default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rekor ! Bobot 7,66 Kg Bandeng Kawak Terbesar di Kabupaten Sidoarjo, Dipamerkan

Rekor ! Bobot 7,66 Kg Bandeng Kawak Terbesar di Kabupaten Sidoarjo, Dipamerkan
Peristiwa Daerah
H Muhammad Sanaji Pamerkan Ikan Bandengnya Yang Berbobot 7,66 kg
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

SIDOARJO, - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo gelar acara penimbangan Bandeng Kawak 2019, Selasa (12/11/2019).

Untuk mengembangkan potensi perikanan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang budidaya Bandeng Kawak. Dalam melakukan adat atau tradisi di Sidoarjo pada Bulan Maulud yang berketepatan adanya kepastian panen para petani tambak Bandeng.

"Acara tersebut dapat memberikan motivasi para pembudidaya ikan yang ada di Sidoarjo melalui pelalangan ikan Bandeng nantinya", tutur Bachruni, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo.

Baruni menambahkan, sebenarnya ada 12 orang petani Bandeng yang mendaftar, akan tetapi pada hari H-nya ada 7 orang yang ikut andil dalam kegiatan penimbangan Bandeng kawak ini.

Kemudian, 7 orang ini semuanya di dominasi oleh petani kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Nama-nama yang ikut dalam penimbangan itu antara lain, H Mustofa Dusun Tanjung Sari, H M. Sanaji Desa Kalidawir, Sutriman Dusun Tegal Sari, Amin Tohari Dusun Tegal Sari, H Sudarmaji Desa Dukuh Sari, H Ilyas Desa Kalidawir, Nawawi Dusun Peganjuran.

Sedangkan, kategori yang diambil ini ada 4 yakni umur, lebar, panjang, dan berat. Untuk kategori pemenang akan diambil 4 orang petani yang benar-benar Bandengnya sesuai kriteria yang sudah di utarakan.

"Siapapun yang menang nanti itu harus dihormati. Pasalnya, semua ini dilakukan secara terbuka, transparan, dan jelas", terangnya.

"Untuk pemenang Tahun sebelumnya Bandeng seberat 6,72 kg di awal bulan Februari, Saudara Sutriman dari Tegal Sari yang menjadi jawara dalam penimbangan Tahun lalu", tambahnya.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah hadir dalam acara tersebut mengatakan, para pembudidaya sejak zaman dulu memang memelihara Bandeng kawak sampai dengan ukuran yang cukup besar.

"Memang sangat susah untuk menambah kawak (besar) ikan Bandeng, karena membutuhkan perawatan yang cukup lama dan intensif", terang Abah Ipul, akrabnya.

Pihaknya mengharap, agar kedepannya berat atau bobot Bandeng kawak nantinya tambah lebih besar.

H. Muhammad Sanaji, petani yang mendapatkan juara pertama mengatakan, salinitas air dalam tambak itu cukup tinggi, maka dalam merawat Bandeng tersebut dibutuhkan kehati-hatian, dan akan berdampak pada kematian.

"Menyoal makanan dalam merawat Bandeng kawak yakni Lumut dan ganggang", ungkap H. M Sanaji asal Desa Kalidawir Rt 4 Rw 1, Tanggulangin, Sidoarjo kepada suarajatimpost.com. 

Sedangkan, untuk pertumbuhan Bandeng kawak itu memakan waktu 1 tahun setiap bobot perkilonya dan tergantung perawatannya juga.

Untuk ikan Bandeng kawak yang memenangkan lomba tersebut mencapai usia 8 Tahun, lebar 22 cm, panjang 85,5 cm, dan bobot 7,66 kg.


Kontributor : Rizal
Editor : Hariyanto
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar