SUARA JATIM POST
Banner

Sejumlah Sekolah di Malang Mulai Pembelajaran Tatap Muka di Era Pandemi Covid-19

KOTA MALANG - Sejumlah sekolah di Kota Malang mulai kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Tercatat dari pantauan sudah ada setidaknya tiga sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka.

Tiga sekolah ini terdiri dua SMA Negeri dan satu SMK swasta, yakni SMAN 2 Malang yang menjadi sekolah percontohan pembelajaran tatap muka, SMAN 9 Malang, dan SMK Telkom Malang.

Di SMK Telkom Malang misalnya, salah satu sekolah SMK yang mulai menerapkan pembelajaran tatap muka sejak Senin kemarin hingga Jumat 6 November 2020 mendatang.

"Yang masuk hanya kelas X yang domisili di Kota Malang, ada 10 orang siswa yang masuk di setiap keahlian di kompetensinya. Simulasi dilakukan lima hari ke depan," ujar Waka Kurikulum SMK Telkom Ifa Choirunnisa kepada suarajatimpost.com.

Ifa menjelaskan di sekolahnya ada total 90 siswa kelas X yang telah mendapatkan izin orang tua masing-masing untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"Dari 1.049 total siswa kami, jadi kelas 10 yang masuk, dan orang tuanya mengizinkan hanya sekitar 90 orang. Dan itu pun dibatasi 10 orang di setiap keahlian di kompetensi keahlian. Hanya 30 menit per jamnya, biar fleksibel juga karena pembelajarannya hanya 3 jam," ucapnya.

Tampak sejumlah siswa dengan mengenakan pakaian bebas dan tetap menggunakan masker saat pembelajaran tatap muka berlangsung. Mengenai hanya mengenakan pakaian bebas Ifa beralasan lantaran di Kota Malang belum diperbolehkan pembelajaran tatap muka.

"Siswa kami belum mengenakan seragam karena saat ini belum diperbolehkan pembelajaran tatap muka secara langsung. Dimana wilayah kita belum zona kuning atau hijau, namun untuk SMK zona merah diperbolehkan untuk pembelajaran praktikum," paparnya.

Sementara bagi siswa yang melakukan pembelajaran daring, pihak sekolah menyiapkan sistem pembelajaran menggunakan aplikasi gmetrix.

"Semua mata pelajaran ada di sini. Guru - guru kami yang ngisi kontennya dan mengakses. Jadi anak-anak bebas mengakses. Jadi pelajaran online disampaikan melalui gmetrix yang bisa kami akses," tuturnya.

Sementara itu di SMAN 9 Kota Malang, kepala sekolah Sri Setyawati mengakui pihaknya telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. "Di SMAN 9 Malang ada dua tahapan di semester ini. Tahap pertama kita tidak banyak hanya satu kelas XII dan kelas X," bebernya.

Bagi siswa kelas XII lanjut Sri, total terdapat 27 siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka dan 36 siswa untuk kelas X. Jumlah ini tergolong cukup sedikit dari total siswa SMAN 9 Malang sebanyak 1.135 siswa.

"Persyaratan pertama orang tua mengizinkan putra putrinya mengikuti pembelajaran tatap muka melalui izin tertulis. Yang belum diizinkan kami tetap layani di pembelajaran daring," kata Sri Setyawati.

Dirinya menambahkan, di sekolah pembelajaran hanya dilakukan kepada mata pelajaran (mapel) yang dianggap sulit. Bagi peminatan MIPA misalnya mata pelajaran yang diajarkan meliputi matematika, fisika, kimia, dan biologi, sementara untuk mapel peminatan IPS meliputi matematika, ekonomi, geografi, dan sosiologi. Untuk peminatan bahasa mapel prioritas antara lain sastra dan bahasa Inggris, Indonesia, dan Jepang.

"Di sekolah kami juga lakukan protokol kesehatan ketat. Mulai pengecekan suhu, menyiapkan masker dan face shield bagi orang tua yang lupa membawakan ganti anaknya. Jam masuk pun mulai jam 07.00 - 11.15 WIB," tuturnya.

Pihaknya juga menyiapkan jajak pendapat dimana setiap siswa setiap harinya wajib mengisi data suhu tubuh, riwayat keluarga yang sakit, kontak erat dengan siapa, dan bagaimana kondisinya. "Jadi kondisi kesehatan saat ini kita punya datanya setiap hari," tutupnya. (Ris) 

Apa Reaksi Anda?