default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kemenag Mojokerto Siap Layani Pengembalian Uang Pelunasan Biaya Perjalanan Jamaah Haji

Kemenag Mojokerto Siap Layani Pengembalian Uang Pelunasan Biaya Perjalanan Jamaah Haji
Peristiwa Daerah
Mukti Ali, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Mojokerto saat memberikan keterangan.

MOJOKERTO,- Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto siap melayani pengembalian uang pelunasan biaya perjalanan calon jamaah haji (CJH) yang tidak jadi berangkat tahun 2020 ini karena pandemi virus corona (Covid-19).

Mukti Ali, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Mojokerto mengatakan, jika ada jamaah yang menginginkan uangnya diambil untuk sementara ini akan dilayani. Prinsipnya pemerintah mengelola uang pelunasan jamaah yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji Indonesia (BPKHI) dan nilai manfaatnya dikembalikan lagi kepada jamaah sebelum keberangkatan. 

"Barangkali biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun depan ada kenaikan bisa di support dari nilai manfaat tersebut. Tapi pemerintah juga membuka ruang bagi jamaah haji yang menginginkan uang tersebut untuk ditarik sementara," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2020).

Mukti menerangkan, jika tahun depan ketika Keputusan Presiden tentang penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji sudah terbit, jamaah bisa melakukan pelunasan kembali.

Kemudian, pihaknya akan melakukan bimbingan manasik untuk kuota jamaah di tahun 2020 ini baik yang sudah melunasi maupun yang belum melunasi.

"Bimbingan manasik ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Oktober 2019 sebelum pandemi sampai bulan Maret 2020. Itu sudah kami lakukan melalui KUA setempat. Itu namanya manasik mandiri yang di support dari anggaran secara swadaya bukan dari Dipa. Jadi kepala KUA menyiapkan tempat dan narasumber. Jamaah tinggal datang dan mengikuti presentasi dari narasumber yang difasilitasi oleh KUA," urainya.

Selanjutnya, selama pandemi ini kemenag akan meneruskan bimbingan manasik secara daring atau online.

"Kami sudah punya kontak person koordinator jamaah tiap kecamatan. 18 kecamatan sudah ada, kami juga mulai menjadwalkan bimbingan manasik secara online itu, akan kita sepakati dengan koordinator jamaah apakah tiap bulan sekali atau dua kali," katanya.

Dia menambahkan, semakin lamanya mereka belajar ilmu manasik, diharapkan bisa mandiri menjalankan ibadah hajinya dan tidak ada ketergantungan kepada yayasan dan perorangan.

"Sehingga Ketika jamaah terpisah dari rombongan misalnya, secara mandiri dia bisa melakukan tahapan-tahapan ibadah haji. Bimbingan satu tahun ini saya kira sudah cukup untuk mengantarkan mereka. Mulai bulan depan sampai musim haji tahun 2021 harapannya bisa lancar. Bukan hanya jamaah haji 2021 saja, bisa juga jamaah haji 2022 bisa bergabung secara daring," pungkas Mukti.


Kontributor : Andy Yuwono
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar