default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Bahar Berubah Tolak Sangkaan Membunuh Bapak Kandungnya

Bahar Berubah Tolak Sangkaan Membunuh Bapak Kandungnya
Peristiwa Daerah
Pemeran pengganti tersangka Bahar sedang memeragakan pembunuhan Surono
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Rabu (20/11/2019), Polres Jember menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan Surono (51), warga Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo yang nyawanya dihabisi anak dan istrinya.

Terdapat 37 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Namun, hanya istri korban, Busani (45) yang langsung memeragakan sendiri aksinya.

Sedangkan anak korban, Bahar (29), perannya digantikan oleh polisi saat rekonstruksi.

Sebab, Bahar tidak konsisten dalam memberikan kesaksiannya. Keterangan yang bersangkutan sering berubah-ubah.

Inkonsistensi itu diakui oleh Feri Sakria, pengacara Bahar.

"Untuk tersangka Bahar keterangannya masih berubah-ubah dan sulit untuk kooperatif sehingga pihak kepolisian mengganti dengan peran pengganti," ungkap Feri.

Feri menjelaskan, tersangka Bahar tidak mengakui diirinya terlibat.

Sangat berbeda dengan dengan tersangka Busani yang mengaku terlibat pembunuhan Surono, sehingga langsung mempraktekkan setiap adegan.

"Bahar mengaku pada bulan januari - maret masih berada di Bali, dan Bahar menuduh Jumari yang melakukan pembunuhan," lanjut Feri.

Rekonstruksi adegan Pembunuhan dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

Alfian memaparkan, rekonstruksi sebagai gambaran tindak kejahatan yang dilakukan kedua tersangka.

"Untuk rekontruksi inti pembunuhan berencana di adegan 14 dan 15b dan tersangka Bahar kita ganti dengan pihak dari kepolisian" sergah Alfian.

Pada Maret 2019 silam, Surono dibunuh oleh Bahar dan Busani dengan menghantamkan linggis seberat 10 kilogram.

Jasad Surono dipendam dalam liang dangkal dan diatasnya dibangun lantai beton. Lantai kemudian dikeramik dan dipakai untuk tempat sholat.

Musala rumah itu hanya kedok kedua tersangka untuk menyembunyikan jejak aksi kejamnya.

Motif pembunuhan karena Busani dan Bahar sakit hati kepada Surono yang lebih memperhatikan perempuan lain.

Surono punya kebun kopi, yang sekali panen bisa mendapatkan uang sampai Rp140 juta.

Bahar terbelit hutang, namun tidak dibantu Surono untuk melunasi tanggungan itu. Sebagai anak, dia merasa ditelantarkan.

Bahar juga tersulut emosi, lantaran menaruh hati pada perempuan lain yang bersama Surono. 

Sedangkan, Busani merasa tidak dinafkahi secara wajar. Selain turut membunuh, Busani juga melampiaskan kekesalannya dengan cara berselingkuh bersama pria lain.

Kasus ini terkuak 7 bulan pasca pembunuhan. Pasalnya, Bahar sakit hati pada Busani yang tidak membagi uang hasil panen kopi.

Bahar melaporkan kepada kepala dusun Juroju, bahwa ibu kandungnya itu telah membunuh bapaknya dan menunjukkan tempat pemakaman dibawah lantai musala rumahnya.

Polisi akhirnya membongkar lantai tersebut dan menemukan jasad Surono. 


Kontributor : Redaksi
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar