default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan di Jombang, Bappeda Undang Seluruh Kades

Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan di Jombang, Bappeda Undang Seluruh Kades
Birokrasi
Saat acara Kades bersama Bappeda di Ruang Bung Tomo (sumber Humpro Jombang)

JOMBANG, - Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Jombang, mengundang seluruh Camat dan Kepala Desa dan Lurah Se Kabupaten di ruang  Bung Tomo kantor Pemkab Jombang. Senin (9/12/2019).

Hal itu dilakukan untuk duduk bersama dalam hal mensingkronkan dan sinergi melaksanakan program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada para Kepala Desa yang telah hadir. Tanpa diwakilkan mengingat pentingnya pertemuan tersebut.

Disampaikan Bupati bahwa  BAPPEDA merupakan dapurnya pemerintahan daerah yang seluruh program berada di BAPPEDA karena sebagai perencanaan pembangunan dan ini merupakan sesuatu yang penting untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah Kabupaten untuk mengetahui informasi secara langsung berkaitan tentang pengentasan kemiskinan yang ada di kabupaten Jombang.

“Kepala desa yang akan menyusun RPJMDes, harus mengetahui permasalahan yang ada dan harus memiliki data penduduk, data kemiskinan yang setiap tahun menjadi bahan evaluasi terkait naik turunnya data tersebut. Dengan demikian dapat berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan ekonomi masyarakat demi kesejahteraan, selain infrastruktur dan pendidikan,” tuturnya. 

Dalam penyusunan RPJMDes tersebut dikatakan Bupati Jombang pada nantinya akan ada yang mengarahkan dan sebagai orientasi dari narasumber menjadi bahan dalam menyusun RPJMDes sekaligus menyusun anggaran program dan pertanggungjawaban setiap anggaran yang harus memiliki manfaat bagi masyarakat.


“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Kabupaten Jombang tahun 2018 berada pada 9,56 persen yang berarti masih ada 120.190 orang yang berada pada garis kemiskinan. Namun angka tersebut masih berada dibawah Jawa Timur. Dan masih diatas angka kemiskinan Nasional. Untuk itu, harus terus diupayakan penurununan angka kemiskinan di Kabupaten Jombang mulai dari bawah, karena yang mengetahui kondisi sebenarnya suatu daerah diawali dari Desa/Kelurahan,” jelas Mundjidah Wahab.

Sementara,  Kepala BAPPEDA Kabupaten Jombang, Budi Nugroho mengatakan bahwa untuk mengentaskan angka kemiskinan di Kabupaten Jombang bukanlah hal yang berat maupun mudah. Namun sebuah pekerjaan yang menantang untuk memberikan yang terbaik dan peduli kepada masyarakat yang berada di garis kemiskinan sebenarnya.

“Sinkronisasi dan sinergi program percepatan penggulangan kemiskinan bertujuan untuk menyampaikan kecamatan/desa yang kurang dan memiliki kantong kemiskinan yang berfungsi untuk memberikan tambahan informasi menjelang persiapan RPJMDes dan rangkaian kegiatan rembug desa dengan memberikan data yang menjadi bahan di desa dan kecamatan kedepan nantinya," terangnya.

Selain itu, lanjut Budi untuk mendorong desa atau kelurahan untuk melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan sebagai upaya penyediaan data kemiskinan yang valid dan akurat.

"BAPPEDA bersama dengan Dinas Sosial dan DPMD, serta OPD terkait  yang bertanggungjawab atas kemiskinan dan memastikan dalam mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” tandasnya.


Kontributor : Hariyanto
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar