.</p>
<p>"Pada saat yang sama, sepeda motor Honda Beat (nopol S-4668-OR) yang ditumpangi dua pelajar melaju dari barat ke timur. Benturan keras terjadi secara tabrak samping di tengah simpang empat," jelas Siswanto, Sabtu (22/11/2024).</p>
<p>Korban kecelakaan adalah pengendara motor, inisial MA (17), dan penumpangnya, RP (16). Keduanya merupakan pelajar asal Mojoagung. Mereka dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Namun, nasib malang menimpa RP. Meski telah mendapat perawatan medis, ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. Sementara MA masih menjalani perawatan, dan pengemudi bus, Joko Wicaksono, dilaporkan tidak mengalami luka.</p>
<p>Penyelidikan pun langsung dilakukan. Polisi telah memeriksa keterangan dua saksi di lokasi kejadian, Mahendra (25) dan inisial JK (16).</p>
<p>"Satlantas Polres Jombang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," pungkas Ipda Siswanto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diburu Hingga Lampung, Suami Siri Pelaku Pembunuhan Lansia di Jombang Akhirnya Diciduk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diburu-hingga-lampung-suami-siri-pelaku-pembunuhan-lansia-di-jombang-akhirnya-diciduk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diburu-hingga-lampung-suami-siri-pelaku-pembunuhan-lansia-di-jombang-akhirnya-diciduk</guid>
<description><![CDATA[ Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin, menjelaskan bahwa pelaku berhasil diamankan pada Jumat, (21/11/2025) malam sekitar pukul 23.15 WIB di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, provinsi Lampung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6921796ce772e.webp" length="38080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 16:02:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pembunuhan Lansia, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong><em> </em>Setelah melalui pengejaran, jajaran Reserse Kriminal (Rekrim) Polres Jombang berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang lansia di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Pelaku yang ternyata merupakan suami siri dari korban, diamankan di Provinsi Lampung.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin, menjelaskan, pelaku berhasil diamankan pada Jumat, (21/11/2025) malam sekitar pukul 23.15 WIB di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, provinsi Lampung. </p>
<p>"Pelaku ini adalah suami siri dari korban. Dari pengakuannya sementara, aksi pembunuhan ini terjadi pada Minggu malam. Setelah itu, pelaku melarikan diri menggunakan bus menuju Pelabuhan Merak di Banten, lalu menyebrang ke wilayah Lampung," ujar AKP Dimas Robin, Sabtu (22/11/2025). </p>
<p>Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah linggis, sebuah selimut dan bantal yang digunakan untuk menutupi korban, serta sejumlah uang tunai dan perhiasan yang dibawa kabur.</p>
<p><strong>Motif Sakit Hati</strong></p>
<p>Berdasarkan pengakuan sementara pelaku, motif pembunuhan diduga kuat akibat rasa sakit hati. Pelaku mengaku sering diejek dan diusir dari rumah oleh istrinya (korban) saat sedang marah.</p>
<p>"Motifnya adalah sakit hati kepada istri, karena sering diejek dan diusir dari rumah. Rasa sakit hati itu kemudian memicu peristiwa pembunuhan tersebut," jelas AKP Dimas.</p>
<p><strong>Aksi Spontan dan Pelarian ke Lampung</strong></p>
<p>Pembunuhan ini diduga dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. AKP Dimas menegaskan bahwa linggis yang diamankan digunakan pelaku untuk memukul kepala dan tangan korban. Kejadian berlangsung pada Minggu dini hari.</p>
<p>Lampung dipilih sebagai tempat pelarian karena pelaku pernah bekerja di daerah tersebut sekitar 10 tahun lalu, tepatnya kerja fulkanisir ban Lampung Tengah. Saat ditangkap, pelaku sedang menginap di sebuah kos-kosan.</p>
<p>"Kami telah menaikkan status pelaku menjadi tersangka sebelumnya. Penangkapan di Lampung ini akhirnya berhasil kami lakukan, dan kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut," pungkas AKP Dimas Robin.</p>
<p>Sebelumnya, Penyelidikan kasus pembunuhan wanita lanjut usia (lansia), Tri Retno Jumilah (60), warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mulai menemui titik terang. Hal ini terungkap setelah sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam milik korban yang sebelumnya hilang, berhasil ditemukan.</p>
<p>"Betul sudah ditemukan," ujar Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin, Jumat (21/11/2025) kemarin. </p>
<p>Menurutnya, sepeda motor tersebut ditemukan di sebuah lokasi yang belum dapat dipublikasikan demi kepentingan penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan itu dititipkan oleh suami siri korban, berinisial P, dan sudah berada di lokasi itu sejak hari kejadian.</p>
<p>"Dari berbagai indikasi di tempat kejadian, semuanya mengarah ke suami siri korban," terang AKP Dimas Robin.</p>
<p>Temuan ini mempertebal analisis penyidik bahwa P adalah pelaku pembunuhan. Kondisi rumah korban, pintu yang mencurigakan, hingga motor yang dibawa kabur kemudian ditinggalkan, mengarahkan seluruh fokus penyelidikan kepadanya.</p>
<p>Tim kepolisian kini memperluas pencarian. Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa P diduga kabur meninggalkan wilayah Jombang. Polisi telah menyebar poster dan foto terduga pelaku untuk mempermudah upaya pengejaran.</p>
<p>"Semoga beberapa hari ini ketangkap," bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Reses di Jombang, Cak Sumardi Dihujani Keluhan Jalan Rusak, hingga Nasib Bocah Kelainan Jantung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/reses-di-jombang-cak-sumardi-dihujani-keluhan-jalan-rusak-hingga-nasib-bocah-kelainan-jantung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/reses-di-jombang-cak-sumardi-dihujani-keluhan-jalan-rusak-hingga-nasib-bocah-kelainan-jantung</guid>
<description><![CDATA[ Keluhan warga ini menyoroti minimnya perhatian atau lambatnya respons dari pihak eksekutif, baik di tingkat pemkab maupun prmprov. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6921119ad63d7.webp" length="43748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 08:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Serap Aspirasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Sumardi, dihujani keluhan dan desakan mendesak terkait beragam persoalan krusial yang dihadapi warga Kabupaten Jombang. </p>
<p>Dalam kegiatan serap aspirasi (reses) di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jumat (21/11/2025) malam, politikus yang duduk di Komisi A ini mendapat <em>wadulan</em> (keluhan) tajam mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, hingga kepastian penanganan seorang bocah penderita kelainan jantung.</p>
<p>Keluhan warga ini menyoroti minimnya perhatian atau lambatnya respons dari pihak eksekutif, baik di tingkat pemkab maupun pemprov.</p>
<p>Syafaat (53), salah seorang warga setempat, menyampaikan keluhan dengan nada mendesak mengenai kerusakan parah pada ruas jalan baik masuk pada jalan lingkungan, jalan kabupaten hingga provinsi. </p>
<p>Kerusakan ini dinilai telah mengganggu aktivitas dan keselamatan warga, ia menuntut perbaikan segera dari pihak berwenang.</p>
<p>"Jalan rusak mohon dibantu diperbaiki, Bapak," ujar Syafaat di hadapan politisi Golkar yang karib disapa Cak Sumardi tersebut. </p>
<p>Isu pengelolaan lingkungan juga tak luput dari sorotan. Warga lain, Ndono (50), mengapresiasi upaya kolektif desa melalui inisiatif Tempat Pengolahan Sampah <em>Reduce, Reuse, Recycle</em> (TPS3R) yang diakui memiliki perkembangan positif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.</p>
<p>Namun, Ndono menegaskan bahwa program positif ini terhambat oleh masalah keterbatasan armada pengangkut sampah.</p>
<p>Hal ini menunjukkan adanya inkonsistensi antara pengakuan keberhasilan program dengan penyediaan sarana pendukung yang memadai oleh Pemkab Jombang.</p>
<p>"Iya, kami terkendala kendaraan, Bapak. Siapa tahu kami bisa mengajukan bantuan untuk pengadaan armada pengangkutan sampah," terang Ndono.</p>
<p>Selain itu, warga bersama pemerintah desa juga tengah menjajaki inovasi pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), mereka meminta fasilitasi pelatihan dan peralatan dari pemerintah melalui aspirasi DPRD. </p>
<p>Desakan kepada legislatif ini menjadi indikasi bahwa masyarakat mencari solusi alternatif karena merasa inisiatif dari pemerintah selaku lembaga eksekutif belum optimal.</p>
<p>Persoalan paling menyentuh dan mendesak adalah kondisi terakhir Sulton, bocah penderita kelainan jantung yang sebelumnya telah mendapat pengobatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. </p>
<p>Ndono yang tak lain masih kerabat Sulthon secara khusus menyinggung bahwa kondisi Sulton memburuk, dengan keluhan sakit kepala dan menolak makan dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Warga menuntut kepastian dan perhatian lebih lanjut, terutama agar penanganan medis Sulton tidak terhenti atau terlantar. </p>
<p>"Mohon untuk bisa dipastikan penanganan lebih lanjut kepada Sulton, Pak Sumardi," harap Ndono.</p>
<p>Menanggapi rentetan aspirasi dan desakan kritis tersebut, Sumardi menyatakan akan berupaya maksimal untuk menindaklanjuti dan akan menjadi prioritas. Sebab, hal ini disebutnya sebagai kebutuhan yang mendesak. </p>
<p>"Apa yang disampaikan akan kami tampung dan carikan langkah untuk merealisasikan," ungkap anggota komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu.</p>
<p>Secara khusus mengenai kondisi Sulton, Cak Sumardi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian. </p>
<p>"Jika ada kendala silahkan langsung koordinasi dengan Kepala Desa (Kades) atau teman-teman media yang mengawal kasus, atau langsung ke saya biar tahu apa yang harus dilakukan," tandas Cak Sumardi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Bersaudara Asal Surabaya Curi Rokok di Jombang Berakhir Ketangkap Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-bersaudara-asal-surabaya-curi-rokok-di-jombang-berakhir-ketangkap-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-bersaudara-asal-surabaya-curi-rokok-di-jombang-berakhir-ketangkap-warga</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku yang merupakan spesialis pembobol toko ini akhirnya berhasil diidentifikasi setelah aksinya terekam jelas dan dicurigai warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692072dbd11f7.webp" length="36482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 22:02:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pencurian Rokok, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Tiga orang bersaudara asal Surabaya ditangkap atas dugaan pencurian dengan modus pembobolan toko di Pasar Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pelaku yang merupakan spesialis pembobol toko ini akhirnya berhasil diidentifikasi setelah aksinya terekam jelas dan dicurigai warga.</p>
<p></p>
<p>Ketiga tersangka tersebut adalah Marsam bin Marsudin (42), Marsai bin Marsudin (37), dan Mat Romseh bin Marsudin (31). Mereka bertiga berdomisili di Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Ketiganya sudah resmi kami tetapkan sebagai tersangka. Penanganan perkara masih dalam proses penyidikan," ujar Kasihumas Polres Jombang, AKP Kasnasin, pada Jumat (21/11/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Kronologi Pencurian</strong></p>
<p></p>
<p>Kejadian berlangsung pada Selasa (18/11/2025) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku membobol toko sembako milik Budi dengan membuka paksa pintu menggunakan gunting baja.</p>
<p>Rekaman CCTV menunjukkan dua pria melakukan aksinya; satu orang mengenakan topi dan baju hitam, sementara yang lain memakai sarung dan peci hitam. Percakapan mereka terdengar menggunakan logat Madura sebelum memasuki toko dan menguras isinya.</p>
<p></p>
<p>Dari dalam toko, para pelaku berhasil melarikan berbagai jenis rokok, termasuk 25 kaleng Surya 25, sejumlah rokok lain, uang koin senilai Rp500 ribu, dan 12 boks korek api. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp4 juta.</p>
<p></p>
<p><strong>Proses Penangkapan</strong></p>
<p></p>
<p>Aksi para pelaku berhasil diungkap berkat kewaspadaan warga. Sehari setelah kejadian, pada Rabu (19/11/2025) pagi, warga Pasar Cukir, Diwek, mencurigai tiga pria yang gerak-geriknya mirip dengan pelaku dalam video CCTV yang telah tersebar. Dua dari mereka berhasil diamankan oleh warga dan kemudian diserahkan kepada polisi.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pengembangan penyelidikan, tersangka ketiga yang diduga melarikan diri berhasil ditemukan dan diamankan saat bersembunyi di sebuah rumah kos di wilayah Blimbing, Gudo.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Huda, menjelaskan modus operandi ketiganya. Sebelum beraksi, mereka datang ke pasar menggunakan dua sepeda motor, yaitu Honda PCX dan Honda Beat. Setelah memarkir kendaraan, mereka berjalan menuju toko sasaran, membobolnya, dan memasukkan barang curian ke dalam kantong plastik hitam untuk dibawa kabur.</p>
<p></p>
<p>"Saat diamankan, mereka tidak membawa identitas sama sekali. Ketiganya tinggal sementara di kos wilayah Gudo," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pengembangan Kasus</strong></p>
<p></p>
<p>Penyidik kini mendalami kemungkinan keterlibatan komplotan ini dalam kasus pencurian lain dengan modus serupa. Polisi juga mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban dengan ciri pelaku atau pola kejadian serupa untuk segera melapor.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka masih terus dilakukan untuk mengungkap motif, jaringan, serta aktivitas mereka selama berada di wilayah Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dibuntuti Pria Tak Dikenal, Perempuan di Jombang Dapat Perlakuan Tidak Senonoh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dibuntuti-pria-tak-dikenal-perempuan-di-jombang-dapat-perlakuan-tidak-senonoh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dibuntuti-pria-tak-dikenal-perempuan-di-jombang-dapat-perlakuan-tidak-senonoh</guid>
<description><![CDATA[ Di sebuah perempatan dekat permukiman, seorang pria pengendara motor terlihat mencurigakan karena berhenti dan menatapnya setelahnya melakukan aksi tidak senonoh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69206f5d2bd30.webp" length="28292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 21:30:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Tidak Senonoh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Seorang perempuan di Kabupaten Jombang menjadi korban dugaan pelecehan seksual atau perlakuan tidak senonoh oleh seorang pria tak dikenal. Kejadian yang menimpa seorang perempuan berinisial NAM ini berlangsung pada Jumat (21/11/2025) pagi di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro.</p>
<p></p>
<p>Menurut keterangan korban, insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat NAM sedang berjalan pulang bersama anak-anaknya. Di sebuah perempatan dekat permukiman, seorang pria pengendara motor terlihat mencurigakan karena berhenti dan menatapnya.</p>
<p></p>
<p>"Dia sempat menyapa sambil mengedipkan mata. Saya tidak menanggapi karena tidak kenal," ujar NAM.</p>
<p></p>
<p>Setelah korban melanjutkan perjalanan, pria tersebut ternyata membuntutinya hingga sampai ke halaman rumah NAM. Perilaku pria itu semakin membuat NAM merasa tidak nyaman dan ketakutan. Ia segera menyuruh anak-anaknya masuk ke dalam rumah untuk berlindung.</p>
<p></p>
<p>Namun, teror tidak berhenti di situ. Pelaku muncul kembali dari samping pagar rumah tetangga dan berulang kali mengintip ke arah NAM. Meski telah diusir, pria itu mendatangi rumah korban hingga tiga kali.</p>
<p></p>
<p>Pada kedatangan terakhir, pelaku melakukan tindakan tidak senonoh. NAM melihat pria tersebut memegang bagian vitalnya sendiri sambil menatap ke arahnya.</p>
<p></p>
<p>"Saya langsung berteriak dan merekam aksinya. Anak saya sampai menangis karena ketakutan," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Usai kejadian, NAM aktif menelusuri identitas pelaku dan mendapatkan informasi bahwa pria tersebut diduga berasal dari Dusun Wonorejo, Desa Sidowarek. Korban telah melaporkan insiden ini kepada Polsek Ngoro.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Ngoro, Ipda Susila, membenarkan telah menerima laporan tersebut. "Petugas langsung kami terjunkan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran untuk memastikan identitas dan keberadaan pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Pembunuhan Lansia di Jombang Menemui Titik Terang, Sepeda Motor Korban Ditemukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pembunuhan-lansia-di-jombang-menemui-titik-terang-sepeda-motor-korban-ditemukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pembunuhan-lansia-di-jombang-menemui-titik-terang-sepeda-motor-korban-ditemukan</guid>
<description><![CDATA[ Motor korban ditemukan di sebuah lokasi yang sengaja dirahasiakan demi kepentingan proses penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan tersebut dititipkan oleh suami siri korban, berinisial P, dan sudah berada di lokasi tersebut sejak hari kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69202392202c6.webp" length="58402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 16:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pembunuhan Lansia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Penyelidikan kasus pembunuhan Tri Retno Jumilah (60), seorang wanita lanjut usia (lansia) warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Kepolisian berhasil menemukan sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.</p>
<p>Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jombang, AKP Dimas Robin, membenarkan temuan tersebut pada Jumat (21/11/2025).</p>
<p>"Betul, sudah ditemukan," ujar AKP Dimas.</p>
<p>Motor korban ditemukan di sebuah lokasi yang sengaja dirahasiakan demi kepentingan proses penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan tersebut dititipkan oleh suami siri korban, berinisial P, dan sudah berada di lokasi tersebut sejak hari kejadian.</p>
<p>AKP Dimas menegaskan, berbagai indikasi dan temuan di tempat kejadian perkara (TKP) semakin menguatkan dugaan bahwa P merupakan pelaku utama pembunuhan.</p>
<p>"Dari berbagai indikasi di tempat kejadian, semuanya mengarah ke suami siri korban," terang dia.</p>
<p>Temuan sepeda motor ini mempertebal analisis penyidik, mengingat kondisi rumah korban, petunjuk pintu yang mencurigakan, serta hilangnya motor yang kemudian ditinggalkan, semua memusatkan fokus penyelidikan kepada P.</p>
<p>Tim kepolisian saat ini memperluas area pencarian. Hasil penelusuran sementara mengindikasikan bahwa terduga pelaku, P, telah kabur meninggalkan wilayah Jombang. Untuk mempermudah upaya pengejaran, polisi telah menyebar poster dan foto terduga pelaku.</p>
<p>"Kami berharap beberapa hari ini bisa tertangkap," tambahnya.</p>
<p>Sebelumnya, pada Kamis (13/11/2025) siang, warga Dusun Mancilan digegerkan oleh penemuan jasad Tri Retno Jumilah yang telah membusuk di dalam rumahnya. </p>
<p>Kecurigaan atas kondisi korban pertama kali muncul dari anak kandungnya, lantaran sang ibu tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.</p>
<p>Pada Jumat (14/11/2025) pekan lalu, AKP Dimas Robin telah menegaskan bahwa arah penyelidikan memusat pada P. Meskipun barang berharga milik korban, seperti perhiasan dan uang, ditemukan masih utuh di rumah, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion milik korban dilaporkan hilang dan diduga dibawa kabur oleh P.</p>
<p>"Kesimpulan sementara, korban adalah korban pembunuhan," jelas AKP Dimas Robin di Mapolres Jombang saat itu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Acara Resepsi Pernikahan di Jombang Dalam Kepungan Banjir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-acara-resepsi-pernikahan-di-jombang-dalam-kepungan-banjir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-acara-resepsi-pernikahan-di-jombang-dalam-kepungan-banjir</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi banjir yang menggenangi lokasi acara resepsi pernikahan membuat pemilik acara merasa terganggu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691da3c263a5e.webp" length="40226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 19:16:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Hajatan pernikahan di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, harus berlangsung di tengah genangan banjir, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Acara resepsi pernikahan tersebut telah dipersiapkan matang, namun hujan deras yang terjadi sejak Selasa (18/11/2025) sore, menyebabkan volume air Sungai Marmayo meluap ke pemukiman warga. </p>
<p>Banjir yang datang sekitar pukul 16.00 WIB sore itu dan berlangsung hingga mendekati tengah malam itu merendam ratusan rumah warga, termasuk area resepsi pernikahan. Ketinggian air bervariasi dari 50 sentimeter hingga satu meter.</p>
<p>Meski tenda dan area acara tergenang, semangat keluarga dan tamu undangan tak surut. Resepsi pernikahan tetap dilangsungkan. Para tamu masih berdatangan untuk memberikan doa dan restu kepada mempelai. Bahkan, pasangan pengantin tetap menjalani sesi foto pernikahan di tengah kepungan air, menciptakan pemandangan yang tak biasa.</p>
<p>Ustadzini, tuan rumah yang sedang menggelar hajatan, mengaku kecewa karena kondisi tersebut membuat suasana kurang nyaman. Namun, ia memilih untuk bersyukur dan melanjutkan acara yang telah direncanakan jauh-jauh hari.</p>
<p>“Ya pengaruh, yang seharusnya menjadi ajang untuk bersenang-senang ya, jadinya enggak bisa senang. Tapi tetap disyukuri, mau gimana lagi, faktor alam tidak ada yang tau,” ujarnya.</p>
<p>Di balik genangan air, acara justru menarik perhatian warga sekitar. Semakin banyak orang yang memadati lokasi setelah tuan rumah menghadirkan hiburan kesenian jaranan yang tampil di atas panggung.</p>
<p>Pantaun di wilayah Jombang pada Rabu (19/11/2025) kondisi hujan kembali turun begitu deras dan terjadi hampir diseluruh wilayah kecamatan. Dengan kondisi hujan yang terjadi bisa dimungkinkan banjir akan terjadi di beberapa wilayah yang rentan banjir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miskomunikasi, MAN 2 Jombang Tegaskan Tidak Pernah Menahan Ijazah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miskomunikasi-man-2-jombang-tegaskan-tidak-pernah-menahan-ijazah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miskomunikasi-man-2-jombang-tegaskan-tidak-pernah-menahan-ijazah</guid>
<description><![CDATA[ Hartatik (48), orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena akhirnya dapat mengambil ijazah anaknya. Ia mengakui sebelumnya tidak pernah datang ke sekolah karena kendala biaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d9a45bb811.webp" length="40458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 17:29:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penyerahan Ijazah, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kasus dugaan penahanan ijazah di MAN 2 Jombang akhirnya menemui titik terang. Persoalan ini mencuat setelah seorang orang tua siswa, Hartatik, menyampaikan keluhannya. Namun, pihak sekolah menjelaskan, telah terjadi miskomunikasi dan menegaskan bahwa tidak ada praktik penahanan ijazah di institusi mereka.</p>
<p>Hartatik (48), orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena akhirnya dapat mengambil ijazah anaknya. Ia mengakui sebelumnya tidak pernah datang ke sekolah karena kendala biaya.</p>
<p>“Alhamdulillah, dalam rangka mengambil ijazah, ditolong diberikan ijazahnya. Saya terima kasih banyak. Sebelumnya belum pernah ke sekolah karena tidak ada uang,” ujar Hartatik kepada wartawan, Rabu (19/11/2025). </p>
<p>Hartatik juga berterima kasih kepada Kepala Sekolah yang memberikannya dispensasi sehingga biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Ia menjelaskan kondisi keluarganya yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.</p>
<p>“Matur suwun sanget ditolong ibu kepala sekolah. Dikasih gratis. Meminta dispensasi juga dikasih, tidak mahal bayarnya,” katanya. </p>
<p>“Kondisi suami saya sakit tidak bisa jalan sekarang, disuruh orang khotmil Qur'an, mengaji, hasilnya Rp100 ribu tidak pasti," imbuhnya. </p>
<p>Dengan terkabulnya pengambilan ijazah, Hartatik berharap anaknya dapat segera bekerja dan membantu perekonomian keluarga. </p>
<p>“Insya allah anak saya bekerja, membantu ekonomi keluarga," akunya. </p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Erma Rahmawati, Kepala MAN 2 Jombang, memberikan penjelasan lengkap. Ia menyebut bahwa inti permasalahannya adalah miskomunikasi.</p>
<p>“Penyerahan ijazah siswa, sebelumnya ada miskomunikasi, karena siswanya dapat informasi dari teman-temannya jika ambil ijazah itu harus lunas pembayaran. Padahal kami tidak menyarankan seperti itu,” tegas Erma.</p>
<p>Erma menjelaskan bahwa sekolah telah mengeluarkan surat edaran kepada wali santri dan wali murid agar segera mengambil ijazah. Namun, ijazah tersebut ternyata tidak kunjung diambil.</p>
<p>“Bahkan cap tiga jari baru saja. Jadi, siswa tersebut sendiri belum pernah ke sini untuk mengambil,” ujarnya.</p>
<p>Kepala sekolah menegaskan bahwa pihaknya memiliki mekanisme untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.</p>
<p>“Jadi beasiswa kami sudah memberikan. Saya juga menyampaikan jika ada yang kurang, monggo dibantu, apalagi anak yatim terutama, orang tuanya sedang sakit, atau ada kendala ekonomi, kami siap bantu,” jelas Erma.</p>
<p>Sekolah menyediakan dana bantuan melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKM) untuk menanggung siswa yang belum melunasi pembayaran, tentu dengan persetujuan komite sekolah.</p>
<p>“Kami memberi nama untuk anak ini belum lunas, jadi kami beri dari dana komite yang sudah dibayarkan oleh anak-anak juga. Tidak ada penahanan ijazah,” tegasnya.</p>
<p>Erma berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi ke depan. Ia meminta agar siswa atau orang tua yang memiliki masalah serupa dapat langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah.</p>
<p>“Ke depan jika ada siswa memiliki masalah yang sama bisa langsung ke sekolah. Nanti pihak TU juga akan kami sampaikan bahwa untuk pengambilan ijazah jika siswa kesulitan, kita akan tata melalui beasiswa,” ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, kebijakan serupa sebenarnya telah berjalan sejak tahun sebelumnya, namun mungkin tidak diketahui oleh semua siswa.</p>
<p>“Kami sudah menyampaikan silahkan diambil, jika ada yang ambil kami juga akan serahkan. Ada mis komunikasi, mungkin orang tua tidak membaca ada surat yang kita kirim," tuturnya. </p>
<p>Erma juga menyampaikan bahwa setelah ada edaran dari Kementerian Agama (Kemenag), pihaknya telah langsung menyampaikan imbauan kepada orang tua siswa.</p>
<p>“Setelah ada edaran dari Kemenag sudah langsung kami sampaikan ke orang tua siswa, bahwa silahkan bagi siswa yang belum mengambil ijazah dari tahun-tahun sebelumnya silahkan untuk bisa ambil ijazahnya di Sekolah. Bagi anak-anak yang belum ambil ijazah silahkan segera di ambil," terangnya. </p>
<p>Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman serupa di masa mendatang dan para lulusan dapat segera mengambil ijazah mereka tanpa hambatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenag Jombang Ingatkan Larangan Penahanan Ijazah di Tengah Dugaan Kasus di MAN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-ingatkan-larangan-penahanan-ijazah-di-tengah-dugaan-kasus-di-man</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-ingatkan-larangan-penahanan-ijazah-di-tengah-dugaan-kasus-di-man</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan ini disampaikan Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, di tengah mencuatnya dugaan kasus penahanan ijazah seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jombang karena tunggakan biaya pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d77db141f4.webp" length="16594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:25:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Surat Edaran, Kabupaten Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang kembali mengingatkan seluruh madrasah di wilayahnya mengenai larangan penahanan ijazah siswa dengan alasan apa pun. </p>
<p>Peringatan ini disampaikan Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, di tengah mencuatnya dugaan kasus penahanan ijazah seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jombang karena tunggakan biaya pendidikan.</p>
<p>Muhajir, saat dimintai konfirmasi mengenai dugaan penahanan ijazah tersebut, tidak memberikan komentar panjang. Namun, ia secara tegas merujuk pada Surat Edaran (SE) yang sebelumnya telah diterbitkan oleh lembaganya.</p>
<p>"Kami sudah membuat edaran seperti itu," ujar Muhajir singkat dalam pesan yang diterima media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Surat Edaran dari Kantor Kemenag Kabupaten Jombang tersebut, yang ditujukan kepada seluruh Kepala RA, MI, MTs, dan MA, berisi instruksi jelas mengenai penyelesaian dan distribusi ijazah Tahun Ajaran 2024/2025. </p>
<p>SE yang ditandatangani Muhajir pada 15 Juli 2025 itu memuat lima poin kunci, yaitu:</p>
<p>1. Perintah Penyelesaian: Madrasah diwajibkan segera menyelesaikan dan mendistribusikan ijazah sesuai petunjuk teknis.</p>
<p>2. Koordinasi Batas Waktu: Masalah penerbitan ijazah harus dikoordinasikan dengan Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang paling lambat 31 Juli 2025.</p>
<p>3. Larangan Menahan Ijazah: Ditegaskan untuk tidak menahan ijazah dengan alasan apa pun, sebab ijazah merupakan tanda kelulusan.</p>
<p>4. Penyelesaian Kewajiban Siswa: Kewajiban siswa yang belum terlunasi harus diselesaikan melalui jalan musyawarah dan kebijaksanaan.</p>
<p>5. Prinsip Pelayanan: Madrasah harus mengutamakan kepentingan dan hak siswa dengan prinsip pelayanan yang demokratis, adil, dan non-diskriminatif.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, kebijakan penahanan ijazah siswa kembali mencuat, kali ini terjadi di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Ijazah seorang siswa lulusan tahun ini diduga ditahan oleh pihak sekolah lantaran orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencapai sekitar Rp3 juta.</p>
<p>Orang tua murid berinisial H (48) mengungkapkan keberatannya terhadap kebijakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang sedang terpuruk. </p>
<p>Menurut H, putranya tidak dapat melanjutkan aktivitas pasca-lulus karena ijazah yang diperlukan belum dapat diambil. </p>
<p><strong>Permintaan Dispensasi Ditolak dan Disambut Teguran</strong></p>
<p>H menuturkan, ia sudah berupaya mendatangi pihak sekolah untuk memohon keringanan atau dispensasi pembayaran. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan solusi. </p>
<p>"Saya sudah mendatangi sekolah, minta dispensasi. Diberi keringanan cuma Rp500 ribu. Lalu saya disuruh menemui Pak Yasir atau siapa gitu. Tapi malah ditegur kepala madrasah," ujar H kepada media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>H mengaku mendapat teguran keras dari kepala madrasah. Kepala madrasah diduga mempertanyakan alasan ekonomi H dengan nada merendahkan.</p>
<p>"Beliau bilang, 'Kenapa kamu cari dispensasi kayak <em>gitu</em>. <em>Wong</em> punya orang tua kok alasan saja <em>enggak</em> mau bayar.' Terus saya jawab, suami saya cuma bisa <em>ngaji</em> karena habis kecelakaan. Kepala sekolah langsung bilang, 'Dimakan ta hasilnya <em>ngaji</em> itu' sambil marah-marah," ungkap H, mengutip ucapan yang diduga disampaikan oleh kepala madrasah.</p>
<p><strong>Kondisi Ekonomi dan Harapan Pelonggaran Kebijakan</strong></p>
<p>H menjelaskan bahwa total tunggakan yang harus dilunasi adalah sekitar Rp3 juta, belum termasuk sisa SPP dua bulan sebesar Rp120 ribu setelah pemberian keringanan. </p>
<p>Ia menegaskan pihak keluarga bukan tidak berniat membayar, tetapi kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan untuk melunasi secara tunai.</p>
<p>"Suami saya belum bisa bekerja setelah kecelakaan. Dulu jualan klepon, tapi sekarang belum bisa. Saya hanya ibu rumah tangga. Kalau dicicil insyaallah saya usahakan. Tapi kalau harus lunas langsung, kami belum mampu," ujarnya.</p>
<p>H berharap pihak MAN dapat memberikan kebijakan yang lebih manusiawi, mengingat penahanan ijazah secara langsung berimplikasi pada terhambatnya masa depan pendidikan atau karier putranya.</p>
<p><strong>Konfirmasi dan Dalih Sekolah</strong></p>
<p>Pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Kurikulum, berinisial NO membenarkan bahwa siswa yang bersangkutan masih memiliki tunggakan dan ijazahnya masih berada di sekolah.</p>
<p>Namun, NO berdalih bahwa pihak sekolah tidak berani menyerahkan ijazah tanpa adanya rekomendasi dari Yayasan dan Komite Sekolah. </p>
<p>Menurutnya, MAN yang berstatus plat merah tersebut hanya bertindak sebagai pelaksana, sementara Yayasan dan Komite Sekolah adalah penentu kebijakan terkait penyerahan ijazah.</p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti praktik pungutan dan penahanan dokumen pendidikan oleh institusi negeri, yang seharusnya mengedepankan hak konstitusional setiap warga negara atas pendidikan, terlepas dari kondisi ekonomi orang tua. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dandim 0814/Jombang Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Yon TP di Mojoagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dandim-0814jombang-tinjau-lokasi-rencana-pembangunan-yon-tp-di-mojoagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dandim-0814jombang-tinjau-lokasi-rencana-pembangunan-yon-tp-di-mojoagung</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan lahan dan memastikan lokasi tersebut memenuhi standar teknis serta operasional untuk pembangunan satuan militer baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d2757e23e8.webp" length="109656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 09:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pembangunan Yon TP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, meninjau langsung calon lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Karangwinangon, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan lahan dan memastikan lokasi tersebut memenuhi standar teknis serta operasional untuk pembangunan satuan militer baru. Kehadiran Yon TP diharapkan dapat memperkuat struktur pertahanan wilayah Jombang dan sekitarnya.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi oleh Kasdim 0814/Jombang dan perangkat desa setempat. Letkol Dicky menyatakan bahwa pembangunan satuan ini merupakan langkah strategis.</p>
<p>"Peninjauan ini untuk memastikan bahwa lokasi yang direncanakan benar-benar layak dan sesuai kebutuhan operasional. Pembangunan satuan baru tentu akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kekuatan pertahanan di wilayah Jombang," ungkap Letkol Kav Dicky Prasojo kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Selain mengecek kondisi fisik lahan, rombongan juga berdiskusi dengan perangkat desa dan pihak terkait mengenai infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, potensi perkembangan wilayah, serta dukungan dari masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan peninjauan berjalan lancar dan tertib. Dengan adanya rencana pembangunan Yon TP ini, masyarakat Jombang diharapkan dapat turut mendukung prosesnya demi terwujudnya kemajuan dan keamanan bersama.</p>
<p>Perlu diketahui, Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) adalah satuan tempur infanteri organik di bawah komando Kodam (Komando Daerah Militer). Keberadaan Yon TP diharapkan dapat memberikan dukungan pembangunan daerah berdasar tugas dan fungsinya. </p>
<p>Diantaranya memiliki Fungsi Ganda. Yon TP memiliki dua fungsi utama, yakni Fungsi Tempur, Sebagai satuan infanteri yang siap dilibatkan dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Selanjutnya Fungsi Pembangunan, dimana sesuai namanya, satuan ini juga memiliki peran dalam membangun dan mengembangkan daerah, khususnya di wilayah terpencil atau tertinggal.</p>
<p>Mengenai tugas pembangunan, Yon TP dalam perannya membangun, Yon TP sering kali ditugaskan untuk membangun infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, dan pos terdepan di daerah yang sulit dijangkau. Melaksanakan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sarana-prasarana pedesaan. Serta membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan.</p>
<p>Keterkaitan dengan Masyarakat. Keberadaan Yon TP dirancang untuk dekat dengan masyarakat. Selain menjaga keamanan, mereka aktif dalam kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga, sehingga diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan di sekitarnya.</p>
<p>Dengan demikian, rencana pembangunan Yon TP di Jombang tidak hanya bermakna penambahan kekuatan militer, tetapi juga merupakan investasi untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ijazah Siswa MAN di Jombang Ditahan Karena Tunggakan Rp 3 Juta, Orangtua: Suami Saya Sakit, Kami Tak Mampu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ijazah-siswa-man-di-jombang-ditahan-karena-tunggakan-rp-3-juta-orangtua-suami-saya-sakit-kami-tak-mampu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ijazah-siswa-man-di-jombang-ditahan-karena-tunggakan-rp-3-juta-orangtua-suami-saya-sakit-kami-tak-mampu</guid>
<description><![CDATA[ Ayah siswa sebelumnya mengais nafkah dengan berdagang klepon. Namun, kondisi ekonomi keluarga mendadak melemah pasca-kecelakaan yang dialaminya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d145e12a62.webp" length="30250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 08:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kebijakan penahanan ijazah siswa kembali mencuat, kali ini terjadi di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Ijazah seorang siswa lulusan tahun ini diduga ditahan oleh pihak sekolah lantaran orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencapai sekitar Rp3 juta.</p>
<p>Orang tua murid berinisial H (48) mengungkapkan keberatannya terhadap kebijakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang sedang terpuruk. </p>
<p>Menurut H, putranya tidak dapat melanjutkan aktivitas pasca-lulus karena ijazah yang diperlukan belum dapat diambil. </p>
<p><strong>Permintaan Dispensasi Ditolak dan Disambut Teguran</strong></p>
<p>H menuturkan, ia sudah berupaya mendatangi pihak sekolah untuk memohon keringanan atau dispensasi pembayaran. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan solusi. </p>
<p>"Saya sudah mendatangi sekolah, minta dispensasi. Diberi keringanan cuma Rp500 ribu. Lalu saya disuruh menemui Pak Yasir atau siapa <em>gitu</em>. Tapi malah ditegur kepala madrasah," ujar H kepada media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>H mengaku mendapat teguran keras dari kepala madrasah. Kepala madrasah diduga mempertanyakan alasan ekonomi H dengan nada merendahkan.</p>
<p>"Beliau bilang, 'Kenapa kamu cari dispensasi kayak gitu. <em>Wong</em> punya orang tua kok alasan saja <em>enggak</em> mau bayar.' Terus saya jawab, suami saya cuma bisa <em>ngaji</em> karena habis kecelakaan. Kepala sekolah langsung bilang, 'Dimakan ta hasilnya <em>ngaji</em> itu' sambil marah-marah," ungkap H, mengutip ucapan yang diduga disampaikan oleh kepala madrasah.</p>
<p><strong>Kondisi Ekonomi dan Harapan Pelonggaran Kebijakan</strong></p>
<p>H menjelaskan bahwa total tunggakan yang harus dilunasi adalah sekitar Rp3 juta, belum termasuk sisa SPP dua bulan sebesar Rp120 ribu setelah pemberian keringanan. </p>
<p>Ia menegaskan pihak keluarga bukan tidak berniat membayar, tetapi kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan untuk melunasi secara tunai.</p>
<p>"Suami saya belum bisa bekerja setelah kecelakaan. Dulu jualan klepon, tapi sekarang belum bisa. Saya hanya ibu rumah tangga. Kalau dicicil <em>insyaallah</em> saya usahakan. Tapi kalau harus lunas langsung, kami belum mampu," ujarnya.</p>
<p>H berharap pihak MAN dapat memberikan kebijakan yang lebih manusiawi, mengingat penahanan ijazah secara langsung berimplikasi pada terhambatnya masa depan pendidikan atau karier putranya.</p>
<p><strong>Konfirmasi dan Dalih Sekolah</strong></p>
<p>Pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Kurikulum, berinisial NO membenarkan bahwa siswa yang bersangkutan masih memiliki tunggakan dan ijazahnya masih berada di sekolah.</p>
<p>Namun, NO berdalih bahwa pihak sekolah tidak berani menyerahkan ijazah tanpa adanya rekomendasi dari Yayasan dan Komite Sekolah. </p>
<p>Menurutnya, MAN yang berstatus plat merah tersebut hanya bertindak sebagai pelaksana, sementara Yayasan dan Komite Sekolah adalah penentu kebijakan terkait penyerahan ijazah.</p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti praktik pungutan dan penahanan dokumen pendidikan oleh institusi negeri, yang seharusnya mengedepankan hak konstitusional setiap warga negara atas pendidikan, terlepas dari kondisi ekonomi orang tua. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>