default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Polres Banyuwangi Gagalkan Transaksi Jual Beli Bayi Lobster Senilai 2,6 milyar

Polres Banyuwangi Gagalkan Transaksi Jual Beli Bayi Lobster Senilai 2,6 milyar
Peristiwa Nasional
Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi saat konferensi perss Jumat (28/06/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BANYUWANGI– Polres Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan pencurian bayi lobster atau benur yang biasa beroperasi di wilayah laut selatan Banyuwangi.

Dari hasil operasi yang dilakukan Kamis (27/06/2019) di Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, Polres berhasil mengamankan 4 orang tersangka beserta barang bukti berupa 21 ribu ekor bayi lobster siap kirim senilai Rp 2,6 Milyar rupiah.

“Kami menerima informasi dari masyarakat bahwasanya ada transaksi illegal benih lobster di Desa Pesanggaran. Dari informasi tersebut, hari kamis 27 Juni sekira pukul 21.30 WIB,  Satreskrim bersama Satpolairud langsung melakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan 4 orang pelaku dan 3 box steorofoam yang berisi 21 ribu bayi lobster siap kirim,” terang Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi saat konferensi perss Jumat (28/06/2019).

Keempat tersangka yang berhasil diamankan polisi ialah Anton Setiawan (28), Imam Nurkhori (35), Sigit Sugiarto (33) warga Desa Pesanggaran dan Sahrur Rosikin (19) warga Desa Silir Agung.

“Tersangka AS dan IN berperan mem-packing bayi lobster. Sedangkan Tersangka SS dan SR berperan sebagai kurir,” jelasnya. Selain keempat tersangka, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya berinisial ND yang saat ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari keterangan para tersangka, kata Taufik, mereka sudah tiga kali ini melakukan praktek transaksi illegal bayi lobster. Rencananya ribuan bayi lobster senilai milyaran rupiah tersebut akan dikirim ke Serang Provinsi Banten. Diduga kuat, bayi lobster tersebut selanjutnya akan dikirim ke luar negeri. 

“Biasanya dikirim ke Singapura  atau Vietnam. Tentu kita berkoordinasi lintas Polda untuk mengungkap jaringan jual beli bayi lobster illegal ini,” kata Taufik.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Keempat tersangka dijerat pasal 92 dan/atau pasal 88 UU No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan Jo. Pasal 2 dan Pasal & Permen KP RI Nomor 56/permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran Lobster dengan ancaman hukuman kurungan penjara 8 tahun dan denda 1,5 Milyar rupiah.

Lebih jauh Taufik menjelaskan, tingginya harga jual bayi lobster memang kerap membuat seseorang melakukan illegal fishing.

Padahal, tindakan tersebut justru merugikan Negara dan masyarakat sendiri. Sebab, bayi lobster tersebut dikembangbiakkan kembali di luar negeri, sementara di perairan Inonesia sendiri bayi lobster kian terkikis habis akibat illegal fishing. 

“Untuk itulah, aparat kepolisian akan terus melakukan operasi dan menindak tegas setiap pelaku yang melakukan illegal fishing bayi lobster,” pungkas Taufik.


Kontributor : Rozik Fanani
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar