default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Antisipasi Virus Corona, Empat Mahasiswa Bondowoso Sepulang dari China Diperiksa di RSUD Koesnadi

Antisipasi Virus Corona, Empat Mahasiswa Bondowoso Sepulang dari China Diperiksa di RSUD Koesnadi
Peristiwa Daerah
Tim petugas kesehatan saat memeriksa empat mahasiswa di ruang UGD RS Koesnadi Bondowoso.

BONDOWOSO - Terdapat tujuh mahasiswa asal Bondowoso, Jawa Timur, yang sedang menuntut ilmu di China. Enam di antaranya sudah pulang ke kampung halaman, lantaran melakukan penerbangan mandiri dan terpisah dari rombongan WNI yang dievakuasi oleh pemerintah. Satu lagi masih menetap disana.

Namun, saat ini masih ada empat orang yang sedang dalam tahap pemeriksaan di Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Koesnadi Bondowoso. Mereka diperiksa di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk di cek kesehatanya apakah terdapat gejala Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona atau tidak.

"Hari ini mereka diperiksa di RSUD Koesnadi Bondowoso terkait darah lengkapnya dan dan tindakan menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam tubuhnya atau ronsen. Karena penyakit ini yang diserang adalah paru-paru," papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, yang diwakili oleh, Pasidi Sidiq, Kepala Bidang Pencegaha dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jumat (14/2/2020).

Masing-masing mahasiswa yang diperiksa itu, yakni berinisial ARB, pria 20 tahun, asal Cermee. Perjalan dari Xiamen China. Kemudian AM, pria 22 tahun, asal Cermee. Perjalan dari Xiamen China. AMZ, perempuan 21, asal Sumber Wringin, kepulangan dari Nanjing China. Satu lagi pria dari Cermee berbarengan dengan dua orang yang juga berasal dari wilayah yang sama.

"Rata-rata statusnya mahasiswa semua dan tinggal di China sudah selama dua tahun. Informasi yang kita dapet jarak dari Kota Wuhan, China sejauh 200 kilo meter dari tempat tinggal mereka. Jadi, Pemeriksaan ini sudah ada yang tujuh hari ada yang sudah empat hari. Karena kepulangan mereka tidak berbarengan," imbuhnya.

Pihaknya mengaku kepulangan mahasiswa dari China ini tidak langsung diketahui oleh pihak Dinkes. Akan tetapi ada laporan dari pihak bidan dan perawat yang ada di desa untuk melaporkan jika ada warga yang kepulangan dari China.

"Kita tahu dari petugas perawat yang ada di desa, karena sebelumnya memang kita kumpulkan baik bidan dan perawat yang didesa untuk mensurvei dan mensensus apakah ada warga yang kepulangan dari China. Karena memang dalam istilah di kesehatan itu ada tenaga yang namanya surveilans. Jadi ketemulah 7 mahasiswa ini," ucapnya.

Namun untuk 2 mahasiswa yang belum diperiksa ini akan terus dipantau oleh Dinkes. Karena pihaknya sudah mendatangi mahasiswa ini yang masih dalam tahapan orang dalam resiko (ODR). Namun yang didatangi masih ada kegiatan di luar kota. Satunya lagi masih pulang ke keluarganya yang ada di Malang.

"Para mahasiswa ini terus kita pantau. Jika yang dari luar kota ini umpamanya besok datang hari Senin kita periksa ke RSUD Koesnadi. Tapi tetap semuanya kita monitoring dan evaluasi (monev). Jadi kita kunjungi kerumahnya termasuk keluarganya yang secara langsung berkontak dengan mahasiswa yang sedang dalam tahap ODR ini juga diperiksa," jelasnya.

Pada masa inkubasi ini mereka dilarang untuk kontak langsung dengan warga sekitar. Karena kepulangan mereka dengan cara mandiri. Jadi, dirumahnya masih terus dipantau oleh petugas kesehatan dari puskesmas setempat. Tiap hari diperiksa, diukur tensinya apakah ada gejala atau tidak.

Dia mengatakan, bahwa sebenarnya dibandara juga sudah di periksa ketat tentang kesehatannya. Namun tidak sampai sedetail mungkin seperti di uji laboratorium dan lain sebagainya. Dan hari ini kita lengkapi dengan pemeriksaan khusus.

"Semoga aja hasilnya yang baik. Tiga anak ini sudah diperiksa alhamdulilah negatif dan satu yang belum selesai. Kalau melihat tanda-tandanya sehat semua. Kita tunggu selama dua minggu. Ini sudah tujuh hari tinggal menunggu tujuh hari lagi. Karena proses dari monev ini berlangsung selama 14 hari.

Saat ini tinggal satu mahasiswa yang masih menetap di China. Pihak Dinkes terus berkomunikasi dengan mahasiswa tersebut mencari kebenaran apakah juga menyusul yang lainnya atau tidak. Setelah pihaknya vidio call (VC) dengan mahasiswa ini ternyata benar masih ada di China. 

"Memang betul masih tinggal satu mahasiswa yang menetap di sana. Ini kita tahu setelah pihak kami melakukan VC dengan mahasiswa tersebut, ternyata betul masih ada di China. Sebab yang 6 mahasiswa lainnya sudah pulang," pungkasnya.


Kontributor : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar