default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kurir SS dan Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Kurir SS dan Ekstasi Divonis Seumur Hidup
Peristiwa Daerah
Terdakwa Setyo Dwiyanto mendengar putusan majelis hakim
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

Sidoarjo – Sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo mengagendakan terdakwa Heru Setyo Dwiyanto (39) sebagai kurir barang haram narkoba jenis sabu dan ribuan pil ekstasi dengan vonis hukuman seumur hidup.  

Ketua Majelis Hakim PN Sidoarjo, I Ketut Suarta, ketika membacakan amar putusan, menjatuhkan tuntutan pidana seumur hidup, pada Rabu  (6/11/2019).

“Bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika”, ungkap Ketut.

Putusan seumur hidup yang dijatuhkan itu lebih berat dari tuntutan penuntut umum selama 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun kurungan penjara. Meski begitu, majelis memiliki pertimbangan sendiri atas putusan yang dijatuhkan.

Dalam amar putusan mengungkap, bahwa majelis berpendapat putusan yang dijatuhkan itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Bahwa terdakwa tertangkap Ditreskoba Polda Jatim pada 31 Maret 2019 lalu, sekitar pukul 11.45 Wib di pinggir Jalan Raya Buduran, tepatnya depan Kantor Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Saat ditangkap, terdakwa membawa barang di saku celana yakni sabu seberat 50 gram. Saat usai transaksi dengan seorang perempuan dengan sabu seberat 50 gram, tidak hanya sampai disitu saja. Kemudian petugas mengembangkan di tempat tinggal terdakwa di Jalan Mangundiprojo, Gang Buyut Khori II Sawahan, Buduran, Sidoarjo.

"Petugas berhasil mengungkap sabu 24 paket dengan total berat sebayak 4 Kg dan menemukan pil ekstasi sebanyak 148 butir. Semua barang bukti tersebut ditemukan dalam tas koper kecil warna hitam dengan cara disamarkan dalam tumpukan baju," terang Hakim Ketut.

Pasalnya, dalam waktu kurun waktu dua tahun sejak 2017-2019, terdakwa sudah pernah mengirim selama tiga tahap yang diambil dari ekspedisi barang PT Panca Kobra di Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Candi, Sidoarjo. 

Lebih jauh Ketut menjelaskan, paket sebanyak 2 Kg yang dipecah menjadi 20 poket. Kemudian yang kedua mengambil paket sebanyak 3 kg yang dipecah 5 bungkus dan 5 ribu pil ekstasi. Kemudian paket ketiga sebanyak 5 kg yang dipecah menjadi 7 bungkus dan dan 1 ribu pil ekstasi.

"Untuk paket pertama sebanyak 2 kg dan paket kedua sebanyak 3 kg dan 5 ribu pil ekstasi sudah diedarkan oleh terdakwa”,tambahnya.

Sedangkan, paket yang ketiga sudah beredar 900 gram, baru ketika transaksi dengan seorang perempuan seberat 50 gram dan di saku 50 gram terdakwa tertangkap lalu dikembangkan di rumah seberat 4 kg. Kalau pil ekstasinya sisa 148 butir.

Selain itu, majelis juga mengungkap bahwa dalam fakta persidangan terdakwa melakukan pekerjaan itu sudah dua tahun. Awal mula menggeluti jasa kurir narkoba dengan cara diranjau itu dikenalkan oleh Luluk kepada Bara pada 2017 silam.

"Terdakwa mengetahui bahwa barang yang dikirim itu merupakan barang yang dilarang namun masih tetap dilakukan. Terdakwa dengan Bara (nama orang), selama ini juga tidak pernah bertemu. Keduanya hanya komunikasi melalui Balckberry Massanger (BBM)," bebernya.

Bahkan, dalam pengakuan terdakwa selama menjadi kurir sabu dan pil ekstasi sudah menikmati upah kurang lebih Rp 100 juta. Majelis menilai, bila dikalkulasikan upah hasil pekerjaan tersebut dengan barang bukti 10 kg tentunya jauh lebih banyak.

"Majelis menilai berat sabu lebih dari itu, karena terdakwa mendapat upah Rp 5 juta untuk 1 Kg sabu setiap transaksinya. Upah yang diterima terdakwa itu juga melalui ranjau yang diberi oleh Bara," ulasnya.

Sementara, majelis menilai perbuatan terdakwa mengedarkan 10 kg dan ribuan pil ekstasi sangat membahayakan bagi kehidupan manusia, dan kejahatan luar biasa.


Kontributor : Rizal
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar