default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Satu dari Sepuluh Balita di  Tulungagung Terancam Stunting

Satu dari Sepuluh Balita di  Tulungagung Terancam Stunting
Kesehatan
Kepala Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi Dinkes Tulungagung, Siti Munawaroh.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TULUNGAGUNG - Dari jumlah total 58.206 balita pada tahun 2019, sekitar 5.675 balita masuk ke dalam kategori pertumbuhan terancam stunting.

Kepala Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi Dinkes Tulungagung, Siti Munawaroh menjelaskan, stunting merupakan proses gangguan pertumbuhan.

"Stunting proses menuju kerdil sampai usia 20 tahun. Jadi semakin cepat terdeteksi semakin cepat untuk ditangani," terangnya. 

Angka stunting di Kabupaten Tulungagung setara 9.75 persen dari populasi bayi yang diperiksa.

"Artinya setiap 100 bayi yang ada di Tulungagung 9,75 yang mengalami stunting," terangnya. 

Angka stunting di Tulungagung, masih di bawah angka nasional yang mencapai 27 persen.

"Jadi angka stunting kita ada 9,75 persen. Kita bukan Kabupaten stunting, karena stunting pasti ada di setiap daerah," paparnya.

Penyebab stunting ini bermacam-macam, seperti sakit, kondisi lingkungan, asupan gizi tidak seimbang dan lain-lain.

"Penyebabnya macam-macam, termasuk DNA. Sehingga faktor keturunan juga masuk, hanya saja kalau terdeteksi sampai usia 20 tahun bisa segera di imtervensi," imbuhnya


Kontributor : Latif Saipudin
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar