<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Ashril Hafid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/A-H</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Ashril Hafid</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Sinergi Pemkab Malang dan OJK Perkuat Generasi Cerdas Finansial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-malang-dan-ojk-perkuat-generasi-cerdas-finansial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-malang-dan-ojk-perkuat-generasi-cerdas-finansial</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program KEJAR dan RABU Kabupaten Malang Tahun 2026 bertema &quot;Pelajar Makmur Cerdas Finansial&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43ee0a4fc65.webp" length="49550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, OJK Malang, Bank Indonesia Malang, KEJAR, RABU, Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Pelajar, SimPel, Kabupaten Malang, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan terus memperkuat literasi serta inklusi keuangan bagi pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU). Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas finansial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan ekonomi pada era digital menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program KEJAR dan RABU Kabupaten Malang Tahun 2026 bertema "Pelajar Makmur Cerdas Finansial" yang dibuka secara resmi oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6).</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Malang menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik.</p>
<p>Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Generasi muda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik agar tidak terjebak perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal akibat rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.</p>
<p>"Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan," ujar Sanusi.</p>
<p>Menurut Bupati, pendidikan finansial tidak hanya mengajarkan bagaimana memperoleh uang, tetapi juga bagaimana mengelola, menggunakan, dan merencanakan keuangan secara bijaksana. Karena itu, Program KEJAR dan RABU menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial bagi para pelajar.</p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan rekening pelajar bukan sekadar sarana menabung, melainkan media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah.</p>
<p>"Sinergi antara pemerintah daerah, regulator sektor jasa keuangan, lembaga jasa keuangan, serta satuan pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang cerdas finansial," tegasnya.</p>
<p>Sanusi juga mengajak seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA/SMK, madrasah hingga Sekolah Luar Biasa (SLB), menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan tersebut harus tumbuh menjadi karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial.</p>
<p>Bupati Malang turut memotivasi para pelajar agar mulai menyisihkan uang secara rutin, meski dalam jumlah kecil.</p>
<p>"Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung. Kebiasaan menyisihkan sedikit demi sedikit secara rutin akan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan menjadi bekal penting bagi masa depan. Kesuksesan selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten," pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala OJK Malang Farid Faletehan menegaskan bahwa Program KEJAR bukan hanya mendorong kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga membangun perilaku keuangan yang sehat sejak dini.</p>
<p>"Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan," ujar Farid.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga 31 Mei 2026, Program KEJAR di Kabupaten Malang telah mencatat 568.527 rekening pelajar dengan total saldo sekitar Rp187,67 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menjadi indikator keberhasilan perluasan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Menurut Farid, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Malang, Bank Indonesia, dunia pendidikan, serta industri jasa keuangan yang terus memperluas akses literasi dan inklusi keuangan bagi peserta didik.</p>
<p>"Kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci membangun budaya menabung sejak dini. Harapannya, semakin banyak pelajar yang tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami pentingnya mengelola keuangan secara disiplin, bertanggung jawab, dan terencana," katanya.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Malang. Selain itu, dilakukan penyerahan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dari BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruhan kepada siswa SD serta SMP/MTs negeri maupun swasta. </p>
<p>OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga menghadirkan layanan edukasi keuangan, konsultasi produk dan jasa keuangan, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembukaan rekening, hingga akses pembiayaan bagi masyarakat.</p>
<p>Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Malang bersama OJK, Bank Indonesia, dunia pendidikan, dan industri jasa keuangan berharap budaya menabung dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda. Dengan demikian, pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial, mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, dan memiliki daya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan, para kepala sekolah, ketua komite, tenaga pendidik, serta pelajar SD, SMP, dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Malang yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. </p>
<p>Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menanamkan budaya menabung sejak dini sebagai fondasi lahirnya generasi Kabupaten Malang yang cerdas finansial. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Ujian Doktor Terbuka, Rektor UIN Malang Dukung Penguatan Kepemimpinan Akademik Perempuan Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-ujian-doktor-terbuka-rektor-uin-malang-dukung-penguatan-kepemimpinan-akademik-perempuan-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-ujian-doktor-terbuka-rektor-uin-malang-dukung-penguatan-kepemimpinan-akademik-perempuan-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Rektor UIN Malang menilai capaian doktor Nyai Lelly memperkuat kepemimpinan akademik perempuan pesantren sekaligus mendorong kolaborasi pendidikan tinggi dan pesantren nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43ae43a4385.webp" length="91160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 20:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, Rektor UIN Malang, Prof Ilfi Nur Diana, Universitas Airlangga, Nyai Lelly Lailiyah Novianti, Tebuireng, Doktor Terbuka, Perempuan Pesantren, Kepemimpinan Akademik, Pendidikan Tinggi, Nahdlatul Ulama, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan dukungannya terhadap penguatan kepemimpinan akademik perempuan di lingkungan pesantren melalui kehadirannya dalam Sidang Ujian Doktor Terbuka Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., istri Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. </p>
<p>Forum akademik tersebut berlangsung di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Sidang doktor terbuka yang mengangkat disertasi berjudul "Nilai-Nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045" menjadi ruang akademik yang mempertemukan ulama, akademisi, serta para pemangku kepentingan nasional dalam satu forum ilmiah. </p>
<p>Kehadiran berbagai tokoh dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan pesantren mencerminkan semakin kuatnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.</p>
<p>Forum ilmiah tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi periode 2022–2024 H. Abdullah Azwar Anas, S.S., M.Si., para ulama, pimpinan lembaga, akademisi, serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi.</p>
<p>Kehadiran para tokoh nasional tersebut semakin mempertegas nilai strategis forum akademik sebagai ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring keilmuan, dan kolaborasi lintas institusi.</p>
<p>Bagi Prof. Ilfi, partisipasi dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kolaborasi kelembagaan. </p>
<p>Melalui kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, pesantren, dan lembaga strategis, UIN Malang terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi.</p>
<p>Lebih dari itu, Prof. Ilfi menilai keberhasilan Ibu Nyai Lelly meraih gelar doktor menjadi representasi semakin menguatnya kepemimpinan akademik perempuan di lingkungan pesantren. </p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa perempuan pesantren memiliki kapasitas intelektual yang mampu memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan bangsa.</p>
<p>"Selamat dan sukses kepada Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., atas capaian akademik yang luar biasa ini. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi wasilah untuk semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan pendidikan pesantren serta melahirkan sumber daya manusia yang unggul," ujar Prof. Ilfi.</p>
<p>Prof. Ilfi berharap capaian akademik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan pesantren untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan, memperkuat kepemimpinan intelektual, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.</p>
<p>"Harapannya, Bu Nyai Lelly menjadi motivator dan inspirator bagi para santri, para nawanin, serta para bu nyai lainnya agar terus mengembangkan tradisi keilmuan dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara," tuturnya.<strong> (***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Maliki Malang Perkuat Sinergi Program PUSPENMA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-malang-perkuat-sinergi-program-puspenma</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-malang-perkuat-sinergi-program-puspenma</guid>
<description><![CDATA[ UIN Maliki Malang menguatkan kolaborasi dengan PUSPENMA melalui sinkronisasi program pembiayaan pendidikan, beasiswa, dan riset untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi keagamaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43a92f6fd02.webp" length="30664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 19:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, PUSPENMA, Kementerian Agama, PTKN, Pendidikan Tinggi Keagamaan, Beasiswa Indonesia Bangkit, KIP Kuliah, Riset Indonesia Bangkit, Pendidikan Indonesia, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP —</strong> UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang meneguhkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui partisipasi aktif pada kegiatan Sosialisasi, Sinkronisasi, dan Kolaborasi Program Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) dalam Forum Kepala Biro Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan berbagai program pembiayaan pendidikan, beasiswa, dan riset di lingkungan PTKN sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, UIN Maliki Malang diwakili Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., bersama para Kepala Biro PTKN dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Phil. Kamaruddin Amin, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarsatuan kerja dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing.</p>
<p>Selanjutnya, Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., memaparkan arah kebijakan serta berbagai program strategis PUSPENMA yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema pembiayaan pendidikan.</p>
<p>Program yang disosialisasikan meliputi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Beasiswa Unggulan Keagamaan, Beasiswa Pesantren, Beasiswa Double Degree, Beasiswa Akselerasi, Beasiswa Targeted, Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP), KIP Kuliah, hingga Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit.</p>
<p>Berbagai program tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, memperkuat kapasitas mahasiswa, serta mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Selain pemaparan program, forum juga menjadi wadah sinkronisasi implementasi kebijakan antara PUSPENMA dengan seluruh PTKN. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas layanan beasiswa, penguatan tata kelola administrasi, perluasan akses pembiayaan pendidikan, hingga optimalisasi pelaksanaan program riset kolaboratif.</p>
<p>Dalam sesi diskusi, para Kepala Biro PTKN turut menyampaikan berbagai masukan dan pengalaman implementasi program di masing-masing perguruan tinggi sebagai bahan penyempurnaan kebijakan agar semakin efektif, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi sivitas akademika.</p>
<p>Kepala Biro AAKK UIN Maliki Malang, Ita Hidayatus Sholihah, mengatakan hasil forum tersebut akan menjadi pijakan penting bagi UIN Maliki Malang dalam memperkuat koordinasi sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program PUSPENMA.</p>
<p>"Hasil forum ini menjadi acuan penting bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan implementasi berbagai program PUSPENMA di lingkungan UIN Maliki Malang. Sinergi yang semakin erat antara Kementerian Agama dan PTKN diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik, kemahasiswaan, pembiayaan pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia," ujar Ita.</p>
<p>Ia menambahkan, penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama dan PTKN menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mencetak lulusan yang unggul dan kompetitif.</p>
<p>"Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara Kementerian Agama dan PTKN, kami berharap pendidikan tinggi keagamaan semakin unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wamenag Hadiri Halaqah di UIN Maliki Malang, Bahas Pendidikan Berkeadilan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wamenag-hadiri-halaqah-di-uin-maliki-malang-bahas-pendidikan-berkeadilan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wamenag-hadiri-halaqah-di-uin-maliki-malang-bahas-pendidikan-berkeadilan</guid>
<description><![CDATA[ Wamenag dan UIN Maliki Malang mendorong pemerataan anggaran, penguatan riset, serta akses pendidikan inklusif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a42495519a6f.webp" length="60722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:33:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Wamenag RI, Pendidikan Berkeadilan, Pendidikan Inklusif, PTKIN, Riset Pendidikan, UKT, Guru Honorer, Kabupaten Malang, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi'i, menegaskan pentingnya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih berkeadilan, termasuk bagi pendidikan tinggi keagamaan, saat menjadi narasumber utama dalam Halaqah Pendidikan Berkeadilan di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Gedung Ar Rahim Lantai 3, Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Forum yang diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan pendidikan nasional, mulai dari pemerataan akses, penguatan mutu pendidikan, dukungan riset, hingga upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Dalam paparannya, Romo Muhammad Syafi'i menilai masih adanya kesenjangan anggaran yang dirasakan satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama bukan semata-mata dipengaruhi keberpihakan pemerintah. Menurutnya, persoalan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh struktur kelembagaan yang berbeda dibanding kementerian lain.</p>
<p>Ia menjelaskan, perguruan tinggi umum memperoleh alokasi anggaran langsung melalui kementerian, sedangkan perguruan tinggi keagamaan berada dalam struktur direktorat. Perbedaan mekanisme tersebut membuat ruang fiskal yang dimiliki menjadi tidak sama sehingga berdampak pada besaran dukungan anggaran.</p>
<p>"Perguruan tinggi umum berada langsung di bawah kementerian, sementara pendidikan tinggi keagamaan berada pada struktur direktorat. Jumlah anggaran direktorat tentu jauh lebih kecil dibanding anggaran yang langsung berada di bawah kementerian. Dari sinilah muncul disparitas yang harus kita cari jalan keluarnya," ujarnya.</p>
<p>Menurut Wamenag, pemerintah saat ini terus mengkaji sejumlah langkah strategis guna memperkuat posisi pendidikan tinggi keagamaan. Sejumlah opsi yang tengah menjadi bahan pembahasan di antaranya penataan kelembagaan hingga penyempurnaan nomenklatur kementerian agar ruang fiskal bagi pendidikan keagamaan dapat semakin besar.</p>
<p>Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia Indonesia tidak akan berjalan optimal apabila pendidikan keagamaan masih menghadapi keterbatasan dukungan anggaran.</p>
<p>Selain itu, Romo Muhammad Syafi'i juga menaruh perhatian terhadap minimnya anggaran riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, riset merupakan fondasi penting dalam melahirkan kebijakan publik yang berbasis data dan kajian ilmiah.</p>
<p>"Bagaimana kita bisa menghasilkan kebijakan yang kuat kalau dukungan risetnya sangat terbatas. Ke depan, pemikiran akademik dari PTKIN harus menjadi dasar dalam mendukung sekaligus mengkritisi program pemerintah, baik dari sisi akademik maupun nilai-nilai keagamaan," katanya.</p>
<p>Ia menyebut anggaran riset di sejumlah kementerian lain dapat mencapai sekitar Rp8 triliun, sementara di lingkungan Kementerian Agama hanya berkisar Rp150 miliar hingga Rp300 miliar. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar kualitas penelitian di lingkungan PTKIN terus berkembang.</p>
<p>Sebagai contoh, Wamenag mengangkat praktik yang diterapkan di Kanada. Menurutnya, pemerintah di negara tersebut menjadikan hasil penelitian perguruan tinggi sebagai salah satu landasan utama dalam menyusun kebijakan publik sehingga setiap kebijakan memiliki dasar akademik yang kuat.</p>
<p>"Kalau kebijakan sudah lahir dari kajian kampus, maka akademisi dan ulama akan memberikan dukungan karena kebijakan itu memiliki dasar ilmiah yang kuat. Model seperti ini layak kita dorong di Indonesia," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, mengatakan halaqah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.</p>
<p>Menurutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama ini terus membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, tanpa diskriminasi maupun kekerasan. Seluruh sivitas akademika didorong menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung pengembangan potensi setiap mahasiswa.</p>
<p>Prof. Ilfi juga mengingatkan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Perbedaan kualitas pendidikan antara madrasah, pesantren, sekolah negeri, dan sekolah swasta menunjukkan masih perlunya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>"Melalui halaqah ini kita ingin mengurai berbagai persoalan tersebut dan bersama-sama mencari solusi agar pendidikan yang berkeadilan benar-benar dapat diwujudkan," tegasnya.</p>
<p>Selain pemerataan mutu pendidikan, ia menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah akibat faktor ekonomi. Menurutnya, persoalan tersebut masih menjadi tantangan, termasuk di Kabupaten Malang yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan dunia pendidikan yang cukup pesat.</p>
<p>Prof. Ilfi juga menilai kesejahteraan guru honorer perlu menjadi perhatian serius. Masih banyak tenaga pendidik yang menerima penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR), padahal mereka memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.</p>
<p>"Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa kesejahteraan tenaga pendidik yang memadai," ungkapnya.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan tinggi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memutuskan tidak menaikkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan tersebut diambil agar mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.</p>
<p>"Saat ini UIN Maliki Malang menjadi salah satu perguruan tinggi unggul dengan UKT yang sangat terjangkau. Kami ingin memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas," jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, hak memperoleh pendidikan yang bermutu merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan bersama. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga menjadi motor lahirnya kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat.</p>
<p>"Melalui halaqah ini, kami ingin memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan. Pendidikan harus menjadi jembatan lahirnya generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru Besar UIN Malang: Jangan Biarkan Atribut Kelulusan Mengaburkan Integritas Akademik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-besar-uin-malang-jangan-biarkan-atribut-kelulusan-mengaburkan-integritas-akademik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-besar-uin-malang-jangan-biarkan-atribut-kelulusan-mengaburkan-integritas-akademik</guid>
<description><![CDATA[ Guru Besar UIN Malang mengajak generasi muda menjaga keseimbangan antara ekspresi kebahagiaan, kedalaman ilmu, integritas, serta pengabdian nyata kepada masyarakat luas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41db533d00f.webp" length="26676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, Abdul Hamid, Guru Besar UIN, Generasi Z, Kelulusan Mahasiswa, Selebrasi Kelulusan, Pendidikan Tinggi, Media Sosial, Dunia Akademik, Malang News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong>–Fenomena selebrasi kelulusan mahasiswa yang kian meriah di era digital dinilai bukan sekadar perilaku berlebihan atau pamer. Di balik ramainya buket bunga, balon, selempang, hingga unggahan di media sosial, terdapat perubahan mendasar tentang cara generasi muda memaknai pengalaman, identitas, dan keberhasilan.</p>
<p></p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan oleh Guru Besar sekaligus Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, M.A. Melalui artikel reflektifnya yang berjudul "Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi (Merayakan Kelulusan di Era Digital)", ia mengingatkan agar euforia ini tidak menggeser substansi utama pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Prof. Hamid, sidang akhir seperti skripsi, tesis, maupun disertasi adalah sebuah proses penuh perjuangan yang menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, kelulusan sangat layak dirayakan sebagai bentuk rasa syukur.</p>
<p></p>
<p>Namun, ia menyebut adanya perubahan besar dalam cara merayakan kelulusan jika dibandingkan dengan era 1980-an hingga awal 2000-an yang cenderung sederhana. Saat ini, bagi Generasi Z (Gen Z), kelulusan hampir selalu diikuti dengan selebrasi yang melibatkan properti foto hingga fotografer profesional demi konten media sosial.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini, kelulusan sering kali bukan berakhir ketika sidang selesai, tetapi ketika foto terakhir selesai diunggah ke media sosial. Sidang mungkin berlangsung satu jam, tetapi selebrasinya bisa berlangsung berhari-hari di ruang digital," terang dia.</p>
<p></p>
<p>Prof. Hamid menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dinilai hanya dari sudut pandang moral, melainkan harus dibaca melalui perspektif sosiologi. Setiap generasi dibentuk oleh kondisi sosial, budaya, dan teknologi yang berbeda.</p>
<p></p>
<p>"Perubahan cara merayakan kelulusan bukan sekadar perubahan perilaku individu, melainkan bagian dari transformasi budaya masyarakat," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Merujuk pada pemikiran sosiolog Erving Goffman mengenai cara manusia membangun identitas di ruang publik, selebrasi ini menjadi simbol keberhasilan yang dikomunikasikan kepada lingkungan sosial.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, perkembangan teknologi telah melahirkan budaya representasi (culture of representation), di mana sebuah pengalaman bergeser menjadi jargon populer: "No Picture, It Didn't Happen" (Tanpa foto, maka dianggap tidak terjadi).</p>
<p></p>
<p>"Momen kelulusan seolah memperoleh legitimasi sosial setelah hadir di linimasa media sosial dan mendapatkan respons berupa komentar, tanda suka maupun berbagai bentuk interaksi digital lainnya," tambah dia.</p>
<p></p>
<p>Meski memaklumi fenomena ini, Prof. Hamid mengingatkan adanya tantangan besar. Jangan sampai kesibukan menyiapkan dekorasi dan konten media sosial justru mengaburkan makna utama dari kelulusan itu sendiri. Kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang nyata di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Merayakan keberhasilan adalah sesuatu yang wajar, bahkan diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan. Namun, selebrasi sebaiknya tidak menggeser makna utama pendidikan itu sendiri, yaitu membangun ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai kualitas seorang lulusan tidak diukur dari besarnya buket bunga atau ramainya unggahan media sosial, melainkan dari kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Gen Z yang kreatif dan melek teknologi harus mampu mengimbangi potensi tersebut dengan kedewasaan berpikir dan etika akademik.</p>
<p></p>
<p>Di akhir tulisannya, Prof. Hamid mengajak semua pihak untuk tidak mempertentangkan cara setiap generasi mengekspresikan kebahagiaan. Namun, ia memberikan pesan mendalam bahwa segala atribut perayaan fisik maupun digital suatu saat akan hilang.</p>
<p></p>
<p>"Namun ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan, integritas akademik yang dijaga, serta kontribusi nyata kepada masyarakat akan tetap hidup jauh setelah euforia kelulusan berakhir. Itulah perayaan sejati yang nilainya tidak lekang oleh waktu, tidak bergantung pada algoritma, dan akan selalu dikenang dalam perjalanan panjang kehidupan seorang insan terdidik," pungkasnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Genangan, Proyek Drainase Jalan Sumedang Malang Masuki Tahap Akhir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-genangan-proyek-drainase-jalan-sumedang-malang-masuki-tahap-akhir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-genangan-proyek-drainase-jalan-sumedang-malang-masuki-tahap-akhir</guid>
<description><![CDATA[ Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41d77ce803e.webp" length="72682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 09:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Kepanjen, Dinas PU Bina Marga, Khoirul Isnaidi Kusuma, Jalan Sumedang, Drainase Jalan, Infrastruktur Malang, Pembangunan Daerah, Pusat Pemerintahan, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Pembangunan drainase di ruas Jalan Sumedang, Kecamatan Kepanjen, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi karena menjadi akses utama yang menghubungkan berbagai kantor pelayanan publik dan perkantoran.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa pembangunan ini mengacu pada hasil kajian teknis. Dari hasil evaluasi, saluran air yang lama dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit air secara optimal.</p>
<p></p>
<p>"Pembangunan drainase ini merupakan langkah antisipatif untuk memperlancar aliran air permukaan sehingga genangan yang selama ini muncul di ruas Jalan Sumedang dapat diminimalisasi," ujar Khoirul belum lama ini.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, proyek ini meliputi pemasangan saluran beton pracetak atau Reinforced Concrete Pipe (RCP) berukuran 80 x 80 sentimeter dengan panjang sekitar 134 meter. </p>
<p></p>
<p>Menariknya, di atas saluran beton tersebut juga dibangun trotoar dan ampyang (lantai batu alam). Fasilitas ini disediakan agar pejalan kaki tetap bisa melintas dengan nyaman tanpa mengganggu fungsi utama drainase.</p>
<p></p>
<p>Menurut Oong, sapaan akrab Khoiru, peningkatan kapasitas drainase sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan kawasan dan meningkatnya volume air yang mengalir.</p>
<p></p>
<p>"Ketika debit aliran meningkat, saluran yang ada tidak lagi mampu menampung seluruh aliran sehingga memunculkan genangan di badan jalan. Dengan drainase baru ini diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan dapat ditekan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain mengatasi genangan, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuat aspal jalan bertahan lebih lama. Pasalnya, air yang menggenang dalam waktu lama menjadi pemicu utama cepatnya kerusakan jalan, yang berujung pada membengkaknya biaya pemeliharaan.</p>
<p></p>
<p>Oong menambahkan bahwa peningkatan kualitas saluran air seperti ini akan terus menjadi fokus pemerintah daerah demi memperkuat infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya, setelah pekerjaan ini selesai, masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kondisi jalan yang lebih nyaman, aman, serta didukung sistem drainase yang berfungsi optimal," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penutupan Sarasehan MPDI Malang, Wamenag Sebut Pesantren Kekuatan Besar Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penutupan-sarasehan-mpdi-malang-wamenag-sebut-pesantren-kekuatan-besar-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penutupan-sarasehan-mpdi-malang-wamenag-sebut-pesantren-kekuatan-besar-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Menteri Agama menegaskan pesantren tetap menjadi kekuatan strategis bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a412d34ed8de.webp" length="34356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 21:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wamenag, MPDI, Pesantren, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kabupaten Malang, Pakis Malang, Kementerian Agama, Santri, Pendidikan Pesantren, Pemberdayaan Masyarakat, Koperasi Pesantren, Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pesantren dinilai tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional. Dengan jutaan santri dan puluhan ribu lembaga yang tersebar di berbagai daerah, pesantren disebut memiliki daya pengaruh besar dalam membentuk sumber daya manusia, memperkuat nilai kebangsaan, hingga mendorong pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. (H.C.) K.H. Romo H. R. Muhammad Syafi'i kala menghadiri penutupan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Ahad (28/6/2026).</p>
<p>Wamenag menegaskan bahwa perjalanan sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kiprah pesantren. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjuangan bangsa sejak masa merebut kemerdekaan hingga mengisi pembangunan saat ini.</p>
<p>"Pesantren adalah lembaga pendidikan perjuangan yang sejak dahulu satu napas dengan perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, hingga mengisi kemerdekaan saat ini," terangnya saat dikonfirmasi, Ahad (28/6/2026) disela agenda.</p>
<p>Ia menyebut, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 40 ribu pesantren dengan sekitar 10 juta santri aktif. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Menurutnya, banyak lulusan pesantren kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hingga berbagai profesi lainnya.</p>
<p>"Kalau kita tidak bertanya, kita tidak tahu bahwa alumni pesantren hari ini telah menempati berbagai posisi strategis di Indonesia," katanya.</p>
<p>Wamenag juga mengapresiasi semangat kemandirian yang selama ini ditunjukkan pesantren. Di tengah berbagai tantangan, pesantren dinilai tetap mampu menjalankan fungsi pendidikan sekaligus menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah memberikan penguatan terhadap eksistensi pesantren melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>"Minat masyarakat terhadap pesantren masih sangat besar karena alumni pesantren terbukti memiliki pemahaman keagamaan, keilmuan, serta wawasan kebangsaan yang kuat," ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Romo Syafi'i berharap keberadaan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2025 mengenai pembentukan Direktorat Jenderal semakin memperluas perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren, baik dari sisi kelembagaan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Ia juga menilai forum Sarasehan Nasional MPDI menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi antarpondok pesantren sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.</p>
<p>"Harapan kita, pesantren tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai rintangan dan cobaan, serta tidak pernah bergeser dari komitmennya bersama pemerintah dalam membangun Indonesia," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Umum MPDI, KH. Abdurrahman, menegaskan bahwa pesantren siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang selaras dengan semangat pemberdayaan umat.</p>
<p>Menurutnya, pengembangan koperasi di lingkungan pesantren bukanlah hal baru. Jauh sebelum menjadi program nasional, banyak pesantren telah mengembangkan sistem ekonomi berbasis koperasi untuk memperkuat kemandirian lembaga maupun masyarakat sekitar.</p>
<p>"Koperasi bukanlah sesuatu yang baru bagi pesantren, bahkan kami telah membangunnya jauh sebelum program-program unggulan pemerintah saat ini diluncurkan," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan koperasi memiliki keterkaitan erat dengan misi pesantren dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Kami menyambut dengan sangat baik hadirnya program-program pemerintah seperti MBG dan penguatan koperasi, karena hal itu semakin memperkuat peran strategis pesantren," katanya.</p>
<p>Menurut KH. Abdurrahman, sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan nasional yang berakar pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.</p>
<p>"Kami optimistis, dengan dukungan dan sinergi yang baik, pesantren akan semakin besar perannya dalam pembangunan Indonesia," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarasehan MPDI di Daarul Ukhuwah Malang, Menteri Koperasi Apresiasi Pembentukan Koperasi Sekunder</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarasehan-mpdi-di-daarul-ukhuwah-malang-menteri-koperasi-apresiasi-pembentukan-koperasi-sekunder</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarasehan-mpdi-di-daarul-ukhuwah-malang-menteri-koperasi-apresiasi-pembentukan-koperasi-sekunder</guid>
<description><![CDATA[ Pembentukan koperasi sekunder MPDI diharapkan menyatukan potensi usaha pesantren sekaligus memperluas akses pembiayaan, pemasaran, dan kolaborasi ekonomi berbasis kelembagaan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f924b8e837.webp" length="46948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:08:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MPDI, Koperasi Pesantren, Menteri Koperasi, Kabupaten Malang, Ponpes Daarul Ukhuwah, Sarasehan Nasional, Ekonomi Pesantren, Koperasi Sekunder, LPDB, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Penguatan ekonomi berbasis pondok pesantren mendapat dorongan baru dari pemerintah pusat. Dalam Sarasehan Nasional Majelis Pondok Dakwah Islam (MPDI) 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah, Kabupaten Malang. </p>
<p>Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menilai pembentukan koperasi sekunder menjadi langkah strategis untuk menyatukan kekuatan ekonomi pesantren di berbagai daerah.</p>
<p>Sarasehan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, jajaran pengurus MPDI, pimpinan pondok pesantren, serta peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Ferry Juliantono menyebut koperasi sekunder yang digagas MPDI memiliki fungsi penting sebagai simpul yang menghubungkan koperasi-koperasi primer di lingkungan pesantren. Menurutnya, pola tersebut akan memperkuat distribusi produk, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing usaha yang dikelola pondok pesantren.</p>
<p>"Kami mengapresiasi terbentuknya koperasi sekunder yang dikelola MPDI, yang nantinya berperan sebagai agregator dan pemasok bagi koperasi-koperasi primer di lingkungan pondok pesantren," ujar Ferry, Sabtu (27/6/2026)</p>
<p>Ia mengatakan pemerintah terus membuka ruang agar koperasi pesantren berkembang menjadi pilar ekonomi yang mandiri. Kementerian Koperasi, lanjutnya, juga menyiapkan berbagai skema pendampingan, termasuk akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bagi koperasi yang memenuhi persyaratan.</p>
<p>Menurut Ferry, keberadaan koperasi pesantren tidak berjalan sendiri. Justru, koperasi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional dengan membangun kolaborasi bersama berbagai program pemerintah, termasuk jaringan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jalur pemasaran produk pesantren.</p>
<p>"Kami ingin membangun ekosistem koperasi yang saling menguatkan sehingga produk-produk yang dihasilkan pesantren memiliki akses pasar yang lebih luas," katanya.</p>
<p>Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid menjelaskan pembentukan koperasi sekunder dilatarbelakangi besarnya potensi ekonomi pesantren yang selama ini belum terintegrasi. Padahal, jaringan MPDI telah menghimpun ratusan pondok pesantren dengan beragam bidang usaha.</p>
<p>"Melalui koperasi sekunder ini kami ingin mempertemukan seluruh potensi tersebut agar saling menguatkan, mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran," ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut unit usaha yang berkembang di lingkungan pesantren cukup beragam, mulai sektor pangan, konveksi, percetakan, produk kecantikan, hingga manufaktur. Dengan wadah koperasi sekunder, seluruh potensi tersebut diharapkan mampu membentuk rantai bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>MPDI juga menargetkan peningkatan jumlah koperasi aktif di lingkungan pesantren dalam beberapa tahun mendatang melalui pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan jejaring usaha.</p>
<p>Sarasehan Nasional MPDI 2026 di Kabupaten Malang menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui tata kelola koperasi yang profesional dan berdaya saing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarasehan Publik Malang Outlook Series II Lahirkan Rekomendasi Pembangunan Alun&amp;Alun Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarasehan-publik-malang-outlook-series-ii-lahirkan-rekomendasi-pembangunan-alun-alun-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarasehan-publik-malang-outlook-series-ii-lahirkan-rekomendasi-pembangunan-alun-alun-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Sarasehan publik menghimpun pandangan akademisi, praktisi hukum, dan pemerintah untuk merumuskan pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang inklusif, berkelanjutan, serta berlandaskan regulasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ea3531b7c4.webp" length="34722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 08:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Outlook Series II, Alun Alun Kepanjen, Kabupaten Malang, Amartya Bhumi Kepanjian, Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, Husnul Hakim, Agus Subiyantoro, Pendopo Kabupaten Malang, Ruang Publik, Tata Ruang, Pembangunan Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Rekomendasi pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang berpijak pada kepastian hukum, efektivitas pemanfaatan aset daerah, serta visi jangka panjang sebagai ruang publik modern mengemuka dalam Sarasehan Publik Malang <em>Outlook Series II </em>yang diinisiasi oleh Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (26/6/2026).</p>
<p>Mengusung tema "Alun-Alun Kepanjen, untuk siapa?", forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi hukum guna membedah arah pembangunan ruang publik yang diharapkan menjadi wajah baru Ibu Kota Kabupaten Malang. </p>
<p>Diskusi menghadirkan praktisi hukum Peradi Kabupaten Malang Agus Subiyantoro, Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy., serta Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto.</p>
<p>Dalam paparannya, Agus Subiyantoro menilai pembangunan Alun-Alun Kepanjen tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek fisik, tetapi juga harus memiliki landasan hukum yang kuat sejak tahap perencanaan.</p>
<p>Menurutnya, sinkronisasi terhadap dokumen tata ruang, kepatuhan pada mekanisme pengadaan tanah, hingga perlindungan terhadap lahan pertanian menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.</p>
<p>Ia mengingatkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan lahan harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik di tengah masyarakat.</p>
<p>"Prosesnya harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga seluruh tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy. mengajak seluruh pemangku kepentingan memandang pembangunan Alun-Alun Kepanjen sebagai investasi peradaban, bukan sekadar proyek pembangunan ruang terbuka.</p>
<p>Menurut dia, ibu kota Kabupaten Malang memerlukan ruang publik yang mampu menjadi pusat interaksi sosial, budaya, sekaligus identitas daerah untuk puluhan tahun mendatang.</p>
<p>Ia menawarkan konsep <em>Smart Green Public Space</em> yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, budaya, ekonomi kreatif, hingga menjadi etalase potensi dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Alun-alun harus menjadi ruang yang menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Malang sebagai ibu kota pemerintahan," teranngnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat dan kalangan akademisi sebagai bahan penyempurnaan perencanaan pembangunan.</p>
<p>Ia menjelaskan pembangunan Alun-Alun Kepanjen telah masuk dalam dokumen RPJMD dan RTRW Kabupaten Malang dengan target realisasi sekitar tahun 2028 hingga 2029.</p>
<p>Menurut Tomie, pemerintah saat ini mengkaji tiga alternatif kawasan yang dinilai strategis, yakni sisi barat Stadion Kanjuruhan, kawasan belakang Stadion Kanjuruhan, serta area <em>Islamic Center</em> hingga lahan di bagian belakang yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Malang. Pemanfaatan aset daerah tersebut dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembebasan lahan baru.</p>
<p>Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar memastikan pembangunan Alun-Alun Kepanjen tidak akan mengganggu keberadaan Lahan Sawah Dilindungi atau lahan hijau.</p>
<p>Pemerintah daerah telah menyiapkan skema perlindungan lahan melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sehingga keseimbangan tata ruang tetap terjaga.</p>
<p>Melalui Sarasehan Publik Malang <em>Outlook Series II</em>, Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian berharap berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi referensi dalam mewujudkan Alun-Alun Kepanjen sebagai ruang publik yang inklusif, memiliki kepastian hukum, serta mampu mendorong tumbuhnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Malang Resmikan Tiga Fasilitas Publik di Lawang Sambut Hari Bhayangkara ke&amp;80</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-malang-resmikan-tiga-fasilitas-publik-di-lawang-sambut-hari-bhayangkara-ke-80</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-malang-resmikan-tiga-fasilitas-publik-di-lawang-sambut-hari-bhayangkara-ke-80</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Malang meresmikan Masjid Budi Irianti, Gedung Tathya Dharaka, dan Taman Sulipah Presisi di Lawang sebagai wujud sinergi Polri bersama masyarakat menyambut Hari Bhayangkara ke-80. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e01285ba71.webp" length="54668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 11:55:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kapolres Malang, Hari Bhayangkara, Lawang, Masjid Budi Irianti, Gedung Tatia Daraka, Taman Sulipah Presisi, Polda Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Malang AKBP Taat Resdi meresmikan Masjid Budi Irianti, Gedung Tathya Dharaka, dan Taman Sulipah Presisi di Kecamatan Lawang, Jumat (26/6/2026). </p>
<p>Ketiga fasilitas tersebut diharapkan menjadi penguat pelayanan kepolisian, sarana ibadah, sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat.</p>
<p>Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Polres Malang, Forkopimcam Lawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengusaha yang memberikan dukungan terhadap renovasi dan pembangunan fasilitas tersebut.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, Masjid Budi Irianti yang berada di lingkungan Polsek Lawang telah diperluas dari sekitar 80 meter persegi menjadi kurang lebih 250 meter persegi.</p>
<p>"Masjid ini tidak hanya digunakan anggota Polsek Lawang, tetapi juga masyarakat luas. Letaknya sangat strategis di jalur utama sehingga pengguna jalan juga dapat memanfaatkannya untuk salat maupun beristirahat," ujar AKBP Taat Resdi, Jumat (26/6/2026).</p>
<p>Ia menekankan bahwa keberadaan masjid yang representatif harus diikuti dengan meningkatnya kesadaran personel untuk memakmurkan rumah ibadah.</p>
<p>"Kalau di kantor masjid atau musalanya dekat, itu menjadi kesempatan yang baik untuk salat berjamaah di awal waktu. Tidak perlu diabsen atau dipaksa. Bangun kesadaran, nanti anggota pasti mengikuti," katanya.</p>
<p>Menurutnya, kebiasaan salat berjamaah selalu ia terapkan sejak bertugas di Mabes Polri, kemudian saat menjabat Kapolres Tulungagung, hingga kini memimpin Polres Malang.</p>
<p>Kapolres juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam renovasi masjid. Ia berharap seluruh bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.</p>
<p>"Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang telah menyumbangkan materi, tenaga, waktu, pikiran, maupun doa dalam proses pembangunan ini," ucapnya.</p>
<p>Selain masjid, AKBP Taat Resdi turut meresmikan Gedung Tathya Dharaka, bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang sebelumnya mengalami kerusakan berat.</p>
<p>Ia mengaku sempat prihatin saat pertama kali melihat kondisi bangunan tersebut pada awal bertugas di Polres Malang. Namun, berkat kolaborasi para pengusaha, tokoh masyarakat Kecamatan Lawang, serta dukungan Bank BUMN, gedung tersebut berhasil dipugar tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.</p>
<p>"Keaslian bangunannya tetap dipertahankan sehingga tetap menjadi bangunan heritage yang kini bisa dimanfaatkan untuk berbagai pelayanan kepolisian kepada masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Gedung tersebut kini difungsikan sebagai ruang pelayanan, di antaranya ruang Satreskrim, ruang Bhayangkari, pelayanan SKCK, serta ruang tunggu masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kapolres juga meresmikan Taman Sulipah Presisi di RW 9 Kelurahan Kalirejo yang dilengkapi fasilitas pendukung keamanan, seperti panic button dan CCTV di 36 titik.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan taman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas keamanan lingkungan sekaligus mempererat kerukunan warga.</p>
<p>Ia juga menjelaskan filosofi penamaan ketiga fasilitas tersebut. Masjid Budi Irianti diambil dari nama almarhumah istri Haji Siswanto yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.</p>
<p>Gedung Tathya Dharaka menggunakan nama angkatan AKBP Taat Resdi di Akademi Kepolisian yang bermakna "perwira yang memegang teguh kebenaran sejati". Sementara Taman Sulipah Presisi diabadikan dari nama almarhumah ibu kandung Haji Siswanto sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanannya.</p>
<p>Kapolres berharap ketiga fasilitas tersebut dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang aman, nyaman, religius, dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kolaborasi, Polres Malang Hadirkan Media Center Modern untuk Jurnalis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-polres-malang-hadirkan-media-center-modern-untuk-jurnalis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-polres-malang-hadirkan-media-center-modern-untuk-jurnalis</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian Media Center Polres Malang berkonsep industrial modern dibarengi pengukuhan pengurus JPM periode 2026-2028 untuk memperkuat sinergi kepolisian dan media. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bcdc18af0f.webp" length="27168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 21:01:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Media Center Polres Malang, Jurnalis Pos Malang, JPM Malang, Imron Hakiki, Muhammad Taat Resdi, Hiswana Migas Malang, Jurnalis Malang, Berita Malang, Kabupaten Malang, Media dan Kepolisian, Media Center Modern, Sinergi Media, Organisasi Jurnalis, Malang Raya, SJP News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wajah baru Media Center Polres Malang resmi diperkenalkan bersamaan dengan pengukuhan kepengurusan Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028 di Aula Polres Malang, Rabu (24/6/2026). Fasilitas yang mengusung konsep industrial modern tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, media memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang. Karena itu, keberadaan media center diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang nyaman bagi para jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Menurutnya, upaya menjaga kamtibmas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur melalui pendekatan hexahelix collaborative policing, termasuk media dan kalangan dunia usaha.</p>
<p>"Semoga ruang media center membuat rekan jurnalis betah tidak pulang," kelakar Taat yang disambut tawa para tamu undangan, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pengukuhan pengurus Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028. Imron Hakiki dipercaya memimpin organisasi yang mewadahi jurnalis media arus utama dari berbagai platform di Malang Raya tersebut.</p>
<p>Ketua JPM, Imron Hakiki, menyampaikan apresiasi atas hubungan kemitraan yang selama ini terjalin antara Polres Malang dan para jurnalis. Menurutnya, keterbukaan informasi yang diberikan menjadi modal penting bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.</p>
<p>"Jurnalis Pos Malang lahir dari rahim Polres Malang," ujar Imron.</p>
<p>Ia menegaskan kepengurusan baru akan terus menjaga independensi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap karya yang dipublikasikan.</p>
<p>"Kami siap menjadi jurnalis profesional dan menjaga kode etik," tegasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus DPC Hiswana Migas Malang. Ketua DPC Hiswana Migas Malang, H. Basori, mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terbangun antara Polres Malang dan insan pers.</p>
<p>"Kami bangga bisa diikutkan dalam kolaborasi bersama Polres Malang dan Jurnalis Pos Malang," katanya.</p>
<p>Renovasi media center sendiri dilakukan selama lebih dari satu bulan. Kini fasilitas tersebut hadir dengan tampilan baru yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas peliputan, diskusi, dan koordinasi para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Program UMKM Pemprov Jatim, Dua Tersangka Tipu Ratusan Warga Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-program-umkm-pemprov-jatim-dua-tersangka-tipu-ratusan-warga-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-program-umkm-pemprov-jatim-dua-tersangka-tipu-ratusan-warga-malang</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan warga Kabupaten Malang menjadi korban dugaan penipuan berkedok program UMKM dan koperasi fiktif yang mencatut nama Pemprov Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bc63501f19.webp" length="78900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 20:29:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Satreskrim Polres Malang, Penipuan, Koperasi Fiktif, UMKM, Pemprov Jatim, Kabupaten Malang, Lawang, Wajak, Pagelaran, Fahmi Amarulloh, Hafiz Prasetia Akbar, Berita Malang, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Ratusan warga di Kabupaten Malang menjadi korban dugaan penipuan berkedok pemberdayaan usaha mikro. Dengan mengaku memiliki keterkaitan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dua tersangka berhasil meyakinkan masyarakat untuk menyetorkan uang keanggotaan dalam program yang disebut-sebut dapat membuka akses bantuan usaha dan berbagai fasilitas pemerintah.</p>
<p>Kasus tersebut berhasil diungkap Satreskrim Polres Malang setelah menerima informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berlangsung di sejumlah desa. Dari hasil penyelidikan, program yang ditawarkan kepada masyarakat diketahui tidak memiliki dasar hukum maupun hubungan resmi dengan pemerintah.</p>
<p>Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarulloh mengatakan, para pelaku mendatangi desa-desa dengan penampilan yang dibuat seolah-olah sebagai perwakilan pemerintah provinsi. Mereka mengenakan atribut dan identitas tertentu untuk membangun kepercayaan masyarakat.</p>
<p>“Modus yang dilakukan, pelaku ini mengatasnamakan bahwa mereka ini dari Pemprov Jatim. Jadi, dengan menggunakan atribut baju Pemprov, dengan name tag seolah-olah dari orangnya Gubernur Jawa Timur, datang ke desa di wilayah Kabupaten Malang,” ujar Fahmi saat konferensi pers di Polres Malang, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Setelah mendapat akses ke lingkungan desa, para pelaku menggelar pertemuan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM. Dalam forum tersebut, masyarakat diajak menjadi anggota sebuah badan usaha yang diklaim sebagai perusahaan milik daerah di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>“Pelaku kemudian mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di desa, sekaligus mengajak untuk bergabung di semacam PT yang dibuat oleh pelaku. Namun, PT-nya juga fiktif, yang diatasnamakan sebagai BUMD Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.</p>
<p>Kepada calon peserta, para pelaku menjanjikan sejumlah keuntungan, mulai dari kemudahan memperoleh perizinan usaha hingga peluang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk memperoleh fasilitas tersebut, warga diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp100 ribu.</p>
<p>Dari pendalaman yang dilakukan penyidik, sedikitnya 227 orang tercatat telah menyetorkan uang kepada para pelaku. Aktivitas serupa ditemukan di tiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Yang sudah kita lakukan penyelidikan ada tiga lokasi. Kemarin yang sempat mereka dapatkan Rp100.000 itu total ada 227 orang,” ungkap Fahmi.</p>
<p>Kecurigaan muncul setelah aparat menemukan sejumlah kejanggalan dalam kegiatan yang dijalankan para pelaku. Setelah dilakukan verifikasi, diketahui bahwa keduanya bukan pegawai pemerintah, bukan aparatur sipil negara, dan tidak memiliki hubungan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Itu hanya modus yang dilakukan pelaku, serta-merta hanya untuk mengelabui para korban dan mendapatkan keuntungan,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menyebut dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial F dan B. Keduanya menawarkan konsep koperasi yang diklaim sebagai program resmi pemerintah untuk mendukung pelaku usaha kecil.</p>
<p>Menurut Hafiz, salah satu aksi mereka terjadi di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang. Saat itu, program yang ditawarkan mendapat respons dari masyarakat karena menjanjikan berbagai bentuk dukungan usaha. Bahkan terdapat pihak yang membantu menalangi biaya keanggotaan bagi ratusan peserta.</p>
<p>Tidak hanya di Lawang, kedua tersangka juga diketahui menjalankan pola serupa di wilayah Kecamatan Wajak dan Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran. Dalam setiap kegiatan, mereka menggunakan narasi yang sama untuk menarik minat masyarakat.</p>
<p>“Setelah kami melakukan penyelidikan terkait kebenaran usaha tersebut, ternyata semuanya merupakan penipuan atau semuanya palsu. Kami mendapatkan informasi kedua tersangka sedang melaksanakan sosialisasi serupa di wilayah Kecamatan Pagelaran, kemudian keduanya kami amankan,” pungkas Hafiz.</p>
<p>Kini kedua tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun lokasi tambahan yang pernah menjadi sasaran kegiatan para pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Malang Tambah 33 PNS Baru, Perkuat Daya Saing Kampus Bertaraf Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-malang-tambah-33-pns-baru-perkuat-daya-saing-kampus-bertaraf-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-malang-tambah-33-pns-baru-perkuat-daya-saing-kampus-bertaraf-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 33 ASN UIN Malang resmi diangkat menjadi PNS penuh. Penguatan SDM diharapkan mendukung daya saing kampus menuju reputasi internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39114c8d0b1.webp" length="60754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:33:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PNS UIN Malang, ASN UIN Malang, Muhtar Hazawawi, Pelantikan PNS, CPNS UIN Malang, Kampus Malang, Pendidikan Tinggi, Fakultas Saintek, Teknik Elektro UIN Malang, Berita Malang, Malang SJP, Perguruan Tinggi Islam, ASN Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melantik 33 aparatur sipil negara (ASN) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh dalam agenda Pelantikan Pengangkatan Pertama Dalam Jabatan Fungsional yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa percobaan para CPNS yang telah menjalani berbagai tahapan evaluasi sebelum memperoleh status PNS 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) sekaligus Pejabat Pembina Kepegawaian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, mengatakan pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia guna mendukung pengembangan kampus yang terus bergerak menuju reputasi internasional.</p>
<p>"Menjadi ASN tidak mudah karena harus melalui proses seleksi yang ketat. Oleh karena itu harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, ASN yang diangkat menjadi PNS penuh harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari integritas, disiplin, hingga rekam jejak moral yang baik selama menjalani masa percobaan.</p>
<p>"ASN harus berintegritas, tidak memiliki catatan pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan wewenang. Akhlak dan kedisiplinan juga menjadi bagian penting dalam penilaian," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, 33 ASN yang dilantik berasal dari berbagai jabatan fungsional, di antaranya dosen, pranata komputer, pustakawan, serta tenaga pengelola penerbitan ilmiah.</p>
<p>Muhtar berharap para ASN yang baru dilantik mampu beradaptasi dengan tuntutan perkembangan perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Terlebih, UIN Malang saat ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Islam unggulan yang memiliki reputasi nasional maupun internasional.</p>
<p>"UIN Malang adalah kampus yang membanggakan dan memiliki reputasi yang baik. Karena itu para dosen maupun tenaga kependidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan standar mutu yang terus berkembang," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, UIN Malang masih memiliki kebutuhan sumber daya manusia pada sejumlah bidang tertentu. Beberapa formasi dosen spesialis, terutama pada bidang kesehatan dan fakultas tertentu, masih memerlukan tambahan tenaga akademik.</p>
<p>"Kebutuhan itu akan diusulkan melalui formasi CPNS sesuai regulasi yang berlaku. Memang ada beberapa bidang yang masih membutuhkan tenaga dosen dengan kompetensi khusus," jelas dia.</p>
<p>Sementara itu, salah satu ASN yang dilantik, Utari Sanaba, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan seleksi hingga resmi menjadi PNS. Dosen Asisten Ahli Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang tersebut merupakan lulusan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).</p>
<p>Menurutnya, perjalanan dari proses seleksi hingga pengangkatan sebagai PNS penuh membutuhkan perjuangan yang tidak ringan.</p>
<p>"Mulai dari seleksi administrasi, SKD, SKB, wawancara hingga masa percobaan sebagai CPNS membutuhkan proses panjang dan menguras mental. Alhamdulillah hari ini bisa sampai pada tahap pengangkatan sebagai PNS penuh," ungkapnya.</p>
<p>Utari berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan Program Studi Teknik Elektro serta mendukung visi UIN Malang untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.</p>
<p>"Semoga kami bisa memberikan kontribusi terbaik untuk pengembangan Teknik Elektro dan kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Pemain Muda Berebut Tempat di Siadi Cup III, Lawang Jadi Pusat Talenta Sepak Bola</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-pemain-muda-berebut-tempat-di-siadi-cup-iii-lawang-jadi-pusat-talenta-sepak-bola</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-pemain-muda-berebut-tempat-di-siadi-cup-iii-lawang-jadi-pusat-talenta-sepak-bola</guid>
<description><![CDATA[ Turnamen U-19 Siadi Cup III di Lawang resmi dimulai, dihadiri pejabat Jatim, menjadi ajang pembinaan dan kompetisi ratusan pemain muda Malang Utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37f4ff29b01.webp" length="63546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 22:51:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Siadi Cup III, Lawang Malang, Sepak Bola U19, Emil Dardak, Bupati Malang, DPRD Jawa Timur, Pembinaan Atlet Muda, Sepak Bola Malang Utara, Turnamen Sepak Bola, Talenta Muda Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Ratusan pemain muda dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Lawang, Malang memadati Lapangan Kalisoerak, Kelurahan Kalirejo, Ahad (21/6/2026), untuk mengikuti ajang Siadi Cup III. Turnamen sepak bola usia 19 tahun ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk kemampuan generasi muda di wilayah Malang Utara.</p>
<p>Sebanyak 12 klub perwakilan desa dan kelurahan ambil bagian dalam kompetisi yang sejak laga pembuka langsung menyedot perhatian masyarakat pecinta sepak bola lokal. Atmosfer pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.</p>
<p>Pembukaan turnamen turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Malang Sanusi, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, serta Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Siadi, bersama tokoh masyarakat dan pecinta sepak bola.</p>
<p>Dalam sambutannya, Emil Dardak menilai pembinaan sepak bola usia muda di tingkat kecamatan seperti Lawang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah. Ia menyebut Malang Raya sebagai kawasan strategis yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi.</p>
<p>“Malang Raya telah berkembang menjadi kawasan strategis. Karena itu kami ingin memastikan Kecamatan Lawang dan sekitarnya juga menjadi pusat pertumbuhan atlet sepak bola yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” ujar Emil, Ahad (21/6/2026).</p>
<p>Sementara itu, Siadi selaku inisiator Siadi Cup menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan agenda pembinaan yang telah berjalan cukup lama dan kini dikemas lebih terstruktur sebagai ruang pengembangan bakat pemain muda dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Lawang.</p>
<p>Menurutnya, hampir setiap desa di Lawang memiliki SSB yang secara rutin melakukan pembinaan dasar kepada anak-anak muda. Namun, setelah tahap awal tersebut, para pemain membutuhkan kompetisi yang lebih kompetitif untuk mengasah kemampuan mereka.</p>
<p>“Di Lawang hampir setiap desa memiliki SSB. Setelah mendapatkan pembinaan dasar, mereka membutuhkan wadah untuk menyalurkan kemampuan dan mengembangkan bakatnya. Siadi Cup hadir untuk menjembatani proses tersebut,” ujar Siadi, kepada awak media.</p>
<p>Ia menambahkan, sepak bola saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga dengan peluang karier yang terbuka luas. Karena itu, ia berharap turnamen ini dapat menjadi pintu awal bagi pemain muda menuju kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Liga 3 hingga Liga profesional.</p>
<p>“Saya berharap dari turnamen ini akan lahir pemain-pemain yang mampu berkarier di Liga 3, Liga 2 bahkan Liga 1. Beberapa putra Lawang sudah berhasil menembus kompetisi nasional, bahkan ada yang sempat mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia,” katanya.</p>
<p>Siadi juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengembangan sepak bola usia muda, termasuk dukungan dari ASKAB dan ASPROV PSSI agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan dan lebih terarah.</p>
<p>“Pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi semua pihak agar ekosistemnya berjalan baik,” tegasnya.</p>
<p>Turnamen Siadi Cup III sendiri dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan mendatang dengan ratusan pemain muda yang akan saling berhadapan dalam pertandingan-pertandingan yang dipastikan berlangsung ketat.</p>
<p>Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan sportivitas generasi muda di Kabupaten Malang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanggapi Kritik Program MBG, Wagub Jatim Emil Dardak: Posisi Pemda Menyukseskan Kebijakan Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kritik-program-mbg-wagub-jatim-emil-dardak-posisi-pemda-menyukseskan-kebijakan-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kritik-program-mbg-wagub-jatim-emil-dardak-posisi-pemda-menyukseskan-kebijakan-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Pemprov Jatim menegaskan fokus pada sinkronisasi data dan pendampingan pelaksanaan MBG, sementara seluruh kebijakan operasional SPPG menjadi kewenangan BGN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37bb2c95529.webp" length="57910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:43:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim, BGN, SPPG, Lawang Malang, Siadi Cup, Stunting, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita, Pemprov Jatim, Jawa Timur, Program Presiden</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap fokus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski belakangan muncul berbagai kritik dan masukan terhadap pelaksanaannya. Pernyataan itu disampaikan Emil saat menghadiri kompetisi sepak bola Siadi Cup di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Menurut Emil, program MBG merupakan bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden. Karena itu, Pemprov Jatim memilih fokus membantu pelaksanaan program di daerah daripada terlibat dalam polemik yang berkembang.</p>
<p>“Kami melihat manfaat yang muncul dari pelaksanaan MBG. Bahkan BGN sendiri tidak mengingkari bahwa masih ada ruang-ruang penyempurnaan,” kata Emil, Ahad (21/06/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan <em>refocusing</em> sasaran penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemadanan data antara Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dan Dapodik, khususnya untuk jenjang SMA dan SMK negeri maupun swasta.</p>
<p>Data tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Harapannya, kebijakan tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi sasaran penting dalam percepatan penanganan stunting.</p>
<p>Emil juga menegaskan bahwa berbagai kebijakan terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pembukaan pendaftaran maupun status operasional dapur MBG, sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Menurutnya, peran pemerintah daerah lebih difokuskan pada sinkronisasi data, dukungan perizinan lingkungan, sanitasi, kesehatan, hingga penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa seperti dugaan keracunan makanan.</p>
<p>“Kami tidak berpendapat pribadi dan tidak mengomentari pendapat pribadi. Posisi Pemda sekarang adalah menyukseskan apa yang menjadi kebijakan pusat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan terus mendukung pelaksanaan MBG agar berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh daerah.</p>
<p>“Yang jelas kami siap untuk menyukseskan kebijakan Bapak Presiden di Jawa Timur,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan Penting Rektor Saat Wisuda UIN Malang: Kuasai AI, Jangan Tinggalkan Akhlak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-penting-rektor-saat-wisuda-uin-malang-kuasai-ai-jangan-tinggalkan-akhlak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-penting-rektor-saat-wisuda-uin-malang-kuasai-ai-jangan-tinggalkan-akhlak</guid>
<description><![CDATA[ Rektor UIN Malang mengingatkan 800 wisudawan agar menguasai AI sekaligus menjaga akhlak dan integritas untuk menghadapi tantangan dunia kerja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38c2f8bdf00.webp" length="28378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 19:10:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, Wisuda UIN Malang, Wisuda Ke 92, Ilfi Nur Diana, Artificial Intelligence, AI, Dunia Kerja, Pendidikan Tinggi, Kampus Malang, Mahasiswa Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Akhlak, Integritas, Outcome Based Education, Pendidikan Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif menjadi perhatian dalam pelaksanaan Wisuda Ke-92 Periode II Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.</p>
<p>Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, para lulusan diingatkan agar tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjaga akhlak dan integritas.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., saat mengukuhkan 800 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung Jenderal Besar Soeharto, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a38c38c91f43.webp" alt=""></p>
<p>“Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus ini harus menjadi bekal untuk membangun karier, mengembangkan diri, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadilah pribadi yang mampu membanggakan orang tua, masyarakat, dan almamater,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Prof. Ilfi menjelaskan, kebutuhan dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat dinamis. Karena itu, perguruan tinggi dituntut menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang kini digunakan di berbagai bidang pekerjaan.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, UIN Malang terus melakukan penguatan kurikulum melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE). Melalui sistem tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali penguasaan disiplin ilmu, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan menyelesaikan persoalan secara efektif.</p>
<p>“Skill AI saat ini menjadi tuntutan dunia kerja. Namun kemampuan teknologi saja tidak cukup. Lulusan juga harus memiliki kecakapan problem solving, berpikir analitis, kritis, dan tetap mengedepankan akhlak mulia sebagai fondasi utama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menilai kemampuan profesional harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Menurutnya, keunggulan lulusan UIN Malang terletak pada perpaduan antara kompetensi akademik dan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kampus.</p>
<p>“Kompetensi penting, tetapi akhlak dan integritas jauh lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan dan karier. Lulusan UIN Malang harus mampu menunjukkan keduanya,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Associate Professor H. Basri, M.A., Ph.D., melaporkan bahwa sebanyak 800 lulusan mengikuti Wisuda Ke-92 Periode II Tahun 2026.</p>
<p>Jumlah tersebut terdiri dari 162 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 90 lulusan Fakultas Syariah, 14 lulusan Fakultas Humaniora, 63 lulusan Fakultas Psikologi, 81 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi, 161 lulusan Fakultas Ekonomi, 45 lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta 184 lulusan Pascasarjana.</p>
<p>Berdasarkan data akademik, peserta wisuda terdiri atas 328 laki-laki dan 472 perempuan. Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi pengukuhan yang turut dihadiri keluarga para lulusan.</p>
<p>Melalui wisuda periode ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai moral, karakter, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi tantangan masa mendatang. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bawa Sajam Saat Suroan, Dua Pemuda Terjaring Penyekatan Polisi di Singosari Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengamanan-1-muharram-di-malang-dua-pembawa-sajam-diamankan-saat-penyekatan-di-singosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengamanan-1-muharram-di-malang-dua-pembawa-sajam-diamankan-saat-penyekatan-di-singosari</guid>
<description><![CDATA[ Dua pemuda ditetapkan tersangka setelah kedapatan membawa karambit dan badik saat pengamanan 1 Muharram di Singosari. Polisi juga menindak delapan sepeda motor pelanggar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a339eacd614c.webp" length="62788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 13:58:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, 1 Muharram, Tahun Baru Islam, Suroan Malang, Senjata Tajam, Sajam, Singosari, Karanglo Singosari, Pengesahan Warga Baru, Perguruan Silat, AKBP Muhammad Taat Resdi, Hafiz Prasetia Akbar, Kabupaten Malang, Berita Malang, Kamtibmas Malang, Polisi Malang, Malang Raya, Operasi Penyekatan, Pengamanan Suroan, Pengamanan 1 Muharram</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Malang mengamankan dua orang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di tengah ketatnya pengamanan malam 1 Muharram atau malam satu Suro. </p>
<p></p>
<p>Keduanya terjaring dalam operasi penyekatan yang digelar petugas di kawasan Jalan Raya Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Rabu (17/6/2026) dini hari.</p>
<p></p>
<p>Selain mengamankan dua pemuda tersebut, polisi juga menindak delapan unit sepeda motor. Kendaraan-kendaraan ini ditilang karena nekat melanggar aturan lalu lintas saat berusaha menerobos titik penyekatan petugas.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa operasi penyekatan ini merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk menjaga keamanan wilayah. Langkah ini diambil bersamaan dengan adanya rangkaian kegiatan pengesahan warga baru dari salah satu perguruan pencak silat di Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>Menurut AKBP Taat, acara pengesahan semacam ini kerap memicu kedatangan massa pendukung atau penggembira dalam jumlah besar dari berbagai daerah. Jika tidak diantisipasi, pergerakan massa ini berpotensi menimbulkan konvoi, arak-arakan di jalan raya, hingga gangguan ketertiban umum.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan analisis kerawanan yang telah kami petakan, kegiatan ini berpotensi mendatangkan massa dari berbagai wilayah. Karena itu, kami melakukan pengamanan dan penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi pergerakan massa di luar ketentuan yang telah ditetapkan," ujar AKBP Taat Resdi dalam jumpa pers di Mapolres Malang.</p>
<p></p>
<p>Polres Malang sendiri menyebar titik penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan dan jalur pintu masuk utama Kabupaten Malang. Beberapa titik strategis tersebut meliputi Kecamatan Lawang, Pakis, Dau, Sumberpucung, hingga Singosari.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data pihak kepolisian, kedua pemuda pembawa sajam tersebut ditangkap dalam waktu yang hampir bersamaan di lokasi penyekatan Singosari.</p>
<p></p>
<p>Petugas pertama kali menghentikan seorang pemuda berinisial MAR (20) sekitar pukul 00.30 WIB. Pemuda asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini dihentikan saat mengendarai sepeda motor. Ketika petugas melakukan pemeriksaan kendaraan, ditemukan satu bilah senjata tajam jenis karambit dengan panjang bilah sekitar 13 sentimeter.</p>
<p></p>
<p>Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 01.00 WIB, polisi kembali mengamankan seorang pemuda berinisial RK (19). Diketahui, RK merupakan seorang mahasiswa asal Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang saat ini sedang menempuh studi di Malang. Saat dilakukan pemeriksaan badan, polisi menemukan satu bilah badik sepanjang 20 sentimeter yang diselipkan di celana sebelah kirinya.</p>
<p></p>
<p>Selain menyita senjata tajam jenis karambit dan badik, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya dari tangan kedua tersangka. Barang bukti tersebut di antaranya: Satu set pakaian bela diri; jaket bertuliskan "PunkSther Malang Selatan"; satu buah kaus berwarna hitam; dan dua unit sepeda motor yang dikendarai oleh para tersangka.</p>
<p></p>
<p>AKBP Taat menegaskan bahwa kedua pemuda ini bukanlah peserta inti atau calon warga yang akan disahkan oleh perguruan silat, melainkan sekadar massa penggembira yang berniat menuju ke lokasi acara.</p>
<p></p>
<p>"Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mereka sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Malang," tegas Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Di luar penangkapan dua pemuda bersajam dan penilangan delapan motor yang mencoba menerobos barikade petugas, secara umum situasi perayaan malam 1 Suro di Kabupaten Malang berlangsung sangat aman.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Malang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, pengurus perguruan silat, serta para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Berkat kerja sama yang baik, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat terjaga dengan baik.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada konvoi besar maupun arak-arakan yang sampai mengganggu aktivitas masyarakat luas. Secara umum, situasi kamtibmas di Kabupaten Malang berjalan aman, damai, dan terkendali," tutup AKBP Taat.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar, mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara terkait alasan kedua pemuda tersebut nekat membawa senjata tajam ke tempat umum.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi, motif membawa senjata tajam tersebut adalah untuk menjaga diri atau berjaga-jaga selama perjalanan menuju lokasi kegiatan. Selain itu, rencananya senjata tersebut akan digunakan untuk berfoto-foto saat tiba di lokasi pengesahan," urai AKP Hafiz. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>AKP Bambang Subinajar Tinggalkan Humas Polres Malang, Siap Emban Tugas Baru sebagai Kapolsek Pakis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akp-bambang-subinajar-tinggalkan-humas-polres-malang-siap-emban-tugas-baru-sebagai-kapolsek-pakis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akp-bambang-subinajar-tinggalkan-humas-polres-malang-siap-emban-tugas-baru-sebagai-kapolsek-pakis</guid>
<description><![CDATA[ AKP Bambang Subinajar resmi meninggalkan jabatan Kasihumas Polres Malang setelah mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Pakis dalam rotasi organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31364f74334.webp" length="49594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 19:31:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Kapolsek Pakis, AKP M Budiono, AKBP Muhammad Taat Resdi, Humas Polri, Polri Presisi, Berita Malang, Kepolisian Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Jabatan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang resmi berganti. AKP Bambang Subinajar yang selama ini menjadi wajah komunikasi publik Polres Malang mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Pakis.</p>
<p>Pergantian jabatan tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi di halaman Mapolres Malang, Senin (15/6/2026). Posisi Kasihumas kini diemban AKP M Budiono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Wonosari.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKP Bambang selama memimpin fungsi kehumasan dan membangun komunikasi publik yang efektif antara Polri dengan masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, peran kehumasan memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.</p>
<p>“Peran fungsi kehumasan saat ini sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Saya mengucapkan terima kasih kepada AKP Bambang Subinajar atas pengabdian dan kontribusinya dalam menyampaikan berbagai informasi kepolisian secara cepat, akurat, dan edukatif kepada masyarakat,” ujar AKBP Taat.</p>
<p>Ia menegaskan, keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat melalui berbagai kanal informasi.</p>
<p>“Kepercayaan publik harus terus dijaga melalui keterbukaan informasi, pelayanan yang humanis, serta komunikasi yang konstruktif. Karena itu, fungsi kehumasan menjadi bagian penting dalam mendukung program Polri Presisi,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, AKP Bambang Subinajar mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres Malang, insan media, dan masyarakat yang selama ini menjadi mitra dalam penyebarluasan informasi kepolisian.</p>
<p>“Selama menjalankan amanah sebagai Kasihumas, kami berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pihak. Terima kasih kepada rekan-rekan media dan masyarakat yang telah menjadi mitra dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan bermanfaat,” ujar Bambang.</p>
<p>Ia berharap sinergi yang selama ini terjalin antara Polres Malang dan media massa dapat terus diperkuat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.</p>
<p>AKP Bambang juga memohon doa restu atas amanah barunya sebagai Kapolsek Pakis. Menurutnya, setiap penugasan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, AKP M Budiono resmi menerima tongkat estafet sebagai Kasihumas Polres Malang. Kapolres berharap pejabat baru mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam strategi komunikasi publik.</p>
<p>“Pergantian jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Saya berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dan terus berinovasi dalam membangun komunikasi publik yang positif,” pungkas AKBP Taat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengasuh Ponpes Tersangka Pencabulan di Malang Ditahan, Kapolres Bantah Ada Penjemputan Paksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-tersangka-pencabulan-di-malang-ditahan-kapolres-bantah-ada-penjemputan-paksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-tersangka-pencabulan-di-malang-ditahan-kapolres-bantah-ada-penjemputan-paksa</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menegaskan bahwa tersangka tidak ditangkap ataupun dijemput oleh petugas, melainkan datang sendiri ke Mapolres Malang sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30e40ef13cb.webp" length="33694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 16:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Pencabulan, Pelecehan Seksual, Pondok Pesantren, Kabupaten Malang, Sat PPA, AKBP Muhammad Taat Resdi, Hukum Malang, Berita Malang, SJP News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Polres Malang meluruskan informasi yang beredar terkait dengan penanganan kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang.</p>
<p>Polisi menegaskan bahwa tersangka tidak ditangkap ataupun dijemput oleh petugas, melainkan datang sendiri ke Mapolres Malang sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan bahwa perkara tersebut saat ini telah memasuki tahap penyidikan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup. Penanganan kasus dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang.</p>
<p>"Memang ini kasus kaitannya dengan kesusilaan. Jadi mohon maaf saya tidak bisa memberikan banyak informasi secara detail. Namun secara umum, kasus itu saat ini dalam proses penyidikan oleh Sat PPA Polres Malang," ujar Taat saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026) usai agenda sertijab.</p>
<p>Menurutnya, status perkara telah meningkat dari penyelidikan menjadi penyidikan. Penyidik juga telah menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka dan melakukan penahanan demi kepentingan proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>"Statusnya sudah penyidikan, sudah penetapan tersangka, dan tersangka sudah dilakukan penahanan," katanya.</p>
<p>Taat menjelaskan bahwa sebelum penetapan tersangka dilakukan, yang bersangkutan datang secara kooperatif ke Polres Malang untuk memberikan keterangan terkait dengan perkara yang sedang ditangani penyidik.</p>
<p>"Tersangka, yang saat itu masih terduga pelaku, secara kooperatif datang ke Polres Malang. Bukan dijemput, bukan dikejar, tetapi datang sendiri ke Polres Malang dan menyampaikan kronologi permasalahannya," ungkapnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penyampaian tersebut penting untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai proses penanganan terhadap tersangka.</p>
<p>"Ini penting saya sampaikan untuk meluruskan apa yang menjadi simpang siur. Jadi tersangka ini datang ke Polres Malang secara sendiri, kemudian menyampaikan kronologi perkaranya dan kami tindak lanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku," lanjutnya.</p>
<p>Kapolres memastikan perkara tersebut telah memiliki pelapor dan saat ini masih terus didalami oleh penyidik. Penetapan tersangka, kata dia, dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup berdasarkan hasil gelar perkara.</p>
<p>"Kalau kita sudah proses sidik dan sudah menetapkan tersangka, itu artinya berdasarkan gelar perkara sudah ada alat bukti dalam proses penyidikan," tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, puluhan anggota organisasi sosial dan keagamaan Yakuza Maneges mendatangi Mapolres Malang pada Sabtu (13/6/2026). Kedatangan mereka dipimpin oleh Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba untuk mengantarkan korban dugaan pelecehan seksual agar mendapatkan pendampingan dan penanganan hukum dari kepolisian.</p>
<p>Tidak lama berselang, terduga pelaku juga mendatangi Mapolres Malang untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Proses pemeriksaan kemudian berlanjut hingga perkara dinaikkan ke tahap penyidikan dan berujung pada penetapan tersangka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinilai Tidak Becus dan Egois, DPRD Desak Bupati Malang Copot Kepala DPKPCK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinilai-tidak-becus-dan-egois-dprd-desak-bupati-malang-copot-kepala-dpkpck</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinilai-tidak-becus-dan-egois-dprd-desak-bupati-malang-copot-kepala-dpkpck</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya sistem yang perlu dirombak, tetapi kepemimpinan pada perangkat daerah tersebut juga harus diganti karena gagal total menjalankan roda organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30e2499ae06.webp" length="25552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 15:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, DPKPCK Kabupaten Malang, Dinas Cipta Karya, Bupati Malang, Redam Guruh Krismantara, Fraksi PDI Perjuangan, Pokir DPRD, Sekolah Rusak, APBD 2025, Berita Malang, Kabupaten Malang, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kinerja buruk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang memicu kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, fraksi tersebut bahkan mendesak Bupati Malang segera mengevaluasi dan mencopot pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak becus tersebut.</p>
<p></p>
<p>Melalui juru bicaranya, Redam Guruh Krismantara, Fraksi PDI Perjuangan membongkar rapor merah DPKPCK yang dinilai gagal membangun komunikasi kelembagaan, tidak tanggap merespons aspirasi masyarakat, serta abai dalam menindaklanjuti berbagai usulan pembangunan yang disalurkan melalui DPRD.</p>
<p></p>
<p>"Kami memandang perlu adanya pembenahan serius terhadap tata kelola pelayanan dan pola komunikasi kelembagaan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang," tegas Redam dalam rapat paripurna yang digelar Senin (15/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPKPCK dan DPRD sangat buruk, padahal DPRD memiliki fungsi penganggaran, legislasi, serta pengawasan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.</p>
<p></p>
<p>Fraksi PDI Perjuangan menilai manajemen DPKPCK cenderung tertutup sehingga sejumlah masukan dan aspirasi krusial yang disampaikan DPRD kerap kali dimentahkan dan tidak ditindaklanjuti secara maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Mengabaikan komunikasi, koordinasi maupun masukan yang disampaikan DPRD bukan sekadar persoalan etika birokrasi, melainkan berpotensi mencederai prinsip checks and balances yang menjadi roh demokrasi pemerintahan daerah," ujar Redam.</p>
<p></p>
<p>Selain bobroknya pola komunikasi, fraksi berlambang banteng moncong putih itu juga membeberkan mandeknya sejumlah usulan pembangunan yang berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, khususnya pada sektor pendidikan. </p>
<p></p>
<p>Proyek fisik sekolah berjalan sangat lamban, padahal laporan kerusakan fasilitas sekolah yang mengancam keselamatan siswa telanjur menumpuk dan butuh penanganan darurat.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai birokrasi menjadi begitu sibuk mempertahankan ego kelembagaannya hingga lupa bahwa keselamatan anak-anak sekolah adalah prioritas yang tidak boleh ditawar," katanya.</p>
<p></p>
<p>Fraksi PDI Perjuangan juga menelanjangi keterlambatan pelaksanaan sejumlah agenda strategis yang menjadi wewenang DPKPCK. </p>
<p></p>
<p>Lambatnya kinerja OPD ini dinilai sebagai bukti nyata buruknya manajemen kebijakan dan rapuhnya tata kelola pembangunan dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Atas rentetan kegagalan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan meminta Bupati Malang selaku Pejabat Pembina Kepegawaian untuk melakukan evaluasi total terhadap Kepala DPKPCK Kabupaten Malang. Bahkan, fraksi tersebut merekomendasikan pelaksanaan uji kompetensi ulang karena meragukan kapasitas kepemimpinan dan manajerial pejabat yang bersangkutan.</p>
<p></p>
<p>"Kami merekomendasikan dilakukannya uji kompetensi ulang sebagai bentuk evaluasi objektif untuk memastikan jabatan strategis tersebut ditempati figur yang memiliki kapasitas teknokratis, kemampuan komunikasi publik, sensitivitas politik pemerintahan serta kecakapan menerjemahkan visi pembangunan daerah menjadi kebijakan yang konkret dan terukur," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fraksi PDI Perjuangan, ketidakbecusan dinas ini dalam mengeksekusi program pembangunan harus diselesaikan. Tidak hanya sistem yang perlu dirombak, tetapi kepemimpinan pada perangkat daerah tersebut juga harus diganti karena gagal total menjalankan roda organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Ketika pembangunan mulai kehilangan arah, maka yang pertama kali harus dievaluasi bukan peta jalannya, melainkan nahkoda yang memegang kemudinya," pungkas Redam. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Loket Pantai Pasir Panjang Malang Pindah, Pengelola Bangun Fasilitas dari Nol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/loket-pantai-pasir-panjang-malang-pindah-pengelola-bangun-fasilitas-dari-nol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/loket-pantai-pasir-panjang-malang-pindah-pengelola-bangun-fasilitas-dari-nol</guid>
<description><![CDATA[ Sekarang Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang punya loket sendiri-sendiri. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih tiket dan pengelolaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30da2bdc627.webp" length="152094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 14:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Pasir Panjang, Pantai Ngliyep, Wisata Malang Selatan, Jalur Lintas Selatan, Wisata Kabupaten Malang, Jasa Yasa, KTH Pasir Panjang, Tiket Wisata, Loket Wisata, Destinasi Malang, Wisata Pantai Malang, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Penataan kawasan wisata di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang membawa perubahan baru bagi pengelolaan destinasi Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang. Kedua destinasi yang selama ini berada dalam satu akses masuk kini sepakat menerapkan sistem loket terpisah guna menghindari tumpang-tindih pengelolaan tiket wisata.</p>
<p></p>
<p>Kesepakatan tersebut membuat pengelola Pantai Pasir Panjang harus memindahkan loket pelayanan ke lokasi baru sekaligus membangun kembali sejumlah fasilitas pendukung yang sebelumnya tersedia di lokasi lama.</p>
<p></p>
<p>Pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) sekaligus pengelola Pantai Pasir Panjang, Arifin, mengatakan bahwa pemisahan loket dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Sekarang Ngliyep dan Pasir Panjang punya loket sendiri-sendiri. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih tiket dan pengelolaan,” kata Arifin saat ditemui di kawasan Pantai Pasir Panjang, Senin (15/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut disepakati bersama demi memperjelas sistem pelayanan wisatawan yang berkunjung ke masing-masing destinasi. Pantai Ngliyep berada di bawah pengelolaan Jasa Yasa, sedangkan Pantai Pasir Panjang dikelola oleh KTH setempat.</p>
<p></p>
<p>Meski mendukung kebijakan tersebut, Arifin mengakui relokasi loket menimbulkan sejumlah konsekuensi bagi pengelola. Berbagai fasilitas yang selama ini dibangun secara swadaya di lokasi lama tidak dapat dimanfaatkan kembali setelah perpindahan dilakukan.</p>
<p></p>
<p>“Kami sebelumnya membangun sendiri fasilitas loket, termasuk jaringan listrik. Ketika pindah, sebagian besar tidak bisa dipindahkan dan harus membangun lagi dari awal,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain jaringan listrik, pengelola juga harus merelakan fasilitas saluran air bersih yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Menurut Arifin, pemindahan jaringan air tidak mungkin dilakukan karena membutuhkan pemasangan pipa dengan jarak yang cukup jauh.</p>
<p></p>
<p>“Kalau air harus menarik pipa lebih dari satu kilometer. Jadi praktis harus mencari solusi baru,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung pembangunan fasilitas di lokasi baru, pengelola sebelumnya mendapat informasi akan menerima bantuan dari Bapenda Kabupaten Malang sebesar Rp15 juta. Bantuan tersebut direncanakan untuk membantu pembangunan loket baru sebagai dampak relokasi akses masuk wisata.</p>
<p></p>
<p>Namun, hingga pertengahan Juni 2026, bantuan yang dijanjikan tersebut belum juga diterima oleh pengelola. Kondisi itu membuat proses pembangunan harus dilakukan secara bertahap sambil menunggu kepastian pencairan anggaran.</p>
<p></p>
<p>“Informasinya bantuan Rp15 juta untuk pembangunan loket baru. Sampai sekarang belum turun,” tegas Arifin.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kebutuhan pembangunan di lokasi baru cukup besar karena hampir seluruh fasilitas harus dibangun kembali. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan anggaran yang telah dijanjikan dapat segera direalisasikan agar pembangunan berjalan lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>“Kami berharap bantuan itu bisa segera direalisasikan. Kalau memungkinkan ditambah menjadi sekitar Rp20 juta tentu akan sangat membantu karena kebutuhan pembangunan cukup banyak,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Arifin juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam rapat awal yang membahas relokasi loket wisata. Saat pembahasan pertama dilakukan, yang hadir disebut hanya unsur pemerintah desa, kecamatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.</p>
<p></p>
<p>“Kami sebagai pengelola Pasir Panjang tidak diundang dalam rapat pertama itu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pengelola menegaskan tetap menghormati keputusan pemerintah mengenai pemisahan loket dan penataan kawasan wisata. Mereka berharap sistem baru tersebut dapat memberikan kepastian pengelolaan bagi masing-masing destinasi sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malang Selatan.</p>
<p></p>
<p>Dengan diterapkannya sistem loket terpisah, wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Ngliyep maupun Pantai Pasir Panjang mendatang akan dilayani melalui pintu masuk dan loket masing-masing sesuai dengan pengelola destinasi.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini ditulis, pihak Bapenda Kabupaten Malang belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian pencairan bantuan pembangunan loket Pantai Pasir Panjang yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada pengelola. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Sopir Nakal Terendus GPS, Polisi Ungkap Pencurian Barang Gudang Resto di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-sopir-nakal-terendus-gps-polisi-ungkap-pencurian-barang-gudang-resto-di-turen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-sopir-nakal-terendus-gps-polisi-ungkap-pencurian-barang-gudang-resto-di-turen</guid>
<description><![CDATA[ Dua sopir distribusi di Kabupaten Malang ditangkap setelah diduga membawa dan menyimpan barang perusahaan secara ilegal dengan kerugian mencapai Rp4,1 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e9f4740c63.webp" length="41426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Satreskrim Polres Malang, Pencurian Gudang, Turen Malang, Kasus Pencurian, Sopir Distribusi, Kriminal Malang, Berita Malang, Kabupaten Malang, GPS Kendaraan, Resto Ocean Garden, Hukum dan Kriminal, Polisi Malang, Malang Raya, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dugaan penggelapan barang distribusi milik sebuah restoran di Kecamatan Turen akhirnya terbongkar setelah sistem pelacakan kendaraan menunjukkan adanya pergerakan mencurigakan. Temuan tersebut mengantarkan polisi mengamankan dua sopir yang diduga membawa dan menyimpan sebagian muatan tanpa seizin perusahaan.</p>
<p>Kedua tersangka masing-masing berinisial R (33), warga Kecamatan Dampit, dan S (42), warga Kecamatan Turen. Keduanya diduga mencuri sejumlah barang milik perusahaan saat menjalankan tugas distribusi.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak perusahaan menemukan kejanggalan pada rute kendaraan distribusi yang digunakan kedua pelaku.</p>
<p>"Peristiwa ini diketahui setelah pihak perusahaan melakukan pengecekan terhadap pergerakan kendaraan melalui sistem GPS. Dari hasil pemantauan, kendaraan tidak berjalan sesuai rute pengiriman yang telah ditentukan sehingga menimbulkan kecurigaan," kata AKP Bambang, Ahad (14/6/2026).</p>
<p>Setelah dilakukan klarifikasi, kedua sopir tersebut mengakui telah menurunkan sebagian barang muatan di lokasi lain tanpa seizin perusahaan. Barang-barang tersebut kemudian diketahui disimpan di sebuah rumah di wilayah Desa Kemulan, Kecamatan Turen.</p>
<p>"Petugas bersama pihak perusahaan kemudian melakukan pengecekan dan menemukan barang-barang yang sebelumnya diambil tanpa izin dari gudang. Seluruh barang bukti berhasil diamankan," ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka diduga sengaja menambah sendiri jumlah barang yang dimuat ke dalam kendaraan distribusi saat proses pengiriman berlangsung. Modus tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan petugas gudang maupun pihak perusahaan.</p>
<p>"Motif sementara yang didalami adalah untuk menguasai barang milik perusahaan dengan cara memasukkan tambahan barang ke dalam mobil boks saat proses distribusi. Barang tersebut kemudian disimpan di lokasi lain untuk kepentingan pribadi," jelas AKP Bambang.</p>
<p>Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sembilan jeriken minyak goreng merek Sania berkapasitas 18 liter, dua karung beras merek Mentari masing-masing seberat 25 kilogram, serta empat botol minuman bersoda. Total kerugian yang dialami perusahaan ditaksir mencapai Rp4,1 juta.</p>
<p>Mendapat laporan dari pihak perusahaan, gabungan Unit Opsnal 3 Satreskrim Polres Malang dan Unit Reskrim Polsek Turen yang dipimpin Ipda Andreas Surya Wiramakara Watratan langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>"Berkat respons cepat petugas, para pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sehingga kasus dapat segera diungkap. Saat ini tersangka telah diserahkan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tegas AKP Bambang.</p>
<p>Kedua tersangka kini dijerat pasal tindak pidana pencurian dan masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Satreskrim Polres Malang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efek Starlight Festival, Pantai Balekambang Ramai Wisatawan Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efek-starlight-festival-pantai-balekambang-ramai-wisatawan-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efek-starlight-festival-pantai-balekambang-ramai-wisatawan-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Starlight Festival di Pantai Balekambang sukses menarik wisatawan dari berbagai daerah. Sebanyak 60 persen peserta berasal dari luar Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e9d6c4091c.webp" length="58302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 21:45:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Balekambang, Starlight Festival, Wisata Malang, Kabupaten Malang, Wisata Jawa Timur, Camping Pantai, Wisatawan, Pariwisata Malang, Malang Selatan, Balekambang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Gelaran <em>Starlight</em> Festival memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata di Pantai Balekambang. Event yang mengusung konsep camping dan hiburan di tepi pantai itu berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari luar Kabupaten Malang.</p>
<p>Kepala Unit Balekambang, Wijang Erlangga Pratama, mengatakan sekitar 60 persen peserta yang mengikuti kegiatan tersebut datang dari luar Malang. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, dan sejumlah daerah lainnya.</p>
<p>“Sekitar 40 persen peserta berasal dari Malang, sedangkan 60 persen dari luar Malang. Ini menunjukkan daya tarik Pantai Balekambang semakin dikenal luas,” ujar Wijang, Sabtu (13/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari habis terjualnya seluruh paket camping yang disediakan panitia. Sebanyak 366 paket tenda dengan kapasitas maksimal empat orang per paket ludes dipesan peserta sebelum acara berlangsung.</p>
<p>Mayoritas peserta berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja muda hingga keluarga muda yang ingin merasakan pengalaman berkemah di kawasan pantai dengan konsep hiburan yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>Selain camping, Starlight Festival menghadirkan berbagai atraksi yang menjadi magnet pengunjung. Salah satunya dekorasi sekitar 1.000 lilin pantai yang dipasang di sepanjang area kegiatan untuk menciptakan suasana romantis pada malam hari.</p>
<p>“Konsepnya memang romantis. Area pantai dan lokasi kegiatan dipenuhi lilin pantai. Untuk area panggung menggunakan lilin LED, sedangkan di sekitar tenda menggunakan lilin putih yang dikemas khusus,” jelasnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali penampilan musik senja dan DJ performance saat matahari terbenam. Memasuki malam hari, suasana semakin meriah dengan pertunjukan band, penerbangan lampion, pesta kembang api, serta permainan tata cahaya di kawasan pura Pantai Balekambang.</p>
<p>“Puncak acaranya penerbangan lampion, kembang api dan lighting yang berlangsung bersamaan diiringi penampilan band,” kata Wijang.</p>
<p>Tak hanya menyasar anak muda, panitia juga menyiapkan aktivitas ramah keluarga berupa perang air massal pada pagi hari menggunakan pistol air yang telah disediakan dalam setiap paket camping.</p>
<p>Keberhasilan menarik wisatawan lintas daerah tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Malang.</p>
<p>Kehadiran event kreatif seperti Starlight Festival tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Pantai Balekambang sebagai salah satu destinasi unggulan di pesisir selatan Jawa Timur. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nekat Lewat Jalur Terlarang Semeru, Pendaki Dievakuasi dari Jurang Sedalam 800 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nekat-lewat-jalur-terlarang-semeru-pendaki-dievakuasi-dari-jurang-sedalam-800-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nekat-lewat-jalur-terlarang-semeru-pendaki-dievakuasi-dari-jurang-sedalam-800-meter</guid>
<description><![CDATA[ Operasi penyelamatan berlangsung dalam medan ekstrem lereng Semeru. Tim gabungan mengevakuasi korban patah kaki setelah terjatuh ke jurang kawasan Purbakala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23d297dbcb7.webp" length="38254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 14:57:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendaki Semeru, Gunung Semeru, Jalur Purbakala, Ampelgading, Polres Malang, Basarnas, Evakuasi Pendaki, Kabupaten Malang, Pendakian Ilegal, Berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seorang pendaki Gunung Semeru yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintasi jalur ilegal Purbakala di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.</p>
<p>Korban berhasil diselamatkan setelah operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari di medan ekstrem lereng Semeru.</p>
<p>Korban diketahui bernama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18). Ia mendaki bersama dua rekannya melalui jalur Purbakala pada Sabtu (30/5/2026), yang diketahui bukan merupakan jalur resmi pendakian menuju Gunung Semeru.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, ketiga pendaki tersebut tetap melanjutkan perjalanan meski sebelumnya telah mendapat peringatan dari penjaga kawasan mengenai risiko dan bahaya jalur yang akan dilalui.</p>
<p>"Korban bersama dua rekannya diketahui melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan," ujar AKP Bambang, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p>Peristiwa itu terungkap setelah keluarga korban kehilangan kontak dan tidak dapat menghubungi Ananda. Pada Senin (1/6/2026), keluarga menerima informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terjatuh ke jurang saat melakukan pendakian. Sebelum komunikasi terputus, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhirnya.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, serta tenaga kesehatan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan pertolongan.</p>
<p>Menurut AKP Bambang, medan yang harus dilalui tim penyelamat tergolong sangat berat. Lokasi korban berada di area jurang curam dengan akses yang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap.</p>
<p>"Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan dari dasar jurang," jelasnya.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan pemeriksaan medis. Sementara Ananda yang mengalami patah kaki harus menjalani proses evakuasi lanjutan karena membutuhkan penanganan khusus.</p>
<p>Pada Jumat (5/6/2026), tim gabungan kembali menuju lokasi korban dan melakukan proses pengangkatan menggunakan sistem tali dari dasar jurang. Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa menuju Pos Tamanbali, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, sebelum dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit.</p>
<p>"Korban yang mengalami patah kaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat," terang AKP Bambang.</p>
<p>Polres Malang mengingatkan masyarakat, khususnya para pendaki, agar tidak menggunakan jalur ilegal maupun jalur yang tidak direkomendasikan untuk aktivitas pendakian. Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan, jalur tersebut juga menyulitkan proses pencarian dan pertolongan apabila terjadi kecelakaan.</p>
<p>"Kami mengingatkan para pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi, mematuhi aturan yang berlaku, dan mengutamakan keselamatan. Jalur ilegal memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi dan dapat membahayakan jiwa," pungkasnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, Bupati Malang Rencanakan Perluasan Air Bersih untuk Daerah Kekeringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/melalui-perumda-tirta-kanjuruhan-bupati-malang-rencanakan-perluasan-air-bersih-untuk-daerah-kekeringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/melalui-perumda-tirta-kanjuruhan-bupati-malang-rencanakan-perluasan-air-bersih-untuk-daerah-kekeringan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang HM Sanusi menegaskan perluasan layanan air bersih ke wilayah rawan kekeringan menjadi prioritas pembangunan melalui Perumda Tirta Kanjuruhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fe511a053e.webp" length="36580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 15:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Bupati Malang, HM Sanusi, Tirta Kanjuruhan, Air Bersih, Malang Selatan, Gedangan, Pagak, Bantur, Kalipare, Sumbermanjing Wetan, Perumda Tirta Kanjuruhan, HUT Tirta Kanjuruhan, Infrastruktur, Pelayanan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperluas jaringan layanan air minum, khususnya ke kawasan Malang Selatan yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Sanusi saat menghadiri peringatan HUT ke-45 Perumda Tirta Kanjuruhan sekaligus membuka pelatihan calon pimpinan direksi di kantor Perumda Tirta Kanjuruhan, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Menurut Sanusi, sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Malang masih menjadi fokus pengembangan jaringan air bersih. Daerah seperti Gedangan, Bantur, Pagak, Donomulyo, Kalipare, hingga Sumbermanjing Wetan masuk dalam prioritas karena kerap menghadapi persoalan kekeringan saat musim kemarau.</p>
<p>"Wilayah yang sering mengalami kekeringan menjadi prioritas. Program ini terus berjalan secara bertahap dan kami berharap dapat dituntaskan hingga tahun 2027 dan 2028," ujar Sanusi kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebagian wilayah telah mulai menikmati layanan air bersih hasil pembangunan jaringan yang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan. Pada tahun ini, pengembangan jaringan akan dilanjutkan ke Kecamatan Pagak agar semakin banyak warga yang memperoleh akses air minum layak.</p>
<p>"Pembangunan terus dilakukan. Beberapa daerah sudah terlayani dan tahun ini dilanjutkan ke Pagak agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.</p>
<p>Selain membahas pengembangan layanan air bersih, Sanusi juga mengapresiasi perjalanan Perumda Tirta Kanjuruhan yang telah memasuki usia ke-45 tahun. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam operasionalnya.</p>
<p>"Pelayanan kepada masyarakat semakin baik karena sudah didukung teknologi informasi. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik," tuturnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Sanusi membuka pelatihan calon pimpinan direksi yang diikuti 30 peserta dari lingkungan Perumda Tirta Kanjuruhan. Ia menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan perusahaan.</p>
<p>"SDM yang berkualitas akan menentukan kemajuan perusahaan. Karena itu pelatihan dan sertifikasi perlu terus dilakukan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai aturan dan target yang ditetapkan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan H. Syamsul Hadi mengatakan peringatan HUT ke-45 tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas pegawai sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan perusahaan.</p>
<p>"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang mampu melanjutkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Syamsul.</p>
<p>Selain pelatihan, rangkaian peringatan HUT ke-45 Perumda Tirta Kanjuruhan juga diisi kegiatan outbound bagi karyawan dan bakti sosial di Kecamatan Gedangan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Tutup Kasus Wedi Awu, Kapolres Tegaskan Proses Dihentikan Secara Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-tutup-kasus-wedi-awu-kapolres-tegaskan-proses-dihentikan-secara-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-tutup-kasus-wedi-awu-kapolres-tegaskan-proses-dihentikan-secara-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang menghentikan penyidikan kasus Wedi Awu setelah korban menerima pemulihan kerugian dan sepakat mencabut laporan polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ebcbd16583.webp" length="35498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 18:25:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Pantai Wedi Awu, Tirtoyudo, Restorative Justice, Muhammad Taat Resdi, Hafiz Prasetia Akbar, Aremania, Kabupaten Malang, Hukum, Kriminalitas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Polres Malang resmi menghentikan penanganan kasus dugaan pengeroyokan, penganiayaan, perusakan kendaraan, dan pencurian yang terjadi di kawasan Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Penghentian penyidikan dilakukan setelah para pihak mencapai kesepakatan damai melalui mekanisme <em>restorative justice</em> dan para pelapor mencabut laporan yang sebelumnya diajukan.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan perkembangan tersebut sengaja disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi dalam setiap penanganan perkara yang dilakukan penyidik.</p>
<p>"Kami merasa perlu menyampaikan perkembangan perkara ini sebagai bagian dari transparansi penanganan yang dilakukan penyidik. Pada prinsipnya para pihak telah menyepakati adanya pemulihan, sehingga laporan yang sebelumnya dibuat dicabut dan proses penyidikan kemudian dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku," kata AKBP Taat, Selasa (2/6/2026) dalam konferensi di Mapolres Malang.</p>
<p>Sementara, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menjelaskan, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengerusakan terhadap barang, kekerasan terhadap orang, penganiayaan, dan pencurian.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan pemeriksaan saksi, mengumpulkan barang bukti, hingga menetapkan lima tersangka dewasa dan satu anak yang berhadapan dengan hukum.</p>
<p>4 tersangka dewasa ditetapkan karena diduga bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. Satu tersangka lainnya dijerat terkait dugaan penghasutan. Sedangkan satu anak yang berhadapan dengan hukum diduga turut terlibat dalam aksi kekerasan secara bersama-sama.</p>
<p>Menurut Hafiz, dalam perkembangannya para tersangka melalui kuasa hukum yang difasilitasi Presidium Aremania membangun komunikasi dan mediasi dengan para korban guna mencari penyelesaian melalui pendekatan <em>restorative justice</em>.</p>
<p>"Dalam perkembangannya, para tersangka melalui kuasa hukumnya membangun dialog dan mediasi dengan para korban untuk mengedepankan pemulihan atas kerugian maupun kerusakan yang terjadi. Selama kurang lebih dua minggu terakhir telah dilakukan mediasi yang difasilitasi Satreskrim Polres Malang," ujarnya.</p>
<p>Hasil mediasi tersebut menunjukkan para korban telah menerima pemulihan atas kerugian yang dialami sehingga bersedia mencabut laporan polisi.</p>
<p>"Para korban menyatakan kerugian yang mereka alami telah mendapatkan pemulihan. Berdasarkan pencabutan laporan tersebut, penyidik kemudian melakukan gelar perkara dan memutuskan penghentian penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," jelas Hafiz.</p>
<p>Dalam proses penyelesaian tersebut, kerugian yang dialami korban telah dipulihkan sesuai kesepakatan para pihak. Mulai dari perbaikan kendaraan yang rusak, penggantian barang yang hilang hingga kebutuhan pengobatan korban yang mengalami luka.</p>
<p>Presidium Aremania Muhammad Ali Rifki meambahkan, jika seluruh proses perdamaian berlangsung tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.</p>
<p>"Semua pihak mencari solusi terbaik atas peristiwa yang terjadi. Kerugian yang dialami korban, baik kendaraan yang rusak, barang yang hilang maupun kebutuhan pengobatan, telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Proses ini berjalan secara baik tanpa ada paksaan dari pihak manapun," kata Ali.</p>
<p>Kapolres Malang menambahkan, setelah penghentian penyidikan diputuskan, maka seluruh proses hukum dalam perkara tersebut dinyatakan selesai. Para pihak yang sebelumnya menjalani penahanan maupun kewajiban lapor juga tidak lagi terikat dalam proses hukum.</p>
<p>"Perkaranya dihentikan sehingga seluruh proses hukum selesai. Semua berjalan secara alamiah, tidak ada tekanan, tidak ada paksaan, dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Polres Malang hanya memfasilitasi proses mediasi yang berlangsung," tegasnya.</p>
<p>Berita kasus ini telah dimuat dimedia ini. Dimana  perkara tersebut bermula dari insiden yang terjadi di kawasan Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Selasa (5/5/2026) dini hari.</p>
<p>Saat itu rombongan wisatawan asal Surabaya diduga menjadi korban pengeroyokan, penganiayaan, perusakan kendaraan, serta kehilangan sejumlah barang. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Malang dan berlanjut ke proses penyidikan hingga akhirnya diselesaikan melalui mekanisme <em>restorative justice </em>setelah para pihak mencapai kesepakatan damai dan korban menerima pemulihan atas kerugian yang dialami. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>350 Lampion Mengudara, Ngliyep Lantern Camp Berlangsung Sukses</title>
<link>https://suarajatimpost.com/350-lampion-mengudara-ngliyep-lantern-camp-berlangsung-sukses</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/350-lampion-mengudara-ngliyep-lantern-camp-berlangsung-sukses</guid>
<description><![CDATA[ Ngliyep Lantern Camp 2026 berlangsung sukses dengan 350 lampion mengudara, 147 paket tenda terjual habis dan peserta datang dari berbagai kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1c1b6c923ac.webp" length="16326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 18:45:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Ngliyep, Ngliyep Lantern Camp, Kabupaten Malang, Wisata Malang, Malang Selatan, Festival Lampion, Perumda Jasa Yasa, Wisata Jawa Timur, Camping Pantai, Explore Pantai Ngliyep, Arifin, Wisata Pantai Selatan, Banyuwangi, Surabaya, Gresik, Pasuruan, Blitar, Tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Konsistensi penyelenggaraan Ngliyep <em>Lantern Camp</em> alias kemping Lampion selama 16 kali pelaksanaan berbuah manis. Event wisata yang digelar di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5/2026), sukses menyedot peserta dari berbagai daerah dengan seluruh 147 paket tenda terjual habis dan 350 lampion diterbangkan pada malam puncak acara.</p>
<p>Antusiasme peserta pada gelaran tahun ini terbilang tinggi. Tidak hanya berasal dari Malang Raya, para peserta juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Pasuruan, Blitar, Tulungagung hingga Banyuwangi untuk menikmati pengalaman berkemah di kawasan wisata Pantai Ngliyep.</p>
<p>Plt. Kepala Unit Pantai Ngliyep, Arifin, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Menurutnya, kombinasi wisata alam, festival lampion dan hiburan musik mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.</p>
<p>"Alhamdulillah acara berjalan sukses. Suasana live musik akustik berlangsung meriah dan seluruh paket yang kami siapkan sebanyak 147 tenda terjual habis dari beberapa segmen yang tersedia," ujar Arifin, Ahad (31/5/2026).</p>
<p>Menurut Arifin, tingginya partisipasi peserta dari luar daerah menjadi indikator bahwa Pantai Ngliyep masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Kabupaten Malang.</p>
<p>"Peserta yang hadir cukup banyak berasal dari luar Kabupaten Malang, mulai Surabaya, Gresik, Pasuruan, Blitar, Tulungagung hingga Banyuwangi. Antusiasme ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan menarik di Pantai Ngliyep," katanya.</p>
<p>Sejak sore hari, peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi dan menempati area camping yang telah disiapkan panitia. Menjelang malam, suasana semakin ramai dengan berbagai aktivitas peserta yang menikmati panorama pantai sambil menunggu agenda utama pelepasan lampion setelah sebelumnya ada live musik dan kejutan buat peserta kemping.</p>
<p>Puncak acara berlangsung pada malam hari ketika sebanyak 350 lampion diterbangkan secara bersamaan ke langit Pantai Ngliyep. Cahaya lampion yang menghiasi langit malam berpadu dengan deburan ombak Samudera Hindia dan alunan live musik akustik, menciptakan suasana yang hangat dan berkesan bagi para peserta.</p>
<p>Momen tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Ratusan peserta tampak mengabadikan pelepasan lampion menggunakan kamera maupun telepon genggam sebagai kenangan selama mengikuti Ngliyep <em>Lantern Camp </em>yang telah menjadi agenda wisata tahunan di kawasan Pantai Ngliyep bersama PT. Samudra Karya Event.</p>
<p>Rangkaian kegiatan berlanjut hingga Ahad (31/5/2026) pagi. Para peserta diajak mengikuti agenda <em>Explore</em> Pantai Ngliyep dengan menyusuri sejumlah titik menarik di kawasan wisata untuk menikmati keindahan panorama alam pesisir selatan Kabupaten Malang.</p>
<p>Selain itu, kegiatan juga diisi dengan senam bersama yang diikuti para peserta di area pantai. Konsep yang memadukan wisata alam, hiburan, kebersamaan dan aktivitas sehat tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang datang dari berbagai daerah.</p>
<p>Arifin berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang dinantikan wisatawan setiap tahunnya. Menurutnya, event seperti Ngliyep Lantern Camp tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.</p>
<p>"Harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang. Selain menjadi sarana rekreasi, event seperti ini juga membantu mengenalkan potensi Pantai Ngliyep kepada wisatawan dari berbagai daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengelola dan Warga Dorong Sistem Satu Loket Wisata Pantai Ngliyep–Pasir Panjang Diberlakukan Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengelola-dan-warga-dorong-sistem-satu-loket-wisata-pantai-ngliyeppasir-panjang-diberlakukan-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengelola-dan-warga-dorong-sistem-satu-loket-wisata-pantai-ngliyeppasir-panjang-diberlakukan-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Pemisahan loket tiket di kawasan wisata Ngliyep dan Pasir Panjang disebut berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan serta omset pelaku usaha lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a197e827558e.webp" length="61162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 20:15:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Ngliyep, Pantai Pasir Panjang, Wisata Malang Selatan, Kabupaten Malang, Perumda Jasa Yasa, DPRD Kabupaten Malang, Wisata Pantai, Tiket Wisata, Malang Selatan, Wisata Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sejumlah pengelola wisata, pedagang, dan warga di kawasan Pantai Ngliyep serta Pantai Pasir Panjang berharap sistem satu loket tiket kembali diterapkan demi menjaga kenyamanan wisatawan dan kestabilan kunjungan di kawasan wisata Malang Selatan.</p>
<p>Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Pasir Panjang, Arifin, mengatakan pihaknya siap duduk bersama dengan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik atas persoalan loket tiket yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, sistem satu loket dinilai lebih memudahkan wisatawan saat memasuki kawasan pantai selatan dibanding pola terpisah seperti saat ini.</p>
<p>“Kami siap duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Harapannya nanti bisa kembali satu loket seperti dulu supaya wisatawan juga lebih nyaman,” ujar Arifin.</p>
<p>Ia mengaku khawatir jika persoalan tersebut terus berkembang dan berdampak pada hubungan para pekerja wisata di lapangan. Padahal selama ini, menurutnya, hubungan karyawan Perumda Jasa Yasa dan pekerja wisata Pasir Panjang tetap berjalan harmonis.</p>
<p>“Kami khawatir polemik ini berdampak ke bawah. Padahal karyawan PD Jasa Yasa dan karyawan Pasir Panjang setiap hari ketemu, rukun dan baik-baik saja,” katanya.</p>
<p>Arifin menilai dampak pemisahan loket mulai dirasakan pelaku wisata maupun pedagang karena kunjungan wisatawan dinilai mengalami penurunan.</p>
<p>“Kami sangat menyayangkan setelah ada pemisahan loket ini, dampaknya omset wisata menurun. Tidak hanya Pasir Panjang, tetapi juga berpengaruh terhadap kunjungan wisata di sekitar kawasan,” tambahnya.</p>
<p>Meski demikian, ia memastikan kondisi masyarakat dan pekerja wisata di lapangan tetap kondusif. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keberlangsungan wisata serta perekonomian masyarakat sekitar.</p>
<p>Sementara itu, pengelola Pantai Ngliyep yang juga bernama Arifin mengatakan pihaknya hanya menjalankan arahan pimpinan terkait pengaturan sistem tiket wisata.</p>
<p>“Kami mengikuti perintah dari pusat,” singkatnya.</p>
<p>Ia menegaskan keputusan mengenai sistem loket menjadi kewenangan pimpinan Perumda Jasa Yasa.</p>
<p>“Saya di bawah mengikuti perintah dari atasan. Jika loket disatukan kembali ataupun dipisah, saya juga ikut arahan dari Direktur Jasa Yasa,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Teguh, salah satu warga sekaligus pedagang di kawasan wisata, berharap persoalan tersebut segera menemukan titik terang agar tidak memengaruhi citra wisata Malang Selatan di mata pengunjung.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat khawatir wisatawan menjadi enggan datang akibat kabar yang berkembang terkait persoalan loket tiket tersebut.</p>
<p>“Yang kami takutkan wisatawan jadi malas datang karena mendengar polemik ini. Padahal pantainya tetap indah dan masyarakat di sini juga tetap ramah kepada pengunjung,” katanya.</p>
<p>Pembina wisata Malang Selatan juga berharap DPRD Kabupaten Malang dapat memfasilitasi hearing atau pertemuan bersama agar seluruh pihak bisa duduk bersama mencari solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat kecil.</p>
<p>“Mudah-mudahan polemik ini cepat selesai karena masyarakat di bawah sampai karyawan sebenarnya rukun dan baik, saling mendukung. Kami berharap DPRD bisa memfasilitasi hearing agar semua pihak bisa duduk bersama,” ujarnya.</p>
<p>Terlepas dari persoalan yang terjadi, kawasan Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang hingga kini masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Kabupaten Malang dengan panorama pantai selatan, pasir putih, dan suasana alam yang masih alami. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluhan Membeludak di Medsos, Perumda Jasa Yasa Evaluasi Sistem Tiket Pantai Ngliyep Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluhan-membeludak-di-medsos-perumda-jasa-yasa-evaluasi-sistem-tiket-pantai-ngliyep-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluhan-membeludak-di-medsos-perumda-jasa-yasa-evaluasi-sistem-tiket-pantai-ngliyep-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sistem tiket wisata Ngliyep dipastikan berubah setelah keluhan wisatawan viral, memicu evaluasi dan penataan ulang loket oleh pengelola. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15ae782863b.webp" length="11820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 22:11:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Ngliyep, Pantai Pasir Panjang, Perumda Jasa Yasa, Kabupaten Malang, wisata Malang, tiket wisata, e ticketing, viral medsos, Malang Selatan, evaluasi layanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Ramainya keluhan wisatawan di media sosial terkait dugaan tiket ganda menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang akhirnya memicu evaluasi dari Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang. Pengelola wisata itu kini memindahkan lokasi loket tiket setelah mendapat sorotan dari pengunjung hingga arahan dewan pengawas.</p>
<p>Melalui kebijakan terbaru yang diberlakukan pengelola, wisatawan yang datang ke Pantai Ngliyep kini hanya dikenai satu kali pembayaran tiket masuk sebesar Rp7.500. Pengunjung juga tidak lagi diwajibkan membeli tiket menuju Pantai Pasir Panjang apabila tujuan wisatanya hanya ke Pantai Ngliyep.</p>
<p>Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, R Djoni Sudjatmoko, mengakui banyak aduan masuk melalui media sosial maupun pesan langsung terkait sistem e-ticketing yang diterapkan di kawasan wisata tersebut.</p>
<p>“Keluhan dari wisatawan cukup banyak. Mereka mempertanyakan kenapa harus membayar dua tiket padahal tujuan wisatanya hanya ke Ngliyep,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya loket tiket berada di jalur utama yang menjadi akses bersama menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang. Kondisi itu kemudian menimbulkan polemik setelah penerapan tiket elektronik dilakukan.</p>
<p>Menurut Djoni, lokasi portal penarikan tiket lama ternyata berada di jalan umum milik Pemerintah Kabupaten Malang. Setelah dilakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dan dewan pengawas, sistem tersebut dinilai perlu dibenahi.</p>
<p>“Setelah dikaji bersama, akhirnya diputuskan loket ditarik ke area yang memang masuk wilayah aset Pantai Ngliyep,” katanya.</p>
<p>Perubahan itu mulai diberlakukan sejak 18 Mei 2026. Kini, wisatawan yang hanya ingin menikmati Pantai Ngliyep tidak lagi dikenai tiket tambahan menuju Pantai Pasir Panjang.</p>
<p>Sebelumnya, video keluhan seorang pengunjung sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, wisatawan mengaku diminta membeli tiket Pantai Pasir Panjang di loket atas meski tujuan utamanya hanya menuju Pantai Ngliyep.</p>
<p>Setelah melanjutkan perjalanan ke bawah, pengunjung kembali diminta membayar tiket masuk Pantai Ngliyep di loket kedua. Situasi itu memicu perdebatan singkat antara wisatawan dengan petugas karena dianggap membingungkan dan memberatkan pengunjung.</p>
<p>“Kenapa saya harus beli tiket Pasir Panjang, padahal saya cuma mau ke Ngliyep,” ucap pengunjung dalam video yang beredar di Medsos. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dicari Semalaman, Kakek di Wagir Malang Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Sumur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dicari-semalaman-kakek-di-wagir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-dalam-sumur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dicari-semalaman-kakek-di-wagir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-dalam-sumur</guid>
<description><![CDATA[ Korban ditemukan setelah keluarga dan warga melakukan pencarian sejak Senin malam usai lansia tersebut tak kunjung pulang saat mencari rumput. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15a34e3f039.webp" length="33136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 21:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wagir, Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang, Evakuasi Korban, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, Musibah, Sumur, Relawan SAR, Desa Sidorahayu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Upaya pencarian seorang lansia asal Dusun Bunder RT 10 RW 02 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berakhir duka. Korban bernama Sampir (72) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 25 hingga 30 meter pada Selasa (26/5/2026) sore.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari rumput. Seorang saksi bernama Fandi sempat melihat korban berada di belakang pabrik rokok TPI.</p>
<p>Namun hingga malam hari sekitar pukul 18.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar Dusun Bunder hingga dini hari, tetapi keberadaan korban belum ditemukan.</p>
<p>Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Hingga akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sumur oleh dua anggota keluarga korban, yakni Kh (55) dan Df (25).</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melapor kepada perangkat desa, Polsek Wagir, serta BPBD Kabupaten Malang guna meminta bantuan evakuasi.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran sumur diduga mengandung gas beracun.</p>
<p>“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.17 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Kedalaman sumur diperkirakan mencapai 25 sampai 30 meter,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Evakuasi melibatkan sejumlah unsur di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Forkopimcam Wagir, perangkat desa, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.</p>
<p>Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke IKK Kanjuruhan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Malang untuk proses visum. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tercebur ke dalam sumur masih belum diketahui. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah di Singosari Malang Meledak Saat Penghuni Berkumpul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-di-singosari-malang-meledak-saat-penghuni-berkumpul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-di-singosari-malang-meledak-saat-penghuni-berkumpul</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan diduga berasal dari bahan petasan menghancurkan rumah warga di Singosari Malang dan menyebabkan enam anggota keluarga terluka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a154efbc0638.webp" length="104240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 15:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Ledakan Rumah, Polisi Malang, Petasan, Kabupaten Malang, Polda Jatim, Rumah Meledak, Peristiwa Malang, Berita Malang, AKP Achmad Zainuddin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Jelang Lebaran Idul Adha, sebuah rumah warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan parah akibat ledakan yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang yang masih satu keluarga mengalami luka-luka. Satu korban di antaranya mengalami luka bakar serius.</p>
<p>Korban luka berat diketahui bernama Arifin (26), yang mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh. Sementara lima korban lain mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.</p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p>“Begitu menerima informasi adanya ledakan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Achmad Zainuddin, Senin (25/5/2026).</p>
<p>Menurut keterangan saksi, saat kejadian penghuni rumah sedang berada di beberapa ruangan berbeda. Sebagian berada di ruang keluarga dan ruang tamu, sementara salah satu saksi sedang memberi makan ternak di kandang.</p>
<p>“Tiba-tiba terdengar suara ledakan satu kali dengan suara cukup keras. Setelah dicek, kondisi rumah sudah mengalami kerusakan parah,” jelasnya.</p>
<p>Polisi menduga sumber ledakan berasal dari bahan petasan yang berada di dalam rumah. Dugaan tersebut diperkuat dari hasil awal olah TKP yang dilakukan petugas.</p>
<p>“Hasil sementara dari olah TKP, ledakan diduga berasal dari bahan petasan. Namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan,” ungkapnya.</p>
<p>Akibat kejadian itu, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp125 juta. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan ataupun merakit bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” pungkas AKP Achmad Zainuddin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Petasan Renggut Satu Nyawa  di Kepanjen, Polisi Telusuri Pemasok Bubuk Petasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-renggut-satu-jiwa-di-kepanjen-polisi-telusuri-pemasok-bubuk-petasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-renggut-satu-jiwa-di-kepanjen-polisi-telusuri-pemasok-bubuk-petasan</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan petasan di rumah warga Desa Jenggolo, Kepanjen, menewaskan seorang pria setelah mengalami luka bakar serius meski sempat dirawat di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11c35cb8f98.webp" length="98120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 08:12:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kepanjen, Desa Jenggolo, Ledakan Petasan, Petasan Maut, RSUD Kanjuruhan, Polda Jatim, Berita Malang, Peristiwa Malang, Polisi Selidiki Ledakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong> — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang kini tengah memfokuskan penyelidikan untuk menelusuri asal-usul bubuk bahan peledak, pasca-insiden ledakan petasan maut di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (23/5/2026). Langkah cepat ini diambil kepolisian guna membongkar rantai pasokan bahan berbahaya yang telah menewaskan pemilik rumah berinisial S (48) dalam insiden tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa fokus investigasi ini didasarkan pada temuan tim identifikasi Satreskrim saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p>Sesaat setelah ledakan yang menggegerkan warga pada pukul 11.15 WIB itu, polisi yang langsung mengamankan area menemukan barang bukti krusial berupa satu ember penuh berisi petasan berbagai ukuran di dalam rumah korban. Seluruh barang bukti yang diduga kuat siap diledakkan tersebut kini telah disita penyidik guna mendalami penyebab pasti pemicu ledakan.</p>
<p>Selain mengamankan barang bukti, pada saat kejadian petugas kepolisian juga langsung mengevakuasi korban yang menderita luka bakar serius di sekujur tubuh, meliputi kaki, tangan, dada, perut, hingga wajah.</p>
<p>Korban sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua jam.</p>
<p>Di tengah proses hukum yang berjalan ini, pihak keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak permintaan visum serta autopsi dari kepolisian.</p>
<p>Meski tidak ada persetujuan autopsi dari pihak keluarga, AKP Bambang menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikan proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Kepolisian berkomitmen untuk tetap melanjutkan pengusutan secara profesional demi mengungkap secara utuh rangkaian kejadian nahas ini, terutama dalam mencari tahu siapa pihak yang memasok bubuk petasan kepada korban. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Komitmen Shirothul Fuqoha’ Cetak Generasi Berkarakter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-komitmen-shirothul-fuqoha-cetak-generasi-berkarakter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-komitmen-shirothul-fuqoha-cetak-generasi-berkarakter</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan siswa Yayasan Shirothul Fuqoha’ Gondanglegi dilepas dalam wisuda bersama dengan pesan menjaga akhlak, adab, serta bijak menghadapi media sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11a72404924.webp" length="50550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 20:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wisuda Santri, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Lathifah Shohib, Yayasan Shirothul Fuqoha, Pendidikan Islam, Akhlakul Karimah, Santri Malang, Pendidikan Karakter, Media Sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, memberikan apresiasi terhadap komitmen Yayasan Shirothul Fuqoha’, di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis keagamaan.</p>
<p>Hal itu disampaikan saat menghadiri prosesi wisuda bersama siswa MTs, MA dan SMK Shirothul Fuqoha’ yang berlangsung di halaman MTs Shirothul Fuqoha’, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 398 siswa resmi dilepas. Jumlah itu terdiri darii siswa MTs, siswa MA dan siswa SMK. Selain prosesi wisuda, yayasan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pelajar berprestasi.</p>
<p>Di hadapan ratusan wisudawan dan wali murid, Lathifah menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik semata.</p>
<p>Menurutnya, pembentukan akhlak, etika dan tanggung jawab sosial justru menjadi pondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Ia menilai lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peranan besar dalam melahirkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.</p>
<p>“Ilmu yang diperoleh harus menjadi penerang dalam kehidupan. Tetap hormati guru, berbakti kepada orang tua dan jaga sikap rendah hati di manapun berada,” ujar Lathifah, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Mantan Anggota DPR RI itu juga menyebut nilai-nilai keislaman yang diajarkan di lingkungan pesantren mampu menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga persatuan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>Sementara itu, Pembina Yayasan Shirothul Fuqoha’, Syamsul Mu’in atau akrab disapa Gus Syam, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Malang dalam agenda pelepasan siswa tersebut.</p>
<p>Menurutnya, terdapat pesan penting yang disampaikan kepada para lulusan agar tetap menjaga identitas kesantrian meski nantinya melanjutkan pendidikan maupun beraktivitas di luar lingkungan pondok pesantren.</p>
<p>“Kalau bisa tetap melanjutkan di pesantren. Kalaupun nanti berada di luar, almamater pesantren harus tetap dibawa lewat sikap dan perilaku sehari-hari,” kata Gus Syam.</p>
<p>Ia juga mengingatkan para lulusan agar lebih bijak dalam menyikapi perkembangan informasi di media sosial yang saat ini bergerak sangat cepat.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala MA Shirothul Fuqoha’, Siti Jubaidah, menyampaikan bahwa momentum wisuda ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Pihaknya juga mendorong lulusan MA agar melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai yang telah dibangun di lingkungan pesantren. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bikin Resah Warga, Isu ‘Pocong Begal’ di Malang Ternyata Belum Terbukti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bikin-resah-warga-isu-pocong-begal-di-malang-ternyata-belum-terbukti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bikin-resah-warga-isu-pocong-begal-di-malang-ternyata-belum-terbukti</guid>
<description><![CDATA[ Video dan pesan berantai soal pocong bersajam di Malang memicu kepanikan warga. Polisi memastikan belum ada laporan maupun fakta pendukung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a117bef6df58.webp" length="30270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 17:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Pocong Begal, Hoaks, Polres Malang, AKP Bambang, Media Sosial, WhatsApp Grup, Kamtibmas, Jawa Timur, Viral Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Isu kemunculan sosok menyerupai pocong yang disebut membawa senjata tajam dan berkeliaran di wilayah Malang Raya mendadak ramai di media sosial hingga grup WhatsApp warga, Sabtu (23/5/2026). Video dan tangkapan layar pesan berantai itu sempat memicu keresahan masyarakat.</p>
<p>Dalam sejumlah unggahan yang beredar, sosok berpakaian putih menyerupai pocong disebut muncul pada malam hari di beberapa lokasi. Bahkan, narasi yang berkembang menyebut sosok tersebut diduga digunakan untuk menakuti warga dengan modus kriminal tertentu.</p>
<p>Menanggapi kabar yang viral tersebut, Polres Malang memastikan hingga kini belum ada laporan resmi maupun fakta yang membenarkan isu adanya “pocong begal” di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih yang beredar luas melalui media sosial maupun grup percakapan WhatsApp.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang ramai dibicarakan,” ujar AKP Bambang, Sabtu (23/5/2025).</p>
<p>Menurutnya, penyebaran isu tanpa dasar fakta justru berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.</p>
<p>Polisi juga mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan orang mencurigakan di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat kepolisian maupun perangkat desa agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.</p>
<p>“Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 atau petugas terdekat,” katanya.</p>
<p>AKP Bambang menegaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Malang hingga saat ini masih aman dan kondusif. Patroli rutin kepolisian, termasuk patroli malam hari di kawasan permukiman dan jalur rawan, juga tetap dilakukan seperti biasa.</p>
<p>Sebelumnya, isu “pocong abal-abal” ramai dibahas warganet usai sejumlah video dan foto beredar di media sosial serta grup WhatsApp warga Jawa Timur. Sebagian unggahan bahkan mengaitkan sosok tersebut dengan dugaan aksi kriminal berkedok kostum menyeramkan.</p>
<p>Meski demikian, polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak memicu hoaks maupun keresahan publik.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Padi Sukma dan Bongkar Ratoon Jadi Senjata Pemkab Malang Kejar Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/padi-sukma-dan-bongkar-ratoon-jadi-senjata-pemkab-malang-kejar-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/padi-sukma-dan-bongkar-ratoon-jadi-senjata-pemkab-malang-kejar-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Program bongkar ratoon dan pengembangan Padi Sukma mulai dipacu Pemkab Malang demi meningkatkan produktivitas tebu dan ketahanan pangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11677783592.webp" length="51232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Sanusi, Bongkar Ratoon, Tebu Malang, Padi Sukma, Ketahanan Pangan, Swasembada Gula, DTPHP Malang, Petani Tebu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai memacu sektor tebu dan pertanian pangan melalui program bongkar ratoon serta pengembangan varietas Padi Sukma yang kini mulai diuji coba kepada petani.</p>
<p>Hal itu mengemuka saat Bupati Malang M. Sanusi menghadiri kegiatan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon bersama Gubernur Jawa Timur secara daring di lahan tebu Kelompok Tani Makmur II Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Program bongkar ratoon sendiri menjadi langkah pemerintah dalam meremajakan tanaman tebu tua yang produktivitasnya mulai menurun. Kabupaten Malang pada 2026 ditargetkan melakukan peremajaan lahan tebu seluas 7.500 hektare.</p>
<p>Bupati Malang Sanusi menegaskan, program tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan hasil produksi tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.</p>
<p>“Melalui peremajaan tanaman tebu, kami berharap hasil produksi petani dapat meningkat sehingga mampu mendukung target Swasembada Gula Nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu,” ujar Sanusi, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, Pemkab Malang akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta stakeholder terkait untuk mendukung penguatan sektor perkebunan daerah.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan realisasi program bongkar ratoon tahun 2025 mencapai sekitar 1.700 hektare dari target 7.500 hektare.</p>
<p>Untuk tahun 2026, kata dia, target tetap dipertahankan di angka yang sama dengan potensi lahan yang telah terdata mencapai sekitar 5.200 hektare.</p>
<p>“Yang sudah final ter-SK-kan kurang lebih 1.300 hektare. Ada sekitar 900 hektare lagi yang masih proses ground checking dan administrasi,” kata Avicenna.</p>
<p>Menurutnya, tambahan potensi lahan juga datang dari koperasi di bawah dua pabrik gula, yakni Rebet Baru dan Kebun Agung, dengan estimasi tambahan mencapai 2.000 hingga 2.500 hektare.</p>
<p>Selain sektor tebu, DTPHP Kabupaten Malang juga mulai memperkenalkan Padi Sukma yang saat ini masih menunggu SK pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum nantinya dapat diedarkan secara resmi.</p>
<p>Avicenna menyebut varietas tersebut memiliki potensi produksi hingga 15 ton per hektare dan masih terus dikembangkan untuk meningkatkan hasil panennya.</p>
<p>“Semua persyaratan sudah selesai, tinggal menunggu keluarnya SK pelepasan. Setelah itu baru kami urus izin edar dan sertifikasinya,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan itu juga diperkenalkan Ngateman, petani pemulia asal Kabupaten Malang yang disebut telah meneliti dan mengembangkan Padi Sukma sejak tahun 2009 atau sekitar 19 tahun terakhir. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pantai Banyu Meneng Malang Selatan Jadi Destinasi Favorit Kegiatan Edukasi Pelajar dari Luar Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pantai-banyu-meneng-malang-selatan-jadi-destinasi-favorit-kegiatan-edukasi-pelajar-dari-luar-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pantai-banyu-meneng-malang-selatan-jadi-destinasi-favorit-kegiatan-edukasi-pelajar-dari-luar-kota</guid>
<description><![CDATA[ Rombongan pelajar asal Gresik memadukan kunjungan industri, edukasi pesisir, dan kemah alam di kawasan wisata Pantai Banyu Meneng Malang Selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ef822a17e9.webp" length="110274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 19:20:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>wisata edukasi, Pantai Banyu Meneng, Malang Selatan, Jalur Lintas Selatan, SMKN 1 Sidayu Gresik, wisata pelajar, kemah edukatif, Sendang Biru, Kabupaten Malang, wisata pantai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kawasan wisata Pantai Banyu Meneng di Malang Selatan kian diminati kalangan pendidikan sebagai lokasi kegiatan edukasi luar ruang dan rekreasi alam. </p>
<p>Hal itu terlihat dari kunjungan rombongan siswa dan guru pendamping dari SMK Negeri 1 Sidayu Gresik yang menggelar Kunjungan Industri (KI) sekaligus kemah edukatif, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Sebanyak 80 peserta memilih kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang sebagai tujuan utama pembelajaran lapangan. </p>
<p>Dalam agenda tersebut, para siswa terlebih dahulu melakukan observasi aktivitas ekonomi pesisir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendang Biru.</p>
<p>Usai kegiatan edukasi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pantai Banyu Meneng di Kelurahan Bandungrejo, Kecamatan Bantur, untuk mendirikan tenda dan bermalam bersama.</p>
<p>Kegiatan yang dipimpin guru pendamping tersebut mengusung konsep pembelajaran yang memadukan wawasan industri pesisir, kebersamaan, serta pengenalan wisata alam.</p>
<p>Kedatangan rombongan disambut baik oleh Zainul Afkar selaku pengelola wisata kawasan 3in1 Pantai Banyu Meneng yang akrab disapa Inung. Ia mengapresiasi dipilihnya kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan pelajar dari luar daerah.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada dewan guru SMKN 1 Sidayu Gresik yang telah memilih kawasan pantai ini untuk kegiatan bermalam dan edukasi. Semoga seluruh siswa-siswi yang hadir diberikan kesuksesan di masa depan,” ujarnya," Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Menurut Inung, kawasan Banyu Meneng memiliki daya tarik tersendiri karena menyuguhkan tiga pantai dalam satu area wisata. Selain itu, karakter ombak yang relatif tenang dinilai cocok untuk kegiatan pelajar dan keluarga.</p>
<p>Akses menuju lokasi juga semakin mudah sejak tersambungnya JLS Kabupaten Malang yang membuka konektivitas wisata pesisir selatan.</p>
<p>Perpaduan wisata alam, edukasi pesisir, dan suasana kemah di tepi pantai menjadikan pengalaman para siswa terasa lebih berkesan sekaligus memperkuat pembelajaran di luar ruang kelas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Depresi, Pria Bawa Sajam di Sumberpucung Malang Berhasil Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-depresi-pria-bawa-sajam-di-sumberpucung-malang-berhasil-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-depresi-pria-bawa-sajam-di-sumberpucung-malang-berhasil-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Pria asal Gedangan diamankan polisi setelah membawa belati dan membuat warga serta pengguna jalan di Desa Sambigede merasa terancam dan panik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0edb7e0b071.webp" length="54474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 18:12:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sumberpucung, Polres Malang, Sajam, Desa Sambigede, Gangguan Kamtibmas, Polisi Evakuasi, Kabupaten Malang, Pengguna Jalan, Belati, Keamanan Warga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kepanikan sempat menyelimuti warga Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, setelah seorang pria membawa senjata tajam sambil bertindak agresif di tepi jalan desa, Rabu (20/5/2026) sore.</p>
<p>Pria berinisial SR (56), warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian setelah dilaporkan meresahkan warga dan mengancam pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti personel Polsek Sumberpucung bersama perangkat desa setempat.</p>
<p>“Setelah menerima laporan warga, anggota bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Bambang, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Saat petugas tiba, SR disebut sudah menjadi perhatian warga sekitar lantaran sebelumnya diduga mengacungkan senjata tajam jenis belati kepada pengguna jalan.</p>
<p>Petugas bersama warga kemudian berupaya menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang membahayakan masyarakat sekitar.</p>
<p>“Anggota bersama warga dan perangkat desa berusaha mengendalikan situasi serta mengamankan yang bersangkutan supaya tetap kondusif,” jelasnya.</p>
<p>Usai diamankan, SR selanjutnya dibawa ke puskesmas guna menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima petugas dari lingkungan sekitar, SR diduga mengalami gangguan psikologis atau depresi.</p>
<p>Selain mengamankan pria tersebut, polisi turut menyita satu bilah belati yang sebelumnya dibawa saat berada di lokasi kejadian.</p>
<p>Setelah mendapatkan penanganan awal, SR kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pengawasan dan pendampingan lebih lanjut.</p>
<p>“Langkah cepat dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat maupun yang bersangkutan sendiri,” pungkas AKP Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Bayi dengan Tali Pusar Masih Menempel Ditemukan di Jalan Bocek Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-dengan-tali-pusar-masih-menempel-ditemukan-di-jalan-bocek-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-dengan-tali-pusar-masih-menempel-ditemukan-di-jalan-bocek-malang</guid>
<description><![CDATA[ Bayi laki-laki ditemukan meninggal dalam plastik merah di Karangploso. Polisi menyisir CCTV dan memburu pelaku pembuangan bayi di tepi jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec7b510775.webp" length="76978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:40:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Karangploso, Bayi Dibuang, Polres Malang, Jalan Bocek, Kabupaten Malang, Penemuan Bayi, RSSA Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Warga Dusun Bocek Krajan, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang ditemukan meninggal dunia (MD) di tepi Jalan Raya Bocek, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Bayi tersebut ditemukan di dalam kantong plastik merah yang diletakkan di pinggir jalan. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus kain warna putih dan merah muda dengan kondisi tali pusar masih menempel.</p>
<p>Penemuan itu pertama kali diketahui seorang warga yang melintas sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya, saksi mengira kantong plastik tersebut merupakan tumpukan sampah biasa. Namun karena terlihat mencurigakan, saksi kemudian mendekat dan memeriksanya.</p>
<p>Betapa terkejutnya warga saat mendapati isi kantong plastik itu merupakan bayi laki-laki yang sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas Polsek Karangploso bersama tim medis dari puskesmas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bayi tersebut diduga baru dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan awal tim medis, bayi diperkirakan baru lahir sekitar dua sampai tiga jam sebelum ditemukan,” kata AKP Bambang, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, kondisi tali pusar yang masih menempel menguatkan dugaan bahwa bayi itu sengaja ditinggalkan sesaat setelah dilahirkan.</p>
<p>Usai dilakukan pemeriksaan awal di puskesmas, jenazah bayi kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang guna keperluan visum dan pendalaman medis lebih lanjut.</p>
<p>Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman CCTV di sekitar jalur lokasi kejadian juga mulai dianalisis.</p>
<p>“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas sedang mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain di lapangan,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arus Malang&amp;Kepanjen Sempat Tersendat Usai Pohon Raksasa Roboh di Tepi Irigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arus-malang-kepanjen-sempat-tersendat-usai-pohon-raksasa-roboh-di-tepi-irigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arus-malang-kepanjen-sempat-tersendat-usai-pohon-raksasa-roboh-di-tepi-irigasi</guid>
<description><![CDATA[ Pohon karetan setinggi 20 meter tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen akibat akar tergerus irigasi, arus lalu lintas sempat tersendat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d8cfe9bd11.webp" length="90292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 19:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, Kepanjen, Ngadilangkung, Pohon Tumbang, Jalur Nasional, BPBD Jatim, Bencana Alam, Lalu Lintas, Polisi Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Arus lalu lintas di jalur nasional Malang-Kepanjen sempat tersendat setelah sebuah pohon karetan berukuran besar tumbang di Jalan Raya Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/5/2026) siang.</p>
<p>Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi kurang lebih 20 meter itu roboh usai bagian akarnya tergerus aliran sungai irigasi di sekitar lokasi. Material pohon menutup separuh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.05 WIB sebelum tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.</p>
<p>“Pohon tumbang disebabkan akar di bagian bawah tergerus aliran irigasi. Dampaknya menutup sebagian jalur nasional Malang-Kepanjen dan sempat membuat arus kendaraan tersendat,” ujar Sadono, dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Polsek Kepanjen, Bina Marga, PMI, perangkat desa, relawan hingga masyarakat sekitar dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material pohon.</p>
<p>Petugas menggunakan chainsaw untuk memotong batang dan ranting pohon agar akses jalan bisa segera dibuka kembali.</p>
<p>"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sekitar pukul 14.50 WIB, proses penanganan rampung dan arus lalu lintas kembali normal," tutupnya.</p>
<p>Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan area sekitar pohon mengalami pengikisan tanah maupun aliran air. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Kebangkitan Nasional, Bupati Malang Singgung Masa Depan Anak hingga Layanan Jantung BPJS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-kebangkitan-nasional-bupati-malang-singgung-masa-depan-anak-hingga-layanan-jantung-bpjs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-kebangkitan-nasional-bupati-malang-singgung-masa-depan-anak-hingga-layanan-jantung-bpjs</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang menyoroti ancaman digital bagi anak hingga layanan operasi jantung BPJS di RSUD Kanjuruhan saat peringatan Harkitnas 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d4b313b512.webp" length="25600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 15:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hardiknas 2026, Harkitnas 2026, Kabupaten Malang, HM Sanusi, RSUD Kanjuruhan, BPJS Kesehatan, Pendidikan Digital, Operasi Jantung, Pemkab Malang, SPMB 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan Bupati Malang HM Sanusi untuk menyoroti sejumlah isu strategis yang bersentuhan langsung dengan masa depan masyarakat, mulai perlindungan anak di era digital hingga peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Malang.</p>
<p>Di hadapan jajaran Forkopimda dan ASN Pemkab Malang saat upacara di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (20/5/2026), Sanusi menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sekadar persoalan pendidikan formal, melainkan juga derasnya arus transformasi digital.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah perlu hadir untuk menjaga tumbuh kembang anak, termasuk dalam penggunaan media sosial yang kini semakin sulit dikendalikan.</p>
<p>“Ancaman bangsa hari ini bukan hanya soal wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan ruang digital,” ujar Sanusi," Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Pemkab Malang, lanjut dia, mendukung langkah perlindungan anak di ruang digital, termasuk kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang mulai diterapkan pada 2026.</p>
<p>Selain menyinggung pendidikan karakter dan digitalisasi pembelajaran, Sanusi juga memaparkan sejumlah program strategis nasional yang mulai berjalan di Kabupaten Malang, seperti program makan bergizi gratis hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.</p>
<p>Namun perhatian peserta upacara tertuju saat Sanusi menyampaikan perkembangan layanan kesehatan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Ia mengungkapkan rumah sakit milik daerah itu kini telah dipercaya menangani tindakan operasi jantung dan pemasangan ring jantung melalui layanan BPJS.</p>
<p>“Hari ini RSUD Kanjuruhan sudah dipercaya melaksanakan operasi jantung dan pemasangan ring jantung melalui BPJS,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Sanusi, peningkatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses kesehatan masyarakat agar warga tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk penanganan medis tertentu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pemkab Malang juga memberikan penghargaan kepada pelajar dan tenaga pendidik berprestasi tingkat nasional maupun internasional, serta melakukan penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai komitmen mewujudkan proses penerimaan siswa yang objektif dan transparan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Hari Kebangkitan Nasional, 12 Penyandang Disabilitas di Malang Resmi Kantongi SIM D</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hari-kebangkitan-nasional-12-penyandang-disabilitas-di-malang-resmi-kantongi-sim-d</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hari-kebangkitan-nasional-12-penyandang-disabilitas-di-malang-resmi-kantongi-sim-d</guid>
<description><![CDATA[ Pelayanan SIM D di Satlantas Polres Malang menghadirkan kemudahan bagi penyandang disabilitas melalui pendampingan humanis serta fasilitas berkendara yang lebih inklusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d478c84591.webp" length="45442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kebangkitan Nasional, Satlantas Polres Malang, SIM D, Penyandang Disabilitas, Pelayanan Publik, Polri Presisi, Kabupaten Malang, Satpas Prototype, Difabel Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026 diwujudkan Satlantas Polres Malang melalui pelayanan penerbitan SIM D bagi penyandang disabilitas, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Belasan warga difabel asal Kabupaten Malang mengikuti proses penerbitan surat izin mengemudi di Satpas Prototype Satlantas Polres Malang.</p>
<p>Sejak pagi, para peserta menjalani seluruh tahapan penerbitan SIM D, mulai registrasi, ujian teori hingga praktik berkendara. Seluruh proses berlangsung sesuai mekanisme dan standar yang berlaku sebagaimana pemohon SIM pada umumnya.</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Malang menghadirkan layanan publik yang inklusif, humanis, dan memberikan ruang setara bagi seluruh masyarakat tanpa pengecualian.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0d47b915c6b.webp" alt=""></p>
<p>Kasat Lantas Polres Malang, AKP M. Alief Chelvin Aliska, mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat pentingnya menghadirkan pelayanan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.</p>
<p>“Pelaksanaan penerbitan SIM D ini merupakan bentuk pelayanan setara bagi seluruh masyarakat. Para pemohon disabilitas tetap mengikuti tahapan ujian teori maupun praktik sesuai ketentuan yang berlaku sebagaimana pemohon umum lainnya. Namun demikian, kami memastikan pelayanan tetap humanis dan ramah disabilitas,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, Satlantas Polres Malang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berkebutuhan khusus, sejalan dengan semangat Polri Presisi.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Para peserta juga merasa terbantu dengan pendampingan petugas serta fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Pura&amp;pura Belanja, Pemuda Asal Tulungagung Gasak Ponsel di Toko Pakaian Kepanjen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-pura-pura-belanja-pemuda-asal-tulungagung-gasak-ponsel-di-toko-pakaian-kepanjen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-pura-pura-belanja-pemuda-asal-tulungagung-gasak-ponsel-di-toko-pakaian-kepanjen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemuda asal Tulungagung ditangkap polisi setelah mencuri tiga handphone di toko Kepanjen. Aksi pelaku terbongkar melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b171f3d1d9.webp" length="23542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 23:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kepanjen, Polres Malang, Pencurian HP, Toko Pakaian, CCTV, Kriminal Malang, Polsek Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus pencurian tiga unit telepon genggam di sebuah toko pakaian yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>
<p>Seorang pemuda berinisial RM (18) asal Tulungagung diamankan usai diduga membawa kabur ponsel milik korban dengan modus berpura-pura berbelanja.</p>
<p>Aksi pencurian tersebut menyebabkan korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp16 juta. Kejadian bermula saat korban meninggalkan area kasir untuk mencuci wadah makanan di wastafel depan toko.</p>
<p>Saat kembali ke dalam toko, korban mendapati tiga unit handphone yang sebelumnya berada di meja kasir sudah hilang. Korban kemudian mencoba menghubungi nomor telepon tersebut, namun seluruhnya sudah tidak aktif.</p>
<p>“Pelaku datang ke toko dengan modus berpura-pura melihat dan membeli barang dagangan. Saat korban lengah, pelaku mengambil tiga unit handphone yang berada di meja kasir,” kata AKP Bambang Subinajar, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Korban selanjutnya melapor ke Polsek Kepanjen. Petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan itu, identitas pelaku akhirnya berhasil diketahui. Polisi lalu bergerak menuju sebuah rumah kos di wilayah Kepanjen dan mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti.</p>
<p>“Petugas bergerak cepat setelah mendapatkan petunjuk dari rekaman CCTV dan informasi para saksi. Pelaku akhirnya berhasil diamankan di sebuah rumah kos di wilayah Kepanjen berikut sejumlah barang bukti,” terang Bambang.</p>
<p>Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan kasus tersebut, di antaranya dosbook ponsel, telepon genggam milik pelaku, serta sisa uang hasil penjualan barang curian.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian handphone hasil curian diduga sudah dijual oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadi,” tambahnya.</p>
<p>Kini RM telah diamankan di Polsek Kepanjen untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan pelaku di tempat lain.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Tanpa Nopol Jadi Petunjuk Terbongkarnya Pencurian Jeruk di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-tanpa-nopol-jadi-petunjuk-terbongkarnya-pencurian-jeruk-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-tanpa-nopol-jadi-petunjuk-terbongkarnya-pencurian-jeruk-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecurigaan warga terhadap motor tanpa pelat di area kebun mengungkap dugaan pencurian jeruk oleh dua pria asal Dampit di Turen Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b147612973.webp" length="31720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 22:39:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Turen Malang, Pencurian Jeruk, Dampit, Kriminal Malang, Polisi Amankan Pelaku, Kebun Jeruk, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Aksi pencurian buah jeruk di wilayah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, akhirnya terbongkar setelah warga menaruh curiga terhadap sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor yang terparkir di dekat area kebun tebu. Dari kecurigaan itulah, dua pria diduga pelaku pencurian berhasil diamankan aparat kepolisian.</p>
<p>Dua terduga pelaku masing-masing berinisial JV (34) dan RW (18), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Keduanya diamankan jajaran Satreskrim Polres Malang bersama anggota Polsek Turen usai diduga mengambil puluhan kilogram jeruk dari kebun milik warga.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya pencurian hasil pertanian di kawasan Turen.</p>
<p>“Warga merasa curiga dengan adanya sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan yang diparkir di sekitar lokasi kebun. Setelah dicek bersama-sama, ternyata ditemukan dua orang sedang membawa karung berisi jeruk,” ujar Bambang, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Saat diamankan, petugas menemukan dua karung berisi jeruk dengan total berat sekitar 53 kilogram. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor serta sejumlah perlengkapan yang diduga dipakai untuk menjalankan aksi pencurian.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, hasil kebun yang diambil itu diduga akan dijual untuk memperoleh keuntungan pribadi. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya lokasi pencurian lain yang berkaitan dengan kedua pelaku.</p>
<p>Salah satu terduga pelaku, yakni JV, diketahui pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara pencurian pada 2023 silam. Fakta tersebut membuat polisi memperluas penyelidikan untuk menelusuri kemungkinan aksi serupa yang pernah dilakukan.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti masih menjalani proses penyidikan di Polsek Turen.</p>
<p>“Pengembangan terus dilakukan untuk memastikan ada tidaknya keterlibatan pelaku dalam kasus lain,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produksi Garam Pantai Modangan Ludes Diserbu Pasar, Pemkab Malang Siapkan Tambahan Tunnel Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produksi-garam-pantai-modangan-ludes-diserbu-pasar-pemkab-malang-siapkan-tambahan-tunnel-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produksi-garam-pantai-modangan-ludes-diserbu-pasar-pemkab-malang-siapkan-tambahan-tunnel-baru</guid>
<description><![CDATA[ Permintaan garam tunnel di pesisir Donomulyo terus melonjak. Pemkab Malang mulai menyiapkan perluasan produksi demi memenuhi kebutuhan pasar regional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b121576f1e.webp" length="64216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 22:19:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Selatan, Pantai Modangan, Donomulyo, Garam Tunnel, Kabupaten Malang, HM Sanusi, Dinas Perikanan, Petani Garam, Ekonomi Desa, Pesisir Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, terus menunjukkan geliat positif. Tingginya permintaan pasar membuat seluruh hasil panen garam yang diproduksi petani setempat langsung terserap tanpa sisa.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan rencana pengembangan kawasan produksi garam tunnel di pesisir selatan itu. Bahkan, kapasitas produksi ditargetkan meningkat dua kali lipat pada tahun mendatang.</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, mengatakan produksi garam di Pantai Modangan saat ini telah mencapai sekitar 8 ton setiap bulan. Jumlah itu mengalami peningkatan signifikan dibanding awal pengembangan yang hanya berkisar 1 hingga 2 ton.</p>
<p>“Sekarang produksinya sudah 8 ton per bulan dan semuanya terserap pasar,” ujar Sanusi disela menghadiri panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, kenaikan produksi juga diikuti peningkatan nilai jual garam. Jika sebelumnya harga garam hanya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram, kini harga jual mencapai Rp3.000 per kilogram.</p>
<p>Dengan capaian tersebut, Desa Sumberoto disebut mampu memperoleh pendapatan puluhan juta rupiah setiap bulan dari sektor produksi garam tunnel.</p>
<p>“Penghasilannya sudah cukup besar karena biaya operasionalnya juga tidak terlalu tinggi,” katanya.</p>
<p>Sanusi menegaskan Pemkab Malang mendatang akan memperluas pengembangan tunnel garam agar produksi bisa meningkat hingga 16 ton per bulan.</p>
<p>Selain penambahan tunnel, pemerintah daerah juga akan membantu kebutuhan sarana penunjang produksi, termasuk perbaikan pompa air laut dan dukungan instalasi listrik.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyebut tingginya minat pasar membuat hasil produksi garam Pantai Modangan selalu habis diserap konsumen.</p>
<p>“Berapa pun produksi yang dihasilkan sekarang langsung terserap pasar. Permintaannya masih sangat besar,” terang Victor.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini terdapat 42 tunnel garam yang beroperasi di Pantai Modangan. Rinciannya, 32 tunnel berasal dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Malang dan 10 tunnel dari bantuan pemerintah pusat.</p>
<p>Victor menambahkan, pihaknya telah diminta mengusulkan penambahan tunnel produksi dalam rencana anggaran tahun 2027 untuk menjawab tingginya kebutuhan pasar.</p>
<p>“Potensinya besar sekali sehingga perlu ada penambahan kapasitas produksi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Legislatif Rimzah Dorong Keseriusan Pelaksana PSN di Malang Raya : Jangan Hanya Bagus di Konsep</title>
<link>https://suarajatimpost.com/legislatif-rimzah-dorong-keseriusan-pelaksana-psn-di-malang-raya-jangan-hanya-bagus-di-konsep</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/legislatif-rimzah-dorong-keseriusan-pelaksana-psn-di-malang-raya-jangan-hanya-bagus-di-konsep</guid>
<description><![CDATA[ Rimzah meminta pelaksanaan PSN dan pembangunan SPPG di Malang Raya dijalankan serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a07e3bfe64d7.webp" length="35592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 08:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, DPRD Kota Malang, Rimzah, Gerindra, PSN, SPPG, Talangsuko Turen, Program Presiden, Pemenuhan Gizi, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Rimzah, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Malang Raya bekerja secara serius dan mengutamakan kepentingan masyarakat.</p>
<p>Hal itu disampaikannya usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) #006 Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, program pemerintah pusat saat ini menjadi perhatian besar masyarakat karena dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.</p>
<p>“Program-program dari Bapak Presiden sangat ditunggu masyarakat, khususnya di Malang Raya. Bahkan saat saya turun reses, warga meminta agar program strategis nasional segera direalisasikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Rimzah.</p>
<p>Ia menilai pembangunan dapur SPPG menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, pelaksana program diminta tidak bekerja asal-asalan agar tujuan pemerintah pusat bisa tercapai maksimal.</p>
<p>“Kalau mau ikut terjun dalam program strategis nasional, jangan main-main. Program ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dampaknya harus terasa langsung untuk masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Rimzah menambahkan, pihak legislatif daerah memiliki peran mengawasi jalannya program nasional supaya manfaatnya benar-benar diterima masyarakat, baik di Kota Malang, Kabupaten Malang, maupun Kota Batu.</p>
<p>“Saya sebagai legislatif ikut bertanggung jawab menjaga program pemerintah pusat ini supaya masyarakat benar-benar menjadi penerima manfaat,” katanya.</p>
<p>Selain pembangunan SPPG, Rimzah juga menyinggung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disebut sering menjadi pertanyaan masyarakat ketika dirinya turun ke lapangan dalam agenda reses.</p>
<p>“Masyarakat bertanya apakah PSN ini benar-benar bisa dimanfaatkan langsung. Bahkan banyak yang menyampaikan, kalau bisa segera dilaksanakan Pak,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap seluruh program nasional yang dijalankan pemerintah tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi mampu memberikan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Yang paling penting program ini jangan hanya bagus di konsep, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Malang Raya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seminar Kepemudaan di Malang Soroti Peran OKP sebagai Benteng Ideologi Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seminar-kepemudaan-di-malang-soroti-peran-okp-sebagai-benteng-ideologi-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seminar-kepemudaan-di-malang-soroti-peran-okp-sebagai-benteng-ideologi-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Seminar di Kepanjen menekankan pentingnya organisasi kepemudaan sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, nasionalisme, dan partisipasi aktif generasi muda Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071f7adf392.webp" length="56284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 21:01:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kepanjen, Organisasi Kepemudaan, Pemuda Malang, Indonesia Emas 2045, Generasi Muda, Seminar Kepemudaan, Jajuk Rendra Kresna, IPNU, IPPNU, Nasionalisme Pemuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Peran organisasi kepemudaan dinilai semakin penting dalam menjaga semangat nasionalisme dan membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.</p>
<p>Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam seminar bertajuk “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Karakter Generasi Muda” yang digelar di Mirabel Hotel Malang, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Forum tersebut menghadirkan berbagai tokoh pendidikan, organisasi, hingga legislatif yang menyoroti pentingnya penguatan Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai ruang pembinaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Presidium Majelis Alumni IPNU, Agus Sa’dullah, menilai tantangan zaman saat ini tak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga ancaman terhadap moral dan rasa kebangsaan generasi muda.</p>
<p>Karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun karakter pemuda melalui nilai religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong.</p>
<p>Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori, melainkan harus dibarengi wadah pengembangan diri yang nyata melalui aktivitas organisasi.</p>
<p>“Karakter yang kuat tanpa wadah aktualisasi hanya akan menjadi potensi yang terpendam. Di sinilah Organisasi Kepemudaan mengambil peran krusial,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor STIT Ibnu Sina sekaligus Alumni PC IPPNU periode 1999–2001, Noer Rohmah, menyebut organisasi kepemudaan sebagai tempat lahirnya calon pemimpin masa depan. Ia menilai OKP memiliki fungsi strategis dalam membangun kepedulian sosial, kepemimpinan, hingga menjaga ideologi bangsa dan keutuhan NKRI.</p>
<p>Noer Rohmah juga berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan terhadap aktivitas organisasi kepemudaan melalui pembinaan dan fasilitasi berkelanjutan.</p>
<p>Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem, Jajuk Rendra Kresna, yang hadir dalam agenda tersebut mengingatkan, agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap dinamika sosial maupun politik di daerahnya.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa mendatang.</p>
<p>“Pemuda tidak boleh pasif. Mereka harus terlibat aktif dalam dinamika sosial-politik demi menentukan arah masa depan daerah,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Tambah SPPG Baru di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-tambah-sppg-baru-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-tambah-sppg-baru-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan SPPG di Kecamatan Turen ditargetkan memperkuat layanan Makan Bergizi Gratis sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat di Malang selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070cbebfa79.webp" length="52796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 20:03:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, SPPG Turen, Makan Bergizi Gratis, Bupati Malang, HM Sanusi, Yayasan Peduli Berkah Nusantara, MBG, Talangsuko Turen, Malang Selatan, Badan Gizi Nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menambah fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Pembangunan SPPG tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas MBG Polri Irjen Pol (Purn) Imam Prijantoro.</p>
<p>Sanusi mengatakan Kabupaten Malang saat ini menjadi salah satu daerah dengan perkembangan SPPG yang cukup pesat. Dari total kuota 275 SPPG yang diberikan Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 241 unit telah berdiri di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Partisipasi masyarakat seperti ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan Program MBG. Yang utama bukan hanya jumlah SPPG, tetapi bagaimana kualitas pelayanan dan gizinya benar-benar dijaga,” ujar Sanusi, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, dari total SPPG yang telah berdiri, sebanyak 201 unit sudah beroperasi dan melayani ratusan ribu penerima manfaat.</p>
<p>Sanusi juga mengungkapkan bahwa salah satu SPPG di Kecamatan Pakis saat ini masuk kategori terbaik tingkat nasional dalam tata kelola pelayanan MBG.</p>
<p>“Setiap menu dicek dan dicoba terlebih dahulu sebelum dibagikan. Bahkan penerima manfaat bisa memberikan masukan soal menu makanan. Sistem seperti ini yang harus dicontoh,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap keberadaan SPPG Turen nantinya mampu menjadi percontohan pelayanan MBG di tingkat nasional.</p>
<p>Sementara itu, Pembina Yayasan Peduli Berkah Nusantara Muhammad Zidan mengatakan pembangunan SPPG tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap keberadaan SPPG ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan penerima program MBG. Semoga ke depan bisa menjadi salah satu SPPG terbaik di Indonesia,” kata Zidan.</p>
<p>Menurut Zidan, SPPG Turen merupakan unit pertama yang dibangun Yayasan Peduli Berkah Nusantara bakal memenuhi produksi mencapai 3.500 porsi makanan bergizi per hari.</p>
<p>SPPG ini diharapkan bakal rampung dalam 45 hari. Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemkab Malang optimistis cakupan layanan Program MBG akan semakin luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Malang selatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Menutup Jalur Malang&amp;Lumajang, Longsor di Ampelgading Berhasil Ditangani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-menutup-jalur-malang-lumajang-longsor-di-ampelgading-berhasil-ditangani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-menutup-jalur-malang-lumajang-longsor-di-ampelgading-berhasil-ditangani</guid>
<description><![CDATA[ Longsor akibat hujan deras sempat menutup jalur Malang-Lumajang di Ampelgading. Akses kini kembali normal setelah material dibersihkan petugas gabungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070b2f7b565.webp" length="147072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 19:03:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Jalur Malang-Lumajang, Longsor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Bencana tanah longsor sempat menutup akses jalur Provinsi Malang-Lumajang tepatnya di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026) dini hari.</p>
<p>Material longsor menutup badan jalan usai hujan dengan intensitas sedang mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih 10 jam.</p>
<p>Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di ruas Jalan Raya Dampit-Lumajang dengan panjang material longsoran sekitar 4 meter dan lebar mencapai 10 meter. Akibatnya, akses penghubung Malang-Lumajang sempat tidak dapat dilalui kendaraan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, hujan yang berlangsung sejak Kamis malam menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah Ampelgading.</p>
<p>“Curah hujan dengan intensitas sedang terjadi mulai Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Kondisi itu mengakibatkan tebing di sekitar jalan provinsi mengalami longsor dan menutup akses jalan,” urainya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Tim BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Proses pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan instansi terkait.</p>
<p>Sadono menambahkan, kebutuhan peralatan penanganan seperti sekop, arco, dan cangkul telah terpenuhi sehingga proses evakuasi material dapat berjalan lebih cepat.</p>
<p>“Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kembali baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Bina Marga Kabupaten Malang, Forkopimcam Ampelgading, perangkat Desa Tirtomoyo, Poslap Tirtoyudo, masyarakat, serta pihak swasta.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Kabupaten Malang juga memastikan akan terus melakukan koordinasi lanjutan bersama instansi terkait guna mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat cuaca masih berpotensi hujan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak di Area Ruko Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-tanpa-identitas-ditemukan-tergeletak-di-area-ruko-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-tanpa-identitas-ditemukan-tergeletak-di-area-ruko-malang</guid>
<description><![CDATA[ Korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB setelah perangkat desa setempat menerima laporan warga terkait adanya seorang laki-laki dewasa yang tergeletak tidak bernyawa di lokasi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a052e07766d5.webp" length="36918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 08:47:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Lawang Malang, Penemuan Mayat, Mr X, Polsek Lawang, RSSA Malang, Desa Turirejo, Kabupaten Malang, PMI Lawang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang digegerkan oleh penemuan jenazah pria tanpa identitas di area ruko Jalan Dr. Sutomo, Desa Turirejo, Rabu (13/5/2026) sore.</p>
<p></p>
<p>Korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB setelah perangkat desa setempat menerima laporan warga terkait adanya seorang laki-laki dewasa yang tergeletak tidak bernyawa di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Lawang, AKP Lutfi, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Petugas Polsek Lawang bersama perangkat desa dan PMI segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.</p>
<p></p>
<p>“Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit,” urai AKP Lutfi dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri wajah lonjong, mata lebar, pipi tirus, bibir tipis, serta rambut pendek hitam ikal. Petugas tidak menemukan kartu identitas pada tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) melibatkan petugas kesehatan desa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Unit Reskrim Polsek Lawang. Saksi lain berinisial T.P.W. juga berada di lokasi saat proses penanganan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju RSSA Malang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan proses identifikasi.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban sekaligus menelusuri riwayat keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan ruko tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Pencurian Jeruk di Malang Picu Amarah Warga, Motor Terduga Pelaku Dibakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-pencurian-jeruk-di-malang-picu-amarah-warga-motor-terduga-pelaku-dibakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-pencurian-jeruk-di-malang-picu-amarah-warga-motor-terduga-pelaku-dibakar</guid>
<description><![CDATA[ Warga Dusun Bulurejo, Dau, Kabupaten Malang menangkap pencuri jeruk saat ronda malam. Sepeda motor pelaku dibakar massa setelah aksi pencurian hasil kebun memicu kemarahan petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04842e7bb81.webp" length="44624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 22:20:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polsek Dau, Pencurian Jeruk, Jeruk Dau, Kabupaten Malang, Petani Jeruk, Kriminal Malang, Dusun Bulurejo, Desa Petungsewu, Karangploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Udara dingin khas lereng Dau masih menyelimuti Dusun Bulurejo, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (10/5/2026) dini hari. Di sela hamparan kebun jeruk yang mulai memasuki masa panen, sejumlah warga memilih tidak tidur.</p>
<p>Mereka berjaga dalam gelap, menahan kesal yang sudah berhari-hari menumpuk akibat hasil kebun yang terus raib dicuri.</p>
<p>Di bawah temaram lampu seadanya, langkah-langkah kecil terdengar di antara rimbun pohon jeruk. Warga yang sejak awal curiga langsung bergerak mendekat. Benar saja, seorang pria tampak memetik buah jeruk dan memasukkannya ke dalam karung plastik.</p>
<p>Pria itu kemudian diketahui berinisial HS (38), warga Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Ia tertangkap basah saat diduga mencuri jeruk siam madu dan jeruk iris manis milik warga sekitar pukul 01.30 WIB.</p>
<p>Bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, para petani mengaku terus merugi akibat pencurian hasil bumi yang terjadi berulang kali. Jeruk-jeruk yang seharusnya menjadi sumber penghasilan keluarga mendadak hilang sebelum sempat dipanen.</p>
<p>HS kemudian diamankan dan dibawa ke Balai Dusun Bulurejo. Namun situasi sempat memanas. Sebuah sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol N 6832 HHQ yang diduga milik pelaku mendadak dilalap api. Kendaraan itu hangus terbakar di tengah luapan kemarahan massa yang geram dengan aksi pencurian tersebut.</p>
<p>Tak lama berselang, petugas dari SPKT dan Unit Reskrim Polsek Dau tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Polisi kemudian membawa pelaku berikut sejumlah barang bukti.</p>
<p>Di antaranya satu karung plastik berisi sekitar 30 kilogram jeruk siam madu, lima buah jeruk iris manis, dua karung kosong bekas pakan ternak, serta bangkai sepeda motor yang telah terbakar.</p>
<p>Plt Kapolsek Dau, AKP Hari Eko Utomo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan warga.</p>
<p>“Kami sudah menerima laporan, mendatangi TKP, dan mencatat keterangan saksi-saksi. Saat ini petugas sedang melengkapi berkas perkara untuk proses penyidikan hingga tuntas,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, HS mengaku bukan kali pertama melakukan aksi pencurian di lokasi tersebut. Ia disebut sudah empat kali mengambil jeruk di kebun yang sama dalam kurun satu minggu terakhir.</p>
<p>"Kerugian akibat aksi pencurian itu ditaksir mencapai Rp3 juta," terangnya.</p>
<p>Di Bulurejo, jeruk bukan hanya buah. Hasil bumi itu  adalah hasil kerja panjang petani yang dirawat berbulan-bulan di tengah cuaca tak menentu dan biaya pupuk yang terus naik.</p>
<p>Karena itu, ketika hasil panen dicuri sedikit demi sedikit, yang hilang bukan hanya buahnya, tetapi juga kesabaran warga yang selama ini mencoba bertahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDPU DPRD Kabupaten Malang Telusuri Celah Administrasi di Balik Surat Perjalanan Dinas Wabup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdpu-dprd-kabupaten-malang-telusuri-celah-administrasi-di-balik-surat-perjalanan-dinas-wabup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdpu-dprd-kabupaten-malang-telusuri-celah-administrasi-di-balik-surat-perjalanan-dinas-wabup</guid>
<description><![CDATA[ RDPU DPRD Kabupaten Malang menelusuri dugaan celah administrasi dalam penerbitan surat perjalanan dinas Wakil Bupati Malang ke Jakarta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a047f01e590f.webp" length="49994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:40:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>RDPU, DPRD, Kabupaten Malang, Perjalanan Dinas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> DPRD Kabupaten Malang menyoroti dugaan celah administrasi dalam penerbitan surat perjalanan dinas Wakil Bupati Malang ke Jakarta saat menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Polemik surat perjalanan dinas tersebut dinilai menjadi alarm bagi tata kelola administrasi pemerintahan di lingkungan Pemkab Malang. Komisi I DPRD Kabupaten Malang pun melakukan penelusuran terhadap sistem verifikasi, koordinasi antarbagian, hingga mekanisme penerbitan surat kedinasan.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sepele karena berkaitan dengan tata kelola pemerintahan.</p>
<p>“Kami meminta Inspektorat dan BKPSDM melakukan pencermatan serta pemeriksaan administratif secara objektif dan profesional,” terangnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, RDPU menjadi langkah penting dalam mencari akar persoalan, termasuk kemungkinan lemahnya koordinasi internal dalam hal ini Setda yang belum optimal terkait sistem pengawasan administrasi.</p>
<p>Komisi I DPRD Kabupaten Malang juga meminta Sekretaris Daerah selaku koordinator administrasi pemerintahan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola surat-menyurat di lingkungan Pemkab Malang.</p>
<p>Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem administrasi pemerintahan agar lebih tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.</p>
<p>“Jangan sampai persoalan administratif justru menimbulkan kegaduhan yang berdampak terhadap citra pemerintahan daerah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Bermuatan Kayu Jati Ilegal di Malang Diamankan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-bermuatan-kayu-jati-ilegal-di-malang-diamankan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-bermuatan-kayu-jati-ilegal-di-malang-diamankan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Patroli gabungan di kawasan hutan Sengguruh mengungkap pengangkutan kayu jati tanpa dokumen resmi menggunakan truk engkel di Sumbermanjing Wetan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a043c388a555.webp" length="60582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 16:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pembalakan liar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana pembalakan hutan di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Seorang pria berinisial PS (60), warga Desa Tambakrejo, diamankan saat mengangkut kayu hasil hutan tanpa dokumen resmi menggunakan truk engkel.</p>
<p>Pengungkapan kasus tersebut bermula saat petugas gabungan Perhutani dan Polsek Sumbermanjing Wetan melakukan patroli di kawasan hutan petak 70M Sengguruh, Desa Tambakrejo, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Dalam patroli itu, petugas menemukan kendaraan pengangkut kayu yang diduga tidak dilengkapi dokumen sah hasil hutan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penebangan liar di kawasan hutan.</p>
<p>“Petugas gabungan melakukan patroli setelah menerima informasi adanya dugaan aktivitas penebangan liar di kawasan hutan. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan kendaraan yang mengangkut kayu tanpa dilengkapi dokumen sah hasil hutan,” ujar AKP Bambang Subinajar, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan satu unit truk engkel Toyota Dyna Rino warna biru putih bernomor polisi AE-8233-YM yang digunakan untuk mengangkut kayu.</p>
<p>Selain kendaraan, petugas juga menyita kayu jati olahan jenis rencek sepanjang sekitar empat meter dengan ketebalan tumpukan satu meter. Kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hutan Perhutani.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan, hasil interogasi tersangka mengaku memperoleh kayu tersebut dari seseorang berinisial P untuk kemudian dijual kembali.</p>
<p>“Tersangka mengakui kayu tersebut diperoleh tanpa dokumen resmi dan rencananya akan dijual kembali,” jelas AKP Bambang.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, Perum Perhutani mengalami kerugian material sekitar Rp12,6 juta. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan kayu ilegal tersebut.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal terkait pengangkutan dan kepemilikan kayu hasil hutan tanpa dokumen sah serta ketentuan tindak pidana kehutanan.</p>
<p>“Polres Malang berkomitmen menindak tegas segala bentuk perusakan hutan karena berdampak langsung terhadap kelestarian lingkungan,” pungkas AKP Bambang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Puskesmas Dau dan Pujon, Bupati Malang Tekankan Sikap Pelayanan Nakes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-puskesmas-dau-dan-pujon-bupati-malang-tekankan-sikap-pelayanan-nakes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-puskesmas-dau-dan-pujon-bupati-malang-tekankan-sikap-pelayanan-nakes</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang meminta puskesmas meningkatkan pelayanan humanis, meminimalisir rujukan rumah sakit, serta terus menghadirkan inovasi kesehatan bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a032dbee68f4.webp" length="37748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 21:42:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sambang Puskesmas Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Bupati Malang, Sanusi, meminta tenaga kesehatan di Puskesmas Dau dan Puskesmas Pujon meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan pasien. Penegasan itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (12/5/2026) pagi.</p>
<p>Menurut Sanusi, pelayanan kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan para tenaga kesehatan, terlebih pemerintah daerah telah melakukan peningkatan fasilitas kesehatan di sejumlah puskesmas.</p>
<p>“Peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi satu keharusan sebab pemerintah telah meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan melalui pembangunan gedung yang megah,” jelasnya, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Sanusi meninjau langsung sejumlah ruangan pelayanan kesehatan serta berdiskusi dengan tenaga kesehatan terkait berbagai persoalan yang dihadapi selama melayani masyarakat.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah kepada pasien saat memberikan pelayanan kesehatan. Bahkan, ia berharap masyarakat yang datang berobat bisa tertangani maksimal di tingkat puskesmas tanpa harus banyak dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>“Kalau menghadapi pasien harus senyum. Kita ingin ketika ada orang berobat ke Puskesmas semuanya bisa sembuh di Puskesmas tanpa harus melakukan rujukan ke rumah sakit,” tandasnya.</p>
<p>Selain pelayanan, Sanusi meminta puskesmas di Kabupaten Malang terus melakukan inovasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan mendatang.</p>
<p>“Pelayanan kesehatan (di Puskesmas) kecamatan harus terus berinovasi. Tantangan semakin besar, jika tidak mau berinovasi maka puskesmas akan tertinggal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua GAPEMBI Malang Raya : Kritik Program MBG Harus Bersifat Membangun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-gapembi-malang-raya-kritik-program-mbg-harus-bersifat-membangun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-gapembi-malang-raya-kritik-program-mbg-harus-bersifat-membangun</guid>
<description><![CDATA[ GAPEMBI Malang Raya menekankan kritik membangun, disiplin anggaran, serta pengelolaan limbah dapur demi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a032a01aeb18.webp" length="41516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 21:21:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>GAPEMBI, Makan Bergizi Gratis, MBG, Badan Gizi Nasional, SPPG, Djoni Sudjatmiko, Kota Malang, UMKM, Indonesia Emas 2045, Program Prabowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya, Djoni Sudjatmiko menegaskan pentingnya kritik yang bersifat membangun dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Hal itu disampaikan usai pelatihan dan rapat kerja anggota GAPEMBI Malang Raya di Ocean Garden Resto, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurut Djoni, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak ikut menyukseskan program tersebut.</p>
<p>“Program ini bagus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama menyambut Indonesia Emas 2045. Selain itu juga bagus untuk perekonomian UMKM, maka mari kita sukseskan bersama-sama,” tegasnya, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Ia juga meminta masyarakat agar memberikan masukan yang membangun terhadap pelaksanaan program MBG, bukan memperdebatkan keberadaan program itu sendiri.</p>
<p>“Kritik dan saran dari masyarakat itu kritik membangun, bukan mempermasalahkan programnya. MBG ini adalah janji kampanye Presiden Prabowo yang harus dilaksanakan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah penyempurnaan teknis pelaksanaan agar program berjalan semakin baik dan tepat sasaran.</p>
<p>“Jangan mempermasalahkan programnya, tetapi kritik bagaimana supaya program ini lebih bagus. Itu yang penting,” pungkasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, GAPEMBI Malang Raya juga memberikan penguatan kepada para mitra penyedia layanan SPPG terkait tata kelola keuangan, pengawasan limbah dapur, hingga kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan BGN.</p>
<p>Djoni yang memiliki latar belakang sebagai akuntan dan pemeriksa mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin karena menggunakan sistem cash basis. Ia menegaskan, anggaran dapur SPPG tidak boleh mengalami defisit agar tidak menjadi temuan pemeriksaan.</p>
<p>Selain itu, GAPEMBI juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah catering dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Menurut Djoni, limbah minyak dan bau menjadi perhatian utama yang diawasi dalam proses sertifikasi maupun pengawasan dapur SPPG. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Menuju Daerah Ramah Disabilitas Melalui Penguatan Kelembagaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-menuju-daerah-ramah-disabilitas-melalui-penguatan-kelembagaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-menuju-daerah-ramah-disabilitas-melalui-penguatan-kelembagaan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang memperkuat layanan disabilitas melalui deteksi dini, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor menuju daerah ramah disabilitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0315214927d.webp" length="52180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 20:39:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Disabilitas, Latifah Shohib, Dinas Kesehatan, Anak Disabilitas, Deteksi Dini, Puskesmas, Pendidikan Inklusif, Jawa Timur, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan daerah ramah disabilitas melalui penguatan kelembagaan tata laksana gangguan tumbuh kembang dan disabilitas. </p>
<p>Langkah itu ditegaskan dalam kegiatan Pertemuan Penguatan Kelembagaan yang digelar di Atria Hotel Malang, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Wakil Bupati (Wabup) Malang, Latifah Shohib mengatakan perhatian terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Malang saat ini semakin diperkuat, termasuk dengan dukungan berbagai pihak dan lembaga internasional.</p>
<p>“Ini perhatian yang luar biasa untuk penanganan disabilitas di Kabupaten Malang. Sebetulnya kami juga sudah memberikan perhatian yang luar biasa karena perdanya juga sudah ada,” ujar Latifah, kepada awak media, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan payung hukum menjadi dasar penting bagi Pemkab Malang dalam mengalokasikan anggaran pembinaan bagi anak-anak disabilitas di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kalau pemerintah Kabupaten Malang memberikan anggaran untuk pembinaan anak-anak disabilitas, itu sudah punya payung hukum yang digunakan untuk penganggaran,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Malang turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari OPD terkait, lembaga pendidikan, yayasan hingga puskesmas.</p>
<p>Wabup Latifah menyebut sebagian besar lembaga pendidikan penyandang disabilitas di Kabupaten Malang masih dikelola yayasan (dulu YPAC).</p>
<p>Ia menambahkan, Pemkab Malang juga menyiapkan dukungan berupa stimulus anggaran kepada lembaga-lembaga yang selama ini membantu penanganan anak disabilitas.</p>
<p>“Paling tidak ada stimulasi untuk menggerakkan kegiatan yang ada di lembaga-lembaga yang selama ini membantu pemerintah Kabupaten Malang menangani anak-anak disabilitas,” terangnya.</p>
<p>Latifah juga menyinggung implementasi aturan terkait kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, baik di lingkungan pemerintah maupun BUMN dan BUMD.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Imam Mashuda menjelaskan kegiatan tersebut berfokus pada penguatan sistem layanan disabilitas melalui stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak.</p>
<p>“Harapannya disabilitas ditemukan sejak dini sehingga bisa mendapatkan layanan sesuai haknya dan ditangani secara maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Imam, penguatan kelembagaan dilakukan dengan memperjelas peran masing-masing OPD, mulai Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Sosial, termasuk memperkuat jejaring layanan di tingkat puskesmas dan posyandu.</p>
<p>“Kalau ditemukan kasus sejak dini nanti arahnya seperti apa, rujukannya bagaimana, itu yang kita kuatkan secara kelembagaan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kader kesehatan di tingkat bawah nantinya juga memiliki peran penting dalam mendeteksi kemungkinan gangguan tumbuh kembang pada balita dan bayi saat pelayanan posyandu berlangsung.</p>
<p>“Kalau ada indikasi disabilitas, nanti kader akan menyampaikan ke tenaga kesehatan dan puskesmas melakukan tindak lanjut,” katanya.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Malang berharap seluruh elemen, baik pemerintah, organisasi profesi, swasta maupun stakeholder lainnya dapat berkolaborasi dalam memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas.</p>
<p>“Harapannya Kabupaten Malang menjadi kabupaten yang ramah disabilitas dengan memaksimalkan peran masing-masing OPD maupun stakeholder,” pungkas Imam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Warung dan Tiang Baliho di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-rem-blong-truk-tabrak-warung-dan-tiang-baliho-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-rem-blong-truk-tabrak-warung-dan-tiang-baliho-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal truk di Jalan Raya Thamrin Lawang tersebut menyebabkan sopir mengalami luka ringan serta merusak warung dan tiang baliho. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a015aca3c1ea.webp" length="81328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 14:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan Lalu Lintas Lakalantas Lawang Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Thamrin, Kelurahan dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (11/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.45 WIB. Sebuah truk Mitsubishi diduga mengalami gagal fungsi rem hingga menabrak warung dan tiang baliho di pinggir jalan.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan truk Mitsubishi bernopol N 8574 UY dikemudikan oleh AF (25), warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Saat kejadian, truk melaju dari arah utara menuju selatan.</p>
<p>Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Truk kemudian oleng ke kiri dan menghantam warung lalapan milik Sahudi, warga Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, serta menabrak tiang baliho.</p>
<p>Akibat insiden tersebut, bagian depan truk mengalami kerusakan. Selain itu, warung lalapan dan tiang baliho di lokasi kejadian juga mengalami kerusakan material.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska melalui Unit Gakkum Satlantas Polres Malang IPDA Samsul Khoirudin menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>“Diduga kendaraan mengalami gagal fungsi rem sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menabrak warung serta tiang baliho,” ujarnya, Senin (11/5/2026)</p>
<p>Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan kendaraan yang terlibat dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>“Kami mengimbau para pengemudi agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, khususnya pada bagian sistem pengereman demi keselamatan bersama di jalan raya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muswil PII Jatim Digelar di Malang, Wagub Emil Tekankan Pentingnya SDM Insinyur Unggul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muswil-pii-jatim-digelar-di-malang-wagub-emil-tekankan-pentingnya-sdm-insinyur-unggul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muswil-pii-jatim-digelar-di-malang-wagub-emil-tekankan-pentingnya-sdm-insinyur-unggul</guid>
<description><![CDATA[ Muswil PII Jawa Timur di Kota Malang menegaskan pentingnya sertifikasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi insinyur dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a001b0941002.webp" length="59470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 14:44:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PII Jawa Timur, Muswil PII, Emil Dardak, Wahyu Hidayat, Kota Malang, Insinyur Indonesia, Sertifikasi Insinyur, Pembangunan Daerah, Jawa Timur, Profesionalisme Insinyur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia insinyur menjadi pembahasan utama dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia 2026 yang digelar di The Alana Hotel Malang, Minggu (10/5/2026).</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan kualitas pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kapasitas dan profesionalisme para insinyur.</p>
<p>“Hari ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali kiprah dan profesionalisme para insinyur di Jawa Timur,” ujar Emil.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPR RI, Sekjen PII Pusat, serta Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.</p>
<p>Menurut Emil, Jawa Timur harus mampu menjadi kebanggaan Nusantara dengan mengandalkan kualitas SDM unggul, termasuk dari kalangan insinyur. Ia menilai peran insinyur sangat strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek.</p>
<p>“Keunggulan SDM kita tidak bisa dilepaskan dari keunggulan para insinyur. Karena itu profesionalisme harus dijunjung tinggi,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, seorang insinyur tidak cukup hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga harus terus mengikuti jenjang profesi dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.</p>
<p>“Teknologi terus berkembang. Maka ilmu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus terus dikalibrasi mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.</p>
<p>Emil juga menyoroti pentingnya seluruh disiplin ilmu keteknikan dalam mendukung pembangunan, mulai dari teknik sipil, mechanical electrical, hingga control system engineer. Menurutnya, berbagai persoalan infrastruktur dan transportasi tidak lepas dari peran tenaga teknik yang kompeten dan tersertifikasi.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII Pusat, Teguh Haryono, menjelaskan bahwa PII memiliki 27 bidang keahlian yang saling berkaitan dalam mendukung pembangunan nasional.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sertifikasi insinyur sesuai Undang-Undang Keinsinyuran hanya diterbitkan melalui PII. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar tenaga teknik di daerah terdorong mengikuti profesi keinsinyuran secara resmi.</p>
<p>“Jawa Timur menjadi salah satu tolok ukur insinyur di Indonesia dan memiliki anggota PII paling banyak,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Teguh, masih ditemukan sejumlah kasus di daerah yang melibatkan tenaga teknik belum tersertifikasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian PII untuk terus mendorong peningkatan profesionalisme insinyur di Indonesia.</p>
<p>Di sisi lain, Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan siap memperkuat kolaborasi bersama PII dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan di Kota Malang.</p>
<p>“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan,” katanya.</p>
<p>PII Jawa Timur saat ini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota. Namun, organisasi tersebut masih terus melakukan sosialisasi kepada sejumlah kepala daerah agar mendorong pegawai berlatar belakang teknik mengikuti program profesi dan sertifikasi insinyur. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Atlet dari Berbagai Kalangan Ramaikan Kejuaraan Renang Divif 2 Kostrad</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-atlet-dari-berbagai-kalangan-ramaikan-kejuaraan-renang-divif-2-kostrad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-atlet-dari-berbagai-kalangan-ramaikan-kejuaraan-renang-divif-2-kostrad</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan atlet dari klub sipil hingga TNI/Polri bersaing dalam Kejuaraan Renang Pangdivif 2 Kostrad Cup 2026 di Singosari, Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff3df84a957.webp" length="60722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 21:16:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Divif 2 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad Cup, Kejuaraan Renang, Atlet Renang, Kabupaten Malang, Singosari, HUT Divif 2 Kostrad, Olahraga Malang, TNI Polri, Atlet Muda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Semarak Hari Ulang Tahun ke-65 Divisi Infanteri 2 Kostrad semakin terasa dengan digelarnya Kejuaraan Renang Pangdivif 2 Kostrad Cup 2026 di Kolam Renang Tirta Vicadha, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p>Ajang bergengsi yang dibuka langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun tersebut diikuti total 953 atlet dari berbagai daerah. Rinciannya, sebanyak 703 atlet berasal dari 21 klub sipil dan 250 atlet dari 39 klub TNI/Polri.</p>
<p>Selama dua hari pelaksanaan hingga Minggu (10/5), para peserta akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik dalam cabang olahraga renang. </p>
<p>Atmosfer kompetisi terlihat meriah dengan dukungan penonton yang memadati arena perlombaan di Kolam Renang Tirta Vicadha Singosari.</p>
<p>Dalam sambutannya, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak sekadar menjadi perebutan gelar juara, melainkan bagian dari upaya pembinaan atlet usia muda di wilayah Malang Raya.</p>
<p>“Dalam rangka HUT ke-65 Divif 2 Kostrad khususnya di event ini, kita mencari dan membina bibit atlet renang di Kota dan Kabupaten Malang untuk event yang lebih besar lagi di tingkat nasional,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p>Selain menjadi wadah kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta mempererat persahabatan antar atlet. Divif 2 Kostrad menilai olahraga renang dapat menjadi sarana positif dalam membangun karakter generasi muda.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib turut menghadiri pembukaan kejuaraan tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap pengembangan olahraga prestasi di daerah.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pemkab Malang mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan renang yang dinilai mampu menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus mendorong lahirnya prestasi olahraga di tingkat nasional.</p>
<p>“Kejuaraan seperti ini sangat positif karena bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan sehat. Kami berharap ajang ini terus berlanjut dan menjadi ruang pembinaan atlet renang di Malang Raya,” ungkapnya.</p>
<p>Panitia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kejuaraan ini cukup tinggi. Dukungan para penonton membuat suasana pertandingan berlangsung semarak sekaligus memotivasi atlet untuk tampil maksimal di setiap nomor perlombaan.</p>
<p>Kejuaraan Renang Pangdivif 2 Kostrad Cup 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Divif 2 Kostrad dalam mendukung pembinaan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya cabang renang, agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah di level lebih tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenaikan Harga Material Imbas Geopolitik, Paksa DPUBM Kabupaten Malang Review Proyek Jalan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenaikan-harga-material-imbas-geopolitik-paksa-dpubm-kabupaten-malang-review-proyek-jalan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenaikan-harga-material-imbas-geopolitik-paksa-dpubm-kabupaten-malang-review-proyek-jalan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan harga aspal dan solar industri membuat pembangunan jalan di Kabupaten Malang harus disesuaikan demi menjaga target kemantapan infrastruktur daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff3215a5a12.webp" length="74386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DPUBM Kabupaten Malang, Infrastruktur Jalan, Harga Aspal, Jalan Kabupaten Malang, Pembangunan Jalan, Geopolitik Global, Solar Industri, Kemantapan Jalan, Proyek Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kenaikan harga aspal dan bahan bakar industri akibat dampak geopolitik global mulai mempengaruhi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang. Kondisi ini membuat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang melakukan penyesuaian terhadap sejumlah perencanaan proyek jalan tahun 2026.</p>
<p>Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan lonjakan harga aspal terjadi cukup signifikan karena dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia dan solar industri yang menjadi komponen utama dalam pekerjaan konstruksi jalan.</p>
<p>“Solar industri sekarang hampir Rp30 ribu per liter. Kalau solar naik otomatis material lain ikut naik, terutama aspal yang sebagian masih impor,” ujar Khairul belum lama ini.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan review ulang terhadap perencanaan proyek yang sebelumnya disusun sebelum terjadinya eskalasi harga minyak dunia.</p>
<p>Meski demikian, pria yang akrab disapa Oong ini aamemastikan seluruh pekerjaan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis dan anggaran agar target utama kemantapan jalan di Kabupaten Malang tetap terjaga.</p>
<p>“Perencanaan lama sudah kita review dan kita sesuaikan. Jadi jangan khawatir pekerjaan tidak terlaksana,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui kenaikan harga material berdampak langsung terhadap kemampuan penanganan panjang jalan. Jika sebelumnya anggaran Rp1 miliar mampu menangani sekitar satu kilometer jalan, kini volume pekerjaan mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga material.</p>
<p>“Sekarang mungkin hanya sekitar 900 meter karena harga material naik,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya mengantisipasi berkurangnya cakupan penanganan jalan serta menyiapkan strategi melalui program rutin kontraktual aspal guna menutup ruas-ruas yang belum tertangani dalam proyek utama.</p>
<p>“Masih ada sisa ruas yang belum tertangani, itu kita antisipasi dengan rutin kontraktual. Yang penting tingkat kemantapan jalan jangan sampai turun drastis,” tukasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, kenaikan harga material, pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Malang juga masih menghadapi kendala pembebasan lahan di sejumlah titik proyek. </p>
<p>Pengerjaan dilakukan bertahap pada area yang telah bebas lahan, sementara titik yang belum <em>clear and clean </em>menunggu penyelesaian administrasi.</p>
<p>“Yang lahannya sudah bebas dikerjakan dulu. Ada beberapa spot yang memang belum clear and clean,” urainya.</p>
<p>Oong menyebut, progres pekerjaan jalan hingga saat ini terus bergerak dan telah mendekati 70 persen dari sebelumnya sekitar 60 persen pada bulan lalu. DPUBM menargetkan Lot B rampung pada September 2026, sedangkan Lot A selesai akhir tahun ini.</p>
<p>Dia menegaskan fokus pemerintah daerah saat ini bukan hanya membangun jalan baru, namun juga menjaga kondisi jalan tetap mantap melalui rehabilitasi dan penanganan rutin.</p>
<p>“Setiap tahun kinerja jalan bisa turun 15 sampai 20 persen, belum lagi kerusakan akibat longsor dan bencana. Jadi rehabilitasi ini penting untuk menjaga fungsi jalan tetap baik,” pungkasnya.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kenaikan harga material konstruksi mulai terjadi sejak April 2026 seiring lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik global. </p>
<p>Harga aspal curah nasional dilaporkan naik hingga sekitar 20 persen, sementara harga solar industri non subsidi juga sempat mendekati Rp30 ribu per liter. Kondisi tersebut mulai berdampak pada biaya proyek infrastruktur di sejumlah daerah, termasuk sektor pembangunan jalan di Kabupaten Malang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelajahi Tiga Pantai Sekaligus, Kawasan Wisata 3 in 1 Malang Selatan Kian Diminati Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelajahi-tiga-pantai-sekaligus-kawasan-wisata-3-in-1-malang-selatan-kian-diminati-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelajahi-tiga-pantai-sekaligus-kawasan-wisata-3-in-1-malang-selatan-kian-diminati-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Wisata pantai 3 in 1 di Malang Selatan menghadirkan camping, kuliner seafood, panorama laut dan akses tiga pantai dalam satu kawasan wisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69feb8e13fc5f.webp" length="78212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 09:57:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang SJP, Wisata Malang Selatan, Pantai Kondangmerak, Pantai Banyumeneng, Pantai Ngentup, Wisata Pantai Malang, Camping Malang Selatan, Wisata Seafood, Kabupaten Malang, Liburan Malang Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kawasan wisata pantai 3 in 1 di Malang Selatan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat musim liburan dan akhir pekan. Dalam satu kawasan, pengunjung dapat menikmati tiga pantai sekaligus, wisata kuliner seafood hingga area camping dengan panorama alam pesisir selatan yang masih asri. </p>
<p>Dengan luas kawasan pantai kurang lebih 26,8 hektare, destinasi ini menawarkan ruang wisata alam yang cukup luas untuk berbagai aktivitas wisata.</p>
<p>Kawasan wisata tersebut meliputi Pantai Ngentup, Pantai Kondangmerak dan Pantai Banyumeneng yang saling terhubung dalam satu jalur wisata. </p>
<p>Lokasinya berada sekitar 64 hingga 68 kilometer dari pusat Kota Malang dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 hingga 3 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Kepanjen–Pagak–Bantur menuju kawasan Kondangmerak.</p>
<p>Pengelola kawasan wisata, Zainul Afkar atau yang akrab disapa Inung ini mengatakan, kawasan wisata tersebut kini berkembang menjadi destinasi yang diminati berbagai kalangan, baik wisatawan keluarga, komunitas maupun pecinta alam.</p>
<p>“Pengunjung sekarang tidak hanya menikmati pantai, tapi juga datang untuk kuliner seafood di Kedai 8 Drink Island, camping hingga menikmati aktivitas olahraga air,” ujar Inung, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, konsep wisata yang dikembangkan mengusung nuansa kampung wisata dengan suasana alam yang masih asri. Pengunjung dapat menikmati hamparan pasir putih, pemandangan laut selatan hingga suasana tenang yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.</p>
<p>Selain itu, wisatawan juga dapat menjelajahi tiga pantai sekaligus karena akses antar lokasi saling terhubung dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. </p>
<p>Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan kawasan wisata 3 in 1 dibanding destinasi pantai lainnya di Malang Selatan.</p>
<p>Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, pengelola menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti persewaan tenda camping, kano hingga papan selancar atau padel bagi pengunjung yang ingin menikmati aktivitas laut.</p>
<p>Tak hanya itu, keberadaan berbagai kedai yang menyajikan aneka menu seafood turut menjadi magnet wisata kuliner di kawasan tersebut. Wisatawan dapat menikmati hidangan laut sambil menikmati panorama pantai dan suasana matahari terbenam.</p>
<p>Harga tiket masuk kawasan wisata pantai 3 in 1 dipatok cukup terjangkau dan berlaku sama baik pada hari biasa maupun akhir pekan. Kebijakan itu diterapkan agar wisatawan tetap dapat menikmati liburan dengan tarif yang terjangkau.</p>
<p>Ramainya kunjungan wisatawan terutama saat akhir pekan dan musim liburan membuat kawasan wisata pantai 3 in 1 Malang Selatan kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Kabupaten Malang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Ungkap Aktor Perusakan di Pantai Wedi Awu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-aktor-perusakan-di-pantai-wedi-awu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-aktor-perusakan-di-pantai-wedi-awu</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan secara terpisah antara kasus pengrusakan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika agar proses hukum berjalan objektif dan sesuai ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc6186848d.webp" length="74874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 18:17:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PolresMalang, PantaiWediAwu, Tirtoyudo, KabupatenMalang, KonferensiPers, WisataMalang, JawaTimur, KriminalMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Malang, jajaran kepolisian mengungkap aktor di balik kasus dugaan perusakan dan kekerasan terhadap wisatawan di kawasan Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari dan melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya yang tengah menginap di Lilis Cottage Pantai Wedi Awu.</p>
<p>Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi mengatakan, proses penyidikan dilakukan secara serius dan profesional berdasarkan fakta hukum yang ditemukan di lapangan.</p>
<p>“Polres Malang secara serius dan profesional menindaklanjuti peristiwa yang terjadi di Pantai Wedi Awu ini secara objektif sesuai dengan fakta hukum yang ada,” ujar AKBP Taat, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Dari hasil penyidikan sementara, polisi menetapkan tiga tersangka berinisial A, Z, dan Y. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam aksi perusakan kendaraan milik wisatawan.</p>
<p>Tersangka A berperan melempar batu ke kendaraan, sedangkan Z dan Y melakukan perusakan dengan mencoret kendaraan menggunakan cat semprot. Polisi juga tengah memproses satu orang lain berinisial M yang diduga berperan menghasut dan memobilisasi massa menuju lokasi kejadian.</p>
<p>“Tiga orang yang telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka, perannya berbeda-beda. Dan siang hari ini akan ditetapkan lagi satu orang tersangka,” jelas AKBP Taat.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, peristiwa bermula saat rombongan wisatawan menggelar hiburan musik dan DJ di area cottage pada Senin malam (4/5/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, diduga terdapat lagu dengan lirik bernuansa ujaran terhadap kelompok masyarakat tertentu yang kemudian direkam dan tersebar di sejumlah grup WhatsApp.</p>
<p>“Video itu kemudian memicu reaksi negatif di media sosial hingga massa berkumpul dan bergerak menuju lokasi,” ungkapnya.</p>
<p>Sekitar pukul 03.00 WIB, massa gabungan mendatangi area cottage, melakukan pengecekan identitas wisatawan, aksi kekerasan, mematikan listrik penginapan, serta merusak sejumlah kendaraan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang Hafiz Prasetia Akbar menambahkan unsur penghasutan ditemukan dari ajakan yang tersebar melalui percakapan dan grup WhatsApp sebelum massa bergerak ke lokasi.</p>
<p>“Penghasutan tersebut berbentuk ajakan berkumpul dan bergerak bersama menuju lokasi, yang kemudian berujung pada terjadinya tindak pidana,” kata AKP Hafiz.</p>
<p>AKBP Taat menegaskan proses penyidikan masih terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka dalam perkara tersebut.</p>
<p>“Tidak menutup kemungkinan nanti dalam proses penyidikan ini masih terus berkembang dan akan kami update selanjutnya,” tegasnya.</p>
<p>Dalam perkara ini, polisi telah memeriksa 20 saksi, memeriksa 12 titik CCTV, serta melakukan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti berupa kendaraan rusak, pecahan kaca, batu, kayu, hingga botol minuman keras.</p>
<p>Sebanyak enam kendaraan mengalami kerusakan, terdiri dari satu unit Toyota Hiace, dua unit Isuzu Elf, satu Suzuki Ertiga, satu Toyota Avanza, dan satu Toyota Innova milik warga yang bukan bagian dari rombongan wisatawan.</p>
<p>Selain penyidikan kasus pengrusakan, polisi juga menemukan dugaan tindak pidana narkotika setelah melakukan tes urine terhadap para wisatawan.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 31 orang dinyatakan positif narkoba, terdiri dari 21 orang positif ganja, enam orang positif sabu, dan empat orang positif ganja serta sabu.</p>
<p>“Tiga puluh satu orang tersebut kami koordinasikan dengan BNN Provinsi Jawa Timur dan sudah dilaksanakan assessment,” terang AKBP Taat.</p>
<p>Para tersangka dijerat pasal tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, pencurian, dan pengrusakan.</p>
<p>Dalam konferensi pers tersebut, polisi turut menampilkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian. Barang bukti itu di antaranya pecahan kaca kendaraan, batu, kayu, cat semprot, hingga beberapa botol minuman keras.</p>
<p>Penyidik juga masih mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga ikut dalam aksi pengerusakan maupun provokasi di media sosial dan grup percakapan.</p>
<p>Polres Malang memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana </p>
<p>Selain kasus pengrusakan dan kekerasan, polisi juga mendalami dugaan pelanggaran lain yang berkaitan dengan aktivitas rombongan wisatawan saat berada di lokasi.</p>
<p>Hasil tes urine yang menunjukkan puluhan orang positif narkotika saat ini telah dikoordinasikan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk proses assessment lanjutan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpas Prototype Polres Malang Genjot Pelayanan Prima dan Adaptif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satpas-prototype-polres-malang-genjot-pelayanan-prima-dan-adaptif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satpas-prototype-polres-malang-genjot-pelayanan-prima-dan-adaptif</guid>
<description><![CDATA[ Satpas Prototype Polres Malang menghadirkan layanan SIM modern dengan sistem transparan, fasilitas nyaman, serta kemudahan akses bagi masyarakat Kabupaten Malang Selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd6bd817508.webp" length="34434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:57:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Satpas Prototype, Polres Malang, SIM C, Pelayanan Publik, Malang Selatan, Satlantas Polres Malang, Kepanjen, Uji Praktik SIM, Pelayanan SIM, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Satpas Prototype Polres Malang terus memaksimalkan pelayanan publik melalui pelaksanaan uji praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C dengan sistem yang lebih adaptif dan ramah bagi pemohon. </p>
<p>Kehadiran Satpas ini juga menjadi upaya mendekatkan pelayanan kepolisian bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya wilayah Malang Selatan.</p>
<p>Satpas Prototype Polres Malang yang berada di Jalan Raya Talangagung, Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini menjadi pusat pelayanan SIM dengan konsep modern dan lebih mudah diakses masyarakat.</p>
<p>Pelaksanaan uji praktik SIM C berlangsung menggunakan lintasan yang dirancang lebih mudah dilalui pemohon tanpa mengurangi standar keselamatan berkendara.</p>
<p>Kegiatan yang dipantau langsung Kasatlantas Polres Malang AKP Alif Chelvin melalui Baur SIM Satpas Prototype Polres Malang, Aiptu Nova Hanta.</p>
<p>“Sesuai arahan Bapak Kasatlantas, kami terus memaksimalkan fungsi Satpas Prototype ini untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga Kabupaten Malang, termasuk masyarakat Malang Selatan. Uji praktik ini merupakan bagian dari komitmen kami agar pemohon SIM C memiliki keterampilan berkendara yang aman,” ujar Nova Hanta, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, Satpas Prototype Polres Malang yang mulai beroperasi sejak 2024 tersebut terus dioptimalkan dalam pelayanan, termasuk proses pengujian praktik yang kini lebih efisien, transparan, dan humanis.</p>
<p>Selain menghadirkan lintasan yang lebih adaptif, Satpas Prototype juga menegaskan komitmen pelayanan bebas calo dalam seluruh proses penerbitan SIM. </p>
<p>Masyarakat diimbau datang langsung dengan melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat tidak menggunakan jasa calo dan percaya dengan kemampuan diri sendiri. Kami siap memandu proses ujian dengan jujur dan terbuka,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan konsep pelayanan modern dan lokasi yang cukup strategis, Satpas Prototype Polres Malang diharapkan mampu mempercepat sekaligus mendekatkan pelayanan SIM kepada masyarakat setempat.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran Ubah Peta Pembangunan Alun&amp;alun Kepanjen ke Kawasan Stadion Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-ubah-peta-pembangunan-alun-alun-kepanjen-ke-kawasan-stadion-kanjuruhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-ubah-peta-pembangunan-alun-alun-kepanjen-ke-kawasan-stadion-kanjuruhan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang menggeser rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen ke kawasan Stadion Kanjuruhan dengan pertimbangan efisiensi anggaran dan pengembangan ruang publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc69438756f.webp" length="79366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:55:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Kepanjen, Stadion Kanjuruhan, Alun alun Kepanjen, Sanusi, Pemkab Malang, UMKM Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten Malang mengubah rencana lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen. Jika sebelumnya diproyeksikan berada di sekitar depan Pendopo Panji Kepanjen, kini pembangunan diarahkan ke kawasan belakang Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>Perubahan lokasi tersebut mengemuka saat Bupati Malang Sanusi meninjau langsung area rencana pembangunan bersama jajaran DPRD dan perangkat daerah, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Pemkab Malang menilai kawasan Stadion Kanjuruhan lebih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai ruang publik baru karena memiliki ketersediaan lahan yang lebih luas dan dinilai lebih efisien dari sisi pembiayaan.</p>
<p>“Dengan melihat efisiensi saat ini, dan atas persetujuan DPRD Kabupaten Malang, serta anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu membengkak maka diputuskan di sekitaran Stadion Kanjuruhan,” ujar Sanusi.</p>
<p>Selain faktor efisiensi anggaran, pembangunan alun-alun juga disebut menjadi kebutuhan masyarakat Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang hingga kini belum memiliki ruang publik representatif.</p>
<p>Dalam skema pembiayaannya, Pemkab Malang menyiapkan dua alternatif pendanaan. Pertama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang, dan kedua melalui skema pembiayaan bersama Bank Jatim dengan memanfaatkan dividen saham milik Pemkab Malang.</p>
<p>“Alternatif pertama adalah pembiayaan melalui APBD Kabupaten Malang. Alternatif kedua menggunakan skema pembiayaan melalui Bank Jatim sebagai opsi pendanaan di luar kas daerah dengan menggunakan deviden saham Pemkab Malang di Bank Jatim,” jelasnya.</p>
<p>Tak hanya difungsikan sebagai ruang terbuka publik, kawasan alun-alun juga dirancang menjadi pusat promosi produk unggulan daerah. Pemkab Malang berencana membangun gerai UMKM dari 33 kecamatan di sisi timur kawasan alun-alun.</p>
<p>“Di sisi timur nantinya akan ada gerai UMKM 33 kecamatan yang menjual produk unggulan tiap-tiap kecamatan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Surat Tugas Wabup Malang Bermasalah Picu Polemik, Interpelasi Akhirnya Mereda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-surat-tugas-wabup-malang-bermasalah-picu-polemik-interpelasi-akhirnya-mereda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-surat-tugas-wabup-malang-bermasalah-picu-polemik-interpelasi-akhirnya-mereda</guid>
<description><![CDATA[ Komunikasi politik lintas fraksi di DPRD Kabupaten Malang meredam polemik dugaan administrasi perjalanan dinas Wakil Bupati yang sempat memicu interpelasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc674e91bed.webp" length="18372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:25:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, DPRD Kabupaten Malang, PKB, PDI Perjuangan, Lathifah Shohib, Interpelasi, Politik Malang, Pemkab Malang, Abdulloh Satar, Abdul Qodir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Dugaan persoalan administrasi dalam agenda perjalanan dinas Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, ke Jakarta memicu dinamika politik di DPRD Kabupaten Malang.</p>
<p>Polemik tersebut berkembang setelah muncul sorotan dari sejumlah anggota DPRD terkait dokumen perjalanan dinas dan surat tugas yang digunakan dalam agenda audiensi bersama Wakil Presiden RI pada akhir April 2026 lalu.</p>
<p>Situasi menjadi perhatian publik karena Wakil Bupati Malang diketahui berasal dari PKB, sementara dorongan penggunaan hak interpelasi dan evaluasi politik justru mencuat dari sejumlah anggota DPRD yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan. </p>
<p>Dinamika itu sempat memunculkan spekulasi adanya ketegangan politik di internal parlemen daerah. Sorotan bermula setelah beredarnya dokumen perjalanan dinas yang dinilai perlu mendapat klarifikasi lebih lanjut. </p>
<p>Sejumlah anggota dewan mempertanyakan prosedur administrasi dan mekanisme perjalanan dinas yang dilakukan dalam agenda tersebut.</p>
<p>Di tengah berkembangnya polemik, wacana penggunaan hak interpelasi hingga pembentukan pansus hak angket sempat menguat sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif.</p>
<p>Namun eskalasi politik tersebut perlahan mereda setelah adanya komunikasi lintas fraksi antara PKB dan PDI Perjuangan.</p>
<p>Pertemuan antara Ketua Fraksi PKB, Abdulloh Satar, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Qodir, baru-baru ini, menjadi momentum penting dalam upaya pendinginan situasi politik di DPRD Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu, kedua pihak sepakat mengedepankan komunikasi politik dan tidak melanjutkan polemik ke tahapan formal seperti interpelasi maupun hak angket.</p>
<p>“Kami ingin memastikan DPRD tetap solid. Perbedaan pandangan adalah hal biasa, tapi tidak boleh mengganggu kerja-kerja kelembagaan,” ujar Satar, saat itu.</p>
<p>Menurutnya, pengawasan terhadap jalannya pemerintahan tetap menjadi bagian penting tugas DPRD. Namun, pengawasan harus dilakukan dalam semangat kemitraan yang konstruktif demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.</p>
<p>“Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinan daerah bisa berjalan optimal. Pengawasan tetap kita perkuat, tapi dalam koridor kemitraan yang konstruktif,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Abdul Qodir atau Adeng menilai dinamika politik yang terjadi harus menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antarfraksi maupun hubungan legislatif dan eksekutif semakin baik.</p>
<p>“Kebersamaan adalah fondasi utama politik. Kita tidak boleh terjebak dalam polemik yang justru menghambat tujuan besar, yakni kesejahteraan masyarakat,” terangnya, melalui keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya mengesampingkan ego sektoral di tengah dinamika politik yang berkembang.</p>
<p>“Tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri. Semua harus saling melengkapi, dan dinamika ini menjadi pembelajaran agar kita lebih dewasa dalam berpolitik,” katanya.</p>
<p>Meredanya polemik ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi politik internal DPRD Kabupaten Malang. Sejumlah pihak menilai komunikasi lintas fraksi menjadi langkah penting untuk menjaga kondusivitas politik daerah sekaligus memastikan agenda pembangunan tetap berjalan optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Libatkan Perempuan Jadi Pelestari Sumber Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-libatkan-perempuan-jadi-pelestari-sumber-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-libatkan-perempuan-jadi-pelestari-sumber-air</guid>
<description><![CDATA[ Perumda Tirta Kanjuruhan menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga sumber air dan memperkuat pengelolaan air berkelanjutan di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc638d0700b.webp" length="97692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:51:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, Perspektif Gender, Perempuan, Sumber Air, Kabupaten Malang, Air Bersih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber air di Kabupaten Malang. Perspektif gender dinilai menjadi bagian penting BUMD milik Kabupaten Malang ini dalam menciptakan tata kelola air yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Direktur Utama Syamsul Hadi mengatakan, perempuan memiliki kedekatan langsung dengan kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keterlibatan mereka dianggap mampu memperkuat upaya pelestarian sumber air.</p>
<p>“Perempuan adalah manajer air yang paling ulung di tingkat rumah tangga. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam aksi jelajah sumber ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pengelolaan air lebih inklusif, empatik, dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Hadi, belum lama ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, tema “<em>Water and Gender: Where Water Flows, Equality Grows</em>” dipilih untuk menegaskan bahwa akses terhadap air bersih tidak bisa dilepaskan dari isu kesetaraan gender.</p>
<p>“Air adalah kebutuhan dasar semua orang. Karena itu, pengelolaannya juga harus melibatkan semua pihak, termasuk perempuan yang selama ini memiliki peran besar dalam menjaga kebutuhan air keluarga,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan berbasis gender bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari langkah membangun sistem pengelolaan air yang lebih manusiawi dan tepat sasaran.</p>
<p>“Kami tidak ingin pengelolaan air hanya dipandang dari sisi teknis. Ada aspek sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang juga harus diperhatikan,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan jelajah sumber air yang digelar di kawasan Sumber Pitu, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, perempuan dilibatkan dalam identifikasi kondisi sumber air, pemantauan lingkungan, hingga edukasi kepada masyarakat sekitar.</p>
<p>Syamsul menambahkan, keterlibatan perempuan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber mata air di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kalau sumber air terjaga, maka keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat juga akan tetap terjamin untuk generasi mendatang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perubahan Kondisi Warga Tumpang Malang Jadi Fokus, Musdes DTSEN Pastikan Data Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perubahan-kondisi-warga-tumpang-malang-jadi-fokus-musdes-dtsen-pastikan-data-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perubahan-kondisi-warga-tumpang-malang-jadi-fokus-musdes-dtsen-pastikan-data-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Musdes di Tumpang jadi ruang evaluasi perubahan ekonomi warga, memastikan data sosial tetap relevan agar bantuan pemerintah tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb4ac4f0333.webp" length="42304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:07:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Musdes Tumpang, DTSEN, Data Sosial, Kabupaten Malang, Bantuan Sosial, PKH, DPRD Jatim, Validasi Data, Transparansi Desa, Keadilan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebanyak 15 desa di Kecamatan Tumpang melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).</p>
<p>Forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan data sosial ekonomi masyarakat benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.</p>
<p>Dalam forum tersebut, data DTSEN dibahas secara terbuka, diverifikasi bersama, dan dikoreksi sesuai kondisi terkini masyarakat.</p>
<p>Warga yang layak namun belum masuk dalam data diusulkan, sementara yang sudah tidak memenuhi kriteria dilakukan penyesuaian. Proses ini sekaligus menjadi bentuk kontrol sosial serta penguatan transparansi di tingkat desa.</p>
<p>Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa Musdes DTSEN harus dijalankan secara konsisten. Menurutnya, pemutakhiran data melalui Musdes merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keadilan sosial.</p>
<p>“Pemutakhiran data melalui Musdes adalah fondasi keadilan sosial. Tanpa data yang akurat, bantuan sosial berpotensi salah sasaran, dan itu bentuk ketidakadilan yang tidak boleh dibiarkan,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ketua Tim Pendamping Sosial/PKH Kecamatan Tumpang, Roni Mustofa, menekankan pentingnya validasi berbasis fakta lapangan. Ia menyebut kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat dinamis sehingga data harus terus diperbarui.</p>
<p>“Kami melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat berubah. Musdes menjadi ruang penting agar data tidak tertinggal dari kenyataan. Setiap perubahan harus tercatat agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Tumpang, Derajat, turut menyoroti peran strategis desa sebagai garda terdepan dalam pendataan. Ia menegaskan bahwa Musdes menjadi instrumen penting untuk memperbaiki kesalahan data yang selama ini terjadi.</p>
<p>“Desa adalah garda terdepan dalam pendataan. Ketika data benar, kebijakan akan tepat. Sebaliknya, jika data salah, masyarakat kecil yang akan dirugikan. Karena itu, kualitas Musdes harus dijaga,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tumpang, Yulian Wibisono, menegaskan bahwa Musdes bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya serius dalam memperbaiki kualitas data sosial ekonomi.</p>
<p>“Musyawarah desa ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari upaya serius memperbaiki kualitas data sosial ekonomi. Kami mendorong seluruh desa untuk aktif, terbuka, dan objektif dalam proses verifikasi dan validasi. Data akurat adalah kunci agar setiap program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Pelaksanaan Musdes DTSEN di Kecamatan Tumpang menjadi contoh bahwa perbaikan data harus dimulai dari tingkat paling bawah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Data tidak lagi dipandang sekadar angka, melainkan sebagai dasar dalam memastikan setiap warga mendapatkan haknya secara adil.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri perangkat desa, RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pendamping desa, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi dan akurasi data berbasis lapangan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buntut Kericuhan di Pantai Malang: Polisi Sebut 31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buntut-kericuhan-di-pantai-malang-polisi-sebut-31-wisatawan-asal-surabaya-positif-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buntut-kericuhan-di-pantai-malang-polisi-sebut-31-wisatawan-asal-surabaya-positif-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus pascakericuhan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya pada Selasa (5/5/2026) dini hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fac06ba07d8.webp" length="33176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 14:47:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Wisatawan Surabaya, Narkotika, Tes Urine, Polres Malang, Satresnarkoba, BNN Kabupaten Malang, Kericuhan Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Penyelidikan insiden kericuhan di Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mengungkap fakta baru yang mengejutkan. </p>
<p>Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Polres Malang terhadap puluhan wisatawan yang terlibat dalam peristiwa tersebut, sebanyak 31 orang terindikasi positif menggunakan narkotika.</p>
<p>Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus pascakericuhan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya pada Selasa (5/5/2026) dini hari.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah memeriksa total 69 orang wisatawan. Dari jumlah tersebut, hampir separuh di antaranya terdeteksi mengonsumsi zat terlarang dengan jenis yang bervariasi.</p>
<p>"Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika. Rinciannya adalah 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang lainnya positif kedua jenis narkotika tersebut," jelas AKBP Muhammad Taat Resdi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Saat ini, puluhan orang tersebut telah diamankan dan ditangani oleh Satresnarkoba Polres Malang. </p>
<p>Sementara itu, 38 wisatawan yang dinyatakan negatif telah dipulangkan ke daerah asal dengan pengawalan serta fasilitas bus dari BPBD Kota Surabaya.</p>
<p>Terkait nasib 31 wisatawan yang positif narkoba, Polres Malang tengah melakukan koordinasi intensif dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Langkah ini diambil untuk menentukan klasifikasi penanganan melalui proses assessment.</p>
<p>"Koordinasi dengan BNN dilakukan untuk menentukan apakah yang bersangkutan akan menjalani rehabilitasi atau proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Kapolres.</p>
<p>Meski fokus saat ini terbagi pada temuan penyalahgunaan narkoba, kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terhadap kasus utama, yakni dugaan pengeroyokan dan pengrusakan kendaraan, tetap berjalan secara paralel.</p>
<p>Polisi sedang mengejar sejumlah oknum yang terlibat dalam aksi kekerasan yang mengakibatkan enam orang luka-luka dan enam unit kendaraan roda empat rusak. Di lokasi kejadian, petugas juga telah mengamankan barang bukti berupa balok kayu, batu, serta botol minuman keras.</p>
<p>"Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, baik terkait dugaan tindak pidana kekerasan maupun temuan penyalahgunaan narkotika. Penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan profesionalitas," pungkasnya.</p>
<p>Hingga saat ini, tim gabungan Polres Malang masih mendalami kronologi secara utuh guna mengungkap motif di balik kericuhan yang sempat mencoreng kawasan wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Masa Depan Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-kebijakan-masa-depan-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-kebijakan-masa-depan-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis memetakan ulang potensi ekonomi Kabupaten Malang guna mendukung kebijakan pembangunan yang lebih akurat, terarah, dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bf6cd4571.webp" length="34590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 19:28:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sensus Ekonomi 2026, Kabupaten Malang, BPS RI, Lathifah Shohib, Data Ekonomi, Pembangunan Daerah, Pelaku Usaha, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Kabupaten Malang bersiap “memetakan ulang” kekuatan ekonominya melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Momentum ini dinilai krusial untuk menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan tepat sasaran.</p>
<p>Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mendampingi Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/5/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyukseskan sensus yang akan memotret seluruh aktivitas ekonomi, baik sektor formal maupun informal.</p>
<p>Sonny menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan rutin, melainkan upaya strategis untuk memperkuat basis data nasional yang akurat dan terpercaya.</p>
<p>“Data yang dihasilkan akan menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran riil struktur ekonomi hingga tingkat daerah, sehingga pemerintah dapat mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.</p>
<p>“Partisipasi aktif pelaku usaha sangat menentukan kualitas data. Tanpa itu, arah kebijakan bisa tidak tepat,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Lathifah menyebut Kabupaten Malang memiliki potensi ekonomi besar yang harus terpetakan secara utuh agar pembangunan berjalan lebih efektif.</p>
<p>“Data ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga menjadi rujukan dunia usaha dan akademisi dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Malang telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan sensus, mulai dari sosialisasi melalui Musrenbang, pemasangan spanduk di seluruh kecamatan, hingga pemanfaatan videotron di titik strategis.</p>
<p>Selain itu, seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa juga digerakkan untuk mendukung proses pendataan agar menjangkau seluruh pelaku usaha.</p>
<p>“Kolaborasi lintas sektor terus kami perkuat agar sensus ini berjalan optimal dan menjangkau seluruh potensi ekonomi daerah,” tambahnya.</p>
<p>Di akhir, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur dan lengkap demi menghasilkan potret ekonomi yang benar-benar akurat.</p>
<p>“Dari data inilah masa depan pembangunan daerah akan ditentukan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liburan Berujung Mencekam, Wisatawan Asal Surabaya Jadi Korban di Wediawu Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liburan-berujung-mencekam-wisatawan-asal-surabaya-jadi-korban-di-wediawu-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liburan-berujung-mencekam-wisatawan-asal-surabaya-jadi-korban-di-wediawu-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kericuhan di kawasan wisata selatan Malang picu korban luka dan kerusakan kendaraan, aparat bergerak cepat mengamankan situasi serta memburu pihak terlibat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bd0cd03c4.webp" length="37940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 18:58:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Polres Malang, Wisatawan Surabaya, Pengroyokan, Kerusakan Kendaraan, Keamanan Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Suasana liburan di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mendadak berubah mencekam. Rombongan wisatawan asal Surabaya yang tengah beristirahat di sekitar lokasi justru menjadi korban dugaan aksi kekerasan yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari.</p>
<p>Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga kerusakan pada sejumlah kendaraan milik rombongan. Situasi di lokasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan melakukan pengamanan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan segera mengerahkan petugas ke tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>“Begitu laporan masuk, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Dari hasil penanganan sementara, tercatat enam orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam unit kendaraan roda empat milik wisatawan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.</p>
<p>Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu, seperti potongan kayu, batu, serta botol minuman keras.</p>
<p>Hingga kini, aparat masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi,” tegas Bambang.</p>
<p>Polisi juga melakukan langkah lanjutan dengan menelusuri kemungkinan keterlibatan sejumlah pihak, sekaligus memastikan keamanan para wisatawan yang menjadi korban.</p>
<p>Sebagai langkah preventif, aparat turut memberikan pengawalan kepada rombongan wisata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Termakan Kabar Hoaks, Warga Lawang Malang Serang Tetangga Pakai Sajam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-termakan-kabar-hoaks-warga-lawang-malang-serang-tetangga-pakai-sajam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-termakan-kabar-hoaks-warga-lawang-malang-serang-tetangga-pakai-sajam</guid>
<description><![CDATA[ Emosi pelaku memuncak akibat kabar tak terverifikasi, berujung penyerangan terhadap tetangga sendiri, meninggalkan luka fisik sekaligus retaknya hubungan sosial di lingkungan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bba7954c5.webp" length="13816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 18:29:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Penganiayaan Lawang, Hoaks, Polres Malang, Keamanan Warga, Kriminalitas, Desa Sidodadi, Hukum Pidana, Konflik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sore di Dusun Boro, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, semula berjalan seperti biasa. Aktivitas warga mengalir tenang, hingga mendadak pecah oleh teriakan yang memicu kepanikan. Sebuah peristiwa yang berawal dari kabar tak pasti, berubah menjadi aksi kekerasan di depan rumah sendiri.</p>
<p>MS (39) saat itu tengah memasukkan sepeda motor ke dalam rumah. Rutinitas sederhana itu mendadak terhenti ketika AZ (32), tetangganya, datang dengan emosi yang sudah memuncak.</p>
<p>Tanpa banyak percakapan, pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis caluk.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang menerangkan, jika Korban berusaha menangkis, namun sabetan tetap mengenai jari kelingking tangan kanannya.</p>
<p>“Korban mengalami luka sobek pada jari tangan akibat menangkis serangan pelaku yang menggunakan senjata tajam,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Suasana yang semula tenang berubah mencekam. Warga sekitar bergegas mendatangi lokasi dan berusaha melerai. Senjata tajam yang digunakan pelaku berhasil diamankan sebelum situasi semakin memburuk.</p>
<p>“Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melerai dan mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku,” terangnya.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa peristiwa tersebut tidak dilatarbelakangi konflik nyata, melainkan dipicu oleh kabar yang belum tentu benar. Pelaku diduga terprovokasi isu bahwa korban akan mencelakainya.</p>
<p>“Motif sementara karena pelaku terprovokasi isu atau kabar yang tidak benar, sehingga melakukan tindakan secara spontan,” ungkapnya.</p>
<p>Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (16/4/2026) di teras rumah korban. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.</p>
<p>“Pelaku berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Lawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana penganiayaan,” tambah Bambang.</p>
<p>Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah senjata tajam jenis caluk bergagang kayu, pakaian korban, serta rekaman video kejadian.</p>
<p>Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.</p>
<p>Di balik peristiwa ini, kepolisian juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi. Isu yang belum terverifikasi, jika dipercaya mentah-mentah, berpotensi memicu konflik yang tak seharusnya terjadi.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar, serta menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bijak dan tidak melanggar hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Malang Tegaskan SPPG Tak Boleh Abaikan Limbah, IPAL hingga SPPL Jadi Kewajiban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-malang-tegaskan-sppg-tak-boleh-abaikan-limbah-ipal-hingga-sppl-jadi-kewajiban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-malang-tegaskan-sppg-tak-boleh-abaikan-limbah-ipal-hingga-sppl-jadi-kewajiban</guid>
<description><![CDATA[ DLH Kabupaten Malang mendorong pengelola SPPG memperbaiki tata kelola limbah melalui pendampingan intensif, sekaligus memastikan kelengkapan administrasi lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef6ebbf3806.webp" length="61416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DLH Kabupaten Malang, Pengelolaan Limbah, SPPG, Makan Bergizi, Lingkungan Hidup, IPAL, SPPL, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Upaya penataan pengelolaan limbah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang terus diperkuat melalui pendekatan pendampingan berkelanjutan.</p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menegaskan, seluruh pengelola dapur MBG wajib memenuhi standar lingkungan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Malang, Nuning Nurlaila, kepada awak media usai kegiatan sosialisasi pengelolaan limbah.</p>
<p>Menurut Nuning, DLH tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga aktif memberikan pembinaan agar pengelola SPPG memahami tata kelola limbah secara benar dan menyeluruh.</p>
<p>“Kami ingin semua pengelola memiliki pemahaman yang sama. Jadi tidak hanya patuh aturan, tapi juga tahu cara teknis pengelolaannya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, aktivitas dapur MBG menghasilkan limbah cair dan padat yang membutuhkan penanganan berbeda. Untuk limbah cair, diperlukan sistem pengolahan seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan pengelolaan yang terukur. Sementara limbah padat, khususnya organik, diarahkan untuk dikelola secara mandiri.</p>
<p>“Pengelolaan bisa dilakukan melalui komposting, pemanfaatan maggot, atau kerja sama dengan pihak lain. Kalau belum mampu, bisa bermitra dengan TPS 3R maupun bank sampah,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pengelola SPPG, koordinator wilayah, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Dalam forum tersebut, DLH juga menemukan masih adanya kekurangan pemahaman terkait kewajiban administrasi lingkungan, terutama dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).</p>
<p>“Masih ada yang belum menyadari bahwa SPPL itu wajib. Padahal dokumen ini menjadi dasar komitmen dalam pengelolaan limbah sesuai jenisnya,” tegas Nuning.</p>
<p>Ia menambahkan, proses pengurusan SPPL kini dapat dilakukan secara daring melalui sistem OSS, sehingga diharapkan tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha skala kecil hingga menengah.</p>
<p>Selain itu, DLH juga mencatat adanya SPPG yang telah memiliki fasilitas IPAL, namun belum melengkapi aspek legalitasnya. Temuan ini akan menjadi dasar untuk pendataan serta pembinaan lanjutan yang lebih terarah.</p>
<p>“Kami jadi bisa memetakan persoalan di lapangan. Ke depan, pembinaan akan lebih fokus agar seluruh SPPG memenuhi standar lingkungan secara utuh,” ungkapnya.</p>
<p>DLH memastikan, kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian pendampingan yang akan terus dilakukan. Monitoring, evaluasi, hingga kunjungan lapangan akan digelar secara berkala untuk memastikan implementasi berjalan optimal.</p>
<p>“Pendampingan ini berkelanjutan. Tujuannya agar pengelolaan limbah SPPG tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bom Ikan Diduga Dilempar ke Rumah Warga Bantur Malang, Polisi Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bom-ikan-diduga-dilempar-ke-rumah-warga-bantur-malang-polisi-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bom-ikan-diduga-dilempar-ke-rumah-warga-bantur-malang-polisi-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan pagi hari merusak bagian depan rumah warga di Bantur, polisi mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef4a550a481.webp" length="58256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:38:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bantur, Malang, ledakan, bom ikan, polisi, kriminal, olah TKP, keamanan, peristiwa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Sebuah rumah milik warga di Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mengalami kerusakan usai terdengar ledakan keras, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Rumah tersebut diketahui milik S (59), seorang petani setempat. Saat kejadian berlangsung, rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah mendengar suara ledakan dari arah rumah korban pada pagi hari.</p>
<p>“Warga yang mendengar langsung mengecek ke lokasi. Saat itu, bagian depan rumah sudah mengalami kerusakan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Dari informasi yang dihimpun, ledakan diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi kemudian menghubungi pemilik rumah yang saat itu sedang tidak berada di tempat.</p>
<p>Setelah korban kembali, ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian depan rumah, mulai dari kaca pecah, lantai rusak, hingga tiang teras yang terdampak.</p>
<p>Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga ditemukan serpihan material yang diduga berasal dari benda peledak. Polisi menduga, ledakan tersebut dipicu benda yang dilempar ke arah rumah korban.</p>
<p>“Indikasi awal, ada benda yang diduga bom ikan dilempar di bagian depan rumah hingga menimbulkan ledakan,” jelas Bambang.</p>
<p>Saat ini, tim Inafis Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan.</p>
<p>Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp2,5 juta.</p>
<p>Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan petunjuk di lapangan untuk mengungkap pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuti Haji Ketua DPRD Kabupaten Malang, Solusi Kepemimpinan Disepakati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuti-haji-ketua-dprd-kabupaten-malang-solusi-kepemimpinan-disepakati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuti-haji-ketua-dprd-kabupaten-malang-solusi-kepemimpinan-disepakati</guid>
<description><![CDATA[ Pimpinan DPRD Kabupaten Malang memastikan kepemimpinan tetap berjalan selama ketua menunaikan ibadah haji, meski muncul perbedaan tafsir aturan penunjukan pelaksana tugas sementara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef447b44c6b.webp" length="27088" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:49:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>dprd malang, haji, kepemimpinan, politik daerah, pemerintahan, plt ketua, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, mulai menjalani cuti untuk menunaikan ibadah haji sejak 25 April 2026. Selama masa cuti sekitar 40 hari tersebut, pimpinan DPRD telah menyepakati solusi kepemimpinan sementara agar roda kelembagaan tetap berjalan normal.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, H. Kholiq, memastikan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD telah disepakati secara internal oleh seluruh unsur pimpinan.</p>
<p>“Sudah selesai di internal pimpinan DPRD. Semua sudah menandatangani penunjukan Plt Ketua DPRD kepada saya,” ujarnya.</p>
<p>Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani empat pimpinan DPRD. Dengan demikian, selama Ketua DPRD menjalankan ibadah haji, tugas dan kewenangan dijalankan oleh Plt melalui mekanisme musyawarah pimpinan.</p>
<p>Penunjukan ini merujuk pada Pasal 40 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang mengatur bahwa jika pimpinan DPRD berhalangan sementara, maka pimpinan lainnya bermusyawarah untuk menunjuk pelaksana tugas.</p>
<p>Ketua DPRD Darmadi dari PDI Perjuangan sendiri diketahui tengah menunaikan ibadah haji dalam beberapa waktu terakhir, sehingga mekanisme kepemimpinan sementara menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas kelembagaan.</p>
<p>Di sisi lain, muncul perbedaan penafsiran terkait mekanisme tersebut. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyebut masa cuti 40 hari masih multitafsir dan perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak berwenang.</p>
<p>“Karena cuti 40 hari ini masih multitafsir, silakan dikomunikasikan dan dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang,” ujar Didik.</p>
<p>Ia menegaskan, sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Malang, PDI Perjuangan berkepentingan memastikan hak politiknya tetap terakomodasi.</p>
<p>“Kita hanya mempertanyakan hak partai saat ketua DPRD mengajukan izin berhalangan atau cuti selama 40 hari. Tetapi bukan berarti harus dipaksakan,” tegasnya.</p>
<p>Perbedaan tafsir ini juga merujuk pada Peraturan DPRD Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPRD, khususnya Pasal 47 ayat (1), yang menyebutkan bahwa jika pimpinan DPRD berhalangan lebih dari 30 hari, maka partai politik asal dapat mengusulkan anggota DPRD dari partai yang sama untuk melaksanakan tugas tersebut.</p>
<p>Meski terdapat perbedaan pandangan, pimpinan DPRD memastikan keputusan penunjukan Plt telah melalui mekanisme kolektif kolegial dan tidak akan mengganggu pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan selama masa cuti haji berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Beberkan Penyebab Kendaraan MBG Oleng hingga Tabrak Tiga Rumah di Donomulyo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-beberkan-penyebab-kendaraan-mbg-oleng-hingga-tabrak-tiga-rumah-di-donomulyo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-beberkan-penyebab-kendaraan-mbg-oleng-hingga-tabrak-tiga-rumah-di-donomulyo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Mobil pengangkut MBG mengalami kecelakaan tunggal di Donomulyo usai isi BBM. Diduga akibat gangguan teknis, kendaraan oleng dan menabrak rumah warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef42082f043.webp" length="89536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:20:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan malang, donomulyo, mobil mbg, l300, polres malang, laka lantas, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kecelakaan (Laka) lalu lintas melibatkan mobil Sataun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengangkut program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Raya Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (27/4/2026). </p>
<p>Kendaraan jenis Mitsubishi L300 pikap boks bernomor polisi N-8626-CI itu menabrak tiga rumah warga setelah diduga mengalami gangguan teknis.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, insiden bermula saat kendaraan yang dikemudikan AS (22), warga Desa Tlogosari, melaju dari arah utara ke selatan usai mengisi bahan bakar di SPBU Donomulyo. Saat itu, ia didampingi DS (25), warga Desa Donomulyo.</p>
<p>“Sesampainya di lokasi, kendaraan tiba-tiba oleng diduga akibat gangguan pada roda belakang, sehingga sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Sopir sempat berupaya menghindari dampak lebih besar dengan membanting setir ke kiri. Namun, kendaraan justru menabrak tiga rumah warga di pinggir jalan hingga mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga rumah warga mengalami kerusakan,” jelas Bambang.</p>
<p>Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan dugaan kuat bahwa kecelakaan dipicu kondisi teknis kendaraan yang tidak optimal. Polisi menemukan indikasi masalah pada bagian kaki-kaki kendaraan.</p>
<p>“Dugaan sementara disebabkan <em>sporing balancing</em> yang tidak tepat serta adanya kerusakan pada bagian kaki-kaki kendaraan,” ungkapnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp18 juta. Usai insiden, sopir langsung menghubungi pihak yayasan MBG Desa Tlogosari.</p>
<p>Ketua yayasan, Kristina, datang ke lokasi dan menyatakan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Pihak kepolisian juga telah melakukan penanganan awal serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kloter 14 Jadi Pembuka, Bupati Malang Lepas 359 Jemaah Haji di Karanglo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kloter-14-jadi-pembuka-bupati-malang-lepas-359-jemaah-haji-di-karanglo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kloter-14-jadi-pembuka-bupati-malang-lepas-359-jemaah-haji-di-karanglo</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan jamaah haji asal Kabupaten Malang mulai diberangkatkan di Karanglo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb5de86215e.webp" length="77860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 21:31:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>haji malang, kloter 14, jamaah haji, pemberangkatan haji, kabupaten malang, bupati malang, tanah suci, ibadah haji, karanglo, singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kloter 14 menjadi rombongan pembuka pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Malang tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 359 jamaah dilepas langsung oleh Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, di Exit Tol Karanglo, Singosari, Jumat (24/4/2026) siang.</p>
<p>Dalam pelepasan tersebut, Bupati Malang menekankan pentingnya menjaga sikap dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah di tanah suci.</p>
<p>“Menunaikan ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Tidak semua orang diberi kesempatan ini. Maka jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Total jemaah haji asal Kabupaten Malang tahun ini mencapai 1.637 orang yang terbagi dalam tujuh kloter. Kloter 14 menjadi gelombang awal dalam rangkaian pemberangkatan tersebut.</p>
<p>Selain itu, Bupati Malang juga mengingatkan jemaah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta disiplin mengikuti arahan petugas.</p>
<p>“Saya titip agar seluruh jemaah menjaga sikap dan perilaku, mencerminkan akhlak mulia serta menjaga nama baik Kabupaten Malang di mata dunia internasional,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah, termasuk memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar tanpa membebani biaya.</p>
<p>Dengan pelepasan kloter 14 ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>As Roda Patah, Truk Mundur dan Tabrak Pemotor di Dau Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/as-roda-patah-truk-mundur-dan-tabrak-pemotor-di-dau-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/as-roda-patah-truk-mundur-dan-tabrak-pemotor-di-dau-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan ini melibatkan unit dump truck Hino bernomor polisi (nopol) N 9330 EC dengan sepeda motor Honda CB150R bernopol W 4973 NHD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eaea722afbe.webp" length="94964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 13:37:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan malang, laka dau, truk mundur, satlantas polres malang, kronologi laka, dau malang, kecelakaan pagi, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Locari RT 04/RW 03, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (23/4/2026) pagi.</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dan laporannya diterima petugas pada pukul 10.30 WIB. </p>
<p>Kecelakaan ini melibatkan unit dump truck Hino bernomor polisi (nopol) N 9330 EC dengan sepeda motor Honda CB150R bernopol W 4973 NHD.</p>
<p>Dalam laporan resminya, Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat dump truck yang dikemudikan Dwiono melaju dari arah timur ke barat.</p>
<p>Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menanjak, kendaraan tersebut mengalami patah as roda belakang. Kondisi itu membuat dump truck tidak mampu melaju dan justru bergerak mundur.</p>
<p>Pada saat bersamaan, dari arah yang sama di belakang truk, melaju sepeda motor Honda CB150R yang dikendarai Ibra Setiawan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.</p>
<p>"Diduga pengemudi dump truck kurang bisa menguasai keadaan saat kendaraan mengalami gangguan teknis," urai AKP Muhammad Alif Chelvin, Rabu (23/4/2026).</p>
<p>Benturan terjadi pada bagian depan sepeda motor dengan bagian belakang dump truck yang bergerak mundur. </p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka pada kaki kanan dan langsung dilarikan ke RS Karsa Husada untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>Selain korban luka, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp1.000.000.</p>
<p>Berdasarkan laporan tersebut, faktor yang memengaruhi kecelakaan meliputi faktor manusia yakni dugaan kurangnya kemampuan pengemudi dalam menguasai kendaraan, serta faktor kendaraan berupa patahnya as roda belakang dump truck. </p>
<p>Sementara itu, faktor cuaca tidak berpengaruh pada kondisi jalan yang berupa tanjakan tersebut.</p>
<p>Petugas dari Unit Gakkum Singosari Satlantas Polres Malang yang mendatangi lokasi langsung melakukan tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, hingga mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, menyebut pihaknya masih mendalami asal dump truck yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.</p>
<p>"Masih belum kami tanyakan," jelasnya singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Bongkar Modus Suntik LPG Subsidi, Disperindag Ungkap Celah Distribusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-bongkar-modus-suntik-lpg-subsidi-disperindag-ungkap-celah-distribusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-bongkar-modus-suntik-lpg-subsidi-disperindag-ungkap-celah-distribusi</guid>
<description><![CDATA[ Tiga tersangka diamankan usai raup keuntungan dari selisih harga gas, praktik ilegal terungkap di Kepanjen dengan barang bukti ratusan tabung LPG ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eae58d0a2b0.webp" length="45516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 11:49:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>gasLPG subsidi LPG3kg PolresMalang DisperindagMalang kriminal Malang beritaMalang penyelewenganSubsidi Kepanjen JawaTimur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Praktik ilegal penyalahgunaan gas LPG subsidi 3 kilogram berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Malang.</p>
<p>Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan memindahkan isi tabung LPG subsidi tersebut ke dalam tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.</p>
<p>"Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan anggota di wilayah Semanding yang mencurigai adanya praktik pemindahan isi LPG subsidi ke tabung Bright Gas," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar, dalam laporan resmi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, tersangka utama berinisial FM (34) diketahui melakukan pemindahan isi gas menggunakan alat sederhana berupa pipa besi yang dimodifikasi. Aksi tersebut dilakukan di rumah kontrakannya di kawasan Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>Setelah dipindahkan, tabung LPG 12 kilogram tersebut dijual kepada tersangka lain, MR (33), seharga Rp140 ribu. Selanjutnya, MR menjual kembali kepada M (49) dengan harga Rp150 ribu. Oleh tersangka M, gas tersebut kembali dijual ke peternak ayam dengan harga mencapai Rp220 ribu per tabung.</p>
<p>AKP Hafiz menjelaskan, praktik ini sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan dari selisih harga antara LPG subsidi 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil dengan LPG non-subsidi.</p>
<p>"Motifnya  ekonomi, mereka mencari keuntungan pribadi dari barang subsidi yang seharusnya tidak disalahgunakan," urainya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menegaskan bahwa distribusi LPG subsidi sebenarnya telah memiliki jalur yang jelas dan terstruktur.</p>
<p>"Tadi kami sampaikan bahwa untuk melihat indikasi penimbunan, kalau dari masyarakat itu kan mendapatkan dari pangkalan. Dari agen sendiri sudah ada peta distribusi ke pangkalan mana saja," ujarnya kepada media ini.</p>
<p>Ia menambahkan, distribusi dinilai sudah tepat apabila LPG subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat sasaran, khususnya keluarga kurang mampu namun secara hukum tetap salah.</p>
<p>"Tapi kalau dari pangkalan ke masyarakat, sepanjang sasarannya tepat ke keluarga miskin, distribusinya sudah benar. Namun dalam kasus ini ada indikasi penimbunan oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Menurut Astri, praktik semacam ini sulit terdeteksi dari jalur distribusi resmi karena pelaku bergerak di level bawah. Oleh karena itu, peran aparat penegak hukum menjadi krusial dalam mengungkap kasus tersebut.</p>
<p>"Yang bisa menemukan memang dari pihak kepolisian, karena ini sudah masuk ranah penyimpangan," tegasnya.</p>
<p>Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 106 tabung LPG 3 kilogram, 3 tabung Bright Gas kosong, alat suntik berupa pipa besi, regulator, segel tabung, satu unit mobil Grandmax, serta satu unit ponsel.</p>
<p>Para tersangka dijerat dengan pasal terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak dan gas bersubsidi, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fasilitas Kurang, Kepala Puskesmas Tajinan Malang Pastikan Layanan Tetap Optimal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fasilitas-kurang-kepala-puskesmas-tajinan-malang-pastikan-layanan-tetap-optimal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fasilitas-kurang-kepala-puskesmas-tajinan-malang-pastikan-layanan-tetap-optimal</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan fasilitas jadi catatan penting, namun pelayanan kesehatan di Tajinan tetap berjalan maksimal dengan tenaga medis siaga dan respons cepat masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bf6d69209.webp" length="29838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 15:44:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Puskesmas Tajinan, Bupati Malang, layanan kesehatan, sambang puskesmas, fasilitas kesehatan, tenaga medis, pelayanan publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kepala UPT Puskesmas Tajinan, dr. Widya Damayanti, memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski masih terdapat keterbatasan fasilitas. </p>
<p>Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sambang puskesmas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di Puskesmas Tajinan, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>“Pelayanan tetap kami maksimalkan, meskipun memang ada beberapa fasilitas yang belum sempurna,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah catatan pada sarana pelayanan, salah satunya di ruang gigi yang masih memiliki kursi dalam kondisi rusak. Widya menyebut, pihaknya telah mengajukan perbaikan dan kini tinggal menunggu proses penganggaran.</p>
<p>“Ada kursi gigi yang rusak, itu langsung kami atensi. Pengajuannya sebenarnya sudah dilakukan, tinggal menunggu proses anggaran,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, perbaikan sarana dan prasarana kesehatan memang membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, hal itu tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>“Realisasinya bisa tahun depan atau dua tahun ke depan, tergantung anggaran. Tapi pelayanan saat ini tetap kami optimalkan,” tegasnya.</p>
<p>Ia memastikan seluruh tenaga kesehatan tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.</p>
<p>Sementara itu, dalam kegiatan sambang puskesmas tersebut, Bupati Malang HM Sanusi turut melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, mulai dari kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat, hingga kecepatan pelayanan kepada pasien.</p>
<p>Pemkab Malang juga mendorong peningkatan kualitas layanan dilakukan secara bertahap melalui penguatan sarana dan prasarana sesuai kemampuan anggaran daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelantikan DLH Kabupaten Malang: Legal Secara Aturan, Dipersoalkan Secara Etika</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelantikan-dlh-kabupaten-malang-legal-secara-aturan-dipersoalkan-secara-etika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelantikan-dlh-kabupaten-malang-legal-secara-aturan-dipersoalkan-secara-etika</guid>
<description><![CDATA[ Kontroversi pengangkatan kepala dinas memicu perdebatan publik, antara prosedur administratif yang sah dan tuntutan etika dalam menjaga kepercayaan serta integritas birokrasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bce46e72f.webp" length="30226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DLH Malang, Sanusi, JPT Pratama, Merit Sistem, Nepotisme, Etika Publik, DPRD Malang, Birokrasi Daerah, Transparansi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Nama Ahmad Dzulfikar Nurrahman menjadi sorotan publik setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dalam rotasi pejabat yang digelar pada 13 April 2026 di Pendopo Agung.</p>
<p>Sosok birokrat yang telah berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang ini sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kadis DLH. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala bidang hingga sekretaris dinas, sebelum akhirnya dipercaya memimpin secara definitif.</p>
<p>Namun, pelantikan tersebut memantik polemik lantaran Dzulfikar merupakan anak kandung Bupati Malang. Sorotan publik pun tak hanya mengarah pada kapasitas, melainkan juga pada aspek kepatutan dalam tata kelola pemerintahan.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa seluruh proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama telah berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.</p>
<p>“Ya, itu semua prosesnya di Panitia Seleksi, dan silakan ke BKPSDM sebagai prosesnya,” tegasnya kepada awak media usai sidak di Puskesmas Tajinan, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Ia memastikan tidak ada pelanggaran dalam setiap tahapan seleksi hingga pelantikan. Menurutnya, seluruh prosedur telah mengikuti sistem merit yang berlaku dalam birokrasi.</p>
<p>“Semua dilakukan melalui proses yang sesuai dengan aturan. Artinya itu sudah sesuai aturan, tidak ada aturan yang dilanggar,” ujarnya.</p>
<p>Sanusi juga menegaskan bahwa faktor hubungan keluarga tidak memengaruhi hasil seleksi. Ia menilai, penetapan tersebut murni berdasarkan kompetensi dan mekanisme yang telah ditetapkan.</p>
<p>Sementara itu, DPRD Kabupaten Malang disebut telah melakukan klarifikasi terhadap proses pelantikan tersebut. Namun, Sanusi menegaskan bahwa seluruh penjelasan telah disampaikan.</p>
<p>“Sudah dipanggil, dan semua sudah dijelaskan,” katanya singkat.</p>
<p>Di sisi lain, kritik datang dari Hasto Kristiyanto yang menilai pelantikan tersebut kurang etis dan berpotensi mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Sanusi memberikan respons tegas.</p>
<p>“Ya, karena Pak Hasto belum tahu kenyataan di lapangan, itu masih prediksi saja,” ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus Terapi Penyembuhan, Dukun Cabul di Malang Setubuhi Pasien Berulang Kali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-terapi-penyembuhan-dukun-cabul-di-malang-setubuhi-pasien-berulang-kali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-terapi-penyembuhan-dukun-cabul-di-malang-setubuhi-pasien-berulang-kali</guid>
<description><![CDATA[ Dalam praktiknya, korban diminta menjalani terapi secara tertutup di dalam kamar. Di ruang itulah, tersangka diduga melakukan tindakan persetubuhan dengan alasan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus memperbaiki kondisi rumah tangga korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e98431394ab.webp" length="22144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 10:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Gedangan, Kekerasan Seksual, Pengobatan Alternatif, Polres Malang, Satres PPA, Kasus Kriminal, Perlindungan Korban, Tindak Pidana Seksual, Hukum Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Niat mencari kesembuhan justru berujung petaka. Seorang perempuan muda di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, diduga menjadi korban kekerasan seksual dengan modus pengobatan alternatif. </p>
<p>Kasus ini kini ditangani secara serius oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang.</p>
<p>Terungkapnya perkara tersebut bermula dari keberanian korban berusia 23 tahun, warga Desa Sidodadi, yang melaporkan dugaan perbuatan cabul hingga persetubuhan yang dialaminya. </p>
<p>Pelaku, seorang pria lanjut usia berinisial AM (60), diduga memanfaatkan kondisi korban yang sedang sakit serta kepercayaan keluarga terhadap praktik pengobatan nonmedis.</p>
<p>Kepala Unit (Kanit) PPA Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana, menyebut modus pelaku terbilang sistematis. Dengan dalih terapi penyembuhan, korban diarahkan mengikuti berbagai instruksi yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan seksual.</p>
<p>"Korban berada dalam kondisi rentan dan mempercayai proses pengobatan yang dilakukan tersangka. Situasi itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya," ujarnya, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi berulang kali pada Juni 2025, baik di rumah korban maupun di kediaman tersangka di Dusun Sumberduren Kidul, Desa Sidodadi.</p>
<p>Awalnya, korban mengalami sakit pada bagian kaki dan telah berupaya menjalani pengobatan medis, namun tidak kunjung membaik. Atas saran keluarga, korban kemudian mendatangi tersangka yang dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif di lingkungan sekitar.</p>
<p>Dalam praktiknya, korban diminta menjalani terapi secara tertutup di dalam kamar. Di ruang itulah, tersangka diduga melakukan tindakan persetubuhan dengan alasan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus memperbaiki kondisi rumah tangga korban.</p>
<p>Kepercayaan yang semula dipegang korban perlahan berubah menjadi tekanan batin. Setelah kejadian berlangsung beberapa kali, korban akhirnya berani mengungkapkan apa yang dialaminya kepada sang suami hingga berujung laporan ke kepolisian.</p>
<p>Polisi bergerak cepat. Serangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi, visum, hingga gelar perkara. Hasilnya, tersangka resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban, perlengkapan yang diduga digunakan dalam aksi, hingga rekaman video yang berkaitan dengan perkara.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi perhatian serius, khususnya dalam memastikan perlindungan terhadap korban.</p>
<p>"Selain proses hukum yang berjalan, kami juga memastikan korban mendapatkan pendampingan agar hak-haknya terlindungi secara maksimal," tegasnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), terkait penyalahgunaan kekuasaan dan pemanfaatan kondisi rentan korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paripurna DPRD Kabupaten Malang Bahas Empat Raperda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paripurna-dprd-kabupaten-malang-bahas-empat-raperda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paripurna-dprd-kabupaten-malang-bahas-empat-raperda</guid>
<description><![CDATA[ Paripurna DPRD Kabupaten Malang bahas empat Raperda strategis, HM Sanusi sampaikan jawaban, dilanjutkan pembahasan Pansus menuju penetapan Perda Kabupaten Malang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e96d474c364.webp" length="44166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 08:03:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, HM Sanusi, Rapat Paripurna, Raperda Kabupaten Malang, Pemberdayaan Masyarakat, Bank Artha Kanjuruhan, Perangkat Daerah, Aset Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang membahas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang terdiri dari satu Raperda inisiatif DPRD dan tiga Raperda usulan Pemerintah Kabupaten Malang, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Dalam agenda paripurna tersebut, pertama disampaikan pendapat Bupati Malang terhadap Raperda inisiatif DPRD tentang pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, Bupati Malang HM Sanusi juga menyampaikan tanggapan dan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap tiga Raperda usulan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>Tiga Raperda tersebut meliputi perubahan kelima atas Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, penyertaan modal daerah kepada Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Artha Kanjuruhan, serta perubahan atas Peraturan Daerah tentang pengelolaan barang milik daerah.</p>
<p>Bupati Malang HM Sanusi menjelaskan bahwa perubahan susunan perangkat daerah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kelembagaan serta menghindari tumpang tindih kewenangan. Penataan organisasi perangkat daerah dilakukan dengan prinsip right sizing dan right function agar lebih proporsional dan tepat fungsi.</p>
<p>Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga merencanakan perubahan nomenklatur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan.</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis budaya.</p>
<p>Terkait penyertaan modal kepada Bank Artha Kanjuruhan, Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah melalui kajian komprehensif serta analisis kelayakan investasi. </p>
<p>Penyertaan modal dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kinerja bank daerah agar mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Sementara itu, perubahan Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah diarahkan pada penguatan tata kelola aset melalui digitalisasi menggunakan aplikasi e-BMD dan SIAPAKSI. </p>
<p>Langkah tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.</p>
<p>Selain tiga Raperda dari Pemerintah Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang juga mengusulkan Raperda inisiatif tentang pemberdayaan masyarakat. </p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi membenarkan bahwa Raperda ini diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mengembangkan potensi lokal di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Keempat Raperda tersebut selanjutnya akan dibahas lebih lanjut oleh panitia khusus DPRD Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah," terangnya.</p>
<p>Rapat paripurna berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Malang dan dihadiri pimpinan DPRD, anggota dewan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Malang. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Ingatkan, Fasilitas Puskesmas Poncokusumo Malang Baru Harus Diiringi Layanan Lebih Baik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-ingatkan-fasilitas-puskesmas-poncokusumo-malang-baru-harus-diiringi-layanan-lebih-baik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-ingatkan-fasilitas-puskesmas-poncokusumo-malang-baru-harus-diiringi-layanan-lebih-baik</guid>
<description><![CDATA[ Pengawasan DPRD menyoroti kesiapan layanan kesehatan di Poncokusumo, menegaskan peningkatan fasilitas wajib diikuti kualitas pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan maksimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0b65783be9.webp" length="27656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:30:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Kabupaten Malang, Puskesmas Poncokusumo, Pelayanan Kesehatan, DPRD Malang, Kesehatan Malang, Pengawasan DPRD, Fasilitas Publik, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menegaskan bahwa pembangunan gedung baru Puskesmas Poncokusumo tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata, melainkan harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Penegasan itu disampaikan saat mendampingi Bupati Malang Sanusi dalam peninjauan langsung ke Puskesmas Poncokusumo, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat kesiapan gedung baru, tetapi juga menilai kondisi pelayanan di gedung lama yang masih digunakan.</p>
<p>Darmadi menekankan, fasilitas baru jangan sampai hanya menjadi simbol tanpa perubahan nyata dalam pelayanan.</p>
<p>“Jangan sampai fasilitas baru hanya jadi simbol, sementara kualitas layanan tetap sama,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Ia menyebut, ketika gedung baru mulai difungsikan, standar pelayanan juga harus ikut meningkat, baik dari sisi kecepatan, responsivitas, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami tegas, saat gedung baru dibuka, standar pelayanan juga harus naik. Lebih cepat, lebih responsif, dan benar-benar melayani masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” lanjutnya.</p>
<p>Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar kunjungan, ini pengawasan,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan, jika masih terdapat keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan, maka hal tersebut menjadi indikator bahwa masih ada persoalan yang harus segera dibenahi.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, bukan sekadar janji perbaikan.</p>
<p>“Masyarakat berhak dapat layanan kesehatan yang layak, bukan hanya perbaikan,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Malang Sanusi dalam kesempatan yang sama melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Poncokusumo.</p>
<p>Evaluasi tersebut mencakup berbagai kendala yang masih dihadapi, mulai dari kebutuhan penerangan, ketersediaan air bersih, hingga fasilitas penunjang operasional lainnya.</p>
<p>“Hal ini penting untuk memastikan seluruh pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa hambatan, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang baik, aman dan lancar,” jelas Sanusi.</p>
<p>Sanusi juga menyampaikan bahwa Puskesmas Poncokusumo lama saat ini masih tetap beroperasi, sembari menunggu pemindahan ke gedung baru yang lokasinya tidak jauh dari bangunan lama.</p>
<p>Relokasi dilakukan karena keterbatasan fasilitas penunjang, terutama area parkir yang dinilai kurang memadai. Dengan lokasi baru yang lebih luas, diharapkan masyarakat dapat lebih nyaman saat mengakses layanan kesehatan.</p>
<p>Kepala UPT Puskesmas Poncokusumo, dr. Wiwit Wijayati, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan layanan kesehatan di wilayahnya.</p>
<p>Ia berharap pembangunan tahap lanjutan gedung baru segera direalisasikan, termasuk pemenuhan sarana prasarana penunjang keamanan dan kenyamanan.</p>
<p>“Harapannya pembangunan tahap berikutnya segera terealisasi, termasuk sarana prasarana karena di lokasi baru masih belum ada pagar dan paving jalan masuk,” ungkap Wiwit. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Dirawat, Korban Tertabrak Kereta di Singosari Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-korban-tertabrak-kereta-di-singosari-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-korban-tertabrak-kereta-di-singosari-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Korban tertabrak Kereta Penataran di Singosari yang sempat dirawat di RSSA Malang akhirnya meninggal dunia, jenazah langsung dibawa keluarga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5e07f7d884.webp" length="34664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:30:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Kecelakaan Kereta, Kereta Penataran, Singosari Malang, RSSA Malang, Polisi Singosari, Malang Raya, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Korban tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran di wilayah Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.</p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin, membenarkan informasi tersebut berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit.</p>
<p>"Korban meninggal sekitar jam 4 pagi berdasarkan informasi dari kamar jenazah RSSA. Kemudian sekitar jam 5 pagi jenazah langsung dibawa pihak keluarga," ujar AKP Achmad Zainuddin, Senin (20/4/2025).</p>
<p>Sebelumnya, korban bernama Tohari, warga Jalan Onggojoyo 8 RT 001 RW 002 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 pada Minggu pagi (19/4/2025) sekitar pukul 07.03 WIB.</p>
<p>Saat kejadian, korban bersama sekitar tujuh anggota keluarganya berjalan menyisir jalur rel kereta api dari arah selatan menuju utara sambil bersenda gurau. Namun dari arah berlawanan datang kereta api hingga korban diduga tidak sempat menghindar dan tersambar.</p>
<p>Korban sempat dalam kondisi sadar dan dievakuasi ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun luka yang dialami korban cukup serius hingga akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersenda Gurau di Sepanjang Rel, Pria di Singosari Malang  Tersambar Komuter Penataran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-di-singosari-tersambar-komuter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-di-singosari-tersambar-komuter</guid>
<description><![CDATA[ Pria Singosari tertabrak Kereta Penataran saat berjalan di rel bersama keluarga, korban selamat, kejadian viral di Instagram Info Singosari ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e47f85b8db0.webp" length="37936" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 14:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Kecelakaan Kereta, Kereta Penataran, Info Singosari, Malang Raya, Komuter Penataran, RSSA Malang, Polisi Singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kejadian mengejutkan terjadi di jalur rel kereta api wilayah Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (19/4/2025) pagi. Seorang pria tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 saat berjalan di sepanjang rel bersama keluarganya. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai merenggut nyawa korban. </p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin menjelaskan, korban awalnya berjalan bersama keluarga di sepanjang rel kereta api.</p>
<p>"Korban bersama sekitar tujuh anggota keluarga berjalan menyisir rel dari arah selatan ke utara sambil bersenda gurau," ujar AKP Achmad Zainuddin, Minggu (19/4/2025).</p>
<p>Namun dari arah berlawanan, lanjutnya, datang Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 yang melaju dari utara ke selatan.</p>
<p>"Korban diduga tidak sempat mengamankan diri saat kereta melintas sehingga tersambar dan terjatuh ke selokan air di sekitar jalur rel," jelasnya.</p>
<p>Korban diketahui bernama Tohari, warga Jalan Onggojoyo 8 RT 001 RW 002 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Beruntung korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi.</p>
<p>"Korban dalam keadaan sadar dan langsung dievakuasi ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis," tambahnya.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berjalan atau beraktivitas di jalur rel kereta api karena berisiko tinggi terjadi kecelakaan.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya dan dapat membahayakan keselamatan," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinggal Sendiri di Usia Senja, Rumah Lansia di Pakis Malang Ludes Dilalap Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinggal-sendiri-di-usia-senja-rumah-lansia-di-pakis-malang-ludes-dilalap-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinggal-sendiri-di-usia-senja-rumah-lansia-di-pakis-malang-ludes-dilalap-api</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran rumah di Pakis Malang diduga akibat korsleting listrik, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e17735c9a10.webp" length="39448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 08:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran malang, pakis malang, korsleting listrik, kebakaran rumah, damkar malang, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Nasib nahas dialami Sukowati (66), warga Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Rumah yang ia tempati seorang diri ludes dilalap api saat dirinya tengah terlelap tidur, Kamis (16/4/2026) malam.</p>
<p>Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat korban berada di dalam rumah dan sedang beristirahat di kamar. Api diduga pertama kali muncul dari bagian atas rumah, kemudian dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan.</p>
<p>Kapolsek Pakis AKP Suyanto, menyampaikan bahwa saat kejadian korban memang berada seorang diri di dalam rumah.</p>
<p>“Korban saat itu sedang tidur di dalam kamar dan memang tinggal sendiri di rumah tersebut,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap dari bagian atap rumah. Dalam waktu singkat, asap berubah menjadi kobaran api yang semakin membesar dan mengancam bangunan di sekitarnya.</p>
<p>Warga kemudian memastikan kondisi korban dan mendapati Sukowati telah berhasil keluar dari rumah dalam keadaan selamat.</p>
<p>“Warga melihat korban sudah berada di luar rumah, sehingga dapat dipastikan dalam kondisi selamat,” jelasnya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, warga segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut. Petugas Polsek Pakis tiba di lokasi sekitar pukul 20.45 WIB dan langsung membantu pengamanan serta pemadaman awal bersama warga.</p>
<p>Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah milik korban mengalami kerusakan cukup parah dengan kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p>“Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp50 juta,” ungkapnya.</p>
<p>Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di dalam rumah. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.</p>
<p>“Dugaan sementara disebabkan konsleting arus listrik,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Projo Canangkan Program 100 Hari di Malang, Perkuat Struktur hingga Level Terbawah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/projo-se-jatim-mulai-konsolidasi-nasional-perkuat-struktur-hingga-level-terbawah-di-kota-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/projo-se-jatim-mulai-konsolidasi-nasional-perkuat-struktur-hingga-level-terbawah-di-kota-malang</guid>
<description><![CDATA[ Projo mulai konsolidasi dari Kota Malang, siapkan program 100 hari, perkuat struktur organisasi hingga level terbawah, sekaligus kawal pemerintahan Prabowo-Gibran di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db808d98a88.webp" length="58018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 21:45:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Projo, Kota Malang, Konsolidasi Nasional, Budi Arie Setiadi, Prabowo Gibran, Jawa Timur, Relawan Projo, Politik Nasional, Organisasi Relawan, Program 100 Hari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Konsolidasi nasional relawan Pro Jokowi (Projo) Jawa Timur resmi dimulai dari Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung di The 1O1 Malang OJ Hotel itu menjadi langkah awal penguatan organisasi melalui program 100 hari kerja.</p>
<p>Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan memperkuat struktur organisasi sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di sela agenda Konferensi Daerah (Konferda) Projo Jatim dengan tema "Konsolidasi Total Menuju Organisasi Solid".</p>
<p>Program 100 hari tersebut dirancang menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari 38 kabupaten dan kota hingga level terbawah organisasi. Targetnya membangun struktur yang solid, terorganisir, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.</p>
<p>Menurut Budi Arie, Jawa Timur dipilih sebagai titik awal karena memiliki basis relawan yang kuat dan dinilai mampu menjadi model konsolidasi nasional.</p>
<p>“Projo lahir dari semangat rakyat. Karena itu kita harus terus bertransformasi agar tetap relevan dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (12/4/2026).</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa Projo tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi berkembang sebagai gerakan sosial yang aktif dalam mendukung program pembangunan nasional.</p>
<p>Dalam hal pengawalan pemerintahan, Projo menyatakan komitmennya mendukung penuh pemerintahan Prabowo–Gibran hingga akhir masa jabatan. Organisasi tersebut juga menargetkan keterlibatan aktif di tengah masyarakat melalui berbagai aksi nyata.</p>
<p>“Kita punya tanggung jawab memastikan pemerintahan ini berhasil. Semua program strategis harus kita kawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Budi Arie.</p>
<p>Konsolidasi ini diharapkan menjadi model yang nantinya direplikasi di berbagai provinsi lain. Dengan demikian, Projo berupaya memperkuat peran sebagai kekuatan sosial yang berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Gadungan di Pakis Malang Tilang dan Bawa Kabur Ponsel Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-gadungan-di-pakis-malang-tilang-dan-bawa-kabur-ponsel-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-gadungan-di-pakis-malang-tilang-dan-bawa-kabur-ponsel-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Polisi gadungan menipu dua pelajar MTs di Pakis, mengaku tilang, meminta HP sebagai jaminan, lalu kabur, korban rugi jutaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db7c7636aa8.webp" length="55558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 21:08:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polres Malang, Pakis, Polisi Gadungan, Penipuan, Pelajar, MTsN 7 Malang, Kriminal Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi terhadap dua siswa kelas 8 MTsN 7 Kabupaten Malang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kejadian tersebut kembali menjadi perhatian setelah viral di media sosial.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polsek Pakis mendatangi lokasi kejadian pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Banjarejo, RT 002 RW 001, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi yang beredar di media sosial.</p>
<p>"Kami menerima informasi dari media sosial terkait dugaan penipuan dengan modus mengaku anggota polisi. Selanjutnya anggota langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan korban serta saksi," ujar AKP Suyanto, Minggu (12/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pelaku menghentikan korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda CRF dengan alasan tidak memakai helm dan menggunakan knalpot brong.</p>
<p>"Pelaku kemudian menunjukkan rompi bertuliskan polisi dan mengaku akan menilang serta membawa korban ke Polres Suhat. Selanjutnya pelaku meminta korban pulang mengambil STNK dan meminta HP korban sebagai jaminan," jelasnya.</p>
<p>Korban pun pulang mengambil STNK, namun saat kembali ke lokasi, pelaku sudah tidak berada di tempat dan membawa kabur HP milik korban.</p>
<p>"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta," imbuhnya.</p>
<p>Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan celana panjang warna krem, jaket hitam, masker dan helm hitam serta mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah nomor polisi N-4692-CH. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku sebagai anggota polisi dan apabila ada penindakan di jalan, masyarakat bisa meminta identitas resmi," tegas AKP Suyanto. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekanan Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pria di Turen Malang Gantung Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekanan-ekonomi-diduga-jadi-pemicu-pria-di-turen-malang-gantung-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekanan-ekonomi-diduga-jadi-pemicu-pria-di-turen-malang-gantung-diri</guid>
<description><![CDATA[ Pria buruh tani di Turen ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya. Polisi menduga tekanan ekonomi dan masalah keluarga menjadi pemicu utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7b80854eb5.webp" length="48848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Turen, bunuh diri, tekanan ekonomi, Polres Malang, peristiwa, sosial, buruh tani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Seorang pria berinisial H (31), warga Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi dan persoalan keluarga, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang datang ke rumah korban setelah tidak dapat menghubungi sejak dini hari.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian belakang rumah.</p>
<p>“Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang datang ke rumah karena sebelumnya tidak bisa menghubungi korban. Saat dicek ke dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi sudah tergantung di bagian belakang,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan,” jelas AKP Bambang.</p>
<p>Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga mengarah pada dugaan tindakan bunuh diri.</p>
<p>“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil olah TKP, kejadian ini mengarah pada tindakan bunuh diri,” imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dari keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga, korban diketahui tengah menghadapi tekanan hidup yang cukup berat, terutama terkait kondisi ekonomi.</p>
<p>“Dari keterangan saksi dan keluarga, korban diduga mengalami tekanan akibat masalah ekonomi serta persoalan keluarga yang dihadapinya,” terangnya.</p>
<p>Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>“Pihak keluarga telah membuat pernyataan menolak visum dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Disclaimer</strong>: <em>Berita ini disajikan untuk kepentingan informasi publik dan tidak dimaksudkan untuk mengajak, menginspirasi, atau membenarkan tindakan bunuh diri. </em></p>
<p><em>Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan kesehatan terdekat. Anda tidak sendiri.</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Malang Jadi Arena Uji Kelayakan Ketua DPC PKB se&amp;Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-malang-jadi-arena-uji-kelayakan-ketua-dpc-pkb-se-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-malang-jadi-arena-uji-kelayakan-ketua-dpc-pkb-se-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Seleksi ketat calon ketua PKB digelar di Malang, melibatkan psikotes dan uji kapasitas guna memastikan kepemimpinan daerah lebih terukur, profesional, dan kompetitif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d79089ca105.webp" length="34914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:45:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PKB Jatim, Kota Malang, UKK PKB, Muscab PKB, politik daerah, seleksi ketua DPC, partai politik, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Kota Malang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Jawa Timur, menyusul rampungnya Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh daerah. Agenda ini menjadi tahap penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai lima tahun ke depan.</p>
<p>Pelaksanaan UKK yang dipusatkan di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 April 2026. Para kandidat dari berbagai kabupaten/kota akan mengikuti serangkaian uji, mulai dari psikotes hingga pendalaman kapasitas kepemimpinan.</p>
<p>“Pelaksanaan di Kota Malang ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih terukur dan profesional,” ujar Ketua DPC PKB Kota Malang, Fatchullah, (9/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, sebagai tuan rumah, pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis guna memastikan pelaksanaan UKK berjalan lancar. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para kandidat untuk menunjukkan kualitas dan kesiapan memimpin struktur partai di tingkat daerah.</p>
<p>Di Malang sendiri, dinamika bursa calon Ketua DPC cukup menghangat. Tercatat sembilan nama masuk dalam penjaringan, yakni Saniman Wafi, Ike Kesnawati, Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto, Arief Wahyudi, Fathol Arifin, Muhammad Anas Muttaqin, Fatchullah, Ahmad Farih Sulaiman, serta Hikmah Bafaqih.</p>
<p>Fatchullah menegaskan, proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk menghadirkan kepemimpinan yang solid dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memastikan proses ini melahirkan pemimpin yang benar-benar siap bekerja dan membawa partai lebih kuat ke depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Pecah Ban, Pikap Boks Oleng dan Hantam Median di Tol Pandaan–Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-pecah-ban-pikap-boks-oleng-dan-hantam-median-di-tol-pandaanmalang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-pecah-ban-pikap-boks-oleng-dan-hantam-median-di-tol-pandaanmalang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal akibat pecah ban di ruas tol Pandaan–Malang menyebabkan kendaraan terguling, beruntung pengemudi selamat dan kejadian segera ditangani petugas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d78d167b6d9.webp" length="54860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 18:45:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>laka lantas, tol pandaan malang, kecelakaan tunggal, pecah ban, satlantas polres malang, pjr jatim, keselamatan berkendara, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Tol Pandaan–Malang KM 78/B pada Kamis (09/04/2026) sore. Sebuah kendaraan Toyota pikap boks mengalami kecelakaan diduga akibat pecah ban saat melaju di tengah kondisi cuaca gerimis.</p>
<p>Atas kejadian yang sempat viral di media sosial tersebut, Kasatlantas polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska melalui Unit Gakkum mengungkapkan, jika kendaraan tersebut awalnya melaju dari arah Malang menuju Surabaya di lajur lambat. </p>
<p>“Setibanya di KM 78/B, kendaraan mengalami pecah ban belakang kiri sehingga oleng ke kanan dan menabrak median tengah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Akibat kejadian itu, kendaraan sempat berputar ke kiri hingga akhirnya berhenti di lajur cepat. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Pengemudi kendaraan, berinisial NM (31), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin menyebutkan penanganan telah dilakukan oleh petugas di lapangan. Diduga pikap tersebut bermuatan buku.</p>
<p>“Sudah tertangani oleh rekan PJR Jatim 4, Alhamdulillah nihil korban. Hanya kerugian materiil,” ungkapnya.</p>
<p>Petugas segera melakukan penanganan dan pengamanan lokasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang dan Pohon Tumbang Sapu Malang, Sejumlah Rumah Rusak dan Jalan Sempat Tertutup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-dan-pohon-tumbang-sapu-malang-sejumlah-rumah-rusak-dan-jalan-sempat-tertutup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-dan-pohon-tumbang-sapu-malang-sejumlah-rumah-rusak-dan-jalan-sempat-tertutup</guid>
<description><![CDATA[ Cuaca ekstrem di Malang menyebabkan puluhan rumah rusak dan belasan pohon tumbang, sempat menutup akses jalan serta memicu kerugian puluhan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f9afb9a32.webp" length="104338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 21:36:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>cuaca ekstrem, angin kencang, pohon tumbang, hujan deras, bpbd malang, poncokusumo, kepanjen, rumah rusak, bencana alam, malang raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Hujan deras disertai angin kencang menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Malang hingga menyebabkan puluhan rumah rusak serta belasan pohon tumbang dalam satu hari, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Dampak cuaca ekstrem tersebut meluas di beberapa titik, terutama di Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Kepanjen, bahkan sempat menutup akses jalan utama akibat pohon tumbang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan hujan deras dan angin kencang menjadi pemicu utama rangkaian kejadian tersebut, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>“Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta pohon tumbang di sejumlah titik,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d4fa01eaccd.webp" alt=""></p>
<p>Di jalur Jalan Raya Wonorejo–Poncokusumo, tercatat sekitar 12 pohon jenis trembesi dan pinus tumbang hingga sempat menutup akses jalan. Namun, setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan, jalur tersebut kini telah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>Selain itu, di Dusun Putuk, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, dampak paling besar tercatat dengan total 15 rumah terdampak. Rinciannya, 14 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu rumah rusak sedang.</p>
<p>“Kerugian sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp 40 juta,” imbuhnya.</p>
<p>Di Desa Pandansari, lima rumah warga juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.</p>
<p>Sementara di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, tiga rumah warga mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang. Bahkan, kejadian tersebut turut merusak saluran pipa air bersih di lokasi.</p>
<p>“Korban jiwa nihil, namun warga terdampak masih membutuhkan bantuan darurat,” lanjutnya.</p>
<p>Saat ini, sebagian warga mulai melakukan perbaikan secara mandiri. BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait juga telah melakukan penanganan awal, termasuk pembersihan material pohon tumbang dan pendataan di lokasi terdampak.</p>
<p>“Penanganan lanjutan dan asesmen akan terus dilakukan, termasuk di wilayah terdampak lainnya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Pastikan Layanan Kesehatan Merata, Dalam Agenda &amp;apos;Sambang Puskesmas&amp;apos; di Donomulyo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pastikan-layanan-kesehatan-merata-dalam-agenda-sambang-puskesmas-di-donomulyo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pastikan-layanan-kesehatan-merata-dalam-agenda-sambang-puskesmas-di-donomulyo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang dorong peningkatan fasilitas dan layanan Puskesmas Donomulyo, termasuk rawat inap dan kenyamanan pasien, demi pelayanan kesehatan merata di wilayah selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f26fc4b98.webp" length="31156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:45:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pemerataan kesehatan, puskesmas donomulyo, kabupaten malang, layanan kesehatan, bupati malang, kunjungan kerja, fasilitas kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Meski berada jauh dari pusat perkotaan, layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Malang terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. </p>
<p>Salah satunya di Puskesmas Donomulyo yang tetap dioptimalkan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Puskesmas Donomulyo ini sudah memiliki pelayanan rawat inap, totalnya 29 bed, yang hari ini terisi 9 bed,” ujar Bupati Malang, Sanusi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Dalam dialog yang berlangsung, Sanusi mendengarkan berbagai masukan, terutama terkait kendala pelayanan serta kebutuhan sarana dan prasarana guna menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Ia juga berkomunikasi langsung dengan pasien serta tenaga kesehatan yang sedang bertugas.</p>
<p>Kecamatan Donomulyo yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Malang tersebut menjadi salah satu wilayah yang terus didorong agar memiliki layanan kesehatan yang setara dengan kawasan perkotaan.</p>
<p>Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan bahwa fasilitas rawat inap di Puskesmas Donomulyo telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini tersedia 14 kamar inap, di mana setiap kamar dilengkapi satu tempat tidur dan satu kamar mandi guna menjaga privasi pasien.</p>
<p>“Hingga siang ini, untuk rawat jalan berjumlah 77 pengunjung, meliputi 50 pengunjung cluster dewasa dan lansia, serta sisanya anak dan IGD,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam setiap kunjungannya ke puskesmas di berbagai kecamatan melalui agenda 'Sambang Puskesmas', Pemerintah Kabupaten Malang terus menegaskan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai ujung tombak pelayanan. </p>
<p>Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan, ketersediaan fasilitas ramah anak, serta tenaga medis yang profesional, responsif, dan komunikatif menjadi prioritas utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Wisata Gunung Bromo Disterilkan Selama Sepekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-wisata-gunung-bromo-disterilkan-selama-sepekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-wisata-gunung-bromo-disterilkan-selama-sepekan</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan sementara wisata Gunung Bromo selama sepekan dilakukan untuk pemulihan ekosistem, pembersihan kawasan, serta peningkatan layanan sebelum kembali dibuka untuk wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4c3abb6120.webp" length="22770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 17:40:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>gunung bromo, tnbts, wisata malang, wisata jatim, penutupan wisata, pemulihan ekosistem, taman nasional, bromo tengger semeru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup sementara aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Penutupan ini berlangsung selama satu pekan, mulai 6 April hingga 12 April 2026.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memberi ruang pemulihan bagi ekosistem kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata.</p>
<p>“Benar, Bromo ditutup pada 6 April mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12 April pukul 10.00 WIB,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, belum lama ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, masa penutupan ini menjadi momentum penting untuk menjaga keberlangsungan alam di kawasan Bromo. Selain itu, pihak pengelola juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan wisata.</p>
<p>“Seminggu ke depan kami menyiapkan berbagai langkah sebagai momentum pemulihan ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata,” tambahnya.</p>
<p>Selama periode sterilisasi, kawasan tidak dibiarkan kosong. Pengelola telah menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari aksi bersih-bersih sampah yang meningkat pascalibur panjang hingga sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat kawasan kembali dibuka.</p>
<p>Kawasan Gunung Bromo dijadwalkan kembali dibuka dan menyambut wisatawan pada Minggu pagi, 12 April 2026, dengan kondisi yang lebih bersih dan asri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuota Haji Kabupaten Malang Menyusut Drastis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuota-haji-kabupaten-malang-menyusut-drastis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuota-haji-kabupaten-malang-menyusut-drastis</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan jemaah haji asal Malang batal berangkat tahun ini akibat pelunasan tidak maksimal serta mutasi daerah yang memengaruhi jumlah akhir keberangkatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4bf31447d9.webp" length="25890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 17:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>haji, kabupaten malang, jemaah haji, kuota haji, kemenag, bpi haji, kloter, asrama haji, surabaya, berita</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kuota jemaah haji Kabupaten Malang tahun 2026 tak terserap penuh. Dari total alokasi 2.231 jemaah, tersisa 1.639 orang yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.</p>
<p>Kondisi ini dipengaruhi belum optimalnya pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) serta adanya mutasi jemaah antar daerah hingga batas akhir penetapan.</p>
<p>“Hingga tenggat pelunasan berakhir, tercatat 2.146 jemaah yang menyelesaikan pembayaran. Setelah dikalkulasi kembali dengan adanya mutasi keluar-masuk daerah, maka jumlah fix yang berangkat adalah 1.639 orang,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Abdul Salam, Selasa (7/4/2026) disela agenda manasik Haji di Pendopo Agung Malang.</p>
<p>Sebelumnya, Kabupaten Malang memperoleh kuota sebanyak 2.231 jemaah yang terdiri dari 1.946 jemaah reguler dan 167 prioritas lansia. Selain itu, terdapat 954 jemaah cadangan yang masuk dalam daftar potensi keberangkatan.</p>
<p>Namun dalam perjalanannya, tak seluruh jemaah melakukan pelunasan. Sebagian lainnya juga tercatat melakukan mutasi ke luar daerah, sehingga memengaruhi komposisi akhir.</p>
<p>Akibatnya, terdapat selisih cukup besar antara kuota dengan realisasi keberangkatan tahun ini. Sejumlah jemaah yang sebelumnya berpeluang berangkat pun harus menunda keberangkatan mereka.</p>
<p>Sementara itu, jemaah yang telah dipastikan berangkat akan diberangkatkan secara bertahap melalui Kelompok Terbang (kloter) 14 hingga 18. Mereka dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 24–25 April 2026 sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.</p>
<p>Pihak Kementerian Agama mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik serta memastikan kesiapan dokumen dan perlengkapan jelang keberangkatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Launching R2J, Ruang Podcast dan Aspirasi Publik Hadir di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/launching-r2j-ruang-podcast-dan-aspirasi-publik-hadir-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/launching-r2j-ruang-podcast-dan-aspirasi-publik-hadir-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian Podcast R2J menjadi langkah awal menghadirkan ruang kolaborasi publik yang menghubungkan masyarakat, pakar, dan pemangku kebijakan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d23cfa37579.webp" length="39264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 19:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, R2J, launching, podcast, ruang aspirasi, advokat, DPRD, Gondanglegi, solusi masyarakat, diskusi publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Kantor Advokat Jaya Atmajaya, SH., MH. and Partners Malang bersama anggota Dewan di Kabupaten Malang, Rizki Irfansyah (Bachelor Group), resmi melaunching ruang podcast bernama R2J, di Jalan Raya Putat Kidul, Gondanglegi, Kabupaten Malang.</p>
<p>Peresmian ini menjadi langkah dalam menghadirkan ruang komunikasi digital yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>“Pendirian ini untuk menciptakan ruang komunikasi digital bagi siapapun dan dari latar belakang manapun,” ujar Jaya selaku pengelola, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan R2J bukan hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga dirancang sebagai ruang solusi atas berbagai persoalan masyarakat. </p>
<p>Setiap aspirasi yang masuk akan dibahas melalui forum diskusi bersama para pakar di bidangnya.</p>
<p>“Persoalan yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dalam ruang diskusi dengan para ahli. Dari situ akan muncul kajian yang kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pihak terkait untuk dimintai klarifikasi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, proses tersebut tidak berhenti pada diskusi semata. Jika hasil kajian telah menghasilkan rekomendasi dan tidak dijalankan, maka tim hukum akan turun langsung.</p>
<p>“Ketika klarifikasi sudah disampaikan namun tidak ada tindakan konkret, kami dari tim kuasa hukum Jaya Atmajaya &amp; Partners tidak akan tinggal diam. Ini bentuk komitmen kami menghadirkan jalan keluar sekaligus perlindungan hukum bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Jaya menyebut R2J dibangun dengan semangat kemaslahatan publik. Fokus utama bukan pada keuntungan, melainkan pada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat luas.</p>
<p>“Harapan kami sederhana, bagaimana bisa membantu persoalan masyarakat. Soal operasional akan mengikuti, karena kami yakin ketika manfaat dirasakan, keberlanjutan itu akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.</p>
<p>R2J juga diharapkan menjadi ruang aspirasi terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat, pakar, dan pengambil kebijakan.</p>
<p>Sementara itu, Rizki Irfansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang menyampaikan bahwa kehadiran Ruang Rizky Jaya (R2J) merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi yang berkualitas.</p>
<p>“Ini merupakan langkah dalam menjalankan amanat undang-undang, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.</p>
<p>Acara launching ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, menandai dibukanya ruang podcast tersebut. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan podcast perdana bersama para pegiat sosial, dipandu oleh Mansur Awaludin. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosok Jasad Pria Mengambang di Sungai Gondanglegi Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-mengambang-di-sungai-gondanglegi-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-mengambang-di-sungai-gondanglegi-malang</guid>
<description><![CDATA[ Warga memadati tepi sungai setelah penemuan jasad pria, petugas lakukan penanganan awal, peristiwa ini sempat viral di media sosial Instagram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d220b241249.webp" length="28990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 18:15:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gondanglegi, Malang, penemuan mayat, sungai, polisi, viral Instagram, warga geger</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Penemuan jasad pria yang mengambang di aliran sungai Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026) pagi sempat menggegerkan warga sekitar.</p>
<p>Peristiwa itu juga sempat heboh di media sosial Instagram, memicu berbagai spekulasi dari warganet sebelum akhirnya polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Korban diketahui bernama Mujiono (48), warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar sekitar pukul 09.15 WIB.</p>
<p>Menurut Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, peristiwa itu bermula saat seorang warga, Alfiah (46), tengah mencuci pakaian di tepi sungai. Ia kemudian melihat tubuh korban mengambang dan terbawa arus dalam kondisi tidak bergerak.</p>
<p>“Korban pertama kali ditemukan saksi yang sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai sebelum melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan kepolisian.</p>
<p>Petugas dari Polsek Gondanglegi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. </p>
<p>Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Malang untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan.</p>
<p>“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan, kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan,” katanya.</p>
<p>Hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, menyebut, jika korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang diderita kambuh saat berada di sekitar aliran sungai,” jelasnya.</p>
<p>Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Ketawang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.</p>
<p>"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan murni,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Amankan 119 Lokasi Ibadah Paskah di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-119-lokasi-ibadah-paskah-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-119-lokasi-ibadah-paskah-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang melaporkan ratusan rangkaian Paskah berlangsung lancar dengan pengamanan ketat, didukung pengaturan lalu lintas serta partisipasi aktif masyarakat menjaga ketertiban bersama ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1f5610b490.webp" length="38068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 13:42:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>jemaat paskah malang, ibadah paskah 2026, gereja kabupaten malang, polres malang, pengamanan ibadah, situasi kondusif, toleransi beragama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Perayaan Minggu Paskah 2026 di Kabupaten Malang berlangsung khidmat dengan partisipasi ribuan jemaat yang memadati gereja-gereja, Minggu (5/4/2026). Tingginya kehadiran umat tercatat dalam ratusan kegiatan ibadah yang digelar serentak di berbagai wilayah.</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, sedikitnya 119 kegiatan ibadah Paskah dilaksanakan, mulai dari misa utama hingga rangkaian perayaan keagamaan lainnya. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dengan suasana yang kondusif.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di setiap lokasi ibadah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.</p>
<p>“Personel kami tempatkan di seluruh titik ibadah, didukung patroli rutin untuk menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan berlangsung,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Selain pengamanan, kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami peningkatan aktivitas kendaraan akibat tingginya mobilitas jemaat.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.</p>
<p>Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi terpantau aman tanpa adanya gangguan menonjol. Tingginya partisipasi jemaat tetap berjalan seiring dengan tertibnya pelaksanaan ibadah.</p>
<p>Polres Malang pun mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga suasana damai selama perayaan Paskah.</p>
<p>“Kelancaran ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang ikut menjaga ketertiban dan toleransi,” tutupnya. (**)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Banjir, Kecamatan Tajinan Malang Fokus Normalisasi Drainase</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-kecamatan-tajinan-malang-fokus-normalisasi-drainase</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-kecamatan-tajinan-malang-fokus-normalisasi-drainase</guid>
<description><![CDATA[ Kerja bakti massal di Tajinan melibatkan lintas unsur, fokus membersihkan lingkungan dan saluran air sebagai langkah menjaga kebersihan serta mendukung program ASRI pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf7ddbd25ee.webp" length="99290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 17:48:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>antisipasiBanjir, Tajinan, Malang, drainase, normalisasiSaluran, ASRI, lingkungan, gotongRoyong, SJPNews</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Upaya mengantisipasi banjir, dilakukan Pemerintah Kecamatan Tajinan melalui kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan serta normalisasi saluran drainase.</p>
<p>Selain membersihkan area perkantoran dan sepanjang jalan, kerja bakti juga menyasar saluran air yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur agar aliran air tetap lancar saat hujan turun.</p>
<p>Camat Tajinan, Franky Sukandari, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Malang dengan melibatkan Forkopimcam, TNI, Polri, dinas terkait, UPT, kepala desa, hingga masyarakat.</p>
<p>“Kami melaksanakan kegiatan kerja bakti kemarin, sesuai arahan Bapak Bupati Malang dengan melibatkan seluruh stakeholder di Kecamatan Tajinan,” ujarnya, Jumat (3/5/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat, yakni program Presiden RI bertajuk ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).</p>
<p>“Kegiatan ini seharusnya dilaksanakan hari ini (Jumat), namun karena bertepatan dengan hari libur nasional, maka kami laksanakan pada hari Kamis (2/4/2026). Tidak ada kaitannya dengan peringatan hari besar tertentu,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kerja bakti tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan, tetapi juga memastikan fungsi saluran air kembali optimal.</p>
<p>“Kerja bakti ini meliputi pembersihan lingkungan kantor di sepanjang jalan, serta normalisasi saluran yang endapan lumpurnya sudah cukup tinggi, agar air hujan dapat mengalir dengan lancar. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama,” tambahnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, pihak kecamatan juga memanfaatkan alat berat berupa excavator dari dinas terkait untuk membantu pembersihan saluran.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan kerja bakti dapat diselesaikan dengan baik sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenag Kabupaten Malang Ajak Umat Kristiani Sambut Paskah 2026 dengan Harmoni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenag-kabupaten-malang-ajak-umat-kristiani-sambut-paskah-2026-dengan-harmoni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenag-kabupaten-malang-ajak-umat-kristiani-sambut-paskah-2026-dengan-harmoni</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Paskah tahun ini mengacu pada pesan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dengan tema Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita, yang dinilai relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf762b247b9.webp" length="112432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 17:13:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Paskah 2026, Kemenag Kabupaten Malang, Bimas Kristen, toleransi, kerukunan umat beragama, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>—<strong> </strong>Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen mengajak seluruh umat Kristiani untuk menyambut dan merayakan Paskah 2026 dengan penuh khidmat, sukacita, serta menjaga ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat.</p>
<p>Kasubbag Tata Usaha (TU) Kemenag Kabupaten Malang, Sonhaji, menegaskan pentingnya kesiapan rohani sekaligus menjaga harmoni sosial dalam momentum perayaan keagamaan tersebut.</p>
<p>"Perayaan Paskah tahun 2026, kami mengajak seluruh umat Kristiani untuk mempersiapkan diri secara rohani dengan penuh sukacita, sekaligus menjaga suasana damai, tertib, dan penuh kasih di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Sonhaji dalam keterangan resminya.</p>
<p>Perayaan Paskah tahun ini mengacu pada pesan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dengan tema Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita, yang dinilai relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. </p>
<p>Tema tersebut menekankan bahwa kebangkitan Kristus membawa pembaruan hidup, tidak hanya secara pribadi, tetapi juga dalam relasi sosial dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>"Nilai-nilai Paskah seperti pengharapan, rekonsiliasi, dan pembaruan hidup menjadi sangat penting untuk dihidupi bersama, terutama di tengah berbagai tantangan global dan perubahan sosial yang cepat," lanjutnya.</p>
<p>Kemenag Kabupaten Malang juga mengimbau agar seluruh gereja dan umat Kristiani melaksanakan rangkaian ibadah pra-Paskah, Pekan Suci, hingga Paskah dengan penuh kekhusyukan serta tetap menjunjung tinggi ketertiban. </p>
<p>Selain itu, perayaan Paskah diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan lintas iman yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Momentum Paskah ini kami harapkan dapat semakin memperkuat toleransi, gotong royong, dan saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk," tegasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai tersebut, Bimas Kristen bersama para penyuluh juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan rohani, mulai dari pembersihan rumah ibadah yang melibatkan penyuluh lintas agama, pembinaan pra-Paskah bagi generasi muda, hingga kunjungan ke rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga pemasyarakatan.</p>
<p>Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Kabupaten Malang berharap perayaan Paskah 2026 tidak hanya menjadi perayaan liturgis semata, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Proyek CCTV Wendit, Utang Ratusan Juta Menggantung di Tengah Transisi Manajemen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-proyek-cctv-wendit-utang-ratusan-juta-menggantung-di-tengah-transisi-manajemen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-proyek-cctv-wendit-utang-ratusan-juta-menggantung-di-tengah-transisi-manajemen</guid>
<description><![CDATA[ Sengketa pembayaran proyek di Wendit memunculkan kebingungan tanggung jawab, di tengah pergantian pengelola dan belum jelasnya penyelesaian antara pihak vendor dengan manajemen saat ini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf0806b66a3.webp" length="76076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 08:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wendit Malang, wisata Malang, polemik Wendit, CCTV Wendit, vendor lokal, manajemen wisata, Malang Raya, berita Malang, sengketa proyek</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Polemik tunggakan pembayaran proyek CCTV dan audio system di New Wisata Wendit, Kabupaten Malang, mencuat ke publik dan membuka persoalan yang lebih dalam, yakni benang kusut tanggung jawab di tengah pergantian manajemen.</p>
<p>Kasus ini bermula dari kerja sama pengadaan CCTV dan audio system yang dilakukan sejak akhir 2024 hingga awal 2025. Total nilai proyek disebut mencapai Rp271 juta.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, vendor melalui akun Instagram @danirezakus mengungkap adanya sisa pembayaran sebesar Rp105 juta yang belum dilunasi hingga kini.</p>
<p>“Total yang belum dibayarkan sekitar Rp105 juta. Kami sudah berupaya komunikasi berkali-kali, tapi belum ada kejelasan,” ujar Dani Reza Kusuma melalui akun Instagramnya, @danirezakus, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Ia menyebut, langkah mempublikasikan persoalan ini di media sosial merupakan upaya terakhir setelah komunikasi dengan pihak pengelola tidak menemukan titik terang.</p>
<p>“Kami sebenarnya tidak ingin ini viral, tapi ini jadi jalan terakhir,” tulisnya. Meski teranyar, Reza sudah dihubungi pihak management Wendit yang baru.</p>
<p>Penelusuran media ini menunjukkan persoalan tidak hanya berhenti pada angka tunggakan, tetapi juga pada hilangnya pihak-pihak yang sebelumnya terlibat dalam pengelolaan.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, mantan manajer lama, Kristanto, mengaku sudah tidak lagi berada di lingkungan Wendit.</p>
<p>“Pagi, maaf mungkin bisa langsung ke kantor, karena saya sudah tidak di Wendit,” jawab Kristanto saat dikonfirmasi media ini.</p>
<p>Hal serupa juga disampaikan Legowo, yang sebelumnya disebut sebagai komunikator antara manajemen dan media.</p>
<p>“Gua sudah gak di Wendit lagi,” jawabnya singkat.</p>
<p>Keterangan senada juga disampaikan oleh salah satu bagian marketing yang enggan disebutkan namanya. Ia menegaskan bahwa sejumlah pihak lama memang sudah tidak lagi terlibat dalam pengelolaan saat ini.</p>
<p>Kondisi ini mempertegas adanya kekosongan penanggung jawab langsung atas keputusan masa lalu, yang kini justru menjadi beban di masa transisi.</p>
<p>Menanggapi polemik yang berkembang, manajemen New Wisata Wendit, hari ini, memberikan klarifikasi resmi.</p>
<p>Pihaknya menyebut proyek tersebut merupakan kebijakan manajemen sebelumnya dan kini masih dalam proses audit internal.</p>
<p>“Pembelian dilakukan oleh manajemen lama yang direkturnya sudah tidak bekerja lagi, sehingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap proses pengadaan yang memerlukan penyempurnaan administrasi,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya di akun Instagram Wisata ini.</p>
<p>Manajemen juga menegaskan bahwa mereka mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum mengambil keputusan pembayaran.</p>
<p>“Pihak manajemen baru tentu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyelesaikan setiap pembayaran tagihan yang ditimbulkan oleh kebijakan sebelumnya,” lanjutnya.</p>
<p>Di tengah sorotan publik, perwakilan manajemen menyebut telah mulai membuka jalur komunikasi dengan vendor.</p>
<p>“Sekadar informasi, kami telah melakukan panggilan telepon dengan pihak vendor untuk bertemu dan membicarakan terkait masalah tersebut,” ujar perwakilan manajemen, Rasja Hermansyah, Kamis (2/4/2026).</p>
<p>Manajemen memastikan akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan itikad baik serta komunikasi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Manajemen New Wisata Wendit pasti akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan itikad baik,” tegasnya.</p>
<p>Namun demikian, hingga saat ini, belum ada kepastian waktu maupun skema penyelesaian yang disepakati kedua belah pihak.</p>
<p>Dalam waktu dekat, pihak Wendit juga berjanji bertemu dengan pihak media ini. Dan mengatakan bakal memberikan jadwal tertentu, agar sorotan publik yang semakin viral ini tidak mengambang terlalu lama. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemensos Uji Digitalisasi Bansos di Malang, Targetkan Error Data di Bawah 5 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemensos-uji-digitalisasi-bansos-di-malang-targetkan-error-data-di-bawah-5-persen-31368</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemensos-uji-digitalisasi-bansos-di-malang-targetkan-error-data-di-bawah-5-persen-31368</guid>
<description><![CDATA[ Kemensos mulai uji digitalisasi bansos di Malang guna tekan kesalahan data penerima hingga di bawah lima persen melalui pemutakhiran dan kolaborasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca34f0c46a6.webp" length="48176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 18:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bansos digital, kemensos, gus ipul, DTSEN, kabupaten malang, PKH, data kemiskinan, bantuan sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> <span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Kementerian Sosial (Kemensos) RI mulai melakukan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Malang sebagai langkah strategis meningkatkan akurasi data penerima. Program ini ditargetkan mampu menekan tingkat kesalahan data (<em>error</em>) hingga di bawah 5 persen.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa selama satu tahun terakhir pihaknya fokus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data bersama pemerintah daerah hingga tingkat desa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Memang selama satu tahun terakhir ini, kita benar-benar konsolidasi data. Salah satunya bekerja sama dengan daerah. Hari ini saya ada di Kabupaten Malang, bersama BPJS, kepala desa, dan operator desa untuk menghadirkan data yang lebih akurat lewat pemutakhiran berkala,” ujar Gus Ipul, Senin (30/3/2026), di sela agenda halalbihalal bersama Pemkab Malang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Kabupaten Malang dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki kesiapan dalam mendukung pembaruan data bansos melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Alhamdulillah, Kabupaten Malang termasuk yang sudah merintis usaha menghadirkan data yang akurat. Tinggal sekarang bagaimana ini diintegrasikan dengan strategi pemerintah pusat,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sebelumnya, digitalisasi bansos telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan kini diperluas ke 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Digitalisasi bansos ini untuk membuat saluran lebih presisi, agar bansos makin tepat sasaran. Nanti masyarakat juga bisa mengusulkan atau menyanggah data yang dirasa kurang sesuai,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia juga mengakui bahwa berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, tingkat kesalahan data pada sistem lama masih tergolong tinggi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Data lama yang kita miliki itu setelah dicek di lapangan memang masih tinggi error-nya. Tapi dengan DTKS, <em>error</em>-nya terus berkurang. Dengan digitalisasi nanti, kita harapkan sudah di bawah 5 persen,” tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dalam implementasinya, peran pemerintah desa dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi sangat krusial sebagai ujung tombak di lapangan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Peran pendamping PKH dan petugas desa sangat strategis. Mereka menjadi agen yang membantu masyarakat mengoperasikan aplikasi,” ungkapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Berdasarkan uji coba di Banyuwangi, tingkat kemandirian masyarakat dalam mengakses sistem digital masih sekitar 10 persen. Sisanya masih membutuhkan pendampingan dari petugas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Melalui sosialisasi berkelanjutan, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengakses sistem digital tersebut. Dengan demikian, akurasi data bansos dapat terus ditingkatkan dan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran,” pungkasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan agenda halalbihalal bersama Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Sosial sebagai instansi pengampu (<em>leading sector</em>) di Pendopo Agung. Selain dihadiri para pendamping PKH, acara ini turut melibatkan siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nama Ali Murtadlo Mencuat di Bursa Ketua DPC PKB Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nama-ali-murtadlo-mencuat-di-bursa-ketua-dpc-pkb-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nama-ali-murtadlo-mencuat-di-bursa-ketua-dpc-pkb-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 22 DPAC menyatakan dukungan, lima kandidat mencuat, sementara Muscab PKB Kabupaten Malang dijadwalkan malam ini dengan agenda laporan dan pemilihan pengurus baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c948c5941cf.webp" length="32570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 10:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PKB Kabupaten Malang, Muscab PKB, DPAC PKB, Politik Malang, DPC PKB, Ali Murtadlo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Bursa pemilihan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang semakin menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung harin ini, Minggu (29/3/2026) di Kepanjen.</p>
<p>Dinamika internal partai mulai terlihat dengan munculnya dukungan dari sejumlah struktur di tingkat kecamatan atau Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC).</p>
<p>Ketua DPAC PKB Bululawang, M. Shodiq, mengungkapkan bahwa sebagian DPAC telah menyatakan sikap dalam proses penjaringan calon ketua.</p>
<p>“Jumlah DPAC PKB di Kabupaten Malang ada 33 kecamatan. Sekitar 22 DPAC PKB sudah menyatakan dukungan,” ujar Shodiq, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, DPAC sebagai struktur partai di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam menentukan arah dukungan pada forum Muscab.</p>
<p>“DPAC ini menjadi ujung tombak partai di tingkat bawah. Aspirasi dari DPAC tentu menjadi pertimbangan dalam menentukan calon ketua,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, dinamika yang berkembang saat ini menunjukkan adanya sejumlah nama yang mulai mengemuka dalam bursa calon ketua.</p>
<p>“Sejauh ini sudah ada sekitar lima kandidat yang muncul dalam penjaringan,” katanya.</p>
<p>Salah satu nama yang turut mencuat dalam dinamika tersebut adalah Bendahara DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Murtadlo.</p>
<p>“Beberapa DPAC memang mengarah pada sosok yang sudah berproses dari bawah dan memahami kondisi struktur partai,” lanjutnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses penjaringan masih terbuka dan sangat dinamis hingga pelaksanaan Muscab berlangsung.</p>
<p>“Semua masih bisa berkembang. Komunikasi politik antar kader dan DPAC masih terus berjalan,” tegas Shodiq.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Kuncoro, menjelaskan agenda Muscab yang akan digelar pada Minggu malam.</p>
<p>“Muscab rencananya dimulai pukul 19.00 WIB. Forum ini juga menjadi ajang penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025,” ujar Kuncoro, belum lama ini.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam forum tersebut juga akan digelar sidang pemilihan pengurus baru yang diawali dengan pembacaan tata tertib oleh panitia.</p>
<p>“Nanti dalam sidang pembacaan tata tertib muscab, juga dibacakan daftar nama calon pengurus DPC PKB dari DPP, yang bisa saja diwakilkan DPW PKB Jatim yang hadir,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, peserta Muscab tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama lain di luar daftar yang telah disiapkan.</p>
<p>“Setiap peserta muscab juga dipersilakan mengusulkan nama calon pengurus DPC. Tanpa surat dukungan, karena dalam PKB tidak ada mekanisme dukung-mendukung,” tegas Kuncoro.</p>
<p>Ia menyebut, sejumlah nama yang telah beredar, termasuk petahana dan kader lainnya, merupakan bagian dari dinamika internal yang wajar.</p>
<p>“Itu dinamika saja dan sah-sah saja. Bahkan bisa saja nanti muncul nama-nama kejutan dalam forum,” katanya.</p>
<p>Dengan total 33 DPAC yang memiliki hak suara dalam forum tersebut, konfigurasi dukungan masih sangat mungkin berubah.</p>
<p>“Dinamika seperti ini hal yang biasa dalam Muscab. Yang terpenting tetap menjaga soliditas dan kebersamaan di internal partai,” pungkasnya.</p>
<p>Muscab sendiri menjadi momentum penting bagi PKB Kabupaten Malang untuk menentukan arah kepemimpinan partai dalam lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat konsolidasi internal di tingkat daerah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atap Bangunan SMK Ampelgading Malang Ambruk, Tiga Ruang Kelas Rusak Parah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atap-bangunan-smk-ampelgading-malang-ambruk-tiga-ruang-kelas-rusak-parah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atap-bangunan-smk-ampelgading-malang-ambruk-tiga-ruang-kelas-rusak-parah</guid>
<description><![CDATA[ Atap SMK Ampelgading ambruk, BPBD dorong percepatan penanganan dan perbaikan guna mendukung kelangsungan kegiatan belajar mengajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c9154348173.webp" length="62732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 20:43:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Atap SMK Di Malang Roboh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Atap sejumlah ruang kelas di SMK Negeri 1 Ampelgading di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang ambruk, pada Minggu (29/3/2026). Peristiwa ambruknya atap bangunan di SMK Negeri 1 Ampelgading menjadi perhatian serius.</p>
<p>Penjaga sekolah melihat genteng mulai berjatuhan satu per satu pada Sabtu malam (28/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, sebelum akhirnya ambruk secara tiba-tiba.</p>
<p>“Peristiwa ini mengakibatkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat tertimpa rangka dan genteng yang ambruk,” ujar Sadono Irawan, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang itu menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir cukup signifikan.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp120 juta,” tambahnya.</p>
<p>Petugas BPBD bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian sejak pagi hari. Hasil sementara menunjukkan perlunya penanganan cepat, terutama untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.</p>
<p>“Kebutuhan mendesak saat ini meliputi pemasangan terpal, pembersihan material runtuhan, serta perbaikan atap gedung sekolah,” jelasnya.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk proses pendataan dan rencana perbaikan. Sementara itu, pembersihan lokasi masih belum dilakukan. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Backdrop Tanpa Wabup di Kabupaten Malang Tuai Sorotan, Dinilai Abaikan Etika Pemerintahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/backdrop-tanpa-wabup-di-kabupaten-malang-tuai-sorotan-dinilai-abaikan-etika-pemerintahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/backdrop-tanpa-wabup-di-kabupaten-malang-tuai-sorotan-dinilai-abaikan-etika-pemerintahan</guid>
<description><![CDATA[ Tidak adanya foto Wakil Bupati Malang dalam backdrop acara Perumda Tirta Kanjuruhan memicu polemik. Dinilai abaikan etika, namun disebut sesuai aturan BUMD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c89fe05010c.webp" length="47430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 18:45:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, PKB, PDIP, BUMD, Halalbihalal, Politik Lokal, Etika Pemerintahan, Regulasi BUMD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, SJP – Absennya foto Wakil Bupati Malang dalam backdrop acara halal bihalal yang digelar Perumda Tirta Kanjuruhan, Jumat (27/3/2026), memicu sorotan dan perdebatan di ruang publik. Persoalan ini tak sekadar soal desain visual, tetapi merembet pada isu etika pemerintahan hingga tafsir struktur kelembagaan.</p>
<p>Backdrop acara tersebut hanya menampilkan Bupati Malang bersama Sekretaris Daerah (Sekda), tanpa menyertakan Wakil Bupati sebagai pasangan resmi kepala daerah. Kondisi ini menuai keberatan dari sejumlah pihak, salah satunya Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Malang, Kholiq.</p>
<p>Ia menilai, penghilangan figur Wakil Bupati dalam forum resmi bukan persoalan sepele. Menurutnya, hal itu dapat dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap legitimasi politik hasil demokrasi.</p>
<p>“Ini bukan hal sepele. Menampilkan Bupati dan Sekda tanpa Wakil Bupati dalam forum resmi adalah bentuk pengabaian terhadap legitimasi demokrasi. Ini berbahaya jika dibiarkan, karena bisa menimbulkan persepsi publik yang keliru,” ujar Kholiq.</p>
<p>Kholiq menekankan, dalam sistem pemerintahan daerah, Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan mandat politik yang tidak dapat dipisahkan, termasuk dalam simbol dan representasi di ruang publik.</p>
<p>Namun, pandangan berbeda disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Imam Supi’i. Ia meminta agar persoalan tersebut tidak langsung ditarik ke ranah politik, karena dinilai lebih berkaitan dengan aspek teknis kelembagaan.</p>
<p>Menurut politisi PDI Perjuangan itu, tampilan <em>backdrop </em>mengikuti struktur formal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan representasi utuh kepala daerah.</p>
<p>“Baliho itu medium terbatas. Ia mengikuti struktur, bukan menyusun ulang struktur,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, yang menyebut kepala daerah bertindak sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), didampingi Sekretaris Daerah sebagai Dewan Pengawas, serta jajaran direksi.</p>
<p>Dalam struktur tersebut, Wakil Bupati memang tidak masuk dalam organ formal BUMD. Karena itu, ia menilai tampilan backdrop lebih mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, bukan upaya mengesampingkan peran tertentu.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran Wakil Bupati tetap penting dalam sistem pemerintahan daerah, hanya saja harus ditempatkan secara proporsional sesuai fungsi dan kewenangan.</p>
<p>Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat respons.</p>
<p>Pihak Humas Perumda Tirta Kanjuruhan menyatakan masih menunggu arahan pimpinan sebelum memberikan penjelasan kepada publik.</p>
<p>Perbedaan pandangan menunjukkan bagaimana satu fenomena yang sama dapat dimaknai berbeda, antara sudut pandang etika politik dan kepatuhan terhadap struktur kelembagaan. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program PSEL Bisa Urai Masalah Sampah Malang Raya, Ini Komitmen Bupati Sanusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-psel-bisa-urai-masalah-sampah-malang-raya-ini-komitmen-bupati-sanusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-psel-bisa-urai-masalah-sampah-malang-raya-ini-komitmen-bupati-sanusi</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi Malang Raya dorong pengolahan sampah jadi energi listrik, diharapkan mampu kurangi beban lingkungan sekaligus tingkatkan efisiensi dan manfaat ekonomi daerah mendatang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c89cec5cc67.webp" length="48056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 16:31:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Sampah, PSEL, Energi Listrik, Sanusi, Khofifah, Jawa Timur, Lingkungan, Kolaborasi Daerah, Pengelolaan Sampah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan komitmen serius dalam menangani persoalan sampah melalui kolaborasi lintas daerah di Malang Raya. Upaya ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).</p>
<p>Penandatanganan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3) malam, melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama kepala daerah di wilayah Malang Raya.</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, menyampaikan bahwa program PSEL diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurai persoalan sampah, khususnya di Kabupaten Malang. Ia menilai, pengelolaan sampah berbasis energi menjadi langkah strategis yang perlu didorong secara bersama.</p>
<p>“Kami berharap program PSEL ini dapat membantu mengatasi persoalan sampah di Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang,” ujar Sanusi, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan bahwa Kabupaten Malang sebelumnya juga telah memiliki fasilitas pendukung berupa Mini Material Recovery Facility (MRF) di UPT Pengelolaan Persampahan Tumpang. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan efisien.</p>
<p>“Keberadaan MRF ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong pengelolaan sampah yang berorientasi pada pemulihan sumber daya,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat penanganan sampah secara regional. Ia berharap sinergi antar daerah mampu memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada lingkungan tetapi juga sektor energi dan ekonomi.</p>
<p>“Alhamdulillah, ikhtiar bersama melalui penandatanganan PKS PSEL ini diharapkan dapat semakin memperkuat penanganan persoalan sampah sekaligus memberikan dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Khofifah.</p>
<p>Apresiasi juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, terhadap keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengelola sampah. Ia menilai Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang progresif dalam penanganan persoalan tersebut.</p>
<p>“Terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas keseriusannya dalam pengolahan sampah. Jawa Timur menjadi provinsi yang dinilai paling baik dalam mengatasi persoalan sampah,” kata Hanif.</p>
<p>Namun demikian, Hanif menekankan bahwa keberhasilan program PSEL sangat bergantung pada proses pemilahan sampah dari hulu. Tanpa pemilahan yang baik, biaya pengelolaan dinilai akan semakin besar.</p>
<p>“Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” jelasnya.</p>
<p>Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan kolaborasi yang terbangun, pengelolaan sampah di Jawa Timur diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan di masa mendatang.</p>
<p>“Dengan dukungan seluruh kepala daerah, kami berharap akan ada lonjakan signifikan dalam pengelolaan sampah di Jawa Timur,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Atlet ORADO Berebut Tiket Kejurprov Jatim 2026 di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-atlet-orado-berebut-tiket-kejurprov-jatim-2026-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-atlet-orado-berebut-tiket-kejurprov-jatim-2026-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan atlet ORADO Kabupaten Malang mengikuti seleksi ketat di Turen untuk memperebutkan tiket menuju Kejurprov Jatim 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7cb2e506a1.webp" length="41790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 20:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, ORADO, Domino, Kejurprov Jatim, Atlet, Seleksi, Turen, Olahraga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Suasana berbeda terlihat di Home Base Abie Manyu, Sawahan, Turen, Sabtu (28/3/2026). Puluhan pecinta olahraga domino (ORADO) mengikuti seleksi atlet yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kabupaten Malang.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.</p>
<p>Ketua Umum Pengcab ORADO Kabupaten Malang, Aris Waskito, menegaskan, seleksi dilakukan secara serius untuk mendapatkan atlet terbaik.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa atlet yang mewakili Kabupaten Malang adalah mereka yang memiliki mental bertanding dan strategi yang matang. Kejurprov tinggal menghitung hari, jadi persiapannya harus maksimal,” ujar Aris, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Sebanyak 24 peserta ambil bagian dalam seleksi ini. Mereka terbagi ke dalam 12 tim yang saling beradu strategi di meja pertandingan.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Para atlet datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang dengan semangat kompetisi yang tinggi.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas dan sportivitas, panitia menerapkan aturan resmi dengan mengacu pada standar “The Law 101” yang dibacakan sebelum pertandingan dimulai.</p>
<p>Keseriusan seleksi ini juga terlihat dari kehadiran jajaran Pengurus Provinsi ORADO Jawa Timur yang turut memantau jalannya kegiatan.</p>
<p>Sekretaris Umum Pengprov ORADO Jatim, Esti Nalurani, hadir langsung bersama pengurus lainnya guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai standar organisasi.</p>
<p>Kehadiran Pengprov memberikan motivasi tambahan bagi peserta sekaligus menegaskan bahwa seleksi berlangsung secara objektif dan kompetitif.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Pengcab ORADO Kabupaten Malang berharap dapat membentuk tim solid yang mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di Kejurprov ORADO Jawa Timur 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Tumbang Timpa Rumah Kos dan Warung di Pakisaji Malang, Nihil Korban Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-tumbang-timpa-rumah-kos-dan-warung-di-pakisaji-malang-nihil-korban-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-tumbang-timpa-rumah-kos-dan-warung-di-pakisaji-malang-nihil-korban-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang disertai hujan merobohkan pohon di dua lokasi, merusak bangunan warga dan jaringan listrik, penanganan cepat dilakukan hingga kondisi kembali terkendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7c8d8d5e28.webp" length="62736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 19:23:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pakisaji, BPBD Kabupaten Malang, Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, Pohon Tumbang, Bencana Alam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di dua titik wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (28/3/2026) siang.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB, saat hujan dan angin melanda wilayah setempat hingga menyebabkan pohon tumbang dan menimpa bangunan warga serta jaringan listrik.</p>
<p>“Terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin di wilayah Kecamatan Pakisaji mulai pukul sekira pukul 13.00 WIB sampai 14.30 WIB, yang mengakibatkan pohon tumbang,” ujar Sadono Irawan, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Di lokasi pertama, yakni Desa Karangnongko/Flamboyan Jiwo RT 12 RW 03, pohon jati berdiameter sekira 30 cm dengan tinggi kurang lebih 12 meter tumbang dan menimpa atap rumah kos milik warga.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, lima kamar kos mengalami kerusakan ringan. Selain itu, kabel listrik di sekitar lokasi juga terdampak karena tertimpa pohon yang tumbang.</p>
<p>“Pohon jati dengan diameter kurang lebih 30 sentimeter dan tinggi sekira 12 meter tumbang menimpa atap rumah kos sebanyak lima kamar dan kabel listrik,” jelasnya.</p>
<p>Sementara di titik kedua, yakni di Jalan Raya Panji Pulang Jiwo RT 08 RW 01 Desa Sutojayan, pohon jati berdiameter sekitar 20 cm dengan tinggi kurang lebih 8 meter tumbang dan menimpa bagian samping warung milik warga.</p>
<p>Dampak dari kejadian tersebut juga menyebabkan kabel listrik di lokasi ikut terdampak dan memerlukan penanganan lanjutan oleh pihak terkait.</p>
<p>“Di lokasi kedua, pohon jati dengan diameter kira-kira 20 sentimeter dan tinggi kurang lebih 8 meter tumbang menimpa atap samping warung serta kabel listrik,” ungkapnya.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan warga yang masuk sekira pukul 13.46 WIB, tim BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.</p>
<p>Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, Forkopimcam Pakisaji, serta relawan dan masyarakat setempat melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang agar tidak mengganggu akses jalan maupun aktivitas warga.</p>
<p>“Penanganan dan pembersihan pohon tumbang selesai sekira pukul 15.20 WIB, dan akses jalan sudah dapat dilalui kembali secara normal,” tuturnya.</p>
<p>Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material juga dilaporkan nihil, sementara perbaikan bangunan dilakukan secara mandiri oleh warga.</p>
<p>"Untuk jaringan listrik yang terdampak, saat ini masih dalam proses perbaikan oleh pihak PLN," tutupnya.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang di sekitar permukiman maupun jalan raya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Malang Diserbu Pemudik, Volume Kendaraan Naik Hampir 6 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/malang-diserbu-pemudik-volume-kendaraan-naik-hampir-6-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/malang-diserbu-pemudik-volume-kendaraan-naik-hampir-6-persen</guid>
<description><![CDATA[ Arus mudik ke Malang mulai meningkat, kendaraan tembus 21 ribu per hari, polisi siapkan pengamanan dan antisipasi puncak kepadatan.
Tagar: ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba9e7316085.webp" length="49976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 20:31:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>arus mudik, malang, lebaran, kendaraan, polres malang, operasi ketupat, lalu lintas, pemudik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Arus mudik menuju wilayah Kabupaten Malang mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Lonjakan ini terlihat dari pergerakan kendaraan yang masuk melalui sejumlah gerbang tol utama.</p>
<p>Berdasarkan data Operasi Ketupat Semeru 2026, pergerakan kendaraan pada Senin (16/3/2026) tercatat cukup tinggi. Di Gerbang Tol Lawang, kendaraan masuk mencapai 3.513 unit, disusul Singosari sebanyak 13.105 unit, serta Pakis sebanyak 3.686 unit.</p>
<p>Kondisi tersebut terus mengalami peningkatan pada hari berikutnya. Sepanjang Selasa (17/3/2026), total kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang melalui tiga gerbang tol tersebut mencapai 21.506 unit, atau meningkat sekitar 5,92 persen dibandingkan hari sebelumnya.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan bahwa kenaikan tersebut menjadi indikator awal dimulainya arus mudik di wilayah Malang.</p>
<p>“Peningkatan volume kendaraan yang masuk ke wilayah Malang sudah mulai terlihat dan diperkirakan akan terus bertambah mendekati puncak arus mudik,” ujar Bambang, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Selain arus masuk, peningkatan juga terjadi pada kendaraan yang keluar dari wilayah Malang. Tercatat sebanyak 20.920 unit kendaraan keluar, atau naik sekitar 0,47 persen.</p>
<p>Meski demikian, pihak kepolisian memastikan kondisi lalu lintas secara umum masih dalam kategori aman dan terkendali.</p>
<p>“Secara umum arus lalu lintas masih lancar, namun kami tetap melakukan langkah antisipasi untuk menghindari kepadatan,” jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, peningkatan mobilitas juga terlihat pada moda transportasi lainnya. Aktivitas penumpang kereta api di sejumlah stasiun seperti Kepanjen, Lawang, hingga Singosari tercatat mengalami kenaikan, dengan jumlah penumpang mencapai ratusan hingga mendekati seribu orang per hari.</p>
<p>Hal serupa juga terjadi di Bandara Abdulrachman Saleh. Data menunjukkan jumlah penumpang datang mencapai 989 orang, sementara keberangkatan sebanyak 607 orang.</p>
<p>Mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, Polres Malang telah meningkatkan intensitas patroli serta menempatkan personel di sejumlah titik strategis, khususnya di jalur rawan kepadatan dan kawasan wisata.</p>
<p>“Kami telah menambah intensitas patroli dan menempatkan petugas di titik-titik rawan kepadatan guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman bagi para pemudik,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat guna mendukung pengamanan terpadu selama periode mudik Lebaran.</p>
<p>Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima.</p>
<p>“Kami mengimbau para pemudik untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Pulih, IPM, dan Embong Apik Bersatu Bersihkan Kanjuruhan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-pulih-ipm-dan-embong-apik-bersatu-bersihkan-kanjuruhan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-pulih-ipm-dan-embong-apik-bersatu-bersihkan-kanjuruhan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas di Malang gelar aksi bersih drainase Kanjuruhan jelang Lebaran, dorong kepedulian lingkungan sebagai bagian dari nilai Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba90121598b.webp" length="72828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 18:45:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Aksi Pulih, IPM, Embong Apik, Kanjuruhan, Ramadan, Idulfitri, Lingkungan, Komunitas, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Menjelang Idulfitri 1447 H, cara unik dilakukan sejumlah komunitas di Kabupaten Malang dalam memaknai akhir Ramadan. Tidak hanya fokus pada ibadah personal, mereka turun langsung membersihkan lingkungan Stadion Kanjuruhan melalui aksi kolaboratif, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Aksi tersebut melibatkan Komunitas Aksi Pulih, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta Embong Apik yang bersama-sama membersihkan saluran drainase di sekitar kawasan stadion.</p>
<p>Inisiator Aksi Pulih, Bagas Wipranata Yusuf, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perluasan makna ibadah yang tidak berhenti pada aspek spiritual semata.</p>
<p>“Ramadan itu melatih kita menahan diri. Nah, setelah itu, seharusnya ada dampak nyata, termasuk bagaimana kita memperlakukan lingkungan,” ujar Bagas, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, menjaga kebersihan drainase menjadi langkah sederhana namun penting, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas masyarakat meningkat.</p>
<p>Bagas juga menilai, semangat kebersamaan dalam aksi ini menjadi pesan kuat bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari hal kecil dan dilakukan bersama.</p>
<p>“Kami ingin menunjukkan bahwa menyambut Lebaran tidak harus selalu identik dengan hal-hal seremonial. Lingkungan yang bersih justru lebih terasa manfaatnya,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau pihak tertentu.</p>
<p>Dengan gerakan ini, komunitas berharap muncul kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah bagian dari nilai kehidupan yang sejalan dengan semangat Ramadan.</p>
<p>Jika konsisten dilakukan, aksi sederhana seperti ini dinilai mampu membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni merayakan hari besar keagamaan dengan kontribusi nyata bagi lingkungan.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>385 Pemudik Diberangkatkan, Lima Terminal Jadi Titik Sebaran Mudik Gratis Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/385-pemudik-diberangkatkan-lima-terminal-jadi-titik-sebaran-mudik-gratis-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/385-pemudik-diberangkatkan-lima-terminal-jadi-titik-sebaran-mudik-gratis-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ 385 warga diberangkatkan dalam program mudik gratis Kabupaten Malang dengan lima terminal tujuan di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b95e1599cc2.webp" length="42284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 22:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Mudik Gratis, Kabupaten Malang, Lebaran 2026, Transportasi, Arus Mudik, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Sebanyak 385 peserta mengikuti program Mudik Gratis Lebaran Kabupaten Malang Tahun 2026 yang diberangkatkan dari halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (17/3/2026) pagi. Program ini mengarah ke lima terminal utama di Jawa Timur sebagai titik sebaran pemudik.</p>
<p>Lima terminal tujuan tersebut meliputi Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Terminal Kertonegoro Ngawi, Terminal Brawijaya Banyuwangi, Terminal Pacitan, dan Terminal Bondowoso. Rute ini disusun untuk menjangkau berbagai wilayah tujuan pemudik secara merata.</p>
<p>Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan bahwa program Mudik Gratis menjadi upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mengurangi beban biaya transportasi saat Lebaran.</p>
<p>“Program ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Sanusi, Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan selama arus mudik, dengan menyediakan transportasi yang lebih terorganisir.</p>
<p>Sebanyak tujuh unit bus disiapkan untuk mengangkut para peserta, dengan kapasitas masing-masing 55 penumpang. Mayoritas peserta merupakan warga Kabupaten Malang, sementara sebagian lainnya berasal dari luar daerah.</p>
<p>Sanusi juga mengingatkan peserta agar menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan.</p>
<p>“Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh peserta mudik menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, dan tetap tertib selama perjalanan agar tiba dengan selamat,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang berencana menambah jumlah armada dan kuota peserta agar manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lebaran, Dishub Malang Bersama Satlantas Pastikan Kelaikan Bus dan Sopir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-dishub-malang-bersama-satlantas-pastikan-kelaikan-bus-dan-sopir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-dishub-malang-bersama-satlantas-pastikan-kelaikan-bus-dan-sopir</guid>
<description><![CDATA[ Dishub Malang bersama Satlantas lakukan ramp check dan tes kesehatan sopir di Terminal Talangagung guna memastikan angkutan mudik aman dan laik jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b94ec9b907f.webp" length="56580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 21:19:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Dishub Kabupaten Malang, Satlantas Polres Malang, rampcheck, mudik Lebaran 2026, Terminal Talangagung, keselamatan lalu lintas, angkutan umum</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang bersama Satlantas Polres Malang menggelar ramp check serta tes kesehatan bagi pengemudi angkutan umum guna memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (17/3/2026), dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.</p>
<p>Petugas gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus dalam provinsi, serta memastikan kondisi pengemudi tetap prima selama melayani penumpang.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas saat musim mudik.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh kendaraan angkutan umum dalam kondisi laik jalan dan para pengemudi dalam kondisi sehat sehingga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan mudik,” ujar AKP Chelvin, Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi kendaraan hingga kondisi teknis seperti sistem pengereman, lampu, ban, serta perlengkapan keselamatan lainnya.</p>
<p>Selain itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara acak kepada sopir dan kru bus guna memastikan mereka tidak dalam kondisi lelah maupun memiliki gangguan kesehatan yang berpotensi membahayakan perjalanan.</p>
<p>“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kendaraan dan pengemudi yang diperiksa dalam kondisi layak, baik dari sisi teknis maupun kesehatan,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 50 kendaraan angkutan umum diperiksa, sementara 11 sopir dan kru bus menjalani tes kesehatan.</p>
<p>Kegiatan ramp check ini melibatkan Dishub Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas, serta PT Jasa Raharja sebagai upaya kolaboratif dalam menjaga keselamatan arus mudik.</p>
<p>AKP Chelvin menambahkan, pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik untuk memastikan seluruh angkutan umum yang beroperasi memenuhi standar keselamatan.</p>
<p>“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan agar seluruh angkutan umum benar-benar aman dan layak digunakan masyarakat selama arus mudik Lebaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelalaian Saat Pindahkan Bensin Picu Kebakaran Maut di Pagelaran Malang, Pemilik Laundry Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelalaian-saat-pindahkan-bensin-picu-kebakaran-maut-di-pagelaran-malang-pemilik-laundry-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelalaian-saat-pindahkan-bensin-picu-kebakaran-maut-di-pagelaran-malang-pemilik-laundry-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran ruko laundry di Pagelaran dipicu uap bensin tersambar api, satu orang tewas, tiga luka, polisi dalami penyebab dan imbau kewaspadaan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b94b544714f.webp" length="59642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 20:40:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pagelaran, Kebakaran, Ruko Laundry, Polisi, Peristiwa, Jawa Timur, Breaking News, Musibah, Kecelakaan, Edukasi Keselamatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Aktivitas sederhana yang kerap dianggap sepele berujung petaka di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Sebuah ruko yang difungsikan sebagai usaha laundry dilalap api, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Ir. Soekarno, Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Senin (16/3/2026). Warga sekitar yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas dari Polsek Pagelaran bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk proses evakuasi korban dan pengamanan tempat kejadian perkara.</p>
<p>Korban meninggal dunia diketahui bernama Suliadi (48), pemilik usaha laundry. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, kebakaran diduga kuat dipicu percikan api dari kompor pemanas air yang digunakan untuk setrika uap.</p>
<p>Ia menyebutkan, saat kejadian korban tengah memindahkan bensin dari jerigen ke dalam botol di dalam ruangan. Kondisi tersebut memicu terbentuknya uap bensin yang sangat mudah terbakar.</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan awal, percikan api dari kompor menyambar uap bensin saat korban memindahkan bahan bakar. Api kemudian dengan cepat membesar dan tidak terkendali,” ujar AKP Bambang, Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Keterangan tersebut diperkuat dengan temuan di lokasi, di mana sumber api berada tidak jauh dari aktivitas pemindahan bahan bakar yang dilakukan korban.</p>
<p>Akibat kejadian itu, satu unit bangunan ruko hangus terbakar. Selain itu, tiga sepeda motor serta peralatan dan pakaian laundry milik pelanggan turut terdampak.</p>
<p>Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan area, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan lain.</p>
<p>“Petugas melakukan pengamanan TKP, evakuasi korban, dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.</p>
<p>Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan secara pasti penyebab kebakaran tersebut.</p>
<p>Sementara itu, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.</p>
<p>Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut.</p>
<p>AKP Bambang juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan bahan bakar, terutama di dalam ruangan dan dekat sumber panas.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan atau memindahkan bahan bakar di dekat sumber api, karena sangat berisiko memicu kebakaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kronologi Kecelakaan Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kronologi-kecelakaan-motor-tabrak-pejalan-kaki-di-lawang-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kronologi-kecelakaan-motor-tabrak-pejalan-kaki-di-lawang-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi N 4758 ACG yang dikendarai oleh A.R. (32), warga Kota Malang. Saat kejadian, pengendara tengah membonceng A.I.B. (16) dan melaju dari arah selatan menuju utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b78537a2b8d.webp" length="39136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 11:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Lawang, LakaLantas, PolresMalang, SatlantasPolresMalang, RSUDLawang, RSSA, BeritaMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong>–Kepolisian mengungkapkan kronologi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan pejalan kaki di Jalan Raya Dr. Cipto, RT 01/RW 10, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (16/3/2026) pagi.</p>
<p>Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi N 4758 ACG yang dikendarai oleh A.R. (32), warga Kota Malang. Saat kejadian, pengendara tengah membonceng A.I.B. (16) dan melaju dari arah selatan menuju utara.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pejalan kaki berinisial I.W. (23) menyeberang jalan dari arah timur ke barat.</p>
<p>“Semula sepeda motor Honda Vario N 4758 ACG berjalan dari arah selatan ke utara. Sesampainya di lokasi kejadian, ada pejalan kaki yang menyeberang dari arah timur ke barat,” ujar AKP Alif, Senin (16/3/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, jarak yang sudah terlalu dekat membuat pengendara tidak sempat menghindar sehingga terjadi benturan dengan pejalan kaki.</p>
<p>“Karena jarak sudah dekat sehingga terjadi tabrakan samping antara sepeda motor dengan pejalan kaki,” jelasnya.</p>
<p>Menanggapi spekulasi di media sosial Instagram yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia, pihak Kepolisian memberikan klarifikasi. </p>
<p>Polisi menyatakan bahwa pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Lawang.</p>
<p>Sementara itu, pejalan kaki yang terlibat dalam peristiwa tersebut mengalami luka berat di bagian kepala dan dirujuk untuk mendapatkan penanganan di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.</p>
<p>“Pengendara dan yang dibonceng mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Lawang, sedangkan pejalan kaki mengalami luka berat dan dirawat di RSSA Malang,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ramadan Jadi Momentum Perumda Tirta Kanjuruhan Perkuat Amanah Pelayanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ramadan-jadi-momentum-perumda-tirta-kanjuruhan-perkuat-amanah-pelayanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ramadan-jadi-momentum-perumda-tirta-kanjuruhan-perkuat-amanah-pelayanan</guid>
<description><![CDATA[ Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mengingat kembali besarnya tanggung jawab pelayanan yang diemban oleh perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b76a90540a0.webp" length="23220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 10:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, Ramadan, Nuzulul Quran, Pelayanan Air Bersih, Pelayanan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP–</strong>Bulan suci Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus meneguhkan amanah pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Semangat tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, dalam kegiatan Khotmil Qur’an yang digelar di Masjid Salsabillah, lingkungan kantor pusat perusahaan umum daerah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh jajaran direksi, kepala bagian, kepala unit, serta para hafiz Al-Qur’an itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadan. </p>
<p></p>
<p>Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam budaya kerja pegawai.</p>
<p></p>
<p>Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, menegaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mengingat kembali besarnya tanggung jawab pelayanan yang diemban oleh perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Sebagai bagian dari Perumda Tirta Kanjuruhan, kita memiliki amanah besar untuk memberikan pelayanan air bersih yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Malang,” ujar Syamsul Hadi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian sosial harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas sehari-hari di lingkungan perusahaan.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai pekerjaan yang dijalankan oleh seluruh pegawai perusahaan di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini bukan sekadar rutinitas administratif atau teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sumber kehidupan bagi masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>“Pekerjaan kita bukan hanya soal tugas, tetapi juga bagian dari amanah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan berharap seluruh pegawai dapat semakin memperkuat keimanan, kebersamaan, serta semangat kerja yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an.</p>
<p></p>
<p>Dengan semangat Ramadan, Perumda Tirta Kanjuruhan berkomitmen untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, serta memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Malang.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengukuhan KONI, Bupati Malang Sanusi Ingatkan Anggaran Harus Berbanding Lurus dengan Prestasi Atlet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengukuhan-koni-bupati-malang-sanusi-ingatkan-anggaran-harus-berbanding-lurus-dengan-prestasi-atlet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengukuhan-koni-bupati-malang-sanusi-ingatkan-anggaran-harus-berbanding-lurus-dengan-prestasi-atlet</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang dorong pembinaan atlet dan fokus cabang olahraga potensial untuk meningkatkan prestasi pada Porprov Jawa Timur 2027. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b56eb755ea5.webp" length="40682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 21:31:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, KONI Malang, Sanusi, Porprov Jatim 2027, Pembinaan Atlet, Olahraga Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa pengelolaan organisasi olahraga harus berorientasi pada pencapaian prestasi. Hal itu disampaikan saat pelantikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) masa bakti 2026–2028 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/3/2026) malam.</p>
<p>Menurut Sanusi, kepengurusan KONI yang baru perlu segera melakukan pembenahan manajemen organisasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program pembinaan atlet.</p>
<p>“Manajemen harus ditata dengan baik mulai dari perencanaan, tujuan hingga pelaksanaan. Target kita jelas, pada Porprov nanti Kabupaten Malang harus bisa berada di peringkat kedua,” ujar Sanusi.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa selama beberapa penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, Kabupaten Malang masih berada di posisi keempat. Capaian tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi agar prestasi olahraga daerah dapat meningkat pada ajang berikutnya.</p>
<p>“Bibit atlet harus benar-benar diperhatikan. Kalau atletnya memang berbakat, kemudian dibina dan dilatih secara serius, tentu peluang meraih prestasi akan lebih besar,” katanya.</p>
<p>Sanusi juga menekankan pentingnya menentukan cabang olahraga yang benar-benar memiliki peluang meraih medali emas. Menurutnya, fokus pembinaan perlu diarahkan pada cabang olahraga potensial agar penggunaan anggaran menjadi efektif.</p>
<p>“Cabang olahraga yang punya peluang emas harus difokuskan. Kalau hanya mengirim atlet sebagai penggembira, itu hanya menghabiskan anggaran,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk meraih prestasi olahraga karena memiliki wilayah luas dengan jumlah kecamatan yang banyak dibanding sejumlah daerah lain.</p>
<p>“Ada daerah yang hanya memiliki tiga kecamatan tetapi bisa berada di peringkat dua. Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan, sehingga seharusnya mampu berprestasi lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Sanusi memastikan Pemerintah Kabupaten Malang akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah, baik melalui dukungan anggaran maupun fasilitas pembinaan atlet.</p>
<p>“Yang penting tujuannya adalah prestasi. KONI tidak ada artinya kalau tidak menghasilkan prestasi,” kata Sanusi.</p>
<p>Selain menargetkan peningkatan prestasi di tingkat provinsi, ia juga berharap pembinaan olahraga di Kabupaten Malang mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2028, Darmadi, mengatakan pihaknya akan melakukan perubahan pola pembinaan atlet agar lebih fokus dan terencana.</p>
<p>“Kita akan mengubah pola pembinaan atlet agar lebih fokus dan terencana. Pemusatan latihan juga harus dilakukan secara serius, tidak hanya sekadar seremonial,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa KONI Kabupaten Malang juga akan melakukan pemetaan kekuatan atlet serta cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali pada ajang Porprov mendatang.</p>
<p>“Kita akan memetakan cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali sehingga pembinaannya bisa lebih fokus,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, KONI Kabupaten Malang berencana kembali menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (PorKab) pada tahun 2026 untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat setelah sempat terhenti sejak pandemi.</p>
<p>Menurut Darmadi, ajang tersebut akan menjadi sarana penting untuk menemukan atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi Porprov 2027.</p>
<p>“Kami akan berupaya maksimal meningkatkan peringkat Kabupaten Malang dari posisi empat menjadi dua besar pada Porprov 2027,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Viral di Jagad Medsos Disebut Jambret, Polisi Selidiki Pencurian Anting Bocah di Pakis Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-viral-di-jagad-medsos-disebut-jambret-polisi-selidiki-pencurian-anting-bocah-di-pakis-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-viral-di-jagad-medsos-disebut-jambret-polisi-selidiki-pencurian-anting-bocah-di-pakis-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pencurian anting yang menimpa bocah perempuan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, viral di media sosial (medsos) dan kini tengah diselidiki polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b55f3fac103.webp" length="62774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 20:33:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pakis, Polsek Pakis, Kriminal, Pencurian, Keamanan, Kamtibmas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sebuah video yang menyebut seorang bocah perempuan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang menjadi korban jambret sempat viral di jagad media sosial. Informasi tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram InfoMalangID dan menarik perhatian masyarakat.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut, petugas dari Polsek Pakis langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi.</p>
<p>Kapolsek Pakis AKP Suyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian setelah adanya laporan dari masyarakat melalui media sosial.</p>
<p>“Petugas mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan dari korban dan saksi-saksi serta melakukan analisa situasi di lokasi kejadian,” ujar Suyanto, Sabtu (14/3/2026) dalam keterangan resmi.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di depan Pos Kamling Dusun Plalar RT 004 RW 005, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>Berdasarkan keterangan orang tua korban, Tirto Agus Santoso, saat itu anaknya yang bernama Bunga Wahyu Kamelia (5) sedang bermain bersama tiga temannya di depan pos kamling.</p>
<p>“Terduga pelaku mendatangi korban dan berpura-pura meminjam anting yang dipakai korban. Setelah berhasil melepas anting tersebut, pelaku kemudian meninggalkan lokasi,” jelas Suyanto.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan dua anting emas dengan berat sekitar setengah gram.</p>
<p>Petugas juga telah memperoleh ciri-ciri terduga pelaku yang diduga seorang perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 155 sentimeter. Saat kejadian, pelaku mengenakan pakaian berwarna merah muda serta memakai masker.</p>
<p>Selain melakukan penyelidikan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak yang bermain di lingkungan permukiman.</p>
<p>“Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dalam peristiwa tersebut,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Lokasi Pos Terpadu dan Pos Pengamanan Mudik yang Disiapkan Polres Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-lokasi-pos-terpadu-dan-pos-pengamanan-mudik-yang-disiapkan-polres-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-lokasi-pos-terpadu-dan-pos-pengamanan-mudik-yang-disiapkan-polres-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang menyiapkan delapan pos pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 di sejumlah jalur strategis Kabupaten Malang untuk menjaga keamanan perjalanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b55c0dd3176.webp" length="95712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 20:04:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polres Malang, Mudik Lebaran 2026, Pos Pengamanan Mudik, Operasi Ketupat Semeru, Kabupaten Malang, Arus Mudik, Idulfitri 1447 H</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebanyak delapan pos pengamanan dan pelayanan dipersiapkan Polres Malang jelang mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah yang ditempatkan di sejumlah titik strategis wilayah Kabupaten Malang untuk menjaga kelancaran arus perjalanan masyarakat.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan, pengamanan dilakukan dengan menempatkan pos terpadu, pos pelayanan, pos pengamanan hingga patroli polisi bergerak di jalur-jalur utama yang diperkirakan padat kendaraan.</p>
<p>"Pos-pos ini kami siapkan sebagai fasilitas pengamanan sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Malang," kata AKBP Taat, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Sebanyak delapan pos disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan mudik. Pos terpadu ditempatkan di kawasan Karanglo, Kecamatan Singosari, tepatnya di Pos Polisi 12.0 yang berada di simpang pintu keluar Tol Jalan Raya Karanglo. Lokasi ini menjadi pusat koordinasi pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b55c69deaca.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, Polres Malang juga menyiapkan pos pelayanan di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, tepatnya di Pos Polisi 12.02 Jalan Ir Soekarno. Pos tersebut disiapkan untuk memberikan layanan informasi serta bantuan kepada masyarakat yang melintas.</p>
<p>Sejumlah pos pengamanan turut ditempatkan di titik-titik yang diperkirakan ramai aktivitas masyarakat. Di antaranya di Area Parkir Bluder Kapas Karangploso, Rest Area Gubug Klakah Kecamatan Poncokusumo, hingga Simpang 3 Slorok Kecamatan Kromengan.</p>
<p>“Selain itu, pos juga disiagakan di Simpang 3 Kendalpayak Kecamatan Pakisaji dan Simpang 4 Jalur Lintas Selatan (JLS) Bantur,” imbuhnya.</p>
<p>Selain penempatan pos statis, Polres Malang juga menyiapkan pos polisi bergerak yang bertugas melakukan patroli di sejumlah jalur yang rawan terjadi kepadatan kendaraan. Rute patroli mencakup jalur Karanglo–Karangploso, Kebonagung–Bendo, Talangagung, hingga kawasan Slorok.</p>
<p>Taat menuturkan, setiap pos memiliki fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Selain menjaga keamanan jalur, petugas juga memberikan pelayanan informasi serta bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan mudik.</p>
<p>"Setiap pos memiliki fungsi sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari pengamanan jalur, pelayanan informasi hingga bantuan bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan," ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pos yang telah disiapkan apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tidak ragu memanfaatkan pos-pos yang telah disiapkan jika membutuhkan bantuan dari petugas," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasar Murah Lebaran di Kepanjen Libatkan 60 Tenant UMKM dan Dunia Usaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasar-murah-lebaran-di-kepanjen-libatkan-60-tenant-umkm-dan-dunia-usaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasar-murah-lebaran-di-kepanjen-libatkan-60-tenant-umkm-dan-dunia-usaha</guid>
<description><![CDATA[ Pasar Murah Lebaran Pemkab Malang di Kepanjen libatkan puluhan UMKM dan dunia usaha, bantu masyarakat dapatkan sembako terjangkau sekaligus jaga stabilitas harga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3f4258165d.webp" length="34668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 18:27:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pasar Murah, Lebaran 2026, UMKM, Disperindag Kabupaten Malang, Bank Jatim, Kepanjen, Stabilitas Harga, Inflasi Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar Pasar Murah Lebaran 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas akses pasar.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di halaman Pasar Sumedang, Kecamatan Kepanjen, itu melibatkan puluhan tenant dari kalangan UMKM, perangkat daerah, hingga pelaku usaha.</p>
<p>Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan, memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pokok cenderung meningkat. Kondisi tersebut kerap diikuti dengan kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan.</p>
<p>"Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat," ujar Sanusi, Jumat (13/3/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3f47cea02d.webp" alt=""></p>
<p>Sanusi menjelaskan, berdasarkan pemantauan perkembangan harga pangan di Provinsi Jawa Timur menjelang Idulfitri, kondisi harga masih relatif terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu mengambil langkah antisipatif agar lonjakan permintaan tidak berdampak pada meningkatnya inflasi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Maka dari itu, penyelenggaraan Pasar Murah Lebaran tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri dengan memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar," jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi inisiatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang yang menggagas kegiatan tersebut dengan menggandeng Bank Jatim serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, produsen, hingga pelaku usaha lokal.</p>
<p>"Saya mengapresiasi langkah Disperindag Kabupaten Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini, serta seluruh pihak yang turut mendukung, mulai dari distributor, produsen, pelaku IKM, hingga berbagai lembaga yang berpartisipasi dalam menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat," tuturnya.</p>
<p>Sanusi menambahkan, kegiatan pasar murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Idulfitri.</p>
<p>"Selain itu, pasar murah juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Malang," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa menyampaikan bahwa Pasar Murah Lebaran 2026 menghadirkan puluhan tenant yang berasal dari berbagai sektor.</p>
<p>"Kami menyediakan 60 tenant yang terdiri dari para pelaku UMKM, perangkat daerah, serta lintas dunia usaha dalam Pasar Murah Lebaran tahun 2026," ujar Astri.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang Idulfitri.</p>
<p>"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sehingga ketersediaan bahan pokok dapat terjaga dan dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat," tuturnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kepanjen Satria Dananjaya mengatakan bahwa pihaknya setiap tahun memiliki program bantuan subsidi sembako murah bagi masyarakat Kabupaten Malang. Pada tahun ini, program tersebut dilaksanakan bersama Pemkab Malang melalui Pasar Murah Lebaran di Pasar Pakisaji dan Pasar Sumedang Kepanjen.</p>
<p>"Sejak dulu kami memiliki program tahunan dengan memberikan subsidi sembako murah. Untuk kali ini kami menyediakan 2.500 kupon potongan harga dengan total nilai Rp25 juta, masing-masing kupon senilai Rp10 ribu," terangnya.</p>
<p>Selain itu, Bank Jatim juga melibatkan para pelaku UMKM binaan dalam kegiatan tersebut. Di Pasar Pakisaji terdapat 10 pelaku UMKM yang berpartisipasi, sedangkan di Pasar Sumedang Kepanjen tercatat sebanyak 30 pelaku UMKM turut ambil bagian.</p>
<p>Menurut Satria, pelibatan UMKM merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mendorong pengembangan usaha kecil melalui berbagai program pembiayaan.</p>
<p>"Konsep awalnya bazar murah. Dari situ kita level up untuk UMKM binaan kami. Lalu dengan binaan dari Kabupaten Malang kita jadikan satu wadah melalui slogan Sayap Jatim yang membawahi kredit mikro kami, mulai dari KUR hingga kredit Jatim dengan plafon hingga Rp500 juta untuk mendukung UMKM naik kelas," pungkasnya.</p>
<p>Peresmian Pasar Murah Lebaran 2026 tersebut dihadiri Bupati Malang HM. Sanusi, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kepanjen Satria Dananjaya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Siapkan Kampanye Besar Gerakan Indonesia ASRI, Dimulai dari TPA Paras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-siapkan-kampanye-besar-gerakan-indonesia-asri-dimulai-dari-tpa-paras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-siapkan-kampanye-besar-gerakan-indonesia-asri-dimulai-dari-tpa-paras</guid>
<description><![CDATA[ Mini MRF di TPA Paras menjadi titik awal gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3a39496a7f.webp" length="73608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 15:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Sanusi, Gerakan Indonesia ASRI, Pengelolaan Sampah, DLH Kabupaten Malang, Lingkungan, Kampanye Kebersihan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang mulai menyiapkan kampanye besar perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pencanangan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).</p>
<p>Persiapan tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas Mini Material Recovery Facility (MRF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paras, Kecamatan Poncokusumo, Kamis (12/3/2026).</p>
<p>Pemerintah daerah menilai kampanye kebersihan harus dilakukan secara masif agar kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga dapat meningkat.</p>
<p>Bupati Malang Sanusi menyampaikan bahwa pembangunan Mini MRF tersebut merupakan langkah awal sebelum pengembangan fasilitas pengolahan sampah yang lebih besar pada tahun mendatang.</p>
<p>“Ini semacam pilot project atau percobaan. Nanti tahun depan kita rencanakan membangun MRF yang lebih besar dengan anggaran sekitar Rp300 miliar,” ujar Sanusi, Kamis (12/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.</p>
<p>“Kalau bangunannya sekitar Rp2,7 miliar, sedangkan total hibah yang kita terima sampai hari ini sekitar Rp17 miliar,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Sanusi, keberadaan Mini MRF juga menjadi solusi untuk menangani sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Dengan adanya Mini MRF ini berarti ada solusi. Karena AEPW konsentrasinya pada plastik, maka sampah plastik tidak lagi berserakan, tetapi terkelola dengan baik, memiliki nilai jual, dan bisa habis. Harapannya di Malang nanti tidak ada lagi sampah plastik,” tegasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kampanye kebersihan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Kita harus bersama-sama, sesuai perintah Presiden. Semua komponen bangsa di Kabupaten Malang harus bergerak menyatakan perang terhadap sampah, sehingga Kabupaten Malang menjadi aman, sehat, bersih, dan indah,” ujarnya.</p>
<p>Sanusi juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah paling dasar dalam pengelolaan sampah yang efektif.</p>
<p>“Tadi juga disampaikan bahwa pemilahan sampah harus dimulai dari rumah tangga,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dr. Ahmad Dzulfikar Nurrahman, S.T., M.T., mengatakan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan konsep kampanye kebersihan yang akan melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Nanti akan kita kemas menjadi semacam lomba kebersihan antar kecamatan, karena sudah ada arahan dari pusat dan himbauan presiden,” jelas Dzulfikar.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kampanye tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem insentif untuk mendorong partisipasi masyarakat.</p>
<p>“Termasuk nanti kita siapkan insentif serta reward and punishment,” tandasnya.</p>
<p>Program tersebut direncanakan melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Malang dan akan segera diluncurkan setelah konsep programnya selesai disusun.</p>
<p>“Setiap kecamatan akan ikut. Pelaksanaannya secepatnya, setelah desain program siap nanti akan kita launching,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Ungkap 26 Kasus Curanmor dalam 40 Hari, Melibatkan Pelaku Lintas Pulau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-26-kasus-curanmor-dalam-40-hari-melibatkan-pelaku-lintas-pulau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-26-kasus-curanmor-dalam-40-hari-melibatkan-pelaku-lintas-pulau</guid>
<description><![CDATA[ Data tersebut disampaikan Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto, saat konferensi pers di Mapolres Malang, Kamis (12/3/2026). Ia menjelaskan bahwa puluhan tempat kejadian perkara (TKP) tersebut tersebar di sejumlah wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3a60ce2136.webp" length="56326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Malang mencatat sedikitnya 26 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam kurun waktu 1 Februari hingga 10 Maret 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap 14 tersangka, termasuk residivis serta pelaku yang berasal dari luar provinsi hingga lintas pulau.</p>
<p>Data tersebut disampaikan Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto, saat konferensi pers di Mapolres Malang, Kamis (12/3/2026). Ia menjelaskan bahwa puluhan tempat kejadian perkara (TKP) tersebut tersebar di sejumlah wilayah.</p>
<p>“Dalam periode 1 Februari sampai dengan 10 Maret 2026, berhasil diungkap 26 TKP curanmor di wilayah hukum Polres Malang yang tersebar di 14 kecamatan,” ujar AKBP Taat, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Adapun kecamatan yang menjadi lokasi kejadian antara lain Ngajum, Wagir, Pakisaji, Singosari, Dau, Dampit, Turen, Pakis, Bululawang, Kepanjen, Sumberpucung, Lawang, Karangploso, hingga Wonosari. Kapolres menyebut wilayah Kepanjen, Wagir, dan Dampit menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, masing-masing tercatat empat TKP.</p>
<p>“Beberapa di antaranya merupakan pelaku lintas provinsi bahkan lintas pulau. Jadi bukan hanya pelaku lokal saja yang beraksi di wilayah Malang,” terangnya.</p>
<p>Para tersangka diketahui berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Nganjuk, hingga Provinsi Lampung. Usia pelaku bervariasi, mulai dari kategori di bawah umur hingga berusia 50 tahun. Kapolres juga mengungkapkan salah satu tersangka tercatat beraksi di sembilan lokasi berbeda, sementara pelaku lain melakukan pencurian di lima TKP.</p>
<p>Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 38 unit sepeda motor berbagai merek yang diduga merupakan hasil tindak kejahatan. Kendaraan tersebut dihadirkan dalam konferensi pers dan sebagian akan segera dikembalikan kepada pemiliknya.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar, menambahkan bahwa mayoritas kasus curanmor justru terjadi di lingkungan rumah yang dianggap aman oleh pemilik kendaraan.</p>
<p>“Dari hasil analisis kami, sekitar 54 persen kendaraan yang dicuri berada di pekarangan rumah yang dinilai sudah aman, bahkan sudah dipagari dan digembok,” kata AKP Hafiz.</p>
<p>Menurutnya, pelaku biasanya melompati atau membuka paksa pagar rumah, kemudian mengambil sepeda motor menggunakan kunci T. Selain itu, sekitar 20 persen kasus terjadi di area indekos, terutama pada malam hari saat pengawasan berkurang. Pelaku memanfaatkan kelengahan penghuni untuk mencuri kendaraan yang terparkir.</p>
<p>Polisi juga mengungkap identitas seorang residivis curanmor berinisial KSAT (22) asal Kecamatan Wagir yang tercatat melakukan aksi pencurian hingga sembilan kali.</p>
<p>“Saat dilakukan penindakan, yang bersangkutan melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” ujarnya.</p>
<p>Para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Sementara itu, pelaku penadahan dapat dijerat Pasal 591 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara atau denda kategori V.</p>
<p>Polres Malang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda serta memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman.</p>
<p>“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor, silakan datang ke Polres Malang untuk melakukan pengecekan. Jika terbukti milik korban, akan kami kembalikan tanpa dipungut biaya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdik Kabupaten Malang Ingatkan ASN Patuhi Aturan Soal Perkawinan dan Perceraian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdik-kabupaten-malang-ingatkan-asn-patuhi-aturan-soal-perkawinan-dan-perceraian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdik-kabupaten-malang-ingatkan-asn-patuhi-aturan-soal-perkawinan-dan-perceraian</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengingatkan ASN agar mematuhi aturan perkawinan dan perceraian sesuai ketentuan yang berlaku bagi aparatur sipil negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b282bea18eb.webp" length="36272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 18:32:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ASN, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, Perceraian ASN, Aturan ASN, Donomulyo, BKPSDM Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Baru-baru ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekolah untuk mematuhi ketentuan yang mengatur perkawinan maupun perceraian. Pengingat tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Organisasi/Orientasi (DOR) yang digelar di SMP Negeri 1 Donomulyo.</p>
<p>Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, S.H., M.AP., mengatakan bahwa status sebagai ASN membuat kehidupan pribadi tidak sepenuhnya berada di ranah privat. Sejumlah aspek, termasuk urusan rumah tangga, tetap berada dalam koridor aturan kepegawaian.</p>
<p>“Ketika panjenengan menandatangani kontrak menjadi ASN, sebagian besar kehidupan panjenengan diatur oleh ketentuan, baik di kantor, di masyarakat, maupun di rumah,” ujar Rosyta Dewi dalam kesempatan itu.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Surat Edaran Bupati Malang Nomor 800 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam aturan tersebut, ASN yang hendak mengajukan perceraian diwajibkan mengurus izin resmi dari pejabat pembina kepegawaian melalui mekanisme yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Baik pihak yang menggugat maupun yang digugat tetap harus mengurus izin atau surat keterangan secara resmi melalui jalur hierarki, mulai dari kepala sekolah, Dinas Pendidikan, hingga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” jelasnya.</p>
<p>Rosyta juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam melakukan pembinaan kepada tenaga pendidik yang tengah menghadapi persoalan rumah tangga.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan pembinaan di tingkat sekolah harus diutamakan sebelum persoalan tersebut naik ke tingkat dinas.</p>
<p>“Jika pembinaan di tingkat sekolah tidak berhasil, maka kasus tersebut harus dilaporkan ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, perceraian ASN yang tidak berkaitan dengan pelanggaran disiplin saat ini cukup ditangani oleh BKPSDM. Namun apabila perceraian terjadi akibat pelanggaran seperti perselingkuhan atau tindakan indisipliner lainnya, maka penanganannya dapat dilanjutkan hingga ke Inspektorat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Rosyta juga menyinggung soal poligami bagi ASN. Secara hukum agama hal tersebut memang diperbolehkan, namun bagi ASN prosedurnya jauh lebih ketat karena memerlukan izin resmi dari pejabat pembina kepegawaian.</p>
<p>“Kalau ASN ingin poligami, izinnya harus melalui jalur resmi hingga ke Bupati melalui hierarki. Tidak bisa dilakukan secara langsung atau informal,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan para guru untuk menjaga integritas dan profesionalitas sebagai pendidik sekaligus aparatur negara yang menjadi teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
<p>“Perjuangan menjadi ASN itu tidak mudah. Jangan sampai hanya karena hal-hal sepele atau nafsu sesaat, karier yang sudah dibangun dengan susah payah akhirnya hancur,” pesannya.</p>
<p>Kegiatan Dialog Organisasi/Orientasi (DOR) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tersebut diketahui telah berlangsung sejak 2 Maret 2026 dan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dihadiri Dewanti dan Made, Silaturahmi Ramadan Satukan 33 PAC PDIP Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dihadiri-dewanti-dan-made-silaturahmi-ramadan-satukan-33-pac-pdip-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dihadiri-dewanti-dan-made-silaturahmi-ramadan-satukan-33-pac-pdip-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Silaturahmi Ramadan PDIP Kabupaten Malang dihadiri Dewanti dan I Made (DPD Jatim) bersama kader dari 33 PAC sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi partai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b19ec3ca003.webp" length="24198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 08:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PDIP, Kabupaten Malang, Dewanti Rumpoko, I Made Riandiana Kartika, Didik Gatot Subroto, Silaturahmi Ramadan, Politik Malang, Konsolidasi Partai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk mempererat konsolidasi internal. </p>
<p>Hal itu terlihat dalam kegiatan silaturahmi dan buka bersama yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang di Kantor DPC, Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, yakni Dewanti Rumpoko dan I Made Riandiana Kartika, bersama jajaran pengurus DPC serta kader partai dari berbagai tingkatan.</p>
<p>Dewanti Rumpoko menyampaikan kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antar kader sekaligus memberikan apresiasi kepada pengurus partai di tingkat kecamatan yang selama ini aktif bekerja bersama partai.</p>
<p>“Bersama silaturahmi dan memberikan bingkisan kepada PAC yang sudah bekerja. Dari 33 PAC, sekitar 90 sampai 95 persen hadir, semuanya masih aktif dan itu saya sangat menghargai serta mengapresiasi DPC Kabupaten Malang,” ujar Dewanti.</p>
<p>Menurut Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi ini, kebersamaan antar kader menjadi kekuatan utama partai dalam menjaga soliditas organisasi serta terus bergerak bersama masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Bidang Politik, I Made Riandiana Kartika, menekankan pentingnya menjaga kekompakan kader di seluruh tingkatan struktur partai.</p>
<p>“Intinya kami berharap jajaran partai tetap solid bergerak untuk rakyat Kabupaten Malang khususnya. Kita tetap dalam satu rampak barisan PDI Perjuangan, satu komando dalam demokrasi terpimpin yang selama ini terus kita suarakan,” ujar Made sapaan karibnya.</p>
<p>Made yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Kota Malang itu menambahkan bahwa kekuatan partai terletak pada kebersamaan dan kerja kolektif seluruh struktur organisasi.</p>
<p>“Artinya kita tidak bergerak sendiri-sendiri, tapi kita bergerak secara satu barisan PDI Perjuangan. Itu saja intinya,” terangnya.</p>
<p>Senada, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kader selama bulan Ramadan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu juga dilakukan pembagian bingkisan Ramadan bagi kader partai yang berasal dari dukungan pengurus DPD PDIP Jawa Timur serta gotong royong kader di berbagai tingkatan.</p>
<p>“Dari DPD PDIP Jawa Timur disalurkan sebanyak 363 parsel yang diberikan kepada jajaran PAC di Kabupaten Malang,” kata Didik.</p>
<p>Selain itu, DPC PDIP Kabupaten Malang juga menyalurkan bantuan yang dihimpun melalui gotong royong kader, mulai dari anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur hingga DPRD Kabupaten Malang.</p>
<p>“Dari DPC sendiri kita membagikan hampir 10 ribu paket lebih, mulai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC hingga DPC serta badan dan sayap partai,” pungkasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kader selama bulan Ramadan serta memperkuat konsolidasi organisasi partai di tingkat akar rumput di wilayah Kabupaten Malang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor Desa Taji Jabung Malang Mulai Ditangani PU Bina Marga, Target Rampung 5 Bulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-desa-taji-jabung-malang-mulai-ditangani-pu-bina-marga-target-rampung-5-bulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-desa-taji-jabung-malang-mulai-ditangani-pu-bina-marga-target-rampung-5-bulan</guid>
<description><![CDATA[ Longsor di akses Desa Taji Jabung mulai ditangani PU Bina Marga Kabupaten Malang. Perbaikan jalan dan plengsengan ditargetkan rampung sekitar lima bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b149a97461e.webp" length="54982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 20:17:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Longsor Malang, Jabung Malang, Desa Taji, PU Bina Marga Malang, Infrastruktur Jalan, Bupati Malang, Perbaikan Jalan, Pembangunan Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Penanganan jalan longsor di akses menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai dilakukan. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menargetkan perbaikan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima bulan.</p>
<p>Longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Jabung. Tanah penahan jalan arah masuk menuju Desa Taji ambrol sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (28/2/2026), hingga menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.</p>
<p>Akibatnya, lebar jalan sempat tersisa sekitar dua meter. Untuk sementara dilakukan pelebaran darurat agar akses kendaraan roda empat (R4) masih dapat melintas dengan hati-hati.</p>
<p>Bupati Malang Sanusi saat mengunjungi pekan lalu menyampaikan bahwa penanganan longsor tersebut kini sudah ditangani melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan harapan akses jalan bisa segera pulih kembali.</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya ruas jalan menuju Desa Taji telah masuk dalam rencana penganggaran tahun 2026.</p>
<p>Dalam keterangan resminya, bupati menyampaikan, anggaran sudah tersedia tinggal pelaksanaan. Namun kejadian tanah longsor ini terjadi lebih dulu. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp300 juta untuk plengsengan dan Rp500 juta untuk perbaikan jalan.</p>
<p>Selain penanganan longsor di Desa Taji, Pemerintah Kabupaten Malang juga berencana melakukan pembenahan jalan rusak di Desa Sukopuro serta beberapa titik lain di wilayah Kecamatan Jabung.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan longsor terjadi karena material tanah dari bagian atas jalan menutup jalur drainase sehingga aliran air hujan menggerus badan jalan.</p>
<p>“Setelah kami lakukan peninjauan, longsor ini dipicu adanya longsoran dari atas yang menutup drainase. Air hujan kemudian menggerus badan jalan hingga terjadi kerusakan,” jelasnya, belum lama ini.</p>
<p>Ia menambahkan, penanganan darurat mulai dilakukan dengan pemasangan sesek bambu serta sandbag berisi material sebagai penahan sementara sebelum pekerjaan konstruksi lanjutan.</p>
<p>“Kita akan menangani dengan segera, mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu. Diperkirakan penanganan ini akan selesai dalam waktu sekitar lima bulan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan sesek bambu dinilai lebih efektif dibandingkan bronjong untuk kondisi lokasi saat ini karena dapat dipadukan dengan sandbag berisi pasir, sirtu, serta sedikit tanah agar vegetasi dapat tumbuh sebagai penguat alami.</p>
<p>“Untuk sementara tidak menggunakan bronjong. Sesek bambu dipadukan dengan sandbag yang diisi material pasir, sirtu, dan sedikit tanah agar vegetasi bisa tumbuh di area tersebut,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru 17 Tahun, Remaja Ini Diduga Jadi Pelaku Curanmor di Sejumlah Wilayah Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-17-tahun-remaja-ini-diduga-jadi-pelaku-curanmor-di-sejumlah-wilayah-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-17-tahun-remaja-ini-diduga-jadi-pelaku-curanmor-di-sejumlah-wilayah-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Remaja 17 tahun tertangkap saat mencuri motor di Lawang. Polisi mendalami pengakuan pelaku yang diduga pernah beraksi di sejumlah wilayah Malang Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aebdf13bfd8.webp" length="66884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 21:09:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Curanmor Malang, Lawang Malang, Kriminal Malang, Polres Malang, Malang Raya, Pencurian Motor, Keamanan Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Seorang remaja berusia 17 tahun diamankan setelah tertangkap tangan mencuri sepeda motor di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku juga diduga telah melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah lain.</p>
<p>Terduga pelaku berinisial KA (17) diketahui merupakan warga Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Ia diamankan pada Sabtu (7/3/2026) setelah mencoba membawa kabur sepeda motor milik korban di depan rumah makan di Jalan Dr. Cipto, Desa Bedali, Kecamatan Lawang.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban FS (26), warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, memarkir sepeda motor Honda Beat miliknya di depan rumah makan Padang dalam kondisi terkunci stang.</p>
<p>“Korban bersama rekannya memarkir sepeda motor lalu masuk ke rumah makan. Saat saksi keluar, motor tersebut sudah berpindah tempat dan dinaiki seseorang yang tidak dikenal,” ujar Bambang, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Saksi yang melihat kejadian tersebut segera memberi tahu korban. Korban kemudian berteriak maling dan mengejar pelaku yang berusaha membawa kabur sepeda motor itu.</p>
<p>Aksi kejar-kejaran sempat terjadi dan menarik perhatian warga sekitar. Pelaku akhirnya berhasil dihentikan warga sebelum melarikan diri lebih jauh.</p>
<p>“Terduga pelaku sempat diamankan warga setelah diteriaki maling. Pada saat yang bersamaan anggota Polsek Lawang yang sedang patroli melintas dan langsung mengamankan pelaku dari kerumunan massa,” jelasnya.</p>
<p>Setelah diamankan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia diketahui membuka kunci stang sepeda motor menggunakan kunci palsu atau kunci T sebelum mencoba membawa kabur kendaraan tersebut.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku mencuri sepeda motor dengan menggunakan kunci T untuk membuka kunci stang kendaraan,” katanya.</p>
<p>Dari pengembangan sementara, polisi menemukan indikasi bahwa pelaku diduga telah melakukan pencurian sepeda motor di sejumlah wilayah lain, di antaranya Pakis, Tumpang, Singosari, Kota Batu hingga Pandaan dengan modus serupa.</p>
<p>“Terduga pelaku mengaku pernah melakukan pencurian sepeda motor di beberapa lokasi lain. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya jaringan penadah,” terang Bambang.</p>
<p>Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah putih beserta dokumen kendaraan serta pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi. Kerugian korban ditaksir sekitar Rp10 juta.</p>
<p>Karena pelaku masih berstatus anak di bawah umur, proses penanganan selanjutnya akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang.</p>
<p>“Penanganan kasus ini akan dilanjutkan sesuai mekanisme peradilan anak dan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Malang untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Ungkap Kasus Begal Motor di Lawang, Satu Pelaku Diringkus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-kasus-begal-motor-di-lawang-satu-pelaku-diringkus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-kasus-begal-motor-di-lawang-satu-pelaku-diringkus</guid>
<description><![CDATA[ Saat itu, korban yang merupakan seorang pelajar tengah melintas seorang diri pada dini hari. Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dihentikan oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae7546cb867.webp" length="24422" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 17:00:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Lawang, Kriminal Malang, Perampasan Motor, Kejahatan Jalanan, Polda Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Aksi perampasan sepeda motor dengan modus menghadang korban di jalur sepi terjadi di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kasus tersebut kini berhasil diungkap oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 di Jalan Pandowo, Dusun Paras, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang. </p>
<p>Saat itu, korban yang merupakan seorang pelajar tengah melintas seorang diri pada dini hari. Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dihentikan oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.</p>
<p>“Korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor hendak pulang. Di tengah perjalanan, korban dihentikan oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Salah satu pelaku kemudian turun dan mendekati korban. Pelaku mengancam menggunakan senjata tajam jenis celurit agar korban menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.</p>
<p>“Pelaku mengancam korban dengan senjata tajam jenis celurit. Karena takut, korban akhirnya menyerahkan sepeda motor dan telepon genggam miliknya kepada pelaku,” jelasnya.</p>
<p>Usai menerima laporan korban, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku. Petugas kemudian mengamankan seorang tersangka di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah celurit, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna merah, serta satu unit telepon genggam milik korban.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp17,5 juta. Saat ini, tersangka tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Kepolisian Sektor (Polsek) Lawang.</p>
<p>Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap satu pelaku lain yang identitasnya telah diketahui.</p>
<p>“Pelaku dijerat pasal tentang perampasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” pungkas Bambang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi Banteng Jatim U&amp;17 di Malang Membeludak, 250 Pemain Berebut Tempat Skuad Soekarno Cup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-banteng-jatim-u-17-di-malang-membeludak-250-pemain-berebut-tempat-skuad-soekarno-cup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-banteng-jatim-u-17-di-malang-membeludak-250-pemain-berebut-tempat-skuad-soekarno-cup</guid>
<description><![CDATA[ Tercatat sebanyak 250 pesepak bola kategori usia di bawah 17 tahun (U-17) yang berasal dari wilayah Malang Raya, Lumajang, hingga Probolinggo mengikuti seleksi ketat tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae5088713f5.webp" length="87718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 15:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Stadion Kanjuruhan, Sepak Bola Muda, Banteng Jatim, Soekarno Cup, PDIP Jatim, Talenta Sepak Bola</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Malang kembali mengukuhkan reputasinya sebagai basis talenta sepak bola nasional. Hal ini terepresentasi dari tingginya animo peserta dalam seleksi tim Banteng Jatim U-17 yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Ahad malam (8/3/2026).</p>
<p>Tercatat sebanyak 250 pesepak bola kategori usia di bawah 17 tahun (U-17) yang berasal dari wilayah Malang Raya, Lumajang, hingga Probolinggo mengikuti seleksi ketat tersebut. </p>
<p>Mereka bersaing memperebutkan posisi dalam skuad Banteng Jatim U-17 yang diproyeksikan berlaga pada kejuaraan Soekarno Cup di Surabaya, 27 Juli 2026 mendatang.</p>
<p>Tim Banteng Jatim sendiri memikul ekspektasi besar sebagai juara bertahan setelah sukses menyabet trofi pada turnamen serupa di Bali tahun lalu.</p>
<p>Agenda seleksi di Stadion Kanjuruhan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Eri Cahyadi, melalui prosesi tendangan bola pertama.</p>
<p>Eri Cahyadi hadir didampingi sejumlah fungsionaris DPD PDIP Jatim, di antaranya Daniel Rohi yang bertindak sebagai Manajer Banteng Jatim U-17, serta I Made Riandiana Kartika selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan.</p>
<p>Turut memantau di lokasi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Malang Raya Dewanti Rumpoko, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPC PDIP Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita, serta jajaran anggota legislatif dari Fraksi PDIP Kota Malang.</p>
<p>Eri Cahyadi mengapresiasi antusiasme masif para talenta muda dalam seleksi di Malang. Menurutnya, lonjakan jumlah peserta menjadi indikator kuat besarnya minat generasi muda terhadap sepak bola profesional. Ia pun mengakui Malang Raya sebagai daerah persemaian atlet berbakat yang konsisten.</p>
<p>“Kami berharap dari Malang nantinya ada yang bisa memperkuat tim Banteng Jatim. Tapi semuanya tergantung dari penilaian tim pelatih. Kami tidak akan mengintervensi keputusan pelatih,” tegas Eri dalam sambutannya, Ahad (8/3/2026).</p>
<p>Eri menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen politik partai dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Timur secara terstruktur.</p>
<p>“Tim Banteng Jatim ini juara bertahan. Semoga tahun ini juga bisa mempertahankan gelar,” imbuhnya.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Manajer Banteng Jatim U-17, Daniel Rohi, mengaku puas atas respons publik terhadap penyelenggaraan seleksi ini. Ia memaparkan bahwa tren serupa juga terjadi di daerah lain dengan angka partisipasi yang cukup signifikan.</p>
<p>“Di Banyuwangi diikuti 216 pemain, di Blitar 500 pemain, dan di Malang ada 250 pemain. Kami sangat puas karena antusiasme masyarakat luar biasa,” papar Rohi.</p>
<p>Rangkaian seleksi dijadwalkan berlanjut ke Kota Surabaya, yang diprediksi akan menyedot peserta dari daerah penyangga seperti Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, hingga Lamongan.</p>
<p>Daniel Rohi menjelaskan bahwa tim pelatih akan menjaring 18 pemain terbaik untuk mengisi skuad inti. Jumlah tersebut akan dikombinasikan dengan empat pemain lama yang sebelumnya berperan dalam meraih gelar juara.</p>
<p>Menatap Soekarno Cup 2026, persaingan dipastikan eskalatif menyusul penambahan kuota peserta turnamen.</p>
<p>“Tentu lebih berat. Dulu saat digelar di Banyuwangi hanya diikuti delapan tim, sekarang menjadi 16 tim,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Cabai di Malang Mahal Akibat Jalur Distribusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-di-malang-mahal-akibat-jalur-distribusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-di-malang-mahal-akibat-jalur-distribusi</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Komisi XI DPR RI menyoroti tingginya harga cabai saat Ramadan dan menilai persoalan jalur distribusi turut memengaruhi stabilitas harga pangan di pasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad98fab532e.webp" length="36924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 11:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PKB, Hasanuddin Wahid, DPR RI, Komisi XI DPR RI, Harga Cabai, Inflasi Pangan, Distribusi Pangan, Kabupaten Malang, Ramadan 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong>–Jalur distribusi dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya harga cabai di pasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, di sela kegiatan Sarasehan Politik yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Malang di aula GOR DPC PKB Kepanjen, Ahad (8/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, selama Ramadan ia berkeliling ke sejumlah pasar untuk memantau kondisi harga bahan pokok sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan.</p>
<p></p>
<p>"Selama Ramadan ini saya keliling ke pasar-pasar untuk melihat apakah inflasi terjadi atau tidak. Dari pantauan sementara, yang masih terasa tinggi itu cabai, terutama cabai keriting," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Hasanuddin menilai kenaikan harga cabai tidak selalu dipicu oleh persoalan produksi, tetapi sering kali berkaitan dengan rantai distribusi yang kurang efisien. Jalur distribusi yang berbelit dinilai dapat menyebabkan harga komoditas menjadi lebih mahal ketika sampai di tangan konsumen.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Malang sebenarnya merupakan salah satu daerah penghasil cabai. Namun, dalam praktiknya, hasil panen petani kerap dikirim ke luar daerah terlebih dahulu sebelum kembali didistribusikan ke pasar-pasar di Malang.</p>
<p></p>
<p>"Padahal petani cabai di Malang cukup banyak. Tapi barangnya sering berputar dulu ke daerah lain, baru kemudian kembali lagi ke Malang. Rantai distribusi seperti ini yang membuat harga menjadi lebih mahal," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pemerintah daerah bersama Satgas Pangan perlu memastikan jalur distribusi bahan pokok berjalan tertib agar tidak menimbulkan lonjakan harga, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Sarasehan politik tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus DPW PKB Jawa Timur yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, di antaranya Khofidah dan Hikmah Bafaqih. </p>
<p></p>
<p>Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang juga tampak mengikuti jalannya kegiatan, termasuk pembagian takjil kepada pengguna jalan yang berlangsung di Kepanjen tersebut.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga cabai di tingkat nasional pada awal Maret 2026 masih menunjukkan fluktuasi. Cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp78.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp44.000 per kilogram di tingkat eceran.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digrebek Polisi, Arena Sabung Ayam di Pakisaji Malang Dibongkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digrebek-polisi-arena-sabung-ayam-di-pakisaji-malang-dibongkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digrebek-polisi-arena-sabung-ayam-di-pakisaji-malang-dibongkar</guid>
<description><![CDATA[ Polisi membongkar arena yang diduga menjadi lokasi sabung ayam di Pakisaji Kabupaten Malang setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad9a1e1180e.webp" length="69808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 08:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Sabung Ayam, Judi Sabung Ayam, Pakisaji Malang, Penertiban Judi, Keamanan Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Aparat kepolisian membongkar sebuah arena yang diduga kuat menjadi lokasi perjudian sabung ayam di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Ahad (8/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>Tindakan tersebut dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian di lokasi tersebut. Namun, saat personel kepolisian tiba untuk melakukan pengecekan, area tersebut telah ditinggalkan.</p>
<p></p>
<p>Petugas tidak menemukan satu pun pelaku maupun aktivitas perjudian di lokasi kejadian. Meski dalam kondisi kosong, polisi tetap melakukan pembongkaran terhadap sarana dan prasarana arena yang ditemukan di tempat tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa langkah pembongkaran tetap diambil sebagai upaya preventif guna mencegah pemanfaatan kembali lokasi tersebut untuk kegiatan ilegal.</p>
<p></p>
<p>“Di lokasi tidak ditemukan kegiatan perjudian. Namun arena yang diduga digunakan untuk sabung ayam tetap kami bongkar sebagai langkah pencegahan,” ujar Bambang, Ahad (8/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan warga sekitar, lokasi ini bukan pertama kalinya menjadi sasaran penertiban. Sebelumnya, aparat kepolisian dilaporkan pernah melakukan tindakan serupa di titik yang sama.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah warga menyebut bahwa pascapenertiban terdahulu, aktivitas perjudian sabung ayam sempat terhenti dan tidak lagi terlihat di area tersebut hingga munculnya laporan terbaru.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik perjudian dan segera melapor jika menemukan indikasi aktivitas serupa di lingkungan mereka.</p>
<p></p>
<p>“Jika mengetahui adanya praktik perjudian atau tindak pidana lain, masyarakat bisa melapor melalui layanan call center 110 agar segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries.</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumpun Bambu Roboh Timpa Dua Rumah di Pujon Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumpun-bambu-roboh-timpa-dua-rumah-di-pujon-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumpun-bambu-roboh-timpa-dua-rumah-di-pujon-malang</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras disertai angin di Pujon, Kabupaten Malang merobohkan rumpun bambu yang menimpa dua rumah warga di Desa Sukomulyo. Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad9b917b424.webp" length="38786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 07:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, Pujon, Bencana Alam, Kerugian Material, Rumah Rusak, Hujan Deras</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Pujon selama kurang lebih empat jam mengakibatkan satu rumpun bambu roboh dan menimpa dua rumah warga di Dusun Bian, Desa Sukomulyo, Ahad (8/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 17.55 WIB, dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada bagian atap dua rumah warga.</p>
<p></p>
<p>Rumah milik Hosin Dwiprasetio (54), yang dihuni oleh satu keluarga berjumlah tiga jiwa, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dapur. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, rumah milik Eka Kusuma Indra yang juga dihuni tiga jiwa mengalami patah pada bagian bubungan atap akibat beban rumpun bambu yang roboh.</p>
<p></p>
<p>"Kerugian material masih dalam proses pendataan," kata Sadono dalam keterangan resminya, Ahad (8/3/2026).</p>
<p></p>
<p>BPBD Kabupaten Malang menerima laporan melalui Pusdalops PB pada pukul 20.19 WIB. Personel segera berkoordinasi dengan Poslap Ngantang untuk melakukan pendataan serta pemantauan teknis di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, warga terdampak saat ini membutuhkan bantuan darurat berupa logistik sembako, terpal, dan peralatan dapur.</p>
<p></p>
<p>"Warga bersama relawan sudah membersihkan rumpun bambu yang roboh, sementara atap rumah yang rusak ditutup sementara menggunakan plastik agar tidak terdampak hujan susulan," pungkas Sadono.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tebing Setinggi 8 Meter Runtuh di Pakis Malang, Warung Warga Terdampak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tebing-setinggi-8-meter-runtuh-di-pakis-malang-warung-warga-terdampak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tebing-setinggi-8-meter-runtuh-di-pakis-malang-warung-warga-terdampak</guid>
<description><![CDATA[ Longsor akibat hujan deras merusak kios warga di Sumber Pasir, Pakis. Petugas masih melakukan penanganan karena material padas keras berpotensi longsor susulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7ff556eafb.webp" length="83852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 17:03:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, Tanah Longsor, Pakis Malang, Desa Sumber Pasir, Bencana Alam, Hujan Deras, Pusdalops PB, TRC BPBD, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis sejak Selasa sore memicu tanah longsor di Jalan Terusan Jabung–Boto Putih, Desa Sumber Pasir, Rabu (4/3/2026). Material berupa padas dan batu dengan dimensi cukup besar menutup sebagian area dan menimpa warung kios milik warga.</p>
<p>Berdasarkan laporan resmi dari BPBD Kabupaten Malang, peristiwa terjadi setelah hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Longsoran memiliki panjang kurang lebih 10 meter, lebar 4 meter, tinggi 8 meter, dan ketebalan material sekitar 150 sentimeter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian bangunan warung kios dilaporkan terdampak tertimpa material longsor.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima Pusdalops pada Rabu pukul 11.00 WIB dari Poslap Tumpang.</p>
<p>“Tim langsung berkoordinasi dengan sumber informasi dan bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment. Sekitar pukul 12.00 WIB, <em>assessment</em> selesai dilaksanakan dan saat ini masih dalam proses penanganan,” ujar Sadono.</p>
<p>Ia menambahkan, hingga siang hari material longsor belum dapat dibersihkan karena kondisi tanah berupa padas keras bercampur batu besar. Selain itu, potensi longsor susulan masih menjadi perhatian petugas di lapangan.</p>
<p>“Material longsor cukup keras dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan ke badan jalan raya. Untuk kebutuhan mendesak sementara ini diperlukan terpal guna mengantisipasi kondisi cuaca,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Malang, Muspika Pakis, perangkat Desa Sumber Pasir, Poslap Tumpang, PMI Kabupaten Malang, relawan, serta dukungan dari unsur swasta.</p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat yang melintas di jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun. Monitoring terus dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali dan aman bagi pengguna jalan.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, khususnya saat cuaca ekstrem. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” pungkas Sadono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Malang, Menteri Kelauatan dan Perikanan RI Evaluasi KNMP Pujiharjo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-malang-menteri-kelauatan-dan-perikanan-ri-evaluasi-knmp-pujiharjo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-malang-menteri-kelauatan-dan-perikanan-ri-evaluasi-knmp-pujiharjo</guid>
<description><![CDATA[ Menteri Kelauatan dan Perikanan meninjau KNMP Pujiharjo, mengevaluasi fasilitas, dan memastikan pengembangan lanjutan demi memperkuat sentra nelayan dan komoditas ekspor layur di Malang selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7cc8f2d8ce.webp" length="49696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 13:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Menteri KKP, KNMP Pujiharjo, Kampung Nelayan Merah Putih, Tirtoyudo, Perikanan Malang, Nelayan Layur, Ekonomi Pesisir, Koperasi Merah Putih, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2026). </p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, ia mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP yang hingga kini belum sepenuhnya rampung. Kunjungan itu merupakan rangkaian pemantauan pembangunan KNMP di sejumlah wilayah Indonesia. </p>
<p>Sebelumnya, Trenggono telah meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, sebelum melanjutkan ke Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>“Ini bagian dari kunjungan saya untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita ingin memastikan yang dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi awakmedia, Rabu (4/3/2026).</p>
<p>Dalam evaluasi lapangan, ia menemukan sejumlah catatan yang harus segera diperbaiki. Salah satunya terkait ketersediaan air bersih yang masih dalam kondisi payau serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu.</p>
<p>“Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” tegasnya.</p>
<p>Meski belum sepenuhnya selesai, beberapa fasilitas disebut telah beroperasi. Pabrik es sudah memproduksi, cold storage telah difungsikan, namun sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.</p>
<p>“Memang ini belum selesai 100 persen, tetapi sudah bisa beroperasi. Namun fasilitas yang belum lengkap harus segera dipenuhi,” tambahnya.</p>
<p>Trenggono juga menekankan bahwa pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi.</p>
<p>“Tahun ini kita rencanakan seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Syaratnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah,” jelasnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyampaikan bahwa berdasarkan kontrak tahun 2025, progres pembangunan fisik KNMP sebenarnya telah mencapai 100 persen.</p>
<p>“Secara kontrak tahun 2025 kemarin progresnya sudah 100 persen. Semua sudah terbangun dengan baik, walaupun tadi ada beberapa hasil evaluasi Pak Menteri yang perlu disempurnakan,” jelas Victor.</p>
<p>Ia menambahkan, pada 2026 telah diusulkan pembangunan lanjutan, salah satunya SPBN yang direncanakan berada di sisi area pelabuhan.</p>
<p>Selain itu, sedimentasi yang cukup besar akan dilakukan pengerukan serta penguatan dinding (revetment) agar jalur keluar-masuk kapal lebih lebar dan aman.</p>
<p>“Harapannya nanti semua kapal bisa masuk ke muara ini dan tidak lagi bersandar di pasir, tetapi langsung di air. Itu akan membuat umur kapal lebih panjang karena risiko kerusakan lebih kecil,” ujarnya.</p>
<p>Persoalan air payau juga akan diatasi melalui pengeboran sumber air tawar tahun ini untuk kebutuhan pabrik es. Saat ini, pabrik es telah terbangun dengan kapasitas sekitar 2 ton per siklus.</p>
<p>“Memang belum bisa mencukupi 100 persen kebutuhan, apalagi saat musim ikan. Tapi minimal saat tidak musim, kebutuhan es bisa dipenuhi dari sini,” tambahnya.</p>
<p>Victor juga menyebutkan usulan pembangunan akses jalan yang telah disampaikan kepada Bupati Malang Sanusi dan diharapkan dapat segera terealisasi melalui dukungan dinas terkait.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan KNMP menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nelayan di wilayah tersebut. Ia mencatat, jumlah kapal nelayan di Pujiharjo meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Tahun 2017 kapal di sini sekitar 30 unit. Sekarang sudah 300 unit. Artinya naik 10 kali lipat,” ungkapnya.</p>
<p>Pujiharjo juga dikenal sebagai sentra pendaratan ikan layur, komoditas ekspor bernilai tinggi. Pada 2025, ikan layur yang didaratkan di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 ton dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.</p>
<p>“Ini salah satu ikan ekonomis penting. Karena potensi dan pertumbuhan nelayannya bagus, maka kawasan ini dinilai layak menjadi Kampung Nelayan Merah Putih,” pungkasnya.</p>
<p>Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Bupati Malang Sanusi, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Infanteri Bayu Nugroho, jajaran Polres Malang, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanjakan Desa Taji Jabung Malang Longsor 15 Meter, Mobil Tak Bisa Melintas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanjakan-desa-taji-jabung-malang-longsor-15-meter-mobil-tak-bisa-melintas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanjakan-desa-taji-jabung-malang-longsor-15-meter-mobil-tak-bisa-melintas</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras picu longsor di tanjakan Desa Taji Jabung, akses menyempit. Petugas dan warga bergerak cepat lakukan penanganan darurat sementara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a42ae9226fa.webp" length="106006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 20:34:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Longsor Malang, Jabung Malang, Desa Taji, BPBD Kabupaten Malang, Bencana Alam, Cuaca Ekstrem, Karya Bakti Warga, Infrastruktur Rusak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, SJP – Di tengah gelap dan deras hujan yang tak kunjung reda, akses menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, mendadak menyempit. Tanah penahan di sisi tanjakan ambrol sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (28/2/2026), menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.</p>
<p>Longsor tersebut membuat lebar jalan tersisa sekitar dua meter. Untuk sementara, kendaraan roda empat (R4) tidak dapat melintas hingga dilakukan penanganan darurat.</p>
<p>Laporan diterima petugas pada Minggu (1/3/2026) dari Poslap Tumpang. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang segera melakukan asesmen atau kaji cepat serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan unsur Forkopimcam Jabung.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut hujan berintensitas tinggi sejak sore hingga malam menjadi pemicu utama longsor di titik tersebut.</p>
<p>“Curah hujan cukup tinggi dalam durasi panjang. Tanah penahan jalan tidak mampu menahan tekanan air sehingga terjadi longsor dengan panjang sekitar 15 meter,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, warga bersama petugas melakukan karya bakti dengan menumpuk batu serta sesek bambu untuk pelebaran darurat. Saat ini jalur sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan pembatasan beban.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat melintas, terutama jika hujan kembali turun. Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dicari TIm SAR di Sungai Saptorenggo Malang, Ealah Orangnya Lagi Ngopi di Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dicari-tim-sar-di-sungai-saptorenggo-malang-ealah-orangnya-lagi-ngopi-di-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dicari-tim-sar-di-sungai-saptorenggo-malang-ealah-orangnya-lagi-ngopi-di-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Pengendara motor terseret arus sungai dan sempat dicari tim gabungan, sebelum memberi kabar telah tiba di rumah dengan selamat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a3e29cb55d3.webp" length="91910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 13:50:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pakis, Saptorenggo, Banjir Malang, Sungai Meluap, Tim SAR Malang Raya, Polsek Pakis, Peristiwa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Nasib apes dan keberuntungan silih berganti dialami oleh JPH pada akhir pekan ini. Motornya terperosok ke sungai, bahkan terseret arus yang deras. Dikira tenggelam, Tim SAR turun tangan menyusur sungai. Tak dinyana, JPH yang dikira hilang ternyata sudah bersantai di rumah.</p>
<p>Kisah bermula ketika JPH yang mengendarai motor menerjang hujan deras di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (28/2/2026) malam. Wah, sungguh nekat. Sudah tahu sungai meluap dan merendam badan jalan, JPH terus memacu motornya. Tapi, kekuatan tekadnya tak sejalan dengan kondisi motornya. Terendam air setinggi satu meter, mesin motornya mati.</p>
<p>JPH akhirnya menuntun motornya menepi. Karena jalan terendam air, dia tak bisa melihat batas jalan. Dia tak menyadari jika kakinya menginjak sungai.  “Korban diduga tidak bisa memperkirakan batas jalan karena tertutup air, kemudian terperosok ke sungai dan sempat hanyut sekitar 100 meter,” ujar Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, Minggu (1/3/2026).</p>
<p>Kejadian itu diketahui oleh sejumlah orang yang kebetulan melintas. Hendak menolong, ternyata air sungai begitu deras. Warga lantas melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang diteruskan ke tim SAR.</p>
<p>Tim SAR lantas melakukan pencarian  bersama unsur Muspika Pakis dan warga setempat. Sekitar pukul 20.30 WIB, sepeda motor korban ditemukan sekitar 20 meter dari titik jatuh. Sontak, muncul dugaan korban jauh terseret arus sungai. </p>
<p>Karena cuaca masih hujan dan arus cukup deras, pencarian dihentikan sementara pukul 21.30 WIB dan direncanakan dilanjutkan keesokan hari.</p>
<p>Namun, sekitar pukul 23.25 WIB, JPH  menghubungi keluarga dan rekannya bahwa dirinya telah sampai di rumah dalam kondisi selamat. JPH diketahui berhasil naik ke jalan raya setelah hanyut dan kemudian pulang ke Ngajum menggunakan ojek daring.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em>, korban sudah sampai di rumah dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tutupnya.</p>
<p>Meski sempat bikin Tim SAR dan Muspika pontang-panting, semuanya bersyukur karena tak ada nyawa yang melayang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor 20 Meter Tutup Jalur Vital Warga Ampelgading Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-20-meter-tutup-jalur-vital-warga-ampelgading-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-20-meter-tutup-jalur-vital-warga-ampelgading-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar 300 kepala keluarga terdampak setelah jalur antar dusun tertutup longsor, warga terpaksa memutar hingga 15 kilometer sementara waktu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1967901a48.webp" length="98442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 21:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Ampelgading, Tanah Longsor, BPBD Kabupaten Malang, Bencana Alam, Infrastruktur Jalan, Tanggap Darurat, Dusun Tamanrejo, Dusun Tamansari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Material longsor setinggi sekitar 20 meter menutup total jalur vital penghubung Dusun Tamanrejo dan Dusun Tamansari, RT 02 RW 01 Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (27/2/2026) sekira pukul 10.30 WIB.</p>
<p>Longsoran terjadi di area kebun milik Muhamat Ilyas dengan dimensi panjang 20 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 8 meter. Material tanah dan lumpur menimbun badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan laporan awal diterima dari masyarakat.</p>
<p>“Pukul 11.07 WIB Pusdalops PB menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan sumber informasi, serta menginformasikan ke Poslap Tirtoyudo untuk melakukan pendataan,” terang Sadono.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, akses utama yang digunakan sekitar 300 kepala keluarga atau 1.213 jiwa untuk mobilitas antar dusun tertutup total. Warga sementara harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak memutar kurang lebih 15 kilometer.</p>
<p>Pada pukul 14.45 WIB, BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk permohonan bantuan alat berat dalam penanganan darurat.</p>
<p>“Sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk permohonan alat berat untuk penanganan darurat longsor,” tegasnya.</p>
<p>Hingga laporan awal dibuat pukul 14.50 WIB, kondisi cuaca di lokasi berawan hingga hujan ringan. Tim Poslap Tirtoyudo telah melakukan pendataan di lapangan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat jenis excavator guna membuka kembali badan jalan yang tertutup material longsoran agar akses warga dapat segera pulih.</p>
<p>Hingga saat ini Pihak BPBD dan unsur terkait masih melakukan pembersihan longsor yang terjadi.</p>
<p>"Apabila terdapat perkembangan informasi, akan disampaikan pada pembaruan laporan berikutnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akibat Simpan 3 Kg Bubuk Petasan Ilegal, Pria Poncokusumo Ditangkap Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akibat-simpan-3-kg-bubuk-petasan-ilegal-pria-poncokusumo-ditangkap-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akibat-simpan-3-kg-bubuk-petasan-ilegal-pria-poncokusumo-ditangkap-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Petugas menyita bubuk petasan siap edar, gulungan sumbu, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk produksi dan distribusi ilegal bahan peledak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a193ff708c3.webp" length="43550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 20:40:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Poncokusumo, Operasi Pekat Semeru 2026, Bubuk Mercon, Bahan Peledak Ilegal, Kriminal Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Seorang pria berinisial BP (32), warga Dusun Ngadireso, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, diamankan aparat kepolisian setelah kedapatan menyimpan sekitar tiga kilogram bubuk mercon di rumahnya.</p>
<p>Penangkapan dilakukan pada Rabu (25/2/2026) setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan peredaran bahan peledak di wilayah tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka yang kemudian langsung diamankan tanpa perlawanan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan, pengungkapan itu merupakan tindak lanjut informasi warga yang mencurigai adanya aktivitas penjualan bahan peledak.</p>
<p>“Informasi dari masyarakat kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Setelah cukup bukti, petugas langsung mengamankan tersangka di rumahnya,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Dari lokasi, polisi menyita sekitar tiga kilogram bubuk mercon yang diduga siap edar, enam ikat sumbu petasan, serta satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.</p>
<p>“Barang bukti yang kami amankan berupa bubuk mercon yang sudah jadi. Bahan ini sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan ledakan apabila disalahgunakan,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Bambang, kasus ini masuk dalam rangkaian Operasi Pekat Semeru 2026 yang digelar selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga memproduksi dan menyimpan bubuk mercon untuk diperjualbelikan demi keuntungan pribadi. Polisi masih melakukan pengembangan untuk memastikan ada tidaknya pihak lain yang terlibat.</p>
<p>“Motif sementara untuk dijual kembali. Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pembeli lain,” jelas Bambang.</p>
<p>Atas perbuatannya, BP dijerat dengan pasal terkait kepemilikan bahan peledak dalam KUHP. Proses penyidikan terus berjalan hingga berkas dinyatakan lengkap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selter Kasatpol PP Malang Masuk Tahap Administrasi, Aspek PPNS Ditelaah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selter-kasatpol-pp-malang-masuk-tahap-administrasi-aspek-ppns-ditelaah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selter-kasatpol-pp-malang-masuk-tahap-administrasi-aspek-ppns-ditelaah</guid>
<description><![CDATA[ Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menjawab pertanyaan wartawan mengenai tahapan seleksi jabatan, termasuk penelaahan aspek PPNS dalam verifikasi administrasi calon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1921fa89d4.webp" length="29384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 20:21:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Sekda Malang, Kasatpol PP, Seleksi JPT Pratama, PPNS, PP 16 2018, Pemerintahan Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang memasuki tahap administrasi. Di tengah tahapan tersebut, aspek Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menjadi bagian yang akan ditelaah kembali.</p>
<p>Secara normatif, kedudukan dan fungsi Satpol PP diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.</p>
<p>Pengaturan teknisnya diperinci melalui Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, termasuk ketentuan mengenai PPNS di lingkungan Satpol PP.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa tahapan seleksi tetap berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>“Ya, tadi kan juga saya baca-baca berita juga harus dari kesatuan dan sebagainya. Tapi selama ini ya saya kira itu masih sesuai dengan aturan,” tegas Budiar Anwar saat diwawancarai di Cemara Hall Karanglo, Singosari, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai aspek PPNS, ia menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap produk hukum yang dimaksud.</p>
<p>“Oh pemegang kartu PPNS, ya itu nanti kami akan cek lagi produknya,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa dalam praktiknya, banyak pemerintah kabupaten/kota yang tidak selalu mengangkat pejabat dari internal satuan.</p>
<p>“Kan banyak juga kabupaten kota yang tidak menggunakan dari luar satuan kan. Walaupun sebenarnya Kabupaten Malang pernah menggunakan itu,” jelasnya.</p>
<p>Ketika ditanya lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah ada figur yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kasatpol PP dengan latar belakang berbeda.</p>
<p>“Dulu pernah ya, kalau nggak salah pernah. Pak Yoyok, misalnya Pak Yoyok kemarin pernah menjadi PLT di sana. Tapi dia kan mantan dari TNI misalnya. Jadi brevet-brevet itu yang disampaikan jenengan tadi,” katanya.</p>
<p>Saat ini progres seleksi masih berada pada tahap administrasi dan melibatkan tim penguji independen dari Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Islam Malang.</p>
<p>“Yang progresnya ini masih administrasi kemarin, kemudian penguji dari perguruan tinggi, dari UM, kemudian dari Brawijaya dan UNISMA,” paparnya.</p>
<p>Selain unsur akademisi, seleksi juga melibatkan dirinya sebagai Sekda bersama Kepala BKPSDM Kabupaten Malang.</p>
<p>“Serta saya sama Kepala BKPSDM yang harapannya betul-betul nanti bisa terjaring calon-calon OPD yang terbaik,” tandasnya.</p>
<p>Tahapan berikutnya akan memasuki sesi wawancara yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.</p>
<p>“Insyaallah akan dilaksanakan minggu depan ini untuk wawancara,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan masuknya tahap verifikasi administrasi, Pemerintah Kabupaten Malang memastikan proses seleksi tetap mengacu pada regulasi serta prinsip profesionalitas birokrasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OJK Malang Perkuat Pengawasan Berbasis AI, SupTech Jadi Pilar Kebijakan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojk-malang-perkuat-pengawasan-berbasis-ai-suptech-jadi-pilar-kebijakan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojk-malang-perkuat-pengawasan-berbasis-ai-suptech-jadi-pilar-kebijakan-2026</guid>
<description><![CDATA[ OJK Malang menyiapkan pengawasan berbasis AI dan SupTech pada 2026 guna memperkuat stabilitas industri jasa keuangan dan menghadapi risiko siber. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ef2c356c40.webp" length="31292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 21:30:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>OJK Malang, Transformasi Digital, SupTech, Artificial Intelligence, Pasar Modal, Sektor Jasa Keuangan, Ekonomi Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menegaskan transformasi digital sebagai fondasi penguatan pengawasan sektor jasa keuangan pada 2026. Melalui pengembangan sistem pengawasan terintegrasi berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan SupTech, regulator berupaya menjaga resiliensi industri di tengah kompleksitas risiko yang kian dinamis.</p>
<p>Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Kerja OJK Malang 2026 yang digelar Selasa (24/2). Kepala OJK Malang Farid Faletehan menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan sepanjang 2025 tetap terjaga berkat sinergi regulator dan industri.</p>
<p>“Resiliensi sektor jasa keuangan merupakan hasil sinergi yang kuat antara regulator dan industri, serta komitmen bersama dalam menjaga tata kelola, manajemen risiko, dan kepercayaan masyarakat,” ujar Farid.</p>
<p>Dalam arah kebijakan 2026, OJK menetapkan penguatan infrastruktur pengawasan dan pelaporan yang berintegritas serta selaras dengan standar internasional. Salah satu instrumen strategisnya adalah pengembangan sistem pengawasan terintegrasi berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) serta penyusunan Cetak Biru Penyiapan Ekosistem dalam Memanfaatkan Teknologi dalam Mendukung Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (SupTech).</p>
<p>Langkah tersebut dinilai krusial seiring meningkatnya kompleksitas risiko, termasuk ancaman siber yang semakin canggih. OJK juga mendorong penyempurnaan tata kelola dan manajemen risiko di seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) agar struktur industri semakin kompetitif dan efisien.</p>
<p>Secara kinerja, sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang mencatat pertumbuhan positif. Per 31 Desember 2025, kredit perbankan tumbuh 5,03 persen secara tahunan (yoy), sementara penghimpunan dana pihak ketiga meningkat 4,55 persen yoy. Di pasar modal, jumlah investor mencapai 388.140 Single Investor Identification (SID), tumbuh 30,33 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Prof. Candra Fajri Ananda, mengingatkan pentingnya menjaga fondasi utama sektor keuangan.</p>
<p>“OJK bersama dengan industri jasa keuangan perlu terus menjaga fondasi utama keberlangsungan sektor jasa keuangan, yaitu kepercayaan publik,” pesannya.</p>
<p>Melalui penguatan pengawasan berbasis teknologi dan reformasi tata kelola, OJK Malang menargetkan terciptanya ekosistem keuangan yang lebih adaptif, transparan, serta berkelanjutan di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinggalkan Pesan untuk Orang Tua, Pemuda Asal Malang Ditemukan Meninggal di Area Makam di Pakis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinggalkan-pesan-untuk-orang-tua-pemuda-asal-malang-ditemukan-meninggal-di-area-makam-di-pakis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinggalkan-pesan-untuk-orang-tua-pemuda-asal-malang-ditemukan-meninggal-di-area-makam-di-pakis</guid>
<description><![CDATA[ Pemuda 22 tahun ditemukan meninggal dunia di area pemakaman Pakis, meninggalkan surat permintaan maaf untuk orang tua sebelum peristiwa tragis terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699e80f452447.webp" length="120532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 12:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polsek Pakis, Polres Malang, Pakis Malang, Saptorenggo, Dusun Bugis, Peristiwa Malang, Info Malang, Berita Malang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Warga Dusun Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang  meninggal dunia di area pemakaman umum setempat, Rabu (25/2/2026) pagi.</p>
<p>Korban adalah TA (22), warga Blimbing, Kota Malang yang juga berdomisili di Sapterenggo.</p>
<p>Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 06.35 WIB setelah seorang warga yang melintas melihat sosok pria dalam kondisi tergantung di pohon.</p>
<p>“Sekitar pukul 06.15 WIB saksi melintas di area makam dan melihat dari kejauhan seperti orang tergantung. Setelah didekati, ternyata benar seorang laki-laki sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas AKP Suyanto.</p>
<p>Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Pakis. Petugas bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pakis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSSA Kota Malang guna visum et repertum.</p>
<p>Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tali tampar warna biru sepanjang kurang lebih empat meter, sebuah buku berisi tulisan permintaan maaf korban kepada kedua orang tuanya, serta sepeda motor milik korban yang terparkir tidak jauh dari lokasi.</p>
<p>"Korban menyampaikan permohonan maaf kepada orang tuanya dan menyebut keputusannya sebagai tindakan egois," terang AKP Suyanto.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, lanjutnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>"Polsek Pakis menyatakan peristiwa tersebut dalam penanganan sesuai prosedur," tutupnya.</p>
<p>Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi serta tidak menuntut pihak mana pun. <strong>(*) </strong></p>
<p><em>Disclaimer : Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.</em></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maut di Balik Kandang Ayam Petelur Dua Lantai di Wonosari Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/maut-di-balik-kandang-ayam-petelur-dua-lantai-di-wonosari-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/maut-di-balik-kandang-ayam-petelur-dua-lantai-di-wonosari-malang</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan peternakan bertingkat runtuh saat aktivitas berlangsung, menewaskan dua pekerja dan melukai tiga lainnya. Polisi lakukan penyelidikan mendalam terkait konstruksi dan tanggung jawab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699da0d0ec78d.webp" length="51804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 20:29:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Wonosari, Kandang Ayam Petelur, Kecelakaan Kerja, Polres Malang, Dugaan Kelalaian, Bangunan Ambruk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Peristiwa tragis menimpa lima pekerja saat kandang ayam petelur dua lantai di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, ambruk pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Dua orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka.</p>
<p>Dua korban tewas masing-masing RH (24), warga Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dan TR (20), warga Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Sementara tiga korban selamat yakni Y (35), YF (31), dan RTS (31), warga Desa Wonosari, yang langsung mendapat penanganan medis.</p>
<p>Peristiwa terjadi saat lima pekerja berada di dalam bangunan kandang bertingkat dengan penyangga kayu. Struktur tersebut tiba-tiba runtuh dan menimpa para pekerja hingga terjebak material bangunan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan di lokasi kejadian.</p>
<p>“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujar AKP Bambang Subinajar, Selasa (24/2/2026).</p>
<p>Ia menyebut dugaan sementara ambruknya kandang dipicu kelebihan beban pada struktur bangunan dua lantai yang menggunakan penyangga kayu.</p>
<p>“Dugaan awal karena kelebihan beban pada struktur bangunan dengan sistem dua lantai dan penyangga kayu. Kami masih mendalami apakah ada faktor lain,” tegasnya.</p>
<p>Polisi juga berkoordinasi dengan tim SAR, BPBD serta pihak terkait guna menelusuri aspek konstruksi bangunan serta kemungkinan unsur kelalaian.</p>
<p>“Penyelidikan masih terus kami dalami untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana maupun kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terungkap! Polisi Beberkan Cara Pelaku Bunuh dan Kubur Gadis Nganjuk di Jabung Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terungkap-polisi-beberkan-cara-pelaku-bunuh-dan-kubur-gadis-nganjuk-di-jabung-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terungkap-polisi-beberkan-cara-pelaku-bunuh-dan-kubur-gadis-nganjuk-di-jabung-malang</guid>
<description><![CDATA[ Konferensi pers mengungkap motif cekcok biaya kendaraan yang berujung pembunuhan remaja 17 tahun, jasad korban sempat dikubur sebelum akhirnya ditemukan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d51679077e.webp" length="48700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 15:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Pembunuhan Remaja, Gadis Nganjuk, Sungai Jabung, Konferensi Pers, Polda Jatim, Bareskrim Polri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Kepolisian akhirnya membeberkan secara resmi kronologi pembunuhan gadis 17 tahun asal Kabupaten Nganjuk yang jasadnya ditemukan di Sungai Kedung Winong, Kali Jilu, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Fakta demi fakta diungkap dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (24/2/2026).</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan, identitas korban berinisial HMZ (17) terungkap melalui metode identifikasi ilmiah oleh tim gabungan.</p>
<p>“Berdasarkan identifikasi secara scientific, korban merupakan HMZ, perempuan 17 tahun, warga Kabupaten Nganjuk. Setelah itu kami melakukan penyelidikan intensif hingga mengarah kepada satu orang tersangka,” ujar AKBP Taat saat konferensi pers.</p>
<p>Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 11 Februari 2026 setelah berpamitan dari rumahnya di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pada 17 Februari 2026, jasadnya ditemukan warga dalam kondisi membusuk, tangan terikat kawat dan mulut tersumpal pakaian dalam.</p>
<p>Penyelidikan mengarah kepada YDF (22), warga Kecamatan Jabung. Ia ditangkap pada Minggu malam (21/2/2026) di sebuah rumah kos di Kota Malang oleh tim gabungan Satreskrim Polres Malang, Satresmob Bareskrim Polri, dan Subdit Jatanras Polda Jatim.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar memaparkan, hubungan korban dan pelaku bermula dari perkenalan sekitar tiga bulan lalu di Nganjuk dan berlanjut melalui media sosial. Pada 11 Februari 2026, keduanya bertemu dan melakukan perjalanan ke Malang.</p>
<p>“Motif sementara dipicu cekcok terkait biaya perbaikan kendaraan korban yang sempat rusak. Tersangka emosi dan mencekik korban hingga tidak sadarkan diri,” ungkap AKP Hafiz.</p>
<p>Peristiwa pencekikan terjadi pada 13 Februari 2026 di lokasi sepi sekitar 200 meter dari rumah tersangka. Setelah korban tak berdaya, tubuhnya diikat menggunakan pakaian dan kawat bendrat, lalu mulutnya disumpal.</p>
<p>“Setelah korban tidak berdaya, tersangka menguburkan korban di tepi sungai dengan kedalaman sekitar 50 sampai 70 sentimeter, kemudian ditutup tanah dan karung semen,” imbuhnya.</p>
<p>Empat hari kemudian, jasad korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi penguburan, diduga hanyut terbawa arus sungai.</p>
<p>Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian adalah asfiksia.</p>
<p>“Dari hasil autopsi, penyebab kematian adalah asfiksia. Ditemukan juga residu di paru-paru yang mengindikasikan korban sempat menghirup air,” jelas AKP Hafiz.</p>
<p>Kasatresmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Kadafi menambahkan penegasan, jika pihaknya turun langsung atas atensi pimpinan guna mendalami kasus yang menyangkut hilangnya nyawa.</p>
<p>“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat merasa terlindungi, terayomi, dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegas KBP Arsya.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 dan/atau Pasal 459 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 serta Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak. Proses hukum dipastikan berjalan hingga tahap persidangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Malang Wagub Jatim Angkat Apresiasi atas Evaluasi Proaktif BGN di MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-malang-wagub-jatim-angkat-apresiasi-atas-evaluasi-proaktif-bgn-di-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-malang-wagub-jatim-angkat-apresiasi-atas-evaluasi-proaktif-bgn-di-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Pemprov Jatim menegaskan dukungan penuh terhadap evaluasi dan perbaikan berkelanjutan pelaksanaan Program MBG agar distribusi berjalan sesuai standar higienitas dan tata kelol ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d1ed754556.webp" length="26106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 10:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wagub Jatim, Emil Dardak, Badan Gizi Nasional, Program Makan Bergizi Gratis, MBG Jatim, Pemprov Jatim, Bululawang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Wakil Gubernur (Wabup) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Ia menilai, lembaga tersebut tidak hanya menjalankan distribusi program, tetapi juga aktif melakukan evaluasi di lapangan.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Emil saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) malam.</p>
<p>"Saya mengapresiasi kerja keras BGN dalam membangun peningkatan kualitas dan mencatat segala ruang evaluasi," ungkap Emil.</p>
<p>Dinamika dalam pelaksanaan program, lanjutnya, adalah hal yang wajar. Penilaian akhir, kata dia, tetap berada di tangan masyarakat. Namun dari pengamatannya secara langsung, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlihat bekerja penuh dedikasi saat menyalurkan paket MBG.</p>
<p>"Lancar atau tidak biarkan masyarakat yang menilai. Tapi saya melihat BGN bekerja keras dengan baik dan segala catatan-catatan dilakukan secara proaktif oleh BGN. Dengan penilaian seperti itu tentu saya mencatatnya mereka bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi," tukasnya.</p>
<p>Emil juga mengungkapkan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk memperkuat tata kelola program. Dalam rapat koordinasi di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim beberapa waktu lalu, hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Kepala BGN Dadan Hindayana, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.</p>
<p>Forum tersebut membahas berbagai catatan teknis, termasuk langkah percepatan pembenahan aspek operasional di daerah.</p>
<p>Evaluasi dilakukan langsung oleh BGN dengan menurunkan tim guna memastikan standar pelaksanaan terpenuhi.</p>
<p>"Segala catatan oleh BGN sendirilah yang melakukan evaluasi. Kami tentu juga ikut memberikan koordinasi sebagai pemerintah daerah. Fungsi kami adalah mendukung BGN dengan hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan kami dengan sebaik-baiknya," terang Emil.</p>
<p>Salah satu fokus pembahasan ialah percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi operasional SPPG. Emil mencontohkan, ada lokasi yang secara administratif telah memiliki SLHS, namun masih perlu penyempurnaan karena faktor lingkungan sekitar.</p>
<p>"Bagaimana sebenarnya SPPG ini bisa memenuhi syarat untuk penerbitan SLHS. Tapi juga ada catatan misalnya dari BGN, kalau yang ini sudah keluar SLHS tapi masih kurang karena lokasinya misalnya berdekatan dengan kegiatan peternakan, itu yang harus segera disempurnakan sesuai dengan aturan," bebernya.</p>
<p>Ia menegaskan, perbaikan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.</p>
<p>"Bagaimana pencapaian sampai hari ini, BGN menurut saya dijalankan seoptimal mungkin oleh BGN dengan perbaikan yang berkelanjutan oleh BGN juga," pungkas Emil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Rumah Rusak, Tiga Pohon Tumbang Diterjang Angin di Bantur Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-rusak-tiga-pohon-tumbang-diterjang-angin-di-bantur-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-rumah-rusak-tiga-pohon-tumbang-diterjang-angin-di-bantur-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 15 rumah di Bantur rusak diterjang hujan deras dan angin kencang, tiga pohon tumbang, tanpa korban jiwa, kerugian capai Rp30 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c7497e4144.webp" length="18716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 08:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bantur, Rejoyoso, BPBD Kabupaten Malang, Cuaca Ekstrem, Hujan Deras, Angin Kencang, Bencana Alam, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Kabupaten Malang pada Senin (23/2/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>Akibatnya, sebanyak 15 rumah warga di Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, mengalami kerusakan signifikan pada bagian teras.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa cuaca ekstrem ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Selain merusak hunian, hempasan angin kencang juga menumbangkan tiga pohon besar di sekitar pemukiman warga. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil identifikasi awal, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa laporan bencana masuk melalui Pusdalops PB pada pukul 19.50 WIB.</p>
<p></p>
<p>"Kami segera melakukan koordinasi dan tindak lanjut lapangan setelah menerima laporan dari Kepala Desa Rejoyoso," tegas Sadono.</p>
<p></p>
<p>Sadono memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Per Senin malam, cuaca di lokasi kejadian terpantau mereda dengan intensitas hujan ringan. </p>
<p></p>
<p>Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih mungkin terjadi di wilayah Malang Selatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Ponpes di Malang Zulhas dan Emil Dardak Pastikan MBG Tetap Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-ponpes-di-malang-zulhas-dan-emil-dardak-pastika-mbg-tetap-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-ponpes-di-malang-zulhas-dan-emil-dardak-pastika-mbg-tetap-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Penyesuaian mekanisme distribusi dilakukan selama puasa, pemerintah daerah mendukung penuh evaluasi teknis BGN demi keberlanjutan program gizi nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c6d9c3f8c2.webp" length="24314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 22:40:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Zulkifli Hasan, Emil Dardak, MBG, Makan Bergizi Gratis, Ponpes Al Munawwariyyah, Bululawang, Kabupaten Malang, Ramadan 1447 H, BGN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah yang penuh khidmat, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) petang.</p>
<p>Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Ketua HKTI sekaligus pemilik Turen Indah Group Makhrus Soleh, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar. Rombongan tampak mengenakan busana takwa putih dan sarung saat berbaur bersama para santri.</p>
<p>Zulhas menegaskan, meskipun memasuki bulan puasa, Program MBG tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan sejumlah penyesuaian teknis.</p>
<p>“Ini kita memastikan MBG berjalan dengan baik di bulan suci Ramadan. Tadi teman-teman juga menyaksikan kita makan bersama dengan para santri,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, bagi siswa muslim di sekolah umum, paket makan siang diganti dengan makanan kering seperti kurma, roti, telur, dan susu. Sementara bagi siswa nonmuslim, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita tetap menerima paket seperti biasa.</p>
<p>Khusus untuk pondok pesantren, jadwal distribusi digeser ke waktu berbuka atau malam hari.</p>
<p>“Kalau di pondok digeser bukan siang, menjadi jam 6 sore. Jadi mekanismenya disesuaikan,” jelasnya.</p>
<p>Zulhas juga mengapresiasi respons para santri yang mengaku senang dengan program tersebut. Menurutnya, asupan gizi sangat menentukan pertumbuhan fisik dan kecerdasan generasi muda.</p>
<p>“Saya kira memang asupan itu akan menentukan fisik anak-anak kita, kecerdasan anak-anak kita, dan pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Emil Dardak menambahkan bahwa evaluasi teknis sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah berperan mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki.</p>
<p>“Segala catatan oleh BGN sendirilah yang melakukan evaluasi, kami tentu juga ikut memberikan koordinasi sebagai pemerintah daerah. Fungsi kami adalah mendukung BGN dengan hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan kami dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, setiap kabupaten/kota memiliki kepala Satgas MBG yang mengawal teknis pelaksanaan, termasuk memastikan SPPG memenuhi syarat penerbitan SLHS.</p>
<p>“Ada kepala Satgas MBG di masing-masing kabupaten kota, contohnya SLHS, bagaimana sebenarnya SPPG ini bisa memenuhi syarat untuk penerbitan SLHS. Nah, tapi juga ada catatan misalnya dari BGN, kalau yang ini sudah keluar SLHS tapi masih kurang ser karena lokasinya misalnya berdekatan dengan kegiatan peternakan,” jelas Emil.</p>
<p>Menurutnya, hingga kini pelaksanaan MBG dijalankan seoptimal mungkin dengan perbaikan berkelanjutan.</p>
<p>“Pencapaian sampai hari ini menurut saya dijalankan seoptimal mungkin oleh BGN dengan perbaikan yang berkelanjutan oleh BGN juga,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Pasar Murah di Malang, Khofifah: Stabilkan Harga selama Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-pasar-murah-di-malang-khofifah-stabilkan-harga-selama-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-pasar-murah-di-malang-khofifah-stabilkan-harga-selama-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah kunjungi pasar murah di Singosari Malang, tegaskan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi jelang Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699b11a2027a0.webp" length="52512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 22:14:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Pasar Murah, Pemprov Jatim, Pengendalian Inflasi, Ramadan 2026, Kabupaten Malang, Singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP — </b>Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dibulan Ramadan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, didampingi Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (22/2/2026) sore.</p>
<p>Pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dipadati ratusan warga masyarakat Kabupaten Malang. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga jauh di bawah pasaran sebagai upaya membantu daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi.</p>
<p>“Pasar murah ini setiap hari dilaksanakan. Dikoordinasi langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim,” tutur Khofifah.</p>
<p>Khofifah tidak memungkiri bahwa saat Ramadan sampai menjelang Lebaran kebutuhan logistik masyarakat meningkat. Meningkatnya kebutuhan logistik ini berakibat pada kenaikan harga di pasar tradisional.</p>
<p>“Ramadan atau menjelang lebaran ada kecenderungan peningkatan kebutuhan logistik masing-masing warga. Kita juga melihat ada dinamika kenaikan harga di pasar tradisional. Untuk mengendalikan itu, maka dibuat pasar murah ini. Barang disini dijual dengan harga dibawah harga pasar,” ungkap Khofifah, Minggu (22/2/2026).</p>
<p>Ia berharap dengan adanya pasar murah ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat.</p>
<p>“Saya selalu berpesan bahwa, penyelenggaraan pasar murah dijauhkan dari pasar tradisional dan didekatkan dengan permukiman masyarakat. Sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim Gabungan Ringkus Terduga Pembunuh Remaja 17 Tahun di Jabung, Motif Masih Didalami</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-gabungan-ringkus-terduga-pembunuh-remaja-17-tahun-di-jabung-motif-masih-didalami</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-gabungan-ringkus-terduga-pembunuh-remaja-17-tahun-di-jabung-motif-masih-didalami</guid>
<description><![CDATA[ Terduga pembunuh remaja di Jabung ditangkap di kos Kota Malang. Polisi belum membuka identitas pelaku dan masih mendalami motif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699b0da8e93b2.webp" length="114366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 21:29:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Polda Jatim, Bareskrim Polri, Pembunuhan Remaja, Jabung Malang, Kriminal Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pelarian terduga pelaku pembunuhan remaja perempuan 17 tahun yang ditemukan tewas di Sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, akhirnya berakhir. Terduga pelaku dibekuk aparat di sebuah kamar kos wilayah Kota Malang, Sabtu (21/2/2026) malam.</p>
<p>Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Malang bersama Satresmob Bareskrim Polri dan Subdit Jatanras Polda Jatim setelah melakukan penelusuran intensif sejak identitas korban terungkap.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan, terduga pelaku ditangkap tanpa perlawanan saat berada di tempat persembunyiannya.</p>
<p>“Terduga pelaku berhasil kami amankan pada Sabtu malam di tempat persembunyiannya di sebuah rumah kos di wilayah Kota Malang. Penangkapan ini hasil kerja keras tim gabungan yang melakukan pengejaran secara intensif sejak identitas korban terungkap,” ujarnya, Minggu (22/2,/2026).</p>
<p>Meski demikian, polisi belum dapat membeberkan identitas terduga pelaku kepada publik karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Penyidik kini fokus mengurai motif di balik dugaan pembunuhan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.</p>
<p>“Proses pemeriksaan masih berjalan. Kami akan mengungkap secara terang benderang peran pelaku, motif, serta rangkaian peristiwa yang terjadi,” tegasnya.</p>
<p>Kepolisian memastikan pengungkapan perkara ini dilakukan secara profesional dengan melengkapi alat bukti dan menyusun konstruksi peristiwa secara menyeluruh sebelum disampaikan secara resmi.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan, jasad korban ditemukan warga pada Selasa (17/2/2026) dalam kondisi membusuk di tepi Sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan kedua tangan terikat. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat tindak pidana pembunuhan.</p>
<p>Sejak penemuan itu, Polres Malang membentuk tim gabungan bersama Satresmob Bareskrim Polri dan Jatanras Polda Jatim untuk mempercepat pengungkapan kasus. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Remaja Putri yang Terikat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi:  Warga Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-remaja-putri-yang-terikat-di-sungai-jabung-malang-teridentifikasi-warga-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-remaja-putri-yang-terikat-di-sungai-jabung-malang-teridentifikasi-warga-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Identitas remaja korban pembunuhan di Sungai Jabung terungkap melalui uji DNA. Polisi kini fokus memburu pelaku dan mengusut keterkaitan terakhir korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699a755699abc.webp" length="120682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 13:38:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Sungai Jabung, Kabupaten Malang, Remaja Nganjuk, Kasus Pembunuhan, Identifikasi DNA, Polda Jatim, Bareskrim Polri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong>Kasus penemuan jasad perempuan dengan tangan terikat di aliran Sungai Kedung Winong, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menunjukkan perkembangan signifikan. Identitas korban akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban merupakan remaja perempuan berusia 17 tahun asal Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kepastian identitas diperoleh setelah tim Inafis Satreskrim Polres Malang melakukan pemeriksaan forensik, termasuk uji DNA dan pencocokan data ante mortem.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyatakan hasil identifikasi telah menguatkan data yang sebelumnya dihimpun penyidik.</p>
<p>“Identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data oleh tim Inafis. Korban adalah perempuan berusia 17 tahun asal Nganjuk,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi, Sabtu (21/2/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699a75247a947.webp" alt=""><sub>Kapolres Malang memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus penemuan jasad remaja di Sungai Jabung. (Foto: Hafid/SJP)</sub></p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jasad korban ditemukan warga pada Selasa (17/2/2026) dalam kondisi membusuk di tepi sungai dengan kedua tangan terikat. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat tindak pidana pembunuhan.</p>
<p>Sejak penemuan itu, Polres Malang membentuk tim gabungan bersama Satresmob Bareskrim Polri dan Jatanras Polda Jatim untuk mempercepat pengungkapan kasus.</p>
<p>Saat ini, aparat masih mendalami kronologi terakhir korban sebelum dinyatakan hilang serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memburu pelaku.</p>
<p>Polisi memastikan kasus penemuan jasad di wilayah Jabung ini menjadi perhatian serius dan akan dituntaskan hingga proses hukum berjalan maksimal. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Kabupaten Malang Tetapkan Eks Ketua dan Bendahara KONI sebagai Tersangka Korupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-kabupaten-malang-tetapkan-eks-ketua-dan-bendahara-koni-sebagai-tersangka-korupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-kabupaten-malang-tetapkan-eks-ketua-dan-bendahara-koni-sebagai-tersangka-korupsi</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan korupsi hibah olahraga di Kabupaten Malang menyeret dua petinggi KONI setelah audit Inspektorat menemukan ketidaksesuaian penggunaan anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699930a722567.webp" length="30360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 12:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kejari Kabupaten Malang, KONI Kabupaten Malang, Dana Hibah, Korupsi Hibah, Dispora Kabupaten Malang, Tindak Pidana Korupsi, Lapas Kelas I Malang, Kasus Korupsi Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang tahun anggaran 2022–2023. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memeriksa sebanyak 84 saksi.</p>
<p>Kedua tersangka tersebut adalah RS, mantan Ketua KONI periode 2019–2024, dan BY, Bendahara Umum pada periode yang sama. Keduanya resmi menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang pada Jumat (20/2/2026) pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Kepala Kejari Kabupaten Malang, Fahmi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Malang, ditemukan ketidaksesuaian dalam penggunaan dana hibah tersebut.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat terdapat dugaan penyelewengan dana hibah tahun anggaran 2022–2023 oleh KONI Kabupaten Malang,” ujar Fahmi kepada awak media, Jumat (20/2).</p>
<p>Fahmi menjelaskan, total dana hibah yang dikelola KONI dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang pada periode 2022–2023 mencapai Rp5 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>“Sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp542 juta,” jelas Fahmi.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, jaksa telah mengumpulkan keterangan dari 84 saksi beserta sejumlah dokumen sebagai barang bukti. Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan RS dan BY sebagai tersangka.</p>
<p>Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.</p>
<p>Secara subsider, tersangka dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 9 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.</p>
<p>Saat ini, RS dan BY ditahan di Lapas Kelas I Malang selama 20 hari, terhitung mulai 20 Februari 2026 hingga 11 Maret 2026, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembiaran Jalan Rusak Sebabkan Laka, Bisa Seret Pejabat ke Meja Hijau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembiaran-jalan-rusak-sebabkan-laka-bisa-seret-pejabat-ke-meja-hijau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembiaran-jalan-rusak-sebabkan-laka-bisa-seret-pejabat-ke-meja-hijau</guid>
<description><![CDATA[ Kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang dinilai mencerminkan kelalaian struktural yang berpotensi menyeret pejabat penyelenggara ke ranah pidana dan perdata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995c4ded8b48.webp" length="61708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 22:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Jalan Berlubang, UU LLAJ, Infrastruktur Rusak, Gedangan, Pagak, Keselamatan Publik, Tata Kelola Pemerintahan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Jalan berlubang yang dibiarkan tanpa perbaikan bukan hanya soal buruknya layanan publik, tetapi dapat dikualifikasikan sebagai kelalaian hukum yang berimplikasi pidana bagi penyelenggara jalan, mulai dari kepala daerah hingga pejabat kementerian terkait.</p>
<p>Ancaman tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan. Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki kerusakan yang dapat membahayakan pengguna jalan.</p>
<p>Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, menilai pembiaran kerusakan jalan tidak bisa lagi dipandang sebagai problem administratif semata, melainkan menyentuh aspek tanggung jawab hukum pejabat publik.</p>
<p>"Dikaitkan dengan polisi lalu lantas, yang jarang arahkan laka lantas akibat jalan lubang itu, bagaimana dengan tupoksi pemerintahan setempat,Jangan hanya karena asuransi dari jasa raharja keluar, maka tidak diproses yang lainnya," ucap Awangga, Rabu (18/2/2026)</p>
<p>Ia menambahkan bahwa apabila pemerintah mengetahui adanya kerusakan namun tidak melakukan langkah korektif yang memadai, maka terdapat unsur kelalaian yang dapat dipersoalkan secara hukum.</p>
<p>“Pembiaran itu bisa dikategorikan sebagai kelalaian struktural apabila sudah diketahui ada kerusakan tetapi tidak ada tindakan korektif yang memadai,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, santunan dari Jasa Raharja tidak serta-merta menghapus potensi pertanggungjawaban pidana penyelenggara jalan apabila terbukti lalai.</p>
<p>“Ganti rugi bukan hanya soal santunan. Ada dimensi akuntabilitas publik yang harus ditegakkan agar keselamatan warga tidak dikorbankan oleh kelambanan birokrasi,” tambahnya.</p>
<p>Pasal 24 UU LLAJ secara eksplisit memerintahkan perbaikan segera terhadap jalan rusak guna mencegah kecelakaan. Jika belum dapat diperbaiki, pemerintah wajib memasang rambu atau tanda peringatan. Bahkan Pasal 273 mengatur ancaman pidana hingga lima tahun penjara dan denda maksimal Rp120 juta apabila kelalaian tersebut mengakibatkan kecelakaan dengan korban jiwa.</p>
<p>Di Kabupaten Malang, persoalan jalan berlubang masih menjadi keluhan masyarakat. Di Kecamatan Gedangan dan Pagak, sejumlah ruas penghubung antardesa dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius dengan lubang menganga di badan jalan. Kondisi ini diperparah saat musim hujan karena genangan air menutup lubang sehingga sulit terdeteksi pengendara, khususnya roda dua.</p>
<p>Beberapa wilayah selatan Malang yang menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perikanan juga menghadapi persoalan serupa. Aktivitas ekonomi warga terhambat, sementara risiko kecelakaan meningkat akibat infrastruktur yang tidak laik.</p>
<p>Dengan demikian, jalan berlubang bukan lagi isu tambal sulam anggaran tahunan, tetapi menjadi indikator serius tata kelola pemerintahan dan komitmen negara dalam menjamin keselamatan pengguna jalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hafal 26 Juz, Siswi Malang Wakili Indonesia Dalam Festival Tahfidz Dubai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hafal-26-juz-siswi-malang-wakili-indonesia-dalam-festival-tahfidz-dubai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hafal-26-juz-siswi-malang-wakili-indonesia-dalam-festival-tahfidz-dubai</guid>
<description><![CDATA[ Siswi penghafal Al-Qur’an asal Pakis mendapat dukungan Pemkab Malang untuk tampil dalam kompetisi tahfidz bergengsi tingkat internasional di Dubai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69958c55f1e50.webp" length="43802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 17:59:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Tahfidz Quran, Festival Internasional, Dubai, Santri Berprestasi, Pendidikan Islam, Pondok Pesantren, Generasi Qurani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Prestasi membanggakan lahir dari Kabupaten Malang. Seorang siswi penghafal 26 juz Al-Qur’an dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Festival Tahfidzul Qur’an Internasional yang digelar di Dubai.</p>
<p>Siswi tersebut adalah Aisyah Ar-Rumy, santri kelas 4 setara SD di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah. Ia dijadwalkan mengikuti kompetisi hafalan Al-Qur’an tingkat internasional selama tujuh hari.</p>
<p>Keberangkatan Aisyah dilepas langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi, pada Rabu (18/2/2026) di Kecamatan Pakis. </p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan tambahan berupa uang saku sebesar Rp30 juta.</p>
<p>“Kita dukung untuk uang sakunya. Semua akomodasi sudah ditanggung panitia dari Dubai, jadi ini bentuk dukungan dan kebanggaan kami,” ujar Sanusi, di sela agenda, Rabu (18/2/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, Pemkab Malang berkomitmen mendukung putra-putri daerah yang berprestasi hingga level internasional, baik dalam bidang akademik serta non-akademik.</p>
<p>Menurutnya, pembinaan karakter dan keagamaan juga terus diperkuat melalui program “Sekolah Plus Ngaji” yang diterapkan melalui SK Bupati. Dalam program tersebut, siswa dibiasakan membaca kitab suci Alquran sebelum memulai pelajaran.</p>
<p>“Harapannya akan lahir lebih banyak generasi Qurani dari Kabupaten Malang. Anak-anak berprestasi seperti ini wajib kita dukung,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Muhammad Ajir Abdi Munip, menjelaskan bahwa Aisyah menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang tersebut. Ia lolos setelah mengikuti proses seleksi secara daring.</p>
<p>“Dia mendaftar dan mengikuti tes online. Dari hasil itu dinyatakan lolos,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Aisyah telah menghafal 26 juz dan menargetkan menyelesaikan 30 juz. Untuk menjaga hafalannya, ia rutin melakukan murajaah tiga hingga lima juz setiap hari.</p>
<p>“Senang sekali bisa mewakili Indonesia dan dapat dukungan dari Bapak Bupati. Sehari biasanya murajaah tiga sampai lima juz,” tutur Aisyah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Pendidikan Tak Lagi Soal Biaya: Kisah SMK Ar&amp;Roudloh Gedangan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-pendidikan-tak-lagi-soal-biaya-kisah-smk-ar-roudloh-gedangan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-pendidikan-tak-lagi-soal-biaya-kisah-smk-ar-roudloh-gedangan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah berbasis pesantren di Malang Selatan ini menampung ratusan siswa dengan sistem gratis, membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995517690881.webp" length="51112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 15:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMK Ar Roudloh, Pesantren Gedangan, Pendidikan Gratis, Malang Selatan, Sekolah Berbasis Pesantren, Anak Desa Berprestasi, Kabupaten Malang, Pendidikan Vokasi, Sekolah Gratis Mondok Gratis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Di tengah tantangan akses pendidikan menengah di wilayah pelosok, SMK Ar-Roudloh muncul sebagai solusi konkret bagi masyarakat Malang Selatan.</p>
<p>Berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, sekolah berbasis pesantren ini menggratiskan seluruh biaya pendidikan dan asrama bagi 260 siswanya.</p>
<p>Lembaga yang didirikan pada tahun 2021 ini berada di bawah naungan Pondok Pesantren (PP) Ar-Roudloh yang dipimpin oleh Ali Fasha, S.Ag., M.Pd. Kehadiran SMK ini merupakan jawaban atas aspirasi wali murid dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menginginkan keberlanjutan pendidikan kejuruan berbasis agama di wilayah tersebut.</p>
<p>Transformasi dan Legalitas Penuh Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi lembaga ini. Setelah menuntaskan proses akuisisi dan pemindahan nomenklatur dari SMK Merdeka Lawang, sekolah ini secara resmi menyandang nama SMK Ar-Roudloh.</p>
<p>Seluruh aspek legalitas, termasuk Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), telah terpenuhi sepenuhnya.</p>
<p>"Tahun ini menjadi tonggak peluncuran penuh (full launching). Kami mengintegrasikan pendidikan umum dan pesantren agar berjalan beriringan," ujar Ali Fasha, atau yang karib disapa Gus Ali, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Kurikulum Kejuruan Berdaya Saing Meski berada 70 kilometer dari pusat Kota Malang, SMK Ar-Roudloh menawarkan tiga kompetensi keahlian strategis, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), siswa terlibat langsung dalam praktik perakitan di karoseri besar.</p>
<p>Desain Komunikasi Visual (DKV), dibimbing oleh tenaga pendidik berkompeten sesuai kualifikasi industri.</p>
<p>Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, siswa difasilitasi PKL di berbagai instansi pemerintahan seperti Polsek, KUA, hingga Puskesmas.</p>
<p>"Visi kami adalah memberikan kesempatan yang sama bagi anak desa untuk bersaing dengan anak kota. Perbedaannya hanya pada pengasahan kemampuan," tegas Gus Ali.</p>
<p>Komitmen Pendidikan Tanpa Biaya Aspek paling revolusioner dari SMK Ar-Roudloh adalah sistem operasionalnya yang sepenuhnya gratis.</p>
<p>Pihak yayasan menjamin tidak ada pungutan biaya, baik untuk sekolah maupun fasilitas mondok. Strategi manajemen yang mandiri dan keyakinan akan keberkahan menjadi landasan utama kebijakan ini.</p>
<p>Kepercayaan masyarakat terus meningkat secara signifikan. Dari awalnya hanya memiliki 30 siswa, kini tercatat ada 260 peserta didik dalam data Dapodik.</p>
<p>Sebaran siswa tidak hanya berasal dari Malang Selatan, tetapi juga menjangkau Probolinggo hingga Lampung. Dukungan Infrastruktur dan Jaringan Global Berdiri di atas lahan wakaf seluas 11.000 meter persegi dengan konsep sekolah alam, Ar-Roudloh terus bersolek.</p>
<p>Tahun ini, lembaga tersebut lolos verifikasi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan pembangunan senilai Rp1,7 miliar, serta direncanakan menerima hibah provinsi sebesar Rp500 juta pada 2027 mendatang.</p>
<p>Tak hanya infrastruktur, orientasi lulusan pun mulai diarahkan ke pasar kerja internasional. Sekolah ini mulai membuka peluang magang dan penempatan kerja ke mancanegara, seperti Taiwan, Jepang, hingga Turki.</p>
<p>Dengan keterlibatan 22 tenaga pendidik yang mayoritas merupakan putra daerah, SMK Ar-Roudloh kini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan simbol harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di pelosok Kabupaten Malang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mimpi Sekolah Unggulan di Atas Puing 19 Ribu Anak Putus Sekolah di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mimpi-sekolah-unggulan-di-atas-puing-19-ribu-anak-putus-sekolah-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mimpi-sekolah-unggulan-di-atas-puing-19-ribu-anak-putus-sekolah-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan kegagalan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698e949a890ee.webp" length="34742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 11:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, Fragmentasi Pendidikan, Sekolah Unggulan, Merger SD, Kualitas Guru, Fasilitas Sekolah, Anggaran Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pemerataan Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Di balik deretan prestasi sekolah unggulan di Kabupaten Malang, tersimpan persoalan serius yang telah mengakar selama bertahun-tahun. </p>
<p>Kesenjangan kualitas tenaga pendidik, ketimpangan fasilitas, hingga distribusi sumber daya yang tidak merata menjadi potret fragmentasi pendidikan yang hingga kini belum terurai. </p>
<p>Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan kegagalan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas. </p>
<p>Sebagai komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur penunjang, Komisi IV memiliki mandat konstitusional untuk mengawasi alokasi anggaran, pemenuhan sarana prasarana, serta kebijakan penyelenggaraan pendidikan dasar hingga menengah.</p>
<p>"Secara umum, kualitas pendidikan adalah prioritas utama bagi kami. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang tidak layak, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM)," tegas Zulham saat ditemui usai agenda bersama guru SD Pendidikan Agama Islam di Pendopo Agung Malang, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Menurutnya politisi PDI Perjuangan tersebut, potret buram ini bukan sekadar permasalahan temporer tahun ini, melainkan akumulasi dari manajemen penyelenggaraan pendidikan yang tidak optimal dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Zulham memaparkan data yang menunjukkan angka putus sekolah di Kabupaten Malang masih menyentuh angka 19 ribu anak. </p>
<p>Ia melontarkan kritik terhadap program-program pemerintah yang bersifat parsial, seperti bantuan seragam atau sekolah rakyat, yang dinilai hanya menyentuh permukaan masalah tanpa menyelesaikan akar persoalan.</p>
<p>"Jika anak sudah tidak berminat sekolah atau telanjur bekerja, program sementera tidak akan mampu menyelesaikan masalah substansial. Solusi harus bersifat utuh dan kolaboratif, tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan semata," ujar dia.</p>
<p>Lebih lanjut, Zulham menyoroti kebijakan <em>merger</em> (penggabungan) sekolah sebagai langkah untuk menyeimbangkan rasio murid dan tenaga pendidik. Ia menilai pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas meski berpotensi memicu resistensi.</p>
<p>"Ada anomali di mana sekolah dengan murid melimpah justru kekurangan guru, dan sebaliknya. Pemerintah harus melakukan intervensi, <em>merger</em> adalah solusi yang tidak bisa dihindari meskipun akan menuai protes," imbuhnya.</p>
<p>Sektor anggaran juga tidak luput dari bahasan. Zulham mengungkapkan bahwa dari total belanja pendidikan sekitar Rp1,6 triliun, porsi terbesar masih terserap untuk gaji guru dan belanja rutin. Akibatnya, pembangunan fisik dan pengadaan sarana-prasarana sekolah menjadi tidak maksimal.</p>
<p>"Jika kewajiban anggaran pendidikan sebesar 20 persen dipisahkan dari belanja fisik, anggaran tersebut bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran," jelasnya.</p>
<p>Ia mendesak adanya redefinisi tanggung jawab, di mana perbaikan sekolah rusak diserahkan kepada dinas teknis seperti Dinas Cipta Karya. Dengan demikian, anggaran pendidikan dapat murni dialokasikan untuk penguatan kapasitas guru dan mutu instruksional.</p>
<p>Fragmentasi ini, menurut Zulham, kian mempertegas dualitas antara sekolah unggulan dan sekolah reguler, yang pada akhirnya menciptakan stratifikasi kualitas pendidikan. Masalah struktural ini menuntut pendekatan komprehensif, mulai dari <em>merger</em>, penguatan SDM, hingga standardisasi sarana-prasarana secara merata.</p>
<p>Kendati menghadapi tantangan berat, Zulham menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan baru di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. </p>
<p>Ia menaruh harapan pada Kepala Dinas Pendidikan yang baru karena dinilai memiliki energi dan perspektif segar.</p>
<p>"Saya optimis dengan Kadisdik baru yang merupakan rekan sejawat saat di Sekretariat Dewan. Namun, enam bulan pertama akan menjadi ujian krusial. Jika tidak ada gebrakan nyata, evaluasi total adalah mekanisme mutlak untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menteri Zulhas Kunjungi Pondok Pesantren di Malang, Ini Pesannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menteri-zulhas-kunjungi-pondok-pesantren-di-malang-ini-pesannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menteri-zulhas-kunjungi-pondok-pesantren-di-malang-ini-pesannya</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan Menko Pangan di Gondanglegi menyoroti mental kepemimpinan santri serta dorongan kesetaraan implementasi program MBG di lingkungan pesantren. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dda5989fca.webp" length="45232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 21:32:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Zulkifli Hasan, Menko Pangan, MBG, Pesantren, Raudlatul Ulum 2, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Santri, Ketahanan Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menekankan pentingnya keberanian dan berpikir kritis bagi santri saat mengunjungi Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026). Kunjungan tersebut sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal bagi seluruh santri.</p>
<p>Zulhas mendorong santri Madrasah Aliyah (MA) untuk tidak merasa inferior dibanding siswa sekolah umum, karena madrasah memiliki keunggulan memadukan pendidikan agama dan ilmu umum secara seimbang.</p>
<p>“Jangan minder. Madrasah Aliyah itu kuat, karena belajar agama sekaligus pelajaran umum. Itu keunggulan,” ujar Zulhas.</p>
<p>Untuk menguji keberanian dan kemampuan berpikir kritis, beberapa santri diminta maju menjawab pertanyaan secara langsung. Santri yang berhasil menjawab tepat mendapatkan apresiasi berupa tablet dan uang tunai Rp1 juta sebagai motivasi.</p>
<p>“Kalau mau menjadi pemimpin, harus berani, berani tampil, berani berpikir, berani menjawab,” tegas Zulhas.</p>
<p>Sementara itu, KH Hamim Kholili, Pengasuh PP Raudlatul Ulum 2, menegaskan bahwa pemerintah juga harus memastikan MBG tidak hanya menyentuh sekolah formal, tetapi dirasakan merata di pesantren.</p>
<p>“Sekolah formal hampir 100 persen tersentuh program. Pesantren jangan sampai hanya sebagian kecil. Harus sejajar. Undang-Undang Pesantren harus dimaksimalkan pelaksanaannya,” jelas KH Hamim.</p>
<p>Ia menambahkan pentingnya pengawasan dan standarisasi agar pelaksanaan MBG benar-benar bermanfaat bagi santri.</p>
<p>Kunjungan Zulhas didampingi Bupati Malang H.M. Sanusi, Sekretaris Daerah Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., dan jajaran OPD, disambut KH Hamim beserta pengurus dan para santri.(*)</p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>14 Nama Berebut Tiga Kursi Kepala Dinas di Pemkab Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/14-nama-berebut-tiga-kursi-kepala-dinas-di-pemkab-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/14-nama-berebut-tiga-kursi-kepala-dinas-di-pemkab-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 14 pejabat dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan rekam jejak dalam seleksi JPTP sebelum mengikuti asesmen di BKD Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d83fa9de0f.webp" length="43664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 17:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Selter JPTP, Pemkab Malang, BKPSDM Malang, Asesmen BKD Jatim, Jabatan Pimpinan Tinggi, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Malang memasuki babak baru. Dari total 25 pendaftar yang memperebutkan tiga jabatan strategis, sebanyak 14 pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak.</p>
<p></p>
<p>Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menyampaikan bahwa hingga Kamis (12/2/2026), tercatat sebanyak 25 orang yang mendaftarkan diri dalam seleksi tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Total pendaftar pada tiga jabatan berjumlah 25 orang, dengan rincian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) 9 orang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 10 orang, dan Satpol PP 6 orang,” ujar Nurman.</p>
<p></p>
<p>Nurman menjelaskan, berdasarkan hasil rapat Panitia Seleksi pada 11 Februari 2026, ditetapkan 14 pendaftar Memenuhi Syarat (MS), sementara 11 pendaftar lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).</p>
<p></p>
<p>“Sebanyak 14 pendaftar memenuhi syarat, sedangkan 11 pendaftar gugur karena tidak memenuhi ketentuan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Adapun penyebab pendaftar dinyatakan TMS antara lain kelalaian mengunggah dokumen, berkas tidak lengkap, seperti ketiadaan izin atau rekomendasi atasan hingga pendaftar yang tidak melakukan proses submisi hingga batas waktu berakhir.</p>
<p></p>
<p>Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan asesmen yang dijadwalkan berlangsung di BKD Provinsi Jawa Timur pada 18 Februari 2026. Tiga posisi yang akan diisi melalui seleksi ini adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).</p>
<p></p>
<p>Berikut adalah daftar 14 pejabat yang dinyatakan lolos seleksi administrasi:</p>
<p></p>
<p><strong>1. Jabatan Kepala Satpol PP</strong></p>
<p></p>
<p>Desy Ariyanti, S.STP., M.M.</p>
<p>Eno Imam Safari, S.Sos.</p>
<p>Indra Gunawan, S.Sos.</p>
<p>Marendra Hengky Irawan, S.STP., M.AP.</p>
<p>Dr. Drs. Teddi Wiryawan Priambodo, M.AP.</p>
<p></p>
<p><strong>2. Jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)</strong></p>
<p></p>
<p>Dr. Ahmad Dzulfikar Nurrahman, S.T., M.T.</p>
<p>Astri Lutfiyatunnisa, S.T., M.M.</p>
<p>Johan Dwijo Saputro, S.Sos.</p>
<p>Khiki Ardiano, S.Sos., M.Si.</p>
<p></p>
<p><strong>3. Jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan</strong></p>
<p></p>
<p>Astri Lutfiyatunnisa, S.T., M.M.</p>
<p>Indra Gunawan, S.Sos.</p>
<p>Johan Dwijo Saputro, S.Sos.</p>
<p>Khiki Ardiano, S.Sos., M.Si.</p>
<p>Marendra Hengky Irawan, S.STP., M.AP.</p>
<p></p>
<p>Dari daftar peserta yang lolos, terdapat empat camat yang turut berkompetisi, yakni Camat Dau, Kepanjen, Pujon, dan Karangploso. Selain itu, sejumlah pejabat eselon III yang saat ini menjabat sebagai sekretaris perangkat daerah juga bersaing, meliputi Sekretaris Satpol PP, Sekretaris DLH, Sekretaris Dinas Perkim Cipta Karya, serta Sekretaris Disperindag.</p>
<p></p>
<p>Komposisi peserta juga mencakup pejabat setingkat kepala bidang, yakni Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH. Secara umum, para peserta yang melaju ke tahap asesmen merupakan pejabat aktif di lingkungan Pemkab Malang dengan latar belakang manajerial yang kompeten. Seleksi kini memasuki tahap uji kompetensi sebelum proses final sesuai ketentuan yang berlaku.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyandang Disabilitas di Malang Kini Miliki SIM D</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyandang-disabilitas-di-malang-kini-miliki-sim-d</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyandang-disabilitas-di-malang-kini-miliki-sim-d</guid>
<description><![CDATA[ Proses penerbitannya secara prinsip serupa dengan SIM umum, namun disesuaikan dengan kondisi fisik pemohon tanpa mengurangi standar keselamatan. Penyesuaian ini menegaskan bahwa keadilan pelayanan bukan berarti pelonggaran aturan, melainkan perlakuan setara yang berbasis kebutuhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d4a504f2e8.webp" length="60990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 12:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SIM D, Polres Malang, Satpas Prototype, Disabilitas, Operasi Keselamatan 2026, Pelayanan Publik, Kesetaraan Berkendara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Satpas Prototype Polres Malang mempertegas komitmen pelayanan publik inklusif melalui penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi penyandang disabilitas pada Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Layanan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan 2026, sekaligus wujud nyata kesetaraan akses bagi seluruh warga negara dalam mendapatkan legalitas berkendara yang aman.</p>
<p></p>
<p>SIM D secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang mengendarai sepeda motor. Proses penerbitannya secara prinsip serupa dengan SIM umum, namun disesuaikan dengan kondisi fisik pemohon tanpa mengurangi standar keselamatan.</p>
<p>Penyesuaian ini menegaskan bahwa keadilan pelayanan bukan berarti pelonggaran aturan, melainkan perlakuan setara yang berbasis kebutuhan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, melalui Baur SIM Satpas Prototype, Aiptu Nova Hanta, menjelaskan bahwa SIM D merupakan bentuk pengakuan negara terhadap hak penyandang disabilitas untuk berkendara secara sah.</p>
<p></p>
<p>“Pemohon tetap diwajibkan memenuhi persyaratan usia, administrasi, kesehatan, psikologi, serta lulus uji teori dan praktik. Penyesuaian dilakukan agar penyandang disabilitas dapat mengikuti proses secara adil dan manusiawi,” jelas Nova, Kamis (12/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Nova menambahkan, pihaknya memastikan setiap penyandang disabilitas mendapatkan penghargaan dan kesempatan yang sama untuk berkendara secara aman. Selain itu, layanan SIM D menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Doni, seorang warga Kecamatan Pakisaji yang merupakan pemohon SIM D, menyatakan kepuasannya terhadap pelayanan petugas Satpas Prototype. Ia menilai proses berjalan secara transparan dan petugas memperlakukan pemohon sebagai subjek hukum yang setara.</p>
<p></p>
<p>“SIM ini sangat penting bagi saya agar dapat berkendara dengan aman dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Doni.</p>
<p></p>
<p>Dengan tersedianya layanan SIM D, Satpas Prototype yang diresmikan dua tahun lalu ini tidak hanya menjalankan regulasi, tetapi juga mengimplementasikannya dalam tindakan nyata.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih inklusif, aman, dan berkeadilan. Kehadiran SIM D menjadi penanda bahwa pelayanan publik yang ramah disabilitas merupakan kewajiban yang harus diwujudkan secara konsisten, sesuai amanat Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik Pemilu 2029, Golkar Malang Perkuat Basis di Singosari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-pemilu-2029-golkar-malang-perkuat-basis-di-singosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-pemilu-2029-golkar-malang-perkuat-basis-di-singosari</guid>
<description><![CDATA[ Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Singosari yang digelar di Kafe Arjuna, Rabu (11/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d45c30ecc5.webp" length="59710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 11:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Golkar Malang, Golkar Singosari, Muscam Golkar, Konsolidasi Partai, Wilayah Strategis, Politik Lokal, Pemilu 2029</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Malang menetapkan Kecamatan Singosari sebagai wilayah strategis dalam penguatan struktur dan konsolidasi politik menuju Pemilu 2029. Penajaman peran kader di tingkat kecamatan dinilai penting untuk mengoptimalkan perolehan suara secara berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Singosari yang digelar di Kafe Arjuna, Rabu (11/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Dalam forum yang berlangsung hingga petang tersebut, Abdul Rozaq kembali ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Singosari secara aklamasi melalui mekanisme musyawarah mufakat.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman, menyatakan bahwa Muscam merupakan instrumen penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan efektivitas kerja politik di tingkat wilayah.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah bagian dari konsolidasi struktural partai. Penetapan ketua dilakukan secara aklamasi melalui musyawarah mufakat, dan Bapak Abdul Rozaq kembali dipercaya memimpin PK Golkar Singosari,” ujar Sudarman, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Sudarman menjelaskan, Kecamatan Singosari memiliki karakteristik wilayah strategis dengan 17 desa dan jumlah pemilih sekitar 130 ribu orang. Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar mencatat perolehan sekitar 15 ribu suara, atau mengalami kenaikan sebesar 6.000 suara dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Kenaikan suara tersebut mencerminkan efektivitas konsolidasi di tingkat kecamatan. Secara elektoral, Singosari masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sudarman, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kerja organisasi di tingkat akar rumput berpengaruh langsung terhadap peningkatan elektabilitas partai. Meski belum mencapai target maksimal, tren kenaikan ini menunjukkan bahwa pendekatan struktural dan komunikasi kader berjalan efektif.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, dengan potensi 130 ribu pemilih, target peningkatan hingga 30 persen perolehan suara merupakan hal yang realistis jika konsolidasi dilakukan secara sistematis.</p>
<p></p>
<p>“Wilayah ini memiliki potensi elektoral besar. Dengan penguatan struktur dan kerja politik konsisten, peluang peningkatan suara sangat terbuka lebar,” tegas dia.</p>
<p></p>
<p>Sudarman turut menekankan bahwa kerja politik harus dipahami sebagai proses jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar aktivitas temporer menjelang pemilu. Penguatan struktur dan kaderisasi harus berjalan kontinu demi mencapai hasil optimal pada 2029.</p>
<p></p>
<p>Selain Singosari, Sudarman menyebut sejumlah kecamatan lain yang menjadi basis kuat Golkar di Kabupaten Malang, seperti Lawang, Pakis, Gedangan, Pujon, dan Wajak. Wilayah-wilayah tersebut akan terus diperkuat bersamaan dengan pembenahan di kecamatan lain melalui agenda Muscam.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, Muscam telah dilaksanakan di 13 dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang. DPD Golkar menargetkan seluruh rangkaian Muscam tuntas sebelum Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>“Setelah seluruh Muscam selesai, kami akan menyusun agenda kerja yang lebih terukur berbasis pemetaan wilayah,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Abdul Rozaq menyatakan komitmennya untuk memperkuat organisasi di tingkat kecamatan. Ia akan mengevaluasi dan memperkuat perangkat organisasi agar mampu menjalankan fungsi konsolidasi sesuai arah kebijakan partai di tingkat kabupaten maupun provinsi.</p>
<p></p>
<p>“Target kami adalah meningkatkan representasi kursi dari Kecamatan Singosari pada Pemilu 2029 mendatang,” kata Abdul Rozaq.</p>
<p></p>
<p>Dengan struktur wilayah luas dan tren kenaikan suara, Singosari dipandang sebagai kawasan kunci dalam peta politik Kabupaten Malang. Penetapan kepemimpinan secara aklamasi ini dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas organisasi guna optimalisasi kinerja elektoral Partai Golkar menuju 2029.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diterpa Isu ‘Titipan’ Selter 3 JPTP Pemkab Malang, Pansel Buka Suara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diterpa-isu-titipan-selter-3-jptp-pemkab-malang-pansel-buka-suara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diterpa-isu-titipan-selter-3-jptp-pemkab-malang-pansel-buka-suara</guid>
<description><![CDATA[ Pansel JPTP Pemkab Malang menegaskan proses seleksi tiga OPD berjalan transparan, menepis isu titipan, intervensi, serta menegaskan seluruh tahapan sesuai aturan BKN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c50007798a.webp" length="22934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 17:33:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Seleksi JPTP, Pemkab Malang, Pansel JPTP, Isu Titipan, ASN, Birokrasi, Transparansi, Jabatan Pimpinan Tinggi, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Panitia Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang buka suara terkait isu adanya titipan dan minimnya pendaftar yang tengah beredar di masyarakat.</p>
<p>Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemkab Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan dan berpedoman penuh pada ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Budiar yang juga Sekretaris Daerah saat menghadiri agenda Pemkab di Singosari dan Karangploso.</p>
<p>Dia memberikan keterangan terkait perkembangan seleksi JPTP untuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Pasar, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).</p>
<p>Dalam penjelasannya, Budiar menekankan bahwa seleksi terbuka tidak boleh tercemar oleh kepentingan di luar mekanisme formal yang telah diatur.</p>
<p>“Kita ini berada di era keterbukaan publik. Semua harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Tidak ada keputusan di luar prosedur dan tidak ada dasar administrasi di luar aturan,” ujar Budiar, Rabu (11/2/2026).</p>
<p>Menanggapi isu titipan dan intervensi yang sempat berkembang, Budiar memastikan hal tersebut tidak terjadi selama proses seleksi berjalan.</p>
<p>“Tidak ada titipan, tidak ada intervensi. Isu-isu yang berkembang, termasuk soal camat, itu tidak benar,” katanya.</p>
<p>Budiar juga menegaskan posisinya sebagai Ketua Tim Panitia Seleksi yang bertanggung jawab penuh terhadap integritas proses seleksi, terlepas dari adanya kewenangan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).</p>
<p>“Saya Ketua Tim Pansel. Selama saya menjabat, hal-hal seperti itu tidak terjadi. Semua berbasis pada hasil dan nilai seleksi,” ucapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh tahapan seleksi JPTP mengacu pada ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia serta regulasi perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada satu pun tahapan yang terlewati.</p>
<p>“Semua tahapan mengikuti aturan BKN. Tidak mungkin ada penunjukan sebelum tahapan dan penilaian selesai,” tegas Budiar.</p>
<p>Selain seleksi administrasi dan uji kompetensi, peserta juga diwajibkan mengikuti tes kesehatan dan tes kejiwaan sebagai bagian dari penilaian menyeluruh.</p>
<p>“Tes kejiwaan menggunakan ratusan soal. Polanya dirancang untuk menguji konsistensi dan stabilitas psikologis peserta. Pertanyaan bisa muncul lagi di nomor berbeda untuk melihat konsistensi jawaban,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Budiar, mekanisme tersebut penting untuk memastikan pejabat yang terpilih tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan stabil secara psikologis.</p>
<p>Pada aspek penilaian, Budiar menegaskan bahwa seluruh hasil seleksi dituangkan dalam bentuk nilai dan peringkat yang objektif serta terukur.</p>
<p>“Tidak dimungkinkan ada penunjukan tanpa dasar nilai hasil seleksi. Semua ada parameternya,” tandasnya.</p>
<p>Untuk menjaga independensi, proses seleksi juga melibatkan unsur akademisi dan lembaga eksternal. Tim Pansel terdiri dari perwakilan Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, Universitas Negeri Malang, serta BKD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Dengan komposisi tersebut, seleksi terbuka JPTP disebut memberi kesempatan yang sama bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi syarat, termasuk dari luar OPD asal.</p>
<p>“Seleksi ini terbuka. Siapa pun ASN yang memenuhi syarat punya kesempatan yang sama,” ujarnya.</p>
<p>Terkait isu minimnya pendaftar, Budiar menyatakan jumlah peserta masih memenuhi ketentuan seleksi terbuka. Untuk DLH tercatat sekitar enam pendaftar, Disperindag dan Pasar lebih dari empat orang, serta Satpol PP sekitar empat orang.</p>
<p>“Persaingan itu hal yang wajar. Yang penting memenuhi syarat dan mengikuti proses secara serius,” katanya.</p>
<p>Setelah seluruh tahapan seleksi rampung, hasilnya akan diajukan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan. Selanjutnya, Bupati Malang bakal menetapkan dan melantik pejabat terpilih sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Budiar berpesan kepada seluruh peserta seleksi agar menyiapkan mental dan menerima hasil seleksi dengan sikap dewasa.</p>
<p>“Siapkan mental. Siapa pun yang terpilih harus diterima dengan lapang dada. Kalau tidak terpilih, jangan berlarut-larut. Ini kompetisi terbuka,” tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menyampaikan progres pendaftaran Seleksi Terbuka JPTP hingga Senin (7/2/2026) pukul 23.59 WIB.</p>
<ul>
<li>‌Kepala Satpol PP : 5 pelamar</li>
<li>‌Kepala Dinas Lingkungan Hidup : 10 pelamar</li>
<li>‌Kepala Disperindag dan Pasar : 9 pelamar</li>
</ul>
<p>Menurut Nurman, seluruh pendaftar akan segera dibahas dalam rapat Pansel untuk penetapan hasil seleksi administrasi dan rekam jejak.</p>
<p>“Keseluruhan pendaftar hari ini dan besok akan dilaksanakan rapat penentuan oleh Ketua dan anggota Pansel, guna penetapan calon yang lolos seleksi administrasi dan rekam jejak,” jelasnya.</p>
<p>Hasil seleksi tersebut direncanakan diumumkan secara terbuka kepada publik.</p>
<p>“Insya Allah hari Kamis (12/2/2026, besok) kami umumkan secara terbuka,” pungkas Nurman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanamkan Tertib Lalin, Satlantas Polres Malang Masuk Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanamkan-tertib-lalin-satlantas-polres-malang-masuk-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanamkan-tertib-lalin-satlantas-polres-malang-masuk-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Materi edukasi yang disampaikan mencakup kedisiplinan berlalu lintas, kewajiban penggunaan helm standar, larangan berkendara bagi anak di bawah umur, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c3d2b93f3c.webp" length="62132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 16:40:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Keselamatan Semeru, Edukasi Lalu Lintas, Polres Malang, Keselamatan Berkendara, Pelajar Tertib Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Polres Malang terus memperkuat edukasi keselamatan lalu lintas sejak dini sebagai salah satu fokus dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. </p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut diimplementasikan melalui kegiatan pembinaan di MTs Darul Falah Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya. Hal ini dinilai krusial mengingat para siswa mulai aktif berinteraksi dengan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>Materi edukasi yang disampaikan mencakup kedisiplinan berlalu lintas, kewajiban penggunaan helm standar, larangan berkendara bagi anak di bawah umur, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran aturan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyatakan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan budaya tertib berlalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus meningkatkan sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru dengan menyasar pelajar. Edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas," ujar AKP Chelvin.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pelajar merupakan kelompok prioritas dalam upaya jangka panjang menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>AKP Chelvin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung. Pendekatan ini akan menyasar sekolah, komunitas, hingga ruang publik sebagai bagian dari langkah preventif dan humanis kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekdakab Malang Instruksikan Perangkat Daerah Adaptif Terhadap Perubahan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekdakab-malang-instruksikan-perangkat-daerah-adaptif-terhadap-perubahan-sistem-pengadaan-barang-dan-jasa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekdakab-malang-instruksikan-perangkat-daerah-adaptif-terhadap-perubahan-sistem-pengadaan-barang-dan-jasa</guid>
<description><![CDATA[ Meski terdapat perbedaan generasi, dirinya tetap berkomitmen untuk terlibat langsung guna memahami dinamika sistem yang diterapkan, terutama pada aplikasi pemerintahan yang terhubung secara nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c0412d5a10.webp" length="20592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 12:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Pengadaan Barang Jasa, SIPD, E Katalog, Administrasi Pembangunan, Efisiensi Anggaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Malang, Budiar Anwar, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengikuti dan memahami perubahan sistem Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang kini telah terintegrasi secara nasional.</p>
<p></p>
<p>Arahan tersebut disampaikan Sekda di sela menghadiri sosialisasi perubahan Standar Harga Satuan (SHS) Tahun Anggaran 2026 di Cemara Ballroom Singosari, Kabupaten Malang, serta kegiatan peninjauan (review) rencana umum pengadaan perangkat daerah di El Hotel Karangploso, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya, Budiar menegaskan bahwa transformasi sistem pemerintahan berbasis digital merupakan keniscayaan yang wajib diikuti oleh seluruh aparatur seiring perkembangan zaman.</p>
<p></p>
<p>"Agenda hari ini cukup krusial karena sistem ini sebenarnya untuk generasi muda (Gen Z). Aplikasi-aplikasi ini dioperasikan oleh operator yang telah dididik melalui lokakarya," ujar Budiar, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menyatakan, meski terdapat perbedaan generasi, dirinya tetap berkomitmen untuk terlibat langsung guna memahami dinamika sistem yang diterapkan, terutama pada aplikasi pemerintahan yang terhubung secara nasional.</p>
<p></p>
<p>"Saya tidak ingin hanya memberi arahan satu arah, tetapi harus aktif terlibat. Tadi ditemukan kendala pada peladen (server) Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Jika peladen di pusat mengalami gangguan, maka berdampak secara nasional," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemahaman lintas bidang, termasuk dalam aspek pengadaan barang dan jasa, meskipun hal tersebut bukan merupakan ranah teknisnya secara langsung.</p>
<p></p>
<p>"PBJ memang bukan bidang teknis saya, tetapi saya wajib memahaminya. Perubahan zaman tidak dapat dihindari dan harus kita ikuti," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Administrasi Pembangunan Kabupaten Malang, Throy Syahriar, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang telah memiliki skema program yang terintegrasi dalam sistem perencanaan dan penganggaran daerah.</p>
<p></p>
<p>Throy menyebutkan bahwa Standar Harga Satuan (SHS) di Kabupaten Malang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati dan menjadi acuan utama dalam proses pengadaan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk SHS terakhir, terdapat sekitar 13 ribu komponen yang telah disahkan melalui Peraturan Bupati untuk digunakan dalam satu tahun anggaran," terang Throy.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, evaluasi harga dilakukan secara berkala guna menjaga kesesuaian antara SHS dalam dokumen anggaran dengan nilai kontrak hasil pengadaan, sehingga pengelolaan anggaran lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kami berupaya agar harga SHS tidak terlalu tinggi. Jika selisihnya terlalu besar, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD akan tinggi dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Throy juga memaparkan bahwa penerapan regulasi e-katalog versi terbaru berdampak pada alur pengadaan hingga pencairan yang kini terintegrasi langsung dengan sistem keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Pada versi terbaru, proses mencakup hingga tahap pencairan. Saat ini, integrasi antara LPSE dengan SIPD masih dalam tahap penyempurnaan," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Ungkap Kematian Lansia di Ampelgading Akibat Perampokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-kematian-lansia-di-ampelgading-akibat-perampokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-ungkap-kematian-lansia-di-ampelgading-akibat-perampokan</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya perhiasan emas, uang tunai, serta pakaian yang terdapat bercak darah. Barang-barang tersebut diduga berkaitan langsung dengan peristiwa kejahatan yang terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69898fc96ef91.webp" length="34730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 16:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>perampokan sadis, pembunuhan nenek, Ampelgading, Kabupaten Malang, Polres Malang, olah TKP, kasus kriminal, penyidikan polisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Misteri kematian seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap. </p>
<p>Kepolisian Resor (Polres) Malang memastikan korban meninggal dunia akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau perampokan, membantah dugaan awal bahwa korban meninggal karena sebab alami.</p>
<p>Korban berinisial J (95), warga Dusun Sidomarto, Desa Sidorenggo, ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (6/2/2026). Awalnya, peristiwa tersebut diduga sebagai kematian wajar mengingat usia korban yang telah mencapai hampir satu abad.</p>
<p>Namun, kecurigaan pihak keluarga terhadap sejumlah kejanggalan menjadi titik awal pengungkapan kasus. Kepolisian kemudian melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan mengarah pada adanya tindak pidana pencurian yang disertai kekerasan.</p>
<p>"Dari rangkaian penyelidikan, ditemukan indikasi kuat korban meninggal akibat kekerasan dalam peristiwa pencurian," ujar AKP Bambang, Senin (9/2/2026).</p>
<p>Guna memastikan penyebab pasti kematian, polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Proses tersebut dilakukan dengan membongkar makam korban pada Sabtu (7/2/2026) setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.</p>
<p>AKP Bambang menyebutkan, hasil autopsi tersebut menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.</p>
<p>Dalam perkembangan kasus ini, Polres Malang telah menetapkan dua orang terlapor berinisial TC alias F (18) dan RA (16). </p>
<p>Keduanya merupakan warga sekitar, dan salah satu di antaranya diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.</p>
<p>"Kedua terlapor diduga kuat terlibat dalam pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Satreskrim Polres Malang," katanya.</p>
<p>Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya perhiasan emas, uang tunai, serta pakaian yang terdapat bercak darah. Barang-barang tersebut diduga berkaitan langsung dengan peristiwa kejahatan yang terjadi.</p>
<p>"Seluruh barang bukti telah diamankan dan menjadi bagian dari pembuktian dalam proses hukum selanjutnya," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda di Malang Dibacok Temannya Sendiri, Pelaku Belum Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-malang-dibacok-temannya-sendiri-pelaku-belum-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-malang-dibacok-temannya-sendiri-pelaku-belum-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengaku telah mengantongi identitas pelaku namun masih melakukan pengejaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698915ed4bf93.webp" length="12354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 08:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pembacokan, gondanglegi, desa ganjaran, kriminal malang, kekerasan, senjata tajam, kabupaten malang, peristiwa, hukum dan kriminal, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Aksi penganiayaan berat menggunakan senjata tajam terjadi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Jumat (6/2/2026). </p>
<p>Seorang pria berinisial I (30) dilaporkan menjadi korban pembacokan oleh orang yang dikenalnya hingga mengalami luka serius di bagian leher dan tangan.</p>
<p>Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat korban sedang bertamu dan berbincang dengan seorang saksi di salah satu rumah warga. </p>
<p>Pelaku, yang merupakan teman korban, menyusul ke lokasi dan bergabung dalam percakapan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan keterangan awal, korban sempat menanyakan sikap pelaku yang terkesan dingin. Namun, tanpa memberikan jawaban, pelaku secara tiba-tiba menyerang korban dari arah belakang menggunakan pisau. </p>
<p>Akibat serangan mendadak tersebut, korban menderita luka robek parah pada bagian leher dan jari tangan kiri sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak menangani kasus ini. </p>
<p>Tim gabungan dari Polsek Gondanglegi dan Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.</p>
<p>"Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini tim di lapangan terus melakukan pengejaran untuk menangkap yang bersangkutan," ujar AKP Bambang saat dikonfirmasi, Ahad (8/2/2026) malam.</p>
<p>Selain memburu pelaku, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengajukan permohonan visum et repertum guna memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan.</p>
<p>"Kami memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Dorong Kenaikan Cabai, Komoditas Pangan Lain Masih Stabil di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-dorong-kenaikan-cabai-komoditas-pangan-lain-masih-stabil-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-dorong-kenaikan-cabai-komoditas-pangan-lain-masih-stabil-di-malang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698743ecb7daa.webp" length="89986" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 21:59:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>harga pangan, bapokting, pasar kepanjen, kabupaten malang, jelang ramadhan, stabilitas harga, cabai rawit, kebutuhan pokok, ekonomi rakyat, daya beli masyarakat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, terpantau relatif stabil menjelang Ramadan 2026. Meski demikian, komoditas cabai rawit merah mulai menunjukkan potensi kenaikan harga akibat faktor cuaca.</p>
<p>Pemantauan di Pasar Kepanjen menunjukkan ketersediaan bapokting seperti beras, minyak goreng, daging ayam, telur, serta bawang masih mencukupi dan tidak mengalami kelangkaan. Aktivitas jual beli berlangsung normal dengan daya beli masyarakat yang masih terjaga.</p>
<p>Berdasarkan data di lapangan, harga beras medium berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Minyak goreng Minyak Kita dijual Rp15.700 per liter. Sementara itu, daging ayam ras tercatat Rp39.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.</p>
<p>Untuk komoditas hortikultura, bawang merah diperdagangkan Rp45.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram dan berpotensi mengalami fluktuasi.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama tekanan harga pada cabai rawit merah.</p>
<p>“Curah hujan yang cukup tinggi berdampak pada hasil panen cabai, sehingga berpengaruh terhadap pasokan dan harga. Namun secara umum, komoditas pangan lainnya masih terpantau stabil,” ujar AKP Hafiz, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, para pedagang dan distributor diimbau untuk tetap menjaga kestabilan harga serta tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat merugikan konsumen.</p>
<p>“Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Datang di Detik Terakhir, Ketua IPSI Kirim Sinyal Konsolidasi ke Bursa Ketua KONI Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/datang-di-detik-terakhir-ketua-ipsi-kirim-sinyal-konsolidasi-ke-bursa-ketua-koni-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/datang-di-detik-terakhir-ketua-ipsi-kirim-sinyal-konsolidasi-ke-bursa-ketua-koni-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran berbagai cabor mempertegas posisi Zia’ulhaq sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam kontestasi KONI Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698742ba21a73.webp" length="26224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 21:29:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>koni kabupaten malang, ketua koni malang, ziaulhaq, ipso kabupaten malang, pencalonan ketua koni, olahraga kabupaten malang, cabor kabupaten malang, porprov jatim 2025, prestasi olahraga malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Momen penutupan pendaftaran calon Ketua KONI Kabupaten Malang dimanfaatkan betul oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang, Zia’ulhaq. Ia memilih masuk bursa di hari terakhir, Sabtu (7/2/2026), dengan membawa dukungan lintas cabang olahraga.</p>
<p>Langkah tersebut dinilai bukan sekadar pendaftaran administratif, melainkan sinyal konsolidasi kekuatan olahraga yang telah disiapkan sebelumnya. Delapan cabang olahraga tampak hadir mendampingi Zia’ulhaq saat menyerahkan berkas pencalonan di Kantor KONI Kabupaten Malang.</p>
<p>Cabor yang memberikan dukungan tersebut terdiri dari IPSI, Perbasi, IMMI, PSSI, Persatuan Senam Indonesia, Kurash, Floorball, serta Asosiasi Bola Tangan Indonesia. Kehadiran mereka mempertegas posisi Zia’ulhaq sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam kontestasi KONI Kabupaten Malang.</p>
<p>Meski yang hadir secara resmi berjumlah delapan cabor, Zia’ulhaq mengungkapkan dukungan yang masuk sebenarnya lebih luas.</p>
<p>“Sebenarnya yang mendukung lebih dari delapan cabor. Tapi memang sengaja hanya delapan yang kami bawa, karena angka delapan ini identik dengan angka keberuntungan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.</p>
<p>Di hadapan awak media, politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pencalonannya bukan untuk mengejar posisi semata, melainkan untuk memperkuat fondasi prestasi olahraga Kabupaten Malang.</p>
<p>“Saya rasa tidak ada target lain yang lebih utama selain prestasi di bidang olahraga. Itu yang menjadi tujuan utama,” kata Zia’ulhaq.</p>
<p>Ia menilai, tantangan yang akan datang bukan hanya soal target medali, tetapi juga konsistensi pembinaan yang harus ditopang manajemen organisasi KONI yang kuat dan selaras.</p>
<p>“Pembinaan olahraga dan manajemen organisasi KONI harus selaras. Bukan berarti yang sebelumnya tidak baik, tetapi jika bisa dibuat lebih baik, kenapa tidak,” jelasnya.</p>
<p>Zia’ulhaq juga menyinggung capaian Kabupaten Malang pada Porprov Jawa Timur 2025 yang berada di posisi keempat dengan total 61 medali emas, 54 perak, 84 perunggu, dan 436 poin. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar untuk melangkah lebih kompetitif di ajang berikutnya.</p>
<p>“Saya kira siapapun yang maju sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang pasti memiliki tekad yang sama, yakni membawa prestasi di berbagai ajang,” tuturnya.</p>
<p>Hingga pendaftaran resmi ditutup, tercatat tiga nama masuk dalam bursa calon Ketua KONI Kabupaten Malang, yakni Zia’ulhaq, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, serta Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur, Hendra Prastiyawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Hari Ketujuh, Tim Gabungan Perluas Pencarian Korban Hilang di Pantai Balekambang Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-hari-ketujuh-tim-gabungan-perluas-pencarian-korban-hilang-di-pantai-balekambang-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-hari-ketujuh-tim-gabungan-perluas-pencarian-korban-hilang-di-pantai-balekambang-malang</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa hilangnya korban berinisial LA (27), warga Desa Srigonco, terjadi pada Ahad (1/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban dilaporkan hilang saat tengah mencari ikan di area palung laut Pantai Balekambang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6986c620d55db.webp" length="49308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 12:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi SAR, Pantai Balekambang, SAR Gabungan, Pencarian Korban, Kabupaten Malang, Pantai Selatan Malang, Basarnas, Polres Malang, TNI AL, Bencana Laut, Ombak Tinggi, Keselamatan Pantai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Operasi pencarian terhadap korban hilang yang diduga terseret ombak di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, terus berlanjut hingga hari ketujuh.</p>
<p>Tim SAR gabungan membagi strategi pencarian ke dalam tiga <em>Search and Rescue Unit</em> (SRU) guna memperluas jangkauan operasi.</p>
<p>Peristiwa hilangnya korban berinisial LA (27), warga Desa Srigonco, terjadi pada Ahad (1/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban dilaporkan hilang saat tengah mencari ikan di area palung laut Pantai Balekambang.</p>
<p>Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI AL, SAR pantai, relawan, serta pengelola wisata setempat terus melakukan pencarian secara intensif.</p>
<p>Komandan Tim SAR, Aviv Hamdani, menjelaskan bahwa pada hari ketujuh ini, tim menerapkan pembagian wilayah operasi sesuai rencana yang telah disusun guna mengoptimalkan pencarian.</p>
<p>"Hari ini pencarian kami bagi menjadi tiga SRU sesuai rencana operasi," ujar Aviv pada Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Ia merinci, SRU 1 menggunakan perahu karet untuk melakukan penyisiran jalur laut dari <em>Last Known Position </em>(LKP) hingga perairan Sugu di sebelah barat Pantai Kondang Merak. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat dari Pantai Balekambang menuju Pantai Wonogoro, dan SRU 3 menyisir jalur darat dari Pantai Balekambang hingga kawasan Pantai Kondang Merak.</p>
<p>"Hingga siang ini hasil pencarian masih nihil," terang dia.</p>
<p>Dari pihak kepolisian, Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyampaikan bahwa personel kepolisian bersama tim gabungan telah melakukan penyisiran, baik melalui jalur laut maupun darat di sepanjang pesisir pantai selatan Malang.</p>
<p>"Hasil pencarian masih nihil. Tim menghadapi kendala gelombang besar dan arus laut yang cukup kuat, sehingga penyisiran dilakukan dengan sangat hati-hati," ujar AKP Bambang, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pencarian dilakukan dengan membagi area menjadi beberapa sektor yang meliputi wilayah perairan, pesisir, hingga daratan di sekitar Pantai Balekambang. Seluruh unsur tetap bersiaga dan berkoordinasi guna mempercepat proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.</p>
<p>"Kami terus memperluas area pencarian dengan mengedepankan keselamatan. Seluruh potensi yang ada kami libatkan," jelasnya.</p>
<p>AKP Bambang juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di kawasan pantai selatan, khususnya di area palung laut yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak tinggi.</p>
<p>"Kami berharap korban segera ditemukan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di area palung laut, terutama saat kondisi ombak tinggi dan arus laut kuat," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buron Tujuh Bulan Kasus Penipuan Emas, Pelaku Asal Bondowoso Akhirnya Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buron-tujuh-bulan-kasus-penipuan-emas-pelaku-asal-bondowoso-akhirnya-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buron-tujuh-bulan-kasus-penipuan-emas-pelaku-asal-bondowoso-akhirnya-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Di dalam rumah yang dijadikan tempat pertemuan, emas ditimbang dan harga disepakati. Korban kemudian menarik uang tunai dari bank dengan total Rp519 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985e20e0acc4.webp" length="33340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 21:34:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Penipuan Emas, Tipu Gelap, Polres Malang, Polda Jatim, Kriminal Malang, Kejahatan Finansial, Warga Bondowoso, Gondanglegi, Kasus Penipuan, Berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Setelah hampir tujuh bulan buron, pelaku penipuan dan penggelapan bermodus jual beli emas yang merugikan korban hingga Rp500 juta akhirnya berhasil ditangkap jajaran Polres Malang. Pelaku diketahui berinisial MI (30), warga Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Kasus tersebut terjadi di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Senin (2/6/2025) lalu. Korban berinisial MF (37), warga Kabupaten Pasuruan, tertipu setelah diyakinkan adanya transaksi jual beli perhiasan emas dengan nilai besar.</p>
<p>Saat itu, korban datang ke lokasi transaksi di Gondanglegi bersama dua rekannya. Di dalam rumah yang dijadikan tempat pertemuan, emas ditimbang dan harga disepakati. Korban kemudian menarik uang tunai dari bank dengan total Rp519 juta.</p>
<p>Namun sesampainya kembali di rumah tersebut, pelaku membawa uang korban dengan alasan hendak menunjukkan kepada ibunya yang berada di lantai atas.</p>
<p>Tanpa disadari korban, pelaku justru melarikan diri melalui jendela lantai dua menggunakan tangga, membawa kabur uang korban hingga sekitar Rp500 juta.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menerangkan, jika pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh Polsek Gondanglegi bersama Satreskrim Polres Malang.</p>
<p>“Pelaku sudah kami amankan setelah dilakukan penelusuran sejak laporan diterima. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan berperan sebagai pihak yang membawa kabur uang korban,” ujar AKP Bambang, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Dari hasil pengembangan, lanjut Bambang, MI hanya menerima bagian Rp7,5 juta dari hasil kejahatan tersebut. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membayar utang.</p>
<p>“Saat pelaku diamankan, sisa uang yang ditemukan hanya Rp200 ribu. Penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain,” jelasnya.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya foto pelaku saat transaksi melalui video call, bukti penarikan uang di bank, serta sisa uang tunai.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara tuntas.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi bernilai besar, khususnya yang dilakukan secara tidak resmi atau melalui perantara yang belum dikenal,” pungkas AKP Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Kroscek Dana Hibah KONI Kabupaten Malang, Kadispora Enggan Tanggapi Isu Lanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-kroscek-dana-hibah-koni-kabupaten-malang-kadispora-enggan-tanggapi-isu-lanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-kroscek-dana-hibah-koni-kabupaten-malang-kadispora-enggan-tanggapi-isu-lanjutan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini Kejari Kabupaten Malang telah memeriksa sebanyak 84 orang saksi, termasuk pengurus KONI Kabupaten Malang tahun anggaran 2022–2023 serta pengurus cabang olahraga penerima dana hibah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985db51f06be.webp" length="20876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 21:21:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Dana Hibah KONI, Kejari Malang, Dispora Kabupaten Malang, Kasus KONI, Olahraga Malang, Bursa Ketum KONI, Hukum dan Olahraga, Transparansi Anggaran, APBD Kabupaten Malang, Penegakan Hukum</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 13.50 WIB.</p>
<p>Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan dan melengkapi data terkait penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang tahun anggaran 2022–2023.</p>
<p>Penggeledahan ini merupakan bagian dari pendalaman perkara dugaan penyelewengan dana hibah KONI yang saat ini tengah ditangani Kejari Kabupaten Malang.</p>
<p>Kepala Dispora Kabupaten Malang, Suwadji, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan oleh tim jaksa.</p>
<p>“Benar, tim Kejari datang ke kantor untuk mencocokkan data-data dari saksi yang sudah diperiksa, sekaligus mencari data pendukung lainnya,” ujar Suwadji kepada media ini, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Menurut Suwadji, tim yang datang merupakan jaksa dari bidang Pidana Khusus (Pidsus). Proses pencocokan dokumen berlangsung sekitar 1 jam 25 menit dan berjalan lancar.</p>
<p>“Selain kroscek, juga mencari tambahan data pendukung lainnya. Dokumen yang dibawa berupa salinan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) dan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) penggunaan dana hibah KONI tahun 2022 dan 2023,” tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Malang, Imam Rahmat Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya menyita sejumlah berkas dan dokumen dari kantor Dispora Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kami menggeledah kantor Dispora Kabupaten Malang selama kurang lebih 1,5 jam. Kami perlu melihat secara langsung kesesuaian antara berkas salinan dengan berkas aslinya,” kata Imam.</p>
<p>Imam mengungkapkan, hingga saat ini Kejari Kabupaten Malang telah memeriksa sebanyak 84 orang saksi, termasuk pengurus KONI Kabupaten Malang tahun anggaran 2022–2023 serta pengurus cabang olahraga penerima dana hibah.</p>
<p>“Namun sampai sekarang belum ada penetapan tersangka. Dugaan nilai kerugian negara juga masih dalam proses penghitungan,” tukasnya.</p>
<p>KONI merupakan organisasi olahraga non-pemerintah yang menerima dana hibah dari APBD untuk pembinaan olahraga prestasi. Adapun Dispora berperan sebagai OPD pengampu yang menjalankan fungsi administrasi, verifikasi, penyaluran, serta pengawasan administratif dana hibah tersebut, sehingga menjadi salah satu titik pencocokan dokumen resmi negara.</p>
<p>Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh media ini terkait belum adanya penetapan tersangka, kemungkinan imbauan Dispora menyikapi perkara yang telah lama bergulir, hingga harapan Dispora di tengah bursa calon Ketua Umum KONI Kabupaten Malang, Suwadji memilih tidak memberikan tanggapan.</p>
<p>“Sepurone (maaf) mas, belum bisa jawab,” ujarnya singkat," Jumat (6/2/2025)</p>
<p>Pengusutan kasus dana hibah KONI ini berlangsung di tengah dinamika bursa calon Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode mendatang.</p>
<p>Meski belum dikaitkan langsung dengan proses pencalonan, situasi tersebut menjadi perhatian publik dan ujian transparansi serta akuntabilitas tata kelola organisasi olahraga di daerah.</p>
<p>Diketahui, pada tahun anggaran 2022–2023, jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang masih dijabat oleh M. Hidayat yang kini menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Malang berdasarkan pelantikan dan mutasi pejabat yang dilakukan oleh Bupati Malang pada 27 November 2025</p>
<p>Sementara itu, Suwadji baru menjabat sebagai Kepala Dispora Kabupaten Malang setelah periode tersebut. Dengan demikian, proses pendalaman yang dilakukan Kejari berkaitan dengan penggunaan dana hibah KONI pada masa kepemimpinan Dispora sebelumnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKPSDM Tepis Isu Calon &amp;quot;Titipan&amp;quot; dan Pendaftar Minim, Selter JPTP Pemkab Malang Dipantau BKN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-tepis-isu-calon-titipan-dan-pendaftar-minim-selter-jptp-pemkab-malang-dipantau-bkn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-tepis-isu-calon-titipan-dan-pendaftar-minim-selter-jptp-pemkab-malang-dipantau-bkn</guid>
<description><![CDATA[ BKPSDM menjelaskan, seluruh tahapan Selter JPTP dilaksanakan melalui sistem dan aplikasi resmi yang terkoneksi serta terpantau langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia (RI), sehingga menutup ruang terjadinya praktik tidak sehat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985d4ad4d6b4.webp" length="25394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 20:51:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Seleksi JPTP, BKPSDM Malang, Pemkab Malang, Jabatan Pimpinan Tinggi, Merit Sistem, Badan Kepegawaian Negara, BKN RI, DPRD Kabupaten Malang, Komisi I DPRD, Transparansi Jabatan, Reformasi Birokrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang menegaskan bahwa pelaksanaan Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemkab Malang Tahun 2026 berjalan transparan dan akuntabel. </p>
<p>BKPSDM sekaligus menepis isu calon titipan serta anggapan minimnya pendaftar yang belakangan mencuat.</p>
<p>BKPSDM menjelaskan, seluruh tahapan Selter JPTP dilaksanakan melalui sistem dan aplikasi resmi yang terkoneksi serta terpantau langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia (RI), sehingga menutup ruang terjadinya praktik tidak sehat.</p>
<p>“Dengan sistem yang terhubung langsung ke BKN, akan sangat sulit apabila ada niatan untuk ‘bermain-main’, apalagi dengan istilah calon titipan atau calon manten,” terang Kepala BKPSDM, Kabupaten Malang kepada Suarajatimpost.com, Nurman Ramdansyah, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Terkait isu sepinya pendaftar, BKPSDM menegaskan hal tersebut tidak benar. Jumlah pelamar dinilai cukup dan menunjukkan minat ASN yang kompetitif sejak pendaftaran dibuka bulan Januari 2026.</p>
<p>Adapun data sementara pendaftar Selter JPTP sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>‌Kepala Satpol PP: 2 orang pelamar</li>
<li>‌Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH): 9 orang pelamar</li>
<li>‌Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag): 6 orang pelamar</li>
</ul>
<p>“Data tersebut sekaligus menjawab isu yang berkembang. Tidak benar jika disebut pendaftarnya minim,” tukasnya.</p>
<p>Mengenai identitas para pendaftar, BKPSDM menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Panitia Seleksi (Pansel) dan akan diumumkan sesuai tahapan.</p>
<p>“Nama pendaftar akan diumumkan pada 9 Februari 2026,” tambahnya.</p>
<p>Untuk diketahui, Panitia Seleksi JPTP Pemkab Malang Tahun 2026 terdiri dari unsur birokrasi dan akademisi lintas perguruan tinggi, yakni:</p>
<ul>
<li>‌Dr. Ir. Budiar, M.Si – Sekretaris Daerah Kabupaten Malang</li>
<li>‌Prof. Dr. Hariyono, M.Pd – Rektor Universitas Negeri Malang</li>
<li>‌Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D – Rektor Universitas Islam Malang</li>
<li>‌Prof. Dr. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng.D.Sc – Wakil Rektor Universitas Brawijaya</li>
</ul>
<p>Nurman juga menyampaikan apresiasi atas peran pengawasan DPRD khususnya Komisi I dalam proses seleksi tersebut.</p>
<p>“Pada prinsipnya kami berterima kasih kepada rekan-rekan Komisi I DPRD Kabupaten Malang atas fungsi pengawasan yang telah dijalank.an dalam pelaksanaan Seleksi Terbuka JPTP. Pengawasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Getaran Terasa di Malang, BPBD Pastikan Belum Ada Dampak Signifikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/getaran-terasa-di-malang-bpbd-pastikan-belum-ada-dampak-signifikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/getaran-terasa-di-malang-bpbd-pastikan-belum-ada-dampak-signifikan</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang tetap dalam status siaga dan membuka jalur komunikasi dengan aparat desa, kecamatan, serta relawan kebencanaan untuk memastikan perkembangan di lapangan dapat segera diketahui. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985a8beb7de7.webp" length="25874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 18:21:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gempa Pacitan, BPBD Kabupaten Malang, BMKG, Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, Jawa Timur, Informasi Kebencanaan, Tidak Berpotensi Tsunami, Pemantauan BPBD, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Getaran gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 yang berpusat di wilayah laut tenggara Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari, turut dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Meski demikian, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memastikan belum ada laporan dampak signifikan akibat peristiwa tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan pascagempa dan berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan.</p>
<p>“Getaran memang dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Malang, namun hingga sekarang belum ada laporan masuk terkait kerusakan maupun korban. Situasi masih aman dan terus kami pantau,” ujar Sadono, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Sadono menegaskan, BPBD Kabupaten Malang tetap dalam status siaga dan membuka jalur komunikasi dengan aparat desa, kecamatan, serta relawan kebencanaan untuk memastikan perkembangan di lapangan dapat segera diketahui.</p>
<p>“Apabila terdapat perkembangan informasi atau laporan dampak signifikan, akan segera kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempabumi terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan episenter di laut, sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer. Hasil pemodelan BMKG menyatakan gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami.</p>
<p>BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan sumber informasi resmi hanya berasal dari kanal BMKG dan instansi berwenang.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan dampak atau kejadian lanjutan pascagempa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Kabupaten Malang Calonkan Diri Jadi Ketua KONI, Singgung Carut&amp;Marut Tata Kelola</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kabupaten-malang-calonkan-diri-jadi-ketua-koni-singgung-carut-marut-tata-kelola</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kabupaten-malang-calonkan-diri-jadi-ketua-koni-singgung-carut-marut-tata-kelola</guid>
<description><![CDATA[ Darmadi berkomitmen menjaga independensi masing-masing lembaga. Ia memastikan tidak akan mencampuradukkan kewenangan DPRD dengan pengelolaan organisasi olahraga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69835608d5e52.webp" length="57240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 21:27:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>KONI Kabupaten Malang, DPRD, Darmadi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang. Ia menjadi pendaftar pertama dalam bursa pemilihan Ketua KONI periode mendatang.</p>
<p>Pendaftaran dilakukan di Kantor KONI Kabupaten Malang, kawasan Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen, Rabu (4/2/2026) siang.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada wartawan, Darmadi tidak hanya berbicara soal pencalonan, tetapi juga menyinggung persoalan mendasar yang selama ini membelit KONI Kabupaten Malang. Ia menilai tata kelola organisasi induk cabang olahraga tersebut masih carut-marut dan membutuhkan pembenahan serius.</p>
<p>“Manajemen KONI perlu diperbaiki supaya tidak terulang kejadian sebelumnya, di mana ada persoalan hukum yang muncul dari kegiatan KONI di Kabupaten Malang,” ujar Darmadi.</p>
<p>Terkait dukungan, Darmadi mengaku telah mengantongi rekomendasi dari sekitar 40 cabang olahraga. Jumlah tersebut, menurutnya, masih berpotensi bertambah seiring dinamika komunikasi yang terus berjalan.</p>
<p>Menanggapi posisinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang yang maju sebagai calon Ketua KONI, Darmadi menegaskan komitmennya menjaga independensi masing-masing lembaga. Ia memastikan tidak akan mencampuradukkan kewenangan DPRD dengan pengelolaan organisasi olahraga.</p>
<p>“Saya akan menjaga marwah DPRD sebagai lembaga legislatif, sekaligus menjaga independensi KONI. Meski sama-sama bersumber dari APBD, pengelolaannya harus profesional dan tidak boleh saling mempengaruhi,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Darmadi menyampaikan bahwa visi dan misi telah disiapkan apabila dirinya dipercaya memimpin KONI Kabupaten Malang. Salah satu fokus utama yang disebutkannya adalah penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan.</p>
<p>“Pembinaan atlet itu harga mati. KONI harus benar-benar hadir untuk atlet, bukan sekadar urusan administrasi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor Rusak Dua Rumah Warga di Wonosari Malang, Kerugian dalam Pendataan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-rusak-dua-rumah-warga-di-wonosari-malang-kerugian-dalam-pendataan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-rusak-dua-rumah-warga-di-wonosari-malang-kerugian-dalam-pendataan</guid>
<description><![CDATA[ Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Siswo Purwanto dan Suroto. Akibat kejadian tersebut, bagian atap dan tembok dapur kedua rumah mengalami kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69831aa389538.webp" length="76734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 18:29:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bencana Alam, Tanah Longsor, Longsor Malang, BPBD Kabupaten Malang, Wonosari Malang, Desa Wonoasari, Bencana Malang, Mitigasi Bencana, Cuaca Ekstrem, Kebencanaan Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Selasa (3/2/2026) hingga Rabu (4/2/2026) dini hari mengakibatkan tanah longsor di Dusun Sumbersari, Desa Wonoasari, Kecamatan Wonosari.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Tebing pada lahan milik Samir, warga setempat, longsor dengan dimensi panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 3 meter. Material longsoran jatuh dan menimpa dua rumah warga yang berada di bawahnya, tepatnya pada bagian dapur.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan dua rumah yang terdampak masing-masing milik Siswo Purwanto dan Suroto. Akibat kejadian tersebut, bagian atap dan tembok dapur kedua rumah mengalami kerusakan.</p>
<p>“Material longsor menimpa bagian dapur dua rumah warga. Untuk korban jiwa nihil, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan,” ujar Sadono, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) segera bergerak ke lokasi usai menerima laporan. Petugas melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan awal guna mengantisipasi potensi longsor susulan.</p>
<p>Sadono menambahkan, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak telah terpenuhi.</p>
<p>“Kami sudah menyalurkan terpal, paket sembako, serta sandbag untuk pengamanan sementara. Saat ini fokus kami pada pembersihan material dan mitigasi agar tidak terjadi longsor lanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Hingga Rabu siang, perangkat Desa Wonoasari, Tim Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Wonosari, bersama masyarakat sekitar masih melakukan kerja bakti pembersihan material longsor. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Kecamatan Wonosari, BAZNAS Kabupaten Malang, relawan, serta unsur masyarakat.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Endus Dugaan Titipan, Komisi I DPRD Kabupaten Malang Ultimatum Transparansi Seleksi JPTP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/endus-dugaan-titipan-komisi-i-dprd-kabupaten-malang-ultimatum-transparansi-seleksi-jptp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/endus-dugaan-titipan-komisi-i-dprd-kabupaten-malang-ultimatum-transparansi-seleksi-jptp</guid>
<description><![CDATA[ Isu mengenai kandidat yang telah diarahkan atau titipan menjadi rahasia umum yang melemahkan motivasi para ASN berkompetensi tinggi untuk ikut berkompetisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69829cd22826e.webp" length="45088" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 08:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Seleksi Terbuka, JPTP, Pemkab Malang, DPRD Kabupaten Malang, Komisi I DPRD, Jabatan Pimpinan Tinggi, Transparansi Pemerintahan, Reformasi Birokrasi, ASN Profesional, Pengawasan DPRD, BKPSDM Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mengeluarkan peringatan keras terkait pelaksanaan Seleksi Terbuka (Selter) pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. </p>
<p>Legislatif mendesak agar seluruh tahapan seleksi dilakukan secara akuntabel guna menepis aroma titipan jabatan yang kerap membayangi proses mutasi dan promosi birokrasi.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Redam Guruh Krismantara, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan melekat terhadap jalannya Selter JPTP tersebut. </p>
<p>Ia menyatakan bahwa DPRD tidak akan menoleransi praktik-praktik non-prosedural yang mencederai prinsip sistem birokrasi.</p>
<p>"Kami memantau secara intensif setiap tahapan seleksi. Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian atau laporan masyarakat mengenai praktik yang menyimpang, Komisi I akan segera mengambil tindakan tegas," ujar Redam, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan di bidang pemerintahan dan kepegawaian, Komisi I berkepentingan memastikan posisi strategis di Pemkab Malang diisi oleh individu yang memiliki kompetensi mumpuni dan rekam jejak yang bersih.</p>
<p>Namun, di balik proses formal yang tengah berjalan, aroma ketidakpercayaan mulai tercium di internal birokrasi. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan adanya pesimisme di kalangan pendaftar.</p>
<p>Ia menyebut isu mengenai kandidat yang telah diarahkan atau titipan menjadi rahasia umum yang melemahkan motivasi para ASN berkompetensi tinggi untuk ikut berkompetisi.</p>
<p>"Muncul kekhawatiran bahwa seleksi ini hanya bersifat formalitas untuk menggugurkan kewajiban administratif, sementara pemenangnya sudah ditentukan di balik layar. Jika transparansi tidak dijunjung tinggi, persepsi mengenai jual-beli jabatan akan sulit dihilangkan," ungkapnya melalui sambungan telepon.</p>
<p>Sejauh ini, keterbukaan pengumuman Selter JPTP Pemkab Malang mulai menarik atensi pelamar dari luar daerah, termasuk pendaftar dari Provinsi Sumatera Utara untuk posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Kendati demikian, sejumlah posisi lain dikabarkan masih minim peminat di awal masa pendaftaran.</p>
<p>Merespons dinamika tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, masih enggan memaparkan detail perkembangan jumlah pendaftar secara rinci.</p>
<p>"Nanti jika sudah ada perkembangan signifikan, akan segera kami informasikan lebih lanjut," ujar Nurman singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Knalpot Brong Masih Jadi Fokus Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/knalpot-brong-masih-jadi-fokus-operasi-keselamatan-semeru-2026-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/knalpot-brong-masih-jadi-fokus-operasi-keselamatan-semeru-2026-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sembilan sasaran Operasi Keselamatan Semeru 2026 termasuk knalpot tidak sesuai spesifikasi ditetapkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pelaksanaan operasi sebelumnya, termasuk Operasi Lilin Semeru 2025, serta fenomena pelanggaran lalu lintas yang masih marak terjadi di masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69806b6fb1407.webp" length="42856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 16:29:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Semeru 2026, knalpot brong, tertib berlalu lintas, keselamatan jalan raya, Polres Malang, Satlantas Malang, Kabupaten Malang, lalu lintas, penertiban kendaraan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong masih menjadi salah satu pelanggaran lalu lintas yang mendapat perhatian dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. Operasi ini digelar selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di wilayah hukum Polres Malang.</p>
<p>Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan sebagai langkah cipta kondisi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, sekaligus persiapan menuju Operasi Ketupat Semeru 2026. Sejumlah pelanggaran lalu lintas disasar karena dinilai berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan, termasuk penggunaan knalpot brong yang masih kerap ditemukan di lapangan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari upaya menekan pelanggaran lalu lintas yang berisiko fatal di jalan raya.</p>
<p>“Operasi ini bertujuan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat. Fokus kami adalah menekan pelanggaran yang berisiko fatal di jalan,” kata AKP Chelvib, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Malang bersama seluruh jajaran dan instansi terkait mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif secara humanis. Pendekatan tersebut dipadukan dengan langkah represif yang terukur guna meningkatkan kesadaran serta keselamatan masyarakat.</p>
<p>AKP Chelvin menegaskan, sasaran Operasi Keselamatan Semeru 2026 ditetapkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pelaksanaan operasi sebelumnya, termasuk Operasi Lilin Semeru 2025, serta fenomena pelanggaran lalu lintas yang masih marak terjadi di masyarakat.</p>
<p>“Jenis pelanggaran ini paling sering menjadi pemicu kecelakaan. Karena itu, kami akan bertindak tegas namun tetap mengedepankan sisi edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Malang menargetkan peningkatan disiplin berlalu lintas, penurunan angka kecelakaan, serta berkurangnya fatalitas korban di jalan raya.</p>
<p>“Harapannya, tercipta kondisi lalu lintas yang aman dan tertib, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Keselamatan adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar aturan,” pungkas AKP Chelvin.</p>
<p>Adapun sembilan sasaran prioritas pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 meliputi penggunaan handphone saat mengemudi, pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, melawan arus dan menerobos lampu merah, pengemudi kendaraan roda empat atau lebih tanpa safety belt, mengemudi secara ugal-ugalan, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi dan Eksistensi MTC sebagai Gerakan Sehat, Sosial, Pangan, Hingga Kemanusiaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-dan-eksistensi-mtc-sebagai-gerakan-sehat-sosial-pangan-hingga-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-dan-eksistensi-mtc-sebagai-gerakan-sehat-sosial-pangan-hingga-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, MTC memiliki sekitar 220 anggota dari beragam latar belakang profesi di Malang Raya. Seluruh anggota didorong untuk berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f53c2bddf8.webp" length="68510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 23:24:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MTC, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong>Transformasi Malang Tahes Club (MTC) tidak lahir dalam ruang hampa. Berangkat dari semangat hidup sehat, MTC kini menjelma menjadi gerakan sosial lintas profesi yang aktif dalam isu kemanusiaan, kebencanaan, hingga ketahanan pangan di Malang Raya.</p>
<p>Perjalanan tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan ground breaking pembangunan kantor MTC yang dirangkai dengan panen raya melon, baru-baru ini, di kawasan Araya, Kota Malang.</p>
<p>Agenda itu menjadi simbol eksistensi MTC sebagai komunitas yang terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan sosial masyarakat.</p>
<p>Dalam perkembangannya, MTC tak lagi cuma wadah aktivitas olahraga. Solidaritas yang terbangun dari kebersamaan antaranggota lintas profesi mendorong lahirnya berbagai aksi sosial, mulai dari kepedulian kemanusiaan, keterlibatan dalam penanganan bencana, hingga penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.</p>
<p>Founder MTC, H. Rendra Kresna, menjelaskan bahwa sejak awal MTC dibangun sebagai ruang kebersamaan yang meniadakan sekat jabatan, pangkat, dan latar belakang pendidikan. Nilai kesetaraan tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjaga eksistensi organisasi.</p>
<p>“Kita ingin MTC menjadi ruang bersama untuk berbuat kebaikan. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semua setara dan bergerak sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Rendra Kresna, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Transformasi MTC semakin nyata melalui pengelolaan sektor ketahanan pangan. Di lokasi kegiatan, MTC mengembangkan empat greenhouse melon dan dua greenhouse anggur premium. Selain itu, di beberapa titik lain juga dikembangkan komoditas pertanian seperti jeruk dan alpukat.</p>
<p>Rendra menuturkan, seluruh hasil pertanian tersebut tidak semata berorientasi ekonomi, tetapi diarahkan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. MTC juga menyiapkan konsep wisata petik buah sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.</p>
<p>“MTC ingin hadir sebagai bagian dari solusi, termasuk dalam mendukung pemurahan gizi dan ketahanan pangan. Apa yang kami kelola di sini manfaatnya harus kembali ke masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Eksistensi MTC juga diperkuat melalui pembangunan fasilitas olahraga yang inklusif. Bersamaan dengan pembangunan kantor, MTC merencanakan pembangunan lapangan tenis yang terbuka bagi berbagai kelompok usia, dilengkapi ruang interaksi sosial seperti kafe dan kuliner.</p>
<p>Menurut Rendra, konsep tersebut dirancang agar setiap aktivitas yang berlangsung di lingkungan MTC memiliki dampak sosial. Setiap orang yang datang bukan hanya berolahraga atau bersantai, tetapi turut berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan yang dijalankan MTC.</p>
<p>Saat ini, MTC memiliki sekitar 220 anggota dari beragam latar belakang profesi di Malang Raya. Seluruh anggota didorong untuk berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing.</p>
<p>“Kalau bisa membantu dengan tenaga, silakan. Dengan pemikiran, silakan. Bahkan dengan doa pun sudah menjadi bagian dari perjuangan bersama,” tutup mantan Bupati Malang itu. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Catat Puluhan Rumah Rusak Imbas Angin Kencang di Kecamatan Dampit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-catat-puluhan-rumah-rusak-imbas-angin-kencang-di-kecamatan-dampit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-catat-puluhan-rumah-rusak-imbas-angin-kencang-di-kecamatan-dampit</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f502342009.webp" length="19158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 22:35:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>angin kencang, cuaca ekstrem, bencana alam, bpbd kabupaten malang, dampit malang, rumah warga rusak, hujan deras, kebencanaan, penanganan bencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Dampit. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) sore itu berdampak pada sejumlah permukiman di Kelurahan Dampit.</p>
<p>Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah warga di lingkungan Dampit Barat.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hingga laporan terakhir diterima, jumlah rumah terdampak mencapai belasan unit dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.</p>
<p>“Sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sadono, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, total kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp10,5 juta. BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan setempat untuk penanganan awal serta pendataan lanjutan.</p>
<p>Dalam proses penanganan, BPBD Kabupaten Malang menurunkan personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menerima laporan, melakukan koordinasi, serta menyusun laporan kejadian bencana. Sejumlah unsur turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari perangkat Kelurahan Dampit hingga masyarakat sekitar.</p>
<p>Sadono menyampaikan bahwa sebagian rumah warga saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan secara mandiri. Namun demikian, masih terdapat kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.</p>
<p>“Kebutuhan utama yang diperlukan saat ini antara lain terpal dan paket sembako untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan,” kata Sadono. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Terseret Arus Palung Laut, Nelayan Balekambang Masih Dalam Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-terseret-arus-palung-laut-nelayan-balekambang-masih-dalam-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-terseret-arus-palung-laut-nelayan-balekambang-masih-dalam-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Tim gabungan melakukan penyisiran dengan pembagian wilayah. Untuk sektor timur, pencarian dilakukan dari Pantai Regent hingga Krambilan. Sektor tengah disisir menggunakan perahu karet dari titik palung laut menuju area Pura Kahyangan Amertha Jati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f0b41e6525.webp" length="29706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 16:01:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>nelayan hilang, Balekambang, pencarian SAR, palung laut, Polres Malang, Bantur, pantai selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>- Seorang nelayan pencari ikan dilaporkan hilang diduga terseret arus palung laut di kawasan Pantai Wisata Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Hingga Minggu (1/2/2026) sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif melalui jalur darat dan laut.</p>
<p>Laporan awal diterima aparat setempat setelah korban bernama Lian Anton, warga Bantur, Kabupaten Malang ini diketahui tidak kembali dari aktivitas mencari ikan di sekitar palung laut. </p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari POLAIRUD, Polsek Bantur, POSAL, Pemerintah Desa Srigonco, Muspika Kecamatan Bantur, TAGANA Kabupaten Malang Korwil Bantur, KSB Bhakti Alam, PMI Kecamatan Bantur, Potensi SAR, serta nelayan setempat langsung diterjunkan ke lokasi.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, lokasi awal korban diduga terseret berada di aluran atau palung laut di sisi selatan Masjid Kamimatulloh, kawasan Pantai Balekambang.</p>
<p>“Korban diduga terseret ombak saat mencari ikan di aluran laut. Lokasi tersebut dikenal memiliki arus yang cukup kuat, sehingga pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujar AKP Bambang Subinajar, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Tim gabungan melakukan penyisiran dengan pembagian wilayah. Untuk sektor timur, pencarian dilakukan dari Pantai Regent hingga Krambilan. Sektor tengah disisir menggunakan perahu karet dari titik palung laut menuju area Pura Kahyangan Amertha Jati.</p>
<p>Sementara sektor barat meliputi Pantai Jembatan Panjang hingga Banyumeneng, Desa Bandungrejo. Penyisiran darat difokuskan sepanjang garis pantai, sedangkan jalur laut menggunakan perahu karet dengan pengawasan ketat kondisi ombak.</p>
<p>“Kami membagi tim ke beberapa sektor agar jangkauan pencarian lebih luas. Personel dari Polri, TNI, SAR, relawan, hingga nelayan turut dilibatkan,” lanjutnya.</p>
<p>Hingga siang hari, korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan gelombang laut di wilayah pantai selatan Malang.</p>
<p>“Pencarian tetap kami lanjutkan secara bertahap dengan evaluasi kondisi di lapangan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar upaya pencarian berjalan optimal,” pungkasnya. (**)</p>
<p><strong>Editor</strong>: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tren Hijab Modern dan Denyut Ekonomi Kepanjen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tren-hijab-modern-dan-denyut-ekonomi-kepanjen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tren-hijab-modern-dan-denyut-ekonomi-kepanjen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran brand fashion muslim berskala nasional di Kepanjen menjadi indikator kesiapan wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, bisnis, dan jasa di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697e003546973.webp" length="29940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 21:45:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hijab Modern, Trend Hijab, Elzatta Kepanjen, Ekonomi Kreatif, Kabupaten Malang, Fashion Muslim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP-</strong> Kepanjen terus menunjukkan geliat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Malang. Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari sektor jasa dan perdagangan, tetapi juga dari tumbuhnya industri fashion muslim yang kini semakin diminati masyarakat.</p>
<p>Fenomena itu tercermin dari dibukanya gerai ke-118 Elzatta di Jalan A. Yani Nomor 86, Banurejo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (31/1/2026) siang. Kehadiran brand hijab nasional tersebut menjadi penanda bahwa tren busana muslim modern telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal.</p>
<p>Di dalam gerai, berbagai koleksi hijab dengan desain sederhana hingga elegan tersusun rapi. Perpaduan warna dan motif yang mengikuti perkembangan zaman memperlihatkan bahwa hijab kini tidak lagi dipandang sekadar kebutuhan religius, melainkan juga ekspresi identitas dan aktivitas perempuan muslim masa kini.</p>
<p>Peresmian gerai Elzatta Kepanjen dilakukan oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib. Dalam kesempatan itu, ia menilai kehadiran Elzatta mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi Kepanjen yang terus berkembang.</p>
<p>“Pertama-tama, saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan sekaligus owner dari Elzatta Kepanjen, yang telah memberikan kesempatan sehingga saya dapat hadir di sini untuk menjalin silaturahmi sekaligus membangun keakraban dengan keluarga besar PT. Bersama Zatta Jaya,” ujar Lathifah, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, kehadiran brand fashion muslim berskala nasional di Kepanjen menjadi indikator kesiapan wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, bisnis, dan jasa di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Saya menilai Grand Opening Elzatta Kepanjen menjadi bukti nyata kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi di Kepanjen yang terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, Wakil Bupati Malang berharap Elzatta tidak hanya menghadirkan produk yang modis dan berkualitas, tetapi juga mampu menjunjung nilai kesopanan serta kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, membuka ruang kemitraan dengan pelaku industri fashion muslim dalam rangka mendorong pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah.</p>
<p>Kehadiran Elzatta Kepanjen juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi lokal. Dalam konteks ini, hijab modern tidak hanya menjadi tren busana, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi dan perubahan sosial di Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Pabrik Tahu di Pakisaji, Polisi Paparkan Kronologi Kejadian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-pabrik-tahu-di-pakisaji-polisi-paparkan-kronologi-kejadian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-pabrik-tahu-di-pakisaji-polisi-paparkan-kronologi-kejadian</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengungkap kronologi ledakan pabrik tahu di Pakisaji Malang yang menewaskan satu pekerja, diduga dipicu tekanan uap berlebih pada ketel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dfdc7519a1.webp" length="95858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 21:16:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ledakan pabrik tahu, Pakisaji Malang, Polres Malang, kecelakaan kerja, peristiwa Malang, berita Malang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kepolisian membeberkan kronologi peristiwa ledakan yang terjadi di sebuah pabrik tahu di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat aktivitas produksi tahu baru dimulai. Korban diketahui bernama Purnomo (46), warga Desa Wajak, Kabupaten Malang, yang bekerja sebagai operator tungku pemanas ketel.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, saat kejadian korban tengah menyalakan tungku ketel pemanas yang berfungsi menghasilkan uap untuk proses produksi tahu.</p>
<p>“Korban saat itu menyalakan tungku ketel menggunakan kayu bakar. Diduga terjadi tekanan uap dan suhu panas berlebih di dalam ketel yang kemudian memicu ledakan,” ujar AKP Bambang Subinajar, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Ledakan yang cukup kuat tersebut menyebabkan korban terpental beberapa meter dari titik ketel. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.</p>
<p>Menindaklanjuti kejadian itu, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi guna melakukan penanganan awal dan pengamanan area sekitar pabrik.</p>
<p>“Petugas Polsek Pakisaji bersama Unit Reskrim dan Tim Inafis Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan,” lanjutnya.</p>
<p>Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dievakuasi dan direncanakan menjalani visum di RS Saiful Anwar, Kota Malang.</p>
<p>AKP Bambang menambahkan, bahwa hingga saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun faktor teknis lainnya.</p>
<p>“Kami masih mendalami peristiwa ini untuk memastikan penyebab utama kejadian. Fokus kami saat ini adalah penyelidikan dan kelengkapan administrasi,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Insiden Pohon Tumbang di Malang, Satu Alami Kerugian Material Jutaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-insiden-pohon-tumbang-di-malang-satu-alami-kerugian-material-jutaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-insiden-pohon-tumbang-di-malang-satu-alami-kerugian-material-jutaan</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras dan angin kencang memicu dua insiden pohon tumbang di Malang, satu menimbulkan kerugian material jutaan rupiah, kini akses jalan normal kembali aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dde43e77a4.webp" length="59572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 18:51:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Dua insiden pohon tumbang terjadi di Kabupaten Malang dalam satu hari akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Salah satu kejadian menimbulkan kerugian material hingga jutaan rupiah, sementara insiden lainnya tidak menimbulkan kerugian maupun korban jiwa, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Insiden pertama terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Raya Sumberpasir, Dusun Krajan RT 10 RW 03, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis. Sebuah pohon asam berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang kurang lebih 12 meter tumbang dan menimpa atap rumah warga serta kabel telekomunikasi, sekaligus menghambat arus lalu lintas di jalur Sumberpasir, Kecamatan Pakis.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa kejadian di Pakis menimbulkan kerugian material cukup signifikan.</p>
<p>“Pohon tumbang menimpa atap rumah warga dan jaringan kabel telekomunikasi. Terdapat tiga rumah terdampak dengan estimasi kerugian material sekitar Rp19 juta,” ujar Sadono, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>BPBD merinci, tiga rumah terdampak masing-masing milik Muslimin dengan satu kepala keluarga tiga jiwa, Panca dengan satu kepala keluarga empat jiwa, serta Mubarok dengan satu kepala keluarga enam jiwa. </p>
<p>Selain kerusakan rumah, pohon tumbang juga menyebabkan gangguan pada kabel Telkom atau jaringan wifi. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan yang masuk, Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan Poslap Tumpang dan unsur terkait untuk melakukan assessment, pemotongan, serta pembersihan pohon tumbang.</p>
<p>Penanganan berlangsung hingga sore hari karena ukuran pohon yang cukup besar dan kondisi cuaca yang masih hujan ringan.</p>
<p>Sementara itu, insiden kedua terjadi sekitar pukul 16.50 WIB di Jalan Hamid Rusdi No. 24, Jatirenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen. Pohon tumbang menutup sebagian badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas.</p>
<p>Sadono menjelaskan, kejadian di Kecamatan Turen tidak menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa.</p>
<p>“Di lokasi Turen tidak ada kerugian material. Pohon tumbang hanya menutup sebagian jalan dan telah dilakukan penanganan,” katanya.</p>
<p>Penanganan dua insiden tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Binamarga, Muspika setempat, perangkat desa, PMI Kabupaten Malang, Poslap Tumpang, SAR Kanjuruhan, pihak telekomunikasi, serta masyarakat sekitar.</p>
<p>Saat ini, akses jalan di kedua lokasi kejadian sudah dapat dilalui kendaraan dan arus lalu lintas kembali normal, sembari pembersihan sisa ranting dan material pohon dilanjutkan oleh petugas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Raksasa Tumbang di Ngantang, Jalur Provinsi Malang Sempat Lumpuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-raksasa-tumbang-di-ngantang-jalur-provinsi-malang-sempat-lumpuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-raksasa-tumbang-di-ngantang-jalur-provinsi-malang-sempat-lumpuh</guid>
<description><![CDATA[ Tantangan berat dihadapi petugas di lapangan karena evakuasi harus dilakukan di tengah kegelapan malam dengan pencahayaan yang sangat terbatas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697d62ad27d6b.webp" length="30508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 09:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>jalan provinsi, pohon tumbang, darurat bencana, bpbd kabupaten malang, ngantang, pujon, jalur malang kediri, hujan deras, respon cepat, keselamatan pengguna jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>—<strong> </strong>Akses jalan yang menghubungkan wilayah Malang dan Kediri lumpuh total pada Jumat (30/1/2026) malam. </p>
<p>Sebuah pohon jenis dadap berduri berukuran raksasa tumbang dan melintang di tengah jalan raya Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, menyusul guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut.</p>
<p>Pohon dengan spesifikasi panjang mencapai 15 meter dan diameter 1,5 meter tersebut menutup seluruh badan jalan, hingga memutus arus lalu lintas dari kedua arah secara permanen selama beberapa jam.</p>
<p>Hujan yang mengguyur sejak sore hari diduga kuat menjadi penyebab utama melemahnya struktur tanah dan akar pohon. </p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden ini.</p>
<p>"Berdasarkan laporan di lapangan, hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang berlangsung sejak sore hari diduga menjadi pemicu tumbangnya pohon tersebut hingga menutup total jalur provinsi di wilayah Ngantang," ujar Sadono, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Laporan darurat diterima oleh Poslap Ngantang pada pukul 22.56 WIB. Kondisi ini sempat menyebabkan antrean panjang kendaraan, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi antarkabupaten di Jawa Timur.</p>
<p>Merespons situasi tersebut, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Malang langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi darurat. </p>
<p>Proses pembersihan material pohon dilakukan dengan melibatkan sinergi lintas sektoral, mulai dari Binamarga Provinsi Jawa Timur, Muspika Ngantang, hingga relawan PMI Kabupaten Malang.</p>
<p>Tantangan berat dihadapi petugas di lapangan karena evakuasi harus dilakukan di tengah kegelapan malam dengan pencahayaan yang sangat terbatas.</p>
<p>"Sekitar pukul 23.54 WIB, akses jalan mulai dapat dilalui dengan sistem buka-tutup, khususnya bagi kendaraan roda empat, mengingat faktor keselamatan dan jarak pandang yang minim di lokasi," tambah Sadono.</p>
<p>Setelah kerja keras petugas selama beberapa jam, seluruh material pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan. Penanganan dinyatakan tuntas sepenuhnya pada Sabtu (31/1/2026) dini hari pukul 02.03 WIB.</p>
<p>Saat ini, jalur Malang–Kediri telah dinyatakan aman dan kembali normal untuk dilalui semua jenis kendaraan. </p>
<p>Kendati demikian, pengguna jalan dihimbau untuk tetap waspada saat melintasi jalur Ngantang–Pujon, terutama saat cuaca ekstrem, mengingat topografi wilayah tersebut yang rawan terjadi pohon tumbang dan longsor. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pejabat Polres Malang Berganti di 2026, Layanan Publik Jadi Penekanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pejabat-polres-malang-berganti-di-2026-layanan-publik-jadi-penekanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pejabat-polres-malang-berganti-di-2026-layanan-publik-jadi-penekanan</guid>
<description><![CDATA[ Ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan tidak boleh menghambat ritme pelayanan publik maupun penanganan perkara yang sedang berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c6c7601c60.webp" length="65028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 14:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab, Polres Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Malang resmi melakukan rotasi besar-besaran di jajaran pejabat utama hingga kapolsek sebagai langkah strategis penguatan organisasi dan regenerasi kepemimpinan. </p>
<p></p>
<p>Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, di lapangan markas komando setempat, Jumat (30/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Mutasi ini menyasar sejumlah posisi krusial, mulai dari sektor reserse kriminal hingga pucuk pimpinan di tingkat polsek, guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Malang tetap kondusif.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pergeseran yang menonjol terjadi pada posisi Kasatreskrim. AKP Hafiz Prasetia Akbar resmi menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Malang menggantikan AKP Muchammad Nur yang mendapatkan penugasan baru di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, polres juga memperkuat penanganan kasus spesifik dengan melantik AKP Yulistiana Sri Iriana sebagai Kasatres PPA dan PPO. </p>
<p></p>
<p>Pembentukan satuan mandiri ini bertujuan untuk mengoptimalkan perlindungan serta penegakan hukum pada kasus yang melibatkan perempuan dan anak.</p>
<p></p>
<p>Di jajaran kepemimpinan wilayah, jabatan Kapolsek Turen kini diemban oleh Kompol Irwan Tjatur Prambudi, menggantikan AKBP Ainun Djariyah yang telah memasuki masa purna tugas. Sementara itu, AKP Achmad Zainuddin resmi menahkodai Polsek Singosari, dan AKP Achmad Zaini dipercaya memimpin Polsek Wajak.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan bahwa rotasi ini merupakan mekanisme organisasi yang lumrah demi menjaga kesinambungan fungsi kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Rotasi adalah hal biasa dalam organisasi. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan kinerja tidak boleh menurun sedikit pun," tegas AKBP Taat usai memimpin upacara, Jumat (30/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Kapolres juga menginstruksikan kepada seluruh pejabat baru untuk segera melakukan akselerasi dan adaptasi di wilayah tugas masing-masing. </p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan tidak boleh menghambat ritme pelayanan publik maupun penanganan perkara yang sedang berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Pejabat baru harus segera menyesuaikan diri dan memahami karakteristik wilayahnya guna memastikan stabilitas kamtibmas terjaga, terutama dalam memberikan rasa aman bagi warga Malang," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Selter JPTP Pemkab Malang Dibuka, Tarik Peminat Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-selter-jptp-pemkab-malang-dibuka-tarik-peminat-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-selter-jptp-pemkab-malang-dibuka-tarik-peminat-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Dari tiga pendaftar pada jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dua di antaranya berasal dari kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b72d656719.webp" length="37368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 22:16:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Pemkab, JPTP, BKPSDM, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Seleksi Terbuka (Selter) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Malang mulai menarik peminat dari luar daerah, ditandai dengan adanya pendaftar dari Sumatera Utara pada hari ketiga pembukaan seleksi, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Pembukaan seleksi tersebut diumumkan secara resmi pada Senin (26/1/2026) melalui Surat Pengumuman Nomor 2/PANSEL/JPTP-MLG/I/2026 yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Malang sekaligus Sekretaris Daerah, Budiar.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, memaparkan perkembangan pendaftaran hingga hari ketiga pelaksanaan seleksi.</p>
<p>“Progres pendaftaran Selter JPT Pratama sampai hari ketiga, untuk jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja terdapat satu pendaftar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup tiga pendaftar, sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan masih nihil,” ujar Nurman, melalui pesan singkat kepada Suarajatimpost.com, Kamis (29/1/2026) malam.</p>
<p>Nurman mengungkapkan, dari tiga pendaftar pada jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dua di antaranya berasal dari kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. </p>
<p>Hal tersebut menunjukkan bahwa seleksi terbuka JPT Pratama di Kabupaten Malang mulai mendapat perhatian dari aparatur sipil negara lintas daerah.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa panitia seleksi belum dapat mengumumkan identitas para pendaftar, mengingat masa pendaftaran masih berlangsung hingga 9 Februari 2026.</p>
<p>“Untuk nama-nama peserta belum bisa kami sampaikan sekarang karena pendaftaran masih dibuka sampai 9 Februari 2026,” katanya.</p>
<p>Seleksi terbuka JPTP ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS beserta perubahannya, serta Peraturan Menpan RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif.</p>
<p>Adapun tiga jabatan yang dibuka dalam seleksi tersebut meliputi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.</p>
<p>Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman asnkarier.bkn.go.id mulai 26 Januari hingga 9 Februari 2026. Selain pendaftaran online, pelamar juga diwajibkan mengunggah dokumen persyaratan administrasi dalam bentuk softcopy serta mengirimkan berkas lamaran <em>hardcopy</em> ke Sekretariat Panitia Seleksi di Kantor BKPSDM Kabupaten Malang.</p>
<p>Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak, uji kompetensi atau asesmen, penulisan dan presentasi makalah, serta wawancara. Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 12 Februari 2026, sedangkan pengumuman hasil akhir akan disampaikan pada 5 Maret 2026 melalui laman resmi BKPSDM Kabupaten Malang.</p>
<p>Panitia seleksi menegaskan seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya, serta keputusan panitia bersifat final dan mengikat.</p>
<p>Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, dan tanggapan terhadap peserta seleksi selama proses seleksi berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Perum Citra Raya Pakisaji Malang Sempat Terhambat Akibat Pohon Tumbang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-perum-citra-raya-pakisaji-malang-sempat-terhambat-akibat-pohon-tumbang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-perum-citra-raya-pakisaji-malang-sempat-terhambat-akibat-pohon-tumbang</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan jika menemukan kondisi pohon rawan tumbang di lingkungan sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b2f491e2c2.webp" length="90976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 18:20:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pohon tumbang, Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Akses jalan di Perumahan Citra Raya, Dusun Jatirejo, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, sempat terhambat akibat pohon tumbang yang terjadi pada Kamis (29/1/2026) siang. Kejadian tersebut dipicu hujan deras yang disertai angin kencang sejak siang hari.</p>
<p>Peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB di area gerbang perumahan. Pohon jenis tabebuya dengan diameter sekitar satu meter dan tinggi kurang lebih 12 meter roboh dan menutup sebagian akses jalan warga.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang masuk ke Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang.</p>
<p>“Begitu menerima laporan dari warga, tim Pusdalops langsung berkoordinasi dan mengerahkan TRC PB ke lokasi untuk melakukan assessment dan pembersihan,” ujar Sadono Irawan, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Sadono menyampaikan, penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan akses warga tidak terganggu terlalu lama. Proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang melibatkan unsur BPBD, Muspika Pakisaji, perangkat desa, pihak swasta, serta masyarakat sekitar.</p>
<p>“Penanganan selesai sekitar pukul 15.01 WIB dan akses jalan di Perumahan Citra Raya sudah dapat dilalui kembali. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian ini,” ujarnya.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan jika menemukan kondisi pohon rawan tumbang di lingkungan sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Malang: Potensi Lokal Desa Harus Tetap Bergerak di tengah Efisiensi Anggaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-malang-potensi-lokal-desa-harus-tetap-bergerak-di-tengah-efisiensi-anggaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-malang-potensi-lokal-desa-harus-tetap-bergerak-di-tengah-efisiensi-anggaran</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini dinilai positif, namun di sisi lain mengurangi porsi belanja langsung desa untuk sektor lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b281f44631.webp" length="50250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 16:42:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Tumpang, Musrenbang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memangkas Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) sebesar Rp644 miliar berdampak langsung pada menyempitnya ruang fiskal Pemerintah Kabupaten Malang, termasuk berkurangnya Dana Desa. </p>
<p>Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tumpang, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Pemangkasan anggaran tersebut dinilai tidak hanya menekan belanja pemerintah daerah, tetapi juga memaksa desa-desa melakukan penyesuaian besar dalam menentukan prioritas pembangunan. </p>
<p>Dalam situasi ini, Musrenbang dinilai menjadi forum krusial untuk memastikan pembangunan desa tetap berjalan secara produktif.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menegaskan, Musrenbang tahun ini memiliki peran strategis karena desa tidak lagi memiliki ruang fiskal yang longgar seperti tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi TKD berdampak langsung pada belanja daerah dan Dana Desa, sehingga desa harus lebih rasional dalam menyusun program pembangunan.</p>
<p>“Musrenbang ini adalah bagian penting dari bagaimana desa mengatur ruang fiskalnya. Dengan adanya efisiensi TKD sebesar Rp644 miliar, otomatis belanja daerah ikut terdampak, termasuk Dana Desa,” ujar Amarta Faza, Kamis (29/1/2026) disela agenda Musrenbang di Kecamatan Tumpang.</p>
<p>Menurutnya, sebelum kebijakan efisiensi diterapkan, rata-rata desa di Kabupaten Malang memiliki Dana Desa di kisaran Rp1 miliar lebih. Namun saat ini, banyak desa hanya memiliki ruang anggaran sekitar Rp200 hingga Rp300 juta.</p>
<p>“Ini jelas menjadi beban baru bagi kepala desa. Ruang fiskal mereka menyempit, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi,” kata Faza sapaan akrabnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Faza mengungkapkan bahwa sebagian Dana Desa kini diarahkan untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.</p>
<p>Kebijakan ini dinilai positif, namun di sisi lain mengurangi porsi belanja langsung desa untuk sektor lain.</p>
<p>Ia menilai kondisi tersebut menuntut kepala desa lebih kreatif dan disiplin dalam mengelola anggaran agar tetap berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Dengan adanya KDMP, tentu ada porsi Dana Desa yang dialihkan. Maka desa harus benar-benar memilih program yang produktif dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.</p>
<p>Dia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang mengambil langkah strategis dengan melakukan efisiensi pada belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, sementara belanja pembangunan tetap dipertahankan.</p>
<p>Belanja tidak langsung seperti gaji pegawai tidak bisa dilakukan pemangkasan, namun belanja lain yang dinilai kurang produktif dilakukan penyesuaian.</p>
<p>“Belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti perjalanan dinas dan ATK itu yang kita efisiensikan. Tapi belanja pembangunan tetap kita jaga,” tegasnya.</p>
<p>“Infrastruktur adalah belanja yang langsung dirasakan masyarakat. Ini tetap menjadi prioritas,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam konteks keterbatasan anggaran, Faza mendorong desa-desa untuk fokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal sebagai upaya memperluas ruang fiskal desa.</p>
<p>Ia menyebut berbagai potensi yang bisa dioptimalkan, mulai dari tanah kas desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pariwisata, hingga penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p>“Kepala desa harus berkonsentrasi pada pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kurangi belanja ATK dan perjalanan dinas, dan prioritaskan program yang selaras dengan RPJMN, RPJMD, dan RPJM Provinsi,” katanya.</p>
<p>“Kalau desa punya potensi pariwisata, maksimalkan. Kalau BUMDes-nya prospektif, dorong terus. Itu semua bisa menambah ruang fiskal desa,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Tumpang, Hendra Tritjahjono, menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan bertujuan menyaring dan menguatkan usulan prioritas desa agar tetap terakomodasi meski dalam kondisi efisiensi anggaran.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa seluruh usulan telah dibahas di tingkat desa dan kemudian dipertajam di tingkat kecamatan agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Usulan ini sudah dibahas di tingkat desa. Di kecamatan kita kuatkan lagi agar benar-benar proyek yang dibutuhkan masyarakat mendapat prioritas,” ujar Hendra.</p>
<p>Menurutnya, Kecamatan Tumpang memiliki potensi strategis yang dapat menjadi pengungkit ekonomi, mulai dari pariwisata, pertanian unggulan, hingga kekuatan budaya lokal.</p>
<p>“Tumpang adalah pintu masuk kawasan wisata Bromo Tengger Semeru. Kita juga punya dua candi, budaya yang kuat, dan pertanian yang luar biasa. Bahkan beras Tumpang sudah dikenal luas sebagai penyangga stok pangan,” jelasnya.</p>
<p>Ia meyakini, jika potensi tersebut dikembangkan secara terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat Tumpang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rakor Perdana AKBP Taat, Pengamanan Jelang Arema FC Vs Persijap Ditekankan Humanis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rakor-perdana-akbp-taat-pengamanan-jelang-arema-fc-vs-persijap-ditekankan-humanis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rakor-perdana-akbp-taat-pengamanan-jelang-arema-fc-vs-persijap-ditekankan-humanis</guid>
<description><![CDATA[ Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan gangguan kamtibmas, pengendalian penggunaan flare dan petasan, antisipasi konvoi liar, serta mencegah potensi gesekan antarsuporter. Selain itu, pengamanan tim tamu menjadi perhatian sejak kedatangan hingga kepulangan dari wilayah Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979e7366c0ed.webp" length="34454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 18:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Arema vs Persijap, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi memimpin rapat koordinasi eksternal pengamanan pertandingan Arema FC yang kali ini menghadapi Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan. </p>
<p>Rakor tersebut menjadi langkah awal kepemimpinannya dalam memastikan pelaksanaan laga BRI Super League musim 2025/2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.</p>
<p>Rapat koordinasi digelar di Aula Polres Malang, Rabu (28/1/2026), dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Brimob, Denpom, manajemen Arema FC, panitia pelaksana pertandingan, steward, serta instansi pendukung lainnya.</p>
<p>Pertandingan Arema FC kontra Persijap Jepara dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. </p>
<p>Meski masuk dalam kategori risiko rendah, Polres Malang tetap melakukan pemetaan potensi kerawanan sejak awal.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, rakor eksternal menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan pertandingan sepak bola, khususnya di Stadion Kanjuruhan.</p>
<p>“Ini merupakan rakor eksternal pertama yang saya pimpin terkait pengamanan pertandingan Arema FC. Saya ingin memastikan seluruh unsur memahami tugas dan perannya masing-masing agar pengamanan berjalan sesuai rencana,” ujar AKBP Taat, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan gangguan kamtibmas, pengendalian penggunaan flare dan petasan, antisipasi konvoi liar, serta mencegah potensi gesekan antarsuporter. Selain itu, pengamanan tim tamu menjadi perhatian sejak kedatangan hingga kepulangan dari wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam arahannya, Kapolres Malang menekankan agar seluruh rencana pengamanan yang telah disusun dapat diterapkan secara konsisten di lapangan dengan mengedepankan satu komando dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur.</p>
<p>“Apa yang direncanakan dalam rakor ini harus benar-benar dilaksanakan saat hari pertandingan. Pengamanan dilakukan secara terukur, satu komando, dan mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi kewaspadaan,” tegasnya.</p>
<p>AKBP Taat juga mengingatkan agar seluruh personel pengamanan tidak membawa senjata api serta mengedepankan cara-cara persuasif dalam berinteraksi dengan suporter.</p>
<p>Rapat koordinasi ditutup dengan dialog interaktif antarinstansi guna memastikan kesiapan masing-masing unsur dalam mendukung pengamanan pertandingan Arema FC melawan Persijap Jepara.</p>
<p>“Kami ingin pertandingan ini dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak. Keselamatan penonton, pemain, dan seluruh elemen yang terlibat menjadi prioritas utama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Madakaripura Bantur Kembali Difungsikan, Akses Dua Desa di Malang Pulih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-madakaripura-bantur-kembali-difungsikan-akses-dua-desa-di-malang-pulih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-madakaripura-bantur-kembali-difungsikan-akses-dua-desa-di-malang-pulih</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang menyiapkan penanganan lanjutan berupa peningkatan jalan dari sisi jembatan menuju arah pasar guna mendukung aktivitas ekonomi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979d29b4a236.webp" length="89768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 16:59:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Bantur, Jembatan Madakaripura, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Jembatan Madakaripura di Dusun Sumberagung RT 37 RW 9, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, yang sebelumnya ambrol akibat bencana pada akhir 2024, kini kembali difungsikan sebagai akses strategis penghubung Desa Sumberagung dan Desa Bandungrejo, setelah dibangun ulang oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.</p>
<p>Bupati Malang menyampaikan bahwa pembangunan ulang Jembatan Madakaripura merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang berkeadilan dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat perdesaan yang terdampak bencana.</p>
<p>“Pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan, tidak sekadar membangun fisik, tetapi menjadi simbol keterhubungan wilayah yang memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar,” ujar Bupati Malang, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Bupati Malang menjelaskan, ambrolnya jembatan pada akhir 2024 sempat menghambat aktivitas warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan akses layanan publik. Oleh karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p>“Dengan hadirnya jembatan ini, hambatan mobilitas masyarakat dapat terurai dan aktivitas warga menjadi lebih aman, lancar, serta efisien. Jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati Malang menegaskan bahwa akses yang lebih baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan produk UMKM desa sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara bersama-sama.</p>
<p>“Infrastruktur yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tandasnya, Rabu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan Jembatan Madakaripura dilakukan setelah jembatan lama ambrol akibat bencana pada akhir November hingga Desember 2024.</p>
<p>“Kondisi awal jembatan lama berupa jembatan pelengkung dari pasangan batu dengan lebar sekitar dua meter. Saat bencana akhir 2024, jembatan tersebut ambrol pada satu sisi di bagian hulu sehingga tidak lagi dapat dilalui,” jelas Khoirul Isnaidi Kusuma.</p>
<p>Ia menambahkan, jembatan yang kini dibangun memiliki lebar sekitar tiga meter, dengan akses jalan menuju jembatan yang dilebarkan hingga 5,2 meter. Selain itu, dilakukan pengecoran jalan jembatan sepanjang 41 meter, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 25 meter, serta saluran sepanjang 17 meter secara keseluruhan.</p>
<p>“Jembatan ini menjadi penghubung penting antara Desa Sumberagung dan Desa Bandungrejo, sekaligus jalur alternatif yang cukup sering dilalui masyarakat,” ujar Oong sapaan karibnya.</p>
<p>Oong juga menyampaikan bahwa Pemkab Malang menyiapkan penanganan lanjutan berupa peningkatan jalan dari sisi jembatan menuju arah pasar guna mendukung aktivitas ekonomi warga. </p>
<p>Untuk pekerjaan jembatan tersebut, dialokasikan anggaran sekitar Rp500 juta dari APBD yang direalisasikan tahun ini.</p>
<p>Bupati Malang menyebut ada tambahan alokasi sekitar Rp250 juta untuk rabat beton jalan utama di sekitar jembatan hingga Pasar Krekel dan pasar Sumbermanjing Kulon yang bakal dikerjakan tahun 2026 ini.</p>
<p>Peresmian Jembatan Madakaripura dilaksanakan secara sederhana bersama warga setempat melalui tumpengan. </p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan akan terus mendorong sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerusakan Akibat Gempa Pacitan di Malang Selatan Terkategori Ringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerusakan-akibat-gempa-pacitan-di-malang-selatan-terkategori-ringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerusakan-akibat-gempa-pacitan-di-malang-selatan-terkategori-ringan</guid>
<description><![CDATA[ Di Desa Tambakrejo dua unit rumah terdampak di Dusun Tamban, RT 11 RW 04 dan RT 04 RW 04. Kerusakan berupa tembok samping yang ambruk. Sementara di Desa Tambakasri satu unit rumah di Dusun Sumberkembang RT 42 RW 06 dilaporkan mengalami keretakan pada struktur dinding. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979504f192de.webp" length="12352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 08:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gempa Bumi, Pacitan, Malang Selatan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memastikan dampak guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,7 yang berpusat di Pacitan pada Selasa (27/1/2026) tidak menimbulkan kerusakan masif. </p>
<p>Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPBD, sejumlah hunian warga di wilayah Malang Selatan hanya mengalami kerusakan berskala ringan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa hingga Rabu (28/1/2026), hasil verifikasi di lapangan menunjukkan dampak gempa terkonsentrasi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.</p>
<p>"Data sementara yang kami himpun hingga malam tadi menunjukkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Sadono saat dikonfirmasi.</p>
<p>Berdasarkan laporan resmi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, sebaran kerusakan rumah warga mencakup dua desa di wilayah pesisir selatan. </p>
<p>Di Desa Tambakrejo dua unit rumah terdampak di Dusun Tamban, RT 11 RW 04 dan RT 04 RW 04. Kerusakan berupa tembok samping yang ambruk. Sementara di Desa Tambakasri satu unit rumah di Dusun Sumberkembang RT 42 RW 06 dilaporkan mengalami keretakan pada struktur dinding.</p>
<p>Gempa yang terjadi pada Selasa pagi pukul 08.20 WIB tersebut berpusat di darat, 24 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer. </p>
<p>Meski titik pusat berada di Pacitan, rambatan gelombang seismik dirasakan cukup kuat di wilayah Malang Selatan.</p>
<p>Saat ini, BPBD bersama perangkat desa setempat masih melakukan pemantauan intensif. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya laporan kerusakan tersembunyi yang belum terdata oleh warga.</p>
<p>"Petugas kami tetap disiagakan di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan serta pemantauan pascabencana. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kondisi bangunan yang mengalami keretakan," tutup Sadono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Anggarkan Rp1,3 Miliar untuk Hibah Pesantren, Bulan April Cair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-anggarkan-rp13-miliar-untuk-hibah-pesantren-bulan-april-cair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-anggarkan-rp13-miliar-untuk-hibah-pesantren-bulan-april-cair</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, tercatat sebanyak 52 Ponpes di seluruh wilayah Kabupaten Malang telah masuk dalam proses verifikasi. Dari jumlah tersebut, 23 lembaga dinyatakan telah memenuhi syarat dan siap merealisasikan bantuan dalam waktu dekat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978522006bf4.webp" length="64716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 13:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hibah, Ponpes, Kabupaten Malang, APBD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) resmi memulai proses penyaluran dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) tahun anggaran 2026. </p>
<p>Dengan total alokasi mencapai Rp1,3 miliar, pemkab memperketat proses verifikasi administrasi dan lapangan guna memastikan transparansi serta ketepatan sasaran.</p>
<p>Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo, menegaskan bahwa tahun ini pihaknya menerapkan standar pengawasan yang lebih ketat sejak tahapan awal. </p>
<p>Verifikasi disebutnya tidak hanya menyasar kelengkapan dokumen, tetapi juga keabsahan izin operasional (Ijop) lembaga.</p>
<p>"Kami mulai menertibkan dari awal. Proposal harus diverifikasi secara administrasi maupun lapangan untuk memberikan kepastian hukum sebelum diajukan penetapan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati," kata Agus Widodo, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko administratif dan memastikan bahwa lembaga penerima benar-benar memiliki eksistensi serta legalitas yang diakui negara.</p>
<p>Bakesbangpol menargetkan dana hibah tersebut sudah dapat diterima oleh para pengelola Ponpes pada triwulan kedua tahun ini. </p>
<p>Namun, penyaluran akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja (RKAS).</p>
<p>"Jika tidak ada kendala, Insyaallah bulan April atau Mei sudah bisa cair. Prosesnya dilakukan secara bertahap dan mengantre karena sistem kami per triwulan," lanjut Agus.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas (Kesbao) Bakesbangpol, Junaidi, merinci bahwa besaran hibah ditetapkan sebesar Rp25 juta per lembaga. </p>
<p>Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening pemilik atau pengelola Ponpes untuk menjamin keamanan transaksi.</p>
<p>Hingga saat ini, tercatat sebanyak 52 Ponpes di seluruh wilayah Kabupaten Malang telah masuk dalam proses verifikasi. Dari jumlah tersebut, 23 lembaga dinyatakan telah memenuhi syarat dan siap merealisasikan bantuan dalam waktu dekat.</p>
<p>"Terdapat kurang lebih 50 lembaga yang sedang diverifikasi tahap awal. Kami harus teliti, terutama mengecek apakah izin operasionalnya masih berlaku atau tidak. Dari 52 yang diproses, 23 sudah siap realisasi," jelas Junaidi.</p>
<p>Pasca-pencairan, Bakesbangpol juga akan menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan penggunaan dana hibah sesuai dengan peruntukan yang telah diajukan dalam proposal. </p>
<p>"Kami berharap bantuan ini dapat menunjang kualitas pendidikan dan sarana prasarana pesantren di Kabupaten Malang," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gempa M 5,7 di Pacitan Akibatkan Dua Rumah di Malang Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gempa-m-57-di-pacitan-akibatkan-dua-rumah-di-malang-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gempa-m-57-di-pacitan-akibatkan-dua-rumah-di-malang-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Dua hunian yang terdampak di antaranya milik Susana, warga RT 11 RW 04, dengan kerusakan berupa tembok samping rumah yang jebol. Selain itu, rumah milik Yuwinantyo di RT 04 RW 04 dilaporkan mengalami keretakan serius pada dinding bangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69784930845ee.webp" length="34982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 12:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gempa, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,7 mengguncang wilayah Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB juga berdampak pada kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Malang. </p>
<p>Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dua rumah warga di wilayah selatan dilaporkan mengalami kerusakan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa dampak getaran gempa paling signifikan di Kabupaten Malang sejauh ini dilaporkan terjadi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.</p>
<p>"Hingga saat ini, data sementara menunjukkan dua unit rumah warga di Desa Tambakrejo mengalami kerusakan ringan. Perangkat desa setempat masih terus melakukan pendataan mendalam di lapangan untuk menyisir kemungkinan dampak lainnya," ujar Sadono, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Dua hunian yang terdampak di antaranya milik Susana, warga RT 11 RW 04, dengan kerusakan berupa tembok samping rumah yang jebol. Selain itu, rumah milik Yuwinantyo di RT 04 RW 04 dilaporkan mengalami keretakan serius pada dinding bangunan.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pukul 08.20 WIB tersebut berpusat di darat, tepatnya 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur. </p>
<p>Dengan kedalaman 122 kilometer, getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga merambah wilayah pesisir selatan Malang.</p>
<p>Sadono memastikan bahwa hingga laporan sementara ini disusun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut. </p>
<p>BPBD Kabupaten Malang saat ini telah meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa dan relawan di tingkat kecamatan untuk memastikan penanganan darurat berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>"Kami terus berkoordinasi secara intensif dan akan memperbarui informasi sesuai dengan perkembangan laporan verifikasi dari tim di lapangan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran Infrastruktur Kabupaten Malang Dipangkas Rp55 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-infrastruktur-kabupaten-malang-dipangkas-rp55-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-infrastruktur-kabupaten-malang-dipangkas-rp55-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Penurunan alokasi Dana Transfer Daerah (TKD) mengakibatkan pagu anggaran Dinas PU Bina Marga merosot dari semula Rp340 miliar menjadi di bawah Rp300 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697847fd09fce.webp" length="57660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 12:10:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PU Binamarga, Kabupaten Malang, Inpres, Efisiensi Anggaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kebijakan efisiensi anggaran nasional ternyata berdampak serius terhadap sektor pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang. </p>
<p>Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang melaporkan adanya penyusutan anggaran sebesar Rp55 miliar untuk tahun anggaran 2026, yang memaksa pemerintah daerah melakukan reorientasi strategi pembangunan.</p>
<p>Penurunan alokasi Dana Transfer Daerah (TKD) mengakibatkan pagu anggaran Dinas PU Bina Marga merosot dari semula Rp340 miliar menjadi di bawah Rp300 miliar. </p>
<p>Penyesuaian besar pada belanja infrastruktur ini dipicu oleh kebijakan fiskal pusat yang mengharuskan efisiensi di tingkat daerah.</p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyebut bahwa pengurangan tersebut tidak akan menghentikan keberlanjutan proyek infrastruktur, meskipun akan dilakukan penyesuaian ritme pekerjaan.</p>
<p>"Dampak pemotongan TKD dan efisiensi anggaran memang memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian. Di Dinas PU Bina Marga, terjadi pemangkasan sekitar Rp55 miliar dari pagu awal Rp340 miliar. Tahun ini anggaran infrastruktur menjadi kurang dari Rp300 miliar," ujar Khairul saat mendampingi kunjungan Bupati Malang di SMPN 1 Tumpang, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Untuk menyiasati keterbatasan fiskal, sambung dia, Dinas PU Bina Marga menetapkan skala prioritas dengan fokus utama pada pemeliharaan dan pembangunan ruas jalan poros strategis. Jalur penghubung ekonomi seperti ruas Kepanjen–Pagak dan Donomulyo–Kalipare menjadi perhatian utama dalam skema pembangunan tahun ini.</p>
<p>Dinas PU Bina Marga juga telah mengusulkan anggaran khusus sebesar Rp60 miliar untuk penanganan ruas Kepanjen–Pagak. </p>
<p>Khairul menjelaskan bahwa jika usulan tersebut disetujui melalui pembiayaan pusat, alokasi anggaran daerah yang tersedia dapat dialihkan secara fleksibel ke titik-titik kerusakan lain yang bersifat mendesak.</p>
<p>Selain jalan poros, pemerintah daerah tetap berkomitmen menangani jalan pendukung atau jalan sirip. </p>
<p>"Walaupun jalan poros dikerjakan pusat, jalan siripnya tetap kita kerjakan. Contohnya ruas Gondanglegi menuju Balekambang, itu banyak titik yang akan tetap kita tangani," terang Khairul.</p>
<p>Meski berada di bawah tekanan keterbatasan anggaran, Dinas PU Bina Marga menyatakan optimismenya bahwa target pembangunan infrastruktur tetap dapat tercapai secara substansial. </p>
<p>Melalui pengaturan ritme pekerjaan yang efektif, diharapkan dampak dari penghematan anggaran ini tetap memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas masyarakat.</p>
<p>"<em>Insyaallah</em> 80 persen infrastruktur bisa terlaksana. Memang harus dilakukan secara bertahap, namun kami pastikan pembangunan tetap berjalan,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Pertimbangkan Merger SD Minim Murid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pertimbangkan-merger-sd-minim-murid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pertimbangkan-merger-sd-minim-murid</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan menjadi prioritas penggabungan dengan sekolah terdekat melalui kajian teknis dan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697766d0c77b7.webp" length="87580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 22:02:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kebijakan, merger, SDN minim siswa, Kabupaten Malang, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mematangkan kebijakan penggabungan (merger) sekolah dasar dengan jumlah murid minim sekaligus melakukan standarisasi pengembangan sekolah unggulan.</p>
<p>Langkah tersebut ditegaskan Bupati Malang Drs. HM Sanusi, saat meninjau sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Tumpang, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebijakan penataan sekolah berjalan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan, termasuk pemerataan mutu layanan pendidikan dasar dan menengah.</p>
<p>Dalam agenda tersebut, Bupati Malang mengunjungi SDN 1 Pulungdowo yang memiliki 51 siswa, SDN 1 Tumpang sebagai sekolah rujukan literasi budaya, serta SMPN 1 Tumpang yang dikembangkan sebagai sekolah unggulan berbasis budaya, agrobisnis, dan lingkungan.</p>
<p>Di SDN 1 Pulungdowo, Bupati Malang menegaskan bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan menjadi prioritas penggabungan dengan sekolah terdekat melalui kajian teknis dan sosial.</p>
<p>“Kebijakan ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Kami mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah,” tegas Bupati Malang, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Sementara itu, di SDN 1 Tumpang, Bupati Malang menekankan pentingnya standarisasi mutu pendidikan sebagai bagian dari penguatan sekolah unggulan. Pemerintah daerah menargetkan nilai kelulusan rata-rata minimal 9 sebagai indikator peningkatan kualitas pendidikan.</p>
<p>“Target ini harus merata di seluruh satuan pendidikan dan dituntaskan 100 persen pada tahun 2026,” ujarnya.</p>
<p>Pada kunjungan di SMPN 1 Tumpang, Bupati Malang meresmikan Ruang Kelas Baru Tahun Anggaran 2025 sekaligus memperkuat komitmen sekolah melalui deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Anti Perundungan.</p>
<p>Ia menyebut, kebijakan tersebut akan dikembangkan di sekolah lain dengan SMPN 1 Tumpang sebagai model penguatan sekolah unggulan.</p>
<p>“SMPN 1 Tumpang kami dorong menjadi contoh, tidak hanya dari fasilitas, tetapi dari budaya sekolah dan capaian hasil,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Pulungdowo enggan untuk diwawancara awak media terkait kurangnya murid dan kebijakan apabila merger dilakukan.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Tumpang, Umi Chapsah, menyampaikan, arahan kebijakan dan evaluasi langsung menjadi motivasi bagi sekolah untuk mempercepat transformasi mutu pendidikan.</p>
<p>“Kami fokus pada penguatan akademik, digital IT, serta pembiasaan positif melalui agrosayur, coding, dan budaya. Target kami menambah jumlah siswa bernilai di atas 90 dan mendorong lebih banyak lulusan masuk SMA Taruna Nusantara,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Terdampak Bendungan Lahor Soroti E&amp;Toll Berbiaya, PJT I Sebut Kebijakan Sedang Dievaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-terdampak-bendungan-lahor-soroti-e-toll-berbiaya-pjt-i-sebut-kebijakan-sedang-dievaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-terdampak-bendungan-lahor-soroti-e-toll-berbiaya-pjt-i-sebut-kebijakan-sedang-dievaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Pihak pendemo nilai kebijakan kartu member yang mewajibkan biaya perpanjangan dan penggantian kartu tidak sejalan dengan makna pembebasan tarif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69776428ed7e1.webp" length="63428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 21:17:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Bendungan Karangkates, Aksi Demo, Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Selorejo, Kecamatan Kromengan, Portal Elektronik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kebijakan penerapan portal E-toll di kawasan Bendungan Lahor alias bendungan Karangkates menuai penolakan dari masyarakat terdampak.</p>
<p>Ratusan warga dari Kecamatan Sumberpucung, Selorejo, dan Dusun Rekesan menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembebasan tarif secara penuh, karena sistem kartu yang disebut gratis dinilai masih membebani warga, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Aksi tersebut dikoordinatori oleh Rahman Arifin yang menyampaikan bahwa tuntutan warga berangkat dari kondisi nyata masyarakat sekitar bendungan yang setiap hari harus melintas di wilayahnya sendiri.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan kartu member yang mewajibkan biaya perpanjangan dan penggantian kartu tidak sejalan dengan makna pembebasan tarif.</p>
<p>“Keinginan masyarakat itu sederhana, warga sekitar dan yang terdampak diberikan kartu gratis,” ujar Rahman Arifin, Senin siang (26/6/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, kartu gratis yang beredar saat ini memiliki masa berlaku terbatas dan harus diperbarui setiap enam bulan dengan biaya tertentu. Kondisi tersebut dinilai justru menambah beban ekonomi warga.</p>
<p>“Enam bulan harus memperbarui dengan biaya Rp35 ribu. Kalau kartu hilang, biayanya Rp100 ribu. Bagi kami itu bukan gratis,” ungkapnya.</p>
<p>Rahman menegaskan, perjuangan warga melalui demonstrasi aksi damai ini, bukan semata soal tarif, melainkan menyangkut hak sosial atas wilayah yang sejak lama menjadi ruang hidup masyarakat dan kini terdampak pembangunan bendungan.</p>
<p>“Di sana ada tanahnya leluhur kami, sekarang untuk lewat saja harus bayar,” katanya.</p>
<p>Dalam aksi damai tersebut, massa juga menyatakan sikap melalui pembubuhan tanda tangan pada kain putih sebagai simbol penolakan atas kebijakan yang dinilai belum adil. Warga meminta adanya kejelasan sikap dari pihak pengelola dalam waktu dekat.</p>
<p>“Diterima atau tidak, yang penting ada jawaban jelas. Kita tunggu batas waktunya,” tegas Rahman.</p>
<p>Adapun lima tuntutan yang disampaikan massa meliputi penerapan SOP petugas portal yang humanis, pembebasan pungutan bagi pelajar, angkutan umum Malang–Blitar, warga terdampak Bendungan Lahor, serta pelaku UMKM di kawasan Sumberpucung, Selorejo, dan Rekesan.</p>
<p>Massa juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah lebih besar jika tuntutan tidak direspons dalam 15 kali 24 jam.</p>
<p>Menanggapi aksi tersebut, Kasub Divisi Pengusahaan 2 WS Brantas Perum Jasa Tirta I, Batu Sakti, menyatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi internal. Ia mengakui bahwa kebijakan E-toll Bendungan Lahor telah memasuki fase peninjauan.</p>
<p>“Memang sudah waktunya dilakukan evaluasi. Setelah berjalan sekian waktu, tentu kita lihat apa yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 3.700 kartu member telah dibagikan kepada masyarakat terdampak, terdiri dari berbagai klasifikasi. Menurutnya, sistem E-toll diterapkan untuk memastikan pencatatan kendaraan dan retribusi berjalan akuntabel.</p>
<p>“Yang ingin kami kontrol adalah lalu lintas kendaraan agar bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tanpa media kartu, sulit membedakan warga dan pengguna dari luar,” jelasnya.</p>
<p>Batu Sakti menambahkan, biaya kartu merupakan bagian dari operasional sistem yang digunakan bersama, dengan tujuan menciptakan pendapatan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>“Ini supaya pendapatan yang masuk benar-benar akuntabel,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya sistem E-toll, setoran retribusi ke Bapenda Kabupaten Malang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan sistem manual sebelumnya.</p>
<p>“Hasilnya jauh meningkat dan manfaatnya bisa dilihat dari fasilitas yang sudah terpasang di sepanjang jalur bendungan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, pengelola portal Lahor, Ismail, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis kartu member, yakni kartu gold yang bersifat gratis dan kartu prabayar. Kartu gold didistribusikan melalui pemerintah desa kepada warga dalam radius tertentu.</p>
<p>“Yang gold itu benar-benar gratis dan dibagikan satu pintu melalui kelembagaan desa,” jelasnya.</p>
<p>Sedangkan kartu prabayar dikenakan biaya awal pada bulan pertama, dengan ketentuan berbeda berdasarkan jarak tempat tinggal pengguna. Untuk masyarakat umum, pembayaran dilakukan menggunakan E-toll dengan tarif Rp1.000 bagi kendaraan roda dua dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat setiap kali melintas.</p>
<p>“Yang di luar radius desa terdampak tarifnya berbeda, tapi iuran bulanannya tetap Rp15 ribu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Akses Desa Banjararum hingga Tirtomoyo Malang Bakal Mulus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-akses-desa-banjararum-hingga-tirtomoyo-malang-bakal-mulus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-akses-desa-banjararum-hingga-tirtomoyo-malang-bakal-mulus</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan jalan Banjararum hingga Tirtomoyo sudah masuk perencanaan tahun ini dan tinggal menunggu tahapan pengadaan barang dan jasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774ab092d7f.webp" length="41254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 19:39:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pakis, Singosari, Kabupaten Malang, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG SJP –</strong> Ruas jalan penghubung Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, hingga Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, dipastikan akan diperbaiki tahun ini. Jalan sepanjang kurang lebih 600 meter tersebut selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga sekaligus akses penting bagi pelajar SMA Negeri 1 Singosari.</p>
<p>Kondisi jalan yang berlubang kerap dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah. Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan penanganan berupa hotmix dan pelebaran terbatas pada bagian yang memungkinkan.</p>
<p>Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga.</p>
<p>“Ruas jalan ini memiliki peran penting sebagai akses utama menuju SMA Negeri 1 Singosari. Anggaran sudah disiapkan. Nantinya, jika sudah diperbaiki, mobilitas warga sekitar diharapkan menjadi lebih lancar dan aman,” tegasnya, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, mengatakan, perbaikan jalan Banjararum hingga Tirtomoyo sudah masuk perencanaan tahun ini dan tinggal menunggu tahapan pengadaan barang dan jasa.</p>
<p>“Perencanaannya sudah selesai, anggarannya juga sudah ada. Tinggal proses pengadaan barang dan jasa. Insya Allah kalau administrasinya rampung, pelaksanaannya bisa kita mulai,” ujar Oong sapaan akrabnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, penanganan akan diprioritaskan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan paling parah, mulai dari sekitar pertigaan Indomaret hingga arah sekolah. Pada titik tersebut, jalan akan dilakukan hotmix dan pelebaran sesuai kondisi eksisting dan kewenangan Bina Marga.</p>
<p>“Yang kita tangani adalah akses aspalnya. Jadi fokusnya jalur utama yang digunakan warga dan pelajar,” jelasnya.</p>
<p>Khoirul menambahkan, ruas Banjararum–Tirtomoyo juga berfungsi sebagai jalur alternatif Singosari–Pakis, sehingga perbaikannya diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem di Bululawang Malang, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Kabel Listrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-bululawang-malang-pohon-tumbang-timpa-mobil-dan-kabel-listrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-bululawang-malang-pohon-tumbang-timpa-mobil-dan-kabel-listrik</guid>
<description><![CDATA[ Pohon jenis trembesi dengan diameter sekitar 80 hingga 100 sentimeter dan panjang kurang lebih 15 meter tersebut roboh dan menimpa sebuah mobil yang sedang melintas. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalur Bululawang–Wajak sempat mengalami gangguan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974cb52cde18.webp" length="103440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 21:39:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pohon tumbang timpa mobil, Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Angin kencang melanda wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (24/1/2026) siang, mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Desa Kuwolu.</p>
<p>Pohon jenis trembesi dengan diameter sekitar 80 hingga 100 sentimeter dan panjang kurang lebih 15 meter tersebut roboh dan menimpa sebuah mobil yang sedang melintas. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalur Bululawang–Wajak sempat mengalami gangguan.</p>
<p>Selain merusak kendaraan, pohon tumbang juga mengenai jaringan kabel telekomunikasi dan listrik di sekitar lokasi kejadian. Kerusakan pada mobil tercatat pada bagian cup atau atap kendaraan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dampak kejadian di lokasi.</p>
<p>“Kami masih melakukan asesmen awal terkait dampak kejadian, termasuk kondisi kendaraan yang tertimpa pohon dan tidak ada korban jiwa,” ujar Sadono.</p>
<p>Petugas bersama unsur terkait segera melakukan penanganan dengan mengevakuasi material pohon tumbang serta mengamankan jaringan kabel yang terdampak.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya saat melintas di jalur yang memiliki banyak pohon berukuran besar.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk jenis kendaraan yang tertimpa pohon belum dapat dipastikan secara rinci.</p>
<p>“Yang pasti city car, untuk detail lainnya masih kami pastikan di lapangan,” pungkasnya melalui pesan singkat kepada suarajatimpost.com, Sabtu (24/1/2026). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Hidrometeorologi Intai Jalur Malang–Kediri, Topografi Ekstrem Jadi Pemicu Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-hidrometeorologi-intai-jalur-malangkediri-topografi-ekstrem-jadi-pemicu-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-hidrometeorologi-intai-jalur-malangkediri-topografi-ekstrem-jadi-pemicu-utama</guid>
<description><![CDATA[ Meski risiko bersifat permanen akibat kontur alam, Sadono mengklaim pihaknya terus mengupayakan efisiensi dalam penanganan darurat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697449740ae7b.webp" length="120212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 12:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Tingginya frekuensi bencana alam di wilayah Malang Barat, yang meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon, cukup mengkhawatirkan. </p>
<p>Kondisi topografi berupa lereng perbukitan terjal yang berkelindan dengan tingginya curah hujan menempatkan kawasan ini dalam status zona merah bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengonfirmasi bahwa karakteristik wilayah menjadi determinan utama kerentanan tersebut. </p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa kombinasi faktor alam secara langsung mengancam keselamatan publik dan kelancaran logistik.</p>
<p>"Secara topografis, Pujon, Ngantang, dan Kasembon didominasi oleh lereng-lereng curam. Ketika dipicu curah hujan tinggi, potensi pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir meningkat drastis," ujar Sadono saat dikonfirmasi Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Kerawanan ini berdampak signifikan pada jalur penghubung vital Malang–Kediri. Akses mobilitas ekonomi dan warga kerap mengalami lumpuh parsial akibat material longsor atau pohon tumbang setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi melanda kawasan tersebut.</p>
<p>Data inventaris bencana BPBD tahun 2026 memosisikan ketiga kecamatan tersebut sebagai wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi di Kabupaten Malang. </p>
<p>Meski risiko bersifat permanen akibat kontur alam, Sadono mengklaim pihaknya terus mengupayakan efisiensi dalam penanganan darurat.</p>
<p>"Kami menerapkan protokol respons cepat. Rata-rata waktu penanganan berkisar antara tiga hingga delapan jam, tergantung pada tingkat aksesibilitas dan kompleksitas medan di lapangan," jelasnya.</p>
<p>BPBD juga terpantau mengintensifkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan pembersihan material berjalan simultan demi menjaga keamanan pengguna jalan.</p>
<p>Di tengah ketidakpastian cuaca, BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan lereng serta para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. </p>
<p>Langkah mitigasi mandiri, seperti menghindari perjalanan saat hujan lebat, sangat disarankan guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.</p>
<p>Ancaman pergerakan tanah di jalur Malang–Kediri bukan sekadar fenomena musiman, melainkan tantangan geografis yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari otoritas terkait, terutama dalam hal penguatan infrastruktur pengaman tebing dan sistem peringatan dini. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado PDI Perjuangan Malang untuk Bu Mega, Tanam Ribuan Pohon Lawan Krisis Ekologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kado-pdi-perjuangan-malang-untuk-bu-mega-tanam-ribuan-pohon-lawan-krisis-ekologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kado-pdi-perjuangan-malang-untuk-bu-mega-tanam-ribuan-pohon-lawan-krisis-ekologi</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi ini tidak dipilih secara acak. Penanaman ribuan pohon sukun difokuskan di lingkungan RW 03, 04, dan 05 yang berdekatan dengan situs makam tokoh legendaris babat alas Malang, Ki Ageng Gribig. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69744a9dd90ee.webp" length="37110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 11:30:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HUT Megawati Soekarnoputri, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Di tengah gempuran anomali cuaca dan ancaman bencana ekologi, DPC PDI Perjuangan Kota Malang memilih cara reflektif sekaligus aksi nyata dalam memperingati HUT ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. </p>
<p>Tidak ada pesta pora, yang ada hanyalah penanaman ribuan pohon dan untaian doa lintas dimensi pada Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Mengawali rangkaian kegiatan pada siang hari, jajaran pengurus dan kader bergerak ke Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. </p>
<p>Lokasi ini tidak dipilih secara acak. Penanaman ribuan pohon sukun difokuskan di lingkungan RW 03, 04, dan 05 yang berdekatan dengan situs makam tokoh legendaris babat alas Malang, Ki Ageng Gribig.</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa aksi ini adalah respons terhadap kegagalan manusia dalam menjaga keseimbangan alam.</p>
<p>"Anomali cuaca yang kita rasakan saat ini adalah dampak nyata dari pengabaian terhadap lingkungan. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini," ujar Amithya.</p>
<p>Penanaman pohon di bantaran sungai dipandang sebagai langkah krusial untuk mencegah degradasi lahan. </p>
<p>Amithya secara lugas mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim bisa memicu banjir bandang sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS).</p>
<p>Ia pun melempar kritik konstruktif agar Pemerintah Kota Malang tidak tinggal diam.</p>
<p>"Kami mendesak Pemerintah Kota Malang untuk segera mewujudkan normalisasi sungai. Mitigasi bencana harus menjadi prioritas sebelum potensi bencana benar-benar terjadi," tegasnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup pada malam hari dengan tasyakuran dan doa bersama di kantor DPC. </p>
<p>Selain mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi Megawati Soekarnoputri, agenda ini menjadi simbol kesetiaan kader di daerah terhadap instruksi partai dalam menjaga kelestarian bumi.</p>
<p>Secara nasional, perayaan ulang tahun ke-79 Megawati berlangsung sederhana di Istana Batu Tulis, Bogor. </p>
<p>Sejalan dengan itu, instruksi pusat untuk memberikan kado berupa gerakan merawat pertiwi diterjemahkan oleh kader di Malang melalui aksi ekologi yang berkelanjutan.</p>
<p>"Semoga beliau (Megawati) senantiasa diberikan bimbingan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memimpin partai demi kemaslahatan bangsa dan negara," pungkas Amithya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Kepanjen Malang, Empat Rumah Warga Terdampak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-kepanjen-malang-empat-rumah-warga-terdampak-29391</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-kepanjen-malang-empat-rumah-warga-terdampak-29391</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pemilik rumah juga memilih tidak mengungsi dan tetap berada di kediaman masing-masing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69737417390b8.webp" length="31946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 21:49:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Angin kencang, Kepanjen, Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Angin kencang melanda Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (23/1/2026) siang. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan empat rumah warga terdampak dengan kategori kerusakan ringan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Angin kencang menyebabkan atap salah satu rumah warga terhempas dan menimpa bangunan di sekitarnya.</p>
<p>“Angin kencang mengakibatkan atap rumah warga terlepas dan menimpa dua rumah lainnya. Total terdapat empat rumah terdampak dengan kerusakan ringan,” ujar Sadono, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>BPBD setempat merinci, rumah milik Siti di RT 26 RW 03 Kelurahan Cepokomulyo mengalami kerusakan pada bagian atap setelah terhempas angin. </p>
<p>Selain itu, rumah milik Yudi mengalami kerusakan genting, sementara rumah milik Miko dan Huri tertimpa material galvalum.</p>
<p>BPBD memastikan tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pemilik rumah juga memilih tidak mengungsi dan tetap berada di kediaman masing-masing.</p>
<p>“Tidak ada korban luka. Untuk kebutuhan mendesak, BPBD telah mendistribusikan tiga lembar terpal kepada warga terdampak,” tutup Sadono.</p>
<p>Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Malang telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta melaksanakan pembersihan dan karyabhakti di lokasi kejadian. Saat ini, pemasangan terpal pada rumah terdampak telah dilakukan guna mencegah kerusakan lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Malang Tetapkan Perda Anak Yatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-malang-tetapkan-perda-anak-yatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-malang-tetapkan-perda-anak-yatim</guid>
<description><![CDATA[ Perda tersebut mengatur fasilitasi konkret, mulai dari penerbitan dokumen kependudukan, pemenuhan pendidikan, layanan kesehatan dan gizi, hingga pendampingan sosial serta bantuan hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697356a928aa2.webp" length="24348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 19:42:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Daerah layak anak, Kabupaten Malang, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>DPRD Kabupaten Malang menyetujui empat Rancangan Peraturan Daerah dalam Rapat Paripurna bersama Bupati Malang. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Perda tentang Peningkatan Kesejahteraan Anak Yatim dan atau Piatu Terlantar.</p>
<p>Empat Perda yang disahkan meliputi Perda Anak Yatim dan atau Piatu Terlantar, Perda Penanggulangan Kemiskinan, Perubahan Perda Ketertiban Umum, serta Perda Zona Nilai Tanah belum lama ini.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menyebut, pengesahan Perda Anak Yatim sebagai langkah strategis memperkuat perlindungan anak melalui kebijakan yang terstruktur dan memiliki kepastian hukum.</p>
<p>“Perda ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah dan desa untuk melakukan fasilitasi terpadu bagi anak yatim dan piatu terlantar,” ujar Amarta Faza, Jumat (23/1/2026) melalui pesan singkat.</p>
<p>Perda tersebut mengatur fasilitasi konkret, mulai dari penerbitan dokumen kependudukan, pemenuhan pendidikan, layanan kesehatan dan gizi, hingga pendampingan sosial serta bantuan hukum.</p>
<p>Sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza menegaskan Fraksi NasDem sejak awal mendorong agar regulasi ini bersifat aplikatif dan dapat langsung dijalankan setelah ditetapkan.</p>
<p>“Ini bukan hanya regulasi normatif, tetapi kebijakan yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak yatim,” katanya.</p>
<p>Perda Anak Yatim juga membuka ruang pembentukan tim terpadu lintas perangkat daerah dan pemerintah desa guna memastikan pelaksanaan program berjalan terkoordinasi dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Malang sebagai Kabupaten Layak Anak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Drainase Jebol, Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Dewi Sri Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/drainase-jebol-banjir-bandang-terjang-kawasan-wisata-dewi-sri-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/drainase-jebol-banjir-bandang-terjang-kawasan-wisata-dewi-sri-malang</guid>
<description><![CDATA[ Akibatnya, dua kolam renang utama di Pemandian Dewi Sri tertutup material lumpur pekat, kayu, dan rumpun bambu, satu warung sekaligus hunian milik Sutining warga RT 30 RW 14 mengalami jebol pada dinding bangunan seluas  meter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69732327da0cb.webp" length="91276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 15:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, longsor, banjir, Pujon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur serius di kawasan wisata. </p>
<p>Pemandian Dewi Sri yang berlokasi di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, diterjang banjir luapan yang membawa material lumpur, sampah, hingga rumpun bambu pada Rabu (20/1/2026).</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa insiden ini dipicu oleh jebolnya saluran drainase utama yang melintasi kompleks wisata tersebut.</p>
<p>"Aliran drainase tidak mampu menampung lonjakan debit air hujan. Akibatnya, struktur saluran sepanjang lima meter dengan diameter 50 sentimeter jebol dan mengalihkan aliran air ke area publik," ujar Sadono saat memberikan keterangan, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Luberan air yang membawa material dari hulu Sungai Konto tersebut tidak hanya merusak fasilitas wisata, tetapi juga merambah ke permukiman warga di Dusun Lebaksari. </p>
<p>Akibatnya, dua kolam renang utama di Pemandian Dewi Sri tertutup material lumpur pekat, kayu, dan rumpun bambu, satu warung sekaligus hunian milik Sutining warga RT 30 RW 14 mengalami jebol pada dinding bangunan seluas meter.</p>
<p>Sejumlah peralatan dapur dan satu unit lemari es milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa arus.</p>
<p>BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, warga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dan peralatan pembersihan.</p>
<p>Pasca-kejadian, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Malang bersama Pos Lapangan Ngantang dan pengelola wisata langsung melakukan kaji cepat (<em>fast assessment</em>). </p>
<p>Hingga Jumat siang, proses normalisasi dan pembersihan material masih berlangsung secara swadaya oleh warga dan pengelola.</p>
<p>"Kami terus melakukan monitoring lanjutan, khususnya pada titik-titik rawan di sepanjang aliran Sungai Konto. Fokus saat ini adalah memastikan saluran air kembali berfungsi untuk mengantisipasi adanya hujan susulan," pungkas Sadono.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antara Masjid Megah dan Pencuri Kotak Amal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antara-masjid-megah-dan-pencuri-kotak-amal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antara-masjid-megah-dan-pencuri-kotak-amal</guid>
<description><![CDATA[ Seorang anak yatim piatu membeli nasi bungkus dari uang kotak amal yang ia curi.
Di sisi masjid megah yang selalu ramai jamaah, gubuk reyot tempat ia tinggal mengingatkan kita pada ketimpangan yang sering terabaikan.
Ketika ibadah ramai dan kemakmuran terlihat, siapa yang benar-benar menjaga nurani? ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972e01732157.webp" length="31382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 11:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Opini, Jumat, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM — </strong>Seorang anak yatim piatu tampak memenuhi kebutuhan perutnya manyantap sebungkus nasi yang ia beli dari uang kotak amal yang ia curi.</p>
<p>Sementara Masjid megah yang selalu ramai jamaah itu berdiri anggun di samping gubuk reyot tempat ia tinggal.</p>
<p>Malam itu, sambil terlelap, sebuah pertanyaan terlintas."Siapakah yang paling berdosa di antara mereka, ya Tuhan?"</p>
<p>Jika jamaah kenyang dan masjid makmur, namun tetangganya kelaparan, maka yang patut diperiksa bukan hanya tangan si pencuri, melainkan hati para pemilik kemakmuran.</p>
<p>Anak itu tidak sedang rakus. Ia sedang bertahan hidup. Apa yang ia lakukan memang salah, namun rasa lapar kemudian menyantap nasi bungkus itu jujur.</p>
<p>Sementara bisa jadi: Ada yang bersedekah sambil memamerkan; ada yang rajin berjamaah namun hatinya kikir; ada yang membangun masjid megah tetapi membiarkan empati runtuh.</p>
<p>Dan itu lebih berbahaya. Sebab kejahatan yang dibungkus ibadah sering kali tak terasa sebagai dosa.</p>
<p>Kini pertanyaannya bukan lagi:" Siapa yang paling berdosa?" Melainkan: "Di posisi mana kita berdiri dalam cerita ini?"</p>
<p>Apakah kita yang merasa cukup dengan shalat? Apakah kita merasa aman karena tidak mencuri? Apakah kita lupa bahwa zakat, infak, dan kepedulian adalah kewajiban, tak hanya bonus pahala?</p>
<p>Karena bisa jadi, anak itu berdosa karena lapar, sementara kita berdosa karena kenyang, namun lupa berbagi. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Penulis: </strong><strong>Ketua Komunitas Noto Roso Tumpang Malang, </strong><strong>Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf. </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kredit Rumah Tangga Dominan, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Wilker OJK Malang Terjaga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kredit-rumah-tangga-dominan-stabilitas-sektor-jasa-keuangan-wilker-ojk-malang-terjaga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kredit-rumah-tangga-dominan-stabilitas-sektor-jasa-keuangan-wilker-ojk-malang-terjaga</guid>
<description><![CDATA[ Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa konsumsi masyarakat masih berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69722289d363f.webp" length="34320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:16:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Ojk Malang, investasi, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP</strong>- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap terjaga hingga akhir 2025. Kondisi tersebut ditopang oleh dominasi penyaluran kredit perbankan ke sektor rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat masih berjalan.</p>
<p>“Kredit kepada sektor rumah tangga masih menjadi porsi terbesar dalam penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan saat agenda pemaparan kondisi sektor jasa keuangan OJK Malang, bersama awakmedia, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Farid menjelaskan, hingga November 2025 porsi kredit rumah tangga mencapai 29,85 persen dari total penyaluran kredit perbankan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa konsumsi masyarakat masih berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.</p>
<p>“Dominasi kredit rumah tangga menunjukkan konsumsi masyarakat masih berjalan dan menopang aktivitas ekonomi,” katanya.</p>
<p>Selain sektor rumah tangga, penyaluran kredit perbankan juga mengalir ke sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Kendaraan sebesar 19,42 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 16,53 persen. Struktur penyaluran kredit tersebut dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih bertumpu pada konsumsi, perdagangan, dan industri.</p>
<p>“Perdagangan dan industri tetap memiliki peran penting, namun konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama,” ujarnya.</p>
<p>Dalam agenda yang sama, OJK Malang juga memaparkan perkembangan sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP). Selama periode Januari hingga November 2025, akumulasi pendapatan premi asuransi tercatat sebesar Rp1,688 triliun, meski mengalami penurunan 14,15 persen secara <em>year-on-year </em>(yoy). Sementara itu, klaim asuransi tercatat sebesar Rp1,378 triliun atau turun 5,56 persen yoy.</p>
<p>Pada sektor dana pensiun, total aset tercatat tumbuh 5,53 persen yoy menjadi Rp237,59 miliar per November 2025. Investasi dana pensiun juga meningkat 3,42 persen yoy dengan nilai mencapai Rp216,24 miliar.</p>
<p>Sementara itu, piutang pembiayaan pada lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, serta lembaga jasa keuangan lainnya tercatat sebesar Rp7,080 triliun hingga akhir Oktober 2025. <em>Rasio Non Performing Financing</em> (NPF) berada di level 3,27 persen, masih dalam kondisi terjaga meski mengalami kenaikan tipis.</p>
<p>“Mayoritas penyaluran pembiayaan digunakan untuk pembiayaan multiguna, disusul pembiayaan investasi dan modal kerja,” jelas Farid.</p>
<p>Ia menegaskan, OJK Malang akan terus memperkuat pengawasan dan mendorong sektor jasa keuangan agar tetap sehat dan stabil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luapan Sungai Baloh Pujon Malang Genangi Sekolah, BPBD Lakukan Penanganan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/luapan-sungai-baloh-pujon-malang-genangi-sekolah-bpbd-lakukan-penanganan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/luapan-sungai-baloh-pujon-malang-genangi-sekolah-bpbd-lakukan-penanganan</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Tembok salah satu ruang kelas dilaporkan jebol dengan dimensi sekitar 2x2 meter. Selain itu, gudang sekolah turut terendam lumpur, termasuk satu unit mobil inventaris kantor yang berada di dalam gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69721032cab26.webp" length="36418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 19:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>baloh pujon, bpbdmalang, banjir luapan, kebencanaan, sekolah, terdampak sungai meluap, malangraya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Luapan Sungai Baloh Pujon Malang juga menggenangi fasilitas sekolah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Material lumpur setinggi sekitar 50 sentimeter dilaporkan masuk ke area MI Mabruk Quran setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu sore (21/1/2026).</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, luapan sungai dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang terjadi di wilayah Pujon dan sekitarnya.</p>
<p>“Hujan deras menyebabkan debit Sungai Baloh meningkat dan meluap karena adanya sumbatan sampah di aliran sungai,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Menurut Sadono, luapan air tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga membawa material lumpur ke lingkungan sekolah.</p>
<p>“Material lumpur masuk ke halaman hingga ruang sekolah MI Mabruk Quran dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter,” jelasnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Tembok salah satu ruang kelas dilaporkan jebol dengan dimensi sekitar 2x2 meter. Selain itu, gudang sekolah turut terendam lumpur, termasuk satu unit mobil inventaris kantor yang berada di dalam gudang.</p>
<p>“Setelah laporan masuk, Posko Penanggulangan Bencana langsung meneruskan ke Poslap Ngantang untuk menuju lokasi melakukan assessment dan penanganan awal,” katanya.</p>
<p>Saat ini, kondisi di lokasi sudah dilakukan pembersihan. BPBD bersama unsur terkait melakukan pembersihan saluran drainase serta material lumpur yang mengendap di halaman dan area sekolah.</p>
<p>“Penanganan difokuskan pada pembersihan agar aktivitas sekolah bisa segera kembali normal,” tambah Sadono.</p>
<p>Dalam kejadian ini, BPBD memastikan tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Kebutuhan mendesak hingga saat ini juga dilaporkan nihil. BPBD juga telah memberikan bantuan di sejumlah titik terdampak longsor dan banjir di daerah Pujon dan sekitarnya.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai.</p>
<p>“Sumbatan sampah menjadi salah satu faktor utama penyebab luapan sungai saat hujan deras,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Amanat Inpres Belum Optimal, DPRD Soroti Kendala Gerai KDMP di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/amanat-inpres-belum-optimal-dprd-soroti-kendala-gerai-kdmp-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/amanat-inpres-belum-optimal-dprd-soroti-kendala-gerai-kdmp-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kebutuhan material urukan serta biaya operasional menjadi persoalan tersendiri di lapangan. Sementara itu, penggunaan Dana Desa untuk mendukung pekerjaan tersebut dinilai tidak memungkinkan karena keterbatasan regulasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971fdff4723f.webp" length="58430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 19:16:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Koperasi Desa Merah Putih, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Program percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malang belum sepenuhnya berjalan mulus. Meski ratusan gerai sudah memasuki tahap pembangunan fisik, sejumlah persoalan teknis di lapangan dinilai membutuhkan campur tangan lebih serius dari pemerintah daerah.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarrok, mengungkapkan, dari ratusan KDMP yang telah memulai pembangunan, puluhan di antaranya menghadapi kendala serius, khususnya terkait kondisi lahan.</p>
<p>“Data yang kami terima, sudah ada sekitar 280 gerai Koperasi Merah Putih yang proses pembangunannya berjalan. Lahan yang digunakan mayoritas memanfaatkan tanah kas desa maupun aset daerah,” kata Alayk saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Namun demikian, dari jumlah tersebut, sekitar 60 gerai KDMP dilaporkan mengalami permasalahan teknis. Kendala itu meliputi kontur tanah yang tidak rata hingga daya dukung tanah yang dinilai kurang layak untuk pembangunan gedung.</p>
<p>Menurut Alayk, kondisi tersebut tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa atau pengurus koperasi. Ia menilai perlu ada dukungan kebijakan yang lebih konkret dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang agar pembangunan gerai KDMP tidak terhambat.</p>
<p>“Saya menghimbau Pemkab Malang agar memberikan dukungan yang lebih nyata. Tidak hanya sebatas peminjaman alat berat untuk pekerjaan <em>cut and fill</em>, tetapi juga dukungan dari sisi anggaran,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kebutuhan material urukan serta biaya operasional menjadi persoalan tersendiri di lapangan. Sementara itu, penggunaan Dana Desa untuk mendukung pekerjaan tersebut dinilai tidak memungkinkan karena keterbatasan regulasi.</p>
<p>Alayk menegaskan, dukungan pemerintah daerah sebenarnya telah diamanatkan secara jelas dalam Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.</p>
<p>“Kalau mengacu pada Inpres, seharusnya ada peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan gerai KDMP bisa berjalan optimal. Ini yang perlu segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sumbatan Sampah Picu Luapan Sungai Baloh di Pujon Malang, Jalur Provinsi Tergenang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sumbatan-sampah-picu-luapan-sungai-baloh-di-pujon-malang-jalur-provinsi-tergenang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sumbatan-sampah-picu-luapan-sungai-baloh-di-pujon-malang-jalur-provinsi-tergenang</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini dipastikan terjadi akibat buruknya tata kelola sampah yang menyumbat drainase alami sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971d1940d2d5.webp" length="41732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 15:20:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan aliran Sungai Baloh meluap hingga merendam badan jalan di Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, pada Rabu (21/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini dipastikan terjadi akibat buruknya tata kelola sampah yang menyumbat drainase alami sungai.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut bermula pada Rabu petang sekitar pukul 17.30 WIB. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kenaikan debit air yang drastis tidak diimbangi dengan kelancaran arus sungai.</p>
<p></p>
<p>"Luapan Sungai Baloh dipicu oleh akumulasi sampah yang menyumbat alur sungai. Saat debit air meningkat tajam akibat hujan deras, aliran terhambat dan akhirnya meluber ke pemukiman serta jalan raya," ujar Sadono, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak BPBD memberikan klarifikasi untuk meredam kekhawatiran masyarakat terkait isu banjir bandang yang beredar. Sadono menegaskan bahwa fenomena ini murni merupakan luapan air sungai akibat kendala teknis pada alur drainase.</p>
<p></p>
<p>Ia membeber lokasi yang terdampak adalah rea pemukiman warga di RT 07 dan RT 08, Desa Pujon Lor. Gangguan mobilitas warga akibat material air dan sampah yang menutupi akses jalan utama.</p>
<p></p>
<p>Hingga Kamis siang, upaya normalisasi terus dikebut. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Malang, Bina Marga Provinsi Jatim (UPT PJJ Malang), Forkopimcam Pujon, PMI, serta relawan lintas sektor telah diterjunkan ke lokasi.</p>
<p></p>
<p>Proses evakuasi material sampah dilakukan secara masif dengan mengerahkan unit alat berat, dump truck, dan mobil tangki untuk membersihkan sisa lumpur di aspal.</p>
<p></p>
<p>"Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan material agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali normal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai, terutama di puncak musim penghujan," pungkas Sadono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasembon Malang Diguyur Hujan Berjam&amp;jam, Tebing Setinggi 7 Meter Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasembon-malang-diguyur-hujan-berjam-jam-tebing-setinggi-7-meter-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasembon-malang-diguyur-hujan-berjam-jam-tebing-setinggi-7-meter-longsor</guid>
<description><![CDATA[ BPBD menyiapkan terpal untuk menutup area longsoran guna mencegah potensi longsor susulan. Selain itu, pada Kamis pagi direncanakan akan dilakukan karya bakti bersama masyarakat untuk membersihkan material longsor dan mempercepat pemulihan lingkungan sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970d820d37cb.webp" length="41648" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 21:49:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Longsor, Kasembon, Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Hujan lebat yang berlangsung berjam-jam mengguyur wilayah Kecamatan Kasembon dan sekitarnya mengakibatkan tebing setinggi sekitar tujuh meter dengan panjang kurang lebih 10 meter longsor di Dusun Slatri RT 1 RW 1, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026) malam. </p>
<p>Material longsoran menyebabkan air meluap ke dalam rumah warga dan merusak bagian garasi milik Nanang Ari Sahono, satu kepala keluarga dengan empat jiwa.</p>
<p>“Kami menerima laporan dari Poslap Ngantang dan langsung menindaklanjuti dengan melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi kejadian,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekira pukul 19.00 WIB. Laporan kejadian diterima Posko Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang pada pukul 19.54 WIB. Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang bersama Forkopimcam Kasembon, perangkat Desa Pait, Poslap Ngantang, PMI Kabupaten Malang, relawan, serta masyarakat setempat langsung melakukan koordinasi penanganan di lapangan. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam tahap penanganan dan assessment lanjutan dengan cuaca masih hujan berintensitas deras.</p>
<p>Sebagai langkah awal, BPBD menyiapkan terpal untuk menutup area longsoran guna mencegah potensi longsor susulan. Selain itu, pada Kamis pagi direncanakan akan dilakukan karya bakti bersama masyarakat.</p>
<p>"Besok kami bersama relawan membersihkan material longsor dan mempercepat pemulihan lingkungan sekitar," jelasnya.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat dengan durasi panjang, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Kepanjen Malang, Pengendara Alami Luka Serius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobil-terbakar-saat-isi-bbm-di-spbu-kepanjen-malang-pengendara-alami-luka-serius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobil-terbakar-saat-isi-bbm-di-spbu-kepanjen-malang-pengendara-alami-luka-serius</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa bermula saat SM bermaksud mengisi BBM senilai Rp 250.000. Namun, ketika indikator pengisian baru mencapai nominal Rp 200.000, kobaran api secara mendadak muncul dari bagian interior kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69704ddccc70c.webp" length="48612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 12:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Peristiwa kebakaran, mobil carry, spbu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Sebuah unit kendaraan Suzuki Carry ludes terbakar saat sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026) malam. </p>
<p>Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB tersebut mengakibatkan pengemudi mengalami luka bakar cukup serius.</p>
<p>Korban diketahui berinisial SM (29), warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. </p>
<p>Peristiwa bermula saat SM bermaksud mengisi BBM senilai Rp 250.000. Namun, ketika indikator pengisian baru mencapai nominal Rp 200.000, kobaran api secara mendadak muncul dari bagian interior kendaraan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengonfirmasi bahwa api muncul saat proses pengisian masih berlangsung. </p>
<p>Guna meminimalisir risiko ledakan pada instalasi SPBU, korban bersama petugas pengisian dan warga sekitar segera mengevakuasi kendaraan dengan cara mendorongnya menjauh dari area dispenser (pompa BBM).</p>
<p>"Api muncul secara tiba-tiba dari dalam kendaraan. Upaya cepat dilakukan untuk menjauhkan mobil dari unit dispenser guna mencegah eskalasi kebakaran yang lebih luas di area SPBU," ujar AKP Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Akibat insiden tersebut, SM menderita luka bakar pada bagian punggung tangan kanan dan kiri, serta punggung kaki sebelah kiri. </p>
<p>Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam ini.</p>
<p>Secara materiil, kerugian akibat hangusnya kendaraan tersebut diperkirakan mencapai Rp 20 juta. </p>
<p>Setelah api berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang dalam waktu kurang dari satu jam, bangkai kendaraan langsung dievakuasi agar operasional SPBU dapat kembali normal.</p>
<p>Aparat kepolisian dari Polsek Kepanjen bersama Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan lokasi melalui garis polisi. </p>
<p>Petugas juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami penyebab pasti munculnya titik api.</p>
<p>"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan pemicu kebakaran tersebut. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu memastikan kondisi kelistrikan dan keamanan kendaraan sebelum melakukan pengisian BBM," pungkas AKP Bambang.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Raksasa Tumbang Tutup Akses Ponpes PIQ Singosari Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-raksasa-tumbang-tutup-akses-ponpes-piq-singosari-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-raksasa-tumbang-tutup-akses-ponpes-piq-singosari-malang</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah rawan pohon tumbang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69701a749e64b.webp" length="23048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 08:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PIQ, Singosari, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan sebuah pohon sengon berukuran besar tumbang di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Selasa (20/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Insiden ini sempat melumpuhkan total akses utama menuju Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ).</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini berhasil ditangani dengan cepat berkat respons proaktif para santri Ponpes PIQ yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa pohon yang tumbang memiliki dimensi yang cukup besar, yakni tinggi mencapai 17 meter dengan diameter sekitar 70 sentimeter.</p>
<p></p>
<p>"Kami menerima laporan awal langsung dari santri Ponpes PIQ terkait pohon tumbang yang menutup total akses jalan. Akibat hantaman pohon tersebut, infrastruktur publik di sekitar lokasi mengalami kerusakan serius," ujar Sadono, Rabu (21/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain menutup akses transportasi, tumbangnya pohon sengon tersebut juga membawa dampak ikutan pada fasilitas publik lainnya. </p>
<p></p>
<p>Akibat peristiwa itu, akses jalan tertutup total oleh material pohon, menghentikan mobilitas menuju lingkungan pondok. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah jaringan listrik dilaporkan padam, sebab tiang dan kabel milik PLN roboh akibat tertimpa batang pohon, dan gangguan pada jaringan Wi-Fi di area terdampak.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Malang segera menerjunkan tim dari Pos Lapangan (Poslap) untuk melakukan pembersihan material. </p>
<p></p>
<p>Operasi evakuasi dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur, di antaranya PLN Singosari, PMI, tim Poslap, masyarakat setempat, serta para santri.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini, material pohon telah berhasil dievakuasi dan akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Namun, untuk jaringan listrik, pihak PLN masih melakukan proses pembenahan dan perbaikan tiang yang roboh," tambah Sadono.</p>
<p></p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah rawan pohon tumbang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Delapan Puskesmas di Malang Tak Layak, Bau Sampah hingga Bangunan Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/delapan-puskesmas-di-malang-tak-layak-bau-sampah-hingga-bangunan-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/delapan-puskesmas-di-malang-tak-layak-bau-sampah-hingga-bangunan-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Puskesmas Bululawang posisinya berdekatan dengan pasar, akses parkir sangat terbatas, dan terpapar bau sampah. Kondisi tersebut jelas tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696edfa34845b.webp" length="70570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 11:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Puskesmas, Kabupaten Malang, Relokasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Standar kelayakan fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Malang cukup memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan mengakui adanya sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang sudah tidak memenuhi syarat pelayanan, sehingga memaksa dilakukannya langkah relokasi dan rehabilitasi total pada tahun anggaran 2026.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengungkapkan bahwa kondisi fisik bangunan dan lingkungan menjadi hambatan utama dalam memberikan pelayanan prima. </p>
<p>Pada tahun ini, pihaknya telah memetakan delapan puskesmas yang masuk dalam daftar pembenahan prioritas.</p>
<p>"Bangunan puskesmas ini setiap tahun tetap kita benahi, baik puskesmas induk maupun pembantu. Untuk tahun 2026, terencana ada delapan puskesmas yang dibenahi, di mana tiga di antaranya harus melalui proses lelang karena masuk skema perbaikan sekaligus relokasi tahap kedua," ujar Wiyanto saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Cukup memprihatinkan adalah kondisi Puskesmas Bululawang yang dinilai paling tidak representatif. Wiyanto membeberkan bahwa lokasi puskesmas saat ini sangat jauh dari standar kesehatan lingkungan.</p>
<p>"Puskesmas Bululawang posisinya berdekatan dengan pasar, akses parkir sangat terbatas, dan terpapar bau sampah. Kondisi tersebut jelas tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan. Relokasi menjadi harga mati karena lahan lama sudah tidak mungkin dikembangkan," tegasnya.</p>
<p>Selain Bululawang, Puskesmas di Kecamatan Poncokusumo juga masuk dalam daftar relokasi.</p>
<p>Strategi yang diambil Pemkab adalah memindahkan fasilitas ke atas tanah kas desa yang lebih luas, meski secara geografis lokasinya harus bergeser dari pusat keramaian demi mengejar kriteria kelayakan bangunan.</p>
<p>Di tengah upaya mengejar standar fasilitas kesehatan, aspek pembiayaan menunjukkan ketergantungan yang besar pada instrumen pendanaan spesifik. </p>
<p>Wiyanto menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi dan relokasi ini sangat mengandalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) serta suntikan dana dari pemerintah pusat.</p>
<p>"Anggarannya bersumber dari DBHCHT, biasanya dari sana, selain dukungan anggaran dari pusat," tambahnya.</p>
<p>Langkah ini dipandang sebagai upaya cuci gudang terhadap fasilitas kesehatan yang selama ini terbengkalai secara infrastruktur. </p>
<p>Mulai dari masalah klasik kebocoran gedung hingga kurangnya fasilitas penunjang medis yang memadai menjadi sasaran revitalisasi tahun ini.</p>
<p>Pihak Dinas Kesehatan menargetkan melalui perombakan ini, tidak ada lagi puskesmas di Kabupaten Malang yang beroperasi di bawah standar minimal, terutama terkait kenyamanan dan keamanan pasien.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Defisit Anggaran Hantui Infrastruktur, PU Bina Marga Malang &amp;apos;Todong&amp;apos; Pusat Rp60 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/defisit-anggaran-hantui-infrastruktur-pu-bina-marga-malang-todong-pusat-rp60-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/defisit-anggaran-hantui-infrastruktur-pu-bina-marga-malang-todong-pusat-rp60-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan efisiensi fiskal yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah memaksa dinas terkait untuk lebih kreatif atau dalam kata lain, bergantung pada dana pusat agar roda pembangunan tidak terhenti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696edd16a1756.webp" length="53584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 10:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Selatan, Kabupaten Malang, infrastruktur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Di tengah bayang-bayang defisit belanja modal dan efisiensi fiskal yang mencekik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang berupaya keras mengamankan pendanaan eksternal. </p>
<p>Kali ini, ruas jalan strategis Kalipare - Donomulyo menjadi fokus utama dengan usulan tambahan anggaran fantastis mencapai Rp60 miliar ke pemerintah pusat.</p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengakui bahwa alokasi sebesar Rp11 miliar yang telah dikucurkan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebelumnya masih jauh dari kata memadai. </p>
<p>Proyeksi perbaikan menyeluruh pada jalur penopang ekonomi wilayah selatan tersebut dinilai memerlukan suntikan dana berkali-kali lipat dari jatah awal.</p>
<p>"Kalipare–Donomulyo sudah mendapatkan Rp11 miliar, namun kami usulkan kembali penambahan hingga Rp60 miliar. Mengenai berapa realisasi yang disetujui, kami serahkan ke pusat, namun harapannya tentu ada penambahan signifikan," kata Khairul Selasa (20/1/2026). </p>
<p>Langkah Dinas PU Bina Marga ini mengungkap fakta getir mengenai kondisi keuangan daerah. Usulan lanjutan tersebut merupakan strategi penyelamatan untuk menambal keterbatasan anggaran infrastruktur pada tahun anggaran 2026.</p>
<p>Kebijakan efisiensi fiskal yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah memaksa dinas terkait untuk lebih kreatif atau dalam kata lain, bergantung pada dana pusat agar roda pembangunan tidak terhenti.</p>
<p>Khairul menjelaskan, masuknya dana Inpres menjadi sangat krusial agar beban APBD tidak semakin berat.</p>
<p>"Jika satu ruas sudah tertangani oleh Inpres, sementara di APBD juga teralokasi, maka anggaran daerah tersebut bisa kita alihkan (re-alokasi) ke ruas lain yang juga membutuhkan penanganan mendesak. Ini adalah bagian dari strategi efisiensi kami," jelas pejabat yang karib disapa Oong tersebut.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa ruas Kalipare–Donomulyo bukan lagi saatnya hanya mendapatkan penanganan jangka pendek atau sekadar tambal sulam. </p>
<p>Sebagai jalur penghubung antarwilayah yang vital bagi mobilitas warga dan distribusi komoditas ekonomi, jalur ini menuntut rekonstruksi total.</p>
<p>Meski ambisius, ia menekankan bahwa perencanaan harus dilakukan secara presisi agar setiap rupiah yang dikucurkan dari pusat benar-benar memberikan dampak nyata dan daya tahan jalan yang lebih lama.</p>
<p>"Untuk poros utama seperti ini, kami konsisten mendorong rekonstruksi permanen. Perencanaan yang tepat adalah kunci agar anggaran tidak terbuang percuma dan hasilnya berdampak langsung pada masyarakat," pungkas Oong. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Dualisme Yayasan Turen, Pemkab Malang Janji Kawal Hak Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-dualisme-yayasan-turen-pemkab-malang-janji-kawal-hak-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-dualisme-yayasan-turen-pemkab-malang-janji-kawal-hak-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah daerah tidak akan menoleransi gangguan apa pun terhadap proses belajar mengajar. Ia memberikan peringatan keras agar konflik internal yayasan tidak merembet ke ruang kelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696eda709f414.webp" length="34800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 08:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, konflik yayasan, SMP Bhakti, SMK Turen, Pemkab Malang, DPRD Kabupaten Malang, Forkopimda, mediasi, hak siswa, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Berlarutnya konflik skandal dualisme kepengurusan yang melanda lembaga pendidikan SMP Bhakti dan SMK Turen akhirnya memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengambil langkah intervensi. </p>
<p>Dalam mediasi lanjutan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Senin petang (19/1/2026), pemerintah daerah berupaya mengunci komitmen kedua belah pihak agar tidak mengorbankan nasib ribuan peserta didik.</p>
<p>Pertemuan tersebut mempertemukan dua kubu yang berseteru, yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT). </p>
<p>Mediasi ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pendidikan di tengah sengketa kelembagaan yang kian meruncing.</p>
<p>Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi gangguan apa pun terhadap proses belajar mengajar. Ia memberikan peringatan keras agar konflik internal yayasan tidak merembet ke ruang kelas.</p>
<p>"Peserta didik tidak boleh terseret dalam persoalan kelembagaan. Harapannya, anak-anak benar-benar berkonsentrasi pada pendidikan, bukan masuk dalam pusaran konflik," kata Sanusi. </p>
<p>Meski kedua yayasan dikabarkan telah menyepakati komitmen untuk menjaga kondusivitas, publik masih meragukan efektivitas kesepakatan tersebut selama akar permasalahan dualisme belum tuntas secara hukum. </p>
<p>Namun, Pemkab Malang mengklaim telah mengantongi janji dari kedua belah pihak untuk menjamin keamanan siswa di lingkungan sekolah.</p>
<p>Senada dengan bupati, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, menekankan bahwa kehadiran legislatif dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) ini murni untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, dalam hal ini sektor pendidikan.</p>
<p>"Kami hadir bukan untuk mengintervensi substansi konflik antar-yayasan, melainkan memastikan hak siswa mendapatkan pendidikan tidak terabaikan. Proses belajar harus tetap berjalan normal dan kondusif," ujar Darmadi.</p>
<p>Hingga saat ini, Pemkab Malang bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus memfasilitasi penyelesaian konflik secara berkelanjutan sembari memantau jalannya proses hukum yang ditempuh oleh kedua yayasan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Luapan di Pujon Malang, Jalan Berlumpur dan Pagar Sekolah Roboh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-luapan-di-pujon-malang-jalan-berlumpur-dan-pagar-sekolah-roboh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-luapan-di-pujon-malang-jalan-berlumpur-dan-pagar-sekolah-roboh</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memicu banjir luapan di Pujon, Malang, mengotori jalan dan merobohkan pagar sekolah, namun tanpa korban, penanganan cepat membuat kondisi kembali kondusif malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e34e9ee9d2.webp" length="18580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 21:23:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bpbd kabupaten malang, banjir luapan, pujon, bendosari, kebencanaan, cuaca ekstrem, penanganan bencana, malang raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Terjadi banjir luapan di Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan sekitarnya.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan melaporkan, peristiwa ini dipicu gorong-gorong yang tersumbat kayu dan sampah sehingga air meluap ke badan jalan.</p>
<p>“Kejadian ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan gorong-gorong tersumbat material kayu dan sampah, sehingga air meluap ke jalan dan menimbulkan lumpur cukup tebal,” ujarnya, Senin (19/1/2026) malam.</p>
<p>Akibat banjir luapan tersebut, kondisi jalan dipenuhi lumpur dan sejumlah fasilitas umum terdampak. Pagar belakang sekolah satu atap yang meliputi SMP Negeri, Posyandu, dan PAUD dilaporkan roboh.</p>
<p>Meski demikian, lanjutnya, tidak terdapat korban luka maupun pemukiman warga yang terdampak dalam kejadian ini.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang menerima laporan dari Poslap Ngantang sekitar pukul 19.00 WIB dan segera melakukan penanganan di lokasi. Tim gabungan melakukan asesmen serta pembersihan material lumpur dari badan jalan.</p>
<p>“Penanganan sudah selesai dan saat ini kondisi jalan sudah kembali kondusif. Tidak ada rumah warga yang terdampak,” jelas Sadono.</p>
<p>Kejadian yang sempat viral di platform Instagram ini dalam proses penanganan, sejumlah unsur terlibat, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Babinsa, Forkopimcam, perangkat desa, Poslap Ngantang, PMI Kabupaten Malang, Buana Solusindo, Marva Telekomunikasi, serta masyarakat setempat. Kebutuhan mendesak berupa cangkul dan sekop telah tercukupi.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir dan luapan air, serta menjaga kebersihan saluran air guna mencegah kejadian serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Redam Dualisme Yayasan di Turen, Bupati Malang Siapkan Opsi Relokasi Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/redam-dualisme-yayasan-di-turen-bupati-malang-siapkan-opsi-relokasi-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/redam-dualisme-yayasan-di-turen-bupati-malang-siapkan-opsi-relokasi-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Konflik ini berakar pada perbedaan klaim legalitas kepengurusan dan interpretasi akta yayasan. Keduanya merasa memiliki kewenangan sah atas manajemen, administrasi, hingga aset lahan sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696d87e3dce77.webp" length="39378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMP Bhakti, SMK Turen, Konflik Dualisme Yayasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengambil langkah intervensi tegas guna memutus rantai konflik dualisme yayasan yang melumpuhkan aktivitas pendidikan di SMP Bhakti dan SMK Turen. </p>
<p>Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa keselamatan hak pendidikan ribuan siswa menjadi prioritas mutlak di atas perselisihan legalitas pengelola.</p>
<p>Perselisihan antara Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) yang telah berlangsung selama satu dekade kembali mencapai titik kritis. </p>
<p>Insiden perusakan pagar sekolah dan pengambilalihan paksa kantor yayasan pada 28 Desember 2025 lalu telah memicu ketidakpastian keamanan di lingkungan sekolah.</p>
<p>Akibat situasi yang tidak kondusif, pada awal Januari 2026, sekitar 1.600 siswa terpaksa dialihkan ke sistem pembelajaran daring (online) karena fasilitas pendidikan di lokasi tersebut dinilai tidak aman bagi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda di Kantor Kecamatan Turen, Sabtu (17/1/2026), Bupati Sanusi memberikan sinyalemen kuat bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan luar biasa jika mediasi menemui jalan buntu.</p>
<p>"Kegiatan pendidikan harus tetap berjalan. Jika polemik ini terus mengorbankan hak anak, kami menyiapkan opsi relokasi sementara. Ibarat gedung sekolah yang ambruk, maka muridnya harus segera diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang aman," tegas Sanusi.</p>
<p>Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas psikologis siswa dan orang tua yang mulai resah akibat tarik-menarik kepentingan administratif dan penguasaan aset antara kedua yayasan.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Pemkab Malang menjadwalkan rapat koordinasi lanjutan yang bersifat krusial pada Senin sore (19/1/2026) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang. Pertemuan ini akan mempertemukan pimpinan kedua yayasan dengan pengawalan ketat dari Ketua DPRD Kabupaten Malang, Kapolres Malang, Dandim 0818/Malang–Batu dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. </p>
<p>Konflik ini berakar pada perbedaan klaim legalitas kepengurusan dan interpretasi akta yayasan. Keduanya merasa memiliki kewenangan sah atas manajemen, administrasi, hingga aset lahan sekolah. </p>
<p>Intervensi Pemkab Malang dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan win-win solution atau setidaknya jaminan keamanan total bagi siswa selama proses hukum formal berlangsung di pengadilan.</p>
<p>Pemerintah menekankan bahwa status hukum yayasan adalah wilayah perdata, namun gangguan terhadap operasional pendidikan dan stabilitas wilayah adalah ranah kewenangan pemerintah daerah untuk ditertibkan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sederet Warisan Prestasi dan Loyalitas Abadi Kuncoro untuk Sepak Bola Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sederet-warisan-prestasi-dan-loyalitas-abadi-kuncoro-untuk-sepak-bola-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sederet-warisan-prestasi-dan-loyalitas-abadi-kuncoro-untuk-sepak-bola-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Lahir di Malang pada 7 Maret 1973, Kuncoro bukan sekadar pemain, ia adalah representasi hidup dari filosofi Singo Edan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696d8478a4234.webp" length="50308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 08:00:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabar duka, Kuncoro, Arema FC, Aremania</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Dunia sepak bola nasional kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kuncoro, sosok legenda yang identik dengan karakter keras dan loyalitas tanpa batas, mengembuskan napas terakhir pada Minggu (18/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Ia wafat setelah sempat tidak sadarkan diri dalam laga amal peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana, sebuah panggung yang ironisnya menjadi saksi bisu pengabdian terakhir sang legenda di atas rumput hijau.</p>
<p></p>
<p>Lahir di Malang pada 7 Maret 1973, Kuncoro bukan sekadar pemain, ia adalah representasi hidup dari filosofi Singo Edan. </p>
<p></p>
<p>Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pemain bertahan dengan determinasi tinggi yang sulit ditembus lawan. Rekam jejak prestasinya di kancah nasional menjadi bukti kapasitasnya sebagai pemain elite. </p>
<p></p>
<p>Pertama adalah Pilar Timnas Indonesia, di era 1990-an, Kuncoro menjadi andalan skuat Garuda, membuktikan kualitasnya di level internasional dan membawa nama baik bangsa.</p>
<p></p>
<p>Perestasi kedua, adalah Kolektor Gelar di Klub Raksasa, tak hanya berjaya di Malang, ia tercatat pernah memperkuat dan memberikan kontribusi signifikan bagi klub-klub besar tanah air seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, hingga Persik Kediri.</p>
<p></p>
<p>Ketiga adalah Ikon Loyalitas Arema FC, setelah gantung sepatu, pengabdiannya tidak luntur. Sejak 2012, ia mendedikasikan dirinya di jajaran kepelatihan Arema FC, melintasi berbagai pergantian pelatih kepala sebagai asisten pelatih yang sangat disegani.</p>
<p></p>
<p>Prestasi Kuncoro tidak hanya terukir saat ia masih aktif berlari. Sebagai asisten pelatih, ia dikenal sebagai penyelamat di masa-masa sulit. </p>
<p></p>
<p>Berkali-kali ia mengemban amanah sebagai caretaker atau pelatih sementara saat Arema FC berada dalam kondisi transisi kepemimpinan. </p>
<p></p>
<p>Ketegasan dan kemampuannya menjaga harmoni ruang ganti menjadikannya figur guru bagi para pemain muda.</p>
<p></p>
<p>"Beliau adalah pilar dan teladan. Dedikasi Kuncoro melampaui tugas taktis di lapangan; ia adalah penjaga jiwa klub ini," tulis manajemen Arema FC dalam pernyataan resminya.</p>
<p></p>
<p>Kejadian memilukan ini bermula saat almarhum turun bermain dalam pertandingan trofeo amal. </p>
<p></p>
<p>Setelah tampil impresif di babak pertama, ia beristirahat di bangku cadangan sebelum akhirnya jatuh pingsan akibat serangan jantung mendadak. </p>
<p></p>
<p>Meski tim medis telah melakukan upaya maksimal melalui CPR dan evakuasi ke RS Saiful Anwar (RSSA), nyawa sang legenda tidak tertolong.</p>
<p></p>
<p>Kepergian Kuncoro meninggalkan duka kolektif yang mendalam bagi insan sepak bola Indonesia. Ia pergi meninggalkan warisan berupa integritas, kedisiplinan, dan loyalitas yang akan selalu menjadi standar bagi generasi penerus sepak bola di Bumi Arema dan Indonesia.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isra Mikraj 1447 H/2026 M di Tengah Krisis Akhlak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isra-mikraj-1447-h2026-m-di-tengah-krisis-akhlak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isra-mikraj-1447-h2026-m-di-tengah-krisis-akhlak</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b13b0c05bc.webp" length="49280" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 12:50:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Opini, Isra&#039; Mi&#039;raj, Isra&#039; Mikraj</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> — Isra Mikraj bukan hanya kisah Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa. Jika hanya dipahami sebagai cerita, anak kecil pun dapat menghafalnya. Namun, Isra Mikraj sejatinya merupakan peringatan serius bagi akal, hati, dan perilaku manusia di bumi.</p>
<p>Peristiwa ini mengajarkan satu prinsip penting: Allah mengangkat derajat manusia bukan karena harta, jabatan, atau popularitas, melainkan karena kejujuran hati dan ketaatan. Ukuran kemuliaan tidak ditentukan oleh apa yang tampak di hadapan manusia, tetapi oleh kualitas batin di hadapan Tuhan.</p>
<p>Sebelum diangkat ke langit, Nabi Muhammad SAW justru mengalami luka batin di bumi. Beliau dicaci, dilempari, ditolak, dan dihina. Hal ini menegaskan bahwa bahkan manusia paling mulia pun tetap menghadapi ujian sosial dan psikologis. Kemuliaan tidak selalu berjalan beriringan dengan kenyamanan.</p>
<p>Pelajaran ini relevan dengan kehidupan hari ini. Ketika seseorang baru dicibir sedikit lalu marah, baru dikritik lalu menyimpan dendam, atau baru tidak dipuji lalu kecewa, bisa jadi ia belum sepenuhnya memahami makna Isra Mikraj.</p>
<p><strong>Isra Mikraj dan Manusia Modern</strong></p>
<p>Manusia modern banyak yang naik status, tetapi turun adab.</p>
<p>Naik jumlah pengikut, tetapi turun kualitas salat.</p>
<p>Naik jabatan, tetapi turun empati.</p>
<p>Naik suara, tetapi turun akhlak.</p>
<p>Isra Mikraj membawa satu oleh-oleh utama: salat. Bukan zakat lebih dulu, bukan pula haji. Sebab salat adalah terapi jiwa, penyeimbang ego, sekaligus rem sosial.</p>
<p>Salat yang benar tidak berhenti pada gerakan fisik. Ia tercermin dalam sikap hidup. Hatinya lebih tenang, lisannya lebih terjaga, tangannya ringan menolong, dan pikirannya lebih jernih. Jika salat hanya menjadi rutinitas, sementara kehidupan dipenuhi kebencian, berarti yang naik hanya tubuhnya, sedangkan hatinya masih tertinggal di bumi.</p>
<p><strong>Cermin Batin di Peringatan Isra Mikraj</strong></p>
<p>Peringatan Isra Mikraj seharusnya menjadi ruang bercermin, bukan ajang menunjuk kesalahan orang lain. Sudahkah salat menjadikan kita lebih rendah hati? Sudahkah ibadah menjauhkan kita dari kebiasaan menghakimi? Sudahkah ilmu agama membuat kita lebih lembut, bukan justru lebih keras?</p>
<p>Isra Mikraj bukan tentang siapa yang paling hafal kisahnya, melainkan siapa yang paling berubah akhlaknya setelah mengetahuinya.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Penulis: Habib Abdullah bin Idrus bib Agil Assegaf, Ketua Komunitas Noto Roso, Tumpang Malang. </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Dampit Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kecelakaan-maut-di-dampit-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kecelakaan-maut-di-dampit-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan Isuzu Elf. Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat, pengendara tidak dapat menghindar sehingga terjadi tabrakan pada bagian samping kanan depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967a229079fa.webp" length="81228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 21:32:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Peristiwa, Dampit, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Satuan Lalu Lintas Polres Malang memberikan penjelasan resmi terkait kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Raya Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Rabu pagi, yang sebelumnya viral di media sosial.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 07.00 WIB dan melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan kendaraan Isuzu Elf.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, pengendara sepeda motor melaju dari arah barat ke timur dan terlalu mengambil haluan ke kanan,” ujar Ipda Samsul, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan Isuzu Elf. Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat, pengendara tidak dapat menghindar sehingga terjadi tabrakan pada bagian samping kanan depan.</p>
<p>“Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka benturan pada bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, kemudian dievakuasi ke RSUP Turen,” jelasnya.</p>
<p>Ipda Samsul menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penanganan lanjutan terhadap peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terhadap informasi yang beredar di media sosial.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Estafet Kepemimpinan Polres Malang: AKBP Danang Setiyo Pamit, Fokus Kolaborasi dan Sinergitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/estafet-kepemimpinan-polres-malang-akbp-danang-setiyo-pamit-fokus-kolaborasi-dan-sinergitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/estafet-kepemimpinan-polres-malang-akbp-danang-setiyo-pamit-fokus-kolaborasi-dan-sinergitas</guid>
<description><![CDATA[ AKBP Danang Setiyo kini resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolres Malang kini dijabat oleh AKBP Muhammad Taat Resdianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696750e69e8ce.webp" length="46776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 16:21:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Berganti, Sertijab</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Tongkat komando kepemimpinan di Kepolisian Resor (Polres) Malang resmi berpindah tangan. </p>
<p></p>
<p>AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyampaikan salam pamit kepada jajaran personel dan masyarakat Kabupaten Malang setelah menyelesaikan masa tugasnya selama kurang lebih satu tahun, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Serah terima jabatan (sertijab) telah dilaksanakan secara formal pada Senin (12/1/2026) di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, sebagai bagian dari skema mutasi dan regenerasi di tubuh Polri.</p>
<p></p>
<p>Dalam pesan perpisahannya, AKBP Danang menekankan bahwa stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Malang selama masa jabatannya merupakan hasil dari sinergi yang solid.</p>
<p></p>
<p>"Selama satu tahun menjalankan tugas pelayanan, semua program dapat terlaksana berkat kolaborasi erat antara Polres Malang, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh elemen masyarakat," ujar AKBP Danang, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menilai Kabupaten Malang merupakan wilayah dengan karakteristik produktif dan memiliki potensi ekonomi serta sosial yang besar. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika seluruh pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>) terus menjaga iklim kerja sama yang harmonis.</p>
<p></p>
<p>Mantan Kapolres Blitar ini juga menyatakan optimismenya terhadap suksesi kepemimpinan di Polres Malang. Ia meyakini suksesornya mampu membawa institusi ini ke level yang lebih baik.</p>
<p></p>
<p>"Saya percaya Kapolres Malang yang baru memiliki kapasitas dan pengalaman mumpuni untuk melanjutkan serta meningkatkan kinerja yang telah berjalan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>AKBP Danang Setiyo kini resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolres Malang kini dijabat oleh AKBP Muhammad Taat Resdianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Pergeseran ini diharapkan dapat memberikan penyegaran organisasi serta memperkuat fungsi penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang di bawah nakhoda baru.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Provinsi Malang–Kediri Terhambat Longsor, BPBD Imbau Pengguna Jalan Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-provinsi-malangkediri-terhambat-longsor-bpbd-imbau-pengguna-jalan-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-provinsi-malangkediri-terhambat-longsor-bpbd-imbau-pengguna-jalan-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini dipicu oleh ambrolnya Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang menutup sebagian badan jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696736f30586e.webp" length="87354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 15:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Longsor Pujon Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Akses utama jalur provinsi yang menghubungkan Malang dan Kediri sempat mengalami kelumpuhan parsial pada Selasa malam (13/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Insiden ini dipicu oleh ambrolnya Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang menutup sebagian badan jalan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.25 WIB tersebut merupakan dampak langsung dari hujan deras yang mengguyur wilayah Malang Barat sejak Selasa sore. </p>
<p></p>
<p>Struktur TPT dilaporkan tidak mampu menahan tekanan tanah yang jenuh air, sehingga material tanah dan bebatuan meluber ke jalur utama.</p>
<p></p>
<p>Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat mengalami kemacetan. Petugas di lapangan terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup kendaraan demi keamanan dan kelancaran proses evakuasi material.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69673767ce620.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim asesmen begitu menerima laporan warga. Koordinasi lintas sektor segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur vital tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Material longsor menutup sebagian jalan sehingga arus lintas Malang–Kediri sempat terganggu. Kami langsung melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengerahan alat berat," ujar Sadono saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Proses pembersihan material melibatkan alat berat dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Meskipun terkendala oleh intensitas hujan ringan dan minimnya penerangan di lokasi kejadian, evakuasi berhasil diselesaikan pada dini hari tadi.</p>
<p></p>
<p>Guna memastikan keselamatan pengguna jalan, BPBD juga menggandeng unit Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyemprotan sisa-sisa lumpur pada badan jalan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi jalan yang licin yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Namun, kami telah berkoordinasi untuk penyemprotan jalan guna meminimalisir sisa material yang licin," tambah Sadono.</p>
<p></p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, otoritas kebencanaan mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. </p>
<p></p>
<p>Jalur Pujon merupakan wilayah dengan topografi perbukitan yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor, terutama di tengah puncak musim penghujan saat ini. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Hektare Tebu Terancam Membusuk, HKTI Malang Desak Evaluasi Manajemen Giling</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-hektare-tebu-terancam-membusuk-hkti-malang-desak-evaluasi-manajemen-giling</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-hektare-tebu-terancam-membusuk-hkti-malang-desak-evaluasi-manajemen-giling</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi tersebut kian diperparah dengan status operasional pabrik gula (PG) di wilayah Malang yang rata-rata telah memasuki masa tutup giling sejak Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967350d38f0f.webp" length="63532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 15:00:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Tebu, panen, HKTI, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Sektor perkebunan tebu di Kabupaten Malang tengah menghadapi krisis serius. Ratusan hektare tanaman tebu dilaporkan gagal panen tepat waktu akibat anomali cuaca dan buruknya manajemen koordinasi antara petani dengan pihak pabrik gula.</p>
<p></p>
<p>Persoalan ini mencuat di sela agenda pelantikan 1.000 Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Selasa (14/1/2026). Kondisi ini dinilai mengancam stabilitas ekonomi petani tebu di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah tingginya intensitas hujan yang membuat akses ke lahan perkebunan menjadi lumpuh. </p>
<p></p>
<p>Medan yang berat menyebabkan alat panen maupun armada pengangkut tidak dapat menjangkau titik tebu yang siap tebang.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut kian diperparah dengan status operasional pabrik gula (PG) di wilayah Malang yang rata-rata telah memasuki masa tutup giling sejak Desember 2025.</p>
<p></p>
<p>"Hingga hari ini, diperkirakan ratusan hektare tebu di Kabupaten Malang belum bisa dipanen. Akses lahan sulit karena faktor cuaca, di sisi lain banyak pabrik gula yang sudah berhenti beroperasi," tegas Makhrus.</p>
<p></p>
<p>Keterlambatan ini, menurut Makhrus, adalah kerugian ganda bagi petani. Selain kualitas rendemen tebu yang akan menurun drastis, biaya operasional yang telah dikeluarkan terancam tidak kembali, sehingga memukul pendapatan tahunan para petani.</p>
<p></p>
<p>Menyikapi fenomena tahunan yang kian memburuk ini, HKTI berkomitmen untuk melakukan rekayasa jadwal panen melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini bertujuan agar distribusi dan jadwal tebang tebu selaras dengan kapasitas operasional pabrik.</p>
<p></p>
<p>"Ke depan, fenomena ini tidak boleh terulang. HKTI akan mengintervensi melalui kolaborasi antara asosiasi petani dengan pabrik gula agar manajemen jadwal panen lebih tertata. Tujuannya jelas, agar petani tidak terus-menerus menjadi pihak yang dikorbankan," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui penguatan struktur 1.000 pengurus PAC hingga tingkat kecamatan, HKTI menargetkan sistem pelaporan kendala pertanian dapat dilakukan secara real-time untuk meningkatkan produktivitas dan sinergi antarwilayah.</p>
<p></p>
<p>Selain menyoroti krisis tebu, Makhrus yang juga menjabat sebagai Ketua APPERSI ini menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga kedaulatan lahan. </p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa alih fungsi lahan sawah basah menjadi area permukiman kini telah dilarang keras oleh pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Sawah basah tidak boleh lagi dialihfungsikan. Ini adalah harga mati untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan keberlangsungan profesi petani di masa depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Cetak Pemimpin Masa Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-resmikan-sma-taruna-nusantara-malang-cetak-pemimpin-masa-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-resmikan-sma-taruna-nusantara-malang-cetak-pemimpin-masa-depan</guid>
<description><![CDATA[ Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sebagai bagian strategi nasional pembangunan SDM unggul. Pendidikan berasrama berbasis disiplin, karakter, dan kepemimpinan ditekankan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69661e8e72ddb.webp" length="66662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 20:17:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP-</strong> Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Peresmian SMA Taruna Nusantara Malang menjadi bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah menengah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan terpadu memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan membutuhkan pemimpin yang kuat secara intelektual sekaligus matang secara moral.</p>
<p>“SMA Taruna Nusantara dibangun untuk menyiapkan putra-putri terbaik bangsa agar memiliki disiplin, rasa tanggung jawab, serta kesiapan mengabdi kepada negara,” ujar Prabowo, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas dan kejujuran. Tanpa fondasi karakter yang kuat, kemajuan justru berpotensi disalahgunakan dan menjauh dari tujuan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>“Ilmu pengetahuan dan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Presiden memberikan penekanan khusus kepada pimpinan lembaga pendidikan dan pamong guru SMA Taruna Nusantara Malang. Ia meminta agar amanah negara dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab demi mencetak kader bangsa yang siap memimpin dan berjiwa patriotik.</p>
<p>“Saya meminta amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya. Negara menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan seperti ini,” tegasnya.</p>
<p>Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang menandai langkah lanjutan pemerintah dalam memperluas pendidikan unggulan nasional berbasis karakter, kepemimpinan, dan penguasaan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Bupati Malang HM Sanusi beserta jajaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Medan Ekstrem dan Tanah Labil, Perbaikan Longsor di Malang Dilakukan Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/medan-ekstrem-dan-tanah-labil-perbaikan-longsor-di-malang-dilakukan-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/medan-ekstrem-dan-tanah-labil-perbaikan-longsor-di-malang-dilakukan-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi medan yang ekstrem dan struktur tanah yang masih labil memaksa otoritas terkait menerapkan prosedur penanganan secara bertahap demi menjamin keselamatan kru lapangan dan warga sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965f869127d9.webp" length="82498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 15:40:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan bahwa pemulihan akses jalan pascabencana tanah longsor di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, tidak dapat dilakukan secara instan. </p>
<p></p>
<p>Kondisi medan yang ekstrem dan struktur tanah yang masih labil memaksa otoritas terkait menerapkan prosedur penanganan secara bertahap demi menjamin keselamatan kru lapangan dan warga sekitar.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada Senin (12/1/2026) petang tersebut mengakibatkan badan jalan desa di wilayah Dusun Krajan RT 11 dan RT 12 ambrol. </p>
<p></p>
<p>Kerusakan tercatat mencapai panjang 10 meter dengan lebar 2 meter, serta kedalaman jurang sedalam 3 hingga 5 meter. </p>
<p></p>
<p>Selain badan jalan, tembok penahan tebing (TPT) sepanjang 5 meter turut hancur pada bagian fondasi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa percepatan penanganan harus dibarengi dengan akurasi asesmen teknis. Pihaknya enggan gegabah dalam mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi tanah di lokasi saat ini masih sangat labil. Penggunaan alat berat secara prematur justru berisiko memicu longsor susulan yang dapat membahayakan petugas maupun warga. Prioritas utama kami adalah pengamanan area," ujar Sadono, Selasa (13/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Sadono, tahapan penanganan saat ini meliputi survei geoteknik, tujuannya untuk emastikan stabilitas tanah sebelum konstruksi permanen dimulai.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya sinkronisasi langkah antara BPBD, Pemerintah Desa Jambuwer, dan pihak Kecamatan Kromengan dan pemasangan pagar pengaman dan rambu peringatan di titik-titik rawan.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, akses di titik longsor hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dengan pengawasan ketat. Warga secara swadaya telah memasang pagar pengaman sementara untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Penanganan permanen akan segera dieksekusi setelah ada rekomendasi teknis yang menyatakan lokasi tersebut benar-benar aman untuk pengerjaan fisik," tambah Sadono.</p>
<p></p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, mengingat karakteristik wilayah Kromengan yang memiliki kemiringan lereng cukup curam. </p>
<p></p>
<p>Langkah penanganan berkelanjutan kini tengah disiapkan agar mobilitas ekonomi warga desa tidak terhambat lebih lama. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Titik Longsor Menutup Akses Desa Taji Jabung Malang ke Pronojiwo Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-titik-longsor-menutup-akses-desa-taji-jabung-malang-ke-pronojiwo-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-titik-longsor-menutup-akses-desa-taji-jabung-malang-ke-pronojiwo-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Medan curam dan akses sempit membuat penanganan longsor di Desa Taji Jabung terkendala, meski kerja bakti warga dan lintas instansi terus dilakukan intensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696243c15deb8.webp" length="96448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 21:16:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>tanah longsor, BPBD Kabupaten Malang, Desa Taji, Kecamatan Jabung, bencana alam, kerja bakti, alat berat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Dua titik longsor dilaporkan BPBD Malang menutup akses jalur penghubung Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menuju Desa Pronojiwo, Kabupaten Pasuruan, hingga Sabtu (10/1/2026) masih belum tertangani secara maksimal. </p>
<p>Kondisi medan yang sulit membuat alat berat kesulitan menjangkau lokasi kejadian.</p>
<p>Longsor dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Desa Taji dan sekitarnya sejak Kamis (8/1/2026) sore hingga malam hari. Dari hasil pendataan awal, terdapat lima titik longsor dengan skala berbeda.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan,  sebagian titik longsor telah berhasil ditangani melalui kerja bakti.</p>
<p>“Untuk tiga titik longsor yang berskala kecil sudah dinyatakan clear,” ujar Sadono, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>Sadono menyampaikan, penanganan di lapangan pada Sabtu siang dilakukan melalui kerja bakti bersama lintas unsur, sembari menunggu solusi teknis untuk dua titik longsor besar.</p>
<p>“Penanganan hari ini dilakukan melalui kerja bakti warga bersama unsur Muspika serta PU Bina Marga UPT Tumpang,” kata Sadono.</p>
<p>Meski demikian, dua titik longsor dengan volume material besar masih menutup badan jalan secara total dan belum dapat ditangani secara optimal.</p>
<p>Berdasarkan asesmen BPBD, titik longsor pertama memiliki ketinggian sekitar 35 meter dengan lebar 10 meter dan ketebalan material mencapai 2 meter. Sementara titik kedua memiliki tinggi sekitar 45 meter, lebar 15 meter, dengan ketebalan material sekitar 2 meter.</p>
<p>Material longsoran tersebut menutup akses jalan penghubung Dusun Umbut Legi, Desa Taji, Kecamatan Jabung, menuju wilayah Pronojiwo, sehingga tidak dapat dilalui.</p>
<p>“Kendala utama saat ini adalah akses menuju lokasi yang sempit dan kondisi medan yang labil, sehingga alat berat masih kesulitan untuk masuk,” jelas Sadono, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah desa, serta Muspika Kecamatan Jabung untuk menentukan langkah penanganan lanjutan yang aman.</p>
<p>Selain kaji cepat, BPBD juga telah mendistribusikan dukungan logistik guna mendukung penanganan darurat. Untuk peralatan manual seperti cangkul dan sekop telah terpenuhi, sementara kebutuhan utama masih pada alat berat.</p>
<p>Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali turun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Sambut Baik Peresmian Kampung PLN Mobile di Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-sambut-baik-peresmian-kampung-pln-mobile-di-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-sambut-baik-peresmian-kampung-pln-mobile-di-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang meresmikan Kampung PLN Mobile sebagai percontohan layanan berbasis aplikasi untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus mendorong transformasi digital daerah Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960e64c5d689.webp" length="78544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 19:29:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, Kampung PLN Mobile, Transformasi Digital, Pelayanan Publik, Kepanjen, Digitalisasi Layanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal memfokuskan kemudahan layanan berbasis aplikasi melalui kehadiran Kampung PLN Mobile sebagai proyek percontohan di Jalan Regulo RT 16–17/RW 02, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Jumat (9/1/2026). </p>
<p>Dalam peresmiannya, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib menegaskan, Pemkab Malang menyambut baik kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, PT PLN (Persero), dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT PLN (Persero) dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Program ini sangat sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital,” ujar Lathifah, Jumat (9/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, Kampung PLN Mobile memberikan kemudahan yang signifikan bagi masyarakat karena berbagai layanan dapat diakses tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan, terutama bagi warga di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.</p>
<p>“Mudah-mudahan ini salah satu pilot project yang bisa dikembangkan di desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Malang. Program ini memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Wabup Malang menekankan bahwa Kampung PLN Mobile tidak hanya berfokus pada penggunaan aplikasi, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar semakin melek teknologi dan mampu memanfaatkan layanan secara mandiri.</p>
<p>“Melalui aplikasi PLN Mobile, masyarakat dapat melakukan pengaduan gangguan, permohonan layanan, hingga memperoleh informasi secara real time. Pemerintah Kabupaten Malang tentu sangat mendukung program ini karena sejalan dengan transformasi digital daerah,” tegasnya.</p>
<p>Wabup Malang juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi secara optimal serta mendukung program-program inovatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p>“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat positif dan mampu menginspirasi terwujudnya masyarakat Kabupaten Malang yang cerdas dan melek digital,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanganan Longsor Gubukklakah Malang Capai 75 Persen, Jalur Bromo Dibuka Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanganan-longsor-gubukklakah-malang-capai-75-persen-jalur-bromo-dibuka-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanganan-longsor-gubukklakah-malang-capai-75-persen-jalur-bromo-dibuka-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan longsor di Poncokusumo terus dilakukan lintas unsur, akses jalur Bromo kini dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960d94231499.webp" length="66566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 18:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>longsor Malang, BPBD Kabupaten Malang, jalur Bromo, Poncokusumo, penanganan bencana, akses jalan, tanggap</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sempat menutup total akses jalan kabupaten menuju kawasan wisata Gunung Bromo, Kamis (8/1/2026) dini hari.</p>
<p>Peristiwa tanah longsor tersebut dipicu intensitas hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Poncokusumo sejak sore hingga malam hari.</p>
<p>Material longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 35 meter dengan lebar delapan meter dan menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketebalan mencapai 1–1,5 meter.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa longsor terjadi di tiga titik berbeda, yakni di Jalan Raya Gubukklakah, Desa Gubukklakah, serta dua titik di Desa Taji arah Umbutlegi.</p>
<p>“Longsoran sempat menutup total jalan kabupaten yang merupakan akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo, sehingga arus lalu lintas sempat tidak bisa dilalui,” ujar Sadono, Jumat (9/1/2026).</p>
<p>Sadono menambahkan, BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait segera melakukan asesmen dan kerja bakti penanganan di lokasi kejadian. Penanganan juga dilakukan menggunakan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor.</p>
<p>Selain pengerahan personel, BPBD juga menyalurkan dukungan logistik berupa air mineral, makanan siap saji, tambahan gizi, serta terpal. Dua unit tangki air turut dikerahkan untuk penyemprotan dan pembersihan badan jalan.</p>
<p>Seiring upaya penanganan yang berlangsung, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.</p>
<p>“Penanganan dan pembersihan material longsor saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan sistem buka tutup,” kata Purwoto.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa pada titik longsor kedua, material yang dibersihkan memiliki tinggi sekitar tiga meter dengan panjang enam meter. Proses pembersihan masih terus dilakukan hingga kondisi jalan benar-benar aman dilalui pengguna jalan.</p>
<p>Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Malang melibatkan berbagai unsur, antara lain Binamarga, Forkopimcam Poncokusumo, TNI, Polri, TNBTS, PMI, Tagana, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.</p>
<p>Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut, sementara data kerugian material masih dalam proses pendataan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Utama Wisata Bromo via Poncokusumo Putus Total Akibat Longsor Tebing 20 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-utama-wisata-bromo-via-poncokusumo-putus-total-akibat-longsor-tebing-20-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-utama-wisata-bromo-via-poncokusumo-putus-total-akibat-longsor-tebing-20-meter</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi penyebab runtuhnya tebing sepanjang 10 meter di titik dekat Warung Lodji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69603d9c17415.webp" length="23004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 06:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Bromo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Jalur strategis menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, lumpuh total. </p>
<p>Tebing setinggi 20 meter di Jalan Raya Gubukklakah longsor dan menimbun badan jalan pada Kamis (8/1/2026) malam pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Peristiwa ini mengakibatkan akses utama masyarakat lokal dan wisatawan dari arah Malang menuju Desa Ngadas maupun puncak Bromo tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>Bencana dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Poncokusumo secara berkesinambungan sejak pukul 15.00 WIB. </p>
<p>Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi penyebab runtuhnya tebing sepanjang 10 meter di titik dekat Warung Lodji.</p>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa material longsoran menutup jalan kabupaten dengan volume yang cukup masif.</p>
<p>"Material longsoran memiliki ketebalan antara 1 hingga 1,5 meter dengan panjang tutupan mencapai 10 meter. Saat ini jalur Gubukklakah–Ngadas tertutup total dan tidak dapat dilintasi," ujar Sadono, Kamis (8/1/2026) malam.</p>
<p>Hingga pukul 22.20 WIB, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Malang masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan area. </p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pembersihan material dipastikan tidak dapat dilakukan secara manual karena ketebalan tanah yang ekstrem.</p>
<p>"Alat berat berupa ekskavator atau <em>loader</em> untuk menyingkirkan material tanah dan bebatuan, lokasi kejadian minim cahaya, sehingga menyulitkan proses evakuasi pada malam hari, seluruh aktivitas logistik dan pariwisata di jalur tersebut terhenti sementara hingga evakuasi selesai," terangnya. </p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat dan calon wisatawan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan demi keamanan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi jika intensitas hujan kembali meningkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kafe di Putat Kidul Gondanglegi Malang Dilaporkan Warga, Polisi Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kafe-di-putat-kidul-gondanglegi-malang-dilaporkan-warga-polisi-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kafe-di-putat-kidul-gondanglegi-malang-dilaporkan-warga-polisi-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Aktivitas sebuah kafe di Desa Putat Kidul, Gondanglegi, menuai protes warga hingga dilaporkan ke Polisi, karena dinilai kerap memicu keributan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e6a0c5915a.webp" length="68660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 22:04:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gondanglegi, Putat Kidul, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Sebuah kafe di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dilaporkan warga karena dinilai mengganggu ketertiban umum. Laporan tersebut ditindaklanjuti Polres Malang setelah diterima melalui layanan Call Center 110.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan adanya laporan warga tersebut saat dihubungi, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Ia mengatakan, petugas sudah mendatangi lokasi pada Selasa (6/1/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB guna menindaklanjuti aduan masyarakat.</p>
<p>“Petugas mendatangi salah satu kafe di Desa Putat Kidul untuk menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan gangguan ketertiban umum,” ujar AKP Bambang, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, saat petugas tiba di lokasi, puluhan warga telah berkumpul dan menyampaikan keberatan atas aktivitas kafe tersebut. Tercatat lebih dari 50 warga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada petugas.</p>
<p>“Warga mengeluhkan aktivitas kafe yang dinilai sering menimbulkan keributan dan mengganggu ketenangan lingkungan sekitar,” jelasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, warga juga menyampaikan bahwa keributan kerap melibatkan pengunjung dari luar wilayah Desa Putat Kidul, sehingga menimbulkan keresahan.</p>
<p>“Warga berharap ada tindak lanjut dari pihak berwenang, termasuk permintaan agar usaha yang dinilai meresahkan dapat ditertibkan sesuai aturan,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas melakukan komunikasi persuasif dengan mengamankan situasi dan memfasilitasi penyampaian aspirasi warga agar tidak berkembang menjadi konflik.</p>
<p>“Persoalan ini akan dikoordinasikan dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><strong></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DKP Kabupaten Malang Dorong BUMD Pangan Tekan Kebocoran PDRB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dkp-kabupaten-malang-dorong-bumd-pangan-tekan-kebocoran-pdrb</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dkp-kabupaten-malang-dorong-bumd-pangan-tekan-kebocoran-pdrb</guid>
<description><![CDATA[ DKP Kabupaten Malang mendorong pembentukan BUMD Pangan untuk menekan kebocoran PDRB akibat belanja pangan yang masih banyak keluar daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e63384170f.webp" length="34574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 21:53:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BUMD Pangan, DKP Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan sebagai langkah strategis untuk menekan kebocoran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akibat belanja pangan ke luar daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menyampaikan bahwa dari sisi produksi, Kabupaten Malang berada dalam kondisi surplus hampir di seluruh komoditas pangan.</p>
<p>“Dengan surplus yang seperti ini, sebetulnya kami berinisiasi membuat badan usaha BUMD Pangan, karena bagaimanapun juga komoditas kita semuanya surplus,” ujar Mahila, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pada akhir tahun lalu ketersediaan pangan di Kabupaten Malang bahkan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 1,4 bulan mendatang. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada perputaran ekonomi daerah. Dirinya  menyoroti dapur SPPG progam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebagian masih membeli bahan pokok di luar daerah.</p>
<p>“Pada kenyataannya, masih banyak SPPG-SPPG yang belanjanya ke kota atau daerah lain,” katanya.</p>
<p>Mahila menegaskan, kebiasaan belanja ke luar daerah tersebut berdampak pada kebocoran ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB Kabupaten Malang tercatat mencapai sekitar Rp138 triliun per tahun, dengan potensi kehilangan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6 persen.</p>
<p>“Kalau tidak segera kita laksanakan, satu tahun saja potensi kehilangan kita bisa mencapai sekitar 6 persen dari PDRB,” ucapnya.</p>
<p>Menurutnya, pembentukan BUMD Pangan membutuhkan dasar hukum berupa peraturan daerah (perda). Saat ini, DKP tengah berkolaborasi dengan DPRD serta Bappeda Kabupaten Malang untuk menyiapkan kajian sebagai tahapan awal penyusunan perda.</p>
<p>“Untuk membuat BUMD tentu harus ada perda, dan itu membutuhkan kajian. Proses ini harus segera kita lalui,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pembentukan BUMD Pangan ditargetkan dapat terealisasi paling lambat pada 2027. Meski demikian, Pemkab Malang tetap berhati-hati agar BUMD yang dibentuk benar-benar berjalan optimal.</p>
<p>“Harus ada embrio, tidak mungkin langsung. Kita belajar dari pengalaman, karena ada juga BUMD-BUMD yang tidak berjalan maksimal,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Catat Surplus Beras 80 Ribu Ton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-catat-surplus-beras-80-ribu-ton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-catat-surplus-beras-80-ribu-ton</guid>
<description><![CDATA[ Produktivitas padi di Kabupaten Malang saat ini disebut stabil dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap stok pangan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e0c87d8a21.webp" length="51808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 13:50:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, HKTI Kabupaten Malang, Panen Raya Padi, Swasembada Pangan, Surplus Beras, Pertanian Malang, Turen Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berhasil mencatatkan surplus produksi beras sebesar 80 ribu ton pada awal tahun 2026. </p>
<p>Capaian impresif ini menjadi sinyal positif bagi penguatan swasembada pangan di wilayah Jawa Timur, sebagaimana terungkap dalam agenda Tanam dan Panen Raya di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Malang tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir.</p>
<p>Bupati Sanusi dan Kolonel Inf Kohir turun langsung ke area persawahan untuk mengoperasikan combine harvester. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern ini merupakan bagian dari strategi mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi waktu dan menekan biaya produksi saat masa panen.</p>
<p>Sanusi menegaskan bahwa produktivitas padi di Kabupaten Malang saat ini sangat stabil dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap stok pangan nasional.</p>
<p>"Total produktivitas padi Kabupaten Malang mencapai 480 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi lokal sebesar 400 ribu ton. Artinya, kita memiliki surplus 80 ribu ton yang siap menyokong daerah lain," ujar dia.</p>
<p>Ia menargetkan peningkatan intensitas produksi melalui inovasi teknologi. "Saat ini rata-rata hasil panen berkisar 7 hingga 8 ton per hektar. Kami terus mendorong inovasi agar produktivitas bisa menyentuh angka 12 ton per hektar," tambahnya.</p>
<p>Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membina para petani. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya metode "ATM" (Amati, Tiru, dan Modifikasi) dalam mengadopsi keberhasilan pertanian dari daerah lain untuk diterapkan di Malang.</p>
<p>"Kabupaten Malang masuk dalam lima besar produsen pangan di Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur adalah lumbung pangan nasional, posisi kita sangat strategis dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat," jelas Makhrus.</p>
<p>Kegiatan di Kecamatan Turen ini juga terkoneksi secara daring melalui <em>video conference</em> dengan agenda Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. </p>
<p>Hal ini menunjukkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, beserta jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus HKTI setempat.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Purna Tugas, Camat Pakisaji Endah Sryati Tekankan Integritas dan Kepatuhan Regulasi bagi ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-purna-tugas-camat-pakisaji-endah-sryati-tekankan-integritas-dan-kepatuhan-regulasi-bagi-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-purna-tugas-camat-pakisaji-endah-sryati-tekankan-integritas-dan-kepatuhan-regulasi-bagi-asn</guid>
<description><![CDATA[ Perempuan yang dikenal aktif sebagai penyiar radio ini menekankan bahwa pelayanan publik harus bebas dari diskriminasi. Menurutnya, standar pelayanan di era sekarang sudah sangat jelas, yakni transparan dan tanpa pungutan biaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c9ab4d4591.webp" length="56002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 14:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Camat Pakisaji, Purna Tugas, ASN Berintegritas, Kabupaten Malang, Pelayanan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Menjelang masa purna tugas pada awal tahun 2026, Camat Pakisaji, Endah Sriyati, memberikan refleksi mendalam mengenai esensi pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN). </p>
<p>Menjabat sejak 2019, ia menegaskan bahwa integritas dan ketaatan pada regulasi adalah fondasi utama dalam menjalankan pelayanan publik yang berkeadilan.</p>
<p>"Dalam bekerja, kita selalu didampingi oleh regulasi. Pilihan ada pada kita, ingin taat atau menyimpang, dan setiap pilihan memiliki risiko. Dengan integritas, kita dapat bekerja dengan tenang dan fokus pada kemanfaatan bagi masyarakat," ujar Endah saat ditemui di Kantor Kecamatan Pakisaji, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Perempuan yang dikenal aktif sebagai penyiar radio ini menekankan bahwa pelayanan publik harus bebas dari diskriminasi. Menurutnya, standar pelayanan di era sekarang sudah sangat jelas, yakni transparan dan tanpa pungutan biaya.</p>
<p>Komitmen tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Kecamatan Pakisaji meraih Juara II Lomba Konten Media Sosial se-Kabupaten Malang. Konten tersebut secara khusus mengampanyekan pesan bahwa setiap warga berhak mendapatkan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang sosial maupun simbol kemewahan.</p>
<p>"Siapa pun yang datang harus dilayani sebaik mungkin. Pelayanan publik tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau atribut kekayaan," tegasnya.</p>
<p>Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Pakisaji juga sukses menyabet predikat Juara I Sinergitas Pemerintah Kabupaten Malang dari total 33 kecamatan. </p>
<p>Capaian ini disebut Endah sebagai buah dari kedisiplinan administratif dan kejujuran dalam pelaporan kinerja.</p>
<p>"Kami menekankan agar seluruh kegiatan dilaporkan apa adanya tanpa manipulasi data. Sinergisitas yang terbangun bukan sekadar urusan administratif, melainkan kolaborasi nyata antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat," jelas mantan Lurah Sedayu tersebut.</p>
<p>Jelang menutup masa pengabdiannya, Endah menitipkan pesan krusial kepada seluruh kepala desa di wilayah Pakisaji. Ia mengimbau para perangkat desa agar senantiasa berpijak pada aturan yang berlaku guna menjaga kepercayaan publik dan menghindari jeratan hukum di masa depan.</p>
<p>"Bekerja sesuai aturan akan membuat kita tidak dibayangi permasalahan setiap hari. Itu adalah kunci untuk memberikan pelayanan yang optimal," tuturnya.</p>
<p>Endah memiliki rekam jejak karier yang panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, mulai dari jabatan di Kecamatan Singosari, Kelurahan Cepokomulyo, hingga Bagian Protokol dan Publikasi. </p>
<p>Memasuki masa purna tugas, ia berharap dapat terus berkontribusi bagi masyarakat dalam kapasitas yang berbeda dengan kesehatan dan ketenangan batin.<b> (**) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trimurti Restaurant di Grand Mercure Malang Mirama Kantongi Sertifikat Halal Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trimurti-restaurant-di-grand-mercure-malang-mirama-kantongi-sertifikat-halal-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trimurti-restaurant-di-grand-mercure-malang-mirama-kantongi-sertifikat-halal-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama resmi mengantongi sertifikat halal nasional, menegaskan komitmen mutu, keamanan pangan, serta kenyamanan konsumen lintas segmen masyarakat luas Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695baa25e074b.webp" length="39660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 20:47:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sertifikat Halal, Kuliner Halal, Grand Mercure Malang, Trimurti Restaurant, BPJPH, MUI, Wisata Kuliner, Hotel Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Trimurti Restaurant yang berada di Grand Mercure Malang Mirama resmi mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).</p>
<p>Sertifikasi ini menjadi penegasan komitmen restoran dalam menghadirkan layanan kuliner yang aman, berkualitas, dan sesuai standar kehalalan nasional.</p>
<p>Sertifikat halal tersebut diserahkan dalam sebuah seremoni yang digelar di Grand Mercure Malang Mirama, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Proses pemeriksaan dan pengujian kehalalan dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebelum BPJPH menerbitkan sertifikat resmi.</p>
<p>Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, menyampaikan bahwa sertifikasi halal merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus profesional kepada konsumen, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.</p>
<p>“Prosesnya cukup panjang dan menyeluruh. Namun kami meyakini bahwa kepastian halal adalah hak dasar konsumen. Sertifikat ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap tamu,” ujarnya, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh rantai operasional restoran telah melalui pemeriksaan ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen, agar sepenuhnya memenuhi standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).</p>
<p>Direktur Pusat Pengembangan Bisnis LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Suud Fuadi S.HI., M.EI., menegaskan bahwa proses sertifikasi Trimurti Restaurant dilakukan secara mendalam dan komprehensif.</p>
<p>“Pemeriksaan dilakukan pada setiap titik kritis produksi. Kami memastikan tidak ada kontaminasi silang dan seluruh bahan tambahan yang digunakan telah memenuhi ketentuan syariat,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan Trimurti Restaurant meraih sertifikat halal diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku industri kuliner lainnya bahwa kualitas rasa dan kepatuhan terhadap standar halal dapat berjalan beriringan.</p>
<p>Dengan diraihnya sertifikat halal ini, Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama menegaskan posisinya sebagai destinasi kuliner yang tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga menjamin ketenangan dan kepercayaan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p>Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi mencicipi menu andalan bersama tamu undangan serta awak media.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nahas Pembersihan DAM Sungai di Malang, Pekerja Lansia Terjepit Arus Deras Sungai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nahas-pembersihan-dam-sungai-di-malang-pekerja-lansia-terjepit-arus-deras-sungai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nahas-pembersihan-dam-sungai-di-malang-pekerja-lansia-terjepit-arus-deras-sungai</guid>
<description><![CDATA[ Insiden kecelakaan kerja di DAM Kali Manten Bululawang berujung meninggalnya pekerja lansia setelah terjepit arus deras saat pembersihan pintu air pagi hari Senin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b91d0dd20a.webp" length="97104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 17:59:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, DAM Bululawang, Kecelakaan Kerja, Evakuasi SAR, Sungai Kali Manten</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Insiden nahas terjadi dalam aktivitas pemeliharaan pintu air DAM Kali Manten, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (5/1/2026) pagi. Seorang pekerja berusia 59 tahun dikabarkan meninggal dunia setelah terjepit arus saat membersihkan sumbatan di struktur pintu air.</p>
<p>Diketahui, korban bernama Ropi’i (59), warga Dusun Krajan, Desa Kasembon, saat itu bersama perangkat desa dan rekan kerjanya melakukan pembersihan sekaligus perbaikan pintu air. </p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, membenarkan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.</p>
<p>Menurutnya pada proses pembersihan di bawah permukaan, korban menyelam ke pintu air ketiga untuk membuka sumbatan sampah.</p>
<p>Namun, peningkatan debit air membuat arus menjadi tidak terkendali. Korban terseret dan terjepit di sela struktur pintu air, sementara upaya penyelamatan awal oleh rekan di lokasi tidak memungkinkan dilakukan secara manual.</p>
<p>“Korban saat itu menyelam untuk membersihkan sumbatan. Terseret arus, lalu terjepit di pintu air DAM. Rekan di lokasi sudah mencoba menolong, namun tidak kuat karena debit dan arus air deras,” ujarnya, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan secara berjenjang dari Ketua RT kepada perangkat desa hingga diteruskan ke kepolisian. Piket Polsek Bululawang segera menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan unsur terkait.</p>
<p>Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Polsek Bululawang, Basarnas, BPBD, PMI, PMI Rescue, PMI Kabupaten Malang, serta warga sekitar. Di sekitar area DAM, petugas juga menemukan barang milik korban berupa kemeja kotak-kotak dan topi.</p>
<p>Bambang menjelaskan, penanganan dilakukan sesuai prosedur penyelamatan, namun pihak keluarga menyatakan penolakan terhadap visum.</p>
<p>“Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka. Keluarga menerima dan menolak visum, sehingga pemeriksaan medis dilakukan oleh bidan dan perawat desa,” tegas Bambang.</p>
<p>Polisi memastikan insiden tersebut merupakan kecelakaan kerja dan mengingatkan pentingnya mitigasi risiko saat melakukan aktivitas teknis di area aliran sungai dan bangunan pengendali air.</p>
<p>“Ini murni kejadian kecelakaan saat bekerja. Kami turut berduka, dan mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan saat melakukan pembersihan saluran air, terutama saat debit sungai meningkat,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penerapan ISO 21001:2018 SMK NUSA diteguhkan Bersama Peresmian Gedung LP Ma’arif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penerapan-iso-210012018-smk-nusa-diteguhkan-bersama-peresmian-gedung-lp-maarif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penerapan-iso-210012018-smk-nusa-diteguhkan-bersama-peresmian-gedung-lp-maarif</guid>
<description><![CDATA[ SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo resmi umumkan  ISO 21001 2018 menegaskan komitmen mutu pendidikan vokasi NU berstandar internasional berkelanjutan di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695927c4c10d3.webp" length="45502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 22:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMK NUSA Poncokusumo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMK Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo, Kabupaten Malang, resmi umumkan penerapan ISO 21001:2018, standar internasional sistem manajemen organisasi pendidikan. </p>
<p>Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola mutu pendidikan vokasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Ketua Yayasan SMK NUSA, Abdul Mujib Syadzili, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, launching ISO 21001:2018 merupakan prestasi besar yang menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang terukur dan berkelanjutan.</p>
<p>“SMK NUSA sangat berbahagia karena hari ini di-launching ISO 21001:2018. Ini adalah prestasi luar biasa bagi SMK NUSA dan Ampel Poncokusumo, Kabupaten Malang,” ujar Abdul Mujib, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Ia berharap, penerapan standar internasional ini dapat menjadikan SMK NU Sunan Ampel sebagai rujukan bagi lembaga pendidikan NU lainnya.</p>
<p>“Mudah-mudahan mendatang SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo mampu menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya untuk terus berkembang dan menjadi yang terbaik,” lanjutnya.</p>
<p>Lebih jauh, Abdul Mujib menekankan bahwa implementasi ISO 21001:2018 tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, terutama para guru dan tenaga kependidikan.</p>
<p>“ISO ini memiliki parameter dan ukuran yang jelas. Maka harus diikuti dengan etos kerja dan semangat kerja yang luar biasa, agar mampu dipertahankan ke depan dan terus terjadi peningkatan-peningkatan signifikan bagi kemajuan lembaga,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang setia mendampingi proses panjang penerapan ISO 21001:2018 di SMK NUSA.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, yang sangat setia mendampingi proses ISO ini,” ungkapnya.</p>
<p>Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada akademisi yang terlibat langsung dalam proses pendampingan teknis.</p>
<p>“Termasuk kepada Prof. Dr. Sugeng Listio Prabowo dari UIN, yang secara istikamah melaksanakan kegiatan penyiapan dan persiapan ISO ini,” pungkas Abdul Mujib.</p>
<p>Dengan diluncurkannya ISO 21001:2018, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo meneguhkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan vokasi berbasis nilai ke-NU-an yang adaptif terhadap standar mutu global, sekaligus konsisten dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peresmian Gedung LP Ma’arif NU, Sekda Malang Tekankan Mutu dan Daya Guna Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-lp-maarif-nu-sekda-malang-tekankan-mutu-dan-daya-guna-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-lp-maarif-nu-sekda-malang-tekankan-mutu-dan-daya-guna-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang menegaskan dorongan peningkatan mutu, tata kelola, kolaborasi, serta daya saing pendidikan berbasis dampak sosial masyarakat luas daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695926460d917.webp" length="46912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 22:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>LP Ma&#039;arif NU Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Peresmian gedung baru Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang menjadi momentum strategis penguatan tata kelola pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam mendorong peningkatan mutu, relevansi, dan daya guna pendidikan bagi masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa NU sejatinya telah memiliki fondasi pendidikan yang kokoh dan berlapis, mulai dari pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi. </p>
<p>Namun demikian, tantangan ke depan tidak lagi semata pada aspek kelembagaan dan infrastruktur, melainkan pada kualitas kinerja institusi pendidikan dan dampak nyatanya bagi publik.</p>
<p>“Sekarang NU sudah oke. Ada pendidikan perguruan tinggi, ada Universitas Islam Malang. Rata-rata kyainya juga punya pondok pesantren. Tapi ini tetap perlu ditingkatkan lagi,” tegas Budiar Anwar saat menghadiri peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang di Kecamatan Pakisaji, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan gedung baru harus menjadi pemicu lahirnya kinerja kelembagaan yang lebih produktif dan aplikatif. </p>
<p>Ia mengingatkan agar lembaga pendidikan tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan mampu mengimplementasikan hasil kajian akademik dan penjaminan mutu secara konkret.</p>
<p>“Banyak perguruan tinggi punya Lembaga Penjaminan Mutu, tapi tidak berdaya. Hasil kajiannya hanya ditumpuk. LP Ma’arif harus bisa menerapkan kajian untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Budiar juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan daya saing pendidikan di tingkat nasional hingga global. Ia mencontohkan kerja sama Universitas Islam Malang (Unisma) dengan mitra dari China dalam pengembangan pertanian jagung sebagai bentuk sinergi akademik yang berdampak langsung.</p>
<p>Selain itu, ia mengapresiasi capaian SMK NU Nusa Poncokusumo yang berhasil meraih sertifikasi ISO 21001:2018 di bidang pendidikan.</p>
<p>“ISO 21001:2018 tidak lepas dari manajemen dan sumber daya manusia. Ini membutuhkan capacity building, peningkatan SDM, hingga penguatan organisasi,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah, menegaskan bahwa kemandirian merupakan nilai dasar Ma’arif NU sejak awal berdirinya jam’iyah. Kemandirian tersebut, menurutnya, lahir dari kepercayaan masyarakat yang terus terbangun secara historis dan kultural.</p>
<p>“Kemandirian Ma’arif lahir dari pergerakan masyarakat. Dari kepercayaan itulah akhirnya terbangun kemandirian,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini telah membangun sistem manajemen dan basis data terintegrasi melalui JAMaNU (Jaringan Madrasah Ma’arif NU). Sistem tersebut digunakan untuk memetakan potensi satuan pendidikan, mulai dari tingkat akreditasi, kualitas SDM, hingga kesiapan sekolah menuju standar nasional dan internasional.</p>
<p>“Dari database itu kami tahu sekolah yang potensial untuk naik ke level nasional maupun internasional. Target kami jelas, Ma’arif menuju kelas dunia,” tandasnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola pendidikan, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini tengah menuntaskan proses sertifikasi ISO 21001:2018, yang ditargetkan rampung dan diterima pada bulan ini.</p>
<p>Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pendidikan Ma’arif yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Maslahah Jam&amp;apos;iyah, KH Habib Musthofa Alaydrus Ungkap Fakta di Balik Rekonsiliasi PBNU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-maslahah-jamiyah-kh-habib-musthofa-alaydrus-ungkap-fakta-di-balik-rekonsiliasi-pbnu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-maslahah-jamiyah-kh-habib-musthofa-alaydrus-ungkap-fakta-di-balik-rekonsiliasi-pbnu</guid>
<description><![CDATA[ Habib Musthofa menegaskan bahwa keterlibatannya tidak didasari oleh agenda pribadi maupun kepentingan struktural tertentu. Ia memilih terminologi &#039;ikhtiar maslahah&#039; ketimbang sekadar &#039;islah&#039; yang sempat mengalami beberapa kali kebuntuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6958c1b003201.webp" length="38694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 15:15:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, MWC NU, Habib Mustofa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Dinamika internal yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini ditegaskan bukan sekadar upaya islah (perdamaian) antarstruktur organisasi. </p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, rangkaian komunikasi intensif yang melibatkan para ulama sepuh merupakan ikhtiar besar dalam menjaga kemaslahatan dan arah jam'iyah menjelang pelaksanaan Muktamar.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan secara terbuka oleh KH Habib Musthofa Alaydrus guna meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang terkait perannya dalam menjembatani komunikasi antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.</p>
<p></p>
<p>Habib Musthofa menegaskan bahwa keterlibatannya tidak didasari oleh agenda pribadi maupun kepentingan struktural tertentu. Ia memilih terminologi 'ikhtiar maslahah' ketimbang sekadar 'islah' yang sempat mengalami beberapa kali kebuntuan.</p>
<p></p>
<p>"Dalam proses ini, istilah islah pertama hingga ketiga ternyata tidak sepenuhnya dapat diterima semua pihak. Saya memaknainya sebagai ikhtiar maslahah, jalan yang lebih luas karena tidak berpihak pada kelompok atau figur tertentu, melainkan untuk keselamatan NU dan umat Islam secara umum," ujar Habib Musthofa usai menghadiri sebuah agenda keagamaan di Malang, baru-baru ini.</p>
<p></p>
<p>Ketegangan di tubuh PBNU yang sempat memicu wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) sejatinya berusaha diredam melalui dialog. </p>
<p></p>
<p>Habib Musthofa mengisahkan, rencana awal Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sempat menghadapi kendala teknis dan komunikasi.</p>
<p></p>
<p>Namun, titik terang muncul saat Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyatakan kesiapannya untuk hadir melalui komunikasi personal dengan Habib Musthofa. </p>
<p></p>
<p>Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang karib disapa Gus Yahya.</p>
<p></p>
<p>"Posisi saya hanyalah penyambung komunikasi (wasilah). Kiai Miftah sudah seperti guru dan ayah bagi saya, sementara Gus Yahya memiliki hubungan kekeluargaan dengan istri saya. Saya bukan pendamai; pendamai sesungguhnya adalah doa para kiai, pesantren, dan seluruh warga NU," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dorongan rekonsiliasi ini mendapat dukungan moral dari deretan pesantren besar, mulai dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, hingga pesantren di wilayah Jawa Tengah seperti Sarang, Rembang, dan Lasem.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi isu MLB yang sempat menguat akibat perbedaan tafsir AD/ART dan Qanun Asasi, Habib Musthofa menilai opsi tersebut memiliki konsekuensi organisatoris yang sangat besar. </p>
<p></p>
<p>Ia meyakini bahwa baik Rais 'Aam maupun Ketua Umum pada dasarnya mengedepankan persatuan.</p>
<p></p>
<p>Langkah konkret tercapai setelah serangkaian diskusi intensif di Surabaya mengenai mekanisme pertemuan. </p>
<p></p>
<p>Puncaknya, silaturahmi formal terjadi pada Kamis pukul 10.00 WIB, yang kemudian diikuti dengan kunjungan balasan Gus Yahya beserta jajaran pengurus harian ke kediaman KH Miftachul Akhyar.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian ikhtiar ini ditutup dengan agenda syukuran dan selawatan bersama seluruh pengurus PBNU sebagai simbol kembalinya soliditas organisasi.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, dinamika internal ini berawal dari perbedaan pandangan strategis di tingkat struktural, khususnya terkait kewenangan yang tertuang dalam risalah rapat harian Syuriyah PBNU. </p>
<p></p>
<p>Perbedaan penafsiran terhadap aturan organisasi tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jam’iyah, sebelum akhirnya jalan dialog dipilih sebagai solusi tertinggi.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh ikhtiar ini semata-mata demi menjaga kemaslahatan NU. Selebihnya adalah kehendak Allah SWT yang ditopang oleh doa tulus warga Nahdliyin," pungkas Habib Musthofa.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>137 Polisi di Malang Naik Pangkat, Kapolres Minta Adanya Transformasi Mental</title>
<link>https://suarajatimpost.com/137-polisi-di-malang-naik-pangkat-kapolres-minta-adanya-transformasi-mental</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/137-polisi-di-malang-naik-pangkat-kapolres-minta-adanya-transformasi-mental</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres memberikan peringatan keras bahwa setiap kenaikan pangkat membawa konsekuensi logis berupa beban tanggung jawab yang lebih berat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695756e166b66.webp" length="37576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 11:50:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Mengawali kalender kerja tahun 2026, sebanyak 137 personel Polres Malang resmi menyandang pangkat setingkat lebih tinggi. </p>
<p>Dalam upacara yang digelar di halaman Mapolres Malang pada Jumat (2/1/2026) tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat profesionalisme di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi.</p>
<p>Dari total penerima kenaikan pangkat, 136 personel merupakan anggota Polri dari berbagai jenjang, sementara satu orang lainnya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.</p>
<p>Kenaikan pangkat periode ini didominasi oleh golongan Bintara, namun juga mencakup sejumlah perwira menengah dan pertama. </p>
<p>Pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) ke Komisaris Polisi (Kompol) tercatat sebanyak 3 personel, Iptu ke AKP sebanyak 14 personel, Ipda ke Iptu sebanyak 8 personel, Aipda ke Aiptu sebanyak 53 personel, Bripka ke Aipda sebanyak 27 personel, Brigpol ke Bripka sebanyak 5 personel, Briptu ke Brigpol 22 personel dan Bripda ke Briptu sebanyak 3 personel.</p>
<p>Selain itu, apresiasi khusus diberikan melalui kenaikan pangkat pengabdian dari Aiptu ke Ipda bagi satu personel yang dinilai memiliki rekam jejak tanpa cacat hingga menjelang masa purna tugas.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., dalam amanatnya menegaskan bahwa kenaikan pangkat di lingkungan Polri bukanlah sebuah formalitas atau hadiah rutin. </p>
<p>Ia menyebut hal ini sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan loyalitas yang teruji secara objektif.</p>
<p>"Kenaikan pangkat ini bukan hadiah, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan loyalitas rekan-rekan selama menjalankan tugas. Ini adalah bentuk legitimasi atas kompetensi yang saudara tunjukkan," tegas AKBP Danang di hadapan peserta upacara.</p>
<p>Kapolres juga memberikan peringatan keras bahwa setiap kenaikan pangkat membawa konsekuensi logis berupa beban tanggung jawab yang lebih berat. </p>
<p>Ia menginstruksikan seluruh personel untuk melakukan transformasi mental dalam memberikan pelayanan publik.</p>
<p>"Semakin tinggi pangkat, semakin besar pula tanggung jawab yang diemban. Saya menuntut profesionalisme yang nyata. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, kedepankan aspek humanis, dan tetap berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat,"<b> </b>pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Robohkan Dua Pohon di Kepanjen, Warung Rusak dan Lalin Sempat Lumpuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-robohkan-dua-pohon-di-kepanjen-warung-rusak-dan-lalin-sempat-lumpuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-robohkan-dua-pohon-di-kepanjen-warung-rusak-dan-lalin-sempat-lumpuh</guid>
<description><![CDATA[ Terjangan hujan deras disertai angin kencang di Kepanjen merobohkan dua pohon waru, merusak warung kosong dan menutup sementara arus lalu lintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69565edf7d964.webp" length="77606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 20:41:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, Kepanjen, Hujan Deras, Penanganan Bencana, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Terjangan hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (1/1/2026) sore, hingga merobohkan dua pohon waru di Jalan Sapta Marga Kepanjen dan menimpa sebuah warung semi permanen.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 15.45 WIB. Dua pohon waru berdiameter sekitar 60 sentimeter dan 80 sentimeter dengan panjang 8 hingga 10 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menghantam warung bambu yang saat kejadian dalam kondisi kosong.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Warung yang tertimpa pohon dalam kondisi kosong saat kejadian,” terangnya, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, tumbangnya pohon menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kepanjen menuju Desa Kemiri sempat tertutup total.</p>
<p>“Batang pohon sempat melintang di badan jalan sehingga akses Kepanjen–Kemiri tidak bisa dilalui sementara waktu,” ujarnya.</p>
<p>Sadono menambahkan, penanganan cepat dilakukan oleh tim gabungan agar situasi segera normal kembali.</p>
<p>“Tim BPBD bersama Polsek Kepanjen, Agen Bencana, relawan, dan masyarakat langsung melakukan pembersihan menggunakan chain saw hingga jalan kembali bisa dilalui,” jelasnya.</p>
<p>Ia pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan angin kencang, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” pungkas Sadono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Hadirkan Dua Konsep Ikonik Sambut Tahun Baru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hadirkan-dua-konsep-ikonik-sambut-tahun-baru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hadirkan-dua-konsep-ikonik-sambut-tahun-baru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan tahun baru di Grand Mercure Malang Mirama hadirkan dua tema ikonik, hiburan variatif, kuliner premium, dan pengalaman eksklusif dari ketinggian kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69565c215a98a.webp" length="50744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 20:20:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Grand Mercure Malang Mirama kembali menegaskan posisinya sebagai trendsetter perayaan malam pergantian tahun di Malang Raya. Menutup 2025, hotel bintang lima ini menghadirkan perayaan tahun baru dengan dua konsep tematik sekaligus yang digelar meriah dan penuh kejutan.</p>
<p>Mengusung tema <em>Fur &amp; Fiction (2F) </em>di Grand Ballroom dan Antartica di <em>Sky Lounge </em>lantai 19, perayaan malam tahun baru berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Dua venue berbeda tersebut disiapkan untuk memberikan pengalaman yang variatif bagi seluruh kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa.</p>
<p>Suasana kian semarak dengan ragam hiburan dari pengisi acara ternama di Malang Raya, seperti Jingga Production, Emdy Dance, Brewok Magician, hingga penampilan Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya. Keseruan juga dilengkapi dengan games interaktif yang dipandu MC Titi dan Abi, serta suguhan kuliner buffet dan set menu premium yang memanjakan selera tamu.</p>
<p>Khusus di Sky Lounge Malang, nuansa Antartica dengan udara dingin alami di lantai 19 menghadirkan sensasi perayaan yang berbeda. Dari area ini, para tamu juga dapat menikmati panorama kembang api di sejumlah titik Kota Malang, menambah kesan eksklusif malam pergantian tahun.</p>
<p>Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, menyebut perayaan tahun ini dirancang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Tahun ini kami tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menyisipkan kampanye literasi yang dibalut dalam konsep acara. Mulai dari rangkaian hiburan hingga variasi makanan, semuanya kami siapkan dengan pengalaman yang lebih berkelas,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Tak hanya hiburan, Grand Mercure Malang Mirama juga menyiapkan berbagai hadiah spektakuler, mulai dari satu unit sepeda motor, sepeda listrik, satu malam menginap gratis di kamar <em>Penthouse</em>, hingga beragam perangkat elektronik.</p>
<p>Panitia dan tamu turut mengenakan dress code sesuai tema, serta menikmati fasilitas <em>Celebrity Box</em> yang kembali dihadirkan untuk kedua kalinya.</p>
<p>Dengan konsep yang matang, hiburan variatif, dan pengalaman berbeda di dua <em>venue</em> ikonik, Grand Mercure Malang Mirama kembali membuktikan diri sebagai destinasi utama perayaan malam tahun baru di Malang Raya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Tahun 2026 Pemkab Malang Resmikan ZAMP Tirta Kanjuruhan, Air Bersih Layak Konsumsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-tahun-2026-pemkab-malang-resmikan-zamp-tirta-kanjuruhan-air-bersih-layak-konsumsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-tahun-2026-pemkab-malang-resmikan-zamp-tirta-kanjuruhan-air-bersih-layak-konsumsi</guid>
<description><![CDATA[ Peluncuran ZAMP Tirta Kanjuruhan menandai komitmen Pemkab Malang menghadirkan layanan air minum aman, siap konsumsi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695659928c8d3.webp" length="48172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 19:59:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, pemerintah, suarajatiimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang resmi meluncurkan Pilot Project Zona Air Minum Prima (ZAMP) Tirta Kanjuruhan, Rabu (31/12/2025) malam. </p>
<p>Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Malang, Sanusi, bersamaan dengan kegiatan Istighosah dan Doa Bersama KORPRI Kabupaten Malang.</p>
<p>Program dari Badan Usahan Milik Daerah (BUMD) yakni ZAMP Tirta Kanjuruhan ini menjadi langkah Pemkab Malang dalam meningkatkan layanan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air minum yang aman dan layak konsumsi langsung. </p>
<p>Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian <em>Sustainable Development Goals (SDGs) Goal </em>6 tentang air bersih dan sanitasi berkelanjutan.</p>
<p>Bupati Malang menjelaskan, ZAMP merupakan kawasan layanan air perpipaan dengan pengawasan kualitas yang lebih ketat, sehingga air yang dihasilkan memenuhi standar sebagai air minum aman tanpa perlu proses tambahan.</p>
<p>Pada tahap awal, layanan ZAMP Tirta Kanjuruhan difokuskan di kawasan Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>“Untuk sementara tersedia delapan titik <em>fountain tap</em>, di antaranya di area Pendopo Kabupaten Malang sebagai lokasi launching serta di RSUD Kanjuruhan,” ujar Sanusi.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran ZAMP diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat sekitar. Ia mendorong ASN menjadi contoh dalam pemanfaatan fasilitas tersebut, sekaligus mengedukasi masyarakat agar terbiasa mengonsumsi air minum aman dari layanan publik.</p>
<p>Selain aspek kesehatan, Sanusi menekankan manfaat lingkungan dari program ini. Pemanfaatan ZAMP dinilai mampu menekan penggunaan botol plastik sekali pakai sehingga berdampak pada pengurangan sampah.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal air minum berkualitas, tetapi juga bagian dari upaya menjaga lingkungan agar lebih bersih dan sehat,” katanya.</p>
<p>Bupati Malang berharap Pilot Project ZAMP Tirta Kanjuruhan dapat menjadi model pengembangan layanan serupa di wilayah lain di Kabupaten Malang. Dengan dukungan lintas sektor, ia optimistis akses masyarakat terhadap air minum aman dan berkualitas akan semakin luas di masa mendatang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Pria di Sungai Molek Kromengan Teridentifikasi Warga Kota Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-pria-di-sungai-molek-kromengan-teridentifikasi-warga-kota-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-pria-di-sungai-molek-kromengan-teridentifikasi-warga-kota-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang mengungkap identitas mayat pria yang mengapung di Sungai Molek Kromengan setelah identifikasi sidik jari Tim Inafis serta memastikan meninggal akibat tenggelam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69565369e806e.webp" length="31022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 18:06:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Sungai Molek, Kromengan, Penemuan Mayat, Inafis Polri, Berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Misteri penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran Sungai Molek, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan identitas korban setelah proses identifikasi sidik jari oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Malang.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkapkan korban diketahui bernama Muftachul Huda (25), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>“Identitas korban berhasil dipastikan melalui pencocokan sidik jari oleh Tim Inafis. Korban atas nama Muftachul Huda, usia 25 tahun,” ujar AKP Bambang, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Korban pertama kali ditemukan warga pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, saksi melihat tubuh manusia mengapung dalam kondisi telungkup dan tersangkut material kayu di aliran sungai.</p>
<p>“Awalnya saksi mengira benda mencurigakan, namun setelah diamati terlihat punggung manusia. Kejadian itu langsung dilaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian,” terang Bambang.</p>
<p>Petugas gabungan dari Polsek Kromengan, Tim Inafis Satreskrim, dan Pamapta Polres Malang segera melakukan evakuasi. Jenazah berhasil diangkat sekitar pukul 18.34 WIB dan dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk pemeriksaan medis.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Secara visual tidak ditemukan indikasi penganiayaan. Luka di area wajah diduga akibat gigitan hewan air. Terdapat pula tanda-tanda korban meninggal akibat tenggelam,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan kondisi fisik jenazah, korban diperkirakan telah meninggal satu hingga dua hari sebelum ditemukan.</p>
<p>Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja lengan panjang bermotif kotak warna gelap, celana jeans biru, serta gelang rantai di tangan kiri dan cincin di jari tengah tangan kanan. Rambut korban diketahui dalam kondisi disemir warna kuning.</p>
<p>Setelah identitas korban dipastikan, polisi langsung menghubungi pihak keluarga. Hingga kini, aparat masih mendalami peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi bersama keluarga korban.</p>
<p>“Penanganan kasus tetap kami lanjutkan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian, sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga,” pungkas AKP Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengawal Program Pusat dari Daerah, Berikut Catatan Gerindra Malang Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengawal-program-pusat-dari-daerah-berikut-catatan-gerindra-malang-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengawal-program-pusat-dari-daerah-berikut-catatan-gerindra-malang-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang menutup 2025 dengan capaian pengawalan MBG, ketahanan pangan, dan aktivasi Koperasi Merah Putih berbasis desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695528a523a40.webp" length="51760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 21:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025, khususnya dalam mengawal implementasi program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto di tingkat daerah.</p>
<p>Tiga program utama yang menjadi fokus pengawalan Fraksi Gerindra meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta aktivasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.</p>
<p>Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menyampaikan bahwa program MBG menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 154 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Dari jumlah tersebut, 123 SPPG sudah aktif beroperasi, sementara 31 lainnya masih dalam tahap persiapan. Penerima manfaat MBG di Kabupaten Malang saat ini telah melampaui 250 ribu orang,” ujar Zia, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat, mengingat program ini memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh SPPG, termasuk yang masih dalam tahap persiapan, nantinya beroperasi sesuai ketentuan,” katanya.</p>
<p>Zia juga menegaskan tidak akan ragu melakukan evaluasi hingga teguran apabila ditemukan SPPG yang tidak menjalankan operasional secara optimal. Hal ini menyusul adanya insiden keracunan makanan di salah satu sekolah di wilayah Kepanjen beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Kami datangi langsung, kami telusuri, dan kami evaluasi. Ini menjadi catatan penting karena program MBG masih di tahun pertama pelaksanaan,” tegasnya.</p>
<p>Selain MBG, Fraksi Gerindra turut menyoroti capaian Kabupaten Malang dalam penguatan ketahanan pangan. Berdasarkan data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), Kabupaten Malang telah mencapai status tahan pangan sejak akhir 2024.</p>
<p>Sebanyak 378 desa dan 12 kelurahan kini tercatat berstatus tahan pangan, tanpa adanya desa yang masuk kategori rentan pangan tingkat rendah maupun sedang.</p>
<p>“Capaian ini harus terus dijaga, mengingat Kabupaten Malang merupakan salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur,” ujar Zia.</p>
<p>Program prioritas nasional lainnya yang turut dikawal adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP). Hingga akhir 2025, sebanyak 390 Koperasi Merah Putih telah diaktivasi di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Malang.</p>
<p>“Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen penting penggerak ekonomi kerakyatan. Unit usaha yang dikembangkan harus menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing wilayah,” imbuhnya.</p>
<p>Fraksi Gerindra berharap seluruh program prioritas tersebut dapat semakin berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Malang, khususnya pada tahun 2026 mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Kabupaten Malang 793 Kecelakaan, 111 Nyawa Melayang Sepanjang Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-kabupaten-malang-793-kecelakaan-111-nyawa-melayang-sepanjang-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-kabupaten-malang-793-kecelakaan-111-nyawa-melayang-sepanjang-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Evaluasi akhir tahun menunjukkan risiko fatal kecelakaan di Kabupaten Malang menurun, seiring penguatan pengawasan, operasi lalu lintas, dan perubahan perilaku pengguna jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953da4ba7a7d.webp" length="56938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 23:01:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Polres Malang, Keselamatan Lalu Lintas, Fatalitas Kecelakaan, Evaluasi Akhir Tahun, Lalin Malang, Polda Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Polres Malang menutup tahun 2025 dengan capaian penting dalam pengendalian keselamatan lalu lintas. Meski angka kecelakaan masih berada pada level ratusan kasus, tingkat fatalitas berhasil ditekan secara signifikan, menandai efektivitas strategi pengamanan dan penegakan hukum di jalan raya.</p>
<p>Sepanjang 2025, tercatat 793 kasus kecelakaan lalu lintas dengan total 1.381 korban, turun 3,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan paling mencolok terjadi pada korban meninggal dunia, dari 156 jiwa pada 2024 menjadi 111 orang di 2025.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan lalu lintas tidak hanya diukur dari jumlah kejadian, melainkan dari kemampuan menekan dampak fatal kecelakaan.</p>
<p>“Di 2025 kami menangani 793 laka lantas. Tapi yang paling penting, korban meninggal dunia turun drastis dari 156 menjadi 111 orang. Ini bukti langkah pengamanan dan penegakan hukum di jalan berjalan lebih efektif,” kata AKBP Danang, Selasa dalam konferensi pers bersama awak media (30/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi patroli, operasi rutin, serta penegakan hukum yang dilakukan secara berlapis.</p>
<p>Sepanjang tahun ini, Polres Malang menggelar enam operasi besar di bidang lalu lintas dan keamanan jalan, termasuk Operasi Keselamatan Semeru, Patuh, dan Zebra.</p>
<p>Meski demikian, kepolisian menilai tantangan utama keselamatan lalu lintas masih bersumber dari perilaku pengguna jalan. </p>
<p>Faktor manusia tercatat sebagai penyebab dominan kecelakaan, terutama saat mendahului, berbelok, dan berpindah jalur tanpa memperhatikan aspek keselamatan.</p>
<p>“Faktor kecelakaan 100 persen human error. Karena itu kami tidak hanya menindak, tapi juga memperkuat edukasi, pengaturan, dan operasi di titik rawan,” ujar Danang.</p>
<p>Selain penanganan kecelakaan, Polres Malang juga mencatat penurunan rasio risiko penduduk menjadi korban kejahatan di jalan umum, dari 92 menjadi 89, seiring penguatan pengamanan di ruang publik dan jalur transportasi.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bukan hanya arus lalin yang aman, tapi juga masyarakat merasa terlindungi saat beraktivitas di ruang publik dan jalan raya,” tegasnya.</p>
<p>Polres Malang memprioritaskan pemetaan wilayah perumahan, jalan umum, dan ruang publik sebagai fokus pengamanan terpadu, baik terhadap pelanggaran lalu lintas maupun potensi kecelakaan mendatang.</p>
<p>“Ke depan kami akan terus memperketat pengawasan di jalan, menekan fatalitas, dan meningkatkan pelayanan lalin agar Kabupaten Malang makin kondusif,” pungkas Danang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akhir Tahun Desa Toyomarto Singosari Malang Panen Prestasi Digital dan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-desa-toyomarto-singosari-malang-panen-prestasi-digital-dan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-desa-toyomarto-singosari-malang-panen-prestasi-digital-dan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Desa Toyomarto menutup akhir 2025 dengan dua penghargaan prestisius, Desa Digital tingkat kabupaten dan ProKlim Nasional, menegaskan arah pembangunan desa inovatif dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953e31fed109.webp" length="39004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 22:33:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menutup akhir tahun 2025 dengan torehan prestasi strategis melalui dua penghargaan bergengsi di tingkat kabupaten hingga nasional.</p>
<p>Desa ini meraih Juara 2 Desa Digital Se-Kabupaten Malang serta Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Nasional Kategori Utama melalui Dusun Bodean Krajan.</p>
<p>Penghargaan Desa Digital menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Desa Toyomarto dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.</p>
<p>Digitalisasi administrasi, pengelolaan data desa, hingga penyebaran informasi dinilai berjalan efektif, transparan, dan memudahkan akses masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Dusun Bodean Krajan berhasil mengangkat nama Toyomarto ke tingkat nasional melalui konsistensi dalam menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.</p>
<p>Berbagai inisiatif seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan, pelestarian sumber air, serta penanaman pohon telah menjadi praktik berkelanjutan di tingkat dusun.</p>
<p>Kepala Desa Toyomarto, Suminto, menyampaikan bahwa dua penghargaan yang diraih di penghujung tahun ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen desa.</p>
<p>“Prestasi ini bukan sekadar capaian simbolik, tetapi cerminan perubahan cara kerja desa yang lebih tertata secara digital dan lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Suminto, transformasi digital di Toyomarto diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan transparansi pemerintahan desa.</p>
<p>“Teknologi kami posisikan sebagai alat pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Terkait raihan ProKlim Nasional Kategori Utama, ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari kesadaran warga Dusun Bodean Krajan yang tumbuh secara konsisten.</p>
<p>“Dari dusun, kami belajar bahwa kepedulian lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tambahnya.</p>
<p>Ia menegaskan, Pemerintah Desa Toyomarto berkomitmen melanjutkan inovasi digital sekaligus memperkuat gerakan ramah lingkungan sebagai bagian dari pembangunan desa berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan &amp;apos;Ayo Mondok&amp;apos; Kembali Digelorakan di Malang sebagai Benteng Karakter Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-ayo-mondok-kembali-digelorakan-di-malang-sebagai-benteng-karakter-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-ayo-mondok-kembali-digelorakan-di-malang-sebagai-benteng-karakter-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Langkah strategis ini bertujuan memosisikan pondok pesantren bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan solusi fundamental atas krisis akhlak yang menghantam generasi muda saat ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695326de7cb79.webp" length="94232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 10:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Ayo Mondok, pesantren, pendidikan karakter, generasi muda, krisis akhlak, NU, pendidikan bangsa, Malang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP</b> — Di tengah gempuran modernisasi dan ancaman degradasi moral yang kian nyata, gerakan nasional 'Ayo Mondok' kembali diperkuat. </p>
<p></p>
<p>Langkah strategis ini bertujuan memosisikan pondok pesantren bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan solusi fundamental atas krisis akhlak yang menghantam generasi muda saat ini.</p>
<p></p>
<p>Pentingnya penguatan narasi ini ditegaskan oleh Masyfu' Zuhdi, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (PP) PPAI Salafiyah Darun Najah, Karangploso, Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya belum lama ini, ulama yang karib disapa Gus Masyfu' tersebut menekankan bahwa pesantren memiliki legitimasi historis sebagai pilar pendidikan tertua dan orisinal di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Gus Masyfu' menjelaskan bahwa jauh sebelum sistem pendidikan formal Barat masuk, pesantren telah menjadi pusat perjuangan dan pembentukan peradaban bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan tertua di Indonesia. Sebelum kemerdekaan, pesantren telah menjadi kawah candradimuka bagi pusat pendidikan, perjuangan, hingga pembentukan karakter bangsa," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Desa Ngijo.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, PPAI Salafiyah Darun Najah menampung sekitar 1.500 santri yang berasal dari berbagai penjuru tanah air. </p>
<p></p>
<p>Angka tersebut menjadi bukti otentik bahwa di tengah perubahan zaman, kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap institusi pesantren tetap tinggi dan relevan.</p>
<p></p>
<p>Namun, Gus Masyfu' tidak menampik adanya tantangan besar berupa persepsi keliru yang kerap mendiskreditkan institusi pesantren. </p>
<p></p>
<p>Ia menyoroti tajam pemberitaan yang dinilai tidak proporsional terhadap kasus-kasus insidental yang terjadi di lingkungan pesantren.</p>
<p></p>
<p>Ia menyayangkan adanya kecenderungan generalisasi terhadap masalah kecil sehingga mengaburkan kontribusi besar pesantren secara keseluruhan.</p>
<p></p>
<p>"Sejumlah kasus tertentu sering dibesar-besarkan, padahal sifatnya sangat kasuistik dan jumlahnya tidak signifikan dibandingkan total ribuan pesantren di Indonesia. Ini tidak mewakili wajah pesantren yang sebenarnya," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kampanye 'Ayo Mondok', kalangan pesantren berupaya merebut kembali narasi positif sekaligus meluruskan stigma negatif. </p>
<p></p>
<p>Di PPAI Salafiyah Darun Najah sendiri, semangat ini diimplementasikan melalui sistem pendidikan terpadu. Santri tidak hanya dibekali kajian kitab klasik dan Al-Qur’an, tetapi juga dipersenjatai dengan penguasaan bahasa asing, sains, serta teknologi.</p>
<p></p>
<p>Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret untuk mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak hanya mencetak santri yang paham agama secara tekstual, tetapi juga generasi yang memiliki kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa tanpa kehilangan jati diri," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pengajian ke Pemeriksaan Kesehatan, NU Pujon Hadirkan Layanan Kesehatan Berbasis Majelis Keagamaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lknu-perkuat-layanan-kesehatan-warga-berbasis-majelis-bareng-klinik-rawat-inap-madinah-pujon-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lknu-perkuat-layanan-kesehatan-warga-berbasis-majelis-bareng-klinik-rawat-inap-madinah-pujon-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pengajian rutin tak lagi sekadar menjadi ruang ibadah dan silaturahmi. Di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, majelis keagamaan Nahdlatul Ulama kini menjelma sebagai pintu masuk layanan kesehatan dasar bagi para lansia dan warga Nahdliyin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950ce0f70cf7.webp" length="50296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 15:23:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Klinik Madinah Pujon Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis majelis keagamaan. Berkolaborasi dengan Muslimat NU di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) serta Klinik Rawat Inap Madinah, NU menghadirkan pemeriksaan kesehatan dasar yang menyatu dengan kegiatan pengajian rutin.</p>
<p>Staf Ahli Klinik NU Madinah Pujon, Ulamai Soikodin, menjelaskan bahwa setiap MWC NU pada dasarnya memiliki kewajiban membangun layanan kesehatan bagi warganya. Kewajiban inilah yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi nyata antara LKNU dan Muslimat NU.</p>
<p>“Kami mengemas layanan kesehatan melalui kegiatan pengajian rutin bulanan. Setiap pengajian selalu disertai pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tensi dan berat badan,” ujar pria yang akrab disapa Odin, Minggu (28/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, pemeriksaan lanjutan seperti cek gula darah dilakukan secara insidental pada momen tertentu. Peserta kegiatan berasal dari anggota Muslimat NU se-Kecamatan Pujon, dengan prioritas utama para lanjut usia (lansia).</p>
<p>Kegiatan biasanya diawali dengan pembacaan istighotsah oleh kelompok Muslimat NU dari masing-masing ranting. Setelah itu, peserta mengikuti senam lansia ringan yang disesuaikan dengan kondisi fisik, sebelum ditutup dengan pengajian.</p>
<p>“Dengan pendekatan seperti ini, para lansia merasa lebih nyaman. Mereka datang untuk beribadah dan bersilaturahmi, tetapi sekaligus bisa memeriksakan kondisi kesehatannya,” jelas Odin.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir, baik dari sisi lokasi maupun tenaga kesehatan. Dalam setahun, kegiatan ini berlangsung sekitar 10 kali pertemuan selama 10 bulan. Dari jumlah tersebut, empat pertemuan melibatkan tenaga kesehatan dari luar agar pelayanan bisa dirasakan lebih merata.</p>
<p>Odin menegaskan, program layanan kesehatan berbasis majelis ini bertujuan untuk melengkapi layanan kesehatan formal yang telah tersedia di puskesmas. Selama ini, masih banyak warga Nahdliyin, khususnya lansia, yang enggan memeriksakan kesehatannya secara rutin.</p>
<p>“Dengan kemasan keagamaan dan kebersamaan, hambatan psikologis itu bisa dikurangi. Lansia lebih terdorong hadir dan peduli terhadap kesehatannya,” katanya.</p>
<p>Program kolaborasi ini telah berjalan sekitar lima tahun. Pada masa awal pelaksanaan, jumlah peserta masih terbatas sekitar 100 orang. Kegiatan ini diprakarsai oleh ibu-ibu Muslimat NU dan didukung oleh dr. Taufik selaku pemilik fasilitas kesehatan.</p>
<p>Sejak 2024, Klinik Madinah Pujon resmi dihibahkan dan berada di bawah naungan NU. Meski demikian, pelayanan kesehatan berbasis majelis tetap berjalan secara berkelanjutan. Klinik yang berdiri sejak 1994 itu kini memiliki fasilitas rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur yang terbagi dalam kelas VIP, Kelas I, dan Kelas II.</p>
<p>Ke depan, LKNU Pujon berharap layanan kesehatan berbasis majelis keagamaan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga layanan lain sesuai kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Harapannya, majelis tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat khidmah NU dalam menjaga kesehatan umat,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bermain di Muara Pantai Wonogoro Malang, Bocah Asal Lawang Tewas Diseret Ombak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bermain-di-muara-pantai-wonogoro-malang-bocah-asal-lawang-tewas-diseret-ombak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bermain-di-muara-pantai-wonogoro-malang-bocah-asal-lawang-tewas-diseret-ombak</guid>
<description><![CDATA[ Seorang bocah asal Lawang tewas terseret ombak saat bermain di muara Pantai Wonogoro, Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu siang, bersama keluarga saat liburan pekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950914fe517a.webp" length="43326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 10:25:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PantaiWonogoro, Malang, PolresMalang, KeselamatanPantai, MuaraPantai, OmbakLaut, BPBD, TNIAL</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Liburan keluarga di kawasan wisata Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, berujung duka. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun tewas setelah terseret ombak saat bermain di area muara pantai, Sabtu siang (27/12/2025).</p>
<p>Korban diketahui berinisial MA, warga Desa Bedali, Kecamatan Lawang. Ia datang bersama keluarga untuk berwisata. Namun saat bermain air di sekitar muara pantai, gelombang laut mendadak membesar dan menyeret korban bersama beberapa anggota keluarga lainnya.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (27/12/2025). Saat itu korban dan keluarga berada di muara yang berjarak sekitar 150 meter dari bibir pantai.</p>
<p>“Ketika korban dan keluarga bermain air di muara, tiba-tiba datang ombak cukup besar dari arah laut. Arus tersebut menyeret mereka ke bagian muara yang lebih dalam,” jelas AKP Bambang, Minggu (28/12/2025).</p>
<p>Dalam kejadian tersebut, satu anak dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan medis di Puskesmas Bantur.</p>
<p>“Korban yang sempat hilang berhasil ditemukan sekitar 20 menit kemudian dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan korban lainnya mengalami luka ringan,” imbuhnya.</p>
<p>Petugas gabungan dari Polres Malang, Satpolairud, TNI AL, BPBD, serta pengelola wisata langsung melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.</p>
<p>Polres Malang melalui Kasihumas AKP Bambang juga mengimbau wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di sekitar muara yang memiliki arus kuat dan tidak menentu.</p>
<p>“Kami mengingatkan pengunjung agar mematuhi rambu peringatan, tidak bermain di muara, serta selalu memperhatikan kondisi gelombang demi keselamatan,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Malang, Truk Bermuatan Berat Dibatasi Selama Libur Akhir Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-malang-truk-bermuatan-berat-dibatasi-selama-libur-akhir-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-malang-truk-bermuatan-berat-dibatasi-selama-libur-akhir-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang membatasi truk bermuatan berat selama libur akhir tahun untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur padat kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fbb84dfac8.webp" length="48286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 18:44:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PolresMalang, OperasiLilinSemeru, Nataru2025, LaluLintas, TrukSumbuTiga, KeamananJalan, KabupatenMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Lonjakan kendaraan selama libur akhir tahun mendorong Polres Malang membatasi operasional truk bermuatan berat demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Pembatasan tersebut menyasar kendaraan angkutan barang berukuran besar, khususnya truk sumbu tiga, yang memiliki daya angkut tinggi dan membutuhkan ruang serta jarak pengereman lebih panjang dibanding kendaraan pribadi. Kebijakan ini diterapkan selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Chelvin Arliska mengatakan, pembatasan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur strategis yang mengalami peningkatan volume kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>“Selama Operasi Lilin Semeru 2025, kendaraan angkutan barang terutama truk bermuatan berat dibatasi melintas di jalur tertentu pada waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, jalur yang menjadi fokus pengaturan antara lain Jalan Raya Karanglo Singosari, Exit Tol Lawang, serta Jalan Raya Lawang, yang kerap menjadi titik temu arus kendaraan lokal, wisata, dan logistik selama libur panjang.</p>
<p>AKP Chelvin menjelaskan, pembatasan truk sumbu tiga di jalur tol berlaku mulai 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dengan pengecualian bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak. Sementara di jalur non-tol, pengaturan dilakukan menyesuaikan kondisi lalu lintas dan ketentuan nasional.</p>
<p>“Peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk dampak kebijakan Work From Anywhere, menjadi pertimbangan utama. Kendaraan berat berpotensi menimbulkan perlambatan arus dan risiko kecelakaan jika bercampur dengan kendaraan pribadi saat lalu lintas padat,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pembatasan angkutan barang merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu Operasi Lilin Semeru 2025 yang digelar selama 14 hari, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.</p>
<p>Selain pembatasan kendaraan berat, Polres Malang juga melakukan pengawasan intensif di jalur wisata, jalur logistik, serta akses menuju kawasan strategis dan pusat aktivitas masyarakat. </p>
<p>Kepolisian menyiapkan langkah diskresi apabila terjadi perubahan situasi lalu lintas secara mendadak di lapangan.</p>
<p>Kasatlantas mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan dan selalu mengutamakan keselamatan dengan melibatkan berbagai pihak.</p>
<p>"Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Malang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas AKP Chelvin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teror Buaya di Pantai Ngliyep Malang, Aktivitas Wisatawan Dibatasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teror-buaya-di-pantai-ngliyep-malang-aktivitas-wisatawan-dibatasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teror-buaya-di-pantai-ngliyep-malang-aktivitas-wisatawan-dibatasi</guid>
<description><![CDATA[ Kawasan Pantai Ngliyep pada dasarnya bukan merupakan habitat alami buaya. Dugaan kuat, satwa dilindungi tersebut tersesat atau terseret arus lintas laut hingga mendekati pesisir selatan Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694f91c3bc240.webp" length="8950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 15:40:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Ngliyep, Buaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>—<strong> </strong>Kemunculan seekor buaya di kawasan Pantai Pasir Panjang Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, gegerkan warga. </p>
<p>Satwa liar berukuran sekitar tiga meter tersebut dilaporkan muncul di area pemukiman nelayan hingga merambah kawasan wisata pada Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Merespons laporan warga serta rekaman video yang viral di media sosial, Polres Malang segera mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Donomulyo, Satpolairud, Perum Perhutani, tim SAR, dan pihak pengelola wisata untuk melakukan penyisiran dan upaya evakuasi.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengonfirmasi bahwa pemantauan lapangan sempat mendeteksi keberadaan predator tersebut di tepian pantai. Namun, proses pengamanan terkendala oleh kondisi geografis dan cuaca.</p>
<p>"Tim gabungan telah berupaya melakukan evakuasi secara terukur. Namun, akibat gelombang laut yang cukup besar, buaya tersebut kembali berenang menjauh ke arah laut lepas sebelum sempat diamankan," ujar AKP Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Dijelaskan olehnya, kawasan Pantai Ngliyep pada dasarnya bukan merupakan habitat alami buaya. Dugaan kuat, satwa dilindungi tersebut tersesat atau terseret arus lintas laut hingga mendekati pesisir selatan Malang.</p>
<p>Meski hingga Sabtu siang keberadaan buaya tidak lagi terdeteksi, kepolisian mengambil langkah preventif guna menjamin keselamatan publik. </p>
<p>Pihak pengelola wisata telah diinstruksikan untuk membatasi aktivitas di bibir pantai secara ketat.</p>
<p>"Kami mengimbau wisatawan untuk tidak berenang atau melakukan aktivitas di tepi pantai sementara waktu. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama kami," ujarnya.</p>
<p>Saat ini, Polres Malang terus menjalin koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk langkah penanganan lebih lanjut jika satwa tersebut kembali muncul. </p>
<p>Pemantauan berkala akan terus dilakukan hingga otoritas terkait menyatakan kawasan tersebut benar-benar steril dari ancaman satwa liar.</p>
<p>Sebelumnya juga sempat beredar isu serupa mengenai kemunculan buaya di Pantai Watu Leter, Sumbermanjing Wetan. Namun, setelah dilakukan verifikasi faktual oleh aparat kepolisian dan pengelola setempat, kabar tersebut dinyatakan tidak terbukti atau nihil.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buron Lintas Daerah, Pencuri Motor di Malang Diringkus Polisi di Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buron-lintas-daerah-pencuri-motor-di-malang-diringkus-polisi-di-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buron-lintas-daerah-pencuri-motor-di-malang-diringkus-polisi-di-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Laporan resmi diterima Polsek Kepanjen pada 16 Desember 2025. Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim buser berhasil mengidentifikasi keberadaan IR di wilayah Probolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694f471bc51e0.webp" length="25390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 09:50:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PolresMalang, Curanmor, Kepanjen, Probolinggo, Kejahatan, Kriminal, Scoopy, PenegakanHukum, PoldaJatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Pelarian IR (32), tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Kabupaten Malang, berakhir di tangan kepolisian. </p>
<p>Pria asal Nusa Tenggara Barat tersebut diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Kepanjen di wilayah Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (26/12/2025) dini hari.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pelacakan intensif terhadap jejak pelaku yang kerap berpindah tempat persembunyian pasca-beraksi.</p>
<p>Aksi pencurian tersebut terjadi pada 12 Desember 2025 di sebuah warung kopi di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Korban, AP (27), saat itu memarkirkan sepeda motor Honda Scoopy miliknya di dalam warung untuk ditinggal bekerja ke ladang.</p>
<p>"Tersangka memanfaatkan celah pengawasan saat korban meninggalkan kendaraannya. Meskipun motor berada di dalam area warung, situasi yang sepi memudahkan pelaku melancarkan aksinya," ujar AKP Bambang saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Korban baru menyadari kehilangan kendaraannya sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak hanya motor, pelaku juga menggasak helm, jaket, serta dompet berisi STNK dan dokumen identitas korban yang tersimpan di lokasi. Akibat insiden ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp18 juta.</p>
<p>Laporan resmi diterima Polsek Kepanjen pada 16 Desember 2025. Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim buser berhasil mengidentifikasi keberadaan IR di wilayah Probolinggo.</p>
<p>Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti milik korban.</p>
<p>"Saat diamankan, jaket dan dompet milik korban masih berada dalam penguasaan tersangka. Namun, unit sepeda motor telah dijual dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Barang (DPB)," jelas Bambang.</p>
<p>Saat ini, IR telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Kepanjen untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal lima tahun.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Perkuat SDM Tangguh Kebencanaan di Medan Sulit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-sdm-tangguh-kebencanaan-di-medan-sulit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-sdm-tangguh-kebencanaan-di-medan-sulit</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang memperkuat kapasitas SDM kebencanaan melalui pelatihan vertical rescue di medan ekstrem Ampelgading guna meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan penanganan bencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e95ffe8759.webp" length="35534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 22:31:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, BPBD Kabupaten Malang, Kebencanaan, Vertical Rescue, Medan Ekstrem, Kesiapsiagaan Bencana, Ampelgading, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah dengan kontur alam ekstrem.</p>
<p>Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Vertical Rescue BPBD Kabupaten Malang yang disaksikan langsung Bupati Malang, Sanusi, di kawasan Coban Srengenge, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading.</p>
<p>“Kabupaten Malang memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun, kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan risiko bencana harus menjadi prioritas agar keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujar Bupati Malang, Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Bupati Malang menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Malang atas komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel kebencanaan, khususnya dalam penguasaan teknik penyelamatan di medan sulit seperti tebing, jurang, dan alur sungai.</p>
<p>Menurutnya, pelatihan peningkatan kapasitas SDM penanggulangan bencana ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah dengan karakter geografis ekstrem.</p>
<p>“Dengan pelatihan ini, kompetensi personel diharapkan terus ter-upgrade dan memiliki keterampilan memadai untuk menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujarnya.</p>
<p>Vertical Rescue sendiri merupakan metode evakuasi dan penyelamatan korban di lokasi yang sulit dijangkau secara vertikal, seperti tebing curam, bangunan bertingkat, maupun area ekstrem lainnya. Kemampuan ini dinilai krusial dimiliki oleh personel BPBD dan relawan kebencanaan guna menunjang operasi penyelamatan yang cepat, tepat, dan aman.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati Malang menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>“Pemkab, masyarakat dan stakeholder memiliki tanggung jawab bersama dalam pengurangan risiko bencana, mulai dari pembangunan berorientasi mitigasi, perlindungan masyarakat terdampak, hingga pemulihan pascabencana,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respon Cepat Bencana, K9 Polres Malang Siap Diterjunkan di Fase Awal Evakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respon-cepat-bencana-k9-polres-malang-siap-diterjunkan-di-fase-awal-evakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respon-cepat-bencana-k9-polres-malang-siap-diterjunkan-di-fase-awal-evakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang menyiagakan K9 SAR Cadaver, Alice untuk mempercepat pencarian korban bencana pada fase awal evakuasi demi memaksimalkan waktu emas di wilayah rawan bencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e9183880ab.webp" length="44466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 21:51:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, K9, SAR Cadaver, mitigasi bencana, waktu emas, evakuasi, respon cepat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Respons cepat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana, terutama pada fase awal evakuasi yang menentukan keberhasilan pencarian korban.</p>
<p>Untuk mengoptimalkan waktu emas tersebut, Polres Malang menyiagakan Unit K9 bersertifikasi SAR Cadaver, termasuk anjing K9 bernama Alice, yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menegaskan, kesiapan Unit K9 merupakan bagian dari penguatan sistem mitigasi dan penanganan bencana di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi.</p>
<p>“Pada kondisi darurat, kecepatan menjadi faktor utama. Unit K9 kami siapkan agar dapat langsung bekerja di fase awal evakuasi, khususnya untuk membantu pencarian korban di lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Danang, Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, keterbatasan akses, medan berat, serta risiko bencana susulan pada jam-jam pertama sering menghambat pergerakan tim penyelamat. Dalam situasi tersebut, kemampuan K9 seperti Alice menjadi krusial sebelum alat berat dikerahkan.</p>
<p>“Kemampuan K9 membantu kami menentukan titik pencarian secara lebih cepat dan akurat, sehingga waktu emas evakuasi tidak terbuang,” tegasnya.</p>
<p>Alice merupakan anjing K9 ras Belgian Malinois berusia dua tahun yang memiliki kualifikasi SAR Cadaver, yakni kemampuan khusus mendeteksi bau jenazah yang tertimbun tanah atau material bangunan.</p>
<p>Alice diterima Polres Malang dari Direktorat Polisi Satwa (Polsatwa) Baharkam Polri pada Agustus 2025 dan aktif disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, peran K9 pada fase awal bencana sering kali menjadi penentu arah dan efektivitas operasi pencarian korban.</p>
<p>“Pada jam-jam kritis, informasi lokasi korban sangat menentukan. Dengan dukungan K9 seperti Alice, tim SAR dapat segera memfokuskan area pencarian sehingga proses evakuasi lebih efektif,” jelas Bambang.</p>
<p>Ia menyebutkan, Kabupaten Malang memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, dan gempa bumi, sehingga kesiapsiagaan harus dilakukan secara berlapis, baik dari sisi personel maupun sarana pendukung.</p>
<p>“Unit K9 menjadi salah satu unsur penting dalam kesiapsiagaan. Kami tidak hanya mengandalkan personel, tetapi juga sarana pendukung yang memiliki kemampuan khusus,” katanya.</p>
<p>Bambang menambahkan, Alice rutin menjalani pelatihan agar tetap responsif dan siap diterjunkan dalam berbagai kondisi darurat.</p>
<p>“Alice dilatih secara berkala untuk memastikan kemampuan deteksinya tetap optimal, terutama saat diterjunkan pada fase awal evakuasi,” tambahnya.</p>
<p>Unit K9 Polres Malang berdiri sejak tahun 2022 dan saat ini diperkuat tiga personel Polri. Unit ini mengoperasikan tiga ekor anjing K9, terdiri dari satu Labrador Retriever dan dua Belgian Malinois, termasuk Alice, serta dua K9 lainnya bernama Xena dan Xavier yang memiliki keahlian pelacakan kriminal dan deteksi narkotika.</p>
<p>Polres Malang memastikan, penguatan Unit K9 akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan respons cepat dan efektif dalam penanganan bencana, khususnya untuk memaksimalkan waktu emas evakuasi demi keselamatan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Formasi Kabupaten Malang Kirim Bantuan ke Lereng Semeru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/formasi-kabupaten-malang-kirim-bantuan-ke-lereng-semeru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/formasi-kabupaten-malang-kirim-bantuan-ke-lereng-semeru</guid>
<description><![CDATA[ Formasi Kabupaten Malang bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Ampelgading sebagai wujud solidaritas sosial industri lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e8d0d6905a.webp" length="29604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 21:29:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>formasi kabupaten malang, erupsi semeru, ampelgading, bantuan kemanusiaan, warga terdampak, solidaritas sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Kabupaten Malang menunjukkan respons cepat dalam membantu warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Ampelgading.</p>
<p>Bantuan kemanusiaan disalurkan sebagai bentuk kepedulian dunia industri terhadap masyarakat yang terdampak langsung bencana alam.</p>
<p>Bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan dasar diserahkan di Pendopo Kecamatan Ampelgading dengan melibatkan jajaran pengurus Formasi serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>Ketua Harian Formasi Kabupaten Malang, Heri Susianto, menegaskan, keterlibatan Formasi dalam aksi sosial ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial industri yang tumbuh bersama masyarakat.</p>
<p>“Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Malang, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu warga yang terdampak bencana alam di wilayah ini,” ujar Heri di Pendopo Kecamatan Ampelgading, Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar di masa tanggap darurat.</p>
<p>“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga yang terdampak erupsi,” tambahnya.</p>
<p>Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 30 perwakilan warga. Pelaksana Tugas Camat Ampelgading, Muhammad Ishak, memastikan bantuan akan disalurkan secara merata ke seluruh wilayah kecamatan.</p>
<p>"Bantuan dari Formasi ini akan kami distribusikan ke 13 desa di Kecamatan Ampelgading agar manfaatnya bisa dirasakan secara adil,” jelas Ishak.</p>
<p>Agenda juga dihadiri Bupati Malang, Sanusi, bersama jajaran forkopimda dan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Formasi Kabupaten Malang dalam merespons dampak erupsi Semeru.</p>
<p>Formasi Kabupaten Malang yang saat ini menaungi 34 pabrik rokok dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain di Ampelgading, organisasi ini sebelumnya juga menyalurkan bantuan bagi korban erupsi Semeru di Lumajang, korban banjir di Kota Malang, hingga bencana banjir di Sibolga, Sumatera Utara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Video Buaya di Pantai Watu Leter Malang, Polisi dan Pengelola Tegaskan Tidak Ada Temuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-video-buaya-di-pantai-watu-leter-malang-polisi-dan-pengelola-tegaskan-tidak-ada-temuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-video-buaya-di-pantai-watu-leter-malang-polisi-dan-pengelola-tegaskan-tidak-ada-temuan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang bersama pengelola wisata memastikan Pantai Watu Leter aman setelah video dugaan buaya viral, sekaligus mengimbau wisatawan tetap tenang dan waspada saat libur Natal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694d3e022923f.webp" length="88984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 20:41:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Pantai Watu Leter, Malang Selatan, keamanan wisata, berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Viralnya video yang menarasikan kemunculan buaya di kawasan Pantai Watu Leter, Kabupaten Malang, memicu kekhawatiran di kalangan wisatawan. Namun aparat kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar dan meminta publik tetap tenang serta tidak terprovokasi.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menegaskan bahwa hingga kini tidak ditemukan keberadaan buaya di kawasan wisata Pantai Watu Leter. Ia meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi dari media sosial tanpa konfirmasi resmi.</p>
<p>“Sampai saat ini tidak ada penemuan buaya di Pantai Watu Leter. Kami persilakan pengunjung untuk tetap berwisata dengan tenang dan tidak khawatir,” ujar AKP Bambang Subinajar, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Ia menyampaikan, Polres Malang bersama pengelola wisata dan instansi terkait terus melakukan pemantauan rutin di kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi. Selain itu, pengunjung juga diminta proaktif melapor apabila melihat satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan.</p>
<p>“Jika ada pengunjung yang melihat satwa berbahaya, segera laporkan ke pos pengamanan. Kami bersama pengelola wisata, Perhutani, Satpolairud Polres Malang, Polsek Sumbermanjing Wetan, TNI, serta relawan siap melakukan penanganan,” tegasnya.</p>
<p>Video yang beredar luas di media sosial tersebut diketahui direkam pada malam hari. Dalam rekaman itu, tampak sorotan senter ke arah bibir pantai yang disertai narasi adanya buaya, dengan kilatan cahaya yang disebut-sebut sebagai mata satwa tersebut.</p>
<p>Terpisah, Pengelola Wisata Pantai Watu Leter, Ahmad, memastikan bahwa narasi dalam video tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menegaskan tidak pernah ada laporan maupun temuan buaya di kawasan wisata yang dikelolanya.</p>
<p>“Tidak ada penemuan buaya sama sekali. Kami melakukan penjagaan dan pemantauan siang dan malam, dan sampai sekarang tidak pernah ada kejadian seperti itu,” jelas Ahmad.</p>
<p>Diketahui Pantai Watu Leter yang berada di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dikenal sebagai kawasan wisata keluarga dengan hamparan batu karang datar, hutan mangrove, serta lokasi favorit berkemah. </p>
<p>Meski situasi dinyatakan aman, wisatawan tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di malam hari, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas Pangan Malang Klaim Pasokan Aman di Tengah Lonjakan Harga Cabai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-pangan-malang-klaim-pasokan-aman-di-tengah-lonjakan-harga-cabai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-pangan-malang-klaim-pasokan-aman-di-tengah-lonjakan-harga-cabai</guid>
<description><![CDATA[ Meski demikian, satgas mulai menyoroti fluktuasi harga komoditas cabai rawit merah yang dipicu oleh anomali cuaca. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694c8af6bcebf.webp" length="52370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 10:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Satgas Pangan, Polres Malang, Stok Bapok, Harga Stabil, Libur Akhir Tahun, Pengawasan Pasar, Kabupaten</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang menyebut ketersediaan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Malang tetap terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. </p>
<p>Meski demikian, satgas mulai menyoroti fluktuasi harga komoditas cabai rawit merah yang dipicu oleh anomali cuaca.</p>
<p>Stabilitas pasokan ini disebut merupakan hasil monitoring intensif yang dilakukan tim gabungan Polres Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Perum Bulog di sejumlah titik strategis, termasuk Pasar Kepanjen, pusat ritel di Pakisaji, hingga distributor besar beras.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, selaku Koordinator Satgas Pangan, mengungkapkan bahwa mayoritas harga pangan masih berada dalam koridor normal. Namun, perhatian khusus tertuju pada komoditas cabai rawit merah yang mengalami lonjakan signifikan.</p>
<p>"Dari seluruh komoditas yang dipantau, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp5.000 per kilogram, kini menyentuh angka Rp55.000 per kilogram. Hal ini dipicu tingginya intensitas curah hujan yang menghambat pasokan dari tingkat petani," ujar AKP Muchammad Nur, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan pemantauan lapangan, harga sejumlah komoditas utama terpantau konsisten. Di Pasar Kepanjen, beras premium dibanderol Rp14.900 per kg, sementara daging sapi bertahan di angka Rp115.000 per kg. </p>
<p>Untuk komoditas bersubsidi, beras SPHP dipasarkan senilai Rp12.000 per kg, menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum libur akhir tahun.</p>
<p>Di Pasar Kepanjen, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.300 per kilogram, beras SPHP Rp12.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.000 per liter, dan daging sapi Rp115.000 per kilogram.</p>
<p>Sedangkan di ritel modern Pakisaji, beras premium dijual Rp14.900 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.000 per kilogram.</p>
<p>Di tingkat distributor, CV Pangan Sembada Raya menjual beras premium merek Melon dengan harga berkisar Rp14.500 hingga Rp14.600 per kilogram, tergantung jenis kemasan.</p>
<p>AKP Muchammad Nur memberikan peringatan keras kepada oknum yang mencoba memanfaatkan momentum akhir tahun untuk melakukan praktik spekulasi atau penimbunan.</p>
<p>"Kami terus melakukan monitoring berkelanjutan. Satgas Pangan tidak segan melakukan penegakan hukum secara tegas apabila ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan konsumen," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pimpin 3.000 Guru, PC Pergunu Kabupaten Malang Fokus Profesionalisme dan Sinergi Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pimpin-3000-guru-pc-pergunu-kabupaten-malang-fokus-profesionalisme-dan-sinergi-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pimpin-3000-guru-pc-pergunu-kabupaten-malang-fokus-profesionalisme-dan-sinergi-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Di bawah kepemimpinan Abdur Rosyid A., organisasi ini berkomitmen memperkuat marwah guru melalui peningkatan kompetensi dan konsolidasi internal yang solid. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694c86f05f8a5.webp" length="29498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 09:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pergunu Kabupaten Malang, pendidikan, guru NU, pelantikan, DPRD Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Malang masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (24/12/2025) kemarin. </p>
<p>Di bawah kepemimpinan Abdur Rosyid A., organisasi ini berkomitmen memperkuat marwah guru melalui peningkatan kompetensi dan konsolidasi internal yang solid.</p>
<p>Abdur Rosyid menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak penataan struktur organisasi secara menyeluruh. </p>
<p>Menurutnya, penguatan struktur dari tingkat cabang hingga ranting menjadi syarat mutlak agar program kerja dapat menyentuh akar rumput.</p>
<p>"Kami tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Harus ada kerja nyata, kompak, satu komando, dan satu tujuan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Malang," tegas Rosyid saat ditemui, Kamis (25/12/2025). </p>
<p>Ia memaparkan bahwa agenda utama kepengurusannya adalah mengawal profesionalisme guru. </p>
<p>Dengan basis anggota mencapai 3.000 guru dari lembaga formal maupun nonformal, Pergunu memiliki daya tawar besar dalam transformasi pendidikan di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Kita akan menyelaraskan gerak pengurus harian hingga tingkat paling bawah agar program berjalan terukur. Fokus pada pengembangan kualitas guru untuk menghasilkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyukseskan kebijakan pendidikan daerah," urainya. </p>
<p>Acara pelantikan PC Pergunu disebut Rosyid juga dihadiri oleh jajaran petinggi pemerintah daerah, termasuk Bupati Malang, pimpinan DPRD Kabupaten Malang, Ketua PW Pergunu Jawa Timur, serta Ketua PCNU Kabupaten Malang. </p>
<p>Kehadiran para tokoh ini mempertegas posisi strategis Pergunu sebagai mitra pemerintah dalam membangun SDM yang berkarakter kebangsaan dan nilai-nilai ke-NU-an.</p>
<p>"Program kerja detail akan segera kami rumuskan melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Intinya, kami siap bersinergi mendukung program strategis pemerintah daerah di sektor pendidikan," pungkas Rosyid. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motif Pembunuhan di Gondanglegi Terungkap, Polisi Pastikan Dipicu Utang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motif-pembunuhan-di-gondanglegi-terungkap-polisi-pastikan-dipicu-utang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motif-pembunuhan-di-gondanglegi-terungkap-polisi-pastikan-dipicu-utang</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengungkap motif pembunuhan di Gondanglegi Malang dipicu utang Rp 2,4 juta, terungkap saat konferensi pers Polres Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a74d5c2d51.webp" length="35584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 19:41:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pembunuhan, Gondanglegi, Polres Malang, kriminal Malang, utang piutang, konferensi pers, hukum, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Kepolisian Resor Malang memastikan motif pembunuhan pemuda di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, beberapa pekan lalu dipicu persoalan utang piutang. Kepastian tersebut disampaikan polisi saat konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando menjelaskan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan tersangka mengungkap bahwa korban memiliki utang kepada pelaku yang belum diselesaikan.</p>
<p>“Motif pembunuhan ini adalah persoalan utang piutang antara korban dan tersangka,” ujar Kompol Bayu, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Senada, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menambahkan, nominal utang yang menjadi pemicu kejadian tersebut sebesar Rp2.450.000. Persoalan itu memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan kekerasan.</p>
<p>“Motif ini diperkuat dari keterangan tersangka dan saksi-saksi yang kami periksa,” kata AKP Nur.</p>
<p>Dalam perkara ini, polisi menetapkan MHA (29), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, sebagai tersangka. Pelaku kini ditahan di Mapolres Malang dan dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.</p>
<p>Peristiwa pembunuhan tersebut sendiri terjadi pada Kamis (11/12/2025) di sebuah rumah di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Korban, Eko Suprianto (22), warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mengalami luka tusuk senjata tajam dan meninggal dunia di lokasi kejadian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Targetkan Zero Pernikahan Dini, Peran Ibu Jadi Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-targetkan-zero-pernikahan-dini-peran-ibu-jadi-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-targetkan-zero-pernikahan-dini-peran-ibu-jadi-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Pengajuan dispensasi kawin di Kabupaten Malang terus menurun dari 2023 hingga 2025, menunjukkan penguatan peran keluarga dalam mencegah pernikahan dini berdasarkan data DP3A setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69493b9b001ae.webp" length="50328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 20:36:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pernikahan Dini, Kabupaten Malang, DP3A, Perlindungan Anak, Hari Ibu, Indonesia Emas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmen untuk menekan angka pernikahan dini hingga nol kasus. Upaya tersebut ditegaskan Bupati Malang, HM. Sanusi, dalam Peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Bupati Sanusi menekankan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir anak, khususnya dalam menunda pernikahan hingga usia dan kesiapan yang matang.</p>
<p>“Peran ibu sangat menentukan. Dari rumah, anak-anak harus diarahkan agar fokus pada pendidikan dan masa depan, bukan terburu-buru menikah,” ujar Sanusi dalam sambutannya, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Ia mengakui, praktik pernikahan dini di Kabupaten Malang masih terjadi, meskipun menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.</p>
<p>Berdasarkan data DP3A Kabupaten Malang yang bersumber dari Pengadilan Agama, permohonan dispensasi kawin pada 2023 tercatat 1.009 kasus, menurun menjadi 847 kasus pada 2024, dan kembali turun menjadi 633 kasus hingga November 2025.</p>
<p>“Angka ini memang turun, tetapi belum cukup. Target kita jelas, zero pernikahan dini. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sanusi.</p>
<p>Bupati Malang menyampaikan, pemerintah daerah telah menyusun langkah bertahap dengan melibatkan peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa untuk mencegah pernikahan usia anak.</p>
<p>“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aturan. Pendampingan dari orang tua, terutama ibu, adalah kunci agar anak-anak tidak terjebak pernikahan dini,” tegasnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menyatakan bahwa edukasi keluarga menjadi fokus utama dalam menekan permohonan dispensasi kawin.</p>
<p>“Sebagian besar kasus dispensasi kawin berangkat dari kurangnya pendampingan dan pemahaman di tingkat keluarga. Karena itu, penguatan peran ibu terus kami dorong,” ujar Arbani.</p>
<p>Menurutnya, DP3A bersama lintas sektor terus melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini, khususnya di wilayah dengan angka dispensasi kawin yang masih tinggi.</p>
<p>“Target akhirnya sejalan dengan arahan Bupati, yakni zero pernikahan dini. Data menunjukkan tren penurunan, dan ini harus dijaga agar terus berlanjut,” jelasnya.</p>
<p>Melalui momentum Hari Ibu ke-97, Pemerintah Kabupaten Malang berharap para ibu semakin berdaya dalam melindungi masa depan anak-anaknya, sekaligus menjadi benteng utama dalam upaya menghapus praktik pernikahan dini di Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TPA Paras Poncokusumo Mulai Kirim RDF, Pemkab Malang Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah Anorganik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tpa-paras-poncokusumo-mulai-kirim-rdf-pemkab-malang-perkuat-kerja-sama-pengelolaan-sampah-anorganik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tpa-paras-poncokusumo-mulai-kirim-rdf-pemkab-malang-perkuat-kerja-sama-pengelolaan-sampah-anorganik</guid>
<description><![CDATA[ Pengiriman perdana RDF dari TPA Paras menandai komitmen Pemkab Malang mengolah sampah anorganik menjadi energi alternatif bernilai ekonomi dan ramah lingkungan bagi daerah berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69493eb67373a.webp" length="63798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 20:03:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, RDF, TPA Paras, Pengelolaan Sampah, Energi Alternatif, Ekonomi Sirkular, DLH Kabupaten Malang, PT SBI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Malang resmi memulai pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) anorganik hasil pengolahan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paras, Kecamatan Poncokusumo, ke PT Solusindo Bangun Indonesia Tbk (SBI), Senin (22/12/2025). Langkah ini menjadi tonggak awal implementasi kerja sama pemanfaatan sampah sebagai energi alternatif.</p>
<p>Pengiriman RDF tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan perjanjian kerja sama antara Pemkab Malang dan PT SBI dalam pengelolaan sampah non-organik menjadi bahan bakar alternatif yang berorientasi pada ekonomi sirkular dan pengurangan beban lingkungan.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menjelaskan bahwa RDF yang dikirim berasal dari sampah kering non-organik hasil proses pemilahan di fasilitas RDF TPA Paras menggunakan mesin trommel.</p>
<p>“Melalui proses trommel, sampah dipisahkan menjadi basah dan kering. Sampah kering non-organik inilah yang kemudian kami olah menjadi RDF untuk dikirim ke PT SBI sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Dzulfikar, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa material RDF tersebut didominasi plastik bernilai rendah, plastik kresek, styrofoam, serta berbagai jenis sampah non-organik lain yang sebelumnya sulit dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>“Pada prinsipnya RDF ini berasal dari sampah non-organik. Sementara untuk sampah organik, saat ini masih dalam tahap kajian dan pengembangan agar ke depan dapat dimanfaatkan sebagai RDF berbasis biomassa,” jelasnya.</p>
<p>Dzulfikar menegaskan bahwa RDF dari TPA Paras dimanfaatkan sebagai substitusi batu bara dalam proses produksi, sehingga turut mendukung penurunan emisi karbon sekaligus mendorong praktik industri yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>“RDF digunakan sebagai pengganti sebagian batu bara. Kualitas sangat menentukan nilai ekonominya, terutama kadar air. Semakin baik kualitas RDF, semakin tinggi pula nilai yang dihasilkan,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan bahwa pengiriman perdana RDF ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Malang dalam mengelola sampah secara terukur, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.</p>
<p>Pada tahap awal, pengiriman dilakukan sebanyak 6 ton RDF menggunakan armada truk diesel karena adanya pembatasan operasional kendaraan berat menjelang libur Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Pemkab Malang saat ini telah menyiapkan stok RDF sekitar 3.000 ton dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas produksi dan kebutuhan PT SBI. Selain TPA Paras, pengembangan fasilitas RDF juga direncanakan di TPA Talangagung, termasuk penambahan mesin trommel, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.</p>
<p>Kerja sama antara Pemkab Malang dan PT SBI dirancang untuk jangka waktu lima tahun dan diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam pengurangan volume sampah maupun kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi, Suntikan Modal BUMD Kabupaten Malang Dipangkas hingga 70 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-suntikan-modal-bumd-kabupaten-malang-dipangkas-hingga-70-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-suntikan-modal-bumd-kabupaten-malang-dipangkas-hingga-70-persen</guid>
<description><![CDATA[ Hal itu dilakukan imbas kebijakan efisiensi anggaran tahap kedua dan proses evaluasi ketat di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6948f702c92a3.webp" length="67680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>APBD Kabupaten Malang, Efisiensi Anggaran, Penyertaan Modal, BUMD Malang, PAD Kabupaten Malang, Sekdakab Malang, Evaluasi Provinsi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk memperkuat struktur permodalan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahun anggaran 2025 terpaksa terkoreksi tajam. Sebab, alokasi penyertaan modal yang semula diproyeksikan mencapai Rp40 miliar, kini menyusut drastis menjadi hanya Rp11,5 miliar.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan imbas kebijakan efisiensi anggaran tahap kedua dan proses evaluasi ketat di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, mengungkapkan, meski regulasi penambahan modal telah dipayungi Peraturan Daerah (Perda), besaran nominal akhir masih bersifat dinamis. Saat ini, draf anggaran tersebut tengah berada di meja evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>"Kita masih menunggu hasil evaluasi provinsi. Biasanya akan ada catatan penyesuaian. Jika catatan tersebut tidak ditindaklanjuti, proses penetapan APBD tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya," ujar Budiar kepada wartawan, Senin (22/12/2025). </p>
<p>Ia menegaskan, efisiensi ini tidak hanya menyasar sektor investasi daerah, tetapi juga memangkas belanja operasional birokrasi yang dinilai non-substansial, seperti biaya konsumsi rapat dan perjalanan dinas yang tidak mendesak.</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herwanto, membenarkan angka Rp11,5 miliar adalah usulan final pasca-efisiensi. </p>
<p>Anggaran yang terbatas ini nantinya harus dibagi untuk tiga entitas plat merah, yakni Perumda Jasa Yasa, Perumda Tirta Kanjuruhan, dan BPR Arta Kanjuruhan.</p>
<p>Tomie menjelaskan bahwa pembagian modal tidak akan dilakukan secara rata, melainkan berbasis pada karakteristik usaha dan urgensi penguatan modal masing-masing perusahaan.</p>
<p>"Harapannya, meskipun nilainya terpangkas cukup jauh, penyertaan modal ini tetap mampu memperkuat kinerja BUMD dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD," kata Tomie.</p>
<p>Dengan modal yang tersisa minim, ketiga BUMD tersebut dituntut untuk tetap ekspansif dan profesional. Perumda Tirta Kanjuruhan, misalnya, menghadapi tantangan perluasan akses air bersih, sementara BPR Arta Kanjuruhan harus bersaing di sektor perbankan yang kompetitif.</p>
<p>Bappeda menargetkan hasil evaluasi provinsi turun pada pekan ini, mengingat tenggat waktu penetapan APBD 2025 tidak boleh melampaui akhir Desember. </p>
<p>Penurunan nilai investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Malang tengah melakukan pengetatan ikat pinggang demi menjaga stabilitas postur APBD di tengah ketidakpastian ekonomi tahun depan.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub Kabupaten Malang Fokus Rekayasa Lalu Lintas Nataru di Jalur Wisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-kabupaten-malang-fokus-rekayasa-lalu-lintas-nataru-di-jalur-wisata-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-kabupaten-malang-fokus-rekayasa-lalu-lintas-nataru-di-jalur-wisata-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Dishub Kabupaten Malang menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengendalian arus kendaraan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947f2b1ad3d6.webp" length="53742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 22:15:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Nataru, DishubKabupatenMalang, JalurBromo, WisataBromo, RekayasaLaluLintas, JeepWisata, KeselamatanJalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Dinas Perhubungan Kabupaten Malang memfokuskan rekayasa lalu lintas pada sejumlah jalur wisata utama selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya menuju Kota Batu dan kawasan wisata Bromo.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto menjelaskan, wilayah utara menjadi salah satu titik perhatian utama karena tingginya mobilitas kendaraan wisatawan.</p>
<p>“Untuk wilayah utara, kepadatan utama berada di Karanglo. Dari Karanglo ke arah barat, kepadatan juga terjadi di Karangploso, tepatnya di depan Bluder Kapas. Ini karena jalur tersebut merupakan akses utama wisata ke Batu, apalagi saat Nataru,” ujar Eko Margianto, belum lama ini.</p>
<p>Ia menyampaikan, meningkatnya kualitas infrastruktur jalan dan akses tol turut mendorong tingginya kunjungan wisata selama libur akhir tahun, sehingga perlu diimbangi dengan pengaturan arus lalu lintas yang terukur.</p>
<p>“Sekarang akses tol dan jalan sudah semakin baik, tingkat kunjungan ke Batu juga tinggi. Karena itu kami siapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik,” katanya.</p>
<p>Dishub Kabupaten Malang telah menyiapkan jalur alternatif di beberapa simpang strategis. Untuk arah barat, jalur alternatif disediakan di pertigaan Masjid Kembar Karangploso. Sementara untuk arah timur, antisipasi kepadatan menuju Gubukklakah sebagai jalur Bromo dilakukan dengan menyiapkan jalur alternatif melalui wilayah Pakis.</p>
<p>“Ke arah timur, antisipasi Gubukklakah juga kami siapkan jalur alternatif di daerah Pakis. Ini untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju kawasan Bromo,” ujar Eko.</p>
<p>Untuk wilayah selatan, Eko menjelaskan tidak tersedia jalur alternatif, sehingga pengaturan dilakukan melalui rekayasa lalu lintas. Rekayasa tersebut mencakup kawasan Kebonagung, Jalibar, hingga Talangagung.</p>
<p>“Wilayah selatan tidak ada jalur alternatif, jadi hanya rekayasa lalu lintas. Termasuk pengaturan arus ke arah Batu melalui Ngijo hingga tembus Universitas Muhammadiyah Malang,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Eko, pola pengaturan tersebut sebenarnya sudah rutin diterapkan dan sebagian besar pengguna jalan telah memahami skemanya. Meski demikian, Dishub tetap memasang rambu dan penunjuk arah tambahan selama Nataru.</p>
<p>“Ini rutin, tapi tetap kami pasangi penunjuk arah. Termasuk pengaturan traffic light, kapan harus dihentikan atau dibuka, itu nanti kami atur sesuai kondisi kepadatan,” katanya.</p>
<p>Khusus untuk kendaraan menuju kawasan Bromo, Dishub bersama Polres Malang telah menyepakati kebijakan pengendalian arus melalui rest area.</p>
<p>“Solusinya, seluruh kendaraan yang menuju Bromo wajib masuk ke Rest Area Gubukklakah. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegas Eko.</p>
<p>Ia menambahkan, pos yang disiapkan di kawasan tersebut berfungsi sebagai pos pelayanan. Pengaturan volume kendaraan juga dilakukan sejak dari bawah, termasuk di Rest Area Weringin Anom dan wilayah Tumpang dengan penempatan personel di lapangan.</p>
<p>Dalam mendukung pengamanan dan kelancaran Nataru, Dishub menyiapkan personel di berbagai titik strategis. Di tingkat UPT terdapat sekitar 18 personel, sementara di pos pengamanan atas terdapat personel gabungan Polres dengan jumlah sekitar 30 orang.</p>
<p>“Kami juga menyiapkan personel pengurai di titik-titik rawan kecelakaan, terutama di jalur menuju Bromo yang memiliki medan menanjak,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Dishub Kabupaten Malang bersama pihak TNBTS juga membahas pembentukan spot-spot pemberhentian sementara menyerupai rest area di kawasan atas, menyesuaikan dengan kewenangan TNBTS.</p>
<p>“Di titik-titik yang sering terjadi kecelakaan, akan dipasang guard rail. Tim urai mobil kami ada tujuh unit di tujuh pos pengamanan, ditambah satu tim urai gabungan dari Polres yang bersifat on call,” pungkas Eko. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Kendaraan Masuk Malang, Polisi Perkuat Layanan Pengamanan Terpadu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kendaraan-masuk-malang-polisi-perkuat-layanan-pengamanan-terpadu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kendaraan-masuk-malang-polisi-perkuat-layanan-pengamanan-terpadu</guid>
<description><![CDATA[ Mobilitas menuju Kabupaten Malang meningkat tajam jelang libur Natal dan Tahun Baru, kepolisian mencatat puluhan ribu kendaraan masuk setiap hari melalui jalur utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947ea3885faa.webp" length="47854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 20:40:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Arus Kendaraan, Nataru Malang, Operasi Lilin 2025, Polres Malang, Lalu Lintas Malang, Keamanan Jalan, Libur Akhir Tahun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Mengantisipasi melonjaknya arus kendaraan masuk ke Kabupaten Malang, Polres Malang memfokuskan pengaturan lalu lintas dan memperkuat layanan pengamanan terpadu selama Operasi Lilin Semeru 2025. Kepolisian menyiagakan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di titik strategis.</p>
<p>Arus kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang mengalami lonjakan signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang, pada Jumat (19/12/2025) tercatat 32.590 kendaraan masuk ke wilayah Malang. Angka tersebut meningkat pada Sabtu (20/12/2025) menjadi 38.627 kendaraan. Sementara pada Minggu (21/12/2025) hingga pukul 18.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk telah melampaui 16 ribu unit dan diperkirakan terus bertambah hingga malam hari.</p>
<p>Kondisi tersebut terpantau sejak akhir pekan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah. Gerbang Tol Lawang, Singosari, Pakis, dan Malang menjadi titik dengan intensitas kendaraan tertinggi selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan bahwa peningkatan arus kendaraan sudah diantisipasi sejak awal pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Ia menyebutkan, kepolisian telah memetakan jalur-jalur utama yang menjadi pintu masuk Kabupaten Malang guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.</p>
<p>“Sejak awal operasi, kami sudah memetakan titik-titik masuk utama ke wilayah Malang, khususnya di gerbang tol Lawang, Singosari, Pakis, dan Malang. Personel kami siagakan untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus kendaraan,” ujar AKP Chelvin, Minggu (21/12/2025).</p>
<p>Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, Polres Malang juga memperkuat layanan pengamanan terpadu selama Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan sinergi TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari langkah tersebut, Polres Malang menyiagakan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di titik strategis. Pos Terpadu Karanglo, Pos Pelayanan Poncokusumo, serta Pos Pengamanan di Kepuharjo, Lawang, jalur lintas barat (Jalibar) Kepanjen, jalur lintas selatan (JLS) Bantur, dan satu pos polisi <em>mobile</em> disiapkan untuk mendukung pelayanan masyarakat.</p>
<p>AKP Chelvin menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kepadatan kendaraan, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan selama masa libur panjang.</p>
<p>“Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui pengaturan lalu lintas, patroli, serta imbauan keselamatan. Harapannya, masyarakat merasa aman dan nyaman selama melintas di wilayah Malang,” jelasnya.</p>
<p>Pihak kepolisian juga mengimbau para pengguna jalan yang memasuki wilayah Malang agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengatur waktu istirahat guna menghindari kelelahan.</p>
<p>Dengan lonjakan arus kendaraan yang terus meningkat, Polres Malang memastikan kesiapsiagaan penuh selama Operasi Lilin Semeru 2025 demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Malang. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>16 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Singosari Malang, BPBD Pasang Terpal dan Tebang Pohon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/16-rumah-rusak-diterjang-angin-kencang-di-singosari-malang-bpbd-pasang-terpal-dan-tebang-pohon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/16-rumah-rusak-diterjang-angin-kencang-di-singosari-malang-bpbd-pasang-terpal-dan-tebang-pohon</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan laporan Pos Lapangan Singosari, rumah yang rusak berada di Dusun Gebyak RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 Desa Purwoasri, Singosari. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah warga serta pohon tumbang yang menimpa bangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694757a3157d9.webp" length="34352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 11:16:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hashtag: angin kencang, cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Malang, Singosari, Purwoasri, bencana alam, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>BPBD Kabupaten Malang mencatat hasil asesmen sementara 16 rumah terdampak dengan kategori rusak ringan hingga sedang di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang akibat diterjang angin kencang, Sabtu (20/12/2025). Lalu, Minggu (21/12/2025) pagi ini, BPBD bersama warga bergotong royong melaksanakan pemasangan terpal pada atap warga dan mengevakuasi pohon tumbang. </p>
<p>Berdasarkan laporan Pos Lapangan Singosari, rumah yang rusak berada di Dusun Gebyak RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 Desa Purwoasri, Singosari. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah warga serta pohon tumbang yang menimpa bangunan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hasil asesmen sementara mencatat sebanyak 16 rumah terdampak dengan kategori rusak ringan hingga sedang.</p>
<p>“Data sementara yang kami terima terdapat 16 rumah warga terdampak, terdiri dari kerusakan ringan dan sedang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sadono Irawan, Minggu (21/12/2025).</p>
<p>Ia merinci, untuk kategori rusak sedang tercatat tiga rumah di RT 02 RW 05. Sementara itu, kerusakan ringan tersebar di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 Desa Purwoasri.</p>
<p>Sadono menambahkan, BPBD Kabupaten Malang melalui Pusdalops telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan unsur terkait guna penanganan awal di lokasi kejadian.</p>
<p>“Poslap Singosari sudah melakukan asesmen, dilanjutkan pemasangan terpal serta pemotongan pohon yang menimpa dapur warga. Karya bakti direncanakan dilaksanakan Minggu pagi,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sadono menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penanganan sementara atap rumah warga yang rusak. Dari kebutuhan tersebut, sebagian telah terpenuhi.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. (*)</p>
<p>Editor<strong>: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembinaan Kepala Sekolah Dinilai Efektif Cegah Pernikahan Dini dan Kenakalan Remaja di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembinaan-kepala-sekolah-dinilai-efektif-cegah-pernikahan-dini-dan-kenakalan-remaja-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembinaan-kepala-sekolah-dinilai-efektif-cegah-pernikahan-dini-dan-kenakalan-remaja-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ MKKS SMP Swasta Malang menegaskan pembinaan kepala sekolah efektif menekan pernikahan dini dan kenakalan remaja melalui sinergi sekolah, orang tua, dan lintas sektor daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6945485e56009.webp" length="47270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:29:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MKKS Malang, Pendidikan Karakter, Pencegahan Pernikahan Dini, Kenakalan Remaja, SMP Swasta Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam menekan angka pernikahan dini dan kenakalan remaja melalui penguatan pembinaan kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan.</p>
<p>Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dan Pernikahan Dini serta Pembinaan Kepala SMP Swasta se-Kabupaten Malang di Aula Yamatin SMP An-Nur Bululawang belum lama ini.</p>
<p>Menurut Ketua MKKS SMP Swasta Manan Supriadi, MKKS memiliki peran strategis sebagai forum koordinasi dan penguatan kebijakan antar kepala sekolah, terutama dalam menghadapi persoalan sosial yang berdampak langsung pada dunia pendidikan.</p>
<p>“Melalui MKKS, kami menyatukan langkah dan persepsi kepala sekolah agar pembinaan karakter peserta didik dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Ini menjadi kunci pencegahan pernikahan dini dan kenakalan remaja,” ujar Manan, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, MKKS mendorong setiap kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif membangun sistem pembinaan moral, termasuk penguatan peran guru BK, wali kelas, serta komunikasi intensif dengan orang tua siswa.</p>
<p>Manan menambahkan, MKKS juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Pengadilan Agama, kepolisian, dan Dinas Pendidikan, guna memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta didik terkait dampak sosial, hukum, dan masa depan akibat pernikahan dini.</p>
<p>“Pendidikan karakter harus dilakukan secara kolaboratif. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan orang tua dan lingkungan,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, MKKS mendorong pembentukan tim pembinaan internal di sekolah-sekolah swasta sebagai langkah konkret dalam memantau dan mendampingi perkembangan perilaku siswa.</p>
<p>Manan menilai, langkah tersebut sejalan dengan visi nasional dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, di mana peserta didik diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial.</p>
<p>“Melalui penguatan peran MKKS dan kepala sekolah, kami berharap sekolah swasta di Kabupaten Malang dapat menjadi benteng utama perlindungan generasi muda,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesta Miras di Pakis Malang Berujung Maut, 5 Warga Meninggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-tewas-diduga-miras-di-pakis-malang-dua-tkp-terungkap-polisi-masih-selidiki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-tewas-diduga-miras-di-pakis-malang-dua-tkp-terungkap-polisi-masih-selidiki</guid>
<description><![CDATA[ Tragedi pesta miras di Pakis menewaskan lima orang dan dua kritis, polisi ungkap dua TKP serta masih menyelidiki kandungan minuman keras tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694544eebb8e4.webp" length="9034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:03:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>tragedi miras, miras oplosan, Pakis Malang, Desa Bunut Wetan, Desa Sukoanyar, Polres Malang, AKP Suyanto, kasus miras, korban miras, keamanan masyarakat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Tragedi minuman keras (miras) diduga oplosan kembali merenggut korban jiwa di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.</p>
<p>Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, berinisial AR dan SG. Keduanya disebut meninggal usai mengikuti pesta miras yang digelar di rumah salah satu warga.</p>
<p>Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, yakni Desa Bunut Wetan dan Desa Sukoanyar.</p>
<p>“Untuk TKP Bunut Wetan, terdapat dua orang meninggal dunia dan dua orang lainnya dalam kondisi kritis yang saat ini dirawat di RSSA Malang,” ujar Suyanto, Jumat (18/12/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, korban lain ditemukan di lokasi berbeda dengan jumlah lebih banyak.</p>
<p>“Sementara di TKP Desa Sukoanyar, terdapat tiga orang meninggal dunia,” kata Suyanto.</p>
<p>Lebih lanjut, Suyanto mengungkapkan bahwa AR dan SG diketahui telah berkeluarga. Sebelum meninggal dunia, keduanya sempat mengeluhkan mual dan pusing usai mengikuti pesta miras pada Sabtu (13/12/2025) malam.</p>
<p>Kedua korban sempat mengeluh mual dan pusing, kemudian kondisinya menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian serta kandungan miras yang dikonsumsi para korban. Polisi belum dapat memastikan unsur pidana dalam kasus tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.</p>
<p>“Kami masih mendalami kasus ini. Proses penyelidikan masih berjalan, sehingga untuk kepastian hukumnya belum bisa kami pastikan,” ujar Suyanto.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan, sekaligus mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Malang Perketat Aturan, Jeep di Wisata Bromo Wajib Lolos Ramp Check</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-malang-perketat-aturan-jeep-di-wisata-bromo-wajib-lolos-ramp-check</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-malang-perketat-aturan-jeep-di-wisata-bromo-wajib-lolos-ramp-check</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi wisatawan yang melintas melalui pintu masuk Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944fae9639fb.webp" length="65502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 14:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wisata Bromo, Jeep Wisata, Rampcheck Kendaraan, Nataru 2025, Kabupaten Malang, Polres Malang, Keselamatan Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Menjelang lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Polres Malang mengambil langkah preventif dengan memperketat standar keselamatan armada Jeep Wisata Bromo. </p>
<p>Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi wisatawan yang melintas melalui pintu masuk Kabupaten Malang.</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, menegaskan bahwa audit kelaikan kendaraan atau <em>ramp check</em> ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin aspek keamanan transportasi wisata.</p>
<p>Hal itu disampaikan Sanusi di sela pemeriksaan kendaraan di UPT Pengujian KIR LLAJ Kabupaten Malang, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>"Ini adalah upaya konkret untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan. Semua unit jeep diperiksa kelengkapannya dan diuji kelaikannya secara teknis. Kendaraan yang lolos akan diberikan tanda khusus dan wajib terproteksi asuransi," ujar dia.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menjelaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan mengingat Kabupaten Malang merupakan salah satu akses utama menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. </p>
<p>Berdasarkan evaluasi dari insiden kecelakaan pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan standar keselamatan kini menjadi prioritas utama.</p>
<p>"Tercatat sekitar 700 unit jeep wisata yang tergabung dalam berbagai paguyuban di wilayah hukum kami. Saat ini, ratusan unit telah menjalani pemeriksaan dan proses ini akan terus berlanjut hingga seluruh populasi kendaraan terdata secara akurat," ungkap AKBP Danang.</p>
<p>Setiap unit yang dinyatakan memenuhi syarat akan diberikan nomor identitas resmi. Nomor tersebut memuat basis data yang mengintegrasikan informasi kendaraan, identitas pengemudi, data pemilik, hingga status perlindungan asuransi bagi penumpang.</p>
<p>Kegiatan pemeriksaan massal ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Lilin Semeru 2025–2026 yang difokuskan pada pengamanan mobilitas masyarakat di akhir tahun. </p>
<p>Selain kelaikan kendaraan, aparat gabungan juga mulai memetakan titik rawan dengan memasang rambu peringatan serta mendirikan pos pelayanan di jalur-jalur strategis menuju Bromo.</p>
<p>"Kami mengimbau seluruh komunitas dan operator Jeep Wisata Bromo untuk segera mendaftarkan unitnya dalam pemeriksaan ini sebelum puncak libur Nataru. Fokus kita adalah mencapai target <em>zero accident</em>," tutupnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Melalui Bupati Malang Klaim Angka Pernikahan Dini Turun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-melalui-bupati-malang-klaim-angka-pernikahan-dini-turun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-melalui-bupati-malang-klaim-angka-pernikahan-dini-turun</guid>
<description><![CDATA[ Pendekatan ini kami aktualisasikan melalui pendidikan. Termasuk pencegahan narkoba, anak-anak harus diberi pemahaman melalui Kepala Sekolah agar tidak berpotensi terjerumus narkoba di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943c4d79d52c.webp" length="63736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 16:32:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Pernikahan Dini, Pendidikan, SMP Swasta, DP3A, Pengadilan Agama, Dinas Pendidikan, Kenakalan Remaja, Pencegahan Narkoba</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Malang mengklaim angka pernikahan dini menunjukkan tren penurunan seiring penguatan upaya pencegahan melalui pendekatan pendidikan dan sosialisasi di lingkungan sekolah, khususnya SMP swasta.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan kerja sama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dengan menyasar seluruh Kepala Sekolah SMP Swasta se-Kabupaten Malang di Aula Yamatin SMP An-Nur Bululawang, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Bupati Malang, HM Sanusi, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan memotivasi anak-anak agar tidak terburu-buru menikah dan lebih memprioritaskan pendidikan sebagai bekal masa depan.</p>
<p>“Sosialisasi ini kami lakukan agar anak-anak tidak segera menikah, tetapi menunggu sampai minimal menyelesaikan pendidikan sarjana, sehingga kualitas sumber daya manusia Kabupaten Malang dapat meningkat. Kalau sejak SMP sudah menikah, ini tentu menjadi persoalan,” ujarnya di sela agenda, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Bupati Malang juga menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, permohonan dispensasi pernikahan dini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Dari data kami, yang mengajukan dispensasi pernikahan dini sudah turun. Sebelumnya kisaran dua ratusan. Harapannya, dengan langkah antisipasi seperti ini, ke depan sudah tidak ada lagi pernikahan dini,” katanya.</p>
<p>Selain sosialisasi, Pemkab Malang menegaskan bahwa upaya pencegahan tersebut akan diaktualisasikan secara berkelanjutan ke dalam sistem pendidikan.</p>
<p>“Pendekatan ini kami aktualisasikan melalui pendidikan. Termasuk pencegahan narkoba, anak-anak harus diberi pemahaman melalui Kepala Sekolah agar tidak berpotensi terjerumus narkoba di Kabupaten Malang. Yang terlibat seluruh Kepala Sekolah, tidak hanya SMP negeri, tetapi juga SMP swasta,” pungkas Bupati Malang.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, jumlah perkara usia di bawah 19 tahun pada 2023 tercatat 73 perkara, meningkat pada 2024 menjadi 139 perkara, dan pada 2025 hingga Maret tercatat 33 perkara, yang menunjukkan kecenderungan penurunan pada awal tahun 2025.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sering Terjadi Laka, Polisi Pasang Peringatan di Jalur Ekstrem Bromo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sering-terjadi-laka-polisi-pasang-peringatan-di-jalur-ekstrem-bromo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sering-terjadi-laka-polisi-pasang-peringatan-di-jalur-ekstrem-bromo</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Malang memasang banner peringatan di jalur ekstrem kawasan Bromo guna mengingatkan pengendara akan risiko turunan panjang dan tikungan tajam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942a0ecb3374.webp" length="115920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 20:58:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>satlantas polres malang, jalur bromo, keselamatan berkendara, jalur rawan, wisata pegunungan, pencegahan kecelakaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) Satlantas Polres Malang memperketat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) dengan memasang banner peringatan keselamatan di sejumlah jalur ekstrem dan rawan kecelakaan.</p>
<p>Pemasangan banner dilakukan oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang pada Rabu (17/12/2025), menyasar titik-titik yang memiliki karakter jalan menurun panjang, tikungan tajam, serta medan pegunungan yang berisiko tinggi bagi pengendara.</p>
<p>Sejumlah lokasi yang dipasangi banner peringatan di antaranya Blok Peteteh, Blok Wedi Ireng, Tanjakan Sinoman, Tanjakan Lanjing, Tanjakan Ijo, hingga Tanjakan Jarak Ijo. Lokasi tersebut kerap dilalui kendaraan wisatawan menuju kawasan BTS.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan, pemasangan banner merupakan bentuk peringatan visual agar pengendara lebih siap menghadapi kondisi jalan pegunungan.</p>
<p>“Jalur di kawasan BTS memiliki turunan panjang dan tikungan tajam. Banner ini kami pasang sebagai peringatan dini agar pengendara tidak lengah dan lebih mengutamakan keselamatan,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, kecelakaan (Laka) di jalur pegunungan kerap dipicu oleh kelalaian pengemudi, terutama terkait kesiapan kendaraan dan teknik berkendara di medan menurun.</p>
<p>“Kami mengimbau pengendara memastikan sistem pengereman berfungsi baik, menggunakan gigi rendah saat turunan, serta tidak memaksakan kendaraan,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan yang melibatkan personel Satlantas Polres Malang, Dinas Perhubungan, serta pengelola kawasan wisata dan kehutanan setempat sebagai bentuk sinergi menjaga keselamatan jalur wisata.</p>
<p>Dia menegaskan, upaya pencegahan akan terus dilakukan mengingat tingginya aktivitas kendaraan wisata di kawasan BTS.</p>
<p>“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas. Dengan adanya peringatan di titik rawan, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beras dan Minyak Turun ke Warga, DKP Malang Beri Pesan Penting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beras-dan-minyak-turun-ke-warga-dkp-malang-beri-pesan-penting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beras-dan-minyak-turun-ke-warga-dkp-malang-beri-pesan-penting</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang menyalurkan bantuan beras dan Minyak kepada warga kurang mampu. Dinas Ketahanan Pangan menegaskan bantuan tidak boleh diperjualbelikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69429fa90981b.webp" length="49950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 20:20:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bantuan pangan, pemkab malang, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, beras medium, minyakita, dtsn, stabilitas harga, malang sjp</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah.</p>
<p>Program bantuan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat yang datanya bersumber dari Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dan berlaku secara nasional.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menjelaskan setiap keluarga penerima manfaat menerima 40 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng dan di Kabupaten Malang masih berlangsung sejak beberapa bulan lalu.</p>
<p>“Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat dalam kerangka perubahan nasional untuk pengentasan kemiskinan. Seluruh data penerima telah melalui proses verifikasi secara nasional sehingga penyalurannya diharapkan tepat sasaran,” ujar Mahila, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digulirkan pemerintah pada akhir 2025 dan menyasar jutaan warga kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Mahila menambahkan, besaran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras dan minyak goreng yang menjadi komoditas utama konsumsi rumah tangga.</p>
<p>“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan pangan masyarakat biasanya meningkat. Kehadiran pemerintah diharapkan mampu menjaga daya beli serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Mahila menegaskan, bantuan pangan tersebut tidak diperuntukkan untuk diperjualbelikan dalam bentuk apa pun.</p>
<p>“Kami mengingatkan secara tegas kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan pangan ini tidak diperjualbelikan. Bantuan ini ditujukan untuk konsumsi keluarga guna meringankan beban kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, penyaluran bantuan pangan juga berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Dengan adanya bantuan langsung kepada masyarakat, potensi kepanikan belanja yang dapat memicu lonjakan harga dapat ditekan.</p>
<p>“Melalui distribusi bantuan ini, kami berharap masyarakat tetap tenang dan ketersediaan beras serta minyak goreng di pasaran tetap terjaga,” pungkasnya.</p>
<p>Bantuan pangan tersebut disalurkan oleh pemerintah pusat melalui DKP Kabupaten Malang dengan pengawasan ketat guna memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.</p>
<p>Pantauan dari media ini, beberapa desa di Kecamatan Tumpang, penyaluran beras dan minyak tersebut masih berlangsung hari ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Integrasi Budaya dan Literasi, Madrasah di Malang ini Luncurkan Batik 1 Kilometer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/integrasi-budaya-dan-literasi-madrasah-di-malang-ini-luncurkan-batik-1-kilometer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/integrasi-budaya-dan-literasi-madrasah-di-malang-ini-luncurkan-batik-1-kilometer</guid>
<description><![CDATA[ Integrasi seni dan budaya dalam kurikulum merupakan strategi krusial dalam membentuk identitas generasi muda di tengah gempuran modernisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69425ea0f2d25.webp" length="50260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MTsN 7 Malang, Madrasah Membatik, Pendidikan Berbasis Budaya, Literasi Siswa, Kabupaten Malang, Bupati Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 7 Malang di Kecamatan Tumpang mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter melalui peluncuran program Madrasah Membatik dan karya literasi siswa. </p>
<p></p>
<p>Agenda yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) ini menjadi tonggak inovasi pendidikan yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan penguatan literasi nasional.</p>
<p></p>
<p>Langkah inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Malang, H. M. Sanusi, yang hadir untuk meninjau hasil kreativitas siswa. </p>
<p></p>
<p>Ia menilai, integrasi seni dan budaya dalam kurikulum merupakan strategi krusial dalam membentuk identitas generasi muda di tengah gempuran modernisasi.</p>
<p></p>
<p>Fokus utama dalam kegiatan ini adalah keberhasilan siswa MTsN 7 Malang memproduksi kain batik kolektif sepanjang kurang lebih satu kilometer. </p>
<p></p>
<p>Karya monumental tersebut diselesaikan dalam kurun waktu empat bulan melalui kegiatan kurikuler rutin setiap pekan.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini kita menyaksikan sinergi antara nilai budaya dan edukasi. Saya mengapresiasi MTsN 7 Malang yang secara konkret mendorong siswa mencintai batik sebagai identitas bangsa," tegas Sanusi di sela-sela kunjungannya.</p>
<p></p>
<p>Kepala MTs Negeri 7 Malang, Ahmad Ali, mengungkapkan bahwa program ini baru pertama kali dilaksanakan namun mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari peserta didik. </p>
<p></p>
<p>"Ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik budaya sangat diminati. Kedepan, program membatik akan terus kami kembangkan sebagai identitas madrasah," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain peluncuran batik, madrasah ini juga merilis dua buku antologi yang menghimpun kumpulan cerpen dan puisi karya siswa. Karya ini merupakan hasil pendampingan intensif guru Bahasa Indonesia guna menumbuhkan tradisi menulis di lingkungan sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin siswa memiliki kebanggaan atas hasil cipta mereka sendiri. Literasi bukan sekadar membaca, tapi juga memproduksi gagasan," tambah dia.</p>
<p></p>
<p>Secara bersamaan, MTsN 7 Malang juga menggelar Indonesian Student Competition (ISC), sebuah ajang kompetisi akademik tahunan bagi siswa SD dan MI. </p>
<p></p>
<p>Kompetisi ini difokuskan pada Tes Kemampuan Akademik sebagai upaya madrasah dalam menjaring potensi unggul sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, Forkopimda, Kepala Bakorwil, Muspika Tumpang, hingga perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas dukungan lintas sektoral terhadap transformasi pendidikan di Kabupaten Malang yang tidak hanya mengejar aspek kognitif, tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Sekadar Pesta, Ini Konsep Tahun Baru Grand Mercure Malang Mirama Hotel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-sekadar-pesta-ini-konsep-tahun-baru-grand-mercure-malang-mirama-hotel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-sekadar-pesta-ini-konsep-tahun-baru-grand-mercure-malang-mirama-hotel</guid>
<description><![CDATA[ Grand Mercure Malang Mirama menghadirkan perayaan Tahun Baru bertema Fur &amp; Fiction dan Antartika, memadukan kemewahan, hiburan futuristik, serta pesan literasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942074febf24.webp" length="48928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 09:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama, Tahun Baru 2026, Fur and Fiction, Antartika, Hotel Bintang Lima, Perayaan Tahun Baru, Lifestyle Malang, Event Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP </strong>— Perayaan malam pergantian tahun di Kota Malang tahun ini mendapat warna berbeda di Grand Mercure Malang Mirama Hotel.</p>
<p>Akhir tahun, Hotel ini memilih keluar dari pola pesta konvensional dengan menghadirkan konsep "Fur &amp; Fiction (2F) &amp; Antartika", sebuah perayaan yang memadukan kemewahan, imajinasi, dan pesan literasi.</p>
<p>Konsep tersebut diperkenalkan sebagai tawaran pengalaman malam Tahun Baru yang tidak sekadar meriah, tetapi juga menghadirkan makna. </p>
<p>Menurut Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, nuansa dingin Antartika dikemas futuristik, berpadu dengan elemen sastra dan visual artistik bakal menjadi benang merah selebrasi akhir tahun di hotel bintang lima ini.</p>
<p>Ia menegaskan perayaan ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus hiburan. Menurutnya, momen pergantian tahun dapat menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali minat baca masyarakat melalui pendekatan yang lebih segar dan relevan.</p>
<p>"Momen Tahun Baru ini tidak hanya selebrasi, tetapi juga membawa pesan literasi. Kami mengemasnya secara representatif, tetap meriah, dan mencerminkan identitas hotel bintang lima di Malang Raya," ujarnya.</p>
<p>Sebagai hotel premium pertama di Malang Raya, Grand Mercure Malang Mirama juga menegaskan konsistensinya menghadirkan gebrakan berbeda.</p>
<p>Perayaan malam Tahun Baru akan diisi beragam penampilan talenta lokal Malang Raya yang dikemas dalam format show entertainment selaras dengan tema futuristik dan imajinatif.</p>
<p>Pengalaman tamu kian lengkap melalui sajian kuliner istimewa. Hotel ini menyiapkan special buffet dengan lebih dari 150 pilihan menu, serta set menu eksklusif di lantai 19 yang menyuguhkan panorama malam Kota Malang dari ketinggian, menjadikan perayaan Tahun Baru terasa lebih personal dan berkelas.</p>
<p>Melalui konsep ini, Grand Mercure Malang Mirama menegaskan posisinya bukan sekadar destinasi menginap, tetapi ruang pengalaman yang menyatukan hiburan, gagasan, dan gaya hidup dalam satu perayaan pergantian tahun.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Prajurit Infanteri Tempuh Rute dari Malang ke Mojokerto dalam Tonting YWPJ 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-prajurit-infanteri-tempuh-rute-dari-malang-ke-mojokerto-dalam-tonting-ywpj-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-prajurit-infanteri-tempuh-rute-dari-malang-ke-mojokerto-dalam-tonting-ywpj-2025</guid>
<description><![CDATA[ Tonting YWPJ 2025 dijadwalkan menempuh rute panjang dari Malang menuju Trowulan, Mojokerto, dan akan berakhir pada puncak peringatan Hari Juang Infanteri, 19 Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940f85d25088.webp" length="80016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 14:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Ribuan Prajurit Infanteri Tempuh Rute dari Malang ke Mojokerto dalam Tonting YWPJ 2025</p>
<p></p>
<p>Ribuan prajurit Infanteri dari jajaran Kodam V/Brawijaya dan Kostrad resmi memulai tradisi gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya (Tonting YWPJ) Tahun 2025. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang dilepas dari Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang, pada Senin (15/12/2025) ini merupakan rangkaian peringatan Hari Juang Infanteri.</p>
<p></p>
<p>Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, menyatakan bahwa Tonting YWPJ bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan instrumen vital dalam pembinaan satuan. Fokus utama kegiatan ini adalah menguji ketahanan fisik, ketangguhan mental, serta mempererat jiwa korsa melalui lintasan jarak jauh yang ditempuh secara beranting.</p>
<p></p>
<p>"Momentum ini adalah sarana strategis untuk memperkokoh mental, fisik, dan jiwa korsa seluruh prajurit Korps Infanteri. Kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai kejuangan yang menjadi fondasi kekuatan TNI," tegas Mayjen TNI Susilo dalam amanat resminya.</p>
<p></p>
<p>Dalam arahannya, Mayjen TNI Susilo menekankan pentingnya menjaga etika dan perilaku selama berada di tengah masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk menampilkan sikap prajurit profesional yang humanis dan menghindari tindakan yang dapat mencederai citra institusi.</p>
<p></p>
<p>"Jadilah prajurit yang dicintai rakyat, bukan yang ditakuti atau dihindari. Jaga disiplin dan tunjukkan jati diri prajurit Infanteri yang manunggal dengan rakyat," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Tonting YWPJ 2025 dijadwalkan menempuh rute panjang dari Malang menuju Trowulan, Mojokerto, dan akan berakhir pada puncak peringatan Hari Juang Infanteri, 19 Desember 2025. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Meski volume kendaraan di sepanjang rute mengalami peningkatan dan kepadatan, warga serta pelajar terlihat antusias memberikan dukungan moral kepada para prajurit yang melintas. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran ribuan prajurit di sepanjang jalan protokol ini sekaligus menjadi representasi kekuatan dan kebersamaan TNI bersama rakyat di wilayah Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Melalui penyelenggaraan Tonting YWPJ 2025, Korps Infanteri berkomitmen untuk terus merawat tradisi juang sembari membentuk profil prajurit yang tangguh, berdisiplin tinggi, dan senantiasa menjadi pelindung kedaulatan negara. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Malang Darurat Keuangan Ilegal, OJK Catat Ratusan Aduan, Pinjol Mendominasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/malang-darurat-keuangan-ilegal-ojk-catat-ratusan-aduan-pinjol-mendominasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/malang-darurat-keuangan-ilegal-ojk-catat-ratusan-aduan-pinjol-mendominasi</guid>
<description><![CDATA[ Data komprehensif terkait layanan konsumen periode 1 Januari hingga 30 November 2025. Dari total 2.324 layanan konsumen, sebanyak 276 pengaduan terafiliasi langsung dengan aktivitas keuangan ilegal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940e38e1c450.webp" length="27876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 13:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>OJK Malang, Satgas PASTI, Penipuan Investasi, Pinjol Ilegal, Literasi Keuangan, Perlindungan Konsumen, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Fenomena penipuan investasi dan pinjaman online (pinjol) ilegal masih menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Malang Raya. </p>
<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang melaporkan adanya ribuan layanan pengaduan sepanjang tahun 2025, dengan tren kasus yang didominasi oleh aktivitas keuangan tanpa izin.</p>
<p>Merespons urgensi tersebut, OJK Malang bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Malang Raya menggelar <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) lintas sektoral pada Senin (15/12/2025). </p>
<p>Forum ini bertujuan memperkuat sinergi pencegahan dan memetakan strategi penanganan hukum yang lebih agresif.</p>
<p>Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, memaparkan data komprehensif terkait layanan konsumen periode 1 Januari hingga 30 November 2025. Dari total 2.324 layanan konsumen, sebanyak 276 pengaduan terafiliasi langsung dengan aktivitas keuangan ilegal.</p>
<p>"Lebih dari 50 persen pengaduan tersebut berkaitan dengan pinjaman online ilegal. Data ini menjadi alarm bagi kami untuk melakukan penanganan yang lebih terkoordinasi dan efektif melalui Satgas PASTI," tegas Farid, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan analisis geografis, sebaran konsumen yang melaporkan kasus penipuan terdeteksi cukup signifikan di wilayah perkotaan dan di Kota Malang tercatat 19,44 persen dari total layanan pengaduan, di Kota Batu tercatat 13,73 persen dari total layanan pengaduan.</p>
<p>Farid menjelaskan bahwa tingginya angka pengaduan di wilayah urban menunjukkan perlunya penguatan edukasi yang lebih terarah. </p>
<p>FGD tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan otoritas keuangan terkait kewenangan penindakan.</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur DPR RI, DPRD, Bank Indonesia, akademisi, hingga pelaku UMKM dan tokoh agama. Keterlibatan elemen masyarakat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak entitas ilegal melalui peningkatan literasi keuangan di akar rumput.</p>
<p>Sebagai langkah konkret pasca-FGD, Satgas PASTI Malang Raya tengah menyusun program kerja tahun 2026. </p>
<p>Fokus utama akan diarahkan pada pemetaan sasaran prioritas edukasi serta perluasan jangkauan pengawasan terpadu guna memastikan masyarakat Malang Raya terlindungi dari jeratan investasi bodong dan pinjol ilegal. </p>
<p>"Kami berbagi <em>best practice</em> dan membedah tantangan di lapangan. Tujuannya agar tidak ada lagi celah bagi pelaku aktivitas keuangan ilegal untuk beroperasi di wilayah ini," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Amankan Nataru, Polres Malang Petakan Titik Rawan dan Siagakan Personel Gabungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/amankan-nataru-polres-malang-petakan-titik-rawan-dan-siagakan-personel-gabungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/amankan-nataru-polres-malang-petakan-titik-rawan-dan-siagakan-personel-gabungan</guid>
<description><![CDATA[ Selain fokus pada 318 personel gabungan yang dikerahkan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Malang, kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek mitigasi bencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940e60f351d9.webp" length="69540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 12:50:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Pengamanan Nataru, Operasi Lilin Semeru 2025, Natal dan Tahun Baru, Kamtibmas Malang, Jalur Wisata Malang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Kepolisian Resor (Polres) Malang mematangkan strategi pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). </p>
<p>Langkah ini dilakukan dengan memetakan sejumlah titik rawan aktivitas masyarakat, mulai dari jalur wisata, pusat keramaian, hingga jalur perlintasan yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.</p>
<p>Strategi tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Mapolres Malang, Selasa (16/12/2025). </p>
<p>Pertemuan ini menjadi landasan teknis pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., menjelaskan bahwa karakteristik Kabupaten Malang sebagai daerah tujuan wisata dan jalur penghubung antarwilayah menuntut pengamanan yang ekstra ketat dan berbasis pada potensi kerawanan.</p>
<p>"Operasi Lilin Semeru 2025 bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru," ujar AKBP Danang, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, terdapat 347 gereja dan tempat ibadah, 183 destinasi wisata, enam stasiun kereta api, serta 13 terminal di wilayah hukum Polres Malang yang diperkirakan akan mengalami lonjakan aktivitas.</p>
<p>Selain fokus pada 318 personel gabungan yang dikerahkan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Malang, kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek mitigasi bencana. </p>
<p>Wilayah rawan longsor dan banjir, seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan, menjadi prioritas pemantauan mengingat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun.</p>
<p>"Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kegiatan ibadah, kawasan wisata, pemukiman yang ditinggal mudik pemiliknya, hingga antisipasi keramaian pada malam pergantian tahun," tambah kapolres.</p>
<p>Guna memastikan pelayanan maksimal, Polres Malang akan mendirikan sejumlah pos strategis yang beroperasi selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Pos-pos tersebut tersebar di beberapa titik krusial, antara lain Pos Terpadu di Karanglo, Pos Pelayanan di Poncokusumo. </p>
<p>Selanjutnya Pos Pengamanan meliputi Karangploso, Lawang, Jalibar Kepanjen, dan Jalur Lintas Selatan (JLS) Bantur dan Fasilitas Tambahan berupa satu unit pos polisi mobile.</p>
<p>AKBP Danang menekankan bahwa Jalur Lintas Selatan (JLS) dan jalur penghubung dari arah Kota Batu menuju Surabaya akan menjadi atensi khusus terkait potensi kemacetan. Ia menegaskan bahwa Operasi Lilin ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan spiritualnya.</p>
<p>"Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan di Kabupaten Malang berjalan aman, tertib, dan lancar," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b> </b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rute Penerbangan Malang–Lombok Resmi Dibuka di Bandara Abdul Rahman Saleh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rute-penerbangan-malanglombok-resmi-dibuka-di-bandara-abdul-rahman-saleh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rute-penerbangan-malanglombok-resmi-dibuka-di-bandara-abdul-rahman-saleh</guid>
<description><![CDATA[ Rute penerbangan baru Malang–Lombok diresmikan, memperkuat konektivitas udara, mendorong pariwisata, mempercepat mobilitas, serta membuka peluang ekonomi dan investasi antarwilayah bagi masyarakat daerah Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940239d9defe.webp" length="72272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 23:04:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bandara Abdulrachman Saleh, Wings Air, Rute Baru Penerbangan, Malang Lombok, Konektivitas Udara, Pariwisata Jawa Timur, Ekonomi Regional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Konektivitas udara antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat semakin menguat menyusul diresmikannya rute penerbangan baru Wings Air dengan trayek Malang–Lombok dan Lombok–Malang di Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (15/12/2025) pagi.</p>
<p>Pembukaan rute ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses transportasi udara sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat antardaerah. Jalur penerbangan langsung tersebut juga diharapkan mampu menjadi pengungkit sektor pariwisata serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa kehadiran rute Malang–Lombok bukan sekadar penambahan jalur penerbangan, tetapi bagian dari penguatan jaringan konektivitas antarprovinsi.</p>
<p>“Konektivitas udara ini menjadi penghubung strategis antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Selain mendukung sektor pariwisata, rute ini juga membuka peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antarwilayah,” ujar Emil, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, akses penerbangan langsung akan memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mempercepat pergerakan orang dan barang. Dampaknya diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan, khususnya menuju kawasan Indonesia bagian timur.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, memandang rute baru tersebut sebagai peluang strategis bagi pengembangan daerah, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi berbasis jasa.</p>
<p>“Dengan semakin mudahnya akses wisatawan dari Lombok menuju Malang dan sebaliknya, kami berharap kunjungan ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Malang dapat terus meningkat dan berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Budiar.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan konektivitas udara akan memperluas jangkauan promosi pariwisata Malang Raya, sekaligus memperkuat peran Bandara Abdulrachman Saleh sebagai simpul transportasi udara di wilayah selatan Jawa Timur.</p>
<p>Peresmian rute penerbangan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang, perwakilan manajemen Wings Air, pemangku kepentingan terkait, serta Asisten Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tiba melalui penerbangan perdana dari Lombok menuju Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Berperan Ungkap Peredaran Sabu di Dampit Malang, Polisi Kembangkan Jaringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-berperan-ungkap-peredaran-sabu-di-dampit-malang-polisi-kembangkan-jaringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-berperan-ungkap-peredaran-sabu-di-dampit-malang-polisi-kembangkan-jaringan</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria di Dampit ditangkap Satresnarkoba Polres Malang atas dugaan mengedarkan sabu, berkat laporan warga dan pengembangan penyelidikan polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694020663e25a.webp" length="28990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 22:15:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Satresnarkoba, Narkoba, Sabu, Dampit, Kabupaten Malang, Kejahatan Narkotika, Peran Masyarakat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Peran aktif masyarakat kembali menjadi kunci dalam upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Malang. Satuan Reserse Narkoba Polres Malang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat peredaran sabu di Kecamatan Dampit, setelah menerima laporan dari warga setempat.</p>
<p>Pria berinisial KM (41), warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, ditangkap di kediamannya di Dusun Crabaan, Selasa (9/12/2025), setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di lingkungan tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, laporan warga menjadi pintu masuk aparat dalam mengungkap kasus ini. Setelah dilakukan pemantauan dan pendalaman, petugas langsung melakukan penindakan.</p>
<p>“Informasi masyarakat kami tindak lanjuti dengan penyelidikan tertutup. Saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika,” ujar AKP Bambang, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan tiga poket sabu dengan berat total 2,73 gram, berikut sejumlah perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran, seperti timbangan digital, plastik klip, alat sekrop, tas kecil, serta dua telepon genggam.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka diduga mengedarkan sabu secara terbatas di wilayah Dampit dan sekitarnya. Barang haram tersebut dijual dalam paket kecil dengan harga ratusan ribu rupiah per poket.</p>
<p>“Tersangka mengaku menjual sabu secara eceran. Keuntungan yang diperoleh tidak besar, namun aktivitas ini jelas merusak dan membahayakan masyarakat,” kata AKP Bambang.</p>
<p>Saat ini, Satresnarkoba Polres Malang masih mengembangkan perkara tersebut untuk menelusuri asal sabu dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika.</p>
<p>“Kami masih mendalami alur perolehan barang dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain. Peran masyarakat sangat kami harapkan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” ujarnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, KM dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Tersangka kini menjalani penahanan di Polres Malang untuk proses hukum lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi Jalur Pegunungan Bromo, Dua Nyawa Melayang Akibat Laka Tunggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragedi-jalur-pegunungan-bromo-dua-nyawa-melayang-akibat-laka-tunggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragedi-jalur-pegunungan-bromo-dua-nyawa-melayang-akibat-laka-tunggal</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal SUV di jalur wisata Bromo terjadi akibat dugaan rem blong, menewaskan dua penumpang dan melukai pengemudi serta penumpang lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69401d5738773.webp" length="105838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 21:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>laka lantas, jalur bromo, rem blong, kecelakaan tunggal, wisata pegunungan, polres malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalur wisata Bromo, Tengger, Semeru, tepatnya di tanjakan Wedi Ireng, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (15/12/2025) siang. Insiden tersebut mengakibatkan dua penumpang kendaraan meninggal dunia.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekira pukul 14.30 WIB saat sebuah mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) warna hitam melaju dari arah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menuju Kabupaten Malang. Kendaraan tersebut dikemudikan pria berinisial ED (54), warga asal Bandung, dengan membawa lima penumpang.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi, kendaraan mengalami gangguan pengereman saat melintas di jalur menurun yang memiliki kontur curam.</p>
<p>“Sesampainya di tanjakan Wedi Ireng, kendaraan diduga mengalami rem blong di jalan menurun. Pengemudi berupaya mengendalikan kendaraan dengan membanting setir, namun mobil justru keluar jalur dan terperosok,” ujar AKP Chelvin, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, satu penumpang perempuan lanjut usia berinisial ASI (70), warga Kota Malang, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya, ASA (70), yang merupakan saudara kandung korban pertama, sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.</p>
<p>“Dua korban meninggal dunia merupakan penumpang kendaraan. Satu meninggal di tempat kejadian, dan satu lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, pengemudi dan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Seluruh korban luka dirujuk ke RS Sumber Sentosa Tumpang.</p>
<p>Petugas Satlantas Polres Malang telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk olah TKP, pengamanan kendaraan dan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mendalami penyebab pasti kecelakaan.</p>
<p>AKP Chelvin juga mengimbau pengendara, khususnya wisatawan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki tanjakan dan turunan ekstrem.</p>
<p>“Kami mengingatkan agar pengemudi memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem pengereman, serta berhati-hati saat melintas di jalur wisata pegunungan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukungan DPRD Malang Menguatkan Off Road Lereng Gunung Kawi Sebagai Wisata Minat Khusus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukungan-dprd-malang-menguatkan-off-road-lereng-gunung-kawi-sebagai-wisata-minat-khusus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukungan-dprd-malang-menguatkan-off-road-lereng-gunung-kawi-sebagai-wisata-minat-khusus</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Malang mendorong Off Road Lereng Gunung Kawi sebagai wisata minat khusus berkelanjutan penggerak ekonomi lokal daerah masyarakat pariwisata unggulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693e3c703ab4a.webp" length="81504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 14:02:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, off road Gunung Kawi, wisata minat khusus, pariwisata Malang, ekonomi lokal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>DPRD Kabupaten Malang mendorong event Off Road Lereng Gunung Kawi untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus yang berkelanjutan, karena dinilai memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan promosi potensi wisata daerah.</p>
<p>Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Alayk Mubarrok saat dimintai keterangan usai pelaksanaan Event Off Road Lereng Gunung Kawi, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>“Kami mengapresiasi kegiatan off-road ini karena tidak sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, karakter wilayah Kabupaten Malang yang memiliki kontur alam beragam sangat mendukung pengembangan wisata minat khusus. Karena itu, DPRD menilai off-road dapat menjadi salah satu alternatif wisata unggulan yang memiliki segmentasi pasar tersendiri.</p>
<p>“Dengan off-road sebagai variasi wisata, harapannya dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Alayk menyampaikan bahwa DPRD siap memberikan dukungan kebijakan agar kegiatan serupa dapat berlanjut dan terencana dengan baik dalam program pembangunan daerah.</p>
<p>“Terdapat arahan agar kegiatan ini berkelanjutan. Dalam perencanaan RKPD 2026, kami mengutamakan program yang berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal sesuai ketentuan perencanaan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dukungan anggaran harus diarahkan secara tepat sasaran agar manfaat kegiatan benar-benar dirasakan masyarakat.</p>
<p>“Kami memastikan anggaran yang dialokasikan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang,” lanjutnya.</p>
<p>DPRD Kabupaten Malang berharap Event Off Road Lereng Gunung Kawi dapat masuk dalam agenda wisata daerah dan diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. (**)</p>
<p>Editor : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesona Edu&amp;Resort Lereng Gunung Kawi, Lembah Indah Malang Kian Diminati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesona-edu-resort-lereng-gunung-kawi-lembah-indah-malang-kian-diminati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesona-edu-resort-lereng-gunung-kawi-lembah-indah-malang-kian-diminati</guid>
<description><![CDATA[ Wisatawan berjalan di skywalk menikmati panorama perbukitan dan area glamping, menegaskan konsep edu-resort alam yang memadukan rekreasi, edukasi, serta ketenangan kawasan pegunungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d1fb42cdb0.webp" length="108782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 15:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Lembah Indah Malang, Edu Resort, Wisata Alam, Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Pariwisata Jawa Timur, Wisata Keluarga, Glamping, Skywalk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Berada di lereng gunung Kawi, Lembah Indah Malang (LIM) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata alam berkonsep <em>edu-resort</em> yang terintegrasi dengan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat. </p>
<p>Berlokasi di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, kawasan ini kian diminati wisatawan dari berbagai daerah, khususnya pada akhir pekan dan hari libur nasional.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (13/12/2025), arus kunjungan destinasi wisata ini terpantau stabil dengan dominasi wisatawan keluarga dan rombongan. </p>
<p>Kondisi ini menunjukkan tren positif wisata berbasis alam yang tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga nilai pembelajaran dan pengalaman langsung di alam terbuka.</p>
<p>Sales Manager LIM, Hariyanto, menerangkan bahwa peningkatan kunjungan paling signifikan terjadi pada akhir pekan.</p>
<p>"Kebanyakan pengunjung datang saat <em>weekend</em>, mulai Jumat sore sampai Minggu. Jika bertepatan dengan tanggal merah, tingkat kunjungan biasanya meningkat cukup tajam," ujar Hariyanto, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, lembah ini dikembangkan dengan konsep <em>edu-resort, </em>yakni menggabungkan wisata alam, edukasi lingkungan, dan aktivitas petualangan dalam satu kawasan terpadu. Konsep ini menjadi pembeda utama dibanding destinasi wisata alam lainnya di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Lembah Indah Malang tidak hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar terbuka. Ada <em>edu-farm,</em> <em>greenhouse</em>, hingga aktivitas <em>outbound</em> yang dirancang edukatif, sehingga cocok untuk keluarga, sekolah, maupun kegiatan perusahaan," jelasnya.</p>
<p>Kawasan wisata ini, lanjut Hariyanto, memiliki luas sekitar 25 hektare dan berada di kawasan perbukitan dengan kondisi alam yang masih asri.</p>
<p>Fasilitas yang tersedia meliputi jeep <em>off-road </em>di lereng Gunung , panahan, <em>paintball, flying park</em>, <em>ATV, e-bike</em>, hingga <em>playground</em> ramah anak. </p>
<p>Sementara secara <em>view</em>, pengembangan jalur trekking sepanjang kurang lebih satu kilometer menjadi daya tarik tersendiri karena menyuguhkan panorama matahari terbit dengan pemandangan berbagai gunung yang berada di Malang Raya.</p>
<p>Hariyanto menambahkan, sebagian besar wisatawan awalnya hanya berniat melakukan kunjungan harian. Namun, setelah mengenal fasilitas dan konsep yang ditawarkan, banyak di antaranya beralih memesan penginapan untuk kegiatan <em>gathering</em> maupun <em>team building.</em></p>
<p>"Awalnya mereka hanya jalan-jalan. Setelah tahu konsep dan fasilitasnya, banyak yang kemudian tertarik menginap dan mengadakan kegiatan kelompok, seperti <em>Out Bound"</em> tuturnya.</p>
<p>Ia menyebut untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan tarif Rp20.000 per orang yang sudah termasuk <em>Welcome Drink.</em></p>
<p>Sementara fasilitas penginapan dengan konsep unik yakni <em>glamorous camping</em> (glamping) tersedia dengan harga bervariasi, mulai sekitar Rp750 ribu hingga Rp3 juta per malam, dengan kapasitas 3 hingga 10 orang, tergantung tipe unit dengan area parkir cukup luas.</p>
<p>Lebih lanjut, Hariyanto menegaskan bahwa tempat ini tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, keberadaan LIM juga memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal. Saat ini, sekitar 50 karyawan terlibat dalam operasional, dengan 90 persen di antaranya merupakan warga desa setempat.</p>
<p>"Harapan kami, LIM semakin dikenal luas dan bisa menjadi barometer wisata berbasis alam dan edukasi di wilayah Ngajum maupun Kepanjen," pungkas Hariyanto. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragis! Diduga Microsleep, Minibus Rombongan Wisata Tabrak Truk di Tol Malang, Dua Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragis-diduga-microsleep-minibus-rombongan-wisata-tabrak-truk-di-tol-malang-dua-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragis-diduga-microsleep-minibus-rombongan-wisata-tabrak-truk-di-tol-malang-dua-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Akibat benturan keras tersebut, dua penumpang Toyota Hiace meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pengemudi minibus dan sembilan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693cd855346f7.webp" length="48954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 11:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP</b> — Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di ruas Tol Malang–Pandaan KM 84.700 A, wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Sabtu (13/12/2025) dini hari, sekitar pukul 03.50 WIB. </p>
<p>Insiden ini melibatkan sebuah minibus dan truk tronton, yang mengakibatkan dua penumpang meninggal dunia di tempat kejadian, dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p>Kecelakaan melibatkan kendaraan Toyota Hiace bernomor polisi B 7769 TDB dengan dump truck tronton bernomor polisi L 9322 UK. Minibus Toyota Hiace tersebut diketahui membawa rombongan warga dari Jakarta Timur yang sedang dalam perjalanan menuju Malang Raya untuk berlibur.</p>
<p>Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi minibus mengalami kelelahan.</p>
<p>"Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, pengemudi Toyota Hiace diduga mengalami microsleep sehingga kendaraan bergerak ke kiri dan menabrak dump truck di depannya," ujar AKP Chelvin, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>Kecelakaan bermula ketika Toyota Hiace yang dikemudikan oleh AI (32), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, melaju di lajur kanan dari arah Surabaya menuju Malang. </p>
<p>Setibanya di lokasi kejadian, minibus tersebut tiba-tiba banting stir ke kiri dan menabrak keras bagian sudut kanan belakang dump truck yang dikemudikan oleh TH (47), warga Porong, Kabupaten Sidoarjo, yang berjalan searah di lajur kiri.</p>
<p>Akibat benturan keras tersebut, dua penumpang Toyota Hiace meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pengemudi minibus dan sembilan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda.</p>
<p>"Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di RS Prima Husada dan RS Lawang Medika, sedangkan dua korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RSSA Malang," imbuhnya.</p>
<p>Pasca-kejadian, petugas gabungan dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang, Patroli Jalan Raya (PJR), dan Jasa Marga segera melakukan penanganan di lokasi. </p>
<p>Proses olah TKP, pengamanan barang bukti, dan pengumpulan rekaman CCTV telah dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Kami telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Perkara ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Malang," tutup AKP Chelvin.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda Tewas Ditusuk Usai Cekcok di Gondanglegi Malang, Pelaku Buron</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-tewas-ditusuk-usai-cekcok-di-gondanglegi-malang-pelaku-buron</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-tewas-ditusuk-usai-cekcok-di-gondanglegi-malang-pelaku-buron</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah pertengkaran yang memanas, pelaku, H, dilaporkan mengambil senjata tajam berupa pisau dan langsung menusuk korban. Usai melancarkan aksinya, H segera melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693b94c5254c9.webp" length="56070" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 11:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Gondanglegi, kriminal, penusukan, kepolisian, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Sebuah perselisihan di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, berakhir tragis. </p>
<p>Seorang pemuda berinisial ES (22) tewas setelah ditusuk oleh rekannya sendiri, H (24), dalam sebuah keributan di rumah salah satu warga di Dusun Baran, Desa Putat Lor, pada Kamis (11/12/2025). Pelaku, H, hingga Jumat (12/12/2025) masih dalam pengejaran aparat kepolisian.</p>
<p>Peristiwa yang merenggut nyawa korban bermula ketika ES dan H sedang berkumpul bersama sejumlah teman. </p>
<p>Suasana yang awalnya kondusif mendadak berubah ricuh setelah keduanya terlibat adu mulut.</p>
<p>Di tengah pertengkaran yang memanas, pelaku, H, dilaporkan mengambil senjata tajam berupa pisau dan langsung menusuk korban. Usai melancarkan aksinya, H segera melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.</p>
<p>Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ketawang guna mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa ES tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, membenarkan peristiwa pembunuhan sadis itu. </p>
<p>"Benar, ada kejadian penusukan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah Gondanglegi," ujar Bambang, Jumat (12/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Polsek Gondanglegi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) begitu laporan dari masyarakat diterima.</p>
<p>Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengurai motif di balik aksi penusukan itu. </p>
<p>"Polsek Gondanglegi sudah mendatangi TKP dan menangani kejadian tersebut sesuai prosedur. Motif dan keterangan lengkap masih terus didalami oleh penyidik," tambahnya.</p>
<p>Bambang memastikan bahwa identitas pelaku telah dikantongi oleh pihak kepolisian. Saat ini, tim gabungan sedang fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku. </p>
<p>"Pelaku melarikan diri setelah kejadian. Saat ini tim di lapangan sedang melakukan pengejaran, dan kami berharap pelaku segera diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Paket Nutrisi Indomaret Diserahkan di Malang, Diklaim Sebagai Upaya Atasi Stunting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-paket-nutrisi-indomaret-diserahkan-di-malang-diklaim-sebagai-upaya-atasi-stunting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-paket-nutrisi-indomaret-diserahkan-di-malang-diklaim-sebagai-upaya-atasi-stunting</guid>
<description><![CDATA[ 250 paket yang berisi beras, gula, susu, dan telur tersebut merupakan implementasi perdana program nasional Healthy Way di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693af3f7e7859.webp" length="47534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 09:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>nutrisi, corporate social responsibility, csrindomaret, healthyway, sumberejo, poncokusumo, kabupatenmalang, stunting, kesehatankeluarga, pendoposatu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menyalurkan 250 paket nutrisi melalui program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) di Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. </p>
<p>Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Malang, Sanusi, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan manajemen Indomaret pada Kamis (11/12/2025).</p>
<p>Aksi korporasi ini diklaim sebagai dukungan nyata terhadap upaya penanganan <em>stunting</em> dan peningkatan gizi keluarga. .</p>
<p>Bupati Sanusi dalam sambutannya menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor-sektor prioritas. </p>
<p>"Bantuan dari CSR Indomaret ini menjadi bagian penting dalam memenuhi nutrisi keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak di desa," ujar Sanusi. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa pemda terus mendorong agar program CSR diarahkan secara spesifik pada isu kesehatan, lingkungan, dan pemenuhan gizi anak.</p>
<p>Bupati Sanusi berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat untuk mempercepat perkembangan desa. </p>
<p>"Dengan kerja sama seperti ini, Sumberejo bisa tumbuh lebih baik, ekonominya meningkat, dan anak-anaknya tumbuh sehat," tandasnya.</p>
<p>Brand Manager Indomaret Cabang Malang, Andika Arta Pawitra Sukma, menjelaskan bahwa 250 paket yang berisi beras, gula, susu, dan telur tersebut merupakan implementasi perdana program nasional <em>Healthy Way</em> di Kabupaten Malang. Program ini disebut-sebut digulirkan di 10 titik daerah di Indonesia tahun ini.</p>
<p>"Harapannya, bantuan ini mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan, dan memberi dampak positif bagi lingkungan," pungkas Andika.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Progres SMPN 1 Turen sebagai Sekolah Unggulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-progres-smpn-1-turen-sebagai-sekolah-unggulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-progres-smpn-1-turen-sebagai-sekolah-unggulan</guid>
<description><![CDATA[ SMPN 1 Turen adalah satu dari 10 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Malang yang terpilih untuk mengikuti program percepatan mutu pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a55ccc5abb.webp" length="61148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 12:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, unggulan, Malang, SMPN1Turen, sekolahramahanak, LathifahShohib, LPPPUM, pendampingan, kabupatenmalang, Turen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, melanjutkan rangkaian pendampingan program sekolah unggulan dengan mengunjungi langsung SMPN 1 Turen pada Kamis, (11/12/2025). </p>
<p>Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari agenda Refleksi dan Evaluasi pendampingan sekolah unggulan yang diselenggarakan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPP UM) pada 9 Desember lalu di El Hotel.</p>
<p>SMPN 1 Turen adalah satu dari 10 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Malang yang terpilih untuk mengikuti program percepatan mutu pendidikan.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan apresiasi atas kesiapan sekolah dalam menyerap dan mengimplementasikan program percepatan mutu. </p>
<p>Ia menilai SMPN 1 Turen telah menunjukkan progres signifikan, baik dalam aspek tata kelola, kesiapan sumber daya guru, maupun adopsi konsep sekolah unggulan yang diinisiasi oleh LPPP UM.</p>
<p>"Kabupaten Malang ini luas dan kondisi sekolah tidak seragam. Karena itu, percepatan harus dimulai dari sekolah yang sudah siap, dan SMPN 1 Turen termasuk yang menunjukkan perkembangan yang baik," ujar wabup.</p>
<p>Wabup Lathifah Shohib juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dan sekolah dalam mengakses program-program pemerintah pusat. </p>
<p>Menurutnya, pemda tidak boleh hanya menunggu bantuan, melainkan wajib proaktif dalam mengajukan program seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan ruang kelas baru, hingga dukungan infrastruktur teknologi informasi (IT).</p>
<p>"Kalau hanya menunggu, kita tidak akan dapat apa-apa. Maka, sekolah-sekolah harus segera berkomunikasi dengan dinas dan mengikuti sistem yang sudah disiapkan," tegasnya. </p>
<p>Pendampingan yang dilakukan LPPP UM pada hari ini mencakup penilaian visibilitas (kelayakan), kesesuaian rencana pengembangan sekolah, hingga pengujian kesiapan guru inti dalam empat bidang studi utama. </p>
<p>Rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi besar yang menghasilkan rekomendasi akademik untuk akselerasi sekolah unggulan.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Turen, Lilik Liswatin menyambut baik kunjungan Wakil Bupati dan pendampingan dari tim UM, menilai hal tersebut sebagai dorongan moral dan motivasi besar bagi sekolah.</p>
<p>"Agenda hari ini luar biasa, memberi motivasi bagi kami untuk mempersiapkan langkah-langkah lanjutan dan strategis di tahun depan," ujarnya.</p>
<p>Lilik menjelaskan bahwa SMPN 1 Turen telah mengusung konsep Sekolah Ramah Anak sebagai identitas unggulannya. </p>
<p>Peta jalan utama yang sedang disusun sekolah meliputi penguatan karakter, pembiasaan perilaku positif, serta peningkatan mutu akademik maupun nonakademik secara terintegrasi.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh kebutuhan sekolah terkait program percepatan telah diinput ke sistem daring Dinas Pendidikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.</p>
<p>"Harapannya, sekolah ini benar-benar menjadi sekolah unggulan yang bisa dibanggakan Kabupaten Malang dan mampu mencerdaskan anak-anak," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penguatan Fondasi Sekolah Unggulan di Malang, UM Soroti Perubahan Mindset Lembaga Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penguatan-fondasi-sekolah-unggulan-di-malang-um-soroti-perubahan-mindset-lembaga-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penguatan-fondasi-sekolah-unggulan-di-malang-um-soroti-perubahan-mindset-lembaga-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Pentingnya perubahan mindset  di seluruh sekolah. Perubahan ini mencakup kedisiplinan waktu, pelaksanaan pembelajaran aktif tanpa kelas kosong, kesiapan materi mengajar, serta penataan jadwal rapat kedinasan agar tidak berbenturan dengan jam belajar siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938c1a4dcbe4.webp" length="29194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 10:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan malang, sekolah unggulan, lppp um, universitas negeri malang, pemkab malang, evaluasi pendidikan, penguatan akademik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Negeri Malang (UM) menegaskan bahwa Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang Tahun 2025 difokuskan pada penguatan akademik dan tata kelola sekolah. </p>
<p>Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua LPPP, Prof. Dr. Hardika, dalam evaluasi program yang digelar pada Selasa (9/12/2025) sebagai langkah fundamental memperkuat karakteristik sekolah unggul.</p>
<p>Evaluasi yang diselenggarakan di El Hotel Malang tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang SD dan SMP, serta perwakilan kepala sekolah dari 7 SD dan 10 SMP peserta program. </p>
<p>Proses evaluasi didampingi langsung oleh Tim Ahli LPPP UM, lembaga yang bertanggung jawab merancang materi, mendampingi sekolah, sekaligus menilai efektivitas program.</p>
<p>Hardika menjelaskan bahwa tahun 2025 ditetapkan sebagai tahun pondasi untuk memperkuat sistem pendidikan dasar di Kabupaten Malang. </p>
<p>"Tahun ini kami fokus memperkuat fondasi. Ibarat rumah, sebelum berdiri kokoh, dasarnya harus benar dulu," ujar Hardika pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Sebelum pelaksanaan lokakarya yang dibuka oleh Wakil Bupati Malang dan Dinas Pendidikan, tim pendamping dari UM telah melakukan implementasi lapangan. Tindakan ini bertujuan memastikan pemahaman peserta program benar-benar siap untuk diterapkan, bukan sekadar dipahami secara teoritis.</p>
<p>Dari hasil evaluasi, ditemukan variasi skor pemahaman peserta. Hardika menyebutkan beberapa komponen bahkan mencapai skor 100 persen. Ia menjelaskan bahwa instrumen tersebut mengukur tingkat konstruksi pengetahuan peserta, bukan indikator implementasi final di lapangan.</p>
<p>"Instrumen itu melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi. Misalnya untuk rencana strategis, ada yang mencapai skor 88 sampai 90 dari 100," ungkapnya.</p>
<p>Mengutip sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Hardika menekankan bahwa rencana strategis merupakan kompas utama bagi sekolah unggul, yang menjadi landasan arah kebijakan pendidikan minimal empat hingga lima tahun ke depan.</p>
<p>Lokakarya evaluasi ini menghasilkan rekomendasi penguatan materi untuk Program Sekolah Unggulan pada tahun 2026, khususnya pada komponen yang belum mencapai target pemahaman. Fokus penguatan tersebut meliputi peran guru, kepemimpinan <em>(leadership) </em>kepala sekolah, kinerja tenaga kependidikan, hingga karakter siswa.</p>
<p>"Pemahaman tentang karakter sekolah unggul menjadi prioritas lanjutan. Guru harus tahu perannya, kepala sekolah harus menunjukkan <em>leadership</em>, tenaga kependidikan harus bekerja sesuai standar, dan karakter siswa harus benar-benar dibangun," tegas Hardika.</p>
<p>Ia menambahkan, hasil evaluasi akan disusun menjadi laporan resmi kepada Bupati Malang dan jajaran pemerintah daerah. Laporan ini akan dilengkapi dengan ringkasan eksekutif agar mudah dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan.</p>
<p>Hardika juga menyoroti pentingnya perubahan <em>mindset</em> (pola pikir) di seluruh sekolah. Perubahan ini mencakup kedisiplinan waktu, pelaksanaan pembelajaran aktif tanpa kelas kosong, kesiapan materi mengajar, serta penataan jadwal rapat kedinasan agar tidak berbenturan dengan jam belajar siswa.</p>
<p>"Harapannya, kebiasaan-kebiasaan baik ini tetap berjalan meskipun pendampingan UM selesai. Guru adalah profesi yang menjunjung etika dan bekerja maksimal. Jika profesionalisme dijalankan, sekolah akan bergerak menuju kinerja terbaik," pungkasnya.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Microsleep Sebabkan Minibus Adu Banteng dengan Truk di Malang, Sopir Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/microsleep-sebabkan-minibus-adu-banteng-dengan-truk-di-malang-sopir-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/microsleep-sebabkan-minibus-adu-banteng-dengan-truk-di-malang-sopir-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang menegaskan bahwa faktor kelelahan dan microsleep (tidur singkat yang terjadi tanpa disadari) merupakan dugaan kuat penyebab utama kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938b436edb94.webp" length="60440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 08:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>malang, kecelakaan lalulintas, pakisaji, polres malang, olah tkp, microsleep</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kecelakaan maut yang melibatkan minibus Mitsubishi L300 dan truk boks Mitsubishi Canter terjadi di Jalan Raya Sonotenggah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (9/12/2025) petang. Satu orang dilaporkan tewas dalam insiden tragis tersebut. </p>
<p>Kepolisian Resor (Polres) Malang melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas), AKP Bambang Subinajar, menjelaskan, kecelakaan bermula saat minibus L300 yang dikemudikan oleh Nur Eko Cahyono (63), warga Kecamatan Kepanjen, melaju dari arah utara ke selatan dengan membawa dua penumpang.</p>
<p>Penyelidikan polisi membeber dugaan bahwa pengemudi L300 mengantuk atau mengalami <em>microsleep</em>, sehingga kendaraan yang dikemudikan oleng keluar jalur. </p>
<p>"Dari penyelidikan awal, pengemudi L300 diduga mengalami <em>microsleep</em> hingga kendaraan bergerak keluar jalur ke jalur kanan," ujar Bambang, saat dikonfirmasi Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Pada saat bersamaan, sambung Bambang dari arah berlawanan (selatan ke utara), melaju truk Canter yang dikemudikan oleh Nurmansyah (48), warga Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung. Karena L300 telah berpindah jalur, benturan adu banteng keras tak terhindarkan.</p>
<p>Benturan keras menyebabkan pengemudi L300, Nur Eko Cahyono, mengalami luka serius di bagian kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Kanjuruhan Kepanjen.</p>
<p>Sementara, dua penumpang L300, yakni Eko Prasetya (53) dan Siti Choiriyah (54), mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Wava Husada untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>"Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Malang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, memintai keterangan saksi, serta mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat," jelas Bambang.</p>
<p>Pengemudi truk Canter, Nurmansyah, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Kedua kendaraan yang ringsek telah diamankan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Polres Malang menegaskan bahwa faktor kelelahan dan <em>microsleep</em> (tidur singkat yang terjadi tanpa disadari) merupakan dugaan kuat penyebab utama kecelakaan.</p>
<p>Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh tidak prima.</p>
<p>"Microsleep sangat berbahaya. Bila lelah, berhenti sejenak. Ini penting untuk keselamatan bersama," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Titik Longsor di Wonoagung Tirtoyudo Malang Sudah Terbuka, R4 Kini Bisa Melintas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-titik-longsor-di-wonoagung-tirtoyudo-malang-sudah-terbuka-r4-kini-bisa-melintas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-titik-longsor-di-wonoagung-tirtoyudo-malang-sudah-terbuka-r4-kini-bisa-melintas</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Malang tuntas bersihkan material longsor dan lanjutkan agenda persiapan tinjau lapang Sungai Tundo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937f919aa372.webp" length="132804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 17:34:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>tanah longsor, tirtoyudo, wonoagung, bpbd malang, sungai tundo, akses jalan, cuaca ekstrem</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Upaya penanganan tiga titik tanah longsor di Dusun Mbergilang, Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah sebelumnya jalur hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, kini seluruh titik yang terdampak telah terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda empat.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan hasil monitoring dan pembersihan lanjutan pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>“Pembersihan di titik satu sudah selesai dan aksesnya kini bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua,” ujar Sadono, Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Percepatan yang sama juga terjadi di titik berikutnya.</p>
<p>“Untuk titik dua, material sudah tuntas dibersihkan dan kendaraan roda empat (R4) sudah bisa melintas,” kata Sadono.</p>
<p>Pada titik ketiga, kondisi turut dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan setelah pembersihan rampung.</p>
<p>“Titik tiga juga sudah selesai dan seluruh jenis kendaraan sudah dapat melewati akses tersebut,” imbuhnya.</p>
<p>Selain penanganan longsor, Sadono menambahkan bahwa hari ini tim BPBD turut mengikuti agenda persiapan tinjau lapang ke Sungai Tundo bersama Kasubdit BBWS dimana lokasi tersebut melintasi titik longsor.</p>
<p>“Kami juga melakukan persiapan tinjau lapang ke Sungai Tundo bersama Kasubdit BBWS,” jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Sadono mengimbau warga di kawasan selatan Kabupaten Malang agar meningkatkan kesiapsiagaan mengingat wilayah Tirtoyudo memiliki kontur miring dan rawan pergerakan tanah, terlebih memasuki akhir musim hujan.</p>
<p>“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, karena Tirtoyudo berada di area kemiringan yang masih berpotensi terjadi longsor,” tutupnya.</p>
<p>Penanganan longsor melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Muspika Tirtoyudo, Binamarga, pemerintah desa setempat, Poslap Tirtoyudo, Sibat PMI, unsur swasta, dan masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Malang Apresiasi 10 Desa Berintegritas pada Peringatan Hakordia 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-malang-apresiasi-10-desa-berintegritas-pada-peringatan-hakordia-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-malang-apresiasi-10-desa-berintegritas-pada-peringatan-hakordia-2025</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan antikorupsi tahun ini menegaskan komitmen Kabupaten Malang dalam memperkuat integritas desa dan memperluas budaya pemerintahan yang transparan, jujur, dan akuntabel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937edc215cf4.webp" length="25130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 16:38:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Antikorupsi, Pemerintah Kabupaten Malang, Desa Antikorupsi, Hakordia 2025, Pencegahan Korupsi, Bupati Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kabupaten Malang menjadi momen penting bagi sepuluh desa yang dinilai berhasil menjaga tata kelola pemerintahan tetap bersih. Piagam penghargaan diserahkan Bupati Malang Sanusi, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Penghargaan diberikan berdasarkan hasil Sistem Monitoring Desa Antikorupsi (SIDASI) 2025. Desa penerima apresiasi yaitu Pandanmulyo dan Randugading (Tajinan), Jombok (Ngantang), Tamansatriyan (Tirtoyudo), Jambuwer (Kromengan), Kaliasri (Kalipare), Sukoanyar (Pakis), Pandesari (Pujon), Sumbersuko (Wagir), serta Kedungpedaringan (Kepanjen).</p>
<p>“Peringatan Hari Antikorupsi adalah pengingat bahwa korupsi merupakan musuh utama pembangunan,” ujar Bupati Sanusi," ujarnya dalam sambutannya, Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya sinergi dan integritas dari seluruh elemen pemerintahan. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama dari level pimpinan hingga pelaksana pelayanan publik.</p>
<p>Bupati juga mengajak aparatur pemerintah menjadi teladan nilai kejujuran dan transparansi.</p>
<p>"Yaa, Aparatur Kabupaten Malang harus berani menolak gratifikasi dan melaporkan potensi penyimpangan," terangnya.</p>
<p>Sanusi menambahkan bahwa Pemkab Malang terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan sistem terbarukan.</p>
<p>"Kita cegah korupsi juga melalui pengawasan internal, digitalisasi pemerintahan, penguatan APIP, serta penanaman nilai antikorupsi di seluruh perangkat daerah," tutupnya.</p>
<p>Acara ini dihadiri Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, narasumber KPK Galih Pramana Natanegara, Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar,  dan jajaran kepala perangkat daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bank Jatim Dukung Program Sekolah Unggulan di Malang, Janjikan Fondasi Layanan Keuangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bank-jatim-dukung-program-sekolah-unggulan-di-malang-janjikan-fondasi-layanan-keuangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bank-jatim-dukung-program-sekolah-unggulan-di-malang-janjikan-fondasi-layanan-keuangan</guid>
<description><![CDATA[ Dukungan Bank Jatim dijanjikan pada penguatan fondasi layanan keuangan daerah yang dianggap krusial untuk menopang transformasi sektor pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937c4cdeb6a5.webp" length="16410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 14:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bank Jatim, Sekolah Unggulan, Pendidikan Malang, Pemerintah Daerah, Literasi Keuangan, Malang Raya, Dunia Pendidikan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih progresif mendapat dukungan dari Bank Jatim. </p>
<p></p>
<p>Dukungan tersebut ditegaskan di sela agenda Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan yang digelar di El Hotel, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (9/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Dukungan Bank Jatim dijanjikan pada penguatan fondasi layanan keuangan daerah yang dianggap krusial untuk menopang transformasi sektor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bank Jatim Cabang Kepanjen, Satriya Dananjaya, menyebut bahwa posisi Bank Jatim sebagai bank milik pemerintah daerah memberikan tanggung jawab moral dan strategis untuk bersinergi dengan agenda pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memang sudah bank milik pemerintah daerah. Karena itu, sejak dulu kami mendukung penuh, terutama dalam sinergi di bidang pendidikan," ujar Satriya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Bank Jatim telah mengintegrasikan berbagai layanan vital, mencakup seluruh sistem transaksi pendidikan dan penguatan literasi keuangan di lingkungan sekolah. </p>
<p></p>
<p>"Transaksionalnya, termasuk literasi keuangan, semua lewat kita di Bank Jatim. Kami menjalankan peran sebagai kasir bank daerah," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Satriya memastikan bahwa lembaganya akan memberikan dukungan penuh terhadap program percepatan sekolah unggulan yang tengah digencarkan oleh Pemkab Malang.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga support program-program pemerintah daerah Kabupaten Malang dalam memajukan sekolah-sekolah, seperti yang tadi disampaikan Ibu Wakil Bupati Malang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran Bank Jatim dalam workshop ini menandai momentum penting bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor pendidikan, dan lembaga perbankan. </p>
<p></p>
<p>Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk mempercepat terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih maju di Kabupaten Malang<b>. (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Evaluasi Program Sekolah Unggulan di Malang, Tantangan Besar di Balik Program Ambisius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/evaluasi-program-sekolah-unggulan-di-malang-tantangan-besar-di-balik-program-ambisius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/evaluasi-program-sekolah-unggulan-di-malang-tantangan-besar-di-balik-program-ambisius</guid>
<description><![CDATA[ Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937be2546aba.webp" length="46990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 14:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Malang, Sekolah Unggulan, Evaluasi Program, Pemkab Malang, Lathifah Shohib, Disdik Malang, Universitas Negeri Malang, Workshop Pendidikan, Mutu Sekolah, Pendampingan UM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> <strong>- </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan 2025. </p>
<p>Pertemuan yang dilaksanakan di el Hotel Malang, Selasa (9/12/2025) ini sejatinya menjadi momen evaluasi untuk memetakan efektivitas program yang telah berjalan sejak Oktober, hasil kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM).</p>
<p>Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan.</p>
<p>Wakil Bupati Lathifah menekankan bahwa evaluasi ini adalah titik kontrol vital untuk memastikan arah program. </p>
<p>"Kita ingin memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan mutu sekolah," ujar Lathifah. </p>
<p>Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan secara komprehensif mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga paguyuban orang tua, menunjukkan cakupan program yang luas.</p>
<p>Namun, di tengah klaim antusiasme dari sekolah yang telah ia tinjau, Wabup Lathifah memberikan penekanan tajam, hasil program ini disebutnya wajib diimbaskan secara luas, termasuk kepada sekolah swasta. </p>
<p>Penekanan ini secara implisit menunjukkan bahwa keberhasilan program unggulan tidak boleh berhenti pada 17 sekolah percontohan yang didampingi, tetapi harus menjadi katalisator bagi ratusan sekolah lain yang menunggu perbaikan.</p>
<p>Sementara, Kepala Dindik Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, mengakui tantangan untuk tidak menjadikan program ini sekadar slogan. </p>
<p>Ia menyatakan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.</p>
<p>"Kami ingin memastikan program ini berjalan bukan hanya sebagai slogan, tetapi betul-betul berdampak pada tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan moral mental pendidikan," kata Bagus.</p>
<p>Ia menyebut bahwa pembangunan peradaban pendidikan yang kuat tidak cukup hanya dilihat dari fasilitas gedung, melainkan dari DNA kepemimpinannya.</p>
<p>"Yang penting berhasil dulu, karena sekolah lain sedang menunggu. Dalam lima tahun kita ingin semua sekolah menjadi sekolah unggulan," pungkasnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua Pelaksana kegiatan dari UM, Dr. Ahmad, membenarkan bahwa tahun 2025 adalah fase fondasi atau penguatan dasar. </p>
<p>"Ibarat bangun rumah, kita masih memperkuat dasar. Tahun 2026 kita mulai bisa berlari lebih kencang," jelas dia. </p>
<p>Ahmad mengungkapkan bahwa dari total 11 kegiatan utama yang menjadi fondasi sekolah unggulan, sebagian besar telah terselesaikan.</p>
<p>"Ada 11 kegiatan utama. Mulai dari studi visibilitas, perencanaan strategis, kurikulum, pembinaan mata pelajaran inti, karakter, teknologi informasi, seni budaya, kearifan lokal, hingga penguatan manajemen organisasi. Hari ini adalah kegiatan ke-10 yaitu evaluasi dan refleksi. Tinggal satu lagi penyusunan laporan akhir," terangnya.</p>
<p>Ia menegaskan kesiapan UM melanjutkan pendampingan apabila kembali dipercaya Pemkab Malang.</p>
<p>"Kami berharap diminta kembali. Tentu kami bekerja optimal dan tidak mau mengecewakan. Kerja sama ini bagi kami sangat berharga," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanah Longsor 17 Meter Tutup Akses Desa di Tirtoyudo Malang, Lalin Hanya Bisa Dilalui R2</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanah-longsor-17-meter-tutup-akses-desa-di-tirtoyudo-malang-lalin-hanya-bisa-dilalui-r2</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanah-longsor-17-meter-tutup-akses-desa-di-tirtoyudo-malang-lalin-hanya-bisa-dilalui-r2</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Malang sebut pembersihan titik utama sudah 80 persen dan dilanjutkan besok pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936de644333a.webp" length="69930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 22:17:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana alam, tanah longsor, tirtoyudo, bpbd malang, akses jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Akses warga di Dusun Mbergilang, Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, terganggu setelah material tanah longsor menutup jalan desa pada Minggu (7/12/2025) malam. Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan jalur utama hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa longsor terjadi di tiga titik sekaligus dengan sebaran material cukup besar.</p>
<p>“Material sepanjang kurang lebih 17 meter dengan tinggi sekitar lima meter itu menutup akses jalan desa,” ujar Sadono, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Dirinya menyebut laporan diterima hari ini dan pihaknya telah melakukan pembersihan sejak sore.</p>
<p>“Untuk titik pertama, progres pembersihan sudah mencapai 80 persen dan akan dilanjutkan kembali besok pagi,” kata Sadono.</p>
<p>Pada dua titik lainnya, kondisi jalan belum pulih dan belum bisa dilintasi kendaraan roda empat.</p>
<p>“Di titik dua dan tiga sementara hanya kendaraan roda dua (R2) yang bisa melintas,” imbuhnya.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim gabungan terus melakukan pengawasan mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi dan akan melanjutkan pembersihan esok hari. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragis, Lansia Berusia Satu Abad di Pagak Malang Tewas Dianiaya Pria Diduga ODGJ</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragis-lansia-berusia-satu-abad-di-pagak-malang-tewas-dianiaya-pria-diduga-odgj</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragis-lansia-berusia-satu-abad-di-pagak-malang-tewas-dianiaya-pria-diduga-odgj</guid>
<description><![CDATA[ Polisi dalami motif dan kondisi kejiwaan terduga pelaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936b875342cd.webp" length="24984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 20:14:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, Pagak, Malang, lansia, ODGJ, penganiayaan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Seorang lansia inisial S berusia seratus tahun atau akrab, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, dikabarkan tewas setelah diduga dianiaya oleh F (64), pria yang menurut keterangan warga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Peristiwa ini terjadi pada Minggu (8/12/2025) sekira pukul 17.30 WIB. </p>
<p>Kapolsek Pagak Iptu Surdianto menerangkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa Sumberejo, Amsori, sudah dalam kondisi tak bernyawa. </p>
<p>Tubuh korban tergeletak di dalam rumah dengan luka di wajah, perut, kedua lengan, dan kaki yang kuat dugaan akibat benda tumpul.</p>
<p>“Korban ditemukan di dalam rumah dengan kondisi bersimbah darah, dan warga yang mengetahui peristiwa itu kemudian mengamankan terduga pelaku yang juga mengalami luka pada wajah dan tangan akibat amukan massa,” ujarnya, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Setelah laporan masuk, Polsek Pagak bersama Unit Reskrim dan Tim Identifikasi Polres Malang langsung mendatangi lokasi. </p>
<p>Keluarga korban menolak proses autopsi dan memilih menerima kejadian ini sebagai musibah, mengingat terduga pelaku diketahui ODGJ. Jenazah kemudian dimakamkan tak lama setelah pemeriksaan luar selesai dilakukan.</p>
<p>Petugas menemukan kondisi rumah berantakan, bercak darah di beberapa titik, serta sejumlah barang berserakan. Sebatang kayu panjang sekitar satu meter yang diduga digunakan pelaku juga diamankan sebagai barang bukti.</p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengaku masuk ke rumah korban untuk menumpang tidur.</p>
<p>“Pelaku menyampaikan bahwa ia tidur di atas terpal di ruang samping, lalu tiba-tiba diguyur air dan dipukul tongkat oleh korban,” jelas Surdianto.</p>
<p>Keterangan itu menjadi awal mula dugaan motif yang memicu tindakan brutal tersebut.</p>
<p>“Karena emosi, pelaku mengambil potongan kayu bakar dan memukul korban di bagian wajah hingga terjatuh. Saat korban tergeletak, pelaku kembali memukul kedua kaki korban dan kemudian memukul bagian perut,” imbuhnya.</p>
<p>Pelaku kemudian tetap berada di dalam rumah dan bahkan berganti pakaian menggunakan milik korban.</p>
<p>Hingga kini, penyidik masih mendalami latar belakang pelaku, termasuk kondisi kejiwaan serta rekam jejak perilakunya. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengakhiri Pengabdian Puluhan Tahun, 65 PNS Kabupaten Malang Resmi Purnabakti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengakhiri-pengabdian-puluhan-tahun-65-pns-kabupaten-malang-resmi-purnabakti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengakhiri-pengabdian-puluhan-tahun-65-pns-kabupaten-malang-resmi-purnabakti</guid>
<description><![CDATA[ Sebelum membacakan amanat Bupati Malang, Sekretaris Daerah (Sekda) Budiar Anwar, memberikan pengantar mengenai perjalanan panjang para Aparatur Sipil Negara (ASN) senior dalam menopang pelayanan publik di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693668d2a4ac8.webp" length="25214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 13:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang secara resmi melepas 65 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menuntaskan masa tugasnya atau memasuki masa purnabakti pada akhir tahun ini. </p>
<p></p>
<p>Penghormatan tersebut dilakukan melalui Apel Pagi di halaman Pendopo Agung, Senin (8/12/2025), yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) purnabakti secara simbolis kepada lima perwakilan pegawai.</p>
<p></p>
<p>Sebelum membacakan amanat Bupati Malang, Sekretaris Daerah (Sekda) Budiar Anwar, memberikan pengantar mengenai perjalanan panjang para Aparatur Sipil Negara (ASN) senior dalam menopang pelayanan publik di Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Sekda menyebut bahwa setiap pegawai yang purnabakti telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah birokrasi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Kami menyampaikan penghargaan yang setulusnya kepada Bapak dan Ibu yang hari ini memasuki masa purnabakti," kata Sekda Budiar Anwar, Senin (8/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Sekda kemudian memaparkan bahwa nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pegawai senior, mulai dari kedisiplinan hingga kemampuan menjaga ritme pelayanan, akan menjadi acuan bagi ASN generasi berikutnya dalam menjalankan tanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Apa yang panjenengan bangun selama bertahun-tahun menjadi bekal berharga untuk ASN yang masih bertugas," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, masa purnabakti merupakan fase transisi yang menuntut kesiapan mental dan adaptasi. Namun, pengalaman panjang sebagai abdi negara tetap dapat menjadi sumber manfaat dan kontribusi di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Pengalaman yang dimiliki Bapak dan Ibu tetap dapat dihidupkan melalui berbagai bentuk peran sosial setelah tidak lagi berada di kantor," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Acara pelepasan tersebut menjadi momen untuk mengenang rangkaian kontribusi para pegawai yang telah melewati berbagai perubahan sistem pemerintahan selama masa kariernya. </p>
<p></p>
<p>Pemkab Malang berharap agar para purnabakti dapat menempuh masa berikutnya dengan kondisi sehat dan tetap aktif berkontribusi.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan penghormatan di Pendopo Agung tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah, para camat, serta peserta apel dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemkab Malang.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fatayat NU Malang Didesak Jadi Garda Literasi Digital dan Penjaga Akhlakul Karimah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fatayat-nu-malang-didesak-jadi-garda-literasi-digital-dan-penjaga-akhlakul-karimah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fatayat-nu-malang-didesak-jadi-garda-literasi-digital-dan-penjaga-akhlakul-karimah</guid>
<description><![CDATA[ Penegasan ini disampaikan Bupati Sanusi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Malang dan Dialog Interaktif bertajuk Perempuan dan Kepemimpinan di Era Digital yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693644a57f2c5.webp" length="43824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 10:00:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Fatayat NU, Kabupaten Malang, Literasi digital, Perempuan, Era digital, Kepemimpinan perempuan, Pemerintah daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Bupati Malang, H.M Sanusi, menegaskan bahwa Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam penguatan literasi digital di kalangan perempuan sekaligus menjadi penjaga akhlakul karimah (akhlak mulia) di ruang publik.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan Bupati Sanusi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Malang dan Dialog Interaktif bertajuk Perempuan dan Kepemimpinan di Era Digital yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Ahad (7/12/2025).</p>
<p>Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru Fatayat NU, seraya menekankan pentingnya amanah organisasi sebagai ladang pengabdian sosial dan keagamaan.</p>
<p>Ia menyoroti tema dialog, menilai isu kepemimpinan perempuan di era digital sangat relevan. Menurutnya, sejarah mencatat peran perempuan selalu menjadi penopang moral masyarakat, sebuah modal penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang serbacepat.</p>
<p>"Era digital membuka banyak peluang bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin," tegas Sanusi.</p>
<p>Peluang tersebut dijabarkan meliputi akses informasi yang lebih mudah, terbukanya ruang partisipasi publik, hingga berkembangnya ekonomi digital. Namun, Sanusi juga mengingatkan adanya tantangan serius, seperti peningkatan penyebaran hoaks, bias gender, dan konten negatif di dunia digital.</p>
<p>"Kita harus cerdas dan beretika dalam menggunakan teknologi," imbaunya.</p>
<p>Sanusi menilai bahwa Fatayat NU memiliki posisi strategis untuk membentuk generasi perempuan tangguh melalui program penguatan literasi digital berbasis komunitas, pemberdayaan ekonomi, penguatan kepemimpinan, dan perlindungan perempuan serta anak.</p>
<p>Menutup arahannya, Sanusi menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk bersinergi lebih erat dengan Fatayat NU.</p>
<p>"Pemkab Malang siap bersinergi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan sosial," pungkasnya.</p>
<p>Untuk diketahui, acara pelantikan dan dialog interaktif ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Hassanudin Wahid, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Kholiq, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, jajaran kepala perangkat daerah, serta pengurus PC dan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Malang. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Puskesmas dan Dinkes Malang: Lawang Running Fest Jadi Wadah Penguatan Komunitas Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-puskesmas-dan-dinkes-malang-lawang-running-fest-jadi-wadah-penguatan-komunitas-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-puskesmas-dan-dinkes-malang-lawang-running-fest-jadi-wadah-penguatan-komunitas-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Partisipasi 1.100 peserta dinilai menunjukkan kesiapan masyarakat menuju gerakan hidup sehat berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69355b832eb33.webp" length="69360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 22:20:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HKN 2025, Lawang 5K, Puskesmas Lawang, Kabupaten Malang, Gerakan Hidup Sehat, Event Kesehatan, Running Fest</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Gelaran 'Puskesmas Lawang Running Fest 5K' dinilai menjadi bukti bahwa gerakan hidup sehat kini mulai tumbuh dari tingkat komunitas.</p>
<p>Meluapnya peserta mencapai 1.100 orang membuat ajang ini dipandang sebagai model ideal keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan berbasis partisipatif.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wijanto Wijoyo, menyampaikan bahwa antusiasme ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. </p>
<p>Ia menilai kegiatan olahraga seperti lari 5 km mampu mendorong interaksi sosial yang sehat sekaligus memperkuat jejaring komunitas.</p>
<p>Dalam keterangan awalnya, Wijanto menyampaikan apresiasi terhadap segenap panitia penyelenggara.</p>
<p>“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah rangkaian penutup HKN ke-61, dan antusias masyarakat ternyata sangat besar,” ujarnya, Ahad (7/12/2025).</p>
<p>Ia kemudian menambahkan, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dampak positifnya.</p>
<p>“Event ini kalau bisa dijadikan event tahunan. Biasanya kalau sudah tahunan, semakin lama semakin besar dan semakin sukses,” tegasnya.</p>
<p>Wijanto juga menilai bahwa bila model kegiatan ini direplikasi di kecamatan lain, maka percepatan gerakan masyarakat hidup sehat dapat berlangsung lebih merata.</p>
<p>“Kecamatan-kecamatan lain juga bisa membuat acara mirip seperti ini. Budaya olahraga harus kita gebyarkan, kita tanamkan sejak dini,” jelasnya.</p>
<p>Ia turut menyoroti tingginya minat peserta dari usia SMP dan SMA yang mampu menyelesaikan lomba lebih awal. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesiapan generasi muda dalam membangun kebiasaan hidup aktif.</p>
<p>“Kalau tidak terbiasa lari, ikut lima kilometer pasti keteteran. Tapi bagi yang rutin olahraga, jarak ini tidak masalah,” ucap pria yang akrab disapa dokter Wi ini.</p>
<p>Dalam penyelenggaraan, lanjut Wijanto, koordinasi teknis dan dukungan lintas pihak menjadi komponen yang menentukan keberhasilan acara.</p>
<p>“Mengorganisir kegiatan seperti ini perlu persiapan dan kerja sama banyak pihak, terutama soal pendanaan. Menurut Kepala Puskesmas, event ini bisa terlaksana karena dukungan sponsor,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Puskesmas Lawang, dr. Kusuma Wati, menyatakan bahwa kegiatan yang juga rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 ini membawa pesan perubahan bagi masyarakat, tidak hanya sebagai hiburan.</p>
<p>“Acaranya bukan hanya gebyar atau hura-hura. Seperti motonya, nothing changes if nothing changes. Kita harus berubah agar perubahan itu benar-benar terjadi,” jelas Kusuma.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa tenaga kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam memberi contoh perilaku hidup sehat.</p>
<p>“Sebagai pelaku di dunia kesehatan, kita harus membawa perubahan nyata seperti gerakan masyarakat hidup sehat. Olahraga tidak perlu mahal, cukup lari,” ungkapnya.</p>
<p>Partisipasi 500 warga dan 600 kader kesehatan menjadikan Lawang ramai sejak pagi. Model kolaboratif ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, sekaligus membuka jalan bagi inovasi kegiatan kesehatan di tingkat kecamatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Lokasi Longsor Lawang, Bupati Malang: Bantuan Awal  Sudah Disalurkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-lokasi-longsor-lawang-bupati-malang-bantuan-awal-sudah-disalurkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-lokasi-longsor-lawang-bupati-malang-bantuan-awal-sudah-disalurkan</guid>
<description><![CDATA[ Fokus penanganan diarahkan pada pendampingan keluarga korban dan pemulihan infrastruktur terdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69355166640cb.webp" length="83870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 20:21:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bergerak cepat merespons bencana tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang.</p>
<p>Musibah yang terjadi kemarin, Sabtu pagi (6/12/2025) menewaskan satu warga berinisial N R serta menyebabkan dua warga lainnya mengalami luka ringan dan trauma.</p>
<p>Bupati Malang H.M. Sanusi langsung mengunjungi keluarga korban. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemkab Malang terhadap warga yang tertimpa musibah.</p>
<p>“Takziah ini karena ada musibah, korban bencana tanah longsor. Jadi kita kunjungi,” ujar Sanusi, Minggu (7/12/2025).</p>
<p>Sanusi menjelaskan bahwa bantuan awal sudah disalurkan, sementara BPBD Kabupaten Malang masih mendata kebutuhan pemulihan, termasuk kerusakan yang ditimbulkan bencana. Pendataan tersebut menjadi dasar penggunaan anggaran darurat pemerintah daerah.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pemerintah desa juga akan dilibatkan dalam proses penanganan lanjutan.</p>
<p>“Bantuan untuk musibahnya masih dihitung oleh BPBD Kabupaten Malang ya, melalui BTT (Bantuan Tidak Terduga). Kalau ada infrastruktur yang rusak akibat bencana itu, nanti dihitung lagi. Kalau memang dibutuhkan, nanti koordinasi dengan desa, kita bantu,” tegasnya.</p>
<p>Sementara, Camat Lawang, Nur Sholeh, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan langsung kepada keluarga korban.</p>
<p>Ia mengatakan bahwa perhatian pemerintah sangat berarti bagi warga yang sedang dalam masa sulit.</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini Pak Bupati hadir di rumah duka korban tertimpa pohon tumbang. Ini bentuk perhatian dari Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Malang terhadap korban kejadian longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, ia mengingatkan masyarakat sekitar aliran sungai agar tetap waspada karena masih ada dua pohon besar berusia lebih dari satu abad yang kondisinya dinilai membahayakan.</p>
<p>Nur Sholeh menyebut potensi bahaya lanjutan harus segera diantisipasi warga.</p>
<p>“Ini semacam warning kepada masyarakat. Masih ada dua pohon yang membahayakan, umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Harus mengantisipasi itu supaya tidak terjadi lagi,” jelasnya.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, ketika hujan deras mengguyur wilayah Lawang. Longsor kecil menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan kamar mandi umum yang sedang digunakan tiga warga. N R meninggal dunia akibat tertimpa tembok, sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan dan trauma.</p>
<p>Camat Lawang menambahkan bahwa masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan dampak serupa.</p>
<p>“Semua warga berharap wilayah kita aman dan tidak terjadi musibah. Karena saat ini musim ekstrem, baik curah hujan, angin, dan sebagainya,” kata Camat Nur Sholeh.</p>
<p>Pihak keluarga korban berinisial NR menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malang, Muspika Lawang, Pemerintah Desa Mulyoarjo, serta seluruh pihak yang membantu proses pemakaman dan memberikan dukungan moral maupun material. Mereka berharap penanganan lanjutan segera dilakukan agar kejadian serupa dapat dicegah.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diskusi Fatayat NU Kabupaten Malang: Hasanuddin Wahid Ajak Perempuan Melek Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-diskusi-fatayat-nu-kabupaten-malang-hasanuddin-wahid-ajak-perempuan-melek-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-diskusi-fatayat-nu-kabupaten-malang-hasanuddin-wahid-ajak-perempuan-melek-digital</guid>
<description><![CDATA[ Fatayat NU Kabupaten Malang diminta memanfaatkan era digital untuk menjadi motor penggerak ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69352e337202a.webp" length="52458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 15:39:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>perempuan, ekonomi digital, Fatayat NU, Kabupaten Malang, kepemimpinan, pemberdayaan perempuan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Perempuan memiliki peranan penting dalam memajukan daerah. Karena itu, potensi perempuan harus dimaksimalkan, terutama lewat pemanfaatan teknologi digital.</p>
<p>Anggota DPR RI, M Hasanuddin Wahid menegaskan, Kabupaten Malang akan lebih cepat berkembang ketika perempuan diberdayakan. “Kalau <em>pengen</em> Kabupaten Malang maju, maka jadikanlah perempuan-perempuan di Kabupaten Malang jadi penggerak ekonomi,” ujar Hasanuddin Wahid dalam dialog interaktif bertema “Perempuan dan Kepemimpinan Era Digital” bersama PAC Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) se-Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Minggu (7/12/2025).</p>
<p>Penegasan itu sekaligus disampaikan kepada Bupati Malang agar turut memberikan ruang lebih luas bagi perempuan. </p>
<p>Anggota DPR RI Komisi XI ini menyebut perempuan sebagai sosok yang lebih amanah dalam mengemban tanggung jawab, terutama dalam sektor ekonomi keluarga.</p>
<p>Dalam sesi berikutnya, Hasanuddin menyoroti pola penggunaan handphone yang selama ini cenderung konsumtif. Ia meminta Fatayat NU mengubah cara pandang tersebut dengan pengembangan kompetensi digital. </p>
<p>“<em>Handphone</em> kita selama ini konsumtif, banyak <em>top up</em> dan beli paket data. Perempuan-perempuan ini harus kreatif bagaimana paket data itu bisa menjadi motor gerak ekonomi,” lanjutnya.</p>
<p>Menurutnya, seluruh pengurus Fatayat NU kini telah menggunakan smartphone, sehingga modal digital sebenarnya sudah tersedia. Tinggal bagaimana perangkat tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti afiliasi, jualan daring, kursus, hingga layanan berbasis <em>video call</em>.</p>
<p>Politisi PKB ini menambahkan bahwa 33 PAC Fatayat NU di Kabupaten Malang memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika mampu memanfaatkan era digital secara optimal.</p>
<p>“Kalau teman-teman Fatayat ini jadi penggerak ekonomi, pasti juga akan meningkatkan PAD-nya Kabupaten Malang. Saya yakin itu,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola keuangan keluarga. Hal ini diyakininya menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha kecil hingga menopang ekonomi rumah tangga.</p>
<p>“Laki-laki punya uang sejuta itu biasanya stress, tapi kalau dipegang perempuan, yang 500 bisa sisa. Itu bukti perempuan lebih kreatif mengelola ekonomi keluarga,” tutupnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Soroti Pemotongan TKD Rp640 Miliar, Infrastruktur dan Desa Masih Jadi Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pemotongan-tkd-rp640-miliar-infrastruktur-dan-desa-masih-jadi-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pemotongan-tkd-rp640-miliar-infrastruktur-dan-desa-masih-jadi-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Dana desa (DD) yang berasal dari transfer pusat mengalami penyesuaian dari Rp340 miliar menjadi sekitar Rp380 miliar. Meski terjadi koreksi di TKD, sektor desa menjadi prioritas yang tidak boleh dikurangi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6934247613e19.webp" length="46580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 21:10:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>anggaran, TKD, DPRDMalang, KomisiI, MalangKabupaten, pembangunan, hibah, ADD, PAD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemkab Malang menghadapi tekanan fiskal setelah pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp640 miliar pada anggaran terbaru.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menyebut kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah dalam menjaga komitmen layanan publik dan pembangunan.</p>
<p>“Tantangan itu berupa pemotongan transfer ke daerah sebesar sekitar Rp640 miliar. Ini cukup luar biasa, tetapi ada beberapa komitmen yang tetap kita penuhi,” katanya, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Faza menegaskan, salah satu komitmen yang tetap dijaga adalah Alokasi Dana Desa (ADD) yang seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Malang. ADD tetap dipertahankan di angka Rp255 miliar, sama seperti tahun sebelumnya.</p>
<p>“Jadi tidak ada pemotongan ADD, tetap Rp255 miliar,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, dana desa (DD) yang berasal dari transfer pusat mengalami penyesuaian dari Rp340 miliar menjadi sekitar 380 miliar. Meski terjadi koreksi di TKD, sektor desa menjadi prioritas yang tidak boleh dikurangi.</p>
<p>Namun, pemotongan TKD tetap menimbulkan efek berantai pada beberapa pos belanja daerah. Faza menyebut anggaran hibah menjadi bagian yang paling banyak terkena pemangkasan.</p>
<p>“Hibah-hibah itu banyak terpotong dari sisi belanja,” jelas politisi Nasdem ini.</p>
<p>Menurutnya, komitmen pembangunan yang tercantum dalam RPJMD tetap harus diwujudkan, terutama pembangunan infrastruktur. Karena itu, anggaran infrastruktur dipertahankan meski beberapa program lain harus dikoreksi.</p>
<p>“Karena di dalam RPJMD ada komitmen pembangunan, maka anggaran itu tetap kita jaga,” tegasnya.</p>
<p>Untuk menutup ruang fiskal yang menyempit, Pemkab Malang mengambil langkah-langkah efisiensi pada sejumlah belanja operasional.</p>
<p>Penyesuaian dilakukan pada belanja konsumsi rapat (mamin), perjalanan dinas, dan kegiatan yang tidak memiliki dampak langsung kepada masyarakat. Penyesuaian standar biaya tersebut akan dituangkan dalam pembaruan Perbup.</p>
<p>Selain efisiensi, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi kinerja BUMD. Beberapa BUMD seperti PDAM dan Jasa Yasa akan diperkuat agar kontribusi mereka terhadap PAD meningkat.</p>
<p>“BUMD yang memberikan sumbangan kepada daerah kita support anggarannya supaya pendapatan PAD bisa meningkat,” kata Faza.</p>
<p>Faza menilai kombinasi efisiensi dan penguatan pendapatan menjadi langkah paling realistis agar komitmen pembangunan tetap terjaga di tengah pemangkasan TKD. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bromo Sunset Festival Musik 2025 Sukses Digelar di Wonorejo Poncokusumo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bromo-sunset-festival-musik-2025-sukses-di-gelar-di-wonorejo-poncokusumo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bromo-sunset-festival-musik-2025-sukses-di-gelar-di-wonorejo-poncokusumo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Festival musik di Wonorejo ini menggabungkan UMKM, seni, dan budaya lokal, menghadirkan ruang ekonomi kreatif sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan identitas Malang Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69341eff2ae5c.webp" length="69844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 19:21:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BromoSunsetFestival, Poncokusumo, DisbudparJatim, UMKM, Budaya, Pariwisata, TopengMalangan, JawaTimur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Gelaran Bromo Sunset Festival Musik 2025 resmi dibuka Anggota DPRD Jawa Timur, Hj Jajuk Rendra Kresna, di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo.</p>
<p>Acara ini merupakan persembahan Disbudpar Jatim dan DPRD untuk mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, serta penikmat seni dan budaya lokal dalam satu ruang yang menggerakkan beberapa sektor.</p>
<p>Jajuk menilai festival tersebut menjadi momentum untuk menampilkan identitas budaya Malang Raya di hadapan pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus memperluas dampak bagi para pelaku UMKM serta sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam sambutannya membuka agenda, Jajuk mengajak seluruh audiens untuk mengirimkan doa Al-Fatihah bagi saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Semeru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mengawal jalannya acara sejak pagi hingga rangkaian ditutup pada pukul 16.00 WIB.</p>
<p>“Terima kasih kepada manajemen, kru, MC, teman-teman Linmas, TNI, Polri, dan PMI yang menjaga kegiatan ini tetap aman dan tertib. Usulan warga untuk menggelar festival di Wonorejo kami dukung agar UMKM benar-benar merasakan manfaatnya,” tuturnya, Sabtu (6/12/2025) usai agenda.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jatim, Ali Afandi, menegaskan bahwa agenda seperti ini sangat inspiratif.</p>
<p>Dirinya menyebut sudah ada agenda serupa di berbagai titik di Jawa Timur untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis desa.</p>
<p>“Tidak hanya di sini saja, kemarin ada di Ngajum, ada di Dampit, dan beberapa titik lainnya. Polanya memang kami sebar agar masyarakat di seluruh Jawa Timur ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.</p>
<p>Ali juga menyoroti potensi Malang yang dinilai lengkap, mulai dari wisata alam di kawasan selatan, agrowisata hingga wisata petualangan di Kasembon. Selain itu, ia menekankan pentingnya memunculkan atraksi budaya sebagai identitas, salah satunya Topeng Malangan yang disebut kembali naik daun.</p>
<p>“Beberapa kali ditampilkan, minat penontonnya luar biasa, termasuk saat dibawa ke Surabaya sampai jumlahnya membeludak. Ini bukti bahwa budaya Malang punya daya tarik yang kuat dan harus terus dihidupkan,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor dan Pohon Tumbang di Lawang Malang Tewaskan Satu Orang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-dan-pohon-tumbang-di-lawang-tewaskan-satu-orang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-dan-pohon-tumbang-di-lawang-tewaskan-satu-orang</guid>
<description><![CDATA[ Korban meninggal dunia akibat gagal napas serta luka parah pada kaki, dada, dan kepala yang diakibatkan oleh reruntuhan tembok kamar mandi dan batang pohon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933bd99140bc.webp" length="43746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 13:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana alam, longsor lawang, bpbd malang, cuaca ekstrem, pohon tumbang, penanganan darurat, warga terdampak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Kamis (04/12/2025) hingga Jumat (05/12/2025) memicu tanah longsor dan merobohkan sebuah pohon beringin raksasa di Dusun Pakutukan, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, pada Sabtu (06/12/2025) pagi.</p>
<p>Selain menyebabkan dua warga yang tengah berada di dalam kamar mandi sempat terjebak reruntuhan dan satu di antaranya dilaporkan tewas, pohon beringin tersebut juga menghancurkan fasilitas umum berupa kamar mandi umum atau sumber air. </p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pohon beringin yang roboh memiliki diameter antara 150 hingga 200 sentimeter dengan tinggi mencapai 30 sampai 40 meter.</p>
<p>Dugaan sementara, pohon itu roboh akibat tanah longsor atau struktur tanah yang tidak kuat menahan beban pohon. </p>
<p>"Pohon beringin itu roboh akibat struktur tanah yang tidak mampu lagi menahan beban setelah diguyur hujan berhari-hari," kata Sadono, Sabtu (06/12/2025).</p>
<p>Dua korban diidentifikasi berinisial NR (56) dan EW (40), warga setempat. Ia tertimpa bangunan kamar mandi yang telah remuk akibat tertimpa material pohon raksasa tersebut. Keduanya saat itu sedang mencuci pakaian. </p>
<p>"Korban sempat terjebak di dalam bangunan sebelum akhirnya dievakuasi bersama unsur terkait dan warga," imbuh Sadono.</p>
<p>Satu korban, NR, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka. Sementara, korban EW selamat. Akses jalan dan fasilitas umum lain di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman.</p>
<p>Laporan terkait kejadian ini diterima oleh Polsek Lawang pada pukul 06.30 WIB dari perangkat desa setempat, Bambang Sulistiyo. </p>
<p>Kapolsek Lawang, AKP Lutfi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden bencana alam yang tewaskan satu orang. </p>
<p>Menurut keterangan polisi, korban meninggal dunia akibat gagal napas serta luka parah pada kaki, dada, dan kepala yang diakibatkan oleh reruntuhan tembok kamar mandi dan batang pohon.</p>
<p>Menurut keterangan yang dihimpun dari saksi, AKP Lutfi menerangkan bahwa korban NR sempat masuk ke kamar mandi setelah mendengar suara pohon akan tumbang, sebelum akhirnya tertimpa material pohon dan bangunan.</p>
<p>"Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah," pungkas kapolsek. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DKKM Dorong Topeng Malangan Jadi Ikon Lewat Loka Karya Bareng Disparbud</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dkkm-dorong-topeng-malangan-jadi-ikon-lewat-loka-karya-bareng-disparbud</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dkkm-dorong-topeng-malangan-jadi-ikon-lewat-loka-karya-bareng-disparbud</guid>
<description><![CDATA[ Loka Karya Topeng Malangan menekankan evaluasi, penguatan produksi, dan pendampingan DKKM agar penyajian seni topeng semakin tertata, relevan, serta layak sebagai ikon budaya Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932c59786902.webp" length="61136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 19:32:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>topengmalangan, budaya, malang, dkkm, seni, lokakarya, disparbud, genz</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Upaya mengangkat kembali kejayaan Topeng Malangan terus dimatangkan Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) melalui Loka Karya Topeng Malangan yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12/2025). </p>
<p>Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi teknis sekaligus penguatan produksi visual budaya topeng Malangan bagi 10 group di Kabupaten Malang yang ikut andil dalam agenda ini.</p>
<p>Ketua DKKM, Suroso, menegaskan bahwa topeng sebagai ikon kebudayaan Kabupaten Malang membutuhkan penataan yang lebih profesional, mulai dari manajemen produksi hingga format pementasan agar dapat bersaing di panggung yang lebih luas.</p>
<p>“Kesuksesan kegiatan ini salah satunya adalah manajemen produksi yang bagus. Semua harus tertata, terorganisir, tidak bisa sembarangan kalau ingin Topeng Malangan benar-benar naik kelas,” ujarnya, Jumat (05/12/2025) usai penutupan agenda loka karya, di Pendopo Agung.</p>
<p>Ia menjelaskan, DKKM bersama Disparbud Kabupaten Malang menjadi mitra teknis dalam pendampingan penyajian. </p>
<p>Menurut Suroso, evaluasi juga membahas hal teknis yakni durasi tiap grup mencapai standar pementasan, sekitar 45 menit, serta memberi evaluasi detail terhadap tampilan masing-masing kelompok. </p>
<p>Baik Pemkab dan DKKM melakukan pendampingan, mencakup penataan panggung, struktur garapan, hingga penyesuaian pesan-pesan pertunjukan agar relevan dengan isu terkini.</p>
<p>Salah satu faktor pendorong kebangkitan Topeng Malangan, lanjutnya, ialah tumbuhnya kreativitas seniman muda, termasuk generasi Gen Z, yang mulai aktif menggarap dan mempopulerkan kembali seni topeng di berbagai panggung.</p>
<p>Suroso menambahkan, sejumlah usulan muncul dari peserta loka karya, yakni pertunjukan diharapkan lebih padat, menarik, dan mudah diterima penonton modern.</p>
<p>Seluruh masukan tersebut, katanya, akan dirangkum dan disampaikan kepada para pelaku seni yang telah mengikuti sebelumnya.</p>
<p>“Harapannya, tahun depan tampilan bisa lebih baik, jumlah grup juga bisa bertambah. Yang penting, Topeng Malangan sebagai ikon Kabupaten Malang ini terus berkembang dan dilestarikan oleh generasi kita,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Kota Malang Telusuri Penyebab Utama Banjir, Sedimen dan Sampah Sumbat Aliran Sungai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-kota-malang-telusuri-penyebab-utama-banjir-sedimen-dan-sampah-sumbat-aliran-sungai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-kota-malang-telusuri-penyebab-utama-banjir-sedimen-dan-sampah-sumbat-aliran-sungai</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan di atas jalur sungai dan minimnya drainase mempersempit ruang air hingga meluap ke permukiman, sampah juga masih jadi pemicu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932c0067a101.webp" length="108736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 18:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>banjir Malang, BPBD Kota Malang, sedimen sungai, cuaca ekstrem, mitigasi bencana, Purwodadi Malang, informasi kebencanaan, Kota Malang hari ini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Pasca banjir yang merendam 39 titik di Kota Malang, BPBD Kota Malang bersama OPD teknis langsung mendatangi lokasi terdampak untuk menelusuri penyebab utama luapan air yang masuk ke rumah warga.</p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno kemukakan, curah hujan yang sangat tinggi juga menjadi penyebab banjir, sehingga mempercepat naiknya debit air di sebagian besar saluran.</p>
<p>“Memang curah hujan sangat tinggi, naik 40 persen. Jadi yang awalnya tidak ada masalah, karena curah hujan tinggi sehingga saluran air tidak bisa menampung,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).</p>
<p>OPD teknis bersama Pemkot Malang kemudian menyoroti area Purwodadi, lokasi yang yang juga terdampak. Area menunjukkan adanya bangunan warga yang berdiri di atas jalur sungai dan selokan. Kondisi ini membuat ruang aliran air semakin sempit sehingga memicu banjir berulang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6932c0d8bdefd.webp" alt=""></p>
<p>“Lebih dari 10 tahun mereka membangun di situ dan selokan ada di bawahnya. Ruang air makin sempit dan aliran tidak lancar,” ungkap Prayitno.</p>
<p>Sebagai langkah mitigasi, BPBD mengeluarkan himbauan kepada warga yang tinggal di zona rawan banjir agar memahami jalur penyelamatan dan mengamankan dokumen maupun barang berharga dan terus meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>“Rute evakuasi harus dipahami. Dokumen dan kendaraan sebaiknya diamankan di tempat lebih tinggi supaya tidak menambah kerugian jika banjir kembali terjadi,” pesannya.</p>
<p>Sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025) sore, banjir melanda 39 titik yang tersebar di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, dan Sukun. Sejumlah titik mengalami luapan air hingga masuk ke rumah warga, beberapa kendaraan terseret arus, serta satu lokasi terdampak pohon tumbang. Data ini menjadi dasar evaluasi lanjutan BPBD dalam penanganan pasca banjir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Hadirkan Kereta Cokelat Raksasa sebagai Ikon Natal dan Tahun Baru 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hadirkan-kereta-cokelat-raksasa-sebagai-ikon-natal-dan-tahun-baru-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hadirkan-kereta-cokelat-raksasa-sebagai-ikon-natal-dan-tahun-baru-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran instalasi ini sukses memperkuat atmosfer Nataru yang hangat dan menawarkan latar yang sangat fotogenik bagi setiap tamu yang berkunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69322b508ba62.webp" length="62822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 09:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang, Nataru 2025, Hotel Malang, Kuliner Kreatif, Coklat Art, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Grand Mercure Malang Mirama Hotel menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan menghadirkan instalasi artistik yang unik dan menarik. </p>
<p>Sebuah miniatur kereta api berukuran besar yang seluruhnya terbuat dari cokelat kini terpajang megah di area lobi hotel, menjadikannya daya tarik utama sekaligus ikon perayaan akhir tahun.</p>
<p>Instalasi yang mengusung tema <em>White Christmas</em> ini merupakan kreasi tim <em>pastry</em> profesional Grand Mercure. </p>
<p>Instalasi ini dikerjakan dengan detail dan teknik artistik tinggi, mulai dari bagian lokomotif hingga gerbong, sehingga menyerupai miniatur kereta sungguhan. </p>
<p>Kehadiran instalasi ini sukses memperkuat atmosfer Nataru yang hangat dan menawarkan latar yang sangat fotogenik bagi setiap tamu yang berkunjung.</p>
<p>Sugito Adhi, <em>Cluster General Manager</em> Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, menyatakan bahwa kereta cokelat ini merupakan bagian dari rangkaian program akhir tahun yang disiapkan oleh Grand Mercure.</p>
<p>"Kami berupaya menghadirkan pengalaman visual yang berbeda bagi tamu pada momen Nataru kali ini. Kereta cokelat ini kami harapkan dapat menjadi simbol keceriaan dan suasana liburan yang kami bangun untuk menyambut seluruh pengunjung," ujar Sugito Adhi.</p>
<p>Selain instalasi yang memanjakan mata tersebut, hotel juga telah menyiapkan serangkaian acara khusus dan paket Nataru yang dapat dinikmati di Trimurti Restaurant. </p>
<p>Dengan nuansa dekoratif khas Natal, aroma cokelat yang menyebar di area lobi semakin menambah pengalaman liburan yang istimewa bagi setiap tamu yang melintas.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resahkan Warga, Pelaku Eksibisionisme di Lawang Malang Terekam, Polisi Buru Identitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resahkan-warga-pelaku-eksibisionisme-di-lawang-malang-terekam-polisi-buru-identitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resahkan-warga-pelaku-eksibisionisme-di-lawang-malang-terekam-polisi-buru-identitas</guid>
<description><![CDATA[ Meski wajah terduga pelaku telah terekam dan tersebar luas di Instagram, hingga kini pelaku masih bebas berkeliaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69323bc28a3ef.webp" length="38244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 08:50:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Eksibisionis Lawang, Polisi Malang, Keamanan Warga, Indrokilo Lawang, Berita Malang, Kriminal Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Aksi eksibisionisme yang meresahkan kini tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian di Kabupaten Malang. </p>
<p>Seorang pria yang diduga memperlihatkan alat kelaminnya kepada pengendara perempuan di Jalan Indrokilo Utara, Kecamatan Lawang, terekam kamera dan unggahannya menjadi viral di media sosial.</p>
<p>Meski wajah terduga pelaku telah terekam dan tersebar luas di Instagram, hingga kini pelaku masih bebas berkeliaran.</p>
<p>Kapolsek Lawang, AKP HM Lutfi, membenarkan adanya laporan serta informasi viral terkait insiden tersebut.</p>
<p>"Setelah video itu muncul, anggota kami segera mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari warga yang mengaku menjadi korban," ujar Lutfi kepada suarajatimpost.com, Kamis (4/12/2025) malam.</p>
<p>Korban, yang diketahui berinisial IH, warga Kecamatan Lawang, menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 08.40 WIB. Saat itu, korban berboncengan bersama rekannya, PP, melintas di Jalan Indrokilo Utara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693241cd8f962.webp" alt=""></p>
<p>Menurut keterangan korban, PP melihat seorang pria tak dikenal tiba-tiba menurunkan celananya dan memperlihatkan alat kelaminnya.</p>
<p>"Keterangan korban menyebutkan bahwa tindakan serupa sudah terjadi tiga kali ketika mereka melintas di kawasan Indrokilo Utara hingga Indrokilo Selatan," terang Lutfi.</p>
<p>Untuk dijadikan bukti, korban lantas sigap merekam wajah pria tersebut. Dari hasil rekaman, pelaku diketahui memiliki ciri-ciri bertubuh pendek, mengenakan celana panjang, dan mengendarai sepeda motor jenis Honda Supra.</p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian tengah fokus menelusuri identitas terduga pelaku berdasarkan ciri-ciri dan rekaman yang telah diperoleh.</p>
<p>"Identitasnya kini masih kami telusuri. Kami mengimbau masyarakat, terutama pengendara perempuan, agar tetap berhati-hati dan segera melapor bila melihat perilaku mencurigakan," pungkasnya. </p>
<p>Untuk diketahui, eksibisionisme adalah dorongan atau fantasi untuk memamerkan alat kelamin atau bagian tubuh intim lainnya di depan umum, demi mendapatkan gairah seksual atau kepuasan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Malang Darurat Banjir, 39 Titik Terendam dan Warga Terjebak di Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-malang-darurat-banjir-39-titik-terendam-dan-warga-terjebak-di-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-malang-darurat-banjir-39-titik-terendam-dan-warga-terjebak-di-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Hujan lebat picu luapan drainase dan sungai, BPBD Kota Malang melaporkan ada puluhan titik terdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69318d6869366.webp" length="24552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 20:45:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Banjir Malang, Kota Malang, BPBD Malang, Hujan Deras, Banjir Hari Ini, Informasi Malang, Kebencanaan, Drainase Kota Malang, Banjir Blimbing, Banjir Sutoyo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG – </strong>Hujan berintensitas lebat yang mengguyur Kota Malang pada Kamis (4/12/2025) siang, memicu kondisi darurat banjir di sejumlah wilayah. Debit air di drainase dan aliran sungai meningkat cepat hingga meluap ke jalan dan pemukiman, membuat warga di beberapa titik terjebak di dalam rumah.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melaporkan sedikitnya 39 titik banjir dan satu titik pohon tumbang tersebar di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, Sukun, hingga Kedungkandang.</p>
<p>Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, mengonfirmasi kondisi tersebut sebagai situasi darurat yang membutuhkan respons cepat seluruh unsur penanganan bencana.</p>
<p>“Intensitas hujan sangat tinggi sehingga membuat debit air meningkat drastis dan meluap ke pemukiman,” ujar Prayitno, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sejumlah laporan menunjukkan warga terjebak di rumah, sepeda motor hanyut, hingga tembok rumah jebol akibat tekanan air di beberapa titik.</p>
<p>“Tim kami sudah bergerak ke seluruh lokasi terdampak untuk membantu evakuasi dan memetakan penanganan lanjutan,” imbuhnya.</p>
<p>Puluhan titik genangan tercatat di Kecamatan Blimbing seperti Jl. Ciliwung, Jl. Kedawung, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, Jl. Letjen S. Parman, hingga kawasan Glintung. Beberapa lokasi seperti Jl. Taman Siswa dan Sidomulyo II dilaporkan membuat warga terjebak di dalam rumah, termasuk satu ODGJ.</p>
<p>Di Kecamatan Lowokwaru, banjir merendam kawasan Sudimoro, Jl. Bukirsari, Jl. Candi Kalasan, Jl. Gajayana Gang 4, hingga beberapa titik di sepanjang Jl. Soekarno Hatta. Genangan juga dilaporkan di Sukun pada wilayah EWS Bukit Barisan dan Candi, serta titik pohon tumbang di Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang.</p>
<p>BPBD Kota Malang menegaskan bahwa situasi masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring pergerakan tim di lapangan. Upaya evakuasi, pendataan kerugian, dan normalisasi aliran air terus dilakukan.</p>
<p>Sementara itu, Sejumlah laporan warga di media sosial menggambarkan kondisi lapangan yang makin mengkhawatirkan. Di kawasan Jalan Letjen Sutoyo, dua sepeda motor ditemukan hanyut terseret arus banjir. Warga yang kehilangan kendaraannya diminta mengecek ke Jalan Letjen Sutoyo Gang 3 Mushola dengan membawa bukti kepemilikan.</p>
<p>Di kawasan Jalan Karya Barat, Blimbing, banjir terekam setinggi dada orang dewasa dan merusak beberapa tembok rumah. Video yang beredar menampilkan warga terjebak di dalam rumah dengan air yang sudah masuk hingga bagian dalam hunian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Curi Motor di Malang, Warga Pasuruan Bonyok Dihajar Warga Sebelum Digulung Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/curi-motor-di-malang-warga-pasuruan-bonyok-dihajar-warga-sebelum-digulung-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/curi-motor-di-malang-warga-pasuruan-bonyok-dihajar-warga-sebelum-digulung-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Gerak-gerik pelaku yang terburu-buru dan mencurigakan menarik perhatian warga setempat. Sejumlah warga segera menghadang dan mengecek kepemilikan motor tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6931452b61f5f.webp" length="24988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 16:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kriminal Malang, curanmor, Lawang Polres Malang, kejadian, hukum, viral jatim, keamananlingkungan, patroliwilayah, instragamnews</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Seorang pria berinisial FI (30), warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ditangkap oleh warga dan kemudian diamankan oleh aparat kepolisian setelah tertangkap basah mencuri sepeda motor di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Rabu (3/12/2025) malam.</p>
<p>Aksi maling gagal ini tidak hanya berakhir di kantor polisi, tetapi juga memicu keramaian di media sosial setelah video yang memperlihatkan pelaku sempat dihakimi massa viral dibagikan oleh warganet di media sosial Instagram.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika motor N-Max milik korban diparkir di teras rumah di Jalan Dr. Cipto Gang VII, Desa Bedali. Saat itu, pemilik motor sedang berada di dalam rumah. Saat keluar tiba-tiba motornya telah raib digondol maling. </p>
<p>"Motor diparkir di teras dan saat itu korban berada di dalam rumah. Tidak lama kemudian motor sudah tidak ada, diketahui dibawa pelaku FI," ujar dia, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Setelah berhasil membawa kabur motor, FI melarikan diri menuju wilayah Dusun Polaman. Gerak-gerik pelaku yang terburu-buru dan mencurigakan menarik perhatian warga setempat. Sejumlah warga segera menghadang dan mengecek kepemilikan motor tersebut.</p>
<p>"Warga melihat pelaku FI membawa motor dengan kondisi mencurigakan. Setelah dicek, ternyata benar motor tersebut adalah milik korban yang baru saja dicuri," jelas Bambang.</p>
<p>Saat penangkapan oleh warga inilah video yang beredar luas di media sosial diduga direkam. Tak lama setelah kejadian, petugas dari Polsek Lawang yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dan barang bukti dari kerumunan massa.</p>
<p>Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit motor N-Max yang ditemukan dalam kondisi lubang kunci telah rusak dan pelat nomor telah dilepas. </p>
<p>Polisi juga mengamankan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan barang bukti pendukung lainnya.</p>
<p>"Pelaku FI mengakui perbuatannya saat dilakukan interogasi. Petugas juga mengamankan motor N-Max beserta STNK dan barang bukti lainnya," terangnya. </p>
<p>Saat ini, FI menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Lawang. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga sengaja mengincar motor yang diparkir di area rumah yang mudah dijangkau.</p>
<p>Polisi menegaskan bahwa pelaku dijerat dengan Pasal tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. </p>
<p>Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir motor di area rumah yang mudah diakses. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Budaya dan Pariwisata, Topeng Malangan Dorong Standar Baru Pertunjukan Seni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-budaya-dan-pariwisata-topeng-malangan-dorong-standar-baru-pertunjukan-seni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-budaya-dan-pariwisata-topeng-malangan-dorong-standar-baru-pertunjukan-seni</guid>
<description><![CDATA[ penguatan seni tradisi merupakan pintu masuk krusial bagi pertumbuhan sektor pariwisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69313d0cb4314.webp" length="31582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 15:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>budaya, pariwisata, topeng malangan, loka karya, kabupaten malang, seni tradisi, DKKM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara sektor budaya dan pariwisata. Langkah strategis ini diwujudkan melalui gelaran Loka Karya Dunia Wayang Topeng Malang 2025 di Pendopo Agung, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang evaluasi dan peningkatan kualitas bagi 10 sanggar seni di Kabupaten Malang. Selain itu, lokakarya ini merupakan upaya strategis untuk menghadirkan standar baru pertunjukan Topeng Malangan agar mampu bersaing sebagai daya tarik utama wisata budaya.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyampaikan bahwa penguatan seni tradisi merupakan pintu masuk krusial bagi pertumbuhan sektor pariwisata. </p>
<p>Ia menegaskan, Topeng Malangan memiliki nilai estetika dan filosofi mendalam yang dapat menjadi kekuatan destinasi budaya daerah.</p>
<p>"Hari ini adalah Loka Karya Tari Topeng Malangan. Kita mulai membangkitkan kembali kesenian asli Kabupaten Malang yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia," ujar Firmando, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Ia menekankan agenda ini merupakan momentum pertama untuk menggerakkan kembali kesenian tersebut, sekaligus menjadikannya agenda berkelanjutan.</p>
<p>Ia berpandangan, Topeng Malangan bisa untuk diterima oleh generasi muda dan diintegrasikan dalam agenda pariwisata. </p>
<p>"Harapannya, generasi muda terlibat aktif. Seni ini harus diterima oleh Gen Z agar terus berkembang dan menjadi kekuatan yang menyatukan," imbuh mantan Kasatpol PP Kabupaten Malang ini. </p>
<p>Dia berpandangan, nilai budaya yang kuat harus mampu tampil relevan di tengah perkembangan zaman.</p>
<p>Penguatan sinergi antara budaya dan pariwisata turut diamini oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Hartono. </p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Wayang Topeng Malang, bersama Gagrak Malangan, Wayang Krucil, dan Tari Beskalan, telah ditetapkan sebagai WBTB sejak tahun 2014. Hal ini menempatkan pemerintah daerah pada kewajiban untuk memperkuat pelindungan dan pemanfaatannya.</p>
<p>Menurut Hartono, salah satu bentuk pelestarian paling efektif adalah melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesenian.</p>
<p>"Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan seniman dalam menata musik, gerak, hingga kostum. Tujuannya agar mereka mampu menampilkan seni pertunjukan yang layak dan menarik, sekaligus mendukung terciptanya destinasi wisata berbasis budaya," jelas dia.</p>
<p>Lokakarya ini juga dijadikan forum evaluasi bagi 10 sanggar peserta Festival Topeng Malangan sebelumnya. Melalui evaluasi ini, Pemkab ingin memastikan bahwa pertunjukan Topeng Malangan tidak hanya tampil autentik, tetapi juga memenuhi standar estetika panggung yang dibutuhkan untuk kepentingan pariwisata.</p>
<p>Hartono menegaskan, agenda budaya yang terintegrasi dengan pariwisata telah menunjukkan dampak konkret. Ia mencontohkan saat pertunjukan Topeng Malangan disaksikan langsung oleh pejabat nasional pada pergelaran di Boonpring belum lama ini. </p>
<p>"Itu bukti bahwa budaya bisa berkolaborasi erat dengan pariwisata," pungkasnya. <b>(*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Empat Desa di Malang Diterjang Angin Kencang, Sejumlah Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/empat-desa-di-malang-diterjang-angin-kencang-sejumlah-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/empat-desa-di-malang-diterjang-angin-kencang-sejumlah-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat empat desa terdampak, yaitu Desa Sidodadi, Bedali, Ketindan, dan Wonorejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69311abfe3aef.webp" length="35494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 12:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Rabu (3/12/2025) sore. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan dan satu akses jalan sempat tertutup material pohon tumbang.</p>
<p></p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat empat desa terdampak, yaitu Desa Sidodadi, Bedali, Ketindan, dan Wonorejo. </p>
<p></p>
<p>Kerusakan paling banyak berupa kerusakan pada bagian atap rumah. Selain itu, akses jalan di salah satu desa sempat terhambat setelah pohon bambu tumbang dan menimpa kabel listrik.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bahwa tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Langkah awal yang dilakukan adalah asesmen cepat untuk memverifikasi dampak dan memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak.</p>
<p></p>
<p>"Tim langsung kami gerakkan begitu laporan masuk untuk melakukan kaji cepat dan memastikan kebutuhan warga terdampak," ujar Sadono, Kamis (4/12/2025). </p>
<p></p>
<p>Menurut dia, kebutuhan mendesak warga sudah mulai dipenuhi. BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal. Sementara itu, kebutuhan lain seperti matras, paket sembako, dan paket lansia sedang dalam proses distribusi ke lokasi.</p>
<p></p>
<p>Sadono memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penanganan dampak bencana dilakukan secara kolaboratif oleh BPBD bersama perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), dan relawan pos lapangan.</p>
<p></p>
<p>Kerugian materiel sementara akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp10 juta, yang didominasi oleh kerusakan atap rumah di empat desa terdampak. </p>
<p></p>
<p>Pihak BPBD jhga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat hujan dengan intensitas ringan masih berlangsung di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Potensi cuaca ekstrem masih dimungkinkan terjadi, kami imbau warga untuk waspada," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Berpeluang Raih Tambahan Kuota Tanam Tebu 1.500 Hektare dari Kementan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-berpeluang-raih-tambahan-kuota-tanam-tebu-1500-hektare-dari-kementan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-berpeluang-raih-tambahan-kuota-tanam-tebu-1500-hektare-dari-kementan</guid>
<description><![CDATA[ Peluang ini muncul menyusul capaian signifikan realisasi program yang telah menembus sekitar 93 persen hingga awal Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930fc3d56311.webp" length="66994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 11:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Bongkar Ratoon, Pertanian, Kementan, Tebu, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berpeluang mendapatkan tambahan kuota program Bongkar Ratoon–Tumbuh sekitar 1.500 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. </p>
<p>Peluang ini muncul menyusul capaian signifikan realisasi program yang telah menembus sekitar 93 persen hingga awal Desember 2025.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menjelaskan bahwa kesiapan wilayah menjadi alasan utama munculnya potensi penambahan kuota tersebut. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan sosialisasi progres program bersama Direktur Hilirisasi Kementan RI.</p>
<p>Avicenna mengungkapkan bahwa progres cepat komoditas tanaman tebu di Kabupaten Malang menunjukkan kemampuan daerah dalam mengeksekusi target besar meskipun dalam waktu yang sangat terbatas.</p>
<p>"Realisasi kita sudah mencapai sekitar 1.100 hektare dari total CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) 1.277 hektare, atau hampir 93 persen. Dengan waktu efektif yang hanya sekitar 30 sampai 40 hari, capaian ini termasuk cepat," ujar Avicenna, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Menyambut peluang penambahan kuota, Pemkab Malang kini tengah fokus melakukan pemetaan lokasi untuk penanaman baru. Langkah ini dilakukan agar daerah siap dengan areal definitif segera setelah tambahan kuota disetujui, serta untuk memastikan program tidak mengganggu produksi tanaman pangan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa orientasi perluasan areal tanam akan diarahkan ke lahan non-irigasi teknis.</p>
<p>"Kami mencari lahan-lahan marginal dan lahan kering agar tidak berbenturan dengan kebutuhan pangan. Area-area inilah yang akan berpotensi menjadi perluasan areal tanam jika kuota tambahan 1.500 hektare disetujui," terangnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kementan sempat melakukan penyesuaian target program secara nasional, dari 15.000 hektare menjadi 7.500 hektare, dikarenakan keterbatasan waktu tanam. Meskipun demikian, progres Kabupaten Malang tetap menonjol dan menjadi salah satu yang paling cepat di wilayahnya.</p>
<p>Avicenna juga menambahkan bahwa target nasional program Bongkar Ratoon–Tumbuh yang belum terselesaikan tahun ini diharapkan dapat dialokasikan pada tahun anggaran 2026.</p>
<p>"Kami berharap sisa target di tahun 2025 dapat dialokasikan kembali pada tahun 2026. Malang siap untuk berkontribusi lebih luas dalam program ini," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Luncurkan CAK PAY, Modernisasi Pembayaran hingga Pelosok Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-luncurkan-cak-pay-modernisasi-pembayaran-hingga-pelosok-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-luncurkan-cak-pay-modernisasi-pembayaran-hingga-pelosok-desa</guid>
<description><![CDATA[ CAK PAY merupakan upaya proaktif perusahaan untuk menghilangkan hambatan pembayaran yang selama ini dialami pelanggan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930d76479380.webp" length="28564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 08:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>air bersih, layanan publik, digitalisasi pembayaran, Perumda Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kanjuruhan secara resmi meluncurkan program CAK PAY sebagai langkah strategis dalam memodernisasi sistem pembayaran dan memperkuat kemudahan akses layanan bagi pelanggan. </p>
<p>Program ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang masih bergantung pada pembayaran tunai langsung, terutama di wilayah pedesaan Kabupaten Malang.</p>
<p>Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, mengatakan bahwa CAK PAY merupakan upaya proaktif perusahaan untuk menghilangkan hambatan pembayaran yang selama ini dialami pelanggan.</p>
<p>"CAK PAY adalah lebih dari sekadar sistem pembayaran. Ini adalah platform kolaborasi yang kami bangun untuk merangkul masyarakat," ujar Syamsul, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Dijelaskan olehnya, bahwa kunci utama dalam meningkatkan aksesibilitas layanan terletak pada pemberdayaan agen di tingkat desa. </p>
<p>Keberadaan Agen CAK PAY ini diproyeksikan dapat memangkas jarak tempuh yang harus dilalui pelanggan untuk menunaikan kewajiban tagihan.</p>
<p>"Dengan hadirnya Agen CAK PAY di setiap sudut desa, kami memastikan kemudahan akses pembayaran bagi seluruh pelanggan, dari perkotaan hingga pedesaan," lanjutnya.</p>
<p>Model skema ini disebutnya tidak hanya memberi kemudahan, tetapi juga menciptakan lapangan usaha dan insentif bagi mitra agen lokal.</p>
<p>Syamsul Hadi menjelaskan dampak ekonomi signifikan dari program ini, yang dinilai memberi energi baru bagi stabilitas <em>cashflow</em> perusahaan.</p>
<p>"Program ini juga menjadi mesin penggerak baru, karena menciptakan lapangan usaha dan insentif bagi mitra agen," kata dia.</p>
<p>Stabilitas arus kas yang sehat, jelasnya, akan memperkuat kemampuan Perumda Tirta Kanjuruhan dalam berinvestasi di infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas jaringan. Dengan demikian, CAK PAY dipandang sebagai instrumen penting dalam kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.</p>
<p>"Arus kas yang sehat adalah modal kami untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur dan meningkatkan kualitas air bagi masyarakat," tutup Syamsul. <b>(**) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Turba PWNU Jatim di Malang Raya, Pemkab dan NU Sepakat Sinergi Atasi Kemiskinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/turba-pwnu-jatim-di-malang-raya-pemkab-dan-nu-sepakat-sinergi-atasi-kemiskinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/turba-pwnu-jatim-di-malang-raya-pemkab-dan-nu-sepakat-sinergi-atasi-kemiskinan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Sanusi menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Malang saat ini masih berada di kisaran 8,5 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692febc2628b0.webp" length="46192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 16:01:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Turba PWNU Jatim, Pengentasan Kemiskinan, PCNU Malang Raya, Pemerintah Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar agenda Turun ke Bawah (Turba) bersama Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Malang Raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (3/12/2025). </p>
<p>Pertemuan ini dibuka oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi, yang secara eksplisit menyoroti pentingnya pengentasan kemiskinan sebagai agenda besar yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dan NU.</p>
<p>Dalam pengantarnya, Bupati Sanusi menilai forum Turba ini vital untuk memastikan konsolidasi internal NU berjalan optimal hingga tingkat paling bawah. Ia menekankan bahwa keselarasan gerak program antara PBNU, PWNU, dan PCNU dengan kondisi sosial masyarakat akan sangat menentukan efektivitas program keumatan.</p>
<p>Bupati Sanusi menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Malang saat ini masih berada di kisaran 8,5 persen. Angka ini dinilai membutuhkan penanganan terpadu, apalagi mayoritas masyarakat Kabupaten Malang adalah muslim.</p>
<p>"Ironis, mayoritas masyarakat kita adalah muslim, tetapi kemiskinan masih cukup tinggi. Ini harus ditangani bersama," tegasnya, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, belum adanya peta prioritas terperinci dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan wilayah yang harus mendapatkan intervensi cepat.</p>
<p>Menanggapi ajakan sinergi tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili, atau yang akrab disapa Gus Hamim, menyatakan kesiapan penuh PCNU untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Gus Hamim menjelaskan bahwa PCNU telah menjalankan berbagai gerakan yang bersentuhan langsung dengan warga melalui lembaga di bawah naungannya, seperti Lazisnu, Lakpesdam, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan Ma’arif.</p>
<p>"Kami punya program konkret yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Selain isu kemiskinan, Gus Hamim juga menyinggung perkembangan signifikan dalam upaya sertifikasi aset wakaf NU di Kabupaten Malang. Dari lebih dari 3.000 aset wakaf yang dimiliki, sekitar 700 aset telah berhasil tersertifikasi.</p>
<p>Jumlah sertifikasi ini, menurut Gus Hamim, merupakan angka tertinggi di Jawa Timur. Aset tersebut meliputi masjid, musala, lembaga pendidikan, tanah bangunan, hingga tanah kosong.</p>
<p>Rencananya, sertifikat wakaf tersebut akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur pada pertengahan Desember 2025. Proses penyerahan akan dilanjutkan dengan penyerahan tambahan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang.</p>
<p>Selain fokus pada konsolidasi program dan penanggulangan kemiskinan, Bupati Sanusi juga meminta masyarakat untuk memperbanyak doa melalui istigasah sebagai ikhtiar kolektif memohon keselamatan, mengingat maraknya bencana di sejumlah daerah lain. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bocah yang Hilang di Sungai Brantas Malang Ditemukan Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bocah-yang-hilang-di-sungai-brantas-malang-ditemukan-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bocah-yang-hilang-di-sungai-brantas-malang-ditemukan-tewas</guid>
<description><![CDATA[ AAP dilaporkan hilang sejak Senin (1/12/2025) setelah terpeleset dan jatuh ke Sungai Brantas di kawasan selatan Bendungan Sengguruh, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692fdb8516da2.webp" length="29638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 14:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>laka sungai, pencarian korban, BPBD Malang, kepanjen, jenggolo, operasi SAR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait lainnya berhasil menemukan seorang bocah berinisial AAP (15) yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Brantas. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) setelah proses pencarian yang berlangsung selama tiga hari.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa korban ditemukan pada Rabu (3/12/2025) siang.</p>
<p></p>
<p>"Korban ditemukan pada Rabu sekitar pukul 11.56 WIB, berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat," ujar Sadono, Rabu (3/12/2025).</p>
<p></p>
<p>AAP dilaporkan hilang sejak Senin (1/12/2025) setelah terpeleset dan jatuh ke Sungai Brantas di kawasan selatan Bendungan Sengguruh, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. </p>
<p></p>
<p>Saat kejadian, korban diketahui tengah bermain di tepi sungai bersama seorang rekannya. Sungai Brantas di lokasi kejadian diperkirakan memiliki kedalaman sekitar delapan meter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692fdb7904d36.webp" alt=""></p>
<p>Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, termasuk Basarnas, USS SAR Malang Raya, dan BPBD Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Sadono menyebutkan bahwa cuaca cerah berawan pada hari ketiga pencarian cukup membantu kelancaran operasi. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dari lokasi penemuan.</p>
<p></p>
<p>"Setelah identifikasi dan memastikan kondisi korban, pihak terkait menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dikebumikan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sadono menegaskan bahwa operasi pencarian secara resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya ketika berada di area sungai yang arusnya cukup berbahaya," tutup Sadono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OJK: BPR&amp;BPRS Harus Adaptif Hadapi Tantangan Struktural di Tengah Persaingan Fintech</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojk-bpr-bprs-harus-adaptif-hadapi-tantangan-struktural-di-tengah-persaingan-fintech</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojk-bpr-bprs-harus-adaptif-hadapi-tantangan-struktural-di-tengah-persaingan-fintech</guid>
<description><![CDATA[ OJK menegaskan BPR dan BPRS harus perkuat manajemen risiko, tata kelola, dan adaptasi menghadapi tekanan ekonomi serta persaingan fintech. Evaluasi kinerja 2025 dorong ketahanan operasional, penguatan pembiayaan UMKM, dan pertumbuhan yang sehat, transparan, serta berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692ee7600b1d9.webp" length="60942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 21:11:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>OJK, Cavendish, Kejar, Kopi, ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> <strong>– </strong>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) perlu memperkuat manajemen risiko dan meningkatkan kapasitas adaptasi di tengah tekanan ekonomi nasional serta persaingan dengan layanan keuangan digital.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan dalam Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Tahun 2025 yang digelar OJK di Surabaya, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Keterangan resmi OJK Malang menguraikan, jika kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Direktorat Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Jawa Timur Nasirwan, yang menekankan pentingnya pengelolaan risiko, terutama risiko pertumbuhan kredit di tengah agresivitas skema pembiayaan baru seperti channeling dan fintech peer-to-peer lending.</p>
<p>Nasirwan mengingatkan bahwa penyaluran pembiayaan harus tetap berada dalam batas <em>risk appetite </em>yang sehat, termasuk pada portofolio kredit yang melibatkan fintech.</p>
<p>“Setiap langkah harus dilakukan hati-hati, terukur, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya, Selasa (2/12/2025)</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya implementasi POJK No. 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM, yang diperkirakan bakal berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional BPR dan BPRS.</p>
<p>Sementara itu, Kepala OJK Malang Farid Faletehan menegaskan bahwa BPR dan BPRS kini menghadapi tantangan struktural yang tidak mudah.</p>
<p>Selain tekanan kondisi ekonomi nasional serta regional, sektor perbankan mikro masih membutuhkan perhatian pada aspek permodalan, kualitas tata kelola, manajemen risiko, kesiapan infrastruktur, hingga kontribusi terhadap pemberdayaan UMKM.</p>
<p>Farid menilai forum evaluasi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat ketahanan operasional dan mendorong peningkatan transparansi serta akuntabilitas.</p>
<p>“BPR dan BPRS harus tumbuh bukan hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan yang ada,” katanya.</p>
<p>Dalam sesi <em>supervisory concern,</em> OJK Malang juga menghadirkan dua praktisi perbankan. Direktur Utama PT. BPR Ukabima Lestari Surya Bhakti menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam perbaikan proses perkreditan. </p>
<p>Sementara Direktur Utama PT. BPRS Dinar Ashri Mustaen menyoroti perlunya penguatan administrasi dan aspek legal dalam penanganan pembiayaan.</p>
<p>Melalui evaluasi tahunan ini, OJK menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem perbankan mikro, khususnya BPR dan BPRS.</p>
<p>Dengan kolaborasi regulator, industri, dan pemangku kepentingan lain, OJK optimistis BPR dan BPRS di wilayah Malang Raya dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bocah Diduga Terpeleset ke Sungai Brantas Kawasan Sengguruh Malang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bocah-diduga-terpeleset-ke-sungai-brantas-kawasan-sengguruh-malang-tim-gabungan-lakukan-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bocah-diduga-terpeleset-ke-sungai-brantas-kawasan-sengguruh-malang-tim-gabungan-lakukan-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Bocah AAP hilang setelah terpeleset ke Sungai Brantas di Jenggolo. Tim gabungan, relawan, dan warga menyisir lokasi melakukan pencarian sejak kemarin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692ecf1514d69.webp" length="37402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 20:12:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Malang, Pencarian Korban, Sungai Brantas, Kepanjen, Jenggolo, SAR Malang Raya, Info Kebencanaan, Operasi Penyisiran, Tim Gabungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Seorang bocah berinisial AAP (15) dilaporkan hilang setelah terpeleset dan jatuh ke Sungai Brantas di selatan Bendungan Sengguruh, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Informasi awal diterima dari masyarakat sekira pukul 15.57 WIB. Dua bocah sebelumnya terlihat bermain di tepi sungai sebelum insiden terjadi.</p>
<p>“Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai yang memiliki kedalaman kurang lebih delapan meter,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, pemerintah setempat, relawan, serta masyarakat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Kondisi pencarian sempat terhambat hujan serta meningkatnya debit air sungai.</p>
<p>Sadono menjelaskan hingga kini bocah tersebut belum ditemukan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Unit SAR Malang Raya untuk memperluas area pencarian. </p>
<p>“Upaya pencarian akan dilanjutkan besok Rabu (3 Desember 2025), dengan penyisiran menggunakan empat unit perahu LCR dan penelusuran darat dari Dempok, Kecopokan hingga Karangkates,” tutupnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencuri Sekaligus Penadah Truk Curian di Pabrik Gula Malang Digulung Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencuri-sekaligus-penadah-truk-curian-di-pabrik-gula-malang-digulung-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencuri-sekaligus-penadah-truk-curian-di-pabrik-gula-malang-digulung-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Aksi kriminal ini dipicu oleh motif ekonomi, di mana pelaku berencana menjual kendaraan hasil curian tersebut secara ilegal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692e6dae31af3.webp" length="39978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 11:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polres Malang, Pencurian Truk, Motif Ekonomi, Kejahatan Lintas Daerah, Polisi, Pakisaji, Mitsubishi, Penangkapan Pelaku</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP — </b>Kepolisian Resor Malang berhasil meringkus tiga pelaku pencurian satu unit truk Mitsubishi di area Pabrik Gula Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. </p>
<p>Aksi kriminal ini dipicu oleh motif ekonomi, di mana pelaku berencana menjual kendaraan hasil curian tersebut secara ilegal. </p>
<p>Kasus bermula ketika truk dengan nomor polisi N 9032 EE milik S (41), warga Gondanglegi, hilang saat diparkir di lokasi bongkar muat pabrik pada Minggu (23/11/2025) lalu. </p>
<p>Berdasarkan rekaman <em>Closed-Circuit Television</em> CCTV yang berhasil dihimpun, Satuan Reserse Kriminal Polres Malang segera mengidentifikasi dan berhasil menggulung pelaku.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara cepat untuk mencegah kendaraan berpindah tangan.</p>
<p>"Motif sementara yang muncul adalah ekonomi. Pelaku berencana menjual truk sehingga kami bergerak cepat untuk mengamankan kendaraan sebelum berpindah tangan," ujar AKP Bambang, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Tiga pelaku berhasil diringkus di lokasi yang berbeda. Tersangka utama, AJ (29), ditangkap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talok, Turen. Sementara, PA (18) diamankan di Petungsewu, Wagir dan penadah B (46) diamankan di Desa Tempuran, Pasrepan. </p>
<p>Selain mengamankan para pelaku, polisi juga berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Barang bukti berupa truk, dokumen, dan beberapa telepon seluler sudah kami amankan," ujarnya.</p>
<p>Para pelaku dijerat dengan dua pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Untuk pelaku pencurian, dikenakan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan, dan bagi penadah, dikenakan Pasal 480 tentang Penadahan. Kedua pasal tersebut memiliki ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.</p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan pencurian yang lebih luas.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahaya Microsleep: Pria Tewas Terjatuh ke Selokan di Perumahan Karangploso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahaya-microsleep-pria-tewas-terjatuh-ke-selokan-di-perumahan-karangploso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahaya-microsleep-pria-tewas-terjatuh-ke-selokan-di-perumahan-karangploso</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria ditemukan meninggal di selokan kawasan perumahan Karangploso setelah terjatuh dari motor, diduga karena kelelahan saat berkendara pagi hari itu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d72ffef3fc.webp" length="70196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 18:32:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Karangploso, Kecelakaan Tunggal, Perumahan Patra Garden, Laka Lantas, Microsleep, Berita Malang, Breaking News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Warga Perumahan Patra Garden, Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan temuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam selokan, pada Senin pagi (1/12/2025).</p>
<p>Korban teridentifikasi sebagai AW, 31 tahun, warga Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Laporan pertama diterima melalui Call Center 110 sekira pukul 05.25 WIB. Seorang warga yang melintas melihat korban dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak, dengan sepeda motor miliknya turut berada di dalam selokan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar membenarkan perihal persitiwa tersebut. Dia menjelaskan, petugas Polsek Karangploso bersama tenaga medis Puskesmas Karangploso segera menuju lokasi usai menerima laporan tersebut.</p>
<p>“Saat dilakukan pengecekan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda kekerasan,” terang Bambang, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Temuan saksi dan rekaman CCTV perumahan mengindikasikan bahwa korban terpeleset dan terjatuh saat mengendarai sepeda motornya. Dugaan sementara, korban mengalami kelelahan yang berpotensi memicu hilangnya konsentrasi atau microsleep saat berkendara.</p>
<p>“Dari olah TKP dan rekaman CCTV, kejadian ini murni kecelakaan tunggal. Kami menduga korban dalam kondisi sangat lelah saat melintas di lokasi,” jelasnya.</p>
<p>Polisi mengamankan identitas korban dan segera menghubungi keluarga. Setibanya di lokasi, keluarga menyatakan menerima musibah tersebut dan menolak tindakan autopsi.</p>
<p>“Pihak keluarga sudah ikhlas dan menolak tindakan medis lanjutan karena meyakini peristiwa ini murni kecelakaan. Meski begitu, kami tetap melaksanakan prosedur penyelidikan sesuai ketentuan,” tambah Bambang.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terlebih pada kondisi lelah atau mengantuk yang berpotensi menyebabkan kecelakaan tunggal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Sekda Malang Raya Teken Kerja Sama, Tandai Integrasi Lintas Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-sekda-malang-raya-teken-kerja-sama-tandai-integrasi-lintas-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-sekda-malang-raya-teken-kerja-sama-tandai-integrasi-lintas-daerah</guid>
<description><![CDATA[ FGD Malang Raya membahas penguatan sinergi antarwilayah untuk pariwisata, kebencanaan, pemadam kebakaran, dan pengendalian inflasi guna meningkatkan efektivitas layanan publik lintas daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d5ecfb9700.webp" length="55066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 16:34:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MalangRaya, kerja sama daerah, FGD Malang, integrasi wilayah, pariwisata Malang, kebencanaan Malang, pengendalian inflasi, kolaborasi pemerintahan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Penguatan sinergi lintas wilayah menjadi fokus Forum Group Discussion (FGD) Malang Raya yang mempertemukan tiga sekretaris daerah, masing-masing dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.</p>
<p>Forum ini membahas peningkatan kerja sama pada sektor kepariwisataan, penanganan kebencanaan, layanan pemadam kebakaran, hingga pengendalian inflasi sebagai kebutuhan bersama antarwilayah.</p>
<p>Dalam kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Senin (1/12/2025), turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Malang Raya oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, serta Sekretaris Daerah Kota Batu Drs. Zadim Efisiensi, disaksikan para kepala dinas dan perwakilan terkait.</p>
<p>“Saya bangga, kita bisa sinergitas antara Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu menjalin kebersamaan di bidang kepariwisataan, penanganan kebencanaan, penanganan kebakaran dan pengendalian inflasi. Kalau semua ini bisa disinergikan tentunya akan lebih baik,” jelas Budiar dalam keterangan resminya, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Budiar menuturkan bahwa Kabupaten Malang memiliki wilayah luas, ditambah keberadaan Bandara Abdulrachman Saleh serta destinasi wisata alam yang sangat beragam.</p>
<p>Sementara Kota Malang dan Kota Batu dikenal dengan wisata buatan. Menurutnya, bila kekuatan tersebut dikemas dalam satu kolaborasi, paket wisata terpadu Malang Raya akan memiliki daya saing lebih besar.</p>
<p>Pada aspek kebencanaan dan pemadaman kebakaran, Kabupaten Malang juga dinilai mampu memberi dukungan wilayah. Dengan sebaran pos pemadam di empat penjuru daerah, layanan darurat tersebut dapat saling memperkuat antara kabupaten dan kedua kota.</p>
<p>“Karena, berada dari empat penjuru Kabupaten atau Kota ini, Kabupaten Malang juga punya pos-pos untuk tim pemadam kebakaran. Begitu juga dalam hal penanganan kebencanaan. Tentang pengendalian inflasi, Kabupaten Malang juga mendukung ketahanan pangan. Karena semua kebutuhan pokok ketahanan pangan paling lengkap di Kabupaten Malang,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ETLE Tindak Ribuan Pelanggar di Malang, Angka Kecelakaan Disebut Turun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/etle-tindak-ribuan-pelanggar-di-malang-angka-kecelakaan-disebut-turun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/etle-tindak-ribuan-pelanggar-di-malang-angka-kecelakaan-disebut-turun</guid>
<description><![CDATA[ Selama periode operasi, Polres Malang mencatat total 103.132 pelanggaran. Mayoritas, lebih dari 100 ribu pelanggar diberikan teguran langsung di lapangan. Sementara itu, 2.230 pelanggar ditindak secara non-kontak melalui sistem ETLE. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d55a699eaf.webp" length="50920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 16:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Zebra, Polres Malang, ETLE, Keselamatan Jalan Raya, Kabupaten Malang, Lalu Lintas Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Operasi Zebra Semeru 2025 di Kabupaten Malang, yang berlangsung selama dua pekan, yakni tanggal 17 hongga 30 November 2025, resmi ditutup dengan catatan penting mengenai perubahan pola penindakan lalu lintas yang berfokus pada teknologi. </p>
<p>Kepolisian Resor (Polres) Malang memaksimalkan penggunaan <em>Electronic Traffic Law Enforcement</em> (ETLE) yang sukses menjaring ribuan pelanggar.</p>
<p>Selama periode operasi, Polres Malang mencatat total 103.132 pelanggaran. Mayoritas, lebih dari 100 ribu pelanggar diberikan teguran langsung di lapangan. Sementara itu, 2.230 pelanggar ditindak secara non-kontak melalui sistem ETLE.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., menegaskan bahwa penindakan berbasis teknologi ini merupakan strategi untuk mendorong transparansi dan meningkatkan keselamatan.</p>
<p>"Pelanggaran kecil sering berujung fatal. Pemanfaatan ETLE membantu penegakan yang lebih objektif dan efektif demi keselamatan masyarakat," ujar AKBP Danang, Senin (1/12/2025),</p>
<p>Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan meliputi tidak mengenakan helm, tidak membawa SIM atau STNK, menerobos lampu merah, melanggar rambu lalu lintas, kendaraan tanpa pelat nomor, hingga pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan.</p>
<p>Sementara Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menambahkan bahwa tingginya angka penindakan ini disebutnya beriringan dengan penurunan kasus kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan.</p>
<p>Dalam periode 17–30 November 2025, tercatat 18 kejadian kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 20 kejadian dengan tiga korban meninggal dunia. </p>
<p>Dari 18 kejadian tahun ini, tercatat satu korban mengalami luka berat dan 23 korban mengalami luka ringan, namun tidak ada korban jiwa (meninggal dunia).</p>
<p>"Data ini menunjukkan pengawasan berbasis teknologi dan upaya preventif berdampak langsung pada menurunnya fatalitas kecelakaan," terang AKP Chelvin.</p>
<p>Ia menyebut bahwa kelompok usia yang mendominasi korban kecelakaan masih berada pada rentang 15 hingga 24 tahun. </p>
<p>Dominasi usia muda ini mempertegas perlunya edukasi yang lebih intensif kepada pengendara, khususnya yang kerap melakukan manuver berbahaya, seperti berpindah jalur sembarangan dan kurang memperhatikan hak pejalan kaki.</p>
<p>Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di mana mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat, Polres Malang mengimbau agar disiplin berkendara tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p>"Meski operasi selesai, keselamatan harus tetap jadi prioritas. Bukan karena diawasi, tapi karena itu kebutuhan," tutup AKP Chelvin.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKW PWI Malang Raya Angkatan 59 Berakhir, Kompetensi Wartawan Ditegaskan Bukan Formalitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukw-pwi-malang-raya-angkatan-59-berakhir-kompetensi-wartawan-ditegaskan-bukan-formalitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukw-pwi-malang-raya-angkatan-59-berakhir-kompetensi-wartawan-ditegaskan-bukan-formalitas</guid>
<description><![CDATA[ Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692cf620c0689.webp" length="38072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 09:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Uji Kompetensi Wartawan, PWI Malang Raya, UKW 59, Wartawan Kompeten, Jurnalisme Profesional, Malang Raya, Pers Indonesia, PWI Pusat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP </strong>— Gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Angkatan ke-59 resmi ditutup di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Minggu (30/11/2025). </p>
<p>Penutupan berlangsung dalam suasana evaluatif, dengan penegasan bahwa proses UKW dijalankan secara ketat dan profesional, jauh dari sekadar formalitas.</p>
<p>Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menegaskan bahwa kompetensi menjadi standar wajib yang harus dipenuhi oleh insan pers untuk menjaga martabat profesi. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya sinergi antara media yang terverifikasi dan wartawan yang berkompeten di tengah tingginya tuntutan publik terhadap informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>"Ini adalah tuntutan Dewan Pers. Wartawan wajib kompeten, medianya juga harus terverifikasi. Kita bersinggungan dengan semua lapisan masyarakat, jadi profesionalisme tak bisa ditawar," ucap Cahyono.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa UKW Angkatan ke-59 merupakan penyelenggaraan ke-11 oleh PWI Malang Raya. Meskipun ratusan wartawan telah dinyatakan kompeten pada pelaksanaan sebelumnya, ia menekankan bahwa proses seleksi UKW tidak mengizinkan kelulusan instan.</p>
<p>Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang. </p>
<p>Namun, tidak semua peserta berhasil memenuhi standar. Mereka yang belum kompeten diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang enam bulan setelah pelaksanaan ini.</p>
<p>"Ada proses yang harus dipenuhi, dan tidak ada yang instan dalam profesi wartawan," tegasnya.</p>
<p>Soeparijono, salah satu peserta jenjang Muda yang dinyatakan lulus, menyatakan apresiasinya. Ia menilai UKW adalah sarana penting untuk mengevaluasi kualitas diri. </p>
<p>"Ujian ini penting bagi kami. Semoga setelah ini teman-teman makin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas," ujarnya. </p>
<p>Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji, mengapresiasi mentalitas para peserta yang bersedia diuji secara terbuka. Ia menilai keberanian mengikuti UKW adalah nilai penting dalam menjaga marwah profesi.</p>
<p>"Yang membuat kalian keren adalah keberanian ikut UKW. Banyak yang menghindar. Kalau sudah lulus, berarti memang layak (kompeten)," kata Eko.</p>
<p>Senada dengan hal itu, Koordinator Penguji UKW Angkatan ke-59, Djoko Tetuko, mengingatkan para jurnalis tentang tanggung jawab moral yang besar. Ia menekankan bahwa kejujuran dan integritas harus menjadi pijakan utama tugas jurnalistik.</p>
<p>"Wartawan itu hidupnya untuk kebenaran. Berat tanggung jawabnya, dan setiap karya akan dimintai pertanggungjawaban," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>REI Malang Raya Rampungkan Bedah Rumah, Pemkab Beri Dukungan Penuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rei-malang-raya-rampungkan-bedah-rumah-pemkab-beri-dukungan-penuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rei-malang-raya-rampungkan-bedah-rumah-pemkab-beri-dukungan-penuh</guid>
<description><![CDATA[ Dua penerima manfaat yang beruntung berasal dari Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, dan Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bantuan bedah rumah ini menargetkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692fef1d0081e.webp" length="74570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 15:08:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Malang Raya secara resmi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada dua keluarga penerima manfaat, Sabtu (29/11/2025). Seremoni penyerahan dilakukan dalam rangkaian Pembukaan REI Property Expo 2025 yang diselenggarakan di Mall Malang City Point (MCP) pada 26 November hingga 7 Desember 2025.</p>
<p>Dua penerima manfaat yang beruntung berasal dari Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, dan Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bantuan bedah rumah ini menargetkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).</p>
<p>Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah REI. Menurutnya, program ini merupakan peran nyata sektor properti dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah.</p>
<p>"Bantuan bedah rumah ini adalah wujud bahwa REI peduli terhadap kebutuhan dasar warga, bukan hanya fokus membangun sektor properti," ujar Lathifah dalam sambutannya, Sabtu (29/11/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Lathifah juga mengapresiasi perkembangan hunian di Malang Raya sebagai hasil kerja sama harmonis antara pemerintah dan sektor properti.</p>
<p>"Kabupaten Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan hunian layak, sementara Kota Malang luar biasa dan sudah sangat progresif dalam inovasi perumahan," tambahnya.</p>
<p>Sementara, Ketua Komisariat REI Malang Raya, Mohammad Yunandi, menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan komitmen sosial yang akan dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p>"Program bedah rumah ini adalah komitmen kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat," ujar Yunandi.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama perbankan, agar program sosial semacam ini dapat terus diperluas setiap tahunnya dan menjangkau lebih banyak warga.</p>
<p>"Dukungan BRI sebagai sponsor utama membuat program seperti ini memungkinkan terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan," tegas dia.</p>
<p>Acara penyerahan bantuan dan pembukaan REI Expo ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua DPD REI Jatim Mochamad Ilyas, Dep Head Consumer Loan Group BRI Ratu Dewi Hilna, Camat Dau Desy Arianti, Kepala Dinas Ciptakarya Farid Habibah, dan Ketua Apersi Malang Dony Ganata. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BI dan OJK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembiayaan Digital dan Reformasi Regulasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bi-dan-ojk-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-pembiayaan-digital-dan-reformasi-regulasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bi-dan-ojk-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-pembiayaan-digital-dan-reformasi-regulasi</guid>
<description><![CDATA[ BI dan OJK menilai bahwa penguatan ekosistem pembiayaan yang cepat, murah, dan aman merupakan elemen vital untuk mendorong sektor UMKM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692cedad517c4.webp" length="36348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 18:24:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA MALANG, SJP</b> — Upaya akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju kelas yang lebih tinggi mendapat penekanan baru dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). </p>
<p>Kedua lembaga tersebut memaparkan arah kebijakan pembiayaan digital sebagai kunci pertumbuhan sektor usaha dalam acara Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) pada Jumat (28/11/2025).</p>
<p>BI dan OJK menilai bahwa penguatan ekosistem pembiayaan yang cepat, murah, dan aman merupakan elemen vital untuk mendorong sektor UMKM.</p>
<p>Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional yang harus bertransformasi. </p>
<p>BI mendorong upaya ini melalui tiga fokus utama, yakni digitalisasi, perluasan akses pasar, dan program pendampingan.</p>
<p>"UMKM harus terus beradaptasi dengan teknologi dan memahami pola pembiayaan yang sehat. Digitalisasi menjadi pintu untuk naik kelas," ujar Dedi di hadapan peserta UKW ke-59 dan mahasiswa UIBU.</p>
<p>Upaya pendampingan BI mencakup sistem pencatatan digital serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar siap bersaing di pasar yang terdigitalisasi.</p>
<p>Sementara itu, OJK memperkenalkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 mengenai Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM. </p>
<p>Regulasi ini bertujuan menyederhanakan seluruh proses pembiayaan, mulai dari perencanaan, permohonan kredit, analisis kelayakan, pemberian kredit, hingga penyelesaian pembiayaan.</p>
<p>Aturan baru ini diharapkan mampu menghilangkan birokrasi panjang yang selama ini menghambat pelaku UMKM dalam memperoleh pendanaan.</p>
<p>Analis Pengawasan OJK Malang, Erna Tigayanti, dalam sesi tersebut juga menyoroti pentingnya literasi keuangan. OJK menekankan bahwa meskipun layanan <em>fintech</em> lending berizin dapat menjadi alternatif pendanaan cepat bagi UMKM yang belum terjangkau layanan perbankan (<em>underserved</em> dan <em>unbankable</em>), pemanfaatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.</p>
<p>OJK mencatat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menutup lebih dari 11 ribu pinjaman online (pinjol) ilegal. Angka ini menjadi indikasi kuat perlunya edukasi masif agar masyarakat hanya memanfaatkan layanan keuangan yang legal.</p>
<p>Erna Tigayanti juga menegaskan peran vital media dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Ia menekankan bahwa wartawan harus mampu membedakan produk keuangan legal dan ilegal sebelum disajikan kepada masyarakat.</p>
<p>Materi dari BI dan OJK ini diharapkan membekali jurnalis muda agar mampu menyajikan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM di lapangan.<b> (**) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKW ke&amp;59 PWI Malang Raya Digelar, Pemerintah Harap Jurnalis Jadi Mitra Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukw-ke-59-pwi-malang-raya-digelar-pemerintah-harap-jurnalis-jadi-mitra-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukw-ke-59-pwi-malang-raya-digelar-pemerintah-harap-jurnalis-jadi-mitra-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Wartawan berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui UKW, ia berharap terbangun iklim pemberitaan yang positif, konstruktif, dan mendukung kemajuan Malang Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692979e28ee6e.webp" length="51290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 17:32:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UKW PWI ke 59, Malang Raya, Wahyu Hidayat, PWI Jatim, UIBU, Insan Budi Utomo, kota Malang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-59 yang digelar PWI Malang Raya di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme jurnalis di Malang Raya.</p>
<p>UKW kali ini diikuti 36 wartawan dari tiga jenjang, masing-masing terbagi dalam tiga kelas muda, dua kelas madya, dan satu kelas utama. Antusiasme tersebut menegaskan komitmen para wartawan untuk memenuhi standar kompetensi dan etika profesi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa UKW menjadi pondasi penting untuk menjaga marwah jurnalisme, terutama di era ketika media sosial kerap memproduksi informasi yang tidak akurat dan sulit diverifikasi.</p>
<p>“Dengan UKW, kita memastikan wartawan memiliki etika dan keterampilan untuk menyajikan berita yang kredibel. Ini penting, karena profesionalisme jurnalis akan berdampak besar pada pembangunan Kota Malang,” ujar Wahyu.</p>
<p>Ia menekankan bahwa wartawan berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui UKW, ia berharap terbangun iklim pemberitaan yang positif, konstruktif, dan mendukung kemajuan Malang Raya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Luthfil Hakim, menyebut UKW sebagai amanah Dewan Pers dan kewajiban bagi setiap wartawan profesional. Ia mengapresiasi PWI Malang Raya yang selama penyelenggaraan UKW telah meluluskan sekitar 150 wartawan tersertifikasi, terbanyak di Jawa Timur.</p>
<p>“Setelah lulus, wartawan bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga secara moral. Kejujuran tetap yang utama, karena wartawan adalah kompas yang mencerdaskan arah bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Ia berharap seluruh peserta UKW ke-59 dapat lulus dan menjalankan kode etik jurnalisme dengan penuh tanggung jawab, sehingga fungsi kontrol sosial media tetap terjaga dan bermanfaat bagi publik.</p>
<p>Penyelenggaraan UKW ke-59 ini juga mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga perhotelan.</p>
<p>Dukungan tersebut datang dari Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Bank Indonesia Malang, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Otoritas Jasa Keuangan Malang, BCA Malang, Pertamina Patra Niaga, PT Best Profit Futures, Tychi Hotel, Politeknik Negeri Malang, The Alana Hotel, Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Golden Tulip Hotel, Ijen Suites, Grand Mercure Malang Mirama, Pemuda Pancasila Kota Malang, hingga Hotel Pelangi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usia 1.265 Tahun, Kabupaten Malang Panen Penghargaan Bukti Kematangan Tata Kelola</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usia-1265-tahun-kabupaten-malang-panen-penghargaan-bukti-kematangan-tata-kelola</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usia-1265-tahun-kabupaten-malang-panen-penghargaan-bukti-kematangan-tata-kelola</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan yang dipusatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini menjadi panggung pembuktian visi &quot;Malang Makmur&quot; melalui capaian yang terukur, khususnya dalam transisi menuju kemandirian ekonomi desa dan efisiensi birokrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929444e400ba.webp" length="51558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 13:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Hari Jadi Kabupaten Malang, HUT 1265, Pemkab Malang, Malang Makmur, Sanusi, Prestasi Daerah, Dana Desa 2025, BUMD Malang, TOP BUMD Awards, Pembangunan Desa, Infrastruktur Malang Selatan, PSN, Stunting Malang, Layanan Publik, Pemerintahan Daerah, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP – </b>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hari ini merayakan Hari Jadi ke-1.265. Momen historis yang merujuk pada Prasasti Dinoyo (760 M) ini ditutup dengan serangkaian catatan emas dan penghargaan nasional yang membuktikan kematangan tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati H.M. Sanusi.</p>
<p>Perayaan yang dipusatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini menjadi panggung pembuktian visi "Malang Makmur" melalui capaian yang terukur, khususnya dalam transisi menuju kemandirian ekonomi desa dan efisiensi birokrasi.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Malang tercatat meraih sejumlah prestasi bergengsi di tingkat nasional. Salah satu yang paling menonjol adalah penghargaan dari Kementerian Keuangan RI sebagai Pemerintah Daerah Penyalur Dana Desa Tercepat Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi indikator konkret efisiensi birokrasi dalam memangkas jalur distribusi anggaran, memastikan dana segera terserap untuk pembangunan di tingkat desa.</p>
<p>Tidak hanya di sektor tata kelola keuangan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Malang juga menunjukkan kinerja yang impresif. Dalam ajang TOP BUMD Awards 2025 pada April lalu, Pemkab Malang sukses memborong empat penghargaan sekaligus. Keberhasilan RSUD Kanjuruhan dan BPR Artha Kanjuruhan dalam melakukan inovasi layanan digital menandakan bahwa unit bisnis daerah mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.</p>
<p>Di sektor pembangunan manusia, komitmen Pemkab Malang terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga diganjar apresiasi tinggi. Dalam Rakorda Bangga Kencana 2025 Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang meraih predikat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tertinggi, mencerminkan keseriusan dalam program penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga. </p>
<p>Bupati Malang, H.M. Sanusi, menegaskan bahwa deretan penghargaan tersebut hanyalah "bonus". Fokus utamanya adalah dampak nyata bagi 2,6 juta penduduk Kabupaten Malang.</p>
<p>"Di usia 1.265 tahun ini, Kabupaten Malang sudah sangat matang. Tuntutan zaman memaksa kita untuk berlari cepat. Prestasi tahun 2025 ini, mulai dari percepatan Dana Desa hingga penguatan BUMD, adalah alat ukur bahwa mesin birokrasi kita bekerja, bahwa 'Malang Makmur' itu bukan hanya slogan, tapi ada wujudnya berupa jalan yang mulus, layanan kesehatan yang cepat, dan ekonomi warga yang berputar," ujar Bupati Sanusi.</p>
<p>Bupati juga menyoroti sinergi dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan tahun ini.</p>
<p>"Saya selalu sampaikan kepada seluruh OPD dan Camat, tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri. Keberhasilan kita menekan angka stunting dan mempercepat investasi masuk di tahun 2025 adalah hasil gotong royong ulama, umara, dan masyarakat. Hadiah terbaik untuk ulang tahun Kabupaten Malang adalah senyum puas masyarakat atas pelayanan kita," tandasnya.</p>
<p>Tahun 2025 juga ditandai dengan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Malang Selatan, termasuk realisasi infrastruktur jalan penunjang wisata yang semakin mantap menuju Gondanglegi-Balekambang.</p>
<p>Di sisi internal, Pemkab Malang menunjukkan komitmen terhadap integritas melalui peningkatan Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD). Pada bulan November ini, Inspektorat Daerah gencar melakukan audit internal untuk menjamin tidak adanya kebocoran anggaran, memastikan setiap rupiah uang rakyat kembali kepada rakyat.</p>
<p>Perayaan Hari Jadi ke-1.265 ini diharapkan menjadi titik baru bagi Kabupaten Malang untuk semakin mengukuhkan posisinya sebagai barometer pembangunan di Jawa Timur, memadukan kearifan sejarah panjang Kerajaan Kanjuruhan dengan inovasi digital masa depan<b>. (ADV) </b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Warga Sempat Terblokir, Pohon Setinggi 30 Meter Tumbang di Lawang Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-warga-sempat-terblokir-pohon-setinggi-30-meter-tumbang-di-lawang-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-warga-sempat-terblokir-pohon-setinggi-30-meter-tumbang-di-lawang-malang</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang menumbangkan pohon beringin besar di Srigading, menghambat akses Dusun Mendek sebelum petugas menyelesaikan pembersihan dan membuka jalur sore hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69283e338eeba.webp" length="83788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 20:19:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bencana Alam, Pohon Tumbang, BPBD Malang, Lawang, Cuaca Ekstrem</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pohon beringin berukuran besar tumbang dan menutup akses jalan di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, pada Kamis (27/11/2025) setelah wilayah tersebut diterjang cuaca ekstrem.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang bergerak cepat menangani kejadian tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut laporan diterima dari Poslap BPBD Singosari sekitar pukul 18.00 WIB.</p>
<p>“Angin cukup kencang menyebabkan pohon beringin dengan diameter sekitar lima meter dan panjang sekitar 30 meter tumbang hingga menutup akses menuju Dusun Mendek,’’ jelasnya dalam keterangan resminya, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Jalan penghubung dari Desa Mendek menuju RT 2 dan RT 3 RW 9 sempat terputus total. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>"Petugas gabungan dusah melakukan pemotongan batang dan pembersihan ranting yang menghalangi jalan. Sempat tertutup, penanganan rampung pada pukul 16.56 WIB tadi, dan akses sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," tutupnya.</p>
<p>Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Malang, Kecamatan Lawang, Babinsa Srigading, Bhabinkamtibmas Srigading, PMI Kabupaten Malang, Pemerintah Desa Srigading, PLN Unit Lawang serta Kepolisian setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Malang Lakukan Penyegaran Struktural Mulai Staff Hingga Kepala Dinas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-malang-lakukan-penyegaran-struktural-mulai-staff-hingga-kepala-dinas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-malang-lakukan-penyegaran-struktural-mulai-staff-hingga-kepala-dinas</guid>
<description><![CDATA[ Prosesi pelantikan pejabat berlangsung khidmat di Pendopo Agung, menandai penyegaran struktural Pemkab Malang untuk memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692839ad6faf8.webp" length="42546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 19:20:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pelantikan Pejabat, Pemkab Malang, Rotasi Jabatan, Penyegaran Struktur, Birokrasi Daerah, Sanusi, Pendopo Agung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menetapkan langkah penyegaran organisasi melalui perpanjangan dan rotasi jabatan bagi 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat ritme birokrasi serta menjaga kesinambungan program strategis daerah.</p>
<p>Bupati Malang H.M Sanusi menegaskan, pergeseran pejabat merupakan bagian dari mekanisme tata kelola pemerintahan yang adaptif dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.</p>
<p>“Setiap keputusan didasarkan pada kebutuhan organisasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Sanusi saat pelantikan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Pemkab Malang menargetkan formasi baru ini dapat mempercepat pencapaian indikator pembangunan, khususnya pada sektor layanan publik, infrastruktur, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Sanusi juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme bagi setiap pejabat yang menerima mandat.</p>
<p>“Saya berharap para pejabat dapat menjaga kepercayaan publik dan bekerja dengan standar integritas yang tinggi,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Daftar Pejabat yang Ditetapkan</strong></p>
<p>Diperpanjang masa jabatannya:</p>
<ol>
<li>Mahendra Jaya – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM</li>
<li>Abdul Qadir – Kepala Dinas Pertanahan</li>
<li>Subur Huttagalung – Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP</li>
<li>Victor Sembiring – Kepala Dinas Perikanan </li>
</ol>
<p>Rotasi jabatan:</p>
<ol>
<li>Suwadji – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan </li>
<li>Bambang Istiawan – Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik</li>
<li>M. Hidayat – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan</li>
<li>Atsalis Supriyanto – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika definitif sebelumnya Plt.</li>
<li>Nur Cahyo – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebelumya Inspektorat </li>
<li>Purwoto – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang sebelumya Kadisparbud </li>
<li>Firmando H. Matondang – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebelumnya Kasatpol PP </li>
<li>Muhammad Nur Fuad Fauzi – Sekretaris DPRD Kabupaten Malang sebelumya Kadisperindag </li>
<li>Eko Margianto – Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya Kepala DPMD</li>
<li>Farid Habibah – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya sebelumnya Kadis Pusda</li>
<li>Bagus Sulistyawan – Kepala Dinas Pendidikan <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor:  Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MKKS SMPN Malang Tekankan Peningkatan Mutu Guru, Dorong Inovasi demi Daya Saing Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mkks-smpn-malang-tekankan-peningkatan-mutu-guru-dorong-inovasi-demi-daya-saing-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mkks-smpn-malang-tekankan-peningkatan-mutu-guru-dorong-inovasi-demi-daya-saing-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ MKKS menyoroti program pembelajaran mendalam yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. Ia mendesak para kepala sekolah untuk bersikap adaptif dalam mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan relevan bagi kebutuhan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6927adcc871a7.webp" length="38388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 10:03:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Kabupaten Malang, MKKS SMP Negeri, Mutu Pembelajaran, Kompetensi Guru, Inovasi Sekolah, Program Indonesia Maju, Pelatihan Guru, Layanan Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan kualitas layanan pembelajaran di seluruh SMP negeri wilayah setempat. </p>
<p>Penegasan itu disampaikan oleh Ketua MKKS SMPN Kabupaten Malang, Suntoro, yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Bululawang, dalam kegiatan yang diselenggarakan di gedung PGRI Kabupaten Malang, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Suntoro menyatakan bahwa peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik merupakan langkah strategis daerah untuk memperkuat kontribusi Kabupaten Malang terhadap Program Indonesia Maju. </p>
<p>Menurutnya, guru memegang peran sentral dalam menentukan daya saing kualitas pendidikan.</p>
<p>"Kami bertekad membawa nama Kabupaten Malang menjadi yang terbaik. Untuk mencapai target itu, guru harus terus meningkatkan kompetensinya," ujar dia.</p>
<p>Suntoro menjelaskan, ruang pengembangan bagi para guru saat ini semakin terbuka lebar melalui program sertifikasi, berbagai pelatihan, serta ajang kompetisi yang dirancang khusus untuk mendorong inovasi dalam praktik pembelajaran.</p>
<p>"Guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi wajib memanfaatkan fasilitas ini untuk mengikuti pelatihan, berpartisipasi dalam lomba, memberikan pelayanan pembelajaran yang optimal, serta menciptakan inovasi pembelajaran," tegasnya.</p>
<p>Di sisi manajerial, MKKS bertindak sebagai lokomotif bagi para kepala sekolah untuk secara berkelanjutan meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah masing-masing. </p>
<p>Suntoro menekankan bahwa kolaborasi dan semangat saling menguatkan antar sekolah menjadi prinsip yang terus dijunjung. </p>
<p>"MKKS mendukung teman-teman kepala sekolah untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Suntoro menyoroti program pembelajaran mendalam yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. Ia mendesak para kepala sekolah untuk bersikap adaptif dalam mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan relevan bagi kebutuhan siswa. </p>
<p>"Kami mendorong kepala sekolah agar terus berinovasi dalam pelayanan kepada siswa dan peningkatan pembelajaran," jelasnya.</p>
<p>Ia memastikan bahwa MKKS akan selalu menjaga keselarasan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait upaya peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan. </p>
<p>"Kami MKKS selalu mendukung apa yang dicanangkan Bapak Bupati, terutama terkait kualitas dan pelayanan pendidikan di sekolah," urainya.</p>
<p>Terkait hadirnya berbagai program baru, baik di level nasional maupun daerah, Suntoro menilai penyesuaian dan peningkatan kompetensi pendidik merupakan hal yang mutlak. Pelatihan disebutnya sebagai instrumen utama dalam pemerataan kualitas antarsekolah.</p>
<p>Ia menegaskan, sekolah yang mendapatkan pelatihan memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan atau diseminasi kepada sekolah-sekolah lain yang belum berkesempatan ikut, demi memastikan kualitas pendidikan merata di seluruh SMP negeri se-Kabupaten Malang.</p>
<p>"Setiap pergantian menteri biasanya membawa fenomena program baru, namun intinya sama. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan mesti terus diadakan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Diganjar Penghargaan, Upaya Dorong IKM Tembus Ekspor Kian Menguat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-diganjar-penghargaan-upaya-dorong-ikm-tembus-ekspor-kian-menguat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-diganjar-penghargaan-upaya-dorong-ikm-tembus-ekspor-kian-menguat</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan yang diterima Pemkab Malang di Festival Ekspor Jatim 2025 menegaskan penguatan sektor IKM melalui inovasi produk, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69270716a901e.webp" length="51332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 22:39:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>IKM Ekspor, Pemkab Malang, Festival Ekspor Jatim, Ekspor Daerah, Industri Halal, Jawa Timur, Lathifah Shohib, Pengembangan IKM, Ekonomi Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP— </strong>Upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) menembus pasar internasional kembali menunjukkan hasil konkret.</p>
<p>Pemkab Malang resmi menerima penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota Pendukung IKM Ekspor pada Festival Ekspor Jawa Timur 2025 yang digelar di Terminal Petikemas Surabaya, Rabu (26/11/2025) siang.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pemkab Malang memperkuat daya saing produk IKM, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengembangan inovasi, hingga perluasan jejaring pemasaran ke berbagai negara.</p>
<p>Festival Ekspor yang merupakan agenda tahunan Pemprov Jawa Timur itu menampilkan sejumlah program strategis, di antaranya business matching, talkshow ekspor, hingga pelepasan ekspor perdana produk industri halal ke tiga negara.</p>
<p>Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperkuat neraca perdagangan, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, dan menempatkan Jawa Timur sebagai pusat ekspor industri halal nasional.</p>
<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem ekspor daerah sebagai strategi menghadapi persaingan global.</p>
<p>“Penguatan ekspor bukan hanya soal angka, tetapi tentang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jawa Timur harus menjadi pusat pertumbuhan industri halal yang diakui dunia,” tegasnya, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Sementara itu, Kepala Disperindag Jawa Timur, Iwan, menambahkan bahwa penyelenggaraan Festival Ekspor 2025 merupakan bentuk sinergi antara Pemprov Jatim, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memperluas peluang pasar bagi IKM. </p>
<p>"Melalui festival ini, pelaku usaha dapat memperoleh informasi ekspor, akses pembiayaan, hingga pendampingan untuk memperkuat produksi," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekdakab Malang Ingatkan Sanksi bagi Daerah yang Lalai Jalankan Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekdakab-malang-ingatkan-sanksi-bagi-daerah-yang-lalai-jalankan-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekdakab-malang-ingatkan-sanksi-bagi-daerah-yang-lalai-jalankan-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Sekdakab Malang Budiar menekankan komitmen percepatan Program MBG menuju Zero Keracunan saat membuka rakor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69270213e0df0.webp" length="22718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 22:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Sekdakab Malang, Budiar, Program MBG, Makan Bergizi Gratis, Zero Keracunan, Pemkab Malang, Pendidikan, Gizi Anak, Stunting, UMKM Lokal, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, menegaskan pentingnya komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p>Ia mengingatkan bahwa daerah yang mengabaikan pelaksanaan program strategis nasional tersebut berpotensi menerima sanksi, sebagaimana arahan langsung Menteri Dalam Negeri. </p>
<p>Penegasan itu disampaikan saat menyerahkan penghargaan uji coba MBG kepada empat sekolah dalam Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Program MBG Menuju Kabupaten Malang Zero Keracunan di Pendopo Agung, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>“Badan Gizi Nasional (BGN) punya Program MBG dengan tujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya untuk balita, ibu hamil, dan anak sekolah guna mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Budiar, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya berpengaruh pada perbaikan gizi, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, petani, peternak, dan pemasok bahan baku. </p>
<p>Konsep multiplier effect, lanjutnya, menjelaskan bagaimana peningkatan belanja di satu sektor dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, empat sekolah menerima penghargaan atas pelaksanaan uji coba Program MBG dengan pola gotong royong. Sekolah tersebut meliputi SD Negeri Penarukan Kecamatan Kepanjen, SD Negeri 3 Ngadirejo Kecamatan Kromengan, SMP Negeri 2 Gondanglegi, dan SMP Negeri 1 Poncokusumo.</p>
<p>“Yang jelas, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Malang sudah berjalan cukup baik. Namun kita tidak boleh lengah, karena target kita bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur Budiar.</p>
<p>Pemkab Malang menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program, mulai dari pendataan sasaran hingga distribusi makanan bergizi ke sekolah. Rakor ini diikuti Kepala Sekolah, perwakilan sekolah, Kepala SPPG se-Kabupaten Malang, serta jajaran perangkat daerah terkait.</p>
<p>Pemkab Malang menargetkan penguatan kolaborasi lintas sektor agar implementasi MBG dapat mendukung percepatan terwujudnya Kabupaten Malang Zero Keracunan sekaligus membantu pencapaian visi Indonesia Emas 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HUT ke&amp;80 PGRI: Guru Ditekankan Adaptif Teknologi dan Inovatif dalam Pembelajaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-pgri-guru-ditekankan-adaptif-teknologi-dan-inovatif-dalam-pembelajaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-pgri-guru-ditekankan-adaptif-teknologi-dan-inovatif-dalam-pembelajaran</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Malang menonjolkan penguatan kompetensi pendidik melalui inovasi, pelatihan, serta pemanfaatan teknologi informasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926fb9160cbc.webp" length="94048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 21:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PGRI, Hari Guru Nasional, Guru Indonesia, Pendidikan Malang, Disdik Malang, Inovasi Pembelajaran, Teknologi Pendidikan, Guru Hebat Negara Kuat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Memperingati HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui penguatan kompetensi dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menyampaikan, PGRI memiliki posisi strategis sebagai wadah perjuangan sekaligus pengembangan profesionalisme guru di era modern.</p>
<p>“PGRI terus mewadahi aspirasi para guru dan meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan organisasi,” ujar Suwadji saat menghadiri peringatan HUT PGRI di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Ia menekankan bahwa profesi guru menuntut ketulusan, kecakapan, dan dedikasi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Guru harus terus meningkatkan kualitas dalam mengabdi dan mengajar siswa dengan semangat,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6926fc4343a8e.webp" alt=""></p>
<p>Dengan tema nasional Guru Hebat, Negara Kuat, Suwadji menilai bahwa guru wajib adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemampuan mengintegrasikan IT dalam proses belajar-mengajar kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.</p>
<p>“Guru harus berinovasi dan berkreasi dalam pembelajaran berbasis IT,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah menyelenggarakan lomba inovasi pembelajaran berbasis IT yang terbukti mendorong pembaruan metode mengajar.</p>
<p>Selain itu, berbagai program peningkatan kompetensi seperti pelatihan, bimbingan teknis, serta seminar rutin digelar setiap tahun untuk memperkuat pemahaman guru terhadap regulasi dan perkembangan pendidikan terkini.</p>
<p>Di tingkat cabang, rangkaian peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional berlangsung meriah dengan kegiatan jalan sehat, upacara peringatan, serta penanaman sejumlah pohon sebagai puncak acara. Kegiatan ini juga diakhiri dengan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur dan evaluasi tahunan organisasi.</p>
<p>“Penanaman pohon ini bagian dari cinta lingkungan. Selain sebagai peneduh, pohon buah juga punya nilai ekonomi,” jelas Suwadji.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, PGRI Kabupaten Malang turut memberikan penghargaan kepada guru berprestasi di tingkat provinsi, sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi dalam dunia pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Guru Mengingatkan Tantangan Pendidikan: Wabup Malang Dorong Upaya Penataan SDM Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-guru-mengingatkan-tantangan-pendidikan-wabup-malang-dorong-upaya-penataan-sdm-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-guru-mengingatkan-tantangan-pendidikan-wabup-malang-dorong-upaya-penataan-sdm-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Hari Guru merupakan momentum penting untuk menyadari betapa vitalnya peran guru dalam membentuk karakter dan menentukan masa depan generasi bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6925384738317.webp" length="29102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 12:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HariGuruNasional, GuruMalang, PendidikanMalang, WabupMalang, HariGuru2025, KabupatenMalang, PendidikanBerkualitas, ApresiasiGuru, BerdayakanGuru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG SJP </b>— Momentum peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025 menjadi ajang refleksi mendalam bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap berbagai tantangan pendidikan di wilayah tersebut, mulai dari isu kekurangan tenaga pendidik hingga upaya peningkatan kapasitas guru.</p>
<p></p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, usai menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader IMP dan Sub IMP melalui Sinergi Lintas Sektor bersama DPRD, di Pendopo Kecamatan Singosari, Selasa (25/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wabup Lathifah Shohib secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>“Selamat Hari Guru, tanggal 25 November 2025. Saya berharap guru tetap mengabdi dengan sepenuh hati dan ikhlas. Mudah-mudahan dengan keikhlasan itu membawa murid-murid kita semakin maju dan memberikan keberkahan bagi guru serta keluarganya,” kata Lathifah.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Hari Guru merupakan momentum penting untuk menyadari betapa vitalnya peran guru dalam membentuk karakter dan menentukan masa depan generasi bangsa.</p>
<p></p>
<p>Selain memberikan ucapan, Lathifah mengungkapkan bahwa Pemkab Malang saat ini sedang berupaya keras untuk menata jabatan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah yang jumlahnya masih cukup signifikan.</p>
<p></p>
<p>“PLT sedang ditata. Pak Suwadji (Kepala Dinas Pendidikan) sudah saya pertemukan dengan direktur yang menangani penempatan kepala sekolah untuk konsultasi penyelesaian berbagai jabatan PLT,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lathifah menegaskan bahwa keterlambatan pengangkatan kepala sekolah definitif bukanlah disebabkan oleh kelalaian, melainkan karena belum terpenuhinya calon yang memenuhi syarat sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Kalau memaksakan tanpa memenuhi aturan, itu bisa menjadi temuan. Karena itu, kita harus mencari solusi yang tepat dan aman untuk pendidikan di Kabupaten Malang,” tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai upaya peningkatan kualitas guru, Lathifah menjelaskan bahwa program pelatihan telah dilaksanakan secara berjenjang, melibatkan kementerian hingga pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Pelatihan-pelatihan itu sudah ada di program Dinas Pendidikan, baik kabupaten maupun provinsi dan pusat. Setiap level pemerintahan selalu mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kapasitas guru,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti peran strategis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai forum penguatan kompetensi yang berbasis pada kebutuhan lapangan.</p>
<p></p>
<p>“MGMP itu, kan, dari guru untuk guru, oleh guru. Mereka berdiskusi karena masing-masing sekolah menghadapi persoalan yang berbeda. Dari situ, mereka mencari solusi bersama,” ujar Lathifah.</p>
<p></p>
<p>Selain pelatihan, Pemkab Malang terus mendorong berbagai ajang kompetitif untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi para pendidik. Program seperti lomba inovasi pembelajaran untuk jenjang TK, SD, hingga SMP, serta Festival Kreativitas Anak, telah dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Guru dan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265.</p>
<p></p>
<p>Lathifah berharap, seluruh upaya ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Ia optimis peran guru akan semakin kuat seiring dengan dukungan pemerintah yang terus ditingkatkan. <b>(*)</b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecamatan Tajinan Malang Maksimalkan Layanan Masyarakat Lewat &amp;quot;WAJAN&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecamatan-tajinan-malang-maksimalkan-layanan-masyarakat-lewat-wajan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecamatan-tajinan-malang-maksimalkan-layanan-masyarakat-lewat-wajan</guid>
<description><![CDATA[ Wajan (WhatsApp Aduan Kecamatan Tajinan). Merupakan program yang diluncurkan sejak September 2025 dan kini menjadi layanan aduan tercepat dan paling responsif di tingkat kecamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924590995742.webp" length="38678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 21:18:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kecamatan Tajinan, Wajan, Layanan Publik, Aduan Warga, Pelayanan Terpadu, Pemerintahan Desa, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pemerintah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang terus mendorong optimalisasi layanan agar masyarakat selalu terhubung dengan pemerintahan terdekat.</p>
<p>Kali ini melalui inovasi kanal aduan berbasis WhatsApp bernama WAJAN (WhatsApp Aduan Kecamatan Tajinan).</p>
<p>Program yang diluncurkan pada September 2025 ini kini menjadi layanan aduan tercepat dan paling responsif di tingkat kecamatan se-Kabupaten Malang.</p>
<p>Camat Tajinan, Franky Yurico Christian Sukandar, menuturkan bahwa WAJAN ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern dan terukur.</p>
<p>“Kami hadirkan Wajan sebagai saluran resmi masyarakat untuk menyampaikan aduan maupun aspirasi. Prinsipnya, setiap laporan wajib ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 3 x 24 jam hingga selesai,” ujar Franky, Senin (24/11/2025).</p>
<p>Wajan mengusung moto TAJ1NAN JUARA yakni Jujur, Unggul, Aktif, Ramah dan Amanah yang menjadi standar pelayanan bagi seluruh aparatur Kecamatan Tajinan.</p>
<p>Melalui nomor WhatsApp 0831-3141-0301, setiap laporan yang masuk secara otomatis diteruskan kepada seluruh kepala seksi sesuai bidangnya. Integrasi ini mempercepat proses tindak lanjut dan mengurangi potensi aduan terlewat.</p>
<p>“Masyarakat cukup kirim laporan melalui satu pintu, dan seluruh kepala seksi menerima laporan yang sama dalam hitungan detik,” jelas Franky.</p>
<p>Layanan Wajan menangani lima jenis aduan: pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, ketenteraman dan ketertiban umum, kesejahteraan sosial, serta pelayanan publik.</p>
<p>Sejak peluncuran, pihaknya telah menerima puluhan laporan masyarakat yang seluruhnya telah mendapatkan tindak lanjut.</p>
<p>Aduan mencakup beragam isu, mulai dari jalan rusak, administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur umum, hingga kekerasan dalam rumah tangga bahkan ada warga yang meminta pekerjaan.</p>
<p>“Tidak ada laporan yang diabaikan. Semuanya langsung diteruskan ke kepala seksi masing-masing agar penyelesaiannya cepat dan tepat,” kata Camat Tajinan.</p>
<p>Untuk meningkatkan efektivitas layanan, Kecamatan Tajinan memperkuat kolaborasi dengan seluruh Unit Pelaksana Tugas (UPT).</p>
<p>“Begitu aduan masuk, kami langsung koordinasi dengan UPT terkait agar proses penanganannya lebih cepat,” ujar Franky.</p>
<p>Inovasi ini juga membantu mengurangi beban laporan ke tingkat kabupaten. Aduan yang sebelumnya langsung disampaikan warga kepada Bupati kini dapat diselesaikan di level kecamatan.</p>
<p>“Dengan Wajan, masyarakat tidak perlu menunggu lama atau melapor jauh-jauh ke kabupaten. Aduan bisa selesai sejak di tingkat kecamatan,” imbuhnya.</p>
<p>WAJAN saat ini menjadi satu-satunya layanan aduan terintegrasi di tingkat kecamatan se-Kabupaten Malang. Franky berharap inovasi ini bisa menginspirasi wilayah lain untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan adaptif.</p>
<p>“Semoga layanan seperti ini bisa dicontoh kecamatan lainnya demi peningkatan pelayanan publik,” ujar Franky. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Masjid dan Ponpes An Nur 3 Resmi Dimulai di Bululawang, Ini Kata Bupati Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-masjid-dan-ponpes-an-nur-3-resmi-dimulai-di-bululawang-ini-kata-bupati-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-masjid-dan-ponpes-an-nur-3-resmi-dimulai-di-bululawang-ini-kata-bupati-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan Masjid dan Ponpes An Nur Tiga dimulai melalui peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Sanusi dan para kiai sebagai dukungan penuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692453a8816dc.webp" length="80166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 20:16:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Bululawang, Peletakan Batu Pertama, Masjid An Nur Al Qusyairi, Ponpes An Nur 3, Pendidikan Islam, Pemberdayaan Santri, Pembangunan Pesantren</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Pembangunan Masjid An Nur Al Qusyairi dan Pondok Pesantren An Nur 3 Al Qusyairi di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, resmi dimulai, Senin (24/11/2025).</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, yang hadir dalam peletakan batu pertama, menegaskan bahwa kawasan pendidikan ini diproyeksikan menjadi pusat lahirnya SDM unggul berbasis agama dan keterampilan teknis dalam hal wirausaha.</p>
<p>“Alhamdulillah pada pagi hari ini mengikuti proses pembangunan Masjid An Nur Qusyairi dan Pondok Pesantren An Nur 3 Al Qusyairi. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan mendapat ridho Allah SWT,” ujar Bupati Sanusi, Senin (24/112025).</p>
<p>Sanusi menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Ia menilai, kehadiran ponpes ini kelak memiliki ciri khas tersendiri karena tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.</p>
<p>“Nanti santri bisa memproduksi alat-alat perindustrian seperti mesin packing. Ini tentu akan meningkatkan kualitas SDM dan melahirkan banyak SDM unggul di Kabupaten Malang,” imbuhnya.</p>
<p>Owner sekaligus penggagas pembangunan, H. Khairul Amin atau akrab di sapa H. Untung Pemilik warung bernama 'Warung Untung' menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan mencapai hampir 2 hektare.</p>
<p>Kawasan tersebut tidak hanya akan menjadi lokasi masjid dan pondok pesantren, tetapi juga Pondok Dhuafa dan Pondok Masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan dan penguatan pendidikan.</p>
<p>“Untuk kapasitas awal menampung seribu santri. Targetnya tahun depan sudah selesai,” terang H. Untung.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang turut hadir dan mendukung proses pembangunan, mulai dari pemerintah daerah hingga para tokoh agama.</p>
<p>“Saya sangat-sangat berterima kasih kepada Bupati Malang atas doa restunya, juga para kiai Malang Raya, DMI, Ketua PCNU, Gus Hamim, dan semua yang hadir,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Kautsar Desak Adab Organisasi dan Tuntunan Masyayikh di Tengah Pusaran Konflik Internal PBNU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-kautsar-desak-adab-organisasi-dan-tuntunan-masyayikh-di-tengah-pusaran-konflik-internal-pbnu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-kautsar-desak-adab-organisasi-dan-tuntunan-masyayikh-di-tengah-pusaran-konflik-internal-pbnu</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap pihak-pihak yang mungkin telah melampaui batas etika dan adab organisasi dalam merespons polemik ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923a4991bc12.webp" length="21288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 08:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>NU, PBNU, Gus Kautsar, Alfalah Ploso, Malang, Nahdliyyin, masyayikh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP</b> — Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Alfalah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar, atau yang karib disapa Gus Kautsar, mendesakkan pesan mendalam mengenai adab organisasi dan kepatuhan terhadap otoritas ulama di tengah memanasnya polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). </p>
<p></p>
<p>Pernyataan ini muncul sebagai respons kritis terhadap mencuatnya isu permintaan mundur Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, yang menandai keretakan di antara struktur Syuriyah dan Tanfidziyah.</p>
<p></p>
<p>Gus Kautsar menyoroti kondisi yang ia sebut memprihatinkan. Sikap yang diambilnya tegas yakni memilih tidak bersikap gegabah dan menunggu dawuh para masyayikh para guru yang dianggap sebagai pemangku dan pemilik sejati jam'iyah sebelum menentukan arah resmi.</p>
<p></p>
<p>"Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Kita berdoa mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk kemaslahatan Nahdliyyin dan bangsa," ujar Gus Kautsar saat diwawancarai dalam acara Haul Akbar di Malang pada Ahad (23/11/2025). </p>
<p></p>
<p>Dinamika di tingkat pusat PBNU menjadi konsumsi publik setelah beredarnya risalah internal yang secara eksplisit dikabarkan meminta Ketum PBNU, Gus Yahya, untuk meletakkan jabatannya. </p>
<p></p>
<p>Perbedaan pandangan dan tensi antara struktur keulamaan (Syuriyah) dan eksekutif (Tanfidziyah) ini lantas memicu kekhawatiran meluas di kalangan Nahdliyyin.</p>
<p></p>
<p>Gus Kautsar secara implisit menunjuk pada perlunya menjaga prinsip utama NU, yakni penghormatan terhadap otoritas keilmuan ulama sepuh. </p>
<p></p>
<p>Sikap menahan diri dan tidak berani memberikan pesan kepada warga Nahdliyyin, kecuali atas petunjuk Masyayikh, ditekankan sebagai bentuk adab kepada para guru yang menjaga marwah organisasi.</p>
<p></p>
<p>Pesan ini dapat dibaca sebagai penekanan tajam bahwa keputusan strategis dalam organisasi sekelas PBNU tidak boleh dilepaskan dari tuntunan spiritual dan keilmuan para ulama. </p>
<p></p>
<p>Hal ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap pihak-pihak yang mungkin telah melampaui batas etika dan adab organisasi dalam merespons polemik ini.</p>
<p></p>
<p>Sementara sejumlah ulama dikabarkan menggelar pertemuan untuk merespons isu tersebut, Gus Yahya sebelumnya telah menyatakan bahwa penyelesaian polemik harus mengacu pada mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).</p>
<p></p>
<p>Namun, pandangan Gus Kautsar tampak memberi bobot yang lebih besar pada otoritas Masyayikh di atas mekanisme prosedural semata. </p>
<p></p>
<p>Ia meminta warga Nahdliyyin untuk menjaga keteduhan dan tidak terjebak dalam opini yang memperuncing keadaan, sambil menanti isyarat atau arahan ulama untuk masa depan NU.</p>
<p></p>
<p>Permintaan ini menggarisbawahi pertanyaan krusial yang kini menggantung di tubuh organisasi terbesar di Indonesia itu, yakni sejauh mana AD/ART dapat menjadi solusi final, manakala nilai-nilai penghormatan dan tuntunan spiritual para pendiri (masyayikh) terancam tergerus oleh kepentingan struktural? </p>
<p></p>
<p>Sikap menunggu petunjuk ulama yang diambil Gus Kautsar adalah seruan kritis untuk kembali pada khitah dan adab keulamaan NU.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bela Negara dari Akar Rumput: Bakesbangpol Malang Kembangkan Konsep Kampung Harmoni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bela-negara-dari-akar-rumput-bakesbangpol-malang-kembangkan-konsep-kampung-harmoni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bela-negara-dari-akar-rumput-bakesbangpol-malang-kembangkan-konsep-kampung-harmoni</guid>
<description><![CDATA[ Bakesbangpol Kabupaten Malang mendorong penguatan nilai kebangsaan melalui pembinaan tingkat RT serta pengembangan Kampung Harmoni sebagai model ketahanan masyarakat berbasis desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692187d18f4ad.webp" length="38268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 20:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>wawasan kebangsaan, bela negara, Bakesbangpol Malang, Kampung Harmoni, ketahanan wilayah, inspirasi kebangsaan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan jiwa bela negara terus dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang. </p>
<p>Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Agus Widodo, menegaskan bahwa pembinaan nilai kebangsaan harus dimulai dari unit sosial terkecil, yakni RT. </p>
<p>“Kami mengundang seluruh komponen masyarakat yang bersentuhan langsung dengan wawasan kebangsaan dalam rangka membentuk jiwa bela negara, itu yang penting,” ujar Agus Widodo, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang belum lama ini diselenggarakan melibatkan berbagai instansi, termasuk Satpol PP, untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kedisiplinan, ketertiban umum, dan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. </p>
<p>Menurutnya, materi semacam ini perlu diberikan secara berkelanjutan karena setiap generasi menghadapi tantangannya sendiri. </p>
<p>“Kita sebagai warga negara yang hidup dalam bangsa yang besar tentu membutuhkan penguatan kebangsaan secara terus-menerus,” tutur Agus. </p>
<p>Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para peserta dan memperkuat semangat kolektif dalam menjaga ketahanan bangsa.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Agus juga memaparkan rencana pengembangan Kampung Harmoni, sebuah program penguatan nilai kebangsaan yang akan diimplementasikan secara bertahap di beberapa desa. Harapannya, program tersebut dapat menjadi pilot project di tingkat provinsi hingga nasional. </p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan program akan diukur melalui empat dimensi ketahanan, yakni ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman. </p>
<p>Empat aspek ini menjadi indikator utama dalam menilai kekuatan sebuah wilayah. Namun, ia menegaskan bahwa ketahanan bukan berarti tanpa konflik. </p>
<p>Konflik tetap mungkin terjadi, baik kecil maupun besar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan mengelola konflik agar tidak mencuat atau berkembang menjadi persoalan serius. </p>
<p>“Yang penting adalah bagaimana melakukan manajemen konflik agar tidak mengemuka atau menjadi masalah,” tutupnya </p>
<p>Melalui langkah-langkah tersebut, Bakesbangpol Kabupaten Malang berharap dapat membangun fondasi kebangsaan yang kuat mulai dari akar rumput, agar masyarakat semakin siap menghadapi dinamika zaman serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor dan Plengsengan Ambrol di Wilayah Poncokusumo Malang, Korban Nihil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-dan-plengsengan-ambrol-di-wilayah-poncokusumo-malang-korban-nihil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-dan-plengsengan-ambrol-di-wilayah-poncokusumo-malang-korban-nihil</guid>
<description><![CDATA[ Dua titik terdampak akibat hujan intensitas tinggi, BPBD pastikan kebutuhan darurat segera tertangani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692184c4c6ec1.webp" length="36358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 19:28:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Poncokusumo pada Jumat sore hingga malam (21/11/2025), menyebabkan dua kejadian bencana yang berdampak pada rumah warga di Dusun Gubukklakah dan Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, melaporkan hari ini, bahwa longsor serta ambrolnya plengsengan penyangga tanah, yang memicu kerusakan pada bagian dapur, toilet, dan tembok penahan di dua lokasi.</p>
<p>“Kejadian dipicu intensitas hujan tinggi yang menggerus plengsengan dan struktur tanah. Kami sudah melakukan asesmen serta penanganan darurat di kedua titik,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Pada kejadian pertama di Dusun Gubukklakah, sekitar pukul 16.30 WIB kemarin sore, aliran air menghantam plengsengan setinggi satu meter dan lebar tujuh meter hingga menyebabkan longsor. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6921854136362.webp" alt=""></p>
<p>Dampaknya, tembok belakang rumah milik warga bernama Paitu dan tembok toilet milik Senedi ambrol. </p>
<p>Masing-masing keluarga terdampak terdiri dari empat jiwa dan dua jiwa, termasuk dua lansia serta satu balita. </p>
<p>"Perkiraan kerugian mencapai Rp10 juta, sementara kebutuhan mendesak berupa terpal telah diajukan," terangnya.</p>
<p>Insiden kedua, lanjut Sadono, terjadi pada pukul 17.30 WIB di Desa Poncokusumo akibat plengsengan setinggi 12 meter dan panjang 15 meter yang roboh setelah tergerus aliran sungai Curah. </p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa, BPBD menyebut potensi longsor susulan masih ada sehingga warga diminta tetap waspada. </p>
<p>“Cuaca di lapangan masih hujan sehingga potensi pergerakan tanah perlu diwaspadai. Hari ini kami jadwalkan karya bakti bersama unsur kecamatan, desa, dan relawan,” tambahnya.</p>
<p>Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Malang, Muspika Poncokusumo, perangkat desa, PMI, Tagana, KSB Mahameru, FPRB Balakarcana Pandansari, Marva Telekomunikasi, Buana Solusindo, hingga masyarakat setempat.</p>
<p>BPBD mengimbau warga Poncokusumo dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim hujan, khususnya di wilayah yang memiliki kemiringan tinggi serta dekat aliran sungai serta terus waspada terhadap longsor susulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kawasan Kanjuruhan Kembali Jadi Arena Balap Liar, Polres Malang Lakukan Penertiban Besar&amp;besaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kawasan-kanjuruhan-kembali-jadi-arena-balap-liar-polres-malang-lakukan-penertiban-besar-besaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kawasan-kanjuruhan-kembali-jadi-arena-balap-liar-polres-malang-lakukan-penertiban-besar-besaran</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan motor diamankan selama Operasi Zebra Semeru 2025. Ada ketentuan dan syarat saat pengambilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69218151604d6.webp" length="23516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 18:33:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Zebra Semeru, Polres Malang, balap liar Kanjuruhan, Kanjuruhan Street Race, razia balap liar, keselamatan lalu lintas, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kawasan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, kembali menjadi titik rawan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Selama Operasi Zebra Semeru 2025, Kepolisian Resor Malang menggelar razia besar-besaran yang berlangsung Jumat malam hingga Sabtu dini hari (21–22/11/2025) dan mengamankan ratusan kendaraan yang diduga digunakan untuk balapan di jalan umum.</p>
<p>Sebanyak 342 orang dan 236 sepeda motor serta 1 unit mobil diamankan dalam operasi yang dipimpin Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga dan tingginya risiko kecelakaan di kawasan tersebut.</p>
<p>“Kegiatan penindakan ini dilakukan sebagai wujud perlindungan dan hadirnya Polri untuk masyarakat,” ujar Danang, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga menimbulkan bahaya serius bagi pengendara maupun pengguna jalan lain. Polres Malang, kata Danang, mendukung aktivitas otomotif yang positif, namun dengan mengikuti aturan dan melalui ajang resmi.</p>
<p>“Polres Malang sangat mendukung semua kegiatan masyarakat yang baik, namun juga tidak akan membiarkan ketidaktertiban di masyarakat,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692181bc3cd3f.webp" alt=""></p>
<p>Untuk menyalurkan minat dan bakat anak muda di dunia otomotif, Polres Malang telah menyediakan wadah legal melalui program Kanjuruhan Street Race, yang rutin digelar dan terbuka bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian, para pecinta otomotif diimbau tidak lagi memanfaatkan jalan umum sebagai arena balap.</p>
<p>“Silakan ikuti Kanjuruhan Street Race dengan baik, bukan dengan menutup jalan raya dan membahayakan keselamatan begini,” tambah Danang.</p>
<p>Senada, Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska katakan jika ratusan kendaraan yang disita tersebut akan diamankan hingga Operasi Zebra Semeru 2025 berakhir. </p>
<p>Kendaraan hanya dapat diambil kembali jika pemilik memenuhi persyaratan legalitas dan mengembalikan motor ke kondisi standar.</p>
<p>“Harus membawa surat-surat lengkap seperti STNK atau bukti kepemilikan, dan memperbaiki motor sesuai standar, misalnya memasang kembali spion, lampu, dan kelengkapan lain yang dilepas,” ujar Chelvin, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Operasi Zebra Semeru 2025 masih akan berlangsung hingga akhir November, dengan fokus pada penindakan berbagai pelanggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Vital Pakisaji–Sutojayan Malang Dipastikan Aman Setelah Perbaikan DPT Rampung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-vital-pakisajisutojayan-malang-dipastikan-aman-setelah-perbaikan-dpt-rampung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-vital-pakisajisutojayan-malang-dipastikan-aman-setelah-perbaikan-dpt-rampung</guid>
<description><![CDATA[ Dinas PU Bina Marga sebut, pekerjaan perkuatan DPT dan saluran drainase jembatan diselesaikan 100 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6920656c57f0d.webp" length="75776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 20:58:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>infrastruktur Malang, DPT Sutojayan, akses Pakisaji Sutojayan, PU Bina Marga, pembangunan jembatan, konektivitas desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Peningkatan keamanan dan kelancaran akses di ruas K1 Pakisaji–Sutojayan kini dipastikan lebih optimal setelah pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) serta saluran drainase pada Jembatan Sutojayan selesai dikerjakan.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur ini telah mencapai progres penuh.</p>
<p>“Penyempurnaan bangunan pelengkap di Jembatan Sutojayan sudah tuntas dan saat ini akses bagi masyarakat kembali aman untuk dilalui,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Ruas jembatan yang menghubungkan Desa Pakisaji dan Desa Sutojayan itu sebelumnya mengalami kerusakan sekitar 20 persen pada bagian DPT sungai.</p>
<p>Menurut Oong sapaan akrabny, kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas struktur dan kenyamanan pengguna jalan, terlebih karena jalur tersebut menjadi lintasan utama mobilitas harian warga.</p>
<p>"Penanganan difokuskan pada pembangunan DPT sungai sepanjang 19 meter dengan tinggi 2,5 meter di dua sisi, serta saluran drainase jalan sepanjang 20 meter," imbuh Oong.</p>
<p>Perbaikan dilakukan tanpa menyentuh struktur utama jembatan, mengingat konstruksi plat jembatan dengan rangka WF 700 masih dinilai layak.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pekerjaan ini masuk dalam usulan teknokratik sebagai bagian dari peningkatan keselamatan dan fungsi layanan jalan kawasan Pakisaji.</p>
<p>Dengan rampungnya pembangunan, arus transportasi warga Sutojayan menuju Pakisaji kini berjalan lebih lancar, sekaligus memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.</p>
<p>“Perbaikan ini sangat berdampak pada kelancaran mobilitas warga. Selain mempermudah akses harian, jalur ekonomi lokal juga terdorong lebih efisien,” tutupnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang memastikan bahwa pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur vital terus dilakukan secara bertahap, guna mendukung konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas layanan jalan bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arzeti Bilbina Apresiasi Semangat Kabupaten Malang Bangun Generasi Sehat di HKN ke&amp;61</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arzeti-bilbina-apresiasi-semangat-kabupaten-malang-bangun-generasi-sehat-di-hkn-ke-61</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arzeti-bilbina-apresiasi-semangat-kabupaten-malang-bangun-generasi-sehat-di-hkn-ke-61</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina ke Kabupaten Malang pada puncak HKN ke-61 menyoroti apresiasi untuk nakes dan kader, penanganan TBC, penguatan layanan primer, serta rangkaian program kesehatan Dinkes Malang sepanjang November–Desember. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692063c3c236a.webp" length="33556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 20:27:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kesehatan Nasional, Kabupaten Malang, Komisi IX, Arzeti Bilbina, Deteksi TBC, Dinas Kesehatan, Generasi Sehat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, kunjungi Kabupaten Malang dan menjadi narasumber dalam sesi sarasehan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Malang.</p>
<p>Seusai acara, Arzeti menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat besar para tenaga kesehatan dan kader yang dinilainya menjadi kekuatan utama penggerak layanan kesehatan di daerah.</p>
<p>Dalam wawancara, Arzeti mengaku terkesan melihat bagaimana ribuan kader kesehatan dan nakes dikumpulkan untuk mendapatkan informasi, pembekalan, dan penguatan program.</p>
<p>“Terharu sekali saya melihatnya. Ini menunjukkan kecerdasan Dinkes dalam mengonsolidasikan kader agar pesan kesehatan bisa menyebar lebih cepat ke masyarakat. Support dari Wakil Bupati juga luar biasa,” ujarnya.</p>
<p>Arzeti turut menanggapi temuan kasus TBC di Kabupaten Malang yang masih tinggi. Ia menegaskan bahwa Komisi IX memberi perhatian khusus pada penyelesaian TBC, terutama setelah pendanaan Global Fund berkurang.</p>
<p>“Indonesia masih masuk negara dengan beban TBC tinggi. Karena itu, Komisi IX bersama pemerintah sedang menggodok penguatan anggaran agar penanganan TBC tidak terhenti. Upaya Kabupaten Malang sudah tepat, tinggal diperkuat dukungan pendanaannya,” katanya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah pusat semakin memperkuat alokasi untuk Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar layanan primer di daerah dapat berjalan optimal dan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih baik.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Drg. Wiyanto Wijoyo, menjelaskan, peringatan HKN ke-61 tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus akselerasi pembangunan kesehatan daerah. Tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menjadi dasar arah program 2025.</p>
<p>Salah satu fokus utama adalah penemuan kasus TBC aktif menggunakan X-ray di 39 puskesmas. Dari 4.500 warga yang diskrining, ditemukan 1.496 terduga TBC, 128 kasus terkonfirmasi, serta 750 warga yang menerima terapi pencegahan.</p>
<p>Selain itu, 10 agenda besar turut digelar sepanjang November hingga Desember melibatkan kader kesehatan, nakes, pelajar, perguruan tinggi, hingga organisasi profesi. Edukasi kesehatan, pemeriksaan gratis, seminar peningkatan kapasitas, gebyar PKG untuk 16.537 siswa, hingga turnamen olahraga pelajar menjadi bagian penguatan budaya sehat.</p>
<p>Acara puncak dihadiri ratusan peserta dari unsur Forkopimda, OPD, mitra pembangunan, tenaga kesehatan, hingga kader kesehatan. Sejumlah institusi dan tokoh kesehatan menerima penghargaan atas kontribusinya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p>Drg. Wiyanto menegaskan bahwa HKN bukan penutup rangkaian program, melainkan penguat langkah ke tahun mendatang.</p>
<p>“Kita ingin semua upaya yang berjalan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar pembangunan kesehatan semakin optimal,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak HKN ke&amp;61 Hadirkan Inovasi: Halo Dinkes Diluncurkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-hkn-ke-61-hadirkan-inovasi-halo-dinkes-diluncurkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-hkn-ke-61-hadirkan-inovasi-halo-dinkes-diluncurkan</guid>
<description><![CDATA[ Layanan Halo Dinkes resmi diperkenalkan pada puncak HKN ke-61 sebagai terobosan aduan kesehatan berbasis WhatsApp untuk mempercepat respons pelayanan di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69264a325c3d2.webp" length="48210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 14:41:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HKN 2025, Kabupaten Malang, Halo Dinkes, Transformasi Kesehatan, Pelayanan Publik, Generasi Emas 2045, Kesehatan Masyarakat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Malang menghadirkan terobosan baru dengan diluncurkannya Halo Dinkes, layanan pengaduan dan konsultasi kesehatan berbasis WhatsApp yang disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.</p>
<p>Layanan ini diresmikan oleh Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, pada kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (21/11/2025).</p>
<p>“Layanan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi kesehatan. Semoga Halo Dinkes dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi, konsultasi, dan layanan kesehatan secara cepat,” ujar Wabup Lathifah, Jumat (21/11/2025).</p>
<p>Suasana puncak HKN berlangsung meriah sejak pagi. Ribuan kader kesehatan, masyarakat, pelajar, hingga perangkat daerah memadati kawasan Pendopo Agung. Beragam kegiatan digelar mulai dari jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar, hingga <em>running fest </em>5K yang diselenggarakan serentak di beberapa kecamatan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69264bc2c04f4.webp" alt=""></p>
<p>Setelah peresmian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa Halo Dinkes menjadi jalur komunikasi cepat antara masyarakat dan Dinkes.</p>
<p>“Layanan ini berbasis WhatsApp. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan, saran, atau permintaan apa pun yang berkaitan dengan Dinas Kesehatan sebagai pemangku kesehatan di Kabupaten Malang. Prinsipnya seperti layanan pengaduan lain, misalnya Halo BCA,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan pemilihan WhatsApp sebagai sarana utama karena mudah diakses masyarakat.</p>
<p>“Biar masyarakat gampang menyampaikan permintaannya, biar cepat ditangani. Tidak perlu langsung ke atasan, karena bisa kami selesaikan dari bawah,” ujarnya. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemensos Janji Rehabilitasi Rumah Korban Erupsi Semeru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemensos-janji-rehabilitasi-rumah-korban-erupsi-semeru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemensos-janji-rehabilitasi-rumah-korban-erupsi-semeru</guid>
<description><![CDATA[ Selain janji rehabilitasi rumah, pemerintah juga berjanji menyalurkan santunan finansial bagi korban meninggal dan luka-luka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69200a8e14271.webp" length="18900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 13:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>erupsi semeru, kemensos, bantuan sosial, kabupaten malang, Lumajang, Pronojiwo, Gus Ipul</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Kementerian Sosial (Kemensos) berjanji akan melakukan rehabilitasi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Upaya pendataan dan verifikasi kerugian tengah dilakukan langsung di lapangan oleh Kemensos. </p>
<p>Kemensos menekankan pada penanganan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah. </p>
<p>Selain janji rehabilitasi rumah, pemerintah juga berjanji menyalurkan santunan finansial bagi korban meninggal dan luka-luka.</p>
<p>"Tentu nanti yang wafat akan dapat santunan, yang luka kami bantu. Yang rumahnya terdampak akan direhabilitasi," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf kepada awak media saat diwawancarai di Malang, Jumat (21/11/2025).</p>
<p>Saat ini, Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta instansi lain untuk mendirikan dapur umum, menyediakan tempat pengungsian, dan mendistribusikan logistik. </p>
<p>"Insyaallah untuk dukungan dalam masa tanggap darurat ini, kami dukung," terangnya. </p>
<p>Hingga kini, status Semeru telah ditingkatkan menjadi Awas (Level IV) sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB. Peningkatan aktivitas ini menyebabkan material panas melanda beberapa wilayah.</p>
<p>Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya tiga korban mengalami luka bakar serius akibat material panas dan telah menerima perawatan medis.</p>
<p>Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 346 jiwa yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, menunjukkan urgensi penanganan yang komprehensif.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan resmi dan tetap berada di lokasi aman. Meskipun demikian, janji rehabilitasi rumah perlu diuji melalui mekanisme penyaluran dana yang transparan dan jadwal konstruksi yang jelas, agar tidak menjadi janji politik semata di tengah penderitaan korban bencana. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peluncuran Trans Jatim Koridor I Dinilai Penting bagi Mobilitas dan Kurangi Kemacetan di Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peluncuran-trans-jatim-koridor-i-dinilai-penting-bagi-mobilitas-dan-kurangi-kemacetan-di-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peluncuran-trans-jatim-koridor-i-dinilai-penting-bagi-mobilitas-dan-kurangi-kemacetan-di-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran moda transportasi terintegrasi ini menjadi jawaban kebutuhan perjalanan harian warga di tiga wilayah Malang Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691f19ae4b8ac.webp" length="50232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 21:28:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>transportasi publik, trans jatim, malang raya, mobilitas warga, layanan terpadu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, peluncuran Bus Trans Jatim Koridor I menjadi momentum penting bagi perbaikan transportasi publik di Malang Raya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, tiga kepala daerah, Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, dan Wali Kota Batu Nurochman, menyatakan kesepakatan bersama untuk memperkuat layanan mobilitas antarwilayah.</p>
<p>Peluncuran yang berlangsung di halaman Balai Kota Malang pada Kamis (20/11/2025) sore itu menghadirkan suasana berbeda. </p>
<p>Deretan armada baru berdiri rapi, menjadi simbol harapan warga atas transportasi publik yang lebih terjangkau, aman, dan terintegrasi. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691f1a52ae319.webp" alt=""></p>
<p>Koridor I menghubungkan tiga titik strategis: Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, dan Terminal Batu—jalur yang selama ini menjadi nadi pergerakan pelajar, pekerja, dan wisatawan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa koridor ini melengkapi tujuh koridor lain yang telah beroperasi, sekaligus memperkenalkan inovasi layanan pada setiap peluncuran.</p>
<p>“Ini koridor ke-8 karena sudah ada tujuh sebelumnya. Selalu ada inovasi baru di setiap peluncuran koridor,” ujarnya, dalam sambutannya, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Selain memperkuat konektivitas, aspek keamanan menjadi prioritas melalui pemasangan CCTV dan sistem pemantauan di setiap armada.</p>
<p>Teknologi ini diharapkan mampu mencegah tindak kejahatan di dalam bus dan memberikan rasa aman bagi pengguna.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mewakili tiga kepala daerah menyampaikan bahwa moda transportasi ini sudah lama dinantikan karena menghubungkan pusat-pusat aktivitas penting, terutama sektor pendidikan.</p>
<p>“Kehadiran transportasi ini memang sangat dibutuhkan, karena menuju ke tempat-tempat yang sangat penting seperti untuk dunia pendidikan, dan ini semua dapat dilayani oleh Koridor I Trans Jatim,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menilai operasional Trans Jatim memberi dampak nyata pada pengurangan kemacetan dan peningkatan mobilitas. Warga Kota Malang, Kabupaten Malang hingga Kota Batu dinilai mulai merasakan manfaatnya.</p>
<p>“Terkait kehadiran Trans Jatim, terbukti bahwa ini bisa menampakkan hasil. Warga Kota Malang, Kabupaten Malang dan Batu merasa terbantu,” ujar Wali Kota Malang.</p>
<p>Peluncuran ini menjadi penanda bahwa Malang Raya tengah menata langkah menuju transportasi publik yang lebih modern, inklusif, dan ramah pengguna. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPKPCK Malang Blak&amp;blakan Soal Verifikasi Ketat Program Bedah Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpkpck-malang-blak-blakan-soal-verifikasi-ketat-program-bedah-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpkpck-malang-blak-blakan-soal-verifikasi-ketat-program-bedah-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Program bedah rumah Kabupaten Malang menyasar RTLH dengan verifikasi ketat, mewajibkan legalitas tanah, data DT-SEN, serta penyesuaian bantuan sesuai standar BSPS pemerintah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691f1595f27ce.webp" length="36630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 21:02:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bedahrumah, DPKPCK, Malang, RTLH, DTSEN, BSPS, bantuanperumahan, pemkabmalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Johan Dwijo Saputro, buka-bukaan soal ketatnya verifikasi program bedah rumah yang menyasar RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). </p>
<p>Saat media ini menemui di ruang kerjanya, ia menegaskan, seluruh proses verifikasi wajib mengikuti regulasi agar program benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>“Dinas Cipta Karya bekerja berdasarkan regulasi. Penerima program harus memiliki status tanah milik sendiri yang dibuktikan dengan dokumen resmi seperti letter C atau petok D yang masih diakui,” ujar Johan, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, sasaran utama program ini adalah rumah kategori RTLH, yaitu hunian warga miskin yang tidak memenuhi standar keselamatan bangunan, tidak cukup luas, atau tidak layak dari sisi kesehatan.</p>
<p>Selain legalitas tanah, calon penerima wajib terdaftar dalam DT-SEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang merupakan pengganti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).</p>
<p>“Syarat kedua, calon penerima harus masuk dalam DT-SEN. Jika tidak terdaftar, otomatis tidak berhak menerima bantuan pemerintah,” tegasnya.</p>
<p>Johan mengakui masih ada warga miskin yang terlewat pendataan. Dalam kondisi itu, Baznas Kabupaten Malang hadir menjadi pelengkap bagi mereka yang secara administratif kurang memenuhi syarat, tetapi tetap membutuhkan bantuan.</p>
<p>“Baznas memang bertugas membantu fakir miskin yang tidak dapat memenuhi ketentuan administratif,” jelasnya.</p>
<p>Johan menuturkan bahwa besaran bantuan program bedah rumah Kabupaten Malang ditetapkan Rp20 juta per unit, menyesuaikan dengan standar nasional Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). </p>
<p>"Dari nilai tersebut, Rp17,5 juta dialokasikan untuk material, sedangkan Rp2,5 juta digunakan untuk tenaga kerja, meski di lapangan pengerjaan sering dilakukan secara gotong royong," terangnya.</p>
<p>Pada tahun 2025, total 322 unit RTLH ditangani melalui APBD Kabupaten Malang, ditambah program BSPS APBN yang tengah berjalan di Kecamatan Ampelgading.</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa Baznas sebelumnya memberikan bantuan Rp15 juta, namun nilainya dinaikkan menjadi Rp20 juta setelah Bupati Malang H.M. Sanusi meninjau bedah rumah di Kecamatan Pagelaran.</p>
<p>“Baznas menyesuaikan bantuannya agar seragam dengan standar pemerintah daerah,” katanya.</p>
<p>Untuk bantuan pusat melalui BSPS, Johan menegaskan bahwa mekanisme pengajuan tidak boleh dilakukan secara perorangan, melainkan wajib melalui pemerintah desa. Desa juga harus memverifikasi bahwa calon penerima masuk kategori Desil 2, 3, atau maksimal Desil 4.</p>
<p>“Jika di atas itu, tidak diperkenankan menerima bantuan,” tandasnya.</p>
<p>Johan juga merespons keluhan sebagian warga yang rumahnya rusak parah namun tidak dapat diperbaiki melalui program ini karena terhambat status tanah.</p>
<p>“Jika tanah bukan milik pribadi, pembangunan berpotensi menimbulkan sengketa. Maka seluruh ketentuan harus dipenuhi sebelum bantuan diberikan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh perencanaan program 2026 harus diselesaikan dalam tahun anggaran 2025. Sementara penanganan rumah rusak akibat bencana berada di bawah kewenangan BPBD.</p>
<p>“Penanganan bencana dilakukan BPBD karena hanya BPBD yang memiliki anggaran Bantuan Tidak Terduga,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Malang Laporkan Total 695 Pengungsi Tersebar di 7 Titik Dampak Erupsi Semeru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-malang-laporkan-total-695-pengungsi-tersebar-di-7-titik-dampak-erupsi-semeru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-malang-laporkan-total-695-pengungsi-tersebar-di-7-titik-dampak-erupsi-semeru</guid>
<description><![CDATA[ Sebagian warga mulai kembali ke rumah setelah kondisi dinilai lebih aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691f001badaa4.webp" length="29140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 20:31:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana semeru, bpbd, erupsi semeru, pengungsian, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP –</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan total 695 warga mengungsi akibat aktivitas erupsi Gunung Semeru pada Kamis (20/11/2025). Data tersebut dihimpun Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Kabupaten Malang hingga pembaruan pukul 16.00 WIB.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa ratusan warga Lumajang tersebut tersebar di tujuh titik pengungsian di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.</p>
<p>“Total ada 695 jiwa yang tercatat di tujuh titik pengungsian, mencakup kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, hingga warga yang sedang sakit,” ujar Sadono, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Tujuh titik pengungsian itu meliputi SDN 02 Sumberurip, SDN 04 Supiturang, Pom Mini Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Nuruljadid Supiturang, Bumdes Sumberurip, dan Masjid Oro-oro Ombo.</p>
<p>Selain kelompok umum, puluhan balita, puluhan lansia, serta beberapa warga dengan kebutuhan khusus terpantau berada di lokasi-lokasi tersebut.</p>
<p>Sadono menyebut, sebagian warga mulai kembali ke rumah pada siang hari setelah kondisi di lapangan dinilai relatif lebih aman.</p>
<p>“Beberapa pengungsi sudah memilih kembali ke rumah masing-masing, namun BPBD tetap melakukan pemantauan situasi secara berkala,” tambahnya.</p>
<p>Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di lapangan meliputi masker, air mineral, serta penyediaan dapur umum, usai Gunung 'Mahameru' ini naik status menjadi 'awas'.</p>
<p>Berdasarkan koordinasi BPBD Kabupaten Malang dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak akan segera dilaksanakan oleh BPBD provinsi.</p>
<p>Untuk penanganan lanjutan, BPBD Kabupaten Malang menjadwalkan pengecekan titik pengungsian, koordinasi bersama tim gabungan penanganan darurat, serta <em>standby</em> monitoring kondisi erupsi Semeru.</p>
<p>Sementara itu, pendistribusian logistik telah dilakukan, di antaranya 480 kaleng makanan siap saji, 480 kaleng lauk pauk, 100 paket family kit, 500 selimut, 42 box air mineral BNPB, pakaian untuk pria, wanita, lansia masing-masing 50 paket, serta 100 pcs makanan bayi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ijen Suites Malang Perkuat Segmen Premium Lewat Sky Deluxe</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ijen-suites-malang-perkuat-segmen-premium-lewat-sky-deluxe</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ijen-suites-malang-perkuat-segmen-premium-lewat-sky-deluxe</guid>
<description><![CDATA[ Sky Deluxe menghadirkan ruang modern bernuansa hangat dengan fasilitas premium dan panorama Kota Malang, menawarkan pengalaman menginap berkelas yang menonjolkan kenyamanan serta privasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ee376510a3.webp" length="21536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 17:35:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Ijen Suites Malang, Sky Deluxe, Hotel Malang, Akomodasi Premium, City Resort Malang, Kamar Baru Ijen Suites, Hospitality Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Ijen Suites Resort &amp; Convention Malang kembali menghadirkan inovasi layanan dengan meluncurkan tipe kamar terbaru, Sky Deluxe.</p>
<p>Kamar yang berlokasi di lantai 11 di area tertinggi hotel, menambah total kapasitas menjadi 199 kamar dan menjadi upaya memperkaya pilihan akomodasi bagi tamu yang menginginkan pengalaman menginap lebih berkelas.</p>
<p>Sebagai salah satu <em>city resort</em> terbesar di Kota Malang, Ijen Suites berdiri di atas lahan seluas 11.792 meter persegi dan dikenal menghadirkan suasana resort di tengah kota.</p>
<p>Hotel ini dilengkapi 12 ruang <em>meeting</em> serta satu ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang, menjadikannya destinasi yang nyaman bagi kebutuhan bisnis, keluarga, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan.</p>
<p>Sky Deluxe sendiri dirancang sebagai pilihan kamar dengan nuansa modern elegan dan kenyamanan yang lebih terkurasi. Berada di titik tertinggi bangunan, tamu dapat menikmati panorama Kota Malang serta latar pegunungan yang menjadi daya tarik utama.</p>
<p>Interiornya dirancang hangat dan fungsional, dilengkapi fasilitas premium yang menyasar tamu yang mengutamakan ketenangan dan privasi.</p>
<p>Public Relations Manager Ijen Suites Resort &amp; Convention Malang, Izaun Nurin, menyampaikan, kehadiran Sky Deluxe merupakan bentuk penyempurnaan layanan yang terus dikembangkan hotel.</p>
<p>“Peluncuran Sky Deluxe adalah langkah kami untuk memberikan pilihan akomodasi yang lebih eksklusif bagi tamu. Kami ingin setiap kunjungan ke Ijen Suites menjadi pengalaman yang berkesan, dengan kenyamanan maksimal dan pemandangan yang tak terlupakan,” ujarnya.</p>
<p>Dengan penambahan tipe kamar ini, Ijen Suites mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pengalaman menginap yang hangat, menyenangkan, dan selaras dengan kebutuhan tamu dari berbagai latar perjalanan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HKN ke&amp;61, Pemkab Malang dan Dinkes Perkuat Peran Kader Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hkn-ke-61-pemkab-malang-dan-dinkes-perkuat-peran-kader-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hkn-ke-61-pemkab-malang-dan-dinkes-perkuat-peran-kader-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Wabup Malang dan Dinkes menekankan penguatan kader, peningkatan layanan posyandu, serta perluasan program gizi untuk mendorong masyarakat hidup sehat hingga pelosok desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691eddf2727c9.webp" length="80644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 16:29:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, pemkab, HKN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai momentum untuk memperkuat layanan posyandu dan fasilitas kesehatan. </p>
<p>Upaya ini sekaligus menjadi dorongan memperluas program pencegahan stunting dan gizi buruk serta menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup bersih dan sehat.</p>
<p>Pemerintah menegaskan bahwa seluruh program tersebut bertujuan memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, memperoleh layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, dari kota hingga desa terpencil, mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan bermutu,” ujar Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dalam agenda Gebyar Senam Zumba Bersama Tenaga dan Kader Kesehatan se Kabupaten Malang bersama tenaga kesehatan dan kader kesehatan se Kabupaten Malang, di Lembah Indah, Malang Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Ia mengajak masyarakat, untuk menjadikan momentum HKN ke-61 sebagai pengingat bahwa kesehatan bukan hanya dalam hal fasilitas dan tenaga medis, melainkan usaha bersama seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>Wabup menegaskan bahwa kader kesehatan merupakan pejuang garis depan dalam menjaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>Peran mereka dinilai sangat penting dalam memperkuat edukasi, layanan posyandu, pemantauan tumbuh kembang, dan pembiasaan hidup bersih di lingkungan masyarakat.</p>
<p>“Mari terus bergerak bersama, menjaga kesehatan bersama, dan mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin sehat, kuat, dan bahagia. Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh kader dan tenaga kesehatan di Kabupaten Malang,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuju Eliminasi TBC 2030, Dinkes Kabupaten Malang Genjot Akses Diagnostik Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuju-eliminasi-tbc-2030-dinkes-kabupaten-malang-genjot-akses-diagnostik-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuju-eliminasi-tbc-2030-dinkes-kabupaten-malang-genjot-akses-diagnostik-modern</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan kasus dinilai mendesak karena Indonesia masih berada di posisi kedua jumlah TB terbanyak di dunia. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan TCM (Tes Cepat Molekuler) kini menjadi opsi penting dalam memperkuat deteksi dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ecc2c52dc5.webp" length="18008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 15:20:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>tuberkulosis, kesehatan, eliminasi2030, dinkesmalang, tcm, bta, tbc, sjp</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah pusat tengah menargetkan eliminasi Tuberkulosis (TB/TBC) pada 2030 melalui program prioritas nasional. Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang diminta mempercepat deteksi dan penanganan kasus.</p>
<p>Upaya percepatan itu kini tengah disusun melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) serta penguatan enam strategi utama. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Izzah El Maila.</p>
<p>"Program prioritas nasional ini menargetkan eliminasi Tuberkulosis di tahun 2030, jadi daerah harus menindaklanjuti dengan rencana aksi yang jelas," ujar dia, Rabu (19/11/2025)</p>
<p>Izzah menjelaskan enam strategi tersebut meliputi penguatan komitmen daerah, peningkatan promotif–preventif, pelibatan mitra, intensifikasi layanan kesehatan, percepatan penemuan kasus, serta pemanfaatan teknologi.</p>
<p>"Semua strategi ini harus berjalan simultan. Tidak bisa hanya Dinas Kesehatan saja, tapi harus lintas sektor," tambahnya.</p>
<p>Percepatan penemuan kasus dinilai mendesak karena Indonesia masih berada di posisi kedua jumlah TB terbanyak di dunia. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan TCM (Tes Cepat Molekuler) kini menjadi opsi penting dalam memperkuat deteksi dini. Metode ini menambah tools diagnostik, bukan menggantikan metode lama seperti Basil Tahan Asam (BTA).</p>
<p>Meski begitu, belum seluruh puskesmas memiliki alat TCM. Karena itu, Dinkes membangun jejaring layanan agar fasilitas yang belum memiliki alat dapat mengirim sampel ke unit terdekat yang telah lengkap. Tahun ini, Dinkes bahkan mengusulkan pengadaan 28 unit TCM ke pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp600–700 juta per unit.</p>
<p>Untuk layanan pengobatan, seluruh puskesmas di Kabupaten Malang telah mampu memberikan terapi sesuai standar nasional. Sementara itu, Kepanjen menjadi wilayah dengan penemuan kasus tertinggi karena memiliki jumlah fasilitas kesehatan yang lebih banyak. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semeru Erupsi dan Berstatus Awas, BPBD: Malang Aman, Tapi Siaga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/malang-aman-tapi-siaga-bpbd-tegaskan-tidak-ada-gejolak-meski-semeru-naik-level-awas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/malang-aman-tapi-siaga-bpbd-tegaskan-tidak-ada-gejolak-meski-semeru-naik-level-awas</guid>
<description><![CDATA[ Koordinasi lapangan dilakukan secara beruntun oleh BPBD Kabupaten Malang untuk memastikan kecamatan terdekat seperti Ampelgading, Tirtoyudo, dan Poncokusumo tetap dalam kondisi dipantau ketat. Hingga kini, belum ditemukan gejolak maupun laporan indikasi bahaya di wilayah timur Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dc706a256c.webp" length="35660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 20:33:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>semeru awas, bpbdmalang, kabupatenmalang, erupsi semeru, besuk kobokan, gunung api, status awas, badan geologi esdm, malang siaga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Peningkatan aktivitas Gunung Semeru hingga statusnya dinaikkan menjadi Level IV atau awas tidak membawa dampak kedaruratan bagi wilayah Kabupaten Malang. Pemantauan sejak sore hingga malam oleh relawan dan poslab di titik-titik rawan menunjukkan kondisi masih aman dan terkendali.</p>
<p>Koordinasi lapangan dilakukan secara beruntun oleh BPBD Kabupaten Malang untuk memastikan kecamatan terdekat seperti Ampelgading, Tirtoyudo, dan Poncokusumo tetap dalam kondisi dipantau ketat. Hingga kini, belum ditemukan gejolak maupun laporan indikasi bahaya di wilayah timur Malang.</p>
<p>“Wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini aman, belum terjadi gejolak. Belum ada laporan yang mengindikasikan wilayah Kabupaten Malang mengalami kedaruratan terkait erupsi Gunung Semeru,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sadono Irawan, melalaui pesan kepada awak media, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Melalui keterangan resmi BPBD Kabupaten Malang yang mengutip rilis Badan Geologi, disebutkan bahwa pada pukul 14.13 WIB terjadi erupsi Semeru berupa awan panas yang berlangsung secara beruntun. Visual gunung tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak dapat diamati, namun amplitudo erupsi mencapai maksimum 37 mm.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691dc80fe591f.webp" alt=""></p>
<p>Aktivitas Semeru menunjukkan peningkatan gempa guguran yang sejalan dengan teramati intensnya guguran lava pijar menuju Besuk Kobokan. Data kegempaan mengindikasikan adanya suplai material dari bawah permukaan yang dilepaskan melalui letusan dan hembusan.</p>
<p>Variasi kecepatan relatif (dv/v) juga menunjukkan penurunan sejak pertengahan Oktober 2025, menandakan peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.</p>
<p>Sementara itu, pemantauan deformasi menunjukkan pola cenderung stabil yang menandakan tidak adanya tekanan signifikan dari bagian dalam. Berdasarkan evaluasi keseluruhan, Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) terhitung mulai pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Rilis resmi tersebut ditandatangani a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Badan Geologi Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc. yang juga menyampaikan rekomendasi utama agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.</p>
<p>Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran batu pijar serta menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai di jalur aliran lahar.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang menegaskan seluruh perkembangan kondisi Semeru akan terus dipantau dan dilaporkan melalui kanal resmi pemerintah.</p>
<p>Aparat kepolisian juga telah menutup akses menuju Lumajang dari jalur Kabupaten Malang hingga waktu yang belum ditentukan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semeru Erupsi Hebat, Jalur Ampelgading–Lumajang Ditutup Hingga Waktu Tak Ditentukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semeru-erupsi-hebat-jalur-ampelgadinglumajang-ditutup-hingga-waktu-tak-ditentukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semeru-erupsi-hebat-jalur-ampelgadinglumajang-ditutup-hingga-waktu-tak-ditentukan</guid>
<description><![CDATA[ Personel Satlantas dan fungsi operasional Polres Malang disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan penyekatan sekaligus memberi informasi kepada pengendara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dc06f35d56.webp" length="31502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 20:19:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>semeru, gunung meletus, erupsi, lumajang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Erupsi hebat Gunung Semeru memaksa Polres Malang menutup total akses Ampelgading–Lumajang pada Rabu (19/11/2025), setelah status vulkanik dinaikkan ke Level IV (Awas). Rentetan awan panas tercatat mengarah ke sisi selatan. </p>
<p>Penutupan diberlakukan sebagai langkah antisipasi keselamatan karena jalur tersebut berada dekat kawasan terdampak luncuran material vulkanik.</p>
<p>“Kami menutup penuh jalur dari Ampelgading ke Lumajang untuk sementara waktu. Semua pengguna jalan yang akan menuju Lumajang kami arahkan melalui jalur alternatif Malang–Pasuruan–Probolinggo,” ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Rabu (19/11/2025) malam.</p>
<p>Personel Satlantas dan fungsi operasional Polres Malang disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan penyekatan sekaligus memberi informasi kepada pengendara.</p>
<p>Menurut Bambang, penutupan akses ini berlaku sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.</p>
<p>“Ini murni demi keselamatan masyarakat. Situasi vulkanik masih fluktuatif, sehingga jalur langsung ke Lumajang tidak aman dilalui. Kami meminta masyarakat memahami dan mengikuti arahan petugas,” tegasnya.</p>
<p>Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan Polres Lumajang, BPBD, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi dan menyiapkan langkah darurat bila diperlukan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Awan Panas Erupsi Semeru Capai Gladak Perak, Warga Mulai Mengungsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/awan-panas-erupsi-semeru-capai-gladak-perak-warga-mulai-mengungsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/awan-panas-erupsi-semeru-capai-gladak-perak-warga-mulai-mengungsi</guid>
<description><![CDATA[ Adapun titik pengungsian sementara di wilayah Pronojiwo per pukul 18.00 WIB meliputi: Balai Desa Oro-Oro Ombo, Masjid Razei Desa Supiturang, Masjid Ar Rahma Oro-Oro Ombo, SD 02 Sumberurip, dan SD 04 Supiturang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dbc019b60b.webp" length="30022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 20:11:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>semeru, erupsi, gladakperak, pvmbg, lumajang, pengungsian, gunungapi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>LUMAJANG, SJP - </b>Awan panas guguran Gunung Semeru kembali meluncur jauh hingga mencapai kawasan Gladak Perak pada Rabu (19/11/2025) sore. Situasi ini membuat warga di sejumlah dusun yang masuk zona merah mulai dievakuasi menuju titik pengungsian sementara di wilayah Pronojiwo. </p>
<p>Aktivitas vulkanik Semeru yang berada pada Level IV atau Awas juga terekam disertai getaran banjir dari hulu sungai.</p>
<p>Evakuasi dilakukan oleh aparat kepolisian, BPBD, relawan, dan perangkat desa menyusul meningkatnya potensi ancaman awan panas dan lahar panas. Sejumlah balita dan keluarga terdampak telah lebih dulu dipindahkan ke lokasi yang dianggap aman.</p>
<p>Petugas kepolisian Bripka Aji dalam rekaman video melalui Kanit PJR Polsek Pronojiwo, Andy bahwa telah mengevakuasi warga yang memiliki bayi kembar usia 2 bulan dengan armada Ambulance.</p>
<p>Dalam keterangannya Andy juga menyebut bahwa awan panas Semeru sudah mencapai area Gladak Perak. </p>
<p>“Saat ini seismograf merekam getaran awan panas disertai getaran banjir. Warga diminta selalu siaga mewaspadai awan panas dan lahar panas,” ujarnya, Rabu (19/11/2025). </p>
<p>Andy mengimbau warga menjauhi zona merah seperti Dusun Sumber Sari, Dusun Gumukmas, dan Desa Supiturang.</p>
<p>Adapun titik pengungsian sementara di wilayah Pronojiwo per pukul 18.00 WIB meliputi: Balai Desa Oro-Oro Ombo, Masjid Razei Desa Supiturang, Masjid Ar Rahma Oro-Oro Ombo, SD 02 Sumberurip, dan SD 04 Supiturang.</p>
<p>Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru Yadi Yuliandi, melaporkan cuaca mendung dan hujan dengan visual awan panas guguran yang meluncur lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara–selatan melalui Besuk Kobokan.</p>
<p>“Aktivitas Semeru masih berada di Level IV atau Awas,” terangnya melalui keterangan resmi yang diterima BPBD Kabupaten Malang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p><b> </b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasad Pria Ditemukan di Anak Sungai Brantas, Polres Malang Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-ditemukan-di-anak-sungai-brantas-polres-malang-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-ditemukan-di-anak-sungai-brantas-polres-malang-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan visum oleh keluarga tidak akan menghentikan langkah penegakan hukum. Penyelidikan saat ini berfokus pada rekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum korban dilaporkan hilang hingga jenazahnya ditemukan di bantaran anak Sungai Brantas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c26d0523f2.webp" length="54032" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 15:25:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>peristiwa, kepanjen, malang, sungai brantas, sjp</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Sesosok jenazah pria lanjut usia (lansia) ditemukan di bantaran anak Sungai Brantas yang melintasi perbatasan Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, dan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. </p>
<p>Korban diidentifikasi bernama Simin (66), warga Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.</p>
<p>Penemuan ini bermula pada Senin (17/11/2025) sore, ketika warga setempat mencium aroma tak sedap yang menyengat dan melihat benda mencurigakan di tepi sungai. </p>
<p>Setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut dipastikan adalah mayat seorang laki-laki, yang kemudian segera dilaporkan kepada pihak berwajib.</p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Kepanjen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan Tim SAR segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.</p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar saat dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut. </p>
<p>Ia menjelaskan bahwa proses identifikasi awal di lokasi menunjukkan kecocokan ciri-ciri korban dengan laporan orang hilang.</p>
<p>"Petugas melakukan identifikasi di lokasi dan menemukan kecocokan ciri-ciri dengan laporan orang hilang atas nama S (66). Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut," kata AKP Bambang Subinajar, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Setibanya di RSUD Kanjuruhan, pihak keluarga mengonfirmasi identitas korban. Namun, keluarga Simin menyatakan penolakan terhadap proses visum maupun autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. </p>
<p>Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang turut diketahui oleh perangkat Desa Curungrejo.</p>
<p>Kendati demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan tetap berjalan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri lokasi untuk menguatkan dugaan korban meninggal akibat terseret arus sungai.</p>
<p>"Dari pemeriksaan awal tim identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Simin," jelas AKP Bambang.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa penolakan visum oleh keluarga tidak akan menghentikan langkah penegakan hukum. Penyelidikan saat ini berfokus pada rekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum korban dilaporkan hilang hingga jenazahnya ditemukan di bantaran anak Sungai Brantas.</p>
<p>"Kami tetap melakukan langkah penyelidikan lanjutan sesuai prosedur meskipun keluarga menolak visum untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Hotel Luncurkan Video Klip Bertema Kearifan Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hotel-luncurkan-video-klip-bertema-kearifan-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hotel-luncurkan-video-klip-bertema-kearifan-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Karya visual ini menampilkan perpaduan musik dan budaya dengan latar dua situs bersejarah Malang Raya yang memperkuat pesan harmoni dan pelestarian lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b29564c078.webp" length="124014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 22:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>budaya, malangraya, fantasi, grandmercuremalangmirama, videoklip</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Grand Mercure Malang Mirama kembali mengangkat nilai budaya Malang Raya melalui perilisan video klip terbaru berjudul “Fantasi”.</p>
<p>Karya ini dirancang sebagai medium apresiasi terhadap sejarah, spiritualitas, dan kekayaan visual dari dua situs bersejarah yang menjadi latar pengambilan gambar.</p>
<p>Video klip tersebut menonjolkan nuansa budaya yang kuat melalui penggabungan musik, harmoni visual, dan sentuhan narasi lokal.</p>
<p>Patirtaan Ngawonggo dipilih sebagai simbol keteduhan dan nilai kekeluargaan, sementara Candi Sumberawan memberikan panorama arkeologis yang menegaskan keagungan warisan leluhur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b2a0de2bbb.webp" alt=""></p>
<p>Sugito Adhi, <em>Cluster General Manager Grand Mercure</em> Malang <em>Mirama &amp; Mercure</em> Surabaya <em>Grand Mirama</em> katakan, sebelum merilis karya ini, pihaknya telah dikenal aktif dalam kegiatan pengembangan seni, termasuk keterlibatan <em>Mirama</em> <em>Choir</em> yang meraih posisi TOP 15 di <em>Accor Choir Games</em> 2024 dan tampil sebagai Opening pada Accor GM Conference 2025. </p>
<p>Rangkaian ini memperlihatkan komitmen hotel dalam memadukan industri hospitality dengan pelestarian nilai budaya.</p>
<p>“Proyek ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah misi. Kami ingin menunjukkan bahwa hotel bintang lima dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya kepada audiens yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” ujarnya, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kehadiran unsur inklusivitas juga menjadi bagian penting dari produksi tersebut. </p>
<p>“Selain itu, kita juga melibatkan teman disabilitas di dalam video klip yang didukung oleh Omah Gembira,” sambungnya.</p>
<p>Video klip “Fantasi” dapat disaksikan secara serentak melalui akun Instagram @<em>grandmercuremalangmirama</em> serta kanal YouTube resminya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enviro Fair 2025: Pemkab Malang Apresiasi 70 Penggerak Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enviro-fair-2025-pemkab-malang-apresiasi-70-penggerak-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enviro-fair-2025-pemkab-malang-apresiasi-70-penggerak-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b16e45b472.webp" length="64612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 20:47:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Lingkungan, Enviro Fair2025, Penggerak Lingkungan, Pemkab Malang, DLH, CSR, PROPER, Kolaborasi Hijau, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan komitmen serius dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui ajang Enviro Fair 2025 yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang.</p>
<p>Agenda tersebut menjadi panggung apresiasi bagi 70 penggerak lingkungan yang selama ini mendukung upaya pelestarian melalui program-program lintas sektor.</p>
<p>Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Malang Drs. HM Sanusi. Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.</p>
<p>“Program penanganan kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama dan untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya, kepada awak media (17/11/2025).</p>
<p>Para penerima apresiasi berasal dari berbagai kategori yang berperan aktif dalam penguatan ekosistem lingkungan.</p>
<p>Di antaranya, meliputi jajaran perusahaan PROPER seperti RS Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas, PT PG Rajawali I (PG Krebet Baru I dan II), PT Kebon Agung, PT Molindo Raya Industri, PT Bentoel Prima, PT Otsuka Indonesia, PT Beiersdorf Indonesia, PT Pindad Divisi Munisi, PT Greenfields Indonesia, PT Bumi Menara Internusa, PT New Minatex, PT Wonokoyo Jaya Corporindo, PT Ekamas Fortuna, serta PT Smoore Technology Indonesia.</p>
<p>Di bidang CSR, apresiasi diberikan kepada PT Bagong Dekaka Makmur, PT Bank Jatim, CV Sayap Mas Nusantara, PT Gudang Baru Berkah, PT Merapi Agung Lestari, PT Intelegensia Grahatama, dan BUPP KEK Singhasari.</p>
<p>Penghargaan juga dianugerahkan kepada Desa Slamet Kecamatan Tumpang dan Desa Kebobang Kecamatan Wonosari sebagai Desa Berseri.</p>
<p>Tak hanya itu, SMP Negeri 1 Pakis dan MTsN 2 Malang Turen sebagai Sekolah Adiwiyata, kemudian Bapak Sutari sebagai Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup, Pondok Pesantren An Nashr Wajak sebagai Ekopesantren; serta Desa Mulyoagung Kecamatan Dau sebagai Kampung Proklim.</p>
<p>Sanusi menegaskan bahwa keberagaman kontribusi para penggerak lingkungan mulai penyediaan truk sampah, kontainer sampah, program penanaman dan pemeliharaan pohon dalam membantu DLH secara signifikan.</p>
<p>“Ada yang bantu<em> arm roll</em> (Dump truk), ada penanaman pohon, bibit pohon, ada yang bantu biogas. Banyak macam bantuannya, jumlahnya lebih dari 70,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menambahkan, Enviro Fair bukan sekadar ajang seremoni, tetapi dorongan agar lebih banyak pelaku usaha maupun kelompok masyarakat ikut terlibat dalam upaya pelestarian.</p>
<p>“Ini adalah penghargaan untuk pihak yang sudah mendukung program DLH. Harapannya perusahaan yang belum terlibat dapat ikut serta ke depannya,” ujarnya.</p>
<p>Melalui Enviro Fair 2025, Pemkab Malang berharap kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian dapat terus berkembang, sehingga Kabupaten Malang semakin bersih, nyaman, dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tilang Manual Diaktifkan, Polres Malang Bidik Pelanggaran Fatal Pemicu Kecelakaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tilang-manual-diaktifkan-polres-malang-bidik-pelanggaran-fatal-pemicu-kecelakaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tilang-manual-diaktifkan-polres-malang-bidik-pelanggaran-fatal-pemicu-kecelakaan</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu target utama yang disoroti adalah kendaraan angkutan barang dengan dimensi dan muatan berlebih atau ODOL (Over Dimension Over Load), yang seringkali menjadi sumber kerawanan di jalur-jalur utama logistik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691aade031294.webp" length="63112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 12:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>hukum lalulintas, operasi zebra, polres malang, tilang manual, odol, keselamatan jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Kepolisian Resor (Polres) Malang secara resmi memulai Operasi Zebra Semeru 2025 dengan skema penegakan hukum yang diperketat, termasuk pengaktifan kembali tilang manual. </p>
<p>Penindakan ini difokuskan secara khusus pada jenis pelanggaran yang memiliki potensi tinggi memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Salah satu target utama yang disoroti adalah kendaraan angkutan barang dengan dimensi dan muatan berlebih atau ODOL (Over Dimension Over Load), yang seringkali menjadi sumber kerawanan di jalur-jalur utama logistik.</p>
<p>Operasi ini akan berlangsung dari tanggal 17 hingga 30 November 2025. Selain kendaraan ODOL, sasaran utama penindakan meliputi: pengendara yang melawan arus lalu lintas; pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan; berkendara melebihi batas boncengan (lebih dari dua orang) dan pengemudi di bawah umur. </p>
<p>Kepala Polres Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Danang Setiyo PS, menjelaskan bahwa penindakan dilakukan melalui tiga metode, yakni sistem tilang elektronik (ETLE), tilang manual, dan teguran.</p>
<p>"Penindakan dilakukan dengan ETLE, tilang manual, dan teguran, namun tilang manual kami arahkan khusus pada pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan," tegas AKBP Danang Setiyo usai apel gelar pasukan pada Senin (17/11/2025).</p>
<p>Jenis pelanggaran lain yang menjadi prioritas penindakan mencakup penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melaju dengan kecepatan berlebih, serta perilaku membahayakan pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Data kepolisian mencatat, sejak Januari hingga pertengahan November 2025, telah terjadi 723 kecelakaan di wilayah hukum Polres Malang. Angka tersebut mengakibatkan 141 korban meninggal dunia, 10 luka berat, dan 1.114 luka ringan.</p>
<p>"Harapan besar kami melalui Operasi Zebra ini adalah menekan angka kecelakaan sekaligus mengontrol pelanggaran. Semoga masyarakat makin tertib di jalan raya," ujar Kapolres.</p>
<p>Selain bertujuan menertibkan masyarakat, Operasi Zebra Semeru 2025 juga merupakan langkah kesiapan pihak kepolisian dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). </p>
<p>Pengawasan ketat terhadap truk ODOL ditingkatkan karena kerap menjadi pemicu masalah keselamatan di jalur logistik.</p>
<p>"Operasi Zebra bukan hanya soal penindakan, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib saat berkendara," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Dua Desa di Poncokusumo Malang Terancam Putus Akibat Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-dua-desa-di-poncokusumo-malang-terancam-putus-akibat-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-dua-desa-di-poncokusumo-malang-terancam-putus-akibat-longsor</guid>
<description><![CDATA[ Dua TPT yang runtuh masing-masing memiliki tinggi 6 meter dan 7 meter, lebar 4 meter, dengan ketebalan mencapai 200 sentimeter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691a9a76d92c1.webp" length="103544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 11:20:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana longsor, poncokusumo, bpbd malang, tpt ambrol, jalur desa, penanganan darurat, ngebruk, sumbersari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Dua titik Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalur penghubung antara Desa Ngebruk dan Desa Sumbersari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dilaporkan runtuh akibat longsor. Peristiwa ini mengancam putusnya akses vital antardesa. </p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa material TPT yang ambrol telah menutup sisi jalan sepanjang sekitar 100 meter. </p>
<p>Kondisi ini disebut mengganggu secara signifikan mobilitas warga dan memerlukan penanganan segera.</p>
<p>Menurutnya, hujan deras di beberapa lokasi menjadi pemicu utama longsor yang berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat tersebut. </p>
<p>"Hujan deras menjadi pemicu longsor yang berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, BPBD segera bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan," ujar Sadono Irawan dalam keterangan resmi pada hari Senin (17/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa ambrolnya dua titik TPT yang berdimensi besar memerlukan penanganan yang terkoordinasi dari berbagai pihak.</p>
<p>"Kami sudah melakukan asesmen, pembersihan material, serta menyiapkan langkah penguatan sementara untuk mencegah risiko lanjutan," jelasnya.</p>
<p>Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua TPT yang runtuh masing-masing memiliki tinggi 6 meter dan 7 meter, lebar 4 meter, dengan ketebalan mencapai 200 sentimeter. </p>
<p>Penanganan di lokasi melibatkan unsur gabungan, antara lain BPBD Kabupaten Malang, Muspika Poncokusumo, perangkat desa, PMI, relawan, pihak swasta, dan masyarakat. </p>
<p>Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini untuk penguatan struktur darurat dilaporkan mencapai sekitar 100 karung dan bronjong. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Tuntaskan Peningkatan Ruas Jalan Sekarpuro–Wendit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peningkatan-ruas-jalan-sekarpurowendit-rampung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peningkatan-ruas-jalan-sekarpurowendit-rampung</guid>
<description><![CDATA[ Jalur Sekarpuro–Wendit yang telah selesai dikerjakan kini mempermudah aktivitas harian warga, terutama akses menuju pusat kota dan area wisata sekitar Pakis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691999f3226eb.webp" length="50552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 16:54:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SJP Malang, Sekarpuro, Wendit, pembangunan jalan, alternatif Pakis, kota, Malang Raya, PU Binamarga Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Peningkatan kualitas ruas Sekarpuro hingga Wendit di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang kini benar-benar rampung. Jalur alternatif ini, kini lebih nyaman bagi warga yang beraktivitas menuju kawasan kota maupun wisata Wendit. </p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi katakan, ruas ini sebelumnya memiliki lebar 3–4 meter dengan kondisi aspal rusak sekitar 20 persen.</p>
<p>"Pembangunan dua segmen ini kami selesaikan agar jalur alternatif menuju kawasan wisata Wendit dan pusat kota semakin aman dan nyaman bagi masyarakat," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima SJP, Minggu (16/11/2025).</p>
<p>Peningkatan dilakukan dalam dua segmen berbeda. Yakni, segmen 1 di Desa Sekarpuro dikerjakan dengan pelebaran beton FC 25 selebar 0,9 meter kanan-kiri sepanjang 285 meter. </p>
<p>Sedangkan Segmen 2 di Desa Mangliawan menggunakan lapisan ACWC selebar 4 meter dengan panjang 130 meter.</p>
<p>"Dengan peningkatan ini, konektivitas kabupaten hingga kota serta mobilitas ekonomi masyarakat Pakis akan bergerak lebih efisien," imbuhnya.</p>
<p>Selain mempermudah akses pekerja, pelajar, dan pengunjung wisata Wendit, pembangunan ini juga mendukung mobilisasi masyarakat sekitar serta memperkuat jalur alternatif antara Kabupaten Malang dan Kota Malang. </p>
<p>"Progres proyek tercatat tuntas 100 persen pada Juli 2025 sebagai bagian dari usulan teknokratik," tutupnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambang Sumber ke Sumber Pitu, Upaya Perumda Tirta Kanjuruhan Merawat Mata Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambang-sumber-ke-sumber-pitu-upaya-perumda-tirta-kanjuruhan-merawat-mata-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambang-sumber-ke-sumber-pitu-upaya-perumda-tirta-kanjuruhan-merawat-mata-air</guid>
<description><![CDATA[ Sambang Sumber dilakukan untuk memastikan aliran air tetap stabil sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat.  Selain menjaga kualitas air, perawatan kawasan dan akses jalur menuju lokasi juga menjadi prioritas agar operasional di lapangan berjalan lancar serta memberi manfaat tambahan bagi warga sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69188d9b8e34b.webp" length="86464" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 10:30:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PerumdaTirtaKanjuruhan, SumberPitu, SambangSumber, InfrastrukturMalang, PelayananAirBersih, JagaAlam, KabupatenMalang, Ekowisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP— </strong>Perumda Tirta Kanjuruhan terus memperkuat upaya perawatan Sumber Pitu di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang melalui agenda rutin Sambang Sumber yang kali ini difokuskan pada pemantauan kondisi akses jalan menuju area sumber mata air. Posisi Sumber Pitu sangat urgen karena menjadi salah satu titik suplai penting yang mengairi Unit Tumpang, Pakis, dan Jabung. </p>
<p> Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi mengatakan, Sambang Sumber dilakukan untuk memastikan aliran air tetap stabil sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat.  Selain menjaga kualitas air, perawatan kawasan dan akses jalur menuju lokasi juga menjadi prioritas agar operasional di lapangan berjalan lancar serta memberi manfaat tambahan bagi warga sekitar.</p>
<p>“Sumber Pitu adalah warisan alam yang harus kami jaga alirannya agar pasokan air bersih tetap stabil dan berkelanjutan untuk masyarakat Kabupaten Malang,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Kegiatan yang melibatkan jajaran direksi, kepala bagian, dan para kepala unit ini turut mengevaluasi kondisi fisik jalur menuju sumber.</p>
<p>"Ada perbaikan material yang diperlukan untuk mengamankan kawasan dari potensi kerusakan," tambahnya.</p>
<p>Melalui konsistensi agenda yang dinamai Sambang Sumber, Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan sumber daya air sekaligus memastikan infrastruktur pendukung tetap layak demi pelayanan publik yang lebih baik. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran Turun, Pemkab Malang lewat Wabup Dapat Dukungan Program dari Jajaran Menteri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-turun-pemkab-malang-lewat-wabup-dapat-dukungan-program-dari-jajaran-menteri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-turun-pemkab-malang-lewat-wabup-dapat-dukungan-program-dari-jajaran-menteri</guid>
<description><![CDATA[ Wabup Malang menemui sejumlah menteri di Jakarta guna mengamankan berbagai program pusat sebagai penopang pembangunan daerah setelah TKD mengalami pemangkasan signifikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691886410d58b.webp" length="62528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 22:32:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, PemkabMalang, WabupMalang, ProgramPusat, KunkerJakarta, Bappenas, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Perikanan, HariJadiKabMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemkab Malang melalui Wakil Bupati Dra. Hj. Lathifah Shohib melakukan manuver cepat ke pemerintah pusat setelah transfer ke daerah dipotong Rp644 miliar.</p>
<p>Pemkab menilai pemangkasan itu tidak boleh menghentikan perbaikan infrastruktur pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga perikanan yang masih sangat membutuhkan dukungan fiskal.</p>
<p>Selama empat hari di Jakarta beberapa waktu lalu, Wabup membuka jalur komunikasi langsung ke sejumlah kementerian untuk memastikan kebutuhan daerah tetap tertangani melalui APBN.</p>
<p>Pemkab memilih aktif menjemput program pusat karena sebagian pembangunan fisik kini tidak lagi dibiayai melalui TKD.</p>
<p>“Pasca saya membuka pintu ke kementerian, semoga OPD mem-follow up dengan intens dan baik hingga benar-benar membuahkan hasil,” ujar Lathifah Shohib kepada awak media saat membuka di sela Acara Gelar Kreasi Seni dan Prestasi Insan Pendidikan serta Lomba Kreasi Seni Siswa dan Guru di Pendopo Kepanjen, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691886f6194b3.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, defisit yang muncul akibat turunnya transfer ke daerah harus disikapi dengan strategi jemput bola.</p>
<p>“Kita itu banyak kebutuhan infrastruktur pendidikan yang perlu diperbaiki, begitu juga kesehatan. Tidak mungkin semuanya ditutup APBD,” tegas Wabup.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Pemkab sudah menyandingkan program prioritas yang tidak bisa dibiayai daerah agar masuk melalui kementerian.</p>
<p>“Kita menyesuaikan program yang tidak mampu dibiayai APBD. Yang bisa kita dorong ke pusat ya kita dorong ke APBN,” ujarnya.</p>
<p>Dalam keterangannya, hasil audiensi dengan Bappenas menjadi salah satu yang paling strategis.</p>
<p>“Kami diminta membentuk tim khusus yang akan berkoordinasi satu pintu. Dari Bappenas juga membentuk tim. Beliau itu percaya Kabupaten Malang bisa maju, makanya beliau komit untuk membantu,” ungkapnya.</p>
<p>Pertemuan dengan Menko Pangan juga membuka peluang baru untuk pertanian, peternakan, dan perikanan.</p>
<p>“Saya jelaskan bahwa kita punya potensi besar. Pertanian bagus, peternakan kita punya Kopsae yang sudah nasional, perikanan kita punya Laut Selatan Sendang Biru dan kampung nelayan di Pujiharjo,” kata Wabup.</p>
<p>Respons menteri dinilai sangat positif.</p>
<p>“Beliau bilang, ajukan program ke kementerian masing-masing. Nanti saya yang mengawal. Itu bentuk dukungan yang sangat berarti,” imbuh Wabup.</p>
<p>Di Kemenko PM, Wabup juga mendapatkan penugasan lanjutan untuk tahun 2026. Dimana Deputi langsung memploting Kabupaten Malang sebagai penyumbang peserta program magang luar negeri untuk siswa SMK. Ini peluang besar untuk peningkatan SDM.</p>
<p>Wabup menegaskan bahwa seluruh hasil kunjungan kerja tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Malang.</p>
<p>“Ini kado dari saya untuk Hari Jadi Kabupaten Malang. Semoga benar-benar bisa membawa manfaat untuk warga,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja Tabrak Truk di Simpang Kepanjen, Polisi Sebut Murni Kelalaian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-tabrak-truk-di-simpang-kepanjen-polisi-sebut-murni-kelalaian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-tabrak-truk-di-simpang-kepanjen-polisi-sebut-murni-kelalaian</guid>
<description><![CDATA[ Dua kendaraan ringsek setelah tabrakan terjadi di Simpang Empat Kepanjen pada Sabtu dini hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69187fad95dfb.webp" length="27470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 22:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan, lalu lintas, kepanjen, polres malang, malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kecelakaan lalu lintas terjadi di Simpang Empat Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (15/11/2025) dini hari. Insiden itu membuat arus kendaraan sempat tersendat.</p>
<p>Kecelakaan melibatkan mobil Nissan Serena bernopol DK-1357-HJ yang dikemudikan remaja berinisial I (19), warga Wonosari, Kabupaten Malang, dengan truk Mitsubishi bernopol AG-9526-RO yang dikemudikan J (25), warga Binangun, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Peristiwa bermula ketika sang remaja melaju dari arah utara ke selatan dan tetap mempertahankan kecepatan saat memasuki persimpangan. Pada saat bersamaan, truk yang dikemudikan J bergerak dari arah timur ke barat sehingga tabrakan samping tak bisa dihindari.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyampaikan bahwa insiden tersebut murni disebabkan kelalaian pengemudi mobil.</p>
<p>“Pengemudi kurang hati-hati saat melintas di persimpangan. Kewaspadaan berkendara harus selalu dijaga,” ujar AKP Alif, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Menurutnya tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun benturan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada kedua kendaraan sehingga mengganggu arus lalu lintas sebelum dievakuasi.</p>
<p>Unit Gakkum Satlantas Polres Malang telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, pengecekan CCTV, hingga pendokumentasian barang bukti. Kedua kendaraan kini diamankan guna penyelidikan lebih lanjut.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencuri Bersenjata Celurit Terekam CCTV di Karangploso Malang Viral di Medsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencuri-bersenjata-celurit-terekam-cctv-di-karangploso-malang-viral-di-medsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencuri-bersenjata-celurit-terekam-cctv-di-karangploso-malang-viral-di-medsos</guid>
<description><![CDATA[ Dalam video yang dikirimkan warga, tampak seorang pria dengan penampilan serba gelap berjalan perlahan di depan rumah. Pelaku terlihat menggenggam celurit sebelum melangkah masuk ke teras rumah. Ia kemudian mengambil sepasang sepatu yang diletakkan pemilik rumah di dekat pintu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691817b86fe17.webp" length="18566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:50:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Warga Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, diresahkan oleh aksi seorang pencuri yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat beraksi sambil membawa senjata tajam jenis celurit. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) dini hari tersebut memicu kewaspadaan setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial.</p>
<p></p>
<p>Dalam video yang dikirimkan warga, tampak seorang pria dengan penampilan serba gelap berjalan perlahan di depan rumah. Pelaku terlihat menggenggam celurit sebelum melangkah masuk ke teras rumah. Ia kemudian mengambil sepasang sepatu yang diletakkan pemilik rumah di dekat pintu.</p>
<p></p>
<p>Rekaman singkat tersebut menyoroti keresahan warga karena pelaku bergerak leluasa di kawasan permukiman sambil membawa senjata.</p>
<p></p>
<p>Pemilik rumah, Norman (35), warga Dusun Ngambon RW 05, mengaku baru mengetahui kejadian pencurian itu setelah melihat unggahan dari tetangga. Meskipun barang yang hilang hanyalah sepasang sepatu dengan nilai tidak besar, Norman menuturkan bahwa keberadaan pelaku bersenjata tajam telah meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti laporan masyarakat, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Polsek Karangploso segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius.</p>
<p></p>
<p>“Kasus ini sedang kami tangani. Rekaman CCTV dari beberapa sudut telah kami analisis untuk mengidentifikasi ciri dan arah kabur pelaku,” ujar AKP Bambang dalam keterangan resminya, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian juga telah dilakukan untuk mencari petunjuk tambahan. Informasi yang masuk dari warga akan dicocokkan dengan temuan di lapangan guna mempersempit ruang gerak pencarian pelaku.</p>
<p></p>
<p>“Kami terus memetakan pola pergerakan pelaku. Setiap detail yang diterima akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Polres Malang juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan keamanan lingkungan, terutama menjelang tengah malam. Warga diminta untuk segera melapor melalui layanan darurat kepolisian jika melihat orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan.</p>
<p></p>
<p>“Silakan manfaatkan layanan 110 bila memerlukan bantuan kepolisian secepatnya,” tutup AKP Bambang.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Malang Tekankan Komitmen Turunkan Stunting di Momen HKN ke&amp;61</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-malang-optimalisasi-penurunan-stunting-lewat-rangkaian-hkn-ke-61</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-malang-optimalisasi-penurunan-stunting-lewat-rangkaian-hkn-ke-61</guid>
<description><![CDATA[ Fokus strategis tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691814eed6d43.webp" length="27214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 12:50:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HKN 2025, Kabupaten Malang, kesehatan masyarakat, bidan, gizi anak, stunting</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka <em>stunting</em> dan memperkuat pelayanan kesehatan dasar. </p>
<p>Penegasan ini disampaikan melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang November hingga awal Desember 2025.</p>
<p>Fokus strategis tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.</p>
<p>“HKN tahun ini menjadi momentum untuk mendorong gerakan bersama menurunkan angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi. Peran bidan dan penguatan layanan dasar menjadi titik tekan kami,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Drg. Wiyanto Wijoyo, dalam agenda Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DPC Kabupaten Malang di Universitas Kepanjen, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691814a10440f.webp" alt=""></p>
<p>Drg. Wiyanto Wijoyo, yang karib disapa Dokter Wi, menjelaskan bahwa pemantauan kasus <em>stunting</em> dilakukan melalui dua metode, yaitu bulan timbang dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Sebagai rujukan utama, Dinkes saat ini mengacu pada data bulan timbang karena SSGI nasional belum dilaksanakan pada tahun ini.</p>
<p>“Bulan timbang Februari 2025 mencatat angka <em>stunting</em> 6,7 persen, atau sekitar 9.000-an anak dari ratusan ribu balita. Memang terdapat sedikit kenaikan dari tahun sebelumnya karena jumlah balita yang diukur lebih banyak. Ini tetap menjadi prioritas intervensi kami,” jelasnya.</p>
<p>Dinas Kesehatan memastikan bahwa anggaran intervensi <em>stunting</em> akan terus disiapkan secara berkelanjutan. Alokasi ini terutama difokuskan untuk peningkatan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).</p>
<p>Dokter Wi juga menggarisbawahi peran krusial bidan dalam menjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, bidan dibekali kesiapan penanganan kegawatdaruratan, kerja sama dengan konsultan kebidanan, hingga percepatan sistem rujukan dengan rumah sakit.</p>
<p>“Kami mempersiapkan bidan-bidan untuk penanganan darurat dan mempercepat rujukan. Karena kesehatan ibu dan anak adalah kunci untuk menekan angka kematian bayi,” tambahnya. </p>
<p>Selain itu, edukasi masyarakat juga disebut sebagai tantangan utama. Dinkes menilai masih diperlukan sosialisasi yang masif agar masyarakat lebih sadar terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p>
<p>“Kami memperluas edukasi agar masyarakat lebih berhati-hati dan sadar norma hidup sehat,” tutup Dokter Wi. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OJK Malang Perkuat Literasi dan Sinergi Media di Makassar, Ekonomi Wilayah Tumbuh Positif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojk-malang-perkuat-literasi-dan-sinergi-media-di-makassar-ekonomi-wilayah-tumbuh-positif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojk-malang-perkuat-literasi-dan-sinergi-media-di-makassar-ekonomi-wilayah-tumbuh-positif</guid>
<description><![CDATA[ Farid Faletehan paparkan pertumbuhan kredit, dorong kewaspadaan penipuan, dan sinergi komunikasi antar-OJK daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6915381b7db50.webp" length="40126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 08:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>OJK Malang, OJK Makassar, journalist class, awak media, ekonomi regional, kredit modal kerja, literasi keuangan, penipuan digital, sinergi antar OJK, iasc ojk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, SJP – </strong>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus memperkuat sinergi dan komunikasi publik dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan kunjungan kerja dan studi banding bersama awak media ke OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) di Makassar, Rabu (12/11/2025).</p>
<p>Agenda tersebut dirangkaikan dengan kegiatan “<em>Journalist Class</em> dan Penerbitan Siaran Pers”, yang bertujuan memperluas kolaborasi antar-kantor OJK daerah serta memperdalam pemahaman jurnalis terhadap kebijakan prudensial dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta memberi wawasan terhadap manajemen media yang menghadirkan mentor dari Kompas media.</p>
<p>Kepala OJK Malang Farid Faletehan menjelaskan, kunjungan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dalam pengelolaan hubungan media dan strategi komunikasi publik, termasuk inovasi program edukasi masyarakat yakni melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).</p>
<p>“Kami ingin belajar dari pengalaman OJK Makassar, terutama dalam pengelolaan hubungan media dan pengembangan program inklusi keuangan seperti asuransi untuk nelayan,” ujar Farid, Rabu (12/11/2025).</p>
<p>Farid menambahkan, keterlibatan awak media dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat penyebaran informasi yang akurat serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.</p>
<p>“Media memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan. Sinergi ini perlu dijaga agar masyarakat semakin paham dan percaya pada lembaga keuangan formal,” jelasnya.</p>
<p>Dalam wawancara bersama awak media di sela kegiatan, Farid mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi di wilayah Malang masih relatif stabil dan tumbuh positif.</p>
<p>“Ekonomi di wilayah Malang masih relatif bagus. Penyaluran kredit menunjukkan banyak masyarakat yang mengakses pembiayaan untuk meningkatkan usahanya. Sebagian besar digunakan untuk kredit modal kerja,” paparnya.</p>
<p>Hingga September 2025, penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 8,41 persen yoy, dari Rp101,14 triliun menjadi Rp109,64 triliun. Kabupaten Malang menjadi penyerap kredit tertinggi dengan nilai Rp30,35 triliun, disusul Kota Malang sebesar Rp29,47 triliun.</p>
<p>Sementara itu, 33,6 persen kredit disalurkan untuk sektor UMKM, atau senilai Rp36,88 triliun. Farid menilai tren ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak, terutama melalui sektor produktif.</p>
<p>Ia juga menyinggung adanya potensi dampak positif dari program gelontoran dana ratusan triliun yang disalurkan pemerintah melalui bank-bank Himbara secara nasional.</p>
<p>Dari sisi pasar modal, jumlah investor di wilayah kerja OJK Malang mencapai 341.834 <em>Single Investor Identification</em> (SID) atau tumbuh 19,15 persen secara tahunan <em>(yoy) </em>hingga Agustus 2025.</p>
<p>“Ini menunjukkan minat investasi masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat. Sekitar 99,8 persen SID di wilayah kerja OJK Malang dimiliki oleh investor individu,” terang Farid.</p>
<p>Transaksi saham juga menunjukkan tren positif, dengan frekuensi meningkat 59,23 persen <em>yoy</em>, volume naik 73,37 persen, dan nilai transaksi mencapai Rp3,32 triliun.</p>
<p>Selain itu, nasabah agen penjual reksa dana (APERD) meningkat 36,05 persen yoy menjadi 40.873 nasabah, disertai pertumbuhan nilai penjualan reksa dana sebesar 43,17 persen yoy.</p>
<p>Farid turut menyoroti peningkatan laporan terkait penipuan keuangan digital. Berdasarkan data OJK, pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan penipuan meningkat dari 12 persen menjadi 19 persen.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan telepon yang meminta data pribadi, nomor rekening, atau PIN. Gunakan prinsip dua L — legal dan logis. Kalau ragu, segera konfirmasi ke OJK,” tegasnya.</p>
<p>Secara nasional, laporan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) terus bertambah, dengan nilai kerugian akibat penipuan keuangan mencapai Rp7,5 triliun, naik dari Rp7,1 triliun bulan sebelumnya.</p>
<p>“Kalau ada dana yang terlanjur ditransfer karena penipuan, segera lapor melalui situs iasc.ojk.go.id agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan di Makassar, Farid juga menyoroti aktifnya OJK Malang dalam publikasi dan komunikasi digital. Akun resmi Instagram OJK Malang kini memiliki lebih dari 23.000 pengikut, menjadikannya salah satu yang paling aktif di antara kantor OJK daerah.</p>
<p>Kunjungan ini turut menjadi momen apresiasi bagi insan media yang selama ini berperan aktif memberitakan kegiatan OJK Malang.</p>
<p>Dirinya berharap kerja sama ini memperkuat hubungan antara OJK dan mitra media di seluruh daerah.</p>
<p>Sementara itu, Arif Machfoed, Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sulselbar, menyambut baik rombongan dari Malang serta menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kantor OJK daerah.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momen memperkuat komunikasi publik dan literasi keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah kerja OJK.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan mempererat sinergi antar-OJK daerah serta meningkatkan kapasitas komunikasi publik melalui kemitraan strategis dengan media massa.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HUT ke&amp;14, Nasdem Malang Targetkan Seluruh Dapil Terisi di Pemilu 2029</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hut-ke-14-nasdem-malang-targetkan-seluruh-dapil-terisi-di-pemilu-2029</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hut-ke-14-nasdem-malang-targetkan-seluruh-dapil-terisi-di-pemilu-2029</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang Fraksi Nasdem, Amarta Faza, menyebut peringatan HUT ke-14 Nasdem menjadi simbol konsistensi partai sebagai pelopor gerakan perubahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69134728d321d.webp" length="37204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 22:47:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Partai Nasdem, HUT Nasdem, DPD Kabupaten Malang, Gerakan Perubahan, Restorasi Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai Nasdem menjadi momentum penting bagi DPD Nasdem Kabupaten Malang untuk memperkuat konsolidasi hingga akar rumput. </p>
<p>Partai bentukan Surya Paloh ini menegaskan tekad menghadapi Pemilu 2029 dengan target besar bahkan semangat terasa hingga ke daerah.  </p>
<p>Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Malang, Jajuk Sulistyawati, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-14 ini menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan arah perjuangan partai.</p>
<p>“Tahun 2029 semua dapil di Malang Raya, baik RI, Provinsi, Kabupaten, Kota ini harus ada minimal satu. Satu dapil, satu DPR, satu kursi. Target saya itu,” ujar Jajuk, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, keberhasilan partai tidak diukur dari banyaknya kursi semata, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat. </p>
<p>“Kursi kita besar, kalau kita nggak manfaat juga buat apa. Artinya dua-duanya harus terjawab. Kalau membesarkan partai itu hukumnya wajib, tapi manfaat untuk masyarakat juga wajib,” katanya.</p>
<p>Menurut Jajuk, DPD Nasdem Kabupaten Malang akan terus memperkuat konsolidasi dan kaderisasi di semua tingkatan. Upaya ini dilakukan agar kursi di Dapil 6 (Singosari, Pakis, Lawang) yang sempat hilang dapat kembali diraih pada 2029.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang Fraksi Nasdem, Amarta Faza, menyebut peringatan HUT ke-14 Nasdem menjadi simbol konsistensi partai sebagai pelopor gerakan perubahan.</p>
<p>“Nasdem konsisten mengusung gerakan perubahan, bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” ujar Faza sapaan akrabnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peringatan HUT tahun ini digelar secara nasional melalui <em>Zoom Meeting</em> bersama seluruh kader Partai Nasdem di Indonesia. </p>
<p>Kegiatan daring itu menjadi simbol bahwa Nasdem adalah partai modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p>“Puncaknya hari ini, kita rayakan tasyakuran melalui Zoom Meeting nasional bersama seluruh anggota partai, sekaligus berbagi sembako bagi masyarakat sekitar. Ini bukti bahwa Nasdem hadir dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, dalam arahannya melalui zoom meeting nasional, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menekankan pentingnya keteladanan dan komitmen kader dalam menjaga semangat perubahan.</p>
<p>“Membawa misi besar gerakan perubahan tidak mudah. Diperlukan ketangguhan, dedikasi, dan kesadaran diri agar partai ini tetap konsisten menjadi pelopor politik kebangsaan yang memberi manfaat nyata bagi rakyat,” tutur Surya Paloh dalam sambutannya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan 14 tahun Partai Nasdem adalah hasil kerja keras dan keyakinan kolektif seluruh kader. </p>
<p>“Kita harus terus mensyukuri capaian ini, menjaga kepercayaan rakyat, dan memastikan setiap langkah politik kita memberi arti bagi bangsa," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepekan Hilang, Jenazah Ibu Hanyut di Sungai Glidik Ditemukan di Banyuwangi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepekan-hilang-jenazah-ibu-hanyut-di-sungai-glidik-ditemukan-di-banyuwangi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepekan-hilang-jenazah-ibu-hanyut-di-sungai-glidik-ditemukan-di-banyuwangi</guid>
<description><![CDATA[ Jenazah Rika Julia Safitri, korban hanyut Sungai Glidik, ditemukan di Pantai Rowobendo Banyuwangi setelah sepekan pencarian. Anaknya masih belum ditemukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911ee50bab12.webp" length="39482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:57:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Banyuwangi, BPBD Malang, Sungai Glidik, Alas Purwo, Hanyut, Bencana, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Setelah sepekan pencarian tanpa hasil, misteri hilangnya seorang ibu muda yang terseret arus Sungai Glidik, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, akhirnya terungkap.</p>
<p>Korban bernama Rika Julia Safitri (27) ditemukan meninggal dunia di wilayah Pantai Rowobendo, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Penemuan jasad tersebut berawal dari laporan warga yang melihat tubuh perempuan terdampar di tepian pantai. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lebih lanjut.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menerangkan bahwa korban merupakan warga Desa Lebakharjo yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>“Setelah dilakukan pencocokan oleh pihak keluarga di RSUD Blambangan Banyuwangi, korban dipastikan bernama Rika Julia Safitri, warga Kecamatan Ampelgading,” ujar AKP Bambang Subinajar, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Menurut Bambang, suami korban, Teguh Srianto (34), mengenali jasad istrinya melalui ciri fisik dan pakaian yang masih melekat di tubuh korban. Setelah proses administrasi selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo.</p>
<p>“Pihak keluarga telah menjemput korban dan membawanya pulang untuk dimakamkan di kampung halaman. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini,” imbuh Bambang.</p>
<p>Polres Malang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal selama sepekan proses pencarian.</p>
<p>“Kami berterima kasih kepada semua unsur yang terlibat di lapangan. Hingga kini, pencarian masih difokuskan pada upaya menemukan putri korban yang belum juga ditemukan,” pungkasnya.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, Rika bersama putrinya, Aldafiatul Rifka Salimah (6) (belum ditemukan), hanyut saat menyeberangi jembatan di atas Sungai Glidik menggunakan sepeda motor. Derasnya arus akibat hujan deras membuat keduanya terjatuh dan terseret arus hingga terbawa jauh ke hilir.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Siapkan SDM Tangguh dan Cakap Digital untuk KDMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-siapkan-sdm-tangguh-dan-cakap-digital-untuk-kdmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-siapkan-sdm-tangguh-dan-cakap-digital-untuk-kdmp</guid>
<description><![CDATA[ Wabup Lathifah Shohib membuka pelatihan SDM KDMP di Malang untuk memperkuat kemandirian ekonomi rakyat melalui koperasi desa berbasis potensi lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911e1058d0f3.webp" length="55904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:45:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, KDMP, Lathifah Shohib, Koperasi Desa, Ekonomi Rakyat, Pemkab Malang, Turen, Dinas Koperasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.</p>
<p>Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP) yang dibuka Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib di Cakra Resident Hotel, Kecamatan Turen, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti para pengurus KDMP dari Kecamatan Turen, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit. Ia menegaskan, pelatihan ini merupakan langkah nyata Pemkab Malang mendukung program nasional pembentukan KDMP sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukannya.</p>
<p>Menurutnya, program KDMP bertujuan mendorong kemandirian pangan dan pemerataan ekonomi di tingkat desa.</p>
<p>“Program ini menjadikan desa sebagai pilar pembangunan nasional sekaligus memperkuat ekonomi rakyat di sektor riil,” ujar Wabup Lathifah, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, KDMP berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi di tingkat desa, sekaligus memutus rantai distribusi panjang dan menekan dominasi middleman.</p>
<p>“Dengan begitu, kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di pedesaan bisa terus meningkat,” lanjutnya.</p>
<p>Kabupaten Malang memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan dan sentra UMKM terbesar di Jawa Timur. Bahkan, pada April 2025 lalu, terlebih daerah ini menjadi lokasi percontohan pembentukan KDMP melalui Musyawarah Desa Khusus di Randugading, Ngawonggo, dan Pakisaji. </p>
<p>“Melalui koperasi desa, kita ingin membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkeadilan berbasis potensi lokal,” terang Bu Nyai Lathifah.</p>
<p>Ia menilai KDMP membawa manfaat besar, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, pemerataan pendapatan, hingga peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat desa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Pahlawan Grand Mercure Mirama Hotel Beri Penghargaan untuk Orang Tua Disabilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pahlawan-grand-mercure-mirama-hotel-beri-penghargaan-untuk-orang-tua-disabilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pahlawan-grand-mercure-mirama-hotel-beri-penghargaan-untuk-orang-tua-disabilitas</guid>
<description><![CDATA[ Tajuk &#039;Pahlawan di Hatiku&#039; di Grand Mercure Malang Mirama hotel menghadirkan penghargaan bagi orang tua disabilitas serta penampilan inspiratif dari penyanyi berkebutuhan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911de4cb4e79.webp" length="57538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:16:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>hari pahlawan, grand mercure malang, disabilitas, csr hotel, omah gembira, malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP –</strong> Dalam momen peringatan Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama menghadirkan acara bertajuk “Pahlawan di Hatiku” sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan orang tua dan wali penyandang disabilitas yang dinilai sebagai pahlawan masa kini. </p>
<p>Kegiatan yang digelar pada Senin (10/11/2025) ini, menjadi wujud nyata penghormatan terhadap cinta dan pengorbanan tanpa batas dari mereka yang setiap hari berjuang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.</p>
<p>Menurut pihak hotel, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan, melainkan juga bentuk penghormatan bagi sosok-sosok luar biasa yang telah berjuang dalam senyap.</p>
<p>“Hari Pahlawan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga merayakan pahlawan di sekitar kita saat ini. Orang tua dan wali disabilitas adalah pilar kekuatan yang setiap hari berjuang demi masa depan anak-anak mereka,” ujar Sugito Adhi selaku Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Acara ini menegaskan bahwa kepahlawanan tidak hanya hadir di medan perang, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (<em>Corporate Social Responsibility/CSR),</em> Grand Mercure Malang Mirama memberikan penghargaan simbolis kepada 10 orang tua dan wali yang telah dipilih dan dikurasi oleh Yayasan Pemerhati Disabilitas Omah Gembira, selaku mitra inklusi disabilitas.</p>
<p>Sugito menambahkan, inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk melihat nilai kepahlawanan dari berbagai sisi kehidupan.</p>
<p>“Melalui acara ini, kami ingin memberikan sorotan dan ucapan terima kasih atas semangat kepahlawanan mereka,” imbuhnya.</p>
<p>Tak hanya prosesi penghargaan, acara juga dimeriahkan penampilan inspiratif dari dua penyanyi disabilitas, Diaz dan Putri, yang menunjukkan bakat serta semangat pantang menyerah.</p>
<p>Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Malang yang menyerahkan tiga buah mukena untuk digunakan di area musholla Grand Mercure Malang Mirama.</p>
<p>Selain itu, Grab, Skin Clinic Malang, dan Galeri 24 juga berpartisipasi memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warung Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang di Tamanasri Ampelgading Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warung-warga-rusak-tertimpa-pohon-tumbang-di-tamanasri-ampelgading-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warung-warga-rusak-tertimpa-pohon-tumbang-di-tamanasri-ampelgading-malang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911d6a7334e9.webp" length="77226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 21:12:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sebuah pohon mahoni berdiameter sekitar dua meter tumbang dan menimpa bangunan warung milik warga di Jalan Raya Malang–Lumajang, Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Minggu (9/11/2025) malam. Akibat kejadian itu, bagian belakang warung ambruk dan atapnya rusak.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang melalui Pos Lapangan Tirtoyudo melaporkan, informasi insiden tersebut diterima pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Dari hasil asesmen, kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, tumbangnya pohon dipicu kondisi akar yang lapuk.</p>
<p>“Benar, satu pohon mahoni tumbang hingga menimpa bagian belakang warung milik warga. Akar pohon sudah lapuk, sehingga tidak kuat menahan beban batang dan ranting yang besar,” ujar Sadono, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, warga setempat secara swadaya telah melakukan pembersihan material pohon dari lokasi kejadian.</p>
<p>“Kami juga sudah berkoordinasi dengan perangkat desa dan unsur terkait untuk memastikan area tersebut aman,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam proses penanganan, unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Malang, Muspika Ampelgading, perangkat Desa Tamanasri, PMI Kecamatan Ampelgading, dan masyarakat sekitar.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang juga menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi terpal dan sembako. Laporan akan diperbarui apabila ada perkembangan terbaru dari lapangan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Gudang dan Dua Motor Warga Singosari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diterjang-angin-kencang-pohon-tumbang-timpa-gudang-dan-dua-motor-warga-singosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diterjang-angin-kencang-pohon-tumbang-timpa-gudang-dan-dua-motor-warga-singosari</guid>
<description><![CDATA[ Pohon tumbang di wilayah Singosari menimpa gudang dan kendaraan warga. BPBD bersama lintas instansi bergerak cepat mengevakuasi material pohon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911d9314b2e9.webp" length="67970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 20:10:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang, Singosari, Tamanharjo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Senin (10/11/2025) siang. Tiga pohon tumbang di Desa Tamanharjo menimpa gudang besi dan dua sepeda motor milik warga, setelah kawasan tersebut diterjang angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sadono Irawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi di tiga titik berbeda sekitar pukul 14.00 WIB, masing-masing di Jalan Sunan Ampel RT 03 RW 03 Dusun Damean serta di Jalan Kebonagung Gang 7 RT 08 RW 02 Gondorejo Krajan.</p>
<p>“Berdasarkan laporan dari Poslap Singosari, ada tiga pohon tumbang akibat angin kencang. Satu di antaranya menimpa gudang, sedangkan dua lainnya menutup akses jalan dan mengenai kendaraan warga,” ujar Sadono, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Dari hasil asesmen lapangan, diketahui pohon jenis chery tumbang dan menutup jalan warga serta kabel PLN. Sementara pohon gmelina menimpa gudang besi milik warga, dan pohon petai roboh hingga menimpa dua unit motor tukang, masing-masing jenis Scoopy dan Jupiter. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan pemotongan dan pembersihan ranting agar jalan bisa kembali diakses,” tambah Sadono.</p>
<p>Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan Muspika Singosari, dan beberapa elemen masyarakat setempat.</p>
<p>Sadono mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di awal musim penghujan ini.</p>
<p>“Kami mengingatkan warga untuk berhati-hati, terutama di sekitar pepohonan besar atau bangunan yang rentan saat angin kencang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gledy Weby Debut Bareng Memossa Sustainable Fashion di MFW 2025, Tampil Memukau Bawa Pesan Selamatkan &amp;quot;Planet&amp;quot;!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gledy-weby-debut-bareng-memossa-sustainable-fashion-di-mfw-2025-tampil-memukau-bawa-pesan-selamatkan-planet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gledy-weby-debut-bareng-memossa-sustainable-fashion-di-mfw-2025-tampil-memukau-bawa-pesan-selamatkan-planet</guid>
<description><![CDATA[ Debut Gledy Weby bareng Memossa Sustainable Fashion di MFW 2025 jadi sorotan, tampil elegan sambil menyuarakan semangat fashion ramah lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691118806ea7d.webp" length="55852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 07:43:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gledy Weby, Malang Fashion Week 2025, Memossa Sustainable Fashion, Feby Ayusta, Sustainable Fashion, Cinta Lingkungan, Denim Recode, Muse MFW, Fashion Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Gledy Weby mencuri perhatian di panggung Malang <em>Fashion Week</em> (MFW) 2025 di Malang <em>City Point</em> dengan debut perdananya yang memukau. </p>
<p>Tak hanya tampil sebagai muse, sosok <em>hotelier</em>, <em>marcom</em>, sekaligus <em>content creator</em> asal Malang ini membawa pesan kuat tentang cinta bumi.</p>
<p>Dalam ajang mode paling bergengsi di Malang itu, Gledy tampil eksklusif bersama desainer Feby Ayusta dari Memossa Sustainable Fashion.</p>
<p>Mereka menampilkan koleksi bertema <em>“Denim Recode”</em>, yang seluruhnya dibuat dari material upcycled dan bahan alami berproses minim limbah. </p>
<p>Koleksi tersebut juga melibatkan pengrajin lokal, menegaskan semangat keberlanjutan yang diusung Memossa.</p>
<p>“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa <em>sustainable fashion</em> adalah masa depan. Setiap potongan busana bukan hanya soal penampilan, tapi juga cara kita menghormati Bumi. Kami memilih Gledy karena suaranya kuat di generasi muda dan punya personal branding yang positif,” ungkap Feby Ayusta, Minggu (10/11/2025).</p>
<p>Bagi Gledy, tampil perdana di MFW 2025 menjadi kehormatan besar sekaligus panggilan hati.</p>
<p>“Fashion harus punya jiwa dan dampak. Dengan kampanye peduli lingkungan ini, saya ingin menyuarakan dan memberi kontribusi nyata untuk ikut menjaga planet kita,” ujarnya.</p>
<p>Penampilan debut bersama Memossa Sustainable Fashion ini sontak mencuri perhatian para pecinta mode. </p>
<p>Tak hanya karena aksi di atas panggung, tetapi juga karena pesan yang dibawanya bahwa keindahan sejati dalam dunia fashion adalah ketika gaya berpadu dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Forum Konsultasi Bahas Penetapan Arsip Nasional Hamid Rusdi di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/forum-konsultasi-bahas-penetapan-arsip-nasional-hamid-rusdi-di-kabupaten-malang-27150</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/forum-konsultasi-bahas-penetapan-arsip-nasional-hamid-rusdi-di-kabupaten-malang-27150</guid>
<description><![CDATA[ Forum konsultasi memori kolektif bangsa di Pemkab Malang membahas pengusulan arsip perjuangan Mayor Hamid Rusdi sebagai arsip nasional dan penguatan identitas sejarah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69107dd070ac9.webp" length="32760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 20:34:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Hamid Rusdi, Arsip Nasional, Memori Kolektif Bangsa, Amartya Bhumi Kepanjian, Pagak, Sumbermanjing Kulon, Pahlawan Nasional, Pemkab Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Upaya mengabadikan jejak perjuangan Mayor Hamid Rusdi sebagai bagian dari sejarah Kabupaten Malang mulai mengerucut. Forum konsultasi memori kolektif bangsa yang digelar di Ruang Rapat Panji, Kantor Pemkab Malang, membahas langkah konkret penetapan arsip perjuangan sang pahlawan menjadi arsip nasional.</p>
<p>Kegiatan bertajuk Aspirasi Memori Kolektif Bangsa ini menghadirkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Arsip, Bakesbangpol, Dinas Pertanahan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang. Turut hadir pula perwakilan keluarga Mayor Hamid Rusdi.</p>
<p>Wakil Ketua I Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian, Budi Hartono, menjelaskan bahwa forum ini merupakan tindak lanjut dari sarasehan dan napak tilas kepahlawanan Hamid Rusdi yang sebelumnya digelar di Pagak beberapa bulan lalu.</p>
<p>“Muncul kesadaran bersama bahwa Kabupaten Malang perlu memiliki pengingat tentang perjuangan Mayor Hamid Rusdi. Beliau lahir dan dibesarkan di Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak,” ujarnya, Minggu (9/11/2025) melalui pesan singkat.</p>
<p>Menurut Budi, ide besar yang muncul dalam forum ini adalah membangun ikon sejarah berbasis ruang publik di kawasan kelahiran sang pahlawan. Wujudnya bisa berupa monumen, museum pustaka, atau taman terbuka bertema sejarah perjuangan Hamid Rusdi.</p>
<p>Dukungan datang dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Malang. Kepala Bidang Arsip, Hardy D.P, menyebutkan bahwa dokumen dan jejak sejarah perjuangan Hamid Rusdi di Kabupaten Malang dapat diusulkan sebagai arsip nasional, dengan ketetapan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam forum belum lama ini.</p>
<p>“Kami siap memfasilitasi pengusulan arsip MKB Hamid Rusdi ini. Usulan perlu dibuat tematik dan memenuhi tahapan yang disyaratkan ANRI,” terang Hardy.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan keluarga Hamid Rusdi, Anang Widodo, memastikan rumah keluarga H. Umar Rusdi di Desa Sumbermanjing Kulon merupakan tempat sang pahlawan dibesarkan.</p>
<p>“Mayor Hamid Rusdi adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Beliau berjuang bersama adik bungsunya, Abdul Rozaq, yang juga gugur ditembak pasukan Belanda,” jelasnya.</p>
<p>Forum konsultasi tersebut menjadi langkah awal menuju penguatan arsip sejarah lokal agar diakui secara nasional, sekaligus meneguhkan Kabupaten Malang sebagai bagian penting dari perjalanan kepahlawanan bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Akademisi, SMK NUSA Gelar Lomba Bulan Bahasa ‘Nusastra’ bagi Pelajar SMP/MTs se&amp;Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-akademisi-smk-nusa-gelar-lomba-bulan-bahasa-nusastra-bagi-pelajar-smpmts-se-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-akademisi-smk-nusa-gelar-lomba-bulan-bahasa-nusastra-bagi-pelajar-smpmts-se-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Ajang Nusastra 2025 yang digelar di SMK NUSA Poncokusumo menjadi wadah pelajar SMP/MTs se-Malang Raya menunjukkan bakat sastra lewat lomba puisi, pidato, dan story telling. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ff7690b72b.webp" length="46022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 19:11:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bulan Bahasa, SMK NUSA, Malang Raya, lomba sastra, prestasi pelajar, literasi siswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMK NUSA (Nahdlatul Ulama Sunan Ampel) Poncokusumo menggelar Lomba Bulan Bahasa bertajuk “Nusastra” yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP/MTs se-Malang Raya. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (8/11/2025) ini diikuti 201 peserta dan terbagi dalam empat cabang lomba, yakni cipta puisi, baca puisi, pidato, dan story telling.</p>
<p>Kepala SMK NUSA, Imron Syahroni, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan Nusastra menjadi langkah awal sekolah dalam menghadirkan ajang literasi yang diakui secara nasional.</p>
<p>“Kita ingin semua event yang kita laksanakan di SMK NUSA diakui secara nasional. Karena itu, kegiatan Nusastra ini kami daftarkan ke Pusat Prestasi Nasional agar sertifikatnya diakui sebagai sertifikat prestasi di jenjang yang lebih tinggi,” ujar Imron, Minggu (9/11/2025).</p>
<p>Imron menegaskan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang digelar setiap Bulan Bahasa, sekaligus wadah untuk menumbuhkan minat siswa terhadap karya sastra dan kebahasaan.</p>
<p>“Nusastra ini ajang talenta se-Malang Raya yang membuka ruang bagi pelajar menyalurkan bakat mereka dalam bahasa dan sastra. Kami ingin kegiatan seperti ini terus hidup dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan,” tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ff7e0d92e5.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Penyelenggara M. Amirul Halim, M.Pd mengungkapkan bahwa lomba ini menghadirkan dewan juri eksternal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang sastra dan kebahasaan.</p>
<p>“Seluruh juri minimal bergelar S1, ada tiga yang magister, dan sebagian sudah S3. Hal ini kami lakukan agar penilaian berlangsung objektif dan hasilnya berkualitas,” jelas Halim.</p>
<p>Selain trofi dan sertifikat, para pemenang juga menerima uang pembinaan serta beasiswa dari sekolah. Sertifikat Nusastra dapat digunakan sebagai bukti prestasi yang diakui dalam proses pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya.</p>
<p>“Pemenang otomatis mendapatkan sertifikat prestasi yang bisa dipakai saat mendaftar sekolah di SMK NUSA, bahkan berpeluang memperoleh beasiswa dari sekolah,” imbuh Halim.</p>
<p>Dengan dukungan penuh dari akademisi, Nusastra diharapkan menjadi ajang literasi tahunan yang tidak hanya memperkuat karakter pelajar, tetapi juga mengangkat citra SMK NUSA Poncokusumo sebagai sekolah vokasi unggulan di Malang Raya.</p>
<p><strong>Berikut daftar pemenang Lomba Baca Puisi Nusastra 2025:</strong></p>
<p>1. Gendis Leta Lituhayu (SMP Modern Al-Rifa’ie)</p>
<p>2. Aqila Silmi Annida (MTsN 7 Malang)</p>
<p>3. Sabrina Alfi Rahmadina Hariyanto (SMP Darul Faqih Indonesia).</p>
<p>Juara Lomba Pidato</p>
<p>1. Syafira Alya Akmalia Hariyanto (SMP Darul Faqih Indonesia)</p>
<p>2. Thalita Tsabi’atul ‘Azmi Adjie (SMP Negeri 1 Poncokusumo)</p>
<p>3. Trisca Ong (SMP KH Amir Wajak)</p>
<p>Juara Lomba Storytelling</p>
<p>1. Nadya Oktavia Rahma Wahyuni (SMP Sunan Ampel Poncokusumo)</p>
<p>2. Ariella Bilqist Meyzani (SMPN 1 Dampit)</p>
<p>3. Dhivatun Nadhiroh (MTs Al Ittihad) (**)</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Rumah Rusak Tertimpa Pohon Dilaporkan Rusak Parah di Sumbermanjing Wetan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-rumah-rusak-tertimpa-pohon-dilaporkan-rusak-parah-di-sumbermanjing-wetan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-rumah-rusak-tertimpa-pohon-dilaporkan-rusak-parah-di-sumbermanjing-wetan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Tiga rumah warga di Desa Tambakrejo rusak akibat pohon tumbang usai angin kencang melanda wilayah Sumbermanjing Wetan, Minggu dini hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69103a8e05295.webp" length="95062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 13:56:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Angin kencang disertai hujan deras melanda Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Minggu (9/11/2025) dini hari. Pohon sengon berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang 20 meter tumbang dan menimpa tiga rumah warga di RT 22 RW 04.</p>
<p>Sedikitnya tujuh jiwa dari tiga keluarga terdampak, masing-masing rumah milik Muh Soleh mengalami rusak sedang, sedangkan rumah Novita Sari dan P, akui mengalami rusak ringan.</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan warga di tengah hujan deras dan tiupan angin yang cukup kencang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan kaji cepat serta membantu warga terdampak.</p>
<p>“Begitu laporan masuk sekitar pukul 07.30 WIB, tim TRC BPBD Kabupaten Malang segera bergerak ke lokasi bersama perangkat desa. Kami melakukan asesmen dan membantu warga mengevakuasi pohon sengon yang menimpa rumah,” ujar Sadono, Minggu (9/11/2025).</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang memberikan informasi bahwa kebutuhan mendesak berupa terpal telah terpenuhi, sementara bantuan sembako masih dalam proses penyaluran.</p>
<p>“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman, terutama jika cuaca kembali memburuk,” imbuhnya.</p>
<p>Hingga siang hari, kondisi di lokasi dilaporkan cerah berawan. Warga bersama relawan tampak bergotong royong membersihkan sisa material dan memperbaiki rumah yang rusak.</p>
<p>“Warga juga kami imbau untuk lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang lainnya mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah selatan,” pungkas Sadono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan Kartu Kuning dan Dua Merah Warnai Kekalahan Arema FC dari Persija</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-kartu-kuning-dan-dua-merah-warnai-kekalahan-arema-fc-dari-persija</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-kartu-kuning-dan-dua-merah-warnai-kekalahan-arema-fc-dari-persija</guid>
<description><![CDATA[ Di hadapan 10.314 penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan, Arema FC harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif tim Singo Edan yang kesulitan mempertahankan keunggulan di babak kedua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690f470b665fb.webp" length="46244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 21:20:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Arema FC, Persija Jakarta, BRI Liga 1, Stadion Kanjuruhan, Sepakbola Nasional, Ricuh Arema Persija</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Laga panas BRI Liga 1 pekan ke-12 antara Arema FC dan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (8/11/2025), berlangsung keras dan penuh emosi.</p>
<p>Duel dua tim besar ini berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Persija, namun tensi tinggi di lapangan menjadi sorotan utama.</p>
<p>Sejak awal laga, Arema FC tampil agresif dan berhasil unggul cepat lewat gol Valdeci Moreira pada menit ke-12. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Di babak kedua, striker Persija Jakarta, Eksel Timothy JR, membalikkan keadaan dengan dua gol beruntun di menit ke-48 dan 50, keduanya lahir dari serangan balik cepat dan sundulan tajam ke pojok gawang.</p>
<p>Ketegangan semakin meningkat saat kedua tim mulai bermain keras. Wasit Yudi Nurcahya harus bekerja ekstra dengan mengeluarkan sembilan kartu kuning, lima untuk pemain Arema dan empat untuk pemain Persija.</p>
<p>Petaka datang bagi Arema FC di menit ke-84. Salah satu pemain belakangnya diusir dari lapangan setelah mendapat kartu merah dari akumulasi dua kartu kuning akibat pelanggaran keras.</p>
<p>Suasana makin memanas ketika kapten Persija ikut diganjar kartu merah di masa <em>injury time</em> usai menarik striker Arema, Dalberto, yang hampir lolos dalam serangan balik cepat.</p>
<p>Insiden itu memicu kericuhan di tengah lapangan. Adu mulut dan dorong-dorongan sempat terjadi antar pemain sebelum akhirnya berhasil diredam aparat keamanan dan ofisial tim.</p>
<p>Di hadapan 10.314 penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan, Arema FC harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif tim Singo Edan yang kesulitan mempertahankan keunggulan di babak kedua. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Sekolah Unggulan, SMPN 1 Tumpang Ditetapkan Sebagai Pelaksana Sekolah Siaga Kependudukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-sekolah-unggulan-smpn-1-tumpang-ditetapkan-sebagai-pelaksana-sekolah-siaga-kependudukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-sekolah-unggulan-smpn-1-tumpang-ditetapkan-sebagai-pelaksana-sekolah-siaga-kependudukan</guid>
<description><![CDATA[ SMPN 1 Tumpang resmi ditetapkan sebagai pelaksana Sekolah Siaga Kependudukan, wujud komitmen membentuk generasi sadar dan berkarakter unggul di Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690f436fc7a11.webp" length="74344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 21:02:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Siaga Kependudukan, SMPN 1 Tumpang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMP Negeri 1 Tumpang resmi ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan Agrowisata dan Budaya Ekstrakurikuler, sekaligus menjadi salah satu SMP pelaksana program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Indonesia.</p>
<p>Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib yang hadir langsung pada peresmian tersebut belum lama ini.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program SSK merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan karakter generasi muda sejak dini.</p>
<p>“Pendidikan kependudukan ini penting untuk membentuk generasi yang sehat, bertanggung jawab, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” ujar Lathifah, Jumat (7/11/2025) kemarin.</p>
<p>Menurutnya, sekolah yang dipimpin Umi Chapsah ini, tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan nilai moral peserta didik. </p>
<p>“Saya berharap SSK ini bisa diterapkan di semua sekolah unggulan di Kabupaten Malang agar menjadi budaya pendidikan yang menyeluruh,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua SSK SMPN 1 Tumpang, Wiwik Dwi Wahyuni, menjelaskan bahwa SSK merupakan program kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dengan Dinas Pendidikan.</p>
<p>Tujuannya, mengenalkan siswa pada isu kependudukan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.</p>
<p>“Melalui SSK, siswa diedukasi tentang bahaya pergaulan bebas, pentingnya keluarga berencana, hingga pencegahan stunting. Kami ingin membentuk anak-anak yang lebih peduli dan sadar terhadap masa depannya,” terang Wiwik, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, sekolah juga membentuk kader SSK dari kalangan siswa yang berperan sebagai teman sebaya. Mereka dilatih bersama kepolisian, BNN, dan puskesmas untuk menjadi pendengar sekaligus penyampai pesan edukatif kepada teman-temannya.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak merasa punya tempat aman untuk bercerita. Jadi tidak hanya ke guru BK, tapi juga bisa ke kader SSK,” tutupnya.</p>
<p>Dengan status barunya sebagai Sekolah Unggulan sekaligus pelaksana SSK, SMPN 1 Tumpang diharapkan menjadi contoh pendidikan berkarakter yang berakar pada nilai moral, kependudukan, dan sosial masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya program ini diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, sehingga nantinya menjadi generasi emas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tembak Residivis Curanmor di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tembak-residivis-curanmor-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tembak-residivis-curanmor-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Residivis curanmor asal Tumpang dilumpuhkan polisi setelah melawan saat ditangkap di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690f33d64b315.webp" length="30848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 20:21:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kabupaten malang, curanmor, polres malang, operasi sikat semeru 2025, kriminalitas, keamanan malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Upaya Polres Malang menekan angka kejahatan jalanan kembali berbuah hasil. Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial TS (37), warga Kecamatan Tumpang, terpaksa dilumpuhkan polisi setelah melawan saat ditangkap di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Aksi pencurian tersebut terjadi pada Oktober 2025 di Perumahan Pinang Garden, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang. Korban yang tengah membersihkan rumah memarkir sepeda motor Honda Vario miliknya di depan rumah dalam kondisi terkunci stang. Tak berselang lama, motor itu raib.</p>
<p>“Korban sudah berusaha mencari di sekitar lokasi, tapi tidak ditemukan, lalu melapor ke Polsek Bululawang,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Bermodal laporan dan rekaman CCTV, Unit Reskrim Polsek Bululawang bersama Satreskrim Polres Malang bergerak cepat memburu pelaku. TS akhirnya berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Tumpang.</p>
<p>Namun saat hendak ditangkap, pelaku justru melawan dan berusaha kabur. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur yang mengenai bagian kaki pelaku.</p>
<p>“Tersangka melawan saat akan diamankan dan berusaha kabur. Karena membahayakan keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas dan terukur yang mengenai bagian kaki,” imbuh Bambang.</p>
<p>Hasil penyelidikan menunjukkan, TS merupakan residivis yang pernah terlibat kasus pencurian dan penyalahgunaan narkoba. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit Honda Vario hasil curian beserta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.</p>
<p>“Pelaku ini residivis. Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminal di wilayah hukum Polres Malang,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Pemukiman di Pujon Malang Tertutup Longsor, Warga Butuh Bantuan Mendesak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-pemukiman-di-pujon-malang-tertutup-longsor-warga-butuh-bantuan-mendesak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-pemukiman-di-pujon-malang-tertutup-longsor-warga-butuh-bantuan-mendesak</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memicu longsor di Desa Tawangsari, Pujon. Material menutup akses warga, BPBD bergerak cepat lakukan asesmen dan koordinasi lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690dfa954e62b.webp" length="26142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 21:01:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, Tanah longsor, Pujon, Desa Tawangsari, Kebencanaan, Mitigasi bencana, Hujan deras, Jalan tertutup, Waspada longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Pujon pada Jumat (7/11/2025) sore menyebabkan tebing di Dusun Manting RT 11 RW 03, Desa Tawangsari, longsor. Material longsoran menutup akses jalan menuju pemukiman warga.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Tebing yang longsor memiliki tinggi sekitar 8 meter dan lebar 4 meter.</p>
<p>“Akibat longsoran itu, jalan ke arah pemukiman warga sementara tertutup dan masih berpotensi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil,” ujar Sadono, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, petugas tetap membutuhkan sejumlah perlengkapan darurat.</p>
<p>“Kebutuhan mendesak di lapangan antara lain terpaulin untuk penutup dan safety line guna pengamanan area terdampak,” imbuhnya.</p>
<p>Tim BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan perangkat Desa Tawangsari serta unsur kecamatan, Polsek, Koramil, PMI, dan masyarakat setempat. Petugas juga masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kondisi sekitar tebing aman.</p>
<p>“Saat ini di lokasi masih turun hujan gerimis, sehingga masyarakat kami imbau tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area longsoran,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Fokus Penuhi Target BGN, Percepat Sertifikasi Dapur MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-fokus-penuhi-target-bgn-percepat-sertifikasi-dapur-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-fokus-penuhi-target-bgn-percepat-sertifikasi-dapur-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang baru 35,99 persen. Pemkab terus mempercepat operasional dapur bergizi agar target nasional tercapai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690da86d80ecc.webp" length="40130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 16:19:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional, SLHS, Bupati Malang, Gizi Anak, Dapur MBG, Pemerintah Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempercepat realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat mencapai target nasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p>Hingga November 2025, capaian program baru mencapai 35,99 persen atau sekitar 251.510 penerima manfaat dari total target 698.855 individu di Kabupaten Malang.</p>
<p>Bupati Malang menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memperluas jangkauan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah. Dari 233 dapur yang ditargetkan BGN, saat ini baru 87 dapur beroperasi dan 23 lainnya dalam tahap persiapan.</p>
<p>“Capaian ini menjadi perhatian kita bersama, bagaimana menentukan langkah-langkah ke depan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Bupati Malang, dalam agenda penyerahan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Pendopo Agung Malang, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Dalam upaya percepatan tersebut, Pemkab Malang menyerahkan SLHS kepada sejumlah pengelola SPPG. Sertifikat ini menjadi syarat utama agar dapur MBG dapat beroperasi secara resmi sesuai standar kebersihan, sanitasi, dan pengolahan makanan yang ditetapkan BGN.</p>
<p>“SLHS merupakan syarat bagi SPPG untuk diakui telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Dengan adanya SLHS, pengawasan terhadap pengelolaan makanan menjadi lebih terstandar,” jelasnya.</p>
<p>Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah potensi kasus keracunan massal yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Bupati menegaskan, pengawasan ketat dan penerapan standar mutu harus berjalan beriringan dengan perluasan akses program MBG.</p>
<p>“Ke depan, saya mendorong seluruh stakeholder menyiapkan langkah antisipatif dalam menangani potensi masalah, terutama kasus keracunan siswa, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dapur MBG dapat memberdayakan pelaku usaha lokal,” tuturnya.</p>
<p>Lebih jauh, Bupati Sanusi mengajak seluruh pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap dapur MBG memiliki Sertifikat Halal, Sertifikat Chef, dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). </p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memperkuat jaminan keamanan pangan dan mendukung misi pemerintah dalam mencetak generasi emas yang sehat serta berdaya saing.</p>
<p>Dengan dorongan percepatan operasional dapur MBG dan pengawasan standar kebersihan yang ketat, Pemkab Malang optimistis target nasional pemenuhan gizi pelajar dapat tercapai tepat waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ranmor Dominasi Operasi Sikat Semeru 2025, Polres Malang Juga Amankan 8 Kilogram Bahan Peledak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ranmor-dominasi-operasi-sikat-semeru-2025-polres-malang-juga-amankan-8-kilogram-bahan-peledak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ranmor-dominasi-operasi-sikat-semeru-2025-polres-malang-juga-amankan-8-kilogram-bahan-peledak</guid>
<description><![CDATA[ Curanmor mendominasi hasil Operasi Sikat Semeru 2025 di Kabupaten Malang, Polres juga amankan 8 kilogram bahan peledak dan puluhan barang bukti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690da39f945a8.webp" length="42476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 15:21:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Operasi Sikat Semeru, curanmor, bahan peledak, bondet, kriminalitas, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mendominasi hasil Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar Polres Malang. Dari total 186 kasus yang berhasil diungkap selama operasi berlangsung, sebagian besar merupakan tindak pidana curanmor dan curat. Polisi juga mengamankan 54 tersangka dari berbagai wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Selain mengungkap kejahatan jalanan, jajaran Satreskrim Polres Malang turut mengamankan 8 kilogram bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk membuat bondet (bom ikan) dan petasan. Dua pelaku yang terlibat penyalahgunaan bahan peledak kini menjalani proses hukum.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menyebut, capaian ini menunjukkan komitmen kuat kepolisian dalam menekan angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Kabupaten Malang.</p>
<p>“Operasi ini difokuskan untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan dan pencurian yang sering menimbulkan keresahan di masyarakat. Alhamdulillah, angka kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) berhasil turun cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Danang dalam konferensi pers, Jumat (7/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690da3e915276.webp" alt=""></p>
<p>Berdasarkan data Polres Malang, dibandingkan periode yang sama tahun 2024, jumlah kasus 3C mengalami penurunan sebesar 28,67 persen, dari 272 kasus menjadi 194 kasus.</p>
<p>Menurut Danang, hal ini menjadi indikator meningkatnya rasa aman masyarakat sekaligus hasil kerja keras jajaran personel Polres Malang.</p>
<p>“Penurunan ini adalah hasil kerja bersama seluruh fungsi kepolisian, termasuk dukungan masyarakat yang semakin peduli terhadap keamanan lingkungan,” terangnya.</p>
<p>Sementara, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menjelaskan, sebagian besar modus pelaku curanmor masih menggunakan cara klasik seperti memakai kunci T, mencukit pintu rumah untuk curat, hingga menodong korban di jalan sepi untuk curas.</p>
<p>“Kami menemukan beberapa pelaku merupakan residivis yang kembali beraksi dengan pola lama. Namun berkat kecepatan anggota di lapangan dan dukungan informasi masyarakat, mereka berhasil kami amankan,” terang Nur.</p>
<p>Selain ranmor dan bahan peledak, pihaknya menyita sejumlah barang bukti lain, yakni puluhan handphone, senjata tajam, serta kendaraan hasil curian. Semua tersangka kini dalam proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>AKBP Danang kembali menegaskan, jika Polres Malang bakal terus meningkatkan kegiatan cipta kondisi dan operasi rutin jelang berakhirnya tahun 2025.</p>
<p>“Operasi Sikat Semeru ini bukan yang terakhir. Kami akan lanjutkan dengan kegiatan kepolisian secara berkelanjutan agar Kabupaten Malang tetap aman dan nyaman bagi seluruh warganya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Malang Jalin Kerjasama Strategis dengan Otorita IKN, Tiga Deputi Siap ke Malang Tindaklanjuti MoU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-malang-jalin-kerjasama-strategis-dengan-otorita-ikn-tiga-deputi-siap-ke-malang-tindaklanjuti-mou</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-malang-jalin-kerjasama-strategis-dengan-otorita-ikn-tiga-deputi-siap-ke-malang-tindaklanjuti-mou</guid>
<description><![CDATA[ Rektor UIN Malang memimpin delegasi ke IKN bertemu Basuki Hadimuljono, bahas kolaborasi riset, green campus, dan tindak lanjut MoU dengan Otorita IKN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690d8456d7505.webp" length="28420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 13:34:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, IKN, Green Campus, Kerjasama Strategis, Basuki Hadimuljono, Prof Ilfi Nur Diana, Kampus 3, Pembangunan Berkelanjutan, Eco Theology</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP –</strong> Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring kerjasama strategis lintas sektor.</p>
<p>Kali ini, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, M.Si, memimpin langsung delegasi kampus dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (6/11/2025), guna menjajaki peluang kolaborasi dengan Otorita IKN.</p>
<p>Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Administrasi Otorita IKN lantai 3, rombongan UIN Malang disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang juga menjabat sebagai Menteri PUPR pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Turut mendampingi Basuki, Sekjen dan tiga deputi Otorita IKN turut hadir dalam sesi diskusi dan berbagi gagasan terkait arah pembangunan Nusantara.</p>
<p>Prof. Ilfi Nur Diana menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan strategis. Pertama, mempelajari dinamika sosial dan ekonomi dari kawasan baru yang sedang tumbuh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690d84f635cf1.webp" alt=""></p>
<p>Kedua, menjajaki potensi kerjasama riset dan pengabdian masyarakat antara UIN Malang dan Otorita IKN. Ketiga, memperdalam konsep green building dan <em>green landscaping</em> sebagai inspirasi pembangunan Kampus 3 UIN Malang.</p>
<p>"Kami hadir di IKN hari ini dengan semangat untuk mempelajari the progress of IKN development sekaligus membaca peluang kerjasama ke depan. Ada keselarasan antara mission and design pembangunan Kampus 3 dengan semangat pembangunan IKN. Kami ingin memastikan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan keberlanjutan lingkungan menjadi fondasi pembangunan kampus," ujar Prof. Ilfi Nur Diana.</p>
<p>Rektor menegaskan bahwa konsep green campus tidak hanya sejalan dengan misi Kementerian Agama, tetapi juga menjadi bentuk artikulasi nyata dari <em>eco theology</em>—yakni upaya menghadirkan kesadaran lingkungan dalam kehidupan akademik dan spiritual.</p>
<p>Kunjungan kerja tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk penyusunan <em>Memorandum of Understanding</em> MoU antara kedua pihak. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan akan mengirim tiga deputinya ke Malang dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti kerjasama sekaligus melakukan supervisi langsung di UIN Malang.</p>
<p>Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Ibu Kota Negara, serta memperkuat posisi UIN Malang sebagai kampus riset dan penggerak green movement di tingkat nasional.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG dapat Respon Positif dari Siswa dan Guru SMK NUSA Poncokusumo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-dapat-respon-positif-dari-siswa-dan-guru-smk-nusa-poncokusumo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-dapat-respon-positif-dari-siswa-dan-guru-smk-nusa-poncokusumo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo mendapat apresiasi karena efektif menjaga semangat belajar dan pola makan sehat siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c934a21b76.webp" length="30316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 21:20:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Kabupaten Malang, Makan Bergizi Gratis, SMK NU Sunan Ampel, pemerintah pusat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Kabupaten Malang. Salah satu sekolah penerima manfaat penuh program ini adalah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, dengan jumlah penerima mencapai 1.180 siswa setiap harinya.</p>
<p>Kepala Sekolah SMK NU Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo, Imron Syahroni, menjelaskan, program MBG berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari seluruh siswa. Menurutnya, sejak program ini diterapkan, tidak ditemukan keluhan baik dari siswa maupun orang tua.</p>
<p>“Kalau anak-anak pesannya diterima dengan baik, dimanfaatkan dengan baik karena itu program pemerintahan. Dan selama ini anak tidak ada komplain terkait dengan itu,” ujar Imron saat ditemui di lingkungan sekolah, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Program MBG diberikan secara rutin setiap hari sekolah, mulai Senin hingga Jumat. Proses penyajian dilakukan di dapur layanan yang telah ditunjuk pemerintah. Makanan mulai diproses dan didistribusikan pukul 11.00, kemudian siswa mengonsumsi makanan sekitar pukul 12.00 secara tertib dan terjadwal.</p>
<p>Menurut Imron, program tersebut telah berjalan selama satu bulan dan dinilai stabil serta terorganisasi dengan baik.</p>
<p>“Satu bulan ini berjalan, alhamdulillah semuanya lancar,” tambahnya.</p>
<p>Terkait variasi makanan, sekolah mengikuti menu yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional. Menu disusun dengan komposisi nutrisi seimbang, meliputi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah. Hal ini bertujuan mendukung kebutuhan energi siswa selama proses pembelajaran.</p>
<p>“Kalau variasi kami mengikuti sesuai dengan sebaran menu yang diberikan kepada kami. Menu tersebut disusun agar gizi anak tetap seimbang,” jelas Imron.</p>
<p>Selain menyehatkan, menu yang diterima siswa juga berganti setiap hari untuk menghindari kebosanan dan menjaga selera makan. Imron menyampaikan apresiasi besar kepada pemerintah melalui Badan Gizi Nasional serta pihak dapur penyedia makanan yang dinilai telah bekerja dengan baik dalam mendukung kelancaran program.</p>
<p>“Kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dan dapur yang melayani kami. Sudah memberikan layanan dan kami menerima manfaat atas itu,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan adanya program MBG, pihak sekolah menilai ada peningkatan semangat belajar siswa serta kestabilan energi selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar.</p>
<p>Program ini juga berdampak pada keringanan beban ekonomi keluarga, peningkatan konsentrasi belajar, serta pembentukan kebiasaan makan sehat dan disiplin waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Tutup Giling, Petani Malang Kebut Tanam Tebu Musim Baru di Tengah Hujan Deras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-tutup-giling-petani-malang-kebut-tanam-tebu-musim-baru-di-tengah-hujan-deras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-tutup-giling-petani-malang-kebut-tanam-tebu-musim-baru-di-tengah-hujan-deras</guid>
<description><![CDATA[ Petani tebu Malang kebut tanam musim baru sebelum tutup giling November di tengah hujan dan lahan becek, target rendemen naik di atas 10 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c8f469d3df.webp" length="37502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 20:44:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pertanian, Tebu Malang, Bululawang, Avicenna Medisica, Musim Tanam, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Petani tebu di Kabupaten Malang mulai mempersiapkan musim tanam baru di tengah hujan yang masih kerap turun di sejumlah wilayah. Meski lahan becek dan sulit diolah, mereka tetap berupaya menuntaskan tanam sebelum masa tutup giling akhir November ini.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Avicenna Medisica Saniputera, menyebutkan, penyesuaian musim tanam tahun depan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.</p>
<p>“Untuk tahun depan nanti kita sesuaikan lagi dengan musim tanam, kemungkinan mulai bulan lima atau enam,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Menurut Avicenna, petani di beberapa wilayah seperti Bululawang saat ini masih berjuang memanen hasil tanam sebelumnya di tengah kondisi lahan yang becek. Hal itu berdampak pada keterlambatan pengolahan dan pergerakan kendaraan di area perkebunan.</p>
<p>“Kalau lahannya becek, kendaraan susah masuk. Kadang sampai pakai motor digonceng di kiri-kanan untuk angkut hasil panen,” tambahnya.</p>
<p>Ia menambahkan, rendemen tebu di Kabupaten Malang saat ini rata-rata masih sekitar 7 persen, dengan harapan dapat meningkat di atas 10 persen setelah pembaharuan lahan dan penggunaan varietas unggul.</p>
<p>Hingga September, produksi tebu di Kabupaten Malang tercatat sekitar 2,7 juta ton, sedangkan tahun lalu mencapai 4 juta ton. Meski menurun, Avicenna optimistis peningkatan produktivitas dapat dikejar melalui dukungan benih yang tepat waktu serta perbaikan sistem tanam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Lawang, Malang: Komisi IX DPR RI Tekankan Kesehatan Jiwa Jadi Prioritas Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-lawang-malang-komisi-ix-dpr-ri-tekankan-kesehatan-jiwa-jadi-prioritas-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-lawang-malang-komisi-ix-dpr-ri-tekankan-kesehatan-jiwa-jadi-prioritas-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Komisi IX DPR RI meninjau RSJ dr. Radjiman Lawang, Malang, menegaskan kesehatan jiwa sebagai prioritas nasional dan mendorong peningkatan layanan serta kebijakan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c89656e6c0.webp" length="28848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 19:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Komisi IX DPR RI, RSJ Radjiman Lawang, Kesehatan Jiwa, Kabupaten Malang, DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, Lathifah Shohib, ODGJ, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan pentingnya menjadikan kesehatan jiwa sebagai prioritas dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan ke RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>“Kesehatan jiwa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan masyarakat. Kami mendorong agar layanan kesehatan jiwa terus diperkuat, baik dari sisi sarana prasarana, tenaga kesehatan, maupun dukungan kebijakan,” ujar Felly Estelita, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Menurutnya, Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara memperoleh akses layanan kesehatan yang manusiawi dan berkelanjutan.</p>
<p>“Kami akan terus memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan jiwa melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga terkait,” tambahnya.</p>
<p>Kunjungan kerja spesifik tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelayanan kesehatan jiwa di Jawa Timur. Rombongan Komisi IX meninjau sejumlah fasilitas di RSJ dr. Radjiman, antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Psychiatric Care Unit (IPCU), dan Daycare Psikogeriatri yang melayani pasien lanjut usia dengan gangguan kejiwaan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyambut langsung kehadiran rombongan Komisi IX DPR RI didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, pejabat Pemkab, serta unsur Forkopimcam Lawang.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Malang. Kehadiran Komisi IX DPR RI menjadi dorongan besar bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bidang kesehatan jiwa,” ujar Lathifah Shohib, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Bu Nyai Lathifah, sapaan akrab Wakil Bupati Malang, juga menyoroti kontribusi besar RSJ dr. Radjiman sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, inovasi program LeKad (Lebih Dekat dengan Radjiman) menjadi terobosan efektif dalam mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil.</p>
<p>“Program LeKad ini terbukti membantu masyarakat dengan gangguan jiwa berat yang belum tertangani karena keterbatasan jarak dan fasilitas. Pemerintah Kabupaten Malang sangat terbantu dengan upaya tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja di Ruang Arjuno, membahas penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Jawa Timur. Dalam forum tersebut, Komisi IX DPR RI menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan, termasuk penambahan tenaga kesehatan mental dan dukungan anggaran.</p>
<p>Rapat berlangsung sekitar satu setengah jam dan ditutup dengan penyerahan cinderamata antara Komisi IX DPR RI, Pemerintah Kabupaten Malang, dan pihak RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banyak OPD Dipimpin Pelaksana Tugas di Kabupaten Malang, Birokrasi di Ujung Pelanggaran Aturan ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banyak-jabatan-dijabat-plt-di-kabupaten-malang-birokrasi-di-ujung-pelanggaran-aturan-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banyak-jabatan-dijabat-plt-di-kabupaten-malang-birokrasi-di-ujung-pelanggaran-aturan-asn</guid>
<description><![CDATA[ Penulis adalah Wiwid Tuhu Prasetyanto, SH, MH. Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik yang juga menjabat sebagai Bupati LIRA Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690bfaa357c30.webp" length="39462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 09:04:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, ASN, Birokrasi, Kabupaten Malang, Good Governance, Reformasi Birokrasi, Opini SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Beredar informasi bahwa sampai hari ini sejumlah jabatan di Pemerintahan Kabupaten Malang masih diisi oleh PLT dari sejak tahun 2024 dan bahkan ada yang lebih, tercatat setidaknya PLT Kadis Lingkungan Hidup, PLT Kepala BPBD, PLT Kominfo, PLT Kadis Cipta Karya, dan juga belum lagi sejumlah Kabag kabarnya juga masih diduduki PLT, setidaknya terdapat Kabag Organisasi, Kabag PBJ, Kabag SDA, Kabag Hukum.</p>
<p>Terkait situasi tersebut, sebenarnya pemerintah pusat sudah memberikan tata aturan untuk dipedomani termasuk oleh Pemerintah daerah, tapi tentu yang taat dan patuh hanyalah Pemerintah Daerah dengan kondite baik yang akan tunduk dan mengikuti segala tata aturan, termasuk mengikuti Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1 Tahun 2021 hal mana menegaskan pedoman baru terkait kewenangan dan masa jabatan Pelaksana Harian (PLH) serta Pelaksana Tugas (PLT) dalam birokrasi pemerintahan.</p>
<p>Sejatinya regulasi ini diterbitkan untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan meski pejabat definitif sedang berhalangan, namun tetap dalam koridor hukum dan asas pemerintahan yang baik.</p>
<p>Surat Edaran tersebut disusun berdasarkan sejumlah regulasi pokok, antara lain Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, serta Permenpan RB Nomor 28 Tahun 2019 (Permen PAN &amp; RB Nomor 17 Tahun 2021) tentang Penyetaraan Jabatan.</p>
<p>Jika menyimak tujuan utama aturan tersebut, dapat diketahui bahwa tujuannya adalah untuk memberikan kejelasan mengenai siapa yang berhak ditunjuk sebagai PLH atau PLT dan bagaimana batas kewenangan mereka, sehingga tidak terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang selama pejabat definitif belum ditetapkan.</p>
<p>Secara prinsip, PLH dan PLT memiliki fungsi berbeda. PLH (Pelaksana Harian) ditunjuk ketika pejabat definitif berhalangan sementara, seperti sakit, cuti, atau menjalankan tugas di luar daerah. Sedangkan PLT (Pelaksana Tugas) diberi mandat ketika pejabat definitif berhalangan tetap, misalnya karena pensiun, meninggal dunia, atau diberhentikan.</p>
<p>Baik PLH maupun PLT tidak dilantik dan tidak berhak atas tunjangan jabatan baru, karena keduanya hanya menjalankan fungsi sementara. PLH menjabat selama pejabat definitif tidak aktif, sedangkan PLT hanya dapat menjabat maksimal tiga bulan dan dapat diperpanjang sekali lagi selama tiga bulan berikutnya, dengan total waktu enam bulan. Setelah masa itu berakhir, jabatan wajib diisi oleh pejabat definitif melalui seleksi terbuka sesuai sistem merit ASN.</p>
<p>Sesuai aturan tersebut, PLH maupun PLT tidak berwenang mengambil keputusan strategis yang dapat menimbulkan perubahan status hukum organisasi, kepegawaian, atau keuangan daerah. Artinya secara prinsip terdapat beberapa tindakan yang dilarang dilakukan oleh PLH dan PLT seperti mengangkat, memindahkan, atau memberhentikan pegawai, mengubah struktur organisasi atau alokasi anggaran, menetapkan kebijakan besar seperti perubahan rencana kerja atau bahkan sekadar menandatangani Renstra (rencana strategis).</p>
<p>Meski demikian, PLH dan PLT tetap diperbolehkan melaksanakan tugas administratif rutin, seperti menetapkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), menandatangani surat tugas atau cuti, serta menjatuhkan hukuman disiplin ringan.</p>
<p>Dari kaidah sudut pandang hukum kepegawaian, PLT yang menjabat lebih dari enam bulan tanpa penetapan pejabat definitif sebenarnya melanggar ketentuan administratif dan asas kepastian hukum sebagaimana diatur dalam Surat Edaran BKN Nomor 1 Tahun 2021 dan UU Nomor 30 Tahun 2014.</p>
<p>Belum lagi menurut ketentuan Pasal 117 Undang-Undang ASN, jabatan pimpinan tinggi (JPT) harus diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja melalui sistem merit. Jadi jika jabatan PLT dibiarkan tanpa batas waktu, maka rusaklah prinsip meritokrasi dalam tata kelola ASN.</p>
<p>Kondisi seperti ini dapat dikategorikan sebagai maladministrasi dan penyalahgunaan kewenangan, terutama apabila PLT yang bersangkutan menandatangani keputusan strategis dan atau penetapan anggaran.</p>
<p>Bilamana terdapat perilaku menyimpangi ketentuan hukum kepegawaian tersebut, pada dasarnya BKN dan Kementerian PANRB memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administratif terhadap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).</p>
<p>Apabila ditemukan unsur kesengajaan atau kepentingan politik di balik penundaan pengisian jabatan definitif, sebab tindakan tersebut dapat masuk kategori abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).</p>
<p>Lebih lanjut kebijakan yang dikeluarkan oleh PLT setelah melampaui masa jabatannya berpotensi cacat administratif dan dapat dibatalkan apabila digugat di pengadilan.</p>
<p>Surat Edaran Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2021 menjadi pengingat penting bahwa jabatan PLT bersifat sementara dan dibatasi maksimal enam bulan. Jika pejabat pembina kepegawaian tidak segera menetapkan pejabat definitif setelah batas waktu tersebut, maka hal itu merupakan bentuk pelanggaran administratif dan penyimpangan dari prinsip sistem merit ASN. (**)</p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><em><strong>Tulisan ini merupakan opini pribadi. Segala isi, pandangan, dan bahasa yang digunakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.</strong></em></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Adalah Bintang Masa Depan, Pesan Wabup Malang di Gebyar PAUD 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-adalah-bintang-masa-depan-pesan-wabup-malang-di-gebyar-paud-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-adalah-bintang-masa-depan-pesan-wabup-malang-di-gebyar-paud-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lathifah Shohib tekankan pentingnya pendidikan karakter dan lingkungan belajar yang penuh cinta bagi generasi penerus bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b44c1b2f24.webp" length="95560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 20:54:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan anak usia dini, gebyar paud 2025, lathifah shoib, kabupaten malang, himpaudi, karakter anak bangsa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Wajah-wajah ceria anak-anak yang menari, tertawa, dan bernyanyi di atas panggung menjadi pemandangan hangat di Gebyar PAUD Tahun 2025 di New Wisata Wendit, Kecamatan Pakis. Di tengah keceriaan itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengingatkan bahwa setiap anak adalah bintang kecil masa depan bangsa.</p>
<p>“Anak-anak kita adalah bintang-bintang kecil yang akan menerangi masa depan. Mereka butuh cinta, keteladanan, dan lingkungan belajar yang menyenangkan,” ujar Lathifah, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Lathifah menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Menurutnya, dari keceriaan dan keberanian anak-anak PAUD inilah lahir generasi yang jujur, percaya diri, dan penuh kasih sayang.</p>
<p>Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Malang serta seluruh pendidik PAUD di wilayah Pakis, Jabung, Tumpang, dan Poncokusumo yang dengan sabar membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi berkarakter dan berakhlak mulia.</p>
<p>“Melalui Gebyar PAUD ini, kita tidak hanya menumbuhkan kreativitas anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, keberanian, dan cinta budaya bangsa,” jelasnya.</p>
<p>Lathifah bahkan ikut menari bersama anak-anak dalam Tari “<em>Ceriane Lare”,</em> tarian yang disebutnya mencerminkan keceriaan dan semangat anak-anak Kabupaten Malang yang dikenal ramah dan sopan.</p>
<p>“Jangan takut bermimpi, karena dari anak-anak hebat seperti kalianlah nanti akan lahir pemimpin, dokter, guru, petani, polisi, pengusaha, bahkan presiden masa depan,” tuturnya.</p>
<p>Selain menanamkan pesan moral bagi anak-anak, Lathifah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD atas dedikasinya membentuk fondasi karakter sejak dini. Pemerintah Kabupaten Malang, katanya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi pendidik maupun fasilitas belajar yang ramah anak.</p>
<p>“Semoga semangat dan ketulusan panjenengan semua menjadi ladang pahala dan inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Sungai Glidik Disisir Hingga Pantai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencarian-ibu-dan-anak-hanyut-di-sungai-glidik-disisir-hingga-pantai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencarian-ibu-dan-anak-hanyut-di-sungai-glidik-disisir-hingga-pantai</guid>
<description><![CDATA[ Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban ibu dan anak yang hanyut di Sungai Glidik, Ampelgading, sejak Sabtu lalu tanpa hasil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b41a44b513.webp" length="24170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 20:23:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pencarian korban hanyut, Sungai Glidik, Polres Malang, SAR gabungan, Ampelgading, BPBD Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan dua korban hanyut di Sungai Glidik, Desa Lebakharjo, Ampelgading, meski pencarian telah berlangsung lima hari.</p>
<p>Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban ibu dan anak yang hanyut di Sungai Glidik, Ampelgading, sejak Sabtu lalu tanpa hasil.</p>
<p>Pencarian terhadap dua warga yang hanyut di Sungai Glidik, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, memasuki hari kelima pada Rabu (5/11/2025). Hingga siang ini, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.</p>
<p>Sejak dilaporkan hanyut pada Sabtu (1/11/2025), pencarian dilakukan tanpa jeda oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, SAR Kanjuruhan, Polsek Ampelgading, BPBD Kabupaten Malang, TNI, dan kelompok nelayan. Meski cuaca sempat berubah-ubah dan arus sungai cukup deras, penyisiran terus diperluas hingga ke wilayah hilir dan pesisir selatan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, upaya pencarian kali ini difokuskan pada area yang lebih luas di sepanjang aliran Sungai Glidik hingga ke muara.</p>
<p>“Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke pesisir. Polres Malang bersama unsur SAR bekerja semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” ujar AKP Bambang Subinajar, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, koordinasi intensif dilakukan agar operasi pencarian tetap berjalan efektif dan terarah di lapangan.</p>
<p>“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR gabungan untuk memperluas area pencarian. Semoga keberadaan korban segera diketahui,” imbuhnya.</p>
<p>Dua korban yang masih dicari adalah Rika Julia Safitri (27) dan anak perempuannya Aldafiatul Rifka Salimah (6). Keduanya hanyut saat menyeberangi jembatan Sungai Glidik bersama suaminya pada Sabtu sore. Sang suami berhasil menyelamatkan diri, sementara ibu dan anak tersebut terseret arus deras yang tiba-tiba meningkat.</p>
<p>Hingga kini, seluruh tim masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian dan berencana melanjutkan pencarian ke wilayah pesisir laut selatan jika belum ditemukan hasil hingga sore hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Genjot Program Bongkar Ratoon, Pemerintah Pusat Targetkan Swasembada Gula dan Stop Impor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-genjot-program-bongkar-ratoon-pemerintah-targetkan-swasembada-gula-dan-stop-impor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-genjot-program-bongkar-ratoon-pemerintah-targetkan-swasembada-gula-dan-stop-impor</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Malang, dengan potensi lahan tebu seluas 15.000 hektare, dinilai mampu menjadi pilar pendukung utama swasembada gula. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690af11355c58.webp" length="45310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 13:41:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Bululawang, bongkar ratoon, tebu, swasembada gula, Kementan, Abdul Roni Angkat, Bupati Sanusi, pertanian, ekonomi desa, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Kabupaten Malang ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas nasional dalam pelaksanaan program bongkar ratoon tebu guna meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. </p>
<p>Inisiatif tersebut merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada gula nasional dan menghentikan impor.</p>
<p>Penanda dimulainya program tersebut adalah kegiatan tanam perdana tebu bongkar ratoon di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (5/11/2025). </p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Abdul Roni Angkat, menekankan pentingnya keberhasilan program ini. "Artinya apa? Ini kita harus sukseskan kegiatan bongkar ratoon dalam proses menuju swasembada gula," ujar Abdul Roni, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program bongkar ratoon adalah amanat langsung dari Presiden melalui Menteri Pertanian. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghentikan impor gula konsumsi dengan memperkuat produksi dalam negeri melalui peningkatan produktivitas lahan tebu rakyat.</p>
<p>Kabupaten Malang, dengan potensi lahan tebu seluas 15.000 hektare, dinilai mampu menjadi pilar pendukung utama swasembada gula. Abdul Roni menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan sinergi dari seluruh pihak terkait.</p>
<p>Untuk memfasilitasi program ini, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan komprehensif, meliputi: bantuan benih dan pupuk subsidi jenis ZA khusus untuk tebu, bantuan alat pengolahan hasil panen, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga mencapai Rp500 juta tanpa pemeriksaan BI <em>Checking</em>, bahkan jika petani memiliki KUR di tempat lain.</p>
<p>"KUR terbaru bisa sampai 500 juta rupiah tanpa BI <em>Checking</em>, dan boleh dipakai walaupun petani punya KUR di tempat lain. Artinya ini harus dimanfaatkan dengan baik," jelas dia.</p>
<p>Pengawalan di lapangan akan melibatkan lintas instansi. Mulai dari unsur TNI, Kejaksaan hingga Kepolisian. </p>
<p>"Kalau kurang orang, TNI siap <em>backup</em>, kalau ada pendampingan hukum, teman-teman kejaksaan dan polisi juga siap <em>backup</em>. Artinya ini tidak boleh gagal, karena pesan dari Presiden jelas, yakni tahun depan tidak boleh impor," tegasnya.</p>
<p>Abdul Roni juga menyoroti peran strategis Jawa Timur. Berdasarkan data Kementan, sekitar 70 persen dari program bongkar ratoon nasional dijalankan di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Malang. Hal ini sejalan dengan data Pemprov Jatim yang mencatat kontribusi produksi gula provinsi tersebut sudah mencapai lebih dari 51 persen dari total produksi gula nasional.</p>
<p>Langkah ini mendesak mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor gula. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian mencatat bahwa impor gula nasional hingga September 2024 telah mencapai 3,66 juta ton dengan nilai sekitar Rp33 triliun. Padahal, produksi gula nasional baru sekitar 2,47 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi mencapai 3,2 juta ton. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu importir gula mentah terbesar dunia dengan volume sekitar 5 juta ton per tahun.</p>
<p>Dengan dimulainya program bongkar ratoon di Kabupaten Malang, pemerintah optimistis langkah ini menjadi tonggak penting menuju kemandirian produksi gula dan pengurangan impor di masa mendatang.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.</p>
<p>"Saya sebagai Bupati Malang menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang melalui Kementerian Pertanian membantu petani agar produksi tebunya lebih bagus," ujar Sanusi.</p>
<p>Melalui program bongkar ratoon, Sanusi menargetkan hasil tebu di Kabupaten Malang dapat meningkat signifikan, dari kisaran 800–1.000 kuintal (80–100 ton) per hektare menjadi 1.500 kuintal (150 ton) per hektare.</p>
<p>"Harapannya, produksi meningkat dan kesejahteraan petani juga naik. Selain itu, secara nasional bisa mendukung program swasembada gula agar tidak impor lagi," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dampak Angin Puting Beliung di Dau, Malang: 112 Rumah Rusak!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dampak-angin-puting-beliung-di-dau-malang-112-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dampak-angin-puting-beliung-di-dau-malang-112-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil asesmen BPBD Kabupaten Malang rincian rumah rusak akibat puting beliung:  9 rumah rusak berat, 14 rumah rusak sedang, dan 89 rumah rusak ringan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6908039c5ecef.webp" length="35876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 10:42:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>puting beliung Malang, angin kencang Dau, BPBD Kabupaten Malang, bencana alam Malang, rumah rusak Dau, cuaca ekstrem Sumbersekar, penanganan BPBD Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Akibat terjangan angin puting beliung di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (2/11/2025) sore, sedikitnya 112 rumah warga rusak. Kawasan yang mengalami kerusakan terparah di Dusun Krajan dan Dusun Semanding. Selain rumah warga, dua mushola dan satu balai RT juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.</p>
<p>“Dari hasil asesmen di lapangan, total ada 9 rumah rusak berat, 14 rumah rusak sedang, dan 89 rumah rusak ringan. Kami juga mencatat satu warga mengalami luka ringan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Icwanul Muslimin, Senin (3/11/2025).</p>
<p>Icwanul menjelaskan, korban luka bernama Sunarti (47), warga Dusun Semanding, sudah mendapat penananan medis dan kini telah kembali ke rumah. </p>
<p>Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan juga telah menyalurkan bantuan terpal kepada warga terdampak untuk kebutuhan darurat.“Tim TRC bersama Poslap Singosari langsung melakukan pendataan sejak Minggu malam. Hingga pagi ini, kami terus memperbarui data sambil memantau kondisi cuaca di wilayah tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Selain asesmen dan distribusi bantuan, BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan lintas organisasi untuk membersihkan material dan memperbaiki akses jalan yang sempat tertutup akibat tiupan angin.</p>
<p>“Sinergi antarunsur sangat penting, dan kami mengapresiasi dukungan semua pihak, mulai dari Tagana, PMI, SAR, hingga relawan desa yang turut membantu penanganan di lapangan,” imbuhnya</p>
<p>Hingga kini, kondisi wilayah terdampak sudah berangsur normal. BPBD Kabupaten Malang masih membuka posko koordinasi untuk memantau perkembangan dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Tumbang di Kepanjen Malang, Arus Lalu Lintas Jalibar Terhambat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-tumbang-di-kepanjen-malang-arus-lalu-lintas-jalibar-terhambat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-tumbang-di-kepanjen-malang-arus-lalu-lintas-jalibar-terhambat</guid>
<description><![CDATA[ Pohon dengan tinggi sekitar 10 meter itu tumbang melintang di badan jalan dan menutup akses kendaraan dari dua arah di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690730a75abae.webp" length="69646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 19:53:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBDMalang, CuacaEkstrem, JalibarKepanjen, PohonTumbang, PolresMalang, LaluLintasMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Arus lalu lintas di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang, sempat terhambat akibat tumbangnya pohon trembesi berdiameter sekitar 80 sentimeter pada Minggu (2/11/2025) sore. Kejadian terjadi sekitar pukul 14.45 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.</p>
<p>Pohon dengan tinggi sekitar 10 meter itu tumbang melintang di badan jalan dan menutup akses kendaraan dari dua arah. Sejumlah pengendara sempat berhenti dan memutar balik karena jalur tidak bisa dilalui.</p>
<p>Tak lama kemudian, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Polres Malang, PMI Kabupaten Malang, SAR Awangga, serta relawan dan masyarakat sekitar langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi material pohon.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari warga sekitar pukul 15.50 WIB.</p>
<p>“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan menurunkan empat personel TRC PB untuk melakukan assessment serta pembersihan material pohon,” ujar Sadono, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, proses pemotongan dan pembersihan selesai dilakukan sore hari itu juga, dan arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 16.30 WIB. “Saat ini jalur Jalibar sudah bisa dilalui kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” imbuhnya.</p>
<p>Sadono juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kami mengingatkan warga, khususnya pengendara dan mereka yang tinggal di sekitar pepohonan besar, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan disertai angin kencang,” katanya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Puting Beliung Terjang Desa Sumbersekar Dau, BPBD Malang Lakukan Assessment</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-terjang-desa-sumbersekar-dau-bpbd-malang-lakukan-assessment</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-puting-beliung-terjang-desa-sumbersekar-dau-bpbd-malang-lakukan-assessment</guid>
<description><![CDATA[ Angin puting beliung di Malang itu diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan pusaran angin cukup kuat hingga menimbulkan kerusakan di beberapa titik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69072e0aa5f6c.webp" length="21250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 17:51:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Dau, Sumbersekar, BPBD Kabupaten Malang, Angin Puting Beliung, Cuaca Ekstrem, TRC PB.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG SJP – </strong>Angin puting beliung menerjang kawasan Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi bersamaan dengan hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan, kejadian tersebut diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan pusaran angin cukup kuat hingga menimbulkan kerusakan di beberapa titik.</p>
<p>“Terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang yang diduga menjadi pemicu terjadinya angin puting beliung di wilayah Sumbersekar,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Tim Reaksi Cepat (TRC) PB bersama Poslap Singosari langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan <em>assessment</em> dan identifikasi dampak. Hingga sore hari, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan.</p>
<p>“Data sementara masih dalam proses assessment, belum dapat dipastikan jumlah rumah atau fasilitas yang terdampak,” lanjut Sadono.</p>
<p>Dalam penanganan awal, BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, dibantu unsur Buana Solusindo, Marva Telekomunikasi, serta masyarakat sekitar.</p>
<p>Hingga laporan ini diterima, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD juga terus memantau potensi lanjutan dari cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Malang bagian barat.</p>
<p>“Untuk sementara kondisi terkendali, namun kami tetap mengimbau warga agar waspada terhadap perubahan cuaca dan segera melapor jika terjadi kejadian serupa,” pungkas Sadono. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu dan Anak di Malang Hanyut di Sungai Glidik Ampelgading Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-dan-anak-di-malang-hanyut-di-sungai-glidik-ampelgading-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-dan-anak-di-malang-hanyut-di-sungai-glidik-ampelgading-malang</guid>
<description><![CDATA[ Upaya pencarian terhadap ibu dan anak yang hilang di Sungai Glidik, Ampelgading, masih berlangsung. Tim gabungan bersama warga menyisir sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah muara setelah sepeda motor korban ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906ec70d488b.webp" length="28572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 12:48:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ibu dan anak hilang, Ampelgading Malang, Sungai Glidik, pencarian korban hanyut, BPBD Malang, Polres Malang, cuaca ekstrem</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Perjalanan pulang sebuah keluarga muda di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, berubah menjadi tragedi. Sabtu (1/11/2025) sore, sepeda motor yang ditumpangi tiga orang itu terseret arus Sungai Glidik yang tiba-tiba meluap. Sang ibu dan anak dinyatakan hilang, sementara sang suami selamat dalam kondisi syok.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Rika Julia Safitri (27) bersama suaminya, Teguh Srianto (34), dan putri mereka, Aldafiatul Rifka Salimah (6), melintas di jembatan penghubung antara Desa Tegalrejo, Kabupaten Lumajang, dan Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Hujan deras yang mengguyur sejak siang membuat permukaan jembatan licin dan debit air sungai meningkat tajam.</p>
<p>Saat melintas di tengah jembatan, arus deras menghantam kendaraan mereka hingga oleng. Teguh sempat berusaha menahan sepeda motor dan menggenggam tangan istrinya, namun pegangan terlepas akibat derasnya arus yang tiba-tiba menyeret tubuh Rika dan anaknya ke aliran sungai.</p>
<p>“Suaminya berhasil menepi dalam kondisi selamat, sementara istri dan anaknya hanyut terbawa arus,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Sejak kejadian itu, warga bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa langsung melakukan pencarian menyusuri aliran Sungai Glidik. Tim juga mendapat bantuan dari nelayan pesisir yang membantu pencarian hingga ke arah muara.</p>
<p>“Sepeda motor korban ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal, tetapi ibu dan anak tersebut belum ditemukan,” lanjut Bambang.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama BPBD Kabupaten Malang dan tim SAR gabungan kini memperluas pencarian, terutama di titik-titik rawan pusaran air serta jalur sungai yang menuju laut selatan. Cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.</p>
<p>“Kami terus berkoordinasi dengan tim gabungan agar korban segera ditemukan,” tutup Bambang.</p>
<p>Sementara itu BPBD Kabupaten Malang Malang menyebut laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Malang sekitar pukul 21.40 WIB melalui perangkat desa setempat.</p>
<p>“Iya betul, korban atas nama Rika Yulia dan Aldafistul Rifka Salima masih dalam pencarian. Tim gabungan telah diterjunkan sejak malam kejadian,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.</p>
<p>Pencarian dilakukan oleh Basarnas Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Malang, Polres Malang , Sibat PMI Ampelgading, perangkat desa, serta warga. Upaya penyisiran dilakukan secara manual di sepanjang aliran Sungai Glidik hingga wilayah muara. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja di Tumpang Malang Telepon Polisi Gara&amp;Gara Dimarahi Ibu Kandungnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-di-tumpang-malang-telepon-polisi-gara-gara-dimarahi-ibu-kandungnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-di-tumpang-malang-telepon-polisi-gara-gara-dimarahi-ibu-kandungnya</guid>
<description><![CDATA[ Polisi respons cepat laporan anak di Tumpang yang merasa dipukul ibu, akhiri kisah dengan mediasi damai di Balai Desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906abc66abbf.webp" length="37124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 08:32:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polres Malang, Tumpang, Layanan 110, Mediasi Keluarga, Polisi Humanis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Ada-ada saja ulah seorang remaja di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Gara-gara dimarahi ibunya karena enggan membereskan tempat tidur, ia nekat menghubungi layanan darurat 110 dan melaporkan sang ibu ke polisi.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/11/2025). Anak berinisial TFS (17) merasa kesal setelah ibunya, S (45), memukulnya menggunakan sapu lantaran tak kunjung melipat selimut dan merapikan sprei.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, petugas segera merespons laporan yang diterima dari operator layanan darurat Polri.</p>
<p>“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Tumpang segera mendatangi rumah pelapor untuk memastikan kondisi anak dan ibunya dalam keadaan baik. Setelah dilakukan klarifikasi, ternyata peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara anak dan orang tua,” ujar Bambang, Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sang ibu memukul anaknya tiga kali hingga menimbulkan memar ringan di bagian tangan dan paha. Usai kejadian, ibu itu pergi bekerja ke kebun, sementara anaknya melapor melalui telepon 110.</p>
<p>Petugas Polsek Tumpang kemudian mempertemukan keduanya di Balai Desa dengan disaksikan perangkat desa untuk dilakukan mediasi.</p>
<p>“Polisi hadir untuk menengahi dan memberikan edukasi. Keduanya akhirnya saling memaafkan, dan disepakati penyelesaian secara kekeluargaan dengan surat pernyataan bersama,” jelas Bambang.</p>
<p>Bambang katakan, layanan 110 terbuka bagi masyarakat untuk berbagai pengaduan, termasuk yang berkaitan dengan hubungan keluarga. Namun, polisi juga mendorong agar setiap persoalan rumah tangga diselesaikan dengan komunikasi yang baik.</p>
<p>“Kami hadir bukan hanya untuk penindakan, namun juga memberikan solusi. Komunikasi yang sehat di dalam keluarga sangat penting agar hal seperti ini tidak terulang,” tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Curi HP di Dasbor Motor, Ditangkap di Tajinan Malang Usai Terekam CCTV</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-curi-hp-di-dasbor-motor-ditangkap-di-tajinan-malang-usai-terekam-cctv</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-curi-hp-di-dasbor-motor-ditangkap-di-tajinan-malang-usai-terekam-cctv</guid>
<description><![CDATA[ Aksi pencurian ponsel di Bululawang terekam kamera CCTV. Pelaku tak sadar dirinya diawasi hingga akhirnya ditangkap polisi berkat rekaman tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690560d24be0e.webp" length="17004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 08:24:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, Polres Malang, Bululawang, CCTV, keamanan masyarakat, pencurian, hukum</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Siang itu, suasana di depan sebuah toko sembako di Kecamatan Bululawang tampak biasa saja. Lalu lintas warga yang keluar-masuk toko membuat siapa pun tak curiga atas aksi pencurian yang sedang terjadi di tengah keramaian.</p>
<p>Namun dari sudut kecil di atas etalase toko, kamera CCTV merekam jelas gerak-gerik seorang pria yang berhenti di depan sepeda motor. </p>
<p>Ia tampak menoleh kanan-kiri, memastikan tak ada yang memperhatikan, lalu mengulurkan tangan ke dasbor motor yang terbuka. Dalam hitungan detik, ponsel milik seorang ibu rumah tangga berpindah ke tangannya.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada beberapa bulan lalu. Korban, RI (31), warga Kedungkandang, Kota Malang, saat itu datang ke toko untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Ia memarkir sepeda motornya di tepi jalan, tak menyadari bahwa ponsel miliknya tertinggal di bagasi depan.</p>
<p>Beberapa menit berlalu, pria yang belakangan diketahui berinisial LL (33) melintas. Niat jahat muncul seketika, dan tanpa pikir panjang ia mengambil ponsel itu lalu kabur.</p>
<p>“Pelaku terlihat dalam rekaman CCTV sedang mengambil HP yang tertinggal di sepeda motor. Dari hasil penelusuran, identitasnya berhasil diketahui dan segera dilakukan penangkapan oleh tim Unit Reskrim Polsek Bululawang,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Sabtu (1/11/2025).</p>
<p>Korban yang baru menyadari kehilangan saat hendak pulang langsung melapor ke Polsek Bululawang. Dari laporan itu, petugas segera memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ciri-ciri pelaku terekam dengan jelas: jaket hitam, motor bebek, dan helm berwarna gelap.</p>
<p>Hanya berselang beberapa hari, Unit Reskrim Polsek Bululawang berhasil melacak keberadaan LL di kawasan Tambakasri, Kecamatan Tajinan. Penangkapan dilakukan Kamis (30/10/2025) malam tanpa perlawanan.</p>
<p>“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut mencuri sendirian. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit HP, sepeda motor yang digunakan, dan jaket yang dipakai saat kejadian,” ungkap Bambang.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, LL dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. Polisi masih mendalami apakah ia pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain.</p>
<p>Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tak lengah terhadap barang berharga, terutama saat memarkir kendaraan di tempat umum. Satu kelalaian kecil bisa menjadi peluang bagi orang yang salah niat.</p>
<p>“LL sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada,” pungkas Bambang.</p>
<p>Kamera pengintai di toko itu kini menjadi 'saksi' yang membantu mengungkap kejahatan kecil di jalanan Bululawang. Di tengah hiruk pikuk kota, teknologi diam-diam menjadi pelindung yang mengingatkan: mata tak selalu melihat, namun CCTV terbukti menjadi tools penting dalam mengungkap kejahatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Lansia Tewas Tertabrak KA Dhoho di Kepanjen Malang, Diduga Tak Dengar Klakson</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-lansia-tewas-tertabrak-ka-dhoho-di-kepanjen-malang-diduga-tak-dengar-klakson</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-lansia-tewas-tertabrak-ka-dhoho-di-kepanjen-malang-diduga-tak-dengar-klakson</guid>
<description><![CDATA[ Purnawirawan TNI berusia 85 tahun tewas tertabrak KA Dhoho di perlintasan tanpa palang pintu Kepanjen. Diduga korban tak mendengar klakson karena gangguan pendengaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690498ef55f03.webp" length="81154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 19:08:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan, kereta api, Kepanjen, Polres Malang, lansia, keselamatan rel</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Tragedi memilukan terjadi di perlintasan rel tanpa palang pintu di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Seorang pria lanjut usia, MG Sembiring (85), yang diketahui sebagai purnawirawan TNI AD sekaligus anggota PEPABRI, tewas seketika usai tertabrak Kereta Api Dhoho jurusan Blitar–Malang.</p>
<p>Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di petak jalan Ngebruk–Kepanjen, tepatnya di KM 69+500. Berdasarkan keterangan saksi dan masinis, korban terlihat berjalan di sisi rel saat kereta melaju dari arah Blitar menuju Malang.</p>
<p>Dari jarak sekitar 100 meter, masinis telah membunyikan klakson berulang kali, namun korban sama sekali tidak merespons. Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan adanya peristiwa tersebut.</p>
<p>“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka di bagian kepala belakang dan lecet di tangan kanan,” ujar Bambang, Jumat (31/10/2025).</p>
<p>Bambang menjelaskan, korban diduga mengalami gangguan pendengaran. Saat kejadian, lanjut Bambang, ia hendak menuju sawah miliknya yang berada tak jauh dari rel.</p>
<p>“Informasi dari keluarga, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami penurunan pendengaran, sehingga besar kemungkinan tidak mendengar bunyi klakson kereta api,” tambah Bambang.</p>
<p>Petugas Polsek Kepanjen bersama Unit Laka Lantas Polres Malang segera melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengevakuasi jenazah ke rumah duka dengan bantuan ambulans SAR Kabupaten Malang.</p>
<p>Adapun dari pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun otopsi dan sudah membuat surat pernyataan resmi yang diketahui oleh Lurah setempat.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas atau beraktivitas di sekitar jalur kereta api, terutama di area tanpa palang pintu.</p>
<p>“Keselamatan harus diutamakan. Kami imbau warga untuk tidak berjalan terlalu dekat dengan rel, apalagi di jalur aktif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan ke Kota Malang, Kapolri Dorong Kolaborasi Polda Jatim dan Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-kota-malang-kapolri-dorong-kolaborasi-polda-jatim-dan-komunitas-ojol-jaga-kamtibmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-kota-malang-kapolri-dorong-kolaborasi-polda-jatim-dan-komunitas-ojol-jaga-kamtibmas</guid>
<description><![CDATA[ Kapolri apresiasi sinergi Polda Jatim dan komunitas Ojol dalam Apel Kamtibmas “Jogo Jatim” untuk keamanan dan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69044bd2a8281.webp" length="46246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 13:01:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kapolri, Polda Jatim, Ojol, Kamtibmas, Jogo Jatim, Kota Malang, Deklarasi Ojol, Ekonomi, UMKM, Keamanan Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi sinergi antara Polda Jawa Timur dan komunitas ojek online (Ojol) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).</p>
<p>Hal itu disampaikan Kapolri usai memimpin Apel Ojol Kamtibmas “Jogo Jatim Bersama Polda Jatim” di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (31/10/2025).</p>
<p>Kapolri menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar beserta jajaran, serta seluruh pejabat utama dan unsur Forkopimda yang hadir.</p>
<p>“Deklarasi Ojol Kamtibmas ini menjadi salah satu bentuk nyata kemitraan antara Polri dan komunitas Ojol, serta seluruh elemen lain, termasuk pemerintah daerah. Kita sepakat bahwa peran Ojol sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah situasi yang terus berkembang,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat (31/10/2025)</p>
<p>Listyo menekankan bahwa pengemudi Ojol kini tak hanya berperan sebagai pelaku transportasi, tetapi juga sebagai penghubung antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan masyarakat, sehingga berkontribusi besar terhadap roda perekonomian nasional.</p>
<p>“Teman-teman Ojol setiap hari berada di jalan, melihat langsung berbagai situasi. Jika ada hal-hal yang berpotensi mengganggu keselamatan atau tindak kejahatan, saya harap dapat segera dilaporkan kepada kepolisian. Kami siap bermitra dan merespons cepat,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan, Polri dan Polda Jatim membangun sejumlah gerai dan bengkel mitra Ojol yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat maupun perawatan kendaraan. Fasilitas ini diharapkan memperkuat solidaritas antar pengemudi sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan.</p>
<p>“Semoga kemitraan ini terus dikembangkan seluruh jajaran Polda Jatim agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Karena untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, diperlukan kondisi keamanan yang stabil,” tutupnya.</p>
<p>Apel Ojol Kamtibmas “Jogo Jatim” menjadi momentum penting penguatan sinergi Polri, pemerintah daerah, dan komunitas transportasi daring, dalam menciptakan keamanan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Malang Dorong Keseimbangan Fasyankes Lewat Peta Kebutuhan dan Sistem Rujukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-malang-dorong-keseimbangan-fasyankes-lewat-peta-kebutuhan-dan-sistem-rujukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-malang-dorong-keseimbangan-fasyankes-lewat-peta-kebutuhan-dan-sistem-rujukan</guid>
<description><![CDATA[ Dinkes Kabupaten Malang perkuat pemerataan layanan kesehatan melalui peta kebutuhan wilayah, sistem rujukan berjenjang, dan pengendalian izin faskes baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6904487e0b6e3.webp" length="31110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 12:29:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>fasyankes, dinkes malang, sistem rujukan, kesehatan malang, pemerataan layanan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus memperkuat pemerataan layanan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) agar tidak terjadi penumpukan layanan di satu wilayah.</p>
<p>Langkah strategis ini dilakukan melalui pendekatan berbasis kebutuhan daerah atau <em>need-based planning</em> serta penguatan sistem rujukan berjenjang.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menjelaskan, perencanaan fasilitas kesehatan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan wilayah dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, sebaran umur, penyakit dominan, dan aksesibilitas geografis.</p>
<p>“Verifikasi dilakukan melalui validasi di Dinas Kesehatan, termasuk mempertimbangkan data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 6 Tahun 2024,” ujar Wiyanto, Jumat (31/10/2025).</p>
<p>Dinkes juga menyusun Peta Kebutuhan Pelayanan Kesehatan (<em>Health Service Map</em>) sebagai dasar penerbitan rekomendasi bagi fasilitas kesehatan baru. Melalui peta tersebut, pemerintah daerah dapat mengarahkan distribusi layanan secara proporsional, baik untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/ FKTP) maupun tingkat lanjutan (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut/ FKRTL).</p>
<p>Selain itu, Dinkes melakukan pengendalian izin fasilitas kesehatan berdasarkan peta kebutuhan, melalui koordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Tujuannya agar pembukaan fasilitas baru tidak tumpang tindih dan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan.</p>
<p>“Kami juga menegaskan fungsi dan jenjang layanan dengan memantau melalui Dashboard Distribusi Fasyankes. Di situ ada indikator seperti rasio FKTP per 30 ribu penduduk, rasio RS per 250 ribu penduduk, waktu tempuh ke layanan kesehatan terdekat di bawah 30 menit, serta tingkat utilisasi BOR dan rujukan,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, penguatan sistem rujukan dilakukan untuk memastikan FKTP tetap fokus pada layanan promotif, preventif, dan kuratif dasar, sementara rumah sakit menjalankan fungsi rujukan secara efektif.</p>
<p>Kolaborasi jejaring pelayanan dan pembinaan mutu juga diperkuat, termasuk integrasi Puskesmas dengan fasilitas kesehatan lain dalam percepatan penanganan penyakit prioritas nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Geger, 22 Makam di Bantur Malang Dirusak Tengah Malam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-geger-22-makam-di-bantur-malang-dirusak-tengah-malam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-geger-22-makam-di-bantur-malang-dirusak-tengah-malam</guid>
<description><![CDATA[ Warga Bantur heboh setelah 22 makam di pemakaman umum rusak. Polisi turun langsung ke lokasi untuk penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69041e0213cfe.webp" length="81398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 09:32:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Bantur, pemakaman, makam rusak, polisi, warga, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Geger menyelimuti Dusun Bantur Timur, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, setelah warga menemukan 22 makam dalam kondisi rusak di pemakaman umum setempat. Peristiwa yang diduga terjadi tengah malam itu memicu kekhawatiran dan rasa penasaran warga.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan adanya laporan tersebut. Petugas dari unit reskrim bersama piket Polsek Bantur langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendata kerusakan.</p>
<p>“Benar, petugas sudah mendatangi lokasi dan melakukan pendataan terhadap makam yang rusak. Tim juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi kejadian,” ujar AKP Bambang, Jumat (31/10/2025).</p>
<p>Dari pemeriksaan awal, 22 makam ditemukan dalam kondisi rusak, dengan sejumlah nisan dan batu makam yang berpindah posisi. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti serta mendokumentasikan kondisi pemakaman.</p>
<p>“Kami masih mengumpulkan informasi di lapangan. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui motif dan siapa yang bertanggung jawab atas perusakan ini,” tambah Bambang. Ia menegaskan masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Malang Minta Pemkab Beri Pendampingan Izin bagi RSJ Wikarta Mandala Pujon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-malang-minta-pemkab-beri-pendampingan-izin-bagi-rsj-wikarta-mandala-pujon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-malang-minta-pemkab-beri-pendampingan-izin-bagi-rsj-wikarta-mandala-pujon</guid>
<description><![CDATA[ Komisi I DPRD Kabupaten Malang merekomendasikan pembinaan dan pendampingan izin bagi RSJ Wikarta Mandala usai audiensi membahas legalitas serta kepemilikan lahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690373ca6cc26.webp" length="27638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 22:41:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Komisi I, RSJ Wikarta Mandala, Sengketa Lahan, PerizinanSosial, Ombudsman Jatim, Pembinaan Pemkab, Malang Update</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang menegaskan bahwa langkah pembinaan dan pendampingan perizinan harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian polemik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Wikarta Mandala di Kecamatan Pujon.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menyampaikan, hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar, pihaknya merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Sosial dan DPMPTSP segera melakukan verifikasi faktual terhadap kegiatan dan status hukum RSJ Wikarta Mandala.</p>
<p>“Pemkab perlu memastikan apakah fasilitas tersebut memenuhi syarat sebagai rumah sakit atau lembaga sosial. Jika belum, perlu diberikan pembinaan serta pendampingan administratif agar izin operasionalnya segera terbit,” ujar Faza, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, Komisi I tidak menutup ruang bagi kegiatan sosial, namun semua aktivitas pelayanan masyarakat tetap harus berlandaskan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>DPRD juga meminta agar Pemkab tidak gegabah mengambil langkah penutupan selama tidak ditemukan unsur kekerasan, pelanggaran HAM, atau praktik medis ilegal yang membahayakan pasien.</p>
<p>“Selama tidak ada pelanggaran berat, pendekatan yang dikedepankan adalah pembinaan, bukan represif,” tegasnya.</p>
<p>Dalam rekomendasi hasil audiensi kemarin, Komisi I juga meminta DPMPTSP dan Dinas Sosial untuk:</p>
<p>Menyusun tenggat waktu penyelesaian izin yang jelas dan realistis. Memberikan pendampingan administratif agar proses perizinan tidak menghambat pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Selain itu, Komisi I menegaskan setiap lembaga pelayanan sosial di Kabupaten Malang termasuk rumah singgah dan panti rehabilitasi, wajib memiliki izin operasional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>“Langkah hukum dan administratif yang tertib akan memberikan kepastian bagi semua pihak, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah serta kepercayaan publik terhadap proses penyelesaian yang berkeadilan,” imbuh Faza.</p>
<p>Rapat dengar pendapat ini sendiri difasilitasi oleh Komisi I DPRD Kabupaten Malang, dan dihadiri oleh kedua pihak bersengketa, yakni Yayasan pengelola RSJ Wikarta Mandala dan pihak penggugat, Andar Situmorang.</p>
<p>Kuasa hukum yayasan, Dwi Indrotitto Cahyono, yang hadir kala itu, menyatakan kliennya adalah pemilik sah atas lahan yang kini menjadi lokasi RSJ Wikarta Mandala.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kepemilikan lahan telah berkekuatan hukum tetap sejak diterbitkannya Sertifikat Hak Milik (SHM) tahun 1961.</p>
<p>“Kami juga telah melaporkan Andar Situmorang ke aparat penegak hukum atas dugaan perusakan dan pemalsuan dokumen,” ujarnya.</p>
<p>Sementara pihak pemohon RDP, Haitsam Nuril, menyoroti legalitas operasional RSJ Wikarta Mandala yang dinilai belum memiliki izin resmi baik sebagai rumah sakit maupun lembaga kesejahteraan sosial.</p>
<p>“Izin rumah sakit tidak ada, begitu pula izin lembaga kesejahteraan sosialnya. Maka secara hukum, aktivitasnya tidak punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Nuril.</p>
<p>Ia menambahkan, hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial menunjukkan tidak adanya aktivitas medis resmi di lokasi tersebut. Distribusi obat-obatan pun tidak tercatat sumbernya, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pasien dan warga sekitar.</p>
<p>“Ini bukan soal menolak kegiatan sosial, tapi soal kepastian hukum dan keselamatan. Karena yang dirawat adalah orang dengan gangguan jiwa, fasilitasnya harus memenuhi standar,” ujarnya.</p>
<p>Faza kembali menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Malang akan terus mengawal proses penyelesaian sengketa tersebut agar berjalan secara hukum, transparan, dan berkeadilan.</p>
<p>“Semua pihak harus menghormati proses hukum. Itu satu-satunya cara untuk menjamin kepastian bagi semua dan menjaga kondusivitas di lapangan,” pungkasnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, polemik RSJ Wikarta Mandala di Kecamatan Pujon ini mencuat setelah ditemukan fakta bahwa fasilitas tersebut beroperasi selama lebih dari satu dekade tanpa izin resmi dari instansi kesehatan.</p>
<p>Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur menyebut, tempat yang dikenal masyarakat sebagai RSJ itu tidak terdaftar sebagai rumah sakit dan bahkan menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.</p>
<p>Selain persoalan izin, muncul pula sengketa kepemilikan lahan antara pihak Yayasan Wikarta Mandala dengan penggugat Andar Situmorang, yang mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah yang digunakan fasilitas tersebut.</p>
<p>Yayasan Wikarta Mandala melalui kuasa hukumnya membantah disebut rumah sakit dan menegaskan bahwa lembaga mereka adalah rumah singgah sosial dengan dasar hukum kepemilikan lahan yang sah.</p>
<p>Berbagai laporan dan aduan ke Ombudsman serta aparat penegak hukum inilah yang kemudian mendorong Komisi I DPRD Kabupaten Malang memfasilitasi rapat dengar pendapat guna memperjelas duduk perkara dan mencari solusi yang berkeadilan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bimtek KDMP 2025 di Kabupaten Malang, Langkah Nyata Wujudkan Ekonomi Desa Tangguh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bimtek-kdmp-2025-di-kabupaten-malang-langkah-nyata-wujudkan-ekonomi-desa-tangguh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bimtek-kdmp-2025-di-kabupaten-malang-langkah-nyata-wujudkan-ekonomi-desa-tangguh</guid>
<description><![CDATA[ Bimtek KDMP 2025 bertema SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas digelar di Cakra Residence Turen wujudkan koperasi desa tangguh dan profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690368a06b189.webp" length="33216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 20:59:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bimtek kdmp, koperasi desa, sdm unggul, indonesia emas, kabupaten malang, digitalisasi koperasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tahun 2025 bertema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Cakra Residence Hotel Turen.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Fibrianto Hadi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) ini menjadi langkah nyata untuk membangun koperasi desa yang profesional, modern, dan berdaya saing.</p>
<p>“Harapan saya, berkaitan dengan KDMP, tentu yang pertama adalah terus melaksanakan bimbingan teknis terkait tata kelola dan pengembangan koperasi. Ini penting agar pengurus dan pengawas memahami arah pengelolaan yang profesional,” terangnya, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Dalam kegiatan Bimtek tersebut, Dinas Koperasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Malang. </p>
<p>Selain itu, perwakilan dari sepuluh koperasi sukses dengan aset di atas Rp15 miliar juga hadir berbagi pengalaman sebagai inspirasi bagi KDMP lainnya.</p>
<p>Tak hanya itu, sinergi juga dilakukan dengan perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memberikan edukasi akses permodalan, serta Telkom Indonesia yang menyiapkan dukungan aplikasi digital agar transaksi koperasi dapat terpantau secara transparan dan real-time.</p>
<p>“Kami ingin semua proses berjalan terbuka dan efisien. Dengan dukungan aplikasi dari Telkom, semua kegiatan keuangan koperasi bisa termonitor secara real-time,” tambah Tito.</p>
<p>Tito menegaskan bahwa penguatan SDM unggul dan penerapan teknologi digital merupakan langkah penting dalam mewujudkan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.</p>
<p>“Harapan kami, pengurus KDMP didukung penuh oleh para pengawas agar bisa mengelola usaha yang lebih maju. Dengan begitu, koperasi bisa menjadi lokomotif penggerak perekonomian desa,” tegasnya.</p>
<p>Kegiatan Bimtek KDMP 2025 di Cakra Residence Hotel Turen diharapkan mampu memperkuat tata kelola koperasi desa secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga penerapan digitalisasi keuangan yang akuntabel dan transparan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Perkuat Pendidikan Vokasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-pendidikan-vokasi-sebagai-pilar-ekonomi-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-pendidikan-vokasi-sebagai-pilar-ekonomi-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025 di Kabupaten Malang menjadi bukti nyata dukungan Pemkab dalam memperkuat vokasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69034c5c39a6f.webp" length="49132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 19:43:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan vokasi, pengentasan kemiskinan, LKP, Pemkab Malang, Disdik Malang, wirausaha, ekonomi rakyat, Bu Lathifah, PKW 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat. Melalui berbagai program pelatihan keterampilan dan wirausaha, Pemkab berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.</p>
<p>Upaya tersebut tampak dalam penutupan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Program hasil kolaborasi Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek bersama LKP Saraswati itu menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal.</p>
<p>“Program seperti ini luar biasa karena memberikan bekal keterampilan yang langsung bisa digunakan. Ini salah satu cara nyata menekan angka kemiskinan—membekali masyarakat agar bisa mandiri dan berwirausaha,” ujar Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, saat menutup kegiatan tersebut, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Menurut Lathifah, seluruh biaya pelatihan bersumber dari APBN melalui Kemendikbudristek. Ia berharap peserta tak berhenti di tahap penerimaan sertifikat semata, tetapi benar-benar menapaki jalan wirausaha. Peserta juga mendapatkan bantuan peralatan usaha secara berkelompok melalui skema Kelompok Belajar Usaha (KBU).</p>
<p>“Kami minta LKP terus melakukan pendampingan dan menjaga jaringan dengan dunia usaha. Bahkan kami dorong agar bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Gajayana yang memiliki program tata rias dan tata boga. Setelah lulus, jangan putus hubungan, tetap ada <em>follow up</em>,” tambah Wabup yang akrab disapa Bu Lathifah itu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa program PKW merupakan bagian dari kebijakan Pemkab untuk menciptakan masyarakat terampil dan berdaya saing.</p>
<p>“PKW ini fokusnya pada pembentukan wirausaha baru. Peserta tidak hanya diberi keterampilan teknis, tetapi juga pendampingan dan praktik usaha agar siap membuka lapangan kerja sendiri,” jelasnya.</p>
<p>Suwadji menyebut, sepanjang 2025 terdapat 44 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) aktif di Kabupaten Malang dengan beragam bidang, mulai dari kecantikan, tata busana, teknologi informasi, bahasa asing, hingga kewirausahaan. Dari jumlah tersebut, lima lembaga memperoleh bantuan program PKK dan tiga lembaga, termasuk LKP Saraswati, mendapatkan program PKW.</p>
<p>“Kami ingin LKP bukan sekadar tempat belajar keterampilan, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena sehat itu bukan hanya jasmani dan rohani, tapi juga sehat secara ekonomi,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manajemen Pangan Jadi Kunci, Dinkes Libatkan Puskesmas Awasi Program MBG Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manajemen-pangan-jadi-kunci-dinkes-libatkan-puskesmas-awasi-program-mbg-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manajemen-pangan-jadi-kunci-dinkes-libatkan-puskesmas-awasi-program-mbg-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Kesehatan Kabupaten Malang libatkan puskesmas dalam pembinaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan keamanan pangan dan manajemen distribusi berjalan profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690342674d73d.webp" length="45508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 19:23:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Puskesmas, Program MBG, SPPG Kabupaten Malang, Gizi Anak Sekolah, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menegaskan pentingnya keterlibatan puskesmas dalam pembinaan teknis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.</p>
<p>Puskesmas, sebagai pemangku wilayah, disebut memiliki kewenangan untuk memastikan keamanan dan kelayakan pangan yang didistribusikan. Terlebih ada ahli gizi didalam strukturnya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa peran puskesmas bukan sekadar melakukan pengecekan, melainkan membina dan memberikan pendampingan berkelanjutan kepada pelaksana program dalam hal ini MBG.</p>
<p>“Kewenangan puskesmas itu tetap ada karena mereka pemangku wilayah. Mereka dilibatkan dalam pembinaan, bukan pengecekan. Kita bukan mencari kesalahan, tapi memastikan pembinaan berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui SJP, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, dalam setiap kegiatan inspeksi mendadak (sidak) atau evaluasi lapangan, pihak puskesmas selalu dilibatkan karena memiliki data akurat terkait jumlah penerima manfaat dan distribusi makanan di wilayahnya.</p>
<p>Namun, Wiyanto juga menyoroti masih adanya kendala di lapangan, terutama terkait sumber daya manusia (SDM) dan manajemen produksi makanan. Banyak pelaksana program, lanjutnya, belum memahami prinsip pengolahan bahan pangan yang aman dan tahan lama.</p>
<p>“Kadang dari bahan bakunya saja sudah bermasalah. Misalnya ayam potong dan sayur yang disimpan terlalu lama. Ada yang sampai dua hari baru dimasak. Ini butuh manajemen yang profesional,” jelasnya.</p>
<p>Disinggung tentang kasus dugaan keracunan salah satu sekolah di kepenajen yang disinyalir ada keterlambatan distribusi makanan. </p>
<p>Di mana makanan seharusnya sudah tiba sekitar pukul 08.00, tetapi baru datang menjelang siang. Menurutnya hal ini disebabkan proses masak yang tidak terencana dengan baik.</p>
<p>“Kalau makanan kering masih bisa tahan, tapi kalau basah seperti gulai, itu tidak bisa menunggu lama,” imbuhnya.</p>
<p>Dinkes Kabupaten Malang telah menggelar sejumlah penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman pelaksana SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mengenai keamanan pangan.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya sisi higienitas serta sarana transportasi yang memadai agar makanan tetap higienis saat diterima siswa.</p>
<p>“Distribusi bisa sampai 3.000 (item) di satu lokasi. Kalau tidak punya armada dan manajemen yang rapi, tentu akan menghambat. Jadi, pengawasan dan pembinaan dari puskesmas menjadi sangat penting,” pungkasnya.</p>
<p>Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, saat ini terdapat 93 SPPG yang telah berdiri, dengan 71 di antaranya sudah beroperasi aktif. Pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 233 SPPG dalam waktu dekat, seiring penguatan program MBG di seluruh wilayah Kabupaten Malang.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terlilit Judi Online, Pemuda Pakisaji Bobol ATM Indomaret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terlilit-judi-online-pemuda-pakisaji-bobol-atm-indomaret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terlilit-judi-online-pemuda-pakisaji-bobol-atm-indomaret</guid>
<description><![CDATA[ Motif pelaku mencuri demi menebus uang orang tua yang habis untuk judi online. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901f51d185fe.webp" length="41502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 18:17:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>judi online, pembobol ATM, Polres Malang, Pakisaji, kriminal, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Keinginan menebus kesalahan justru membawa seorang pria asal Kabupaten Malang ke balik jeruji besi. HP (32), warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, nekat membobol mesin ATM di dalam toko Indomaret, Rabu (29/10/2025) dini hari. Aksi itu gagal total setelah polisi datang dan menggagalkan upaya pencurian.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke toko di Jalan Raya Adi Mulya, Desa Kendalpayak, dengan cara memanjat plafon kamar mandi. Setelah berhasil masuk, ia mengambil tangga dari gudang dan menurunkannya ke area toko.</p>
<p>“Pelaku sempat mencoba membongkar mesin ATM menggunakan linggis, kunci Inggris, dan mesin gerinda. Namun karena kesulitan, ia keluar untuk mengambil linggis yang lebih besar,” ujar Bambang, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Saat pelaku kembali, aksinya diketahui penjaga toko dan warga sekitar. Mereka segera menghubungi Polsek Pakisaji melalui layanan darurat Polri di nomor 110.</p>
<p>Petugas yang tiba di lokasi langsung mengepung toko dan memerintahkan pelaku menyerahkan diri. “Pelaku keluar dari atap toko dan langsung kami amankan tanpa perlawanan,” lanjut Bambang.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, HP mengaku terjerat utang akibat kecanduan judi online. Ia mengaku uang orang tuanya telah habis untuk bermain judi daring dan nekat mencuri demi menggantinya.</p>
<p>“Pelaku mengira bisa dengan mudah mengambil uang dari mesin ATM, tapi gagal karena sistem keamanan berlapis,” jelas Bambang.</p>
<p>Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti linggis, mesin gerinda, sarung tangan, kunci Inggris, serta sepeda motor Honda Beat yang digunakan menuju lokasi. Kini, pelaku dijerat Pasal percobaan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.</p>
<p>“Saat ini penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif untuk memastikan apakah pernah melakukan aksi serupa di tempat lain,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Prostitusi Online di Singosari Terbongkar, Mahasiswa Disinyalir Eksploitasi Perempuan Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-prostitusi-online-di-singosari-terbongkar-mahasiswa-disinyalir-eksploitasi-perempuan-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-prostitusi-online-di-singosari-terbongkar-mahasiswa-disinyalir-eksploitasi-perempuan-muda</guid>
<description><![CDATA[ Polisi periksa sembilan saksi, empat di antaranya diduga korban eksploitasi daring. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901e8ae40a51.webp" length="44244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 17:16:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, hukum, PolresMalang, Singosari, prostitusidaring, mahasiswa, eksploitasi, kejahatanSiber</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kasus prostitusi daring kembali diungkap aparat kepolisian di Kabupaten Malang. Seorang mahasiswa asal Boyolali, berinisial FFA (23), resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah terbukti menyediakan tempat praktik prostitusi terselubung di sebuah rumah kontrakan di Jalan Rogonoto, Dusun Kebonagung, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari.</p>
<p>Kronologi pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di rumah kontrakan tersebut pada Senin (27/10/2025) malam. Tim Unit Reskrim Polres Malang bersama Polsek Singosari langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi.</p>
<p>Petugas menemukan seorang perempuan muda di dalam rumah serta sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya praktik prostitusi daring (open BO) melalui aplikasi perpesanan.</p>
<p>Barang bukti yang diamankan antara lain seprei, bantal, tisu basah, pantyliner, dua botol minuman beralkohol, serta uang tunai Rp100 ribu hasil transaksi sewa tempat.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan, rumah kontrakan itu disediakan oleh tersangka sebagai tempat praktik prostitusi. Ia memfasilitasi transaksi yang dilakukan melalui aplikasi, kemudian menerima uang sewa tempat dari pengguna jasa,” jelas Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Menurut Bambang, praktik tersebut terungkap setelah polisi menelusuri laporan warga yang resah dengan keluar-masuknya orang tak dikenal di sekitar rumah kontrakan. Saat penggerebekan, tersangka tidak dapat mengelak dan langsung diamankan bersama barang bukti.</p>
<p>“Saat ini tersangka FFA telah ditahan, proses penyidikan telah berjalan. Ia dikenakan pasal tentang penyedia tempat prostitusi,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Singosari Kompol Try Widyanto Fauza menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sembilan saksi, termasuk empat perempuan muda berusia 15 hingga 23 tahun yang diduga menjadi korban eksploitasi.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang kami temukan, penyidik menetapkan FFA sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan di Mapolsek Singosari,” terang Try.</p>
<p>Menurutnya, keempat perempuan tersebut dijanjikan tempat dan fasilitas untuk melayani pelanggan yang dipesan melalui aplikasi MiChat, sementara tersangka menerima keuntungan dari hasil sewa tempat.</p>
<p>“Empat perempuan yang kami periksa merupakan korban eksploitasi. Mereka dijanjikan tempat dan difasilitasi untuk melayani tamu, sementara tersangka mendapat imbalan dari hasil sewa tempat,” imbuhnya.</p>
<p>Kompol Try menambahkan, penyidik masih mengembangkan perkara ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas atau pihak lain yang turut mengoordinasikan aktivitas prostitusi daring tersebut.</p>
<p>“Penyidik masih terus mendalami keterangan saksi-saksi dan memeriksa keterlibatan pihak lain yang berpotensi terkait dalam kasus ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal ‘Bunga Si Mantap’, BUMD Inisiasi DKP Kabupaten Malang untuk Wujudkan Kemandirian Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-bunga-si-mantap-bumd-inisiasi-dkp-kabupaten-malang-untuk-wujudkan-kemandirian-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-bunga-si-mantap-bumd-inisiasi-dkp-kabupaten-malang-untuk-wujudkan-kemandirian-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Program BUMD Pangan Strategis “Bunga Si Mantap” digagas DKP Kabupaten Malang untuk memperkuat kemandirian pangan juga menstabilkan harga hasil pertanian lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901575e228ad.webp" length="46270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 08:05:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DKP, Bunga Si Mantap, Ketahanan Pangan, BUMD, Ekonomi Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menggagas pembentukan BUMD Pangan Strategis bernama “Bunga Si Mantap”, singkatan dari BUMD Pangan Strategis Menuju Ketahanan Pangan Kabupaten Malang yang Mantap. Program ini menjadi bagian dari perubahan strategis menuju penguatan ketahanan pangan dan kemandirian daerah.</p>
<p>Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi,  menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki potensi besar dalam sektor pangan, baik dari hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan.</p>
<p>“Sebagaimana kita ketahui, Kabupaten Malang ini penghasil potensi strategis pangan. Saat ini ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, BUMDesma, hingga Kios Pangan. Rata-rata pemasoknya berasal dari PD Tunas, dan komoditas yang dijual hampir seluruhnya juga dari Kabupaten Malang,” ujar Mahila kepada media ini, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, dengan adanya BUMD pangan sendiri, rantai distribusi dari petani dan peternak bisa lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada perantara. Dengan begitu, harga di tingkat konsumen bisa ditekan tanpa merugikan pelaku usaha lokal.</p>
<p>“Itu otomatis kalau kita nanti punya BUMD pangan sendiri, bisa memotong rantai distribusi dari petani dan peternak. Jadi diharapkan nanti stabilitas harga juga bisa kita tekan,” lanjutnya.</p>
<p>Mahila menjelaskan, fungsi utama Bunga Si Mantap adalah menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan pangan, serta menyerap hasil produksi lokal. Keberadaan BUMD ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>BUMD pangan tersebut juga akan berperan sebagai penyedia bahan pangan strategis, pengendali inflasi daerah, dan pendorong tumbuhnya industri pengolahan berbasis hasil pertanian.</p>
<p>“BUMD ini adalah satu badan usaha milik daerah yang memang dirancang untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pangan kita. Kabupaten Malang harus punya satu BUMD yang betul-betul bergerak di sektor pangan strategis,” kata Mahila.</p>
<p>Selain menjaga harga dan pasokan, keberadaan Bunga Si Mantap juga diharapkan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat daya beli masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pangan.</p>
<p>Sejauh ini, DKP Kabupaten Malang telah melakukan berbagai langkah pendukung, mulai dari sosialisasi kepada penyedia bahan pangan strategis, pembentukan tim efektif pendirian BUMD, hingga pemetaan potensi pangan unggulan di sejumlah wilayah.</p>
<p>Mahila menegaskan bahwa pembentukan BUMD pangan strategis ini bukan sekadar proyek administratif, melainkan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap kuat, stabil, dan mandiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Curah Hujan Tinggi Picu Jalan Ambles di Ardimulyo Singosari Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/curah-hujan-tinggi-picu-jalan-ambles-di-ardimulyo-singosari-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/curah-hujan-tinggi-picu-jalan-ambles-di-ardimulyo-singosari-malang</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang dan berbagai unsur terlibat dalam penanganan jalan amblas pasca hujan deras di Ardimulyo Singosari Malang, malam ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900d1f9c6afd.webp" length="36122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 22:45:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, Jalan Ambles, Singosari, Bencana Alam, Infrastruktur Malang, Hujan Deras, Penanganan Darurat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Selasa (28/10/2025) sore menyebabkan jalan penghubung antar desa di wilayah tersebut ambles.</p>
<p>Titik kerusakan terjadi di Jalan Imam Bonjol, Dusun Karangjati, Desa Ardimulyo, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama antara Desa Ardimulyo dan Desa Toyomarto.</p>
<p>Amblesnya jalan diduga akibat tumpukan sampah yang menyumbat saluran air di bawah plat <em>decker,</em> membuat konstruksi jalan tidak mampu menahan tekanan air.</p>
<p>“Hujan deras membuat debit air meningkat. Karena saluran tersumbat, akhirnya struktur jalan tidak kuat dan ambles sepanjang sekitar empat meter,” ujar Sadono, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, kondisi jalan saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup. Sementara kendaraan roda empat dan truk dialihkan melalui Desa Ngujung dengan jarak memutar sekitar 1,5 kilometer.</p>
<p>BPBD bersama sejumlah pihak, termasuk PT Jaya Etika Beton, telah melakukan langkah penanganan darurat dengan memasang plat beton sementara agar jalan bisa dilalui pengguna dalam waktu dekat.</p>
<p>“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PDAM dan Bina Marga untuk memastikan tidak ada hambatan lain serta memperdalam dasar sungai guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.</p>
<p>Sadono menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan. Saat ini cuaca di sekitar lokasi dilaporkan hujan ringan, dan tim gabungan masih berada di lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan darurat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Keracunan Massal di Sekolah Dari Dapur MBG, DKP Kabupaten Malang Turut Awasi SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-massal-di-sekolah-dari-dapur-mbg-dkp-kabupaten-malang-turut-awasi-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-massal-di-sekolah-dari-dapur-mbg-dkp-kabupaten-malang-turut-awasi-sppg</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900cf9b9c965.webp" length="44250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 22:17:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DKP Kabupaten Malang, Program MBG, SPPG, Ketahanan Pangan, Makan Bergizi Gratis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malangb turut mengambil langkah dengan memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasca munculnya kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi beberapa waktu lalu.</p>
<p>Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menegaskan bahwa pihaknya kini lebih fokus pada pengawasan aspek higienitas dan sanitasi dapur penyedia makanan bagi peserta didik.</p>
<p>“Bagi kita, ini menjadi momen untuk lebih mensikapi dan memperketat pengawasan yang ada di SPPG Kabupaten Malang,” ujar Mahila, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada hasil resmi terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Namun dugaan sementara memang mengarah pada masalah kebersihan.</p>
<p>“Kalau menurut saya, ini sementara karena belum keluar hasilnya ya, kemungkinan masalah higienitas. Tapi kalau memang masalahnya itu di dapur, tentu tidak mungkin hanya terjadi di satu sekolah saja. Karena ada beberapa sekolah yang dilayani,” jelasnya.</p>
<p>Mahila juga menyoroti fakta bahwa sebagian anak yang mengalami gejala sempat jajan di luar lingkungan sekolah. Hal itu menjadi perhatian tersendiri dalam proses evaluasi.</p>
<p>“Kenapa anak-anak yang sebelumnya sudah jajan di tempat lain justru yang keracunan, ini yang harus kita dalami bersama,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Mahila menerangkan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi standar penting dalam menjamin keamanan pangan di SPPG. </p>
<p>Meski penerbitan sertifikat berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan, DKP tetap berkolaborasi untuk mempercepat prosesnya.</p>
<p>“Skema SLHS sebenarnya sudah ada, domainnya di Dinas Kesehatan. Tapi kami tetap berkolaborasi karena ada 35 SPPG yang sedang berproses. Mudah-mudahan segera keluar,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut data DKP, saat ini terdapat 93 SPPG yang berdiri di Kabupaten Malang, dengan 71 di antaranya sudah beroperasi aktif. Pemerintah daerah menargetkan jumlahnya mencapai 233 SPPG dalam waktu dekat.</p>
<p>“SPPG di Kabupaten Malang sekarang sudah 71 yang beroperasi dari total 93 yang berdiri. Targetnya 233. Tentunya dari perbaikan-perbaikan yang dilakukan, akan muncul skema pengawasan yang lebih baik lagi,” jelas Mahila.</p>
<p>Mahila berharap seluruh mitra dan pengelola SPPG dapat menjalankan mekanisme produksi makanan sesuai petunjuk.</p>
<p>“Harapan saya, seluruh mitra dan SPPG menjalankan mekanisme dari dapur sesuai juklak dan juknis, maka butuh kecermatan agar tidak terulang kembali hal serupa,” tandasnya.</p>
<p>Melalui pengawasan yang lebih ketat dan sinergi lintas instansi, DKP Kabupaten Malang menegaskan komitmennya memastikan seluruh layanan pangan di sekolah tetap aman, higienis, dan menyehatkan bagi para peserta didik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran Tak Goyahkan Kinerja, Bapenda Malang Optimistis PAD 2025 Tembus Target</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-tak-goyahkan-kinerja-bapenda-malang-optimistis-pad-2025-tembus-target</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-tak-goyahkan-kinerja-bapenda-malang-optimistis-pad-2025-tembus-target</guid>
<description><![CDATA[ Dana dari pusat turun, Pemkab Malang andalkan kemandirian fiskal melalui sektor pajak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c9072e894.webp" length="33020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:58:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PAD Kabupaten Malang, Bapenda Malang, efisiensi anggaran, pengurangan dana pusat, kemandirian fiskal, pajak daerah, ekonomi Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan ketahanan fiskal cukup kuat di tengah pengurangan dana transfer dari pusat. Hingga akhir Oktober 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai 83,45 persen dari total target Rp737 miliar.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyebut efisiensi anggaran menjadi langkah realistis yang harus ditempuh, menyusul berkurangnya dana dari pemerintah pusat.</p>
<p>“Kalau dana dari pusat berkurang Rp600 miliar, otomatis pengaruhnya banyak. Tapi kita tetap harus efisien dan memastikan PAD bisa menutup kebutuhan belanja daerah,” ujar Made, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi pajak daerah.</p>
<p>“Sekarang sudah 83,45 persen. Jadi sudah sesuai standar, sekitar 8 persen per bulan. Artinya capaian ini menunjukkan kinerja pemungutan pajak berjalan baik,” tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, pengurangan dana pusat tidak berarti penurunan pelayanan publik, justru mendorong pemerintah bekerja lebih disiplin dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan.</p>
<p>“Efisiensi bukan berarti melemahkan kinerja, justru memaksa kami lebih inovatif. Tujuannya tetap satu, kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.</p>
<p>Made juga menilai capaian PAD berbanding lurus dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Peredaran uang di Kabupaten Malang menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan fiskal kala disinggung tentang meningkatnya wira usaha atau UMKM di daerah.</p>
<p>“Kalau ekonomi itu kan tergantung uang beredar. Semakin banyak uang beredar di masyarakat, semakin bagus. Orang punya usaha bisa membayar pajak, masyarakat bisa belanja, ekonomi pun tumbuh,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, peningkatan kepatuhan wajib pajak turut membantu menjaga performa pendapatan daerah di tengah tekanan fiskal.</p>
<p>“Kalau dilihat dari capaian itu, masyarakat Kabupaten Malang sudah mulai tertib dan taat membayar pajak. Mudah-mudahan sampai akhir tahun dua bulan mendatang, bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.</p>
<p>Bapenda Kabupaten Malang memastikan seluruh sektor pajak daerah terus dipantau ketat agar potensi kebocoran bisa ditekan. Dengan capaian yang mendekati 84 persen, pihaknya optimistis realisasi PAD 2025 bisa ditutup maksimal meski dana pusat berkurang signifikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN di Malang Bisa Cicil Rumah Rp1,5 Juta Per Bulan, Ini Penjelasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-di-malang-bisa-cicil-rumah-rp15-juta-per-bulan-ini-penjelasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-di-malang-bisa-cicil-rumah-rp15-juta-per-bulan-ini-penjelasannya</guid>
<description><![CDATA[ Program “Peduli Rumah ASN Makmur” hadirkan hunian bersubsidi bagi pegawai berpenghasilan rendah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff87bae8c3b.webp" length="48826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 23:05:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ASN Kabupaten Malang, Rumah Bersubsidi, BP Tapera, Bank Syariah Indonesia, Program 3 Juta Rumah, Pemkab Malang, Peduli Rumah ASN Makmur, Lathifah Shohib, Nurman Ramdansyah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Kabar gembira bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Melalui program “Peduli Rumah ASN Makmur”, para ASN kini bisa memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan mulai Rp1,5 juta per bulan.</p>
<p>Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Malang, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta pihak pengembang perumahan.</p>
<p>Sosialisasi digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (27/10/2025), sebagai bentuk dukungan daerah terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah yang dicanangkan Kementerian PUPR.</p>
<p>Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan para ASN memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan sesuai standar.</p>
<p>“Sosialisasi Peduli Rumah ASN Makmur ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malang untuk memastikan para ASN memiliki rumah layak huni. Bagi ASN, memiliki rumah yang nyaman merupakan bagian dari keteladanan,” ujar Lathifah, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Menurut Lathifah, program ini juga menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk ASN.</p>
<p>“Saya berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan aktif bertanya kepada narasumber. Program ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menjelaskan bahwa program tersebut difokuskan bagi ASN dengan penghasilan maksimal Rp10 juta per bulan dan belum memiliki rumah.</p>
<p>“Insyaallah ini kabar gembira, karena pemerintah melalui Pemkab Malang memberikan fasilitasi bagi teman-teman ASN yang belum punya rumah. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku,” kata Nurman.</p>
<p>Ia menambahkan, ada tujuh <em>developer</em> yang terlibat dalam penyediaan rumah bersubsidi dengan harga maksimal Rp166 juta. Skema pembiayaannya dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank penyalur resmi yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.</p>
<p>“Kalau mau dicicil 20 tahun, per bulannya hanya sekitar Rp1,5 juta. Insyaallah itu sangat mampu,” ujarnya.</p>
<p>Nurman juga memastikan bahwa seluruh spesifikasi bangunan telah mengikuti ketentuan Kementerian PUPR, mulai dari besi kolom hingga standar teknis lainnya.</p>
<p>“Sekarang tidak boleh main-main lagi. Semua sudah diatur, jadi kualitasnya tetap terjamin,” tegasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris, Seorang Kakak di Lawang Malang Tega Paksa Adik Kandung Gunakan Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-seorang-kakak-di-lawang-malang-tega-paksa-adik-kandung-gunakan-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-seorang-kakak-di-lawang-malang-tega-paksa-adik-kandung-gunakan-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua alat suntik berisi cairan sabu, dua set bong, dan pipet kaca. Hasil laboratorium menunjukkan urin korban positif amphetamine dan methamphetamine, zat aktif dalam sabu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff83c4b4bb0.webp" length="24466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 22:47:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Narkotika, Perlindungan Anak, Lawang, Sabu, Kasus Miris</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Kasus penyalahgunaan narkotika oleh keluarga sendiri terjadi di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Seorang kakak kandung bersama istrinya tega memaksa adik perempuannya yang masih berusia 17 tahun untuk mengonsumsi sabu, dengan motif dendam pribadi terhadap orang tuanya.</p>
<p>Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polsek Lawang karena anaknya tidak kembali setelah dijemput kakaknya pada Jumat, 10 Oktober 2025. Polisi kemudian menjemput korban di rumah pelaku dan menemukan barang bukti terkait penyalahgunaan narkotika.</p>
<p>“Kami berhasil mengevakuasi korban dan mengamankan dua pelaku utama di lokasi. Dari hasil penyidikan, keduanya terbukti memaksa korban mengonsumsi sabu,” ujar Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S., dalam konferensi pers, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Dua pelaku utama berinisial HL alias Koko (28) dan DA (30), pasangan suami istri, melakukan aksi keji itu dengan motif dendam terhadap orang tua korban. Satu tersangka lain, MV alias Cipeng (27), bertindak sebagai pemasok sabu dan membantu menyiapkan alat hisap.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menjelaskan, pelaku menyuntikkan larutan sabu ke tangan korban menggunakan alat suntik yang disiapkan. </p>
<p>“Korban sempat memberontak dan menangis ketakutan. Bahkan ketika gagal, pelaku memesan sabu tambahan dan mencoba kembali memaksa korban untuk mengisapnya,” katanya.</p>
<p>Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua alat suntik berisi cairan sabu, dua set bong, dan pipet kaca. Hasil laboratorium menunjukkan urin korban positif amphetamine dan methamphetamine, zat aktif dalam sabu.</p>
<p>Kembali, Kapolres Malang AKBP Danang menegaskan, ketiga tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Narkotika, dengan ancaman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.</p>
<p>“Kami sangat prihatin dengan kasus ini. Anak seharusnya dilindungi, bukan dijadikan objek dendam,” tegasnya.</p>
<p>Saat ini ketiga tersangka telah ditahan di Mapolres Malang dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami asal-usul sabu yang diperoleh pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Bakal Tuntaskan Rotasi Jabatan Akhir Tahun, BKPSDM Pastikan Tak Ada Lagi Plt</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-bakal-tuntaskan-rotasi-jabatan-akhir-tahun-bkpsdm-pastikan-tak-ada-lagi-plt</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-bakal-tuntaskan-rotasi-jabatan-akhir-tahun-bkpsdm-pastikan-tak-ada-lagi-plt</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan mutasi dan rotasi jabatan ASN akhir tahun 2025 untuk menyegarkan birokrasi serta meningkatkan efektivitas dan kinerja aparatur daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff8198e9aa0.webp" length="34968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 22:32:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>mutasi ASN, rotasi pejabat, BKPSDM Kabupaten Malang, BKN, reformasi birokrasi, Pemkab Malang, ASN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempersiapkan rotasi dan mutasi besar-besaran di penghujung tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi agar kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin optimal dan selaras dengan kebutuhan organisasi.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah menyampaikan, proses tersebut kini memasuki tahapan akhir. Ia katakan demikian kepada awakmedia tebtang perkembangan itu usai menghadiri Sosialisasi Peduli Rumah ASN Makmur di Pendopo Agung Kabupaten Malang.</p>
<p>“Ya, ini sekarang sedang <em>on process</em>. Kemarin sudah dilakukan mulai dari <em>assessment,</em> kemudian <em>job fit,</em> dan uji kompetensi. Untuk yang sudah lima tahun ada lima orang. Saat ini semuanya dalam proses pengajuan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena tetap harus ada rekomendasi dari pusat,” ujarnya, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Mutasi akhir tahun ini difokuskan pada pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang sedang menunggu rekomendasi resmi dari BKN.</p>
<p>“Ada 23 orang yang mengikuti <em>assessment</em> di BKPSDM, dan 14 orang di antaranya telah menjalani uji kompetensi. Ini kewajiban rutin bagi pejabat JPTP setiap tiga tahun. Hasilnya akan menjadi parameter dalam penyusunan dan penempatan jabatan selanjutnya,” jelasnya.</p>
<p>Nurman menambahkan, hasil<em> job fit</em> dan uji kompetensi menjadi acuan penting dalam menempatkan pejabat di posisi yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan organisasi.</p>
<p>“Misalnya, ada pejabat yang direkomendasikan lebih cocok memimpin di sektor tertentu. Jadi hasil assessment itu digunakan untuk menempatkan orang di posisi terbaik,” tambahnya.</p>
<p>Menurut mantan Pj Sekretais Daerah Kabupaten Malang ini, seluruh proses mutasi dan rotasi jabatan rampung sebelum akhir tahun 2025. Pihaknya menegaskan tidak akan ada jabatan Pelaksana Tugas (Plt) di lingkungan struktural, kecuali yang sudah disiapkan sebagai shelter eselon II.</p>
<p>“Saya menargetkan akhir tahun semua tuntas. Tidak ada Plt, kecuali yang memang sudah direncanakan untuk <em>shelter</em>. Skema kami ada dua, bisa melalui uji kompetensi atau mutasi,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Bupati Malang sebagai pimpinan tertinggi. BKPSDM hanya menyusun telaah dan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi ASN.</p>
<p>“BKPSDM tidak bisa memutuskan sendiri. Kami hanya memberikan kajian kepada pimpinan, dan jika belum disetujui, tentu akan disusun skema alternatif,” imbuhnya.</p>
<p>Seluruh proses mutasi ASN di lingkungan Pemkab Malang dilaksanakan berdasarkan regulasi yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>“BKN sudah menentukan tahapannya, mulai dari uji kompetensi, kemudian mutasi, dan baru setelah ada kekosongan bisa dilakukan seleksi terbuka. Jadi tidak bisa seenaknya dilakukan selter dulu,” katanya.</p>
<p>Pihak BKPSDM juga mengungkapkan bahwa rekomendasi dari BKN tidak selalu disetujui sepenuhnya. Hal ini terbukti dari proses mutasi camat beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Rekomendasi BKN belum tentu semuanya di-acc. Waktu mutasi camat kemarin, dua camat tidak di-acc. Jadi kami harus berhitung ulang dan menyesuaikan kembali formasi jabatan,” jelasnya.</p>
<p>Melalui perhitungan matang dan tahapan ketat, BKPSDM Kabupaten Malang memastikan rotasi dan mutasi jabatan tahun ini berjalan sesuai ketentuan serta kebutuhan organisasi.</p>
<p>“Rangkaian ini kami kocok ulang dengan cermat. Semua demi penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja aparatur di Kabupaten Malang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau SPPG Lawang, DPRD dan Dinkes Kabupaten Malang Pastikan Makanan Bergizi Aman Bagi Anak Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-sppg-lawang-dprd-dan-dinkes-kabupaten-malang-pastikan-makanan-bergizi-aman-bagi-anak-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-sppg-lawang-dprd-dan-dinkes-kabupaten-malang-pastikan-makanan-bergizi-aman-bagi-anak-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Jaga Mutu dan Higienitas, Program MBG Didorong Penuhi Sertifikasi SLHS ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c33982f94.webp" length="24100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 20:22:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, Dinkes Kabupaten Malang, Makan Bergizi Gratis, SPPG Lawang, SLHS, Gizi Anak Sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama DPRD memastikan mutu dan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah dasar dan menengah. </p>
<p>Hal ini ditegaskan saat Komisi IV DPRD Kabupaten Malang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq menyebut bahwa tinjauan tersebut menyoroti pentingnya pengawasan dan penerapan <em>quality control</em> (QC) dalam proses produksi makanan bergizi.</p>
<p>“Terutama terkait QC harus benar-benar dijalankan, SOP (standard operational procedure) harus diperhatikan,” ujar Zia, Senin (27/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c39dec939.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, kasus keracunan di MTs Al-Khalifah Kepanjen menjadi pelajaran penting agar semua pihak lebih disiplin menjaga keamanan pangan. </p>
<p>Dirinya menilai, penerapan SOP yang ketat menjadi kunci menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat program MBG.</p>
<p>“Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang. Kalau SOP dijalankan dengan benar, kualitas makanan pasti terjamin,” tegas politisi Gerindra ini.</p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan program MBG di SPPG Desa Sidodadi sudah berjalan cukup baik. Dari 3.800 porsi makanan yang disalurkan setiap hari, hampir seluruhnya diterima dengan baik oleh siswa penerima manfaat.</p>
<p>“Dari 3.800 ompreng (food tray) yang didistribusikan, hampir semuanya habis. Artinya, makanan diterima dengan baik oleh para siswa,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap capaian tersebut bisa menjadi contoh bagi 71 SPPG aktif lainnya di Kabupaten Malang, termasuk 24 SPPG yang sedang berproses menuju operasional penuh.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo menegaskan pentingnya menjaga standar keamanan dan higienitas makanan melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p>"Kami tetap mendorong agar seluruh SPPG mengajukan SLHS dan terus melakukan kontrol kualitas makanan,” jelas drg. Wiyanto.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk memperoleh SLHS, setiap SPPG harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan teknis.</p>
<p>Persyaratan teknis SLHS mencakup:</p>
<p>1. Denah lokasi – Gambar denah dapur lengkap dengan ukuran serta tata letak ruang penyimpanan, memasak, mencuci, dan penyajian.</p>
<p>2. Uji laboratorium – Meliputi hasil uji air bersih, bahan makanan mentah dan matang, serta peralatan masak (termasuk usap tangan dan usap dubur penjamah makanan) sesuai standar kesehatan.</p>
<p>3. Formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) – Berisi hasil survei lapangan atau surat keterangan dari puskesmas.</p>
<p>4. Surat keterangan sehat – Diperlukan bagi penjamah makanan untuk memastikan bebas dari penyakit menular.</p>
<p>Dengan terpenuhinya syarat tersebut, Dinkes Kabupaten Malang berharap seluruh SPPG dapat terus meningkatkan kualitas dan keamanan penyajian makanan bagi anak-anak sekolah. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rehabilitasi Jalan Mendalanwangi–Pakisaji Malang Buka Ruang Gerak Baru Bagi Ekonomi Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rehabilitasi-jalan-mendalanwangipakisaji-malang-buka-ruang-gerak-baru-bagi-ekonomi-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rehabilitasi-jalan-mendalanwangipakisaji-malang-buka-ruang-gerak-baru-bagi-ekonomi-warga</guid>
<description><![CDATA[ Akses perjalanan Wagir - Pakisaji Malang kini lebih lancar, memudahkan distribusi pertanian, dongkrak perekonomian warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fedf3a4cbb6.webp" length="56068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 11:13:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>infrastruktur, ekonomi warga, PU Bina Marga, Kabupaten Malang, Pakisaji, Wagir, konektivitas, jalan desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Peningkatan infrastruktur di Kabupaten Malang terus memberi dampak nyata bagi aktivitas perekonomian warga. Salah satunya melalui rehabilitasi ruas Jalan Mendalanwangi–Pakisaji yang kini membuka ruang gerak baru bagi masyarakat di kawasan selatan.</p>
<p>Ruas dengan status jalan K1 tersebut menghubungkan empat desa, yakni Mendalanwangi, Wadung, Jatisari, dan Karangpandan, yang menjadi jalur utama mobilitas warga Kecamatan Wagir menuju Pakisaji.</p>
<p>Selama ini, jalur tersebut kerap menjadi akses penting untuk membawa hasil pertanian dan kebutuhan harian warga.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan usulan teknokratik yang difokuskan pada peningkatan efisiensi konektivitas antarwilayah.</p>
<p>“Pelebaran dan pengaspalan di beberapa segmen dilakukan agar lalu lintas kendaraan, khususnya angkutan hasil pertanian, lebih lancar dan aman,” ujar Oong sapaan karibnya, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Penanganan dilakukan dalam empat segmen pekerjaan, meliputi pelebaran di tiga segmen dan pengaspalan hotmix di satu segmen. Secara teknis, pelaksanaan mencakup, segmen 1 Desa Mendalanwangi: 1,2 meter kiri–kanan × 220 meter, segmen 2 Desa Wadung: 1,2 meter kiri–kanan × 221 meter, segmen 3 Desa Jatisari: 1,2 meter kiri–kanan × 410 meter, segmen 4 Desa Karangpandan: 3,5 meter × 70 meter</p>
<p>Oong berharap, ke depan peningkatan jalan ini dapat memperkuat aktivitas ekonomi lokal serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Harapan kami, masyarakat semakin mudah dalam beraktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian bisa lebih efisien,” imbuhnya.</p>
<p>Proyek rehabilitasi selesai 100 persen pada 22 Juli 2025, dan kini ruas Mendalanwangi–Pakisaji sudah berfungsi penuh sebagai jalur strategis penunjang perekonomian warga di wilayah selatan Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penusukan di Depan Stadion Kanjuruhan, Polisi Gerak Cepat Amankan Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-kasus-penusukan-di-depan-stadion-kanjuruhan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-selidiki-kasus-penusukan-di-depan-stadion-kanjuruhan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Penusukan terjadi di depan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, diduga dipicu dendam lama antara dua kenalan yang sebelumnya sempat berdamai namun kembali berselisih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe37a642e4a.webp" length="28184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 23:41:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kepanjen, Polres Malang, Kriminal, Kanjuruhan, Berita Malang, SJP News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong>Suasana di depan Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mendadak heboh pada Minggu (26/10/2025) sore setelah terjadi peristiwa penusukan yang menyebabkan seorang pria bernama Firman Arif terluka parah.</p>
<p>Korban yang bersimbah darah sempat berlari dari arah sebuah toko Madura di Jalan Trunojoyo, Desa Kedungpedaringan, sebelum akhirnya terjatuh di area depan stadion. Anggota kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, menjelaskan, dari hasil penyelidikan awal diketahui pelaku berinisial S (30), warga Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran. Antara pelaku dan korban ternyata sudah saling mengenal dan sempat terlibat pertikaian beberapa hari sebelumnya.</p>
<p>“Motif sementara karena dendam lama yang belum selesai. Pelaku merasa tersinggung setelah korban menyinggung kembali persoalan pribadi di masa lalu,” ungkap AKP Nur.</p>
<p>Polisi bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian, beserta barang bukti berupa sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter dan pakaian yang digunakan saat penusukan. Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyidikan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa kepolisian menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan.<br>“Kami menunggu hasil visum untuk melengkapi berkas penyidikan. Penanganan dilakukan secara terbuka mengingat lokasi kejadian berada di area publik yang ramai,” ujarnya.</p>
<p>Polres Malang memastikan seluruh langkah penyelidikan dilakukan cepat agar motif dan kronologi pasti peristiwa penusukan tersebut dapat segera terungkap.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Tradisi 99 Tumpeng FKDT di Hari Santri Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-tradisi-99-tumpeng-fkdt-di-hari-santri-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-tradisi-99-tumpeng-fkdt-di-hari-santri-nasional</guid>
<description><![CDATA[ FKDT dorong peningkatan kualitas madrasah diniyah dan kesejahteraan guru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe34bb78a2e.webp" length="30156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 22:34:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Santri Nasional, FKDT Kabupaten Malang, Ditjen Pesantren, Lathifah Shohib, Santri Malang, Pendidikan Diniyah, Pemerintah Kabupaten Malang, Al Ma’arif Singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, SJP – Dalam suasana penuh kekhidmatan, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib mengapresiasi pelaksanaan tradisi 99 tumpeng yang digelar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Acara yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2015 itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang kali agenda berada di Aula Yayasan Al Ma'arif Singosari Malang.</p>
<p>“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Hari Santri adalah momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri yang telah berkontribusi nyata bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” tutur Wabup Lathifah</p>
<p>Lathifah juga menegaskan bahwa santri memiliki peran penting sebagai penjaga moral dan nilai kebangsaan. Ia berharap FKDT dapat terus solid dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Lathifah menyampaikan bahwa Pemkab Malang setiap tahun menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk setiap pondok pesantren sebagai bentuk dukungan penguatan lembaga keagamaan. Ia berharap dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), nilai bantuan tersebut dapat bertambah.</p>
<p>“Semoga PAD Kabupaten Malang terus meningkat agar dukungan untuk pesantren juga semakin besar. Selain dari APBD, kami juga terus memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat, baik fisik maupun nonfisik,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi, menyebut hingga kini terdapat 1.316 lembaga madrasah diniyah di bawah naungan FKDT yang tersebar di 33 kecamatan. Namun, masih ada sejumlah lembaga yang belum terdata sepenuhnya.</p>
<p>“Fokus kami ada pada madrasah diniyah di luar pesantren, agar semua bisa terwadahi dalam FKDT. Kami juga menjalin kemitraan dengan Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat pendidikan agama dan karakter,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, FKDT mendapat dana sharing sebesar Rp15 miliar dari Pemkab Malang yang disalurkan ke lembaga madrasah diniyah dengan nominal antara Rp4,5 juta hingga Rp6,3 juta per lembaga, disesuaikan dengan tingkatan ula dan wustha.</p>
<p>“Nilainya memang belum besar, tapi sangat membantu. Kami berharap ke depan bukan hanya kesejahteraan guru yang ditingkatkan, tapi juga pembangunan sarana dan prasarana madrasah,” ungkapnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensasi Berkemah di Lereng Semeru, Nikmati Aroma Kopi di Benjor Tumpang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensasi-berkemah-di-lereng-semeru-nikmati-aroma-kopi-di-benjor-tumpang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensasi-berkemah-di-lereng-semeru-nikmati-aroma-kopi-di-benjor-tumpang</guid>
<description><![CDATA[ Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Malang, Benjor Pin Camping Ground tawarkan pengalaman berkemah di tengah kebun kopi yang sejuk dan lestari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fd9e0da4cc1.webp" length="67582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 12:55:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Tumpang, Desa Benjor, Benjor Pin Camping Ground, Wisata Alam, Camping Kopi, DTPHP Kabupaten Malang, Agrowisata, Ekowisata, Kopi Arabika</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Kawasan Benjor Pin Camping Ground di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mulai ramai dikunjungi wisatawan setelah dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dengan konsep berkemah di tengah hutan pinus dan kebun kopi Arabika.</p>
<p>Berada di lereng Gunung Semeru, kawasan ini menawarkan suasana sejuk dan pengalaman rekreasi yang menyatu dengan alam. Wisatawan dapat menikmati udara segar sambil mendirikan tenda di bawah pepohonan pinus, ditemani aroma kopi hasil panen petani lokal.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menyebut pengembangan wisata camping di Benjor menjadi contoh nyata sinergi antara pertanian, pariwisata, dan pelestarian lingkungan.</p>
<p>“Konsep wisata camping di tengah kebun kopi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan potensi alam tanpa merusaknya. Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat belajar tentang budidaya kopi dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.</p>
<p>Selain sebagai tempat berkemah, kawasan ini juga berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem. Tanaman kopi yang tumbuh di area perkemahan memiliki akar kuat yang membantu menahan air saat musim hujan dan mencegah longsor di wilayah perbukitan.</p>
<p>“Menanam kopi di kawasan hutan seperti ini juga bentuk reboisasi. Tanaman kopi bisa hidup hingga puluhan tahun dan menjaga kestabilan tanah,” terang Babinsa Koramil Tumpang, Serma Heri Purnomo.</p>
<p>Dari area perkemahan, pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbit di balik pegunungan, sekaligus merasakan suasana alami yang jauh dari kebisingan kota. Jarak tempuh dari pusat Kota Malang menuju lokasi sekitar 25 kilometer atau 45–50 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.</p>
<p>Akses jalan menuju Benjor Pin Camping Ground relatif baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat, meski terdapat beberapa tanjakan dan tikungan tajam khas daerah perbukitan. Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, perjalanan dapat ditempuh dengan naik angkutan kota ke arah Tumpang, lalu dilanjutkan dengan ojek menuju Desa Benjor.</p>
<p>Dengan perpaduan suasana hutan pinus, kebun kopi, dan udara pegunungan yang sejuk, Benjor Pin Camping Ground kini menjadi alternatif wisata alam edukatif yang menggabungkan relaksasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Kabupaten Malang Rilis Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem Berdasarkan Peringatan Dini BMKG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-kabupaten-malang-rilis-imbauan-waspada-cuaca-ekstrem-berdasarkan-peringatan-dini-bmkg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-kabupaten-malang-rilis-imbauan-waspada-cuaca-ekstrem-berdasarkan-peringatan-dini-bmkg</guid>
<description><![CDATA[ Titik rawan di Kabupaten Malang mencakup wilayah selatan dan tengah seperti Dampit, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, Wagir, dan Poncokusumo yang berpotensi longsor serta banjir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9f0633172.webp" length="52982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 17:32:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, BMKG Jawa Timur, Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat, Peringatan Dini Cuaca, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat menyusul rilis Peringatan Dini Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>Dalam pembaruan informasi pukul 12.50 WIB, BMKG menyebut wilayah Kabupaten Malang termasuk dalam kategori Wilayah Peringatan Dini yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>
<p>Kondisi ini berpeluang disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta dapat meluas hingga beberapa kecamatan di wilayah tengah dan selatan Malang.</p>
<p>BMKG memprakirakan potensi hujan tersebut dapat berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kepanjen, Dau, Karangploso, Pakis, Wagir, Dampit, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, dan Poncokusumo.</p>
<p>Fenomena ini dipicu oleh adanya pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Timur bagian selatan yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.</p>
<p>Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Malang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.</p>
<p>Masyarakat juga diminta menghindari area terbuka saat hujan disertai petir, serta memastikan kondisi saluran air di sekitar lingkungan tetap bersih agar aliran tidak tersumbat.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan relawan kebencanaan untuk memantau kondisi lapangan. Jika terjadi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem, masyarakat dapat segera melapor melalui Posko Siaga Bencana BPBD Kabupaten Malang atau menghubungi Call Center 112. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Keracunan MBG di MTS Al Khalifah Kepanjen Malang, Satu Siswa Masih Dirawat di RSUD Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-keracunan-mbg-di-mts-al-khalifah-kepanjen-malang-satu-siswa-masih-dirawat-di-rsud-kanjuruhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-keracunan-mbg-di-mts-al-khalifah-kepanjen-malang-satu-siswa-masih-dirawat-di-rsud-kanjuruhan</guid>
<description><![CDATA[ Seorang siswa MTs Al-Khalifah Kepanjen masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, sementara pihak berwenang terus menelusuri penyebab dugaan keracunan MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9b61e9b1e.webp" length="42776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 16:46:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, MTs Al-Khalifah, Makan Bergizi Gratis, Polres Malang, RSUD Kanjuruhan, Dinas Kesehatan, BPOM, Badan Gizi Nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Perkembangan penanganan dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di MTs Al-Khalifah, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus menunjukkan perbaikan. Hingga Sabtu (25/10/2025), hampir seluruh siswa dan guru yang sempat dirawat telah diperbolehkan pulang.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyampaikan bahwa dari total 33 orang yang menjalani perawatan, kini hanya satu siswa yang masih dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.</p>
<p>“Satu siswa masih dirawat di ruang Mpu Tantular dengan gejala tipes, tapi kondisinya terus membaik,” ujar Bambang, Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, Polres Malang bersama Dinas Kesehatan dan BPOM terus menelusuri penyebab pasti kejadian ini, termasuk mengevaluasi jalur distribusi makanan MBG.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo hingga hasil uji laboratorium keluar dan SOP penyajian diperbarui.</p>
<p>“Penghentian dilakukan agar perbaikan standar bisa segera disesuaikan dengan ketentuan BGN,” jelas Bambang.</p>
<p>Pihak kepolisian menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.</p>
<p>Dalam pemberitaan SJP sebelumnya, Kepala MTs Al-Khalifah, Nur Kholida, menyebut keterlambatan distribusi makanan MBG yang datang sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi sudah dingin diduga menjadi pemicu gejala yang dialami sejumlah siswa. </p>
<p>Menu hari itu terdiri dari nasi, ayam katsu, tahu goreng, sayur wortel, dan pisang yang sebagian terlihat terlalu matang.</p>
<p>Pihak sekolah memastikan seluruh siswa kini telah pulih dan berkomitmen memperketat prosedur penerimaan makanan agar kejadian serupa tidak terulang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tirta Kanjuruhan Malang Targetkan Uji Akurasi 35 Ribu Meter Air Pelanggan Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tirta-kanjuruhan-malang-targetkan-uji-akurasi-35-ribu-meter-air-pelanggan-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tirta-kanjuruhan-malang-targetkan-uji-akurasi-35-ribu-meter-air-pelanggan-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Perumda Tirta Kanjuruhan fokus meningkatkan kualitas layanan dengan memastikan seluruh meter pelanggan berfungsi akurat melalui program uji akurasi sepanjang 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc1bb6a4da9.webp" length="48462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:59:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, Uji Akurasi Meter, Target 2025, Transparansi Layanan, Non Revenue Water, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan menargetkan pengujian 35.152 meter air pelanggan sepanjang tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari program tahunan perusahaan dalam memastikan ketepatan pembacaan meter air dan menjaga transparansi penagihan rekening pelanggan.</p>
<p>Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, mengatakan bahwa program uji akurasi tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pelayanan yang adil dan berkualitas.</p>
<p>“Kami memastikan setiap pelanggan membayar sesuai dengan air yang benar-benar digunakan. Keakuratan meter menjadi kunci bagi transparansi dan kepercayaan,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>Saat ini Perumda Tirta Kanjuruhan melayani lebih dari 164 ribu sambungan rumah tangga di Kabupaten Malang. Melalui program uji akurasi, perusahaan tak hanya menjamin transparansi bagi pelanggan, tetapi juga menekan angka <em>Non Revenue Water</em> (NRW) atau kehilangan air yang tidak dapat direkeningkan.</p>
<p>Pelaksanaan uji akurasi dilakukan oleh Bagian Hubungan Langganan bekerja sama dengan unit pelayanan di lapangan.</p>
<p>Setiap hasil pengujian tercatat dalam aplikasi <em>Mobile Meter Reading </em>(MMR) yang terintegrasi dengan sistem pusat, sehingga kondisi meter pelanggan dapat dimonitor secara real-time.</p>
<p>Syamsul menegaskan, uji akurasi meter air akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari visi besar Tirta Kanjuruhan menjadi Perumda terdepan di Indonesia pada 2029.</p>
<p>“Kami berkomitmen menghadirkan layanan air minum yang transparan, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh pelanggan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Beras Masih Wajar, Polres Malang Pantau Ketat Pasar Singosari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-beras-masih-wajar-polres-malang-pantau-ketat-pasar-singosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-beras-masih-wajar-polres-malang-pantau-ketat-pasar-singosari</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang pantau ketat harga beras di Pasar Singosari, pastikan stok aman dan tidak ada penimbunan menjelang akhir tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb3cab37760.webp" length="57696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 16:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Harga Beras, Pasar Singosari, Satgas Pangan, Bulog Jatim, Stabilitas Pangan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Aparat kepolisian dalam hal ini Satgas pangan, memperketat pengawasan harga beras di pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) benar-benar dipatuhi pedagang di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Malang.</p>
<p>Kamis (23/10/2025), Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, turun langsung ke Pasar Singosari bersama Satgas Pangan Polres Malang dan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.</p>
<p>Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap stabilitas harga dan stok pangan di wilayah Jawa Timur.</p>
<p>“Hari ini saya bersama Satgas Pangan Pusat, Satgas Pangan Provinsi, dan pemerintah Kabupaten Malang ingin memastikan bahwa harga eceran tertinggi, baik untuk beras medium maupun premium, benar-benar dipatuhi oleh para pedagang,” ujar Andriko kepada wartawan.</p>
<p>Ia mengaku puas setelah melihat langsung bahwa seluruh jaringan Alfamart di Jawa Timur, termasuk di Malang, telah menjual beras sesuai ketentuan HET.</p>
<p>“Kami berterima kasih kepada Alfamart dan semua jaringannya di wilayah Jawa Timur. Hari ini kita lihat bersama, harga beras medium Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram, semuanya sesuai HET,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Andriko, pengendalian harga beras menjadi hal krusial karena beras merupakan komoditas strategis nasional yang dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat Indonesia. Ia juga memastikan stok nasional aman, dengan cadangan lebih dari 1 juta ton di Bulog.</p>
<p>“Khusus Jawa Timur, stok beras SPHP mencapai hampir 120 ribu ton yang siap didistribusikan ke masyarakat, termasuk melalui jaringan Alfamart,” paparnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Andriko menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas pedagang atau pelaku usaha yang menjual beras di atas HET.</p>
<p>“Kami masih memberikan waktu dua minggu sejak Senin lalu untuk penyesuaian harga. Tapi kalau setelah itu masih ada yang menjual di atas HET, akan kami beri teguran tertulis. Kalau tetap membandel, izin usahanya bisa kami cabut,” katanya dengan nada tegas.</p>
<p>Selain harga, mutu beras juga menjadi fokus pengawasan pemerintah.</p>
<p> “Kalau beras diklaim premium tapi mutunya sebenarnya medium, itu pelanggaran. Kami akan beri peringatan tertulis dan bila perlu izin edarnya bisa dicabut,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Satreskrim Polres Malang juga melakukan pemantauan di titik yang sama, memastikan stok dan harga di tingkat pasar rakyat tetap stabil.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, mengatakan pengecekan lapangan dilakukan agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan situasi menjelang akhir tahun.</p>
<p>“Kami ingin memastikan harga beras di pasaran tetap stabil dan stok mencukupi. Dari hasil pantauan, sejauh ini belum ditemukan indikasi penimbunan maupun permainan harga,” kata AKP Nur, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Beberapa lokasi yang disambangi antara lain Pasar Singosari, belasan toko sembako, hingga DC Alfamart Singosari. Dari hasil pengecekan, harga beras jenis medium berkisar antara Rp13.250 hingga Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras premium dijual antara Rp74.000 hingga Rp77.000 per 5 kilogram.</p>
<p>AKP Nur menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala oleh tim gabungan agar tidak terjadi lonjakan harga mendadak.</p>
<p>"Kami akan terus melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar dan toko ritel, bekerja sama dengan instansi terkait, agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga pangan,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Polres Malang akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Bapanas untuk menjaga keseimbangan harga, stok, serta distribusi beras di lapangan.</p>
<p>“Kalau harga naik, kami tahu sebabnya. Kalau ada permainan, kami siap tindak. Yang jelas, Polres Malang tidak akan tinggal diam terhadap persoalan pangan,” pungkas AKP Nur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dapur SPPG Kepanjen Ditutup Sementara Usai Kasus Keracunan, Polres Malang dan BGN Lakukan Investigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dapur-sppg-kepanjen-ditutup-sementara-usai-kasus-keracunan-polres-malang-dan-bgn-lakukan-investigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dapur-sppg-kepanjen-ditutup-sementara-usai-kasus-keracunan-polres-malang-dan-bgn-lakukan-investigasi</guid>
<description><![CDATA[ Dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo ditutup sementara oleh BGN usai dugaan keracunan makanan bergizi, delapan siswa dikabarkan masih dirawat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb019951276.webp" length="40622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 12:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SPPG Malang, Makan Bergizi Gratis, Polres Malang, Kepanjen, Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, BPOM, RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dapur penyedia makan bergizi gratis (SPPG) Malang Kepanjen Mangunrejo resmi dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa MTs Al Khalifah, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan penghentian sementara ini dilakukan untuk kepentingan investigasi dan evaluasi standar keamanan pangan. Polisi bersama Dinas Kesehatan dan BPOM masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari sekolah.</p>
<p>“Badan Gizi Nasional telah menghentikan sementara dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah ini juga untuk memastikan pihak pengelola memperbaiki SOP sesuai ketentuan,” ujar Bambang, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Dari hasil pemantauan hingga Jumat pagi, delapan siswa masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan dan klinik swasta setempat. Mereka mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi makanan program bergizi gratis tersebut.</p>
<p>“Kondisi seluruh korban sudah membaik dan masih dalam pantauan tim medis. Kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit serta Dinas Kesehatan agar perawatan berjalan maksimal,” imbuhnya.</p>
<p>Polres Malang memastikan akan mengawal penuh proses investigasi hingga hasil laboratorium keluar. Penghentian sementara dapur SPPG, menurut Bambang, juga menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan rantai distribusi makanan bergizi di wilayah Malang Raya.</p>
<p>“Kami mendukung langkah evaluasi ini agar ke depan program makanan bergizi gratis dapat berjalan lebih aman, sehat, dan memenuhi standar kesehatan,” pungkas Bambang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fb015063d97.webp" alt=""></p>
<p>Surat resmi penghentian sementara diterbitkan Badan Gizi Nasional melalui surat bernomor 698/D.TWS/10/2025 tertanggal 23 Oktober 2025. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa keputusan penghentian diambil berdasarkan laporan dugaan keracunan pada 23 Oktober 2025, hasil investigasi singkat lapangan, serta pertimbangan pimpinan dan staf BGN atas kejadian luar biasa keracunan pangan (KLB-KP).</p>
<p>BGN menegaskan, penghentian operasional dilakukan sampai pihak pengelola melengkapi standar operasional prosedur (SOP) sesuai ketentuan lembaga tersebut, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa dan Guru MTs Al&amp;Khalifah Kepanjen Keracunan, Pihak Sekolah Beberkan Fakta Menu MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-dan-guru-mts-al-khalifah-kepanjen-keracunan-pihak-sekolah-beberkan-fakta-menu-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-dan-guru-mts-al-khalifah-kepanjen-keracunan-pihak-sekolah-beberkan-fakta-menu-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kepala MTs Al-Khalifah Kepanjen, Nur Kholida, mengungkap kronologi dugaan keracunan MBG yang menimpa puluhan siswa, mulai dari waktu kedatangan hingga menu yang disajikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa2eba55a0c.webp" length="69972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 20:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kabupaten Malang, Kepanjen, Pendidikan, Kesehatan, MTs Al-Khalifah, RSUD Kanjuruhan, Keracunan, Gizi Anak Sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dugaan keracunan makanan yang menimpa 16 siswa dan dua guru MTs Al-Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai mengerucut. Pihak sekolah menduga keterlambatan distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor penyebab gejala yang dialami para siswa.</p>
<p>Kepala MTs Al-Khalifah, Nur Kholida, menjelaskan, biasanya makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, pada Kamis (23/10/2025), kiriman makanan baru datang sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga sudah dalam kondisi tidak lagi hangat.</p>
<p>“Biasanya MBG datang jam setengah sembilan, tapi hari ini datang jam sebelas siang. Jadi anak-anak ini mungkin makan terlalu siang, dan makanannya juga sudah dingin,” ujar Nur Kholida, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, menu MBG yang dikonsumsi siswa hari itu terdiri dari nasi, ayam katsu, tahu goreng, sayur wortel, serta buah pisang. Dari hasil pengamatan sekolah, sebagian pisang terlihat terlalu matang dan mengeluarkan bau menyengat.</p>
<p>“Pisangnya itu agak terlalu matang, jadi baunya menyengat sampai ke ikannya, bahkan ke nasi. Kemungkinan karena itu juga,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, saus ayam katsu yang disajikan juga tidak dipisahkan dari lauk, melainkan langsung ditaruh di bawah nasi. Setelah makan, usai beberapa menit menit kemudian sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, dan sakit perut.</p>
<p>“Setelah makan sekitar 15 menit, ada anak-anak yang mulai mengeluh sakit perut dan muntah. Kami langsung bawa ke klinik terdekat dan sebagian ke RSUD Kanjuruhan,” ungkapnya.</p>
<p>Nur Kholida menyebut, dari total 187 siswa, terdapat 24 orang yang mengalami gejala serupa, termasuk dua guru yang juga ikut mencicipi makanan tersebut sebelum dibagikan kepada murid.</p>
<p>“Guru kami selalu jadi tester setiap MBG datang. Tapi ternyata kali ini ikut kena,” ujarnya.</p>
<p>Ia memastikan seluruh siswa kini dalam kondisi membaik. Beberapa sempat dirawat di klinik dan RSUD Kanjuruhan, namun tidak ada yang menjalani rawat inap.</p>
<p>“Alhamdulillah, semuanya sudah pulang. Hanya sempat diobservasi sekitar satu jam,” terang Nur Kholida.</p>
<p>Pihak sekolah berencana melakukan evaluasi internal terkait penerapan prosedur penerimaan dan penyajian MBG agar insiden serupa tidak terulang.</p>
<p>“Kami akan perbaiki SOP penerimaan MBG di sekolah. Selama ini sudah ada, tapi ke depan akan kami perketat lagi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DTPHP Kabupaten Malang Dorong Petani Tembakau Terapkan GMP agar Diterima Industri Rokok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dtphp-kabupaten-malang-dorong-petani-tembakau-terapkan-gmp-agar-diterima-industri-rokok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dtphp-kabupaten-malang-dorong-petani-tembakau-terapkan-gmp-agar-diterima-industri-rokok</guid>
<description><![CDATA[ Pelatihan DTPHP Kabupaten Malang di Hotel Grand Miami Kepanjen membekali petani tembakau teknik pengolahan panen dan pascapanen sesuai standar industri rokok. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fadc08e92ef.webp" length="46668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 18:57:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DTPHP Kabupaten Malang, DBHCHT, Kholida Masruroh, Tembakau, Kabupaten Malang, Petani Tembakau, GMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggelar pelatihan pengolahan panen dan pascapanen tembakau berbasis Good Manufacturing Practice (GMP), Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Kegiatan yang digelar di bawah dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini menjadi lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani tembakau.</p>
<p>Sekretaris DTPHP Kabupaten Malang, Kholida Masruroh, menjelaskan bahwa pelatihan ini diarahkan agar hasil panen tembakau dari petani lokal bisa diterima oleh perusahaan rokok, khususnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Tujuan akhirnya agar tembakau yang dihasilkan petani, mulai dari panen hingga pascapanen, dapat diterima oleh perusahaan rokok di Kabupaten Malang,” ujar Kholida, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, DTPHP juga mengundang sejumlah perwakilan perusahaan rokok, pengepul tembakau basah, serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).</p>
<p>Para petani diminta membawa hasil produksi masing-masing untuk mendapatkan evaluasi langsung dari pihak industri.</p>
<p>“Teman-teman petani kami minta membawa produk mereka agar bisa dilihat kekurangannya. Misalnya apakah kurang kering, rajangan terlalu kasar, atau warnanya belum sesuai. Karena aroma dan warna inilah yang menentukan kualitas tembakau di mata perusahaan,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Kholida, selama ini sebagian besar hasil panen tembakau dari Kabupaten Malang justru diserap industri di luar daerah seperti Ponorogo, Bondowoso, Blitar, hingga Probolinggo. Beberapa kelompok tani diketahui bermitra dengan pengepul dan pabrik di luar Malang.</p>
<p>“Harapan Pak Kadis sebenarnya, pabrik rokok di Malang bisa menyerap tembakau lokal. Lewat pelatihan ini, kami ingin tahu di mana letak ketidaksesuaian agar bisa diperbaiki,” tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kualitas tembakau dari Kabupaten Malang sejatinya tidak kalah dengan daerah lain seperti Madura. Hal itu terbukti dari banyaknya pelaku tembakau luar daerah yang membeli daun tembakau dari petani Malang.</p>
<p>"Dari sisi kuantitas, semuanya terserap. Dari sisi kualitas, banyak pelaku tembakau dari Madura datang ke Malang untuk mengambil bahan. Artinya, produk kita tidak kalah bersaing,” kata Kholida.</p>
<p>Berdasarkan data DTPHP, luas lahan tembakau di Kabupaten Malang pada tahun 2025 mencapai 824 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1 ton tembakau kering per hektare.</p>
<p>Hingga Oktober 2025, sekitar 50 persen lahan telah dipanen, meski terjadi sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kualitas produk, DTPHP Kabupaten Malang juga menargetkan terbentuknya kemitraan langsung antara kelompok tani dan perusahaan rokok lokal.</p>
<p>Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar daerah, serta menjaga stabilitas harga daun tembakau di tingkat petani.</p>
<p>Pelatihan yang bersumber dari DBHCHT 2025 ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembalikan manfaat dana cukai untuk peningkatan kesejahteraan petani.</p>
<p>Melalui kegiatan seperti ini, DTPHP berharap proses produksi tembakau di Malang dapat lebih efisien dan memenuhi standar industri nasional, sehingga memperkuat daya saing petani lokal. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekda Kabupaten Malang Tinjau Pasien MTs Al Khalifah di RSUD Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekda-kabupaten-malang-tinjau-pasien-mts-al-khalifah-di-rsud-kanjuruhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekda-kabupaten-malang-tinjau-pasien-mts-al-khalifah-di-rsud-kanjuruhan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang siap akomodir biaya penanganan pasien dugaan keracunan MBG, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium makanan dari SPPG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa11f88d907.webp" length="59496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 18:33:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, RSUD Kanjuruhan, MTs Al Khalifah, Makan Bergizi Gratis, Pemkab Malang, Dinas Kesehatan, SPPG Mangun Rejo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, meninjau langsung kondisi 16 siswa dan dua guru MTs Al Khalifah Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, yang menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Para siswa dan guru tersebut mengalami mual, muntah, serta nyeri perut usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Saat ini seluruh pasien dilaporkan membaik dan sebagian telah diperbolehkan pulang.</p>
<p>Budiar menyampaikan, Pemkab Malang terus memantau perkembangan kasus dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>“Kalaupun ada biaya, dari Pemkab Malang akan kami akomodasi. Yang penting anak-anak segera pulih dan program ini tetap berjalan dengan aman,” ujar Budiar, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil dari penyedia program.</p>
<p>“Kami masih menunggu hasil lab makanan, mungkin butuh waktu satu sampai dua hari. Pendalaman juga dilakukan ke pihak SPPG, tapi tetap menunggu hasil laboratorium itu,” jelasnya.</p>
<p>Pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap sejumlah bahan makanan, termasuk sambal dan ikan kasu, serta sampel muntahan yang berhasil diamankan.</p>
<p>“Untuk sampel yang diambil dari penyedia, yaitu SPPG Mangun Rejo, sudah dilakukan pengambilan di sekolah. Jumlah sampelnya satu, tapi item makanannya banyak,” terangnya.</p>
<p>Budiar menegaskan, Pemkab Malang melalui Satgas MBG akan terus mendampingi dan melakukan monitoring terhadap distribusi makanan di sekolah.</p>
<p>“Satgas MBG fungsinya pendampingan dan pengawasan. Kami akan terus mendampingi SPPG yang ada dan memantau situasi di lapangan,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan keputusan lanjutan terkait evaluasi penyedia MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat.</p>
<p>“Keputusan ada di pusat, karena ini program nasional. Kami di daerah hanya memastikan pendampingan dan keamanan pelaksanaannya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Humas RSUD Kanjuruhan Lukito Condro menjelaskan bahwa para pasien mulai datang ke rumah sakit sekira pukul 14.30 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>“Pertama kami lakukan pemeriksaan. Setelah hasil asesmen didapat, kami berikan tindak lanjut seperti pemberian obat,” kata Lukito.</p>
<p>Setelah pemberian obat, pasien menjalani observasi selama 3 hingga 6 jam untuk memastikan kondisi mereka stabil.</p>
<p>“Kalau dalam waktu observasi tidak ada gejala lain dan kondisinya membaik, pasien kami perbolehkan pulang,” jelasnya.</p>
<p>Lukito menambahkan, pihak rumah sakit belum melakukan pengambilan sampel makanan karena tidak ditemukan muntahan atau bahan uji dari pasien.</p>
<p>“Untuk sampel makanan dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan di sekolah, karena kami fokus menangani pasien,” ujarnya.</p>
<p>Hingga Kamis sore, seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi baik dan sebagian telah pulang ke rumah masing-masing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>16 Siswa dan 2 Guru MTS di Kepanjen Malang Dirawat RSUD Kanjuruhan, Diduga Keracunan MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/16-siswa-dan-2-guru-mts-di-kepanjen-malang-dirawat-rsud-kanjuruhan-diduga-keracunan-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/16-siswa-dan-2-guru-mts-di-kepanjen-malang-dirawat-rsud-kanjuruhan-diduga-keracunan-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 18 orang dari MTS Al-Khalifah Kepanjen dilarikan ke RSUD Kanjuruhan akibat dugaan keracunan usai menyantap menu program MBG sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9f4fe77090.webp" length="31360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 17:08:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>malang, kepanjen, keracunan makanan, makan bergizi gratis, mts al-khalifah, dinkes malang, rsud kanjuruhan, kesehatan, pendidikan, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebanyak 16 pelajar dan dua guru dari MTs Al Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kanjuruhan, Kamis (23/10/2025). Mereka mengalami mual, muntah, dan nyeri perut setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Humas RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro, membenarkan adanya rombongan pasien dari sekolah tersebut yang datang dengan gejala serupa.</p>
<p>"Pada pukul 11.30 WIB datang ke IGD RSUD Kanjuruhan sebanyak 16 siswa dan dua guru dari MTs Al Khalifah Cepokomulyo Kepanjen dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri perut," ujar Lukito, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, seluruh pasien telah mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut medis. Meski demikian, pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab pasti gejala tersebut. </p>
<p>Hingga sore hari, kondisi para pasien dilaporkan mulai membaik.</p>
<p>“Sekarang (pasien) dalam kondisi membaik. Untuk selanjutnya kami lakukan observasi selama 3 sampai dengan 6 jam, bila kondisi membaik boleh pulang,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Malang Evaluasi Ulang Anggaran Pasca Pemotongan Dana Transfer Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-malang-evaluasi-ulang-anggaran-pasca-pemotongan-dana-transfer-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-malang-evaluasi-ulang-anggaran-pasca-pemotongan-dana-transfer-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Sudarman: “Efisiensi harus selektif, jangan sampai program masyarakat ikut terpangkas”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8d2dbeb0cc.webp" length="32752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 21:58:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Banggar DPRD Malang, Efisiensi Anggaran, Keuangan Daerah, Dana Transfer, Golkar Malang, Pembangunan Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Malang kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur belanja daerah menyusul adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi dilakukan secara selektif tanpa mengganggu program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.</p>
<p>Anggota DPRD Kabupaten Malang, Sudarman, menjelaskan bahwa pemotongan dana transfer ini cukup signifikan dan berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.</p>
<p>“Ketika kami ke Mendagri beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa pemotongan dana ke daerah mencapai sekitar Rp574 miliar lebih, atau sekitar 15 persen,” ujar Sudarman, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang tersebut, kondisi ini menuntut adanya koreksi terhadap struktur belanja daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran.</p>
<p>“Kalau pengurangan dilakukan, tidak bisa disamaratakan. Kita lihat efektivitas dari setiap pos anggaran. Kalau memang efektif dan menyentuh masyarakat, tetap harus dipertahankan,” jelasnya.</p>
<p>Sudarman menegaskan, Banggar DPRD bersama pemerintah daerah sepakat untuk tidak memangkas kegiatan yang memberi dampak langsung pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>“Yang perlu dikurangi itu justru anggaran-anggaran yang tidak produktif, seperti kegiatan rapat, perjalanan dinas, atau konsumsi. Rapat cukup air putih saja tidak masalah, yang penting program untuk rakyat tetap jalan,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam melakukan penyesuaian fiskal agar tidak menimbulkan ketimpangan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p>“Kalau mau adil, bukan berarti semua OPD dipotong sama besar. Efisiensi harus berbasis kinerja dan kebutuhan riil,” tegasnya.</p>
<p>Meski sebagian data teknis masih menunggu pembaruan dari pemerintah pusat, DPRD memastikan pembahasan anggaran perubahan akan diarahkan untuk menjaga stabilitas pembangunan daerah.</p>
<p>“Kita akan kawal di Banggar agar kebijakan efisiensi ini tidak merugikan masyarakat. Prinsipnya, yang efektif kita lanjutkan, yang tidak efektif kita koreksi,” pungkas Sudarman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Santri Harus Jadi Solusi, Bukan Penonton: Pesan Sekdakab Malang di Momen Hari Santri Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/santri-harus-jadi-solusi-bukan-penonton-pesan-sekdakab-malang-di-momen-hari-santri-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/santri-harus-jadi-solusi-bukan-penonton-pesan-sekdakab-malang-di-momen-hari-santri-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Sekdakab Malang Budiar Anwar: Santri Masa Kini Harus Adaptif dan Menguasai Teknologi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8d9c98af6f.webp" length="20160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 21:27:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>santri Indonesia, Hari Santri Nasional, pesantren, Sekdakab Malang, Budiar Anwar, pendidikan Islam, Prabowo Subianto, Malang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Hari Santri kini bukan hanya ajang peringatan identitas religius, tetapi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis santri dalam membangun masa depan bangsa.</p>
<p>Dalam konteks perubahan zaman yang serba cepat, pesantren dituntut tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menyiapkan santri agar siap bersaing di ranah global.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Malang, Budiar Anwar katakan, pesantren telah terbukti menjadi benteng moral bangsa dan pusat pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh besar, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin masa kini. </p>
<p>Kini, ketika dunia bergerak menuju era digital dan transformasi ilmu pengetahuan, santri diharapkan tidak berhenti pada penguasaan kitab kuning, tetapi juga mampu menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.</p>
<p>“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujarnya saat  memberikan sambutan upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pendopo Panji, Kepanjen, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, pengakuan negara terhadap pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memberi perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan berbasis pesantren.</p>
<p>Kebijakan tersebut juga menegaskan eksistensi pesantren sebagai lembaga khas Indonesia yang berperan penting dalam pembentukan karakter generasi bangsa.</p>
<p>“Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ujar Budiar.</p>
<p>Mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini juga mengapresiasi langkah pemerintah yang melibatkan pesantren dalam berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri di seluruh Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, program tersebut bukan hanya bentuk dukungan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>“Makan bergizi dan pemeriksaan kesehatan gratis adalah upaya mempersiapkan masa depan Indonesia melalui peningkatan kualitas hidup para santri,” tambahnya.</p>
<p>Budiar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap dunia pesantren. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pesantren dapat terus terjaga sebagai bagian dari pembangunan peradaban yang berkeadaban dan damai.</p>
<p>“Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Karena dari tangan para santrilah, masa depan Indonesia akan ditulis,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelatihan Blending Dorong IHT di Malang Lebih Mandiri dan Inovatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelatihan-blending-dorong-iht-di-kabupaten-malang-lebih-mandiri-dan-inovatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelatihan-blending-dorong-iht-di-kabupaten-malang-lebih-mandiri-dan-inovatif</guid>
<description><![CDATA[ Pelatihan empat hari bagi pelaku industri hasil tembakau di Kabupaten Malang ini fokus pada peningkatan keterampilan grading dan blending tembakau lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8c3d2b985b.webp" length="81858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 21:02:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>industri tembakau, pelatihan IHT Malang, Disperindag Kabupaten Malang, tembakau lokal, ekonomi kreatif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan pembukuan dan pelaporan cukai bagi Industri Hasil Tembakau (IHT) yang dikolaborasikan dengan praktik grading dan blending tembakau.</p>
<p>Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari di Kepanjen, dengan diikuti 50 peserta dari berbagai perusahaan rokok lokal.</p>
<p>Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Muhammad Nur Fuad Fauzi, menjelaskan, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian pelaku industri tembakau di daerah.</p>
<p>“Kegiatan blending ini kami tujukan untuk mendorong teman-teman IHT agar bisa memproduksi sendiri, tidak hanya membeli tembakau siap giling (TSG). Dengan pelatihan ini, mereka dapat belajar menciptakan rasa dan karakter produk masing-masing,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Menurut Fuad, sekitar 60 hingga 70 persen pabrik rokok di Kabupaten Malang masih mengandalkan pembelian TSG dari luar. Padahal, jika para pelaku usaha mampu melakukan proses blending sendiri, mereka bisa menekan biaya produksi sekaligus memperkaya cita rasa produk.</p>
<p>“Harapannya, setelah pelatihan ini mereka bisa lebih inovatif. Bisa memilih tembakau yang tepat dan menciptakan rasa khas dari hasil produksi sendiri,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu narasumber pelatihan, Soni Setiawan, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini mencakup pengenalan enam jenis tembakau lokal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Madura, Paiton, Bojonegoro, Maisan, Meranggen, Pakpi (Curanongko), dan Temanggung.</p>
<p>“Peserta kami ajarkan bagaimana melakukan grading dan blending, yaitu proses mencampur berbagai jenis tembakau agar menghasilkan rasa yang seimbang. Dengan cara ini, setiap perusahaan bisa menciptakan karakter khas rokoknya sendiri,” terang Soni.</p>
<p>Ia menambahkan, manfaat utama dari blending mandiri adalah efisiensi biaya dan peningkatan kualitas.</p>
<p>“Kalau perusahaan bisa melakukan grading dengan baik, mereka tahu mana tembakau mahal dan mana yang bisa diganti dengan grade lebih rendah. Jadi harganya bisa lebih kompetitif,” jelasnya.</p>
<p>Pelatihan ini, lanjut Soni, juga memberikan wawasan tentang cara memilih tembakau terbaik saat panen, serta proses pengeringan dan fermentasi yang dapat memakan waktu hingga dua atau tiga tahun sebelum siap digunakan. Evaluasi terhadap hasil pelatihan akan dilakukan di hari terakhir kegiatan.</p>
<p>Melalui program dari DBHCHT ini, Disperindag Kabupaten Malang berharap pelaku IHT dapat memperkuat daya saing industri lokal sekaligus mengembangkan produk tembakau khas Malang yang berkarakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Roda Empat di Srigading Lawang Malang Terputus Akibat Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-roda-empat-di-srigading-lawang-malang-terputus-akibat-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-roda-empat-di-srigading-lawang-malang-terputus-akibat-longsor</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa terjadi sekira pukul 13.45 WIB dan berdampak pada akses jalan penghubung antar dusun yang terputus serta kerusakan ringan pada salah satu rumah warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8a92351492.webp" length="108880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 18:11:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bencana alam, tanah longsor, BPBD Kabupaten Malang, Lawang, Srigading, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Malang sejak Rabu (22/10/2025) siang mengakibatkan dua titik tanah longsor di Desa Srigading, Kecamatan Lawang.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekira pukul 13.45 WIB dan berdampak pada akses jalan penghubung antar dusun yang terputus serta kerusakan ringan pada salah satu rumah warga.</p>
<p>Dua lokasi terdampak berada di Dusun Mendek Barat dan Timur. Material longsoran sepanjang 25 meter dengan tinggi sekitar 8,5 meter menutup jalan utama yang menghubungkan kedua dusun.</p>
<p>Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara jalur alternatif juga tidak tersedia bagi warga RT 2 dan RT 3 RW 9 yang berjumlah 125 kepala keluarga.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, petugas telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian bersama perangkat desa dan unsur terkait.</p>
<p>“Kami sudah memasang tanda peringatan di sekitar titik longsor dan menutup sementara akses bagi kendaraan roda empat. Koordinasi dengan pihak desa juga terus dilakukan untuk mitigasi lanjutan,” ujar Sadono, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, longsor lain terjadi di rumah milik warga bernama Tiaya yang menyebabkan bagian kamar mandi dan kandang ternak rusak ringan.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kebutuhan logistik dan sembako menjadi prioritas mendesak,” tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jejak Sabu di Malang: Pengedar Tertangkap di Kamar Kos Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jejak-sabu-di-malang-pengedar-tertangkap-di-kamar-kos-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jejak-sabu-di-malang-pengedar-tertangkap-di-kamar-kos-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Penggerebekan Satresnarkoba Polres Malang bongkar peredaran sabu dari rumah kos di Kepanjen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f77ee9a1ad2.webp" length="46284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 21:19:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>malang, kepanjen, sabu, narkoba, polres malang, kriminal, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Di sebuah kamar kos sederhana di Jalan Bromo, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, petugas Satresnarkoba Polres Malang menemukan fakta mencengangkan. Seorang pria berinisial AH (35) ditangkap saat tengah menimbang sabu-sabu yang siap diedarkan.</p>
<p>Dari penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (14/10/2025) itu, polisi menyita 21 poket sabu dengan berat total hampir 40 gram, bersama alat hisap, timbangan digital, plastik klip, dan tiga ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.</p>
<p>“Pelaku kami amankan di kamar kosnya bersama barang bukti lengkap. Ia berperan sebagai pengedar dengan jaringan lokal di wilayah Kepanjen,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Selasa (20/10/2025).</p>
<p>Bagi warga sekitar, penangkapan itu menjadi kejutan besar. AH dikenal pendiam dan jarang bergaul. Tak ada yang menyangka, aktivitasnya di balik pintu kamar ternyata terkait bisnis gelap narkotika. Dari hasil penyidikan, AH mengaku mendapat pasokan sabu dari seseorang yang kini masih diburu polisi.</p>
<p>“Kami terus dalami jaringan peredarannya dan berupaya mengungkap pemasok utamanya,” tambah Bambang.</p>
<p>Polres Malang pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan.</p>
<p>“Kerja sama warga menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Anak Tercatat Tak Sekolah, Pemkab dan DPRD Malang Matangkan Strategi Menuju “Zero ATS”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-anak-tercatat-tak-sekolah-pemkab-dan-dprd-malang-matangkan-strategi-menuju-zero-ats</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-anak-tercatat-tak-sekolah-pemkab-dan-dprd-malang-matangkan-strategi-menuju-zero-ats</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab dan DPRD Malang berkomitmen tuntaskan 19 ribu anak tidak sekolah lewat program SABER ATS dan pendidikan non-formal menuju target Zero ATS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f7784a01b87.webp" length="42144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 20:40:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, pendidikan, anak tidak sekolah, SABER ATS, Zero ATS, DPRD Malang, Wabup Lathifah Shohib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan keseriusannya dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlahnya masih mencapai sekitar 19 ribu anak.</p>
<p>Melalui Workshop Penanganan ATS Bersama Tim SABER ATS Kecamatan Tahun 2025 yang digelar di Rayz UMM Hotel Malang, Selasa (21/10/2025), Pemkab Malang berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor menuju target Zero ATS secara bertahap.</p>
<p>Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib menyebut, tingginya angka ATS menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam pemerataan pendidikan di daerah.</p>
<p>“Jumlahnya memang masih cukup tinggi, sekitar 19 ribuan. Padahal SDM ini aset penting bagi Kabupaten Malang, jadi hak-hak pendidikan harus kita penuhi,” ujar Lathifah, Selasa (21/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, penyebab anak tidak sekolah beragam, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga minimnya kesadaran keluarga terhadap pentingnya pendidikan. Karena itu, Pemkab Malang menyiapkan sejumlah skema intervensi, seperti fasilitasi pendidikan non-formal melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan pelibatan Tim Penggerak PKK dalam sosialisasi di tingkat desa.</p>
<p>“Kalau kendalanya di keluarga, ekonomi, atau sosial, nanti kita bantu untuk mencari solusi. Semua anak harus punya kesempatan yang sama untuk belajar. PKK juga kita dorong agar aktif mengajak masyarakat supaya anak-anak kembali sekolah,” tambahnya.</p>
<p>Dari total 65 PKBM di Kabupaten Malang, sebanyak 50 di antaranya aktif menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Wabup Lathifah menegaskan, seluruh peserta didik dari kelompok ATS tidak dikenakan biaya karena sudah mendapat dukungan BOS dan BOP dari pemerintah.</p>
<p>“Bahkan nominal bantuannya sedikit lebih besar dari sekolah formal. Ini bukti keberpihakan pemerintah untuk pendidikan yang lebih inklusif,” tegasnya.</p>
<p>Lathifah menambahkan, program Zero ATS akan dilaksanakan secara bertahap melalui perencanaan jangka menengah yang melibatkan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa.</p>
<p>“Tahun pertama, kedua, dan ketiga akan kita rancang perencanaannya. Kita ingin jelas targetnya, pembagian tugasnya juga konkret, mulai dari kepala desa, camat, hingga Dinas Pendidikan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia Ulhaq menegaskan bahwa isu ATS menjadi perhatian serius DPRD dan telah diakomodasi dalam APBD 2025.</p>
<p>“Masalah ATS ini sudah menjadi atensi DPRD. Tahun 2025 sudah kami alokasikan anggaran, dan sudah disalurkan ke sekitar 400 penerima melalui bidang yang menangani warga belajar non-formal,” kata Zia.</p>
<p>Menurut politisi Gerindra ini, target besar Pemkab dan DPRD adalah menjadikan Kabupaten Malang sebagai daerah bebas Anak Tidak Sekolah (Zero ATS). Namun, tantangan masih ada, terutama untuk pembiayaan peserta didik usia dewasa.</p>
<p>“Untuk usia produktif sampai 24 tahun masih tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi usia 25 tahun ke atas jadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan itu bisa kita biayai lewat APBD. Berapa pun anggarannya, selama untuk rakyat dan pendidikan, pasti kami dukung,” ungkapnya.</p>
<p>Zia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam sistem pendidikan kesetaraan di PKBM.</p>
<p>“Sekarang tidak bisa lagi ada ijazah instan. Semua peserta harus benar-benar belajar dan hadir agar ijazahnya sah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Beringin Raksasa Tumbang di Ngajum Malang, Tim Gabungan Tangani Kerusakan Truk dan Jaringan Listrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-beringin-raksasa-tumbang-di-ngajum-malang-tim-gabungan-tangani-kerusakan-truk-dan-jaringan-listrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-beringin-raksasa-tumbang-di-ngajum-malang-tim-gabungan-tangani-kerusakan-truk-dan-jaringan-listrik</guid>
<description><![CDATA[ Hujan disertai angin kencang di wilayah Ngajum menyebabkan pohon berdiameter dua meter tumbang dan menimpa truk yang tengah terparkir. Dampaknya juga merusak jaringan listrik dan telekomunikasi di sekitar lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f77ac7f2138.webp" length="74510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 20:09:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pohon tumbang, bpbd kabupaten malang, bencana hidrometeorologi, ngajum, pln, telkom, malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Sebuah pohon beringin berdiameter sekitar dua meter dengan tinggi 25 meter tumbang di depan kompleks Punden Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Selasa (21/10/2025) sekira pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang itu menimpa satu unit truk milik warga Gampingan, Kecamatan Pagak.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan dalam keterangan resminya katakan, jika truk tersebut diketahui milik Hermanto yang saat kejadian tengah beristirahat di dalam kendaraan. </p>
<p>Meski truk mengalami kerusakan, Hermanto selamat tanpa luka. Selain itu, tumbangnya pohon juga menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik dan telekomunikasi milik PLN dan PT Telkom di sekitar lokasi.</p>
<p>“Petugas TRC BPBD bersama unsur TNI, Bina Marga, Muspika Ngajum, serta pihak PLN dan Telkom langsung melaksanakan pemotongan dan pembersihan material pohon di lokasi,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).</p>
<p>Sadono menyebut, seluruh proses penanganan telah selesai sore hari dan situasi di lapangan sudah kembali normal. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, terutama di sekitar area pepohonan besar.</p>
<p>“Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame,” imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Banjir Tahunan, BBWS Bersama BPBD dan Warga Bangun Tanggul di Sungai Tundo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-bbws-bersama-bpbd-dan-warga-bangun-tanggul-di-sungai-tundo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-bbws-bersama-bpbd-dan-warga-bangun-tanggul-di-sungai-tundo-malang</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang bersama BBWS Surabaya dan warga Pujiharjo melakukan normalisasi Sungai Tundo melalui program padat karya untuk mengurangi risiko banjir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4adc688b32.webp" length="87970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 20:03:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kabupaten Malang, normalisasi sungai, mitigasi bencana, Sungai Tundo, Desa Pujiharjo, Tirtoyudo, BBWS Surabaya, padat karya, pengurangan risiko bencana, Malang Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Kabupaten Malang terus diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya melakukan kegiatan normalisasi Sungai Tundo di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, pada Sabtu (18/10/2025), sebagai langkah preventif terhadap potensi luapan dan banjir tahunan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis infrastruktur alami dan rekayasa teknis. </p>
<p>Langkah tersebut fokus dalam mengoptimalkan daya tampung sungai sekaligus memperkuat struktur tanggul yang selama ini rentan terhadap erosi.</p>
<p>“Proses normalisasi Sungai Tundo saat ini telah mencapai sekitar 800 meter di sisi kanan dan kiri sungai, dengan dimensi lebar aliran mencapai 20 meter, tinggi tanggul antara 2,5 hingga 3 meter, dan lebar tanggul sekitar 3 meter,” terang Sadono, Ahad (19/10/2025).</p>
<p>Adapun pemasangan bronjong saat ini dilaksanakan secara swadaya melalui pola padat karya masyarakat, dengan bantuan material bronjong dari BBWS Surabaya. Pekerjaan tersebut telah menjangkau titik ketiga dengan panjang 5 meter dan tinggi 5 meter. </p>
<p>Hingga kini, jumlah bronjong yang telah terpasang mencapai 126 unit dengan total panjang keseluruhan 60 meter, yang berfungsi untuk memperkuat tebing serta menahan sedimentasi akibat derasnya aliran air.</p>
<p>"Pekerjaan pemasangan bronjong saat ini dilaksanakan secara swadaya padat karya masyarakat dengan bantuan bronjong dari BBWS," jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan unsur BPBD Kabupaten Malang, BBWS Surabaya, Pemerintah Desa Pujiharjo, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. </p>
<p>Kolaborasi lintas sektor ini menjadi implementasi nyata dari prinsip <em>community-based disaster risk reduction</em>, yakni penanggulangan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Sadono menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rencana jangka menengah BPBD Kabupaten Malang dalam mewujudkan resiliensi lingkungan di kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah Malang Selatan yang memiliki kontur topografi curam dan aliran sungai berarus deras.</p>
<p>Dengan terlaksananya program normalisasi ini, BPBD Kabupaten Malang berharap, stabilitas tanggul terjaga, serta risiko banjir berulang dapat ditekan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Harapannya, infrastruktur yang dibangun ini bukan hanya menanggulangi banjir, tetapi juga mendukung ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat Pujiharjo dalam jangka panjang,” pungkas Sadono.</p>
<p>Sebagai latar, Sungai Tundo di Desa Pujiharjo selama ini dikenal sebagai salah satu titik kritis penyebab banjir tahunan. Berdasarkan berita dari media ini (27 September 2025), sungai ini kerap meluap akibat pendangkalan dan sedimentasi.</p>
<p>Bahkan pada pertengahan Juni 2025 lalu, hujan berintensitas tinggi menyebabkan luapan Sungai Tundo menutup akses jalan desa lebih dari 10 jam. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Santri di Tiga Ponpes di Mojokerto Diasah Ketahanan Mental dan Empatinya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-tiga-ponpes-di-mojokerto-diasah-ketahanan-mental-dan-empatinya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-tiga-ponpes-di-mojokerto-diasah-ketahanan-mental-dan-empatinya</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan Qoryah Thoyyibah ini menjadi bagian dari program Pesantren Mengabdi, salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UIN Maliki Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4bb328730a.webp" length="58638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 19:23:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Fakultas Psikologi, Psikologi Humanistik, Pesantren Mojokerto, Santri Bahagia, Ketahanan Mental, Pendidikan Islam, Pengabdian Akademik, Dies Maulidiyah 64</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melalui program Qoryah Thayyibah menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di tiga pesantren wilayah Mojosari, Mojokerto, Ahad (19/10/2025).</p>
<p>Program bertajuk “Menumbuhkan Empati, Persaudaraan, dan Ketangguhan di Pesantren” ini menjadi langkah perguruan tinggi dalam membangun ketahanan psikologis santri sebagai bagian dari penguatan karakter religius dan sosial.</p>
<p>Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Hikmah, Darul Hikmah, dan Alhikmah, Mojosari, Mojokerto ini melibatkan 69 santri, 16 pengurus pesantren, serta dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi. </p>
<p>Pendekatan psikologi humanistik dan spiritual menjadi basis utama setiap sesi, menekankan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan empati sosial di lingkungan pesantren.</p>
<p>Ketua Qoryah Thoyyibah, dari Fakultas Humaniora UIN Malang, Ulil Fitriyah, menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan wujud implementasi bahasa sebagai media untuk membentuk karakter santri dalam konteks sosial, keagamaan yang dinamis.</p>
<p>“Santri perlu memahami bahwa kesehatan mental juga berhubungan dengan penggunaan bahasa dan komunikasi yang santun serta memiliki kesadaran dalam berbahasa,” terangnya, Ahad (19/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4b5a6d36bb.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Muh. Anwar Fu’ady, yang hadir sebagai pemateri utama, menegaskan pentingnya membangun empati dan komunikasi terbuka di lingkungan pesantren.</p>
<p>“Pesantren memiliki potensi besar untuk melatih resiliensi. Dengan pendekatan psikologi positif dan spiritualitas Islam, santri dapat belajar menghadapi tekanan hidup dengan bijak serta menjadikannya proses menuju kematangan diri,” terangnya saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi reflektif, Anwar mengibaratkan kehidupan santri seperti proses pembentukan guci. Melalui pembakaran, tempaan, serta pembentukan yang panjang agar akhirnya mencapai bentuk yang bermakna dan memiliki value.</p>
<p>“Begitu pula santri, setiap ujian dan tantangan adalah bagian dari proses menuju ketangguhan dan kemuliaan,” ujarnya.</p>
<p>Disela agenda, pengasuh Ponpes Hidayatul Hikmah Mojosari, Gus Abul Ma’ali, menyambut positif kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kehadiran tim UIN Maliki memberi warna baru dalam cara pandang santri terhadap kesehatan mental. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut sebagai sinergi ilmu dan pengabdian,” tuturnya.</p>
<p>Program ini difokuskan pada penguatan pesantren ramah anak serta peningkatan kesejahteraan psikologis, spiritual, dan sosial bagi santri.</p>
<p>"Kami juga berkomitmen untuk menjadikan pesantren Sawahan (kawasan Mojokerto) ramah anak sebagaimana amanah kementerian agama," Gus Abul Ma'ali memungkasi.</p>
<p>Kegiatan Qoryah Thoyyibah ini menjadi bagian dari program Pesantren Mengabdi, salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UIN Maliki Malang. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Percepat Pembangunan SPPG, 82 Unit Telah Dibangun untuk Makan Bergizi Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-percepat-pembangunan-sppg-82-unit-telah-dibangun-untuk-makan-bergizi-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-percepat-pembangunan-sppg-82-unit-telah-dibangun-untuk-makan-bergizi-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang bentuk Satgas percepatan untuk menuntaskan dapur MBG sebelum Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f491dc1803f.webp" length="51228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 18:04:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Makan Bergizi Gratis, SPPG, Bupati Sanusi, Mahila Surya Dewi, Dinas Ketahanan Pangan, Program Nasional, Gizi Anak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Hingga Oktober 2025, dari total target 233 dapur MBG, sudah ada 82 unit yang berdiri dan 76 di antaranya telah beroperasi.</p>
<p>Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan dalam mendukung keberlangsungan program MBG. Penekanan itu disampaikannya saat meresmikan beroperasinya SPPG di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, baru-baru ini.</p>
<p>“SPPG di Desa Kidal ini harus benar-benar memperhatikan SOP penyediaan MBG, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah. Kita tidak ingin ada kasus keracunan seperti yang terjadi di daerah lain,” kata Bupati Sanusi, Ahad (19/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, program MBG memiliki proses yang saling berkaitan, sehingga kedisiplinan semua pihak menjadi kunci keberhasilan.</p>
<p>Berdasarkan data hingga Oktober 2025, program MBG di Kabupaten Malang telah menjangkau sekitar 231.483 penerima manfaat, meliputi siswa PAUD hingga SMA/SMK/SLB, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang juga telah membentuk Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Daerah, sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.5.7/4072/SJ tertanggal 25 Juli 2025. </p>
<p>Selain itu, dukungan penyediaan lahan dan bangunan dapur MBG dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor: 500.12/2119/SJ tentang Dukungan Pemerintah Daerah dalam Penyediaan Tanah untuk Pembangunan SPPG.</p>
<p>Sebagai upaya optimalisasi, pihak Pemkab Malang terus menjalin koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kepala SPPG Kabupaten Malang, pelaku usaha, UMKM, serta BUMDes sebagai supplier bahan baku MBG.</p>
<p>“Ini bagian dari komitmen kita mendukung penuh program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis,” pungkas Bupati Sanusi.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi menjelaskan, pembentukan Satgas ini merupakan langkah strategis untuk memastikan percepatan realisasi target MBG di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kita akan membuat Satgas percepatan agar target unit MBG tercapai sesuai data pusat. Saat ini baru puluhan yang sudah running, dan kami berkomitmen menuntaskan sisanya hingga Desember,” ujar Mahila beberapa waktu lalu.</p>
<p>Mahila menambahkan, Satgas tersebut terdiri dari berbagai komponen, tidak hanya OPD, tetapi juga melibatkan, Dinas Pendidikan, dan Dinas KB. </p>
<p>“Dinas Pendidikan menjadi penerima manfaat utama bagi siswa, sedangkan Dinas KB berperan dalam distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Xpose Uncensored Jadi Pemicu, Santri Malang Desak Media Nasional Hormati Ulama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/xpose-uncensored-jadi-pemicu-santri-malang-desak-media-nasional-hormati-ulama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/xpose-uncensored-jadi-pemicu-santri-malang-desak-media-nasional-hormati-ulama</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Malang menggelar aksi damai Jumat Putih di Mapolres Malang, menuntut Trans7 meminta maaf atas tayangan yang dinilai melecehkan marwah Pondok Pesantren Lirboyo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f24abc9b9cc.webp" length="65408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 23:04:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>santri, pesantren, PCNU Malang, Trans7, aksi damai, Jumat Putih, Polres Malang, Lirboyo, etika media, bela kiai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG,SJP – </strong>Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, menegaskan bahwa umat Islam, khususnya kalangan pesantren, tidak bisa tinggal diam terhadap tayangan televisi yang dianggap melecehkan kehormatan ulama dan pesantren.</p>
<p>Hal ini menanggapi program <em>Xpose Uncensored </em>di Trans7 yang dinilai merendahkan marwah Pondok Pesantren Lirboyo dan menimbulkan kegelisahan di kalangan santri.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Hamim saat memimpin aksi damai bertajuk “Jumat Putih: Bela Kiai dan Pesantren” di halaman Mapolres Malang, Kecamatan Kepanjen, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>“Santri dan pesantren adalah benteng moral bangsa. Kami tidak menolak kritik, tapi menolak pelecehan. Tayangan itu jelas mencederai marwah ulama dan dunia pesantren,” ujar KH Hamim, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, PCNU Kabupaten Malang menyampaikan enam poin pernyataan sikap. Salah satunya mendesak pihak Trans7 untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik dan melakukan evaluasi internal terhadap program tersebut.</p>
<p>Aksi damai ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai unsur, termasuk PCNU, MWCNU, Banser, Ansor, PMII, IPNU-IPPNU, dan Himasal Malang Raya. Mereka melaksanakan istighosah dan doa bersama sambil membentangkan spanduk bertuliskan pesan moral dan seruan etika media.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menyatakan pihaknya menghormati aspirasi yang disampaikan para santri dan telah menerima langsung dokumen pernyataan sikap dari PCNU Kabupaten Malang.</p>
<p>“Polres Malang sudah menerima laporan pengaduan dan pernyataan sikap dari Aliansi Santri. Aspirasi ini akan kami teruskan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai prosedur. Kami berkomitmen menjaga situasi agar tetap kondusif dan damai,” ujarnya.</p>
<p>Aksi damai yang digelar siang hingga sore hari itu berlangsung tertib. Santri dan peserta aksi disiplin dalam menjaga ketertiban, serta memastikan pesan moral mereka tersampaikan dengan damai tanpa menimbulkan kericuhan.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk respons masyarakat pesantren terhadap media nasional, sekaligus mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab media dalam memberitakan isu agama dan pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Kota Malang, Menteri PKP Tegaskan Kemudahan Akses Rumah Bersubsidi bagi Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-kota-malang-menteri-pkp-tegaskan-kemudahan-akses-rumah-bersubsidi-bagi-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-kota-malang-menteri-pkp-tegaskan-kemudahan-akses-rumah-bersubsidi-bagi-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Menteri PKP Maruarar Sirait tinjau rumah subsidi ASN Bandulan Malang, jamin kemudahan BPHTB, PBG, dan akses untuk wartawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f247ff5efb9.webp" length="55470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 22:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pemerintah, rumah subsidi, kementerian pkp, rei jatim, menteri maruarar sirait, perumahan asn bandulan, malang, bphtb, pbg, program tiga juta rumah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP — </strong>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program rumah bersubsidi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan jurnalis.</p>
<p>Pesan itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Perumahan ASN Malang dan peninjauan Prasarana, Sarana, serta Utilitas Umum (PSU) 2024 di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Begitu turun dari mobil, Maruarar langsung menyapa wartawan dan memberikan keterangan terkait program perumahan rakyat yang tengah dijalankan pemerintah.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa wartawan juga berhak mendapatkan fasilitas rumah bersubsidi seperti masyarakat pada umumnya.</p>
<p>“Semua warga negara punya hak yang sama untuk memiliki rumah layak, termasuk teman-teman wartawan,” ujar Maruarar, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh hunian layak. </p>
<p>Salah satu bentuk nyata keberpihakan tersebut ialah pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah bersubsidi.</p>
<p>“Kita siapkan semua untuk rakyat. Coba, pernah nggak ada presiden yang kasih BPHTB gratis, PBG gratis? Ini bukti keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil,” tegas pria yang akrab disapa Bang Ara ini.</p>
<p>Maruarar juga menyebut bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari kemerdekaan ekonomi bagi rakyat kecil di sektor perumahan.</p>
<p>Pemerintah tengah menyiapkan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan bunga yang disubsidi negara agar lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Maruarar didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Sekda Jatim, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN), serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur dan Malang Raya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f248e7e6c2a.webp" alt=""></p>
<p>Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas menyatakan, pihaknya berkomitmen mendukung penuh program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Kami komitmen mendukung program tiga juta rumah. Tapi di lapangan memang masih banyak kendala, terutama soal regulasi dan perizinan,” ujar Ilyas.</p>
<p>Ilyas mencontohkan, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang belum seragam di berbagai daerah.</p>
<p>“Misalnya soal PBG, yang katanya bisa selesai 15 menit. Faktanya, di beberapa daerah bisa sampai setahun. Ini yang kami sampaikan ke Pak AHY, Pak Tito, dan Pak Ara, disaksikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menambahkan, hingga kini realisasi pembangunan rumah bersubsidi di Jawa Timur baru mencapai sekitar 11–14 ribu unit, menempatkan provinsi ini di peringkat keempat nasional.</p>
<p>“Dengan sisa waktu sekitar dua bulan setengah, kami harap bisa menambah 3.000–4.000 unit lagi agar kontribusi Jawa Timur meningkat,” tegasnya.</p>
<p>Kunjungan Menteri PKP di Bandulan ini menjadi momentum konsolidasi lintas lembaga antara pemerintah pusat, daerah, perbankan serta para pengembang. </p>
<p>Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempermudah perizinan, mempercepat pembangunan, dan memastikan program rumah bersubsidi benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Psikologi UIN Maliki Malang Gelar Pengabdian Santri Bahagia ke Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/psikologi-uin-maliki-malang-gelar-pengabdian-santri-bahagia-ke-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/psikologi-uin-maliki-malang-gelar-pengabdian-santri-bahagia-ke-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Pelepasan program Psikologi Mengabdi menjadi bagian rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 UIN Maliki Malang sebagai wujud syukur dan pengabdian sivitas akademika. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f237b3af3eb.webp" length="52978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 21:19:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Fakultas Psikologi, Santri Bahagia, Jiwa Sehat Ibadah Kuat, Pengabdian Pesantren, Dies Maulidiyah 64, Dosen dan Mahasiswa, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang meluncurkan program pengabdian bertajuk “Psikologi Mengabdi: Goes to 6.4 Pesantren” sebagai bagian dari rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 tahun 2025.</p>
<p>Kegiatan ini mengusung tema “Santri Bahagia: Jiwa Sehat, Ibadah Kuat” dan diikuti oleh kurang lebih 70 dosen serta mahasiswa yang diterjunkan langsung ke sepuluh pondok pesantren baik di kawasan Malang dan beberapa di luar Malang.</p>
<p>Wakil Rektor III UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, yang hadir mewakili Rektor, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian sivitas akademika terhadap masyarakat pesantren.</p>
<p>“Sebagai seorang santri sekaligus pendidik, kami harus senantiasa bahagia dalam menjalani kehidupan. Walaupun ada musibah, dengan keimanan yang kuat kita tetap bisa menghadirkan kebahagiaan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, kebahagiaan santri akan terwujud apabila dibangun dengan tiga pilar utama: kebahagiaan hati, kesehatan jiwa, dan kekuatan ibadah.</p>
<p>“Jika ibadah kuat, insyaallah santri akan bahagia dan jiwa menjadi sehat. Inilah bentuk pengabdian Fakultas Psikologi yang berkomitmen untuk menebarkan semangat positif di pesantren,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Dr. Siti Mahmudah, M.Si, menyampaikan bahwa pemilihan angka 6.4 pada tema kegiatan ini bukan tanpa makna. Angka tersebut melambangkan peringatan Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang ke-64 yang dirayakan tahun ini.</p>
<p>“Program pengabdian ini kami laksanakan sebagai wujud syukur dan kontribusi nyata Fakultas Psikologi dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-64. Karena waktunya terbatas, kami memilih enam pesantren di wilayah Malang dan empat pesantren di tingkat provinsi,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebut salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pesantren Gading, yang dikenal sebagai pesantren tertua di Malang. Mereka yang mengabdi juga dibekali modul agar semakin representatif.</p>
<p>“Di sana kami tidak hanya memberikan penyuluhan akademik, tapi juga penguatan perilaku positif dan spiritualitas santri. Kami datang untuk memberikan reinforcement bahwa perilaku santri selama ini, di bawah bimbingan kiai, sudah sangat positif dan berkontribusi bagi masyarakat,” terang Mahmudah.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Fakultas Psikologi ingin terus bersinergi dengan pesantren dalam membentuk generasi yang tangguh, berilmu, dan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi.</p>
<p>“Santri itu sejatinya pengembara ilmu. Mereka menuntut ilmu, memperkuat perilaku positif, dan mengembangkan kecerdasan spiritual. Itulah nilai luhur yang perlu terus kita dukung bersama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tirtomoyo Pakis Persembahkan Juara II SAK&amp;RT 2025 Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tirtomoyo-pakis-persembahkan-juara-ii-sak-rt-2025-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tirtomoyo-pakis-persembahkan-juara-ii-sak-rt-2025-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Desa Tirtomoyo Kecamatan Pakis meraih Juara II Lomba SAK-RT 2025 Kabupaten Malang, bukti nyata kekompakan warga dalam menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0f85f25121.webp" length="37010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 22:17:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>lomba sak rt, desa tirtomoyo pakis, kabupaten malang, satpol pp malang, bupati sanusi, solidaritas warga, gotong royong, penghargaan masyarakat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Malang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggelar Awarding Ceremony Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) Kabupaten Malang Tahun 2025.</p>
<p>Acara puncak yang berlangsung di Dusun Baran, Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kamis (16/10/2025), menjadi ajang apresiasi bagi RT berprestasi dalam membangun lingkungan aman, rukun, dan berdaya.</p>
<p>Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II dalam ajang tahunan tersebut. Prestasi itu menjadi bukti kekompakan warga dan semangat gotong royong yang terus hidup di tingkat akar rumput.</p>
<p>Kepala Desa Tirtomoyo, Jatmiko, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih warganya. Menurutnya, hasil ini tidak lepas dari kerja keras, partisipasi aktif warga, serta dukungan semua pihak yang peduli terhadap kemajuan desa.</p>
<p>“Kami sangat bersyukur atas capaian Juara II ini. Semoga ke depan seluruh warga Tirtomoyo semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan. Kami ingin desa kami benar-benar menjadi lingkungan yang kondusif, bersih, serta warganya memiliki kesadaran tinggi terhadap gotong royong,” ujar Jatmiko, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan seperti Lomba SAK-RT sangat penting untuk terus dilanjutkan karena mampu menumbuhkan semangat kebersamaan di tingkat masyarakat desa.</p>
<p>“Kami berharap kegiatan ini dapat digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak RT di Kabupaten Malang yang terdorong untuk berinovasi dan menjaga solidaritas warganya,” imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta lomba atas semangat, kreativitas, dan kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan SAK-RT merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Inilah wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Malang yang makmur dan berkelanjutan,” ujar Bupati Sanusi.</p>
<p>Dengan suksesnya penyelenggaraan Lomba SAK-RT 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban di tingkat RT. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba SAK&amp;RT 2025 Jadi Momentum BNN Malang Edukasi Warga soal Bahaya Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-sak-rt-2025-jadi-momentum-bnn-malang-edukasi-warga-soal-bahaya-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-sak-rt-2025-jadi-momentum-bnn-malang-edukasi-warga-soal-bahaya-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ BNN Kabupaten Malang memanfaatkan Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) 2025 sebagai sarana edukasi warga tentang bahaya narkoba. Kolaborasi lintas instansi dorong gerakan Desa Bersinar di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0f1f20d89e.webp" length="41504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 21:47:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BNN Kabupaten Malang, Lomba SAK-RT 2025, Pencegahan Narkoba, Desa Bersinar, Satpol PP Kabupaten Malang, Edukasi Warga, Ketahanan Sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) Kabupaten Malang 2025 menjadi ajang penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial.</p>
<p>Tahun ini, kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kamis (16/10/2025), menghadirkan warna baru lewat keterlibatan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.</p>
<p>Partisipasi BNN menjadi langkah strategis memperluas edukasi publik mengenai bahaya narkoba. Melalui pendekatan berbasis komunitas, lembaga ini ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai dari lingkungan terdekat.</p>
<p>Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Malang, Nurteta Wulansari, menjelaskan, lomba ini bukan sekadar ajang penilaian antarwarga, tetapi wadah efektif untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.</p>
<p>“Langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. RT dan RW berperan besar dalam menjaga keamanan serta mencegah peredaran narkoba di wilayahnya,” ujar Nurteta, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, edukasi masyarakat melalui kegiatan sosial seperti Lomba SAK-RT memberi ruang bagi pemerintah, aparat, dan warga untuk berinteraksi secara langsung. Pendekatan ini dianggap lebih mudah diterima karena dilakukan dalam suasana kebersamaan dan gotong royong.</p>
<p>“Jika ada warga yang membutuhkan layanan rehabilitasi atau ingin melapor terkait aktivitas mencurigakan, kami siap bekerja sama dengan pemerintah desa, Polsek, maupun instansi lain. Tujuannya satu, menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” terangnya.</p>
<p>Kegiatan yang diprakarsai oleh Satpol PP Kabupaten Malang ini juga melibatkan berbagai unsur seperti BNN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi lintas instansi tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan kesehatan sosial tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja bersama.</p>
<p>Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Malang meneguhkan komitmen untuk mewujudkan “Kabupaten Malang Bersinar” (Bersih dari Narkoba, Aman, dan Rukun). Lomba SAK-RT menjadi contoh, bahwa pencegahan bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling dasar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melalui Lomba SAK&amp;RT, Pemkab Malang Perkuat Solidaritas Warga Hingga Tingkat RT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/melalui-lomba-sak-rt-pemkab-malang-perkuat-solidaritas-warga-hingga-tingkat-rt</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/melalui-lomba-sak-rt-pemkab-malang-perkuat-solidaritas-warga-hingga-tingkat-rt</guid>
<description><![CDATA[ Tahun 2025 tercatat sebanyak 143 RT dari seluruh kecamatan berpartisipasi dalam lomba tersebut, dari total 15.125 RT yang ada di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0eda335107.webp" length="49008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 21:02:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Lomba SAKRT, Satpol PP, Gotong Royong, Bupati Sanusi, Wajak, BNN, Bea Cukai, Ketahanan Sosial, Lingkungan Bersih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM menegaskan bahwa Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) bukan sekadar perlombaan, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat semangat gotong royong di masyarakat.</p>
<p>“Jadikan lomba ini sebagai kompetisi sehat yang memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Malang. Bukan membuat program baru, tetapi mengembalikan semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa,” ujar Sanusi, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Lomba SAK-RT yang digelar di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, menjadi bagian dari agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun ketahanan sosial hingga tingkat RT. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Komisi I, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Malang, serta Kepala Desa Sukoanyar.</p>
<p>Tahun 2025 tercatat sebanyak 143 RT dari seluruh kecamatan berpartisipasi dalam lomba tersebut, dari total 15.125 RT yang ada di Kabupaten Malang.</p>
<p>Dari hasil penilaian, RT 29 RW 9 Desa Sukoanyar Kecamatan Wajak keluar sebagai Juara 1 sekaligus tuan rumah kegiatan. Juara 2 diraih RT 3 RW 5 Desa Tirtomoyo Kecamatan Pakis, dan Juara 3 RT 2 RW 1 Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo.</p>
<p>Sementara Juara Harapan 1 hingga 3 masing-masing diraih RT 17 RW 2 Desa Majangtengah Kecamatan Dampit, RT 4 RW 9 Desa Plaosan Kecamatan Wonosari, serta RT 1 RW 7 Desa Bululawang Kecamatan Bululawang.</p>
<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, SH, MH, menjelaskan bahwa SAK-RT merupakan kegiatan pembinaan masyarakat di bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang rutin digelar setiap tahun.</p>
<p>“Awalnya hanya diikuti sekitar 36 persen RT karena masa pandemi. Kini partisipasi meningkat signifikan. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat untuk membangun lingkungannya terus tumbuh,” terang Firmando.</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan ini juga menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Malang serta Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberikan edukasi serta apresiasi kepada masyarakat.</p>
<p>“Sebanyak 20 RT terbaik mendapat tambahan bantuan tenda dari BNN. Mereka dinilai aktif dalam siskamling, pengelolaan sampah 3R, bebas rokok ilegal, dan ikut serta dalam program kesehatan lingkungan,” tambahnya.</p>
<p>Sanusi berharap kegiatan seperti SAK-RT dapat menjadi pemantik bagi seluruh Ketua RT/RW di Kabupaten Malang untuk terus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga lingkungan.</p>
<p>“Mudah-mudahan semangat ini menular ke seluruh desa. Karena kunci kemajuan daerah dimulai dari kekompakan masyarakat di tingkat paling bawah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PU Bina Marga Malang Benahi Jalan Asrikaton–Banjararum, Kurangi Titik Kerusakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pu-bina-marga-malang-benahi-jalan-asrikatonbanjararum-kurangi-titik-kerusakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pu-bina-marga-malang-benahi-jalan-asrikatonbanjararum-kurangi-titik-kerusakan</guid>
<description><![CDATA[ PU Bina Marga Kabupaten Malang rampungkan perbaikan jalan Asrikaton–Banjararum sepanjang 366 meter, kurangi kerusakan hotmix lama dan permudah akses warga Saptorenggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0dcd320cc1.webp" length="81978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 20:45:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>infrastruktur, Kabupaten Malang, PU Bina Marga, Musrenbang, Saptorenggo, Pakis, jalan desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Kabupaten Malang menyelesaikan pekerjaan perbaikan pada ruas jalan Asrikaton–Banjararum di Kecamatan Pakis.</p>
<p>Proyek yang berasal dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tersebut, rampung sejak Agustus 2025 dengan progres 100 persen.</p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan di wilayah Desa Saptorenggo, dengan panjang 366 meter dan lebar 5 meter. </p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Oong ini, menerangkan jika metode pekerjaan menggunakan aspal hotmix untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada lapisan lama.</p>
<p>“Dari hasil survei awal, tingkat kerusakan mencapai sekitar 15 persen pada hotmix eksisting. Setelah diperbaiki, kondisi jalan kini kembali mulus dan bisa digunakan secara optimal,” ujar Khairul, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Oong terangkan jika, ruas tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama menuju kawasan perumahan dan SDN 2 Saptorenggo. Dengan selesainya perbaikan, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman.</p>
<p>“Pekerjaan sudah selesai seluruhnya sejak Agustus. Kami berharap masyarakat ikut menjaga agar kualitas jalan tetap terpelihara,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai penutup, Khairul berharap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang dapat terus berjalan secara merata dan tepat sasaran.</p>
<p>“Kami ingin setiap program jalan yang dikerjakan benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya di Pakis, tapi di seluruh wilayah Kabupaten Malang,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang : Desak Tutup Program Xpose Uncensored Trans7</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-desak-tutup-program-xpose-uncensored-trans7</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-desak-tutup-program-xpose-uncensored-trans7</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengecam tayangan Trans7 yang dinilai menistakan pesantren dan mendesak KPI mencabut izin program tersebut sepenuhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef6d8ea70a4.webp" length="62462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 17:59:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren, Lirboyo, WabupMalang, LathifahShohib, Trans7, KPI, RMI, NU, MalangRaya, PendidikanKarakter</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malang, SJP — </strong>Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, angkat bicara terkait tayangan program di Trans7 yang dinilai melecehkan kehidupan pesantren. Tayangan tersebut memicu gelombang protes dari kalangan pesantren di berbagai daerah, termasuk dari para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.</p>
<p>“Saya sakit hati, Pak, karena saya ini santri. Saya dibesarkan di lingkungan pesantren dan termasuk salah satu juriah dari Pondok Lirboyo. Jadi saya ini masih buyut, karena ibu saya merupakan cucu dari Mbah KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Lirboyo. Ibu saya bernama Salamah binti Abdul Karim, itu Mbah Putri saya,” ujar Lathifah Shohib, saat dikonfirmasi Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Menurut Lathifah, tayangan tersebut bukan hanya keliru secara substansi, tetapi juga melukai perasaan keluarga besar pesantren.</p>
<p>“Begitu mendengar dan melihat foto yang ditayangkan itu, saya langsung marah. Apalagi yang ada di foto tersebut adalah Paklik (paman) saya, adik dari ibu saya. Ibu saya anak kedua, sedangkan beliau anak ketiga, satu-satunya saudara laki-laki ibu saya yang masih hidup,” tuturnya.</p>
<p>Wabup Malang yang juga dikenal sebagai tokoh perempuan Nahdlatul Ulama itu menilai tayangan tersebut telah menyalahi nilai-nilai kepesantrenan. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa.</p>
<p>“Mereka tidak tahu bagaimana perjuangan pesantren sejak sebelum Indonesia merdeka. Kontribusi pesantren sangat besar, baik dalam bidang keilmuan, penanaman keimanan, pembentukan akhlak, maupun kemandirian,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kehidupan santri di pesantren dibangun atas dasar pengabdian, bukan paksaan.</p>
<p>“Semua itu hasil dari pengabdian, bukan perbudakan. Mereka mengabdi dengan kesadaran dan adab yang telah diajarkan,” ucapnya.</p>
<p>Lathifah juga menjelaskan bahwa setiap pesantren memiliki karakter dan sistem pendidikan yang berbeda, tergantung visi dan misi masing-masing.</p>
<p>“Harus dipahami bahwa kondisi setiap pesantren di Indonesia berbeda-beda. Misalnya antara Gontor dan pesantren salaf, jelas tidak sama. Masing-masing punya karakter dan visi misinya sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Ia pun menegaskan bahwa konten seperti itu tidak bisa dibenarkan dalam alasan apa pun karena berpotensi meracuni masyarakat yang belum memahami kehidupan pesantren secara utuh.</p>
<p>“Kalau hanya diberi teguran atau diminta maaf, nanti kejadian seperti ini bisa terulang lagi,” tandasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Lathifah meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mencabut izin penayangan program tersebut dan mengevaluasi stasiun televisi yang bersangkutan.</p>
<p><strong>Latar Belakang Kontroversi Tayangan Trans7</strong></p>
<p>Kontroversi ini bermula dari tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans7 pada 13 Oktober 2025. Program tersebut menampilkan adegan dan narasi yang menggambarkan kehidupan pesantren secara keliru dan dianggap merendahkan martabat santri serta kiai.</p>
<p>Salah satu narasi dalam tayangan itu berbunyi, “<em>Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan pondok?” </em>Kalimat tersebut, disertai visualisasi yang menampilkan suasana mirip pesantren salaf, memicu kecaman luas dari kalangan pesantren dan masyarakat Nahdliyin.</p>
<p>Menurut RMI PBNU (Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), tayangan itu termasuk bentuk fitnah dan framing negatif terhadap lembaga pendidikan Islam tradisional.</p>
<p>RMI PBNU kemudian mengeluarkan 7 poin tuntutan terhadap Trans7, termasuk permintaan maaf terbuka, penghentian program, serta evaluasi internal redaksi.</p>
<p>KPI Pusat menindaklanjuti laporan masyarakat dan menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap program <em>Xpose Uncensored</em>.</p>
<p>Dalam keterangan resminya, KPI menilai tayangan tersebut melanggar Peraturan Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) karena tidak menghormati nilai-nilai agama dan lembaga pendidikan.</p>
<p>Selain itu, DPR RI juga menyatakan akan memanggil pihak KPI, Kominfo, dan Trans7 untuk memberikan klarifikasi terkait tayangan tersebut di hadapan publik.</p>
<p>Sementara itu, Trans7 melalui surat resminya telah menyampaikan permohonan maaf kepada Pondok Pesantren Lirboyo dan seluruh masyarakat pesantren.</p>
<p>Mereka mengakui adanya kekeliruan dalam penayangan dan berjanji melakukan evaluasi internal terhadap tim produksi program terkait.</p>
<p>Meski demikian, banyak tokoh pesantren, termasuk Wabup Malang Lathifah Shohib, menilai permintaan maaf saja belum cukup. Mereka mendesak agar izin program tersebut dicabut agar tidak kembali mencederai martabat pesantren di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Suwadji: Sekolah Unggulan Harus Jadi Penggerak Inovasi Pendidikan di Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/suwadji-sekolah-unggulan-harus-jadi-penggerak-inovasi-pendidikan-di-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/suwadji-sekolah-unggulan-harus-jadi-penggerak-inovasi-pendidikan-di-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Malang dorong pembinaan dan pemerataan mutu sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef61bfaa8d6.webp" length="64938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 16:15:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Kabupaten Malang, sekolah unggulan, Disdik Malang, SMPN 3 Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa keberadaan sekolah unggulan di daerah harus menjadi penggerak inovasi dalam sistem pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung SMPN 3 Kepanjen, baru-baru ini.</p>
<p>Menurut Suwadji, sekolah unggulan tidak boleh berhenti pada label atau fasilitas yang dimiliki, tetapi harus menjadi contoh dalam penerapan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.</p>
<p>“Sekolah unggulan harus menjadi motor inovasi pendidikan di daerah. Dari sinilah praktik baik bisa menyebar ke sekolah lain, sehingga kualitas pendidikan meningkat secara merata,” ujar Suwadji, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terus memperkuat pembinaan terhadap satuan pendidikan di seluruh wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap sekolah memiliki mutu pembelajaran yang seimbang serta relevan dengan tantangan zaman.</p>
<p>“Kami tidak hanya menilai dari sisi fasilitas. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu menghadirkan proses belajar yang efektif, membangun karakter, dan menumbuhkan daya saing peserta didik,” kata Suwadji.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan komite pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.</p>
<p>“Dengan sinergi yang kuat, arah kebijakan pendidikan daerah dapat terlaksana sesuai kebutuhan di lapangan. Kami juga terus turun langsung untuk mendengar aspirasi para pendidik agar setiap kebijakan lebih tepat sasaran,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Kepanjen, Margo Sujono, menyambut baik perhatian Dinas Pendidikan. Ia menyebut pembinaan tersebut menjadi semangat baru bagi sekolah dalam mengembangkan mutu dan fungsi fasilitas pendidikan.</p>
<p>“Terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Malang. Kami berkomitmen menjadikan SMPN 3 Kepanjen sebagai sekolah unggulan yang berprestasi secara akademik dan unggul dalam karakter,” ujar Margo.</p>
<p>Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap, melalui pembinaan berkelanjutan ini, sekolah unggulan dapat menjadi pusat inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi kemajuan mutu pembelajaran di seluruh wilayah kabupaten. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terungkap, Suami Siri Jadi Pelaku di Balik Kasus Perempuan Terbakar di Gedangan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terungkap-suami-siri-jadi-pelaku-di-balik-kasus-perempuan-terbakar-di-gedangan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terungkap-suami-siri-jadi-pelaku-di-balik-kasus-perempuan-terbakar-di-gedangan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis di Gedangan, korban diketahui istri siri pelaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef5e93635a0.webp" length="50520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 15:43:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, pembunuhan, Malang Selatan, Polres Malang, kasus perempuan terbakar, misteri pembunuhan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kasus penemuan jasad perempuan terbakar di kebun tebu wilayah Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap. Polisi memastikan pelaku pembunuhan tersebut adalah suami siri korban sendiri.</p>
<p>Korban diketahui bernama Ponimah (42), warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sementara pelaku adalah FA (54), warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, tim Satreskrim Polres Malang berhasil mengamankan pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang disampaikan keluarga korban pada Sabtu (11/10/2025). Sehari kemudian, warga menemukan tubuh perempuan terbakar di kebun tebu, yang kemudian diketahui sebagai Ponimah.</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan, korban dibunuh terlebih dahulu di rumah pelaku di wilayah Bululawang. Setelah itu, jasadnya dibawa ke Gedangan menggunakan truk kuning milik pelaku, lalu dibakar untuk menghilangkan jejak,” ujar AKBP Danang Setiyo, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, menambahkan bahwa identifikasi pelaku didukung dari bukti kuat di lapangan, termasuk rekaman CCTV yang merekam kendaraan pelaku melintas menuju lokasi kejadian.</p>
<p>“Barang bukti yang kami amankan di antaranya truk Mitsubishi warna kuning, balok kayu, handuk merah, serta pakaian korban yang ditemukan di rumah pelaku,” terang AKP Muchammad Nur.</p>
<p>Menurut hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga dipicu oleh persoalan pribadi antara pelaku dan korban. Lebih lanjut, penyidik masih mendalami apakah ada faktor ekonomi atau konflik lain di balik tindakan keji tersebut.</p>
<p>“Kasus ini masuk kategori pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari tim forensik rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.</p>
<p>“Hasil otopsi akan menjadi dasar ilmiah memastikan penyebab kematian dan kondisi korban sebelum dibakar. Kami harap publik bersabar menunggu hasil resmi,” tukas AKP Bambang.</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian publik karena terungkapnya fakta bahwa pelaku merupakan suami siri korban. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan tindak pidana tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seluruh Korban Tenggelam di Pantai Modangan Malang Akhirnya Ditemukan, Operasi SAR Resmi Dihentikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seluruh-korban-tenggelam-di-pantai-modangan-malang-akhirnya-ditemukan-operasi-sar-resmi-dihentikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seluruh-korban-tenggelam-di-pantai-modangan-malang-akhirnya-ditemukan-operasi-sar-resmi-dihentikan</guid>
<description><![CDATA[ Tiga Hari Pencarian, Tim Gabungan Evakuasi Korban Terakhir di Perairan Selatan Malang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68edf33fcc682.webp" length="34180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 15:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Donomulyo, Pantai Modangan, BPBD Malang, Basarnas, Polres Malang, TNI AL, Wisata Pantai Selatan, Blitar, SAR Gabungan, Cuaca Ekstrem, Keselamatan Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Setelah tiga hari pencarian intensif, tim gabungan akhirnya menuntaskan operasi pencarian korban tenggelam di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Korban terakhir yang sempat hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (14/10/2025) pagi.</p>
<p>Korban diketahui bernama Muhammad Mahin (18), warga Jl. Botoh Putih Gang 2, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.</p>
<p>Jenazahnya ditemukan kira-kira pukul 07.15 WIB, berjarak sekitar satu mil dari bibir Pantai Modangan. Setelah dievakuasi, tubuh korban dibawa ke Puskesmas Donomulyo untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lanjutan.</p>
<p>“Benar, korban terakhir atas nama Muhammad Mahin telah ditemukan pagi tadi sekitar satu mil dari lokasi awal kejadian. Dengan ditemukannya korban ini, seluruh operasi pencarian dinyatakan selesai,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Selasa (14/10/2025).</p>
<p>Insiden tersebut bermula pada Sabtu (11/10/2025) sore, ketika empat wisatawan asal Surabaya terseret ombak saat bermain air di tepi pantai. Dua di antaranya langsung diselamatkan warga, sementara dua lainnya Rafi Naoufal (26) dan Muhammad Mahin (18) dilaporkan hilang.</p>
<p>Dalam proses pencarian yang dilakukan selama tiga hari, tim SAR gabungan menemukan Rafi Naoufal pada Senin (13/10/2025) di perairan Blitar, sementara Mahin berhasil ditemukan keesokan harinya di area berbeda.</p>
<p>Adapun korban meninggal dunia dari peristiwa ini berjumlah tiga orang, yakni Rinaldy Hidayat (23), M. Rafi Naoufal Al Muamad (26), dan Muhammad Mahin (18). Sedangkan satu korban selamat diketahui bernama Muhammad Zulfikar Maulana (23).</p>
<p>Bambang menjelaskan, operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur seperti Polri, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, relawan SAR, dan tenaga medis Puskesmas Donomulyo. Penyisiran dilakukan di dua wilayah sekaligus, yakni pesisir Kabupaten Malang dan Blitar.</p>
<p>“Pencarian hari ketiga dilakukan dengan metode gabungan, penyisiran darat dan laut, dibantu perahu nelayan hingga ke wilayah Wates, Blitar. Berkat sinergi semua unsur, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan,” terang Bambang.</p>
<p>Ia menambahkan, area Pantai Modangan termasuk kawasan berisiko tinggi karena memiliki palung laut dalam dan arus balik kuat. Kondisi itu diperparah dengan cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan selatan Jawa Timur.</p>
<p>“Pantai Modangan memiliki arus bawah laut yang sangat berbahaya. Kami imbau masyarakat untuk tidak berenang di zona yang sudah diberi tanda peringatan, terutama pada musim angin barat,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Polres Malang akan berkoordinasi dengan pengelola wisata dan pemerintah desa untuk memperketat pengawasan serta memperbanyak rambu larangan berenang di titik rawan.</p>
<p>“Langkah pencegahan akan kami tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. Edukasi keselamatan bagi wisatawan akan menjadi prioritas kami,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Berhasil Identifikasi Misteri Mayat Perempuan Terbakar di Kebun Tebu Gedangan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-berhasil-identifikasi-misteri-mayat-perempuan-terbakar-di-kebun-tebu-gedangan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-berhasil-identifikasi-misteri-mayat-perempuan-terbakar-di-kebun-tebu-gedangan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengungkap identitas mayat terbakar di Gedangan bernama Ponimah, warga Druju, usai pemeriksaan sidik jari dan saksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68edf00046d5d.webp" length="114068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 14:34:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Gedangan, Polres Malang, Kasus Pembunuhan, Identifikasi Korban, Mayat Terbakar, Suarajatimpost, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Misteri penemuan jasad perempuan terbakar di kebun tebu Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhirnya mulai terungkap. Kepolisian Resor Malang berhasil mengidentifikasi korban sebagai Ponimah (42), warga Dusun Wonorejo, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.</p>
<p>Identitas korban diketahui setelah tim Inafis Polres Malang melakukan pencocokan sidik jari dan ciri fisik, yang kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga. Sebelumnya, korban diketahui hilang sejak Rabu (8/10/2025).</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, membenarkan hasil identifikasi tersebut.</p>
<p>“Benar, hasil pemeriksaan menunjukkan korban adalah Sdri. Ponimah, warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ia dilaporkan hilang beberapa hari sebelum ditemukan,” ujar AKP Muchammad Nur, Selasa (14/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, tim penyidik kini tengah mendalami keterangan sejumlah saksi yang terakhir kali berinteraksi dengan korban. Polisi juga menelusuri aktivitas terakhir Ponimah sebelum menghilang, termasuk komunikasi dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>“Kami telah memeriksa beberapa saksi, baik dari keluarga maupun rekan dekat korban. Dari hasil penyelidikan awal, ada indikasi kuat bahwa korban menjadi korban tindak kekerasan yang berujung pembunuhan,” ungkapnya.</p>
<p>Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan pakaian dan benda lain yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Barang bukti itu kini diperiksa di laboratorium forensik guna memperkuat proses pembuktian.</p>
<p>“Tim gabungan Satreskrim Polres Malang dan Polsek Sumbermanjing Wetan masih bekerja di lapangan. Fokus kami adalah mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik kematian korban,” tambahnya.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menuturkan bahwa hasil identifikasi korban menjadi titik awal penting dalam pengungkapan kasus ini.</p>
<p>“Identitas korban sudah terverifikasi. Saat ini penyidik memperdalam hubungan antara korban dan pihak-pihak yang dicurigai. Polres Malang berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terbakar dan Terkubur! Fakta di Balik Penemuan Mayat Perempuan di Gedangan Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terbakar-dan-terkubur-fakta-di-balik-penemuan-mayat-perempuan-di-gedangan-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terbakar-dan-terkubur-fakta-di-balik-penemuan-mayat-perempuan-di-gedangan-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan mayat perempuan terbakar di kebun tebu Gedangan gegerkan warga. Polisi selidiki dugaan pembunuhan berencana dan identitas korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68edcc95bc4a0.webp" length="46614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 12:32:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Gedangan, Polres Malang, Kasus Pembunuhan, Mayat Perempuan, Kriminal, Suarajatimpost.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Penemuan mayat perempuan dengan kondisi terbakar sebagian tubuhnya di area kebun tebu Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (13/10/2025) malam, sempat menggemparkan warga setempat. </p>
<p>Kasus ini kini menjadi fokus penyelidikan Polres Malang untuk mengungkap dugaan tindak pidana di balik peristiwa tragis tersebut.</p>
<p>Penemuan bermula dari laporan warga sekira pukul 20.30 WIB yang mencurigai adanya gundukan tanah tak biasa di tengah kebun tebu.</p>
<p>Saat didatangi, petugas mendapati jasad perempuan dalam kondisi mengenaskan, terbakar sebagian, dan terkubur di dalam selokan dangkal.</p>
<p>Petugas gabungan dari Satreskrim Polres Malang dan Polsek Sumbermanjing Wetan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi pun dipasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, membenarkan temuan tersebut.</p>
<p>“Benar, telah ditemukan sesosok mayat perempuan terkubur di area kebun tebu Desa Sumberejo, Gedangan. Kondisi korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujarnya, Selasa (14/10/2025) melalui keterangan resmi.</p>
<p>Menurutnya, proses identifikasi dan autopsi dilakukan oleh tim Inafis Polres Malang bersama tim medis RSUD Saiful Anwar Malang. Tujuannya untuk memastikan identitas korban serta penyebab kematiannya.</p>
<p>“Fokus kami adalah memastikan identitas korban dan penyebab kematian. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan, namun kami masih menunggu hasil autopsi dan keterangan ahli,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menuturkan bahwa penyelidikan dilakukan secara terstruktur dan profesional.</p>
<p>“Kami pastikan setiap perkembangan akan disampaikan secara resmi oleh kepolisian. Saat ini tim masih bekerja di lapangan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik penemuan mayat ini,” ujarnya.</p>
<p>Hingga kini, identitas korban belum diketahui. Polisi terus mengumpulkan barang bukti di sekitar lokasi, termasuk sisa kain terbakar dan jejak tanah yang diduga terkait dengan pelaku.</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian publik karena diduga kuat terkait aksi pembunuhan sadis yang dilakukan secara terencana. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Sekolah Unggulan Diharap Jadi Akselerator Mutu Pendidikan di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-sekolah-unggulan-diharap-jadi-akselerator-mutu-pendidikan-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-sekolah-unggulan-diharap-jadi-akselerator-mutu-pendidikan-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang dan Universitas Negeri Malang perkuat sinergi wujudkan generasi emas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eced2b33456.webp" length="30418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 20:35:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah unggulan, Kabupaten Malang, Universitas Negeri Malang, Dinas Pendidikan Malang, Bu Nyai Lathifah Shohib, SMP Negeri 4 Kepanjen, SD unggulan, mutu pendidikan, Pemkab, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui Pelatihan Pengembangan Sekolah Unggulan yang digelar di Aula SMP Negeri 4 Kepanjen, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, dan menjadi bagian dari kerja sama antara Pemkab Malang dengan Universitas Negeri Malang (UM).</p>
<p>Program ini bertujuan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tahun ini, pelatihan diikuti oleh 10 SMP dan 7 SD di Kabupaten Malang yang ditunjuk sebagai sekolah unggulan.</p>
<p>“Program ini menjadi langkah percepatan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Malang. Melalui sekolah unggulan, kami ingin mencetak generasi baru yang memiliki kemampuan akademik kuat, karakter baik, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga diselenggarakan untuk jenjang sekolah dasar di SMP Negeri 3 Kepanjen. Dalam pelatihan ini, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan bersama-sama menyusun strategi pengembangan sekolah unggulan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah.</p>
<p>“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya sistematis. Para peserta akan didampingi langsung oleh akademisi dari Universitas Negeri Malang untuk menyusun rencana pengembangan yang konkret dan berkelanjutan,” terang perempuan yang akrab disapa Bu Nyai ini.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran sekolah unggulan diharapkan menjadi titik akselerasi peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sekolah-sekolah tersebut nantinya diharapkan memberi dampak positif bagi sekolah lainnya melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik.</p>
<p>“Sekolah unggulan ini bukan untuk menciptakan kesenjangan, melainkan menjadi motor penggerak bagi sekolah lain. Kami ingin agar inovasi, semangat belajar, dan budaya disiplin yang tumbuh di sekolah unggulan dapat menular ke sekolah-sekolah lainnya,” tegasnya.</p>
<p>Selain membuka kegiatan, Lathifah juga meninjau fasilitas pendidikan di SMP Negeri 4 Kepanjen. Pemerintah, katanya, akan menindaklanjuti catatan terkait sarana prasarana agar seluruh sekolah unggulan memiliki fasilitas yang memadai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seorang Kakek di Wagir Malang Diduga Tewas Tak Wajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seorang-kakek-di-wagir-malang-diduga-tewas-tak-wajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seorang-kakek-di-wagir-malang-diduga-tewas-tak-wajar</guid>
<description><![CDATA[ Kakek di Wagir, Kabupaten Malang, ditemukan tewas diduga dianiaya anak dan cucunya. Warga ungkap korban telah tiga kali alami kekerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecdd10dd86f.webp" length="142106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 18:43:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Wagir, Penganiayaan, Kekerasan Dalam Keluarga, Polres Malang, Dalisodo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG,SJP —</strong> Dugaan kematian tidak wajar menimpa Kusenan (65), warga Dusun Bedali, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pria lanjut usia itu ditemukan meninggal dunia di rumahnya, dan warga menduga kuat kematiannya berkaitan dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh keluarga terdekat.</p>
<p>Informasi tersebut dibenarkan Kepala Desa Dalisodo, Suprapto, saat ditemui seusai pemakaman korban, Senin (13/10/2025). Ia menyebutkan, dari laporan sejumlah warga, Kusenan disebut telah beberapa kali mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal.</p>
<p>“Menurut keterangan masyarakat yang saya terima, sekitar setahun terakhir korban sempat dianiaya sampai tiga kali,” ujar Suprapto, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, salah seorang warga bahkan pernah menyaksikan langsung dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan anak dan cucu korban.</p>
<p>“Katanya ada yang melihat kejadian itu di dalam rumah. Yang melakukan anaknya dibantu cucunya,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Suprapto, semasa hidupnya Kusenan dikenal dermawan dan aktif bergotong royong dalam kegiatan pembangunan desa. Sosoknya yang mudah bergaul membuat warga sulit menerima kabar duka tersebut.</p>
<p>“Korban dikenal baik, sosialnya tinggi, dan suka membantu. Jadi warga banyak yang merasa kehilangan,” ungkapnya.</p>
<p>Namun, suasana pemakaman korban berlangsung sepi. Kepala desa menduga hal itu terjadi karena warga enggan hadir lantaran salah satu terduga pelaku ikut dalam prosesi pemakaman.</p>
<p>“Memang agak sepi tadi, mungkin karena masyarakat tahu ada dugaan kasus kekerasan,” imbuhnya.</p>
<p>Suprapto juga mengaku pernah mendapat curhatan dari korban yang merasa tertekan akibat perilaku anaknya.</p>
<p>“Korban pernah bercerita kepada saya, katanya anaknya sering meminta uang dan marah kalau tidak diberi,” tuturnya.</p>
<p>Pemerintah Desa Dalisodo bersama sejumlah warga berencana mendatangi Polres Malang untuk mengikuti gelar perkara. Mereka berharap penyelidikan kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti kematian Kusenan.</p>
<p>“Hari ini kami ikut gelar perkara di Polres Malang. Semoga bisa segera jelas hasilnya,” kata Suprapto.</p>
<p>Ia menegaskan, masyarakat berharap kepolisian menindaklanjuti dugaan penganiayaan ini secara hukum agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan desa.</p>
<p>“Kami percayakan sepenuhnya ke pihak berwajib. Kalau memang ada unsur kekerasan, ya harus diproses,” pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kusenan ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Bedali, Desa Dalisodo. Keluarga sempat menolak autopsi jenazah, dan polisi kini tengah mendalami laporan warga serta keterangan saksi untuk memastikan penyebab kematian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Tenggelam di Pantai Modangan Malang Ditemukan di Perairan Blitar, Satu Masih Hilang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-tenggelam-di-pantai-modangan-malang-ditemukan-di-perairan-blitar-satu-masih-hilang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-tenggelam-di-pantai-modangan-malang-ditemukan-di-perairan-blitar-satu-masih-hilang</guid>
<description><![CDATA[ Lintas Wilayah, Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian di Laut Selatan Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ec9a165520d.webp" length="37654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 13:32:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Donomulyo, Pantai Modangan, Basarnas, BPBD Malang, BPBD Surabaya, Polres Malang, TNI AL, Wisata Pantai Selatan, Blitar, SAR Gabungan, Cuaca Ekstrem</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pencarian korban tenggelam di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, mulai menunjukkan hasil. Satu dari dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (13/10/2025) pagi.</p>
<p>Korban diketahui bernama Rafi Naoufal (26), warga Jalan Botoh Putih, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Ia ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB oleh tim gabungan dalam operasi pencarian lintas wilayah.</p>
<p>“Benar, korban atas nama Rafi Naoufal telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar dua mil dari Pantai Gorah, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Menurut Bambang, jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Donomulyo untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Lokasi penemuan korban yang sudah berada di wilayah Blitar menunjukkan kuatnya arus laut selatan yang menyeret tubuh korban cukup jauh dari lokasi awal kejadian.</p>
<p>“Sejak hari pertama, kami bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan nelayan setempat melakukan penyisiran laut hingga perbatasan perairan Blitar. Cuaca ekstrem dan ombak tinggi menjadi kendala utama dalam pencarian,” jelasnya.</p>
<p>"Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian lanjutan. Kami tetap berkoordinasi lintas daerah agar seluruh korban bisa segera ditemukan,” tutupnya.</p>
<p>Sebelumnya, diberitakan, empat wisatawan asal Surabaya terseret arus saat bermain di Pantai Modangan. Dua di antaranya berhasil diselamatkan warga, sementara dua lainnya, termasuk Rafi dilaporkan hilang dan langsung dicari oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Tim SAR USS, yang turun di Modangan, Imam Tomen, menjelaskan bahwa pencarian hari ini dilakukan dengan metode penyisiran laut menggunakan perahu nelayan serta pemantauan jalur darat.</p>
<p>“Kita upayakan penyisiran jalur laut dan penyisiran pemantauan jalur darat, Mas,” ujar Imam Tomen, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Ia menyebut, titik koordinat lokasi penemuan korban kali ini berada di 8°21'11"S 112°20'49"E, yang masih termasuk kawasan perairan pesisir selatan Jawa Timur.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, satu korban lainnya bernama Muhammad Mahin (18) masih belum ditemukan. Pencarian diperluas hingga beberapa mil ke arah timur mengikuti pola arus laut.</p>
<p>Berdasarkan laporan TRC BPBD Kota Surabaya, insiden ini pertama kali diterima melalui Command Center 112 pada Minggu (12/10/2025) pukul 12.46 WIB dan direspons cepat dalam waktu 18 menit.</p>
<p>Kemarin tim tiba di lokasi pukul 12.59 WIB untuk melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan Ketua RW setempat.</p>
<p>Dari hasil koordinasi, seluruh keluarga korban telah mengetahui kejadian tersebut. Berikut data korban dan keterangan yang diterima dari BPBD Kota Surabaya:</p>
<p>1. Rafi Naoufal (26), laki-laki, Islam, swasta, warga Jl. Botoh Putih Gang 2 No. 43, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>2. Muhammad Mahin (18), laki-laki, Islam, pelajar, warga Jl. Botoh Putih Gang 2, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya — hilang/belum ditemukan.</p>
<p>3. Rinaldy Hidayat (23), laki-laki, Islam, swasta, warga Jl. Botoh Putih Gang 1 No. 35, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>Diketahui, keluarga Rinaldy Hidayat sudah berada di lokasi karena ikut dalam rombongan saat kejadian, sedangkan keluarga Zulfikar belum dapat berangkat karena kondisi kesehatan.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya di kawasan pantai selatan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan gelombang tinggi sering terjadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan Dominasi Pelatihan SKT di Malang, Wujud Peran Dana Cukai untuk Kemandirian Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-dominasi-pelatihan-skt-di-malang-wujud-peran-dana-cukai-untuk-kemandirian-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-dominasi-pelatihan-skt-di-malang-wujud-peran-dana-cukai-untuk-kemandirian-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ Disperindag gandeng Gaperoma latih tenaga linting rokok untuk penuhi kebutuhan industri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ec7308c0257.webp" length="31922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 10:58:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DBHCHT, Disperindag Kabupaten Malang, Gaperoma, Industri Hasil Tembakau, Pelatihan SKT, Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Lokal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP — </b>Tumbuhnya industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Malang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga linting yang terampil dan produktif.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang kembali menggelar pelatihan sigaret kretek tangan (SKT) melalui pendanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).</p>
<p>Kegiatan tahap ke-14 dan 15 resmi dibuka oleh Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi, di EL Hotel, Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Sebanyak 50 peserta setiap tahap mengikuti pelatihan selama lima hari, dengan fokus pada teknik melinting yang rapi dan menjaga kualitas hasil produksi.</p>
<p>“Ya, jadi memang sebenarnya kekurangan kita itu ada sekitar 6.000 tenaga giling. Tahun ini paling tidak kami bisa melatih sekitar 1.000 orang,” ujar Nur Fuad Fauzi, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, pemilihan peserta dilakukan berdasarkan minat dan kebutuhan industri. Disperindag juga menggandeng Gabungan Pengusaha Rokok Malang Raya (Gaperoma) sebagai mentor dan pendamping teknis dalam proses pelatihan agar kompetensi peserta sesuai standar industri.</p>
<p>“Industri hasil tembakau di Kabupaten Malang memang kekurangan tenaga giling. Karena itu kami berkolaborasi dengan Gaperoma untuk memastikan pelatihan ini menghasilkan SDM siap kerja yang langsung bisa terserap di pabrik,” imbuh Fuad.</p>
<p>Hingga tahap ke-15, total 750 peserta telah mengikuti pelatihan SKT yang digelar sepanjang tahun 2025. Mayoritas peserta berasal dari kalangan perempuan, yang dinilai memiliki ketelitian dan ketekunan lebih tinggi dalam proses linting.</p>
<p>“Kalau analisis kami, perempuan itu lebih telaten dan rapi dalam bekerja. Teman-teman industri juga menyampaikan hal yang sama, bahwa perempuan lebih cocok di bagian linting,” tuturnya.</p>
<p>Fuad menambahkan, industri tembakau di Kabupaten Malang terus menunjukkan geliat positif. Saat ini tercatat 114 industri rokok aktif berproduksi, dengan sekitar 20 industri baru sedang dalam proses pengajuan pendirian.</p>
<p>“Alhamdulillah, untuk bahan baku tembakau dari Kabupaten Malang selalu terserap. Kami berupaya agar pelatihan ini bisa menjaga kesinambungan antara ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan industri,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui pelatihan berbasis DBHCHT, pemerintah daerah berharap tercipta pemberdayaan ekonomi lokal, terutama bagi perempuan, sekaligus menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diterjang Ombak Pantai Modangan Malang, Satu Wisatawan asal Surabaya Ditemukan Meninggal Dunia, Dua Orang Hilang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diterjang-ombak-pantai-modangan-malang-satu-wisatawan-asal-surabaya-ditemukan-meninggal-dunia-dua-orang-hilang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diterjang-ombak-pantai-modangan-malang-satu-wisatawan-asal-surabaya-ditemukan-meninggal-dunia-dua-orang-hilang</guid>
<description><![CDATA[ Dua wisatawan asal Surabaya hilang terseret ombak di Pantai Modangan, Malang. Tim SAR dan berbagai elemen masyarakat serta kepolisian masih melakukan pencarian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eb708505504.webp" length="92396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 18:10:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>wisatawan hilang di Pantai Modangan  dua pemuda Surabaya hilang terseret ombak  Tim SAR Malang  kecelakaan laut di Pantai Modangan  ombak besar Malang selatan  pencarian korban hilang di pantai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Liburan kelompok pemuda asal Surabaya di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, berakhir tragis. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara dua wisatawan hilang setelah terseret ombak besar pada Ahad (12/10/2025) pagi.</p>
<p>Peristiwa ini bermula saat rombongan berjumlah 26 orang dari Karang Taruna RW 8 Simolawang, Surabaya, datang ke Pantai Modangan untuk berlibur usai menjadi panitia peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Mereka tiba sekitar pukul 04.00 WIB dan mendirikan tenda di tepi pantai.</p>
<p>Sekitar pukul 08.00 WIB, sejumlah anggota rombongan memutuskan untuk berenang, meskipun petugas pantai telah mengingatkan agar tidak mandi karena ombak sedang tinggi. Tak lama berselang, empat orang dilaporkan terseret arus kuat ke tengah laut.</p>
<p>Salah satu korban, Muhammad Zulfikar Maulana (23), berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat dalam keadaan hidup. Namun tiga lainnya, yakni Rinaldy Hidayat (23), Rafi Naoufal (26), dan Muhammad Mahin (18), sempat dinyatakan hilang.</p>
<p>Sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR gabungan berhasil menemukan Rinaldy Hidayat dalam kondisi meninggal dunia, terjepit di antara karang tidak jauh dari lokasi kejadian. Dua korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.</p>
<p>“Upaya pencarian difokuskan di sekitar perairan Pantai Modangan dengan bantuan perahu tradisional milik nelayan setempat. Ombak tinggi dan arus kuat menjadi kendala utama,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi, Ahad (12/10/2025) siang.</p>
<p>Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Malang, Polres Malang, Koramil Donomulyo, petugas wisata, dan nelayan lokal, terus menyisir area laut untuk memperluas radius pencarian hingga beberapa ratus meter dari titik awal korban terseret.</p>
<p>Hingga Minggu sore, satu korban telah dievakuasi ke Puskesmas Donomulyo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Dua korban lainnya masih belum ditemukan.</p>
<p>“Kami di sini terus berupaya maksimal agar dua korban segera ditemukan. Kami juga mengimbau wisatawan untuk tidak nekat berenang di pantai selatan Malang, karena ombaknya sangat berbahaya dan sulit diprediksi,” tambah Bambang.</p>
<p>Pantai Modangan dikenal memiliki panorama indah di perbatasan Malang–Blitar, namun kawasan ini juga terkenal dengan ombak besar dan arus bawah laut yang kuat, terutama pada musim peralihan seperti saat ini.</p>
<p>Tim SAR berencana melanjutkan pencarian pada Senin (13/10/2025) pagi dengan menambah personel dan peralatan pencarian laut. (*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kirab Budaya ‘All In Gampingan’ 2025, Pesta Rakyat yang Padukan Tradisi dan Sound Horeg</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kirab-budaya-all-in-gampingan-2025-pesta-rakyat-yang-padukan-tradisi-dan-sound-horeg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kirab-budaya-all-in-gampingan-2025-pesta-rakyat-yang-padukan-tradisi-dan-sound-horeg</guid>
<description><![CDATA[ Kirab Budaya “All In Gampingan 2025” menghadirkan perpaduan meriah antara tradisi lokal dan budaya modern, menarik ribuan warga untuk merayakan semangat kebersamaan di jantung Desa Gampingan, Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eaf8fe0b399.webp" length="76516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 10:42:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HUT RI 80, All In Gampingan2025, Sound Horeg, Kirab Budaya Malang, Pagak Culture Fest, Budaya Kreativitas, Pesta Rakyat Malang, Semangat Kemerdekaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Ribuan warga tumpah ruah di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu malam (11/10/2025), untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya “All In Gampingan 2025”, sebuah pesta rakyat yang memadukan tradisi lokal dengan fenomena modern: <em>sound horeg</em>.</p>
<p>Jalan utama desa berubah menjadi lautan manusia. Iring-iringan budaya, parade kostum daerah, hingga hentakan musik dari deretan sound system raksasa menjadikan acara ini bak festival kolaboratif yang menghipnotis warga. Sorotan lampu warna-warni dan dentuman ritmis menggema sepanjang jalan, menarik pengunjung dari Banyuwangi, Kediri, Blitar, Tulungagung, hingga Jember.</p>
<p>Suasana malam itu begitu hidup. Dari anak-anak sekolah dasar hingga pemuda desa, semua turut berpartisipasi menunjukkan kreativitas mereka. <em>Sound horeg</em> pun tampil bukan sekadar hiburan, melainkan simbol ekspresi modern yang berpadu dengan akar budaya Gampingan.</p>
<p>“Kegiatan sebesar ini bisa terselenggara karena kerja sama semua pihak mulai dari masyarakat, tokoh desa, hingga pemerintah. Ini bukti semangat gotong royong masih hidup di Gampingan,” ujar Rofi’i Iswahyudi, tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Meski begitu, ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban. “Imbauan dari Kapolres, jangan ada yang mabuk-mabukan atau membuat keributan. Nama baik desa ini harus tetap dijaga karena banyak tamu datang dari luar daerah,” tegasnya.</p>
<p>Selain mengapresiasi keberhasilan acara, Rofi’i juga menyinggung pentingnya pembangunan jalan lingkar Gampingan yang diharapkan memperlancar akses warga dan pelajar di kawasan SMK Taruna Gampingan. “Kami berharap dukungan dari pemerintah kabupaten dan pusat agar pembangunan ini segera terealisasi demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Pagak, Sugeng Hari Susanta, menilai Kirab Budaya “All In Gampingan 2025” sebagai wujud nyata semangat kemerdekaan yang hidup dalam kebersamaan dan kreativitas masyarakat desa.</p>
<p>“‘All In Gampingan’ membuktikan bahwa semangat HUT RI ke-80 bukan hanya diperingati dengan upacara, tetapi juga lewat ekspresi budaya yang inklusif dan dinamis,” ujarnya.</p>
<p>Acara ini digelar oleh Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Gampingan dengan dukungan penuh pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pengamanan terpadu dari TNI–Polri, Dinas Perhubungan, dan Linmas.</p>
<p>Kirab budaya ini menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan perayaan hidupnya semangat bangsa yang berakar di tengah rakyatnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kos&amp;Kosan di Landungsari Malang Ambrol Terkikis Aliran Sungai, Penghuni Mengungsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kos-kosan-di-landungsari-malang-ambrol-terkikis-aliran-sungai-penghuni-mengungsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kos-kosan-di-landungsari-malang-ambrol-terkikis-aliran-sungai-penghuni-mengungsi</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan kos di Landungsari ambrol. BPBD Malang sterilkan area dan evakuasi penghuni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9ed636f40f.webp" length="31512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 13:28:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Dau, Landungsari, BPBD, Bencana, Longsor, Cuaca Ekstrem, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Dau pada Jumat (10/10/2025) sore, yang disertai angin kencang, menyebabkan salah satu bangunan kos di Dusun Rambaan, Desa Landungsari, mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>Air yang meluap dari Sungai Braholo diduga mengikis pondasi hingga menyebabkan ambrolnya bangunan dua lantai di bagian dapur, jemuran, dan kamar mandi.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitra pukul 17.00 WIB, setelah hujan mengguyur lebih dari satu jam. Menurut laporan Kepala Dusun setempat, sebelumnya sudah terlihat tanda-tanda retakan di bagian dapur dan kamar mandi rumah kos milik Ibu Sujiati sejak dua hingga tiga hari terakhir.</p>
<p>Longsoran dengan tinggi lima meter dan panjang sekitar 20 meter itu mengakibatkan pondasi bangunan terkikis, bahkan material bangunan yang runtuh dikhawatirkan menutup aliran sungai jika terjadi longsor susulan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e9edc080475.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan kejadian tersebut.</p>
<p>Ia mengatakan bahwa tim segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.</p>
<p>“Area belakang bangunan sudah kami sterilkan karena rawan roboh, sementara penghuni kos dievakuasi ke tempat lain,” ujar Sadono, Sabtu (11/10/2025).</p>
<p>Sadono menambahkan, kondisi geografis Desa Landungsari yang berdekatan dengan aliran sungai memang memerlukan kewaspadaan tinggi saat curah hujan meningkat.</p>
<p>“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing dan bantaran sungai,” tambahnya.</p>
<p>Kemarin Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) telah melakukan assessment awal serta memasang barier line untuk membatasi akses ke area rawan. </p>
<p>"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dua lembar terpal dan barier line dibutuhkan sebagai langkah penanganan," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paduan Jawa dan Tionghoa Warnai Empat Tahun Grand Mercure Malang Mirama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paduan-jawa-dan-tionghoa-warnai-empat-tahun-grand-mercure-malang-mirama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paduan-jawa-dan-tionghoa-warnai-empat-tahun-grand-mercure-malang-mirama</guid>
<description><![CDATA[ Ulang tahun ke-4 Grand Mercure Malang Mirama tampil semarak dengan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa dalam suasana penuh kemewahan dan kebersamaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8c99d5d4ae.webp" length="66272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 08:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>grandmercuremalangmirama, ulangtahunhotel, akulturasibudaya, hospitalitymalang, accorgroup, malangraya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP -</strong> Perayaan ulang tahun ke-4 Grand Mercure Malang Mirama berlangsung meriah dengan menghadirkan harmoni budaya Jawa dan Tionghoa yang memikat. Mengusung tema “Harmoni dalam Perpaduan Budaya”, acara tersebut menjadi wujud apresiasi atas perjalanan empat tahun hotel premium ini dalam industri perhotelan Malang Raya, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Empat tahun sejak berdiri, Grand Mercure Malang Mirama kian menegaskan posisinya sebagai hotel berkelas internasional di bawah naungan Accor Group yang memadukan kemewahan modern dengan nilai-nilai budaya lokal. </p>
<p>Momen istimewa ini diwarnai nuansa tradisional saat para tamu mengenakan beskap dan kebaya, disertai pertunjukan barongsai serta ritual Cai Qing Bao yang sarat makna keberuntungan dan kemakmuran.</p>
<p>Direktur Utama PT Mirama Wisata, Yohan Setia Putra, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi seluruh tim yang membawa hotel ini tetap eksis dan tumbuh di tengah persaingan industri perhotelan.</p>
<p>“Selamat kepada seluruh tim di usia yang ke-4. Tetap konsisten dan jangan cepat puas dalam memberikan pelayanan prima dan berkualitas sesuai dengan standar hotel premium Grand Mercure,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Sementara itu, Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama, menegaskan bahwa semangat inovasi dan kerja sama tim adalah kunci keberlanjutan layanan terbaik bagi pelanggan.</p>
<p>“Empat tahun bukan sekadar angka, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras seluruh karyawan kami. Di usia ini, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman menginap terbaik bagi tamu,” katanya.</p>
<p>Puncak acara ditutup dengan pertunjukan barongsai dari Klenteng Eng An Kiong yang mengelilingi area lobi hotel, disambut antusias oleh tamu dan pengunjung yang hadir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prof Ilfi : UIN Maliki Malang Kejar 100 Persen Akreditasi Unggul di 2029</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-uin-maliki-malang-kejar-100-persen-akreditasi-unggul-di-2029</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-uin-maliki-malang-kejar-100-persen-akreditasi-unggul-di-2029</guid>
<description><![CDATA[ UIN Maliki Malang targetkan seluruh program studi terakreditasi unggul pada 2029. Saat ini capaian baru 64,15 persen karena banyak prodi baru berdiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8d3d6a73eb.webp" length="34736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 17:22:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Dies Maulidiyah, Akreditasi Unggul, Pendidikan Islam, Kampus Unggul, SertifikasiBNSP, LSP UIN Maliki, Prof Ilfi Nur Diana, Kementerian Agama, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Momentum Dies Maulidiyah ke-64 menjadi refleksi penting bagi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang untuk meneguhkan langkah menuju kampus unggul berstandar internasional.</p>
<p>Rektor UIN Maliki, Prof. Dr Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa peningkatan akreditasi seluruh program studi menjadi pekerjaan rumah besar yang terus dikejar secara bertahap.</p>
<p>“Saat ini kita masih 64,15 persen prodi terakreditasi unggul karena banyak prodi baru yang otomatis belum terakreditasi. Insya Allah dua tahun lagi bisa tembus 80 persen,” ujarnya kepada awak media, Jumat, (10/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, tantangan besar itu justru menunjukkan pertumbuhan UIN Maliki yang pesat, dengan munculnya berbagai prodi baru yang menyesuaikan kebutuhan zaman dan relevansi keilmuan.</p>
<p>“Prodi-prodi baru ini menjadi tanda hidupnya kampus. Begitu terakreditasi semua, capaian unggul bisa meningkat signifikan,” tambahnya.</p>
<p>UIN Maliki menargetkan seluruh program studi terakreditasi unggul pada 2029. Untuk mewujudkannya, kampus terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mengembangkan jejaring akreditasi internasional.</p>
<p>“Kita ingin tidak hanya unggul nasional, tapi juga mendapat pengakuan global. Itu arah transformasi kita ke depan,” tegas Ilfi.</p>
<p>Selain penguatan akreditasi, UIN Maliki juga tengah mendorong sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar lulusan semakin kompetitif.</p>
<p>“Minimal satu prodi satu skema sertifikasi di tahun 2026. Itu komitmen kita agar lulusan UIN Maliki punya nilai tambah di dunia kerja,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Maliki Rayakan Dies Maulidiyah ke&amp;64 Bertema Kampanye Kesehatan Mental</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-rayakan-dies-maulidiyah-ke-64-bertema-kampanye-kesehatan-mental</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-rayakan-dies-maulidiyah-ke-64-bertema-kampanye-kesehatan-mental</guid>
<description><![CDATA[ Dies Maulidiyah ke-64 UIN Maliki Malang diwarnai kampanye kesehatan mental, long march, dan penanaman bunga. Fakultas Psikologi jadi motor kegiatan seiring Hari Kesehatan Mental Internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8aab3f3aca.webp" length="78078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 13:45:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UINMaliki64, DiesMaulidiyah, KesehatanMental, FakultasPsikologi, KampusSehat, HariKesehatanMental, LongMarch, KonselingGratis, UINMalang, PendidikanIslam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP —</strong> Lebih dari setengah abad perjalanan transformasi lembaga pendidikan Islam, dari IAIN, STAIN, UIIS hingga kini menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, menjadi cermin kedewasaan kampus dalam mengabdi kepada bangsa dan umat.</p>
<p>Momentum Dies Maulidiyah ke-64 tahun ini menjadi refleksi spiritual sekaligus ajakan membangun keseimbangan mental bagi seluruh sivitas akademika.</p>
<p>“Dies Maulidiyah ke-64 ini bukan hanya perayaan, tapi refleksi agar kita semua sadar pentingnya kesehatan mental sebagai kunci kebahagiaan dan keseimbangan hidup,” ujar Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam sambutannya, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Fakultas Psikologi didapuk sebagai penyelenggara utama <em>Kick Off</em> Dies Maulidiyah ke-64 dengan mengusung tema kesehatan mental, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Internasional.</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan sholawat nabi, laporan panitia, sambutan rektor, penanaman bunga, hingga pelepasan balon harapan yang diikuti <em>long march </em>dosen dan mahasiswa di 64 titik kampus.</p>
<p>“Kalau kita sehat mental, insyaallah kita akan bahagia. Tapi kalau tidak, perilaku bisa aneh-aneh. Maka, jangan sampai kita kehilangan kesehatan mental agar perilaku kita tetap membawa manfaat,” lanjut Prof. Ilfi di hadapan civitas akademika.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata UIN Maliki dalam membangun ekosistem kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.</p>
<p>“Kita ingin UIN Maliki menjadi rumah besar yang menumbuhkan keseimbangan antara ilmu, iman, dan kesehatan mental,” tandasnya.</p>
<p>Kegiatan Kick Off Dies Maulidiyah ke-64 juga membuka rangkaian acara hingga akhir tahun yang menegaskan komitmen UIN Maliki menjadi kampus rahmatan lil ‘alamin, tempat tumbuhnya insan unggul berakhlakul karimah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diskominfo Malang Siapkan Skema Sinkronisasi NIK untuk Optimalkan Layanan SIMAMA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diskominfo-malang-siapkan-skema-sinkronisasi-nik-untuk-optimalkan-layanan-simama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diskominfo-malang-siapkan-skema-sinkronisasi-nik-untuk-optimalkan-layanan-simama</guid>
<description><![CDATA[ Diskominfo Kabupaten Malang, jelaskan tantangan integrasi NIK dan rencana sinkronisasi data untuk optimalkan layanan digital aplikasi SIMAMA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7adf27f785.webp" length="29764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 21:18:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>digitalisasi desa, pelayanan publik, diskominfo kabupaten malang, aplikasi simama, integrasi nik, pelayanan administrasi, teknologi informasi, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat layanan publik digital di tingkat desa melalui aplikasi SIMAMA (Sistem Informasi Desa dan Manajemen Administrasi Mandiri) yang kini sudah tersedia di App Store dan Play Store.</p>
<p>Namun, penerapan penuh aplikasi tersebut masih dihadapkan pada tantangan teknis terkait integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) antarinstansi.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Drs. Atsalis Supriyanto, menjelaskan bahwa integrasi data kependudukan menjadi kunci utama agar seluruh fitur SIMAMA bisa berjalan optimal.</p>
<p>“Aplikasi SIMAMA itu bisa didownload melalui App Store maupun Play Store. Artinya, baik pengguna Android maupun iPhone dapat langsung mengakses aplikasi ini,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Menurut Atsalis, integrasi NIK dengan sistem Dukcapil akan mempermudah masyarakat dalam proses verifikasi identitas saat menggunakan layanan digital desa.</p>
<p>“Yang menjadi kendala adalah NIK. Kami berharap NIK dari Dukcapil bisa langsung tertanam di aplikasi SIMAMA agar masyarakat lebih mudah menggunakan layanan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, jika diperlukan, pihaknya akan mengajukan permohonan resmi ke Direktorat Jenderal Dukcapil agar sistem bisa tersambung secara aman dan sesuai regulasi.</p>
<p>“Kalau memang ada kebijakan khusus, kami akan bersurat ke Dirjen Dukcapil untuk sinkronisasi data,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Diskominfo memastikan koordinasi dengan Dukcapil juga mencakup aspek keamanan data.</p>
<p>“Kami di Diskominfo bisa membantu menjaga agar data tidak sampai dibobol hacker. Dukcapil punya sistem keamanan tersendiri, dan kami akan terus berkomunikasi supaya akses data bisa berjalan sesuai aturan yang ada,” tegas Atsalis.</p>
<p>Melalui sinkronisasi data dan penguatan keamanan sistem, Pemkab Malang berharap aplikasi SIMAMA dapat menjadi fondasi layanan publik berbasis digital yang cepat, aman, dan akuntabel. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Forum CSR 2025–2030 Siap Susun Program Konkret Dunia Usaha Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/forum-csr-20252030-siap-susun-program-konkret-dunia-usaha-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/forum-csr-20252030-siap-susun-program-konkret-dunia-usaha-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang melalui Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, mengukuhkan Forum CSR Kabupaten Malang 2025–2030 untuk memperkuat kolaborasi dunia usaha dan pembangunan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7aa67bfb0a.webp" length="48992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 20:19:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>csr, kabupaten malang, forumcsr, eko sunjoyo pembangunanberkelanjutan sinergi, pemerintah dunia usaha, malangberdaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) Kabupaten Malang periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (9/10/2025). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib.</p>
<p>Setelah dikukuhkan, forum yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat ini langsung menyiapkan program kerja konkret untuk memperkuat kolaborasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Malang.</p>
<p>Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menegaskan bahwa forum CSR bukan sekadar wadah koordinasi, melainkan sarana kolaborasi nyata yang mendorong partisipasi dunia usaha dalam pembangunan daerah.</p>
<p>“Forum CSR ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita semua harus bersinergi demi kesejahteraan masyarakat Malang,” ujarnya.</p>
<p>Ketua Kelompok Kerja (Pokja) CSR Kabupaten Malang, Eko Sunjoyo, menyampaikan bahwa forum ini segera menyusun arah dan prioritas pelaksanaan CSR agar lebih terarah dan berdampak luas.</p>
<p>“Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama dengan anggota forum untuk menentukan program-program prioritas. Semua perusahaan, baik besar, menengah, maupun kecil, kami harapkan bisa ikut berkolaborasi,” terangnya.</p>
<p>Eko menambahkan, keberhasilan forum ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pelaku usaha di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kita tidak melihat besar kecilnya perusahaan. Yang penting semua mau ikut menunjang program CSR yang sudah disepakati bersama,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, beberapa perusahaan multinasional akan menyasar sektor pertanian sebagai fokus awal, termasuk menggandeng petani melon organik di wilayah Singosari.</p>
<p>“Sejauh ini sudah ada 43 perusahaan yang menjadi bagian dari CSR. Nanti akan ada perusahan besar lain yang akan kami sertakan. Kami juga bersiap menyurati Disnaker dan Disperindag agar program ini semakin solid,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan pengukuhan Forum CSR Kabupaten Malang 2025–2030, Pemkab Malang berharap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UMKM dan Investasi Jadi Penggerak Utama Ekosistem Keuangan OJK Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/umkm-dan-investasi-jadi-penggerak-utama-ekosistem-keuangan-ojk-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/umkm-dan-investasi-jadi-penggerak-utama-ekosistem-keuangan-ojk-malang</guid>
<description><![CDATA[ Farid Faletehan menegaskan UMKM dan investasi menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah dalam siaran pers OJK Malang di Latar Ijen, Kota Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e78a9280eaf.webp" length="31382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 18:02:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>OJKMalang, UMKMNaikKelas, InvestasiMalang, EkosistemKeuangan, PasarModalRegional, LiterasiKeuangan, FinancialEvolution, BIK2025, InvestorMuda, MalangRaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertumbuhan investasi menjadi motor utama penguatan ekosistem keuangan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang sepanjang 2025. Keduanya tumbuh beriringan dengan stabilitas sistem keuangan regional yang tetap terjaga.</p>
<p>Peningkatan pembiayaan sektor produktif dan bertambahnya jumlah investor di pasar modal menunjukkan arah ekonomi Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo semakin inklusif dan resilien terhadap dinamika global.</p>
<p>“UMKM dan investasi kini menjadi penggerak ekonomi daerah. Kami ingin memastikan keduanya tumbuh sehat, berkelanjutan, serta terlindungi terbukti dari persentase yang kami paparkan,” ujar Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Berdasarkan data OJK, kredit UMKM hingga Agustus 2025 mencapai Rp36,92 triliun atau 33,9 persen dari total penyaluran kredit di wilayah kerja OJK Malang yang tercatat Rp108,82 triliun, naik 9,53 persen year on year (yoy).</p>
<p>Sebaran tertinggi terjadi di Kabupaten Malang sebesar Rp30,45 triliun, disusul Kota Malang Rp28,89 triliun, dan Kota Probolinggo Rp10,66 triliun yang mencatat lonjakan tertinggi mencapai 33,31 persen yoy.</p>
<p>Farid menjelaskan, peningkatan pembiayaan ini menandakan kepercayaan lembaga keuangan terhadap pelaku usaha lokal terus menguat.</p>
<p>“Pertumbuhan kredit UMKM yang konsisten menunjukkan produktivitas ekonomi daerah terjaga dengan baik. Ini adalah fondasi penting bagi kestabilan sektor keuangan regional,” terangnya.</p>
<p>Sementara di sisi investasi, jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 19,15 persen yoy menjadi 341.834 investor, dengan frekuensi transaksi saham naik 59,23 persen dan nilai transaksi mencapai Rp3,32 triliun.</p>
<p>Kenaikan ini disokong oleh meningkatnya partisipasi investor individu muda, terutama dari kalangan mahasiswa dan profesional awal karier.</p>
<p>Pertumbuhan nasabah reksa dana juga meningkat 36,05 persen, dengan nilai penjualan melonjak 43,17 persen menjadi Rp410 miliar.</p>
<p>Tren tersebut menunjukkan pergeseran perilaku keuangan masyarakat dari konsumtif menuju produktif melalui instrumen investasi yang legal dan aman.</p>
<p>“Ekosistem keuangan yang inklusif ini mencerminkan keberhasilan sinergi antara pembiayaan produktif seperti UMKM dengan investasi yang sehat. Keduanya saling memperkuat,” imbuh Farid. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Sumberdem &amp;apos;BERSINAR&amp;apos; Bersama BNNK Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-sumberdem-bersinar-bersama-bnnk-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-sumberdem-bersinar-bersama-bnnk-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Desa Sumberdem bersama BNNK Malang mendeklarasikan Desa Bersih Narkoba, memperkuat kesadaran kolektif dan komitmen membangun lingkungan sosial yang sehat dan tangguh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e6021781283.webp" length="56820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 14:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Sumberdem, BNNK Malang, Desa BERSINAR, BersihNarkoba, Wonosari, AntiNarkoba, Pemerintah Desa, Edukasi Narkoba, Kolaborasi Desa, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Belum lama ini Pemerintah Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang secara resmi menggelar Apel Bersih Narkoba dan Penandatanganan Komitmen Bersama Desa Bersih Narkoba (BERSINAR) di lapangan desa setempat.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Desa dalam membangun ekosistem sosial yang sehat dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. </p>
<p>Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Sumberdem dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Malang dalam mewujudkan desa tangguh bebas narkoba.</p>
<p>Kepala BNNK Malang, Letkol Laut (PM) Hendratmo Budi Wibowo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Desa Sumberdem yang dinilainya mampu menjadi model percontohan bagi desa lain di Kabupaten Malang.</p>
<p>Ia menegaskan, predikat “BERSINAR” bukanlah sebatas simbol, melainkan cerminan komitmen kolektif seluruh elemen desa dalam menjaga kualitas lingkungan sosial dari infiltrasi narkoba.</p>
<p>“Peredaran narkotika kini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga mulai merambah ke wilayah pedesaan. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam pencegahan dini,” ujarnya, baru-baru ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Sumberdem, Purwati, menuturkan bahwa seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari perangkat, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat dilibatkan secara aktif dalam deklarasi ini. </p>
<p>“Kami berkomitmen menjadikan Sumberdem sebagai desa yang benar-benar bersih dari narkoba. Melalui sinergi dengan BNNK Malang, kami akan memperluas jangkauan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memiliki kesadaran yang kuat terhadap bahaya narkotika,” ungkapnya.</p>
<p>Gerakan BERSINAR Desa Sumberdem menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba, sekaligus langkah strategis menuju terwujudnya lingkungan desa yang aman, sehat, dan berdaya saing. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akibat Hujan Serta Terjangan Angin Kencang, 8 Rumah dan Masjid Rusak di Karangploso Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akibat-hujan-serta-terjangan-angin-kencang-8-rumah-dan-masjid-rusak-di-karangploso-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akibat-hujan-serta-terjangan-angin-kencang-8-rumah-dan-masjid-rusak-di-karangploso-malang</guid>
<description><![CDATA[ Delapan rumah dan dua fasilitas umum rusak akibat angin kencang di Karangploso, kerugian capai lebih dari Rp100 juta tanpa korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e515fe31aa3.webp" length="15360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 21:32:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>angin kencang, karangploso, bencana malang, bpbd malang, kerusakan material</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sedikitnya delapan rumah warga dan dua fasilitas umum di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, rusak akibat hujan deras disertai angin kencang, Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Kepuharjo dan Desa Tawangargo. </p>
<p>Sejumlah atap rumah warga beterbangan, sebagian lainnya roboh tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material keseluruhan ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa tim Pusdalops BPBD bersama pemerintah desa, relawan, dan aparat kepolisian telah bergerak melakukan pendataan serta penanganan awal. </p>
<p>“Hujan disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan di beberapa titik di Desa Kepuharjo dan Tawangargo. Sejauh ini tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan pada bagian atap,” terangnya, Selasa (7/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e5160550aaf.webp" alt=""></p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mencatat, di Desa Kepuharjo terdapat dua bangunan terdampak, termasuk fasilitas olahraga mini soccer dan satu warung warga. </p>
<p>Sedangkan di Desa Tawangargo, enam rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang, serta dua fasilitas umum yakni TPA Dusun Ngudi dan Masjid At-Taqwa Dusun Leban yang kubahnya terlepas akibat terpaan angin.</p>
<p>“Pendataan masih kami lanjutkan untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan warga terdampak," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Kampung Cempluk ke&amp;15, Ikon Budaya yang Menegaskan Identitas Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-kampung-cempluk-ke-15-ikon-budaya-yang-menegaskan-identitas-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-kampung-cempluk-ke-15-ikon-budaya-yang-menegaskan-identitas-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3ad7786c5a.webp" length="51870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 20:18:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>festival kampung cempluk, desa kalisongo, kabupaten malang, ikon budaya, jati diri malang raya, desa kreatif, ekonomi kreatif, pariwisata budaya, umkm, lathifah shohib, event budaya malang, wisata desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Festival Kampung Cempluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kembali digelar meriah. Memasuki edisi ke-15, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat.</p>
<p>Dalam kunjungan Wakil Bupati Malang, Lathifah Sohib, mengatakan jika festival budaya seperti ini bisa menjadi simbol kuat identitas Kabupaten Malang sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal.</p>
<p>“Sudah 15 tahun Festival Kampung Cempluk ini menjadi agenda budaya yang konsisten. Sebagai Wakil Bupati Malang, saya sangat mendukung, karena ini merupakan potensi besar Kabupaten Malang yang harus dikembangkan dan didampingi oleh pemerintah,” ujarnya, saat menghadiri acara tersebut, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat seperti di Kampung Cempluk menunjukkan betapa kuatnya semangat warga dalam menjaga tradisi dan sekaligus memajukan daerah. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e3adf046311.webp" alt=""></p>
<p>“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik di sektor pariwisata, UMKM, maupun ekonomi kreatif yang berangkat dari potensi desa-desa kreatif,” ungkapnya.</p>
<p>Lathifah menegaskan, pelestarian budaya lokal harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Ia mendorong desa-desa lain di Kabupaten Malang untuk menggali kekayaan budaya masing-masing sebagai modal menggerakkan perekonomian berbasis kearifan lokal. </p>
<p>“Di desa lain juga tumbuh kegiatan serupa yang bisa mendongkrak ekonomi warga, melestarikan budaya, dan menjadikan desanya sebagai destinasi wisata,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap sektor pariwisata dan budaya melalui pengembangan infrastruktur. </p>
<p>“Kami sedang mengembangkan akses tol Malang–Kepanjen. Jika tol ini sudah beroperasi, akses menuju wilayah selatan akan semakin mudah dan dapat meningkatkan kunjungan wisata,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga keberlanjutan kegiatan budaya agar tidak berhenti pada satu momentum. </p>
<p>“Kreativitas anak-anak muda menjadi kunci. Mereka harus terus aktif mempromosikan potensi desanya agar Kampung Cempluk tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobil Hilang di Malang Ditemukan di Sampang Madura</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobil-hilang-di-malang-ditemukan-di-sampang-madura</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobil-hilang-di-malang-ditemukan-di-sampang-madura</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang berhasil temukan mobil HR-V yang dicuri di Jabung dalam dua hari, setelah terlacak hingga Sampang, Madura. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3a81590b46.webp" length="27988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 19:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Curanmor, Jabung, Sampang, Madura, Kriminal, Hukum, Keamanan, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Peristiwa hilangnya mobil bermerk itu, bermula pada beberapa pekan lalu, saat H (45), warga Kabupaten Pasuruan, memarkir mobilnya di tepi jalan Dusun Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung. Keesokan paginya, mobil tersebut raib alias sudah tidak ada di tempat.</p>
<p>Korban kemudian melapor ke Polsek Jabung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Jabung bersama Tim Resmob Polres Malang langsung bergerak melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Kasus pencurian mobil bermerk Honda HR-V tersebut berhasil diungkap jajaran Polres Malang dalam waktu kurang dari dua hari sejak hilang.</p>
<p>Mobil yang hilang di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang itu ditemukan utuh di Kabupaten Sampang, Madura.</p>
<p>Berdasarkan investigasi, polisi memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV di jalur keluar-masuk Desa Kemiri yang menemukan rekaman menunjukkan mobil keluar dari wilayah Jabung.</p>
<p>“Dari hasil analisis, tim menemukan petunjuk yang mengarah pada seseorang berinisial A, warga Kabupaten Pasuruan,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Berdasarkan informasi tersebut, polisi menelusuri jejak kendaraan hingga ke Pulau Madura. Mobil Honda HR-V warna merah itu akhirnya ditemukan di halaman rumah warga di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.</p>
<p>Tak lama berselang, pelaku A (29) ditangkap di sebuah hotel di Surabaya tanpa perlawanan. Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Jabung untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit mobil Honda HR-V warna merah, satu kunci kontak, dan dokumen kendaraan.</p>
<p>AKP Bambang menyampaikan, pengungkapan cepat ini berkat kerja sama antara tim kepolisian dan masyarakat yang memberikan informasi awal.</p>
<p>Pelaku kini dijerat dengan pasal pencurian sebagaimana diatur dalam KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HUT ke&amp;80 TNI di Karangploso Malang Jadi Momentum Penguatan Sinergi dan Kepedulian Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-tni-di-karangploso-malang-jadi-momentum-penguatan-sinergi-dan-kepedulian-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-tni-di-karangploso-malang-jadi-momentum-penguatan-sinergi-dan-kepedulian-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Kebersamaan dan kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi TNI untuk terus menjaga keamanan dan membantu pembangunan di wilayah Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e38dc8b9df3.webp" length="33336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 17:58:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HUT TNI, Kodim, dandim, forkopimda, tentara, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Koramil Karangploso berlangsung sederhana namun penuh makna. Meski tanpa kemeriahan berlebihan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara TNI dengan masyarakat serta unsur pemerintah setempat.</p>
<p>Danramil Karangploso, Kapten Budi Setyo Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam peringatan tersebut.</p>
<p>Ia menegaskan, dukungan dari Polsek, pemerintah desa, hingga kecamatan menjadi bentuk nyata kepercayaan publik terhadap TNI serta menjadi dorongan bagi jajaran Koramil Karangploso untuk terus berbuat lebih baik bagi masyarakat.</p>
<p>“Terima kasih atas support dan dukungan semuanya. Kepercayaan kami kepada institusi TNI terbukti, di sini hadir rekan-rekan dari Polsek, pemerintah desa, hingga pemerintah kecamatan yang ikut memberikan dukungan di hari ulang tahun kami,” ujar Kapten Budi Setyo Wijaya, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, kebersamaan dan kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi TNI untuk terus menjaga keamanan dan membantu pembangunan di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi. Semoga TNI semakin dicintai rakyat dan menjadi salah satu penentu dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia di masa mendatang,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, jajaran Koramil Karangploso juga terus melaksanakan pengamanan dan pengaman program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam teknis SPPG yang telah berjalan 6 dapur umum.</p>
<p>Program tersebut, menurut Kapten Budi, akan terus berjalan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat agar tepat sasaran khususnya siswa siswi mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.</p>
<p>“Kami berkomitmen agar setiap kegiatan benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga, karena sejatinya kekuatan TNI berasal dari rakyat, serta terus mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Empat HP Kantor Raib, Manager Center Point MOG Malang Laporkan Karyawan ke Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/empat-hp-kantor-raib-manager-center-point-mog-malang-laporkan-karyawan-ke-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/empat-hp-kantor-raib-manager-center-point-mog-malang-laporkan-karyawan-ke-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Karyawan Center Point MOG berinisial A.M. diduga mencuri empat HP kantor senilai Rp9 juta. Manager melapor ke Polresta Malang, pelaku masih buron. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3659dec375.webp" length="22146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 14:04:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian, Karyawan, MOG, Malang, Kriminal, PolrestaMalangKota, BeritaMalang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP — </strong>Manager Toko Malang Center Point di Mall Olympic Garden (MOG) Kota Malang melaporkan kasus pencurian yang dilakukan oleh karyawannya sendiri ke Polresta Malang Kota.</p>
<p>Pelaku berinisial AM (32), warga Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, diduga mencuri empat unit handphone milik kantor.</p>
<p>Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Terima Pengaduan Masyarakat (STTPM) Nomor: STTPM/1597/X/2025/SPKT, tertanggal 1 Oktober 2025.</p>
<p>Dalam laporan itu disebutkan, pencurian terjadi pada Rabu, 1 Oktober 2025 sekira pukul 08.50 WIB, di ruang manajer Center Point MOG, Jalan Kawi No. 24 Kota Malang.</p>
<p>Pelapor Dwi Hasan Sanusi, manajer Center Point MOG, menyebut empat unit handphone yang diambil pelaku adalah Vivo Y36 warna Glitter Aqua, Vivo Y35 warna Dawn Gold, Vivo Y51 warna Titanium Sapphire, dan Infinix Smart warna Metallic Black. Total kerugian ditaksir mencapai Rp9 juta.</p>
<p>“Ya benar, pelaku mencuri sekira pukul 08.50 WIB. Saat itu saya belum masuk kantor. Begitu saya datang siang harinya, empat HP kantor sudah tidak ada,” ujar Dwi Hasan, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, dari rekaman CCTV tampak pelaku masuk ke ruangan manajer, mengambil empat unit HP inventaris, lalu pergi tanpa kembali ke kantor.</p>
<p>“Setelah kejadian, pelaku tidak bisa dihubungi lagi. Saya sempat mendatangi rumah kontrakannya di Kepanjen, tapi sudah kosong. Keluarganya juga menyerahkan semua ke proses hukum,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan, pihak Satreskrim Polresta Malang Kota juga terus berkoordinasi secara aktif.</p>
<p>“Kami berharap polisi segera menangkap pelaku dan barang bukti bisa ditemukan,” pungkas Dwi Hasan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Askab PSSI Malang Apresiasi Perhelatan Siadi Cup 2, Lawang Jadi Contoh Pembinaan Talenta Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/askab-pssi-malang-apresiasi-perhelatan-siadi-cup-2-lawang-jadi-contoh-pembinaan-talenta-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/askab-pssi-malang-apresiasi-perhelatan-siadi-cup-2-lawang-jadi-contoh-pembinaan-talenta-muda</guid>
<description><![CDATA[ Askab PSSI Malang tutup Siadi Cup II di Lawang. Dorong pembinaan pemain usia 19 tahun agar siap mewakili Kabupaten Malang di Liga 4 Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e27de691031.webp" length="64644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 22:39:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SiadiCupII, AskabPSSIMalang, Liga4Jatim, TalentaMuda, U19Malang, SepakbolaMalang, LawangFC, BedaliFC, PSSIJatim, DPRDJatim, GalaDesa, SepakbolaDesa, PembinaanPemain</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kompetisi Siadi Cup 2 resmi berakhir di Lapangan Kalisoerak, Kecamatan Lawang, Ahad (5/10/2025). Ajang yang digagas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi itu menjadi momentum berharga bagi masyarakat Lawang dalam membangun pembinaan sepak bola usia muda di tingkat desa.</p>
<p>Kompetisi ini sebelumnya sempat terhenti sejenak karena lapangan digunakan untuk kegiatan paskibraka saat HUT RI. Meski demikian, atmosfer final berjalan meriah dan sportif. </p>
<p>Dalam laga final, Lawang FC sukses mengalahkan Bedali FC lewat drama adu penalti dengan skor 3–2, disaksikan banyaknya suporter yang memadati area pinghil lapangan.</p>
<p>“Akhirnya kita sampai di penutupan Siadi Cup yang kedua. Harapan saya kegiatan ini berjalan lancar dan terus memberi manfaat bagi masyarakat Lawang,” ujar, Siadi, Ahad (5/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung hampir satu dekade yang sebelumnya dinamai piala kemerdekaan.</p>
<p>“Kalau dulu ini digelar menjelang HUT RI, sekarang kami tetapkan sebagai turnamen resmi. Saya bersyukur antusiasme masyarakat tetap tinggi dan semangat olahraga khusunya sepak bola luar biasa,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Askab PSSI Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadho, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan final yang dinilai penuh semangat, sportifitas, dan kreativitas suporter.</p>
<p>“Di puncak pertandingan final Siadi Cup 2, meskipun tensi laga sangat tinggi, kita tetap melihat permainan yang luar biasa dari kedua tim. Ini menunjukkan bagaimana kompetisi tetap berjalan dengan sportifitas yang baik, dan hal ini sangat penting bagi kami,” ucapnya saat memberi sambutan.</p>
<p>Ali yang juga Anggota DPRD Kabupaten Malang Dapil 7 ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh suporter yang tetap menjaga ketertiban.</p>
<p>“Yang tidak kalah membanggakan, meskipun pertandingan berlangsung panas, para suporter di Kecamatan Lawang menunjukkan kedewasaan, sportifitas, dan kreativitas yang luar biasa. Inilah yang membuat kegiatan ini istimewa,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ali menyampaikan bahwa PSSI Jawa Timur akan segera menggulirkan Liga 4 Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Malang akan menyeleksi pemain-pemain terbaik untuk berpartisipasi.</p>
<p>“Kami dari PSSI Kabupaten Malang akan melakukan seleksi pemain. Harapannya, dari Kecamatan Lawang bisa mengirimkan pemain-pemain terbaik untuk kita bina bersama dan persiapkan menghadapi Liga 4 tersebut,” jelasnya.</p>
<p>“Saya berharap Kecamatan Lawang dapat menyumbangkan beberapa pemain dan talenta muda yang akan mewakili Kabupaten Malang di ajang itu,” lanjutnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ali menilai Siadi Cup menjadi contoh baik bagi kecamatan lain karena pembatasan kelompok usia yang diterapkan, khususnya kategori usia 19 tahun (U-19).</p>
<p>“Kegiatan ini menjadi pilot project yang patut dicontoh, karena baru di Lawang ini Gala Desa digelar dengan pembatasan kelompok usia. Belum dilakukan di kecamatan lain, dan ini luar biasa,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai penutup, ia menyampaikan rasa bangga kepada panitia dan masyarakat yang telah mendukung penuh turnamen tersebut.</p>
<p>“Saya berharap kesuksesan Siadi Cup 2 ini dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain agar persepakbolaan di Kabupaten Malang terus berkembang dan berprestasi. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” tutupnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>30 Pelatih Sepak Bola Divif 2 Kostrad Raih Lisensi D PSSI di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/30-pelatih-sepak-bola-divif-2-kostrad-raih-lisensi-d-pssi-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/30-pelatih-sepak-bola-divif-2-kostrad-raih-lisensi-d-pssi-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 30 prajurit Divif 2 Kostrad raih Lisensi D PSSI usai pelatihan enam hari di Singosari, langkah strategis mendukung pembinaan sepak bola nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e1112e04f28.webp" length="107030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 20:59:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Divif2Kostrad, PSSI, LisensiD, PelatihSepakBola, Malang, SepakBolaNasional, AFC, TNI, Olahraga, Kostrad</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Sebanyak 30 prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad resmi menyandang Lisensi D PSSI usai menuntaskan program sertifikasi pelatih sepak bola yang digelar di Markas Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Program berlangsung intensif selama enam hari, mulai 29 September hingga 4 Oktober 2025, dengan menghadirkan instruktur dari Asprov PSSI Jawa Timur. Para peserta dibekali pengetahuan teknis kepelatihan, strategi permainan, filosofi sepak bola, serta etika profesional yang menjadi fondasi seorang pelatih.</p>
<p>Asisten Intelijen Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf Setyo Budiyono menegaskan harapan besar bagi lulusan pelatihan ini.</p>
<p>“Kami berharap para pelatih tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kepemimpinan dan menjunjung tinggi etika profesional,” ujarnya, </p>
<p>Ia menambahkan, lulusan lisensi D ini didorong untuk terus melanjutkan jenjang lebih tinggi, mulai dari Lisensi C AFC, B AFC, A AFC hingga AFC Pro.</p>
<p>“Kami optimis, dengan semangat dan dedikasi tinggi, mereka kelak mampu mengharumkan nama bangsa di pentas sepak bola internasional,” tegasnya.</p>
<p>Keberhasilan ini menjadi kebanggaan Divif 2 Kostrad sekaligus membuka ruang kontribusi prajurit TNI dalam pembinaan sepak bola nasional, khususnya di Malang dan Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Piala Kapolres Malang 2025 Berakhir, Digadang Jadi Ajang Lahirkan Talenta Sepakbola Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/piala-kapolres-malang-2025-berakhir-digadang-jadi-ajang-lahirkan-talenta-sepakbola-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/piala-kapolres-malang-2025-berakhir-digadang-jadi-ajang-lahirkan-talenta-sepakbola-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Piala Kapolres Malang 2025 resmi berakhir dengan Massanda FC juara. Ajang ini digadang jadi wadah lahirnya talenta sepakbola asli Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e10c9edb696.webp" length="113408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 20:05:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PialaKapolres, MassandaFC, KabupatenMalang, SepakbolaPelajar, TalentaLokal, AremaFC, TurnamenSepakbola, OlahragaMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Turnamen Sepakbola Pelajar Piala Kapolres Malang 2025 resmi berakhir dengan kemenangan Massanda FC dari MTsN 2 Malang atas SMPN 1 Wajak di Stadion Kahuripan Talok, Kecamatan Turen, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Massanda FC memastikan gelar juara setelah Redilan Akbar Domenixtirta mencetak dua gol. Kemenangan ini menjadi catatan manis sekaligus penutup turnamen yang diikuti 64 tim pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Malang. </p>
<p>Bupati Malang, M. Sanusi, menilai penyelenggaraan Piala Kapolres Malang 2025 cukup sukses dan meriah. Sanusi menegaskan Pemkab Malang akan terus konsisten mendukung pencarian dan pembinaan atlet lokal.</p>
<p>“Ini turnamen lokal bola Kabupaten Malang yang pertama kali berjalan sukses dan meriah semenjak saya menjadi Bupati, kami mendukung agenda ini, karena semua akan membawa nama Kabupaten Malang untuk lebih berprestasi lagi,” katanya, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Sahid, juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi Massanda FC.</p>
<p>“Saya bangga, saya senang, anak-anak hari ini bermain bagus dan mereka layak juara,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi P.S, menegaskan turnamen ini digelar bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga sebagai wadah pembibitan atlet lokal.</p>
<p>“Kebetulan final dihadiri manajemen Arema FC, semoga nanti bisa kerjasama untuk <em>coaching clinic</em>. Harapannya pemain Arema diisi anak-anak asli Kabupaten Malang,” kata Kapolres.</p>
<p>Ketua Askab PSSI Malang, M. Ukasyah Ali Murtadho, mengapresiasi dukungan seluruh pihak hingga turnamen berjalan aman dan lancar.</p>
<p>“Permainan menghibur, penuh sportivitas, tanpa kerusuhan. Ini momentum awal menata Askab PSSI Malang menjadi lebih profesional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bermaksud Perbaiki Pipa, Seorang Pria Tewas Tercebur Sumur di Sumberpucung Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bermaksud-perbaiki-pipa-seorang-pria-tewas-tercebur-sumur-di-sumberpucung-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bermaksud-perbaiki-pipa-seorang-pria-tewas-tercebur-sumur-di-sumberpucung-malang</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria di Karangkates meninggal dunia tercebur sumur saat memperbaiki pipa air. Tim BPBD Malang berhasil mengevakuasi korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e0c67f2896d.webp" length="41724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 14:02:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>laka sumur, BPBD Kabupaten Malang, evakuasi korban, Sumberpucung, Karangkates, musibah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Seorang pria bernama Purwaji (58) ditemukan meninggal dunia usai tercebur ke dalam sumur di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Insiden itu terjadi saat korban tengah memperbaiki pipa sumur milik salah satu warga, Sabtu (3/10/2025).</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, korban awalnya diminta memperbaiki pipa air sekira pukul 07.00 WIB. </p>
<p>“Kira-kira pukul 08.45 WIB, seorang saksi mendengar suara seperti orang tercebur sumur. Saat dicek, tidak terdengar respon dari dalam,” terangnya, Sabtu (3/10/2025).</p>
<p>Mengetahui hal itu, saksi segera menghubungi pemilik rumah yang kemudian melapor ke Polsek Sumberpucung. Tim BPBD bersama PMI tiba di lokasi sekira pukul 10.15 WIB untuk melakukan proses evakuasi. </p>
<p>“Korban berhasil dievakuasi pukul 10.55 WIB dan langsung diidentifikasi oleh tim medis Puskesmas. Jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Sadono.</p>
<p>Korban tercatat sebagai warga Dusun Bandung, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian dan telah dipulangkan ke rumah duka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir dan Longsor Terjang Kedungbanteng Sumbermanjing Wetan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-dan-longsor-terjang-kedungbanteng-sumbermanjing-wetan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-dan-longsor-terjang-kedungbanteng-sumbermanjing-wetan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Banjir dan longsor melanda Desa Kedungbanteng, Sumbermanjing Wetan, merusak rumah warga dan fasilitas umum. BPBD Malang lakukan penanganan cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de7c7540868.webp" length="14074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 20:33:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Longsor, Sumbermanjingwetan, BPBDMalang, Bencana Alam, MalangHariIni, Tanggap Darurat, Kedungbanteng, Bencana Malang, SJP, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP—</strong> Sungai Tempuran yang melintasi Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, meluap hingga merendam rumah warga pada Rabu (1/10/2025) sore. </p>
<p>Genangan air meluas ke permukiman, bahkan di sejumlah titik juga memicu terjadinya tanah longsor.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan luapan sungai membuat beberapa rumah terdampak banjir serta longsor. </p>
<p>“Debit air meningkat cepat, sehingga banjir tidak terhindarkan dan di beberapa titik juga terjadi longsor,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).</p>
<p>Data BPBD Kabupaten Malang menyebutkan, banjir menggenangi empat rumah warga. Selain itu, fasilitas umum berupa TK Dharma Wanita 01 juga ikut terendam banjir.</p>
<p>Meski menimbulkan kerugian material, Sadono menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.</p>
<p>Salah seorang warga terdampak longsor, Ngatinem, memilih mengungsi di rumah saudaranya karena khawatir terjadi longsor susulan. </p>
<p>“Saat ini kondisi banjir sudah surut, namun kami tetap siaga mengantisipasi cuaca ekstrem lanjutan,” tambahnya.</p>
<p>BPBD bersama unsur TNI, Polri, PMI, perangkat desa, dan masyarakat telah melakukan penanganan cepat di lokasi. </p>
<p>Tim TRC PB juga melaksanakan asesmen serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak, antara lain terpal, kasur lipat, paket kebersihan, peralatan dapur, hingga bantuan logistik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Legislatif Tekankan Integritas dalam Pengisian Jabatan Tinggi Pratama di Pemkab Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/legislatif-tekankan-integritas-dalam-pengisian-jabatan-tinggi-pratama-di-pemkab-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/legislatif-tekankan-integritas-dalam-pengisian-jabatan-tinggi-pratama-di-pemkab-malang</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Malang tekankan integritas dalam pengisian JPTP, mendukung target BKPSDM tuntaskan jabatan strategis tanpa Plt demi efektivitas birokrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de08fe69d59.webp" length="43368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 13:09:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRDMalang, JPTP, Integritas, BKPSDM, PemkabMalang, ReformasiBirokrasi, GoodGovernance, JabatanEselon, Malang, Pemerintahan, Legislatif, Sekda, OPD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP— </strong>Target Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang yang menuntaskan pengisian jabatan tanpa menyisakan Pelaksana Tugas (Plt) pada akhir 2025, disambut positif oleh DPRD.</p>
<p>Redam Guruh Krismantara, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang, menegaskan, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) terutama di eselon II harus diisi figur berintegritas dan memahami birokrasi agar reformasi tata kelola pemerintahan berjalan efektif.</p>
<p>“Kami harap ke depan Kabupaten Malang menjadi kabupaten yang good governance. Setiap pimpinan di jabatan tingkat Eselon II maupun di bawahnya betul-betul diisi oleh orang-orang yang berintegritas, yang paham permasalahan,” ujarnya, Selasa (2/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, jabatan strategis yang ditempati sosok tidak kompeten justru akan memperberat beban pemerintahan karena menimbulkan kerja ganda.</p>
<p>“Kalau tidak diisi orang-orang yang berintegritas dan paham permasalahan, nanti malah kerja dua kali,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68de09b70509f.webp" alt=""></p>
<p>Redam menilai Bupati Malang memiliki kapasitas penuh untuk menentukan figur yang tepat.</p>
<p>“Saya rasa Bapak Bupati juga pasti sangat mengerti. Beliau orang yang sudah lama di pemerintahan, pasti tahu siapa yang pantas mengisi dan pantas mengemban amanah,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, DPRD tetap menyesuaikan perannya dalam koridor aturan yang berlaku serta siap mendukung pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Sekretaris Daerah selama mereka bekerja optimal.</p>
<p>“Yang jelas harapan kami di DPRD maupun saya pribadi, siapapun yang memimpin Dinas maupun Sekretaris Daerah adalah orang-orang terbaik dan harus kita dukung,” tandas Redam.</p>
<p>Legislatif juga memastikan akan tetap mengawal jalannya roda pemerintahan dengan fungsi kontrol.</p>
<p>“Kalau ada keliru-kelirunya ya kita benarkan. Misal kalau ada yang betul-betul baik dan kerjanya bagus, ya harus kita apresiasi,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teror Dini Hari di Pakis Malang: Polisi Ringkus Pelaku Percobaan Perampokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teror-dini-hari-di-pakis-malang-polisi-ringkus-pelaku-percobaan-perampokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teror-dini-hari-di-pakis-malang-polisi-ringkus-pelaku-percobaan-perampokan</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menangkap pria berinisial JWS setelah mencoba merampok rumah warga di Pakis. Aksi sadis pelaku gagal usai korban berteriak minta tolong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ddfd3c6fe03.webp" length="9468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 11:32:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>percobaan perampokan, Pakis, Polres Malang, kriminal, keamanan warga, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Suasana tenang di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mendadak mencekam ketika seorang pria berinisial JWS (28) mencoba melakukan perampokan disertai kekerasan di rumah warga. </p>
<p>Aksi brutal itu berhasil digagalkan setelah korban berteriak minta tolong dan warga sekitar segera berdatangan.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar terangkan, bahwa Korban berinisial WR (51) sempat menjadi sasaran kekerasan pelaku.</p>
<p>Begitu berhasil masuk dengan cara membongkar kaca nako jendela menggunakan obeng dan linggis, pelaku langsung memukul wajah, mencekik leher, dan berusaha merampas perhiasan emas yang dipakai korban. Beruntung korban berhasil menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga.</p>
<p>“Korban mengalami luka memar di wajah dan dahi, bibir sobek, serta bekas cekikan di leher. Tidak ada barang berharga yang sempat dibawa kabur, tetapi korban jelas mengalami kekerasan fisik,” ungkapnya Kamis (2/10/2025).</p>
<p>Bambang katakan, Unit Reskrim Polsek Pakis bersama Unit Opsnal Satreskrim Polres Malang langsung melakukan penyelidikan, begitu korban menghubungi call center pihak kepolisian 110.</p>
<p>Dari keterangan saksi dan bukti di lapangan, identitas pelaku berhasil diketahui. Polisi kemudian menangkap JWS di rumah kontrakannya yang masih berada di wilayah Pakis.</p>
<p>“Pelaku kami amankan bersama sejumlah barang bukti berupa obeng, linggis kecil, sarung tangan, serta sweater dengan bercak darah,” tambah Bambang.</p>
<p>Atas perbuatannya, JWS dijerat pasal percobaan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara. Polisi memastikan proses hukum akan dijalankan sesuai prosedur.</p>
<p>Bambang menegaskan, kasus pada Senin dini 29 September 2025 ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta keberanian untuk segera melapor. </p>
<p>“Kami imbau warga untuk tidak ragu menghubungi call center 110 bila mendapati kejadian serupa,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan ASN Baru P3K Tahap Kedua 2024 Resmi Mengabdi untuk Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-asn-baru-p3k-tahap-kedua-2024-resmi-mengabdi-untuk-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-asn-baru-p3k-tahap-kedua-2024-resmi-mengabdi-untuk-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 1.939 ASN baru formasi P3K tahap kedua tahun 2024 resmi menerima SK dari Bupati Malang HM Sanusi. Mereka diminta disiplin, tidak pamer jabatan, menjaga integritas, dan menerapkan budaya kerja 5K. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dcec645d1b3.webp" length="56596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 17:28:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ASNBaru, KabupatenMalang, BupatiSanusi, P3K, ASN2024, BudayaKerja5K, ASNIntegritas, ASNMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -  </strong>Sebanyak 1.939 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahap kedua formasi tahun 2024 resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Agung.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 439 orang hadir langsung dalam seremoni penyerahan SK, sementara 1.500 lainnya mengikuti secara daring dari lokasi yang telah ditentukan, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Bupati Malang, HM. Sanusi menegaskan, kehadiran ribuan ASN baru ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Malang dalam memperkuat sumber daya manusia untuk pelayanan publik.</p>
<p>“Setelah resmi menjadi ASN, kalian harus merubah sikap. Harus disiplin kerja, punya dedikasi tinggi, moralitas kuat, dan yang terpenting jangan flexing jabatan. ASN itu tidak boleh pamer jabatan, tapi harus menjaga integritas dan nama baik Kabupaten Malang,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Sanusi juga menekankan pentingnya budaya kerja 5K yang wajib dipegang oleh seluruh ASN, yakni kerja keras, kerja cerdas (patuh aturan), kerja ikhlas, kerja tuntas, serta kerja dengan prestasi dan inovasi. Menurutnya, kelima nilai tersebut akan menjadi pondasi ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>Ia mengingatkan, setiap langkah ASN tidak lepas dari pengawasan internal maupun eksternal.</p>
<p>“ASN diawasi Inspektorat, juga dinilai oleh BKPSDM, dan dipantau aparat penegak hukum, mulai kepolisian, kejaksaan, hingga KPK. Jadi semua pekerjaan harus berdasarkan aturan, jangan sembarangan,” tegasnya.</p>
<p>Bupati berharap 1.939 ASN baru tersebut dapat menjaga amanah dengan sepenuh hati serta menjadikan pengangkatan ini sebagai awal pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Malang.</p>
<p>“Selamat mengabdi, semoga menjadi awal yang baik untuk mempersembahkan kinerja terbaik bagi masyarakat Kabupaten Malang,” tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres dan Dishub Bersinergi Pastikan Jeep Wisata Bromo Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-dan-dishub-bersinergi-pastikan-jeep-wisata-bromo-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-dan-dishub-bersinergi-pastikan-jeep-wisata-bromo-aman</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang dan Dishub bersinergi melakukan ramp check jeep wisata Bromo untuk memastikan kendaraan laik jalan dan wisatawan aman selama perjalanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbe462c6b5f.webp" length="86786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 23:05:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Dishub Malang, Jeep Bromo, Ramp Check, Wisata Aman, Wisata Bromo, Keselamatan Wisatawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Polres Malang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menggelar ramp check kendaraan jeep wisata Bromo Tengger Trans 4x4, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Kegiatan ini diikuti 75 pengemudi jeep dari paguyuban wisata Bromo-Tengger dan bertujuan memastikan kendaraan laik jalan sebelum membawa wisatawan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menekankan bahwa ramp check adalah langkah preventif demi keselamatan wisatawan.</p>
<p>“Kolaborasi ini memastikan setiap jeep siap menghadapi medan Bromo yang menantang,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Pemeriksaan mencakup sistem pengereman, kemudi, roda, kelistrikan, body, dan power train. Setiap jeep juga dipasangi stiker layanan darurat 110 agar wisatawan mudah menghubungi polisi bila terjadi insiden.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, menambahkan bahwa sinergi Polres dan Dishub penting untuk menciptakan pengalaman wisata aman dan nyaman.</p>
<p>“Ramp check dan stiker darurat memberi rasa tenang bagi masyarakat dan wisatawan,” katanya.</p>
<p>Eko, pengemudi jeep sekaligus koordinator paguyuban, menyebut kegiatan ini sangat membantu sopir.</p>
<p>“Kami jadi tahu kondisi kendaraan secara menyeluruh, sehingga bisa memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pegiat Budaya Kabupaten Malang Bersatu Sampaikan Aspirasi Pelestarian Kepada DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pegiat-budaya-kabupaten-malang-bersatu-sampaikan-aspirasi-pelestarian-kepada-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pegiat-budaya-kabupaten-malang-bersatu-sampaikan-aspirasi-pelestarian-kepada-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Redam Guruh Krismantara, Sri Untari Bisowarno, dan Ki Ardhi Poerbantono serap aspirasi dalam pelestarian budaya Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbc13a4878b.webp" length="38386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 20:46:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>budaya Malang, pelestarian budaya, DPRD Malang, Amartya Bhumi Kepanjian, pegiat budaya, tradisi lokal, warisan leluhur, kepanjen, komunitas budaya, Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, Ki Ardhi Poerbantono, panggilan jiwa, pelestarian tradisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Masyarakat diberbagai komunitas budaya lokal Kabupaten Malang, khususnya pegiat budaya, menegaskan aspirasi mereka dalam sosialisasi pelestarian budaya lokal dalam acara bertajuk “Peran Aktif Masyarakat dalam Pelestarian Kebudayaan Daerah Kabupaten Malang” yang digelar di Aula Hotel Grand Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Sosialisasi yang diinisiasi DPRD Provinsi Jatim dan paguyuban budaya ini menjadi ruang dialog khusus bagi pegiat budaya dan legislatif, untuk menyampaikan keresahan, pengalaman, dan harapan dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.</p>
<p>Sri Untari Bisowarno, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, yang hadir secara daring, menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai panggilan jiwa dan hati.</p>
<p>“Maturnuwun, panjenengan semuanya, yang pertama sudah hadir, dan yang kedua kerso terus-menerus bersama kami, untuk hadir dalam menghidupkan panggilan jiwa dan panggilan hati, serta terus melestarikan budaya dan tradisi,” ujarnya, Selasa (30/9/2025) kepada kurang lebih 100 audiens yang hadir. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbc24d20443.webp" alt=""></p>
<p>Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya soal pertunjukan atau ritual, tetapi juga membangun nasionalisme dan gerakan kebudayaan. </p>
<p>“Orang-orang budaya seperti kita, sering tanpa disebut atau diketahui, bahkan diabaikan dalam kebijakan. Dari pengalaman saya dan keluarga sejak kuliah sejarah di IKIP Malang, latar belakang itu membuat saya terus menapaki jalan budaya sebagai pola hidup, pola pikir, dan pola tindakan," tandas Untari. </p>
<p>Dirinya kerap membaca buku- buku budaya seperti Serat Centhini, karya Ahmad Khojim. Menurutnya membaca literatur seperti ini menjadi landasan bagaimana kita membangun bangunan negara, nasionalisme, dan gerakan kebudayaan.</p>
<p>Mewakili Untari, Redam Guruh Krismantara, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, hadir langsung dan menyatakan dukungannya untuk aspirasi masyarakat. </p>
<p>“Para hadirin luar biasa. Perwakilan dari tiap cabang kebudayaan hadir, dan ini menjadi <em>platform</em> untuk memajukan kebudayaan Kabupaten Malang. Pemerintah harus aktif, masyarakat juga ikut mendorong, agar pelestarian budaya berjalan maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, acara ini menghadirkan Ki Ardhi Poerbantono, dalang kondang dari Singosari, yang berbagi pengalaman tentang sejarah budaya, masuknya agama, dan pentingnya regenerasi pegiat budaya agar warisan leluhur tidak hilang.</p>
<p>Kegiatan ini juga diinisiasi Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan pelestarian budaya lokal, serta menjembatani para pegiat budaya dalam raung kali ini.</p>
<p>Juru bicara Amartya Bhumi Kepanjian, Khoirul Amin, menekankan urgensi forum seperti ini. </p>
<p>“Kegiatan seperti ini penting agar semua bisa bertemu dalam satu ruang. Keresahan pegiat budaya bisa disampaikan, dan langkah-langkah pelestarian bisa dirumuskan bersama. Semua pelaku dan pegiat budaya harus diberi ruang, dan dalam setiap kegiatan, termasuk di desa, diupayakan untuk dilibatkan agar identitas budaya tetap hidup di masyarakat,” terang Amin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjaga Tradisi Anyam di Sudut Dusun Pakem, Wajak Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjaga-tradisi-anyam-di-sudut-dusun-pakem-wajak-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjaga-tradisi-anyam-di-sudut-dusun-pakem-wajak-malang</guid>
<description><![CDATA[ Anyaman tikar mendong khas Wajak, Malang, masih bertahan lewat tangan-tangan pengrajin lokal. Dari upacara adat hingga kebutuhan harian, tradisi ini masih terawat dengan baik meski di sudut desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68db31c054b13.webp" length="51020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 08:59:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Wajak, mendong, tikar mendong, pengrajin tikar, budaya lokal, tradisi, warisan budaya, anyaman, UMKM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Terdengar suara gesekan kayu berpadu ritme dengan gerakan tangan Sutiah (43), seorang pengrajin mendong asal Dusun Pakem, Desa Wajak, Kabupaten Malang.</p>
<p>Sejak usia 10 tahun, ia telah akrab dengan serat mendong, bahan alami yang ditumbuhkan di sawah-sawah basah untuk kemudian dianyam menjadi tikar dan berbagai produk rumah tangga.</p>
<p>Di sudut rumahnya yang juga berdampingan dengan kandang sapi, Sutiah tetap setia menenun tikar. Panjang tikar hasil anyamannya bisa mencapai 10 meter, biasa dipakai sebagai alas jenazah hingga keperluan adat di Bali. Harga per tikar berkisar Rp80 ribu hingga Rp110 ribu, tergantung ukuran dan kualitas serat.</p>
<p>“Pesanan sekarang memang tidak seramai dulu. Tapi kalau masih ada yang minta, saya tetap buat. Ini sudah jadi bagian hidup saya,” ucap perempuan murah senyum ini.</p>
<p>Mendong bagi masyarakat Wajak bukan soal tanaman liar. Ia tumbuh di persawahan basah, dipanen, dikeringkan, lalu dianyam menjadi karya yang fungsional sekaligus sarat makna budaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68db329176179.webp" alt=""></p>
<p>Sutiah bersama suaminya yang juga bertani dan beternak, bersyukur bahan baku masih tersedia meski lahan pertanian mendong kian menyempit.</p>
<p>Mereka tak hanya menjaga keterampilan, melainkan melestarikan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.</p>
<p>Di tengah arus zaman yang semakin pragmatis, Sutiah adalah wajah dari keteguhan. Menenun serat-serat mendong, termasuk merajut memori kolektif masyarakat Wajak.</p>
<p>“Selama masih ada yang pesan, saya akan terus membuat. Ini bukan hanya kerja, tapi juga tradisi dari orang tua dulu,” kata Sutiah kembali.</p>
<p>Dari Dusun Pakem, anyaman mendong terus berbicara dalam diam. Menyimpan jejak kesabaran, keuletan, dan nilai budaya yang tak lekang waktu.</p>
<p>Menurut catatan desa, budidaya mendong mulai berkembang serius sejak 1970-an, saat petani Wajak mengelola lahan basah khusus untuk menanam tanaman ini.</p>
<p>Namun, tradisi anyam mendong diyakini sudah ada jauh sebelumnya, diwariskan dari generasi ke generasi. Kajian etnobotani menyebut mendong sebagai bagian dari identitas budaya agraris Jawa Timur, khususnya Malang, yang erat dengan siklus kehidupan masyarakat desa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pimpin Golkar Kabupaten Malang, Sudarman: Kader Harus Turun Langsung ke Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pimpin-golkar-kabupaten-malang-sudarman-kader-harus-turun-langsung-ke-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pimpin-golkar-kabupaten-malang-sudarman-kader-harus-turun-langsung-ke-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Sudarman terpilih aklamasi pimpin DPD Golkar Malang 2025-2030, janji kibarkan bendera partai hingga desa dan turun dengarkan aspirasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d94fc8bdb4a.webp" length="51414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 23:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>GolkarMalang Sudarman MusdaXI PolitikMalang Aklamasi Petani KabupatenMalang DPRD PartaiGolkar MalangJatim KetuaDPD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Malang akhirnya menobatkan Sudarman sebagai Ketua DPD periode 2025-2030. Ia terpilih secara aklamasi setelah seluruh peserta sepakat menetapkan kader senior itu sebagai calon tunggal.</p>
<p>Keputusan bulat dalam Musda Golkar Kabupaten Malang yang digelar di Hotel BeSS Resort dan Waterpark, Lawang Sabtu (27/9/2025) ini ditandai ketukan palu pimpinan sidang sebanyak tiga kali dalam persetujuan oleh pimpinan sidang disaksikan oleh jajaran pengurus Golkar Jatim dan DPP, termasuk Yani Wijaya Baihaqi, Ketua DPD Partai Golkar Situbondo.</p>
<p>Usai terpilih, Sudarman mengatakan dirinya siap menunaikan amanah dengan kerja nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>“Saya siap mengibarkan bendera Partai Golkar ke seluruh pelosok Kabupaten Malang, hingga ke desa-desa,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya kader Golkar turun langsung ke masyarakat, terutama petani.</p>
<p>“Sebagian besar warga Kabupaten Malang adalah petani. Maka Golkar, terutama melalui fraksi yang ada di DPRD, akan kami gerakkan untuk turun ke bawah, berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan, melihat, dan mewujudkan apa yang diharapkan,” ungkapnya, Ahad (28/9/2025).</p>
<p>Sudarman maju dengan dukungan 32 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar. Sementara pesaingnya, Dofic Suroanggomo, gagal karena hanya menyodorkan enam surat dukungan, satu di antaranya dinyatakan ganda. Menurut Sudarman, kerja politik tidak bisa hanya bergantung pada laporan.</p>
<p>“Kita tidak boleh takut becek, tidak boleh takut lumpur, tidak boleh takut debu atau angin. Kita harus turun agar melihat langsung masalahnya. Kalau kita hanya menerima laporan, langkah kita bisa salah,” tegasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepanjen Malang Diterjang Angin Kencang:  21 Rumah Rusak, Pohon Tumbang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-kepanjen-rusak-21-rumah-di-mangunrejo-pohon-tumbang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-kepanjen-rusak-21-rumah-di-mangunrejo-pohon-tumbang</guid>
<description><![CDATA[ Cuaca ekstrem melanda Malang, Ahad 28 September 2025. Setelah Gondanglegi, kini Kepanjen terdampak dengan 21 rumah rusak ringan dan pohon tumbang di Dusun Mangir Mangunrejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d928198422d.webp" length="33102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 20:07:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kepanjen, Gondanglegi, BPBD, cuacaekstrem, anginkencang, rumahrusak, pohontumbang, tanggapdarurat, bencana, Tagana, TNI, Polri, pemerintahdesa, waspada, hujanderas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, SJP — Tak hanya di Gondanglegi, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang juga melanda wilayah Kepanjen, Ahad (28/9/2025). Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, jadi salah satu titik terdampak.</p>
<p>“Terdata 21 rumah mengalami rusak ringan pada bagian atap, serta sebuah pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang bersama TNI, Polri, Muspika Kepanjen, Tagana, pemerintah desa, hingga masyarakat langsung turun melakukan assessment dan penanganan cepat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d9281fd0312.webp" alt=""></p>
<p>Sejumlah kebutuhan mendesak seperti, terpal dan paket sembako juga mulai dipersiapkan untuk warga terdampak.</p>
<p>Meski kerusakan terjadi cukup merata di RT 6, 8, 9, 10, dan 14 Desa Mangunrejo, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Situasi lapangan berangsur kondusif setelah tim gabungan membantu warga memperbaiki rumah. Sadono menegaskan potensi cuaca ekstrem di wilayah Malang masih tinggi.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, angin kencang juga menerjang Gondanglegi dan mengakibatkan kerusakan serupa. Rentetan peristiwa ini memperlihatkan bahwa sebagian wilayah Malang berada dalam kondisi rawan saat musim hujan dengan intensitas tinggi.</p>
<p>Hingga Ahad malam, BPBD masih memantau perkembangan situasi di Mangunrejo. Laporan resmi berikutnya akan disampaikan sebagai pembaruan data penanganan bencana. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Melanda Gondanglegi Malang: Sejumlah Pohon Tumbang, Empat Rumah Warga Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-melanda-gondanglegi-malang-sejumlah-pohon-tumbang-empat-rumah-warga-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-melanda-gondanglegi-malang-sejumlah-pohon-tumbang-empat-rumah-warga-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pohon yang tumbang menutup akses jalan desa di Dusun Krajan, Desa Urek Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d914d33c436.webp" length="102886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 18:27:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Gondanglegi, UrekUrek, BPBDMalang, PohonTumbang, AnginKencang, CuacaEkstrem, RumahRusak, BencanaAlam, PenangananCepat, InfoMalang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Akibat diterpa angin kencang, sejumlah pohon tumbang menutup akses jalan desa di Dusun Krajan, Desa Urek Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Ahad (28/9/2025) sore. Peristiwa ini juga mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan.</p>
<p>"Empat rumah dilaporkan rusak karena terpaan angin kencang, sementara akses jalan desa sempat terhambat akibat pohon tumbang," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.</p>
<p>Sadono menjelaskan, rumah yang terdampak masing-masing milik Suprami, Giyanto, Mujiburrohman, dan Hasrun dengan total 17 jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d9162a7ca2f.webp" alt=""></p>
<p>Tim Reaksi Cepat BPBD bersama TNI, Polri, PMI, relawan, dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan serta assessment lanjutan. Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah kebutuhan mendesak seperti terpal, logistik makanan, dan paket sandang untuk korban terdampak.</p>
<p>"BPBD terus berkoordinasi dengan lintas sektor guna percepatan penanganan. Bantuan logistik sedang dipersiapkan untuk segera didistribusikan," tambah Sadono.</p>
<p>BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah Malang Selatan. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Sumber Banjir Tahunan, Sungai Tundo Jadi Sorotan BPBD Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-sumber-banjir-tahunan-sungai-tundo-jadi-sorotan-bpbd-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-sumber-banjir-tahunan-sungai-tundo-jadi-sorotan-bpbd-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sungai Tundo di Tirtoyudo jadi sorotan BPBD Malang, kerap meluap dan sebabkan banjir tahunan. Normalisasi berjalan, pemantauan diperketat demi tekan risiko ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7c26946b27.webp" length="88994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 20:21:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SungaiTundo, BPBDMalang, Tirtoyudo, Pujiharjo, MalangSelatan, BanjirTahunan, Normalisasi, Bencana, Longsor, MitigasiBencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sungai Tundo di Kecamatan Tirtoyudo terus menjadi sorotan karena kerap meluap dan menimbulkan banjir tahunan bagi warga Pujiharjo. Karakter aliran yang dangkal akibat sedimentasi membuat sungai ini mudah meluap setiap kali diguyur hujan deras.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan pihaknya melakukan pemantauan ketat terhadap normalisasi sungai yang tengah berlangsung. Sejak awal September, pengerjaan normalisasi sudah mencapai 500 meter dengan lebar 20 meter dan tinggi tanggul 2,5 meter.</p>
<p>“Pantauan ini penting karena Sungai Tundo sudah berulang kali menimbulkan bencana. Kami ingin memastikan normalisasi sungai benar-benar efektif menekan risiko banjir,” katanya, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Selain normalisasi, warga setempat turut berinisiatif memasang bronjong di RT 07 sepanjang 30 meter menggunakan 52 lembar bronjong secara swadaya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kesadaran kolektif masyarakat menghadapi potensi bahaya dari Sungai Tundo.</p>
<p>BPBD mencatat, Sungai Tundo menjadi penyebab banjir besar pada pertengahan 2025 yang merendam puluhan rumah warga hingga akses jalan terputus. Bahkan, longsor di Desa Purwodadi ikut dipicu oleh derasnya aliran sungai tersebut.</p>
<p>Dengan segala catatan itu, Sungai Tundo kini diperlakukan sebagai titik pantauan prioritas. Upaya normalisasi dan penguatan tanggul diharapkan mampu menekan potensi bencana, sehingga warga Pujiharjo tidak lagi dihantui luapan tahunan dari aliran sungai tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berbekal Rekaman CCTV yang Viral di Medsos, Polisi Berhasil Ringkus Pencuri HP di Singosari Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berbekal-rekaman-cctv-yang-viral-di-medsos-polisi-berhasil-ringkus-pencuri-hp-di-singosari-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berbekal-rekaman-cctv-yang-viral-di-medsos-polisi-berhasil-ringkus-pencuri-hp-di-singosari-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polisi menangkap pencuri HP di Singosari berkat rekaman CCTV yang viral di TikTok. Pelaku terancam 5 tahun penjara usai bukti kuat terungkap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7b85e7e701.webp" length="49486" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 18:48:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PolresMalang, PencurianHP, Singosari, ViralTikTok, KasusKriminal, HukumPidana, PoldaJatim, MalangUpdate, KeamananWarga, CCTV</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG,SJP – </strong>Seorang pria berinisial B (43), warga Desa Srigading, Kecamatan Lawang, harus berhadapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara setelah terbukti mencuri sebuah ponsel di Singosari. Polisi menjeratnya dengan pasal tindak pidana pencurian usai pelaku mengakui perbuatannya.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyebut barang bukti yang diamankan cukup kuat.</p>
<p>“Kami menyita handphone Samsung A13 milik korban, sepeda motor Supra X yang digunakan kabur, serta jaket parasut warna coklat ungu yang terlihat di rekaman CCTV,” jelasnya, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Bambang menambahkan, pelaku tak bisa mengelak saat bukti CCTV diperlihatkan. Rekaman itu menunjukkan jelas saat B masuk rumah korban dan mengambil ponsel. Korban kala itu tengah menyiram tanaman di halaman, sementara pintu rumah dalam keadaan terbuka.</p>
<p>Aksi tersebut terjadi pada beberapa bulan lalu itu terjadi di rumah T (68), warga Desa Watugede, Singosari. Dari ruang tamu, ponsel yang diletakkan di meja raib dibawa kabur.</p>
<p>Setelah mengumpulkan keterangan dan mengidentifikasi pelaku, Unit Reskrim Polsek Singosari menangkap B di rumahnya pada Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Kronologi kasus ini kian menarik perhatian publik karena rekaman CCTV sempat beredar luas di TikTok. Dari sanalah polisi semakin mudah menelusuri identitas pelaku hingga akhirnya berhasil meringkusnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Api Lahap Bus di Exit Tol Singosari Malang, Penumpang Berhasil Dievakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/api-lahap-bus-di-exit-tol-singosari-malang-penumpang-berhasil-dievakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/api-lahap-bus-di-exit-tol-singosari-malang-penumpang-berhasil-dievakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran bus di Exit Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jumat sore, menyebabkan kepanikan penumpang dan kemacetan. Seluruh penumpang berhasil selamat tanpa korban ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6927a09dbe.webp" length="22192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 20:40:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, TolSingosari, KebakaranBus, PenumpangSelamat, DamkarMalang, KasatlantasMalang, ArusLaluLintas, Redkar, PJR, JasaMarga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kebakaran sebuah bus terjadi di Exit Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (26/9/2025) sore sekira pukul 17.35 WIB. Insiden itu sontak memicu kepanikan penumpang sekaligus menyebabkan kemacetan lalu lintas menuju arah Kota Malang.</p>
<p>Beruntung, seluruh penumpang dan sopir berhasil keluar sebelum api melalap badan bus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kendaraan hangus terbakar di tepi jalan tol.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin, memastikan semua penumpang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka juga sempat menjalani pemeriksaan medis sebelum dipulangkan.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua penumpang sudah kembali ke rumahnya masing-masing setelah mendapat pemeriksaan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, arus lalu lintas sempat tersendat akibat posisi bus yang terbakar di jalur keluar tol. Namun, setelah kendaraan berhasil dievakuasi dan pembersihan jalan dilakukan, situasi kembali normal.</p>
<p>“Saat ini sedang penormalisasian arus yang sempat sedikit terhambat,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, menyebutkan api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian bawah kendaraan.</p>
<p>“Api muncul dari bagian bawah kendaraan, diduga akibat korsleting listrik,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Sigit, tiga unit mobil Damkar dikerahkan dan tiba di lokasi sekira pukul 18.00 WIB. Api baru bisa dipadamkan setengah jam kemudian, dibantu petugas PJR, Jasa Marga, serta relawan Redkar.</p>
<p>“Seluruh penumpang bersama sopir berhasil keluar sebelum api membesar, sehingga tidak ada korban jiwa,” tegasnya.</p>
<p>Hingga kini, nilai kerugian materiil masih dalam perhitungan. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Dilantik, Sekda Kabupaten Malang Budiar Siap Kawal RPJMD dan Rangkul Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-dilantik-sekda-kabupaten-malang-budiar-siap-kawal-rpjmd-dan-rangkul-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-dilantik-sekda-kabupaten-malang-budiar-siap-kawal-rpjmd-dan-rangkul-media</guid>
<description><![CDATA[ Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar siap kawal RPJMD 2025–2029, fokus turunkan kemiskinan, stunting, dan dukung program Trans Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d552a74ce10.webp" length="33432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 21:57:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sekda Kabupaten Malang, RPJMD, kemiskinan, stunting, Trans Jatim, pembangunan, SDGs, ODF, komunikasi publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Usai sah dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar menegaskan komitmennya mengawal seluruh program pembangunan hingga 2029.</p>
<p>Ia siap menuntaskan program prioritas Bupati, termasuk target penurunan kemiskinan dan stunting yang telah ditetapkan. Budiar langsung menjelaskan rencana pengawalan RPJMD secara rinci.</p>
<p>“Kami siap mendukung dan mengawal RPJMD hingga tahun 2029. Artinya, kami akan membantu beliau (Bupati) menuntaskan program-program yang sudah direncanakan,” ujar Budiar usai pelantikan," Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Ditanya awak media terkait target penurunan kemiskinan dan stunting, Budiar menyebut akan mengumpulkan OPD teknis.</p>
<p>"Akan saya kumpulkan dan saya cek satu per satu dengan data yang valid dan riil. Hal ini karena program tersebut terhubung dengan berbagai OPD, seperti Dinas Kesehatan, Cipta Karya, Ketahanan Pangan, dan lainnya. Semua akan kami kawal untuk mencapai target, dari angka 8 persen menuju 5 persen sesuai yang ditetapkan,” tambahnya.</p>
<p>Ia juga menyebut dukungan penuh terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah dikerjakan baru-baru ini.</p>
<p>“Beberapa program seperti Trans Jatim, pembangunan jalan tol, dan penataan alun-alun akan kami dukung penuh karena masuk dalam RPJMD. Untuk Trans Jatim sendiri, saat ini sudah ada jalur yang menghubungkan Surabaya–Malang–Batu. Ke depan, kami akan menyiapkan feeder, misalnya dari Kepanjen ke Kota Malang,” jelasnya.</p>
<p>Sebagai mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya (DPKPCK) dan Humas Pemkab Malang, dia menekankan pentingnya komunikasi publik.</p>
<p>“Kami juga akan merangkul media agar informasi bisa tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Sebagai mantan Kepala Bagian Humas, saya memahami pentingnya komunikasi publik,” tambahnya.</p>
<p>Terkait pengisian jabatan yang ditinggalkan, Budiar menyebut masih menunggu arahan pimpinan.</p>
<p>“Semua tentu harus mengikuti aturan, dan nantinya BKPSDM akan memberikan masukan terkait hal tersebut,” katanya.</p>
<p>Budiar menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dalam beberapa tahun mendatang sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Malang.</p>
<p>“Harapan saya, Kabupaten Malang bisa semakin maju, makmur. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, seperti penyediaan jamban, perbaikan jalan lingkungan, serta percepatan target SDGs 2030, termasuk program Open Defecation Free (ODF),” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>School of Journalism 2025: Inisiasi IJTI untuk Generasi Jurnalis Profesional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/school-of-journalism-2025-inisiasi-ijti-untuk-generasi-jurnalis-profesional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/school-of-journalism-2025-inisiasi-ijti-untuk-generasi-jurnalis-profesional</guid>
<description><![CDATA[ IJTI Korda Malang Raya membekali pelajar Kota Malang dengan keterampilan produksi berita, teknik liputan, dan literasi jurnalistik praktis melalui School of Journalism 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d50b51cdb55.webp" length="34924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 17:23:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>IJTI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, IJTI Mengajar, Perpustakaan Kota Malang, Jurnalis Muda, Pendidikan Jurnalistik, Literasi Media</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, di bawah kepemimpinan Hilda Daningtyas, untuk pertama kalinya menyelenggarakan <em>School of Journalism </em>2025<em>.</em></p>
<p>Acara ini diadakan di Aula Perpustakaan Kota Malang pada Kamis (25/9/2025) dan diikuti oleh lebih dari 50 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Malang.</p>
<p>Program IJTI Mengajar dirancang untuk menumbuhkan literasi jurnalistik yang mendalam pada generasi muda, sekaligus memperkenalkan praktik profesional dalam pembuatan berita dan konten media televisi.</p>
<p>Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, menekankan bahwa program ini merupakan upaya strategis untuk menyiapkan kader jurnalis yang kompeten, kreatif, dan etis.</p>
<p>"Kami ingin generasi penerus memiliki bekal yang cukup untuk memahami dinamika media, menyampaikan informasi secara akurat, dan bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Acara ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, Ahmad Amin dari JatimTimes.com dan Tutus Sugiarto dari MD TV, yang membagikan wawasan praktis tentang produksi konten, teknik peliputan lapangan, hingga editing video.</p>
<p>Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan naskah, pengambilan gambar, serta penyusunan konten yang edukatif.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Nabila Hasna, siswi MAN 2 Kota Malang, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Ia belajar membuat konten yang bukan sekadar menarik, tetapi juga edukatif dan sesuai etika jurnalistik.</p>
<p>Nabila menjelaskan, selain teknik pengambilan video seperti <em>wide shot </em>dan <em>medium shot</em>, ia juga mempelajari bagaimana menyusun cerita yang logis, jelas, dan informatif.</p>
<p>"Selain menulis naskah, saya belajar menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, tapi tetap akurat. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya," tutur Nabila.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membantunya memahami dunia media secara praktis, bukan hanya teori dari buku.</p>
<p>Sementara itu, Indira Dwi Nanda, Kepala Bidang KIP Diskominfo Kota Malang, mengapresiasi inisiatif IJTI dan menekankan pentingnya program ini untuk membangun kesadaran jurnalistik sejak usia dini. </p>
<p>"Kegiatan ini membuka ruang bagi pelajar untuk mengalami langsung proses jurnalistik, sekaligus memperkuat literasi media di masyarakat," katanya.</p>
<p>Dengan terselenggaranya <em>School of Journalism </em>2025, IJTI berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki etika jurnalistik yang kuat, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia media dan masyarakat luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Dilantik Lagi Jadi Kadinkes, Wiyanto Wijoyo Dorong Pembangunan Rumah Sakit Malang Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-dilantik-lagi-jadi-kadinkes-wiyanto-wijoyo-dorong-pembangunan-rumah-sakit-malang-selatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-dilantik-lagi-jadi-kadinkes-wiyanto-wijoyo-dorong-pembangunan-rumah-sakit-malang-selatan</guid>
<description><![CDATA[ Selama ini, warga harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam menuju rumah sakit rujukan di Kepanjen, kondisi yang kerap menyulitkan ketika terjadi keadaan darurat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d646e8d66ed.webp" length="35968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 14:57:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, DinkesMalang, WijantoWijoyo, Pelantikan, MalangSelatan, RumahSakit, Kesehatan, Donomulyo, Bantur, ProgramNasional, Prabowo, PemerintahDaerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit di kawasan Malang Selatan.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai jawaban atas keterbatasan akses kesehatan masyarakat di wilayah Donomulyo dan Bantur. </p>
<p>Menurutnya, selama ini, warga harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam menuju rumah sakit rujukan di Kepanjen, kondisi yang kerap menyulitkan ketika terjadi keadaan darurat.</p>
<p>“Rumah sakit di Malang Selatan merupakan kebutuhan mendesak. Kami ingin masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas,” ujar dokter Wi, sapaan karibnya, Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Terkait lahan, Pemkab Malang saat ini menyiapkan studi kelayakan pemanfaatan lahan milik daerah di Nampit dengan luas puluhan hektare. </p>
<p>Lahan tersebut diproyeksikan sebagai lokasi rumah sakit baru yang masuk dalam program nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan ratusan rumah sakit setiap tahun di daerah terpencil.</p>
<p>Menurut dokter Wi, pembangunan rumah sakit ini diharapkan tidak membebani APBD Kabupaten Malang. </p>
<p>“Kita akan dorong pendanaan dari pemerintah pusat agar keberadaan rumah sakit ini tidak membebani anggaran daerah,” jelasnya.</p>
<p>Meski kini fokus menjalankan program prioritas kesehatan, nama drg. Wijanto Wijoyo sebelumnya sempat diterpa rumor tak sedap. Ia pernah dicopot dari jabatan Kadinkes akibat polemik anggaran BPJS Kesehatan yang disebut melebihi pagu APBD. </p>
<p>Namun, kasus itu dijelaskan sebagai persoalan administratif. Kini, ia memilih menjawab keraguan publik dengan melaksanakan kinerja melalui program nyata bagi masyarakat. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan Bupati Malang Sanusi saat Lantik Sekda Definitif hingga Direktur RS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-bupati-malang-sanusi-saat-lantik-sekda-definitif-hingga-direktur-rs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-bupati-malang-sanusi-saat-lantik-sekda-definitif-hingga-direktur-rs</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan Sekda Kabupaten Malang disertai 14 camat, kadis, sekdin, dan dua direktur RSUD, Bupati Sanusi tegaskan pesan loyalitas, integritas, anti-transaksional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d4cda78ef3d.webp" length="63092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 12:06:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Sekda, Sanusi, Pelantikan, Loyalitas, Integritas, AntiTransaksional, Camat, DirekturRS, PemkabMalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Bupati Malang Sanusi menegaskan pentingnya loyalitas dan integritas dalam jajaran pemerintahan saat melantik Sekretaris Daerah (Sekda) definitif bersama 14 camat, satu kepala dinas, dua pejabat administrator, serta dua direktur RSUD di Pendopo Agung Kabupaten Malang.</p>
<p>Sanusi menekankan tidak ada ruang bagi praktik transaksional dalam penempatan jabatan di lingkup Pemkab Malang.</p>
<p>“Kalau sampai terbukti ada yang bayar-membayar, langsung akan saya pecat. Di Kabupaten Malang tidak ada jabatan transaksional. Semua jabatan diputuskan berdasarkan penilaian dan masukan dari tokoh masyarakat, organisasi, tokoh agama, serta kepala desa,” tegas Sanusi, kala memberikan sambutan, Rabu (25/9/2025).</p>
<p>Pelantikan ini menjadi momen penting karena sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan Sekda definitif kurang lebih dua tahun.</p>
<p>Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Budiar Anwar, resmi dilantik sebagai Sekda setelah sebelumnya posisi itu hanya diisi pejabat sementara yang silih berganti. Selain Sekda, Sanusi juga melantik para camat baru, kepala dinas kesehatan, serta direktur RSUD Lawang dan Ngantang.</p>
<p>Dalam arahannya, Sanusi mengingatkan Sekda memiliki peran vital dalam membantu bupati menjalankan program pembangunan daerah.</p>
<p>“Sekda yang baik bukan berarti memerintah Bupati, tetapi menjalankan tugas Bupati. Jangan sedikit-sedikit minta petunjuk untuk hal kecil. Tugas Sekda adalah menjabarkan visi-misi dalam RPJMD 2025–2029 agar bisa diterapkan dengan baik,” pesannya.</p>
<p>Pesan serupa juga ditujukan kepada para camat. Sanusi meminta mereka menjalin hubungan baik dengan kepala desa sebagai mitra kerja, bukan bawahan. </p>
<p>“Kepala desa dipilih rakyat, bukan diangkat camat. Maka kepala desa harus diperlakukan sebagai mitra untuk menjalankan pemerintahan,” tegasnya.</p>
<p>Sanusi bahkan menyinggung adanya camat yang diprotes para kepala desa karena sikapnya arogan. Ia mengingatkan agar kasus seperti itu tidak terulang. </p>
<p>“Kalau masyarakat dan kepala desa menolak mutasi seorang camat, biasanya akan saya pertimbangkan. Bahkan ada camat yang diminta tetap menjabat sampai pensiun karena dipercaya masyarakatnya,” tambahnya.</p>
<p>Bupati juga menekankan bahwa sumpah jabatan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mencontohkan pernah menunda pelantikan camat karena mendapati pendamping resmi bukan istri sah sebagai ketua tim penggerak PKK.</p>
<p>“Jabatan adalah amanah. Kalau dilanggar, saya tidak akan toleransi,” tukasnya.</p>
<p>Terakhir, Sanusi mengingatkan jajarannya untuk mematuhi instruksi Mendagri terkait larangan kegiatan seremonial yang bersifat mengundang massa dalam jumlah besar. </p>
<p>“Aturan itu harus dipatuhi seluruh jajaran Pemkab Malang. Jangan sampai ada pelanggaran,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Restui, Perumda Tirta Kanjuruhan Aktifkan Lagi Sumber Wadon Putukrejo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-restui-perumda-tirta-kanjuruhan-aktifkan-lagi-sumber-wadon-putukrejo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-restui-perumda-tirta-kanjuruhan-aktifkan-lagi-sumber-wadon-putukrejo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemanfaatan Sumber Wadon Putukrejo kembali disetujui warga. Perumda Tirta Kanjuruhan bersama pemerintah desa sepakat mendukung layanan air bersih untuk masyarakat Gondanglegi, Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d40e9f82a64.webp" length="38596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 23:56:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, SumberWadon, TirtaKanjuruhan, Gondanglegi, AirBersih, Infrastruktur, SPAM, PemerintahDesa, HIPPAM, Bumdes, MalangMakmur, PolemikAir, WargaSetuju, Koordinasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Sumber Wadon di Desa Putukrejo, Gondanglegi, yang sempat lama tak termanfaatkan kini kembali dihidupkan.</p>
<p>Persetujuan warga bersama pemerintah desa membuka jalan bagi Perumda Tirta Kanjuruhan untuk mengalirkan air bersih dari sumber tersebut.</p>
<p>Rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Gondanglegi, Rabu pekan lalu, menjadi titik balik.</p>
<p>Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi menegaskan keputusan ini juga mendapat dukungan penuh Camat Gondanglegi Ahmad Muwassi Arif, Muspika, perangkat desa, Bumdes, Hippam, hingga tokoh masyarakat.</p>
<p>“Sebagaimana keputusan Bupati Malang tentang rencana kerja dan anggaran Perumda Tirta Kanjuruhan tahun 2025, program ini menjadi bagian dari Malang Makmur untuk menyediakan air minum kepada masyarakat,” kata Syamsul Hadi, Rabu (24/9/2025)</p>
<p>Ia menambahkan, sebelum rencana pekerjaan diputuskan, sudah dilakukan kajian dan penelitian teknis.</p>
<p>“Sebagaimana tertuang di dokumen Dinas PU SDA Kabupaten Malang tentang analisa teknis pemanfaatan air baku Sumber Wadon, serta dokumen dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, hingga keputusan Menteri Pekerjaan Umum tentang izin pengesahan sumber daya air, semuanya telah kami penuhi,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Syamsul Hadi, hasil rapat bersama kecamatan, kepolisian, TNI, dan seluruh jajaran peserta menyetujui progres pemanfaatan kembali Sumber Wadon.</p>
<p>“Di wilayah Gondanglegi beberapa desa masih butuh kecukupan air minum. Karena itu jaringan pipa dan aksesoris SPAM akan segera kami pasang,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya dari perusahaan Air Minum Tirta Kanjuruhan, pihaknya melaksanakan tugas atas perintah bupati untuk melayani kebutuhan air minum seluruh Kabupaten Malang, terutama wilayah Gondanglegi.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun, rencana pemanfaatan Sumber Wadon Putukrejo ini sempat menuai polemik pada 2024. Sejumlah warga khawatir pengelolaan air desa akan diambil alih oleh Perumda.</p>
<p>Namun melalui rapat koordinasi terbaru, pemerintah desa, Bumdes, Hippam, hingga masyarakat setempat menyatakan sepakat dan merestui kembali pemanfaatan Sumber Wadon untuk mendukung layanan air bersih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kursi Sekda Malang Milik Budiar, Wiyanto Dikabarkan Kembali Jabat Kadinkes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kursi-sekda-malang-milik-budiar-wiyanto-dikabarkan-kembali-jabat-kadinkes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kursi-sekda-malang-milik-budiar-wiyanto-dikabarkan-kembali-jabat-kadinkes</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang HM Sanusi pastikan pelantikan Sekda baru Budiar, bersamaan dengan puluhan pejabat lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d4079718565.webp" length="23550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 23:02:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pelantikansekda, budiaranwar, kadinkes, wiyantowijoyo, pemkabmalang, mutasiopd, sanusi, pelayananpublik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Malang akhirnya digelar Kamis (25/9/2025) pukul 08.00 WIB di Pendopo Kabupaten Malang. </p>
<p>Nama Budiar, yang kini menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK), resmi dipilih menempati kursi strategis tersebut.</p>
<p>Tak hanya Sekda, posisi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) juga menjadi sorotan. drg Wiyanto Wijoyo dikabarkan kembali menjabat setelah sebelumnya dicopot pada 2024, usai ia memenangkan kasasi di Mahkamah Agung (MA).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d4080962f8f.webp" alt=""></p>
<p>Bupati Malang Sanusi kemukakan bahwa besok Kamis (25/9/2025) bakal digelar pelantikan.</p>
<p>“Besok pagi jam 8.00,” kata Bupati Malang Sanusi, jawabnya singkat saat dikonfirmasi, usai hadiri agenda di Universitas Kepanjen, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Sanusi juga membenarkan kala disingung tentang isu bahwa, drg Wiyanto juga akan kembali menduduki Kepala Dinas Kesehatan, dan akan ikut dilantik bersama pejabat lainnya. </p>
<p>“Ya besok juga,” jawab Sanusi.</p>
<p>Diketahui bahwa Wiyanto atau biasa dipanggil Drg. Wi ini pernah dicopot akibat polemik BPJS Kesehatan tahun lalu.</p>
<p>Pantauan Suarajatimpost, Rabu (24/9/2025) malam, papan ucapan selamat untuk Budiar mulai berjejer di Pendopo Agung, menandai antusiasme atas pelantikan pejabat baru tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Jumlah Mahasiswa Baru Warnai PKKMB Universitas Kepanjen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-jumlah-mahasiswa-baru-warnai-pkkmb-universitas-kepanjen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-jumlah-mahasiswa-baru-warnai-pkkmb-universitas-kepanjen-malang</guid>
<description><![CDATA[ PKKMB Universitas Kepanjen 2025 diikuti 700 mahasiswa baru. Program magang dan pengembangan fakultas menarik minat tinggi, mencetak SDM siap bersaing global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d3d1a979ef7.webp" length="32940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 19:02:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PKKMB, UniversitasKepanjen, MahasiswaBaru, Pendidikan, Magang, Pariwisata, Keperawatan, SDM, KabupatenMalang, Global, Kampus, PendidikanTinggi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sekira 700 mahasiswa baru Universitas Kepanjen mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, baik secara offline maupun online. </p>
<p>Dari jumlah itu, sekitar 400 mahasiswa hadir langsung di kampus, yang mayoritas berasal dari Fakultas Kesehatan dan sekitar 70 persen berasal dari Kabupaten Malang. Dibandingkan tahun lalu, jumlah mahasiswa baru meningkat signifikan. </p>
<p>Tahun 2024 tercatat 402 mahasiswa, sementara tahun ini naik hampir 300 orang. Lonjakan ini menunjukkan perkembangan positif Universitas Kepanjen dalam menarik minat calon mahasiswa baru di Kabupaten Malang.</p>
<p>Rektor Universitas Kepanjen, Tri Nurhudi Sasono menjelaskan bahwa program magang menjadi salah satu daya tarik utama bagi mahasiswa. </p>
<p>“Selain bidang keperawatan yang masih banyak diminati, mulai tahun ini kerja sama diperluas ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis, khususnya program studi Pariwisata,” terangnya, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Target pengiriman mahasiswa untuk program magang sebenarnya 100 orang per tahun, namun pada 2024 baru tercapai 25 mahasiswa. </p>
<p>“Kendalanya bukan hanya teknis, tetapi juga mental mahasiswa,” tambah Hudi sapaan karibnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Malang Sanusi yang hadir bersama Dinas Pendidikan beserta jajaran, memberikan harapannya agar mahasiswa Universitas Kepanjen memiliki semangat belajar dan cita-cita global.</p>
<p>“Mahasiswa kita tidak hanya bermanfaat bekerja di dalam negeri, tapi juga harus memiliki jangkauan internasional sehingga SDM kita bisa bersaing di tingkat global,” ujarnya, usai agenda.</p>
<p>Menurut Sanusi, semakin banyak universitas berdiri di Kepanjen akan berdampak positif terhadap iklim pendidikan tinggi di Kabupaten Malang. Terlebih, Universitas Brawijaya direncanakan membangun kampus di Kepanjen pada 2026. </p>
<p>“Semakin banyak mahasiswa datang ke Kepanjen, universitas lain juga akan ikut dikenal,” kata Sanusi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Sumur di Sumawe Terdampak Banjir, BPBD Lakukan Pengurasan Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-sumur-di-sumawe-terdampak-banjir-bpbd-lakukan-pengurasan-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-sumur-di-sumawe-terdampak-banjir-bpbd-lakukan-pengurasan-massal</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan sumur warga di Sumbermanjing Wetan tercemar lumpur akibat banjir. BPBD bersama relawan lakukan pengurasan massal untuk pemulihan air bersih masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a9ec62db3.webp" length="137436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 23:20:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BPBDMalang, banjirMalang, sumurtercemar, pengurasansumur, airbersih, relawan, Sitiarjo, Kedungbanteng, Sumawe, Malangselatan, tanggapdarurat, pemulihanbencana, pedulibencana, SAR, PMI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Banjir yang melanda Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang pada Ahad (20/09/2025) lalu masih menyisakan dampak serius. Tidak hanya merendam permukiman dan lahan pertanian, banjir juga mencemari ratusan sumur milik warga dengan material lumpur.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut ada sekitar 200 sumur terdampak di Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng.</p>
<p>Namun tidak seluruhnya harus dikuras karena sebagian sudah kembali jernih secara alami, sementara ada pula warga yang melakukan pembersihan mandiri.</p>
<p>“Kegiatan pengurasan sumur sudah kita lakukan sejak Senin hingga hari ini, dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, PMI, TNI, Polri, serta relawan. Total sampai Selasa (23/09) sudah 53 sumur yang dibersihkan,” ujar Sadono Irawan, Selasa (23/09/2025).</p>
<p>Selain pembersihan sumur, BPBD juga mendistribusikan bantuan air bersih.</p>
<p>“Tiga hari pertama pasca banjir, kami kirimkan dua tangki dengan tiga rit per hari, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Jadi total 90 ribu liter air bersih sudah tersalurkan,” lanjutnya.</p>
<p>Upaya lain yang dilakukan meliputi pembersihan jalan dan fasilitas umum bersama Dinas PU Bina Marga, pengurasan sumber air, serta penjernihan menggunakan cairan dari Dinas Kesehatan.</p>
<p>Koordinasi rutin dengan pemerintah kecamatan, desa, serta berbagai unsur terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.</p>
<p>Adapun unsur yang terlibat antara lain BPBD, TNI, Polri, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, PLN, PMI, SAR, relawan, hingga masyarakat setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Budaya Anyam di Wajak Malang Digali Kembali, Legislatif Tekankan Inovasi dan Hilirisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/budaya-anyam-di-wajak-malang-digali-kembali-legislatif-tekankan-inovasi-dan-hilirisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/budaya-anyam-di-wajak-malang-digali-kembali-legislatif-tekankan-inovasi-dan-hilirisasi</guid>
<description><![CDATA[ Budaya anyam baik dengan bahan dasar bambu atau mendong di Wajak digali kembali. Tantri Baroroh dan Paguyuban Amartya Bhumi dorong inovasi, hilirisasi, serta nilai ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2ae67dcefa.webp" length="36258" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:20:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Wajak, budaya mendong, anyaman bambu, Tantri Baroroh, Amartya Bhumi, inovasi kreatif, hilirisasi produk, ekonomi kreatif, kearifan loka, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Budaya mendong yang sejak lama melekat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Malang kembali digelorakan melalui kegiatan bersama warga dan pemerintah desa di Kecamatan Wajak. </p>
<p>Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian merespon positif dan terus mendorong untuk terus menggali potensi budaya sekaligus mamajukan kreativitas masyarakat.</p>
<p>Anggota DPRD Kabupaten Malang dari fraksi PDIP, Tantri Baroroh, kala menghadiri agenda paguyuban tersebut menilai bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perubahan zaman. </p>
<p>Menurutnya, mendong yang dahulu akrab dalam kehidupan masyarakat desa kini mulai jarang ditemui karena perkembangan era modern.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2aefd20638.webp" alt=""></p>
<p>“Sejak kecil, di daerah perbatasan selalu ditanami mendong. Namun, semakin ke sini mendong makin jarang ditemui karena perubahan zaman,” ujar Tantri Baroroh, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, agar budaya anyaman baik dari bahan dasar bambu dan mendong tetap relevan, perlu ada sentuhan baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa kini. </p>
<p>Inovasi dan modifikasi dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>“Karena itu, mari kita gali kembali budaya anyaman mendong ini dengan sentuhan modifikasi sesuai era sekarang. Yang abadi itu adalah perubahan, dan kita harus mengikutinya dengan norma yang tepat,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Desa Patani Mendong, lokasi pengrajin bambu dan mendong, juga menekankan pentingnya inovasi pemasaran.</p>
<p>Sementara Ketua Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian, Gunawan, menyebutkan bahwa pengembangan produk kreatif harus disertai hilirisasi agar berdampak pada perekonomian lokal.</p>
<p>“Anyaman mendong ini bukan hanya sekadar budaya, tetapi punya nilai manfaat. Untuk itu perlu terus inovasi, terutama dalam pemasaran, supaya pergerakan ekonomi masyarakat juga berjalan,” terang Gunawan.</p>
<p>Menurutnya, keunikan mendong dan anyaman bambu di Wajak bisa menjadi identitas daerah yang berbeda sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis budaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru SMP se&amp; Kabupaten Malang Adu Wawasan dalam Lomba Cerdas Cermat 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-smp-se-kabupaten-malang-adu-wawasan-dalam-lomba-cerdas-cermat-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-smp-se-kabupaten-malang-adu-wawasan-dalam-lomba-cerdas-cermat-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lomba Cerdas Cermat Guru SMP Kabupaten Malang 2025 menjadi ajang inovasi, kreativitas, dan penguatan karakter pendidik menuju lahirnya generasi unggul Indonesia Emas 2045. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d29df855811.webp" length="27534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 21:40:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>LCCGuruSMP, DinasPendidikanMalang, KabupatenMalang, Pendidikan, GuruInspiratif, IndonesiaEmas2045, InovasiPendidikan, KompetisiGuru, Kepanjen, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Guru Jenjang SMP Tahun 2025 di Aula Panji, Selasa (23/09/2025).</p>
<p>Agenda ini mempertemukan perwakilan guru SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Malang dengan dewan juri dari kalangan pengawas SMP.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi mencari juara, melainkan sarana melahirkan ide, inovasi, dan penguatan karakter guru.</p>
<p>“Dengan tema Cerdas Berkarakter, Cermat Berinovasi, pendidikan tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, melainkan juga penguatan karakter serta penyiapan masa depan anak bangsa,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, guru berperan penting sebagai teladan, motivator, dan pembimbing yang dapat melahirkan generasi unggul.</p>
<p>“Guru bermutu mampu melahirkan orang-orang hebat,” tambahnya.</p>
<p>Suwadji menegaskan bahwa pendidikan harus mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan ketangguhan karakter menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>“Melalui LCC ini diharapkan lahir guru-guru inspiratif yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga berkarakter unggul serta menjadi teladan bagi para siswa di era globalisasi,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Teknis Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Syamsul Arifin, menyatakan bahwa guru merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan pendidikan.</p>
<p>“Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan berinovasi dalam pembelajaran,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, LCC Guru SMP 2025 diharapkan menjadi wahana peningkatan wawasan, kreativitas, dan semangat kompetitif yang sehat bagi para pendidik, sekaligus sarana berbagi praktik baik antar guru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arema FC Tak Berdaya di Kanjuruhan, Persib Bandung Menang Dramatis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arema-fc-tak-berdaya-di-kanjuruhan-persib-bandung-menang-dramatis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arema-fc-tak-berdaya-di-kanjuruhan-persib-bandung-menang-dramatis</guid>
<description><![CDATA[ Dua kekalahan beruntun dialami Arema FC, setelah tumbang dari Dewa United pekan lalu dan kini kalah dramatis lawan Persib. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d14cb3b52f5.webp" length="37144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 21:28:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Arema FC, Persib Bandung, Liga Super 2025, Hasil Arema vs Persib, Klasemen Liga Super, Sepak bola Indonesia, Stadion Kanjuruhan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Arema FC kembali gagal meraih poin setelah ditumbangkan Persib Bandung dengan skor 1-2 pada laga pekan keenam Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Di hadapan 5.400 penonton, hal ini sangat menyakitkan, mengingat kekalahan ini melanjutkan tren negatif Singo Edan yang pekan lalu juga kalah 1-2 dari Dewa United.</p>
<p>Pada laga yang dipimpin wasit Asker Nadjfaliev itu, Arema sejatinya sempat unggul lebih dulu di menit ke-12 melalui sundulan Matheus Blade.</p>
<p>Umpan lambung Paulinho Moccelin berhasil dituntaskan Blade ke tiang dekat dan tak mampu dihentikan Teja Paku Alam.</p>
<p>Unggul cepat membuat Singo Edan tampil percaya diri. Dalberto Luan nyaris menambah keunggulan di menit ke-24, namun sepakannya masih bisa diblok lini pertahanan Persib.</p>
<p>Tak lama berselang, Ramon Tanque hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan yang mengenai mistar gawang Arema. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.</p>
<p>Memasuki babak kedua, Persib Bandung tampil lebih menekan. Hasilnya, pada menit ke-59, berawal dari situasi sepak pojok terjadi kemelut di mulut gawang Arema. Uilliam Barros sukses memanfaatkan bola liar dan menjebol gawang Adi Satryo untuk menyamakan skor 1-1.</p>
<p>Namun, situasi sempat sulit bagi Maung Bandung setelah Frans Putros diganjar kartu merah langsung pada menit ke-63 akibat pelanggaran keras terhadap Paulinho Moccelin. Bermain dengan 10 pemain, Persib tetap mampu menjaga ritme permainan.</p>
<p>Arema yang unggul jumlah pemain berulang kali menekan. Dalberto memperoleh sejumlah peluang emas, tetapi penyelesaiannya masih lemah. Justru Persib yang mampu mencuri gol di masa tambahan waktu. Federico Barba menanduk bola hasil sepak pojok William Marcillio dan memastikan kemenangan dramatis 1-2 untuk Persib.</p>
<p>Hasil ini membuat Persib Bandung naik ke peringkat 4 klasemen sementara dengan 10 poin. Sementara Arema FC tertahan di posisi 8 dengan 8 poin.</p>
<p>Kekalahan dari Persib menjadi yang kedua secara beruntun bagi Arema FC. Pada pekan sebelumnya, Singo Edan juga tumbang dengan skor 1-2 dari Dewa United. Catatan negatif ini menambah tekanan bagi tim asuhan Marcos Vinicius Santos Gonçalves yang mulai kesulitan menjaga konsistensi di Liga Super 2025/2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>4.000 Tiket Terjual untuk Laga Arema FC VS Persib di Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/4000-tiket-terjual-untuk-laga-arema-fc-vs-persib-di-kanjuruhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/4000-tiket-terjual-untuk-laga-arema-fc-vs-persib-di-kanjuruhan</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 4.000 tiket resmi terjual untuk laga Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan. Polres Malang siapkan 1.400 personel untuk pengamanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d1007408250.webp" length="59218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 17:41:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>AremaFC, Persib Bandung, BRI League, StadionKanjuruhan Malang, LagaBigMatch, PenjualanTiket, Polres Malang, Pengamanan Pertandingan, SuporterSepakbola</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Jelang laga BRI Super League 2025/2026 antara Arema FC melawan Persib Bandung, penonton dipastikan bakal memadati Stadion Kanjuruhan. Hingga H-1 pertandingan, lebih dari 4.000 tiket telah resmi terjual, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., menyatakan bahwa seluruh tiket yang terjual tercatat melalui sistem resmi penjualan panitia. Hal ini dilakukan guna memastikan data penonton terverifikasi dengan baik.</p>
<p>“Siapa pun yang membeli tiket sudah terdaftar dengan baik. Sesuai regulasi, tidak ada tim tandang yang datang memakai atribut. Kami pastikan semua penonton yang hadir akan mendapatkan pelayanan pengamanan,” kata Danang, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Untuk menjaga kelancaran laga, Polres Malang bersama aparat gabungan menurunkan lebih dari 1.400 personel keamanan yang disebar di empat ring pengamanan. Mereka terdiri dari unsur Polda Jatim, Brimob, TNI, hingga dukungan Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, dan Damkar Pemkab Malang.</p>
<p>“Pengamanan kami siapkan berlapis. Yang menjadi fokus adalah titik berangkat tim tamu maupun tim kandang hingga kembali. Semua sudah kami petakan dan libatkan personel di titik-titik rawan,” jelas Danang.</p>
<p>Ia menambahkan, hasil rapat koordinasi terakhir dengan seluruh stakeholder menyepakati pola pengamanan dan pembagian tugas agar pertandingan berlangsung aman dan kondusif.</p>
<p>“Pada rapat terakhir bersama stakeholder terkait, semua sepakat menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kami harapkan mari kita sukseskan pengamanan pertandingan ini agar menjadi tontonan dan hiburan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Provokasi Grup WhatsApp Jadi Pemicu Aksi Perusakan Kantor Polisi di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/provokasi-grup-whatsapp-jadi-pemicu-aksi-perusakan-kantor-polisi-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/provokasi-grup-whatsapp-jadi-pemicu-aksi-perusakan-kantor-polisi-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang mengungkap aksi perusakan kantor polisi yang dipicu provokasi grup WhatsApp. Polisi menyita barang bukti dan menetapkan 21 tersangka termasuk anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d0fdf181af3.webp" length="57466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 16:56:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, perusakan kantor polisi, provokasi medsos, kasus kriminal Malang, keamanan Malang, tersangka anak, Satreskrim Malang, konferensi pers polisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Aksi anarkis perusakan kantor polisi di Kabupaten Malang bulan lalu ternyata berawal dari percakapan di sebuah grup WhatsApp. </p>
<p>Ajakan bernada provokatif di dunia maya berujung konvoi puluhan pemuda yang melakukan pelemparan batu hingga merobohkan fasilitas kepolisian.</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S, menyebut para pelaku terprovokasi situasi yang berkembang di media sosial. </p>
<p>“Para pelaku ini terprovokasi situasi di media sosial lalu melakukan konvoi dan perusakan sejumlah fasilitas Polri. Sampai hari ini total ada 21 orang yang sudah kami amankan,” tegasnya, saat konferensi pers, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan, percakapan provokatif itu berisi kalimat ajakan pengrusakan “pos polisi ae” dan “ayo sing bagian kabupaten dipecahi kabeh” (dalam bahasa Jawa Timuran).</p>
<p>Ajakan tersebut memicu kelompok pemuda bergerak dari Kota Malang menuju Kabupaten Malang menggunakan sepeda motor pada dini hari.</p>
<p>Danang menegaskan para tersangka dijerat pasal berlapis, mulai dari KUHP hingga UU ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.</p>
<p>“Penanganan perkara terus kami kawal secara profesional dan transparan. Tidak boleh ada yang main-main dengan keamanan Kabupaten Malang,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, menjelaskan para pelaku melakukan perusakan secara beruntun. </p>
<p>“Sekitar pukul 03.00 WIB mereka merusak pos lalu lintas Kebonagung, kemudian 15 menit berselang merusak kantor Polsek Pakisaji. Setelah itu bergerak lagi merusak pos polisi di Kepanjen,” jelasnya.</p>
<p>Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku saat kejadian, kemudian penangkapan berkembang hingga total 21 tersangka, termasuk enam anak.</p>
<p>Barang bukti berupa motor, ponsel, pakaian hingga batu yang digunakan untuk merusak pos polisi turut disita penyidik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Serah Terima Kunci Massal 100 Unit Rumah Subsidi Cluster Shafire di Lavanna View Residence Singosari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/serah-terima-kunci-massal-100-unit-rumah-subsidi-cluster-shafire-di-lavanna-view-residence-singosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/serah-terima-kunci-massal-100-unit-rumah-subsidi-cluster-shafire-di-lavanna-view-residence-singosari</guid>
<description><![CDATA[ Dengan konsep modern, lokasi yang prospektif, serta dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan, Lavanna View Residence digadang menjadi salah satu ikon hunian terjangkau sekaligus bernilai investasi tinggi di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d0f78ca452d.webp" length="62476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 15:15:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>hunian malang, perumahan singosari, lavanna viewresidence, clustermalang, rumah subsidi, properti investasi, bintang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> PT Bintang Indonesia Masyhur resmi menyerahkan kunci massal 100 unit rumah bersubsidi di <em>Cluster Shafire,</em> <em>Lavanna View Residence</em> Singosari, Kabupaten Malang. Perumahan ini menjadi salah satu kawasan hunian bersubsidi di Malang dengan fasilitas modern yang terus dikembangkan.</p>
<p>Direktur PT Bintang Indonesia Masyhur, Bintang Aribyan, menyebutkan bahwa <em>Cluster Shafire</em> hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau, dengan tipe 27 luas tanah 60 meter persegi.</p>
<p>“Harapan kami para penghuni baru dapat merasakan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan tinggal di lingkungan <em>Lavanna View Residence</em>,” ungkapnya, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, mayoritas penghuni berasal dari Malang, namun tidak sedikit pula yang bekerja di luar kota.</p>
<p>“Banyak dari mereka menjadikan rumah ini sebagai tempat pulang yang penuh arti, karena tetap ingin berakar di Malang,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, PT Bintang Indonesia Masyhur juga tengah melengkapi infrastruktur kawasan.</p>
<p>“Kami masih mengembangkan akses jalan utama, paving, hingga fasilitas umum lain agar lingkungan ini semakin representatif,” ujarnya.</p>
<p>Selain rumah subsidi, pengembang juga menyiapkan hunian non-subsidi untuk segmen berbeda.</p>
<p>“Untuk non-subsidi harga mulai Rp300 juta ke atas, dengan desain lebih modern serta fasilitas tambahan,” terang Bintang.</p>
<p>Adapun harga rumah subsidi tetap mengacu pada regulasi pemerintah sebesar Rp166 juta. Pihaknya bakal terus berupaya mengembangkan permukiman yang aman dan nyaman.</p>
<p>“Kami berkomitmen menghadirkan hunian ramah masyarakat menengah ke bawah, namun tetap berkualitas dan bernilai investasi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Warga Sitiarjo Terdampak Banjir, Pemkab Malang Pastikan Bantuan Langsung Tersalurkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-sitiarjo-terdampak-banjir-pemkab-malang-pastikan-bantuan-langsung-tersalurkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-sitiarjo-terdampak-banjir-pemkab-malang-pastikan-bantuan-langsung-tersalurkan</guid>
<description><![CDATA[ Banjir besar di Sitiarjo Malang rendam ribuan rumah dan lumpuhkan akses utama, namun tidak ada korban jiwa. Bantuan darurat sudah disalurkan pemerintah dan aparat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d000723fbff.webp" length="87272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 20:44:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>banjir malang, banjir sitiarjo, bupati malang, polres malang, bpbd malang, sungai penguluran, bencana alam malang, malang selatan, evakuasi banjir, bantuan banjir, desa tanggap bencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten Malang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Minggu (21/9/2025).</p>
<p>Bupati Malang Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Soekarno turun langsung meninjau dusun-dusun yang terendam sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.</p>
<p>Menurut data BPBD Kabupaten Malang, sedikitnya 830 kepala keluarga atau 2.228 jiwa terdampak luapan Sungai Penguluran yang terjadi Sabtu (20/9/2025) dini hari.</p>
<p>Genangan dengan ketinggian hingga dua meter merendam permukiman di empat dusun, yakni Krajan Wetan, Krajan Tengah, Rowotrate, dan Krajan Kulon. Jalur utama Malang–Sendangbiru juga sempat lumpuh akibat banjir setinggi lebih dari satu meter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d000792c6fe.webp" alt=""></p>
<p>“Warga sudah terbiasa menghadapi banjir karena lokasi ini muara sungai. Hampir tiap tahun terjadi banjir, sehingga mereka sudah memiliki persiapan dan mampu menyelamatkan diri. Pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi kebutuhan dasar,” kata Sanusi saat meninjau Dusun Rowotrate, Ahad (21/9/2025).</p>
<p>Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, perlengkapan keluarga, pakaian ganti, hingga perlengkapan memasak. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Balai Desa Sitiarjo, bergantian oleh Bupati Malang, Kapolres, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, dan Ketua Bhayangkari Cabang Malang.</p>
<p>Sanusi menegaskan, meski banjir di Sitiarjo tergolong bencana tahunan, upaya mitigasi akan terus dilakukan. Edukasi warga sebagai Desa Tanggap Bencana dinilai efektif karena mampu mengurangi risiko. “Masyarakat tidak ingin direlokasi, sehingga mitigasi dan sistem peringatan dini tetap jadi prioritas,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, aparat gabungan bersama relawan sejak dini hari sudah melakukan evakuasi, pembersihan lumpur, serta mendirikan posko dan dapur umum. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir kali ini, meski ribuan warga harus terdampak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir di Sitiarjo Malang akibat Luapan Sungai Penguluran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-di-sitiarjo-malang-akibat-luapan-sungai-penguluran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-di-sitiarjo-malang-akibat-luapan-sungai-penguluran</guid>
<description><![CDATA[ Sedikitnya 2.228 jiwa di Sitiarjo Malang terdampak banjir akibat luapan Sungai Penguluran, permukiman terendam hingga akses jalan lumpuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cfc7773b070.webp" length="75240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 18:19:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>banjir malang, banjir sitiarjo, polres malang, bpbd malang, relawan malang, sungai penguluran, bencana alam malang, malang selatan, evakuasi warga, bantuan banjir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Banjir besar yang melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (20/9/2025) dini hari terjadi akibat luapan air sungai Penguluran. Sebelumnya, terjadi hujan deras yang melanda kawasan tersebut. Sedikitnya 830 kepala keluarga atau 2.228 jiwa terdampak, namun pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa. Namun, akses ke sejumlah dusun seperti Rowotrate dan Gunungtumo sempat sulit ditembus karena genangan mencapai lebih dari setengah meter,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar,  Ahad (21/9/2025).</p>
<p>Banjir dengan ketinggian 1 hingga 2 meter itu merendam permukiman di Dusun Krajan Wetan (250 KK/648 jiwa), Krajan Tengah (240 KK/705 jiwa), Rowotrate (177 KK/464 jiwa), dan Krajan Kulon (163 KK/411 jiwa). Jalur utama Malang hingga Sendangbiru juga sempat lumpuh karena terendam air lebih dari satu meter.</p>
<p>Sejak dini hari, BPBD, TNI, Polri, PMI, dan relawan langsung melakukan evakuasi, mendirikan posko, hingga menyiapkan dapur umum sementara di GKJW Induk Sitiarjo dan GKJW Sumberembak, Gunungtumo. Posko data juga dibuka untuk mendata jumlah korban terdampak dan kebutuhan mendesak.</p>
<p>“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga, menyalurkan bantuan, dan mengantisipasi potensi banjir susulan karena hujan masih cukup tinggi di wilayah selatan,” pungkas Bambang. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bencana Beruntun di Malang Selatan: Ratusan Rumah Terendam, Longsor Timbun Permukiman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bencana-beruntun-di-malang-selatan-ratusan-rumah-terendam-longsor-timbun-permukiman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bencana-beruntun-di-malang-selatan-ratusan-rumah-terendam-longsor-timbun-permukiman</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memicu rangkaian bencana di Malang Selatan. Banjir merendam puluhan rumah di Gedangan–Sitiarjo, disusul tanah longsor yang menerjang Desa Sumbertangkil Tirtoyudo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cf7cb6925a4.webp" length="77424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 14:21:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>banjir malang, longsor malang, bencana malang selatan, bpbd malang, gedangan, sitiarjo, tirtoyudo, bencana alam, banjir jawa timur, longsor jawa timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Tak hanya banjir yang melanda Kecamatan Sumbermanjing Wetan, wilayah Kabupaten Malang lainnya seperti Kecamatan Gedangan juga terdampak banjir. Ditambah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Tirtoyudo setelah hujan deras mengguyur kawasan selatan, Sabtu, 20 September 2025.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat tiga kejadian bencana yang berlangsung hampir bersamaan. Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Sitiarjo, ratusan pemukiman terdampak banjir.</p>
<p>Sementara itu, banjir juga melanda Desa Sidodadi dan Desa Gajahrejo di Kecamatan Gedangan, serta longsor terjadi di Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan banjir di Gedangan dipicu hujan intensitas sedang hingga deras sejak malam hingga dini hari.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68cf7d37bf35c.webp" alt=""></p>
<p>“Banjir menyebabkan sekitar 45 rumah warga tergenang hingga 60 sentimeter. Sedangkan longsor di Tirtoyudo berdampak pada empat rumah dan masih dalam proses assessment,” terangnya, Ahad (21/9/2025).</p>
<p>Laporan BPBD menyebutkan banjir menggenangi rumah warga di Dusun Umbul Rejo, Desa Sidodadi, serta Dusun Bajul Mati, Desa Gajahrejo. Meski air kini berangsur surut, material lumpur dan batang pohon masih menutup sebagian badan jalan.</p>
<p>Di sisi lain, longsor menimpa beberapa RT di Dusun Sumbertangkil. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Muspika, PMI, relawan, serta masyarakat setempat terus melakukan penanganan dan pembersihan.</p>
<p>Sadono menambahkan, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.</p>
<p>“Kami masih terus melakukan asesmen dan ada tim ke III yang turun hari ini, kami juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait, baik untuk kebutuhan darurat maupun penanganan di lapangan,” tegasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Sanusi Resmikan MTG Diiringi Peluncuran Logo Hari Jadi Kabupaten Malang Ke&amp;1265</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-sanusi-resmikan-mtg-diiringi-peluncuran-logo-hari-jadi-kabupaten-malang-ke-1265</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-sanusi-resmikan-mtg-diiringi-peluncuran-logo-hari-jadi-kabupaten-malang-ke-1265</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian MTG Kabupaten Malang disemarakkan atraksi jeep wisata, menegaskan kekayaan destinasi lokal sekaligus semangat baru promosi pariwisata daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ce5ed401456.webp" length="53350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 16:58:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Hari Jadi Malang, Logo Hari Jadi Malang, Malang Tourism Gateway, MTG, Wisata Malang, Jeep Wisata Malang, Pariwisata Malang, Sanusi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kabupaten Malang kini punya pusat promosi wisata baru yang diresmikan bertepatan dengan launching logo Hari Jadi ke-1265, Gedung Informasi Malang Tourism Gateway (MTG) di Pendopo Agung Kabupaten Malang.</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, bersyukur atas terselenggaranya acara yang cukup banyak dihadiri para undangan, termasuk media massa.</p>
<p>“Alhamdulillah, pada momentum yang membahagiakan ini kita diberi kesempatan meresmikan MTG sekaligus launching logo Hari Jadi Kabupaten Malang,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, MTG menjadi pintu gerbang informasi wisata Kabupaten Malang yang digadang-gadang bakal memikat antusiasme wisatawan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ce85962ee89.webp" alt=""></p>
<p>“Harapannya dengan MTG ini, pariwisata kita semakin berkembang dan memberi dampak besar pada pendapatan daerah,” kata Sanusi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Sanusi menyinggung kekayaan wisata Malang Raya yang beragam, mulai dari pantai, pegunungan, wisata budaya hingga buatan.</p>
<p>“Malang dikenal dengan seribu pantai dan seribu spot wisata. Dan di Candi Kidal terdapat relief Garuda yang menjadi dasar filsafat lambang negara kita,” jelas Sanusi.</p>
<p>Sebagai bagian dari promosi, hampir seratus unit jeep juga diberangkatkan untuk menjelajah sejumlah destinasi unggulan. </p>
<p>Rombongan ini diarahkan melihat langsung potensi wisata alam, dan buatan yang tersebar di Kabupaten Malang.</p>
<p>Acara launching logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265 sekaligus peresmian MTG berlangsung meriah dengan kehadiran Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolda Jatim, jajaran Forkopimda, komunitas pariwisata, hingga pelaku industri kreatif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir di Desa Sitiarjo Malang Mulai Surut, Ratusan KK Terdampak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-sitiarjo-mulai-surut-ratusan-kk-terdampak-dan-tim-ii-diterjunkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-sitiarjo-mulai-surut-ratusan-kk-terdampak-dan-tim-ii-diterjunkan</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kabupaten Malang menerjunkan Tim II untuk percepatan penanganan pascabanjir di Sitiarjo dan Kedungbanteng, fokus pada pembersihan rumah, sumur, serta akses jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ce4fa61eba3.webp" length="96438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 15:04:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>banjir malang, banjir sitiarjo, bpbd malang, tim penanggulangan bencana, longsor kedungbanteng, bencana alam jatim, update banjir hari ini, berita malang terbaru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Air banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (20/9/2025) pagi mulai surut. Meski begitu, dampaknya masih dirasakan ratusan kepala keluarga di empat dusun yang sebelumnya tergenang.</p>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, estimasi warga terdampak mencapai 705 jiwa atau 240 KK di Dusun Krajan Tengah, 411 jiwa atau 163 KK di Krajan Kulon, 648 jiwa atau 250 KK di Krajan Wetan, serta 464 jiwa atau 177 KK di Dusun Roworate.</p>
<p>“Air memang sudah surut, tetapi sisa material lumpur masih banyak di pemukiman warga. Saat ini tim kami masih terus melakukan pendataan dan membantu proses pembersihan,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, BPBD memberangkatkan Tim II pada pukul 09.19 WIB untuk mendukung penanganan bencana di Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng.</p>
<p>Selain pembersihan material banjir di rumah warga, tim juga difokuskan menguras sumur yang terendam serta menyingkirkan longsor di akses jalan Desa Kedungbanteng.</p>
<p>“Fokus kami hari ini ada di dua titik. Pertama pembersihan dan pengurasan sumur di Sitiarjo, lalu pembukaan jalan yang tertutup longsor di Kedungbanteng. Semua dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dinas PU hingga relawan,” tambah Sadono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir di Desa Sitiarjo Malang, Warga Diminta Waspada Potensi Susulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-di-desa-sitiarjo-malang-warga-diminta-waspada-potensi-susulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-di-desa-sitiarjo-malang-warga-diminta-waspada-potensi-susulan</guid>
<description><![CDATA[ Desa Sitiarjo diterjang banjir Sabtu dini hari. Tim gabungan BPBD dan PMI turun lakukan pembersihan akses utama serta imbau warga waspada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cdeb24b8535.webp" length="54306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 07:06:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, banjir, Sitiarjo, SumbermanjingWetan, BPBD, PMI, bencana, hidrometeorologi, cuacaekstrem, waspada</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Hujan deras sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari (20/9/2025) memicu banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.</p>
<p>Genangan air memasuki permukiman warga dan akses utama desa, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat setempat.</p>
<p>Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Malang bersama PMI langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pembersihan jalur utama dari material lumpur dan sampah terbawa arus, agar jalur desa bisa segera kembali dilalui.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebutkan tim awal terdiri dari empat personel BPBD dan empat dari PMI.</p>
<p>“Saat ini masih dilakukan pembersihan akses utama,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68cdebb8d7b74.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Sadono, ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 150 sentimeter. Namun, potensi genangan bisa lebih tinggi di titik tertentu.</p>
<p>“Ini masih asumsi tertinggi karena kami belum masuk ke Dusun Rowo. Jika debit air besar, maka ketinggian bisa mencapai 2–3 meter,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, tim terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Cuaca ekstrem yang masih berlanjut membuat pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lain seperti banjir susulan maupun tanah longsor.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, salah satunya dengan mengamankan aset maupun surat berharga di tempat yang lebih aman serta memantau lingkungan sekitar,” tegas Sadono.</p>
<p>Hingga pagi ini, petugas masih berjibaku melakukan pembersihan material banjir di jalan utama desa. Sejumlah titik terpantau penuh dengan lumpur dan tumpukan ranting pohon yang terbawa arus, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk penanganan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muslimat NU Kabupaten Malang Aktif Perkuat Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muslimat-nu-kabupaten-malang-aktif-perkuat-pendidikan-dan-pengentasan-kemiskinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muslimat-nu-kabupaten-malang-aktif-perkuat-pendidikan-dan-pengentasan-kemiskinan</guid>
<description><![CDATA[ Muslimat NU Kabupaten Malang menegaskan diri sebagai kekuatan perempuan yang siap berkontribusi nyata. Dari rapat kerja kali ini lahir semangat baru untuk bergerak lebih aktif, tidak hanya membangun organisasi, tapi juga menjawab tantangan zaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cabb2a8dcdb.webp" length="43876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 22:31:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MuslimatNU, KabupatenMalang, IndonesiaEmas, PerempuanBerdaya, Pendidikan, PengentasanKemiskinan, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Malang didorong semakin aktif dalam memperkuat pendidikan karakter, pengentasan kemiskinan, dan penguatan sumber daya manusia. </p>
<p>Harapan itu disampaikan Bupati Malang Sanusi dalam agenda rapat kerja PC Muslimat NU Kabupaten Malang di Hotel Purnama, Kota Batu, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>“Pemerintah Kabupaten Malang sangat menyadari bahwa sinergi dengan organisasi Muslimat NU menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Sanusi, kiprah Muslimat NU Kabupaten Malang tidak hanya tercermin dari jumlah anggotanya yang besar, tetapi juga dari kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. </p>
<p>"Posisi tersebut membuat muslimat NU berada di garda terdepan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," terangnya.</p>
<p>Rapat kerja ini mengusung tema “Penguatan Peran Jam’iyah Muslimat NU dalam Menyongsong Indonesia Emas” serta dirangkai dengan pengukuhan pengurus PC Muslimat NU se-Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Situs Sentono Watu, Pusaka Sejarah Tersembunyi di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/situs-sentono-watu-pusaka-sejarah-tersembunyi-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/situs-sentono-watu-pusaka-sejarah-tersembunyi-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Situs Sentono Watu di Gedog Kulon Turen menyimpan peninggalan kuno berupa lingga dan watu kodok, jejak peradaban masa Empu Sindok hingga sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68caa42da30a7.webp" length="116922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 20:16:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>warisanbudaya, malang, turen, sentonowatu, sejarahkuno, emputsindok, situskuno, pelestarian, lingga, watukodok</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Wilayah Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Prasasti Turyyan, menyimpan potensi sejarah dan budaya yang kaya meski kini terhimpit pemukiman warga.</p>
<p>Peninggalan berupa Punden Situs Sentono Watu, perwujudan Lingga, hingga batu katak atau watu kodok menjadi penanda jejak peradaban kuno yang menarik perhatian.</p>
<p>Ketua Paguyuban budaya Amartya Bhumi Kepanjian, Gunawan, mengatakan, Situs Sentono Watu kemungkinan besar memiliki makna spiritual.</p>
<p>“Istilah Sentono Watu merujuk pada tempat batu, sedangkan Lingga dan watu kodok erat kaitannya dengan simbol Hindu-Buddha serta doa bagi ketersediaan air untuk pertanian,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68caa4cb4357f.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, kesederhanaan bentuk situs dapat menjadi petunjuk adanya keterkaitan dengan peradaban masa Empu Sindok pada abad ke-10 Masehi, bahkan bisa jadi berasal dari masa sebelumnya.</p>
<p>“Jika benar, situs ini bisa membuka wawasan baru tentang perkembangan budaya dan keagamaan kuno di wilayah Malang,” tukasnya.</p>
<p>Gunawan menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut serta dokumentasi yang akurat agar signifikansi situs semakin jelas.</p>
<p>“Situs seperti ini harus dijaga dan dilestarikan, karena merupakan bagian dari warisan sejarah dan budaya lokal yang berharga,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketahanan Pangan Jadi Bahasan FGD, DPRD Kabupaten Malang Pastikan Aspirasi Terjawab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketahanan-pangan-jadi-bahasan-fgd-dprd-kabupaten-malang-pastikan-aspirasi-terjawab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketahanan-pangan-jadi-bahasan-fgd-dprd-kabupaten-malang-pastikan-aspirasi-terjawab</guid>
<description><![CDATA[ FGD Pemberdayaan Masyarakat Desa di Karangploso bahas ketahanan pangan. DPRD Malang bersama dinas dan BUMDes serap aspirasi petani soal pupuk, infrastruktur, hingga budidaya ternak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68caa0788a84d.webp" length="42294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 19:39:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, DPRD, PDIP, Abdul Qodir, ketahanan pangan, pupuk subsidi, BUMDes, Karangploso, aspirasi petani, infrastruktur, program pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Masyarakat Desa yang digelar di Kecamatan Karangploso, Rabu (17/9/2025). </p>
<p>Forum ini mempertemukan DPRD, perwakilan dinas, serta masyarakat desa untuk membahas berbagai persoalan mendasar, mulai kelangkaan pupuk bersubsidi hingga penguatan infrastruktur.</p>
<p>DPRD Kabupaten Malang memastikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah melalui fungsi anggaran, regulasi, serta pengawasan. Aspirasi petani dan masyarakat desa dijanjikan akan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait agar program pangan berjalan sesuai harapan.</p>
<p>Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir atau akrab disapa Adeng, menegaskan pentingnya sinergi antar-lembaga.</p>
<p>“Kegiatan hari ini terkait dengan sosialisasi program ketahanan pangan. Kita bangun sinergi agar program ketahanan pangan bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masalah apapun,” ujarnya, usai FGD Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Adeng menambahkan, perwakilan dinas yang hadir dalam forum ini bisa langsung menyerap dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat, khususnya mengenai distribusi pupuk, pemberdayaan BUMDes, hingga pembangunan infrastruktur.</p>
<p>“Untuk subsidi tetap melalui dinas. Sedangkan BUMDes berperan menopang kebutuhan dasar masyarakat, misalnya budidaya ternak atau suplai bahan pokok. Jadi intinya, BUMDes men-support program, sementara infrastruktur menjadi kewenangan eksekutif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tujuh Dekade Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Malang Mantapkan Dedikasi untuk Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tujuh-dekade-lalu-lintas-bhayangkara-polres-malang-mantapkan-dedikasi-untuk-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tujuh-dekade-lalu-lintas-bhayangkara-polres-malang-mantapkan-dedikasi-untuk-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 dengan aksi sosial dan kampanye keselamatan berkendara. Momentum tujuh dekade jadi simbol dedikasi polisi untuk rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c80d219d1ff.webp" length="86308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 20:58:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HariLaluLintasBhayangkara70, PolresMalang, AksiSosial, Kepanjen, Malang, PolisiLaluLintas, DedikasiUntukRakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Polres Malang menyongsong peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 yang jatuh pada 22 September 2025 dengan semangat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Momentum tujuh dekade ini menjadi penanda perjalanan panjang kepolisian dalam menjaga keselamatan di jalan raya.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin, menegaskan bahwa peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat dedikasi polisi lalu lintas bagi warga Kabupaten Malang. Senin (15/9/2025).</p>
<p>Pihaknya menggelar aksi sosial dengan menyalurkan 125 paket sembako kepada tukang becak, pemulung, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang membutuhkan di Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>“Hari Lalu Lintas Bhayangkara ini kami rayakan dengan turun langsung membantu warga. Kami berharap kepedulian ini dapat meringankan beban sekaligus mendekatkan polisi lalu lintas dengan masyarakat,” ujarnya, Senin (15/9/2025).</p>
<p>Selain aksi sosial, momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara juga dijadikan sarana kampanye keselamatan berkendara. Menurut AKP Alif, kesadaran tertib lalu lintas tidak mungkin terwujud tanpa partisipasi masyarakat.</p>
<p>“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh peran aktif masyarakat agar jalanan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lebih 40 Tahun, Mie Bihun Kijang Tumpang Malang Masih Bertahan di Era Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lebih-40-tahun-mie-bihun-kijang-tumpang-malang-masih-bertahan-di-era-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lebih-40-tahun-mie-bihun-kijang-tumpang-malang-masih-bertahan-di-era-modern</guid>
<description><![CDATA[ Mie Bihun Kijang di Tumpang, Malang, sudah lebih 40 tahun bertahan. Proses produksi masih tradisional dan menjadi sumber penghidupan banyak keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c80a5a2e916.webp" length="75710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 20:47:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>bihun Kijang, Tumpang Malang, cara tradisional, usaha legendaris, kisah humanis, lapangan kerja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Berdiri lebih dari 40 tahun lalu, industri mie bihun Kijang di Jalan Raya Slamet Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tetap setia memproduksi bihun dengan cara tradisional. </p>
<p>Mulai dari pencucian bahan baku, pengolahan adonan, hingga proses pengeringan, semuanya masih mengandalkan tenaga manusia dengan sedikit bantuan mesin modern.</p>
<p>Pemiliknya, Taufik, yang kini berusia lebih dari 70 tahun, mengaku berat hati bila suatu saat harus melepas usaha yang telah ia bangun sejak muda. Apalagi setelah istrinya meninggal dunia, ia merasa semakin sulit untuk terus mengelola usaha sendirian.</p>
<p>“Kalau saya pribadi sebenarnya ingin tetap mempertahankan. Tapi umur saya sudah tua, tenaga tidak seperti dulu. Harapan saya ada yang meneruskan, bukan hanya sekadar membeli,” ujarnya, Senin (15/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c80a67a9abe.webp" alt=""></p>
<p>Selama puluhan tahun, usaha mie bihun Kijang telah membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan karyawan. Taufik merasa bahagia karena keberadaan usahanya tidak hanya bertahan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>“Dari dulu yang saya pegang adalah jangan hanya mencari untung, tapi juga memberi manfaat. Saya senang karena usaha ini bisa membantu banyak keluarga,” tuturnya.</p>
<p>Di akhir perbincangan, Taufik menitip pesan penuh makna, seolah menjadi nasihat dari seorang ayah.</p>
<p>“Kalau punya usaha, sehebat apapun kita, jangan lupa sayangi keluarga. Mereka yang paling dekat dan paling menguatkan,” ucapnya haru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>