18 SPPG di Tulungagung Disuspen, BGN Temukan Sarpras Tak Standar hingga Dugaan Monopoli Supplier

Masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN.

09 Jun 2026 - 18:15
18 SPPG di Tulungagung Disuspen, BGN Temukan Sarpras Tak Standar hingga Dugaan Monopoli Supplier
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Tulungagung, Sebrina Mahardika. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung masuk dalam daftar suspen atau pemberhentian sementara operasional. Sebabnya, masih ditemukan sarpras SPPG yang tidak memenuhi standar dan melakukan monopoli supplier. 

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, jumlah SPPG sudah mencapai 129 dapur yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung. Namun ada sebanyak 18 SPPG yang kini berstatus suspen. 

“Ada 18 SPPG di Tulungagung yang disuspen oleh BGN,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan 18 SPPG disuspen. Mulai dari sarpras tidak memenuhi standar, kejadian luar biasa (KLB) hingga dugaan monopoli supplier. 

“SPPG yang disuspen ada yang baru dan lama. Setiap SPPG yang tidak memenuhi standar dan aturan akan disuspen,” terangnya.

Sebrina menjelaskan, dugaan monopoli supplier yang dilakukan SPPG juga menjadi penyebab suspen. Pasalnya, dalam ketentuan BGN, setiap SPPG minimal harus memiliki 15 supplier agar tidak menguntungkan pihak tertentu. 

“Dari hasil evaluasi menunjukan SPPG hanya memiliki tiga sampai lima supplier,” jelasnya.

Menurut Sebrina, masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN.

“Durasi suspen tergantung SPPG melakukan perbaikan. Semakin cepat maka status supsen dapat segera dicabut,” paparnya. 

Jumlah SPPG yang disuspen di Tulungagung masih dapat berubah. Korwil BGN Tulungagung akan terus melakukan evaluasi dan monitoring secara rutin.

“Jika ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat,” ungkapnya.

Sebrina menambahkan, bagi penerima manfaat dari SPPG yang disuspen akan dialihkan ke dapur lain. Sehingga pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan. 

“Untuk penerima manfaat dari SPPG yang disuspen tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow