SUARA JATIM POST
Banner

Benda Kuno dari Gerabah hingga Emas Peninggalan Kerajaan Singosari Ditemukan

MALANG - Warga Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menemukan sejumlah benda - benda yang diduga bersejarah. Tercatat benda - benda seperti gerabah, keramik, uang logam kuno, lampu minyak, hingga perhiasan emas yang disinyalir tinggalan masyarakat kuno.

Ketua Pokdarwis Desa Ngenep Dono Wahyudi mengakui adanya penemuan benda - benda bersejarah di sekitar wilayahnya. Penemuan benda kuno berupa pecahan gerabah, keramik, lampu minyak, hingga perhiasan emas sebelum adanya temuan struktur batu bata yang diduga bangunan era Kerajaan Singosari.

"Dulu sering ditemukan benda - benda sejarah, ada pecahan batu bata, gerabah, lampu minyak yang terbuat dari tembaga, uang logam kuno, pecahan keramik juga, ada lumpang, bahkan ada yang menemukan perhiasan emas yang kami duga benda bersejarah," ucap Dono Wahyudi ditemui suarajatimpost pada Jumat (16/10/2020).

Dono menambahkan, saat ini benda - benda tersebut masih disimpan sejumlah warga. Sementara temuan - temuan benda - benda sejarah saat proses ekskavasi atau penggalian telah dikumpulkan dan disimpan di sebuah warung tak jauh dari lokasi ekskavasi.

"Yang benda - benda temuan saat proses penggalian ini kita simpan di bangunan warung tak jauh dari situs ini. Nanti kita kumpulkan semuanya dulu," katanya.

Menurutnya, sebelum ditemukan bangunan kuno diduga dari Kerajaan Singosari, lahan urukan tanah tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan Perumahan Taman Tirta.

"Sebelum dibeli pengembang perumahan ini kan kebun jeruk. Ini baru proyek perumahannya jalan tiga bulan. Adanya temuan ini ya mau nggak mau harus stop aktivitas mereka. Kita inginnya nanti buat museum kecil - kecilan, apalagi ini kan ada umbul atau sumber air juga," tuturnya.

Sementara itu Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Nurmala mengungkapkan, benda - benda temuan warga ini nantinya akan dikaji lebih lanjut oleh pihaknya.

"Kita kaji disini, di balikin di tempatnya, biarkan di tempatnya. Entah masyarakat sini pihak desa mau gimana, mau museum, atau apa kita cuma mengarahkan untuk pelestariannya," beber Nurmala.

Nantinya dari hasil ekskavasi dan kajian benda - benda bersejarah oleh BPCB tersebut akan disampaikan ke warga, developer pengembang perumahan, dan pemerintah daerah terkait.

"Hasil kajian ini kita presentasikan ke warga dan pengembang. Tetapo kalau BPCB tetap pada konteks pelestarian. Ini harus kita lindungi sesuai undang - undang yang ada. Nanti kita koordinasi juga dengan pengembang perumahan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan BPCB Jatim tengah melakukan ekskavasi atau penggalian di situs bangunan era Kerajaan Singosari. Ekskavasi memasuki hari keempat pada Jumat 16 Oktober 2020 ini telah menggali lima titik dengan panjang area mencapai 20 meter.

Diduga struktur bata yang sebelumnya ditemukan warga merupakan bagian dari kompleks permukiman kuno era Kerajaan Singosari. (Ris) 

Apa Reaksi Anda?