default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Jalan Mundur Menuju Istana Negara, Medi: Sebagai Bentuk Syukur Atas Kepemimpinan Presiden Joko Widodo

Jalan Mundur Menuju Istana Negara, Medi: Sebagai Bentuk Syukur Atas Kepemimpinan Presiden Joko Widodo
Edukasi
Medi saat dijumpai di jalan raya Dekat Kota Kediri, jumat (19/7/2019) pagi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TULUNGAGUNG,- Pria asal Tulungagung nekad melakukan aksi jalan mundur dari kota asal ke Jakarta. Aksi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan.

Pria ini diketahui bernama Medi Bastomi (43) warga desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Medi memulai start awal jalan mundur dari depan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Dalam aksinya ini Medi berjalan mundur sambil membawa tas ransel berisi perbekalan serta dilengkapi satu unit rangkaian kaca spion untuk memandu perjalanannya. 

Ditanya maksud dan tujuannya jalan mundur pria ini menuturkan jika maksudnya mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah masa lalu dan sebagai bentuk syukur atas kepemimpinan presiden Jokowi.

“Jalan mundur bisa diartikan mengajak masyarakat untuk menengok ke belakang sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” terang Medi di Pendapa Tulungagung, Kamis (18/7/2019). 

“Bukan sekali ini saha saya lakukan Jalan mundur yang mana tahun lalu saya mengambil jarak dari Tulungagung hingga puncak Gunung Wilis, sedangkan tahun ini Tulungagung-Jakarta. Dan untuk tahun ini saya gunakan momen untuk menyambut hari kemerdekaan,” tambahnya.

Sebelum berangkat memang sudah lakukan persiapan mulai dari kebutuhan logistik, obat-obatan dan fisik.

Menurut perkiraan, Medi akan sampai tujuan yakni di Istana Negara Jakarta selama kurang lebih satu bulan mendatang. Jalur yang ajan ia lalui yakni jalur tengah Jawa mulai Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Madiun hingga Jakarta. 

Tidak sebatas siang hari saja perjalanan mundur itu akan dilalukan namun malam hari dirinya tetap akan terus berjalan. Kendati demikian Medi akan beristirahat jika kondisi badan telah capek.

“Saya perkiraan dalam sehari itu bisa menempuh perjalanan antara 20 sampai dengan 30 kilometer,” papar Medi. 

Masih menurut Medi, kendala yang sering dihadapi adalah pada saat menyeberang di simpang empat. Untuk itu ia akan meminta bantuan aparat maupun masyarakat sekitar untuk membantu menyeberangkan. 

Selain itu Medi juga memiliki visi untuk mengungkapkan rasa syukur atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai berhasil dalam memimpin Indonesia selama lima tahun terakhir dan dirinya merasakan keadilan sosial bagi masyarakat sudah terasa hingga tingkat masyarakat bawah,” pungkasnya.


Kontributor : Latif Saipudin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar