default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Waduh! Pria asal Sokobanah Sampang Dilarang Kunjungi Malaysia Seumur Hidup

Waduh! Pria asal Sokobanah Sampang Dilarang Kunjungi Malaysia Seumur Hidup
Peristiwa Daerah
Mahrus Ali (berkopiah), saat di dampingi sejumalah kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Acong Latif And Partners. 

SAMPANG, - Mahrus Ali, warga Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura tidak bisa lagi mengunjungi Negeri Malaysia seumur hidup.

Pasalnya, pria umur 28 ini dideportasi dari Malaysia setelah semalam di tahan imigrasi negeri jiran tersebut. Akibat dideportasi Pasportnya di stempel bertuliskan No Time Limit (NTL).

Mahrus kaget kalau dirinya bakal di deportasi. Padahal sebelumnya dia sudah sering masuk ke beberapa negara untuk travelling atau jalan jalan. 

"Saya memeng sering ke luar negeri termasuk ke malaysia, tapi saya tidak pernah menetap di negara tersebut (Over Stay) makanya saya bingung kenapa saya dilarang masuk kesana," tutur pemuda berkopiah saat di dampingi sejumalah kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Acong Latif And Partners. 

Ia menjelaskan, kronologi kejadian tersebut terjadi pada Desember (18/19) lalu. Ia tiba di bandara Kuala Lumpur Malaysia sekitar pukul 18:00. Sesaat setelah tiba di bandara, ia langsung di bawa ke kantor imigrasi setempat.

"Mereka memeriksa paspor saya, lalu menginterogasi saya terkait tujuan saya ke Malaysia. Saya bilang mau jalan-jalan, ‎tapi saya tetap tidak diizinkan masuk. Saya juga sempat di suruh ke kantor imigrasi, dan meskipun petugas imigrasi disana bilang saya enggak ada masalah, saya tetap enggak bisa masuk," keluhnya.

"Habis itu saya disuruh menunggu berjam-jam dan kemudian salah seorang petugas menyatakan saya akan langsung di deportasi," tambahnya.

Setelah 1 malam ditahan di ruang tunggu Imigrasi bandara Malaysia, pada 17 Desember 2019 pukul 18.00 waktu Malaysia, ia bersama dua orang lainnya dideportasi ke Terminal 1Bandara Surabaya dengan pengawalan ketat petugas Imigrasi Malaysia di Bandara Kuala Lumpur.

"Kami sungguh terlihat seperti penjahat besar yang mereka takut kami melarikan diri. Setelah sampai di ruang tunggu, barang- barang kami dibalikkan dan mereka pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa-apa. Apa seperti ini yang selalu disebut Malaysia Truly Asia itu," tukasnya.

Sesampainya di Bandara Surabaya, Ia pun mendatangi kantor Imigrasi Pamekasan Madura untuk menanyakan perihal kenapa dirinya di deportasi dan paspor miliknya di cap NTL.

"Pihak Imigrasi bilang semua aman dan tidak overstay. Mereka juga bingung kenapa kenapa paspor saya cap NTL (tidak dibenarkan lagi masuk ke Malaysia). Pihak imigrasi juga sempat marah kenapa pihak Imigrasi Malaysia berbuat seperti itu," katanya.

Bahkan pihaknya akan menindak lanjuti kejadian ini ke kedutaan Malaysia yang ada di Jakarta sehingga pihak Malaysia bisa memperbaiki managemen administrasi imigrasi Malaysia.

Ia berharap, pihak imigrasi Indonesia dan kedutaan Indonesia di Malaysia memberikan perlindungan warga negara Indonesia yang berkunjung ke Malaysia. "Mudah-mudahan tidak ada korban lain," terangnya. 

"Dan saya merasa sangat di rugikan atas tindakan tersebut baik tiket pulang pergi,waktu dan bahkan di ruang tunggu tidak di fasilitasi tempat tempat ibadah," pungkasnya.


Kontributor : Ahmad Juma'adi
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar