SUARA JATIM POST
Banner

Sempat Ditolak Keluarga, Pemakaman Pasien Covid-19 di Jember Tetap Gunakan Prokes

JEMBER - Pemakaman pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan, Desa Padomasan, Jember nyaris berujung penolakan.

Penolakan ini dilakukan keluarga pasien menolak jasad anggota keluarganya dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. 

Jasad yang dimakamkan sendiri atas nama Muslikah janda warga Dusun Krajan 2,Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, meninggal dan  positif terkonfirmasi Covid-19.

Namun berkat edukasi dari Polsek dan Koramil Jombang, proses pemakaman dengan protokol kesehatan tetap dilakukan oleh tim pemakaman. Keluarga almarhum menerima anggota keluarganya dimakamkan dengan prosedur covid-19 pada Minggu sore (18/10/2020) 

Kapolsek Jombang Iptu Kusmianto mengungkapkan, bersyukur persoalan penolakan pemakaman warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, tidak terjadi. 

"Pemakaman sudah selesai dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan hal itu sudah selesai dilakukan. Alhamdulilah tadi sempat terjadi sedikit ketegangan namun hal itu sudah ditanggani dengan baik dan keluarga sudah menerima dengan lapang dada, "ujar Kusmianto kepada suarajatimpost

Sementara itu Sekretaris Desa Padomasan Abdul Khafid mengakui ada kesalahpahaman informasi yang diterima keluarga almarhumah dari rumah sakit. 

"Yang bersangkutan berstatus janda, tadi memang ada sedikit miskomunikasi, penyebabnya kurangnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga. Jadi ada salah satu keluarga meninggal naik pitam dan sempat emosi hendak mengangkat sendiri korban meninggal tersebut," ucap Khafid. 

Namun berkat himbauan yang dilakukan oleh Polsek dan Koramil Jombang bersama perangkat desa setempat, keluarga korban menerima prosedur protokol Covid-19. Meski demikian, keluarga meminta izin menyalati Muslikah di tengah jalan depan TPU Desa Padomasan. 

"Keluarga menerima dengan lapang dada perihal meninggalnya salah satu keluarga tersebut, akhirnya meminta izin kepada pihak aparatur negara untuk menyalati yang bersangkutan di tengah jalan depan pemakaman umum Desa Padomasan. Setelah itu bisa dimakamkan dengan protokol kesehatan," tukasnya. 

Muslikah sendiri diketahui dinyatakan positif Covid-19 setelah dirawat selama dua hari di RS Haryoto Kabupaten Lumajang. Setelah dirawat intensif janda berusia 73 tahun ini akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu pagi 18 Oktober 2020. (Ema Wasta)

Apa Reaksi Anda?