default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kadispendik dapat Intruksi Bupati Temui Demonstran yang Gelisahkan Pemakzulan

Kadispendik dapat Intruksi Bupati Temui Demonstran yang Gelisahkan Pemakzulan
Peristiwa Daerah
Unjuk rasa di Pendopo Wahya Wibawa Graha diakhiri dengan penyerahan bunga
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo mempersilakan sekitar 30 mahasiswa masuk ke Pendopo Wahya Wibawa Graha, Jum'at (29/11/2019).

Dia mengaku, yang dilakukannya adalah menjalankan intruksi Bupati Jember Faida untuk menerima mahasiswa yang unjuk rasa.

"Ya diperintah Ibu (Bupati) menemui aksi mahasiswa karena beliau di Surabaya, dan tidak ada pejabat lainnya," beber Edi Budi kepada suarajatimpost.com melalui sambungan telepon.

Menurut Edi Budi, puluhan mahasiswa itu resah dengan gencarnya tuntutan pemakzulan terhadap Bupati Faida.

"Mereka mencermati berita-berita media massa dan opini-opini di medsos, risau tentang pemakzulan," urainya.

Aspirasi yang disampaikan lanjut, lulusan IPDN ini yakni mahasiswa meminta Bupati Faida tetap menjalankan tugasnya.

Pengunjuk rasa itu mengatasnamakan 'Aliansi Bangun Pemuda - Pemudi Jember'.

Edi Budi mengakui mereka adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember.

"Korlapnya Redi Kurniawan, mahasiswa jurusan Sejarah dari Universitas Jember. Ada juga yang lain dari IAIN dan Unmuh," sebutnya.

Namun, Edi Budi merasa tidak mengetahui lebih detail, apakah para mahasiswa itu penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember.

"Saya tidak tahu," pungkas mantan Kepala Bakesbanglinmas Jember ini. 

Kendati ada pengerahan massa, namun Kasat Intelkam Polres Jember IPTU Dartok Darmawan menyampaikan peserta aksi tanpa terlebih dahulu memberitahu kan aksinya ke aparat keamanan.

"Tidak ada surat pemberitahuannya ke Polres," tegasnya.

Sehingga, polisi tidak melakukan pengamanan aksi yang berlangsung damai di Pendopo Wahya Wibawa Graha berbeda dengan demonstrasi pada umumnya.

Gerakan pemakzulan terhadap Bupati Faida gencar terjadi dalam beberapa pekan belakangan ini. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, desakan pemakzulan adalah buntut dari Bupati Faida yang dinilai berbagai kalangan aktivis dan ulama telah melanggar sumpah jabatan.

Para aktivis dan ulama menggunakan acuan hasil pemeriksaan khusus dari Kementerian Dalam Negeri, dan putusan Komisi Aparatur Sipil Negara. 

Di DPRD Jember sudah 11 anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PanDekar yang mengusulkan interpelasi untuk Bupati.


Kontributor : Sutrisno
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar