default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pelan-Pelan Bumi Blambangan Bersihkan Karaoke Remang

Pelan-Pelan Bumi Blambangan Bersihkan Karaoke Remang
Entertaiment
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bergerak pelan, tapi pasti bakal meniadakan tempat karaoke yang jadi basis bisnis hiburan malam.

Tahap peniadaan dimulai dengan sikap tegas membatasi waktu operasional karaoke maksimal pukul 23.00 WIB atau jam 11 malam harus sudah tutup.

“Per Desember besok, semua tempat hiburan malam yang melanggar Perda akan kita tindak dan kenai sanksi. Terutama yang masih buka di atas jam 11 malam,” ucap Anas saat sambutan pelantikan 128 Kepala Desa, di Pendapa Sabha Swagata Balmbangan, Rabu (20/11/2019).

Sesuai dengan pasal 10 ayat 3 huruf c Perda nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan, tempat hiburan malam atau karaoke keluarga hanya beroperasi dalam rentang pukul 09.00-23.00 WIB.

Sayangnya, banyak pengusaha tempat karaoke dan hiburan malam yang mengabaikan ketentuan tersebut.

Sejumlah tempat hiburan malam menurut Anas,  beroperasi hingga dini hari, bahkan menjelang subuh.

Anas mengaku, dirinya dinasehati oleh para ulama untuk berani bersikap tegas terhadap bisnis hiburan malam.

“Saya sudah diprotes kiyai dan tokoh-tokoh. Sebenarnya, kita sudah toleransi secara resmi (dalam Perda), boleh buka sampai jam 11 malam. Untuk itu, akan kita tertibkan dan kenai sanksi bagi yang melanggar,” ungkapnya.

Anas mengungkapkan, sudah menerbitkan surat peringatan hingga 3 kali, agar pengelola tempat hiburan malam dan karaoke keluarga mentaati Perda.

“Sudah 3 kali (diterbitkannya surat peringatan). Yang terakhir kita juga sampaikan ke pak Kapolres,” imbuhnya.

Kedepan, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi bertekad tidak akan menerbitkan izin bagi usaha karaoke baru.

“Terkait karaoke baru, tidak ada izin. Supaya apa? Orang ini marungnya di rumah rakyat, kafe-kafe yang dikelola rakyat. Tumbuh, kalau karaoke tumbuh orang maunya di karaoke tidak mau ke masyarakat. Orang Jakarta ke Banyuwangi maunya ke karaoke,” tukasnya.

Dengan kebijakan pembatasan rumah karaoke, kata Anas, berbanding lurus dengan pertumbuhan warung dan kafe rakyat.

“Sekarang orang datang ke Banyuwangi yang dituju ke warung mbok Wah, kafe-kafe kopi di Kemiren dan lain sebagainya. Ini tujuan saya, tidak ada kepentingan lainnya,” harap Anas.


Kontributor : Rozik Fanani
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar