default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tumbuhkan Literasi di Era Milenial, Jurnalis Center Pamekasan Luncurkan Program Goes to School

Tumbuhkan Literasi di Era Milenial, Jurnalis Center Pamekasan Luncurkan Program Goes to School
Edukasi
Saat foto bersama tim Jurnalis Center Pamekasan bersama siswa SMA 2 Pamekasan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Antusiasme Jurnalis Center Pamekasan (JCP) terhadap pengembangan literasi di Kabupaten Pamekasan merupakan suatu hal yang luar biasa dalam mengambil peran sebagai komunitas untuk meningkatkan budaya literasi.

Selain itu, JCP juga menggagas konsep mewujudkan kecerdasan multi dimensional yang berkarakter di era milenial ini.

Menyambut hal itu, strategi yang sedang digalakan Jurnalis Center Pamekasan ialah dengan menggelar Goes to School Safari Jurnalistik dan Kepenulisan di SMAN 2 Pamekasan, Jumaat (7/2/2020).

Gerakan litarasi bertemakan 'Menumbuhkan Literasi Pemuda Menuju Pamekasan Hebat' ini senantiasa menumbuhkan minat baca generasi milenial yang digalakan secara terus menerus, sebulan dua kali. Sasarannya, Sekolah, Kampus dan Pesantren.

Ketua Jurnalis Center Pamekasan Mulyadi Izhaq mengatakan, literasi sangat penting untuk menambah wawasan, melatih diri untuk berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan mengurangi hoax.

"Kami menyasar kalangan milenial karena mereka merupakan ujung tombak literasi dan penguatan karakter siswa dalam bersosial media," kata Alumni IAIN Madura itu.

Gerakan Goes to School yang dipandu langsung Kuswanto Ferdian, kata dia, menyasar sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Pamekasan. Baik di lingkungan kota maupun di pelosok desa.

Baginya, literasi tulis juga sangat penting. Untuk generasi millennials dan gen-z punya minat tulis lebih baik, tulislah sesuatu yang dekat dengan kita. Semisal menulis kegiatan sehari-hari dan tentang hal yang berada dilingkungannya.

"Apa yang kita pikirkan dan rasakan tuangkan dalam tulisan status dua atau tiga kalimat yang mengandung energi positif untuk memberi inspirasi," ujar pemuda yang sedang menempuh pendidikan magister di Surabaya ini.

Mulyadi menekankan, agar siswa untuk mengembangkan critical thinking. Ia menghimbau untuk terus melatih berpikir kritis bukan pragmatis. Dengan membaca dan menulis, kita bisa lebih kritis dalam memahami informasi.

"Dengan literasi baca, siswa bisa memilih dan memilah mana informasi yang harus di percaya atau tidak. Sebab kasus yang terjadi dalam hoax saat seseorang tidak dengan teliti dan memahami informasi dalam berita," paparnya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Pamekasan Djoko Adi Susanto sangat mengapresiasi gerakan Jurnalis Center Pamekasan karena begitu peduli terhadap literasi dan pendidikan, serta dapat memotivasi anak didiknya.

"Melalui gerakan ini, diharapkan semua elemen masyarakat tersebut bersatu, bergerak, dan membentuk sebuah ekosistem untuk memajukan budaya literasi di Indonesia," ucap Djoko.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar