default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pengangguran Nekat Bobol Toko

Pengangguran Nekat Bobol Toko
Peristiwa Daerah
Pelaku pencurian saat diamankan di Mapolsek Tulungagung Kota
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TULUNGAGUNG, - Vebri Irawan (29) warga jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Karangwaru, Kabupaten Tulungagung, harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Kota Tulungagung.

Sebab, ia kedapatan melakukan pembobolan di sebuah toko di sekitar Pinka masuk Kelurahan Kampungdalem. 

Vebri ditangkap oleh Tim Reskrim Polsek Tulungagung Kota dan Timsus Macan Agung Polres Tulungagung di rumahnya.

Ia mengaku tergiur berbuat jahat lantaran melihat kesempatan situasi untuk mencuri.

"Awalnya saya mau mencuri rokok, namun karena ada handphone maka saya bawa sekalian," kata Vebri kepada polisi.

Setelah berhasil membawa empat handphone dan sejumlah rokok, Vebri bermaksud menjual hasil curiannya untuk membayar cicilan motor dan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mau saya gunakan nyicil kreditan sepeda motor dan juga untuk keperluan sehari-hari," aku Vebri.

Sebelum niatnya berhasil, Vebri ditangkap polisi.  Kini, dia harus mendekam dalam pengapnya sel tahanan selama proses hukum berjalan.

"Tersangka ini masuk menggunakan beberapa alat congkel, kemudian dia mengambil barang yang ditemui di warung," kata Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Purwanto.

Lanjut Kapolsek, Vebri merupakan residivis yang sudah beberapa kali melakukan aksi dengan modus yang sama. Namun, baru kali ini aksinya dapat diungkap oleh polisi.

"Profesinya dia mencuri, sudah beberapa kali dan beberapa tempat. Namun, baru kali ini tersangka tertangkap," ungkap Rudi.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan Vebri. Di antaranya alat-alat congkel berupa obeng, martil, kunci T dan kunci L, rokok dan 4 buah handphone yang digondol dari TKP.

"Kita amankan pelaku dan barang bukti guna proses hukum lebih lanjut," terangnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal pencurian sesuai pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Kontributor : Latif Saipudin
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar