Dinamika Pertemuan Bupati Jombang dengan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

09 Jun 2026 - 13:00
Dinamika Pertemuan Bupati Jombang dengan Keturunan Nabi Muhammad SAW
Situasi pertemuan Bupati Jombang dengan cucu Nabi Muhammad SAW. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Sebuah dinamika spiritual yang hangat dan penuh ketakjuban mewarnai Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu (6/6/2026) malam. Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Dinamika pertemuan langsung terasa sejak awal, saat Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu menyambut sang tamu mulia didampingi Wakil Bupati Salmanudin (Gus Salman), Sekretaris Daerah Agus Purnomo serta segenap jajaran kepala OPD. Interaksi keduanya bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan mengalir menjadi dialog penuh ketakjuban spiritual.

Momen paling dinamis terjadi ketika Syekh Ahmad Rouhi secara spontan melontarkan pujian mendalam terhadap aura kepemimpinan Abah Warsubi. Sang Syekh mengaku menangkap pancaran berbeda dari sosok bupati. 

"Alhamdulillah, kita memiliki pimpinan yang di wajahnya ada sinar, ada cahaya, ada ketawadhuannya, dan akhlak baiknya. Insya Allah, Bupati kita ini, derajat beliau akan ditinggikan oleh Allah SWT, tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat. Amin," ungkapnya penuh keyakinan.

Pernyataan ini sontak mengubah atmosfer ruang Swagata menjadi semakin syahdu. Abah Warsubi merespons dengan kerendahan hati yang kental, menyampaikan rasa syukur dan penghormatan mendalam atas doa yang langsung dipanjatkan oleh zuriah Rasulullah tersebut. 

"Kedatangan Syekh Ahmad Rouhi ke Pendopo Kabupaten Jombang ini adalah sebuah keberkahan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami semua," tutur Abah Warsubi dalam pesan diterima wartawan, Selasa (9/6/2026). 

Dinamika kian menguat saat Bupati Warsubi memaparkan potret sosiologis-religius Jombang. Dengan 1,4 juta jiwa penduduk yang tersebar di 21 kecamatan dan ditopang 234 pesantren termasuk empat pilar besar Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Rejoso Peterongan Jombang dipresentasikan sebagai kota santri yang autentik. Respons Syekh Ahmad Rouhi terhadap pemaparan ini begitu antusias. Ia menekankan bahwa perhatian seorang kepala daerah terhadap pesantren adalah legitimasi kepemimpinan yang saleh.

"Ini adalah ciri bupati yang baik, yang menaruh perhatian besar terhadap pondok pesantren. Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca santri akan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa putus bagi siapa pun yang mendukungnya," tegasnya, menciptakan dinamika diskusi yang menyentuh ranah tanggung jawab duniawi sekaligus investasi ukhrawi.

Pertemuan mencapai klimaks emosionalnya saat Syekh Ahmad Rouhi memimpin doa bersama. Dalam untaian doa yang dipanjatkan dengan keagungan Nabi Muhammad SAW dan karamah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, sang Syekh memohonkan kesehatan, umur berkah, keturunan saleh, serta kesuksesan bagi jajaran pemimpin Jombang. Suasana haru dan syahdu begitu terasa, menutup dinamika pertemuan dengan doa sapu jagat agar seluruh yang hadir kelak dikumpulkan kembali di Surga Firdaus bersama Baginda Rasulullah SAW.

Bagi Syekh Ahmad Rouhi sendiri, pertemuan ini menjadi penggalan perjalanan spiritualnya di Indonesia negeri yang sejak 2018 ia cintai dan pilih sebagai tempat mengabdi selepas menerima isyarat spiritual sang kakek. Kini, dinamika pertemuan di Pendopo Jombang itu telah merajut komitmen bersama antara pemerintah daerah dan ulama internasional dalam merawat ukhuwah islamiyah serta memajukan pondok pesantren. (**)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow