default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kabar Gembira ! Desa Watudakon Layak Ada Simpang Susun Tol Jombang - Mojokerto

Kabar Gembira ! Desa Watudakon Layak Ada Simpang Susun Tol Jombang - Mojokerto
Peristiwa Daerah
Jalan Tol Jombang Mojokerto km 697 Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JOMBANG, - Rencana penambahan gerbang keluar masuk tol Jombang - Mojokerto di KM 697 Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Telah dilakukan survei dan hasilnya memenuhi persyaratan.

Januar, Kepala Departemen Layanan Operasi Jalan Tol PT Astra Infra Solution Tol Jombang - Mojokerto mengatakan bahwa secara design kriteria, dimana jarak antar simpang susun (akses keluar masuk jalan tol) untuk jalan tol luar kota minimal 5 km.

"Lokasi Desa Watudakon memenuhi persyaratan, karena simpang susun (akses keluar masuk jalan tol) Jombang berada di km 686 dan Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben di km 697, memenuhi kriteria," terangnya. Rabu (29/1/2020). 

Dalam hal ini, Januar mengungkapkan bahwa PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) saat ini berganti menjadi PT Astra Infra Solution Tol Jombang - Mojokerto, sudah pernah membahas dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, perihal usulan akan ditambahkan akses keluar masuk tol di daerah Kecamatan Kesamben.

"Sudah mas, hanya saja perlu ditindaklanjuti dengan rencana detail bareng, antara Pemkab Jombang dan BPJT," ungkapnya.

Selain itu, Januar menambahkan bahwa untuk menunjang perekonomian  masyarakat. Seharusnya bukan hanya Watudakon saja yang ada akses keluar masuk jalan tol, tapi daerah - daerah yang  menurut Pemkab perlu pengembangan.

"Memang seyogyanya ada akses tol, secara pribadi saya mendukung banget mas, ini merupakan sinergitas pengembangan wilayah yang sangat menguntungkan baik dari sisi pengembangan wilayah maupun lalu lintas barang dan jasa," tambahnya.

Alasan mengenai tambahan akan dibangunnya akses pintu masuk tol, ditegaskan Januar, tentunya bisa menambah kendaraan yang melewati jalan tol juga bisa memangkas jarak tempuh.

"Sepanjang tahun 2019 lalu lintas perhari rata- rata tol Jombang Mojokerto sekitar 27 ribu kendaraan. Kalo pertumbuhan lalin normal maka peningkatan sekitar 5 persen tiap tahunnya. Namun kalo ada bukaan baru  simpang susun, maka diharapkan bisa mencapai 20 persen pengguna jalan tol," tandasnya.


Kontributor : Hariyanto
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar