SUARA JATIM POST
Banner

Alat Obat Dan Kontrasepsi yang Aman Bagi Masyarakat, Begini Caranya

MALANG  - Pengawasan dan edukasi penggunaan obat dan kontrasepsi yang aman bagi masyarakat terus dilakukan dinas terkait di Pemkab Malang. Kali ini sosialisasi dilakukan di Pendopo Agung Pringgitan, melibatkan sejumlah klinik swasta, penyedia fasilitas kesehatan (Faskes) pertama, pada Selasa (29/9/2020).

 

Kepala Seksi Jaminan Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kabupaten Malang, Sri Wahyuni menyebut penempatan alat obat dan kontrasepsi harus sesuai jenisnya.

 

“Suhu tidak boleh lebih dari 25 derajat, jauh dari sinar matahari langsung, tidak boleh lembab, sebab apabila tidak dipatuhi maka efektivitas akan berkurang dan menyebabkan tidak efektif, bisa berakibat hamil walaupun telah memakai kontrasepsi,” ujar Sri Wahyuni, melalui rilis yang diterima.

 

Terkait layanan Keluarga Bencana (KB) dan alat kontrasepsi, Sri Wahyuni menambahkan, diperkukan adanya koordinasi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan, berdasarkan tempat pelayanan. Hal ini supaya terbangun pelayanan yang maksimal sesuai domisili akseptor, guna mempermudah masyarakat memperoleh layanan.

 

“Saat pelayanan kehabisan implant, puskesmas bisa saling pinjam dengan di sertai laporan penanganan agar terpantau jumlah alat dengan masyarakat yang mendapatkan pelayanan, untuk nomor kode klinik, untuk PMB harus diajukan begitu juga yang belum BPJS harus mengajukan kode klinik oleh bidan yang telah bersertifikat,” tutup Sri Wahyuni. (Seno) 

Apa Reaksi Anda?