SUARA JATIM POST
Banner

Mayat Tanpa Identitas Tampak Tulang Belulang Ditemukan di Gunung Manggar Jember

JEMBER - Warga sekitar lereng Gunung Manggar, Desa Kelir, Kecamatan Wuluhan, Jember dikejutkan dengan penemuan mayat. Mayat tersebut ditemukan pada Sabtu sore (17/10/2020), dengan kondisi mulai tampak tulang belulang dan nyaris menyatu dengan tanah.

 

Mayat ditemukan dengan kondisi masih berpakaian lusuh yang membungkus tulang belulangnya. Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pencari rumput di lereng Gunung Manggar. Dimana saat tengah mencari rumput, ia melihat jenazah yang sudah mengering. Selanjutnya warga melaporkan temuan jasad tinggal tulang belulang ke perangkat desa setempat dan dilanjutkan ke polisi.

 

Polsek Wuluhan yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi penemuan mayat. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tak ditemukan identitas di mayat yang ditemukan dalam posisi menengadah ke atas.

 

Sulitnya medan, membuat proses evakuasi berjalan sulit. Tim medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap memerlukan waktu lebih dari empat jam untuk bisa mengevakuasi jenazah ke ambulan.

 

“Tadi memang ada penemuan mayat di lereng Gunung Manggar, kondisi mayat sudah mengering, mungkin meninggalnya sudah semingguan, barusan mayatnya sudah di evakuasi pak polisi ke Rumah Sakit,” ujar Danang, warga sekitar.

 

Beberapa warga meyakini, bahwa mayat tanpa identitas yang ditemukan meninggal di Gunung Manggar, diperkirakan penambang emas ilegal yang meninggal sejak 2013 lalu. Hal ini lantaran kawasan Gunung Manggar diserbu oleh penambang emas liar dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa juga.

 

Meski pihak kepolisian sudah berulang kali melakukan razia dan menutup beberapa lubang penambangan. Namun sampai saat ini beberapa penambang liar masih terlihat di seputar Gunung Manggar yang ada di dua Kecamatan di Jember, yakni Ambulu dan Wuluhan tersebut

 

Sementara itu, Polsek Wuluhan saat dimintai keterangan terkait adanya temuan jasad tanpa identitas dengan kondisi tinggal tulang belulang, belum memberikan respon. (Ema Wasta)

Apa Reaksi Anda?