default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Diduga Berbau Politik, SMPN 1 Gumukmas Jember Tolak Pengumpulan GTT dan PTT

Diduga Berbau Politik, SMPN 1 Gumukmas Jember Tolak Pengumpulan GTT dan PTT
Peristiwa Daerah
Selamet Riyadi, Wakasek SMPN I Gumukmas Saat Dikonfirmasi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Wakil Kepala SMP Negeri 1 Gumukmas, Selamet Riyadi membenarkan bahwa telah menolak sekolahnya dijadikan tempat pertemuan untuk menggalang dukungan pencalonan Faida - Dwi Arya Nugraha Oktavianto alias Vian.

"Karena lembaga pendidikan bukan tempatnya untuk berpolitik. Kami tidak pernah dimintai ijin, dan tidak akan pernah mengijinkan," tegasnya saat memberi pernyataan beberapa wartawan di ruangannya pada Selasa, 28 Januari 2020.

Sikap tersebut itu sebagai respon rencana oknum guru setempat bernama Subhan yang telah mengundang para guru tidak tetap (GTT) se-Kecamatan Gumukmas untuk berkumpul di sekolah tersebut pada Senin, 27 Januari 2020.

Menurut Selamet, undangan itu dikirim oleh Subhan via group WhatsApp dan juga ke nomor seluler pribadi ratusan GTT. 

Tujuannya jelas, yakni pengisian form dukungan pencalonan pasangan Faida-Vian yang hendak maju lewat jalur perseorangan.

Faida masih menjabat sebagai Bupati Jember. Sedangkan, Vian Direktur Utama CV Sjam, pemilik asphalt mixing plant (mesin pengolah aspal) yang berada di Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Selamet langsung memanggil Subhan, karena bertindak keliru. "Kami mendisiplinkan yang bersangkutan," bebernya.

Di SMPN 1 Gumukmas, Subhan mengajar mata pelajaran Agama Islam dengan status GTT yang baru saja lulus seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Subhan telah diberi peringatan keras oleh pihak sekolah melalui surat resmi. "Dia sudah meminta maaf telah berbuat salah. Tapi, gara-gara Subhan, kami semua gelisah menyangkut nama baik sekolah," keluh Selamet.

Selamet menyebut, Subhan tidak sendirian dalam kegiatan politiknya. Ada rekannya Subhan bernama Heru, oknum guru kesenian dari SMPN 2 Gumukmas.

"Setelah kami tidak mengijinkan di sekolah, rencananya malah diubah tempatnya dirumah Heru. Kabarnya begitu. Entah kenapa akhirnya batal juga acara di rumah Heru," ungkapnya.

Subhan, tidak berada di sekolahnya. Bahkan nomor teleponnya dalam kondisi tidak aktif.

Sedangkan, Heru saat dikonfirmasi via telepon menyampaikan keterangan yang berbeda dengan yang diutarakan pihak SMPN 1 Gumukmas.

Dia membantah turut bersama Subhan akan menggalang dukungan untuk Faida-Vian. Bahkan, Heru juga menuding kegiatan di SMPN 1 Gumukmas itu inisiatif Subhan.

"Setahu saya acara sosialisasi saja untuk mengetahui regulasi pemerintah tentang pendidikan dan kepegawaian," sergahnya.

Heru menantang siapapun yang bisa membuktikan bahwa dia terlibat aktivitas politik. 

"Silakan kalau ada screenshoot dari WA saya mengundang ke orang-orang atau group," ucapnya lantang.

Namun, ternyata Heru tidak berani berkata lagi setelah salah satu insan Jurnalis mengirimkan screenshoot nomor teleponnya digunakan mengirim pesan undangan ke salah satu group GTT.

Bahkan, saat dimintai klarifikasi dia mengabaikan pesan pertanyaan konfirmasi yang dikirim kepadanya hingga saat ini.


Kontributor : Ema Wasta
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar