default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

DPRD Pamekasan: Hentikan Operasional Klinik Siti Aisyah 

DPRD Pamekasan: Hentikan Operasional Klinik Siti Aisyah 
Peristiwa Daerah
LSM Prahara mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN - Lembaga Swadaya Masyarakat Pergerakan Mahasiswa Madura (LSM Prahara) mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan.

Mereka mengadukan Klinik Siti Aisyah yang berada di Jl. Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, karena telah melakukan operasi.

Ketua LSM Prahara Haidar Ashori mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yang berbau klinik dilarang untuk melakukan operasi.

"Dalam Perpres nomor 9 tahun 2014 menerangkan bahwa klinik dilarang melakukan operasi. Tetapi kenapa klinik Siti Aisyah masih tetap melakukan operasi," tegas Haidar dalam sidang audiensi yang digelar di kantor DPRD Pamekasan.

Haidar menyayangkan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan yang dinilai tidak maksimal dan tidak tegas dalam mengawasi pelayanan kesehatan swasta.

"Sebenarnya apa tugas dan fungsi Dinas Kesehatan itu, kok seolah tak berkutik. Ini bukti Kabupaten Pamekasan gagal hebat," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Klinik Siti Aisyah, Aminatus Sa'diyah mengakui bahwa dirinya bersalah dihadapan Plt Kepala Dinas Kesehatan dan anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut semata-mata karena kemaslahatan umat. Sehingga dengan begitu, tidak menyalahi aturan.

"Sebenarnya klinik kami melayani operasi atas dasar kemanusiaan. Semata-mata karena kemaslahatan umat," kata Aminatus Sa'diyah.

Dikatakan Aminatus Sa'diyah, seluruh masyarakat Kabupaten Pamekasan sudah tahu bahwa di Klinik Siti Aisyah tersebut bisa melakukan operasi. Sehingga, tidak boleh tidak ia suka rela menerimanya (menjalankan operasi).

"Lagi pula semua masyarakat sudah tahu. Dan Dinkes kemaren sudah melayangkan surat teguran," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan Moh Sahur meminta Klinik Siti Aisyah tidak beroperasi terlebih dahulu. Mengingat dampak Malpraktek tersebut.

"Saya minta dihentikan dulu, ia buk," tegas Sahur dihadapan peserta audiensi dan Direktur Klinik Siti Aisyah.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar