default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Lecehkan Ideologi, Rektor IAIN Madura Didemo Ratusan Kader PMII

Lecehkan Ideologi, Rektor IAIN Madura Didemo Ratusan Kader PMII
Peristiwa Daerah
Lecehkan Ideologi, Rektor IAIN Madura Didemo Ratusan Kader PMII
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Dosen Filsafat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Eko Ariwidodo diduga melecehkan organisasi kemahasiswaan dengan merobek dan membuang logo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke tong sampah.

Tindakan ini sontak membuat aktivitas biru kuning  protes dan menggelar aksi demo di Gedung Rektorat IAIN Madura, Senin 18 November 2019.

Ratusan mahasiswa mendesak Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim memecat oknum dosen filsafat Eko Ariwidodo yang diduga melecehkan ideolodi.

"Kami datang ke sini untuk mengklarifikasi tindakan salah satu oknum dosen yang telah melanggar hukum, melecehkan dan menyakiti hati kami selaku keluarga besar PMII dan Alumni PMII IAIN Madura," ucap Ahmad Faizal Dzat dalam orasinya.

Ahmad Faizal Dzat alias Isal meminta kampus IAIN Madura segera memecat oknum dosen yang dikenal dengan nama Ari tersebut. Sebab sudah jelas melecehkan ideologi.

"Kami menuntut pihak kampus untuk segera memecat oknum dosen, Eko Ariwidodo sebagai Anggota Senat Kampus, Rumah Jurnal IAIN Madura, mengeluarkan dari dosen tetap dan  Aparatur Sipil Negara (ASN)," tegasnya.

Jika keempat tuntutannya tak dipenuhi, Isal mengancam bakal melakukan aksi besar-besaran.

"Jika tuntutan kami tidak diindahkan dalam 1X24 jam, maka kami akan tetap mengkawal persoalan ini sampai oknum dosen tersebut keluar dari Kampus IAIN," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Madura melalui Wakil Rektor (Warek) III Mohammad Hasan berjanji akan segera memenuhi tuntutan kader biru kuning Komisariat IAIN Madura.

"Kami akan melakukan musyawarah mengenai tuntutan yang disampaikan oleh sahabat-sahabat PMII dengan Rektor IAIN Madura setelah datang dari luar kota (Jakarta), karena Rektor ada agenda di Jakarta sekarang, In Shaa Allah hari Rabu beliau datang," ungkap Mohammad Hasan.

Dikatakan Hasan, sapaan akrab Mohammad Hasan, menegaskan bahwa dosen filasafat Eko Ariwidodo sudah menyampaikan permohonan maaf dihadapan massa aksi. Bahkan dia mengaku sangat menyesal.

"Pak Eko Ariwidodo tadi sudah meminta maaf kepada teman-teman Aksi, meskipun permohonan maafnya ditepis dan menurut saya tidak perlu dibawah keranah hukum, karena dosen tersebut juga bagian dari kampus, walaupun berkenaan dengan ideologi organisasi," jelasnya.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar