default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Satu Keluarga Komplotan Pencuri Emas di Tulungagung

Satu Keluarga Komplotan Pencuri Emas di Tulungagung
Peristiwa Daerah
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat menanyai komplotan pencuri emas
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TULUNGAGUNG - Aksi pencurian toko emas di Pasar Karangtalun Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung ternyata diantaranya dilakukan oleh komplotan dalam satu keluarga.

Bermula dari tertangkapnya satu pelaku saat tertinggal ketika kepergok mencuri, polisi kemudian meringkus tiga pelaku lainnya. 

Ketiganya adalah Aminah (51), Saiful Anas (31), dan Nur Rohman (24), warga Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Sedangkan Suharsih (40) warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, merupakan orang lain yang diajak Aminah.

Selain sebagai ibu, ternyata Aminah juga sebagai otak komplotan ini.

”Aminah ini mempunyai anak, yakni Nur Rohman dan Saiful Anas, yang diajak (mencuri emas) juga," terang Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat melaksanakan konferensi pers.

Pelaku beraksi dengan berbekal mobil rental, komplotan ini sudah beraksi di 18 tempat berbeda dalam kurun dua bulan terakhir sebelum tertangkap di Ngadiluwih, Kediri, setelah melakukan aksinya di Tulungagung. 

"Ada 18 TKP. Di Tulungagung 1, Trenggalek 1, dan  sisanya di Jawa Tengah," papar Eva Guna.

Dalam melakukan aksinya, komplotan ini mengincar toko emas yang berada di pasar-pasar kecil secara acak.

Meski begitu, tak semua aksinya berjalan mulus. Dari 18 aksi yang dilakukan, 15 di antaranya berhasil menggondol emas incaranya.

Dari kasus pencurian emas tersebut masih ada satu pelaku berhasil kabur yang kini telah ditetapkan menjadi DPO kepolisian. 

Sementara itu, ketua komplotan pencuri emas, Aminah, mengakui telah beraksi di 18 lokasi berbeda.

Hasil dari mencuri itu dibagi rata untuk 5 anggota komplotan yang dipimpimnya.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sudah nggak punya suami (janda)," ujar Aminah, lalu terisak.

Dari penangkapan terhadap para pelaku tersebut, diamankan barang bukti berupa tiga buah kalung emas, dua  cincin emas, dan satu elang emas. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Kontributor : Latif Saipudin
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar