default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Soal Runtuhnya SDN Keting 2, Kepala Disdik Jember: Air Hujan Jadi Penyebab

Soal Runtuhnya SDN Keting 2, Kepala Disdik Jember: Air Hujan Jadi Penyebab
Peristiwa Daerah
Warga melihat dengan penasaran ruang kelas SDN Keting 02 baru dibangun, tapi sudah ambruk.

JEMBER - Soal runtuhnya kerangka atap SDN Keting 02, di Kecamatan Jombang, Edi Budi Susilo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember angkat bicara.

Ia menyebutkan, air hujan jadi penyebab runtuhnya kerangka atap SDN Keting 02, di Kecamatan Jombang.

"Laporan awal tim yang terdiri dari PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis), PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), dan konsultan pengawas," ujar Edi Budi kepada suarajatimpost.com melalui telepon. Sabtu (14/12/2019).

Tim tersebut meyakini, air hujan meresap kedalam genteng membuat atap semakin berat, sehingga kerangka kontruksi dari bahan galvalum tidak mampu menahan beban.

Edi Budi tidak mendapatkan rincian pasti perhitungan konstruksi kelebihan beban akibat resapan air kedalam pori-pori genteng.

Namun, peristiwa ambruknya atap dipastikan saat kondisi cuaca cerah. Tepat disaat siswa sedang berada di lapangan sekolah untuk apel pagi bersama para guru.

"Sedangkan, sehari semalam sebelum kejadian itu sekolah diguyur hujan deras," lanjut Edi Budi menirukan laporan dari timnya.

Saat ditanya apakah laporan semacam itu bisa dipercaya? Edi Budi belum bisa menjadikannya kesimpulan. 

Jebolan Sekolah Tinggi Pegawai Dalam Negeri ini telah meminta timnya untuk melakukan investigasi lebih mendalam.

Pasalnya, banyak bagian konstruksi yang terkait dengan gedung sekolah. Resapan air hujan kedalam genteng belum bisa dijadikan alasan satu-satunya penyebab atap ambruk.

Di lain pihak, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal telah menyeterilkan lokasi tepatnya, di ruang kelas 5 SDN Keting 02 yang atapnya ambruk.

Pemasangan garis polisi menandakan area tersebut dilarang dimasuki selain penyidik. "Karena sedang dalam penyelidikan," tegas Alfian.

Ketua Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidi mencurigai kesalahan rekanan dalam menggarap proyek rehab gedung. 

"Pasti nanti akan kami lihat semua bahan yang digunakan sesuai atau tidak. Garapannya benar atau tidak, akan kami sidak (inspeksi mendadak)," ucapnya geram.

Atap SDN 02 Keting yang ambruk itu merupakan proyek rehab yang digarap oleh CV Ace Mitra Utama. 

Perusahaan milik Arisona Nugroho itu mendapat kontrak senilai Rp297,9 juta dari tender elektronik paket proyek Dinas Pendidikan Jember.

Dalam rentang waktu 105 hari kalender, yakni mulai 30 Agustus sampai dengan 12 Desember 2019 harus menyelesaikan rehab satu gedung untuk dua ruang kelas.

Pada tanggal 25 Nopember 2019, gedung dinyatakan selesai. Kendati masih dilakukan penyempurnaan sampai tanggal 12 Desember.

Hanya selang dua hari dari batas akhir kontrak, terjadilah insiden ambruknya atap di salah satu ruang kelas. 

Arisona Nugroho sebagai kontraktor, hingga kini belum memberikan klarifikasi. 

Yang bersangkutan enggan menerima sambungan telepon juga tidak menjawab pesan singkat upaya meminta konfirmasi.


Kontributor : Sutrisno
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar