default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Aksi Tunggal, Mahasiswa IAIN Madura Tuntut Rektor Bentuk UKM PIB

Aksi Tunggal, Mahasiswa IAIN Madura Tuntut Rektor Bentuk UKM PIB
Peristiwa Daerah
Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura melakukan aksi tunggal di depan Gedung Rektorat IAIN Madura, Rabu (20/11/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura melakukan aksi tunggal di depan Gedung Rektorat IAIN Madura, Rabu (20/11/2019).

Ia meminta Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB).

Mulyadi Izhaq, Korlap Aksi mengatakan, bahwa terbentuknya UKM PBI nantinya dapat mendorong Menristekdikti dalam bersinergi, baik dengan pimpinan perguruan tinggi maupun organisasi kemahasiswaan.

"Dengan begitu, hadirnya UKM PIB ini dapat memperkaya sudut pandang mahasiswa di kampus IAIN Madura dan tidak terpaku akan satu pemikiran saja," ucap Mulyadi.

Nantinya, kata Mulyadi, anggota UKM PIB ini berasal dari organisasi kemahasiswaan intra kampus dan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.

"Dalam hal ini kampus harus membuat aturan secara tertulis dan SOP yang jelas mengingat aturan tersebut. Sebab, sejauh ini tidak sedikit mahasiswa yang masih belum memahami secara utuh tentang substansi dari hadirnya Permenristekdikti. Kampus mempunyai hak untuk mengatur dan memberi batasan tertentu. Sehingga jika memang di perbolehkan, kampus mempunyai aturan Juknis yang bisa di pahami dan diterima oleh semua mahasiswa," ungkapnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan, maka konflik antara mahasiswa dengan mahasiswa, dosen dengan mahasiswa terus berlanjut. Seperti halnya yang terjadi pada kemaren hari hingga berujung aksi (Dosen Filsafat IAIN Madura Eko Ariwidodo diduga melecehkan ideologi dengan merobek dan membuang ke rong sampah banner berlogo PMII).

Maka dari itu, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus merupakan angin segar untuk organisasi ekstra kampus kembali melakukan aktivitas di lingkungan kampus. 

"Dengan maksud dan tujuan untuk membangun daya kritis dan semangat tinggi mahasiswa yang berkaitan dengan penguatan ideologi kebangsaan terhadap seluruh mahasiswa dibawah naungan dan pengawasan pimpinan atau ketua Perguruan Tinggi (PT)," paparnya.

Dalam tuntutannya, Mulyadi meminta agar kampus mengambil sikap dan tindakan yang representatif dengan cara:
1. Kampus tegas dalam menerapkan Permenristekdikti nomer 55 tahun 2015 dan membuat SOP dan juknis yang legal.
2. Kampus wajib memberikan pemahaman tentang hadirnya Permenristekdikti secara gamblang.
3. Kampus segera Membentuk dan Mendirikan UKM PIB yang mengacu pada Permenristekdikti.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar