default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Ganti Rugi Dampak Bendungan Semantok Murah, Ratusan Warga Nganjuk Menggugat

Ganti Rugi Dampak Bendungan Semantok Murah, Ratusan Warga Nganjuk Menggugat
Peristiwa Daerah
Warga terdampak pembagunan Bendungan Semantok dan ATR/BPN Nganjuk sedang melakukan musyawarah

NGANJUK, - Ratusan warga terdampak pembangunan mega proyek Bendungan Semantok yakni Dusun Kedungnoyo, Desa Tritik dan Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur,  dimana mereka adalah warga yang terdampak pembangunan mega proyek sepakat menolak hasil daripada appraisal. 

Tidak hanya menolak, didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU) warga terdampak akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk.

Namun sayang, bak sudah jatuh tertimpa tangga, bagaimana tidak apa yang yang diharapkan warga terdampak untuk menuntut harga yang sesuai ke pengadilan, warga diharuskan membayar biaya panjar sekitar Rp 1 juta per orang. 

Kuasa hukum warga terdampak dari LBH NU, M Nasikhul Khoiri melalui timmya Gemmy Bagus mengantakan ada ratusan warga terdampak pembangunan Bendungan Semantok menolak hasil appresial, lantaran harga dinilai sangatlah jauh dari cocok.

"Benar warga merasa keberatan nilai ganti rugi tidak sesuai mas, makanya akan melakukan gugatan," terangnya. Senin (13/7/2020) malam.

Didalam perjalanan untuk melakukan gugatan, timbul problem baru yakni warga terdampak untuk melakukan gugatan, diharuskan membayar biaya panjar kepengadilan sekitar Rp 1,2 juta sendiri-sendiri tidka boleh dikolektifkan.

"Untuk anggaran prodeo tidak ada sehingga masyarakat terdampak, yang miskin tetap harus membayar biaya panjar ke pengadilan tidak boleh secara kolektifkan," ungkap Gemmy.

Walau demikian, ditegaskan Gemmy akan terus memperjuangkan hak dari warga terdampak, dikarenakan banyak faktor kerugian terhadap warga terdampak dan nantinya pasti akan kehilangan kampung halamannya, dimana kebiasaan sehari-hari pasti akan berubah. 

Berawal dari situ takutnya warga akan mengalami gangguan trauma paska stres atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang lebih ditakutkan menyakut psikologis anak-anak.

"Kalau dirasa ada kata sepakat, pastinya warga akan mau dan pindah. Karena dinilai tidak cocok warga akan melakukan upaya hukum untuk meminta keadilan. Untuk pindah rumah perlu biaya banyak belum lagi soal kebiasaan tentunya warga akan melakukan adaptasi lagi. Kalau tidak siap, takutnya akan timbul stres bagi warga apakah itu sudah dipikirkan," pungkasnya.

Sementara, Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nganjuk, Edison Lumbu Batu menerangkan dalam musyawarah kala itu, kalau warga yang sepakat lebih sedikit dibandingkan warga yang tidak sepakat.

"Iya, dari sekian (ratusan, red) bidang memang hanya belasan yang setuju itupun dari dua desa," terangnya pada sejumlah wartawan kala itu.

Sebelumnya diketahui, mega proyek Bendungan Semantok menelan anggaran sekitar 1,7 Triliun, nantinya bendungan tersebut akan mempunyai daya tampung air sekitar 32 juta meter kubik. Dimana akan bisa mengaliri lahan pertanian dengan luas 1.554 hektare belum lagi bisa menghasilkan 1, 01 megawatt.


Kontributor : Sudarmanto
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar