SUARA JATIM POST
Banner

Satgas Covid-19 Banyuwangi Dikritik Tim Pemenangan Paslon Yusuf Riza

BANYUWANGI - Tim Pemenangan Yusuf Riza  lagi-lagi merasa dikecewakan oleh satgas Covid-19. Kekecewaan tersebut sebab tidak adanya petugas yang berjaga dan ruang satgas dalam kondisi terkunci.

 

Padahal pada guna mendapat izin kampanye dari kepolisian, paslon wajib mencantumkan izin dari Satgas Covid-19.

 

"Ini sudah kedua kali. Kemarin sekitar jam 14.00, dan sama tidak ada petugas yang berjaga, lagi-lagi hanya ditemui Satpol PP yang disitu tidak punya kewenangan," ujar M. Khoirul Abas Sekertaris 3 Tim Pemenangan Yusuf – Riza, saat ditemui suarajatimpost pada Sabtu pagi (17/10/2020)

 

Pihaknya berpendapat bahwa kinerja Satgas Covid-19 di Banyuwangi ini tidak profesional.

Padahal, lanjut Abas, dalam menjalankan tugasnya kelembagaan ini juga memiliki anggaran.

 

"Dulu katanya ada pelayanan terpadu faktanya juga tidak ada. Ini kan uang rakyat, dan itu ratusan milyar lah tetapi dengan fakta yang kita alami, dikantor satgas Covid tidak ada pelayanan. Ini terus gimana pertanggung jawabannya," tandasnya.

 

"Layamutu Wala Yahya, tidak bermutu menghabiskan biaya dan saya pikir perlu ada audit investigasi," tambahnya menyindir.

 

Pihaknya berharap bupati yang juga ketua Satgas Covid benar-benar serius memperhatikan dan menormalisasi fungsi-fungsi satgas Covid seperti adanya dan seharusnya.

 

"Fungsikan untuk masyarakat yang membutuhkan terlebih dalam momen pilkada. lembaga ini yang punya tanggung jawab dan kewenangan untuk menilai tempat itu bisa dijadikan kampanye atau tidak. Karena memang satgas ini yang punya informasi tentang hal itu,"pungkasnya. WAN

Apa Reaksi Anda?