SUARA JATIM POST
Banner

31 Warga Mojokerto Tertangkap Basah Langgar Prokes

KOTA MOJOKERTO - Puluhan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 'tertangkap' basah Polresta Mojokerto saat operasi yustisi pada Sabtu malam (17/10/2020). Operasi yustisi ini sendiri terbagi menjadi dua tim dari gabungan aparat TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) dilakukan di sejumlah titik di Kota Mojokerto, di antaranya  Kecamatan Magersari dan Kecamatan Prajuritkulon.

Tercatat ada 31 warga 'tertangkap' basah melanggar prokes. Hasilnya 28 warga tersebut dikenakan denda, sedangkan tiga orang disanksi sosial, sebagaimana Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020 dan Perwali Mojokerto Nomor 55 tahun 2020.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, pihaknya masih terus menggalakkan operasi yustisi, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto.

"Disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan bukan karena dipaksa tapi memang sudah menjadi kewajiban setiap warga dalam era pandemi Covid-19, ini untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto," ujar Deddy.

Pihaknya menginginkan agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan kesadaran sendiri. Jadi tanpa ada operasi yang dilakukan petugas maupun ada petugas prokes selalu menjadi prioritas utama.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan banyak kebijakan demi mencegah penyebaran Covid-19. Pihaknya meminta masyarakat mentaati setiap kebijakan pemerintah dan mendukung setiap upaya yang dilakukanya.

"Polri senantiasa siap mendukung penuh setiap langkah kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19, mari bersatu-padu bersama pemerintah untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutupnya. (And) 

Apa Reaksi Anda?