default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Oknum Mark Up Pupuk Subsidi di Bondowoso, KP3: Tak Mungkin Ditoleransi

Oknum Mark Up Pupuk Subsidi di Bondowoso, KP3: Tak Mungkin Ditoleransi
Birokrasi
Sekda Syaifullah, saat memberikan keterangan, Kamis (9/4/2020).

BONDOWOSO- Syaifullah, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Bondowoso tidak akan membiarkan oknum distributor maupun kios penyalur yang mempermainkan harga pupuk bersubsidi diatas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Hal ini disampaikan ketua KP3 usai rapat bersama anggota tim KP3, dari TNI-Polri, Asisten II Pemkab, Kabag Ekonomi, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Kabag Hukum, pada Kamis (9/4/2020). 

Dia mengatakan akan menindak tegas para pelaku yang dengan sengaja melakukan mark up harga.

Sementara, kata Sekda, yang masuk dalam tanganan kepolisian saat ini sudah ada oknum distributor dan penyalur yang ditengarai melakukan mark up. "Akan tetapi kebanyakan dari distributor," ujarnya.

Sekda mengatakan, mereka yang melakukan kesalahan itu bukan penyalur yang masih baru, akan tetapi memang sudah lama.

"Berarti memang sengaja bermain (mark up), kalau masih baru satu minggu mungkin karena tidak mengerti maka bisa diberlakukan hukum supply and demand (penawaran dan permintaan)," katanya.

"Itu kalau masih satu minggu, jika distributor penyalur pupuk sudah lama 'tidak mungkin ditoleransi', saya serahkan pada pihak berwajib," sambungnya.

Ia telah membuat surat tegas terhadap kios pengecer dan distributor agar mentaati terhadap aturan HET.

"Yang jelas hari ini kita keluarkan surat kepada mereka untuk tidak melakukan Mark Up harga," jelasnya.

Menurutnya, para distributor dan penyalur jangan sampai memanfaatkan situasi pandemi Covid-19, sebagai alasan untuk mempermainkan harga pupuk.

"Sesuai petunjuk bupati (KH Salwa Arifin), bahwa di situasi yang seperti ini seharusnya meringankan beban masyarakat, jangan sampai kita membuat kebijakan yang justru menjadikan beban kepada masyarakat," tandasnya.


Kontributor : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar