default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Ditengah Pandemi Covid 19, Perayaan Yadnya Kasada Tahun Ini Tertutup 

Ditengah Pandemi Covid 19, Perayaan Yadnya Kasada Tahun Ini Tertutup 
Peristiwa Daerah
Check point pemeriksaan di Desa Sapikerep, Ngadas, Ngadisari dan pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

PAROBOLINGGO, Perayaan Yadnya Kasada tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini masyarakat Tengger akan merayakan pada 6-7 Juli di kawasan Wisata Gunung Bromo dengan tertutup bagi wisatawan luar maupun lokal dan hanya warga Tengger yang mengikuti perayaan Yadnya Kasada.

Untuk memastikan Kawasan Bromo benar-benar steril dari pengunjung luar, sedikitnya 4 (empat) check point pemeriksaan telah disiagakan pada beberapa ruas jalan diantaranya Desa Sapikerep, Ngadas, Ngadisari dan pintu masuk TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Check point ini juga sebagai pengawasan penerapan disiplin protokol kesehatan masyarakat Tengger.

Tokoh adat masyarakat Tengger Supoyo mengatakan penerapan ini memang telah menjadi komitmen bagi masyarakat Tengger dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, penerapan serupa juga diberlakukan di wilayah Pasuruan, Malang dan Lumajang yang juga mengikuti upacara adat Yadnya Kasada.

Agar tidak kecolongan, pihaknya juga telah menyiapkan tiga ribu masker pada empat check point serta di Pura Luhur Poten Lautan Pasir kawah Gunung Bromo. Masker ini kemudian untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker atau maskernya sudah tidak layak pakai.

“Hal ini merupakan salah satu ikhtiar bersama agar masyarakat Tengger mampu untuk segera beradaptasi dengan adanya pandemi virus Corona ini. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ritual Yadnya Kasada kali ini tidak terbuka bagi wisatawan. Semoga pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan khidmat,” ungkapnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat Tengger terhadap protokol kesehatan.

Yulius mengatakan meskipun dalam suasana suka cita perayaan Yadnya Kasada, penerapan disiplin protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat Tengger. Bahkan satu sama lain juga nampak saling mengingatkan manakala ada yang tidak memakai masker atau tidak tepat penggunaannya.

“Tingkat kesadaran penggunaan masker merupakan salah satu indikator bahwa protokol kesehatan disini benar-benar terlaksana dengan baik. Semoga hal baik ini juga diikuti oleh masyarakat lainnya agar Kabupaten Probolinggo benar-benar tangguh COVID-19,” tandasnya.


Kontributor : Redaksi
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar