SUARA JATIM POST
Banner

Eks Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Kembalikan Uang Rp 1,03 Miliar, Kejari : Ada Itikad Baik Tersangka

MOJOKERTO - Didik Pancaning Argo, eks Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, mengembalikan uang Rp 1,03 miliar. Pengembalian uang dilakukan pihak keluarganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Uang tersebut merupakan kerugian negara sat dia terjerat kasus normalisasi dua sungai besar di Kabupaten Mojokerto, saat menjabat sebagai Kepala

Pihak keluarga yang mengantar uang sebesar Rp 1,03 Miliar tiba sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto. Uang tersebut kemudian diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Hari Wahyudi dan anak buahnya.

"Berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim, yakni sebesar Rp 1,03 miliar. Uang yang dikembalikan Didik hari ini sesuai dengan kerugian negara tersebut. Didik tetapkan menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana penggalian mineral tanpa izin dari yang berwenang," terang Kasipidsus Rahmat Hidayat ketika diwawancarai oleh jurnalis suarajatimpost.com di ruangannya.

Rahmat menambahkan, dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikkor), negara lebih mengedepankan pengembalian kerugian, dan upaya ini sudah dilakukan.

"Tersangka sudah mempunyai itikad baik dengan mengembalikan semua kerugian negara, mengenai pertimbangan keringanan itu wewenang hakim, selama tidak ada fakta pengadilan baru," imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim. Didik terjerat kasus dugaan normalisasi Sungai Landaian dan Sungai Jurang Cetot di Kecamatan Jatirejo dan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada akhir Desember 2019, normalisasi sungai itu berlangsung 2016-2017.

Dalam kasus ini, Didik telah ditetapkan tersangka sesuai dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apa Reaksi Anda?