default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kasus 'Pungli Terstruktur' Kandang Ayam Disinyalir Ada Keterlibatan Kades Bangkes Pamekasan

Kasus 'Pungli Terstruktur' Kandang Ayam Disinyalir Ada Keterlibatan Kades Bangkes Pamekasan
Peristiwa Daerah
Ilustrasi pungli.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Kasus pemungutan liar (pungli) program pembuatan kandang ayam sebesar Rp 100 ribu di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, disinyalir ada keterlibatan Kepala Desa (Kades) setempat. Hal itu dipastikan dan dibuktikan dengan pernyataan Plt Sekretaris Desa (Sekdes) Bangkes, H. Ali.

Sebelumnya, bantuan kandang ayam dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI senilai Rp 500 ribu per rumah tangga miskin pertanian (RTMP). Namun, RTMP di Desa Bangkes hanya mendapatkan sebesar Rp 400 ribu. Sebab, dipangkas oleh unit pengelola keuangan kelompok (UPKK) setempat.

Alasanya, sebagai Iuran Kesetiakawanan Sosial (IKS) yang bisa diperuntukkan untuk keberlangsungan program KUBE. Padahal, KUBE merupakan program lain, yakni dari Kementrian Sosial.

Ali menegaskan, untuk pemangkasan dana sebesar Rp 100 ribu oleh UPKK yang ada keterlibatan Jailani, selaku TKSK Kecamatan Kadur tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan kepada sejumlah RTMP.

Namun yang jelas, saat pertamuan yang dihadiri sekitar 130 orang penerima bantuan di Balai Desa Bangkes, Jailani hanya memaparkan bahwa akan dipotong sebesar Rp 100 ribu sebagai uang administrasi dan wira-wiri UPKK.

Sementara peserta lainnya yang hampir 85% dari 1.306 penerima tidak diberi tahukan bahwa ada pemotongan sebesar itu, moro-moro langsung dipangkas.

Ali meminta kepada rekan-rekan media maupun pemuda desa setempat untuk tidak mempublis hal negatif di desanya. Sebab, agar tidak ada lagi kabar miring tentang pungli kasus kandang ayam.

Bahkan dirinya meminta untuk memberitakan hal positif yang sekiranya mengangkat nama baik Desa Bangkes. Meski aslinya kebobrokan terjadi dalam program Kementan RI.

"Intinya tulis bagaimana nama desa ini tidak jelek meski aslinya iya begitu," kata Ali kepada awak media dan pemuda desa setempat.

Ali mengatakan, semisal isu pungli tersebut menjadi buah bibir masyarakatnya tak menjadi soal. Asal, di jejaring media sosial citra baik Desa Bangkes tidak buruk.

"Yang penting di media itu tidak buruk. Itu aja. Meski rakyat ngomong ini itu tidak masalah. Biarkan rakyat bicara," ungkapnya sembari meremehkan aspirasi rakyatnya (seolah berbicara kapasitasnya sebagai pemimpin desa).

Dalam hal ini, Ali sebagai Carek atau biasa dikenal Sekdes berharap tidak ada lagi bahasa pungli. Sebab, bahas pungli itulah yang membuat citra baik Desa Bangkes hancur.

Maka dari itu, meski ada dua program yang disatukan, yakni dari Kementrian Pertanian (Kementan) dan Kementrian Sosial (Kemensos) melabrak aturan dirinya siap menanggung resiko.

Namun demikian, Ali mengaku program KUBE yang dibawa oleh Jailani selaku TKSK Kecamatan Kadur, belum dicetuskan di desanya. Bahkan untuk kinerja dan AD/ART KUBE, dia mengaku tidak tahu.

Intinya, kata Ali, program KUBE ini muncul sebagai bentuk untuk mengelabui masyarakat Desa Bangkes. Sebab, yang menjadi dalang dan yang tau persoalan KUBE ialah Jailani.

Targetnya saat ini, kata dia, bagaimana dalam pemberitaan itu bagus dan seakan tidak ada pungli di desanya. Sehingga, dengan sendirinya ocehan masyarakat akan berhenti dengan sendirinya.

Lebih-lebih ia ketakutan akan serangan dari Direktorat Jendral (Dirjen) Pertanian Pusat. Lantaran semenjak munculnya pemberitaan awal terkait hal itu Desa Bangkes menjadi sorotan publik.

Sementara itu, Pemuda Desa Bangkes, Haidar Anshori mengatakan, bahwa dirinya tetap akan mengawal kasus tersebut keranah hukum.

Bahkan dirinya mengaku sudah mengantongi beberapa bukti kongkret mengenai kasus pungli pembuatan kandang ayam tersebut.

"Fixs minggu ini kami sudah pelaporan. Mengenai bukti-bukti sudah kami kantongi," ucapnya.

Diketahui, besaran dana 'hasil pemangkasan' program pembuatan kandang ayam yang terkumpul di UPKK Desa Bangkes sebesar Rp 130.600.000 (Seratus Tiga Puluh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah).

Sementara untuk seluruh Kecamatan Kadur, senilai Rp 550.200.000 (Lima Ratus Lima Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Itupun informasinya juga di tangani dan dikoordinatori Jailani.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum konfirmasi kepada Kepala Desa Bangkes dan Camat Kadur. Betulkah mereka terlibat dalam kasus ini.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar