default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Sempat Kecoh Polisi, Sandiwara Perkosaan Nenek asal Umbulsari Jember Terbongkar

Sempat Kecoh Polisi, Sandiwara Perkosaan Nenek asal Umbulsari Jember Terbongkar
Peristiwa Daerah
Nenek Sumintuk (tengah) saat diumumkan sebagai tersangka oleh Polres Jember
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Kepolisian Resor Jember menggelar keterangan pers untuk menyematkan status tersangka kepada nenek Sumintuk (60), warga Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Jum'at (10/1/2020).

Perempuan itu dijerat perkara tindak pidana keterangan palsu, karena berbohong dalam membuat laporan ke kepolisian.

Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, Sumintuk merekayasa peristiwa penganiayaan dan percobaan perkosaan pada Rabu, tanggal 4 Desember 2019 silam.

Bahkan, Alfian sendiri awalnya terkecoh dengan sandiwara itu hingga merasa iba mengunjungi dan menanggung biaya medis nenek Sumintuk di RSD dr. Soebandi, Jum'at tanggal 6 Desember 2019 lalu.

Bercak aliran darah di sprei, tubuh, dan baju yang menjadi petunjuk awal terungkapnya skenario kebohongan nenek Sumintuk.

"Apabila posisi pemerkosaan tertidur, tentunya aliran darah dari leher yang teriris mengalir ke bagian belakang. Sementara, darah justru jatuh kebawah. Artinya, (korban) dalam posisi duduk," urai Alfian.

Bukti bercak darah itu dinilai tidak korelatif dengan keterangan kronologis kejadian yang disampaikan Sumintuk.

Upaya penyidik mengkonfrontasi kejanggalan antara kondisi tempat kejadian perkara dengan keterangan membuahkan hasil.

Sumintuk akhirnya mengakui telah mengarang cerita seolah dianaiya dan coba diperkosa. 

Bahkan, lanjut Alfian sayatan dileher Sumintuk, juga rekayasa si nenek yang nekat melukai dirinya sendiri.

Hasil visum tidak ada kekerasan di alat vital Sumintuk juga jadi bukti penyidik terkait sandiwara kasus tersebut.

"Motifnya ingin menghindar dari tagihan hutang yang melilit tersangka senilai Rp10 juta," bebernya.

Kepada wartawan, Sumintuk mengaku tidak mampu membayar hutang sebesar itu karena sudah lama hidup sendirian.

Ia terpaksa meminjam uang ke tetangganya untuk kebutuhan sehari-hari sampai menumpuk. 

"Untuk makan. Hutangku ada yang Rp4 juta, Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta. Kira-kira segitu. Saya minta maaf sudah bohong ke polisi. Saya menyesal," ucapnya lirih.

Kepada Sumintuk, penyidik kepolisian memberlakukan Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.


Kontributor : Sutrisno
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar